Page 1

Kabar Bangkalan Siapkan Enam Gardu Suramadu Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru Kabar Sampang Peternak Unggas Mulai Resah Diterpa Isu Ancaman Wabah Flu Burung Kabar Pamekasan Tidak Dicabut, Hanya Dievaluasi Kucuran Pugar Diupayakan Meningkat

TWITTER

@kabarmaduranews

MINGGU

Kabar Sumenep Budaya Madura Butuh Ensiklopedi Harapan dari KKM II

Kado Manis di Akhir Tahun

23 Desember 2012

Datangi Haul, ASRI Disambut Konvoi BATUMARMAR-Puluhan ribu pasang mata menghadiri haul yang dihadiri pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Ahmad Syafi’ie dan Khalil Asy’ari (ASRI) saat silaturrahim ke Desa Batu Bin-

tang Kec Batumarmar, Sabtu (22/12) pagi kemarin. Seperti dalam beberapa kesempatan serupa sebelumnya, pasangan ASRI didampingi puluhan kiai dan ulama’ Pamekasan. Bersambung ke Hal 6

PAWAI: Warga yang menyambut kedatangan pasangan ASRI dengan konvoi motor, kemarin. KM/FATHOR RAHMAN

LOW PROFILE: Ahmad Syafi’ie dan Khalil Asy’ari didampingi puluhan ulama dan kiai sepuh menghadiri haul dan silaturrahim dengan masyarakat di Desa Batu Bintang, Sabtu (22/12) kmarin pagi.

Minta Rekapitulasi Dibatalkan Gugatan Hejaz Resmi Masuk di Hari Terakhir

SAMPANG-Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Hermanto Subaidi dan KH Jakfar Sodiq (Hejaz) akhirnya benar-benar mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi. Inti gugatan Hejaz agar hasil rekapitulasi oleh Komisi

Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang dilaksanakan dan diteken Senin (17/12) lalu, dibatalkan. Surat gugatan yang dilayangkan tim advokasi Hejaz tersebut terangkum dalam surat No. 47.1/ KPPS/KPU-kap-014.329872/2012

tertanggal 17 Desember 2012 tentang Pembatalan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Sampang 2012. Bersambung ke Hal 6

KM/FATHOR RAHMAN

Penjual ‘Kaktus Emas’ di Sumenep Madura

Makin Istimewa dengan Petik Sendiri

Kriminal

Bayari Orang Rp 60 Juta, Bunuh Menantu Sendiri BANGKALAN-Pasangan suami istri (pasutri) satu ini sangat kejam. Bagaimana tidak, mereka mengotaki rencana pembunuhan terhadap menantu mereka sendiri. Mereka melakukanya dengan menyewa orang dengan bayaran Rp 60 juta. Bersambung ke Hal 6 KM / BUSRI THAHA

SUMBANG SARAN: Para tokoh nasional ketika menjadi nara sumber dalam dialog KKM II di aula salah satu hotel di Sumenep, Sabtu Malam.

Sarana Budayawan Sumbangkan Pemikiran KM/SYAIFUL ISLAM

BENGIS: Para tersangka pembunuhan terencana diperlihatkan Polres Bangkalan, kemarin. Inzet: Salah satu barang bukti berupa motor Kawasaki.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

SUMENEP–Hari kedua, pelaksanaan Kongres Kebudayaan Madura II di Sumenep, Sabtu (22/12) digelar beberapa agenda, termasuk di antaranya yang juga ditunggu adalah dialog terbuka beberapa tokoh-tokoh budayawan nasional. Pantauan Kabar Madura, sejumlah tokoh-tokoh budaya nasional hadir menyumbangkan pemikiran

brilian. Mereka antara lain Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd (Guru Besar Universitas Negeri Malang), A Latief Wiyata (Antropolog), Prof Mien Rifa’i dan termasuk Budayawan dari Sumenep, D. Zawawi Imron. Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali M.Pd yang juga staf pengajar Pasca Sarjana Universitas Negeri

Malang, mengatakan, bagi orangtua dan pendidik di Madura terpatri kuat keinginan luhur untuk mendidik anaknya dengan benar. “Terutama memberikan pendidikan yang mengarahkan agar anaknya mengenal agama dan bisa membaca Alquran,” ujar Syukur Ghazali dalam pemaparannya. Bersambung ke Hal 6

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

BEBAS KIMIA: Fitriyah menunjukkan buah naga hasil budidayanya yang rasanya lebih manis.

Sering orang banyak mengatakan, pohon emas di Madura adalah pohon tembakau. Tetapi ada fakta lain yang belum banyak diketahui oleh kebanyakan orang termasuk orang Madura sendiri. Apa itu? ACH. QUSYAIRI NURULLAH, Sumenep POHON itu tak berdaun, tidak juga memiliki batang yang kuat untuk berdiri tegak seperti pohon bambu. Seperti benalu, pohon itu harus bersandar pada batang pohon yang kuat agar bisa hidup dan berbuah. Ya orang-orang menyebutnya dengan sebutan buah naga. Di Madura, pohon ini

terbilang langka. Maklum, buah naga memang bukan tanaman asli Madura. Pohon itu berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun buah ini sudah di budidayakan di beberapa negara termasuk Indonesia. Bersambung ke Hal 6


2

MINGGU

23 Desember 2012

NARKOBA

Siapkan Enam Gardu Suramadu Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru

KM/SYAIFUL ISLAM

PESAKITAN: Operasi yang dilakukan jajaran Polres Bangkalan menuai hasil dengan menangkap tujuh tersangka kasus narkoba dalam dua bulan terakhir.

Tujuh Pemakai Diringkus BANGKALAN-Jajaran Polres Bangkalan panen tangkapan tersangka narkoba. Tujuh tersangka kasus narkoba berhasil diringkus selama dua bulan terakhir dan kini mereka harus meringkuk di balik jeruji besi Mapolres Bangkalan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tujuh tersangka tersebut antara lain: Sul (warga Sokobanah, Sampang), Sid (Desa Sorpa, Kec. Modung), Ab (Desa Longkek, Galis), Bas dan Hol (Desa Bator, Klampis), Saf (Desa Glintong, Klampis), serta Sup (Socah). Dari tangan tersangka petugas mengamankan sejumlah barang bukti kantong plastik klip kecil yang berisi sabu, sebuah sendok, sebuah sambungan pipet, dan motor. ”Selama dua bulan Polres Bangkalan berhasil mengamankan tujuh pengguna narkoba,” terang Kabag Ops Polres Bangkalan, Kompol Abdul Rokhim, Sabtu (22/12). Rokhim menjelaskan, mereka yang ditangkap merupakan pengguna dan diamankan di beberapa lokasi, di antaranya di rumah masing-masing tersangka dan di jalanan wilayah Bangkalan. ”Tersangka telah diperiksa dan hasilnya positif kalau mereka mengkonsumsi narkoba. Bahkan ada salah satu dari mereka yang pernah ditangkap polisi dengan kasus yang sama,” ungkapnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat (1) Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika yang menyebutkan bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I, dipidana dengan penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. Terkait hasil tangkapan tersebut, Rokhim mengatakan jika hingga kini polisi terus gencar memerangi peredaran narkoba di wilayah Bangkalan. Ia membeberkan bahwa Polres Bangkalan mempunyai target dapat menangkap satu orang dalam satu pekan yang terkait narkoba, baik produsen, bandar, pengedar, hingga pemakai. ”Target kita dalam satu minggu berhasil satu orang yang terlibat dalam narkoba. Hal ini untuk mencegah semakin meluasnya peredaran narkoba di Bangkalan. Kami berharap rekan-rekan di lapangan bisa mengembangkan kasus narkoba ini agar Bangkalan tidak menjadi sarang narkoba,” pungkasnya. (ful/rr)

BANGKALAN-Libur panjang menjelang Natal dan tahun baru mulai tiba. Sebagaimana libur panjang lainnya, sebagian warga Madura memiliki tradisi toron atau pulang kampung, termasuk warga asal Jawa yang berada di Madura. Jembatan Suramadu sebagai salah satu akses utama transportasi dari Madura ke Jawa dan sebaliknya, kerap mengalami kepadatan arus lalu lintas ketika musim libur tiba. Volume kendaraan, baik mobil maupun motor meningkat hingga enam kali. Menurut Gigik Subiantoro, Kepala Shift Pengumpulan Tol Suramadu, kepadatan lalu lintas akibat libur Natal dan tahun baru yang dimulai sejak Jumat (21/12) lalu masih belum mengalami perubahan signifikan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pengguna Jembatan Suramadu tidak mengalami lonjakan arus saat libur Natal. Kepadatan baru terasa ketika memasuki libur tahun baru. ”Kalau libur Natal tidak terlalu terlihat lonjakan arus kendaraan karena mayoritas penduduk Madura beragama Muslim. Tapi kalau tanggal 31 Desember dan 1 Januari nanti, berdasarkan pengalaman yang lalu kami p prediksi igik. bakal ramai,” jelas Gigik. naikan volume Ia menambahkan, kenaikan kendaraan pada akhir tahun bisa en dari mencapai 100 persen Kalau hari-hari biasanya. ”Kalau ber tanggal 31 Desember mi dan 1 Januari, kami prediksikan kenaikan volume kendaraan bisa mencapai 100 persen, khususnya dari sisi Surabaya menuju Madura, bisa mencapai 12 ribu kendaraan setiap harinya, baik mobill a. dan motor,” terangnya. un ”Pada malam tahun baru biasanya sejak sore hari warga Madura banyak yang menyebarang ke Surabagal 1 Januari ya. Besoknya tanggal

KM/AGUS JOSIANDI

MASIH SEPI : Hingga Sabtu (22/12), volume kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu masih belum mengalami lonjakan signifikan. Diprediksi tahun baru akan menjadi puncak kepadatan.

arus balik terjadi sehingga dari Surabaya menjadi padat,” imbuh Gigik. Terkait antisipasi melonjaknya volume kendarraan, Gigik memaparkan b bahwa pihak pengelola Je Jembatan Suramadu sudah men menyiapkan enam unit gardu loket. Keenam gardu tersebut disiapka untuk memecah voldisiapkan ume antrea antrean jika diperlukan. ”Jika volume masih normal, kami akan

Hari Ibu, Kopri PMII Bagikan Bunga

SENPI RAKITAN

KM/SYAIFUL ISLM

MEMATIKAN: Hasil dari laboratorium forensif menyebutkan senjata api rakitan milik tersangka pelaku judi sabung ayam (paling kanan nomor 28) yang diamankan petugas beberapa waktu lalu, ternyata asli.

Hasil Labfor, Asli BANGKALAN-Senjata api (senpi) rakitan milik Cahyadi alias Adi (17), pelaku judi sabung ayam asal Desa Lembung Gunong, Kecamatan Kokop, Bangkalan, ternyata asli. Senpi rakitan tersebut bisa digunakan untuk memuntahkan pelurunya dan melukai hingga membunuh korbannya. Pernyataan bahwa senpi rakitan tersebut asli dikeluarkan oleh laboratorium forensik (labfor) Polda Jawa Timur yang sebelumnya telah melakukan pengujian. ”Hasil uji di labfor menyebutkan bahwa senpi tersebut asli, bukan palsu,” terang Kabag Ops Polres Bangkalan, Kompol Abdul Rokhim, kemarin. Senpi rakitan jenis revolver kaliber 38 atau sama dengan milik anggota polisi tersebut diamankan petugas bersama enam peluru yang masih tersisa dari delapan yang ada. Dua peluru yang lain sudah dipakai tersangka untuk menembak. ”Senpi ini berasal dari Sambas, Kalimantan Barat. Senpi tersebut dibawa oleh seseorang ke Madura saat ada kasus kerusuhan di sana, beberapa tahun silam,” ucapnya. Sebelumnya, gara-gara dipicu cekcok di arena sabung ayam, Marhatip (45) warga Desa Batukaben, Kecamatan Konang, terkena tembakan di kakinya dengan senpi rakitan, Minggu (20/11) silam.(ful/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

membuka empat gardu loket. Namun jika volume kendaraan meningkat dan dianggap perlu, dua gardu loket cadangan akan dioperasionalkan sehingga menjadi enam gardu loket,” terangnya sembari menambahkan jika kepadatan volume kendaraan didominasi motor yang mencapai 75 persen. Gigik mengimbau kepada masyarakat mematuhi rambu-rambu yang ada, khususnya jika kepadatan arus terjadi nanti untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan. (jos/rr)

KM/AGUS JOSIANDI

JUNJUNG KEMULIAAN IBU-Ratusan aktivis mahasiswi yang mengatasanamakan diri Kopri PMII membagikan bunga sebagai refleksi peringatan hari ibu, kemarin.

BANGKALAN-Ratusan mahasiswi Madura yang tergabung dalam Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) menggelar aksi dengan membagi bunga, Sabtu (22/12), sebagai refleksi peringatan hari ibu. Dalam aksi tersebut, mereka berjalan dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangakalan sambil berorasi meneriakkan untuk menjunjung kemulian seorang ibu. ”Mari kita merefleksikan diri dan lebih memaknai peran ibu di Indonesia,” kata Nurhayati, Koordinator Aksi. Dengan lantang Nurhayati menjelaskan bahwa dalam aksi refleksi peringatan hari ibu tersebut pihaknya mengecam semua kekerasan terhadap ibu. ”Bangsa ini sudah banyak mendiskreditkan seorang ibu, padahal ibu merupakan tonggak dari segala aspek. Kalau tidak ada ibu, kita tidak akan lahir,” teranganya. Sementara itu, Ketua Kopri PMII Bangakalan, Lailatul Qadariya,

mengatakan bahwa tujuan refleksi peringatan hari ibu dengan membagi bunga juga melibatakan mahasiswi perwakilan seMadura. ”Ke depannaya di Madura peran seorang ibu harus bisa mewarnai dalam kontek pergerakan dan kemajuan Madura,” tuturnya. Selain itu Lailatul mengaku jika selama ini peran ibu selalu mendapatkan diskriminasi. ”Diskriminasi terhadap kaum perempuan, terutama ibu-ibu, masih ada di Madura. Bagaimanapun juga peran ibu sangat penting dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih dalan peran rumah tangga,” tambahnya. ”Di akhir tahun ini, kami berharap semoga dengan jarak waktu yang sekian jauh, kaum ibu di Indonesia harus terus merasa terpangil untuk merespon realitas dan memberikan sentuhan gerakan bagi kemajuan dan pembebasan kaum wanita Indonesia dari diskriminasi gender. Merdekalah para ibu dan bangsaku!” tandasnya. (jos/rr)

KOHATI Gelar Aksi Damai SEMENTARA Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (KOHATI) Bangkalan, juga melakukan aksi damai. Mereka menggelar acara bagi-bagi bunga serta selebaran yang berisi ajakan untuk lebih memberdayakan kaum ibu dan perempuan serta menuntut kesetaraan gender. Dalam selebaran tersebut, mereka mengangkat sejumlah data tentang ketertinggalan perempuan Indonesia yang dirilis dari berbagai lembaga survei. Di bidang pendidikan, jumlah perempuan yang belum mengenyam

pendidikan lebih tinggi daripada laki-laki, yakni 5,43 persen berbanding 11,56 persen. Sementara jumlah perempuan buta huruf lebih banyak daripada laki-laki dengan perbandingan 73 persen berbanding 27 persen. Selain bidang pendidikan, para aktivis mahasiswi tersebut juga menyoroti kesenjangan gender di bidang kesehatan, ekonomi, dan kesempatan kerja. Persoalan tersebut akab berimbas pada kehidupan keluarga yang cenderung membuat posisi perempuan dalam tekanan suami.

Menurut Fitri Afkarina, Departemen Bidang Ekternal KOHATI, rendahnya partisipasi perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, serta kerentanan kondisi mereka di bidang kesehatan, berdampak pada lemahnya bargaining position para kaum hawa dalam keluarga. ”Atas kondisi tersebut, kaum ibu masih menjadi kalangan yang termarginalkan. Hal ini dapat berdampak atau berujung pada pelanggaran hak-hak perempuan dan itu dapat dengan mudah terjadi,” ujarnya. (jos/rr)

KM/AGUS JOSIANDI

REFLEKSI HARI IBU: KOHATI Bangkalan menuntut pembelaan atas kaum hawa yang menurutnya masih termarginalkan dalam hal kesetaraan gender.


MINGGU

3

23 Desember 2012

Peternak Unggas Mulai Resah Diterpa Isu Ancaman Wabah Flu Burung SAMPANG-Para peternak di wilayah Sampang kembali resah. Pasalnya, isu adanya wabah flu burung yang sempat menggegerkan masyarakat, beberapa waktu silam, diduga muncul kembali. Masyarakat kembali dihadapkan dengan kekhawatiran adanya serangan virus H5N1 (virus influenza A subtipe H5N1) atau flu burung itu, sehingga membuat para peternak ayam dan bebek mulai ekstra hati-hati. Seperti halnya wabah flu burung yang sempat diketahui menyerang dua kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur beberapa waktu lalu, membuat para peternak itik resah. Demikian pula di Sampang. Tak hanya takut terinfeksi virus flu burung, pesanan itik juga merosot tajam di wilayah itu. Budi, salah satu peternak ayam di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang mengatakan, kekhawatiran tersebut muncul setelah bere-

dar kabar, virus flu burung kembali ditemukan. Masyarakat peternak, lanjut Budi, kian resah karena dikabarkan pula, wabah virus H5N1 itu bisa menyerang hewan ternak, terutama unggas, dengan tanda mati mendadak secara massal. “Takut mas, denger dari berita, katanya virus flu burung muncul lagi,” ujarnya, kemarin. Dikatakan Budi, sejak isu wabah virus H5N1 tersebut mulai merebak kembali di kalangan masyarakat, banyak masyarakat yang mulai waspada dengan mengadakan tindakan pencegahan. Pencegahan yang mereka lakukan, antara lain, menjaga kebersihan kandang dan selalu menggunakan sarung tangan bila memberi makan ternak mereka. “Kalau sudah memegang ternak, langsung saya bersihkan dengan air dan sabun,” ulasnya kembali. Menurut Budi, wajar apabila masyarakat resah begitu ada kabar, wabah flu burung sudah mulai kembali merebak. Karena banyak peternak yang masih trauma akan wabah flu burung, yang sempat terjadi secara nasional, beberapa waktu silam.

Saat itu, sejumlah daerah pemesan ternak melakukan antisipasi, dengan mengeluarkan larangan memasukkan ternak dari luar kota masuk ke wilayah mereka. Akibatnya, banyak peternak unggas yang merugi, tak terkecuali di Sampang. Untuk mengatasi serangan flu burung, Budi berujar, dia punya cara sendiri. Di antaranya, dengan meningkatkan intensitas penyemprotan disinfektan dan menjaga kandang ayam agar tetap bersih. Lebih lanjut, Budi berharap, Pemkab Sampang tak tinggal diam, berkaitan dengan kabar tentang flu burung itu. Dia menginginkan, Pemkab segera mengambil langkah antisipasi, sekalipun belum ada kasus flu burung di Sampang. Katanya, jangan sampai begitu wabah sudah meluas, Pemkab baru mengambil tindakan. Dia tak menginginkan, banyak peternak unggas di Sampang yang mengalami rugi, terlebih sampai gulung tikar. “Kami berharap, pemerintah (Pemkab Sampang, red), segera mengambil tindakan dengan antisipasi terlebih dahulu,” pintanya. (KM10/yoe)

KM/IST

JANGAN TERLAMBAT: Bila tak segera diantisipasi sedini mungkin, maka ternak unggas yang masih suspek flu burung pun, harus dimusnahkan. Hal ini yang membuat banyak peternak merugi, bahkan gulung tikar.

Pantai Wisata Camplong Rawan Gangguan

TAHUN BARU 2013 Penjual Dadakan Terompet Marak SAMPANG-Beberapa hari belakangan ini, para penjual dadakan terompet yang biasa dicari masyarakat di saat malam pergantian tahun sudah mulai berderet di depan Pasar Srimangunan. Mereka mulai menjajakan terompet untuk menyambut datangnya Tahun Baru 2013. Pantauan Kabar Madura, kemarin (22/12), sejumlah penjual terompet sudah mulai memenuhi jalan-jalan kota. Mereka rata-rata berjualan dengan menggunakan sepeda pancal. Namun ada juga yang menggunakan sepeda motor. Sehingga masyarakat yang mau merayakan pergantian malam tahun baru tidak kesulitan lagi. Seperti halnya pengakuan Holis, 34, warga Desa Pecanggaan yang mulai 10 tahun lalu selalu mencari nafkah dengan menjual terompet di malam Tahun Baru. Biasanya dia berjualan bersama temannya, namun tahun ini dia berjualan sendirian. “Biasanya saya bersama teman saya, tapi sekarang dia sudah punya penghasilan lain,” ucapnya. Holis menjelaskan, harga terompet dagangannya bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 25 ribu per buah, tergantung dari besar dan bentuk dari terompetnya. “Biasanya mas masyarakat sini beli disaat malam Tahun Barunya. Dan saya yakin nanti malam Tahun Baru terompet saya akan laku banyak,” ujarnya. Mengenai penghasilan, Holis mengatakan setiap tahunnya bisa meraup keuntungan Rp 1 juta perharinya. Namun biasanya paling laris di saat malam Tahun Baru. “Apalagi sekarang mengingat anak-anak muda sekarang mas, biasanya mereka pergi bersama pacarnya gitu,” ungkapnya. Holis menambahkan, tidak setiap tahunnya dia bisa meraup keuntungan dari berjualan terompet. Seperti halnya pada saat pergantian tahun 2009 ke 2010 lalu. Dia mengaku, hanya mendapatkan untung sebesar Rp 500 ribu. “Kan di saat itu ada kematian tokoh ulama, Gus Dur, tanggal 30 Desember 2009. Jadi malam Tahun Baru menjadi malam berkabung sehingga masyarakat memilih tidak membeli terompet,” pungkasnya. (KM10/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

KEMBALIKAN MODAL: Gagal menanam tembakau, petani tembakau di Desa Gunung Maddah ini mulai bercocok tanam jagung, guna mengantisipasi hujan yang tidak menentu.

Petani Tembakau Beralih Tanam Jagung SAMPANG-Memasuki musim penghujan, puluhan petani tembakau di Kabupaten Sampang, mulai beralih menjadi petani jagung dan tanaman pangan lainnya. Sebab, sebagian besar sawah dan ladang yang ditanami tembakau beberapa bulan lalu, mengalami gagal panen akibat hujan yang turun secara tidak teratur. Terlebih saat ini, pergantian musim sudah mulai bergulir. Petani sendiri mengambil langkah tersebut sebagai antisipasi hujan yang masih tidak menentu. Dan juga untuk memperoleh ganti modal yang dikeluarkan yang sebelumnya menanam tembakau, yang habis hingga puluhan juta rupiah. Ironisnya, untuk beralih menanam jagung dan tanaman pangan lainnya, seperti kedelai, petani masih harus mencari pinjaman modal lagi. Sehingga dalam hal ini, jagung lebih banyak menjadi pilihan untuk bercocok tanam dalam musim tanam kali ini. Mukiri, 45, salah seorang petani asal Desa Gunung Mad-

dah, Kecamatan Sampang mengatakan, sawah yang ditanami tembakau sudah tidak lagi produktif. Karena pada saat itu terlalu banyak pasokan air. Itu yang menyebabkan, tanaman tembakau layu, mengering, dan akhirnya mati. “Kalau tanaman tembakau, sudah habis dan gagal panen akibat kena hujan. Kini beralih tanam jagung saja, hitung-hitung untuk bisa balik modal,” ujarnya kepada Kabar Madura, kemarin (22/12). Pria yang akrab dipanggil Pak Rohah itu menjelaskan, awalnya dia menamam tembakau di sawah seluas satu hektare dengan modal didapat dari pinjaman salah satu saudaranya yang ada di desa Kemoning. Selang musim tanam, beberapa bulan kemudian diguyur hujan secara terus menerus yang mengakibatkan hampir sebagian besar tanaman tembakaunya terendam air hujan, hingga mati dan gagal panen. Padahal, tahun sebelumnya, dengan luas yang sama dia bisa

menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah dari penjualan tembakau. “Tidak hanya saya saja, hampir semua rugi dan beralih untuk menanam tanaman yang lain,” tegasnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Sani, petani asal desa setempat. Dalam beberapa pekan terkahir, hujan yang turun masih terbilang tidak teratur. Sehingga hal ini membuat kalangan petani memilih menanam jagung ketimbang mulai menanam padi, apalagi tembakau. “Karena kalau jagung lebih tahan mas meskipun hujannya tidak teratur,” ujarnya, kemarin. Diketahui, kalangan petani yang saat ini mulai bercocok tanam masih mempertimbangkan kondisi debit air hujan yang turun. Sebab, kondisi ini dijadikan hal utama dikarenakan sumur yang ada sebelumnya sudah mulai berkurang. Sehingga air hujan sebagai jalan satusatunya mengingat pergantian musim yang saat ini mulai tidak karuan. (KM10/yoe)

SAMPANG-Kepolisian Resort (Polres) Sampang akan menempatkan dua pos pengamanan (pos pam) untuk Operasi Lilin 2012. Dalam melaksanakan operasi, kepolisian dibantu Satpol PP, medis, Dinas Perhubungan (Dishubkominfo), serta anggota TNI. Pengamanan difokuskan pada proses perayaan Natal dan Tahun Baru 2013. Kapolres Sampang AKBP Solehan melalui Kabag Ops Polres Sampang Kompol Alfian Nurrizal mengatakan, lokasi yang dijadikan titik pos pam Natal ada di dua tempat. Yakni di depan Monumen Sampang dan di depan Pantai Wisata Camplong. “Kami akan menempatkan 2 titik pos pam di dua titik. Satu di Monumen (Sampang), dan satu lagi di (Pantai Wisata) Camplong,” ujarnya kepada Kabar Madura, kemarin (22/12). Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihaknya berharap, seluruh lapisan masyarakat yang ada di daerah itu dapat bekerja sama dengan

aparat kepolisian. “Misalnya kalau hal-hal yang mencurigakan atau kejadian, segera dilaporkan ke polisi terdekat supaya langsung kita turunkan personel ke lokasi,” jelas perwira dengan satu melati di pundak itu. Selain itu, Operasi Lilin 2012 ini akan digelar selama 10 hari mulai 23 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013. Pengamanan operasi ditetapkan berdasarkan karakteristik kerawanan daerah dan intensitas kegiatan masyarakat melalui pembagian daerah operasi. “Ada dua titik rawan yang akan menjadi prioritas utama personel kami, yakni pada saat pergantian tahun dan tempat wisata Camplong yang biasanya ramai dikunjungi,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Sampang Noer Tjahja saat apel gelar pasukan Operasi Lilin 2012, di halaman Mapolres Sampang, Jumat (21/12) kemarin, mengatakan, pelaksanaan operasi bertujuan sebagai upaya pelayanan kamtibmas terhadap masyarakat. (KM10/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

SIAP SIAGA: Apel pasukan Operasi Lilin 2012, dalam rangka mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2013, Sabtu (22/13) digelar di halaman Mapolres Sampang.

Wanita Perkasa yang Terabaikan di Hari Ibu

Kalahkan Kerasnya Batu Demi Sekolah Sang Anak Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, bagai sang surya menyinari dunia. Demikian penggalan lirik lagu anak-anak zaman baheula. Lirik lagu itu terwujud nyata di Sampang, dan terungkap saat peringatan Hari Ibu, kemarin. FANDRI ARDIYANSAH, Sampang SEBAGAIMANA tahun-tahun sebelumnya, setiap 22 Desember, Bangsa Indonesia memperingati Hari Ibu. Banyak acara-acara khusus yang diselenggarakan masyarakat, sebagai wujud terima kasih kepada para ibu di negeri ini. Tapi bagi Suani, hari yang istimewa itu, seakan tiada artinya. Perempuan berusia 52 tahun itu Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

menjalani Hari Ibu, dengan biasabiasa saja. Kepada Suani, tak ada upacara, perayaan, hari libur, atau kado istimewa. Bahkan tak ada pula sekadar ucapan terima kasih atas jasa-jasanya sebagai ibu. Pada Hari Ibu, Sabtu kemarin (22/12), warga Desa Dalpenang, Kecamatan Sampang itu, tetap menjalani kesehariannya yang keras. Duduk di balik tumpukan batu-batu kecil, menjepitnya satu per satu dengan ban bekas, mengayunkan palu ke arah batu yang dijepit itu, lalu...dakk! Batubatu kecil itu pun pecah menjadi agregat, atau stenslah, yakni batu berukuran lebih kecil lagi, bersisi tajam, yang biasa digunakan sebagai material bangunan. Saat memecah batu menjadi stenslah, tak jarang serpihan-serpihan batu menciprat ke wajahnya yang tak memakai pelindung sama sekali. Namun, tak sedikitpun kelu-

KM/FANDRI ARDIANSYAH

CINTA IBU: Demi membiayai hidup dan sekolah dua anaknya, Suani rela berlelahlelah sepanjang hari memecah bebatuan yang keras ini.

han terlontar dari mulutnya. Lima tahun sudah, Suani menjalani rutinitas itu. Duduk nyaris

sepanjang hari, mengalahkan kerasnya bebatuan. Ya, dia memang seorang buruh pemecah batu.

Semua itu, dia lakoni demi menghidupi sekaligus membiayai dua dari lima anaknya. “Awalnya (memecah batu) ini cuma kerjaan sampingan, sekadar bantu suami cari nafkah. Tapi, sekitar 7 tahun lalu, suami saya meninggal dunia, jadi sekarang ya, ini sumber nafkah saya dan keluarga,” tutur Suani, di sela-sela kesibukannya memecah batu. Dari jerih payahnya itu, Suani mendapat upah sebesar Rp 1.500 untuk satu ember stenslah yang dia hasilkan. Dalam sehari, rata-rata Suani mampu mengumpulkan tujuh ember stenslah. “Dalam seminggu saya rata-rata mendapat upah Rp 50.000,” ujarnya kepada Kabar Madura kemarin (22/12). Meski harus menjalani hidup sedemikian keras, Suani masih mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa. Dia bilang, beban hidupnya tidak terlalu berat. Sebab,

dari lima anaknya, tinggal dua yang masih menjadi tanggungannya. “Anak saya 5 orang, yang jadi PNS (pegawai negeri sipil), ada 3 orang. Tinggal 2 orang, yang masih sekolah SMA dan SMP,” katanya. “Kerja ini (menjadi buruh pemecah batu, red), untuk membiayai hidup dan sekolah mereka,” imbuh SUani. Bu’ Suani, demikian panggilan akrabnya, juga menegaskan, dia tak akan berhenti memecah batu, sebelum dua anaknya itu, sukses menjadi “orang”. Sekalipun dia harus merasakan lelah sepanjang hari. “Memang saya tidak mewajibkan kepada anak saya untuk membantu saya untuk mencari nafkah. Biarkan mereka konsentrasi dengan sekolahnya, nggak ada beban dalam hidupnya,” tandas Suani. “Saya ingin sekali 2 anak saya yang masih sekolah itu, bisa sukses seperti kakak-kakaknya,” harapnya, kemudian. (yoe)


4

MINGGU

23 Desember 2012

Tidak Dicabut, Hanya Dievaluasi Kucuran Pugar Diupayakan Meningkat

KM/MARZUKIY

PESAN MORAL: Aksi teaterikal mahasiswa STAIN, di area Arek Lancor, Pamekasan dalam rangka memperingati Hari Ibu, Sabtu(22/12) kemarin.

Berbuat Baiklah Kepada Ibu! PAMEKASAN-Banyak hal yang dilakukan untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember. Termasuk aksi teaterikal yang digelar kumpulan pecinta seni teater Fataria Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, di area Arek Lancor, jantung kota Pamekasan, Sabtu (22/12). Aksi kali ini sedikit banyak mengundang perhatian pengguna jalan. Pasalnya aksi yang berlangsung sekitar pukul 08.00 tersebut memerankan layaknya ibu dan anak dalam kehidupan sehari-hari. Zainal Abidin, sutradara teaterikal tersebut mengatakan, dalam kehidupan

canggih ini, kasih sayang seorang anak kepada sang ibu seakan luntur. Sehingga hal ini yang menjadi landasan dirinya bersama rekan lainnya memerankan teaterikal di hadapan khalayak. “Pada saat ini muda-mudi sudah mulai menjauh dari kasih sayang orang tua, dikit-dikit melawan kepada orangtua, malah banyakyang melawan kepada orangtua,” tutur Zainal. “Berangkat dari fenomena ini kami tampilkan di khalayak, supaya masyarakat dapat melihat betapa beratnya beban menjadi seorang ibu,” ungkapnya kepada Kabar Madura. Dia menambahkan, peringatan Hari Ibu sangatlah

NARKOBA Setahun Kejari Tangani 24 Kasus PAMEKASAN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menangani 24 kasus narkoba selama 2012. Menurut Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pamekasan Mohammad Syafii, Sabtu (22/12), dari 24 kasus narkoba yang ditangani Kejari itu, 16 kasus di antaranya telah divonis oleh Pengadilan Negeri Pamekasan. “Pelakunya saat ini menjalani masa hukuman di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari antarajatim.com. Menurut Syafii, vonis yang dijatuhkan oleh pihak Pengadilan Negeri Pamekasan bervariasi antara 4 hingga 5 tahun. Tidak hanya itu saja, di antara ke16 terpidana yang terjerat kasus narkoba itu, ada yang harus membayar denda hingga ratusan juta rupiah. “Kalau delapan tersangka lainnya, kini masih dalam proses persidangan,” ujarnya. Syafii menjelaskan, dari 24 kasus narkoba yang ditangani Kejari Pamekasan selama 2012 ini, pelakunya beraneka ragam. Ada yang hanya sebagai pengguna, kurir narkoba, tapi ada yang sebagai penjual alias bandar. “Namun, secara umum dari para tersangka dan terpidana kasus narkoba ini mengaku, mendapatkan barang haram tersebut dari wilayah utara Pamekasan,” tuturnya. Sebelumnya, jajaran Polres Pamekasan mengungkapkan, wilayah utara Pamekasan tersebut, selama ini memang menjadi tempat persembunyian para bandar dan pengedar narkoba di wilayah Kabupaten Pamekasan.(ant/yoe)

penting untuk dirayakan, supaya masyarakat dapat mengingat perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anaknya. Namun itu semua harus dibarengi dengan hati yang tulus. “Jadi peringatan Hari Ibu ini tidak sekedar menjadi ajang seremonial saja, melainkan harus dimaknai secara mendalam arti dari peringatan ini. Sehingga bisa mengingat beratnya sang ibu,” ujar dia. Pantauan Kabar Madura di lokasi, aksi yang berjalan sekitar satu jam tersebut memerankan layaknya ibu dengan sang anak dalam bertindak dan bertutur kata. Tak pelak aksi tersebut menyedot

perhatian masyarakat. Tidak hanya itu, peringatan Hari Ibu juga banyak dilakukan oleh organisasi kemahasiswaan Pamekasan, seperti Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan yang melakukan aksi tabur bunga di Simpang Empat Jalan Jokotole Pamekasan. Sementara, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIM Pamekasan memperingatinya dengan aksi tabur bungan dan membagi selebaran kepada pengguna jalan. Aksi itu dilakukan dengan mengelilingi area Arek Lancor, jantung kota Pamekasan. (jck/yoe)

PAMEKASAN-Masyarakat petani garam, beberapa waktu belakangan ini diresahkan dengan beredarnya rumor, bahwa bantuan Pugar (program dana pemberdayaan usaha garam rakyat) akan dicabut. Menanggapi keresahan masyarakat itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, Nurul Widiastutik pun angkat bicara. Dia menegaskan, sangat tidak setuju dan sangat keberatan jika Pugar dicabut oleh Pemerintah. Nurul beralasan, dengan adanya Pugar, petani garam sudah bisa merasa sangat terbantu. Dengan berbagai peralatan yang sudah didapat dari kucuran Pugar itu, petani juga mampu meningkatkan kualitas dan produksi garam rakyat. “Saya sangat keberatan sekali kalau Pugar yang sudah jelas-jelas memberikan manfaat terhadap petani garam yang produktif di Pamekasan dicabut. Sebab hal itu tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” tandas Nurul, saat ditemui Kabar Madura. Di bagian lain, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Husnan Ahmadi berujar, bisa jadi kunjungan anggota Dewan pimpinannya ke Mendagri RI beberapa waktu lalu itulah, yang memicu beredarnya rumor, Pemerintah bakal menghentikan Pugar. “Tapi, hal itu tidak benar. Kunjungan saya beberapa waktu lalu, ke Mendagri, bukan untuk (meminta)

menghentikan kucuran Pugar ke petani garam,” tukas Husnan, saat dihubungi Kabar Madura, Sabtu (22/12) kemarin. Politisi PKB itu menambahkan, pihaknya datang ke Mendagri sama sekali tidak untuk menguapayakan pencabutan Pugar, melainkan melakukan evaluasi terkait bantuan Pugar tersebut. Sebab menurutnya, selama ini bantuan Pugar masih kurang maksimal sehingga peningkatan produksi petani garam masih kurang signifikan dan masih tidak sesuai dengan besarnya dana yang telah dikeluarkan. “Saya hanya sebatas (minta) evaluasi saja, selain itu juga membahas tentang bagaimana bantuan tersebut berlaku efisien, tepat sasaran dan memberikan hal yang baik kepada petani garam. Bukan untuk mencabut, kalau mencabut bantuan yang sudah jelas-jelas dibutuhkan dan bermanfaat

bagi petani garam, kan sangat lucu. Kalau perlu saya mau mengusahakan untuk menambah besar bantuan tersebut,” lanjutnya. Husnan berkeinginan, Pugar betul-betul dimanfaatkan oleh petani garam, agar peningkatan produksi dan kualitas garam sesuai dengan anggaran yang sangat besar tersebut. “Saya hanya mengusulkan agar penyaluran Pugar lebih efektif dan juga ada evaluasi perbaikan terhadap program tersebut, karena selama ini kuantitas dan kualitas masih dipertanyakan,” ujar Husnan. “Dan saya tegaskan sekali lagi, bahwa pihak kami tidak mengusulkan pencabutan, melainkan meminta agar pemanfaatan Pugar lebih dioptimalkan. Walau pun ada usulan mencabut, kan gak mungkin juga usul sekarang, keesokan harinya langsung dicabut,” imbuhnya. (ong/yoe)

KM/FATHOR RAHMAN

BISA MATI: Petani garam di Madura, beberapa waktu lalu, terpuruk cukup dalam karena harga garam yang merosot tajam. Lantas, apa jadinya kalau kran Pugar distop juga?

Ambulans Bantuan Bupati Buat Jampersal-Jamkesmas PAMEKASAN-Fasilitas kesehatan di Kota Gerbang Salam mendapat perhatian serius dari Bupati Dr KH Kholilurrahman, SH, M.Si. Itu ditandai dengan penyerahan bantuan tiga ambulans kepada RSUD dr H Slamet Martodirdjo. Seremonial penyerahan bantuan itu, dilakukan dalam upacara bendera mewmperingati Hari Ibu ke-84, Sabtu (22/12). Bersamaan dengan itu, istri Bupati, Dra Hj Roihana Kholilurrahman menyerahkan bantuan kepada 20 orang ibu yang tergolong duafa atau kurang mampu. Seremonial penyerahan bantuan, di lapangan Pendapa Ronggosukowati Pamekasan itu, dihadiri Bupati beserta istrinya, Plt Sekda Herman Kusnadi beserta istrinya, dan Ketua Pengadilan Negeri Pamekasan beserta istri. Dihadiri pula oleh anggota Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Pamekasan beserta istri masing-masing. Juga, Direktur RSUD dr H Slamet Martodirdjo, dr Iri Agus Subaidi, MM, MSi; dan siswa-siswi SMAN 2 Pamekasan. Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan betapa pentingnya peran perempuan dalam membangun bangsa ini. Maka, ujar bupati, upaya untuk meningkatkan peran perempuan melalui strategi pemberdayaan sangat mutlak diperlukan. “Kemandirian kaum perempuan akan berdampak pada kemandirian keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kita sama-sama memahami bahwa pemberdayaan perempuan akan mendorong terjadinya suatu proses perubahan

KM/HUMAS PEMKAB PAMEKASAN

PEDULI KESEHATAN: Bupati Dr KH Kholilurrahman, SH, M.Si menyerahkan “kunci”, simbol kunci kontak ambulans kepada Direktur RSUD dr H Slamet Martodirdjo, dr Iri Agus Subaidi, MM, MSi.

sosial yang memungkinkan bagi kaum ibu untuk dapat memberikan pengaruh yang lebih besar dalam berbagai sektor kehidupan,” tutur Bupati. Karena itu, tegasnya, setidaknya terdapat empat hal yang penting diketengahkan dalam kehidupan ini. Pertama, meningkatkan pendidikan politik dan partisipasi perempuan dalam mengam-

bil keputusan. Kedua, meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ekonomi kreatif yang berwawasan lingkungan. “Ketiga, meningkatkan peran lakilaki dan keluarga dalam penghapusan diskriminasi dan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat, membangun kesehatan masyarakat

yang berkeadilan,” tegasnya. Sementara itu, berkaitan dengan bantuan tiga ambulans dari Bupati, dr Iri Agus Subaidi menyatakan, akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pamekasan. “Terutama transportasi ini bisa dimanfaatkan saat merujuk pasien ke Surabaya. Selama ini, armada kami memang rusak berat. Sehingga, pada hari-hari tertentu, semisal sewaktu misa Natal dan/atau Tahun Baru, kita kekurangan alat transportasi,” terang dr Iri Agus Subaidi saat dihubungi wartawan Kabar Madura. Selama ini, tambahnya, RSUD memiliki delapan unit ambulans. Hanya saja, tiga unit rusak berat, dua unit masih dalam renovasi. Sedangkan sisanya, tak bisa diandalkan semisal buat merujuk pasien ke ke surabaya. “Adapun bantuan ambulans yang baru ini untuk jangka panjang. Dua unit digunakan dalam kota. Satu dipakai guna menangani jenazah,” bebernya. Menurutnya, kualitas ketiga kendaraan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, memang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. “Lengkap AC dan perangkat-perangkat khusus. Bagi masyarakat yang butuh ambulans, kita sudah siap misalnya buat Jampersal, Jamkesmas, dan sebagainya. Kami sangat berterima kasih dan bangga atas kepedulian Bapak Bupati terhadap sarana kesehatan di kabupaten ini,” pungkasnya. (anm/yoe/adv)

Refleksi Sebuah Tindakan Nyata Lebih Menyentuh PAMEKASAN-Begitu mulianya seorang ibu bagi Bangsa Indonesia, sehingga setiap 22 Desember warga negeri ini memperingatinya sebagai hari istimewa bagi orangtua perempuan umat manusia itu. Dinilai lebih penting kehadiran seorang ibu ketimbang yang lainnya. Selama 9 bulan berjuang dan mepertaruhkan jiwa raganya demi menjaga janin yang ada didalam kandungannya. Selama itu pula, seorang ibu teramat ikhlas menjalankannya. “Dalam Alquran saja, ada surat yang namanya An-Nisa’. Simpelnya, agama pun memuliakan seorang perempuan. Selain itu, Nabi (Muhammad saw) juga me-

nyebut nama ibu tiga kali, ketika ditanya orangtua yang mana yang harus kebih dulu dihormati,” ujar Rofik, salah satu pemerhati pendidikan, kepada Kabar Madura, Sabtu (22/12) kemarin. Menurutnya, penghormatan kepada ibu adalah hal yang utama, bilang uf saja seorang anak tidak diperbolehkan dalam agama, apalagi sampai membantah perintahnya dan membentaknya lebih kasar lagi. “Seharusnya tidak hanya peringatan secara seremonial saja, melainkan pada tindakan yang lebih nyata, sebab seorang ibu tidak tergugah dengan adanya peringatan, berbeda ketika ada tindakan nyata yang bisa mem-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

buat seorang ibu atau perempuan akan lebih merasa dihormati dan serta dinilai agung keberadaannya,” tambahnya. Hal itu juga diamini Ali Wahdi, aktifis Lingkar Muda Pamekasan. Dia berpendapat, masih ada nilai yang kurang sempurna kalau hanya acara seremonial yang digelar. Menurutnya akan lebih sempurna lagi peringatan seremonial sambil menghadirkan ibu-ibu yang tidak mampu. Selain itu juga, akan lebih berharga momen peringatan Hari Ibu. “Masih ibu-ibu yang harus disantuni, seperti pemulung perempuan dan para pengamen yang berkeliaran di Pamekasan. mereka melakukan hal

itu karena tuntutan ekonomi demi menghidupi keluarganya, terutama anaknya,” ujarnya. Sementara, tak semua ibu-ibu di Pamekasan tahu, setiap 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. “Tidak tahu pak kalau ada Hari Ibu dan ibu itu diperingati, tapi yang saya tahu adalah kalau tanpa bantuan orangtua perempuan, seorang anak tidak akan bisa berjalan seperti sekarang,” ujar Juriyah, seorang perempuan pemulung, kepada Kabar Madura, Sabtu (22/12) kemarin. “Kalau harapan saya terhadap Hari Ibu, ada kepedulian lah kepada ibu-ibu yang tidak mampu,” imbuhnya. (ong/yoe)

KM/FATHOR RAHMAN

DUAFA: Bagi Juriyah, perempuan pemulung ini, Hari Ibu tidak banyak berarti dalam hidupnya. Sebab, dia lebih membutuhkan santunan.


MINGGU

5

23 Desember 2012

Budaya Madura Butuh Ensiklopedi

getahuan para pemuda. ” Bukan orang lain yang tiSUMENEP-Keberadaan dak paham budaya Madura, Kongres Kebudayaan Mad- anak-naka Madura sendiri ura (KKM) II mendapat sudah mulai mengalami apresiasi dari sejumlah bu- krisis pengetahuan terhadap dayawan. Tidak hanya dari budaya sendiri, seperti makbudayawan pulau garam na “lebih baik putih tulang namun dari sejumlah buday- daripada putih mata” apasih awan luar Madura. Mereka maknanya?” kata Subro. Lantas pria yang juga ketujuga ikut andil di dalamnya. runan Madura Kongres KKM ini menjelaskan II juga diikuti tentang pemasejumlah penhaman budaya gamat dan buMadura. Ia dayawan luar mencontohkan Madura. Sepseperti budaya erti dari Unesa Lebih baik putih Surabaya, Unitulang daripaversitas Brawida putih mata, jaya Malang menurutnya dan Universitas memilki makna Jember serta yang luar biasa, budayawan Kabukan tersinglimantan Barat. gung kemudiSalah satu an membunuh budayawan orang. luar Madura ” Tapi ada yang terlibat KM/ AHMAD AINOL HORRI harga diri yang dalam kongres SUBRO harus dipertahtersebut berBudayawan Madura ankan, makanasal dari Kalimantan Barat, Subro. Ia san- ya Cak Nun (populer dipanggat apresiatif pada pelak- gil Kiai Mbeling) bilang, bahsanaan KKM II yang akan wa membunuh orang dengan berakhir, Minggu (23/12). cara carok itu bukan cara Karena dengan adanya kon- dewasa, tapi orang tidak mau gres ini, setidaknya dapat carok bukan berarti orang itu lebih dewasa, bisa jadi orang mengasah pengetahuan. ” Saya sangat apresiatif itu tidak punya harga diri dan luar biasa. Saya sangat yang mau dipertahankan. berterimakasih diperkenan- Itu kritik sosial yang luar bikan untuk hadir di acara ini asa. Apa artinya harga diri? untuk mengasah pengeta- dimana-mana harus tetap kita huan dan rasa kemaduraan pertahankan” jelasnya. Dengan realitas kebudaykami di Kalimantan Barat,” kata Subro kepada Kabar aan Madura yang semakin “punah” (pemahamannya) Madura, Sabtu (22/12). Menurutnya, salah satu harus ada gerakan yang yang sangat fundamental lebih kongkrit. Keberadaaan dalam pelaksanaan kongres budaya Madura, kata Subro, ketika melihat kebuday- harus lebih hidup. Ia berharap dari KKM II aan Madura semakin krisis, pemahanan yang sebena- melahirkan ensiklopedi burnya tentang budaya Madura daya Madura sehingga ada mulai menghilang dari pen- database. (rei/zis)

Harapan dari KKM II

KM/TABRI SAIFULLAH MUNIR

TAK BERKUTIK: Para Petani garam di Pragaan Laok hanya mengandalkan “tabungan” garamnya, saat musim penghujan tahun ini. Mereka kesulitan melakukan usaha lain, karen tak punya modal maupun keterampilan.

Belum Lakukan Pengalihan Ekonomi SUMENEP-Saat di beberapa tempat para petani garam sudah mulai melakukan pengalihan prospek ekonomi, petani garam di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan rupanya belum beranjak ke sana. Padahal musim hujan sudah lama datang, tetapi hal itu tidak membuat petani garam di Pragaan ini segera mengambil langkah. Hingga sabtu kemarin, masyarakat masih belum melakukan aktifitas ekonomi yang lainnya. Ahmad Tohari, warga desa setempat menuturkan, tidak ad-

Disterilkan, Tak Ada Tanda-Tanda Mencurigakan

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

anya prospek ekonomi tersebut disebabkan belum ada prosepek ekonomi yang cocok untuk mereka jalani. “Kalau dialihkan ke ikan bandeng, udang dan yang lainya kami sering rugi setiap kali panen,” katanya. Karena itu, para petani tersebut masih saja bergantung pada sisa garam yang mereka tabung di lumbung mereka. ”Ya kami semua baru mengeluarkan garam ini saat ini. Sebab harga garam dari dulunya tidak bisa diharapkan,” keluh bapak 2 anak itu, Sabtu kemarin (22/12).

Ungkapan senada datang dari Baidha’i, warga lain petani garam di desa itu. Dia mengatakan, dirinya tidak bisa bekerja apaapa lantaran tidak memiliki lahan sendiri. Dia mengaku hanya numpang bekerja ikut temantemannya jadi buruh di daerah tersebut. Baidha’i mengaku, hingga saat ini belum bisa bekerja apapun. Sebab, untuk lulusan SD sepertinya sangat sulit diterima bekerja di berbagai tempat. ”Sekarang hanya istri saya yang berdagang ikan. Saya masih cari pekerjaan

SUMENEP- Demi ketenangan bagi umat kristiani dalam merayakan Natal, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Sumenep melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di Sumenep, Sabtu (22/12). Petugas menyisir 3 gereja yang akan dijadikan pusat peribadatan Natal. Setiap sudut gereja, mulai halaman luar sampai di dalam ruangan menjadi sasaran sterilisasi untuk memastikan

lain. Mau bertani, meski sudah musim hujan saya tidak punya lahan,” jelasnya. Dia berharap harga garam simpanan tersebut bisa lebih mahal harganya ketimbang garam yang dulu. Dengan begitu, dia tidak lagi susah payah untuk mencari modal ekonomi dan bisa memaksimalkan kerja istrinya yang berdagang ikan di pasar tersebut. Sehingga kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi. ”Harapan saya cuma itu. Gak lebih,” ujarnya dengan menggunakan bahasa madura. (aqu/yoe)

bahwa kondisi tempat ibadah tersebut benar-benar aman. Kepala Bagian Oprasional Polres Sumenep Kompol Edy Purwanto menjelaskan pihaknya melakukan strelisasi sejak Sabtu (22/12) di masingmasing gereja hingga umat kristiani tersebut akan melakukan kegiatan perayaan Natal . ” Sterilisasi akan kami lakukan lagi

nanti setelah di setiap gereja akan melaksanakan kegiatan perayaan natal,” ungkap Kabag Ops Polres Sumenep, Edy Purwanto. Dijelaskan dengan adanya gerakan sterlisasi di 3 gereja merupakan iktikat pihak kepolisian dalam mengamankan pelaksanaan hari Natal sehingga umat kristiani yang ada di wilayah Sumenep benar-benar merasa aman.

Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, Polres Sumenep menyiagakan 2 personel di setiap gereja, mereka akan diterjunkan Minggu (hari ini). Meskipun tidak diminta oleh pihak gereja, untuk memastikan keamanan pihaknya tetap akan menempatkan dua personelnya. ”Di Sumenep ini ada empat gereja dan dua tempat ibadah,” singkatnya. (rei/zis)


6

MINGGU

23 Desember 2012

Bayari Orang Rp 60 Juta, Bunuh Menantu Sendiri Sambungan dari hal 1

Pasutri tersebut adalah H Rosul (56) dan Hj Hotijah (50), warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Motif keduanya, bagi orang lain seperti kita, amatlah sepele. Karena mereka tidak mau anak mereka bernama Fitri menikah dengan Mustofa (19) warga Dusun Jakan, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan sebulan lalu. Motif perencanaan pembunuhan ini bisa dibilang sepele. Lantaran mereka tidak suka anaknya, Fitri, menikah dengan korban, Mustofa (19) warga Dusun Jakan, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan sebulan lalu. Karena ketidaksukaan itulah kemudian mereka berniat menyingkirkan Mustofa. Barangkali terinspirasi cerita-cerita di sinetron atau film-film impor, mereka kemudian mengeluarkan dana sebesar Rp 60 juta yang mereka gunakan membayar eksekutor bayaran. Karenanya, selain pasutri Rosul dan Hotijah, tersangka lain dalam kasus ini juga diringkus. Mereka, Basuni (36), warga Desa Naro’an, Kecamatan Burneh, Mohammad Deggil (45), warga Kecamatan Kota Bangkalan. Dalam kasus pembunuhan ini, Basuni berperan sebagai eksekutor, sementara Deggil berperan sebagai perantara. Kabag Ops Polres Bangkalan, Kompol Abdul Rokhim, menyatakan, pengungkapan kasus pembunuhan berencana yang diotaki oleh sang mertua berawal dari petugas melakukan pengumbulan data (pulbaket) di lapangan. “Hasilnya, mengerecut pada para tersangka ini,” terang Rokhim pada sejum-

lah wartawan saat dikonfirmasi di Mapolres Bangkalan, kemarin. Ia menjelaskan, pertama kali tersangka yang ditangkap adalah Deggil di rumahnya. Kemudian petugas melakukan pengembangan atas penangkapan Deggil. Hasilnya, nama Basuni dan nama mertua korban keluar dari mulut pria berbadan tambun itu. Kemudian polisi langsung melakukan penggerebekan terhadap Basuni dan mertua korban di rumah masingmasing. Mereka berhasil ditangkap petugas tanpa perlawanan. Selanjutnya para tersangka digiring ke mapolres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Dari tangan tersangka Basuni, kami menyita sepeda motor Ninja warna merah. Sesuai pengakuannya motor ini baru dibeli dari uang hasil membunuh korban,” ucap mantan Kapolsek Geger ini. Menurutnya, Basuni menerima bayaran sebesar Rp 60 juta dari mertua korban. Adapun sistem pembayarannya dilakukan dengan cara dicicilsebanyak lima kali. Pertama sang mertua membayar Basuni Rp 12 juta. Setelah target sudah dibunuh, baru mertua korban melunasi dengan cara dicicil. “Pelaku pembunuhan sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan. Namun, karena diiming-imingi uang akhirnya bersedia untuk membunuh korban dengan bayaran Rp 60 juta. Pelaku membunuh korban dengan memakai kayu,” ucapnya. Disinggung apa motif di balik pembunuhan berencana tersebut, pria berkacamata ini menyatakan, latar be-

lakang kasus pembunuhan berencana karena mertua tidak suka korban menikahi anaknya. Namun, ia enggan menjelaskan dengan detail sesuatu apa yang menyebabkan mertua tidak suka pada menantu. “Alasannya karena tidak suka. Kami tidak bisa menjabarkan alasan pribadinya. Intinya, mertua tidak suka dan ingin memisahkan,” ungkapnya. Petugas akan menjerat para tersangka dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara dan hukuman maksimal seumur hidup penjara. Polisi masih mengejar satu pelaku lagi yang masih buron. Seperti diketahui, Warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh, digegerkan dengan penemuan sosok mayat lakilaki tanpa identitas di area persawahan, Jumat (23/11) silam. Mayat tanpa identitas itu ditemukan dengan sejumlah luka lebam di rahang kanan, kuping, hidung dan luka lecet kaki kiri. Ternyata mayat tersebut adalah korban pembunuhan. Informasinya, korban menikahi Fitri sekitar lima bulan lalu. Pernikahan mereka diawali dengan saling suka alias berpacaran layaknya pasangan mudamudi saat ini. Dari masa berpacaran sampai jenjang pernikahan tidak tampak adanya ketidaksukaan dari orang tua Fitri. Bahkan, saat resepsi pernikahan mereka mendatangkan grup orkes melayu yang cukup terkenal. Namun, usia pernikahan mereka ternyata berlangsung singkat setelah korban jadikorban mertuan sendiri. (ful/zis)

Rp 340 ribu dari harga jual yang Rp. 17 ribu. ”Kalau sudah rizkinya saya 20 kilo perhari mau bagaimana lagi.” kata Hj. Fitriyah, istri Mujib. Yang unik, pohon buah naga itu rupanya tidak mau pupuk kimia. Saat pohon tersebut mulai panen, kemudian rantingnya yang menggantung di potong, agar tumbuh lagi ranting yang baru, tanaman ini selalu diberi pupuk kandang. ”Semua ini murni kotoran sapi. Saya tidak kenal pupuk yang lain,” tegasnya. Penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk dari dari pohon itu, rupanya berpengaruh pada kwalitas rasa yang ditimbulkannya. Menurut penuturan Hajjah Fitriyah, dari para tengkulak yang ada di daerahnya, buah naga tanamannya lebih manis ketimbang buah yang dimiliki oleh penduduk yang lainnya. Erna, salah satu tengkulak yang tinggal 100 meter ke

arah timur dari kios Mujib, mengaku buah naga budidaya Mujib lebih manis ketimbang yang lain. ”Yang lainnya itu agak kecut, karena menggunakan kotoran ayam,” kata Erna saat ditemui di kios milik Mujib. Menurut Fitriyah, kiosnya baru mulai ramai saat menjelang perayaan hari Natal. Tak tanggung-tanggung, setiap 25 Desember hingga menjelang Tahun Baru. Fitriyah mengaku bisa menghabiskan satu ton buah naga per harinya. Itu artinya, Fitriyah bisa meraup paling tidak Rp 17 juta dalam sehari jual. ”Dari dulu juga begitu,” ujarnya. Selain itu, Mujib menambahkan biasanya warga yang berdatangan di musim itu, kebanyakan orang China. Mereka terkadang langsung membeli dengan memetik buah naga langsung dari pohonnya. ”Orang keturunan Tionghoa lebih suka memetik sendiri buahnya,” pungkasnya. (zis)

bada é dimma satéya?,” ujarnya. Pemaparan tak kalah menariknya diungkapkan Mien A.Rifai. Pengamat kebudayaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta ini mengatakan, sebagaimana diketahui, secara biologi manusia Madura telah dibentuk dan dikendalikan oleh gengen pengatur sifat kebakaan etnisnya, yaitu substansi yang merupakan sumber informasi penata pembawaan yang telah diperoleh dan diwarisinya secara turun-temurun dari leluhurnya. Menurutnya, semua sifat pembawaan inherent yang dibawa warga Madura sejak kelahirannya kemudian terus akan dibentuk dan dimapankan saat mereka dibesarkan di tengah keluarganya, dididik di mandala, pesantren, atau sekolah serta ruang kuliah, serta juga dicontohkan oleh adat masyarakat etnisnya.

Dengan demikian secara pasti jalan hidup mereka telah terpetakan oleh kehendak orang tuanya, terkekang keinginan sesepuhnya, terkungkung tradisi lingkungan masyarakatnya, dan terbelenggu oleh dambaan atau impian suku bangsanya. ”Bersamaan dengan itu maka khazanah budaya dan peradaban Madura yang terjelma dan terhimpun sepanjang lintasan sejarah etnisnya telah pula meresap untuk mewarnai corak kehidupan mereka seharihari,” ulasnya. Dalam dialog terbuka tersebut juga hadir budayawan yang asli Sumenep, D. Zawawi Imron. Pria yang dijuluki Si Celurit Emas ini menjelaskan tentang karakter yang merupakan sifat pribadi bersifat relatif stabil pada setiap invidu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standard nilai yang tinggi. (bus/zis)

Minta Rekapitulasi Dibatalkan Sambungan dari hal 1

Dikonfirmasi Sabtu (22/12), Ketua Tim Sukses Hejaz Joni Purnomo mengatakan, surat gugatan itu dimasukkan ke bagian penerimaan gugatan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 20 Desember. “Memang kami telah melayangkan surat gugatan kepada MK pada 20 Desember, dan diterima oleh saudara Bambang Sugito di kantor MK pada pukul 09.59 pagi,” ujar Joni Purnomo pada Kabar Madura, kemarin. Setelah memasukkan surat gugatan, Joni Punomo mengatakan tim kuasa hukum Hejaz menerima nomor registrasi surat gugatan tersebut. “Kami menerima dari tim advokasi kami setelah melayangkan surat gugatan dengan nomor registrasi 722/ PAN.MK/XII/2012 dengan isi gugatan permohonan hasil perselisihan pilkada Sampang 2012, serta semua

hasil dan tindak lanjut terkait gugatan yang kami ajukan, kami serahkan kepada MK dan tim advokasi kami dan kami akan menerima semua kenyataan apa yang menjadi keputusan MK,” kata Joni. Sementara itu, dikonfirmasi melalui telepon selulernya terkait adanya gugatan tpasangan Hejaz yang sudah masuk MK, Miftahur Rozaq selaku Ketua Pokja Divisi Hukum KPUD Sampang mengaku sudah mendapat kabar dan mengkroscek langsung ke MK untuk memastikan apakah betul surat gugatan tersebut masuk atau tidak. “Pihak MK mengatakan memang ada gugatan dari pasangan calon Hejaz pada tanggal 20 Desember, tapi sampai saat ini kami belum menerima apa isi dari surat gugatan tersebut,” ujar Rozaq. “Kami selaku tergugat semestinya mendapatkan salinan surat gugatan tersebut dari pihak

MK secepatnya dikirimkan ke KPUD Sampang, baik itu via fax atau via phone,” ujar Rozaq. Rozaq mengatakan, pihaknya secara prinsip siap, dan menerima gugatan tentang rekapitulasi. “Kami juga akan mengirimkan ke MK tim dari KPU hari rabu atau kami mendatang karena hari Senin terbentur cuti bersama,” imbuh Rozaq. Gugatan Hejaz ini secara tidak langsung membuat pengesahan berita acara hasil rekapitulasi dan penetapan pemenang pemilukada tertunda untuk sementara. Kini nasib hasil pemilukada Sampang diserahkan kepada MK. Terpisah, Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Alfalah (KH A. Fannan Hasib dan Fadhilah Budiono), Abdurrahman Saleh mengaku tidak maalah terkait dengan aanya gugatan tersebut. “Jadi semua itu termasuk gugatan yang dilayangkan

tim Hejaz adalah merupakan hak dari pasangan calon, kami yakin gugatan tersebut lemah,” ujar Abdurahman Saleh. “Semua saksi menyatakan saat penghitungan yang dilakukan pihak KPU berjalan lancar tanpa ada masalah, serta kami selaku pihak terkait akan memberikan data pembanding jika diperlukan oleh pihak KPUD,” ujar Abdurahman, kemarin. Gugatan Hejaz pada mulanya sempat menjadi tanda tanya. Pasalnya, antara Joni Purnomo sebagai ketua tim pemenangan pasangan Hejaz dan Hermanto Subaidi sempat mengaku tidak tahu menahu soal gugatan ke MK tersebut. Sekadar diketahui, berdasarkan penetapan hasil rekapitulasi dan penetapan pemenang pemilukada Sampang, pasangan Alfalah ditetap sebagai peraih suara terbanyak dan diikuti pasangan Hejaz. (fan/zis)

Makin Istimewa dengan Petik Sendiri Sambungan dari hal 1

Khusus di daerah Sumenep, tanaman tersebut hanya bisa dilihat di daerah Pragaan, Kadura Timur, tepat di perbatasan kota Sumenep-Pamekasan. Buah naga ini termasuk pohon kaktus berduri. Tetapi tidak saja menawarkan duri yang tajam. Buah yang di hasilkan dari batang pohon yang menggelantung itu mengalahkan tajamnya duri yang menghias di ruas-ruas batang tersebut. Mujiburrahman, warga Desa Kaduara Timur, Pragaan, pemilik pohon buah naga ini mengaku beruntung besar dapat tawaran dari temannya untuk menanam pohon tersebut. ”Ya lumayan lah hasilnya,” katanya. Akhir-akhir ini kiosnya memang masih sepi. Tiap harinya pria yang akrab disapa Pak Mujib ini hanya bisa menjual sebanyak 20 kilogram. Dari jumlah itu, Mujib hanya mendapatkan

Sarana Budayawan Sumbangkan Pemikiran Sambungan dari hal 1

Menurutnya, ajaran ini telah disampaikan dengan bijaksana oleh para leluhur warga Madura melalui lagu permainan anak-anak seperti ”Pa’-kopa’ éléng, Éléngnga sakoranji, Eppa’ entar mamaléng, Ana’ tambang tao ngaji, Ngaji babana cabbi, Ka’-angka’na sarabi settong,” ujarnya. Menurutnya, pesan moral yang terkandung dalam lagu berbasis kearifan lokal ini sungguh sangat tinggi nilainya. Lagu rakyat yang membangun kesadaran kolektif tentang tanggungjawab moral orangtua agar selalu ingat untuk menanamkan sikap qur’ani terhadap anak keturunannya. ”Pertanyaan kita sekarang, kemana lagu yang mampu menajamkan mata batin itu pergi? Mengapa ratna mutu manikam itu mosna, ta’ karoan paranna? Ba’

Direktur Utama/ Pemimpin Umum: Taufiq Rizqon Direktur: Disyahmain

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

KM/FATHOR RAHMAN

KAGUM: Calon Bupati Pamekasan, Ahmad Syafi’ie berbicara di depan warga, simpatisan dan pendukungnya dalam haul yang digelar oleh salah satu tokoh masyarakat di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Marmar, Pamekasan, Sabtu (22/12).

Datangi Haul, ASRI Disambut Konvoi Sambungan dari hal 1

Di antaranya KH. Syamsul Arifin (Banyuanyar), KH. Abd. Ghafur Syafiuddin (Plakpak), K. Makmun Tamim (Pamekasan), K Mundzir Khalil (Blumbungan), KH. Abbas Makki (Pakong), KH. Arif Madani (Sumber Bungur), KH. Ainul Yaqin (Sumber Daga), KH. Abd. Razak (Dempo Timur), KH. Nawawi (Ketua PPP Kab Pamekasan), KH. Jakfar Sodiq, KH. Fatol Bari dan H. Kamil (HK), serta beberapa tokohtokoh lainnya. Haul salah satu tokoh masyarakat di Desa Batu Bintang itu menjadi momen terindah bagi puluhan ribu masyarakat dari berbagai wilayah menanti kedatangan pasangan ASRI. Tak mau sekadar menanti, puluhan ribu warga pun konvoi menyambut pasangan ASRI. “Saya hadir ke sini dalam rangka haulnya K. Sanidah dan Badri, selain itu sambil silaturrahmi bersama para ulama’ dan tim ASRI. Dalam forum ini kita isi dengan sosialisasi, karena bagaimana pun juga sosialisasi dalam pemilukada ini adalah hal yang wajib, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan baik,” ujar Ahmad Syafi’ie saat ditemui Kabar Madura, Sabtu (22/12) kemarin. “Apresiasi anak-anak

muda yang ikut menyambut kedatangan saya tadi sangat luar biasa, karena mereka mengharapkan pemimpin harapan masa depan yang memperhatikan mereka,” lanjut sosok bapak yang amat mencintai keluarganya ini. Meski Ahmad Syafi’ie datang sedikit terlambat, karena puluhan ribu konvoi yang menantinya membuat mobil yang dikendarainya harus berjalan sedikit lambat. Namun, keterlambatan Ahmad Syafi’ie tidak membuat masyarakat yang sudah menanti sejak pagi beranjak dari tempat mereka. Ketika pasangan ASRI, warga pun mengelu-elukan. “Mohon maaf atas keterlambatan saya, saya terlambat karena sekitar 20 ribu yang konvoi mengiringi saya sampai lebih 2 kilometer, sehingga saya harus berputar arah agar cepat sampai ke tempat ini. Saya sangat terkesan dengan konvoi yang sangat luar biasa tadi, terutama kepada pemuda harapan bangsa yang ikut menyambut saya,” ujar Ahmad Syafi’ie dalam sambutannya disambut riuh rendah appaluse puluhan ribu warga simpatisan dan pendukung pasangan calon yang akhirnya lolos dari ‘ujian politik’ ini. Selain itu, Ahmad Syafi’ie juga berharap pada warga

agar sama-sama menjaga ketertiban Pemilukada serta menjaga kebersamaan sebelum dan sesudah pencoblosan. “Kepada masyarakat, supaya sama-sama menjaga dan mencegah kecurangankecurangan dalam Pemilukada,” harapnya yang diamini oleh puluhan ribu pendukungnya yang menyemut. Dalam acara tersebut juga dibuka dialog dengan masyarakat yang antusias memberikan komitmen untuk ASRI. Dalam dialog tersebut, masyarakat mengharapkan agar ASRI kalau terpilih nantinya, memperhatikan para petani, krisis air bersih dan bantuan terhadap guru mengaji serta guru bantu. “Program-program itu sudah diagendakan untuk bantuan kepada petani, sebab biasanya para petani ketika hendak musim tanam meminjam untuk modal,” terangnya. “Selain itu pula, air bersih merupakan hal yang sangat vital bagi masyarakat, jadi hal itu sudah dipikirkan bersama untuk masyarakat tidak lagi kekurangan air dan membeli air dengan mahal,” kata Ahmad Syafi’ie. “Sedangkan untuk guru ngaji dan para guru bantu, serta masjid dan mushola akan menjadi prioritas untuk memberikan bantuan kepada mereka. Bahkan dua

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Firman Ghazali Akhmadi (plt kepala), Syaiful Islam. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala). Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy. Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Abdur Rohim, Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Manager Iklan dan Pemasaran/EO: Ahmadur Rusdi. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Felda Yulia, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

kali lipat dari sebelum-sebelumnya,” lanjutnya. Sang calon Wakil Bupati, Khalil Asy’ari juga memberikan sambutan dalam kesempatan tersebut. Ia berharap, masyarakat tidak memberikan surat suaranya pada siapa pun nantinya. Dan menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi kedamaian serta kejujuran. “Kepada masyarakat, agar supaya bersama-sama kondusivitas pemilukada yang akan datang, serta datanglah ke TPS untuk menggunakan hak pilih sebagaimana mestinya, serta menjaga kedamaian dalam pemilukada,” tukas Khalil Asy’ari. Kejadian menarik ketika Ahmad Syafi’ie hendak meninggalkan tempat haul tersebut. Masyarakat kembali menyerbu dan memberikan salam hangat disertai isak tangis warga, seakan tidak merelakan Ahmad Syafi’ie meninggalkan tersebut. Sedangkan Ahmad Syafi’ie pun mengelus warga. Di sisi lain, antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Ahmad Syafi’ie ketika hendak beranjak, diserbu para pemuda yang hendak berfoto bersama. Sehingga ia pun rela berpanas-panasan melayani puluhan pemuda tersebut yang menaruh harapan besar terhadapnya. (ong/zis/adv)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


MINGGU

7

23 Desember 2012

Jangan Pernah Tinggalkan Madura

PERHATIAN untuk semua kru yang bertugas di koran harian Kabar Madura. Mohon dicek ulang kalau mau menerbitkan sebuah informasi dan fakta dalam sebuah berita. Karena selama ini sering terjadi kesalahan tulisan. Bahkan hampir tiap hari pasti ada tulisan yang salah! Macrus, +62817311140 ASSALAMU’ALAIKUM Wr Wb. PMU_ku jadilah seperti Barca dengan gaya permainan cantiknya. Umpan satu-dua menjadi ciri hasnya. Dengan mengusai jalannya permainan harapan untuk meraih kemenangan akan terbuka lebar. 81F4 Pekamban, +6285335240022 BRAVO PMU! Kalahkan Lawanmu dengan gol-gol cantikmu. Buatlah bangga masyarakat Madura dan para suportermu. Cwe’ Galaxy, +6281939364845 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

KITA sebagai warga Madura (reng Madhureh) otomatis sudah banyak tahu tentang Madura (Pulau Garam). Pulau Madura merupakan pulau yang menyimpan banyak potensi wisata. Meliputi potensi wisata alam, budaya dan potensi wisata sejarah yang tersebar di empat kabupaten yang ada di pulau Madura. Baik di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Dengan konsep pengembangan objek wisata yang baik, objek-objek wisata tersebut dapat menjadi penarik bagi wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Madhureh. Objek wisata alam utama di Pulau Madura adalah keindahan panorama pantai yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan objek wisata. Pantai-pantai potensial antara lain Pantai Siring Kemuning di Kab. Bangkalan; Pantai Camplong, Pantai Nipah di Kab. Sampang; Pantai Talangsiring dan Jumiang di Kab. Pamekasan serta Pantai Slopeng dan Lombang di Kab. Sumenep. Selain objek wisata alam yang berupa keindahan pantai, di Pulau Madura juga terdapat objek-objek wisata alam lain yang potensial untuk dijadikan sebagai kawasan wisata. Antara lain Api Abadi (Api Tak Kunjung Padam) yang terletak di Kabupaten Pamekasan serta beberapa gua di Kabupaten Sumenep yang memliki nilai sejarah. Selain objek wisata alam, Pulau Madura kaya akan objek wisata sejarah dan budaya. Di antaranya, atraksi kerapan sapi dan sapi sonok yang terdapat di seluruh kabupaten di Pulau Madura. Atraksi yang telah menjadi ciri khas Madura ini bisa disaksikan antara Agustus-Oktober setiap tahunnya. Atraksi lainnya, Tari Topeng Dalang serta Tari Pecut di Sumenep. Sedangkan objek wisata sejarah di antaranya makam Aer Mata Rato Ebu di Bangkalan, makam Ratu Ebu di Madegan Sampang, serta

makam Asta Tinggi Pada aspek konservasi, di Sumenep. Namun masyarakat akan beruobjek-objek wisata ini paya keras untuk melesperlu konsep pengemtarikan potensi budaya bangan yang lebih baik yang mereka miliki. dan aksesibilitas yang Karena hanya dengan baik pula, agar lebih cara demikian, potensi menarik dan diminati budaya yang mereka oleh wisatawan lokal miliki itu bisa “dijual” maupun asing. kepada wisatawan unMeski pada kenyatatuk memperoleh keunannya, sampai sekatungan ekonomik. rang pengoperasian Kunjungan para wisaOleh: Jembatan Suramadu tawan sudah seharusABDUR RAHMAN sudah menjadi jalan nya dapat memberikan lintas Surabaya-Madufee kepada penduduk ra, ini masih belum sekitar obyek wisata. bisa mengubah “wajah” industri Misalnya dengan cara menjual bakepariwisataan di Madura, yang rang-barang konsumsi dan cindera ditandai tidak adanya perubahan mata lokal. Jika keuntungan ekonomi signifikan terhadap arus wisatawan tersebut memberikan dampak posiyang berkunjung ke Madura. Hal ini tif terhadap tingkat kesejahteraan karena disebabkan masih minimnya penduduk, niscaya mereka akan sarana-sarana penunjang kepariwisa- berupaya sekuat tenaga untuk mentaan yang terdapat di kawasan objek ciptakan lingkungan yang kondusif. wisata di Pulau Madura. Selain itu, Mereka juga akan senang hati dan kebijakan pengembangan objek wi- ikhlas menjaga potensi wisata busata di Madura tidak menempatkan daya tersebut secara optimal untuk masyarakat desa dan masyarakat menarik minat wisatawan secara pantai sebagai pelaku utama. berkelanjutan. Dengan demikian, Oleh karena itu, terkait dengan masyarakat Madura pemilik potensi perlunya pemerintah untuk mengem- wisata budaya tersebut benar-benar bangkan objek wisata yang melibat- diposisikan sebagai subjek pariwikan dan menempatkan masyarakat sata daerah. Dengan perkataan lain, sebagai pelaku utama, maka local konsep ini telah menempatkan secara community-based sebuah konsep langsung masyarakat sebagai basis pengembangan objek wisata lokal pengembangan wisata di pulau ini. Madura pasca Jembatan Suramadu Dan jika konsep atau kebijakan merupakan konsep alternatif sebagai tersebut yang akan dikembangkan, upaya pemberdayaan sosial-ekonomi maka tugas pemerintah daerah atau masyarakat di Madura. dinas pariwisata menjadi lebih ringan. Dan perlu kiranya keterlibatan ma- Peranan pemerintah hanya membuat syarakat dalam kegiatan pariwisata regulasi pariwisata budaya dengan budaya Madura haruslah berdampak berpihak pada kepentingan masyarapada dua aspek, yaitu aspek ekonomi kat lokal. Secara tidak langsung, dan aspek konservasi budaya. Pada pemerintah telah memberi ruang aspek ekonomi, masyarakat akan yang seluas-luasnya bagi masyarakat memperoleh keuntungan ekonomi, untuk ambil bagian secara aktif di sehingga bisa digunakan untuk me- sektor jasa pariwisata. Kebijakan ini ningkatkan kesejahteraan hidupnya. harus benar-benar dapat dimaknai Keuntungan itu bisa diperoleh se- sebagai bagian dari upaya pemerincara langsung atau tidak langsung. tah memberdayakan sosial-ekonomi

masyarakat lokal di Madura dan memerangi kemiskinan melalui kegiatan pariwisata. Dengan demikian, kegiatan pariwisata budaya di Madura harus berbasis geografi pedesaan dan masyarakat local. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Madura sebagai pemilik sekaligus pemelihara wisata yang ada. Memang, Madura memiliki banyak tempat wisata yang tidak kalah indahnya dengan tempat wisata yang ada di luar negeri. Namun, sedikit sekali dari wisatawan asing atau turis mancanegara yang mau datang untuk berkunjung melihat keindahan dan keunikan pulau Madura. Hal ini disebabkan kurangnya sumber daya manusia (SDM) masyarakat Madura dalam pengetahuan dan kecakapan berbahasa internasional (bahasa Inggris) serta kurang atau tidak adanya pemandu wisata yang professional. Dalam artian, ia mempunyai wawasan yang sangat luas tentang kepariwisataan. Karena itu, pemerintah daerah perlu menggalakkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan masyrakat Madura dalam menguasai bahasa asing. Maka dari itu, masyarakat Madura pada umumnya menganggap wisatawan asing hanya dapat membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar dan masyarakat Madura. Padahal tidaklah demikian, asalkan kita bergaul dengan bangsa asing itu tidak melampaui batas dan mengikuti norma-norma yang ada. Kita tidak akan dapat terpengaruh atau dipengaruhi oleh mereka. Jika masyarakat tahu dan mengerti akan manfaat kepariwisataan, terutama dalam menarik wisatawan asing, omset daerah dan penghasilan perekonomian masyarakat akan meningkat. *)Penulis Adalah Alumnus STIT Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep Jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam)

Essai Budaya Madura

SEMANGAT PAGI Kita hati yang tertindas Kita langkah yang terhenti

lebih indah dan berwarna sebab dunia adalah patokanku

Ketika mimpimu tak terwujudkan Senandungkan nada-nada yang hilang Kemudian pahami gerak yang sesungguhnya

bulan sinari malam inspirasi dan ribuan bintang yang berkedip memotivasi diri jadi lebih bermakna

Tak harus menjelaskan Tanpa peduli kata orang Teruslah berjalan Semangat pagi Bawamu pada impian Arosbaya, 2012 AWAL KEBERANIAN Teruslah berjalan Kekuasaan yang terpendam, buang jauh Tunjukkan pada dunia keinginan yang tinggi Tanam dalam diri Berharap pada sebuah tantangan Kan temui hidup yang sesungguhnya teguh yang menyelimuti disetiap luasnya ruang mengimajinasikan hidup ini

dan matahari itu teruslah terpancar hingga tetes penghabisan Arosbaya, 10-10-2012 BUNGA Seperti bunga harum nafasmu Sentuhan warna yang kau berikan Hilang gelap itu Sirna semua kata yang tak terungkap jadi rasa jadilah warna kuberi senyuman kuberi sanjungan kau bunga kau mimpi mimpi yang sempurna Arosbaya, 2012

Biodata Diri : NAMA : Abu Muslim TTL : Bangkalan 05 April 1995. Status sebagai Pelajar di SMAN 1 AROSBAYA, duduk di kelas XI IPA 4. Aktif sebagai Anggota TEATER LAYANG-LAYANG SMA NEGERI 1 AROSBAYA.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Tentang Pengemis (Mengintip Taman Bunga) tidak semua pengemis itu karena miskin dan melarat ternyata banyak pula yang berumah mewah, punya mobil dan sudah haji BEGITULAH inti percakapan saya dengan beberapa teman setiap duduk santai sambil minum kopi di warung Pedagang Kali Lima (PKL) bernama Pak Li (entah siapa nama lengkapnya; boleh saja Mattali, Sajali, Muali, Ramli, Halili, atau Li-Li yang lain). Pak Li pedagang kopi yang sejak lama mangkal di areal timur Taman Bunga (TB) atau Taman Adipura Sumenep. Di warung Pak Li, si pedagang sore sampai dini hari itu, kami selalu disuguhi pemandangan rutin setiap saat. Selain pemandangan pohon-pohon, mondar-mandir orang dengan aneka kesibukannya juga tak pernah luput dari perhatian kami. Yakni keberadaan banyak pengemis, terlebih di bulan puasa yang semakin berdatangan dari perbagai penjuru. Mereka mengemis sejak siang, malam sampai dini hari ketika orang-orang mulai pulang dan taman semakin sepi. Saat itu pula, hati saya bertanyatanya, “Lo, ini kan pengemis yang tadi malam?” Begitu setiap pengemis itu datang mendekat dan menengadahkan tangannya tanda meminta berserta ekspresi kemelasannya. Pakaian lusuh, sandal jepit sambungan ruas beda warna, berjalan tertatih dengan tas atau kantong terigu menggantung di siku lengannya. Awalnya, saya sangat prihatin melihat pemandangan semacam itu. Karena teringat kata orang tua saya bahwa orang tidak akan mengemis jika tidak benar-benar terpaksa. Terpaksa sudah tidak mampu bekerja dan mencari penghasilan lain. Apakah pengemis yang saya jumpai ini masuk kategori “terpaksa”, “tidak mampu bekarja”? Apakah ia hidup seorang diri, tanpa anak dan anggota keluarga lain yang bisa memberinya makan dan

dan selatannya itu. menanggung kebutuhan Tentu dengan ditemani hidupnya yang lain? segelas kopi adonan Pak Sungguh saya sangat Li. Ya, itu dilakukan sekasihan dengan hati rebagai sampingan selain muk melihatnya sambil datang ke taman bukan mengingat orang tua hanya untuk no’-ngno’e saya yang berkeringat (mengintai) pengemis. di sawah hanya untuk Bersama teman-teman membahagian anaknya, lain berbincang terkait saya dan tiga saudaberbagai persoalan. ra saya. Dan mungkin Setelah beberapa orang tua Anda, tetanghari, minggu, dan buga kita, saudara kita dan siapa pun yang tak lelah lan memerhatikan keOleh: dengan badan berpeluh, beradaan pengemis LUKMAN HAKIM AG kuning dan asin pula. yang beroperasi di TaPikiran saya mulai berman Bunga dapat disjalan. Jika jam 00.00 WIB mereka masih impulkan bahwa pelakunya tak jauh ada di Taman Bunga, mereka pulang beda; hanya itu-itu saja atau bahkan dan sampai jam berapa ke rumahnya? mungkin ada “pendatang atau pePadahal siang hari keesokan harinya main baru”. Sampai disini, dugaan mereka sudah “beraktivitas” lagi, di yang menyatakan bahwa orang tidak Taman Bunga lagi? Kapan mereka akan meminta-minta jika tidak seistirahat? Wah, pekerja keras rupanya! dang dalam keadaan terpaksa gugur. Tetapi pikiran dan perhatian saya Karena mereka melakukan sebagai buyar seketika saat seorang teman profesi, bukan pencarian alternatif mengatakan bahwa tidak semua karena sedang terhimpit. pengemis yang beroperasi di Taman Ketika itu yang terjadi, dapat diartikan Bunga ini berasal dari kalangan orang bukan persoalan ekonomi belaka yang fakir miskin dan tidak punya keluarga mendorong mereka menjadi pengemis. untuk menyanggah hidup tuanya Saya menduga, lebih pada persoalan (karena teman saya ini bicara sambil mentalitas dan kemiskinan umat. menunjuk pengemis tua). Dia, teman Memang, meminta-minta juga merusaya itu terus bicara. Bagai radio si- pakan salah satu cara dan usaha untuk aran berita tanpa diminta, ia lancar mendapatkan rejeki. Namun, kata Nabi, bercerita tentang kehidupan penge- bukankah tangan di atas lebih baik dari mis yang membuat saya semakin bin- pada tangan di bawah? Terlebih dianta gung dalam tanya tak berkesudahan. mereka tidak sedikit yang masih dalam Lagi-lagi pikiran saya dibuat lin- usia sekolah yang seharusnya berada glung ketika dia katakan bahwa dalam perlindungan orang tua. pengemis yang kerap saya lihat Mengapa mereka lebih suka menjadi memang hanya “ngantor” di Taman pemilik tangan di bawah? Bisa jadi Bunga, tidak beroperasi di tempat karena keterlajuran menjadi yang lain. Tiap hari tiap malam mereka mungkin pada awalnya kembali pada bisa dipastikan ada di Taman antara persoalan keterjepitan. Bisa jadi pertamasjid Agung dan Keraton Sumenep ma kali mereka meinta-minta karena ini. Benarkah? Tanya saya. tidak punya sesuatu untuk dimakan. Untuk menemukan jawaban atas Namun, -lagi-lagi mungkin- karena pertanyaan itu, saya mulai sering meminta itu dirasa enak dan tidak datang ke Taman yang diapit Kodim butuh modal dan model besar maka dan Pasar Tujuhbelas pada sisi utara jadilah meminta sebagai “usaha”

untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Dan itu dijadikan kebiasaan tanpa ada usaha lain selain mengemis! Dan bim-salabim maka jadilah pengemis dengan mengenyampingkan rasa malu dan aib. Itu persoalan mentalitas yang muncul dari dalam diri individu pengamis. Namun fakror pembiaran juga menjadi pengaruh yeng menyebabkan seseorang menjadi pengemis. Pembiaran sesama umat manusia terhadap saudara, tetangga, teman atau siapapun yang dalam keadaan kurang mampu dan miskin merupakan pemicu bahwa mereka tidak diorangkan di tengah kehidupan. Padahal mereka sangat butuh pertolongan, pendampingan dan –meminjam bahasa pemerintah- pengentasan kemiskinan. Membiarkan saudara, tetangga dan orang-orang di sekitar kita dalam keadaan miskin dan tidak mampu sama dengan membiarkan mereka mencekik leher sendiri karena kebutuhan dasar hidup mereka tidak terpenuhi. Mereka meminta karena kita tak kunjung memberia hak mereka! Apa saja hak mereka? Ya, zakat, sedekah dan raskin serta beberapa program pemerintah yang tidak tepat sasaran atau habis “dihisap” dalam perjalanan! Maka, pengemis, setidaknya adalah persoalan mentalitas diri dan kemiskinan umat yang ditunjukkan dengan pembiaran terhadap orang miskin! Karena pengemis bukan hanya di Taman Bunga, tapi di tempat lain juga sama. Bahkan di makan para wali pun menjadi pemandangan nyata. Disinilah bukti terceraiberainya ikatan kemanusiaan di tengah dengung persatuan dan kesatuan. Dan jika Anda umat Islam, ini bukti lemahnya ukhuwah islamiah (karena tak jarang pengemis itu umat Islam). Tapi, inilah warna hidup penuh tanda tanya. *)Lukman Hakim AG., orang desa yang berpikir biasa dan sederhana. Beralamat di elhakim_ag@yahoo.co.id


8

MINGGU

23 Desember 2012

Puisi Lama di Lembah Kautsar

TETESAN air wudlu mengawal cacatanku hari ini. Indah, menghias kesunyian malam yang suci. Mengharapkan sebongkah pahala dari insan yang selalu menjaga ke-istiqamah-an Qiyamul Lail. Mereka yang mempunyai i’tikad barokah dalam rangka shalat Tahajud. Lantunan Salam Ya Sadat1 terdengar seirama dengan nyanyian malam, menambah keindahan heningnya dini hari di Pondok Pesantren Tebuireng. Para peziarah silih berganti menempati majelis maqbarah Mbah Hasyim. Terselip di antara mereka beberapa santri berselimut sorban dan beralas sajadah memegang butiran mutiara suci seraya menyesuaikan dengan irama kebbian bibir ahli dzikir. Waktu semakin ganas memburuku. Mengurung jiwaku di tengah samudera Tuhan yang begitu luas. Aku sengaja mengikuti sandiwara itu walau dengan perasaan antara khauf dan raja’, mengharap sesuatu yang tidak mungkin aku dapatkan. Aku sendiri tidak tahu, harapan apa yang mesti kupanjatkan malam ini. Yang jelas kini aku tidak memiliki siapapun yang harus kudoakan. Tidak seperti teman-teman, tiap malam mereka bangun mendirikan salat Tahajud dan mendoakan sanak keluarganya masing-masing, sambil menitikkan air mata. Sedangkan aku hanya sebatas angan tanpa asa untuk bertemu dengan orang tuaku. Sejenak aku terlelap dalam Qaylulah2 selepas Tahajud, membuat ku berada diarena padang gersang yang luas dan sepi. Udara begitu panas membakar seluruh ruas sarafku. Matahari tak berani kupandangi. Aku berlari mencari keluargaku, barangkali mereka ada disini. Layaknya Bunda Hajar yang berlari di antara bukit Shafa dan Marwah mencari air buat Ismail yang sedang kehausan. Aku pun demikian, di antara beberapa pohon beringin tak berdaun. Hingga membuatku terjerembab ke dalam jurang yang begitu dalam. Sejak itulah aku tak sadarkan diri dalam mimpiku. Aku terus berusaha menyadarkan diriku sendiri. Kubuka mataku pelanpelan, dan alangkah terkejutnya aku. Di sana aku tidak melihat apa-apa, mataku terhalang oleh pekatnya gelap yang menghunus jangtungku dan memburu nafasku. Tidak ada keindahan. Tidak ada ke-muthmainnah-an2 di dalamnya, hanya perasaan takut yang menyelimuti diriku. Walau tertatih-tatih, aku berjalan di antara lorong hitam, berteduh di bawah pohon hitam, bernafas dengan hawa hitam, bercengkrama dengan serangga hitam. Semuanya serba hitam, tak ada cahaya, tapi aku harus terus berjalan mencari keluargaku barang kali mereka sembunyi di balik gelapnya hitam. Akhirnya, aku sampai di ujung kegelapan. Disana aku melintasi sebuah jembatan seribu tahun. Ya, seribu tahun dalam qaylulah. Kutemukan sedaun pintu berwarna putih, memancarkan cahaya sedikit keemasan dari celah-celah pintu itu. Satu-satunya benda yang bercahaya dan berwarna di alam sana. Sesaat, kucoba memegang gagang pintu itu, lalu aku putar dan tiba-tiba seseorang mendorongku dari arah belakang hingga tubuhku membentur pintu itu. ”Adakah gerangan hingga membuatmu berani membuka pintu ini?” Suaranya menggelegar bak dentuman petir. Sekali lagi ku katakan; petir dalam qaylulah. “Ee… Hu’uhh…!” Suaraku tak berani keluar. Bungkam bagai terkena ajian Shummunbukmun ‘umyunfahum lâ yatakallamûn4 . “Pergilah dari sini, jangan sekali-kali mendekati pintu ini!” Suaranya semakin ganas. Aku berusaha mengeluarkan kata-kata, tapi… “Aku hanya ingin bertemu keluargaku.” Hanya itu yang berhasil keluar dari mulutku. Dia mendengus marah, sambil menghentakkan tongkatnya

ILUSTRASI UMAR SAJA

ke tanah hingga menimbulkan dentuman keras, lalu mendelik ke arah mataku dengan sorotan tajam. Aku pun merasa kecil di hadapannya, tidak ada ego untuk melawan makhluk berbadan kekar tersebut. Kemudian aku berjalan menuju kaki jembatan. Sembunyi di antara semak-semak belukar yang berwarna hitam, menunggu sang ‘algojo’ pergi meninggalkan pintu. Setelah dia menjauh, aku kembali mendekati pintu itu. Sesaat aku mengamati suasana, khawatir si ‘algojo’ itu kembali. Kuperhatikan pintu itu dan ternyata tidak ada lubang kuncinya, sehingga dengan mudah aku membukanya. Hanya dengan sekali putar, daun pintu itu terbuka dengan sendirinya. Kutemukan keajaiban di dalamnya, keindahan bermotif taman istana raja terhampar luas di antara beberapa bukit hijau. Tampak sebuah telaga bak ‘AlKautsar’ yang pernah dijanjikan Tuhan dalam Alquran. Pepohonan berdiri tegak dengan akar menjulang tinggi ke langit, sangat layak untuk dijadikan perumpamaan tanda-tanda kekuasaanNya. 5 Tempat ini membuatku sedikit merasa tenang walau tak sepenuhnya, karena orang tuaku masih menjadi tanda tanya besar dalam benakku. Untuk mencapai lembah indah itu, aku harus melompat dari ketinggian beratus-ratus kilometer, pintu ini berada tinggi jauh dari taman itu. Kupejamkan mata, kubentangkan tangan, terlintas dalam hatiku kalimat Basmalah, dan... Aku melayang, aku terbang dengan sayap yang tidak bisa kulihat. Terbang bagaikan butterfly yang berkeliaran di atas taman depan Masjid Tebuireng. Terbang bagaikan kumbang emas mencari sari bunga mawar. Terbang bagaikan Thuyûrul Jinân6 menyampaikan Risalah Tuhannya. Segera aku menuju pohon apel besar di samping sungai yang bermuara di telaga ‘Al-Kautsar’ itu. Aku heran, tak satupun penghuni lembah ini memperhatikanku, walaupun aku merasa asing berada di tempat ini dengan pakaian lusuhku. Tidak seperti mereka yang gagah memakai jubah putih kekuningan. Sepucuk mahkota mutiara di kepalanya. Sejenak, aku berteduh di bawah pohon apel itu, memejamkan mata sambil menghirup udara segar. Lalu membukanya kembali. Tibatiba seorang gadis kecil berlari ke arahku, membawa senyuman di bibirnya. Akupun tersenyum membalas. ”Kak! Kenapa kakak ada disini? Bukannya kakak sedang mondok di Pesantren Al-Qalam?” Lirihnya, sambil merekahkan senyuman

kamar, mengkhatamyang tidak asing lagi Oleh: kan sederet episode di mataku. HAFIDZ EL‐BARNIE komik atau novel. ”Adek siapa?, Kok Semua itu hanya tersendirian, mana jadi seminggu sekali, yaitu pada orang tua adek?”. ”Aku Adinda kak. Disini aku ber- hari Jumat. Sejak kejadian aneh dalam sama Mama dan Papa menunggu kedatangan kakak, tuch dia!” Sam- mimpiku, hari ini aku berencana pergi ke Pondok Pesantren Albil menunjuk ke arah kabut tipis. Dari sana, muncul sepasang Qalam Kediri. Mencari seseorang suami-istri yang tak begitu renta. yang bernama Musthafa. Nama Sang suami dengan gagahnya yang pernah disebut oleh seorang menggandeng lengan istrinya wanita yang pernah hadir dalam yang cantik jelita. Wajah mereka mimpiku. Secepat kilat kuselesaikan terlihat gembira melihat aku ada tugasku pagi ini, termasuk roan di di sini. ”Musthafa...” Dari kejauhan Maqbaroh Masyayikh Tebuireng. wanita tersebut menyebut-nyebut Segera aku mengemas pakaian nama itu sambil menjulurkan tan- ke dalam tas ransel, mandi lalu sarapan di dapur pondok. Setelah gannya kepadaku. ”Itu Papa sama Mama Adek ya?” itu aku harus minta izin di kantor keamanan buat ninggalin pondok Sekadar meyakinkan. dengan alasan menemui keluarga ”Iya, Kak, itu orang tua Kita.” Entah mengapa, tanganku di Kediri. Setelah semua persiapan selebergerak menjulur hendak menggapai tangan wanita itu. Semakin sai dikemas, aku mengajak tedekat jarak Kami, semakin samar man-teman, barangkali ada yang kurasakan dunia bawah sadar ini. mau menemaniku ke Pesantren Al-Qalam. Namun apa dikata, *** Al-Hamdu lillah Alladzî Ahyânâ mereka tidak ada yang bersedia Ba’da Mâ Amâtanâ wa Ilaih an- menemaniku. Yah, aku mengerti, hari ini Nusyûr. Azan subuh membawaku pu- adalah hari Jumat, mereka tidak lang dari perjalanan sakral itu. mau menyia-nyiakan kesempatan Sebenarnya aku masih penasaran hari libur ini untuk sekadar medengan orang-orang yang hadir menuhi hajat mereka yang jauh dalam mimpiku. Ingin rasanya hari sudah direncanakan. Akhirnya, aku pergi sendirian. aku melanjutkan kisah perjalanan tadi, walau aku tahu semua itu Mencari separo kehidupanku hanyalah sandiwara Tuhan dalam yang hilang empat tahun silam. Tidak ada alamat jelas, hanya mimpiku. Namun, berbagai pertanyaan isyarat tak pasti yang kudapat dari timbul dalam pikiranku. Siapakah mimpiku tadi. Aku akan menemui gadis kecil itu?. Siapakah pasan- seseorang yang belum aku kenal, gan suami-istri itu?. Dan mengapa bahkan belum pernah bertemu. wanita itu menyebut-nyebut nama Namun hatiku begitu mantap dan Musthafa?. Siapakah Musthafa?. bersemangat. Kalian tentu faham, mengapa Mengapa gadis kecil tersebut menyangka bahwa aku sedang semangatku begitu besar?. Empat mondok di Pesantren Al-Qalam. tahun lamanya jiwaku terkatungPadahal, nyatanya aku adalah katung tidak mempunyai peraduan sebagai tempat kembali, tidak seorang santri Tebuireng. ”Bruakk...”. Beberapa keamanan ada tempat berbagi keluh kesah, pondok menggedar-gedor pintu tidak ada curahan kasih sayang kamarku. Aku yang masih berbar- dari sosok yang seharusnya being di atas sajadah cinta, segera rada di sampingku. Jarak Jombang-Kediri memmelompat dan bergegas menuju kamar mandi untuk mensucikan buatku menunggu tidak terlalu diri dari hadas kecil. Masih ter- lama, hanya butuh dua jam bagiku bayang di mataku sosok seorang duduk di dalam bus Harapan Jaya bapak dan ibu serta anak kecil jurusan Trenggalek. Sesaat, bus itu. Ada rasa adem dalam hati ini belok ke arah kiri di persimpangan sudut pabrik Gudang Garam, ketika melihatnya. ”Istayqidzu min an-Naum Qad lalu melintasi jembatan yang terHana al-Waqt li al-Sholat...” 7. bentang di atas kali Brantas. Dan Teriak beberapa pembina sambil terlihatlah gerbang gagah Pondok Pesantren Al-Qalam. Tidak asing menyibakkan sorbannya. Hari ini adalah hari Jumat, hari lagi di mataku. Perlahan aku memasuki gerspesial bagi santri Tebuireng. Semua kegiatan belajar mengajar bang salam itu. Sejenak aku diliburkan, diganti kegiatan ekstra tertegun melihat bangunan dan seperti olahraga, jamiyah organ- gedek santri, rasanya aku kenal isasi dan lain-lain. Ada yang rame- dengan suasana pondok ini. rame seharian jalan-jalan ke Kota Entahlah, padahal seumur hidup Jombang. Ada juga yang hanya baru kali ini aku berkunjung dan menghabiskan waktu libur di berada di pondok ini. Bangunan

Menyajikan Rubrik ? t a n i Berm

masjid, perpustakaan, halaman yang sangat luas, kamar B Komplek Al-Firdaus, ndalem pengasuh seakan me-review memori ingatanku. Aku sendiri tidak tahu, apakah ini sekadar Titen8 atau memang aku pernah berada di sini. Segera aku beranjak menuju kantor pusat melewati samping masjid Jami’. Lalu lalang santri berlawanan arah denganku, sembari merekahkan senyum di bibirnya. Suasana pondok ini tak jauh berbeda dengan Tebuireng. Hanya saja, romansa Alquran lebih terasa, karena memang pondok ini dikhususkan bagi penghafal Alquran. Tidak bisa kupungkiri. Hatiku berdebar kencang setelah mataku terselok pada seorang kiai sepuh. Kiai yang dalam ingtatanku amat aku ta’dzimi. Kiai berperawakan kurus, selalu menampakkan aura Alquran dari wajahnya. Indah tutur katanya. Sedikitpun tak pernah menampakkan wajah mendung. Hati kecilku mengatakan beliau adalah kiaiku. Yah, tidak salah lagi. Beliau yang pernah merubah jalan hidupku, walau aku harus melupakan jasa-jasanya karena takdir Tuhan yang telah Ia gariskan untukku. Kubuyarkan lamunanku yang semakin menjadi-jadi. Kupercepat langkahku, hingga aku sampai di kantor pusat PP Al-Qalam. Segera aku bertanya kepada seorang pengurus perihal orang yang aku cari. Ternyata nama Musthafa terlalu banyak untuk kutemui satu persatu. Tapi, ada satu Musthafa yang mengganjal dalam pikiranku. Kubaca biodatanya yang tertera dalam buku induk santri. Dia seorang anak sulung dari dua bersaudara. Kelahiran 26 Februari 1992. Ia berasal dari tanah Madura. Dan yang paling mengejutkanku, kedua orang tuanya bernama Abdul Aziz dan Siti Aisyah. Nama yang selama ini aku cari. Lebih parah lagi, ia keluar dari pondok ini empat tahun silam; Coretan pertama puisi baruku. Tanpa basa-basi aku bergegas keluar, berlari menuju gerbang pondok. Sejenak menunggu bus jurusan Surabaya datang, lalu aku pergi meninggalkan Pondok Al-Qalam menuju alamat yang tercatat dalam biodata Musthafa. Perjalanan malam memberiku kesempatan untuk merenung. Membaca puisi lamaku yang sempat hilang. Mengorek sejuta kenangan bersama orang-orang yang aku cintai. Hingga aku kembali terjerumus kedalam lembah ‘Al-Kautsar’ itu lagi. *** Taman indah itu kembali hadir di depan mataku. Kali ini terasa

Rubrik Berupa

berbeda dengan ‘Al-Kautsar’ dalam Qoylulah ku. Pemandangan jauh lebih indah, udara lebih sejuk, lebih tulus menampakkan jiwa yang berseri-seri. Pohon apel tampak berbuah ranum, melambangkan simbol keteduhan dalam hatiku. Aku merasakan kesejukan dalam senyuman makhluk yang menyapaku. ”Kak Musthafa…” Ada seserorang yang memanggil-manggil nama Musthafa. Panggilan itu berasal dari bawah pohon apel. Kudekati pohon itu, dan tampaklah gadis kecil bersama kedua orang tuanya sedang duduk di bangku taman. Langkah demi langkah kulalui sambil berusaha mengingat wajah mereka. Terus aku melangkah. Nafasku mulai memburu hingga titik ingatanku pulih kembali. Tidak salah lagi... ”Abi.…” ”Ummi.…” ”Dinda…” *** Mataku remang-remang melihat suasana dalam bus. Tidak lama lagi aku sampai ke alamat yang kutuju. Sesaat setelah itu, kondiktur bus memanggilmanggil orang yang hendak turun di pertigaan Desa Pragaan. Aku beranjak dari tempat duduk menuju pintu bus bagian belakang. Sejenak bus berhenti, lalu aku turun. Di rumah Musthafa, aku hanya bertemu dengan pamanku, satusatunya kerabat dekatku yang tersisa. Kutanyakan kepadanya semua perihal Abi, Ummi dan adik kecilku. Dimanakah mereka?. Mengapa mereka tidak pernah mengunjungiku di pondok?. Apa sebenarnya yang terjadi?. Pamanku menjawab semua pertanyaanku dengan sebuah cerita panjang. Satu persatu rahasia ini terbongkar. Semua keluargaku meninggal dalam kecelakaan yang terjadi empat tahun silam, tepatnya pada bulan puasa. Kecelakaan itu terjadi saat mereka mencariku yang dikabarkan menghilang dari Pondok Al-Qalam. Air mata yang kutahan membiaskan kejadian pilu empat tahun silam yang menimpaku. Kecelakaan di palang rel kereta api dekat Stasiun Jombang, saat aku hendak ziaroh tabarruk ke makam Mbah Hasyim di Tebuireng dalam rangka mengisi waktu liburan kenaikan kelas, bulan Juli. Saat itu aku sendirian dan lupa membawa kartu identitasku. Kereta api Gaya Baru yang baru datang dari Surabaya menghantam angkot yang kutumpangi, hingga nyaris terguling beberapa meter dari tempat kejadian. Aku terkatung-katung dalam angkot itu. Sejak kejadian itulah, aku mulai tak sadarkan diri. Menghapus puisi indah yang kutorehkan bersama orang-orang yang kusayangi. Membuat puisi baru di atas selarik kertas dengan satu kata. Tanpa ada kata lain yang lebih indah; Hilang. Singkat cerita. Aku seorang penderita amnesia selama empat tahun lamanya, sejak kejadian yang telah digariskan Tuhan untukku. Kini, aku berusaha menyambung puisi baru dan puisi lamaku di atas selembar kertas. Tanpa ada kertas lain. 1)Doaziarohkubur. 2)Tidursejenak, menjelangmasuknyawaktushubuh. 3)Ketenangan (arab). 4)Ajian yang disadur dari Ayat Alquran. 5)QS. Ibrahim; 24. 6)Burung-burung surga. 7)Bangunlah engkau dari tidurmu, sesungguhnya waktu untuk Sholat sudah tiba. 8)Merasa pernah mengalami kejadian yang sama atau berada di tempat yang sama, tetapi kenyataannya belum pernah. *)El Barnie; Santri PP. Asshomadiyah Burneh Bangkalan, aktif di berbagai media. Cerpennya yang berjudul “Perjalanan Sakral” pernah dimuat dalam Jurnal Sastra Bersama “Jombangana” Dewan Kesenian Kab. Jombang.

Artikel PENDIDIKAN Pantun MADURA Puisi CERPEN

Silahkan kirim: Kantor Redaksi Kabar Madura, di San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No. 95) Pakuwon City Surabaya. Diutamakan via email ke kabarsastrabudaya@gmail.com. Khusus Artikel Pendidikan, panjang tulisan maksimal dua lembar kertas ukuran folio dengan 1,5 spasi. Nama dan alamat terang, serta foto diri harus dilampirkan.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com


MINGGU

9

23 Desember 2012

Pemimpin Harus Peduli Kebudayaan SUMENEP-Miris rasanya ketika kebudayaan yang dibanggakan satu persatu mulai hilang. Sehinga butuh keterlibatan semua pihak untuk melestarikannya, terutama pemerintah. Sebab untuk melestarikan kebudayaan memang tidak bisa dilepaskan dari kebijakan politik seorang pemimpin. Eksistensi kebudayaan Madura, seiring dengan perkembangan zaman, juga semakin memperihatinkan. Sehingga keberadaan pemimpin yang peduli untuk melestarikan budaya Madura sangat siginifikan. Karena menurut Khalida Alfiana Isaura, jika kebudayaan yang dibanggakan masyarakat Madura dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kendali, terutama dari pemerintah, maka tidak menutup kemungkinan semuanya akan tinggal nama. ”Kalau dibiarkan berlanjut, tanpa ada kepedulian, khususnya dari para pejabat yang mampu mengeluarkan kebijakan, kemungkinan besar budaya seperti bahasa Madura akan tersaing di negerinya sendiri,” ungkap mahasiswi Unija Sumenep itu. Lebih jauh ia menjelaskan, diakui atau tidak, banyak budaya (Madura) yang ada saat ini nayris dilupakan. Bahkan beberapa diantaranya memang sudah lenyap ditelan zaman. Hal itu tidak diketahui apa yang menjadi penyebabnya. Selain itu, ia juga khawatir kekayaan budaya yang menjadi khazanah masyarakat Madura mati di dekapan ibu kandungnya sendiri. ”Misalnya saja yang paling mudah kita ketahui budaya berbahasa daerah di kalangan generasi muda. Jika dulu sangat kental menggunakan bahasa daerahnya, sekarang sudah tidak lagi. Mereka, generasi muda, lebih senang tidak menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa ibunya. Dampaknya pun sungguh sangat menyedihkan. Anak muda kehilangan kesantunan berperilaku dan tidak punya tatakrama,” terangnya dengan nada miris. Untuk itu, perempuan kelahiran 1992 ini menegaskan, keprihatinan terhadap kebudayaan Madura terasa “sesak nafas”. Sehingga harus ada jalan keluar, bagaimana menyelamatkan kebudayaan nenek moyang yang a d i luhung. Tentunya menurut mahasiswi jurusan akuntansi ini membutuhkan campur tangan pemerintah. (rei/ed)

KM / BUSRI THAHA

TEKAD RAIH 2014: Dari kiri, M. Kamalil Ersyad (Ketua LPP DPC PKB), AM Bahrul Ulum (Sekretaris DPC PKB), Jamaluddin (Sekretaris LPP DPC PKB) dan Rusmaidi (Bendahara DPC PKB) usai Rapat Kerja Pemenangan Pemilu 2014 mendatang, kemarin (22/12).

Target Kuasai Parlemen

SUMENEP-Kesuksesan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pemilu legislatif 1999 hingga meraup 25 kursi di parlemen Sumenep, rupanya akan ditorehkan kembali dalam Pemilu 2014 mendatang. Buktinya, Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB mulai bergerak dan menyusun konsep pemenangan pesta demokrasi 2014 mendatang. Dalam pemilu 2014 mendatang, DPC PKB Sumenep menargetkan menguasai parlemen di DPRD Sumenep. Dimana dari 50 kursi yang tersedia dalam Pemilu 2014 untuk DPRD Sumenep, 27 kursi dibidik DPC PKB Sumenep. Dengan begitu, setiap kecamatan di Kabupaten Sumenep minimal satu kursi dari PKB. Target tersebut terungkap dalam Rapat Lembaga Pemenangan Pemilu

(LPP) DPC PKB Sumenep di salah satu hotel, Sabtu (22/12) kemarin. Ketua LPP DPC PKB Sumenep, M. Kamalil Ersyad mengatakan, rapat yang diikuti seluruh pengurus LPP tersebut dalam rangka menyusun konsep strategi pemenangan Pemilu 2014. Sebab, akunya, target dalam pemilu mendatang, PKB Sumenep harus meraih kemenangan lebih baik dari 1999 lalu. Selain itu, diakuinya, PKB melalui LPP akan terus mencoba menampilkan PKB sebagai organisasi modern. Artinya, organisasi yang dalam meraih kemenangan melalui proses rasional. Sehingga PKB akan terus menyatu dengan masyarakat. Apalagi, PKB selalu setia memperjuangkan kepentingan dan hak dari masyarakat. ”Wakil rakyat dari PKB harus benarbenar memperjuangkan rakyat. Bukan justru mengeruk keuntungan

dengan alasan untuk memperjuangkan nasib rakyat,” tegas M. Kamalil Ersyad menjelaskan kepada Kabar Madura, Sabtu (22/12). Dia mengatakan, ke depan, LPP akan terus membangun keseriusan dalam perjuangan melalui PKB. Karena tanpa keseriusan hampir bisa dipastikan tidak akan mendapat kemenangan. Karena keseriusan itu menunjukkan komitmen. Target 27 kursi atau satu kursi dalam setiap kecamatan, bukan perkara mudah tanpa adanya keseriusan dari semua elemen PKB. ”Termasuk juga kami akan mengembangkan semangat silaturrahmi untuk meraih kemenangan,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris LPP DPC PKB Sumenep Jamaluddin mengatakan, sudah waktunya PKB di Kabupaten Sumenep lebih profesional. Sehingga untuk meraih

kemenangan akan lebih mudah tercapai dalam pemilu 2014. Selama ini, aku Jamaluddin, PKB memang selalu memberi pelayanan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. ”Kedepan, strategi ini akan terus dimatangkan,” terangnya. Selain itu, diakuinya, LPP DPC PKB memiliki sembilan divisi. Salah satu divisi adalah bertugas mencerahkan persepsi yang keliru dari masyarakat tentang PKB. ”Akibat akumulasi pertarungan politik yang berlangsung selama ini telah menimbulkan banyak kesalahfahaman masyarakat tentang keberadaan PKB di Sumenep. Maka dengan tema ’Meraih Kejayaan Kembali dengan Semangat Kebersamaan’ akan bisa memberikan penjelasan terhadap pemahaman keliru. Sehingga dengan begitu, PKB akan lebih berhasil lagi,” pungkasnya. (bus/ed/adv)

Pilgub 2013 Gunakan Data e-KTP? DO KU M EN PR IB AD I

Khalida Alfiana Isaura

SURABAYA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) berencana menggunakan data e-KTP sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 mendatang. Ini seiring target program e-KTP yang akan berakhir 2012. Menurut anggota KPU Jatim, Najib Hamid, kemumg-

kinan pihaknya menggunakan data e-KTP untuk DPT Pilgub Jatim berdasarkan sistem data online. ”Dengan sistem online, kemungkinan pemilih ganda bisa dihindari. Sehingga bisa diminimalisasi,” kata Najib, sebagaimana dikutip detiksurabaya. Harapan penggunaan data

e-KTP pada Pilgub Jatim, kata Najib, disebabkan selama ini permasalahan DPT selalu menjadi masalah klasik yang dapat memancing reaksi dan protes dari para calon. Najib yang juga menjabat sebagai sekretaris PW Muhammadiyah Jatim itu menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih belum

memutuskan jadwal Pilgub Jatim kapan akan digelar. ”Sampai saat ini masih belum ada kepastian Pilgub bisa dilaksanakan. Tapi selama ini kita akan melakukan koordinasi dengan DPRD Jatim untuk jadwal pelaksanaan,” imbuhnya. Perlu diketahui, masa jabatan Gubernur Soekarwo

dan Wagub Saifullah Yusuf akan berakhir pada 12 Februari 2014. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan pada coblosan Pilgub Jatim diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 504 miliar. Sedangkan pilgub sebelumnya, menyedot anggaran sekitar Rp 800 miliar, untuk tiga putaran. (ed)

KM/FANDRI ARDIANSYAH

SIAGA: Anggota Polres Sampang dari unit Sabhara memarkir motor operasionalnya di depan kantor KPU Sampang.

Kantor KPU Sampang Berubah Fungsi Jadi Pusat Operasi Polres Sampang SAMPANG-Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang kemarin (22/21) sepi dari aktivitas karyawan. Namun tak menyurutkan aparat kepolisian menjaga kantor penyelenggara pemilukada tersebut. Itu, menyusul adanya gugatan salah satu pasangan calon peserta pemilukada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Hal tersebut dilakukan oleh jajaran Polr es Sampang. Kapolres Sampang AKBP Solehan melalui Kasat Sabhara AKP Hari Darsono mengatakan, itu dilakukan untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan serta menjaga keamanan. ”Ini kita cuma patroli saja dan mutermuter di kota. Habis dari sini kita ke Panwaskab Sampang,” ujarnya kemarin (22/12) Lebih lanjut AKP Hari Darsono menambahkan, penjagaan yang dilakukannya itu adalah hal yang menjadi

kewajiban Polres Sampang. Apalagi saat ini tahapan Pemilukada Sampang masih belum selesai. ”Ini sudah biasa kita lakukan pasca rekapitulasi dan sidang pleno penghitungan suara hasil pemilukada beberapa waktu lalu,” imbuhnya. Pria dengan tiga balok di pundaknya itu juga mengungkapkan, dalam pengamanan tersebut anggota yang dilibatkan sebanyak 1 unit dari Sabhara Polres Sampang. ”Satu unit jumlahnya 10 orang,” terangnya. (fan/ed)


10

MINGGU

23 Desember 2012

Terkendala Teknis

Pendidikan menyelesaikan persoalan sengketa lahan tersebut. Sehingga tidak ada lagi polemik yang mengganggu kelangsungan kegSUMENEP-Selama 2012, iatan belajar mengajar. Komisi D DPRD Sumenep ”Bagaimana pun kalau mencatat 11 laporan sengke- terjadi sengketa lahan yang ta lahan sekolah. Khususnya berbuntut pada penyegelan sekolah dasar negeri (SDN). sekolah, yang jadi korban ini Baik di wilayah daratan mau- kan siswa. Mereka kehilanpun kepulauan. gan hak untuk belajar denDari 11 pengadgan layak. Karena uan tersebut, sembimereka harus belalan diantaranya berjar di tempat-tempat hasil diselesaikan. seadanya. Seperti S e d a n g k a n d u a Anggaran untuk di teras rumah dan penyelesaian musala,” ujarnya. lainnya ‘dead lock’. Ketua Komisi D sengketa lahan Lebih lanjut DPRD Sumenep, memang hanya Subaidi mengaku Moh. Subaidi, seRp 200 juta.” menyiapkan angbagaimana dikugaran dalam APBD tip dari beritajatim. MOH. SUBAIDI 2013 sebesar Rp com menjelaskan, Ketua Komisi D DPRD 200 juta khusus Sumenep khusus untuk dua untuk penyelesasekolah yakni SDN ian sengketa lahan, Duko, Arjasa, dan SDN Sa- dan Rp 150 juta untuk pepeken 9, Pulau Saebus, yang nyelesaian ganti rugi lahan penyelesaian sengketa lah- di luar sengketa. Misalnya annya belum final. Sebab, persiapan pembebasan lahan tersandung masalah teknis. untuk pembangunan SMA ”Ini terkendala bukti-bukti Saronggi. kepemilikan tanah. Selama ”Anggaran untuk penyini masih sebatas klaim seb- elesaian sengketa lahan agai ahli waris pemilik lahan. memang hanya Rp 200 juta. Bukti-bukti kepemilikannya Tapi nanti akan kami tambah belum kuat. Kami masih dalam perubahan anggaran terus mengupayakan peny- keuangan (PAK). Karena elesaian sengketa lahan di selama ini yang sering terdua sekolah tersebut,” kat- jadi, pembebasan lahan atau anya kemarin. ganti rugi lahan itu dilakuSubaidi mengaku pihaknya kan di atas bulan Agustus,” siap all out membantu Dinas paparnya. (bjt/ed)

Sengketa Lahan Dua Sekolah Dasar

KM/MARZUKIY

KHIDMAT: XXXXXX Ketua Program Studi DIII Kebidanan UIM Laila Zamratussulaiha saat memberikan laporan.

Yudisium Angkatan Pertama Sukses Prodi DIII Kebidanan UIM PAMEKASAN-Yudisium dan Lepas Pisah Program Studi (Prodi) DIII Kebidanan Universitas Islam Madura (UIM) yang bertempat di lantai satu Gedung Islamic Center, Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, berjalan khidmat. Pasalnya, semua undangan yang hadir, baik dari jajaran dosen maupun orang tua mahasiswa, terlihat seksama mengikuti serangkaian acara yang sangat istimewa ini. Ketua Prodi DIII Kebidanan UIM Laila Imraatus-

salaiha dalam laporannya mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada semua civitas akademika UIM Pamekasan yang telah ikut membantu mensukseskan perjalanan proses kegiatan belajar berlangsung. Sebab tanpa adanya dukungan dari semua elemen, mustahil akan berjalan lancar. ”Atas nama pribadi dan seluruh civitas akademika UIM Pamekasan mengucapkan selamat atas keberhasilannya menempuh Prodi DIII Kebidanan. Semoga ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan masyarakat,” ungkapnya di hadapan undangan yang

hadir, Sabtu (22/12) kemarin. Diharapkan, kompetensi yang dimiliki dapat menjadi bekal dalam perjalanan hidupnya. Sehingga bisa menjadi motivator demi kemajuan Indonesia dan Madura khususnya. ”Ucapan selamat juga kami sampaikan kepada seluruh orang tua mahasiswa atas keberhasilan putrinya menempuh Prodi DIII Kebidanan di UIM Pamekasan,” lanjut sosok berparas cantik tersebut. Prodi DIII Kebidanan UIM akan selalu memberikan suguhan terbaik kepada semuanya, termasuk mahasiswa, orang tua mahasiswa dan seluruh masyarakat serta

stake holder. Sehingga bisa terwujud kebersamaan dan keberhasilan dari Prodi DIII Kebidanan UIM tersebut. Senada juga disampaikan oleh H Baidlawi MM. Menurutnya, yudisium merupakan penghormatan akademik terakhir kepada mahasiswa Prodi DIII Kebidahan UIM. Sehingga diharapakan ilmu yang diperolehnya dapat diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan masyarakat. Prodi DIII Kebidanan UIM meruapakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki tenaga pendidik yang profesional. Sehingga out put yang dilahirkan tidak perlu dihawatirkan. Tidak hanya

itu, mahasiswa dan orang tua mahasiswa diminta tidak perlu khawatir dengan akreditasi yang dimiliki Prodi DIII Kebidanan UIM. ”Dalam waktu yang tak terlalu lama akreditasi ini dapat dilakukan oleh tim asesor Jakarta,” ujarnya santun mewakili Rektor UIM Pamekasan Drs Shohibuddin SH. MPd. Perlu diketahui, yudisium dan lepas pisah ini diikuti 93 mahasiswa angkatan pertama, yakni tahun akademik 2009. Hal ini menandakan jika Prodi DIII Kebidanan UIM telah sukses melahirkan tenaga medis baru di negeri ini. (jck/ed)

PERNAK

Rebutan Baca Kabar Madura

KM / BUSRI THAHA

SESI DIALOG: Para peserta KKM II seksama mengikuti pemaparan materi dari nara sumber dalam kongres tersebut.

Usai Demo, Jadi Peserta KKM II PEMBUKAAN Kongres Kebudayaan Madura (KKM) II yang dibuka langsung MH Said Abdullah di gedung Zansibar diwarnai aksi demonstrasi beberapa mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Sumenep. Namun menariknya, dari beberapa peserta aksi tersebut setelah melaksanakan aksi justru mengikuti kegiatan KKM II. Bahkan, saat ini para peserta aksi tersebut aktif mengikuti semua sesi kegiatan dalam kongres tersebut. ”Ketika pelaksanaan pembukaan KKM II, memang diwarnai aksi beberapa mahasiswa. Namun, saat ini dari mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi itu, sedang menjadi peserta aksi dan mengikuti kegiatan KKM II,” ujar Rasul Junaidi, Panitia KKM II. (bus/ed)

KM/ BUSRI THAHA

KM / BUSRI THAHA

Komisi Budaya dan Pariwisata Madura SIDANG Komisi Budaya dan Pariwisata Madura dipandu langsung Prof Mien A. Rifai. Komisi ini diharapkan mampu merekomendasikan penerbitan buku Ensiklopedi Kebudayaan Madura. Selain itu juga, diharapkan dapat menghasilkan Pembuatan Kurikulum Berbasis Kebudayaan Madura serta Pendataan Budaya dan Pariwisata di Madura. (bus/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM / BUSRI THAHA

Komisi Bahasa

KOMISI Bahasa, ketika melaksanakan sidang komisi menjadi paling lama selesai. Sebab, di komisi ini memiliki pandangan berbeda terkait keberadaan Bahasa Madura yang mulai banyak dilupakan. Panita mengharapkan komisi tersebut nantinya akan bisa melahirkan Peraturan Daerah (Perda) Bahasa Madura serta mendorong agar Perguruan Tinggi di Madura membuka Prodi Bahasa Madura. (bus/ed)

Saya Bukan Imam! D. Zawawi Imron Soal Budaya Kerapan Sapi

SESI DIALOG: Para peserta KKM II seksama mengikuti pemaparan materi dari nara sumber dalam kongres tersebut.

SEJUMLAH panitia perempuan pelaksanaan Kongres Kebudayaan Madura (KKM) II, pada sesi istirahat langsung mencari harian pagi Kabar Madura. Para srikandi kongres ini memiliki peranan penting untuk kesuksesan KKM II yang akan berakhir hari ini. Sementara, pembina Said Abdullah Institute (SAI) berterima kasih terhadap Kabar Madura karena telah membantu mempublikasikan demi kesuksesan dan kelestarian Budaya Madura. ”Terima kasih atas pemberitaan Kabar Madura,” ujar MH Said Abdullah, Pembina SAI. (bus/ed)

PERNIK

KERAPAN sapi di Sumenep masih tetap menggunakan rekeng (kekerasan). Padahal sudah ada intruksi dari Gubenur Jawa timur agar pelaksanaan kerapan sapi di Madura digelar dengan format tanpa kekerasa. Ini terjadi, karena para pemilik sapi kerap di Madura, kurang sepakat dengan pakem baru dimaksud. Sebab dinilai dapat mempengaruhi eksistensi kerapan sapi itu sendiri. Kerapan sapi dengan menggunakan rekeng, sebenarnya sudah bertahun lamanya diaplikasikan di lapangan. Dalam sejarahnya, Subro, Budayawan asal Kalimantan Barat mengatakan, budaya dimaksud lahir dari sejarah para petani Madura yang awalnya membajak sawah menggunakan sapi. Namun sekarang berubah

KM/ AHMAD AINOL HORRI

D. Zawawi Imron

menjadi hiburan, kemudian menjadi gengsi sosial bagi pemiliknya. Menilik dari hal tersebut, kerapan sapi memang merupakan kebudayaan khas Madura. Sehingga keberadaanya penting dipertahankan sebagai jati diri masyarakat Madura. Namun belakangan ini, ada harapan dari elemen masyarakat Madura agar kerapan sapi dilangsungkan tanpa ada unsur yang mengandung upaya penyiksaan hewan. Menyikapi hal itu, D. Zawawi

Imron selaku Budayawan Madura masih belum bisa menilai pantas tidaknya kerapan sapi menggunakan rekeng atau tidak. Penulis puisi Celurit Emas itu memilih tidak banyak berbicara soal kerapan sapi yang yang selama ini berlangsung di Madura, terutama di Sumenep. Zawawi hanya mengatakan bahwa dirinya mengikuti kehendak orang Madura dalam budaya kerapan sapi tersebut. ”Saya sementara mengikuti kehendak orang-orang Madura,” ungkap pria asal Batang-Batang itu singkat. Lebih jauh, D. Zawawi Imron sebagai salah satu budayawan tidak mau menjadi imam terlebih dahulu. Namun, akunya, bagaimana kemauan masyarakat Madura dalam kerapan sapi, merupakan hal yang perlu dipikirkan bersama. ”Jangan menjadi imam terlebih dahulu, saya tidak berhak menjadi imam. Jadi kemauan orang Madura itu bagaimana,” ungkapnya. (rei/ed)

KM / BUSRI THAHA

Komisi Perempuan

PUSAT Studi Perempuan Madura hingga saat ini masih belum terbentuk. Harapannya, dengan kegiatan tersebut nantinya akan terbentuk Pusat Studi Perempuan Madura. MH Said Abddullah, yang berada di ruang sidang komisi perempuan mengatakan, tidak mungkin kemajuan akan terbangun dengan maksimal ketika derajat perempuan selalu dimarginalkan. (bus/ed)

Komisi Suramadu dan Kebijakan Publik DARI komisi ini diharapkan nantinya akan terbentuk Pusat Kajian Madura dan Penerbitan Buku tentang Madura. Namun demikian, semua itu sangat tergantung terhadap hasil sidang komisi yang malam harinya langsung dilakukan Pleno Komisi. (bus/ed)


MINGGU

11

23 Desember 2012

PERSEBA SUPER

KM/DOK

ABSEN: Danilo Fernando dipastikan tidak memperkuat Perseba Super di laga perdana Turnamen Piala Gubernur Jawa Timur 2012 dengan alasan urusan keluarga.

Laga Perdana Tanpa Danilo

BANGKALAN-Langkah berat dihadapi Perseba Bangkalan dalam grup A Turnamen Piala Gubernur Jawa Timur 2012 yang digelar di Stadion Surajaya Lamongan, 23-27 Desember. Selain harus berjibaku melawan tuan rumah Persela Lamongan yang merupakan tim ISL, Laskar Suramadu juga akan bermain tanpa kekuatan penuh. Jenderal lapangan tengah Perseba Super asal Brasil, Danilo Fernando, dipastikan absen saat tim yang kini mengembara ke Denpasar tersebut tampil di laga perdana melawan tuan rumah Persela, Minggu (23/12). ”Danilo (Fernando) masih ada kepentingan keluarga yang harus diselesaikannya. Tapi ia sudah siap tampil saat pertandingan kedua melawan Deltras Sidoarjo nanti,” terang Pelatih Kepala Perseba Super, Nus Yadera. Kehilangan Danilo merupakan pukulan telak bagi Nus. Meski demikian, pelatih berdarah Maluku tersebut tidak bersedia menyerah begitu saja kepada Persela. Nus memberikan sinyalemen akan memasang Agung Suprayogi sejak menit pertama untuk menggantikan peran Danilo. Namun Nus mengaku masih gamang untuk menurunkan mantan striker Persisam Putra Samarinda tersebut mengisi posisi gelandang serang yang ditinggalkan Danilo. Mengusung formasi 4-4-2, Nus memiliki empat gelandang untuk menyokong kinerja Germain Bationo dan Fandi Ahmad di barisan depan. ”Posisi asli Agung adalah striker. Dia tidak bisa dipaksakan menggantikan peran Danilo sebagai penyerang lubang. Dengan skema 4-4-2 kita akan mengandalkan kekuatan lini tengah untuk menyokong duet Fandi-Bationo. Posisi Danilo bisa diisi Agung atau pemain lain,” imbuh Nus. (bai/rr)

KM/TABRI S MUNIR

DUKUNGAN TOTAL: Suporter P-MU memberikan semangat kepada Laskar Sape Kerap dalam laga uji coba melawan Batam FC di Stadion Ahmad Yani Sumenep, Sabtu (22/12).

Menunggu Jadwal Selanjutnya Menang Lagi, Percaya Diri Suporter Kembali Tumbuh SUMENEP-Tampilan impresif Persepam Madura United (P-MU) dalam empat kali pertandingan uji coba dengan tidak tersentuh kekalahan mulai memantik rasa percaya diri suporter tim berjuluk Laskar Sape Kerap tersebut. Usai membekap Batam FC dalam laga uji coba, kemarin sore, sejumlah suporter langsung melontarkan keinginannya kepada manajemen agar P-MU kembali melakukan uji coba sebelum resmi berlaga di

Indonesia Super League (ISL). Zainuri, salah seorang suporter P-MU yang pada pertandingan kemarin duduk di tribun VVIP, mengatakan bahwa ia semakin bersemangat datang ke stadion untuk menyaksikan P-MU apabila klub kebanggaan masyarakat Madura tersebut terus meraih kemenangan. ”Kira-kira kapan P-MU main lagi? Kalau menang terus dan bermain cantik seperti pertandingan tadi, Saya tidak akan bosan selalu menonton laga P-MU karena P-MU merupakan satu-satunya klub ISL dari Madura,” jelasnya. Hal senada juga diungkap Mukhsin Alatas, suporter P-MU yang tergabung dalam

Jokotole Mania. Menurutnya, tampilan positif yang diraih P-MU dalam empat kali uji coba menjadi bekal berharga bagi tim. ”Koordinasi permainan dan kerjasama tim sudah semakin terlihat padu. Kami harap manajemen segera mengagendakan kembali jadwal uji coba agar kematangan tim semakin terbentuk. Kami ingin P-MU berprestasi,” ujarnya. Namun keinginan Zainuri, Mukhsin Alatas, dan suporter P-MU lainnya untuk melihat Muhammadou Tassio Bako dan kawan-kawan beruji coba di bulan Desember ini sepertinya bakal sulit terwujud. Manajemen baru menjadwalkan adanya pertandingan uji coba

pada 7 Januari mendatang. ”Kami sudah menjadwalkan pertandingan uji coba selanjutnya pada tanggal 7 Januari 2013. Mulai tanggal 27 Desember hingga 6 Januari mendatang, pelatih Daniel Roekito sudah memiliki program khusus untuk mengelola tim, terutama dalam memperbaiki kerjasama tim,” jelas Manajer P-MU, Achsanul Qosasi. Sebelumnya Daniel Roekito mengatakan telah memiliki program khusus untuk menggembleng Khusnul Yuli dan kawan-kawan sebelum berlaga di ISL, baik dari sisi kerjasama tim, individu pemain, hingga fisik pemain. Program tersebut akan berlangsung sejak 27 Desember

hingga tanggal 6 Januari. Penundaan jadwal pertandingan perdana P-MU di ISL melawan tuan rumah Persela Lamongan dari tanggal 6 menjadi tanggal 16 Januari rupanya sangat menguntungkan tim yang memiliki kostum kebesaran loreng merah-putih tersebut. Waktu 10 hari tersebut dapat dimanfaatkan tim pelatih untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan tim, termasuk melakukan beberapa kali laga uji coba sebelum resmi berlaga di ISL. Manajemen dan pelatih ingin memberikan kebanggaan kepada suporter P-MU dan seluruh masyarakat Madura dengan prestasi yang ditorehkan P-MU. (bri/rr)

Izinkan Fachrudin Bela Garuda

KM/DOK

ORANG KEPERCAYAAN: Nus Yadera (kanan) bersama asisten pelatih Perseba Super, Ashari, mengawasi latihan penggawa Laskar Suramadu, beberapa waktu lalu.

Bermodal Saling Percaya

SUDAH bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa hubungan antara Vigit Waluyo (pemilik baru Perseba Super) dan Nus Yadera (pelatih Perseba Super) terjalin sangat kompak, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bahkan ada ungkapan bahwa di mana ada Vigit, di situ pasti ada Nus Yadera. Meskipun tidak memilikii hubungan darah, namun keduanya selalu terlihat kompak setiap kali menangani sebuah tim. Terakhir mereka terlibat kerjasama mengelola PSBK Kota Blitar. Meski tidak menuai dukungan penuh dari mayarakat Kota Blitar, namun prestasi cemerlang mampu diraih Laskar Peta yang sukses menembus delapan besar Divisi Utama PT Liga Indonesia. Nus mengakui bahwa ia memang tidak pernah menuntut pemain-pemain berkelas wahid dalam proses pembantukan tim. Pelatih berusia 46 tahun tersebut selalu menerima siapapun yang direkrut manajemen sebagai anak asuhnya. Bahkan Nus mengakui jika selama menukangi tim yang diurus Vigit, ia tidak pernah merasa kecewa, sebab Vigit dianggap sudah mengetahui pemain ‘selera’ Nus Yadera. ”Pak Vigit itu memang bukan mantan pemain sepakbola profesional. Tapi beliau bisa melihat bakat pemain dan sesuai dengan yang dibutuhkan tim,” ungkap Nus. Bahkan menurutnya, tidak jarang Vigit berhasil mendatangkan pemain yang mampu memberikan kontirbusi tinggi kepada tim dengan banderol yang murah. Di Perseba Super, Nus mengaku puas dengan pemain-pemain yang disediakan Vigit. ”Empat pemain asing yang sudah bergabung bukanlah pemain kelas dua yang layak diragukan kemampuannya. George Dakkar Mitchell, Victor da Silva, Germain Bationo, dan Danilo Fernando bisa menjadi jaminan kekuatan Perseba Super musim ini,” pungkas Nus. (bai/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

BANGKALAN-Meskipun berstatus sebagai klub yang berkompetisi di ISL, P-MU tidak serta merta memberikan larangan kepada pemainnya untuk memenuhi panggilan memperkuat tim nasional Indonesia. Menurut Manajer P-MU, Achsanul Qosasi, tidak ada dalam kontrak yang ditandatangani oleh pemain menyebutkan bahwa pemain dilarang memenuhi panggilan tim nasional seperti yang dilakukan oleh klub-klub ISL lain seperti Arema Cronous, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan lainnya. ”Manajemen tidak memiliki alasan untuk melarang pemain kami yang dipanggil membela negara memperkuat tim nasional Indonesia. Kalau memang ada pemain P-MU yang dibutuhkan untuk memperkuat tim garuda, kami mempersilakan. Itu kebanggaan bagi P-MU dan masyarakat Madura,” ujar Achsanul. Sebelumnya pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar, telah merilis sejumlah nama pemain yang dipanggil memperkuat tim nasional dalam rangka menghadapi kualifikasi Piala Asia 2015 yang terdiri dari pemain ISL dan Indonesia Premier League (IPL). Satu penggawa P-MU, Fachrudin Aryanto, yang baru bergabung dengan Laskar Sape Kerap beberapa hari lalu, menjadi satu-satunya pemain asal P-MU yang dipanggil

DARI MADURA UNTUK INDONESIA: Fachrudin Aryanto (kanan) menjadi satu-satunya pemain ISL yang mendapat izin dari manajemen klubnya untuk memperkuat tim nasional Indonesia.

KM/ISTIMEWA

membela tim garuda. Nasib Fachrudin beruntung jika dibandingkan pemain ISL lain yang dilarang klubnya memperkuat tim nasional Indonesia seperti Egi Melgiansyah, Greg Nwokolo, dan Victor Igbonefo (Arema Cronous) serta pemain lainnya. Keputusan Achsanul Qosasi men-

gizinkan Fachrudin bergabung dengan tim nasional Indonesia mendapat acungan jempol dari seluruh suporter P-MU dan tim nasional Indonesia. Sikap Achsanul dinilai sebagai patriot sejati yang lebih mementingkan kepentingan negara di atas klub dan golongannya. ”Kami bangga sebagai orang Mad-

ura yang mampu memberikan sumbangan untuk Indonesia dengan mengirim pemain ke tim nasional. Kami bangga memiliki manajer seperti Pak AQ yang tidak berpikir picik dengan melarang pemainnya bergabung dengan tim nasional,” ujar Rohim, penggemar P-MU asal Bangkalan. (bai/rr)

Upayakan Pemain Papua Bela Timnas

WWW.TABLOIDJUBI.COM

MANAJER BARU: Mesakh Maribor (kanan) berharap pemain-pemain Papua bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia 2015.

JAKARTA-Manajer tim nasional Indonesia yang baru, Mesakh Manibor, sangat berterima kasih kepada PSSI yang sudah menunjuknya sebagai manajer tim nasional. Ia berjanji akan berupaya membantu semua yang bisa diberikan untuk tim nasional Indonesia. ”Saya memiliki pengalaman di dalam bidang sepakbola sebab saya merupakan mantan pemain sepakbola, jadi saya bisa membantu memberikan pikiran untuk tim nasional,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sarmi, Papua, seperti dikutip dari www.mediasepakbola.com

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membantu melakukan lobi-lobi kepada para pemain asal Papua untuk dapat membela tim nasional Indonesia. Berdasarkan data yang telah dirilis manajemen tim nasional, terdapat sekitar 10 pemain Papua yang masuk dalam daftar 43 pemain yang dipersiapkan untuk berlaga di Babak Kualifikasi Piala Asia 2015, di antaranya: Eldjo Iba, Ricardo Salampessy, Vendry Mofu, Oktovianus Maniani, Patrich Wanggai, Immanuel Wanggai, Boaz Solossa, Ian Kabes, Ferinando Pahabol, dan

Lukas Mandowen. ”Saya sudah melakukan lobi-lobi supaya pemain kelahiran Papua dapat membela tim nasional Indonesia. Saya menekankan kepada para pemain bahwa membela tim nasional jauh lebih utama karena membela negara daripada membela klub,” tuturnya. Ia pun mengatakan, jika dalam waktu dekat ini dia akan melakukan pertemuan dengan manajemen klub Persipura guna meminta dan mengizinkan para pemain klub berjuluk Mutiara Hitam itu supaya dapat membela tim nasional. (rr)


12

MINGGU

23 Desember 2012

FOTO‐FOTO: KM/TABRI S MUNIR

Kado Manis di Akhir Tahun SUPER SUB: Masuknya Khoirul Mashuda (kanan) menggantikan Stephen Mennoh di penghujung babak pertama mampu mengubah irama permainan P-MU menjadi lebih atraktif dan menekan pertahanan lawan.

Gasak Batam FC 2-0, Dihadiahkan untuk Madura

SUMENEP-Tren positif terus dipertahankan penggawa Persepam Madura United (P-MU) setelah memetik kemenangan ketiga dalam partai uji coba, Sabtu (22/12) di Stadion Ahmad Yani Sumenep. Muhammadou Tassio Bako dan kawan-kawan sukses membekap Batam FC dengan skor 2-0. Gelandang muda berusia 22 tahun asal Makassar, Rossi Noprihanis, tampil sebagai pahlawan dengan memborong dua gol kemenangan tersebut. Kedua gol yang diceploskan mantan pemain PS Sumbawa Barat tersebut tercipta pada menit ke-64 melalui tendangan penalti dan menit ke78 melalui tendangan bebas. Mengawali pertandingan dengan langsung melakukan pressing ketat terhadap pertahanan lawan, Firly Apriansyah dan kawan-kawan terus membombardir daerah pertahanan Batam

FC. Kekurangtenangan dalam melakukan penyelesaian akhir menjadikan serangan yang bertubi-tubi tersebut gagal membobol gawang Batam FC. Duet Osas Marvelous Ikpefua Saha dan M. Ervan Hidayatulah di lini depan tampil bagaikan macan ompong. Puluhan peluang yang seharusnya berbuah menjadi gol terbuang percuma. Praktis pada babak pertama, anak asuh pelatih carteker Jamrawi Jambak tersebut mati kutu karena tidak membuahkan gol sama sekali. Menit ke-19 peluang memecahkan kebuntuan sempat tercipta setelah P-MU mendapatkan hadiah tendangan penalti. Sayang, eksekusi striker termahal P-MU, Osas Saha, gagal mengubah kedudukan setelah tendangannya dengan mudah ditangkap penjaga gawang Batam FC, Fahri. Sepanjang 45 menit babak pertama, beberapa kali M. Ervan Hidayatullah gagal mengkonversi peluang emas menjadi gol. Tinggal berhadapan dengan penjaga gawang lawan, sontekan mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut melenceng tidak men-

emui sasaran. Menjelang berakhirnya babak pertama, Stephen Mennoh yang tampil off day, digantikan oleh Khoirul Mashuda. Pergantian tersebut menjadikan permainan P-MU mulai terlihat hidup. Meski demikian hingga babak pertama usai tidak satupun gol yang tercipta. ”Pemain pada babak pertama terkesan over confident dan mengentengkan lawan. Ini sikap yang merugikan tim dan dapat menjadi bumerang bagi tim,” kritik Manajer P-MU, Achsanul Qosasi, ketika ditemui Kabar Madura, usai pertandingan kemarin. Namun Achsanul mengaku puas terhadap permainan anakanaknya di babak kedua. Usai turun minum dan melakukan beberapa pergantian pemain, permainan P-MU mulai terlihat dengan bola-bola cepat yang langsung menyodok ke daerah pertahanan lawan. Kendati terus menyerang pertahanan lawan, gol pembuka P-MU justru diperoleh dari tendangan penalti yang dieksekusi Rossi Noprihanis pada menit ke- 64.

Michael Orah yang menusuk dari sayap kiri melesakkan umpan matang yang ternyata menyentuh tangan pemain belakang Batam FC di dalam kotak pinalti. Gol kedua P-MU pada menit ke- 78 juga tercipta melalui bola mati yang sukses dieksekusi Rossi Noprihanias dari tendangan langsung setelah pemain belakang Batam FC mengganjal Sudirman. Skor 2-0 untuk kemenangan P-MU tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan tersebut disambut suka cita Achsanul Qosasi yang menyatakan jika kemenangan P-MU atas Batam FC sebagai kado indah di penghujung tahun 2012 yang dipersembahkan oleh P-MU untuk warga Madura. ”Kami mulai menuai rasa optimisme atas hasil positif P-MU. Ini hadiah yang sangat berharga di ujung tahun 2012,” pungkas Achsanul. (bri/rr) SEMAKIN OPTIMISTIS: Kemenangan atas Batam FC membuncahkan rasa optimisme Achsanul Qosasi terhadap kiprah P-MU di ISL nanti.

Menang, Bonus Langsung Mengucur

KM/TABRI S MUNIR

KEMENANGAN 2-0 yang diraih penggawa P-MU pada laga uji coba melawan Batam FC, kemarin sore, langsung diganjar Achsanul Qosasi dengan bonus seperti yang dijanjikan sebelumnya. Senyum langsung mengembang di bibir seleuruh pemain yang langsung menjalani libur selama empat hari. ”Syukur Alhamdulilah, kami kembali menang. Bonus dari manajer ini sebagai hadiah berharga bagi kami dan keluarga yang telah menunggu kepulangan kami,” ujar Firly Apriansyah yang pada laga kemarin mengemban ban kapten seiring Tassio Bako yang mendapatkan jatah libur terlebih dahulu. Pemberian bonus tersebut menurut Achsanul adalah hal yang lumrah dilakukan olehnya karena pemain P-MU tersebut telah memberikan

penghargaan yang besar terhadap warga Madura. “Kemenangan yang diraih pemain P-MU dalam beberapa pertandingan adalah kemenangan warga Madura. Mereka telah menjadi duta Madura dengan bersusah payah mengangkat pamor sepak bola Madura. Makanya saya tidak tutup mata untuk memberikan bonus kepada mereka,” jelas Achsanul. Tak hanya bonus kemenangan yang diberikan oleh Achsanul kepada pemain P-MU. Mereka juga mendapatkan jatah libur selama empat hari sejak usainya pertandingan kemarin. Para pemain akan kembali merapat ke Pamekasan pada 27 Desember mendatang. Kesempatan emas tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh pemain P-MU, hanya Anton

Samba seorang yang tidak memanfaatkan waktu libur dengan pulang ke rumahnya di Paloppo. ”Kalau jatah liburnya hingga tujuh hari, saya bisa memiliki waktu dirumah selama tiga hari. setelah berembuk dengan istri, karena jatah libur hanya empat hari, ya terpaksa saya tetap di Pamekasan. Sebab jika pulang, praktis hanya satu hari saja saya di rumah. Selebihnya waktu dihabiskan di jalan,” jelasnya. Sementara itu, pemain lainnya mengaku jauh hari sebelumnya memang sudah merencanakan untuk pulang ke rumah masing-masing karena usai libur Natal tersebut. Sebagaimana disampaikan Manajer P-MU, tidak akan kembali ada waktu libur hingga pertengahan musim kompetisi ISL. (bri/rr)

BOLA MATI: Rossi Noprihanis dikepung tiga pemain Batam FC dalam laga uji coba di Stadion Ahmad Yani Sumenep, kemarin.

Rossi Noprihanis

Top Skorer Sementara P-MU ROSSI Noprihanis, pemain muda P-MU yang pada penampilannya kemarin memborong dua gol untuk kemenangan P-MU semakin mendekatkannya kepada julukan sebagai pemain yang memiliki hoki dengan Stadion Ahmad Yani Sumenep. Dalam empat kali laga uji coba di sana, Rossi sudah menyumbangkan tiga gol untuk P-MU. Satu gol lain dicetak ke gawang Deltras Sidoarjo. Torehan tiga gol yang didapatkan Rossi dalam dua pertandingan berturut-turut

menjadikan pemain tersebut sebagai pemain paling subur di P-MU. Pada laga uji coba sebelumnya, ketika P-MU meladeni Pamekasan U-21, ia juga ikut menyumbangkan satu gol untuk kemenangan P-MU. Rekor gol Rossi sejak P-MU melakoni uji coba melawan Arema Malang beberapa waktu lalu, hanya bisa dikejar oleh Issac Djober yang saat ini sudah mengoleksi dua gol. Kedua pemain yang berposisi sebagai second line P-MU tersebut mampu mengalahkan ketajaman

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Osas Saha (0), M. Ervan Hidayatullah (1), Sudirman (1), Indriyanto (0), dan Fahad Al-Dossary (0). Tampilan Rossi pada laga kemarin sebenarnya berada jauh dari performa aslinya. Sebagaimana disampaikan oleh Achsanul Qosasi, Rossi terlihat over confident seperti pemain-pemain lain di babak pertama. ”Mereka terlalu mengentengkan lawan. Rossi saya lihat tampilannya memang bagus. Tetapi karena terlambat menyadari jika lawan melakukan strategi bertahan

total, akhirnya mereka kewalahan untuk mencetak gol,” jelas Achsanul tentang permainan anak asuhnya tersebut. Kendati Rossi berhasil menorehkan empat gol sejak bergabung dengan P-MU, gol tersebut sebenarnya baru satu kali dilesakkan melalui umpan matang saat bola sedang dalam permainan. Tiga gol lainnya dicetak melalui eksekusi bola mati, yakni dua tendangan penalti dan satu tendangan langsung dari luar kotak pinalti. (bri)

KM/TABRI S MUNIR

KAPTEN CADANGAN: Bonus yang dijanjikan manajer tim mampu memompa motivasi Firly Apriansyah bermain lebih trengginas saat melawan Batam FC, kemarin.


Edisi Minggu, 23 Desember 2012  

kabar madura

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you