Issuu on Google+

SELASA 5 Februari 2013 Kabar Bangkalan Kini, SGB Tidak Seramai Dulu Akibat Penerapan Retribusi Parkir Kabar Sampang Kota Tidak Layak Jadi Ibukota Langganan Banjir, Persulit Roda Pemerintahan Kabar Pamekasan MLSB Terus Tagih Janji Camat dan Bulog Perihal Data Distribusi Raskin

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Soal KIP, Komisi A Akan Undang Diskominfo 10 Nama Telah Diusulkan

Pemain Minta Maaf pada Suporter

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

TAK BERDAYA: Seorang warga Nambekor meratapi sawahnya yang terendam banjir. Banjir yang diakibatkan hujan deras dan berlangsung lama di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep sehari sebelumnya memang tergolong terbesar dalam sejarah. Tak hanya pelosok desa, sejumlah titik di Kota Sumenep yang tidak pernah banjir, digenangi banjir dengan ketinggian bervariasi.

SUMENEP-Hujan lebat yang menenggelamkan kecamatan kota Sumenep ternyata juga di alami oleh masyarakat tani di Desa Nambekor, Saronggih. Selain rumah-rumah penduduk, gedung sekolah, lahan pertanian padi mereka nyaris tak lagi bisa diharapkan hasil taninya.

Sedikitnya kurang lebih 50 hektare lahan persawahan sawah Desa Nambeor Kc. Saronggi hingga siang kemarin masih tetap tergenang banjir. “Luas sawah yang terendam ada kalau 50 hektare,” ujar Iskandar, salahs atu petani Desa Nambekor, pada Kabar

Madura, kemarin. Iskandar mengatakan, banjir yang melanda desanya membuat panen mereka terancam gagal. Dia mengaku tanaman padi yang sudah terendam banjir tersebut kini sudah tidak lagi bisa diharapkan. Bersambung ke Hal 6

Hari Ini, Putusan MK

INFOGRAFIS:RYAN KALIG

Sengketa Hasil Pemilukada

PAMEKASAN-Kalau tidak ada aral yang merintang, Selasa (5/2) masa depan Pamekasan dipertaruhkan. Mahkamah Konstitusi (MK) bakal

memberikan keputusan berkenaan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilukada Pamekasan. MK pun menjadi penentu masa depan pemerintahan Pamekasan lima tahun mendatang. Chairil Utama, ketua tim

pemenangan dan sekaligus kuasa hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati KH Kholillurahman-Masduki (KOMPAK) selalku pemohon, menyatakan pihaknya akan patuh apapun yang diputuskan MK. Bersambung ke Hal 6

Terendam, Berkas Kenegaraan Rusak KM/MARZUKIY

DIHENTIKAN: Salah satu minimarket yang terletak di jalan Kabupaten, Pamekasan dan beroperasi 24 jam. Foto diambil, Senin (4/2).

Izin Pasar Modern Distop Sementara PAMEKASAN-Tak dipungkiri, pasar modern di beberapa wilayah sudah merambah ke berbagai pelosok desa. Tak terkecuali di kota Gerbang Salam, Pamekasan. Melihat kecender-

ungan tersebut, pada tahun 2013 ini perizinan pendirian pasar modern distop. Sebab keberadaan pasar modern yang telah berdiri beberapa tahun terakhir ini sangatlah mengganggu ter-

Hukum

hadap ekonomi masyarakat kecil. Dalam hal ini pedagang kaki lima alias pedagang kecil lainnya. Wakil Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Fathorrahman mengatakan, periz-

inan untuk pendirian pasar modern di Kabupaten Pamekasan sementara dihentikan melihat pertumbuhan pasar modern bak jamur di musim penghujan. Bersambung ke Hal 6

SUMENEP-Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sumenep, Minggu (3/2) kemarin mengakibatkan Kota Sumenep terendam banjir. Sejumlah rumah diberbagai titik terendam air, akibatnya banyak alat rumah seperti kasur, kursi mengalami rusak, tak terkecuali salah satu rumah anggota dewan Sumenep juga direndam air sehingga berkas KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH kenegaraan yang ada di BERSEJARAH: Banjir yang melanda Sumenep, dua hari lalu rumah tersebut ikut rusak. terbesar. Bahkan rumah anggota DPRD terendam hingga Bersambung ke Hal 6 akibatkan berkas kenegaraan rusak.

Ketika Para Guru SMAN 3 Pamekasan Kritis terhadap Kepsek

Dipicu Gunakan Dana Sekolah Seenaknya Sendiri Para guru SMAN 3 Pamekasan sedang resah. Sumber keresahan bukan berasal dari siapa-siapa, namun justru dari kebijakan pengunaan keuangan sekolah yang diambil sang kepala sekolah yang dinilai cenderung seenaknya sendiri. Seperti apa? MARZUKIY, Pamekasan KM/AGUS JOSIANDI

DINGIN: Cahyadi yang dijuluki Adi si Koboi asal Kokop menjalani sidang perdananya, Senin (4/2) kemarin.

‘Koboi Kokop’ Jalani Sidang Perdana BANGKALAN- Tentu masih ingat di benak kita, saat seorang pemuda asal Kecamatan Kokop menembak seorang warga dengan senjata api beberapa waktu lalu. Akibat ulah pemuda ini sang korban terpaksa harus kehilangan 4 jari kaki kirinya. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

RAUT kecewa begitu tergurat jelas di wajah Hanafi. Salah satu staf kurikulum di SMAN 3 Pamekasan, Senin (4/2) memang sedang kecewa terhadap kepemimpinan Dra. Tien Farihah, sang kepala sekolah (kepsek). Kekecewaan Hanafi terkait dengan penggunaan dana sekolah yang dianggapnya tidak jelas. Sehingga, kata Hanafi, butuh klarifikasi yang jelas mengenai persoalan tersebut. “Misalnya seperti yang pergi ke Jakarta dengan dalih rapat, dia menghabiskan dana sebesar Rp 5 juta, tetapi dia tidak

KM/MARZUKIY

KESAL: Puluhan guru buyar seusai mengikuti rapat dengan kepala sekolah karena tidak puas dengan keputusan yang diambil.

melampirkan tiket dan kuitansi lainnya. Dan datanya saat ini ada di bendahara,” sebut Hanafi. Sebagai seorang bawahan, Hanafi tentu tahu siapa yang dihadapinya, namun ia tidak mau tinggal diam. Ia tidak begitu saja percaya penggunaan dana sekolah yang cukup besar

itu. Sebab, menurutnya, biaya ke Jakarta hanya membutuhkan dana yang tak terlalu besar, tak pelak hal tersebut patut dipertanyakan. “Mungkin, kalau hanya ke Jakarta Rp 2-3 juta saja itu sudah cukup, sementara ini sampai Rp 5 juta. Apalagi tidak dilampiri dengan kuitansi,” ungkapnya.

Kata Hanafi, masih banyak dana sekolah yang dalam penggunaannya tanpa disertai bukti yang jelas pengeluarannya. Karena hal tersebut menjadi sumber kecurigaan tersendiri bagi guru di lingkungan sekolah unggulan tersebut. “Dia ke Jakarta sudah dua kali, ke Malang satu kali dan ke Surabaya satu kali, semuanya memakai dana sekolah. Yang paling lucu lagi, dia membeli pulsa dengan uang sekolah, dan berdalih atas kebutuhan sekolah,” beber Hanafi. “Saya sebagai kepala sekolah dan saya juga sebagai prbadi. Saya sebagai pribadi seharusnya memiliki handphone dua, atas nama pribadi dan kepala sekolah, kalau dia minta pulsa, bawahannya juga akan minta pulsa dong,” ujar Hanafi menirukan pernyataan atasannya. Hanafi mengaku tidak bisa memberikan data pasti atas dana yang telah dikeluarkan oleh kepala sekolah yang ditengarai sebagai kepentingan pribadinya. Bersambung ke Hal 6

DOK/KM

KOMPOL ALFIAN NURRIZAL Kabag Ops Polres

Pelantikan Bupati Sampang Dijaga Brimob Polda SAMPANG-Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Sampang terpilih Fannan HasibFadhilah Budiono sesuai jadwal pelantikan yang telah ditetapkan DPRD berlangsung pada 26 Februari 2013 nanti. Berbagai persiapan mulai dilakukan, termasuk pengamanan yang menempatkan anggota Brimob Polda Jatim. Ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan. Bersambung ke Hal 6


2

SELASA

5 Februari 2013

WAKIL RAKYAT Tiga Hari di Surabaya, Habis Rp 114 Juta KOTA-Mengaku, demi meningkatkan kemampuan setiap wakil rakyat, DPRD Kabupaten Bangkalan menghabiskan dana Rp 114 juta untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) selama 3 hari, di salah satu hotel mewah yang ada di Surabaya. Hal tersebut tak dibantah Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Munawar Cholil. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin DPRD yang diagendakan dua kali dalam setahun. Dan sesuai dengan rencana anggaran yang telah ditentukan akan menghabiskan dana Rp 114 juta. “Sesuai rencana anggaran 114 juta” ungkapnya. Kegiatan tersebut, lanjutnya, bertujuan meningkatkan kemampuan setiap anggota, karena di ikuti seluruh anggota dewan yang berjumlah 45 anggota. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatakan kemampuan seluruh anggota dewan, sehingga saat bekerja lebih maksimal,” ungkapnya. Terkait pelaksanaanya yang ditempatkan di Surabaya dan menghabiskan dana Rp 114 juta, Munawar Cholil mengatakan, hal tersebut sesuai rencana yang telah ditetapkan. Dan dalam kegiatan tersebut para anggota wakil rakyat tersebut akan mendapatkan beragam materi dari dari Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), Balitbangprov (Badan Penelitiaan dan Pengembangan Provinsi), dan sejumlah akademisi. “Di sana nanti seluruh anggota dewan akan mendapatkan materi dari sejumlah pemateri yang kami undang,” pungkasnya. (fir/yoe)

KM/AGUS JOSIANDI

Awas, Angin Ribut Mengintai

WASPADALAH: Hujan deras mengguyur kawasan Kecamatan Kota Bangkalan, Senin (4/2) siang kemarin. Ini akibat pengaruh awan Cumulonimbus, yang berpotensi munculnya angin ribut.

BMKG Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

BERLEBIHAN: Kalau mau, para wakil rakyat Bangkalan bisa saja menghemat pengeluaran dengan meyelenggarakan kegiatan peningkatan SDM di kantornya sendiri.

KOTA-Sejak akhir pekan lalu, hujan deras di kawasan Bangkalan kembali terjadi. Akibatnya, di kawasan kecamatan Kamal, beberapa hari lalu, sejumlah ruas jalan yang biasa dilalui kendaraan antar kota, tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa. Sehingga banyak kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4, mogok karena mesinnya kemasukan air.

Menyusul Kamal kawasan Kecamatan Kota, diguyur hujan deras, Senin (4/2) kemarin. Kendati pada pagi hari kemarin cuaca cukup cerah, menjelang siang langit tampak mendung dan hujan deras turun mengguyur tak lama kemudian. Bahkan angin cukup kencang ikut menyertai hujan lebat siang kemarin. Akibatnya sejumlah ruas jalan di kawasan Kecamatan Kota tergenang air. Walaupun tak setinggi genangan air di Kamal, beberapa hari sebelumnya, genangan air tersebut tampak cukup mengganggu sejumlah pengguna kendaraan. BMKG Maritim Perak Surabaya men-

gungkapkan, kondisi tersebut terjadi akibat kumpulan awan Cumulonimbus (Cb). “Kami perkirakan itu terjadi karena kumpulan awan Cb,” ungkap Arifiono, forecaster atau prakirawan BMKG Maritim Perak Surabaya kepada Kabar Madura melalui kontak telepon, kemarin (4/2). “Tanda-tanda datangnya awan ini biasanya langit tiba-tiba menjadi gelap disertai angin datang begitu cepatnya dan awan yang menjulang tinggi menyerupai bunga kol berwarna pekat, kemudian udara terasa pengap,” jelas Arifiono, lebih lanjut. Biasanya, sejurus

kemudian muncul angin ribut. Dia juga menambahkan, “hingga kini kami tidak dapat memperhitungkan pergerakan awan Cb ini. Selain itu, pergerakan angin yang terjadi secara cepat membuat kami tidak memiliki waktu yang cukup untuk memberi peringatan kepada warga.” “Kami hanya mengimbau apabila timbul gejala sebagaimana yang saya jelaskan tadi, masyarakat bisa waspada dan menghindari berdiam diri di bawah pohon atau gedung yang rawan tersapu angin guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (jos/yoe)

Sopir Ngantuk, Xenia Masuk Jurang

KM/ISTIMEWA

TAK DIPROSES: Akibat mengantuk saat berkendara, sebuah mobil Xenia ringsek setelah masuk jurang. Tak ada yang dirugikan akibat laka lantas itu, kecuali pemilik mobil.

TRAGAH-Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di jalan akses Suramadu, Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Senin (4/2) pagi sekitar Pukul 05.00. Kali ini adalah laka lantas tunggal. Diduga, karena pengemudi mengantuk saat berkendara, sebuah mobil Xenia hitam bernopol B 12843 SW, mengalami selip, kemudian terperosok masuk jurang hingga bodinya ringsek. Jamil, warga di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) saat ditemuai Kabar Madura di lokasi, mengatakan, ”mobil sudah keadaan rusak dan belum dievakuasi.” Berdasarkan data yang dihimpun dari Satlantas Polres Bangkalan, mobil Xenia yang dikendarai Ermy Bahtiar, 31, warga Perumnas Pondok Halim, Kecamatan Kota Bangkalan itu, semula sedang melaju dari arah selatan menuju ke utara. Kemungkinan, saat berkendara, pengemudi mobil itu sudah dalam keadaan mengantuk. Pada saat

melintas di TKP, dia kehilangan kontrol kemudi, sehingga mobil selip dan masuk ke jurang di tepi akses Suramadu. ”Mobil melaju dari selatan,” terang Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Yusis Budi. ”Kecelakaan tersebut diduga akibat pengemudinya mengantuk,” ujar Yusis lebih lanjut. Beruntung dalam kecelakaan tunggal itu tidak ada korban, namun demikian diperkirakan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. ”Diperkirakan kerugian dari laka tunggal tesebut sekitar Rp 30 jutaan,” estimasi Yusis. Dia menambakan, mobil Xenia itu telah dievakuasi sendiri oleh pemiliknya. ”Jadi sekarang mobil tersebut, sudah dibawa oleh pemiliknya,” tandas Yusis. Yusis juga menegaskan, Satlantas Polres Bangkalan tidak memproses yang bersangkutan karena tidak ada pihak yang dirugikan dalam laka lantas itu, kecuali pemilik mobil. (jos/yoe)

Bebas Ancaman Puso KOTA-Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Madura belakangan ini, dinilai tidak akan menimbulkan ancaman serius bagi para petani padi di Kabupaten Bangkalan. Pasalnya, padi-padi yang ditanam pada musim tanam lalu, sebagian besar sudah dipanen oleh petani. Karenanya ancaman puso sebagaimana terjadi di daerah lain, setiap musim penghujan, tidak berlaku di Bangkalan. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Produksi, Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bangkalan, Lily Roslia, target produksi padi pada tahun 2012 dapat terealisasi sebanyak 254.693 ton, yang dihasilkan dari lahan seluas 48.466 Ha. “Jika ada yang mengatakan padi terancam puso itu tidak benar, sebab sampai saat ini tidak ada laporan mengenai hal itu,” ungkap Lily. Lily menjelaskan, untuk Kabupaten Bangkalan bukanEmail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

lah lahan rawan banjir yang dapat menyebabkan puso. Karena puso memiliki klasfikasi tersendiri yaitu umur tanaman 2 bulan yang tergenang air selama 3 hari dan menunjukan kerusakan fisik serta menimbulkan kematian. “Bangkalan hanya tergenang saja tapi tidak sampai puso, karena genangan air hanya satu hari atau dua hari sudah surut,” tandasnya. “Sedangkan curah hujan itu tidak merata, jika ada genangan air itu kiriman dari daerah yang lebih tinggi datarannya. Sampai saat ini tidak ada laporan dari mantri tani di setiap kecamatan mengenai kerusakan pada padi akibat hujan,” imbuhnya. Menurutnya, curah hujan yang terjadi masih pada tahap normal yang berkisar pada 200 milimeter setiap bulan, sehingga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi. Justru sangat menguntungkan, karena secara geografis Madura adalah tanah gersang. (jos/yoe)

KM/AGUS JOSIANDI

RESISTAN: Ancaman puso saat musim penghujan tak berlaku di Bangkalan. Menurut pihak Dispertanak, Bangkalan adalah kawasan gersang, sehingga curah hujan tinggi menguntungkan petani.


SELASA

3

5 Februari 2013

Investor Enggan Lirik Objek Wisata Sarana dan Prasarana Tak Memadai, Butuh Modal Besar KOTA-Potensi bisnis wisata di Sampang ternyata tak menarik perhatian para calon investor. Mereka, bahkan enggan untuk sekadar melirik melirik objek-objek pariwisata, yang sebenarnya masih bisa dikembangkan dan berpotensi menghasilkan uang. Keengganan para investor melirik objek-objek pariwisata Sampang, ditengarai karena tak ada perhatian serius dari Pemkab Sampang terhadap beberapa objek wisata yang sudah menjadi ikon kabupaten Sampang. Objek-objek tersebut belum dikelola dengan baik sehingga investor harus merogoh modal lebih besar untuk melakukan perbaikan. Salah satunya adalah objek wisata Gua Lebar. Konon gua itu merupakan tempat persemedian Pangeran Trunojoyo, saat dia memimpin aksi pemberontakan terhadap kekuasaan Amangkurat I, Raja Mataram yang saat itu bekerjasama dengan VOC. A Rochim Mawardi, Sekretaris Disbudparpora (Dinas

Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga) Sampang mengatakan, Gua Lebar itu, selain sebagai objek wisata alam, juga sebagai objek wisata sejarah. Karena lokasi tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri. Di bagian lain Rochim mengakui, karena pengelolaan yang belum maksimal, dan sarana penunjangnya, seperti jalan akses, belum memadai, akhirnya para investor pun tidak tertarik untuk mengelolanya. “sebenarnya selain kita mempromosikan melalui BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu), pemkab sempat mengundang swasta untuk mengelola objek wisata ini,” bebernya. “Tapi karena belum ada pengelolaan yang maksimal jadi mereka (investor, red) tidak kembali lagi,” ujar PNS asal Sidoarjo itu. Menurutnya Gua Lebar memiliki daya tarik tersendiri yang dapat mengundang kehadiran pengunjung dari luar Sampang. Namun, sampai saat ini hanya diminati pengunjung dari Sampang sendiri khususnya para remaja. Rochim menyatakan, Pemkab Sampang sebenarnya menginginkan objek wisata itu dapat dikembangkan seperti Gua Maharani di Lamongan dan beberapa

objek wisata alam, di daerah lain, yang dapat menunjang pendapatan asli daerah (PAD). Namun karena terbatasnya anggaran Pemkab Sampang, yang dialokasikan untuk mengembangkan objek-objek wisata, keinginan Pemkab Sampang itu, hingga hari ini baru sebatas angan-angan belaka. “Memang perlu peningkatan prasarananya dulu. Kita lakukan bertahap, pembuatan grand desainnya setelah itu baru layak jual,” katanya. Menurut Nur Edi, anggota Komisi B DPRD Sampang, kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Sampang, memang tergolong sangat kecil. Namun Edi berdalih, tidak hanya Sampang yang kesulitan mendongkrak PAD dari sektor wisata. Tiga kabupaten lain di Madura, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan, juga serupa. “Kembali ke SDM (Sumber Daya Manusia)-nya. SDM Sampang ini, untuk pengembangan wisata, (jumlahnya) masih minim. Tentu ini terkait sekali dengan kreasi, padahal potensinya besar tapi kurang ditata dengan lebih kreatif,” ujar poitisi dari Partai Demokrat itu. Anggota DPRD Sampang asal Kecamatan Omben itu, selanjutnya mengungkap-

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

KURANG PERHATIAN: Gua Lebar ini diimpikan bisa berkembang seperti Gua Maharani, di Lamongan. Tapi, apa daya, modal untuk mengembangkan, tak ada.

kan alasan, mengapa alokasi anggaran untuk sektor wisata, memang kecil. Menurut dia, karena jika

diberikan alokasi anggaran yang besar untuk perbaikan prasarananya, tidak sebanding dengan pemasukan yang

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

MENGENASKAN: Jenazah korban, di Puskesmas Tanjung. Korban tewas seketika dengan luka parah di kepala bagian belakang.

sukaanya tidak seimbang sepertinya ada yang lebih urgen lagi dari pariwisata,” pungkasnya. (waw/yoe)

Hitungan Menit, Tangkap Copet Bersajam

LAKA LANTAS Tewas Tabrak Pembatas Jalan CAMPLONG-Seorang pengendara sepeda motor, Karlos Friets Koenoe, 26, tewas seketika setelah menabrak pembatas jalan, di Jalan Raya Slabaian, Kecamatan Camplong, Senin (4/2), sekitar pukul 15.00. Kecelakaan terjadi setelah motor Honda Beat bernopol M 5971 WA yang dia kendarai berusaha menghindari tabrakan dengan pikap dari arah berlawanan, yang sedang menyalip truk. Korban kemudian banting setir ke kiri dan terpeleset kemudian membentur pembatas jalan. Warga Jalan Ngurah Rai, Kecamatan Kalianget, Sumenep tersebut, sedianya akan ke Surabaya, kembali kuliah setelah menghabiskan liburan di Sumenep. Hal itu diungkapkan Kusmanto, 40, salah satu tetangga korban, pegawai gudang PT Garam, yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Akibat kecelakaan tersebut, korban tewas dengan luka parah di kepala bagian belakang. Sesaat setelah kejadian, jasadnya dievakuasi ke Puskesmas Tanjung, Sampang, untuk menjalani otopsi. Menurut perawat puskesmas itu, luka parah di bagian kepala itulah yang menyebabkan kematian korban. Sementara itu, motor korban ringsek, dan mobil pikap tersebut melarikan diri ke arah timur. Kasus kecelakan tersebut sedang diselidiki oleh Unit Laka Lantas (kecelakaan lalu lintas) Satlantas Polres Sampang. “Kami akan selidiki berdasarkan keterangan saksi saksi di TKP. Nantinya akan di kembangkan untuk mengetahui lebh jelas penyebab kecelakan ini,” ujar Briptu Fici Setiawan, petugas Unit Laka Lantas. (waw/yoe)

dihasilkan. “Ada rasa kekhawatiran untuk dialokasikan ke pariwisata ini. Anggarannya butuh besar, tapi pema-

Lahan Resapan Dibangun, Siap-Siap Banjir KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

TIDAK ELIT: Meski dihuni banyak pejabat pemkab, namun Perumahan Permata Selong di Kecamatan Kota Sampang ini, tetap tidak bebas banjir.

KOTA-Pembangunan kawasan perumahan yang tidak melihat dari segi pemilihan kawasan, kini harus menanggung risiko genangan air bila terjadi hujan deras. Pasalnya, banyak bangunan dan kawasan perumahan yang diabangun di atas lahan resapan air yang seharusnya dilarang dilakukan pemabngunan. Sehingga hal ini akhirnya menimbulkan keresahan dan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang hidup di kawasan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa kawasan perumahan yang berada di wilayah Kecamatan Kota Sampang, kini masuk dalam daftar wilayah rawan banjir baru. Hal ini dilihat dari seringnya kawasan perumahan tergenang air hingga masuk dalam rumah warga. Padahal, kawasan ini diketahui jauh dari kali maupun sungai yang dapat menjadi penyebab terjadinya banjir. Genangan air yang masuk rumah yang biasa disebut den-

gan banjir dadakan oleh masyarakat dituding karena kelalaian dari dinas terkait. Di mana banyaknya perumahan yang dibangun tanpa memperdulikan saluran pembuangan air yang cukup sebagai pencegahan banjir secara dini. Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Heirul Saleh melalui Kabid Perumahan dan Penataan lingkungan Wahyu Prihartono mengatakan, hingga saat ini, banyak laporan yang masuk terkait banyaknya kawasan yang mengalami genangan air, bahkan sampai masuk dalam rumah. Dia berdalih, pihaknya sudah memberikan penjelasan dan imbauan kepada para pengembang perumahan untuk dapat memperhatikan kawasan yang boleh dibangun dan kawasan yang tidak boleh dibangun. “Banyak kawasan resapan air sekarang beralih fungsi menjadi kawasan perumahan, seharusnya tidak begitu,” ujarnya saat ditemui Kabar Madura, kemarin (4/2).

Selain itu, banyaknya pihak pengembang perumahan yang belum mengerti masalah tata letak pembangunan, dan drainase yang tidak memadai masih menjadi kendala utama. Misalnya, kawasan Perumahan Permata Selong yang dalam beberapa hari tergenang air usai hujan dengan intensitas tinggi. Genangan air hujan akibat banjir yang melanda perumahan pejabat pemkab itu, beberapa hari ini mencapai 50-70 cm. Dan menyebabkan sekitar 7 rumah yang menjadi korban banjir dadakan tersebut. Kabid Perumahan dan penataan Lingkungan Dinas PU Cipta Karya Sampang, Wahyu Prihartono mengatakan, pihaknya juga sudah berulang kali mengimbau kepada para pengembang perumahan untuk tidak melalaikan fungsi lahan resapan dan drainase yang cukup. “Dua hal penting ini yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan oleh developer,” ujarnya singkat. (sya/yoe)

KOTA-Warga Dusun Nong Gunong, Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan berinisial KH ini, terpaksa berurusan dengan polisi Sampang. Lantaran dia terbukti mencopet Suhriah, 50, warga Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Sampang. Hanya dalam hitungan menit sejak korban melapor kecopetan ke Pos Polisi Lalu Lintas di Perempatan Barisan, Kecamatan Kota Sampang, laki-laki berusia 61 tahun itu berhasil diamankan pertugas Sat Reskrim Polres Sampang. Dari tangan KH, diamankan pula barang bukti berupa uang Rp 500 ribu, di dalam dompetnya. Dia juga kedapatan membawa senjata tajam (sajam) berupa parang sepanjang 50 cm dengan lebar 5 cm. Menurut penuturan korban, pencopetan itu diduga berlangsung dalam mobil penumpang umum (MPU). Saat itu, MPU tersebut hanya berisi dua orang saja, yakni pelaku dan korban. Korban mengaku, saat itu, korban hendak pergi ke Pasar Srimangunan, Kecamatan

Kota Sampang untuk berbelanja. Dia barus sadar, telah dicopet, saat hendak membayar. “Pas mau bayar, dompet saya sudah ada di luar tas saya dan uang saya sudah tidak ada lagi,” ujarnya beberapa saat usai diperiksa di Mapolres Sampang, kemarin (4/2). Akhirnya, korban melaporkan jika telah menjadi korban pencopetan di dalam MPU, kepada petugas Pos Polisi Lalu LIntas tersebut. Katanya, uang yang dicopet itu, dia simpan di dalan dompet dengan digulung. “Jumlahnya Rp 500 ribu dan saya gulung pak,” jelasnya. Setelah mendapatkan laporan tersebut, akhirnya petugas di pos polisi lalu lintas itu, berkorrdinasi dengan tim reskrim yang berada di ring criminal. Dan beberapa menit kemudian, pelaku tertangkap, berikut barang buktinya. “Bagus kan, hanya dalam hitungan menit saja, pelaku langsung dapat ditangkap beserta barang bukti,” ujar Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Alfian Nurizal, kemarin (4/2). (sya/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

TERSANGKA: Petugas Sat Reskrim Polres Sampang berhasil mengamankan pelaku pencopetan berikut barang bukti uang Rp 500 ribu dan sajam.

Jalan Akses Utama Pengangkut Garam Dihidupkan Kembali KOTA-Jalan akses menuju kawasan tambak garam di Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang, yang dulu biasa digunakan hilir mudik pekerja pengangkut garam hasil panenan, dan sekitar 15 tahun tak digunakan, kini dihidupkan kembali. Jalan tersebut direhabilitasi kembali atas usulan H Fadli, salah satu tokoh masyarakat petani garam, di Kelurahan Polagan. Pada 17 Desember tahun lalu yang bertempat di kediaman H Faisol, berlangsung pertemuan para kelompok petani garam penerima dana Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Tahun Anggaran 2012 untuk Kabu-

paten Sampang. Sejumlah 64 kelompok di Kelurahan Polagan diadakan pertemuan yang dapat dana Pugar tersebut, membicarakan masalah sisa dana yang berupa Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Dana BLM adalah bantuan dari Pemerintah Pusat yang diberikan kepada para petani garam di daerah agar dapat memproduksi garam lokal yang berkualitas. Dana yang tersisa tersebut berbeda dengan Pugar, karena dana yang tersisa akan di pergunakan untuk merehab serta pembangunan infrastruktur lahan pergaraman yang di realisasikan dalam Gabungan Kelompok Usaha

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/FANDRI ARDIANSYAH

MATI SURI: Atas usulan salah satu tokoh masyarakat petani garam di Kelurahan Polagan, jalan akses untuk mengangkut hasil panen, yang sudah 15 tahun tak berfungsi, kini dihidupkan lagi.

Garam Rakyat (Bungkugar). Di Kelurahan Polagan sendiri terdapat 5 kelompok Bungkugar. Yang telah dipilih sebagai perwakilan Polagan 1, adalah Mat Tasik. Polagan 2, Yanto; Polagan 3, H Kurdi; Polagan 4, H Faisol; dan Polagan 5, Jailani. Kepada Kabar Madura, Senin (4/2), Yanto selaku koordinator mengatakan, “kami berlima sepakat untuk menghidupkan kembali jalan akses protokol yang diusulkan oleh H Fadli.” “Agar para pengangkut hasil panen garam tidak melewati lahan persawahan yang tak sepantasnya dilewati oleh para pengangkut hasil panen

garam tersebut,” imbuhnya. “Cukup ataupun tidak cukup, dari 5 kelompok tersebut, dana Bungkugar yang telah kami realisasikan untuk infrastruktur lahan pegaraman, harus bisa merehab dan memperbaiki jalan akses protokol yang sudah lama rusak,” tandasnya. H Kurdi selaku pelaksana lapangan mengatakan, “proses pengerjaan perbaikan jalan protokol ini sudah 50 persen masa pengerjaan dengan panjang 250 meter dan lebar 2 meter. Memang jalan protokol tersebut bukan termasuk dalam Rancangan Anggaran Belanja Bungkugar tapi ini merupakan masukan dari tokoh dan

sumbangan dari 5 kelompok tersebut,” tuturnya. Para tim pengawas pengerjaan tersebut Jailani, Mat Tasik, serta H Faisol mengatakan, “jika nantinya tahun depan mendapatkan dana tersebut kami akan sirtu jalan protokol ini agar para pengangkut garam tidak melewati lahan persawahan lagi dan tidak mengeluh dengan jalan yang telah direhab serta jalan protokol ini bisa langsung dilewati mobil pengangkut garam apalagi sangat bermanfaat bagi para petani garam maupun pengangkut hasil panen garam,”ucap mereka bersamaan.(fan/yoe/adv)


4

SELASA

5 Februari 2013

Massa P3 dan PPM Tutup Jalan Kota Bakar Motor dan Ban Bekas KOTA-Kota Gerbang Salam diselimuti asap tebal membubung ke angkasa, Senin (4/2). Ini terjadi menyusul aksi massa Pergerakan Pemuda Pantura (P3) yang membakar sepeda motor dan puluhan ban bekas. Jalan perkotaan pun lumpuh dan aktivitas pemakai jalan terganggu. Pantauan Kabar Madura, aksi tersebut dimulai dari area monumen Arek Lancor. Di sini, massa Perempuan Pamekasan Menggugat (PPM) juga tampil menggelar aksi dengan isu yang sama dengan massa P3. Terdapat tiga tuntutan yang didengungkan oleh massa P3 dan PPM. Pertama, menolak keputusan KPU Jawa Timur berkenaan dengah hasil Pemilukada Pamekasan. KPU Pusat hendaknya memecat KPU Jawa Timur menjadi tuntutan massa yang kedua. Tuntutan terakhir ialah agar Bawaslu memecat Panwaslu Kabupaten Pamekasan. Sekitar pukul 09.00, massa PPM sudah berkumpul di area Arek Lancor. Dan baru menggelar aksi bersama massa P3 saat azan Dzuhur berkumandang. Setelah menyebar selebaran, mereka serentak menuju Kantor KPU Pamekasan yang terletak di Jalan Brawijaya Pamekasan. Zainal Abidin, korlap aksi, membakar semangat massa dengan menggunakan sound system yang diusung dengan mobil pikap. Se-

cara bergantian dengan Hasan Basri, korlap lainnya, massa meneriakkan kecaman sekaligus ancaman untuk membakar Kantor KPU Pamekasan. “Bakar! Bakar! Dan bakar!,” tekan Zainal Abidin sembari menambahkan, pihaknya tidak akan melakukan tindak anarkis. Pasalnya, kekecewaannya sudah menggumpal karena kecewa dengan kinerja KPU dan Panwaslu. Zainal dalam orasinya kerap menekankan betapa pelaksanaan Pemilukada di Pamekasan diliputi dengan ketimpangan. Dan menurut Zainal, pemicunya adalah Panwaslu yang tidak independen dan profesional. “Demikian halnya dengan KPU Jawa Timur yang meloloskan pasangan calon yang jelas-jelas cacat hukum sebagai peserta Pemilukada,” kecamnya. Setelah beranjak dari Arek Lancor dan tiba di jalan simpang tiga gadin, massa langsung menampakkan taringnya. Tidak tanggung-tanggung, sepeda motor mereka jadikan tumbal. Dibakar! Disusul kemudian ban bekas yang disirami bensin. Asap hitam pun menyelimuti Kota Gerbang Salam. Masyarakat yang hendak melintasi jalan yang di tengahnya berkobar si jago merah, menjadi urung. Mereka tidak lantas berbalik arah. Namun, terpana dengan bara api yang membubungkan asap tebal

MOBIL DINAS

KM/HAIRUL ANAM

KM/HAIRUL ANAM

KECEWA: Massa P3 mengecam KPU dan Panwaslu Pamekasan karena dinilai tidak profesional dalam menjalankan Pemilukadan Pamekasan, Senin (04/02).

LUMPUHKAN JALAN: Massa P3 membakar motor dan ban bekas di jalan simpang empat gadin dalam aksi ke Kantor KPU Pamekasan, Senin (04/02).

nan menyesakkan dada. Bairi, salah seorang pengendara yang mengaku asal Proppo, menyatakan kecewa kepada massa P3 dan PPM karena sudah menghambat laju kendaraannya. Padahal, Bairi mengaku sangat terburuburu karena ada pekerjaan yang mesti ia selesaikan. “Kalau memang kecewa kepada KPU dan Panwaslu, mengapa harus masyarakat yang tak bersalah

menjadi korban?,” ujarnya dengan raut wajah lesu. Sementara itu, Divisi Sosialisasi KPU Jawa Timur Nadjib Hamid menyatakan, pihaknya sudah melakukan kebijakan berlandaskan hukum. “Yang jelas, kami sudah meneguhkan kebijakan berlandaskan aturan yang ada,” ujarnya saat dikonfirmasi Kabar Madura. Didin Sudarman, anggota KPU Pamekasan, menyayangkan aksi

massa yang sampai mengganggu akses jalan perkotaan. Mestinya, kata Didin Sudarman, masyarakat yang tidak puas dengan hasil Pemilukada, bisa bersabar dengan menunggu keputusan MK. “Mereka harusnya bersabar. Tidak membuat kekecauan. Keputusan MK harus dijadikan landasan utamanya,” kata Didin Sudarman kepada Kabar Madura. Untuk menjaga hal-hal yang lebih

Dana Hibah Kesra Tetap Rp 4 M

Bantuan BPBD Terlambat Turun

KM/FATHOR RAHMAN

BELI MOBIL: Pemerintah Pamekasan persiapkan dana untuk pengadaan mobil dinas pada beberapa SKPD.

Pengadaan Capai Rp 1 M KOTA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengalokasikan dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sebesar Rp 1 miliar untuk pengadaan mobil dinas (Mobdin) di tahun 2013. Dana tersebut diperuntukan bagi pengandaan kendaraan operasional empat SKPD, yakni BLH (Badan Lingkungan Hidup), Dinkes (Dinas Kesehatan), Dinas PU (Pekerjaan Umum) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pamekasan. Kepala Bidang Anggaran Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA) Pamekasan, Taufiqurrachman mengatakan, pengadaan mobil dinas tersebut akan diperuntukkan bagi empat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pamekasan yang masing-masing akan mendapat satu mobdin. “Dari empat SKPD tersebut akan mendapatkan masing-masing Mobdin, sedangkan anggarannya untuk masingmasing Mobdin sebesar Rp 250 juta,” terang Kepala DPPKA Pamekasan, Taufiqurrachman, pada Kabar Madura, saat ditemui di ruangannya, Senin (4/2). Untuk pengadaan Mobdin tersebut sudah dianggarkan pihak DPPKA, karena itu sesuai dengan kebutuhan ke empat dinas yang sudah ditunjuk pihak terkait. Sedangkan realisasi dalam pengadaan Mobdin tersebut masih membutuhkan proses sesuai dengan prosedur. (ong/h4d)

RUSAK: Salah satu rumah yang terkena terjangan angin puting beliung beberapa waktu lalu.

KM/DOK

KOTA-Bantuan terhadap korban angin puting beliung yang menerjang beberapa daerah di Pamekasan beberapa waktu lalu, rupanya masih belum jelas. Sebab, hingga hari ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan belum mencairkan bantuan kepada korban. Kepala BPBD Pamekasan Iskandar mengaku, pihaknya belum memberikan bantuan terhadap para korban yang kini dirundung duka. Dengan dalih pencairan dana tersebut masih dalam proses. Pihaknya tidak bisa menentukan waktu pencairan bantuan itu kepada korban. Namun pihaknya telah mengajukan anggaran dari Pemkab Pamekasan untuk meringankan beban para korban tersebut. “Belum tahu kapan bantuan itu akan dicairkan, karena saat ini masih dalam proses dan kapan

waktu anggaran itu turun, kami belum mengetahui juga, tetapi jika nanti sudah turun kami langsung cairkan,” dalih Iskandar. Yang jelas, kata Iskandar, dana itu turun dari Pemkab Pamekasan pada bulan ini, namun jadwal pasti pencairan dana itu belum mengetahui secara pasti. “Insya Allah bulan ini sudah turun, tapi kapan waktunya kami belum tahu juga,” ungkapnya. Iskandar juga tidak menyebutkan angka pasti anggaran yang diajukan kepada Pemkab Pamekasan yang menangani masalah tersebut. “Ya anggaran yang kami ajukan, turunnya belum tentu sama,” imbuhnya tanpa memberitahu nominal. Terkait keterlambatan bantuan tersebut, Iskandar menegaskan jika hal itu karena belum turunnya anggaran yang diajukan. Sehingga hal itu menjadi kendala utama. ”Memang karena

jauh, sejumlah petugas keamanan dari Polres dan Brimob Pamekasan bersiaga penuh. Ini terlihat dari jumlah personil dan perlengkapan yang diturunkan di lokasi aksi. Sekitar pukul 16.30, amuk massa agak mereda. Polres dan brimob Pamekasan berhasil mengantisipasi tindak anarkis. Kapolres AKBP Nanang Chadarusman memimpin langsung pasukan untuk menghadapi para pendemo. (anm/h4d)

anggaran yang kami ajukan belum turun,” tandasnya. Terpisah, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam mengatakan, semestinya Pemkab Pamekasan bisa bergerak cepat dalam meringankan beban korban. Sehingga masalah yang dihadapi tidak ditanggung sendiri. Karena bagaimana pun, pemerintah sebagai pelayan masyarakat harus memberikan pelayanan terbaik, tidak lain kecuali meringankan beban yang di pikul saat ini. “Ya seharusnya pemkab segera memberikan bantuan kepada korban bencana itu, supaya beban yang ditanggung bisa ringan,” ungkapnya. Sebagaimana diketahui, sebagian wilayah di Pamekasan seperti Kecamatan Larangan, Pademawu dan Galis beberapa waktu lalu diterjang angin puting beliung, akibatnya sebanyak 306 bangunan roboh. (jck/h4d)

KOTA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tahun ini kembali menyediakan dana bantuan hibah bidang kesra. Dana tersebut mencapai Rp 4 miliar yang diprioritaskan untuk sejumlah Masjid, Mushalla dan Pondok Pesantren. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Pamekasan Munafik menuturkan, pada tahun 2013 dana hibah yang akan cair tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 4 miliar. Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran yang ada. “Untuk dana hibah Mushalla itu mungkin Rp 2 miliar, untuk masjid sebesar Rp 1 miliar dan pondok pesantren atau yayasan sebanyak Rp 1 miliar,” tuturnya, Senin (4/2). Namun pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan terperinci atas jumlah Mushalla atau Masjid yang akan mendapat kucuran dana. ”Untuk Masjid di bagi lima, Mushalla dibagi sepuluh, tetapi kalau Pondok Pesantren atau yayasan variatif,” tandasnya. Proses pencairan dana hibah untuk tahun 2013 ini belum bisa ditentukan secara pasti. Pasalnya saat ini masih dalam proses verifikasi. Ini dimaksudkan agar dana tersebut tidak mengalir secara sia sia. Adapun proses pengajuan dana tersebut, kata Munafik, disesuaikan dengan adanya proposal yang masuk ke mejanya. Tentunya melalui

prosedur yang berlaku. “Ya, pengajuannya itu melalui pengasuh pesantren sendiri, dari pengasuh mushalla atau dari takmir masjid,” ungkapnya. Dana tersebut dipastikan tidak bisa mencukupi terhadap kebutuhan masyarakat dalam satu tahun ini karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Pamekasan. “Ya, itu secara bertahap, tidak semua akan dilakukan atau dibantu tahun ini. Dan program ini telah berjalan setiap tahun, sementara pencairan dana itu juga sesuai dengan surat permohonan yang masuk,” ungkapnya. Dia berharap, masyarakat yang mendapatkan bantuan dana hibah itu dapat menggunakan sebagaimana mestinya, supaya anggaran yang ada tidak terbuang sia sia. “Ya, mudah mudahan dana itu bermanfaat dan digunakan dengan maksimal,” harap dia. Sementara itu, salah seorang tokoh di Kecamatan Pasean, Pamekasan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, selama ini pencairan dana hibah yang dilakukan pemkab belum seratus persen tepat sasaran. Sehingga hal tersebut membutuhkan pengawasan yang utuh. “Saya amati adalah salah satu mushalla yang menerima bantuan hibah itu dua kali, sementara masih ada mushalla yang mengajukan proposal namun dananya tidak turun,” katanya. (jck/h4d)

Derita Uswatun Hasanah, Gadis 10 Tahun Penderita Tumor Air di Kepala

Sang Ibu Berkelana Berharap Uluran Tangan Dermawan Kasih Ibu sepanjang jalan. Pepatah ini kiranya tepat menggambarkan perjuangan Suriye. Karena keterbatasan kemampuan ekonomi, ibu berusia 35 ini harus berkelana menarik simpati dermawan. Ini dilakukan demi kesembuhan sang anak, Uswatun Hasanah yang menderita tumor air di kepalanya. ANWAR NURIS, Pamekasan SIANG itu, udara Kota Pamekasan begitu panas menyekat. Sinar matahari yang begitu terik, seperti tak pernah peduli. Memaksa siapa saja, untuk merasa segera mencari tempat berteduh. Tak terkecuali bagi Suriye. Ia memilih duduk di trotoar jalan di samping pohon rindang. Di pangkuannya, terbaring lemah sang Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

anak, Uswatun Hasanah. Di pangkuan sang ibu siang itu, derita sakit yang menderanya selama ini mungkin sedikit terkikis. Sejak berumur tiga bulan, Uswatun telah menderita tumor air. Penyakit tersebut saat ini telah membuat kepalanya membesar. Kondisi yang tentu cukup menyakitkan bagi Uswatun. Suriye dan suaminya, Sawi (36) bukan tidak mempedulikan derita anak semata wayangnya. Warga Desa Pakamben, Kecamatan Gapura, Sumenep ini bukanlah orang berada. Sawi yang hanya seorang buruh tani, tak mampu mengobatkan anaknya ke rumah sakit. Tak pelak, kondisi ini membuat Sariye harus berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Ini dilakukan untuk sekedar menarik simpati dermawan yang sudi membantu meringankan biaya pengobatan anaknya. “Pada waktu berusia tiga bulan,

KM/ANWAR NURIS

BUTUH BANTUAN: Suriye (35), menggendong anaknya Uswatun Hasanah yang menderita tumor air sedang duduk di trotoar Jalan Slamet Riyadi depan kantor Bakorwil Pamekasan, Senin (4/2).

Uus (sapaan Uswatun, red) saya bawa ke bidan desa. Bidannya bilang tumor, dan saya kaget seraya tersentak,” tutur Suriye kepada

Kabar Madura, Senin (4/2). “Waktu itu saya hanya pasrah saja karena keluarga kami tidak mampu untuk menanggung bi-

aya pengobatan yang jelas harus merogoh kocek lebih dalam. Karena suami saya hanya sebagai buruh tani yang penghasilannya tak menentu dan hanya musiman saja,” tambah perempuan berperawakan kurus pendek. Ia lantas menjelaskan, jika kondisi itulah yang membuatnya berkelana ke satu tempat ke tempat lain dan mengharap ada orang yang bisa membantu pengobatan anaknya. “Kadang sampai 10 hari tidak pulang ke rumah dan saya sudah enam hari ini di Pamekasan. Kalau tidur saya numpang di Mushalla Damri setiap malam,” ujarnya. Suriye juga menuturkan jika pada 2006 silam, ia pernah mendapat bantuan dari Pak Syafi’i (Bupati Ahmad Syafi’i). Kala itu, menurutnya, sudah dibawa ke rumah sakit Pamekasan sebelum pindah ke Panglegur, bahkan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Dr Soetomo di Surabaya.

“Dokter disana (Dr Soetomo, red) bilang, kalau tumor anak saya tidak bisa dioperasi karena termasuk tumor air dan hanya bisa disedot. Dokter yang menangani anak saya bilangnya menunggu panggilan selanjutnya, tapi nyatanya sampai sekarang tidak dipanggil,” lanjut Suriye. Ia menambahkan jika sudah menelpon pihak Rumah Sakit Dr Soetomo berkali-kali, tapi tidak juga mendapat jawaban pasti sampai kepala anaknya membesar. Sekedar diketahui, Uswatun Hasanah sampai sekarang tidak bisa duduk dan berjalan sehingga harus digendong dan berbaring saja. Ini diperparah dengan perkembangan tubuh bagian bawahnya yang tidak berjalan normal layaknya anak-anak seusianya. Sesekali ia juga mendalami kepala sakit dan tubuhnya mengalami panas.(km12/h4d)


SELASA

5

5 Februari 2013

DPRD Seriusi Kerusakan Tangkis Laut Masuk Pembahasan di Rapat Komisi C

KM/ DOK

DIKELUHKAN: Pasar sapi di Bangkal sejauh ini tidak tertata rapi sehingga setiap pasaran sering terjadi kemacetan.

Dewan Desak Lahan Parkir Pasar KOTA-Pemerintah Kabupaten Sumenep sejauh ini terus melakukan pembenahan dan perbaikan di berbagai sektor. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tata ruang sejumlah pasar yang kini masih dinilai belum terkelola dengan baik. Tata ruang pasar ini banyak dikeluhkan masyarakat karena mengganggu laju jalan yang hendak melintas di pasar. Seperti Pasar Bangkal pada pasaran sapi dan Pasar Lenteng, karena dalam pasar tersebut belum ada lahan parkir. Pihak DPRD mendesak pemerintah untuk memperhatikan keberadaan pasar yang ada di

JABATAN Sekkab Belum Jelas KOTA-Sampai saat ini, proses penetapan sekretaris daerah pemerintah kabupaten Sumenep belum selesai. Siapa yang pantas duduk di jabatan itu masih belum jelas karena Gubenur Jawa Timur belum melakukan tanda tangan terkait penetapan sekkab definitif di Sumenep. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Sumenep, Titik Suryati menyampaikan, rekomendasi penetapan sekkab harus melalui gubenur. Sementara hingga memasuki bulan kedua ditahun 2013, proses penetapan sekda difinitif itu belum ditandatangani Gubenur Jawa Timur. ”Dalam rekomendasi sekkab itu harus tandatangan gubenur. Dari sekda provinsi sudah Tahap selanjutnya naik ke gubenur menunggu dari Jumat kemarin, na- gubenur kemudian mun sampai sekadirekomendasikan rang belum ada ka- ke Mendagri, karena memang aturan bar,” terangnya saat seperti itu. Yang ditanya perkemjelas setelah dari bangan penetapan gubenur akan kita sekkab di Sumenep, ditindak lanjuti ke Senin (4/2). Mendagri.” Seperti yang TITIK SURYATI tercantum dalam Kepala Badan aturan penetapan Kepegawaian jabatan sekda, TiPendidikan dan tik Suryati melanjutkan, Pemerin- Pelatihan Sumenep tah Kabupaten Sumenep harus menunggu penyelesaian proses dari gubenur untuk direkomendasikan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). ”Tahap selanjutnya menunggu dari gubenur kemudian direkomendasikan ke Mendagri, karena memang aturan seperti itu. Yang jelas setelah dari gubenur akan kita ditindak lanjuti ke Mendagri,” jelasnya. Sementara itu, kandidat yang akan bersaing mendapatkan jabatan strategis di Pemkab Sumenep itu ada tiga orang yang direkomendasikan, diantaranya, Hadi Soetarto, Aminullah dan Edy Sutrisno. Ketiga kandidat itu telah selesai mengikuti uji kelayakan dan menyampaikan visi misi sebagai syarat dalam proses kompetensi sekkab. Dan menurut keterangan Titik, SDM mereka sudah layak menjadi posisi Sekkab Sumenep menggantikan mantan pejabat sebelumnya, Moh. Saleh. (rei/h4d) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Sumenep. Terutama penataan pasar yang semrawut agar segera dicarikan solusi dengan menyediakan lahan parkir agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Anggota Komisi B DPRD Sumenep, Juhari mengatakan, pasar sapi yang ada di Sumenep seperti Pasar Lenteng dan Bangkal terlihat tidak teratur, banyak kendaraan dan sapi yang menumpuk di jalan sehingga mengganggu lalu lintas. Bahkan transaksi terkadang dilakukan dijalan, bukan di areal pasar. ”Pasar sapi yang ada di Sumenep harus ditata dengan

rapi, harus ada tempat khusus sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” kritik Juhari, Senin (4/2). Selain penataan dan penyediaan lahan parkir di pasar yang sering mengganggu arus lalu lintas, politisi PPP itu mengingatkan keberadaan fasiltas umum yang representatif, seperti kamar mandi dan tempat shalat. Akibat tidak teraturnya pasar sapi seperti di Bangkal, Lenteng dan Gapura, masyarakat mengeluh karena lalu lintas setiap waktu pasaran sapi macet, misalnya pada hari Sabtu di Pasar Gapura dan Kamis di Pasar Bangkal. ”Banyak yang mengeluh akibat

ketidak teraturan itu sehingga macet. Dan juga keluhan karena tidak ada tempat ibadah, itu kan harus disediakan, difasilitasi dengan baik. Pasar harus ditata dengan baik,” terangnya dengan tegas. Baginya, waktu pasaran sapi seperti yang terjadi di Pasar Bangkal pada waktu sore, baginya tidak masalah dengan catatan diatur dengan baik. Karena waktu pasar merupakan kesepakatan masyarakat yang pada akhirnya menjadi kebiasaan. “Maka dari itu pemerintah harus mampu mengelolan dengan baik,”pungkasnya. (rei/h4d)

AMBUNTEN-Pernyataan kontroversial dari warga dan PU Pengairan tentang kerusakan tangkis laut di Desa Beluk Ares, Ambunten akhirnya mendapat tanggapan serius dari pihak Komisi C DPRD Sumenep. Pasalnya terkait dengan pernyataan warga yang berbeda dengan dinas PU Pengairan kini sudah mulai direncanakan di rapat komisi. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh A. Kurdi H Senin (04/2) kemarin. Dia mengaku akan membicarakan hal prokontra pengakuan warga dan PU Pengairan dalam rapat komisi bersama pimpinannya. ”Yang jelas saya merasa prihatin ketika rusak sebelum waktunya. Oleh karena ini, saya harapkan lah kepada dinas terkait. Kemudian kepada masyarakat juga harus ada kerja sama yang baik. Kalau memang hal itu terjadi, perlu memang saya menyampaikan kepada pimpinan sehingga bisa memanggil pihak terkait,” paparnya. Terkait dengan kerusakan yang hingga kini belum juga diperbaiki, Kurdi menyampaikan ada beberapa faktor. Pertama, karena memang tidak ada laporan dari masyarakat. Kedua, karena kerusakan tersebut memang belum di ketahui oleh warga, sehingga proses perbaikannya sedikit tertunda. ”Karena memang untuk musim hujan saat ini banyak fasilitas infrastruktur yang rusak cukup drastis, kerusakannya tidak pakai kabar dulu lah,” katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Edi Rasiadi membantah jika kerusakan

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

A. KURDI H

tangkis laut di desa Beluk Ares, Ambunten merupakan tanggung jawab Dinas PU Pengairan. Ini karena proyek pembangunan tangkis laut tersebut bukan milik PU Pengairan. ”Proyek tersebut merupakan pembangunan pasca bencana. Jadi bukan milik PU Pengairan,” urainya saat itu. Tudingan warga yang mengatakan bahwa pembangunan tangkis laut tersebut belum sampai satu tahun menurut Edi tidaklah benar. Sebab proyek pembangunan tangkis laut itu merupakan program tahun 2010. ”Tapi pelaksanaannya baru tahun 2011,” jelasnya. Seperti diketahui, warga Beluk Ares mengeluh kerusakan tangkis laut tersebut. Sebab usia tangkis belum berumur satu tahun. Fahrul warga setempat mengaku, pembangunan tersebut bukan di tahun 2011, tetapi di tahun 2012. Hanya saja, memang tidak ada petunjuk teknis berupa papan nama yang bisa dijadikan bukti. ”Kalau di bilang tahun 2011 justru itu yang tidak benar. Ini saya masih ingat tahun 2012 pembangunannya. Cuma saya lupa bulan berapa. Yang jelas, pembangunan tangkis laut ini tidak sampai selama satu tahun,” katanya. (aqu/h4d)

PU Cipta Karya Bantah Tak Becus KOTA-Banjir di Kabupaten Sumenep diketahui juga menerjang empat perumahan, yakni Perumahan Satelit, Asabri, Bapertarum dan Perumahan Bumi Sekar. Warga kemudian menilai jika banjir ini lebih disebabkan tidak becusnya Dinas PU Cipta Karya dalam mengurus drainase. Hanya saja tudingan ini dibantah pihak PU Cipta Karya. Mereka menilai pernyataan warga tidak sesuai dengan proses kejadian banjir yang terjadi akibat luapan Kali Marengan. Kepala Dinas PU Ciptakarya,

Moh. Zein menjelaskan, pengelolaan dreinase kota telah benar. Sementara itu, tentang kejadian banjir yang menimpa 4 perumahan tersebut ia mengatakan murni karena Kali Marengan yang dangkal dan butuh pengerukan. ”Kali Marengan sudah penuh, bahkan sebagian sudah meluap. Akhirnya yang dari aliran sekunder, seperti Jalan dr. Sutomo dan Jalan Agus Salim tidak masuk ke Kali Marengan. Sehingga itu juga berakibat pada saluransaluran kecil di pemukiman tidak masuk. Ditambah lagi

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

MOH. ZEIN Kepala Dinas PU Ciptakarya

air laut pasang sehingga aliran air pun juga tidak bisa masuk,” urainya. Lebih lanjut, Zein menambahkan, untuk banjir yang melanda perumahan Bumi Sumekar, pihaknya angkat tangan. Bukan karena tidak mau bertanggung jawab, tetapi pengelolaan Fasilitas Umum (Fasum) hingga saat ini belum diserahkan ke pemkab. ”Untuk Perumahan Bumi Sumekar, fasumnya belum diserahkan ke pemerintah. Jadi kami tidak bisa melakukan perbaikan. Kalau tidak ada, ya kita bisa berbuat apa-apa.

Nanti kami yang kena kalau intervensi soal fasum di sana,” ungkapnya. Untuk menanggulangi bencana banjir, Zein mengungkapkan harus ada pengerukan kembali terhadap Kali Marengan. Tidak hanya di hilir, namun juga di hulu seperti di Sungai Kebon Agung. Sebab, menurutnya, penanggulangan banjir tidak cukup hanya melakukan perbaikan di hilir saja. ”Yang kedua, pembersihan saluran-saluran sampah juga harus lebih dioptimalkan,” pungkasnya. (aqu/h4d)

NU-Muhammadiyah Beda Pendapat Soal Raperda Melek Alquran KOTA - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang bebas buta aksara baca Alquran terus menuai pro dan kontra. Dua lembaga keagamaan dan kemasyarakatan di Sumenep, NU dan Muhammadiyah juga angkat bicara soal rencana tersebut. K. Dardiri Zubairi menyampaikan, Raperda yang menjadi inisiatif DPRD Sumenep itu dinilai kurang tepat. Kepanikan dewan Sumenep melihat realitas anak-anak yang tidak tahu membaca Alquran dengan solusi Perda akan menimbulkan persoalan yang kompleks. ”Karena yang pertama dalam perda kita yang bernuansa syariah itu, menurut saya masih banyak orang yang bertanya. Kalau disini yang mayoritas bergama Islam tidak bermasalah namun bagaimana kalau di kabupaten lain yang mayoritas beragama lain dan

juga membuat perda yang mewajibkan sesuai dengan ajaran mereka, misalnya harus tahu kitab injil, secara tidak langsung akan berdampak,” ungkap Sekretaris PC NU Sumenep itu dengan tegas. Menurutnya jika hal itu dianggap jalan keluar, dia melihat bahwa pada tingkat realisasinya akan banyak terjadi kesulitan. Misalnya siapa yang berhak mengeluarakn sertifikat karena hal itu akan berpengaruh pada pendidikan Alquran yang saat ini sedang berkembang di masyarakat. ”Mungkin akan muncul lembaga baru karena kalau diperdakan ada anggarannya, mungkin sama seperti Madrasah Diniyah, akan banyak lembaga TPA misalnya semata-mata hanya untuk mendapatkan anggaran atau mengejar prestise untuk mengelurkan sertifikat,” urainya lebih lanjut. Kemudian persoalan yang akan muncul ketika raperda itu diter-

Menurut saya problem yang bisa ditangani ditingkat keluarga, kalau keluarga sadar saya kira tidak perlu perda, mereka akan mencarikan guru bagi anaknya.” K. DARDIRI ZUBAIRI Sekretaris PC NU Sumenep

apkan adalah masalah metode baca Alquran. Sebab setiap langgar atau guru ngaji yang menjalankan tugasnya dengan ikhlas mendidik anak membca Alqurna memilki metode berbeda dengan latar belakang guru ngaji yang berbeda. ”Lalu siapa yang akan menjamin standarisasi belajar membaca Alquran, apakah kiai kampung harus ikut pelatihan?,” tandasnya. Jalan keluarnya untuk mendorong minat baca Alquran

kata K. Dardiri bukan perda, tapi harus dilakukan secara kultural jika hal itu memang dibutuhkan dengan banyaknya anak yang tidak mengusai baca alquran, ” misalnya ada gerakan bersama yang dilakukan muslimat, PKK, Fatyat, NU, MD dan oraganisasi lain” terangnya. Menurut mantan Ketua Lakpesdam Sumenep ini, problem lemahnya baca alquran di tingkat anak-anak terletak pada orang tua, maka yang harus disadarkan pertama kali adalah orang tua anak dengan semangat dan pentingnya belajar Alquran. “Menurut saya problem yang bisa ditangani ditingkat keluarga, kalau keluarga sadar saya kira tidak perlu perda, mereka akan mencarikan guru bagi anaknya,” pungkasnya. Secara terpisah, Ketua Muhammadiyah Sumenep, K. Muhammad Yasin, secara pribadi maupun secara kelembagaan mendukung raperda itu, hanya

saja, bagaimana teknis menyusun hal itu. Hingga rencana itu benar-benar terealisasi. ”Pemberdayaan lembaga yang sudah muncul di masyarakat seperti TPA, itu yang sudah terkemas rapi harus dirapikan lagi dan diberdayakan dengan kerjasama dengan sekolah. Sempitnya waktu sekolah itu tertutupi dengan melakukan koordinasi TPA, ta’limul alqura dan semacamnya,” ungkapnya. Kemudian, dia juga mempertanyakan, metode yang akan direalisasikan dalam perda tersebut. karena metode baca alquran yang berkembang di masyarakat beraneka ragam, seperti Iqra’, Al Barqi, dan Qira’ati. ” Kemudian yang disepakti di raperda ini apa? kalau di Kementrian Agama, metode Iqra’ yang sudah efektif teruji dan sudah dikembangluaskan melalui buku-buku yang ada di Kemenenag,” pungkasnya. (rei/h4d)


6

SELASA

5 Februari 2013

Izin Pasar Modern Distop Sementara Sambungan dari hal 1

“Saat ini perizinan pendirian pasar modern itu masih di pending, kita masih melakukan penataan pasar dengan jelas. Artinya untuk pendirian pasar modern sesuai dengan permintaan masyarakat, perizinannya dihentikan dulu,”ungkap Fathorrahman, pada Kabar Madura, Senin (4/2). Namun demikian, ia tidak mengelak, jika sewaktu waktu pintu perizinan akan dibuka lebar sesuai dengan ketentuan yang ber-

laku. Karena penghentian pendirian pasar modern itu tidak lain untuk melindungi masyarakat kecil. “Sewaktu waktu perizinan itu dibuka kembali, apabila bisa mengikuti persyaratan yang kita setujui. Saat ini masih dalam tahap pembahasan,” ungkapnya. Sebagian pasar modern yang saat ini berdiri tegak, telah sesuai dengan ketentuan yang telah menjadi persyaratan. Sehingga sebagian dari mereka (pasar modern, red) membuka 24 jam atau tidak. “Memang sebagian dari

pasar modern yang ada saat ini, ada yang buka 24 jam ada pula yang tidak, bagi yang buka 24 jam, itu sebagai fasilitas jika ada orang luar yang butuh di malam hari. Karena itu sudah melalui ketentuan yang telah disepakati,”ujar dia. Hal itu dilakukan sebagai upaya membantu terhadap pedagang pasar tradisional agar tidak tergilas ekonomi mereka akibat adanya pasar modern yang merambah tersebut. Sehingga membutuhkan batasan yang jelas. (jck/zis)

lebih dari satu meter itu membuat sejumlah barangbarang yang ada di rumah rusak. ”Jalan Trunojoyo dari sebelah selatan kantor DPRD Sumenep sampai pasar Anom tergenang banjir kemudian di Desa Kolor kurang lebih ada 15 rumah penduduk yang dimasuki air sehingga alat rumah tangga banyak rusak karena terendam”, ungkap Abdul Rahman Saham, Senin (4/2). Sementara, selain peralatan rumah yang rusak, akibat bajir yang masuk perumahan itu juga mengakibatkan berkas pemerintahan seperti buku APBD yang ada dalam

rumah Sekretaris Komisi D itu juga rusak terendam air. “Untungnya sebagian ada di lemari”, terangnya. Selama 15 tahun lamanya, banjir yang terjadi Minggu (3/2) kemarin merupakan banjir terbesar yang melanda di kota Sumenep, sebelumnya, menurut Abdul Rahman, tidak pernah terjadi banjir sebesar seperti yang terjadi Minggu kemarin. ” Ketinggian air yang masuk rumah itu di atas lutut. Dan di kota Sumenep kurang lebih 15 tahun lamanya, baru kali ini kami temukan banjir sebesar itu, “ jelasnya. (rei/zis)

Madura. Guru lainnya, Faisal Bahar menuturkan hal yang sama. Ia merasa kecewa atas tindakan atau kebijkan yang diambil oleh kepsek karena hanya menguntungkan pribadinya. “Dia hanya tiga bulan memimpin sekolah ini, tetapi sudah banyak guru yang mengeluh. Karena guru juga merasa dilecehkan, kami dianggap ketinggalan kereta dan lain sebagainya,” ungkapnya kesal. Dikonfirmasi terkait sikap kritis para guru ini, Kepala SMAN 3 Pamekasan, Dra Tien Farihah mengatakan,

dirinya tidak mau berkomentar banyak mengenai persoalan tersebut. Sebab penggunaan dana itu sudah sesuai dengan prosedur yang ada. “Saya tidak mau banyak bicara, tetapi saya akan mengikuti hukum administrasi yang ada,” ungkap Tien Farah. Pantauan Kabar Madura, puluhan guru yang merasa kecewa itu keluar dari rapat di ruang guru, karena tidak sesuai dengan keinginannya dan mereka mengancam akam melaporkan masalah tersebut kepada dinas pendidikan (Disdik) Pamekasan, supaya semuanya bisa jelas. (zis)

Warga mengaku tidak lagi bisa berbuat apa-apa hingga menunggu air yang menenggelamkan sawah-sawah mereka surut. ”Kalau begini terus, panen kami akan gagal. Lalu kami mau makan apa,” ungkap Iskandar memelas. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta), Bambang Heriyanto mengatakan pihaknya akan mengupayakan agar petani mendapat ban-

tuan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi baik bantuan berupa bantuan sarana produksi maupun yang lainnya. ”Yang jelas bentuknya ini bantuan benih dan sarana produksi sehingga petani itu merasa dibantu karena memang hal ini merupakan bencana alam. Dan program ini memang ada programnya di dinas pertanian provinsi,” pungkas Bambang. (aqu/zis)

Terendam, Berkas Kenegaraan Rusak Sambungan dari hal 1

Rumah anggota dewan yang menjadi korban bajir adalah kediaman Sekertaris Komisi D DPRD Sumenep, Abdul Rahman Saham yang terletak di jalan Trunojoyo gang I Desa Kolor Sumenep. Abdul Rahman Saham mengatakan, air yang masuk ke rumah tersebut hingga di atas lutut. Tidak hanya di Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep yang terendam banjir, namun menurut keterangan Abdul Rahman Saham, sedikitnya ada 15 rumah warga di Desa Kolor juga digenangi air. Air yang

Dipicu Gunakan Dana Sekolah Seenaknya Sendiri Sambungan dari hal 1

”Kalau jumlah pastinya saya tidak tahu pasti, tapi yang jelas ada bukti berupa kuitansi pengeluaran di bendahara sekolah dan ditandatangani oleh kepala sekolah,” jelasnya. Sayangnya, bendahara sekolah tidak berkenan membeberkan dana yang telah dikeluarkan selama ini atas permintaan kepala sekolah itu sendiri. “Maaf, saya tidak bisa memberikan data, tanpa ada izin dari kepala sekolah,” katanya menggerutu kepada Kabar

Sawah Petani Saronggih Terendam Banjir Sambungan dari hal 1

Padahal usia padinya sudah mencapai dua bulan. ”Ada sebagian yang sudah mau berbuah,” ujar Iskandar lirih. Dalam satu hektarenya, warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 6 juta sebagai modal awal. Itu masih dalam tahap tanam, berbeda dengan biaya pupuk dan ongkos kerja buruh yang menggarap sawah mereka.

Hari Ini, Putusan MK Sambungan dari hal 1

Chairil menegaskan pihaknya bakal mengamininya. “Keputusan MK, hemat kami, adalah yang terbaik buat semuanya. Keputusannya harus dipatuhi,” tegas Chairil kepada Kabar Madura, Senin (4/2). Untuk diketahui, pihak KOMPAK selaku pemohon dan KPU Jawa Timur selaku termohon serta ASRI selaku pihak terkait, sudah menjalani sidang PHPU di MK sejak awal pekan lalu. Segala kesimpulan tersebut diserahkan kepada Majelis Hakim Konstitusi M. Akil Mochtar (ketua), Hamdan Zoelva, dan Muhammad Alim, siang bertempat di ruang sidang pleno lantai 2 gedung MK, Jumat (1/2) lalu. Itu, sebagai muara dari persidangan perkara Nomor 6/PHPU.D-XI/2013. Sementara itu, Agung Nugroho, kuasa hukum KPU Jawa Timur, menyatakan bahwa titik tekan dari gugatan itu ialah berkutat pada dualisme nama Khalil Asy’ari, pasangan calon wakil bupati dari Achmad Syafii, calon bupati. Sehingga, katanya, materi gugatannya mengarah pada pencabutan SK KPU Jatim yang meloloskan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) sebagai peserta Pemilukada Pamekasan. “Karena itu, hasil penetapan KPU Jawa Timur pada 12 Januari 2013, yakni kemenangan pasangan ASRI, diminta dicabut dan dilangsungkan pemilihan kembali. Dengan catatan, pasangan ASRI tidak dilibatkan,” ujar Agung Nugroho. Padahal, ujarnya, nama ganda yang sudah mendapatkan penetapan pengadilan, tidak dapat dikualifikasi sebagai persoalan administrasi persyaratan yang dapat menggagalkan seseorang untuk mengikuti pemilu-

kada. “Sepanjang semua persyaratan yang terdapat dalam UU Nomor 12 Tahun 2008 juncto Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah telah dipenuhi, maka hak seseorang untuk menjadi peserta pemilukada tidak dapat dihalang-halangi,” tegas Agung. Ditambahkan, berdasarkan saksi ahli pihak termohon, Saldi Isra, KPU Provinsi dan atau KPU kabupaten atau kota tidak dapat menafsirkan sendiri ketentuan-ketentuan dimaksud selain yang termuat dalam peraturan dimaksud, apalagi penafsiran yang menimbulkan kerugian bagi warga negara yang mengajukan diri sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Menurutnya, Saldi yang didaulat sebagai ahli oleh Pihak Terkait pasangan Achmad Syafii-Halil (ASRI), lebih lanjut menerangkan, lembaga yang berhak menetapkan perubahan nama seseorang adalah pengadilan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 52 UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang menyatakan, “(1) Pencatatan perubahan nama dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri tempat pemohon; (2) Pencatatan perubahan nama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaporkan oleh Penduduk kepada Instansi Pelaksana yang rnenerbitkan akta Pencatatan Sipil paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya salinan penetapan pengadilan negeri oleh Penduduk.” Adapun ketentuan tersebut mengatur dua peristiwa pokok, yaitu penetapan perubahan nama dan pencatatan perubahan nama. Penetapan perubahan nama dilakukan

oleh pengadilan, sedangkan pencatatan perubahan nama dilakukan oleh badan pencatatan sipil. Kedua peristiwa tersebut merupakan dua peristiwa yang berbeda namun saling berhubungan. Ditambahkan, keabsahan perubahan nama ditetapkan oleh pengadilan. Artinya, perubahan nama sah sejak dikeluarkan penetapan pengadilan. Keabsahan perubahan nama bergantung pada kekuatan penetapan oleh pengadilan. “Ketika ketetapan sudah dikeluarkan, maka perubahan tersebut telah sah secara hukum dan telah boleh digunakan sekalipun belum dicetak dalam pejabat pencatatan sipil,” terangnya. Dengan demikian, katanya, berdasarkan ketentuan UU Nomor 3 Tahun 2006, maka perubahan nama yang bersangkutan telah sah secara hukum. “Ahli berpendapat, Mahkamah berkewajiban mencegah orang-orang yang berupaya memenangkan proses pemilu melalui pengadilan, karena ini adalah pilihan rakyat, bukan pilihan para Hakim,” kata Agung menirukan keterangan Saldi. Sementara itu, kuasa hukum KOMPAK yang dikomandani Chairil Utama, menggarisbawahi tentang pelanggaran terstruktur, sistematis, dan massif yang mewarnai Pemilukada Pamekasan. Maklumat DKPP juga diperjelas kedudukannya. Menurutnya, maklumat DKPP tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk mengubah keputusan penyelenggara Pemilu. “Pada batas-batas tertentu mungkin ada sebuah kejadian luar biasa, bisa saja, tetapi tidak serta-merta bisa dijadikan dasar hukum,” terangnya. Adapun berkaitan tentang kejelasan identitas atau nama yang melekat pada diri seseorang, ketika yang

bersangkutan melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, dalam hal ini mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati. Pasal 26 UUD 1945 memuat norma mengenai siapa saja yang menjadi warga negara Indonesia. Dalam pasal itu, ungkapnya, warga negara adalah individu-individu atau orang perorangan yang wajib memiliki identitas, seperti nama, tempat, dan tanggal lahir, nama orang tua, dan lain-lain yang semuanya dapat dibuktikan dengan akta kelahiran atau paling tidak dengan surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. “Nama dalam akta kelahiran sangat penting untuk menerbitkan berbagai dokumen kependudukan atau dokumen kewarganegaraan yang lain, seperti kartu penduduk, paspor. Karena ketentuan mengenai akta kelahiran dahulu hanya berlaku bagi golongan Eropa dan Timur Asing, maka secara faktual banyak orang Indonesia asli yang lahir tanpa pernah mengurus akta kelahiran,” tukasnya. Tak hanya penggugat (tim pemenangan KOMPAK) dan KPU Jatim (tergugat). Ketua Tim Pemenangan kandidat nomor 3 Achmad SyafiiKhalil Asy’ari (ASRI), Ahmad Nawawi Thaha, sangat yakin MK akan membela kebenaran dan kemaslahatan masyarakat Pamekasan. “Saya yakin gugatan yang diusung lawan politik kami akan kalah di MK. Sebab, materi gugatan mereka sangat lemah,” tandas Ahmad Nawawi Thaha saat dihubungi wartawan Kabar Madura. “Mereka” yang dimaksud Nawawi adalah calon bupati dan wakil bupati Kholilurrahman-Masduki (KOMPAK) yang kalah 44.434 suara dari ASRI. (anm/zis)

Bupati-Wakil Bupati terpilih bisa berjalan lancar. “Kami menginginkan Sampang tetap aman dan kondusif, baik sebelum maupun sesudah pelantikan Bupati terpilih,” terang Alfian pada wartawan Kabar Madura saat dikonfirmasi kemarin. Ia menjelaskan, anggota Brimob Polda Jatim yang akan dikirim ke Sampang sebanyak 20 personil. Sedangkan dari anggota Polres Sampang sendiri berjumlah 100 personil. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mengamankan pelantikan. “Total anggota yang diturunkan untuk pengamanan pelantikan Bupati sebanyak 120 personil,” ungkapnya. Seperti diketahui, hasil final rekapitulasi manual tingkat KPU Sampang be-

berapa waktu lalu menyebutkan pasangan nomor urut 1, Fannan Hasib-Fadhilah Budiono menang dalam pemilukada yang digelar pada 12 Desember 2012 kemarin. Pasangan ini meraup 163.483 suara atau 31,44 persen. Dia mengalahkan Bupati Incumbent Noer Tjahya berpasangan dengan Heri Purnomo yang hanya mendapatkan 88.044 suara atau 16,93 persen suara. Fannan, terpaut tipis dengan pasangan nomor urut 6, Hermanto Subaidi-Jakfar Sodiq yang mendapatkan 160.889 suara atau 30,94 persen. Sementara tiga calon lainya yaitu pasangan nomor urut 2, Ahmad YahyaFaidol Mubarok mendapatkan 15.936 suara atau 3,06 persen.

Pasangan nomor urut 4, Haryono Abdul Bari-Hamdudin Ihsan mendapatkan 87.438 suara atau 16,81 persen. Dan pasangan nomor urut 5, Ahmad Faisal Muqoddas-Triyadi Khusnul mendapatkan 4.249 suara atau 0,82 persen. Hasil pemilukada Sampang sempat disengketakan ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pasangan Hermanto Subaidi-Jakfar Sodiq. Namun, MK menolak gugatan tersebut. Secara otomatis pemenang pemilukada Sampang adalah Fannan HasibFadhilah Boediono. Seperti diberitakan Pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih bakal menelan anggaran sebesar Rp 300 juta dan dilaksanakan di gedung DPRD Sampang. (ful/zis)

yang disediakan pengadilan. Dalam sidang tersebut, Cahyadi lebih banyak diam mendengar surat dakwaan yang dibacakan Agus, SH, jaksa penuntut umum. Sidang ditunda hingga pekan mendatang dengan agenda kesaksian. Kejadian yang melibatkan pria kelahiran tahun 1994 ini bermula ketika Minggu 18 November 2012 lalu di kawasan Lembung Gunung Kokop digelar tarung ayam. Cahyadi saat itu mendatangi korban, Marhatib (45) untuk melihatlihat ayam milik korban. “Kak lihat ayamnya”, ucap Cahyadi sebagaimana yang tertulis dalam surat dakwaan. Entah bercanda ataukah bagaimana, Marhatib mengatakan bahwa tidak boleh ada yang melihat

ayam miliknya. Merasa tersinggung, Cahyadi lantas meletakkan ayam milik Marhatib yang dipegang sebelumnya. Ternyata tak selesai di sana, cara Cahyadi meletakkan ayam milik Marhatib rupanya tak seperti yang diharapkan Marhatib. Marhatib merasa cara Cahyadi memperlakukan ayam kesayangannya terlalu kasar hingga Marhatib pun menegur Cahyadi. “Ayamku jangan dilempar-lempar”, tegur Marhatib saat itu. Tak terima ditegur kemudian terdakwa menegur balik Marhatib. “Apa kak, aku cuman lihat ayamnya kok marah-marah”, tukasnya sambil disaksikan beberapa orang lainnya yang ada di sekitar arena tarung ayam saat itu. Hingga akhirnya

Cahyadi kemudian pergi. Selanjutnya, sekitar pukul 16.30 WIB hari itu juga, terdakwa saat itu mengajak seseorang bernama Fathur rosi untuk menemui korban Marhatib. Terdakwa pun marah ke Marhatib dan menyampaikan rasa tersinggungnya karena ditegur di hadapan banyak orang. Percekcokan pun terjadi antara keduanya hingga Fathur rosi pun berusaha melerai pertengkaran itu. Namun terlambat rupanya, terdakwa langsung mengeluarkan pistol untuk kemudian menembakkannya ke kaki Marhatib sebelah kiri. Pelaku yang saat itu sempat melarikan diri dan dikabarkan telah keluar Pulau Madura, akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. (jos/zis)

Pelantikan Bupati Sampang Dijaga Brimob Polda Sambungan dari hal 1

Puluhan anggota Brimob siap diterjunkan untuk mengamankan jalannya prosesi pelantikan Bupati Sampang terpilih. Petugas tidak ingin kecolongan saat pelantikan Bupati, sehingga harus dibackup dari Polda Jatim. Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Alfian Nurrizal, menyatakan, pihaknya sudah siap untuk mengamankan pelaksanaan pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih. Sebab, sudah menjadi tugas utama polisi untuk menjaga keamanan. Dalam pengamanan saat pelantikan, tidak hanya dari anggota Polres Sampang. Tapi, juga ada bantuan dari Brimob Polda Jatim. Sehingga prosesi pelantikan

‘Koboi Kokop’ Jalani Sidang Perdana Sambungan dari hal 1

Ya, Cahyadi, pemuda itu, atau yang dikenal dengan julukan Adi si Koboi Kokop. Senin (4/2), Cahyadi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Dalam sidang kemarin, Cahyadi dijerat dakwaan 2 pasal berlapis yakni penganiayaan pasal 351 ayat 1 KUHP dan kepemilikan senjata api tanpa ijin pasal 1 (1) Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman lebih dari 5 tahun. Karenanya Cahyadi harus didampingi penasehat hukum selama kasusnya itu. Dalam sidang yang berlangsung singkat tersebut, majelis hakim menunjuk Ainir Anwar,SH selaku penasehat hukum dirinya

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


SELASA

7

5 Februari 2013

Peran Penting Guru Terhadap Pertumbuhan Siswa

MINTA TOLONG kepada direktur rumah sakit dr.slamet martodirdjo.pmksn. Saya sangat prihatin fasilitas air di rsu milik pemerintah itu pelit sekali .krn apa. Mau ambil wudhu mau shalat di wakaw rsu. Itu airnya macet dan agar di perhatikan gimana kok sampai mati . sekian dari keluarga pasein. Terima kasih. +6287759795990 ASSALAMUKUM TARETAN MADH URE.walaupun P MU jadi juru kunci.tapi itu jangan buat kalian menunduk jika kalian menunduk, musuhmu akan menertawakan kalian. terus tegak kan kepala kalian. karna tdk ada ceritanya orang madura menundukkan kepala. di ddepan kalian kami juga akan menundukkan kepala ketika kami mendukungmu. P-MU mendukung dan mendoakan kalian adlah kewajiban kami orang madura. KACONG ARETA. jl.simpang tiga karang penang sampang: +62818579805 SELAMAT DATANG pasukanku! kami tidak akan mencaci kalian karena kalian pasukan yg nantinya akan mengharumkan nama madura di pentas sepak indonesia jgn kecewa karena tidak satu pointpun kalian bawa ke madura karena kami tidak kecewa malah kami bangga karena kalian sudah tampil maksimal dan mati-matian demi madura,kami komunitas LANYALA masih berharap kalian mempersembahkan goel untuk kami...LANYALA +53 satu hati tretan dhibi” MECCAZENT +6281991222280 KALAU melihat perkembangan KES PMU 3 kali kalah,sulit sekali rasanya untuk bertahan kasta tertinggi ISL,kemungkinan hanya dengan cara harus menang di partai kandang atau minimal harus seri. +6287849411889 TETAP SEMANGAT. Kita katakan bahwa kita bisa mengalahkan mereka dan menjadi sang juara. Semoga LPI. Raudlatul Ulum Bil_Por bisa dapat juara dalam lomba senandung musik solawat di madrasah Darul Ulum Telaga Ganding. Amien yarob. Be The Real Winner By: Presiden OPRU 2012-2013 Dari: +6281937270604 Aduh PERSEPAM mak pas kala maloloh,engkok padeh ben se tak andik moah.katemon ben oreng atanyah maloloh.pola bedeh pamaen se andik bebetek jubek.ka angguy persepam tak maju. KACONG ARETA. jl.simpang tiga.karang penang sampang +62818579805 KAMI atas nama masyarakat batu marmar yg slalu dilanda mati lampu, kmren dri pihak PLN menyatakan bhwasanya penyebab matinya lampu krna sering hujan dan angin nah skrng tdk ada hujan tdk ada angin tiba tiba saja lampu mati, alasan apa lgi yg hrus di kluarkan oleh Pihak PLN. . By: zeen dobrak +6287746114494

KEMAJUAN dunia pendidikan ditentukan oleh segenap pemangku pendidikan. Pendidikan bukan urusan semata belaka melainkan semua pihak harus peduli, ada kesadaran dan partisipasi yang ahirnya ada tanggung jawab dari semua pihak untuk membangun dunia pendidikan berkualitas ( Musaheri : 2007) Di era yang sudah modern ini harus mendapatkan perhatian lebih pada pendidikan anak didik yang dalam kehidupannya sudah sangat dekat sekali dengan yang namanya teknologi. Dalam membangun pendidikan ini memerlukan berbagai elemen yang ada dalam mendukung kesuksesan terhadap anak didik. Perhatian dan dukungan itu perlu di tunjukkan dan di realisasikan pada individu-individu baik dalam jam KBM atau di luar KBM. Sikap keprihatian guru pada anak didik sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan anak didik. Baik secara emosioanl quetion, intlektual quetion dan spiritual questionnya. Kenapa demikian…? Kerena keterlibatan guru terhadap anak didik adalah satu nyawa dan energy yang begitu besar bagi anak didik dalam proses belajarnya. Dan anak didik akan menjadi semangat dan selalu berkeinginan untuk melakukan satu pekerjaan yang belum di lakukannya. Tentunya dengan rajin belajar dan berkarya. Apalagi siswa telah di hadapkan dengan yang namanya teknologi. Telah kita ketahui bahwa teknologi saat ini sudah membabi buta dalam perkembangannya, sangat dekat sekali teknologi dengan pribadi siswa. Bukan me-

nyalahkan teknologbuhan dan perkeminya tapi bagaiman bangan yang berlangsiswa dengan peran sung secara alamiyah guru dapat mengyang membutuhkan gunakan teknologi proses belajar untuk pada pencerahan dan tahu. Bukan dengan kekreatifan siswa. Buberdiam diri dan berkan pada keasyikan pangku tangan. Tapi dan hiburan saja. belajar dan berproses. Yang akibatnya siswa Sejauh mana anak malas dan saring bolos didik berusaha dan belajar. Hal itu sanbersungguh-sungguh Oleh: gat diperlukan peran dalam menggali poCONG SYUKRIE besar dan tanggung tensi yang ada dalam jawab guru pada diri dirinya. Yang nantinya siswa. Agar siswa dapat meman- dapat mengantarkan anak didik faatkan layanan-layanan internet pada kemandirian dan masa depan dan sebagainya pada perkemban- yang cemerlang. gan dan kemajuan siswa. Dan dalam proses belajar siswa. Pendidikan merupakan proses Di tuntut siswa menjadi subyek pendewasaan terhadap kepribadian utama, Bukan obyek pembelajaran. siswa dan sebagai media penggalian Tapi menjadi pelaku dan pelakon segenap potensi yang dimilikinya. dalam proses belajar. Sehingga Dan juga sebagai penemuan jati diri pembelajaran akan menjadi efektif siswa dalam ruang kehidupannya. dan berjalan dengan sangat menYang nantinya anak didik dapat guntungkan pada pertumbuhan mengaplikasikannya dalam ruang siswa. Memang harus dirubah yang lebih luas sebagai masyarakat pembelajaran yang masih berpubahkan menjadi tugu pelarian dari sat pada guru. Karena sejatinya segala Tanya dalam masyarakat. pendidikan dalam pembelajaran Dan juga siswa dengan pendidikan siswa adalah siswa yang menjadi ini dapat meujudakan cita-cita yang pusat pembelajaran. Akan sangat di impikannya. Dalam proses ini memungkinkan siswa akan aktif sangat memerlukan perhatian lebih bila pembelajaran dipusatkan pada dari guru terhadap siswa. Dan juga siswa. Tapi kalau masih pembelajaketerlibatan orang tua anak didik ran berpusat pada guru maka siswa bagi pertumbuhan dan perkembab- lebih banyak pasif dan menjadi gannya. pendengar saja. Dalam proses beDalam pendidikan yang paling lajaran yang paling efektif adalah ditekankan adalah prosesnya. Usaha siswa menjadi subyek pelaku. dan kerja keras pribadi siswa dalam Guru sebagai transfer of knowlmenekuni bidang yang di mung- igde yang di tuntut untuk bisa kinkan dapat mengantarkan siswa peka terhadap keadaan, dan bakat pada kesuksesan. Karena pendi- siswa yang perlu di bimbingan dikan merupakn proses pertum- husus kepada perkembangan

sisiwa. Dan dapat memberikan pelayanan yang cukup terhadap kebutuhan siswa, sihingga dapat mempreoritaskan siswa sebagai pelaku dalam pembelajaran, yang dapat meningkatkan kualitas dan daya kretif siswa. Setiapa guru harus memahami fungsinya karena sangat besar sekalai pengaruhnya terhadap cara bertindak dan berbuat dalam menunaikan pekerjaan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah. Pengatuhuan dan pemahamannya tentang kompetensi guru akan mendasari pola kegiatan siswa dalam mencerna dan menangkap pengatuahuan dan ilmu yang di transfer oleh guru selama pembelajaran. Dari sinilah siswa sedikit demi sedikit akan menemukan jati dirinya dari bakat yang dimilikinya yang semakin hari terlihat jauh perkembangannya dari sebelumnya. Akan lebih besar kemungkinan kesuksesan anak didik dengan besarnya perhatian dan peran guru dalam proses belajar siswa. Perhatian dan peran guru terhadap siswa sangat mendominan sekali bagi pertumbuhan siswa. Siswa akan lebih mudah dan semangat dalam mengembangkan potensinya, karena sudah ada keterlibatan guru. Tapi semua kembali pada pribadi siswa dan semangat siswa dalam menekuni bakatnya. Kerja keras dan usaha yang tak kenak lelah juga menentukan sukses tidaknya siswa. Bilapora Rebba Lenten, 04 Februari 2013

KEINGINAN pemerintah dan para politikus untuk merambah ke berbagai aspek kehidupan ekonomi masyarakatnya telah nampak pada awal konstitusi Indonesia dan amendemennya. Dibidang ekonomi, pasal 33 dan pasal 34 UUD 45 nampak jelas nuansa sosialismenya. Dengan amendemen IV menjadi lebih lengkap, kecuali pasal 33 UUD 45 ayat 4 (amendemen) yang maknanya tidak jelas. Jangan heran kalau pada penerapannya ke undang-undang dan tindakannya pemerintah menjadi sangat mengganggu. Pada saat negara Republik Indonesia didirikan para founding father, berpikir bahwa peran dan posisi pemerintah bak sang maha kuasa, pemberi kehidupan dan pemelihara rakyat yang menjadi miliknya. Pengaruh semangat komunisme Russia/Uni Soviet sangat kuat. Walaupun di dalam UUD 45 tidak ada pasal yang menyatakan perampasan tanah dari tuan-tuan tanah, tetapi dikemudian hari pembatasan kepemilikan tanah melalui undang-undang land-reform tahun 1960 menunjukkan nuansa komunis. Kemudian, dasar perekonomian Indonesia dinyatakan dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 45, walaupun tidak nampak jelas, tetapi penafsirannya juga berbau komunis/sosialis. Ketika dibuat amendemen UUD 45 di tahun 1999 – 2002, nuansa sosialis (kalau tidak mau disebut komunis) semakin kental. Peran pemerintah dan perencanaan terpusat di pemerintahan semakin kuat cengkramannya. Inisiatif, kebebasan berusaha terasa semakin dikurangi. Entah apa yang ada di dalam benak para pembuat undang-undang. Tidakkah mereka tahu bahwa kemakmuran berbanding lurus dengan kebebasan berusaha/ekonomi. Nampaknya yang namanya kebebasan semakin dipasung dan Indonesia menjadi semakin sosialis.

rusahaan-perusahaan yang lux di Indonesia, besar seperti Toyota, bukan barang yang Honda, Nokia, Boing, menguasai hajat hidup atau Microsoft dan orang banyak. Kalau menyediakan lapanseseorang hendak megan kerja yang benyewakan rumahnya, sar. Memang ada juga adanya telepon menyang bisa berkembang jadi nilai tambah yang dalam ruang lingkmembuat rumah cepat up nasional. Dan itu laku. karena milik pemerPerkembangan perintah. Di Indonesia telponan di Indonesia Oleh: yang bisa berkembang membaik dengan peCHRISTORY GERSON besar adalah koperasi rubahan bentuk penmilik pemerintah yaitu gelolanya dan perunKUD (Koperasi Unit Desa) yang tu- dang-undangannya. Tahun 1989 gas dan misinya menunjang sektor setelah peran swasta dimasukkan, pertanian di jaman Suharto. untuk memperoleh telpon menDi dalam lingkungan kekeluar- jadi lebih mudah. Tahun 2000an gaan tidak menumbuh-suburkan ke atas, ketika monopoli dihakultur kompetisi yang menjadi pen- puskan, anda bisa memperoleh dorong kemajuan, menciptakan telpon (telpon-sellular) kapan produk yang dengan mutu tinggi saja dengan kwalitas dan harga dan kompetitif serta berkembang yang kompetitif. Hampir semua menjadi besar sehingga bisa me- golongan masyarakat, dari mulai nyerap banyak kenaga kerja. Jadi pembantu dan pemulungpun saat jangan terlalu berharap banyak ini bisa menikmati telepon (selkepada koperasi kalau tujuannya lular). Telepon bukan lagi barang kemakmuran. Tujuan yang bisa mewah. Faktor teknologi memang dicapai oleh koperasi hanyalah ikut mempunyai andil dalam hal suasana kerja yang tenang dan ini. Tetapi tanpa penghapusan santai (pemakaian waktu yang monopoli, percepatan perkembantidak effektif). gan penggunaan telpon sampai Pemikiran bahwa monopoli oleh kepada pembantu rumah tangga, pemerintah sektor-sektor produksi pemulung dan peminta-minta tidak yang menguasai hajat hidup orang akan secepat itu. banyak akan membawa kemakmuKasus telepon adalah kasus yang ran didasari oleh asumsi bahwa unik, karena ketika dimonopoli kultur birokrat dan kultur swasta oleh pemerintah (mungkin diangadalah selalu sama. Kenyataan- gap menguasai hajat hidup orang nya tidak demikian. Kultur bisnis banyak) di tahun sebelum 1980an, swasta di alam non-monopolistik telepon menjadi barang mewah, mengedepankan kepuasan pelang- yang untuk memperolehnya orang gan. Siapapun yang tidak bisa harus menunggu bertahun-tahun memuaskan pelanggannya akan dan harus menyogok. Ketika punah dengan sendirinya. Disini dibebaskan dari monopoli pemerada semacam pemaksaan dan intah, telepon menjadi barang tekanan alami kepada penyedia yang menguasai hajat hidup barang dan jasa untuk terus mem- orang banyak, semua orang aktif berikan produk dan layanan yang menggunakannya. Dari mulai terbaik. Di dalam sistem monopoli, para direktur perusahaan sampai apalagi monopoli oleh pemerin- ke pemulung, sibuk berSMS dan tah, konsumen tidak mempunyai chatting. Sampai-sampai banyak pilihan. Sehingga produsen tidak kecelakaan lalu-lintas akibat perlu memikirkan kepuasan kon- mengoperasikan telepon sambil sumen. mengemudi sepeda motor. Suatu kasus yang menarik ialah Pernahkah anda berpikir kesektor telepon. Siapapun yang napa di kota-kota Malaysia dan mengalami sendiri perteleponan Singapura rakyatnya banyak yang di Indonesia, tahun 1970an tahu bisa menikmati air minum bersih bagaimana buruknya. Jasa telpon sedangkan di ibu kota Indonesia pada saat itu masih dipegang badan Jakarta, air ledeng susahnya setenyang berbentuk perusahaan negara, gah mati. Sebab pertama ialah mungkin karena dianggap mengua- bahwa perusahaan pemerintah sai hajat hidup orang banyak. Untuk yang mengelola air minum di Mamemperoleh sambungan telepon di laysia dan Singapura lebih becus rumah saja perlu waktu bertahun- dari pada di Indonesia. Dan yang tahun (baca: bertahun-tahun). kedua adalah karena dalam hal Kadang harus menyogok supaya pengelolaan air di Indonesia alterlancar prosesnya. Biaya yang dike- natif lain sudah tidak ada, opsi ini luarkan bisa jutaan rupiah. Untuk yang sudah ditutup oleh monopoli tahun 1988, salah seorang rekan pemerintah. Pada pasal 33 ayat 3 harus mengeluarkan pelicin Rp UUD 45: “Bumi, air dan kekay3 juta rupiah (kira-kira ekivalen aan alam, dikuasai negara........ dengan 180 gram emas. Sebagai ”. Kalau swasta dibebaskan menperbandingan, harga rumah type guasai bisnis air ledeng, termasuk 60 – luas bangunan 60 m2 dan luas menentukan harganya, mungkin tanah 100 m2 adalah Rp 18 juta). situasinya menjadi lain. Buktinya, Padahal pada tahun-tahun itu, ketika swasta dibolehkan menkalau minta sambungan telepon di guasai air minum kemasan botol, Toronto, Canada, misalnya, hanya semuanya beres dan memberi keperlu waktu beberapa hari (1 sam- makmuran bagi rakyat. Pemulung pai 3 hari). Itu pengalaman pribadi. dan pengemispun sekarang minum Telpon pada masa itu adalah barang air kemasan. Tentu saja harganya

lebih mahal dari air ledeng karena kemasan botol plastiknya sudah mahal. Sayangnya untuk mandi air ledeng belum ada, karena swasta belum sepenuhnya dibebaskan masuk saling bersaing (termasuk menentukan harga). Andaikata kebebasan diterapkan untuk air ledeng, seperti halnya air minum kemasan, swasta dibiarkan bersaing bebas tanpa ada pembatasan harga dengan perusahaan–perusahaan air ledeng pemerintah, niscaya banyak rakyat yang bisa menikmati air mandi bersih. Walaupun ada resiko mematikan perusahaan pemerintah kalau kultur perusahaan pemerintah tidak berubah. Kasus air minum (kemasan) ini membuktikan bahwa sektor yang dikuasai swasta lebih beres dan lebih memberikan kemakmuran bagi rakyat. Indonesia di masa depan punya peluang yang besar untuk mengalami krisis minyak dan gas. Sebabnya sederhana saja. Sebabnya tidak lain karena campur tangan pemerintah semakin banyak di sektor ini. Sebelum tahun 2001, ketika Pertamina mengelola sektor perminyakan dan gas bumi di Indonesia melalui BPPKA (Badan Pembinaan Pengusahaan Kontraktor Asing), birokrasi lebih pendek. Pertamina sebagai badan semiswasta kulturnya sedikit banyak masih berbau swasta. Walaupun nama Badan Pembinaan Pengusahaan Kontraktor Asing (BPPKA), terutama kata “Pembinaan” sangat ironis dengan kenyataan, karena secara teknologi, Pertamina harus dibina oleh kontraktornya yang punya teknologi yang maju, bukan sebaliknya. Siapa yang harus dibina kalau sampai tahun 2010, Pertamina tidak punya teknologi lepas pantai, Pertamina tidak punya ladang di lepas pantai, sedangkan pada dekade 70an saja, banyak kontraktor asing sudah masuk di sektor produksi minyak dan gas di lepas pantai. Semangat reformasi pasca rejim Suharto, merombak tatanan lama. UU No. 22 Tahun 2001 mencabut posisi Pertamina/BPPKA sebagai regulator. Dan sebagai gantinya diambil Pemerintah melalui Badan Pelaksana Migas (BP Migas). BP Migas inilah sebagai kepanjangan Pemerintah, sebagai regulator manajemen kontraktor produksi minyak dan gas (PSC, Production Sharing Company). Ternyata cara kerja BP Migas lebih micromanagement, mengurusi dan mencampuri hal yang kecil-kecil. Kalau rejim Suharto pemerintah mengurusi siapa yang boleh kerja di PSC, pada rejim reformasi fokusnya pada remeh-temeh yang dikerjakan kontraktor. Banyak proyek yang terhambat. Produksi minyak dan kondensat Indonesia turun dari level 1,670 juta barrel per hari tahun 1991[1] ke 950 ribu barrel per hari tahun 2009[2]. Bersambung

Sosialisme Sektor Ekonomi dan Produksi (1)

Pasal 33 UUD 45: 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. (amendemen IV, 2002.) 5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. (amendemen IV, 2002) Koperasi ditafsirkan sebagai alat perwujudan dari ayat 1. Itu letak persoalannya. Tidak ada koperasi yang bisa berkembang menjadi peEmail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

*) Mahasiswa IDIA Al-Amin Prenduan.

*) Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya


8

SELASA

5 Februari 2013

Tuntutan KOARPP Dinilai Kedaluwarsa Minta Pelantikan Bupati Terpilih Dibatalkan BANGKALAN-Setelah lama tidak ada aksi pasca pemilukada Bangkalan pada Desember lalu, Senin (4/2) kemarin siang, puluhan massa yang mengatasnamakan diri dari Koalisi Rakyat Peduli Perubahan (KORPP) Kabupaten Bangkalan tiba-tiba mendatangi Polres Bangkalan dan kantor DPRD Bangkalan. Kedatangan mereka kedua tempat tersebut guna melaporkan dan meminta DPRD Bangkalan untuk menghentikan semua proses pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih, Moh. Makmun Ibnu Fuad dan Mondir A Rofii yang rencananya pada tanggal 3 Maret 2013 yang akan datang. “Terpilihnya calon bupati Bangkalan pasangan Makmun Ibnu Fuad dan Mondir A Rofii yang sedianya dilantik awal bulan Maret nanti masih menyisakan masalah serius yang harus segera disikapi dengan tegas, kasus ini menyangkut nama baik Bangkalan yang dikenal agamis dengan julukan kota santri,” teriak Koorlap aksi Korpp, Mahmudi Ibnu Khotib, di depan gedung DPRD Bangkalan. Ditegaskan Mahmudi, pihaknya minta kepada pimpinan DPRD untuk menghentikan semua proses pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Sebab, jika pelantikan dilaksanakan maka akan terjadi pelanggaran UU dan etika serta melanggar sumpah jabatan sebagaimana

diatur dalam pasal 110 dan pasal 28 huruf (f) UU No. 32 Tahun 2004. “Kami juga menyerukan pada masyarakat Bangkalan yang dikenal agamis untuk menolak pimpinan Bangkalan yang merendahkan martabat perempuan dan mengutuk semua parpol pengusung pasangan Makmur dalam pencalonan,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya juga menuntut MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, Muslimat, NU, lembaga Pondok pesantren, dan seluruh mahasiswa serta seluruh masyarakat Bangkalan untuk bersikap dan bertindak tegas terhadap kasus yang memalukan kota santri. “Kami meminta DPRD segera melakukan rapat paripurna untuk mengajukan pembatalan pelantikan bupati terpilih pada presiden RI melalui Mendagri

untuk tidak dilantik,” kata Mahmudi. Sementara itu, Munawwar Cholil, Wakil Ketua DPRD Bangkalan yang menemui massa mengatakan, pihaknya akan menampung semua aspirasi tersebut dan akan diproses dalam Badan Musyawarah, yang kemudian diteruskan pada rapat pimpinan untuk memutuskan apakah akan dilakukan rapat paripurna. “Sebagai bentuk demokrasi akan kami sampaikan ke bamus untuk di tindak lanjuti”, ungkapnya. Namun lebih lanjut Munawar Cholil mengatakan, DPRD tidak bisa membatalkan semua proses yang sudah berjalan. Sebab, bukan wewenang DPRD, melainkan kewenengan Kemendagri melalui usulan Gubernur Jawa Timur. “Intinya bagi kami tidak ada

FOTO‐FOTO KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

KEDALUWARSA: Massa yang mengatasnamakan KOARPP menuntut ditundanya pelantikan bupati terpilih kepada DPRD Bangkalan, Senin (4/2) kemarin.

persoalan terkait proses pelantikan, kami hanya sebatas mengusulkan penetapan dari calon bupati terpilih sesuai surat KPU dan penetapan yang diperkuat keputusan MK,” ungkapnya. Munawar Cholil juga menambahkan aksi protes yang dilakukan KOARPP terbilang telat alias

kedaluwarsa sebab sesuai dengan peraturan yang berlaku, seharusnya protes dilakukan 3 hari pasca penetapan. “Keberatan ini sudah sangat telat, sebab telah lewat 3 hari” ungkapnya. Sebelumnya pada tanggal 27 Januari lalu DPRD Bangkalan telah melangsungkan rapat

paripurna yang menghasilkan surat rekomendasi untuk pelaksanaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Dimana dalam mekanismenya rekomendasi tersebut diajukan kepada Gubernur Jawa Timur dan selanjutnya diteruskan kepada Kemendagri.(fir/zis)

Belum Ada Parpol Laporkan Tim Kampanye

UNJUKRASA

KM/HAIRUL ANAM

TINDAK TEGAS: AKBP Nanang Chadarusman memarahi pendemo saat hendak memasuki Kantor KPU Pamekasan di Jalan Brawijaya Pamekasan, Senin (04/02).

Kacaukan Jalan, Kapolres Marahi Pendemo PAMEKASAN-Massa yang tergabung dalam Pergerakan Pemuda Pantura (P3) dimarahi oleh Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman, Senin (4/2). Teguran keras tersebut ditujukan langsung kepada salah satu Korlap aksi, Miftah. Kapolres marah karena massa ngotot hendak memasuki Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan melalui arah selatan yang jalannya terbilang sempit. “Para polisi dan Brimob sudah siap menyambut kalian di utara Kantor KPU dengan baik-baik. Tapi, kalian malah membakar banyak ban bekas dan sepeda motor,” tegas Nanang Chadarusman. Miftah sendiri, menyatakan bahwa pihaknya menapaki arah selatan Kantor KPU karena di Jalan Kabupaten menuju Kantor KPU dihalangi oleh anggota Polres dan Brimob. Karena itu, ia meminta keberkenanan Kapolres untuk masuk ke Kantor KPU Pamekasan. Wakapolres Kompol Ichwan, juga turut serta dalam cekcok mulut dengan pendemo tersebut. Muaranya, pihaknya mempersilahkan perwakilan massa P3 untuk masuk ke Kantor KPU Pamekasan.“Silakan 20 orang saja perwakilannya,” ujar Nanang Chadarusman. Namun begitu, massa P3 kurang mengindahkan sikap keterbukaan tersebut. Mereka malah balik arah ke Jalan Trunojoyo. Pantauan Kabar Madura, massa P3 tak berkutik saat menghadapi pagar betis anggota Polres dan Brimob Pamekasan di Jalan Kabupaten. Hakikatnya, pihak Polres maupun Brimob awalnya memberikan jalan ke pendemo untuk menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan yang menjadi sasaran aksi. Namun, upaya tersebut urung lantaran pendemo membakar sepeda motor dan belasan ban bekas di simpang tiga gadin. Sehingga, empat akses jalan pun lumpuh. Karena tak mampu menghadapi barisan kukuh polres dan brimob, massa P3 mencari arah lain. Yakni, arah selatan Kantor KPU Pamekasan. (anm/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

PAMEKASAN-Gereget kampanye parpol di Kota Gerbang Salam dipertanyakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Pasalnya, hingga saat ini, tak satu pun parpol yang menyerahkan daftar tim kampanye sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan kampanye. Anggota KPU Pamekasan, Didin Sudarman, mengatakan, lembaganya belum menerima satu pun parpol yang menyerahkan daftar nama pelaksana dan petugas kampanye. “Belum ada,” ujarnya singkat sembari menjelaskan, pihaknya berharap secepatnya parpol mengirimkan itu secara cepat. Pasalnya, daftar tersebut diperlukan KPU untuk menyusun dan mengatur petunjuk teknis pelaksanaan kampanye parpol peserta pemilu. Untuk diketahui, sampai 15 Maret 2014, kampanye yang boleh dilakukan parpol adalah kegiatan terkait sosialisasi visi dan misi serta pendidikan politik bagi pemilih.Sementara itu, kampanye berupa rapat umum atau terbuka dan pemasangan iklan baru boleh dilaksanakan selama 21 hari menjelang masa tenang atau pada 16 Maret 2014 hingga 5 April 2014. Dia menjelaskan, jika ada parpol yang melanggar peraturan yang dituangkan dalam Peraturan KPU (PKPU) No.1/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu tersebut, siapa saja yang

KM/HAIRUL ANAM

MEMILUKAN: Bendera partai politik yang lolos maupun yang tak lolos menjadi peserta Pemilu 2014 tetap dipajang di Kantor KPU Pamekasan di Jalan Brawijaya, Senin (4/2).

mengetahuinya wajib melaporkan ke Bawaslu setempat. “Kalau terkait dengan peraturan penayangan iklan, KPU sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sekaligus untuk menetapkan batasan- batasan kategori kampanye,” imbuhnya. Sebagaimana diketahui, saat

ini parpol sudah bisa melakukan kampanye secara terbatas. KPU Pusat telah mengatur dalam peraturan KPU perihal kampanye tahap awal ini. “Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat meminta kepada semua parpol untuk menyerahkan daftar tim kampanye secara berjenjang kepada KPU pusat, provinsi, dan kabupaten.

Paling lambat penyerahannya pada 11 Februari mendatang,” ungkapnya. Ketua Gerakan Pemuda Ronggosukowati (GPRS) Baisuni mengatakan, parpol sebaiknya tidak terburu-buru menggunakan haknya untuk berkampanye sebelum persyaratan sebagai peserta kampanye dipenuhi.

Kalau berbicara waktu, ujarnya, parpol memang sudah dibenarkan untuk berkampanye saat ini. “Namun, Parpol sebaiknya tidak terburu-buru sebelum beberapa persyaratan kampanye yang menjadi kewajibannya dipenuhi,” ujar dia. Data yang digali Kabar Madura, persyaratan yang harus dipenuhi parpol kaitannya dengan kampanye di antaranya mendaftarkan nama- nama pengurus, juru kampanye, organisasi sayap parpol, event organizer, serta orang yang akan ditunjuk secara resmi sebagai pelaksana kampanye kepada KPU. Didin Sudarman menegaskan, aturan tersebut mutlak dipenuhi Parpol sebagaimana perintah Pasal 80, UU No.8/2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. “Sekalipun KPU memberikan kelonggaran waktu pendaftaran tim kampanye hingga 11 Februari 2013, bukan berarti Parpol bisa sesuka hati menunda- nunda registrasi. Setiap kegiatan kampanye memiliki implikasi hukum yang akan menuntut tanggung jawab dari pelaksana kampanye apabila terdapat pelanggaran,” tandasnya. Heru Budhi Prayitno, Sekretaris PAN Pamekasan, mengatakan bahwa partainya belum menyerahkkan daftar tim kampanye, karena masih mau konsentrasi pada persiapan pileg. “Kami pasti terlibat aktif dalam kampanye nanti,” tukasnya. (anm/zis)


SELASA

9

5 Februari 2013

Nasdem Sudah Prediksi Sejak Awal Mundurnya Sejumlah Pengurus DPW Nasdem Jatim

KM / BUSRI THAHA

SOFYAN ABSYI Ketua DPD Nasdem Sumenep

SUMENEP-Mundurnya sejumlah pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jawa Timur rupanya tidak terlalu berpengaruh terhadap kepengurusan dan kader di Dewan Pengurus Daerah (DPD) Nasdem Sumenep. Bahkan, DPD Nasdem menilai pemunduran tersebut

tidak akan berpengaruh DPD-DPD Nasdem di daerah. Apalagi, mereka yang mundur tak memiliki pengaruh apapun. Ketua DPD Nasdem Sumenep, Sofyan Absyi menegaskan, pemunduran diri sejumlah pengurus DPW Jawa Timur tersebut memang telah diprediksi dari awal. Apalagi, Mirdasy (Sekretaris yang mundur), kata dia, memang telah di nonaktifkan ketika Kongres Nasdem beberapa waktu lalu. Cuma, secara administratif masih belum dilakukan. ”Kami dari DPD Nasdem

pernah menunjuk hidung Mirdasy itu di depan Bapak Surya Paloh (Ketua Umum DPP Nasdem). Saya mempertanyakan kepada Bapak Surya Paloh. Siapakah Mirdasy ini? Dia bukan siapasiapa dan tidak memiliki pengaruh ke DPD Nasdem,” tandas Ketua DPD Nasdem Sumenep dengan lantang. Senin, (4/2). Menurutnya, sekretaris tersebut memang sudah di non-aktifkan ketika pra kongres Nasdem. Sebab, hanya akan mengotori terhadap perjuangan dan nilai-nilai yang tertanam dalam Partai

Nasdem. Dia menegaskan, terkait dengan mundurnya salah satu pengurus berinsial B, diakuinya, jika memang tidak merasa bersalah, seharusnya tidak merasa keberatan berjuang bersamasama di Partai Nasdem. ”Kami sudah tegaskan ke sejumlah media massa, tidak terpengaruh dengan mundurnya pengurs-pengurus tersebut. Sebab, konteksnya mereka memang tidak memiliki peran di DPD Partai Nasdem di Jawa Timur,” tandasnya. Dia menegaskan, 100 orang seperti mereka yang akan

mundur tidak akan berpengaruh terhadap DPD Nasdem di kabupaten. Selama, kata dia, Hasanuddin, Pembina DPD Nasdem Jawa Timur tetap memegang bendera. ”Selama Bapak Hasanuddin memegang bendera Jawa Timur, 100 orang seperti mereka yang mundur, tak berpengaruh. Biarkan tikus-tikus restorasi mundur,” tegasnya. Seperti diketahui, sejumlah pengurus DPW Nasdem Jatim ramai-ramai mundur. Mereka adalah Sekretaris DPW Partai Nasdem Jatim Mirdasy, Siti Nasyi’ah

(Wakil Sekretaris), Darojat (Wakil Sekretaris), Amrullah (Wakil Sekretaris), Dini (Wakil Ketua), Brigita Manohara (Wakil Bendahara) dan Widya Rahmi (Wakil Bendahara). Untuk Garda Pemuda Nasdem/GPN Jatim) yang mundur adalah Badar (Sekretaris), Daniel Lukas Rorong (Humas), Zaenul (Wakil Bendahara), Wawan (Wakil Ketua), dan Dedi (Komandan Baret). Lalu, Lanny (Garda Wanita Nasdem Jatim) serta Toni (Badan Rescue Nasional Demokrat Jatim). (bus/h4d)

DAPIL Pemekaran Akan Libatkan Pimpinan Parpol SUMENEP-Rencana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep hingga kini masih belum jelas. KPU berdalih masih belum melakukan kajian terkait dengan rencana pemekaran atau penggabungan dapil dalam pemilu 2014 mendatang. Berdasarkan informasi yang beredar, Dapil direncanakan akan dimekarkan dari tujuh dapil menjadi 10 dapil. Rencana pemekaran dapil tersebut dikarenakan jumlah penduduk semakin bertambah dibandingkan dengan Pemilu 2009 lalu. Namun, lagi-lagi, pemekaran tersebut harus dilalui dengan kajian matang dengan melibatkan seluruh Parpol peserta pemilu. Anggota KPU Sumenep, Hidayat Andiyanto mengatakan, kajian dan perbincangan terkait dengan penataan atau pemekaran dapil akan dilakukan bulan Februari ini. Namun, Koordinator bidang Hukum dan Pengawasan KPU Sumenep ini masih belum memastikan kajian akan dilakukan di bulan Februari ini. Menurutnya, pihaknya tidak serta merta akan melakukan pemekaran dapil tanpa melakukan kajian terlebih dahulu bersama dengan pengurus Partai Politik Peserta Pemilu 2014. Diakuinya, KPU Kabupaten hingga kini masih mengumpulkan dasardasar hukum yang akan dijadikan pemekaran dapil. Termasuk juga, direncanakan akan mengundang pengurus Parpol. ”Kami nanti akan mengundang pengurus Parpol untuk melakukan kajian. Yang penting, intinya, dalam setiap dapil itu, minimal harus terdapat tiga kursi dan maksimal 12 kursi. Nah, untuk itu, penting rupanya untuk melakukan kajian terlebih dahulu,” terangnya. Dia menjelaskan, dalam Pemilu 2004 lalu, KPU Sumenep memang mengusulkan model dapil yaitu terdapat lima dapil, tujuh dapil dan 10 dapil. Tetapi, keputusan dari KPU RI yang dipilih adalah tujuh dapil. Dari itu, lanjutnya, dalam Pemilu 2014 yang akan dibahas pemekaran dapil pada bulan Februari ini, model pengajuan tidak terlalu jauh beda. Namun, pihaknya masih belum menjelaskan model pengajuan atau kajian yang akan dilakukan dalam bulan Februari ini. ”Nanti sajalah, kita tunggu dulu,” terangnya. Lebih jauh dia menjelaskan, soal pemekaran dapil KPU Kabupaten hanya memiliki hak untuk melakukan kajian dan mengusulkan terhadap KPU Pusat. Sebab, keputusan akhir berada di KPU pusat apakah akan ditambah atau tetap seperti Pemilu 2009 lalu. ”Jadi keputusan akhir seperti apa dapil, itu tetap berada pada KPU RI. Kami di KPU Kabupaten hanya bisa melakukan kajian dan mengusulkan terhadap KPU Pusat,” pungkasnya. (bus/h4d)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/IST

TOKOH POLITIK: Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin ketika masih aktif dalam sebuah kegiatan. sejumlah politisi di Kabupaten Sumenep juga menjagokan Ra Fuad maju ke Pilgub Jatim.

Kalangan Politisi Cenderung Jagokan Ra Fuad SUMENEP- Desakan warga tentang adanya keterwakilan Madura di Pilgub Jatim terus bermunculan. Seperti biasa, dukung mendukung di tingkat elit parpol tidak bisa dielakkan lagi. Meski politikus Sumenep sepakat perlu adanya tokoh Madura yang tampil ke permukaan untuk memegang posisi penting sebagai kepala daerah di Jatim, namun pilihan tokoh masih terus diperdebatkan. Ibarat bola salju, makin menggelinding jauh, makin besar bolanya. Semakin jelas juga sikap para pendukungnya. Dua tokoh Madura yang namanya muncul ke permukaan dalam bursa Cawagub Jatim adalah Said Abdullah dan Ra Fuad. Tentang keduanya, semua sepakat bahwa mereka adalah kader terbaik Madura dan ketokohannya tak perlu diragukan. Hanya saja, perdebatan muncul ketika sudah

disinggung soal kepantasan untuk menjadi pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim mendatang. Politikus Partai Demokrat, K. H. Ahmad Kurdi H, mengatakan Said dan Ra Fuad menurutnya samasama layak dan pantas untuk maju di tingkat Jatim. Ra Fuad, menurutnya merupakan tokoh yang layak karena dia publik figur dan kuat dari sisi sosial-kemasyarakatan dan keagamaan, serta juga di dukung beberapa parpol karena dia merupakan mantan Bupati Bangkalan. Sementara pak Said, ketokohan masyarakat di bidang partai politik juga tak bisa diragukan lagi. ”Jadi ada dua tokoh yang kiprahnya berbeda. Kalau pak Fuad itu sedikitsedikit kiprahnya semuanya ada. Pengabdian kepada masyarakat dua periode di Bangkalan, kemudian dengan pesantren, karena dia memang

berdiam di pesantren. Nah sementara pak said ini adalah tokoh kepolitikannya,” paparnya. Lebih lanjut, Kurdi menambahkan, khusus untuk wilayah Jatim, Ra Fuad bisa lebih diterima di luar Madura daripada Said. Sebab, Ra Fuad tidak hanya menjadi figur dalam hal politik, tetapi juga pada ranah keagamaan. Ketokohan Ra Fuad juga didukung figur sentral alm. KH. Khalil Bangkalan yang notabene pengaruhnya sangat kuat di Jawa Timur. ”Saya kira, karena kecenderungan masyarakat Jawa Timur yang lebih mengedepankan tokoh agama, mereka akan cenderung ke Ra Fuad,” urainya. Disinggung soal siapa yang pantas sebagai pendamping Khofifah, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Mawardi menilai keduanya sama-sama layak. Hanya saja, dia menegaskan, tokoh-tokoh Madura yang

mampu tampil sebagai pendamping Khofifah tidak hanya dua orang itu. ”Saya kira banyak ya dari tokoh muda Madura yang juga layak maju ke permukaan. Tapi kan yang muncul ke permukaan dua orang itu, sehingga pandangan publik tertuju ke dua sosok itu saja. Tapi bukan berarti selain dua orang itu tidak ada orang lain. Sebab sumberdaya manusia Madura saya sudah banyak yang mumpuni untuk tampil mendampingi Khofifah,” katanya. Terkait dengan ketokohan kiai, mantan Ketua Fraksi PKB itu menilai soal Pilgub Jatim tidak harus melihat status semacam itu. Kapabilitas seseorang harus lebih dikedepankan. Walaupun kiai itu merupakan predikat yang diberikan oleh masyarakat. ”Meskipun bukan dari kalangan kiai misalkan kalau layak ya itu harus dipilih,” pungkas Mawardi pada Kabar Madura. (aqu/h4d)


10

SELASA

5 Februari 2013

DPRD Sorot Kenaikan Pangkat Guru

KURIKULUM 2013 April, Pelatihan Guru Digelar SURABAYA-Pelatihan guru menghadapi kurikulum baru dijadwalkan berlangsung bulan April dan Mei mendatang. Para guru akan berlatih cara menyampaikan materi pelajaran dalam kurikulum baru yang menerapkan penghapusan beberapa mata pelajaran. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, beberapa waktu lalu di Surabaya. ”April dan Mei itu nanti ada libur semester dan bisa dimanfaatkan untuk pelatihan,” katanya seperti dikutip dari www.kompas.com. Pelatihan tersebut akan menggunakan buku mata pelajaran yang baru yang saat ini sedang dibuat dan ditargetkan selesai pada Februari ini. Total biaya untuk pengadaan buku tersebut mencapai Rp 1,3 triliun untuk 72,8 juta eksemplar. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun, mengatakan, para guru di Jawa Timur sangat menantikan pelatihan tersebut. Hal yang membuat para guru bingung antara lain cara mengajarkan mata pelajaran yang merupakan penggabungan dari mata pelajaran lain. (kom/rr)

Pendidikan Antinarkoba Jadi “Ekskul” JEPARA-Pemerintah akan memasukkan pendidikan anti-narkoba dalam materi pembelajaran di kurikulum 2013. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa pendidikan antinarkoba akan dimasukkan dalam pendidikan ekstrakurikuler. “Dalam ekstrakurikuler akan ditekankan betul pendidikan anti-narkoba. Tapi tentu di kurikuler juga akan disebutkan,” kata Nuh saat Sosialisasi Kurikulum 2013 di Jepara, Minggu (3/2). Dicuplik dari www.kompas.com, pendidikan ini akan diterapkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA. Nuh berharap, pendidikan ini bisa mengantisipasi penyalahgunaan narkoba sejak dini. Dalam rencana ini, Kementerian akan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pelaksanaannya. BNN dinilai menguasai tentang hal-hal yang diakibatkan oleh narkoba sehingga tujuan untuk mencegah pengaruh buruk narkoba dapat tercapai. “Jadi nanti tidak hanya diajarkan di kelas saja. Tapi anak-anak juga ditunjukkan ini lho kalau pakai narkoba jadi seperti ini. Kemudian ada testimoni dari orang-orang yang pernah ketergantungan dengan narkoba. Kendaraannya kan kurikulum baru. Jadi mulainya Juli nanti. Tapi jika dirasa mendesak, dari sekarang juga bisa dimulai,” tandas Nuh. (kom/rr)

KM/ANWAR NURIS

SLONONG BOY: Sejumlah siswa SDN Bugih 3 Pamekasan kerap menyeberang jalan secara sembarangan dan bergerombol ketika pulang sekolah. Mereka menyeberang jalan untuk mengambil sepeda yang diparkir di halaman Kantor Pemkab.

Menyeberang Sembarangan, Rawan Kecelakaan

PAMEKASAN-Kecelakaan lalu lintas rawan terjadi di Jalan Kabupaten, Pamekasan, tepatnya di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bugih 3 pada saat jam pulang sekolah. Para siswa kerap menyebrang jalan secara sembarangan secara bergerombol. Seperti diketahui, Jalan Kabupaten merupakan kawasan yang padat lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Siswa-siswi sekolah tersebut menyeberang jalan secara bergerombol untuk mengambil sepedanya yang di parkir di halaman Kantor Pemkab Pamekasan. Sering kali pengendara kendaraan bermotor yang sedang melintas jalan tersebut mengerem secara mendadak karena ada siswa menyeberang tanpa melihat ke kanan dan kiri. Mereka langsung berlari ke arah seberang jalan tanpa memperhatikan kendaraan yang hendak melintas.

WWW.WARTAACEH.COM

PENGEMBANGAN: Mendikbud Muhammad Nuh meminta Pondok Pesantren juga membuka SMK.

Mendikbud Dorong Pondok Pesantren Buka SMK

JEPARA-Kementerian Pendidikan www.kompas.com. dan Kebudayaan terus mendorong Di Pondok Pesantren Roudlotul pembukaan Sekolah Menengah Mubtadin sendiri, ada tiga jurusan Kejuruan (SMK) di berbagai pondok SMK yang dibuka yaitu jurusan otopesantren. Dengan dibumotif, teknik komputer kanya SMK, para santri jaringan dan tata busana. yang menuntut ilmu di Meski untuk SMK di pondok pesantren juga pondok pesantren ini ”Adanya SMK ini dapat memperoleh keterbaru dibuka sekitar emuntuk memberi ampilan lain untuk siap pat tahun yang lalu, lubersaing setelah lulus. lusannya telah mampu materi life skill Menteri Pendidikan dan diterima di berbagai pepada mereka Kebudayaan, Mohamrusahaan terkenal seperti sehingga tidak mad Nuh, mengaku sanAstra. menambah angka gat mendukung Pondok Direktur Pembinaan pengangguran Pesantren Salafiyah yang SMK Kemdikbud, mulai membuka diri denAnang Tjahjono, juga dan dapat gan mendirikan SMK. mendorong agar ponmengembangkan Menurutnya, langkah ini dok pesantren lain juga diri lebih baik.” bertujuan baik agar tidak mau membuka diri sepada menambah lagi penerti yang dilakukan oleh M.NUH gangguran setelah lulus Pondok Pesantren RoudMendikbud dari pondok pesantren. lotul Mubtadin ini. Ia “Biasanya Pondok juga mendorong agar Pesantren Salafiyah itu susah untuk penggunaan komputer dan internet buka yang lain. Tapi sekarang tidak di pondok pesantren semestinya lagi. Ini bagus. Karena tidak semua sudah tidak lagi masalah melihat lulusan Pondok Pesantren harus jadi perkembangan yang ada saat ini. ustadz,” kata Nuh seusai mengun“Kalau yang di sini, internet dan jungi Pondok Pesantren Roudlotul komputer sudah boleh. Ada yang di Mubtadin di Jepara, Minggu (3/2) tempat lain itu sangat keras tidak kemarin lusa. boleh ada akses internet. Ini semua ”Adanya SMK ini untuk memberi harus didorong terutama untuk SMK. materi life skill pada mereka sehingga Karena ini berguna sekali bagi mertidak menambah angka penganggu- eka yang setelah lulus ingin langsung ran dan dapat mengembangkan diri kerja dengan keahlian tertentu,” lebih baik,” imbuhnya seperti dilansir beberp Anang. (kom/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

agai tokoh masyarakat,” terang Anggota DPRD Sampang, Aulia Rahman, pada Kabar Madura, Senin (4/2). Setelah mendapatkan laporan, sambungnya, ia langsung menSAMPANG-Isu penghambatan ghubungi Kepala SMP Negeri kenaikan pangkat terhadap 2 Torjun untuk mengklarifikasi. guru oleh oknum tertentu bere- Namun, saat itu kepala sekodar santer di Sampang. Ter- lah sedang berada di luar kota. baru, anggota Dewan Perwakilan Di samping untuk mengklarifikasi, pertemuan Rakyat Daerah ini sekaligus untuk (DPRD) Sampang bersilaturrahmi unmendapat laporan tuk menjalin keakbahwa ada salah raban. satu guru di SekoBeberapa hari yang “Hasil sharing lah Menengah Perlalu saya mendapat dengan kepala tama (SMP) Negeri laporan dari satu sekolah tadi, be2 Torjun diduga diguru tentang dugaan liau menjelaskan hambat kenaikan penghambatan bagaimana mepangkatnya. kanisme naik pankenaikan pangkat. Ironisnya, yang gkat yang sebenamenghambat kenaiSaya mendapat rnya. Dan langkah kan pangkat guru laporan karena ini sudah sesuai ditengarai kuat sebagai tokoh dengan mekanisme adalah oknum pemasyarakat.” yang ada. Tidak ada jabat yang berpensesuatu yang bermagaruh di sekolah salah,” paparnya. tersebut. Akibatnya, AULIA RAHMAN Menurutnya, perguru yang bersang- Anggota DPRD Sampang masalahan tersebut kutan tidak segera hanya keterlamnaik pangkat sebbatan pemberkasan. Tidak hanya agaimana diharapkan. Mendapat informasi tersebut, terjadi di SMPN 2 Torjun, namun anggota DPRD Sampang men- juga menimpa sejumlah sekolah datangi SMP Negeri 2 Torjun lain. Berkas tersebut telat di Dinas untuk mengklarifikasi kebenaran Pendidikan. “Dinas pendidikan informasi. Tidak hanya itu, sebe- akan mengusahakan setelah saya lumnya dewan juga mendatangi konfirmasi untuk berkas yang Badan Kepegawaian Daerah telat segera diproses,” ucap Aulia. Ia menambahkan, seandainya (BKD) dan Dinas Pendidikan dalam proses kenaikan pangkat setempat. “Beberapa hari yang lalu saya ditemukan sesuatu melanggar mendapat laporan dari satu aturan yang ada, maka akan guru tentang dugaan pengham- dilaporkan kepada komisi pendibatan kenaikan pangkat. Saya dikan. Supaya permasalahannya mendapat laporan karena seb- diusut sampai tuntas. (ful/rr)

Diduga Dihambat oleh Pejabat Sekolah Setempat

Sukandar, salah satu pengendara motor yang kebetulan berhenti ketika Kabar Madura mengambil foto, mengatakan jika tindakan anak-anak tersebut menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas. ”Ini berbahaya! Mengapa dibiarkan begitu saja, ke mana gurunya?” tanyanya. Meski kerap kali diperingatkan oleh orang-orang di sekitar agar berhatihati saat menyeberang, beberapa siswa terlihat masih saja tidak menghiraukan peringatan tersebut. ”Awas! Hati-hati kalau menyeberang,” teriak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di area sekolah tersebut. ”Setiap hari seperti ini! Anak-anak ketika hendak menyeberang jalan sangat membahayakan. Meski sudah diperingatkan agar berhati-hati saat hendak menyeberang, mereka tetap saja sembrono,” imbuhnya. (km12/rr)


SELASA

5 Februari 2013

P-MU Hari Ini ke Bangkalan PAMEKASAN-Rombongan pemain P-MU yang berangkat ke Papua secara resmi telah merapat ke Pamekasan. Usai beristirahat sejenak, sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh tim pelatih dan manajemen, hari ini Firly Apriansyah dan kawan-kawan akan bertolak ke Bangkalan. Hal tersebut diungkap Asisten Pelatih Jamrawi Jambak. Menurut mantan pemain Niac Mitra Surabaya tersebut, keberangkatan pemain ke Bangkalan untuk persiapan menghadapi Persidafon Dafonsoro dan Persiram Raja Ampat dijadwalkan pada pukul 14.00. Anak asuh pelatih Daniel Roekito akan menjamu Persidafon dan Persiram Raja Ampat pada tanggal 9 dan 14 Februari di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang menjadi home base P-MU selama melakoni kompetisi ISL. (bri/rr)

KM/TABRI S MUNIR

BUTUH PERAWATAN: Michael Orah harus duduk di bangku cadangan pemain saat skuad P-MU meladeni gempuran pemain-pemain Persiwa Wamena.

Dua Pemain Cedera Parah SELAIN menelan dua kali kekalahan, dua laga yang dilakoni skuad Laskar Sape Kerap di Papua juga memakan korban cederanya dua pemain pilar. Michael Orah dan Khoirul Mashuda harus menjalani perawatan khusus setelah mengalami cedera lumayan parah. Cedera kedua pemain tersebut sebenarnya dialami kala bertanding melawan Persipura Jayapura, namun baru terasa selepas laga melawan Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena. Cedera Khoirul Mashuda dialami pada menit ke-76 setelah diganjal denagn keras oleh pemain dua pemain Persipura. Huda sempat dibopong ke luar lapangan oleh tim kesehatan. Namun mengingat terbatasnya jumlah materi pemain yang dibawa tur Papua, mantan pemain Deltras Sidoarjo tersebut dipaksa untuk tetap melanjutkan hingga laga berakhir. ”Kami memang harus melakukan perawatan khusus terhadap dua pemain tersebut. Semoga sisa waktu yang tersedia sebelum pertandingan melawan Persidafon, Huda dan Orah sudah kembali fit dan siap berlaga,” tutur Yudho, measure tim P-MU yang ikut mendampingi pemain ke Papua. Harapan agar pemain P-MU yang tidak dibawa serta tur Papua karena sakit seperti Denny Rumba, Anton Samba, Galih Firmansyah, Tassiou Bako, dan Busari bisa kembali merumput bersama P-MU diungkap Achsanul Qosasi. Ia sangat berharap P-MU bisa turun full team dalam laga kandang perdana menjamu Persidafon di SGB, Sabtu (9/2). ”Saya memang belum mengetahui kabar kesehatan pemain yang berada di Madura. Tenaga mereka sangat kami butuhkan agar bisa turun di laga kandang perdana P-MU nanti,” jelas manajer yang berhasil membawa P-MU promosi ke ISL tersebut. (bri/rr)

PERSSU SUMENEP Siap Lanjutkan Kompetisi

Banjir Dukungan, PSB Ngongghai Blitar BANGKALAN- Rombongan Perseba Super Bangkalan (PSB) mengusung target memetik poin penuh dari tuan rumah PSBK Kota Blitar dalam lawatannya ke kota peta untuk melakoni laga perdana Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2012-2013, Rabu (6/2) besok. Senin (4/2) siang, Danilo Fernando dan kawan-kawan dilepas pengurus dan manajemen tim berjuluk Laskar Suramadu di mes pemain yang terletak di kawasan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangkalan. Ketua Harian PSB, Vigit Waluyo, mengungkapkan bahwa target menang tersebut merupakan harga mati bagi skuad asuhan pelatih Nus Yadera tersebut. ”Secara komposisi pemain kita cukup mumpuni untuk pasang target meraih hasil maksimal. Tergantung bagaimana pemain memaksimalkan perannya dengan baik di lapangan,” ujarnya saat memberikan briefing kepada seluruh pemain, pelatih dan official tim. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Plt. Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur tersebut menyampaikan bahwa doa dan dukungan dari masyarakat Bangkalan akan sangat membantu bagi PSB meraih hasil maksimal. ”Kami minta doa dan dukungan dari masyarakat Bangkalan untuk kemenangan Perseba Super,” pintanya saat ditemui Kabar Madura dalam acara pelepasan tim, kemarin. Nada optimistis dilontarkan Manajer PSB, Ayu Sartika Virianti. Putri Vigit Waluyo tersebut menyatakan keyakinannya jika PSB akan sukes mendulang tiga angka dari tim tuan rumah yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman di pentas sepakbola nasional seperti Purwanto Suwondo. Selain itu Ayu juga menekankan bahwa selain faktor teknis, rasa percaya

PEMAIN PSB YANG DIBAWA KE BLITAR 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Aditya Fajar (Kiper) M. Juni Irawan Mujib Ridwan (Belakang) Fendi Taris Mohammad Rochip Kodari Amir Miftahul Huda Miftahul Kahli Zainuri M. Sofyan Hadi Agusmanto La Umbu (Tengah) Victor da Silva Danilo Fernando Harianto Rahmat Wahyudi Ferry Aman Saragih Fandi Ahmad (Depan) Ferry N Somah Syaiful Bachri

KM/AHMAD BAIQUNI

UNGGUL MATERI PEMAIN: Skuad Perseba Super Bangkalan mengusung spirit tinggi dalam laga perdana di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia menghadapi tuan rumah PSBK Kota Blitar, besok.

diri untuk meraih kemenangan di Blitar tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat Bangkalan dan Madura pada umumnya. Fanatisme yang membara dari suporter diyakini mantan manajer Deltras Sidoarjo tersebut sebagai ‘pemain ke-12’ bagi PSB. ”Kami percaya bahwa doa dan dukungan masyarakat Bangkalan dan Madura

pada umumnya akan memotivasi tim. Saya tahu sendiri ketika masih menjadi manajer PSBK, musim lalu. Ratusan KConk Mania datang dan mendominasi Stadion Soepriyadi,” terang perempuan berusia 26 tahun tersebut. Terkait strategi tim saat menghadapi PSBK, Ayu mengatakab bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pelatih

Belajar dari Panpel Pertandingan Persipura dan Persiwa dalam Menjamu Lawan

Jemput Tim di Bandara hingga Tentukan Jadwal Menjajal Lapangan Selama hampir sepekan Kabar Madura turut mendampingi perjuangan Laskar Sape Kerap melakoni tur Papua menghadapi Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Banyak pelajaran yang berhasil dipetik dari dua kontestan papan atas ISL tersebut, baik dari sisi teknis permainan tim maupun hal nonteknis seperti panitia pelaksana (panpel) pertandingan yang sangat profesional, terutama di Stadion Mandala Jayapaura yang menjadi kandang Persipura. TABRI S MUNIR, Pamekasan

disampaikan Hartono, Korwil Cha-Cha Colo’ Pamekasan. PNS Dinas PU Bina Marga Jawa Timur tersebut ingin menyaksikan Laskar Sape Kerap tampil selayaknya sape kerap yang selalu unggul. ”Jika memang Osas Saha sudah tidak bisa mencetak gol, lebih baik pertimbangkan kembali kontraknya yang sangat mahal tersebut. Kami, suporter P-MU, memiliki hero yang hingga kini melekat di hati kami, yakni Marcel Pongoue,” tandas Hartono. Kendati Osas Saha menjadi pusat kemarahan suporter, Achsanul masih berharap agar Osas diberi waktu dan kesempatan untuk membuktikan kinerjanya sebagai pemain profesional di kandang P-MU nanti. ”Evaluasi pasti ada, jika pemain lebih banyak berkeluh kesah itu bisa jadi akan menjauhkan dari nasib Pojur, demikian juga dengan suporter,” tandas AQ. (bri/rr)

R NI

MU

KM/TABRI S MUNIR

DIATUR LO: Pemain P-MU dan Persipura saling bertegur sapa saat pergantian jadwal latihan sehari saat menjajal lapangan Stadion Mandala Jayapura.

PAMEKASAN-Tiga kekalahan beruntun di laga awal Indonesia Super League (ISL) yang dialami skuad Persepam Madura United (P-MU) membuat Manajer P-MU, Achsanul Qosasi, mengelus dada. ”Kami memang menyadari jika tiga laga awal adalah laga berat,” jelasnya. AQ mengakui jika dirinya tidak memandang sebelah mata terhadap perjuangan para pemain yang tampil bagus dan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan tim P-MU. Ia mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pemain dan pelatih dalam membangun kerjasama tim. “Keluhan yang sering dilakukan oleh pemain asing, seperti yang disampaikan Osas Saha dan Kwon Jun, menjadi salah satu titik lemah tim jika pemain tersebut mendapat fasilitas terlebih dahulu daripada menunjukkan kinerjanya. Ini bisa menjadi salah satu faktor tidak pojurnya kita,” ungkap AQ melalui saluran telpon selulernya. Keluhan Achsanul tidak asal diucapkannya. Sejauh ini Osas Saha yang berlabel sebagai pemain dengan bayaran paling mahal di P-MU hingga tiga pertandingan masih belum menunjukkan ketajamannya. Bahkan hingga pertandingan ketiga, ia menjadi satu-satunya striker di ISL yang belum mencetak gol. Prestasi yang tidak sebanding dengan gajinya tersebut memantik suporter Laskar Sape Kerap menagih gol-gol mantan bomber PSMS Medan tersebut. ”Saat ini sudah masuk kompetisi resmi, bukan lagi uji coba. Jika memang manajemen ingin mempertahanan Osas, kami selaku suporter harus diberikan bukti jika layak kami dukung, atau Osas dipulangkan saja dan biarkan P-MU tanpa pemain asing,” jelas Hamidi, pentolan suporter P-MU di Sumenep. Hal senada juga

IS

panpel pertandingan Persipura. Sebelum merapat ke hotel, seorang lay officer (LO) yang ditugaskan secara khusus telah menunggu kedatangan tim di bandara. Ia memiliki tugas yang lumayan berat. Selain untuk memastikan kadatangan tim lawan, LO juga menyiapkan kendaraan untuk mengangkut rombongan tim tamu menuju hotel. Tidak hanya itu, LO juga menjadi informan khusus kebutuhan tim tamu selama di menginap di sana. Usai memastikan tim tamu bisa beristirahat tenang dan aman, barulah kemudian LO menjadi informan bagi tim tamu waktu tentang jadwal mencoba lapangan, manual acara sebelum hingga sesudah pertandingan. Pelayan-

Mandul, Kinerja Osas Mulai Disorot

BR

PERSIPURA menjadi barometer suksesnya pembinaan sepakbola di Indonesia. Klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut memang patut diacungi jempol. Bukan hanya dari materi pemainnya yang memliki kualitas merata, acungan jempol juga patut disandangkan pada panpel pertandingan. Pengalaman mereka dalam menggelar pertandingan bagi Boaz Solossa dan kawankawan dalam menjamu lawanlawannya cukup menjadi bahan bagi panpel pertandingan P-MU yang akan mengalami pengalaman pertama saat menjamu Persidafon Dafonsoro, Sabtu (9/2) mendatang. Kabar Madura yang turut dalam rombongan pemain P-MU bisa merasakan sambutan yang luar biasa dari

an tersebut, tidak hanya kami dapatkan di Jayapura saja. Tim P-MU juga mendapatkan pelayanan yang sama ketika berada di Wamena, kandang Persiwa. Sehari sebelum pertandingan menjadi jadwal dua klub mencoba lapangan pertandingan. Jadwal tersebut sudah disusun sedemikian rupa sehingga tidak terjadi bentrokan jam latihan antara kedua tim. Latihan pagi menjadi hak tim tamu, biasanya digelar pukul 07.00-08.00 waktu setempat sebelum dilanjutkan oleh tim tuan rumah. Usai menjajal lapangan, pada hari yang sama dijadwalkan manager meeting untuk menentukan kostum pertandingan dan berbagai hal yang menyangkut pertandingan. Ada hal berbeda dengan yang dilakukan panpel pertandingan P-MU di Madura, usai manager meeting dilanjutkan dengan konferensi pers. Hal tersebut hampir tidak pernah dilakukan oleh panpel pertandingan P-MU di Madura. Konferensi pers juga kembali dilaksanakan kembali keesokan harinya usai pertandingan. Standar konferensi pers setelah pertandingan tersebut lazim terjadi pada laga-laga ISL. (rr)

untuk menyusun komposisi pemain dan strategi permainan. Ia hanya membeberkan bahwa dalam lawatan ke Blitar, PSB hanya memboyong 20 pemain. ”Jumlah itu cukup untuk satu kali laga away. 20 Pemain yang kami bawa termasuk dua pemain baru, Ferry Aman Saragih dan Ferry N Somah,” imbuhnya. (bai/rr)

/TA

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.co

Target Menang di Laga Pembuka

KM

SUMENEP-Kepastian lolosnya Perssu Sumenep ke Divisi II Kompetisi Liga Indonesia, tidak serta merta membuat tim kang pelatih ongkang-ongkang skar kaki. Tim berjuluk Laskar us Jokotole tersebut harus ermenjalani beberapa perII. tandingan sisa Divisi III. Meski target kemenangan sudah tidak menentukan stan tus promosi tim, namun pilihan absen dalam laga tersebut akan membuat Perssu melorot kembali ke kasta terbawah Divisi III karena dianggap mengundurkan diri. Pelatih Perssu, Bambang Sumantri, mengatakan bahwa tim besutannya sudah siap melanjutkan kompetisi Divisi III. Meski saat ini kubu Perssu masih menunggu jadwal resmi dari Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) selaku operator kompetisi, namun Bambang berani memastikan bahwa timnya dalam keadaan siap tempur. ”Kami pastikan Perssu siap tampil dalam lanjutan kompetisi Divisi III. Saat ini kami tinggal menunggu jadwal dari BLAI saja. Karena sudah kepalang basah maju ke babak nasional, kami berani menargetkan untuk meraih hasil terbaik, yakni posisi tertinggi,” terangnya. Peccot Mania sebagai kelompok suporter asli asal Sumenep mengaku siap memberikan dukungan penuh kepada Perssu di Divisi II mendatang. “Kami siap mendukung! Meski masih berada di Divisi II, tapi Perssu sudah menjadi identitas Sumenep,” ujar Yusuf Ismail, Pembina Peccot Mania. Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut sudah dimulai sejak Perssu masih berlaga di Divisi III, musim lalu. (bai/rr)

11

MANA GOLMU?: Hingga laga ketiga P-MU, sebagai bomber andalan tim Osas Saha masih belum mampu mencetak gol ke gawang lawan.


12

SELASA

5 Februari 2013

GUGAH FANATISME: Manajer P-MU Achsanul Qosasi mengitari sudut stadion pertandingan tempat P-MU menjamu tim tamu saat masih berkecimpung di Divisi Utama musim kompetisi sebelumnya.

Mencari Akal untuk Kemenangan

KM/DOK

PAMEKASAN-Tiga kekalahan beruntun yang diderita Persepam Madura United (P-MU) memaksa tim manajemen berpikir keras. Utamanya dalam mendongkrak rasa percaya diri pemainnya. Termasuk juga meraup simpati lebih dalam lagi dari suporter bola Madura. Sayangnya, catatan teknis Laskar Sape Kerap saat

Stadion Pendidikan Jauh dari Layak Jamrawi: Lebih Bagus Sumenep! WAMENA-Sepak bola adalah hiburan satu-satunya yang sering digelar di Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Tak heran, ketika ada pertandingan sepak bola, aktivitas warga setempat lebih terfokus pada jalannya pertandingan. Kendati secara teknis venue

pertandingan Stadion Pendidikan Wamena sekaligus home base Persiwa Wamena secara kasat mata jauh dari kata layak untuk menggelar pertandingan ISL, stadion tersebut tetap digunakan kandang Persiwa selama di ISL. ”Kalau begini sebenarnya lebih bagus Stadion Sumenep,” jelas Jamrawi, mengomentari kondisi Stadion Pendidikan Wamena. Terhadap kondisi lapangan

dan stadion yang jauh dari kata layak, seperti rumput yang tidak dipotong, lapangan sangat becek dan ruang VVIP yang jauh dari kata memenuhi standar, Jamrawi sangat berharap nantinya P-MU bisa bermain di Stadion A. Yani Sumenep. ”Jika melihat lapangan ini, harusnya P-MU bisa bermain di Stadion A Yani Sumenep nantinya,” tandas Jamrawi. (bri/ed)

ini sangat tidak menguntungkan. Dari 18 tim ISL, P-MU masih terjerembab sebagai penghuni dasar klasemen sementara. Surplus golnya pun mencengangkan, minus 10. Deng a n catatan tambahan, belum sekalipun bisa membobol gawang lawan. Manajer P-MU,

Achsanul Qosasi, memberi pernyataan menarik terkait hal tersebut. Diakuinya, sepak bola itu urusan akal, bukan urusan hati. Sehingga, semua pihak bisa mengakali kemenangan, dan juga bisa mengakali kekalahan. ”Untuk itu, marilah kita bersama-sama mencari akal untuk mengakali kemenangan. Dalam hal ini, manajemen, pemain dan juga suporter P-MU,” ujar AQ –sapaan Achsanul Qosasi.

Diakui, sebagai tim promosi, P-MU memang tak diuntungkan jadwal pertandingan. Sebab langsung melakoni tiga laga kandang sekaligus. Apalagi lawan tandingnya di tiga partai tandang tersebut adalah tim lima besar ISL tahun sebelumnya. ”Kalau kita kalah, apanya yang salah? Peluang banyak, tapi tidak jadi gol. Ini membuktikan bahwa striker kita masih belum menemukan ‘rohnya’,” tegas pria yang juga wakil rakyat Madura di DPR RI tersebut. Yang menarik, AQ sempat merekap pesan singkat (SMS) terkait ”prestasi” awal P-MU yang masuk ke handphone-nya dari sejumlah warga Madura. Disampaikan, enam SMS minta manager mundur, 26 SMS tetap menyemangati dan memaklumi situasi dan jadwal yang tidak menguntungkan, lima SMS makian dan hinaan, tiga SMS sindiran politik, satu SMS meledek karena waktu Divisi I lebih bagus karena masih dipegang orang Pamekasan. ”Saya sedih, tapi cuma 10 menit. Setelah itu saya tetap kembali bersemangat. Jika ada orang Pamekasan yang mau jadi menejer, saya bersyukur. Urusan akal jangan dimasukkan ke hati. Tidak ada yang ingin kalah, jika kita kalah 25 kali, ini baru kiamat,” terangnya panjang lebar. Untuk itu, AQ mengajak semua pihak agar bersama-sama membantu memperbaiki mental pemain P-MU yang pastinya down. ”Jangan malah menjatuhkan. Manajemen sudah berupaya memperbaiki dan terus berbenah. Semangat Madura harus tetap membara. Salam AQ!” pungkasnya. (ed)

Menjelajahi Papua Bersama Laskar Sape Kerap (3-Habis)

Warga Madura Umumnya Tukang Ojek, Pangkas Rambut dan Berdagang Antara Jayapura dan Wamena, akan lebih gampang menemui warga Madura di Wamena. Di wilayah Kabupaten Jayawijaya tersebut, sebagian besar Taretan Dhibi’ ini berprofesi sebagai sopir angkot, tukang ojek dan pangkas rambut. Ada juga sebagian yang bekerja di pertukangan dan berdagang. Bagaimana cerita hidupnya? KM/TABRI S. MUNIR

TABRI S. MUNIR, Wamena

KM/TABRI S. MUNIR

DI LEMBAH: Kepala Pelatih P-MU Daniel Roekito menyampaikan instruksi kepada penggawa Sape Kerap dalam sesi latihan di Stadion Pendidikan Wamena (2/2) dengan latar bukit menjulang di sisi baratnya.

Kecewa, Galih Tak Ikut

TAK hanya Firly Apriyansyah yang basis suporternya sudah mengakar di Wamena. Galih Firmansyah juga menjadi salah satu yang dinanti kedatangannya. Galih tercatat tiga musim bermain di Persiwa.

”Abang Galih tidak ikut kah,” demikian pertanyaan sejumlah anak muda yang memadati Stadion Pendidikan Wamena, ketika skuad P-MU jajal lapangan. Menurut, Lucas Tamsil Mata, salah seorang warga

setempat, anak-anaknya memang menjadi penggemar Galih. Tak heran, jika kedatangan Galih sangat ditunggu warga Wamena. ”Kita orang memang sangat ingin melihat Galih main,” ujar Lucas. (bri/ed)

JIKA ditanya berapa jumlah warga Madura di Wamena, sebagian dari orang Madura yang ditemui Kabar Madura menyebutnya sekitar 2.000 orang. Tapi, jumlah tersebut jika memasukkan juga orang-orang Probolinggo yang memang berbahasa ibu serupa, bahasa Madura. Hal itu maklum disebutkan. Sebab Kepala Suku Madura di Wamena justru memang orang asli Probolinggo, yakni Haji Saleh, yang juga menjadi ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Wamena. Orang Probolinggo memang paling banyak yang berdiam di Wamena. Bahkan yang mengawali datang ke Wamena adalah orang

SETTONG DHERE: Haji Syaifud asal Aeng Sare, Kec/Kab Sampang, bersama Chandra di Bench Tim PMU di Stadion pendidikan Wamena.

Probolinggo. Persisnya sekitar tahun 1974 lalu. Sebagaimana disampaikan Azhari, keturunan Probolinggo yang lahir di Wamena pada 1982 lalu, dia menceritakan kembali cerita orang tuanya kepada Kabar Madura. ”Dulu ketika Wamena sudah damai, ada beberapa tentara yang ditugaskan di sini (Wamena, Red) pulang ke Probolinggo. Ketika mereka kembali lagi ke Wamena, mereka mengajak orang tua, sanak saudara ataupun tetangganya di Probolinggo, untuk bekerja di Wamena,” cerita Azhari. Bersama dua saudaranya yang juga lahir di Wamena, Azhari mengaku sudah tak banyak tahu tentang

Probolinggo saat diajak pulang ke kampung halaman orang tuanya. ”Orang tua saya asal Leces. Setiap tahunnya saya memang pulang ke Leces. Tapi tetap saja saya tidak banyak tahu daerah Leces,” tandas pria yang mengaku bekerja sebagai tukang di meubel pembuatan peti mati di Wamena. Urutan kedua dari populasi orang Madura di Wamena adalah dari Bangkalan, kemudian berturut-turut Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Orang Bangkalan di Wamena, sebagaimana disampaikan Mahfud (47), asal Desa Aeng Sare, Sampang, biasa menjadi sopir angkot, tukang ojek, pangkas rambut. ”Sebagian juga ada

yang bekerja sebagai tukang bangunan,” ujar Mahfud, yang mengaku tinggal di Jalan Irian, Wamena, sejak lima tahun lalu. Pekerjaan yang sama juga banyak dilakukan warga Sampang. Yang berbeda menurut Mahfud adalah pilihan profesi orang Madura asal Pamekasan. Sebab umumnya mereka menjadi penjaga toko dan kios. ”Orang Pamekasan di sini sepanjang yang saya tahu terdapat delapan orang. Mereka menjadi penjaga kios,” jelas Mahfud, yang selama di Wamena juga menjadi kepala pangkalan ojek di Pasala Baru Wamena. Sepengatahuan Mahfud pula, disebutkan bahwa orang Sumenep yang bekerja di Wamena hanya dua orang. Yakni Yanto, asal Desa Pabean, Sumenep yang bekerja sebagai sales promosion accesoris telepon genggam yang juga merangkat sebagai tukang instalasi listrik. Sementara satunya, Romsi asal Dusun Congka Laok, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, yang bekerja sebagai tukang bangunan. Selama di Hotel Baliem Palimo tempat pemain menginap, sebagian warga asal Madura tersebut secara bergantian mengunjungi pemain P-MU. Bahkan tak jarang mereka bercengkrama dan foto-foto bareng dengan pemain. Itu, mereka lakukan dengan cara bergantian. (ed)

KM/TABRI S. MUNIR

BHELEH DHIBI’: Sejumlah warga Madura foto bareng pemain dan ofisial P-MU di Stadion Pendidikan Wamena sesaat sebelum pertandingan. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com


Edisi 5 Februari 2013