Issuu on Google+

Kabar Bangkalan 41 Anggota Polres Negatif Narkoba Tes Urine Digelar Mendadak Kabar Sampang 4 Pelaku Belum Tertangkap Massa Gelar Aksi Damai di Depan Mapolres Kabar Pamekasan Sesalkan Pilih Kasih Bantuan Bibit Petani yang Tak Dapat Harus Peroleh Kompensasi

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Ketua IDI: Dokter Bukan Malaikat! Mindset Masyarakat Harus Diubah

Busari Bangga Bisa Cetak Gol

KAMIS 7 Maret 2013

Pilkades Serentak Sebelum Unas Tahap I Ditetapkan 14 April

KM/RYAN KALIG

SIGAP: Sontekan Busari (17), masih bisa dipotong penjaga gawang Persisam Fauzi Toldo.

Sape Kerap Korang Pojur BANGKALAN-Adu speed dan power antara Persepam Madura United (P-MU) melawan Persisam Putra Samarinda berakhir imbang, 2-2 (0-0). Tambahan 1 poin dari bagi hasil poin tersedia ini, membuat P-MU melompat tiga tingkat, sekarang di urutan 10 dengan total poin 11. Sementara Persisam diurutan keempat dengan meraup 16 poin. (lihat klasemen sementara) Secara kolektifitas permainan, Laskar Sape Kerap mampu mendikte permainan lawannya. Bahkan sejak menit ke64, Persisam hanya bermain

dengan 10 pemain. Ini setelah striker asingnya, Lancine Kone (10) dihadiahi kartu merah, dari akumulasi dua kartu kuning yang diterimanya. Sayang, unggul jumlah pemain tersebut tak kuasa dioptimalkan meraup tiga poin yang tersedia. Bayangkan, hingga memasuki injury time, Laskar Sape Kerap leading 2-1. Namun kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna. Sebab Pesut Mahakam bisa menyamakan kedudukan 2-2, lewat set piece tendangan bebas, yang dipungkasi sundulan terarah ke gawang P-MU. Bersambung ke Hal 6

Selat Sapudi

Sering Dilintasi Kapal Selam Asing BANGKALAN-Wilayah laut Madura rupanya selama ini sering digunakan oleh kapal selam asing yang melintas dan masuk wilayah Indonesia, salah satunya melalui Selat Sapudi di Kabupaten Sumenep. Informasi sering melintasnya kapal selam asing tersebut, diungkapkan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Sumadi, S.Sos kepada sejumlah awak media saat serah terima jabatan (sertijab) Komandan Lanal Batuporon, Kamal, Rabu (6/3) kemarin pagi. Bersambung ke Hal 6

PAMEKASAN-Setelah melalui tarik ulur yang menyita waktu, pikiran serta tenaga, akhirnya pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar secara serentak di Kabupaten Pamekasan akhirnya ditetapkan 14 April 2013. Bupati Kholilurrahman menetapkan pelaksanaan

pilkades serentak tahap I di Pamekasan bakal dilangsungkan pada 14 April 2013 atau satu pekan sebelum pelantikan bupati baru yang akan digelar 21 April. Dalam penetapan tanggal pelaksanaan pilkades serentak tahap I yang digelar di ruang PKK Pamekasan, Bupati Kholilurrahman memutuskan tanggal setelah melalui proses panjang dan persetujuan banyak pihak. Bersambung ke Hal 6

SEMANGAT MEMBANGUN: Bupati Kholilurrahman menandatangani berita acara pelaksanaan Pilkades serentak di ruang PKK Pamekasan, Rabu (6/3).

KM/HAIRUL ANAM

Diwacanakan, Kades Diusung Partai Politik KM/RYAN KALIG

GOCEK: Gelandang P-MU, Ali Khadafi (21) coba mengelabuhi pemain Persisam yang mengawalnya.

Kantor Dewan Ditebari Jutaan Uang Tiruan

KM/HAIRUL ANAM

KRITIS: Menilai biaya Pilkades di Pamekasan cukup mahal, para aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan menabur jutaan uang palsu di pintu masuk Kantor DPRD Pamekasan di Jalan Kabupaten, Rabu (6/3) siang kemarin.

Raskin

JUTAAN uang palsu ditabur di pintu masuk gedung DPRD Pamekasan, Rabu (6/3) siang kemarin. Itu, dilakukan oleh para aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan. Jutaan uang palsu tersebut bertebaran dan menyita perhatian banyak orang. Pasalnya, aksi dilakukan guna mengecam, menyindir, dan menuntut pencabutan peraturan bupati (Perbup) Pamekasan Nomor 30 Tahun 2012. Bersambung ke Hal 6

SUMENEP–Meliki power tingkat nyusul belum pastkecamatan, hanya inya pelaksanaan menjadi kepanjanpilkades secara gan tangan dari serentak satu hari pemerintah daedengan serentak rah. Ia tak memiliki satu bulan di Kakekuatan politik bupaten Sumenep, dan kebijakan di kini muncul watingkat kecamatan cana kepala desa yang utuh. diusung oleh parAnggota Komisi KM / BUSRI THAHA tai politik. A DPRD Sumenep, RUEKMINTO Meski ini meruRuekminto menpakan kebijakan gatakan, pilkades nasional, tetapi menjadi rupanya penting ditangani penting karena selama ini oleh Komisi Pemilihan otoritas kepala desa seakan Umum (KPU) sendiri setak memiliki power, mer- hingga nantinya ketika meeka tak ubahnya sebagai lalui KPU maka calon kades hakim desa. Sementara, ca- berangkat dari partai politik. mat yang seharusnya memiBersambung ke Hal 6

Wabup Ir Mondir A. Rofii Menempati Ruang Kerja Kakak Kandungnya

Dihadiahi Sajadah dan Surban

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

MENGADU: Para keluarga miskin mengungkapkan permasalahan distribusi raskin di kantor Kanit Pidsus Polres Sumenep, Rabu (6/3) kemarin.

Tak Dapat Bagian, Lapor Ke Polres SUMENEP-Bantuan beras bagi warga miskin (raskin) di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep diduga bermasalah. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan dianggap fenomenal. Tidak hanya sang bupati yang dinobatkan sebagai yang termuda oleh (MURI), namun juga ‘transfer kekuasaan’ yang terbilang cukup jarang. Termasuk di antaranya, sang wakil bupati, Ir Mondir A. Rofii yang menjabat posisi yang sebelumnya diduduki kakak kandungnya sendiri.

Kepala SDN Klampar I Dituding Guru Korupsi

AGUS JOSIANDI, Bangkalan BARANGKALI tak ada pelantikan bupati dan wakil bupati yang segegap gempita di Bangkalan. Selain dihadiri oleh dua ribu lebih undangan, juga dihadiri para pejabat MURI. Bersambung ke Hal 6

KM/HAIRUL ANAM

PERLU PERMBERSIHAN: SDN Klampar 1 Desa Klampar, Kecamatan Proppo menjadi pembicaraan hangat di Pamekasan karena kepala sekolahnya diduga terjerat dugaan korupsi penyelewengan dana BOS dan DAK.

KM/AGUS JOSIANDI

HADIAH : Ra Mondir menunjukkan hadiah sajadah dan surban dari mantan Wakil Bupati M.Syafik Rofii yang tak lain kakak kandungnya.

PAMEKASAN-Isu dugaan korupsi menyelimuti SDN Klampar I, Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Rabu (6/3) kemarin. Beberapa guru di sekolah tersebut menuding kepala sekolah (Kasek) H Sukardi terindikasi korupsi dana BOS, DAK, dan peningkatan mutu guru. Sedikitnya 8 guru sekolah tersebut memaparkan

dugaan penyelewengan dana yang dilakukan kepala sekolah mereka. Mas’udi, salah satu juru bicara guru yang menjabat bendahara II SDN Klampar 1, menegaskan indikasi korupsi tersebut bermula dari Bendahara I, M Kamil, yang melimpahkan wewenang kebendaharaan Mas’udi. Bersambung ke Hal 6

2

KAMIS

7 Maret 2013

41 Anggota Polres Negatif Narkoba jelasnya. Mantan anggota penyidik KPK itu mengemukakan, pihaknya tetap akan menindak tegas setiap KOTA-Kepolisian Resor Bang- anggotanya yang terbukti menkalan membuktikan jajarannya gonsumsi narkoba. Sebab, lanjutbenar-benar bebas dari narkotika nya, sesuai dengan program dari dan obat/bahan berbahaya. Ini Kapolda Jatim semua anggota ditunjukkan dengan mengge- polri di Jawa Timur pada tahun lar tes urine terhadap 41 ang- 2015 harus “Zero Narkoba”. “Di tahun 2015, gota yang berasal dari semua anggota Polri Satuan Reskrim, Intel di Jatim tak terkecuali dan Sat Narkoba. Dan di Bangkalan, harus hasilnya, tidak satupun bebas narkoba. Itu yang positif memakai Kami sengaja sudah menjadi komitnarkoba. melakukan tes men kami,” paparnya. “Kami sengaja urine ini secara Dalam kesempatan melakukan tes urine mendadak tanpa itu, Endar juga mengini secara mendadak tanpa ada pemberi- ada pemberitahuan klarifikasi rumor yang sebelumnya, dan berkembang bahwa tahuan sebelumnya, hasilnya negatif Kapolsek Tanjung dan hasilnya negatif Bumi AKP Abdul Chosemua,” kata Kapolsemua,” lik tidak terkait denres Bangkalan, AKBP gan narkoba, karena Endar Priyantoro usai AKBP ENDAR pada sejumlah tes semelakukan tes urine, PRIYANTORO Rabu (6/3). Kapolres Bangkalan belumnya, hasilnya tidak bisa dipastikan Endar, menjelaskan, positif atau negatif, kegiatan tes urine yang dilakukan merupakan bagian dari hingga akhirnya di bawa ke Polda serangkaian serupa yang telah Jatim. “Kami awalnya ragu hingga digelar sejak beberapa waktu lalu. Ini dilakukan guna membebaskan melakukan tes urine tiga kali. anggota Polres Bangkalan dari Pertama dilakukan di polres, jeratan narkoba. “Khusus hari ini polda, hingga tes di luar kepoli(kemarin, red), diperuntukkan sian. Hasilnya semua negatif,” bagi anggota yang non uniform,” tandasnya. (fir/h4d)

Tes Urine Digelar Mendadak

KM/FIRMAN GHAZ ALI AKHMADI

Siap Laksanakan Tugas Baru KOMANDAN Pangkalan TNI AL (Lanal) Batuporong resmi diserahterimakan. Proses serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung Komandan Lantamal V Surabaya, Laksamana Pertama TNI Sumadi S.Sos. Kini, Letkol Laut (P) Heru Wahyono resmi menggantikan almarhum Letkol Laut (P) Agus Sustiyana yang meninggal dunia dalam usia 49 tahun pada Jumat, 18 Januari 2013 lalu.(fir/h4d) KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

ANTI NARKOBA: Sebanyak 41 anggota Polres Bangkalan menjalani tes urine di Aula Polres Bangkalan, Rabu (6/3)

1

2

3

FOTO-FOTO: RYAN KHALIG

4

‘Non-Teknis’ di Luar Hasil Seri 2-2 1. Manajer Persepam Madura United (P-MU), Achsanul Qosasi, berdampingan dengan Direktur Utama Kabar Madura Cholili Ilyas yang juga salah satu komisaris PT Pojur Madura United. 2. Gelandang Kristian Adelmund sebelum pertandingan menghadapi Persisam Samarinda dimulai. 3. Pencetak gol, Issac Djober menghilangkan gangguan dahaga. 4. Bendera Fair Play yang selalu dibentangkan sebelum laga digelar. 5. Suporter fanatik P-MU selalu memberikan dukungan penuh ketika tim kesayangannya

KM/ AGUS JOSIANDI

TUNTUTAN: Sidang kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian di PN Bangkalan, Rabu (6/3).

Nabrak Hingga Tewas, JPU Tuntut 5 Bulan KOTA-Endang Agus K, seorang sopir harus mempertanggungjawabkan perbuataannya setelah menyebabkan kematian seseorang. Ini terjadi setelah ia menabrak seorang pengendara sepeda motor hingga tewas, 27 November 2012 lalu. Atas kejadian tersebut, Endang kini jadi pesakitan dengan jeratan Pasal 310 ayat 4 UU no 20 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ). Dalam sidang yang mengagendakan pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Salim Arifin, SH menuntut terdakwa hanya dengan tuntutan 5 bulan penjara. Menurut JPU, sejumlah hal yang meringankan menjadi pertimbangan dirinya. Diantaranya adalah, terdakwa Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

telah berdamai dengan keluarga korban. Selain itu, terdakwa juga telah memberi santunan, serta ganti rugi atas kerusakan motor korban. Sidang sendiri ditunda hingga pekan depan dengan agenda putusan. Peristiwa kecelakaan ini terjadi di jembatan yang ada di kawasan Klampis Barat, Endang yang sudah kelelahan dan mengaku tak fokus mengendarai mobilnya, menabrak sebuah motor dengan nopol M4319HB yang melaju searah dari kiri. Akibat dari kecelakaan ini, pengendara motor mengalami luka di bagian kepala disertai pendarahan hingga nyawanya tak lagi dapat diselamatakan. (jos/h4d)

5

KAMIS

7 Maret 2013

NARKOBA

3

4 Pelaku Belum Tertangkap Massa Gelar Aksi Damai di Depan Mapolres

KM/WAAN AWALLUDDIN HUSNA

NARKOBA: Haji Joni setelah menjalani proses persidangan di PN Sampang, Rabu (6/3)

Pak Haji Jadi Kurir Sabu KOTA–Meski sudah haji, Joni Effendi masih saja ‘salah langkah’. Warga Sokobana yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang ini terjerat masalah hukum lantaran menjadi kurir narkoba. Haji Joni tertangkap di jalan raya Sokabana karena kedapatan membawa 2 Pocket sabu-sabu yang disimpan didalam jok sepeda motornya. Dua anggota Satreskrim Polres Sampang menangkapnya ketika dalam perjalanan mengantar pesanan sabu Dari penangkapan itu dilakukan penggeledahan dan ditemukan 2 pocket sabu tersimpan di dalam bungkus rokok yang dimasukkan dalam jok sepeda motornya. Ini sudah Atas perbuatansetimpal dengan perbuatannya nya Majelis Hakim karena yang yang diketuai Sudira, SH setelah dilakukan Joni jelas JPU Akh Misjoto merusak generasi bangsa ini.” membacakan tuntutan 6 tahun penSUDIRA, SH jara kepada Joni. Putusan langsung Ketua Majelis Hakim dibacakan lantaran Joni mengakui kesalahannya dan tidak berniat melakukan pembelaan lagi. Dalam amar putusannya majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan dan denda sebesar 800 juta rupiah atau subsider 6 bulan penjara, hal ini berdasarkan Pasal 112 ayat 1 undang undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Ini sudah setimpal dengan perbuatannya karena yang dilakukan Joni jelas merusak generasi bangsa ini,” ujar Sudira. (waw/h4d)

TENAGA KERJA Tidak Ada TKI Asal Sampang di Sabah KOTA-Krisis keamanan yang terjadi di Lahad Datu, Negeri Bagian Sabah, Malaysia, rupanya tidak membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang khawatir. Sebab, tidak ada warga setempat yang menjadi TKI disana. Sebab, pasca diberlakukan kebijakan moratorium tidak lagi mengirimkan TKI ke Malaysia, apalagi ke Sabah. Sebagian besar pekerjaan yang ada di Sabah perkebunan kepala sawit. Sementara Tidak ada TKI pekerjaan tersebut kurang diminati yang kerja kesana (Sabah). Karena oleh TKI asal Samsebelumnya, pang. semua TKI yang “Tidak ada TKI ada di Malaysia yang kerja kesana dipulangkan (Sabah). Karena seoleh pemeritah belumnya, semua setempat.” TKI yang ada di Malaysia dipulangMOHADI kan oleh pemeritah Kabid Nakertrans setempat,” terang Dinsosnakertrans Kabid Nakertrans Sampang Dinsosnakertrans Sampang, Mohadi, melalui Kasi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Teguh Waluyo, Rabu (6/3). Ia menjelaskan, setelah ada kebijakan moratorium TKI yang dipulangkan disarankan mengurus surat-surat jika ingin kembali bekerja ke luar negeri. Sedangkan yang tidak ingin menjadi TKI, diberi pelatihan supaya mempunyai keterampilan. “Warga disini tidak berminat bekerja di Malaysia, apalagi bekerja di perkebunan. Warga paling berminat bekerja di Hongkong, Taiwan dan Arab Saudi. Karena gaji lebih besar dan kerja lebih ringan,” ucapnya. Menurutnya, pihaknya berani memastikan tidak ada TKI legal asal Sampang bekerja di Sabah. Kalau TKI yang ilegal, Dinsosnakertrans mengaku tidak tahu. Sebab, sampai saat ini belum ada laporan masuk. (ful/h4d)

KEHILANGAN KEHILANGAN : BPKB Sepeda Motor Merk Honda Supra, tahun 2002 Warna Hitam dengan Nopol M 5070 NB. Nama Zainul Fatah, Alamat Dusun Mandengin Desa Aeng Sareh kecamatan Sampang.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KOTA–Ratusan massa dari berbagai pihak melakukan aksi damai di depan markas Polres Sampang, Rabu (6/3). Mereka menuntut agar otak pembunuhan Habib Alwi dan pelaku lainnya, dapat segera ditangkap. Aksi ini dilakukan sebagai dukungan terhadap kasus pembunuhan Habib Alwi (50), warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedundung pada 30 Oktober 2012 lalu. Sejauh ini, pihak kepolisian baru menangkap 1 dari empat pelaku yang diduga kuat terlibat. Dalam orasinya, Fauzi Zamlan sebagai korlap aksi menegaskan polisi jangan sampai lemah dan lelet dalam mengungkap kasus ini secara utuh. Termasuk menangkap orang lainnya yang dianggap ikut bertanggung jawab terhadap kematian Habib Alwi tersebut. “Ada nama MT, SA, SI dan JL harus segera ditangkap. Kalau tidak, kami yang akan menangkapnya,” teriak pria yang juga ketua FPI Pamekasan ini lantang. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, massa langsung ditemui Kapolres Sampang AKBP Solehan yang didampingi Wabup Sampang Fadhillah Budiono. Pengamanan yang dilakukan berlapis dengan mengerahkan beberapa kompi dari Brimob dan jajaran kepolisian sektor lainnya. Massa kemudian melakukan audensi bersama perwakilan keluarga Habib dan korlap aksi sekaligus jajaran FPI serta pemerintah daerah bersama Kapolres Sampang. Dalam pertemuan yang berjalan tertutup tersebut, diperoleh hasil jika pihak kepolisian berjanji akan melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku lainnya. Kapolres Sampang AKBP Solehan menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

KEPUNG MAPOLRES: Ratusan pendukung keluarga Habib Alwi menuntut kepolisian untuk segera menangkap 4 orang pelaku lainnya, salah satunya otak pembunuhan tersebut.

dengan Polda Jawa Timur untuk menangkap dua DPO tersangka pembunuhan tersebut berinisial MT dan JL pasalnya para tersangka berada di luar Madura.

“Kami telah berupaya semaksimal mungkin salah satunya kami telah menyebarkan foto dua DPO tersangka pembunuhan tersebut ke setiap jajaran

polsek. Oleh karena itu kami meminta kepada pihak keluarga untuk bersabar dan percayakan kepada aparat kepolisian,” pungkasnya. (sya/h4d)

Mediasi Gagal, Sidang Gugatan Pugar Bergulir KOTA-Upaya mediasi terkait gugatan dana pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) 2012, menemui jalan buntu. Ini membuat Gada Rahmatulah, salah satu pemilik tambak garam di Kelurahan Polagan, Sampang tetap melanjutkan gugatan yang persidangannya mulai digelar, Rabu (6/3). Gugatan ditujukan kepada tim teknis dan tenaga pendamping Pugar 2012. Kedua pihak dianggap sebagai tim yang tidak meloloskan kelompok (Kugar) tertentu

dalam verifikasi BLM (Bantuan Langsung Mandiri) 2012. Materi gugatan Gada bersama kelompok petambak garam lainnya terkait tidak mendapat BLM Pugar meski mempunyai tambak garam. “Secara umum materi persoalan gugatan adalah tidak diloloskannya kelompok kami dalam verifikasi BLM Pugar 2012 sehingga tidak menerima bantuan Pugar,” ujarnya di PN Sampang, Rabu (6/3). Menurutnya, kedua pihak tersebut layak digugat dengan

alasan bahwa tim teknis Pugar merupakan pihak yang berperan dalam mengusulkan penerima dan lokasi BLM Pugar 2012 kepada Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan. Juga melakukan seleksi dan verifikasi Rencana Usaha Bersama (RUB) dan dokumen administrasi Kugar sementara untuk pendamping Pugar 2012 berperan dalam pendampingan Kugar dan Bungkugar dalam menyusun RUB dan kelengkapannya. Dalam beberapa kali mediasi, Gada meminta kepada pihak

tergugat meminta maaf kepada melalui media selama 7 hari atau 7 kali penerbitan. Namun tuntutan ini tetap ditolak tergugat sehingga persidangan harus dilanjutkan. “Saya hanya meminta kepada tergugat untuk meminta maaf kepada kami melalui media selama 7 hari dan 7 penerbitan tapi karena ditolak persidangan gugatan perdata ini tetap dilanjutkan,” imbuh ketua APGI (Asosiasi Petani Garam Indonesia) ini. Dalam persidangan perdana yang digelar di PN Sampang

ini hanya mengagendakan pembacaan gugatan dihadapan majelis hakim dan dilanjutkan pada persidangan selanjutnya yang mengagendakan jawaban tergugat. Sementara usai persidangan pihak tergugat belum bisa menemui Kabar Madura dan tidak berkomentar apapun soal gugatan. “Sebenarnya tidak perlu membacakan gugatan ini, pihak tergugat kan sudah tahu karena sudah pegang dokumen materi gugatan,” pungkas Gada. (waw/h4d)

Lima Desa Terancam Rawan

KM/SYAIFUL ISLAM

TERGULING: Sebuah mobil boks terguling setelah salah satu ban belakang meletus di Jalan Raya Desa Bencelok, Jrengik, Sampang, Rabu (6/3).

Ban Meletus, Mobil Boks Terguling

JRENGIK-Sebuah mobil boks pengangkut komestik terguling di Jalan Desa Bencelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Rabu (6/3). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sang sopir mengalami luka dan harus dirawat di Puskesmas Jrengik. Kejadian ini berawal ketika Sutaji bersama dua orang kernetnya menaiki mobil boks nopol L 8079 TE. Mereka dari Surabaya tujuan Pamekasan untuk mengirim kosmetik. Awalnya, perjalanan mereka berlangsung mulus. Bahkan, saat di tengah perjalanan sempat bersenda gurau sesama penumpang. Namun, keceriaan itu hilang tatkala ban

belakang sebelah kanan mobil meletus. Saat itu kecepatan mobil diperkirakan 60 km/jam. Sang sopir tidak bisa mengendalikan mobil sebelum akhirnya terguling dan berbalik arah. Sutaji sempat mencoba mengerem laju kendaraan ketika ban mobil meletus. Tapi, karena laju lumayan cepat akhirnya mobil terguling. Beruntung saat kejadian kondisi jalan sedang sepi. Sehingga tidak sampai menabrak kendaraan lain. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung mendekat dan menolong penumpang. Satu persatu penumpang berhasil dikeluarkan, termasuk

sang sopir. Warga kemudian membawa sopir ke puskesmas karena menderita luka lecet di bagian tangan dan kaki. Sementara dua kernetnya selamat. “Sopir sempat mengerem pelan-pelan saat ban meletus. Tapi, akhirnya oleng dan terbalik hingga berbalik arah. Untung semua yang ada di dalam mobil selamat,” terang kernet mobil boks, Dani, pada Kabar Madura. Kejadian ini membuat arus lalu lintas di TKP tersendat. Pasalnya, bangkai mobil ada di badan jalan. Secara otomatis hanya ada satu jalur yang bisa dipakai untuk kendaraan. Selain itu, para pengendara memperlambat laju kendaraannya. (ful/h4d)

OMBEN– Menjelang musim jalan yang rusak akan mengkemarau, beberapa wilayah hambat distribusi pangan ke di Sampang perlu waspada wilayah tersebut. terhadap potensi terjadinya Dia mencontohkan, untuk kerawanan pangan. Berdasar- Kecamatan Ketapang yang kan data yang ada, terdapat 5 sedikit tanaman padi, terbantu desa di dua kecamatan yang karena kondisi jalan yang masuk dalam daftar rawan baik. Apalagi tingkat ekonomi pangan. Yakni 4 desa di Ke- di sana cukup baik. Sehingga camatan Omben dan 1 desa meskipun masuk rawan pandi Kecamatan Tambelangan. gan, namun distribusi beras Namun, daerah yang masuk ke sana masih cukup lancar. dalam kategori rawan pangan Indikator lainnya yakni sedikitnya terdapat beberapa sumber daya listrik, air indikator. bersih, kesehatan, tingkat ”Tetapi tingkat kerawa- kematian ibu melahirkan, nan masih level serta ketersediaan II, artinya maumbi-umbian. Kesih ada sumber lima desa tersebut pangan lain yang meskipun masuk dapat digunak- Tingkat kerawanan k a t e g o r i r a w a n masih level II.” an dan indikator pangan tingkat II, yang lain masih tetapi masih meSRI WAHYUNI terpenuhi denmiliki cadangan YULIATI gan baik,” terang umbi-umbian cuKepala Badan Kepala Badan kup. Sehingga ketKetahanan Pangan Ketahanan Panersediaan pangan dan Pelaksana gan dan Pelakmasih terpenuhi. Penyuluhan sana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Faktor penyebab Pertanian (BKP4) kerawanan pangan, Sampang Sampang Sri menurut Kabid KeWahyuni Yuliati anekaragaman Panmelalui Kasubag Program gan dan Kewaspadaan ABD Sugeng Riyadi, Rabu (6/3). Adim mengatakan, bukan Diterangkan, lima desa itu karena kurangnya ketersediyakni Desa Astapah, Desa aan pangan secara makro di Karang Nangger, Desa Napo Sampang. Hal itu mengingat Laok dan Desa Napo Daya. Sampang dalam tahun lalu Sedangkan 1 desa yang lain- masih terus surplus produksi nya berada di Kecamatan beras. ”Namun menjelang Tambelangan. musim-musim kemarau sepDikatakan, tolok ukur ker- erti ini itu tetap harus diawanan pangan dilihat dari waspadai,” papar dia. 13 indikator, seperti keterseUntuk antisipasi kerawadian pangan, prosentase n a n p a n g a n , p i h a k n y a tanpa akses listrik, angka berupaya menghidupkan harapan hidup dan ban- lumbung desa. Upaya itu yaknya perempuan yang dilakukan dengan menyimbuta huruf dan beberapa pan sebagian hasil panen seindikator lainnya. bagai cadangan pada musim Dijelaskan, kondisi jalan kemarau nanti. Selain itu, yang rusak seperti di daerah pihaknya terus menggensangat mempengaruhi ket- carkan penganekaragaman ersediaan pangan di wilayah konsumsi pangan pokok setempat. Pasalnya, kondisi selain beras. (sya/h4d)

4

KAMIS

7 Maret 2013

Sesalkan Pilih Kasih Bantuan Bibit Petani yang Tidak Dapat Harus Peroleh Kompensasi KOTA-Tidak diberikannya bantuan bibit tanaman tembakau oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan kepada tiga kecamatan, masing-masing: Kota, Galis, dan Pademawu, disesalkan oleh wakil rayat yang duduk di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Husnan Ahmadi, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk memberikan kompensasi program terhadap tiga kecamatan yang tidak

mendapat bantuan bibit tembakau tersebut. Ia mengatakan, pemberian kompensasi tersebut bertujuan untuk menghindari adanya tudingan miring dari masyarakat bahwa Pemkab Pamekasan melalui Dishutbun telah menganaktirikan petani tembakau di tiga kecamatan tersebut. ”Kalau memang di tiga kecamatan itu tidak menerima bantuan bibit tembakau, nantinya bisa diadakan program lain. Minimal ada kompensasi program kepada tiga kecamatan tersebut. Kami harap Pemkab tidak pilih kasih,” ujar Husnan saat dijumpai Kabar Madura, Rabu (6/3). Pria yang senang mengenakan kacamata hitam tersebut mengakui jika DPRD Pamekasan per-

nah mempertanharus dituruti. Petyakan permasalaani bebas memilih han tersebut kemau menanam pada Pemkab Paapa saja,” imbuhmekasan. Menunya. rutnya, dewan H u s n a n berusaha memmenekan agar perjelas adanya pemkab bisa berprogram tersebut sikap adil kepada agar bantuan bibit seluruh masyaratembakau dibagi kat Pamekasan rata seluruh kecadan tidak ada matan. kesan ‘anak tiri’ KM/DOK ”Pemkab beralkepada kelompok HUSNAN AHMADI asan bahwa di tertentu. ”Selama Ketua Komisi B DPRD tiga kecamatan tidak ada protes Pamekasan tersebut tanahnya dari masyarakat, kurang bagus unmungkin mereka tuk ditanami tembakau dan diim- merasa baik-baik saja. Tetapi bau agar petani setempat untuk supaya mereka tidak merasa menanam tanaman lain. Namun dianaktirikan, maka harus ada yang namanya imbauan kan tidak kompensasi program,” tekannya.

Kepala Bidang Perkebunan Dishutbun Pamekasan, Tri Widjaja Kusuma, sebelumnya mengatakan jika tiga kecamatan tersebut memang tidak mendapatkan bantuan bibit tembakau berdasar kesepakatan dari beberapa pihak. Pertimbangannya, tiga kecamatan tersebut tidak bisa menghasilkan tembakau yang memiliki kualitas sebagus daerah lain di Pamekasan. Rahbini, petani tembakau asal Desa/Kecamatan Pademawu, mengatakan jika ia dan beberapa rekannya sesama petani tembakau asal Kecamatan Pademawu merasa kecewa dengan kebijakan Dishutbun Pamekasan yang terkesan menganaktirikan sejumlah petani. Kepada Kabar Madura, pria berusia 36 tahun tersebut meminta Dishutbun juga memberikan

bantuan bibit tembakau kepada petani secara perorangan melalui kepala desa masing-masing. Menurut Rahbini, selama ini bantuan tersebut disalurkan melalui kelompok petani sehingga petani tembakau seperti dirinya yang tidak memiliki kelompok karena minimnya jumlah petani tembakau di daerah tempat tinggalnya tidak mendapatkan bantuan bibit dari pemerintah. ”Seharusnya bantuan tersebut dibagi secara merata sehingga seluruh petani tembakau mendapatkannya. Selama ini pembagian bantuan selalu melalui kelompok tani sehingga petani seperti saya ini tidak pernah mendapatkan bantuan,” ujar Rahbini dengan mimik wajah sedih. (jck/rr)

e-KTP Dua Kecamatan Minim Distribusi KOTA-Warga di Kecamatan Pakong dan Batu Marmar hingga ikini masih belum seluruhnya memperoleh elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) karena minimnya distribusi kartu pengenal tersebut. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan, Muhammad Alwi, mengatakan jika ada beberapa data yang mengendap sehingga distribusi tidak bisa berjalan dengan maksimal. Alwi menandaskan, baru sekitar 25 persen eKTP yang tercetak di Kecamatan Batu Marmar dan Pakong sehingga merembet kepada hasil cetak oleh pemerintah pusat dan mengakibatkan ketNantinya pihak kecamatan erlambatan yang akan melaporkan hasil distribusi. distribusi tersebut kepada ”Di KeDispendukcapil,” camatan M. ALWI Pakong Kepala Dispendukcapil sempat Pamekasan ada data yang mengendap, tapi kami sudah hubungi pihak Indosat sebagai pemegang jaringan data dan sudah dilakukan pengiriman. Alhamdulillah sekarang sudah terkirim semua,”dalih Alwi saat dijumpai Kabar Madura, Rabu (6/3). e-KTP yang telah terdistribusi kepada masyarakat baru sekitar 60 persen dari 70 persen total e-KTP milik warga Pamekasan yang telah tercetak oleh pemerintah pusat. Sisanya masih belum terdistribusikan oleh pihak kecamatan dengan beberapa alasan. ”Untuk Kecamatan Pakong, warga yang telah menerima e-KTP sebanyak 4.341 orang dari 22.246 yang sudah melakukan perekaman. Sementara wajib KTP di kecamatan tersebut tercatat sebanyak 629.977 orang,” ungkap Alwi di ruang kerjanya, kemarin. Ia menambahkan, pekan ini pihaknya kembali menerima kiriman e-KTP dari pemerintah pusat dan langsung didistribusikan ke setiap kecamatan. ”Nantinya pihak kecamatan yang akan melaporkan hasil distribusi tersebut kepada Dispendukcapil,” kata Alwi. ”Berdasar data kami, per tanggal 1 Maret 2013 tercatat sekitar 30.000 lembar e-KTP yang sudah didistribusikan dan telah diterima oleh pihak kecamatan. Dari hitungan tersebut, e-KTP warga Pamekasan yang belum selesai dicetak oleh pemerintah pusat sebanyak 148.000,”pungkasnya. (jck/rr)

KM/MARZUKIY

TIDAK TAKUT: Mini Market Alfamart di Jalan Raya Panglegur hingga Rabu (6/3) ketika foto ini diambil, masih tetap beroperasi meski belum mengantongi izin prinsip dari KPPT Pamekasan.

Pemkab dan DPRD Mlempem! • ‘Takut’ Menindak Mini Market Mokong • Aktivis Sebut Alfamart Sengaja Menantang TLANAKAN-Masih tetap beroperasinya mini market Alfamart di Jalan Raya Panglegur yang belum mengantongi surat izin pendirian, mendapat perhatian serius dari beberapa elemen masyarakat Pamekasan. Mereka menuding Pemkab dan DPRD Pamekasan mlempem karena tidak berdaya menghadapi pemilik minim market yang berani menantang lembaga eksekutif dan legislatif tersebut dengan tetap mengoperasikan toko swalayan miliknya tersebut. Sejumlah aktivis pemerhati pembangunan di Pamekasan menyebut pemkab

tidak tegas dalam menindaklanjuti permasalahan tersebut sehingga pihak mini market berani melanggar aturan ”Mestinya pemkab harus bertindak tegas terhadap beberapa pasar swalayan yang tetap beroperasi meski tidak memiliki surat izin, salah satunya mini market Alfamart yang berada di Jalan Raya Panglegur itu,” tegas Koordinator Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) Pamekasan, Heru Budhy Prayitno, Rabu (6/3). ”Termasuk DPRD sebagai wakil rakyat yang duduk di gedung dewan! Mereka harus bisa mengontrol permasalahan tersebut karena jelas-jelas bahwa mini market Alfamart melanggar aturan tidak memiliki surat izin. Eksekutif dan legislatif seluruhnya mlempem!” tambahnya. Menurutnya, mini market Alfamart yang tetap beroperasi tersebut manabrak rambu peraturan yang ber-

laku. Untuk itu ia meminta seluruh elemen harus bisa menindaklanjuti dan tegas menyelesaikannya. ”Pertanyaannya, mengapa masih belum ada izin mini market tersebut sudah beroperasi? Yang membuat sistem atau yang menjalankan sistem yang tidak berwibawa? Atau sudah ada kongkalikong antara pemilik mini market dan pembuat kebijakan? Pemkab harus melakukan penataan yang lebih baik,” ungkapnya kepada Kabar Madura, kemarin. Masih menurut Heru, peran pemerintah dan DPRD sudah ditunggu oleh masyarakat mengenai persoalan itu, karena hal tersebut juga akan mengganngu terhadap keberadaan pedagang kecil milik masyarakat Pamekasan sendiri. Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pamekasan, Herman Sukamto, secara tegas menyebut jika perizinan mini market Alfamart di Jalan Raya Panglegur tersebut masih belum keluar.

Herman mengatakan, rekomendasi dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan ditolak sehingga pihaknya tidak bisa menerbitkan surat izin untuk operasional mini market Alfamart tersebut. ”Kami belum mengeluarkan izin prinsip yang diajukan oleh pihak Alfamart Jalan Raya Panglegur karena Bappeda menolak memberikan rekomendasi kepada mini market tersebut. Jika mereka nekad beroperasi, dengan tegas saya katakan mereka melanggar,”kata Herman, beberapa waktu lalu Sementara pihak DPRD Pamekasan melalui Husnan Ahmadi, mengatakan jika pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemkab terkait persoalan tersebut. Ia berjanji akan tegas terhadap siapa saja yang melanggar aturan. ”Kami akan melakukan koordinasi dulu dengan instansi terkait. Jadi masih belum bisa memberikan jawaban,” ungkapnya singkat. (jck/rr)

Disperta Kekurangan Tidak Mau Gunakan APBD, Upayakan Dana dari Pusat Penyuluh Pertanian Pembangunan Gedung DPRD Pamekasan Baru Hampir Pasti Batal

Status gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan di Jalan Kabupaten, sampai saat ini masih belum ada perubahan, yakni masih dalam status menumpang kepada Pemkab Pamekasan. Bagaimana ke depannya, nasib kantor wakil rakyat Pamekasan tersebut? FATHOR RAHMAN, Kota STATUS gedung DPRD Pamekasan yang menumpang tersebut diprediksi masih akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Rencana pembangunan gedung DPRD Pamekasan hingga kini masih belum ada kejelasan dan titik terang. Hingga berita ini ditulis, Rabu (6/3), masih belum tampak tanda-tanda pelaksa-

naan pembangunan tersebut. Sebelumnya sempat terkuak kabar jika DPRD Pamekasan akan segera membangun kantor baru. Bahkan lokasi pembangunannya juga sempat ditentukan. Kabar yang dihimpun menyebutkan jika pembangunan gedung DPRD yang baru akan dilakukan di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, yang dekat dengan areal stadion baru atau di bekas rumah sakit di Jalan Kesehatan. Sejauh ini gedung DPRD Pamekasan menempati aset pemkab yang dulunya merupakan Kantor Pemkab Pamekasan. ”Untuk saat ini, sementara kami hanya memperbaiki yang ada saja dulu, termasuk ruang sidang paripurna yang dinilai sudah usang dan sering bocor ketika turun hujan. Perbaikan tersebut menggunakan anggaran perawatan gedung,” jelas Sekretaris Dewan Pame-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/FATHOR RAHMAN

KANTOR DEWAN: kantor wakil rakyat Pamekasan yang sampai sekarang berstatus numpang milik Pemkab Pamekasan

kasan, Arief Handayani, Rabu (6/3). Selain ruang sidang paripurna, beberapa ruangan yang sudah tidak layak juga akan diperbaiki. Di antaranya ruang lobi yang sudah terlihat kumuh dan beberapa ruang lainnya. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Pamekasan, Halili, mengungkapkan bahwa ia

pribadi sangat betah ngantor di gedung yang ada saat ini. Bahkan dengan yakin ia mengatakan keengganannya untuk pindah kalau nantinya rencana pembangunan DPRD Pamekasan yang baru jadi dilaksanakan. Meski memiliki hasrat untuk mempunyai gedung sendiri seperti halnya DPRD daerah lain yang mempunyai

gedung permanen, hampir seluruh anggota DPRD Pamekasan berdalih masih ada program yang lebih penting dan mendesak dibanding membangung gedung baru. ”Kami sebenarnya memiliki hasrat untuk tidak terus menumpang dan bisa membangun gedung sendiri. Akan tetapi dewan mempunyai kepentingan lain yang lebih urgen, jadi kepentingan itu yang kami prioritaskan terlebih dahulu,” ujar Halili. Rencana pembangunan gedung yang baru sebenarnya sudah digagas sejak ditetapkannya 45 anggota DPRD Pamekasan pasca pemilu legislatif 2009 lalu. Menggantungnya rencana pembangunan gedung tersebut disebabkan para anggota dewan menolak jika biaya pembangunan itu sepenuhnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 dan mengupayakan dana dari pemerintah pusat. (rr)

KOTA-Menanggapi pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan, Herman Kusnadi, terkait perlukan penyuhaan yang maksimal dan kompeten dalam pemberdayaan petani agar meningkatkan panen serta memiliki kualitas yang lebih baik, Dinas Pertanian (Disperta) Pamekasan mencoba berkelit. Melalui Kepala Bidang Sumber Daya dan Penyuluhan, Syaiful Anam, mereka berkilah bahwa tim penyuluh di Pamekasan masih kekurangan tenaga. Ia menandaskan, idealnya tenaga penyuluh berjumlah 189 orang karena setiap desa membutuhkan satu penyuluh. Seperti diketahui, jumlah desa dan kelurahan di Pamekasan sebanyak 189 dari 13 kecamatan. Sementara tenaga penyuluh yang ada saat ini hanya 104 orang yang terbagi ke dalam beberapa instansi, seperti Dishutbun, Kantor Ketahanan Pangan (KKP),

Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK), serta dan Disperta. ”104 Penyuluh tersebut terbagi ke beberapa instansi yang ada di Pamekasan dan tidak semuanya untuk Disperta. Sedangkan untuk Pamekasan sendiri, saat ini terdapat 973 kelompok tani (poktan) yang mengacu aturan setiap dusun diharuskan terdapat poktan,” jelas Syaiful, Rabu (6/3) keamrin. Ia menambahkan, tenaga penyuluh yang saat ini dimilik terdiri dari 44 orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 60 orang tenaga harian lepas tenaga bantu yang juga merupakan tenaga bantuan dari kementerian. ”Dari 104 penyuluh, yang diperuntukkan bagi Disperta hanya 18 orang saja sehingga jumlahnya masih jauh dari harapan. Tentunya apa yang akan kami lakukan adalah berdasarkan pada jumlah penyuluh yang ada saat ini, serta mengacu pada jumlah desa dan kelurahan,” tandasnya. (ong/rr)

KAMIS

5

7 Maret 2013

Ketua IDI: Dokter Bukan Malaikat!

KESEHATAN

Mindset Masyarakat Harus Diubah

KM/DOK

MENGKHAWATIRKAN: Pihak rumah sakit memprediksi ada peningkatan jumlah penderita DBD. Tampak salah seorang pasien DBD yang dirawat di RSUD Sumenep, beberapa waktu lalu.

DBD Masih Ancam Warga KOTA-Masyarakat Sumenep masih harus waspada terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti. Memasuki bulan Maret 2013, jumlah penderita penyakit tersebut semakin meningkat di RSUD dr. Moh. Anwar, Sumenep. Dikutip dari sebuah media online, berdasarkan data yang dihimpun dari RSUD Sumenep hingga Selasa (5/2) malam, 14 pasien anak-anak dirawat secara intensif di beberapa kamar sal anak. Pada bulan Februari hingga Maret, jumlah penderita DBD yang dirawat di rumah sakit etrsebut mencapai 124 orang. Pihak rumah sakit memprediksi jumlah pasien penderita DBD tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir bulan, mengingat bulan Maret memasuki musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Direkur RSUD Sumenep, Fitril Akbar, membenarkan terjadinya peningkatan pasien penderita DBD yang dirawat dalam bulan ini. ”Dalam lima hari terakhir ini, pasien DBD yang dirawat di RSUD Sumenep sudah berjumlah 14 orang. Kemungkinan ke depan akan terus mengalami peningkatan karena masuk pancaroba,” ujarnnya dalam situs tersebut. (rr)

RASKIN Pagu 2013 Turun Lagi KOTA-Berdasarkan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) dan program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah, pagu beras untuk rakyat miskin (raskin) KM/AHMAD AINOL HORRI di Sumenep SYAIFUL BAHRI kembali menKabag Perekonomian galami penuSumenep runan seperti ditetapkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) hingga 16,45 persen. Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Syaiful Bahri, menyampaikan bahwa penurunan pagu program raskin tidak hanya terjadi di Sumenep akan tetapi di seluruh Jawa Timur. ”Seluruh Jawa Timur, kabupaten maupun kota, semuanya mengalami penurunan pagu antara 14 sampai 16 persen,” ungkap Syaiful, Rabu (6/3). Ia menjelaskan, penurunan pagu raskin tersebut didasarkan pada hasil PPLS dan program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah hingga pedesan dinilai cukup berhasil. ”Penurunan pagu ini tentunya didasarkan pada hasil PPLS dan program pengentasan kemiskinan yang dianggap berhasil,” tuturnya. Sebelumnya, penerima program raskin di Sumenep mencapai 139.294 KK yang masuk dalam rumah tangga sangat miskin (RTSM). Namun saat ini turun menjadi 116.378 KK atau 16,45 persen dibanding tahun sebelumnya. Data yang masuk kategori miskin di Sumenep berkisar 24 persen dari jumlah total penduduk yang ada. Tetapi, jatah raskin yang diberikan pemerintah itu sekitar 36 persen dari total penduduk Sumenep. ”Berarti masih ada sekitar 12 persen masyarakat yang mendekati miskin juga dicover dari program raskin 2013,” terangnya menjelaskan. Syaiful menuturkan, jika data penerima raskin yang ditetapkan pemerintah pusat tidak sesuai dengan kondisi di desa, maka perubahan tersebut harus dilakukan musyawarah di kecamatan, berbeda dengan tahun kemarin yang dilakukan di tingkat desa. ”Misalnya satu desa kekurangan pagu, sedangkan desa lain ada kelebihan, maka bisa dialihkan ke desa yang kurang. Tetapi harus melalui musyawarah kecamatan dengan surat berita acara,” pungkasnya. (rei/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KOTA-Citra buruk tentang pelayanan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Sumenep seperti yang dilontarkan oleh berbagai pihak, ditampik Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep, dr. Kusmuni. Dengan tegas Kusmuni menilai bahwa tugas seorang bukanlah menyembuhkan pasien, tetapi merawatnya sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang dokter. ”Dokter tetaplah manusia biasa. Dokter bukan malaikat yang bisa menyembuhkan pasien, tetapi bertugas merawatnya. Kesembuhan itu urusan Tuhan,” ungkapnya saat ditemui Kabar Madura, Rabu (6/3).

Terkait aksi demo petugas medis di RSUD Sumenep, Kusmuni menilai bahwa aksi puluhan petugas medis tersebut tidak ada kaitannya dengan profesi dokter. Bahkan Kusmuni berani menjamin jika pelayanan terhadap pasien di RSUD Sumenep tetap berlanjut dan tidak terganggu sedikitpun. ”Tidak ada mogok kerja! Sekali lagi saat itu bukan mogok kerja, tetapi mereka hanya menyuarakan aspirasinya saja. Apalagi mereka yang melakukan aksi tersebut bukan dokter, tapi karyawan dan perawat,” kilah Kusmuni. Ia menambahkan, selama ini telah terjadi persepsi yang salah terhadap profesi dokter yang dianggap masyarakat seperti malaikat yang harus bisa menyembuhkan pasien.

KM/ACHMAD QUSYAIRI NURULLAH

dr. KUSMUNI Ketua IDI Cabang Sumenep

Menurutnya, interaksi antara dokter dengan pasien adalah interaksi proses, sementara keluarga pasien menilainya lebih kepada interaksi hasil. ”Sekali lagi, dokter adalah manusia biasa dan bukan ma-

laikat yang selalu bisa menyembuhkan. Selama ini mindset masyarakat salah. Mereka beranggapan jika sudah dibawa ke dokter, si sakit harus sembuh. Ini yang keliru,” terang Kusmuni kemarin. Ia menilai, penghargaan terhadap dokter di Indonesia masih sangat minim. Dari sisi pembiayaan, sekolah kedokteran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara penghargaan yang didapat bagi mereka yang lulus tidak sebanding dengan biaya sekolahnya. Kusmuni menerangkan, selain bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan kesembuhan, profesi dokter juga membahayakan dirinya sendiri. Terutama pada saat salah mengambil putusan yang berakibat membahayakan nyawa pasiennya. ”Anda bisa bayangkan send-

iri, salah sedikit, cacian terhadap dokter sudah berjubel. Dituduh malapraktik, tidak becus, dan lainnya. Mereka tidak pernah menghitung, sudah berapa nyawa yang diselamatkan selama dokter selama ia bekerja. Sementara penghargaan yang didapat sangat minim dan tidak sebanding dengan biaya pendidikan yang kita tempuh,” pungkas Kusmuni. Saat disinggung lebih lanjut mengenai aksi unjuk rasa perawat dan karyawan di RSUD Sumenep, Kusmuni memilih diam dan tidak bersedia memberikan penjelasan. Ia mengaku tidak bisa menjawab etis atau tidak etisnya aksi perawat di RSUD tersebut dengan dalih bukan termasuk wilayahnya, tapi sudah masuk urusan manajemen. (aqu/rr)

KM/ AHMAD AINOL HORRI

KECEWA : Puluhan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor baupati Sumenep, Rabu (6/3). Mereka menuntut dan mendesak pemerintah segera melanjutkan pembangunan pasar Anom.

Nilai Pemerintah Lamban, Mahasiswa Turun Jalan Terkait Mangkraknya Pembangunan Pasar Anom KOTA-Sudah dua tahun lebih pembangunan Pasar Anom Sumenep mangkrak setelah ditemukan ada penyimpangan dari bangunan tersebut. Anehnya, pembangunan bangunan setengah jadi tersebut hingga saat ini belum dilanjutkan kembali sehingga menimbulkan kecurigaan dan kekecewaan bagi masyarakat, terutama pedagang. Tidak puas dengan kerja pemerintah dalam menangani kasus tersebut yang mengakibatkan pada lambannya tindak lanjut pembangunan, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Laskar Sumenep Angkatan Muda (Laksamuda), turun ke jalan menuntut pemerintah segera melanjutkan pem-

bangunan pasar tersebut, Rabu (6/3). Mereka memulai aksinya sejak pukul 10.00 di depan Kantor Bupati Sumenep. Dalam aksinya, para mahasiswa tersebut mengenakan pakaian menyerupai pocong yang menjadi simbol matinya pedagang Pasar Anom. Saat ini keberadaan Pasar Anom dirasa sangat penting demi kelangsungan perekonomian masyarakat Sumenep. Untuk itu mahasiswa menuntut agar pemerintah membuka mata melihat nasib para pedagang. ”Jumlah pengunjung setiap hari menurun karena merasa tidak nyaman dengan keadaan Pasar Anom yang semrawut dan sesak. Pembeli enggan berbelanja karena jorok dan kumuh!” ungkap Ferli yang menjadi Kordinator Aksi. Dalam orasinya, mahasiswa mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Lambannya pembangunan Pasar Anom yang mangkrak lebih dari dua tahun merupakan indikasi pemerintah tidak

serius dalam memperjuangkan pedagang yang berjualan di Pasar Anom. ”Dengan kondisi Pasar Anom hari ini, akses ekonomi para pedagang semakin sempit. Bahkan pendapatan mereka turun drastis karena tidak ada pengunjung dan pembeli terus menurun jumlahnya,” teriak salah satu orator. Mahasiswa juga menuntut pemerintah memberikan subsidi kepada para pedagang sehingga pendapatan mereka yang semakin menurun dapat ditutupi dengan adanya ganti rugi dari pemerintah. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk mengevaluasi keberadaan retribusi parkir di Pasar Anom yang dinilai terlalu tinggi. Imam Sukandi, Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep, menyatakan bahwa pembangunan Pasar Anom akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat. Menurutnya, saat ini permasalahan yang menghambat pembangunan

tersebut masih dalam proses hukum sehingga untuk melanjutkan pembangunan tahap dua harus menunggu putusan hukum inkracht. ”Menurut petunjuk Bapak Bupati, setelah sengketa selesai pembangunan Pasar Anom akan dilanjutkan menggunakan pihak ketiga, yakni investor. Dalam pembangunan tersebut investor tidak akan menggunakan dana APBD,” terang Imam. Ia juga menyinggung soal parkir Pasar Anom yang dikeluhkan pengunjuk rasa. Menurutnya, dalam Peraturan Daerah (Perda) mengatur bahwa parkir tersebut merupakan parkir khusus per setiap masuk sebesar Rp 1.000. Imam membeberkan, pada tahun 2012 pendapatan retribusi parkir mencapai Rp 166 juta. Namun dengan adanya Perda baru, sejak bulan Juni 2012 bertambah menjadi Rp 334 juta. ”Insya Allah pada tahun 20113 akan terus ada kenaikan,” janjinya setengah membuai. (rei/rr)

Imbauan Mendadak, Kapal Kepulauan Stop Beroperasi KALIANGET-Cuaca buruk kembali meresahkan warga kepulauan. Sejak hari Senin (4/3) lalu, kapal yang baru seminggu beroperasi tersebut kini tidak lagi berlayar. Gagalnya pelayaran kapal menuju daerah kepulauan disebabkan adanya instruksi mendadak dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget tentang adanya kondisi cuaca ekstrem yang menjadi tujuan kapal. Manajer Operasional Sumekar Line, Bambang Suprio, menegaskan jika pihaknya terpaksa menunda keberangkatan kapal lantaran adanya informasi tentang kondisi cuaca yang buruk dari BMKG Kalianget. Ia menegaskan, pengoperasian kapal menuju kepulauan masih menunggu kondisi cuaca kembali membaik. ”Kita tidak mau mengambil risiko dengan nekad memberangkatkan kapal. Keselamatan tetap menjadi yang utama bagi kita,” terang Bambang. ”Karena cuaca ekstrem, terpaksa keberangkatan kapal ditunda hingga kondisi cuaca membaik. Masyarakat pun ikut menunda kepulangan mereka. Kita tidak ingin membahayakan penumpang sehingga mengambil keputusan ditunda,” tambahnya. Menurut Bambang, sesuai jadwal pemberangkatan tersebut akan dilakukan pada Selasa (5/3) lalu. Namun karena ombak yang semakin besar dengan disertai angin kencang, pihaknya terpaksa memilih mengambil putusan untuk tidak memberangkatkan kapal demi keselamatan para punumpang. Berdasarkan informasi dari Petugas BMKG Kalianget, Endriyono, kecepatan angin di perairan Sumenep mencapai 45 kilometer per jam. Sementara tingkat ketinggian gelombang mencapai 1-3 meter. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan akan teradi selama satu minggu ke depan. Atas dasar tersebut BMKG Kalianget mengimbau kepada seluruh nelayan dan kapal di Pelabuhan Kalianget untuk tidak melakukan pelayaran hingga cuaca normal. (aqu/rr)

KM/ACHMAD QUSYAIRI NURULLAH

PARKIR: Kapal menuju wilayah kepulauan kembali tidak beroperasi setelah munculnya instruksi mendadak dari BMKG Kalianget.

6

KAMIS

7 Maret 2013

Pilkades Serentak Sebelum Unas Sambungan dari hal 1

Dalam acara penetapan tersebut juga dihadiri sejumlah instansi terkait termasuk pula para camat dan Badan Permusyawaratn Desa (BPD) dari 13 kecamatan di Kota Gerbang Salam. Karena itulah penetapan tanggal pelaksanaan pilkades serentak ini tidak melalui proses penetapan yang ditetapkan sendiri oleh Bupati Kholilurrahman. Sebelum ditetapkan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pamekasan, Achmad Faisol,

menawarkan pelaksanaan pilkades serentak tersebut kisaran tanggal 14-20 April. Mencermati hal itu, Bupati Kholilurrahman mencoba untuk menawarkan dilakukan lotre. Namun demikian, hadirin menyampaikan keberatannya. Dengan alasan, khawatir tanggal yang keluar nanti jatuh pada pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA yakni pada 16, 17, dan 18 April. Sebab, tak sedikit siswa yang berkesempatan untuk mencoblos dalam pilkades. Muaranya, Bupati Kholilurrahman melakukan

voting dan akhirnya banyak yang sepakat tanggal 14 April. Puncaknya, Bupati Kholilurrahman menandatangani berita acara pelaksanaan pilkades serentak tahap dengan disaksikan oleh semua hadirin. “Penetapan penentuan pelaksanaan Pilkades oleh Ketua BPD dan panitia diserahkan dan dipasrahkan kepada bupati untuk menentukan. Akan tetapi, kita ingin penetapan yang saya laksanakan, itu mempunyai atau berpijak pada prinsipprinsip demokrasi,” ujar Bupati Kholilurrahman.

Sering Dilintasi Kapal Selam Asing Sambungan dari hal 1

Menurutnya, berdasarkan pemantauan yang sering dilakukan Lantamal V Surabaya, sering pihaknya memantau adanya kapal selam asing melalui selat Sapudi dan menuju selat Indonesia. “Sering ada kapal selam asing yang tidak izin dan memotong langsung menuju selat Indonesia,” ungkapnya. Sayangnya, Sumadi tidak memberikan penjelasan

lebih lanjut terkait tujuan masuknya kapal selam asing tersebut ke wilayah Indonesia. Namun dia menegaskan, selama ini kondisi keamanan laut di wilayah Madura cenderung aman, kalaupun ada, katanya, terkait penggunaan bom ikan ataupun pukat harimau yang melanggar aturan perundang-undangan karena dapat merusak terumbu karang. “Selama ini kondisi perairan di Madura kondusif, namun kalau diketahui ada

hal yang mencurigakan kita akan minta bantuan ke armada yang lebih besar”, pungkasnya. Sumadi mengungkapkan hal tersebut dilakukan karena minimnya alutsista yang ada di Lantamal Batuporon. Sementara Lantamal batuporon memiliki tugas untuk pengamanan laut di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan Alur Pelayaran Timur Surabaya (APTS) dan kerawanan laut di Selat Sapudi. (fir/zis)

Satu dan Dua, dan di Dusun Gunung Malang Satu Dan Dua. ”Karena itu kami mengadukan ini ke polisi, karena sudah lama gak turun ke mereka,” ujarnya, Rabu (6/3). Lebih dari itu, Saleh menuturkan jatah raskin yang dibagikan dinilai tidak tepat sasaran. Berdasarkan amatannya di lapangan, banyak raskin tersebut dibagikan kepada mereka yang memang termasuk keluarga mampu. ”Sementara mereka yang datang ke sini semua ini jauh lebih layak dibanding mereka yang sudah dapat,” kata Saleh. Selain itu, kejanggalan mengenai jatah raskin tersebut terletak pada kuota be-

ras yang dibagikan kepada masyarakat. Seperti yang diungkap Saleh, jatah raskin yang mestinya mencapai 15 kg hanya dibagikan 8 kg per kepala keluarga (KK). ”Karena itu, kami datang ke polres, selain mengadu juga ingin melaporkan adanya kejanggalan distribusi raskin di desa kami,” tegasnya. Sementara itu, Kabag Ops. Edi Purwanto mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan prosedur yang ada. ”Cuma karena datanya belum lengkap, maka kita suruh menyempurnakan lagi agar kita bisa mengambil tindakan,” kata Edi. (aqu/zis)

Mestinya, menurut Mansur, Pemkab juga mensubsidi sehingga dapat meringankan beban calon kepala desa. Terpenting pula ialah dengan adanya subsidi, maka yang menjadi kandidat tidak hanya didominasi kalangan berduit. “Dan perlu diperhatikan pula, harus diakui bahwa sumber korupsi di negeri ini karena ongkos politik terbilang tinggi. Ketika calon sudah terkuras kekayaannya, maka ketika terpilih ia akan berusaha dengan ragam cara agar kekayaannya kembali,” tekannya.

Ketua Komisi A DPRD Pamekasan Suli Faris yang menemui mereka, merespon positif. Ia menjelaskan, besaran Rp 40 ribu per hak pilih untuk pendaftaran bakal calon kepala desa merupakan kesepakatan bersama, sehingga tidak bisa lagi diturunkan. Aksi tersebut berlangsung tertib. Massa menaburi uang tiruan di pintu masuk ke Gedung DPRD Pamekasan. Kendatipun aksi dilakukan secara damai, pihak kepolisian tetap menjaga ketat. (anm/zis)

Tak Dapat Bagian, Lapor Ke Polres Sambungan dari hal 1

Karena selama beberapa bulan ini, masyarakat miskin yang mestinya mendapatkan bantuan raskin tersebut kemudian tidak lagi mendapatkan. Merasa didiskriminasi, puluhan warga miskin tersebut melapor ke Polres Sumenep terkait dengan dugaan penyelewengan tidak sampainya bantuan kepada yang berhak. Khairussaleh, pendamping maskin (masyarakat miskin) yang mengadu ke Polres tersebut, mengatakan pemerataan raskin yang dinilai tidak adil terjadi di beberapa dusun. Seperti Dusun Bindung Satu dan Dua, Angsana

Kantor Dewan Ditebari Jutaan Uang Tiruan Sambungan dari hal 1

Korlap aksi Mansur, menuntut agar dewan menekan instansi terkait supaya biaya pilkades diperkecil, dari biaya yang telah ditetapkan dalam Perbup sebesar Rp 40 ribu per hak pilih, menjadi Rp 25 ribu. Kalau Perbup itu diwujudkan, katanya, maka pilkades hanya bisa diikuti oleh orang-orang yang berduit semata. Mansur juga menyayangkan, betapa Pemkab Pamekasan terkesan lepas tangan dalam membiayai pilkades.

Dihadiahi Sajadah dan Surban Sambungan dari hal 1

Ya, pelantikan bupati dan wakil bupati Bangkalan yang baru, pada awal pekan ini, memang sempat mencuri perhatian publik nasional. Terutama karena munculnya RK Moh Makmun Ibnu Fuad sebagai bupati termuda seIndoensia. Di samping itu, sebenarnya, ada kisah lain yang juga tak kalah fenomenalnya di balik pelantikan ini. Wakil Bupati Ir Mondir Rofii yang mendampingi RK Moh. Makmun Ibnu Fuad, harus bekerja keras untuk melakukan adaptasi dengan dunia kerjanya saat ini. Ra Mondir, sapaan akrab Ir. Mondir Rofii, rutinitas sebagai seorang aparatur negara adalah hal baru baginya. Untuk pejabat negara yang dulunya adalah penggiat lembaga sosial dan swadaya masyarakat ini, hadir ke kantor dengan terjadwal adalah suatu hal yang dirinya patut beradaptasi terlebih dahulu. Saat ditemui di kantor Pemkab Bangkalan, sehari setelah pelantikannya, pada

hari pertama dirinya masuk kantor, tampak mimik wajah sang wakil bupati baru Bangkalan ini terlihat santai, sebagaimana hari hari sebelumnya. Senyum lebar wakil bupati sangat mudah tampak dalam setiap diskusinya dengan para jurnalis. “Ya hari pertama ini, harus mulai membiasakan diri, maklum saja, background saya kan penggiat LSM, biasanya kerja lapangan dan tidak terikat waktu. Tapi mulai hari ini saya harus masuk kantor dengan pakaian seragam dan jam kerja yang teratur, tentu atas semua itu saya harus mulai lakukan adaptasi, ” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kab. Bangkalan ini. Namun demikian, Mondir pun mengakui, dirinya tak akan meninggalkan secara total lembaga dan apapun yang telah dibangunnya selama ini. Ia akan membagi waktu-waktu di luar jam dinas adalah kesempatan untuk menjalankan aktivitas yang biasa digelutinya selama belum menjabat sebagai wakil bupati. “Tetap akan

saya jalani, tapi tentu di luar jam kerja, karena amanah saya saat ii adalah sebagai wakil bupati,” ungkapnya. Saat Kabar Madura mengunjungi ruang kerjanya, Mondir pun bercerita perihal rencananya mendesain ulang ruangan yang sebelumnya ditempati mantan Wakil Bupati M.Syafik Rofii yang tak lain adalah kakak kandung Ra Mondir sendiri. “Ini ruang buku, rencananya akan saya ubah menjadi ruang shalat atau mushala, kebetulan mantan wakil bupati, sebelum saya menempati ruangan ini menghadiahi saya surban dan sajadah, jadi memang disuruh shalat oleh beliau,“ ungkapnya sambil menunjukkan hadiah pemberian sang kakak tersebut. Ra Mondir juga mengatakan, bahwa tanggung jawabnya memimpin Bangkalan bersama sang Bupati terpilih bukanlah perkara yang mudah, karenanya dia mengharap ada masukan dari berbagai pihak terkait upaya mensejahterakan kota Bangkalan tercinta. (zis)

“Oleh sebab itu, kami ajak mereka bicara dan alhamdulillah tadi kesepakatan suara terbanyak jatuh pada Hari Minggu, 14 April 2013. Karena banyak alasan yang memang sangat logis sekali. Oleh sebab itu, ditetapkanlah pada waktu itu,” bebernya. Karena itu, pihaknya berharap agar pelaksanaan pilkades tahap I yang ini kali pertama diadakan di Pamekasan berjalan dengan baik. Prinsip-prinsip demokrasi betul-betul ditetapkan. Perlu diketahui, tahap I pilkades serentak nantinya melibat-

kan 25 desa di Kabupaten Pamekasan. Sedangkan tahap kedua masih belum diketahui berapa desa yang aka masuk dalam pilkades serentak. Total desa yang belum menggelar pilkades ada 93 desa dari 189 desa yang tersebar di seluruh Kabupaten Pamekasan. Terkait tuntutan pencabutan Perbup No 30 Tahun 2012 tentang Biaya Pilkades yang dinilai terlalu besar, Bupati Kholilurrahman menegaskan sudah membicarakannya dengan pihak terkait. Dan dirinya menyatakan agar pemerintah

itu mesti selalu menerima aspirasi yang masuk. Dengan catatan, katanya, para penyampaian aspirasi itu tidak memaksakan kehendak. “Mereka menyampaikan dengan kepala dingin. Kemudian kita melihat atau wait and see untuk menyikapinya berlandaskan nilai-nilai demokrasi dan kemaslahatan bersama yang memang harus selalu diutamakan,” tukasnya dengan serius. Sebelumnya, Bupati Kholilurrahman menyambut kunjungan kerja tim laporan penyelenggaraan pen-

Diwacanakan, Kades Diusung Partai Politik Sambungan dari hal 1

Sehingga, dalam pelaksanaan pilkades tidak serta merta anggaran ditanggung pemerintah. Dengan begitu, mau tidak mau, kades nantinya akan menjadi pejabat publik yang diberi power kebijakan desa. Menurutnya, sebenarnya kepala desa memiliki kebijakan di tingkat desa baik untuk memajukan desa atau tidak. Sebab, selama ini terdapat Musrembangdes. Namun, pada kenyataannya hasil Musrembangdes yang dilakukan di desa sulit diwujudkan. Bahkan hasil Musrembang jarang terwujud.

”Menjadi aneh, kades yang dipilih secara demokratis, jika harus bertanggung jawab kepada camat yang tidak dipilih tetapi ditunjuk oleh Pemkab. Nah, ini sudah ada ketidaknyambungan dalam tata negara,” tandas politikus Partai Golkar, Rukminto. Dia mencontohkan, presiden dipilih rakyat secara demokratis, gubenur dipilih secara demokratis pula, di tingkat kabupaten, bupati pun dipilih secara demokratis oleh rakyat. Namun, ketika sampai ke tingkat kecamatan, bukan lagi dipilih secara demokratis, tetapi ditentukan oleh pemkab dan pejabat yang ditunjuk

tidak faham dengan kondisi Kecamatan karena bukan putra daerah. Namun demikian, lanjutnya, ketika sudah sampai ke tingkat desa, kembali dilakukan pemilihan secara demokratis. Semestinya, kata Ruekminto, di tingkat kecamatan harus dilakukan pemilihan secara demokratis juga sehingga, desa dapat menganggarkan kebutuhan desa dan Musrembangdes di tingkat desa tidak menjadi sia-sia tiada arti. ”Dalam tata negara, selain ketimpangan tersebut, juga ketimpangan antara daerah Kelurahan dengan Desa. Anda bisa membayangkan,

kelurahan itu adalah sama dengan SKPD yang bisa menganggarkan. Sementara, desa tidak bisa menganggarkan sendiri seperti lurah. Apa bedanya kelurahan dengan desa? Makanya, penting bahwa pilkades atau bisa diubah menjadi Pemilukades ditangani oleh KPU dan camat dipilih rakyat juga,” tandasnya. Sementara itu, Anggota KPU Sumenep, M Jazuli Muthar mengatakan, secara undang-undang KPU hanya menangani Pemilu Nasional, Propinsi dan Kabupaten. Sedangkan tingkat kecamatan dan desa bukan kewenangan dari KPU Kabupaten. (bus/zis)

Kepala SDN Klampar I Dituding Guru Korupsi Dan ternyata, Mas’udi menemukan indikasi penyelewengan saat melakukan pengecekan terhadap keuangan yang ada dalam implementasi program BOS. “Triwulan I ditangani oleh Pak Kamil. Yakni Januari, Februari, dan Maret 2012. Pada triwulan I ini, Pak Kamil menerima dari Kasek sebesar Rp 9 juta,” bebernya. Selanjutnya, triwulan II sudah dilimpahkan ke Mas’udi. Yakni, April, Mei, dan Juni. Pencairannya dua tahap. Pada April Rp 6 juta dan Juni Rp 3 juta. Hanya saja, pada pengambilan pertama, Mas’udi sebatas menerima Rp 5 juta. Dengan begitu,

ada indikasi korupsi Rp 1 juta di triwulan II. Itu juga berlanjut pada triwulan III (Juli, Agustus, September). Pencairan dan modusnya tidak jauh berbeda dengan triwulan II. Korupsi Rp 1 juta lagi. Masih berlanjut pada triwulan IV. Dengan modus dugaan korupsi yang sama. Karena berturut-turut, Mas’udi memberanikan diri bertanya kepada Kasek H Sukardi. H Sukardi berdalih, khusus di triwulan IV, katanya dipinjam oleh Bendahara I, M Kamil. Ketika Mas’udi menanyakan ke M Kamil, jawabannya justru dipinjam Kasek. Terjadilah saling menuding. “Muaranya, Kasek mengaku bahwa hakikatnya ia yang pinjam dana BOS tri-

wulan IV dan berjanji untuk dikembalikan,” ungkapnya. Untuk diketahui, katanya, selama triwulan II, III, IV, terdapat dana peningkatan mutu guru. Per guru sebesar Rp 50 ribu pertriwulan. Dengan begitu, selama tiga kali triwulan, terdapat Rp 150 ribu tiap guru. Dana tersebut merupakan hak 8 guru. “Jadi, terjadilah dugaan korupsi Rp 1,2 juta,” ungkapnya. Akumulasi dugaan korupsi BOS dan dana peningkatan mutu guru SDN Klampar 1 sebesar Rp 3,2 juta. Selain itu, terangnya, juga terdapat manipulasi penyelewengan DAK sebesar Rp 208 juta. Yakni, DAK untuk biaya rehab sekolah sebanyak 3 lokal. Setelah rehab dimulai,

dibentuk panitia rehab. Di situ dibentuk ketua panitia yang dijabat oleh kasek, sedangkan bendahara panitia dijabat oleh Sudari, guru setempat. Panitia terdiri 8 orang. Mereka berasal dari guru dan komite. Dikonfirmasi terkait ini, Kasek SDN Klampar 1 H Sukardi menyatakan bahwa semua tuduhan itu adalah fitnah besar. “Masya Allah, saya berani bersumpah tidak melakukan perbuatan tercela (korupsi) seperti itu Mas,” ujarnya saat berhasil dihubungi via telepon.“Saya sangat terpukul dengan tuduhan yang tidak baik itu. Mungkin teman-teman (guru) kecewa karena tidak kebagian dana BOS itu,” paparnya.(anm/zis)

Sehingga skor akhir 2-2. ”Sape Kerap hari ini korang pojur (kurang beruntung, Red). Rupanya dewi fortuna belum sepenuhnya berpihak ke P-MU,” ujar Manajer P-MU Achsanul Qosasi mengomentari hasil akhir pertandingan. Mengawali pertandingan sebagai pemegang bola, Osas Saha dan kawankawan sejak menit awal menampilkan permainan terbuka. Sehingga terus melakukan penetrasi ke daerah pertahanan Persisam. Sementara Pesut Mahakam –julukan Perrsisam, sepertinya memang diinstruksikan bertahan oleh sang pelatih Sartono Anwar. Ini tak lepas dari tak bisa tampilnya salah seorang pemain belakangnya, Piere Njangka Beyaka. Lebih-lebih, sang tuan rumah memang tengah on fire usai memangkas Mitra Kukar dengan skor 3-1. Selang tiga menit sejak peluit dibunyilkan, percobaan serangan terus dibangun oleh penggawa P-MU. Sayangnya, shooting Osas Saha masih dapat diantisipasi oleh Fauzi Toldo, kiper Persisam yang pada laga sore kemarin melakukan sejumlah penyelematan luar biasa dalam upaya mengamankan gawangnya. Upaya terus menekan Pesut Mahakam hingga menit akhir pertandingan babak pertama, tak satupun berbuah

gol. Sedang Persisam, melalui serangkaian serangan baliknya juga mampu membuka peluang emas. Salah satunya, shooting keras yang masih bisa dibuang penjaga gawang P-MU, Galih Firmansyah. Tak ayal, hingga 45 menit babak pertama berlangsung, plus tambahan waktu dua menit, permainan antara P-MU melawan Persisam, berakhir dengan skor kacamata, 0-0. Jalannya babak pertama, sebenarnya mutlak dikuasai P-MU. Pasalnya, tim besutan Daniel Roekito tersebut mampu mendikte permainan anak asuh Sartono Anwar. Sayangnya, lawan yang memiliki target mengeruk poin dari kandang P-MU ini menjalankan permainan negatif. Anak-anak Pesut Mahakam seakan tak ingin meninggalkan barisan pertahanan. Kondisi tersebut, menjadikan Zaenal Arif dan kawankawan seakan tak menemukan celah untuk mencetak gol. Meski sekian peluang emas bisa mereka ciptakan, namun Fauzi Toldo bisa mementahkan seluruhnya. Beberapa saat usai turun mium, penonton tuan rumah harus terdiam. Itu setelah striker Persisam Lancine Kone, sukses memanfaatkan bola mental dari sepakan pemain belakang P-MU yang berbalik arah, setelah mengenai rekan setimnya sendiri. Dengan leluasa, pe-

main bernomor punggung 10 ini memperdayai Galih Firmansyah. Skor pun berubah 0-1 untuk tim lawan. Tak ingin menerima kenyataan harus kalah, anak asuh Daniel Roekito mulai menaikkan tensi serangan. Berbagai upaya membobol gawag Fauzi Toldo terus dilakukan. Tak berselang lima menit kemudian, Issac Djober yang berupaya mengejar bola di samping kanan gawang Persisam, diganjal pemain belakang Persisam Dian Angga. Mengetahui pelanggaran di dalam kotak penalti, wasit yang memimpin pertandingan, Dodi Setia Purnama S.pd, langsung menunjuk titik putih. Osas Saha yang dipercaya menjadi eksekutor suksek menjalankan tugasnya. Skor kembali imbang 1-1. Upaya untuk menaikkan tensi serangan terus dilakukan Osas Saha dan kawankawan. Berselang dua menit kemudian, Osas hampir menggandakan keungggulan timnya. Sayangnya, lagilagi kesigapan Fauzi Toldo bisa menggagalkannya. Tipikal pemain Persisam, yang terkenal keras dan ceroboh, mulai tampak usai Osas Saha menyamakan kedudukan. Bahkan, di lawatan Jatim kali ini, lagi-lagi Persisam harus menerima kenyataan pahit, satu pemainnya dikartu merah, yakni Lancine Kone. Ikhwal terjadinya kartu tersebut,

setelah sebelumnya pria asal Australia tersebut menerima kartu kuning kedua, setelah menyikut Firly Apriyansah. Unggul materi pemain, Laskar Sape Kerap terus menaikkan tensi serangan. Tak heran, upaya serangan yang terus dibangun bertubi-tubi tersebut akhirnya berbuah gol d menit ke-84. Adalah Busari, pemain asal Bantul yang mampu menjadikan P-MU unggul 2-1. Sayangnya, keunggulan yang dicetak Busari tersebut harus pudar ketika memasuki injury time. Pelanggaran yang terjadi di sisi kiri pertahanan P-MU, langsung dieksekusi Ebrahim Lovinian. Bola lambung bisa disundul oleh Anoure Obiora Richad menjadi gol. Skor kembali imbang 2-2. Ini, kali kesekian P-MU harus kebobolan beberapa menit jelang bubaran pertandingan. ”Hasil yang memuaskan bagi kami. Sebab kami berhasil mencuri poin dari kandang P-MU,” ujar Satono Anwar kepada sejumlah wartawan saat press conference. Terhadap hasil tersebut, Jamrawi, Asisten Pelatih P-MU yang ditunjuk mewakili Daniel Roekito, mengaku puas secara kolektifitas permainan. ”Pemain sudah bekerja keras untuk membongkar pertahanan Persisam. Tapi soal hasil, terus terang kami kecewa,” ujar Jamrawi. (bri/ed)

Sambungan dari hal 1

Sape Kerap Korang Pojur

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro, Hadi Pudjiantoro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

ertiban daerah (LPPD) di Pendapa Ronggosukowati. Meski masa kerjanya sudah mendekati habis, namun beberapa keputusan penting telah diambil. Termasuk penyelenggaraan pilkades serentak yang terkesan maju mundur akibat banyaknya pertimbangan. Salah satunya faktor keamanan selama pelaksanaan pilkades serentak yang dipercaya bakal bisa menekan maraknya perjudian yang memang banyak mengiringi berlangsungnya pelaksanaan pilkades. (anm/zis/adv)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA

KAMIS

7 Maret 2013

Kemana Budaya Madura?

7

(Mempertanyakan Kembali Unsur dan Substansi Budaya Madura)

PENGURUS bola voli Pamekasan MATI SURI. Tak ada kegiatan, pertemuan, bahkan geliat pun tak ada. Para pebola voli Pamekasan terbengkalai begitu saja. Dimana pengurus cabang PBVSI Pmk skrg? Jika tak sanggup bekerja, mundur saja! Yang jelas kami KECEWA BERAT!!! +6281913731324 KAMI ad untuk km ( PMU ) krna km bagian dri hipud n masa depn kmi.Buktikanlah klo Madura juga bisa brsaing dngn tim besar. Doaku sllu menemani d stiap km berlaga. Maju trus pantang mundur. ARIEX DRM,JL.DARMA GG.1/15 PKS-MDR, +6287750522125. www.gol. gol.com pekerjaan dtinggal 1 hari,sampai 2 HP aku dijual aku rela pengorbanan demi PMU karna aku sangat mencintaix doaku selalu buat PMU. Kamu harus menang yach di laga berikutnya. Buat dia bergetar, buat Saha cetak gol yang indah. Buat PMU, dimana kau berada disitu kami ada! dyon_vita #69 tretan mania, Tahanan 14, +6281939204272 PMU ja’ rak-perak.. tunjukkan kualitas u sebagai mana mestinya. Karena masih ada di belakangmu lawan yang lebih tangguh lagi.oke ingat itu! +6281939302074 AYO PMU kukawal langkhmu dengn doa, terbanglah dan lemparkan bolamu ke gawang musuh, taklukkan dengan khas Sape Kerap... Ayo PMU Maju trus. . .! Ifan Hanafi Al-Karomah Community Talaga Ganding, +6287850033301 GO, go... ayo anak-anak Laskar Sape Kerap. Besok hantam Persisam d SGB 3-0 aja. Buat Bang Zaeinl sama Osal, jebol gawang Persisam. Bagi semua pemain PMU, jaga ketat pemain-pemain Persisam yang di anggap berbahaya. Buat Pak AQ & Bung Daniel, cepat donk tambah pemain depannya sama pemain sayapnya. Biar PMU tambah ditakuti tim-tim lawan. Baroos Tretan Mania, +6281939316890. PERSEPAM Madura United bukan hanya milik orang yang ada di Madura. Tapi juga milik orang Madura yang berada di tanah perantauan. Mari kita saling komunikasi dan koordinasi dalam mengawal tim kebanggaan di kasta ISL. Agar Madura tidak dipandang sebelah mata oleh tim lain dan buktikan Madura pasti bisa..! Hartono Korwil Cha2 Colo’, +6285230771262 UNTUK P-MU peringkat makin keatas yang lain makin ke bawah jaaal.. Yadi_Linklunk 105, +6287850641803 MOHON bupati maupun pemkab lebih memperhatikan warganya,saya melihat didepan gedung karesidenan ada anak penderita hydrocephalus,tolong diperhatikan dan dibantu +6281938441827 IMBANG itu soal biasa buat P-MU, yang penting bukan kalah. Karena P-MU memang tak kan pernah kalah di kandang melawan siapa pun. Kandang P-MU memang betul-betul angker buat klub-klub ISL lainnya. Ayo P-MU, semangat terus. Karena buat aku, elek palek paggun P-MU. Herman Bilapora Rebba Lenteng, +6287850554323.

Oleh:

HOMAEDI Lahir di Desa Beluk Raja-Ambunten-Sumenep 1991. Aktif di kajian kepenulisan “Rumah Tulis” Sumenep.

SAMPAI KAPAN AKU TAK MENATAPMU Sejak lambayan bertabrakan juga gerimis berguguran yang sesaat itu melawan arah, pasrah pada rongga yang membesut kita saling tiada;

MALAM DI PELATARAN Entah berapa lama hujan mengarak tembang cahaya bulan? Serupa gending rindu, gemigil gelisah, seribu tangis kubungkus pada daun gajah, semut hitam, kerlap bara menjelma asap dupa.

Semesta. Sumenep, 12, Desember 2012

ISYARAT SEBUAH KADO Kado yang kau isyaratkan malam itu melabuhkan tangis. Entah pekat dan hujan makin asing dalam ingatan. Seperti rintihan doa lahir dari kedua telapak tanganmu, harum air matamu saat lambayan kita jatuh pendar perak di angkasa. Lalu kita mengadu jarak, gerak pandang menjadi harap, menjadi luka, menjadi misteri melayang di udara.

Kelepak kunang terselip di semak belukar, tubuh kodok berlompatan, padi-padi tersesak genangan bah, kuning janur tekoyak di bantaran pulau seberang. Dari sini terdengar kebisuan para layar, Sampan-sampan mematung diri, laut goyah, menggelegar gemuruh ombak menghantam liat tanah batu karang. Roh moyang gentayang, anyir tubuhnya melayang di udara, serupa petir menghentakkan penjuru pandang.

Aku merapal jejakmu tak hanya terik matahari, gerhanapun kubasuh wewangian doa, dengan aksara, gerak cinta juga bara.

Entah berapa lama airmatamu tumpah pada garis purnama, gerak kupu-kupu berdesak di tebing duri, tak lelah kau sematkan sejuta semburan lahir dari kabut mencekam.

Bangkalan, 30 Januari 2013

Bangkalan, 31 Januari 2013

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Budaya bukan hanya sebuah kenangan akan tetapi budaya adalah sebuah siklus kehidupan, yang fungsi dan substansinya di akui oleh masyarakat setempat. Disinilah yang di sebut sebagai hasil dari cipta, rasa, dan karsa manusia. Jadi budaya tidak hanya di anggap sebuah kejadian yang hanya berfungsi untuk di kenang atau di ingat akan tetapi sebagai acuan dalam membentuk identitas dan simbol daerah. Apa simbol Madura? Yang melekat sampai hari ini Madura memiliki masyarakat yang menganut faham nenek moyang di masukkan melalui konstruksi sosial hingga terbentuk sikap dan prilaku orang Madura yang mengutamakan ahklak, memuliakan yang tua, menghargai yang muda, sebagaimana yang di lakukan oleh masyarakat Madura yang baru saja terbentuk. Dan ini, oleh orang Madura di anggap sebagai salah satu tameng untuk menjaga merasuknya budaya global yang sengaja di lahirkan oleh kapitalisme hingga memunculkan kontestasi modernisme yang merusak. Di tengah tengah maraknya isu global, Madura punya tantangan besar, salah satunya: karakter masyarakat yang mulai hedonis, pragmatis dan prilaku yang serba instan. Kondisi demikian, jelas akan merusak dan merong-rong kebudayaan Madura yang selama ini di pertahankan. Lantaran Kebiasaan komonitas akan membentuk tradisi dan mempengaruhi kebudayan. Sehingga, dari saking besar pengaruh budaya Terkadang

pola pikir masyarakat lau Madura sumenep, dapat di tentukan oleh tak lama lagi muncul kebudayaan setempat kerisuhan keluarga yang pada akhirnya hingga terjadi pemosemua orang menilai tongan alat kelamin. karakter masyarakat kejadian semacam melalui kebudayaan itu ternyata mampu yang ada di tempat merubah paradigma tersebut. Selama ini masyarakat Indonesia Madura di kenal daebahwa Madura adalah rah yang kasar, keras kawasan yang tidak dan terkesan menaaman dan memiliki Oleh: kutkan. Karna mamasyarakat anti pluM. WASIL ABROR syarakat yang hidup ralisme. Ironisnya lagi di pulau garam ini hal ini di banggakan di anggap pemberani. Persepsi oleh masyarakat kita bahwa orang semacam itu perlu di pertanyakan, Madura “pemberani” pemberani tidak harus di anggap Selama ini kebudayaan Madura orang yang kasar atau berkarakter yang paling di kenal adalah bukeras akan tetapi pemberani bisa daya “Kerapan Sapi” mari kita bajuga di anggap sebagai pahlawan has kembali tentang kebudayaan yang tidak ada sedikitpun rasa ta- tersebut. Di luar konteks agama kut dalam menentang lawan. Kita (hukum): kerapan sapi salah satu kembali pada Madura yang baru tujuannya adalah untuk menenterbentuk, muncul Arya Wiraraja tang pemahaman orang bali dan yang asli orang Madura di panggil belanda di masa penjajahan, yang ke daerah jawa untuk di jadikan pada waktu itu menganggap sapi sebagai tameng lawan Yang pada adalah “TUHAN” sehingga oleh akhirnya Arya wiraraja mampu orang Madura sapi di jadikan alat dan dapat membentuk kerajaan kompetensi ajang perlombaan, majapahit, hebat bukan?! Disinilah hingga sekarang dikenal dengan letak persepsi tentang kata “pem- “Kerapan sapi” sebagai bentuk berani” yang sebenarnya bukan perlawanan kepada masyarakat hanya orang yang berselisih faham bali dan belanda bahwa sapi handan di akhiri dengan pertengkaran. yalah sebatas HEWAN bukan TUSebut saja “syiah” dan “Sunni” HAN. Dengan segelintir sejarah yang sempat di isukan terjadi dis- tersebut ternyata masyarakat ampang benar atau tidaknya penu- Madura berada di tengah-tengah lis kurang faham tapi yang jelas persepsi yang salah terhadap sampang adalah daerah yang ada kebudayaan-nya, menganggap di wilayah bagian Madura. Muncul bahwa kerapan sapi adalah keglagi, pembakaran manusia yang iatan yang bersifat keras, kasar. terjadi di wilayah bagian timur pu- Dan tidak menyenangkan. Nah

Itu bungkusnya belaka. Pahamilah secara betul dan substansi dari kebudayaan tersebut agar masyarakat Madura benar-benar memiliki identitas. Madura adalah wilayah yang memiliki dua lokasi arus perkembangan kebudayaan yaitu laut dan darat, menurut segelintir sejarah laut mejadi lokasi pertama dalam perkembangan kebudayaan-nya. namun seiring meningkatnya kekuatan teknologi hal itu menjadi berbalik arah, darat menjadi tempat utama dalam proses pengembangan kebudayaan karna akses informasi yang berkaitan dengan teknologi terjadi di darat bukan lagi di laut. Sehingga, darat di anggap sebagai ruang gerak manusia yang bersifat hingar bingar, ramai, pengap dan tidak menyejukkan. Sedangkan laut adalah lokasi gerak manusia yang nuansanya sepi dan sunyi. Menurut salah satu budayaan Madura sunyi mendatangkan imajinasi, imanjinasi mendatangkan kreatifitas. Saat ini, yang kita kenal di wilayah Madura bagian laut hanya ada satu budaya yang masih bertahan yaitu budaya “nyadher” itupun sebagian orang saja yang ikut serta memeriahkan acara yang di anggap religius tersebut. Padahal apapun bentuk budaya Madura harus kita dukung dan kembangkan selama substansi dan tujuan budaya tersebut berjalan di atas relnya. *) Mahasiswa Semester IV Fakultas Tarbiyah Jurusan PAI STITA

Membangun Keadaban Berpolitik Di era reformasi, bangsa Indonesia mempunyai peluang yang besar untuk melakukan demokratisasi secara maksimal demi mencapai cita-cita kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan sosial dalam bernegara. Demokrasi merupakan sebuah keputusan yang dilandasi kesadaran kita sebagai warga negara Indonesia untuk mencapai tujuan bersama. Karena itu, kita seharusnya menumbuhkan komitmen bersama agar demokrasi tersebut tahap demi tahap berjalan dengan baik. Namun fakta yang terjadi sekarang, demokrasi yang terjadi saat ini tidak berjalan semestinya. Banyak gejolak-gejolak yang meresahkan bangsa akibat kurang sadarnya tujuan demokrasi. Akibatnya, demokrasi saat ini dimanfaatkan oleh para politikus dalam ajang kebebasan berpolitik yang akhirnya hanya mendapatkan kegaduhan saja. Demokrasi tidak hanya mempunyai komitmen bersama namun juga mempunyai peran yang kuat dalam mencapai perjalanan hidup bangsa yang adil, sejahtera, dan makmur. Tetapi akhir-akhir ini yang terjadi adalah kegaduhan politik yang sangat merisaukan dan memprihatinkan. Hal ini merupakan tantangan yang besar bagi siapa pun yang memimpin negara, khususnya Presiden. Pada tahun 2013 ini, terjadi serangkaian gejolak politik yang menyita perhatian publik, seperti banyaknya elit politik yang terjerat kasus korupsi oleh KPK. Akibat kasus tersebut mengakibatkan kinerja pemerintah terkendala. Kegadulan politik telah menyeret petinggi-petinggi partai ke dalam lumbung KPK. Kegaduhan politik terus menggoyang telinga-telinga masyarakat yang telah tersebar luas di berbagai media, baik media cetak maupun elektronik.

Ricuhnya parpol di kesejahteraan jika mana-mana membuat para penguasa yang keadaan bangsa santinggi melalukan kegat merisaukan. Lebsalahan dalam menih-lebih rakyat yang jalankan kekuasaan mudah dibodohi oleh tersebut dan rakyat para politikus, yang hanya merasakan kedengan mudahnya sengsaraan. menikmati janji palHadirnya kekuasu dan mengindahsaan dan kewenankan lidahnya demi gan mestinya diperOleh: mendapatkan apa gunakan dengan baik SITI HASANATUT THOLIBAH yang diinginkan. Dan dan sesuai dengan masyarakat yang terperaturan yang ada. tipu dengan manisnya janji para Peran kekuasaan dan kewenanpolitikus hanya mendapatkan se- gan sebagai penyeimbangan buah penyesalan. untuk memastikan sistem kontrol Baru-baru ini Anas Urbaningrum kekuasaan sehingga mendapatkan (Mantan Ketua Umum Partai manfaat yang nyata dan berjalan Demokrat) dinyatakan sebagai sebagaimana mestinya. Tetapi hal tersangka dalam kasus korupsi itu jauh dalam konteks tersebut. Hambalang. Sehingga kedudukan Kenyataannya, kekuasaan yang Partai Demokrat menjadi tak terk- terjadi saat ini bisa dikatakan endali. Bahkan SBY sebagai Ketua mayoritas terletak pada tangan Majelis Tinggi Partai Demokrat penguasa yang salah. Penguasa telah mengambil alih kekuasaan hanya menebarkan sejuta senyuAnas sebelum jadi tersangka. Hal man pada awal kekuasaannya. itu dilakukan sebagai upaya untuk Ketika berlangsung lama, maka mengembalikan elektabilitas Par- akan hilang dalam sekejap mata tai Demokrat agar kembali naik. saja. Buktinya banyak elit parpol Selama ini dalam beberapa survei, yang terjerat kasus korupsi. elektabilitas Partai Demokrat terus Saling Menjatuhkan menurun. Sehingga diambillah Banyaknya Parpol dalam negara langkah penyelamatan oleh Majelis Tinggi. Tetapi sekarang De- kita, membuat para politikus harus mokrat kembali gaduh pasca Anas menjaga citra partainya. Karena ditetapkan sebagai tersangka oleh ancaman yang bisa datang tanpa KPK. Sehingga momen ini banyak diharapkan itu bisa terjadi kapan dimanfaatkan oleh elit parpol lain saja. Para petinggi parpol dan anguntuk semakin menjatuhkan elek- gota-anggotanya harus mempunyai cara khusus bagaimana untuk tabilitas Partai Demokrat. Para petinggi-petinggi partai tetap menjaga citra dari parpol itu semakin membuat kegaduhan sendiri. Menjelang Pilpres 2014, dalam masyarakat. Persoalan partai-partai mulai mengusung Anas terus dibesar-besarkan. strategi agar calon dari tiap-tiap Dalam dunia politik memang partai bisa menduduki posisi yang selalu identik dengan perebu- teratas. Tidak tanggung-tanggung, tan kekuasaan. Namun saat demi meraih kedudukan yang terini, kekuasaan dalam berpolitik tinggi para anggota Parpol saling ibarat kapal yang tidak seimbang. menjatuhkan nama baik Parpol Bagaimana rakyat bisa mencapai satu dengan yang lainnya. Mereka

terkadang tidak memperdulikan siapa pun. Bahkan kerap didengar bahwa “boleh dikata saudara kandung di dalam rumah namun tidak pada partai”. Sehingga hal tersebut menunjukkan betapa kejamnya dunia politik. Sekarang dunia perpolitikan di Indonesia terus memanas. Sejumlah partai politik mulai membangun citra demi mengharumkan parpolnya. Bahkan ada yang menyerang lawan dari partai lain untuk menjatuhkan citra lawan. Bahkan akhir-akhir ini panasnya kasus yang menimpa Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan mantan Presiden PKS, Hasan Luthfi Ishaqq terus menjadi bahan main dalam dunia politik untuk menjatuhkan citra partai mereka. Jika masing-masing partai tidak dapat mengembalikan dan mengendalikan elektabitasnya. Maka para petinggi-petinggi parpol harus siap menghadapi kekalahan. Karena itu, mulai sekarang mestinya semua parpol harus melakukan upaya nyata untuk mengembalikan citranya yang terpurruk, sehingga elektabitasnya semakin meningkat. Kegaduhan politik yang terjadi saat ini, mestinya membuat masyarakat bisa mengambil pelajaran untuk mendewasakan diri dalam berpolitik. Dengan demikian, kita sebagai bangsa Indonesia harus mempunyai komitmen untuk membangun partai politik yang berkeadaban, dengan menjunjung tinggi sportivitas dalam bersaing. Sehingga tercipta kehidupan kebangsaan yang demokratif dan menentramkan. *) Aktivis Laskar Ambisius Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (AMBISI) dan Mahasantri Pesantren Mahasiswi (PesMi) IAIN Sunan Ampel Surabaya, kelahiran Waru, Pamekasan

8

KAMIS

7 Maret 2013

Krisis Pendaftar, Ujian PPK Akhirnya Digelar BANGKALAN-Kendati sempat mengalami krisis pendaftar, tes tulis untuk calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Bangkalan akhirnya terlaksana juga. Berlangsung di gedung PKPN Bangkalan, Rabu (6/3) kemarin, ternyata tak semua pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi hadir mengikuti tes tulis tersebut. Ditemui di lokasi tes berlangsung, Abdul Somad, Ketua Kelompok Kerja Seleksi PPK, KPU Kabupaten Bangkalan, mengatakan, dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan terdapat 195 pendaftar. “Ada 195 pendaftar dari 18 kecamatan. Yang lolos seleksi administratif 166 orang, tapi yang hadir dalam tes tulisnya hanya 133 orang saja,” jelas Somad. Berdasarkan keterangan Somad, diketahui pula bahwa dari tes tulis tersebut hanya diambil 10 besar dari tiap kecamatan untuk masuk dalam tes wawancara yang akan dilaksanakan beberapa hari mendatang. “Nanti hanya kami ambil 10 besar per kecamatan, untuk masuk dalam tes wawancara, namun bagi kecamatan yang hanya diisi pendaftar di bawah sepuluh orang maka semua yang lolos seleksi administrasi dipastikan masuk dalam tes wawancara,” ungkapnya. Somad pun mengatakan bahwa setelah tes wawancara tersebut nantinya akan ditunjuk 5 orang per kecamatan yang kemudian akan ditetapkan sebagai anggota PPK. Sehingga total dari seluruh peserta seleksi ini akan diterima 90 orang untuk 18 kecamatan yang ada di Bangkalan. Holis, salah seorang peserta seleksi PPK asal kecamatan Geger Bangkalan mengatakan, tes Rabu kemarin tidak ada kendala. “Lancar sih mas, semoga aja lolos nantinya,” ungkapnya. Dirinya berharap agar pemilihan PPK dapat berjalan sebagaimana semestinya dan tidak ada manipulasi apapun ke depan. Ratusan Warga Mendaftar Sementara, di Pamekasan 286 warga kabupaten itu mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi anggota PPK. Anggota KPU Pamekasan Agus Kasianto, Rabu (6/4), menjelaskan ke-286 warga yang mendaftarkan diri itu, berasal

KM/AGUS JOSIANDI

SEMOGA LULUS: Tahap rekrutmen anggota PPK di Bangkalan telah masuk tahap tes tulis, Rabu (6/3). Berikutnya, diambil 10 besar tiap kecamatan untuk mengikuti tes wawancara.

dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. “Mereka itu telah menyetorkan lamaran pendaftaran kepada KPU Pamekasan sejak pengumuman pendaftaran mulai 26 Februari hingga 4 Maret 2013,” kata Agus, sebagaimana disadur dari antarajatim.com. Dari jumlah pendaftar sebanyak itu, 65 orang di antaranya merupakan mantan anggota PPK yang pernah bertugas pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Pamekasan 9

PILEG 2014 Tak Semua Kader PKNU ke Gerindra PAMEKASAN-Partai Gerindra dan PKNU telah lama berfusi untuk menjadi mesin politik pemenangan Prabowo Subiyanto. Itu telah lama bergulir, tepatnya pada bulan lalu, persisnya Minggu (17/2), di Jakarta. Kendati demikian, kemesraan di tingkat Gerindra-PKNU di tingkat pusat tersebut, belum merembet jauh ke daerah, hingga tingkat kabupaten/kota. Contohnya, di Pamekasan. Bahkan muncul sinyalemen, kader-kader PKNU di Pamekasan, belum tentu noro’ buntê’. Seperti diucapkan Abusiri, anggota DPRD Pamekasan dari PKNU. Saat diwawancarai Kabar Madura, Rabu (6/3) siang kemarin, dia menegaskan, PKNU Pamekasan belum melangkah lebih jauh guna menindaklanjuti meleburnya PKNU-Gerindra di tingkat pusat. “Saya masih mau istikarah dulu,” katanya sembari menekankan, dirinya belum bisa memastikan, apakah akan kembali menyalonkan diri atau tidak, pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Abusiri mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan tindak gegabah dalam menentukan pijakan berpolitik. Sebab, segala pilihan akan berpangkal pada dampak yang tak bisa dihindarkan. Ketika didesak kemabli, apakah dia akan mencalonkan diri atau tidak, dalam Pileg 2014 mendatang, lagi-lagi Abusiri tidak memberikan jawaban secara pasti. “Saya masih mau istikarah dulu,” ujarnya berkali-kali. Sementara itu, sampai kemarin (6/3), sudah ada 12 anggota DPRD Pamekasan yang sudah mengambil formulir pendaftaran rekrutmen caleg, ke Gerindra. Semuanya adalah non-kader Gerindra. “Umumnya berasal dari kader-kader PKNU,” ungkap Ketua Gerindra Pamekasan, Agus Sujarmadi. (anm/yoe)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Januari 2013. Kata Agus, ke-65 mantan anggota PPK itu, berasal dari 13 kecamatan. “Kami telah melakukan tes tertulis bagi para pelamar anggota PPK ini dan hasilnya akan kami umumkan pada Kamis besok (7/3),” ujarnya. Bagi pendaftar yang dinyatakan lolos tes tulis, menurut Agus Kasianto, nantinya akan mengikuti tes wawancara yang akan digelar tim seleksi KPU Pamekasan pada 9-11 Maret 2013. Dia juga memastikan, pelaksanaan rekrut-

men calon anggota PPK untuk pelaksanaan Pilgub Jatim itu, berlangsung transparan, tidak seperti kebijakan KPU sebelumnya. Menurut Agus, hasil pelaksanaan tes tertulis para pelamar anggota PPK untuk pelaksanaan Pilgub Jatim 2013 itu akan diumumkan melalui papan pengumuman KPU dan media center KPU Pamekasan di alamat situs www. kpud-pamekasankab.go.id. “Jadi semua nilai hasil tes para peserta nantinya bisa dilihat secara

langsung, baik oleh peserta maupun oleh masyarakat Pamekasan,” katanya menegaskan. Lanjut Agus, upaya transparansi nilai dalam rekrutmen panitia pelaksana Pilgub Jatim di tingkat kecamatan itu untuk mencegah adanya dugaan praktik kolusi dan nepotisme di kalangan masyarakat. “Pengumuman hasil seleksi atas pelaksaan tes calon anggota PPK untuk Pilgub Jatim ini nanti pada tanggal 14 Maret 2013,” katanya. (jos/ant/yoe)

Soal Pilkades, Polres Punya Opsi Sendiri Bakal Dikupas Tuntas dalam Rapat Lanjutan SUMENEP-Perdebatan antara legislatif dan eksekutif, soal pemilihan kepala desa (pilkades) serentak digelar dalam satu hari, atau bertahap, masih belum menemukan titik temu yang pasti. Komisi A DPRD Sumenep tetap dalam komitmen awal, pilkades tetap harus digelar serentak dalam satu hari. Di bagian lain, eksekutif juga bersikeras, pilkades digelar serentak per wilayah eks-pembantu bupati. Polres Sumenep, selaku pemangku keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sampai saat ini belum menentukan, mana dari dua opsi tersebut yang dapat terselenggara. Namun di bagian lain, Polres Sumenep menegaskan, mereka punya opsi tersendiri. Tentu saja opsi tersebut berlandaskan pertimbangan logika keamanan, berkaitan dengan penyelenggaraan pilkades. Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto mengatakan, setiap desa memiliki tingkat kerawanan yang

berbeda-beda. Sehingga, diperlukan penghitungan rencana anggaran dan kebutuhan personel yang benarbenar matang. Edy mengungkapkan, sejauh ini Polres Sumenep masih KM / BUSRI THAHA berupaya memaKOMPOL EDY tangkan penghiPURWANTO tungan rencana KABAG OPS anggaran dan kebutuhan personel tersebut. Meski demikian, Edy mengaku, Polres Sumenep sudah berkoordinasi dengan polsek-polsek di bawah jajarannya. Dia menambahkan, koordinasi dengan polsek sangat penting dilakukan kerena yang paling tahu kondisi di tingkat kecamatan dan desa adalah pihak polsek. Diakuinya, untuk koordinasi dengan tingkat kecamatan sudah dilakukan oleh Polres Sumenep dengan masingmasing polsek. Namun, Edy berkelit, ketika didesak untuk membeberkan leb-

ih detail soal hasil sementara penghitungan rencana anggaran dan kebutuhan personel tersebut. ”Nanti kami akan sampaikan kebutuhan personel bagi desa yang paling rawan dengan desa yang tidak rawan. Kami ABRORI MANNAN akan menyamKETUA KOMISI A paikan saat perDPRD Sumenep temuan lanjutan bersama dengan eksekutif, legislatif, dan pihak keamanan,” tukas Edy. Sementara, soal rapat lanjutan itu sendiri, sampai kemarin (6/4), belum diketahui pasti, kapan bakal terlaksana. Edy kembali mengelak, ketika disinggung apakah opsi Polres Sumenep bakal berbeda dengan opsi eksekutif, maupun opsi legislatif. ”Kami akan sampaikan ketika rapat lanjutan opsi dari pihak keamanan,” tandasnya. Ketua Komisi A DPRD Sumenep, Abrori Mannan mengatakan, pada

hakikatnya pelaksanaan pilkades merupakan kewenangan eksekutif. Tetapi, dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pilkades, maka semua elemen, termasuk TNI dan Polri, diharapkan turut berperan aktif. ”Dari sisi regulasi, pilkades menjadi wewenangan eksektif. Tetapi, peranana dari polres dan TNI sangat besar sebab hal itu menyangkut keamanan. Kalau misalnya polres memiliki tawaran, sangat bagus untuk kita diskusikan,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Menurut Abrori, dalam rapat beberapa waktu lalu, sebenarnya Polres Sumenep sudah menawarkan beberapa opsi. Namun, kongkritnya nanti akan disampaikan dalam rapat lanjutkan yang akan dilaksanakan bersama dengan legislatif, eksekutif dan pihak keamanan. ”Semua opsi dan masukan dari siapapun, baik dari polres, eksekutif dan legislatif dan bahkan dari teman-teman media massa, jika ada, akan tetap dipertimbangkan. Kalau misalnya masuk akal dan tidak terlalu memberatkan APBD, bisa saja diterima. Yang penting, semua demi kesuksesan pelaksanaan pilkades,” pungkasnya. (bus/yoe)

Faktor Geopolitik Persulit Pemilihan Kades BANGKALAN-Masalah mendefinitifkan 132 kepala desa yang ada di Bangkalan, melalui pemilihan kepala desa (pilkades), tampaknya belum ada titik terang solusinya. Kendati optimis akan dapat menemukan solusinya, namun kalangan anggota DPRD Bangkalan mengakui, sejumlah faktor, khususnya faktor sosial budaya dan geopolitik, merupakan kendala utama pelaksanaan pilkades di banyak desa yang ada di Bangkalan. Fathonah, Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan yang membidangi masalah pemerintahan mengatakan, pemegang kunci permasalahan adalah Badan

Permusyawaratan Desa (BPD). “Sebetulnya kunci permasalahan ada di BPD mas, karena merekalah yang menentukan panitia pemilihan (pilkades, red) nantinya,” jelas Fathonah. “Lah yang jadi kendala selama ini, BPD cenderung pasif untuk melaksanakan itu sehingga pelaksanaan pilkades molor,” bebernya lebih detail. “Dan yang patut dicermati adalah, sebagian besar BPD yang ada hari ini, mereka adalah orang-orang kepala desa incumbent, sehingga ini dilakukan untuk mengamankan posisi kepala desa yang didukungnya,” ungkap Fathonah, lebih lanjut. Pada kesempatan itu Fatho-

nah juga menjelaskan, bahwa pihaknya telah menekan pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Daerah, supaya secepatnya menggelar pilkades di beberapa desa yang telah siap. Berdasarkan informasi yang diterimanya pula, bahwa surat terkait telah dilayangkan baik kepada pihak kecamatan maupun desa terkait. Menurut Fathonah, 4 desa yang sudah siap menggelar pilkades. Masing-masing adalah, Desa Larangan Klintong, Kecamatan Galis; Desa Pamorah, Kecamatan Tragah; Desa Jung Anyar, Kecamatan Socah; dan Desa Durjan, Kecamatan Kokop.

Sayangnya, tutur an di Tanjung Bumi, Fathonah, Komisi pihak BPD terkesan A tak dapat berpasif dan tak mau buat terlalu banbergerak. Oleh kareyak dan terlampau na itu kami panggil jauh, guna menyBPD terkait, alasanelesaikan masalah nya macam-macam tersebut. Sebab, kesaat itu,” ungkap wenangannya hanMujiburrahman. ya sebatas fungsi “Akhirnya, kami kontrol, sama sekali minta kepada pitidak diperbolehkan hak Desa untuk KM/AGUS JOSIANDI intervensi. mengkondisikan SITI FATHONAH Senada dengan hal tersebut, yang Sekretaris Komisi A Fathonah, Mujiburkemudian berujung DPRD Bangkalan rahman, anggota pada pembubaran lain Komisi A DPRD Bangkalan BPD . Selanjutnya, dibentuk juga mengakui adanya “keru- BPD baru, dan segera setelahnwetan” di pihak BPD. ya Pilkades dilangsungkan,” “Ya, pernah juga dulu kejadi- lanjutnya. (jos/yoe)

KAMIS

9

7 Maret 2013

Demokrat Sumenep di-KO Kadernya Terkait Kabar Pemecatan Empat Ketua PAC SUMENEP-Kecamuk di internal Partai Demokrat Sumenep rupanya belum padam. Bola panas berupa tuntutan pencopotan Djoni Tunaidi dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumenep, yang digelontorkan 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Demokrat, 19 Februari lalu, kini masih terus membara. Bahkan, bara panasnya kian menguat, hingga menjurus ke arah kobaran api. Sebab, aksi yang melibatkan 18 PAC tersebut telah melahirkan keputusan politik dengan mencopot empat ketua PAC yang dinilai menjadi aktor intelektual di balik unjuk rasa itu. Tak terima dengan pemecatan tanpa surat yang jelas dari pihak partai, Ketua PAC Kalianget, Syarqawi mendatangi kantor Demokrat dengan membawa Surat Keputusan (SK) dan Anggaran Dasar/Anggaran

Rumah Tangga (AD/ART) Demokrat, Rabu (6/3) kemarin. Kedatangannya adalah untuk menukar SK dan AD/ART partai yang dijunjungnya dengan surat pemecatan yang jelas. ”Jelas saya marah, belum ada surat pemecatan yang saya terima, kok di media online sudah muncul berita pemecatan tentang empat PAC. Ini yang ngomong pengurus harian. Jangan asal bicara dong kalau tidak ada bukti kongkrit berupa surat,” teriak Syarkawi di depan kantor Demokrat kemarin. Kedatangan Syarkawi saat mendatangi kantor demokrat sendirian sempat menimbulkan kegaduhan di kantor Demokrat. Teriakan Syarkawi bernada geram, ditujukan kepada pengurus DPC itu, sempat membuahkan aksi dorong-mendorong. Sebab, terlontar perkataan bernada mengancam, saat Syarkawi datang dan langsung teriak-teriak di depan kantor. ”Gimana gak marah saya, wong tadi sempat diancam. Memangnya saya takut dipecat. Nggak. Ayo kalau

BACALEG PKB Segera Gelar Uji Kelayakan SUMENEP-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep segera menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 70 pendaftar bakal calon legislatif. “Sesuai jadwal yang kami tetapkan, uji kelayakan dan kepatutan bagi bakal calon legislatif itu akan digelar pada Minggu (10/3),” kata Sekretaris DPC PKB Sumenep Bahrul Ulum di Sumenep, Rabu (6/3), dikutip dari antarajatim.com. PKB Sumenep memberikan kesempatan kepada warga setempat untuk mendaftar sebagai bakal caleg yang akan diusungnya pada Pemilu 2014, sejak November hingga Desember 2012. “Secara keseluruhan tercatat 70 pendaftar bakal caleg dan 15 di antaranya adalah perempuan. Lokasi uji kelayakan dan kepatutan bagi mereka di aula salah satu hotel di Sumenep,” katanya. Pihaknya telah membentuk tim yang akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para bakal caleg tersebut. “Personel tim uji kelayakan dan kepatutan terdiri atas tiga orang, dan satu di antaranya adalah pengurus DPW PKB Jawa Timur. Sementara dua personel lainnya adalah akademisi,” katanya. Uji kelayakan dan kepatutan itu merupakan tahapan yang harus dilalui para pendaftar bakal caleg di PKB Sumenep. “Kami ingin mengetahui kapabilitas para bakal caleg sekaligus rekam jejaknya guna memastikan bakal caleg yang kami usung pada Pemilu 2014 adalah sosok yang berkualitas. Kami tidak ingin salah pilih,” kata Ulum. (ant/yoe)

memang ada surat pemecatannya saya kembalikan juga SK dan AD/ART partai ini,” geram Syarkawi. Di tengah situasi kisruh, Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, Djoni Tunaidi, keluar dari dalam kantor dan menemui Syarkawi. Kemudian, dia mengatakan, sebenarnya tidak ada pemecatan terhadap 4 ketua PAC tersebut. Tapi, begitu selesai memberikan pernyataan, Djoni langsung disergah Syarkawi. ”Kalau memang tidak ada pemecatan kenapa ada komentar begitu di media. Ini kan organisasi, masak tolol begitu ngurus partai. Yang ngomong malah pengurus harian, saya baca,” tukasnya. Berikutnya, Djoni malah bungkam, saat akan dikonfirmasi soal pemberitaan di media online yang mengabarkan, empat ketua PAC Demokrat telah dipecat. Demikian pula jajaran petinggi di DPC Demokrat Sumenep. Mereka lebih memilih diam dan tak mau memberikan keterangan sedikitpun kepada wartawan. (aqu/yoe)

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

SENJATA PAMUNGKAS: Ketua PAC Demokrat Kalianget Syarkawi membeberkan AD/ART Partai. Dia menilai pemecatan terhadap empat PAC lainnya tidak sesuai dengan prosedur.

Tes Tulis, Soal Langsung dari KPU Jatim SAMPANG-Seleksi anggota Panitia Pemilhan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, yang tahapannya sudah dimulai sejak 26 Februari lalu, oleh KPU Kabupaten Sampang, kemarin sampai pada tahap tes tulis. Sebanyak 165 orang calon anggota PPK dari 14 kecamatan di Sampang, berkompetisi lulus tes tulis di gedung baru KPU Sampang, Rabu (6/3). Dari jumlah tersebut, akan disaring kembali untuk mengikuti tes wawancara dengan jumlah 10 orang dari setiap kecamatan. Peserta tes tulis itu, adalah mereka yang lolos saringan administratif. Sejumlah persayaratan yang berhasil mereka penuhi, antara lain, berkewarganegaraan Indonesia, minimal berusia 25 tahun, setia kepada Pancasila sebagai

dasar negara dan UUD 1945, serta cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Selain itu, berdomisili di wilayah kerja PPK/PPS. Dari 167 pendaftar rekrutmen, hanya dua yang dinyatakan tidak lolos seleksi administratif. “Yang tidak lolos itu, karena usianya di bawah 25 tahun,” ungkap Miftahur Rozak, anggota KPU Sampang di sela-sela pelaksanaan tes tulis, kemarin (6/3). Dijelaskan, dalam pelaksanaan tes tulis tersebut, pihaknya hanya bertugas untuk memberikan tempat. Sedangkan soal dan jawaban dari tes tulis tersebut langsung dikirimkan dari KPU Jatim. “Soal tesnya langsung dari KPU Provinsi, kalau kunci jawabannya nanti akan dikirim dari Surabaya,” ujarnya kemudian. Dalam kesempatan yang sama, anggota lain KPU Sampang, Hernandi Kusuma Hadi men-

gatakan, tes tulis itu digelar untuk menyaring para pelamar yang jumlahnya melebihi kuota kebutuhan. Nanti, setiap kecamatan akan diisi 4 anggota PPK, dan 1 orang di antaranya bertindak sebagai ketua PPK. “Kebutuhannya masih sama, setiap kecamatan ada 5 anggota PPK. Jadi semuanya dibutuhkan 70 orang anggota PPK,” ujarnya singkat. Seperti diketahui, terlampir syarat-syarat yang tercantum, bagi calon anggota PPK/PPS wajib mengikuti tes seleksi administrasi, tes tulis dan wawancara. Tes seleksi PPK diselenggarakan antara 26 Pebruari-4 Maret 2013 dan berlaku pula terhadap seleksi adiministrasi calon PPS. Tes tulis dilaksanakan 6 Maret kemarin, dan tes wawancara akan dilaksanakan 9-11 Maret mendatang. (sya/yoe)

PILGUB JATIM 2013 Khofifah, Jangan Peralat Kiai! JAKARTA-Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyeru kepada Khofifah Indar Parawansa yang akan maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur, agar tidak memperalat kiai untuk kepentingan politiknya. “Saya berharap Khofifah tidak menggunakan kiai, apalagi yang sepuh untuk reklame karena tentu merendahkan martabat beliaubeliau,” kata Hasyim di Jakarta, Rabu (6/3) sebagaimana diKM/STATIC.REPUBLIKA.CO.ID kutip dari antaHASYIM MUZADI rajatim.com. Mantan Ketua Umum M e n u r u t PBNU Hasyim, sebaiknya Khofifah bekerja sama dengan anak-anak muda yang cerdas dan berani serta dinamis untuk mengadakan perubahan di Jawa Timur. “Para ulama cukup diberi penjelasan tentang situasi negara dan politik yang sehat agar tidak termakan tipu muslihat serta mempersilakan beliau-beliau tenang di pesantrennya,” katanya. Lebih lanjut Hasyim mengatakan bahwa Khofifah harus bisa membuktikan pemilu yang jujur tanpa kecurangan dan pencurian suara, APBD yang bebas korupsi, birokrasi yang bebas kepalsuan dan mismanagement, kekuasaan yang bebas dari intrik dan cara-cara yang tidak baik serta Jawa Timur yang produktif dan maju. (ant/yoe) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

RATUSAN PESERTA: Tes tulis yang dilaksanakan serentak se-Jatim, bertujuan menyeleksi calon anggota PPK untuk Pilgub Jatim 2013dan Pileg 2014 mendatang.

Audit Rekening Kampanye Segera Diumumkan PAMEKASAN-Komisi Pe- KPU Pamekasan tanpa alamilihan Umum (KPU) Pame- san yang jelas. kasan segera mengumum“Jadi yang akan kami kan hasil audit rekening umumkan hasil audit rekdana kampanye pasangan ening khusus dana kampacalon bupati-wakil bupati nye pasangan calon bupati pada pemilukada yang dige- dan wakil bupati hanya dua lar 9 Januari lalu, menyusul pasangan itu,” kata Zaini adanya desakan Panwaslu. menjelaskan. Sekretaris KPU PameSebelumnya, Panitia Penkasan Akhmad Zaini men- gawas Pemilu (Panwaslu) gatakan, audit rekening K a b u p a t e n P a m e k a s a n khusus dana kampanye mendesak KPU segera menpasangan calon Bupati- gumumkan hasil audit rekWakil Bupati Pamekasan ening khusus dana kampasebenarnya telah dilaku- nye pasangan calon bupati kan, namun pihak KPU dan wakil bupati pada pilkaselama ini menyampaikan da 9 Januari 2013, karena pemberitahuan itu merupakan hanya kepada keharusan. Panwaslu. Sesuai Un“Kemungkidang-Undang nan besok atau Jadi yang akan kami Nomor 32 Talusa akan kami umumkan hasil audit hun 2004 yang u m u m k a n d i rekening khusus dana diubah dengan papan pengu- kampanye pasangan U n d a n g - U n muman KPU Pa- calon bupati dan wakil d a n g N o m o r mekasan,” kata 12 Tahun 2008 bupati hanya dua Zaini, Rabu serta Peraturan pasangan itu.” malam (6/3), sePemerintah Nobagaimana dimor 6 Tahun AKHMAD ZAINI kutip dari anta2005 tentang Sekretaris KPU rajatim.com. Pemerintah DaePamekasan Zaini menrah disebutkan gaku, sebelumbahwa rekening nya pihak KPU sudah per- khusus dana kampanye pasnah mengumumkan hasil angan calon bupati dan wakil audit rekening khusus dana bupati harus diaudit dan kampanye pasangan calon diumumkan kepada publik. Bupati-Wakil Bupati PameKetua Panwaslu Kabupatkasan itu, namun segera di- en Pamekasan Zaini mecabut kembali dengan alasan nyatakan, meski Pilkada papan pengumuman KPU Pamekasan telah digelar ditempati pengumuman dua bulan lalu, tetapi sampai pendaftar anggota panitia saat ini KPU Jatim belum pemilihan kecamatan (PPK). mengumumkan secara terDia juga menjelaskan, rek- buka, terutama di media, ening khusus dana kampa- hasil audit rekening khusus nye Pemilukada Pamekasan kampanye masing-masing hanya dua pasangan calon, pasangan calon bupati. yakni pasangan KH Kholi“Kami juga tidak mengetalurrahman-Masduki (Kom- hui secara pasti apakah audit pak) dan pasangan Achmad sudah dilakukan atau belum. Syafii-Kholil Asy’ari (Asri). Yang jelas, sebagai lembaga Sedangkan pasangan calon pengawas kami meminta agar bupati Al Anwari-Holil (Aho) KPU segera melaksanakan tidak menyetorkan rekening amanat undang-undang ini,” khusus dana kampanye ke katanya. (ant/yoe)

AWCB: Golkar Salah Besar Tunda Dukung KarSa SURABAYA-Salah satu elemen pendukung pasangan bakal Calon Gubernur Jawa Timur Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), Aliansi Wong Cilik Bersatu (AWCB) menilai, keputusan Partai Golkar menunda rekomendasi merupakan kesalahan besar dan dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat. “Slogan Partai Golkar adalah suara rakyat. Tapi dengan keragu-raguan memberikan dukungannya ke KarSa bisa membuat rakyat yang sudah terlanjur mempercayai Golkar kecewa,” ujar Koordinator AWCB Nugroho kepada wartawan di Surabaya, Rabu (6/3), sebagaimana dikutip dari antarajatim.com.

Menurut dia, Golkar saat ini mulai mengarah identik dengan rakyat sehingga harus mengikuti kemauan rakyat yang sudah terlanjur memilih KarSa. “Jika ingin dipercaya rakyat Jatim pada Pemilu Legislatif 2014 dan meningkatkan kembali elektabilitas maka Golkar harus mengikuti kemauan rakyat,” katanya. Nugroho meminta, Partai Golkar tidak usah berfikir terlalu panjang dalam memberikan dukungan ke KarSa pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim yang dilangsungkan 29 Agustus mendatang. Hal ini terbukti dari keberhasilan Soekarwo dalam menjalin kekuatan dan persaudaraan antarpartai di Jatim. “Meski Soekarwo tercatat

sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, namun semua partai dirangkul dan diajak bekerja sama. Hasilnya, tidak ada konflik antarpartai politik yang terjadi sampai lebih dari empat tahun kepemimpinannya sebagai gubernur,” katanya. Tidak hanya itu saja, lanjut dia, keberhasilan KarSa terhadap perekonomian sebagai yang terbaik tingkat nasional sudah terbukti. Di samping itu, kemajuan tingkat pariwisata, kebudayaan, pertanian, infrastruktur dan lainnya semakin membuat rakyat mencintainya. “Karena itulah kami menganggapnya salah besar jika Partai Golkar ragu-ragu. Apalagi Soekarwo bukan hanya

milik satu partai saja, melainkan semua partai,” kata pria yang pada Pilgub Jatim 2008 sukses turut mengantar KarSa menjadi penguasa. Pihaknya juga berharap, semua partai politik yang sudah memberikan dukungannya ke KarSa segera mengirimkan rekomendasi demi kesolidan dan kekuatan menggalang kekuatan hingga tingkat akar rumput. Rekomendasi tersebut, kata dia, diyakini mampu memulihkan kepercayaan terhadap partai politik yang mengamanatkan KarSa memimpin kembali periode 2014-2019. AWCB juga mengapresiasi beberapa partai politik yang sudah secara resmi memberi-

kan rekomendasinya, seperti Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). “Kami yakin tidak lama lagi semua partai yang sudah positif menyatakan dukungannya segera mengirim surat rekomendasi, seperti PAN, PPP, Partai Gerindra, PKNU, dan Partai Demokrat sendiri,” katanya. Pada Pilgub mendatang, AWCB mengaku optimistis KarSa menang dalam satu putaran. Melihat perkembangan politik sampai saat ini, Nugroho menilai akan ada tiga kontestan pasangan calon gubernur. Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Saifullah Yusuf optimistis dukungan Golkar tidak berubah, yakni ke KarSa. (ant/yoe)

10

KAMIS

7 Maret 2013

Oknum Disdik ‘Sunat’ Beasiswa Guru

DPRD Gerah, Panggil Seluruh Cabdin PAMEKASAN-Adanya isu pemotongan beasiswa guru oleh salah satu oknum cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan membuat wakil rakyat gerah. Menyikapi hal ini, mereka berencana memanggil semua kepala cabang disdik se-Kabupaten Pamekasan untuk dimintai penjelasan. Zainal Abidin Anggota Komisi

D DPRD Pamekasan, Rabu(6/3) mengatakan, pihaknya akan segera memanggil seluruh kepala cabang dinas pendidikan untuk mengklarifikasi isu yang berkembang itu. Menurut Zainal, ini dilakukan supaya guru yang telah masuk daftar beasiswa itu tidak merasa dirugikan setelah adanya pemotongan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. “Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pemanggilan kepada semua kepala cabang dinas (Cabdin) sePamekasan,”ungkapnya.

Diakui Zainal, sebelumnya memang ada salah satu kepala cabang dinas pendidikan yang melapor terkait adanya pemotongan beasiswa itu, sehingga perlu ditindaklanjuti. “Kemarin kami mendapat laporan dari salah satu kepala cabdin jika ada pemotongan beasiswa guru untuk melanjutkan pendidikannya ke strata satu, namun tidak sempat kami panggil tetapi isu ini sudah berkembang,” tandasnya. Zainal menambahkan, selain akan memanggil seluruh kepala

cabang dinas, pihaknya juga akan memanggil pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan agar semuanya jelas, apalagi ada indikasi kongkalikong antara pihak dinas pendidikan dan cabang dinas sendiri. Sebanyak 13 kecamatan di Pamekasan diketahui, masing-masing terdapat 20 hingga 30 guru dan potongannya berbeda-beda. Minimal Rp 750 ribu, tapi ada juga yang dipotong Rp 1,2 juta tiap guru. Guru yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Unas ditanggung negara, maka lembaga pendidikan negeri maupun swasta tidak boleh memungut biaya dari siswa atau orangtua siswa sepersenpun. ”Ini kan gawenya negara, jadi semuanya negara yang membiayai, kecuali untuk biaya try out ” terangnya menegaskan. Masuni menambahkan, pelaksanaan Unas tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Soal yang diberikan, lanjutnya, sangat bervariatif. Dari lima paket, sekarang menjadi 20 paket soal sehingga siswa yang satu bangku tidak bisa menyontek. ”Makanya dibutuhkan try out untuk pematangan,” terangnya lebih lanjut. Untuk diketahui, jumlah peserta UN pada 2013 mencapai 42.900 siswa yang meliputi lembaga SD/MI dan sederajat, SMP/MTs dan sederajat, dan tingkat SMA/ MA dan sederajat. Dengan jumlah lembaga sebanyak 1.378 di seluruh Kabupaten Sumenep. (rei/h4d)

KM/DOK

ZAINAL ABIDIN Anggota Komisi D DPRD Pamekasan

Aneh, UPT Tak Tahu Penerima DAK

Anggaran Unas 2013 Belum Ada SUMENEP-Persiapan Ujian Nasional (Unas) di wilayah Sumenep hampir rampung. Namun, alokasi anggaran untuk pelaksanaan Unas belum diketahui secara jelas. Sampai saat ini, pemerintah pusat sebagai penanggungjawab penuh dalam realisasi Unas belum mengeluarkan anggaran untuk Kabupaten Sumenep. Seperti diketahui, seluruh pembiayaan untuk Unas ditanggung pemerintah pusat. Dinas Pendidikan di daerah hanya bertindak sebagai kepanjangan tangan sampai saat ini belum menerima estimasi anggaran yang dibutuhkan. ”Biaya yang tanggung negara seperti transportasi, biaya rapat, biaya kepanitiaan. Kami belum tahu besaran anggaran itu karena belum terima dari pusat,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Ahmad Masuni kepada Kabar Madura, Rabu (6/3). Ahmad Masuni kemudian mengemukakan, karena

itu khusus guru yang belum lulus strata satu, baik guru yang sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau guru tidak tetap (GTT). Dilain pihak, Zainul Muttaqin salah seorang guru mengatakan, wakil rakyat harus bisa menindaklanjuti adanya isu yang mencoreng wibawa pendidikan di Pamekasan, supaya tidak lagi terjadi hal serupa dikemudian hari. “Kalau dewan sudah mmpuyai rencana seperti itu bagus, tetapi harus benar benar terealisasi dan hailnya pun jelas,”ungkapnya. (jck/h4d)

KM/AHMAD AINOL HORRI

PERSIAPAN UNAS: Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Ahmad Masuni menjelaskan seluruh persiapan yang dilakukan menjelang Ujian Nasional 2013 hampir selesai.

SUMENEP-Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan gedung sekolah disayangkan DPRD Sumenep. Sebab, ketika komisi D turun ke lapangan, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) pendidikan di kecamatan tidak mengetahui sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut. Minggu terkhir ini, Komisi D DPRD Sumenep melakukan sidak ke sejumlah kecamatan untuk memantau realisasi DAK. Saat dewan mendatangi UPT pendidikan di kecamatan, UPT malah tidak tahu sekolah mana yang telah menerima bantuan DAK 2012. Padahal menurut salah satu anggota Komisi D DPRD Sumenep, Nur Asyur, peran UPT dalam realisasi program DAK sangat urgen. Mereka, tuturnya, mempunyai tugas untuk mengawasi realisasi program tersebut. ”Kalau tidak tahu, bagaimana bisa mengawasi program DAK,” ungkap politisi PKS itu setelah selesai turun ke kecamatan, Rabu (6/3) kemarin. Dalam sidak yang dilakukan Komisi D, Nur Asyur menceritakan, rombongan Komisi D pertamakali mendatangi UPT setempat di

setiap kecamatan. Karena mereka semestinya tahu dan dapat mengawasi program DAK. ”Saat kami datang ke sana, sebenarnya kami sudah pegang data. Namun saat kami tanyakan, sekolah (mana saja) yang mendapat DAK, mereka tidak tahu,” lanjut pria asal kepulauan itu. Ketidaktahuan UPT kata Nur Asyur disebabkan lemahnya koordinasi antara Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dengan UPT pendidikan di kecamatan. UPT hanya mengajukan namun tidak ditembusi saat penetapan lembaga yang mendapatkan program pusat itu. “Makanya UPT tidak tahu,” ujarnya. Selanjutnya, dia berharap, Disdik Sumenep dan UPT pendidikan di masing-masing kecamatan melakukan kordinasi yang baik, sehingga dalam realisasi DAK, UPT dapat berperan dan mengawasi teknis di lapangan. Disinggung soal kualitas pekerjaan proyek yang dialokasikan dari dana DAK untuk bangunan sekolah, Nur Asyur menilai, semuanya dalam kondisi baik. “Kalau soal kualitasnya, masih bagus,” tandasnya. (rei/yoe)

KAMIS

11

7 Maret 2013

Undang Talenta Berbakat se Madura Pembentukan Tim P-MU U-21

KM/TABRI S. MUNIR

MOBIL-MOBILAN: Meski sempat mengikuti program latihan fisik pembentukan tim P-MU ISL 2012-2013, Mohammadou Tassiou Bako (depan) akhirnya dipercaya menukangi Tim P-MU U-21 yang segera berkompetisi beberapa pekan lagi bersama Anis Fuad dan tim pelatih terpilih lainnya.

Di Balik Ditetapkannya Duet Anis-Tassiou sebagai Tactian P-MU U-21

Lebih Jagokan Pengalaman Si Jago Tanduk Keputusan telah ditetapkan manajemen P-MU terkait penanggung jawab tim P-MU U-21. Dimana ditunjuk sebagai kepala scout talent adalah duet Anis Fuad - Mohamadou Tassiou Bako. TABRI S. MUNIR, Bangkalan TAHUN 1990, para pecinta sepak bola pasti sering mendengar nama Anis Fuad. Pria yang saat ini menjadi asisten pelatih P-MU ini adalah salah satu bagian dari tim Persebaya Surabaya. Kala itu, Anis dikenal memiliki lompatan yang tinggi dalam menyambar bola dengan kepalanya.

Gol yang dia ciptakan memang seringkali lahir dari akurasi headingnya yang terukur. Tak heran, jika sewaktu menjadi pemain Persebaya, pria yang memiliki rambut kriting tersebut dikenal dengan julukan si jago tanduk. Terlepas dari pengalamannya sebagai pemain, pengalaman pernah membesut Persesa Sampang, serta sebagai asisten pelatih di P-MU, Anis diyakini memiliki segudang strategi serta segudang pengalaman untuk menilai pemain muda Madura yang memiliki potensi untuk berkembang. Itulah kira-kira yang menjadi pertimbangan manajemen P-MU memilihnya sebagai kepala scout talent tim P-MU U-21. Sejak P-MU memastikan promosi ke ISL, Anis yang diplot sebagai asisten pelatih,

setidaknya sudah bisa menimba ilmu dasar pembentukan dari Mustaqim dan Daniel Roekito. Pengalaman berdiskusi untuk proses latihan serta penentuan taktik, menjadikan pria yang mengalami patah tulang ketika Persebaya melawat ke Persipura beberapa tahun lalu, setidaknya menjadi bekal untuk membesut tim muda P-MU. Bukan hanya pengalaman itu saja yang menjadi pertimbangan. Pengalaman sebagai pelatih PSHW Pamekasan dan kemudian di Cahaya Muda Pamekasan, menjadi salah satu dasar penetapan orang tua dari Adam Anis sebagai pelatih P-MU U-21. Bahkan, kebersamaannya dengan Cahaya Muda sempat membawa klub tersebut memiliki nama besar di Jawa Timur. Itu terjadi setelah klub asal Madura ini ikut serta dalam

kompetisi amatir, Divisi III. Pengalaman dalam membesut pemain muda, serta kecerdasaannya dalam mengolah taktik akan dipertaruhkan. Pria yang berdarah Arab tersebut, akan diuji kemampuannya dengan dipasrahi sebagai kepala scout talent tim P-MU U-21. Kendati demikian, Anis yang masih belum memiliki jam terbang tinggi dalam membesut tim profesional, menurut Daniel Roekito akan terus didampinginya. ”Sebatas konsultasi dan diskusi akan kami lakukan. Karena bagaimanapun jika pemain muda P-MU bagus, tim senior gampang menariknya,” jelas Daniel Roekito. Terhadap tugas barunya tersebut, Anies Fuad mengaku sudah siap mengembannya. Pun dengan segala risikonya. (ed)

BANGKALAN-Manajemen Persepam Madura United (P-MU) telah merilis proses pembentukan tim P-MU U-21. Tim muda ini disiapkan berlaga di kompetisi ISL U-21 yang sebentar lagi akan digulirkan. Mengetahui hal tersebut, mengundang antusiasme pesepak bola muda berbakat dari seantero Madura. Mereka sangat berhasrat meniti karir sebagai pesepak bola melalui tim P-MU U-21. Seperti di Pengkab PSSI Pamekasan, sebagaimana disampaikan Wakil Ketuanya, Abd. Mukti. Diakui, sebelum adanya penetapan tim pelatih P-MU U-21, pihaknya sudah mengantongi nama-nama pemain usia muda yang akan direkomendasikan mengikuti proses seleksi P-MU U-21. Diakui pula oleh Mukti, proses seleksi yang dilakukan pihaknya sudah sinergi dengan kompetisi kelompok umur (KU), seleksi tim PraPorprov hingga Kejurda. ”Kalau bicara jumlah, kami sudah ada 18 pemain. Jika memang nanti proses seleksinya dilakukan sedikit terbuka, kami akan kirim seluruhnya,” ujar Mukti. Sayangnya, keinginan Mukti merekomendasikan hingga 18 pemain untuk diseleksi, bisa terbentur rencana awal pembentukan tim muda masa depan Madura ini. Sebelumnya,

Manajer P-MU Achsanul Qosasi berharap proses seleksi tim P-MU U-21 dilakukan merata dari masing-masing Pengkab PSSI yang ada di Madura. Disampaikan kala itu, dalam proses pemerataan distribusi pemain yang akan diseleksi, empat Pengkab PSSI se Madura, diharapkan masing-masing mengirim 10 pemain muda terbaiknya. ”Kalau mereka masingmasing mengirim 10 pemain, seluruhnya sudah ada 40 pemain muda berbakat,” ujar AQ -sapaan akrab Achsanul Qosasi. Kebutuhan pemain untuk kepentingan tim U-21 tersebut, menurut AQ diserahkan kepada tim pelatih. ”Termasuk teknis penyeleksian, semuanya diserahkan kepada tim pelatih yang berjumlah tiga orang,” jelas AQ. Tim Pelatih P-MU U-21 sebagaimana hasil rapat manajemen, PT Pojur Madura United dikepalai oleh Anis Fuad, yang notabene warga Madura. Kepada Kabar Madura, Anis menyampaikan jika pihaknya sudah berkoordinmasi dengan tim pelatih lainnya, seperti Mohamadou Tassio Bako. Dimana proses seleksi akan dilaksanakan Sabtu dan Minggu nanti (9-10/3). Sebagaimana rilis PT Liga Indonesia selaku pelaksanaan kompetisi ISL, Kompetisi ISL U-21 akan dimulai April mendatang. Adapun persyaratan usia pemain untuk kompetisi tersebut, setinggi-tingginya kelahiran 1 Januari 1992. (bri/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

DOOR PRIZE: Perwakilan dari PT Pojur Madura United didampingi ketua KM/TABRI S. MUNIR Panpel, menyerahkan hadiah handphone kepada salah seorang penonton DIOBOK-OBOK: Disaksikan perwakilan dari PT Pojur Madura United, salah seorang Polantas Polres Bangkalan mengambil empat bola pingpong undian beruntung yang nomor seri sobekan karcisnya keluar sebagai salah satu dari tiga hadiah handphone yang disiapkan penyelenggara. pemenang undian utama sepeda motor (foto kiri). Hadiah sepeda motor yang disiapkan untuk suporter P-MU (foto tengah).

Pemenang Sepeda Motor Belum Jelas

BANGKALAN-Janji Manajemen PT Pojur Madura United yang akan memberi hadiah terhadap penonton beruntung pada dua laga kandang P-MU, betul-betul dibuktikan. Jeda turun minum saat pertandingan P-MU kontra Persisam Putra Samarinda kemarin (6/3), digelar pengundian dengan hadiah utama sebuah sepeda motor. Plus, tiga buah handphone sebagai hadiah tambahan. Sayangnya, dari empat hadiah yang disediakan tersebut, hanya satu handphone yang langsung diambil penonton beruntung. Sementara sisanya, belum ada yang mengklaim sebagai pemilik nomor karcis yang keluar. Pengundian hadiah dilakukan dengan memilih bola pingpong yang telah ditulisi angka 0 hingga 9. Namun, tiap

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.co

perwakilan yang diminta mengambil nomor-nomor tersebut, hanya mengambil empat angka terakhir, sesuai dengan nomor karcis masuk yang tercetak. Khusus tiga hadiah handphone, yang diminta mengundi adalah perwakilan suporter cilik. Sementara untuk pengundian hadiah utama berupa sepeda motor dilakukan anggota polisi Lalulitas Polres Bangkalan. (nomor karcis beruntung ada di grafis) Dari empat pemenang, baru satu pemenang yang sudah mengambil hadiahnya. Sementara bagi pemenang lainnya, batas waktu pengambilan hadiah adalah hari ini (7/3), pukul 17.00 WIB. Lewat pukul tersebut, pemenang dinyatakan gugur. Bagi penonton yang nomor karcisnya memiliki nomor digit yang sama dengan

hasil undian, bisa langsung menghubungi Panitia Pelaksana atau kepada Bagian Marketing PT Pojur Madura United. Syarat bagi pemenang sangat sederhana, tunjukkan sobekan karcis yang tertera nomor serinya serta sertakan foto kopi tanda pengenal yang dimiliki. Terlepas adanya undian berhadiah, pada pertandingan P-MU v Persisam Putra Samarinda kemarin, animo warga Madura memberi dukungan langsung terhadap P-MU sangat besar. Tribun barat dan tribun timur yang tersedia, dipenuhi penonton. Tak hanya itu, tepat di belakang pagar yang mengelilingi lapangan, juga dijubeli penonton. Atas besarnya animo warga Madura tersebut, Achsanul Qosasi mengaku terharu. Karena diakuinya, sepak bola ternyata bisa mempersatukan

seluruh Madura. ”Apa yang dilakukan Nelson Mandela ketika menjadi presiden pertama dari Afrika, ternnyata juga mengalir di Madura. Perbedaan warna dan ras oleh Nelson Mandela disatukan dengan soft ball. Dan hari ini, persatuann warga Madura mulai terlihat melalui P-Madura United,” jelas pria yang mulai mengendalikan P-MU sejak berkompetisi di Divisi Utama musim lalu. P-MU, yang dikendalikan AQ -sapaan akrab pria yang kembali akan mencalonkan sebagai Calon Legislatif DPR RI pada Pemilu 2014 mendatang, kini telah menjadi kebanggaan Madura seutuhnya. Terbukti, pendukungnya mengalir dari empat kabupaten yang ada di Pulau Garam. Atas hal tersebut, AQ mengaku san-

gat bersyukur. Karena perbedaan logat dan bahasa warga Madura yang terdiri dari empat kabupaten, semuanya luruh menjadi satu suara. ”Madura harus menang, itulah koor yang bagi saya menjadi penyemangat untuk terus membesarkan P-MU,” ujar putra mendiang ulama kesohor, KH Bahauddin dari Sumenep. (bri/ed/adv) HASIL UNDIAN PENONTON LAGA KANDANG P-MADURA UNITED Hadiah Utama Sepada Motor 006323 Door Prize Tiga Hanphone 005683 007146 005105

12

KAMIS

7 Maret 2013

Busari Bangga Bisa Cetak Gol BANGKALAN-Busari, adalah satu dari sekian pemain P-MU yang mencatatkan diri sebagai pencetak gol. Itu, dilesakkan pada menit-menit akhir babak kedua saat P-MU meladi Persisam Putra Samarinda kemarin g pernah sore. Bagi pemain yang 3 ini, memperkuat Timnas U-23 ng gol tersebut menjadi yang perdana di pentas ISL. Berhasil membobol gak wang lawan, Busari tak ulupa mengungkap rasa syuut kurnya. Sebab gol tersebut uldicetak pemain asli Bantului Jawa Tengah ini melalui usaha keras, memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Persisam yang dijaga Fauzi Toldo. Berkat ketenangan dan instingnya di tengah kemelut, membawa P-MU leading sementara 2-1.

”Saya sangat gembira kala mencetak gol, karena sudah yakin P-MU akan menang. Sebab pertandingan sudah hampir usai,” ujar Busari. Sayangnya, gol yang dicetak Busari tak mampu membawa keun keunggulan bagi P-M Sebab P-MU. ketika p e r tandingan m memasuki injury time, P Persisam melalui Ebrahim Lo Lovinian, yang menjadi ekseku kutor tendangan bola mati, be berhasil dikonversi rekan setimnya, .. menjadi gol sundulan yang merobek jala gawang P-MU untuk kali kedua. Sehingga skor berubah lagi menjadi 2-2. ”Sayang ya, kita belum menang,” ujar Busari setengah kecewa. (bri/ed)

PUNGUT SATU POIN: Selebrasi Busari (17) usai mencetak gol ke gawang Persisam Putra samarinda disambut rekan setimnya.

Langsung Persiapan Laga Tandang KM/TABRI S. MUNIR

KLASEMEN SEMENTARA ISL 2012 / 2013 NO

KLUB

P W D L GD

1. PERSIPURA

PTS

9 6

3 0 20-4 21

2. AREMA INDONESIA

10 7

0 3 24-11 21

3. MITRA KUKAR

10 6

1 3 20-17 19

4. PERSISAM

10 4

4 2 16-14 16

5. SRIWIJAYA FC

9 4

2 3 19-19 14

6. BARITO PUTERA

9 4

2 3 12-13 14

7. PERSIWA

9 4

1 4 12-14 13

8. GRESIK UNITED

10 4

1 5 13-16 13

9. PERSIB

8 3

3 2 17-13 12

10. PERSEPAM MU

9 3

2 4 13-20 11

11. PERSELA

9 3

1 5 13-12 10

12. PERSIRAM

9 2

4 3

9-11 10

13. PSPS

9 2

4 3

6-8 10

10 2

4 4

8-12 10

14. PERSITA 15. PELITA BANDUNG RAYA

9 2

3 4 11-15 9

16. PERSIBA BALIKPAPAN

9 2

3 4

8-13 9

17. PERSIDAFON

9 2

2 5 11-14 8

18. PERSIJA

9 2

2 5 11-17 8

JADWAL ISL Kamis, 7 Maret 2013 Gresik United v Arema Stadion Petrokimia Gresik

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Bawa 17 Pemain ke PSPS dan Persija BANGKALAN-Usai melakoni pertandingan melawan Persisam Putra Samarinda kemarin, skuad Laskar Sape Kerap hari ini (7/3) langsung berkonsentrasi persiapan laga tandang berikutnya. Yakni melakoni lawatan ke PSPS Pekan Baru Riau dan Persija Jakarta. Dalam rangka persiapan laga tandang tersebut, 17 pemain yang diproyeksikan dibawa dalam lawatan itu tidak ikut dipulangkan ke Pamekasan. Sementara tujuh pemain lainnya dipulangkan ke Pamekasan tadi malam. Lawatan Laskar Sape Kerap ke Pekan Baru, rencananya akan berangkat besok (8/3), langsung dari Bangkalan. Untuk itu, 17 pemain yang akan dibawa serta ke Pekan Baru sengaja dikonsentrasikan di Kota Salak. Sebagaimana jadwal pertandingan kompetisi ISL, lanjutan laga P-MU masing-masing akan meng-

hadapi PSPS Pekan Baru (10/3) dan Persija Jakarta (14/3). Dua lawatan tersebut, sekaligus lawatan luar pulau Jawa terakhir P-MU di putaran pertama. Untuk selanjutnya, P-MU akan meladeni Sriwijaya FC, Pelita Bandung Raya, Arema Malang, Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persegres Gresik United. ”Kami memang harus sudah berkonsentrasi untuk laga berikutnya. Karena ini bulan tersibuk bagi P-MU. Untungnya, terdapat libur kompetisi selama 10 hari. Sehingga kami bisa recovery agak lama nantinya,” ujar Daniel Roekito. Sebagaimana rilis PT Liga Indonesia, kompetisi akan libur selama 10 hari sejak 18-28 Maret. Libur tersebut dimaksudkan untuk memberi dukungan langsung terhadap Timnas Indonesia yang akan berlaga di penyisihan Piala AFF. Pada tanggal tersebut, sedianya terdapat dua pertandingan kandang yang akan dijalani P-MU. Terhadap kondisi tersebut, dua laga kandang dimaksud sangat dimungkinkan termasuk pertandingan yang masuk jadwal tunda. (bri/ed)

Masih Belum Bisa Tak Kebobolan KEMBALI kebobolan dua gol pada pertandingan kesembilan, menjadikan upaya P-MU untuk meraih cleen sheet kembali harus pupus. Catatan tersebut sekaligus menjadi catatan yang kurang mengenakkan bagi pemain belakang dan kiper P-MU. Pasalnya, dalam sembilan pertandingan berturut-turut, belum sekalipun gawang P-MU tak tersentuh gol. Atas hasil tersebut, Daniel Roekito mengaku akan mengevaluasi terhadap pemainnya. Sebab selama ini gol-gol yang terjadi melalui tendangan langsung tersebut selalu berawal dari pelanggaran pada lokasi yang sama, yakni sayap kiri. ”Lagi-lagi kesalahan mendasar dilakukan ketika memasuki injury time. Ini menjadi catatan penting bagi saya,” ujar Daniel Roekito.

KM/TABRI S. MUNIR

BERAROMA KALAH: Tiga penggawa P-MU terduduk usai pertandingan.

Hasil pertandingan kemarin juga menambah catatan rekor buruk kebobolan melalui set piece. Praktis, selama sembilan pertandingan yang dilakoni P-MU, gol-gol lawan selalu dihasilkan melalui tendangan bola mati. lebih-lebih, empat tim tamu yang mencetak gol

ke gawang P-MU selalu diawali dari bola mati. ”Ini seharusnya bisa diantisipasi dengan baik. Tapi apapun yang terjadi, jangan karena hasil seri kemudian saling menyalahkan. Ini ajang untuk evaluasi,” tandas Daniel. (bri/ed)


Kabar madura edisi 7 Maret 2013