Issuu on Google+

Kabar Bangkalan Blega Masih Dihantui Banjir Baru 2 Bulan, 8 Dusun Tergenang Kabar Sampang Muslim Manca Soroti Kasus Syiah Perwakilan Inggris, Malaysia, dan AS Kunjungi Sampang Kabar Pamekasan Ambil Alih Distribusi Kartu Jamkesmas Dinkes Antisipasi Maraknya Penyalahgunaan

TWITTER

@kabarmaduranews

Kabar Sumenep Realisasi Proyek 2012 Terus Disorot Diduga Pengerjaannya Asal-asalan

SENIN 7 Januari 2013 KM/DOK

Achsanul: Insya Allah, Saya Siap! Kasus Pesangon

Dampak SP3 dari Kejari Sumenep Terkait Kasus Pesangon DPRD SUMENEP-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep akhirnya menghentikan penyidikan Kasus Pesangon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep sebesar Rp2,2 miliar untuk 45 anggota DPRD Sumenep periode 1999-2004. Penghentian penyidikan tersebut dibuktikan dengan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) setelah lembaga yang dipimpin Bambang Hartoto tersebut menilai tidak cukup bukti untuk melanjutkan kasus tersebut. Kejari Sumenep mengeluarkan SP3 terhadap kasus tersebut pada bulan Oktober 2012 lalu. Dampak hukumnya, kasus yang merugikan keuangan negara tersebut ditutup dan tidak dilanjutkan sehingga nama-nama yang diduga terlibat dalam dugaan kejahatan kerah putih tersebut bisa melenggang bebas, lepas dari ancaman penjara. Kepala Kejari Sumenep, Bambang Hartoto, mengatakan bahwa SP3 tersebut dikeluarkan tahun 2012 lalu karena pihaknya tidak cukup memiliki bukti untuk dilanjutkan ke tingkat penyidikan. ”Untuk kasus dewan sudah kami tutup dengan SP3. Kalau tidak salah surat itu dikeluarkan bulan Oktober 2012 kemarin,” terangnya. Menurutnya, sebelum dikeluarkannya SP3 tersebut, telah dilakukan ekspos di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan supervisi dari Kejaksaaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Bersambung ke Hal 6

Bencana Alam

Anggota DPRD Sumenep periode 1999-2004 Total Dana:

Rp 2,2 miliar @ anggota dewan: Rp 48,6 juta Rinciannya: Rp 21.250.000 (purnabakti) Rp 18.125.000 (fraksi) Rp 4 juta (kesehatan)

ALIG

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

FIS:

GRA

INFO

NK RYA

Rp 5.312.000 (pengembangan SDM) Sumber: Kejari Sumenep

Tidak Ada Sanksi dari KPU Terkait Ketidakhadiran AHO dan ASRI dalam Debat Kandidat

MEMBAHAYAKAN: Hujan deras yang mengguyur Bangkalan beberapa hari terakhir membuat pelengsengan jalan di Desa Tretah, Kecamatan Geger, ambrol dan hampir menimpa rumah warga.

PAMEKASAN-Ketidakhadiran pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan Al Anwari-Holil (AHO) dan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) dalam debat kandidat yang diselenggarakan Komisi Pe-

milihan Umum (KPU) Jawa Timur, Sabtu (5/1) lalu tidak berdampak hukum apapun pada mereka. osNadjib Hamid, Divisi Sosialisasi KPU Jawa Timur,, menegaskan bahwa ketida-n khadiran kedua pasangan calon tersebut tidak menjadi persoalan dan tidak berdam-pak hukum apapun. ”Itu hak mereka mau datang atau tidak. Terpenting KPU sudah memberi-

kan kesempatan yang sama kepada seluruh pasangan calon untuk meny nyampaikan visi dan misinya,” tterangnya. Agus Kasiyanto, Divisi Hukum, Pengawasan, SDM, dan Organisasi KPU Pamekasan, menambahkan bahwa ketidakhadiran tersebut tidak bisa dijadikan ‘senjata’ untuk membatalkan keikutsertaan kedua pasangan calon tersebut dalam Pemilukada

SAMPANG-Sidang perdana gugatan pasangan Hermanto Subaidi-Jakfar Shodiq (Hejas) kepada KPU Sampang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemilukada setempat yang seharusnya mengagendakan pembacaan materi gugatan dan jawaban termohon tidak berjalan sesuai agenda karena adanya perbaikan dan perubahan materi gugatan oleh pemohon. Bersambung ke Hal 6 Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

KM/HAIRUL ANAM

NADJIB HAMID

Divisi Sosialisasi KPU Jawa Timur

Kopung, Tempat Ibadah sekaligus Ruang Tamu Laki-laki

BANGKALAN-Diduga tidak kuat menahan derasnya air hujan yang belakangan ini mengguyur Bangkalan mengakibatkan pelengsengan jalan setinggi 1,5 meter di Desa Tretah, Kecamatan Geger, ambrol. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (5/1) malam tersebut membuat akses jalan yang terletak di Dusun Togobeng terputus. Bersambung ke Hal 6

Jumlah Kecamatan Sengketa Bertambah

Pamekasan pada 9 Januari 2013 mendatang. ”Itu hak mereka! Yang jelas kedua pasangan calon tersebut tetap berkesempatan untuk berkompetisi dalam pencoblosan nanti. Masyarakat yang berhak menilai siapa yang pantas untuk dipilih nanti dengan segala pertimbangan kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan calon,” tututnya. Bersambung ke Hal 6

Menengok Arsitektur Bangunan Khas Madura yang Memiliki Filosofi Khusus

Hujan Deras, Plengsengan Ambrol

Pemilukada

JAKARTA-Pengalaman mengelola sepakbola serta posisi yang strategis dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat membuat Manajer Persepam Madura United (PMU), Achsanul Qosasi, muncul sebagai salah satu nominator Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Andi Alfian Mallarangeng yang mundur beberapa waktu lalu. Achsanul yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI menu menuai banyak du dukungan dari s sejumlah atl maupuan let m mantan atlet un untuk mendu duduki jabatan no nomor satu di Kantor Kemenpora tersebut. Seperti dilansir ww.tribunnews. com dan beberapa media lain, Icuk Sugiarto, mantan pebulu tangkis nasional menjadi salah seorang yang merekomendasikan agar Achsanul mengemban amanat tersebut. Menurut Icuk, pengalaman Achsanul sebagai pelaku dan pengelola olaharaga menjadi harga plus putra mediang KH Bahauddin tersebut. Salah satu pengalaman penting Achsanul yakni pernah menjabat sebagai Bendahara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di masa kepengurusan Nurdin Halid. Bersambung ke Hal 6

Arsitektur bangunan khas Madura memiliki makna dan filosofi. Pendirian bangunan tersebut tidak asal bangun dan berdiri, ada tujuan dan fungsi yang menjadi perlambang kehidupan masyarakat setempat. Salah satu bukti masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat agamis dapat dilihat dari keberadaan langgar di setiap rumah warga. AHMAD AINOL HORRI, Sumenep KM/HAIRUL ANAM

DULU, jika melihat rumah yang berada di Madura, terutama di wilayah perdesaan Sumenep, akan mudah dijumpai bangunan langgar. Bangunan yang terbuat dari bahan kayu dan bambu sebagai dindingnya tersebut biasa disebut warga setempat dengan kopung. Bersambung ke Hal 6

HINDARI KECURANGAN: Sebanyak 3.535 surat suara dan delapan kardus sampah surat suara dibakar Wakil Bupati Pamekasan, Kadarisman Sastrodiwirdjo, di Halaman SMKN 2 Pamekasan, Minggu (6/1).

Ribuan Sampah Logistik Dimusnahkan PAMEKASAN-Ribuan surat suara yang tidak akan dipergunakan dalam Pemilukada Pamekasan, Rabu (9/1) mendatang, dimusnahkan di Halaman Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2, Jalan Dirgahayu, Pamekasan, Minggu (6/1). Penyulutan api pembakaran yang diprakarsai oleh penyelenggara Pemilukada di kota

gerbang salam, yakni KPU dan Panwaslu tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Pamekasan, Kadarisman Sastrodiwirdjo. Sebanyak 3.535 surat suara dan delapan kardus berisi berkas yang dihanguskan terdiri atas 2.000 surat suara ekstra, 1.535 surat suara kelebihan akibat DPT perbaikan, dan delapan kardus sampah surat suara, ditambah satu lembar kertas segel.

Menurut Anggota KPU Pamekasan, Agus Kasiyanto, pembakaran tersebut bertujuan menghindari penyalahgunaan surat suara dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut tidak lepas dari keinginan beberapa pihak yang menginginkan Pemilukada Pamekasan berlangsung jujur dan adil. Bersambung ke Hal 6

BUKTI MASYARAKAT AGAMIS: Kopung yang didirikan dari kayu dan bambu sebagai dindingnya menjadi tempat menerima tamu laki-laki sekaligus sebagai tempat ibadah.

KM/AHMAD AINOL HORRI


2

SENIN

7 Januari 2013

Blega Masih Dihantui Banjir Baru 2 Bulan, 8 Dusun Tergenang

FOTO-FOTO: KM/AGUS JOSIANDI

PANEN KELUHAN: Sejumlah pedagang mengeluhkan sempitnya stand baru mereka, di Pumara baru yang ukurannya sedikit lebih luas dari liang lahat. Tapi di bagian depan (foto bawah), tampang Pumara baru cukup representatif

Pumara Baru Dinilai Salah Konsep KOTA-Tak lama lagi Pusat Makanan Rakyat (Pumara) yang selama ini berlokasi di sisi utara Alun-alun Bangkalan akan dipindah ke kawasan Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Setidaknya 41 kios telah dipersiapkan oleh pihak pengelola dari kebutuhan semula sesuai jumlah pedagang sebanyak 35 stand. Jika memang demikian, para eks-pedagang kawasan Pecinan Bangkalan yang kini berjualan di Pumara lama itu, untuk kesekian kalinya akan mengalami relokasi. Tak ayal hal tersebut mengundang keluhan dari sejumlah pedagang yang telah eksis di Pumara lama. Moh Ilyas, Kabid Perdagangan Disperindag Bangkalan mengatakan, “secara keseluruhan jumlah kios baru yang dibangun sebanyak 41 kios sedangkan PKL Pumara ditempat

lama ada 35 kios, berarti ada kelebihan 6 kios.” Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Fathurrahman, pihak pengembang lokasi Pumara Baru mengatakan, dari 41 kios yang dibangun, setidaknya

setiap stand memiliki panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter. “Setiap stand ukurannya 1,5 kali 2,5 meter (persegi). Jumlahnya 41 kios,” jelas kontraktor ini. Di sisi lain, pedagang di Pumara lama yang sudah

cukup lama berniaga di kawasan alun alun mengeluhkan atas sempitnya lokasi baru yang diperuntukkan bagi penjual makanan tersebut. Seorang penjual nasi goreng yang tak mau dise-

butkan namanya mengatakan, stand baru yang disediakan bahkan tak cukup untuk menempatkan rombong yang biasa dipakainya usaha. “Lha cuman sak ipet itu mas, naruh rombong aja gak cukup, jujur saya bingung dengan konsep Pumara baru itu kayak apa. Tapi mau gimana lagi, orang kecil kayak kami ya ngikut aja,” ujar pria brlogat Jawa itu. Terpisah, Yoga, pengunjung halaman SGB yang ditemui Kabar Madura, kemarin siang (6/1), mengaku senang dengan dipindahnya Pumara. Namun dirinya juga bingung dengan konsep Pumara baru yang menurutnya sangat sempit. “Ya enak sih mas, tambah banyak penjual makanan, tapi kok sempit ya, itu para penjual bisa gak melayani pembeli kalau kayak gitu,” jelas Yoga. (jos/yoe)

BLEGA-Banjir kedua yang merendam 680 rumah warga di Desa Blega, Kecamatan Blega, sejak Sabtu malam (5/1), pagi kemarin (6/1) mulai surut. Hal tersebut dimanfaatkan warga untuk membersihkan lumpur maupun perabotan rumah lainya yang tergenang air pasca meluapnya Sungai Blega, Sabtu itu. “Genangan air di rumahrumah warga saat ini mulai surut. Warga mulai membersihkan lumpur akibat banjir,” kata warga setempat, Samsul Hidayat. Banjir tersebut adalah akibat guyuran hujan deras selama beberapa jam di wilayah itu, sementara sungai atau saluran yang ada tak mampu menampung debit air hujan. Sehingga timbul luapan air yang kemudian masuk menerobos rumahrumah warga di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Setidaknya ada delapan dusun yang dilaporkan tergenang banjir di wilayah Desa Blega, Kecamatan Ble-

ga, Bangkalan itu. Kedelapan dusun tersebut adalah Dusun Sempar, Pekaan, Laok Songai, Karang Kemasan, Pong Sobah, Beng Temoran, Dusun Blega, dan Dusun Kaoman. Musim penghujan yang masih baru berjalan beberapa bulan ini dikhawatirkan akan menimbulkan banjirbanjir susulan lagi, terlebih lagi intensitas curah hujan di Kabupaten Bangkalan saat ini semakin tinggi. “Ini masih baru 2 bulan sudah banjir sedang musim hujan masih panjang, kami takut ada banjir lagi,” ungkap Slamet, 29, warga Dusun Blega kepada Kabar Madura saat dihubungi melalui jaringan seluler. Selain masuk ke rumahrumah warga, luapan air suangai selama banjir kemarin juga menggenangi jalur utama Bangkalan-Sampang, sehingga menimbulkan kepadatan lalu-lintas akibat kendaraan yang melalui jalur tersebut, dan tidak jarang ada kendaran roda dua yang mogok akibat menerobos genangan air yang memilik kedalaman beragam di setiap sisi jalanya. (fir/yoe)

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

BELUM SELESAI: Tampak sejumlah pengendara kendaraan bermotor tengah menerobos genangan air akibat luapan sungai di Desa Blega. Kondisi semacam ini masih akan terulang.

Badan Jalan Mendadak Retak KOTA-Tanpa sebab yang jelas, Minggu (6/1) pagi, sebagian permukaan badan jalan di Jl trunojoyo, Kecamatan Kota Bangkalan retak dan mengeluarkan air. Sebagian jalan yang retak tersebut tepatnya berada di depan Kantor Telkom Bangkalan. Setidaknya terdapat 2 titik di jalan tersebut yang rusak seakan pecah akibat tekanan dari dalam tanah. Mahmud, seorang tukang becak yang biasa mangkal tak jauh dari lokasi tersebut, mengatakan, kerusakan tersebut terjadi begitu saja tanpa diketahui sebab musababnya yang pasti, sejak Minggu pagi kemarin. “Gak tahu juga mas, setahu saya itu sejak pagi tadi

(kemarin, red), dan memang sejak pertama saya lihat memang sudah mengeluarkan air gitu, barangkali ada pipa (air) bawah tanah yang pecah,” ujar Mahmud. Sutrisno, kepala PDAM Bangkalan saat dimintai keterangan oleh Kabar Madura mengatakan, pihaknya masih belum yakin bahwa kerusakan tersebut akibat dari bocornya pipa PDAM. “Kerusakan itu masih kami cek mas, saya masih ragu jika itu terjadi akibat kerusakan pipa PDAM,” tukasnya. “Sebab jika itu terjadi akibat kerusaan PDAM biasanya aliran airnya lebih deras dibandingkan itu,” imbuh Sutrisno. “Tadi pihak

Telkom juga sempat komplain atas kerusakan jalan di depan kantornya tersebut. Bisa jadi kerusakan tersebut terjadi akibat rusaknya gorong-gorong yang ada di situ.” Namun demikian Sutrisno berjanji akan melakukan cek ulang kerusakan tersebut. Dalam kesempatan itu Sutrisno juga menyampaikan bahwa Senin depan (hari ini, red) pihaknya akan menutup aliran PDAM di sekitar lokasi tersebut, untuk memastikkan apakah kerusakan itu diakibatkan pipa PDAM yang pecah atau bocor. Tentunya terlebih dahulu mengumumkan penutupan aliran tersebut kepada warga pengguna jasa PDAM. (jos/yoe)

KM/FIRMAN GHAZALI AKHMADI

KERJA KERAS: Kebanjiran order memang menyenangkan bagi usaha laundry, karena artinya juga kebanjiran rezeki. Tapi konsekuensinya, harus kerja ekstra.

Musim Hujan, Panen Rezeki

KOTA-Musim hujan menjadi momok serius bagi sebagian warga Bangkalan. Karena kawasan tempat tinggal mereka masih belum bebas banjir. Di bagian lain, banjir juga kerap melanda para pengusaha laundry di Bangkalan. Tapi banjir yang melanda para pengusaha laundry, sifatnya menyenangkan, karena yang dimaksud adalah banjir rezeki. Pasal-

nya, warga Bangkalan yang memiliki waktu minim untuk mencuci pakaian, kerap menggunakan jasa laundry, supaya pakaian mereka bisa dipakai tepat waktu dan dicuci dengan baik. Di balik itu semua, para pengusaha laundry yang kebanjiran order harus bekerja ekstra sebab jarangnya matahari muncul untuk mengeringkan pakaian pelang-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

gan mereka, akibat mendung yang selalu menyelimuti wilayah di Bangkalan. “Musim hujan begini orderan memang tambah banyak, tapi waktu pengerjaan tambah lama karena tidak ada matahari,” ungkap Santi, 26, salah seorang pegawai laundry di Jalan KH Moh Kholil. Untuk menyiasati melonjaknya order laundry se-

jumlah pemilik LAUNDRY mengaku membatasi pakaian yang bisa dikerjakan, karena lamanya pekerjaan. Terlebih lagi, para pelanggan umumnya memilih cuci kering (jasa mencuci sekaligus mengeringkan, red) yang membutuhkan waktu lebih lama di bandingkan cuci biasa atau setengah kering (hasil akhirnya setengah basah, red). (fir/yoe)

KM/AGUS JOSIANDI

MISTERIUS: Retaknya badan jalan di depan Kantor Telkom ini diduga akibat rusaknya pipa PDAM yang pecah atau bocor. Tapi pihak PDAM meragukan dugaan itu.


SENIN

3

7 Januari 2013

Muslim Manca Soroti Kasus Syiah Perwakilan Inggris, Malaysia dan AS Kunjungi Sampang

FOTO‐FOTO: KM/ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

KESEMPATAN TERAKHIR: Meskipun liburan sudah berkahir, masyarakat masih menyempatkan berekreasi di hari MInggu sebelum kembali beraktifitas seperti biasa.

Liburan Berakhir, Tempat Wisata Ramai CAMPLONG-Liburan panjang sekolah telah berakhir, beberapa waktu lalu. Tapi rupanya, masih banyak masyarakat yang belum segera tancap gas menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka masih tampai santai-santai dengan mengunjungi sejumlah kawasan wisata. Seperti yang terlihat kawasan wisata Pantai Camplong, Minggu (6/1). Ratusan wisatawan, baik dari dalam maupun luar Sampang, memadati areal pantai berpasir putih itu Pantai Camplong, adalah salah satu pantai yang berada di Kecamatan Camplong, Sampang, tepatnya berada di Desa Dharma Camplong, sekitar 8 kilometer ke arah timur Kecamatan Kota Sampang. Pantai ini terkenal oleh masyarakat kota sampang dengan hamparan pasirnya yang bersih. Serta pesisir pantai dengan laut yang masih murni dan alami. Pantai Camplong merupakan pantai yang landai dengan pasir putih dan dilengkapi dengan taman dan pohonpohon cemara di sekitarnya.

Pantai banyak dikunjungi saat akhir pekan, atau pada hari biasa saat sore hari. Menikmati matahari tenggelam di pantai ini merupakan momen yang menambah keindahan di pantai ini. Ridho, 22, salah satu pengunjung asal Kecamatan Kota Pamekasan mengatakan, dirinya berlibur dan memilih pantai camplong sebagai tempat berwisata bersama keluarganya dengan alasan, selain pantainya yang bersih juga posisi pantai yang strategis. Hal ini dipandang dari letak geografis Kabupaten Sampang yang berada di tengah tiga kabupaten lainnya, di Madura. Namun, di tengah liburannya tersebut, Ridho juga mengeluhkan minimnya fasilitas, seperti toilet dan tempat parkir, di tempat wisata itu. Di bagian lain, Ridho juga menyayangkan maraknya balapan liar di areal pantai. Karena menurutnya, aktivitas itu sangat mengganggu pengunjung lainnya. “Seharusnya motor tidak boleh masuk ke areal pantai mas, karena ini sangat menganggu pen-

gunjung,” ujarnya kepada Kabar Madura, kemarin (6/1). Lain halnya yang disampaikan oleh Maryam, salah satu pengunjuung asal Desa Gunung Maddah, Sampang. Bersama keluarganya, setiap tahun tidak pernah absen untuk pergi ke Camplong meskipun hanya sekedar menikmati pemandangan laut yang sangat indah. “Pantai Camplong memang masih menjadi satu-satunya tempat wisata favorit saya mas,” ujarnya, kemarin. Sementara itu Manajer Wisata Pantai Camplong Bambang Setiadi menuturkan, maraknya balapan liar di areal pantai karena banyaknya

parkir liar berada dikawasan tersebut. Dan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah hal itu. “Ya itu dikarenakan banyak parkir liar dan kita sudah koordinasikan dengan kepolisian,” ucapnya. Meskipun terbilang ramai namun jumlah pengunjung yang memadati Pantai Camplong pada akhir liburan panjang, kemarin (6/1), tidak sebanyak pada waktu liburan Tahun Baru 2013. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat sudah banyak yang kembali ke tempat tinggal masing-masing, untuk mempersiapkan aktifitasnya esok hari. (KM10/yoe)

KOTA-Perwakilan komunitas Muslim dari Islamic Human Rights Commission IHRC, London, Inggris; Citizens International Malaysia; serta Imam Islamic Center Washington DC Amerika Serikat, datang berkunjung ke Sampang, Minggu (6/1) kemarin. Kedatangan rombongan Muslim multi bangsa dan negara, yang beranggotakan sedikitnya 7 orang itu, menggelar pertemuan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Cabang Sampang, Kepala Bakesbangpol, para tokoh agama serta Kepala Kemenag Sampang, di aula Kantor Kemenag Sampang. Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan Muslim internasional itu mengungkapkan, maksud kedatangan mereka ke Sampang, adalah berkaitan dengan kasus kerusuhan berkedok agama, yang terjadi di Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, beberapa bulan silam. Irman penerjemah dari tamu asing itu menerangkan, kedatangan mereka ke Sampang bukan untuk mengintervensi, namun ingin mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi, serta mencari tahu solusi dari pemerintah dan ulama. Sebab, sepengetahuan mereka berdasarkan informasi yang diberitakan media

massa internasional, kisruh di Kabupaten Sampang itu, merupakan perselisihan antara kelompok Muslim beraliran Sunni dan Syiah. “Karena mereka concern (peduli, red) terhadap perdamaian sesama Muslim, jadi mereka ke Sampang, sebab media massa internasional memberitakan, ini adalah konflik Sunni-Syiah. Makanya mereka ingin tahu melalui pandangan mata secara langsung,” tutur Irman kepada Kabar Madura, kemarin (6/1) sore. Kepala Kemenag Kabupaten Sampang Achmad Mujalli mengatakan, kedatangan perwakilan dari Islamic Human Rights Commission, Citizens International serta Imam Islamic Center Washington DC ini merupakan silaturohim serta ingin mengetahui kebenaran yang terjadi. Para ulama Sampang pun memberikan penjelasan sedetil mungkin kepada para tamu dari luar Indonesia tersebut. “Ini memang tujuannya silaturrohim, dan mereka ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di Kabupaten Sampang. Dan tadi juga sudah diterangkan para kiai dan mereka usdah memahami apa yang terjadi sebenarnya,”beber Achmad Mujalli. Lebih lanjut Mujalli menambahkan, “dengan pertemuan yang dilakukan, semua tamu paham mengenai kejadian yang ada di Sampang.” Untuk langkah kedepan pihaknya akan melakukan pertemuan lebih lanjut dengan tamu asing yang sudah datang ke Sampang tersebut. (fan/yoe/adv)

KM/FANDRI ARDIANSYAH

SILATURAHMI: Perwakilan Muslim internasional ini jauh-jauh datang dari luar negeri, hanya sekadar mencari tahu permasalahan sebenarnya di balik kasus Syiah di Desa Karanggayam, Kecamatan Omben.

Menambang Pasir Demi Menyambung Hidup

KM/FANDRI ARDIANSYAH

ANCAMAN MAUT: Lubang menganga di tengah badan jalan ini, sempat membuat seorang pengendara celaka, meski tak sampai tewas. Tapi, idak menutup kemungkinan bakal menelan nyawa manusia.

Sering Tergenang, Jalan Berlubang KOTA-Karena tidak memiliki saluran pematusan yang memadai, Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Kota Sampang pun kerap tergenang air setelah diguyur hujab lebat. Akibatnya, permukaan badan jalan itu menjadi rusak. Sepanjang badan jalan, banyak ditemukan lubang menganga atau permukaan jalan yang retak. Salah satunya, lubang berdiameter sekitar 1 meter, di depan Rumah Sakit Umum Daerah

(RSUD) setempat. “Bolongnya sejak musim penghujan tahun ini, serta ditambah sering tergenangnya air jika hujan reda,” ujar Nanang, salah seorang pedagang PKL, yang sehari-harinya mangkal tepat di depan lokasi. Sebelumnya, menurut Nanang, jalan tersebut sudah tampak retak-retak sejak pertengahangan Desember tahun lalu. “Ambles sedikit-sedikit, sampai bolong dan bertambah kian parah setelah sering dilewati angkutan

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

bus yang menuju arah Sumenep,” imbuhnya kemarin (6/1). Kendati lubang tak begitu besar, namun cukup mengganggu lalu lintas sebab letaknya yang sedikit ke tengah. Alhasil, jalan dua arah tersebut yang di lalui angkutan umum serta truk pengangkut sirtu itu, kondisinya semakin parah. “Akibat sering tergenang air hujan tanpa adanya aliran atau drainese, lubang tersebut semakin dalam,” duga Nanang. Lubang tersebut sem-

pat memakan korban. Kemarin, dua orang pengendara sepeda motor mengalami luka ringan karena jatuh saat melintas di jalan yang berlobang serta retak tersebut. Pantauan Kabar Madura, retaknya jalan tersebut serta mengakibatkan berlobang akibat proses tambal sulam di jalur dua ruas Jalan Rajawali tersebut. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara sehingga diharap berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut. (fan/yoe)

CAMPLONG-Sulitnya lapangan pekerjaan yang terdapat di wilayah Sampang membuat sebagian masyarakat mencari pekerjaan apa saja yang dirasa bisa mendapatkan uang. Salah satunya menambang pasir di tepi pantai. Mereka tidak tahu, yang mereka lakukan itu, salah. Menurut Yakin, 25, warga Desa Taddan, Kecamatan Camplong, penambangan pasir laut tersebut sudah dilakukannya bertahuntahun lamanya. Namun dirinya tidak mengetahui harus kerja apalagi selain menambang pasir laut. “Kami mengumpulkan pasir ini ada pengepulnya. Setiap 1 dam (truk) kami dikenakan membayar Rp 45 ribu,” ungkap Yakin. Dia menambahkan, bersama temannya sekitar 10 orang menambang pasir laut tersebut dimulai sejak pagi. Mengenai jumlah penghasilan dari menambang pasir tersebut, hasilnya tidak menentu. “ Hasilnya tidak tentu berapa setiap harinya. Kalau tidak menyetorkan, kita tidak boleh menambang pasir ini,” ujarnya. Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, setelah menambang pasir tersebut, mereka mengumpulkannya di salah satu tempat di samping rumah milik warga di darah Banjar Talelah, Kecamatan Camplong. Selanjutnya,

dijual ke masyarakat dengan harga yang bervariasi. “Kami jual ke masyarakat dengan harga Rp 100 ribu per dam,” ujar salah satu putri pemilik rumah tersebut, kemarin (6/1). Hal yang sama juga disampaikan oleh Siti (nama samaran), warga di sekitar tempat penambangan pasir. Siti mengungkapkan, dia hanya menggantungkan hidupnya dari hasil menambang pasir di daerah tersebut. “Saya biasanya jual di sini dengan harga Rp 40 ribu per pikap kecil, selain itu saya jual per karung dengan harga Rp 5 ribuan.” ujarnya. Dia bercerita, pasir hasil penambangannya sering hilang hingga dua pikap. Hal ini diketahui setelah menambang dan diletakkan di pinggir jalan. Entah kapan pasir-pasir tersebut hilang diambil. “Pasir saya sering hilang pak, gak tahu siapa

yang ngambil,” tuturnya. Ibu yang saat menambang pasir dibantu oleh putranya itu mengaku takut, bila ada razia Satpol PP. “Dulu sering dirazia sama Satpol PP, pasirnya diambili, tak tanggung-tanggung sampai alatnya seperti cangkul dan gerobak yang diangkut pak,” pungkasnya dan pergi begitu saja. Seperti diketahui, dalam Undang-Undang RI Nomor 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, tersebut larangan penambangan pasir yang tertuang dalam Bab V, Bagian 6 Pasal 35 poin (i). Pada pasal itu disebutkan larangan melakukan penambangan pasir pada wilayah yang apabila secara teknis, ekologis, sosial dan atau budaya menimbulkan kerusakan lingkungan dan atau pencemaran lingkungan dan atau kerugian masyarakat sekitarnya. (KM 10/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

MENGAIS NAFKAH: Pasir yang sudah dimasukkan karung dan siap dijual kepada pembeli.


4

SENIN

7 Januari 2013

Ambil Alih Distribusi Kartu Jamkesmas Dinkes Antisipasi Maraknya Penyalahgunaan

KM/ANWAR NURIS

SUMBER POLUSI: Tumpukan sampah menimbulkan bau tak sedap dan menggganggu pemandangan.

Sampah Berserakan Ganggu Pemandangan KOTA-Perilaku sebagian warga Kota Pamekasan yang membuang sampah sembarangan mengancam timbulnya rusaknya pemandangan dan kebersihan lingkungan. Selama beberapa bulan terakhir, di pinggir timur Kali Patemon tepatnya di tempat sampah yang berada di barat jalan Trunojoyo gang VII, tumpukan sampah yang berada di pinggir sungai membuat pemandangan jadi tak nyaman. Sampah yang dibuang warga

sekitar tempat itu menimbulkan polusi udara berupa bau tak sedap yang mengganggu pengguna jalan yang melintas. Tak hanya itu, tumpukan sampah tersebut juga mencemari kali Patemon yang di dalamnya tentu saja banyak terdapat biota sungai. Pengamatan lapangan yang dilakukan Kabar Madura, Minggu (6/1), sampah tersebut memang sudah mengeluarkan bau busuk yang menusuk hidung. Bukan

hanya itu, sampah itu semakin lama semakin banyak karena seperti warga membuang sampah di tempat tersebut. Kepala Badan Lingkungan Hidup Pamekasan Didik Hariyadi belum bisa dikonfirmasi terkait tumpukan sampah di salah satu sudut Kota Gerbang Salam ini. Hingga berita ini ditulis, Didik belum menjawab konfirmasi. SMS yang dikirimkan Kabar Madura belum juga dibalas.(KM12/zis)

KOTA-Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan mengambil langkah tegas. Guna menghindari semakin maraknya penyalahgunaan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), dinas yang dinakhodai Isma’il Bey ini mengambil alih pendistribusian kartu Jamkesmas mulai tahun 2013. Sebelumnya, pendistribusian kartu jamkesmas ini dilakukan sendiri oleh PT. Asuransi Kesehatan (Askes) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Isma’il Bey menuturkan, selama ini penggunaan jamkesmas disinyalir marak terjadi penyalahgunaan. Nama yang tertera di kartu jamkesmas kerap tidak sesuai dengan kartu tanda penduduk pasien. Sehingga, petugas medis di puskesmas pun sering kelimpungan. “Selama ini kartu jamkesmas terkadang disalahgunakan oleh pasien, artinya tidak

sesuai dengan nama yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan kata lain meminjam pada orang,” kata Isma’il kepada Kabar Madura, kemarin. Dengan demikian, dengan adanya keputusan tersebut, distribusi kartu dilakukan sendiri oleh dinkes terkait dengan bekerja sama dengan aparat desa setempat dan diserahkan ke masing-masing penerima. ‘’Sekarang distribusi jamkesmas dari kemenkes ke dinkes dan diserahkan ke puskesmas,’’ujar Isma’il

Disukai Pembeli Luar Madura

BERAS BANTUAN Tersisa Empat Ton KOTA-Beras cadangan pemerintah (BCP) untuk bencana alam di tahun anggaran 2012 masih tersisa sebanyak 4 ton yang dikelola oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pamekasan. Itu disampaikan Kasi Bantuan Sosial (Bansos) Dinsosnakertrans Pamekasan, M. Munir pada Kabar Madura, Minggu (6/12) kemarin. “Saat ini sisanya tinggal empat ton dan sengaja kami sisakan karena di awal tahun ini banyak bencana,”ungkapnya. Ditambahkannya, untuk tahun 2013 pihaknya masih belum mengambil jatah beras bencana untuk masyarakat yang terkena bencana, sebab dalam setiap tahunnya pengambilan beras tersebut masih di akhir bulan Januari. “Kami masih belum anfra untuk tahun 2013 ini, nanti pada akhir bulan Januari ini kami akan mengambil ke Bulog,” kata Munir. Sisa dari empat ton beras tersebut akan didistribusikan kepada setiap wilayah yang terkena musibah bencana, seperti yang terjadi di Pegantenan, Proppo dan daerah lain, sehingga sisa beras tersebut tak akan tersisakan. Lebih jauh ia mengatakan, sisa beras bencana untuk anggaran 2012 tersebut tidak serta merta hilang begitu saja, melainkan akan terus didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami bencana alam, seperti puting beliung dan musibah lainnya. Sebagaimana diketahui, beras cadangan pemerintah untuk bencana alam untuk anggaran tahun 2012 sebanyak seratus ton yang merupakan hak masyarakat yang dilanda bencana, sementara untuk awal tahun 2013 ini masih tersisa sebanyak empat ton yang belum terdistribusi.(jck/zis)

KM/DOK

ISMA’IL BEY Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan

Masih menurut Ismail Bey, selain lebih praktis, petugas medis juga bisa mengetahui layak tidaknya warga yang menerima kartu jamkesmas tersebut.’’ini juga untuk mengetahui layak tidaknya penerima jamkesma,’’urainya. Diakui Ismail, distribusi jamkesmas belum bisa ditentukan, karena sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan tebusan dari kemenkes RI, terkait rencana pendistribusian kartu jasmkesmas.’’ dinkes belum mendapatkan informasi atau tebusan terkait distribusi kartu jamkesmas,’’ ungkapnya. Kartu jaskesmas tersebut kata ismail, diberikan secara gratis pada penerima. Tidak ada biaya dalam pendistribusian kartu jamkesmas. ‘ kartu jamkesmaS ini gratis, kalau ada petugas yang meminta dilaporkan saja’’, ucapnya. Ditanya soal jumlah warga yang akan mendapatkan jamkesmas, Ismail belum bisa menyebutkan. ”Karena saat ini, masih dilakukan verifikasi.’’ saat ini tim masih melakukan verifikasi jumlah penerima jamkemas’’, pungkasnya.(jck/zis)

KM/MARZUKIY

BLUSUKAN: Bupati Pamekasan Dr KH Kholilurrahman SH M.Si mengunjungi pasar 17 Agustus, Bugih Pamekasan, Minggu (6/1).

Rencana Bangun Pusat Pasar Batik

KOTA-Bupati Pamekasan Dr KH. Kholilurrahman SH M.Si mengunjungi alias blusukan di pasar 17 Agustus, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota, Minggu (6/1) kemarin. Orang nomor satu di Pamekasan ini sering blusukan dengan terjun langsung ke masyarakat untuk mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya. Dalam kunjungannya ke pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih, kemarin, Bupati Kholilurrahman kembali melontarkan ide menarik terkait dengan pengembangan ekonomi masyarakat, yakni rencana pembuatan pasar khusus batik. “Saya merencanakan akan membuat pusat pasar batik yang

diletakkan pada satu tempat, artinya pasar itu khusus untuk pasar batik, sehingga pengunjung bisa memilih dengan leluasa, sekaligus untuk mengembangkan ekonomi masyarakat,” ungkap Kholilurrahman. Kehadiran Kholilurrahman membuat suasana pasar 17 Agustus terasa berbeda. Begitu tahu bupati datang, para pedagang pun langsung menyambut dengan senyuman. Terkait dengan rencana pusat batik, Kholilurrahman mengaku masih akan merembuk dengan pihak terkait, itu dilakukan tak lain kecuali dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat itu sendiri dan kenyamanan pengunjungnya.

Pemusatan pasar batik tersebut, juga untuk memenuhi permintaan masyarakat yang kerap kali menginginkan adanya pusat pasar batik, sehingga pengunjung bisa memilih dengan seksama. “Ya juga untuk memenuhi permintaan publik, mereka menginginkan ada satu lokasi khusus untuk batik. Dan rencananya pasar batik itu terpisah dari pasar 17 Agustus Bugih,” ungkap bupati yang banyak menorehkan prestasi ini. Selain pasar 17 Agustus, sebelumnya Bupati Kholilurrahman juga memantau pelaksanaan car free day di area taman Arek Lancor yang merupakan jantung kota Pamekasan.(jck/zis/adv)

KOTA-Koleksi batik asal Pamekasan kian melengkapi kabupaten ini sebagai salah satu daerah penghasil batik di Pulau Madura. Kini, ada motif terbaru batik Pamekasan yang diberi nama motif sekar jagat. Motif ini sangat diburu oleh pembeli. Ara penjualannya pun sudah ke ibu kota, Jakarta. Praktis produksi batik pun membeludak. Muncul pada akhir bulan Desember 2012, motif batik Pamekasan ini merupakan kombinasi dari berbagai motif yang kemudian disatukan dalam satu motif, dan diberi nama Sekar Jagat. “Motif ini baru saja keluar, dan pembelinya pun datang dari luar Madura, seperti dari Bali, Surabaya, Jakarta,

karena motif ini sangat bagus ketika dibuat baju atau sejenis pakaian lainnya,” tutur Kamil salah seorang pembatik sekaligus pedagang batik, Minggu (6/1). Harga motif batik ini tak jauh berbeda dengan motif batik lainnya namun memiliki ciri khas berbeda serta menambah keunikan tersendiri ketimbang motif batik biasanya. “ Harganya tidak jauh berbeda, yaitu dari Rp 55 ribu hingga 90 ribu perlembar. Pembeli yang dari luar Madura sangat banyak, dan mereka mayoritas datang sendiri ke sini,” ungkap warga asal Toronan desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Pamekasan tersebut.(jck/zis)

KM/MARZUKIY

MOTIF BARU: Kamil, salah satu pembatik dan pedagang batik menunjukkan batik baru bermotif Sekar Jagat yang diburu pembeli, Minggu (6/1).

Nasib Merana Krupuk Tangguk

Camilan Khas Gerbang Salam yang Filosofinya Mulai Memudar Setiap daerah memiliki camilan tradisional khas tak terkecuali Kabupaten Pamekasan. Krupuk tangguk itulah namanya. Seperti apakah? MARZUKIY, Kota TANGGUK atau dalam bahasa Indonesia disebut topi menjadi sebuah nama camilan khas Pamekasan. Produk ini masih belum dimiliki oleh daerah lain, uniknya nama ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam terkait budaya Madura. Sekitar 60 tahun silam, krupuk tangguk (berarti topi dalam bahasa Madura --red) sudah menjadi mata pencaharian masyarakat Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

kota gerbang salam. Memasuki zaman yang serba canggih ini nama camilan ini pun praktis berubah. Ukuran krupuk yang super besar dan panjang tidak seperti krupuk dan camilan pada umumnya, oleh muda mudi sekarang lantas disebut dengan krupuk raksasa. Sebutan itu justru menghilangkan makna filosofi yang sesungguhnya. Sangat disayangkan jika nama tersebut harus berubah menjadi krupuk raksasa. Oleh sebab itu, penanaman nilai kebudayaan Madura kepada kawula muda Pamekasan harus ditingkatkan oleh pihak terkait, supaya sesuatu yang berbau Madura tidak semena-mena dihilangkan begitu saja. Pergantian nama tersebut salah satunya karena ketidaktahuan

KM/MARZUKIY

JUMBO: Sinab, warga dusun Duko kelurahan Gladak Anyar Kecamatan kota, Pamekasan menunjukkan krupuk yang sudah siap dijual.

kawula muda yang hidup di zaman sekarang, mereka tidak memikirkan esensi dari nama yang telah sekian tahun berjalan. “Ya, kalau anak sekarang kalau bilang krupuk tangguk bilangnya gak gaul,” katanya. Asal mula lahirnya nama krupuk tangguk tersebut karena pada zaman dulu keberadaannya dipakai oleh tukang kerap sape sebagai topi ketika berteduh dari sengatan panas matahari saat mengerap sapinya. Maklum krupuk tangguk itu besar dengan ukuran panjang, setengah meter dan lebar seperempat meter. Sinab ,60, salah seorang warga dusun Duko kelurahan Gladak Anyar kecamatan kota Pamekasan kepada Kabar Madura mengatakan, dirinya telah puluhan tahun bekerja sebagai pembuat

krupuk tangguk ini. Tak pelak hal itu menjadi satu satunya mata pencaharian di dalam hidupnya. “Mulai saya masih kecil, saya memang sudah bekerja seperti ini dengan orangtua, saya tidak diwarisi gaji hanya diwarisi profesi ini saja,”ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu(5/1) kemarin. Harga krupuk tangguk yang ia produksi Rp 6ribu (satu krupuk). Di samping keberadaan krupuk yang besar, pun juga memiliki rasa berbeda dengan krupuk pada umumnya. Adanya krupuk tangguk ini belum dimiliki oleh daerah lainnya, sehingga keberadaannya harus menjadi perhatian pemerintah yang nantinya diharapkan menjadi salah satu produk asli Pamekasan.(zis)


SENIN

5

7 Januari 2013

Realisasi Proyek 2012 Terus Disorot Diduga Pengerjaannya Asal-asalan KOTA-Realisasi proyek selama tahun 2012 untuk pembangunan di Sumenep mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Pembangunan infrastruktur dengan uang rakyat itu masih mengecewakan banyak pihak karena pekerjaannya terkesan tidak serius dan kualitasnya amburadul. Salah satu proyek tahun 2012 yang diduga tidak sesuai dengan RAP dan asal-asalan, yaitu proyek plengsengan di Desa Nyapar Kecamatan Dasuk.

Pekerjaan proyek tersebut sangat mengecewakan dan merugikan masyarakat. Sebab dalam beberapa bulan saja, bangunan tersebut sudah jebol. Di samping itu, proyek perbaikan jalan juga mendapat kritikan. Proyek di tahun 2012 ini diduga sarat dengan permainan yang mengakibatkan kualitas pekerjaan proyek amburadul. Seperti perbaikan jalan dengan menggunakan hotmik, menurut Makhtub Syarif, mestinya tebal hotmik itu mencapai 5 cm, namun pihaknya tidak yakin perbaikan jalan itu sesuai dengan aturan yang ada. Pihaknya, mendesak DPRD Sumenep terutama

Komisi C melakukan monitoring dan mengevaluasi pekerjaan proyek di tahun 2012. Ia menegaskan, anggota dewan jangan sampai lalai dalam melaksanakan tugasnya yang berfungsi sebagai pengontrol. ”Dewan itu mengawasi proyek yang telah dikerjakan dan juga terhadap proyek yang belum dikerjakan, karena anggota dewan dipilih oleh rakyat, salah satunya untuk bisa mengontrol pihak eksekutif dan kontraktor dalam pelaksanaan proyek ini” kritik Mahktub. Lebih jauh ia menyampaikan, ketegasan dewan dalam menyikapi pelaksanaan proyek menunjukkan bahwa dewan benar-benar

peduli terhadap pembangunan Sumenep,namun sebaliknya, jika dewan melempem dalam menyikapi proyek 2012 maka akan melahirkan interpretasi dari masyarakat bahwa Dewan menjadi bagian dari kongkalingkong. ” Jangan sampai masyarakat menilai bahwa dewan ditengarai berperan dibalik semua proyek yang menghabiskan uang miliaran itu. Karena sangat banyak pekerjaan proyek yang sangat mengecewakan, namun tidak ada langkah dari dewan yang tegas, saya sangat menyayangkan semua ini. Kalau memang murni dewan tidak terlibat, buktikan turun kelapangan dan cek, seperti

proyek hotmik, apakah sudah sampai 5 cm, saya tidak yakin itu sampai, ” ujarnya. Ahmad Daniyal, aktivis PMII Sumenep, juga angkat bicara terkait dengan pekerjaan proyek di tahun 2012. Menurutnya pekerjaan proyek terkesan asal-asalan sehingga meminta dewan untuk mengevaluasinya secara maksimal agar ditahun depan lebih baik. ”Dewan tidak cukup melakukan evaluasi di atas meja dengan arsip yang di sodorkan oleh pihak eksekutif, namun bagaimana, dewan yang berfungsiu sebagai kontrol turun langsung kelapangan untuk memastikan hasil dari pekerjaan proyek 2012, agar

ketahuan” tegas Daniyal. Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Sumenep, Muhammad Husen menegaskan pihaknya pastikan akan melakukan evaluasi dan memanggil eksekutif untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan proyek yang molor dan dikerjakan dengan asal-asalan. ” Kemarin kita di komisi C kan mengalami kekosongan pimpinan, jadi nanti akan segera merapatkan hal itu untuk memanggil dinas terkait soal pekerjaan proyek yang molor dan asalasalan” tegas politisi asal Kepulauan itu. Namun ia mengakui, anggota dewan tidak mungkin bisa mengcover semua pe-

kerjaan proyek yang dinilai kurang tepat. Maka dari itu, Ketua Fraksi PKNU itu menginginkan kerja sama dengan masyarakat, ia meminta kepada masyarakat agar melaporkan jika ada pekerjaan proyek yang dinilai janggal.” Kita berharap kepada masyarakat untuk menginformasikan pekerjaan proyek di bawah” lanjutnya. Diakhir kata, Husen juga meminta kepada Dinas terkait untuk memantau pekerjaan proyek secara inten agar hasil dari pekerjaan proyek tidak merugikan masyarakat, ” Tidak melulu dewan yang melakukan pengawasan, harusnya, dinas terkit lebih inten dalam pengawasannya” pungkasnya. (rei/zis)

Wacanakan Perda Ornamen Budaya

KM/ AHMAD AINOL HORRI

DISIMPAN: Asrono memegang gula merah yang akan dikeluarkan minggu ini karena harganya sudah meningkat dibanding sebelumnya.

Bulan Safar Ciptakan Peluang Usaha Gula Merah KOTA-Momen bulan Safar yang mana banyak masyarakat Madura memuat bubur merah (tacin merah) rupanya menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat yang memiliki jiwa entrepreneur. Salah satu bahan utama pembuatan bubur merah adalah gula merah. Biasanya selama bulan Safar, masyarakat Madura beramai-ramai membuat tajin merah. Padahal gula merah saat bulan Safar sudah tak banyak diproduksi lagi sehingga harga meroket akibta meningkatnya kebutuhan. Kondisi ini yang kemudian dijadikan manfaat oleh masyarakat di daerah penghasil gula merah sep-

erti Kecamatan Batang-Batang, Dungkek dan Gapura. Mereka rata-rata menjual gula merahnya saat musim seperti saat ini, karena harganya melambung dibanding sebelumnya. Salah satu pengrajin dan pedagang gula merah, Asrono, 34 mengungkapkan, dirinya setiap tahun selalu menimbun gula kemudian dikeluarkan setelah bulan safar. Tujuannya agar ia bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi dari hari-hari biasanya. ”Karena tiap tahun, gula merah ketika sampai pada musim tajin merah, harganya pasti tinggi”, terangnya saat ditemui Kabar Madura, Minggu (6/1).

Pria yang sudah 7 tahun bergelut di bisnis gula merah ini, tahun ini dirinya menyetok gula merah sejak tiga bulan yang lalu mencapai 3 ton. Semua barang itu akan dijual bulan ini. ”Semuanya harus dijual bulan ini, karena barang semakin lama, kualitasnya semakin tidak baik yang mempengaruhi pada harga,” ujarnya. Saat ini, kata Asrono harga gula merah mencapai Rp 9.500 perkilogram. Sementara, 2 bulan yang lalu, harga gula maksimal mencapai Rp 7.500 perkilogram. Sehingga laba yang didapat bisa mecapai kurang lebih Rp 2 ribu perkilogram. ” Namun terkadang hasilnya

KOTA-Kritik pedas yang dilontarkan Ketua Pelaksana Kongres Kebudayaan Madura II beberapa hari yang lalu ditanggapi serius oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Sumenep. Ungkapan Januar Herwanto yang mengatakan bahwa Sumenep belum memiliki ornamen kebudayaan rupanya mengusik Disbudparpora untuk angkat bicara. Sesuai dengan hasil kongres, Januar mengatakan bahwa perhatian pemerintah terkait dengan pemeliharaan serta pelestarian kekayaan buadaya Sumenep masih memprihatinkan. Bangunan-bangunan arsitektur yang menjamur di wilayah perkotaan misalnya, sangat tidak mencerminkan kebudayaan masyarakat Sumenep. ”Kalau orang luar dibawa ke Madura (Sumenep—red.) dengan kondisi mata tertutup, lalu dibuka kembali setelah sampai di Sumenep. Pasti mereka akan bertanya, ”Saya ada dimana?” Sebab, dalam setiap bangunan-bangunan yang ada, belum ada ornamen budaya Sumenep yang ditonjolkan,” paparnya. Kepala Disbudparpora

Bambang Iriyanto mengaku soal ornamen tersebut masih dalam tahap rencana. Menampilkan ornamen budaya seperti yang dimaksud Januar, pada setiap gedung-gedung di wilayah perkotaan, menurut Bambang tidak bisa secara serta-merta. Dia menilai, pekerjaan tersebut harus melalui tahapan-tahapan tertentu. ”Harus bertahap kalau soal itu,” katanya. Selain itu, lanjut Bambang, pekerjaan tersebut juga harus di dukung dengan adanya peraturan daerah (Perda). Dengan adanya perda yang mengatur pemasangan ornamen tersebut akan mempermudah jalannya pemasangan ornamen kebudayaan Sumenep di berbagai gedung yang ada. ”Saya merasa memang perda memang diperlukan,” tambahnya. Tak hanya itu, Bambang menilai, lestarinya kebudayaan Sumenep mesti didukung oleh semua pihak. Sebab, tugas melestarikan budaya daerah bukan hanya berada di bawah tanggung jawab Disbudparpora, tetapi masyarakat secara keseluruhan. ”Sebab, ini soal kekayaan budaya daerah kita sendiri,” ujarnya. (aqu/zis)

tidak seberapa karena orang yang menyimpan barangnya banyak sehingga terkadang harga dimainkan oleh para tengkulak besar,” ungkap pria asal Desa Banuaju Timur Kecamatan Batang-Batang. Tidak hanya itu, petani murni yang setiap hari memproduksi gula merah seperti Sudani juga menyimpan gulanya untuk dijual pada saat sekarang ini. Ia mengaku gula yang dikeluarkan beberapa hari yang lalu itu mencapai 6 kwintal. ”Kami berani menyimpan karena milik sendiri, kalau harganya tinggi ya alhamdulillah, kalau tidak kan tidak rugi modal, ” ungkap ibu dua anak ini. (rei/zis) KM/DOK.

BAMBANG IRIYANTO Kepala Disbudparpora

LAKA LANTAS Seruduk Truk, Iyon Hilang Ingatan BATUAN-Sungguh malang nasib Iyon. Warga asal Probolinggo yang sudah beberapa bulan tinggal di Sumenep harus terancam kehilangan ingatannya lantaran terlibat dalam kecelakaan bermotor di Jalan Lingkar Babbalan, Batuan, sekitar pukul 10.00, Minggu (6/1) kemarin. Dalam kecelakaan itu, Iyon yang sedang mengendarai motor menyeruduk depan truk kosong yang berjalan ke arah barat di jalan lingkar tersebut. Benturan yang cukup keras dengan truk tersebut membuat dirinya tak sadarkan diri hingga akhirnya dibawa ke RSUD Sumenep. Kondisi Iyon akibat dari kecelakaan itu cukup parah. Kaki kanan patah dan beberapa bagian di wajahnya mengalami luka serius sehingga harus dijahit. Anwar, yang ikut mengantar ke rumah sakit menyatakan Iyon masih mujur, sebab tidak langsung dilindas oleh roda depan truk. ”Tadi itu, sudah hampir dilindas mas. Yang saya lihat, orangnya itu sudah masuk bawah truck,” terangnya. Kronologi kecelakaan itu terjadi pada saat Iyon datang dari arah barat dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Tepat di pertikungan jalan, motor yang dikendarai Iyon mencoba mendahului sebuah minibus. Namun, setelah mendahului, Iyon menyeruduk truk kosong. (aqu/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Serbuan Lalat Meresahkan Warga

KM/ AHMAD AINOL HORRI

DISIMPAN: Asrono memegang gula merah yang akan dikeluarkan minggu ini karena harganya sudah meningkat dibanding sebelumnya.

KOTA-Menandai peralihan musim kemarau ke musim hujan, warga diminta mewaspadai serbuan lalat yang keberadaannya mulai meresahkan. Keberadaan lalat yang terbang kemana-mana ditengarai menjadi salah satu faktor penyebab tingginya jumlah penyakit diare pada musim pancaroba yang sempat dirilis oleh RSUD. Moh. Anwar Sumenep beberapa waktu lalu. Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, penyakit diare adalah penyakit paling dominan dalam setiap musim pancaroba khususnya di Kabupaten Sumenep yang salah satu faktornya adalah munculnya lalat dan nyamuk. Sementara banyak orang yang tidak berhati-hati dengan adanya nyamuk dan lalat ini, seperti pantauan Kabar Madura pada acara-acara makan bersama warga, lalat dibiarkan begitu saja hinggap di makanan-makanan yang biasa dimakan warga tanpa adanya upaya mencegahnya. Padahal lalat sangat berpo-

tensi mengancam kesehatan melalui makanan, seperti penuturan Kasi Evaluasi dan Pelaporan RSUD Dr. Moh. Anwar Sumenep, Hendrianto mengungkapkan untuk mencegah penyakit diare khususnya, masyarakat harus hati-hati dengan munculnya lalat yang kerap hinggap ke makanan, karena dikhawatirkan membawa kotoran yang bisa menimbulkan penyakit. “Masyarakat kadang tidak hati-hati terhadap makanan yang disantap, lalat yang hinggap ke makanan biasanya lebih dulu hinggap ke barang-barang kotor, sehingga sangat berpotensi menularkan kuman yang berakibat penyakit, khususnya kepada anak-anak,” paparnya. Lebih lanjut, Hendri menyarankan agar masyarakat berhati-hati dengan lalat ini. “Saya sarankan masyarakat berhati-hati dengan lalat, jangan sampai hinggap ke makanan, guna mencegah penyakit yang akan timbul,” pungkasnya. (km13/zis)


6

SENIN

7 Januari 2013

Tidak Ada Sanksi dari KPU Sambungan dari hal 1

Debat kandidat yang digelar KPU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (5/1) malam lalu, hanya dihadiri oleh pasangan calon nomor urut 2, KholilurrahmanMasduki (KOMPAK). Mereka tampil ‘solo karir ‘di atas podium dengan dukungan penuh tim sukses dan simpatisannya. Sementara hari pertama masa tenang Pemilukada Pamekasan, Minggu (6/1), menjadi hari sibuk bagi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan. Mereka harus mencopot semua atribut pasangan calon atau alat peraga yang

berbau kampanye. ”Memang pada hari ini (kemarin, red) sudah masuk masa pada tahap masa tenang setelah dua pekan semua pasangan calon melakukan kampanye di setiap zona yang telah ditentukan,” ujar Divisi Pengawas dan Humas Panwaslu Pamekasan, Achmad Husaifi, di rungannya, kemarin. Beberapa petugas sudah mulai menurunkan atribut kampanye pasangan calon yang terpajang di sepanjang jalan wilayah Pamekasan, terutama di jalan-jalan protokol yang menjadi tempat strategis bagi pencitraan pasangan calon.

Menurut Husaifi, Panwaslu Pamekasan sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk dengan ketiga pasangan calon untuk bekerjasama dengan kesadaran sendiri menurunkan atribut kampanyenya. ”Panwaslu mulai kemarin sudah banyak melakukan koordinasi dengan banyak pihak dan melibatkan dengan semua yang berwenang. Termasuk dengan pihak kepolisian, Satpol PP dan tim sukses ketiga pasangan calon untuk menurunkan seluruh atribut kampanye agar tercipta suasana kondusif di Pamekasan,” pungkasnya. (anm/ong/rr)

Ribuan Sampah Logistik Dimusnahkan Sambungan dari hal 1

”Sekarang tidak ada lagi sisa surat suara di luar DPT Perbaikan berlandaskan surat keputusan KPU Jawa Timur No.01/Kpts/KPUProv-041/2012, yakni dari semula 644.142 menjadi 642.808 DPT,” ungkap Sekretaris KPU Pamekasan, Akhmad Zaini, kepada Kabar Madura. Pembakaran sempat molor selama satu jam dari jadwal semula pukul 15.30 menjadi 16.37 karena perwakilan dari salah satu tim sukses pasangan calon terlambat hadir.

Wabup Kadarisman Sastrodiwirdjo dan aparat keamanan sempat dibuat menunggu. ”KPU Pamekasan ternyata tidak bertaring. Buktinya mereka tidak bisa berbuat banyak untuk mendatangkan para saksi ke acara secara tepat waktu,” ujar seorang anggota keamanan dengan nada ngedumel. Salah seorang tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan yang datang terlambat tersebut menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud datang terlambat memenuhi undangan acara tersebut. ”Kami terlam-

bat karena pemberitahuannya mendadak,” kilahnya. Proses pembakaran ‘sampah’ logistik Pemilukada Pamekasan tersebut diiringi rintik hujan gerimis. Beruntung, tidak lama setelah pembakaran selesai, hujan deras mengguyur halaman SMKN 2 Pamekasan. Pembakaran surat suara tersebut dihadiri beberapa saksi mata, di antaranya: Wakil Bupati, Kepala Bakesbang, Kepala Inspektorat, saksi dari pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan, serta KPU dan Panwaslu Pamekasan. (anm/rr)

Kopung, Tempat Ibadah sekaligus Ruang Tamu Laki-laki Sambungan dari hal 1

Ciri khas bangunan kopung tersebut yakni memiliki enam tiang yang berdiri di samping kanan dan kiri. Jumlah tersebut, menurut sebagian pendapat budayawan Madura, dikaitkan dengan rukun iman yang dipercaya umat Islam. Namun yang sangat mendasar, dari semua pendapat tersebut membuktikan itu bahwa kopung didirikan menandakan perilaku masyarakat Madura yang agamis. Kopung dijadikan tempat ibadah atau salat dan ruang tamu laki-laki, sementara tamu perempuan diterima di teras rumah. Menurut budayawan Madura asal Sumenep, Tajul Arifin, hal tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat Madura sangat agamis dan fanatik terhadap etika. Mereka menghargai keberadaan pria dan wanita agar tidak bercampur ketika bertamu. ”Dulu itu, tidak ada tamu laki-laki ada di palemper (teras rumah, red) karena palemper merupakan tempat untuk menerima tamu perempuan dan laki-laki diterima di kopung sehingga ada pemisah antara laki-laki dan perempuan,” ungkap Tajul kepada Kabar Madura, Minggu (6/1). Selain itu, letak bangunan kopung selalu berada di sebelah barat samping

rumah dan bersanding dengan pakeban (kamar mandi atau toilet, red). Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah tamu ketika hendak menunaikan ibadah salat. Posisi mendirikan kopung tersebut bukanlah tanpa makna dan alasan. Pemilihan posisi tersebut berkaitan dengan arah kiblat yang menjadi arah menghadap ketika menjalankan salat. Menurut Tajul, hal tersebut didukung dengan penempatan pakeban di sebelah kopung. ”Tidak ada ceritanya kopung ditempatkan di depan rumah atau di sebelah timur rumah. Kopung selalu berada di sebelah barat rumah dan menghadap ke kiblat. Pintu masuknya dari sebelah timur karena untuk mempermudah orang yang hendak menunaikan salat, sementara posisi pakeban berada di samping kiri kopung,” jlentreh Tajul. Tokoh masyarakat Madura, K. Awi, mendeskripsikan hal yang sama. Ia menuturkan bahwa bahwa sejak zaman dahulu keberadaan kopung berfungsi sebagai tempat ibadah dan menerima tamu laki-laki. Pemilihan kopung sebagai tempat menerima tamu lakilaki bukan tanpa alasan. Awi menerangkan, kopung juga dijadikan tempat menerima tamu karena dianggap lebih cocok dibandingkan dengan

duduk di teras rumah atau duduk di atas kursi. ”Mengapa orang Madura lebih suka menemui tamunya di kopung? Jawabnya supaya tamu tidak merasa kaku dengan duduk bersila dan suasana bisa menjadi gayeng serta akrab. Tentu saja kondisinya berbeda jika tamu duduk di kursi teras atau di dalam rumah,” ungkapnya, kemarin. Sementara tamu perempuan diterima di palemper karena bisa duduk di atas kursi dan menjaga auratnya agar tetap tertutup. Hal ini semakin membuktikan jika masyarakat Madura memegang teguh nilai-nilai ajaran agama Islam. Namun Awi mengaku prihatin dengan kondisi saat ini ketika kopung kurang mendapatkan perhatian. Menurutnya saat ini sudah jarang rumah yang memiliki kopung. Jikapun ada, arsitektur bangunannya sudah berubah dengan model surau atau musala yang menggunakan tembok dari batu bata dan semen, bukan kayu dan bambu. Ia menandaskan, pengaruh kehidupan dan arsitektur moderen sangat signifikan terhadap perubahan tersebut. ”Mungkin karena kopung dianggap kurang moderen sehingga digantikan dengan musala atau surau yang terbuat dari tembok,” ujarnya prihatin. (rr)

Busyro dkk (Sementara) Bebas Sambungan dari hal 1

Simpulan dari ekspose dan supervisi tersebut menyatakan bahwa kasus tersebut tidak cukup bukti untuk ditingkatkan sehingga dikeluarkan SP3. ”Ekspos sudah kita lakukan dan sudah dipaparkan ke Kejati Jawa Timur, juga ada supervisi dari Kejaksaan Agung. SP3 ini dikeluarkan untuk kepastian hukum supaya kasus ini tidak terkatungkatung lagi. Saya tidak menginginkan hal itu terjadi lagi di masa mendatang,” jelas Kejari Sumenep yang diketahui memiliki hubungan sangat dekat dengan Bupati Sumenep, A. Busyro Karim. Menurutnya, pesangon anggota DPRD Sumenep merupakan kasus lama. Pengumpulan alat bukti membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga belum juga terselesaikan hingga delapan tahun berselang. Bambang Hartoto menambahkan, meski telah dikeluarkan SP3 bukan berarti menjadi harga mati bahwa kasus tersebut tidak bisa diungkap lagi. ”Artinya bisa jadi akan muncul kasus serupa, tentu dengan penanganan yang berbeda. Dan perlu diketahui juga SP3 itu bukan harga mati. Begitu ada novum (bukti, red) baru, kasus tersebut bisa dibuka kembali,” pungkasnya. Sebelumnya 45 anggota DPRD Sumenep periode 1999-2004 menerima uang purnabakti atau uang pesangon yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah (APBD) Sumenep. Total dana yang dikeluarkan untuk pesangon tersebut sebesar Rp2,2 milliar. Masing-masing anggota dewan memperoleh dana Rp48,6 juta. Rinciannya, Rp21.250.000 untuk purnabakti dan Rp18.125.000 untuk fraksi. Kemudian Rp4 juta untuk kesehatan dan Rp5.312.000 untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu dari 45 anggota DPRD Sumenep periode 1999-2004 yang disebut menerima uang pesangon tersebut adalah A. Busyro Karim yang kini menjabat sebagai Bupati Sumenep. Saat itu Busyro terpilih menjadi anggota dewan mewakili Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan dipercaya menjadi Ketua DPRD. Bebas Tanggungan Hukum Pasca keluarnya SP3 tersebut, secara otomatis empat mantan anggota legislatif yang telah meninggal dunia bebas dari tanggungan hukum. Mereka antara lain: Ali Bukhari (PDI Perjuangan), Nyi Khairun Nisa’ (PPP), dan dua orang dari Fraksi TNI-Polri. Mantan Anggota DPRD Sumenep periode 1999-2004, M. Kamali Ersyad, menyambut positif informasi dikeluarkannya SP3 tersebut. Ia mengatakan, proses keluarnya pesangon untuk anggota DPRD tersebut tidak melanggar peraturan maupun Undang-undang sebab memiliki dasar hukum yang kuat. Menurutnya, jika Kejari Sumenep telah

mengeluarkan SP3, hal tersebut memang sudah sesuai proses dengan menggunakan dasar hukum Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep. Apalagi hal tersebut memang dilakukan dalam rapat paripurna dan mengacu terhadap Perda. ”Jadi bukan karena Saya ini mantan Anggota DPRD 1999-2004 terus menyambut positif kabar SP3 tersebut, tetapi hal ini memang sudah sesuai dengan Perda. Terus terang Saya heran ketika hal tersebut dipersoalkan, sebab, secara legal formal telah memiliki kekuatan hukum dan disahkan oleh Gubenur Jawa Timur, waktu itu,” kilah pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS). Sambutan positif juga diberikan KH Imam Mawardi. Mantan anggota DRPRD 1999-2004 tersebut mengatakan jika pesangon anggota DPRD 19992004 telah sesuai dengan peraturan. Ia mengatakan, dalam Perda yang menjadi acuan DPRD tidak hanya mangatur persoalan pesangon saja, tetapi banyak hal lain yang diatur dan menjadi acuan. ”Di Perda sudah diatur terkait dengan susunan dan kedudukan anggota DPRD tentang pendapatan anggota dewan. Saya juga menjadi heran ketika pesangon dipermasalahkan oleh sebagian pihak. Padahal ada acuan Perda dan di sana sudah mengatur bukan hanya masalah pesangon tetapi juga bantuan pendidikan dan lain-lain,” tegas politisi PKB tersebut. (rei/bus/rr)

Achsanul: Insya Allah, Saya Siap! Sambungan dari hal 1

Selain Icuk, sejumlah tokoh lain juga mendukung agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Achsanul Qosasi sebagai Menpora. Bahkan tokoh sepakbola seperti Bob Hippy yang sekarang duduk di kepengurusan PSSI secara nyata mendukung agar Achsanul Qosasi ditujuk sebagai menteri. ”Saya sangat berharap Pak SBY menunjuk Pak Achsanul. Selain sudah terbukti memiliki track record yang baik di dunia olahraga Indonesia, beliau (Achsanul, red) terjun langung dalam kepengurusan olahraga. Sangat sulit mendapatkan tokoh yang mengerti pemuda dan olahraga,” jelas Bob Hippy. Daniel Roekito yang sering berkomunikasi langsung dengan Achsanul Qasasi sejak ditunjuk menjadi pelatih P-MU pada 27 Desember lalu mengaku sangat mendukung jika Presiden SBY menunjuk Achsanul Qosasi sebagai Menpora. ”Pak Achsanul orangnya sangat mumpuni di dunia olahraga. Memang selayaknya Pak Achsanul ditunjuk sebagai Menpora,” ujar Daniel Roekito, kemarin.

Sebelumnya, Presiden SBY memastikan jika calon yang menjadi Menpora adalah kader Partai Demokrat. Sejumlah nama telah mengemuka ke publik, salah satunya Achsanul Qosasi, pria asli Madura yang hingga saat ini terus membangun Madura, terutama melalui sepakbola. Pria yang terpilih sebagai anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI Jawa Timur (Madura) tersebut memiliki sejarah panjang di dunia olahraga. Seperti sepakbola Madura, sentuhan tangan dinginnya mampu membawa P-MU promosi ke ISL. Sementara di dunia kepemudaan, Achsanul tercatat pernah aktif sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan hingga kini menjadi salah satu pengurus KAHMI. Selain itu, Achsanul juga tercatat sebagai pembina Program Jaringan Usaha Rakyat (Pojur) yang pelaku usaha serta pengelola organisasi nirlaba tersebut adalah para pemuda di Madura. Kendati mendapatkan banyak dukungan dan menjadi nominator kuat untuk menduduki kursi Menpora, Achsanul berharap para pihak yang mengharap-

kan kepemimpinannya di Kemenpora menunggu pengumuman resmi dari Presiden SBY. Namun demikian, Achsanul mengaku siap mengemban amanat tersebut. ”Di manapun Saya berkiprah, Insya Allah amanat untuk masyarakat Madura dan masyarakat luas lainnya akan menjadi prioritas kami. Dan jika itu terjadi, masyarakat Madura harus menyadari jika harus berbagi perhatian dengan daerah lainnya. Karena Indonesia sangat luas,” ujar Achsanul Qasasi, khusus kepada Kabar Madura, via Blackberry Messanger. Jika Achsanul Qosasi ditunjuk sebagai menteri menggantikan Andi Alfian Malarangeng, maka sejarah sukses Madura akan makin panjang. Sebelumnya, terdapat naman Wardiman Sastrowardjojo yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan semasa orde baru. Juga terdapat nama R. Hartono yang pernah mengemban amanat sebagai Panglima TNI sebelum disusul Mahfud MD menyusul menjadi Menteri Pertahanan dan Ketua Mahkamah Konstitusi. (bri/ed)

Jumlah Kecamatan Sengketa Bertambah Sambungan dari hal 1

Dalam sidang di Jakarta, Jumat (4/1) lalu, KPU Sampang meminta kepada majelis hakim yang diketuai Akil Muchtar untuk menunda agenda pembacaan jawaban karena terjadinya perubahan materi gugatan. Sesuai materi gugatan yang telah diperbaiki dan mengalami perubahan yang diterima KPU Sampang, pasangan Hejas menambah jumlah kecamatan yang dituding telah terjadi kecurangan dalam Pemilukada Sampang tanggal 12 Desember 2012 lalu. Hal tersebut membuat KPU Sampang menyatakan belum menyiapkan jawaban dan membeberkan sederet bukti untuk menjelaskan dari ad-

anya perbaikan dan perubahan materi gugatan tersebut. Ketua Kelompok Kerja Divisi Hukum KPU Sampang, Miftahur Rozaq, mengatakan perbaikan materi gugatan dari pemohon baru diketahuinya setelah proses pembacaan materi gugatan dilakukan di depan persidangan. ”Salinan perbaikan dan perubahan gugatan tersebut baru kami terima setelah proses persidangan berakhir. Jadi kami masih belum bisa memberikan jawaban karena akan kami pelajari terlebih dahulu, termasuk menyiapkan bukti-bukti lain sesuai materi gugatan pemohon,” terangnya, Minggu (6/1). Rozaq mengatakan, dalam perbaikan gugatan materi tersebut diketahui adanya

penambahan jumlah kecamatan yang dipersengketakan hasil perhitungan suaranya oleh pemohon. Jika sebelumnya pemohon menuding ada empat kecamatan yang bermasalah dalam penghitungan ini, yakni Kecamatan Kota Sampang, Karang Penang, Omben dan Sreseh, kini bertambah menjadi enam kecamatan setelah di Kecamatan Kedungdung dan Robatal juga ditengarai adanya kecurangan. ”Sebelumnya ada 78 TPS yang dianggap bermasalah di empat kecamatan. Kini ada dua kecamatan lagi yang disengketakan, yakni di Kecamatan Robatal dan Kedungdung. Untuk itu kami akan menyiapkan buktibukti baru terkait gugatan

pemohon,” jawab Rozaq Ia menambahkan, pembukaan kotak logistik yang berisi surat suara yang dilakukan KPU Sampang disaksikan beberapa pihak yang berkepentingan bertujuan untuk mengumpulkan bukti baru terkait perbaikan materi gugatan pemohon. ”KPU membuka kotak surat suara untuk mengambil surat suara yang akan kami jadikan barang bukti di persidangan MK. Pembukaan kotak surat suara tersebut juga disaksikan oleh pihak-pihak yang terkait,” terangnya sembari mengatakan bahwa pembukaan kotak surat suara tersebut juga dituding sebagai pelanggaran oleh pasangan Hejas. (km10/rr)

Hujan Deras, Plengsengan Ambrol Sambungan dari hal 1

Alur transportasi menjadi terhambat dan mengganggu aktivitas warga. Tingginya curah hujan ditambah intensitas yang sering membuat warga setempat khawatir. Dikhawatirkan ambrolnya pelengsengan jalan tersebut akan berpengaruh terhadap kondisi jalan dan rumah warga yang berada di bawahnya. Apalagi pelengsengan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Kecamatan Geger dan Kecamatan Tanah Merah. ”Ambrolnya tadi malam (Sabtu malam, red). Saat ini kami khawatir terjadi ambrol yang lebih parah,” ujar Kepala Desa Tretah, Nurul. Pria berusia 40 tahun tersebut mengaku

Direktur Utama/ Pemimpin Umum: Taufiq Rizqon Direktur: Disyahmain

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

khawatir terhadap keselamatan warganya dan siapa saja yang melintasi kawasan tersebut. Selanjutnya Nurul akan melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan. Melalui Dinas PU Bina Marga dan BPBD Bangkalan, ia berusaha agar ambrolnya pelengsengan tersebut tidak meluas dan mengakibatkan lumpuhnya aktivitas warga, terutama menghindari jatuhnya korban materiil dan jiwa. ”Besok (hari ini, red) Saya akan melaporkan musibah ini ke dinas terkait sebab dikhawatirkan akan membahayakan warga. Semoga segera ada tindakan dan korban jiwa dan materiil bisa dihindarkan,” pungkasnya. (fir/rr)

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Firman Ghazali Akhmadi (plt kepala), Syaiful Islam, Agus Josiandi. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman. Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Abdur Rohim, Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Manager Iklan dan Pemasaran/ EO: Ahmadur Rusdi. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Felda Yulia, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


SENIN

7

7 Januari 2013

Menyambut Pemimpin Berkarakter Santun dan Bijak

PMU buktikan kehebatanmu. Jangan sampai takuk sama musuh-musuhmu. Bantailah semua. Aku tetap mendukummu. Hidup Persepam Madura United. Eko Veteran Binamarga, +6281703316073. AYO tunjukkan permainan terhebatmu di ISL nanti. Kalahkn lawan-lawanmu. Buat trek main ala Barca, main bola-bola pendek. Tunjukkan prmainan cepat kayak Barca Badri Alamsyah Lancar, +6287850324812 AREMA dikenal dengan salam “Satu Jiwa”, Bonek bangga dengan salam “Satu Nyali”, K-Conk punya salam “Settong Dhere”, Taretan Mania sndiri Apa Kanak..?! Awie Taretan K-8, +6285931312999. HIDUP P-MU! Ku tetap menjaga nama kamu di hatiku dan ku yakin kita bisa mendapatkan prestasi yang terbaik. Asalkan kita bersatu dan pasti bisa memperoleh kemenangan. Hidup P-MU, hidup P-MU, hidup P-MU. RIFQI YANTO dari Topoar, +6285258881854 AYO.... P-MU, tunjukan keganasanmu dalam menbobol gawang lawan. Dan menangkan laga v Persela... Go..go.. go.. aku selalu mendukungm. I Bagus Kadek Wardana_BALI, +6281939471546 AYO... P-MU kau tetap yang no 1. Dimana kau berada aku tetap mendukungmu, kami tetap “Settong Dhere”. Dan banggakan tanah Madura di kancah nasional. Dan tunjukan pada lawan-lawanmu bahwa kamu yang nomor 1... ILHAM_SANK Ð’R3ÇTØR_z 87, +6287750560878 SAAT ku melihat P-MU berlaga. Aku sangat berharap kemenangn berpihak pada Laskar Sape Kerap. Maka dari itu, kami ataz nama Madura United selalu mendukungmu. P-MU jangn pernh takut melawan setiap lawan-lawanmu. Tunjukkan Sakeramu, tunjukkan semangatmu. Tunjukkan bahwa Madura bisa berlaga di Indonesia Super League (ISL). Go go go P-MU. Salam Armada (Arek-Arek Madura) Zimon Zali, +6285303240088 P-MU ku datang tuk mendukungmu. Go.. Go.. optimistis tretan! Anas Daiboz di Pakong Pamksan, +6282228112488 AYO...., Laskar Sapeh Kerap..! Lanjutkan eksistensimu di kancah sepak bola nasional. Maksimalkan laga di ISL. Bikin Madura bangga dengan prestasimu. Iboer El-yazidy. Palengaan, +6287850004488. AYO P-MU. Kerahkan semangat dan semua tenagamu, raihlah prestasimu yang kau tunggu-tunggu! Teriakkan dan buktikan pada dunia bahwa P-MU pasti bisa. Peluang berprestasi ISL sangatlah terbuka tuk PMU. Kami selaku pecinta dan pendukungmu kan selalu menemani langkahmu di ISL. Achmad Taurit (Putra pulau Giraj). +6285235523734 ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA?

Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no +6287850767325 (khusus SMS) atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

PEMILUKADA bukan karakter baru untuk menetapkan seorang pemimpin. Sejak runtuhnya masa keemasan presiden kedua digantikan B.J. Habibie, penetapan pemimpin Indonesia tidak lagi menggunakan voting legislatif. Akan tetapi asas demokrasi telah dijalankan sesuai cita demos dan cratos, “yaitu dari rakyat untuk rakyat”. Sehingga pola, ritme dan karakter penetapan pemimpin negara secara langsung dihakimi oleh rakyat. Rakyat yang memilih dan rakyat yang berhak menurunkan pula. Sehingga tersandunglah pada tragedi pelengseran Abdurrahman Wahid. Sebagaimana pernyataan Gus Dur dalam acara di stasiun TV swasta yang saat ini dirilis di media informasi yuotube. Gus Dur menyatakan bukan dipecat ataupun diturunkan. ”Saya itu bukan dipecat atau diturunkan, akan tetapi dilengserkan,” ujarnya. Kasus itu tidak lepas dari cita demokrasi. Sebab lengsernya Gus Dur juga dikarena rakyat yang bersuara, terlepas dari pro dan kontra. Tetapi fakta cukup mendukung dengan adanya penggalangan tanda tangan yang digelar di beberapa daerah. Sehingga Amien Rais selaku ketua MPR melayangkan ketokan palunya di meja MPR untuk menyatakan incrah lengsernya Gus Dur dari tampuk kepresidenanya. Memang jelas suatu konsekwensi logis harus dituai setiap khalifah di muka bumi, yang tidak akan lepas antara dihujat ataupun disanjung. Hal ini meminjam bahasa putri Gus Dur yang keempat (yang kebetulan hadir dalam acara stasiun TV swasta, Red), dia menyatakan saran atau petuah Gus Dur yang akan selalu diingatnya dan itu berhubungan dengan hujatan dan sanjungan.

Hujatan dan sanjunsi miskin tetap dibiargan memang akan sekan miskin bertahan lalu didapatkan dalam di bawah jembatan, setiap langkah manudi dalam rumah kusia. Tetapi tidak harus muh. Lebih miris lagi, terlalu dinyatakan sesampai harus menbagai klaim. Tetapi curi dengan alasan lebih pada pemikiran ingin membayar utang positif yang dapat didan menebus ijazahnjadikan motivasi unya. Hal itu terjadi di tuk berubah lebih baik salah satu daerah selagi. Dengan asumsi bagaimana yang di Oleh: “gitu aja kok repot” ala kabarkan media massa KOIRUS SHODIQIN Gus Dur. beberapa waktu lalu. Sehingga dari beJelas, kehancuran berapa rilis acara tersebut juga suatu negara karena pemimpin menampilkan ungkapan Ahmad negaranya. Sebab rakyat akan Dhani selaku musisi. Pada seke- bicara ketika diperintahkan diam sempatan itu, atas nama rakyat dan rakyat akan diam ketika didan menyatakan Gus Dur terlalu perintahkan diam. Meskipun tidak maju untuk dijadikan pemimpin lagi menggunakan sistem monarki di Indonesia. ”Gus Dur itu terlalu absolute. Namun yang jelas bagi maju untuk dijadikan pemimpin di diri masing-masing yang hari ini Indonesia. Sedangkan pemikiran mempunyai tugas besar untuk merakyat Indonesia masih belum siap limpahkan amanah pada seorang untuk menerima pemikiran Gus pemimpin, maka besar kiranya Dur yang super sonic,” tandasnya. angan agar pemimpin yang dipilih Runutan pernyataan di atas hanya adalah pemimpin bijaksana, tegas, sebatas “in memorian” untuk amanah, wibawa serta berkomitmengenang kembali karakter men pada nilai-nilai kemanusiaan. pemimpin ala Gus Dur, yang no- Bukan pada kelompok semata, tabene hari ini masyarakat sadar apalagi pada individu semata. dan melek betapa besar jasa Gus Sehingga ketika masuk pada Dur selama menjadi pemimpin wilayah dapur Pamekasan, kami di negara kita. Meskipun cara berharap selaku rakyat jelata penetapan kebijakan yang diambil pada acara perhelatan pemiludi luar batas fikir normal. Tetapi kada yang akan digelar beberapa ketika mengingat sosok Gus Dur hari ke depan, jelasnya jangan yang wafat dan didoakan oleh hanya jadikan kami sebagai lokoseluruh etnis dan agama, apakah mutif untuk ditunggangi. Setelah masih kurang membuktikan bahwa itu beranjak pergi meninggalkan Gus Dur memang benar-benar kami tanpa jejak sedikitpun. guru bangsa. Benar-benar sosok Jangan juga perkosa kami denpemimpin bijaksana dan wibawa. gan janji-janji semata yang sulit Terpenting, berkomitmen pada untuk ditepati. Ajari kami santun nilai kemanusiaan. dalam meraup dukungan, janSedangkan hari ini, dapat kita li- gan mengadu domba. Menuding hat dengan sendirinya, baik dalam ibarat para pengundi nasib. Jankeadaan sadar ataupun tidak sadar, gan pula jadikan kambing hitam, kehidupan berbangsa dan berneg- karena hanya ingin mencapai ara kita sudah amburadul. Sebab kemenangan.

Cukup kiranya kami berbicara, cukup pula kami urak-urakan membanggakan namamu dan tak sedikitpun kami meminta pundi emas padamu. Karena kami sadar hanya singkong dan sulit untuk jadi keju. Tapi suatu saat nanti siapapun engkau yang ada di puncak keemasan, hakikat dari kampanye yang menyatakan atas nama rakyat, kami akan menuntut. Tolong berikan hak kami sesuai dengan amanah negaramu dan amanah agamamu. Jangan saling kau kucilkan siapa yang berlawanan denganmu dan jangan kau biarkan mereka untuk saling menghunuskan pedang atau ucapan runcing karena kalah dan menangmu. Sebab itu semua adalah amanah untuk mencapai madani. Amanah untuk menerbitkan beribu tunas penghasil buah kemaslahatan duniawi dan uhkrawi segenap kumpulan mahluk di muka bumi Pamekasan. Mungkin saat ini adalah momentum hari tenang atau pekan nyepi bagi para politisi, guna kembali pada kuil dan evaluasi masa kerja. Maka silahkanlah nyepi dan tenang agar kami juga bisa tenang untuk berfikir sejenak menetapkan pilihan, setelah beberapa hari lamanya kami mendengar jeritan permintaan dukungan untukmu saat engkau dan kolegamu ada di atas podium itu. Karena kami yakin ketika kami kau ijinkan untuk memilih karena benar-benar sesuai hati nurani kami, maka kau akan menjadi pemimpin yang amanah. Karena tidak harus berfikir piutang untuk balik modal. Selamat berjuang, kami menunggu janji sang pemenang ketika sudah ada di bawah teduhnya gubuk mewah ber-AC. *)Khoirus Shodiqin, Kabid PA HMI Cab. Pamekasan

Pendidikan Karakter, Jangan cuma Bayangan Maya! BILA kita berbicara masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, maka kita harus bersabar diri, bersabar hati. Bagaimanapun, problematika yang kita hadapi tidak bisa dianggap remeh. Bahkan kalau mau dikata, telah mencapai stadium tinggi. Terlalu akut. Mulai dari kebobrokan moral parlementer, tokoh masyarakat, muda-mudi bahkan anak-anak. Biasanya, berkaitan dengan kasus korupsi -lebih akutnya KKN-, kehilangan figur yang bisa dijadikan suri tauladan, freesex, kebiasaan mengkonsumsi mirasantika, gerombolan bermotor dan kejahatan di bawah umur. Bila kita tarik akar masalahnya, sebenarnya ini disebabkan oleh kerusakan moral yang telah sampai pada titik nadir. Selain itu, tentu saja karena minimnya iman dan kekurangtahuan tentang Islam. Tidak bisa dipungkiri, kejahatankejahatan tadi juga dilakukan oleh orang-orang Islam. Masya Allah. Cuma perlu ada tanda petik, karena yang melakukan tindakantindakan tidak terpuji tadi bukanlah muslim yang sebenarnya. Mari kita flashback seje nak. Sekitar 14 abad yang lalu, Rasulullah SAW meramalkan tentang apa yang akan terjadi pada umatnya. Ramalannya pun bermacam-macam. Yang mana hampir semua ramalan Beliau telah terbukti pada saat ini. Lalu ada kejadian menarik yang dialami para sahabat dan tetap berlanjut hingga kini, pada umatnya. Sahabat Nabi SAW mampu bertahan pada cobaan kesengsaraan, tapi tidak mampu bertahan pada cobaan kemudahan. Lalu kita korelasikan dengan keadaan saat ini. Korupsi yang marak terjadi dan kasus-kasus premarital, misalnya. Semua terjadi pada bangsa ini tidak lain dari begitu mudahnya kita mengubah data keuangan dan mudahnya komunikasi dua insan lintas gender. Kasus-kasus seperti di atas terjadi karena masyarakat tidak bisa bertahan dari cobaan kemudahan. Tidak perlu kita ingkari, untuk melakukan hal seperti itu, kita hampir tidak menemukan kesulitan yang berarti. Melihat yang terjadi, kita tidak bisa cuma berpangku tangan, berdiam diri atau cuma menjadi penonton atau pendengar setia. Sebagai pihak yang peduli, kita harus melakukan sesuatu. Walau tidak bisa dalam bentuk kongkret, minimal dalam abstraksi-abstraksi kontruktif, kritik dan saran membangun. Semua elemen perlu ikut andil. Baik dari pemerintah,

pemerhati pendidikan, Indonesia?. Jadi, bagi pesantren, insan pers para insan pers, janbahkan peserta didik gan cuma menayangitu sendiri. kan apa yang ‘disukai’ Menurut kami, masyarakat, tapi juga untuk menghadapi apa yang baik bagi masalah moral yang masyarakat. diderita bangsa InBila mau dikalkudonesia, kita perlu lasi, sedikit sekali taymenanganinya di sekangan dari saluran tor yang paling pritelevisi yang termasuk oritas dan paling mendalam kategori ‘menOleh: dasar. Yaitu, membedidik’. Menghibur? AKMAL F. AGHNIYA nahi kegagalan sistem Mungkin ya. Tapi kita pendidikan Indonesia harus bicara skala pripada tingkat sekolah dasar. Kenapa oritas. Mana yang lebih penting mesti sekolah dasar? Kita tahu, sep- antara pendidikan dan hiburan? erti kasus-kasus korupsi, freesex, Tentu saja pendidikan. Mana yang konsumsi Miras dan Narkotika harus lebih diutamakan antara hidan seabrek masalah lain, itu dise- buran dan pendidikan? Ya lagi-lagi babkan tidak adanya pendidikan bukan hiburan, tapi pendidikan. karakter yang kuat mengakar pada Hiburan itu perlu, tapi sekali-kali pribadi yang melakukan kejahatan bukan sehari-hari. tadi sewaktu mereka masih di sekoHal kedua yang perlu diperhalah dasar. tikan dalam pembenahan moral Hal ini mengarah pada tipe bangsa adalah menyediakan solusi sistem pendidikan yang diterap- bagi hal-hal yang dapat membunuh kan pemerintah Indonesia. Yakni, karakter. Dua diantaranya adalah cuma pada sisi pengajaran pela- upgradasi teknologi dan tayangan jaran. Dan ironisnya, evaluasinya media. Teknologi memerlukan filpun ‘cuma’ sekadar bagaimana trasi ultra. Hal ini dapat dimotori anak didik bisa menganalisa dan oleh pemerintah. Misalnya dengan menjawab soal, tanpa memperha- melakukan pemblokiran terhadap tikan hal yang lebih penting dari situs-situs terntentu (teknologi itu. Yaitu bagaimana cara mereka Inet). Lalu tayangan televisi (atau (baca : anak didik) menjawab soal- media lain) harus lebih kredibel soal yang diberikan, misalnya. dan mendidik dengan tetap ada Selain itu, upgradasi teknolo- kontrol penuh. Seperti sensor yang gi yang begitu memukau dapat lebih ketat bagi tayangan televisi membuat kita lupa tentang hal dan media-media lain. Hal ini juga yang baik dan benar. Tidak bisa dapat dilakukan oleh pemerintah. dipungkiri, bila kita tidak punya Setelah penjelasan tadi, kita filter terhadap teknologi dan salah tahu apa yang terjadi pada bangsa menggunakannya, niscaya mudah Indonesia dan apa yang dibutuhdan akan sering sekali kita menero- kan bangsa ini. Bangsa Indonebos batas-batas nilai dan norma. sia perlu pendidikan karakter. Dimana dengan adanya teknologi, Segera. Hal itu diperlukan untuk informasi tak layak seperti konten- mengatasi problematikan yang konten pornografi, kekerasan, judi terjadi dewasa ini. Sebelum itu, dan kroni-kroninya sangat mudah sebenarnya apa sih pendidikan diakses. Anywhere and anytime. karakter itu? Kita mulai dari yang Kapan saja dan dimana saja. Ten- dasar. Karakter, berasal dari batunya hal ini dilakukan pengguna hasa Yunani yang artinya ukiran. teknologi. Siapa saja. Setiap orang memilik ukiran yang Insan pers pun perlu memberikan berbeda. Bisa baik, bisa buruk. kontribusi aktif menyangkut pem- Hal ini merupakan pembawaan benahan moral. Terkadang berb- alamiah. Sementara pendidikan agai media justru banyak mengek- karakter adalah pendidikan yang spos hal-hal yang bisa membunuh menitiberatkan pada pengarahan karakter. Contohnya saja televisi. sifat dasar manusia menuju prediBanyak sekali tayangan-tayangan kat positif. Secara sederhananya televisi yang tidak mendidik. Sep- begitu. erti sinetron yang menceritakan Oleh karena itu, tujuan pendidikisah-kasih di sekolah atau drama kan karakter adalah penanaman pertengkaran suami-istri. Kiranya nilai didik siswa dan pembaharuapa perlu masyarakat menonton an tata kehidupan bersama yang yang seperti itu? Lalu bagaimana lebih menghargai kebebasan bila yang menonton adalah anak- individu. Pendidikan karakter anak di bawah umur yang ter- membagi nilai karakter dalam kadang tanpa sepengetahuan dan beberapa poin. Yaitu nilai karakpengawasan orang tua? Atau cerita ter dalam hubungannya dengan tersebut memang untuk memperli- tuhan, diri sendiri, sesama, linghatkan potret buram moral bangsa kungan dan nilai kebangsaan.

Menurut Ratna Megawangi, dalam pendidikan karakter ada proses knowing the good, loving the good and acting the good (suatu proses pendidikan yang melibatkan aspek kognitif, emosi dan fisik sehingga berakhlak mulia). Selain itu ada yang disebut Sembilan pilar karakter, mereka adalah Responsibility, Respect, Fairness, Courage, Honesty, Citizhenship, Self-discipline, Caring &Perseverance. Untuk Indonesia, semua pilar itu semua pilar itu perlu dikembangkan secara holistic. Tetapi, bila mau diperinci secara khusus ada juga yang perlu diutamakan. Seperti untuk memberantas korupsi, perlu mengembangkan pilar kejujuran atau Honesty. Lalu, siapakah yang harus memotori perubahan ini? Semua bisa. Yang memiliki possibilities paling besar adalah pesantren. Di mata masyarakat, pesantren dianggap baik dan output-output pesantren juga masih berkualitas. Hal ini karena segudang keunggulan sistem pendidikan pesantren yang tidak dimiliki, tidak diadopsi dan tidak diterapkan pada sistem pendidikan pemerintah Indonesia, yaitu pendidikan moral. Langkah nyata yang bisa dilakukan pesantren dalam reparasi moral bangsa Indonesia adalah lewat agent of change-nya (santri). Hal ini telah dilakukan pesantren sejak dulu. Hal yang harus terus ada dan harus lebih baik dari waktu ke waktu. Sedangkan pemerhati dan tenaga pendidik harus melakukan langkah aktif seperti sosialisasi, sebagai upaya penyadaran dan pembenahan masyarakat amoral. Sedang pemerintah memiliki peran paling vital dalam hal ini. Salah satunya dengan terus mengevaluasi sistem pendidikan Nasional. Mencari formulasi kurikulum yang tepat guna mendidik karakter bangsa Indonesia berbasiskan Pancasila. Terakhir, bagi peserta didik, jangan cuma bengong melihat kondisi moral bangsa kita yang sudah sedemikian hancur, apalagi berpartisipasi. Memang sih, minimal kita tidak ikut arus dekstruktif ini tapi alangkah mulianya bila kita juga melakukan sesuatu untuk bangsa ini. Bila ada kemungkaran, kita perlu mengambil tindakan. Langkah awalnya, tentu saja belajar. Tentang pendidikan karakter dan tentunya memperdalam ilmu agama. ‘alaikumun nafi’ah… *)Siswa XII IPA MA 1 Annuqayah. Bermukim di PP. Annuqayah Lubangsa F/13.


8

SENIN

7 Januari 2013

Masyarakat Harapkan Money Politic! Calon yang Menang Biasanya Tidak Amanah PAMEKASAN-Money politic atau politik uang, selama ini kerapkali dicaci maki, dan dianggap sebagai biang kerok penoda demokrasi. Padahal, tak sedikit masyarakat pemilih justru mengharapkan keberadaannya. Fakta ironis itu diungkapkan Syafiuddin Moma, Ketua Relawan Peduli Kemiskinan (RPK) saat dihubungi wartawan Kabar Madura, Minggu (6/1). Bahkan, katanya, di Madura sudah menjadi fenomena sosial. Menurutnya, sudah lama menjadi rahasia umum bahwa masyarakat Madura cenderung bermata uang dalam Pemilukada. Bagi Moma, kenyataan itu tidak bagus dan sangat memprihatinkan. “Dalam hemat saya, akar masalahnya ialah karena program yang ditawarkan pasangan calon (paslon) cenderung tidak memihak masyarakat. Para calon cenderung mengedepankan janjijanji, sehingga masyarakat mengharapkan adanya pemberian uang,” tegasnya menjelaskan. Karena itu, Syafiuddin menilai bahwa pola pikir masyarakat itu mesti diubah dengan bukti nyata dari paslon. Paslon terpilih, katanya, harus memberikan bukti nyata pembelaannya terhadap masyarakat. Zainal Abidin, Ketua Komite Arek Lancor Bangkit

(KALAB) menyatakan bahwa politik uang itu dapat menodai kesucian demokrasi. “Para calon yang main politik uang, biasanya kalau menang kebanyakan tidak amanah. Sekarang wisdom era, siapa yang bijak pasti mereka yang menang. Buktinya DKI Jakarta, uang bukan segalanya,” terangnya. Zainal sedikit berbeda pandangan dengan Syafiuddin Moma. Dalam hematnya, justru masyarakat Madura saat ini sudah cerdas. Apalagi, katanya, kultur Pamekasan masih sangat religius. “Jangan ditukar dengan kesenangan sesaat daripada merugi 5 tahun ke depannya,” tekannya. Khairul Kalam, wakil ketua DPRD Pamekasan, menyarankan kepada semua paslon yang jadi peserta Pemilukada di Pamekasan, agar bisa mengajari masyarakat berpolitik yang sehat. “Sebaiknya jangan biasakan menggunakan money politic karena akan mencederai demokrasi. Karena pada akhirnya jika pemimpin yang terpilih terlalu banyak mengeluarkan biaya, maka nantinya yang akan menjadi prioritas utama bukan pada menyejahterakan rakyat. Tapi, berpikir untuk menyejahterakan dirinya sendiri dan golongannya,” bebernya. Hal demikian tidak jauh beda dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan, KH Juhaini. “Sekali main politik uang, itu sudah tidak dapat dipercaya,” tukasnya. (anm/yoe)

Jelekkan Paslon, Ditangkap Warga

Bukan Kampanye Terselubung

FOTO‐FOTO KM/MARZUKIY

CALON Bupati Pamekasan periode 2013-2018, Kholilurrahman ini kembali aktif tampil di depan publik, Minggu (6/1). Tentu bukan dalam rangka kampanye, karena masa kampanye pemilukada Pamekasan sudah berakhir Sabtu lalu (5/1). Kholilurrahman, kemarin menjalankan agendanya selaku Bupati Pamekasan. Dia memantau pelaksanaan program car free day di area Arek Lancor, jantung kota Pamekasan. Setelah itu, Bupati Kholilurrahman menaiki becak bersama rombongannya menuju Pasar 17 Agustus Pamekasan untuk memantau keadaan pasar sekaligus bangunan pasar yang sedang digarap, seraya mengimbau masyarakat agar menggunakan fasilitas pasar dengan baik. (jck/yoe)

Akibat Pemilukada Tiga Pelean Klebun Tertunda BANGKALAN-Akibat dari pelaksanaan tahapan pemilukada beberapa waktu lalu, pemilihan kepala desa atau yang dikenal masyarakat Bangkalan dengan sebutan pelean klebun terpaksa diundur pelaksanaannya. Hal ini menyusul diterbitkannya surat edaran bupati yang diptuskan berdasarkan kesepakatan bersama sejumlah pihak terkait. Setidaknya 3 desa di 3 kecamatan menunda pelaksanaan pilkades tersebut dan belum juga terlaksana hingga kini. Mujiburrahman, anggota DPRD Bangkalan dari komisi A yang membidangi masalah pemerintahan mengung-

kapkan masalah itu kepada Kabar Madura, Minggu (6/1) siang kemarin. Menurutnya, sedikitnya 3 desa yang seharusnya telah melaksanakan pilkades namun belum juga menggelarnya hingga kini. “(Pilkades) Klintong, Kecamatan Klampis; Pamorah, Kecamatan Tragah; dan Junganyar, Kecamatan Socah, kemarin ditunda karena ada pemilukada mas,” bebernya. “Itu sesuai surat edaran bupati berdasarkan kesepakatan berbagai pihak terkait di mana dalam kesepakatannya akan dilaksanakan pasca pemilukada,” jelas pria yang akrab disapa Mujib itu. “Sebetulnya jumlah desa

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Sebetulnya jumlah desa yang menunda pelaksanaan pemilukada lebih dari itu mas, tapi hingga saat ini yang laporannya masuk ke kami hanya itu.” MUJIBURRAHMAN Anggota DPRD Bangkalan

yang menunda pelaksanaan pemilukada lebih dari itu mas, tapi hingga saat ini yang laporannya masuk ke kami hanya itu,” imbuh anggota DPRD dari Partai

Keadilan Sejahtera itu. Menurut Mujib, pihaknya telah menghimbau badan pemusyawaratan desa terkait sejak sebelum tahapan pemilukada dimulai. Hal itu sehubungan dengan tahapan pemilihan kepala desa. akan tetapi hingga sekarang pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut tidak ada kejelasan. “Semua tergantung badan pemusyawaratan desa terkait,” tandasnya. Barangkali, lanjut Mujib, saat ini kondisinya belum memungkinkan untuk melaksanakan pelean klebun karena tahapan pemilukada memang belum usai benar. “Tapi dari kami sebelum pe-

milukada sudah mengimbau dan melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan pilkades tersebut jika dilakukan pasca pemilukada,” ungkap Mujib. “Beberapa kali BPD-BPD dari beberapa desa terkait telah dipanggil namun tidak pernah merespon, kata mereka itu terjadi dengan alasan panitia pelaksanaan pilkades tidak quorum,” papar Mujib lebih lanjut. Namun demikian Mujib berjanji, Jika upayanya memanggil pihak terkait tetap tidak ada respon maka DPRD berjanji akan mendatangi desa terkait untuk menindaklanjuti upayanya melaksanakan pilkades sesegera mungkin. (jos/yoe)

PAMEKASAN- Salah satu warga Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan menangkap dua orang yang diduga melakukan kampanye tersebung di Desa Baranta Tinggi, Kecamatan Tlanakan. Penangkapan tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 Sabtu malam (5/1). Penangkapan tersebut berawal dari dua orang yang diketahui berinisial S, warga Pademawu, dan L, warga Larangan Tokol, yang diduga melakukan kampanye terselubung di Desa Baranta Tinggi. Dalam kampanye terselubung tersebut, S dan L menjelek-jelekkan salah satu pasangan calon (paslon). “Dua orang tersebut menjelek-jelekkan salah satu paslon pak, mereka mengatakan bahwa, salah satu paslon seringkali meminta fee terlebih dahulu ketika hendak mengerjakan proyek,” ujar Abdul Hamid, warga Desa Bukek ini saat ditemui Kabar Madura, Minggu (6/1) kemarin. Dua orang tersebut juga mengatakan, lanjut Hamid, bahwa salah satu paslon ketika ada proyek melihat dari sisi fee-nya terlebih dahulu. Setelah itu meminta fee sebesar 15-20 persen dari nilai proyek, dengan dalih untuk ongkos realisasi proyek bersangkutan. “Karena sudah menjelekjelekkan salah satu pasangan calon, maka saya menghubun-

gi beberapa orang termasuk Kepala Desa dan Bapak Camat, dan setelah itu, dua orang tersebut kami bawa ke Polres Pamekasan dan melaporkan ke Panwascam,” papar Hamid. Selain itu, L yang mengaku warga Pademawu dan juga mengaku sebagai salah satu orang Dinas Pertanian (Disperta), akan tetapi setelah dicek ke Disperta, ternyata tidak ada nama L di Disperta yang tercantum. “Ini bukan kewenangan kami, akan tetapi ini adalah kewenangan Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) yang lebih berhak melakukan tindakan ini, biar nanti pihak Panwaslu yang menangani masalah,” ujar Abdul Hamid menirukan ucapan Wakapolres Pamekasan, Kompol Ikhwanuddin, yang saat itu berada di Polres. “Kami bersama warga yang lainnya melakukan penangkapan ini berdasarkan pelanggaran yang mereka berdua lakukan, karena bagaimana pun juga, menjelek-jelekkan alah satu pasangan calon tersebut itu tidak diperbolehkan dan merupakan pelanggaran,” katanya. Kabar Madura menindaklanjuti ke pihak Panwaslu untuk mengetahui, apakah laporan tersebut sudah ke Panwaslu dan sudah melakukan tindakan. Namun panwaslu masih belum menerima laporan tentang kejadian tersebut. (ong/yoe)


SENIN

9

7 Januari 2013

DAFTAR KIAI-KIAI PENDUKUNG "ASRI" KH. AFIFI NAWAWI

SYAHIDUL KABIR

081703441791

10

KH. DJAMALI TAMIN

LARANGAN

081803860100

11

KH. HADORI

BLUMBUNGAN

081913714143

12

K. SUKAH

BLUMBUNGAN

087850647455

9

KECAMATAN KOTA PAMEKASAN KABUPATEN PAMEKASAN NAMA

NO

Ulama ASRI Imbau Pedulikan Masa Tenang PAMEKASAN-Para kiai pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) mengimbau masyarakat Kota Gerbang Salam. Yakni, agar masyarakat betul-betul menghargai tahapan Pemilukada yang kini memasuki masa tenang. Hal demikian diteguhkan oleh para kiai ASRI dalam jumpa pers di Posko Pemenangan ASRI di Jalan Darma Pamekasan, Sabtu (5/1). Ditegaskan, dalam menghadapi masa tenang tersebut, para pendukung ASRI agar membersihkan segala atribut

kampanye sesuai surat edaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan. ”Terhitung mulai pukul 00.00, tanggal 6 Januari, semua atribut kampanye ASRI diharapkan untuk diturunkan. Demi menjaga keasrian Pamekasan,” tegas salah seorang juru bicara kiai ASRI, KH Mundzir Cholil, kepada segenap wartawan. Menjaga keasrian Pamekasan selama masa tenang, katanya, merupakan keharusan. ”Kepada semua tim, atau tim secara umum, mari bersama-sama menjaga dan mengawasi pada TPS (tempat pemungutan su-

KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN NO

NAMA

ALAMAT/LEMBAGA

1

KH. NAWAWI

CAMPOR

2

KH. BAHAR

CAMPOR

3

K. NUJAN

CAMPOR

4

K. MUHAMMAD CHOLIL

CAMPOR

5

K. HUSNUL

CAMPOR

NO HP

081937288229 08564999932

ara, Red) masing-masing. Terutama yang berkenaan dengan pendistribusian undangan,” terangnya menjelaskan. Kiai ASRI lainnya, KH Ja’far Shodiq, menekankan agar masyarakat menggunakan hak suaranya dengan hadir ke TPS. ”Terpenting pula ialah mendukung imbauan Komisi Pemilihan Umum Pamekasan. Yakni; pertama, ayo hadir ke TPS. Kedua, ayo daftarkan diri. Ketiga, ayo coblos,” tekannya. Dalam kesempatan itu, kiai ASRI juga menjelaskan adanya isu puluhan kiai ASRI eksodus

ke pasangan calon lainnya. ”Beliau-beliau hanya diklaim. Dan tidak masuk ke ASRI dan kami tidak kenal mereka,” ungkapnya. Bahkan dari kelompok lain, katanya, justru puluhan kiai merapat ke ASRI. ”Terkait isu penolakan, sebenarnya tanggal 26 ada putusan. Tapi karena ada bukti SK 214, maka PTUN tidak ada artinya. Sebab, gugatan berisi hal yang meloloskan ASRI sebagai peserta Pemilukada. Kenyataannya, ASRI menempati nomor urut tiga,” tukasnya. (anm/advertorial)

K. M SOFIUDDIN

KAYUMANIS

087750020277

2

K. SAMLAWI MOCHTAR

BAGANDAN

081803227991

3

KH. ABD GAFUR HADI

TEJA BARAT

082331048849

4

K. MOH JAULANI

KOWEL

08180377665

5

KH. ABD WAHED

JELPUTEN

0324323539

6

K. SALIMI SIRADJ

KOWEL

081938223355

7

K. SUADI MUSHARI

KOWEL

081751121177

8

K. MOH FAUZAN

KOWEL

081939228450

9

KH. ATIQ R HUSNI

KOWEL

087752027828

10

K. A. SYAKIR WAJDI

KOWEL

087750550672

11

KH. M YASIN

LARANGAN LOWAR

08176555780

12

KH. MOH MAKSUM

PAMEKASAN

085231675909

13

KH. HALIK YADI

PAMEKASAN

087750952959

14

K. IMRON ROSIDI

PAMEKASAN

087851717616

15

K. A. MUZAKKI

TORONAN

087850037456

16

KH. ABD SAMAD

TORONAN

17

KH. ABD HALIK

KEBUN ANYAR

18

KH. MU'ID HOLIL

NURUL AKHLAK

081932384270

19

KH. ABD BASIT FAKIR

AL-FAQIH

0818032350578

20

K. MOH HASIB

BAHRIYATUL FALAH

08175150071

21

KH. MUSAHRI

ORO

22

KH. MOH. HASYIM

PP. NURUD DALAM, NYALABU DAYA

23

KH. ABD. BASIT FAQIH

KOWEL

24

KH. NURULLAH

KOWEL

25

KH. MUSYAFFA’

PP. ORO TORONAN

26

KH. DJAMALUDDIN

NURU HIDAYAT

27

KH. ABD. GHAFFUR

TEJA BARAT

28

KH. HASBULLAH

AL HIKMAH

29

KH. MA'SUM KAYLUBI

BAITUL AMIN

30

KH. MUHAMMAD SYAFIUDIN

JUNGCANGCANG

31

KH. MU'ID KHOZIN

PP. DARUL AKHLAQ

32

KH. SYAMLAWI

BAGANDAN

33

K. MUHSIN

PP KEMUNING

34

K. JAILANI HASAN

PP. BAITUL FATAH

35

KH. ABD. HAMID

PP. PLESTERAN

36

KH. ABD. SAMAD

PP. PLESTERAN

37

K. SU'ADI

PP AL MUSYHARI PANGGUNG

38

K. MAHMUDI

TARBIYATUS SALIHIN

39

KH. SYAKUR WAJDI

PP AS-SIDIQI

40

K.H. KHOLIQ YADI

BARKOT

41

K.H. WAHID ABDULLAH

AL GHAZALI

42

K.H FADHOLI ASMONI

JELBUDAN

43

KH. MINHAJI

NURUS SHIBYAN

K. ABD. KHOLQI

AL GHAZALI I

2

K. ACHMAD

BUJUR TENGAN

087866187855

44

3

K. ASHARI MA'SUM

PANGERREMAN

087894105244

45

K.A. RIFA'I

NURUR RAHMAN

4

KH. MUHAMMAD SUBKI

BUJUR BARAT

087850881979

46

K.H. HANAFI

AR RAHMAN

5

K. M ALI WAFA MAS'UD

LESONG DEJEH

081939276609

47

KH. MUHDAR

KOLPAJUNG

6

K. ISBAT JAUHARI

BUJUR TENGAH

081939322267

48

KH. HASIMIN

SENTOL

7

UST. ISMAIL ABD HAMID

TARBIYATUL MUBTADIIN

081803251880

8

KH. FATHOL BARI

BATUBINTANG

49

K.A ROMADON HAFID

PP AN NAZIR

9

KH. MUHTAM

BATUMARMAR

50

K.H. MUZAKKI

PP. BAITUL NASIR KOLPAJUNG

51

KH. ATIQUR RAHMAN

PP SUMBER MANIS

52

K.A. SYARIF

BARKOT

53

K.H ABD. KHOLIQ

PP KEBUN ANYAR

6

K. FADIL

CAMPOR

0877550325576

7

K. MUHTAR

PANAGUAN

081803076870

8

K. AS'ARI

PANAGUAN

0819383696

9

K. FIRDAUS

CANDI BURUNG

1

KH. NURUDDIN

PP. AINUL HUDA BATU KERBUI

08185242546

54

K. FAUZAN

KOWEL

10

K. MUSANNAN

CANDI BURUNG

2

KH. ABD HALIM

PP. NURUL HALIM SOTABAR

087870015451

55

KH. HASIBIN

PAMEKASAN

11

K. BABURRAYAN

CANDI BURUNG

3

KH. ASMUNI

LPI NURUSSALAM BINDANG

081939077707

12

K. MUSAWWIR

CANDI BURUNG

4

KH. RAHMAD

LPI BABUL ULUM TOLONTOH RAJAH

087850412573

56

KH. MU'IDZ HOSEN

DARUL AKHLAQ PAMEKASAN

13

K. HUSNUL

CANDI BURUNG

5

KH. ADMIN

PP. AL FAUZU WALWARI' BINDANG

08179458364

14

KH. CHOLIL

BATUAMPAR

6

KH. HUMAIDI

PP. ANIDLAMIYYAH BINDANG

087750228975

NO

15

KH. MABRUR JAZULI

TOMPENG

7

KH. NASIR

LPI BUSTANUL ULUM SANATENGAH

085648121607

16

K. HEFNI

TOKET

8

K. AHMAD MAYIKUR

PP. AL-GHAZALI DEMPO TEMOR

081935128565

1

17

K. ABD KADIR

GRO'AN

9

KH. ZAINUDDIN

PP. ALMUKARRIMAH BATUKERBUY

081331361025 / 087850077639

18

K. MUSAMMIL

TOKET

K ABD RAZAK

PP. AL-IHSAN DEMPO TEMOR

087870994888

19

K. HASUAL

CANDI BURUNG

20

KH. IMAM KHOLIL

BATU AMPAR

21

K. BAHRUDDIN ZAHIR

PS. TATTANGOH

081805666599

22

K. ZARKASY MUSLEH

PS. JAMBRINGIN

0818587319

23

K. ABD WAHAB

PS. TATTANGOH PEREPE

24

K. ABD QODIR

GRO'AN

25

KH. HUSNAN M

CANDI BURUNG

26

K. ALAWI AHMAD

PS. TATTANGOH

27

K. ABD QODIR

BERLUNG

28

H. KARIMUDDIN

PANGKUAN

29

KH. ISMAIL MUHAMMAD

BADUNG

30

KH. ABDULLAH MUHAMMAD

TATTANGOH

31

K. HEFNI ROZI

TOKET

32

K. ABDULLAH HEFNI

TOKET

33

K. HAITAM JAILANI

TATTANGOH

34

KH. ABD HALIM HUZEN

TATTANGOH

35

K. UMAR MALIJI

TATTANGOH

36

K. USMAN SUBKI

BADUNG

37

K. ABD MUNIEM MA'RUF

TATTANGOH

38

K. IKHLAS SHOLEH

PANGBATOK

39

K. SAMHARI

PANGKUAN

40

K. NAWAL MUSLEH

TATTANGOH

41

K. HABIB HADI BIN YAHYA

BADUNG

42

K. NURULLAH TAUFIQ

TATTANGOH

1

K. HANAFI NAWARI

PP. DAKWATUL KHOIROT

43

KH. HOLIL MUHAMMAD

BADUNG

2

K. NURUL LAILI

AL-MADANI

44

K. ABDUH

3

KH. MAHFUD

TLANAKAN

45

KH. FAHRUR ROSI AZIZ

BADUNG

4

K. HAMIM NOR

TLANAKAN

46

K. SYAIROZI

TATTANGOH

5

UST. JOHAN

TLANAKAN

NO

47

KH. HOLIL DAMAN HURI

BATUAMPAR

6

K. FAUZAN AS'ARI

TLANAKAN

1

48

KH. JAFAR SODIQ FAUZI

BATUAMPAR

7

K. ABD SALAM SH

TLANAKAN

8

MOH. TOHA

TLANAKAN

9

KH. MAHFUD SA

TLANAKAN

10

K. ULUL ARHAM

SUMBER ANYAR TLANAKAN

11

K. ZAINUL ADIM

SUMBER ANYAR TLANAKAN

12

UST. A. FASFAHEL

SUMBER ANYAR TLANAKAN

13

K. ZUHRI

BANDARAN TLANAKAN

14

KH. ABD AZIZ

AMBAT TLANAKAN

15

K. DAHLAWI

16

K. MAHFUD

KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN NAMA

NO

10

ALAMAT/LEMBAGA

NO HP

KECAMATAN PALENGNGA'AN KABUPATEN PAMEKASAN NAMA

NO

ALAMAT/LEMBAGA

NO HP

1

KH. MOH. SYAMSUL ARIFIN

PP. DARUL ULUM BANYUANYAR

2

K. DOFIR

PALENGNGA'AN

3

KH. ROMLI

PALENGNGA'AN LAO’

4

KH. MA'LUM

PALENGNGA'AN DAYA

5

KH. SYAMSUDDIN FAWAID

PALENGNGA'AN DAYA

08785099330

6

K. NURUDDIN

PALENGNGA'AN LAO’

087866142103

7

K. ROMLI

PENGSERREH

087850454805

8

KH. ABDUL GOFFAR

PALENGNGA'AN LAO’

9

K. SUBAIRI

PALENGNGA'AN LAO’

10

K. KHODEK

PANYOPELLE

085257212899

ALAMAT/LEMBAGA

NAMA KH. AINUL YAQIN

DARUL ULUM I SUMBER DAGA

2

K. AHMAD TIJANI

RIYADUL MUBTADIIN TOLONTO ARES

3

K. RASIDI

DARUL ULUM II PALALANG WARU BARAT

4

KH. AHMAD

DARUL ULUM DU'UMAN WARU TIMUR

5

KH. TOHIR

DARUL ULUM TAMPOJUNG TENGGINAH

6

KH. HASAN BASRI

RAUDATUL MUBTADIIN TAMPOJUNG TENGAH

7

KH. KHOLIK

AL-TOLIBI PANCOR SUMBER WARU

8

KH. HOSEN

NURUL ISLAM SEMMAR RAGANG WARU

9

K. RAHBINI

DARUL ULUM SANALAOK

10

K. MUTAHAR

NURUL ISLAM BAJUR WARU

11

H. HASAN

TAGENGSER LAOK

12

K. NUR HASIN

AL-MUAKKAD TAGENGSER LAOK

087812279122

NO 1

NAMA

ALAMAT/LEMBAGA PADEMAWU

087850357454

11

KH. SUKRON

PALENGNGA'AN DAYA

K. NADIR

PANYOPELLE

2

K. MOLYONO

PRELEBUN

087750624482

13

UST. ABD GANI

PANYOPELLE

3

K. IHSAN

JARIN

08191375628

14

UST. SUFYAN

PANYOPELLE

4

KH. ACH MADANI

SUMEDENGAN

15

UST. MALIJI

PANYOPELLE

5

KH. MOH WAQID ABDULLAH

DESO’

082330616012

16

KH. ZAINI LC

BATULABANG

6

K. MOH HAFID SIRAJ

SUMEDENGAN

08175000955

17

KH. ACHMAD ZAINI SYAFIUDDIN

BATULABANG

7

KH. ALI HASAN MAHFUD

DUR PELLE

18

KH. GAFFAR

PALENGAAN

8

UST. H. UMAM

DUR PELLE

9

UST. M. SURYADI

DUR PELLE

NAMA

ALAMAT/LEMBAGA

NO HP

10

UST. PARHAH

DUR PELLE

087866127070

11

UST. HAMIM

DUR PELLE

12

KH. MA'MUN TAMIM

PADEMAWU

KECAMATAN PEGANTENAN KABUPATEN PAMEKASAN ALAMAT/LEMBAGA

2

K. AKH IDRIS

BULANGAN BRANTA

3

KH. ABD RAHEM

BULANGAN BRANTA

4

K. HASAN

BULANGAN HAJI

081803141729

5

UST ACH FANDI

BULANGAN HAJI

087750235555

6

K. SOMAR

BULANGAN HAJI

087850617106

7

K. SAHI

BULANGAN HAJI

081939355866

8

K. HOLIL

BULANGAN TIMUR

SUMBER LANCAR

9

KH. ABD KODIR

BULANGAN BARAT

SUMBER LANCAR

10

K. BUHARI

BULANGAN BARAT

11

K. TOYYIB

BULANGAN BARAT

12

K. ABDUL WAFI

BULANGAN BARAT

13

K. ACH FAUZI

PLAKPAK

14

H. FARUQ

PLAKPAK

NAMA

ALAMAT/LEMBAGA

KH. ABDUL KARIM MAKKI

SUMBER BUNGUR PAKONG

2

K. ABD KADIR ZAINI

SUMBER BUNGUR PAKONG

3

KH. AHMAD MADANI

SUMBER BUNGUR PAKONG

4

KH. ARIEF MADANI

SUMBER BUNGUR PAKONG

5

KH. MUHDOR

BICORONG PAKONG

6

KH. MURAJI

SUMBER BUNGUR PAKONG

7

K. SUPANDI

BICORONG PAKONG

8

K. MOH. THOHA

BICORONG PAKONG

9

K. MUKIRAH

SOMALANG

NO

10

K. BUSAKAH

SOMALANG

1

KH. M DAHLAN

GALIS

KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN ALAMAT/LEMBAGA

NO HP 0817474164

11

KH. HOLIL MAKKI

SUMBER BUNGUR PAKONG

2

KH. UMAR FARUQ

GALIS

12

KH. ABDUL KARIM

SUMBER BUNGUR PAKONG

3

H. SAMSUL ARIFIN

MIFTAHUR RAHMAN

15

H. SUBHAN

BULANGAN HAJI

13

K. ABDUL QODIR

SUMBER BUNGUR PAKONG

4

H. TAUFIQ

MIFTAHUL ULUM

16

K. MUTARIF

BULANGAN TIMUR

14

K. SUFYAN AIDI

SUMBER DUKO PAKONG

5

K. ABI YAQIN

GALIS

17

KH. ABD. ABBAS

PEGANTENAN

15

K. ABDUL WAFI

SUMBER DUKO PAKONG

6

K. KHABIR

GALIS

16

K. FAUZEN

LEBBEK PAKONG

7

UST. AS'AD BELI

GALIS

17

K. SAMSUDI

KELOMPANG TIMUR

8

H. ZAINI TOBRI

DARUL ULUM

18

K. ALI WAFA

BANDUNGAN SUMBER BALANG

19

K. MURNAFI

BANDUNGAN SUMBER BALANG

20

K. ALIMUDDIN

BANDUNGAN SUMBER BALANG

21

K. ZAINAL ABIDIN

SEDDUR

22

K. MOH. ROFI'

BAJANG

23

K. RIFA'I

SUMBER BUNGUR PAKONG

24

K. ROKIB

PALALANG PAKONG

NO 1

NAMA KH. NASIRUDDIN

ALAMAT/LEMBAGA NURUL ULUM SUMBER NANGKAH PONJAN BARAT

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

NAMA

081803274496

KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN NO

KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN PAMEKASAN NO

NO HP

AL MUJTAMA' PLAKPAK

1

NAMA

NAMA KH. ABD. GHAFUR

NO

ALAMAT/LEMBAGA

NO HP 087852000797

NAMA

ALAMAT/LEMBAGA

1

KH. FAKHRUR ROZI M

PONPES CENDANA

2

KH. GUFRON ZUBAIRI

RA. BATULENGKUNG

3

KH. HASIM

MASJID SALAM

4

KH. UBAIDILLAH BASITH

PONPES CENDANA

5

K. ALAWI FAQIH

BUNGBARUH

6

KH. ABD MAJID

PONPES NAHDOTUS

7

K. ACH ZAINI

MASJID AL AZRI

8

K. JAHRI

MUSOLLA AL-HIDAYAT

KH. SINHAJI HOLIL

AL-IHSAN BANGKES

K. ANWAR

MUSOLLA ANNUR KERTAGENAH DAJA

1

KH. MOH HASIBIN

PP. KARANG BARU BLUMBUNGAN

2

KH. MUNDIR CH

PP. ANSYAHIDUL KABIR

3

KH. DOFIR

PP. BABUL JADID

087775094405

4

KH. HASAN MU'ID

LARANGAN

087850500300

5

KH. AFFAN BAISUNI

TALANG

081931598209

6

KH. ALI USAMN BAHWI

SYAHIDUL KABIR

NO HP

7

KH. ABRORI CHALIL

SYAHIDUL KABIR

087849999913

9

081913700920

8

KH. MUZAMMIL AN

SYAHIDUL KABIR

085931371666

10

KECAMATAN BATUBINTANG KABUPATEN PAMEKASAN

NO HP

K. AHMAD JUFRI

12

NO

NO HP

KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN

KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN 081913760838

KECAMATAN TALANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN

KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN

NO HP

ALAMAT/LEMBAGA

1

NO HP


10

SENIN

7 Januari 2013

Bantah Anak Tirikan Guru KM/DOK

PERLU PERBAIKAN: Prosesi wisuda di salah satu universitas beberapa waktu lalu. Sistem pendidikan Indonesia hingga saat ini masih terus menuai kritik termasuk masih banyak output sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya.

Sarjana Sekarang Dinilai Korban Sistem Pendidikan SUMENEP- Banyak sekali catatan terkait sistem pendidikan di Indonesia. Dari sistem yang tidak henti-hentinya membeberkan catatan buruk, sehingga banyak kalangan yang memandang sebelah mata terhadap sistem pendidikan Indonesia saat ini. Banyak anak putus sekolah bukan hal yang aneh karena biaya pendidikan yang amat besar tidak sebanding dengan penghasilan orangtua. Ada beasiswa tapi hanya mandeg di tingkat para mafia pendidikan. Orang yang melanjutkan pendidikanpun kena getahnya, para sarjana misalnya, harus memilih gigit jari dengan menjadi pengangguran lantaran tak ada lowongan kerja. Seperti diungkapkan Dekky Purwanto, seorang guru honorer di salah satu sekolah swasta di Sumenep. Ia menyesalkan sistem pendidikan yang berjalan selama ini. Ia miris menyaksikan sistem

pendidikan yang tidak berada pada maksud dan tujuan sebenarnya. “Saya kurang paham sebenarnya maksud dari sistem pendidikan kita ini, banyak orang tak bisa sekolah lantaran tak punya biaya dan tak banyak yang peduli dengan hal ini, yang namanya beasiswa dan bantuan banyak tak tepat sasaran, buktinya banyak anak orang miskin tidak mendapatkannya dan lagilagi sedikit orang yang bisa berbicara banyak untuk meluruskannya,” kata pria yang berdomisili di Kecamatan Bluto ini. “Mau bicara sarjana? Sudah terlalu banyak di Indonesia ini, tapi berapa banyak yang jadi pengangguran karena tak ada lowongan? Tak terhitung jumlahnya, bagi yang jurusan pendidikan mau jadi guru semua sekolah sudah penuh, mau bekerja tidak lowongan, ujung-ujungnya apa? Banyak yang memilih jadi pela-

KM/ BADRUR ROSI

Banyak anak orang miskin tidak mendapatkannya dan lagi-lagi sedikit orang yang bisa berbicara banyak untuk meluruskannya.” DEKKY PURWANTO Guru Honorer Sekolah Swasta

cur pendidikan itu sendiri, jadi koruptor, pelaku kriminal dan lain sebagainya yang sama sekali jauh dari keilmuannya” ungkap mantan aktifis mahasiswa ini. Lebih jauh, Dekky berpendapat para sarjana saat ini korban dari sistem pendidikan sendiri, sebagai contoh saat ini yang paling banyak sarjana menjadi pengangguran adalah sarjana lulusan pendidikan Islam, tapi rencana penutupan Program Pendidikan Islam ini belum dilakukan dan masih banyak orang mengambil jurusan ini, padahal ia tahu hanya akan menjadi pengangguran setelah lulus nantinya”, ujarnya. “Bagi saya harus ada reformulasi sistem pendidikan yang lebih baik, sudah terlalu banyak orang tidak bisa sekolah, dan sudah terlalu banyak orang sekolah justru berujung pada profesi pengangguran” pungkasnya. (KM13/zis)

SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep dituding menganaktirikan persoalan penempatan dan kedisiplinan guru PNS Kepulauan. Disdik pun menanggapi serius tudingan tersebut dan menilai pernyataan tersebut hanya sebatas anggapan sepihak dari warga. Sebelumnya, masyarakat Kepulauan melalui wakilnya di DPRD Sumenep mengaku risih dengan perilaku guru PNS yang tingkat kedisiplinannya minim. Sesuai yang mereka ungkapkan, dalam setiap bulannya terkadang hanya mengajar satu kali. Bahkan tidak jarang dalam setahun hanya ada yang 3 kali. Namun tetap menerima gaji dari dari dinas terkait. Menanggapi hal itu Kepala Disdik Sumenep, Ahmad Masuni, menegaskan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan UPTD setempat mengecek kebenaran tersebut. Dia mengatakan akan terus mencari kebenaran dari kabar tersebut. Dan jika terbukti, pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Tentang penganaktirian dalam penerimaan guru PNS, Masuni menilai pernyataan tersebut hanya sebatas penilaian sepihak. Sebab, menurut Masuni, dalam penerimaan calon guru PNS tersebut pihaknya sudah melakukan penjarin-

DOK/KM

AHMAD MASUNI Kepala Disdik Sumenep

gan secara serius sesuai dengan prosedur yang ada. ”Semua pendaftar guru PNS itu ada tes masuknya. Jadi kami memilih sesuai dengan hasil tes itu,” papar Masuni kepada Kabar Madur, Minggu (6/1). Pengiriman guru PNS ke Kepulauan merupakan bagian dari bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi pendidikan di sana. Dengan adanya sikap warga yang menolak terhadap kiriman guru dari daratan, Masuni mengaku memang akan lebih baik jika tenaga pengajar untuk sekolah-sekolah di Kepulauan berasal dari daerah setempat. ”Memang saya lebih sepakat kalau masyarakat sudah ada yang merasa mampu, nanti lah mendaftarkan diri ketika ada pendaftaran tenaga pengajar lagi. Mungkin dengan begitu akan pendidikan di sana akan lebih kondusif,” pungkas Masuni. (aqu/zis)

Jawaban Dekadensi Moral Remaja

SUMENEP-Maraknya tawuran antar pelajar seperti yang terjadi di Jakarta beberapa bulan yang lalu, tawuran antar geng motor, penganiayaan yang dilakukan oleh geng cewek terhadap rekannya sendiri dan beberapa kasus kriminal lainnya yang melibatkan anak usia sekolah masih terus mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Semua kasus yang mencoreng dunia pendidikan begitu menghentakkan tak terkecuali di Pamekasan baik itu yang berada pendidikan yang berada di

KM/ANWAR NURIS

MENYIMPANG: Sejumlah muda-mudi berada di areal taman ArekLancor. Mereka bergelap-gelap ria dan sepertinya tak sungkan melakukan adegan ciuman.

Perilaku Menyimpang Melanda Remaja PAMEKASAN-Sudah menjadi kegiatan rutin jika malam minggu tiba para remaja dan pemuda baik itu laki-laki dan perempuan datang dari segala penjuru kota Gerbang Salam memadati sejumlah titik tempat strategis yang sangat nyaman untuk berkumpul atau sekadar cangkrukan. Seperti di areal Arek Lancor yang berada di jantung kota, di areal eks Stasiun Kereta Api dan di sepanjang taman sisi barat ruas jalan Ttrunojoyo dekat kali Patemon yang agak gelap karena sinar lampu penerang jalan umum di badan jalan Trunojoyo terhalang oleh pohon pinus pengindah jalanan kota. Anehnya tak satupun Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di sepanjang taman terse-

but. Padahal biasanya beberapa bulan yang lalu selalu ada yang berjaga di tempat tersebut apalagi saat malam minggu. Mereka biasanya stand by sekitar pukul 22.00-23.30 WIB. Pengamatan lapangan Kabar Madura di lokasi tampak beberapa pasang muda-mudi sedang asyik berduaan di tempat yang agak gelap tersebut sambil bersandar ke pagar pembatas taman dengan kali Patemon. Tak jarang para muda-mudi ini berbuat berlebihan padahal di sekeliling mereka banyak orang. Menyikapi kondisi ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pamekasan Masrukin yang dihubungi melalui telepon, kemarin, belum bisa dikonfirmasi, telepon selulernya dalam kondisi sedang off. (KM12/zis)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

bawah naungan Kemendiknas maupun Kemenag yang menuntun para stakeholder pendidikan di kota pendidikan ini berstatemen bahwa pendidikan berkarakterlah yang mampu memprotek remaja di bumi gerbang salam ini dari serangan dekadensi moral. “Terjadinya tindakan amoral yang akhir-akhir ini melanda para remaja Indonesia tak terkecuali di Pamekasan disebabkan kurang sadarnya para remaja mengontrol diri dalam bertindak,” kata Haryono kepada Kabar

KM/ANWAR NURIS

Haryono Aktivis Kampus

Madura, Minggu (6/1). Hal itu diduga kurang pahamnya terhadap ajaran

agama dan serangan arus global dengan merebaknya kebebasan tehnologi informasi sehingga remaja kita terpengaruh dari apa yang mereka akses semisal internet, beredarnya majalah yang tak pantas dikonsumsi secara bebas, kurang memfilter diri dari apa yang mereka konsumsi”, terang aktivis kampus itu. “Kurangnya pengawasan orangtua terutama ketika di rumah, ketika di sekolah guru harus tegas terhadap anak didiknya dan memberi teladan yang baik sebagai orangtua kedua di

sekolah,” ujarnya. “Jadi solusi untuk melindungi remaja khususnya di kota pendidikan ini sebagai aset bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan selanjutnya di setiap lembaga pendidikan entah di bawah naungan Kemendiknas dan Kemenag harus memperbanyak kegiatan keagamaan untuk mengimbangi pelajaran agama yang hanya seminggu sekali itu. Dan harus mennanamkan nilainilai moral sejak dini”, ungkapnya. (KM12/zis)


SENIN

11

7 Januari 2013

Faks atau Email Pun Tak Ada PAMEKASAN-Asa mania bola Madura melihat anggota skuad tim P-MU berbaju Timnas Garuda, tampaknya tak akan tercapai. Pasalnya hingga kemarin (6/1) surat yang ditunggu untuk memastikan jika dua pemain P-MU dipanggil memperkuat Timnas yang disiapkan ke ajang Piala AFF belum diterima manajemen P-MU. Hal itu disampaikan Achmad Fauzi, tim asistensi manajemen P-MU yang bertugas khusus menggawangi administrasi Laskar Sape Kerap. ”Hingga hari ini (kemarin, Red), tidak ada surat yang masuk. Mereka kan sebenarnya bisa kirim via faks dan atau email. Nyatanya hingga kini tidak ada,” ujar Fauzi, kepada Kabar Madura, kemarin. Masih belum adanya surat dimaksud, menurut Fauzi, sangat besar kemungkinan dua pemain yang masuk daftar pemain yang dipanggil Timnas tak akan berangkat ke Medan. Pasalnya, imbuhnya, butuh prosedur resmi untuk memberikan izin. Sebagaimana disampaikan Manajer P-MU Achsanul Qosasi kemarin, sepanjang prosedur pemanggilannya dilalui dengan baik, pihaknya tidak mempermasalahkan pemainnya dipanggil memperkuat Timnas. Belum adanya surat pemanggilan resmi dimaksud, memantik reaksi dan perdebatan dari sejumlah pihak. Termasuk di kalangan suporter P-MU. Seperti yang disampaikan Rahmad, salah satu supoter asal Palengaan, Pamekasan. Pria yang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Muhammadiyah Malang tersebut mengaku sangat heran atas kinerja PSSI yang hingga kini belum mengirim surat tertulis. ”Kalau sudah begitu, saya secara pribadi menduga rilis dan pemanggilan pemain sebagai upaya merusak konsentrasi klub. Terutama peserta ISL yang kompetisinya sudah berjalan,” ujar Rahmad. Lebih luas Rahmad mengaku sangat heran dengan kenyataan pemanggilan namanama pemain yang mencapai

Berpeluang Jadi Kiper Utama Perseba Super

KM/TABRI S. MUNIR

DUO TIMNAS: Busari (kanan) dan Fachrudin Wahyu Aryanto, dua penggawa P-MU yang dipanggil mengikuti TC panjang Timnas Indonesia yang akan dipersiapkan terjun di kancah Piala AFF 2015.

51 orang, serta pemusatan latihannya memakan waktu sangat lama. ”Saya sangat respek terhadap Timnas. Kamipun akan mendukung sepenuhnya Timas Indonesia. Tetapi jika proses yang dilakukan cenderung merugikan klub dengan melakukan TC terlalu lama, sama saja dengan mempermainkan hak-hak klub terhadap pemain,” tambah bapak satu anak tersebut. Dengan kenyataan tersebut, Rahmad justru berharap agar dua pemain P-MU yang masuk dalam daftar rilis pemain Timnas diperrtimbangkan secara

PERBASI TC Basket Porprov Minggu III Januari SAMPANG-Persiapan serius dilakukan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Sampang mengirimkan timnya berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV/2013 mendatang. Akhir bulan ini, induk olahraga bola basket tingkat kabupaten itu berencana menggelar pemusatan latihan alias trainning center (TC). Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Pengkab Perbasi Sampang, Hamdani. Kepada Kabar Madura, pria yang berdomisili di kawasan Permata Selong Sampang itu mengatakan, TC akan dimulai akhir bulan ini. ”Minggu III Januari kita sudah mengumpulkan pemain untuk masuk pemusatan latihan,” terang Hamdani. Meskipun ajang kejauaraan multicabang olahraga tingkat provinsi itu baru akan digelar Juni mendatang, namun Hamdani berasumsi bahwa lebih lama TC dilakukan, makan hasil yang akan diperoleh akan semakin maksimal. ”Kami memang upayakan lebih awal agar persiapan tim bisa lebih matang. Ini juga yang diharapkan akan mempengaruhi prestasi tim basket Sampang di ajang Porprov IV mendatang,” imbuhnya. Sementara itu, Hamdani mengaku tak perlu lagi menyaring pemain guna diseleksi menjadi skuad tim basket Porprov Sampang. Alasannya, ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) dan kompetisi internal antarklub Perbasi Sampang lalu, bakal menjadi acuan bagi pemilihan pemain yang akan dipanggil guna menjalani pemusatan latihan. Ditanya mengenai target, Hamdani tak ingin muluk-muluk. Dirinya hanya berharap anak-anak Sampang akan tampil bagus. Hal itu seiring belum pesatnya kemajuan olahraga yang identik dengan negeri Paman Sam itu di Kota Bahari. ”Kami tidak menargetkan juara. Hanya kami berharap minimal mampu lolos dari Pra-Porprov dulu. Sementara target secara individu tentu kami menginginkan salah satu pemain kami bisa main di klub basket professional,” pungkasnya. Meskipun belum ada jadwal resmi yang dikeluarkan Pengprov Perbasi Jatim, namun menurut kabar, Pra-Porprov sendiri rencananya akan digelar Maret atau April mendatang. (bai/ed) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

Renantha Curi Perhatian Nus

matang oleh manajemen P-MU. ”Kami sangat mendukung sepenuhnya dua pemain P-MU dipanggil Timnas. Tetapi sepanjang iktikad dan prosesnya dilakukan dengan baik,” tandas Rahmad. Sebagaimana diinformasikan kemarin, Manajer P-MU mengaku akan mendahulukan kepentingan negara. Yakni akan memberikan izin kedua pemainnya memperkuat Timnas, sepanjang dilakukan dengan prosedur yang seharusnya. Termasuk merujuk statuta FIFA yang menjadi jujugan sejumlah negara. (bri/ed)

BANGKALAN-Target promosi yang dicanangkan Perseba Super sangat mungkin bisa tercapai. Berbagai persiapan dilakukan. Yang paling urgen adalah mendatangkan pemain-pemain yang mampu bersaing di kompetisi yang diikuti, Divisi Utama PT Liga musim 2012-2013. Alhasil, beberapa nama eksPerseba Super Divisi I terancam hilang. Namun hadirnya Renantha sebagai salah satu calon penjaga gawang Laskar Suramadu, menepis ancaman tersebut. Sempat menghilang setelah menjadi pelapis Djoko Susilo di bawah mistar saat Perseba Super berkompetisi di Divisi II, Renantha kembali saat Perseba menjalani musim perdananya di liga profesional Divisi Utama. Di klub yang bermain di bawah naungan PT. Liga Indonesia itu, Renantha akan bersaing memperebutkan posisi penjaga gawang utama. Pemain yang saat ini terdaftar sebagai anggota di Rindam III Siliwangi Bandung itu memiliki kans untuk mendapat rekomendasi dari Pelatih Kepala Perseba Super, Nus Yadera. Skill yang dimiliki pemain 20 tahun itu dinilai potensial oleh Nus. ”Renantha bermain cukup bagus. Saya kira dia bisa bersaing dengan calon kiper yang lain,” tegas Nus. Selain itu, Nus juga mengaku menyukai pribadi Renantha yang penurut. Itu yang menurut pelatih 46 tahun itu akan menjadi modal bagus untuk memulai karir sebagai pemain profesional. ”Semua sesi latihan diikutinya secara rutin. Ini modal bagus bagi calon pemain profesional seperti dia,” imbuhnya. Renantha memang memiliki darah Madura dari ayahnya. Tepatnya berasal dari Desa Pat-

enteng, Kecamatan Modung, Bangkalan. Namun Renantha yang lahir di Mojokerto, mengaku tak pernah menjalani pendidikan sepak bolanya di Bangkalan. ”Saya lahir di Mojokerto. Memulai karir di SSB Gajahmada Mojokero. Hanya masa SMA saya dilewati di SMAN 1 Bangkalan,” terang anak kandung pasangan Asda dan Sri Astuti itu. Berkat prestasinya bersama Perseba Super U-18 yang menjuarai Suratin Cup 2009 lalu, saat ini Renantha sudah terdaftar sebagai anggota TNI di Rindam III Siliwangi Bandung. Saat ditanya mengenai izin dari kesatuannya apabila diterima memperkuat Perseba Super, pemain yang pernah masuk seleksi SAD Uruguay itu mengaku sudah tak ada persoalan terkait hal tersebut. ”Alhamdulillah sudah dapat izin. Kan awalnya saya masuk TNI lewat prestasi bola,” imbuh pemain yang beralamat di Kecamatan Mojosari, Kab Mojokerto itu. Setiap menjalani latihan ber-

”Renantha bermain cukup bagus. Saya kira dia bisa bersaing dengan calon kiper yang lain.” NUS YADERA Pelatih Perseba Super sama Perseba, Renantha memang tidak tinggal bersama pemain yang lain. Pemain yang merupakan anak emas Sukabar, mantan pelatih kiper Perseba Super itu memilih menggunakan kendaraan pribadinya setiap kali menjalani latihan di lapangan Lebo Sidoarjo, tempat Perseba Super berlatih rutin belakangan ini. ”Kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah. Jadi saya bisa pulang pergi menggunakan sepeda motor,” tandasnya saat kemarin (5/1) ditemui Kabar Madura usai latihan. (bai/ed)

KM/AHMAD BAIQUNI

TETAP SEMANGAT: Mengingat jarak dari kediamannya ke lapangan Lebo Sidoarjo tergolong dekat, Renantha mengendarai motornya untuk setiap pulang-pergi latihan Perseba Super.

Persebaya DU Versus P-MU Gratis BANGKALAN-Sudah bukan rahasia umum lagi apabila kedekatan suporter Madura dan Surabaya terjalin begitu erat. Suporter Kota Pahlawan yang identik dengan sebutan Bonek memang sudah menganggap suporter Madura sebagai saudara mudanya yang sudah mulai diperhitungkan di kancah sepak bola nasional. K-Conk Mania, salah satu komnitas suporter Madura yang intensif menjalin komunikasi dengan Bonek, memang sangat menunggu laga persahabatan yang akan digelar sore ini.

Di laga sebelumnya yang digelar di Stadion A. Yani Sumenep, penonton memang terlihat tidak terlalu ramai. Faktor jarak yang begitu jauh, dinilai menjadi pemicu sepinya minat suporter asal Surabaya itu. Dirijen K-Conk Mania Mimit Jenggot sangat yakin bahwa sore ini Gelora 10 November Tambaksari akan kembali bergemuruh. Meskipun pertandingan uji coba itu akan digelar bertepatan dengan hari masuk sekolah. ”Kami tetap optimistis dengan antusiasme teman-teman KConk,” tegas mimit.

Ditanya mengenai sejauh mana komunikasi yang dilakukannya dengan Bonek, Mimit mengaku semuanya sudah rampung. Bahkan beberapa Korwil Bonek sudah mengkonfirmasi akan kehadirannya di laga sore ini. ”Beberapa Korwil Bonek yang saya hubungi sudah bersedia hadir. Mengenai komunikasi dengan para pentolan Bonek yang lain, sudah dilakukan saat pertemuan suporter Jatim di Bangkalan kemarin (lusa, Red.),” imbuh pria asal Kecamatan Kwanyar, Bangkalan itu. Sementara itu, Hamin Gimbal,

salah satu pentolan Bonek Mania mengaku sangat menunggu kedatangan suporter Madura. Kepada Kabar Madura, pria yang masih kerabat Mimit itu sangat mengharap akan kehadiran suporter Madura pada pertandingan sore ini. ”Saya ucapkan selamat datang buat Peccot, Taretan dan KConk Mania di Surabaya,” terang Hamin melalui akun Blackberry Masanger-nya. K-Conk Mania sendiri berencana mengkoordinir anggotanya. Selain mengawal menggunakan sepeda motor, mobil kap

terbuka pun telah disediakan. ”Silahkan bagi anggota KConk yang akan menggunakan sepeda motor. Namun kami mengimbau agar melengkapi diri dengan kelengkapan berkendara. Kami akan tetap kawal. Bagi yang tidak menggunakan motor, kami menyediakan truk dengan biaya Rp 10 ribu perorang,” ujar Imam, Koordinator Lapangan K-Conk Mania. Imam juga menambahkan bahwa tiket masuk stadion akan digratiskan. Mengingat laga yang hanya berlabel partai uji coba. (bai/ed)

Mengkalkulasi Format Starting Eleven Laskar Sape Kerap (4-Habis)

Osas Saha Cari Tandem di Barisan Penggempur Bintang lapangan sepak bola lebih banyak diisi oleh striker. Bahkan penghargaan pemain terbaik dunia lebih banyak diraih oleh pemain yang berposisi sebagai striker. Akan halnya dengan P-MU, pemain termahal berada di posisi striker, yakni Osas Marvelous Ikpefua Saha. Kendati demikian, peluang empat striker lainnya masih sangat terbuka menjadi starting eleven pilihan Daniel Roekito. TABRI S. MUNIR, Pamekasan ADA lima pemain di P-MU yang berposisi sebagai striker. Yakni Indriyanto Nugroho, Sudirman, Ervan Hidayatullah, Osas Marvelous Ikpefua Saha dan Busari. Dari kelimanya, Osas menjadi pemain yang sangat menonjol untuk dijadikan starting eleven P-MU di ISL nanti. Kendati

ketajaman pemain asal Nigeria dalam membobol gawang lawan hingga kini masih kalah dari Rossy Noprihanis yang notabene second line. Pilihan terhadap Osas Saha bisa saja bergeser terhadap pemain lainnya, jika pemain berambut keriting tersebut tak kunjung tunjukkan performa terbaiknya. Apalagi dalam waktu dekat ini, Daniel Roekito akan kembali mendatangkan pemain asing Asia yang berposisi sebagai striker. Dari keempat pemain yang berpeluang menjadi pilihan utama untuk mengisi starting eleven, kemngkinan besar akan jatuh di pundak Busari. Pemain yang merapat ke P-MU beberapa hari lalu tersebut memang belum terbukti kontribusinya dalam laga resmi P-MU. Kendati demikian, tampilan moncernya dalam beberapa kali latihan sangat mungkin Busari akan jadi pilihan. Untuk betul-betul bisa menggenggam kursi starting eleven, Busari harus bisa bersaing dengan Sudirman. Pemain asli P-MU sejak di Divisi I tersebut penampilan setiap

harinya menunjukkan grafik posistif. Sebagaimana disampaikan Daniel Roekito. ”Saya lihat Sudirman setiap harinya terus mengalami peningkatan permainan. Dia mulai sangat bagus,” jelas pelatih yang merapat ke P-MU pada 27 Desember lalu. Rivalitas untuk memperebutkan starting eleven makin sengit seiring peran Indriyanto Setyo Nugroho di lapangan yang juga menunjukkan prospek positif. Kendati secara usia sudah uzur, Indriyanto masih mampu menjadi kreator serangan dengan kecerdasan dalam mengolah permainan. Faktor pengalaman serta kecerdikan yang dimiliki pemain berjuluk Mr cepek ini, menjadikan Daniel Roekito terkesan dengan permainan pria asal Solo tersebut. (ed)

KM/TABRI S. MUNIR

BERSINAR: Meski bukan striker murni, Rossy Noprihanis yang sebenarnya berposisi sebagai sayap kanan, mencatatkan diri sebagai yang tersubur mencetak gol ke gawang lawan-lawan P-MU selama persiapan menuju kancah ISL 2012-2013 ini.


12

SENIN

7 Januari 2013

Ujian Racikan Daniel Roekito

Sore ini P-MU Tantang Persebaya DU di Tambaksari

KM/TABRI S. MUNIR

BUSARI B

bela P-MU dalam pertandingan uji coba. ”Saya siap pela main. Jika pelawakt tih memberikan waktu kepada saya, pilihannya tiada lain, harus menang,” tanda tandas Madur Fagundez kepada Kabar Madura, sebelum bertolak ke Surabaya, ke kemarin (6/1). aksiny Tak hanya Fagundez yang aksinya Madur sudah ditunggu mania bola Madura. sebag Busari yang datang ke P-MU sebagai pengganti eks teman timnya, Ug Ugik sang Sugiyanto, aksi-aksinya juga sangat Madur ditunggu oleh mania bola Madura. te Pasalnya, pemain yang saat ini teryan masuk dalam daftar 51 pemain yang latiha dipanggil masuk pemusatan latihan pu Timnas tersebut belum sekali pun P-MU memakai jersey pertandingan P-MU. ”Tunggu besoklah. Kalau diminta turun, saya siap,” ujar Busari yang hingga kini masih ikut lati-

KM/TABRI S. MUNIR

HANDIK ARIF UTOMO

han bersama P-MU menyusul belum datangnya surat tertulis tentang pemanggilan dirinya untuk ikut TC Timnas. Komentar singkat disampaikan Handik terkait peluang dimainkannya pada uji tanding sore ini. Disampaikan, sebagai pemain dirinya siap diturunkan dalam pertandingan apapun. ”Saya siap ikuti instruksi pelatih. Terserah Pak Daniel,” tuturnya. Kedua pemain tersebut, menurut Daniel Roekito sebagaimana disampaikan kepada Kabar Madura akan diturunkan dalam pertandingan nanti sore. ”Tujuan kami kan ingin mencari sosok pemain yang akan mengisi starting line up nantinya, ya seluruh pemain akan kami coba. Terutama Busari dan Handik,” jawab Daniel Roekito. (bri/ed)

BR IS .M UN IR

Gelora 10 November Tambaksari Surabaya. Tempat tersebut menjadi kewenangan Persebaya DU selaku tuan rumah dalam uji coba nanti sore. ”Enak juga kami beristirahat disini. Besok ketika akan latihan kan bisa langsung jajal lapangan,” ujar Issac Jober, salah satu pemain P-MU. Seluruh pemain P-MU yang berjumlah 26 orang ikut serta dalam rombongan pemain. Sayangnya, pada sore kemarin Tassiou Bako tidak berlatihan. Itu karena bus pemain P-MU baru merapat ke Stadion 10 November pukul 17.00. (bri/ed)

RILEKS: Merapat ke mess Gelora 10 November Tambaksari Surabaya sekitar pukul 17.00 kemarin (6/1), penggawa Laskar Sape Kerap langsung menyaksikan siaran langsung salah satu laga ISL, Persija Jakarta v Persisam Samarinda.

KM/TABRI S. MUNIR

dalam pertandingan uji coba. Ketiga pemain tersebut, yakni Ronald Fagundez, Handik Arif Utomo dan Busari. Ronald Fagundez yang ikut serta mengantarkan Persik Kediri juara Ligina musim kompetisi 2006 lalu, sudah sangat ditunggu aksinya oleh suporter P-MU. Pasalnya, pemain yang mampu menyisihkan pesaingnya, Steven Mennoch, belum sekali pun mem-

KM/TABRI S. MUNIR

RONALD FAGUNDEZ

BUKTIKAN KETAJAMANMU: Osas Saha diprediksi masih dipercaya sebagai striker utama dalam uji coba Laskar Sape Kerap lawan Persebaya DU Surabaya di Gelora 10 November Tambaksari Surabaya sore ini.

Istirahat di Mess Tambaksari SURABAYA-Tassiou Bako dan kawankawan yang akan melakoni laga uji coba melawan Persebaya Divisi Utama (DU) nanti sore, bertolak ke Surabaya kemarin siang (6/1). Selama di Surabaya, Laskar Sape Kerap menempati mess Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya. Menurut Daniel Roekito, pemainnya sengaja diberangkatkan lebih awal. Dengan maksud, memberi kesempatan beristirahat lebih lama di Surabaya. Selama di Surabaya, skuad Laskar Sape Kerap memang disediakan tempat oleh panitia setempat di ruang atlet Stadion

LAGA uji coba P-MU kontra Persebaya Surabaya yang akan kick off pukul 15.30 nanti sore, akan menjadi ajang pembuktian tiga pemain anyar P-MU yang belum sekalipun membela Laskar Sape Kerap

/TA

hanya bertujuan untuk menyuplai bola matang kepada Osas Saha dan Busari. Jibaku kesebelasan P-MU tersebut akan diuji ketajamannya dalam membobol pertahanan Persebaya DU yang saat ini dikawal duet Ahmad Hisyam TolleCarvalho. Dengan kenyataan tersebut, prkatis duel keduanya akan sangat menarik untuk ditonton dan dilihat hasilnya. Pasalnya, selain adu kekuatan antarpemain, laga tersebut sebagai ajang adu gengsi dua tim asal Jawa Tmur yang basis suporter fanatiknya hampir sama. (bri/ed)

Menunggu Aksi Fagundez, Busari dan Handik

KM

PAMEKASAN-Berbagai menu latihan tahap pertama Pelatih Kepala Persepam Madura United (P-MU), Daniel Roekito, telah dilahap oleh Mohamadou Tassiou Bako dan kawankawan. Sejak 28 Desember lalu, 26 pemain P-MU silih berganti dicekoki berbagai strategi permainan sepak bola ala pelatih kelahiran Rembang-Jawa Tengah tersebut. ni saat P-MU akan beruji Tak heran, sore ini ebaya Divisi Utama (DU) tanding lawan Persebaya a Madura sangat antusias. Surabaya, publik bola gin melihat seberapa muTentunya mereka ingin jarab racikan Daniel Roekito. Partai yang akan adion Gelora 10 November dilangsungkan di Stadion ya itu, tak lain ajang pemTambaksari Surabaya buktian ampuhnya racikan Daniel Roekito. Terlepas dari hal tersebut, laga nanti sore atangan strategi dan takmerupakan uji kematangan g telah diberikan pelatih tik permainan yang m tersebut. Juga sebagai pengganti Mustaqim ajang pembuktian jika Daniel Roekito dan gang ke arena perang ISL P-MU siap melenggang erangnya sudah ditabuh yang genderang perangnya 5 Januari kemarin. Meski real game P-MU L masih akan dimulai 16 sendiri di pentas ISL g. Januari mendatang. Menang atau seri melawan Persebaya DU an memperpanjang daftar di kandangnya, akan d P-MU. Yakni rekor tak torehan rekor skuad m berkostum hijau. Yang pernah kalah dari tim rtandingan yang dilakoni mana dalam dua pertandingan wan Persebaya Selection P-MU, yakni melawan P-MU menang 2-0 dan berbagi angka 1-1 a DU. Keduanya dilakoni melawan Persebaya n A. Yani Sumenep. di lapangan Stadion entu penahbiskan jika Rekor lainnya, tentu go kandang. Tetapi yang P-MU tak hanya jago terpenting adalah rekor kemenangan pergan pelatih anyar Daniel dana P-MU di tangan tahui, sejak P-MU secara Roekito. Perlu diketahui, definitif ditangani Daniel Roekito, pere adalah pertandtandingan nanti sore ingan perdananya. engkapi daftar Mampukah melengkapi enilik dari marekor tersebut? Menilik U diyakini akan teri pemain, P-MU mampu meladeni Bajul Ijo -julukan g notabene akan Persebaya DU yang berkompetisi satu kasta di bawahnya. KenU ditahan imbang 1-1, dati kemarin P-MU ain P-MU saat ini sudah namun materi pemain k ada lagi pemain seleksi berubah drastis. Tak kan dan tak ada lagi riyang akan diturunkan n untuk uji kemampuan valitas antarpemain di hadapan pelatih agar direkomendasikan untuk dikontrak. ba tersebut, skuad Laskar Dalam laga uji coba imana disampaikan pelaSape Kerap sebagaimana kito, sebatas memilih petihnya, Daniel Roekito, adikan sebagai kerangka main yang akan dijadikan tim utama. ”Uji coba dengan Persebaya DU kan hanya ok pemain antarlini yang untuk mencari sosok rangka tim,” ujar Daniel akan dijadikan kerangka bar Madura, kemarin (6/1). Roekito, kepada Kabar an menilai pemainnya unKendati hanya akan si starting eleven, Daniel tuk dijadikan pengisi Roekito sepertinya lebih memilih tipikal pemain yang mampu bermain disiplin dan metas tim. ”Saya kan tidak merankan kolektifitas ain berdasar kemampuan ingin melihat pemain g akan saya lihat untuk individualnya. Yang kemudian menjadi pemain utama nantinya, ain secara koletif,” jelas ya yang bisa bermain gori khusus pemain yang Daniel tentang kategori di skuad utamanya kelak. akan dipilih menjadi aan tersebut, bentrok Dengan kenyataan Fachruddin dan kawan-kawan melawan Uston Nawawi dan kawan-kawan dipastikan ik. Pasalnya, target menakan sangat menarik. tarpemain yang menjadi guji kolektifitas antarpemain tolak ukur Daniel Roekito akan menjadikan erjalin rapi antarlini. permainan P-MU terjalin Jika menilik dari materi latihan yang dilaku-

kan pada latihan pagi kemarin (6/1) sebelum bertolak ke Surabaya, komposisi pemain P-MU yang akan diturunkan pada babak pertama tidak akan banyak berubah seperti kala dibesut Mustaqim. Galih Firmansyah tetap menjadi pilihan utama sebagai penjaga gawang. Keberadaannya akan dilindungi oleh Tassiou Bako dan Firly Apriyansah yang diperankan sebagai stoper. Sementara wing bek kiri kemungkinan besar akan di bawah kendali Denny Rumba. Hal itu menyusull Michel Orah masih sedikit mengalami problem dengan engkel kakinya. Sementara wing bek kanan, besar peluang Khusnul Yuli tetap menjadi pilihan utamanya. Yang menarik, komposisi lini tengah P-MU kemungkinan besar akan menghadirkan Kwon Jun dan Ronald Fagundez sebagai pengatur permainan. Kwon Jun sebagai pengatur pertahanan, dan Ronald Fagundez sebagai pengatur serangan. Keduanya akan dibantu pemain termuda P-MU, Rossy Noprihanis dan Issack Jober. Pera n mereka

Tekankan Soliditas Klub Anggota PSSI Kholilurrahman yakin P-MU Bertahan di ISL PAMEKASAN-Tim Persepam Madura United (P-MU) sudah bertolak ke Surabaya, kemarin (6/1). Laskar Sape Kerap tersebut akan melakoni uji coba melawan Persebaya Divisi Utama (DU) Surabaya, di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya. Sebelum bertolak ke Kota Pahlawan, seluruh penggawa P-MU diminta ikut nimbrung di Pendapa Ronggosukowati Pamekasan, dalam acara pemberian penghargaan kepada pelaku sepak bola di Pamekasan. Dalam acara tersebut, Komisaris Utama PT Pojur Madura United yang juga menjabat Ketua PSSI Pamekasan, Kholilurrahman, memberi banyak pengarahan dan harapan besarnya terhadap sepak bola Madura. Itu, disampaikan di hadapan khalayak yang hadir. Yakni perwakilan pengurus klub anggota PSSI Pamekasan. Dimana, soliditas seluruh anggota PSSI Pamekasan harus terus dipertahankan. ”Kami sangat berharap perpecahan seperti yang terjadi di pengurus pusat tidak merembet ke anggota PSSI Pamekasan. Soliditas anggota sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mengantarkan P-MU sebagai klub yang lahir dari rahim PSSI, bertahan di ISL musim kompetisi selanjutnya,” ujar Kholilurrahman. Dijelaskan, soliditas anggota tersebut

KM/TABRI S. MUNIR

SELAMAT BERTANDING: Sebagai ketua PSSI Pamekasan, Bupati Kholilurrahman yang juga Komisaris PT Pojur Madura United, melepas Laskar Sape Kerap sebelum bertolak ke Surabaya guna melakoni uji tanding lawan Persebaya DU Surabaya, sore ini.

jika dipupuk dengan benar serta dibarengi dengan pembinaan yang kontinyu, tak menutup kemungkinan skuad P-MU di masa mendatang didominasi pemain lokal kelahiran Madura. ”Saat ini baru ada empat pemain saja di klub satu-satunya asal Madura yang berlaga di ISL. Seluruh lapisan masyarakat di Madura sangat menginginkan lebih dari itu. Jika pembinaan dilakukan kontinyu, tidak menutup

kemungkinan ke depan akan terdapat setidaknya 30 persen pemain asli Madura,” harap pria yang jabatannya sebagai Bupati Pamekasan periode 2008-2013 akan segera berakhir. Dalam rangka memenuhi harapan lahirnya kembali pemain-pemain lokal kelahiran Madura tersebut, Kholilurrhaman menggelorakan semangat juang pemain P-MU yang saat ini sudah memasuki babak perang di ISL. (bri/ed)


Edisi 7 Januari 2013