Issuu on Google+

Kabar Bangkalan SGB Mulai Tarik Parkir Pengunjung Berkurang, Pedagang Rugi Kabar Sampang Minim Saluran, Perumahan Pejabat Banjir Genangan Air Capai 70 Cm Kabar Pamekasan Jalan Raya Ambat-Panglegur Rawan Jalur Tengkorak Renggut Enam Korban Jiwa

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Bupati Lambat Isi Kepala Dinas Pengamat: Busyro Harus Setia pada Rakyat!

Lawan Mantan Klub yang Nunggak Gaji

SENIN 28 Januari 2013

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

SESAJI: Perahu mini ini biasanya berisi tumpeng, kepala sapi atau kambing, dan berbagai pernak-pernik lainnya, yang akan dilarung di tengah laut sebagai pertanda syukur.

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

ARTIS LOKAL: Rangkaian acara rokat tase’ biasanya diawali dengan parade kesenian daerah setempat, sebelum melarung sesaji di tengah laut.

Politikus NU Purapura Melayani Umat SUMENEP-Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, boleh saja yakin, dia akan mampu merebut kembali kursi Jatim Satu (Gubernur Jatim) periode 2013-2018 mendatang, dengan mengusung label KarSa Jilid II, alias kembali menggandeng Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai pasangannya.

SAMPANG-Rokat tase’ yang biasa disebut orang Jawa, khususnya masyarakat pesisir, sebagai petik laut, atau larung sesaji, merupakan ritual yang dilakukan para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa karena telah memberi limpahan hasil ikan tangkapan di laut setiap tahunnya. Termasuk dalam niatan membuang sial terhadap

Terlebih, Gus Ipul merupakan representasi warga Nahdliyyin (Nahdlatul Ulama atau NU, red) – basis massa PKB – yang cukup mendominasi kalangan akar rumput Jatim. Sementara, Gus Ipul sendiri oke-oke saja digandeng Pakde Karwo. Tapi nyatanya, suara-suara dari bawah menyiratkan ketidaksepakatan atas terbentuknya pasangan KarSa (Karwo-Saifullah Yusuf) Jilid II. Seperti yang diungkapkan secara tegas oleh Sekretaris DPC PKB

hasil tangkapan ikan laut. Acara rokat tase’ yang digelar masyarakat nelayan Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang, kemarin (27/1) berlangsung sangat ramai. Dimulai sekitar pukul 10.00, rangkaian acara ritual rokat tase’ itu, diawali dengan parade kesenian tradisi masyarakat setempat. Bersambung ke Hal 6

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

HARAPAN DAN DOA: Larung sesaji kepada laut sebagai rasa syukur karena hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain itu, juga sebagai niat untuk buang sial.

Sumenep, Bahrul Ulum. Dia mengaku, sangat menyayangkan sikap Gus Ipul yang bersedia berpasangan kembali dengan Pakde Karwo. Sebab, menurut dia, Gus Ipul akan lebih bermanfaat bagi warga NU jika berpasangan dengan Khafi-

Tebu

fah Indar Parawansa, karena sama-sama kader NU. ”Kami itu kan sebenarnya sudah sepakat untuk mendukung kader NU, tapi kalau sudah pilihannya begitu mau bagaimana l a g i , ” ujarnya dengan

nada memendam kecewa. Akan tetapi, Bahrul tak menjawab dengan tegas, ketika disinggung, apakah itu berarti dukungan PKB akan diarahkan kepada Khofifah. Katanya, jajaran pimpinan PKB mulai dari pusat hingga daerah, masih menunggu instruksi dari Pengurus Besar (PB) NU. Alasannya, sebagai partai politik yang lahir dari tubuh NU, PKB akan patuh kepada keputusan PB NU. ”Saat ini kami masih menunggu ha-

sil keputusan DPP PKB yang masih melakukan komunikasi dengan PB NU, (tentang) siapa kader NU yang akan direstui dalam Pilgub Jatim. Jadi, siapa pun yang direstui, kami tetap patuh pada struktur yang di atas,” tandasnya. Di bagian lain, anggota DPRD Sumenep, Ahmad Mawardi menyayangkan sikap kader-kader NU yang bakal terlibat dalam Pilgub Jatim, Agustus 2013. Bersambung ke Hal 6

Warga Madura Masa Bodoh akan Pendidikan PAMEKASAN-Sistem pendidikan yang ada di Indonesia mungkin perlu direvisi. Pasalnya, masih banyak masyarakat menilai, pendidikan belum menjadi kebutuhan pokok. Bersambung ke Hal 6

KM/HAIRUL ANAM

CALON KORBAN: Dua orang petani di Desa Batu Kalang, Kec Proppo, Pamekasan.

Petani Pamekasan Terusik Uji Coba Lahan PAMEKASAN-Upaya penolakan terhadap uji coba tebu yang digalakkan Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Pamekasan, kini mulai lantang disuarakan para petani. Bersambung ke Hal 6

Pengembangan Kawasan

KM/DOK

HAMBURKAN UANG: Banyak masyarakat Madura yang menganggap, pendidikan tak banyak manfaatnya, karena tak menjamin bisa mendapatkan pekerjaan.

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

ARUS BALIK: Antrean kendaraan para pemudik setelah menjalankan tradisi Maulid Nabi di kampung halamannya masingmasing, tampak mengular.

Antrean Pemudik Warnai Arus Balik BANGKALAN-Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bagi sebagian masyarakat Madura, sama pentingnya dengan Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha. Sehingga muncul pula arus mudik dan arus balik, yang meningkatkan volume lalu-lintas kendaraan bermotor. Bersambung ke Hal 6

Operasi Bibir Sumbing Gratis di Hari Pers Nasional

Orangtua Senang karena Anaknya Kini Benar-benar Cantik Awak media tak melulu berkutat dengan berita, tapi juga patut mengembangkan jiwa sosial. Seperti yang dilakukan Komunitas Wartawan Bangkalan (KWB) ketika memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Mereka mengupayakan perubahan besar dalam kehidupan penderita bibir sumbing. KASIONO, Bangkalan

KM/BAHTERAUMMAT.WORDPRESS.COM

DEMI INVESTASI: Kegiatan eksplorasi minyak di Sampang ini, diduga telah menyulut konflik horisontal berdarah di Sampang.

Harus Libatkan Warga Sampang SAMPANG-Kabupaten Sampang akan terimbas pada pengembangan pembangunan terutama di kawasan selatan. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

SYAMSURI, 26, dan istrinya, Dewi Kumalasari, 21, tampak tidak kuasa menyembunyikan rasa takjub, saat memandang buah hati mereka, Siti Nuraisyah. Wajah balita berusia 5 bulan itu, kini jauh lebih cantik dari sebelumnya. Tak terlihat lagi pemandangan mengerikan di bibir balita itu. Bibir Siti Nuraisyah,

sekarang sudah menutup, tak membelah lagi. “Alhamdulillah, ini mungkin rezeki anak saya. Karena tanpa sengaja, dengan begitu cepat, anak saya telah dioperasi dan berhasil. Bahkan, saya tidak mengeluarkan biaya sepeserpun,’’ kata Dewi dengan wajah berbinar-binar. Bersambung ke Hal 6

KM/KASIONO

SENANG: Siti Nuraisyah, anak pasangan suami istri Syamsuri-Dewi Kumalasari ini, bakal tumbuh menjadi gadis cantik, setelah sukses menjalani operasi bibir sumbing gratis yang digelar KWB dalam rangka memperingati HPN.

Pemilukada

Bupati Baru Segera Dilantik BANGKALAN-Satu bulan lagi, Bangkalan akan resmi mempunyai Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Menurut agenda yang diparipurnakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Jumat lalu (25/1) adalah tentang pemberhentian bupati dan wakil bupati lama, kemudian penetapan bupati dan wakil bupati yang baru. Di sidang paripurna itu mekanisme pengangkatan bupati dan wakil bupati baru itu melalui pemberitahuan ke bupati lama yang akan disertai dengan Bersambung ke Hal 6


2

SENIN

28 Januari 2013

LAKALANTAS

SGB Mulai Tarik Parkir Pengunjung Berkurang, Pedagang Rugi

KM/AGUS JOSIANDI

TERSUNGKUR: 3 orang pengemudi motor terjatuh dan mengalami luka akibat kecerobohan seorang pelajar yang menikung seenaknya. Kabar Madura yang ada di lokasi kejadian sempat mengabadikan peristiwa tersebut.

Sebabkan Kecelakaan, Siswa MTs Ketakutan KOTA-Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi kali ini bahkan melibatkan siswa kelas 1 MTS Bangkalan. Tampak bocah kelas 1 tersebut sangat ketakutan saat melihat korban kecelakaan yang diakibatkan kecerobohannya berdarah dibagian hidung dan lecet di bagian tubuh lainnya. Terlebih saat itu sejumlah orang turut menegurnya yang teledor saat menikung di jalan leter U tanpa memperhatikan pengguna jalan lain sehingga mengakibatkan kecelakaan. Kejadian ini bermula saat sepeda motor Shogun bernopol M 2480 GC yang saat itu dikendarai Viki Firmansyah, seorang siswa kelas 1 MTS Bangkalan melaju dari arah selatan di Jalan Soekarno Hatta. Tanpa peringatan dan memperhatikan pengguna kendaraan lainnya, bocah yang mengaku belum memiliki SIM dan tengah membonceng rekannya itu menikung sekenanya di salah satu jalan leter U yang berada di depan gedung Pajak Pratama Bangkalan. Akibatnya, Jatim pengendara motor Honda Supra bernopol M 4481 HN, beserta anak dan istrinya yang sedang melaju dari arah utara, menabrak bagian belakang kendaraan Shogun tersebut hingga hilang keseimbangan. Ketiga penumpangnya pun terpelanting. Beruntung, Viki dan rekannya tak sedikitpun terjatuh dan menderita luka, sedangkan Jatim, beserta anak dan istrinya yang sempat jatuh dan terpelanting mengelurkan darah di bagian hidung dan lecet di kakinya. (jos/ejp)

KOTA-Sejak minggu (27/1) pagi kemarin, semua kendaraan bermotor yang masuk halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dipungut retribusi parkir oleh petugas terkait. Hal ini tak seperti biasanya di mana sejak bangunan megah tersebut diresmikan beberapa waktu yang lalu, semua kendaraan bermotor bebas keluar masuk halaman stadion terbesar di Bangkalan tersebut. Muzammil, salah satu petugas Dinas Perhubungan yang ditugaskan menjaga pintu keluar parkir, mengatakan bahwa mulai kemarin setiap

kendaraan bermotor yang keluar masuk SGB akan dipungut retribusi parkir. “Mulai hari ini

mas, ini masih percobaan dulu, motor ditarik seribu sedangkan mobil 2 ribu,” ungkapnya.

tup jalan guna memasukkan barang dagangan ke lokasi biasa dirinya berjualan. Sayangnya tak banyak informasi yang diterima oleh Kabar Madura. Saat dihubungi melalui saluran telepon untuk dikonfirmasi terkait pemberlakuan aturan tersebut, Abdul Hamid, Kepala Dishubkominfo Bangkalan tidak memberikan respon. Berdasarkan pemantauan Kabar Madura, tampak 3 akses yang biasa dilalui pengunjung untuk masuk ke halaman parkir SGB ditutup oleh petugas dengan menggunakan tali dan traffic cone, sementara itu hanya satu pintu masuk dibagian utara dan sebuah pintu keluar disisi selatan yang keduanya dijaga oleh para petugas dari Dinas Perhubungan.(jos/ejp)

KM/ABDUR ROHIM

Remaja Berulah, Polisi Mengalah SEPERTI yang sudah diketahui pada tiap-tiap malam minggu genggeng motor dan pemuda-pemuda berkumpul di depan Gelora Bangkalan. Tidak jarang mereka melakukan kebut-kebutan yang sangat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Anehnya, mereka tidak takut dengan petugas meski dengan jelas ada penjagaan di depan Gelora Bangkalan. Meeka seperti tidak menghiraukan keberadaan para polisi tersebut. Sepertinya, yang terjadi di malam minggu kemarin (26/1), polisi cenderung melakukan pembiaran terhadap ulah para remaja tersebut. Padahal ulah remaja tersebut sangat membayakan. (roh)

CUACA Nelayan Sepuluh Mulai Melaut SEPULUH-Setelah beberapa minggu sebelumnya para nelayan terpaksa tidak melaut akibat buruknya cuaca dan ketinggian ombak mencapai 6 meter, kini sebagian besar nelayan sudah dapat bernafas lega setelah kondisi cuaca semakin membaik. Sejumlah nelayan di Kecamatan sepuluh mengaku mereka sudah berani melaut dan menangkap ikan, setelah selama beberapa hari harus menganggur dan sempat berhutang untuk menafkahi keluarganya. "Sudah 2 hari ini saya berani melaut, ombaknya tidak setinggi kemarin-kemarin" ungkap Sukron, 35. Nelayan asal desa Labuhan Kecamatan Sepuluh. Sukron lantas menambahkan, tidak hanya dia yang berangkat melaut namun hampir sebagian besar nelayan yang ada di kecamatan sepuluh sudah berani melaut. Dan mereka bisa bernafas lega karena kini mereka dapat mencari uang untuk menebus hutang mereka yang telah menumpuk saat tidak pergi melaut. "Langsung kerja mas, kalau tidak kerja saya dapat uang dari mana untuk membayar hutang" ungkapnya. Hal tersebut diamini Gufron, 45 nelayan desa Sepuluh, Kecamatan Sepuluh tersebut mengaku bersyukur kondisi cuaca sudah membaik dan dia bisa pergi melaut untuk menutupi hutang yang kini menggunung. "Saya pergi melaut untuk bayar hutang dulu mas, sudah menumpuk" keluhnya. (fir/ejp)

KM/AGUS JOSIANDI

PARKIR: mulai minggu (27/1) kemarin, setiap kendaraan yang masuk halaman SGB dipungut retribusi parkir.

Bambang, petugas lain yang bertugas di akses masuk mengatakan bahwa pungutan parkir ini akan diberlakukan selama 24 jam setiap harinya. “24 jam mas, sesuai instruksi kadis, sepertinya ini dibagi 2 shift untuk petugas jaganya,” papar Bambang. Budi, seorang petugas es buah yang biasa mangkal di halaman parkir SGB tampak kebingungan saat akses yang biasa digunakannya masuk ke tempatnya berdagang ditutup traffic cone. Dirinya mengaku kecewa dengan kebijakan ini. “Gimana lagi mas, masyarakat kecil kayak saya ini nerima saja, tapi jujur saja hal ini pasti berpengaruh terhadap jualan,” keluhnya kemarin sambil berupaya membuka penu-

Empat Pasar Tumpah Jadi Masalah BLEGA-Selama ini sejumlah kendaraan yang melintas di jalur utama BangkalanSumenep keluhkan pasar tumpah yang sering menyebabkan kemacetan. Terlebih lagi pasca Suramadu arus lalu lintas semakin padat dengan sering hilir mudiknya kendaraan-kendaraan besar seperti truk Tronton. Setidaknya ada 4 pasar tumpah yang dikeluhkan para pengendara sebagai biang kemacetan, pasar Tanah Merah, Pasar Blega, Pasar Lomaer dan pasar Galis. Sebenarnya bukan keberadaan pasar tumpah yang dipermasalahkan para pengguna jalan, namun keberadaan kendaraan yang parkir di badan jalan yang sangat dikeluhkan para pengendara. Sebab kendaraan yang diparkir

dibadan jalan membuat ruas jalan yang seharusnya dapat dilalui kendaraan dari dua arah berlawanan tidak bisa dilewati karena badan jalan menyenpit dan menimbulkan antiran panjang, terutama saat pasar dalam kondisi ramai. “Kalau pasarnya tidak masalah mas, tapi mobil yang sering parkir sembarangan yang menyebabkan macet,” ungkap Satrawi, 32 sopir Bus Mini yang setiap hari melayani rute Pamekasan-Bangkalan. Pantauan kabar Madura dilapangan biang kemacetan sebenarnya mobil pengangkut barang yang diparkir disisi jalan bahkan terkadang sampai memakan separuh badan jalan, sehingga kemacetan tidak bisa dihindari KM-FIRMAN GHAZALI AKHMADI akibat terjadi penyempitan MACET: Sejumlah pasar tumpah di jalur utama Bangkalan sering menjadi biang kemacetan. badan jalan.(fir/ejp)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Wakaf Jami’atunnur

Gaung Hadrah Jidor pun Semakin Lemah Malam minggu (26/1), meskipun gerimis, tidak menyurutkan niat dan keinginan warga Kelurahan Pangeranan Kampung Lebak untuk menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbekal payung di tangannya, antusius tetap tampak di wajah mereka. Mungkin saja ini adalah bentuk kecintaannya terhadap rasulnya. ABDUR ROHIM, Bangkalan SEDARI sore langit memang tampak mendung tanda turun hujan. Dengan gotong royong warga Kelurahan Pangeranan Kampung Lebak sibuk mempersiapkan Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Benar saja, tidak lama kemudian gerimis turun dengan lembutnya. Namun, tidak menyurutnya semangat gotong royong warga tersebut. Saat disapa oleh Kabar Madura, H. Amalun Sholeh, Ketua Panitia sekaligus Ketua Hadrah Jidor mengatakan bahwa kami memang memperingati maulid nabi ini di setiap tahunnya. Tentunya, bersama-sama dengan warga dan dengan pembiayaan yang sifatnya swadaya. “Dengan swadaya masyarakat, alhamdulillah tanpa kesulitan di setiap tahunnya kami bisa memperingati maulid nabi ini,” ujarnya santai. Disinggung mengenai menu utama dari peringatan maulid nabi ini, pemuda yang akrab dengan panggilan Jih Malun ini mengatakan bahwa menu utamanya adalah ceramah yang akan disampaikan oleh KH. Abdul Wah-

KM/ABDUR ROHIM

MELEMAH: Pertunjukan hadrah menjadi bagian sunah dari peringatan Maulid Nabi di Bangkalan. Insert: KH. Abd Wahhab, pengasuh ponpes asy Syadziliyyah

hab pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syadziliyyah Kelurahan Bancaran. “Ini adalah sarana dakwah kami untuk masyarakat sekitar,” tambahnya lagi. Dia menambahkan bahwa, selain ada ceramah agama, warga akan kami suguhkan dengan kesenian hadrah jidor yang menurut kami kesenian tersebut semakin lama semakin berkurang peminatnya, terutama para pemudanya. “Memang sangat disayangkan” ujarnya singkat Senada dengan itu, Moh. Mohlis selaku pembina dari hadrah jidor menjelaskan bahwa, hadrah jidor ini adalah salah satu dari beberapa kesenian yang yang harus dilestarikan. Kalau diibaratkan dengan warisan, kesenian hadrah jidor ini adalah sebuah warisan turun temurun dari guru ke guru sampai kemuridnya sekarang ini. Mengapa dinamai hadrah jidor, Mohlis mengatakan dengan sederhana karena hadrah itu

menggunakan jidor. Ritmenya pun berbeda dengan hadrah-hadrah yang lainnya seperti hadrah Ishari maupun yang lagi populer sekarang ini adalah hadrah banjari. “Hadrah ini menjadi unik karena menggunakan jidor,” katanya Mohlis menambahkan bahwa budaya ini bukan hanya sekedar budaya biasa. Akan tetapi bertujuan untuk mendidik dan mengenang serta menumbuhkembangkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Terlebih ini dalam bulan maulid, yang memang pada umumnya sudah menjadi tradisi madura. “Ada benang merah yang bisa kita tarik,” ujarnya lagi. Mohlis berharap peran pemerintah sangat saya ditunggu. Agar seni hadrah ini tidak terkikis oleh roda jaman yang semakin menggelinding. Sehingga anak-anak menjadi tidak tertarik lagi untuk menekuninya. “Semoga saja pemerintah peduli,” harapnya. (ejp)


SENIN

3

28 Januari 2013

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

BANJIR: Kawasan yang biasanya tidak pernah banjir, kini kebanjiran hingga banjir masuk rumah. Kuat dugaan, hal tersebut diakibatkan minimnya saluran pembuangan air sehingga saat hujan sangat deras saluran yang ada tak mampu mengalirkan ke pembuangan.

Minim Saluran, Perumahan Pejabat Banjir Genangan Air Capai 70 Cm KOTA-Minimnya saluran pembuangan air, kawasan komplek perumahan Selong Permai Blok C dan D Kabupaten Sampang tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa. Pasalnya, hujan yang turun selama berjam-jam pada Sabtu (26/1) sore hingga malam hari mengakibatkan kawasan yang dikenal tidak pernah kebanjiran, kini masuk dalam daerah rawan banjir. Puluhan rumah kompleks yang

berada di Perumahan Selong Permai, terendam banjir, Rabu (27/1). Ketinggian banjir mencapai 70 cm dan sampai masuk dalam rumah warga setempat. Banjir yang berasal dari air sawah yang berada disekitar perumahan perkotaan tersebut diduga lantaran minimnya saluran air dari rumah yang menuju selokan besar. Sehingga mengakibatkan sawah tidak dapat menampung debit air hujan yang tinggi. Salah satu warga pemilik rumah di Blok C, Wahid mengatakan semenjak Sabtu (26/1) malam rumahnya sudah kebanjiran. Air yang berasal dari sawah yang berada disamping rumahnya tidak

PERTANIAN

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

TERENDAM: Banyaknya intensitas hujan yang turun pada hari Sabtu (26/1) sore kemarin mengakibatkan sawah terendam air.

Petani Cabai Khawatirkan Hujan

KOTA-Intensitas hujan yang cukup tinggi saat ini cukup meresahkan sebagian petani diwilayah Kabupaten Sampang, khususnya petani padi dan cabe rawit. Pasalnya, dengan intensitas cuaca yang masih tinggi ini dapat merusak kualitas dan hasil panen mereka nantinya. Dimana setiap tanaman yang ditanam membutuhkan air dalam ukuran cukup. Saat ini, sebagian petani di Desa Kemoning Kecamatan Sampang sudah mulai melakukan pembibitan. Mereka berharap, cuaca segera bersahabat sehingga bisa melakukan penanaman. “ Kalau cuacanya seperti ini terus kami tidak bisa menanam karena akan busuk,” kata Mat Sari, petani padi asal Desa Kemoning, kemarin (27/1). Dikatakan, tanaman padi terlebih cabe rawit selama ini diakui mampu menopang kebutuhan hidup mereka. Bahkan, hasil yang diperoleh nantinya mampu menyekolahkan anaknya. Biasanya, padi yang ditanam dengan melihat intensitas hujan yang sudah cenderung sedang. “Namun, sepertinya tahun ini musim penghujan masuk yang paling parah, karena hingga saat ini hampir setiap hari hujan. Padahal, sekarang sudah masuk bulan Januari ,” katanya. Keresahan yang sama ternyata juga dirasakan petani cabe dan semangka di wilayah yang sama. Pasalnya, jenis tanaman tersebut tidak bisa ditanam jika cuaca hujan. “ Kalau cuaca seperti ini, tingkat serangan hama ulat sangat tinggi. Kami kewalahan untuk menyemprotnya. Apalagi harga pestisida saat ini masih terbilang mahal,” kata Budi, petani lainnya. Selain itu, akibat intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa rumah tergenang air. Pasalnya hujan yang turun dengan skala besar mengakibatkan sawah tergenang air hujan dan mengakibatkan beberapa hektar tanaman padi terancanm rusak. “Bahkan, kalau hujannnya masih deras dan lama, air sawah tadi sampai masuk rumah,” ungkapnya. Selain itu, ditambahkan agar hasil panen kali ini bisa maksimal para petani berusaha menggunakan beberapa pupuk, namun usaha ini juga dinilai masih belum berhasil. Dengan kualitas tanaman yang kurang bagus ini, petani memrediksikan hingga musim panen nanti para petani akan mengalami kerugian. “Ya kalau cuaca gini pasti rugi, banyak hujan gini tanaman jadi rusak dan busuk,” ungkap bapak beranak satu ini. (km10/ejp) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

dapat mengalir kesaluran pembuangan air yang terlalu kecil dan terkesan tidak berguna. “ Sudah sejak malam lalu (sabtu malam, red) air sudah masuk kerumah dengan ketinggian sekitar 50 – 70 cm,” ujarnya kepada Kabar Madura, kemarin (27/1). Dijelaskan, dalam kurun waktu selama 13 tahun selama tinggal dan menempati perumahan tersebut, baru kali ini warga mandapatkan ‘hadiah’ banjir. Diduga, selokan yang biasanya mengalir ke selokan yang besar sudah terhalang oleh pembangunan salah satu rumah yang baru dibangun. “ Biasanya disini tidak pernah kebanjiran,

karena disini jauh dari sungai, apalagi kali kemoning,” ungkap Bapak beranak dua seraya membersihkan sisa banjir yang masih tersisa dihalaman depan rumahnya. Hal yang sama juga disampaikan Ida, warga yang juga rumahnya kemasukan air sawah setinggi lutut. Dikatakan, jika drainase yang dimiliki perumahan selong permai dinilai masih kurang dan minim. Sehingga air hujan yang turun tidak dapat langsung mengalir ke selokan besar, karena salurannya sudah ada yang tertutup dan buntu. “ Dulu pernah dari warga disini sepakat akan dibuatkan selokan yang mengalir dari setiap rumah

dan langsung mengalir ke selokan besar,” kesalnya, kemarin. Berdasarkan pengamatan Kabar Madura dilapangan, banjir yang merendam kompleks perumahan warga disebabkan karena tidak adanya saluran pembuangan air yang langsung mengarah ke selokan besar. Sehingga menyebabkan surutnya air dari sawah ini lamban dan sempat merendam perumahan warga selama satu hari satu malam. Sebagaimana diketahui, akibat hujan yang turun pada hari Sabtu (26/1) sore selama berjamjam mengakibatkan air mulai menggenangi perumahan warga sekitar pukul 17.00, Sabtu malam.

Setelah itu, ketinggian air terus meningkat hingga hampir mencapai satu meter, merendam puluhan rumah warga. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Di samping curah hujan tinggi, banjir juga disebabkan macetnya drainase atau saluran pembuangan air yang dinilai minim dan kurang bila dibandingkan dengan jumlah rumah dan saluran pembuangan yang ada. Warga berharap pemilik perumahan dan dinas terkait dapat memperhatikan hal ini. Pasalnya, perumahan tersebut yang notabene merupakan perumahan sebagian besar pejabat Pemkab Sampang. (km10/ejp)

Jalan Rusak Tahunan, Pemkab Tutup Mata KOTA-Sepanjang jalan raya pasar Bungkak, Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, kondisinya sangat mengenaskan, penuh becek dan gubangan besar yang di genangi air hujan. Pasalnya, sudah peluhan tahun tak tersentuh pembangunan oleh Pemerintah setempat. Akibat jalan yang merupakan perbatasan kabupaten Sampang dan Bangkalan tersebut penuh gubangan dan licin berlumpur para pengendara yang mau melintasnya, harus ekstra hatihati dan waspada. Sebab, ditakutkan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan bersama. Di perparah jalan raya pasar Bungkak tersebut padat penduduk dan aktifitas pasar dalam seminggu sebanyak dua kali. Menurut salah seorang warga setempat Moh. Husni, tahun lalu jalan ini setelah sempat di angkat di media, pernah di tanjau oleh anggota DPR Sampang dan sempat dilakukan pengukuran oleh petugas yang mengatasakan dari Pemkab Sampang. Tapi

sampai saat ini belum ada judulnya. Lebih lanjut Husni, pada musim kemarau lalu, gubangan yang ada di badan jalan raya tersebut sempat di tutup oleh warga setempat dengan cara swadaya dan gotong royong. Setelah musim hujan tiba gubangan besar yang di genangi air kembali muncul, “ Akibat jalan rusak parah ini, warga disini serba repot, kalu musim kemarau selalui dihantui debu yang beterbangan ke rumah-rumah warga, setalah musim hujan benuh lubang besar dan becak,” imbuhnya Husni berharap kepada pemerintah kabupaten Sampang untuk tidak menutup mata, atas kejadian jalan kabupaten yang sudah bertahuntahun tidak tersentuh pembangunan tersebut, untuk segera di bangunnya. Layaknya jalan-jalan tetangga. “Warga disini sama-sama bayar pajak, lebih-lebih aktifitas pasar Bungkak ini dalam seminggu dua kali pasaran, jadi mohonlah untuk segera di perbaiki dan tidak di pandang sebelah mata,” harapnya. (fan/ejp)

KM/FANDRI ARDIANSYAH

TUTUP MATA: Kondisi jalan yang rusak dan selalu tergenang setiap kali hujan tak mampu membuat pemerintah turun tangan.

Lapangan Bola Potensial Disia-siakan TORJUN-Rupanya sampang mempunyai potensi yang baik dalam hal prasarana olahraga, salah satunya adalah lapangan sepak bola. Lapangan ini merupakan peninggalan pemerintahan Hindia Belanda, lokasinya sangat strategis karena di dataran tinggi, letaknya tepat di desa Krampon kecamatan Torjun. Lapangan ini masih terawat dengan baik, awalnya dibangun sebagai fasilitas sepak bola oleh pekerja pabrik garam asal Belanda dan bahkan dijadikan sebagai salah satu stadion mini di Madura. Hal ini diungkapkan H Anton, (60) kepada Kabar Madura (27/1), lapangan yang ada di komplek perumahan kuno milik eks PN Garam ini (sekarang PT garam) mempunyai kualitas yang masih utuh karena tanah yang asli sudah dikeruk dan diganti dalam beberapa lapisan sebagai peresapan air. Lapisan tersebut adalah pasir pantai yang dicampur dengan arang stengkol dari batu bara. “Lapangan ini sangat rata dan kalau hujan tidak becek, karena sudah dibangun dengan berbagai lapisan, jadi cukup standart sekali,“ ungkap Pengurus Persatuan Olahraga senopati Sampang ini. Menurut Anton Saat ini pemerintah

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

LAPANGAN KRAMPON: Anton menunjukkan lapangan bola peninggalan belanda, lapangan ini disebut-sebut punya standarisasi yang ideal untuk menjadi stadion sepak bola, minggu (27/1)

Sampang sedang merencanakan pembangunan stadion namun lokasinya justru di wilayah yang kurang strategis, Pemkab Sampang memilih lokasi yang

cukup dekat dengan pantai sehingga stuktur tanahnya lunak dan mudah becek, tepatnya di Kelurahan Polagan sekitar Pesisir Tanglik.

Bahkan sampai saat ini pembangunanya pun belum jelas realisasinya. “Pilihan letak stadion yang direncanakan pemkab itu kurang tepat, saya rasa lapangan ini bisa jadi pilihan stadion dan dikelola oleh Pemkab Sampang,” ujar Anton yang saat ini sudah menjadi pensiunan PNS Dinkes Sampang. Dia katakan pula jika lokasi stadion ditempatkan di kompleks perumahan PN Garam krampon ini cukup strategis. Selain kondisi geografisnya yang cukup luas serta dilengkapi sistem drainase lokasi disekitarnya juga strategis dalam hal keamanan. “Lokasi lapangan ini kan ada di tengah tengah kampung, kalau ada indikasi huru hara pihak keamanan tinggal tutup dari jalan utara dan selatan,” kata Pria yang juga anak dari karyawan Eks PN Garam ini. Untuk saat ini lapangan masih menjadi hak milik PT garam, anton berharap Pemkab Sampang dapat melakukan kerjasama dengan PT garam untuk pengelolaan lapangan ini “ kalau bisa pemkab Sampang bisa melakukan komunikasi dengan PT garam, syukur-syukur pembangunan stadion dialihkan disini bukan yang ditempat yang rencanakan sekarang ini” pungkasnya. (waw/ejp)


4

SENIN

28 Januari 2013

Jalan Raya AmbatPanglegur Rawan ”Hingga tanggal 27, di bulan Januari ini ada sekitar 20 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang memakan enam KOTA-Cuaca ekstrem yang korban jiwa. Jalan yang licin melanda Madura dan seki- dan pandangan yang terbatas tarnya pada awal tahun 2013 akibat hujan deras menjadi rupanya memakan sejumlah salah satu penyebabnya,” unkorban jiwa di jalan raya. gkap Zainuddin kepada KaJarak pandang yang terbatas bar Madura, Minggu (27/1). Ia menambahkan, dari kedan kondisi jalan yang licin celakaan yang mengakimenjadi penyebabnya. Kecelakaan lalu lintas ti- batkan enam korban yang dak hanya merengut kor- tewas tersebut, sebagian ban pengendara kendaraan besar terjadi di Jalan Raya roda dua saja, melainkan Ambat hingga Jalan Raya Panglegur. juga kendaraan ”Tiga korban melain seperti roda ninggal pada keempat. Tercatat celakaan yang tersebanyak enam jadi di Jalan Raya korban meningAmbat. Semntara gal dunia dari 20 tiga korban lain kecelakaan lalu menjadi korban lintas yang terjadi kecelakaan di Padi wilayah Pamelengaan, Pakong, kasan dalam 27 dan Larangan,” hari pertama buimbuhnya. lan Januari 2013. Zainuddin Kepala Unit KM/IST Kecelakaan Lalu IPDA ACHMAD ZAINUDDIN mengimbau kepada pengguna jalan Lintas Kepolisian Kanit Laka Polres Pamekasan untuk tidak terlena Resor Pamekasan, dengan kondisi jaInspektur Polisi Dua Achmad Zainuddin, lan yang mulus dan lurus. menerangkan jalur tengkor- Cuaca yang tidak mendukung ak antara Jalan Raya Ambat akhir-akhir ini dikhawatirkan hingga Jalan Raya Pangle- membuat jalanan licin dan gur menjadi lokasi terbanyak rawan kecelakaan. ”Kadang-kadang penterjadinya kecelakaan lalu gendara merasa nyaman lintas di Pamekasan. Ruas jalan provinsi tersebut karena jalan mulus dan lurus menjadi salah satu jalur yang sehingga mereka mengebut harus diwaspadi oleh peng- tanpa memperhatikan pengguna jalan. Kondisi jalan guna jalan lain. Diimbau yang mulus dan cenderung bagi pengguna jalan untuk lurus membuat pengguna berhati-hati, utamanya di jajalan merasa nyaman dan lan-jalan yang rawan terjadi tidak sadar telah memacu laka tersebut,” ucap perwira kendaraannya dengan ke- polisi asal Malang tersebut mengingatkan. (jck/rr) cepatan tinggi.

Jalur Tengkorak Renggut Enam Korban Jiwa

KM/DOK

TAK INGIN MERUGI: Petani garam di Pamekasan sangat mengharapkan dana Pugar dibagikan tepat sasaran agar mereka tidak kembali rugi seperti tahun lalu.

Soal Pugar, Komisi Garam Ogah Ikut Campur

KOTA-Komisi Garam Pamekasan memilih tidak mau ikut campur terkait gana Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Pamekasan tahun 2013 sebesar Rp 4 milar. Sekretaris Komisi Garam Pamekasan, Yoyok Effendi, berdalih jika hal tersebut bukan merupakan merupakan garis koordinasi lembaganya sehingga bukan menjadi kewenangan Komisi Garam untuk mengawasi. Ia menuturkan, Komisi Garam Pamekasan saat ini sedang berkonsentrasi pada salah satu program yang telah teragenda sebelumnya. Yoyok mengatakan, program tersebut bertujuan untuk

meningkatkan kesejahteraan petani garam. Fokusnya melindungi seluruh aspek yang dibutuhkan oleh petani garam. ”Sedari awal kami sudah menekankan bahwa dana Pugar tersebut bukan merupakan garis koordinasi Komisi Garam sehingga kami tidak mau ikut campur. Terus terang kami takut salah kalau ikut ngomong dan mengomentari soal dana Pugar,” ungkap Yoyok saat ditemui Kabar Madura, Minggu (27/1). Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, M. Ali Wahdi, menyatakan komitmennya untuk terus men-

gawal dana Pugar tersebut. Ia mengatakan, seluruh elemen masyarakat Pamekasan, terutama petani garam, harus ikut andil mengawasi dana pugar yang akan dicairkan kepada petani garam. Pengawasan terhadap dana Pugar tersebut tidak lain sebagai bentuk kepedulian kepada petani garam, khususnya yang berada di Pamekasan, untuk memperbaiki harga garam yang tahun lalu sempat terpuruk. Diharapkan pada tahun 2013 ini harga garam kembali berpihak kepada petani. ”Semua elemen masyarakat harus proaktif dalam mengawal pencairan dana Pugar tahun 2013

ini. Meski bukan berada di bawah koordinasinya, namun paling tidak Komisi Garam bisa memberikan dukungan moral agar petani garam tetap semangat karena merasa ada yang mendampingi,” ungkapnya. Wahdi menambahkan, dana Pugar sebesar Rp 4 miliar tergolong besar untuk ukuran petani garam. Untuk itu dana tersebut harus dicairkan tepat sasaran sehingga petani garam tidak rugi. ”Kami sebagai kader PMII, akan terus mengawal kebijakan masalah dana Pugar. Ini semua untuk petani garam yang tahun lalu kecewa karena anjloknya harga garam di pasaran,” pungkasnya. (jck/rr)

IPNU dan IPPNU Sentil Wisata Religi

NELAYAN

KM/MARZUKIY

MENCARI NAFKAH: Nelayan Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, kembali melaut setelah cuaca berangsur membaik.

Cuaca Membaik, Kembali Melaut TLANAKAN-Setelah sempat beberapa lama menghentikan aktivitas melaut akibat cuaca buruk, sejak tiga hari lalu nelayan Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, kembali turun ke laut untuk mencari ikan. Para nelayan kembali berani melaut setelah angin dan ombak tidak lagi sebesar beberapa hari terakhir. Cuaca di perairan Madura juga kembali berangsur normal seperti sedia kala. Musahra, 35, warga Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, mengatakan jika ia bersama rekan nelayan lainnya telah kembali melaut sejak beberapa hari terakhir ini. ”Sudah tiga hari ini kami kembali melaut. Sebelumnya kami juga sudah melaut, tapi tidak senormal tiga hari terakhir ini. Cuaca sepertinya sudah berangsur normal dan bagus,” ujarnya, Minggu (27/1). Ia tidak mengelak jika terkadang ombak besar dan angin kencang di tengah laut kerap kali terjadi. Namun Musahra menyatakan bahwa hal tersebut bukan menjadi penghambat untuk melanjutkan aktivitasnya. Maryono, warga Dusun Tengah, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, mengamini pernyataan Musahra. Menurutnya, meski cuaca sudah mulai membaik tetapi hasil tangkapan ikan masih tidak seperti hari sebelumnya. ”Meski kami sudah mulai melaut, tapi hasil tangkapan ikan tidak seperti hari-hari normal sebelumnya. Hasil tangkapan ikan kami sedikit, tapi mau bagaimana lagi? Hanya dari hasil menangkap ikan inilah penghasilan kami,” tandasnya. (jck/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KADUR-Sentilan keras dilontarkan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kadur kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Pamekasan terkait pengelolaan wisata religi. Mereka memilih melakukan wisata religi yang berada di wilayah Sumenep karena kurang puas dengan keberadaan wisata religi di Pamekasan. Dalam penilaiannya, pengurusan dan pengelolaan wisata religi di Pamekasan terbilang nihil. Faisol Ansori, Ketua IPNU Kecamatan Kadur, menyatakan bahwa Pemkab Pamekasan tampaknya belum berspirit menjadikan wisata religi sebagai sentral wisata di Pamekasan. Faisol dan kawan-kawan akhirnya memilih berziarah ke makam Sayyid Yusuf di Sumenep, Minggu (27/1). ”Kami memilih berziarah ke Pasarean Sayyid Yusuf di Sumenep daripada ke Batu Ampar di Pame-

KM/IST

KERAMAT: Makam Sayyid Yusuf di Sumenep lebih tekenal dibanding Pesarean Batu Ampar yang dinilai kurang dikelola secara maksimal.

kasan karena tidak puas dengan pengelolaan yang dilakukan Pemkab Pamekasan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Dinas Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, Halifaturrahman, me-

nyatakan bahwa tahun ini tidak ada anggaran khusus buat pengembangan objek wisata religi di Pamekasan. ”Kami belum merencanakan secara khusus untuk melakukan pengembangan. Kami mencermati, saat ini tidak ada problem. secara fisik dan non-fisik dan wisata religi Batu Ampar sudah berjalan dengan baik,” tekannya. Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang berkonsentrasi penuh pada pengembangan objek wisata lain di Pamekasan, salah satunya Pantai Talang Siring. ”Kami masih berkonsentrasi menyelesaikan perbaikan di Pantai Talang Siring,” imbuhnya. Ketua IPPNU Kecamatan Kadur, Helliyatul Mukarramah, menekankan agar Pemkab Pamekasan bisa belajar kepada Pemkab Sumenep dalam bidang pengembangan wisata religi. ”Di Pesarean Sayyid Yusuf terasa sekali nuansa religinya. Terkesan keramat banget dan itu belum kami rasakan di Batu Ampar,” kritiknya. (anm/rr)

Rumah Roboh, Nenek 70 Tahun Harus Mengembara GALIS-Bu Sidah, 70, harus rela meninggalkan rumah kesayangannya yang sudah dihuni selama puluhan tahun karena rumah peninggalan suaminya tersebut roboh setelah diterjang angin puyuh, Sabtu (12/1) lalu. Hingga kini Bu Sidah masih belum menerima bantuan dari pemerintah setempat. Nasib nenek tua yang hidup sebatang kara tersebut benar-benar memprihatinkan. Ia hanya menunggu uluran tangan tetangga sekitarnya untuk kebutuhan hidupnya. Rumah satu-satunya hasil peninggalan dari suaminya di Dusun Sempeng, Desa Pandan, Kecamatan Galis, sekarang rata dengan tanah akibat terjangan angin puyuh. Kini sehari-hari Bu Sidah harus berpindah dari satu rumah ke rumah sanak familinya yang sudi menampung. Bahkan Bu Sidah tak segan untuk menginap di musala yang ada di desanya. Musala tersebut milik Husen, tetangganya. Aktivitas Bu Sidah yang tidak memiliki anak tersebut saat ini banyak dihabiskan

dengan bertandang ke rumah tetangga dan kadang duduk-duduk di emperan musala. Untuk mengusir kejenuhan, Bu Sidah berjalan-jalan di sekitar halaman musala. Sebelumnya Bu Sidah tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk makan seharihari, Bu Sidah mendapat bantuan dari keponakannya yang tinggal satu dusun dan tetangga yang perduli. ”Setelah rumahnya roboh diterjang angin puyuh, Bu Sidah tinggal di sini dan kadang bertandang ke rumah tetangga sekitar sini. Saya juga sering mengingatkan agar tidak berjalan terlalu jauh,” tutur Husen, 53. ”Sejak tiga hari lalu Bu Sidah berada di rumah keponakannya di Bangkalan karena keponakannya meninggal. Dulu Bu Sidah pernah tinggal di sana tapi kembali lagi ke sini dengan alasan tidak kerasan,” tambah istri Husen yang ikut berbincang dengan Kabar Madura di rumahnya, Minggu (27/1). (km12/rr)

KM/ANWAR NURIS

RATA DENGAN TANAH: Bu Sidah melintas di depan puing-puing reruntuhan rumahnya yang roboh diterjang angin puyuh, beberapa waktu lalu.


SENIN

5

28 Januari 2013

Bupati Lambat Isi Kepala Dinas Pengamat: Busyro Harus Setia pada Rakyat! KOTA-Hingga jelang berakhirnya bulan Januari 2013, kekosongan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep rupanya belum juga selesai. Beberapa kalangan menilai, kekosongan yang terjadi kali ini lebih lama daripada tahun-tahun sebelumnya. Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Hasan Mudhari, menyebut kekosongan pejabat saat ini tergolong cukup lama. Ia menilai, kosongnya posisi kepala dinas akan menghambat

kinerja pemerintahan. Beberapa dinas yang mengalami lowong posisi kepala di antaranya: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Koperasi (Diskop), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu yang dikeluhkan Hasan yakni kewenangan pelaksana tugas (plt) kepala dinas yang tidak memiliki kewenangan penuh di masingmasing SKPD. ”Status sebagai pelaksana tugas atau plt jelas membatasi kewenangan mereka dalam mengambil keputusan,” tegasnya. Ia menambahkan, antisipasi kekosongan tersebut

mestinya sudah bisa diprediksikan jauh-jauh hari sebelumnya. ”Ketika ada kepala dinas yang akan pensiun, enam bulan sebelumnya pemkab sudah harus menyiapkan penggantinya. Langkah tersebut tidak lain agar tidak terjadi kekosongan seperti saat ini,” imbuhnya. Secara tegas Hasan mendesak Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, untuk segera mengisi kekosongan jabatan kepala dinas yang dinilainya sudah cukup lama dan sangat mendesak untuk segera diisi. Desakan tersebut tidak lain agar kerja-kerja SKPD tidak terganggu dan pelayanan terhadap publik berjalan dengan lancar. ”Kekosongan jabatan kepala dinas memang sudah seharusnya segera diisi agar pelayanan publik tidak ter-

KM/DOK

A. BUSYRO KARIM Bupati Sumenep

ganggu. Tidak ada alasan bahwa ini masih awal tahun dan bisa seenaknya menunda pengisian jabatan kepala dinas,” tegas Hasan. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenep, Titik Suryati, kejelasan tentang kepala dinas pada masing-masing SKPD tersebut masih menung-

gu instruksi dari Sekretaris Kabupaten (Sekkab) yang defitif. Namun Titik membantah jika dalam penetapan plt kepala dinas kali ini dianggap cukup lama. Ia berdalih, posisi plt kepala dinas tersebut minimal hingga enam bulan. ”Kalau lebih dari enam bulan juga masih bisa diperpanjang,” katanya. Tatik mengatakan, penentuan kepala dinas merupakan hak prerogatif bupati. Sejauh ini Bupati A. Busyro Karim masih menunggu kejelasan sekkab definitif yang saat ini masih sedang diproses. ”Saat ini masalahnya sekkab masih belum dipastikan. Tapi insya Allah akan segera kita selesaikan kalau sudah ada kejelasan siapa sekda definitif,” tambahnya. Terpisah, pengamat politik Sumenep, Ajimuddin,

Kerajinan Manik Kecamatan Raas Go Nasional

SYARIFAH FOR KM

MINIM PERHATIAN PEMKAB: Warga Kecamatan Raas merangkai manik-manik menjadi komoditas ekonomi saat kepala rumah tangga mereka pergi melaut.

RAAS-Ada kebiasaan unik dan positif serta bernilai ekonomis yang dilakukan warga Kecamatan Raas. Saat para suami berangkat bekerja melaut, perempuan-perempuan pesisir Kepulauan Raas merakit manikmanik menjadi aneka aksesoris yang dijual ke berbagai daerah. Anehnya, hasil kerajinan warga Kecamatan Raas tersebut tidak beredar di pusat kota Sumenep. Hasil kreativitas mereka dalam merangkai

manik-manik menjadi barang yang memiliki daya jual ekonomis tersebut justru banyak beredar di luar Sumenep dan luar Madura. Kerajinan warga Kecamatan Raas tersebut dipasarkan di beberapa kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Bali. Bahkan kerajinan aksesoris dari manik-manik tersebut dipasaran hingga ke negeri jiran, Malaysia. Warga sebelumnya tidak pernah menyangka jika aktivitas sampingan

ABRASI Jalan Desa Padike Rusak Berat TALANGO-Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu ini di Madura dan sekitarnya mengakibatkan dengan ombak besar dan angin kencang di perairan Sumenep. Hal tersebut berimbas pada abrasi di sejumlah pesisir pantai di kepulauan, salah satunya di pantai Desa Padike, Kecamatan Talango yang berada di Pulau Poteran. Dilansir www.beritajatim.com, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Talango, Edi Hartono, mengatakan jika ombak besar mengakibatkan abrasi di pesisir pantai Desa Padike. Menurut Edi, abrasi tersebut mencapi 250 meter dan menyebabkan akses jalan desa yang biasa dilewati warga menjadi terputus. ”Jalan desa yang menjadi saran penghubung warga menjadi rusak berat dan tidak bisa dilewati lagi karena abrasi. Saat ombak besar terjadi terus menerus kemarin, abrasi makin parah,” katanya. Edi menjelaskan, abrasi tersebut juga menyebabkan 10 rumah yang berada di dekat pantai nyaris terkena terjangan ombak. ”Kalau abrasi dibiarkan terus menerus terjadi, bukan tidak mungkin rumah-rumah di pesisir pantai ini akan hanyut tergerus air,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, ia berharap kepada Pemkab Sumenep melalui instansi terkait agar segera turun tangan mengatasi abrasi, salah satunya dengan membangun tangkis laut di daerah pesisir pantai. (bjt/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

yang mereka lakukan bisa menembus pasar perdagangan aksesoris sedemikian rupa. Enju, warga setempat yang berusia 45 tahun, mengaku melakukan aktivitas tersebut hanya sebatas pekerjaan sampingan untuk sekedar melawan kejenuhan. Ia menuturkan, berdiam diri menunggu suami pulang dari melaut dirasa tidak nyaman dan menimbulkan kejenuhan yang luar biasa. ”Tidak menyangka jika hasil iseng

ini justru laku di pasaran dan bisa menjadi pekerjaan untuk mencari nafkah utama sehari-hari,” ujarnya menggunakan bahasa Madura. Hendra, warga Kecamatan Raas yang sudah 15 tahun bekerja di Bali, menuturkan jika banyak warga Bali dan pelancong yang sedang berlibur di pulau dewata sangat tertarik dengan aksesoris manik-manik yang dibawanya dari kampung halamannya. Namun Hendra menyayangkan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep yang seolah mengacuhkan prospek ekonomi masyarakat yang lebih dikenal dengan pulau sapi tersebut. Hingga saat ini kreativitas warga dalam membuat aksesoris dari manik-manik tersebut belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat. ”Kreativitas masyarakat di kampung saya sepertinya memang belum dilirik oleh pemerintah. Padahal hiasan manik yang beraneka ragam seperti baju, sabuk, gelang, kalung, dan hiasan pintu rumah sangat laris ketika dipasarkan di luar. Kalau ini lebih diseriusi, saya yakin akan menjadi kegiatan ekonomi alternatif bagi masyarakat,” jelas Sarjana Ekonomi Universitas Negeri Surabaya tersebut, Minggu (27/1). Ia berharap Pemkab Sumenep segera ‘membuka mata’ dengan kegiatan warga Kecamatan Raas tersebut dan mengembangkan potensi yang ada. Menurutnya, ika hasil produksi kerajinan tangan warga Kecamatan Raas tersebut ditampung oleh pemkab, otomatis akan membantu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Sumenep. ”Harga jual kerajinan cukup menjanjikan. Di luar kota seperti Bali, bisa laku dua kali lipat dari biaya produksinya. Apalagi jika yang membeli turis mancanegara, bisa berkali lipat. Yang biasanya dijual Rp 10 ribu, bisa laku Rp 20 ribu atau lebih jika dibeli turis,” pungkasnya. (aqu/rr)

mengatakan jika lambannya penentukan kepala dinas di masing-masing SKPD tersebut menjadi indikasi retaknya koalisi dua partai politik (parpol) pengusung bupati dan wakilnya. Pria yang akrab disapa Aji tersebut menilai, retaknya koalisi tersebut karena tidak adanya kesepahaman antarparpol dalam memaknai arti koalisi. ”Saya amati memang ada fenomena koalisi PKB– PDIP agak kurang sehat. Ada semacam tarik ulur dari kedua parpol tersebut dalam menentukan siapa yang akan duduk di jabatan tertentu,” ujarnya menganalisis. ”Akibatnya terjadi kekosongan jabatan dalam pemerintah daerah. Hal ini terjadi karena mereka telah gagal mendefinisikan arti koalisisi sehingga ada semacam

ketidaksepahaman,” tambah alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta tersebut. Aji menambahkan, tarik ulur dari dua partai berkuasa di Sumenep tersebut akan menjadikan rakyat sebagai tumbal. Kosongnya jabatan kepala dinas tersebut membuat SKPD tidak bisa melayani rakyat secara sempurna. ”Seharusnya Komisi A tidak hanya menilai saja, tetapi juga mendesak bupati untuk tegas dan profesional. Jangan semua sektor di politisasi sesuai dengan kehendak partai. Seperti perkataan John F. Kennedy, kesetiaan pada partai berakhir sejak kita dilantik menjadi pejabat negara. Jadi sudah waktunya Busyro setia pada rakyat Sumenep, bukan pada partainya,” pungkasnya. (aqu/rr)

Kritik Pengelolaan Taman Adipura KOTA-Taman Adipura Sumenep kini dinilai sudah tidak seindah dulu lagi. Taman yang dikenal sebagai salah satu tempat paling indah untuk berlibur terebut justru mendapat kritikan pedas dari para pengunjung. Beberapa bagian di taman yang dulu banjir pujian tersebut terlihat becek dan tidak terurus, salah satunya tepat di sebelah utara Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0827 Sumenep. Kritikan datang dari salah satu pengunjung Taman Adipura asal Surabaya, Hariri, yang berlibur ke beberapa wisata di Sumenep, Minggu (27/1). Ia mengeluhkan banyaknya genangan air dan sampah-sampah yang dibiarkan berserakan. ”Saya jauh-jauh datang dari Surabaya bukan untuk melihat taman yang becek dan kotorJika kenyataannya begini, cukup satu kali saja saya berkunjung ke Taman

Adipura,” kritik mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Seharusnya, lanjut Hariri, jika sudah terlihat becek dan kotor pengelola segera memperbaikinya. Bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpengaruh terhadap pengunjung yang akan menikmati pemandangan Taman Adipura. Hal senada juga disampaikan Khairun Nahdiyah, pengunjung asal Pamekasan. Ia mengatakan bahwa sudah dua kali berkunjung ke Taman Adipura. Ia juga mengeluhkan pemandangan genangan air dan serakan sampah yang masih saja ada. Bukan hanya becek dan sampah saja yang menjadi keluhan Khairun. Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang dibiarkan berkeliaran di dalam area Taman Adipura juga dinilainya sangat mengganggu.(aqu/rr)

KM/ACHMAD QUSYAINI NURULLAH

MENGGANGGU PEMANDANGAN: Genangan air dan serakan sampah di sekitar Taman Adipura dikeluhkan oleh sebagian besar pengunjung asal luar Sumenep.

Kunjungi Pasien, Keluarga dan Sanak Famili Rela Menginap di RSUD Moh Anwar

Tidur Beralaskan Tikar, Ingin Keluarga Segera Sembuh Kesederhanaan dan apa adanya. Begitu kira-kira untuk menggambarkan keberadaan keluarga pasien ketika menunggu anggota keluarga mereka yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh Anwar. Ada yang menghabiskan penat dengan bermain kartu domino, ada juga yang terlelap dalam tidur beralasakan tikar di lorong jalan. BUSRI THAHA, Kota SUASANA malam hari di RSUD Moh Anwar dapat dikatakan tidak pernah sepi. Meski telah larut malam, masih saja terdengar suara-suara dari berbagai sudut ruangan. Mulai dari suara orang sedang berbincang dengan temannya, suara musik saling bersahutan dari telepon selular masing-masing keluarga pasien, hingga suara tangis karena pasien kritis atau meninggal dunia. Semuanya terdengar bersahutan. Abdul Aziz, warga Kecamatan Lenteng, mengatakan bahwa menginap di rumah sakit pasti tidak akan kerasan. Namun, apalah daya, meski lokasi terasa tidak nyaman ia tetap harus tinggal selama beberapa saat demi ke-

KM / BUSRI THAHA

TERLALAP: Sejumlah keluarga pasien sedang menikmati malam dengan istirahat di lorong jalan di dalam RSUD Moh Anwar Sumenep.

sembuhan keluarganya yang terjangkit penyakit demam berdarah. “Keluarga saya ada sudah lebih dua hari menjalani perawatan di sini (rumah sakit, red). Saya tidur di lantai dalam lorong tempat orang berlalu-

lalang karena tidak ada tempat lagi,” ujar Aziz. Menurutnya, tempat tidur tidak terlalu menjadi persoalan bagi keluarga pasien. Tidak harus di kasur atau tempat mewah lainnya. Diakuinya, meski

lokasi tempat keluarga pasien tidak terlalu baik, yang penting pelayanan maksimal sudah cukup memuaskan pasien dan keluarganya. “Pelayanan yang terbaik tetap menjadi harapan kami sebagai warga Sumenep. Sebab, rumah sakit menjadi tempat rujukan bagi masyarakat yang sakit dan ingin sehat kembali,” imbuhnya. Sujak, keluarga pasien lainnya dari Kecamatan Rubaru, menjelaskan jika sebenarnya ia tidak kerasan menginap di rumah sakit. Ia bercerita, pernah tidak tidur semalaman saat menjaga keluarganya di rumah sakit karena tidak tahan dengan serangan nyamuk yang cukup banyak. “Jika selama ini pelayanan menjadi keluhan dari masyarakat yang menjalani perawatan di rumah sakit, kami berharap tidak akan terjadi lagi. Sebab, pelayanan dan perawatan maksimal merupakan harapan kami sebagai warga Sumenep,” ujarnya Sahrayu, pria asal Kecamatan Dungkek, mengamini pernyataan Abdul Aziz dan Sujak. Ia terpaksa menginap di rumah sakit untuk menjaga cucunya yang masih menjalani perawatan akibat demam berdarah. “Siapa mas yang senang menginap di rumah sakit? Sebagus apapun rumah sakitnya, semua pasti lebih senang tidur di rumah sendiri,” pungkasnya. (rr)


12

SENIN

28 Januari 2013

Tetap Doakan P-MU PADA lawatan P-MU ke Papua nanti, manajemen tim hanya bisa memberangkatkan 15 pemain. Terbatasnya slot pemain tersebut, juga berimbas tidak ada satupun pemain kelahiran Madura yang dibawa serta. Padahal pada lawatan P-MU sebelumnya ke kandang Persela Lamongan, dua pemain asli Madur a dibawa serta. Yakni Ervan Hidayatullah dan M. Rivai. Kepada Kabar Madura, Tactican P-MU Daniel Roekito mengaku, dirinya harus melakukan penetapan nama-nama pemain seselektif mungkin. Sehingga banyak pemain yang secara fisik dan teknik permainan bagus tidak bisa dibawa serta. Salah satu akibat dari proses pemilihan pemain yang super selektif itu, tidak adanya satupun pemain P-MU kelahiran Madura yang dibawa serta. Itu, menurut Daniel karena dia memilih pemain yang betul-betul dibutuhkan dalam dua laga tandang tersebut. ”Empat pemain asli Madura bukannya jelek. Tetapi murni menyangkut strategi permainan yang akan kami lakukan. Maka pemain yang dipilih disesuaikan dengan karakter permainan yang akan kami lakukan,” ujar tactican yang mulai membesut P-MU sejak akhir Desember tahun lalu. Terpisah, salah satu pemain yang tidak dibawa serta mengakui pilihan pelatih adalah logis bagi kondisi timnya. ”Ini demi tim, pelatih punya strategi dan taktik dalam setiap pertandingan. Memang proses untuk menjadi strating eleven setiap pertandingan dilakukan dengan sangat selektif. Sehingga setiap latihan harus selalu serius,” ujar Ervan Hidayatullah, yang pada laga lawan Lamongan sempat merumput. Lebih lanjut Ervan –sapaannya, menjelaskan, dua laga tandang yang akan dihadapi timnya tersebut adalah laga sangat berat. Oleh karenanya, kendati tidak ikut serta dalam tur tersebut, Ervan mengaku terus berdoa agar P-MU betul-betul bisa tampik terhormat di Papua. ”Semoga Yang Mahakuasa mengabulkan doa saya dan teman-teman,” pungkasnya. (bri/ed)

Lawan Mantan Klub yang Nunggak Gaji PAMEKASAN-Lawatan ke Bumi Cenderawasih dalam rangka menantang Persipura Jayapura (31/1) dan Persiwa Wamena (3/2) mengandung arti khusus bagi el-capetino Laskar Sape Kerap, Firly Apriyansyah. Sebab lawatan tersebut juga ajang unjuk gigi di hadapan mantan klubnya, Persiwa Wamena. ”Saya memang pernah bermain di Persiwa. Ini jadi ajang pembuktian jika tim baru saya siap meladeniya,” ujar Firly. Musim lalu, Firly memang merumput di Persiwa bersama kiper P-MU saat ini, Galih Firmansyah. Termasuk juga Anton Samba. Tetapi keduanya tidak dibawa serta dalam tur Papua kali ini. Meladeni mantan klub, dan kini memperkuat klub yang berstatus tim promosi, bagi Firly adalah seni tersendiri dalam permainan sepak bola. ”Sepak bola penuh tantangan, termasuk dengan P-MU yang saat ini sudah menjadi bagian dari hidup saya. Ini adalah seni dari sepak bola, harus juga tampil elegan menghadapi mantan klub,” jelas pria asal Jakarta tersebut. Secara khusus, Firly mengaku tidak terbebani dengan beban psikis harus menantang mantan klubnya. Bahkan dia mengaku lebih enjoy tampil di hadapan mantan timnya yang masih menunggak hutang gaji kepadanya. (bri/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

BERSIAP: Daniel Roekito bersama jajaran tim pelatih P-MU lainnya memberi pengarahan kepada penggawa Laskar Sape Kerap.

Korwil Tabopal. Disampaikan, selama ini memang jarang ada tim tamu yang bisa menang melawan Persipura dan Persiwa di kandangnya. ”Semoga itu tidak berimbas ke P-MU,” ujar Zainal yang juga wasit bola di Pamekasan. Untuk memberi dukungan moral terhadap pemain yang akan berangkat ke Papua, baik Chacha Colok mau-

pun Tabopal mengaku akan menonton langsung latihan akhir P-MU sore ini. Rupanya, hal tersebut juga bakal dilakukan Taretan mania Korwil Arudam maupun Lanyala. Sebagaimana disampaikan Erwin. ”Harus hadir pada latihan akhir sebagai bentuk dukungan moral sebelum pemain bertolak ke Papua,” tutur Erwin. (bri/ed)

Sore Ini Latihan Terakhir

Sela Dini Hari Selasa P-M P-MU Bertolak kke Papua

PAMEKASAN-Sore in n menjadi latihan teraini kh h Laskar Sape Kerap khir di Pamekasan, sebelum berr bertolak ke Papua, Selasa (29/1) dini hari. Di Bumii Cendrawasit tersebut, p penggawa Persepam Madu u Madura United (P-MU) akan m menghadapi dua klub Indon n Indonesia bagian timur itu. Yakni menantang Persipura Yakni, Jayap p Jayapura (31/1) di StadiM on Mandala Jayapura dan menja a menjajal Persiwa Wamena Sta a di Stadion Pendidikan Wamena (3/2). Seba a Sebagai latihan terakhir bagi pemain yang akan menja a duta Madura ke menjadi tanah Papua, Pelatih Kepala P-MU U Daniel Roekito menP-MU, gak k akan mematangkan gaku ta a taktik permainan yang d disiapkan. Sehingga b bisa dipahami pemain y yang akan mengisi startin n eleven P-MU di dua starting te e laga tersebut. Dala a latihan tersebut, Dalam menu u menurut Daniel, pihaknya akan memberikan latihan rin ri ng gan n dan dimungkinkan ringan

KM/TABRI S. MUNIR

Suporter Was-Was Timnya Dikerjai Tuan Rumah DUA laga P-MU di Papua bagi sebagian besar suporter P-MU adalah laga sangat berat. Pasalnya, faktor jarak memang dirasa sangat jauh. Sehingga mereka tidak memungkinkan turut ngongghai Papua. Selain itu, dua laga tersebut tidak disiarkan langsung oleh televisi swasta nasional. Situasi tersebut sangat dikuatirkan suporter P-MU. Meraka was-was Laskar Sape Kerap akan dikerjai wasit dan suporter tuan rumah. Hal itu sebagaimana disampaikan Hartono, Taretan Mania dari Kordinator Wilayah (Korwil) Chacha Colok. ”Semoga P-MU bisa tampil terhormat seperti yang disampaikan Pak Daniel. Karena bagaimanapun pada situasi demikian, kadang gampang dikerjai oleh wasit,” jelasnya. Kekhawatiran serupa juga dirasa Zainal, Taretan Mania

SEGENAP KEMAMPUAN KEMAMPUAN:: Firly Apriyansyah (kanan) berebut bola dengan Kristian Adelmund dalam sesi latihan Laskar Sape Kerap di lapangan Stadion R Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan.

tanpa game. ”Ini sudah persiapan akhir, kami hanya akan fokuskan pada taktik permainan saja,” jelas pelatih asal Rembang-Jawa Tengah tersebut. Sebagaimana disampaikan tim asistensi manajemen, para duta P-MU yang akan meladeni tantangan dua klub Papua tersebut akan berangkat pada Selasa besok (29/1). Rencananya, dini hari sekitar pukul 03.00, mereka akan bertolak dari Pamekasan ke Bandara Juanda, untuk kemudian melakukan perjalanan melalui jalur udara. Sementara itu, Daniel menjelaskan jika pemain lainnya yang tidak dibawa serta dalam rombongan akan tetap melakukan latihan rutin di Pamekasan. ”Ada 13 pemain yang tidak ikut serta. Mereka tetap harus latihan di sini sebagai persiapan pertandiang home,” tandas Daniel. Untuk mendampingi Firly Apriyansyah dan kawankawan dalam dua laga tersebut, Daniel Roekito mengaku hanya akan mebawa satu asisten pelatih. Sayangnya, belum disebutkan nama asisten pelatih yang dimaksud. (bri/ed)

AQ: Sangat Berat Pasang Target di Papua! LASKAR Loreng Merah Putih, Perse- Tampil keras dan garang di lapangan pam Madura United (P-MU), harus tidak harus bersamaan dengan tampimelahap jadwal awal kompetisi ISL yang lan kasar,” jelas AQ -sapaan akrabnya. memang sangat tidak menguntungSebagai duta persahabatan, manajer makai koskan. Tiga pertandingan yang biasa memakai rah putih awal, justru harus dilakoni tum loreng merah di kandang klub yang di bernomor 101 tersebut, gat resmkompetisi ISL musim sebemengaku sangat mnya yang lumnya, bercokol di posisi pek terhadap timnya Sepak bola adalah aru menempat besar. hingga kini baru tu kuning. Usai menahan nafas persahabatan. Tampil keras goleksi satu kartu garang di lapangan tidak Q menyamdalam-dalam karena di- dan Lebih lanjut AQ harus bersamaan dengan kalahkan 4-0 oleh Persela paikan jika dua tampilan tampilan kasar.” U Lamongan, klub kebangtandang P-MU n gaan warga Madura terseke Papua bukan k. but harus melakoni dua lawatan super berarti harus tampil lembek. rberat. Masing-masing sebagai tim tamu Menurutnya, tampil sporay di Stadion Mandala Persipura dan Sta- tif dan menjunjung fair play ndion Pendidikan di Wamena. adalah berusaha menang denuat ”Kami sadari jika tiga laga awal di ISL gan cara jujur, berusaha sekuat adalah sangat berat. Makanya, saya se- tenaga dan penuh karakter. lalu berusaha mendampingi dan mem”P-MU harus memiliki karakp yang beri suport khusus kepada pemain. ter sebagaimana sape kerap ya P-MU. Dan khusus di Papua, saya pribadi tak menjadi salah satu filosofinya bisa memasang target apapun,” jelas Yakni tampil garang dan tak mau kalah. mpillah seManajer P-MU, Achsanul Qosasi. Makanya, kami tekankan tampillah aha meraih Salah satu suport dimaksud menurut cara terhormat dengan berusaha pria yang sukses membawa P-MU kemenangan dengan usaha maksimal promosi ke ISL tersebut adalah agar dan tidak mengotori dengan permainan pemain selalu tampil terhormat dengan kasar,” urai pria asal Desa Daramista, p tersebut. menjunjung sportifitas permainan. Kecmatan Lenteng, Sumenep g diemban ”Sepak bola adalah persahabatan. Terhadap misi yang sedang

tersebut, AQ mengaku sempat kaget terhadap sikap Khusnul Yuli ketika melakoni laga uji coba melawan Persebaya DU beberapa waktu lalu. Sebab apa yang dilakukan kepada pemain Persebaya DU dianggapnya hal yang tidak sportif. Sehingga kala itu langsung melahirkan kartu merah. (bri/ed)

ACHSANUL QOSASI Manajer P-MU

Firmansyah, Satu dari Dua Kiper P-MU yang Akan Dibawa ke Papua

Penjaga Gawang yang Memiliki Kelebihan Khusus Firmansyah, menjadi salah satu kiper yang dibawa serta dalam rombongan Tur Papua untuk menghadapi Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Selama ini, penjaga gawang berkulit putih tersebut jarang diturunkan dalam laga resmi P-MU di awal musim ini. Tetapi, menghadapi dua laga maut, justru Firmansyah menjadi salah satu pilihan pelatih. Bagaimana sepak terjangnya? TABRIS S. MUNIR, Pamekasan JIKA sedang tampil santai dengan baju kasual, orang yang belum mengenalnya secara akrab tidak akan menduga

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

jika Firmansyah adalah anggota skuad Laskar Sape Kerap. Pasalnya, tampilannya yang terlihat tidak kekar serta kulit putihnya, bisa menghilangkan identitasnya sebagai pemain sepak bola. Akan semakin pangling jika Firmansyah mulai berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris. Pasalnya, pemain yang lahir di Tangerang tersebut juga fasih ber-cas-cis-cus. Hal itu tak lepas dari riwayat pendidikan yang ditempuhnya, yakni sebagai mahasiswa STIE Perbanas Jakarta. Tidak hanya pandai berbahasa Inggris sebenarnya, pengalaman pernah mondok di salah satu pesantren, menjadikan Firman sangat fasih berbicara menggunakan bahasa Arab. Dan itu, iya buktikan ketika ada beberapa pemain asing

KM/TABRI S. MUNIR

AJANG PEMBUKTIAN: Firmansyah akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika dipercaya sebagai kiper utama P-MU di lawatannya ke Papua.

Asia dari Timur Tengah, seperti Fahad Al-Dossary. Terlepas dari keahliannya menggunakan beberapa bahasa, Firman -biasa dia dipanggil, memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola. Sebelum merumput bersama Mohamadou Tassiou Bako di klub kebanggaan warga Madura ini, Firmansyah pernah tercatat sebagai salah satu penggawa Laskar JokoTingkir, Persela Lamongan. Hanya satu musim kebersamaan dengan Persela, Firmansyah kemudian menjadi bagian dari skuad Laskar Sape Kerap sejak Divisi Utama musim lalu. Bagi sebagian suporter, Firmansyah adalah pemain yang sangat gampang diajak berbiara. Hal itu tak lepas dari sikapnya yang mudah berteman dan sangat akrab dengan lawan bicaranya. Tak heran, banyak

remaja putri mengidolakan pemain yang suka memakai celana pendek tersebut. Bagi Miftahul Hadi, pelatih kiper P-MU, Firman adalah asset berharga P-MU. Karena selain memiliki kemauan untuk terus membenahi diri dengan berlatih keras, Firman juga memiliki kelebihan jika berada di bawah mistar gawang. ”Dia memiliki tipikal tertentu yang menjadi kelebihannya selama di lapangan,” tandas M. Hadi, ketika ditanya tentang Firmansyah. Dipercaya menjadi salah satu bagian dari skuad P-MU yang akan menantang dua klub di Bumi Cenderawasih, Firmansyah mengaku apapun tugas yang diberikan pelatih di lapangan akan dia emban dengan baik. ”Kalau perlu, hingga titik darah penghabisan,” pungkasnya. (ed)


6

SENIN

28 Januari 2013

Warga Madura Masa Bodoh akan Pendidikan Sambungan dari hal 1

Tak pelak sebagian masyarakat menyia-nyiakan kesempatan untuk berproses mencerdaskan diri melalui pendidikan. Di samping itu, biaya menjadi kendala utama. Rasyidi Rani, salah seorang dosen swasta di Pamekasan menilai, masyarakat yang hidup di pedesaan sebagian besar masih apatis (masa bodoh) terhadap wajibnya mengenyam pendidikan. Masyarakat menilai, pendidikan hanya sebagai wahana untuk bekerja tidak lagi sebagai neraca untuk memperolah pengetahuan yang cukup. Sehingga hal tersebut menjadi kendala dalam upaya pemerataan pendidikan di negeri ini, terutama di Pamekasan.

Pria asal Pantura itu menambahkan, untuk wilayah Pamekasan, masyarakat yang masih kurang peduli terhadap pendidikan ini sebagian besar terjadi di daerah utara, seperti Kecamatan Batu Marmar, Pasean dan sebagian Kecamatan Waru. “Di daerah Batu Marmar, Pasean, dan Waru itu baru lulus SD/MI sudah diberangkatkan ke luar negeri untuk bekerja. Namun banyak juga yang sudah lulus SMA,” ujarnya, Minggu(27/1). Di samping itu, soal ketiadaan biaya juga masih menjadi alasan masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan. “Tetapi ada pula kendala masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan, (yakni) karena tidak memiliki biaya. Se-

hingga mereka memilih untuk merantau,” ujar dosen STAI Al-Khairat itu. Qusyairi warga Desa Sana Tengah, Kecamatan Waru, Pamekasan mengatakan, di daerahnya merupakan salah satu daerah yang sebagian besar masyarakatnya merantau ke luar negeri, seperti Malaysia. Sebab mereka menilai, pendidikan tidak menjamin masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan, bahkan ada yang berpendapat, pendidikan hanya menghamburkan uang semata. “Di daerah saya, bisa dibilang semua pemuda bekerja ke Malaysia, sebab mayoritas mereka yang merantau ke negeri jiran itu tergolong sukses, bisa membangun rumah, sehingga orangtua siswa kepincut dengan kenyataan ini,” ungkapnya. jck/yoe)

bisnis properti. Wahyu mengatakan, Pemkab Sampang dalam hal ini Dinas PU Cipta Karya Sampang mendapat tugas dalam pengembangan investasi. “Nantinya ada pengembangan bisnis perumahan di wilayah selatan Sampang, karena berbagai alasan kecocokan letak geografis,” kata Kabid Perumahan dan Penataan Lingkungan Dinas PU Cipta Karya Sampang itu. Faktor yang menjadi alasan dipilihnya selatan adalah karena dekat dengan laut dan kondisi tanahnya yang cukup datar. “Kecenderungann pengembangan wilayah selatan karena letak geografisnya cocok untuk wilayah industri,” lanjut wahyu. Moh Salim, aktifis LSM Pemuda Bahari Nusantara, berbeda pendapat dengan Pemkab Sampang. Katanya, Pemkab jangan hanya terfokus pada rencana besar namun sama sekali tidak melibatkan peran serta masyarakat Sampang sendiri.

“Kita tidak perlu jauh jauh menunggu proyek ini jadi, baru berencana melibatkan masyarakat tapi harus sudah dimulai saat prosesnya,” ujarnya kepada Kabar Madura, Minggu (27/1). Selama ini banyak masyarakat dibuat terbuai oleh berbagai rencana pembangunan. Setelah terealisasi justru mereka jadi penonton dan mendapat imbas negatifnya. “Paling tidak mulai sekarang melibatkan pekerjanya 60 persen dari masyarakat asli Sampang, supaya nantinya bisa dinikmati jerih payah mereka sendiri,” kata aktivis HMI itu. Dikatakan pula Pedmkab Sampang perlu mengawal masuknya investasi dari luar dengan memperketat regulasi yang bisa memberi keuntungan untuk masyarakat setempat. “Jangan sampai masyarakat setempat dibohongi soal harga tanah saat pembebasannya, regulasinya harus transparan,” tandasnya. (waw/yoe)

tersebut, terjadi karena hari libur kali ini termasuk libur panjang (long weekand) – Jumat dianggap hari kecepit nasional – sehingga banyak masyarakat Madura memilih untuk pulang ke kampung asalnya. Terlebih dalam tradisi Madura, perayaan hari Maulid Nabi tidak kalah spesialnya dengan hari-hari besar Islam lainya. Jadi tidak afdol rasanya jika mereka tidak memperingati perayaan Maulid Nabi di kampung halaman, apalagi di sejumlah daerah terdapat sejumlah kegiatan khusus

dalam rangka menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Selain idul Adha dan Idul Fitri, setiap Maulid Nabi saya sempatkan pulang ke rumah untuk merayakan Maulid Nabi,” ungkap Kasmito, 34, Warga Sumenep yang kini bekerja di Sidoarjo. Sementara itu pantauan Kabar Madura di lapangan, arus balik didominasi kendaraan roda dua. Namun tidak seperti arus mudik/ balik saat Idul Fitri dan Idul Adha, para pemudik tidak terlihat membawa banyak barang. (fir/yoe)

Harus Libatkan Warga Sampang Sambungan dari hal 1

Rencananya Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan pengembangan kawasan industri di wilayah selatan Sampang, mulai dari Kecamatan Sreseh, Pangarengan hingga Kecamatan Kota Sampang. Dengan dikembangkannya wilayah tersebut, tentunya berbarengan dengan pembangunan berbagai infrasruktur. Alasan diletakkan di selatan, adalah karena hal ini sudah cukup lama direncanakan Dinas Tata Ruang Jawa Timur, khususnya wilayah selatan dan utara Madura sebagai basis pengembangan kawasan industri Jawa Timur. Hal ini diungkapkan Wahyu Prihartono, pejabat Dinas PU Cipta Karya Sampang kepada Kabar Madura. Nantinya salah satu infrastruktur yang akan dikembangkan adalah perumahan. Karena itu, pada 2013 ini Pemkab Sampang akan membuka investasi dalam hal pengembangan

Antrean Pemudik Warnai Arus Balik Sambungan dari hal 1

Karena itu, suasana jalanan dari dan/ke Madura, Minggu siang kemarin (27/1) layaknya arus balik seusai perayaan Idul Fitri. Hal itu sudah diprediksi sebelumnya. Kepadatan kendaraan bermotor tampak disejumlah ruas jalan protokoler yang ada di Bangkalan, seperti yang terjadi di kawasan Tanjakan, Desa Peterongan, Kecamatan Galis, dan pintu masuk Tol Suramadu. Beragam jenis kendaraan terpaksa berjalan merambat. Meningkatnya arus balik

Orangtua Senang karena Anaknya Kini Benar-benar Cantik Sambungan dari hal 1

Dapat dimaklumi memang, jika ibu muda itu gembira bukan alang kepalang. Sebab, bibir sumbing yang diderita buah cintanya bersama Syamsuri, membuat hatinya bingung dan resah. Betapa tidak, tiga bulan lalu, ketika mereka mengupayakan operasi bibir sumbing ke salah satu rumah sakit di Surabaya, didapati informasi bahwa biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Pertama, kami dimintai Rp 6 juta. Lalu naik lagi Rp 7 juta. Dan terakhir kemarin naik lagi jadi Rp 10 juta,” ungkap Syamsuri. “Darimana saya uang, saya bekerja tembel (tambal) ban dan istri berjualan es degan. Meski ada keinginan kuat agar anak saya bibirnya bisa dioperasi, namun terpaka tidak jadi waktu itu, karena biaya tidak punya,’’ imbuhnya dengan nada sendu. Tapi Allah memang Maha Bijak. Dikisahkan Syamsuri, sekitar Selasa pekan lalu, ketika dia dan istrinya sedang sibuk mengais rezeki di Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, mendadak mereka kedatangan pembeli es degan. Yakni, Difa Ayu Safitri, siswi kelas IV SDN Demangan I, yang diantar ibunya naik motor.

Begitu melihat Siti Nuraisyah yang berbibir sumbing, dalam gendongan tetangga Syamsuri-Dewi, Difa segera melapor ke ibunya. Dia mengatakan KWB menggelar baksi sosial, operasi bibir sumbing gratis. Seketika itu pula ibu Difa menawari Syamsuri-Dewi untuk didaftarkan sebagai salah satu peserta. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, mereka langsung saja mau. “Tanpa pikir panjang, saya mendaftarkan anak saya untuk dilakukan operasi bibir sumbing. Apalagi katanya tanpa biaya alias gratis. Dengan syarat orang tuanya tidak mampu,’’ ungkap Dewi. Waktu yang ditunggutunggu datang. Siti Nuraisyah, bersama kedua orangtuanya dengan diantar beberapa wartawan dari KWB, Sabtu (26/1) pagi, menuju ke rumah sakit Mukti Mulia, di Jalan Kayun, Surabaya. Di sana tim medis dan paramedis, sudah siap melakukan operasi besar pada Siti Nuraisyah. Siti Nuraisyah, hanya dimintai melakukan puasa enam jam. Setelah itu, tanpa kesulitan tim dokter melakukan operasi penyambungan bibirnya dengan sempurna. “Semalam selesai dengan operasi. Dan kini, anak saya bisa dibawa pulang, Alhan-

dulillah,’’ ujar Dewi. “Betapa senangnya kami, karena tanpa dipungut biaya. Alhamdulillah, sekarang anak saya sudah normal kembali setelah dioperasi kemarin,’’ timpal Syamsuri. Ketua Panitia HPN KWB Bangkalan, Aditya Roosvianto mengatakan memang pada tahun ini kegiatan komunitas tersebut dititikberatkan pada bidang bakti sosial. Kesepakatan awak media Bangkalan, akhirnya mengusung operasi bibir sumbing. “Sebenarnya ada 4 yang kami jaring. Namun yang dua mengundurkan diri. Sedang dua bersedia diantar ke rumah sakit Surabaya untuk operasi. Kami bekerjasama dengan pihak dermawan yang mau membantu sesama,’’ ujarnya. Menurut Aditya, penderita bibir sumbing yang tidak berhasil dioperasi itu, karena dia menderita penyakit hydrocephalus (kepala membesar). Dokter tidak bisa melakukan operasi bibir sumbingnya, sebelum penyakit lainnya itu sembuh. “Kami menyarankan anak ini akan dimintakan Jamkesmas atau Jamkesda, ke dinas kesehatan. Nantinya untuk berobat di rumah sakit Dr Soetomo Surabaya,’’ tutur Aditya. (yoe)

Kecewa, Gus Ipul Gandeng Pakde Sambungan dari hal 1

Menurut dia, mereka tidak bisa bersatu. Mantan ketua fraksi PKB tersebut menilai, para kader NU tersebut belum bisa melepas egosentrisme pribadi untuk meraih kekuasaan. ”Mestinya kan kalau mereka mau mengusung amanah politik NU, harus mengubur sifat egosentrisme pribadi mereka. Kok, malah samasama ngotot. Kalau kami sebagai akar rumput tetap menginginkan mereka menjadi satu,” paparnya. Selain itu, lanjut Mawardi, jika tetap tidak bisa disatukan maka jangan sampai ada kesan bahwa warga NU tidak lagi mendukung mereka ketika kalah dalam percaturan politik Gubernur Jatim. ”Ya kalau tetap beda jangan ngeluh, jangan sampai merasa kita tidak memperhatikan. Bagi saya, itu sederhana, kalau memang

tidak merasa mampu jangan sok mampu gitu lah,” tutur Mawardi. “Atau gantian saja, hari ini Gus Ipul di atas dan khofifah di bawah. Tahun selanjutnya, Khofifah di atas dan Gus Ipul di bawah. Kalau mereka komit dengan gagasan yang mau dibawa NU saya rasa harus begitu,” tegasnya, kemduian. Disebut-sebutnya nama Gus Ipul dan Khofifah, yang sama-sama kader NU, dalam percaturan politik Jatim, membuat komitmen NU untuk kembali ke khittahnya sebagaimana disepakati dalam Muktamar ke-27, tahun 1984, di Situbondo, kembali dipertanyakan. Pertanyaan tentang kembali ke khittah itu terlontar dalam diskusi terbuka kader muda NU dengan Rais PB NU, KH Masdar Farid Mas’udi, Sabtu (26/1) malam, di salah satu aula Hotel Sumenep. Di ruang itu, salah seorang peserta

menanyakan pandangan Masdar tentang Khittah 26 terkait dengan munculnya nama Khofifah, yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum PP (Pimpinan Pusat) Muslimat NU, dalam Pilgub Jatim mendatang. Disentil dengan pertanyaan tersebut, Masdar secara tegas mengatakan, NU tidak mengurus soal politik politik. Meski di sisi lain, Masdar mengaku NU tidak akan bisa melepaskan diri dari sektor politik. Dia menegaskanpolitik yang dijalankan NU adalah politik keumatan, yang artinya, politik dalam pandangan NU tidak sebagai tujuan, tetapi sebagai bonus dari pelayanan terhadap umat. ”Bonus politik itu tidak bisa di kejar, tapi akan datang dengan sendirinya kalau kita mengurus NU dengan benar. Kalau politik ini menjadi agenda, kita rusak. Kita harus fokus ngurus umat. Nanti kalau ada gawe politik, itu

otomatis akan kita peroleh tapi tidak dengan mengejarnya. Karena bonus tidak boleh dikejar. Nah inilah yang menurut saya makna dari khittah NU sendiri, tidak menjadikan politik sebagai tujuan,” papar Masdar. Selain itu Masdar menjelaskan, banyaknya politkus NU yang nyempal dikarenakan tidak adanya kekokohan NU sendiri dalam melayani umat. Menurut Masdar, jika pelayanan NU terhadap umat benar-benar kuat, politikus dari kaum Nahdliyyin tidak akan berani nyempal dari NU. Karena itu, dalam meraih bonus politik dalam posisi strategis, perlu adanya pembagian tugas dan peningkatan pelayanan terhadap umat agar NU dapat menggapainya. ”Kacaunya kita ini kan karena pura-puranya melayani umat tapi sebenarnya sudah menghindari (berpolitik praktis),” pungkasnya. (aqu/yoe)

Dijelaskan Syakur, rokat tase’ atau larung laut itu, selain sebagai ungkapan rasa syukur dari para nelayan karena telah diberi hasil tangkapan yang cukup melimpah, terkadang juga diniatkan untuk buang sial. Di antara sesaji rokat tase’ dilengkapi pula kepala sapi atau kambing, yang merupakan simbol kurban. Dalam pelaksanaan ritualnya, sesaji tersebut dibawa ke tengah laut dan diikuti sekitar 30 lebih perahu nelayan, kemudian dibiarkan mengapung hingga ke lautan lepas. “Isinya (sesaji) biasanya tumpeng, kepala sapi atau kambing yang dilarungkan ke laut,” jelas pemuda yang baru lulus SMA itu. Menurut legenda turun temurun masyarakat setempat, tradisi rokat tase’ itu bermula dari seorang tokoh terkemuka masyarakat nelayan, pada zaman dulu kala. Nelayan tersbut, pada suatu

hari menjala ikan bersama salah seorang pembantunya, di tengah laut. Setelah sekian lama tidak mendapatkan hasil tangkapan, tiba-tiba seekor ikan besar terjaring dalam jalanya. Namun, ketika hendak diangkat dari dalam laut, ikan itu berbicara dan meminta agar dilepaskan kembali, disertai janji akan menggantikan tangkapan ikan yang lebih banyak. Atas permintaan ikan tersebut, sang tokoh tentu melepaskannya. Anehnya pada tangkapan selanjutnya tokoh tersebut mendapatkan hasil yang luar biasa. “Pada tangkapan ikan selanjutnya, dia benar-benar menghasilkan tangkapan ikan yang melimpah” ucap mahasiswa Akper (Akademi Perawat) Bangkalan itu. Setelah itulah secara rutin dalam setiap tahun, yang biasanya dilakukan bulan pertama, dia dan masyarakat nelayan setempat melaku-

kan rokat, yaitu selamatan memberi sedekah ke laut. Dan selama melakukan rokatan itu, kehidupan nelayan setempat menjadi makmur. Meski demikian, katanya, mitos yang dibangun dari cerita tersebut dilakukan sebagai bentuk tradisi memungkinkan masyarakat nelayan menjadi lebih bergairah ketika sedang melaut. Pernyataan senada diungkapkan Tajul Mafahir, anggota panitia rokat tase’. Tajul mengatakan, berhubung masyarakat Desa Labuhan adalah penganut Islam yang taat, maka dalam prosesi rokat tase’, mereka melibatkan pula para ulama Islam dan kiai untuk memimpin doa bersama, sebelum pelepasan (larung) sesaji ke laut. Saat larung sesaji pun diiringi dengan selawatan dan tahlilan, dengan harapan, ritual tersebut dapat mengantar para nelayan untuk memperfoleh hasil yang melimpah. (KM10/yoe)

menghampar luas. “Beberapa masyarakat yang tahu dampak negatif tanaman tebu bagi pertanian lainnya, merasa keberatan akan uji coba penanaman tebu tersebut. Tanaman tebu yang bisa menyedot (mengundang, red) hama, dapat merusak tanaman di sekitarnya,” tegas Adi. Hal demikian juga diungkapkan Imam Abdurrahman. Kakek berusia 57 tahun, yang sebelumnya tenang-tenang saja dengan datangnya uji coba tebu, kini mulai berpandangan lain.

“Mengapa pemerintah tidak memikirkan nasib pertanian kami ya?” kata Imam dengan nada polos. Pantauan Kabar Madura, di Desa Batu Kalangan, Kecamatan Proppo diliputi oleh hamparan luas tanaman padi. Diakui masyarakat, tiap tahun, sawah-sawah mereka ditanami padi, jagung, tembakau, dan rempahrempah. Belum ada yang menanam tebu. “Sejak nenek moyang kami, tak ada ceritanya penanaman tebu di sini,” terang Mulamma, 63, petani lainnya.

Sejauh ini, Kepala Dishutbun Pamekasan, Ajip, kurang berkenan diwawancarai secara mendalam. Pihaknya menyatakan, uji coba tanaman tebu seluas tiga hektare, salah satu tujuannya ialah sebagai tanaman alternatif pengganti tanaman tembakau. (anm/yoe) Tahun ini, direncanakan lahan uji coba akan diperluas. ”Kami masih meneliti daerah mana yang tanahnya cocok untuk tebu. Apa yang kami lakukan ini demi kebaikan petani,” ujar Ajip singkat. (anm)

“Termasuk SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) dari bupati dan wakil bupati terpilih sudah selesai, dan secepatnya dikirim,” tandas Subardinik dengan nada datar. Dia menguraikan, masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan yang sekarang, dimulai dari 3 Maret 2008, dan berakhir pada 3 Maret 2013. Setelah berakhir masa jabatannya biasanya langsung diadakan pelantikan bupati dan wakil bupati baru.

“Karena tanggal 3 Maret 2013 adalah bertepatan dengan hari libur, mungkin saja tanggal itu digeser, mungkin saja. Tergantung dari SK mendagri nanti,” ulasnya panjang lebar. Bupati dan Wakil Bupati Sampang terpilih, pasangan Al-Falah (Fannan Hasib-Fadhilah Budiono), rencananya akan segera pula dilantik. Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Pemilukada Sampang berbarengan dengan Pemilukada Bangkalan, yakni 12

Desember 2012. Menurut salah satu komisioner KPU Sampang, Miftahurrozaq, dalam perbincangan dengan Kabar Madura, 16 Januari lalu, setelah Mahkamah Konstitusi memastikan kemenangan AlFalah dalam gugatan pemilukada yang dilancarkan Hejas (Hermanto Subaidi – KH. Jakfar Sodiq), peserta lain Pemilukada Sampang, penetapan bupati-wakil bupati terpilih bakal diselenggarakan 26 Februari mendatang. (roh/waw)

Buang Sial Dengan Rokat Tase’ Sambungan dari hal 1

Parade kesenian didahului dengan arakan sesaji yang akan dilarung ke laut, serta pertunjukan ludruk. Pertunjukan ludruk itu, umumnya mengambil cerita sekitar sejarah terjadinya tradisi ritual rokat tase’. Salah satu warga setempat, Abdus Syakur dalam acara upacara rokat tase’ yang ditemui Kabar Madura mengatakan, tradisi tersebut sudah berlangsung dari generasi ke generasi, di kalangan masyarakat nelayan. Pelaksanaan rokat tase’ yang digelar rutin setiap tahunnya itu merupakan bagian dari kegiatan nelayan yang tergabung dalam komunitas nelayan. “Untuk tahun ini pelaksanaan rokat tase’ telah dilaksanakan tadi pagi (kemarin, red) pukul 10.00, sesuai adat dan tradisi yang telah dijalankan dan diwarisi secara turun-temurun,” tuturnya, kemarin (27/1).

Petani Pamekasan Terusik Uji Coba Lahan Sambungan dari hal 1

Sebelumnya, mereka masih enggan berkomentar banyak karena belum menyadari dampak negatif dari adanya penanaman tebu tersebut. Adi, 23, salah seorang pemuda di Kecamatan Proppo, Pamekasan menegaskan, kegelisahan masyarakat di desanya mulai menggeliat. Sebab, masyarakat sudah tahu betapa uji coba penanaman tebu seluas 3 hektare oleh Dishutbun Pamekasan, dapat mengancam keberadaan tanaman padi yang saat ini

Bupati Baru Segera Dilantik Sambungan dari hal 1

tembusan ke Gubernur Jawa Timur, selanjutnya ke Mendagri. Kemudian Mendagri melalui Gubernur Jawa Timur untuk melantik bupati yang baru. Saat dikonfirmasi di kediamannya, Sekretaris DPRD Bangkalan, Subardini mengatakan, seluruh mekanisme yang diperlukan untuk melantik bupati dan wakil bupati baru tersebut sudah siap dan terselesaikan.

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Syaiful Islam, Agus Josiandi. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman. Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Abdur Rohim, Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Manager Iklan dan Pemasaran/EO: Ahmadur Rusdi. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Felda Yulia, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Taufiq Rizqon, Disyahmain, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


SENIN

28 Januari 2013

Keterampilan Manajerial Guru

7

(Upaya dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Siswa)

TOREH tretan sape kerrap bukteaghi jha’ Madura bisa, karena ada 1 patah 2 potong mengatakan man awwaluhu maksah faaheruhu bisah... mon ollena paksaan pasteh kobessah... Ozie Macan Alas (Batu Balang), +6285931080499 SALAM settonk dhere untukmu P-MU...! Aku pendukun setiamu, jebolkan kandang lawan, terus lawan hingga kau pantas jadi pemenang..!! Go go go P_MU. I love you poull...!! Putry Lata@tharetan thibik,bhank_khaland, +6287849765854. P-MU kamu harus menang di pertandingan kandang dan kandang. Biar klub bola Madura bisa sejajar dengan klub lain di ISL. Tunjukkan kalau Maduraku bisa.... D’nasift Vyanz (blueberry pmeksn), +62818726263 AYO maduraku, semangatlah dan berjuanglah untuk menuju prestasi tertinggi di ISL. PMU, Go..go..go..go...! Nenk_Chaa’bBie, +6287856965512 YO-YO-YO... PMU, kamu påsti biså mèn3mbus papan atas ISL musim ini. Kårena kamu punya pemåin-pemain hebat dan skill yang OK! Seperti indriyanto dan Osas Saha. Ayo tunjukin ke masyarakat Madura kedigjayaanmu... Yo-yoyo... Go to PM-U ISL! Aqied’s Madridista, +6282330642223

PERKEMBANGAN emosi anak dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan anak melalui hidupnya dalam lingkungan yang baik untuk perkembangan emosinya. Hanya saja pengalaman emosi yang dialaminya di lingkungan keluarga, masyarakat atau sekolah yang tidak bersahabat atau karena faktor orang tua si anak yang tidak paham terhadap perasaannya, sehingga hal ini berdampak pada perkembangan kecerdasan emosionalnya menurun. Sebaliknya, bisa saja seorang anak mempunyai EQ bawaan yang rendah bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, jika ia dididik dalam lingkungan yang ramah dan bersahabat, sehingga si anak merasa dihargai. Hal demikian menyebabkan grafik EQ-nya menjadi tinggi. Hal ini dapat dipahami bahwa, kecerdasan emosional dapat kita konstruk sesuai dengan keinginan dan kondisi yang terjadi dalam lingkungan tertentu. Kecerdasan emosional menghasilkan keterampilan yang bersifat dinamis, karena dapat dirubah sesuai dengan tuntutan dan perkembangan kondisi yang mendukung perkembangannya (Dakir dan Sardimi, 2011 : 72). Dari faktor tersebut kesempatan belajar merupakan faktor yang lebih penting. Karena belajar merupakan sesuatu yang positif dan sekaligus merupakan tindakan preventif. Maksudnya adalah bahwa apabila reaksi emosional yang tidak diinginkan dipelajari, kemudian membaur ke dalam pola emosi anak, akan semakin sulit mengubahnya dengan bertambah usia anak, bahkan reaksi emosional tersebut akan tertanam kukuh pada masa dewasa dan untuk mengubahnya diperlukan bantuan ahli. Berdasarkan kenyataan ini, maka penting kiranya guru meningkatkan kualitas pembelajaran dengan berpartisipasi dalam mengembangkan kecerdasan emosional yang dapat membuat siswa menjadi bersemangat tinggi dalam belajar, disukai dalam pergaulan, bertanggung jawab, peduli orang lain, dan produktif. Kualitas emosional meliputi: empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, kemampuan menyelesaikan masalah antar pribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat. Oleh karena itu, guru memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan meningkatkan

termasuk dalam kepotensi yang telah Alcerdanan emosiolah karuniakan pada anal adalah seperti diri anak seperti kepribadi yang tangcerdasan emosional guh, penuh inisiatif, tersebut. Sebaiknya mudah beradaptasi, anak diberi kesempadaya kreativitas yang tan untuk mengemtinggi, mental yang bangkan potensi dasar kuat terhadap setiap yang dimilikinya, dan kegagalan, kepercayperan guru pendidik aan diri dan penuh mengarahkan dan motivasi. Pendapat meningkatkannya, Ary Ginanjar Agusbukan malah merusak Oleh: tian ini senada denEQ, seperti tekanan, ISMAIL gan pernyataan Danpaksaan, ancaman iel Goleman tentang bahkan pukulan yang dijadikan sebagai bagian dari kecerdasan emosional. Ia memetode mengajar. Sehingga aki- nyatakan bahwa kecerdaan emobat dari tindakan tersebut dapat sional adalah kemampuan yang dilihat pada perilaku sebagian dapat berupa kemampuan untuk pemuda dan masyarakat kita seka- memotivasi diri sendiri agar bisa rang yang cendrung mudah emosi tahan dalam menghadapi frustasi, dan tidak sopan. Untuk itu dengan tidak larut dalam kesenangan mengubah strategi yang lebih yang berlebih-lebihan, mengatur edukatif seperti lebih menghargai suasana hati dan menjaganya perasaan anak, bersikap lembut agar terhindar dari beban stress dan memberi teladan yang baik, yang dapat melumpuhkan keakan membantu dan mengubah mampuan berfikir, berempati dan perilaku masyarakat yang cen- berdo’a. Dalam proses belajar mengadrung tidak baik. Sementara pendidikan selama jar guru juga bertindak sebagai ini masih banyak yang menekank- manajer. Mereka memimpin sean arti penting nilai akademik, jumlah siswa dalam kelasnya. kecerdasan otak atau IQ saja, dan Sebagai manajer dalam proses mengenyampingkan kecerdasan pembelajaran guru membimbing, emosional. Padahal kecerdasan memotivasi siswanya untuk belaemosional merupakan karakter jar, memberi pengarahan, memdan kualitas sumber daya manusia pengaruhi perasaan dan perilaku, yang berkepribadian utama bukan menggerakkan anak didiknya unkarakter yang hanya mengandal- tuk bekerja menuju sasaran yang kan logika saja. Maka, betapa ingin dicapai, serta mengevaluasi pentingnya kecerdasan emosional proses dan hasil belajar siswanya. dikembangkan pada diri siswa, se- Hal ini sesuai dengan apa yang hingga seluruh potensinya dapat pernah disampaikan Ki Hajar berkembang secara lebih optimal.. Deantoro dengan semboyan “ing Karena banyak kita jumpai siswa madyo mangun karso”. Sehubundimana mereka begitu cerdas di gan dengan beberapa fungsi guru sekolah, begitu cemerlang prestasi yang antara lain sebagai manajer, akademiknya, namun bila tidak maka terdapat beberapa aspek dapat mengelola emosinya, sep- utama yang merupakan kecakapan erti mudah marah, mudah putus serta pengetahuan dasar bagi guru, asa atau angkuh dan sombong, yaitu: Guru harus dapat memahami maka prestasi tersebut tidak akan dan menempatkan kedewasaannya bnayak bermanfaat untuk dirinya dan menjadikan dirinya sebagai teladan. Teladan dalam hal ini (Iskandar, 2009 : 61). Adapun kecerdasan emosional bukan berarti guru harus menyerumenurut Daniel Goleman men- pai seorang yang istimewa. Guru gandung beberapa pengertian. tidak perlu menganggap dirinya Pertama; kecerdasan emosi tidak sebagai manusia super, manusia hanya berarti ramah, melainkan si- yang serba tahu dan tak pernah kap tegas dalam mengungkapkan melakukan kesalahan. Guru harus kebenaran. Kedua; kecerdasan berlaku biasa, terbuka serta mengemosi bukan berarti memberi- hindarkan segala perbuatan tercela kan kebebasan kepada perasaan dan tingkah laku yang akan menuntuk berkuasa memanjakannya jatuhkan martabat sebagai seorang melainkan mengelolanya secara pendidik. Guru harus mengenal tepat dan efektif sehingga mampu diri siswanya. Bukan saja mengebekerjasama dengan lancar menu- nai sifat dan kebutuhannya secara umum sebagai sebuah katagori, buju sasaran bersama. Sedangkan Ary Ginanjar Agus- kan saja mengenal jenis minat dan tian mengatakan bahwa yang kemampuan, serta cara dan gaya

belajarnya, tetapi juga mengetahu secara khusus sifat, bakat, minat, kebutuhan, pribadi serta aspirasi masing-masing anak didiknya. Guru perlu memiliki pengetahuan yang memungkinkan dapat menetapkan tingkat-tingkat perkembangan setiap anak didiknya, termasuk perkembangan emosinya (Sardiman, 2011 : 141-142). Secara khusus, tugas pendidik ada tiga macam. Pertama, sebagai pengajar (instruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun, dan penilaian setelah program itu dilaksanakan. Kedua, sebagai pendidik (educator) yang mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian insan kamil, seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia. Ketiga, sebagai pemimpin (manager), yang memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait. Tugas ketiga ini menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program yang dilakukan itu (Ramayulis, 2010 : 63). Keterampilan manajerial guru yang dimaksud antara lain merupakan keterampilan konseptual (conceptual skill), keterampilan hubungan manusia (human skill), dan keterampilan teknikal (technical skill), (Wahyudi, 2009 : 67-68). Keterampilan konseptual adalah keterampilan untuk memahami dan mengoperasikan tugas guru sebagai manajer, keterampilan manusiawi ialah keterampilan untuk bekerjasama, berpartisipasi, memotivasi, dan memimpin, keterampilan teknikal ialah keterampilan dalam menggunakan pengetahuan, metode, teknik, dan perlengkapan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dalam pembelajaran. Berdasarkan beberapa pandangan di atas, Guru sebagai manajer pembelajaran, berusaha merefleksikan semboyan “ing madyo mangun karso” yang dapat membuat iklim belajar berlangsung dalam suasan keterbukaan dan demokratis, sehingga memberikan kesempatan yang optimal bagi siswa untuk memperoleh informasi yang lebih banyak mengenai materi yang dibelajarkan, sekaligus melatih, mengembangkan sikap dan keterampilan emosionalnya sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat. Wa Allahu a’alam! *) Dosen tetap STAI Miftahul Ulum Pamekasan.

Jelang Pemilu Musim “Kutu Loncat” MENJELANG Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 suasana perpolitikan menjadi semakin hangat dan sangat dinamis. Persaingan antara partai politik yang dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu akan semakin terlihat. Setiap partai politik melakukan manuver, trik, langkah, cara, bahkan intrik untuk bisa menjadi peraih suara terbanyak atau minimal lolos parliamentary treshold sebesar 3,5 persen. Di tengah dinamika kontestasi parpol itu sebetulnya publik juga disuguhkan dengan munculnya fenomena politisi “kutu loncat” atau bisa disebut juga pengurus atau kader partai lompat pagar, atau beragam istilah lain yang menyebut banyaknya orang partai yang pindah partai. Para politisi “kutu loncat” ini memiliki beragam bentuk dan jenis serta latar belakang pindahnya. Bisa jadi karena memang partainya tidak lolos sebagai peserta pemilu sehingga tidak memiliki partai untuk bisa maju lagi sebagai calon anggota legislatif. Politisi seperti tipikal politisi yang hanya mau senang dan tidak mau menerima pahitnya keadaan partai sendiri. Meskinya sebagai politisi, saat partai politiknya tidak lolos sebagai peserta Pemilu para politisi tetap berkonsolidasi untuk melakukan pembenahan terhadap struktur dan organisasi partai, memperkuat jaringan, memberdayakan kader dan simpatisan, serta memberi alternatif pemikiran kepada publik, sebagai salah satu kekuatan nonparlemen. Sehingga dengan begitu saat Pemilu 5 tahun mendatang siap digelar, partai sudah memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang solid dan siap meEmail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

benar sendiri. nyongsong kontestasi. Dan ada pula politisi Jika seandainya suyang “lompat pagar” dah tidak ada peluang ke partai lain karena menjadi peserta Pemimendapat tawaran lu, toh bisa bergabung lebih bagus daripada dengan partai politik partai sebelumnya. yang jadi peserta PeAda yang menyebut milu. Jadi bergabungpolitisi semacam ini nya bukan orang per sebagai pedagang siaorang namun secara pa yang bisa membeli kelembagaan, sehingdengan harga yang ga cita-cita, program Oleh: lebih mahal itulah dan misi partai secara umum dapat diamo- MOH. HIDAYATURRAHMAN, MIKOM yang dipilih. Hampir pasti, tak kodir oleh partai temada politisi pindah pat tergabung. Ada pula politisi yang pindah partai karena partai barunya partai karena melihat partai yang memiliki program dan platform menjadi tempatnya saat ini tidak yang lebih baik dari partai seprospek lagi untuk dijadikan seb- belumnya. Sebab setiap partai agai kendaraan untuk mencapai politik memiliki tujuan yang sama kekuasaan, dalam hal ini kursi di untuk menciptakan masyarakat legislatif. Tipikal politisi ini ham- yang sejahtera. Meski dalam pir sama dengan yang pertama, kerangka operasionalnya selalu bahkan bisa lebih kurang bijak, ada kekurangan dan kelebihan sebab tega meninggalkan teman yang dimiliki oleh masing-masing seiring seperjuangan yang sedang partai politik. Jadi, kalaupun ada bersusah payah untuk membesar- politisi yang bilang bahwa ia pinkan partai dan menarik simpati dah partai karena partai barunya publik. Sementara dengan tanpa lebih baik, bisa jadi hal itu hanya beban politisi ini pergi begitu saja, basa basi atau lips service saja. Menariknya, partai politik akan dan pindah ke partai lain. Ada yang menyebut politisi seperti ini dengan senang hati menamsebagai opurtunis dan si raja tega. pung para politisi “kutu loncat” Dan ada pula politisi yang pin- semacam ini, dengan berbagai dah partai karena tidak cocok atau alasan dan argumen, terutama tidak suka dengan pengurus partai sekali faktor elektabilitas, supaya pada level di atasnya. Tidak suka partai dipilih publik dan kalau dengan ketua umum, tidak suka bisa meraih suara terbanyak. Malah, tak hanya sekadar medengan pengurus lain, tidak suka dengan gaya pengurus, tidak suka nampung, partai politik bisa jadi dengan pola keorganisasian, dan memanfaatkan peluang ini untuk beragam ketidaksukaan yang lain. menambah pundi biaya Pemilu, Politisi semacam ini kalau boleh dengan menarik mahar, atau bidiibaratkan seperti artis yang aya tertentu kepada para politisi suka kawin cerai, dengan alasan “kutu loncat”. Bawaslu atau kalau memungsudah tidak ada kecocokan lagi. Jadi begitu tidak cocok ya keluar kinkan Komisi Pemberantasan Kosaja. Tipikal politisi seperti ini rupsi (KPK) perlu masuk terhadap keras kepala dan selalu merasa audit keuangan partai politik un-

tuk mencegah terjadinya kongkalikong dalam retrutmen dan proses pencalegan. Atau paling tidak membuka pengaduan terhadap adanya calon anggota legislatif yang dimintai oleh partai politik. Tak hanya itu, fenomena lain yang terlihat adalah tampilnya politisi karbitan. Artinya banyak politisi baru yang tampil ke tengah publik, dimana sebelumnya mereka tak pernah tahu-menahu dengan dunia politik. Kedua hal ini yang nantinya akan semakin mendegradasi kualitas demokrasi di Indonesia. Tanpa proses pengkaderan dan internalisasi nilai-nilai perjuangan tiba-tiba saja tukang becak, saudagar, makelar, tukang bakso, mantan kades, pengangguran, pensiunan, dan lain sebagainya menjadi politisi dan bahkan calon anggota legislatif. Fenomena ini ke depan tentu saja akan semakin memperburuk citra partai dan mendegradasi demokrasi yang masih belia. Sebab partai politik tidak lagi menjadi tempat pengkaderan para politisi, namun lebih berfungsi sebagai trader atau bahkan makelar caleg atau makelar calon kepala daerah. Lalu masihkah rakyat percaya kepada partai politik? Rakyat selalu punya cara sendiri untuk menilai partai. Bahkan rakyat punya logika sendiri dalam mempertimbangkan untuk memilih dan tidak memilih, dari yang rasional, irrasional, supranatural, hingga yang bersifat material. Jadi para politisi jangan pernah berpikir apalagi melakukan kebohongan terhadap rakyat, jika ada yang sudah terlanjur berbohong, segeralah bertobat. *) Magister Ilmu Komunikasi Unitomo Surabaya


8

SENIN

28 Januari 2013

Tak Hanya Parpol, Caleg Wajib Setor Rekening Dana Kampanye SUMENEP-Menjadi calon anggota legislatif (caleg) 2014 tidak akan semudah seperti saat pemilihan legislatif (pileg) 2009. Sebab, jika pileg 2009 lalu hanya parpol wajib menyerahkan rekening dana kampanye, tetapi saat ini justru masing-masing caleg harus menyetorkan rekening dana kampanye. Peraturan tersebut merupakan usulan dari KPU RI yang sedang digodok dan dibicarakan dengan DPR RI. Sebab, setiap Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) harus dikonsultasikan dengan DPR RI. Sehingga, jika peraturan tersebut nantinya disetujui, maka caleg harus memiliki rekening dana kampanye. Bidang Hukum dan Pengawasan KPU Sumenep, Hidayat Andiyanto mengatakan, soal PKPU tentang rekening dana kampanye masih belum menjadi ketetapan karena masih digodok oleh KPU RI dan masih taraf konsultasi dengan DPR RI. Namun, diakuinya, berdasarkan informasi yang diterima, rekening kampanye bukan hanya dari parpol tetapi juga dari masing-masing caleg. “Semua ini masih taraf konsultasi antara KPU pusat dengan DPR RI. Kepastiannya seperti apa masih belum diketahui, terutama rekening dana kampanye caleg. Tapi, soal rekening kampanye parpol memang sudah berlaku sejak tahun 2004 lalu, jadi

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

MINIM BACAAN: Seorang mahasiswa membaca buku di perpustakaan daerah Kabupaten Sumenep.

Politisi Sesalkan Kecilnya Anggaran Perpusda SUMENEP-Minimnya anggaran perpustakaan daerah (perpusda) untuk tahun 2013 kembali disorot. Pasalnya, anggaran yang dipatok oleh tim anggaran tersebut tidak sesuai harapan Komisi D DPRD Sumenep untuk membangun perpustakaan yang maju dan terciptanya perpustakaan berbasis teknologi digital. Anggota Komisi D DPRD Sumenep Nur Asyur mengatakan ploting kebijakan untuk pengembangan perpustakaan sangat minim. ”Tidak sesuai dengan harapan kita,” papar Nur Asyur kepada

Kabar Madura, Minggu (27/1). Dengan kecilnya anggaran tersebut, ia mengaku sangat sulit untuk menjadikan perpusada sebagai perpustakaan yang seperti adanya perpustakaan digital. Dengan anggaran yang kurang lebih Rp 2 miliar tersebut menurut Nur Asyur sangat jauh dari harapan. Sementara itu, Kepala Perpusda Sumenep, Agus D Putra, mengaku dengan anggaran tersebut hanya bisa melaksanakan beberapa program kerja yang ada. Pihaknya tidak bisa berbuat ban-

yak untuk membangun kualitas perpustakaan yang lebih memadai. ”Anggaran yang disediakan kecil. Tapi kita tetap akan berusaha semaksimal mungkin,” keluhnya. Sebelumnya anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep Suhaidi menilai, kinerja perpustakaan dalam pelayanan dan konsen kerjanya dalam meningkatkan minat baca masyarakat masih terasa minim. Kelengkapan buku bacaan seperti dokumentasi sejarah dan karya-karya masyarakat Sumenep sendiri sangat jarang bahkan sulit untuk

ditemui di perpusda. Akan tetapi, Ketua Perpustakaan Arena Pon Nyonar menilai, meningkatkan budaya baca tidak harus dengan menciptakan ketergantungan terhadap minimnya anggaran yang ada. Dia menilai, logika pejabat publik baik eksekutif maupun legislatif sering mengeluh soal kecilnya anggaran ketika tidak bisa menjalankan program. ”Pembangunan perpustakaan ini, murni kami mulai dari nol,” sindir Fendi Ketua Perpustakaan Arena Pon Nyonar. (aqu/zis)

Ambisius atau Cerdas? PAMEKASAN-Pemilukada di Kota Gerbang Salam rupanya masih memantik minat. Salah satunya terkait dengan Calon Bupati incumbent KH Kholilurrahman yang kalah telak dan kini masih menggugat hasil Pemilukada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satunya adalah Nurul Khotimah. Dara asal Desa Kertagena Tengah, Ka du r, P a me k a san i n i mempertanyakan motif calon bupati incumbent tersebut. “Apakah bagian dari ambisi untuk mempertahankan kekuasaan atau langkah yang terbilang cerdas?”, tanya Nurul Khotimah saat berbincang dengan Kabar Madura, Minggu (27/1). Nurul Khotimah menilai, tak menutup kemungkinan gugatan tersebut dilandaskan pada jiwa ambisius seorang Kholilurrahman untuk mempertahankan jabatannya hingga dua periode sebagai bupati. “Namun begitu, bisa juga bagian dari upaya cerdas

untuk menarik perhatian para pendukungnya. Incumbent, setidaknya, hendak menunjukkan kepada pendukungnya bahwa ia serius berkompetisi dalam Pemilukada,” jelasnya. Meski begitu, Nurul mencermati, langkah yang ditempuh ke MK itu bisa menjadi biang pemutus masa depan politik Kholilurrahman. “Seandainya berkenan, Kholilurrahman bisa mencontoh para incumbent yang kalah dalam Pemilukada. Dan itu memberikan kesan positif baginya,” ujar Nurul. Namun begitu, katanya, langkah hukum bagi calon pemimpin yang kalah adalah suatu hal yang wajar. Itu bagian dari demokrasi di negeri ini. “Mending menempuh jalur hukum untuk menyalurkan ketidakpuasan, daripada aksi besar-besaran yang dapat mengusik ketenangan masyarakat luas,” tekannya. Bagi Nurul, jenjang politik

Kholilurrahman, hakikatnya masih berpeluang ke DPR RI. “Kalau itu terjadi, maka Pamekasan akan mengulang sejarah empat tahun yang lalu. Achmad Syafii, incumbent kala itu, melaju ke DPR RI,” tukasnya. Achmad Syafii, katanya, patut dikagumi karena sewaktu kalah kepada Kholilurrahman pada 2008, langsung legowo. Tidak memperkarakannya sampai ke MK. “Padahal, kecurangan kala itu cukup parah,” tukasn y a . (anm/ zis)

NURUL KHOTIMAH Wiraswastawati KM/HAIRUL ANAM

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

bukan hal baru,” ujar Bidang Hukum dan Pengawasan KPU Sumenep, Minggu (27/1) kemarin. Menurutnya, model pengecekan rekening yang akan dilakukan nantinya tidak terlalu merepotkan terhadap KPU. Sebab, penyerahan rekening dana kampanye memang menjadi salah satu syarat. Artinya, kata dia, fotocopi rekening dana kampanye harus disetorkan oleh parpol. “Jika memang harus melibatkan dari semua rekening caleg, maka rekening caleg untuk dana kampanye nantinya juga harus diserahkan. Itu jika menjadi PKPU. Tapi sekali lagi masih belum ditetapkan dan sedang digodok oleh KPU RI,” imbuhnya. Dengan demikian, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan masing-masing caleg harus menyerahkan rekening dana kampanye. Jika menjadi peraturan, misalnya dana kampanye caleg di atas Rp 50 juta harus memiliki NPWP. Jika disetujui maka masingmasing caleg misalnya terdapat 100 caleg maka laporannya terintegrasikan dengan rekening partai dana kampanye. Laporan itu nantinya akan dilakukan pemeriksaan oleh kantor akuntan publik yang telah ditunjuk oleh KPU. Nah, bisa jadi akuntan publik itu tidak hanya memeriksa rekening parpol dana kampanye tetapi juga rekening caleg khusus dana kampanye,” pungkasnya. (bus/zis)

Hanya ‘Mauidzah Hasanah’, Tidak ‘Uswatun Hasanah’ Kritik Kiai Pamekasan pada Kepemimpinan Pejabat PAMEKASAN-Beberapa hari terakhir ini, masyarakat di Kota Gerbang Salam kerap melangsungkan pengajian akbar guna memperingati maulid nabi. Dan menjadi lazim, kiai didapuk sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, tak jarang idealisme kepemimpinan di negeri ini dipertanyakan. Itu, seperti halnya yang didengungkan oleh ulama kesohor asal Pamekasan, KHR Panji Darus Salam saat menjadi penceramah di Dusun Pakong, Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (26/1) malam. Menurutnya, tak sedikit pemimpin di negeri ini yang pandai bersilat lidah. Pandai mengumbar janji kesejahteraan dan peneguhan moral. Tapi nyatanya, para pemimpin tersebut jauh dari harapan masyarakat. “Berangkat dari kenyataan tersebut, bisa dikata bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis keteladanan pemimpin. Sebab, sebagian oknum pejabatnya cenderung kurang memperhatikan akhlak dan nilai-nilai moral agama serta hukum,” tekannya yang disimak oleh ribuan masyarakat Pademawu. Katanya, keteladanan sikap para pemimpin di negeri ini, jauh panggang dari api. Artinya, yang banyak dilakukan oleh para pejabat negara selama ini hanya melakukan imbauan atau pesan untuk berbuat baik atau ‘mauidzah hasanah’. “Namun demikian, sangat jarang, bahkan mungkin sudah tidak ada lagi yang mau melakukan ‘uswatun hasanah’ atau teladan yang baik,” tegasnya, menjelaskan. Dijelaskan pula, kondisi bangsa yang seperti ini akan menjadi ancaman bagi terciptanya tatanan masyarakat yang tidak bermoral, tidak taat hukum yang pada akhirnya bisa merongrong

pemerintah sendiri. “Idealisme kepemimpinan yang memiriskan di negeri ini, sangat mengancam keberlangsungan masyarakat yang beradab. Sebab, keberadaban suatu bangsa, berpangkal dari adab pemimpin yang baik,” terangnya. Ditambahkan, suksesnya sebuah tatanan pemerintahan yang baik, bersih dan bebas dari praktik buruk, faktor utamanya adalah keteladanan para pejabat atau pemimpin negara. Dan sikap keteladanan itu, tambahnya, telah dicontohkan Rasulullah SAW kepada kita umat Islam. Termasuk pula kepala semua masyarakat dunia, sehingga Rasulullah mendapat gelar Al-Amin. Yakni, sosok yang dapat dipercaya. Dalam kesempatan itu, ulama kondang ini mengajak kepada seluruh umat Islam, supaya hendaknya menjadikan momentum bulan kelahiran Nabi Muhammad itu sebagai ajang refleksi atas keteladanan Nabi Muhammad dalam banyak hal. “Baik dari sisi tatanan kehidupan hukum, sosial, politik, termasuk dalam bidang pemerintahan. Dan selain sebagai ajang untuk melakukan refleksi dan meneladani Nabi Muhammad, maulid juga merupakan salah satu bentuk dari syiar Islam,” tegasnya. Karena itu, Kiai Panji mengajak masyarakat untuk selalu jujur (shiddiq), amanah (bertanggung jawab), tabligh (menyampaikan kebaikan), dan fathonah (cerdas). Keempatnya, kata Kiai Panji, harus dimiliki oleh para pejabat negara. Sementara itu, Faisol Ansori, tokoh pemuda madura yang tercatat aktivis IPNU Pamekasan, menegaskan bahwa penegasan KHR Panji Darus Salam di atas cukup penting untuk dijadikan bahan renungan. “Jangan sampai, peringatan maulid nabi ini dijadikan sebatas tradisi. Lebih dari itu, harus ada upaya menerjemahkan segala keteladanan Rasulullah ke dalam keseharian kita,” ujarnya. (anm/zis)


SENIN

9

28 Januari 2013

KM/REPUBLIKMADURA.BLOGSPOT.COM

PENINGGALAN BELANDA: Bekas jembatan rel kereta api yang masih ada di wilayah Kab. Sampang.

Memimpikan Bangkitnya Kereta Api Madura Masyarakat Pulau Madura pernah menikmati fasilitas transportasi kereta api setidaknya hingga tahun 1987 saat terakhir kali jalur ditutup. Meski telah lama ditutup, namun sejumlah tetenger atau penanda keberadaan kereta api Madura masih tetap ada dengan kondisinya tentu saja serba kurang terawat. KERETA Api (KA) bagi masyarakat Madura ibaratnya sekarang seperti mimpi yang sebenarnya pernah terwujud, namun kemudian seolah sirna begitu saja. Bagi anda yang biasa melewati jalur Kamal, Bangkalan hingga memasuki Pamekasan, rel bekas peninggalan KA Madura masih tampak membentang utuh. Hanya pada ruas-ruas tertentu tidak terlihat karena tertimbun tanah yang di atasnya sudah ditumbuhi rumput atau pepohonan atau bangunan mulai dari warung yang lokasinya yang memang ada di pinggir jalan hingga rambu-rambu penunjuk jalan. Dari berbagai sumber lit-

eratur, rel kereta api di pulau garam ini pada awalnya dibangun pemerintah Hindia Belanda secara bertahap, mulai dari Kamal, Kab. Bangkalan, hingga Kalianget, Kab. Sampang. Namun pada masa Perang Dunia II, jalur kereta api Kalianget – Pamekasan dijarah oleh tentara Jepang untuk mesinmesin perang. Inilah karenanya, bekasbekas peninggalan kereta di Madura bisa terlihat mulai Kamal-Pamekasan. Selain jalur rel kereta, di sejumlah kota kabupaten, peninggalan bekas kereta api yang masih dapat terlihat hingga saat ini adalah keberadaan stasiun yang nampak sebagai bangunan kuno asli peninggalan sejarah penjajahan Hindia Belanda. Selain stasiun Kamal yang kondisi tak terawat, kondisi serupa juga eks stasiun stasiun kuno yang hingga kini masih berdiri di persimpangan kota Sampang yang oleh warga sekitar disebut tapsiun. Bagi warga Madura yang usinya kini di atas 30 tahun pasti setidaknya pernah melihat keberadaan kereta ini. “Saat itu saya masih kelas satu SD,” ujar Abdul Rahman,

37, warga Kamal Bangkalan yang kini sudah beristrikan warga Sidoarjo ini. Chaeruddin Sastra, warga kota Sampang, mengakui, pada masa itu jalur transportasi KA menjadi sarana transportasi pilihan utama masyarakat Madura karena angkutan darat seperti bus, mobil pribadi, minibus, apalagi sepeda motor, belum sebanyak sekarang. Namun seiring kemajuan zaman, kata pria berusia 73 tahun ini, moda transportasi ini mulai ditinggal oleh masyarakat dengan beralih ke sarana angkutan lain. “Kalau dulunya kereta api itu menjadi satu-satunya angkutan umum yang paling laris dan satu-satunya,” ujar pria yang akrab disapa Pak Chae ini pada Kabar Madura, beberapa waktu lalu. Chae menceritakan, kereta api awalnya sebagai angkutan garam. Namun, lambat laun akhirnya angkutan ini mulai digemari masyarakat sebagai angkutan umum untuk bepergian. “Hanya pada saat itu kereta api jadi pilihan utama sebagai angkutan umum sebelum maraknya angkutan umum yang ada saat ini,” jelas Pak Chae. Seperti dikutip dari se-

jumlah sumber yang mengutip buku “Madura Dalam Empat Jaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi, dan Islam”, (Huub de Jong, 1987: 13) dipaparkan, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, jalur KA dikelola Madoera Stoomtram Maatschappij (MSM). Awalnya moda transportasi KA memang hanya digunakan sebagai sarana angkutan garam sebagai komoditi utama Madura antara Kalianget dan Kamal maupun sebaliknya. Namun, seperti yang diceritakan Chaerudin, keberadaan kereta ini kemudian tak hanya melayani garam. Penduduk lokal menjadikan sebagai wahana

transportasi paling cepat dan murah. Namun jangan bayangkan kecepatan kereta saat itu seperti sekarang. Dari Kamal hingga Kalianget bisa membutuhkan waktu sampai hampir sehari penuh. Saat ini, sejak diresmikannya Jembatan Suramadu pada 10 Juni 2009, ada wacana baru kembali menghidupkan jalur KA di Madura. Apalagi melihat fakta pertumbuhan penduduk Madura yang kian besar serta makin padatnya jalur transportasi darat memang membuka peluang pembukaan bagi angkutan darat lainnya, yakni kereta api. Nah, akankah mimpi itu kembali terwujud? (km10/zis)

JALUR KA KAMAL (BANGKALAN)-KALIANGET (SUMENEP) Dibuka bertahap, Pemerintah Hindia Belanda pertama kali membuka bagian demi bagian jalur rel antara tahun 1898-1901. Periodeisasi pembukaan jalur KA di Madura tersebut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kamal-Bangkalan Bangkalan-Tunjung Tunjung-Kwanyar Tanjung-Kapedi Kapedi-Tambangan Tambangan-Kalianget Kwanyar-Blega Tanjung-Sampang Sampang-Blega

(1898) (1899) (1900) (1900) (1900) (1899)* (1901) (1901) (1901)

*Pada masa pendudukan Jepang jalur rel menuju Kalianget dibongkar untuk dijadikan mesin perang

KM/PENELUSURRELMATI.WORDPRESS.COM

JARINGAN: Jalur kereta yang dibangun pemerintah Hindia Belanda membentang mulai dari Kamal di ujung Barat dan Kalianget di ujung Timur Pulau Madura.

Sudah Masuk Raperda RTRW

KM/PLAT‐M.COM

TAK TERAWAT: Kondisi rel yang berada di salah satu ruas jalur Bangkalan-Pamekasan sebagian sudah tertutup tanah dan bangunan.

KM/MADOERA STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ

FAVORIT: Sebuah trem berjalan di samping para pengguna jalan.

KM/ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

KUNO: BANGUNAN bekas stasiun kereta api yang berada di Sampang saat ini lebih dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai tapsiun. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ MADOERA STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ

JADUL: Stasiun trem (kereta) Kamal saat awal berdiri menjelang tahun 1900.

INI setidaknya menjadi awal yang baik jumlah ruas jalan yang menjadi pusat kerabagi upaya untuk mewujudkan kembali maian, hampir bisa dipastikan macet akibat jalur kereta api di Pulau Madura. Sekretaris terjadinya peningkatan volume kendaraan. Panitia Khusus (Pansus) Raperda Rencana Pihak PT Kereta Api Indonesia sendiri meTata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Jawa nyambut baik rencana ini. Humas PT Kereta Timur, Irwan Setiawan mengatakan ren- Api Daerah Operasi 8 semasa masih dijabat cana revitalisasi jaringan kereta api di Pu- Sudarsono menyatakan siap dan sepenuhnya lau Madura mulai dari Bangkalan hingga menyerahkan hal ini kepada pemerintah Sumenep bakal direalisasikan meski tidak terkait pelaksanaannya. dalam waktu dekat ini. Namun demikian, bukan persoalan mudah Rencana untuk menghidupkan kembali untuk kembali bisa menghidupkan jalur ini. jalur kereta di Madura ini disepakati para Perlu beberapa pertimbangan, sebagaimana anggota Pansus RTRW. Terungkap dalam yang diungkapkan seorang penulis dengan matriks indikasi program revitalisasi, jarin- nama Mad Topek di situs republikmadura. gan kereta api Madura masuk dalam Pelak- blogspot.com dibutuhkan, pertama sinkrosanaan Jangka Menengah, termasuk dalam nisasi antara moda angkutan KA dengan revitalisasi jalur kereta lain yang selama ini angkutan darat lain (MPU dan bus). Karena mati suri alias ditutup. harus diingat, penutupan KA “Memang, rencana ini masuk di Madura tahun 1987 dikaredalam RTRW, namun pelaksanakan KA kurang diminati. naannya tergantung pemerSaat itu warga lebih memilih intah pusat dan pemerintah angkutan lain yakni bus dan provinsi,” ujar Irwan Setiawan MPU. Bukan hanya masalah Memang, rencana ini yang juga anggota Komisi D antusias warga apakah mau masuk dalam RTRW, DPRD Jatim dari PKS ini. naik KA lagi atau tetap menamun pelaksanaannya Kata Irwan Setiawan, milih bus/ MPU. Tapi juga hatergantung pemerintah pengembangan jaringan rus memikirkan keberadaan pusat dan pemerintah kereta api baik ke Bangkalan ratusan MPU. Menurutnya, provinsi.” maupun dari Bangkalan ke kasus beberapa kali aksi demo Sumenep akan masuk dalam dan penghadangan bus AKAS IRWAN SETIAWAN satu jaringan transportasi masoleh para sopir, kernet dan Anggota Komisi D sal kereta api yang terintegrasi pemilik MPU akibat menguDPRD Jatim dengan jaringan perkeretaarangi pemasukan bagu kru pian di Surabaya. MPU. Timbulah aksi demo Terkait ini, nantinya akan kru MPU. dibangun stasiun di setiap kabupaten mulai Persoalan kedua, jaringan rel KA yang dari dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dulu pernah ada dari Bangkalan - Sumenep dan Sumenep. ”Semua rencana revitalisasi nyaris sudah banyak yang hilang. Namun tersebut telah masuk dalam matriks indikasi masalah ini bisa diselesaikan karena status program utama dan menjadi prioritas untuk jaringan/ jalur bekas rel tersebut adalah segera direalisasi. Semangat menghidupkan tanah milik negara. Artinya, pemerintah kembali rel kereta api di Pulau Madura di- cukup memberikan ganti rugi bangunan antaranya menunjang akses jembatan Sura- secara layak. Selan itu harus ada sosialmadu yang sudah ada. Selain menghidupkan isasi secara masif bagi masyarakat Madura kembali perekonomian di Pulau Madura,” khususnya warga di sekitar bekas jalur rel tegas lulusan FISIP Unair Surabaya ini. KA yang lama tersebut. Dan ketiga untuk Irwan mengatakan, salah satu tujuan dir- membangun kembali rel Madura butuh intisnya kembali jaur KA Madura diharap- investasi besar. Katanya, membuka kembali kan dapat mereduksi peningkatan volume jaringan rel KA di Madura sama halnya kendaraan di jalan arteri Madura (terutama dengan membuat jaringan KA baru, butuh jalur tengah) pasca Suramadu. Harus diakui, dana besar. Jaringan rel lama sudah tidak keberadaan Suramadu memang menyebab- mungkin dipakai. Stasiun lama sudah tikan peningkatan luar biasa volume lalu lintas dah ada. “Semua perangkat jaringan KA di yang menyusuri jalanan di Madura. Madura harus dibangun dari nol. Artinya, Terbukti, terutama pada saat liburan, se- dana yang besar harus dipersiapkan. (zis)


10

SENIN

28 Januari 2013

Pilih Murah, Mutu Nomor Dua Kalau Bibitnya Pintar, Keluar Pasti Pintar SAMPANG-Membicarakan kualitas lulusan siswa sekolah tidak bisa hanya mengandalkan peran guru pengajar, perlu stimulus berupa fasilitas yang memadai. Pembiayaan yang seimbang sebagai salah satu yang paling berperan dalam pengembangan kualitas siswa. Menurut Kabid Pembiayaan Dinas Pendidikan Sampang Jupri Riyadi, orang tua murid di Sampang cenderung memilih sekolah yang murah bukan yang berkualitas. Hal ini cukup beralasan karena yang memberlakukan biaya yang mahal belum tentu berkualitas, sehingga sekolah berlomba-lomba untuk menunjukkan bahwa sekolah tersebut berbiaya rendah. “Di Sampang itu lebih cenderung memilih sekolah yang murah, bukan kualitas yang dihasilkan,” katanya kepada Kabar Madura (27/1). Jika berbicara tentang kualitas lulusan secara umum, kabupaten Sampang masih dinilai belum menunjukkan keberhasilan. Jikapun ada yang berprestasi sifatnya masih individual. “Itu kan masuknya sudah pintar, jadi keluarnya juga pintar. Jadi wajar saja,” ungkap Jupri.

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

POTENSIAL: Kualitas pendidikan memang dekat dengan biaya mahal. Tetapi, ternyata itu bukan semata-mata. Banyak sekolah yang tidak terlalu mahal, tetapi tetap menghasilkan keluaran yang berkualitas.

Tak Perlu RSBI, Kualitas Bisa Baik SAMPANG-Sekolah berbasis RSBI (Rintisan Sekolah Bertandar Internasional) dinilai sudah mempunyai hasil yang baik di sampang, berdasarkan metode pengajarannya pun sangat baik. Namun jika diihat dari hasil secara umum tidak menunjukkan adanya kemajuan, karena keberhasilan sekolah diukur dari output secara keseluruhan bukan prestasi perorangan. “Kalau secara program sangat bagus. Misalnya, proses kegiatan belajar mengajar memanfaatkan IT (Information teknologi) tidak lagi dengan kertas dan kapur” ucap Abi kusno, Kabid Kurikulum Disdik Sampang (27/1). Menurutnya yang dihasilkan oleh RSBI di Sampang cukup baik,

SDM Indonesia Kekurangan Guru Konseling JAKARTA-Jumlah guru bimbingan dan konseling di Indonesia saat ini hanya sekitar 33.000 orang. Padahal, untuk melayani sekitar 18,8 juta siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dibutuhkan setidaknya 125.572 guru bimbingan dan konseling. ”Berarti kekurangan guru bimbingan dan konseling sekitar 92.572 orang,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) serta Guru Besar Bimbingan dan Konseling di Universitas Negeri Semarang Mungin Eddy Wibowo, di Jakarta. Ia mengatakan hal itu seusai rapat dengar pendapat umum panitia kerja Komisi X DPR dengan pakar kurikulum, Selasa. Hadir pada rapat itu Ketua Umum Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia S Hamid Hasan. Menurut Mungin, dari sekian banyak guru bimbingan dan konseling (BK), yang berpendidikan sarjana BK dan pendidikan profesi konselor hanya 418 orang. ”Lainnya masih sarjana BK saja dan ada yang bukan sarjana BK,” kata Mungin. Kekurangan guru BK akan sangat terasa, menurut Mungin, dengan penerapan Kurikulum 2013. Hamid mengatakan, dalam Kurikulum 2013, penjurusan di SMA/MA akan ditiadakan dan diubah menjadi peminatan bidang Matematika dan Sains, Sosial, serta Bahasa. Konsekuensinya, siswa kelas IX di jenjang SMP/MTs harus didampingi guru BK untuk mengetahui minat yang akan didalami di SMA/MA/SMK. Untuk memastikan minat siswa di SMA/ MA/SMK, akan dilakukan uji penempatan. Jika merasa tidak sesuai dengan peminatan yang dipilih, siswa masih bisa pindah ke bidang minat yang lain. ”Karena memegang peranan penting, guru BK harus disiapkan betul,” kata Hamid. (kom/ejp) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

jika dilanjutkan akan menambah kualitas yang lebik baik pula meski bukan dengan label RSBI. Namun karena sudah di putus untuk dihentikan oleh MA, pihaknya hanya bisa mengikuti ketentuan hukum yang sudah tetap tersebut. Dalam pengamatannya kualitas yang dihasilkan sebelumnya sudah jauh lebih baik berbagai referensi yang didapatkan siswa bisa langsung melalui internet, selain itu dalam ajang lomba tertentu siswa dari RSBI sering mendapatkan rangking tertinggi. Dikatakannnya lomba seperti olimpiade sains nasional (OSN) juga di dapatkan dari sekolah berbasis RSBI namun juka disandingkan dengan seko-

lah setingkat seperti di SMA 5 Surabaya memang di Sampang masih belum bisa mengungguli “Seperti lomba-lomba OSN kan yang dapat SMA 1 (sekolah RSBI) Sampang tapi kalau dibanding dengan SMA 5 Surabaya ya masih kalah” lanjut pria yang juga dosen IKIP Sampang ini. Namun pendapat ini disanggah oleh pengamat pendidikan sampang Ali Daud Bey. Menurutnya ukuran prestasi bukan secara perorangan tapi secara keseluruhan. Dijelaskan Ali daud prestasi tersebut tidak hanya perorangan siswa tapi kesemuanya setelah mereka lulus atau saat masih duduk di bangku sekolah. “Prestasi itu tidak perseorangan tapi

semuanya. Yang terpenting adalah outputnya harus bagus semua,” kata Ketua Dewan Pendidikan Sampang ini. “Tingkat keberhasilan RSBI masih datar datar aja, daripada menghabiskan triliunan lebih bagus dihentikan saja,” ucap Ali Daud saat melanjutkan pembicaraan dengan Kabar Madura. Lebih lanjut Ali Daud mengatakan pemerintah tidak perlu membuat bentuk bentuk baru yang menyerupai RSBI karena sekolah seperti itu dinilai tidak mencerminkan budaya pendidikan Indonesia sendiri. “Kembalikan kepada budaya pendidikan kita sendiri, asalkan tetap dikelola dengan baik,” tandas pria 72 tahun ini. (waw/ejp)

Yang menjadi ukuran sekolah menjadi favorit adalah ketika bisa mengelola siswa dari yang biasa menjadi lulusan yang terbaik. “Yang dimaksud sekolah favorit itu masuknya bodoh atau biasa tapi keluar dari sekolah itu menjadi pintar,” kata ketua PGRI Sampang ini. Ketiadaan sekolah berkualitas di Sampang dipengaruhi oleh minimnya sarana, dia menjelaskan sekolah yang mempunyai kualitas tinggi karena didukung pembiayaan yang tinggi, dicontohkanya banyak sekolah yang berkualitas justru datangnya dari sekolah swasta, karena dukungan biaya dari orang tua siswa “Seperti sekolah yayasan Al Hikmah di Surabaya, orangtuanya berani mengeluarkan biaya yang seimbang,“ lanjut jupri. Selain itu tingkat pendidikan tenaga pengajarnya juga lebih tinggi. Hal itu dapat menambah pemahaman tentang bagaimana melakukan teknik mengajar yang lebih baik. Menurutnya sekolah yang bisa menunjukkan kualitas tidak akan kekurangan siswa karena seimbang dengan yang dihasilkan, hal itu yang mendasari banyak sekolah yang menolak dana BOS (biasa Operasional Sekolah) “Kalau di Sampang ini, semua sekolah masih sangat membutuhkan BOS,” tandasnya. (waw/ejp)

Biaya Daftar UMPTN Gratis SURABAYA-Angin segar bagi masyarakat yang hendak menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Mendikbud, Mohammad Nuh berencana akan membebaskan biaya pendaftaran masuk Perguruan Tinggi di Indonesia pada tahun 2013 ini. Namun untuk itu, M. Nuh saat ditemui di kampus ITS mengatakan bakal menambah varian soal dalam Ujian Nasional pada 2013 ini. Jika pada sebelumnya hanya 5 varian, akan menjadi hingga 20 varian dengan tujuan mempersulit siswa didik melakukan kecurangan. Selain itu, mantan Rektor ITS itu juga bakal mengutamakan nilai raport dan hasil tes untuk memperketat penyaringan. “Kami ingin pelajar khusuk mengerjakan soal,” katanya, Sabtu (26/1/2013). Ditambahkan M. Nuh, untuk membebaskan biaya pendaftaran di Perguruan

Tinggi, pihaknya mengaku telah sepakat dengan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Sebab menurutnya, bagi sebagian masyarakat biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu, bukan suatu beban. Namun bagi masyarakat menengah ke bawah, hal tersebut tentu menjadi batu ganjalan untuk mendaftarkan anaknya agar bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sementara itu, menjelang SNMPTN 2013, Kemendikbud juga akan segera me-launcing buku “menu perguruan tinggi” pada bulan Februari mendatang, lengkap dengan namanama seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia beserta biayanya. “Dengan buku panduan lengkap itu, seluruh bakal calon mahasiswa akan dengan mudah memilih kampus favoritnya,” pungkasnya.(bjt/ejp)

Potensi Pemuda Perlu Saluran yang Pas BANGKALAN-Aksi para muda di depan Gelora Bangkalan memantik komentar berbagai pihak. Menurut pemerhati sosial Mutmainnah, praktek remaja terkait dengan aksi ekstrim yang sering kita jumpai di jalanjalan umum itu bukan termasuk dari kenakalan remaja. Praktek tersebut terjadi dikarenakan karena minimnya perhatian dari pemerintah untuk betul-betul menggali potensi remaja. “Tidak

sepenuhnya salah, jika kebanyakan dari pemuda dan pelajar melakukan aksi-aksi nekat,” ujar Mutmainnah serius. Ia mengingatkan bahwa, pemuda adalah harapan bangsa. Banyak cara untuk untuk mengekspresikan dan menggali potensi yang ada dalam diri pemuda. Jika potensi dalam diri pemuda itu tidak diarahkan dengan benar, maka bisa jadi, potensi itu hilang siasia, bahkan bisa menjadi daftar hitam dari sekian banyak

kenakalan remaja yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Seperti yang tampak di Gelora Bangkalan di tiap malam minggu. Para muda dan pelajar berkumpul untuk menunjukkan aksi-aksi ekstrim. Misal dengan trek-trekan dan mengendarai sepeda motor dengan pola yang antraktif. Masih menurut dosen STITS tersebut, kalau ditinjau dari sisi psikologi perkembangan perkembangan, usia remaja adalah usia dimana seorang

anak ingin mengekspresikan kemampuannya dan menunjukkan jati dirinya sebelum masuk ke fase pendewasaan. “Inilah tugas utama kita sebagai orang tua, dan yang terutama adalah pemerintah, agar tidak masalah ini tidak melenceng sehingga menjadi kenakalan remaja,” tandasnya Namun menurut salah satu pihak Polantas yang tidak mau ditulis namanya saat dihubungi di kantor posnya tidak mau banyak komentar mengenai

hal itu. Dia menyarankan lebih baik langsung saja menemui Kasatlantasnya. Akan tetapi dia menambahkan, semua antraksi sepeda mator maupun trek-trekan di jalan atau apapun itu namanya jika membahayakan dirinya dan mengganggu kepentingan umum itu jelas sudah tidak bisa dibenarkan dan harus dibubarkan. “Jika mengganggu ketertiban umum, tanpa ampun harus ditertibkan,” ujarnya tegas. (roh/ejp)


28 Januari 2013

K-Conk : Tinggal Asah Finishing BANGKALAN-Pendukung fanatik Perseba Super, KConk Mania belum bisa tersenyum lepas. Sekalipun permainan apik sudah diperagakan tim kebanggaannya, Perseba Super Bangkalan, namun barisan ujung tombaknya dinilai belum terlalu greng. Dalam amatan sejumlah pentolan komunitas suporter yang baru berusia tiga tahun itu, Danilo Fernando dan kawan-kawan terlalu minim mengemas gol dalam setiap laganya. Tak terkecuali pada laga ujicoba di kandang, Stadion Gelora Bangkalan (SGB), lawan Persipur Purwodadi-Jawa Tengah, kemarin (26/1). Hal itu tentu saja di luar kekompakan barisan pertahanan yang dibangun anakanak Laskar Suramadu. Sehingga itu memancing komentar dari komunitas suporter berslogan Salam Settong Dhere itu. Tak hanya keluar dari pengurus pusat, pentolan korwil di kecamatan pun turut memberi harapan dan kritik yang konstruktif. ”Sudah cukup bagus. Hanya tinggal mengasah finishing saja. Saya kira masih ada waktu,” ujar Agus Kurniawan, Ketua K-Conk Mania Korwil

Lempar Kecamatan Burneh. Komentar yang sama juga dilontarkan Seke’. Pria yang juga salah satu pentolan K-Conk Sepolo itu meyakini permainan yang diperagakan Danilo masih belum maksimal. ”Mudah-mudahan bisa segera menemukan sentuhan terbaiknya seperti saat main di Persebaya dulu,” timpal Seke’. Zahron, Ketua K-Conk Kobar Kwanyar juga memberikan komentar yang sama. Hanya, pria yang berprofesi sebagai guru itu menambahkan bahwa dengan dukungan penuh masyarakat, Perseba Super pasti akan segera menemukan permainan terbaiknya. ”Maklum, masih pertandingan pertama. Saya kira dukungan masyarakat juga akan membantu Perseba Super menemukan permainan terbaiknya,” tutur pria 38 tahun itu. Meskipun hanya menuai hasil seri tanpa gol, tapi masyarakat Bangkalan secara umum cukup terhibur dengan penampilan perdana Perseba Super di SGB kemarin lusa. Bahkan tak sedikit yang bertanya mengenai pertandingan selanjutnya yang akan digelar di SGB. (bai/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

MENGGELORA: K-Conk Mania dari Mabes berjingkrak di tribun timur SGB sepanjang jalannya pertandingan uji coba kemarin.

11

Sepak Bola Milik Masyarakat Ayu Sartika Puji Sikap Suporter Perseba Super BANGKALAN-Penampilan apik yang diperagakan Perseba Super Bangkalan kemarin lusa (26/1) memang menjadi perbincangan. Meskipun belum memberikan kemenangan, namun gaya permainan Perseba Super mampu memikat ratusan pasang mata yang memadati tribun ekonomi SGB (Stadion Gelora Bangkalan). Ayu Sartika, Manajer Perseba Super mengatakan, semangat memberi dukungan seperti itulah yang dimaksud dengan ungkapan bahwa sepak bola adalah milik masyarakat. ”Inilah yang dikatakan dengan sepak bola

adalah milik masyarakat. 11 pemain yang bermain, seperti mewakili mereka yang membawa nama baik daerahnya,” ujar Ayu. Gadis 24 tahun itu juga berasumsi bahwa layaknya tontonan, sebuah tim juga harus menghibur. Hal itu yang bisa menambah jumlah penggemar. Sehingga sebuah tontonan bisa semakin lebih menarik. ”Kalau tim main bagus, maka penonton akan terhibur. Pada pertandingan demi pertandingan berikutnya, jumlah mereka pastinya semakin bertambah. Begitu seterusnya,” imbuh putri bungsu Vigit Waluyo, dari dua bersaudara itu. Namun, di atas semuanya, Ayu menegaskan faktor keamanan tetap menjadi jaminan utama. Ditanya mengenai kans

KM/ACHMAD BAIQUNI

KOMPAK: Manajer Ayu Sartika (kiri) berjalan bareng Pelatih Kepala Perseba Super Nus Yadera usai laga uji coba di SGB kemarin.

Perseba Super di Divisi Utama, Ayu mengaku optimistis. Dengan suport penuh

masyarakat Bangkalan, tim berjuluk Laskar Suramadu itu akan terus berbenah

hingga bisa memberikan penampilan yang sempurna. ”Dukungan dari masyarakat tentu akan membuat kubu manajemen akan terus berbenah sampai kita bisa memberikan penampilan yang sempurna. Kalau perlu kami datangkan pemain tambahan apabila diperlukan. Tapi itu juga harus melalui evaluasi tim terlebih dahulu,” papar lulusan S1 jurusan manajemen informatika itu. Ayu juga berharap antusiasme yang ditunjukkan masyarakat, khususnya suporter K-Conk Mania sebagaimana pertandingan Sabtu lalu, bisa bertahan. Sebab bagaimana pun, Perseba Super merupakan klub yang menyandang nama Bangkalan serta mewakili semangat olahraga masyarakat kota salak itu. (bai/ed)

Tim Pelatih Langsung Evaluasi BANGKALAN-Hasil seri tanpa gol yang dibukukan Perseba Super Bangkalan saat beruji coba lawan Persipur Purwodadi (26/1), akan ditindak lanjuti sore ini. Setelah menjalani libur sehari, Laskar Suramadu akan kembali menjalani latihan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Rencananya, dalam sesi latihan sore nanti, Nus Yadera akan mengevaluasi hasil uji coba dimaksud. ”Yang jelas kami akan mengevaluasi hasil uji coba kemarin terlebih dahulu,” terang Nus, saat dihubungi melalui ponselnya. Dari evaluasi tersebut, pelatih 46 tahun itu kemudian akan melakukan pembenahan. Salah satu yang paling perlu dibenahi menurutnya adalah penyelesaian akhir. Mengingat pada pertandingan kemarin, umpan-umpan crossing yang dikirim dari kedua sayap, belum bisa dimaksimalkan menjadi gol oleh barisan serang Perseba Super. ”Ini yang akan menjadi konsentrasi kami pada latihan Senin sore,” imbuh pelatih berdarah Maluku itu. Sementara itu, mengenai mes yang akan digunakan Perseba Super sebagai penginapan, pihak Pemkab Bangkalan kabarnya sudah menyiapkannya. Saat ini, bangunan yang letaknya tidak jauh dari SGB itu masih dibersihkan. Jika sudah siap, pemain dan seluruh tim bisa menghabiskan waktu di luar kegiatan di lapangan hijau. (bai/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

SENIN

HARUS DIASAH: Striker Perseba Super Bangkalan Fandhy Achmad berjibaku dengan pemain Persipur Purwodadi di ajang uji coba kemarin (26/1).

Fokus Awal ke Pra-Porprov

DIGENJOT: Atlet voli Sumenep ditempa dalam latihan terpusat sebelum diterjunkan ke ajang pra-porprov Rayon Madura, pertengahan Februari nanti. KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

CATUR Percasi Godok Serius Pecaturnya PAMEKASAN-Tak mau ketinggalan dari cabang olahraga (cabor) lainnya, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Pamekasan, juga menggelar Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab). Itu, sebentuk upaya menyiapkan pecatur andal menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV/2013 yang akan dihelat Juni mendatang di Madiun Selama ini, Pengkab Percasi Pamekasan menggelar puslatkab-nya di sekretariatnya, Jalan Trunojoyo II/31 Pamekasan. Sejumlah pecatur remaja usia maksimal 21 tahun (U-21) digembleng serius. Di antara para pecatur yang akan diterjunkan ke arena Porprov mendatang adalah Erly Chandra dan Jalaluddin. Kiprah keduanya terbilang sudah malang melintang di dunia olahraga asah otak tersebut. Keduanya merupakan andalan Percasi Pamekasan untuk nomor perorangan putra. Sebab sejumlah prestasi pernah ditorehnya. Erly pernah juara I Kejurnas Percasi 2009-2010 di Jakarta. Sedangkan Jalaluddin juara II Kejurprov Jatim 2010 di Tulungagung.(km12/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

SUMENEP-Mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV/2013 di Madiun, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep terus mempersiapkan kontingennya. Para atlet pilihan dari masingmasing cabang olahraga (cabor) terus dimatangkan dalam program latihan terpusat. Pada Porprov III/2011, Kontingen Sumenep memperoleh 2 perak dari cabor atletik dan 1 perunggu cabor catur. Sementara di cabor favorit bola voli, tim putra Sumenep hanya

menembus empat besar. Mengacu dari hal tersebut, KONI Sumenep menginstruksikan agar masing-masing cabor menyiapkan atletnya lebih serius lagi. Sehingga nantinya bisa mendulang medali lebih banyak. Ketua KONI Kabupaten Sumenep Sofyan Hadi mengatakan, konsentrasi pertama adalah menghadapi Pra-porprov pertengahan Februari ini. Masing-masing untuk cabor voli, catur, sepak bola, basket dan silat. Untuk itu, pihaknya harus bekerja keras agar wakil

Sumenep yang diterjunkan bisa masuk babak utama. ”Sebab dari pra-porpov ini hanya dipilih 10 tim terbaik. Mudahan tim Sumenep masuk semua,” harapnya. Diakui, persiapan menghadapi pertandingan pra-porpov, pertengahan Februari nanti, Sofyan mengaku tim Sumenep sudah disiapkan sejak November tahun lalu. ”Usai pra-porprov ini, baru kita fokus ke Porprov yang akan dilangsungkan tiga bulan berikutnya.” paparnya. (aqu/ed)

Sumenep Tuanrumahi Rayon Madura Pra-Porprov Cabor Sepak Bola BANGKALAN-Ajang Pra-Porprov IV/2013 Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Bola Rayon Madura segera digulirkan. Sumenep akhirnya mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah ajang kualifikasi menuju Porprov itu. Rencananya, kickoff praporprov akan dilangsungkan 17 Februari mendatang. Ketua KONI Sumenep Sofyan Hadi mengatakan, berdasarkan manager meeting yang digelar Kamis (24/1) lalu, Stadion A. Yani Panglegur Sumenep akhirnya disetujui menggelar enam pertandingan dari empat tim asal kabupaten se-Madura. ”Hasil manager meeting diputuskan Sumenep sebagai tuan rumah Pra-Porprov Sepak Bola Rayon Madura,” ujar pria paruh baya itu. Namun Sofyan belum bisa mengatakan berapa tim yang akan lolos ke arena Porprov. ”Kami

belum tahu terkait jumlah tim yang akan lolos. Tergantung hasil dari rayon yang lain,” imbuhnya. Di tempat terpisah, Kabupaten Bangkalan menggelar seleksi pemain untuk ajang yang khusus mempertandingkan atlet usia 21 tahun (U-21) itu, kemarin (27/1). Sedikitnya 80 pemain bola asal Bangkalan berkumpul di lapangan Alunalun utara Bangkalan, guna memperebutkan posisi di Tim Porprov Bangkalan. ”Kami sudah memanggil 80 pemain se-Kabupaten Bangkalan. Dari 80 pemain tersebut, kami berharap dapat membentuk tim yang bagus,” ujar Petir Khan, pelatih Tim Porprov Bangkalan Cabor Sepak Bola. Rencananya, 30 pemain akan dipilih untuk segera menjalani trainning center menjelang digulirkannya pra-porprov. Selain Petir, nama Afiv Subarkah dan Jumali akan bahu membahu untuk memandu tim sepak bola Bangkalan dari pinggir lapangan. Meskipun terbilang telat, namun kubu pelatih

KM/ACHMAD BAIQUNI

MENDATA: Tim ofisial sepak bola Porprov Kabupaten Bangkalan mendata peserta seleksi di Alun-alun kemarin.

tetap menunjukkan optimisme tinggi. ”Memang terbilang telat dibanding kabupaten lain. Tapi

pemain kita sudah rutin berlatih di klubnya masing-masing. Saya kira kita tetap optimistis,”

timpal Jumali, asisten pelatih yang pada seleksi kemarin juga terlihat di lapangan. (bai/ed)


12

SENIN

28 Januari 2013

Tetap Doakan P-MU PADA lawatan P-MU ke Papua nanti, manajemen tim hanya bisa memberangkatkan 15 pemain. Terbatasnya slot pemain tersebut, juga berimbas tidak ada satupun pemain kelahiran Madura yang dibawa serta. Padahal pada lawatan P-MU sebelumnya ke kandang Persela Lamongan, dua pemain asli Madur a dibawa serta. Yakni Ervan Hidayatullah dan M. Rivai. Kepada Kabar Madura, Tactican P-MU Daniel Roekito mengaku, dirinya harus melakukan penetapan nama-nama pemain seselektif mungkin. Sehingga banyak pemain yang secara fisik dan teknik permainan bagus tidak bisa dibawa serta. Salah satu akibat dari proses pemilihan pemain yang super selektif itu, tidak adanya satupun pemain P-MU kelahiran Madura yang dibawa serta. Itu, menurut Daniel karena dia memilih pemain yang betul-betul dibutuhkan dalam dua laga tandang tersebut. ”Empat pemain asli Madura bukannya jelek. Tetapi murni menyangkut strategi permainan yang akan kami lakukan. Maka pemain yang dipilih disesuaikan dengan karakter permainan yang akan kami lakukan,” ujar tactican yang mulai membesut P-MU sejak akhir Desember tahun lalu. Terpisah, salah satu pemain yang tidak dibawa serta mengakui pilihan pelatih adalah logis bagi kondisi timnya. ”Ini demi tim, pelatih punya strategi dan taktik dalam setiap pertandingan. Memang proses untuk menjadi strating eleven setiap pertandingan dilakukan dengan sangat selektif. Sehingga setiap latihan harus selalu serius,” ujar Ervan Hidayatullah, yang pada laga lawan Lamongan sempat merumput. Lebih lanjut Ervan –sapaannya, menjelaskan, dua laga tandang yang akan dihadapi timnya tersebut adalah laga sangat berat. Oleh karenanya, kendati tidak ikut serta dalam tur tersebut, Ervan mengaku terus berdoa agar P-MU betul-betul bisa tampik terhormat di Papua. ”Semoga Yang Mahakuasa mengabulkan doa saya dan teman-teman,” pungkasnya. (bri/ed)

Lawan Mantan Klub yang Nunggak Gaji PAMEKASAN-Lawatan ke Bumi Cenderawasih dalam rangka menantang Persipura Jayapura (31/1) dan Persiwa Wamena (3/2) mengandung arti khusus bagi el-capetino Laskar Sape Kerap, Firly Apriyansyah. Sebab lawatan tersebut juga ajang unjuk gigi di hadapan mantan klubnya, Persiwa Wamena. ”Saya memang pernah bermain di Persiwa. Ini jadi ajang pembuktian jika tim baru saya siap meladeniya,” ujar Firly. Musim lalu, Firly memang merumput di Persiwa bersama kiper P-MU saat ini, Galih Firmansyah. Termasuk juga Anton Samba. Tetapi keduanya tidak dibawa serta dalam tur Papua kali ini. Meladeni mantan klub, dan kini memperkuat klub yang berstatus tim promosi, bagi Firly adalah seni tersendiri dalam permainan sepak bola. ”Sepak bola penuh tantangan, termasuk dengan P-MU yang saat ini sudah menjadi bagian dari hidup saya. Ini adalah seni dari sepak bola, harus juga tampil elegan menghadapi mantan klub,” jelas pria asal Jakarta tersebut. Secara khusus, Firly mengaku tidak terbebani dengan beban psikis harus menantang mantan klubnya. Bahkan dia mengaku lebih enjoy tampil di hadapan mantan timnya yang masih menunggak hutang gaji kepadanya. (bri/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

BERSIAP: Daniel Roekito bersama jajaran tim pelatih P-MU lainnya memberi pengarahan kepada penggawa Laskar Sape Kerap.

Korwil Tabopal. Disampaikan, selama ini memang jarang ada tim tamu yang bisa menang melawan Persipura dan Persiwa di kandangnya. ”Semoga itu tidak berimbas ke P-MU,” ujar Zainal yang juga wasit bola di Pamekasan. Untuk memberi dukungan moral terhadap pemain yang akan berangkat ke Papua, baik Chacha Colok mau-

pun Tabopal mengaku akan menonton langsung latihan akhir P-MU sore ini. Rupanya, hal tersebut juga bakal dilakukan Taretan mania Korwil Arudam maupun Lanyala. Sebagaimana disampaikan Erwin. ”Harus hadir pada latihan akhir sebagai bentuk dukungan moral sebelum pemain bertolak ke Papua,” tutur Erwin. (bri/ed)

Sore Ini Latihan Terakhir

Sela Dini Hari Selasa P-M P-MU Bertolak kke Papua

PAMEKASAN-Sore in n menjadi latihan teraini kh h Laskar Sape Kerap khir di Pamekasan, sebelum berr bertolak ke Papua, Selasa (29/1) dini hari. Di Bumii Cendrawasit tersebut, p penggawa Persepam Madu u Madura United (P-MU) akan m menghadapi dua klub Indon n Indonesia bagian timur itu. Yakni menantang Persipura Yakni, Jayap p Jayapura (31/1) di StadiM on Mandala Jayapura dan menja a menjajal Persiwa Wamena Sta a di Stadion Pendidikan Wamena (3/2). Seba a Sebagai latihan terakhir bagi pemain yang akan menja a duta Madura ke menjadi tanah Papua, Pelatih Kepala P-MU U Daniel Roekito menP-MU, gak k akan mematangkan gaku ta a taktik permainan yang d disiapkan. Sehingga b bisa dipahami pemain y yang akan mengisi startin n eleven P-MU di dua starting te e laga tersebut. Dala a latihan tersebut, Dalam menu u menurut Daniel, pihaknya akan memberikan latihan rin ri ng gan n dan dimungkinkan ringan

KM/TABRI S. MUNIR

Suporter Was-Was Timnya Dikerjai Tuan Rumah DUA laga P-MU di Papua bagi sebagian besar suporter P-MU adalah laga sangat berat. Pasalnya, faktor jarak memang dirasa sangat jauh. Sehingga mereka tidak memungkinkan turut ngongghai Papua. Selain itu, dua laga tersebut tidak disiarkan langsung oleh televisi swasta nasional. Situasi tersebut sangat dikuatirkan suporter P-MU. Meraka was-was Laskar Sape Kerap akan dikerjai wasit dan suporter tuan rumah. Hal itu sebagaimana disampaikan Hartono, Taretan Mania dari Kordinator Wilayah (Korwil) Chacha Colok. ”Semoga P-MU bisa tampil terhormat seperti yang disampaikan Pak Daniel. Karena bagaimanapun pada situasi demikian, kadang gampang dikerjai oleh wasit,” jelasnya. Kekhawatiran serupa juga dirasa Zainal, Taretan Mania

SEGENAP KEMAMPUAN KEMAMPUAN:: Firly Apriyansyah (kanan) berebut bola dengan Kristian Adelmund dalam sesi latihan Laskar Sape Kerap di lapangan Stadion R Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan.

tanpa game. ”Ini sudah persiapan akhir, kami hanya akan fokuskan pada taktik permainan saja,” jelas pelatih asal Rembang-Jawa Tengah tersebut. Sebagaimana disampaikan tim asistensi manajemen, para duta P-MU yang akan meladeni tantangan dua klub Papua tersebut akan berangkat pada Selasa besok (29/1). Rencananya, dini hari sekitar pukul 03.00, mereka akan bertolak dari Pamekasan ke Bandara Juanda, untuk kemudian melakukan perjalanan melalui jalur udara. Sementara itu, Daniel menjelaskan jika pemain lainnya yang tidak dibawa serta dalam rombongan akan tetap melakukan latihan rutin di Pamekasan. ”Ada 13 pemain yang tidak ikut serta. Mereka tetap harus latihan di sini sebagai persiapan pertandiang home,” tandas Daniel. Untuk mendampingi Firly Apriyansyah dan kawankawan dalam dua laga tersebut, Daniel Roekito mengaku hanya akan mebawa satu asisten pelatih. Sayangnya, belum disebutkan nama asisten pelatih yang dimaksud. (bri/ed)

AQ: Sangat Berat Pasang Target di Papua! LASKAR Loreng Merah Putih, Perse- Tampil keras dan garang di lapangan pam Madura United (P-MU), harus tidak harus bersamaan dengan tampimelahap jadwal awal kompetisi ISL yang lan kasar,” jelas AQ -sapaan akrabnya. memang sangat tidak menguntungSebagai duta persahabatan, manajer makai koskan. Tiga pertandingan yang biasa memakai rah putih awal, justru harus dilakoni tum loreng merah di kandang klub yang di bernomor 101 tersebut, gat resmkompetisi ISL musim sebemengaku sangat mnya yang lumnya, bercokol di posisi pek terhadap timnya Sepak bola adalah aru menempat besar. hingga kini baru tu kuning. Usai menahan nafas persahabatan. Tampil keras goleksi satu kartu garang di lapangan tidak Q menyamdalam-dalam karena di- dan Lebih lanjut AQ harus bersamaan dengan kalahkan 4-0 oleh Persela paikan jika dua tampilan tampilan kasar.” U Lamongan, klub kebangtandang P-MU n gaan warga Madura terseke Papua bukan k. but harus melakoni dua lawatan super berarti harus tampil lembek. rberat. Masing-masing sebagai tim tamu Menurutnya, tampil sporay di Stadion Mandala Persipura dan Sta- tif dan menjunjung fair play ndion Pendidikan di Wamena. adalah berusaha menang denuat ”Kami sadari jika tiga laga awal di ISL gan cara jujur, berusaha sekuat adalah sangat berat. Makanya, saya se- tenaga dan penuh karakter. lalu berusaha mendampingi dan mem”P-MU harus memiliki karakp yang beri suport khusus kepada pemain. ter sebagaimana sape kerap ya P-MU. Dan khusus di Papua, saya pribadi tak menjadi salah satu filosofinya bisa memasang target apapun,” jelas Yakni tampil garang dan tak mau kalah. mpillah seManajer P-MU, Achsanul Qosasi. Makanya, kami tekankan tampillah aha meraih Salah satu suport dimaksud menurut cara terhormat dengan berusaha pria yang sukses membawa P-MU kemenangan dengan usaha maksimal promosi ke ISL tersebut adalah agar dan tidak mengotori dengan permainan pemain selalu tampil terhormat dengan kasar,” urai pria asal Desa Daramista, p tersebut. menjunjung sportifitas permainan. Kecmatan Lenteng, Sumenep g diemban ”Sepak bola adalah persahabatan. Terhadap misi yang sedang

tersebut, AQ mengaku sempat kaget terhadap sikap Khusnul Yuli ketika melakoni laga uji coba melawan Persebaya DU beberapa waktu lalu. Sebab apa yang dilakukan kepada pemain Persebaya DU dianggapnya hal yang tidak sportif. Sehingga kala itu langsung melahirkan kartu merah. (bri/ed)

ACHSANUL QOSASI Manajer P-MU

Firmansyah, Satu dari Dua Kiper P-MU yang Akan Dibawa ke Papua

Penjaga Gawang yang Memiliki Kelebihan Khusus Firmansyah, menjadi salah satu kiper yang dibawa serta dalam rombongan Tur Papua untuk menghadapi Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Selama ini, penjaga gawang berkulit putih tersebut jarang diturunkan dalam laga resmi P-MU di awal musim ini. Tetapi, menghadapi dua laga maut, justru Firmansyah menjadi salah satu pilihan pelatih. Bagaimana sepak terjangnya? TABRIS S. MUNIR, Pamekasan JIKA sedang tampil santai dengan baju kasual, orang yang belum mengenalnya secara akrab tidak akan menduga

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

jika Firmansyah adalah anggota skuad Laskar Sape Kerap. Pasalnya, tampilannya yang terlihat tidak kekar serta kulit putihnya, bisa menghilangkan identitasnya sebagai pemain sepak bola. Akan semakin pangling jika Firmansyah mulai berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris. Pasalnya, pemain yang lahir di Tangerang tersebut juga fasih ber-cas-cis-cus. Hal itu tak lepas dari riwayat pendidikan yang ditempuhnya, yakni sebagai mahasiswa STIE Perbanas Jakarta. Tidak hanya pandai berbahasa Inggris sebenarnya, pengalaman pernah mondok di salah satu pesantren, menjadikan Firman sangat fasih berbicara menggunakan bahasa Arab. Dan itu, iya buktikan ketika ada beberapa pemain asing

KM/TABRI S. MUNIR

AJANG PEMBUKTIAN: Firmansyah akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika dipercaya sebagai kiper utama P-MU di lawatannya ke Papua.

Asia dari Timur Tengah, seperti Fahad Al-Dossary. Terlepas dari keahliannya menggunakan beberapa bahasa, Firman -biasa dia dipanggil, memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola. Sebelum merumput bersama Mohamadou Tassiou Bako di klub kebanggaan warga Madura ini, Firmansyah pernah tercatat sebagai salah satu penggawa Laskar JokoTingkir, Persela Lamongan. Hanya satu musim kebersamaan dengan Persela, Firmansyah kemudian menjadi bagian dari skuad Laskar Sape Kerap sejak Divisi Utama musim lalu. Bagi sebagian suporter, Firmansyah adalah pemain yang sangat gampang diajak berbiara. Hal itu tak lepas dari sikapnya yang mudah berteman dan sangat akrab dengan lawan bicaranya. Tak heran, banyak

remaja putri mengidolakan pemain yang suka memakai celana pendek tersebut. Bagi Miftahul Hadi, pelatih kiper P-MU, Firman adalah asset berharga P-MU. Karena selain memiliki kemauan untuk terus membenahi diri dengan berlatih keras, Firman juga memiliki kelebihan jika berada di bawah mistar gawang. ”Dia memiliki tipikal tertentu yang menjadi kelebihannya selama di lapangan,” tandas M. Hadi, ketika ditanya tentang Firmansyah. Dipercaya menjadi salah satu bagian dari skuad P-MU yang akan menantang dua klub di Bumi Cenderawasih, Firmansyah mengaku apapun tugas yang diberikan pelatih di lapangan akan dia emban dengan baik. ”Kalau perlu, hingga titik darah penghabisan,” pungkasnya. (ed)


Edisi 28 Januari 2013