Issuu on Google+

Kabar Bangkalan Gencar Razia Jelang Tahun Baru 2013 Sasar Motor Protolan, dan Knalpot Berisik Kabar Sampang Anggaran Batal Cair Program Blanko e-KTP Kabar Pamekasan Tempat Wisata Gerbang Salam Mati Suri Tak Berkesan Bagi Pengunjung

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Dana Bantuan BSPS Diselewengkan Warga Hanya Disuruh Pegang Uang Lalu Difoto

P-MU Butuh Mental Khusus

KAMIS 27 Desember 2012

Sumenep Tak Miliki Perda CSR

Tuntut Kejelasan Dana Bungkugar SAMPANG-Sejumlah petani garam di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Sampang, mendatangi Kantor Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKP2) Sampang, Rabu (26/12). Mereka mempertanyakan pencairan dana pengembangan usaha kepada Gabungan Kelompok Usaha Garam Rakyat (bungkugar) tahun 2012 yang dinilai tidak tepat sasaran. Bersambung ke Hal 6

DPRD Dukung Penolakan Warga Terhadap PT KEI

KM/FATHOR RAHMAN

MENUJU PAMEKASAN 1: Kiai dan ulama pendukung pasangan KOMPAK, mengangkat Kholilurrahman (kanan) dan Masduki yang menandakan mereka siap berjuang untuk memenangkan pasangan KOMPAK. KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

PERTANYAKAN HAK: Puluhan petani garam asal Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Sampang, mendatangi Kantor DKP2 setempat mempertanyakan kejelasan dana bungkugar.

Kesehatan

Adik HK Hadiri Kampanye KOMPAK PAMEKASAN-Jumlah dukungan dari para kiai dan ulama untuk pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pamekasan periode 2013-2018, Kholilurrah-

man dan Masduki (KOMPAK), semakin nyata. Dalam kampanye akbar paslon tersebut di Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, Rabu (26/12),

beberapa kiai dan ulama berada di atas panggung kehormatan untuk memberikan bukti sikap dukungannya kepada KOMPAK. Bersambung ke Hal 6

SUMENEP-Su menep memiliki sumber daya alam (SDA) penghasil migas yang sangat besar. Namun aktivitas pengeboran dari berbagai perusahaan selalu mendapat penolakan dari ma-

KH NAUFAL

syarakat karena dinilai belum berpihak pada masyarakat. Anehnya, sebagai Kabupaten penghasil migas, Sumenep belum memilki peraturan daerah (Perda) Community Social Responsibility (CSR). Hal itu sangat disesalkan oleh anggota Badan Legislasi Daerah (Balegda), KH Naufal. Bersambung ke Hal 6 KM/ AHMAD AINOL HORRI

Petani Garam

Anggota Balegda

DPKS dan DPRD Soroti Fenomena Siswa Madrasah Ibtidaiyah Belum Hafal Lagu Indonesia Raya

DBD Dinyatakan KLB

Sarankan Lakukan Upacara Bendera Secara Rutin

BANGKALAN-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, menetapkan kasus demam berdarah dengue (DBD) sebagai KLB (kejadian luar biasa). Semua biaya perawatan pasien DBD ditanggung pemerintah alias gratis. Penetapan DBD sebagai KLB dilihat dari jenis penyakit, bukan kategori banyaknya jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Syamrabu. Bersambung ke Hal 6

MERAKYAT: Usai dikerumuni dan didukung ribuan masyarakat di Kecamatan Kadur, Achmad Syafii minum kopi bersama wong cilik, Rabu (26/12).

Banyaknya siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang belum hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya rupanya menyedot perhatian Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS). ACHMAD QUSYAIRI NURULLAH, Sumenep SESUAI pengamatan DPKS, siswa yang belum hafal lagu Indonesia Raya tidak hanya terjadi di Kecamatan Ganding, tetapi juga terjadi di hampir se-

tiap lembaga pendidikan di Sumenep. Pernyataan tersebut diungkap Ketua DPKS, M. Kamali Ersyad, Rabu (26/12). Bersambung ke Hal 6

KM/HAIRUL ANAM

Ribuan Massa Kerumuni dan Dukung ASRI KM/SYAIFUL ISLAM

DAPAT DISELAMATKAN: Salah satu pasien DBD yang dirawat di irna E RSUD Syamrabu tergolek lemas, kemarin (26/12). Tapi kondisinya membaik. Pihak rumah sakit menetapkan kasus DBD sebagai KLB.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

PAMEKASAN-Niat masyarakat untuk mendukung dan memenangkan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Achmad SyafiiKhalil Asy’ari (ASRI) semakin menguat. Setidaknya, hal tersebut terli-

hat dalam kampanye ASRI di Pasar Kadur dan sekitarnya, Rabu (26/12). Pasangan ASRI dikerumuni dan didukung penuh oleh ribuan massa yang memadati arena kampanye. Sebelumnya saat mobil yang ditum-

pangi kedua calon pemimpin Pamekasana tersebut diparkir di pinggir jalan dekat Pasar Kadur, masyarakat masih tampak terlena dengan proses jual-beli yang mereka lakukan. Bersambung ke Hal 6

KM/ACHMAD QUSAIRI NURULLAH

ANCAMAN DISINTERGASI BANGSA: Salah satu kelompok peserta lomba paduan suara lagu nasional dan daerah yang diselenggarakan KKM se-Kecamatan Ganding di aula KUA Ganding Sumenep


2

KAMIS

27 Desember 2012

Gencar Razia Jelang Tahun Baru 2013 Sasarannya Motor Protolan, dan Berknalpot Berisik

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

KREATIF: Devriansyah Kurniawan cukup jeli menangkap peluang pasar. Sukses meraih untung dengan toples Lebaran, dia pun berjaya dengan pernak-pernik Natal.

Natal, Perajin Boneka Flanel Kebanjiran Order BANGKALAN-Perayaan Natal yang baru saja lewat, ternyata mendatangkan berkah tersendiri bagi Devriansyah Kurniawan, mahasiswa semester akhir Universitas Trunojoyo Madura. Menjelang Natal lalu, dan Tahun Baru 2013, pemuda kreatif ini kebanjiran order pernak-pernik Natal dan Tahun Baru berupa boneka berbahan kain flanel Menurut Devri, sejak 2 bulan lalu dia telah mempersiapkan beragam ide kerajinan flanel dengan tema Natal untuk menangkap peluang

pasar. Karena sebelumnya saat Idul Fitri dia mengaku kebanjiran order dan ingin mencoba peluang serupa saat perayaan Natal. “Ide awal, dari toples Lebaran, setelah momen itu lewat. Kami membuat toples Natal,” ungkapnya. Untuk pemasaran kerajinann flanel dengan tema Natal yang dia buat, Devri mengaku menggunakan banyak cara. Selain pemasaran di sekitar Kota Bangkalan, dia mengaku juga menggunakan media internet untuk memasarkanya. Berkait ide kreatifnya, termasuk

dalam hal pemasaran, kini dia kebanjiran order. Bahkan kerajinan flanelnya sudah dikirim ke pembeli dari seluruh Indonesia dan yang terjauh ke Ambon. “Selain memasarkan di Bangkalan, juga dari online, untuk yang terjauh kami kirim ke Ambon,” ungkapnya. Sementara terkait harga boneka flanel tersebut, mahasiswa yang kini sibuk mengelola bisnis kerajinaanya, di rumah kawasan kota, Bangkalan itu, menyebut angka Rp 50 ribu-Rp 100 ribu per buah. (fir/yoe)

BANGKALAN-Menjelang malam pergantian tahun 2012-2013, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan gencar melakukan razia di beberapa titik jalan protokol. Sasarannya kendaraan roda dua protolan, serta yang memasang knalpot bersuara nyaring. Pasalnya, motor yang protolan dan knalpot suara nyaring sering dipakai saat malam tahun baru. Padahal, perbuatan semacam itu mengganggu ketenangan pengendara motor lain yang sedang melintas. “Operasi ini namanya Cipta Kondisi, Operasi Lilin persiapan malam tahun baru. Lokasi operasi sendiri difokuskan di dalam kota,” terang Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Yusis, saat berbincang dengan wartawan Kabar Madura, kemarin (26/12). Lebih lanjut dia menjelaskan, sasaran utama dalam operasi ini adalah sepeda motor yang tidak perlengkapannya tidak sesuai standar atau protolan, terutama knalpot blong. Pasalnya, knalpot blong bikin suara motor

KM/AGUS JOSIANDI

LICIN: Maling sapi yang pernah kabur dari tahanan kepolisian ini dijerat 2 pasal pidana sekaligus. Kepemilikan sajam tanpa izin dan pencurian. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

kendaraannya terlebih dulu, sebagaimana saat pertama kali keluar dari dealer. Persayaratan itu ditegakkan demi keselamatan bersama. Dalam operasi kali ini, satlantas menerjunkan sekitar 25 personil ke lokasi. Setiap ada pelanggar lalu lintas, misalnya, tidak memakai helm, langsung diberhentikan dan ditilang. Dalam operasi ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah pelanggar. “Kami akan rekap nanti. Ada berapa pelanggar selama Operasi Lilin. Kemudian jenis pelanggaran apa yang paling banyak dilanggar oleh masyarakat,” paparnya. (ful/yoe)

KM/SYAIFUL ISLAM

DITILANG: Petugas memberhentikan seorang pengendara motor di kawasan Senenan, kemarin (26/12), karena yang dibonceng tidak mengenakan helm.

Daging Sapi Tembus Rp 85 Ribu per Kilo

KRIMINAL Terancam Tujuh Tahun Penjara BANGKALAN-Akhir dari pelarian Samudi, pencuri sapi yang pernah tertangkap tahun 2010 lalu, kemudian kabur dari tahanan kepolisian, berujung pada meja hijau. Selasa, 31 juli lalu, kurang lebih pada pukul 12 siang Samudi disergap polisi. Saat itu, Samudi tengah pulang dari Jakarta untuk mengantar uang kepada keluarganya, di Bangkalan. Dia berjalan kaki di sekitar Perempatan Sedeng, Pakaan Dajah, Kecamatan Galis. Pencuri yang masuk DPO (daftar pencarian orang) kepolisian setelah kabur dari tahanan itu, juga didapati membawa sebilah senjata tajam sepanjang 40 cm. Samudi yang kini berusia 31 tahun, sebelumnya telah mendapatkan vonis atas kepemilikan senjata tajam (sajam) yang dikuasainya tanpa izin. Warga Desa Pakaan Laok, Kecamatan Galis tersebut, melakukan aksi pencuriannya pada Rabu 10 maret 2010, sekitar pukul 4.00. Korbannya Saye’i. Saat itu korban tengah terlelap. Samudi masuk ke rumah korban melalui pintu samping yang tidak terkunci, kemudian masuk ke kandang ternaknya. Samudi yang beraksi seorang diri, dengan leluasa membuka tali kekang ternak curiannya tanpa terdengar korban. Adapun sapi yang dicuri adalah sapi betina yang sedang bunting dengan perkiraan harga jual sekitar Rp 7 juta. Samudi menitipkan hewan curiannya tersebut ke salah satu kerabatnya yang bernama Ahmad, sebelum menjualnya ke pasar. Hal itulah yang mengundang kecurigaan warga. Tak ayal, warga langsung melaporkan Samudi ke Polsek Galis dan segera ditindaklanjuti dengan penangkapan tersangka. Samudi yang memang licin sempat kabur selama 2 tahun sampai akhirnya saat dia pulang untuk bertemu orang tuanya pihak kepolisian kembali menangkapnya. Sebelumnya atas kepemilikan sajam yang dimilikinya Samudi telah mendapat vonis 4 bulan penjara. Kali ini atas perbuatan pencuriannya jaksa penuntut umum Suharto, mendakwa Samudi dengan pasal 363, ayat (1) ke-3 KUHP dengan ancaman hukuman, 7 tahun penjara. (jos/yoe)

nyaring dan membuat bising. Selain itu, pihaknya juga merazia kendaraan yang melanggar traffic light. Sebab, sering kali kendaraan khususnya roda dua yang melanggar traffic light. Di mana para pengendara nekat menerobos traffic light saat lampu merah sudah menyala. “Bagi pengendara atau pengemudi yang melanggar akan ditilang. Ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya. Menurut Yusis, kendaraan protolan yang terjaring dalam operasi tidak akan diperbolehkan diambil, sebelum pemiliknya melengkapi kekurangan perlengkapan

KM/AGUS JOSIANDI

TAHAN NAFAS: Petugas mengevakuasi mayat korban yang sudah sangat membusuk. Mereka pun harus berjibaku melawan bau menyengat.

Sebatangkara, Ditemukan Membusuk BANGKALAN-Seorang pria ditemukan tewas membusuk, di salah satu rumah Perumnas Tonjung, Kecamatan Burneh, kemarin (26/12). Pria malang tersebut diketahui bernama Hendrik Hariyono Sugimo, penghuni rumah nomor 2 di Jalan Laut Sawo 9, Perumnas Tonjung, Pria berusia 56 tahun tersebut sekitar 2 bulanan terakhir memang tinggal seorang diri di rumahnya itu. Pasalnya, sekitar 70 hari lalu, istri pendamping hidupnya, meninggal dunia lebih dulu. Sa’i, kakak ipar, dan Hariyati, kakak kandung korban yang tinggal terpisah di Pondok Halim 1, Bangkalan, mengaku kaget setelah mendapat kabar dari warga atas persitiwa yang menimpa adiknya tersebut. Misnawi, tetangga sebelah rumah korban mengaku, terakhir berjumpa dengan Hendrik, Sabtu malam Minggu lalu (22/12). Menurutnya, saat itu Hendrik dan 2 warga lain tengah asyik makan nasi goreng bersama. Setelah kejadian tersebut, pria

yang setiap harinya bekerja sebagai wiraswasta itu tidak pernah tampak keluar rumah. Hingga beberapa hari kemudian tercium bau menyengat disekitar rumah tersebut. “Sekitar 4 hari terakhir memang sudah tercium bau bangkai mas, kami dan warga lain mengira tikus atau kucing mati gitu. Sampai akhirnya kami curiga karena beberapa hari terakhir Pak Hendrik gak pernah keluar rumah,” tutur Misnawi. “Terus ditambah tadi pagi (Rabu kemarin, red) kami lihat banyak belatung di teras rumah beliau. Akhirnya kami minta salah satu warga untuk masuk ke dalam lewat atap dan betul ternyata ditemukan mayat yang sudah membusuk, sampai akhirnya kami lapor ke polisi,” imbuhnya. AKP Kris Handono, Kapolsek Burneh menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga atas kejadian itu, kemarin pagi. “Kami tadi pagi (kemarin) sekitar jam 8, mendapat laporan dari tetangga korban. Menurut

keterangan para warga sekitar korban sebelumnya memang sakit-sakitan dan sejak beberapa hari terakhir tidak pernah keluar rumah,” ujarnya. “Kami perkirakan korban sudah meninggal 5 harian, hingga saat ini indikasi awal korban meninggal karena sakit,kondisi mayatnya pun sudah menghitam,” papar Kris Handono lebih lanjut. Brigadir M Zaenal Arifin, anggota Reskrim Polsek Burneh yang pertama kali masuk ke lokasi ditemukannya mayat menjelaskan bahwa saat pertama kali korban diketemukan kondisinya sudah membusuk. “Sudah membusuk ya, menghitam dan banyak belatung di sekitarnya. Mayat terlentang di lantai, warga menaburinya dengan kopi untuk mengurangi bau busuk. Untuk sementara belum kami temukan sesuatu yang mencurigakan,” jelas Zaenal. Kemarin, sekitar pukul 11.30, mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD Bangkalan untuk diotopsi lebih lanjut. (jos/yoe)

BANGKALAN-Mendekati datangnya Tahun Baru 2013 yang kurang beberapa hari lagi, harga daging sapi mengalami kenaikan. Kenaikan harga ini pun bervariasi, antara Rp 80.000 hingga Rp 85.000 per kilogram. Harga tersebut meningkat Rp 20.000 dari yang sebelumnya Rp 65.000 per kilogram. Pantauan Kabar Madura di Pasar Baru Kamal, Rabu (26/12) kemarin, kenaikan harga daging sapi itu sudah terjadi sejak tiga minggu yang lalu. Menurut Sofia, salah satu pedagang di pasar ini menuturkan bahwa beberapa hari ini melonjaknya cukup tinggi. “Seminggu sebelumnya harga daging sapi Rp 75.000 sampai Rp 80.000 (per kilogram) dan tiga hari ini naik lagi,” katanya. Kendati demikian tetap hukum ekonomi yang berlaku di pasaran, di mana banyak permintaan tetapi persediaan sedikit, maka harga jual akan mengalami lonjakan. Demikian pula dengan daging sapi, menjelang Tahun Baru 2013, saat ini. Selain itu, libur sekolah selama dua minggu juga diduga sebagai salah satu faktor penyebab melonjaknya harga daging sapi. Bagi keluargakeluarga tertentu banyak yang memanfaatkan saat liburan untuk menggelar acara kumpul-kumpul bersama keluarga, dengan menyajikan masakan khas bermenu daging sapi.

Tentu dengan kondisi tersebut memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga. Sofia, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Baru Kamal mengakui, akhir-akhir ini banyak sekali permintaan akan daging sapi. “Memang beberapa hari terakhir banyak konsumen yang mencari daging sebagai lauk daripada lainnya,” jelasnya. Kondisi serupa juga terjadi, di Pasar Ki Lemah Dhuwur. Harga daging sapi di pasar tradisional itu, arata-rata berkisar di angka Rp 80.000 per kilogram. Menurut Amir, salah satu pedagang daging sapi di pasar itu, harga daging sapi sampai saat ini belum stabil. Hal ini terlihat dari naik turunnya harga dan permintaan barang yang mengalami lonjakan. Dijelaskannya, belum ada satu minggu, harga daging sapi naik, di mana sebelumnya hanya Rp 70.000 per kilogram. “Belum satu minggu ini, harga daging naik Rp 10.000 (per kilogram), padahal sebelumnya sudah turun,” kata Amir, ketika ditemui di lapaknya. Melonjaknya harga daging sapi itu juga mempengaruhi omzet para pedagang. Di mana sebelumnya, dalam satu hari, seorang pedagang daging sapi rata-rata bisa menjual hingga 50 kilogram, namun untuk saat ini, menacapai separuhnya saja sudah cukup bagus. (KM9/yoe)

KM/SAIFUL ISLAM

OMZET MENURUN: Harga daging sapi yang berfluktuatif, antara Rp 70 ribu-85 ribu per kilogram, mempengaruhi tingkat penjualan.


KAMIS

3

27 Desember 2012

Anggaran Batal Cair Program Blanko e-KTP SAMPANG-Pengadaan blanko KTP elektronik (eKTP) yang dananya akan dibebankan melalui APBD Sampang tahun 2012 sebesar Rp 640 juta dibatalkan. Hal ini karena pemerintah pusat memperpanjang masa program e-KTP hingga akhir 2013 sehingga dananya masih dibebankan dari APBN. Sebelumnya Dispendukcapil Sampang menganggarkan Rp 640 juta melalui APBD Sampang 2012 untuk anggaran pengadaan blanko e-KTP, dan pengajuan ini sudah disetujui oleh DPRD Sampang hanya menunggu pencairan. Namun dengan perpanjangan masa program e-KTP dari pemerintah pusat dana tersebut gagal dicairkan meski sudah disetujui. Sekretaris Dispendukcapil Sampang Moch Amiruddin mengungkapkan sampai November 2012, masih sebesar 60 persen warga yang menjalani program e-KTP atau sekitar 441.000 dari seluruh penduduk Sampang yang wajib e-KTP sebanyak 662.000 warga. Moch Amiruddin menambahkan sebelumnya pemerintah pusat menargetkan program ini diselesaikan pada akhir 2012 namun karena masih banyaknya masyarakat yang belum melakukan regristrasi eKTP akhirnya waktunya dipepanjang hingga akhir 2013 mendatang. Sebelum November 2012 lalu pemerintah pusat melalui Surat Edaran Mendagri memerintahkan kepada daerah untuk menganggarkan kelanjutan program e-KTP dan dibebankan melalui

Dana Bungkugar Desa Apaan Dijadikan Plengsengan KM/FANDRI ARDIANSYAH

BERMANFAAT: Para petani garam di Desa Apaan berdiri di atas plengsengan bambu yang mereka bangun dari dana Bungkugar.

PENGARENGAN-Pengembangan Usaha Garam (PUGAR) Tahun Anggaran 2012 untuk Kabupaten Sampang sudah tersalurkan pada masyarakat petani garam dalam bentuk BLM (Bantuan Langsung Masyarakat). Namun masih menyisakan dana sekitar Rp 1,9 M yang akan diplotkan untuk dana bungkugar (gabungan kelompok usaha garam rakyat). Dana Bungkugar sendiri berbeda dengan Pugar. Kalau Pugar bantuannya berupa BLM untuk membeli peralatan dan perlengkapan pergaraman, sedangkan Bungkugar lebih kepada pembangunan dan rehab infrastruktur tambak. Penerima Bungkugar merupakan gabungan kelompok usaha garam (Kugar) penerima Pugar 2012 di Kabupaten Sampang (kec. Sampang, Sreseh, Pangarengan, Camplong, Jrengik dan Banyuates). Seperti apa yang dirasakan oleh petani garam di Dusun Cangkerman Desa Apaan Kecamatan Pangarengan. Mereka bisa menikmati

KEPEGAWAIAN Pelanggaran PNS Menurun SAMPANG-Sebanyak 3 PNS di lingkungan Pemkab Sampang diberhentikan secara tidak hormat atau dipecat sepanjang tahun 2012. Hal ini berdasarkan rekap satu tahun Badan Kepegawaian daerah (BKD) sepanjang tahun 2012. Setiap tahun jumlah PNS yang dipecat jumlah sama. Dalam 2 tahun ini, tercatat 6 orang PNS yang diberhentikan secara tidak hormat karena melanggar displin berat. Sebanyak 3 PNS pada tahun 2011 dan 3 orang PNS tahun 2012. Kepala BKD Sampang Sri Andoyo Sudono melalui Kasubid Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sampang, Bambang Maryono, mengatakan rekap tahunan terhadap PNS yang melanggar kedisiplinan diketahui jika jumlah PNS yang melanggar pada tahun 2012 terdapat 12 orang. “ Semuanya berjumlah 12 orang yang melanggar,baik ringan, sedang maupun yng berat,” ujarnya. Dijelaskan pula, untuk perincian jenis sanksi yang diberikan pada para PNS yang melanggar kedisiplinan antara lain, pernyataan tidak puas secara tertulis 3 orang, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun 4 orang, pembebasan dari jabatan 2 orang dan pemberhentian tidak dengan hormat 3 orang. Ditambahkan Bambang, tahun 2011 kemarin, PNS yang mendapat sanksi karena melanggar kedisiplinan tercatat 27 orang, sedangkan dalam tahun ini mengalami penurunan yang cukup drastis yang hanya ada 12 PNS yang melanggar. “Pelanggaran disiplin PNS di Sampang untuk tahun 2012 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2011,” ulasnya. Di samping itu Bambang pula menambahkan, BKD yang merupakan instansi kepegawaian ini, akan terus memberikan sosialisasi serta bertindak tegas untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap semua PNS yang berada di lingkungan kerja Kabupaten Sampang. Sehingga jumlah pelanggaran kedisiplinan PNS dapat ditekan setiap tahunnya. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kedisiplinan dan pemahaman terhadap semua PNS,” imbuhnya. Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS dijelaskan tentang Kewajiban dan Larangan, serta Hukuman Disiplin yang diberlakukan bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil. Seperti Pasal 5 yang berbunyi PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dijatuhi hukuman disiplin. KM10/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

langsung dana Bungkugar tersebut setelah pada musim sekarang ini memasuki musim penghujan. Ketua Kelompok Pugar, Ahmad Muhdi mengatakan dana Bungkugar sangat bermanfaat bagi para petani yang berada di Desa Apaan. “Dana bBungkugar ini sangat bermanfaat bagi para petani garam di desa ini karena mereka sepakat untuk dibuat plengsengan yang terbuat dari bambu, saya sebagai ketua kelompok Pugar sudah membicarakan dan mengumpulkan anggota saya serta kelompok yang berda di Desa Apaan ini yakni 2 kelompok,” ujar Muhdi pada Kabar Madura, Kamis (26/12). “Sebelum masa pencairan dana Bungkugar ini kami memusyawarahkan pada para petani jika nantinya dana Bungkugar tersebut kami akan gunakan untuk membuat plengsengan yang terbuat dari bambu,” papar Muhdi. Dijelaskan, di tiap-tiap pematang aliran air laut yang memasuki tambak para petani dipasang sekitar

100 meteran tambak milik para petani jika hujan turun tidak meluber. Apalagi, kata Muhdi, kalau air laut pasang tidak sampai ambrol dan meluber sampai ke tambak. “Dari setiap petani yang berada di bawah naungan ketua kelompok menggunakan dana tersebut untuk membuat plengsengan dari bambu dan dibagi rata kepada setiap para petani yang dipasang dan sekarang sudah 50 persen masa pengerjaannya,” ujarnya. “Dengan adanya dana Bungkugar yang sudah disetujui dalam hasil musyawarah di balai desa serta di saksikan oleh seluruh petani dan kepala Desa Apaan saya atas nama petani garam di Dusun Cangkerman Desa Apaan sangat senang atas adanya dana Bungkugar tersebut tanpa adanya para petani dan anggota kami yang dirugikan,” kata Muhdi ditemui di tambak milik salah satu petani dan menunjukkan hasil plengsengan tersebut Hal senada juga diungkapkan Fatah (45). “Selaku penerima dana

Pugar merasa sangat diuntungkan dengan adanya dana Bungkugar dan penyalurannya yang transparan oleh ketua kelompok yang disampaikan kepada kami dengan cara bermusyawarah dan akhirnya dana tersebut untuk dibuat plengsengan dari bambu untuk menanggulangi air pasang yang masuk ke dalam tambak tambak kami,” ujar Fatah. “Tidak merusak jalan yang sudah kami buat agar tidak ambruk apa lagi sekarang masuk musim penghujan,” tuturnya kepada Kabar Madura. “Saya berharap dengan adanya dana Bungkugar tahun ini lahan tambak milik para petani garam tidak rusak akibat musim penghujan serta mudah-dahan dengan dibuatnya plengsengan tersebut dapat membantu dan menjaga produksi garam tahun yang akan datang tidak mengulang pengerjaan sampai musim kemarau tiba sehingga produksi garam kami tahun depan bisa lebih banyak lagi, “ harapnya. (fan/zis/adv)

“Karena ada perpanjangan ya tidak jadi dicairkan, dikembalikan pada kas negara” MOCH AMIRUDDIN Sekretaris Dispendukcapil Sampang

APBD masing-masing kabupaten/kota. “Sebelumnya kita (Dispenduk) disuruh menganggarkan kelanjutan program e-KTP di daerah” kata Amiruddin pada Kabar Madura. Amiruddin mengaku tidak tahu alasan pemerintah pusat memperpanjang masa program e-KTP padahal kabupaten Sampang sudah mempersiapkan anggarannya. Lebih lanjut kata Amirudin, dana yang bersumber dari APBD tersebut tidak dicairkan dan kembali pada kas negara. “Karena ada perpanjangan ya tidak jadi di cairkan, dikembalikan pada kas negara,” lanjut Amiruddin. Banyaknya masyarakat yang berpindah tempat tanpa melakukan laporan perpindahan tempat juga menyumbangkan banyaknya jumlah warga wajib e-KTP yang tidak mendaftarkan diri. Amiruddin mengakui gelombang urbanisasi di Sampang sangat besar sehingga membuat angka penduduk yang tidak mendaftarkan diri cukup banyak. “Banyak yang tidak mendaftarkan e-KTP karena berpindah tempat seharusnya penduduk yang melakukan urbanisasi melaporkan kepindahannya namun yang terjadi di Sampang begitu pergi ya pergi saja,” pungkasnya. (waw/zis)

Biang Keladinya Perilaku Keluarga Pasien SAMPANG–Beredarnya kabar banyaknya keluhan masyarakat tentang kurang maksimalnya pelayanan kebersihan dan ketersediaan air di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Sampang ditanggapi serius oleh Humas RSUD Sampang dr Yuliono. Menurutnya perilaku pengunjung yang juga ikut menggunakan fasilitas pasien sehingga membuat ketersediaan air berkurang. Yuliono menambahkan jumlah keluarga pembesuk dan para pengunjung pasien jauh lebih banyak dari pasiennya dan kebanyakan dari mereka ikut menginap di pelataran ruang perawatan. “Sebenarnya kalau kebutuhan air untuk RSUD Sampang ini sudah mencukupi namun karena banyaknya pembesuk yang ikut memakai fasilitas toilet akhirnya jadi kekurangan air,” kataYuliono pada Kabar Madura, Kamis (26/12). Pihak RSUD Sampang sebenarnya sudah melakukan langkah penyelesaian terhadap fenomena ini dengan membangun tempat khusus bagi para pembesuk dan keluarga pasien. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesterilan ruang perawatan pasien namun justru

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

KUMUH: Keluarga pasien yang ikut mengantar di RSUD Sampang dianggap sebagai biang keladi sering habisnya stok air di rumah sakit milik pemkab tersebut.

ruangan tersebut digunakan keluarga pasien membuang kotoran. “Kita sudah membuatkan ruang khusus untuk keluarga pasien tapi malah dijadikan tempat pembuangan kotoran,” imbuh dokter asal Kediri ini. Menurutnya hal ini adalah sebuah fenomena yang banyak terjadi di rumah sakit daerah, bahkan di Madura. Yuliono membeberkan banyaknya pengunjung dan pembesuk pasien yang ikut menginap terkait dengan tradisi warga setempat. “Saya rasa ini adalah fenomena, seharusnya soal perawatan diserahkan kepada petugas rumah sakit malah seluruh keluarganya ikut bahkan mereka menginap berhari-hari di rumah sakit,” katanya. Ditambahkannya keadaan seperti ini memberatkan petugas kebersihan rumah sakit dan kurangnya ketersediaan air. Pasalnya dengan banyaknya penghuni rumah sakit maka menambah beban kebersihan dan debit air. “Kita ini kan beli air dari PDAM, kalau pemakainya melebihi perkiraan kan bebannya juga semakin bertambah dan kita (RSUD) sering kehabisan stok air,” pungkasnya.(waw/zis)

Temukan Virus Flu Burung, Bentuk Unit Reaksi Cepat SAMPANG-Merebaknya isu flu burung setelah ditemukannya kematian unggas yang diduga terserang virus flu burung di beberapa daerah di Indonesia membuat Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan (DKPP) Sampang mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan tim pencega-

han yang mulai bertugas sejak 2 pekan lalu, hingga Kamis (26/12) kemarin terhitung sudah 14 hari. Meski belum ditemukan kasus virus flu burung di Kabupaten Sampang namun Dinas Peternakan Sampang sudah siap menurunkan 8 orang tenaga yang tergabung dalam tim unit reaksi

cepat deteksi dini flu burung. Tim ini sudah mendapatkan pelatihan dan bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) melakukan deteksi dini virus H5N1 (avian Influenza). Tim ini akan bergerak secara aktif dan pasif serta siap siaga selama 24 jam.

Kepala DKPP Burhanuddin Ridwan menungkapkan jumlah 8 orang tersebut cukup sedikit untuk bisa mengontrol dengan cakupan se-Kabupaten Sampang. Karena itu, Burhan berharap masyarakat tidak menunggu petugas mendatangi lokasi ternak namun juga perlu respon

dengan cara melapor jika terjadi gejala-gejala unggas yang terserang virus flu burung. “ Tim ini bertugas di lapangan dengan mendatangi lokasi ternak untuk melakukan pencegahan, memberikan vaksin untuk unggas yang belum terinfeksi. (waw/zis)

Harga Daging Ayam Terus Melonjak SAMPANG-Harga daging ayam di pasar Srimangunan Sampang mulai merangkak naik seiring dengan pergantian tahun. Akibatnya, penjual daging ayam banyak yang mengeluh karena berdampak pada sepinya pembeli. Salah satu pedagang daging ayam Maisurah, 35, mengatakan kenaikan harga daging ayam di Pasar Srimangunan Sampang terjadi semenjak se-

pekan terakhir akibat minimnya stok daging. Untuk saat ini harga daging ayam mencapai Rp 24 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram. Diperkirakan harga daging ayam akan terus naik hingga Tahun Baru dengan harga sekitar Rp 28 ribu per kilogram. “ Ya karena stok dagingnya sedikit, dan harga mulai naik sejak sepekan terakhir dan diperkirakan akan terus naik sampai Tahun

Baru nanti, akibatnya para konsumen enggan membeli daging ayam, ” ujarnya kemarin (26/12). Sementara itu Iis, penjual daging sapi, menuturkan harga daging sapi untuk saat ini tetap bertahan Rp 80-85 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp 70-75 ribu per kelogram. “Kenaikan ini sudah terjadi semenjak Idul Adha kemarin. Karena masih tingginya harga sapi hidup,” ujarnya. (fan/zis)

KM/FANDRI ARDIANSYAH

MELONJAK: Penjual daging ayam di pasar Srimangunan yang sepi pembeli.


4

KAMIS

27 Desember 2012

DBD Masyarakat Khawatir Mewabah PAMEKASAN-Memasuki musim penghujan, banyak masyarakat yang mengkhawatirkan wabah demam berdarah dengue (DBD). Hal ini karena seiring dengan meningkatnya populasi nyamuk yang berkembang biak di musim penghujan. “Untuk musim penghujan kali ini, di Pamekasan alhamdulillah masih belum ada korban jiwa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Ismail Bey, Rabu (26/12). Menurut penuturan Ismail Bey, selama beberapa Mungkin karena bulan terakhir, disertai dengan saat pertama kesadaran masyarakat kali musim yang sudah mulai penghujan tumbuh, bahwa datang, malingkungan bersih sih belum ada merupakan awal dari korban jiwa mencegah penyakit yang meningdan menyingkirkan gal dunia yang benda-benda yang dikarenakan oleh DBD. sekiranya bisa menjadi “ M u n g k i n sarang nyamuk untuk karena disberkembang biak.” ertai dengan kesadaran masyarakat ISMAIL BEY yang sudah Kadinkes mulai tumbuh, Pamekasan bahwa lingkungan bersih merupakan awal dari mencegah penyakit dan menyingkirkan benda-benda yang sekiranya bisa menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak,” pungkasnya. Ismail Bey juga menambahkan, Pamekasan merupakan Kabupaten yang masih bersih dari DBD selama musim hujan ini, berbeda dengan daerah lain yang saat ini sudah mulai dilanda wabah demam berdarah. Ditanya soal adanya masyarakat Pamekasan yang sudah positif terkena DBD, Ismail tidak bisa memastikan jumlahnya, karena itu berkaitan dengan angka dan jumlah yang pasti, karena dirinya masih belum mengetahui secara pasti. “Kalau pastinya saya tidak tahu, biasanya di bagian yang menangani yang tahu pasti jumlahnya. Tapi yang jelas, sejauh ini belum ada masyarakat Pamekasan yang meninggal karena DBD sepanjang musim penghujan kali ini,” katanya. Sekedar diketahui, DBD diketahui sebagai penyakit demam akut, hal itu dikarenakan oleh virus dengue, yang masuk ke dalam peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. (ong/zis)

KRIMINAL

Aneh, Audiensi Soal Izin RS Swasta Tertutup PAMEKASAN-Audiensi yang dilakukan Mahasiswa dan Masyarakat Menggugat (M3) kepada Komisi D DPRD Pamekasan terkait izin operasional rumah sakit swasta berlangsung secara tertutup, Rabu (26/12) kemarin. Hal ini aneh dan ganjil karena yang dibicarakan menyangkut persoalan layanan kesehatan masyarakat umum. Maimun, salah seorang peserta audiensi, mengatakan, keberadaan rumah sakit swasta di Kabupaten Pamekasan tidak sesuai dengan izin awalnya. Namun sayangnya Maimun tidak menyebutkan alasan audiensi yang dilakukan tertutup. “Kalau kami menilai adanya rumah sakit swasta itu, sudah tidak sesuai dengan izin yang ada. Dalam surat izinnya hanya melayani pasien kandungan, ternyata di lapangan melayani pasien umum,” ujar Maimun usai audiensi kemarin. Maimun mengatakan, pihaknya sepakat jika rumah sakit swasta yang kini beroperasi tersebut ditutup saja. Sebab jika hal itu terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan pasien akan menelan kekecewaan yang lebih besar dan dikhawatir-

kan akan diikuti oleh pemilik modal lainnya. “Apalagi keberadaannya tidak masuk kepada spesifikasi rumah sakit umum dan khusus, itu dilihat dari adanya sarana dan prasarana yang ada sekarang,”ungkapnya. Menanggapi soal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Pamekasan Makmun terkesan sulit dikonfirmasi. Saat dikonfirmasi hal ini, ia hanya menjawab singkat, “Saya masih ada acara.” Itupun seraya mematikan ponselnya. Namun menurut Maimun, dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi D mengatakan, sejauh ini pihak rumah sakit telah melakukan upaya untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dimilikinya. “Sejauh ini, pihak rumah sakit telah melakukan upaya menambah sarana dan prasarana yang dimiliki,”kata Maimun mengutip pernyataan Ketua Komisi D Makmun. Pantauan Kabar Madura, forum audiensi tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, rumah sakit swasta dan dari Komisi D sendiri. Dalam forum yang berlangsung adem ayem tersebut, pihak rumah sakit swasta tidak memberikan komentar apa apa.( jck/zis)

TERTUTUP: Ruang Komisi D DPRD Pamekasan tempat dilaksanakannya audiensi soal izin operasional rumah sakit swasta dilakukan tertutup. Hal ini sungguh aneh karena objek bahasan termasuk menyangkut kepentingan layanan kesehatan warga umum.

Tak Berkesan Bagi Pengunjung

mengatakan sekian tempat wisata yang ada di Kabupaten Pamekasan tidak satu pun yang memberikan kesan berbeda kepada masyarakat atau pengunjung. Pasalnya fasilitas yang ada sangatlah menyedihkan. “Tempat wisata itu harus memberikan kesan berbeda kepada pengunjung, misalnya harus asri, elok dan indah. Sehingga masyarakat yang berkunjung menyerap kesan

berbeda dari tempat biasa,” kata Husnan. Dia menilai hal tersebut setelah melihat dari keberadaan fasilitasnya yang sangat mengenaskan dan terkesan tidak terawat. “Kalau saya boleh katakan, tempat wisata di Gerbang Salam ini mati suri. Misalnya tempat wisata Talang Siring, sampai sekarang saya amati belum ada perubahan yang berarti. Pada-

KM/MARZUKIY

Tempat Wisata Mati Suri

PAMEKASAN-Adanya tempat wisata di kota Gerbang Salam, Pamekasan tidak memberikan nuansa berbeda bagi masyarakat Pamekasan. Tak salah jika keberadaannya dibilang mati suri. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Husnan Ahmadi

hal untuk tahun 2012 ini sudah dianggarkan Rp 1,5 miliar,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Masih menurut Husnan Ahmadi, setiap tempat wisata yang dimiliki oleh Pamekasan harus di perhatikan secara maksimal, sehingga Pamekasan memiliki tempat wisata yang indah dan apik dan bisa dijadikan tempat berlibur bagi keluarga. Tidak hanya pantai Talang

Talang Siring, Libur pun Tetap Sepi

KM/MARZUKIY

KECEWA: Helm milik salah seorang peserta beraudiensi ke Komisi D DPRD raib di tempat parkir.

Tempat Parkir DPRD Tidak Aman PAMEKASAN- Keamanan di tempat parkir gedung wakil rakyat yang terletak di jalan Kabupaten, Pamekasan belum terjamin keamanannya. Itu setelah helm milik salah seorang peserta audiensi raib di tempat semula. Razaq salah seorang peserta audiensi mengatakan, helm yang ia miliki diletakkan di atas motornya karena di lokasi tersebut dianggap aman. “Saya tidak menyangka jika helm saya akan hilang, sebab di tempat parkir yang biasa ditempati oleh wakil rakyat itu, saya kira akan steril dari tindak kriminal,”katanya kesal kepada Kabar Madura, Rabu(26/12) kemarin. Semestinya, keamanan di tempat itu sangat perlu untuk diprioritaskan, pasalnya banyak orang luar yang terkadang singgah untuk sekedar menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat. Sehingga sangatlah ironis jika keamanan di tempat parkir anggota dewan tersebut belum terjamin. “Keberadaan Satpol PP yang ada di gedung dewan harus berfungsi maksimal, supaya tidak ada seorang yang dirugikan tatkala berkunjung, misalnya kehilangan dan bentuk kerugian lainnya,”ujar Razaq. Untuk meminimalisir terjadinya tindak kriminal kata Razaq bisa dilakukan beberapa hal, seperti penambahan fasilitas dan lain sebagainya.”Misalnya CC TV, supaya ketika ada kehilangan seperti ini bisa terekam,”tandasnya. Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam mengatakan, dirinya tidak memiliki kewenangan menyikapi hal itu. sebab peristiwa itu sudah di luar tanggung jawabnya. “Itu merupakan tugas dari Satpol PP untuk mengamankan keadaan. Tidak ada perlunya ada Satpol PP kalau masih ada kehilangan seperti itu,”tegasnya.(jck/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KURANG TERJAGA: Keindahan Pantai Talang Siring masih kurang terjaga, sehingga ketika memasuki musim libur pun tetap sepi.

Siring, kata Husnan, di beberapa tempat wisata lainnya pun harus diperhatikan, sebab jika hal itu dioptimalkan, maka juga kembali kepada kemajuan Pamekasan sendiri. “Misalnya pantai Talang Siring yang telah mendapat kucuran dana, itu harus dipantau, sekarang sudah hampir 2013. Kalau belum ada perubahan apa apa, saya nanti akan bicara,” tegasnya.(jck/zis)

Akses Api Tak Kunjung Padam Mengenaskan WISATA api tak kunjung padam termasuk tempat wisata yang kurang mendapatkan perhatian. Terutama akses jalan masuk yang berada di Desa Larangan Tokol Kec. Tlanakan tersebut belum juga diperbaiki. Padahal satu-satunya objek wisata api alam di kota gerbang salam tersebut pada musim libur sekolah seperti sekarang setiap harinya dibanjiri wisatawan baik lokal maupun luar kota. Pantauan Kabar Madura, sepanjang jalan tersebut nyaris tak beraspal karena mengelupas. Sehingga seti-

daknya sepanjang satu kilometer badan jalan penuh dengan lubang dan kerikil bertebaran. Menurut penuturan warga setempat, jalan masuk tersebut sudah lama rusak dan sepertinya memang tidak diperhatikan oleh pihak terkait seperti pemerintah desa dan pemerintah Kabupaten. Tentu saja kondisi jalan masuk ini membuat pengunjung mengeluh. Salah satu pengunjung asal Blumbungan, Alek berharap pihak terkait memperhatikan satu-satunya objek wisata api alam tersebut. (KM12/zis)

KM/FATHOR RAHMAN

SEBAGAI salah satu objek wisata di Pamekasan, Pantai Talang Siring yang terletak di daerah timur Pamekasan, tepatnya di Desa Montok Kec Larangan, suasana dan kondisinya sangat sepi pengunjung meski memasuki libur panjang akhir tahun. “Bagaimana mau berkunjung ke sana mas, apanya yang mau dinikmati di sana. Sekarang keindahannya sudah mulai habis, ditambah lagi perawatannya yang masih dipertanyakan. Selain itu pula, perawatannya

seakan-akan dibiarkan begitu saja,” ujar Salehuddin, salah satu warga setempat, ditemui Kabar Madura, Rabu (26/12). Rupanya, keindahan Talang Siring sudah mulai terkikis bersamaan dengan tangkis laut yang sampai sekarang bisa dilihat dengan mata telanjang yang sama sekali tidak berbentuk dan tidak menunjukkan keindahannya. Warga Pamekasan sendiri pun enggan untuk menikmati objek wisata lokal daerah sendiri.

Mereka lebih memilih objek wisata daerah lain di Madura untuk mengisi liburan. “Kalau saya pribadi, lebih memilih pantai di daerah lain ketimbang pergi ke objek wisata yang ada daerah sendiri. Karena di tempat lain keindahannya dan perawatannya lebih enak untuk dinikmati mas,” ujar Junaidi, yang sealamat dengan Salihuddin. Berdasarkan pantauan Kabar Madura, pengunjung datangan ke pantai Talang Siring bisa dihitung dengan jari. (ong/zis)

KM/ANWAR NURIS

BERHARAP DIPERHATIKAN: Pengunjung objek wisata api tak kunjung padam mengeluhkan kondisi jalan masuk yang rusak parah.

Kanwil Jatim Terima Bukti Dana NRG

KM/FATHOR RAHMAN

PENGADUAN: Guru yang mengatasnamakan PGP (Persatuan Guru Pamekasan) memberikan bukti adanya pungutan NRG

PAMEKASAN- Sejumlah guru yang mengatasnamakan diri mereka Persatuan Guru Pamekasan (PGP) menemui tim perwakilan Kanwil Kemenag Jatim. Mereka menyerahkan bukti tarikan Nomor Registerasi Guru terhadap guru peserta sertifikasi kuota 2012. Zainal, perwakilan PGP, memberikan beberapa bukti pungutan di pihak Kemenag Pamekasan terkait dengan NRG. “Saya menyerahkan bukti rekaman tentang adanya dugaan kuat ketika harus membuat NRG para guru

sertifikat ikut kuota 2012 harus membayar uang sebesar Rp 500.000,” papar Zainal, Rabu (26/12). Ditambahkan, pihaknya sudah mendatangi kantor Kemenag Pamekasan, tapi tidak ditemui. Maka dari itu, pihak PGP memanfaatkan momen kedatangan tim perwakilan Kanwil Kemenag Jatim di Pamekasan. Sementara itu, perwakilan Kanwil Kemenag Jatim Fatchul Arief membenarkan pihaknya menerima sejumlah bukti dari PGP berupa berkas dan CD yang diberikan Zainal.

Sekedar diketahui, Kantor Kemenag Pamekasan memberlakukan aturan bagi para guru yang mengikuti program sertifikat 2011 diharuskan membayar uang NRG sebesar Rp 500 ribu. Sementara itu, berkaitan dengan NRG, Kepala Kantor Kemenag Pamekasan Nurmaludin mengatakan aturan tarikan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan 2010 dan Keputusan Menteri Agama 2011. “Tidak ada pemotongan. Itu fitnah,” ujar Nurmaluddin, beberapa waktu lalu. (ong/zis)


6

KAMIS

27 Desember 2012

Adik HK Hadiri Kampanye KOMPAK Sambungan dari hal 1

Ribuan massa pendukung KOMPAK tampak membanjiri lapangan menjadi arena kampanye, termasuk kaum perempuan yang tergabung dalam muslimat. Hadir pula dalam kampanye tersebut, ibunda dari Kholilurrahman, Sitti Aisyah Zaini, yang ikut naik ke atas panggung untuk memberikan restu kepada puteranya maju sebagai Calon Bupati Pamekasan periode 2012-2018. Kehadiran Sitti Aisyah Zaini sekaligus menepis isu bahwa ia tidak merestui puteranya maju untuk kembali memperebutkan kursi Pamekasan 1. Didampingi isteri Kholilurrahman, Roihana Kholilurrahman, keduanya berada di atas panggung memberikan dukungan kepada Kholilurrahman sebagai Calon Bupati Pamekasan. ”Kalau masih ada isu atau fitnah yang menyatakan bahwa Saya tidak mendapatkan restu dari Umi tercinta, itu adalah kebohongan belaka. Buktinya sekarang Umi

berada di tempat ini untuk memberikan doa restu dan dukungannya,” ujar Kholilurrahman mengawali pidato kampanyenya. Selain Sitti Aisyah Zaini dan Roihana Kholilurrahman, adik kandung perempuan dari H. Kamil atau yang akrab disapa HK, tokoh masyarakat Pamekasan, Khatidjah, juga turut naik ke atas panggung memberikan dukungan terhadap KOMPAK. Hadir pula dalam kampanye tersebut, RKH. As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Sukorejo, Situbondo. Putera dari RKH. Syamsul Arifin tersebut memberikan dukungannya kepada KOMPAK yang didukung oleh mayoritas ulama dan kiai di Pamekasan. ”Saya ikut KOMPAK karena sudah jelas-jelas didukung oleh para ulama dan kiai di Pamekasan. Siapapun yang didukung oleh ulama dan kiai, pasti saya juga ikut mendukung. Jika kita tidak mengikuti apa yang dianjurkan oleh kebanyakan ulama

dan kiai, maka keturunan kita juga tidak akan taat pada ulama dan kiai,” ujar RKH. As’ad Syamsul Arifin dalam pidatonya. Dukungan juga mengalir dari R.K. Tohir Zain Abdul Hamid yang berpesan, ”Jangan pernah menjual surat suara! Kalau sampai menjual surat suara itu sama dengan halnya menjual harga diri kita. Jangan sekali-kali menambah daftar pengkhianat di kalangan santri, karena sudah cukup banyak santri yang berkhianat terhadap kiai dan ulama beserta gurunya sendiri.” Kiai muda yang dijuluki lora gaul tersebut mampu memikat massa yang sebelumnya sudah memadati segenap penjuru arena kampanye. Saat Ra Tohir memberikan sambutannya, massa yang kebanyakan berasal dari kalangan pemuda tersebut langsung berangsek maju ke depan panggung. Banyak pemuda di Madura, khususnya Pamekasan, sangat mengidolakan kiai muda tersebut. (ong/rr/adv)

Tuntut Kejelasan Dana Bungkugar Sambungan dari hal 1

Menurut mereka, program bantuan pemerintah tersebut tidak sampai kepada semua bungkugar. Dana dari pemerintah tersebut hanya diberikan kepada bungkugar tertentu saja. Hal tersebut yang menjadi landasan mereka mendatangi Kantor DKP2 Sampang. Muammar salah satu tokoh masyarakat Desa Ragung yang mendampingi sejumlah petani garam, mengatakan bahwa pihaknya merasa tidak puas dengan adanya program bungkugar tersebut. Diduga hanya orang atau kelompok tertentu saja yang dilibatkan dalam program tersebut sehingga dapat dikatakan dana untuk bungkugar tidak tepat sasaran. ”Kami merasa tidak puas karena yang dilibatkan dalam pembentukan bungkugar hanya orang-orang tertentu saja di Desa Ragung. Diduga hanya kelompok tertentu yang dekat dengan sumber kekuasaan saja yang bisa menikmati dana tersebut,” beber Muammar.

Ia menambahkan, kedatangannya bersama beberapa perwakilan bungkugar dari desanya tersebut untuk menanyakan kejelasan dari dana yang dilokasikan untuk bungkugar. ”Di daerah lain seperti Pangarengan dan Polagan bahkan kabarnya sudah cair. Tapi di tempat kami kok masih belum?” tanya Muammar. Kepala DKP2 Sampang, Burahnuddin Ridwan, menjelaskan bahwa bantuan bungkugar dengan kugar memang berbeda. Masyarakat dinilai masih belum mengetahui perbedaan tersebut, sehingga banyak warga masih bertanya-tanya terkait pencairan dana kugar dan bungkugar. Menurutnya, bantuan kugar diberikan dengan syarat bisa dinikmati oleh beberapa petambak garam, bukan perseorangan. ”Bantuan ini untuk kugar, tapi bukan diberikan secara perseorangan. Bantuan ini hanya untuk pembangunan infrastruktur seperti galengan (tanggul), jalan umum untuk fasilitas bersama dan berbagai fasilitas umum lainnya dan bentuknya adalah

untuk kebutuhan sarana dan prasarana penunjang produksi garam,” ujarnya, kemarin. Sementara itu anggota Tim Verifikasi, Achmad Syarifudin, menjelaskan, bahwa untuk bungkugar di Sampang sudah dicairkan minggu ke dua bulan Desember. Menurutnya, persoalan yang terjadi hanya kurang komunikasi antara kepala desa setempat dengan warga. ”Yang terjadi hanyalah misskomunikasi antara kepala desa setempat dengan para petani tersebut sehingga banyak petani garam yang tidak mendapatkan bantuan tersebut,” ucapnya. Syarifudin menambahkan, dana yang dialokasikan untuk 29 bungkugar di Sampang sekitar Rp1,9 milliar. Setiap bungkugar beranggotakan empat atau tiga kugar. Dikatakannya, bantuan dana yang diterima setiap kugar bervariasi tergantung kebutuhan dari Rp60 juta sampai Rp65 juta. ”Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan fisik seperti pembuatan gudang penyimpanan garam dan sebagainya,” pungkasnya. (km10/rr)

Sumenep Tak Miliki Perda CSR Sambungan dari hal 1

Menurutnya, kegiatan pengeboran migas di Sumenep telah berlangsung lama bahkan akhir-akhir ini banyak daerah yang menjadi sasaran pengeboran migas. Namun Sumenep belum memiliki Perda CSR. ”Ada beberapa sumber daya alam migas yang kita mliki, tapi Perda CSR-nya justru belum kita milki. Padahal pembuatan Perda CSR di daerah-derah penghasil migas sesuai dengan aturan pada UU,” sesalnya. Hingga sekarang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mempertanyakan sikap eksekutif yang tidak mengusulkan Perda terkait dengan CSR. Keberadaannya sangat membantu terhadap perlindungan masyarakat untuk mendapatkan haknya dari perusahaan. ”Sampai hari ini Saya seb-

agai bagian dari wakil rakyat di Kabupaten Sumenep belum mengetahui ada usulan dari pihak eksekutif untuk membuat Perda CSR tersebut,” tandasnya. Terkait dengan sikap masyarakat yang menolak terhadap kegiatan pengeboran migas yang disuarakan lantang masyarakat Pulau Raas karena belum ada sosialisasi dari pihak perusahaan (PT Kangen Energy Indonesia, red) secara terbuka, Naufal menilai hal itu wajar dilakukan masyarakat. ”Wajar lah kalau mereka menolak atau keberatan karena pemerintah belum memiliki Perda CSR,” tegasnya. Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep itu menjelaskan bahwa sosialisasi itu penting dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa lokasi mereka akan ditempati pengeboran.

”Bukan hanya sekedar sosialisasi, namun mengartikan sosialisasi dengan bagaimana CSR-nya terhadap mereka. Karena hal itu diatur dalam UU,” lanjutnya. Padahal, pihaknya selama ini menunggu dan mempertanyakan pihak eskutif usulan perda CSR. Selama ini Pemkab Sumenep hanya merancang perda penyertaan modal yang hingga sampai saat ini belum terwujud. ”Saya sebagai anggota Balegda mempertanyakan! Sampai sejauh ini legislatif masih belum menerima usulan dari teman-teman eksekutif tentang Rancangan Peraturan Daerah soal CSR. Yang kami terima sejauh ini hanya sebatas penyertaan modal, itupun hanya sebatas rancangan,” imbuhnya, Rabu (26/12). Terpisah, Suryadi menyayangkan dan kecewa terhadap pemerintah yang tidak serius mengawal penge-

lolaan Migas. Ia berharap kepada dewan agar segera memfasilitasi antara perusahaan migas dengan masyarakat. ” Saya heran kenapa Sumenep tidak memilki regulasi terkait dengan CSR padahal hal itu sangat membantu terhadap proses kegiatan pengeboran Migas di Sumenep agar benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ungkapnya penuh kecewa. Seperti yang diberitakan sebelumnya, masyarakat pulau Raas menolak PT KEI atas kegiatan pengeboran yang telah berlangsung, karena selama ini perusahaan tersebut tidak pernah melakukan sosialisasi secara terbuka dengan masyarakat yang melibatkan semua elemen. Pertemuan yang dilakukannya hanya dengan sebatas tokoh masyarakat yang terkessan sembunyisembunyi. (rei/rr)

kebangsaan tersebut merupakan indikasi nyata dari gagalnya sebuah lembaga dalam menanamkan nilainilai nasionalisme kepada anak didik. ”Bagi Saya ini harus segera dicegah sejak dini,” lanjutnya. Ersyad menambahkan, jika terus dibiarkan hal tersebut akan mengarah pada terjadinya disintegrasi bangsa. Sebab arus globalisasi yang terus menghantui generasi muda akan membuat siswa terombang ambing jiwanya. ”Ketika sudah demikian, akan sangat mudah kita di adu domba oleh pihak luar,” tegasnya. Untuk itu Ersyad meminta pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) atau Dinas Pendidikan (Disdik) harus menekankan pendidikan kebangsaan pada

kurikulum mendatang yang diterapkan di berbagai lembaga pendidikan. ”Itu langkah preventif yang Saya kira harus dilakukan oleh pemerintah agar tandatanda disintegrasi bangsa itu tidak lagi subur di Madura, khususnya di Sumenep, melalui lembaga pendidikan sejak dini,” ujar Ersyad memberikan saran. Sementara Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Nur Asyur, mengatakan pentingnya lembaga pendidikan seperti Madrasah maupun Sekolah Negeri untuk mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan upacara bendera secara berkala. Ia menilai, dua kegiatan tersebut di beberapa lembaga

masih dianggap sebagai kegiatan yang tidak memiliki efek apapun terhadap perkembangan anak didik. Sejauh ini, menurut Asyur, beberapa lembaga pendidikan masih terkesan enggan melaksanakan kegiatan tersebut, terutama upacara bendera. ”Bagi saya, menggalakkan upacara bendera dan pramuka itu merupakan kunci agar siswa tidak lagi kehilangan semangat kebangsaannya. Dua kegiatan itu tidak kalah pentingnya dengan penerapan kurikulum yang diterapkan di lembaga tertentu. Jiwa kepemimpinan itu akan tumbuh ketika dua kegiatan tersebut terus dijalankan dan tidak hanya sekedar pelengkap dari kegiatan sekolah saja.” Tegas Nur Asyur Rabu Kemarin. (rr)

kalan tidak dipungut biaya alias gratis. Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk biaya perawatan jenis penyakit yang dinyatakan KLB. “Kalau masih ada yang dipungut biaya lapor saya. Karena untuk pasien yang masuk ketegori KLB gratis,” ucapnya. Menurutnya, penetapan status KLB bisa dikarenakan jumlah pasien. Misal, ada warga yang menderita diare, tapi jumlahnya hingga ratusan. Itu bisa dikatakan sebagai KLB karena jumlahnya besar. Ditanya berapa jumlah pasien DBD yang sedang dirawat di RSUD Syamrabu, ia mengaku, tidak tahu secara pasti. Ia berdalih, dirinya tidak memegang data berapa

jumlah pasien yang tengah dirawat. “Tapi, sekarang tren penderita DBD menunjukkan angka meningkat dari sebelumnya karena memasuki musim penghujan. Bahkan, 30 bed (tempat tidur pasien) cadangan dipakai semua untuk menampung pasien,” ujarnya. Meski begitu, sambungnya, pasien DBD yang sempat dirawat di RSUD Syamrabu, semua dapat terselamatkan jiwanya. Artinya, tidak sampai ada korban jiwa akibat DBD. Handy lantas mengimbau masyarakat, jika mengalami sakit dengan ciri-ciri mirip penderita DBD segera dibawa ke rumah sakit. “Supaya bisa segera ditangani dengan baik oleh petu-

gas. Sebab, jika terlambat dalam penanganannya bisa berakibat fatal,” pungkasnya. Sementara itu, salah seorang ibu pasien DBD, Homsatun, menyatakan, anaknya sudah empat hari dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan. Pertama anaknya sakit panas dan muntah-muntah serta mencret. Kemudian dibawa ke puskesmas. Ternyata, putranya terkena DBD. Selanjutnya dia membawa anaknya ke RSUD Bangkalan untuk opname. Hal itu dilakukan supaya mendapatkan penanganan yang bagus. “Alhamdulillah, sekarang anak saya sudah mendingan. Panasnya mulai turun,” ucapnya. (ful/yoe)

syarakat tersebut penting diperhatikan. Menurutnya, keadaan mereka perlu diketahui oleh para pemimpin. Karena itu, ia menilai penting mentradisikan blusukan ke pasar-pasar atau ke tempat-tempat masyarakat kecil. “Kita memerlukan wajah pemerintah yang pengayom semuanya. Yang dekat dengan masyarakat. Dan pendekatan tersebut tiada lain berpangkal dari lubuk hatinya,” terang Syafii. Untuk itu, tambahnya, masyarakat diharapkan bisa menentukan pemimpinnya yang betul-betul peduli terhadap mereka. “Saya yakin, masyarakat bisa memilih pemimpin yang berjiwa pengayom,” terangnya. Berkenaan dengan budaya blusukan yang menjadi strategi kampanye ASRI, dikatakan Syafii, bukanlah semata-mata karena menjelang pemilukada saja. Ia berjanji, jika terpilih nanti-

nya, akan terus melakukan strategi pendekatan kepada masyarakat melalui budaya blusukan. “Sering saya bilang, pemimpin itu harus dekat dengan masyarakat. Harus turun ke bawah. Harus ke pasar-pasar atau warungwarung. Itu tak lain supaya ada komunikasi positif atau pembicaraan aktif antara pemimpin dengan rakyatnya. Kalau perlu, tidur dengan mereka yang dilanda kesusahan. Biar merasakan derita nyata rakyatnya,” tegas mantan Bupati Pamekasan 2003-2008 ini. Usai berbincang akrab dengan masyarakat, Syafii beserta rombongannya melanjutkan perjalangan ke Pondok Pesantren Darul Jihad, Cendana, Kadur. Di sini, pasangan ASRI ditemui langsung oleh pengasuh pesantren tersebut, KH Fahrur Rozi. Dalam kesempatan itu,

pesantren yang didiami santri nyaris seribu orang tersebut, doa dan dukungan sepenuhnya diberikan kepada ASRI yang dipimpin langsung oleh KH Fahrur Rozi. “Saya mendukung ASRI karena panggilan hati. Pak Syafii telah membuktikan betapa ia layak menjadi pemimpin Pamekasan. Bisa kita nilai sewaktu beliau menjadi anggota DPRD Pamekasan dan Bupati Pamekasan,” tegas KH Fahrur Rozi. Dikatakan Fahrur Rozi, ASRI bersih terus. Menurutnya, perilaku-perilaku kotor tidak pernah dilakukan oleh ASRI. ”Pak Syafii dikenal pemimpin andal. Demikian pula dengan wakilnya, Ustad Khalil-Asy’ari. Selama menjadi Ketua DPRD Pamekasan, Ustad Khalil Asy’ari menampilkan diri sebagai pemimpin yang rendah hati dan disenangi oleh bawahannya,” tukasnya. (anm/rr/adv)

Sarankan Lakukan Upacara Bendera Secara Rutin Sambungan dari hal 1

Ia menilai fenomena tersebut merupakan bagian dari menipisnya semangat kebangsaan yang terjadi di wilayah Madura, terlebih lagi di daerah Sumenep. ”Memang saya akui itu! Semangat kebangsaan di sekolah-sekolah yang ada di Madura, khususnya di Sumenep sudah mulai terkikis. Jika dibiarkan, ini akan mengancam disintegrasi negeri ini,” katanya. Menurut Ersyad, menjamurnya fenomena tersebut tidak lain merupakan bagian dari gagalnya Pendidikan Pancasila yang selama ini sudah menjadi materi wajib di berbagai lembaga pendidikan. Hampir meratanya ketidaktahuan siswa terhadap lagu

DBD Dinyatakan KLB

Sambungan dari hal 1

Sebab, kalau dilihat dari jumlah pasien yang dirawat belum terlalu signifikan. “Walau hanya ada satu pasien DBD, tetap dikatakan KLB. Karena pemerintah sudah menetapkan jenis penyakit ini sebagai KLB,” terang Wakil Direktur Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Handy Rusman, kemarin (26/12). Dia menjelaskan, ada beberapa jenis penyakit yang ditetapkan pemerintah sebagai KLB. Diantaranya meliputi DBD, difteri, tetanus, campak dan malaria. Pasalnya, jenis penyakit tersebut potensial menular dan bisa mengakibatkan kematian. Pasien yang terkena DBD dan dirawat di RSUD Bang-

Ribuan Massa Kerumuni dan Dukung ASRI Sambungan dari hal 1

Bahkan entah karena kagum atau terkesima, seluruh warga yang sedang melakukan transaksi jual beli di pasar langsung mengerumuni Achmad Syafii yang mendekati mereka. ”Hidup Pak Syafii! Hidup ASRI! Inilah calon pemimpin yang memang telah lama kita harapkan. Kami siap mati demi mendukung ASRI,” kata seorang ibu yang kemudian diikuti oleh ibu-ibu lainnya. Sebagaimana biasa dilakukan, Syafii betul-betul menyatu dengan masyarakat. Sekalipun tanah dalam pasar becek, Syafii tidaak segan memasukinya. Bersama rombongannya, Syafii mendengarkan segala macam keluh kesah dari wong cilik yang sedang mengais rezeki di dalam pasar. Keakraban, sangat cepat terjalin. Dalam hemat Syafii, maDirektur Utama/ Pemimpin Umum: Taufiq Rizqon Direktur: Disyahmain

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Firman Ghazali Akhmadi (plt kepala), Syaiful Islam, Agus Josiandi. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman. Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Abdur Rohim, Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Manager Iklan dan Pemasaran/ EO: Ahmadur Rusdi. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Felda Yulia, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


KAMIS

7

27 Desember 2012

Organisasi Bagi Emosionalitas Peserta Didik

BUAT P-MU yang aku cinta, meski matahari terbit dari barat ku dukung sampai mati. Ayo tunjukkan kehebatanmu dikancah ISL sikat lawan-lawanmu. Kau adalah pahlawan oreng Madure pa ro’om tor panglepor reng Madure e tingkat nasional. Tetap semangat P-MU bisa. Hariz Taretan Beben PMK, +6287850650191 LETS move on unyielding support you, let PMU make up proud. Let the spirit for PMU. Regards the blood.. Our soul just for you. The important thing is not anarchic ea. Aryk Apoy, +6287850433011. P-MU terus maju, semangat, dan bekerja keras. Biar dapat rahmat dari tuhan Yang Mahaesa. Tunjukkan bahwa kamu sebagai Laskar Sape Kerap, dan yang terpenting tunjukkan sportivitasmu. Aku setia mendukungmu sampek ka bun-embunan, Afud ChengiL_88 Pakong, +6287850460600. SEMANGAT PMU di ISL gaya main kayak Barca Badri Yansah Lancar, +6287850324812 PMU masih punya kesempatan untuk kontrak Roby Gaspar pemain Persib Bandung. Yang punya kelebihan dalam mengeksikusi bola mati, semoga berhasil. +6281939204996 TAK ada kata menyerah untuk bisa menembus ke kasta tertinggi (ISL) Dhe_azt D’angelo SpenDuSa “Sampang”, +6283897148626 P-MU.......! Ayo tumbuhkan semangat yang membara di dalam dadamu yang telah lama terbenam dunia, jangan kecewakan kami yang selalu setia mendukungmu, Kami haus akan golnya Laskar Sape Kerap Madura. Tunjukkanlah pada dunia bahwa P-MU pasti bisa, Oke.......! Achmad Taurit, +6285235523734 AYO P-MU kalahkan semua lawan-lawanmu di kasta ISL, kamu pasti bisa.. karena aku kan selalu setia padamu di manapun kamu berlaga... “Hidup Laskar Sape Kerap” Vh3rY_zhî3pûträl3ñt3rÄ, +6282331119687 AYOO Perseba Super, buktikan kalau Madura bisa. Jadilah kebangaan rakyat Madura. Hanya kamulah yang dapat kami banggakan. Jangan takut menghadapi lawanmu. Jangan lekas puas dengan kemenanganmu. Good luck!. Mey-Mey Si3 “Jebbing Mania”, +6282331848529 I LOVE PMU, tolong jangan kecewakan kami (Orang Madura) berikan yang terbaik dan tunjukkan pada negara bahwa PMU (Madura) bisa bersaing di pentas yang lebih tinggi. KOPRAL (Hasyim Sbj Sumenep), +6281999788834 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA? Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

Bagi pembaca yang berminat mengirimkan karyanya, Silahkan kirim ke:

Kantor Redaksi KABAR MADURA di San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No. 95) Pakuwon City Surabaya. Diutamakan via email ke kabarsastrabudaya@gmail.com. Panjang tulisan maksimal dua lembar kertas ukuran folio dengan 1,5 spasi. Nama dan alamat terang, serta foto diri harus dilampirkan.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

MENURUT beberapa ahli, kecerdasan intelektual (IQ) bukan merupakan hal yang paling menentukan terhadap kesuksesan seseorang. Justru, kecerdasan emosional (EQ) yang saat ini kurang memperoleh perhatianlah menjadi penentu kesuksesan seseorang. Hemat penulis, kecerdasan intelektual hanya mampu mencerna konsep atau teori yang didapat melalui belajar, membaca, melihat, dan sebagainya. Sedangkan tataran aplikatifnya, merupakan peran kecerdasan emosional. Lebih dari itu, kesuksesan bukan ditentukan oleh seberapa banyak teori yang peserta didik kuasai, tetapi bagaimana mereka mampu mengaktualisasikan teori yamg ia kuasai dalam kehidupan sehari-hari. Sepengalaman penulis, pendidikan formal di bangku sekolah telah mengekang kreativitas, juga memperlambat pendewasaan peserta didik. Peserta didik belajar berdasarkan instruksi guru juga orang tua. Fakta demikian, dipastikan tidak menumbuhkan kemandirian dari dalam diri peserta didik. Dapat dipahami, pendidikan formal saja jelas kurang efektif terhadap perkembangan emosional peserta didik. Sehingga dibutuhkan kegiatankegiatan yang mampu menampung kreativitas, minat, maupun bakat peserta didik dalam tataran aplikatif. Pada titik ini, organisasi sangat berperan penting guna mengasah

kecerdasan emosiontidak membuat dan al. Berbeda dengan membiarkan mereka bangku sekolah yang mengabaikan bangku menekankan aspek sekolah, mereka akan pengembangan IQ, berproses dengan sendorganisasi menuntut irinya. Memperluas perpeserta didik mengakgaulan, merencanakan tualisasikan diri dalam agenda kedepan, serta kehidupan bermasyarabelajar menyikapi perkat secara mandiri. masalahan layaknya Lebih dari itu, ororang dewasa. ganisasi menekankan Berbeda dengan kaaspek pengembangan langan mahasiswa, Oleh: kepribadian peserta untuk kalangan siswa, UNSILATUR RAHMAH didik; bagaimana ia peserta didik masih sanmenghadapi masalah, gat bergantung pada berorientasi pada masa bimbingan dan motivasi depan, serta belajar dewasa melalui guru dalan berorganisasi. Mereka tanggung jawab yang ia peroleh masih belum mampu mengembangdari organisasi. Tidak hanya itu, kan kreatifitas dan mengaktualisasidalam organisasi, peserta didik kan diri tanpa dampingan guru. dilatih bagaimana menempatkan Perlu digaris bawahi, guru pada podiri di tengah-tengah masyarakat, sisi ini hanya bertugas memotivasi dan berkomunikasi dengan baik, yang memancing kreatifitas mereka. Jangan metode pembelajarannya, terjun sampai keberadaan guru menghambat langsung ke lapangan. kemandirian peserta didik. Semua itu tentunya berguna bagi Yang perlu ditekankan oleh guru kepribadian peserta didik. Dan men- dalam organisasi adalah motivasi. jadi keunggulan tersendiri disaat Karena motivasi merupakan sumber pendidikan formal masih saja mem- energi terkuat dalam mengembangbosankan bagi kebanyakan peserta kan kreativitas. Dan karena motivasi didik. Membosankan karena peserta pula mereka akan berani mengaktudidik hanya duduk diam, serta men- alisasikan diri. Mereka akan belajar dengarkan keterangan guru, kemu- berani, bagi mereka yang belum dian menunggu guru memberikan memiliki keberanian untuk berbicara tugas. Ditambah lagi dengan metode atau mengemukakan pendapat di pembelajaran yang kurang variatif. muka umum. Seiring dengan aktifnya peserta diPeran organisasi di sini menjadi dik dalam organisasi, dengan catatan sangat penting. Dapat dibedakan

pula perkembangan peserta didik yang aktif di organisasi dengan yang tidak sama sekali. Mereka yang aktif dalam organisasi, akan lebih luas pergaulannya, pembawaan sikapnya lebih dewasa, dan kebanyakan dari mereka lebih mudah dalam pengembangan IQ. Ini karena EQ mereka sudah terasah, serta memiliki motivasi yang kuat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Kebijakan sekolah atau lembaga pendidikan juga berpengaruh terhadap keberlangsungan organisasi, serta keberadaan peserta didik dalam organisasi tersebut. Karena kebijakan lembaga pendidikan juga menentukan gerak dari organisasi kedepannya. Jika organisasi dalam sebuah lembaga pendidikan hanya formalitas belaka, sedangkan peserta didik tidak diberi kebebasan untuk mengelola organisasi tersebut. Organisasi tersebut tidak akan memberi manfaat yang nyata bagi perkembangan emosional peserta didik. Sangat disayangkan, jika peserta didik yang memiliki kemauan dan motivasi kuat, tidak mau berlelah ria dalam menjalankan organisasi. Karena bagaimanapun juga, menjalankan roda organisasi tidak lah mudah. Dibutuhkan banyak pengorbanan, baik itu fisik, mental, waktu, ataupun materi. *) Reporter di Majalah ACTIVITA STAIN Pamekasan

Menggantang Nasib PKB di Madura PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) pernah sukses mendulang suara besar di daerah-daerah yang memiliki basis pemilih kultural Nahdlatul Ulama (NU), termasuk di Madura pada era Pemilu 1999 dan 2004. Di kantong-kantong berbasis kaum nahdliyyin, PKB mampu mengungguli perolehan suara partai lain yang memiliki latar belakang nahdliyyin seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). PKB juga mampu menempatkan wakil rakyat di DPRD propinsi dan kabupaten lebih banyak dari pada PPP dan PKNU. Tak hanya mengantarkan para wakil rakyat untuk duduk sebagai legislator di lembaga legislatif, namun PKB juga mampu mengusung dan mendudukkan banyak kepala daerah di Madura. Tak hanya itu, pada Pemilu 2009 lalu, PKB juga memberangkatkan Badruttaman sebagai anggota DPRD Propinsi Jawa Timur dan KH. Unais Ali Hisyam sebagai anggota DPR RI, yang sebelumnya diduduki oleh KH. Ilyasi Siraj, adik mantan Bupati Sumenep, KH. Ramdlan Siraj. Namun, jika dibaca secara cermat, sesungguhnya PKB mengalami fase stagnan kalau tidak dibilang kegalauan dalam kancah perpolitikan di Madura. Sejak Pemilu 2009, perlahan perolehan suara PKB terlihat berkurang dan terus mengalami degradasi. Di Sumenep misalnya jumlah anggota DPRD dari PKB pada Pemilu 2009 hanya 11 dari 50 orang, padahal jauh sebelumnya mencapai angka 25 dari 45 orang. Begitu pula di kabupaten lain di Madura, jumlah suara dan kursi PKB di DPRD terus menyusut. Begitu pula dengan kepala daerah yang sebelumnya dijabat oleh kader PKB atau ketua umum PKB di daerah, satu per satu sudah mulai berguguran. Di Sampang, bupati Noer Tjahja, digantikan oleh Wakil Bupati KH. Fannan Hasib yang diusung oleh PKNU, PBR dan PKS. Noer Tjahja menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Sampang. Di Bangkalan KH. Fuad Amin sudah digantikan oleh anaknya Makmun Ibnu Fuad sebagai Bupati Bangkalan terpilih. Makmun atau dikenal dengan panggilan Ra Momon merupakan anggota Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Bangkalan menggantikan ayahnya Fuad Amin yang dikenal sebagai pentolan PKB di Madura. Di Pamekasan, Kholilurrahman

sedang bertarung senyang tepat bagi Ilyasi, git menghadapi lawan seiring dengan Gerintangguhnya Achmad dra yang butuh figur Syafii mantan bupati kiai untuk menjadi periode sebelumnya nahkoda partai ini unyang saat ini menjadi tuk meraih suara lebih anggota Dewan Perbesar lagi di Madura wakilan Rakyat (DPR secara umum. Karena RI) dari Fraksi Partai kalau Ilyasi Siraj maDemokrat pada Pesih di PKB sepertinya milihan Kepala Daerah tidak kondusif, dan (Pilkada). KH. Kholitidak mendukung karir lurrahman merupakan politiknya lagi. Oleh: Ketua Dewan Syuro Begitu pula dengan PKB Pamekasan, jika MOH. HIDAYATURRAHMAN Dewi Khalifah, manKholilurrahman kalah, tan Anggota Dewan maka lepas lagi kepala daerah dari Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kader PKB di Madura. Kabupaten Sumenep dari Fraksi Masih terbilang lama dan agak PKB telah pindah ke Partai Persusah diprediksi adalah di Ka- satuan Pembangunan (PPP). Malah bupaten Sumenep, di mana bu- Dewi Khalifah yang lebih dikenal patinya KH. A. Busyro Karim dengan panggilan Nyai Eva telah yang juga menjadi Ketua Umum masuk ke bursa bakal calon angPKB Kabupaten Sumenep. KH. gota legislatif tingkat propinsi Jawa A. Busyro Karim menjabat seb- Timur dari PPP. agai bupati hingga 2015, atau Entah faktor apa yang membuat setelah Pemilu 2014. Apakah A Nyai Eva tidak lagi mengaktifkan Busyro Karim akan terpilih kem- diri di partai yang didirikan oleh bali sebagai Bupati Sumenep pada mantan presiden Gus Dur. Namun, periode berikutnya? Tentu saja meski tidak lagi aktif di PKB, Nyai masih susah diprediksi. Namun Eva masih tetap “mesra” dalam jika PKB dan PDI Perjuangan di menjadi silaturrahim dengan keSumenep solid mendukung duet luarga Gus Dur. Beberapa waktu Abussidik atau A. Busyro Karim lalu, malah isteri Gus Dur Sinta dan Sungkono Sidik, kemungki- Nuriyah Wahid, sempat berkunjung nan besar A. Buysro Karim masih ke pesantren Nyai Eva dan mengakan terus memimpin Sumenep. gelar kegiatan sosial. Namun jika koalisi berubah, maka Nyai Eva sempat bertarung di peta kekuatan politik juga menjadi Pilkada Kabupaten Sumenep lebih dinamis dan semakin susah berpasangan dengan calon buuntuk diprediksi. pati Azasi Hasan. Di Pilkada yang Penurunan suara PKB di Madura digelar 2010 lalu, Nyai Eva kalah diperparah dengan banyaknya dengan rekan sejawatnya di PKB, tokoh dan pengurus PKB yang KH. A. Busyro karim yang berpassudah pindah haluan dengan me- angan dengan Ir. Soengkono Sidik nyeberang menjadi pengurus atau yang diusung oleh PKB dan PDI calon anggota legislatif dari partai Perjuangan. lain, tentu saja dengan berbagai Kondisi ini juga banyak dilakualasan, dan hanya para kader dan kan oleh kader PKB di level bawah pengurus yang pindah dan Tuhan yang juga menyeberang ke partai yang tahu. lain. Di Kabupaten Sumenep, suDi Sumenep, KH. Ilyasi Siraj, dah santer beredar kabar bahwa mantan anggota DPR RI dari Fraksi M-I salah satu kader dan mantan PKB sudah resmi pindah ke Partai calon anggota DPRD dari PKB Gerindra. Ilyasi Siraj malah men- selama dua periode balik haluan jadi Ketua DPC Partai Gerindra dan pindah ke Partai Gerindra. Kabupaten Sumenep menggantikan Dan mungkin masih banyak M-I Husen Satriawan. Meski proses lain yang sudah pindah ke partai pergantian ketua DPC Partai Ger- lain, hanya mereka menunggu indra Kabupaten Sumenep sempat waktu dan momentum saja untuk dinilai kontroversi, namun akhirnya diketahui oleh publik. Ilyasi Siraj menjadi Ketua DPC seDi Sampang, April 2012 lalu cara definitif. juga ada tiga kiai atau tokoh PKB Pasca kalah pada Pilkada 2010 yang terlebih dulu mengundurkan lalu, tampaknya Ilyasi Siraj masih diri. Ketiganya adalah KH. Djakfar ingin berperan penting dalam Sodik, KH. Mahrus Abdul dan KH. kancah politik di Madura. Maka Nuruddin. Sebelumnya KH. DjakPartai Gerindra menjadi pilihan far Sodik dikenal sebagai Ketua

Dewan Syuro PKB Sampang, sedangkan KH Nuruddin menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syuro. (Suara Karya, 12 April 2012). Langkah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar membesarkan partai, dengan menjadikan kader PKB yang menjadi kepala daerah sebagai ketua umum di level kabupaten/ kota perlahan menemukan kebuntuan. Yang paling terbaca saat ini adalah di Bangkalan, bupati dari tokoh senior PKB beralih ke tokoh PAN Bangkalan. Di Sampang juga begitu, Dari Noer Tjahja beralih ke Fannan Hasib. Di Pamekasan, jika bupati yang sekarang menjabat kalah kepada rivalnya yang menjabat sebagai anggota DPR RI dari FPD, maka akan menambah daftar peralihan kepemimpinan dari tangan kader PKB. Pemilu 2014 mendatang menjadi semacam ujian akhir semester bagi PKB di Madura. Apakah PKB mampu mengembalikan dukungan publik sebagaimana yang dulu pernah diraih, atau malah menegaskan bahwa berkurangnya jumlah kursi dan lepasnya jabatan kepala daerah dari tangan kader PKB merupakan indikasi benar bahwa PKB semakin merosot dan semakin jauh dari dukungan publik. Semua menjadi tergantung kepada kerja para pengurus PKB pada seluruh level struktur mulai dari DPC, PAC hingga ranting. Dan ditopang oleh kinerja para wakil rakyat, atau anggota dewan yang saat ini menjabat di DPRD kabupaten, DPRD propinsi dan DPR RI. Jika kerja dan kinerja mereka seirama dengan keinginan dan kehendak publik, maka harapan itu akan terwujud, namun jika berlawanan, maka bisa jadi makin banyak anggota dewan yang tidak lagi bisa menjadi wakil rakyat, di masa mendatang. Tahun 2013 bagi para kader, pengurus dan aktivis PKB, mengutip Dahlan Iskan, merupakan tahun kerja, kerja, dan kerja. Selamat bekerja, bekerja dan bekerja bagi para fungsionaris, kader dan anggota dewan dari PKB. Sehingga hasilnya akan dipetik pada 2014 mendatang, jika tidak begitu maka kecemerlangan suara PKB di masamasa lalu hanya akan menjadi sejarah indah yang pernah ditoreh oleh para pendiri dan pendahulu partai ini. *)Hidayaturrahman, M.IKom Magister Ilmu Komunikasi Unitomo Surabaya


8

KAMIS

27 Desember 2012

ASRI Dirindukan Ribuan Kaum Hawa PAMEKASAN-Kaum hawa di Pamekasan, nyaris memberikan dukungan utuh terhadap calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI). Dukungan tersebut dihembuskan, rata-rata dilandaskan pada kepedulian ASRI yang begitu tinggi terhadap kaum hawa. Hj Ny Salma, dalam setiap orasinya meneguhkan, Achmad Syafii yang pernah menjadi Bupati Pamekasan 2003-2008, telah membuktikan perhatiannya terhadap kaum hawa. “Setidaknya, itu ditunjukkan pada perhatiannya kepada Ibu Anni Syafii (istri Syafii, red). Selama memimpin Pamekasan dan selama menjadi DPR RI, Pak Syafii tetap menyirami keluarga dengan penuh kasih sayang,” terang Hj Ny Salma. Dikatakan, perhatian Syafii terhadap keluarganya, dibuktikan dengan menjadi sosok suami yang sangat menaruh perhatian kepada keluarga. “Di usia perkawinannya yang sudah berjalan belasan tahun, ia masih menjadi suami yang

sangat setia untuk seorang istri dan dua anaknya tercinta,” terang Salma. Kesetiaan Syafii pada sang istri, tambahnya, bukan hanya diwujudkan dalam bentuk kasih sayang semata, tetapi juga kegigihannya untuk selalu mempertahankan keutuhan keluarga. Hal demikian sering diakui oleh Anni Syafii. Meskipun Syafii memiliki aktivitas yang begitu padat, terangnya, sebagai seorang politisi yang bermarkas di Senayan, tidak lantas membuatnya lupa tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Sementara itu, Syafii menegaskan, untuk mencintai negeri ini, harus bermula dari keutuhan cinta kita pada keluarga. Kalau pada keluarga saja kita kurang perhatian, tekannya, tidak menutup kemungkinan kecintaan kita pada negeri akan luntur. Dalam berbagai kesempatan yang tidak mengganggu aktivitas kerjanya, Syafii menyatakan selalu menyempatkan diri bersama keluarga untuk bersilaturrahmi kepada

karib kerabat, baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di Pamekasan. Ditegaskan, di hari-hari libur, kerapkali Syafii menemani sang buah hati bersama istri ke beberapa tempat wisata yang memiliki fasilitas yang sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan kejiwaan sang buah hati. “Dengan sikapnya yang sangat penuh perhatian kepada keluarga, nampak sekali kalau Syafii ingin sang buah hati mengalami apa yang ia alami ketika masih kecil dulu, hidup di tengah kehampaan dan kehausan akan kasih sayang orangtua,” ujar Ny Salma. Karena itu, terangnya, bagaimanapun sibuknya Syafii, kalau untuk kepentingan keluarga, hampir bisa dipastikan ia akan selalu hadir untuk mereka. “Dan bisa dipastikan, pemimpin yang kurang perhatian kepada keluarganya, tak menutup kemungkinan gaya kepemimpinannya jauh dari harapan masyarakat secara luas,” tukasnya diiringi senyuman bangga. (anm/zis/adv)

KM/HAIRUL ANAM

BERHARAP PERUBAHAN: Ribuan remaja dan para ibu membanjiri Kampanye Akbar Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) guna memberikan dukungan kemenangan.

Digugat, KPUD Sampang Pilih Menunggu SAMPANG–KPUD Sampang, hingga Kamis (26/12) kemarin, belum menerima berkas salinan gugatan dari Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. KPUD Sampang pilih menunggu berkas salinan gugatan yang dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati Hermanto subaidi-KH. Ja’far Sodiq (Hejaz). Dalam hal ini, ketentuan registrasi tersebut termaktub dalam peraturan MK Nomor 15 tahun 2008 tentang Pedoman Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah. Pada pasal 7 ayat 2 yang berbunyi panitera mencatat permohonan yang sudah memenuhi syarat dan lengkap dalam buku registrasi perkara konstitusi (BRPK). Sehingga dalam hal ini, KPUD Sampang masih menunggu MK meregistrasi permohonan gugatan yang dilayangkan oleh penggugat, yakni tim advokasi tim Hejaz. Ketua KPUD Sampang KH Abu Ahmad Dovier Syah melalui ketua Pokja verifikasi dan Divisi Hukum KPUD Sampang Miftahur Rozak mengatakan hingga saat ini pihaknya hanya menunggu proses registrasi dari MK selesai. “Semua permohonan gugatan yang masuk masih harus diregistrasi dulu mengenai kelengakapan gugatan apakah sudah memenuhi syarat apa belum. Itu yang saat ini masih ditunggu hasilnya,” ujar Rozak pada Kabar Madura, kemarin (26/12). Ditemui di ruang kerjanya, Rozaq menjelaskan pihaknya hingga saat ini masih menunggu salinan gugatan yang akan diterimanya sebagai tergugat. Salinan tersebut rencananya akan dikirimkan oleh MK setelah berkas gugatan selesai dilakukan registrasi. Dalam peraturan MK pasal 7 ayat 4 tentang registrasi perkara dan penjadwalan sidang tersebut juga dijelaskan panitera akan mengirim salinan permohonan yang sudah diregistrasi kepada termohon, disertai pemberitahuan hari sidang pertama dan permintaan keterangan tertulis

yang dilengkapi bukti-bukti hasil penghitungan suara yang diperselisihkan. “Jadi, untuk materinya saja kita maih belum tahu apa isinya, soalnya masih menunggu salinan itu,” ulasnya. Sehingga dalam hal ini, pihak KPUD masih belum dapat menduga-duga juga kapan sidang pertama terkait gugatan tersebut akan digelar. Karena dalam ketentuan berbunyi penentuan sidang pertama dan pemberitahuan kepada pihak-pihak yang bersangkutan dilakukan paling lambat 3 (tiga) hari kerja sejak registrasi. “ Kita juga masih belum tahu sidang pertamanya kapan,” tegasnya. Diketahui, sejak penetapan pasangan terpilih yang dilakukan oleh KPUD Sampang terhadap pasangan Alfalah sebagai pemenang dalam pemilukada Sampang lalu, KPUD menuai gugatan dari salah satu paangan calon bupati dan wakil bupati sampang periode 2013-2018. Ketetapan ini didasarkan pada hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kabupaten, Senin (17/12), dimana hasilnya pasangan Alfalah (Fannan-Fadhillah) memperoleh suara 163.483 suara, Pasangan Yamfa (KH Ahmad Yahya-KH Faidhol Mubarak) dengan 15.936 suara. Sedangkan untuk pasangan Tjahaja Purnama (Noer Tjahja-Heri Purnomo) dengan 88.044 suara, pasangan Haryono Abdul BariHamiduddin Ihsan dengan 87.438 suara, dan pasangan Faiq (KH. Faishol Muqoddas-Triyadi Khusnul Yakin) dengan 4.249 suara serta pasangan Hejas (Hermanto subaidi-KH. Ja’far Sodiq) sebagai nomor urut 6 memperoleh suara 160.899 suara. Sekadar diketahui, berdasarkan berkas gugatan yang disampaikan ke MK dengan nomor surat 47.1/KPPS/KPUkap-014.329872/2012 tertanggal 17 Desember 2012, Kamis (20/12), tim advokasi Hejaz mengajukan gugatan terhadap hasil rekapitulasi dan penetapan kemenangan dalam Pemilukada Sampang. (KM10/zis)

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

MENUNGGU: Miftahur Rozaq, anggota KPUD Sampang mengaku pilih menunggu berkas salinan gugatan pasangan Hejaz dari MK. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com


10

KAMIS

27 Desember 2012

UN Tidak Manusiawi! Masyarakat harus Bersatu Menolak SUMENEP-Persoalan sistem pendidikan di Indonesia hingga saat ini belum ada titik temu, terutama terkait Ujian Nasional (UN). Pro dan kontra selalu bermunculan mengkritisi kebijakan pemerintah dalam menetapkan UN sebagai standar kelulusan. Ditambah lagi dengan lahirnya kurikulum baru yang dinilai semakin membingungkan. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), M. Kamali Ersyad, menegaskan bahwa persoalan kurikulum baru kaitannya dengan UN masih menjadi problem. Ia mengatakan, ketika dalam perubahan kurikulum tetap menjadig p kan UN sebagai penentu kelulusan siswa, akan terjadi simpang siur sistem pendidikan. Menurutnya, pelaksanaan UN sebagai syarat kelulusan siswa dinilai tidak manusiawi. Mantan anggota DPRD Sumenep tersebut lebih sepakat dengan sistem Evaluasi Belajar Tahap

Akhir Nasional (Ebtanas) jika dibandingkan dengan UN yang hanya menentukan siswa dengan beberapa mata pelajaran dan mengabaikan tiga dasar pendidikan, kognitif, efektif dan psikomotorik. Ia menambahkan, untuk menilai anak semestinya dari penilaian rapor sejak semester pertama hingga akhir, bukan sesaat dari UN. Di dalam penilaian tersebut, kata Ersyad, terdapat penilaian yang meliputi efektif dan psikomotorik sehingga ketika ketentuan hanya berdasar pada beberapa mata pelajaran maka sangat tidak efektif. ”Kurikulum 2013 itu ada beberapa item yang semesatinya tidak menjadikan UN sebagai akhir dari kelulusan anak, jadi tetap dikembalikan pada prestasi anak j semester awal hingga gg sejak akhir,” tandasnya. Menurutnya, selama ini perbincangan tentang UN belum sampai pada titik temu. UN masih menjadi perbincangan serius di kalangan pegiat pendidikan.

M. KAMALI ERSYAD Ketua DPKS KM/DOK

”Jjadi kurikulum 2013 dari evaluasi kurikulum sebelumnya konteksnya berkaitan dengan UN, memang ada beberapa hal yang harus diubah,” katanya. Lebih jauh ia menjelaskan, kekurangan dari keketentuan pelaksanaan UN ketika dikaitkan dengan kurikulum 2013 ketika standar penilaian salah satunya didasarkan pada keaktifan siswa bertanya dan keuletan atau observasi siswa dalam menelaah sebuah persoalan. ”Jadi UN bukan satusatunya sebagai alat evaluasi belajar anak,” tegasnya. Salah satu pengamat pendidikan di Sumenep juga menegaskan bahwa jika standar penilaian kurikulum 2013 berdasarkan keaktifan anak bertanya saat mengikuti pelajaran dan hasil observasi siswa terhadap sebua maslah maka dengan tegas ia mengatakan UN harus dihapus. ”Kalau UN 2013 telah dilaksanakan di sekolah, UN harus di hapus” cetusnya Namun jika pemerintah masih bersikukuh mempertahankan UN sebagai penentu kelulusan siswa dan dianggap satu-satu cara sebagai bahan evaluasi, pria yang menyelesaikan studinya di Universitan Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta tersebut mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu menolak UN, sebab sistem tersebut dinilai sebagai teror siswa dan merupakan kecurangan struktural. ”Masyarakat harus bersatu menolaknya secara akademik dan rasional yaitu dengan cara mengumpulkan buktibukti ketidakberesan UN. Mulai dari pemborosan uang negara, teror mental, hingga kecurangan struktural dalam pelaksanaannya” tegasnya dengan lantang. Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh, mengatakan bahwa standar penilaian kurikulum baru berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Standar penilaian salah satunya di dasarkan pada keaktifan siswa bertanya dalam pelajaran dan observasi sisa dalam menalaah masalah yang diberikan guru. (rei/rr)

Pramuka Masuk Kurikulum 2013 JAKARTA-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, memastikan bidang studi kepramukaan akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan 2013 yang sedang dalam tahapan kajian akhir. ”Pak Wapres juga sudah memberi arahan, dalam kurikulum baru itu ekstra kurikuler yang diwajibkan adalah kepramukaan, karena kita membutuhkan satu sistem ekstra kurikuler yang bisa menjahit secara nasional,” kata Nuh seperti dikutip dari www.antaranews.com. Menurut Nuh, kepramukaan diusulkan masuk dalam

WWW.ANTARAFOTO.COM

MUHAMMAD NUH Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

kurikulum pendidikan, agar mental kebangsaan anak didik tetap terjaga sejak dini. Nuh mengatakan, pihaknya pun sudah mengkaji berb-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

agai kegiatan ekstra kurikuler yang akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan yang baru. Kurikulum pendidikan 2013, yang tengah disiapkan untuk menggantikan kurikulum pendidikan 2006 itu, masih harus melewati serangkaian tahapan kajian. Terdapat empat tahapan uji publik kurikulum baru 2013 yang sedang dijalankan oleh Kemdikbud yaitu penyusunan kurikulum secara internal di Kemdikbud, pemaparan desain kurikulum di hadapan Wakil Presiden, pelaksanaan uji publik, dan penyempurnaan. (ant/rr)

WWW.MASKOKO.COM

UNTUK MASA DEPAN: Sejumlah calon mahasiswa mengerjakan soal SNMPTN 2012 untuk menembus perguruan tinggi negeri dambaannya.

SNMPTN Berdasar Rekam Jejak Akademik JAKARTA-Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 dilakukan berdasarkan rekam jejak prestasi akademik siswa sejak kelas X. Demikian dikatakan Ketua Panitia SNMPTN, Budi Prasetyo Widyobroto. ”Siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan diseleksi rekam jejak prestasi akademiknya sejak kelas X,” katanya pada sosialisasi SNMPTN 2013 di Yogyakarta, beberapa hari lalu. Menurutnya, rekam jejak prestasi akademik siswa sejak kelas X yang menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Itu berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan nilai rapor siswa sejak kelas XI. ”Rekam jejak prestasi akademik siswa dilakukan sejak kelas X untuk menghindari kecurangan mengatrol nilai rapor. Dengan demikian guru yang akan bertindak curang bisa diminimalkan,” katanya.

Ia mengatakan jika pada SNMPTN 2012 terdapat pembatasan pendaftar berdasarkan akreditasi sekolah dan dikenai biaya pendaftaran, tahun ini batasan tersebut semakin longgar. “Tahun ini seluruh siswa berhak mendaftar sejauh mendapatkan rekomendasi dari sekolah dan tidak ada lagi biaya pendaftaran. Dengan demikian akses untuk masuk PTN terbuka semakin luas bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya. Menurut dia tahap pendaftaran SNMPTN yang harus dilalui adalah pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh kepala sekolah melalui http://pdss. snmptn.ac.id. Kepala sekolah harus mendaftarkan sekolah, mengisi profil sekolah, mengisi rekam jejak akademik siswa sampai dengan semester lima, nilai rapor semua mata pelajaran dimasukkan kecuali muatan lokal, dan mendapatkan “password” bagi setiap siswa untuk verifikasi.

Siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan diseleksi rekam jejak prestasi akademiknya sejak kelas X.” Budi Prasetyo Widyobroto Ketua Panitia SNMPTN

Siswa melakukan verifikasi rekam jejak prestasi akademik yang telah diisi kepala sekolah, siswa mendaftar SNMPTN melalui laman http://snmptn.ac.id menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan “password” yang diberikan kepala sekolah untuk verifikasi. Kepala sekolah memberikan rekomendasi kepada siswa yang telah mendaftar SNMPTN, pelamar program studi keolahragaan dan seni

harus mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan, dan pelamar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti SNMPTN. “Jadwal pengisian PDSS mulai 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013, pendaftaran 1 Februari-8 Maret 2013, proses seleksi 9 Maret-27 Mei 2013, pengumuman hasil seleksi 28 Mei 2013, dan pendaftaran ulang 11-12 Juni 2013,” katanya. Ia mengatakan pada tahun ini ada tiga jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Ujian Mandiri (UM). ”SNMPTN diselenggarakan pemerintah dengan kuota minimal 50 persen, SBMPTN diselenggarakan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) dengan kuota minimal 30 persen, dan UM yang diselenggarakan masing-masing PTN dengan kuota maksimal 20 persen,” katanya. (ant/rr)


KAMIS

27 Desember 2012

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

11


12

KAMIS

27 Desember 2012

2

1

Sikat Deltras, Perseba ke Puncak LAMONGAN-Perseba Super Bangkalan memetik poin penuh atas Deltra Sidoarjo, kemarin sore. Bentrok di kancah Piala Gubernur Jatim 2012 yang dihelat di Stadion Surajaya Lamongan itu, berakhir dengan kedudukan 2-1 (1-0). Berkat tambahan tiga poin yang dibukukan, membuat tim berjuluk Laskar Suramadu tersebut nangkring di pemuncak Grup A dengan poin 4. Sedang tuan rumah Persela Lamongan membuntuti dengan poin 1, namun menyisakan sekali tanding lawan Deltras, Jumat (28/12) besok. Sedang Deltras sendiri diposisi juru kunci dengan poin 0. Mengingat hanya juara grup yang akan melenggang ke putaran final di even ini, kans Perseba tetap terbuka. Dengan catatan, laga Persela v Deltras berakhir imbang. Syukur jika yang menang adalah Deltras. Atau sekalipun Persela yang menang, skor akhirnya tak boleh lebih dari satu gol. ”Seharusnya bisa menang tanpa kebobolan. Sedikit kelengahan telah membuat pemain belakang Perseba terlambat menutup pergerakan pemain lawan. Yah, seperti inilah sepak bola,” terang Pelatih Kepala Perseba Super Bangkalan, Nus Yadera. Selain itu, diakui Nus, beberapa peluang juga belum

bisa dimaksimalkan duet Bationo - Lopes yang diturunkan sejak babak pertama. ”Namun kondisi kesehatan Bationo yang demam, membuatnya ditarik digantikan Fandi achmad,” imbuhnya. Informasi yang dikumpulkan Kabar Madura, memulai laga dengan optimisme tinggi, Danilo Fernando dan kawan-kawan langsung ungggul saat pertandingan baru memasuki pertengahan babak pertama. Berawal dari pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan Deltras, Danilo Fernando yang mengambil tendangan bebas, berhasil mengirim bola ke pojok gawang tim kebanggaan Delta Mania itu. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. Memikul beban harus menang besar, pemain-pemain Perseba tak mengendurkan serangan di babak kedua. Taktik yang diberikan Nus Yadera dengan merubah formasi 3-5-2 ke 3-4-3 terbukti ampuh. Babak kedua

baru berjalan beberapa menit, gol kedua bisa dilesakkan penggawa Laskar Suramadu. Lagi-lagi Danilo Fernando yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Setelah itu, kedua kesebelasan terlibat saling jual-beli serangan. Beberapa peluang berhasil didapatkan oleh masing-masing kubu. Namun memasuki menit ke 75, konsentrasi pemain Perseba lengah. Skema menyerang yang diterapkan, ternyata menyisakan celah di lini belakang. Akibatnya, gol balasan terjadi. Hasil ini tentu kurang menyenangkan bagi kubu Perseba. Menang dengan margin satu gol tentu akan mudah dilewati Persela Lamongan. Saat menjamu Deltras Sidoarjo besok sore, tuan rumah tentunya berharap menang lebih dari satu gol. Rasanya, itu bukan pekerjaan sulit. Menang dengan margin dua gol saja sudah cukup untuk memastikan tim asuhan Gomes De Oliviera itu melenggang ke final. (bai/ed)

KLASEMEN SEMENTARA Grup A Perseba Super Persela Lamongan Deltras Sidoarjo

2 1 1

1 0 0

1 1 0

0 0 1

(3-1) (1-1) (1-2)

4 1 0

MENANG: Pemain Perseba Super Bangkalan, Victor da Silva (tengah) dihadang dua pemain Deltras Sidoarjo dalam tanding lanjutan Piala Gubernur Jatim X di Stadion Surajaya Lamongan, Rabu (26/12) kemarin.

ANTARA/SYAIFUL ARIEF

Venue Final Belum Diketahui BANGKALAN-Final Piala Gubernur Jatim 2012 rencananya akan digelar 30 Desember mendatang. Sayang, hingga kini stadion yang akan dipakai menggelar partai final masih belum diketahui. Selain karena belum berakhirnya penyisihan di masing-masing grup, faktor lain adalah minimnya persiapan

pihak panitia pelaksana turnamen pra-musin yang memasuki edisi ke-10 itu. Menurut Ali Mustofa, Ketua Panitia Piala Gubernur Jawa Timur 2012, laga final kemungkinan akan digelar di Malang atau Lamongan. ”Kemungkinan final akan digelar di Malang atau Lamongan” ujar Ali.

Dia juga menambahkan bahwa panitia akan melakukan semacam evaluasi pada kedua tempat tersebut selama menggelar babak penyisihan. Hal ini tentu untuk menghindari kecemburuan. Mengingat kedua tempat akan mengirimkan masingmasing juara grupnya pada pertandingan final. (bai/ed)

Selamat Menyambut

Tahun Baru 2013

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

TUMPUAN: Ketajaman ujung tombak P-MU yang dipercayakan ke Osas Saha (tengah), diharapkan bisa banyak berbicara dalam upaya mengoyak jaring jala tim lawan di kancah ISL mendatang. Tamak aksi Osas Saha saat P-MU uji tanding lawan Batam FC di Stadion A. Yani Sumenep beberapa waktu lalu.

P-MU Butuh Mental Khusus KM/TABRI S. MUNIR

Jelang Memulai ISL, Khususnya Tur Papua

PAMEKASAN-Laga perdana Persepam Madura United (PMU) di kancah Indonesia Super League (ISL), akan dimulai 16 Januari 2013 mendatang. Yakni saat Laskar Sape Kerap bersua tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan. Dalam rangka tanding perdananya di ISL tersebut, Pelatih Kepala P-MU Daniel Roekito menargetkan curi poin dari Laskar Joko Samudro tersebut. Guna merealisasikan target dimaksud, Daniel berjanji menyiapkan pasukannya semaksimal mungkin. Sehingga pada saatnya tiba, komposisi terbaik dengan racikan strategi paling jitu, sudah bisa ditemukan. Itu semua bakal dimulai dari program latihan yang akan dimulai sore ini (27/12) di Pamekasan. Dimana fokus utamanya lebih pada perbaikan fisik. Untuk kemudian sambil lalu mencari formasi terbaik dari sekian nama penggawa yang dimilikinya. Jika itu sudah dikantonginya, Daniel baru akan menerapkan pola per-

mainan yang diharapkan bisa menjinakkan Persela. ”Bukan tidak mungkin kita bisa mengalahkan Persela, meski target realistisnya adalah menahan imbang,” terang Daniel Rukito, saat dihubungi Kabar Madura melalui telepon genggamnya. Hal yang paling berat di benak Daniel, justru laga tandang berikutnya. Usai menghadapi Persela, P-MU harus melakoni Tur Papua. Yakni meladeni klub kuat Persipura Jayapura (31 Januari 2013) serta jago kandang Persiwa Wamena (3 Februari 2013). “Sebelum laga tandang ke Papua, pemain butuh persiapan mental matang. Sebab dua lawan yang akan dihadapi sama-sama jago kandang. Apalagi secara psikis P-MU sudah kalah sebelum tanding jika bertanding di tanah Papua,” jelas manta pelatih Persisam Samarinda tersebut. Tidak hanya Daniel Roekito yang mengakui beratnya tur Papua yang akan dihadapi P-MU di laga-laga awal ISL. Achsanul Qasasi selaku manajer tim juga memberi catatan khusus terhadap dua laga tandang ke Bumi Cendrawasih tersebut. Diakuinya, seluruh tim tamu merasa kesulitan mencuri poin jika bertanding di

kandang Persipura dan Persiwa. ”Yang menjadi perhatian kami nantinya di tiga laga awal adalah mental pemain. Sebab laga berat yang harus dihadapi tidak hanya menguras tenaga dan finansial saja. Juga menguras psikologis pemain P-MU,” jelas Achsanul. Dalam sejarah ISL musim lalu, Arema adalah satu-satunya tim yang mampu mencuri poin dari kandang Persiwa Wamena. Hasil tersebut sekaligus menjadi ajang penahbisan jika Singo Edan dapat membekap Persiwa dalam dua laganya, yakni kandang dan tandang. ”Hal, itu sangat sulit dicontoh oleh klub lainnya,” ujar Achsanul. Tak hanya petinggi klub yang menyadari beratnya laga tandang P-MU di awal musim ISL mendatang. Sebagian suporter setia P-MU juga menyadari beratnya dua laga yang akan dihadapi Laskar Sape Kerap dalam tur Papua tersebut. Bahkan mereka menilai menjadi kenisacayaan bagi P-MU bisa mencuri poin. ”Berat untuk dapat poin di kandang Persipura Jayapura dan Persiwa. Karena mereka selama ini dikenal jago kandang,” ujar Zainul Azis, salah satu suporter P-MU. (bri/ed)

JADWAL PERTANDINGAN KOMPETISI JADW INDONESIA SUPER LEAGUE (ISL) 2012/2013 PUTARAN I PU

PUTARAN II PU

HARI

TANGGAL

KANDANG

TAMU

1

Rabu

16-Jan-13

Persela

P-MU

2

Kamis

31-Jan-13

Persipura

P-MU

3

Minggu

3-Feb-13

Persiwa

P-MU

4

Sabtu

9-Feb-13

P-MU

Persidafon

5

Kamis

14-Feb-13

P-MU

Persiram

6

Selasa

19-Feb-13

Barito Putera

P-MU

7

Sabtu

23-Feb-13

Persiba

P-MU

8

Minggu

3-Mar-13

P-MU

Mitra Kukar

9

Rabu

6-Mar-13

P-MU

Persisam

10

Minggu

10-Mar-13

Psps

P-MU

11

Kamis

14-Mar-13

Persija

P-MU

12

Selasa

19-Mar-13

P-MU

Sriwijaya FC

13

Sabtu

23-Mar-13

P-MU

Pelita Jaya

14

Rabu

3-Apr-13

Arema

P-MU

15

Rabu

10-Apr-13

Gresik United

P-MU

16

Minggu

14-Apr-13

P-MU

Persita

17

Minggu

21-Apr-13

P-MU

Persib

1

Selasa

7-May-13

Persita

P-MU

2

Minggu

12-May-13

Persib

P-MU

3

Kamis

16-May-13

P-MU

Gresik United

4

Minggu

19-May-13

P-MU

Arema

5

Minggu

26-May-13

Pelita Jaya

P-MU

6

Rabu

29-May-13

Sriwijaya Fc

P-MU

7

Rabu

5-Jun-13

P-MU

Persija

8

Minggu

9-Jun-13

P-MU

PSPS

9

Sabtu

15-Jun-13

Mitra Kukar

P-MU

10

Rabu

19-Jun-13

Persisam

P-MU

11

Rabu

26-Jun-13

P-MU

Barito Putera

12

Minggu

30-Jun-13

P-MU

Persiba

13

Minggu

21-Jul-13

Persidafon

P-MU

14

Kamis

25-Jul-13

Persiram

P-MU

15

Jum'at

23-Aug-13

P-MU

Persiwa

16

Selasa

27-Aug-13

P-MU

Persipura

17

Sabtu

7-Sep-13

P-MU

Persela


Edisi 27 Desember 2012