Issuu on Google+

Kaba Kabar ar Ba B Bangkalan ang ngk ka ala lan Musa DDiancam iannccaam ianc ia m Hukuman Huukkuum man an Mati Kemb baalli Disidang Dissiida Di dangg Atas Ata tas Kasus Kasus Pembunuhan Polisi Ka Kembali Kab Kabar ba b ar Sa S Samp Sampang amp mpa an ng Jala an Ru RRusak, usa sak, Massa Mas asssaa Turun Tuurrunn JJal alan al lan an Jalan Jalan Pert tan anya y ka k n Kapan KKaapa apaan Pemkab Pemk Pemk Pe mkab abb Lakukan LLak akuk ak ukann Perbaikan Per e ba baikikan an Pertanyakan Kab ba b ar P Pa ame eka asa an Kabar Pamekasan Tergan Te annggggu TTo owe wer,r, W aarrga g NNgadu ggaadduu kkee DDe ew waan Terganggu Tower, Warga Dewan AAlat lat Elektronik Eleekkttro tro roni nik Sering Seriring Se ng Bermasalah Beerrma masa sala lah

TWITTER

@k b @kabarmaduranews d

Ka r Su Kabar S ume mene ep Sumenep Hari ini, ini ni, M Ma aass ssssa AAn nssoor Da DDatangi attaaang nnggi gi Po PPolres olrlreess Massa Ansor Bunt ntuut Penangkapan PPen ennaannggkkaappan an Anggota Ang ngggoota ta Banser Ban ansseeerr Buntut

Laga Kandang Perdana di Gelar Malam

JUMAT 8 F Februari ebruari 2 2013 01 3

Di Madura, Lawan Tak Boleh Curi Poin

KALAJENGKING: Pemain anyar P-MU, Ali Khadafi peregangan otot dalam sesi latihan Laskar Sape Kerap di SGB, kemarin sore.

BANGKALAN-Kandang perdana Persepam Madura United (P-MU) di ISL 2012-2013 dimulai besok malam (9/2). Tetapi, penggawa Laskar Sape Kerap sejak dini sudah menabuh genderang perangnya. Dengan maksud, mematok target menang serta meraup tiga poin tersedia. Semangat untuk bangkit setelah beruntun kalah tiga kali tersebut terpatri kuat dalam sanubarinya. Seperti disampaikan Osas Saha, striker asing P-MU. ”Ini sudah pertandingan hidup mati kami. Akan berusaha sekuat tenaga untuk menang,” ujar Osas -sapannya. Senada dengan Osas, Indriyanto Nugroho. Bersambung ke Hal 6

Carikan Dana untuk Stadion P-MU Ganti Bupati, Pembangunan Tetap Lanjut

PAMEKASAN-Putusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan pasangan Achmad SyafiiKhalil Asy’ari (ASRI), men-

jadikan pasangan ini kian meneguhkan diri untuk membangun Pamekasan lebih baik. Termasuk salah satunya bidang olahraga dan segala fasilitasnya. Pembangunan Sport Center, kata Syafii, harus betulbetul diseriusi. “Stadion mutlak kita perlukan. Bersambung ke Hal 6

KM/TABRI S. MUNIR

Boks vs Motor, 1 Tewas 4 Luka-luka

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

TIKUNGAN MAUT: Warga sedang menyaksikan petugas melakukan evakuasi mobil box yang mengakibatkan satu orang tewas dan 4 lainnya terluka, kemarin.

DPRD Sampang

4 Anggota Dituding Minta Proyek SAMPANG-Sebanyak empat anggota DPRD Kabupaten Sampang dituding sering meminta jatah proyek. Akibatnya, fungsi legislatif sebagai lembaga pengawasan tidak berjalan secara maksimal. Selain itu, hal ini juga berimbas terhadap kualitas proyek yang dikerjakan dimana banyak proyek pembangunan jalan yang ada di kawasan utara cepat rusak. Padahal, pembangunan proyek masih dalam masa pemeliharaan. Terkait ini, pimpinan dewan atau Badan Kehormatan (BK) harus menindaklanjuti informasi tersebut. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

SAMPANG-Seorang pengendara motor tewas setelah menabrak sebuah mobil box Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi L 8040 FE di Jalan Paterongan Desa Pangongsean Kecamatan Torjun. Korban tidak sempat mendapat pertolongan dan tewas di lokasi kejadian. Pantauan Kabar Madura, Kamis (7/2), di Jalan Raya Paterongan merupakan jalur rawan kecelakaan karena selain jalannya yang rata dan menurun, lokasi kejadian merupakan jalur cepat. Namun jalur ini terdapat tikungan tajam sehingga sering timbul kecelakaan. Sampai berita ini ditulis, sejumlah aparat kepolisian masih melakukan olah TKP dan mengevakuasi mobil box yang terperosok ke dalam sawah milik warga, sementara korban tewas masih belum diketahui identitasnya. Korban tewas kemudian dilarikan ke RSUD Sampang untuk menjalani otopsi, sementara sopir mobil box masih diamankan oleh aparat kepolisian untuk menghindari amukan masa dan identitasnya masih dirahasiakan. Bersambung ke Hal 6

KM/DOK

BERBAUR: Achmad Syafii menyapa wong cilik karena menyadari bahwa dirinya manusia yang mesti sejajarkan dengan manusia lainnya.

Janji Budayakan Blusukan PAMEKASAN-Para tamu mulai mengalir deras ke rumah bupati terpilih Ahmad Syafii di Lawangan Daya, Pademawu, Pamekasan, Kamis (7/2). Terlihat tak ada yang berubah dari penampilan Ahmad Syafii. Topi dan baju bermotif, melekat pada dirinya. Sekalipun Ahmad Syafii sudah dipastikan memimpin Pamekasan selama lima tahun ke depan, tampaknya, tak ada istilah

congkak atau besar hati. Dirinya justru menghendaki untuk merangkul semua kalangan, mitra politik atau lawannya. Tak hanya itu, pria yang masih tercatat sebagai anggota DPR RI ini, berjanji untuk membudayakan blusukan yang pernah ia lakukan saat menjadi bupati sebelum akhirnya menjadi wakil rakyat di Senayan. Bersambung ke Hal 6

Wujud Kepedulian Sumenep terhadap Pendidikan Agama

Bupati Bantu Madrasah Diniyah dan Guru Agama Kepedulian terhadap dunia pendidikan bisa diwujudkan dalam banyak hal. Salah satunya, memberi perhatian besar terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan agama. Di Kabupaten Sumenep, pemerintah memiliki program bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS). BUSRI THAHA, Sumenep

KM / BUSRI THAHA

WUJUD PEDULI PENDIDIKAN: Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim, MSi menyerahkan bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta SD/ MI/ SLB dan SMP/MTs Swasta di Sumenep, kemarin.

Bantuan yang diberikan nilainya mencapai Rp 19 miliar dan diserahkan langsung oleh Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim, MSi. Mereka yang menerima lembaga Diniyah Ula dan Wustho, Paket A dan Paket B, SD/ MI/ SLB dan SMP/ MTs swasta. Bersambung ke Hal 6

KM/ISTIMEWA

UTANG POLITIK: Soekarwo, pasangan Syaifullah Yusuf, harus melunasi janji politiknya bila ingin terpilih.

KarSa Dituntut Realisasikan Janji Politik SAMPANG-Menjelang pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, tingkat elektabilitas pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (KarSa) jilid II di masyarakat masih tinggi. Namun, KarSa dinilai masih mempunyai utang janji saat kampanye sebelumnya yang belum direalisasikan pada warga Sampang. Jika janji tersebut tidak segera direalisasikan hingga pelaksanaan pilgub nanti, bisa dipastikan masyarakat

Sampang akan mengalihkan dukungan pada pasangan calon lain. Sebab, pasangan KarSa dinilai hanya bisa mengumbar janji manis ketika butuh saja. Setelah menjadi Gubernur-Wakil Gubernur lupa akan janjinya. Di samping belum merealisasikan janji politik, pasangan KarSa juga jarang melakukan komunikasi dengan masyarakat Madura, terlebih khusus Sampang. Bersambung ke Hal 6


2

JUMAT

8 Februari 2013

WAKIL RAKYAT Pengadaan Mobdin Habiskan Rp 886 Juta KOTA-Dana yang telah digunakan untuk pengadaan mobil dinas (mobdin) anggota DPRD pada tahun 2012 lalu, ternyata tidak sedikit. Sesuai dengan informasi yang dihimpun dari pihak Sekretariat Dewan, pengadaan mobdin anggota dewan menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Pembelian mobil tersebut meliputi 1 unit mobil Terrios untuk sekretaris dewan serta empat unit mobil APV untuk operasiaonal komisi dewan, yang totalnya mencapai Rp 799 juta, dan lima unit motor operasianal kasubag seharga Rp 87 juta. Jika ditotal secara keseluruhan dana tersebut mencapai sekitar Rp 886 juta. “Dana sebesar itu dialokasikan untuk lima jenis mobil serta lima jenis kendaran motor,” terang Sekretaris Dewan (Sekwan) Bangkalan, Subardinik, Kamis (7/2) kemarin saat dimintai keterangan di ruang kerjanya. Pihaknya berdalih, pengadaan mobil tahun lalu itu merupakan kebutuhan untuk mempermudah kinerja anggota dewan. Menurut Subardinik, Karena setiap ada kegiatan yang melibatkan semua anggota dewan, seringkali kerepotan karena minimnya transportasi untuk digunakan perjalanan dinas. Karenya pihak Sekretariat Dewan menambah mobdin agar semua kebutuhan untuk kerja anggota dewan dapat terpenuhi. Baginya, angka tersebut masih tergolong pantas. “Mobil yang dibeli itu sudah sesuai dengan harga yang bisa dijangkau, dan sudah jelas serta transparan,” pungkasnya. (jos/yoe)

Musa Diancam Hukuman Mati Kembali Disidang Atas Kasus Pembunuhan Polisi KOTA-Musa alias Muhammad Hasan alias Muhammad Husen tersangka pembunuhan terhadap 3 anggota Polwiltabes Surabaya (sekarang Polrestabes Surabaya) pada tahun 1998 silam, Kamis (7/2) kembali menduduki kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Pria yang memiliki 5 KTP berbeda itu, sebelumnya telah divonis 7 bulan atas perkara kepemilikan senjata tajam (sajam) secara ilegal. Sementara, sidang pengadilan yang harus dia jalani, kemarin, adalah terkait perkara pembunuhan 3 polisi yang diduga melibatkan dirinya. Pada sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan itu, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwanya dengan pasal 340 KUHP, yakni pembunuhan berencana. Berbeda dengan sidang pengadilan sebelumnya, dalam sidang tersebut Musa didampingi seorang pengacara. Pada sidang sebelumnya, Musa maju sendirian. Pengacara Musa adalah Zaibi Susanto, seorang pengacara Posbakum (Pos Bantuan Hukum) PN Gresik. Dia mendampingi Musa tanpa dibayar. “Dia (Musa, Red) memang harus didampingi pengacara, karena dakwaannya cukup berat. Sebab, ancaman hukumannya, maksimal penjara seumur

KM/AGUS JOSIANDI

MEMBANTAH: Musa (menggunakan rompi tahanan) saat sedang menjalani sidang. Dia tak mengakui dakwaan JPU, dan mengajukan eksepsi pada sidang berikutnya.

hidup atau hukuman mati,” jelas Zaibi. Dalam sidang keduanya itu, tampak keadaan pria 48 tahun ini masih tertatih akibat hantaman timah panas yang dideritanya saat penangkapan beberapa bulan lalu. Musa bahkan harus berjalan dengan alat bantu. Berdasarkan surat dakwaan, diketahui bahwa lokasi kejadian adalah di daerah Dusun Bul Ombul, Desa Telok, Kecamatan Galis. Peristiwa pembunuhan 3 prajurit Bhayangkara itu terjadi pada 1 November 1998. Saat itu, sejumlah Polisi berpakaian preman dari Polwiltabes Surabaya mendatangi rumah Musa, dengan maksud

menangkap Musa yang diketahui terlibat dalam pencurian motor di Surabaya. Sadar dirinya akan ditangkap, Musa menyelinap keluar rumah melalui pintu belakang. Diam-diam, Musa menuju musala di dusun tersebut, kemudian melalui pengeras suara yang ada dia berkoar, “ada PKI, PKI...ada Ninja, Ninja.” Perlu diketahui, pada saat itu memang sedang santer isu Ninja. Beberapa daerah di Jawa Timur, diguncang serangkaian peristiwa pembunuhan secara sistematis terhadap pemuka agama Islam, yang konon dilakukan orangorang terlatih berkemampuan tinggi

dengan mengenakan pakaian ala Ninja (pasukan elit Jepang kuno). Tak ayal, mendengar seruan tersebut, warga dusun setempat berbondong-bondong keluar rumah sembari menghunus berbagai senjata tajam maupun tumpul, menuju rumah Musa. Di sana mereka mendapati sekelompok orang bersenjata api sedang mengepung rumah Musa. Akibatnya seorang polisi berpangkat Serda (Sersan tingkat dua) bernama Hariri ditangkap warga untuk kemudian digiring ke rumah klebun setempat. Hariri yang saat itu berpakaian preman mengatakan kepada warga bahwa dirinya seorang polisi. Warga yang tak percaya memintanya menunjukkan KTA (kartu tanda anggota) polisi. Berhasil menunjukkan KTA, warga pun mempercayai Hariri. Mereka lantas menggiringnya ke mapolsek setempat. Pada saat itulah Musa merampas KTA Hariri, lalu merobek-robeknya. Tak hanya itu, Musa juga merebut revolver Hariri kemudian menembakkannya 3 kali ke udara, dan 2 kali tepat ke arah kepala Hariri. Setelahnya, Musa membacok kaki Hariri diikuti warga lain yang telah dihasutnya, hingga polisi malang itu tewas. Dalam ruang sidang, Musa membantah semua isi surat dakwaan yang telah dibacakan JPU. Melalui pengacaranya, Musa menyatakan kepada majelis hakim, dia akan mengajukan eksepsi pada persidangan berikutnya. Sidang pun ditunda hingga minggu depan. (jos/yoe)

Pelaku Cabul Dihukum Ringan

KM/AGUS JOSIANDI

BEJAT: Husni sang pelaku pencabulan, hanya divonis 1 tahun 4 bulan atas perbuatannya. Itupun masih dipotong masa tahanan yang dia lakoni sejak 25 Juli 2012.

KOTA-Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Kamis (7/2) siang, menggelar sidang putusan terhadap pelaku pencabulan seorang gadis bisu. Mawar (bukan nama sebenarnya), gadis muda yang kini berusia 22 tahun tersebut, diperlakukan tak senonoh oleh Husni, terdakwa. Dalam sidang putusan yang berlangsung singkat

tersebut, majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pencabulan. Kejadian ini bermula sekitar Ramadan tahun lalu. Korban, yang saat itu masih berbusana muslimah, sepulang salat tarawih, diseret beberapa pemuda – salah satunya adalah Husni – ke

salah satu warung yang terdapat di pinggiran akses Suramadu. Di sanalah beberapa pemuda tersebut menggagahi wanita tunawicara yang tak mampu berontak saat itu. Untungnya, kehormatan Mawar terselamatkan walaupun saat itu dia sudah dalam keadaan tak berbusana. Sebab, paman Mawar yang membuka usaha disekitar TKP (tempat kejadian perkara) mengetahui peristiwa itu, dan memanggil orang-orang disekitarnya untuk kemudian menghakimi 1 dari pelaku yang ada di lokasi kejadian. Belakangan diketahui, pemuda yang dihakimi warga itu adalah Muh Husni, warga Kecamatan Kwanyar. Dalam sidang yang tertutup sebelumnya, majelis hakim terpaksa mendatangkan saksi ahli yang mampu menerjemahkan komunikasi Mawar saat dimintai kesaksian. Husni, pelaku pencabulan itu, yang ditahan sejak 25 Juli 2012, didakwa dengan pasal 289 dengan tuntutan hanya 1 tahun 6 bulan penjara. Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim, Moh Istiadi mengatakan, terdakwa terbukti secara sah melakukan tidak pencabulan terhadap korban. Karenanya Husni divonis dengan hukuman 1 tahun 4 bulan penjara dikurangi masa tahanan. Atas putusan itu, baik Husni melalui pengacaranya, maupun jaksa penuntut umum, menyatakan pikir-pikir. (jos/yoe)

KM/IST

SULIT DITANGGULANGI: Warnet menjadi lokasi yang “aman” bagi anak-anak dan pelajar untuk mengakses situs-situs judi online, karena jauh dari pengawasan orangtua.

Warnet Bisa Jadi Sarang Judi Online Pelajar KOTA-Menjamurnya warnet (warung internet) di Bangkalan, akhir-akhir ini, sepintas membawa sisi positif. Bagaimana tidak, dengan adanya warnet, keran informasi bagi masyarakat, terbuka sangat lebar. Sehingga masyarakat tidak lagi buta informasi. Namun di balik sisi positif keberadaan warnet, sisi negatif selalu mengintai. Contoh sederhananya, selain beredarnya pornografi dan pornoaksi juga bermacam model perjudian yang penggemarnya bukan cuma

orang dewasa saja, melainkan anak-anak dan pelajar. Menurut pantauan Kabar Madura, bagi anak-anak dan pelajar, tempat yang paling aman untuk bermain judi online adalah di warnet. Sebab di warnet si anak akan leluasa dan blong dari pengawasan orangtua. Memang, secara statistik belum ada data anak-anak dan pelajar yang menunjukkan kecanduan judi online. Namun, selain virus situs pornografi, situs judi online lambat laun akan berdampak

langsung kepada kehidupan sehari-hari. Seperti penghalalan segala cara untuk bisa mendapatkan uang untuk berjudi. Sehingga akan menimbulkan kenakalan remaja baru yang sangat merugikan dirinya sendiri. Yuko, Kepala IT Dishubkominfo (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi) Bangkalan, saat dihubungi oleh Kabar Madura mengatakan, sangat sulit untuk menghapus perjudian online dikare-

nakan server yang terlalu banyak yang tersedia di seluruh dunia. Yuko menambahkan, menurut pendapat saya, sangat sulit untuk menghapus judi model online. Mungkin yang bisa dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hanyalah pemblokiran situssitus perjudian. “Ya, seperti apa yang telah dilakukan pemerintah dengan situs pornografi, saat ini,” pungkas Yuko. (roh/yoe)

Melihat lebih Dekat Pengepul Emas Jalanan

Dulu Rp 2 Juta per Hari, Kini Rp 50 Ribu per Hari Pengepul emas, adalah istilah yang biasanya ditujukan kepada mereka yang duduk di pinggir jalan untuk mengais rezeki dengan cara membeli emas dari orang yang butuh uang cepat, tanpa prosedur berbelitbelit. Bagaimana keseharian mereka? ABDUR ROHIM, Kota PANAS yang terik pada suatu siang, memaksa saya berhenti di kawasan deretan pinggir toko emas di jantung kota Bangkalan. Di sepanjang toko emas Jalan Panglima Sudirman, terlihat beberapa penjual emas jalanan yang akrab disebut dengan pengepul emas jalanan. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Tidak sulit untuk mengenali mereka. Biasanya mereka menyapa kita, “mau jual emas, pak, buk?” Dari segelintir pengepul emas, ada satu orang yang saya kenal adalah Mas Tofa, 34, asal Desa Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan. Mujur Mas Tofa sudi ngobrol banyak dengan saya. Mulai awal dia menekuni pekerjaan tersebut, alat-alat sampai pendapatan sehari-sehari yang timbul tenggelam. Sambil minum segelas es susu Extrajos dengan sebilah senyum yang tersungging di bibirnya, ngobrol pun dimulai. “Ramai mas,” sapaku memulai. “Yah, ada aja satu dua,” jawabnya lunak berusaha sabar. Tanpa ditanya lagi, Mas Tofa lantas sedikit demi sedikit menceritakan aktifitasnya seharihari sebagai penjual emas jalanan yang dia telah ditekuninya selama tujuh tahun. Menurut Tofa, sapaan akrabnya,

KM/ABDUR ROHIM

TETAP BERTAHAN: Pengepul emas ini pilih menekuni “profesinya” di tempat lama, ketimbang pindah ke tempat baru.

menjadi pengepul emas adalah sebuah pekejaan yang gampanggampang sulit. Bagaimana tidak, sebab selain membutuhkan keuletan, ketelatenan dan kesabaran, dia harus berdiri dibawah toko-

tokoh besar yang menjual emas juga. Dia menjelaskan, bahwa berpindahnya pasar tradisional ke Jalan Halim Perdana Kusuma (Ringroad) sangat berpengaruh terhadap

penghasilannya sehari-hari. Dulu, empat tahun yang lalu ketika pasar tradisional masih berada di sini, yang sekarang sudah menjadi gedung serbaguna, bisa memperoleh keuntungan yang lumayan besar. “Perharinya, kalau sedang ramai, bisa mencapai satu sampai dua juta (rupiah),” terawangnya. Namun, sudah tiga tahun sejak kepindahan pasar tradisional, keuntungannya terjun bebas, hanya berkisar Rp 30 ribu-Rp 40 ribu. “Paling banter Rp 50 ribu mas,” timpalnya lagi. Dia menceritakan, dulu, kebanyakan orang tersebut menjual kalung, gelang atau emas yang lainnya ke pengepul. Dari hasil penjualan emas itulah orang tersebut berbelanja kebutuhannya di pasar. Namun sekarang, orangorang lebih banyak langsung menjual emasnya ke toko emas dari pada ke pengepul emas. Ditanya mengapa dia tidak pindah juga ke pasar tradisional yang

sekarang, dia menjawab dengan berat, bahwa jika pindah ke pasar taradisional yang sekarang, malah sesuatu yang salah. Sebab, pusat jual beli emas justru terjadi di sini. “Bagaimana mungkin saya pindah ke pasar tradisional, lha wong toko emasnya ada di sini,” jawabnya bersungut-sungut. Namun meskipun demikian, Mas Tofa mencoba untuk optimis untuk terus menekuni pekerjaan sebagai pengepul emas jalanan yang selama ini sudah menghidupi dirinya dan keluarganya. Dia menambahkan, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah, peran pemerintah hendaknya ikut andil dalam menyikapi kebijakan-kebijakannya sendiri, yang secara tidak langsung ada yang dirugikan, terutama dengan pindahnya pasar tradisional tersebut. “Pemerintah harus peduli, sebab, kami ini juga pemutar roda perekonomian,” harapnya mencoba tegar. (yoe)


JUMAT

3

8 Februari 2013

Jalan Rusak, Turun ke Jalan Pertanyakan Kapan Pemkab Lakukan Perbaikan

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

MENDESAK POLISI: Keluarga korban saat mendatangi Mapolres Sampang, Rabu lalu (6/2), untuk kejelasan hukum terhadap pelaku pembunuhan.

Ditangkap Setelah 5 Bulan Berkeliaran KOTA-Tidak sia-sia aksi keluarga Matjaral, korban pembunuhan, mendatangi Mapolres Sampang Rabu lalu (6/2). Saat itu, mereka mendesak aparat kepolisian supaya segera menangkap pelaku pembunuh Matjaral, yang sebagian masih bebas berkeliaran. Harapan itu sedikit terpuaskan dengan tertangkapnya Fuad, yang diduga sebagai pelaku utama dalam pembunuhan terhadap warga Desa Pao Pale Laok, Kecamatan Ketapang, 16 September tahun lalu itu. Informasi dari Polres Sampang menyatakan, Fuad, warga Desa Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang berhasil ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Sampang,

PERIKANAN Bantuan Budidaya Tidak Merata KOTA-Realisasi bantuan dari pemerintah untuk pembudidaya ikan air tawar dan asin, menuai persoalan. Salah satunya adalah permasalahan tidak meratanya bantuan dan ditengarai salah sasaran. Pada 2013 ini Pemkab Sampang akan memberikan lagi bantuan berupa pembibitan kepada seluruh kelompok pembudidaya ikan dan bantuan peralatan tambak. Pada tahun 2012, banyak pembudidaya ikan yang mengeluhkan tidak meratanya bantuan. Seperti yang dialami Sipul, warga Tambaan, Kecamatan Camplong dan beberapa rekannya di desa Tambaan yang juga seprofesi. Mereka mengaku sudah bertahun-tahun membudidayakan ikan lele dan gurami tapi tidak mendapatkan bantuan. Sipul bahkan mensinyalir, bibit ikan yang dijual di pasaran adalah hasil bantuan dari Pemerintah. Salah satu indikasi ketidaktepatan sasaran adalah, banyaknya penerima bantuan yang justru bukan pembudidaya ikan. “Saya sudah 3 tahun lebih membudidayakan ikan, tapi kok, tidak dapat bantuan dari pemerintah kabupaten,” ungkapnya. Kabid Perikanan DKPP (Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan) Sampang, Ach Hafi mengakui, pada tahun 2012 lalu sudah direalisasikan bantuan bagi pembududaya ikan tawar dan laut. Bantuan itu dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten. Terkait dugaan tidak tepatnya sasaran dari bantuan yang sudah direalisasikan, Mahfud menyatakan, semua bantuan melalui proses seleksi dan verifikasi. “Kan ini terbatas dan saya jamin tepat sasaran,” tegas pejabat yang mengaku masih baru menjadi kabid perikanan itu. (waw/yoe)

Kamis (7/2) dini hari. “Pelaku sudah kami tangkap di kediamannya pada hari Kamis sekitar pukul 03.15 dini hari,” ucap Kapolres Sampang AKBP Solehan diwakili Kabag Ops Polres Sampang Kompol Alfian Nurrizal. Informasi itu disampaikan melalui pesan singkat yang dilayangkan kepada sejumlah wartawan di Sampang, Kamis (7/2). Diungkapkan pamen polisi dengan satu melati di pundak itu, proses penangkapan Fuad melibatkan semua jajaran tim buser dari Polres Sampang. Yakni tim reskrim dan intel serta dibantu oleh tim gegana yang masih standby di Mapolres Sampang sejak beberapa pekan lalu. “Semua tim kita kerah-

kan untuk menangkap pelaku,” ujarnya mantan Kapolsek Gubeng Surabaya itu. Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian pembunuhan yang berlatar belakang asmara ini terjadi sekitar pertengahan bulan september lalu. Di mana korban yang bernama Matjaral diduga dibunuh dengan menggunakan clurit oleh pelaku yang diketahui bernama Fuad. Keterangan keluarga korban menyebutkan pelaku tidak sendiri, ada tiga orang lain yang membantu dalam aksi tersebut. Hal ini menunggu dari hasil penyelidikan penyidik kepolisian setempat untuk mengungkap kasus tersebut. (sya/yoe)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

kan lewat musrembang, baik di tingkat kecamatan maupun tingkat desa,” jelasnya. Usai berunjuk rasa di Kantor Dinas PU Bina Marga, para pengunjuk rasa melanjutkan aksinya ke Gedung DPRD Sampang. Mereka mempertanyakan adanya dugaan permintaan jatah proyek anggota dewan terhadap beberapa SKPD yang ada. Mereka juga menuntut realisasi anggaran infrastruktur lebih nyata agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung. Selama ini pengelolaan anggaran infrastruktur dipandang tidak merata. Banyak wilayah tertinggal yang sampai belasan tahun tak tersentuh program pemerintah. Tapi ada pula titik-titik yang hampir setiap tahun diperbaiki, namun rusak lagi. (sya/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

TUNTUT KEJELASAN: Aksi demo perwakilan masyarakat yang menyatakan diri sebagai gerakan intelektual dan gerakan perubahan.

Dana Pugar 2013 Terpangkas 60 Persen KOTA-Dana BLM (Bantuan Langsung Mandiri) program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) 2013 dipastikan akan terpangkas sekitar 60 persen dibanding pada 2012 lalu. Pasalnya pemerintah akan mengalihkan program itu, hanya untuk ekstensifikasi. Program tersebut hanya memproritaskan pada pembukaan lahan baru. Daerah yang menjadi fokus pemerintah nantinya adalah NTT (Nusa Tenggara Timur) dan NTB (Nusa Tenggara Barat). Sekadar diketahui, pada tahun 2012 lalu pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengucurkan dana BLM Pugar kepaa Kabupaten Sampang, sebesar Rp 9 miliar. Namun pada tahun 2013 ini hanya akan dikucurkan sebesar Rp 3,8 miliar. Kabid Kelautan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan

KM/WWW.RADJAWARTA.COM

ABAL-ABAL: Ditengarai, bakal banyak kelompok petani garam yang fiktif, demi mendapatkan bagian kucuran dana Pugar 2013.

(DKPP) Sampang, M Mahfud mengatakan, KKP sudah memberikan sinyal, akan ada penurunan jumlah bantuan dana

BLM Pugar 2013. “Setelah kami cari informasi ke KKP, sepertinya (nilai dana BLM Pugar 2013) dipastikan menurun.

Dan penurunannya cukup drastis, separuhnya lebih,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu lalu (6/2). Menurutnya, realisasi dana BLM Pugar tahun lalu banyak yang menuai permasalahan. Itu akan menjadi bahan evaluasi DKPP Sampang, ke depan. Mahfud menyatakan, permasalahan terjadi karena sumber daya manusia para petambak garam umumnya masih rendah, sehingga perlu diberikan pemahaman yang lebih rinci mengenai program itu. “Kita perlu memberikan pemahamanlebih rinci terhadap program ini, seperti apa. Karena SDM-nya masih rendah, sekaligus penyampaiannya,” imbuhnya. Diterangkan Mahfud, BLM Pugar 2013 masih belum bisa dipastikan kapan akan diturunkan oleh pemerintah. “Seharusnya Februari ini sudah ada sosialisasi

nasional, tapi masih belum ada sampai sekarang. Kami juga belum tahu bagaimana teknisnya nanti karena juknis 2013 juga belum ada,” ungkap Mahfud. Seperti yang diungkapkan Ketua APGI (Asosiasi Petani Garam Indonesia), Gada Rahmatullah, akan banyak kelompok petani garam fiktif pada program Pugar 2013 mendatang. Pasalnya, seperti di Kelurahan Polagan yang hanya seluas 400 hektare kemudian terbagi menjadi 40 kelompok itu, pada 2013 sudah terbentuk kelompok-kelompok baru lagi. Mahfud menyatakan sampai hari ini pihaknya belum menerima laporan tentang adanya permasalahan ini, dan pihaknya masih optimis karena nantinya ada proses verifikasi yang akan dilalui. “Nanti kan ada proses verifikasi yang dilakukan oleh tim sebelum direalisasikan bantuannya,” pungkasnya. (waw/yoe)

Baca Asmaul Husna Setiap Akan Bertugas

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

SUDAH DIVERIFIKASI: DKPP Sampang menepis tudingan, bantuan tidak tepat sasaran.

KOTA-Sebagian masyarakat Sampang, Kamis (7/2), kembali turun jalan, gara-gara banyaknya ruas jalan rusak, di kabupaten berjuluk Kota Bahari itu. Mereka menilai, Pemkab Sampang tak serius menangani masalah tersebut, dan mengabaikan keselamatan jiwa warganya. Kali ini puluhan perwakilan masyarakat yang menamakan diri Barisan Madura Bangkit, mempertanyakan kejelasan, kapan perbaikan jalan akan dilakukan oleh dinas terkait. Aksi turun jalan itu, diawali dengan orasi di Lapangan Wijaya Kusuma, kemudian mereka berjalan kaki menuju Kantor Dinas PU Bina Marga Sampang dan Kantor DPRD Sampang. Perwakilan masyarakat yang sebagaian besar adalah kalangan mahasiswa itu, mendesak segeranya ada upaya perbaikan jalan. “Kami ingin mempertanyakan, kapan jalan-jalan yang rusak itu segera diperbaiki. Seperti jalan terusan antara Kedungdung-Robatal. Juga jalan poros desa yang berada di Desa Tobai dan desa-desa lainnya,” ujar Abd Rahman, salah satu korlap aksi saat berorasi di depan Kantor Dinas PU Bina Marga. Mereka menganggap, dinas yang menangani jalan tersebut, tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. “Banyak buktinya, hampir di semua kecamatan masih banyak jalan-jalan yang rusak,” terangnya diiringi sorakan pendukung aksi lainnya. Menanggapi para pendemo itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sampang, Moh Zis

mencoba berkelit. Katanya, tidak semua ruas jalan di Sampang menjadi tanggung jawabnya. Sebab, memang ada klasifikasi jalan. Yakni, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan nasional. “Itu semua ada tupoksinya (kewenangan, red) sendirisendiri di mana jalan itu berada. Apakah jalan kabupaten, apa bukan,” ujarnya menjawab tuntutan pendemo. Soal jalan poros desa, imbuhnya, juga tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas PU Bina Marga Sampang. Sebab, belum semua diajukan dalam musrembangcam maupun maupun musrembangdes. “Kalau jalan poros desa yang dikatakan tidak diperbaiki itu, memang tidak sepenuhnya semuanya dapat perbaikan. Karena perbaikan jalan poros desa harus diaju-

KM/FANDRI ARDIANSYAH

AKBP Solehan, S. I. K

KOTA-AKBP Solehan, sosok nomor satu di jajaran Polres Sampang, memiliki kharisma tersendiri sebagai seorang prajurit Bhayangkara. Itu terlihat dari sepak terjangnya memimpin Polres Sampang. Ada sisi religius yang dia masukkan dalam aktivitasnya sebagai kapolres. Antara lain, melakukan kegiatan sosial terhadap kaum duafa setiap malam Jumat (Kamis malam, red). Serta menekankan pembacaan Asmaul Husna seluruh anggota jajaran kepolisian yang dipimpinnya, setiap memulai pekerjaan pengamanan. Kiat-kiat Solehan itu terbukti ampuh, saat penanganan Kerusuhan Sampang yang menjadi sorotan nasional, juga dalam tugas pengamanan Pemilukada Sampang beberapa waktu lalu. Saat ditemui di ruang kerjanya, suami Noenik Widyawati ini mengatakan, menghadapi masyarakat Madura khususnya Sampang yang dikenal berkarakter keras, harus melalui pendekatan yang lebih intern. Sebab, kondusifitas

Kabupaten Bahari ini hanya dapat tercipta dengan keselarasan antara kaum ulama, tokoh masyarakat, dan penegak hukum. “Dengan adanya konflik sosial yang pernah meletus sebanyak dua kali itu mengajarkan bagaimana kita mengenal karakter dan sosok masyarakat Sampang sebenarnya,” ujar mantan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jatim itu lugas. Kapolres yang menjabat kurang lebih 18 bulan di Kabupaten Sampang itu menambahkan, “memang saya mengajarkan kepada anggota untuk selalu membiasakan diri membaca doa serta lafad Asmaul Husna sebelum melaksanakan tugas pengamanan.” “Karena hal tersebut merupakan pengamalan saya dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Maka dari itu, untuk menjadi penegak hukum harus disiplin, tegas, serta tak luput dari meminta perlindungan kepada Allah SWT,” pungkas perwira polisi yang menyandang 2 melati di pundaknya itu. (sya/fan/yoe/adv)

RIWAYAT SINGKAT KAPOLRES Nama : Solehan, S. I. K TTL : Jakarta, 08 Februari 1972 Agama : Islam Jabatan : Kapolres Sampang PENDIDIKAN MILITER POLRI AKPOL tahun 1994 PTIK tahun 2004 SESPIM tahun 2009 TMT KEPANGKATAN IPDA : 28 Juli 1994 IPTU : 01 Oktober 1997 AKP : 01 Januari 2001 Kompol : 01 Juli 2005 AKBP RIWAYAT JABATAN PAMEN POLDA JATIM KASUBDIT II DITRESNARKOBA POLDA JATIM KAPOLRES SAMPANG TANDA JASA DAN PENGHARGAAN DARI KAPOLRI STL 08 Tahun STL 16 Tahun STL DWIJA SISTHA


4

JUMAT

8 Februari 2013

Terganggu Tower, Warga Ngadu ke Dewan Abdul Halim, salah satu warga menuturkan, dirinya merasa terganggu atas pendirian tower itu, disamping tidak ada kesepakatan dengan warga, keberadaan tower itu dikhawatirkan bisa roboh jika diterpa angin kencang. “Ketika hujan turun atau pun angin saya harus pindah karena takut tower itu roboh. Lebih ironis lagi, masyarakat sekitar sudah banyak yang terkena radiasi akibat adanya tower itu, dan pula yang perlu diketahui, alat alat elektronik yang dimiliki warga tidak tahan lama, seperti lampu tiga hari sudah mati demikian juga dengan televisi sering mengalami masalah,” tuturnya. Pria yang rumahnya berjarak sekitar 15 meter dari tower itu meminta agar wakil rakyat bisa memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat. Dan sebagian besar masyarakat yang tinggal di dekat tower tersebut telah sepakat untuk dipindah atau bahkan towernya dirobohkan. “Ada 31 orang yang telah menan-

Alat Elektronik Sering Bermasalah KOTA-Puluhan warga Dusun Bajur Timur, Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Kamis (7/2) kemarin mengadu ke Komisi A DPRD Pamekasan. Kedatangan warga ini untuk menyampaikan aspirasi terkait pendirian tower salah satu perusahaan telekomunikasi di daerahnya yang dinilai ilegal. Dalam pertemuan dengan Komisi A, warga meminta tower yang telah berdiri sejak tahun 2009 itu diperjelas statusnya. Sebab kesepakatan atas pendiriannya tidak dilakukan dengan warga sekitar. Selama tower itu ada warga merasa takut karena setiap kali ada angin dan hujan dipastikan warga yang tinggal di dekat tower tersebut harus mengungsi. Sehingga selalu menimbulkan keresahan tersendiri.

datangani atas penolakan pendirian tower itu serta dilampiri dengan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) supaya pihak terkait bisa menindaklanjuti persoalan ini,” katanya. Dihadapan warga, Ketua Komisi A DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, pihaknya akan mempelajari data yang dimiliki oleh instansi terkait, supaya titik persoalan yang dihadapi warganya bisa diketahui. “Kita sekarang hanya ingin mengetahui keluhan dari masyarakat, yang jelas kalau nanti terdapat pelanggaran pasti ada sanksi. Dan besok (hari ini, red) kita akan bicarakan di internal Komisi A,” jawabnya. Perlu diketahui, keberadaan tower di daerah tersebut meresahkan warga karena dinilai mengganggu. Ironisnya, kesepakatan yang dilakukan pada pendirian tower itu tidak melibatkan warga sekitar, melainkan ditandatangani oleh warga yang jauh dari lokasi tower berdiri. (jck/h4d)

KM/MARZUKIY

MENGADU: Puluhan warga dusun Bajur Timur desa Tlonto Raja kecamatan Pasean, Pamekasan saat menyampaikan aspirasinya di depan komisi A DPRD Pamekasan, Kamis (7/2).

Awal 2013, 4 Perkara Narkoba Disidang

SEMBAKO Permintaan Naik, Harga Meroket KOTA-Harga kebutuhan pokok di Pamekasan mengalami kenaikan. Pantauan Kabar Madura, naiknya harga sembako tersebut terjadi di sejumlah pasar tradisional yang ada di Pamekasan, seperti Pasar Polowijo Kolpajung yang merupakan pasar terbesar di Pamekasan, Kamis (7/2). Harga bawang merah misalnya, mencapai Rp 32 ribu/kg, bawang putih Rp 20 ribu/kg, cabai rawit Rp 20 ribu/kg, cabi merah besar Rp 16 ribu/kg. Aliyah seorang pedagang menjelaskan harga itu sebenarnya sudah turun dari pekan lalu, meski belum terbilang normal. Mahalnya bahan pokok tersebut diduga karena banyaknya permintaan dari konsumen. Selain itu harus mengambil dari daerah lain, karena kebetulan di Pamekasan tidak sedang musim, seperti cabai rawit. Hasan, salah satu pembeli mengeluhkan mahalnya bahan bumbu masakan tersebut, ”Ya saya hanya beli seperempat saja mas, karena memang selalu dibutuhkan setiap hari,” keluhnya si sela-sela belanja. Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Husnan Ahkmadi mengatakan, akan turun ke lapangan untuk memantau perkembangan pasar. “Jika hal itu memang tren pasar tanpa ada pengaruh lain di luar teori ekonomi seperti halnya teori permintaan, ya itu wajar saja,” katanya. Ia berharap kenaikan harga bahan bumbu tersebut tidak bertahan lama dan mengharapkan pihak eksekutif memantaunya. “Ya mudah-mudahan tidak bertahan lama mahalnya bahan pokok tersebut dan berharap masyarakat bersabar dengan hal itu,” pungkas salah satu politisi PAN itu melalui telepon selulernya, Kamis (7/2). (km12/h4d)

KM/ANWAR NURIS

Mahal: Seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar tradisional Polowijo Kolpajung, Kamis (7/2).

KM/MARZUKIY

KEBERATAN TARIF: Salah satu pelanggan PDAM menunjukkan tandon penyimpanan air di depan rumahnya, Kamis (7/2). Dalam waktu dekat, PDAM berencana menaikkan tarif air.

Tarif PDAM Naik, Pelanggan Keberatan TLANAKAN-Rencana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pamekasan menaikkan tarif air besar kemungkinan akan menjadikan beban pelanggan semakin berat. Apalagi pelayanan dan manajemen PDAM masih jauh dari memuaskan. Hamidatul Hasanah, salah seorang pelanggan di Perumahan Tlanakan Indah mengatakan, dirinya masih tidak setuju atas rencana kenaikan tarif PDAM itu meski dengan alasan naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL). Sebab, kata Hamidah, pelayanan yang diberikan PDAM selama ini masih jauh dari kata memuaskan. Tak pelak rencana itu memerlukan pemikiran ulang di internal manajemen PDAM itu sendiri. “Saya setuju tarif PDAM itu naik, asalkan pelayanan kepada setiap pelanggan juga memuaskan. Makanya usulan saya,

PDAM bisa menaikkan tarif ketika pelayanan kepada pelanggan sudah bagus,”pintanya. Selama ini, air yang mengalir ke rumahnya masih sering tersendat dan mampet. Hal itu disebabkan karena adanya pipa bocor dan permasalahan lain yang sering membelitnya. Jika masalah tersebut sudah tuntas, seluruh pelanggan dipastikan bisa menyetujui, tentunya dengan angka kewajaran. “Saya yakin, kalau aliran PDAM bagus semua pelanggan pasti setuju,”katanya. Senada juga disampaikan Junaidi, salah seorang pelanggan PDAM di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Rencana kenaikan tarif itu tidak perlu dilakukan sebelum warga menikmati lancarnya aliran air. Karena selama ini para pelanggan masih disibukkan dengan tersendatnya aliran. “Yang pasti, meski dengan

alasan TDL naik, para pelanggan masih merasa keberatan, karena pelayanan PDAM selama ini masih jauh dari harapan pelanggan, termasuk saya tidak setuju,” tegasnya saat ditemui Kabar Madura. Sementara itu, Direktur PDAM Pamekasan Agus Bahtiar mengatakan, rencana kenaikan tarif itu disebabkan karena naiknya tarif dasar listrik, sehingga jika PDAM tidak menaikkan harga, yang jelas akan menimbulkan masalah yang lebih besar. “Ya, kita akan menaikkan tarif karena tarif listrik saat ini juga naik, kalau itu tidak dilakukan maka PDAM nanti akan bangkrut,”tandasnya. Kenaikan tarif PDAM itu, lanjut Agus, tidak lain sebagai upaya mengimbangi kenaikan TDL pada tahun 2013 ini. Sehingga tidak boleh tidak tarif PDAM akan dinaikkan pula. (jck/h4d)

Minim Penerangan, Jalan Provinsi Jadi Jalur Tengkorak LARANGAN-Tidak adanya penerangan di sepanjang Jalan Larangan atau di Simpang Tiga Slempek, membuat jalur tersebut masuk dalam kategori rawan kecelakaan lalu lintas. Para pengendara yang melintas di jalan tersebut, diwajibkan ekstra berhati-hati. Terjadinya kecelakaan selama ini, sebagian besar disebabkan karena gelapnya jalan pada saat malam hari. Disamping jalannya bergelombang alias rusak disepanjang jalan tersebut tidak ada penerangan. Kanit Laka Satlantas Polres Pamekasan Ipda Achmad Zainuddin, Kamis (7/2) mengatakan, di sepanjang jalan provinsi itu memang masih sangat minim penerangan, makanya pada saat malam hari terlihat gelap. Selain mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, hal itu juga akan menimbulkan tindak kriminal jika tidak segera diatasi dengan pemasangan penerangan dan langkah kongkrit lainnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Disana memang kurang penerangan mas, makanya pada malam hari ketika kita berkendara, akan terasa gelap. Disamping jalannya yang rusak, kecelakaan yang terjadi juga disebabkan dengan masalah itu,” tandasnya. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

perbaikan jalan provinsi itu sudah menjadi agenda tahun 2013 ini. Pihaknya akan melakukan pendampingan ketika proyek tersebut dilakukan, karena perbaikan itu merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Hasil koordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional, bahwa lanjutan peningkatan jalan, khususnya di wilayah Kabupaten Pamekasan tahun 2013 adalah, lanjutan overlay dan pelebaran dari depan kantor Kecamatan Tlanakan sampai ke Jalan Larangan Tokol,” ungkapnya. “Lalu peninggian jalan di sekitar Slempek sebagaimana yang anda maksud, dimana sering kali terjadi genangan setiap kali musim hujan, itu merupakan kegiatan APBN. SeKM/MARZUKIY dangkan pada APBD kabupaten PaWAJIB HATI-HATI: Disepanjang Jalan Larangan tepatnya di Simpang Tiga Slempek ini mekasan nanti akan mendampingi menjadi salah satu jalur tengkorak. Salah satu penyebab karena minimnya penerangan. untuk normalisasi sal pembuang menuju laut, namun demikian kami Oleh sebab itu dia berharap, in- upi kekurangan tersebut, sehingga sangat mengharapkan dukungan stansi yang menangani masalah itu minimal bisa mengurangi kejadian masyarakat, pemilik lahan yang untuk segera mengambil langkah laka atau kejadian kriminal lain- nantinya mungkin terkena norguna mengantisipasi terjadinya hal nya,” harapnya. “Mungkin juga malisasi,” imbuh Totok beberapa yang tidak diinginkan, seperti ke- bisa dilakukan penebalan marka waktu lalu. celakaan lalu lintas atau persoalan utuh atau tidak terputus disepanMengenai tidak adanya peneranmerugikan lainnya. jang jalan tersebut mas.” gan, Kepala Badan Lingkungan “Ya, harapan saya semoga inKepala Dinas Pekerjaan Umum Hidup (BLH) Pamekasan Didik stansi terkait segera mengambil (PU) Pamekasan, Totok Hartono Hariyadi belum bisa dikonfirmasi langkah langkah kongkrit mencuk- menegaskan, pelebaran selokan dan Kabar Madura. (jck/h4d)

KOTA-Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan sepanjang Januari 2013 kemarin, baru melakukan persidangan empat kasus terkait narkoba. Humas PN Pamekasan, Dodi Indrasakti menjelaskan hal tersebut kepada Kabar Madura, Kamis (7/2). Hal ini tentunya menjadi catatan juga di kabupaten Pamekasan terkait narkoba yang juga sudah masuk di Kota Gerbang Salam, dan tidak dipungkiri bahwa kurir dan pemakai di berbagai lapisan masyarakat sudah ada di Pamekasan. “Untuk sementara, masyarakat Pamekasan sudah mulai menyadari tentang narkoba. Sehingga ada angka penurunan dibanding tahun sebelumnya, walaupun masih ada yang tersangkut narkoba di Pamekasan,” ujar Dodi. Beberapa waktu lalu, pihak kepolisian mengungkapkan, bahwa pengguna narkoba atau pun kurir sudah masuk di Pamekasan, hal itu juga sudah masuk di berbagai elemen masyarakat, baik dari berbagai usia atau pun masyarakat pinggiran atau pedesaan. Selama ini, pihak PN Pamekasan menyidangkan perkara narkoba dengan cara memegang prinsip, yaitu sederhana, murah, dan

cepat. Sebab hal itu merupakan tanggung jawab yang harus segera diselesaikan. “Kalau harapan kami menyidangkan perkara tersebut bisa selesai dalam satu hari. Bahkan kalau bisa, dalam satu hari maunya menyidangkan dua perkara. Akan tetapi, pihak PN juga mempunyai kendala sehingga terkadang proses penyidangan juga tertunda, terkadang terkendala di saksi, dan jaksa yang tidak bisa menghadirkan saksi ke dalam persidangan. “Kalau umpamanya majelis hakim tidak bisa memanggil, maka pihak Kejari (kejaksaan Negeri, red) yang akan memanggil paksa. Sebab sudah merupakan wewenang untuk melakukan pemanggilan paksa kalau umpamanya ketika dipanggil mangkir,” imbuhnya. Akan tetapi untuk melakukan pemanggilan paksa harus melalui prosedur terdahulu, sebab berkaitan dengan hukum yang berlaku. “Prosedurnya, kalau jalannya bisa diterima, tentunya bisa difahami dan sidang ditunda. Alasan yang bisa diterima antara lain adalah, kalau lagi sakit dan ada kifayah serta alasan lain yang bisa diterima dan bisa dimaklumi,” tegasnya. (ong/h4d)

Pengurusan Surat Nikah Meningkat PEGANTENAN-Permohonan pembuatan surat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Pegantenan naik dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, hanya terdapat 300 pemohon dan di awal 2013 meningkat menjadi 400 pemohon. Kepala KUA Penganten Ahmad Saleh menjelaskan, kenaikan tersebut ditengarai kesadaran masyarakat mulai bertambah seiring dengan regulasi pemerintah melalui Kementrian Dalam Negeri yang mengharuskan semua warga negara yang menikah dapat dibuktikan dengan surat nikah. Selain itu, surat nikah juga menjadi syarat pembuatan akte kelahiran. “Memang dulu sekitar 5 tahun lalu kesadaran masyarakat rendah akan pentingnya surat nikah sehingga masyarakat yang menikah secara resmi melalui penghulu seakan tidak di betuhkan surat nikahnya meski telah di kasih dan kebanyakan ma-

syarakat tidak menyimpannya dnegan baik sehingga mudah hilang,” katanya kepada Kabar Madura, Rabu (6/2) kemarin. Ahmad menambahkan, terkadang masyarakat menganggap remeh akan pentingnya surat nikah. Sehingga seringkali surat nikah banyak yang tidak diambil di modin setiap desa. “Tapi Alhamdulillah kesadaran masyarakat tinggi akan pentingnya surat nikah sebagai dokumen negara dan persyaratan pembuatan akte kelahiran makin tinggi,” pungkas pria berkopiah itu di ruang kerjanya. Sekedar diketahui sewaktu Kabar Madura berkunjung ke Kantor urursan Agama (KUA) Kecamatan Pegantenan, beberapa warga sedang antre mengurus persyaratan pembuatan surat nikah dan sesekali salah satu staf KUA menyodorkan surat nikah untuk di tandatangani atasannya.(km12/h4d)

KM/ANWAR NURIS

KANTOR KUA: Dibanding tahun sebelumnya, tahun ini pengurusan surat nikah di Kecamatan Penganten, Pamekasan meningkat singnifikan.


JUMAT

5

8 Februari 2013

Memajukan Pendidikan Investasi Jangka Panjang KOTA-Pendidikan berkualitas merupakan investasi jangka panjang. Membangun pendidikan juga berarti memperkuat pilar peradaban bangsa. Itulah salah satu prinsip Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan yang terus berupaya memberikan bantuan terhadap penyelenggara pendidikan agar bisa menghasilkan pendidikan bermutu. Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Ahmad Masuni, MM mengatakan, melalui proses pendidikan yang bermutu, maka tercipta kondisi bangsa yang kuat dan mampu bersaing dalam tantangan global. Maka sebagai upaya meningkatkan pendidikan, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, akan terus berupaya memiliki komitmen tinggi memajukan pendidikan. Disamping itu, lanjutnya, terdapat beberapa kebijakan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, antara lain, pemerataan dan perluasan akses, akuntabilitas dan pencitraan publik, berupa rehabilitasi sekolah dan madrasah, program pemberdayaan dan lain sebagainya. ”Tujuan dari bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta (BPPDGS) ini

untuk mendorong meningkatkan peran serta dan tanggung jawab masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan,” ujar Kepala Disdik Ahmad Masuni, sebelum menyerahkan bantuan di Gedung Korpri kemarin, Kamis (7/2) Menurutnya, pihaknya juga akan memberikan rangsangan kepada penyelenggara sekolah / madrasah swasta guna memperkuat peran serta dalam pelaksanaan Wajar Dikdas 9 tahun, dan rintisan wajar Dikdas 12 tahun. Selain itu, dengan bantuan ini, untuk mendorong terwujudnya penyelenggaraan sekolah /madrasah swasta yang mandiri dan mampu melaksanakan MBS. ”Termasuk juga untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di Sekolah melalui perbaikan dan pengembangan sarana dan prasarana sekolah,” terangnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumenep, Yayak Nur Wahyudi mengatakan, kegiatan penyerahan bantuan tersebut secara simbolis yang bersumber dari APBD I. Sebenarnya, bantuan tersebut merupakan anggaran tahun 2012. Cuma menyangkut bantuan karena menggunakan by name and by adress. ”Ketika sudah clear by name and by adress, maka pada

2013 ini bisa dicairkan,” ujarnya. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya diberikan kepada penyelenggara Madrasah Diniyah di wilayah daratan tetapi juga di wilayah kepulauan mulai dari madin, ustadz dan termasuk dari SD Swasta, MTs Swasta mendapatkan bantuan. ”Semoga bantuan ini akan terus berlanjut setiap tahun. Tahun 2010, 2011, 2012 sudah ada dan insya Allah, tahun 2013 juga akan ada bantuan,” terangnya. Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Drs KH A Busyro Karim, M.Si mengatakan, bantuan yang cukup besar tersebut diharapkan akan dapat bermanfaat terhadap pengembangan pendidikan di Kabupaten Sumenep. Apalagi, saat ini sejumlah lembaga pendidikan swasta sangat bagus dan bahkan ada yang lebih bagus dibandingkan dengan lembaga pendidikan negeri. ”Kenyataan tersebut berkat manageman lembaga pendidikan yang sudah semakin bagus dan berkwalitsa. Sehingga, tercipta kemajuan dalam lembaga pendidikan. Kedepan, lembaga pendidikan swasta akan terus lebih bagus dan lebih baik untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumenep,” terangya. (bus/adv/h4d)

KM / ACH QUSYAIRI NURULLAH

BERIKAN BANTUAN: Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim, memberikan bantuan langsung kepada penyelenggara pendidikan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Masuni, Kamis (7/2).

Hari ini, Massa Ansor Datangi Polres Buntut Penangkapan Anggota Banser KOTA-Seluruh Kader Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, baik dari pengurus tingkat Kecamatan maupun ranting ditingkat desa akan mendatangi Polres Sumenep, besok (hari ini). Mereka akan melakukan hearing dan mempertanyakan penegakan hukum di Sumenep. Aksi ini merupakan buntut dari

ketidakpuasan atas tindakan yang dilakukan aparat kepolisian pada salah satu kader Banser bernama Sumara. Kasatkoryon Banser Dasuk di Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk tersebut diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam, Senin (4/2) lalu. ”Besok (hari ini, red) kami akan melakukan hearing bersama semua pengurus dan kader Ansor yang ada di Sumenep ke Kapolres untuk mempertanyakan penang-

kapan terhadap anggota banser kami pada senin lalu,” ungkap, M. Muhri Zain, Ketua GP Ansor Sumenep, Kamis (7/2). Selain itu, seluruh pengurus Ansor Sumenep juga akan menjenguk Sumara yang saat ini sedang ditahan pihak kepolisian Sumenep sebagai bentuk solidaritas. ”Kami juga akan melakukan advokasi hukum untuk membela kader kami,” tegasnya. Salah satu yang menjadi alasan

kenapa seluruh pengurus GP Ansor Sumenep akan melakukan gerakan bersama untuk memberi dukungan kepada salah satu anggota banser, karena dalam catatan sejarahnya, Sumara tidak pernah terlibat kejahatan atau premanisme. ”Bahkan dia mengabdi ikut serta mengamankan masyarakat melalui lembaga Banser selama 15 tahun, ” jelasnya. Kemudian yang kedua, setiap orang yang membawa sajam

bukan berarti akan melakukan kejahatan, akan tetapi karena budaya dan juga untuk alat bekerja menyabit rumput dan sebagainya. Terpisah, saat dikonfirmasi, Polres Sumenep melalui Kabag Oprasional Kompol Edy Purwanto menjelaskan, sejak 23 Januari hingga 5 Februari, Polres Sumenep memang melakukan operasi sikat Semeru 2013. Hal itu merupakan program dari Polda Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan

Pulau ‘Siluman” Siap Jadi Aset

KEPENDUDUKAN Hapus 42 Ribu Data Ganda KOTA-Banyak ditemukannya data ganda dalam perekaman e-KTP di Kabupaten Sumenep, disikapi oleh pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat. BerKM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH dasarkan inAKHMAD ZAINI formasi, jumlah data ganda Plt. Disdukcapil Sumenep tersebut mencapai sekitar 42 ribu dan kini telah dihapus dari daftar e-KTP. Data tersebut diakui oleh Plt. Disdukcapil Sumenep, Akhmad Zaini, Kamis (7/2). Dia mengaku pihaknya sudah menghapus 42 ribu identitas ganda. ”Jadi ada masyarakat Kabupaten Sumenep yang mempunyai data ganda yang telah kami hapus sebanyak 42 ribu.” Lebih lanjut dia membeberkan, data ganda penduduk yang terbanyak mayoritas didominasi oleh warga kepulauan dengan jumlah penduduk terbanyak pula. Ia menyebut Kepulauan Arjasa merupakan daerah paling banyak tingkat kegandaan data penduduknya. ”Ini mungkin disebabkan karena beberapa hal. Karena di daerah itu penduduknya banyak yang jadi TKI. Jadi ketika pergi ke Sumenep, memperbaharui data dengan merubah data. Sehingga datanya dua orangnya satu. Makanya di Arjasa banyak yang ganda,” bebernya. Ditetapkan sebagai daerah terbanyak pemilik data ganda penduduk, Zaini menerangkan dari 42 ribu data yang dihapus, sekitar 50 persen terdiri dari wilayah kepulauan. Hanya saja, diantara delapan kepulauan yang terbanyak dari Kepulauan Arjasa. ”Sebenarnya ada sekitar 86 ribu data penduduk ganda tetapi yang berhasil kami hapus masih 42 ribu. Setiap hari kami memfungsikan 5 operator khusus untuk menghapus data ganda tersebut,” tegasnya. Selain itu, zaini menambahkan, hingga saat ini masih ada sekitar 35 persen penduduk yang belum terekam. Hal itu disebabkan karena tidak memiliki kesadaran utuh terkait pentingnya e-KTP. ”Jadi jumlah yang terekam itu ada 220 ribu e-KTP saja,” pungkasnya. (aqu/h4d) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

dua orang yang membawa senjata tajam, salah satunya Sumara. Dalam operasi tersebut, Kompol Edy Purwanto juga menjelaskan bahwa sasaran Operasi Sikat Semeru adalah kejahatan curas, curanmor, sajam, premanisme dan lainnya. ”Memang dari Polda Jatim, ada Operasi Sikat Semeru 2013 sejak 23 Januari sampai dengan 5 Februari,” terangnya saat dihubungi Kabar Madura, Kamis (7/2).(rei/h4d)

KM/ ACH. QUSYAIRI NURULLAH

BERDUYUN: Masyarakat mendatangi rumah Arba’ina di Dusun Lembung Barat, Desa Bragung, Kecamatan GulukGuluk, Sumenep, Kamis (07/1).

RSUD Dituding Malapraktik

GULUK GULUK-Operasi tumor yang dilakukan oleh Arba’ina di Rumah Sakit Umum (RSUD) Sumenep berujung kematian. Keluarga korban yang melihat Arba’ina telah meninggal dunia sebelum selesai dioperasi merasa tidak terima. Mereka menduga ada kesalahan dalam proses operasi yang sedang dijalaninya. Berdasarkan penuturan Hosaini Adzin, sepupu korban, saat Arbaina menjalani operasi, Kamis (7/2), perjalanan operasinya tidak sampai usai. Gagalnya operasi terhadap Arbaina itu dinilai telah terjadi malapraktik, sehingga berakibat kematian pada korban. ”Informasi dari orang-orang yang ngurus, operasinya belum selesai, tapi pasiennya langsung ngedrop dan langsung dilarikan ke ruang ICU. Nah kalau belum selesai begitu itu kan artinya ada malapraktik. Saat ini kami masih mengumpulkan data itu. Kalau nantinya memang terbukti, kami akan gugat itu ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” ujarnya. Selain itu, zaini menambahkan, meski jenazah Arba’ina telah di bawa pulang dan sempat di mandikan, pihak keluarga korban menginginkan untuk

Operasi itu kan ada tahapan-tahapannya. Sebelum di operasi itu, dilakukan pengirisan kulit. Nah pada waktu itu, kulit di iris dan pasien drop sehingga tidak sampai pada tahapan selanjutnya. Karena teman-teman tidak berani melanjutkan operasi. Harus dilakukan pemulihan kembali dulu. Tetapi saat di bawa lari ke ruang ICU, korban tidak bisa tertolong lagi,” dr. FITRIL AKBAR Direktur RSUD Mohammad Anwar Sumenep

tidak segera dikebumikan. Sebab, mereka masih tetap tidak menerima dengan proses jalannya operasi yang dilakukan RSUD Sumenep. ”Pihak keluarga yang lain menginginkan begitu. Sehingga ini masih ramai dibicarakan di sini. Apakah mau dikubur atau tidak. Karena memang, mereka merasa ada kejanggalan dalam proses operasi,” tegasnya. Sementara itu, Ahmad Murtadha, menantu korban

mengaku kematian Arbainah sangat tidak wajar. Sebab sebelumnya, korban masih sehatsehat saja. Dia menduga ada urat nadi yang putus sehingga terjadi pendarahan yang luar biasa dan pada pukul 11.30 WIB meninggal dunia. ”Kami akan tuntut ini melalui jalur hukum,” katanya lirih sambil menahan air mata. Sementara itu, Direktur RSUD Mohammad Anwar Sumenep, dr. Fitril Akbar menjelaskan, berdasarkan laporan yang ia terima dari dr. Thobrani, penanganan yang dijalani terhadap pasien Arba’ina masih dalam tahap awal. Proses yang dijalaninya tidak sampai pada tahap operasi. Dalam tahap tersebut, pasien sudah drop sehingga perjalanan operasi tidak dilanjutkan. ”Operasi itu kan ada tahapantahapannya. Sebelum di operasi itu, dilakukan pengirisan kulit. Nah pada waktu itu, kulit di iris dan pasien drop sehingga tidak sampai pada tahapan selanjutnya. Karena teman-teman tidak berani melanjutkan operasi. Harus dilakukan pemulihan kembali dulu. Tetapi saat di bawa lari ke ruang ICU, korban tidak bisa tertolong lagi,” paparnya. (aqu/h4d)

ARJASA-Munculnya Pulau baru di tengah laut tepatnya di Dusun Setembang, Desa Karang Buddi, Kecamatan Arjasa mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Pulau yang baru muncul itu akan dikelola pemerintah. Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim menyampaikan, telah memerintahkan forum pimpinan kecamatan untuk mengamankan pulau baru tersebut. Pulau ‘siluman’ yang sempat menggegerkan masyarakat Pulau Kangayan dan Sapeken tersebut besar kemungkinan akan menjadi aset pemkab. ”Saya sudah perintahkan kepada forum pimpinan kecamatan untuk mengamankan sebab sekarang nampaknya sudah ada yang bergerak sendiri-sendiri, baik itu penarikan ini dan itu,” terangnya, Kamis (7/2). KH A Busyro Karim juga menegaskan, pengelolaan pulau yang berpotensi bisa mendatangkan nilai ekonomi itu tidak bisa dikelola sendiri-sendiri, akan tetapi harus berdasarkan komando forum pimpinan kecamatan. ”Tidak boleh berjalan sendiri tanpa harus ada komando dari forum pimpinan kecamatan. Persoalan teknis di bawah siapa yang akan

melakukan, itu terserah disana yang penting itu hasil pemantauan dan koordinasi dari pimpinan forum kecamatan itu,” lanjutnya. Pulau yang baru muncul itu tidak hanya mengagetkan masyarakat setempat, namun ada yang meyakini dan mengaitkan hal itu dengan mistis, sehingga ada orang yang bertapa bahkan mengambil tanahnya untuk dijadikan jimat. Disinggung soal penelitian untuk mengungkap kebenaran dari pulau tersebut, KH A Busyro Karim menjelaskan, semuanya tergantung pada perkembangan masyarakat setempat apakah penelitian itu penting atau tidak. ”Sampai sekarang belum ada kesana, tapi kami akan melihat perkembangannya dulu, ketika itu secara rasional memang harus tahu tentang itu, kenapa tidak. Tetapi kalau hanya cukup menata apa yang ada yang telah diberikan tuhan, kita kelola dengan baik,” tuturnya. Diakhir pembicaraannya, bupati juga mengatakan, keberadaan pulau tersebut akan diberi nama sesuai dengan keinginan masyarakat setempat. ”Disana kan pasti ada riwayat yang berkaitan dengan masyarakat setempat,” pungkasnya. (rei/h4d)

KM/ DAYAT

ASET BARU: Tampak Pulau yang baru muncul kepermukaan laut tepatnya di Dusun Setembang, Desa Karang Buddi, Kecamatan Arjasa.


6

JUMAT

8 Februari 2013

Carikan Dana untuk Stadion P-MU Sambungan dari hal 1

Saya pernah bicara dengan Pak Achsanul Qosasi (Manajer P-MU) sebelum Pemilukada digelar. Saat itu, saya menyatakan, kalau terpilih sebagai bupati, akan mencari dana bersama-sama untuk menyukseskan pembangunan stadion,” kata Ahmad Syafii kepada Kabar Madura, Kamis (7/2) kemarin. Dikatakan, Syafii dan Achsanul Qosasi yang samasama di DPR RI yang hidup di Jakarta, tentu memiliki pengalaman yang nyaris sama. “Kami akan cari ban-

tuan. Menpora yang sekarang, Roy Suryo, kami kenal. Nanti pembangunan stadion akan diajukan. Bahkan, tidak hanya stadion. Sport Center juga demikian,” tegasnya. Sementara itu, Kabag Pembangunan Pemkab Pamekasan, Akh Basri Yulianto, menegaskan bahwa pembangunan stadion yang salahsatunya bakal menjadi home base P-MU di Kabupaten Pamekasan akan terus berlanjut. “Pembangunan stadion atau bahkan Sport Center, tidak akan terkendala dengan adanya perubahan bupati. Pembangunan sudah memasuki tahap kedua. Ta-

hun ini, dianggarkan Rp 7 miliar,” terangnya. Dikatakan, pembangunan tersebut direncanakan akan menyaingi SGB di Bangkalan. Bahkan, kata Basri, bisa lebih baik. “Berstandar nasional. Tribun utama terdiri dari 3 lantai. Tribun kelilingnya sudah beres. Di SGB, tampaknya tidak dipercantik dengan tribun keliling,” ungkapnya. Berkenaan dengan pengadaan rumput, pihaknya mengaku belum bisa menjelaskan. Pasalnya, pengadaannya belum dilelang. “Satu hal yang pasti, anggaran pembangunan ini tak

hendak mendahului 2 motor di depannya, masing-masing dikendarai Heru (43) yang berboncengan dengan Anita (13) dan Jun (30), namun tiba tiba dari arah berlawanan muncul motor yang dikendarai mister X yang sedang menyalip motor Yamaha Mio yang dikendarai Yasir (20). Keduanya tidak bisa saling menghindar sehingga terjadi tabrakan yang menyebabkan mister X meninggal dunia di lokasi kejadian. Lebih lanjut Farhat menceritakan kejadian sekitar pukul 14.30 wib tersebut sangat cepat, namun karena posisinya sedang di pinggir jalan sehingga tak bisa melihat dengan jelas. Farhat merupakan pekerja bengkel yang berada di pinggir lokasi kejadian. Kata Farhat, sewaktu mobil box ingin menghindari motor yang dikendarai Yasir dari arah berlawanan yang dikendarai

Yasir akhirnya banting setir ke kiri dan mengenai 2 motor lainnya yang dikendarai Heru yang membonceng Anita dan Jun. Akibatnya ketiganya terpelanting ke kiri lalu mobil box terperosok ke persawahan milik warga setempat. “Habis tabrakan di depannya masih ada motor mio sehingga mobil box banting setir ke kiri dan menyenggol 2 motor di kirinya habis itu mobil box langsung terperosok ke sawah” lanjut Farhat Saat ini ke empat korban luka masih menjalani perawatan intensif di ruang UGD RSUD Sampang. Sementara itu Unit Laka Lantas Polres Sampang masih belum bisa di konfirmasi terkait dengan penyebab kecelakaan ini pasalnya masih sibuk dengan olah TKP serta evakuasi mobil korban serta pemeriksaan para saksi di lokasi kejadian. (waw/zis)

Sampang-Ketapang. Tapi, sampai saat ini belum pernah tersentuh perbaikan. Tidak hanya itu, KarSa juga pernah berjanji akan menutup jalanjalan yang berlubang. Ironisnya, hingga menjelang berakhir masa jabatan mereka belum juga terealisasi. Janji-janji yang pernah diucapkan KarSa harus segera direalisasikan. Disamping masyarakat sangat membutuhkan perbaikan jalan untuk memperlancar roda perekonomian, juga untuk menepati janji. Pasalnya, masyarakat ingat betul terhadap janji yang pernah dilontarkan KarSa. Jika janji ini tidak segera terealisasi maka sedikit banyak akan mempengarui tingkat elektabilitasnya di

mata warga Madura. “Kami berharap KarSa secepatnya merealisasikan janji-janji yang pernah disampaikan pada warga saat kampaye dulu. Hal itu perlu diperhatikan KarSa dan ditindaklanjuti oleh SKPD,” ucap Ketua Komisi A DPRD Sampang tersebut. Meski begitu, sambung Hodai, sebagai kader Partai Demokrat tetap siap memenangkan KarSa dalam Pilgub Jatim. Ia mengaku, dirinya tetap memperjuangkan KarSa apapun kekurangannya karena manusia tidak ada yang sempurna. “Yang jelas, kami selaku anggota dewan dari Demokrat, apapun keputusan partai akan diperjuangkan,” tandasnya. (ful/zis)

mkan posisi P-MU di juru kunci klasemen sementara ISL dengan nol poin. Yang paling mengenaskan, hingga saat ini belum satu pun gol bisa dilesakkan ke gawang lawan. Sementara 10 gol telah bersarang di gawangnya. ”Kami akan berusaha sekuat tenaga agar anakanak bisa tampil maksimal. Soal menang-kalah memang ada di tangan Tuhan. Sepanjang usaha kami maksimal, semoga harapan kemenangan tersebut terwujud,” jelas Daniel Roekito, Pelatih Kepala P-MU. Titik balik kebangkitan semangat pemain P-MU

juga berimbas pada sejumlah suporternya. Terbukti, dalam rangka memberi dukungan penuh terhadap tim kesangannya, sejumlah perwakilan suporter P-MU seMadura berkumpul di Markas Besar (Mabes) K-ConK Mania, salah satu suporter fanatik P-MU yang berbasis di Bangkalan. Rembug suporter tersebut dihadiri perwakilan Taretan Mania Pamekasan, Peccot Mania, Jokotole Mania, dan Duro Mania. Berkumpulnya mereka, sebagai bagian untuk membuktikan jika pertandingan besok kontra Persidafon Dafonsoro adalah perang terhadap lawan. (bri/ed)

Boks vs Motor, 1 Tewas 4 Luka-luka Sambungan dari hal 1

Saat Kabar Madura mendatangi RSUD Sampang, salah satu dokter bernama Felix yang menangani para korban menyatakan korban tewas sebanyak 1 orang dan 4 orang lainnya luka ringan. Sementara untuk korban tewas masih belum ditemukan identitas yang jelas. “Untuk sementara masih belum diketahui identitas korban tewas, sementara pakai inisial mister X sambil menunggu keterangan dari pihak kepolisian,” ujar Felix, Kamis (7/2). Saksi mata, Farhat, mengatakan mobil box ini terperosok karena menghindari motor lainnya yang datang dari arah berlawanan. Lelaki berusia 25 tahun ini menceritakan bahwa kejadian bermula saat mobil box yang melaju dari arah barat menuju kota Sampang

KarSa Dituntut Realisasikan Janji Politik Sambungan dari hal 1

Perlu diingat dan dicatat, yang memenangkan pasangan KarSa dalam pertaruangn Pilgub Jatim 2009 lalu adalah warga Sampang dan Bangkalan. KarSa menang setelah ada pemilihan ulang di Sampang dan Bangkalan. “Komunikasinya kurang dengan masyarakat Madura dan janji politik lima tahun yang lalu belum terealisasi,” terang Ketua I DPC Partai Demokrat Kabupaten Sampang, H Mohammad Hodai, pada wartawan Kabar Madura saat dikonfirmasi kemarin. Ia menjelaskan, pasangan KarSa pernah berjanji akan memperbaiki jalan provinsi yang rusak yakni jurusan

akan dipengaruhi oleh perubahan bupati,” tegasnya. Alasannya lagi, tambah Basri, sudah masuk Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2013. Sementara itu, Sekretaris Lumbung Intelektual Muda Pamekasan, Ahmad, menyarankan kepada semua pihak untuk mewaspadai pemegang kebijakan pembangunan Sport Center yang di dalamnya ada stadion. “Dana pembangunan tersebut cukup besar. Memakan uang rakyat. Kalau sampai ada korupsi, siapapun harus menyorot dan menghantamnya,” tegasnya.

Syafii sendiri mengatakan, pembangunan stadion tak harus hanya dari APBD Pamekasan. Tetapi, juga bantuan dari luar. Sementara itu, Komisi C DPRD Pamekasan berencana melakukan peninjauan untuk pembangunan lapangan sepakbola di bulan ini. “Saya masih belum tahu jelas hasil bangunan di tahap pertama seperti apa, tapi menurut saya untuk sementara ini kira optimal dengan anggaran yang sebesar 23,8 miliar. Karena saya melihat dari sisi pembangunan stadion tersebut sesuai dengan target yang

sudah direncanakan,” tukas Ketua Komisi C DPRD Pamekasan, K. Fariduddin pada Kabar Madura, Kamis (7/2) kemarin. Perlu diketahui pembangunan stadion terutama tribun VIP dipersoalkan karena menghadap ke sebelah barat. Secara otomatis itu akan mengganggu penglihatan ketika pertandingan dilangsungkan sore hari. “Yang saya tahu, tribun VIP di stadion sepakbola Pamekasan menghadap ke barat. Hal itu menjadi pertanyaan, karena seharusnya letaknya tidak diletakkan di sebelah timur,” tukas Ferry Hermawan, Kor-

lap Gempar. Menanggapi hal itu, pihak komisi C DPRD Pamekasan masih akan melakukan peninjauan terlebih dahulu terhadap hasil pembagunan yang sudah dianggap selesai di tahap pertama dan selesai pada targetnya dan sudah sesuai dengan tahun anggaran. “Pihak kami sudah mengagendakan untuk meninjau pembangunan stadion sepakbola tersebut dalam waktu dekat ini, pastinya dalam bulan ini sudah melihat langsung hasil dari pembangunan tahap pertama,” lanjutnya. (ong/anm/zis)

Sambungan dari hal 1

jadi tren apa yang dilakukan Jokowi. Kalau kita mau jujur, kodrat kita ialah memang seperti itu. Yaitu, dekat dengan siapapun,” katanya. “Setiap saat, selain kita bekerja di kantor yang dihiasi hal-hal formal, kami nanti akan melakukan blusukan ke bawah. Tujuan utamanya ialah guna mendengar sekaligus melihat langsung apa yang diharapkan masyarakat terhadap pemerintah,” terannya. Bermalam di Pedalaman Syafii mengatakan masyarakat harus bersuara. Tidak perlu segan-segan. Jangan ada sekat antara masyarakat dan pemerintah. “Saya tidak sendirian atau hanya bersama wabup. Seluruh pejabat harus melakukan hal itu. Bahkan, saya dan Pak Wabup sudah komitmen agar setiap tiga bulan, melakukan blusukan ke masyarakat bawah,” ungkapnya. Para Kepala SKPD, gagas Syafii, nanti harus hidup dengan masyarakat. Terutama di pedalaman.”Kita akan

bermalam di situ. Dan kita adakan acara-acara bersama dengan masyarakat. Semisal pengajian oleh tokoh masyarakat,” katanya. Melalui kegiatan sederhana itu, tegasnya, bisa difungsikan untuk menyampaikan ke masyarakat berkenaan dengan program pemerintah. Dan masyarakat mesti menanggapi apa adanya. Tidak ada sekat-sekat birokrasi. Tidak ada protokoler, dan sejenisnya. Kedekatan dengan masyarakat mesti dikedepankan. Bagi Syafii, protokoler perlu. Terutama dalam kegiatan-kegiatan resmi pemerintah. Namun begitu, katanya, kunjungan protokolerprokoler itu hanya bersifat formalitas. Tidak banyak manfaatnya. “Kami terbuka bagi masyarakat untuk berkenan bersama-sama membangun negeri ini. Kita majukan Pamekasan dengan penuh persaudaraan,” kata Syafii penuh optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Syafii berterus terang, bahwa incumbent Kholilurrahman yang menjadi lawan politiknya, memiliki kelebihan yang cukup menonjol yakni, ketegasan. “Beliau dikenal tegas. Itu perlu dicontoh,” tekannya sembari menyatakan, program-program Kholilurrahman tak sedikit yang ada kemiripan dengan visi-misinya. Sekadar diketahui, kalau tidak ada aral yang merintang, pasangan Ahmad Syafii dan Khalil Asy’ari akan dilantik pada 21 April nanti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan periode 2013-2018. Perlu pula diketahui, Ahmad Syafii sudah berpengalaman memimpin Pamekasan. Pada 2003-2008, Syafii menjabat sebagai bupati. Saat itu, Syafii pasti hadir dalam setiap undangan masyarakat asal tidak ada rintangan. Karena itu, tak heran, ada yang menjuluki Syafii sebagai Jokowi-nya Pamekasan. (anm/zis)

semacam itu sudah tidak lagi mencerminkan sebagai wakil rakyat dan melanggar aturan yang ada. Anggota dewan yang seharusnya mengawasi dan mengontrol setiap proyek. Namun, fakta yang terjadi di lapangan anggota dewan diduga kuat ikut bermain proyek. Sehingga fungsi pengawasan dewan dipastikan akan tumpul. Karena dewan sudah tidak lagi objektif dalam melakukan pengawasan. Melainkan cenderung subjektif dalam melakukan penilaian ketika pengawasan pada suatu proyek. Kondisi semacam ini harus ditindaklanjuti karena pem-

bangunan proyek dananya bersumber dari uang rakyat. Ditanya siapa empat anggota DPRD Sampang yang sering minta jatah proyek, Abdur Rahman mengaku, tidak bisa menyebutkan nama-nama tersebut sekarang. Tapi, yang jelas ada 4 anggota dewan diduga sering minta jatah proyek. “Kami punya bukti-buktinya dan siap untuk dibeberkan nanti,” ucapnya. Selain menyoroti anggota dewan yang sering minta jatah proyek, ia juga menyoroti kinerja dewan dari dapil 4 yang dinilai masih belum membela rakyat yang diwakili. Pasalnya, masih banyak jalan yang rusak.

“Mana kinerja kalian. Kami siap menggalang dukungan pada tokoh masyarakat untuk tidak memilih kalian lagi dalam pileg nanti. Karena tidak membela rakyat kecil. Kami juga meminta dewan agar fungsi pengawasannya dioptimalkan,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sampang, Aliadi Mustofa, menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui secara pasti dimana jalanjalan yang rusak. “Kami akan lakukan monitoring ke bawah. Karena selama enam bulan proyek selesai digarap masih tahap pemeliharaan,” tandasnya. (ful/zis)

Janji Budayakan Blusukan

Syafii akan terus menyapa masyarakat secara langsung. “Saya tidak boleh lupa pada diri saya sendiri, bahwa saya adalah manusia. Dan yang lainnya adalah manusia. Jadi, tak akan ada yang berubah,” ujar pria asli Pamekasan ini berfilosofi saat diwawancarai wartawan Kabar Madura, kemarin. Jadi pemimpin, katanya, itu bisa menjadi racun. Tak jarang, selepas menjadi pemimpin, biasanya itu menjadi sindrom. Dan Syafii beserta keluarganya nanti tidak menghendaki hal itu. “Saya tetap akan berpijak di bumi,” tekannya. Berkenaan dengan budaya blusukan, pihaknya menilai itu cukup baik. Dia berjanji akan berusaha lebih baik dari apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Dan budaya blusukan ini dirasa baik oleh masyarakat. “Di Indonesia, sudah men-

4 Anggota Dituding Minta Proyek Sambungan dari hal 1

Sebab, jika dibiarkan maka empat anggota dewan ini akan terus meminta jatah proyek. Sementara tugasnya sebagai wakil rakyat tidak dilaksanakan secara benar atau terbengkalai. “Ada empat anggota dewan yang sering meminta jatah proyek pada PU Bina Marga,” terang Ketua LSM Barisan Madura Bangkit (BMB), Abdur Rahman, pada sejumlah wartawan, Kamis (7/2) kemarin. Ia menjelaskan, pihaknya mempunyai bukti-bukti bahwa empat anggota dewan diduga kuat sering meminta proyek. Perbuatan

Usung Semangat Bangkit Bupati Bantu Madrasah Diniyah dan Guru Agama Sambungan dari hal 1

Mengelus dada karena timnya menelan kekalahan beruntun tiga kali, Indri – sapaannya, mengaku sudah geregetan untuk menyumbang poin kemenangan bagi timnya. ”Akan kami buktikan jika tim kami bukanlah lumbung gol. Ini kandang kami. Tak satu pun tim tamu yang boleh curi poin di sini, di Madura,” jelas Indri. Semangat membara seluruh penggawa P-MU memang patut disematkan. Pasalnya, kekalahan dalam tiga laga awalnya yang di kandang lawan, membena-

Sambungan dari hal 1

Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim, MSi mengatakan, bantuan yang cukup besar tersebut diharapkan dapat bermanfaat terhadap pengembangan pendidikan di Sumenep. Apalagi, saat ini ada lembaga pendidikan swasta sangat bagus dan bahkan ada yang lebih bagus dibandingkan dengan lembaga pendidikan negeri. ”Kenyataan tersebut berkat manajemen lembaga pendidikan yang sudah semakin bagus dan berkualitas. Sehingga, tercipta kemajuan dalam lembaga pendidikan. Ke depan, lembaga pendidikan swasta akan terus lebih bagus dan lebih baik untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumenep,” terang mantan Ketua DPRD Sumenep, 1999-2004, di hadapan para penerima bantuan di Gedung Korpri Sumenep, Kamis (7/2). (Rincian penerima, lihat grafis) Menurutnya, pemkab akan terus berupaya menfasilitasi kemajuan pendidikan bagi siswa-siswi di Sumenep. Terbukti, pada tahun lalu, pemer-

SASARAN DAN JUMLAH BANTUAN 1. 2. 3. 4.

Madin Ula 70.000 santri @ Rp 15.000,-x6bulan Madin Wustho 9.000 santri @ Rp 25.000,- x 6 bln Paket A 1000 Warga Belajar @ Rp 15.000 x 6 bln Paket B 2400 warga belajar @ Rp 25.000 x 6 bln

UNTUK USTADZ / GURU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Madin Ula 1900 ustadz @ Rp 300.000 x 6 bln Madin Wustho 300 ustadz @ Rp 300.000 x 6 bln SD Swasta 203 guru @ Rp 300.000 x 6 bln MI Swasta 2.224 guru @ Rp 300.000x 6 bln SLB Swasta 4 Guru @ Rp 300.000 x 6 bln SMP Swasta 334 guru @ Rp 300.000 x 6 bln MTs Swasta 1166 guru @ Rp 300.000 x 6 bln

Total Bantuan

intah telah mengirim 5 pelajar dari Sumenep untuk belajar tentang persoalan migas. Pengambilan lima orang yang sedang kuliah dan mendapatkan beasiswa secara penuh tersebut, melalui seleksi yang sangat ketat. ”Para siswa yang mendapatkan beasiswa itu, setiap bulan dibantu dengan uang Rp 2,5 juta. Tahun ini, kita akan mengirim 10 orang siswa belajar tentang migas di Jogjakarta. Harapannya, 20 tahun mendatang kekayaan migas di Sumenep dikelola sendiri,” terangnya. Dia menjelaskan, beasiswa yang dihasilkan dari perusa-

= Rp 6.300.000.000 = Rp 1.350.000.000 = Rp 90.000.000 = Rp 360.000.000 = Rp 3.420.000.000 = Rp 540.000.000 = Rp 365.400.000 = Rp 4.003.200.000 = Rp 7.200.000 = Rp 601.200.000 = Rp 2.098.800.000 = Rp 19.135.800.000

haan migas yang ada di Kabupaten Sumenep tersebut bukan hanya kalangan tertentu. Tetapi, akan diberikan secara umum dan terbuka kepada siswa baik negeri maupun swasta. Bahkan, dalam Seminar Migas beberapa waktu lalu, melibatkan ratusan siswa baik negeri maupun swasta. ”Biaya pendidikan belajar tentang migas, bukan dari Pemkab sendiri tetapi dari perusahaan migas yang ada di Sumenep. Jadi, Pemkab menfasilitasi. Selain itu, dengan bantuan tersebut kami berharap akan dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep, Drs Achmad Masuni mengatakan, pendidikan yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang yang merupakan pilar utama dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, melalui proses pendidikan yang bermutu, maka tercipta kondisi bangsa yang kuat dan mampu bersaing dalam persaingan global. ”Untuk itu, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, akan terus berupaya memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan pendidikan. Bukan hanya pendidikan umum yang dikelola oleh pemerintah tetapi juga pendidikan keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat,” pungkasnya. Hadir dalam acara penyerahan bantuan tersebut, Plt Sekretaris Daerah Pemkab (Sekkab) Sumenep, Hadi Soetarto, Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Masuni, Ketua Dewan Pendidikan M Kamalil Ersyad, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Sumenep Abdul Kahir dan sejumlah pejabat lain. (zis/adv)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


JUMAT

7

8 Februari 2013

Ponpes Benteng Terakhir Pemertahanan Bahasa Madura

SEMANGAT terus P-MU, kalahkan lawanmu dengan skor 2-0 aja di kandang sendiri Messi Badri Kapedi, +6287850324812 AYO semangat di kandang sendiri cari poin maksimal dan mainlah dengn kompak dan skill individumu yang indah. Kasih semangat buat suporter Madura Tiago Badri Lncr, +6287850324812 SEBAGAI asli Madura, darah ini mendidih ketika panji P-MU selalu diperlakukan tidak adil. Tapi itulah sepak bola profesional, semua keputusan wasit merupakan hak mutlak. Namun saya sebagai pendukung P-MU selalu mensuplai semangat bagi panji P-MU, karena saya yakin pasukan yang dipilih oleh AQ merupakan petarung yang tangguh yang tak kenal menyerah. Kacong Areta. Jl. Simpang Tiga Karang Penang Sampang, +62818579805. AYO cepetan datang Evandro, kamu ditunggu suporter Laskar Sape Kerap. Karena kamu yang bisa juara ISL tahun 2012-2013 Lutfi Cha2 Cholo’ Mania, +6287851055809 TETAP semangat Laskar Sape Kerap, meskipun kamu kalah terus di kandang lawan, kamu harus membuktikan pada tanggal 9 Februari dan 14 Februari nanti kamu pasti bisa mengalahkan Persidafon dan Persiram dan kesempatan besar buat PMU untuk mendapatkan 3 poin dan buktikan kepada masyarakat Madura, jangan sampai memalukan di kandang sendiri. Berjuanglah mati-matian. Aku selalu dukung PMU dan mendoakan kamu. Tetap semangat, jangan putus asa dan semoga bisa membawa keberuntungan. Mateh odhik Taretan Mania Abdy Brakos In The Gank, +6287750672767. BAPAK Bupati Sumenep yang terhormat, mohon segera diisi kepala SDN Serabarat II Kec. Bluto demi kelangsungan pendidikan anak bangsa. Thanks KM Warri Dsn Congkop Serabarat, +6281230733271 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

Bagi pembaca yang berminat mengirimkan karyanya, Silahkan kirim ke:

Kantor Redaksi KABAR MADURA di San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No. 95) Pakuwon City Surabaya. Diutamakan via email ke kabarsastrabudaya@gmail.com. Panjang tulisan maksimal dua lembar kertas ukuran folio dengan 1,5 spasi. Nama dan alamat terang, serta foto diri harus dilampirkan.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

MENGUNGKAP tentang pelestarian dan pemertahanan bahasa Madura di pondok pesantren (Ponpes) memang dianggap unik oleh beberapa kalangan. Mengapa demikian? Karena bahasa Madura yang digunakan oleh pemakai bahasa di ponpes sangatlah bervariasi. Ponpes merupakan wadah yang tetap eksis dan dapat juga diungkapkan sebagai “benteng terakhir” dalam pemertahanan bahasa Madura. Itu, karena menerapkan bahasa pertamannya, yakni bahasa Madura, dianggap sebagai bahasa ibu yang diwariskan oleh nenek moyang kita untuk tetap digunakan dalam berinteraksi antar-sesama teman sebaya atau antar-santri dan ustadnya. Santri yang ada di ponpes sangatlah beragam. Ada yang yang berasal dari luar Jawa dan ada yang berasal dari kabupaten tetangga. Seperti halnya santri yang berasal dari Kabupaten Bangkalan menuntut ilmu di salah satu ponpes di Kabupaten Pamekasan. Tentunya pemakaian bahasa Maduranya berbeda dialek, tetapi tetap pada konteks bahasa Madura. Hal ini tidak keliru, karena pemakaian bahasa Madura tidak diukur dari tindak tutur dialek setempat. Namun dapat diukur ketepatan dari ejaan penulisannya yang baik dan benar sesuai dengan pedoman EYD yang dibakukan. Hasil penelitian sementara yang diungkap telah menunjukkan bahwa ponpes juga sebagai wadah untuk melestarikan bahasa Madura ke depan. Salah satu contoh yang tampak adalah penggunaan bahasa Madura yang dicampur adukkan dengan bahasa Indonesia di dalam kelas waktu KBM pelajaran bahasa Indonesia. Santri kadang-kadang merasa tidak bisa menggunakan kosa kata bahasa Indonesia, sehingga ia tetap eksis memakai bahasa daerahnya, yakni bahasa Madura. Namun yang perlu dilakukan adalah pembinaan dan

pelatihan bagi santri, memengaruhi tingkayakni bagaimana tata tan tindak tutur yang cara menggunakan baterjadi di kalangan ponhasa Madura yang baik dok pesantren. Hal ini dan benar. dianggap sudah wajar. Menyikapi cara Karena lora merupakan menggunakan bahasa putra kiai. Sehingga Madura yang baik dan jika tidak menghormati benar, harus memahakepada lora seolah-olah mi konteks pemakaian kita punya perilaku bahasa, dengan siapa yang janggal atau istiberbicara, di mana temlah bahasa Maduranya Oleh: patnya, dan kapan wak(cangkolang). MOH. HAFID EFFENDY tunya. Ketiga konsep Di samping itu, penerkontekstual tersebut apan penggunaan bahaharus dipahami, guna terciptanya sa Madura yang sangat kental, yakni komunikasi yang baik dan benar dalam mentarjemah kitab kuning, antar-sesamanya. para santri masih tetap eksis menterAdapun arti yang dimaksud meng- jemahkan kitab kuning ke dalam bagunakan bahasa yang baik dan hasa Madura. Karena bahasa tersebut benar, yakni seorang penutur harus mudah dipahami dalam mentarjamah memperhatikan lapis makna dan kitab. Sehingga para kiai dan santri tingkatan tindak tutur (speech level) sama-sama lebih suka mentarjamah yang benar. Misalnya antara sesama ayat-ayat Alquran ke dalam bahasa santri menggunakan tingkatan yang Madura. Dari pada menggunakan rendah, yakni (Ondhâgghâ Bhâsa bahasa yang lain. Hal ini sebuah enja’ iyâ). Sedangkan antara santri bukti empiris bahwa bahasa Madura kepada lora dan ustadnya menggu- akan tetap hidup sepanjang masa. nakan tingkatan yang tinggi (Ond- Namun potret para akademisi masih hâggha bhâsa èngghi bhunten). Jika pesimistis dengan adanya himpitan santri memahami konsep tersebut modernisasi seperti sekarang ini. insya Allah bisa menumbuhkemMelalui keeksisan dan pemerbangkan bahasa Madura dengan tahanan bahasa Madura inilah baik dan benar. Tetapi kenyataannya perlu kita sadari bersama, bahyang terjadi keeksisan penggunaan wa pemakaian bahasa Madura di bahasa Madura itu dipakai masih ponpes perlu adanya pembinaan belum memahami penggunaan dan pelatihan. Karena semua ini bahasa yang efektif. Artinya santri berkaitan dengan perubahan ejaan hanya sekedar menggunakan bahasa bahasa Madura yang berlaku sampai Madura, namun tata bahasa yang sekarang. Dikatakan juga bahwa dipakai masih kurang benar. ejaan yang dipakai pada saat ini Di sisi lain, keunikan bahasa yakni ejaan 2011 hasil konsinyiasi Madura di ponpes, yakni pemakaian dari ejaan 2004. tentunya ada sebahasa Madura antara lora dan us- dikit perubahan pemakaian ejaan. tad yang lebih tua dari lora tersebut. Selain pembinaan yang berkenaan Lora menggunakan bahasa tingkatan dengan ejaan yang baru ini, juga rendah (ondhâgghâ bhâsa enja’ iyâ) tidak kalah pentingnya perlunya sedangkan ustad yang lebih tua atau pembinaan tentang pengetahuan yang lebih muda menggunakan bahasa Madura, tentang kosa kata tingkatan tinggi (ondhâgghâ bhâsa dan tata bahasanya, seiring dengan èngghi bhunten). Perbedaan strata fakta yang terungkap bahwa ba-

hasa Madura semakin ke belakang semakin tumbuh dan berkembang, baik dari pemakainya maupun dari kosa kata yang digunakan oleh penutur masyarakat Madura. Semua ini perlu ditopang oleh semua elemen masyarakat, yang tidak kalah pentingnya, yaitu Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama kabupaten setempat guna membekali para guru bahasa Madura yang ada di setiap jenjang. Salah satu contoh yang konkrit, yakni pada kata (sobung) yang sering dijadikan jawaban bagi orang yang bertanya; apakah kiai ada (ponapa kèyaè bâḍâ)? Sering dijawab (sobung). Padahal arti sebenarnya dari kata sobung, yakni “sepi” (seppè). Bagaimana yang tepat? Yang tepat seharusnya menjawab dengan menggunakan kata (taḍâ’). Kenyataannya pada kata (taḍâ’) itu dianggap janggal dan kasar oleh para santri. Padahal kata (taḍâ’) itu tidak ada tingkatannya yang lebih halus. Sebaiknya menggunakan kata (sobung) saja. Ujar santri. Jadi antara teori dan praktiknya berbeda. Dengan adanya kekeliruan penempatan penggunaan kosa kata inilah menjadi pembicaraan yang kontroversi antara akademisi dan praktisi. Sehingga jika ada yang menanyakan ke santri, apakah kiai ada (ponapa kèyaè bâḍâ)? Mereka menjawab (sobung). Hal ini sah-sah saja, dengan tujuan bahwa para santri menghormati strata kiai selaku sesepuh. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penggunaan bahasa Madura di lingkungan ponpes masih eksis dan dilestarikan oleh pemakainya. Sehingga dapat dipastikan bahwa ponpes merupakan benteng terakhir dalam pemertahanan bahasa Madura.

SEJARAH telah banyak mencatat kontribusi NU bagi bangsa Indonesia. Bahkan sejak pra kemerdekaan NU begitu banyak berkecimpung dalam upaya mencapai kemerdekaan Indonesia. Sejak didirikan pada tanggal 31 Januari 1926/16 Rajab 1344 H, NU tak pernah melepaskan dirinya dari hiruk-piruk persoalan kebangsaan. Ia tetap konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat sebagai upaya mencapai kesejahteraan hidupnya, serta untuk memajukan Indonesia. Dari awal didirikan NU, selain untuk melestarikan ajaran Islam Ahlussunah Waljama’ah, NU juga bercita-cita mewujudkan kehidupan berkebangsaan yang berdaulat adil dan makmur, sebagaimana cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka ketika bangsa Indonesia kisruh dalam merumuskan dasar negara kesatuan republik Indoneisa (NKRI), tokoh-tokoh NU tampil dengan tegas mendukung pemberlakukan Pancasila sebagai dasar NKRI. Sebab mereka paham bahwa Indonesia adalah negara dengan beragam agama, sehingga untuk menghindari diskriminasi terhadap agama lain, pemberlakukan Piagam Jakarta yang berisikan syariat-syariat Islam sebagai dasar negara tidak di dukung oleh NU. Sampai sekarang NU tetap berkometmen menjaga NKRI sebagai harga mati yang mesti terus diperjuangkan. Bagi NU memusuhi NKRI sama saja dengan memusuhi NU. Sehingga siapapun yang ingin menghancurkan NKRI, NU akan selalu tampil terdepan membelanya. Pada bulan Mei 2011, PBNU mengeluarkan maklumat menyelamatkan NKRI, sebagai antisipasi terhadap berbagai ideologi baru yang mengancam keutuhan NKRI. Sebab, sejak dibuka kran kebebasan berpendapat pasca peristiwa reformasi tahun 1998, beragam ideologi baru bermunculan, baik mereka yang menghendaki negara Islam (teokrasi) ataupun negara sekuler. Sehingga sebagai bagian dari pendiri NKRI, NU harus selalu setia bertanggung

negeri ini. Karena itu, jawab menjaga keleranting-ranting NU di stariaanya sepanjang bawah harus digerakmasa. kan untuk menyadarkSelain ancaman an masyarakat agar bisa NKRI, sekarang Indobersikap bijak dalam nesia terus digoncang setiap menyelesaikan beragam persoalan, seppersoalan, terutama erti korupsi, kekerasan, terkait keyakinan, NU ketidakadilan, dan harus bisa menularkan kemiskinan. Perseosikapnya yang moderat alan tersebut seperti kepada masyarakat. lingkaran yang tidak Oleh: Ketiga, dalam perpernah putus, selesai MASDURI soalan ketidakadilan. persoalan yang satu, Selama ini begitu banmuncul persoalan baru lainnya. Pertanyaannya, bisakah yak sekali kasus-kasus diskriminasi NU diharapkan ikut berperan dalam hukum, NU harus tampil terdepan menyelesaikan persoalan tersebut? mengayomi rakyat yang diperlakuPasti bisa. Asalkan NU segera bangkit kan tidak adil. NU jangan hanya dan bergerak lebih progres ke depan. diam menyaksiakan beragam perisLangkah-langkah konkret yang bisa tiwa memilukan yang dirasakan rakyat bawah. Sebagaimana cita dilakukan NU, antara lain: Pertama, dalam persoalan korupsi. awal NU, untuk turut serta mewujudNU bisa ikut serta membantu penegak kan negara yang berdaulat adil dan hukum mencari bukti-bukti kongkret makmur seperti amanah Pancasila. yang dapat menyeret para elit yang Oleh kareanya, kometmen tersebut diduga melakukan tindakan korupsi. jangan hanya menjadi jargon yang Seperti membentuk komite khusus tidak terealisasi dalam dunia nyata. yang diperuntukkan NU bagi penegak Bantaun yang diberikan NU bisa hukum sebagai mitra dalam mengusut dalam bentuk melakukan advokasi kasus korupsi. Hanya saja, jika NU kepada rakyat bawah, ataupun memingin berkometmen dalam hal ini, NU berikan bantuan pengacara kepada harus benar-benar bisa menjaga diri rakyat yang membutuhkan. Seperti dari politik praktis. Selama NU masih yang kita tahu, rakyat miskin begitu berada dalam posisi ragu-ragu, jangan sulit meski sekedar menyewa penberaharap NU berperan maksimal gacara. Maka tidak heran ketika di dalam pemberantasan korupsi. NU meja hukum mereka selalu dikalahharus kembali ke khittah secara total. kan. Lantaran mereka tidak memiliki Kedua, dalam persoalan kekerasan. dukungan pengacara yang kuat. Kekerasan di negeri ini seperti bola Keempat, dalam persoalan keliar yang bisa terjadi di mana-mana, miskinan. Persoalan yang satu ini modusnya juga beragam. Tahun lalu sudah biasa didengar telinga kita. kekerasan Sunni-Syiah di Sampang, Meski sejak dulu upaya pengendan konflik agraria di Mesuji dan tasan kemiskinan dilakukan, belum Bima. Selain pada negara, rakyat ada cahaya benederang ke arah juga banyak berharap peran-peran segera tuntas. Malah kemiskinan organisasi sosial keagamaan turut di negeri ini hanya diukur dengan serta membentu penyelesaikan ke- angka statistik, yang bila dibuktikan kerasan tersebut. Dalam hal ini, NU pada realitas nyata sangat mencolok dapat mengambil lankah kongret perbedaannya. Karenanya, NU juga melakukan gebrakan dakwah kepada harus mengambil langkah progres masyarakat agar tidak mudah melam- dalam hal ini. Apalagi sering munpiaskan emosi dengan cara-cara cul statemen bahwa rakyat-rakyat kekerasan. Massa NU bertebaran di miskin di Indonesia mayoritas

adalah warga Nahdliyyin. Langkah-langkah progres yang dapat dilakukan NU misalnya bisa memberdayakan usah-usaha warga NU, agar usaha mereka dapat berkembang dan mewarnai pasar nasional atau bahkan internasional. Pameran usaha yang digelar NU pada tanggal 26-29 Januari kemaren di Grand City Surabaya tahun lalu, merupakan salah satu langkah dalam memajukan prekonomian warga NU. Masih banyak cara-cara lain yang bisa ditempuh oleh NU, seperti memberikan modal bagi keluarga yang tidak punya dana membuka usaha, memberikan pinjaman uang bagi para petani NU yang membutuhkan, dan kangkah-langkah lain. Selain itu, untuk menjawab kemiskinan di Indonesia, secara spesifik warga NU. Pendidikan juga merupakan salah satu kunci sentral yang mesti ditempuh oleh NU. Kemajuan pendidikan ma’arif NU harus digalakkan kembali. Agar ketertinggalan warga NU dapat segeras tersesaikan. Secara jujur mesti kita akui, bahwa pendidikan ma’arif NU tertinggal dari pendidikan ormas-ormas lainnya. Sementara pendidikan merupakan salah satu kunci bagi kemajuan organisasi dan pengentasan kemiskinan. Hal mendasar yang mesti juga kita ingat bersama, NU bukan sekedar organisasi keagamaan yang hanya berkutat di ranah shalat, haji, zakat, tahlil dan beragam persoalan keagamaan lainnya. Namun peran sosial NU harus juga dimainkan, seperti yang telah diuraikan di atas. Sebab manakala NU hanya berkutat di persolan kegamaan saja, NU bisa-bisa ditinggal oleh pengikutnya. Peristiwa melencengnya warga NU ke ormas lain, salah satunya disebakan oleh tidak sejahteranya mereka berada dibawah naungan NU.

*) Dosen Tarbiyah STAIN Pamekasan

Langkah Progres NU untuk Indonesia

*)Masduri, Pustakawan Pesantren Mahasiswa (PesMa) IAIN Sunan Ampel Surabaya, kelahiran Jadung Dungkek Sumenep.


8

JUMAT

8 Februari 2013

PDIP Madura Masih Solid Hormati SK DPP kepada Sirmadji dkk

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

BATALKAN : berpakaian serba putih ratsan ibu dan santriwati ngeluruk DPRD meminta pembatalan pelantikan bupati terpilih (07/2)

Puluhan Santriwati dan Ibu-ibu Luruk DPRD BANGKALAN-Dengan menggunakan pakaian serba putih, Kamis (7/2) siang puluhan santriwati dan ibu-ibu yang mengatasnamakan dirinya Kaukus Perempuan Antipornografi (KPA-P) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Mereka mendesak DPRD Bangkalan untuk segera melakukan rapat paripurna guna membatalkkan pelantikan bupati dan wakil bupati Bangkalan terpilih dengan alasan pelantikan terse-

BANPOL 1 Suara Seharga Rp 1.904,91 BANGKALAN- Dana Bantuan Parpol (banpol) Bangkalan untuk tahun 2012 jumlahnya mencapai Rp 842 juta rupiah. Dari 15 parpol yang memiliki kursi di DPRD Bangkalan, 14 partai di antaranya mendapatkan cairan dana banpol tersebut. Sementara satu parpol dianggap bermasalah sehingga proses pencairannya tidak dilakukan oleh Pemkab Bangkalan. Berbeda dengan sebelum Pemilu 2009, kini dana banpol dibagi dengan metode perhitungan suara parpol yang duduk di kursi dewan. Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bangkalan, Triyanto, melalui Kabid Hubungan Antar Lembaga, MulDana banpol jono, dana Banpol untuk tahun 2012 tahun 2012 telah sudah tersalurkan tersalurkan langsemua. Jumlah sung dari Setda- totalnya senilai Rp. kab Bangkalan ke 842.014.032,93 rekening tiap-tiap untuk 14 parpol parpol. dari 15 parpol yang ”Dana banpol memiliki kursi di untuk tahun 2012 DPRD Bangkalan.” sudah tersalurkan semua. Jumlah toMULJONO talnya senilai Rp. Kabid Hubungan 842.014.032,93 Antar Lembaga untuk 14 parpol dari 15 parpol yang memiliki kursi di DPRD Bangkalan. Satu parpol, yakni PPN, dinilai bermasalah sehingga tidak mendapatkan banpol karena yang bersangkutan sedang mengalami dualisme lembaga,” jelasnya. Muljono menambahkan, metode perhitungan ini berbeda dengan banpol 2009 yang saat itu masih berdasarkan kursi. Untuk saat ini, dana banpol dihitung dari jumlah suara partai yang dibawa dalam mengusung kursi anggota dewan. ”Kalau 2009 lalu dana banpol dihitung berdasarkan jumlah kursi senilai Rp 15 juta per kursi, untuk kali ini berdasar Permendagri No.24 tahun 2009. Dana banpol dihitung dari suara parpol yang dibawa mengusung kursi dewan. Setiap suara dikalikan dengan Rp 1.904,91,” paparnya. PKB menjadi parpol penerima banpol terbanyak dengan jumlah Rp 212.995.606,74. Sementara Gerindra menjadi parpol penerima dana terendah senilai Rp 19.904.404,59. Muljono mengatakan, sesuai Permendagri dana banpol tersebut diperuntukkan untuk sekretariat parpol meliputi pendidikan politik dan operasional partai. (jos/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

but melanggar undang-undang dan etika kepatutan serta melanggar sumpah jabatan sebagaimana diatur dalam Pasal 110 dan Pasal 28 huruf (f) UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. ”Kami dengan tegas meminta DPRD Bangkalan untuk mengajukan pembatalan pelantikan bupati terpilih kepada presiden melalui mendagri!” teriak Musyarofah, kordinator aksi saat berada di ruangan Badan Anggaran DPRD Bangkalan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Bangkalan dan sejumlah anggota dewan yang menemui peserta aksi, mengatakan jika DPRD Bangkalan tidak dapat mengabulkan permintaan tersebut karena tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembatalan pelantikan bupati terpilih. ”Yang berhak melakukan pembatalan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur

Jawa Timur. Untuk masalah pembatalan, kami tidak bisa melakukan karena itu bukan wewenang kami,” ungkap Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Munawar Cholil. Ia mengatakan, sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku proses pelaksanaan pemilukada hingga terpilihnya bupati sudah sesuai sebagaimana mestinya. Terlebih lagi diperkuat dengan keputusan Mahkamah Konsitusi (MK), beberapa waktu lalu. (fir/rr)

KPU Ragukan Validitas DP4 SUMENEP-Penyerahan daftar penduduk potensial pemilih pemilukada (DP4) telah diserahkan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep, Hadi Soetarto, di ruang VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep, Kamis (7/1). Hadi Soertarto menyerahkan langsung secara simbolis kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep atas nama Bupati Sumenep, A. Busyro Karim. Sesuai ketentuan, seluruh daerah diwajibkan menyerahkan DP4 kepada KPU setempat secara simbolis pada tanggal 7 Februari. ”Berdasar amanat undangundang, DP4 dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 7 Februari 2013. Alhamdulillah, Sumenep bisa mengikuti dengan jumlah yang sudah ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi. Semoga DP4 ini bisa dijadikan dasar oleh KPU untuk penentuan DPS dan DPT, serta DPT-Perbaikan,” jelas Hadi. Ia mengatakan, data tersebut sudah valid karena telah dilakukan verifikasi selama empat kali. ”Verifikasi tersebut dilakukan untuk menghindari adanya data ganda. Patokan kita adalah eKTP yang sah,” tandasnya. Meski DP4 sebanyak 967.894 sudah diserahkan, namun Ketua KPU Sumenep, Thoha Shamadi, mengatakan jika pihaknya tidak serta merta percaya sepenuhnya pada DP4 yang sudah diserahkan oleh

WWW.LIPUTANWINDA.COM

SIAP TARUNG: Sejumlah partai politik mulai mengibarkan bendera mereka di Kantor KPU Sumenep, sementara KPU masih disibukkan dengan DP4.

Dispendukcapil melalui Sekda. Ia menduga, dari data tersebut masih ada data yang penduduk yang meninggal yang dimungkinkan belum dicoret. Atau penduduk yang sudah memiliki hak pilih pada saat pemilu digelar nantinya. ”Tidak menutup kemungkinan dari data tersebut akan berkurang angkanya menjadi 867. 894. Pihak Dispendukcapil tentu tidak akan berani mencoret daftar nama yang sudah meninggal. Dispendukcapil baru berani melakukan pencoretan jika sudah ada laporan yang

masuk,” ujarnya. Thoha berjanji akan terus melakukan konsolidasi dengan pihak terkait karena DP4 tersebut tidak akan jauh berbeda dengan DP4 sebelumnya. Kemungkinan terjadi perubahan diperkirakan Thoha tidak akan lebih dari lima persen. ”Dalam waktu satu minggu ini kami akan melakukan konsolidasi dengan pihak-pihak terkait dan akan melakukan perbandingan dengan DPT terakhir yang sudah kita punya,” pungkas Thoha saat ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya.(aqu/rr)

Sampang Mengalami Penurunan Jumlah SEMENTARA DP4 Sampang untuk keperluan pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang mencapai 677.960. Angka tersebut lebih tinggi dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilukada Sampang, Desember 2012 lalu, yang tercatat hanya 676.046. Plt Kepala Dispendukcapil Sampang, Hari Soeyanto, melalui Bagian Informasi Pengembangan dan Pengkajian, M Yusuf, menyatakan bahwa DP4 Sampang mencapai 677.960. ”Jumlah DP4 Pemilu 2014 turun dari Pemilukada Sampang lalu,” terang Yusuf di Pendapa Agung, kemarin. Ia menjelaskan, turunya angka

KM/DOK

ABU ACHMAD DHOVIER SHAH Ketua KPU Sampang

DP4 kali ini disebabkan oleh ada e-KTP yang memutakhirkan data penduduk di tiap-tiap kabupaten dan kota. ”Pada saat

penentuan jumlah DP4 Pemilukada Sampang lalu masih belum ada e-KTP dan menggunakan KTP biasa. Sekarang menggunakan data e-KTP,” tandasnya. Ketua KPU Sampang, Abu Ahmad M. Dhovier Shah, menyatakan bahwa pelaksanaan penyerahan DP4 2014 dilakukan secara hirarki dari KPU Pusat ke kabupaten. Ia mengaku hanya menerima dalam bentuk soft copy. Menurutnya, KPU Sampang akan membuka soft copy tersebut lalu memprosesnya pada Senin (11/2). Data DP4 tersebut hanya berlaku untuk Pemilu 2014, sementara DP4 Pilgub Jawa Timur hingga kini belum selesai. (ful/rr)

SUMENEP-Unjuk rasa ribuan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari Jawa Timur yang menuntut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur, Sirmadji, mundur dari jabatannya di Kantor DPD PDIP Jawa Timur di Surabaya, rupanya tidak berpengaruh terhadap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP di wilayah Madura, terutama Sumenep. Selain menuntu mundurnya Sirmadji, ribuan pengunjuk rasa tersebut juga meminta Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, dan Bappilu, Suhandoyo, untuk mundur dari jabatan karena dianggap tidak becus mengurus partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Kendati berbagai tuntutan tersebut terus merebak, DPC PDIP Sumenep tetap bergeming untuk turut serta terjebak dalam pusaran konflik. Ketua DPC PDIP Sumenep, Hunain Santoso, mengatakan jika DPC PDIP Sumenep tetap solid dan tidak terpengaruh aksi ribuan kader PDIP dari berbagai DPC di Jawa Timur. Menurutnya, pihaknya lebih suka memikirkan internal DPC dan melakukan program-program yang menyentuh masyarakat dibanding bergabung dengan aksi massa menuntut Sirmadji dan kawan-kawan mundur. ”Kami lebih memikirkan internal dan program menyentuh kepada masyarakat langsung. Kami tidak ikutikut dalam aksi itu dan kami tetap solid. Bahkan tidak hanya DPC PDIP Sumenep. DPC seluruh Madura juga tetap solid,” ujar Hunain kepada Kabar Madura, Kamis (7/2). Kendati demikian, pihaknya rupanya tidak mau disebut bahwa ketidakhadi-

KM / BUSRI THAHA

HUNAIN SANTOSO Ketua DPC PDIP Sumenep

Persoalan ini sebenarnya bukan soal dukung mendukung. Kami hanya ingin tunduk pada aturan.” ran atau absennya DPC PDIP Sumenep dalam aksi untuk melengserkan kepengurusan DPD PDIP Jawa Timur merupakan bentuk keberpihakannya pada Sirmadji. ”Persoalan ini sebenarnya bukan soal dukung mendukung. Kami hanya ingin tunduk pada aturan. Pak Sirmaji merupakan orang yang mendapat SK dari DPP untuk memimpin DPD PDIP Jatim. Kami harus menghormati dan patuh pada keputusan DPP,” jelas politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumenep tersebut. Menurutnya, aksi tersebut hanya karena ketidakpuasan DPC-DPC yang punya kepentingan tertentu terhadap pilgub dan pemilukada. Ia mengaku sangat yakin bahwa DPD Jawa Timur dan DPP akan mampu mengambil kebijakan sesuai aturan partai. ”Kalau memang ditemukan ada kader yang berniat memecah belah partai, diberi sanksi tegas. Bahkan kalau perlu dipecat saja kader yang yang memecah belah partai,” pungkasnya. (bus/rr)

Pemilu 2014 Siap Loncat Partai SAMPANG-Setelah dipastikan Pemilu 2014 hanya diikuti 10 partai politik (parpol) saja, politisi parpol yang tidak lolos verifikasi berencana melakukan eksodus ke parpol lain. Salah satunya dari Partai Bulan Bintang (PBB) Sampang. PBB dinyatakan tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2014 sehingga memaksa beberapa kader yang masih duduk di DPRD Sampang mulai memikirkan nasib mereka ke depan agar tetap bisa duduk di ‘kursi empuk’ gedung dewan. Halil, Anggota DPRD Sampang yang berangkat dari Dapil I (Kecamatan Kota), mengaku sudah menjalin komunikasi dengan parpol lain yang bersedia menampungnya agar bisa kembali mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Tidak sendiri, bersama tiga rekan lain yang juga berasal dari PBB, Halil akan tetap mencalonkan diri menjadi anggota legislatif berangkat dari partai lain. ”Setelah melakukan koordinasi dengan DPP, kami dipersilakan untuk melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya guna memuluskan langkah untuk kembali mencalonkan diri menjadi anggota dewan,”

Setelah melakukan koordinasi dengan DPP, kami dipersilakan untuk melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya guna memuluskan langkah untuk kembali mencalonkan diri menjadi anggota dewan.” HALIL Anggota DPRD Sampang tegas Halil saat dijumpai Kabar Madura, Kamis (7/2). Mantan Ketua DPC PBB Sampang tersebut mengatakan akan memilih parpol yang memiliki kepentingan dan visi yang tidak jauh berbeda dengan PBB. Namun Halil masih tertutup dan enggan menjawab parpol apa yang akan menjadi ‘kendaraannya’ nanti. ”Soal parpol, nanti dulu! Sekarang masih penjajagan dan belum bisa dipastikan karena kita juga masih melihat peluang parpol tersebut untuk menang,” tutupnya. (waw/rr)


JUMAT

8 Februari 2013

PEMILU 2014 DP4 Jatim Capai 29,2 Juta SURABAYA-Jumlah pemilih se-Jawa Timur untuk Pemilu 2014 yang tercatat dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) mencapai 29.263.173.000 orang atau 29,2 juta pemilih. DP4 Jatim untuk Pemilu 2014 itu diserahkan Gubernur Soekarwo ke komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim di Kantor Gubernuran, Surabaya, Kamis (7/2). Mengutip sambutan tertulis Mendagri Gamawan Fauzi untuk acara penyerahan DP4 itu, Gubernur Jatim mengatakan penyerahan DP4 itu merupakan tahapan yang sangat penting dan strategis dalam Pemilu 2014. “Bahan itu akan diproses lebih lanjut oleh KPU melalui tahapan pemutakhiran data pemilih, penyusunan dan pengumuman DPS (Daftar Pemilih Sementara) sampai menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap),” katanya. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah berupaya sungguh-sungguh untuk mempersiapkan data kependudukan dalam bentuk DP4 yang jauh lebih akurat. “Itu merupakan perwujudan akuntabilitas dan aktualisasi dari kewajiban dan tanggung jawab moral pemerintah dan pemerintah daerah untuk berperan dalam memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemilu dari waktu ke waktu secara konsisten,” katanya. Selain itu, langkah mempersiapkan data akurat merupakan bagian dari proses penguatan dan pendalaman demokrasi (“deepening democracy”) serta upaya mewujudkan tata pemerintahan presidensil yang efektif dalam stabilitas keamanan yang terjaga secara kondusif. (ant/h4d)

9

Dukungan KarSa Jilid II Kian Besar FK3JT dan Parpol Non Parlemen Menyusul SURABAYA-Kepastian tidak berpisahnya pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Kini, keduanya bersiap tampil untuk menggelar KarSa jilid II. Dukungan dari berbagai pihak, makin besar ketika Forum Komunikasi Kiai Kampung se-Jatim (FK3JT) memastikan siap menopang ‘kekuatan’ pasangan Pakde Karwo-Gus Ipul. Ketua FK3JT KH Fahrur Rozi mengatakan, dukungan untuk pasangan KarSa Jilid II ini, setelah Saifullah Yusuf memastikan bergandengan lagi dengan Soekarwo di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013. “Kami bagian dari santri kiai sepuh, maka wajib mengikuti langkah dan dukungan seperti yang difatwakan kiai,” katanya kepada wartawan di sebuah rumah makan di Surabaya, Kamis (7/2). Kiai asal Bangil, Pasuruan yang biasa disapa Gus Fahrur ini membeberkan beberapa alasan kiai kampung mendukung KarSa. Pertama, FK3JT taat kepada kia sepuh.

KM/IST

JILID KEDUA: Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf memastikan kembali berduet untuk maju dalam pemilihan kepala daerah di Provinsi Jawa Timur.

Kedua, FK3JT juga menyambut baik dan bersyukur kepada Allah SWT, atas kesediaan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berduat kembal dengan Pakde Karwo. Ketiga, akan berjuang sepenuhnya untuk kemenangan KarSa dan berharap, Pilgub yang rencananya digelar pada Agustus 2013, dimenangkan KarSa dengan satu kali putaran. “Biar anggarannya tidak membesar seperti

2008 lalu. Kalau efisien, anggarannya bisa digunakan untuk kepentingan rakyat,” tuturnya. Keempat, mengimbau anggota FK3JT yang masuk struktural organisasi NU di seluruh kabupaten dan kota, untuk tidak membawa nama NU. “Kelima, kami mengimbau masyarakat menggunakan hak pilih. Kalau tidak ada halangan tetap, sebaiknya gunakan hak

pilih. Kalau tidak menggunakan hak pilih, sangat merugikan sendiri,” jelasnya. Di tempat terpisah, sebanyak 22 parpol yang tergabung dalam Aliansi Partai Politik Non Parlemen, juga ikut memberikan dukungan ke pasangan KarSa. Alasannya, parpol non parlemen seperti PKBB, Partai Kedaulatan, Partai Matahari Bangsa, Partai Republikan, PNBKI, PDP, PDK, PKDI, Partai Barisan Nasional, PIB, Partai Buruh, Partai Pangan, Partai Marhaen, PPPI, PSI, PPRN, PPBI, PPRN, pasangan KarSa sudah memberikan bukti keberhasilan membawa Jawa Timur. “Dukungan ini riil,” ujar Koordinator Aliansi Parpol Non Parlemen Jaelani, kepada wartawan di gedung JX Internasional, Jl A Yani Surabaya. Jaelani mengatakan, aliansi Parpol Non Parlemen akan memberikan dukungan suara sekitar 10-15 persen. Sebagai bukti dukungannya, Jaelani memberikan jaket warna putih kombinasi merah ke Gus Ipul. Gus Ipul menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Aliansi Parpol Non Parlemen. “Walaupun partainya kecil, jumlahnya banyak. Ibaratnya semut, kalau menggigit bareng, sakit juga,” jelasnya. (dts/h4d)

POLITIS I Belasan Siap Jadi ‘Kutu Loncat’ BANGKALAN-Sejumlah partai politik diketahui gagal lolos verifikasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), belum lama ini. Kondisi ini membuat sejumlah politisi harus memutar otak untuk memastikan karir politiknya. Di Bangkalan, sejumlah anggota DPRD diharuskan berpikir matang jika ingin kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Legislatif pada 2014 nanti. Terutama jika dikaitkan dengan partai politik mana yang dijadikan tempat berlabuh. Dari 45 anggota dewan, setidaknya ada 16 legislator di DPRD Bangkalan berasal dari 7 partai yang harus berganti partai. Berdasarkan pengakuan sejumlah politisi sudah ada beberapa anggota dewan yang partainya tidak lolos, siap untuk pindah ke partai politik lain. Tentu saja yang telah dinyatakan lolos verifikasi oleh KPU. Seperti yann diungkapkan Politisi dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Musyawir yang mengaku belum memiliki pandangan akan beralih pada partai lain. “Sampai sekarang saya belum mempunyai pandangan, ke parpol mana nantinya saya akan berlabuh,” ungkapnya. Musyawir juga mengaku belum bisa memastikan apakah akan kembali bersaing memperebutkan kursi legislatif di periode mendatang. “Saya juga belum pasti, maju lagi apa tidak.” Hal ini berbeda dengan ungkapan politisi asal Partai Republikan, Mahmudi yang mengaku sudah memilih satu partai politik yang sudah lolos verifikasi. “Tetap maju, Insya Allah lewat Hanura mas,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Kamis (7/2). Sementara sejumlah partai yang lolos verivikasi faktual mengaku masih belum memastikan berpindahnya sejumah legislator yang partainya tidak lolos verifikasi ke partai mereka. Seperti diungkapkan Khotib Marzuki, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengatakan belum dapat memastikan adanya anggota dewan yang pindah ke partainya untuk menghadapi Pileg 2014 nanti. “Sejauh ini belum ada informasi yang hendak pindah ke partai saya,” ungkapnya. (fir/h4d)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/HAIRUL ANAM

SENANG: Para staf Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pamekasan kembali bekerja setelah beberapa hari kantornya disegel karena persoalan politik, Kamis (7/2).

Segel Dibuka, Anggota Panwaslu Lega PAMEKASAN-Kantor Panwaslu Kabupaten Pamekasan kembali ramai, Kamis (7/2). Seluruh anggota Panwaslu beserta stafnya, kembali bekerja secara normal.

Gejolak Pemilukada Pamekasan yang nyaris ricuh, telah berlalu. Semuanya menjadi catatan tersendiri betapa demokrasi di Kota Gerbang Salam begitu hidup.

Agus Sugianto, Sekretaris Panwaslu, menegaskan bahwa diri dan semua mitra kerjanya kini dihiasi rasa senang dan tenang. “Pak Zaini (Ketua Panwaslu, red) dan anggotanya, barusan

ada. Baru saja keluar karena ada keperluan,” ungkapnya. Di dekat Agus Sugianto, duduk penuh senyuman staf Panwaslu Ahmad Yanto. Ada juga staf Panwaslu yang baru,

Ferdi. “Saya masih baru di sini Mas. Semoga saja tidak ada rintangan lagi sekalipun berujud riak-riak Pemilukada,” harapnya. (anm/h4d)

Khofifah Belum Rencanakan Deklarasi SURABAYA-Pasangan Calon Gubernur (Cagub) Incumbent Soekarwo dan Saifullah Yusuf akan menggelar deklarasi pada 9 Februari mendatang, namun Khofifah Indar Parawansa hingga saat ini belum merencanakan untuk deklarasi. Ketua Muslimat NU itu mengaku masih harus melakukan kunjungan ke sejumlah pihak untuk memperkuat dukungan. “Saya memang belum memikirkan untuk deklarasi. Untuk menuju ke arah sana (Pilgub Jatim, red) ada step-step yang memang harus saya lalui, termasuk menghitung kapan akan deklarasi,” kata Khofifah, Kamis (7/2). Dia menjelaskan, step pertama adalah cek sound di lapangan. Proses tersebut sudah dilalui dan hasilnya lapangannya sudah cukup bagus. Selanjutnya step kedua adalah merapatkan rakit, kemudian disambung beberapa step lainnya. Menurutnya, jika rakit atau perahu tersebut siap maka dapat digunakan untuk berlayar dengan kecepatan berapapun. Persiapan rakit itu adalah menyiapkan spart part, menambal yang lubang sehingg rakit sempurna dan tidak ‘ngadat’ saat dibuat berlayar. Ibarat mesin diesel, saat ini sedang melakukan pemanasan

mesin. “Saya sudah menghitung. Kapan saya harus deklarasi. Dan rasanya Pilgub Jatim 2013 ini bagi saya berbeda dengan Pilgub 2008 lalu. Nggak apa-apa Incumbent deklarasi dulu. Saya Slowly but Sure,” ujar mantan menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur ini. Dalam rangka step ‘nyingseti Perahu’ ini, dia akan menyapa segenap elemen di Jawa Timur. Di Pilgub 2013 ini, katanya, memiliki banyak kesempatan untuk menyapa segenap elemen masyarakat di Jawa Timur yang lebih variatif, berbeda dengan Pilgub 2008 yang memiliki waktu cukup singkat. Kemarin, Khofifah bersilaturrahmi dengan Ponpes Langitan Tuban. Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menepis ada kaitannya dengan Pilgub Jatim. “Hanya sowan saja. Sekarang khan lagi nyinseti perahu (memperbaiki rakit-red),” ujarnya. Dia mengakui, atmosfir politik di Jawa Timur itu memang berbeda dengan kondisi politik di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Contohnya, Provinsi Jawa Tengah, ketika Pilgub akan digelar pada 19 Februari 2013, namun hingga saat ini belum ada satu pasang calon deklarasi. (okz/h4d)

KM/IST

Khofifah Indar Parawansa


10

JUMAT

8 Februari 2013

BUKU Aturan Baru, Pedagang Terimbas PAMEKASAN-Adanya aturan yang menyebutkan bahwa siswa dan guru tidak lagi dibebani biaya buku pelajaran sejak Juli 2013 mendatang membuat beberapa pedagang buku di Pamekasan resah. Mereka mengaku terkena imbas aturan tersebut. Meski demikian, mereka hanya bisa bersikap pasrah. Aturan tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat guna membantu peserta didik untuk lebih giat belajar dan tidak ada lagi alasan untuk tidak memiliki buku pelajaran. Hatijah, pedagang buku di Pasar Sore yang terletak di Jalan Diponegoro Pamekasan, mengaku pasrah dengan adanya aturan baru tersebut. Ia mengaku selama ini pendapatan yang diperolehnya kerap mengalami pasang surut sesuai permintaan. ”Saya pribadi hanya bisa pasrah dengan adanya peraturan itu. Meski tidak ada peraturan itu, pendapatan saya setiap juga tidak tetap. Yang penting kita bisa bersyukur dengan rezeki yang diperoleh,” ungkapnya saat ditemui Kabar Madura, Kamis (7/2). Menurutnya, peraturan yang telah menjadi kebijakan itu tidak sama sekali memberi efek negatif langsung terhadap pendapatannya. ”Rasa resah sih ada. Tapi saya menanggapinya dengan biasanya,” ujanya enteng. Ia tidak mengelak jika rasa was-was pasca adanya aturan tersebut sempat hinggap di hatinya. Namun rasa tersebut tidak harus menjadi momok yang menakutkan akan berkurangnya rezeki yang akan diperloleh. ”Saya pribadi pasrah saja karena rezeki sudah ada yang mengatur,” pungkasnya. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Pamekasan, Prama Jaya, mengatakan bahwa aturan tersebut merupakan kebijakan pusat untuk membantu siswa agar tidak lagi terbebani dengan biaya membeli buku. ”Karena itu merupakan kebijakan pusat, kita harus mengikuti. Namun yang terpenting para guru harus lebih kreatif serta inovatif dalam mengajar. Kebijakan tersebut tidak lain untuk menuju pendidikan yang lebih baik,” jawabnya. (jck/rr)

Tunggu Juknis Kurikulum 2013 Disdik Belum Lakukan Sosialisasi ke Sekolah

KM/ABDUR ROHIM

MENGGAPAI MASA DEPAN: Siswa MTs Al Ma’arif Bangkalan mempersiapkan unas sedini mungkin dengan melaksanakan bimbel dan istighotsah secara rutin.

Bimbel dan Istighotsah Masih Jadi Andalan BANGKALAN-Ujian Nasional (unas) 2013 sudah di depan mata. Selain konsentrasi melaksanakan penyeleggaraan ujian, pihak sekolah juga mempersiapkan siswanya agar benar-benar siap dalam mengerjakan soal-soal unas. Abdul Wahid, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ma’arif Bangkalan, mengatakan bahwa selain mempersiapkan siswanya agar benar-benar siap dalam mengerjakan ujian, sekolahnya juga lebih menginten-

sifkan doa bersama yang biasa dikemas dengan istighotsah. ”MTs Al Ma’arif sering melakukan istighotsah agar dapat menjadi spirit dan menambah rasa percaya diri siswa dalam menghadapi ujian,” ujar Wahid. ”Kami juga menganjurkan kepada siswa dan keluarganya untuk berpuasa,” tambahnya. Selain faktor spiritual, pembina MTs Al Ma’arif tidak meninggalkan persiapan teknis. Siswa benar-benar dipersiapak-

an dan lebih dikonsentrasikan untuk menghadapi ujian dengan menggembleng siswa dengan gambaran-gambaran umum tentang pelaksanaan unas seperti menggelar bimbingan belajar (bimbel). Wahid menambahkan, monitoring ke kelas-kelas saat ini sedang digalakkan untuk memberi semangat belajar agar siswa benar-benar termotivasi dan memiliki rasa optimistis lulus dalam unas mendatang. (roh/rr)

SUMENEP-Rencana pemberlakukan kurikulum 2013 hingga saat ini belum ada kejelasan. Petunjuk teknis (juknis) terkait kurikulum baru tersebut belum turun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke Dinas Pendidikan (Disdik) di tingkat daerah. Kepala Disdik Sumenep, Ahmad Masuni, mengaku hingga saat ini belum ada juknis yang turun ke tingkat daerah tentang rencana penerapan kurikulum 2013 tersebut dari Kemendikbud. Belum turunnya juknis tersebut membuat Disdik Sumenep masih belum bisa memastikan kapan sosialisasi kurikulum baru tersebut dilaksanakan. Ia mengatakan, banyak guru di lingkungan Disdik Sumenep yang masih belum memahami kurikulum tersebut secara detail. ”Hingga saat ini kami masih menunggu juknis dari Kemendikbud. Juknisnya belum turun sehingga kami belum bisa memastikan kapan rencana sosialisasi kurikulum baru itu. Terus terang saat ini masih banyak guru di Sumenep yang belum paham soal kurikulum tersebut,” akunya. Masuni menambahkan, tanggal 10 Februari mendatang akan digelar pertemuan di Bogor, Jawa Barat, tentang visi dan misi pendidikan yang juga akan membahas tentang kurikulum baru tersebut. ”Tidak hanya membahas kurikulum baru saja, tetapi semua

KM/DOK

AHMAD MASUNI Kepala Dinas Pendidikan Sumenep

sektor pendidikan juga akan dibahas di pertemuan itu,” terangnya. Dalam penerapan kurikulum 2013, akan ada uji coba terlebih dahulu dari pihak Kemendikbud ke beberapa lembaga pendidikan sekolah. ”Nanti pusat yang menentukan beberapa SD yang akan menjadi uji coba kurikulum barut tersebut.” Tambahnya. Sebelumnya, beberapa etlit pendidikan meminta pemberlakuan kurikulum 2013 tersebut untuk ditunda pelaksanaannya karena belum ada sosialisasi yang ke lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Sumenep. Pernyataan tersebut salah satunya disampaikan oleh Kepala Madrasah Aliyah Radlah Nadiyah, Bragung, Guluk-Guluk. Moh. Husnan A. Nafi’. ”Jangan karena target tertentu, kemudian dipaksakan karena takut tidak terealisasi,” sindirnya beberapa waktu lalu. Pihak Disdik Sumenep sendiri meyakinkan bahwa pemberlakuan kurikulum baru tersebut tetap akan diberlakukan pada tahun ajaran baru mendatang. Pelaksanaan kurikulum baru menurutnya setelah ada sosialisasi yang intensif dan usai melaksanakan uji publik di beberapa SD. (aqu/rr)

Zaman Internet, Perpusda Bangkalan Berbenah KM/JACK MARZUKIY

TETAP BERSYUKUR: Hatijah, pedagang bukubuku pelajaran dan aneka kelengkapan sekolah di Pasar Sore Pamekasan, mengaku pasrah dengan adanya kebijakan baru pemerintah terkait buku siswa.

EKS RSBI Harus Tetap Pertahankan Mutu SUMENEP-Disdik Sumenep menginginkan pengelolaan eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Sumenep tetap mempertahankan kompetensi keunggulan yang selama ini dimilikinya. Hal tersebut untuk tetap mempertahankan partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan yang berkualitas di Sumenep yang selama ini masih sangat dibutuhkan, terutama dalam pembiayaan. Sekretaris Disdik Sumenep, Yayak Nur Wahyudi, mengungkapkan jika kualitas pendidikan di sekolah eks RSBI harus dipertahankan karena keunggulannya. Hal tersebut untuk menghapus stigma negatif RSBI yang identik dengan pungutan yang dinilai memberatkan pada masyarakat. Yayak menambahkan, pada prinsipnya sumbangan di dunia pendidikan sangat diperbolehkan karena keterlibatan masyarakat dalam membangun pendidikan yang berkualitas harus disadari secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. ”Kalau kemarin RSBI identik dengan pungutan, bagaimana sekarang tetap keunggulan kompetensi itu tetap dipertahankan dengan melibatkan masyarakat,” ungkap Yayak saat diwawancara Kabar Madura, Kamis (7/2). Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, Yayak mengurai jika tidak bisa dilepaskan dengan kebutuhan dana. Sementara pemerintah tidak mungkin membiayai secara penuh terhadap dunia pendidikan yang unggul. ”Tidak mungkin pemerintah membiayai “full” dunia pendidikan. Seandainya stardar RSBI tetap kita ambil subtansinya, harus melibatkan masyarakat,” ujarnya. Untuk sementara waktu, pengelolaan eks RSBI di Sumenep dikembalikan pada manajemen dan memaksimalkan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) sebelum perumusan metode pengelolaan RSBI benar-benar matang. (rei/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

WWW.BAPERSIP.JATIMPROV.GO.ID

TIDAK KETINGGALAN ZAMAN: Perpustakaan Bangkalan dilengkapi dengan akses internet untuk melayani kebutuhan pengunjung.

BANGKALAN-Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Bangkalan terus melakukan pengembangan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di tengah desakan dan kemajuan teknologi era digital. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Perpusda Umum Bangkalan, Cicik, pihaknya terus berbenah untuk mengembangkan eksistensi Perpusda. ”Sekarang sudah masuk zaman keterbukaan informasi dan era digital. Tinggal buka internet kita bisa mengakses seluruh informasi yang kita inginkan,” ujarnya saat dijumpai Kabar Madura, Kamis (7/2). Ia menambahkan, keseimbangan antara sarana dan prasarana dengan zaman yang sudah berkembang mutlak diperlukan, salah satunya meng-up date buku-buku bacaan agar tidak ketinggalan dengan media informasi lain. Menurutnya, Perpusda tetap membutuhkan langkah-langkah dinamis untuk saling melengkapi antara Perpusda sebagai pusat belajar dengan media-media alternatif lainnya.

”Alhamdulillah…! Dengan segala upaya yang kami lakukan, daftar pengunjung Perpusda Bangkalan tidak ada perubahan yang signifikan dan cenderung meningkat. Biasaya pengunjung datang di waktu sore,” terangnya. Cicik menuturkan, karena saat ini memasuki zaman internet, Perpusda Bangkalan juga melayani kebutuhan masyarakat akan kebutuhan internet dengan tujuan agar masyarakat tetap interest terhadap Perpusda. ”Untuk lebih memuaskan pengunjung, pihak kami menyediakan wi-fi dengan kecepatan tinggi agar tidak lemot meskipun banyak yang mengakses,” tambahnya sambil menunjuk area wi-fi. Selain fasilitas wi-fi, Perpusda Bangkalan tetap melanjutkan layanan-layanan rutin ke masyarakat Bangkalan dengan memberdayakan dua unit mobil Perpusda keliling agar masyarakat yang tidak bisa menjangkau Perpusda di kota juga bisa menikmati melalui pelayanan Perpusda keliling yang dilakukan secara berkala. (roh/rr)

Guru SMP Negeri 4 Pamekasan Tuntut Kejelasan Pemkab PAMEKASAN-Hingga Kamis (7/2), guru, karyawan, dan murid SMP Negeri 4 Pamekasan masih diliputi kegalauan. Sekolah yang berada di Jalan Segara, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota, tersebut tidak memiliki kepala sekolah. Sudah berbulan-bulan ruang kepala sekolah Sugeng Hari Widodo digembok karena tidak masuk kerja. Abdul Halim, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 4 Pamekasan, menghendaki agar status kepala sekolah tidak dipolitisasi oleh pemerintah kabupaten (pemkab). ”Pak Sugeng sudah lama tidak masuk kerja. Akibatnya, administrasi yang mestinya ditandatangani oleh yang bersangkutan jadi terbengkalai sehingga mengganggu jalannya sistem di sekolah ini,” keluhnya. Ia mewakili guru dan murid SMP Negeri 4 Pamekasan mengharapkan pemkab bisa segera memberikan ketegasan karena pelaksanaan ujian akhir semester

(UAS) sudah di depan mata. Sri Rahayu, guru sekolah tersebut yang lain, menyatakan bahwa ketidakjelasan status kepala sekolah yang disebutnya nakal dan tidak peduli terhadap murid, membuat para guru terganggu secara batin. ”Selama ini Pak Halim dan guru-guru lainnya berupaya mengajar secara ikhlas. Namun, dua bulan terakhir ini kami sangat membutuhkan kehadiran kepala sekolah yang peduli terhadap kemajuan sekolah ini,” ujarnya. Kepala Bidang Ketenagaan Disdik Pamekasan, Akhmad Nawawi, menegaskan bahwa pihaknya sudah selesai menangani persoalan Kepala SMP Negeri 4 Pamekasan. Menurutnya, saat ini persoalan tersebut menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang sebelumnya diproses oleh Baperjakat. Terpisah, Lukman selaku Kepala BKD Pamekasan, menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan berkas persoa-

lan SMP Negeri 4 Pamekasan kepada Bupati Kholilurrahman. Namun hingga detik ini, belum ada kejelasan. Awal November 2012 lalu seluruh guru, karyawan, dan siswa SMP Negeri 4 Pamekasan melakukan mogok massal menolak keberadaan Sugeng Hari Widodo sebagai kepala sekolah baru. Akibatnya, proses belajar mengajar menjadi lumpuh. Civitas akademika SMP Negeri 4 Pamekasan menolak kehadiran Sugeng yang menggantikan kepala sekolah lama, Amir Sukarno Arif, yang dimutasi menjadi Kepala SMP Negeri 2 Proppo. Minhadji Ahmad, aktivis Institute for Democracy and Social Analysis (IDEAS), menekankan agar persoalan Kepala SMP Negeri 4 Pamekasan tidak melahirkan bias politik. ”Kalau tidak segera ada kejelasan dari pemerKM/HAIRUL ANAM intah, kasihan anak didiknya. DISEGEL: Ruang kerja Kepala SMP Negeri 4 Pamekasan digembok Guru juga menjadi korban,” oleh guru dan karyawan karena tidak pernah dipergunakan untuk aktivitas pasca absennya Sugeng Hari Widodo. tekannya. (anm/rr)


JUMAT

11

8 Februari 2013

Essai SPORT

Sepak Bola Itu Mudah, Cetak Gol dan Jangan Beri Lawan Gol

SECARA psikologis, laki-laki lebih suka menerima kenyataan menang. Oleh karenanya, banyak laki-laki yang lebih suka menikmati permainan yang berbau perlombaan atau persaingan, itu semua untuk memastikan dirinya atau yang didukungnya menang. Kebetulan, sepak bola kendati juga ada perempuan yang menjadi penggemarnya, bahkan ada perempuan yang menjadi pemain atau pelakunya, olahraga yang paling merakyat se-jagad raya tersebut masih didominasi kaum laki-laki. Banyaknya kaum laki-laki yang menjadi penggemar ataupun pelakunya itu semua karena dalam permainan sepak bola untuk menebak siapa pemenangnya sangat mudah, cukup melihat siapa yang paling banyak cetak gol, itulah pemenangnya. Gampangnya

menebak pemenang juga seiring den- pemain yang telah bergabung dalam gan permainan di lapangan. Sebab satu tim. Tak boleh ada celah lawan permainan yang menuntut untuk bisa mendikte perfisik dan skil tersebut tujuanmainan. Jika pun itu terjadi, nya hanya satu, mencetak maka segeralah lakukan gol sebanyak-banyaknya dan counter attack untuk segera mencegah lawan mencetak membalikkan keadaan. gol. Mudah kan? Bagaimana jika ada pemain Ya, sangat mudah sekali yang melanggar komitmen megucapkan kata cukup cetersebut? Jangan berharap tak gol dan cegah lawan untim akan meraih kemenangan. tuk cetak gol. Nyatanya, perKarena komitmen untuk satu KM/DOK mainan sepak bola adalah jiwa dalam satu tim adalah TABRI S. MUNIR permainan tim, satu pemain Wartawan kabar Madura intisari dari permainan sepak saja tidak taat terhadap takbola. Banyak cara yang sering tik yang telah disepakati, dilakukan oleh pemain untuk maka hancurlah harapan untuk meraih mencederai komitmen antar-pemain. kemenangan. Salah satunya, dengan tidak bekerja Selain soal permainan, sepak bola maksimal ketika berada di lapangan. adalah penyatuan komitmen antar- Faktornya pun bermacam-macam, seperti

merasa fasilitas yang didapatkan kurang, karena iya merasa sebagai pemain bintang ataupun karena urun rembuk dengan pemain lawan agar dirinya diberikan keleluasaan bermain di daerahnya. Apa yang terjadi jika pemain yang merasa dirinya bintang? Prakteknya hampir sama dengan cara mengkhianati tim. Modusnya pun banyak, hampir sama dengan apa yang terjadi dalam dunia politik. Mulai dari jual diri kepada tim lawan hingga mengkhianati temannya sendiri dengan tidak bekerja maksimal. Sikap itupun sama, akan menjadikan partai politik yang seharusnya didukung menjadi kalah. Berbicara kerjasama tim, antara sepak bola dan partai politik hakekatnya sama. Sama-sama mencari kemenangan, terutama di kandangnya. Akan

Ali Khadafi Perkuat Lini Tengah Diproyeksikan Berduet dengan Adelmund BANGKALAN-Begitu bergabung skuad P-MU, Ali Khadafi, pemain asing asal Togo, langsung tune-in dilatihan Laskar Sape Kerap, di lapangan Stadion Gelora Bangkalan (SGB), kemarin (7/2). Khadafi pun langsung diduetkan dengan Kristian Adelmund untuk mengisi lini tengah P-MU. ”Ini kami masih mencoba permainan, kami masih belum bisa menentukan siapa saja pemain yang akan kami proyeksikan untuk diturunkan di laga kandang perdana nanti,” ujar Pelatih Kepala P-MU, Daniel Roekito. Kendati menduetkan Adelmund dan Ali Khadafi sebagai pengatur serangan, Daniell memang masih memiliki beberapa pemain yang memungkinkan mengisi lini tersebut. Sebut saja Anton Samba, Khoirul Mashuda maupun Indriyanto Setyo Nugroho. Sayangnya, jelang laga penting menjamu Persidafon Dafonsoro, Anton Samba dan Khoirul Mashuda masih berkutat dengan cederanya. Padahal pagi ini, kedua

kesebelasan yang akan bertanding dijadwalkan menjajal lapangan SGB. Ali Khadafi sendiri ketika dihubungi Kabar Madura, mengaku mulai bisa mennyesuaikan dengan kondisi permainan P-MU. Menurut pria yang sempat merumput bersama Sriwijaya FC beberapa waku lalu tersebut, dirinya sudah siap untuk bisa bermain sepenuhnya. ”Jika saya dipercaya untuk bermain, saya siap bahkan saya fit,” ujar pemain muslim asal Togo tersebut. Sementara itu, terhadap kondisi pemainnya yang masih dihantui badai cedera, Daniel Rookito mengaku tidak kuatir. Pasalnya, tanggung jawab pemain profesional adalah bisa meraih kemenangan bagi timnya. ”Siapapun pemain yang akan kami turunkan, mereka punya tanggung jawab sebagai pemain profesional. Yakni harus memberikan kemenangan bagi tim yang dibelanya,” jelas Daniel Roekito. Dalam rangka itulah, Daniel optimistis pemainnya akan tampil sesuai ekspektasi suporter P-MU. ”Ini rumah kami, tidak boleh ada tim tamu yang cobacoba curi poin,” tandas Daniel. (bri/ed)

jalannya pertandingan, juga untuk lebih menggemuruhkan suasana SGB. Sehingga Madura bisa mensejajarkan diri dengan kota-kota lain yang geliat bolanya sudah membahana. Sementara itu, untuk semakin menggelorakan tensi pertandingan, Harian Pagi Kabar Madura sebagai media partner Laskar Sape Kerap, membikin even pendukung. Yakni tebak skor partai P-MU kontra tamunya, Persidafon Dafonsoro. Nantinya, disediakan lima hadiah

KM/TABRI S. MUNIR

SATUKAN VISI: Ali Kadhafi (6) berdiskusi dengan rekan setimnya di sela latihan sore P-MU di SGB, kemarin.

menarik, berupa marchendise asli P-MU. Tentunya, hadiah tersebut akan diberikan bagi penebak jitu yang beruntung. Caranya pun cukup mudah. Yakni mengisi balot yang bakal diterbitkan Kabar Madura di halaman Sport. Tentunya harus disertakan prediksi skor akhir pertandingan P-MU kontra Persidafon. Kemudian, guntingan balot yang sudah diisi identitas pengirim, bisa dikumpulkan ke empat biro Kabar Madura. Yakni di Bangka-

lan (Jl KH Moh. Cholil), Sampang (Jl Rajawali 15 A Sampang), Pamekasan (Jl Trunojoyo No 331) dan Sumenep (Jl Pahlawan No 99 C Karangduak). Nantinya, sehari setelah laga (10/2), pengirim yang tebakan skornya benar, bakal diundi untuk menentukan lima pengirim beruntung. Kemudian, lima pemenangnya akan diumumkan di koran harian yang mengusung titel Madura Ongghu ini. Sementara, yang beruntung bisa mengambil hadiahnya

di kantor biro Kabar Madura terdekat. Tentunya dengan menunjukkan identitas diri yang masih berlaku. ”Ini tak lebih sebagai uji insting bola mania Madura dalam memprediksi skor akhir pertandingan bola,” terang Edi Kurniadi, Pemimpin Redaksi (Pemred) Kabar Madura. Diakui, acara off-print memeriahkan partai kandang Laskar Sape Kerap tersebut, diupayakan bisa tergelar rutin hingga laga kandang terakhir P-MU. (bri)

Suporter Madura Ikrar Bersatu Sepakat Laga Kandang P-MU Harus Aman BANGKALAN-Pertandingan home yang akan dilakukan Persepam Madura United (P-MU) besok malam (9/2), membuat suporter Madura merapatkan barisan. Bertempat di Markas Besar (Mabes) K-Conk Mania, di Jl HOS Cokroaminoto Bangkalan, dirapatkan beberapa hal terkait persiapan pertandingan kandang perdana Laskar Sape Kerap. Beberapa perwakilan suporter yang hadir dalam pertemuan tersebut pun menyampaikan masukannya masing-masing. Dari sekian banyak pembicaraan, ketiga elemen suporter Madura bersepakat bahwa keamanan menjadi poin utama untuk dipelihara. Beberapa hal menjadi pertimbangan didahulukannya pembahasan tersebut. ”Pertandingan ini harus berjalan aman. Bagaimanapun ini akan disorot publik nasional. Apalagi Madura masih berstatus pendatang baru di Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.co

Bidik Menang Kedua Laskar Suramadu Hari Ini Kembali Berlatih

Uji Insting Gibol Madura dengan Tebak Skor SURABAYA-Tanding kandang perdana Persepam Madura United (P-MU) di kancah ISL adalah sejarah bagi bola mania Madura. Sebab untuk kali pertama tim sepak bola yang mengusung fanatisme warga pulau garam ini bakal menjadi tuan rumah laga resmi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Momentum tersebut tentunya tak boleh dilewatkan. Bola mania Madura harus mendukung langsung ke Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Selain menjadi saksi

sangat memalukan bagi tim, baik itu sepak bola maupun partai politik, jika sampai kalah di kandangnya. Besok, P-MU akan melakoni laga kandang perdananya. Mampukah Laskar Sape Kerap ini meraih kemenangan? Jawabannya satu. Madura adalah rumah kami, jangan sampai ada tim lain yang boleh curi poin dari rumah kami. Dan semboyan itu tampaknya sekadar mengingatkan memori bagaimana pasangan ASRI pada Pemilukada Pamekasan kemarin, mampu menang di kandangnya. Sehingga bisa keluar sebagai pemenang Pemilukada Pamekasan. Kalah di kandang adalah kiamat, untuk kemudian semua orang akan bilang saya tidak bisa apa-apa jika di kandangnya sendiri kalah. (tabriyaifullahmunir@gmail.com)

KM/ACHMAD BAIQUNI

GUYUB: Perwakilan suporter Madura berkumpul di Mabes K-Conk Mania, di Jl HOS Cokroaminoto Bangkalan, kemarin.

ISL,” ujar Presiden K-Conk Mania Jimhur Saros. Pernyataan senada juga disampaikan Pembina Peccot Mania Sumenep, Yusuf Ismail. Pria paruh baya ini juga menambahkan bahwa sentimen politik pasca pemilukada yang digelar di tiga kabupaten di Madura,

hendaknya tidak merembet ke pertandingan home P-MU mendatang. ”Saya berharap bahwa sentimen politik pasca Pemilukada di Bangkalan, Sampang dan Pamekasan, tidak sampai ke pertandingan-pertandingan sepak bola. Karena inilah saatnya kita tunjukkan bahwa melalui sepak bola,

masyarakat Madura bisa bersatu,” ujar Yusuf yang sore kemarin hadir bersama beberapa pengurus Peccot Mania. Sementara itu, dua wakil dari Taretan Mania Pamekasan juga hadir dalam rapat tersebut. Ketua Taretan Mania Nurul Ulum bersama satu rekan lainnya, menyambut baik konsolidasi yang diwadahkan bagi kekompakan suporter Madura itu. Pertemuan tersebut sebelumnya dijadwalkan akan digelar di Kantor Pojur Bangkalan. Karena belum rampung direhab, akhirnya rapat dipindah ke Mabes K-Conk Mania. Seusai rapat, acara berlanjut ke agenda hipno-theraphy yang diadakan K-Conk Mania. Bertempat di Gedung Manunggal, acara yang bertujuan memotivasi komunitas suporter dalam menyalurkan dukungan bagi tim kebanggaannya tersebut, dimulai pukul 20.00 tadi malam. Tak hanya K-Conk Mania yang hadir dalam sesi hipno-theraphy itu. Beberapa anggota komunitas suporter dari Madura pun juga terlihat merapat ke lokasi acara. (bai/ed)

BANGKALAN-Pasca kemenangan 1-0 atas PSBK Blitar (6/2), Perseba Super Bangkalan (PSB) libur latihan. Namun itu hanya berlangsung sehari. Pasalnya, PSB harus segera mempersiapkan diri menyongsong laga kandangnya menjamu PSID Jember di Stadion Gelora Bangkalan, Senin mendatang (11/2). Agendanya, hari ini Danilo Fernando dan kawan-kawan sudah harus kembali ke lapangan hijau. Dimana tim berjuluk Laskar Suramadu ini akan menggelar sesi latihan pagi. Hal itu disampaikan langsung Pelatih Kepala PSB, Nus Yadera. Kepada Kabar Madura, pelatih yang musim lalu menangani PSBK Blitar itu sudah mengantongi menu latihan pagi yang akan diterapkannya. ”Sehari setelah pertandingan, tim kami istirahatkan. Besok pagi kami sudah mulai berlatih kembali,” terang Nus -sapaannya. Sementara itu, target kemenangan kembali dipatok PSB. Selain karena sudah menunjukkan kelasnya sebagai favorit juara grup III usai mengandaskan tuan rumah PSBK Blitar, tekad anak-anak Bangkalan untuk tampil meyakinkan di kandang sendiri, tentu semakin membuncah. Hal itu seiring belum maksimalnya penampilan PSB saat bermain di kandang. Pasalnya, dari tiga uji coba yang dijalani, PSB hanya mampu

meraih dua kemenangan atas klub amatir. Yaitu 5-1 atas PS Sinar Harapan Sidoarjo dan 6-1 dari Tim Porprov Bangkalan. Sementara satu partai lain melawan klub Divisi Utama Persipur Purwodadi, hanya berujung seri. Kondisi tersebut tak serta merta membuat Nus Yadera besar kepala. Meskipun bermain di depan ribuan pendukungnya sendiri, hitung-hitungan matang meladeni PSID tetap mengisi oret-oretan papannya. ”Kami tetap mewaspadai PSID Jember. Bagaimanapun mereka juga berpotensi memberikan ancaman. Apalagi mereka sudah memperhitungkan segala hal saat pertandingan Senin nanti,” imbuhnya. Nus juga mengaku bahwa status PSB sebagai tim favorit grup III, akan membuat kontestan lain berpikir dua kali untuk tampil setengah-setengah. Apalagi di level kompetisi Divisi Utama seperti musim ini, 1 poin akan sangat berarti. ”Kami sudah terlanjur dipandang sebagai favorit di grup III. Ini harus dibarengi dengan kondisi tim yang stabil. Karena bagi kontestan lain, mengalahkan kami tentu akan memberikan nilai tersendiri,” pungkasnya. Terkait lapangan yang akan digunakan PSB untuk menggelar latihan pagi, belum bisa diketahui. Menurut informasi, rumput SGB yang selama ini menjadi arena penggemblengan tim, rencananya akan dicoba Persidafon Dafonsoro yang sedang mempersiapkan diri menjelang pertandingan ISL melawan tuan rumah Persepam Madura United (P-MU), Sabtu (9/2) mendatang. (bai/ed)

KM/ACHMAD BAIQUNI

HEADING: Striker PSB Ferry N. Somah, menyongsong umpan lambung di depan gawang PSBK Blitar (6/2).


12

JUMAT

8 Februari 2013

P-MU Pastikan Ikuti Piala Indonesia

PT Liga Indonesia selaku penyelenggara Kompetisi ISL, kembali memutar turnamen Piala Indonesia. Turnamen yang biasanya diikuti tim peserta ISL dan tim Divisi Utama PT LI tersebut, rencananya akan mulai berputar April mendatang. Agenda rutin tahunan yang biasa digelar tersebut akan dilaksanakan dengan sitem home turnament dengan membagi 32 tim peserta dalam beberapa grup. Kebetulan, Persepam Madura United (P-MU) bergabung dalam Grup D, yang penyelenggaraannya akan dilaksanakan di Stadion Manahan Solo. Di grup tersebut, P-MU akan tergabung dengan tiga tim lainnya. Yakni Persidafon Dafonsoro, Persis Solo dan Persip Pekalongan. P-MU sendiri sebagaimana disampaikan Manajer Achsanul Qosasi, memastikan akan ikut serta dalam turnamen tersebut. ”Sepanjang itu kejuaran resmi dari PT LI, kami akan ikut,” tandas Achsanul Qosasi. Sementara itu, Perseba Super Bangkalan yang juga berasal dari Madura serta Persibo

Bondowoso yang saat ini akan ber-home base di Stadion A. Yani Sumenep, tidak masuk dalam daftar drawing turnamen tersebut. (bri/ed)

Sepanjang itu kejuaran resmi dari PT LI, kami akan ikut.” ACHSANUL QOSASI Manajer P-MU Grup D Stadion Manahan, Solo 1. Persis Solo 2. Persepam Madura United 3. Persidafon Dafonsoro 4. Persip Pekalongan

El Capitano ”Diparkir” Cedera, Relakan Posisinya Diganti Ali Khadafi BANGKALAN-Hormat setinggi-tingginya patut disematkan kepada mantan kapten tim Persepam Madura United (P-MU), Mohamadou Tassiou Bako. Sebab, pemain Kamerun yang muslim ini merelakan posisinya sebagai pemain asing non-Asia di Laskar Sape Kerap digantikan Ali Khadafi. Dengan gentle, pemain yang hingga kini masih terkendala cedera hamstring betisnya tersebut mengaku tidak bisa melanjutkan perannya sebagai pemain, terutama hingga usainya putaran pertama kompetisi ISL musim ini. ”Secara baik-baik Tassiou menyampaikan hal itu, dan kami sudah sama-sama sepakat untuk menerima kondisinya dia. Kemarin malam iya menyatakan siap perannya sebagai pemain asing non-Asia di P-MU di-

Seluruh Jajaran Perwira Polres Sampang Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada

AKBP Solehan, S.I.K Selaku Kapolres Sampang yang ke 41

Waka Polres Kompol Sujiono, SH

Kabag Ops Kompol Alfian Nurrizal, SH, S.I.K, M.Hum

Kabag Sumda Kompol Suyoto, SH

Kabag ren Kompol Moh. Yusuf

Kasat Reskrim AKP. Roman Smaradana Elhaj, SH, S.I.K

Kasat Lantas AKP. Hari Siswo Regasa

Kasat Intel AKP. Siswo Handoko

Kasat Sabhara AKP. Heri Darsono

Kasat Narkoba AKP. Syaiful Anam

Kasat Binmas AKP. Sugiharto

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

gantikan Ali Khadafi,” jelas Pelatih Kepala P-MU Daniel Roekito kemarin, usai memimpin latihan anak-anak P-MU di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Apa yang disampaikan Daniel memang betul adanya. Sebagaimana konfirmasi Kabar Madura kepada Manajer P-MU, Achsanul Qosasi, Tassiou bicara baik-baik jika sangat besar kemungkinan tidak bisa main hingga akhir putaran pertama ISL. ”Dia mengaku jika hingga putaran pertama berakhir, dia sangat mungkin tidak bisa merumput,” tandas Achsanul. Atas kondisi sang kapten tersebut, AQ -sapaan akrab Achsanul Qosasi mengaku akan memberikan peran khusus kepada Tassiou, terutama dalam pembentukan tim U-21 P-MU.

KM/ISTIMEWA

SELAMAT TINGGAL: Aksi Tassiou Bako kali terakhir memperkuat P-MU di ajang Inter Island Cup 2013, saat timnya bentrok Persidafon Dafonsoro.

”Jasa dia sebagai kapten tim P-MU semasa Divisi Utama musim lalu tidak pernah kami lupakan. Kami telah mengajak dia untuk bisa menjadi tallent scouter untuk pembentukan P-MU U-21,” ungkap AQ kepada Kabar Madura, kemarin (7/2). Peran baru Tassiou

tersebut, menurut AQ akan dilakukan pada pertengahan Februari ini. Pasalnya, kompetisi ISL U-21 dimungkinkan akan segera berputar pada April mendatang. Sementara itu, khusus kepada Kabar Madura, Tassiou meminta agar menyampai-

KANDANG PERDANA DIGELAR MALAM BANGKALAN-Laga perdana P-MU di kandangnya melawan Persidafon Dafonsoro (9/2), akan digelar besok pada malam hari. Dimana kickoff akan dimulai pukul 19.00. Bagi skuad Laskar Sape Kerap, laga tersebut adalah sejarah. Pasalnya, sepanjang pagelaran ISL musim ini yang sudah dilakoni, belum sekali pun pertandingan digelar malam hari. ”Ini adalah laga awal yang langsung digelar malam hari. Kami memang pernah menggelar pertandingan pada malam harinya, tapi bukan ISL,” jelas Saad As’jari, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) P-MU yang ditunjuk. Dalam rangka laga tersebut, menurut pria yang menjabat Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Bangkalan, setiap penonton yang akan masuk stadion akan dikenakan tiket pertandingan yang beragam. Untuk kelas ekonomi Rp 20 ribu, dan Rp 50 ribu untuk kelas satu. ”Tiket VVIP kami patok Rp 65 ribu,” jelas Sa’ad, panggilan akrab pria yang ketika dihubungi sedang mengupayakan izin pertandingan di Polda Jatim. Sementara itu, menurut Jon Yulian-

to, Asisten Manajemen P-MU, penjualan tiket pertandingan laga tersebut hanya bisa didapatkan di loket SGB Bangakalan. Loket baru akan dibuka empat jam sebelum kickoff pertandingan. ”Untuk laga perdana ini, kami hanya menjual tiket pertandingan di loket stadion,” ujar Jon Yulianto. Bagi suporter maupun penonton yang akan menonton pertandingan tersebut, untuk mendapatkan tiket memang harus secepatnya membeli. Pasalnya, menurut Mimit, Derijen K-ConK Mania, animo masyarakat Madura untuk memberikan dukungan terhadap P-MU yang akan melakoni laga perdananya sangatlah besar. Demikian juga dengan yang disampaikan Erwin, salah satu pentolan suporter di Pamekasan. Menurut bapak satu anak tersebut, dirinya sudah kesulitan memenuhi pemesanan tiket yang diajukan teman-temannya via telepon. ”Memang tiket kata Panpel akan dijual di loket stadion. Tetapi beberapa orang sudah memesan terlebih dahulu, karena takut tidak kebagian tiket,” jelas Mimit.

kan permohonan maafnya kepada rakyat Madura, karena belum bisa memperkuat P-MU dalam pertandingan putaran pertama ISL. ”Ya bro, saya belum bisa tampil akibat cedera hamstring betis belum sembuh,” ujar Tassiou, via BBM (BlackBerry Masanger). Untuk itu, Tassiou mengaku sepakat dengan manajemen P-MU untuk berobat sampai pulih total di RS khusus di Jakarta. ”Jadi insya Allah kalau sudah sembuh baru bisa membela P-MU lagi,” lanjutnya. Terkait laga kandang perdana P-MU lawan Persidafon Dafonsoro, besok malam (9/2), dinyatakan oleh pria yang beristrikan wanita asal Manado-Sulawesi Utara ini, tidak ada kata lain selain P-MU harus menang. ”Dan saya yakin kawan-kawan semua tahu begitu. Saya tahu, Taretan sudah haus poin,” pungkasnya. (bri/ed)

SOROTAN LAMPU: Pengalaman tanding malam di SGB pernah dilakoni Osas Saha saat terjun di ajang Bupati Bangkalan Cup 2012 lalu. SUADI SUJONO FOR KM

Dukungan besar dari sejumlah mania bola Madura terhadap P-MU dimungkinkan akan mengalir dengan derasnya. Pasalnya, laga tersebut, seperti yang diungkapkan Hartono, Korwil Taretan Mania Cha-cha colo, adalah laga hidup matinya P-MU. ”Kalau perlu hingga titik darah penghabisan dukungan akan kami tumpahkan untuk P-MU,” tutur Hartono. Tak hanya itu, laga yang digelar di akhir pekan tersebut juga menarik perhatian sejumlah penggila olah kulit bundar. Seperti disampaian Nur Hidayat, pria yang juga guru di SMPN 3 Pamekasan tersebut akan meluangkan waktunya untuk bisa memberi dukungan langsung terhadap aksi skuad P-MU. (bri/ed)


Edisi 8 Februari 2013