Issuu on Google+


2

RABU

26 Desember 2012

Awas, Mulai Mewabah! Hampir Setiap Puskesmas Rawat Pasien DBD

Pakai Bibit Lokal, Optimistis Sukses BANGKALAN-Walaupun cuaca Bangkalan dalam beberapa pekan ini rutin di terjang hujan deras dan angin kencang, para petani di Bangkalan tetap optimistis jika musim tanam yang sudah dimulai akan membuahkan hasil yang bagus. Dalam beberapa tahun terakhir para petani sudah terbiasa dengan kondisi cuaca yang sering berubah-ubah. ”Kalau melihat kondisi cuacanya akhir-akhir ini, Saya yakin tiga bulan lagi panen

bisa sukses. Insya Allah,” ungkap Mohammad Khodri, petani asal Gili Timur, Kecamatan Kamal. Ia menambahkan, dalam musim tanam kali ini sebagaian besar petani masih memilih bibit padi lokal yang mereka dapatkan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Bangkalan maupun bibit padi yang sudah mereka persiapkan sendiri jauh-jauh hari sebelumnya. Pembelian bibit padi di pasar tradisional menjadi pilihan utama

karena petani mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan bibit padi lain. Jikapun ada, harganya jauh lebih mahal. ”Kami biasa membeli bibit di pasar tradisional. Di sini masih belum banyak bibit padi lain, lagipula harganya lebih mahal,” ungkap Khodri. Hingga saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bangkalan belum dapat menyediakan bibit padi bagi petani. Namun Dispertanak men-

gaku sudah memiliki sejumlah kelompok tani binaan yang saat ini mempersiapakan bibit padi unggulan. ”Untuk bibit padi, kami belum mampu menyediakan bagi petani. Tapi kami sudah memiliki beberapa kelompok tani yang sedang mengembangkan bibit padi unggulan,” ungkap Kepala Dispertanak, Puguh Santoso, melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Agribisnis, Supriadi, kepada Kabar Madura. (fir/rr)

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

BELI DI PASAR TRADISIONAL: Sejumlah petani di Gili Timur, Kecamatan Kamal, menggarap sawah mereka dengan harapan mampu dipanen dalam waktu tiga bulan mendatang.

BANGKALAN-Memasuki musim hujan, warga Bangkalan banyak yang diserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hampir setiap Puskesmas di Bangkalan merawat pasien DBD. Di Puskesmas Socah, puluhan pasien DBD dirawat. Hingga saat ini pasien DBD masih dapat ditangani dengan baik. Diprediksi, wabah DBD terus menghantui masyarakat Bangkalan seiring belum adanya tindakan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan setempat. Kekhawatiran tersebut bertambah mengingat musim hujan masih terus berlangsung sehingga masyarakat perlu berhati-hati dan waspada terhadap serangan DBD tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, dr Ahmad Aziz, membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan jika DBD tidak hanya menyerang warga di Kecamatan Socah. Beberapa warga di wilayah lain di Bangkalan juga sudah terserang penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut. ”Seperti di Kecamatan Konang, di sana juga ada warga yang kena DBD, jadi tidak hanya di Socah saja. Beberapa wilayah sudah mulai terjangkit,” terang Aziz, Selasa (25/12). Ia menjelaskan, pihaknya

Sampah Meluber ke Jalan

PELABUHAN KAMAL

KM/EKO EDI WINARNO

KALAH BERSAING: Arus penyeberangan di Pelabuhan Kamal selama liburan panjang kali ini masih lancar dan tidak ada penumpukan penumpang karena sebagian lebih memilih Jembatan Suramadu.

Libur Panjang, Relatif Lancar BANGKALAN-Berbeda dengan liburan panjang Idul Fitri dan Idul Adha, selama libur panjang akhir tahun dan libur sekolah kali ini kepadatan arus penyeberangan Pelabuhan Kamal-Ujung relatif lancar. ”Sejak Sabtu (22/12) arus penyeberangan masih lancar. Tidak ada kepadatan penumpang,” ungkap Edy, Petugas ASDP Pelabuhan Kamal. Hal sama juga diungkap Rusdiayanto, pedagang kaki lima di area Pelabuhan Kamal. Menurutnya, musim libur kali ini tidak seramai saat masa liburan Idul Fitri maupun Idul Adha. ”Memang ada peningkatan omzet penjualan, tapi tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasanya,” ungkapnya. Pantauan Kabar Madura di lapangan menyebutkan, selama beberapa hari terakhir tidak tampak kepadatan pengendara kendaraan bermotor. Hanya dua dermaga di Pelabuhan Kamal yang digunakan untuk mengangkut para penumpang yang menyeberangi Selat Madura menuju Pulau Jawa. (fir/rr)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

RAMAI: Sejumlah rumah makan yang terdapat di sepanjang Desa Ketengan, Kecamatan Burneh, dipenuhi penikmat kuliner khas Madura.

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

Wisatawan Kuliner Padati Ketengan BANGKALAN-Memasuki libur akhir tahun, sejumlah rumah makan yang berada di sepanjang jalan menuju Kecamatan Kota Bangkalan dari arah Jembatan Suramadu, ramai dikunjungi oleh para penikmat kuliner khas Madura, khususnya di Desa Ketengan, Kecamatan Burneh. Para penikmat kuliner tersebut umumnya merupakan masyarakat yang mengisi waktu liburnya dengan berjalan-jalan ke Madura, khusus untuk menyambangi

sudah menginstruksikan terhadap semua petugas yang ada di puskesmas supaya cepat dan tanggap dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. khususnya pasien yang menderita DBD. ”Jika terlambat dalam penanganannya akan berakibat fatal pada si penderita DBD. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap pasien yang ada Puskemas harus dilayani dengan baik,” ungkapnya. Selain upaya dari petugas dalam memberantas DBD, masyarakat juga perlu melakukan beberapa hal termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih bisa dipastikan tidak ada tempat yang dijadikan sarang nyamuk bertelur. Ia menjelaskan, salah satu menjaga kebersihan lingkungan dengan cara menguras bak mandi yang kotor. Jika dibiarkan akan dijadikan sarang nyamuk untuk bertelur karena nyamuk memiliki tempat favorit bertelur di air. ”Kalau sudah lingkungan bersih, bisa dipastikan nyamuk tidak akan yang kerasan. Jadi tidak mungkin nyamuk akan berkembang biak pada tempat yang bersih,” ucapnya. Ditanya berapa jumlah pasien DBD yang dirawat di Puskesmas, Aziz mengaku tidak hafal. ”Maaf Saya tidak hafal secara detail jumlahnya. Datanya ada di kantor dan sekarang Saya sedang libur. Besok (hari ini, red) saja datang ke kantor. Datanya lengkap,” ucapnya. (ful/rr)

sejumlah objek wisata kuliner di Bangkalan dan sekitarnya. Rosita Indiyanti, wisatawan kuliner asal Sidoarjo, mengaku sengaja datang dengan keluarganya untuk mengisi waktu libur panjang dengan berburu kuliner khas Madura. Menurutnya, selain menikmati keindahan sejumlah objek wisata di Bangkalan, ia juga ingin mencicipi sejumlah rumah makan di Bangkalan yang terkenal dengan kelezatannya. ”Memang sengaja bersama

anak dan suami datang ke sini untuk menjajal kelezatannya. Informasinya makanannya di sini enak-enak dan harganya relatif terjangkau,” tandas ibu berusia 32 tahun tersebut. Hal yang sama diungkap Sukirno, warga Gresik yang datang bersama rombongan rekan kantornya. Ia mengatakan kedatangannya ke Bangkalan hanya untuk menikmati sajian kuliner khas Bangkalan yang terkenal hingga ke luar Madura. “Ini diajak teman-teman

kantor. Kami penasaran dengan kuliner khas Bangkalan yang ramai diceritakan kelezatannya. Sekalian mengisi waktu libur,” ungkapnya. Akibat ramainya pengunjung, jalur Kota Bangkalan menuju Burneh, tepatnya di daerah Besel-Burneh, terjadi kemacetan akibat padatnya kendaraan. Meski tidak berlangsung lama, namun kemacetan tersebut sempat membuat pengguna jalan merasa terganggu. (fir/rr)

BANGKALAN - Pengelolaan sampah di Bangkalan terbilang buruk. Seperti yang terlihat di Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan, ceceran sampah banyak terlihat di sejumlah titik. Hal tersebut menimbulkan kecaman dari warga yang merasa terganggu. Menurut Anam, warga setempat, petugas pengangkut sampah baru mengangkut sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir dalam hitungan hari. Akibatnya sampah yang menumpuk di TPS meluber ke jalan raya. ”Bagi kita yang setiap hari tinggal di sini (Kelurahan Kejagan, red), luberan sampah tersebut sudah menjadi pemandangan yang biasa, begitu pula dengan bau sampah yang menyengat penciuman kami,” tutur Anam, yang sedang mengantar anaknya sekolah di dekat lokasi pembuangan sampah. Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangkalan, Hasanuddin Buchori, mengatakan bahwa saat ini masih terus melakukan pembenahan di tempat pembuangan sampah. ”Untuk selanjutnya timpengangkutan sampah bakal ditingkatkan lagi,” katanya. (km9/rr)


RABU

26 Desember 2012

LIBUR AKHIR TAHUN Okupansi Hotel Masih Normal SAMPANG-Memasuki libur panjang pada minggu pekan ini, tingkat hunian (okupansi) hotel dan penginapan di kawasan kota Sampang masih belum mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu resepsionis sebuah hotel di Kota Sampang, Hendra Setiawan mengatakan peningkatan masih sekitar 20 persen dan ini menurutnya tergolong normal. ” Sementara untuk tingkat hunian, baru bisa diketahui sekitar hari H masa liburan, “ tuturnya. Sejak liburan tiba beberapa tempat penginapan di Sampang saat akan menjelang tahun baru masih cukup normal seperti biasanya, seperti yang terlihat di salah satu hotel ternama yang berada di Jalan Agus Salim kelurahan Banyuanyar Sampang. Kebanyakan para pengunjung yang datang ke hotel tersebut hanya para salesman yang bermalam sehingga bisa bekerja esok harinya. Dikatakan, lonjakan biasanya terjadi menjelang tahun baru. Dan para pengunjung biasanya akan mulai padat jika menjelang musiman mudik seperti hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. “Biasanya musim pas kalau mudik mas kalau rame,” ujarnya kembali. (KM10/zis)

SEMBAKO Harga Mulai Naik SAMPANG-Menjelang akhir tahun, harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Sampang merangkak. Di antaranya harga rempah rempah, minyak goreng, kacangan kacangan dan lain lain. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas bawang dan kacang tanah. Yakni berkisar hingga Rp 5 ribu. Salah satu pedagang di pasar Torjun Sampang, Latifah menjelaskan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok terjadi sudah semenjak seminggu yang lalu. Menurutnya hal tersebut terjadi disebabkan stok dari barang yang naik sudah langka. “Banyaknya permintaan dari pembeli menyebabkan stok menipis dan harga menjadi naik,” jelasnya, kemarin (25/12). Komoditi yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi adalah sayuran, seperti bawang putih, bawang merah, kacang tanah, beras ketan dan telur. Harga komoditi tersebut naik antara sepuluh hingga 40 persen per satuan. Adapun sejumlah kebutuhan pokok yang naik di antaranya beras ketan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu, telur dari Rp 15 ribu menjadi Rp 17 ribu perkilonya. Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Diseprindagtam) Heri Susilo melalui Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindagtam M. Busar Wibisono, kenaikan beberapa harga sembako di akhir tahun ini, lantaran banyaknya permintaan dari masyarakat, yang akan merayakan momenn tahun baru. “ Yakni dengan membuat masakan dalam jumlah besar,” ujarnya, kemarin. (KM10/zis)

3

Sawah Siap Tanam Kebanjiran Puluhan Hektare di Desa Pengilen SAMPANG-Puluhan hektare lahan sawah siap tanam di Desa Pangilen Kabupaten Sampang terendam banjir, Selasa (25/12) kemarin. Akibatnya, benih padi pun terancam mati membusuk jika genangan air tidak segera surut. Bahkan, masyarakat sekitar yang sebagian besar petani memilih tidak mulai menyemaikan padi mereka sampai genangan air benar-benar surut. Banjir yang diduga disebabkan hujan lebat pada Senin (24/12) malam lalu itu menggenangi lahan sawah di sejumlah desa sekitar. Bahkan, jalan raya yang menghubungkan antara Desa Pangilen dan Desa Kramat juga masih terlihat genangan air hingga mencapai 30 sentimeter. Salah satu petani, Munayyah, mengatakan, lahan sawah yang tergenang banjir baru selesai diolah dan sedang persiapan tanam. Namun, rencana mulai tanam itu terpaksa ditunda karena genangan air cukup tinggi. “Karena banjir, ya belum bisa tanam, tetapi yang dikhawatirkan persemaian akan mati jika dalam beberapa hari ini

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

TERENDAM: Sawah yang sudah siap tanam tergenang air hujan yang turun sangat deras.

air tidak surut,” imbuh pria berusia 30 tahun ini. Menurutnya, para petani rencananya akan menanam serentak padi varietas Inpari 13. Padi ini merupakan jenis yang tahan hama wereng dan serangan hama lain. Namun, karena kondisi areal persawahan yang tergenang air masih terbilang tinggi, maka petani memilih tidak menanam padinya se-

belum air surut. “Padi bisa mati mas kalau dipaksakan tetap ditanam,” ucap Munnayah. Hal yang sama juga disampaikan Bunari, warga petani setempat. Para petani merasa takut karena saat ini sedang memasuki musim tanam padi. Apabila kondisi hujan masih tetap berlanjut, maka padi mereka akan terancam rusak.”Baru seminggu ini

musim tanam, hujan satu malam gini aja bisa seperti ini. Kalau hujan nggak berhenti juga bisa gawat semua petani, ratusan hektare yang terendam,” ujarnya, kemarin. Dalam kejadian ini, petani berharap adanya perhatian dan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat untuk menanggulangi banjir tersebut. Dimana selokan yang berada di pinggir sawah milik warga tidak mampu menampung aliran debit air hujan yang turun dengan derasnya. “Setiap tahun mas, kalau sudah mau memasuki musim hujan pasti sawah tidak luput banjir dadakan seperti ini,” ujarnya kembali. Diketahui, banjir tersebut terjadi setelah turun hujan lebat semalaman pada hari Senin (25/12). Hujan lebat tersebut berlangsung setelah seminggu sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Hujan lebat menyebabkan selokan yang sampai ke wilayah tersebut juga tidak mampu menampung curahan air hujan, hingga meluap masuk ke areal persawahan yang melewati badan jalan. “Baru hujan sehari saja sudah banjir. Sebenarnya kalau ukuran goronggorongnya besar, air bakal cepat surut, tetapi yang ada di bawah badan jalan sempit hingga air menggenang lama,” pungkasnya. (KM10/zis)

Berubah Jadi Pemancingan Umum SAMPANG–Hujan yang terus mengguyur sebagian wilayah Sampang dalam beberapa hari terakhir, sepertinya belum menaikkan ketinggian air di waduk Klampis Desa Kramat Kecamatan Kedungdung. Waduk yang dapat menampung debit air hujan dari daerah utara, kini disulap menjadi pemancingan umum. Kondisi waduk yang terbilang sebagai lahan subur untuk ikan menjadikan masyarakat sekitar memanfaatkan dengan memancing ikan sebagai aktifitas liburan panjang akhir tahun. Waduk yang berjarak kurang lebih 21 kilometer di sebelah utara kota Sampang ini satu-satunya yang berada di Kabupaten Sampang. Kondisi alam sekitarnya yang masih asri membuat sebagian masyarakat menjadikan waduk ini sebagai tempat memancing ikan yang cukup menyenangkan. Jenis ikan di waduk ini juga amat beragam di antaranya mujaher, sepat dan biruh. “Kalau airnya tidak tinggi, di sini biasanya dimanfaatkan sebagai pemancingan mas. Soalnya di sini ikan yang hidup di waduk ini lumayan banyak,” ujar Mohadi, warga sekitar saat ikut memancing diareal waduk Klampis, Selasa (25/12) kemarin. (KM10/zis)

KM/ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

MENYENANGKAN: Banyak masyarakat yang memanfaatkan kondisi air waduk menjadi kolam pemancingan umum.

Libur Akhir Tahun, Tujuan Surabaya Melonjak SAMPANG-Libur akhir tahun yang cukup panjang benar-benar dimanfaatkan warga Madura untuk bepergian ke luar kota. Hal ini terlihat di terminal Sampang, Selasa (25/12). Sejak pagi kemarin ruang tunggu dipadati penumpang. Diperkirakan lonjakan penumpang hingga mencapai 3 kali lipat dari hari-hari biasa “Dibanding libur akhir pekan sebelumnya, libur akhir pekan kali ini lonjakan penumpang lebih besar. Mungkin bersamaan dengan libur perayaan Natal,” ujar Moch Hidayat, Kepala Terminal Sampang kepada Kabar Madura, kemarin. Dikatakan Hidayat, data yang tercatat sejak Senin (24/12) hingga Selasa (25/12) pukul 09.00 hari ini, penumpang yang diberangkatkan mencapai 563 orang Dengan armada yang masuk ke terminal Sampang sebanyak 52 unit bus. Angka tersebut, lanjut Hidayat, meningkat dari jumlah penumpang di hari normal yang berangkat hanya sekitar 100-200 orang dan diperkirakan lonjakan penumpang terjadi kemarin Namun begitu, belum ada bus bantuan untuk menKM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA gantisipasi lonjakan penumpang RAMAI: Suasana terminal Sampang yang kemarin tampak ramai dari hari biasanya. Diperkirakan, kemarin puncak jumlah saat ini. Karena perusahaan oto- penumpang yang bepergian melalui terminal Sampang. bus (PO) masih bisa menyediakan Masih menurut Sarib, dari sekian bus-bus reguler. “Sepertinya pun- bersama keluarganya dengan ini terlihat dari intensitas datangnya caknya pada hari ini (kemarin) tapi menumpang pikap, rencananya bus dari arah timur yang semakin banyak bus yang datang dari arah nampaknya tidak ada penambahan mereka akan berlibur di Surabaya padat dan sebaliknya dari arah timur (Sumenep dan Pamekasan) bus, karena bus reguler mereka untuk berbelanja dan mengunjungi barat (Surabaya, Bangkalan) masih sudah dalam kondisi penuh atau jarang ”Biasanya jarak bus satu dan berpenumpang sekitar 55 orang juga masih banyak”, kata Hidayat. tempat-tempat rekreasi. Sementara itu, penjaga pos pan- yang lainnya selama 30 menit kali sehingga penumpang yang beTujuan utama para penumpang rata-rata ke Surabaya. Salah satu- tau terminal Sampang, Sarib men- ini setiap 10 menit sudah ada yang rangkat dari terminal Sampang nya yakni Ipung. Warga Sampang gatakan ada penambahan bus reg- masuk terminal, kebanyakan dari terpaksa harus berdiri karena tidak mendapat tempat duduk. (waw/zis) ini datang ke terminal Sampang uler dari perusahaan otobus (PO) hal arah timur,” ungkap Sarib.

Preventif, Pengamanan Libatkan Pramuka SAMPANG–Guna mengantisipasi pelanggaran selama operasi pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2013, beberapa anggota Pramuka Saka Bhayangkara Sampang diikutsertakan. Seperti terlihat di dua pos pantau, Kecamatan Sampang dan Camplong. Kabag Ops Polres Sampang Kompol Alfian Nurrizal mengatakan pihak kepolisian Sampang menempatkan personilnya di dua titik pos pam dalam pengamanan Operasi Lilin 2012, yakni di perempatan depan Monumen Sampang dan depan Hotel Camplong, Sampang. Operasi Lilin dilaksanakan mulai 23 Desember sampai H +1 Tahun Baru. Alasan melibatkan anggota Pramuka Saka Bhayangkara yang masih duduk dibangku SMP dan SMA adalah mengantisipasi pelanggaran dalam bentuk tindakan preventif (pencegahan) yang sudah di-

pelajari oleh anggota Pramuka saka bayangkara sebelum dilakukan tindakan represif oleh anggota kepolisian. Hal ini diungkapkan Kasat Sabhara Polres Sampang AKP Heri Darsono yang memimpin langsung pos pengamanan yang ada di depan hotel Camplong. Beberapa anggota Pramuka Sampang ini berasal dari sejumlah SMP dan SMA dari Kecamatan Camplong, Omben, Kedungdung dan juga Sampang kota. “Mereka berasal dari beberapa sekolah di kecamatan- kecamatan dan sudah terlatih” katanya. Secara teknis, menurut AKP Heri Darsono, mereka melakukan penertiban pengguna jalan untuk sadar berlalu lintas seperti penggunaan helm dan memberi peringatan kondisi kendaraan untuk sesuai standar namun tugas dari anggota pramuka ini hanya sebatas tindakan preventif berupa teguran bukan represif. (waw/zis)

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

ANTISIPATIF: Sejumlah anggota Pramuka tampak ditempatkan di sejumlah pos pantau, kemarin. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com


4

RABU

26 Desember 2012

BERAS BENCANA Dimungkinkan Tak Tersisa PAMEKASAN-Adanya beras cadangan tahun 2012 untuk masyarakat yang dilanda musibah dimungkinkan tak tersisa. Pasalnya, sejauh ini beras cadangan bencana tersebut sebagian besar sudah terdistribusi sesuai objeknya. Kasi Bantuan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pamekasan M. Munir, mengatakan, beras dimaksud telah didistribusikan secara maksimal ke masyarakat yang dilanda musibah sesuai obyeknya. Baik musibah kekeringan, angin puyuh dan jenis musibah lainnya. ”Sisanya saya tidak sempat menghitung, rinciannya banyak sekali. Kira-kira sisanya sekitar lima ton,” ungkapnya, Selasa (25/12). Dari sisa tersebut, pihaknya akan mendistribusikan ke beberapa tempat yang telah teragenda. Sehingga dipasMelihat dari tikan sisa beras banyaknya bencana, tersebut juga sisa beras itu akan terdistritidak akan tersisa. busi. ”Melihat Sebab masih dari banyaknya banyak warga yang bencana, sisa terkena musibah beras itu tidak alam yang belum akan tersisa. Sedidistribusi. Seperti bab masih bandi Kecamatan yak warga yang terkena musibah Pegantenan sekitar 10 rumah tersapu alam yang beangin ribut.” lum didistribusi. Seperti di Kecamatan PeganM. MUNIR tenan sekitar 10 Kasi Bantuan rumah tersapu Dinsosnakertrans angin ribut,” Pamekasan ujarnya saat dihubungi Kabar Madura melalui telepon genggamnya. Dia menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan pendistribusian sisa beras ke masyarakat yang terkena musibah di beberapa tempat. Supaya sisa dari beras tersebut tidak mengendap begitu saja. Sejauh ini, pihaknya telah melakukan pendistribusian di beberapa tempat. Seperti nelayan yang tidak melaut, warga yang tersapu angin ribut dan musibah lainnya yang menimpa masyarakat. ”Tidak mungkin tersisa, kami selalu mendistribusikan beras bencana itu ke tiap daerah yang terkena musibah,” tandasnya. Sebagaimana diketahui, cadangan beras bencana untuk 2012 sebanyak 100 ton. Dari jumlah dimaksud, saat ini sudah tersisa sekitar lima ton. Sehingga beras yang terdistribusi selama 2012 ini sebanyak 95 ton beras cadangan bencana. (jck/ed)

MAHASISWA BMM Masih Menunggu Respon BKD PAMEKASAN-Surat yang dilayangkan BMM (Barisan Mahasiswa Merdeka) ke BKD (Badan Kehormatan Dewan) Pamekasan, terkait ulah salah seorang wakil rakyat, ternyata belum juga direspon. Buktinya, sampai saat ini pihak BKD belum juga memanggil Sudah sangat lama BMM. Perlu diketasaya melayangkan hui, dalam aksi surat laporan ke BKD. Namun sampai BMM ke gedung DPRD Pamesekarang belum juga kasan, ada salah digubris. Padahal seorang anggota kami masih tetap dewan yang dinimenunggu hasil lai melakukan tindak lanjut BKD. tindakan tidak Dengan hal itu pula sopan. Kejadian saya berfikir bahwa tersebut kemuditidak ada keseriusan an dilaporkan ke BKD oleh BMM dari BKD untuk (13/11). menindak lanjuti K etu a B MM, laporan yang telah Zaini, kepada kami layangkan.” Kabar Madura (25/12) meZAINI nyatakan, piKetua BMM haknya sampai detik ini masih menunggu tindak lanjut BKD terkait laporannya itu. Sayang, Zaini menilai belum ada sinyal positif. ”Sudah sangat lama saya melayangkan surat laporan ke BKD. Namun sampai sekarang belum juga digubris. Padahal kami masih tetap menunggu hasil tindak lanjut BKD. Dengan hal itu pula saya berfikir bahwa tidak ada keseriusan dari BKD untuk menindak lanjuti laporan yang telah kami layangkan,” ujar Zaini. Hanya, diakui Zaini, beberapa waktu lalu Ketua BKD Pamekasan Boy Suhari Sajidin pernah mengatakan pihaknya masih ada agenda ke luar. Tapi surat dimaksud tetap akan ditindaklanjuti dan akan diproses. Namun untuk sementara ini, masih belum ada kepastian. ”Kalau dalam satu minggu ini surat laporan kami belum ditindaklanjuti oleh BKD, jangan salahkan kami kalau meluruk kantor dewan lagi untuk mempertegas tindak lanjut surat yang telah kami layangkan,” pungkas mahasiswa pascasarjana ini. (ong/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Libur Panjang, Tempat Wisata Sepi

TAK NGEFEK: Obyek wisata Talang Siring di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, sepi pengunjung sepanjang hari kemarin (25/12).

PAMEKASAN-Libur panjang yang dilakoni pegawai negeri dan juga lembaga pendidikan, ternyata tidak berimbas ke lokasi obyek wisata di kota Gerbang Salam Pamekasan. Utamanya tempat wisata Talang Siring yang terletak di Desa Montok Kecamatan Larangan, Pamekasan. Maimunah, 37, salah seorang pedagang camilan di lokasi wisata dimaksud kepada Kabar Madura mengatakan, liburan panjang kali ini memang tidak begitu berkesan bagi masyarakat Pamekasan. ”Sepertinya warga enggan berliburan ke Talang Siring,” ungkap sosok yang sudah tujuh tahun berjualan di lokasi wisata tersebut. (jck/ed)

Butuh Perbaikan yang Utuh KM/MARZUKIY

Menyorot Buruknya Pelayanan PDAM PAMEKASAN-Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minur (PDAM) Kabupaten Pamekasan harus lebih ditingkatkan. Pasalnya air merupakan kebutuhan vital masyarakat. Padahal, hampir tiap hari ada keluhan dari pelanggannya yang kecewa terhadap layanan PDAM. Disinyalir, bobroknya sistem di internal PDAM merupakan faktor utama terjadinya krisis pelayanan tersebut. Sehingga dibutuhkan perbaikan yang utuh dari pihak PDAM guna meningkatkan pelayanannya. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Husnan Ahmadi mengatakan, selama sistem yang dipakai PDAM masih carut-marut, sangatlah sulit bisa meningkatkan pelayanannya ke masyarakat, utamanya ke pelanggannya. ”Sementara, PDAM seperti itu lah. Artinya PDAM memerlukan banyak pembenahan. Baik menyangkut menejemen atau keuangan. Artinya, pelayanan ke masyarakat pelanggannya memang harus ditingkatkan,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Selasa (25/12) kemarin.

KM/DOK

KANTOR: Pelayanan PDAM Pamekasan yang kantornya di Jl Kabupaten, akhir-akhir ini banyak dikeluhkan pelanggannya.

Disampaikan juga oleh Husnan Ahmadi, tidak maksimalnya pelayanan PDAM ke pelanggannya, bisa dipengaruhi beberapa faktor. Termasuk tidak sesuainya

jumlah sumber yang dimiliki dengan pelanggan yang ada. Jika salah satu dari keduanya tak seimbang, Husnan yakin pelayanan PDAM tidak mungkin akan lebih baik.

”Secara umum, semua sistem harus dibenahi oleh PDAM. Mulai dari sumber daya manusianya, perbaikan pipa dan lain sebagainya,” ungkapnya. Oleh sebab itu, dia berharap

Bukit Perbatasan Dikhawatirkan Longsor PAMEKASAN-Beberapa bukit di wilayah perbatasan Kecamatan Waru dan Pakong dikhawatirkan longsor. Sebab di sejumlah titik terus dikeruk. Sehingga kondisi bukitnya minim pepohonan. Pantauan Kabar Madura, sepanjang jalur yang merupakan lintas Kota ke wilayah utara Pamekasan tersebut, banyak ditemui bukit yang menganga. Tak hanya itu, beberapa bongkahan batu besar di utara jalan beraspal juga rawan runtuh. ”Ketika melintas di jalur ini (batas Waru-Pakong, Red) pada musim penghujan, sangat waswas sekali. Karena takut mendadak longsor. Karena yang saya saksikan, di sepanjang jalur ini sudah banyak batu yang melorot hingga tepat di pinggir jalan,” ujar salah satu pengguna jalan, Usman, saat ditemui Kabar Madura, Selasa (25/12) kemarin. ”Kalau saya melintas di jalur ini, dan kebetulan hujan deras, saya tidak berani berteduh di sini Pak. Seperti yang telah terlihat, banyak bongkahan batu dan bukit yang sewaktu-waktu bisa mengancam jiwa. Jadi saya memilih tempat lain untuk berteduh,” pungkas pengguna jalan lain, Mustaqim, kemarin (25/12). Rupanya, bukit tersebut memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pengguna jalan yang terpaksa harus memilih

KM/FATHOR RAHMAN

RAWAN: Salah satu bibir bukit di pinggir jalur lintas Kota Pamekasan ke wilayah Pantura yang kondisinya sudah tergerus dan dikhawatirkan longsor oleh pengguna jalan.

jalur tersebut. Mereka semakin was-was dan berhari-hati ketika hujan deras mengguyur. Selain itu, pengerukan di beberapa punggung bukit menjadi pemicu tersendiri rawannya longsor. Apalagi kondisi bukitnya kini sudah

banyak yang gundul. Sehingga menambah kekhawatiran pengguna jalan. Itu, masih ditambah adanya bongkahanbongkahan batu besar yang ”menggantung” di atas jalur beraspal, yang sewaktu-waktu siap melorot. (ong/ed)

keberadaan PDAM dapat membantu kepentingan masyarakat dan membantu pula terhadap kekayaan daerah. ”Itu semua demi kemajuan Pamekasan kok,” pungkasnya. (jck/ed)


RABU

5

26 Desember 2012

Wisatawan Masih Seputar Jatim

Kunjungan Libur Akhir Tahun KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

MENGKHAWATIRKAN: Kondisi jembatan Muangan yang menjadi lalu lintas warga termasuk anak-anak SD saat pergi dan pulang sekolah.

Warga Muangan Butuh Jembatan Beton SUMENEP-Jembatan yang menghubungkan dua desa hampir roboh. Jembatan yang menjadi penghubung antara desa Desa Sendir, Lenteng dan desa Muangan, Saronggih itu dikhawatirkan oleh warga setempat. Sebab, kali Sarokah, batas dari dua desa tersebut sering dilanda banjir dadakan. Kepala Desa Muangan Suharto mengaku khawatir sebab jembatan tanpa pegangan yang terbuat dari rakitan bambu itu menjadi

tempat satu-satunya jalan bagi anak-anak saat mau berangkat sekolah. Dua desa yang dibatasi kali Sarorakah itu tidak memiliki jembatan lain selain jembatan tersebut. ”Kami khawatir keselamatan mereka,” ujar Suharto. Selain itu, ia juga menambahkan jembatan tersebut sangat memiliki peran yang sangat besar terhadap ekonomi masyarakat setempat. Saat musim panen tiba, jembatan dari rakitan bam-

bu itu menjadi jalan untuk mengangkut hasil panen mereka. ”Ya susah dik, karena gak ada kendaraan yang bisa lewat,” ujar Sahrawi, salah satu warga Desa Sendir. Menurut Suharto, Kades Muangan, pihaknya sudah lama mengajukan surat permohonan bantuan pembangunan jembatan pada pemerintah daerah. Sejak pertama kali terpilih menjadi kepala desa Muangan beberapa tahun

lalu, dirinya sudah meminta bantuan pada pemerintah daerah agar bisa membangunkan jembatan sebagai ganti dari jembatan bambu tersebut. ”Tapi mereka angkat tangan karena biayanya terlalu besar katanya,” beber Suharto. Suharto mengaku pihaknya harus mengganti jembatan tersebut sebanyak 4 kali dalam semusim. Karena khawatir jembatan tersebut roboh. Apalagi kali Sarokah dikenal dengan sungai

yang sering dilanda banjir bah. ”Itu antisipasi kami, agar anak-anak di desa sebrang (Sendir --red) bisa melintas dengan aman,” katanya. ”Kami melakukannya dengan cara swadaya. Menggalang sumbangan pada masyarakat untuk setiap kali memperbaiki jembatan. Sebab berharap pada pemerintah, hanya janji-janji kosong yang kami dapatkan,” pungkas Agus Mulyadi, warga desa setempat. (aqu/zis)

Pembangunan Tak Jelas, Kondisi Kian Kumuh SUMENEP- Kondisi pasar Anom sebagai pusat pasar di Sumenep semakin lama makin memprihatinkan. Kondisinya kumuh dan terlihat tidak teratur apalagi setelah masuk musim hujan. Kondisi ini terjadi setelah pembangunan pasar yang ditargetkan selesai 2011, namun hingga saat ini masih mangkrak. Kurang lebih satu tahun pembangunan pasar Anom terkatung-katung sehingga sedikit banyak berdampak pada sirkulasi perekonomian masyarakat. Padahal target pekerjaan pasar tersebut selesai 2011 tahun yang lalu, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. ”Semua masyarakat dan penghuni pasar berharap bangunan itu segera selesai, karena sudah lewat dari masa waktunya, tahun 2011 mestinya sudah selesai. Dampak mangkraknya pembangunan ini jelas akan mengalami keterlambatan sirkulasi ekonomi, tidak sesuai dengan harapan ma-

KM/ AHMAD AINOL HORRI

TIDAK TERATUR: Kondisi pasar Anom yang terlihat semakin kumuh. Tampak di foto, dulunya tempat ini merupakan jalan keluar dari pasar namun setelah pembangunan pasar suasananya jadi tampak kumuh.

syarakat,” kata salah satu pedagang pasar, Makhtub Syarif, Selasa (25/12). Lebih dari itu, Syarif juga menegaskan banyak pedagang yang ingin berjualan gagal lantaran tidak mendapatkan lokal atau tempat. Ia mengatakan jika ada

masalah dengan kontraktor, diharapkan segera ada penyelesaian sehingga tidak merugikan masyarakat. ” Kalau ingin memperbaiki tata ruang, pasar kumuh yang kumuh begitu harus segera diselsaikan,” lanjutnya. Terpisah, Anggota Komisi

B DPRD Sumenep, Juhari juga berharap agar pembangunan pasar tersebut segera dituntaskan. Menurutnya, semuanya harus rampung secepatnya sehingga pembangunan tidak terkatungkatung dan merugikan masyarakat.

”Mestinya harus dirampungkan, baik kontraktornya, perencanaanya semuanya harus diurai lagi, kontrak yang lama itu kan tidak jelas, eksekutif mestinya melakukan langkah-langkah konkrit salah satunya dengan memperjelas kontrak,” tegas politisi PPP ini pada Kabar Madura. Kalau misalnya dalam proses pekerjaan pembangunan pasar diputus kontrak, Juhari mengungkapkan mestinya saat ini sudah ada langkahlangkah yang mengarah pada kejelasan kapan pembangunan tersebut selesai sehingga masyarakat tidak terlalu lama menunggu. ”Dulu putus kontrak lalu sekarang bagaimana? Perencanaannya selesai tahun 2011, berarti sekarang sudah molor satu tahun, lalu sampai kapan lagi masyarakat menunggu?” pungkasnya. Sayangnya, saat Kabar Madura dikonfirmasi ke Kabid Pendapatan DPPKA Sumenep, Imam Sukandi melalui telpon selulernya, tidak ada jawaban. (rei/zis)

Mau Ikut Ujian, 35 Santri Kepulauan Tertahan SUMENEP-Lantaran tidak adanya kapal yang bisa berangkat ke kepulauan, rombongan penumpang dari kalangan santri terpaksa tertahan selama 4 hari di pelabuhan Kalianget. Padahal mereka harus segera tiba guna menghadapi ujian. Hal ini dialami santri ponpes Abu Hurairah pulau/Kecamatan Sapeken. Mereka terpaksa menginap di sekitar pelabuhan karena tidak ada kapal yang beroperasi padahal mereka terburu-buru untuk persiapan mengikuti ujian lokal. Namun ternyata kapal yang dijadwalkan berangkat 23 Desember itu tidak jadi berangkat dengan alasan BBM. Rombongan santri itu baru datang berwisata sekaligus studi keluar kota. Mereka sampai di pelabuhan Kalianget sejak tanggal 22 Desember kemarin namun disebabkan kapal yang tidak berangkat, mereka harus bermalam hingga lima hari di wilayah pelabuhan Kalianget. ”Kami sampai di sini sejak tanggal 22 Desember, karena jadwal kapal DBS I tanggal 23 Desember, tapi ternyata setelah kita sampai di Kalianget ada perubahan

KM/ DOK

TAK BEROPERASI: Kapal DBS I yang tak beroperasi di pelabuhan Kalianget. Kondisi membuat penumpang terutama penumpang dari kalangan santri yang hendak melaksanakan ujian terpaksa tertahan di pelabuhan selama 4 hari.

karena kapal sampai hari Sabtu kemarin tidak jadi berangkat dengan alasan tidak ada BBM, kemudian kita tunggu besoknya, (hari Minggu) karena ada berita kapal Surya Terang Abadi akan berangkat kemarin (Senin) tapi ternyata tidak berangkat, ya kita semakin bingung sudah sampai

tiga hari dan sekarang sudah 4 hari “ terang Ust. Anwar, ketua rombongan santri itu kepada Kabar Madura, (25/12). Anwar sebagai guru di pesantren tersebut mengaku dirinya bersama rombongan santri sebenarnya mengejar jadwal pemberangkatan kapal karena ada jadwal ujian

lokal di pesantrennya dan para santri wajib mengikutinya. ”Memang kita mengejar jadwal ujian lokal, kita ini kan rombongan dalam rangka study tour, dan rombongan kami ada 35 santri berangkat sejak 6 Desember kemarin, kita ke Surabaya, Jakarta mengikuti pelatihan-pelatihan. Kami segera pulang itu karena ada ujian lokal di pesantren,” urainya. Ustadz Anwar baru mendapat kabar jika kapal DBS I rencananya berangkat kemarin pukul 17.00 WIB padahal, kata Anwar, ujian tinggal dua hari lagi akan dilaksanakan secara otomatis para santri harus belajar untuk mempersiapkan mata pelajarannya. Rombongan itu diperkirakan sampai di pulau Sapeken besok siang sehingga persiapan untuk belajar dimungkinkan terbengkalai. Sementara, pihak Sahbandar, Mifathol Arifin menyampaikan pemberangkatan DBS I dijadwalkan hari ini (kemarin) sore, ia mengaku tidak tahu jika keberangkatan DBS yang sempat tertunda sebelumnya disebabkan BBM. ”Setahu saya BBM tidak ada masalah” ujar Mifathol Arifin. (rei/zis)

SUMENEP-Wisata sejarah Kabupaten Sumenep, terutama situs peninggalan raja-raja kraton Sumenep, hingga saat ini masih diminati wisatawan dari daerah di Jawa Timur dan belum meluas ke wilayah lain. Erfandi, pemandu museum Keraton Sumenep menjelaskan, liburan akhir tahun kali ini pengunjung yang datang meningkat dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Ia menyebut peningkatan mencapai 50 persen. ”Alhamdulillah jumlah pengunjung meningkat dari hari hari sebelumnya, bisa dikatakan lebih dari 50 persen dari hari biasanya, jadi kalau sehari pada harihari biasa 100, sekarang mencapai 150 pengunjung” terang Erfandi kepada Kabar Madura, Selasa (25/12). Sayangnya, dari jumlah pengunjung yang datang ke museum Sumenep menurut keterangan Erfandi yang setiap hari bertugas mengantarkan wisatawan, hanya didominasi dari wilayah Jawa Timur sementara dari daerah lain sangat sedikit. Padahal museum keraton Sumenep sangat potensial menjadi tempat wisata ketika melihat peninggalan kerajaan Sumenep.

”Pengunjung yang datang banyak dari Jawa Timur saja, ada yang dari kota Sampang, Pamekasan. Jadi rekreasinya banyak datang atau berkunjung ke Sumenep. Luar Madura ada tapi hanya sebagian, tidak begitu banyak, ada satu dua, tidak begitu banyak,” jelasnya. Sementara para pengunjung yang datang ke museum keraton Sumenep banyak tertarik melihat peninggalan raja Sumenep, dan yang sering ditanyakan oleh pengunjung kata Erfandi adalah sajadah Pindhere Saod, salah satu raja Sumenep tahun 1750 puluhan. Maklum, sajadah tersebut dari kulit harimau asli. Dalam sajadah tersebut terlihat masih masih utuh, tidak ada jahitan untuk menyambungkan dan diletakkan dalam kaca di bawah tempat persemedian Pinthere Saod ”Sajadah ini dari kulit macan yang sudah disucikan dipakai oleh Pindhere Saod, yang banyak sekali pengunjung menanyakan sajadah ini, karena di Sumenep itu dulu kan banyak hutannya apalagi di Pulau Kangayan,” terangnya. Bahkan hingga saat ini barang-barang Pinthere Saod masih utuh seperti kain sarung yang tersimpan bersama sajadah yang sering beliau pakai pada masanya. (rei/zis)

KM/AHMAD AINOL HORRI

PENINGGALAN RAJA: Pengunjung museum sedang melihat sajadah Pinthere Saod, salah satu peninggalan raja Sumenep. Sajadah tersebut dari kulit macan asli sehingga banyak menyedot rasa penasaran pengunjung.

Asta Tinggi Ramai MOMENTUM libur panjang akhir tahun juga menjadi kesempatan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumenep mendatangi sejumlah tempat pariwisata di Sumenep. Tidak terkecuali tempat wisata pemakaman raja-raja Sumenep di Asta Tinggi. Berdasarkan keterangan penjaga asta tinggi, memasuki libur panjang kali ini, para pengunjung cukup ramai dari hari-hari biasanya. Dalam tiap harinya, para pelancong yang biasanya mencapai 4 ribu pengunjung kini menanjak tinggi menjadi 10 ribu. Akhir-akhir ini, para pengunjung Asta Tinggi kebanyakan berasal dari luar daerah Madura, paling banyak Jawa, bahkan ada juga dari Batam,Sulawesi. ”Karena sekarang hari libur, makanya banyak yang berdatangan,” kata Abdurrazak Gazani, 82, juru kunci Asta Tinggi yang bekerja sejak tahun 1982 saat ditemui wartawan kemarin.

Selain itu, juru kunci tersebut juga menuturkan pemantik para wisatawan dari berbagai daerah bukan hanya karena Asta Tinggi menjadi tempat makam para raja. Lebih dari itu, Asta Tinggi juga menjadi menjadi tempat pemakaman para wali. ”Itulah yang banyak menyedot perhatian masyarakat luar Madura,” tambahnya. Pantauan Kabar Madura, para pengunjung asta tinggi tersebut tidak saja dipenuhi oleh kalangan orangtua. Tetapi para pelajar juga ikut memadati makam raja itu. Elsa Ariesani, mahasiswa Unpar Bandung, mengaku pulang kampung karena ingin mengunjungi Asta Tinggi tersebut. ”Sudah 8 tahun lamanya aku gak pulang ke Madura. Lama juga gak ke Asta Tinggi. Biasanya dulu sama temen-temen pas masih di SMA rame-rame ke sini, liat makam raja-raja jaman dulu,” akunya. (aqu/zis)

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

BERDOA: Para peziarah mendatangi Asta Tinggi, pemakaman rajaraja Sumenep. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com


RABU

7

26 Desember 2012

Catatan Akhir KKM II; Ternyata Oh Ternyata! SELESAI sudah pelaksanaan Kongres Kebudayaan Madura (KKM) II. Ibu Megawati yang direncakan akan membuka acara ternyata tidak hadir. Tidak diketahui pasti alasannya. Tapi dalam analisis penulis, ketidak hadiran sang mantan Presiden ke acara yang dilaksanakan oleh Said Abdullah Institut (SAI) itu karena diisukan akan ada aksi besar-besaran oleh para aktivis yang memandang KKM II penuh aroma politis. Bukan hanya Bu Mega yang gagal ke Sumenep, Wakil Presiden Boediono juga pernah menggagalkan kunjungannya ke Sumenep. Saya tidak mau membuat alasan yang lebih jauh lagi. Yang pasti, dalam pandangan saya mereka semua (para elite) itu pengecut.

SEMANGAT dan bangun industri sepak bola Madura menjdi lebih baik. Tnjuukkan bahwa kita bukan tim lemah. Kita boleh gagal di IIC kemarin. Tapi nanti di ISL kita harus mampu bersaing dengan tim ISL lainnya. Ayo PMU, kami tak sabar ingin melihat Tim Madura menjadi kekuatan persepakbolaan nasional. PMU musim depan harus menjadi juuara, amien! Ida Lobhar’z +6287850433011 WARGA Madura itu terkenal dengan kultur keras, sopan santun, religius. Jadi, ayo kalau nonton PMU jangan lempar botol terus. Tunjukkan bahwa kita itu sportif. Ayo semangat PMU. Kami Laskar Apoy Pamekasan Mania mendukungmu. Aryk Apoy, +6281939297038 SALAM satu nyali. Saya bangga sama Perseba Super, kenapa Perseba bisa nggak home di Kota Bangkalan? K_Conk Garis Miring pasti mendukung. Di mana Perseba dan P-MU tanding, saya selalu mendukungnya... K-Conk Garis Miring, +6289676165348 PAK Daniel tolong jangan buang Fahad. Dia pemain potensial apa lagi pemain muda. Cari pemain lokal yang berkualitas ya. Arik Apoy, +6281939297038 SELAMAT datang Pak Daniel Roekito. Selamat datang Pak Daniel Roekito ke bumi Pamekasan. Kami ingin kau jadikan PMU lebih baik dari sebelumnya dan menjadi tim yang solid. I love PMU Ieda Lobhar, +6287850433011 GO...GO...GO....! Maju terus...!!! Laskar Sape Kerap kalahkan smua musuh-musuh mu Didi DoanK. Asrama Lekko Kuba, +6285258859670 BUAT P-MU yang aku cinta dan aku sayang. Saat ini aku hanya bisa berharap kesetiaan darimu untuk bola Madura. Jadikan tanah sapeh kerap ini neraka jahannam bagi setiap musuhmu. Jangan sekali-kali membuat luka di kedalaman hati pada setiap suporter setiamu. Karena satu kali saja kalah, maka itu lebih menyakitkan daripada mati. Dayat An-Nuqoyah Tretan Asli Kadur, +6285232220786 SEMANGAT untuk Persepam Madura United. Ku dukung sampai mati kardan bociL 83, +6281330694033 SEKALI bendera dikibarkan, hentikan ratapan dan tangèsan. Hidup PMU berjuang dan terus maju menjadi Nomor satu. O2nk PmK G4NK APÉNDOS, +6282334114866 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

Bagi pembaca yang berminat mengirimkan karyanya, Silahkan kirim ke:

Kantor Redaksi KABAR MADURA di San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No. 95) Pakuwon City Surabaya. Diutamakan via email ke kabarsastrabudaya@gmail.com. Panjang tulisan maksimal dua lembar kertas ukuran folio dengan 1,5 spasi. Nama dan alamat terang, serta foto diri harus dilampirkan.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Apa Hasil KKM II? Seperti yang sudah diwacanakan sebelumnya, bahwa KKM II hanya akan jadi ajang pagelaran budaya saja (Baca: Kongres Budaya Madura II; panggung politik yang merah delima, Kabar Madura 21-12,12). Tidak mampu mencapai esensi kabajikan dari sebuah budaya itu sendiri yang dalam perspektif penulis sangat luhur. Bagaimana tidak, karena forum KKM II hanya membicarakan agenda ekonomis (menciptakan budaya menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif) sebagai efek utama dari sebuah dinamika kebudayaan. Tidak salah memang, namun tidak mampu mencapai pokok persoalan tatanan riil kehidupan yang diakibatkan dari sebuah budaya pula. Dalam persepektif modernisasi agenda ekonomis budaya tersebut dikatakan dengan upaya kapitalisasi-pragmatisasi nilai-nilai, norma-norma menuju kehidupan yang praksis, temporer, dan komersil.

Jangan heran kalau elite. Inilah tugas beke depan budaya kita rat Lembaga Pusat tidak mampu menjadi Kajian (Kebudayaan) karakter, sifat, dan Madura ke depan. perilaku. Dan jangan Yakni bagaimana dia heran pula kalau kedemampu menciptakan pan banyak pelaku bukesadaran-paradigdaya yang tidak “berma baru masyarabudaya” dan “tidak kat akan pentingnya beradab”. Disinilah ilmu, ide, gagasan, sebenarnya letak dari informasi, kajian, dissebuah esensi budaya, kusi dan pembentuyakni mampu mencipkan maindset. Oleh: takan sebuah tatanan Hal lain yang perSURYADI SYAH kehidupan manusia lu disikapi dari hasil yang bernilai luhur, KKM II adalah tidak terhormat, beradab, arif dan bijak, adanya pembahasan tentang kelapang dada, bertenggang rasa, budayaan kepulauan. Mungkin dan bergotong royong. Dan KKM panitia menganggap Masalembu, II sama sekali tidak membahasnya. Sepudi, Raas, dan Kepulauan Dari semua keputusan KKM II Kangean tidak masuk wilayah yang disepakati, hanya satu yang administratif Madura. Sebuah menurut penulis sangat resolu- pen-diskredit-an kepualauan yang tif. Yakni direkomendasikannya dianggap tidak punya budaya. pembentukan Lembaga Pusat Sebatas referensi untuk tim peruKajian (Kebudayaan) Madura. mus hasil KKM II; Sepudi terkenal Ini menjadi penting karena lem- dengan sapi-sapi terbaiknya. Baik baga inilah yang akan memban- untuk sape kerap, dan sape sono’. gun dialektika keilmuan baru di Raas dengan Kucing Busok dan buMadura. Sebuah peradaban baru daya jeng ato’. Kepulauan Kengean yang dalam dunia filsafat Barat dengan gendhang dumi’, sundrang, di anggap sebagai masa renais- Suku Bajo yang sebagian besar sance, pendobrak masa kegela- menghuni Kecamatan Sapeken, pan. Madura sebagai “Nega- serta bahasanya yang khas dan ra” besar yang disertai dengan unik. Masalembu dengan rumah kekayaan alam yang berlimpah panggung. Serta budaya lainnya rakyatnya masih hidup di bawah seperti; pembuatan perahu, pesta penjajahan sistem struktural para tangkap ikan, pa’coprat copret, elite birokrat. Kondisi dimana tonggul monyong, kaburen tekos, kolonialisme-kapitalisme masih to’ning, palotan cocor, ta’phuta’an berkembang dengan subur. Dis- serta budaya-budaya lain yang kriminasi pelayanan, marjinalisa- menyebar di seluruh kepulauan. si kelas bawah, streotipe “lemah” perempuan, ketimpangan pemHarapan Terakhir bangunan antara kota dan desa, Terakhir penulis berharap, khukesenjangan kemiskinan dan susnya kepada tim perumus hasil kesejahteraan, kekuasaan tangan KKM II agar bisa lebih detail besi, serta bentuk-bentuk penja- dalam menyusun, mengidentijahan neo-kolonialisme lain yang fikasi, mencatat, dan merekosering di praktikkan oleh para mendasikan setiap keputusan

dengan tidak men-deskreditkan kebudayaan lainnya yang hanya karena alasan geografissosiologis atau bahkan primordialisme antara Madura daratan dan kepulauan. Kita harus bisa menciptakan human culture dimana budaya tidak hanya dipandang sebagai seremonial belaka. Tapi juga mampu menciptakan manusia-manusia yang beradab, berkearifan sosial, dan lepas dari kepentingan politisasi elite, serta kapitalisasi budaya. Kedepan, BPKKM (Badan Pekerja Kongres Kebudayaan Madura) yang bertugas sebagai pelaksana lapangan bisa bekerja maksimal untuk mengkomunikasikan hasil kongres kepada semua stekholder agar KKM II tidak semakin dipandang sebelah mata. Semua rekomendasi harus jadi referensi dalam tata laksana kebudayaan Madura ke depan. Baik oleh pemerintah yang ingin menjadikan budaya sebagai salah satu pengembangan ekonomi kreatif, serta para pelakupelaku budaya di bawah sebagai ujung tombak eksistensinya budaya. Dan yang paling penting dari semua itu, adanya dukungan moral dan tentunya juga material agar pertumbuhan dan perkembangan budaya di Madura bisa lebih dikenal publik di seantero nusantara dan juga dunia. Material diperlukan karena memang sampai saat ini banyak komunitas, peguyuban dan kelompok-kelompok budaya yang tidak punya sarana prasarana. Selain itu betapa pentingnya pula pembinaan untuk menumbuhkan kekuatan imajinasi, kreativitas, dan produktifitas kebudayaan kita. Semoga dan salam Madura...! *)Ketua Umum FKMS (Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep)

Diklat Berbeda Komunitas Masyarakat Lumpur MASYARAKAT Lumpur adalah sebuah komunitas seni yang berdiri di Kabupaten Bangkalan sejak 2004. Komunitas yang memusatkan konsentrasinya pada bidang seni pertunjukan atau teater, seni musik, serta ilmu sastra dan budaya ini akan lebih serius berkesenian di Bangkalan. Sabtu siang, 22 Desember 2012 kemarin, rombongan bus mini berangkat dari alun-alun kota Bangkalan. Berisi 32 peserta pendidikan dan latihan (Diklat) anggota baru Komunitas Masyarakat Lumpur. Dari keseluruhan peserta diklat anggota baru angkatan VI ini, rata-rata adalah pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Bangkalan. Rombongan bus mini berangkat menuju Dusun Krampo, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Kurang lebih setengah jam perjalanan, Rombungan peserta dan juga panitia sudah tiba di lokasi. Tepat pukul 14.00, mereka mulai mempersiapkan agenda kegiatan yang sudah tersusun. Lalu apa yang membuat acara diklat ini berbeda? ”Setelah acara pembukaan yang kami tempatkan di SDN Tengket 1 Arosbaya, peserta kegiatan langsung kami sebar ke beberapa kepala keluarga di dusun ini. Satu rumah kepala keluarga, kami titipkan dua anak peserta untuk tinggal bersama mereka. Peserta dituntut untuk mempelajari seperti apa kehidupan warga, sampai mereka harus membantu pekerjaan sehari-hari yang dilakukan warga. Misalkan bertani dan mencari rumput di sawah,” ujar Nisful Komar, ketua penyelenggara kegiatan ini.

FOTO‐FOTO ISTIMEWA

BERBAUR: Diklat anggota baru yang digelar Masyarakat Lumpur di Dusun Krampo, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, diformat sedemikian rupa agar calon anggotanya bisa berbaur langsung dengan warga sekitar.

Antusias masyarakat sangat menantikan hal ini. Itu, karena seminggu sebelumnya, sudah disosialisasikan ke warga. Dan respon mereka sangat positif. Ada 14 kepala keluarga yang dengan senang hati mau mengasuh peserta diklat seperti anak sendiri. Acara ini menjadi menarik karena merupakan pengalaman yang berbeda bagi anggota baru. Karena latar belakang hidup mereka di kota, jauh berbeda dengan kehidupan warga di Dusun Krampo, yang rata-rata warganya hidup sebagai petani.

Oleh:

ANWAR SADAT Pembina Masyarakat Lumpur Bangkalan

”Kami sangat senang, banyak pelajaran dan pengalaman baru bagi saya. Kini saya sangat paham dengan kehidupan para petani yang sangat melelahkan ini. Saya dibawa ke sawah mencari rerumputan untuk pakan sapi. Luka-luka di kaki dalam perjalanan pulang dengan lumpur yang mengotori pakaian tidak saya hiraukan, kami lupakan dengan kesenangan

saya membantu pekerjaan mereka,” ujar Meyliana, salah satu peserta yang masih duduk di bangku SMP. Tapi sayang, acara sosialisasi warga ini tidak berlangsung lama. Pukul 19.00, panitia harus menjemput semua peserta yang dititipkan ke warga untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Yaitu, seminar seni dan pementasan yang dilakukan oleh peserta. Diklat dan sosialisasi masyarakat berlangsung selama dua hari. Berakhir pukul 12.00, ditandai dengan pengukuhan anggota baru oleh pembina Komunitas

Masyarakat Lumpur. Panitia tidak bisa memberikan banyak selain rasa syukur dan terima kasih atas kerjasama antara anggota komunitas dengan warga Dusun Krampo. Panitia sangat berharap kegiatan ini berguna bagi proses berkesenian yang akan dijalani. Dengan cara seperti ini panitia sangat berharap anggota baru Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan mempunyai kepribadian positif, kreatif, dan mempunyai kepekaan untuk mempertahankan kebudayaan yang kita miliki melalui berkesenian.


8

RABU

26 Desember 2012

PELANGGARAN KAMPANYE “Wajah” Incumbent Berubah PAMEKASAN-Laskar Selendang Hitam dan Laskar Jihad pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati KholilurrahmanMasduki (KOMPAK) mendatangi Kantor Panwas di Jalan Trunojoyo, Selasa (25/12). Mereka tidak terima atas berubahnya “wajah” Kholilurrahman di baliho yang mereka temui di pinggir jalan. Melalui tiga orang perwakilannya, mereka meminta kepada panwas untuk menindaklanjuti laporannya. Mereka diterima Ketua Panwas, Zaini, dan anggota Panwas Divisi Pengawasan, Ahmad Husaifi. “Kami tidak terima ketika wajah paslon kami berubah lantaran ditempeli dengan stiker paslon lain. Jelas ini sebuah penghinaan bagi kami,” tuntut Mashuri, salah seorang dari tiga perwakilan Laskar Selendang Hitam dan Laskar Jihad kepada Zaini dengan nada agak ditekan. Dikatakan, pihaknya melakukan pelaporan tersebut guna menjaga keamanan di Pamekasan. Kepada ketua Panwas, Mashuri bercerita terkait temuannya itu, yakni saat ia melintasi jalan raya. ”Baliho yang kami ambil ini menempel di pohon pinggir jalan. Karena ditempeli stiker paslon lain. Kami langsung mengambilnya dan selanjutnya kami membawanya ke sini,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Zaini meminta para pelapor untuk melaporkan pelaku. Hanya saja, pelapor menyatakan bahwa pelakunya tidak diketahui. Untuk itu, pelapor meminta panwas untuk memberikan semacam teguran. (anm/rr)

KM / BUSRI THAHA

PLENO TERBUKA: Tim Komisioner KPU memberikan penjelasan parpol yang tidak memenuhi syarat verifikasi faktual di salah satu hotel Sumenep.

KM/HAIRUL ANAM

TUNTUT KEADILAN: Laskar Selandang Hitam & Laskar Jihad Kompak, mendatangi Panwas.

PANWAS ”Semua Paslon Langgar Aturan!”

PAMEKASAN-Panitia Pengawas (Panwas) Pemilukada Pamekasan meradang! Peringatan keras yang diberikan Panwas kepada semua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pamekasan yang bakal bertarung pada 9 Januari 2013 mendatang melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Pamekasan Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pemasangan Alat Peraga Kampanye Pemilihan Umum. Ketua Panwas Pamekasan, Zaini, menegaskan bahwa Perbup tersebut berkenaan dengan pemasangan alat peraga kampanye. Tiga paslon yang saat ini sedang melakukan kampanye justru melakukan pelanggaran secara terbuka. “Kesalahan tersebut ialah pemasangan alat peraga kampanye seperti baliho, stiker, dan sejenisnya di tempat-tempat terlarang. Ini tidak bisa dibiarkan, harus ada tindakan,” tekan Zaini, Selasa (25/12). Ia menjabarkan, berdasarkan Perbup di atas, terdapat kawasan yang telah ditentukan untuk dijadikan area pemasangan alat peraga kampanye. Untuk wilayah perkotaan dan Kecamatan Pademawu, terangnya, dibagi menjadi empat zona. “Pertama, wilayah bagian timur yang meliputi sepanjang Jalan Jokotole mulai dari Kantor PLN sampai persimpangan jalan di depan Gudang Rokok Bentoel untuk sebelah selatan jalan,” ungkapnya. Kedua, tambah Zaini, wilayah utara mulai dari Pasar 17 Agustus sampai Puskesmas Pembantu Nangger dan mulai dari depan Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset sampai dengan Pasar Blumbungan untuk sebelah timur jalan. ”Ketiga, wilayah bagian barat mulai dari jembatan Jalan Dirgahayu sampai dengan PLN Proppo untuk sebelah selatan jalan. Keempat, wilayah bagian selatan mulai jembatan Jalan Trunojoyo sampai dengan Jalan Dalmak untuk sebelah barat jalan,” tukasnya. Adapun wilayah di luar Kecamatan Kota Pamekasan, tambahnya, ditentukan oleh camat setempat dengan tetap berpedoman pada Perbub di atas. Sayangnya, terang Zaini, di luar zona di atas yang jelas dilarang, masih saja dilanggar. Selain pelanggaran zona, beber Zaini, ketiga paslon juga melakukan pelanggaran dengan cara menempel dan/atau mengikat stiker dan atau baliho di pohon. “Penempelan stiker atau baliho di pepohonan, melanggar pasal 6 Perbup tersebut. Selain persoalan pepohonan, juga dilarang menggali jalan dan trotoar, melintang jalan, dan segala yang sifatnya mengganggu dan/atau merusak fasilitas umum,” tekannya.(anm/rr)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KPU Verifikasi Rekomendasi DKPP Temukan Anggota Parpol Siluman dan Dusun di Luar Sumenep SUMENEP-Tim verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep kini tengah melakukan verifikasi kembali hasil perbaikan telah selesai melaksanakan terhadap 18 partai politik (parpol) hasil rekomendasi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sedangkan 16 parpol sebelumnya, dinyatakan telah selesai dan satu parpol dipastikan tidak memenuhi syaraat di Sumenep. Ketika pelaksanaan verifikasi faktual keanggota, tim verifikasi faktual dari

KPU Sumenep mendatangi langsung secara blusukan ke rumah-rumah warga anggota parpol, sesuai dengan sampel acak yang diambil 10 persen. Namun begitu, setelah pelaksanaan verifikasi faktual keanggotaan, banyak kisah menarik yang disampaikan oleh anggota tim. Salah satunya, banyak ditemukan anggota parpol siluman. Disebut dengan anggota parpol siluman karena anggota parpol tidak kunjung ditemukan meski nama jelas dengan alamat lengkap. ”Kami banyak menemukan anggota parpol di salah satu dusun yang ternyata tidak ada orangnya. Nah, ketika kami tidak menemukan, maka kami berusaha meminta keterangan dari aparat desa setempat bahwa nama anggota yang diberikan

parpol tidak ada orangnya,” terang Ketua KPU Sumenep, Thoha Shamadi, dalam rapat pleno terbuka bersama pengurus parpol di Sumenep. Kendati demikian, pihaknya memastikan dalam melaksanakan verifikasi faktual keanggotaan tidak melakukan koordinasi dengan parpol. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meminimalisasi bahwa data verifikasi faktual anggota parpol merupakan hasil dari koordinasi antara KPU dengan parpol. ”Jadi kami tidak melakukan koordinasi sedikitpun soal verifikasi faktual ini terhadap parpol. Siapa saja nama sampel yang masuk dalam verifikasi faktual, kami tidak berkoordinasi dengan Parpol apapun,” tandas Thoha Shamadi. Menurutnya, ada kejadian

menarik yang ditemukan oleh KPU ketika melakukan verifikasi faktual, yakni ditemukannya salah satu dusun yang ternyata tidak masuk secara administratif Kabupaten Sumenep. ”Bukan hanya hanya nama anggota parpol yang tidak ditemukan, tetapi nama dusun yang dijadikan alamat ternyata tidak masuk wilayah Sumenep,” terangnya. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, jika parpol tidak memenuhi kouta 30 persen keterwakilan perempuan harus mengubah kepengurusan atau mengisi form model F-13 parpol. Selama ini dalam perbaikan, dua parpol yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), telah mengisi model F-13 parpol ke KPU Sumenep.

Sesuai dengan Surat Edaran KPU RI No:759/KPU/ XII/2012 tentang rekapitulasi hasil verifikasi faktual parpol, disebutkan bahwa parpol yang tidak memenuhi kouta 30 persen keterwakilan perempuan tetapi mengisi form model F-13 dinyatakan memenuhi syarat verifikasi faktual. Sementara itu, Setelah kesekian kalinya KPU Sumenep memberikan kesempatan kepada Partai Persatuan Nasional (PPN) untuk melakukan perbaikan, tetapi tetap tidak diindahkan. Akhirnya dalam rapat pleno terbuka KPU Sumenep, dari 16 parpol calon peserta Pemilu 2014 periode pertama, PPN dinyatakan tidak memenuhi persyaratan di tingkat Sumenep. (bus/rr)

Kisah Menantu yang Diusir Mertua Gara-gara Beda Dukungan di Pemilukada Bangkalan

Ditampung Keluarganya, Dibantu Sumbangan Warga untuk Bangun Rumah Pelaksanaan pemilukada Bangkalan sudah selesai. Namun, masih menyisakan cerita menarik sekaligus mengelus dada. Bagaimana tidak, garagara tidak sepaham dalam dukungan politik, seorang mertua tega mengusir menantunya hingga luntang lantung bersama istri dan keenam anaknya. SYAIFUL ISLAM, Bangkalan POLITIK memang kejam. Itulah sebagian orang memandang terhadap dunia politik di Indonesia. Ungkapan tersebut cocok untuk Romali (40), pria yang tinggal

di Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, terpaksa meninggalkan rumahnya yang selama ini ditempati. Sang mertua yang bernama Jalil, tega mengusirnya akibat perbedaan pendapat dalam memilih bupati. Akibat pengusiran itu, Romali bersama istri (anak Jalil, red) dan enam anaknya hidup luntang lantung. Beruntung, masih ada saudara Romali yang peduli akhirnya tinggal bersama. Tidak hanya itu, saudaranya memberikan sebagian tanah yang ditempati kepada Romali. Para tetangga dan kerabat pun berempati terhadap nasib Romali. Kemudian warga membangunkan rumah sederhana untuk Romali dengan cara sumbangan. Romali mengaku tidak bisa

berbuat banyak lantaran ia menumpang hidup di rumah mertuanya. Ia bersama istri dan 6 anaknya melangkah untuk meninggalkan rumah. ”Awalnya, saya tidak tau akan tinggal di mana. Untung masih ada saudara saya yang baik. Ia mengizinkan saya dan keluarga tinggal di rumahnya,” ucapnya. Tidak hanya itu, sambung Romali, dirinya diberi sebuah tanah yang terletak di dekat musala. Berkat bantuan dari masyarakat sekitar, kini sedang dibangun sebuah rumah sederhana berukuran 3x 4 meter. ”Alhamdulillah, ternyata masih banyak masyarakat yang peduli pada nasib kami. Semoga ada hikmah di balik semua ini,” ucap pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir tersebut. (rr)

KM/SYAIFUL ISLAM

KORBAN POLITIK: Romali (kanan) bersama anak-anaknya dan kerabatnya (kiri) di rumah yang sedang dibangun dari sumbangan warga.


RABU

9

26 Desember 2012

KPU PAMEKASAN Siapkan TPS Lapas dan Rumah Sakit PAMEKASAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan memastikan semua warga Pamekasan bisa berpartisipasi dalam pemilukada memilih bupati dan wakil bupati Pamekasan yang akan dilaksanakan 9 Januari 2013 mendatang. Menurut Anggota KPU Pamekasan, Didin Sudarman, KPU sudah menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) bagi narapidana dan TPS di rumah sakit bagi pasien. ”Kami sudah menyediakan 2 TPS di rumah sakit. Jadi warga yang sakit tetap bisa mencoblos cabup pilihannya. Cukup menggunakan kartu hak suara, sudah bisa mencoblos,” terangnya. Sementara penghuni lapas yang memiliki hak suara sebanyak 117 orang sesuai DPT. Mereka dipastikan berada di lapas sampai pelaksanaan pemilukada, tanggal 9 Januari mendatang. (rr)

KM/MARZUKIY

MENARUH HARAPAN: Petani dan perajin Madura menaruh harapan Khofifah Indar Parawansa bisa menjadi Gubernur Jawa Timur pada pilgub yang akan datang.

Dukungan untuk Khofifah Petani dan Perajin Nilai KarSa Tidak Peduli PAMEKASAN-Petani dan perajin Madura menaruh harapan besar terhadap Khofifah Indar Parawansa bisa menjadi Gubernur Jawa Timur periode 2013-2018. Mereka mengaku menelan kekecewaan besar terhadap kepemimpinan Soekarwo dan Syaifullah Yusuf (KARSA) yang dinilai tidak

memberikan kepedulian kepada mereka. Kekecewaan itu lahir seiring adanya beberapa faktor yang tidak memihak kepada masyarakat Madura, utamanya kepada petani dan perajin yang ada di pulau garam. Akibatnya, mereka mengalihkan dukungan kepada pesaing KARSA pada pilgub 2008 silam. ”Anjlkonya harga tembakau dan garam merupakan potret kegagalan kepemimpinan

KARSA. Kebijakan harga tembakau dan garam tidak hanya berada di tangan bupati saja, gubernur juga sangat menentukan,” ungkap M. Musni Thamrin, juru bicara petani dan perajin Pamekasan, Selasa (25/12). Menurutnya, Khofifah merupakan sosok yang pantas mengemban amanah sebagai gubernur. Itu melihat dari beberapa pengalamannya di dunia politik. “Dia pernah menjabat sebagai Menteri

Pemberdayaan Perempuan waktu Presiden Gus Dur dan Ketua Gerakan Pengembangan Keuangan Mikro,” ujar Musni. Konflik SARA yang terjadi di Kabupaten Sampang merupakan kelalaian Soekarwo untuk mengatasinya, sehingga merembet kepada sistem lain yang dapat merendahkan martabat masyarakat Madura. “Menyikapi persoalan ini, gubernur tidak segera mengambil langkah koordinasi

untuk keamanan. Kedua persoalan petani garam justru Soekarwo memberikan peluang impor, padahal persediaan garam di Madura banyak. Ketiga, Pakde Karwo kurang serius membina perajin batik di Madura,” tambahnya. Oleh karena itu, petani dan perajin di Pamekasan dan Madura secara umum menginginkan pemimpin baru yang dapat mengemban dan memikul amanah yang telah diberikan petani. (jck/rr)

PD Ajak PAN dan PKS Koalisi SURABAYA-DPD Partai Demokrat Jatim mengaku siap menerima koalisi dari partai kembali mengusung Soekarwo-Saifullah Yusuf jadi kepala daerah di Jatim untuk kedua kalinya. Ajakan tersebut terutama ditujukan kepada PAN dan PKS yang pada pilgub 2008 lalu bersama-sama memenangkan KarSa. Selain kedua partai itu, Partai Demokrat juga membuka diri kepada partai-partai lain untuk bergabung. Termasuk Partai Gerindra maupun Hanura. “Kami siap menerima dan terbuka bagi siapa saja. Selama memiliki pandangan sama, yakni mengantar Soekarwo kembali menjadi gubernur maka kami tak akan menolak bekerja sama,” ujar Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Yunianto Wahyudi, kemarin. Ia menyatakan, partainya sudah dipastikan mengusung Soekarwo yang juga menjabat Ketua DPD Partai

Demokrat Jatim. Sedangkan untuk posisi wakilnya, partai membebaskan calon gubernur memilih sesuai yang diinginkan. Sejauh ini, Soekarwo sudah berulang kali menyebut tetap bersama Saifullah Yusuf. “Sesuai pernyataan ketua umum (Anas Urbaningrum,red) ketika berada di Surabaya beberapa waktu lalu. Partai Demokrat sudah pasti mengusung Soekarwo karena menjadi kader terbaik yang dimiliki, khususnya di Jatim,” kata politisi yang akrab disapa “Masteng” tersebut seperti dikutip dari www.surabayapagi.com. Sementara itu, dalam perkembangan peta politik di Jatim, saat ini sudah ada beberapa partai yang sudah menyatakan dukungannya terhadap Soekarwo. Alasannya hampir sama, karena selama menjabat Gubernur Jatim, Soekarwo dinilai layak dan berhasil, serta diberi kesempatan melanjutkan kebi-

KM/IST

YUNIANTO WAHYUDI Wakil Sekretaris DPD PD Jatim jakan-kebijakannya. Beberapa partai politik yang sudah menyatakan tertarik mendukungnya seperti Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan, Partai Hanura melalui ketua umumnya, Wiranto, memastikan mendukung Soekarwo karena masih layak dan dinilai berhasil menjadi orang nomor satu di Jatim selama periode ini. Tidak hanya

itu saja, Wiranto juga mengaku tidak mempermasalahkan siapa saja calon wakil gubernur yang digandengkan dengan Soekarwo. “Kami memastikan mendukung Soekarwo,” tukas Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Kuswanto. Sedangkan, bagi beberapa partai lainnya masih belum berani terang-terangan meski sudah menyampaikan ketertarikannya. Seperti Partai Gerindra yang mengaku mendukung duet Soekarwo-Saifullah Yusuf. Kemudian, PKS yang sudah menyampaikan hasil survei internal dan menempatkan Soekarwo di urutan teratas pilihan kader partai. Demikian juga dengan PAN. Kendati masih akan memutuskannya pada Februari 2013, namun Wakil Ketua Umum DPP PAN Dradjad Wibowo menyatakan peluang mendukung Soekarwo kembali sangat lebar karena dianggap layak memimpin Jatim. (sp/rr)

Pemimpin Jangan Pilih Kasih! SUDAH jamak diketahui etahui jika kekuag korup. Godaan saan itu cendrung ang, banyak memfasilitas terutama uang, n di negeri ini lupa buat para pemimpin diri bahwa mereka dipilih bukan untuk rga dan kerabatnya melindungi keluarga mimpin dan melayani saja, tapi untuk memimpin uruhan. rakyat secara keseluruhan. cam itu menjadi perKenyaataan semacam hatian khusus dara kelahiran Sumenep, wi Yuli Kartika, men17 Januari 1994. Dewi lihat para pemimpin gaku risih ketika melihat ani keluarganya. yang hanya melayani ”Pemimpin yang seperti itu emimpin jelas merupakan pemimpin nggung yang tidak bertanggung jawab.” kata Dewi, sambil tersenyum. Dewi mengaku, selama engikuti ini belum pernah mengikuti pemilihan apa pun. Baik legikatif. Ia islatif maupun yudikatif. merasa tak tertarik dengan pemilihan apa pun, karena emimpin menurutnya, para pemimpin ali lupa bangsa ini seringkali h selesai pada janjinya setelah berhasil meraih apa yang di is manis inginkannya. ”Habis gitulah sepah dibuang, begitulah ta,” kapara pemimpin kita,” tanya. Namun demikian,, pada pemilu yang akan datang ia mengaku akan menghnya. gunakan hak pilihnya. mpin Ia berharap, pemimpin inya yang ia pilih nantinya ecetidak akan mengeceperti wakan dirinya seperti ang para pemimpin yang sudah ada. mpin ”Ya semoga pemimpin nya yang saya pilih nantinya mpin akan bukan pemimpin arga yang mewakili keluarga tnya. dan kerabat-kerabatnya. g meTapi pemimpin yang miliki tekad yang besar untuk membangun bangsa, untuk membantu kehidupan masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan,”” harap alumni nep tersebut. SMA Gapura Sumenep (aqu/rr)

DEWI YULI KARTIKA Alumni SMA Gapura Sumenep KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com


10

RABU

26 Desember 2012

Jangan Hanya Sebatas Dekorasi Pendidikan Agama Perlu Ada Penyegaran Metodologi SAMPANG– Pendidikan agama di Sampang perlu ada penyegaran kembali metodologinya dan tidak terjebak pada rutinitas belaka, contohnya adalah mengaji atau membaca Al Qur’an harus bisa dimaknai untuk menolak bentuk-bentuk kekerasan dan budaya negatif. Hal ini diungkapkan Untung Rifai usai menjadi narasumber pada acara talk show “Qur’an for Kids” Selasa (25/12). Menurutnya banyak anak-anak yang malu mengaji kembali saat usai lulus SD atau telah menyelesaikan pendidikan TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an ) dan menganggap sudah mengkhatamkan Al Qur’an. “Hal hal tersebut harus dipikirkan oleh keluarga,” kata Untung Rifai pada Kabar Madura Selasa (25/12). Untung melanjutkan, budaya mempelajari Alquran harusnya bisa menjadi menu kurikulum jika ingin mendapatkan anak anak yang lebih berkarakter relijius. Sampai saat ini di Sampang yang mempunyai ikon kota santri belum ada perda yang mengatur tentang hal-hal relijious tersebut. “Sampang ini kan kota santri namun belum ada perda khusus yang mengatur tentang syariat Islam,” terangnya. “Kita bisa lihat di sepanjang jalan raya di Madura, banyak dipasang papan nama bertuliskan Asmaul Husna namun itu hanya sebatas dekorasi ,“ lanjut Untung.

Menurutnya makna apa yang bisa diambil dari sebuah dekorasi, meski terlihat sangat indah namun masih ada ketidaksesuaian jika dilihat dari perilaku beberapa masyarakatnya, anak-anak dan remaja. Banyak di beberapa tempat di kota yang dibuat taman-taman namun justru digunakan untuk tempat melakukan tindakan asusila. Menurutnya inilah pembangunan yang tidak bersinergi dengan visi dan misi ikon kota santri. “Di kota santri banyak dibangun taman taman malah dijadikan tempat pacaran, apalagi tanpa diberi penerangan, “ ungkapnya. Lebih lanjut untuk menjelaskan yang bertanggung jawab atas masalah ini adalah pemerintah, harus lebih perhatian terhadap program-program keislaman bukan sekedar formalitas namun bisa memberikan arti dan makna dan dibutuhkan masyarakat. “Pemerintah itu kan organisasi yang mengorganisir kebutuhan rakyatnya,” tegas pembina organisasi kesehatan reproduksi remaja ini. “Bicara soal kepedulian, apakah remaja peduli terhadap agamanya? Kepedulian itu seharusnya bisa membentuk karakter dia (remaja),” imbuhnya. Untung menambahkan pembentukan karakter membutuhkan cara yakni dengan pengetahuan dan itu bisa ditemukan dalam kajian Alquran. “Pendidikan tidak hanya menjadikan anak anak pintar pelajaran umum tapi juga pendidikan itu harus menyentuh ranah kognitif, afeksi (hati), ranah tubuh dasar (akal) dan itu bisa dibentuk dari muatan Alquran,” pungkasnya. (waw/zis)

GTT Perlu Perhatian Maksimal PAMEKASAN- Keberadaan guru tidak tetap (GTT) yang ada di wilayah Pamekasan sangat besar kontribusinya terhadap kemajuan pendidikan. Sehingga keberadaannya sangatlah perlu untuk diperhatikan secara maksimal. Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan KH. Djuhaini kepada Kabar Madura mengatakan, adanya guru tidak tetap (GTT) yang telah mengabdi untuk dunia pendidikan selama ini nasibnya jangan dibiarkan begitu saja. Karena keberadaan mereka selama ini sangat mendukung terhadap kemajuan pendidikan itu sendiri. “Tetap itu harus ada skala prioritas, jadi tidak semua guru tidak tetap itu harus mendapat tunjangan, guru yang lebih senior itu yang harus lebih diperhatikan. Dan itu juga harus sesuai dengan keberadaan anggaran,”ungkapnya, Selasa(25/12). Dia menekankan, tidak semua GTT tersebut mendapatkan tunjangan sama, Harus ada kriteria khusus untuk membedakan di antara mereka. Sebab hal itu sangat menunjang terhadap kinerja tenaga pendidik itu sendiri. “Misalnya yang lebih senior didahulukan dan kriteria lainnya,” katanya. Dia tidak mengelak jika keberadaan GTT sangatlah mendukung terhadap kemajuan pendidikan di Pamekasan. sehingga keberadaannya sangat perlu untuk diperhatikan. Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, kesejahteraan GTT saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah. Sebab keberadaannya sangat menunjang terhadap kemajuan pendidikan di Pamekasan. Dia mengatakan, untuk tahun tahun berikutnya GTT harus ada tali asih dari pemerintah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja, seluruh perangkat kerja daerah, utamanya di bidang pelayanan masyarakat, saat ini sudah dalam pembahasan RAPBD 2013. “ Kami mulai perhatikan karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, jadi perlu ditunjang kesejahteraan mereka”, katanya.(jck/zis)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/DOK

PERLU PENYEGARAN: Para siswa SDN Blumbungan II Kec. Larangan tampak sedang asyik bercengkerama dengan sesama rekan mereka. Diperlukan penyegaran metodologi agar pengajaran agama tidak sekadar dekorasi.

Sukat Heriyanto, Perantau Jogja yang Pilih Jualan Mainan di Asta Tinggi

Lulus Sarjana Enggan Jadi Guru, Lebih Pilih Berjualan Mainan TIDAK banyak yang masih mau melestarikan budaya nenek moyang, apa lagi tradisi tersebut sangat minim menghasilkan uang. Namun tidak halnya bagi Sukat Heriyanto yang sebenarnya berpeluang menjadi seorang guru yang kondisinya sebagian naik status. ACH. QUSYAIRI NURULLAH, Sumenep KALAU bicara daerah asal, Sukat bukan orang asli Madura. Pria berusia 48 tahun ini adalah perantau dari Jogjakarta. Sejak kecil, dia bertahan hidup dan menafkahi keluarganya dari hasil menjual kerajinan tangannya sendiri. Bambu yang tidak memiliki nilai jual, ia ubah menjadi sebuah mainan yang menyenangkan. Mulai seruling, terompet, dan gasing. Jangan khawatir dengan harga mahal. Mainan buatannya dihargai Sukat rata-rata hanya Rp 5 ribu. Tiap hari, dari hasil kerajinan tangannya itu, ia hanya mengantongi Rp 100 ribu. Tidak ada pekerjaan lain yang ia tekuni selain menjual hasil kerajinan tangannya itu. ”Bagi saya yang penting halal itu saja,” katanya lirih. Sudah 23 tahun lamanya, ia menekuni pekerjaan tersebut. Lulus sebagai sarjana pendidikan di salah satu per-

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

ULET: Sukat berjualan dagangannya di depan Asta Tinggi. Meski lulusan sarjana pendidikan lebih memilih berjualan mainan tradisional.

guruan tinggi di Jogjakarta, tidak membuat dirinya tertarik untuk melamar sebagai guru di beberapa sekolah. Padahal, nilai IPK-nya tidaklah rendah. Tetapi dia lebih memilih untuk berjualan bambu yang sudah ‘disulap’ menjadi beberapa bentuk mainan. ”Ini sudah tradisi keluarga. Tradisi nenek moyang saya. Saya wajib meneruskannya,” ujarnya.

”Saya masih ingat. Dulu saat masih menjadi mahasiswa, dalam diskusi-diskusi di trotoar, kawan-kawan yang menyebut dirinya idealis, semua sepakat, tradisi nenek moyang tidak boleh hilang dan tak boleh ditinggalkan. Tapi saat ini mereka sudah lupa dengan perkataannya sendiri,” ujar Sukat saat menceritakan ulang masa lalunya. Sudah 10 tahun lamanya

Sukat di Sumenep. Dia tinggal di salah satu gubuk reyot di perumahan pasar malem Giling Sumenep. Rencana untuk kembali tanah kelahirannya belum juga ada. Dia khawatir jika kembali lagi ke Jogja takut bertemu dengan teman-temannya sekarang sudah banyak menjadi birokrat. ”Daripada saya marah, lebih baik saya di sini menjauh dari mereka,” ungkapnya.

”Saat ini, saya sedang mengajari anak-anak saya untuk bisa membuat dengan barangbarang ini dari bambu. Pada anak-anak, sebelum tidur saya wajibkan mereka untuk membuat minimal satu mainan yang bisa laku untuk dijual. Kalau tidak buat, ya konsekwensinya mereka tidak dapat uang jajan. Kalau tidak digituin, saya khawatir tradisi ini akan hilang.” pungkasnya. (zis)


RABU

11

26 Desember 2012

Siap Lurug Surajaya

SEARAH JARUM JAM: Tukar cendramata antara SSB Naga Surya dengan SSB Mitra Jaya Malang. Skuad SSB Naga Surya Lenteng Sumenep. Pemain SSB Naga Surya duel di tengah lapangan. Ekspresi SSB Maestro Sumenep usai mencetak gol.

Dua Elemen K-ConK Kerahkan Anggotanya

FOTO-FOTO: KM/TABRI S. MUNIR

Turnamen Pra-Piala Danone SSB Naga Surya LENTENG-Sekolah Sepak Bola (SSB) Naga Surya Kecamatan Lenteng, Sumenep menggelar Turnamen Pra-Piala Danone, kemarin (25/12). Even yang memanfaatkan momentum hari ulang tahunnya SSB yang dikomandani Miftahul Arifin tersebut, mengikutsertakan tiga SSB U-12 lainnya dari Jawa Timur . Turnamen yang dilangsungkan di Lapangan Naga Surya Sumenep tersebut, menjadi ajang persiapan keempat SSB sebelum terjun dalam Piala Danone U-12 2013, yang kick off Februari mendatang. Perlu diketahui, keikutsertaan

SSB U-12 Naga Surya dalam Piala Danone U-12 di 2013 nanti, adalah keempat kalinya secara berturut-turut. Sebab selama tiga tahun terakhir, SSB Naga Surya memang tak pernah absen mengikuti kejuaraan dimaksud. Selama keikutsertaannya, prestasi paling tinggi adalah masuk delapan besar. Naga Surya sendiri menjadi salah satu dari empat tim asal Madura yang akan ikut serta dalam Piala Danone edisi 2013. SSB lainnya adalah SSB Maestro Sumenep serta dua lainnya asal Bangkalan. Pelaksanaan turnamen mem-

perebutkan piala Naga Surya yang digelar kemarin, diikuti enam tim peserta dari empat SSB yang diundang panitia pelaksana, Yakni, Maestro Sumenep (A dan B), Mitra Jaya Malang (A dan B), Sikatan Muda Sidoarjo dan Naga Surya selaku tuan rumah. Dari enam tim yang berlaga kemarin, panitia membaginya dalam dua grup. Masing-masing grup diisi tiga tim. Sistem pertandingan memakai setengah kompetisi. Masing-masing juara grup lolos ke babak grand final untuk memperebutkan juara dan runner up. Sedang runner up terbaik dari kedua grup langsung menjadi

juara ketiga. Perjalanan pertandingan yang digelar secara marathon kemarin, menetapkan Mitra Jaya Malang sebagai juara umum. Itu setelah pada babak final mengkandaskan Sikatan Jaya melalui adu penalti. Sementara juara ketiganya, digenggam Maestro Sumenep, setelah menjadi runner up terbaik di grup B. ”Pertandingan ini kami gelar dalam rangka persiapan anakanak untuk mengikuti Piala Danone pada Februari 2013 nanti. Sekaligus sebagai acara ulang tahun SSB Surya Naga,” ujar Miftahul Arifin. (bri/ed)

Bisa Turunkan 5 Pemain Asing Termasuk Danilo dan Christiano Lopes BANGKALAN-Optimisme tinggi diusung publik Bangkalan saat Perseba Super menjamu Deltras Sidoarjo sore ini. Target memenangkan pertandingan dengan margin gol sebanyakbanyaknya, menjadi sangat masuk akal. Bagaimana tidak, lima pemain asing Perseba Super semuanya dipastikan bisa merumput. Mereka adalah George Dakkar Mitchel, Germain Bationo, Victor Da Silva, Danilo Fernando dan yang terbaru adalah Christiano Lopes.

Dalam pertandingan Sebelumnya ketika melawan Persela Lamongan, Perseba Super hanya diperkuat tiga pemain asingnya. Sebab Danilo Fernando masih absen karena ada keperluan keluarga. Sementara Christiano Lopes belum bergabung. Bergabungnya Danilo diharapkan bisa menambah daya gedor lini depan Perseba Super. Selain itu, duet bomber Bationo-Christiano Lopes dipastikan menjadi garansi lain bagi Perseba Super memenuhi ambisinya. ”Danilo sudah bisa bergabung. Terakhir, ada tambahan Christiano Lopes, pemain yang pernah bersama saya

BANGKALAN-Keberhasilan Perseba Super tampil memukau dengan menahan Persela Lamongan di pertandingan perdana hari Minggu (23/12) lalu, berimbas luas pada dukungan suporternya. Sore ini, K-ConK Mania dipastikan kembali akan melorengkan Stadion Surajaya Lamongan, tempat digelarnya laga kedua Perseba Super melawan Deltras Sidoarjo. Rencananya, dua elemen K-ConK Mania akan mengerahkan anggotanya untuk ngelurug lapangan pertandingan. Masingmasing dari Forum Korwil K-ConK dan Mabes KConK. Keduanya sama-sama kerahkan anggotanya guna ngongghai Lamogan. Meskipun menemui kendala karena pertandingan digelar pada hari kerja, namun K-Conk dipastikan akan tetap mengawal perjuangan Danielo Fernando dan kawan-kawan dari tribun suporter. Buktinya, masing-masing sekretariat dari kedua elemen K-ConK dimaksud sudah membuka pendaftaran bagi anggotanya masing-masing untuk mengikuti program tersebut. ”Kami membebani biaya Rp 40 ribu bagi setiap anggota yang mau bergabung dalam program Ngongghai Lamongan,” tulis Boim, korlap K-ConK Mania dari ele-

men Mabes di akun jejaring sosialnya. K-ConK berharap, dalam lawatannya kali ini, penampilan terbaik akan kembali diperagakan oleh Perseba Super. Tak hanya itu, kemenangan hingga menjuarai grup A dan lolos ke final, akan menjadi kado akhir tahun bagi K-ConK Mania. Hal itu mengingat beratnya persaingan yang harus dilewati Perseba Super. ”Harus tampil lebih baik. Minimal seperti saat melawan Persela. Kami yakin Perseba Super bisa meraih hasil terbaik,” ungkap Yunus, Ketua Forum Korwil K-ConK Mania. Optimisme yang sama juga dilontarkan Mimit. Pria asal Kecamatan Kwanyar yang selama ini dikenal sebagai dirijen K-ConK Mania itu menginginkan Perseba Super tak hanya lolos ke final. Namun juga bisa meraih trofi juara Piala Gubernur Jawa Timur kali ini. ”Saya sangat yakin Perseba Super juara,” ujar Mimit. Sementara itu, Jimhur Saros selaku Presiden K-ConK Mania dari elemen Mabes, menyadari keputusan mengkoordinir anggotanya terbilang terlambat. Namun itu semua bukan tanpa alasan. ”Di pertandingan pertama saat Perseba Super bentrok Persela Lamongan (23/12), Kami memang harus absen. Sebab jadwalnya terbentur program salah satu korwil kami yang menggelar parade band se-Kabupaten Bangkalan,” ujar presiden komunitas suporter yang bermarkas di Jalan Cokroaminoto Bangkalan itu. (bai/ed)

PERKASA: Aksi sejumlah penggawa Perseba Super Bangkalan ketika sukses menahan imbang tuan rumah Persela Lamongan di kandang lawan (23/12).

di Deltras. Kondisi keduanya sangat bagus untuk diturunkan,” terang Nus. Selain itu, Nus mengaku bahwa seluruh pemain lainnya juga dalam kondisi on fire. Namun dirinya tak menjamin akan menurunkan seluruh pemain asingnya secara bersamaan. Mantan pemain Gelora Dewata itu mengaku masih akan mengevaluasi, setelah melihat kondisi terakhir pemainnya. yakni setelah latihan ringan pagi ini. ”Terkait pemain yang akan kami turunkan, masih menunggu latihan besok (pagi ini, Red.). Yang jelas kami akan melihat siapa di antara kelimanya yang paling siap,” imbuh Nus. (bai/ed)

MERDEKA.COM

Trio Benteng Terakhir Pertahanan Laskar Sape Kerap

Tak Sekalipun Tersentuh Perubahan Formasi Terdapat tiga pemain Persepam Madura United (P-MU) yang berposisi sebagai kiper. Yakni Galih Firmansah, Firmansyah dan Alvonsius Kelvan. Sejak proses seleksi dimulai September lalu, formasi yang ada tetap utuh. TABRI S. MUNIR, Pamekasan

KM/TABRI S.MUNIR

Pesepak Bola Perempuan di Lenteng REMAJA putri di Indonesia tak sedikit yang sudah menggeluti olahraga sepak bola. Bahkan saat ini sudah merakyat hingga ke pelosok kampung. Semisal yang tertangkap kamera Kabar Madura di sebidang tanah kosong di Kecamatan Lenteng, salah satu wilayah di Kabupaten Sumenep. Terlihat sejumlah pesepak bola perempuan asyik bermain bola, lengkap dengan seragamnya. Entah tujuannya, sekadar mengisi waktu kosong atau serius ingin menjadi pemain sepak bola profesional perempuan. (bri/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

SANGAT gampang mengenali trio benteng pertahanan terakhir P-MU tersebut. Sebab sejak pertama kali bergabung dalam proses seleksi pemain P-MU, ketiganya tak sekalipun tersentuh proses rotasi pemain yang dilakukan tim pelatih. Padahal posisi lainnya hampir selalu terjadi bongkar-pasang pemain. Ketiganya pun hingga kini tetap berbaju P-MU, bahkan sudah menjalin ikatan kerjasama dalam wujud penandatanganan kontrak resmi dengan manajemenn P-MU. Dari ketiganya, Galih Firmansyah selama ini memang menjadi pemain yang sering direkomendasi untuk dimainkankan oleh Miftahul Hadi, pelatih kiper P-MU. Pertimbangan memiliki pengalaman membawa Persiwa Wamena finis di posisi ketiga klasemen akhir ISL musim lalu,

KM/TABRI S. MUNIR

PALANG PINTU: (Dari kiri ke kanan) Alvonsius Kelvan, Pelatik Kiper Miftahul Hadi, Firmansyah dan Galih Firmansah.

menjadi pertimbangan utama anak Malang tersebut menjadi pilihan utama. Tak heran jika akhirnya Galih Firmansyah selalu menjadi starting eleven P-MU. Baik di laga uji coba maupun turnamen resmi. Kendanti demikian, Hadi –sapaan Miftahul Hadi, mengaku dalam fase tertentu tidak menutup kemungkinan kedua kiper lainnya akan menjadi strarting eleven P-MU. ”Mereka bukan berarti lemah atau saya pilih kasih. Hanya persoalan

waktu saja yang belum memungkinkan. Ketiganya sama-sama memiliki kemampuan untuk meningkatkan diri,” jelas Hadi, pemain seangkatan Kurniawan Dwi Yulianto di Petro Kimia Gresik tersebut. Diakui pula oleh Hadi, ketiga palang pintu terakhir P-MU tersebut memiliki kelebihan dan juga samasama memiliki kekurangan. Kendati demikian, dari ketiganya lirikan utamanya memang masih tertuju ke Galih Firmansyah. Kendati pemain

berambut keriting tersebut kerap harus memungut bola dari dalam jala gawangnya sendiri. Terutama ketika P-MU maladeni Arema Cronous dan Persib Bandung, beberapa waktu lalu. Sementara kiper lainnya, Alvonsius Kelvan, adalah pemain terlama di P-MU. Pemain yang memiliki sudara kembar tersebut, tercatat memperkuat skuad Laskar Sape Kerap sejak tim ini masih bernama Persepam Pamekasan dan merang-


12

RABU

26 Desember 2012

LANGSUNG GENJOT: GENJOT: Seluruh skuad P-MU hari ini diharapkan sudah merapat ke Pamekasan. Sebab besok sore latihan lanjutan yang akan dikomandani Coach Daniel Rukito akan dimulai.

Perseba Super Butuh Banyak Gol Nus: Kemenangan Harga Mati! BANGKALAN-Masih terbuka peluang Perseba Super Bangkalan lolos ke final Piala Gubernur Jawa Timur 2012. Meski disadari, sangat tak mudah untuk bisa merengkuhnya. Sebab aturan mainnya, di turnamen ini hanya juara grup yang akan melenggang ke babak lanjutan. Peluang yang dimiliki tim berjuluk Laskar Suramadu tersebut, bakal ditentukan sore ini. Dimana anak asuh Nus Yadera tersebut bakal bentrok Deltras Sidoarjo. Laga tanding lanjutan Grup A ini, masih akan dilakoni di Stadion Surajaya Lamongan, kick-off pukul 15.30. Melawan tim berjuluk The Lobster ini, banyak pihak memprediksi Perseba Super bisa meraih kemenangan. Meski seumpama Danilo Fernando dan kawan-kawan bisa memetik tiga poin, belum menjamin mereka melenggang ke partai final. Karena pada pertandingan sebelumnya, Perseba Super hanya mampu berbagi poin 1 dengan Persela Lamongan. Sehingga melawan Deltras sore ini, menang dengan selisih banyak gol adalah jalan satu-satunya yang harus dilakukan Perseba Super. Itu jika mereka ingin berkuasa sebagai pemuncak grup A di klasemen akhir. Namun hal itu tentu tak bisa diraih begitu saja. Pelatih Perseba Super Nus Yadera justru mengkhawatirkan timnya akan mengalami overconfident pasca menahan seri tuan rumah Persela Lamongan di partai perdana, beberapa hari lalu. Pelatih berusia 46 tahun itu menganggap faktor terlalu percaya diri tersebut justru akan sangat menghambat timnya menceploskan banyak gol. Bahkan, bukan tidak mungkin malah gagal memenangkan pertandingan. ”Mudah-mudahan anak-anak bisa mempertahankan penampilan seperti saat melawan Persela Lamongan. Apalagi Danilo sudah bisa bergabung. Saya juga berharap mereka tidak meremehkan tim lawan,” tegas Nus Yadera, ketika dihubungi Kabar Madura via telepon genggamnya. Disinggung mengenai target, pelatih berdarah Maluku itu mengatakan, kemenangan adalah hal yang pertama kali harus diraih timnya. ”Tentu saja kita menginginkan kemenangan. Semakin banyak margin gol yang kita buat,

n kita menyulitkan semakin a sebagai saingan Persela terberatt kita. Namun indalah kemenantinya adalah mbuh Nus. gan,” imbuh imana komBagaimana posisi pemain? Dari en yang disargumen kan, seperampaikan, tinya Nus masih akan menerapema 3-5kan skema in dapat 2. Selain uasai lini menguasai h, tujuan tengah, igunaklain digunakannya formasi ut adalah tersebut erubahan agar perubahan ntian forpergantian masi di lapangan, akan lebih h dilakukan. mudah ghadapi klub Menghadapi erbilang asing yang terbilang erseba Super, bagi Perseba ut Nus Yadera menurut formasii tersebut sangat masuk akal. Karena kekinan permainan mungkinan mulai dengan temakan dimulai ang untuk membaca po sedang nan lawan. permainan ”Kamii pakai pakem 3-5un sifatnya fleksi2, namun bel. Di lapangan, ini bisa ah menjadi 3-4-3 berubah ta mengincar gasaat kita wang lawan,” tandasnya.. ah pertandinSetelah re ini, penengan sore lub yang akan tuan klub e final masih lolos ke tentukan pada akan ditentukan dingan ketiga, pertandingan yaitu Persela Lamongan v Deltras jo, Jumat (28/12) mendatang. Sidoarjo, men pra-musim ini tidak akan Turnamen unakan babak semifinal. Satu menggunakan astikan akan mewakili masingtim dipastikan masing grup untuk bertanding di partai 0 desember mendatang. Hal ini final, 30 sesuai dengan yang disepakati dalam er meeting yang diikuti seluruh manager kilan tim peserta beberapa waktu perwakilan ai/ed) lalu. (bai/ed)

Waktunya Bung Daniel! Sore Ini Penggawa P-MU Harus Merapat ke Pamekasan PAMEKASAN-Usai sudah jatah libur Natal yang diberikan manajemen Persepam Madura United (P-MU) terhadap pemain serta tim pelatih Laskar Sape Kerap. Mereka, sore ini (26/12) harus sudah merapat ke Pamekasan. Untuk kemudian, kembali ke lapangan hijau guna berlatih keras keesokan harinya (27/12). Program latihan lanjutan tersebut menurut jadwal yang dirilis manajemen P-MU, akan dilaksanakan sore harinya. Istimewanya, latihan tersebut langsung dipimpin pelatih baru P-MU, Daniel Roekito. ”Kami memang membatasi pemain agar kembali ke mess pada tanggal 26 Desember. Sebab mereka keesokan harinya sudah mulai berlatih,” jelas Achsanul Qasasi, manajer P-MU. Disampaikan oleh Achsanul Qasasi, khusus liburan kali ini, manajemen P-MU sengaja memberlakukan aturan ketat terhadap seluruh pemain P-MU. Itu tak lain karena seluruh pemain saat ini statusnya sudah dikontrak sebagai penggawa P-MU. ”Jika ada pemain yang tidak bisa merapat ke Pamekasan sesuai waktu yang telah ditentukan, kami sudah sampaikan akan ada evaluasi terhadap kontrak yang telah disepakati,” tandas mantan bendahara PSSI di era Nurdin Halid tersebut. Kend a t i demikia n , Achsanul mengaku tidak tutup telinga terhadap pemain yang karena alasan tertentu, akhirnya tak bisa merapat ke Pamekasan

sesuai jadwal. ”Saya juga memiliki pertimbangan kemanusiaan jika pemain memiliki alasan yang jelas dan nyata. Tetapi permohonan izin tersebut hanya boleh disampaikan kepada saya, bukan kepada manajemen lainnya,” tegasnya. Sebagaimana diberitakan, pemain P-MU memang diberi jatah libur Natal oleh manajemen usai menjalani laga uji coba melawan Batam FC, 23 Desember lalu. KM/TABRI S. MUNIR Usai liburan kali ini, sebagaimana disampaikan Achsanul Qasasi, pemain tidak akan mendapatkan jatah libur kembaTidak ada jadwal li, hingga usainya putaran pertama ISL pertandingan uji coba yang akan kick off hingga tanggal 6 pada 5 Januari men- Januari. Pertandingan datang. uji coba baru akan kami Sementara itu, program latihan sudah lakukan usai 6 Januari tersebut.” disiapkan Daniel Roekito selaku pelatih defitif P-MU, pasca DANIEL ROEKITO mundurnya Mustaq- Pelatih Kepala P-MU im. Namun mengingat mepetnya waktu, Daniel Roekito mengaku harus bekerja optimal memanfaatkan masa latihan yang efektifnya hanya tersisa 10 hari. Khususnya untuk membentuk karakter tim yang kokoh, sebelum akhirnya mengarungi ketatnya kompetisi ISL. ”Tidak ada jadwal pertandingan uji coba hingga tanggal 6 Januari. Pertandingan uji coba baru akan kami lakukan usai 6 Januari tersebut,” jelas Daniel Roekito. Sebagaimana rilis PT Liga Indonesia, debut P-MU di kasta ISL akan dimulai 16 Januari. Dimana Laskar Sape Kerap akan bersua Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan. Dengan jadwal tersebut, diakui Bung Daniel -biasa dipanggil, timnya masih memiliki waktu satu hingga dua pertandingan uji coba sebelum debut perdananya di ISL. (bri/ed)

KM/TABRI S. MUNIR

Terancam Dipindah ke Luar Madura Jika Suporter Madura Masih Anarkhis SUMENEP-Usai laga P-MU kontra Batam FC di Stadion A. Yani Sumenep, beberapa hari lalu, ada sebagian oknum suporter yang mengganggu pengguna jalan raya Sumenep-Pamekasan. Ulah tersebut salah satunya memaksa menggunakan seluruh badan jalan untuk satu arah. Padahal jalan tersebut seharusnya bisa dilalui dua arah. Bahkan ulah oknum suporter tersebut hingga menyebabkan kaca mobil dan bus pengguna jalan pecah. Atas sikap sebagian suporter tersebut, Achsanul Qasasi selaku manajer P-MU mengaku kecewa. Niat awal yang akan melobi PT Liga Indonesia selaku pelaksana kompetisi ISL, agar sebagian pertandingan kandang P-MU digelar di Stadion A. Yani Sumenep, memilih mempertimbangkan ulang. ”Kalau sikap suporter Madura yang sampai merugikan hak masyarakat Madura lainnya, kami akan mempertimbangkan lagi lobi ke PT LI. Bahkan mungkin kami akan mencabut usulan agar sebagian pertandingan kandang P-MU digelar di Stadion A. Yani Sumenep. Karena sikap oknum suporter yang seperti itu sudah nyata mencederai makna persahaEmail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

batan dalam sepak bola yang sudah digalang seluruh pemain P-MU,” tandas Achsanul Qasasi. Tidak hanya itu, pria asal Kecamatan Lenteng, Sumenep ini, bahkan berencana memindah pertandingan kan-

Jika kasus ini terus berulang, jangan harap ada pertandingan sepak bola di Madura. Para suporter agar saling mengingatkan. Saling tegur jika ada anarkisme dan mengganggu ketertiban umum. Karena ini sama saja dengan mencoreng nama baik Madura.” ACHSANUL QOSASI Manajer P-MU dang P-MU ke luar Madura. ”Jika kasus ini terus berulang, jangan harap ada pertandingan sepak bola di Madura. Para suporter agar saling mengingatkan. Saling tegur

jika ada anarkisme dan mengganggu ketertiban umum. Karena ini sama saja dengan mencoreng nama baik Madura,” tegas AQ -sapaan akrabnya. Terhadap kejadian tersebut, AQ mengharap seluruh suporter yang mengetahui secara pasti ulah oknum suporter yang bertindak anarkhis tersebut agar langsung melaporkan kepadanya. ”Tolong dicatat, dari komunitas mana? Nomor polisi kendaraannya berapa, mari kita permalukan bersama. Yang perlu disadari adalah, suporter harus hati-hati terhadap berbagai upaya pihak ketiga yang ingin menungganginya. Sebab mereka adalah orang-orang yang tidak suka sepak bola Madura maju serta tidak senang terhadap bersatunya suporter,” harapnya. Lebih tegasnya AQ juga menyampaikan jika saja suporter mudah terprovokasi dengan sikap oknum tersebut, sangat gampang Madura dipecah belah. Sehingga dengan mudahnya dilemahkan oleh pecinta sepak bola dari daerah lainnya. ”Tujuan kami dan pecinta sepak bola Madura sama, ingin agar klub asal Madura berprestasi dengan elegan dan sportif. Kalau suporter tidak sportif, bagaimana prestasi akan dicapai dengan baik. Marilah bergandengan tangan agar sepak bola Madura maju. Karena semuanya masih settong dhere,” pungkasnya. (bri/ed)


Edisi 26 Desember 2012