Issuu on Google+

Kabar Bangkalan Pilkades Serentak, Gangguan Keamanan Meningkat Polisi Minta Dilibatkan dalam Pembahasan Konsep

Kabar Sampang Tiga Ribu Data e-KTP Terhapus Rekam Ulang Baru Bisa Dilakukan Setelah April

Kabar Pamekasan Lima Tahun Lagi Diprediksi Banjir Akibat Tak Padatnya Rumah Penduduk

Kabar Sumenep TWITTER

@kabarmaduranews

SENIN

Makam Diponegoro Jadi Kontroversi Jejak Sejarah Masih Lemah

Kepincut Eks Persebaya IPL

11 Februari 2013

AQ: Perjalanan Kompetisi Masih Panjang

KM/RYAN KALIG

ACHSANUL QOSASI MANAJER P-MU

BANGKALAN-Tonggak sejarah Persepam Madura United (P-MU) telah tertancap di kancah ISL (Indonesia Super League) 2012-2013. Utamanya setelah membukukan kemenangan perdananya kemarin malam. Bersambung ke Hal 6

KM/RYAN KALIG

MENGGELORA: Lautan suporter pendukung P-MU di tribun timur SGB dari sejumlah elemen, menyalakan kembang api usai jala gawang Persidafon bergetar tendangan voli Kristian Adelmund di menit ke 45 (+2).

Provinsi Madura

Kalangan Legislatif Sepakat SAMPANG-Wacana Madura menjadi provinsi terus bergulir. Kali ini, dihembuskan kalangan DPRD Kabupaten Sampang. Para wakil rakyat itu sepakat jika Madura menjadi provinsi, pisah dari Provinsi Jawa Timur. Sebab, beberapa syarat sudah dimiliki baik dari segi SDA (sumber daya alam) maupun SDM (sumber daya manusia). Namun, Pulau Madura hanya ada empat kabupaten. Tapi, permasalahan tersebut bisa diatasi dengan adanya pemekaran daerah. Adapun daerah yang paling ideal dimekarkan yakni Kabupaten Sumenep dibandingkan 3 daerah lain di Pulau Madura. Bersambung ke Hal 6

Pilgub Jatim

GANGGU SINYAL: Bandara Trunojoyo memiliki navigasi. Alat untuk pendeteksi itu oleh masyarakat sekitar dinilai menjadi salah satu faktor yang mengganggu jaringan sinyal ponsel.

KM/ DOK

Navigasi Bandara Ganggu Jaringan Sinyal SUMENEP-Alat navigasi atau yang biasa disebut sebagai radar di Bandara Trunojoyo dipandang menjadi penyebab terganggunya sinyal ponsel. Ini membuat masyarakat sekitar tidak nyaman karena selalu

kesulitan ketika akan berkomunikasi melalui telepon selular. Khairul, salah satu warga Marengan, Kecamatan Kalianget, desa yang berposisi di sebelah selatan Bandara Trunojoyo Sumenep itu

mengaku, selama ini sinyal yang ada di daerah tersebut memang sering ada gangguan. �Mungkin bisa saja disebabkan faktor itu,� terangnya, Minggu (10/2). Bersambung ke Hal 6

PECAH TELOR: Selebrasi Kristian Adelmund usai mencetak gol pertama dari kemenangan 2-1 yang dibukukan P-MU atas Persidafon Dafonsoro di SGB kemarin malam (11/2).

KM/RYAN KALIG

Perayaan Tahun Baru Imlek 2564 oleh Warga Tionghoa di Pamekasan, Madura KM/DOK.

KHOFIFAH INDAR PARAWANSA

Warga NU Pastikan Pilih Khofifah SUMENEP-Keberpihakan Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) rupanya berpengaruh besar terhadap warga NU Di Jawa Timur. Mendekati Pilgub Jatim, dengan tampilnya dua kader terbaik NU dalam pilgub tersebut telah mencipta silang pendapat, dukung-mendukung yang terkesan saling menjatuhkan di tingkat bawah. Munculnya pernyataan Said Agil Siradj yang menegaskan bahwa partai politik yang konsen mengusung ideologi Aswaja adalah PKB, Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

Menjadi Momentum Silaturahmi Antar Umat Beragama Perayaan tahun baru Imlek juga berlangsung di Pulau Garam, Madura. Bertempat di Vihara Avalokitevara, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan tradisi ini menjadi ajang silaturahmi antar umat beragama. MARZUKIY, PAMEKASAN SEKITAR 17 kilometer di sebelah timur Kota Pamekasan, terdapat sebuah bangunan vihara yang didirikan pada abad 18. Vihara bernama Avalokitesvara ini berdiri di atas tanah seluas 3 hektare. Uniknya, di Vihara Avalokitesvara juga terdapat tempat ibadah untuk umat beragama lain, yaitu Pura untuk umat Hindu dan Mushalla untuk umat Islam. Rencananya

KM/MARZUKIY

SILATURRAHMI: Puluhan keluarga muslim tengah bersilaturahmi dengan penganut agama lain dalam pelaksanaan Imlek di Vihara Avalokitevara Candi Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, , Minggu(10/2).

akan dibangun lagi sebuah gereja untuk umat Nasrani. Di tempat ini, tradisi merayakan tahun baru Imlek 2564 juga berlangsung. Meski tidak semeriah seperti di wilayah lain, tetapi tetap memiliki makna tersendiri. Sudah merupakan kebiasaan, Imlek menjadi salah satu momen bersilaturrahmi dengan keluarga berbeda agama. Sehingga kerukunan beragama di Indonesia yang berideologi Pancasila tetap terjaga dengan baik. Seperti yang terlihat di Vihara Avalokitesvara, Dusun Candi, Desa Polagan Kecamatan Galis, Pamekasan. Di tempat ibadah ini pada momen Imlek, Minggu (10/2), terlihat mengasyikkan dengan kebersamaannya antar beda agama, sebut saja muslim dan konghucu. Bersambung ke Hal 6


2

SENIN

11 Februari 2013

Pilkades Serentak, Gangguan Keamanan Meningkat Polisi Minta Dilibatkan dalam Pembahasan Konsep KOTA-Ratusan desa di Kabupaten Bangkalan, hingga kemarin (10/2) belum memiliki kepala desa (kades) yang definitif. Data Bapemas Pemdes Kabupaten Bangkalan menyatakan, dari 281 desa yang ada se-Kabupaten Bangkalan, 132 di antaranya belum memiliki kades yang definitif, sehingga masih dipimpin PjS (Pejabat Sementara) kades. Di bagian lain data Bapemas Pemdes itu, juga menyatakan, 141 desa sudah

RASKIN Bangkalan Penerima Terendah se-Madura KOTA-Berdasarkan Surat Gubernur Nomor 518 / 24531/021 2012, kuota raskin untuk Bangkalan pada tahun 2013 ditetapkan sebayak 85.068 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM). Di mana dalam surat tersebu t juga dijelaskan, kuota per RTS-PM adalah 15 kilogram beras per bulan dengan harga Rp.1.600,- per kilogram beras. Sehingga dengan angkat tersebut, setiap bulannya pagu raskin yang masuk ke Bangkalan adalah seberat 1.276.020 kilogram beras dan total 15.312.240 kilogram beras dalam setahun. Angka RTS-PM tersebut menurun dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 102.102 RTS-PM. Angka RTS-PM tersebut, ternyata paling rendah dibandingkan 4 kabuMengenai paten di Madura. Jika di kepastiannya Bangkalan hanya sebanmas bisa yak 85.068 RTS-PM, maka tanyakan ke Pamekasan bisa mencapai Bulog, karena 86.397 RTS-PM. Sedangbarang ini tidak disalurkan kan Sampang mencapai melalui kami. 108.647, RTS-PM , disusul Sumenep sebagai angka WASISNO, penerima tertinggi dengan Kabag Perekonomian 116.378 RTS-PM. Ditanya terkait kapan Setdakab Bangkalan raskin ini akan mulai didistribusikan, Wasisno, Kabag Perekonomian Setdakab Bangkalan menegaskan, hal itu adalah kewenangan pihak Bulog. “mengenai kepastiannya mas bisa tanyakan ke Bulog, karena barang ini tidak disalurkan melalui kami,” ujarnya. Mengenai peran pemkab dalam penyaluran raskin itu, Wasisno mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan tim monitoring dan evaluasi yang nantinya akan melakukan pengawasan terhadap distribusi raskin ini hingga ke penerimanya. Sementara itu, berdasarkan pantauan Kabar Madura, sejak Jumat pekan lalu (8/2), tidak ada aktivitas bongkar pasang di gudang Bulog Bangkalan yang bertempat di Jalan Halim perdana Kusuma Bangkalan (jos/yoe)

menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades), sehingga telah memiliki kades yang definitif. Sisanya, belum menyelenggarakan pilkades, karena masa jabatan kades bersangkutan belum habis. Wacana penyelenggaraan pilkades serentak yang menyeruak beberapa waktu lalu, mendapat respon dari Kapolres Bangkalan, AKBP Endar Priantoro. Endar meminta agar pihak kepolisian dilibatkan dalam pembahasan maupun penyusunan konsep penyelenggaraan pilkades. Menurut Endar, potensi gangguan keamanan dalam penyelenggaraan pilakades, tetap ada. Bahkan dia menegaskan, ada

kemungkinan gangguan keamanan justru meningkat apabila pilkades diselenggarakan secara serentak. “Saya harap kami dari kepolisian turut dilibatkan dalam pembahasan masalah pilkades ini oleh pihak terkait, sebab potensi gangguan keamanan tetap ada,” tutur Endar. “Terlebih jika itu dilakukan serentak sebagaimana yang diwacanakan,” imbuhnya, dengan nada serius. Roosli Hariyono, Kepala Bapemas Pemdes Kabupaten Bangkalan, dalam pertemuan dengan Komisi A DPRD Bangkalan, beberapa waktu lalu, mengatakan, Surat Edaran Bupati terkait penundaan

pelaksanaan pilkades selama Pemilukada Bangkalan, 12 Desember 2012, telah dicabut per 23 Januari lalu. Sehingga sejak tanggal itu masingmasing desa yang masih dipimpin PjS kades, sudah dapat menyelenggarakan pilkades. “Memang selama ini kami sering didatangi masyarakat terkait ini, namun kami jelaskan bahwa per tanggal 23 Januari 2013, pilkades sudah mulai bisa dilaksanakan,” ungkapnya. Pada pertemuan itu pula, Imam, salah seorang anggota komisi A mengimbau pihak Bapemas Pemdes untuk coba mengusulkan konsep pilkades serentak.

“Saya kira bukan tidak mungkin jika pilkades serentak dilaksanakan, toh itu malah lebih efisien saya pikir,” ujarnya. Terkait perkembangan pelaksanaan pilkades ini, berdasarkan informasi yang diterima Kabar Madura dari Mujiburrahman, anggota Komisi A DPRD Bangkalan yang turut memantau masalah pilkades, hingga saat ini hanya satu desa yang baru berkoordinasi dengan pihak Pemdes. “Terkait Pilkades hingga detik ini hanya 1 desa, yakni Jung Anyar, Kecamatan Socah yang sudah berkoordinasi dengan Pemdes, ” jelas politisi asal PKS ini. (jos/yoe)

Etnis Cina Masih Terkucilkan KOTA-Agama Kong Hu Cu adalah, yang identik dengan etnis Cina, adalah agama termuda di negara kita. Walaupun etnis Cina sudah lama berada di Nusantara ini, negara baru meresmikan agama itu, di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur Pada), pada tahun 2000. Kemudian Hari Raya Imlek (Tahun Baru Cina, red), yang dianggap sebagai hari besar keagamaan bagi penganut Kong Hu Cu, ditetapkan sebagai hari libur nasional pada masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarno Putri. Menurut Anwar, aktifis IPNU Bangkalan, etnis Cina pantas berterima kasih kepada Gus Dur, sebab pengakuan terhadap agama Kong Hu Cu yang diberikan Gus Dur memberikan kebebasan kepada penganutnya, yang notabene adalah keturunan Cina, untuk menjalankan ibadah agamanya secara terbuka dan merayakan hari keagamaan mereka. “Gus Dur adalah bagian dari sejarah etnis Cina di Indonesia,” ujarnya tegas. Dia melanjutkan, fakta itu menjadi acuan bahwa etnis minoritas yang berada di negara Indonesia merasa aman selama dalam kepemimpinan Gus Dur, setelah sekian lama semenjak Orde Baru, mereka telah banyak diperlakukan secara diskriminatif. Berbeda dengan kota-kota besar lainnya, perayaan tahun baru Imlek di Bangkalan terasa hambar. Meskipun itu di tempat peribadatannya sendiri. Tidak ada yang menonjol dari perayaan Imlek di Bangkalan. Etnis minoritas tersebut seolah-olah

KM/ABDUR ROHIM

HAMBAR: Perayaan Imlek di Bangkalan, sangat tidak meriah. Tersirat, penganut Kong Hu Cu yang notabene dari kalangan etnis Cina, belum leluasa melaksanakan ibadah sesuai keyakinan mereka.

memang sengaja tidak merayakannya dengan terbuka. Meski menyayangkan kondisi terse-

but, pemuda-pemuda NU harus terus mengawal ideologi pluralis yang diusung oleh Gus Dur. Secara eksplisit,

IPNU menangkap masih ada ketidaktenangan etnis Cina untuk merayakan Imlek di Bangkalan. (roh/yoe)

Salurkan Hobi Sembari Bisnis KOTA- Puluhan kucing baik jenis lokal maupun kucing ras, terbaris dalam kandangnya masing-masing, di halaman Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (10/2) pagi kemarin. Tapi itu bukanlah ajang pasar hewan, melainkan sekelompok masyarakat yang tengah berkumpul memamerkan kucing peliharaannya. Tampak kucing-kucing itu berbulu halus, bersih, dan sehat. Sudah barang tentu kucing-kucing itu bukanlah kucing jalanan yang tak terawat. Bermula dari hobi yang umum, yakni memelihara kucing, sejumlah warga di Bangkalan mendirikan komunitas Bangkalan Cat Lovers (BCL). BCL inilah sebutan bagi komunitas pecinta kucing yang hingga kini beranggotakan 30 orang itu. Citra Ayu, ketua komunitas BCL saat ditemui Kabar Madura pagi kemarin, bicara cukup panjang lebar tentang komunitas yang baru didirikan 27 Desember 2012 itu. “Setiap 2 minggu kami kumpul di sini mas. Biasanya kami pamerkan hewan kami sekalian jual beli barangkali ada yang minat, tapi hanya sebatas antar anggota,” terang wanita berkacamata itu. “Memang sebagian dari anggota kami adalah breeder (peternak), selain hobi kami juga nyambi mencari uang dari hobi ini,” imbuhnya.

Citra juga mengaku bahwa para anggota komunitas tersebut tidak terbatas pada satu jenis kucing tertentu. Untuknya, BCL bekerjasama dengan Dinas Peternakan guna mengembangkan hobi tersebut termasuk juga dalam hal pengawasan kesehatan. Ditanya terkait suka duka menjalankan hobi ini, citra menyadari bahwa memelihara kucing bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih saat musim hujan di mana kucing mudah sekali terserang penyakit. “Gak mudah memang mas, kita harus sering-sering grooming (memandikan), agar kualitas bulu dan kebersihan kucing terjaga. Terlebih saat musim hujan, kucing mudah sekali terserang virus. Selama musim hujan ini saja sudah 18 kucing saya mati,” paparnya. Soal harga kucing yang biasa dijualnya, Citra mengaku, harga kucing-kucing yang dijualbelikan di komunitasnya berkisar antara Rp 750 ribu-Rp 1 juta ke atas. Sementara itu, Fadil, pembina BCL berharap, suatu saat nanti komunitas ini bisa berkembang, tak sekadar di Bangkalan tapi bisa jadi se-Madura. “Ya, sementara memang baru di Bangkalan, saya harap suatu saat nanti bisa jadi komunitas se-Madura,” ungkap pria tambun itu. (jos/yoe)

KM/AGUS JOSIANDI

MERIAH : Berbagai acara dan permainan gratis disuguhkan Telkomsel bagi warga Socah, Minggu (10/2).

Perluas Pasar, Telkomsel Blusukan Tebar Gratisan SOCAH-Mencoba memperluas pasar dan penggunanya, Telkomsel menggelar serangkaian acara di kawasan Socah, Minggu (10/2) kemarin. Sejumlah hiburan pun disediakan bagi masyarakat setempat dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Tidak terkecuali door-prize, sejumlah hadiah bagi para peserta yang hadir pun disediakan. Bertempat di halaman Kantor Desa Socah, Kecamatan Socah, ratusan warga baik dewasa, remaja, dan anak-anak turut serta dalam acara yang dimulai sejak pukul 6 pagi hingga 11 siang itu. Hendri, marketing Telkomsel sekaligus

panitia acara tersebut, mengaku, acara itu dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan Telkomsel terhadap masyarakat. “Ini sebagai bentuk pelayanan kami kepada masyarakat mas, sekaligus hard selling ketiga produk kami yakni Halo, Kartu As, dan Simpati,”terangnya. Ditanya terkait apa saja kegiatan yang di lakukan dalam kegiatan tersebut, Hendri mengatakan bahwa selain jalan-jalan santai, pihak Telkomsel Tirtawangi juga menyediakan mainan anak gratis, odongodong gratis, live musik dan bagi-bagi door-prize berupa sembako dan beberapa alat-alat rumah tangga. Menurut Hendri, dalam kegiatan

ini pihaknya juga menyampaikan kepada warga bahwa Telkomsel Paling Indonesia. “Juga sosialisasi kepada masyarakat bahwa Telkomsel Paling Indonesia mas, maksudnya hingga saat ini sinyal operator kami adalah yang terbaik dan paling kuat hingga ke seluruh pelosok Indonesia,” paparnya. Shanty, seorang remaja yang juga hadir dalam acara tersebut mengaku senang dan berharap kegiatan serupa dapat sering digelar oleh pihak Telkomsel. “Ya sering-sering aja mas, kan asyik,” ungkap wanita yang mengaku kelas 3 SMA itu. (jos/yoe/adv)

KM/AGUS JOSIANDI

MENGUNTUNGKAN: Komunitas Bangkalan Cat Lovers saat memamerkan hewan kesayangan mereka, Minggu (10/2). Juga ada transaksi kucing antar-penggemar.


SENIN

3

11 Februari 2013

Bidik 2 Ribu Pelanggan dengan Bermacam Pilihan Tarif Murah KOTA-Jalan sehat yang diadakan Telkomsel, Minggu (10/2) dengan mengambil start dan finis di Jalan Wijaya Kusuma, berlangsung meriah. Terlihat ratusan siswa sekolah dasar dan menengah memadati acara yang digelar serentak di tiga kabupaten di Madura (Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan) itu. Dengan mengandalkan jaringan yang terlama dan pertama, serta jaringan yang tidak putus-putus, jangkauan yang luas, dan berbagai macam tarif sesuai dengan pilihan masyarakat, Telkomsel yakin, tetap menjadi pilihan utama di Sampang. Acara jalan santai yang di mulai pukul 07.00 tersebut dengan start yang dibuka oleh perwakilan Kodim 0828 didampingi oleh Manager Sales Outlet Promotion Wilayah Madura, Wijang Zulkarnaen, bersama General Manager (GM) Telkomsel Sampang, Didik Heriyanto. Acara aksi panggung musik pun membuat peserta JJS semakin menikmati acara ini. Dan yang paling di tunggu adalah pembagian hadiah undian dengan berbagai macam hadiah. Di mana hadiah utama televisi 22 inchi dimenangkan Ariko Sukma Bahanis, bocah kelas V SDN Gunung Sekar II Sampang. Acara jalan sehat bersama Telkomsel itu juga memberikan banyak hadiah seperti handphone, kipas angin, dan seterika listrik. Selain acara jalan sehat Telkomsel, juga menggelar acara senam bersama di depan komplek pe-

BIROKRASI Harus Pakai Fit and Proper Test KOTA-Setelah Komisi A DPRD Sampang melakukan koordinasi dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah ) Kabupaten Sampang, diketahui bahwa banyak pejabat yang dimutasi menggunakan Surat Perintah Bupati dengan hak prerogatifnya. Banyak dilakukan mutasi pejabat yang hanya didasari hakprerogatif Bupati Sampang pada periode Noer Tjahja dan beberapa pejabat yang perhnah menjadi kepala dinas sampai saat ini masih beum jelas nasibnya seperti apa. Hal ini diungkapkan anggota komisi A DPRD sampang M Halil kepada kabar Madura, Minggu (10/2). Menurutnya, perpindahan pejabat dari satu instansi ke instansi yang lain harus melalui mekanisme yang jelas. “Banyak pejabat yang mutasi haya dengan hak prerogatifnya dengan cara di seprin saja (surat perintah),” ujar anggota DPRD yang membidangi pemerintahan itu. Anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang itu juga menyayangkan, sampai akhir periodenya, kedudukan beberapa pejabat yang dimutasi belum jelas, dan banyak intansi yang hanya dipimpin oleh PlT (pelaksana tugas). Dia mencontohkan banyak pejabat kepala dinas yang dipindah begitu saja tanpa kejelasan seperti kepala BLH. Dan sampai saat ini belum ada kejelasan nasibnya, serta siapa yang menggantikan kedudukannya. Dia juga menyayangkan nasib dinas pendidikan yang sampai saat ini tidak mempunyai kepala dinas. Halil mengungkapkan, pada awal pemerintahannya, Noer Tjahja sudah menunjukkan pola kepemimpinan yang bagus. Itu ditunjukkan dengan memilih pejabat setingkat kepala dinas menggunakan fit and proper test. “Di awal, cukup bagus, mekanismenya menggunakan fit and propertest”ujarnya. Namun menjelang Pemilukada Sampang lalu banyak pejabat yang diturunkan begitu saja dan tidak ada kejelasan hingga menjelang berakhirnya periode bupati Sampang Noer Tjahja ini, pertanggungjawaban yang ada hanya dalam hal penggunaan anggaran belum sampai pada kinerja “Kalau dia ditempatkan di instantsi tertentu berarti bertanggngjawab karena dia (pejabat) itu punya kemampuan tertentu, nah sekarang ini kan namanya menelantarkan namanya,” pungkasnya. (waw/yoe)

KEHILANGAN HILANG STNK sepeda motor Yamaha nopol M 4364 NJ atas nama syafii alamat dusun jangpae RT/RW 01/01 Ds Sreseh kec sreseh Sampang HILANG STNK sepeda motor Honda nopol L 2744 PM tahun 2003 warna hitam atas nama Sahiro alamat pesapen kali 32 surabaya.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ ACHMAD SYAIFUL RAMADHAN

PEMENANG: Penyerahan hadiah utama TV 22 inchi bersama seluruh pimpinan Telkomsel Madura.

rumahan berseragam loreng tersebut. Selain ingin mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat, jalan sehat itu bertujuan pula untuk mempererat silaturahmi Telkomsel dengan seluruh masyarakat Sampang, sekaligus rangkaian dari beberapa agenda dari Telkomsel wilayah Madura. “Beragam layanan dan program terbaik akan terus kita berikan kepada masyarakat. Seperti saat ini, Telkomsel memberikan solusi komunikasi murah melalui tarif yang relatif murah,” jelas Wijang. “Kartu perdana Telkomsel kami bagikan gratis untuk peserta jalan sehat. Jadi setiap pembelian satu tiket jalan sehat, peserta berhak mendapatkan kartu perdana Telkomsel gratis dengan isi pulsa mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 10 ribu. Jadi selain merasakan hidup sehat dengan mengikuti program jalan sehat, mereka bisa mendapatkan kartu perdana Telkomsel murah,” imbuhnya. GM Telkomsel Sampang Didik Heriyanto menambahkan, “ini sebagai wujud kebanggaan kami kepada pelanggan setia Telkomsel.” “Rencananya, Sabtu mendatang (23/2), Telokomsel, bekerja sama dengan salah satu televisi nasional akan menggelar even konser di Lapangan Wijaya Kusuma,” pungkas Ketua Panitia Pelaksana JJS Bareng Telkomsel, Busro kepada Kabar Madura, kemarin (10/2). (sya/yoe/adv)

Tiga Ribu Data e-KTP Terhapus Rekam Ulang Baru Bisa Dilakukan Setelah April KOTA-Setelah dilakukan proses perekaman e-KTP lebih dari 9 ribu Penduduk Mandangin, ternyata belakangan diketahui, sekitar 3 ribu data di antaranya, terhapus. M Yusuf, Kabid Informasi Pengembangan dan Pengkajian Dispendukcapil Sampang mengungkapkan masalah itu, kepada Kabar Madura, kemarin (10/2). Katanya, hal itu diketahui setelah data-data hasil perekaman itu dikirimkan ke Jakarta. Kemudian, fisik e-KTP warga Pulau Mandangin diserahkan ke Sampang oleh Kuadran, rekanan Kementerian Dalam Negeri, dalam proses pembuatan e-KTP itu.

“Setelah perekaman, Kuadran Jakarta menyerahkan data ke sini. (Ternyata) ada yang terhapus dan jumlahnya cukup banyak,” beber Yusuf. Sejauh ini, belum jelas penyebabnya sehingga ke-3 ribu data itu bisa terhapus. Yang jelas harus dilakukan perekaman ulang terhadap data-data yang terhapus itu. Sementara itu untuk melakukan perekaman data ulang harus mengetahui data siapa saja yang terhapus, namun hal itu tidak bisa dilakukan begitu saja dengan mudah. “Selama e-KTP belum jadi semua, tidak bisa diketahui jumlahnya berapa dan milik siapa saja yang terhapus,” jelas Yusuf, kepada kabar Madura (10/2). Lanjutnya lagi, masalah tersebut

sudah berlangsung sejak tahun 2011 silam, dan sampai sekarang belum ada penyelesaian dari Pemerintah Pusat. Untuk mengetahui data siapa saja yang terhapus harus menunggu pendistribusian yang baru dilakukan April mendatang. “Itu sudah dari tahun 2011 lalu. Nah sekarang kalau dilakukan perekaman ulang, untuk mengetahui data siapa yang terhapus, harus menunggu setelah April nanti,” ungkapnya. Rencananya jika dilakukan perekaman ulang akan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lagi, ditambah lagi dengan tenaga listrik yang terbatas, akan menambah kerumitan perekaman ulang. Masalahnya, di pulau yang terletak

di selatan Kecamatan Kota Sampang ini listrik hanya pada siang hari saja. “Butuh waktu 2 bulan untuk ngrekam ulang. (Masalahnya) di sana nyalanya listrik hanya malam saja, ini bisa tambah rumit tetap seperti itu listriknya,” tandas Yusuf. Dia menambahkan, setiap data yang dimasukkan ke dalam komputer seharusnya pada aplikasinya, ada fasilitas recovery. Sehingga, jika terhapus bisa dimunculkan kembali supaya tidak dilakukan perekaman ulang. “Seharusnya programnya dilengkapi fasilitas recovery supaya yang terhapus bisa muncul kembali, nah program ini tidak bisa (tidak terinstalasi, red). Itu salahnya,” tegas dia, dengan nada mantap. (waw/yoe)

Museum Sampang Terbengkalai

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

KERAMAT: Konon, pendirian keempat tiang masjid ini, dilakukan dengan cara yang ajaib.

Masjid Madegan Primadona Pelaku Sumpah Pocong KOTA-Kabupaten Sampang memiliki masjid yang memiliki nilai sejarah, di Dusun Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang. Konon masjid ini ini sudah berusia ratusan tahun, namun 4 pilar yang dibangun sejak pendiriannya, masih berdiri kokoh hingga saat ini. Masyarakat Sampang lebih akrab menyebut masjid yang ada di Kompleks Pemakaman Rato Ebu itu, dengan nama Masjid Madegan karena letaknya di Desa Madegan. Para tetua di Sampang mengisahkan, awal mula pembangunan masjid itu, dilakukan sejak zaman penyebaran agama Islam di tanah Madura, terutama di wilayah Sampang. Sampai saat ini Masjid Madegan dianggap mempunyai energi dan kelebihan tersendiri, yang bersifat mistis. Karenanya sebagian masyarakat Sampang sering menjadikannya sebagai lokasi sumpah pocong. Diungkapkan Mohti, salah satu pengurus Masjid Madegan sekaligus ketua RT setempat,

ada 4 tiang yang tetap berdiri sejak dibangun sekitar tahun 1600-an. Katanya, pembangunan masjid itu digagas pada zaman Kerajaan Madura Barat oleh salah satu raden bernama Adi Pramono, saudara Raden Praseno yang saat itu adalah penguasa Kerajaan Madura Barat. “Masyarakat menganggap masjid ini punya kelebihan, bahkan sering dijadikan lokasi untuk sumpah pocong karena punya nilai sejarah,” ujar Mohti kepada kabar Madura, Minggu (10/1). Ke-4 tiang masjid yang terbuat dari kayu itu, dijadikan salah satu alasan kelebihan dan di anggap mempunyai kekeramatan untuk melaksanakan ritual sumpah pocong di Masjid tersebut. “Sampai sekarang 4 tiangnya masih utuh,” katanya sambil berjalan menunjukkan 4 tiang yang dia maksud. Masjid itu, tutur Mohti, awalnya hanya sebuah surau. Namun, karena semakin banyak pengikut yang masuk Islam, surau tersebut dikembangkan menjadi masjid.

Mohti melanjutkan, berdasarkan cerita yang sudah turun temurun asal muasal dari kayu tersebut dari daerah utara bernama bernama Dulang yang saat ini ada di Kecamatan Torjun. Pemilihan kayu tersebut hasil dari ritual yang dilakukan bertahuntahun oleh Raden Adi Pramono. Pada pelaksanaan pendiriannya kayu dipindahkan dari Dulang ke Madegan dengan dilontarkan menggunakan tongkat, karena besoknya masjid itu segera digunakan untuk salat Jumat. “Atas izin Allah, di dalam masjid itu tiba-tiba langsung berdiri 4 tiang yang sekarang masih ada bahkan sambungannya masih menggunakan ijuk dan posisinya miring,” tambah Mohti. Masjid ini sudah berulangkali dipugar. Papan dari masjid pertama ditimbun di dalam tanah tepat di bawah masjid tersebut. “Mungkin karena yang membangun masjid ini, pertama dulu, adalah orang yang benarbenar punya kelebihan, masjid ini (sering) dijadikan sebagai tempat sumpah pocong,” ungkapnya. (waw/yoe)

KOTA-Keberadaan Museum Sampang di Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang sampai saat ini masih belum berfungsi dengan baik, bahkan hanya terlihat gedungnya namun sering tertutup. Selain minim pengunjung, museum itu juga masih belum banyak terisi barangbarang antik. Dengan kondisi tersebut, museum milik Kabupaten Sampang ini masih belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Rencana semula, Pemkab Sampang membuat musium mini untuk menyimpan barangbarang bersejarah yang ada di kabupaten Sampang. Sayangnya tempat itu masih belum difungsikan sebagai lokasi yang bisa dikunjungi, bahkan masyarakat sekitar pun tidak mengetahui bahwa gedung berwarna hijau itu adalah museum. Diungkapkan Fihri, warga setempat yang rumahnya bersebelahan dengan gedung museum, selain menjadi museum gedung tersebut juga difungsikan sebagai salah satu kantor Disbudparpora Sampang. Hal ini dilakukan karena kantor Disbudparpora sedang dilakukan pembangunan, kemudian memanfaatkan gedung ini sebagai salah satu kantor untuk bidang kebudayaan. Fihri yang juga juru kunci Kompleks Makam Rato Ebu itu, mengatakan, setelah Ge-

dung Disbudparpora selesai dibangun beberapa waktu lalu, justru museum itu sering dalam kondisi tertutup. Dia mengaku, tahu persis, karena aktivitas sehari-hari museum itu, bisa diamati dari Kompleks Makam Rato Ebu, yang jaraknya cukup dekat. “Biasanya ada dua orang disitu, tapi setelah Kantor Disbudparpora selesai dibangun sering tertutup. Biasanya, juga ada barangnya tapi sepertinya hanya sedikit sekitar satu lemari lah, dan sekarang dibawa kemana saya kurang tahu,” terang lelaki paruh baya itu. Dilanjutkan Fihri, rencananya Pemerintah Kabupaten Sampang sengaja menempatkan museum di dekat Kompleks Makam Rato Ebu dengan alasan, di tempat tersebut sering dikunjungi wisatawan yang bersiarah di makam itu. “Seperinya, sengaja di bangun di sini karena supaya pengunjung yang ke Makam Rato Ebu bisa mampir,” imbuhnya. Namun sepengetahuan Fihri, selama 8 bulan gedung itu berdiri, belum ada stu pun pengunjung yang datang. “Kira-kira 8 bulan gedung ini dipakai tapi sepertinya jarang ada yang datang, dan sekarang Gedung Disbudparpora bangunannya sudah selesai mungkin dipindah lagi ke sana,” tandasnya. (waw/yoe)

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

TAK DIKENAL: Sedikit sekali yang tahu, gedung ini adalah museum. Bahkan penduduk sekitarnya, tak banyak yang tahu.


4

SENIN

11 Februari 2013

Lima Tahun Lagi Diprediksi Banjir Akibat Padatnya Rumah Penduduk KOTA-Padatnya penduduk yang tak tertata menjadi salah satu faktor terjadinya banjir di beberapa daerah, tak terkecuali Pamekasan. Sebab kepadatan penduduk itu mengakibatkan ruang gerak makin sempit. Kepala Unit Pelaksana Teknis Penge-

lola Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSAWS) Madura, M. Isma’il memprediksi, 5 tahun ke depan kota Pamekasan akan rawan terjadinya banjir. Ini kalau melihat jumlah dan kondisi rumah penduduk yang ada tergolong padat dan mendekati sungai pula. Sebagian besar sungai yang ada di daerah perkotaan Pamekasan saat ini sudah tidak bisa dilakukan pelebaran dan pengerukan. Hal itu disebabkan padatnya

penduduk yang tak tertata, sehingga tidak bisa dilakukan pelebaran. Ada beberapa sungai yang saat ini tidak bisa dikerjakan, semuanya terkendala dari padatnya penduduk di sekitar sungai. Tak heran jika 5 tahun ke depan Pamekasan akan terjadi banjir. “Kalau seperti ini, lima tahun ke depan Pamekasan akan banjir. Karena sekarang banyak sungai yang tidak bisa dilakukan pengerukan dan pelebaran. Rumah

penduduk sangat padat dan tidak tertata pula,” ungkapnya kepada Kabar Madura. Jika tidak diantisipasi sejak dini, maka keselamatan masyarakat kota Pamekasan akan terancam dengan datangnya banjir yang bertubi tubi pada saat musim penghujan. Makanya hal itu perlu untuk diperhatikan. Salah satu usaha untuk menghindari terjadinya banjir, kata Isma’il, yaitu dengan mengembalikan sungai pada dimensi

semula tanpa plengsengan ataupun bronjong yang hanya akan membuat aliran sungai menjadi satu. “Saya menginginkan, sungai yang ada saat ini kembalikan kepada dimensi semula, artinya tanpa plengsengan ataupun bronjong supaya air bisa meresap ke dalam tanah. Namun yang menjadi kendala sekarang adalah padatnya penduduk, sehingga alat berat tidak bisa masuk untuk dilakukan pelebaran,” tandasnya.(jck/zis)

HARI PERS NASIONAL AJP Sentil Wartawan Bodrex KOTA-Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Ahmad Fauzi merasa prihatin atas keberadaan wartawan bodrex yang mencederai citra wartawan atau jurnalis di Pamekasan. Pasalnya, wartawan tersebut hingga kini cukup getol melakukan tindakan tak bermoral. Dan itu berbanding lurus dengan karya yang tidak mereka hasilkan. Mereka suka menakut“Mereka nakuti pejabat pemersuka menak u t - n a k u - intahan. Termasuk pula t i p e j a b a t lembaga-lembaga pendipemerintah- dikan, dijadikan garapan an. Termasuk untuk merengkuh rezeki pula lemba- dengan cara paksaan,” ga-lembaga AHMAD FAUZI pendidikan, Ketua Aliansi Jurnalis dijadikan gaPamekasan rapan untuk merengkuh rezeki dengan cara paksaan,” tegas Fauzi di area Pendapa Pamekasan, Minggu (10/2). Pria yang tinggal di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan ini mengungkapkan, wartawan bodrex kerap membawa nama besar media yang eksis terbit harian. Termasuk pula wartawan baru, wartawan bodrex tak jarang memanfaatkannya. “Keberadaannya sangat meresahkan banyak orang. Termasuk bagi wartawan yang memang jelas karyanya,” tekan Fauzi. Untuk itu, Fauzi menyarankan kepada segenap pejabat maupun pihak terkait yang kemungkinan menjadi korban, agar segera melapor ke pihak kepolisian. “Wartawan bodrex ini bisa dijerat hukum. Saya yakin pejabat cerdas, sehingga tidak akan mudah terpedaya,” terangnya. Dikatakan, adakalanya wartawan bodrex melengkapi identitasnya sebagai aktivis LSM. Dobel identitas tersebut digunakan untuk memperkuat taringnya. Sementara itu, Koordinator Forum LSM Pamekasan Heru Budhi Prayitno, sering menekankan agar aktivis LSM tidak dilayani kalau sampai melakukan tindakan ancaman. Bahkan, menurutnya, siapapun harus langsung melapor ke pihak kepolisian. (anm/zis)

KM/ANWAR NURIS

BUKAN IMBAS POLITIK: Pedagang daging di salah satu pasar tradisional kota Pamekasan.

Melambung Capai Rp 80 Ribu KOTA-Dua minggu terakhir ini harga daging di sejumlah pasar di beberapa wilayah di Madura melambung tinggi hingga tembus di kisaran Rp 8090 ribu per kilonya. Di sejumlah pasar tradisional di Pamekasan salah satunya di pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih harga daging berkisar antara Rp 75-80 ribu per kilogram, Minggu (10/2) kemarin. Syaiful, salah satu penjual daging, mengatakan, kemungkinan mahalnya daging sapi ini dipicu harga sapi yang melonjak tajam sejak bulan lalu, karena sapi Madura dikirim ke Jawa, tapi sapi Jawa

tidak boleh masuk ke Madura. “Nah hal ini mungkin yang menjadi pemicunya,” ungkap pedagang asal Lawangan Daya ini. Pedagang lain, Sumiati menambahkan, sebenarnya ini lebih murah daripada wilayah lain di Madura yang tembus sampai Rp 90 ribu perkilogram. “Tetapi kami di sini tetap menjual dengan harga Rp 75-80 ribu karena kalau terlalu mahal lakunya lama mas, bahkan tidak ada yang beli, jadi kami tetap bertahan di kisaran harga tersebut, kalo yang harga 80 ribu dagingnya bagus,” tuturnya.

Sementara itu, di pasar Polowijo Kolpajung kisaran harga daging bervariasi di antara pedagang, bahkan ada yang mencapai 90 ribu. Sumaiyah, pedagang asal Pademawu, mengiyakan kalau sebagian pedagang yang berani, ada yang menjual sampai Rp 90 ribu perkilogram. “Kalau saya menjual seharga 75 ribu karena kalau terlalu mahal, habisnya lama, dengan harga segini aja pembeli sangat berkurang meski bulan-bulan ini banyak acara Maulid di Masyarakat,” pungkas Sumaiyah.(KM12/zis)

Tak Ingin Profit Oriented, Telkomsel Dekati Masyarakat KOTA-Telkomsel yang mengusung jargon Kartuna Oreng Madura benar benar terbukti, selain pelayanan yang memuaskan, Telkomsel juga sering kali mengadakan acara yang menyentuh langsung terhadap masyarakat Madura. Hal inilah yang menjadikan pelanggan Telkomsel semakin merambah ke pelosok desa. Tidak hanya ingin meraih keuntungan semata (profit-oriented) melainkan Telkomsel juga sangat peduli terhadap kemanusiaan. Seperti yang diadakan oleh Telkomsel Pamekasan, Minggu (10/2) kemarin. Aneka kegiatan yang menyentuh langsung pada pelanggan memberikan kebahagiaan tersendiri, seperti Funbike, Donor Darah, Senam Aerobic dan beberapa jenis kegiatan menarik lainnya. Muhammad Fahmi Latifi, Head of Cluster Telkomsel Pamekasan mengatakan, kegiatan itu tidak ada maksud lain kecuali untuk mendekatkan diri kepada pelanggan yang ada di Pamekasan. Supaya Telkomsel benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat. “Kegiatan ini dalam rangka mendekatkan diri kepada pelanggan Telkomsel

yang ada di Pamekasan, aksi sosial yang kami adakan juga sebagai bentuk rasa kemanusiaan dari Telkomsel itu sendiri,” ujar Fahmi. Telkomsel, kata Fahmi, menyadari akan pentingnya kesehatan, karena itu beberapa acara yang diadakan oleh Telkomsel Pamekasan berkaitan dengan kesehatan masyarakat, seperti funbike (sepeda ceria), donor darah dan senam aerobic. “Donor darah kami adakan untuk membantu teman teman kita yang membutuhkan, sehingga Telkomsel tidak hanya ingin meraup keuntungan saja, aksi sosial sangatlah perlu untuk digalakkan,” ungkapnya. Menurut Fahmi, peserta funbike yang diadakan oleh Telkomsel itu mencapai kurang lebih 2.000 orang, hal itu sesuai dengan tiket yang terjual sebelumnya. Tak heran jika kegiatan yang berpusat di jalan Panglima Sudirman kota Pamekasan berlangsung meriah. Sementara donor darah yang dimaksudkan untuk membantu sesama itu mencapai 150 orang, dari itulah Telkomsel benar benar menjadi harapan

masyarakat guna membangun kemajuan Madura dengan signal yang memuaskan pula. Berbagai produk Telkomsel yang ada kini telah menjadi kebutuham masyarakat Madura, karena pelayanan yang disuguhkan sangatlah memuaskan. Apalagi ketika berkomunikasi dengan jaringannya yang bagus. Tidak bisa dipungkiri, ribuan masyarakat Pamekasan saat ini telah beralih kepada Telkomsel karena dinilai lebih efektif, nyaman dan tidak pernah menyibukkan pelanggan. Tak heran jika Telkomsel menjadi pilihan. Dalam acara yang berlangsung meriah itu, taburan hadiah yang disuguhkan kepada peserta funbike, seperti sepeda gunung, Televisi, Kipas angin dan puluhan hadiah menarik lainnya. Perlu diketahui, pemenang hadiah utama dalam pelaksanaan funbike itu atas nama Hendra Alif dari jalan Trunojoyo 5/14, kelurahan Patemon dari Seppan Cycling Club, sementara hadiah TV diraih oleh Supriatin dari KM/MARZUKIY desa Larangan Tokol kecamatan Tla- BERSAMA MASYARAKAT: Pelepasan peserta funbike yang diselenggarakan PT Telkomsel Pamekasan, nakan, Pamekasan.(jck/zis/adv) Minggu (10/2) kemarin.

Balap Liar Nyaris Berakhir Adu Otot

KM/MARZUKIY

MERESAHKAN: Sebuah mobil diletakkan melintang oleh sekumpulan warga guna mencegah aksi balapan liar di desa Polagan Kecamatan Larangan, Pamekasan. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

LARANGAN-Kenakalan remaja berupa aksi balapan liar yang terjadi di desa Polagan Kecamatan Larangan, Pamekasan makin meresahkan. Sejumlah pemuda dan pengguna jalan sering terjadi cekcok mulut dikarenakan balap liar dinilai membahayakan pengguna jalan. Pantauan Kabar Madura di lokasi, mobil bak terbuka yang sedang memuat ikan itu lantas dibuat melintang di tengah jalan, supaya balapan liar yang dilakukan oleh segerombolan pemuda itu berhenti. Dari sinilah terjadi cekocok

mulut antar dua belah pihak dan nyaris terjadi adu otot, namun warga sekitar berhasil melerai kedua kelompok. “Di sini jalan umum, kalau balapan di sini sangat membahayakan terhadap pengguna jalan lainnya. Kalau main balapan silakan ke lapangan,” teriak sang sopir pikap bernopol B 8307 NJ itu. Tak mau kalah, seorang pemuda bernama Farid balik bertanya dengan nada tinggi sembari dapat dukungan dari teman-temannya. “Kamu kenapa ko’ mengganggu kami, di sini jalan umum,” kata Farid. Pertengkaran mulut berhenti

setelah masyarakat sekitar melerainya dan segerombolan pemuda itu disuruh pergi agar tidak mengganggu terhadap pengguna jalan. Firdaus, warga sekitar, menceritakan, setiap hari libur bisa dipastikan balap liar terjadi dan tidak pernah ada operasi dari pihak kepolisian. Oleh karenanya ia berharap, operasi dari pihak keamanan untuk terus digalakkan agar hal hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Sementara sejauh ini operasi balap liar hanya berpusat diperkotaan saja. “Karena jalan ini menjadi tumpuan anak muda untuk main balap

liar, saya harapkan operasi dari pihak terkait lebih ditingkatkan, apalagi saya amati lokasi ini jarang tesentuh keamanan,”ujar pria asal dusun Candi desa Polagan Kecamatan Larangan, Pamekasan itu. Terpisah, Kanit Laka Polres Pamekasan Ipda Achmad Zainuddin mengatakan, pihaknya telah seringkali melakukan operasi guna meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam aksi balapan liar tersebut. “Biasanya kami lakukan operasi pada Sabtu malam,” kata Achmad Zainuddin melalui Blackberry Messengernya.(jck/zis)


SENIN

5

11 Februari 2013

Makam Diponegoro Jadi Kontroversi Jejak Sejarah Masih Lemah

KM/ACH. QUSYAIRI NURULLAH

SEPI: Lokasi yang diduga merupakan makam Pangeran Diponegoro asli terkunci rapat. Makam tersebut hanya dibuka pada setiap malam Jumat karena ditempati istighasah oleh salah seorang kiai asal Saronggi.

KOTA-Kebenaran soal keberadaan makam Pangeran Diponegoro asli yang terletak di Utara Asta Tinggi Sumenep menjadi perhatian dari banyak pengunjung. Sebab, makam Pangeran Diponegoro yang selama ini tercatat dalam sejarah berada di Makassar. Karena itu, banyak pengunjung terutama kalangan mahasiswa yang tertarik dan penasaran terhadap keberadaan makam tersebut. Hal tersebut diakui Masykur Arief Rahman, salah seorang peneliti muda asal UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Cerita tentang adanya makam Diponegoro yang berada di Asta Tinggi Sumenep menarik perhatiannya untuk mengunjungi lokasi tersebut. ”Kita kesini sebenarnya ingin mendapatkan informasi lebih detail tentang kabar makam Diponegoro itu. Bagi saya ini aneh. Dalam mata pelajaran sekolah, makam Pangeran Diponegoro itu ya di Makassar. Tahu-tahu kok malah ada kabar di Sumenep. Makanya kami tertarik untuk mencari informasi

lebih detail,” ujar Masykur, Minggu (10/2) kemarin. Namun demikian, kabar keberadaan makam Diponegoro tersebut dinilai masih lemah jika ditilik dari perspektif sejarah. Sebab, menurut Masykur, bukti-bukti kongkrit yang menguatkan bahwa makam tersebut asli masih harus dicari dan dikaji ulang. ”Informasi yang saya dapatkan tadi, satu-satunya bukti dapat memastikan bahwa itu Pangeran Diponegoro asli adalah tulisan di batu nisan. Nah, batu nisan itu tidak sempat kami lihat. Bertuliskan apa dan seperti apa bentuk tulisannya. Apa lagi bangunan makam itu dikunci, tak seorang pun yang bisa masuk ke sana,” tambahnya. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Abdurrazak Gazani (82), juru kunci Asta Tinggi yang bekerja sejak tahun 1982. Ia menuturkan, penemuan Makam Pangeran Diponegoro itu sebenarnya adalah orang Ujung Pandang sendiri. ”Pada waktu itu, orang Ujung Pandang itu datang ke Bapak Sulaiman pegawai Disbud untuk mencari makam

di belakang Asta Tinggi. Katanya dia mendapat semacam wangsit dari Pangeran Diponegoro sendiri bahwa makam Pangeran Diponegoro yang asli itu ada di Sumenep,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa makam Pangeran Diponegoro yang di Makassar merupakan makam palsu. Sebab, waktu Pangeran Diponegoro mau dibuang ke Makassar oleh Belanda, dia masih di bawa pulang ke Sumenep. Saat di bawa ke Sumenep, karena khawatir Pangeran Diponegoro di bunuh oleh tentara Belanda, Sultan Abdurrahman kemudian menggantinya dengan orang yang mirip Pangeran Diponegoro. ”Ceritanya begitu. Cuma pihak kementrian dulu melarang adanya penerbitan sejarah karena dinilai akan meresahkan warga. Dan kabar tentang batu nisan hilang yang menjadi bukti bahwa makam itu merupakan Pangeran Diponegoro asli itu tidak benar. Sekarang masih ada, cuma di simpan karena takut ada yang mencuri,” papar Abdurrazak tanpa menyebutkan tahun kapan pihak kementrian mengunjungi Asta Tinggi. (aqu/h4d)

Budidaya Tanaman Tebu Masuk Wilayah Sumenep KOTA-Sejumlah wilayah di Madura mulai difokuskan menjadi sentra tanaman tebu. Salah satunya terdapat di Desa Paberasan, Kecamatan Kota, Sumenep yang arealnya mencapai 5 hektare. Tanaman yang dinilai baru di Sumenep ini sudah berjalan kurang lebih satu bulan, sehingga sudah terlihat bibit tebu yang muncul dari bumi, padahal disekitarnya mayoritas pertanian padi. Hal itu disampaikan salah satu petani yang sedang bekerja di kebun tebu itu. Dia mengungkapkan, meskipun dari awal menjadi buruh, namun dirinya bersama tiga teman lainnya mengaku tidak tahu siapa pemilik ide tanaman baru itu. Karena pemiliknya bukan masyarakat setempat. ”Kami tidak tahu mas, siapa yang mengelola kebun ini, kami hanya bekerja, dan dari awal yang datang ke sini berubah-ubah,” tutur Sawir, pria yang sejak awal bekerja di kebun itu. Karena tergolong tanaman baru di Sumenep, Sawir warga Paberasan juga mengaku, dirinya tidak tahu bagaimana mengelola lahan tebu bersama puluhan teman lainnya. Pria setengah bayah itu juga mengaku tidak paham, berapa lama tebu bisa panen. ”Kami kan hanya bekerja sesuai perintah mas, jadi kurang tahu kapan panennya” lanjutnya dengan nada polos, Minggu (10/2). Sementara, dua teman lainnya yang kebetulan berkumpul, Misnawi dan Zainal juga menyampaikan hal yang sama. Keduanya juga mengaku tidak tahu proses rencana perkebunan di lahan tersebut. Namun ia menyampaikan, kalau upah yang diberikan juragan dari pemilik kebun tersebut, sehari mencapai Rp 40 ribu, lebih rendah dari kuli ketika musim tanaman padi dan tembakau. ”Ini mungkin proyek mas,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Plt Dishutbun menyampaikan pihaknya juga tidak mengetahui soal tanaman tebu yang ada di Paberasan, Dinas tersebut mengaku tidak pernah menerima laporan dari pertanian tebu di Sumenep, ”Hutbun tidak ada informasi dari tani yang dimaksud” ungkapnya melalui pesan singkatnya, Minggu (10/2). (rei)

KRIMINALITAS Nyaris Tewas Dibacok GAPURA-Seorang warga Desa Paloloan, Kecamatan Gapura, Sumenep berinisial MI nyaris tewas setelah menjadi korban pembacokan SW warga Desa Panagan pada Sabtu (9/2) pukul 20.30 WIB. Peristiwa ini terjadi diduga akibat dipicu rasa cemburu. Korban MI diketahui mengalami luka serius di bagian punggung karena terkena senjata tajam. Kini, ia harus menjalani pengobatan intensif di rumah sakit umum Sumenep. ”Korban mengalami luka bacok di bagian pungggung,” jelas Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto kepada wartawan, Minggu (10/2). Dua korban yang berseteru dan nyaris mengakibatkan kematian itu sama-sama dari Kecamatan Gapura. Tersangka asal Desa Paloloan sedangkan korban dari Desa Panagan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini diamankan di ruang tahanan Polsek Gapura. SW berhasil ditangkap oleh personil Polsek Gapura saat malam kejadian tersebut. Kabag Ops Edi Purwanto kemudian menjelaskan, perselisihan yang berakhir pada pembacokan itu, untuk sementara ini diduga karena faktor cemburu sehingga SW nekat melakukan kekerasan terhadap MI. ”Untuk sementara ini, masih diduga masalah cemburu,” terang Kompol Edy Purwanto kepada Kabar Madura. (rei/h4d) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ AHMAD AINOL HORRI

TANAMAN BARU: Tanaman tebu yang bakal dikembangkan di sejumlah wilayah di Madura juga bisa ditemui di Desa Paberasan, Kecamatan Kota, Sumenep. Di daerah ini terdapat kurang lebih 5 hektare tanaman tebu yang baru pertama kali ini dibudidayakan.

PKB-PPP Belum Tentukan Kandidat

KOTA-Menjelang pemilihan Gubernur Jatim mendatang, dinamika politik terus bergulir. Hal yang dinantikan, tentu saja kandidat yang akan dimunculkan oleh partai politik. Selain itu, juga kekuatan dukungan yang dimiliki oleh masing-masing kandidat. Dua partai berbasis Nahdliyin, PPP dan PKB sejauh ini diketahui belum menentukan siapa calon yang akan didukungnya. Meski sejumlah spekulasi di media massa terus bermunculan. Bahrul Ulum, Sekretaris DPC PKB Sumenep mengaku belum menerima instruksi dari pengurus pusat terkait dukungannya kepada kandidat Pemilukada Jawa Timur mendatang. Meskipun di beberapa media telah memberitakan bahwa PKB mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai kandidat dalam pemilihan Gubenur Jatim mendatang. ”Kita menunggu, walaupun di media resmi ke Khofifah, secara kelembagaan

kami belum resmi terima surat dari DPP,” kata Bahrul Ulum. Secara kelembagaan, menurut Bahrul Ulum, sampai saat ini partai bentukan mendiang KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur itu masih belum tentukan sikap kepada siapa dukungan partai. Bahrul mengatakan, saat ini partai masih dalam proses. Bahrul kemudian menegaskan, siapapun calon yang menjadi keputusan partai PKB akan didukung dan mensukseskan dalam perebutan pemimpin Jawa Timur mendatang. Meskipun pilihan PKB ternyata lebih memilih pasangan Karsa jilid II atau calon lain ia tetap mendukungnya. ”Siapapun akan didukung. Yang jelas calon tersebut mendapat rekomendasi dari DPP, maka kewajiban DPC untuk mendukung,” terangnya, Minggu (10/2). ”Secara kaderisasi dia adalah kader NU terbaik dan memiliki kapasitas untuk

memimpin Jawa Timur dengan berbagai pengalamannya. Pokoknya dari segi kepemimpinan tidak diragukan lagi.” Sehingga jika PKB menentukan Khofifah menjadi kandidat yang diusung PKB, Bahrul mengatakan pilihan itu sangat pantas. Secara pribadi dia mengakuinya, bahwa seorang Khofifah sangat pas memimpin Jawa Timur. Namun saat disinggung Saifullah Yusuf, dia mengatakan sama, karena sejak lama DPC PKB Sumenep berkeinginan untuk memasangkan dua kader terbaik NU itu di pemilihan gubenur mendatang. ”Namun dinamika politik itu kan terus berkembang, sehingga bagaimanapun DPC itu mengikuti dinamika DPP,” pungkasnya. Hal serupa juga diungkapkan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Sumenep (PPP), KH. Baharuddin. Ia menyampaikan calon yang akan diusung partai berlambang Ka’bah

dalam pemilukada Jatim mendatang masih belum jelas, karena sampai saat ini pengurus Dewan Perwakilan Daerah Jawa Timur PPP belum melakukan rapat resmi dengan beberapa cabang di kabupaten. ”Bagi PPP terbuka siapa saja calon yang mau daftar, cuma di partai kami ada mekanisme yaitu Rapinwil yang dihadiri ketua DPC dan sekretaris seluruh kabupaten di Jawa Timur. Dan sampai saat ini belum dilakukan,” ungkpanya saat disinggung soal pendekatan yang dilakukan Khofifah. Baginya, sosok khofifah sama dengan Gus Ipul, yakni sama sama kader NU yang juga memiliki kapabilitas untuk memimpin Jawa Timur. Namun, keputusan partai tidak bisa dielakkan, DPC Sumenep mau tidak mau harus mendukungnya apa yang menjadi keputusan partai. Tentunya berdasarkan mekanisme dalam yaitu Rapinwil. (rei/h4d)


6

SENIN

11 Februari 2013

SUADI SUJONO/KM

KAMU HEBAT: Dengan kegembiraan yang luar biasa, Deni Rumba (kiri) menyambut Kristian Adelmund dan Indriyanto Nugroho usai terciptanya gol pertama P-MU dari kemenangan 2-1 atas Persidafon Dafonsoro di SGB kemarin malam (9/2).

Jangan Larut dalam Kemenangan Sambungan dari hal 1

Yakni mengubur tamunya, Persidafon Dafonsoro dengan skor 2-1 (1-0) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Sayangnya, saat ini posisi Laskar Sape Kerap masih terpuruk sebagai juru kunci dari 19 kesebelasan peserta ISL. Sebab anak asuh Daniel Roekito ini hanya menganton-

gi poin 3 dari empat laganya. Poin tersebut sebenarnya sama dengan yang dikumpulkan Persela Lamongan dan PSPS Pekan Baru. Namun dua klub yang berada di urutan 16 dan 17 tersebut, memiliki selisih gol (agregat) yang lebih bagus dari P-MU. Dimana gol agregat Persela positif 1 gol, dari tiga kali tanding dengan memasuk-

kan lima gol dan kemasukan empat gol. Sedang PSPS, gol agregatnya minus dua. Yakni dari lima tandingnya, memasukkan dua gol dan kemasukan empat gol. Laskar Sape Kerap sendiri, saat ini gol agregatnya terpaut jauh, minus sembilan. Yakni dari empat kali tandingnya, baru memasukkan dua gol dan digelontor 11 gol kemasukan.

Mengaca dari hal tersebut, baik Manajer P-MU Achsanul Qosasi maupun Daniel Roekito selaku pelatih kepala, mengajak seluruh elemen, baik pemain maupun pendukung Laskar Sape Kerap, agar tidak larut terlalu lama dalam kemenangan tersebut. ”Masih terisisa 30 pertandingan lagi. Masih jauh perjalanan kompetisi ini.

Kemenangan hari ini (kemarin malam, Red) harus juga disusul kemenangan berikutnya,” tandas AQ –sapaan akrab Achsanul Qosasi. Yang dimaksud AQ, tentunya laga kandang kedua P-MU pada hari Kamis (14/2) mendatang. Dimana Zaenal Arif dan kawan-kawan akan menghadapi tim asal kepulauan Papua Barat, yakni

Persiram Raja Ampat. ”Ini masih kemenangan perdana. Jangan sampai larut dengan kemenangan dan bermain enteng. Perang masih panjang dan masih terdapat 90 poin yang harus direbut serta segera menutupi minus gol yang ada saat ini,” ujar Daniel Roekito. Dalam rangka itulah, sore ini Zaenal Arif dan kawan-kawan

akan kembali digeber dengan latihan keras untuk menghadapi laga kandang keduanya. ”Alhamdulillah kami bisa keluar dari tekanan, semoga ini makin mempererat kerjasama tim serta kesatuan warga Madura,” ujar Zaenal Arief yang didaulat sebagai perwakilan pemain kemarin siang sebelum meliburkan diri. (bri/ed)

Menjadi Momentum Silaturahmi Warga NU Pastikan Pilih Khofifah Antar Umat Beragama Sambungan dari hal 1

Sambungan dari hal 1

Terlihat meriah, layaknya perayaan Idul Fitri bagi umat muslim. Sanak keluarga yang dimiliki oleh kaum konghucu mendatangai Vihara untuk sekedar silaturrahmi. Begitulah seterusnya dalam setiap tahun. Husalamahida salah seorang pengurus vihara menuturkan, perayaan tahun baru Imlek tidak seperti perayaan lainnya. Pengunjung yang datang tergolong sedikit, sebab momen Imlek itu kata Husalamahida, merupakan acara silaturrahmi bagi kaum China, sehingga sebagian besar kaumnya melakukan sembahyang di rumahnya masing masing. “Kalau Imlek memang se-

dikit yang datang, mereka banyak yang melakukan sembahyang di rumahnya, karena setelah itu mereka langsung silaturrahmi dengan keluarganya masing masing,”ujar pria beragama Konghucu ini. Tidak hanya keluarga sesama agama yang menjadi target silaturrahmi melainkan semua keluarga yang dimiliki menjadi agenda untuk didatangi. ”Ya, seperti idul fitri itu,” katanya saat ditemui Kabar Madura. Husalamahida berharap, Imlek tahun ini dapat memberikan kebahagian tersendiri dalam beberapa tahun ke depan. Sehingga umur yang dimiliki dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Harapan saya, mudah mudahan kita diberikan kesehatan, kebahagiaan, berkah, banyak rezeki, selamat dan lain sebagainya melalui tahun baru Imlek ini,” harap dia. Taufiqurrahman salah satu keluarga dari Kaum China mengatakan, dirinya bersama keluarga besarnya setiap tahun dipastikan bersilaturrahmi pada momen perayaan tahun baru Imlek meski telah berbeda agama. “Memang saya setiap tahun bersilaturrahimi ke sini (Vihara Avalokitesvara Candi, red). Karena silaturrahmi itu penting untuk mempererat persaudaraan kita,” ungkap pria berama Islam tersebut. (jck/h4d)

Kalangan Legislatif Sepakat Sebab, dari segi luas daerah Sumenep paling mumpuni. Karena disana banyak pulau-pulau. Selain dari segi luas daerah yang memenuhi syarat, juga SDA disana mumpuni. Sehingga jika dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) yang sangat besar. “Kami sangat setuju Madura jadi provinsi. Karena SDA dan SDM sudah siap semua,” terang Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sampang, H Hodai, pada Kabar Madura, Minggu (10/2). Ia menjelaskan, persyaratan Madura bisa menjadi provinsi jika sudah mempunyai lima daerah. Sementara di Madura sendiri ada empat daerah meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Nah, untuk memenuhi persyaratan menjadi provinsi, maka Sumenep yang pas untuk dimekarkan menjadi Kabupaten dan Kotamadya. Jika sumenep sudah dimekarkan, persyaratan Madura menjadi provinsi sudah terpenuhi. “Kalau sebelumnya madura hanya ada empat kabupaten, tapi setelah ada pemekaran di Sumenep, akan ada lima daerah di Madura. Ini cukup untuk menjadi provinsi,” ucapnya. Apabila Madura sudah mempunyai lima kabupaten, maka sudah cukup menjadi provinsi. Sehingga kebijakan pemerintah pusat akan otonomi daerah akan sangat dirasakan masyarakat. Sebab, kesejahteraan masyarakat akan lebih terjamin. Disinggung apa SDM dan SDA sudah siap kalau madura menjadi provinsi, ia menilai sudah siap. Pasal-

nya, banyak sumber migas yang telah dikelola seperi di Sumenep dan Sampang. Sehingga dari sektor PAD sudah mumpuni dibandingkan daerah lain. “Seperti di daerah luar Jawa yang ada pemekaran, tapi terkesan dipaksakan. Di Sumenep banyak pulaupulau yang selama ini belum dikelola dengan baik. Dengan adanya pemekaran pulau-pulau itu akan dikelola,” paparnya. Menurutnya, kalau daerah di luar Sumenep yang dimekarkan kurang pas. Karena luas daerah kurang. Setelah nanti Madura menjadi provinsi, idealnya yang menjadi ibukota dari provinsi Madura adalah Pamekasan. “Kami berharap pemekaran daerah ini segera terwujud. Sehingga kesejahteraan masyarakat Madura bisa meningkat,” pungkasnya. (ful/h4d)

dinilai oleh masyarakat bawah menjadi penawar atas kontroversi dukungan dalam Pilgub Jatim mendatang. Pernyataan Said Aqil tersebut diangap sebagai upaya menyatukan kembali perpecahan suara kader NU di tingkat bawah yang sudah tidak solid karena perpecahan Gus Ipul dan Khofifah. Pernyataan tokoh nomor satu dalam Ormas NU tersebut merupakan hal yang sangat wajar. ”Tentu perpecahan Khafifah dan Gus Ipul sangat mengganggu solidaritas warga NU. Dan pernyataan Saiq Aqil, sebagai ketua PBNU yang mendukng PKB bagi saya wajar. Karena ormas apa pun butuh jalur politik, jalur aspirasi perjuangan politik, secara geneologis dan historis, PKB memang dilahirkan oleh NU,” terang Muhri Zain, Ketua GP Ansor Sumenep, Minggu (10/2). Lebih lanjut, Muhri menegaskan, Fatwa Said Aqil tentu sangat berpengaruh terhadap warga NU di Jawa

Timur. Selain karena Said merupakan tokoh sentral, kaum Nahdliyin di Jawa Timur merupakan kaum mayoritas. Dan hal itu juga akan berdampak pada suara kader NU dalam putaran Pilgub Jatim mendatang. ”Tentu ada dampak pada Pilgub Jatim, karena mayoritas di Jatim Itu NU dan PKB relatif kuat dari basis massa. Saya melihat, PKB bercita-cita agar Gubernur itu di pegang oleh kader NU tulen. Pernyataan pak Said sebagai Ketua PB NU akan sangat membantu terhadap kerja-kerja politik PKB dalam Pilgub Jatim nanti,” katanya. Di lain pihak, Koordinator BEM PTAI Sumenep, Khairul Umam menilai sikap Ketua PB NU merupakan langkah berani yang semestinya dilakukan. Dengan ketegasan semacam itu, kebimbangan warga NU untuk mengarahkan pilihannya dalam Pilgub Jatim tidak lagi ragu dan tak mudah digoda. Meski ada dua calon yang muncul kepermukaan, warga NU tentu akan lebih memilih seruan dari

Ketua Ormasnya. ”Saya rasa, kelar sudah perdebatan soal perbedaan dukungan itu. Dengan adanya sikap tegas dari Said Agil Siradj yang menegaskan bahwa PKB dan NU tidak bisa dipisahkan, maka warga NU di Jatim akan cenderung ke Khofifah,” paparnya. Saat ditanya soal keberpihakannya dalam Pilgub Jatim mendatang, secara pribadi Umam menegaskan bahwa dirinya akan tunduk pada keputusan organisasi. ”Sebagai kader muda NU tentu saya akan ikut apa yang sudah menjadi keputusan pimpinan NU. Saya yakin pak Said sudah mempertimbangkan semuanya itu,” pungkasnya. Sementara itu, analisis Deputy Program Empowering Democray, The Indonesian View (TIV) Jogjakarta, Fathor Rahman MD menilai, pernyataan Ketua PBNU tidak bisa ditampik. Sebab, secara Historis PKB memang dibidani oleh kiai-kiai NU. Lahirnya PKB menurut Fathor, memang didesain sebagai representasi rumah politik

warga NU pasca Orde Baru. ”Dalam konteks politik, pernyataan Pak Said jelas menguntungkan terhadap PKB. Saya melihat ini skenario elit NU dan PKB untuk mendulang suara untuk dua momentum, pertama dalam konteks Jatim menjelang Pilgub, kedua terkait dengan kontestasi 2014,” paparnya. Lebih lanjut Fathor mengatakan, NU dari dulu memang selalu abu-abu dalam tataran praksis. Berpolitik atau tidak menurutnya sudah wacana basi. Dia menilai, pernyataan Said Agil tidak perlu ditanggapi berlebihan apalagi sampai ditafsir miring oleh warga NU sendiri. ”Warga NU sekarang sudah melek politik. Saya melihat pernyataan Pak Said adalah pernyataan politis yg dibungkus oleh sejarah kelahiran PKB. Saya berharap warga NU cerdas memilah setiap pernyataan elitnya, apakah itu ideologis atau politis,” papar Pengamat politik asal Gapura Sumenep pada kabar madura. (aqu/h4d)

ya ke bagian bandara,” tutur kepada Kabar Madura. Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Dwi Ariyanto menjelaskan, bahwa yang dipasang di Bandara Trunojoyo tidak ada yang namanya radar. Sebab, menurut Dwi, Radar biasanya akan digunakan untuk alasan keamanan negara. ” Tidak ada radar mas, karena dalam master plan kita tidak sampai pada radar yang dimaksud,” terangnya. Pria tersebut, juga menegaskan, bahwa keberdaan navigasi itu tidak ada kaitannya dengan jaringan ponsel, tidak ada pengaruh navigasi terhadap jaringan telepon. ”Nanti penjelasan teknisnya, kita akan mint-

akan dulu ke direktorat navigasi penerbangan,” ujarnya. Sementara itu, Kementerian Perhubungan kabarnya akan membuka penerbangan perintis dengan rute Sumenep - Bawean/GresikBanyuwangi. Dwi Ariyanto menjelaskan, pihak Kemenhub mengijinkan dibukanya rute penerbangan perintis untuk daerah dengan keterbatasan transportasi. “Untuk Kabupaten Sumenep, yang diijinkan rutenya Sumenep- BaweanBanyuwangi. Kebetulan di Bawean ini kan sering mengalami kendala transportasi laut, terutama saat cuaca buruk,” katanya. Dwi memaparkan, untuk

penerbangan perintis biasanya dilayani pesawat kecil berkapasitas 14 penumpang. Pesawat kecil tersebut tidak diizinkan mendarat di Juanda, karena padatnya traffic penerbangan. Dwi menambahkan, untuk mewujudkan penerbangan perintis tersebut, akan dilakukan pembahasan pada April 2013. Sedangkan saat ini masih dalam tahap penyusunan data untuk kepentingan penerbangan perintis tersebut. “Ya mudah-mudahan segera terwujud, agar bisa membantu masyarakat sendiri. Terutama menggairahkan perekonomian di daerah-daerah yang disinggahi pesawat perintis itu,” pugkasnya. (rei/h4d)

Navigasi Bandara Ganggu Jaringan Sinyal

Sambungan dari hal 1

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Perhubungan Sumenep, Heri Koentjoro menyampaikan, tidak mungkin navigasi yang ada di bandara mengganggu sinyal ponsel warga. Sebab, imbuhnya, dalam bandara navigasi yang dipasang sudah di atur sedemikian rupa. Untuk memastikan efek dari navigasi itu, dia juga menuturkan, akan melakukan cek ke lapangan, apakah alat tersebut berdampak pada pada sinyal telpon seluler warga sekitar atau tidak. ”Kami akan cek ulang keberadaan itu, tapi yang jelas itu bukan radar tapi navigasi. Lebih lengkapnya kamu tan-

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Kasiono (kepala), Firman Ghazali Akhmadi, Agus Josiandi, Abdur Rohim. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna, Ahmad Syaiful Ramadhan, Syaiful Islam. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman, Ahmadur Rusdi (pemasaran). Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Direktur Utama: Cholili Ilyas. Direktur : Disyahmain, Taufiq Rizqon, Edi Kurniadi. Wakil Direktur: Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


SENIN

11 Februari 2013

Geliat Partai Dalam Tafsir Politik

AYO P-MU, bangkitlah! Ulangi kembali kemenangan dengan lawanmu tanggal 14 mendatang. Kuyakin kau pasti merebut poin kembali. Aku doakan semoga menang nanti. Ir. Syah Veteran Pamekasan, +6287759795990 AKU bangga pada P-MU, atas kemenangan laga kandang perdana kemarin malam. Tentunya akan membuat pemain P-MU akan haus dengan kemenangan.. Apa lagi pemain di lini belakang sangat rapi. Fahrudin-firly-Deny-dan yang lain. Makasih banyak atas kerja kerasnya, kami mengharap bukan cuma di kandang yang bagus, di tandang pun mari tunjukkan. dan untuk suporter, suporter yang fanatik itu bukan cuma mendukung di menangnya aja, dikalah pun mari kita dukung. Jangan patah semangat, itulah sebenarnya suporter yang cinta sama P-MU. We-love pemain P-MU! Taretan Lanyala Mania, +6287850552015 SEMANGAT terus P-MU, terima kasih atas kemenangan yang diberikn pada rakyat Madura kemarin malam. Saran untuk pelatih tambah lagi strikernya yang lebih hagar! Gafur Tretan Mania Pademawu, +6285203535953. DENGAN bergabungnya Kristian Adelmund & Ali Khadafi, permainan kesebelasan P-MU lebih hidup dan meningkat. Terbukti dengan menangnya melawan Persidafon Dafonsoro. Sayang, permainan Kwon Jun kurang menunjang kerja sama tim atau belum padu. Semoga komposisi seperti ini tetap dipertahankan oleh Coach Daniel Rukito. Fans di Burneh-Bangkalan, +6287849411889 ASYIK, P-MU menang

+6287850541141

JEGER.... Akhirnya kamu bisa mengalahkan lawanmu dengan gol indahmu. Aku salut dengan kamu. Aku suka permainanmu dan akhirnya doa kita terkabul. Amien ya Allah, engkau telah mengabulkan doa kami. San tanggal 14 Februari P-MU menjalani laga kandang kedua melawan Persiram Raja Ampat. Bermainlah dengan permainan yang engkau mainkan seperti kamu bermain dengan Persidafon. Abdy Brakos in The Gank, +6287750672767. BUAT Persepam Madura United.. Maju terus, kalahkan lawanmu. Asahlah semngatmu. Jangan pernah menyerah, kikis habis lawan-lawanmu. Jangan sampai terdegradsi. Aku selalu ada di belakangmu. Rachman Reggae, +6287850575114 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

7

PEMILU 2014 semakin hari semakin dekat. Dalam pepatah Arab dikatakan: “Kullu aatin qariib”. “Segala sesuatu yang berkaitan dengan masa mendatang adalah dekat”. Bagi 10 partai politik yang telah dinyatakan lulus verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum sedang mempersiapkaan diri untuk menjadi kontestan pemilu 2014 yang baik, cerdas dan sukses. Akhir-akhir ini di sepanjang jalan protokol dalam kota, seringkali tidak sepi dari sepanduk-sepanduk dan bendera-bendera partai yang dipancang untuk menyemarakkan sekaligus untuk menandai adanya pertemuan yang semakin gencar dilaksanakan. Baik dalam bentuk konsolidasi antar-pengurus dalam semua tingkatan, hingga pengurus ranting atau partai itu sedang melakukan proses rekrutmen bakal calon anggota legislatif dari partai bersangkutan. Selain dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas yang sifatnya internal, partai-partai juga mulai menunjukkan geliat positif yang dapat menguntungkan konstituennya secara khusus dan masyarakat secara umum. Dari kegiatankegiatan partai secara global, ada dua hal menarik sekedar kajian singkat dalam tafsir politik untuk fokus tulisan ini. Pertama, partai-partai mulai melakukan aktualisasi diri dengan berbagai programnya untuk

mendekati dan memengherankan apanyapa konstituennya. bila sebagian anggota Ini sebagai bahasa legislatif menjadi lain dari program parcorong partainya ketai untuk senantiasa pada masyarakat denmengingatkan konstitgan pengakuannya uennya bahwa Pemilu kesana kemari sebagai Legislatif 2014 sudah pahlawan yang memdi ambang pintu. Apaperjuangkan beberapa pun juga alasannya, anggaran proyek di partai-partai tidak daerah tersebut. Oleh: mau ditinggalkan konKalau dicermati lebstituennya karena perih mendalam terasa HM. HAFID KRI asaan kecewa. Bahkan sangat disayangkan partai-partai sudah gerakan sebagian angsaatnya untuk melakukan terobo- gota legislatif tersebut yang secara san agar dapat meyakinkan dan tidak langsung sedang melakukan memperoleh perhatian dari massa “proses pembodohan” kepada mamengambang yang berdasarkan syarakat. Bahkan lebih ironis lagi pemilu legislatif sebelumnya mer- bahwa proyek itu hasil perjuangan eka sinis bahkan acuh tak acuh. orang lain diakui sebagai perjuanMemang bagi partai-partai yang gannya sendiri. Sebagian anggota sedang mendudukkan kader ter- tersebut mulai berdusta, sebagai baiknya sebagai anggota DPR RI, indikasi tidak amanah. DPRD Provinsi atau DPRD KabuKedua, sebagai partai yang akan paten lebih diuntungkan. Karena menjadi kontestan Pemilu 2014 diakui atau tidak mereka sebagai masih dalam terjangan “badai konkepanjangan tangan partai di lem- flik.” Baik konflik internal ataupun baga legislatif yang akan menggo- konflik eksternal. Ini berangkat dok kebijakan anggaran dalam satu dari statemen bahwa politik adalah tahun bersama eksekutif sebagai kepentingan demi kepentingan. mitra kerjanya. Sehingga dalam partai politik itu Dengan demikian, keberadaan penuh dengan insan-insan polianggota DPR RI, DPRD Provinsi tik yang memiliki kepentingan. atau DPRD Kabupaten akan men- Bahkan antar-partai pun penuh jadi informan kepada partainya kepentingan sesuai dengan visi tentang proyek-proyek yang akan dan misi masing-masing partai. disebarkan ke tengah masyara- Andaikan kepentingannya sama, kat. Oleh sebab itu tidak terlalu maka konflik dapat diminimalisasi.

Ketika yang berkepentingan tidak sama maka konflik menjadi bom waktu yang siap meledak yang menyebabkan kondisi tidak kondusif. Yang kedua ini seharusnya tidak lepas dari perhatian insan-insan politik. Dalam pandangan dunia Barat bahwa peradapan dunia ini hanya akan dapat maju jika ada challenge (tantangan). Dan setiap challenge pasti ada response (jawaban). Setiap jawaban yang dikemas dengan manajemen yang handal akan berhasil menjawab challenge, sekaligus akan semakin mengokohkan peradapan itu. Demikian sejarawan Inggris, Arnold J. Toynbee memaparkan siklus challenge dan response secara tegas. Berangkat dari hal tersebut tantangan demi tantangan dalam partai politik yang terus muncul jangan ditafsir partai itu sudah tidak berdaya. Jangan-jangan partai itu sedang melakukan pengkajian dan pembenahan diri, tetapi yang terlihat dalam bentuk kofilk. Akhirnya setelah badai konflik reda ternyata rating partai itu naik. Bisa mungkin dalam pemilu legislatif nanti partai itu mendapatkan simpati luar biasa. Semoga insan-insan politik membaca situasi politik yang ada dengan penuh kearifan.

BENAR-BENAR terang benderang putusan Pengadilan Mahkamah Konstitusi. Dalam hitungan waktu di bingkai perhelatan dunia politik, Mahkamah Konstitusi kini mencapai puncak brand sebagai barometer penetapan posisi menang atau kalah. Namun sebagaimana yang dilansir oleh salah satu media massa, dari beberapa aduan yang diluncurkan ke muka sidang Mahkamah Konstitusi, dengan status pemohon dan termohon, akhirnya Mahkamah Kontitusi menegaskan kemenangan bagi salah satu calon dan akhirnya bisa melangkah lebih lanjut menuju podium kemegahan, yang dikemas dengan seremonial pelantikan. Pelantikan merupakan awal dan akhir dari sumpah bhakti masingmasing calon. Dengan dilantik, dapat diartikan mereka telah usai berkompetisi dalam bingkai retorika politik praktis. Tetapi harus melanjutkan pada retorika tampilan sebagai pemimpin yang bijaksana, bertanggung jawab untuk memperoleh kewibawaan sebagai pengemban amanah dari ikrar lantik dan evaluasi janji pada masa kampanye. Sehingga etisnya, ketika berfikir secara idealis, setiap kompetisi memang akan berakhir pada dua pilihan antara menang dan kalah. Keduanya merupakan konsukuensi logis yang harus diterima dengan lapang dada, legawa, tidak harus ada yang merasa tersakiti, apalagi

menghadirkan dendam. tuk melakukan hal-hal Sehingga pembanguyang merugikan diri nan tersendat, bahkan sendiri, kelompok dan berakhir dengan chaos orang lain. Benar kata besar yang mengakiSaid Abdullah yang batkan kelumpuhan merupakan politisi otonomi daerah. Madura dan namanya Sedangkan otonomi sudah tidak asing lagi daerah merupakan hak dengan bukti solidaribersama setiap rakyat tas tinggi dan model yang ada di dalamnya. politik arif yang dipakOleh: Hematnya, siapapun ainya selama menjabat KOIRUS SHODIQIN pemimpinnya maka sebagai pejabat publik. dia harus bertanggung Ujarnya: ”Elite politik jawab kepada semuanya. Entah Pamekasan lebih bijak dari yang itu kelompok pendukung, sim- kita kira. Masyarakat Pamekasan patisan ataupun non-blok. Sebab diminta fokus pada usaha pembankita menobatkan mereka sebagai gunan Pamekasan ke depan untuk kepala negara atau kepala daerah menjadi lebih maju dan lebih baik.” dalam bingkai demokrasi. Itu, disadur dari Koran Madura. Di Demokrasi ketika disadur dari dalamnya juga memuat pernyataan pernyataan Arieto Thales “demos bahwasanya alangkah lebih bijak dan kratos.” Berkali-kali per- tidak lagi ada desas-desus tentang nyatan ini terlontar dan bahkan cacatnya Pemilukada Pamekasan. sangat mendarah daging untuk Tentunya pernyataan tersebut seluruh tumpah darah Indonesia. bukan omong kosong dan sok biYang mana arti tegasnya dari jaksana. Tetapi karena dia mempurakyat untuk rakyat. Bukan dari nyai rujukan tentang putusan dari seseorang untuk seseorang. Maka Mahkamah Konstitusi. dari sedemikian peristiwa dalam Sehingga kebijaksanaan Said kancah perhelatan demokratisasi juga terbukti dengan pernyataan untuk memilih seorang pemimpin, lanjutannya, yaitu semacam imseyogyanya rakyat tidak mempo- bauan kepada seluruh masyarakat sisikan kepada fanatisme yang Pamekasan untuk menggunakan sangat radikal. Tetapi lebih arif energi yang dimiliki untuk gotong berfikir cerdas dengan menerima royong dan saling membantu demi konsekuensi sebagaimana din- kebaikan bersama. Jangan sampai yatakan di atas. energi yang ada terkuras oleh Apalagi sampai terprovokasi un- komflik.

Memang, kami selaku masyarakat Pamekasan khususnya yang ada di strata menengah ke bawah, akan lebih baik ketika kita bersuara atau menyampaikan aspirasi dalam bingkai pernyataan dan gerakan yang membangun. Bukan malah mengakibatkan kemunduran terhadap satu kesatuan teritorial. Sebab mau bagaimana pun dan kongsi seperti apa pun, kita hanya sebatas rakyat. Rakyat yang akan mengharapkan kebijakan dari satu pemimpin, bukan dari dua pemimpin. Selain itu, dalam keseharian pun kita juga akan bisa makan hanya dengan tenaga yang kita punya, bukan lantas setiap saat akan mendapatkan dari pemimpin. Sehingga patutnya kita sekalian mencoba untuk dewasa dalam usia politik Indonesia yang juga semakin dewasa. Kedewasaan politik akan lebih cepat untuk menciptakan suatu daerah lebih dewasa pula menuju pembangunan dan pemberdayaan seluruh ummat yang ada di dalamnya. Adapun harapan kami, siapapun yang telah ternobatkan sebagai seorang pemimpin, maka yang kami harapkan selaku rakyat kecil jangan sampai ada dusta di antara kita. Karena kita memilih karena kamu telah meyakinkan kita untuk memilihmu. Kami semua adalah rakyatmu.

*) Penulis adalah Pengasuh Pesantren Shalawat Badar Lenteng Sumenep.

Segera Berbenah Membangun Bangsa

*) Kabid PA HMI Cabang Pamekasan

Lokalisasi, Judi, Rokok, dan (Segera?) Miras INDONESIA memang negara aneh. Bukannya suatu penyakit diberantas, malah dipelihara. Dulu, lokalisasi dibuat – katanya – untuk mencegah para pelacur berada di jalanan. Lalu, beberapa waktu kemudian para perokok diberikan aturan khusus mengenai tempat-tempat yang boleh dan tidak untuk merokok. Padahal, untuk orang yang kesehatan jasmani dan rohaninya masih sehat, masih normal, pelacuran dan rokok jelas sangat mengganggu. Rokok mungkin lebih halus, lebih “bisa diterima” dan masih sulit untuk ditolak secara mutlak sebagaimana pelacuran, judi, dan miras. Polisi bahkan memiliki operasi “Pekat” (Penyakit Masyarakat) untuk menangani hal-hal semacam itu. Artinya, secara sosial, hal-hal negatif tersebut tidak bisa diterima oleh masyarakat, dan jika ada, harus diberantas. Bukankah yang namanya penyakit seharusnya disembuhkan, dan kemudian diberantas sampai ke akar-akarnya, agar masyarakat terlindungi? Lokalisasi dan tempat khusus merokok jelas bukan penyembuhan. Itu baru “karantina” penyakit, dan tanpa upaya penyembuhan. Memangnya di tempat lokalisasi ada semacam terapi agar Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

para pelakunya kajang zaman. Masalah Oleh: pok? Jelas tidak. Kemoral, kekerasan, MOHAMAD FADHLI cuali ketika mereka zina, homoseksual, tertular penyakit kelajudi, khamr (minumin atau virus HIV yang membuat man/zat yang memabukkan), dll. mereka jera. Itu kalau mereka jera. Ternyata Allah memang sudah hafal Lalu apa jadinya jika miras kelakuan makhluk ciptaan-Nya kelak dijadikan barang halal yang yang satu ini. Islam menurunkan peminumnya diberikan tempat Alquran dengan isi dan prinsipkhusus? Betapa beraninya manusia prinsip yang tak pernah ketinggalan bermain-main dengan barang yang zaman, karena memang zaman itu bahkan dijuluki “induk segala ke- dipengaruhi manusia, dan sesungjahatan”. Siapa yang mau bertang- guhnya kelakuan manusia tak pergungjawab atas konsekuensi yang nah berubah. timbul akibatnya? Bahkan mungKalau memang mau hitung-hitunkin sebentar lagi akan muncul gan, tetap saja lebih merugikan jika tempat judi khusus, sebagaimana harus menggunakan sistem “karanLas Vegas, Genting Highland, dan tina” seperti itu. Saya tidak mengtempat-tempat judi lain di seluruh hitung “materi”, tetapi risiko moral dunia. Bukan berarti mendukung yang dipertaruhkan akibat pembiagar para peminum bisa berke- aran ini sungguh berat. Jika Allah liaran bebas di jalanan, tetapi di mengharamkan sesuatu, bukan besini jelas, keberadaan miras adalah rarti sesuatu itu tak bermanfaat, tapi tertolak dan harus diberantas, baik keburukan yang ditimbulkan lebih itu di jalanan, apalagi amit-amit besar. Bisa jadi, sesuatu itu memang sampai disediakan tempat khusus. masih punya manfaat. Tapi Allah Ya Allah, Engkau Maha Me- tidak begitu saja memperbolehkan nyaksikan, memang manusia tak manusia untuk mengambil manfaat berubah sejak Alquran turun 14 dari sesuatu itu. abad lalu sampai akhir zaman ini, Mereka bertanya kepadamu tenmasalah mereka tak pernah lepas tang khamar dan judi. Katakanlah: dari zina, judi, dan minuman keras. “Pada keduanya terdapat dosa yang Abad terus berganti, mode pakaian besar dan beberapa manfaat bagi terus berubah, tapi kelakuan manu- manusia, tetapi dosa keduanya lebih sia tak ada yang berbeda sepan- besar dari manfaatnya.” (QS 2:216)

Kalau hanya sekedar manfaat, minuman keras (alkohol) punya manfaat medis dan higienis. Begitu juga rokok memiliki manfaat sosialis dan terapis (katanya). Bahkan, maaf, aktivitas zina pun memiliki efek yang (secara medis) positif, seperti “aktivitas fisik” sebagaimana olahraga dan efek ekstatik yang melepaskan stress. Tapi di balik semua itu, Allah menyiapkan sanksi dosa yang berat, pun efek samping duniawi yang merusak yang bisa jadi ditimpakan kepada para pengambil manfaat benda haram itu. Penyakit hati dan jantung, kanker paru-paru, hingga virus HIV adalah sebagian “upah” yang mungkin bisa didapat dari pelanggaran ini dan sudah terbukti secara ilmiah. Masih belum kapok? Kalau ada yang bertanya mengapa Allah sediakan alkohol dan menciptakan syetan di tengah-tengah manusia, Allah menjawabnya, Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenarbenarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS 21:35). *) Staf Humas Universitas Negeri Yogyakarta


8

SENIN

11 Februari 2013

PILEG 2014 Pendaftaran Belum Jelas SAMPANG-Para politisi yang ingin berlaga dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2014 mendatang tampaknya harus bersabar. Sebab, hingga kini KPU Sampang belum menerima instruksi secara langsung dari KPU pusat terkait kapan pendaftaran pileg mulai dibuka. Namun, sesuai jadwal yang telah beredar pendaftaran pileg mulai 9 April hingga 15 April 2013 nanti. Kemudian jadwal pengumuman calon dilaksanakan pada 6 sampai 8 April 2014 mendatang. “Sampai sekarang belum ada intruksi dari KPU pusat tentang pendaftaran caleg,” terang Ketua KPU Sampang, KH Abu Ahmad Dovir, pada wartawan Kabar Madura, kemarin. Tapi, sambung Dovir, sesuai jadwal pendaftaran dimulai 9 April sampai 15 April 2013. Ia menjelaskan, semua caleg yang mendaftar di KPU Sampang tidak menjamin seluruhnya lolos yang diajukan parpol. Sebab, masih ada beberapa tahapan yang dilalui dan harus lolos. Ada 10 parpol yang ditetapkan KPU pusat sebagai peserta pemilu. Angka ini belum pasti. Pasalnya, sejumlah parpol mengajukan gugatan di PTUN. Sehingga jumlah parpol peserta pemilu bisa bertambah. “Sebelum nama tersebut ditetapkan sebagai caleg usai mendaftar, kami akan umumkan terlebih dulu apakah caleg itu bermasalah atau tidak di masyarakat,” ucapnya. Menurutnya, masukan dari masyarakat akan calon tertentu sangat dibutuhkan. Sehingga setelah diumumkan nanti, tidak akan ada masalah lagi. KPUD sudah umumkan pada masyarakat. “Nanti kalau sudah ada intruksi, kami akan kumpulkan pimpinan parpol untuk menjelaskan tahapan-tahapan dan persyaratan caleg yang harus dilengkapi,” ucapnya. Ia menambahkan, di samping itu KPU Sampang juga akan memeriksa ijasah dari caleg. Ini untuk mengetahui keaslian dari ijasah yang dipakai caleg untuk mendaftar. Caleg yang mendaftar tidak semuanya akan lolos. Tapi, ada juga yang tidak lolos. Bagi yang sudah memenuhi syarat akan lolos. Namun jika tidak memenuhi syarat akan dicoret dari daftar caleg. “Misalnya nanti ada caleg yang tidak lolos, kemudian mempermasalahkan maka diperbolehkan untuk menyampaikan gugatan. Karena sudah disiapkan waktunya,” paparnya. (ful/zis)

PEMERINTAHAN Pilihan BPD Cacat, Dewan Panggil SKPD SAMPANG-Sejumlah SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang ada di Kabupaten Sampang akan dipanggil dewan, Senin ( 11/2) hari ini. Mereka dipanggil terkait adanya laporan dari masyarakat bahwa pemilihan salah satu anggota BPD dinilai cacat hukum. Pasalnya, pemilihan anggota BPD yang terakhir itu hanya ditunjuk sesama anggota, bukan oleh masyarakat. Seharusnya pemilihan anggota BPD dipilih masyarakat. Sehingga anggota BPD merupakan perwakilan dari warga. Adapun SKPD yang akan dipanggil meliputi Pemdes dan Camat Sokobanah. Disamping itu, dewan juga akan memanggil salah satu anggota BPD dan Sekdes Bire Tengah. Karena sesuai laporan, sang sekdes disinyalir tidak ada di tempat. Namun, bisa menandatangi sebuah surat. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sampang, H Hodai, menyatakan, surat undangan untuk pemanggilan mereka sudah dilayangkan. Mereka diundang kesini untuk mengklarifikasi terkait adanya laporan dari masyarakat Desa Bire Tengah. “Maunya kami memanggil mereka hari Jumat kemarin, tapi karena berbagai alasan akhirnya mereka dipanggil Senin besok,” terang Hodai, kemarin. Ia menjelaskan, alasan tidak dipanggilnya Jumat lantaran hari pendek. Kemudian pertimbangan lain lokasinya sangat jauh. Akhirnya, pemanggilan mereka dengan agenda klarifikasi baru akan dilaksanakan besok. “Kalau lokasinya jauh dan dipanggil mepet dengan waktu saat laporan, biasanya mereka tidak datang dengan alasan undangan tidak sampai,” paparnya. Menurutnya, semua undangan terhadap mereka sudah didistribusikan. Ia berharap, dengan adanya pertemuan itu, bisa diketahui duduk persoalan sehingga mampu dicarikan solusi. Karena jika berdiskusi melibatkan semua pihak terkait akan segera diketahui. Dimana letak permasalahannya. Kemudian bersama-sama dipecahkan permasalahan tersebut. Tidak sampai menghambat roda pemerintahan desa. Sebab, jika itu yang terjadi masyarakat menjadi korban. “Supaya permasalahan tidak sampai berlarut-larut, kami panggil semua pihak terkait. Sesuai aspirasi yang disampaikan masyarakat pada kami,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Bire Tengah, Martole, mengatakan, pihaknya menyambut baik atas respon dari kalangan legislatif. Tapi, dirinya menginginkan setelah hearing menghasilkan sebuah jalan keluar dan ditindaklanjuti. “Jangan sampai hanya selesai saat hearing di gedung dewan. Tapi, hasil dari hearing tidak dilaksanakan dengan baik. Kalau sudah begitu rakyat yang dirugikan,” ucapnya.(ful/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Kholilurrahman Siap ke Senayan Partai Pengusung Belum Koordinasi

KM/DOK

SIAP TERBANG: Calon Bupati Incumbent Kholilurrahman menyatakan kesiapannya untuk menjadi politisi Senayan meski partai pengusung belum koordinasi.

PAMEKASAN-Calon Bupati Incumbent Kholilurrahman yang belum lama ini kalah dalam pertarungan politik di Pemilukada, menegaskan kesiapannya untuk maju ke Gedung Senayan alias menjadi anggota DPR RI. Sungguh pun begitu, partai pengusung utamanya yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan mengakui belum koordinasi berkaitan dengan perkembangan tersebut. Muhammad Yusuf, Sekretaris PKB Pamekasan, mengungkapkan belum adanya koordinasi seputar masa depan karir politik KH Kholilurrahman karena luka kekalahan masih terasa belum sembuh. “Kami belum koordinasi seputar karir politik beliau (KH Kholilurrahman, red). Kami tak tega untuk bicara terlalu lebih jauh dengan beliau. Kekalahan dalam Pemilukada masih menyisakan duka,” terang Muhammad Yusuf saat dihubungi wartawan Kabar Madura, Minggu (10/2). Kendati demikian, terangnya, sampai kapanpun PKB akan selalu siap mendukung dan bahkan mengusung Kholilurrahman dalam hal karir politik. Pasalnya, Kholilurrahman merupakan kader terbaik yang telah terbukti perannya dalam memajukan Pamekasan.

“Misalnya nanti beliau menyatakan kesiapannya secara langsung kepada kami, tentu PKB tidak akan mengabaikannya. Masyarakat yang mau mendukungnya ke Gedung Senayan pada 2014, tentu kami kawal,” paparnya menjelaskan. Sementara itu, Kholilurrahman menegaskan sekalipun dirinya gagal menjadi bupati untuk kali kedua, tidak lantas mengurangi semangatnya untuk membangun Pamekasan secara terus menerus. “Dan rupa-rupanya tak sedikit masyarakat menghendaki saya untuk maju dalam pemilu 2014 nanti. Untuk itu, saya siap. Di mana pun saya siap. Saya tidak akan pernah mundur dari garis perjuangan,” tukasnya. Manakala kesiapan Kholilurrahman ini nantinya tercapai, maka akan mengulang sejarah empat tahun silam. Di mana saat itu, Achmad Syafii yang kalah dikalahkan Kholilurrahman sebagai bupati, melanjutkan karir politiknya di DPR RI. Achsanul Qosasi, anggota DPR RI dari Partai Demokrat, saat dimintai komentar oleh wartawan Kabar Madura seputar rencana Kholilurrahman mengorbitkan dirinya ke Gedung Senayan, menanggapinya dengan santai. “Ya.. Silakan saja. Saya rasa itu baik untuk PKB. Kalau itu terjadi, ini akan mengulang sejarah empat tahun lalu.. Insya Allah bermanfaat untuk masyarakat Pamekasan,” tukas Achsanul Qosasi melalui BlackBerry Messengger-nya. (anm/zis)

Kader Silaturahmi, Ketua DPC Malah Absen SUMENEP- Puluhan Kader Partai Demokarat tingkat Kabupaten Sumenep menggelar silaturahmi yang salah satunya menyikapi keputusan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sebagai figur nomor satu di partai tersebut. Uniknya, acara tersebut tidak dihadiri ketua umum DPC. Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Sumenep Ajimuddin menyampaikan, pihaknya bersama 17 pengurus PAC di Sumenep mendukung langkah yang dilakukan SBY dalam mengembalikan citra partai untuk pemilu yang akan datang. ”Ada masalah di level nasional saat ini menimpa partai kita, dimana pengambilalihan kebijakan partai oleh pak SBY dari Anas Urbaningrum, merupakan satu langkah yang sudah tepat dalam perbaikan-perbaikan di intenal partai, oleh karena itu perlu kita sikapi dan dukung apa yang dilakukan pak SBYsecara massif sampai tingkat DPC,” tegas Ajumuddin, Minggu (10/2) seusai silaturrahmi pengurus partai. Dukungan yang Ajimuddin bersama kelompok lainnya disebabkan persoalan partai yang terjadi di Demokrat Sumenep tidak begitu jauh dengan apa yang terjadi di pengurus pusat, Ada beberapa oknum yang bekerja di luar fungsinya, oleh karena itu ini perlu kita sikapi, harus ada tindakan supaya partai ini menjadi baik kedepan” terangnya lebih lanjut dengan tegas. Sementara itu, pengurus DPC Demokrat Sumenep yang hadir dalam acara tersebut antara, Wakil Ketua DPC Demokrat, Wakil Sekretaris, Wakil Ketua Satu dan Ketua Dua, Wakil Bendahara, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu dan ketua Komisi Strategi dan Kebijakan Politik di DPC. Sedangkan Ketua umum DPC Demokrat Sumenep justru tidak terlihat dalam pertemuan tersebut. (rei/zis)

KM/ AHMAD AINOL HORRI

TANPA KETUA: Para kader partai Demokrat Sumenep tetap menggelar pertemuan meski ketua umum tidak hadir.

KPU Sampang Maksimalkan Coklit DP4 SAMPANG-Data base daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) untuk Pileg 2014 mendatang yang diserahkan Pemkab Sampang, diketahui mengalami penurunan cukup signifikan dibanding DP4 untuk Pilkada Sampang 2012 lalu. Dimana penurunan tersebut berkisar 30 persen dari DP4 sebelumnya 708.885 jiwa menurun menjadi 677.960 jiwa. Dengan hal ini, KPUD mengupayakan akan memaksimalkan pendataan dan pemutakhiran (coklit) ulang. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sampang akan mengolah kembali data tersebut, dengan melak-

sanakan pencocokan dan penelitian (coklit) mengingat penurunan daftar yang masuk dalam DP4 sangat drastis. Hal ini yang disampaikan oleh salah satu anggota KPUD Sampang Miftahur Rozak, kemarin. “Dengan di coklit kembali, data yang nantinya tidak masuk dalam data dapat terdata semuanya dalam tahapan ini,” ujarnya, kemarin. Selain itu, data DP4 yang telah diterima dari Pemkab beberapa hari lalu itu akan dipelajari terlebih dahulu, sebelum dilaporkan ke KPU Jatim dan KPU Pusat. Selain itu petugas akan melakukan pemutakhiran data dengan mencoklit ulang

data masing-masing desa sampai tingkat kecamatan. “ Prosedur tersebut sudah menjadi bagian dari tahapan yang harus dilaksanakan KPU daerah,” ujarnya kembali. Dosen STITNAT Sampang ini juga menambahkan terkait jumlah DP4 yang turun drastis bila dibandingkan dengan DP4 pada saat Pemilukada Sampang kemarin masih menjadi perhatian khusus bagi para komisioner KPU lainnya. Hal ini dimaksudkan agar pengolahan data DP4 yang nantinya akan diolah kembali menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasilnya benar-benar maksimal. “ Un-

tuk tahapan Pilgub masih belum kita ketahui, karena maih belum terima sosialisasi tahapannya,” ungkapnya. Dalam perjalanannya, Noer Tjahja sebagai Bupati yang akan mengakhiri masa tugasnya, berharap bahwa sudah tidak ada lagi persoalan data pemilih dalam pelaksanaan Pilgub Jatim. Sebab, data DP4 sudah disinkronkan antara pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dengan data sistem informasi administrasi kependudukan setempat. Sementara itu, M. Yusuf, Kabid Informasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

(Dispendukcapil) Sampang menjelaskan pada saat penyerahterimaan DP4 tersebut, bahwa sesuai dengan pengarahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam upaya mensukseskan pelaksanaan Pemilu, pihaknya siap membantu tugas KPU selama pihaknya dibutuhkan. “ Kami siap membantu selama dibutuhkan, namun dengan catatan KPU harus mengirimkan surat permohonan. Karena kami tidak ingin menimbulkan kesalahpahaman. Takutnya pihaknya nanti dinilai pemerintah terlalu ikut campur dalam ranah orang lain, terlebih politik,” ujarnya. (sya/zis)


SENIN

9

11 Februari 2013

Ikon yang Kesulitan Tembus Pemasaran Pamekasan kini sudah mendapatkan julukan sebagai kabupaten batik. Nama Pamekasan pun makin dikenal sebagai salah satu daerah di Madura sebagai penghasil batik. Namun ironisnya, masih banyak pengrajin batik yang justru kesulitan pemasaran. MANSYUR, warga Dusun Banyumas Desa Klampar Kecamatan Proppo Pamekasan, adalah satu pengrajin batik yang mengaku masih sulitnya memasarkan produk batik buatan warga lokal. Karena kondisi inilah, kata Mansyur, dalam setiap tahunnya penjualan batik pasti tersendat. Tentunya ini juga menjadi kendala bagi perajin batik itu sendiri. “Kalau dari segi produksi tidak ada masalah, yang menjadi kendala perajin batik itu adalah pemasarannya. Makanya hal itu perlu dicarikan solusi dari pemerintah, supaya tidak menjadi agenda tahunan,” kata Mansyur. Sepanjang sejarah yang diketahui Mansyur, tahu inilah batik tersendat paling lama. “Saya juga tidak tahu kenapa, mulai selesai lebaran hingga sekarang pemasaran batik tersendat, biasanya tidak sampai lama seperti ini,” ungkapnya. Ditambahkan, akibat tersendatnya pemasaran yang terjadi, otomatis tingkat produksi juga menurun, tentunya hal itu membuat pemasukan kepada pengrajin batik menurun pula. “Biasanya dalam setiap bulan bisa memproduksi batik sebanyak 300 lembar, tetapi sekarang hanya mampu produksi sebanyak 100 lembar, karena pemasarannya tidak ada, mulai dulu kendalanya memang satu,” lanjut Mansyur. Menurut Mansyur, batik yang selama ini menjadi kekayaan lokal kenyataannya belum dibarengi

dengan pelestarian yang memadai oleh Pemkab Pamekasan, sehingga masalah ini belum juga terurai dengan matang. “Dulu di sini sudah ada peletakan batu oleh bupati Pamekasan sebagai kampung batik, tetapi hingga kini tidak ada tindak lanjut dan seakan tidak ada perubahan usai peletakan batu dan sebelum peletakan batu itu,” ujarnya. Hal yang sama juga diakui pengrajin atau produsen batik lain. Masrur, pengrajin batik Desa Selampar, mengatakan, selama ini peran pemerintah untuk memajukan batik Pamekasan dinilai kurang, utamanya di segi pemasaran. Sehingga keberadaan masyarakat yang memproduksi batik di desa Klampar mengeluh kondisi ini. “Selama ini masih belum ada peran pemerintah mas, hanya bantuan berupa dana hibah saja, namun di pemasaran yang dianggap sangat vital masih belum ada sentuhan sama sekali di desa ini,” ujar Masrur saat ditemui Kabar Madura, Minggu (3/2). Untuk yang bantuan dari pemerintah berupa dana hibah lanjut, lanjut Masrur, dirinya selama ini tidak pernah mendapatkan. Tapi hal itu menurutnya tidak terlalu penting. Yang terpenting menurutnya adalah peran pemerintah dalam pendistribusian pemasaran. “Kami yang memproduksi batik yang mencari pemasaran sendiri mas, karena tanpa kami yang mencari sendiri tidak akan mendapatkan pemasaran, sehingga pendapatannya apsang surut,” tukas lelaki 50 tahun ini. Sejak September 2012 lalu, produsen batik mengurangi produksinya, karena pedagang mengeluhkan sepinya konsumen yang membeli kain batik. Hal yang seperti ini juga dikeluhkan oleh pengrajin batik dan hal ini merupakan pengurangan produksi yang rutin setiap tahunnya. “Kalau saat ini, sejak bulan September tahun 2012 lalu mas, kami harus mengurangi produksi

KM/MARZUKIY/FATHOR RAHMAN

SULIT PEMASARAN : Produsen batik di Pamekasan mengeluh sulitnya untuk mencari pasar. Kondisi ini sangat ironis dengan salah satu julukan Pamekasan sebagai salah satu ikon batik tulis Madura.

batik, karena sepinya pembeli. Kalau kami terus memproduksi tanpa diimbangi dengan pemasaran yang baik, maka kami akan mengalami kerugian,” imbuh Masrur. Ketika musim seperti sekarang ini, yang merupakan rutinitas setiap tahunnya, pengrajin mengurangi produksinya dari 300 lembar kain ke 100, sehingga penurunan tersebut sangat drastis dan berdampak pada peningkatan produksi batik. Dan masalah ini yang seperti ini juga dikeluhkan oleh para pengrajin batik, sehingga mengharapkan peran aktif pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya guna meningkatkan kualitas perajin batik itu sendiri. Dalam setiap tahunnya, pelatihan terhadap pengrajin batik terus dilakukan.”Setiap tahun kami melakukan pelatihan secara bergilir, sebanyak 600 orang, karena di Pamekasan itu terdapat sebanyak 6 ribu perajin batik, karena keterbatasan anggaran, makanya dilakukan pelatihan secara ber-

gilir,” tandasnya. Mengenai pemasaran , Bambang Edy Suprapto mengatakan pihaknya telah menjadikan pasar 17 Agustus Bugih Pamekasan sebagai sentra batik di Pamekasan, sehingga para perajin bisa memasarkan batik hasil produksi dengan sendirinya. “Pasar 17 Agustus telah kami jadikan sentra batik di Pamekasan, makanya bagi perajin batik bisa memasarkan hasil batiknya di situ (pasar 17 Agustus, red), kami juga melakukan upaya lain demi kemajuan batik di Pamekasan,” ujar Bambang Edy Suprapto. Oleh sebab itu dia berharap,

para pengrajin batik bisa bekerja secara profesional tatkala ada kunjungan ke daerahnya untuk mengetahui pasti proses pembuatan batik dan harga yang terkadang dipelintirkan. “Kami sering mengantarkan wisatawan dari luar, untuk melihat proses pembuatannya, dan mereka terkadang mau membeli di tempat itu juga. Tetapi para pengrajin mengambil kesempatan untuk menjual dengan harga yang lebih mahal, dan lebih tinggi dari harga pasar, hal itu tidak boleh terjadi supaya wisatawan tidak kecewa,” ujarnya nya.(jck/ong/zis)

K O

KI

/D

ZU

KM

AR /M KM

KETUA Komisi B DPRD Pamekasan, Husnan Ahmadi, mengatakan, sebagai wakil rakyat, pihaknya sangat berkepentingan untuk mendorong sejumlah instansi terkait untuk ikut mencarikan solusi kesulitan pemasaran para produsen batik ini. DPRD sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan Disperindag dan DPPKA sebagai dinas yang bersentuhan dengan masalah tersebut. “Untuk menunjang pemasaran batik bisa melalui pengenalan lewat wisata, membuka distribusi baru dengan membuka jaringan di dunia pasar yang lebih luas, salah satunya dengan membuka galeri batik di kota-kota besar di Indonesia, setelah ditetapkan sebagai sentra batik,” ujar Husnan Ahmadi pada Kabar Madura, beberapa waktu lalu. Diakuinya, memerlukan banyak penunjang untuk mendukung batik yang ada di Pamekasan setelah ditetapkan sebagai sentra batik, salah satunya adalah akses jalan dan pemasaran. Untuk pemasaran sendiri, menurut Husnan Ahmadi, pihak pemerintah memproyeksikan Pasar 17 Agustus, agar nantinya bisa mempermudah untuk mendapatkan batik. “Kalau masalah pemasaran, kami sudah bantu untuk memberikan kemudahan, seperti halnya kami mem-

Y

Kenalkan Lewat Wisata, Buka Galeri Batik

Biasanya dalam setiap bulan bisa memproduksi batik sebanyak 300 lembar, tetapi sekarang hanya mampu produksi sebanyak 100 lembar, karena pemasarannya tidak ada, mulai dulu kendalanya memang satu.”

Kalau masalah pemasaran, kami sudah bantu untuk memberikan kemudahan, seperti halnya kami memberikan proyeksi di pasar 17 Agustus sebagai pusat pembelanjaan batik tradisional Pamekasan.”

MANSYUR Produsen Batik Desa Klampar Kec Proppo

HUSNAN AHMADI Ketua Komisi B DPRD Pamekasan

berikan proyeksi di pasar 17 Agustus sebagai pusat pembelanjaan batik tradisional Pamekasan,” imbuhnya. “Sejauh ini, untuk menyentuh langsung dengan

pihak produsen yang ada di desa Klampar masih belum. Untuk saat ini, kami masih memproyeksikan untuk sentra batik tersebut, akan tetapi nantinya dalam hal pema-

KM/MARZUKIY/FATHOR RAHMAN

BUTUH KERJASAMA: Dibutuhkan kerjasama banyak pihak agar produsen batik tulis Pamekasan tidak dihadang persoalan pemasaran produk batik tulis mereka.

saran akan kami lakukan, dalam artian harus bertahap,” katanya. Dengan demikian, kata Husnan, nantinya akan memotong mata rantai antara konsumen, pedagang dan pengrajin, dengan hal itu akan ada harga lebih murah. “Sebab ketika mata rantai di antara antar pedagang diputuskan, maka akan mengurangi melonjaknya harga,” ujarnya. (ong/zis)

PUSAT KERAJINAN BATIK PAMEKASAN Lokasi: 11 Kecamatan (Lokasi Terbanyak di Kec. Proppo) Sentra : 28 Tempat (7 Kecamatan). Sentra Batik Tulis di Pamekasan, antara lain: 1. Kec. Pamekasan 5 sentra: (Desa Kowel 2 sentra, Desa Toronan, Nylabu Daja dan Kelurahan Gladak Anyar masing-masing 1 sentra) 2. Kec. Proppo 12 sentra (Desa Klampar 5 sentra, Desa Toket dan Candi burung masing-masing 3 sentra dan Desa Rang-perang Daja 1 sentra) 3. Kec. Palengaan 6 sentra (Desa Banyopelle 2 sentra, Desa Panaan, Angsanah, Akkor dan Larangan Badung masing-masing 1 sentra) 4. Kec. Waru 1 sentra ( Desa Waru Barat) 5. Kec. Pegantenan 2 sentra ( Desa Bulangan Haji dan Ambender) 6. Kec. Galis 1 sentra ( Desa Pagendingan) 7. Kec.Tlanakan 1 sentra ( Desa Larangan Slampar) Sumber: disperindag.pamekasankab.go.id

Batik Surga, Berdaya Tanpa Sentuhan Pemerintah Di daerah Kecamatan Kadur, tak sedikit lembaga pendidikannya yang merangsang kreativitas para murid untuk belajar membatik. Para guru cukup getol melakukan pembinaan secara berkesinambungan. HAIRUL ANAM, Kadur SALAH satunya ialah lembaga pendidikan yang dinaungi Pondok Pesantren Sumber Gayam (Surya). Batiknya pun mengekor pada nama pondok pesantren yang memayunginya, Batik Surga. Sekitar 150-an siswa maupun siswi dilibatkan aktif di dalamnya. Secara bergantian, oleh guru, para siswa maupun siswi dijadwalkan perkelas. Kain dan segala perlengkapan serta Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

bahan untuk membatik disediakan oleh sekolah. Hal itu, tidak dilakukan secara serentak. Melainkan, bergantian tiap kelas. Sekitar 150 siswa maupun siswi yang terlibat aktif dalam pembatikan ini. Rozi Adiyanto, Guru Seni SMA AlFalah Surga, menegaskan pembekalan kreativitas membatik siswa-siswinya tiada lain guna menekan pengangguran. Pasalnya, usai keluar nanti, siswa-siwi bisa mencari atau bahkan membuang peluang kerja batik. “Dan kami menekankan pada kreativitas batik tulis. Bukan persoalan karena mahal nilainya, melainkan juga menanamkan ketekunan pada anak didik kami,” tutur Rozi Adiyanto. Pantauan Kabar Madura, siswa-siswi tampak semangat. Mereka cukup telaten melelehkan getah malan dan pewarna alami. “Sekalipun pemerintah belum ‘menyentuhkan’ batik sebagai bagian dari

materi pelajaran sekolah, kami di sini coba membudayakannya. Alhamdulillah, siswa-siswi sangat antusias,” ungkap Rozi. Fatmawati, guru pembimbing pembuatan batik, tampak sumringah. Ia tiada jemu membimbing siswa-siswinya untuk menghasilkan batik yang berkualitas tinggi. “Untuk sementara, kami fokuskan pada batik tulis berupa tablak. Sementara pula, tidak dijual. Melainkan, dimanfaatkan sendiri oleh lembaga pendidikan di sini,” ujarnya. Robiatul Adawiyah, salah seorang siswi, kepada Kabar Madura menuturkan, dirinya merasa senang mendapatkan kesempatan belajar batik tulis. Hal demikian juga dinyatakan Imroarun Nihayatus Sakinah, siswi lainnya. “Ilmu yang kami dapatkan dalam bidang batik, nantinya insya Allah pasti kami amalkan untuk kemudian dijadikan sumber kehidupan,” tukasnya. (zis)

SERIUS: Seorang siswi sedang membuat batik tulis yang dikenal dengan sebutan Batik Surga karena dinaungi Pondok Pesantren Sumber Gayam (Surga), Kadur, Pamekasan.

KM/HAIRUL ANAM


10

SENIN

11 Februari 2013

Sengketa Lahan Sekolah Belum Klir

Ahli Waris Anggap Terlalu Murah, Disdik Berdasar NJOP SUMENEP-Kasus sengketa lahan SDN Masalima IV, Kecamatan Masalembu, hingga kini belum juga tuntas. Kedua belah pihak, antara ahli waris dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, belum menemukan kesepakatan soal harga ganti rugi lahan, yang telah ditempati sejak 1968 tersebut. Berdasarkan informasi dari warga, ahli waris pemilik lahan seluas 1.680 meter persegi, yang dibangun gedung SD sejak 1968 tersebut, minta ganti rugi secara keseluruhan sebesar Rp 100 juta. Akan tetapi, seandainya pihak Disdik menawarnya hingga Rp 80 juta, maka pihak ahli waris pun akan menerimanya. Bahkan mereka juga berencana mewakafkan lahan tersebut. Di pihak lain, kabarnya Disdik telah menawar dengan harga paling tinggi sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak), yang merupakan dasar pengenaan pajak sesuai dengan Pasal 6 ayat (1) UU No. 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 12 Tahun 1994. Abd Halim, salah satu ahli waris lahan SDN Masalima IV mengatakan, pihaknya meminta Disdik Sumenep untuk

HASIL PENELITIAN Masih Berkualitas Amatiran SUMENEP-Hujan kritik terhadap penyelenggaraan pendidikan di Sumenep, kian menderas. Setelah ketua DPKS (Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep) mengkritik, adanya pergeseran nilai dalam semangat berdirinya lembaga pendidikan yang mulai bermunculan, kini giliran Syafiqurrahman, peneliti The Pencil Connection yang melancarkan kritik. Berdasarkan hasil penelitiannya di beberapa lembaga pendidikan sekolah yang ada di Sumenep. Dia menilai, proses penyelenggaraan pendidikan masih bersifat amatir. Di beberapa tempat, terutama di wilayah pedesaan penyelenggaraan pendidikan di sekolah masih berjalan ala kadarnya. ”Ala kadarnya yang saya maksud itu hanya menulis di papan, menerangkan kemudian habis itu selesai. Entah murid paham atau tidak itu tidak menjadi persoalan,” beber Syafiq, panggilan akrab Syafiqurrahman. “Penyakit itu saya rasa sudah menjadi rahasia umum. Penyelenggaraan pendidikan semacam itu jelas tidak akan membawa dampak positif bagi perkembangan SDM siswa,” imbuhnya, saat menceritakan kesimpulan dari penelitian kelompoknya, Ahad (10/2). Menurut Syafiq, persoalan tersebut terjadi lantaran hilangnya semangat pengabdian seorang guru untuk mengabdikan diri sepenuhnya atas lembaga pendidikan. Sarjana-sarjana pendidikan tarbiyah yang masuk ke lembaga sekolah didorong oleh semangat mencari pekerjaan. ”Semangat ini kemudian berpengaruh terhadap proses mengajar mereka di kelas. Bukan lagi ingin mencerdaskan, tetapi hanya sebatas menunaikan pekerjaan. Habis ngajar, ya mereka merasa tidak punya tanggungan lagi,” paparnya. Kronisnya, penyakit pendidikan yang semacam itu menurut Syafiq kini sudah mulai masuk ke lembaga-lembaga pesantren. Nilai ketulusan guru-guru yang mengajar di pesantren menurutnya sudah mulai terseret kedalam ranah prgamatis. ”Ya saya melihatnya ada gejala ke arah itu. Mungkin karena memang intervensi negara terhadap pesantren juga mulai masuk. Sehingga kultur mengabdi sebagai guru bukan karena mengejar sesuap nasi sudah mulai kendur. Jika sudah demikian, sebesar apa pun bantuan dari pemerintah, ketika mentalitas guru sudah mulai hilang, juga tidak akan berpengaruh apa-apa dalam membangun SDM siswa,” tegasnya. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Ahmad Masuni, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep. Dia memaparkan, bantuan yang diberikan oleh negara sebenarnya hanya sebatas ingin membantu guru swasta yang selama ini kurang mendapat perhatian. Pada dasarnya, ketulusan dan keikhlasan guru dalam mengajar siswa di sekolah merupakan penentu utama meningkatnya SDM anak didik. ”Bantuan itu kan bukan tujuan guru sebenarnya. Semangat utama guru dalam mengajar saya kira memang akan berpengaruh secara psikologis kepada mentalitas siswa. Lebih-lebih dalam pembangunan kecerdasan Spiritual anak didik. Sebab, pendidikan itu kan memang sejatinya bukan sebatas pengajaran, mendidik. Yang namanya mendidik, guru pun harus menjadi teladan,” pungkas Masuni. (aqu/yoe) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

memperhatikan para ahli waris. Sebab, lahan tersebut sudah ditempati bangunan sekolah puluhan tahun dan belum mendapatkan ganti rugi sama sekali. ”Kami sebenarnya sudah mengirimkan surat permohonan. Intinya, Jika tidak diindahkan oleh pihak Disdik, kami akan menutup (jalan) akses (ke sekolah). Dalam surat tersebut kami mengajukan ganti rugi Rp 100 juta dari total keseluruhan luas lahan sekitar 1680 meter persegi, karena juga sudah ditempati puluhan tahun,” ujar Halim, Minggu (10/2). Dia menjelaskan, surat tersebut mendapat tanggapan dari Disdik dengan penawaran Rp 56 juta. Tapi, Abd Halim mengaku, kurang sepakat dengan besaran penawaran tersebut. Minimal, kata dia, dinaikkan hingga Rp 80 juta. Dengan harga tersebut, pihaknya akan menerima. ”Kami menawarkan Rp 60 ribu per meter (persegi). Namanya juga tawar menawar, kita tidak mau win-win solution. Kalaupun memang disepakati, maka kami akan wakafkan lahan tersebut. Sebab, kami juga merasa kasihan terhadap walimurid di sekolah tersebut. Cuma, informasinya, pihak dinas tetap tidak mau karena tidak sesuai dengan NJOP,” imbuhnya. Menurutnya, penawaran yang cukup tinggi tersebut bukan tanpa alasan. Bagi dia, lahan tersebut merupakan lahan produktif yang ditempati sekolah. Bahkan, kata dia, sebelum dibangun sekolah

tersebut sampai menebangn pohon kelapa. Diakuinya, sekitar lahan sekolah tersebut banyak pohon kepala milik dia. Sementara itu, Kepala Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Sumenep, Moh Sadik mengatakan, sebenarnya beberapa waktu lalu sudah ditemukan kesepakatan antara ahli waris dengan Disdik. Namun, ketika akan dilakukan pembayaran, pihak ahli waris tidak mau menerimanya. ”Dengan begitu, kami sudah melakukan upaya untuk memberikan ganti rugi. Ganti rugi yang akan diberikan sudah mengambil sesuai dengan NJOP palingg tinggi yaitu Rp 31 ribu per meter. Cuma, lebih jelasnya, bisa tanya ke Bapak Nurul Hidayat,” terang Moh Sadik kepada Kabar Madura. Terpisah, Nurul Hidayat, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Disdik Sumenep mengatakan, bahwa sampai saat ini masih belum ditemukan kesepakatan. Diduga, terdapat pihak lain yang ikut campur terhadap persoalan tersebut. ”Kami sudah menentukan harga yang palingg tinggi sesuai dengan NJOP Rp 31 ribu per meter. Lebih dari itu, saya tidak berani. Tidak tahu kebijakan Pemkab. Sedangkan kami hanya sebatas itu kewenangan itu. Di SDN Masalima V, dan beberapa SDN lain yang disengketakan tidak sampai harga tertinggi NJOP. Kalau lebih dari itu, kami tidak berani ,” pungkasnya. (bus/yoe)

Ada Anggaran Rp 400 Juta SENGKETA lahan sekolah jika tidak segera diselesaikan, akan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Dari itu, Komisi D DPRD Sumenep yang membidangi masalah pendidikan dan kesehatan, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep agar segera menyelesaikan sengketa lahan sekolah. Berdasarkan informasi, DPRD Sumenep dalam Tahun Anggaran 2013 ini, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk penyelesaian sengketa lahan sekolah. Dana tersebut memang dipastikan tidak akan mencukupi untuk menyelesaikan sengketa lahan. Cuma, paling tidak, terdapat skala prioritas penyelesaian. Anggota Komisi D DPRD Sumenep, Dul Siam mengatakan, persoalan sengeketa lahan sekolah bukan hanya terjadi di SDN Masalima IV, tetapi banyak

KM/DOK

DUL SIAM Anggota Komisi D DPRD Sumenep

sekolah-sekolah lain yang memang masih bersengketa dan belum terselesaikan. Diakuinya, lahan sekolah disengketakan oleh warga. Selain dua SDN di Kepulauan, SDN 9 Kecamatan/ Pulau Sapeken dan SDN Masalima 4, Masalembu, terdapat SDN Larangan Perreng 3 Pragaan dan SDN Jadung II, Dungkek dan sejumlah sekolah lain yang belum terselesaikain. ”Jumlahnya jika tidak

salah mencapai belasan sekolah. Tetapi, memang terdapat yang sangat mendesak dan harus menjadi skala prioritas penyelesaian seperti SDN Malima 4, ada juga di Pulau Saebus. Jadi, musti ada skala prioritas,” terangnya. Menurutnya, untuk tahun 2013 ini, Komisi D DPRD Sumenep merekomendasikan kepada Disdik agar segera menyelesaikan sengketa lahan sekolah yang mencapai belasan. Tapi sayang, pihaknya tidak menyebutkan angka pasti belasan sekolah tersebut. ”Jadi, komisi D DPRD Sumenep meminta kepada Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan pembebasan sengketa lahan. Terutama, yang perlu didahulukan seperti SDN 9 Kecamatan/Pulau Sapeken dan SDN Masalima 4, Masa Lembu,” pungkas Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB). (bus/yoe)

Lomba Phytagoras IX Diikuti Ribuan Peserta Se-Jatim PAMEKASAN-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Pamekasan menggelar Lomba Phytagoras IX, Mingu (10/2). Peserta lomba itu, dikhususkan bagi siswa SMP/MTs sederajat se-Jatim. Tema yang diusung ialah Pengetahuan Kunci untuk Masa Depan. Yang dilombakan terdiri atas 4 mata pelajaran sains, yaitu Fisika, Matematika, Biologi, dan Tekhnologi Informatika. Menurut Kepala SMAN I Pamekasan, Drs Basyoir MPd, lomba tersebut digelar dalam rangka mengapresiasi visi SMAN I Pamekasan, dan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa SMP/MTs, serta sebagai pengejawantahan slogan, Pamekasan Kota Pendidikan. “Jadi lomba ini diadakan untuk menumbuhkembangkan dan menata kemampuan secara akademik siswasiwi SMP/Mts. Jika hal ini menjadi kebiasaan di suatu satuan pendidikan, insya Allah Pamekasan akan menjadi sebuah figur pendidikan di tingkat Jawa Timur, dan akan melahirkan siswa bermental juara karena sudah terlatih dengan adanya lomba seperti ini,” paparnya. “Dan alhamdulillah apresiasi sekolah-sekolah yang berada di tingkat satuan pendidikan SLTP sangat tinggi sehingga diikuti oleh 1.415 peserta siswa SMP/MTs negeri dan swasta seJawa Timur. Hal ini sebagai apresiasi Pamekasan sebagai kota Pendidikan sehingga SMAN I Pamekasan juga menggelar lomba di bidang akademik dan non akademik sepaerti kompetisi pengetahuan agama Islam dan olahraga,jadi tidak hanya di bidang akademik saja melainkan juga spiritualnya sehingga berimbang,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN I Pamekasan, Drs Zainal Arifin menjelaskan, dalam kompetisi Phytagoras 2013 kali ini dilaksanakan dengan sistem penilaian yang di bagi dalam tiga babak, yaitu babak penyisihan, yang terselenggara kemarin (10/2). Kemudian, semi final, dan final akan dilaksanakan pada 17 Februari mendatang. “Kompetisi Phytagoras ini ada empat katagori mata pelajaran yaitu, Fisika, Matematika, Biologi, dan TI (Teknologi Informatika). Dan masing-masing

KM/ANWAR NURIS

BERGENGSI: Ribuan peserta Phytagoras IX dari SMP/MTs negeri dan swasta se-Jatim, serius menjawab soal-soal tes, di babak penyisihan. Masing-masing harus mengumpulkan skor minimal, 200 agar dapat lolos.

mapel (mata pelajaran) terdiri dari 50 soal dengan penilaian setiap soal jika menjawab dengan benar mendapat skor 4. Jika salah, minus satu, dan jika tidak menjawab mendapat skor nol. Nilai maksimalnya, 200 untuk babak penyisihan ini, untuk semi final dan final lain lagi penilaiannya,” katanya. “Kompetisi ini digelar dengan maksud untuk melatih kemampuan siswa SLTP di bidang akademiknya serta memupuk mental berkompetisi sehingga nantinya siap bersaing di kompetisi yang lebih besar seperti kompetisi regional, nasinal, bahkan internasional,” tambahnya. “Dan akan diambil lima besar juara yang masing akan mendapatkan hadiah tropi bergilir Gubernur Jatim dan Bupati Pamekasan, serta dinas Pendidikan Pamekasan, hadiah uang tabungan 500 ribu untuk juara I, sedangkan juara II 400 ribu, juara III 300 ribu, juara IV 200

ribu dan Juara V 100 ribu, juga piagam dan sebagai reward masing-masing juara tersebut secara otomatis masuk sebagai siswa SMAN I tanpa tes,” jelas Zainal sapan Zainal Arifin. Kompetisi Phytagoras kali ini dilaksanakan di lima tempat, yaitu di Pamekasan bertempat di SMAN I Pamekasan, di Sumenep bertempat di SD Integral AlHakim, di Sampang bertempat di SMPN I Sampang dan di SMPN I Ketapang, dan di SMPN 2 Bangkalan, kata ketua panitia yang juga anggota Osis, Rifki Afif, Minggu kemarin (10/2). Lomba yang memang menjadi program tahunan SMAN I Pamekasan tersebut di buka oleh Kepala bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pamekasan, M. Munapi, M. Pdi yang mewakili Bupati Pamekasan, KH. Drs. Kholilurrahman, M. Si yag berhalangan hadir.

Dalam sambutannya Ia mengapresiasi langkah strategis yang di lakukan SMAN I Pamekasan. yakni di gelarnya lomba phytagoras sebagai ajang penggalian potensi siswa dan meningkatkan pengetahuan serta mengasah kemampuan berkompetisi sebagai modal berkompetisi di tingkat yang lebih bergengsi seperti tingkat nasional dan internasional. “Mudah-mudahan langkah ini dapat dijadikan sebagai momen motivasi para siswa yang ikut kompetisi maupun yang tidak untuk meningkatkan kemampuan akademiknya di bidang sains sehingga lahir para juara seperti halnya Andi Oktavian Latif yang meraih medali emas pada olimpiade fisika tingkat internasional beberapa tahun lalu,” pungkas pria berkopiah itu dalam sambutannya di hadapan para peserta di Auditorium SMAN I Pamekasan, minggu kemarin (10/2). (km 12/yoe/adv)

Tak Serius Tingkatkan Minat Baca

KM/DOK.

TAK LENGKAP: Salah seorang mahasiswa mengeluh, tak menemukan buku referensi yang dia butuhkan untuk mengerjakan tugas kuliahnya, saat “membongkar-bongkar” koleksi buku Perpusda Sumenep.

SUMENEP-Kritik terhadap kinerja perpustakaan daerah (perpusda) terus bermunculan. Pasalnya kerja perpusda dinilai tidak serius meningkatkan minat baca masyarakat Sumenep. Hingga saat ini, belum ada langkah konkret yang bisa dinikmati masyarakat pedesaan. Kritik tersebut dikoarkan Fendi, Ketua Perpustakaan Arena Pon Nyonar, Muncek Tengah, Lenteng. Dia menilai, program atau kegiatan perpusda mandul dan tidak berkompeten. ”Yang nampak itu hanya ada lomba menulis, itu pun setahu saya yang ikut tidak sampai 100 orang,” bebernya. Lebih lanjut, Fendi menegaskan, program perpustakaan keliling dinilainya masih belum maksimal masuk ke daerah-daerah lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep. Sejauh pengamatan Fendi, program perpustakaan keliling

hanya bisa dirasakan oleh lembagalembaga tertentu saja. ”Pusling (Perpustakaan Keliling) belum merata. Banyak lembaga pendidikan yang tidak bisa memanfaatkan program tersebut. Bahkan ada banyak lembaga yang tidak tahu bahwa perpus daerah punya program semacam itu. Ini masih berbeda dengan keluhan-keluhan mahasiswa di Sumenep tentang keterbatasan pustaka yang ada di perpus daerah,” kata Fendi, Ahad kemarin (10/2). Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusda Sumenep, Agus D Putra mengaku, pada tahun 2013 ini pihaknya sudah melakukan pembenahan dan bahkan sudah lebih baik dari tahun kemarin. Agus memaparkan, bahwa saat ini untuk penambahan buku bacaan sudah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

”Untuk tahun 2013 ini ada penambahan pustaka baik koleksi perpustakaan daerah. Terus juga koleksi-koleksi di perpustakaan keliling, dan taman bacaan. Taman bacaan yang ada di kecamatankecamatan juga mengalami penambahan, kita terus melakukan upaya penambahan.” Sanggahnya. Penambahan buku tersebut menurutnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Ia membeberkan jika dibandingkan tahun 2012, tahun 2013 ini penambahan koleksi perpustakaan cukup banyak. ”Bahkan kami mendapatkan bantuan dari pihak profensi. Ini berupa buku. Kalau kemarin itu satu desa, yaitu Desa Kepanjin. Tahun sekarang itu malah meningkat menjadi 4 desa. Ini bantuan dari pihak provinsi,” pungkas Agus saat dihubungi Kabar Madura. (aqu/yoe)


SENIN

11

11 Februari 2013

Perseba Super Siapkan Pesta BANGKALAN-Target kemenangan kembali dicanangkan Perseba Super Bangkalan (PSB) dalam pertandingan keduanya melawan Persid Jember, sore ini. Target tersebut sangat masuk akal. Selain bermain di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dan akan mendapatkan dukungan penuh suporter fanatiknya, K-Conk Mania, Danilo Fernando dan kawan-kawan juga memiliki modal kepercayaan diri yang luar bia s a .

Itu, setelah di pertandingan pertama mampu menaklukkan tuan rumah PSBK Blitar. Dalam pertandingan yang akan dimulai 15.15 itu, Laskar Suramadu akan kembali mempertahankan skema 4-2-3-1, dengan striker tunggal di depan. Pelatih Kepala PSB, Nus Yadera mengatakan, pola permainan apik yang sudah diperagakan di pertandingan pertama

akan kembali digunakan. Selain itu, faktor tuan rumah juga diharapkan menjadi pendongkrak permainan anak asuhnya itu. ”Target sebagai tuan rumah tentu kemenangan. Karena kita main di depan pendukung sendiri. Semoga penampilan anak-anak seperti saat melawan PSBK bisa dipertahankan. Sehingga kemenangan bisa diraih,” ujar pelatih 46 tahun itu. Celah yang ditinggalkan Mujib Ridwan

Miftahul Huda Ibnu Suhada

Yanu

Fandi Ahmad Sudarmanto Victor Da Silva Fery

Zainuri Aditya Fajar

Yunior Mujiantoro

Ferry N somah

Fendi Taris

TABRI S. MUNIR

Hendro

Danilo Fernando

DUO BRASIL: Penggawa Perseba Super Bangkalan, Danilo Fernando dan Victor Da Silva.

Iwan Sampurno

La Umbu

Hasan Basori Nurul Zaini Ferry Aman Saragih

Qodari Amir

CADANGAN : - M. Juni Irawan - Mohammad Rochip - Miftahul Kahli - M. Sofyan Hadi

CADANGAN Kiper : Hariyanto Bek : Firjan - Rike Depan : Singgih - William

- Agusmanto - Harianto - Rahmat Wahyudi - Syaiful Bachri

LENSA

P-MU

pasca kartu merah yang diterimanya di pertandingan sebelumnya, memaksa PSB mencari pengganti. Zainuri menjadi nama yang paling santer disebut sebagai suksesor Mujib. Sementara itu, target mencuri poin dipatok oleh kubu lawan. Meskipun diakui sulit, namun rekor 4 poin dari dua laga sebelumnya, membuat tim asuhan Muzamil cukup optimistis. Sebelumnya, dua laga kandang yang di-

lakoni Yunior dan kawan-kawan, masing-masing berakhir dengan kemenangan 1-0 atas Persipas Paser penajam dan imbang 1-1 atas Deltras Sidoarjo. ”Meskipun datang sebagai tamu, namun kami usahakan bisa mencuri poin. Saya kira ini sudah maksimal. Apalagi tim yang kami hadapi cukup bagus,” ungkap Muzamil saat ditemui di penginapan pemain Persid di Bangkalan. Dalam lawatannya kali ini, Muzamil mambawa 16 pemain. Salah

Hasan Paham Lapangan SGB BANGKALAN-Salah satu pemain Persid Jember yang harus diwaspadai oleh kubu Perseba Super Bangkalan (PSB) dalam laga sore ini adalah Hasan Basori. Selain memiliki kelincahan dan produktivitas gol jempolan, pemain yang musim lalu mengantarkan PSB promosi dari Divisi I itu mengaku sudah sangat paham dengan lekuk lapangan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), tempat dilangsungkannya pertandingan. Saat ditemui usai latihan kemarin, pemain yang juga pernah membawa Persepam Pamekasan promosi ke Divisi Utama itu berjanji akan mencuri kesempatan untuk mencetak gol. ”Kalau memang ada kesempatan mencetak gol, kenapa tidak. Apalagi saya sudah sangat paham dengan lapangan SGB,” ungkap Hasan. Meskipun menghadapi

KM/RYAN KALIG

GEMBIRA: Manajer P-MU Achsanul menerima ucapan selamat dari sejumlah pihak.

tim yang musim lalu dibelanya, namun diakui Hasan, pertandingan sore ini bukanlah partai balas dendam baginya. Pemilik dua caps dengan satu gol di Divisi Utama itu mengaku profesional saja menjalani tugasnya. ”Gak ada balas dendaman. Saya profesional saja bermain untuk klub yang saya bela,” imbuh Hasan. Sementara itu, dari dua pertandingan sebelumnya, penampilan Hasan terbilang ciamik. Sati gol dari dua laga menjadi bukti saat membawa klub asal tanah kelahirannya itu meraih 4 poin dan nangkring sebagai runner up klasemen sementara Divisi Utama Liga Indonesia Grup III. Gol semata wayang Hasan tersebut terjadi di pertandingan perdana Persid saat melawan Deltras Sidoarjo di Stadion Notohadinegoro Jember. (bai/ed)

HASAN BASORI KM/ACHMAD BAIQUNI

BERSUKA: Mengakhiri laga dengan 1 gol yang dilesakkan, Zaenal Arif ditemui keluarganya.

satu diantaranya adalah mantan striker Perseba Super Divisi I, Hasan Basori. Sementara itu, tim kebanggaan Berni Persid Mania itu sudah merapat ke Bangkalan sejak kemarin malam. Dengan armada dua bus mini, tim kemudian merapat ke penginapan MAN Model Bangkalan. Sore kemarin, tim yang sebagian besar mantan pemain Persid musim lalu itu mulai menggelar latihan sore kemarin. (bai/ed)

Diprediksi Sesak Panpel Minta Tak Ada Kembang Api BANGKALAN-Pertandingan kandang perdana yang dilakoni Perseba Super Bangkalan (PSB) sore ini diprediksi akan dipadati penonton. Meskipun digelar pada hari kerja, namun antusiasme masyarakat Bangkalan untuk menyaksikan tim kebanggaannya yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia, tentu semakin melambung. Apalagi tampilan Danilo Fernando dan kawan-kawan cukup menjanjikan setelah mampu meraih poin penuh atas tuan rumah PSBK Blitar di pertandingan sebelumnya. Animo inilah yang menjadi PR (pekerjaan rumah) tersendiri bagi panitia pelaksana pertandingan. Dalam manajer meeting yang dilakukan tadi malam, seluruh elemen pertandingan sepakat untuk mensukseskan laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan

(SGB) itu. Bahkan ketua panpel yang sebelumnya menggelar pertandingan P-MU v Persidafon, Saad Asj’ari juga memberikan masukannya. ”Banyak hal yang masih harus dibenahi. Salah satunya koordinasi antara penjaga pintu masuk. Mengingat pada pertandingan kemarin sempat terjadi aksi saling dorong antara penonton dan petugas di pintu timur. Saya kira harus segera dibenahi,” ujar Saad. Selain itu, sweeping terhadap barang-barang berbahaya khususnya kembang api dan red flare, juga akan digalakkan. Namun pendekatan secara persuasif masih menjadi cara awal yang diterapkan untuk mengantisipasi aksi yang sempat mengganggu jalannya pertandingan tersebut. ”Kembang api memang jelas dilarang. Sementara red flare itu juga berpotensi mengganggu jalannya pertandingan. Buktinya pada pertandingan P-MU kemarin. Jadi kami berharap penonton tidak menyalakan kembang api atau sejenisnya,” ujar salah seorang panitia. (bai/ed)

Memetik Pelajaran dari Laga Kandang Perdana P-MU

Level Profesional Seharusnya Semakin Patuhi Manual Liga

KM/TABRI S. MUNIR

RITUAL: Firly Apriyansyah buang sial P-MU dengan menggoyang jala gawang Persidafon.

Laga kandang perdana Persepam Madura United (P-MU) di pentas ISL yang digelar kemarin malam (11/2) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) adalah sukses besar bagi Madura. Kendati demikian, masih perlu adanya pembenahan. Apa saja? TABRI S. MUNIR, Bangkalan

KM/TABRI S. MUNIR

UNTUK MADURA: Usai pertandingan yang berakhir 2-1 untuk P-MU, Kwon Jun dan Zaenal Arif memberi salam untuk penonton.

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.co

“WAH mas, ini kami kesulitan ambil gambar yang layak sewaktu pemain keluar dari tempat ganti pemain,” ujar salah satu kameramen ANTV yang tengah sibuk menyiarkan langsung jalannya pertandingan tersebut. Kesulitan yang dialami penyebabnya sangat sederhana. Karena terlalu banyaknya pihak-pihak yang tak seharusnya berada di tempat tersebut. Padahal, selain pemain, seharusnya yang bertanggung jawab melarang pihak-pihak lain berdiri di dekat pintu masuk lapangan. Keluhan serupa juga disampaikan karena di bench pemain P-MU terdapat banyak orang yang tidak terdaftar dalam list yang dipegang pengawas pertandingan (PP).

KM/TABRI S. MUNIR

SESAK: Tanpa menyadari kekeliruannya, sejumlah pihak yang tak terdaftar dalam list yang disetor ke PP, turut bergabung di bench P-MU kala menjamu Persidafon Dafonsoro di lapangan SGB kemarin malam (9/2).

”Padahal ada Manual Liga yang mengatur siapa saja yang harus ada di bench dan pintu masuk,” ujar Andre, salah seorang kameramen ANTV yang biasa menyiarkan langsung pertandingan ISL. Lebih aneh lagi, di bench terdapat beberpa orang yang memakai kaus yang

hampir sama dengan kostum pemain, baik motif maupun warnanya. ”Pemain saja jika memakai kostum yang sama atau hampir sama, jika duduk di bench harus pakai rompi,” jelas Andre. Apa yang disampaikan Andre tersebut memang betul adanya. Di bench P-MU

atau sekitar bench terdapat dua orang yang memakai kaos yang motif serta warnanya hampir sama dengan kostum pertandingan. Tidak hanya itu, PP juga harus beberapa kali menegur sejumlah orang yang dengan gampangnya lalu lalang di sekitar bench P-MU. ”Meski tuan rumah, tidak seharusnya memenuhi bench pemain. Sebab jumlah orang yang boleh masuk lapangan serta bench memang terbatas,” jelas Hamdi, salah satu suporter P-MU yang hadir dalam pertandingan tersebut. Tidak hanya bench dan pintu masuk lapangan yang perlu ada pembenahan. Pemasangan spanduk milik suporter serta atribut lainnya juga patut dipertimbangkan. Pasalnya, sebelum pertandingan digelar beberapa kali Panpel mengingatkan agar spanduk tidak menempel di beberapa tempat yang tidak dibolehkan, seperti tribun. Dan pelajaran yang sangat berharga tentunya pertandingan yang sempat dihentikan dalam beberapa menit menyusul stadion dipenuhi asap yang dihasilkan dari nyala kembang api. ”Menghidupkan kembang api atau apapun di stadion yang berhubungan dengan api memang tidak boleh selama pertandingan masih berlangsung. Jelas Nur Arifin, salah satu ofisial pertandingan kemarin. (ed)


12

SENIN

11 Februari 2013

Kepincut Bintang Bajul Ijo Bidik Mat HalilAndik-M. Taufik

BANGKALAN- Kendati mulai menunjukkan tampilan impresif dengan meraih kemenangan, upaya untuk terus memperkuat Laskar Sape Kerap tampaknya akan terus dilakukan pihak manajemen. Itu seiring keinginan Manajer P-MU, Achsanul Qosasi yang akan merekrut pemain eks Persebaya Surabaya IPL. Itu, menjing di nyusul gonjang-ganjing luk internal tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. ”Kami memang tertarik untuk merekrut beberapa pemain Persebaya IPL," jelas AQ -pang-gilan akrabnya Achsanul Qosasi. Diakui oleh pria asal Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep tersebut, dari sekian nama penggawa Persebaya IPL, pihaknya sangat ingin bisa menarik trio bintangnya. Yakni Mat Halil, Andik Vermansyah dan Taufiqurrahman. ”Saat pembentukan tim, kami memang sudah upayakan menggaet Andik. Sayangnya yang bersangku-

tan enggan menanggapi tawaran kami," jelas AQ. Keinginan merekrut trio Persebaya IPL tersebut, menurut AQ selain untuk menguatkan barisan Laskar Sape Kerap, juga karena perkembangan Persebaya dalam beberapa hari ini. ”Soal keputusan jadi tidaknya, kami masih menunggu konfirmasi, terutama dari pemainnya," ungkap AQ. Terpisah, bubarnya Arema IPL juga menjadikan P-MU sebagai salah satu klub yang dituju o oleh sejumlah pemain Dalam beberapa main. ha ini, sebagaimahari na pengakuan pihak manajemen P P-MU, yang disamp paikan Jon Yulianto terdapat beberapa to, p pemain eks Arema I IPL yang namanya disodorkan. Salah satunya Juan Revi Auricto. ”Kouta maksimal pemain di ISL adalah 30 pemain, yakni lima asing dan sisanya pemain lokal," jelas Jon Yulianto. Skuad P-MU sendiri, saat ini masih terisi 26 pemain. Yang terdiri dari empat pemain asing dan 22 pemain lokal. Termasuk didalamnya empat pemain kelahiran Madura (bri/ed)

ISTIMEWA

TARETAN DHIBI’ : Selain pertimbangan skil, Mat Halil (kiri), M. Taufiq dan Andik Vermansyah juga dibidik karena ikatan emosional.

SUADI SUJONO FOR KM

SEKUAT TENAGA: Pemain P-MU Indriyanto Nugroho (9) menghalau bola yang tengah didribling pemain Persidafon Dafonsoro pada laga di SGB kemarin (9/2)

Awal Kebangkitan Laskar Sape Kerap

BANGKALAN-Menang tipis 2-1. Itulah komentar warga Madura atas kemenangan P-MU ketika meladeni Persidafon Dafonsoro di Stadion Gelora Bangkalan, kemarin malam (9/2). Ungkapan tersebut memang pantas disematkan. Pasalnya, jika menilik dari perjalanan pertandingan, banyak peluang yang memungkinkan terjadinya gol. Sayang, dari beberapa kesempatan hanya dua gol yang bisa menggetarkan jala gawang Persidafon. Itupun berbalas satu gol usai leading 2-0. Hingga akhir pertandingan, skor berkesudahan 2-1. Bukan hanya hasil akhir yang menjadi penilaian pertandingan tersebut. Sebab juga menjadi momentum membangkitkan semangat juang, rasa percaya diri serta jati diri Madura. Itulah yang diungkapkan Manajer P-MU, Achsanul Qosasi. Pria yang sejak awal berani mengambil keputusan mengabdi kepada Madura, salah satunya dengan mengelola P-MU sebagai tim profesional pertama di Madura, sejak awal telah meniatkan gerak langkahnya bersama P-MU sebagai salah satu alat

menguatkan jati diri Madura. ”Kemenangan ini sangat berarti. Semua yang dilakukan seluruh elemen, baik pemain, ofisial, panitia, dan suporter, tiada lain untuk menguatkan jati diri Madura kepada publik Nasional. Inilah kemenangan pertama Madura di ISL,” ungkap AQ -biasa dia disapa. Terhadap kemenangan tersebut, AQ mengaku bangga terhadap perjuangan pemain yang memiliki militansi terhadap Madura. ”Mereka para pemain sudah merasakan jika tim ini adalah rumah dan keluarga yang harus diperjuangkan martabatnya. Makanya saya mengaku salut atas usaha keras yang dilakukan pemain sejak menit awal. Semuanya luar biasa,” tambah AQ. Bonus Langsung Mengalir Atas kerja keras dan semangat yang membara untuk membuktikan jika P-MU adalah tim yang tak boleh dipandang sebelah mata, AQ tak sungkan mengeluarkan dana dari koceknya sendiri sebagai bonus kepada seluruh pemain P-MU. Bonus tersebut langsung diserah-

kan AQ kepada pemain usainya pertandingan. Persisnya saat bersiap kembali ke penginapan pemain, di kamar ganti pemain P-MU di SGB (Stadion Gelora Bangkalan). Namun nominalnya diminta untuk tidak dipublikasikan. ”Nominal bonus memang tidak seberapa jika diukur dengan kerja keras pemain. Tetapi itu adalah apresiasi terhadap pemain yang telah bekerja keras,” ungkap AQ yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari sejumlah pemain P-MU. Selain bonus kemenangan, pemain P-MU kemarin langsung mendapatkan libur latihan. Mereka kembali akan berlatih sore ini. Kesempatan berlibur tersebut langsung dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh penggawa P-MU. Sebagian besar dari mereka langsung menyeberang Suramadu untuk menghilangkan penat di Surabaya. Utamanya dengan belanja perlengkapan pribadinya. ”Kemarin sepatu saya sampai ada yang sobek. Saya mau ke Surabaya untuk beli sepatu,” ujar Denny Rumba, pemain P-MU yang pada

pertandingan kemarin betul-betul menunjukkan kelasnya sebagai bek sayap P-MU. Tak hanya Rumba, Rossy Noprihanis yang memberikan umpan matang kepada Zaenal Arif untuk lahirnya gol kedua juga ikut serta ke Surabaya. ”Saya juga mau beli sepatu dan baju,” ujar Rossy. Rasa bangga AQ terhadap pemain P-MU hingga tak sungkan memberikan bonus memang pantas dia berikan. Kekalahan tiga kali beruntun dalam laga tandangnya sempat menjadikan P-MU sebagai buah bibir. Utamanya, sikap pesimistis bahwa P-MU tidak akan bisa bicara banyak di pentas ISL. Kritik keras terhadap pemain sempat juga disampaikan oleh sebagian suporter. Kondisi tersebut berbalik seiring kemenangan perdana kemarin. ”Semua pemain memiliki kontribusi terhadap tim. Tidak ada pemain bermain jelek malam kemarin. Osas meskipun tidak bisa mencetak gol, jangan salah. Dia memiliki peran penting di lapangan permainan,” ujar Daniel Roekito kepada Kabar Madura kemarin. (bri/ed)

Melihat Pekerja Keras Gelandang P-MU Ali Khadafi

Jika dinilai, bintang kemenangan P-MU atas Persidafon Dafonsoro kemarin malam, yang paling pas adalah lini tengah. Itu tak lepas dari kinerja lini vital ini dalam memainkan perannya. Berikut catatan menarik tentang pemain di lini tengah yang diturunkan pada laga tersebut.

Dingin dan Pekerja Keras

KM.TABRI S. MUNIR KM.TABRI S. MUNIR

Busari

Lincah dan Gesit PENAMPILAN perdananya bersama P-MU adalah ketika Laskar Sape Kerap tandang ke Persela Lamongan. Kala itu, Busari tidak bisa berbuat banyak di lapangan. Pasalnya, ketika sedang streching jelang pertandingan, Busari mengalami cedera hamstring. Sembuh dari cedera, pemain yang sempat merumput di Persiba Bantul itu mampu memerankan tugasnya dengan baik. Yakni sebagai gelandang sayap kiri. Beberapa kali umpan matang serta percobaan shooting on goal dilakukannya. Memang tidak ada gol yang dilesakkan. Tetapi tampilannya memang patut diacungi jempol. Sebab dia bisa turut mengacak-ngacak jantung pertahanan Persidafon. (bri/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Rossy Noprihanis

Kristian Adelmund

Pencetak Gol Pertama P-MU BERGABUNG ke P-MU sebagai pengganti Steven Nagbe Mennoch, pemain asal Belanda tersebut sempat diragukan bisa tampil optimal bersama P-MU. Pengalaman yang hanya bermain di Divisi Utama musim lalu adalah salah satu pertimbangannya. Mengaku sangat sulit bergerak dengan kostum yang dipakainya karena terlalu kecil, Adelmund tampil sebagai hero P-MU kemarin malam. Pasalnya, pemain yang sering mendapatkan SMS dan telepon dari Nadia Vega tersebut mampu memecahkan ”telor’ P-MU dan mencatatkan diri sebagai jajaran pencetak gol di ISL musim ini. (bri/ed)

Tak Sungkan dengan Abangnya

BARU bergabung dengan skuad P-MU sejak Kamis (6/2) lalu, pemain yang pernah memperkuat Timnas Togo tersebut tampil disiplin serta bekerja keras selama di lapangan. Diturunkan sejak menit awal sebagai gelandang bertahan, menjadikan beberapa serangan Persidafon Dafonsoro yang dibangun Marcelo Cireli dan kawan-kawan yang diawali dari lini tengah, selalu terpotong oleh aksi pemain yang pernah memperkuat Sriwijaya FC tersebut. Pada pertandingan kemarin malam, sepakan kerasnya ke gawang Persidafon yang di jaga Gebze sempat memantik sorak sorai dari suporter P-MU yang memadati tribun Stadion Gelora Bangkalan. Sayangnnya, bola yang menghunjam deras ke mulut gawang tersebut masih mampu diblok oleh Gebze. (bri/ed)

PEMAIN termuda di skuad P-MU tersebut bisa dibilang punya segalanya. Sprint cepat, tendangan geledek serta kemauan untuk fight di lapangan. Seiring dengan pengalaman bertanding yang dijalaninya, menjadikan pemain asal MataramNTB tersebut mulai bisa bekerjasama dengan pemain lainnya yang bota bene lebih tua darinya. Turun sebagai pengganti Busari, Rossy ikut andil lahirnya gol kedua. Umpan matangnya langsung disodok Zaenal Arif dengan kepalanya adalah salah satu buah karyanya. (bri/ed)

KM.TABRI S. MUNIR

Indriyanto Nugroho

Sayap Kiri yang Matang

KM.TABRI S. MUNIR

DITURUNKAN sebagai gelandang sayap kanan sejak menit awal, pemain yang mengaku selalu siap diturunkan pada posisi apapun oleh pelatih, mampu menghidupkan permainan P-MU. Memiliki umpan terukur serta kemampuan mengolah bola menjadi serangan dari sayap kanan mendominasi permainan P-MU kemarin. Pada pertandingan tersebut, Indriyanto terlihat mengawali permainan dengan crossing panjang ke sayap kiri yang diisi Busari. Kinerja keduanya mampu menjadikan lini belakang Persidafon kocar-kacir. (bri/ed)


Edisi 11 Januari 2013