Page 16

JUM’AT, 11 RABIUL AKHIR 1434 H 22 FEBRUARI 2013 M

NASIB

KabarSumatera

KABARarena

PALEMBANG|KS Nama Erick Weeks Lewis memang dipastikan dilepas Manajemen Sriwijaya FC (SFC) karena tersangkut masalah Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang sulit didapatkan. Ini bukan berarti nasibnya tuntas segera.

T

elah memakan gaji buta tanpa pernah memberikan kontribusi terhadap tim, PT SOM selaku pengelola SFC memastikan akan meminta kembali kepada mantan punggawa Persiwa Wamena ini agar dapat mengembalikan uang muka yang diberikan sebanyak Rp 400 juta. “Kita memang sudah memastikan melepas Erick, tetapi bukan berarti semua urusan sudah tuntas. Tetap kita akan kejar dia agar mengembalikan uang muka yang telah kita berikan di awal kerjasama,” kata Augie Bunyamin, Direk-

SFC for Charity

ERICK WEEKS BELUM TAMAT

tur Keuangan SFC kepada Kabar Sumatera, Kamis (21/2). Selain uang muka sebagai tanda jadi, manajemen SFC bahkan telah merogoh kocek untuk sebulan kepada pemain berusia 26 tahun ini di awal musim. Pembayaran ini dilakukan karena manajemen berharap Erick Weeks dapat memberikan kontribusi maksimal untuk SFC. “Karena Weeks sudah dikasih satu bulan gaji, jadi kita akan mengejar Weeks supaya mengembalikan uang yang diterimanya sebanyak Rp 400 juta. Masalahnya terkait KITAS mungkin telah usai, tetapi tidak dengan kita,” beber Augie. Sekedar informasi, sejak bergulirnya kompetisi kasta tertinggi tanah air, Indo-

nesia Super League (ISL) 2012/2013, belum sekalipun Weeks merumput dengan seragam anyar kuning-kuning dengan motif songket kombinasi kepala garuda yang menjadi ciri khas jersey Laskar Wong Kito musim ini. Absen pada laga perdana SFC saat melawan Persiba Balikpapan, dimana Weeks telah dideportasi ke Negara asalnya Liberia, dan diprediksi sudah dapat kembali memperkuat tim di laga tandang pertama ketika meladeni Persisam Samarinda, ternyata jauh dari harapan. Batal di laga ketiga, Weeks bahkan tetap tidak bisa bergabung ketika SFC sudah melahap tujuh laga hingga akhirnya dia dilepas.

PALEMBANG|KS

S

PALEMBANG|KS

Indonesia Super League

dan SDM SFC, Hendri Zainuddin yang sebelumnya dijadwalkan datang tidak dapat hadir dikarenakan ada pekerjaan lain. Kehadirannya diwakili Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki, yang disambut Koordinator Satgas Pemeliharaan dan Kebersihan Aset Daerah (PKAD) Sumsel, Rusli Nawi. “Ini baru 40 petugas yang diberikan. Ada 355 petugas kebersihan dan keamanan yang ada di Jakabaring, semua pasti kebagian nantinya. Namun akan bertahap, tergantung hasil pemasukan dari sektor tiket,” terang Endi, sapaan Muchendi. Salah satu pahlawan Jakabaring yang bertugas membersihkan sekitar Stadion, Suparmi mengaku sangat senang mendapatkan bantuan dari manajemen SFC. Ia menilai pihak manajemen sangat perhatian kepada orang-orang seperti mereka yang memang butuh bantuan. “Alhamdulillah kita dapat rezeki beras dan uang hari ini, semoga ke depannya SFC bisa memenangkan pertandingan nanti dan kembali menjadi juara. Kami berharap bantuan ini dapat terus berjalan,” ujar Suparmi. Beberapa waktu lalu Hendri Zainuddin te-

lah berkomitmen untuk menggelar rutin kegiatan amal ini. Sriwijaya FC For Charity, setiap pembeli tiket untuk menyaksikan pertandingan home, SFC berarti sudah menyumbang Rp 500. Penonton bisa sambil bersedekah mendapatkan pahala yang akan disumbangkan ke anak yatim, panti asuhan, pondok pesantren, kalau ada masjid yang baru dibangun mungkin bisa dibantu, termasuk juga untuk petugas Jakabaring sendiri. “Ini hasil penjualan tiket pada bulan ini. Total dari penjualan tiket yang kemarinkemarin sekitar 1300 sampai dengan 1400 tiket yang terjual,” jelas Andi yang memegang hasil penjualan tiket. l

Kata Puji Sang Robert

Meski belum genap dua bulan mengemban jabatan sebagai Manajer Sriwijaya FC (SFC), Robert Heri sudah mampu menunjukkan kapasitasnya dengan memberikan pengaruh besar dalam menjalin kerja sama terhadap sponsor. Kerja keras yang mendapat pujian dari Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin. “Penunjukkan terhadap Robert sebagai manajer tidaklah salah. Lihatlah kontribusi yang telah dia

“Jadi cukup wajar dan beralasan jika kita tuntut Erick agar dapat mengembalikan uang yang telah kita beri,” ungkapnya. Disinggung masalah KITAS, Augie menjelaskan bila sejak beberapa tahun terakhir di Persiwa ternyata KITAS Weeks memang telah habis dan tidak diperpanjang. “Kita akui juga salah waktu merekrut Weeks tidak teliti sampai ke sana,” ujarnya. Saat dikonfirmasi kepada agen Weeks, Eko Soebekti, sang agen berdalih sebab selama di Persiwa musim lalu selama tujuh bulan terakhir tak dibayar. “Bagaimana mau ngurus KITAS, gajinya saja tak dibayar,” Eko kesal.l

KLASEMEN SEMENTARA

Berbagi Rezeki untuk Satgas JSC etelah sebelumnya berbagi rezeki keuntungan hasil penjualan tiket penoton kepada 20 panti asuhan, Manajemen Sriwijaya FC (SFC) kembali melanjutkan program yang bertajuk SFC for Charity tersebut dengan menyantuni Satuan Tugas (Satgas) kebersihan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Kamis (21/2) kemarin. Menyisihkan dana dengan nominal Rp500 / lembar tiket, sebanyak 40 karung beras dengan berat 5 kg serta uang tunai senilai Rp2 Juta diberikan Manajemen Sriwijaya FC kepada para petugas. “Sebagai rasa syukur, setiap pertandingan kita selalu mendonasikan dana dari hasil penjualan tiket untuk berbagi terhadap sesama yang membutuhkan,” kata Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid. Menyambangi petugas JSC untuk berbagi, Faisal menuturkan jika ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2012 juga menyisihkan penghasilan klub dari keuntungan tiket. “Ini untuk kedua kalinya kita berbagi kepada pahlawan Jakabaring. Yang pertama itu kita bagikan saat bulan puasa kemarin, menjelang hari raya Idul Fitri,” jelas Faisal. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Teknik

16

berikan. Meski belum genap satu bulan dia sudah mampu merangkul beberapa sponsor untuk menjalin kerjasama dengan SFC,” kata Augie. Dengan apa yang telah ditunjukkan Robert, pria berambut cepak tersebut bahkan sampai berujar harusnya ada lebih dari satu orang seperti Robert. Mampu mendatangkan uang dalam jumlah miliaran rupiah dalam waktu singkat, akan sangat

bagus dalam kelangsungan hidup klub. “Di tengah tuntutan klub harus mandiri tanpa bantuan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), kita butuh lebih dari satu orang seperti Robert,” ujarnya. Terlepas dari konflik yang terjadi antara Robert yang dinilai menintervensi pelatih Kas Hartadi, Augie meminta agar masyarakat dan pecinta Laskar Wong Kito untuk tetap mendukung per-

No Tim 1 Mitra Kukar 2 Arema Indonesia 3 Persisam 4 Gresik United 5 Persipura 6 Sriwijaya FC 7 Barito Putera 8 PSPS Pekanbaru 9 Persita Tanggerang 10 Persiba 11 Persiram 12 Persidafon 13 Persib Bandung 14 Persela Lamongan 15 Pelita BR 16 Persiwa 17 Persepam Madura 18 Persija Jakarta

M 8 8 8 8 6 7 6 7 8 6 7 7 6 6 7 6 6 7

M 6 5 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1

S 1 0 2 1 3 2 2 3 3 2 2 1 3 0 3 0 0 2

K 1 3 2 3 0 2 1 2 3 2 3 4 2 4 3 4 4 4

SG 19-12 16-8 13-11 10-11 12-3 14-12 8-6 5-4 8-11 5-6 8-10 11-12 10-11 8-8 8-11 8-13 5-14 9-14

Topskor:

N 19 15 14 13 12 11 11 9 9 8 8 7 6 6 6 6 6 5

1. Lancine Kone (Persisam) 2. Boakay Eddie Foday (Sriwijaya FC) 3. Christian Gonzales (Arema Indonesia) 4. Boaz Solossa (Persipura)

6 Gol 5 Gol 5 Gol 5 Gol

5. Zulham Zamrun (Mitra Kukar)

5 Gol

1 2

3

4

5

juangan kerasnya dalam menggaet sponsor. Juga terhadap kemajuan klub. Bila hal ini tidak bermaksud melakukan intervensi dan memang telah menjadi agenda rutin manajemen mengevaluasi setiap pertandingan usai.l

Teks : sadam maulana foto : Netty S NET editor : Rinaldi Syahril

Lensa Arena

S

etiap pesepak bola mayoritas pasti memiliki julukan. Biasanya minimal ada satu nama julukan disematkan oleh fans dan para pengamat sepak bola karena banyak hal, mulai dari tingkah laku, ciri khas fisik, gaya bermain dan lain sebagainya. Nama-nama julukan seperti Peter Pan, Manusia Kaca, atau Sang Ember merupakan beberapa contoh dari sekian banyaknya julukan unik para pesepak bola dunia. Saking seringnya julukan mereka disebut, kadang seorang pesepak bola lebih dikenal karena nama panggilan ketimbang nama asli. Berikut 10 pemain dengan julukan unik beserta asal-usul mengapa julukan itu diberikan kepada pemain yang bersangkutan: 1. Yasar Duran – The Bucket (Sang Ember) Penjaga gawang Turki era 80an ini mendapat ejekan (yang akhirnya menjadi nama julukan untuk dirinya) saat Turki dikalahkan Inggris dengan skor telak 8 gol tanpa balas. 2. Edson Arantes do Nascimento – Pele Nama Pele sudah disematkan kepada legenda hidup Brasil ini saat dirinya masih anak-anak dikarenakan Pele selalu berpura-pura bermain bola seba-

gai kiper dengan nama ‘Bile’. Namun, karena ia selalu salah ucap, maka nama ‘Bile’ itupun menjadi ‘Pele’. 3. Naohiro Takahara – The Sushi Bomber Takahara mendapat julukan ini ketika dirinya bermain untuk klub Bundesliga Jerman Hamburg SV dan Eintracht Frankfurt. Ketajaman striker Jepang ini tidak perlu diragukan lagi. Takahara mencetak 23 gol dari 57 penampilannya dengan timnas Jepang. 4. Rene Higuita – El Scorpion (Si Kalajengking) Julukan ini disematkan kepada Higuita setelah dirinya melakukan aksi penyelamatan yang unik mirip seekor kalajengking saat timnas Kolombia melawan Inggris di tahun 1995. 5. Arjen Robben – The Man of Glass (Manusia Kaca) Di balik skill-nya yang menawan, Robben memiliki kelemahan yaitu dirinya terlalu mudah mendapatkan cedera. Karena itulah winger asal Belanda ini dijuluki The Man of Glass. 6. Stuart Pearce – Psycho (Si Gila) CMYK

Pearce terkenal dengan sliding tackle-nya yang berbahaya nan ganas ketika dirinya masih menjadi pemain sepak bola. Sering kali pemain lawan menjadi korban akibat tekelnya yang keras, bahkan rekan satu tim nya pun pernah merasakan tekel Pearce. Karena itulah Pearce yang saat ini menjadi pelatih timnas Britania Raya di ajang olimpiade mendapat julukan ‘Si Gila’ ketika dirinya masih beraksi sebagai pemain di lapangan hijau. 7. Antonio Cassano – Peter Pan Tidak ada yang meragukan skill Cassano. Striker asal Italia ini merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki oleh Italia. Namun, Cassano juga memiliki perangai buruk. Tak jarang Cassano bersikap liar dan kekanak-kanakan. Karena sikap inilah Cassano mendapat julukan Peter Pan, seorang pria yang tidak pernah bisa menjadi dewasa. 8. Jason McAteer – Trigger Trigger adalah salah satu tokoh dalam sitkom Inggris yang cukup terkenal yaitu Only Fools and Horses. Para fans merasa bahwa karakter Trigger yang konyol dan bodoh sangatlah pas untuk McAteer. Aksi bodoh McAteer yang paling terkenal adalah ‘Tragedi Pizza’ dimana ia meminta pelayan untuk memotong satu

porsi pizza menjadi 4 bagian saja karena dirinya tidak terlalu lapar dan takut tidak bisa menghabiskan pizza tersebut. 9. Gennaro Gattuso – Braveheart atau Rino Gattuso merupakan tipe gelandang pekerja keras yang tak kenal lelah. Dia merupakan pemain yang bertugas untuk merusak permainan tim lawan dengan mengandalkan fisiknya yang keras. Dikarenakan permainannya itu tak jarang Gattuso dianggap mirip dengan karakter yang diperankan oleh Mel Gibson dalam film Braveheart. Selain itu, Gattuso juga mendapat julukan ‘Rino’ atau badak. 10. Lionel Messi – La Pulga (Si Kutu) La Pulga, mungkin hanya salah satu dari sekian banyaknya julukan yang disematkan terhadap peraih empat kali beruntun pemain terbaik dunia, Lionel Messi. La Pulga yang artinya “si kutu”, julukan ini diberikan kepada Messi bukan karena kemampuan dan prestasinya. Tetapi julukan itu pada awalnya justru diberikan oleh kakak pertama Messi, Rodrigo. Dia sering memanggil pemain asal Argentina itu dengan sebutan dalam bahasa Spanyol, La Pulga, karena tubuh Messi yang lebih kecil dibanding teman sebayanya saat berusia delapan tahun. l

kabar sumatera  

kabar sumatera

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you