Page 3

KabarSumatera

JUMAT, 11 RABIUL AKHIR 1434 H 22 FEBRUARI 2013 M

KABAR KOTA

3

Ini Dia Calon Pemimpin Palembang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Kamis (21/2) melakukan pengundian nomor urut pasangan calon wali kota (cawako)-calon wakil wali kota (cawawako) Palembang periode 2013-2018. PALEMBANG | KS Pasangan Mularis DjahriHusni Thamrin (Murni), menjadi pasangan nomor urut 1. Sedangkan pasangan incumbent Romi Herton-Harnojoyo (RH) mendapat nomor urut 2, sementara pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana menjadi pasangan nomor urut 3. Ketiga pasan-

gan yang akan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu dan dua di kantor ledeng (Pemkot Palembang) itu, ketika dibincangi usai penarikan nomor urut calon semuanya mengaku senang dengan nomor urut didapatkan. “Alhamdullilah dapat nomor urut 1, semoga ini

adalah tanda-tanda kalau kami akan menjadi nomor satu di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Palembang nanti,” kata Cawako Palembang, Mularis Djahri didampingi pasangannya Husni Thamrin. Mularis mengaku senang mendapatkan nomor urut tersebut, sebab kata dia masyarakat akan lebih mudah untuk mencoblos ia dan pasangannya saat pemungutan suara mendatang. “Insyallah ini nomor hoki,”ungkapnya. Sementara Cawako Romi Herton kurang terlalu gembira mendapatkan nomor urut 2. Menurut dia, nomor urut tersebut hanya perlambang saja agar tertib dan

masyarakat lebih mudah mengenal. “Tetapi mendapatkan nomor urut dua, bagi saya adalah anugrah. Karena nomor dua itu melambangkan victorian yang bisa diartikan persahabatan dan kedamaian. Namun bagi suatu tim, adalah perlambang kemenangan,” kata Romi. “Insyallah ini adalah awal kemenangan,” sambungnya. Optimisme senada disampaikan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana. Cawako Palembang Sarimuda mengaku nomor urut tiga yang didapatkannya bersama pasangannya adalah niatan mereka sejak awal. “Kami sebelumnya sudah berdoa, semoga

mendapatkan nomor urut tiga. Ternyata itu dikabulkan,” kata Sarimuda. Nomor tiga menurut mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel ini memiliki banyak arti baginya. “Nomor tiga itu TTS, tiga kali menang. Harapan kami dengan nomor urut tiga ini, masyarakat tidak kesulitan lagi mencoblos kami. Ingat saja TTS (tetap pilih Sarimuda,” ungkapnya. Baginya kata Sarimuda, semua nomor urut adalah bagus. Namun, nomor urut tiga adalah angka keberuntungan. “Semalam saya sudah berdoa, untuk mendapatkan nomor urut tersebut,” ujarnya.

Jangan Hanya Sekedar Jual Mimpi

PALEMBANG | KS Tanggal 7 April mendatang, nasib Palembang lima tahun kedepan dipertaruhkan. Sebab tanggal itu ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, sebagai hari pestanya demokrasi masyarakat di kota empekempek ini. KPU Kota Palembang, sudah menetapkan tiga pasangan cawako-cawawako yang akan bertarung di pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Palembang. Ketiganya pasangan itu yakni pasangan nomor urut satu Mularis Djahri-Husni Thamrin (Murni) kemudian pasan-

gan nomor urut dua Romi Herton-Harnojoyo (RH) dan pasangan nomor urut tiga Sarimuda-Nelly Rasdiana. Namun sampai saat ini, ketiga pasangan itu menurut sejumlah pengamat yang dimintai komentarnya oleh Kabar Sumatera masih lebih banyak menjual mimpi dibandingkan program yang jelas untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat Palemang saat ini dan kedepannya. “Belum ada, saya belum melihat program mereka yang jelas untuk mengatasi persoalan-persoalan di Palembang. Tidak ada

metode, program dan tahapan-tahapan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi banjir, kemacetan, kemiskinan, pengangguran dan persoalan lainnya,” kata pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Andreas Leonardo. Yang disampaikan ke masyarakat jelansya bukan program atau solusi, untuk mengatasi persoalan. Ketiga bakal pasangan tersebut menurutnya, justru menjual mimpi bukan program. Mimpi itu mereka jual melalui spanduk, baleho dan alatalat kampanye lainnya. Memang kata dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsri ini, metode-metode kampanye yang dilakukan ketiga pasangan calon kepala daerah Palembang itu masih laku dan digunakan di negara-negara dunia ketiga atau negara berkembang.“Harusnya itu sudah mulai dirubah, dengan metode kampanye yang memberikan edukasi untuk masyarakat seperti seminar, diskusi, debat kandidat dan lainnya,”sarannya. Sementara pengamat sosial dari Unsri, Alfitri, justru

punya pendapat lebih ekstrim. Menurutnya Pilkada Palembang mendatang bisa disebut sebagai politik dagang sapi. Kenapa ?, itu karena masing-masing pasangan calon bukan adu program namun hanya adu tampang yang terpasang di baleho, spanduk, stiker maupun media kampanye lainnya. Sementara sejumlah warga Palembang yang dibincangi Kabar Sumatera mengaku tidak banyak tahu, apa yang akan dilakukan ketiga pasangan bakal calon kepala daerah itu untuk Palembang itu lima tahun ke depan. Sedangkan pengamat politik dari Unsri DR Febrian, mempunyai pandangan berbeda terhadap tiga pasangan calon kepala daerah tersebut. Menurutnya, masing-masing pasangan calon tersebut mempunyai plus dan minus. “Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk menang, mereka harus lebih bekerja keras,” saran Febrian. Menurutnya ketiga pasangan tersebut, memang sudah memiliki visi dan misi. Namun ia tak yakin, visi dan CMYK

visi yang dijual tersebut bisa laku di masyarakat dan mendongkrak perolehan suara. Sebab hasil penelitiannya kata Febrian, ketiga pasangan yang bakal bertarung di Pilkada Palembang tersebut akan bersaing keras untuk memenangkan pilkada. Cara-cara sosialisasi, dengan mengandalkan baleho, stiker, spanduk dan sebagainya dianggap Febrian sudah tidak layak lagi dilakukan sebab sudah habis masanya. Untuk meningkatkan perolehan suara menurut Febrian, justru melalui adu program, adu visi dan misi secara langsung kepada masyarakat. “Tak cukup hanya dengan baliho, untuk meningkatkan popularitas. Yang dibutuhkan, untuk meningkatkan elektabilitas dengan visi dan misi yang ditawarkan langsung ke masyarakat. Visi dan misi itulah, yang disebarkan sebanyak-banyaknya ke masyarakat,” jelasnya. l

Ketua KPU Palembang, Eftiyani dibincangi terpisah mengaku bersyukur tahapan penarikan nomor urut calon. “Setelah ini, kami akan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT). Barulah kemudian akan membahas

TEKS : DICKY WAHYUDI FOTO : BAGUS KS EDITOR: IMRON SUPRIYADI

Apa Itu Pemilukada?

D

i Indonesia, saat ini pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat, yang memenuhi syarat. Pemilukada dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dimaksud mencakup gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota. Sebelum tahun 2005, kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat Pilkada. Pilkada pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, pemilukada dimasukkan dalam rezim pemilu sehingga secara resmi bernama Pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat Pemilukada. Pemilihan kepala daerah pertama yang diselenggarakan berdasarkan undang-undang ini adalah Pilkada DKI Jakarta 2007. Pada tahun 2011, terbit undang-undang baru mengenai penyelenggara pemilihan umum yaitu Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011. Di dalam undang-undang ini, istilah yang digunakan adalah Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. l TEKS : WIKIPEDIA GAMBAR :INT EDITOR: DICKY WAHYUDI

TEKS : DICKY WAHYUDI FOTO : BAGUS KS EDITOR: IMRON SUPRIYADI

bersama pihak keamanan dan pemerintah daerah, untuk menentukan kampanye,”tukasnya. l

kabar sumatera  

kabar sumatera

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you