Issuu on Google+

Kabar Bangkalan Imbas Pemilukada, PN Tunda Sidang Aparat Kepolisian Terlibat Pengamanan PPS Kabar Sampang Lahir Tepat Pemilukada, Rata-rata Cesar Enam Bayi Lahir 12-12-12 Kabar Pamekasan Tuntut RS Swasta Ditutup Aktivis Menilai Banyak yang Menyalahi Aturan

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Kekuatan APBD 2013 Rp 1,470 Triliun

Deal dengan Valentino

JUMAT 14 Desember 2012

Supremasi Hukum Mengendap 10 Bulan

25 Persen Lebih Golput Panwascam Temukan Puluhan Pemilih di Bawah Umur

SUMENEP- Kasus penyelewengan bantuan sapi di Desa Tamedung, Kecamatan Batang-Batang yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, 10 bulan lalu, hingga saat ini belum jelas proses hukumnya. Warga pun kecewa dan akhirnya mendatangi Kejari Sumenep guna mempertanyakan tindak lanjut kasus tersebut, Kamis (13/12). Warga sangat kecewa dengan sikap Kejari yang tidak kunjung memberikan kejelasan. Padahal kasus itu sudah dilaporkan berbeulan-bulan lampau. “Tapi ssampai sekarang belum ada kepastian, kami sangat kecewa,” tegas Muhammad, salah satu waga, kepada Kabar Madura, Kamis (13/12) setelah selesai menemui Kasi Pidsus Kejari Sumenep. Bersambung ke Hal 6

SAMPANG-Ternyata, tidak seluruh warga Sampang ikut menyumbangkan suaranya pada pesta demokrasi lima tahunan yang diselenggarakan Rabu (12/12) kemarin lusa. Seperti halnya di Desa Pulau Mandangin, k ada 3,263 warganya yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Fakta bahwa tiga ribu lebih warga Mandangin golput, diungkapkan Ketua PPL (Panitia Pengawas Lapangan) Pulau Mandangin, Umar Faruk. Ujarnya, dari 12.258 pemilik

LEGOWO: Bupati Noer Tjahja selaku calon bupati incumbent, denganjantan mengakui kekalahannya. Dia berharap, pilihan warga Sampang, dilandasi pemikiran yang rasional, bukan emosional.

Coblosan

Momon Raup 3.004 Suara di Kampungnya BANGKALAN-Muda tapi luar biasa memang cocok menjadi predikat Muhammad Makmun Ibnu Fuad, saat ini. Anak RKH Fuad Amin, Bupati Bangkalan itu memang muda usia, baru 26 tahun, jalan ke 27 tahun, tapi dapat menapakkan kakinya menjadi orang nomor satu Bangkalan. Politisi muda PAN, yang kini menjadi anggota DPRD Bangkalan itu tinggal menunggu pelantikannya saja. Bersambung ke Hal 6

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

Incumbent Harapkan Warga Sampang Rasional KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

PINDAH TANGAN: Kotak suara berikut surat suara yang telah dicoblos, di dalamnya mulai dikirim dari PPS, ke PPK, Kamis (13/12). Penghitungan di PPK akan berlangsung mulai 15 Desember mendatang.

PPK Mulai Terima Kotak Suara KM/AGUS JOSIANDI

KURANG TELAK: Dari hasil rekapitulasi di tingkat desa/ kecamatan, Ra Momon yang tercatat sebagai warga Kelurahan Pengeranan hanya mendapat sekitar 40 persen dari suara pemilih di kelurahan tersebut.

suara yang tercatat di DPT (daftar pemilih tetap), hanya 8995 yang tercatat ikut memilih pada hari pencoblosan kemarin. Hal itu diketahui dari catatan PPS (Panitia Pemungutan Suara), setelah penghitungan perolehan suara secara keseluruhan. “Dari catatan saya, ditemukan 3.263 yang tidak ikut nyoblos,” katanya kepada Kabar Madura, Kamis (13/12). Jika dipersentasekan terhadap jumlah total pemilih, sesuai yang tercantum dalam DPT, maka jumlah golput di Pulau Mandangin, mencapai sekitar 26,6 persen. Itu berarti, lebih dari seperempat pemilik hak suara di pulau itu, menyia-nyiakan hak mereka. Bersambung ke Hal 6

SAMPANG-Meski sebagian masyarakat sudah melihat hasil quick qount perolehan suara pada pemungutan suara, Rabu lalu (12/12), namun pihak-pihak penyelenggara pemungutan suara tetap sibuk menyelesaikan tahapan demi tahapan. Tahapan yang berlangsung Kamis kemarin (13/12), adalah pengiriman kotak suara berikut surat suara yang telah dicoblos, di dalamnya, dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sesuai jadwal, penghitungan perolehan suara hasil Pemilukada tingkat PPK akan dilakukan pada 15 Desember. Bersambung ke Hal 6

SAMPANG-Perkembangan demokrasi selalu terkait dengan perkembangan perilaku pemilih, terutama dalam demokrasi langsung yang diterapkan di Indonesia sejak tahun 2004. Demokrasi yang sehat bukan hanya diukur dari partisipasi pemil-

ih namun bagaimana rasionalitas pemilih tersebut dalam menentukan pilihan. Pernyataan bernada “indah” itu diungkapkan incumbent Noer Tjahja, Bupati Sampang sekaligus calon Bupati Sampang periode 2013-2018, saat jumpa pers, di aula

Pendapa Kabupaten Sampang, kemarin. Menurut sosok yang akrab dipanggil Noer itu, selaku Bupati Sampang, dia mengharapkan masyarakat dapat menentukan sikap secara rasional sehingga tidak menyesal untuk lima tahun ke depan. Bersambung ke Hal 6

TIDAK DIBERDAYAKAN: Petani tebu di Madura selama ini hanya menerima hasil sewa kebun tanpa merasakan ‘manisnya’ gula yang mereka tanam.

Narkoba

Didominasi Masyarakat Pantura PAMEKASAN-Sekalipun telah berjuluk Kota Pendidikan dan Kota Gerbang Salam, namun Pamekasan tidak steril dari praktik peredaran dan pemakaian ilegal, narkotika dan obat-obat terlarang atau narkoba, di kalangan masyarakatnya. Bersambung ke Hal 6

WWW.SETKAB.GO.ID

APTRI Wilayah PTPN X (Persero) Tolak Pendirian Pabrik Gula di Madura

”Belanda Saja Tidak Mau Mendirikan Pabrik Gula di Madura” KM/HAIRUL ANAM

KOMITMEN PERUBAHAN: Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Pamekasan, Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) foto bersama para Tim ASRI usai jumpa pers di Posko Pemenangan, Jalan Darma, Kamis (13/12).

Syafii Harapkan Pemilukada Happy Ending KM/FATHOR RAHMAN

SARANG PEMADAT: Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pelaku tindak pidana narkoba tetap dapat menjalankan bisnis haram mereka, sekalipun di balik terali besi. Email Redaksi: redaksi@kabarma.co.id

PAMEKASAN-Calon Bupati Pamekasan periode 20132018 Achmad Syafii berharap, pemilukada di Kota Gerbang Salam berlangsung happy ending. Dengan kata lain, tidak ada persoalan sampai berakhir nanti. Syafii menegaskan harapannya itu di depan segenap wartawan dalam jumpa pers

di Posko Pemenangan ASRI, Jalan Darma, Kamis (13/12). Saat jumpa pers, Syafii didampingi pasangannya, calon Wakil Bupati Khalil Asy’ari; para petinggi partai pengusungnya; segenap Tim ASRI, dan sejumlah simpatisan. “Saya berharap, perjalanan atau proses pemilu-

kada berlangsung baik. Sampai selesai. Sudah saatnya diakhiri strategi politik yang bersifat penzaliman. Kasihan masyarakat,” terang Syafii sembari menyatakan bersyukur atas kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim yang meloloskan pasangan ASRI. Bersambung ke Hal 6

Upaya PT Perkebunan Nusantara X (Persero) untuk mendirikan pabrik gula terintegrasi di Madura terus mendapat penolakan. Jika sebelumnya petani tebu Madura mengeluhkan berbagai masalah yang timbul, mulai dari sewa tanah yang tidak dibayar hingga rusaknya lahan mereka, kini penolakan datang dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Wilayah PTPN X. ROSSI RAHARDJO, Surabaya

”KALAU memang Madura itu memiliki prospek bagus dalam industri gula, sudah sejak dulu pasti ada pabrik gula di Madura. Buktinya Belanda saja tidak mau mendirikan pabrik gula di Madura, tentu saja mereka sudah memiliki studi kelayakan pendirian pabrik gula yang dalam perhitungannya sangat tidak menguntungkan. Lha sekarang ini mengapa PTPN X berencana mendirikan pabrik gula di Madura? Ada apa?” Pernyataan tersebut diucapkan Ketua APTRI Wilayah PTPN X (Persero), H. Kadar Oesmadi, terkait wacana pendirian pabrik gula oleh PTPN X (Persero) di Madura. Bersambung ke Hal 6


2

JUMAT

14 Desember 2012

Imbas Pemilukada, PN Tunda Sidang Aparat Kepolisian Terlibat Pengamanan PPS

KM/AGUS JOSIANDI

SEPI: Suasana Pengadilan Negeri Bangkalan terlihat lengang pada Kamis (13/12) akibat dari ditundanya sejumlah sidang karena aparat kepolisian masih konsentrasi mengamankan proses pemilukada.

RUU MIRAS PCNU Tegas Mendukung BANGKALAN-Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait pelarangan peredaran minuman keras (miras) mulai digulirkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Salah satu fraksi di Senayan menginisiasi RUU tersebut untuk bisa segera masuk dalam program legislasi nasional 2013. Hingga saat ini regulasi terkait miras hanya membatasi terkait distribusi minuman beralkohol tersebut. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 tahun 2007 hanya mengatur tentang distribusi miras dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 tahun 1997 hanya menjelaskan terkait penggolongan miras. Sementara RUU Miras kali ini akan mengatur tentang larangan mengkonsumsi, mendistribusikan, dan memproduksi. KH Busyro Damanhuri, wakil Rois PCNU Bangkalan, merespon positif RUU tersebut. Menurutnya, langkah tersebut sangat baik sebab memotong mata rantai miras langsung dari sumbernya. ”Kami jelas mendukung RUU itu. Bagi kami apa yang terjadi selama ini belum bisa menuntaskan masalah miras. Adapun RUU yang coba diajukan saat ini, tentu itu akan memutus permasalahan miras ini langsung dari sumbernya,” jelas Busyro. ”Selama ini kontroversi pelarangan miras kurang dianggap sebab jika peredaran miras dilarang, maka hal tersebut akan mengurangi pendapatan negara. Bagi kami itu hanya menyelesaikan masalah dengan masalah lain,” imbuhnya. Busyro menambahkan, dari kacamata agama sekalipun miras sangat dilarang. ”Dalam agama sudah dijelaskan, baik mengkonsumsi maupun memproduksi miras itu dilarang. Masalah miras dihubungkan dengan masalah pendapatan negara? Terus apa gunanya kita menyelamatkan pendapatan negara namun hal tersebut tidak membawa maslahatan bagi umat,” paparnya. (jos/rr)

BANGKALAN-Pesta demokrasi masyarakat Bangkalan berupa pemungutan suara Pemilukada Bangkalan telah usai, namun aroma pemilukada masih tercium di kabupaten paling barat di Pulau Madura tersebut. Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan terpaksa menunda persidangan yang dijadwal berlangsung Kamis (13/12) lantaran beberapa personil kepolisian dari Kepolisian Resor Bangkalan yang bertugas mengawal terdakwa masih terlibat dalam pengamanan Pemilukada Bangkalan. Brigadir Polisi Kepala Suryo, petugas yang sering menjadi pengawal terdakwa saat dalam persidangan, menjelaskan dirinya sedang melakukan pengamanan PPS di Kecamatan Kokop, sehingga tidak bisa menjalankan tugasnya di PN Bangkalan. Menurut Hairil, pengacara yang mendampingi kliennya di PN Bangkalan mengatakan bahwa persidangan kemarin harus ditunda karena tidak adanya aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Hal tersebut diamini Salam, salah

seorang panitera yang bertugas di PN Bangkalan yang mengatakan bahwa sidang ditunda hingga satu pekan ke depan. Istiadi, Humas PN Bangkalan yang dihubungi Kabar Madura melalui telepon selularnya menjelaskan bahwa penundaan terebut disebabkan karena aparat kepolisian masih disibukkan dengan pengamanan Pemilukada Bangkalan. ”Memang untuk hari ini sidang di PN Bangkalan ditunda hingga pekan depan sehubungan dengan pihak kepolisian yang masih sibuk melakukan pengamanan pemilukada di beberapa titik lokasi. Saat ini tidak ada personil yang bertugas untuk pengawalan terdakwa dan pihak Kejaksaan Negeri yang bertanggung jawab atas terdakwa tidak mau mengambil risiko dengan menggelar sidang tanpa kehadiran aparat kepolisian,” jelas Istiadi yang mengaku sedang berada di Jakarta untuk keperluan dinas tersebut.. ”Terkait jumlah sidang hari ini yang ditunda, dalam catatan kami mungkin sekitar tujuh kasus. Itupun penundaan satu pekan ke depan bukan berarti hingga Kamis depan. Senin (17/12) persidangan di PN Bangkalan sudah kembali normal,” jelas Istiadi. (jos/rr)

Bupati Terpilih Harus Ambil Alih Perseba! BANGKALAN-Pasca terselenggaranya Pemilukada Bangkalan yang dilaksanakan Rabu (12/12) lalu, tumpukan lembar tugas baru sudah menunggu di meja kerja sang pemimpin terpilih, salah satu yang masih ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah perkembangan prestasi sepakbola Bangkalan yang sempat terhenti dalam beberapa Sangat disayangwaktu terakan apabila setelah khir. promosi ke Divisi Harapan Utama justru Persebesar unba Super harus jadi tuk kemmilik pribadi, apalagi bali bersampai dimiliki oleh sinarnya orang luar. Padapersepakhal prestasi klub ini b o l a a n dalam mengharumBangkalan kan nama Bangkalan diamanatsudah sedemikian kan kepada baik, sehingga bupati termembuat masyarapilih. Tidak kat begitu mengidoltanggungakannya.” tanggung, permasalahan sengPETIR KHAN keta staPemilik klub Mitra Bangkalan tus kepemilikan Perseba Super sebagai klub milik masyarakat Bangkalan diharapkan segera berakhir. Hal tersebut disampaikan beberapa klub internal PSSI Bangkalan, Kamis (13/12). ”Bupati terpilih kami harapkan bisa menghidupkan kembali persepakbolaan di Bangkalan. Dan yang terpenting adalah membawa kembali Perseba Super ke Bangkalan,” terang Petir Khan, pemilik klub Mitra Bangkalan. Ia menambahkan, berdasar sejarah Perseba Super milik masyarakat Bang-

KM/DOK

HARAPAN BARU: Calon Bupati Ra Momon (dua dari kiri) yang sementara unggul dalam perhitungan suara sementara Pemilukada Bangkalan, sukses membawa Bangkalan Selection menjadi juara Bupati Bangkalan Cup 2012 sebagai manajer tim.

kalan atau dalam hal ini klub internal PSSI Bangkalan, bukan milik pribadi. Selain itu Petir mempertimbangkan animo masyarakat Bangkalan yang membuncah pasca prestasi Perseba Super menembus Divisi Utama Liga Indonesia. ”Sangat disayangkan apabila setelah promosi ke Divisi Utama justru Perseba Super harus jadi milik pribadi, apa-

lagi sampai dimiliki oleh orang luar. Padahal prestasi klub ini dalam mengharumkan nama Bangkalan sudah sedemikian baik, sehingga membuat masyarakat begitu mengidolakannya,” sambungnya. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha sapi perah tersebut mengaku sempat miris ketika menyaksikan peresmian Stadion Gelora Bangkalan

(SGB) tidak dibarengi dengan keberadaan klub lokal sebagai penghuni stadion tersebut. ”Saya takut berdirinya SGB hanya akan membuat putera Bangkalan menjadi penonton di stadionnya sendiri apabila Bangkalan tidak memiliki wakil di liga profesional. Perseba Super harus kembali ke Bangkalan, Itu harga mati!” tegas ayah dua puteri tersebut. (bai/rr)

Melihat dari Dekat Taman Rekreasi Kota Bangkalan

Alternatif Tempat Hiburan Warga di Tengah Kota untuk Hilangkan Penat Menghilangkan penat atau lelah karena seharian beraktivitas dapat dilakukan di mana saja. Ada yang suka menghabiskan waktunya dengan nongkrong di kafe, menonton bioskop, atau di tempat rekreasi bersama teman, sahabat, saudara dan kekasih. Di Bangkalan, ada salah satu tempat rekreasi yang patut untuk dijadikan lokasi melepas penat, Taman Rekreasi Kota (TRK). EKO EDI WINARNO, Bangkalan TRK merupakan salah satu tempat rekreasi yang letaknya berada di tengah kota Bangkalan. Lokasi yang mudah dijangkau menjadi salah satu nilai lebih TRK untuk menjadi jujugan warga Bangkalan yang ingin melepas penat. TRK terletak di Desa Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan. Berlokasi sekitar 2 kilometer ke arah selatan dari Alun-alun Bangkalan, TRK berada persis di belakang Stadion Gelora BangEmail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/EKO EDI WINARNO

PEMANDANGAN INDAH: Danau yang terletak Taman Rekreasi Kota menjadi salah satu tempat favorit pengunjung selain kolam renang dan kolam pancing ikan.

kalan (SGB) yang berdiri di tepi Jalan Soekarno-Hatta. Meski letaknya berada di tengah kota, TRK

menawarkan beberapa alternatif hiburan kepada pengunjung. Masuk ke dalam TRK, pen-

gunjung dikenakan tiket masuk Rp1.500 per orang. Dengan biaya tersebut, pengunjung sudah

dapat berkeliling di area TRK sesuka hati tanpa dibatasi waktu. Ada dua pilihan tempat hiburan dengan luas 4.300 meter persegi tersebut yang dapat disinggahi pengunjung, yakni kolam renang dan arena bermain. Untuk masuk ke dalam area kolam renang, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp5 ribu per orang. Pengunjung dapat memanfaatkan segala fasilitas yang ada di dalam area kolam renang sepuasnya. Sementara untuk arena bermain, pengunjung tidak dikenakan tiket tambahan. Dalam arena bermain terdapat banyak pilihan jenis permainan yang dapat dinikmati anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Di antaranya: mandi bola, mobil-mobilan remote control atau yang bisa dikemudi sendiri oleh anak-anak, becak air, dolphin boat, kolam pancing ikan, dan perahu mesin. Danau yang terdapat di dalam TRK menjadi salah satu tempat favorit pengunjung selain kolam renang dan kolam pancing ikan. Danau yang awalnya merupakan tempat resapan air untuk kawasan sekitar tersebut menjadi lebih

indah dengan dibangunnya beberapa sarana di sekitarnya. Kemarin, ketika Kabar Madura mendatangi TRK, terlihat ratusan pengunjung yang memenuhi taman rekreasi tersebut. Mereka rata-rata datang ke TRK hanya untuk menghilangkan penat setelah seharian beraktivitas. 90 Persen pengunjung merupakan wisatawan domestik dari dalam kota Bangkalan sendiri. Salah satu pilihan tempat yang menarik di dalam TRK yakni tempat yang teduh di dalam arena bermain yang banyak ditumbuhi pepohonan rindang. Kondisi seperti ini dapat memulihkan kembali kesegaran tubuh yang penat setelah beraktivitas. ”Tempat ini (TRK, red) memang asyik sebagai tempat rekreasi alternatif karena semuanya sudah tersedia di sini,” kata Danis, pengunjung yang datang ke TRK bersama anak dan isterinya, Kamis (13/12). Di saat-saat tertentu, TRK menggelar beberapa pertunjukan musik maupun pentas seni. Bahkan beberapa produser musik lokal Jawa Timur memanfaatkan TRK sebagai tempat syuting video klip lagu yang mereka produksi. (rr)


JUMAT

3

14 Desember 2012

Pemilukada, Banyak Sidang Ditunda

Dengan sedikitnya jumlah perkara yang disidangkan Kamis kemarin, menurut Syihab, bukan karena alasan target anggaran tahunan yang harus diselesaikan pada akhir SAMPANG-Tak hanya sat- desember ini. “ Tidak sama uan kerja perangkat daerah sekali terkait hal itu,mungkin (SKPD) seluruh Sampang untuk agenda minggu ini suyang libur, Pengadilan Neg- dah dihabiskan pada Selasa eri Sampang juga ikut libur lalu atau mungkin masih terselama pelaksanaan Pemilu- pengaruh hari libur,” tambah kada Sampang, Rabu (12/12) Syihab yang juga salah satu lalu. Hal ini tentu saja mem- Hakim di PN Sampang ini. buat sejumlah sidang di PN Dia juga mengungkapSampang ditunda. kan untuk perkara-perkara Humas PN perdata banyak Sampang Syiyang meminta habuddin mendiselenggaragatakan keputukan pada minsan meliburkan ggu depan bePada hari ini kita persidangan ini gitu juga dengan hanya menyidanberdasarkan superkara pidana gkan 3 perkara rat edaran yang beberapa pengapidana dan 1 dikeluarkan oleh cara mengajukan perkara perdata, Bupati Sampang penundaan perini sisa dari perterkait libur pada sidangan hingga sidangan yang hari pencoblosminggu depan. tidak diadakan an Pemilukada Namun menupada Selasa.” Sampang. Narutnya pelaksamun menurut SYIHABUDDIN naan pemilukada Humas PN Sampang Syihabuddin, ini tidak terlalu agar tidak menberdampak dengaggu jadwal gan persidanpersidangan, PN berusaha gan. “Meski dengan adanya memampatkan persidangan pemilukada tidak begitu Selasa lalu dalam sehari berdampak dengan persidanuntuk agenda persidangan gan,” katanya. minggu ini. Namun Syihab mengung“Selasa 11 Desember, per- kapkan secara kuantitas sidangan dimampatkan yang perkara pidana yang disidanseharusnya digelar 2 minggu gkan di PN Sampang menke depan, tapi digelar kema- galami penurunan dengan rin,” kata Syihabuddin ke- rincian 290 perkara yang pada Kabar Madura, Kamis disidang selama tahun 2011 (13/12). dan untuk akhir tahun 2012 Dengan adanya pemam- perkara pidana yang berhasil patan jadwal sidang, PN disidang hanya pada angka Sampang hanya menyidan- 230 perkara. gkan 4 perkara satu di anNamun masih ada kemungtaranya adalah perkara per- kinan akan ada penambahan data, kemarin. “Pada hari ini pada beberapa minggu ke kita hanya menyidangkan 3 depan di bulan Desember perkara pidana dan 1 perkara ini. “Biasanya kita membuat perdata, ini sisa dari persi- laporan pada akhir tahun dangan yang tidak diadakan mengenai turun atau naipada Selasa” lanjut Syihab, knya jumlah persidangan panggilan akrab Syihabud- pidana di Sampang,” tandin, kemarin. dasnya. (waw/zis)

PN Klaim Tidak Ganggu Jadwal Sidang

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

NORMAL: Enam bayi yang lahir pada tanggal 12 Desember 2012 atau 12-12-12 di RSUD Sampang.

Lahir Tepat 12-12-12, Rata-rata Cesar SAMPANG-Sebanyak enam bayi tercatat lahir tepat pada tanggal istimewa, yakni tanggal 12 Desember 2012 atau 12-12-2012. Kelahiran bayi yang rata-rata dilakukan persalinan dengan caesar lahir di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sampang, bertepatan dengan proses pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Sampang. Tanggal cantik inilah yang dimanfaatkan oleh para ibu hamil di atas 9 bulan untuk melahirkan ditanggal yang dianggap kramat tersebut. Salah satu orangtua bayi yang lahir di RSUD Sampang mengatakan, anaknya lahir tepat pada tanggal 12-12-2012. Pihaknya bersyukur proses kelahirannya lancar. Sebab, kelahiran buah hatinya tersebut memang dinantikan dan sengaja dilahirkan tepat dengan tanggal bagus tersebut. “Diharapkan dengan kelahiran anak saya yang tepat pada tanggal istimewa tersebut, mampu membawa hoki atau keberuntungan bagi si anak dan keluarganya. Sekaligus memudahkan untuk mengingat angka kelahiran atau ulang tahun,” ujar sang ibu bayi yang enggan dikorankan tersebut. Menurut dia, sebenarnya, anaknya dijadwal-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

kan lahir pada tanggal 13 Desember. Namun, karena menurut dokter umur kandungan istrinya sudah cukup, maka dokter mengizinkan bila menginginkan anaknya dilahirkan pada tanggal spesial tersebut. Karena itu, langsung dilakukan operasi. Sementara itu, Humas RSUD Sampang dr Yuliono mengatakan adanya enam bayi yang dilahirkan di rumah sakit tersebut tidak semuanya lahir dengan cara operasi. Hal itu dilakukan atas permintaan orang tua bayi dengan berbagai alasan. “Setelah dilakukan pemeriksaan memang usia kandungan ibu bayi rata-rata sudah cukup umur. Selain itu, ada yang terpaksa dilakukan operasi karena permintaan dari orangtua si bayi,” ujar Yuliono pada Kabar Madura, kemarin. Dijelaskan, tidak semua bayi yang lahir ditanggal cantik tersebut dilahirkan secara operasi. Seperti bayi dari Sukilah, warga Desa Plakaran Kecamatan Jrengik yang lahir pada pukul 22.30 WIB tersebut lahir dengan cara yang normal. Dengan berat 2,3 kilogram, bayi laki-laki dengan panjang 48 cm tersebut masih belum

dikasih nama. “Bayinya ada yang dilahirkan secara normal dan ada juga yang tidak. Rata-rata ibu ingin melahirkan anaknya pada tanggal yang istimewa tersebut karena alasan keberuntungan,” ungkapnya. Hal yang sama disampaikan oleh salah seorang bidan RSUD yang menangani persalinan bayi yang lahir pada tanggal cantik tersebut mengatakan lahirnya ke enam bayi ini merupakan fenomena yang unik dengan tanggal, bulan, serta tahun serba angka 12, namun dirinya tidak memberikan penilaian khusus terhadap angka tersebut, karena menurutnya, semua tanggal adalah baik. Meski momennya dianggap istimewa, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan yang sama dengan bayi yang lahir pada waktu sebelumnya, tidak ada penanganan khusus yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, selain bayi laki-laki yang dilahirkan Sukilah, terdapat bayi yang lahir ditanggal cantik tersebut juga dengan lahir secara normal. Seperti bayi laki-laki Rohiyeh yang lahir dengan berat 3,9 kilogram dengan panjang 52 cm lahir pada pukul 23.30 malam. (KM10/zis)


4

JUMAT

14 Desember 2012

KASUS NARKOTIKA Selama 2012, Tangani 24 Perkara PAMEKASAN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menangani 24 perkara terkait narkotika setidaknya sepanjang 2012. “Sampai bulan November, ada 24 perkara yang telah ditngani oleh pihak kejari. Dari 24 perkara tersebut, pelakunya dijerat sebagai pemakai, menguasai dan penjual,” ujar Kasi Pidana Umum Kejari Pamekasan, Ach. Syafi’ie ditemui Kabar Madura, Kamis (13/12) kemarin. Di antara 24 perkara yang masuk ke Kejari, sejauh ini masih menyelesaikan 16 perkara, sedangkan 8 masih masuk dalam tahap persidangan. Untuk kasus Narkotika yang dijatuhkan bagi ke 16 perkara yang sudah diselesaikan Kejari, didalamnya terdapat berbagai macam kurungan tergantung pada pelanggaran yang telah dilakukan oleh tersangka. Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang terdapat dalam pasal 112 dan 114, bagi pemakai dipenjara minimal 4 tahun dengan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal dikenai denda Rp 8 miliar. Sedangkan bagi kurir, sebagaimana tertuang dalam pasal 114, diganjar kurungan minimal 5 tahun dan denda paling sedikit Rp. 1 miliar dan paling banyak Rp. 10 miliar. Sedangkan jenis narkotika yang paling banyak ditransaksikan adalah sabu-sabu. “Sedangkan yang lainnya, seperti pil ekstasi dan lain sebagainya masih belum ada, dalam artian pihak Kejari masih belum menemukan,” kata Achmad Syafi’ie. Dari ke 24 perkara tersebut, masih belum ada keterlibatan pelajar, baik mengkonsumsi, mengedarkan dan lain sebagainya. Ratarata yang termasuk didalamnya adalah sudah berumur 20 tahun ke atas.(ong/zis)

KRIMINAL Daerah Rawan Pencurian PAMEKASAN-Tingkat keamanan di Desa Laden Kecamatan Kota Pamekasan tergolong daerah rawan pencurian, bahkan aksi yang merugikan masyarakat tersebut tidak hanya terjadi di malam hari saja. Dalam setiap minggunya, aksi pencurian tersebut terjadi hingga dua sampai tiga kali, sehingga membuat masyarakat resah dan tidak nyaman, sementara dari sekian aksi pencurian tersebut tidak satu pun yang terungkap. “Kalau di sini (Laden, red) hampir setiap hari terjadi kemalingan, ada saja yang diambil. Dari barang yang besar hingga yang paling kecil semuanya tidak ditampik,” tutur Mas’udi, warga jalan Bhayangkara kepada Kabar Madura, Kamis (13/12). Lebih aneh lagi kata Mas’udi, aksi pencurian tersebut tidak hanya terjadi pada malam hari, melainkan pada siang bolong pun aksi pencurian kerap kali terjadi. Tak pelak hal tersebut menjadi atensi tersendiri bagi pihak keamanan kota Gerbang Salam. Fannan, warga lainnya, juga mengatakan, desa Laden yang masih masuk lingkup perkotaan menjadi salah satu daerah yang tidak terjamin keamanannya. Bahkan masyarakat sangat di resahkan dengan ulah orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. “Kemarin tetangga saya kehilangan motor pada siang hari, sampai sekarang belum ditemukan, dan sering pula warga warga lain yang kehilangan. Pokoknya seminggu tidak sepi dengan aksi pencurian,” katanya. Oleh sebab itu ia berharap, tingkat pengamanan di daerah tersebut dapat ditingkatkan oleh pihak keamanan, sehingga masyarakat dapat hidup tentram dan tenang dalam setiap harinya tanpa dihantui oleh perasaan takut dan perasaan lainnya. “Mudah mudahan keamanan bisa ditingkatkan oleh polsek kota, supaya keamanan masyarakat sedikit dapat terjaga,” harapnya.Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Kota AKP Mustaghfir belum bisa dikonfirmasi.(jck/zis)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/MARZUKIY

TERIAK: Salah seorang orator saat menyampaikan aspirasinya di hadapan komisi D DPRD Pamekasan, Kamis (13/12).

Tuntut RS Swasta Ditutup Aktivis Menilai Banyak yang Menyalahi Aturan PAMEKASAN-Puluhan aktivis yang tergabung dalam Mahasiswa Masyarakat Menggugat (M3) menggelar unjuk rasa ke kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Kamis(13/12) kemarin. Unjuk rasa mereka terkait maraknya pembangunan rumah sakit swasta yang dinilai tidak memenuhi peraturan perundang undangan. Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menuding tidak seriusnya pemerintah dan DPRD Pamekasan dalam menyikapi hal tersebut menjadi indikasi adanya konspirasi pemilik modal dan pemerintah itu sendiri. “Ini hanya dijadikan ajang memperkaya diri oleh oknum tertentu, karena ini sangat merugikan pemerintah dan rakyat

Pamekasan sendiri,” teriak Maimun salah seorang orator dalam aksi tersebut. Kejadian di lapangan kata Maimun, keberadaan rumah sakit yang telah sekian tahun beroperasi tidak sesuai dengan izin yang dikeluarkan. Pihak rumah sakit justru melayani semua pasien yang di luar batas spesifikasinya. “Rumah sakit Larasati yang izin operasionalnya sebagai rumah sakit bersalin, justru menerima semua pasien demikian juga dengan rumah sakit Assyifa yang khusus untuk bedah menerima semua pasien pula,” tegasnya. Ketidak tegasan pihak terkait untuk memberikan sanksi menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat dan aktivis Pamekasan. Sebab jika hal itu terus dibiarkan maka hanya akan menguntungkan salah satu pihak saja dan tidak menutup kemungkinan, kejadian serupa terus bergulir di kota pendidikan.

“Izin operasional sementara itu hanya berlaku satu tahun saja, padahal rumah sakit swasta yang ada sudah bertahun tahun berjalan, ini ada indikasi konspirasi dengan orang orang tak bertanggung jawab. Makanya saya minta pemerintah menutup rumah sakit swasta tersebut,”pintanya. Dalam aksinya mereka meminta untuk melakukan pencabutan izin operasional dan tutup semua rumah sakit swasta yang tidak sesuai dengan ketentuan undang undang no. 44 pasal 24 tahun 2009. Meminta pula DPRD untuk tegas dan memberikan teguran terhadap dinas kesehatan yang diduga telah menyalah gunakan kewenangan dengan mengeluarkan izin terhadap rumah sakit yang tidak sesuai dengan ketentuan undang undang. Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Pamekasan Makmun

mengatakan, selama ini pihak rumah sakit telah mengupayakan terkait kelengkapan sarana dan prasarana sesuai dengan undang undang yang berlaku, sehingga pihaknya memberi waktu untuk memperbaikinya. “Terimakasih kepada adik adik semuanya atas aspirasi yang disampaikan, namun dari hasil sidak yang kami lakukan kemarin, pihak rumah sakit berjanji untuk mengupayakan adanya kelengkapannya sarana dan prasarana sesuai dengan undang undang,”responnya. Sementara itu, Hamdi Jibril salah seorang korlap aksi mengatakan, ketidak lengkapan sarana rumah sakit swasta yang telah berjalan sekian tahun tersebut merupakan kelemahan pihak terkait untuk mengatasinya. “Kami minta izin operasionalnya dicabut dan rumah sakit swasta itu ditutup, karena telah melanggar permenkes,

dan beroperasi tidak sesuai dengan izin operasional yang dikeluarkan,”tandasnya. RM Ramadhani, salah seorang perwakilan dari pihak Dinas Kesehatan Pamekasan di hadapan para demonstrans mengatakan, maraknya rumah sakit swasta yang menerima semua pasien tidak lain untuk melayani kebutuhan masyarakat saja. “Kalau misalnya ada pasien tabrakan langsung dibawa ke sana, pihak rumah sakit swasta tidak boleh menolak karena itu sudah sesuai dengan sumpah. Yang tidak boleh itu rumah sakit bersalin menerima operasi mata,” katanya. Ditanya tentang perpanjangan izin operasional, pihak dinas kesehatan tidak bisa memberikan jawabab. Para pendemo berjanji Senin mendatang, kembali turun jalan dengan tuntutan serupa karena tidak puas dengan jawaban dari pihak terkait kemarin.(jck/zis)

Sidak Jalin Kesra, Komisi B Dituding ‘Odong’ PAMEKASAN-Janji Komisi B DPRD Pamekasan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) realisasi program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Masyarakat (Jalin Kesra) yang bermasalah dinilai hanya omong doang (odong) oleh aktivis Komite Arek Lancor Bangkit (KALAB) Pamekasan. Karena hingga kini belum jelas langkah yang ditempuh Komisi B. “Kami merasa kecewa saja, karena sampai hari ini sidak yang dijanjikan Komisi B belum terlaksana, kalau seperti ini berarti wakil rakyat tidak

pro rakyat,” ujar Zainal Abidin salah seorang aktivis KALAB kepada Kabar Madura, Kamis (13/12) kemarin. Lambannya respon Komisi B itu membuat masyarakat bertanya-tanya tentang kepedulian wakil rakyat Pamekasan. Karena di berbagai daerah kata Zainal banyak masyarakat yang menerimanya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga, kata Zainal, Komisi B segera mengambil langkah konkrit terkait persoalan yang membelit masyarakat Pamekasan tersebut, supaya tugas yang diem-

Kami merasa kecewa saja, karena sampai hari ini sidak yang dijanjikan Komisi B belum terlaksana, kalau seperti ini berarti wakil rakyat tidak pro rakyat,” ZAINAL ABIDIN Aktivis KALAB

bannya sebagai wakil rakyat benar benar nampak. “Kalau harapan saya, Komisi B tidak hanya berjanji dan

berkoar koar di media untuk melakukan sidak saja, sementara realisasinya tidak jelas. Langsung turun ke bawah dan temui masyarakat yang menerima tidak sesuai itu,” tekannya. Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Husnan Ahmadi mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut, sehingga melangkah sesuai dengan target yang diinginkan. “Untuk sementara, kami masih mencari informasi kepada teman teman yang demo kemarin, kalau kita turun dan hanya menemukan

satu dua, itu kan tidak fair namanya,” ungkapnya kepada Kabar Madura. Langkah yang diambil tersebut kata Husnan, agar pihaknya melangkah dengan target yang jelas, supaya sidak yang dilakukan menuai hasil yang maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan. “Yang menerima menfaat itu sekitar dua ribu lima puluh manfaat, jadi kita mencari informasinya dulu karena itu program (Pemprov) Jawa Timur dan kita tidak tahu anggarannya berapa,” pungkasnya.(jck/zis)


JUMAT

5

14 Desember 2012

KM / BUSRI THAHA

KM / BUSRI THAHA

RAPBD 2013 : Bupati Sumenep KH A Busyro Karim menandatangi penetapan hasil pembahasan RAPBD 2013 disaksikan Wakil Bupati Ir H Soengkono Sidik, Ketua DPRD KH Imam Hasyim di ruang Paripurna DPRD Sumenep, Kamis (13/12).

RAPBD 2013 : Wakil Ketua DPRD Sumenep Faisal Muhlis sedang menandatangani penetapan hasil pembahasan RAPBD 2013 dengan disaksikan Ketua DPRD KH Imam Hasyim, Wakil Ketua DPRD Moh Hanif dan Bupati KH Busyro Karim bersam Wakil Bupati Ir H Soengkono Sidik di ruang Paripurna DPRD Sumenep, Kamis (13/12)

Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Kekuatan APBD 2013 Rp 1,470 Triliun SUMENEP-Pembahasan Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2013 Kabupaten Sumenep berhasil dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep bersama dengan Tim Anggaran (Timgar) Pemerintah Sumenep. Proses penandatangan antara Bupati Sumenep bersama dengan Pimpinan DPRD di ruang Paripurna DPRD Sumenep, Kamis (13/12) kemarin. Penandatangan APBD 2013 antara Pimpinan DPRD KH Imam Hasyim (Ketua), Faisal Muhlis (Wakil Ketua), Moh Hanif (Wakil Ketua) dengan Bupati Sumenep KH A Busyro Karim didampingi Wakil Bupati

Ir H Soengkono Sidik. Hadir pula dalam sidang Paripurna Pembahasan RAPBD tersebut, seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkungan Pemkab Sumenep, Anggota DPRD dan sejumlah simpatisan di ruang Paripurna Lantai II DPRD Sumenep. Ketua DPRD Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, pembahasan RAPBD Sumenep tahun 2013 telah selesai dibahas. Kekuatan APBD 2013 sebesar Rp 1, 470 trilliun. Kekuatan APBD tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan APBD tersebut, akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumenep. ”Saat ini telah selesai dilakukan penetapan APBD 2013. Mudah-mudahan APBD ini

NELAYAN

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

PARKIR: Beberapa sampan di pantai Salopeng tak melaut karena sulitnya diperolehnya ikan.

Sulit Dapat Ikan, Parkir Perahu SUMENEP-Para nelayan memilih untuk memarkir sampan mereka selama dua hari terakhir di daerah pantai Salopeng. Padahal di beberapa tempat para nelayan sudah banyak memanen ikan dengan hasil tangkapan yang melimpah ruah. Pengakuan tersebut diutarakan oleh Sudahnan, warga Desa Campor yang juga ikut menangkap ikan di pantai Salopeng. Menurutnya, sejak hari Rabu (12/12), ikan di daerah tersebut sepi. ”Ini aneh, biasanya saat untuk tahun-tehun sebelumnya bulan Desember tidak seperti ini,” jelasnya. Sulitnya mendapat ikan tersebut membuat masyarakat yang hanya ikut melaut enggan bekerja. Sebab hasil dari tangkapan diperkirakan tidak akan bisa membuahkan hasil pada para kuli. Sehingga sampan-sampan yang biasanya berangkat melaut, terpaksa diparkir lantaran tak ada yang mau bekerja. ”Bagi orang yang tidak punya sampan sendiri, mereka enggan untuk ikut. Karena tidak akan dapat bagian juga. Sebab kalau tidak sampai pada target tangkapan, semua hasil tangkapan ikan tersebut di miliki oleh si pemilik perahu,” ujarnya. Kejadian tersebut memang terkesan aneh. Sebab ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) kondisi iklim di Sumenep masih normal, untuk cuaca hari Kamis (13/12), suhu udara berada di kisaran 25-33 Drajat Celcius, sementara kecepatan angin 35 km/ jam. Tidak heran, bila warga Salopeng merasa heran dengan keadaan yang menimpa laut mereka. (aqu/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

dapat teralisasi dengan maksimal sehingga masyarakat bisa merasakan adanya pembangunan. Apalagi, Bapak Bupati akan lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dengan hotmik,” ujar Ketua DPRD Sumenep KH Imam Hasyim kepada wartawan, usai penandatanganan APBD 2013, Kamis (13/12). Menurutnya, dalam APBD 2013 untuk pembangunan infrastruktur terutama di wilayah kepulauan mencapai Rp 20 miliar, sedangkan di wilayah daratan mencapai Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar untuk pembangunan infrastruktur khusus hotmik. Peningkatan ini sangat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp 16 milliar untuk infrastruktur. ”Insya Allah, dengan anggaran yang cukup tersebut, jalan-

jalan yang mengalami kerusakan akan lebih baik dengan dihotmik. Untuk infrastruktur kenaikan sangat siginifkan sebab kenaikannya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. Selain itu, yang patut mendapatkan apresiasi adalah penetapan APBD 2013 yang jauh lebih maju tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun 2012 lalu, penetapan APBD dilakukan akhir 30 Desember tetapi tahun 2013 ini, justru berhasil ditetapkan 13 Desember. Dengan kemajuan tersebut, tahun depan akan lebih maju lagi penetapannya yang bisa ditetapkan di bulan November. ”Setelah ini, akan dilakukan evaluasi Gubernur sehingga

akhir Desember sudah ditetapkan. Dan pada bulan Januari action. Kami di DPRD Sumenep memang ekstra, makanya ada penambahan waktu hingga dua hari. Bahkan, seandainya tidak ada penambahan waktu, tanggal 11 Desember sudah ada penetapan. Tapi kami tidak ingin tergesa-gesa, ingin yang terbaik,” tegasnya. Sekretaris Daerah Kab Sumenep, Moh Saleh mengatakan, kekuatan APBD 2013 di Kabupaten Sumenep memang terdapat penambahan. Sebab, untuk Dana Alokasi Umum (DAU) mendapatkan kenaikan hingga mencapai 13 persen. Jika tahun 2012, DAU hanya sekitar Rp 800 miliar, maka tahun 2013 mencapai Rp 900 miliar. Termasuk juga, DAK mengalami kenaikan sebesar 16 persen, sehingga DAK 2013

mencapai Rp 11 miliar. ”Kalau belanja pegawai ini tidak hanya untuk gaji, tapi juga bantuan, tunjangan, dan tambahan kesejahteraan. Kalau hanya gaji pegawai, anggarannya sekitar Rp 608 miliar,” ungkapnya. Sekedar diketahui, dalam laporan Raperda APBD 2013, untuk yang dibahas di Komisi A, total pendapatan Rp 2, 662 miliar. Sedangkan jumlah belanja daerah pada mitra kerja Komisi A sebesar Rp 252 miliar lebih. Untuk Komisi B, pendapatan dari 8 SKPD sebesar Rp 1, 360 triliun, belanja langsung dan tak langsung Rp 130 miliar lebih. Sementara, untuk SKPD mitra Komisi C, pendapatan senilai Rp 3 miliar lebih, belanja tak langsung 49, 713 miliar, dan belanja langsung Rp 188 milliar lebih. (bus/zis/adv)

Dua Proyek Dinkes Terancam Putus Kontrak SUMENEP-Menjelang tutup anggaran tahun 2012, dua mega proyek di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes), terancam putus kontrak. Hal ini karena pembangunan Puskesmas Saronggi dan Puskesmas Pragaan ditengarai tidak akan bisa selesai 100 persen hingga 20 Desember mendatang. Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (DPD Gapeksindo) Kabupaten Sumenep menyatakan proyek pembangunan Puskesmas Pragaan senilai Rp 1.6 miliar dan Puskesmas Saronggih sebesar Rp 1,3 miliyar tidak mung-

kin selesai 100 persen benar terbukti, hingga Kamis (13/12) kemarin, dua pembanguan di dua tempat tersebut masih terus dikerjakan. Pantauan Kabar Madura, untuk pembangunan Puskesmas di Saronggih, masih jauh dari sempurna. Terlihat jelas, tumpukan bambu, pembangunan tembok, serta cermin di gedung puskesmas baru tersebut belum juga selesai pasang. Lebih parah lagi, pembangunan Puskesamas di daerah Pragaan hanya bangunan gedungnya saja yang selesai dikerjakan. Karena itu, Wakil Ketua Gapeksindo, Abu Bakar Bahrisy

secara tegas meminta untuk segera melakukan putus kontrak dan memberlakukan denda keterlambatan sebesar 0,1 persen kali nilai kontrak per harinya. Secara terpisah, Ketua Komisi C Abdul Hamid Ali Munir menyatakan pernyataan Gapeksindo hendaknya menjadi perhatian Dinas Kesahatan. Sebab, langkah tersebut sudah sesuai dengan peraturan perundangundangan. Terkait ancaman putus kontrak tersebut, Kepala Dinkes Jetty Nurdiah Ningrum justru menutup diri. Dia selalu mengumbar janji pada wartawan untuk memberikan keterangan di kantornya. (aqu/zis)

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

BELUM TUNTAS: Proyek pembangunan puskesmas Saronggi senilai Rp 1,3 miliyar hingga kini belum juga selesai.

Jembatan Layang di Desa Muangan Saronggi

Bosan Mengemis pada Pemerintah, Malah Dibantu Pengusaha Di Desa Muangan, Saronggih, tepatnya di sebelah utara Masjid Al-Hidayah, warga setempat berkumpul. Mereka bahu-membahu membangun jembatan layang, sebuah jembatan yang menyambungkan dua kecamatan, Saronggih dan Lenteng. Meski demikian, pembangunan jembatan itu tanpa dibantu pemerintah daerah setempat. ACH. QUSYAIRI NURULLAH, Sumenep PEMBANGUNAN jembatan layang sudah berlangsung selama dua hari hingga Kamis kemarin. Mereka membangun jembatan tersebut tanpa sedikitpun ada bantuan dari pemerintah. Kegelisahan warga terhadap jembatan layang yang terbuat dari bambu, yang menjadi penyambung antara Desa Muangan, Kecamatan saronggih dan Desa Sendir Kecamatan Lenteng melahirkan inisiatif untuk membangun jembatan yang lebih kokoh. Apalagi selama musim penghujan, para penduduk dipaksa membuat jembatan dengan bambu tersebut hingga 4-5 kali.

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

BAHU-MEMBAHU: Masyarakat bekerja serentak membangun jembatan layang yang menyambungkan dua kecamatan, Saronggih dan Lenteng.

Hal itu terjadi karena Kali Sarokah, pemisah dua kecamatan tersebut seringdilanda banjir bandang yang cukup besar. Sehingga dalam setiap pembuatan jembatan, masyarakat harus menghabiskan uang sebesar Rp. 2 juta lebih. ”Itu tinggal di kalikan banyaknya pembuatan

jembatan dari bambu, berapa uang yang harus kami keluarkan,” ujar Suharto, Kepala Desa Muangan. Sebenarnya, Suharto sudah melayangkan surat permohonan bantuan jembatan kepada pemerintah daerah. Beberapa tahun silam, ada pembicaraan serius

mengenai perbaikan jembatan tersebut, namun karena permintaannya jembatan beton dan dianggap banyak memakan biaya, pemerintah daerah angkat tangan. ”Padahal kami di sini sangat membutuhkannya. Saat mau membawa hand tractor dan membawa hasil pajak bumi yang lainnya. Kami sangat kesulitan. Apalagi jembatan yang panjangnya 42 meter ini juga dilewati oleh anak-anak kecil yang mau berangkat sekolah. Kami selalu menghawatirkan mereka saat melintasi jembatan tersebut,” kata Suharto. Berbekal kekhawatiran itulah, masyarakat berinisatif membangun jembatan layang. Meski tidak bisa dilewati mobil, setidaknya anak-anak dan masyarakat yang membawa hasil pertaniannya tidak lagi kesulitan. Jembatan yang menghabiskan dana setengah miliar lebih itu bisa benar-benar membantu kepada masyarakat sekitar. ”Untung kami bertemu dengan salah seorang pengusaha dari Jakarta. Mereka membantu kami dari sisi pembiayaan dan pembuatan jembatan. Kami sangat bersyukur untuk itu. Sebab, berharap kepada pemerintah daerah, hanya janjijanji kosong yang kami dapatkan,” ujar Agus Mulyadi, Koordinator Pembuatan Jembatan Layang. (zis)


6

JUMAT

14 Desember 2012

25 Persen Lebih Golput Sambungan dari hal 1

Menghadapi kenyataan itu, Umar Faruk tampak berusaha maklum. Bahkan terkesan pula, dai berupaya membesarkan hatinya. Menurutnya, ketidakikutsertaan 3 ribu lebih pemilih dalam pemungutan suara, Rabu lalu, bisa jadi karena beberapa alasan. Salah satunya, karena warga Mandanginbanyak yang jadi perantau, bekerja di luar pulau sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti coblosan. Selain itu, banyak pula yang mondok di pesantren luar pulau, juga karena sekolah di wilayah Kecamatan Kota, Sampang. Faruk menduga, faktorfaktor tersebut menyebabkan mereka kesulitan untuk menggunakan hak pilih mereka. “Bisa jadi para perantau yang kerja di luar pulau ditambah lagi yang mondok dan sekolah atau ada yang sengaja tak menggunakan hak pilihnya,” ujar Faruk. Sementara itu, khusus Pulau Mandangin, tiga teratas dalam perolehan suara, diduduki pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 1, 3, dan 6. Ketua PPS (panitia pemungutan suara) Pulau Mandangin Wasin H Awzaie mengungkapkan, posisi pertama diraih pasangan nomor urut 1, A Fannan

Hasib-Fadhilah Budiono (AlFalah), dengan perolehan 4.005 suara. Menyusul Al-Falah, adalah pasangan nomor urut 3, Tjahaja Purnama (incumbent Noer Tjahja-Heri Purnomo) yang memperoleh 2.24 suara. Selanjutnya, tiga teratas yang paling akhir adalah pasangan nomor urut 6, Hermanto Subaidi-KH Jakfar Sodiq (Hejaz). Pasangan tersebut mendapat 2.19 suara. Di tempat terpisah Ketua Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) Sampang Akhmad Ripto mengungkapkan, pada hari pencoblosan mereka menemukan 30 orang pemilih yang masih di bawah umur 17 tahun dan dianggap belum mempunyai hak pilih. Temuan tersebut didapat di TPS 1 Kelurahan Dalpenang. Ke-30 orang tesebut diduga santri pondok pesantren yang ikut masuk dalam DPT. Selain itu, ditemukan pula seorang lagi di salah satu TPS di kelurahan Karang Dalam. “Kita temukan 30 orang belum cukup umur untuk memilih di TPS 1 Kelurahan Dalpenang. Dan sempat kami hentikan saat itu juga,” ujar Akhmad Ripto. Namun secara umum, menurut Akhmad Ripto, untuk wilayah Kecamatan Sampang, sampai tahapan pendistribusian kotak su-

ara di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), belum ditemukan pelanggaran yang berarti. “Sampai hari ini belum ditemukan pelanggaran yang berarti, masih aman-aman saja,” yakinnya. Saling Klaim Menang Sementara akibat simpang siurnya hasil perolehan suara Pilkada Sampang, terjadi ketegangan antara beberapa pasangan calon (paslon). Al-Falah, pasangan calon bupatri-wakil bupati nomor urut 1, dan pasangan Hermanto Subaidi-Djakfar Sodiq (Hejaz) saling klaim sebagai pemenang dengan memperoleh suara terbanyak. Informasi yang tidak menentu tersebut, membuat massa para pendukung kedua paslon merayakan kemenangan di poskonya masing-masing. Ucapan selamat dari berbagai pihak terhadap kedua paslon, bahkan pendukung Hejaz sempat membakar kembang api sebagai wujud kegembiraan. Karena menganggap telah menang dengan perolehan suara lebih dari 30 persen, sehingga tidak perlu ada putaran kedua. Padahal hasil penghitungan cepat yang dikeluarkan salah satu televisi lokal Jawa Timur, menyebutkan, paslon nomor urut 1, Fannan HasibFadhillah Budiono (Al Falah)

meraih 31,45 dari total suara. Kemudian, pasangan nomor urut 2, Yahya-Faidol Mubarok (Yamfa) mendapat 3 persen. Berikutnya, pasangan nomor urut 3, Noer Tjahja-Heri Purnomo (Tjahaja Purnama) mendapat 18,28 persen; pasangan nomor urut 4 Haryono Abdul Bari-Hamduddin Ikhsan mendapat 14,79 persen. Nomor urut 5, Faisol Muqoddas dan Tri Yakin (Faiq) memperoleh 1,71 persen; dan nomor urut 6, Hermanto Subaidi dan Djakfar Sodiq (Hejaz) 29,99 %. ’’Kami dari awal pencalonan telah dihadang agar tidak bisa berangkat. Mulai dari kendaraan Partai Politik (Parpol) yang cukup sulit kami dapatkan, karena ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin menjegal,” ungkap Fadillah, mantan Wakil Bupati Sampang yang sudah dua periode menjabat. Disisi lain, Hermanto Subaidi mantan Sekda yang di mutasi menjadi staf Kelurahan berpasangan dengan Djakfar Sodiq (Hejaz) nomor urut 6, menyatakan, bahwa perolehan suara saat ini masih belum final karena hasil hitung cepat tidak dapat dijadikan acuan dasar. Sehingga keabsahannya masih belum bisa dipertanggung jawabkan sebagai hasil perolehan Pilkada yang sesungguhnya (waw/yoe)

masyarakat Pamekasan. Tidak mudah tergoyahkan,” terangnya. Berkenaan dengan proses hukum yang sedang ditempuh para kuasa hukum ASRI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Syafii menyatakan tidak akan mundur. Perjuangan terus berlanjut. “Kami masih menunggu. Sungguh demikian, kami belum tahu apakah proses hukum di PTUN masih jalan terus atau tidak dengan adanya pencabutan terkait pencoretan ASRI oleh KPU Provinsi Jatim,” ungkapnya. Dalam proses hukum di PTUN, Syafii menyatakan sudah dikuatkan dengan bukti-bukti yang kukuh. Karena itu, dirinya merasa optimis atau yakin menang

dalam PTUN tersebut. Syafii juga menyinggung adanya tergugat intervensi di PTUN. Baginya, itu tak jadi persoalan. “Biar hasil di PTUN nanti klir. Maksudnya, bisa diterima banyak pihak karena sudah diketahui oleh banyak pihak atau yang bersangkut paut di dalamnya,” tukas Syafii. Sementara itu, Khalil Asy’ari yang selama ini menjadi korban dari penzaliman KPU Pamekasan, menyatakan siap mengikuti proses pemilukada dengan penuh ketabahan. Pasalnya, selama ini, dirinya menjadi bulan-bulanan hanya karena persoalan nama ganda. Dalam perkembangan terbaru, setelah lima komisioner KPU Pamekasan dipecat

oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), KPU Provinsi Jatim meloloskan pasangan ASRI. Pelolosan tersebut dihembuskan setelah diketahui bahwa sebenarnya tidak ada persoalan dengan pasangan ASRI. Justru, yang perlu disoal adalah incumbent Kholilurrahman yang tidak memiliki ijazah Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar (SD). Berkaitan dengan ijazah Kholilurrahman itu, KPU Provinsi Jatim sedang memprosesnya. Kalau nanti betulbetul ijazah tersebut patut dipermasalahkan, maka tak menutup kemungkinan incumbent Kholilurrahman justru yang dicoret sebagai peserta pemilukada mendatang. (anm/yoe/adv)

nah di Madura cocok untuk ditanami tebu, sehingga petani perlu diajari teknis cara menanam tebu yang baik. ”Saya sendiri tahun ini mencoba menanam tebu 16 hektare di Bangkalan tapi gagal karena memang susah sekali menanam tebu di Madura dengan menghasilkan panen yang baik karena tidak semua tanah di Madura cocok ditanami tebu,” jelasnya. Menurutnya, seharusnya petani tebu di Madura mendapatkan bimbingan teknis dari Dinas Perkebunan untuk mengajari petani menanam tebu seperti di wilayah PTPN IX, PTPN X, dan PTPN XI yang berada di Pulau Jawa. ”Petani ini harus dibina! Tapi pada kenyataannya justru Dinas Perkebunan menjalin kongkalikong dengan pihak PTPN, dalam hal ini PTPN X. Kondisi saat ini menunjukkan apa yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Jawa Timur bukan melihat potensi petani tebu Madura, tetapi hasil kongkalikong dengan PTPN X (Persero) sehingga petani tebu Madura tidak diberdayakan,” ulas pria murah senyum tersebut. Dengan kenyataan tersebut Kadar menyebut bahwa PTPN X (Persero) memiliki misi khusus dalam rencananya mendirikan pabrik gula di Madura, sebab disebutkannya jika petani tebu Madura masih membutuhkan pengajaran teknis menanam tebu. Kadar mengaku khawatir

jika pabrik gula yang akan didirikan di Madura tersebut bukan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) murni atau swasta murni tapi dari rentetan PTPN X (Persero) saja. Menurutnya, PTPN X (Persero) pernah mencoba mendirikan pabrik gula di Mojokerto tapi gagal karena berbagai hal, salah satunya ditengarai sumber dananya berasal dari korupsi dana bongkar ratoon petani tebu. ”Jangan-jangan ini pabrik gula Rosan Kencana yang akan didirikan di Mojokerto dulu dipindahkan ke Madura. Padahal proses pendirian pabrik gula Rosan Kencana di Madura masih bermasalah, bahkan Rini (Rini Sukriswati, red) saja masih belum berhasil ditangkap,” tegasnya saat dijumpai Kabar Madura di Surabaya, kemarin. Kadar menginginkan jika memang ada pendirian pabrik gula di Madura, pemerintah harus turun tangan langsung dalam proses pendirian pabrik gula, bukan pabrik gula Rosan Kencana di Mojokerto dipindahkan lokasinya ke Madura. Alasannya, jika pemerintah langsung yang membangun pabrik gula di Madura, secara otomatis akan memberdayakan petani tebu salah satunya dengan membentuk APTRI dan Koperasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (KPTRI). Ia menambahkan, terkait tim yang akan berjuang untuk memperoleh kredit, suplai

pupuk, dan lain-lain, harus dibentuk perwakilan APTRI yang ada di Madura sehingga potensi petani tebu Madura semakin terasah dan bisa diberdayakan untuk memperbaiki taraf kehidupan mereka. ”Sebagai Ketua APTRI Wilayah PTPN X (Persero), Saya salut dan mendukung jika petani tebu Madura menolak pembangunan pabrik tebu di Madura selama mereka tidak diberdayakan. Selama perjanjiannya hanya menyewa kebun milik petani tebu, jelas merugikan petani tebu. Mereka dibodohi oleh oknum PTPN X (Persero),” imbuhnya. Sebelumnya PTPN X (Persero) terus melakukan kajian bisnis terkait rencana pembangunan pabrik gula terintegrasi yang berlokasi di Madura. Direktur Utama PTPN X, Subiyono, kepada wartawan di Bangkalan beberapa waktu lalu, mengemukakan pembangunan pabrik gula terintegrasi tersebut diperkirakan memerlukan investasi lebih kurang Rp1 triliun. Namun pernyataan Subiyono berbeda dengan apa yang diungkapkan Kadar Oesmadi. ”Secara teknis, lahan di Madura cukup layak dan prospekstif untuk budi daya tanaman tebu. Sinar matahari yang cukup juga bisa membantu peningkatan kualitas tebu untuk mencapai rendemen tinggi,” katanya seperti dikutip dari www.setkab.go.id. (rr)

Syafii Harapkan Pemilukada Happy Ending Sambungan dari hal 1

Syafii menegaskan, lolosnya pasangan ASRI diharapkan pula, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas. Khususnya, masyarakat Kota Gerbang Salam yang pernah dipimpinnya pada 2003-2008 lalu. Diakui anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu, dalam hal politik, masyarakat sudah cerdas. Juga, dewasa. Sehingga, ujarnya, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan keleluasaan untuk memilih calon pemimpinnya nanti berdasarkan hati nurani. “Dan saya yakin kedewasaan memilih masyarakat tersebut sudah mendarah daging dalam kehidupan

Belanda Saja Tidak Mau Mendirikan Pabrik Gula di Madura Sambungan dari hal 1

Menurutnya, jika tujuannya memberdayakan petani tebu, maka langkah yang dilakukan oleh PTPN X (Persero) sudah salah. Ia mengatakan, pemberdayaan petani tebu harusnya diajari cara menanam tebu melalui pembinaan dari tim teknis Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur atau pabrik gula yang bersangkutan, khususnya direksi pabrik gula. Fenomena PTPN X (Persero) yang ingin mendirikan pabrik gula dinilai Kadar sebagai langkah pembodohan kepada petani tebu. ”Langkah seperti ini adalah pembodohan petani karena pabrik gula langsung menyewa kebun milik petani selama 1-3 tahun dan seolaholah menganggap bahwa kebun-kebun tersebut milik pabrik gula. Dampaknya, petani hanya merasakan hasil sewa kebunnya saja, tapi tidak merasakan hasil dari jerih payahnya menanam tebu,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur tersebut. Kadar sepakat jika petanipetani tebu di Madura harus menolak mentah-mentah rencana tersebut karena proyek tersebut tidak memberdayakan petani, justru malah merugikan petani tebu. Menurutnya menanam tebu di Madura cukup sulit karena tidak semua unsur ta-

Direktur Utama/ Pemimpin Umum: Taufiq Rizqon Direktur: Disyahmain

Email Redaksi: redaksi@kabarma.co.id

Incumbent Harapkan Warga Sampang Rasional Sambungan dari hal 1

Jangan hanya gara-gara disogok atau diiming-imingi, masyarakat tergoda dan menjadi pragmatisme sehingga salah dalam memilih. Dikatakan, dalam kepemimpinannya diakui bahwa belum berhasil merubah pola pikir masyarakat Sampang yang sebagian besar masih belum rasional, tapi emosional. “Kalau mau maju, pola pikir masyarakatnya harus maju dan rasional, itu saja sarannnya,” ujarnya di sela jumpa pers bersama puluhan wartawan, kemarin (13/12).

Selain itu, bagi pasangan calon yang tidak mendapatkan kemenangan dalam pemilukada Sampang kali ini mengharapkan unuk bersikap legowo dalam menerima hasil keputusan nantinya. Sehingga kondusifitas keamanan di masyarakat akan tetap terjaga dan terpelihara dengan baik dan aman. “Meskipun hasil dari penghitungan cepat saya kalah, kita bersikap menerima dengan hasil itu,” ujarnya. Diharapkan, sebelum adanya pengumuman resmi yang dilakukan pihak KPUD Sampang, masyarakat dapat berpikir secara

rasional dalam menentukan dan bersikap terhadap hasil keputusan tersebut nantinya. Masyarakat harus dapat menilai mana yang terbaik bagi kelangsungan hidup masyarakat Kabupaten Sampang. Sebagian masyarakat menilai demokrasi langsung itu sangat cocok untuk mereka yang memilih yang sudah punya tingkat pendidikan dan tingkat sosial yang cukup. Mereka tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, disogok orang lain dan mereka sudah mempunyai pemikiran jangka panjang. (KM10/yoe)

PPK Mulai Terima Kotak Suara Sambungan dari hal 1

Meskipun PPS masih punya waktu sampai hari ini, yakni hingga 14 Desember, untuk melakukan proses rekapitulasi, namun untuk mempermudah pengamanan maka kotak suara Kamis (13/12) langsung diserahkan ke PPK. “Untuk pengamanan dan mempercepat tahapan rekapitulasi kotak suara dari PPS harus mulai didistribussikan ke PPK hari ini,” kata Ketua PPK Kecamatan Sampang, Nurul Hidayat. Sementara itu, untuk proses rekapitulasi di tingkat PPK akan dilakukan pada Sabtu (15/12), dan diselesaikan pada 16 Desember. Selanjutnya, PPK mempun-

yai waktu paling lambat tiga hari untuk melakukan rekapitulasi sebelum diserahkan ke KPU Sampang. “Hari Senin (17/12) kita harus sudah selesaikan rekapitulasi lalu diserahkan ke KPU,” tambah Nurul hidayat. Dari catatan Nurul Hidayat sampai pukul 14.00 WIB dari 18 PPS sudah 13 PPS yang menyerahkan kotak suara ke PPK kecamatan Sampang. Yang belum mengirimkan di antaranya adalah Kelurahan Rongtengah, Gunung Sekar, Karang Dalam, Tanggumung, dan Desa Kemuning. Namun menurut Nurul Hidayat, paling lambat hari ini seluruh PPS harus sudah mengirimkan kotak suara. “Kita targetkan hari ini su-

dah terkirim ke PPK Sampang, dari mandangin juga sudah terkirim,” katanya kepada Kabar Madura, Kamis (13/12). Salah satu anggota KPU Sampang Miftahurrozaq membenarkan, tahapan rekapitulasi tingkat PPK harus sudah dilakukan pada Sabtu, 15 Desember 2012. Selanjutnya, KPU Sampang juga akan melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten, sebelum dilakukan penetapan bupati terpilih, berdasarkan tahapan yang sudah ditetapkan oleh KPU. “Jika sesuai dengan rencana tahapan rekapitulasi tingkat KPU akan dilaksanakan tanggal 17 sampai 18 Desember,” terang miftahurrozaq. (waw/yoe)

Momon Raup 3.004 Suara di Kampungnya Sambungan dari hal 1

Sebab, Ra Momon, demikian panggilan akrabnya, sudah dipastikan menang telak dalam Pemilukada Bangkalan yang digelar Rabu lalu (12/12). Perolehan suara Ra Momon yang berpasangan dengan pamannya sendiri, Ra Mondir (Mondir Rofii) dan mengusung akronim Makmur, jauh meninggalkan perolehan suara pasangan calon BUpati-Wakil Bupati Bangkalan yang menjadi pesaingnya, Nizar Zahro-RH Zulkifli (Nikmat). Hasil hitung cepat atau quick count versi lembaga survei Proximity bahkan mencatat, pasangan Makmur memecahkan rekor Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Bangkalan dengan perolehan suara 92,07 persen. Nama Momon pun moncer berkibar. Kepopuleran Momon bahkan sampai melintasi Jembatan Suramadu. “Hebat itu, (calon) Bupati Bangkalan. Dia termuda seIndonesia, harusnya bisa masuk Muri (Museum Rekor Indonesia),” ujar Romli, warga Madura asal Sumenep, yang tinggal di Surabaya dan berprofesi sebagai kontraktor

rekanan Pemkot Surabaya. “Tadi pagi (kemarin pagi, red), saya baca beritanya di Bangkalan. Usianya (Momon, red) baru 26 tahun. Bupati termuda se-Indonesia sebelumnya, berusia 30 tahun,” imbuh Romli dengan nada bangga, saat berbincang dengan Kabar Madura, di Surabaya, Kamis (13/12). Sayang, di kampung sendiri tempat Momon menggunakan hak pilihnya, suara yang dia peroleh, tak “seindah” hasil hitung cepat Proximity. Calon bapak itu nyoblos di TPS (tempat pemungutan suara) 14 Kelurahan Pengeranan, Kecamatan Kota, Bangkalan. Di wilayah tersebut, 7.469 warganya tercatat memiliki hak suara dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Untuk mengakomodir ke-7.469 pemilih itu, disediakan 17 TPS. Sejak kemarin pagi (13/12), Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Pangeranan telah tuntas merekapitulasi suara yang dikumpulkan dari TPS-TPS setempat. Mohammad Ali Muksi, Ketua PPS Kelurahan Pangeranan mengungkapkan, dari total perolehan suara di 17 TPS tersebut, pasangan Makmur mendapat 3.004

suara. Jika dipersentasekan terhadap jumlah pemilih, maka pasangan itu hanya mendapat 40 persen lebih sedikit. Menyusul perolehan suara Makmur, adalah bumbung kosong alias golput, atau tidak menggunakan hak pilihnya. Menurut Ali Muksi, jumlah golput mencapai 2.771 orang, atau sekitar 37 persen dari jumlah pemilih di wilayah itu. Berikutnya adalah suara tidak sah, sebanyak 1.049 suara atau sekitar 14 persen dari total suara di wilayah tersebut. Dan peringkat paling akhir, diduduki pasangan Nikmat, yang hanya memperoleh 645 suara, atau cuma sekitar 8,6 persen dari total suara. Di bagian lain Ali Muksi menyatakan, proses pemungutan suara di wilayahnya berlangsung aman dan lancar. “Gak ada masalah. Memang banyak isu, kemarin (12/12), tapi ya hanya isu aja,” tegas Ali Muksi. “Memang beredar kabar, ada TPS yang terbakar. Betul, ada, tapi yang terbakar bukan tempat pemungutan suara, melainkan tempat pembuangan sampah,” seloroh Muksi diikuti tawa kecil rekan-rekannya. (jos/yoe)

Didominasi Masyarakat Pantura Sambungan dari hal 1

Indikatornya, sepanjang tahun 2012, hingga November lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menangani 24 perkara tentang narkoba. Berdasarkan data yang telah didapatkan Kabar Madura dari Kejari Pamekasan, pelanggaran tentang obat-obatan terlarang alias narkotika selama ini masih didominasi oleh masyarakat

Pantura. “Kalau saya persentasekan, pelanggaran narkoba yang di dalamnya terdapat pemakai, kurir dan penguasaan, masih didominasi oleh masyarakat Pantura mas,” ungkap Kasi Pidum (Pidana Umum) Kejari Pamekasan, Ach Syafi’ie, ketika ditemui Kabar Madura di ruanga kerjanya, Kamis (13/12) kemarin. Syafi’ie menambahkan, dari 24 perkara yang ditan-

gani Kejari, belum satu pun di antaranya yang menerapkan sanksi berupa wajib rehabilitasi terhadap pelakunya. “Karena untuk melakukan rehabilitasi, Kejari tidak punya kewenangan mas. Yang punya kewenangan adalah orangnya atau keluarganya untuk melakukan pengobatan atau bisa terbebas dari ketergantungan atau kecanduan.” (ong/yoe)

Mengendap 10 Bulan Sambungan dari hal 1

Kedatangan dirinya bersama warga yang lain ke Kejari Sumenep dalam rangka mempertanyakan tindakan yang dilakukan oleh Kejari setelah ada laporan dari pihaknya. Karena diakuinya kasus tersebut sudah lama ngendon di Kejari namun belum ada

kejelasan hukumnya. “Saya dan warga lainnya datang ke sini untuk mengklarifikasi penyalahgunaan bantuan dari APBN yang berupa sapi, di Desa Tamedung yang dikelola kelompok Sekar Wangi. Karena kasusnya sudah 10 bulan tapi belum ada perkembangan apa-apa, ada apa ini? ” tan-

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Firman Ghazali Akhmadi (plt kepala), Syaiful Islam. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala). Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy. Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Abdur Rohim, Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Manager Iklan dan Pemasaran/EO: Ahmadur Rusdi. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Felda Yulia, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

dasnya penuh tanda tanya. Kedatangan mereka ke Kejari, ternyata tetap tidak dapat menemukan perkembangan hukum kasus tersebut. Muhammad menjelaskan, Kasi Pidsus Kejari Sumenep beralasan, harus mempelajari lebih dahulu berkas kasus tersebut (rei/yoe)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


JUMAT

7

14 Desember 2012

Kembalikan Ruh Bhineka Tunggal Ika Oposisi Tak Selamanya Berlainan Arah

AYO PMU harumkan Madura di pentas ISL. Selamat berjuang PMU, gak perlu gentar menghadapi lawan2mu. ARIN-DIAN Mespat Pamekasn, +6281330020932. SIAPAPUN yang jadi Bupati Pamekasan nanti, saya harap kepada Bupati tolong majukan sepak bola Pamekasan. Tidak hanya cukup sampek disini saja dan saya harap kepada Bupati baru nanti, dirikan tempat fitnes kepada pemain2 PMU yang sekarang berlaga di ISL... Biar tidak seperti kemarin, harus memiliki tempat fitnes sendiri. Saya harap tindaklanjuti keinginan masyarakat Pamekasan ini. Chachacolok Darma Jaya Kaya Slalu, +6287750249493 BRAVO P-MU, tekadkan semangat untuk mewujudkan target ISL. Tidak ada yang tidak mungkin, perjuangan dan kesolidan sebuah tim akan menjadikan kekuatan tersendiri. Perjuangkan atas nama MADURA. P-MU akulah darahmu. Taretania Suphi Pamex’s City +6285235545576 AYO PMU, aku akan selalu mendukungmu, aku ingin kamu peringkat ke satu di ISL... V!k! Lp cr3w t.bum!, +6285748748523 BILA hadirku adalah debu yang memburamkan jendela hatimu. Biarlah angin yang membawaku menjauh. Tapi bila hadirku adalah sebuah cahaya, izinkanlah aku menjadi fans terbaik di hatimu. I love U.. P-MADURA UNITED. +6285733258187 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

NEGARA merupakan satu kesatuan antar-individu dan golongan yang sifatnya colektive colegial. Selalu bersatu padu, gotong royong dan mewujudkan cita individu menuju cita universal, dan universal untuk individu, yang sifatnya bertujuan untuk menggapai kearifan lokal. Sebab hidup merupakan satu kesatuan, ibarat mata rantai yang tak harus terputus guna saling menopang perjalanan sejarah kholifah fil’ard. Sebagaimana cita besar nan arief negara Indonesia, yang tersirat dalam pernyataan “ Bhineka Tunggal Ika”. Artinya: berbeda-beda namun tetap satu jua. Jadi perbedaan dan ketidak selarasan dalam suatu organisasi negara, ketika kembali kepada cita luhur pertiwi tidak harus menimbulkan chaos (konflik) yang mengakibatkan pencedaraan. Baik dalam konteks moril ataupun materiil. Namun negara kita Indonesia yang telah berkomitment untuk menetapkan Bhineka Tunggal Ika sebagai brand image pemersatu dari SARA. Nyata-nyata hari ini dapat dikatakan tahu tapi tidak mengerti. Sebab tidak sedikit kejadian yang keluar dari koridor teks yang dicengkram erat oleh burung Garuda dan terpampang di dadanya lima panca negara, yang menyatakan Ketuhanan yang Mahaesa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradap, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

pada kesadaran masingJelas ketika memeras masing individu. Yang lima panca yang dimana setiap individu jadikan azaz Negara. hari ini sudah gelap atas Hari ini sudah mulai paradigma yang mesti merapuhkan tiang pedibangun dengan fonnyanggah yang dicitadasi satu kesatuan untuk citakan sebagai iktikat mempertahankan NKRI. membebaskan bangYang ada, setiap bangsa dari kesengsaraan. sa di dalam negara yang Sebab Ketuhanan seharusnya berperan yang Mahaesa, yang aktif untuk mempertahdasarnya bertujuan unOleh: ankan NKRI. Lebih tegas tuk memberikan keKOIRUS SHODIQIN dan tegar sebagai starter bebasan berkeyakinan untuk individu dan keatas masing-masing individu, kerap kali ketika ada per- lompoknya saja (Nepotisme). Sebedaan pendapat dalam simbiosis hingga pemerataan pembangunan theologis, sulit untuk menemukan dan keadilan sosial terjangkau dan nilai penghargaan terhadap hak sulit dijangkau oleh yang jauh dari azazi berkeyakinan. Namun lebih garis kasta ataupun tahta. Hal itu sering ditemukan prahara yang bisa dinyatakan senantiasa terjadi, berujung pada pembakaran dan khususnya ketika terjadi pergantian penghapusan hak hidup. “Bukan jabatan. Baik itu skop civitas pendisuatu pembelaan terhadap salah dikan, daerah ataupun negara. Kenapa begitu? Sebab percaturan satu theologi. Namun seyogyanya kembali pada nilai ritus untuk men- pergolakan Indonesia bukan persyukuri perbedaan dan mencoba caturan seperti di negara di luar untuk mengembalikan pada arah Indonesia. Seperti di Jepang dan yang dinilai sesuai teks. Tentunya negara Adidaya, yang lebih menhal itu bisa dilakukan dengan jalan gutamakan moral dan profesionmusyawarah, sebagaimana yang alisme. Sehingga perombakan dan pengambilan fungsionaris dilakukan oleh Rasul.” Selain ketuhanan tentunya semua struktural benar-benar objektif dari Rakyat Indonesia mencita-citakan, para profesional. Ketika melakukan empat butir panca Negara yang kesalahan ataupun kegagalan tidak seharusnya lebih berpihak pada sedikit yang melakukan bunuh diri rakyat secara universal. Baik ranah (Harakiri) dan melepaskan jabatankemanusiaan, keadilan dan per- nya, sebagai penegasan ketidak musyawaratan dan keadilan. Tetapi pantasan dan rasa tanggung jawab sayang beribu sayang, semuan- kepada seluruh rakyatnya. ya saat ini sudah mulai rapuh Lain pasal dengan yang terjadi di dan lapuk. Bukan alasan karena Indonesia. Perombankan dan pentergerusnya masa, tetapi lebih gambilan fungsionaris struktural

kedaerahan ataupun negara. Lebih memprioritaskan tim kualisi dan koleganya, sedikit yang melihat pada potensi dan militansi untuk benar-benar memajukan negaranya guna menyelamatkan anak bangsanya. Sehingga juga tidak jadi isu baru lagi, pemangku kekuasaan di Indonesia selalu membuat penegak hukum yang militan dan berkomitmen menegakkan hukum, kebingungan untuk menangkap dan menjebloskan ke dalam jeruji besi. Utamanya KPK yang sampai detik ini masih juga sering buram untuk menetapkan tersangka ketika harus menghadapi orang yang memiliki posisi nomor satu ataupun dua, di suatu daerah ataupun negara. Seyogyanya, dengan menghadirkan harapan untuk seluruh bangsa di dalam negara, untuk berperan sebagai individu profesional dan objektif. Bukan dengan bentuk geliat nepotisme, jual beli saham jabatan dan penghapusan terhadap intelek yang benar-benar komitment untuk memajukan daerah dan negaranya yang kebetulan sebagai oposan. Sebab negara ini bukan milik individu, akan tetapi milik seluruh bangsa yang ada di dalamnya. Sebagaimana bunyi UndangUndang Dasar 1945 pasal 34, “fakir miskin dan anak-anak yang terlantar oleh negara”. Jelas hari ini pelaku negara harap kembali mengingat pada bunyi pasal yang mengharapkan justivikasi secara universal, bukan lebih pada pradigma nepotis dan perorangan. *)Mahasiswa STAIN Pamekasan

Loper Koran untuk Negeri MEDIA massa atau pers yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan media, merupakan sesuatu yang sangat urgen bagi perkembangan suatu bangsa. Karena demikian, media mencerminkan situasi dan kondisi dari kehidupan masyarakat di mana media tersebut bergerak. Sehingga pers menjadi alat bantu yang efektif bagi negara untuk dapat lebih mudah melakukan kontrol terhadap masyarakat. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 33 UU No. 40 tahun 1999 tentang pers, bahwa fungsi pers adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Seiring perkembangan zaman, media massa pun mengalami perkembangan. Jika dulu media massa yang ada terkesan tradisional, maka sekarang tidak lagi. Surat kabar, majalah, radio, televisi, film (layar lebar), sekarang telah berkembang menjadi lebih modern dengan adanya teknologi semisal internet, telepon selular dan lainnya.

Namun meski demikikabar semacam koran an, teknologi canggih ini sudah bisa dikatakan tidak lantas menghapus sebagai salah satu alat eksistensi media massa vital dalam proses pemtradisional sebagai pebangunan. Dan sudah nyalur informasi. Dalam semestinya negara hal ini, surat kabar tetap memberikan apresiasi menjadi pilihan utama yang patut pada koran bagi sebagian besar dan tentunya juga pada masyarakat. Terbukti media massa yang lain. dengan masih eksis dan Tidak lepas dari semua bertambahnya penerbit, ini, adalah loper koran Oleh: penjual dan pelanggan yang juga dirasa panMUTIRRAHMAN koran di negeri ini. Khutas mendapat apresiasi susnya Madura. tersebut. Koran telah sangat akrab bagi Loper koran atau pendistribusi mayarakat di Indonesia, termasuk di koran, dalam bahasa penulis, meruMadura sendiri. Terutama bagi ka- pakan salah satu ‘pejuang’ kemaklangan pelajar, pemerhati budaya, muran bangsa. Mereka juga andil ekonomi, sosial, pendidikan dan dalam memajukan negeri tercinta maupun sastra. Sebab koran selalu ini. Meski tidak sepenuhnya, tapi menyajikan segala informasi yang mereka telah ikut meluaskan indibutuhkan masyarakat luas, kecu- formasi dan wawasan masyarakat. ali koran tertentu. Baik itu masyara- Sehingga masyarakat menjadi tahu kat dari kalangan bawah, menengah sebaik atau seburuk apa negeri ini. atau kalangan masyarakat atas. Bukankah suatu negeri akan lebih Dengan demikian, maka surat maju dengan luasnya informasi dan

wawasan masyarakatnya? Dengan begitu, masyarakat pun punya pilihan untuk ikut menyumbang demi kebaikan negeri tercinta. Atau paling tidak, rakyat tidak ketinggalan informansi bagaimana sesungguhnya negeri Indonesia. Apa saja perubahan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Tanah Air, dan sebagainya. Semua ini tidak bisa dilepaskan dari peran para loper koran. Bahkan hemat penulis, sang loper koran tidak kalah besar jasanya pada negeri ini dibandingkan dengan para wakil rakyat, yang kebanyakan hanya bisa mewakili keinginan rakyat. Keinginan untuk kaya, keinginan untuk hidup tenang, keinginan untuk memiliki mobil dan keinginan rakyat yang lain. Selanjutnya, penulis pasrahkan pada pembaca akan dinilai seperti apa loper koran itu? Wallahua’lam. *)Muktirrahman, mahasiswa INSTIKA. rahmana_syaf@yahoo.co.id

Resolusi Buta Aksara dengan Pendidikan Baca Tulis Bagi Lansia (Studi Terhadap Masyarakat Desa Bakiong, Guluk-Guluk, Sumenep) MENGAWALI prolog kami, sebagai pribadi yang lugu yang lahir jauh dari pusat keramaian kota, tepatnya Desa Bakiong, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, maka pada kesempatan kali ini kami merasa terpanggil dan sepantasnya untuk mengabdikan diri untuk kemajuan dan kesejahteraaan penduduk masyarakat Bakiong dengan cara memberikan motivasi dan uswah yang baik. Memberikan pemahaman bahwa kemajuan dan kesejahteraan akan tercapai hanya ditempuh melalui jalur pendidikan. Hal ini dipertegas sebagaimana landasan normatif Islam yang menyatakan bahwa : “Barang siapa yang menginginkan urusan dunia maka dengan Ilmu, dan barang siapa yang menginginkan urusan akhirat maka dengan Ilmu, dan barang siapa yang menginginkan urusan keduaduanya maka harus dengan Ilmu,” Selain landasan di atas tadi, saya teringat apa yang menjadi teori Abraham Maslow, yang menyatakan bahwa manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhankebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/ fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Hierarchy of needs (hirarki kebutuhan) dari Maslow menyatakan bahwa manusia memiliki 5 macam kebutuhan. Yaitu physiological needs (kebutuhan fisiologis), safety and security needs (kebutuhan akan rasa aman), love and belonging needs (kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki), esteem needs (kebutuhan akan harga diri), Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

dan self-actualization MTs dan MA). (kebutuhan akan aktuTetapi kemudian, hal alisasi diri). ini berbanding terbalik Kebutuhan terakhir pada masyarakat di kamenurut hirarki kebutulangan lansia (orang han Maslow adalah ketua) mayoritas dari merbutuhan akan aktualisasi eka tidak tahu memdiri. Jenis kebutuhan ini baca dan menulis. Hal berkaitan erat dengan inilah yang kemudian keinginan untuk mewuada inisitif dari beberjudkan dan mengemapa elemen masyarakat bangkan potensi diri. yang merasa prihatin Oleh: Menurut Abraham dengan kondisi yang Maslow, kepribadian MOH. WARDI, M.Pd. I terjadi pada kalangan bisa mencapai peringkat tua. Minimalnya, beteratas ketika kebutuhan-kebutuhan lajar cara membaca dan menulis. primer ini banyak mengalami in- Meskipun pepatah lama menteraksi satu dengan yang lain, dan gatakan bahwa “belajar di masa dengan aktualisasi diri seseorang muda, bagaikan mengukir di atas akan bisa memanfaatkan faktor po- batu. Sementara belajar di masa tensialnya secara sempurna. tua, bagaikan mengukir di atas air.” Dalam konteks masyarakat Desa Dari hasil observasi dan pengBakiong, Kecamatan Guluk-Guluk, galian data-data, sekitar 200 warga Kabupaten Sumenep, yang secara lanjut usia (lansia) di Desa Bakiong, geografis berada ± 31 Km dari Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupatpusat kabupaten/kota, dan ± 5 Km en Sumenep mendapatkan program dari kecamatan, berada di kawasan dari badan statistik untuk pemberdataran tinggi dengan luas desa ± antasan buta aksara. Yakni den7,45 Km, memiliki delapan (8) du- gan mendatangi warga ke rumah sun. Yakni Dusun Bakiong, Birsa, masing-masing, mengevaluasi bisa Serbung, Lembanah, Lebilleh, tidaknya membaca dan menulis. Talang, Jambangan dan Ro’soro’. Program pendidikan membaca dan Dikalangan anak-anak, remaja menulis ini dilakukan dengan alahingga dewasa, persoalan baca tulis san minimalnya bisa membaca dan hampir semua lini tidak ada prob- menulis SMS dari sanak keluarga lem. Bisa dipastikan bahwa pemuda yang berada di perantauan (Kota di desa tersebut 100 persen bisa Sumenep). Agar suasana belajar baca tulis. Hal ini tidak terlepas dari berlangsung santai, pembimbing peran dan fungsi tokoh masyarakat menyampaikan pelajaran melalui yang peduli terhadap pendidikan permainan. Metode belajar sambil masyarakat, yaitu KH Abdur Ra’uf. bermain ini terbukti mampu meDengan semangat dan perjuan- lecut semangat para lansia untuk gannya, pemuda bisa mengenyam belajar membaca dan menulis. pendidikan di Yayasan Pendidikan Ratusan lansia itu berusia antara Islam Ainul Falah (yang meliputi 50 tahun hingga 70 tahun. Para lanbeberapa unit pendidikan TK, MI, sia itu tidak malu, meskipun anak-

anak -bahkan cucu-cucu mereka, melihat dirinya belajar membaca dan menulis. Tujuan mereka belajar membaca berbeda-beda. Salah satu warga Dusun Birsa, misalnya, mengaku mau bersusah payah belajar berhitung dan membaca supaya bisa membaca atau menulis SMS dari sanak keluarga. Dia mengaku merasa iri melihat anak-anak dan cucunya bisa asyik saling berkirim SMS, sementara dia hanya bisa menelepon. Lain lagi dengan pernyataan warga Dusun Bakiong, tanpa diketahui identitasnya, yang mengaku termotivasi belajar agar kelak tidak perlu lagi bertanya jika mencari alamat atau suatu tempat. Karena sudah bisa membaca sendiri nama jalan atau kampung yang mereka masuki. Mohammad Aqil Siraj, koordinator pembimbing para lansia, menyatakan kegembiraannya melihat tingginya motivasi belajar para peserta. ”Kami berharap semangat dan motivasi yang besar para lansia belajar membaca dan menulis ini bisa menular ke warga buta huruf lainnya, termasuk lansia yang lain,” ujarnya. Dia berharap, partisipasi kelompok pemuda peduli terhadap pendidikan Bakiong ini kelak bisa berkontribusi terhadap upaya pemberantasan buta aksara, termasuk di kalangan para lansia. *(Alumni PPs S2 IAIN Sunan Ampel Surabaya, Dosen Tetap STAI NATA Sampang, Dosen STIT Al-Ibrohimy, Dosen UIM Kampus III Sumber Bungur Pakong, Asisten Dosen UNIRA dan Guru MTs Ainul Falah)


8

JUMAT

14 Desember 2012

PANWASLU Terima Laporan Gembok Kotak Suara Rusak SAMPANG-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sampang mengaku masih belum menemukan pelanggaran serius dalam jalannya Pemilukada 12 Desember kemarin. Mulai dari pemungutan hingga proses penghitungan suara. Hanya, pihaknya menerima laporan masalah gembok kotak suara. Itu dilaporkan PPL saat distribusi logistik KPU ke tingkat KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara). Ketua Panwaslu Kabupaten Sampang Iskaq Wahyudi menjelaskan, pihaknya hanya menemukan persoalan yang bersifat adminsitrasi. Seperti sejumlah gembok kotak suara yang rusak di wilayah utara. Seperti di Kecamatan Omben dan Robatal. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah mengimbau KPPS untuk membuat berita acara terkait adanya temuan tersebut. ”Kita hanya menemukan persoalan administrasi. seperti gembok kotak suara yang rusak. Tapi kami belum bisa menyebutkan jumlahnya, karena belum direkapitulasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Kabar Madura melalui saluran telepon, kemarin (13/11). Dijelaskan, mengenai adanya laporan tersebut, pihaknya tidak dapat menyebutkan secara rinci tempat penemuan dan lokasi gembok kotak suara yang dilaporkan rusak. Sebab dirinya masih menunggu rekapitulasi dari pihak Panwascam dan PPL yang masih belum valid. ”Untuk saat ini Panwascam dan PPL masih disibukkan dengan tahapan pemilukada yang saat ini masih sampai di tingkat PPK,” ulasnya. Iskaq mengatakan, laporan penemuan adanya gembok kotak suara yang rusak tersebut dikatakan pada saat pendistribusian logistik yang dilakukan KPUD. Namun, laporan tersebut langsung teratasi dengan kerjasa yang baik antara pihak penyelenggara pemilihan dengan keamanan setempat. ”Untuk kunci gembok kotak suara itu dipegang oleh tiga institusi. Yakni PPK, kepolisian dan Panwascam sendiri,” jelasnya. Laporan tersebut dikatakan berasal dari jajarannya yang berada di bawah, yakni PPL. Namun laporan tersebut dikatakan masih bersifat lisan. Sebab, masih belum ada laporan resmi dan tertulis mengenai hal tersebut. Iskaq juga mengakui kinerja tim pemantau panwaslu dirasa kurang maksimal karena tidak dapat memantau seluruh TPS. Hal ini disebabkan pihaknya kekurangan personil. ”Dengan adanya mitra PPL, itu sedikit membantu kerja panwas dalam mengawasi jalannya pemungutan suara,” pungkasnya. (km10/ed)

KPU

KM/DOK

FAUZAN JAKFAR Ketua KPU Bangkalan

Penetapan Pemenang 17-18 Desember BANGKALAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangkalan meminta semua pihak bersabar. Sebab untuk menentukan pemenang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), masih harus menunggu hasil rekapitulasi penghitungan suara yang akan dilakukan 17-18 Desember nanti. ”Tanggal 17 itulah kami akan lakukan pleno terbuka. Mudah-mudahan tanggal itu pula kami sudah melakukan penetapan,” kata Fauzan Jakfar sebagaimana dikutip dari detiksurabaya.com, Kamis (13/12). Ketua KPU Bangkalan ini menjelaskan, sesuai tahapan yang telah disusun dan ditetapkan, pada 13-14 Desember akan dilakukan rekapitulasi tingkat desa/ kelurahan. Berikutnya, pada 15-16 Desember rekapitulasi dilakukan di tingkat kecamatan. Dan pada 17-18 rekapitulasi dilakukan di tingkat kabupaten. Meski ada pasangan calon yang telah merilis hasil hitung cepat, bagi Fauzan itu tak memengaruhi hasil akhir pemilukada. KPU Bangkalan, lanjutnya, tetap tak akan terpengaruh dengan apapun hasil hitung cepat tersebut. ”Silahkan menghitung sendiri, kami tetap akan menghitung secara manual sesuai tahapan yang ada,” jawab Fauzan. Hasil hitung cepat yang dilakukan PKB sebagai tim sukses calon nomor 3 mengunggulkan pasangan Muhammad Makmun Ibnu Fuad - Mondir A. Rofii (Makmur) dengan perolehan suara 91,81 persen suara pada Rabu (12/12) sore. (fir/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Jangan Dulu Klaim Menang! Seruan Incumbent Terkait Hasil Pemilukada Sampang

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

HAK SUARA: Bupati Sampang Noer Tjahja

SAMPANG-Bupati incumbent Pemilukada Sampang Noer Tjahja meminta masing-masing pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, tidak terlalu gegabah mengklaim kemenangannya. Pasalnya, pemenang pemilukada baru akan ditentukan pada rapat pleno KPU Sampang sebagai penyelenggara Pemilukada Sampang 121212. Bertindak sebagai Bupati Sampang yang masih aktif, Noer Tjahja mengatakan saling klaim kemenangan yang dilakukan dua pasangan calon yang hingga kini merebak di masyarakat merupakan hal yang wajar dalam dunia politik. ”Yang penting mereka tidak menganggap bahwa hasil penghitungan merekalah yang benar dan resmi. Ini yang mesti dipahami oleh semua pihak,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/12). Dirinya meminta tim paslon untuk bersabar menunggu hasil penghitungan yang dilakukan KPU sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu. Pihaknya mengharapkan masing-masing tidak mendahului dari pernyataan resmi KPU. ”Jangan mengambil data yang tidak jelas darimana sumbernya,” ungkapnya. Proses saling klaim antara dua paslon yang hingga saat ini masih menunggu hasil

resmi dari KPU Sampang terjadi setelah adanya penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan masing-masing jajaran tim kampanye. Mereka saling mengklaim kemenangan masing-masing calon yang diusungnya, dengan berbagai macam metode perhitungan yang dikatakan dapat dipertanggung jawabkan. Seperti yang dikatakan salah satu tim kampanye dari kubu Hejas (Hermanto Subaidi-Ja’far Sodiq) Joni Purnomo. Dia mengatakan, pihaknya tidak sembarangan dalam mengklaim kemenangan paslon yang diusungnya. Sebab yang dijadikan rujukan berdasar dari laporan para saksi Hejas yang disebar di setiap TPS se Kabupaten Sampang. ”Semuanya dari keterangan saksi dan sudah terkumpul dan dihitung bersama. Dan kami menyatakan menang dalam perolehan suara sebagai calon bupati,” ujarnya saat dihubungi Kabar Madura melalui saluran telepon, kemarin (13/12). Selain itu, dikatakan pengklaim-an kemenangan tersebut berdasarkan dari data keterangan saksi Hejas (lembar C1) dari semua TPS. Keterangan tersebut dikatakan bukan berasal dari hasil quick count, tapi model C. ”Makanya kita tidak buru-buru mengklaim kita menang jika tidak punya dasar yang kuat,” ulasnya. Mengenai prosentase kemenangan antara pasangan Hejas dan Al-Falah, dikatakan Joni tidak terpaut jauh. Hanya berkisar antara sekian persen dengan paslon di urutan kedua. ”Tapi apap-

un alasannya, kita menang,” ungkapnya kembali. Model C sebagai landasan klaim kemenangan tersebut didapatkan dari 1.462 saksi yang disebar di semua TPS. Dan semua data diakui telah diterima dan dihitung. Tidak berdasarkan quick count. ”Quick count itu tidak dapat dipertanggung jawabkan dalam sebuah penghitungan suara dalam pemilukada ini,” ujarnya kembali. Sementara itu, Abdurahhaman Saleh selaku Ketum PKS Sampang, partai pengusung Al-falah mengaku Al-Falah optimistis unggul dari semua lawannya. Klaim kemenangan Al-Falah juga dikatakan tidak hanya berdasar perhitungan cepat milik Pemkab dan lembaga survey. Namun pihaknya juga berdasarkan data yang didapatkan dari keterangan para tim relawan Al-Falah dan saksi di semua TPS. ”Alhamdulillah, pasangan yang kita usung menang diperolehan penghitungan cepat dari quick count maupun dari data lembar model C,” ujarnya saat jumpa pers, Rabu (12/12) malam. Namun, dalam proses klaim kemenangan antara dua kubu yang mendapatkan suara tertinggi tersebut menyatakan, klaim kemenangan tersebut masih belum bersifat resmi. Sebelum proses penghitungan manual yang dilakukan KPU Sampang sebagai penyelenggara pemilihan selesai dan mengeluarkan keputusan yang sah. Namun hal itu sempat membuat masyarakat bertanya-tanya terkait pemenang dalam Pemilukada Sampang, kemarin. (KM10/ed)

Minta Kepolisian Tindak Tegas Provokator SAMPANG-Sikap sportif ditunjukkan Bupati Sampang Noer Tjahja, yang juga mencalonkan kembali pada Pemilihahan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sampang 121212. Menyadari perolehan suaranya kalah jumlah dari pesaingnya, imcumbent ini dengan lapang hati menerima kekalahannya itu. Itu, disampaikannya ke awak media di Pendapa Kabupaten Sampang, kemarin (13/12). Itu, merujuk hasil sementara dari penghitungan yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemkab Sampang. Termasuk juga hasil survei pihak ketiga. ”Saya merasa legawa dan menerima atas kekalahan saya kepada pasangan calon AlFalah, yang untuk sementara dinyatakan menang. Walau hasil riilnya tergantung dari pihak KPU Sampang yang nantinya akan diputus pada 16-17 Desember mendatang,” ujar Bupati Noer Tjahja. Lebih-lebih, diakui suami Winahyu ini, dirinya juga tak meraup hasil signifikan di TPS tempat dirinya mencoblos. ”Saya berharap kepada pe-

menang nantinya melanjutkan pembangunan di Kabupaten Sampang seperti sekarang yang sedang dalam tingkat kemajuan. Bahkan harus bisa lebih baik lagi. Saya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Sampang yang aman,” imbuhnya. Sementara kepada lima pasangan cabup/cawabup Pemilukada Sampang bersama tim kampanye masing-masing, Bupati meminta agar tetap menjaga kondusivitas selama tahapan penghitungan suara masih berlangsung. Selain itu, Noer Tjahja juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan aparat keamanan, karena telah berhasil menjaga ketertiban dan keamanan. Sehingga Pemilukada Sampang berjalan lancar, aman dan damai. ”Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan aparat keamanan karena telah menjaga kondusifitas jalannya pemilukada,” pungkasnya. Di samping itu, Bupati juga mengimbau aparat kepolisian untuk menindak tegas provokator-provokator yang ber-

KM/FANDRI ARDIANSYAH

SPORTIF: Incumbent Bupati Sampang Noer Tjahja (kiri) menggandeng rivalnya, Fadhilah Budiono, dalam temu media yang dilangsungkannya di Pendapa Bupati Sampang kemarin (13/12).

maksud merusak kondusifitas Kabupaten Sampang. Karena tegas Noer Tjahja, pembangunan akan sukses jiwa situasi

keamanan memadai. Sementara hasil pantauan Kabar Madura kemarin (13/13) pasca pemungutan suara akti-

vitas perekonomian di Pasar Srimangunan, perkantoran dan sekolah mulai normal kembali. (fan/ed)

Karena Stiker, KPU Dilaporkan ke Panwaslukab Atas Penempelan Stiker pada Gambar Imam-Zain BANGKALAN-KPU Kabupaten Bangkalan dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaslukab) setempat, Kamis (13/12) kemarin. Pasalnya, KPU menempel stiker pada gambar nomor urut 1 pasangan Imam Buchori Cholil-Zainal Alim, yang didiskualifikasi. Pihak pelapor mengaku penempelan stiker tersebut dianggap pelecehan dan cacat. Sehingga perlu ditindaklanjuti oleh Panwaslukab untuk diusut tuntas supaya kasus serupa tidak terulang kembali. ”Saya datang kesini untuk melaporkan KPU atas penempelan stiker pada gambar nomor urut satu. Itu saya anggap sebuah pelecehan. Laporan ini atas nama pribadi, bukan yang lain. Setahu saya, surat suara harus steril,” terang pelapor, Imron Abdul Fatah. Ia menjelaskan, kronologis dirinya menemukan gambar nomor urut ditempelin stiker ketika hendak menggunakan hak pilih. Dirinya datang ke TPS (tempat pemungutan suara), lalu petugas memberikan surat suara.

KM/SYAIFUL ISLAM

LAPOR: Imron Fattah melaporkan penempelan stiker pasangan nomor urut 1, Imam-Zain, yang didiskualifikasi KPU atas putusan PTUN, di kantor Panwaslukab Bangkalan kemarin.

Kemudian surat suara itu dibuka. Namun, dirinya kaget ketika melihat gambar pasangan Imam-Zain ditempeli stiker. Menurutnya, pemasangan stiker bukan dilakukan orang iseng. Sebab

kondisi di TPS cukup steril. Dimana ada petugas dari kepolisian yang menjaga jalannya pemungutan suara. Sehingga ia berpikir kalau yang memasang stiker memang berasal dari penyelenggara

Pemilukada Bangkalan. ”Dalam waktu dekat, insya Allah saya juga akan melaporkan ke polisi. Karena menurut saya, jika dilihat dari prosesnya, KPU memutuskan hari Kamis (6/12) malam (pencoretan Imam-Zain). Lalu anggaplah hari Jumat diputuskan untuk ditempeli stiker,” ucapnya. Kemudian, sambung Imron, pada Minggu malam stiker sudah dikirim ke PPK. Sehingga menimbulkan pertanyaan besar dalam benaknya, begitu cepat stiker tersebut digarap dalam waktu dua hari satu malam. ”Berdasarkan pengalaman saya, dengan biaya lebih besar dalam waktu dua hari hanya mampu memasang 150 ribu hingga 200 ribu. Selain itu, anggaran untuk pembuatan stiker ini darimana. Kan anggaran itu sudah ada posnya masing-masing,” paparnya. Sementara itu, Ketua Panwaslukab Bangkalan, Mashuri, mengatakan, pihaknya akan memproses semua laporan yang masuk. Sebab, hal tersebut merupakan kewajiban dari panwaslukab untuk menindaklanjutinya. ”Termasuk laporan ini. Kami akan proses sesuai dengan prosedur yang ada. Semoga dapat diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (ful/ed)


JUMAT

9

14 Desember 2012

Bekerja Berdasar Asas Penyelenggara Pemilu PAMEKASAN-Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Pemilukada Pamekasan berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan bisa

bekerja berdasar asas penyelenggara pemilu. Harapan tersebut dikhususkan kepada personal yang ditunjuk mengisi posisi pergantian antar waktu (PAW) KPU Pamekasan. Mereka memang sudah dilantik oleh KPU Jatim, Kamis (13/12) kemarin. Itu, ditegaskan Ketua Panwaskab Pamekasan, Zaini, saat dihubungi wartawan

Kabar Madura. Diterangkan, asas penyelenggara pemilu penting diketengahkan dalam setiap kerja anggota KPU Pamekasan. ”Asas penyelenggara pemilu tersebut ialah mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib penyelenggara pemilu, kepentingan umum, dan keterbukaan,” tutur Zaini dengan nada lugas.

Selain itu, tambahnya, penting pula diperhatikan proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas. Kalau seluruh asas di atas dilakukan, tambah Zaini, dipastikan perjalanan Pemilukada Pamekasan lancar dan tidak melahirkan pergolakan yang membahayakan terhadap kehidupan masyarakat. Dan,

tekannya, roda pemerintahan pun bakal bergelinding tanpa halangan yang berarti. Untuk diketahui, KPU Jatim telah melantik tiga PAW KPU Pamekasan. Mereka menggantikan lima komisioner KPU Pamekasan yang telah dicoret oleh DKPP karena pelanggaran kode etik. Ketiga orang tersebut ialah Agus Kasiyanto, Nuzulul

Qurnain, dan Didin Sudargkan Sunnah man. Sedangkan Jasuli yang juga menjadi al karena PNS. calon, terpental a dengan Hery Begitu halnya k lolos karena Purwanto, tak ak mepersoalan tidak at menuhi syarat administrasi. (anm/ed/ advertoZaini rial) Ketua Panwas Kabupaten

KM/HAIRUL ANAM

Harapan Panwaskab terhadap KPU

Pamekasan

KPU Sampang Penuhi Panggilan DKPP Optimistis akan Memenangkan Perkara

KM/FATHOR RAHMAN

DISIMPAN LAGI: Selama beberapa pekan berada di sekitar halaman KPU Pamekasan, akhirnya kawat berduri dilepas.

Kawat Berduri Ditarik dari Areal KPU PAMEKASAN-Kawat berduri sudah beberapa pekan mengitari kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Pamekasan. Yakni sejak memanasnya tensi politik yang melanda beberapa pekan terakhir. Situasi dimaksud memang banyak menyita perhatian publik. Memanasnya politik di Pamekasan itu, mengundang respon pihak kepolisian untuk memasang pengaman terhadap wilayah KPU Panekasan. Itu tak lain untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Yakni dengan memasang ”barikade” pagar kawat berduri. Benteng tersebut terbukti ampuh menghalangi massa yang akan menerobos ke areal dalam KPU Pamekasan di Jl Brawijaya tersebut.

Namun sejk kemarin lusa (12/12), kawat berduri yang mengitari areal KPU Pamekasan itu akhirnya dibuka oleh pihak kepolisian. Itu tak lepas dari meredanya tensi politik di Pamekasan. Bahkan dinilai berangsur normal. Sehingga sudah tidak memerlukan kawat berduri tersebut. ”Mungkin karena sudah dianggap aman Mas, sehingga kawat yang sudah sangat lama mengelilingi kantor KPU Pamekasan akhirnya dibuka juga,” ujar salah seoarng warga, Dodi, yang mengaku sering melintas di Jl Brawijaya tersebut, ketika ditemui Kabar Madura, Kamis (13/12) kemarin. Dirinya sangat bersyukur dengan situasi politik Pamekasan yang sudah mulai dingin. Bukan

karena politiknya, melainkan kawat berduri yang selama ini berada di sekitar jalan, yang menyebabkan warga harus mencari jalan alternatif untuk beraktifitas, kini sudah bisa dengan seksama digunakan kembali. ”Kalau saya juga turut bersyukur mas dengan membaiknya perpolitikan di Pamekasan. Karena kemarin itu sudah menimbulkan perhatian banyak orang. Selain itu juga kawat tersebut bisa dibuka, karena mungkin sudah dianggap aman,” ucap Nuril, yang juga mengaku sering memanfaatkan ruas Jl Brawijaya. Namun, dengan dibukanya kawat berduri yang dipasang oleh petugas, tidak menyurutkan aparat yang terdiri dari pihak

kepolisian Polres Pamekasan dan anggota Brimob untuk terus menjaga kantor KPU Pamekasan. Tampak petugas terus berjaga di sejumlah titik di areal KPU Pamekasan. Khususnya di sejumlah posko yang telah dipasang beberapa waktu lalu. ”Alhamdulillah sekarang sudah bisa kembali leluasa menggunakan jalan ini (Brawijaya, Red) Mas. Meskipun masih ada petugas di posko-posko yang didirikan di berbagai sudut kantor,” tambahnya. Ketika Kabar Madura mencoba menghubungi Kabag Humas Polres Pamekasan melalui ponsel, untuk mengkonfirmasi dibukanya kawat berduri tersebut, masih belum ada jawaban dari yang bersangkutan. (ong/ed)

KM/ISTIMEWA

Berharap ini Kerusuhan Terakhir

YULITA AMALIA

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

BANGKALAN-Lita merupakan satu dari sekian banyak warga yang setuju dengan persaingan sehat dari para politisi yang akan maju sebagai calon kepala daerah. Tak hanya presiden, gubernur, bupati, kepala desa bahkan calon ketua RT sekali pun. Mereka harus memiliki jiwa besar untuk bersaing sehat, sebelum masuk dalam proses pemilihan. Hal itu menurut pemilik nama asli Yulita Amalia ini sangat menentukan proses berjalannya pesta demokrasi tersebut. ”Selain bisa menunjukkan kelasnya sebagai

calon orang nomor 1 di lingkungannya, hal itu juga bisa menekan angka kericuhan seperti yang terjadi di Bangkalan,” urai remaja yang beralamat di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota itu. Selain itu, Lita berharap agar demonstrasi berbuah kericuhan yang sempat membuatnya bergidik beberapa hari lalu, tidak terulang lagi. Hal itu menurutnya hanya akan merugikan masyarakat Bangkalan yang seharusnya berperan sebagai subyek penentu menjadi obyek penderita. ”Harapan aku untuk calon pemimpin

yang terpilih, bisa mengkondisikan agar pada pesta demokrasi selanjutnya, kejadian seperti kemarin itu tidak terulang,” harap gadis yang mengaku hobby bernyanyi itu. Untuk menjaga kondusivitas di Bangkalan, memang menjadi tanggung jawab bersama. Hal itu menjadi tidak mudah ketika tidak ada kesadaran untuk bergandengan tangan membangun kota tercinta. ”Itu sebagai ungkapan rasa memiliki terhadap tumpah darah dan tanah kelahiran kita bersama,” pungkas gadis kelahiran 4 juli 1996 itu. (bai/ed)

SAMPANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang sudah menang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya atas gugatan 13 partai politik (parpol) non-parlemen, karena tidak diloloskannya pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Abdul Haq dan Imanuddin yang diusungnya. Babak berikutnya, KPU bakal penuhi panggilan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum), kemarin (13/12). Sebab pihak penggugat juga mengadukan masalah tersebut ke DKPP. Pengajuan ke DKPP ini dilakukan M. Hudi, salah satu perwakilan dari Partai Pelopor Kabupaten Sampang. Dari tiga kali sidang, pihak pengadu hanya hadir sekali. Yakni pada saat digelarnya sidang kedua beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan anggota KPU Sampang Miftahurrozaq, saat dihubungi Kabar Madura, melalui sambungan telepon. ”Saat ini saya masih di Jakarta. Tadi baru saja keluar dari gedung persidangan DKPP dan pihak pengadu tidak hadir,” katanya. DKPP diakui hanya memanggil Ketua KPU Sampang Abu Achmad Dhovier Shah dan Ketua Pokja Pencalonan Miftahurrozaq. ”Karena teradu yang dipanggil ketua KPU dan ketua pokja pencalonan, kita berdua yang hadir, ditemani teman-teman secretariat,” kata Miftahurrozaq. Diakui pula, dengan ketidak hadiran pengadu, yakni M. Hudi dan Abdul Haq, persidangan tetap dilan-

jutan. Yakni, mendengar beberapa penjelasan terhadap beberapa tuduhan yang disampaikan oleh pengadu. Yang menjadi poin penting pada pengaduan ke DKPP adalah tertolaknya sebagai calon bupati M. Hudi dan Abdul Haq, yang diusung Partai Pelopor dan 12 partai non parlemen lainnya. Serta, KPU Sampang dianggap tidak pernah mensosialisasikan tentang materi pencalonan. ”Kita sampaikan secara gamblang argumentasi dan bukti otentik terkait syarat dukungan 15 persen yang tidak terpenuhi sebagai dasar tertolaknya calon bupati tersebut. Kita juga punya bukti terkait kehadiran sosialisasi materi pencalonan. Dalam hal ini, dihadiri sekretaris Partai Pelopor,” ungkap Miftahurrozaq. Dijelaskan pula saat persidangan, Miftahurrozaq menunjukkan bukti tentang materi pencalonan. ”Di depan majelis hakim juga, kita tunjukkan tanda bukti menerima materi yang diterima Partai Pelopor melalui sekretarisnya,” lanjutnya. Dari dua aspek pokok yang diajukan, terbantahkan melalui bukti dan penjelasan di depan majelis hakim yang diketuai Maruarar Sirait dengan anggota Ida Budiati dari anggota KPU Pusat dan Sarbini. ”Kita tetap menghormati panggilan DKPP dengan tetap hadir pada setiap persidangan,” katanya. Rozaq juga optimistis akan memenangkan perkara ini dengan lemahnya bukti yang diajukan pengadu. ”Tampaknya sidang ini yang terakhir dan menungggu minggu depan akan ada putusan. Saya dapat informasi dari secretariat, putusan terbit sekitar satu munggu ke depan,” tandasnya. (waw/ed)

1.918 Warga Kemayoran Tak Nyoblos BANGKALAN-Sebanyak 1.918 warga di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilukada kemarin (12/12). Ketidakhadiran mereka ke tempat pemungutan suara (TPS) sebagian besar karena takut pasca terjadinya kerusuhan. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan rekapitulasi di tingkat desa/kelurahan, Kamis (13/12) kemarin. Dimana dari 4.679 DPT (daftar pemilih tetap), sebanyak 1.924 pemilih tidak mencoblos. ”Banyak warga yang tidak hadir ke TPS dengan alasan takut, pasca terjadi kerusuhan di Jalan Pemuda Kaffa beberapa hari lalu,” terang Lurah Kemayoran, Sugiyono, pada sejumlah wartawan kemarin. Selain itu, sambungnya, warga yang tidak datang ke TPS untuk menyampaikan aspirasi politiknya karena ada yang pergi ke Surabaya. Pasalnya, saat pencoblosan sekolah dan perkantoran memang diliburkan. Sehingga momentum liburan tersebut banyak dimaksimalkan untuk jalan-jalan dan berkumpul bersama keluarga. Sementara partisipasi masyarakat yang paling tinggi terhadap pemilukada di Kecamatan Kota, yakni Kelurahan Mlajah. Dimana angka ketidakhadiran warga hanya 591 pemilih dari 5.516 DPT.

”Alhamdulillah, banyak warga Kelurahan Mlajah yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” ucap Lurah Mlajah, Achmad Siddiq. Sedangkan untuk Kelurahan Kraton, warga tidak hadir mencapai 1.924 pemilih dari 4.679 DPT. Berdasarkan data yang terhimpun dari Tim Pemenangan pasangan M. Makmun Ibnu Fuad-Mondir Rofii (Makmur) Kecamatan Geger berada di urutan teratas dengan jumlah tidak hadir sebanyak 33.341 pemilih dari 62.092 DPT. Disusul Kecamatan Galis dengan angka ketidakhadiran 30.095 pemilih dari 77.921 DPT. Sementara Kecamatan Kota Bangkalan sebanyak 25.192 pemilih dari 64.160 DPT. (ful/ed)

TIGA TERATAS KECAMATAN GOLPUT DI BANGKALAN 1. Kecamatan Geger 33.341 Pemilih dari 62.092 DPT 2. Kecamatan Galis 30.095 Pemilih dari 77.921 DPT 3. Kecamatan Kota Bangkalan 25.192 Pemilih dari 64.160 DPT Sumber: Tim Pemenangan Pasangan Makmur


10

JUMAT

14 Desember 2012

Disdik Diminta Tegas Isi Jabatan Kepala Sekolah SMPN 4 Pamekasan

KM/FATHOR RAHMAN

BANYAK CANGKRUK: Sejumlah siswa sebuah SMP di Pamekasan berjalan keluar dari sekolah setelah mengikuti ujian tengah semester.

UTS, Siswa Tak Bisa Maksimalkan Waktu Luang PAMEKASAN-Setiap pelaksanaan ujian tengah semester (UTS), banyak siswa sekolah yang tak mampu memanfaatkan longgarnya waktu selama pelaksanaan ujian. Begitu pula para siswa-siswi di Pamekasan yang sudah sejak beberapa hari lalu mengikuti UTS. Mereka masih terlihat sangat jarang memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Seperti halnya ketika berlangsung pelaksanaan UTS, siswa biasanya pulang lebih awal dari sekolahnya dibanding hari-hari normal biasanya.

Namun ketika siswa pulang dari sekolah lebih awal, selama berlangsung UTS, mereka manfaatkan untuk cangkrukan di pinggir jalan. Seakan, berlangsungnya UTS tidak ubahnya seperti libur sekolah bagi mereka. “Sepertinya tidak ada beban yang terlihat di benak mereka ketika UTS berlangsung, mereka tampak biasa-biasa saja menghadapi UTS. Seharusnya mereka punya beban pelajaran, bagaimana nantinya bisa dengan baik bisa menjawab soal,” tukas Abdul Rofik, salah satu praktisi pendidikan Pamekasan, (13/12).

Sebaliknya, para siswa justru nampak hura-hura menikmati UTS. Sebab dengan berlangsungnya UTS, mereka bisa lebih awal pulang. Tentunya bagi para siswa, hal itu diartikan terbebas dari kungkungan sekolah selama berada di ruang kelas. “Kan sudah biasa UTS mas, tanpa dipelajari juga akan tetap terlaksana. Lagian kan sudah dipelajari ketika berada di dalam kelas, belajar sih di rumah karena kalau tidak belajar akan ditanyakan sama orangtua,” ujar salah satu pelajar, HD, ketika ditemui Kabar Madura di bundaran

Arek Lancor kemarin (13/12). Menurut Rofik, kesadaran akan pentingnya pelajaran sedikit memudar di kalangan siswa. Walau pun ada, namun kesadaran itu hanya berlangsung ketika UTS berlangsung. Setelah itu, kesadaran itu kembali menghilang. “Terkadang, para siswa itu belajar karena tuntutan UTS, bukan timbul dari kesadarannya sendiri sebagai siswa. Ketika UTS berlangsung, ada yang giat belaja, sehingga pelajaran yang ditangkap mudah hilang, karena hanya sesaat,” katanya. (ong/zis)

PAMEKASAN-Kekosongan jabatan kepala sekolah di SMPN 4 Pamekasan direspon tegas oleh Komisi D DPRD Pamekasan. Disdik diminta tegas mengambil langkah konkrit mengenai persoalan tersebut, sehingga persoalan tersebut tidak sampai berlarut larut. Sebab jika masalah ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terjadi di lembaga pendidikan lainnya. “Ya Dinas pendidikan agar cepat melangkah, mumpung tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar di lembaga itu,” ujar Wakil Komisi D DPRD Pamekasan Juhaini pada Kabar Madura, Kamis (13/12). Menurutnya, semestinya Dinas Pendidikan (Disdik) tidak lamban menyikapi persoalan tersbebut. Karena bagaimana pun juga keberadaan kepala sekolah sangat mendukung terhadap kelancaran kegiatan belajar mengajar dan proses kebijakan yang berlaku pada lembaga itu. Kata Juhaini, Dinas pendidikan tidak boleh menekan pihak sekolah untuk menerima kedatangan kepala sekolah yang ditolak tersebut, agar tidak menimbulkan persoalan baru di internal SMPN 4 yang berada di jalan Segara kota

Pamekasan tersebut. “Dinas pendidikan agar mengambil ganti kepala sekolah yang bisa diterima pada semua kubu, agar proses belajar mengajar bisa berjalan sebagaimana mestinya,” katanya. Oleh sebab itu, dia berharap kepada pihak SMPN 4 agar tetap menjalankan kegiatan belajar mengajarnya dengan baik, meski saat ini masih belum memiliki kepala sekolah secara formal. Supaya peserta didik tidak menjadi korban atas kasus penolakan tersebut. Sementara itu, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Ach. Nawawi, mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan jawaban terkait target penyelesaian kasus tersebut. Sebab kata Nawawi, saat ini kasus tersebut sedang ditindak lanjuti untuk kemudian dicari solusi terbaiknya. “Masalah kapan SMPN 4 itu akan ada kepalanya, kami masih belum bisa menentukan, tapi doakan mudah mudahan cepat selesai saja,” ungkapnya. Sebagaimana diketahui, Sugeng Hariono yang sebelumnya menjabat kepala SMPN 8 Pamekasan di tugaskan untuk memimpin SMPN 4 Pamekasan namun kedatangannya ditolak oleh pihak sekolah dengan berbagai alasan, salah satunya, pihak sekolah ingin nuansa baru karena pada tahun 2004 lalu Sugeng Hariono juga pernah menjadi kepala SMPN 4 yang terletak di jalan Segara Pamekasan tersebut. (jck/zis)

SNMPTN Gratis, Siswa Menyambut Positif BANGKALAN–Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mulai tahun depan tidak akan dikenai biaya seperti seleksi tahun sebelumnya. Kebijakan ini disambut baik oleh para pelajar SMA/sederajat di Bangkalan. Dengan adanya program ini, mereka bisa lebih menghemat biaya. Kalau sebelumnya mereka harus mengeluarkan biaya Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu untuk biaya pendaftaran, kali ini semua itu ditanggung oleh pemerintah. Sehingga kesempatan untuk mengikuti program SNMPTN jauh lebih besar. Dengan kuota yang disediakan sebanyak 60 prosen tersebut, peluang lulusan SMA/ sederajat untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) jauh lebih besar. Tidak hanya untuk pelajar yang tinggal di kota saja, kesempatan yang sama juga dapat dirasakan oleh pela-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

jar yang tinggal di pelosok desa, atau daerah terpencil sekalipun. Rahmat, salah satu pelajar kelas XII SMA Negeri di Bangkalan, mengaku senang dengan adanya program tersebut. Dirinya ingin bisa lolos SNMPTN dan dapat masuk di Universitas Indonesia. “Senang banget kalau memang ada program seperti itu dan rencananya saya ingin sekali bisa masuk Universitas Indonesia,” katanya pada Kabar Madura saat ditemui di Alun – Alun Kota, Kamis (13/12) kemarin. Tidak hanya Rahmat. Hampir semua pelajar berseragam putih abu – abu ditemui Kabar Madura juga menyambut baik. Mifta misalnya, tidak hanya bangga karena adanya kesempatan yang lebih besar. Tetapi dirinya juga sangat berharap bisa masuk di FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

KM/EDY WIENARNO

H. ABU HUSNUL HARKAN Kepala SMAN Bangkalan

Dikonfirmasi terpisah, Drs. H. Abu Husnul Harkan, Kepsek SMA Negeri 2 Bangkalan, mengatakan hingga sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan soal digratiskannya biaya SNMPTN. Meski begitu, pihaknya akan melakukan pendataan

untuk siswa yang masuk PTN, selambat-lambatnya mulai bulan depan. Baik itu melalui jalur undangan, regular, ataupun jalur lainnya. Kendati demikian, hal ini masih dilihat lagi dari kualitas dan kuantitas siswa. “Pendataan siswa yang bisa mengikuti SNMPTN akan kita lakukan selambatlambatnya mulai bulan depan, tentunya kualitas dan kuantitas siswa menjadi pertimbangan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya. Mengingat kuota yang tersedia lebih besar, dia berharap untuk siswa SMA Negeri 2 Bangkalan yang lolos SNMPTN 2013 bisa lebih dari separuh jumlah siswa yang saat ini kurang lebih 243 siswa. Hal ini dikarenakan, pada SNMPTN tahun 2012 lebih dari 100 siswa dapat masuk PTN. Seperti : UI, UGM, Unej, dan lainnya. Rata – rata mereka mengambil jurusan IPA.(km9/zis)


11

14 Desember 2012

Deal dengan Valentino

CORNER KICK P-MU Utamakan ISL PAMEKASAN-Harapan publik Madura menyaksikan P-MU bertarung di Piala Gubernur Jawa Timur 2012 bakal sulit terwujud. Manajemen tim berjuluk Laskar Sape Kerap tersebut mempermasalahkan jadwal penyelenggaraan yang berhimpitan dengan kick off ISL. ”Kami sangat berharap pelaksanaan Piala Gubernur Jawa Timur dimajukan dari jadwal semula, semisal tanggal 20 Desember. Jika panitia penyelenggara tetap bersikukuh menggelar turnamen pada 26-30 Desember, kami akan berpikir ulang untuk tampil,” ujar Manajer P-MU, Achsanul Qosasi. Persela Lamon- Jika hal tersebut terjadi, gan disebut-sebut bakal meng- sangat tidak mungkin P-MU tampil di Piala gantikan tempat Persegres Gresik Gubernur Jawa Timur. United yang men- Laga perdana P-MU di gundurkan diri ISL akan menghadapi dari turnamen Persela, sementara di yang memperebutkan tropi ber- Piala Gubernur Jawa gilir dari Guber- Timur kami juga akan nur Jawa Timur bertandingan dengan tersebut. Persela.” ”Jika hal tersebut terjadi, sanACHSANUL QOSASI gat tidak mungkin Manajer P-MU P-MU tampil di Piala Gubernur Jawa Timur. Laga perdana P-MU di ISL akan menghadapi Persela, sementara di Piala Gubernur Jawa Timur kami juga akan bertandingan dengan Persela. Tentu tenaga dan strategi harus kami simpan untuk debut P-MU di ISL,” jelas Achsanul. ”Dengan alasan pertimbangan waktu dan calon lawan di ISL, kami sepakat untuk tidak tampil di Piala Gubernur Jawa Timur jika tidak ada perubahan waktu pelaksanaan. Prediksi kami, P-MU akan melakukan pertandingan perdana sekitar tanggal 13 Desember, ternyata pertandingan digelar tanggal 26,” tambah Mustaqim. (bri/rr)

Fachrudin Aryanto Hari Ini Bergabung Bersama Tim PAMEKASAN-Perbaikan lini belakang yang dianggap sebagai salah satu titik lemah tim Persepam Madura United (PMU) selama ini terus dilakukan manajemen dan tim pelatih. Di saat tim pelatih terus meningkatkan skill individu pemain dan proses kerjasama antarpemain, jajaran manajemen juga bekerja memburu pemain tambahan berkualitas. Dikabarkan manajemen telah menjalin kesepakatan dengan dua bek tengah tim nasional Indonesia yang bertanding di AFF Cup 2012 lalu di Malaysia. Setelah mengklaim berhasil mendapatkan Fachrudin Wahyudi Aryanto yang musim lalu bermain untuk PSS Sleman, terbaru Manajer P-MU Achsanul Qosasi juga mengabarkan jika telah menjalin deal dengan Valentino Telaubun. ”Kami memang sudah ada kesepakatan harga dengan Valent (Valentino Telabuan, red). Tetapi soal pasti tidaknya pemain tersebut merapat ke P-MU, masih menunggu waktu beberapa hari ini,” terang Achsanul Qosasi kepada Kabar Madura, Kamis (13/12). Pemain yang memiliki nama

K-CONK MANIA Rekaman Lagu Baru BANGKALAN-Komunitas suporter asal Bangkalan yang tergabung dalam K-Conk Mania dikabarkan sedang menggarap sebuah lagu sebagai bentuk dukungan kepada tim kesayangan mereka yang berlaga di tengah lapangan. Menurut Dirijen K-Conk Mania, Mimit, lagu tersebut dipersiapkan untuk permintaan kerjasama sebuah perusahaan telekomunikasi nasional. Lagu-lagu dukungan kepada P-MU tersebut akan direkam dan dijadikan ring back tone salah satu operator selular. ”Sepakbola saat ini sudah menjadi industri dan menuntut suporternya untuk menyesuaikan diri. Kami baru kali ini melakukan rekaman lagu karena ada kerjasama dengan salah satu perusahaan telekomunikasi. Rencananya kami akan menyiapkan beberapa lagu untuk layanan nada,” terang Mimit. Di sisi lain, K-Conk Mania semakin jengah dengan kabar bahwa Perseba Super bertanding dalam sebuah turnamen di Maluku Utara. Hal tersebut membuat jarak antara K-Conk Mania dengan Perseba Super semakin jauh. Ketidakjelasan status Perseba Super membuat K-Conk Mania meradang. Setelah melakoni laga uji coba bulan lalu, tim yang diarsiteki Nus Yadera tersebut tidak ada kejelasannya. Beberapa ujicoba yang berencana digelar dengan klub-klub Jawa Timur gagal. Bahkan terakhir, Perseba Super tidak mendapatkan undangan untuk berpartisipasi di Piala Gubernur Jawa Timur 2012. Belum jelasnya status Perseba Super ditanggapi dingin oleh Mimit. Pria asal Kwanyar tersebut akhirnya angkat bicara terkait sengketa status kepemilikan yang terjadi sejak Divisi II itu. Mimit menganggap bahwa dirinya tidak berhak untuk mencampuri urusan manajemen Perseba Super. ”Keputusan Perseba Super ada di tangan pengurusnya sendiri. Kita tidak mau mencampurinya termasuk ketika memutuskan untuk mengalihkan status kepemilikan ke pihak luar. Yang terpenting kita tetap berkomitmen untuk mendukung tim sepakbola Madura, lebih-lebih tim asal Bangkalan sebagai kota kelahiran kconk mania,” tegas Mimit di sela rekaman lagu baru K-Conk Mania, Kamis (13/12). (bai/rr)

lengkap Bernandus Valentino Telabuan tersebut lahir di Katlarat, Maluku Tenggara pada 21 November 1984. Pemain yang musim lalu memperkuat Bontang FC tersebut, menurut Mustaqim, akan sangat membantu barisan belakangnya yang saat ini masih sangat rawan. ”Setidaknya jika Valent bergabung dengan P-MU, dia juga bisa kami plot sebagai gelandang bertahan bergantian dengan Anton Samba. Sedang Stephen Mennoh akan kami konsentrasikan sebagai playmaker atau penyerang lubang,” jelas Pelatih Kepala P-MU, Mustaqim. Sementara itu harapan tim pelatih kembali membuncah menyusul kepastian bergabungnya Fachrudin Aryanto bersama skuad Laskar Sape Kerap. Sebelumnya Mustaqim sempat pesimistis terhadap peluang bergabungnya pemain kelahiran Klaten tersebut pasca terhentinya proses negosiasi antara manajemen dengan Fachrudin. Rencananya pemain kelahiran 19 Februari 1989 tersebut akan langsung bergabung dengan latihan tim di Sumenep dalam rangka persiapan uji coba melawan Persebaya DU. Kepastian tersebut diungkap Achsanul Qosasi. ”Besok (hari ini, red), Fachrudin sudah akan ikut latihan dengan pemain P-MU lainnya,” tulis Achsanul melalui pesan singkatnya. (bri/rr)

BENTENG TANGGUH: TANGGUH: Manajemen P-MU mengklaim telah menjalin kesepakatan harga dengan bek tim nasional Valentino Telaubun yang musim lalu memperkuat Bontang FC. WWW.BOLA.NET

Datangkan Pemain Saudi, Amaobi Terancam POSISI legiun asing asal Nigeria yang memegang paspor Vietnam, Amaobi Honest Uzowuru, terancam untuk bergabung dengan skuad Laskar Sape Kerap. Striker bertinggi 185 sentimeter tersebut bakal mendapat pesaing baru asal negeri petro dollar, Arab Saudi. Manajer P-MU, Achsanul Qosasi, dikabarkan tengah mendatangkan Fahd Khalid Al Dossary yang juga berposisi sebagai tukang gedor. Berdasar keterangan dari Mustaqim yang mengutip pernyataan sang agen, Fahd masih berusia 23 tahun dengan tinggi badan 180 sentimeter dan bisa bermain sebagai striker atau winger. Menurut sumber internal manajemen, Fahd tiba di Pamekasan pada Kamis (13/12) malam. Namun hingga berita ini diturunkan, pemain yang digadang akan bertandem dengan Osas di lini depan tersebut masih belum tiba di kota gerbang salam. Dikabarkan Fahd masih berada di Bandara Juanda. Menilik curriculum vitae yang disampaikan melalui agennya, Fahd disebutkan pernah memperkuat klub papan atas Liga Arab Saudi, Al-Ettihad. Fahd juga ditulis pernah memperkuat Faisally FC dan Qadesia FC di Liga Arab Saudi. ”Kami akan melihat dulu cara bermainnya. Jika memang permainannya menjanjikan, dia harus segera dikontrak permanen oleh manajemen mengingat kick off ISL sudah semakin dekat. Tapi jika permainannya biasa-biasa saja dan bahkan di bawah pemain yang sudah ada, ya terpaksa dia harus out dari tim. Kami tidak ingin merekrut pemain asing dengan kemampuan pas-pasan,” ujar Mustaqim. (bri/rr)

SAINGAN BARU: Amaobi Honest Uzowuru bakal mendapat pesaing baru dari Arab Saudi untuk memperebutkan posisi tandem Osas Saha di lini depan Laskar Sape Kerap.

KM/TABRI S MUNIR

JUMAT

Kekurangan Pemain, Ajak Skuad U-21

KM/TABRI S MUNIR

TALENTA MUDA: Sayyaf (kanan) mendapatkan pengalaman berharga mengikuti latihan tim P-MU di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, kemarin.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

MASIH belum lengkapnya skuad P-MU hingga mencapai 20 orang membuat Mustaqim sedikit kebingungan untuk menginstruksikan pemainnya melakukan latihan game internal. Mengatasi permasalahan tersebut, sejumah pemain Persepam U-21 diikutsertakan dalam latihan game internal, Kamis (13/12). Pada latihan pagi, tiga pemain Persepam U-21 turut melahap materi latihan dari Mustaqim. Mereka antara lain: Said, Koko, dan Sayyaf yang didaulat mengisi skuad Persepam U-21 yang akan diterjunkan dalam kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, tahun depan. Kendati baru kali pertama berlatih bersama tim profesional, ketiga pemain tersebut mampu meladeni permainan seniornya. Hanya saja, cara mereka meladeni permainan Indriyanto Nugroho dan kawan-

kawan sebatas kemampuan melakukan cover serta membayangi pergerakan pemain lawan. ”Tidak apa-apa mereka ikut dalam latihan. Minimal mereka bisia menimba pengalaman di sini karena kebetulan pemain kami memang masih kurang untuk melakukan latihan game,” ujar Mustaqim. Pasca melakoni pertandingan Inter Island Cup di Bandung, skuad P-MU berkurang cukup banyak setelah manajemen memutuskan memulangkan tujuh pemain sekaligus. Sementara hanya dua pemain yang masuk, yakni Stephen Mennoh dan Amaobi Uzowuru, itupun Amaobi masih berkutat dengan cederanya. Sementara tiga pemain Persepam U-21 mengaku bangga bisa berlatih dalam satu lapangan bersama pemain-pemain P-MU yang selama ini menjadi idola mereka.

”Saya sangat senang bisa ikut dalam latihan dengan pemain senior. Ini menjadi pengalaman baru bagi kami,” ujar Said, pemain asli Pamekasan yang pada musim ini sempat dilirik salah satu klub asal Jakarta. Selain dipersiapkan untuk Porprov, keberadaan Persepam U-21 juga untuk diterjunkan dalam Indonesia Super League (ISL) U-21. Melihat pemain U-21 yang muncul dalam latihan kemarin, manajemen P-MU mulai berfikir serius untuk segera membentuk tim P-MU U-21. ”Dalam waktu dekat ini tim U-21 akan segera dibentuk. Untuk sementara kami masih berharap nama 10 pemain yang direkomendasikan oleh PSSI di empat kabupaten di Madura, mereka akan kami seleksi untuk membentuk tim P-MU U-21,” ujar Achsanul Qasasi. (bri/rr)


12

JUMAT

14 Desember 2012

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com


Edisi 14 Desember 2012