Issuu on Google+

Kabar Bangkalan Ratusan Ribu Pekerja Tak Terproteksi Banyak yang Tidak Terdaftar Sebagai Peserta Jamsostek Kabar Sampang RSUD Krisis Air Bersih Membludaknya Keluarga Pasien, Salah Satu Penyebabnya Kabar Pamekasan Rumah Kos Liar Bakal Ditertibkan Diduga Kuat Jadi Ajang Perselingkuhan

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep DBD Terus Menyerang Salahkan Siklus, Minim Alat Fogging

Sayonara Juru Kunci Klasemen!

JUMAT 15 Februari 2013

AKU BISA: Ekspresi Osas Saha usai mencetak gol pertama dari dua gol kemenangan P-MU atas tamunya, Persiram Raja Ampat, di SGB kemarin sore.

OSAS SAHA KM/RYAN KALIG

Sape Kerap Naik Peringkat Jegal Laskar Bahari 2-1

BANGKALAN-Trend positif Persepam Madura United (PMU) dalam pentas ISL (Indonesia Super League) terus berlanjut. Setelah berhasil menang 2-1 dari Persidafon Dafonsoro, kembali Laskar Sape Kerap meraih hasil impresif dengan skor 2-1 atas tamunya, Persiram Raja Ampat.

Dua kemenangan tersebut juga pembalasan dendam klub sepak bola kebanggaan warga Maduru atas dua tim lainnya asal Papua sebelumnya. Utamanya ketika P-MU melakoni tandangnya ke Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Bersambung ke Hal 6

KM/RYAN KALIG

SEMARAK: Suporter P-MU di tribun timur SGB menebar sobekan kertas kecil, selain kreasi lainnya.

Kholilurrahman Menghitung Hari DPRD Kritisi Dana Pelantikan ASRI PAMEKASAN-Masa kepemimpinan Bupati Kholilurrah-

man di Kabupaten Pamekasan kini tinggal menghitung hari. Hasil Pemilukada pada 9 Januari lalu yang memenangkan pasangan ASRI (Achmad Syafii-Khalil Asy’ari) membuatnya harus rela

lengser dari tahkta bupati. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan sendiri sudah menerima surat pemberitahuan hasil pemilukada dari KPU Jawa Timur.

Surat tersebut menekankan bahwa hasil penghitungan pencoblosan di Gedung PKPN 12 Januari lalu, tidak berubah. Bahkan, putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan

Kholilurrahman-Masduki (KOMPAK), kian menguatkannya. Plt Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin, saat dihubungi Kabar Madura, Kamis (14/2) menjelaskan, pihaknya sudah menerima

surat dari KPU Jatim tersebut pada Rabu (13/2) lalu. Dan turunnya surat tersebut menuntut DPRD untuk secepatnya menindaklanjutinya. Bersambung ke Hal 6

Kabel Dicuri, Suramadu Gelap

Kurikulum Baru

BANGKALAN-Hampir separuh lampu penerang jalan di jembatan SurabayaMadura (Suramadu) padam sejak satu bulan lalu. Padamnya lampu Jembatan sepanjang 5,4 kilometer tersebut disebabkan kabel utama sepanjang 100 meter sisi pilar 18 dibawah jembatan dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. Akibat aksi itu Jembatan

DOK/KM

AHMAD MASUNI

Disdik Belum Sosialisasi SUMENEP-Pelaksanaan kurikulum baru akan dimulai pada tahun ajaran baru 2013-2014. Sebagai pola pendidikan baru, banyak pihak yang mempertanyakan pola dan teknis pelaksanaan kurikulum tersebut. Dalam tahap ini, jelas diperlukan fase sosialisasi terutama kepada tenaga pengajar. Bersambung ke Hal 6

Kesehatan

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

TUNJUK LOKASI: Salah seorang keluarga korban menunjukkan lokasi yang sempat mau dibakar oleh empat orang pelaku pelempar bom bondet, Kamis (14/2).

Teror Bom Ikan Gegerkan Warga Pragaan SUMENEP-Keresahan kini menyelimuti warga di beberapa desa di Kecamatan Pragaan, Sumenep. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah tersebut mendapat teror menggunakan bom ikan (Bondet, red) oleh

sekelompok orang tak dikenal. Kelompok ini bahkan juga berniat merusak dan membakar rumah warga. Kejadian terakhir muncul di Dusun Topoar, Desa Karduluk, Pragaan. Teror bom ikan itu

berlangsung di rumah Ahmad Rifki, Rabu (13/2) malam. Menurut keterangan warga, bom terdengar nyaring hingga sampai ke perbatasan Desa Kapaidi, Kecamatan Blutoh. Bersambung ke Hal 6

Suramadu arah Bangkalan menuju ke Surabaya atau sisi selatan gelap gulita dan rawan kecelakaan. Hingga Kamis (14/2), lampu tak kunjung menyala. Padahal, padamnya lampu di jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura tersebut sangat membahayakan bagi pengendara, terutama di malam hari. Terlebih jika kondisi sedang hujan lebat. (fir/h4d)

PADAM: Lampu penerangan Jembatan Suramadu sisi selatan, beberapa hari terakhir tidak berfungsi karena kabel dicuri orang tak bertanggung jawab. KM/DOK

Menyisir Keindahan dan Kekayaan Pulau Sapudi di Sumenep (3-habis)

Atmosfer Sakral Merebak di Asta Belinge dan Asta Nyamplong KM/DOK

RUMAH SAKIT BARU: Kabupaten Pamekasan menambah satu lagi rumah sakit di Kecamatan Waru untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal.

RS Waru Tunggu Draft Pra Perda PAMEKASAN-Pembangunan rumah sakit baru yang berada di Kecamatan Waru, Kab Pamekasan, dinyatakan selesai secara fisik. Langkah selanjutnya, adalah persiapan-persiapan yang masih belum diselesaikan, termasuk peraturan daerah (Perda) terhadap rumah sakit tersebut. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Pulau Sapudi sejak lama tak hanya dikenal sebagai pulau sapi. Di tempat ini juga terdapat lokasi wisata religi di Sumenep yang terletak di kepulauan selain Asta Yusuf di Pulau Talango. Berikut ringkasan saat Kabar Madura berkunjung ke Asta Belinge dan Asta Nyamplong. FIRMAN GHAZALI AKHMADI, Sumenep UNTUK lebih ‘mengenal’ Pulau Sapudi, tak ada salahnya untuk berkunjung ke lokasi wisata religi. Di pulau ini, diketahui terdapat situs peninggalan sejarah yang sayang dilewatkan, yakni makam/Asta Belinge dan Asta Nyamplong. Asta Belinge terletak sekitar 8 km dari Pelabuhan Gayam. Lokasinya bisa ditempuh dengan menggunakan ojek angkot plat hitam yang banyak tersedia di

pelabuhan. Tapi sejak beroperasinya kapal fery, banyak peziarah yang membawa kendaraan sendiri ke Pulau Sapudi. Para peziarah ini umumnya akan berkunjung ke Asta Belinge yang berada di Dusun Koattas, Desa Gendang Timur dan Asta Nyamplong yang berada di Dusun Nyamplong, Desa Nyamplong, keduanya terletak di Kecamatan Gayam. Bersambung ke Hal 6

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

WISATA RELIGI: Kompleks Asta Belinge atau makam Panembahan Belinge dan Asta Nyamplong yang diketahui adalah makam Adipoday merupakan salah satu kekayaan tersendiri di Pulau Sapudi.


2

JUMAT

15 Februari 2013

Ratusan Ribu Pekerja Tak Terproteksi

Banyak yang Tidak Terdaftar Sebagai Peserta Jamsostek KOTA- PT Jamsostek mengungkapkan, data-data yang mereka miliki menunjukkan, puluhan ribu tenaga kerja yang tersebar di sejumlah perusahaan di wilayah Madura, ternyata tidak terlindungi atau terproteksi dengan jaminan sosial (asuransi, red). Padahal undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku, telah menegaskan, setiap perusahaan wajib mengikutsertakan setiap pekerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek). Demikian pula dalam UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek. Ditegaskan, pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut dalam program jamsostek. Menurut PT Jamsostek, hanya sebagian kecil saja tenaga kerja yang ada di Madura telah terdaftar sebagai peserta jamsostek di PT Jamsostek. Di mana ber-

E-KTP Dua Ribu di Kamal, Belum Jadi

dasarkan data yang ada, di Bangkalan terdapat sekitar 60 ribu tenaga kerja. Lalu di Sampang, lebih kurang 40 ribu tenaga kerja. Di Pamekasan tak kurang dari 60 ribu tenaga kerja, dan di Sumenep sekira 70 ribu tenaga kerja. Kepala Jamsostek Wilayah Madura, Didin Haryono Albandani mengatakan, data-data tersebut hanya yang terpantau PT Jamsostek Wilayah Madura. Sementara, data hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, tenaga kerja dari empat kabupaten di Madura luar biasa banyaknya, tapi belum semua terjamin oleh Jamsostek. “Data ini perlu lagi di validitasi ke akuratannya kami hanya mengacu pada data di BPS,” terangnya. Sementara itu di Bangkalan per akhir 2012 terdata, jumlah perusahaan yang aktif sebagai peserta program jamsostek, sebanyak 160 perusahaan baik besar dan kecil dengan jumlah 1.644 tenaga kerja. Untuk di Kabupaten Pamekasan yang terdaftar di Jamsostek Wilayah Madura sebanyak 107 perusahan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 2.460 orang.

Sementara di Sampang 35 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 660 orang. Untuk Sumenep sebanyak 78 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.722 orang. “Sedangkan untuk kantor di Surabaya yang ikut jamsostek di sini (Jamsostek Wilayah Madura, red) sebanyak 14 perusahaan dengan tenaga kerja 488 orang. Ada juga yang berkantor di Jakarta, sebanyak 3 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 70 orang,” tutur Didin. Lebih lanjut Didin, yang baru 5 bulan menjabat Kepala Jamsostek Wilayah Madura itu, mengatakan, dengan banyaknya tenaga kerja yang belum terdaftar di Jamsostek, menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja belum mempunyai jaminan selama bekerja. Dia pun berharap, ke depan perusahaanperusahaan yang ada di Madura, lebih memiliki kepedulian sosial terhadap pekerjanya masing-masing, juga terhadap kewajiban mereka berkaitan keselamatan tenaga kerja. “Saya harap di masa yang akan datang perkembangan perusahaan akan semakin besar,” pungkasnya. (fir/yoe)

KM/NEWS‐MADURA.BLOGSPOT.COM

KELAS TERI: Di Madura memang banyak perusahaan dengan ratusan ribu pekerja. Tapi, rata-rata adalah perusahaan kelas menengah ke bawah. Mungkin itu yang membuat mereka keberatan jadi peserta Jamsostek.

Serangan DBD Mereda, RSUD Imbau Tetap Waspada

KAMAL-Sekitar 28 ribu lebih penduduk Kecamatan Kamal telah melakukan rekam data e-KTP, namun e-KTP yang telah selesai dan diterima hanya 26 ribu. “Di kecamatan Kamal masih kurang sekitar 2 ribu lebih e-KTP yang belum selesai,” kata Camat Kamal, Sutrisno, Kamis (14/02), sebagaimana disadur dari Maduracorner.com. Dikatakan Sutrisno, kekurangan 2 ribu e-KTP yang belum selesai itu akan ditanyakan ke Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Bangkalan. “Ya Nanti kami tanya ke Dispendukcapil, dan kalau nanti sudah dikirim akan diserahkan ke desa,” jelas Sutrisno. Lebih lanjut dia mengungkapkan, data e- KTP tersebut akan segera dikirimkan beserta rekapnya melalui desa. “Yang jadi masalah sekarang ini ada desa yang tidak mau bekerja, ini kan repot,” tuturnya. Sementara, proses rekam data e-KTP di Kecamatan Kamal, berjalan lancar. “Kendalanya cuma kalau listrik mati mendadak, dan kadang ada alat yang sering hank. Tapi semuanya sudah teratasi,” pungkas Sutrisno. (mcc/yoe)

KM/MC.COM

TERSENDAT: Camat Kamal, Sutrisno saat menyerahkan e-KTP yang Sudah selesai. Sementara, ribuan lainnya belum jadi.

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

BELUM SEMBUH: Sejumlah pasien DBD masih menjalani rawat inap di RSUD Syamrabu. Tapi, jumlahnya berkurang drastis. Pada Januari lalu tercatat 267 pasien DBD, namun kemarin (15/2) tinggal 7.

KOTA-Beberapa waktu lalu pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan, membeludak, hingga banyak pasien yang terpaksa menjalani rawat inap di selasar rumah sakit. Kini jumlah pasien DBD sudah berkurang drastis. Berdasarkan catatan RSUD Syamrabu, sampai Kamis (14/2) siang kemarin, hanya tersisa 7 pasien DBD yang masih bertahan dan dirawat di ruang Irna E. “Untuk hari ini (kemarin, red) pasien DBD yang masih dirawat tinggal 7 pasien,” ungkap dr Handy Rusman, Wadir Pelayanan RSUD Syamrabu. Salah satu pasien DBD yang masih tetap bertahan adalah Maisaroh, 10, dari Tanjung Bumi. Sebelumnya pasien tersebut di rawat di Puskesmas Tanjung Bumi, namun karena kondisinya semakin buruk, dia dirujuk ke RSUD Syamrabu beberapa hari lalu. “Ini dirujuk, kondisinya kadang panas kadang dingin mas,” ungkap Sunardi, 35, ayah Maisaroh. Ketujuh pasien DBD, yang masih “tersisa” di RSUD Syamrabu, semuanya memang pasien rujukan dari puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Bangkalan. Hal itu ditegaskan dr Handy. “Pasien disini, merupakan pasien yang dirujuk dari puskesmas” tandasnya. Walaupun jumlah pasien yang bertahan di RSUD Bangkalan semakin sedikit dr Handy berharap, agar kewaspadaan terhadap serangan wabah DBD tidak mengendur. Untuk itu dia mengimbau agar masyarakat Bangkalan tetap menjaga kondisi lingkungan terutama kebersihan, karena DBD erat kaitanya dengan kebersihan lingkungan. “DBD erat kaitanya dengan kebersihan,” ujarnya, seraya mengungkapkan, pada Januari lalu, tercatat 267 pasien DBD yang dirawat di RSUD Syamrabu. (fir/yoe)

Kelelahan Berkendara, Terancam 6 Tahun Bui KOTA-Akibat kelelahan berkendara mengangkut ikan rute SumenepTulungagung-Sumenep, seorang sopir dibui. Itu terjadi karena kendaraan yang dikemudikan sang sopir, menabrak pengendara sepeda motor hingga nyawanya tak terselamatkan. Kecelakaan lalu-lintas tersebut, membuat sang sopir kini jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, dengan dakwaan pasal 310 ayat 4 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan (LLAJ). Sang sopir itu bernama, Endang Agus Kurniawan. Pria kelahiran Ponorogo tahun1967 itu, kini tinggal di Pasongsongan, Sumenep. Kecelakaan maut tersebut, bermula pada 26 November tahun kemarin. Saat itu terdakwa diperintahkan majikannya untuk mengirim Ikan pesanan seseorang ke Tulungagung. Sepanjang perjalanan tersebut, sang

sopir yang mengemudikan kendaraan sendirian, hanya didampingi Zahri, seorang karyawan lain yang bertugas melayani jual beli muatan. Mereka beristirahat cuma saat bongkar muatan di Tulungagung, kemudian langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Sumenep, dan hanya mampir sejenak di Surabaya. Naas, keesokan harinya, pada 27 November 2012, kurang lebih pukul 19.30, saat melintasi jembatan di kawasan Klampis Barat, Bangkalan, mobil pikup L300 bernopol M 9148 OV, menabrak sepeda motor Honda Beat bernopol M 4319 HB, yang dikemudikan Huda. Endang mengaku, saat itu dia sudah sangat kelelahan sehingga tak fokus mengemudikan kendaraannya, dan akhirnya oleng ke kiri menabrak Honda Beat Huda yang melaju searah. Akibatnya, Huda mengalami luka parah di bagian kepala sehingga nyawanya tak

lagi dapat diselamatakan. Sesaat setelah kejadian, massa mulai menyemut di tempat kejadian perkara (TKP). Zahri pun mengajak Endang masuk ke Mapolsek Klampis demi menghindari hal yang tak diinginkan. Zahri yang juga dihadirkan sebagai saksi dalam sidang siang kemarin (14/2), di PN Bangkalan. Dalam kesaksiannya dia mengatakan, kondisi cuaca saat itu cukup cerah, hanya saja jalan jembatan tersebut menyempit. Zahri yang tertidur saat kejadian tak bisa memberi banyak keterangan. Dalam sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan, Endang hadir tanpa didampingi pengacara. Pihaknya mengaku telah berdamai dengan keluarga korban kendati nilai ganti rugi yang diminta keluarga korban tak sedikit dan berlangsung alot. Akibat kejadian ini, Endang terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. (jos/yoe)

Kena Deh!

BANYAK pejabat di Bangkalan yang memiliki pelat nopol ganda, merah dan hitam, untuk dipasang pada mobil dinas (mobdin) mereka. Penggantian pelat nopol dari merah ke hitam, memang diperkenankan. Tapi, hanya saat mobdin digunakan untuk tugas-tugas yang bersifat investigatif. Masalahnya, banyak pejabat yang mengganti pelat nopol mobdin mereka menjadi hitam, hanya demi mengejar keuntungan pribadi. Terlebih sejak Pemerintah menetapkan kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, di mana mobil pelat merah (mobdin, red) dilarang mengonsumsi BBM bersubsidi. Nah, di wilayah Kecamatan Kota Bangkalan, kemarin (15/2), polisi mencegat sebuah mobil sedan hitam KM/ AGUS JOSIANDI

LALAI: Sidang pengadilan atas kasus laka lantas yang mengakibatkan kematian, digelar Pengadilan Negeri Bangkalan kemarin (15/2). Terdakwa terancam hukuman 6 tahun penjara. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ AGUS JOSIANDI

bernopol M 4 GP. Pasalnya, nopol tersebut adalah nopol khusus untuk mobdin pejabat, yang tentunya harus menggunakan pelat merah. Sementara saat itu, mobil tersebut menggunakan pelat hitam. Polisi pun menegur pengguna mobil itu. Belakangan diketahui penggunanya adalah Munawar Cholil, Wakil Ketua DPRD Bangkalan. Saat ditanya perihal warna pelat nopol mobilnya, politisi PPP itu mengaku, sengaja dia ganti karena mobil tersebut digunakan dalam kondisi cukup genting. Dia sedang menuju Kantor DPC PPP yang sedang diunjuk rasa massa PPP. Munawar memang benar berada di lokasi unjuk rasa, tapi masalahnya, dia menggunakan aset negara untuk kepentingan kelompoknya, PPP. (jos/yoe)


JUMAT

3

15 Februari 2013

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

Lagi-lagi RSUD Krisis Air Bersih

SUDAH TRADISI: Jumlah keluarga pasien yang ikut mengunakan fasilitas MCK (mandi, cuci, dan kakus) pasien rawat inap, jauh lebih banyak ketimbang jumlah pasien. Itu yang membuat stok air bersih sering minim.

Salah Satu Penyebabnya, Keluarga Pasien Membludak KOTA-RSUD Sampang kembali dilanda krisis air bersih, Kamis (15/2). Itu terungkap dari keluhan keluarga sejumlah pasien rawat inap di beberapa kamar di ruangan Anggrek RSUD Sampang. Para keluarga pasien mengeluh, aliran air bersih di kamar mandi pasien tidak dilos, tetap dijatah dengan ketat dalam seharinya. Sehingga para keluarga pasien tidak leluasa memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih, sebab bilamana air ini sudah habis, maka mereka harus menunggu waktu pengisian kembali pada jangka waktu berikutnya.

Pengetatan jatah air bersih itu telah berlangsung sejak tiga hari terakhir, di mana sejumlah keluarga pasien mengeluhkan minimnya pasokan air bersih disetiap kamar ruan inap. Ihsan, salah satu keluarga pasien dari Desa Apaan, Kecamatan Pengarengan mengaku kecewa dengan pelayanan RSUD Sampang, karena sudah tiga hari ini stok air bersih di sejumlah kamar mandi pasien, selalu minim. Dia berharap, pihak rumah sakit lebih memperhatikan kondisi tersebut agar saluran air kembali lancar. “Ya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih kadang kita harus beli ke luar atau juga menggunakan air mineral,” ujarnya, kemarin (14/02). Kondisi itu membuat para keluarga pasien curiga. Mereka menduga, pihak RSUD sengaja

mengetati pasokan air bersih ke kamar mandi pasien, sebab di samping ruang rawat inap, ada kamar mandi berbayar, yang selalu berlimpah stok air bersihnya. Juga selalu terjaga kebersihannya. “Kenapa kalau yang di ponten (kamar mandi/WC umum, red) itu airnya lancar dan selalu ada. Apakah karena di situ bayar,” ungkap Ihsan, dengan nada kesal. Menanggapi keluhan keluarga pasien itu, Humas RSUD Sampang dr Yuliono mengatakan, pihak rumah sakit meminta maaf atas kondisi tersebut. Menurutnya tidak lancarnya pasokan air karena ada beberapa akses saluran air yang tertutup oleh pembangunan gedung baru di rumah sakit. “Saat ini kami masih mencari solusi untuk memperbaiki saluran

air yang tertutup oleh bangunan baru itu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (14/2). Dia juga mengimbau kepada keluarga pasien, agar tidak berlebihan saat menggunakan air di ruangan atau kamar mandi pasien, karena hal itu juga bisa menyebabkan

minimnya stok air bersih. Di mana diketahui jumlah keluarga maupun pembesuk pasien, jauh lebih banyak dari jumlah pasien rawat inap itu sendiri. Kebanyakan pula, mereka turut menginap di rumah sakit dengan menggelar alas seadanya di pela-

taran ruang perawatan. “Sebenarnya kalau kebutuhan air untuk RSUD Sampang ini sudah mencukupi namun karena banyaknya pembesuk yang ikut memakai fasilitas toilet akhirnya jadi kekurangan air,” tandas dokter asal Kediri itu. (sya/yoe)

Ruang Tunggu Jadi Tempat Sampah SEBAGAIMANA diketahui, krisis air bersih berkali-kali terjadi di RSUD Sampang. Beberapa waktu lalu, keluarga pasien berkoar soal serupa. Pihak manajemen rumah sakit pelat merah itu sendiri sebenarnya sudah berupaya menempuh langkah penyelesaian terhadap permasalahan klasik tersebut. Di sejumlah sudut rumah sakit, telah dibangun ruang khusus yang didesain berfungsi sebagai ruang tunggu bagi para keluarga pasien maupun para

pembesuk, yang turut menginap di rumah sakit. Hal itu dilakukan untuk menjaga kesterilan ruang perawatan pasien. Namun, ruangan tersebut, justru digunakan keluarga pasien sebagai tempat sampah untuk membuang kotoran. “Kami sudah membuatkan ruang khusus untuk keluarga pasien tapi malah dijadikan tempat pembuangan kotoran,” ungkap Humas RSUD Sampang dr Yuliono, ganti mengeluh. (sya/yoe)

Antisipasi Hacker, Terapkan Security Jaringan Terpadu KOTA-Aksi hacking (akses tanpa izin, red) yang menimpa situsweb DPRD Bangkalan, Rabu lalu (13/2), membuat pemkab-pemkab lain di Madura bergerak cepat untuk berbenah. Tak terkecuali Kabupaten Sampang. Kabupaten yang berjuluk Kabupaten Bahari itu, menerapkan sistem pengamanan terpadu untuk menanggulangi hacker (pelaku hacking, red). Yakni dengan membenahi kontrol server, bagian paling penting dalam jaringan sistem untuk mengakses situsweb resmi milik Pemkab Sampang. Dalam hal ini, para hacker yang biasa membobol jaringan lain, biasanya masuk dalam celah sekuriti maupun port yang terbuka bebas. Dengan menggunakan aplikasi khusus, mereka mengubah tampilan dan juga isi dari konten yang berhasil ‘dibajak’ itu. Selanjutnya, mereka mengacakacak konten dari situsweb yang berhasil dibobol itu, dengan berbagai macam postingan yang sesuai kemauan dan kepentingan sang hacker. Sudah barang tentu, aksi tersebut merugikan pemilik asli situsweb tersebut. Darmuji, salah satu staf Bagian Informasi Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Sampang mengatakan, keamanan jaringan dalam sebuah situsweb merupakan hal penting. Di mana sistem keamanan itu dapat mengelola pengguna yang dapat mengakses secara bebas. “Dalam sebuah website itu ada yang boleh dibuka dan ada yang tidak boleh, biasanya seorang

hacker melewati hole yang tidak boleh dibuka ini sehingga dapat masuk,” ujarnya saat dihubungi Kabar Madura melalui sambungan telepon, kemarin (14/2). Dijelaskan, dala hal ini hacker biasanya memanfaatkan port atau hole yang terbuka untuk dapat masuk. Dan kebanyakan situs dan website yang terhubung melalui jaringan masih sedikit yang menerapkan menerapkan sekuriti jaringan tambahan. “Kebanyakan situs yang berhasil di-hacking kemungkinan masih dipegang oleh pihak ketiga. Jadi pengamanannya masih dapat diketahui oleh orang lain selain pemilik konten,” ungkapnya kembali. Situsweb resmi Pemkab Sampang, dalam perjalanannya pertama kali, memang masih dipegang oleh pihak ketiga. Dan mulai akhir tahun 2011 lalu, situsweb itu sudah sepenuhnya di bawah kendali Pemkab Sampang, persinya di bawah kendali Dishubkominfo Sampang. “Website resmi Pemkab Sampang ini baru berjalan sejak beberapa tahun ini. Namun dalam perjalanannya sebelumnya juga pernah dipegang oleh pihak ketiga,” ulas orang yang baru menjadi PNS sejak tahun 2010 ini. Hingga saat ini, situsweb resmi Pemkab Sampang ini sudah dapat dibuka dan diakses oleh masyarakat. Situsweb yang berisi perjalanan pemerintahan dan informasi terkait Kabupaten Bahari itu, sudah menggunakan sistem pengamanan jaringan dari Kementerian Kominfo yang bernama Juniper Network. (sya/yoe)

TERPROTEKSI: Website resmi milik pemkab Sampang ini sudah dapat dibuka bebas oleh masyarakat dengan pengamanan khusus jaringan terpadu.

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

DUDUK BERSAMA: Unsur-unsur masyarakat Sampang yang memiliki kewenangan dan pengaruh, sedang berdiskusi membahas penyelesaian konflik Syiah.

Polisi, Ulama dan Pemkab Bahas Konflik Syiah KOTA-Untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Sampang terkait konflik Syiah, Polres Sampang menggelar dialog bersama, dengan sejumlah tokoh agama, Pemkab Sampang dan beberapa unsur penegak hukum lainnya, Kamis (14/02). Pertemuan yang dilaksanakan di aula Mapolres Sampang tersebut, membahas konflik Syiah yang terjadi pada 26 Agustus 2012 lalu yang sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda penyelesaian. Kapolres Sampang AKBP Solehan melalui Kabag Ops Kompol Alfian Nurizal, seusai pertemuan itu, mengatakan, pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran khusus untuk menangani korban konflik. Dijelaskannya, berdasarkan Undangundang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, “seharusnya dengan diterbitkannya undang-undang tersebut masing-masing tau perannya sesaat setelah kejadian.” Berdasarkan undang-undang itu pula

setelah konflik terjadi penanganan selanjutnya menjadi kewenangan pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten sampang untuk membentuk satuan tugas penanganan konflik. “Nah di situlah pemerintah daerah berperan,” imbuh mantan Kapolsek Gubeng, Surabaya itu. Alfian berharap, setelah dialog bersama itu, akan ada kepastian anggaran untuk menangani masalah yang sudah 6 bulan ini tak kunjung selesai. “Kami berharap, anggaran harus benar-benar dipersiapkan. Jangan ada alasan lagi soal belum dibuat perencanaan kebutuhan, ya itu nanmanya sudah tidak sesuai dengan perundang- undangan,” katanya. Dalam forum yang digelar di Polres Sampang itu, Kompol Alfian mengungkapkan, telah menghasilkan beberapa poin penting yang akan dibawa pada pertemuan berikutnya seusai dilantiknya Bupati Sampang terpilih. Poin penting itu, akan dijadikan dasar penyelesaian masalah pengungsi konflik Syiah. Sejauh ini, ada sejumlah keluarga yang

menghuni tempat penampungan pengungsi, di GOR Tennis Indoor. Mereka menghuni fasilitas olahraga itu, sejak Agustus 2012. Diharapkan, dengan solusi yang akan diterapkan nanti, masa depan para pengungsi mempunyai kejelasan. Dalam pertemuan tersebut, tampak hadir sejumlah kiai, di antaranya adalah KH Abu Ahmad Dovier Syah, pengasuh Ponpes Darussalam Torjun. Kemudian, KH Ahmad Jamal dari Omben, dan KH Muhaimin Abdul Bari dari Sampang. Alfian menyimpulkan dari pendapat pendapat kyai soal penyelesaian masalah pengungsi ini dapat dilakukan dengan cara hijrah. “Dalam pertemuan kami sudah menemukan beberapa solusi seperti penanganan pengungsi dan pengamanan,” ujarnya. “Sehingga konflik tidak terjadi lagi. Karena para pengungsi sudah cukup lama di lokasi pengungsian. Dan ulama tadi juga menginginkan pengungsi itu agar hijrah ketempat yang lebih baik.” Tandas Alfian, penuh harap. (waw/yoe)


4

JUMAT

15 Februari 2013

BANJIR

Rumah Kos Liar Bakal Ditertibkan Diduga Kuat Jadi Ajang Perselingkuhan

KM/ANWAR NURIS

BUTUH KESERIUSAN: Banjir di Dusun Jelbuten Kelurahan Kolpajung Kota Pamekasan.

Susun Master Plan Drainase KOTA-Banjirnya sejumlah wilayah di Kota Pamekasan, termasuk di Dusun Jelbuten Kelurahan Kolpajung, mendorong akan segera ditindaklanjutinya program perencanaan tata ruang dengan menyusun master plan drainase yang dimulai tahun 2013 ini. Kepala Bidang Tata Ruang dan Bina Kawasan Dinas Pengerjaan Umum Cipta Karya Pamekasan, Muhammd Salehoddin mengatakan dengan begitu ini diharapkan bisa diketahui dimana saja titik rawan banjir dan penanganannya. Termasuk yang diduga penyebabnya saluran air yang bermasalah seperti halnya tidak mampu menampung air hingga terjadi genangan air. Program perencanaan tata ruang tersebut merupakan langkah awal untuk mengetahui titik-titik rawan banjir di Pamekasan dengan menyurvei langsung lapangan. “Nanti akan disusun master plan drainase dalam bentuk dokumen sehingga akan diketahui berapa lebar saluran air ideal yang bisa menampung debit air hingga tidak terjadi genangan bahkan banjir,” kata Oedin sapaan akrab Muhammad Salehoddin kepada Kabar Madura di ruang kerjanya kemarin. Dikatakan, dari hasil survei tersebut nantinya dibuat dokumen berupa masterplan drainase dalam bentuk program studi rawan air yang kebetulan program tahun ini. Dengan studi rawan air itu akan diketahui di daerah mana saja yang rawan air di Pamekasan yang terjadi genangan air, dan dibuat perencanaan penanganannya, studi rawan air sendiri insyaallah selesai Oktober dan paling akhir Desember tahun ini, dan pelaksanaan teknisnya dilaksanakan PU Cipta Karya setelah dokumen itu selesai” tekannya.(km12/zis)

KOTA-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan menengarai banyak rumah kos liar bertebaran. Bahkan, diduga sebagian tempat kos liar itu dijadikan ajang lokasi perselingkuhan dan lokasi mesum tersembunyi. Jajaran Satpol PP saat ini tengah melakukan pendataan rumah kos secara keseluruhan dan disesuaikan dengan data yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pemkab Pamekasan. Sehingga, Satpol PP dengan mudah melakukan eksekusi terhadap tempat kos tersebut. “Satpol PP akan melakukan pendataan semua tempat kos di Pmekasan, dan akan disesuaikan dengan data yang dikeluarkan KPPT. Sehingga kami bisa memilah, kos-kosan yang harus dieksekusi,” ujar Moh. Yusuf Wibiseno, Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyelidikan Satpol PP Pamekasan, Kamis (14/2). Operasi ini, kata Yusuf, selain sebagai bentuk tindakan penyadaran kepada pemilik kos, pun juga untuk segera memproses surat izin, mengingat banyaknya laporan dari masyarakat yang mengaku resah terhadap keberadaan rumah kos yang tidak mengantongi surat izin sehingga digunakan sebagai lokasi perselikuhan dan mesum. ”Masyarakat banyak yang melapor kepada kami, terkait adanya dugaan penggunaan

KM/MARZUKIY

AWAS : Salah satu rumah kos yang ada di Pamekasan dan berada di lingkungan kota Gerbang Salam. Foto diambil, Kamis (14/2).

rumah kos di luar ketentuan, apalagi rumah kos itu pula ditengarai tidak memiliki surat izin operasional,” tandasnya. Kata Yusuf, diduga adanya rumah yang ditingalkan penghuninya dan dijadikan tempat kos namun tidak digunakan sebagaimana mestinya. Sehingga membutuhkan peringatan tegas terhadap pemiliknya. Kapan operasi itu dilaku-

kan? Pria bertubuh tinggi itu enggan membeberkan berikut rumah kos yang telah menjadi targetnya. ”Mengenai operasi, sengaja kami rahasiakan, agar pemilik kos saat digeledah bisa mempertanggung jawabkan,” jelasnya. Jika dalam operasi tersebut, ditemukan adanya oknum masyarakat yang melakukan perbuatan melanggar aturan

maupun norma agama, dipastikan akan mendapat sanksi sesuai perbuatannya ”Jika nanti ditemukan oknum masyarakat yang menyalahi aturan, yang jelas akan kami tindak. Baik itu melanggar norma sosial ataupun agama,” bebernya. Oleh sebab itu dia berharap, pemilik rumah kos yang belum mengantongi surat izin opera-

500 Pelanggar Seminggu, Rata-Rata Remaja

TENAGA HARIAN LEPAS 1.443 THL Tunggu Tes CPNS KOTA-Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara beberapa waktu berwacana akan melaksanakan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi tenaga harian lepas (THL) antara bulan JuniJuli tahun ini. Meski demikian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pamekasan belum mengetahui secara pasti kepastian ujian tersebut dilaksanakan. THL Kategori 2 di Pamekasan jumlahnya 1.443 orang yang tersebar di beberapa instansi di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pamekasan. Jumlah tersebut merupakan verifikasi akhir yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pamekasan. Kepala BKD Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia mengaku masih belum menerima informasi resmi dari Menpan terkait dengan informasi di media tersebut.”Kami belum ada informasi resmi mengenai ketentuan kapan akan dilaksanakan tes untuk K2 itu,” katanya. Lebih lanjut Lukman berharap, THL K2 supaya mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi tes tersebut. ”Segera mungkin mempersiapkan diri untuk menghadapi tes itu,” terangnya. “Dan jangan sampai percaya kepada oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengiming-imingi untuk mengupayakan meloloskan dengan imbalan dalam bentuk apapun,” tegasnya. Sekadar diketahui, THL kategori 1 (K1) di Pamekasan jumlahnya hanya 2 orang dan dalam waktu dekat akan diserahkan nomor induk pegawainya (NIP) yang kebetulan prosesnya sudah selesai, pungkas lelaki berkacamata itu di ruang kerjanya kepada Kabar Madura, kemarin (14/2).(km12/zis)

KM/MARZUKIY

LENGANG : Tempat Pelelangan Ikan di desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan, Pamekasan tampak lengang.

Cuaca Tak Tentu, TPI Kian Terbengkalai TLANAKAN-Penggunaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terletak di desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan butuh perhatian serius dari Pemkab Pamekasan. Itu disebabkan, penggunaan TPI itu masih dinilai kurang maksimal, apalagi ketika cuaca tak menentu seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Tak pelak fasilitas yang didanai dari uang rakyat tersebut itu sering kali dibiarkan terbengkalai begitu saja. “Kalau musim seperti ini, TPI ini sering terbengkalaikan karena musim tak menentu, apalagi tangkapan ikan nelayan tidak sebanyak hari hari sebelumnya,”

ujar Sunarto, warga desa Branta Tinggi Kecamatan Tlanakan itu. Ditambahkan, fasilitas pendukung atas kelengkapan TPI itu masih harus menjadi perhatian pihak terkait, supaya nelayan merasa nyaman, sehingga keberadaannya berfungsi penuh. Ketika musim tidak menentu kata Sunarto bisa dipastikan penggunaannya pun tidak maksimal pula. Faktor yang menonjol juga adalah minimnya tangkapan ikan dari para nelayan, tak heran jika TPI itu dibiarkan dan memilih berjualan di luar lokasi. “Memang membutuhkan kesadaran dari masyarakat pula, di

samping membutuhkan pengawasan dari pihak terkait. Karena pengawasan itu terkadang memberikan kesadaran kepada masyarakat secara tidak langsung,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pamekasan Nurul Widiastuti menyangkal atas tidak maksimalnya penggunaan TPI tersebut sebab di dalamnya sudah dilengkapi fasilitas pendukungnya. “Ya kalau anda datang ke TPI pada waktu pagi, ya tidak ada orangnya, tetapi kalau siang hingga sore TPI itu digunakan oleh nelayan,” kata Nurul pada Kabar Madura beberapa waktu lalu.(jck/zis)

Berdalih Mobdin Diknas Sudah Tua PAMEKASAN-Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset (DPPKA) Kabupaten Pamekasan, menyatakan tahun ini hanya empat SKPD yang akan mendapatkan mobil dinas (mobdin). Di antara yang mendapatkan mobdin adalah pejabat eslon 2 yang ada di lingkungan BLH, Dinkes, BPBD dan PU dengan besaran anggaran Rp 250 juta per-SKPD. Meski demikian, Diknas Pamekasan melalui Sekretaris Diknas, M. Ramli mengatakan, bahwa pihaknya juga pantas untuk mendapatkan mobdin tersebut, karena mobdin yang ada saat ini seringkali mengalami kerusakan dan tidak bisa dibawa bepergian jauh. “Mobdin yang saya pakai dan Kadis sudah tidak bisa KM/ DOK UZUR: Diknas tidak termasuk daftar penerima mobdin. Tampak mobil kijang keluaran dibawa bepergian jauh, karena sudah sering mengalami kerusakan. Jadi tahun 1990-an. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

sional untuk segera melengkapinya, supaya tidak menjadi momok tersendiri sebab bagaimanapun hal tersebut telah menyalahi peraturan daerah (perda). ”Silakan bagi pemilik kos yang belum mengantongi izin untuk mengajukan, dan kami minta juga untuk memantau kegiatan penyewa kos, biar tidak disalahgunakan,” harapnya.(jck/zis)

disini juga mengajukan untuk eslon 3 untuk mendapatkan mobdin,” tukas sekretaris Diknas Pamekasan M. Ramli, pada Kabar Madura. “Untuk mobdin kadis yang ada dan sedang dipakai saat ini adalah keluaran tahun 97, dan tentunya mobdin tersebut sudah cukup tua untuk dipakai untuk keperluan jarak jauh,” tandasnya. Pasalnya, ada pejabat eslon 2 mendapatkan anggaran untuk pengadaan mobdin yang dari APBD tersebut, rupanya eslon 3 juga tidak mau ketinggalan untuk pengadaan mobdin tersebut. “Akan tetapi, untuk tahun ini hanya mendapatkan 1 unit mobdin yang akan diperuntukkan pada Kadis, sedangkan untuk lainnya bisa bertahap,” imbuhnya. (ong/zis)

PAMEKASAN-Ini bukti diketahui petugas,” terang masih rendahnya tingkat Humas PN Pamekasan, Dodi kesadaran terhadap tertib Indrasakti. berlalu lintas. Selama satu Sesuai dengan sidang yang pekan, sedikitnya terdapat digelar, kemarin lusa, seban500 pelanggar yang dipros- yak 131 pelanggar. Menurut es di Pengadilan Negeri Humas PN Pamekasan, Dodi Pamekasan. Indrasakti, bahwa data yang S e d a n g k a n p e l a n g g a r sebanyak 131 merupakan sendiri yang ditilang rata- angka yang sedikit di minrata adalah kaum remaja ggu ini. dan pelajar yang mengenda“Biasanya yang hadir ke rai motor tanpa dilengkapi PN adalah pelanggarnya syarat mengendarai. Selain sendiri, terkadang orang itu, pelanggaran yang juga tuanya yang menghadiri sering ditemukan adalah sidang. Mungkin karena mepelanggaran pada SIM (su- mang melanggar, jadi takut rat izin mengendara). untuk menghadap sendiri,” “Berdasarkan data dari ke- imbuh Heri Kurniawan. polisian yang maDi sisi lain, suk ke sini (PN, Heri menamred), adalah kaum bahkan, bahwa remaja yang nopelanggar lebih tabene kalangan memilih memBiasanya yang hadir b a y a r d e n d a pelajar, baik yang masih pakai se- ke PN adalah pelang- (subsidir) dari garnya sendiri, terragam atau pun pada mengamkadang orang tuanya b i l k u r u n g a n yang sudah meyang menghadiri silepas seragampenjara selama dang. Mungkin karena tiga hari. “Kalau nya,” ujar Heri memang melanggar, Kurniawan, salah saya terapkan jadi takut untuk meng- U U y a n g s e s satu hakim PN hadap sendiri.” Pamekasan pada uai dengan perKabar Madura aturan negara, HERI KURNIAWAN Kamis (14/2) kesecara otomatis Hakim PN Pamekasan marin. masyarakat PaKalangan muda mekasan banyak khususnya pelajar yang yang tidak akan sanggup mendominasi pelanggaran membayar, contohnya bagi pengendara mencapai 75 yang tidak memiliki SIM, persen di Pamekasan. Hal harus membayar denda ini merupakan tilang yang yang mencapai 1 juta, keberada di lingkungan kota mungkinan banyak yang dan di tempat lainnya. memilih kurungan dari “Minggu ini memang men- pada harus bayar 1 juta,” galami penurunan, karena katanyam. beberapa hari terakhir petuTapi pihak PN lebih megas banyak yang menga- ringankan para pelanggar wal pengamanan aksi demo, dengan tidak menafikan efek mungkin itu yang membuat jera yang akan ditimbulkan menurunnya data tilang, dan oleh pelanggar, sebab tetap mungkin pelanggar di jalan tegas dalam penangananmasih banyak yang tidak nya. (ong/zis)

KM/DOK

MEMBELUDAK: Suasana sidang pelanggar lalu lintas di PN Pamekasan


JUMAT

5

15 Februari 2013

DBD Terus Menyerang Salahkan Siklus, Minim Alat Fogging

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

DIRATAKAN: Seorang petani ikan sedang membalikkan ikan untuk dikeringkan sebelum dipilah-pilah.

Panen Ikan Teri saat Harga Anjlok

KOTA-Musim panen ikan teri rupanya tidak membawa keuntungan bagi masyarakat petani ikan teri di desa Kapaidi. Melimpahnya stok ikan teri justru berbarengan dengan turunnya harga yang cukup drastis. Suhaima, 50, warga Desa Kapaidi, mengaku pendapatannya kali ini menurun lantaran harga ikan teri anjlok. Harga ikan teri kecil yang biasanya mencapai Rp 33 ribu per kilogramnya,

sekarang turun menjadi Rp 30 ribu. Yang cukup ekstrim adalah harga ikan teri besar, dari yang semula Rp 27 ribu menjadi Rp 12 ribu perkilogramnya. ”Yang kecil ini, dulunya Rp 33 ribu, sekarang hanya Rp 30 ribu sementara yang besar, dari Rp 27 ribu turun menjadi Rp 12 ribu. Ikan yang besar ini yang turunnya cukup jauh,” ungkap Suhaima dengan menggunakan bahasa Madura.

Lebih lanjut, Suhaiman menjelaskan turunnya harga tersebut lantaran petani ikan saat ini sedang musim panen. Limpahan ikan ke pasaran menjadi penyebab timbulnya harga ikan teri tersebut turun. Para petani tidak bisa berbuat banyak ketika ikan-ikannya laku tidak sesuai dengan jerih payah mereka saat memprosesnya menjadi hingga kering. ”Mau bagaimana lagi, kalau

memang sudah mau dibeli dengan harga segitu. Saya kan gak mungkin menjual semua ini langsung di pasaran. Saya jualnya ke pengusaha. Daripada tidak laku dan gak dapat uang ya lebih baik saya jual. Sudah gak peduli harga, yang penting ada uang, meskipun jika dihitung dengan kerjanya itu gak cukup,” keluh Suhaima sambil menatar ikan-ikannya agar cepat mengering. (aqu/zis)

KM/DOK

DIRAGUKAN: Salah seorang pengurus masjid jamik menunjukkan prasasti. Tampak makam yang diperkirakan kuburan istri Sultan Abdurrahman atau istri dari Pangeran Antakusuma yang sedang diperbaiki.

Penemuan Nisan Dipertanyakan

KOTA-Terungkapnya batu nisan oleh pengurus Masjid Jamik Sumenep yang diduga istri Pangeran Abdurrahman atau istri Asiruddin(Pangeran Antakusuma) diragukan oleh sejarawan Sumenep Tadjul Arifin R. Penemuan itu tidak pernah ada dalam buku sejarah Sumenep. ” Tentang kuburan baru yang ada di congkop masjid jamik Sumenep bagian utara, kebenarannya sangat tipis. Karena saya tidak pernah melihat di buku apapun, di cerita Sumenep, buku babad Sumenep dan lain sebagiannya tidak ada penjelasan kalau di sana itu ada kuburan permaisuri seorang raja” ungkap pria yang tetap menekuni sejarah Sumenep ini, Kamis (14/2). Tadjul Arifin menilai tidak etis jika hal itu hanya untuk mengada-ada sejarah, kalau memang ada kuburan, lanjutnya, jangan langsung dipugar, namun harus sepengatuan pemerintah dan selanjutnya ke purbakalaan. ” Nanti pihak purbakala akan men-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

datangkan ahli arkeolog atau ahli situs sejarah, di sana akan dilihat berapa kepanjangan kuburan, ketinggian dan motifnya seperti apa dan keberadaan batunya akan dibawa ke laboratorium, baru akan ditemukan tahunnya, kalau sudah dibangun begitu kan mengadaada namanya” ungkap Tadjul. Ahli sejarah Sumenep itu juga mempertanyakan, prasasti yang dijadikan dasar sebagai petunjuk bahwa dalam lingkup masjid Jamik Sumenep terdapat makam nisan istri raja yang disinyalir isteri Sultan Abdurrahman atau istreri Pangeran Antakusuma. ” Prasasti itu tidak ditulis dengan kertas, selayaknya ditulis pada Batu, minimal kalau masih berumur masih muda 100 sampai 200 tahun itu ditulis di kayu,” urainya. Dia juga mengaku tahu makna prasasti yang ada di masjid jamik dan yang ada di Asta Tinggi sebagai salah satu ikon situs sejarah kota Sumenep. ”Jangan-jangan tidak ada

mayatnya di dalam,” tambahnya. Karena congkop masjid Jamik, menurut budayawan itu, bukan tempat kuburan, berbeda dengan congkop yang lain. Namun Tadjul menegaskan, congkop tersebut merupakan tempat penjaga. ”Seperti congkop yang ada di sebelah barat museum,” kata Tadjul. Pria yang mengaku sangat peduli terhadap sejarah Sumenep ini menyarankan agar melirik situs sejarah lain yang selama ini tidak pernah dilirik termasuk oleh pemerintah. ”Seperti kuburan Yudonegoro tidak terurus, tepatnya di sebelah timurnya masjid Sokambang, kemudian di desa Sindir ada sesepuhnya Bintere Saod, kenapa tidak dibiarkan, apa yang dipilih pemkab, proyek? ” pungkasnya menyindir. Sebelumnya, Wakil Ketua III Masjid Jamik Sumenep, Fredi Hartono mengakatakan, di Masjid Jamik Sumenep ternyata ditemukan situs sejarah yang berkaitan erat dengan salah satu raja

Sumenep. Penemuan tersebut adalah adanya makam yang diduga kuat istri salah satu raja Sumenep. Istri Abdurrahman atau istri Asiruddin (Pangeran Antakusuma). Namun pihak takmir masjid belum memastikan penemuan itu, apakah istri Sultan Abdurrahman atau Pangeran Antakusuma. Pria itu juga tidak bisa menyebut nama orang yang ada dalam makam sebelum meminta bantuan pada ahli purbakalaan. Lebih lanjut, Fredi Hartono menyampaikan, penemuan itu diketahui setelah pengurus takmir Masjid Jamik Sumenep minta tolong terhadap seorang mahasiswa yang menekuni sastra bahasa arab di Jogjakarta, kemudian berhasil menafsirkan salah satu prasasti yang terletak pada pintu masuk sebelah selatan masjid jamik pada Maret tahun lalu. Prasasti itu menunjukkan bahwa dalam lingkup masjid jamik ada salah satu nisan istri Raja Sumenep. (rei/zis)

KOTA-Demam Berdarah Dengue (DBD) belakangan menjadi penyakit yang menghantui warga Sumenep. Sebab, DBD hingga kini menyerang warga Sumenep, terutamanya anak-anak. DBD, selain dianggap bagian dari siklus 5 tahunan, di sejumlah wilayah Sumenep, juga disebabkan minimnya alat fogging di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, yang hanya memiliki 5 alat fogging sedangkan di Puskesmas daratan tidak ada sama sekali. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumenep, pada bulan Januari, penderita DBD mencapai 349 orang dan 2 orang meninggal dunia. Sedangkan bulan Februari mencapai 20 penderita (hingga tanggal 8 Februari). Ratusan penderita DBD itu berada hanya di kecamatan daratan, sedangkan di kecamatan kepulauan yang mencapai 9 kecamatan kepulauan tidak ada. Plt Kepala Dinkes Sumenep, dr. Anugrah Rizka Rahadi mengatakan, tingginya angka penderita DBD di Sumenep tidak terlepas dari siklus 5 tahunan. Selain itu, bisa pula disebabkan minimnya alat fogging (pengasapan) untuk daerah kecamatan daratan. Sebab, Dinkes sendiri hanya memiliki 5 alat fogging. ”Puskesmas di daratan tidak ada sama sekali, sedangkan alat fogging di Puskesmas kepulauan tersebar 7 unit alat foging. 5 unit alat fogging yang ada di dinkes itu untuk daratan, bukan setiap puskesmas ada seperti di kepulauan,” ujar dr. Anugrah Rizka Rahadi kepada Kabar Madura, Kamis (14/2). Kendati alat pengasapan masih minim, tapi tidak membuat Dinkes kecil hati dalam melakukan fogging. Dr Anugrah mengaku melakukan fogging di dua titik setiap harinya. Dua titik tersebut dikonsentrasikan terutama bagi wilayah yang dinyatakan terdapat warga yang positif menderita DBD. ”Pada radius 100 meter di lingkungan rumah warga yang positif DBD kami lakukan fogging guna membunuh nyamuk yang menimbulkan penyakit DBD. Itu kami lakukan setiap hari di dua titik tertentu,” ujarnya. Lebih jauh dia menjelaskan, untuk menambah alat fogging tersebut, pihaknya

KM / BUSRI THAHA

dr. ANUGRAH RIZKA RAHADI Plt Kepala Dinkes Sumenep

telah berupaya untuk menganggarkan alat fogging di PAK mendatang. Diakuinya, usaha tersebut telah disampaikan pada Komisi D DPRD dan mendapatkan tanggapan serius dari wakil rakyat. Harapannya, nanti akan ada alat fogging pada setiap Puskesmas baik daratan maupun di kepulauan. ”Selama ini di daratan hanya ada 5 alat foging dan itu ada di Dinkes. Sedangkan di Puskesmas sama sekali tidak ada. Mungkin di PAK nanti bisa dianggarkan, karena di APBD 2013 ini tidak dianggarkan untuk alat fogging itu,” terangnya. Menurutnya, sekian banyak penderita penyakit DBD itu terjadi di 17 kecamatan daratan dan tersebar pada 68 desa. Banyaknya penderita DBD di Sumenep, dibuktikan oleh jumlah penderita DBD yang dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Moh Anwar Sumenep. Setiap hari pasti ada penderita yang masuk, bahkan mereka harus antri untuk mendapatkan tempat perawatan medis. Untuk memusnahkan bibit penyakit DBD yang menyebar melalui nyamuk itu, pihaknya telah mengirim surat kepada semua Puskesmas agar meningkatkan pemberantasan saran nyamuk (PSN). Modelnya, bisal dilaksanakan dengan cara apapun yang sekiranya bisa menekan bibit nyamuk yang menimbulkan penyakit DBD. ”Fogging sangat penting. Tetapi, Selain fogging, yang paling ampuh dalam memberantas penyakit DBD itu dengan cara 3 D plus, yaitu menutup, menguras dan mengubur serta menabur serbuk abati. Selain petugas yang melakukan hal itu, masyarakat pun harus melakukan hal itu sehingga nyamuk tidak bersarang di rumah-rumah dan berbahaya,” pungkasnya. (bus/zis)


6

JUMAT

15 Februari 2013

Kholilurrahman Menghitung Hari Sambungan dari hal 1

Untuk itu, karena surat tersebut sudah masuk ke Pimpinan DPRD Pamekasan, maka pihak dewan akan segera menggelar sidang paripurna. Sebagai tindak lanjut dari sidang tersebut, nantinya akan mengirimkan surat ke Menteri Dalam Negeri guna mengajukan permohonan pemberhentian Bupati Kholilurrahman. “Selain itu, juga agar segera melakukan pelantikan atas bupati dan wakil bupati terpilih, Achmad Syafii-Halil Asy’ari (ASRI),” ungkapnya. Ditambahkan, Bupati Kholilurrahman dilantik pada tanggal 21 April lima tahun lalu. Sehingga, secara otomatis, pelantikan ASRI bakal dilangsungkan pada tanggal yang dikenal sebagai Hari

Kartini tersebut. Dan kebetulan, jatuh pada hari Minggu yang notabene pemerintahan libur. Tepat waktunya pelantikan ini, didukung penuh oleh Ketua KPU Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad, selaku pemegang kebijakan di Pamekasan. “Itu menurut hemat saya lebih baik, biar tidak perlu menunda waktu sesuai yang direncanakan dan biar tidak usah repot-repot Gubernur mengangkat Plt Bupati. Dan bagi undangan yang kebetulan PNS tidak perlu buru-buru harus segera ke kantor setelah pelaksanaan pelantikan selesai,” terangnya, sembari menambahkan bahwa kepala-kepala SKPD dipastikan untuk diundang. Sementara itu, anggaran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan terpilih

disebut mencapai Rp 490 juta. Anggaran itu akan dihabiskan dalam satu hari kegiatan. Ini tentu untuk membiayai banyak kebutuhan, mulai konsumsi, publikasi, pengamanan dari unsur kepolisian dan lainnya. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan Salah Syamlan menegaskan, anggaran itu sudah berdasarkan hitunghitungan kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan. Ditambahkan pria yang juga merangkap Plt Kabag Humas dan Protokol ini, di Pamekasan, penanggungjawab pelantikan diserahkan ke Bagian Umum. Adapun acara persidangannya akan dibiayai Sekretariat Dewan. Hal ini berbeda dengan daerah lainnya terkait biaya pelantikan, seperti di

Disdik Belum Sosialisasi Sambungan dari hal 1

Sejak awal, para guru dan kepala sekolah mendesak agar rancangan model pendidikan baru itu disosialisasikan terlebih dahulu. Ini tentu hal yang wajar, melihat ada kekhawatiran para tenaga pengajar akan gagap saat mempraktikkan di lapangan. Ahmad Masuni, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep mengaku, pihaknya belum melakukan sosialisasi rancangan kurikulum baru ke berbagai lembaga yang ada di Sumenep. Pihaknya tidak melakukan hal yang ditunggu-tunggu praktisi pendidikan di bawah karena belum mendapatkan petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ”Terkait sosialisasi kurikulum baru, kami belum menerima petunjuk dari pusat terkait dengan MoU pelaksanaan, mungkin nanti dipanggil,” tandas Ahmad Masuni kepada Kabar Madura, Kamis (14/2). Ahmad Masuni menjelaskan, bahwa tempat sosial-

isasi tidak akan dilakukan pada semua sekolah yang ada di Sumenep, akan tetapi dia menegaskan, sosialisasi kurikulum yang masih kontroversi hingga saat ini hanya dilakukan di tempattempat tertentu. ”Sesuai dengan Juknis nanti, ada beberapa sekolah yang akan dijadikan tempat sosialisasi kurikulum baru itu,” tuturnya lebih lanjut. Dia juga menambahkan, tim sosialisasi kurikulum baru yang akan turun ke sekolah yang ada di daerah di tentukan dari pemerintah pusat, sebab kurikulum baru mengalami banyak perubahan yang signifikan. ”Murid lama di sekolah, karena kalau lama di luar lingkungan sekolah takut terganggu godaan yang negatif,” terangnya. Untuk Kabupaten Sumenep, sekolah yang akan ditempati belum dibeberkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Ahmad menyampaikan akan mengecek dulu data tersebut. Sementara itu, sejumlah guru yang ada di lembaga pendidikan sudah lama ber-

harap agar sosialisasi kurikulum tersebut segera dilakukan. Nawawi, selaku pemerhati pendidikan mengatakan, selama ini belum ada perubahan. ”Tetap sesuai dengan keinginan pemerintah daripada suara masyarakat dari bawah,” tuturnya. Penerapan kurikulum baru, rencananya akan dimulai pada Juli mendatang. Informasi dari pihak Kemendikbud, sekolah yang akan menerapkannya akan dipilih secara proporsional di setiap daerah. Di semua jenjang pendidikan, baru 30 persen sekolah yang akan menerapkan kurikulum baru itu. Di jenjang sekolah dasar, kurikulum baru akan diterapkan di 44.609 sekolah dari total 148.361 SD yang ada. Adapun di SMP 36.434 sekolah dengan jumlah siswa kelas VII sebanyak 3.250.717 siswa. Untuk jenjang SMA, ada 11.535 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1.420.933 siswa dan 9.875 SMK dengan 1.131.549 siswa kelas X yang akan menerapkan kurikulum baru. (rei/h4d)

Sape Kerap Naik Peringkat Sambungan dari hal 1

Adalah Osas Marvelous Ikpefua Saha yang menjadi pahlawan kemenangan P-MU kemarin sore di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Sempat puasa gol selam empat bulan lebih, akhirnya Osas Saha –panggilnya, bangkit dari keterpurukan. Pemain bernomor punggung 10 itu memborong dua gol kemenangan P-MU. Gol pertamanya merupakan penyeimbang, dicetaknya pada menit ke 37. Gol melalui sundulan kepala dari sudut sempit ini setelah dirinya menerima umpan lambung yang matang dari Zaenal Arif. Sodokannya bisa memperdaya penjaga gawang Persiram, Jendry Pitoy. Memecahkan kebuntuan tak cetak gol selama empat bulan, menjadikan Osas seakan tak bisa menerima kenyataan. Tak heran, usai mencetak gola dirinya langsung berlari ke luar lapangan untuk kemudian bersimpuh dan mengangkat tinggi-tinggi kedua tangannya. Air matanya pun menetes tanda bahagia. Sebelumnya, sejak pluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Zaenal Arif dan kawan-kawan langsung melakukan serangan terbuka terhadap tamunya. Menitmenit awal, Kristian Adelmund langsung beraksi merangsek ke jantung pertahanan Persiram Raja Ampat. Sayangnya, upaya untuk membobol gawang Jendri Pitoy selalu membentur tembok kokoh barisan belakang Persiram yang dikomandani oleh Emere. Tak berselang lama, berbagai upaya serangan terus dibangun oleh Laskar Sape Kerap. Sayangnya, kendati

terus memborbardir dengan berbagai tendangan keras, selalu saja Jendri Pitoy dapat mengamankan gawangnya. Paling dramatis terjadi pada menit ke-8. Upaya serangan yang dibangun melalui sayap kiri berjalan dengan apik. Rossy Noprihanis yang memiliki sodokan keras mencoba peruntungan dengan melakukan shooting. Sayangnya, bola berhasil ditepis oleh Jendry Pitoy. Kerasnya tendangan Rossy membuat bola muntah. Sayangnya, drama di kotak penalti tersebut tak membuahkan gol. Kendati secara bergantian, Busari dan Zaenal Arif mencoba mencocornya. Yang terjadi justru pada menit ke 12, serangan balik yang dibangun James Koko Lomel memaksa barisan belakang P-MU yang dikawal Fachruddin Wahyu Aryanto harus kocar-kacir. Tak tenang dalam menjaga pergerakan pemain Persiram, akhirnya Darios Ayyoubi mampu memperdaya Galih Firmansyah dengan sundulan kepalanya. Skor 1-0 untuk keunggulan Persiram. Tertinggal 0-1 bukanlah kiamat. Justru yang terjadi serangan P-MU makin terbuka. Sementara lawan yang sedang unggul satu gol mencoba mengubah taktik permainan dengan mulai menerapkan marking zona. Tak heran, drama di kotak penalti kembali tersaji pada menit ke 18, menit ke 22 dan terakhir menit ke 37 yang berhasil disudahi oleh Osas Saha dengan sunduan mautnya, untuk kemudian merubah kedudukan menjadi 1-1. Mampu memecah kebuntuan dan bisa menyamakan kedudukan, upaya untuk ter-

us membombardir pertahanan Persiram terus dilakukan Ali Khadafi dan rekan setim lainnya. Namun hingga turun minum, kedudukan masih 1-1. Di babak kedua, tak banyak pergantian pemain dari kedua kubu. Yang terjadi justru permainan terbuka terus digalang kedua tim. Sayangnya, mental pemain Persiram yang mulai drop setelah menerima kenyataan tak bisa unggul pada babak pertama menjadikan Persiram sebagai bulan-bulanan P-MU. Berbagai serangan ke jantung pertahanan tim berjuluk Laskar Bahari terus digalang Zaenal Arif dan kawan-kawan. Silih berganti, Rossy Noprihanis, Kristian Adelmund, Busari dan Osas Saha melakukan percobaan shooting on goal. Sayangnya, baru menit ke 51 melalui umpan dari Rossy Noprihanis yang kemudian di-dribling Osas menuju titik favorit shotingnya. Upayanya melewati tiga pemain belakang Persiram berhasil, dan kemudian sepakan terukurnya berhasil memperdayai Jendri Pitoy. Kembali Osas mencatatkan namanya di papan skor, dan merubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan P-MU. Sebenarnya, tim tamu juga memiliki sejumlah peluang emas. Tercatat dua kali bola yang sudah mengarah ke mulut gawang Galih Firmansyah terselamatkan mistar dan tiang gawang. Belum lagi sejumlah sepakan penggawa persiram yang sedikit melenceng di samping kanan-kiri dan atas gawang P-MU. Sehingga, skor 2-1 tersebut terus bertahan hingga pluit akhir dibunyikan. (bri/ed)

Bangkalan yang ditangani langsung Sekretariat DPRD. “Saya tidak tahu berapa anggaran yang ada di Sekretariat DPRD Pamekasan. Hanya saja, untuk acara sidang paripurna pelantikan bupati terpilih dan pelepasan mantan bupati, semuanya dipasrahkan ke Sekretariat DPRD,” katanya. Mengingat jadwal pelantikan masih belum ada kepastian dari DPRD Pamekasan, kata Salah, maka pembentukan panitia masih belum dilaksanakan. Hanya saja, draf kepanitian semuanya sudah diketik dan tinggal memaparkan kepada Plt Sekda Herman Kusnadi. Hanya saja, nominal dana pelantikan mendapat kritik dari kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Khairul Kalam menilai anggaran

sebesar Rp 490 juta tersebut terlalu besar. Sebenarnya pelantikan tersebut cukup dengan biaya 250 hingga 300 juta saja. “Pelantikan bukan untuk hura-hura, yang terpenting esensi dan kehikmatan yang didapat dari acara tersebut. Walaupun acara tersebut adalah acara kenegaraan, akan tetapi anggaran tersebut harus ditekan jangan sampai sebesar Rp 490 juta. Paling tidak maksimal Rp 250-300 juta, saya kira sudah cukup,” tukasnya pada Kabar Madura, Kamis (14/2). Disisi lain, Khairul mengungkapkan, angka itu wajar untuk lingkup Pamekasan. Meskipun biaya tersebut sudah dipersiapkan sebelum pemilukada, sebab APBD sudah mempersiapkan setiap lima tahun sekali, untuk

biaya pelantikan dan biaya pemilihan. “Akan tetapi angka tersebut terlalu fantastis untuk acara pelantikan yang akan dilaksanakan. Selain itu, memang ada cadangan anggaran untuk pelantikan, saya harap anggaran tersebut dikurangi. Memang budgetnya sekitar Rp 400 jutaan, namun biaya itu bisa dikurangi,” imbuhnya. Memang, biaya pengamanan juga jadi pertimbangan dan alasan, serta biaya lainnya untuk anggaran tersebut, “Pamekasan saat ini sudah kondusif sehingga pengamanan tidak perlu berlebihan sehingga menghabiskan biaya yang besar, saya kira jangan berlebihan lah,” katanya. Hal serupa juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan K. Dju-

Teror Bom Ikan Gegerkan Warga Pragaan Sambungan dari hal 1

Serangan bondet tersebut diduga kuat ada kaitannya dengan usaha Ahmad Rifki yang akan membongkar beberapa kasus yang terjadi di desanya. Sebab, sebelum peristiwa itu terjadi, Rifki mengaku telah menerima ancaman melalui telepon tentang tindakannya yang akan mengusut tuntas beberapa kasus yang terjadi di desanya. ”Sebelumnya saya sudah menerima ancaman melalui telepon. Karena hari ini (Kemarin, red) rencananya saya sendiri akan menindaklanjuti kasus yang saya dampingi ke dinas terkait. Nah, mungkin karena kalau kasus terungkap akan juga merembet ke desa yang lain, mereka merasa terancam dan melakukan hal ini,” ujar Rifki, Kamis (14/2).

Berdasarkan keterangan Rifki, kejadian tersebut bermula saat dirinya berada di rumah tetangga. Sekitar 23.00 WIB, tiba-tiba terdengar ledakan dan percikan api di belakang dapur mereka. Salah satu anggora keluarga korban yang masih berusia 9 tahun hampir terkena lemparan bondet tersebut yang saat itu sedang berada di Musholla yang berdempetan dengan dapur. ”Untung Komariah tidak dikena ledakan bondet itu. Karena dia yang pada saat kejadiaan ada di Mushalla ini. Sementara adiknya yang kecil berada di dalam rumah. Alhamdulillah kejadian tadi malam itu tidak sampai memakan korban. Hanya nenek saya syok. Mungkin sangat kaget ketika mendengar ledakan dahsyat itu,” akunya. Di lain pihak, Kepala Dusun Topoar Karduluk M.

Rasit mengaku, belum bisa memastikan modus dari kejadian tersebut. Dia mengatakan hingga saat ini masih menyelidiki lebih lanjut terkait dengan lemparan bondet yang disertai usaha pembakaran rumah warganya. Bukti-bukti kejadian perkara sudah dibawa oleh ke pihak kepolisian sejak kemarin malam. ”Bensinnya habis tinggal tempatnya saja. Informasi sementara pelakunya ada 4 orang Menggunakan topeng ala ninja. Mereka menggunakan 2 sepeda motor. Kami di sini masih menyelidiki, apakah ada musuh-musuh pribadi yang punya rumah, atau mungkin ada incaran lain. Sampai saat ini kami belum bisa tentukan apa penyebabnya,” jelas Rasit. Menurut Rasyid, tidak hanya bagian belakang rumah Rifki yang terkena lemparan

bondet. Namun diduga ada upaya membakar bagian dapur. Terbukti tumpukan kayu-kayu di dapur sempat dibakar pelaku. Beruntung keburu ketahuan warga, sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan rumah. “Ada botol air mineral bekas bensin yang diduga digunakan untuk membakar tumpukan kayu di dapur. Botol itu sudah dibawa polisi, berikut sisa bondet dibawah pohon yang dilemparkan pelaku,” ungkapnya. Kepala Bagian Operasional Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut, mulai warga sekitar hingga pemilik rumah. “Yang jelas kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Beberapa barang bukti sudah diamankan di Polsek Pragaan,” singkatnya. (aqu/h4d)

atau paling kanan terpatri sebuah tulisan arab dan carakan. Sayangnya dari 12 makam tersebut hanya satu makam yang diketahui pemiliknya, yakni makam dari Panembahan Balinge yang diberi penutup putih. Sementara 11 makam yang lain masih belum terlacak dengan jelas. “Yang kami ketahui hanya makam Panembahan Belinge saja,” ungkap H. Moh Nur Juru Kunci Asta Belinge melalui wakilnya Sujek, 40. Yang unik dari Asta Belinge adalah terdapat sebuah gua yang pintu masuknya berada 500 meter arah timur asta. Namun didalamnya terdapat sebuah kolam yang berasal dari air bawah tanah dan tepat berada di bawah makam utama Asta Belinge. Sebagian warga percaya dipilihnya lokasi tersebut sebagai asta ada kaitanya dengan gua tersebut. “Dibawah asta

ada kolam air, kalau mau masuk lewat gua disana,” ungkap Sujek. Jika biasanya keluarga disemayamkan di satu lokasi, namun di Pulau Sapudi Makam Adipoday lokasinya cukup jauh dengan makam sang ayah, kurang lebih 4 km arah selatan Asta Belinge. Dan berada diatas perbukitan Dusun Nyamplong, Desa Nyamplong. Asta/kompleks pemakaman Adi Sepuh Dewe (Adipoday). Tidak jauh berbeda dengan Asta Belinge makam terdapat cungkub utama yaitu ghunongan yang terbuat dari kayu dengan pahatan tangan yang cukup indah. Namun tidak tampak ornamen Islam di setiap ukiran nisan di 13 makam yang ada. Dari 13 makam yang ada disana hanya 2 makam yang diketahui merupakan makam dari Adipoday dan Potre Koneng, ibu dari Joko

Tole. Sementara sisanya hampir sama dengan makam di Asta Belinge tidak dapat terlacak. Menurut pengakuan juru kunci makam pihaknya sudah meminta berkali-kali dinas terkait untuk bisa melakukan penelitian lebih lanjut agar tabir siapa saja yang dikuburkan disana dapat diungkap. Namun sampai saat ini belum ada respon dari pihak terkait. “Kami sudah berkali-kali menyurati dinas untuk mengetahui siapa saja yang dimakamkan disana,” ungkap Abdul Safi (35), Juru Kunci Asta Nyamplong. Tak berbeda dengan Asta Belinge, Asta Nyamplong pun sangat ramai dikunjungi setiap malam Jumat, terutama malam Jumat manis. Pengunjung tidak saja dari Pulau Sapudi atau Madura, tapi juga dari berbagai daerah seperti Situbondo, Bondowoso dan Jember. (h4d)

Atmosfer Sakral Merebak di Asta Belinge dan Asta Nyamplong Sambungan dari hal 1

Berdasarkan catatan sejarah yang ada Asta Belinge sudah berdiri sejak tahun 822 Hijriyah. Dan merupakan tempat disemayamkannya Panembahan Belinge yang memiliki nama asli Wirokromo. Ayahanda dari Adipoday tersebut juga dikenal masyarakat luas sebagai penyebar Islam di pulau tersebut. Mengunjungi lokasi ini, atmosfir sakral langsung terasa. Dalam asta Belinge terdapat 12 makam utama yang berada dalam cungkub dan terletak di bagian paling utara dari kompleks makam. Semua nisan makam terbuat dari kayu jati yang dipahat tangan dengan sangat halus. Ornamen Islam tampak terukir di nisan makam tersebut. Sejumlah nisan makam memiliki ukiran bulan, bahkan ada salah satu makam yang terletak di bagian barat

RS Waru Tunggu Draft Pra Perda Sambungan dari hal 1

Perda tersebut sangat dibutuhkan untuk mengatur operasionalisasi rumah sakit. Prosesnya, Pemkab Pamekasan dalam hal ini Dinas Kesehatan akan membuat draft pra perda. Untuk selanjutnya, draft akan diserahkan kepada DPRD untuk disahkan menjadi perda. Ismail Bey, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan menyatakan, draft pra perda tersebut sudah selesai. Menurutnya, pihak pemkab telah menyerahkannya pada Dinkes dan sudah dikoreksi, meskipun ada sedikit yang perlu diperbaiki. Dan draft pra perda tersebut nanti akan diserahkan Kabag Organisasi Pemkab Pamekasan. “Setelah itu, baru akan diserahkan pada pihak dewan untuk diatur bersama

dan dibahas di sana terkait draft pra perda tersebut,” kata Ismail Bey, pada Kabar Madura, Kamis (14/2). Ismail menjelaskan, poinpoin dalam draft pra perda tersebut adalah mengatur tugas dan fungsi pokok rumah sakit, dan nanti akan dibahas di dewan sebagai tindak lanjut. Kemudian juga diatur tentang struktur organisasi rumah sakit tipe D sebagai tindak lanjut setelah pembahasan draft pra perda. “Setelah adanya perda yang mengatur rumah sakit tersebut, setelah itu akan ditindak lanjuti dengan Perbup (peraturan bupati), terkait pejabat yang masuk dalam struktur rumah sakit. Kemudian baru izin operasional rumah sakit,” terangnya. Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Pamekasan Suli Faris

mengatakan, rumah sakit di Kecamatan Waru tersebut sudah dinyatakan selesai secara fisik dan peralatannya pun sudah ada yang bisa digunakan. “Hanya saja belum maksimal karena masih menunggu perda yang akan mengatur unit pelayanan rumah sakit tersebut,” ujar Suli Faris, Kamis (14/2). Suli menandaskan perda akan mengatur berbagai hal. Mulai dari standart pelayanan rumah sakit, retribusi untuk setiap jenis pelayanan medis dan tenaga medis. “DPRD secara kelembagaan punya hak untuk mengajukan rancangan perda, karena ini adalah persoalan rumah sakit. Akan tetapi pihak kami tidak begitu paham terhadap istilah medis, serta terkait sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” imbuh politisi PBB ini.

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

haini. Ia mengatakan, seharusnya biaya pelantikan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan, dengan tanpa menafikan meminimalisir biaya. “Intinya harus disesaikanlah dengan kebutuhan, kalau memang biayanya sudah Rp 490 juta, saya kira tidak apaapa, akan tetapi perlu dikaji ulang agar biaya tersebut tidak sampai sebesar itu. Kewajaran akan lebih baik,” ujar K. Djuhaini, pada Kabar Madura, Kamis (14/2). Djuhaini juga menjelaskan, berapa pun biayanya dalam pelantikan tersebut, apalagi sampai menghabiskan anggaran Rp 490 juta, pihak dewan akan mempertanyakan penggunaan anggaran tersebut, digunakan untuk apa saja anggaran itu. (anm/ong/h4d)

Dengan demikian, lanjut Suli Faris, maka pihaknya secara sepenuhnya memasrahkan panjang tangan dari eksekutif. Sedangkan rancangan tersebut belum masuk kepada pihaknya. “Kecuali masuk pada pimpinan dewan, saya kurang tahu. Namun yang jelas, pada komisi kami belum masuk draft pra perda tersebut,” tandasnya. Rumah sakit di Waru ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 8 miliar yang diperoleh dari DBHCHT (Dana bagi hasil cukai hasil tembakau). Sejauh ini, beberapa fasilitas dan pelayanan kesehatan telah dinyatakan siap, seperti rawat medis, rawat jalan, ruang operasi, ruang manajemen termasuk radiologi, serta ruang pemeriksaan untuk pasien. (ong/h4d)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


JUMAT

7

15 Februari 2013

Indonesia Butuh Pemimpin Yang Jujur Dan Adil

TERIMA kasih PMU atas kado valentinex buat suporter Madura, semoga kdepanx tambah jaya n bsa dpat poin d kandang lawan. TReTaN RETENTIM, +62818345465 YES. . .YES. . .YES. .P-MU menang lagi.aku salut dgn osas saha.kamu emang haus gol.ketika kamu menyumbangkan satu gol pasti kamu ketagihan lagi.haus gol. . .haus gol. . .haus gol. . .dan haus gol.dan kamu sudah membuktikan kpd masyarakat madura bahwa kamu pasti bisa.tapi p-mu jgan jago dikandang sendiri dikandangnya lawan harus jago juga.dan nanti tgl 19 dan 23 februari kamu tour kalimantan melawan BARITO PUTRA DAN PERSIBA BALIKPAPAN. dan jangan anggap enteng karna pertandingan masih lama. dan kami selaku gank brakos kowel selalu mendukungmu. abdy brakos in the gank Brákø’S, +6287750672767 TERIMAKASIH P-MU. Kamu telah buktikan mainmu kepada publik Madura, pertahankan mainmu, dan tambahkan mainmu. Fendi Lanyala, +6281939323687 BANGKITLAH Maduraku. PMU menang lagi, kalahkan Persiram... SGB bergemuruh. Go... . g0... g0.!! Vha_Ried Taretan Lanyala, +6287750418544 KABAR madura yang sejati, ayo bangkitkan expresimu dengan gaya hidup yang lebih berwarna. Dunia akan terharu membaca tetes penamu. Ay0 bangkit! !fan Hanaf! Setia Talaga Biru, +6287897778439

ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

ILMU, jujur, akhlak dan amanah merupakan empat serangkai yang tidak bias dipisahkan dalam manajemen kepemimpinan yang baik dan sempurna. Seorang pemimpin bias dikatakan professional bila menjalankan empat aspek diatas. Karena jika tidak ada yang dilaksanakan dari poin-poin diatas, maka pada kepemimpinan yang dijalani pasti akan pincang. Kemudian ketika sudah pincang secara otomatis kepemimpinana yang dialami pasti tidak akan berjalan harmonis. Semua itu bias dibuktikan dengn polemic yang terjadi di Negara kita. Tidak bias dipungkiri bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi yang notabene berfilosofi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Semboyan tersebut seakan tidak pernah padam di benak orang pribumi. Namun orang yang mengendalikan roda pemerintahan tidak jujur dan amanah, maka semboyan yang melekat dalam diri system

mendapatkan kepuasan pribadi, ketika kepuasan pribadi yang dicari maka pasti ada yang dirugikan. Imbas dari kerugian tersebut adalah masyarakat banyak yang tidak percaya dengan eksistensi dan kinerja pemerintahan secara keseluruhan, padahal yang merusak hanya sebagian saja. Ini adalah barometer dan tugas kita selaku estafet, bangaimana kita bias meniti dan mampu menata masa depan bangsa menjadi lebih baik. Dewasa ini Indonesia sudah banyak mencetak para intelektual dan cendikiawan dari berbagai kalangan , dimana jelas secara disiplin ilmu tidak perlu diragukanlagi. Namun yang lebih diutamakan adalah Indonesia butuh pemimpin yang professional dengan mengedepankan sifat jujur dan amanah yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. *) penulis adalah : Santri Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Aengbajraja Bluto Sumenep Madura

Pertaruhan Politik PKS LAGI-LAGI korupsi. Dunia politik kita tak pernah bersih dari korupsi. Setelah awal Desember yang lalu KPK menetapkan Andi Mallarangeng dari Partai Demokrat sebagai tersangka kasus korupsi proyek Hambalang, barubaru ini KPK menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq dari Patai Keadilan Sejahterah (PKS) sebagai tersangka kasus korupsi impor daging sapi. Ditangkapnya Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK sontak mengagetkan masyarakat. Karena selama ini PKS dinilai sebagai partai yang bersih dari korupsi. Bahkan orang-orang PKS sering bermanuver mengkritik partai lain, karena kasus korupsi yang banyak menjerat partai mereka. Tetapi sekarang kader PKS juga tersangkut kasus korupsi. Tidak main-main yang jadi tersangka adalah Presiden PKS, pucuk jabatan tertinggi di PKS. Jika di partai yang lain hanya jabatanjabatan biasa, atau paling tinggi Bendahara Umum, misalnya pada kasus korupsi Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Tetapi di PKS langsung Presidennya, atau jika di Partai Demokrat setara Ketua Umum. Sungguh hal tersbeut menjadi bencana luar biasa bagi PKS. PKS yang selama ini dikenal masyarakat sebagai partai berbasis Islam yang getol melawan korupsi. Seperti jargon mereka yang sering disampaikan di banyak kesempatan, “PKS Bersih, Peduli, dan Profesional”, tetapi sekarang nasib PKS juga sama seperti partai-partai yang lain. Bahkan lebih parah dari Partai Demokrat yang berideologi nasionalis. Karena yang tersangkut kasus korupsi adalah pucuk tertinggi di PKS, yakni Presiden. Apapun alasannya masyarakat akan mudah membangun opini miring dari kasus terbseut, kare-

na jika presidennya mestinya menjadi tasaja korupsi, apalagi hun pertaruhan partai yang di bawahnya. politik (Parpol) dalam Meskipun belum tentu meraup kepercayaan yang di bawah presmasyarakat untuk meiden PKS lebih parah milihnya pada Pemilu darinya. Tapi sebagai 2014 nanti. Sekarang figur besar di PKS, semua kader Parpol Luthfi Hasan Ishaaq, sedang berkerja keras merupakan represenmemperbaiki cita butasi dari kondisi partai ruk yang selama ini yang ada di dalamnya. mendera partainya. Oleh: Karena tidak mungkin Tetapi yang terjadi MASDURI seorang Luthfi Hasan pada PKS bukan perIshaaq akan dipilih baikan citra, melainsebagai Presiden PKS jika tidak kan kehancuran citra partai, karena diyakini memiliki integriras dan kader terbaiknya yang dipercaya kapabilitas yang tinggi. sebagai Presiden terjerat kasus Oleh sebab itu, ditetapkannya suap impor daging sapi. Ketika Luthfi Hasan Ishaaq sebagai yang lain sedang berburu pertersangka kasus suap daging sapi baikan citra, PKS malah terkena menjadi masalah besar bagi PKS. bencana besar. Kepercayaan masyarakat kepada Sebenarnya PKS lebih mudah partai yang Islamis ini sudah pasti mendapat kepercayaan dari mamenurun. Bahkan bukan hanya syarakat, karena selama ini PKS masyarakat umum, kader-kader dianggap sebagai partai Islam yang mereka di bawah atau simpatisan bersih. Sehingga bagi PKS tidak yang selama ini mendukung PKS sulit meraup kepercayaan dari maada kemungkinan akan keluar syarakat. Apalagi selama ini Partai karena sudah tidak percaya lagi Demokrat, yang notabene partai terhadap partai yang katanya Is- penguasa banyak kadernya yang lami itu. Selama ini banyak dari terlibat kasus korupsi. Sehingga mereka bergabung dengan PKS masyarakat banyak berubah pikikarena menilai PKS sebagai partai ran dan tidak percaya lagi pada Islam yang bersih dari kasus ko- Partai Demokrat. Nah, PKS menurupsi. Sehingga banyak masyara- rut penulis merupakan partai yang kat mendukungnya. Bahkan PKS selalu diperhatikan masyarakat, mendapat prolehan cukup besar, selain partainya bersih, berbasis 7,88 persen, pada Pemilu 2009 Islam, juga sering terlihat maketimbang partai-partai berbasis syarakat memperjuangkan hak-hak Islam lainnya seperti PAN (6,01 rakyat miskin, misalnya terlihat persen) PPP (5,32 persen), dan PKB jelas pada Sidang Paripurna DPR (4,94 persen). Dukungan ini tidak saat membahas rencana kenaikan lain karena PKS mendapat keper- harga BBM tahun lalu. Kader PKS cayaan dari masyarakat sebagai sangat tegas sekali menolak kenaipartai berbasis Islam yang bersih kan harga BMM. dari korupsi. Saat itu masyarakat sangat Tidak dapat dibayangkan kira- berharap sekali BBM tidak dinaikira seperti apa nanti perolehan kan, terbukti dengan banyaknya suara PKS pada Pemilu 2014 nanti. demonstrasi di berbagai daerah. Kemungkinan besar akan semakin PKS waktu itu benar-benar memmenurun, karena tahun 2013 ini perjuangkan suara masyarakat

yang berdemonstrasi tersebut. Sehingga masyarakat banyak memberikan simpati dan dukungan kepada PKS. Tetapi pacsa kasus korupsi yang menimpa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, PKS seperti dilanda bencana besar karena akan kehilangan kepercayaan yang selama ini diberikan masyarakat. Bukan hanya itu, PKS akan diklaim sebagai Parpol yang mencoreng nama baik Islam yang sejatinya mengajarkan nilai-nilai luhur dalam berpolitik. Fanatisme keislaman yang ditunjjukan kader PKS selama ini tak lebih dari sekedar kedok menutupi kebusukan partainya. Sebab dalam realitasnya tidak ada bedanya antara partai nasionalis dan partai agamis, semua sama-sama busuk. Langkah mundurnya Luthfi Hasan Ishaaq sebagai Presdien PKS pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi merupakan langkah bagus. Tetapi nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Masyarakat sudah tahu kebobrokan PKS. Tidak mudah mengembalikan kepercayaan masyarakat. Butuh kerja keras dan konsistensi yang tinggi. Maka kini tugas Presiden baru PKS, Anis Matta, sangat berat sekali. Mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam waktu yang sangat dekat ini menjelang Pilpres 2014 sangat sulit. Bahkan lebih parah lagi seperti kearifan lokal masyarakat Madura, sabu keccet akopeyan, somorra badha e dhaja /tao lecek sakalean, saomorra ta’ eparcaja (sawo kecik berbotol-botol, ada sumur sebelah utara /pernah berdusta satu kali, seumur hidup tak dipercaya).

PENOLONG

sejumlah percintaan penuh asmara bila tak sanggup menampung kemelut luka kehidupan airmata adalah penolong setia

SURAT DARI WAKTU

Bila tak sanggup menampung Kemelut luka kehidupan Gebalau terus mengejar Pengetahuan tak bisa mengurai Kerisauan tak terbendung akan kumaknai lewat jari-jari waktu sorak-sorai kesendirian terbengkalai laut lena ketenggelaman ruas jalan merisau sukma tertahan bara seperti batu kau puja matahari kau sembah takkan kau temukan ladang kesejukan kau idamkan jiwa meronta-ronta agar cepat kau baca biar tumpah air cinta di jambangan cahaya “adamu sempurna” biarkan ia bicara indah bersajak kebenaran di lembah meditasi kau hadirkan orang tua kau kalungkan dalam diri sembahkan pada Ilahi gerimis airmata memikirkan rasa jauh dari semesta kau tak rela jiwamu kehausan pikiran tak karuan sukma berserakan jari-jari airmata datang menawarkan Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

demokrasi semua sional yang mencakup hanya sebatas janji (ilmu, akhlak, jujur, yang tiada pasti. amanah) belum meSaat ini Indonesia lekat dalam diri merdalam problem yang eka. Mereka terbuai cukup besar, karena dengan pangkat yang banyak pejabat Negtinggi sehingga lupa ara yang semestinya kepada tugas yang bertanggung jawab pasti. atas kemajuan NegAda lagi kasus yang ara, malah menjadi membuat gencar jawa actor dalam menghanbarat yaitu motif penOleh: curkan Negara. jualan bayi ke luar AKHYAR ROSYIDI Salah satu kasus negeri, kasus ini baru yang masih kental terungkap setelah 20 hingga saat ini adalah kasus pem- tahun beroperasi. Dan yang lebih bangunan sport center wisma atlet parah lagi oknum yang memuatau lebih dikenal dengan kasus luskan bisnis yang dilarang oleh hambalang belum tuntas sam- agama dan Negara adalah dinas pai ke akarnya. Setelah berhasil pencatatan kependudukan dan membuktikan mentri pemuda dan sipil. Hal ini memaksa jokowi seolahraga (MENPORA) Andi alfian laku guernur DKI Jakarta bekerja mallarangeng sebagai pelaku, kini lebih keras dengan cara mencabut ada kabar ketua umum partai dem- oknum yang ikut melancarkan ocrat anas urbaningrum didugaikut kasus tersebut. andil dalam kasus tersebut. Dari Ketika kita telaah bersama, fenomena tersebut bias dikatakan banyak pejabat kita yang mejiwa kepemimpinan yang profes- nyelewengkan amanah untuk

Jogja, 6 Agustus, 2012

BENDERA, SETIAMU

kesucian dimanakah janin-janin yang kau titipkan di rahem ibu pertiwi apakah sudah kau bunuh dengan ketidakjujuran apakah sudah kau bunuh dengan pedang kebingungan atau sengaja kau rahasiakan dalam jambangan kesetiaan

Di jalanan, di tiang-tiang Di depan dinas, di halaman rumah Di teras-teras rumah, di istana Tersimpan pesan sejarah

kesetiaan pada seni keangkuhan kesetiaan pada seni kebobrokan

Lukisan makna bergelayut Menemui jiwa pejuang Menanamkan biji darah

BURUNG-BURUNG WAKTU

Aku melihat wajahmu merah putih Berkibar jauh Tak pernah turun dipangkuanku saat aku datang kuletakkan di kuburmu sebuah kuburan suci dan indah tengah mekar aku pulang dengan kapal kerinduan dan napak tilas kesunyian di ruang diri semestaku aku melihat tubuhmu di rusak oleh keganasan politik oleh kerakusan saku-saku kenistaan oleh kerja suram keegoisan dimanakah anak-anak suci kemerdekaan bila janin-janin cinta kau aborsikan dengan uang kau kirat dengan kekuasaan dimanakah anak-anak yang bernama

Yk.11, Agustus, 2012

Sudah terbalut luka-luka Oleh indah pertemuan puisi menghantar menyeberangi laut segala terlihat mengembara Menyusuri lorong para pemuja Tangan perdamaian dipotong Keindahan menjelma kegelapan dimanakah hidup sebenarnya? Serentak kita berikan kedangkalan Permainan materi selalu diperbicangkan Sementara perutku semakin nyerih Melihat bibir pembual Sayap waktu lepas bulunya Menjelma api, menjelma daun, menjelma kita Selesai sudah perbincangan haluan tak mengarah burung waktu terus terbang Ke belantara kehijauan Jogja, 10 September 2012

*)Masduri, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sumenep (IKMAS) Surabaya dan Pustakawan Pesantren Mahasiswa (PesMa) IAIN Sunan Ampel.

Airmata mengelus kenyerihan sukmaku Mencibir makna-makna Jiwa terus menangis menyanyikan kelembutan Membahasakan kitab semesta Membaca waktu, membaca deretan sejarah Berdarah dan perlawanan semakin sepi Aku bermain di halaman waktu Memerciki ribuan kupu-kupu Mencari harum makna surat di balik pori-poriku Dikedalaman waktu aku berlabu gelap menyerupai api Meneriakan luapan debu semesta Sementara kesementaraan meluangkan secercah cahaya Segelas cahaya tak lupa kita suguhkan Musik waktu kian ramai kita saksikan benturan nilai ramai dituangkan Harum makna tak dilihat Panas matahari semakin menyengat Tubuh-tubuh lusuh berkeringat Surat tersimpan di balik kehijauan Semakin jauh tak terlihat, semu Semakin ter-rahasia seperti waktu Jogja, 2012 Biodata Diri : Matroni Muserang nama pena dari Matroni, lahir di Banjar Barat, Gapura, Sumenep, Madura, Jatim. Alumni al-Karimiyyah dan Alin’an, dan mahasiswa filsafat di Pasca-sarjana UIN Sunan Kalijaha Yogyakarta


8

JUMAT

15 Februari 2013

Pemilu Serentak Alternatif Tekan Biaya Diprediksi Juga Meningkatkan Partisipasi Pemilih SUMENEP-Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) secara serentak diwacanakan bisa menjadi salah satu alternatif cara untuk menekan biaya penyelenggaraan pemilu yang selama ini selalu menjadi keluhan dengan dalih biaya yang terlalu tinggi.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Nadjib Hamid, menjelaskan bahwa konsep pemilu serentak untuk eksekutif tidak akan jauh berbeda dengan dengan pemilu legislatif. Menurutnya, dalam sekali pemilu masyarakat bisa langsung memilih presiden, gubernur, dan walikota atau bupati. Wacana tersebut tentunya tidak jauh berbeda dengan pemilu legislatif yang langsung memilih calon legislatif untuk DPR RI, DPRD

Provinsi, DPRD Kota/ Kabupaten, dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD). ”Selama ini yang menjadi keluhan adalah mahalnya biaya pemilu. Sebagai alternatifnya untuk menekan biaya, pemilu serentak bisa menjadi salah satu jalan keluarnya. Paling tidak bisa menekan biaya untuk honor penyelenggara,” ujar Nadjib Ha-

KM/BUSRI THAHA

NADJIB HAMID Komisioner KPU Jawa Timur

mid di Sumenep, Kamis (14/2). Ia menambahkan, selain bertujuan melakukan penghematan, pemilu serentak juga meminimalisasi rendahnya partisipasi pemilih. Najib mencontohkan, jika seandainya pemilik suara merasa tidak cocok dengan calon presiden, masih bisa memilih calon gu-

bernur yang didukungnya, termasuk juga walikota dan bupatinya. ”Dengan begitu golput bisa ditekan semaksimal mungkin sehingga nantinya pemilu cukup dua kali saja, yakni pemilu legislatif dan pemilu eksekutif. Ini juga berdampak efisiensi waktu dan biaya,” tandasnya. Pelaksanaan pemilu yang berkali-kali diyakini Nadjib dapat menimbulkan tingkat kejenuhan pada masyarakat yang cukup tinggi. Selain itu, pemilu serentak juga

Penambahan Kursi DPRD Terancam Batal

KUTU LONCAT Nasdem ‘Bajak’ Pentolan Partai Demokrat SUMENEP- Statemen terbuka Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sumenep, Sofyan Absi, tentang kepindahan Wakil Ketua Partai Demokrat Sumenep, Aziz Salim Syabibi, rupanya tidak mengundang kekhawatiran sedikit internal Partai Demokrat. Hembusan kabar tentang kepindahan Aziz Salim ke partai baru pimpinan Surya Paloh tersebut tercium saat Partai Nasdem mengadakan sosialisasi tentang kelengkapan administrasi bagi bacalegnya pada Rabu (13/2) lalu. Secara terbuka di depan media, Sofyan Absi mengatakan dengan tegas bahwa saat ini salah seorang penggawa Partai Demokrat sudah merapat ke Partai Nasdem. Menurutnya, iklim politik yang akan hangat jadi perbincangan adalah persoalan bacaleg dari Partai Nasdem untuk tingkat DPR RI. Ia menambahkan, saat ini Aziz Salim sudah menyatakan kesediaannya bergabung dengan Partai Nasdem yang diartikan sudah Sementara Aziz Salim hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai keterangan apapun. Ia mengaku masih ada acara keluarga dan berjanji hari ini baru bisa memberikan pernyataan terkait kabar loncat partai tersebut. Namun Ketua Partai Demokrat Sumenep, Djoni Tunaidi, sama sekali tidak merasa ‘kebakaran jenggot’ saat mendengar kabar kader partainya sudah pindah haluan ke Partai Nasdem. Ia mengaku sudah mendengar sendiri kabar tersebut dari sekretarisnya. (aqu/rr)

PANWASCAM Hari Ini Seleksi Calon SUMENEP-Proses perekrutan Panwaslu Kecamatan (Panwascam) yang sempat tertunda karena banyak kuota di setiap kecamatan yang tidak mencapai target minimal, yakni enam calon, akhirnya berjalan sesuai yang diinginkan meski masih terdapat beberapa kekurangan. Hingga perpanjangan waktu yang diberikan Panwaslu Sumenep selesai, masih ada kecamatan yang kosong calon, yakni Kecamatan Raas. Kendati demikian, proses seleksi administrasi akan tetap dilakukan pada hari ini. Ketua Panwaslu Sumenep, Zamrud Khan, mengatakan bahwa proses pembentukan panwascam tetap akan dilakukan karena waktu yang semakin mendesak dan sangat mepet dengan persiapan pemilu. ”Salah satu faktor yang menjadi penyebab tidak adanya calon panwascam di Raas karena minimnya peminat di wilayah tersebut. Padahal agar informasi ini diketahui oleh semua masyarakat, kami sudah mengumumkan melalui media cetak maupun elektronika,” tutur pria yang tinggal di Desa Pajagalan tersebut di ruang kerjanya, kemarin. (rei/rr) DATA PEREKRUTAN PANWASCAM Kecamatan Ambunten Arjasa Batang-Batang Batuan Batu Putih Bluto Dasuk Dungkek Ganding Gapura Gayam Gili Genting Guluk-Guluk Kalianget Kangayan Kota Sumenep Lenteng Manding Masalembu Nonggunong Pasongsongan Pragaan Raas Rubaru Sapeken Saronggi Talango TOTAL

Jumlah 6 10 4 9 9 13 5 6 9 6 8 8 4 8 4 19 14 6 3 5 8 9 6 4 10 7 200 *Ȏ SUMBER PANWASLU SUMENEP

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

bisa meminimalisasi ruang gerak ‘pemain politik’ yang kerap memanfaatkan situasi. Terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013, ia memastikan akan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus. ”Launching dilakukan pada pertengahan bulan Maret nanti dan pendaftaran calon dimulai pada bulan April. Sedangkan tanggal 25 Februari ini dimulai pembentukan PPK-PPK di tiap-tiap kecamatan dan kelurahan/desa,” pungkasnya. (bus/rr)

KM/AGUS JOSIANDI

TOLAK KUTU LONCAT: Sejumlah massa dari kader PPP Bangkalan menggelar aksi penolakan kembalinya Zainal Alim yang akan maju dalam bursa calon Ketua DPC PPP Bangkalan.

Massa PPP Tolak Din Zein BANGKALAN-Sejumlah massa pendukung dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Bangkalan di Jalan Kartini, Kamis (14/2) pagi. Mereka ‘menyerbu’ kantor partai berlambang kabah yang terletak di sebelah utara Alun-Alun Bangkalan tersebut untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana kembalinya Zeinal Alim dalam bursa calon Ketua DPC PPP Bangkalan. Massa yang mengaku kader partai dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP Bangkalan dengan menolak Din Zein, sapaan akrab Zeinal Alim, yang dicap mereka sebagai politikus kutu loncat dan tidak setia pada partai. Koordinator Aksi, Jayus, dalam orasinya menyampaikan bahwa ia mewakili seluruh kader PPP Bangkalan menolak Zeinal Alim ‘balik kucing’ ke partai yang dipimpin oleh Suryadharma Ali tersebut.

”Din Zein adalah sosok kader yang terkenal tidak memiliki dedikasi dan loyalitas kepada partai! Dia adalah politisi busuk! Politis kutu loncat!” teriak Jayus dengan pengeras suara di hadapan massa yang hadir. Jayus juga mengklaim bahwa seluruh kader yang ada di seluruh PAC Bangkalan menolak kehadiran Zeinal Alim kembali ke PPP. ”Kami tidak rela partai ini dikotori oleh politisi semacam Din Zein! Dia tidak pantas berada di PPP!” lantangnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar PPP, Munawar Cholil, mengatakan bahwa nama Zeinal Alim sebenarnya sudah dicoret dari status sebelumnya, yakni Ketua DPC PPP Bangkalan karena struktur partai menuding yang bersangkutan dianggap tidak loyalitas dan dedikasi. ”Selain itu dia sudah tidak lagi mendapat dukungan dari seluruh PAC. Jadi Zeinal Alim sudah kami ganti dengan

pelaksana tugas (Plt, red). Sebab untuk menunjuk Ketua DPC baru, sesuai mekanisme harus ada muscalub,” terang Munawar Cholil. Wakil Ketua DPRD Bangkalan tersebut menambahkan jika DPC PPP Bangkalan dalam waktu dekat akan menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub). ”Nama Zeinal Alim muncul lagi dalam bursa pencalonan Ketua DPC sehingga massa menolaknya dengan membentuk aksi,” tukasnya. Massa yang sempat melakukan orasi di depan Kantor DPC PPP tersebut dikawal ketat oleh sejumlah petugas kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak puas dengan aksi yang dilakukannya, sejumlah massa secara kolektif bergerak menuju Surabaya untuk menyalurkan aspirasi dan melanjutkan aksinya di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur. (jos/rr)

BANGKALAN-Rencana atas 1 juta jiwa, maka kuota penambahan kursi di DPRD kursi untuk DPRD BangkaBangkalan dari 45 menjadi lan harus ditambah menjadi 50 terancam batal. Hal terse- 50 kursi dari sebelumnya 45 but tidak lepas dari kesala- kursi,” jelas Fauzan. han data yang dibuat oleh Sementara Sekretaris Dinas Kependudukan dan Komisi A DPRD, Siti FathoCatatan Sipil (Dispenduk- nah Rachmaniyah, meminta capil) setempat terkait Data penjelasan terkait dua data Agregat Kependudukan per dari Dispendukcapil dan Kecamatan (DAK2). Kemendagri yang berbeda Setelah proses hearing tersebut. Menurutnya, Disyang dilakukan oleh Komisi pendukcapil harus segera A DPRD Bangkalan dengan memastikan data mana yang mengundang Dispenduk- akan dijadikan acuan ke capil dan Biro Pusat Statistik depan. (BPS) Bangkalan, pihak Dis”Kami meminta Dispendukpendukcapil tetap capil untuk segera pada pendirianmenentukan data nya bahwa telah mana yang benar terjadi kesalahan karena DAK2 DAK2 tersebut kami penyerahan data tersebut sebagai butuhkan untuk kepada Kementacuan KPU dalam menetukan jumlah erian Dalam Negmenentukan kuokursi DPRD nantinya. eri (Kemenag). ta kursi DPRD Jika jumlah DAK2 D i n a s y a n g mencapai di atas 1 Bangkalan. Sebeldipimpin Syafii juta jiwa, maka kuota umnya DAK2 bertersebut juga terjumlah 1.105.144, kursi untuk DPRD kesan berupaya namun kemudiBangkalan harus mempertahank- ditambah menjadi 50 an direvisi oleh an angka DAK2 kursi dari sebelumnya Dispendukcapil di bawah 1 juta menjadi 971.505. 45 kursi.” penduduk sesuai Hal ini penting FAUZAN JAKFAR pengakuan mereuntuk segera diseka pada saat hear- Ketua KPU Bangkalan lesaikan agar tiing. Hal tersebut dak jadi polemik bertolak belakang berkepanjangan,” dengan harapan para politisi ungkapnya. yang menginginkan terjadi Syafii melalui Kepala Bipenambahan kuota kursi dang Administrasi KepenDPRD pada periode 2014- dudukan, Jayus Sayuti, men2019 untuk memperlebar gatakan bahwa Dispendukpeluang mereka duduk kem- capil akan berupaya untuk bali di gedung dewan. mempertahankan DAK2 di Ketua KPU Bangkalan, angka 971.505 sesuai hasil Fauzan Jakfar, saat ditemui revisi. ”Kami akan berupaya Kabar Madura mengatakan data tersebut bertahan di b a h w a p i h a k n y a m a s i h angka 971.505. Ini kami menunggu kepastian DAK2 lakukan karena data revisi untuk memastikan jum- tersebut harus kami pertanglah kursi DPRD Bangkalan gungjawabkan,” katanya. dalam pemilu legislatif 2014 Revisi yang dilakukan Dismendatang. pendukcapil tersebut berim”DAK2 tersebut kami butuh- bas pada batalnya penambakan untuk menetukan jumlah han kursi DPRD Bangkalan kursi DPRD nantinya. Jika karena jumlah DAK2 tidak jumlah DAK2 mencapai di lebih dari 1 juta jiwa. (jos/rr)

KM/AGUS JOSIANDI

MINTA KETEGASAN: Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan, Siti Fathonah Rachmaniyah (berjilbab), mendengar keterangan Dispendukcapil yang tetap akan merevisi jumlah DAK2.

Curi Start, Panwaslu Sumenep Semprit Caleg PAN SUMENEP-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep melakukan pemanggilan terhadap pimpinan media lokal setempat terkait dengan ‘iklan politik’ berbau kampanye yang ditayangkan di media tersebut. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.1 tahun 2013, seluruh partai politik (parpol) dan calon legislatif, tidak diperbolehkan melakukan kampanye umum dan di media massa sebelum tahapan kampanye. Dalam kasus tersebut, pimpinan media massa lokal tersebut bersedia memenuhi panggilan panwaslu. Namun, calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang iklannya terbit di media lokal tersebut sudah dua kali mangkir dari panggilan Panwaslu Sumenep.

KM/IST

BUTUH PENGAWASAN: Kain penutup warung makanan juga menjadi salah satu tempat favorit caleg dalam berkampanye untuk mendulang suara.

Koordinator Bidang Media dan Pengawasan Panwaslu

Sumenep, Mohammad Rivai, mengatakan bahwa berdasar

hasil kajian sementara, memang terdapat unsur kampanye dalam tayangan iklan tersebut karena undangan dalam iklan tersebut tidak terlalu besar, tetapi justru malah lebih besar foto caleg beserta nomor urutnya caleg. ”Kita telah melakukan pemanggilan terhadap pimpinan media ke kantor panwaslu. Tapi diakui tidak mengerti karena berbau undangan di Jakarta dan dia mengira bukan unsur iklan kampanye,” ujar Rivai. Sementara undangan kepada pemasang iklan ditujukan ke Kantor PAN Sumenep karena caleg etrsebut berasal dari partai pimpinan Hatta Radjasa tersebut. ”Kami sudah melayangkan surat penggilan panggilan dua kali, tetapi masih belum datang juga,” tandasnya.

Panwaslu hingga kini belum bisa memberikan simpulan karena dari pihak pemasang iklan belum bisa memberikan keterangan. ”Kami masih mencari tahu apakah media yang mengejar pemasang iklan atua pemasang iklan itu mencari media? Sehingga belum bisa diberi simpulan,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, iklan dari salah satu caleg DPR RI tayang di salah satu media lokal Madura. Iklan yang berbau kampanye tersebut diduga melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 01 Tahun 2013 tentang Pendoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR RI, DPD, dan DPRD, bahwa tidak diperbolehkan melakukan kampanye melalui media massa dan rapat umum di luar jadwal yang ditentukan. (bus/rr)


JUMAT

9

15 Februari 2013

GERINDR A Diserbu Bakal Caleg SAMPANG-Perebutan kursi DPRD Sampang periode 2014-2019 diprediksi bakal berlangsung seru. Sejumlah tokoh berpengaruh mulai mendaftarkan diri menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) pada parpol tersebut. Partai Gerakan Indonesa Raya (Gerindra) Sampang mengklaim telah menerima bacaleg melebihi kuota dari kebutuhan. 17 Pendaftar bahkan berebut untuk mengisi delapan bacaleg pada satu daerah pemilihan (dapil). Mereka harus mengikuti Sampai sekarang seleksi ketat bacaleg yang mendaftar dari parpol ke Partai Gerindra susupaya bisa dah banyak dan bahkan menjadi caleg melebihi dari kuota yang untuk didafdibutuhkan.” tarkan pada KPU SamABDUL MUKLIS pang. Caleg Bendahara DPC Partai yang diajukan Gerindra Sampang parpol belum tentu lolos semua, mereka masih harus melewati seleksi dari KPU setempat. ”Sampai sekarang bacaleg yang mendaftar ke Partai Gerindra sudah banyak dan bahkan melebihi dari kuota yang dibutuhkan,” terang Bendahara DPC Partai Gerindra Sampang, Abdul Muklis, kepada Kabar Madura, Kamis (14/2). Ia menjelaskan, 14 orang sudah terdaftar untuk bertarung Dapil 1 Sampang. Sementara parpol harus mengajukan delapan caleg untuk Dapil 1. Sementara untuk Dapil 5, yang sudah mendaftar bahkan mencapai 17 orang. Sesuai Undang-Undang Pemilu, parpol harus mengajukan delapan caleg untuk Dapil 5 Sampang. Parpol boleh mengajukan caleg maskimal 100 persen dari jumlah kursi yang diperebutkan dalam suatu dapil. ”Untuk Dapil 1, jumlah kursi yang diperebutkan sebanyak delapan buah. Jadi untuk Dapil 1 harus mengajukan maksimal delapan caleg. Kalau yang mendaftar melebihi jumlah ini, maka akan dicoret,” ucapnya. Menurutnya, adapun persyaratan untuk menjadi caleg harus menjadi anggota Partai Gerindra dan cinta tanah air. Ia memprediksi, perolehan kursi Partai Gerindra dalam Pemilu 2014 mendatang sebanyak 14 kursi. Ketua KPU Sampang, Abu Ahmad Dovier Syah, menyatakan bahwa caleg yang diajukan parpol belum tentu lolos semua. Mereka harus lolos verifikasi terlebih dulu dari petugas KPU. ”Nanti KPU akan mengembalikan berkas caleg yang kurang untuk dilengkapi. Jika tidak dilengkapi, caleg tersebut dipastikan tidak akan lolos. Diharapkan caleg yang mendaftar supaya apa yang menjadi persyaratan agar dipenuhi,” pungkasnya. (ful/rr)

PAW PKS

KM/DOK

BUTUH KETELITIAN: Petugas Panwaslu Pamekasan melakukan pengecekan manual DP4 untuk menghindari kesalahan data yang bisa berdampak fatal bagi pesta demokrasi 2014 mendatang.

14.369 DPT Hangus dalam DP4 Terbaru Akibat Pembersihan Data Ganda oleh Kemendagri PAMEKASAN-Sebanyak 14.369 orang yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilukada Pamekasan, 9 Januari lalu, hangus dalam data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan dari pemerintah setempat. Berdasar DP4 yang diterima KPU Pamekasan beberapa waktu lalu, tercatat sebanyak 628.439 orang dinyatakan berhak mengikuti pemilu karena memiliki hak pilih. Sementara DPT dalam Pemilukada Pamekasan lalu tercatat sebanyak 642.808 orang. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan, Muhammad Alwi, mengakui

lenyapnya belasan ribu identitas orang dalam DPT tersebut dikarenakan sudah ada ‘pembersihan’ data ganda yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara nasional. ”Nama-nama yang terindikasi ganda antar-kabupaten oleh Kemendagri sudah dibersihkan secara masif atau berkesinambungan sekaligus terencana,” terang Alwi saat dihubungi Kabar Madura, Kamis (14/2). Pemicunya, ungkap Alwi, salah satunya adanya perpindahan penduduk. Ia mengatakan, di Pamekasan perpindahan penduduk terbanyak terjadi di Kecamatan Waru. Mereka memilih merantau ke luar daerah untuk memperbaiki taraf kehidupannya. ”Ada yang bekerja ke Jakarta, Malang, Surabaya, dan daerah-daerah lain. Sekarang ini super ketat dalam hal

pindah tempat atau sekadar kerja ke luar daerah. Ada juga yang meninggal dunia,” tegasnya sembari menjelaskan kenyataan tersebut berimbas pada putusnya identitas di daerah semula. Dalam perkembangannya, DP4 bisa berubah sehingga terkesan dinamis. ”Karena itu, KPU harus proaktif mendatangi. Masyarakat juga harus proaktif bila tidak tercatat. Mereka harus segera melaporkan diri ke penyelenggara pemilu,” imbaunya. Anggota KPU Pamekasan Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Nuzulul Qurnain, menegaskan jika pihaknya akan menyeriusi penanganan DP4 tersebut. Untuk itu, katanya, KPU Pamekasan akan terus bekerja dan mengadakan penyesuaian-penyesuaian sehingga memegang data yang akurat. Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melalui Bupati Pame-

kasan, Kholilurrahman, menegaskan jika sudah ada upaya maksimal dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan akurasi DP4. ”Di satu pihak, pemerintah melalui Kemendagri meminta kepada Dispendukcapil sebanyak tiga kali untuk menyempurnakan atau melengkapi data base kependudukan kabupaten/ kota dengan hasil pelayanan harian pendaftaran penduduk,” ujarnya. Selain itu juga dilakukan pencatatan sipil dengan tujuan agar semua tambahan dan penguarangan penduduk di suatu daerah akibat terjadinya LAMPID (lahir, mati, pindah, dan datang). Kemendagri melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga melakukan pembersihan data ganda sebanyak empat kali dengan memanfaatkan SIAK dan hasil perekaman e-KTP. (anm/rr)

Panwaslu Warning Petinggi Partai Politik

KM/ACHMAD QUSYAIRI NURULLAH

TERUS DIPROSES: Ketua Tim PAW PKS, Karman, menjelaskan tahapan proses PAW saat ditemui di kantornya, Kamis (14/2).

Terkendala Surat Kematian SUMENEP-Pergantian Antar Waktu (PAW) bagi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah meninggal Hasan Mudhari, hingga saat ini masih dalam proses administrasi. Saat pengajuan PAW ke DPRD Sumenep, Tim PAW PKS masih belum bisa menyelesaikan PAW kadernya lantara terkendala surat kematian yang juga harus dilampirkan dalam berkas pengajuan tersebut. ”Jadi prosesnya sudah diajukan ke DPR. Cuma hari ini (kemarin, red) ada informasi bahwa ada persyaratan yang kurang lengkap. Surat kematian almarhum juga harus dilampirkan. Secepatnya kekurangan itu akan segera kami benahi,”jelas Karman, Ketua Tim PAW PKS, Kamis (14/2). Meski masih dalam proses PAW, Karman mengaku sudah ada calon pengganti almarhum Hasan Mudhari. Penetapan pengganti almarhum tersebut menurutnya sudah sesuai aturan dan kehendak partai. ”Sebelumnya kita juga sudah ketemu dengan pihak KPU di sana juga kita sudah kroscek pengganti almarhum sebagai angota dewan sesuai dengan aturan yang ada adalah suara terbanyak kedua setelah almarhum, yaitu Muhammad Riadi,” tegasnya. Penetapan Riadi sebagai pengganti Hasan Mudhari memang keputusan sepihak partai. Penetapan tersebut berdasarkan data dari KPU bahwa suara terbanyak partai setelah Hasan Mudhari adalah Muhammad Riadi. Sampai saat ini Karman mengaku masih tetap masih dalam tahap proses pemberkasan. ”PKS wajib patuh kepada aturan PAW tersebut agar tidak terjadi kekosongan. Kami baru hari ini (kemarin, red) mendapatkan berkas surat kematian almarhum. Selanjutnya menuju tahap proses pemberkasan,” pungkasnya. (aqu/rr) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

PAMEKASAN-Adanya aturan tentang laporan keuangan partai politik (parpol), baik sumber keuangan yang harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan serta pengeluarannya, membuat parpol tidak bisa lagi berleha-leha menghamburkan keuangannya. Anggota Panwaslu Pamekasan, Sapto Wahyono, menegaskan bahwa pihaknya memastikan diri untuk melakukan audit keuangan parpol. Karena itu, petinggi parpol di-warning untuk serius dan transparan dalam mengelola keuangan parpol. “Nantinya panwaslu pasti melakukan audit keuangan parpol. Hanya saja saat ini kami masih konsentrasi pada verifikasi DP4 yang baru saja diserahkan oleh Pemkab ke KPU. kami juga meminta soft copy-nya,” terang Sapto kepada Kabar Madura, kemarin. Ia menegaskan, untuk menjamin transparansi pengelolaan keuangan parpol, sebaiknya terhadap setiap parpol di-

lakukan tiga kali audit. Pertama dilaksanakan menjelang diselenggarakannya pemilu, kedua sebelum kampanye dan pemungutan suara, dan yang ketiga setelah pemungutan suara. ”Harus ada tiga kali audit untuk memastikan data keuangan parpol. Selain itu KPU juga harus mempunyai kewenangan untuk memilih atau menunjuk auditor tersebut sehingga bisa netral dan independent,” ujarnya. Ketua Gerakan Pemuda Ronggosukowati, Baisuni, menyatakan bahwa upaya audit keuangan parpol menjadi suatu hal yang penting. Menurutnya, sumber yang tidak jelas akan menggerus independensi parpol dalam berpolitik. ”Parpol itu diselimuti ragam kepentingan. Kendati demikian, kita tetap berharap, muara dari kepentingan tersebut ialah demi kebaikan masyarakat secara luas,” gagasnya. Namun demikian, tambahn-

KM/IST

PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN: Pimpinan dan petinggi parpol yang akan bertarung dalam Pemilu 2014 wajib menyebutkan sumber dana dan rincian keuangan partainya.

ya, sampai saat ini, kepercayaan masyarakat terhadap parpol terbilang lemah. Yang menjadi warna dalam kepercayaan masyarakat terhadap

dunia politik, sampai saat ini didominasi oleh figur. ”Seperti halnya Jokowi. Itu yang dilihat masyarakat adalah pribadi Jokowi. Dan

KPU Lepas Tangan Rekrutmen PPK dan PPS PAMEKASAN-KPU Pamekasan dituding lepas tangan dalam proses persiapan pelaksanaan Pemilu 2014. Rekrutmen atau pengangkatan Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga kini belum juga terbentuk. Mengacu pada jadwal, kedua penyelenggara pemilu yang dinaungi KPU tersebut seharusnya sudah dibentuk sejak Januari 2013 lalu. Namun hingga kini di Pamekasan kedua lembaga tersebut masih vakum. Kenyataan tersebut diamini Anggota KPU Pamekasan, Agus Kasiyanto. Saat dihubungi Kabar Madura, Kamis (14/2), mantan anggota Panwaslu Pamekasan tersebut menyatakan jika kenyataan

tersebut dikarenakan KPU Pamekasan tidak memiliki kebijakan. ”Sampai saat ini kami masih belum dapat instruksi dari KPU Jawa Timur. Namun kami terus melakukan koordinasi,” terang Agus Kasiyanto yang menambahkan jika dalam perekrutan nanti pihaknya juga pasrah kepada KPU Jawa Timur. Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan semua PPK dan PPS yang selama ini sudah terbentuk dan berperan dalam pelaksanaan Pemilukada Pamekasan bisa diganti. ”Kami ikut saja apa kata KPU Jawa Timur. Bisa diganti seluruhnya, bisa sebagian, atau bisa tidak sama sekali. Bisa jadi PPK dan PPS nanti tetap menggunakan orang-orang

yang ada,” ungkapnya. Anggota KPU Jawa Timur, Nadjib Hamid, menyatakan bahwa KPU Jawa Timur memang belum menginstruksikan KPU Pamekasan untuk melakukan rekrutmen PPK dan PPS. ”Kami akui perekrutan itu terlambat. Mestinya Januari lalu sudah terbentuk, masalahnya di KPU Pusat masih menangani persoalan parpol yang tidak lolos verifikasi sehingga tidak ada instruksi kepada kami,” ujarnya santai. Ditegaskan, target dari perekrutan PPK dan PPS, ialah akhir Februari ini. “Kalau tidak ada aral yang merintang, kami pastikan akhir bulan Februari ini PPK dan PPS sudah terbentuk,” tukasnya. (anm/rr)

harus diakui, media sangat berperan besar untuk menciptakan stigma positif atau negatif bagi seorang politisi,” tukasnya. (anm/rr)


10

JUMAT

15 Februari 2013

Dana Hibah Tidak Merata

Ribuan Guru Ngaji Tak Kebagian PAMEKASAN-Pembagian dana hibah yang diperuntukan kepada guru ngaji, ternyata tidak diterima seluruh tenaga pendidikan agama di Kota Gerbang Salam. Sebanyak 2.334 guru ngaji diketahui tidak menerima dana akibat keterbatasan anggaran kesra. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Pamekasan Munafik mengaku, dana hibah yang disediakan untuk guru ngaji di Pamekasan pada tahun 2012 sebesar Rp 1 miliar. Namun diakuinya, dana tersebut tidak mencukupi untuk 9 ribu orang, makanya pemkab hanya mampu memberikan dana hibah tersebut kepada 6.666 orang dengan nominal bantuan Rp 150 ribu per orang. “Dana hibah yang Rp 1 miliar itu bersisa Rp 100 ribu setelah dicairkan kepada 6.666 guru ngaji, sehingga sisa itu kembali kepada

kas negara. Sementara guru ngaji yang kami verifikasi pada tahun 2012 sebanyak 9ribu orang,” tutur Munafik, Kamis (14/2). Tidak meratanya bantuan dana hibah tersebut, diakui Munafik, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemkab. Makanya untuk tahun 2013 pihaknya telah menambah anggaran sesuai dengan persetujuan. “Sebetulnya itu bukan bantuan hanya tali asih saja karena angkanya tergolong kecil,” ujarnya. Sementara anggaran dana hibah pada tahun 2013 ini ditambah menjadi Rp 1,5 miliar dengan target sasaran yang lebih banyak, yakni 10 ribu orang guru ngaji. Pihaknya saat ini sedang memverifikasi langsung ke lapangan untuk mengetahui pasti data yang sebenarnya. “Dinaikkannya anggaran itu agar dana bisa terbagi rata untuk seluruh guru ngaji yang terdata. Namun saat ini, masih dalam tahap verifikasi dan di cek langsung ke bawah. Nanti tentunya disesuaikan dengan data yang didapat dan anggaran yang ada pula,” ulas Munafik.

PTN

Masih menurut Munafik, adapun pendistribusian dana hibah untuk guru ngaji tahun 2013 ini, pihaknya belum bisa memastikannya dengan dalih masih dalam tahap verifikasi data. “Kalau masalah kapan pendistribusiannya, kami tidak bisa berjanji apakah bulan depan atau bulan lainnya, karena saat ini masih dalam proses pendataan,” dalih dia. Diakuinya, guru ngaji yang tidak kebagian dana hibah pada tahun 2012 lalu sebanyak 2.334 itu akan diberikan pada tahun ini. Ditanya apakah tidak salah sasaran? Munafik mengelaknya. “Ya tidak akan salah sasaran, karena kami langsung datang ke setiap kecamatan dengan mengundang guru ngaji yang telah terdata itu dan tidak boleh diwakilkan, makanya tidak mungkin akan salah sasaran,”kilahnya. Sementara untuk guru ngaji yang ada di pesantren kini belum masuk data pemberian dana hibah, hal itu disebabkan keterbatasan anggaran yang dimilikinya, serta pertimbangan lainnya. (jck/h4d)

KM/IST

TERBATAS: Anggaran dana hibah bagi guru ngaji di Kabupaten Pamekasan ternyata tak mencukupi jika dibagikan kepada seluruh guru yang terdata.

DPRD Awasi Dana Pendidikan KM/IST

TEKNOLOGI: “Sinosi” ketika dipamerkan mahasiswa Fakultas Teknik Unej.

Unej Pamer Mobil Listrik JEMBER-Satu lagi bukti nyata kemampuan mahasiswa Indonesia di dunia otomotif. Kali ini muncul dari Fakultas Teknik Universitas Jember yang memamerkan mobil listrik bernama SINOSI (Sing Nomer Siji) dalam peresmian gedung Fakultas Teknik oleh Rektor Unej Drs Moh Hasan, MSc, PhD di kampus setempat, Kamis (14/2). Staf Humas dan Protokol Unej, Iim Fahmi Ilman, mengatakan Rektor dijemput dengan mobil listrik SINOSI karya mahasiswa Fakultas Teknik dengan dikawal pawai motor oleh para mahasiswa setempat. Menurut dia, SINOSI adalah mobil listrik pertama karya mahasiswa Fakultas Teknik Unej yang merupakan versi laik jalan karena sebelumnya mereka hanya menghasilkan mobil listrik dalam versi prototipe yang diikutsertakan dalam beberapa lomba mobil listrik antar perguruan tinggi. “Mobil bergaya sport berpenumpang dua orang ini dikerjakan tim yang beranggotakan 30 mahasiswa fakultas setempat,” ucapnya. Sementara Ketua Tim Mobil Listrik SINOSI, Muhtada Faizul, mengatakan mobil listrik tersebut dikerjakan sejak November 2012 dengan melibatkan mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unej. “SINOSI berdimensi panjang 3,5 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1,4 meter dengan bobotnya sebesar 300 kilogram dan penggerak Brushless DC (BLDC) dengan catu daya baterai lead acid,” paparnya. (ant/h4d)

SUMENEP-Dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep diketahui mendapat suntikan sangat besar dari dana APBD 2013, yakni mencapai Rp 500 miliar. Di satu sisi, hal ini cukup menggembirakan karena membuka potensi besar bagi pengembangan pendidikan. Tapi di sisi lain, memunculkan kekhawatiran. Apalagi jika dikaitkan pada kenyataan bahwa dana tersebut tidak semuanya mengalir ke masyarakat. Dari total anggaran pendidikan, hanya sekitar 20 persen yang turun ke anak didik dan sekolah. Oleh sebagian pihak, perampingan tenaga pendidikan menjadi hal signifikan untuk dibicarakan. Karena dari alokasi dan APBD sebanyak Rp 500 miliar dari APBD 2013 yang mencapai 1,4 triliun sebagian besar masuk ke tenaga guru yang ada di bawah Dinas Pendidikan, hanya 20 persen yang untuk masyarakat. ”Kalau tidak, bagaimana distribusi guru yang memakan banyak anggaran harus benar-benar tepat agar tidak sia-sia dibiayai banyak,” ungkap Nur Asyur, Salah satu Anggota Komisi D DPRD Sumenep, Kamis (14/2). Sebagai dewan yang berada di bagian pendidikan, Nur Asyur berjanji akan mengawal dan mengawasi realisasi program pendidikan di tahun ini. Dia juga akan mengawasi kinerja guru terutama bagi kepulauan, karena selama ini tidak maksimal. ”Dan ini bukan hanya tanggungjawab dewan untuk mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan yang diinginkan, namun partisipasi masyarakat dalam mengawasi semua program pendidikan penting untuk memberi masukan pada pemerintah sebagai pemegang kebijakan,” jelas politisi ssal kepulauan itu dengan tegas. Untuk diingat, APBD 2013 yang mengalir ke Dinas Pendidikan

KM/IST

DANA BESAR: Dunia pendidikan Kabupaten Sumenep mendapat alokasi dana hampir 50% dari total APBD 2013. Hal ini membuat pihak legislatif berjanji akan mengawasi setiap penggunaan anggaran.

Sumenep tidaklah sedikit, separuh dari ABPD masuk pada pengelolaan pendidikan yang ada di bawah Dinas Pendidikan. Namun dari jumlah yang begitu besar, hanya 20 persen yang

akan turun kerakyat sedangkan 80 persen masuk belanja pegawai. Hal itu disampaikan Ahmad Masuni. Dia menegaskan bahwa dana pendidikan yang dikelola dinas

yang dia pimpin separuh atau 50 persen dari APBD yang ada pada tahun 2013. Dia menyebutkan nominal Rp 500 miliar lebih dari ABPD sebanyak Rp 1,4 triliun. (rei/h4d)

Disdik Klaim Sudah Bayar Ganti Rugi SAMPANG-Kasus sengketa lahan yang membelit UPTD Jrengik, Kabupaten Sampang, dengan ahli waris pemilik lahan terus bergilir. Kedua belah pihak sama-sama mengklaim kalau tanah tersebut milik mereka. Jika sebelumnya, ahli waris mengklaim kalau tanah yang ditempati kantor UPTD merupakan miliknya. Kini, giliran Dinas Pendidikan (Disdik) yang mengklaim kalau tanah itu milik pemerintah daeah. Pasalnya, pihak disdik sudah membeli tanah tersebut pada sang pemilik dulu. Bahkan, saat pembayaran sejumlah guru di bawah naungan UPTD ikut berpatisipasi atau menyumbang. Mereka siap menjadi saksi jika dibutuhkan nanti. “Tanah itu sudah menjadi milik dinas karena sudah dibeli. Banyak saksi hidupnya yang mengetahui proses pembelian,” terang Plt Disdik Sampang, H Sumadi, saat dikonfirmasi wartawan Kabar Madura, Kamis (14/2). Sebab, sambung Sumadi, para guru ikut andil untuk pembelian tanah dulu. NaEmail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/IST

SENGKETA LAHAN: Plt Disdik Sampang, H Sumadi mengaku jika pihaknya sudah membeli tanah tersebut dari sang pemilik.

mun, pihaknya belum bisa menunjukkan bukti-bukti pembelian. Tetapi, mereka siap menjadi saksi jika kasus tersebut sampai masuk ke meja hijau. “Kami berharap permasalahan ini selesai melalui musyawarah. Namun, jika tidak bisa supaya masyarakat tidak emosi. Tetapi, harus melalui jalur yang benar yakni proses hukum yang

berlaku,” ungkapnya. Menurut Sumadi, ahli waris dan disdik sama-sama beragumentasi bahwa tanah tersebut merupakan miliknya. Jika kedua belah pihak tetap ngotot, bisa dipastikan sengketa lahan akan dibawa ke meja hijau. “Masyarakat sama-sama mempunyai argument kepemilikan, ya nanti hukum yang menentukan,” tandas-

nya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sampang, Abdussalam, menyatakan, pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan yang sedang bermasalah. Dimana dana yang digelontorkan untuk pembebasan lahan kurang lebih sekitar Rp 700 juta. “Namun, Disdik tidak boleh seenaknya mengucurkan dana ini. Tapi, harus didasari dengan payung hukum yang jelas. Terutama apakah tanah yang dibebaskan status kepemilikannya sudah jelas. Supaya pada kemudian hari tidak bermasalah,” ucapnya. Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil kedua belah yang sedang berpolemik yakni Disdik, UPTD dan ahli waris. Sehingga persoalan sengketa lahan bisa dicarikan solusi dengan kepala dingin. “Kami sudah agendakan untuk pemanggilan mereka untuk klarifikasi. Lalu dicarikan solusinya supaya tidak berlarut-larit,” pungkas politisi Partai Demokrat. (ful/h4d)


12

JUMAT

15 Februari 2013

Free KICK

Mulai Dipayungi Dewi Fortuna KEMENANGAN P-MU atas Persiram Raja Ampat kemarin, seakan penebus kutukan bagi Laskar Sape Kerap. Dimana Zaenal Arif dan kawan-kawan seakan sudah mulai dipayungi Dewi Fortuna. Menghadapi tim yang diperkuat pemain buangan P-MU kala seleksi awal pembentukan tim, ternyata tidak selamanya harus berakhir kalah. Terbukti, pada laga kemarin, kendati terdapat nama James Koko Lomel yang pernah ikut memperkuat P-MU beberapa waktu lalu, Zaenal Arif dan kawan-kawan sama sekali tak memberi mereka sangu pulang alias dengan tangan hampa. Tiga poin tersedia seluruhnya diraup sempurna oleh tuan rumah. Demikian juga dengan striker utamanya, Osas Saha. Sempat dikuatirkan tak bisa memberi kontribusi nyata terhadap tim kebanggaan warga Madura, ternyata dia mampu menyangkalnya. Puasa gol selama empat bulan kebersamaannya dengan P-MU, dijawabnya sekaligus dengan dua gol pada pertandingan kemarin. (bri/ed)

Rata-rata Satu Kartu Kuning HINGGA pertandingan kelimanya di pentas ISL, skuad P-MU sudah mengoleksi lima kartu kuning. Pada pertandingan kemarin, kartu kuning didapatkan Fachruddin Wahyu Aryanto pada menit 46. Dengan kartu kuning tersebut, praktis seluruh penggawa P-MU mengoleksi kartu kuning dengan rata-rata satu setiap pertandingan. (bri/ed)

MINUTE BY MINUTE 4’ 8’ 12’ 22 26 30 32 35 38

39 45

Lewati 3 pemain belakang P-MU, shoot No 7 masih lemah. Sundulan Busari menyambut sepak pojok Rossy, terlalu tinggi. Gol terjadi untuk Persiram oleh No 99 menyambut umpan James Koko. Insiden salto Osas Saha dan Lee secara bersamaan, mengenai Adelmund. Shoot Rossy dari luar kotak diantisipasi Jendry Pitoy. Shooting keras Michael Orah dari luar kotak penalti tepat di posisi Jendry. Set piece Adelmund tipis di atas mistar. Sundulan Adelmund umpan Rossy masih mampu diblok kiper Persiram. Gol balasan Osas, juga lewat sundulan. Berawal dari umpan Busari dari sisi kanan, Osas yang berdiri bebas menyambut dengan sundulan terarah ke pojok kanan atas gawang Jendry Pitoy. (Persiram) 3 keluar 27 masuk. Shoot kaki kanan Zaenal Arif masih membentur tiang. Injury time 2 menit

Babak II 49 F r e e k i c k S e m e , m a s i h b i s a diamankan Galih Firmansyah. 49 Fachrudin dikartu kuning. 50 Peluang Pemain 99 masih terlalu tinggi. 52 Shoot Seme terlalu lemah. 52 Gol kedua Osas tercipta. Melalui serangan balik cepat, solorun Osas melewati Kubay, berakhir sepakan pelan. Jendry Pitoy mati langkah. 54 Sundulan Kubay membentur tiang kanan Galih Firmansyah. 59 Salto Osas masih bisa diamankan Jendry. 62 Shoot Adelmund dari jarak 30 meter diamankan Jendry dengan membuang bola ke kiri gawangnya. 62 (Persiram) 99 keluar diganti 87. 66 Kubay kartu kuning. 68 Peluang emas Rossy memanfaatkan salah umpan bek sayap kanan Persiram (No 13). Masih tipis di atas mistar. 69 (Persiram) 11 keluar 14 masuk. 76 Gol Busari dianulir karena menerima umpan tarik Osas yang berdiri offside. 77-87 Solorun melewati Adelmund, shootingnya masih lemah. 79 I s s a a c m a s u k m e n g g a n t i k a n Adelmund. 80 Lee DIkartu kuning. 83 penyelamatan akrobatik Galih menangkap bola liar di mulut gawangnya. 84 87 dikartu kuning setelah melanggar Orah. 84 Indriyanto masuk menggantikan Rossy. 87 Lepas dari jebakan offside, shoot no 87 masih melambung tipis di atas mistar gawang Galih. 89 Serangan balik P-MU melalui Issaac dihentikan akibat no 88 terjatuh. 89 Firly terlibat saling dorong dengan pemain Persiram. Injury time 2 menit.

KM/RYAN KALIG

ATRAKTIF: Dengan kawalan ketat pemain belakang lawan, Osas Saha mencoba tendangan salto saat kemelut terjadi di depan gawang Persiram Raja Ampat yang dikawal Jendri Pitoy.

Gol Osas untuk Madura Utang Kekalahan dari Tim Papua Terbayar Impas BANGKALAN-Bangkit dan langsung lesakkan dua gol, luar biasa! Itulah kata yang pas disematkan buat Osas Marvelous Ikpefua Saha. Padahal empat bulan terakhir, kritik keras datang bertubi dari sejumlah suporter Persepam Madura United (P-MU). Mereka menganggap striker asal Nigeria ini tidak memiliki kualitas sebagai striker termahal di P-MU. Nyatannya, dengan tekad membaja untuk bangkit sumbang gol buat P-MU, Osas langsung injak gas, dua gol sekaligus.

”Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Madura terhadap saya, dan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan kepada kami,” ujar Osas Saha usainya pertandingan. Dengan raihan tersebut, kendati masih belum bisa mengejar pemuncak pencetak gol sementara di kompetisi ISL, nama Osas tercatat sebagai salah satu pemain yang melesakkan dua gol dalam catatan ISL musim ini. Apalagi memang tidak gampang dalam satu pertandingan seorang pemain bisa melesakkan dua gol sekaligus. Dua gol yang dilesakkannya, menurut Osas seluruhnya dipersembahkan bagi suporter P-MU. ”Saya mohon maaf dalam

ujar Mimit kepada el-capitno P-MU usainya pertandingan. Ucapan tersebut sebagai gambaran jika kemenangan yang diraih hari ini harus segera disusul dengan kemenangan lain. Kendati demikian, utang kekalahan atas dua tim asal Papua terbalas sudah. Saat ini kedudukan menjadi seri 2-2. Tapi persiapan harus terus berlanjut. Pasalnya, tim yang akan dihadapi pada laga selanjutnya adalah tim yang tercatat tiga kali mengalahkan P-MU. Yakni, PS Barito Putra. ”Kami sudah mulai menatap pertandingan berikutnya, ini kompetisi. Jika harus libur, kami hanya punya sedikit waktu,” jelas Pelatih Kepala P-MU Daniel Roekito. (bri/ed)

Sayonara Juru Kunci Klasemen Sementara BANGKALAN-Olahraga sepak bola memang sesuai dengan bentuknya, yakni bundar. Sehingga hasil akhirnya sulit diprediksi. P-MU pada laga perdananya di ISL harus mengaku kalah dengan gol telak atas Persela Lamongan, 4-0. Dan kebetulan lawan yang dihadapi P-MU kemarin, Persiram Raja Ampat, adalah tim yang mengalahkan Persela Lamongan dengan skor 3-1. Nyatannya, Persiram yang digjaya dalam tiga pertandingan terakhirnya, harus keok dari tim promosi P-MU. Tak tanggung, yang dihadapi Persiram adalah klub sarat prestasi. Masing-masing imbang 2-2 dengan Persib Bandung, menang 2-0 dari Persita Tangerang, dan mengalahkan Persela Lamongan 3-1 di kandang lawan. ”Kalau hitung-hitungan di atas kertas, P-MU kalah. Dengan Persib pada Inter Island Cup P-MU kalah 3-0, sementara mereka bisa menahan imbang 2-2,” ujar Manajer P-MU Achsanul Qosasi mengurai ceritanya. Nyatanya, semangat dan kerja keras selama di lapangan menjadikan prediksi di atas kertas tersebut buyar dengan sendirinya. P-MU ternyata bisa membabat Persiram yang menjadi pembunuh tim besar. Atas kemenangan yang telah didapatkan anak-anak P-MU tersebut, Achsanul tak lupa mengucapkan selamat. Karena

KLASEMEN SEMENTARA ISL 2012 / 2013 NO

KLUB

P W D L GD PTS

1. MITRA KUKAR

6

5

0 1 14-9 15

2. GRESIK UNITED

7

4

1 2 10-9 13

3. AREMA INDONESIA

7

4

0 3 14-7 12

4. PERSIPURA

5

3

2 0 11-2 11

5. BARITO PUTERA

5

2

2 1 6-5 8

6. SRIWIJAYA FC

6

2

2 2 12-12 8

7. PERSISAM

6

2

2 2 10-10 8

8. PERSITA

6

2

2 2 7-9 8

9. PERSIRAM

6

2

1 3 7-9 7

10. PERSIB

4

1

3 0 7-5 6

SEMRINGAH: Manajer P-MU Achsanul Qosasi (kanan) menepuk pundak Issac Djober usai Laskar Sape Kerap membungkam Persiram Raja Ampat 2-1 di SGB kemarin sore.

11. PERSELA

5

2

0 3 8-7 6

12. PELITA BANDUNG RAYA

6

1

3 2 8-9 6

seluruh pemain sudah main sungguhsungguh guna memberi kemenangan bagi warga Madura. Kemenangan keduanya di pentas ISL memang masih baru permulaan dari jalan panjang yang akan dilakoni Zaenal Arif dan kawan-kawan. Masih terdapat 29 lagi pertandingan yang harus dilalui. Dari sejumlah pertandingan tersebut, masih terdapat 15

13. PSPS

6

1

3 2 3-4 6

14. PERSIWA

5

2

0 3 7-10 6

15. PERSEPAM MU

5

2

0 3 4-12 6

KM/RYAN KALIG

laga yang akan digelar di kandang P-MU. ”Kita semua warga Madura sangat bersyukur karena hari ini telah mengucapkan sayonara juru kunci klasemen. Tugas kita selanjutnya adalah mengangkat performa tim Madura untuk makin menjauh dari juru kunci. Dan itu tidak mudah, semua elemen harus bersatu. Pemain, suporter, dan warga Madura lainnya,” seru AQ. (bri/ed)

16. PERSIBA BALIKPAPAN

5

1

2 2 4-6 5

17. PERSIJA

6

1

2 3 8-12 5

18. PERSIDAFON

6

1

1 4 8-11 4

Aura P-MU Memang Luar Biasa

KM/TABRI S. MUNIR

MENGULAR: Dengan tertib suporter P-MU menuju pintu masuk stadion guna mendukung penampilan tim kesayangannya. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

beberapa pertandingan belum bisa cetak gol. Dan gol hari ini seluruhnya adalah untuk saudara-saudaraku di Madura,” ujar Osas Saha. ”Ayo kejar impianmu Osas, minimal kamu harus kembali cetak 19 gol seperti musim lalu,” ujar Umam, salah satu suporter P-MU asal Pamekasan coba suntik semangat. Yang menarik, hasil pertandingan kemarin, selain menambah pundi-pundi poin P-MU menjadi enam, juga makin mengurangi minus gol. Total empat gol yang dimasukkan anak-anak Laskar Sape Kerap. Sementara mereka masih punya utang kemasukan 12 gol. ”Masih minus delapan Bang Zaenal,”

BANGKALAN-Menjadi satu-satunya tim sepak bola di Madura yang mentas di ISL, menjadikan P-MU sebagai magnet tersendiri warga Madura. Terbukti, ribuan warga Pulau Garam kemarin sore memadati Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang menjadi home base P-MU. Bahkan, seluruh tribun penonton yang tersedia terisi suporter dengan warna khas loreng merah putih. Secara pasti berapa jumlah pemasukan yang dicapai dalam pertandingan kemarin memang masih belum dirilis langsung oleh panitia pelaksana (panpel) setempat. Kendati demikian, hal yang patut diacungi jempol pada pertandingan kemarin adalah bagaimana suporter masuk stadion dengan tertib. Sayangnya, tertib masuk stadion tidak dibarengi tertib selama jalannya pertandingan. Masih banyak botol-botol dan kemasan minuman kotak yang dilemparkan penonton ke tengah lapangan. Sehingga

sebelum pertandingan babak kedua, panpel setempat menyerukan melalui pengeras suara agar tak mengulanginya. Lebih aneh lagi, saat sejumlah ofisial tim bersiap masuk lapangan guna menyiapkan peralatan untuk pemanasan pemain. Terlihat, sejumlah petugas keamanan masih duduk santai di bench pemain. Dengan santainya mereka merokok. Padahal sejumlah oficial tim sedang mempersiapkan berbagai peralatan. Tak ayal, persiapan tersebut lebih banyak dilakukan di luar bench. Dan oficial baru memanfaatkan bench setelah petugas kemanan tidak lagi duduk di tempat tersebut. Aura P-MU saat ini memang mampu menyedot sejumlah warga Madura. Dukungan terus mengalir seiring prestasi dan permainan yang enak untuk dinikmati sebagai hiburan. Kesadaran untuk memberi dukungan dengan atraktif tanpa melakukan tindakan anarkhis terus tersaji di tribun timur SGB. (bri/ed)


Edisi 15 Februari 2013