Page 14

14

JUMAT, 11 RABIUL AKHIR 1434 H 22 FEBRUARI 2013 M

Lintas

PNS Terlibat Narkoba Bakal Dipecat PEKANBARU| KS Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT berjanji untuk memecat pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga terlibat membawa narkoba jenis ekstasi saat aparat Polresta setempat beroperasi. “Kalau sudah dinyatakan vonis pengadilan, dipastikan dipecat sebagai PNS,” kata Firdaus MT kepada wartawan, di Pekanbaru, Riau, Kamis. Firdaus mengatakan masalah tersebut terkait seorang PNS, Ik (56) yang bertugas pada Badan Arsip Daerah Pemkot Pekanbaru diciduk polisi ketika membawa pil ekstasi. Menurut dia, saat ini masih menerapkan azas praduga tidak bersalah kepada pelaku karena masih menunggu vonis dari pengadilan. Biarkan proses hukum berjalan, katanya, bila nanti sudah ada vonis tetap maka tidak ada alasan lagi, maka Ik tentunya dipecat sebagai PNS. Sebagai pegawai negeri, tambahnya, tentunya dapat memberikan contoh terbaik dan tidak terlibat dengan narkoba. Untuk mengatasi masalah itu, pihak petugas Badan Kepegawaian Daerah akan melakukan upaya untuk memproses status kepegawaian pelaku, bila memang telah terbukti ada vonis pengadilan. Pihaknya berharap agar PNS dapat memberikan contoh terbaik dengan tindakan terpuji dan tidak sebagai pengguna narkoba serta disiplin menjalankan tugas. Terkait banyaknya pegawai di lingkup Pemkot Pekanbaru yang masih berada di warung kopi dan kafe pada jam dinas seperti pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB, maka Firdaus prihatin terhadap masalah tersebut. “Kami sudah perintahkan aparat Satpol PP untuk memantau sejumlah kafe tempat berkumpul PNS, bila masih juga nongkrong saat jam dinas diupayakan untuk didata dan ditindak,” katanya. l TEKS : WWW. REPUBLIKA.COM EDITOR: JUNAEDI ABDILLAH

Ibu Tersangkut Judi, Bayinya Ikut Ditahan Kulonprogo | KS Gara-gara ibunya tersangkaut kasus judi, BGS yang baru berusia 22 bulan terpaksa merasakan hidup dibalik teralis besi Mapolres Kulonprogo. Soyem (43), warga Tawangsari, Pengasih, ditahan Polres Kulonprogo karena menjadi pengecer togel. Soyem ditangkap petugas, Kamis 14 Februari 2013 setelah kepolisian melakukan penangkapan atas Harjo Prayitno (77), warga Dusun Kriyan, Hargorejo, Kokap. Sedangkan suami Soyem berinisial U masih dalam pengejaran petugas. Ketua Perlindungan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PK2PA) Kulonprogo, Siti Ghoniyatun ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu persis kronologinya. Namun dia berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut. “Sampai saat ini kami belum mendengar informasi secara resmi. Tapi karena tugas kami memberikan perlindungan dan memperjuangkan hak perempuan dan anak, kami akan segera menindaklanjutinya,” kata Siti, Kamis (21/2/2013). Dia mengatakan, anak apalagi berusia balita masih membutuhkan pola asuh dari ibunya. Karena itu, diperlukan ruang khusus untuk pemenuhan hak-hak tersebut. BGS sendiri hingga kini masih ikut mendekam di sel tahanan Mapolres Kulonprogo. Dalam seminggu, bocah malang itu tinggal di ruangan khusus para pelaku tindak kejahatan. BGS tidak mungkin ditinggal di rumah kaena suaminya U, buron dalam kasus yang sama. Kasus ini ditangani penyidik Polsek Kokap. Kapolsek Kokap AKP Tupar mengatakan, keluarga Soyem telah mengajukan surat penangguhan penahanan. "Kemarin keluarga mengajukan surat penangguhan penahanan, suratnya ditembuskan ke Polres Kulonprogo karena kewenangannya ada di sana," katanya. l TEKS : WWW. SINDONEWS.COM EDITOR: JUNAEDI ABDILLAH

Spesialis Rampok Angkot Sudah Beraksi 400 Kali Jakarta | KS Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan menangkap lima pelaku kejahatan spesialis angkutan umum yang sudah beraksi sebanyak 400 kali di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan, mengatakan, dalam satu hari komplotan ini bisa beraksi empat sampai lima kali. "Jika dihitung dalam tiga bulan beraksi, mereka sudah 400 kali," ujar Hermawan, Kamis, 21 Februari 2013. Mereka yang ditangkap adalah Edwardo Sembiring alias Edo berperan sebagai otak pelaku, Babtista Perangin Angin dan Rejeki Sitepu sebagai eksekutor, seorang wanita bernama Sri Suryati Andriani, pemberi informasi, dan Simson Ginting sebagai penadah. Selanjutnya, dua orang tersangka, yakni Rejeki Sitepu dan Babtista, menyusul Sri menumpang angkot untuk mengancam korbaan Nurlaifah menggunakan senjata tajam jenis gunting dan pisau. "Usai mengambil barang milik korban, para tersangka melarikan diri menumpang mobil sewaan yang dikemudikan Edwardo Sembiring yang mengikuti angkot dari belakang," kata Hermawan. Berdasarkan pengakuan tersangka Edwardo, dia merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan menyasar penumpang di dalam angkot melewati jalanan sepi, guna memudahkan pelaku melarikan diri. Para tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun. l TEKS : WWW. VIVANEWS.COM EDITOR: JUNAEDI ABDILLAH

KabarSumatera

JERUJI

Oknum Polda Diduga “Nyambi” Bisnis Minyak Ilegal BANYUASIN | KS. Jajaran Polres Banyuasin mengamankan satu unit mobil APV warna merah metalik Nopol BG 1349 NE, bermuatan delapan drum minyak mentah dalam razia gabungan yang dilakukan pada, Rabu (20/2) seputar pukul 23.30 WIB. Ironisnya, drum minyak mentah yang rencananya akan dibawa ke Lampung ini diduga milik oknum polisi yang bertugas di Polda Sumsel. Sang sopir yakni Irwansyah (28) dan kernetnya Kowi (48) Warga Betung beserta barang bukti diamankan di Polres Banyuasin. Dari informasi yang berhasil dihimpun Kabar Sumatera, Polres Banyuasin secara rutin menggelar razia untuk melakukan pengamanan di wilayahnya. Saat itu, sebuah mobil yang dikendarai Irwansyah melaju dan diberhentikan petugas. Petugas langsung memeriksa kendaraan tersebut. Saat dibuka di bagian belakang, petugas menemukan tumpukan drum yang berisi minyak mentah. Dari hasil penyelidikan sementara di lokasi, drum-drum tersebut rencananya akan dibawa ke

Lampung untuk dijual, Dari pengakuan sopir, drum berisi minyak mentah tersebut milik oknum anggota Polda Sumsel bernama Yamin. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, sopir dan barang bukti bawa ke Mapolres Banyuasin. Kapolres Banyuasin, AKBP Agus Setiawan melalui Kapolsek Pangkalan Balai, AKP Agus Irwantoro mengatakan membenarkan jika pihaknya mengamankan dua unit mobil satu mobil truk merek Toyota Dyna 130 H No pol 8676 UC, Ledi Yusman (31) warga Sanga Desa Kemang Kabupaten Muba dengan bermuatan 8 ton minyak mentah dan satu berjenis lagi jenis APV. “Dan diduga yang bermobil APV dengan bermuatan 8 drum minyak mentah tersebut milik salah satu oknum polisi Polda Sumsel

bernama Yamin. Untuk kesatuan mana saat ini kita belum mengetahuinya,” ujar AKP Agus. Masih dikatakannya, untuk saat ini sopir dan mobil yang berisi minyak tersebut ditahan guna penyelidikan lebih lanjut. “Kalau memang terbukti barang tersebut milik oknum polisi maka sesuai dengan perintah kapolda akan menghukum polisipolisi yang ikut membekingi tindak kejahatan. Jika memang terbukti maka si pemilik akan dikenakan pasal 53 huruf b tentang angkutan barang minyak tanpa dilengkapi dokumen yang sah, dan akan dikenakan hukuman 4 tahun pemjara denda 40 milliar,” ungkapnya. Sementara itu, Irwansyah mengakui jika minyak tersebut milik anggota polisi Polda Sumsel bernama Yamin. Minyak mentah itu ia ambil dari wilayah Bayan Bayung Lincir dan hendak diantarkan ke daerah Lampung. “Kami hanya bertugas mengantarkannya saja, urusan surat-surat kami tidak tahu menahu. Minyak yang kami bawa ini milik ang-

gota polisi yang bertugas di Polda Sumsel bernama Yamin,” ujar Irwansyah, kemarin (21/2). Ia menambahkan, dirinya sudah tiga kali mengantarkan minyak tersebut ke daerah Lampung. “ Kami sudah tiga kali mengirim minyak tersebut dengan upah untuk satu rit Rp 200 ribu dan uang jalan Rp 600 ribu,”cetusnya. Sedangkan sopir truk Toyota Dyna, Ledi Yusman mengatakan, minyak yang dibawanya milik Minhar warga Palembang. Minyak tersebut di ambil dari daer-

ah sungai Angit Muba dan langsung akan di bawa ke Bangka. “Minyak ini kami ambil dari Sungai Angit Muba, dengan tujuan nyebrang ke Bangka. Untuk upah angkut kami Rp 1 juta, di bayar saat minyak ini sampai ditempat. Untuk urusan surat izin kami ada dan langsung diberikan oleh Kades setempat. Untuk urusan benar atau tidaknya surat jalan tersebut kami tidak tahu menahu,” katanya. l TEKS/FOTO : DIDING EDITOR: JUNAEDI ABDILLAH

Brankas Jebol, Rp 200 Juta Milik PT Coca Cola Raib Pelaku Diduga Satpam Perusahaan

PALEMBANG | KS Brankas milik PT Coca Cola Distribustion Indonesia, berlokasi di Jalan Tembusan, Alang-Alang Lebar, Komplek Pergudangan, Blok B.09, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar dirusak maling. Akibatnya, uang perusahaan hasil penjualan

Coca-Cola sebesar Rp 200 juta, raib digondol maling. Diduga, petugas keamanan perusahaan yang melakukan aksi pembobolan tersebut. Informasi yang didapat, brankas perusahaan dibobol pertama kali diketahui, Kamis (21/2) sekitar pukul 06.00 WIB oleh salah seorang karyawan perusahaan

bernama Rudy, bertugas sebagai Distribusian Central Manger yang melihat uang recehan berserakan dilantai dua dan ruangan kasir. Saat dilihat, lemari brankas yang berisi Rp 200 juta hasil pencualan Coca Cola raib dengan posisi pintu brankas rusak. Saat itu, tidak ada satu pun petugas keamanan yang sedang berjaga. Karyawan perusahaan sempat menghubungi petugas keamanan yang diketahui bernama Heriyanto warga RT 13, Desa III Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Setelah berkali-kali tidak dapat dihubungi, akhirnya pihak perusahaan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang. Karyawan perusahaan, Rudy mengatakan, pagi itu, dirinya melihat uang receh berserakan di lantai dua dan ruangan kasir yang didalamnya berisi lemari

brankas. Saat dilihat, pintu brankas sudah rusah dan uang Rp 200 hilang. “Uang itu hasil penjualan Coca Cola yang rencananya pagi harinya akan disetorkan ke pusat,” ujarnya. Ia menambahkan, dirinya curiga dengan adanya pergantian kerja secara mendadak yang dilakukan Hariyanto yang seharusnya bertugas pagi hari. “Heriyanto seharusnya kerja pagi. Informasi yang kita dapatkan, ternyata Herianto malam itu mengajak satu temannya yang tidak dikenal, sekitar pukul 03.00 WIB. Ada petugas keamanan ruko depan yang melihat. Hingga saat ini belum terlihat,” ungkapnya. Sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang, masih kata Rudy, pihaknya telah mencari keberadaan Herianto dan berusaha menghubunginya. Namun karena tidak ada hasil, maka pihaknya

langsung melaporkan ke Polresta Palembang. “Kita serahkan kepada pihak kepolisian, biar polisi yang melakukan penyelidikan, namun kita menduga ia yang melakukan pencurian uang di berangkas tersebut, karena saat kejadian dia yang bertugas dan hingga saat ini tidak dapat dihubungi. Kita juga telah mendatangi kerkediamannya namun juga tidak ada,” tuturnnya.. Sementara itu, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting, melalui Kanit Pidum, AKP Nanang Suyatna, membenarkan adanya peristiwa itu. “Kami sudah melakukan penggerebekan dirumah Herianto, namun sayang yang bersangkutan sudah keburu kabur,” ungkap Nanang. l

TEKS/FOTO : OSCAR RYZAL EDITOR: JUNAEDI ABDILLAH

IRT Simpan Sabu Rp 1,2 Juta, Diciduk PALEMBANG | KS Nm (37) warga Jalan Mayor zen, lorong Sukarame, Kelurahan Sungai Juaro, Kecamatan Kalidoni, Palembang harus meringkut di tahanan Polda Sumsel. Pasalnya, Ibu Rumah Tangga (IRT) ini tertangkap oleh Reskrim Ditnarkoba Polda Sumsel, Rabu (20/2) sekitar pukul 19:00 WIB saat sedang bertransaksi sabu. Bersama barang bukti sabu seberat 0.9 gram, seharga Rp 1,3 juta, Nm di gelandang ke Mapolda Sumsel. Penangkapan terhadap Nm, bermula dari adanya laporan warga yang resah dengan ulah Nm kerap bertransaksi sabu. Mendapat laporan tersebut, petugas

langsung menyusuri lokasi yang dimaksud. Benar saja, petugas melihat Nm sedang bertransaksi. Tanpa pikir panjang, petugas pun langsung menyergapnya. Tersangka Nm sempat terkejut dengan kedatangan petugas dan memasukan sabu ke kantong celananya. Petugas langsung menggeledah dan menemukan satu paket sabu seberat 0,9 gram seharga Rp 1,2 juta yang berada di celana tersangka. Dari pengakuan Nm, ia mengaku kalau sabu itu bukanlah miliknya, melainkan milik temannya yaitu, Wd yang kini jadi daftar pencarian orang (DPO) polisi. "Aku cuma dititipi sabu

itu oleh Wd, gek kawannyo yang ambek sabu itu samo aku," kata ibu dua anak ini. Nm juga mengaku, kalau dulu ia pernah mengkonsumsi sabu, tetapi sudah beberapa bulan yang lalu, ia sudah berhenti memakai sabu. "Dulu cuma iseng bae make sabu," ujar IRT ini. Direktur Reskrim Narkoba Polisi Daerah (Polda) Sumsel, Kombes Pol Teguh Prayitno, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. "Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dan barang bukti sudah kita amankan," ujar Teguh. l TEKS/FOTO : OSCAR RYZAL EDITOR: JUNAEDI ABDILLAH

Bocah 13 Tahun Bobol Toko Sleman |KS Seorang bocah L alias FDM, 13, warga Desa Pleret, Panjatan nekat mencuri di toko bangunan milik seorang anggota TNI, Amanudin (51) warga Garongan, Panjatan, Kamis (21/2/2013) dini hari. FDM rupanya nekat karena tak punya uang untuk bermain game online. Belum lagi menikmati hasil curiannya, aksi bocah putus sekolah ini lebih dahulu diketahui warga. FDM pun sempat menjadi bulanCMYK

bulanan massa. Amanudin mengatakan, saat tengah istirahat sekitar pukul 01.30 WIB, dia mendapat telepon dari Eko Waluyo warga Pleret. Eko memberitahukan ada orang tidak dikenal masuk ke dalam toko bangunan Anugerah milik korban. Mendengar informasi itu, korban langsung mendatangi lokasi bersama warga sekitar dan masuk kedalam toko. Di sana, mereka menemukan FDM yang tengah

berusaha mencuri. FDM tertangkap tangan sedang membongkar barang dagangan untuk dibawa kabur. Kanit Reskrim Polsek Panjatan Aiptu Turmudi mengatakan, pelaku diperiksa setelah menjalani perawatan. Hasilnya, remaja itu nekat melakukan percobaan pencurian karena ingin mendapatkan uang untuk bermain game online. "Untuk sementara, pelaku kami titipkan ke Unit. Pengelola Kesejahter-

aan Sosial Anak (PKSA) DIY di Tridadi, Sleman," ujar Turmudi. Dia mengatakan, kepolisian akan melakukan pendekatan terhadap korban dan keluarga pelaku, agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat usia yang masih belia. "Usianya masih sangat muda. Karena itu kami masih mengutamakan pembinaan dan rehabilitasi pada pelaku. Semoga korban bisa memahami," katanya. l

TEKS : WWW. SINDONEWS.COM EDITOR: JUNAEDI ABDILLAH

kabar sumatera  

kabar sumatera

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you