Issuu on Google+

Kabar Bangkalan Massa KMCD Duduki Panwaslu Terkait Pelanggaran Pilkada Kemarin Kabar Sampang Kesulitan Fakta Hukum, Sidang Ditunda Majelis Hakim Urung Putus Perkara LPSE Kabar Pamekasan 20 Tahun Tiang Listrik Mangkrak PLN Berdalih Milik Pemkab Kabar Sumenep BLH Tak Mau Jadi Pemberi Sanksi Hadapi Masalah LH

TWITTER

@kabarmaduranews

Matangkan 4-4-2 dengan Marking Zona

JUMAT 4 Januari 2013

Minta Bupati Segera Dilantik DPRD Bangkalan Desak Mendagri dan Gubernur Jatim BANGKALAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan akan

melayangkan surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur Jawa Timur meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan terpilih hasil Pemilukada 2012 segera dilantik. Bersambung ke Hal 6

KM Lestari Abadi 01 Tenggelam di Masalembu

KM/AHMADUR RUSDI

BERJUBEL: Massa pendukung calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) memadati Stadion R Soenarto Hadiwidjojo, Kamis (3/1).

Massa Fanatik ASRI Padati Stadion

PAMEKASAN-Ribuan massa fanatik pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) memadati Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Kamis

(3/1), dalam rangka mengikuti Kampanye Akbar ASRI. Meski kampanye tersebut baru dimulai sekitar pukul 13.00, massa pendukung ASRI Bersambung ke Hal 6

Pengungsi

Mandepa Memiliki Filosofi sebagai Simbol Keluarga Kelas Atas

SAMPANG-Pengungsi syiah yang ditampung di GOR Tennis Indoor kembali resah setelah bantuan logistik untuk bulan Desember 2012 berakhir. Saat ini pihak Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sampang sedang mengajukan kembali permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Bersambung ke Hal 6

KM/FATHOR RAHMAN

DEKAT DENGAN RAKYAT: Kholilurrahman menyapa massa simpatisan dan pendukung KOMPAK dalam acara kampanye dan istighotsah di Desa Seddur, Kecamatan Pakong, Kamis (3/1).

Ulama dan Kiai Solid Dukung KOMPAK KM/DOK

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

WWW.SINGAPORE.ITRADEMARKET.COM

MASIH BELUM DITEMUKAN: KM Lestari Abadi 01 tenggelam di Perairan Masalembu setelah mengalami kebocoran di tengah laut pada 28 Desember 2012 lalu.

Melihat dari Dekat Bangunan Berarsitektur Khas Madura yang Mulai Jarang Keberadaannya

Resah, Bantuan Logistik Berakhir

KEMANUSIAAN: Pengungsi korban konflik Sampang yang ditampung di GOR Tennis Indoor menunggu bantuan logistik dari pemerintah.

SUMENEP-Kapal Motor (KM) Lestari Abadi 01 dikabarkan tenggelam di Perairan Masalembu. Kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) tersebut membawa 12 anak buah kapal (ABK) dari Kalimantan menuju Jakarta. 10 ABK masih hilang dan dalam pencarian, sementara dua ABK ditemukan dalam kondisi selamat. KM Lestari Abadi 01 diperkirakan tenggelam di sebelah barat Pulau Keramean yang masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Masalembu. Bersambung ke Hal 6

PAMEKASAN-Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan, Kholilurrahman dan Masduki (KOMPAK), menggelar kampanye dan istighotsah di Desa Seddur, Kecamatan Pakong, Kamis (3/1). Dalam istighotsah sekaligus kampanye tersebut, para pendukung KOMPAK

terlihat khusyuk mengikuti jalannya istighotsah dan menunjukkan kemantapannya dalam mendukung pasangan KOMPAK. Dihadiri ratusan ulama dan kiai, acara berlangsung meriah namun khidmat. Kehadiran orang nomor satu di Pamekasan disambut antusias ma-

syarakat setempat yang mengaku siap untuk memberikan dukungan dan komitmennya terhadap pasangan calon nomor urut 2 tersebut. ”Saat ini ulama dan kiai di Pamekasan sudah menyatukan tekat dan solid untuk mendukung KOMPAK. Bersambung ke Hal 6

Keberadaan rumah khas Sumenep yang merupakan bagian dari khazanah kebudayaan Madura mulai hilang. Saat ini cukup sulit menemukan arsitek rumah a la Madura seperti Tanena Lanjang, Mandepa, dan model lainnya. Bagaimana kiat kita untuk melestarikan peninggalan budaya tersebut? KM/ AHMAD AINOL HORRI

AHMAD AINOL HORRI, Sumenep

PENINGGALAN BUDAYA MADURA: Salah satu arsitektur bangunan Madura yang masih terlihat kokoh adalah Pendapa Pemkab Sumenep yang bergaya Mandepa.

SEIRING dengan perkembangan zaman, rumah-rumah yang dimiliki masyarakat tradisional Madura dan menjadi salah satu bagian dari keberadaan budaya Madura kian punah. Jika tidak ada upaya dari pihak terkait, yakni pemerintah

dan masyarakat, untuk mempertahankannya, tidak menutup kemungkinan bangunan tersebut akan hilang dan terganti dengan model bangunan baru dengan arsitek daerah lain dan luar negeri. Saat ini masyarakat Madura sudah mulai me-

ninggalkan model lama yang menjadi bagian dari kebudayaan Madura dalam membangun rumah, seperti Tanean Lanjang (halaman panjang, red) yang sudah mulai tidak disukai, terutama di daerah perkotaan. Bersambung ke Hal 6


2

JUMAT

4 Januari 2013

KRIMINAL Terjaring Razia, Denda Rp 250 Ribu KOTA – Sebanyak 253 motor dengan knalpot dan perlengkapan lain tidak standar diamankan jajaran kepolisian Polres Bangkalan. Karena dianggap dapat mengganggu kenyamanan pemakai jalan lain, ratusan motor tersebut terjaring dalam razia saat malam pergantian tahun kemarin. Ditemui Kabar Madura di ruangannya, Kabag Ops Kompol Abdul Rokhim mengatakan bahwa motor - motor tersebut baru bisa diambil oleh pemiliknya setelah menjalani sidang tilang lalu lintas. Selain itu juga diwajibkan membawa perlengkapan motor yang sesuai dengan standarnya untuk kemudian dipasang dihadapan petugas usai sidang. Khususnya knalpot yang menjadi target kepolisian selama operasi lilin tersebut. “Jadi semua motor ini menjalani sidang tindak pelanggaran lalu lintas pada 9 Januari di PN Bangkalan,” jelasnya. Terkait razia tersebut, pihak kepolisian tidak menyita surat kendaraan, melainkan langsung fisiknya. Istiadi, hakim sekaligus humas PN Bangkalan mengatakan bahwa berkas tindak pelanggaran lalu lintas dari 253 motor tersebut belum masuk. “Belum masuk, malah saya tidak tahu terkait hal tersebut, tapi biasanya kalau tilang biasanya 1 atau 2 hari sebelumnya,” paparnya. Kendati demikian, bentuk pelanggaran tersebut dapat dikenakan pasal 285 ayat 1 jo 106 ayat 3 dan 48 ayat 2 dan 3, UU no.22 tahun 2009 tentang pedoman pelanggaran lalu lintas dan besarnya denda. Dalam pasal tersebut dijelaskan tentang tidak mematuhi persyaratan tehnis dan lain jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu petunjuk arah, alat pemantul cahaya. alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban. Yang mana ancaman denda maksimal mencapai Rp. 250 ribu. Sedang untuk denda yang sesuai ketetapan bersama hanya sebesar Rp. 100 ribu.(jos/edw) .

KM/ AGUS JOSIANDI

RAZIA: Seorang pemilik motor sedang mencari keberadaannya untuk dipasang knalpot standar.

BENCANA 7 Dusun Terendam, Kerugian Ditaksir Rp 60 Juta AROSBAYA - Kerugian akibat bencana banjir bandang yang menimpa 7 dusun di Desa Arosbaya ditaksir mencapai Rp. 60 juta. Ketujuh dusun yang terendam itu diantaranya : Dusun Timur Lorong/ Sekolah, Segaran, Lebak, Ngantemoran, Rangujang, Bladanah dan Dusun Arosbaya. “Banjir ini terjadi antara pukul 10. 00 hingga pukul 1.30 wib dini hari,” jelas kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab. Bangkalan, WH Wahid Hidayat kepada mc.com, Kamis (3/1) kemarin. Dijelaskannya, kerugian jutaa rupiah itu karena bantaran sungai sepanjang aliran sungai Buduran terkikis. Akibatnya, sawah masyarakat yang terendam terancam gagal panen. “Selian itu ada sekitar 650 rumah yang dihuni sekitar 6 ribu jiwa juga rusak akibat terendam air, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” terangnya. Lebih lanjut WH Hidayat menjelaskan, bencana banjir yang menimpa 7 dusun di desa Arosbaya itu sudah diantispasi sebelumnya dengan menyiapkan segala bentuk bantuan yang dibutuhkan. “Prioritas bantuan yang diberikan kami saat ini adalah perbaikan darurat sekitar 650 rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir dan bantuan lain yang dibutuhkan,” pungkasnya.(mc/edw)

KM/MADURACORNER.COM

BANJIR BANDANG: Salah satu penduduk terpaksa menggunakan perahu karet untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ SYAIFUL ISLAM

AKSI: Massa KMCD melakukan aksi damai dengan membentangkan spanduk.

Massa KMCD Duduki Panwaslu Terkait Pelanggaran Pilkada Kemarin KOTA-Aksi demonstransi kembali mewarnai suhu politik Bangkalan selama dua hari ini. Lusa kemarin. ratusan massa melakukan aksi di tiga titik terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ulang. Esoknya, Kamis (3/1) kemarin, sekitar 300 massa yang menamakan dirinya dari koalisi masyarakat cinta damai (KMCD) ngluruk kantor panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kab. Bangkalan. Dalam aksinya, mereka mendesak panwaslu agar menindaklanjuti semua laporan pelanggaran dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang

telah digelar 12 Desember lalu. Sebelumnya, massa berkumpul di depan Pendopo Agung. Kemudian mereka bergerak secara longmarch menuju kantor panwaslu, yang berjarak sekitar 50 meter. Dengan membawa sejumlah poster yang berisi himbauan. Salah satunya bertuliskan Mari Bersama Ciptakan Bangkalan Yang Aman, Menghimbau Kepada Masyarakat Untuk Melanjutkan Pembangunan di Bangkalan dan Masyarakat Jangan Percaya Fitnah & Provokator. Dalam orasinya, coordinator aksi Syaiful Anam mengatakan, saat pelaksanaan pilkada Bangkalan ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pemboikotan dan perampasan surat undangan milik warga. Perbuatan

semacam itu sudah melanggar undang - undang yang berlaku. “Kami sudah melaporkan kasus ini pada panwaslu dan meminta untuk segera ditindaklanjuti,” terangnya. Menurut Syaiful, temuan temuan yang berkaitan dengan kriminalitas supaya diusut tuntas. Sehingga pesta demokrasi bisa berjalan lancar, sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam undang - undang. “Panwaslu harus netral dan berdiri di tengah. Tidak boleh berpihak kepada salah satu kelompok. Semua laporan yang masuk harus ditindaklanjuti, tanpa terkecuali,” paparnya. Ketua Panwaslu Kab Bangkalan, Mashuri saat menemui pendemo mengatakan bahwa pihaknya netral tidak berpihak pada golongan tertentu. Dan dia

pun berjanji untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. “Kami satu hati dengan teman-teman, demi emi kejayaan Bangkalan akan tindaklanjuti semua laporan. Namun, yang perlu diingat bahwa jangan sekali menyeret panwaslu masuk ke kubangan kepentingan kelompok tertentu,” ucapnya. Sementara itu, terkait laporan pengambilan surat undangan yang dilakukan sebagian orang, sudah diproses sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada. Ia meminta pada massa supaya tidak perlu khawatir. Aksi damai ini mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Puas menyampaikan orasi di panwaslu, massa bergerak ke gedung DPRD setempat. Dalam melakukan proses

pengamanan, Kabag Ops. Polres Bangkalan, Kompol Abdul Rokhim menjelaskan, dua hari terakhir telah menyiagakan ratusan personil dari berbagai jajaran dan kesatuan. “Jadi sejak kemarin kami telah menyiagakan sejumlah personil dari polres dan jajaran,” jelasnya. Ratusan personil tersebut berasal dari Polres Bangkalan sebanyak 200 personil, Brimob Medaeng Surabaya 100 personil, Brimob Bojonegoro 100, 123 personil dari Dalmas Polda Jatim serta tim anti anarkis 10 orang. Meski begitu, dia tetap memprediksikan hal terburuk. Seperti Rabu kemarin, massa memberikan ancaman yang lebih tinggi. Kendati demikian, pihaknya masih menganggap sampai sejauh ini masih kondusif.(ful/jos/edw)

Nyopet di Pasar, Penjara 3 Bulan 7 Hari KOTA – Siapa yang menyangka seorang wanita yang polos ini berani melakukan aksi pencopetan di Pasar Baru Kwanyar beberapa waktu lalu. Karena perbuatannya itu, Lindawati harus mendekam dalam penjara selama 3 bulan 7 hari. Dalam persidangan yang dilakukan pengadilan negeri (PN) Kab. Bangkalan, Kamis (3/1) kemarin, Rita, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwanya dengan pasal 363 ayat 1 KUHP. Berdasar surat dakwaan yang dibacakan dijelaskan bahwa dalam aksinya Lindawati tidak bekerja sendiri. Saat itu, 30 September lalu pelaku bertemu salah seorang rekannya bernama fatimah di Pelabuhan Kamal. Tak lama berselang keduanya berangkat menuju Pasar Baru Kwanyar. Keduannya masuk untuk memulai aksinya, kemudian bertemu dengan Novi yang waktu itu sedang membawa tas kecil berisi HP dan uang senilai Rp. 29 ribu. Sampai akhirnya Linda beraksi mengambil barang milik Novi tersebut. Sadar barang miliknya berpindah tangan, Novi berteriak sekeras – kerasnya. Linda pun apes, dia tertangkap massa di tempat kejadian perkara (TKP). Namun untuk rekannya, Fatimah berhasil kabur dan hingga kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. (jos/edw)

KM/ AGUS JOSIANDI

COPET: Lindawati, pencopet asal Surabaya ini divonis 3 bulan 7 hari penjara.


JUMAT

3

4 Januari 2013

Kesulitan Fakta Hukum, Sidang Ditunda Majelis Hakim Urung Putus Perkara LPSE SAMPANG-Sidang perkara gugatan Direktur CV Mila Utama Musahi Yusuf terhadap Pemkab Sampang, di Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Kamis kemarin (3/1) berlangsung cukup nyleneh. Betapa tidak, sidang yang beragenda pembacaan amar putusan majelis hakim itu, mendadak ditunda.

Yang dirasa aneh adalah alasan penundaan agenda sidang tersebut. Setelah proses pengadilan berjalan sekian jauh, majelis hakim baru berujar, kesulitan mencari fakta berupa pasal 73 Perpres 54/2010 yang disebutkan penggugat sebagai dasar hukum. Gugatan itu sendiri memperkarakan LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) yang diselenggarakan Pemkab Sampang, untuk pengadaan barang dan jasa. Selaku penggugat, Musahi

Yusuf mengungkapkan, gugatannya terkait dengan sulitnya mengakses LPSE milik Kabupaten Sampang ketika proses lelang proyek beberapa waktu lalu. Ketua Majelis Hakim Purnomo Amin Tjahja menyatakan materi putusan sudah siap namun, dia ingin memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melakukan pembuktian lebih lanjut. Menurutnya selama persidangan kedua belah pihak tidak memunculkan

fakta apapun terkait pasal 73 Perpres 54/2010 tentang pelaksanaan pelelangan diumumkan secara terbuka melalui website K/L/D/I (Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/ Institusi lainnya), atau papan pengumuman resmi untuk masyarakat. ”Belum ditemukan fakta terkait pasal 73 (Perpres 54/2010) itu, padahal kedua belah pihak sudah mengungkapkannya pada setiap agenda persidangan. Kami berikan kesempatan lagi, ini

juga untuk kemajuan Sampang ke depan,” dalihnya. Purnomo beralasan penundaan ini dilakukan untuk membuka kebenaran yang sebenar-benarnya menurut hukum, karena pada perjalanan persidangan selalu dimunculkan dasar hukum pasal tersebut, namun masing-masing pihak tidak mengagendakan pembuktian. “Yang mendalilkan, (baik dari pihak penggugat) dan juga tergugatnya wajib membuktikan. Pembuktiannya

bisa dilakukan dengan surat ataupun kesaksian,” lanjut Purnomo. Selama ini persidangan membahas persoalan bagaimana sulitnya mengakses LPSE yang dilakukan melalui aplikasi Inaproc. Sementara, pihak tergugat bersikeras bahwa portal pengadaan melalui LPSE mudah diakses dan menyatakan kesalahan justru peda pengguna. Dalam sidang ini pihak Pemkab Sampang diwakili kuasa hukumnya, Slamet Satuli, dari Bagian Hukum

Pemkab Sampang. Dengan adanya penundaan secara tiba-tiba tersebut membuatnya harus mempersiapkan pembuktian lagi seperti yang dimintakan oleh majelis hakim. “Kita tunggu saja bagaimana pembuktian dari penggugat selanjutnya kita akan lakukan pembuktian juga sebagai jawaban, Kami optimis memenangkan perkara ini karena yang dilakukan Pemkab Sampang sudah sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya. (waw/yoe)

LAKA LANTAS Espass Terguling di Tengah Malam Buta CAMPLONG-Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Raya Sedati, Desa Slabayan, Kecamatan Camplong, Kamis (2/1) tengah malam menjelang dini hari. Sebuah mobil Daihatsu Espass bernopol M 1572 A, terguling. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kecelakaan membuat geger warga setempat. Informasi yang dihimpun Kabar Madura, awalnya sekitar pukul 23.00, Rabu (2/1), mobil Espass yang dikemudikan Isfandi, 44, warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan itu, melaju dari arah Surabaya menuju Pamekasan. Pengemudinya hendak pulang kampung ke rumahnya di Desa Pademawu Barat. Sesampai di lokasi kejadian, entah bagaimana asal mulanya mobil oleng dan akhirnya terguling di pinggir jalan raya, tepatnya di jalur jalan raya Desa Slabayan. Akibat peristiwa tersebut, sopir mengalami luka ringan dan sempat menggemparkan warga sekitar TKP (tempat kejadian perkara). Melihat peristiwa itu, warga sekitar berdatangan dan melaporkannya kepada aparat setempat. Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian setempat, kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil terguling tersebut dipicu karena kelalaian pengemudi. “Kecelakaan tunggal ini sudah ditangani petugas dibantu Unit Laka Polres Sampang,” ungkap salah satu petugas. Dalam peristiwa tersebut, tidak korban jiwa yang sampai merenggut nayawa. Hanya dinyatakan kerugian materiil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta. Karena melihat bodi kendaraan yang rusak hanya bagian depan mobil saja. “Tidak ada korban jiwa,” ungkapnya. Dugaan sementara, kelalaian dan kondisi pengemudi yang menjadi penyebab peristiwa tersebut. Di mana pengemudi saat mengendarai kendaraan tersebut diduga sedang melamun dan tidak dalam konsentrasi penuh. Terlebih kondisi jalan yang masih gelap dan penerangan yang hanya mengandalkan lampu mobil saja. Hal ini berdasarkan dari kondisi kerusakan yang ditimbulkan dari kecekaan tunggal tersebut. Kondisi pengemudi yang tidak prima dan konsen dapat mengakibatkan pandangan berkendara menjadi terganggu. (KM10/yoe)

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

KONDUSIF: Keluarga korban dan tetangga yang tidak terima perlakuan terdakwa, menunggu jalannya persidangan, di luar ruang sidang, kemarin (3/1).

Terdakwa Pencabulan Menyangkal Dakwaan SAMPANG-Sidang kedua kasus dugaan pencabulan yang mendudukkan terdakwa MC, 17, warga Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, dan korbannya Yt, 16, di Pengadilan Negeri Sampang, kemarin siang (3/1), berlangsung aman. Namun di dalam ruang sidang, terdakwa tak mengakui perbuatannya. Sesuai dalam berkas pemeriksaan di kepolisian, MC diketahui telah mencabuli korban yang tergolong belum cukup umur, karena ma-

Setahun, 2 Bintara Dipecat SAMPANG-Catatan kelabu setiap tahunnya selalu saja ditorehkan oleh aparat kepolisian. Padahal, sebagai penegak hukum di negeri ini polisi seharusnya dapat lebih mematuhi disiplin dan memerangi tindak pidana yang serta merta sudah menjadi kewajiban pokoknya. Namun, lagi-lagi berbagai pelanggaran maupun tindak pidana tersebut tetap saja terjadi dan dilakukan oleh anggota Polri itu sendiri. Seperti yang terjadi pada jajaran Polres Sampang, selama Januari sampai Desember 2012, memecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebanyak 2 personil polisi berpangkat brigadir polisi (Brigpol). Keduanya telah melanggar kode etik sebagai penegak hukum dan dijatuh hukuman PTDH. “ Pemberhentian 2 personil polisi ini karena telah melanggar kode etik, serta juga PTDH ini sebagai bentuk punishment kepada personel yang melanggar etika dan disiplin berat” Ujar Wakapolres Sampang Kompol Sujiono, kemarin (2/1). Menurutnya, keputusan pemberhentian tersebut dilakukan sebagai penegakan terhadap oknum polisi yang tidak mengikuti aturan sebagai polisi. “ PTDH ini adalah jalan terakhir proses pembinaan kami kepada

personel,” tegasnya. Menurutnya, jumlah polisi ‘nakal’ selama 2012 menurun dibandingkan 2011 yang mencapai 21 personel. Penurunan ini disebabkan sistem pembinaan personel yang lebih baik sehingga bisa menekan angka pelanggaran. “ Untuk jumlah kasus pelanggarannya pun menurun dari 20 kasus pelanggaran menjadi 15 kasus pelanggaran,” ungkapnya. Ia menjelaskan selama 2012, Untuk kasus pelanggaran yang disidangkan pada Sidang Komisi Kode Etik Kepolisian tercatat sebanyak 15 pelanggaran, dengan jumlah anggota polisi yang terlibat sebanyak 21 personel. “ Kami terus berbenah. Setiap pelanggaran, akan kita tindak tegas sesuai kadarnya. Termasuk pemberhentian,” tegasnya. Dijelaskan juga, 15 kasus pelanggaran tersebut meliputi 12 pelanggaran disiplin ringan dan 3 pelanggaran disiplin berat. Dimana 3 pelanggaran itu diputuskan 2 pelaku pelanggaran diputuskan diberhentikan secara tidak hormat. Keduanya karena tersangkut kasus narkoba yang merupakan kasus yang sangat ekstrim bagi kepolisian. “ Untuk keduanya telah diberhentikan dan telah menjalani hukuman. Inisialnya H dan Y berpangkat Brigpol,” ucapnya. (KM10/zis)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

sih berusia di bawah 18 tahun. Sidang yang dimulai sekitar pukul 11.15 itu, berlangsung tertutup, karena terdakwa maupun korban masih belum cukup umur. Dalam sidang tersebut, terdakwa didampingi oleh ayahnya dan penasehat hukum yang diberikan secara cuma-cuma. Sebagaimana rencana awal, agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi dari pihak terdakwa. “Sebagaimana sudah diungkapkan

dalam sidang sebelumnya, hari ini (kemarin, red), agenda sidang adalah memeriksa saksi a de charge, atau saksi meringankan. Yakni dari keluarga terdakwa,” tutur anggota majelis hakim sekaligus Humas PN Sampang, Shihabbuddin Namun, ternyata saksi meringankan yang sedianya diajukan pihak terdakwa, tak dapat menghadiri persidangan, karena merasa belum siap. Karena itu, agenda persidangan dialihkan dengan pemeriksaan

keterangan terdakwa. “Jadi kita ambil alat bukti lain, yaitu pengambilan keterangan terdakwa sebagaimana efektifitas acara persidangan,” jelasnya Shihabbuddin. Dia lalu mengungkapkan, di hadapan majelis hakim, terdakwa menyangkal perbuatannya. MC hanya mengaku, mengenal korban dan tak mempunyai hubungan khusus. Kata tedakwa, hubungannya dengan korban, sebatas pertemanan saja. Terdakwa juga menyangkal

dakwaan yeng mengatakan, dia bersama korban bepergian berdaua pada malam kejadian. “(Terdakwa boleh menyangkal), tapi nanti kita lihat pada sidang berikutnya, saat pemeriksaan saksi,” jelas Shihabbuddin. Sidang pengadilan berikutnya, atas perkara pencabulan tersebut, dilanjutkan Senin depan (17/1), dengan agenda, pemeriksaan keterangan saksi meringankan. Rencananya, yang dihadirkan adalah keluarga terdakwa. (KM10/yoe)

Liburan Usai, Pasien RSUD Membludak SAMPANG-Pasca liburan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013, pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang membludak. Kondisi itu membuat pihak rumah sakit kewalahan, karena ruangan rawat inap sempat penuh dan tidak ada tempat bagi pasien baru. Anwar Hasan, keluarga salah satu pasien rawat inap, mengungkapkan, keluarganya sempat tak kebagian tempat untuk menjalani rawat inap “Iya, memang saat ini pasien sedang banyak sakali. Kami bawa keluarga ke sini, namun ruangan khusus penyakit tersebut penuh, kemudian dialihkan ke ruangan lain,” bebernya. Dijelaskan pula dalam satu ruangan interna dihuni lebih dari 40 pasien dan hanya di tangani oleh 2 orang perawat saja. Sehingga menimbulkan kesan, pihak RSUD kewalahan hingga terjadi sedikit keributan, karena banyaknya pasien yang membutuhkan penanganan perawat. Humas RSUD Sampang dr Yuliono tak membantah kenyataan itu. Dia mengatakan, saat ini hampir semua sal RSUD telah dipenuhi pasien rawat inap. Kenaikan jumlah pasien diperkirakan mencapai 20-30 persen. “Sehabis liburan tahun

KM/WAWAN AWALLUDDIN HUSNA

SEPERTI PASAR: Di Sampang, setiap awal tahun selalu diwarnai membludaknya pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan, di RSUD Sampang.

baru, pasien kami selalu membludak seperti ini. Mulai kemarin (Kamis, 2 Januari 2013, red) saja sudah penuh,” ujarnya. Ia juga mengatakan, meskipun jumlah pasien rawat inap membludak, namun RSUD harus tetap menampung pasien yang terus berdatangan. Sebab, di Kabupaten Sampang, terutama di Kecamatan Kota, belum ada puskesmas yang melayani pasien rawat inap. “Ya memang overload, tapi pasien rawat inap tetap kami

tampung semua, karena tidak ada rumah sakit lagi. Apalagi di Sampang belum ada puskesmas yang melayanai rawat inap,” imbuh dokter asal Kediri itu. Pihak menajemen RSUD akhirnya membuka stok kasur yang tidak terpakai dan ditampung di ruangan yang sekiranya masih bisa diisi pasien, meskipun melebihi kapasitas maksimum ruangan. Selain itu beberapa pasien yang masih dalam perawatan namun hanya membutuhkan

pelayanan rawat jalan harus dipulangkan lebih awal dengan alasan untuk menampung pasien yang terus berdatangan. Yuliono juga mengakui, selain di ruang rawat inap, di ruang poli (rawat jalan) juga terjadi penumpukan pasien. Beberapa pasien juga terlihat kelelahan menunggu antrian yang cukup lama padahal dalam kondisi sakit. Akhirnya di antara mereka banyak yang memanfaatkan kursi ruang tunggu sebagai tempat tidur. (waw/yoe)


4

JUMAT

4 Januari 2013

20 Tahun Tiang Listrik Mangkrak

PLN Berdalih Milik Pemkab KOTA-Warga Pamekasan kembali menyoroti pelayanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Pamekasan. Kali ini, mereka mengeluhkan masih saja ada wilayah yang belum memperoleh fasilitas penerangan jalan, meski telah terpasang tiang listrik selama kurang lebih hampir 20 tahun. Seperti yang terjadi di jalan raya Palengaan Laok Kecamatan Palengaan menuju Kecamatan Proppo,

Pamekasan. Di wilayah ini, keberadaan tiang listrik berdiri tegak tanpa adanya aliran listrik, sehingga hal ini menjadi tugas PLN Pamekasan untuk segera ditindak lanjuti, apalagi di wilayah ini tergolong rawan dengan kendala aliran listrik tersebut. Kholik, warga Dusun Pangungangan Desa Banyupelle Kecamatan Palengaan, mengatakan, keberadaan tiang listrik tidak berfungsi membuat warga setempat kecewa. Sebab hingga saat ini petugas dari PLN Pamekasan tak bergerak.

“Keberadaan tiang itu sudah sekitar 20 tahun yang hanya berdiri tegak, sementara tidak ada aliran listrik, saya sebagai masyarakat juga menginginkan hak yang sama seperti daerah lainnya,” ungkap Kholik kepada Kabar Madura, Kamis (3/1). Menurut Kholik, yang menjadi kendala tingkat keamanan di daerahnya adalah keberadaan aliran listrik itu sendiri. Bagaimana pun juga hal itu merupakan kebutuhan masyarakat saat ini. “Di daerah saya termasuk daerah yang rawan,

ya itu tadi kendalanya, tidak adanya aliran listrik. Sehingga adanya tiang yang berdiri tegak itu harus benar benar disikapi secara serius,”katanya. Oleh sebab itu dia berharap, pihak terkait harus segera menindak lanjuti persoalan tersebut, sehingga masyarakat dapat beraktifitas dengan lancar tanpa terganggu. “Ya, kalau harapan saya supaya segera difungsikan, karena pada waktu akan diberi lampu penerangan oleh Dinas Lingkungan Hidup (BLH), kendalanya memang kare-

na tidak adanya aliran listrik,” harapnya. Sementara itu, Manajer PLN cabang Pamekasan Grahito mengatakan, keberadaan tiang listrik dimaksud bukan merupakan tanggung jawabnya. “Kalau itu bukan tanggung jawab PLN melainkan itu milik pemkab mas,”tandasnya. Perlu diketahui, di sepanjang jalan raya Palengaan Laok menuju Kecamatan Proppo hanya ada tiang tanpa ada aliran listrik yang dapat membantu masyarakat. Hal ini masih menjadi tugas pihak terkait.(jck/zis)

KM/DOK

DISOROT: Kantor PLN cabang Pamekasan di jalan Kesehatan.

INFRASTRUKTUR

KM/ANWAR NURIS

AMBLES: Bahu jalan di pegunungan Ponjuk yang menghubungkan jalan lintas PamekasanPantura, kondisinya sedikit longsor.

Pesisir Tamberu Alet Penuh Sampah

Bahu Jalan Lintas Ponjuk Ambles KADUR-Jalan lintas Pamekasan-Pantai Utara yang mengitari perbukitan Ponjuk tepat utara tikungan opet di Desa Pamoroh mengkhawatirkan pengguna jalan yang melintas tersebut. Hal ini karena bahu jalan yang baru selesai diperbaiki itu longsor sehingga memakan badan jalan dan mengakibatkan penyempitan badan jalan. Amblesnya bahu penyangga bada jalan tersebut diperkirakan akibat akhir-akhir ini hujan deras mengguyur daerah tersebut. Sehingga bahu jalan tersebut tergerus air dan amblas, beberapa hari lalu. Subhan, salah satu warga desa tersebut, mengatakan bahu jalan itu sudah tiga hari yang lalu ambles dan belum diperbaiki. “Makanya diberi tong sebagai tanda supaya pengguna jalan mengetahuinya dan hati-hati,” ujar Subhan. (KM12/zis)

KM/ANWAR NURIS

BERSERAKAN: Kondisi pesisir pantai utara di Desa Tamberu Alet dipenuhi serakan sampah.

BATUMARMAR-Pesisir pantai yang terletak di Desa Tamberu Alet Kecamatan Batu Marmar tepat sisi kiri jembatan jalan lintas Batu Marmar–Pasean dipenuhi serakan sampah warga sekitar.

Pantauan di lapangan, sampah yang berserakan terbuat dari bahan anorganik yang sangat sulit bahkan tak bisa terurai dengan proses alami. Sehingga kondisi ini kalau dibiarkan bisa mengancam lingkun-

gan hayati kekayaan laut. Salah satu nelayan yang juga warga sekitar pesisir tersebut menuturkan, sudah lama tempat sisi timur jembatan jalan ini dijadikan pembuangan sampah warga

sekitar. “Meskipun sudah ditegur oleh pihak kecamatan Batu Marmar dan bahkan sudah ada plang peringatannya,” ujar nelayan yang enggan namanya disebutkan tersebut. (KM12/zis)

Klarifikasi, LPI Datangi Kemenag

KM/MARZUKIY

KECEWA: Kelompok yang mengatasnamakan Laskar Pembela Islam (LPI) mendatangi Kantor Kemenag Pamekasan, Kamis (3/1).

KOTA-Perwakilan dari Laskar Pembela Islam (LPI) mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, Kamis (3/1) kemarin. Kedatangannya bermaksud untuk tabayyun atau konfirmasi terhadap dugaan penyelewengan dana sertifikasi 2011 yang tiga bulan tidak cair. Abdul Halim, Wakil Ketua LPI Pamekasan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari beberapa guru tidak tetap (GTT) atas dugaan penyelewengan dana sertifikasi 2011 tersebut. Sebab tercatat seban-

yak tiga bulan dana tersebut tidak cair. Sehingga hal tersebut perlu diklarifikasi kepada pihak yang berwenang. Namun kedatangannya kepada kantor kemenag Pamekasan harus pulang dengan tangan hampa karena pihak yang berwenang tidak bisa menemuinya, dengan alasan ada agenda ke luar. “Kami menerima laporan dari beberapa guru tidak tetap (GTT) bahwa dana sertifikasi 2011 selama tiga bulan tidak turun, kedatangan kami tidak lain kecuali ingin tabayyun (klarifikasi) mengenai hal ini,” ungkap

Halim saat keluar dari ruangan Kasubag TU Kemenag Pamekasan. Persoalan tersebut harus ditindak lanjuti. Pasalnya hal itu merupakan kebijakan yang harus ditangani secara serius. “Kami hanya ingin menyakan apakah tidak turunnya itu dari pusat atau memang dari kantor Kemenag Pamekasan sendiri,”katanya. Pantauan Kabar Madura, pertemuan perwakilan dari LPI dengan pihak Kemenag yang di wakilkan kepada Kasubag tata usaha Zayyadus hanya berjalan sebentar. Sebab

yang bersangkutan bukan yang menangani kebijakan tersebut.“Beliau (Zayyadus, red) tidak bisa memberikan keterangan karena memang bukan kewenangannya,” pungkasnya. Di konfirmasi via telepon, Kasi Mapenda Kemenag Pamekasan Juhairiyah mengatakan dana untuk sertifikasi kouta 2011 telah dicairkan seluruhnya. “Untuk sertifikasi kouta 2011 telah dicairkan semua, tetapi kalau sertifikasi kouta 2012 pencairannya terhitung sejak 2013 ini, tidak ada semuanya sudah dicairkan,” ujarnya. (jck/zis)

Tradisi Bubur Bulan Shafar

Wahana Perkuat Silaturahmi, Ajakan untuk Rajin Bersedekah Warga Pamekasan khususnya dan umumnya Madura memiliki tradisi membuat bubur setiap bulan Shafar. Tradisi ini bertujuan sebagai salah satu penyambung tali silaturrahim. Terlebih lagi dipercaya untuk menolak nasib yang tidak baik, utamanya yang berkaitan dengan kesehatan. FATHOR RAHMAN, Kadur Di Desa Kertagena daya, Kecamatan Kadur tradisi membuat bubur Shafar ini terus berjalan hingga sekarang. Menurut masyarakat setempat, tradisi ini sudah berlangsung sejak sangat lama dan terus dipertahankan dengan alasan melestarikan tradisi yang dianggap baik. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

“Sejak kapan tradisi ini dimulai saya tidak tahu, tapi yang jelas sudah berlangsung sejak lama. Sejak sesepuh saya, tradisi ini sudah ada pak,” tukas Subaidah, salah satu warga Kadur, saat dihubungi Kabar Madura, Rabu (2/1). Bubur Shafar terbuat dari beras ketan yang hanya dibuat satu tahun sekali, tepatnya di bulan Shafar. Karena itulah bubur yang berwarna kecokelatan tersebut dinamai bubur shafar. “Proses pembuatannya tidak sulit pak, apalagi banyak tetangga yang datang untuk membantu, cukup bermodal beras ketan dan gula merah, serta santan kelapa untuk menambah kelezatan rasanya,” ujar Subaidah. Biasanya, bubur shafar tersebut, diantarkan pada para saudara dan tetangga sekitar. Harapannya, dengan adanya bubur Shafar ini, tali silaturahmi tetap tersambung.

KM/FATHOR RAHMAN

KEBERSAMAAN: Para ibu ikut membantu proses pembuatan bubur shafar. Melalui tradisi seperti ini, hubungan silaturahmi makin terasah.

“Karena tradisi ini dinilai baik, maka sampai sekarang masih tetap bertahan dan masih dilestarikan oleh masyarakat sekitar. Selama

satu bulan, sepanjang bulan Shafar mayoritas masyarakat di sini membuat bubur shafar ini pak,” pungkas Achmad Sadie, salah satu tokoh

masyarakat Dusun Sakadduk. Pria yang berprofesi sebagai guru mengaji tersebut juga menambahkan, sebagian masyarakat juga menyakini kalau dengan pembuatan bubur itu diyakini bisa menolak nasib yang kurang baik, utamanya yang berkaitan dengan kesehatan. “Masalah asal-usul kepercayaan tersebut, saya tidak dapat menjelaskan secara detail, yang penting masyarakat tidak sampai keluar batas mengartikan kepercayaan itu,” terang pria berusia 51 tahun ini. Soal bubur itu dipercaya mengikat tali silaturrahim, Sadie menuturkan, hal tersebut bisa dijelaskan melalui tradisi ter-ater bubur Shafar tersebut kepada familinya dan para tetangga. “Dari proses pembuatannya saja, banyak keluarga dan tetangga yang membantunya, dari situlah awal silaturrahim, dan berlanjut pada ter-ater-nya. Itu

merupakan silaturrahim yang masih tetap terjalin melalui perantara bubur shafar ini. Terpenting adalah pemberian sedekah kepada orang lain melalui bubur ini pula, mungkin ini yang dipercaya menolak nasib yang kurang baik karena ada unsur sedekahnya,” katanya. Perlu diketahui, dalam literatur yang dikutip dari buletin-alilmu. com, bubur Shafar merupakan salah satu tradisi dan kepercayaan masyarakat Arab era jahiliah. Tradisi ini dilestarikan karena bulan Shafar memiliki sifat yang hampir sama dengan bulan sebelumnya, Muharram (Suro). Diyakini bahwa kedua bulan ini merupakan bulan yang penuh bala’, malapetaka, dan membawa sial. Nah, keyakinan itu rupanya diadopsi sebagian umat Islam di Indonesia bahwa Muharram dan Shafar adalah bulan dipenuhi dengan hal-hal yang bersifat ketidakberuntungan. (zis)


JUMAT

5

4 Januari 2013

BLH Tak Mau Jadi Pemberi Sanksi Hadapi Masalah LH KOTA- Selama tahun 2012 banyak sekali permasalahan lingkungan hidup yang sudah diatasi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumenep. Namun, BLH sepertinya mengakui kalau persoalan lingkungan hidup di kabupaten Sumekar tidak bisa diselesaikan sendirian. Penanganan lingkungan hidup ditemukan banyak sekali kendala, misalnya seperti panambangan liar yang dilakukan di lahan sendiri. Padahal hal ini termasuk dalam tugas BLH untuk menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan kerusakan yang berbuntut timbulnya bencana. Namun di lapangan justru masyarakat mempunyai alasan tersendiri dengan penambangan yang dilakukan, seperti lahan milik pribadi, satu-satunya pekerjaan yang dilakukan

KM/AHMAD AINOL HORRI

LAHAN PRODUKTIF: Para petani memulai masa tanam setelah memasuki musim penghujan. Sumenep belum memiliki perda yang mengatur tentang lahan produktif.

Belum Punya Perda Lahan Pertanian Produktif KOTA-Ketua Pansus Raperda RTRW DPRD Sumenep, Iskandar mengatakan, pihak dewan akan melakukan konsultasi dengan beberapa pihak. Salah satu konsultasi yang dilakukan terkait pembahasan raperda itu, adalah dengan Kementerian Pertanian dan Perumahan. Materi yang dikonsultasikan, berkenaan dengan dengan maraknya pengembangan perumahan yang sering memanfaatkan lahan

pertanian produktif. Menurut Iskandar, ada ketentuan khusus yang diatur melalu peraturan menteri (Permen) soal perubahan peruntukan lahan, dari kawasan pertanian menjadi non-pertanian. ”Jadi dalam permen itu, ketika pengembang menggunakan lahan pertanian produktif harus ada kompensasi,” ujar Iskandar, kemarin. Sayangnya, hingga saat ini Pemkab Sumenep belum memi-

liki peraruran yang bisa mengatur atau menerjemahkan peraturan menteri tersebut, guna mengatur lahan produktif agar tidak tergerus dengan adanya pengembang yang dijadikan tempat perusahaan seperti perumahan dan industri. Dengan demikian keberadaan lahan pertanian produktif yang ada di wilayah Sumenep akan terancam hilang satu persatu jika pemerintah tetap tidak segera

tanggap membuat peraturan untuk mengatur keberadaan lahan produktif sebagai komoditas ketahanan pangan masyarakat. Padahal menurut Iskandar pemerintah daerah harus bersikap. ”Mudah-mudahan nanti ada lah, karena hal itu mendapatkan imbauan dari kementerian ketika pengembang menggunkan lahan produktif, seharusnya pemerintah daerah yang bersikap,” pungkasnya. (rei/yoe)

Demam Berdarah dan Diare Dominan

STOK BBM

KM/ BADRUR ROSI

TA K B E R O P E R A S I : S P B U d i D e s a Pakandangan tampak sepi tanpa aktivitas.

Warga Kecewa SPBU KOTA–Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Desa Pakandangan kembali membuat warga kota Sumenep kecewa. Pasalnya hampir setiap hari terjadi kekosongan sehingga pengendara yang berniat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) harus kecewa karena stoknya sering kosong. Menurut keterangan salah seorang pegawai SPBU tersebut beberapa hari lalu kekosongan terjadi karena SPBU yang tidak menebus ke Pertamina di Surabaya dan hal semacam ini biasa terjadi pada setiap akhir bulan. Namun kenyataanya, Kamis (3/1) kekosongan BBM masih terlihat di SPBU tersbut, padahal sudah awal bulan, tentunya kalau mengacu alasan di atas tentu kekosongan itu tidak akan terjadi. Menanggapi hal ini, Kabag Perekonomian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Saiful Bahri mengatakan mestinya kekosongan itu tidak terjadi karena saat ini karena tidak ada pembatasan BBM dari pemerintah. “Soal penebusan itu tergantung pada pengelola SPBU masing, mau menebus atau atau tidak, tapi mestinya SPBU bisa menebus karena hingga belum ada pembatasan dari pemerintah seperti beberapa waktu lalu ” terangnya. (KM13/zis)

KOTA- Musim pancaroba atau peralihan musim dari musim panas ke musim dingin memang sangat rentan dengan timbulnya penyakit bagi kita yang secara ketahanan tubuh lemah, terutama bagi anak-anak. Sejak awal pergantian musim pada Desember 2012, ada 2 penyakit yang jumlah pasiennya mengalami peningkatan sangat signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni penyakit demam berdarah dan diare. Hal ini sesuai dengan data yang keluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moh Anwar Sumenep, Kamis (3/1). Jumlah pasien yang dirawat 33 sudah dipastikan terkena demam berdarah dan 10 pasien ditengarai juga mengidap penyakit yang serupa untuk bulan Desember sementara untuk bulan November ada 23 pasien yang terkena demam berdarah, penyakit diare juga lebih signifi-

kan untuk bulan November ada 34 pasien dan bulan Desember meningkat menjadi 77 pasien. Meningkatnya penderita demam berdarah dan diare ini diyakini sangat berkaitan dengan pergantian musim ini. Menurut Hendrianto, Kasi Evaluasi dan Pelaporan RSUD Dr. Moh. Anwar Sumenep, selain penyakit panas yang mencapai 132 pasien pada Desember kemarin, penyakit yang sangat berkaitan dengan pancaroba adalah penyakit demam berdarah dan diare yang peningkatannya dari bulan November ke bulan Desember cukup signifikan. Hendrianto juga mengemukakan, data hanya pasien yang masuk ke RSUD Dr. Moh. Anwar belum pasien yang kemungkinan tersebar di puskesmas-puskesmas, atau masyarakat yang tidak membawanya ke dokter. Hendri, sapaanya, menam-

bahkan timbulnya penyakit ini tidak lepas dari faktor lingkungan, sehingga ia berharap msyarakat untuk berhati-hati. “Timbulnya penyakit ini dari lingkungan, seperti lalat yang hinggap ke makanan, genangan air yang berpotensi sarang nyamuk dan gaya hidup yang kurang sehat”, ungkapnya. Oleh karena itu, dengan dominannya penyakit demam berdarah dan diare ini yang terjadi hampir setiap pancaroba meskipun hingga hari ini belum ada laporan ada yang meninggal dunia ia menyarankan agar masyarakat memperhatikan makanan dan lingkungan, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap penyakit semacam ini. “ Saya hanya menyarankan agar masyarakat memperhatikan makanan dan lingkungannya, makanan agar steril dan lingkungan juga bersih, khusunya anak-anak” pungkasnya. (KM13/zis)

LAKA LANTAS Kurang Penerangan, Mobil Naik Trotoar KOTA-Sebuah mobil pikap naik trotoar yang berada di jalan Trunojoyo Sumenep. Diduga kecelakaan yang terjadi pukul 19.30 tersebut akibat kurangnya penerangan lampu terutama di kawaasan depan SMKN I Sumenep. Tak ada saksi mata dalam kejadian ini, namun menurut keterangan Sabar, (49) penjaga sekolah, hanya terdengar bunyi benturan yang dikira tabrakan. “Saya yang berada di dalam (SMKN I Sumenep) hanya mendengar bunyi benturan yang cukup keras, eh saya keluar ternyata mobil ini sudah naik trotoar sini” ungkap Sabar yang saat itu membantu mengevakuasi. Pengakuan Anton, sang pengemudi mobil, ia dari kota menuju ke arah selatan untuk pulang ke Sampang, sampai di depan Unija sakelarnya terbakar sontak saja ia kaget dan langsung menabrak trotoar yang berada di tengah jalan. “Saya tidak melihat trotoar ini mas, saya kaget lantaran sakelar mobil saya mengeluarkan asap” ujarnya singkat saat dikonfirmasi kabar Madura di tempat kejadian.(KM13/zis) Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

KM/ BADRUR ROSI

RAMAI: Loket RSUD Dr. Moh. Anwar Sumenep terlihat lebih ramai dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya sebelum musin pancaroba.

untuk mencari nafkah dan lain sebagainya. Hal ini yang dirasakan pekerjaan BLH sangat terkait dengan instansi-instansi lain seperti Dinas Sosial, Koperasi, dan Dinas Tenaga Kerja. Seperti yang diungkapkan Kepala Badan Lingkugan Hidup (BLH), Hari Patriadi. “BLH tidak mau hanya menjadi pemberi sanksi namun juga memberikan solusi terhadap masyarakat yang melakukan penambangan liar dengan alasan mencari nafkah dan tidak ada pekerjaan lain yang bisa dikerjakan” ujar Hari pada Kabar Madura kemarin, Kamis (3/1). “Tentu BLH butuh koordinasi dengan instansi lain seperti Dinas Sosial, Koperasi, dan Dinas Tenaga Kerja untuk bisa memberikan solusi kepada masyarakat ketika harus diberhentikan penambangannya ” tambahnya menyudahi pembicaraan. (KM13/zis)

KM/ACH. QUSYAIRI NASRULLAH

SERBA SALAH: Salah penambangan di bukit Kasengan yang sempat kontroversi dan sempat ditutup, belakangan kembali mulai banyak menunjukkan aktivitas.

Datangi Polres, Kawal Kasus Korupsi KOTA-Maraknya kasus korupsi di Sumenep membuat para aktifis geram. Beberapa aktifis yang tergabung dalam aliansi Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendatangi Polres Sumenep guna mempertanyakan penanganan kasus korupsi sepanjang tahun 2012, Kamis (3/1). Dalam pertemuan itu, mereka ditemui langsung oleh Kabag Oprasional Polres Sumenep Edi Purwanto di ruang Kasat Reskrim. Di ruangan itu, mereka mempertanyakan kasus yang belum selesai selama tahun 2012. ”Setelah kami tanyakan tadi, kasus korupsi yang terjadi di tahun 2012 kemarin itu masih tinggal 3 yang belum selesai. Itu yang ada di bawah penyidikan Polres Sumenep,” jelas Zainullah, Ketua Komisariat PMII Unija saat di temui usai pertemuan. Ia memaparkan tiga kasus korupsi tersebut dua di anta-

ranya adalah kasus Alokasi Dana Desa (ADD), dan kasus gaji guru yang sudah tidak lagi mengajar namun gaji tersebut tetap diambil kepala sekolah. ”Tapi satu di antaranya katanya sudah masuk ke kejaksaan,” paparnya. Selain itu, Zen juga menegaskan pihaknya akan terus memantau dan menggiring kasus korupsi tersebut hingga tuntas. Setelah mendatangi Polres Sumenep, dia mengaku akan melanjutkan pertemuan tersebut ke kejaksaan. ”Kita sudah sepakat akan pertanyakan kasus korupsi tersebut ke kejaksaan.” tambahnya. Di lain pihak, Kabag Oprasional Polres Sumenep, Edi Purwanto mengatakan apresiatif terhadap kedatangan para aktifis tersebut. Dia mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan kasus korupsi tersebut hingga benar-benar selesai. ”Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus itu,” pungkas Edi. (aqu/zis)

Vonis Kasus Pembakaran Manusia Ditunda KOTA-Sidang kasus pembakaran manusia di Kecamatan Rubaru yang menimpa Jumaksir, 30, warga Desa Keles, Ambunten, terpaksa ditunda hingga 10 Januari mendatang. Sidang dengan agenda pembacaan vonis yang seharusnya dilakukan kemarin Kamis (3/1) terpaksa ditunda. Menurut salah satu anggota Majelis Hakim, Deny Indrayana, penundaan sidang tersebut dikarenakan pihak terdakwa masih akan melakukan pembe-

laan terhadap tuntutan yang dibaca oleh jaksa penuntut umum. Dia mengaku dalam kasus tersebut, posisi hakim hanya sebatas menfasilitasi. ”Semuanya ada pada penuntut umum dan terdakwa,” kata Deny kepada Kabar Madura. Lebih dari itu, ia menambahkan, proses persidangan tersebut akan terus semakin lama jika antara keduanya masih sama-sama membeberkan bukti yang kuat. Tidak menutup kemungkinan,

pihat terdakwa bisa terbebas dari jeratan hukum jika buktibukti yang di ajukannya benarbenar kuat. ”Ya kalau mereka bilang cukup, ya cukup. Selesai sudah sidangnya. Tapi jika tidak, baru kami akan menilai proses selanjutnya,” pungkas Deny saat ditemui usai sidang. Sementara itu, Uswandi SH, penasehat hukum terdakwa Matlani mengatakan pihaknya masih akan melakukan pembelaan dengan bukti-bukti yang lebih otentik dan konkrit.

”Makanya, hakim masih tetap menunda hingga 10 Januari mendatang,” jelasnya. Menurut Uswandi, hukuman 13 tahun penjara yang di jatuhkan kepada terdakwa Matlani dianggap terlalu berat. Landasan dari hukuman tersebut karena Matlani sudah dianggap melanggar pasar 387 KUHP tentang pembunuhan. Karena itu, selama kurun waktu satu minggu, pihaknya akan bekerja keras untuk mengumpulkan data yang lebih banyak lagi.

Lebih dari itu, Uswandi menilai pihak jaksa penuntut umum kurang memperhatikan tentang unsur kesengajaan dalam pembunuhan tersebut. Informasi yang dihimpun dari masyarakat, Matlani hanyalah korban pengkambinghitaman dari peristiwa pembakaran. ”Otak di balik penganiyaan dan pembakaran itu bukan dia,” ungkapnya. Seperti diberitakan, korban Jumaksir dibakar hidup-hidup oleh sejumlah orang karena dituduh sebagai maling. (aqu/zis)


6

JUMAT

4 Januari 2013

Ulama dan Kiai Solid Dukung KOMPAK Sambungan dari hal 1

Insya Allah 90 persen ulama dan kiai di Pamekasan mendukung KOMPAK untuk kembali menjadi bupati Pamekasan,” ujar KH Syaiful Ali, salah seorang kiai asal Kecamatan Proppo yang menjadi juru kampanye KOMPAK, kemarin. ”Jadi kalau nanti KOMPAK terpilih, itu karena sudah dipagari oleh para ulama dan kiai. Ketika nanti ada hal-hal yang terlupakan atau berbuat khilaf, maka akan ada yang menegurnya dan membimbingnya karena memang para ulama dan kiai akan siap mendampingi KOMPAK,” tambahnya. Dalam kampanye yang dihadiri ribuan pendukung KOMPAK yang didominasi oleh kaum hawa dan remaja puteri tersebut, panitia sempat kewalahan karena tidak mampu menampung seluruh massa simpatisan. Ibu-ibu dan remaja puteri yang hadir bahkan harus rela berpanas-panas di bawah terik matahari untuk memberikan dukungan kepada pasangan KOMPAK. Selain itu mereka terpaksa berdiri karena jumlah kursi yang disediakan panitia tidak mencukupi. Selain ratusan ulama dan kiai yang sudah solid mendukung KOMPAK, hadir pula dalam kampanye tersebut, Hj Mutiah, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Hj Mutiah

tidak sendiri, ia juga didampingi Hj Khadijah ( Ponpes Banyuanyar); Hj Ummu Royhana (isteri Kholilurrahman); Hosnia Syarqowi (Ketua Tim Perempuan Pemenangan KOMPAK); dan Hasiah Ali Makki (Ponpes Cenlecen). RKH Moh Rofiie Baidawi dari Ponpes Al-Hamidi Banyuanyar berpesan dalam pidato kampanyenya agar masyarakat tetap komitmen dalam mendukung dan memenangkan pasangan KOMPAK yang sudah jelas-jelas didukung oleh mayoritas ulama dan kiai di Pamekasan. ”Berusahalah semaksimal mungkin agar pasangan KOMPAK bisa memenangkan Pemilukada Pamekasan nanti. Karena sangat disayangkan kalau KOMPAK tidak bisa menang padahal sudah didukung oleh sekitar 90 persen kiai dan ulama Pamekasan,” pintanya. ”Juga jangan sia-siakan perjuangan ulama dan kiai! Yang lebih penting jangan biarkan hanya ulama dan kiai yang berjuang untuk memenangkan KOMPAK. Masyarakat juga harus berjuang secara maksimal untuk KOMPAK,” pungkasnya. Kholilurrahman berjanji jika kembali terpilih untuk kali kedua memimpin Pamekasan akan meneruskan program-program yang sudah terlaksana dan bermanfaat untuk masyarakat. Ia juga menjanjikan akan melakukan penyempurnaan pro-

gram yang belum sempurna. ”Jika ada program yang belum sempurna, maka jangan putus program tersebut. Biar bisa sempurna dan bisa tercapai secara maksimal, berilah kesempatan kepada kami untuk memperbaikinya,” ujarnya. ”Ada enam program yang sudah tercapai dalam beberapa tahun terakhir, yaitu keamanan, birokrasi, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Dari segi pendidikan, Pamekasan sudah berhasil dinobatkan sebagai kota pendidikan oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2010 lalu. Dan hanya Pamekasan yang bisa mencapai hal itu se-Indonesia,” tukas Kholilurrahman. Ia menambahkan, ada dua cita-cita besar terkait program bidang pendidikan, yakni menghapus kesenjangan pendidikan umum dan agama serta menghapus kesenjangan sekolah negeri dan swasta. ”Itu bukanlah janji-janji semata, tetapi sudah berjalan dan sudah terealisasi. Jadi kalau ada program yang masih belum sempurna, maka mari kita sempurnakan dengan memilih KOMPAK supaya program bisa terus berjalan dan bisa disempurnakan pada tahun berikutnya,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pojur Madura United sebagai pengelola Persepam Madura United (P-MU) tersebut. (ong/rr/adv)

Hidayat, kepada Kabar Madura, Kamis (3/1). Menurutnya, kunjungan demi kunjungan yang dilakukan pihak Kementerian Sosial justru tidak menyelesaikan masalah dan tidak mampu menjawab apa yang diinginkan pengungsi. ”Setiap kali mengadakan kunjungan, tidak berdampak apa-apa bagi pengungsi. Sampai saat ini kita masih kerepotan mengurusi kebutuhan makan mereka (pengungsi, red),” beber Syamsul. ”Mereka (Kementerian Sosial, red) sering mengatakan hanya ditugasi oleh Menteri Sosial untuk memantau kondisi terakhir pengungsi tanpa terlihat tindakan selanjutnya. Jadi mereka terkesan lepas tangan,” imbuhnya. Menurutnya, saat ia mempertanyakan hal tersebut

kepada perwakilan Kementerian Sosial yang melakukan kunjungan ke tempat penampungan pengungsi, pihak Kementerian Sosial melemparkan jawaban tersebut kepada pemerintah daerah. ”Saat Saya tanya ke perwakilan Kementerian Sosial, justru dijawab bahwa penentuan masa tanggap darurat atau bukan, merupakan kewenangan pemerintah daerah. Menurut mereka aturan masa tanggap darurat ya selama tiga bulan,” tukasnya. Saat ditanya mengenai rencana kepulangan pengungsi, Syamsul mengatakan bukan menjadi kewenangannya. Dalam hal ini pihak Dinsosnakertrans Sampang hanya mengusahakan bantuan untuk kelangsungan hidup selama berada di dalam lokasi pengungsian. (waw/rr)

Resah, Bantuan Logistik Berakhir Sambungan dari hal 1

Meski masa tanggap darurat bencana sudah berakhir, namun pihak Dinsosnakertrans Sampang tetap memberikan bantuan makanan dengan alasan kemanusiaan. Berdasar Undang-Undang No.7 tahun 2012, masa tanggap darurat tentang penanganan konflik sosial hanya selama tiga bulan dan Pemprov Jawa Timur sudah memberikan bantuan selama tiga tahap yang berlangsung selama tiga bulan. ”Saya sudah beberapa kali bertemu dengan pihak Kementerian Sosial melalui Shihabuddin sebagai Direktur Dirjen Jaminan Sosial, namun tidak ada respon soal berakhirnya masa tanggap darurat ini,” ungkap Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Sampang, Syamsul

Minta Bupati Segera Dilantik Sambungan dari hal 1

Hingga saat ini belum ada jadwal pasti pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan terpilih meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan sudah menetapkan pasangan nomor urut 3, Mohammad Makmun Ibnu Fuad-Mondir Rofii (Makmur) sebagai pemenang dalam Pemilukada Bangkalan yang digelar 12 Desember 2012 lalu. ”DPRD sudah menyiapkan sarana dan prasarana serta biaya pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pemilukada Bangkalan lalu. Tapi hingga saat ini belum ada sinyalemen dari

Mendagri untuk menggelar pelantikan,” terang Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Munawwar Cholil, Kamis (3/1). Ia menjelaskan, masyarakat tidak perlu ragu atas pelantikan bupati terpilih. Ia menjamin pelantikan Ra Momon dan Ra Mondir sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan akan segera terealisasi. ”Kami akan mendesak Mendagri dan Gubernur Jawa Timur untuk segera melantik Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan terpilih secepatnya. Kami membutuhkan pemimpin baru untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan,” ucap politisi

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut. Selain itu DPRD Bangkalan mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa menang atau kalah dalam pemilukada adalah sebuah hal yang wajar. ”Tidak mungkin semua pasangan calon menang dan tidak mungkin semua calon kalah. Pasti ada yang menang dan kalah. Yang menang gembira dan kalah bersabar. Masih ada kesempatan lagi!” paparnya. Sebelumnya sejumlah masyarakat Bangkalan menyuarakan aspirasi yang meminta Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan untuk terpilih segera dilantik. Masyarakat

beralasan jika Bangkalan membutuhkan pemimpin baru yang bisa melanjutkan pembangunan. Belum adanya kepastian jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih tersebut ditengarai lantaran hasil Pemilukada Bangkalan masih disengketakan di Mahkamah Konstitusi (MK) setelah pasangan nomor urut 1, Imam-Zain, yang dicoret KPU Bangkalan melayangkan gugatan di MK. MK memberikan legal standing terhadap permohonan gugatan tersebut. Sesuai jadwal, sidang perdana sengketa Pemilukada Bangkalan di MK bakal digelar hari ini di Jakarta. (ful/rr)

KM Lestari Abadi 01 Tenggelam di Masalembu Sambungan dari hal 1

Kapal tersebut memuat alat berat untuk pengeboran migas dengan tujuan Jakarta. Menurut dua ABK yang selamat, di tengah perairan Laut Jawa, kapal tersebut mengalami kebocoran hingga tenggelam pada 28 Desember 2012 lalu. Dua ABK yang selamat baru ditemukan dalam keadaan mengapung di tengah laut oleh seorang nelayan asal Masalima, Kecamatan Masalembu, yang bernama Rahman pada 1 Januari lalu. Keduanya bertahan hidup dengan kondisi mengapung di tengah laut selama lima hari tanpa makanan setelah kejadian naas yang menimpa kapal tersebut. Dua ABK yang diketahui bernama Erlapadang dan Rizal berasal dari Kabupaten Paloppo, Sulawesi Selatan.

Keduanya selamat setelah ditemukan oleh nelayan setempat yang sedang mencari ikan di tengah laut. ”Korban yang selamat saat ini sedang dirawat di Puskemas Masalembu karena pingsan. Sementara satu korban lainnya mengalami depresi sehingga tidak bisa dimintai keterangan lebih jauh,” ujar Camat Masalembu, Wahyu Kurniawan Pribadi, yang dihubungi Kabar Madura melalui telepon selularnya, Kamis (3/1). Ia mengungkapkan, hingga kini keberadaan KM Lestari Abadi 01 masih belum diketahui secara pasti. Masyarakat setempat sampai saat ini terus melakukan pencarian secara swadaya, namun hasilnya nihil. KM Lestari Abadi 01 dan 10 ABK yang hilang masih belum ditemukan. ”Sekarang cuaca kurang

baik. Ketinggian ombak di Perairan Masalembu mencapai tiga meter sehingga pencarian juga mengalami sedikit kendala. Untuk sementara upaya pencarian kami hentikan sementara,” kata Wahyu. Pencarian korban yang hilang terbilang cukup sulit, karena kondisi cuaca perairan di sekitar tenggelamnya kapal muatan barang tidak memungkinkan untuk dilakukan penyisiran dengan kapal nelayan. ”Nelayan merasa kesulitan ketika sedang mencari korban tenggelam, karena cuaca diperairan ini tidak mendukung,” imbuhnya. Kepala Kepolisian Resor Sumenep, Ajun Komisaris Besar Polisi Marjoko, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait tenggelamnya KM Lestari Abadi 01. Ia menu-

turkan, berdasar informasi yang diterima, korban yang selamat sudah lima hari mengapung di tengah laut dan korban lainnya belum ditemukan. ”Kita sudah berkoordinasi dengan pihak yang ada di sana. Tim SAR sementara belum turun ke lapangan karena belum diketahui keberadaan lokasi kejadiannya. Tim SAR akan bergerak jika titik koordinat tenggelamnya kapal sudah diketahui,” ungkapnya. Ia menambahkan, pihak kepolisian melalui Kepolisian Sektor Masalembu terus melakukan pemantauan dan membantu masyarakat melakukan pencarian secara swadaya untuk mengetahui titik koordinat kejadian. ”Sekarang masih dalam tahap pemantauan oleh pihak Polsek Masalembu,” terangnya. (rei/rr)

Mandepa Memiliki Filosofi sebagai Simbol Keluarga Kelas Atas Sambungan dari hal 1

Padahal makna Tanean Lanjang sangat istemewa bagi kehidupan, yaitu kerukunan dan persatuan. ”Sekarang antara rumah satu dengan lainnya sudah banyak yang dibatasi dengan pagar. Perumahan yang ada menunjukkan tidak lagi rukun, padahal ketika melihat kehidupan Tanean Lanjang mereka sangat rukun,” kritik Tajul Arifin, Budayawan Sumenep, Kamis (3/1). Masyarakat Madura sendiri saat ini seperti latah dengan rumah model baru, sehingga seperti rumah model Pacenan mulai ditinggalkan karena

dianggap tidak mengikuti zaman. Tajul menyesalkan banyaknya masyarakat Madura yang mulai meninggalkan arsitektur khas Madura untuk rumah mereka. ”Kadang Saya berpikir, mengapa banyak masyarakat lebih suka meniru gaya arsitektur luar dalam membangun rumah? Padahal banyak filosofi dari arsitektur bangunan khas Madura yang merupakan peninggalan leluhur dan harus dipertahankan” ungkapnya. Tajul juga mencontohkan keberadaan Mandepa (pendapa, red) yang saat ini juga mulai hilang keberadaanya dan sangat ja-

rang terlihat. Dulu, menurut Tajul, Mandepa biasanya dimiliki oleh keluarga golongan ekonomi menengah ke atas, sehingga seseorang yang memiliki Mandepa bisa dikatakan status sosialnya lumayan tinggi. Biasanya mereka menggunakan bangunan Mandepa untuk dijadikan tempat pertemuan, baik dengan sanak famili atau pertemuan pemerintahan. ”Itu biasanya dimiliki oleh pejabat pemerintah atau keluarga dengan ekonomi kelas menengah ke atas. Biasanya dijadikan tempat pertemuan,” terangnya. Tajul menyarankan, satusatunya jalan untuk meme-

lihara kelestarian kebudayaan Madura yang memiliki kaitan dengan rumah adat masyarakat Madura, yakni dengan cara pemerintah harus mengembangkan dan menyediakan desa-desa wisata, di mana dalam tempat tersebut terdapat rumah-rumah model tempo dulu, seperti Tanean Lanjang, Pacenan, Mandepa dan lainnya. ”Untuk bisa mendatangkan wisatawan ke Sumenep, pemerintah harus mampu memelihara kebudayaan Madura sebagai paket wisata, seperti di Bali atau Banyuwangi dengan Desa Wisata Osingnya,” tegas Tajul Arifin mencontohkan. (rr)

Massa Fanatik ASRI Padati Stadion Sambungan dari hal 1

sudah terlihat berkumpul beberapa jam sebelumnya. Bahkan massa pendukung ASRI terlihat memenuhi jalan-jalan utama di Pamekasan. Ketua Tim Pemenangan ASRI, Ahmad Nawawi Thaha, mereka berasal dari berbagai penjuru kawasan di Pamekasan. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikasi wujud nyata betapa ASRI didukung oleh jumlah massa yang sangat besar. Mereka terdiri dari seluruh elemen masyarakat seperti: kaum ibu dan remaja puteri, tukang becak, pemuda, ulama dan kiai kesohor, serta beberapa elemen lain yang sudah membulatkan tekat memenangkan pasangan ASRI dalam Pemilukada Pamekasan 2013. ”Kampanye ini memang sudah kami rencanakan Direktur Utama/ Pemimpin Umum: Taufiq Rizqon Direktur: Disyahmain

Email Redaksi: redaksi@kabarmadura.co.id

sejak awal. ASRI memang harus menggelar kampanye akbar, dalam artian kita tampakkan bahwa kami ini memiliki banyak pendukung. Selama ini kami sering difitnah, salah satunya dengan isu yang mengatakan jika kami tidak memiliki pendukung,” ujar Ahmad Nawawi Thaha. ”Seperti yang terjadi saat ini (kemarin, red), betapa banyak ulama yang hadir dalam kampanye ASRI. Jadi ASRI bukan golongan para bajingan. Para ulama juga merestui ASRI,” imbuh Ahmad Nawawi Thaha. Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin terpengaruh dengan fitnah dan tidak akan membuat fitnah tandingan. Dikatakannya, ASRI lebih mengedepankan pada keseriusan menjalankan program demi kemajuan Pamekasan ke depannya.

Dalam orasi politiknya, Achmad Syafii menjelaskan ulang seputar pencoretan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan terhadap pasangan ASRI hingga pada akhirnya KPU Pamekasan dipecat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena terbukti melanggar kode etik. ”Kami memilih menempuh jalur hukum. Dan akhirnya kebenaran terjawab karena pada akhirnya ASRI diloloskan oleh KPU Jawa Timur yang mengambil alih kebijakan penyelenggaraan Pemilukada Pamekasan,” ujar Syafii, Mantan Bupati Pamekasan periode 2003-2008. Pasangan ASRI sempat kesulitan saat hendak menaiki panggung kampanye akibat banyaknya massa yang berjubel. Ketika pasangan ASRI mendekati panggung dengan mengendarai mobil

Pemimpin Redaksi: Edi Kurniadi. Redaktur Pelaksana: Rossi Rahardjo. Koordinator Liputan: Fathurrochman Al Aziz. Redaktur: Satriyo Eko Putro. Biro Bangkalan: Firman Ghazali Akhmadi (plt kepala), Syaiful Islam, Agus Josiandi. Biro Sampang: Fandri Ardiansyah (plt kepala), Wawan Awalluddin Husna. Biro Pamekasan: Hairul Anam (kepala), Marzukiy, Fathor Rahman. Biro Sumenep: Busri Thaha (plt kepala), Ahmad Ainol Horri, Achmad Qusyairi Nurullah. Sport: Tabri Syaifullah Munir (Pamekasan-Sumenep) Ahmad Baiquni (Bangkalan-Sampang) Tata Artistik/Desain Grafis: Ryan Kalig (kepala), Abdur Rohim, Umar Saja, Agus Subandi, Teguh Santoso. Manager Iklan dan Pemasaran/ EO: Ahmadur Rusdi. Keuangan: Neny Haryanti. Staf Penagihan: Ahmad Qoyyum, Felda Yulia, Eko Prayitno, Khairus Shodiqin. Human Resources Development (HRD): Rossi Rahadjo (koordinator), Disyahmain, Ryan Kalig. Penerbit: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Redaksi/Iklan dan Pemasaran: San Diego Main Street MR-2 No. 16 (No.95) Pakuwon City Surabaya, Telp/Fax: (031) 5993097. Telp Redaksi: (031) 5937959. e-mail Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com. Tarif Iklan: Iklan Umum Full Colour (FC): Rp 35.000 per mm/kolom. Iklan Umum Hitam/Putih (BW): Rp 19.000 per mm/kolom. Iklan Duka Cita/Sosial: Rp 12.000 per mm/kolom. Lowongan Rp 12.000 per baris.

terbuka, ribuan massa langsung merangsek mendekati ingin bersalaman langsung dengan calon bupati dan wakil bupati yang mereka dukung. Dalam orasinya, KH Jafar Shodiq yang merupakan salah seorang kiai kesohor di Pamekasan, menegaskan bahwa para ulama dan kiai mendukung pasangan ASRI karena telah terbukti bersih selama memimpin Pamekasan pada periode 2003-2008. ”Ustad Khalil Asy’ari pun yang menjadi Ketua DPRD Pamekasan dikenal dengan kesantunan dan kebersihannya menjadi pemimpin wakil rakyat. Demikian pula halnya dengan Pak Syafii saat memimpin Pamekasan, tidak ada cerita ada permainan penerimaan CPNS,” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan massa simpatisan yang hadir. (anm/rr/adv)

WARTAWAN KABAR MADURA DIBEKALI TANDA PENGENAL, DAN DILARANG MEMINTA ATAU MENERIMA UANG/BARANG DARI SUMBER BERITA


JUMAT

7

4 Januari 2013

Entitas Madura, Pengaruh Globalisasi dan Jiwa Westernis

ASSALAMULAIKUM Wr. Wb... Tak ada keluhan di sekitar terkait pendidikan, ekonomi dll. Cuma lebih pada crew Kabar Madura dimana terbitannya terdapat banyak kesalahan ketik dengan beritanya. Terutama Edisi Kamis, 3 Januari 2012 di Kabar Bangkalan, dimana ada berita yang kurang jelas. Ada dimana Ainur atau Ainun? Sampai sekarang gak jelas... +6285931115513 WAHAI Mania bola Madura pendukung Persepam Madura United, baik di gunung, pelosok, di desa bahkan di kotakota. Sekarang P-MU udah ada di kancah liga tertinggi Negeri ini, ISL. Mari kita dukung dengan sepenuh hati hingga P-MU juara dan jangan lupa kepada Bapak Sepak Bola Madura Kholilurrohman dan Ahsanul Qosasi atas perjuangan dan kekompakannya. Lanjutkan, kamu bisa. Harisman Pademawu, PMK, +6282336010565 KALAU semua kompak, baik penggawa P-MU, menejemen, suporter mania dan doa dari masyarakat insya Allah P-MU akan bertengger di papan atas ISL. Mari jaga kekompakan, pasti sukses Aris Alhabsy Beben Mania, Tejatimur, Pmk, +6287850650191 HIDUP P-MU, hidup Keh Kholil, hidup Pak Ahsanul, hidup komonitas suporter, hidup Pak Daniel, mari besut P-MU menjadi kekuatan yang ditakuti lawan-lawannya. Reng Madureh haus kemenangan, P-MU haus gol..gol.. gol ! Ardian Tahanan Mania PMK, +6285931293171 SALAM satu jiwa buat PMU dan selalu main ganteng dalam pertandingan ISL nanti, jangn sampai disia-siakan pertndingan itu oke. Bpk Ramli di Nyalabu Daya, 087850767325 AYO P-MU, aku akan mendukungmu, jadi kamu harus menang dan menang di kancah ISL. Ayo, ayo P-MU Mr. D_Nie Sandjaya, +6287750313862 AYO P-MU, semangat terus, aku akan selalu mendukungmu, buktikan bahwa kamulah tim yang terbaik dari Madura Wahyudi _Viking Madura, +6287750265080 AYO P-MU, pasti bisa dan jangan menyerah dan hajar terus lawan dan tambahkan skor yang banyak dan ku selalu siap mendukung sampai mati Anak-anak Putra Baong, Sudi JS, +6287851060010 AYO P-MU perbanyak pemain yang berkualitas dan sudah berpengalaman seperti Idriyanto Nugroho! Empy at Newcamp, +6282141299723 AYO maju PMU, kalahkan semua lawan-lawanmu, supaya masuk surga ISL. GOSAN (Glongan Santri Nakal), +6287850958255

ANDA MEMILIKI UNEG-UNEG, SARAN, DAN KELUHAN TENTANG PELAYANAN PUBLIK (PENDIDIKAN, EKONOMI, KEAMANAN DLL) DI SEANTERO MADURA? Silakan kirim melalui pesan dan alamat ke: Kabar Madura. Tulis pendapat Anda dan kirim ke no :

+6287850767325 (khusus SMS)

atau via email:kabarmaduranews@gmail.com, facebookkabarmadura@gmail.com

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

MOMENTUM tahun baru Masehi, merupakan pergantian tahun yang langka. Sehingga dari kelangkaan ini, setiap orang menyambutnya dengan begitu antusias, bersemangat. Dan bahkan siap dalam kondisi dan situasi apapun untuk rela menyambut datangnya pergantian tahun baru Masehi. Berbeda ketika tahun baru Hijriyah, tidak ada peringatan yang menyatakan eksistensi dari pergantian tahun baru Islam ini, walaupun hanya sebatas mengingat saja. Padahal, mayoritas statis orang Indonesia khususnya Madura, menganut agama Islam, dan paham akan ajaran Islam. Kemudian yang menjadi pertanyaan, kenapa momentum pergantian tahun baru Masehi lebih banyak dirayakan oleh masyarakat (khususnya Madura) ketimbang pergantian tahun baru Hijriyah? Apa yang melatar belakanginya? Mungkinkah ketidak sesuaian momen yang kurang pas? Sehingga dalam diri masyarakat tak ada antusias apapun? Jawabannya hanya satu, pengaruh dari arus globalisasi dan jiwa westernis yang melekat pada setiap individu. Sehingga setiap perilaku, dan tindak tanduk yang dilakukan bersifat egaliter. Dan tidak jauh berbeda dengan menghilangkan

budaya lama yang memadati ruas Jalan Oleh: baik, dan mengambil Trunojoyo hingga di FAIRUS DAILAMIY budaya baru yang simpang tiga Gurlebih eksotik. em Kota Pamekasan Esensi dari perayaan pergan- mengakibtkan macet total. Hingga tian tahun baru diartikan salah berjam-jam. Juga di Sumenep, makaprah. Dan menimbulkan gejala syarakat memadati Taman Adipura yang salah kaprah pula. Minum- Sumenep dengan kembang api dan minuman, balap liar, pacaran dan meniup terompet, juga merayakan bahkan seks bebas dimana-mana dengan hura-hura (Red: Kabar menjadi warna dalam menyambut Madura 02/01/2013). pergantian tahun baru. PerilakuSebagian banyak, seorang pemuperilaku negatif yang lebih banyak da dikatakan sebagai tulang pungdilakukan yang tidak ada manfaat gung suatu bangsa, apa jadinya apapun. Mestinya, menyambut jika obyek masa depan bangsa tahun baru ini merupakan awal bersifat amoral. Malah akan semadari kita memulai, merubah, dan kin bobrok dan tak karuan. Apalagi memeperbaiki kehidupan. Bukan dari kalangan muda banyak yang malah mengakhiri/menutup (per- mengklaim, pelaksanaan memperbuatan) dengan perilaku yang ingati tahun baru harus dengan amoral dan tak bermanfaat. Den- bersukaria. Dengan bentuk penygan demikian, ajang yang dilak- impangan yang negatif. sanakan dengan beragam ekspresi, Hal ini mesti segera disikapi, tak ada gunanya dan manfaat dengan beberapa tindakan yang apapun (Red: malam tahun baru positif. Misalnya dengan menbukan untuk hura-hura). Esensi gadakan istighotsah akbar, atau dari tahun baru hilang, sehingga pengajian akbar yang dihadiri oleh lebih banyak melakukan hal yang segenap jajaran pemerintah secara negatif dari pada hal positif. serentak bersama masyarakat Ironis sekali, mayoritas pelak- untuk bertujuan mengintropeksi sanaan memperingati pergantian kembali perilaku menyimpang dari tahun baru Masehi lebih banyak berbagai kalangan dan berniat unseorang pemuda yang ikut serta di tuk berevolusi kepada tuj uan yang dalamnya. Seperti di Pamekasan, lebih baik. Karena setiap perbuatan sekelompok anak muda yang tergantung pada niatnya, innamal

a’malu bin niyat. Yang kedua, pengawasan dari pihak kepolisian untuk mengamankan berjalannya perayaan pergantian tahun baru. Karena kerap kali peringatan pergantian tahun baru diwarnai dengan aksi anarkisme. Seperti tawuran, asusila, dan aksi-aksi lain yang di luar batas kewajaran. Juga termasuk konvoi yang mengakibatkan kemacetan total, agar bisa diatur dengan baik, atau bisa memberikan rute khusus kepada para pengguna jalan (konvoi) untuk menghindari adanya kemacetan. Dan penimbulan beberapa perpecahan yang berakibat social ending. Jadi, saat ini penting kiranya penyikapan terhadap entitas Madura sebagai pulau multikultural untuk kembali kepada sikap solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Untuk kembali membangun Madura yang seutuhnya tanpa ada dominasi yang menimbulkan perpecahanperpecahan yang berkelanjutan. Salam Madura! *)Penulis Adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Sekaligus Aktif PMII, Asal Pagar Batu, Saronggi

Paradigma Pendidikan Kita “Tujuan mencapai pemahaman adalah menghasikan sebuah persetujuan yang berakhir pada saling pemahaman timbal balik yang bersifat intersubjektif, pengetahuan bersama, kepercayaan timbale balik, dan kesesuaian satu sama laian” (Ross poole) TERKADANG kita salah kaprah mengartikan sebuah tujuan pendidikan yang hakiki, yakni untuk “memanusiakan manusia” (Ki Hajardewantara). Jadi pandangan banyak manusia, pendidikan hanya dijadikan sebuah capaian atau pemuas keilmuan saja. Terlepas dari apakah itu berguna atau tidak. Namun semua itu akan menjadi kejanggalan mutlak ketika mengartikan otoritas pendidikan seperti itu. Karena ketika kita telaah lebih mendalam dari hakikat pendidikan menjadi salah kalau hanya diartikan sebuah proses pencapaian keilmuan tanpa ada pengaplikasian. Banyak contoh kasus yang sering menjadi ancaman pendidikan kita. Coba kita teliti bagaimana proses rekrutmen guru (CPNS) sekarang hanya berkutat pada banyaknya uang. Jika uang itulah yang akan menjadikan syarat bisa diterima sebagai PNS, yang tidak punyak uang harus gigit jari. Jika

untuk menjadi guru elit pendidikan yang sudah menggunaktidak mau hanya menan uang, bagaimana jadi kambing hitam kapasitas etos kerja atau dijadikan kambdan keilmuan mereka? ing hitam oleh yang (Nurani Soyomukti: yang punya kepent2012). Tentu perlu ingan. dipertanyakan juga, Tentu ini merupakyang dikerjakan hanya an pukulan dahsyat sebagai kerja santai yang harus dipangkas tanpa memperhatikan demi menyelamatkan keinginan peserta diparadima pendidikan dik untuk mencapai di Indonesia. Kalau Oleh: yang diinginkan. kita tidak bergerak MAWARDI Dari kasus tersebut cepat dan tangkas, kita dapat kita ketahui hanya akan menunggu bagaimana paradigma pendidi- sebuah kehancuran dan terus terkan kita yang telah membiasakan belakang dalam dunia pendidikan. kebiasaan buruk itu, tanpa ada Kita paham, pejabat pendidikan penyelesaian dari yang bertang- paham bahwa mempertahankgung jawab atas kemakmuran an paradigma kritis transformaif pendidikan Indonesia khususnya. dalam pendidikan sangatlah pentLalu bagaimana dengan sikap ing, tapi kenyataan mengatakan kita menghadapi hal itu, diam atau lain. Kepedulian pendidikan sanbergerak melawan? gat tinggi, namun ketika ada Seorang Widji Tukul mengung- proses kejanggalan hanya dibikapkan dalam bait sajaknya, “Apa- arkan berkembang dan dijadikan bila usul ditolak tanpa ditimbang// kebiasaan yang menghanguskan. Suara dibungkam kritik dilarang Kita tidak mau pendidikan kita tanpa alasan// Dituduh subversif dikatakan sebagai pendidikan yang dan mengganggu keamanan// konservatif, namun semuanya hanya Maka hanya ada satu kata: lawan!// menjadi objek pencarian kerja, yang (Widji Tukul: 1986). imbasnya dirasakan oleh masyarakat D a r i p e r n y a t a a n t e r s e b u t yang kurang paham mengenai penbagaimana kita harus berani didikan itu sendiri. Ini merupakan menanggung semua itu sebagai tanggung jawab kita bersama agar

pandangan yang membuat kita rancu dapat diatasi secara ilmiah. Kalau saya boleh berpendapat dalam sudut pandang pengetahuan yang minim, bisa dikatakan paradigma pendidikan kita sudah mulai surut dalam kehidupan global yang mengharuskan manusia memakai barang-barang yang instan. Artinya, bahwa pendidikan yang kita banggakan akan menjadi lapangan pencarian kerja belaka, tanpa memperhatikan tujuan dari pendidikan seperti yang dikatan oleh Ki Hajardewantara itu. Maka perlu kiranya kita kembali mengoreksi bagiamana yang salah dan memperbaikinya, agar semua yang kita kerjakan menjadi sebuah otoritas pendidikan yang harmoniskritis. Karena ketika semuanya harmonis, maka akan mencapai puncak keemasan yang memang diharapkan kita. Tidak hanya berpihak pada salah seorang saja. Dan untuk memenuhi semua itu tentu harus ada keterlibatan langsung dari pemerintah, masyarakat dan semuanya yang merasa memerlukannya. Semoga yang kita inginkan dapat terealisasi dengan baik. Amin. *)Penulis Adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan Asal Longos, Gapura, Sumenep


8

JUMAT

4 Januari 2013

PILEG 2014 Panwaslu Datangi Polres Sumenep SUMENEP-Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 masih setahun mendatang, berlangsung. Tapi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep sudah mulai pasang kuda-kuda. Ketua Panwaslu Zamrud Khan mendatangi Polres Sumenep, guna berkordinasi terkait dengan pengaman dan tindak pidana yang dimungkinkan terjadi pada penyelenggaraan pemilu mendatang. Ketua Panwaslu Sumenep, Zamrud Khan mengatakan maksud kedatangannya ke Polres Sumenep dalam rangka berkordinasi dengan Polri terkait penangan Pileg 2014. ”Ya kami berkordinasi ke polri untuk menyikapi hal-hal pelanggaran pidana pemilu, menyangkut pidana di pemilihan nanti,” jelasnya. Dia menambahkan, dengan adanya komunikasi sejak awal akan memudahkan proses pidana dalam pemilu mendatang baik pilpres (pemilihan presiden), pemilukada gubernur, dan yang lainnya. ”Nanti akan diatur dalam MoU skemanya ke depan, antara Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan sehingga proses tahapan-tahapn pemilihan kaitannya dengan proses kasus pidana bisa cepat terselesaikan,” tambahnya. Menanggapi kedatangan Panwaslu tersebut, Kapolres Sumenep AKBP Mardjoko mengatakan, dalam pemilu 2014 mendatang pihaknya sudah menyiapkan beberapa personel dalam rangka menjaga ketertiban jalannya pemilu. Selain itu, dia juga mengatakan pihaknya akan menunjuk penyidik-penyidik profesional agar untuk mengawal jalannya pemilu. ”Pada intinya Polres Sumenep sudah siap menghadapi pemilu 2014 mendatang,” tegas Kapolres. ”Tadi juga sudah disampaikan bahwa kekuarangan-kekurangan dalam perjalanan pemilu kada sebelumnya akan kita tindak lanjuti bersama,” tambah Mardjoko. Terkait dengan tindak pidana pemilu yang mungkin terjadi, AKBP Mardjoko secara tegas mengatakan, penangan kasus tersebut tetap berada di bawah kewengan polisi. Namun tetap akan berkordinasi dengan Panwaslu sebagai penanggungjawab jalannya pemilu. ”Soal tindak pidana itu tetap akan ditangani Polres.” pungkasnya dalam perbincangan dengan wartawan. (aqu/yoe)

KM/AHMADUR RUSDI

Kisruh Penggelembungan DPT MENGANCAM: Tim Advokasi ASRI menyatakan akan mempidanakan kasus pengelembungan DPT di Pamekasan yang mencapai lebih dari seribu, Kamis (3/1).

ASRI Ancam Penjarakan Siapa Saja yang Terlibat PAMEKASAN-Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilukada di Kota Gerbang Salam berubah. Dari semula 644.142 merosot menjadi 642.808. Kenyataan adanya pengelembungan ini, disorot tajam oleh Tim Advokasi Achmad Syafii-Khalil

Asy’ari (ASRI). Bahkan, tim tersebut mengancam bakal mempidanakannya. “Berkenaan dengan pengelembungan DPT ini, kami sudah koordinasi dengan aparat kepolisian. Kami tidak pernah main-main. Kami pasti pidanakan,” tekan Ketua Tim Advokasi ASRI, Heru Budi Prayitno dalam jumpa pers di Posko Pemenangan ASRI di Jalan Darma, Kamis (3/1), sembari didampingi sekretarisnya Mohammad Alim dan Ketua Tim

Pemenangan ASRI KH Ahmad Nawawi Thaha. Ditegaskan oleh Mohammad Alim, terdapat beberapa kecamatan yang rawan adanya persoalan DPT. Yakni, di Kecamatan Kadur, Batu Marmar, Waru, Pasean, dan Palengaan serta Pegantenan. “Dan kami berharap kepada penyelenggara Pemilu, khususnya kepada KPU dan Panwaslu, untuk kasus-kasus yang dimungkinkan agak rawan adanya kecurangan, misalnya

di daerah Palengaan yang ada pesantrennya, diharapkan TPS-nya tidak ditaruh di pesantren. Tapi, di luar pesantren sehingga lebih netral,” tekan Mohammad Alim. Sebab, katanya, dimungkinkan data-data fiktif dapat dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, tambah Alim, mencederai nilai demokrasi dan keagamaan yang bergaung di Kota Gerbang Salam. Pada kesempatan itu, Heru

Budhi Prayitno, berkali-kali berucap, bakal memenjarakan setiap pelaku pengelembungan data. “Dan perlu kami tegaskan pula, kami ini bukan berarti tidak punya kerjaan sehingga menyoroti kasus pengelembungan DPT. Ini kami lakukan demi kemaslahatan umat. Buktinya, setelah digelar rapat koordinasi dengan melibatkan PPK, Panwaslu, dan KPU sendiri, diketahui bahwa banyak data fiktif,” pungkasnya. (anm/yoe/adv)

KM/ ACHMAD SYAIFUL ROMADHON

KOSONG: Kantor KPU Sampang bagaikan rumah hantu, sejak semua komisioner berangkat ke Jakarta buat sidang gugatan di MK.

KPU Siap Mentahkan Gugatan di MK SAMPANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, menyatakan siap menghadapi seluruh gugatan yang dilayangkan pasangan calon peserta Pemilukada Sampang, Hermanto SubaidiKH. Ja’far Sodiq (Hejas). Bentuk kesiapan itu, KPU Sampang telah menyiapkan seluruh rangkaian bukti yang akan mementahkan gugatan dari penggugat. Terlebih juga KPU juga telah menunjuk kuasa hukumnya yang akan mendampingi mereka berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK), jika lembaga yang dipimpin Mahfud MD tersebut resmi menggelar sidang perdana gugatan pasangan Hejas, hari ini (4/1). Gugatan Pemilukada Sampang akan memasuki sidang perdananya pada hari ini dengan agenda pemeriksaan awal oleh majelis hakim MK. Dengan demikian, KPU Sampang sudah mempersiapkan sederet bukti untuk

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

melawan gugatan pasangan calon nomor urut enam saat sidang perdananya. Seluruh komisioner dan kuasa hukum yang ditunjuk siap menghadiri sidang perdananya terhadap gugatan pasangan Hejas. Hal ini yang disampaikan Ketua Pokja Verifikasi dan Divisi Hukum KPU Sampang Miftahur Rozak di sela keberangkatannya ke Jakarta untuk menghadapi sidang perdana gugatan tersebut. Dikatakan sidang yang rencananya akan digelar mulai pukul 10.30 tersebut, pihaknya bersama komisioner dan kuasa hukum siap menghadiri sidang gugatan tersebut. “Semua komisioner dan kuasa hukum yang akan berangkat ke Jakarta buat menghadiri sidang perdana besok (hari ini, red) di MK,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin (3/1). Dalam hal ini, pihaknya su-

dah menunjuk kuasa hukum untuk menghadapi sidang gugatan di MK yang diketahui dari Lauchim Cakraningrat, advokat dari Sumenep. Diharapkan dengan adanya kuasa hukum, KPU tidak sampai fokus dengan satu permasalahan gugatan itu saja. Sebab, KPU masih mempunyai tugas lain, seperti verifikasi parpol peserta Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Terkait hal ini, pihaknya juga berharap kuasa hukum yang nantinya akan mendampingi KPU, lebih mengetahui secara detail persoalan yang terjadi terhadap gugatan yang dilayangkan kepada KPU Sampang dari berbagai aspek, khususnya dari aspek hukum, sehingga mampu menghadapi gugatan para pengugat. “Terkait salah satu isi gugatan mengenai 4 kecamatan yang dipersengketakan, kita sudah menyiapkan bukti dan saksi yang akan dibutuhkan

selama persidangan nantinya,” ungkapnya. Sebelumnya, pada hari Kamis (20/12) lalu satu pasangan calon resmi mendaftarkan gugatannya ke MK. Mereka menggugat hasil keputusan rekapitulasi perhitungan suara Pemilukada yang telah ditetapkan KPU saat rekapitulasi suara tingkat kabupaten, Senin (17/12) lalu. Hasilnya pasangan calon Alfalah (Fannan-Fadhillah) ditetapkan sebagai peraih suara sah terbanyak. Namun pihaknya belum mengesahkan pasangan tersebut sebagai pemenang Pemilukada, karena satu pasangan calon menyatakan keberatannya dan akan menggugat hasil keputusan KPU tersebut ke MK. Sebagaimana diketahui bersama gugatan tersebut memang dibolehkan, sebagai salah satu hak konstitusional warga negara. (KM10/yoe)


JUMAT

9

4 Januari 2013

Kader PKNU Datangi Dewan

Kembali Pertanyakan Kelanjutan Proses PAW

KM/HAIRUL ANAM

TANPA SENYUM: Penyortiran SS diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian berwajah garang. Sekalipun petugas penyortir bukan orang-orang yang berkaitan langsung dengan pemilukada.

Sortir SS Dilakukan Orang Luar KPU PAMEKASAN-Selama dua hari berturut-turut hingga kemarin (3/1), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan menyortir surat suara (SS). Penyortiran tersebut dilakukan oleh 60 orang luar KPU. Jumlah yang disortir ialah sebanyak 660.246 SS. Hal demikian ditegaskan oleh sekretaris KPU Pamekasan, Akhmad Zaini, saat berbincang dengan Kabar Madura di kantornya di Jalan Brawijaya, Kamis (3/1). “Penyortiran ini dilakukan oleh masyarakat umum yang tidak memiliki kaitan dengan tim kampanye, bukan pengurus partai, kemudian mereka kami yakini tidak memiliki kepentinganmkepentingan berkaitan dengan pemilukada secara langsung. Sehingga, kami yakini mereka bekerja secara profesional,” tutur Akhmad Zaini secara lugas. Penyortiran tersebut, tambahn-

ya, dilakukan secara serius dan penuh pengawasan secara maksimal. Ditambahkan, yang terlibat aktif dalam pengawasan tersebut ialah dari KPU Pamekasan sendiri, Panwas Kecamatan, Panwas Kabupaten, dan dari pihak kepolisian. Dalam pantauan Kabar Madura, masyarakat yang menyortir SS tersebut dijaga super ketat. Di pintu masuk aparat kepolisian terlihat tanpa senyuman. Ketika masuk maupun keluar, para penyortir SS tersebut digeledah oleh petugas tanpa kompromi. “Mereka ketika masuk digeledah, khawatir membawa alat pencoblos. Tatkala keluar pun juga digeledah, untuk mengantisipasi takutnya membawa SS, yang nantinya tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Sehingga, kami yakini penyortiran ini tidak membawa masalah,”

terangnya menjelaskan. Ditambahkan mantan ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan ini, para penyortir tersebut diberi honor oleh KPU Pamekasan. Namun begitu, Zaini enggan membocorkan jumlahnya. “Penyortiran ini dipastikan selesai hari ini (kemarin, red). Tujuannya ialah untuk memastikan bahwa jumlah SS sesuai dengan pesanan. Makanya, sebelum penyortiran ini selesai, kami tidak menandatangani surat serah terima dari PT Strategi Madani Utama yang memenangi tender pencetakan SS ini,” bebernya. Secara terpisah, aktivis Lumbung Intelektual Muda Pamekasan (LIMPA) me-warning KPU Pamekasan. Pasalnya, ada peluang yang mengarah pada kecurangan berkaitan dengan jumlah SS.

FPKB Mantap Geser Ketua Komisi C SUMENEP-Meski dalam Rapat Pari- Sumenep, yang tidak lain merupakan purna Internal Rolling Alat Kelengka- ketua DPC PKB Sumenep. ”Kami supan di DPRD sempat ditangguhkan, dah melakukan komunikasi dengan khusus yang berkaitan dengan perge- fraksi-fraksi lain. Hasilnya, posisi ketua seran Ketua Komisi C DPRD Sumenep, komisi C DPRD Sumenep tetap berangAbd Hamid Ali Munir, namun Fraksi kat dari PKB, walau orangnya berbeda,” Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) ujar Dul Siam kepada Kabar Madura, memastikan rolling tetap bisa dilaku- Kamis (3/01). kan. Sebab, rolling dilakukan murni Menurutnya, koordinasi dengan fraksikepentingan kaderisasi Partai dan fraksi lain hingga kini masih tetap penyengaran kader. memberikan dukungan dan satu komitBerdasarkan Informasi dari internal men dengan fraksi PKB. ”Teman-teman Fraksi PKB, KH Abd Hamid Ali fraksi lain insya Allah tetap Munir, Ketua Komisi C DPRD menjaga komitmen itu. Jadi Sumenep, akan dipindah ke tinggal menunggu pelakKomisi A DPRD Sumenep. Sesanaannya saja, mudahdangkan, KH Imam Mawardi, mudah tidak berubah,” anggota Komisi C dan anggota harapnya. Dia menjelaskan, frakFraksi PKB, kasak-kusuk disi sebagai kepanjangan internal anggota dewan, akan tangan dari partai, maka menduduki jabatan sebagai Fraksi mengikutinya. SeKetua Komisi C. hingga, ketika partai menNamun, masih belum ada ginginkan Abd Hamid itu informasi apakah berpinKM/DOK tidak di Komisi C, maka dahnya Abd Hamid Ali Munir DUL SIAM Fraksi mengikuti. Hal ke Komisi A akan mengganKetua FPKB DPRD tersebut dilakukan sebtikan Ketua Komisi A, Abrori Sumenep agai dasar pijakan DPC Mannan, yang juga anggota PKB adalah untuk peFraksi PKB? Semua itu masih menjadi teka-teki. Sedangkan, nyegaran. ”Beliau dianggap senior dan selama kedudukan ketua Komisi C nantinya akan tetap dipegang dari politisi yang tiga priode di DPRD, K Hamid selalu berangkat dari kader Partai Kebangki- ada di Komisi C. Jadi dasarnya DPC PKB untuk penyegaran serta agar kader PKB tan Bangsa (PKB). Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep, H yang baru memiliki pengalaman juga di Dul Siam mengatakan, sudah melaku- Komisi C,” tandasnya. Rolling yang dikehendaki oleh FPKB, kan koordinasi dengan fraksi-fraksi lain di DPRD. Hasilnya, sejumlah lanjutnya, tinggal pelaksanaannya saja. fraksi memberikan dukungan terhadap Artinya, Abd Hamid akan berada di FPKB dan dalam satu komitmen den- Komisi A. Kesepakatan menempatkan gan FPKB di DPRD Sumenep. Alasan Abd Hamid sebagai anggota Komisi A utama rolling tersebut, karena politisi DPRD Sumenep juga sesuai dengan yang berangkat dari daerah pemilihan backrond pendidikan Abd Hamid yang (dapil) IV tersebut sudah tiga priode memang sarjana hukum. ”DPC PKB itu memandang wajar dan menjadi anggota dewan dan selama itu pula selalu berada di Komisi C layak ketika beliau (Abd Hamid Ali Munir) berada di Komisi A untuk memDPRD Sumenep. Selain itu, rolling ketua komisi c ke backup semua kebijakan-kebijakan Komisi A DPRD Sumenep agar poli- Bupati selaku Ketua DPC PKB. Sebab, tisi senior tersebut bisa mem-backup leading sector pemerintahan dengan seluruh program dan kebijakan Bupati Komisi A,” pungkasnya. (bus)

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

“Kita ketahui, SS yang dicetak melebihi jumlah daftar pemilih tetap. Yakni 2,5 persen dari jumlah yang ada. Dengan begitu, lebih dari seribu SS cadangan. Saya tegaskan, KPU Pamekasan jangan sampai main-main dengan SS cadangan tersebut,” tegas sekretaris LIMPA, Minhadji Ahmad. Ditambahkan Emeng, panggilan akrab Minhadji Ahmad, masyarakat masih memiliki kepercayaan terhadap KPU Pamekasan. Menurutnya, KPU Pamekasan merupakan salah satu penyelenggara pemilukada yang memiliki peran besar dalam meneguhkan nilai-nilai demokrasi. “Untuk itu, masyarakat diharapkan juga terlibat aktif dalam mengontrol pendistribusian SS nanti. Sekali ada kecurangan maka masyarakat wajib melawannya dengan melapor kepada pihak terkait,” pungkasnya. (anm/yoe)

BANGKALAN-Kader Par- pada bupati sejak 15 Oktober tai Kebangkitan Nasional lalu. Seharusnya surat itu Ulama (PKNU) mendatangi sudah dikirim ke Gubernur gedung DPRD setempat, untuk proses pelantikan kemarin (3/1). Mereka ingin PAW,” ungkapnya. mempertanyakan perkemIa menjelaskan, sesuai bangan proses pergantian aturan bupati diberi tenggat antar waktu (PAW) yang waktu selama 7 hari untuk telah diajukan beberapa menindaklanjuti surat tersewaktu lalu. but. Namun, sampai saat ini Pasalnya, proses PAW ter- tidak ada titik terang. Unkesan jalan dituk itu, pimpinan tempat. Hingga DPRD Bangkalan kini, belum ada berinisiatif akan kader PKNU yang mengirim surat dilantik untuk tentang proses menggantikan PAW kepada GuNurhasan alias bernur Jatim. Haji Bungkas yang Sehingga kursi sudah meninggal kosong di DPRD dunia. Setelah yang jatahnya unditelusuri, ternyata tuk PKNU segera surat pengajuan terisi. Supaya asKM/SYAIFUL ISLAM tentang PAW dispirasi dari masyarainyalir mandek di KH NASIH ASCHAL kat segera tersalurKetua DPC PKNU Bupati Bangkalan. kan. Sebab, selama Bangkalan Di mana surat ini banyak mapengajuan tersebut sudah syarakat yang menanyakan dikirim oleh DPRD Bang- perkembangan proses PAW. kalan ke Pemkab setempat Ditanya kapan surat itu sejak 15 Oktober lalu. Se- akan dikirim ke Guberharusnya surat itu sudah nur, ia mengaku, belum dikirim ke Gubernur Jatim. mendapatkan jawaban yang Karena Bupati diberi waktu pasti dari DPRD. Pasalnya, 7 hari ketika surat diajukan Ketua DPRD Bangkalan, Ali untuk ditindaklanjuti. Wahdin, tidak ada di tempat. “Kami datang kesini untuk Namun, dewan berjanjanji mempertanyakan perkem- secepatnya surat tentang bangan proses PAW. Sebab, PAW akan dikirim kepada sampai saat ini belum ada Gubernur Jatim. kepastian untuk pelantikan “Kami kan juga punya per(anggota DPRD baru dari wakilan di unsur pimpinan PKNU),” terang Ketua DPC dewan. Jadi bisa mengawal PKNU Bangkalan, KH Nasih proses PAW. Kami berharap Aschal, pada Kabar Madura PAW segera terealisasi dan saat dikonfirmasi. pengggantinya secepatnya Ra Nasih, sapaan akrab dilantik,” ucapnya. KH Nasih Aschal, menjelasAdapun pengganti kan, dirinya ditemui oleh Nurhasan yang sudah disalah satu pimpinan dewan ajukan adalah Ra Nasih. saat bertamu ke DPRD se- Pasalnya, perolehan suara Ra tempat. Adapun yang men- Nasih saat pileg 2009 kemaemui adalah Munawwar rin berada di urutan kedua di Cholil, Wakil Ketua DPRD dapil tersebut. Sebelumnya ra Bangkalan. Saat ini surat nasih pernah ke DPRD untuk pengajuan sudah berada di menanyakan perkembangan Bupati Bangkalan. proses PAW. Namun, hingga “Dewan sudah mengajukan kini pelantikannya belum surat tentang proses PAW digelar. (ful/yoe)

Desk Pilkada Kawal Kondusivitas SAMPANG-Proses Penyelenggaraan Pemilukada Sampang 2012 sampai menjelang pengesahan kandidat terpilih, masih dalam suasana yang kondusif. Tahapan demi tahapan sudah terlewati, meski banyak isu beredar dan sempat mengusik ketenangan masyarakat Sampang. Namun hal tersebut tidak terjadi, sebagaimana diungkapkan Kepala Bakesbangpol Sampang Rudi Setiadi kepada Kabar Madura kemarin (3/1). Rudi mengatakan proses demokrasi pemilukada sama halnya dengan pemilihan kepala desa. Yang membedakan adalah wilayah pemilukada lebih besar. “Proses demokrasi yang benar adalah proses mencerdaskan masyarakat agar mampu untuk memilih pemimpin yang benar dan tepat,” ujarnya. Menurutnya instansi pemerintah seperti yang dia jabat saat ini, memang tidak banyak berperan dalam hal teknis, namun berdasarkan Permendagri Nomor 09 Tahun 2005 tentang pedoman pemerintah daerah, dalam pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah menyatakan, Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Kabupaten Sampang bertugas untuk memfasilitasi persiapan pelaksanaan pemilukada, pelaksanaan pemilukada dan koordinasi pelaksanaan pemilukada. Dari tugas tersebut dibentuklah desk pilkada atau tim koordinasi pemilukada sesuai dengan SK bupati Sampang nomor 188/383/ KEP/434.013/2012 tentang

KM/FANDRI ARDIANSYAH

NETRAL: Desk pilkada ini dibentuk untuk menjalankan pemilukada yang benar-benar “bersih”. Karenanya, yang duduk di dalam tim, harus tidak memihak peserta manapun dalam pemilukada.

sosialisasi pelaksanaan Pemilukada Sampang tahun 2012. Tugasnya, melakukan pemantauan pada pelaksanaan dan menginventarisasi serta mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pemilukada. Selain itu juga bertugas memberikan saran dalam penyelesaian permasalahan pemilukada, dan yang terakhir adalah mengirimkan laporan hasil pelaksanaan pemilukada ke Bupati Sampang. “ Bakesbangpol berharap kepada semua pihak untuk menghargai upaya para pihak dalam rangka mencari pembenaran dan keadilan dengan tetap menjaga kondusifitas Sampang yang dari awal tahapan pemilukada dilaksanakan sampai dengan pelantikan,” paparnya.

Lebih lanjut Rudi juga mengungkapkan tentang hal lain yang terkait dengan desk pemilukada, dalam hal ini timnya sudah melaksanakan tugasnya secara optimal. “Hal ini dibuktikan dengan melakukan langkah koordinasi dengan semua elemen yang merupakan bagian dari pelaksanaan pemilukada,” tutur Rudi. Elemen-elemen itu adalah, KPU Sampang, Panwaslu, aparat kepolisian, TNI, ulama serta LSM. “Semua sudah diajak untuk betul-betul melaksanakan pemilukada sesuai dengan amanah undangundang dan stakeholder yang ada di Sampang,” imbuhnya. Dia juga menjelaskan tentang pola yang dipakai timnya agar yang ditargetkan akurat antara lain melakukan quick count di setiap TPS. Untuk itu,

petugasnya difasilitasi ponsel yang langsung mengirimkan hasil suara untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan. Hasil tersebut dikirimkan kepada tim desk pilkada dengan nomor khusus melalui SMS, radio, faks sehingga dijamin tingkat akurasinya “ Alhamdulillah data desk pilkada adalah data yang akurat, ” imbuhnya. Tim ini akan bertugas hingga pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih pada 26 Februari mendatang, dan tim itu pun dianggap sudah menyelesaikan tugasnya. Rudi manambahkan, “yang perlu ditekankan kepada masyarakat tentang tugas desk pilkada adalah, dalam setiap rapat koordinasi tim ini menekankan sifat netralitas dari semua penyelenggara pemilukada.” (fan/yoe)


10

JUMAT

4 Januari 2013

RSBI Harus Dihapus Standar Mutunya Masih Diragukan

WWW.IZASKIA.WORDPRESS.COM

NON APBD: Sesuai SE Menteri Dalam Negeri, Madrasah dilarang menerima dana dari APBD setempat. Kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah kalangan, terutama di Madura.

Terus Mendapat Kritikan, SE Mendagri Ditolak

SUMENEP - Penolakan terhadap pemberlakuan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) yang melarang penggunaan APBD untuk lembaga pendidikan Madrasah terus menuai kritik. Setelah praktisi dan pengamat pendidikan, kini giliran aktifis Bem Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Sumenep yang menyorot. Koordinator Bem PTAI Sumenep, Hairul Umam mengatakan, sesuai hasil pertemuan dengan beberapa anggota Bem yang lain pada Rabu (02/13) lalu, semua sepakat untuk menolak pemberlakuan SE Mendagri tersebut. ”Waktu itu,

kita semua sepakat bahwa SE Mendagri tersebut harus di tolak oleh semua kalangan.” Jelasnya kepada Kabar Madura, Kamis (03/13) kemarin. Sesuai dengan hasil kajian, dia mengatakan SE Mendagri tersebut sangat tidak rasional. Apalagi bila kebijakan tersebut dikaitkan dengan sistem Otonomi Daerah. ”Kami rasa tidak seharusnya pemerintah pusat mengeluarkan surat edaran semacam itu.” Katanya. Jika terus dilanjutkan, maka kebijakan tersebut akan mencipta kesenjangan yang cukup jauh antara lembaga pendidikan

negeri dengan swasta seperti madrasah. ”Lebih dari 40 lembaga madarasah, terutama yang ada di pelosok desa akan terus tertinggal dari segi fasilitas dengan lembaga pendidikan negeri yang memang sudah di biayai pemerintah. Kata - kata teman Bem, ada semacam dominasi fasilitas, negeri mapan, sementara Madarasah tetap berjalan dengan fasilitas seadanya.” Jelas Umam. Di tempat terpisah, Said, kepala MTs Arrahman Gaddu Timur, Ganding Sumenep mengaku pasrah pada keputusan pemerintah pusat. Dia mengaku untuk lembaga pendidikan yang berada di

Sulitnya Mencari Dosen Strata 2 dan 3 Terkait Membuka Prodi Bahasa Madura SUMENEP – Minimnya tenaga pengajar yang memahami bahasa Madura, ternyata mendapatkan perhatian dari banyak kalangan. Selain Dinas Pendidikan dan komisi D DPRD Kab. Sumenep, perhatian juga dari ketua STKIP PGRI Sumenep. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ketua kongres kebudayaan Madura (KKM) II, Januar mengatakan bahwa pelestarian bahasa dan budaya Madura menemukan jalan buntu. Gagasan tersebut terkendala minimnya tenaga pengajar yang benar – benar mengerti tentang bahasa dan budaya Madura. Menanggapi hal tersebut, Ketua STKIP PGRI Sumenep Musaheri mengakui bahwa saat ini dirinya sedang menunggu pembentukan tim penerus rekomendasi KKM II yang sudah selesai

MUSAHERI Ketua STKIP PGRI Sumenep

Semua itu merupakan sebagai bagian dari persyaratan membuka prodi bahasa Madura.” pada Desember 2012 lalu. Sebab saat ini, pihaknya sudah melakukan penyusunan propos-

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

al terkait persyaratan kelengkapan membuka program studi (prodi) baru. ”Kita rencanakan tahun 2016 sudah ada prodi bahasa Madura,” katanya. Menyongsong rencana pembukaan prodi bahasa Madura itu, dia akan berkordinasi dengan tim nabara, pemerintah dan praktisi pendidikan lainnya. Tidak lain, agar pembukaan program baru tersebut benar-benar mampu mencetak tenga pendidik yang profesional. ”Tentu saya akan melakukan koordinasi dulu dengan beberapa pihak,” tegasnya. Dilain pihak, Nurhadi, Ketua Tim Penjaminan Mutu STKIP PGRI Sumenep mengaku hingga saat ini masih terkendala urusan administratif. Meski pihaknya optimis terhadap rencana tersebut, namun saat ini mereka masih sulit mencari tenaga dosen strata 2 dan 3. ”Semua itu merupakan sebagai bagian dari persyaratan membuka prodi bahasa Madura.” terangnya. (aqu/edw)

pelosok desa seperti di daerahnya memang tidak layak mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, ada dan tidaknya bantuan pemerintah proses pemberdayaan terhadap anak - anak pelosok desa tetap akan dia lakukan. ”Mungkin memang benar kata orang sini, pendidikan bagi anak-anak desa itu tidak penting. Sehingga minimnya fasilitas di sekolah tidak lagi diperhatikan. Ya tak masalah menurut saya. Mungkin pendidikan itu penting hanya bagi orang kota saja. Buktinya, fasilitas pendidikan di sekolah perkotaan jauh lebih lengkap,” sindirnya.(aqu/edw)

SUMENEP - Keberadaan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dinilai sangat diskriminasi terhadap masyarakat miskin. Hanya untuk mendapatkan mutu pendidikan yang berkualitas. Disamping itu kualitas RSBI masih diragukan, sehingga layak untuk dihapus. Khairul Aisiah, salah satu dosen STKIP PGRI Sumenep menegaskan sebaiknya RSBI yang ada dihapus. Hal ini dikarenakan dengan adanya RSBI, menunjukkan kegagalan sistem pendidikan nasional. Selain itu, keberadaan RSBI menurut aktivis gender ini merupakan bentuk kelatahan dari pemerintah dalam menghadapi era globalisasi. Sehingga keberadaannya tidak siginifikan terhadap perkembangan pendidikan. Justru dengan sistem seperti ini menjadikan masyarakat miskin di diskriminasi dalam mendapatkan pendidikan yang layak. ”Padahal semua masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang layak” ujarnya. Irul juga menegaskan bahwa eksistensi RSBI akan semakin meciptakan jurang pemisah antara masyarakat yang kaya dengan golongan keluarga miskin, maka dari itu ia sangat tidak sepakat dengan adanya RSBI. Terpisah, Pembantu Rektor III INSTIKA. A. Husnan A.

Nafi’ menyatakan bahwa gelar RSBI sangat tidak layak disandang sekolah yang ditetapkan sebagai RSBI. Karena, menurut alumnus UIN Sunan Kalijaga ini, dalam tataran realitasnya masih jauh dari standar internasional. ”Karena dalam RSBI yang jadi landasan bahasa Inggris, pengantarnya bahasa asing,” jelas Husnan Kepada Kabar Madura, Kamis (3/1) kemarin. Lebih jauh ia menjelaskan, sejatinya sekolah yang menyandang RSBI harus bertaraf internsional bukan hanya dari segi bahasanya saja. Tetapi juga staf pengajar dan materi mata pelajarannya pun harus berbeda dengan sekolah lain. Namun kondisi selama ini RSBI yang ada menggunakan materi yang sama. Dan gurunya masih standar lokal, hanya guru yang menggunakan bahasa asing saja yang standar internasional.. ”Kalau bertaraf Internasional sekalian materinya sama dengan kurikulum internasional, gurunya juga bersertifikat Inernasioanal. Kalau hanya itu yang ada, tidak cocok dengan namanya ” kritiknya. Berdasarkan gugatan ICW, Mahkamah Konsitusi (MK) akan memutuskan polemik mengenai RSBI pada 8 Januari nanti. RSBI dinilai telah menghilangkan hak anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan. Materi yang digugat pasal 50 ayat 3 undang – undang nomor 20 tahun 2003. (rei/edw)

2012, Tahun Ketidakadilan Pendidikan JAKARTA-Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Pendidikan menilai banyaknya masalah pendidikan sepanjang tahun 2012 membuat tahun itu pantas disebut sebagai tahun ketidakadilan pendidikan. Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa berbagai kasus dan masalah pendidikan yang terjadi ini sebenarnya bukan lagi masalah baru. Kasus seperti korupsi, kekerasan dan pungutan liar masih terus menjadi masalah yang tak terselesaikan dari tahun ke tahun. “Kejadian berulang ini memperjelas ketidakadilan yang melanda dunia pendidikan Indonesia,” kata Tari saata jumpa pers Indonesia Education Outlook 2013 di Kantor ICW, Jalan Kalibata, Jakarta, seperti dikutip dari www.kompas.com.

Ia juga menambahmenuju tempat pendidikan bahwa peristiwa kan yang sulit. yang terus terjadi “Masih banyak anak ini membuktikan yang harus bergelanMasih banyak pemerintah tidak tungan di jembatan ruanak yang harus sak dan menyeberang serius menangani bergelantungan sungai agar sampai di permasalahan di bidi jembatan rusak sekolah. Ini tidak segera dang pendidikan sedan menyeberang cara komprehensif diselesaikan,” jelas Tari. sungai agar sehingga kejadian “Rehab sekolah juga masampai di ini terus berulang sih tidak menjangkau sekolah. Ini dan tidak pernah semuanya padahal angtidak segera menemukan solusi garan pendidikan cukup diselesaikan,” yang tepat. besar,” imbuhnya. jelas Tari.” Contoh nyata dari Untuk itu, pemerintah masalah ketidakadisemestinya mengevalSITI JULIANTARI lan pendidikan yang uasi kembali berbagai RACHMAN Peneliti ICW masih saja terjadi program kerjanya agar adalah rehabilitasi masalah serupa dapat sekolah yang lambat diminimalisir atau bahdi daerah. Kemudian fasilitas kan hilang pada tahun 2013 ini. yang tidak memadai untuk seko- Dengan demikian, pendidikan lah-sekolah pinggiran dengan yang berkeadilan seperti yang diakreditasi pas-pasan serta akses impikan dapat tercapai. (kom/rr)


JUMAT

11

4 Januari 2013

PINGGIRLAPANGAN.BLOGSPOT.COM

Sekilas Tentang Nus Yadera

KM/DOK

BRIEFING: Didampingi sejumlah asistennya, Pelatih Kepala Perseba Super Bangkalan Nus Yadera () menyampaikan instruksi ke penggawa Laskar Suramadu dalam sebuah laga di Stadion Tambaksari 10 November Surabaya, beberapa waktu lalu

Perseba Super Kembali Berlatih

Bukan di SGB, Tapi di Lapangan Lebo Sidoarjo BANGKALAN-Setelah menjalani libur akhir tahun sejak 1 Januari lalu, sore ini (4/1) Perseba Super kembali menjalani sesi latihan. Bertempat di lapangan Lebo Sidoarjo, tim berjuluk Laskar Suramadu itu akan melakoni persiapan akhir jelang digulirkannya Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, akhir Januari mendatang. Pelatih Perseba Super Nus Yadera menyampaikan, persiapan yang dilakukan timnya

sudah hampir sempurna. Itu, setelah satu demi satu proses seleksi pemain rampung dilakukan. ”Besok sore (sore ini, Red) kami akan kembali berlatih. Saya bersyukur semua proses seleksi hingga beberapa hari menjelang kick off Divisi Utama saat ini berjalan baik,” terang Nus Yadera. Mantan pelatih Persewangi Banyuwangi, Mitra Kukar, Deltras Sidoarjo dan PSBK Blitar itu mengaku optimistis timnya bisa tampil optimal. Itu, menilik upaya yang dilakukannya beserta manajemen klub. ”Kami sudah siap memberikan yang terbaik

buat para pendukung tim. Materi pemain, kekompakan tim dan lain-lain, semoga bisa stabil hingga memasuki kompetisi yang akan sangat melelahkan ini,” imbuhnya. Disinggung mengenai kabar yang diberitakan beberapa media terkait kembalinya Perseba Super ke Bangkalan, ternyata itu belum sampai ke telinga Nus. Bahkan pelatih berusia 46 tahun itu mengaku belum mendapatkan informasi dari pihak manajemen tim. ”Saya belum dengar kabar itu. Manajemen memang belum beritahu saya,” terangnya. ”Kalau memang jadi kembali ke Bangkalan, tentu kami

akan sangat senang. Tentu akan lebih bagus buat Perseba apabila di musim ini bisa main di depan basis pendukung sendiri,” Nus menambahkan. Sebelumnya, Perseba Super memang sempat hengkang dari Bangkalan, setelah tak mendapatkan izin menggunakan sarana latihan di Kota Salak. Beberapa kota sempat menjadi calon homebase baru bagi Laskar Suramadu. Seperti Pasuruan, Jombang dan Denpasar. Hal itu menyusul terjadinya sengketa status kepemilikan yang terjadi antara induk sepak bola Bangkalan dan pihak pemilik klub. Namun hingga berita ini ditu-

runkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Bangkalan dan juga PSSI Bangkalan mengklarifikasi kabar kembalinya Danilo Fernando dan kawan-kawan. Masyarakat -khususnya K-Conk Mania, tentu saja berharap klub yang telah menjadi salah satu ikon Kota Bangkalan itu, bisa menjalani laga kandang kompetisi profesional pertamanya di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). ”Kalau Perseba benar-benar kembali, berarti SGB kemungkinan akan ditempati dua klub profesional asal Madura. Benarbenar seperti mimpi,” ungkap Idris, salah seorang anggota K-Conk Mania. (bai/ed)

Nus: Bangkalan Lebih Dekat! BANGKALAN-Kabar tentang akan kembalinya Perseba Super ke Bangkalan akan membuat banyak pihak semringah. Beberapa pemain yang kini memperkuat tim berjuluk Laskar Suramadu itu, bahkan terangterangan tertarik menerima tawaran main di klub asal Madura, karena menjadi representasi pulau dengan cerita megahnya Jembatan Suramadu itu. Tak terkecuali sang allenatore, Nus Yadera. Ya, pelatih berdarah Maluku itu merupakan salah satu orang yang paling senang ketika mendengar kabar tersebut. Meskipun sempat menampik dengan mengatakan tak mempermasalahkan dimanapun Perseba Super Bangkalan akan berhomebase. Namun pada akhirnya, Nus mengakui bahwa faktor kedekatan dengan tempat tinggalnya di Sidoarjo, membuat Nus lebih setuju dengan kembalinya Perseba Super ke Bangkalan. ”Saya sudah siapkan tim ini. Anakanak sudah pasrah akan bermarkas

dimanapun. Tapi seandainya jadi ISL,” terangnya optimistis. kembali ke Bangkalan, kami akan Keyakinan Nus Yadera memang senang sekali. Lagi pula saya tidak tidak berlebihan. Bermodal beberapa litar perlu jauh-jauh dari kepemain eks PSBK Blitar rhaluarga yang tinggal di yang musim lalu berhagga Sidoarjo,” tandasnya. sil diantarnya hingga asil Di Bangkalan, Nus 8 Besar, Nus berhasil rapa mengaku yakin dengan Saya sudah siapkan tim menambahkan beberapa rah target yang diusung klub, ini. Anak-anak sudah pemain baru berdarah kan yaitu promosi ke ISL di pasrah akan bermarkas latino yang diyakini akan krak musim kompetisi berimenjadi pendongkrak dimanapun. Tapi kutnya. Dengan kompotim. Seperti Danilo Ferlva, sisi bagus dan persiapan seandainya jadi kembali nando, Victor da Silva, ke Bangkalan, kami s. matang, Perseba Super dan Christiano Lopes. diprediksi akan mampu Tak ayal, berbekal maakan senang sekali. ekemelewati babak kualifiteri dimaksud, klub sekeLagi pula saya tidak gan kasi grup. Bahkan bakal las Persela Lamongan perlu jauh-jauh dari rbisa melenggang ke 8 mampu dipaksa berBesar dan meraih satu keluarga yang tinggal di main imbang saat Sidoarjo.” kemenangan di semifibersua Perseba Sunal, untuk memastikan per di Piala Gubersatu tiket ke ISL. nur Jatim X/2012 NUS YADERA ” D e n g a n k o m p o s i s i Pelatih Perseba Super lalu. Bahkan di ini, saya yakin kita bisa even yang dilangtampil optimal. Bukan tidak mungkin sungkan di Stadion Surajaya kita juga akan menyusul P-MU yang Lamongan tersebut, anak asuh sudah terlebih dahulu promosi ke Nus Yadera berhasil mempe-

cundangi Deltras Sidoarjo 2-1. Ditambah rekor tak pernah kalah di SGB, tentu saja akan menambah nilai plus Perseba Super seb a g a i s a l a h satu favorit peraih tiket lolos ke kasta tertinggi ISL. () PALEMBANG.TRIBUNNEWS.COM

SEBAGAI pemain, prestasi Nus Yadera tak bisa dianggap remeh. Lelaki kelahiran 1966 tersebut langsung membawa Gelora Dewata juara Piala Liga pada 1992 atau saat dia kali pertama bergabung dengan klub kepunyaan keluarga H.M. Mislan tersebut. Sebelum bergabung dengan Gelora Dewata, Nus bergabung di Perkesa Mataram pada 1990. Dia mengenal sepak bola profesional setelah diajak pelatihnya di Persikasi Bekasi yang juga pernah membela Perkesa Umar Alatas. Di Perkesa, klub yang bermarkas di Jogjakarta, dia langsung menempati posisi inti sebagai gelandang bertahan. Dalam usia yang masih muda, Nus menampilkan penampilan yang tak kenal menyerah sebagai pengkut air. Itu pula yang membuat pelatih Gelora Dewata Suharno langsung menerimanya saat Nus berniat melamar. Ternyata, dia lama berjodoh dengan klub asal Pulau Dewata. Sejak 1992, dia tak pernah meninggalkan Bali hingga akhirnya Gelora Dewata pindah ke Sidoarjo dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD) dan menjelma lagi menjadi Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Di GPD pada 2001-2003, saat usianya tak muda lagi, Nus tetap dipercaya sebagai pilar lini tengah. Hanya, saat pemain muda mulai berdatangan, Nus pilih menyingkir kembali ke Bali dengan memperkuat Persegi Gianyar pada 2003. Satu musim di Persegi, Nus pun kembali ke Jawa dan menerima tawaran Mastro FC, klub divisi III asal Surabaya. Setelah itu, pada 2005, Nus benar-benar pensiun sebagai pemain. Karena cintanya kepada sepak bola, Nus pun memilih jalur pelatih. Persewangi Banyuwangi menjadi klub yang kali pertama ditangani pada 2006. Polesannya ternyata manjur. Laskar Blambangan, julukan Persewangi, lolos ke divisi I. Setahun kemudian (2007), PSIR pun memakai tenaganya dan tim itu pun lolos ke Divisi I. Mitra Kukar pun tertarik memakai kemampuan ayah dua putra, Vicky dan Glen, tersebut. Dia mengantarkan Barisan Kuat dan Kekar itu juara Piala Gubernur Kalimantan Selatan pada 2008. Namun, dalam kompetisi 2008-2009, Nus belum bisa membawa Mitra lolos ISL karena terhenti di babak delapan besar. Untung, itu tak mengurangi citranya. Dia kembali ke klub lamanya, Deltras, dengan jabatan sebagai pelatih pada 2009-2010. Tugas yang diembannya pun tidak ringan. Membawa The Lobster, julukan Deltras, lolos ISL. Dengan materi yang minim bintang, ternyata Deltras bisa dibawanya lolos ke level teratas sepak bola Indonesia tersebut. Sayang, di final, Deltras kalah adu penalti dari lawan beratnya, Persibo Bojonegoro, di Stadion Manahan. Tapi, saat Deltras di ISL, Nus melorot jabatannya sebagai asisten pelatih. Ini dikarenakan dia baru mempunyai lisensi B. Padahal, pelatih ISL harus bersertifikat A. Nus mengakui itu bukan masalah. Bahkan, dia mengaku akan mendapat tambahan ilmu dari Mustaqim, yang menggantikannya. Di tengah jalan di saat krisis finansial menghamtam Deltras, Mustaqim tak lagi bersama The Lobster. Nah, di sini jiwa kepemimpinan Nus dibutuhkan. Dia tak ragu menerima tongkat estafet dari Mustaqim. Deltras pun bisa dibawanya bertahan di ISL. Sebelum merapat ke Perseba Super Bangkalan, di musim kompetisi sebelumnya, Nus Yadera menukangi PSBK Kota Blitar mengarungi Kompetisi Divisi Utama PT Liga Indonesia 2011-2012. (*/pinggirlapangan. blogspot.com)

NUS YADERA

Intip Kekuatan Lewat Uji Tanding Tim Hoki Bangkalan v Kota Surabaya

ISTIMEWA

SUMBANG ATLET: Hampir setiap tahun, atlet hoki dari Bangkalan selalu mewarnai setiap pembentukan tim hoki di Unesa Surabaya. termasuk di tim hoki Unesa Surabaya 2009 ini. Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

BANGKALAN-Jelang bergulirnya Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Timur 2013, Tim Hoki Kabupaten Bangkalan berniat uji coba kekuatan. Lawan yang dipilih adalah Tim Hoki Kota Surabaya. Tak tanggung-tanggung, sedikitnya enam tim akan turun dalam uji coba yang akan digelar akhir bulan ini di lapangan hoki SMAN 1 Kwanyar, Kab Bangkalan itu. ”Kami akan uji coba lawan dari beberapa sekolah di Surabaya. Tiga tim putra dan putri akan dipertandingkan dari tingkat SD, SMP dan

SMA,” terang Pelatih Tim Hoki Bangkalan, Chandra. Selain untuk mengukur kemampuan tim, beberapa pelaku pembinaan hoki di Surabaya juga menggunakan momen tersebut untuk menengok rahasia pembinaan hoki di Kabupaten Bangkalan. ”Sebelumnya, uji coba terus dilakukan di Surabaya. Tapi rekan-rekan pelatih di sana (Surabaya, Red) memaksa dengan alasan ingin mengintip rahasia pembinaan hoki di tempat kami. Mereka mengaku cukup heran dengan pembinaan hoki di Bangkalan,” imbuh pria yang juga berprofesi sebagai guru tidak tetap (GTT) itu. Tim Hoki Bangkalan sendiri

rencananya akan diperkuat beberapa pemain terbaiknya dari beberapa kecamatan ekskawedanan Kwanyar. Yakni dari Kecamatan Labang, Modung, Tanah Merah menjadi penyumbang pemain terbanyak. Tentu saja setelah Kecamatan Kwanyar sendiri. Selain untuk menguji mental tanding, kesempatan itu juga disepakati menjadi ajang seleksi bagi Tim Bangkalan yang akan diturunkan dalam Kejurda Hoki beberapa bulan mendatang. ”Kami akan menggunakan uji coba ini sebagai sarana bagi Tim Bangkalan yang akan turun di kejurda nanti. Apalagi kejurda sendiri sepertinya sudah hampir dilaksanakan,” tandasnya.

Rencananya, kejuaraan antar kabupaten/kota se-Jawa Timur itu akan dilaksanakan di Kab Bangkalan. Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Federasi Hoki Indonesia Cabang Bangkalan, Muhammad Faruk. Namun pria asal Kwanyar itu belum bisa memastikan hingga Pengprov FHI (Federasi Hoki Indonesia) Jawa Timur rampung menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov). ”Rencananya (Kejurda 2013, Red.) akan dihelat Februari atau Maret mendatang di Bangkalan. Namun ini masih menunggu Musprov FHI Jatim yang akan segera digelar dalam waktu dekat ini,” papar Faruk. (bai/ed)


12

JUMAT

4 Januari 2013

Matangkan 4-4-2 dengan Marking Zona Daniel: Pemberian Materi Taktik Harus Sesuai Pola! PAMEKASAN-Upaya membentuk tim Persepam Madura United (P-MU) yang berkarakter, terus dimatangkan oleh Pelatih Kepala Daniel Roekito. Kendati berbagai taktik yang terprogram darinya telah dicekokkan kepada pemainnya, pematangan taktik terus saja dilakukan. Seperti pada latihan kemarin sore (3/1) yang digelar di lapangan Stadion R Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan. Saat itu, Tassiou Bako dan kawan-kawan di-drill khusus untuk memainkan formasi 4-4-2, dengan pola permainan defensif. Latihan tersebut menurut pelatih yang suka memasak sendiri tersebut sebagai kelanjutan dari pematangan taktik permianan ketika pemain terjun di lapangan. Bahkan menurutnya, latihan yang diterapkannya sebagai dasar dari epada pe taktik yang akan diberikan kepada pemain selanjutnya. kus ”Jika kemarin kami lebih fokus pada kemampuan individual pemain, baik melalui shooting n on goal maupun man to man ai marking, latihan kali ini ya mulai in memberikan kedisiplinan pemain agterhadap zona yang harus dijagku anya,” jelas pria yang mengaku m tidak pernah menang ketika tim yang dipegangnya melawat ke kandang Persiwa Wamena. Dalam pantauan Kabar Madura, pada sesi latihan kemarin, aliran bola dari kaki ke kaki serta pergerakan pemain sudah mulai enak dipandang. Perencanaan penyerangan dari barisan pertahanan terlihat mengalir, seiring dengan upaya mengunci pergerakan lawan ketika bola dikuasai lawan. Terhadap perkembangan permainan anak didiknya, Daniel Roekito menyebutkan jika latihan tersebut masih sebatas dasar dari taktik yang akan dia gunakan ketika bertanding. ”Untuk sementara, pemain memang harus kembali diingatkan dengan marking zona. Meski pemain tersebut sangat pengalaman, kadang ketika memegang bola atau kehilangan bola, pemain cenderung melupakan zona yang seharusnya dijaga,” jelasnya pria yang sangat tegas terhadap pemainnya tersebut. Marking zona yang diberikannya dalam latihan kemarin menurutnya masih akan dikembangkan dengan berbagai taktik yang akan dia berikan. ”Yang terpenting, pemain memahami dulu peran fungsinya, bahwa dimanapaun bola berada, itu tanggung jawab pemain yang terdekat untuk mengeksekusinya. Demikian juga dengan pemain lainnya yang memiliki jarak lebih dekat dengan pemain yang merebut bola harus meng-cover pergerakannya,” ulas Daniel Roekito yang disampaikan kepada Kabar Madura usai latihan. Marking zona tersebut menurutnya akan terus diterapkan dalam setiap permainan yang akan dihadapinya. Kendati demikian, Daniel mengaku dalam latihan kemarin masih belum memberi latihan khusus ketika harus melakukan counter attack serta memotong aliran bola, untuk kemudian menjadi pengendali permainan. ”Nantilah, satu persatu taktik akan kami berikan. Tetapi harus berpola dari dasar terlebih dahulu,” tandas pelatih yang kesengsem memasak ikan segar tersebut. (bri/ed)

Uji Tanding Balasan ke Kandang Persebaya DU PAMEKASAN-Persepam Madura United (P-MU) rupanya masih butuh uji tanding lagi sebelum benar-benar terjun ke kancah Kompetisi Indonesia Super League (ISL). Kali ini, lawan yang dipilih adalah Persebaya Divisi Utama (DU) Surabaya. Lokasi dan tanggalnya pun sudah dilingkari. Yakni di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya, Senin, 7 Januari mendatang. Kepastian dimaksud sebagaimana disampaikan Daniel Roekito, kemarin sore (3/1), usai memimpin Anton Samba dan kawankawan dalam latihan rutinnya. Lawatan uji coba tersebut, menurut Daniel Roekito sebagai bahan untuk mengevaluasi seluruh pemainnya yang saat ini telah resmi terikat kerjasama dengan P-MU. Namun demikian, evaluasi tersebut menurutnya hanya sebatas mengetahui kualitas pemainnya dalam menjalankan taktik yang telah dia berikan. ”Pertandingan uji coba tersebut sebagai bahan untuk menilai sejauh mana pemain bisa menjalankan taktik yang telah saya berikan,” tandas Daniel Roekito. Perlu diketahui, uji tanding P-MU sejak dicekoki ”ramuan” latihan ala Daniel Roekito

ing tinggi tersebut, Madura memang hanya diwakili oleh tim berjuluk Laskar Sape Kerap tersebut. ”Di Bandung saya juga biasa diburu sejumlah suporter. Keinginan mereka sama, untuk mendapatkan tanda tangan dan foto bareng. Hal seperti ini menandakan jika suporter sangat berharap besar terhadap prestasi P-MU,” ujar Daniel Roekito, Pelatih

memang ditunggu banyak pihak. Sebab mania bola Madura ingin mengetahui seberapa mujarab racikan pelatih yang menggantikan kursi Mustaqim sebagai pelatih kepala P-MU. Tak heran, lawan tandingnya pun sempat menjadi teka-teki di kalangan suporter setia Laskar Sape Kerap. Sebelumnya tersiar kabar akan uji tanding lawan Persebaya IPL atau Arema IPL. Namun kemarin dipastikan jika P-MU akan kembali meladeni Persebaya DU. Diakui Daniel, hingga kini dirinya belum bisa memastikan kerangka tim yang akan dijadikannya sebagai starting eleven dalam setiap pertandingan P-MU di kasta ISL mendatang. Kendati demikian, dia mengaku sudah memiliki sedikit gambaran dari berbagai latihan yang telah dia pimpin. ”Soal siapa yang akan mengisi kerangka tim, lihat nantilah usai uji coba lawan Persebaya DU,” ujar pelatih kelahiran Rembang tersebut. Laga uji coba melawan Persebaya DU menurut Daniel boleh jadi satu-satunya pertandingan uji coba sebelum berjibaku dengan kerasnya kompetisi ISL. Pasalnya, usai uji coba tersebut, pemainnya akan difokuskan menghadapi Persela Lamongan pada debut perdana P-MU di ISL. (bri/ed)

DINILAI KOKOH: Dijaga Busari dalam sesi latihan P-MU beberapa hari lalu, Handik Arif Utomo terlihat coba mencocor bola yang tengah dikuasainya.

KM/TABRI S. MUNIR

ADU BADAN: Rossy Nopriharis (kanan) dan Sudirman melakoni salah satu sesi menu latihan yang disiapkan Pelatih Kepala P-MU Daniel Roekito di lapangan Stadion R Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan kemarin.

Handik Menuai Pujian KM/TABRI S. MUNIR

Tanda Tangan Pelatih Pun Diburu PAMEKASAN-Tak hanya tanda tangan dan foto bareng penggawa Laskar Sape Kerap yang menjadi incaran suporter. Tim pelatih P-MU pun mendapat perlakuan serupa. Animo ini membuktikan pengharap masyarakat Madura yang begitu besar agar P-MU berprestasi di kancah ISL mendatang. Apalagi, di kasta kompetisi pal-

P-MU ke Tambaksari

Kepala P-MU yang baru menukangi tim kebangaan masyarakat Madura ini. Daniel justru sangat bersyukur karena kecintaan suporter terhadap P-MU sangat besar. Jika dimenej dengan benar, hal tersebut bisa menjadi pendorong utama mental tanding pemain di tengah lapangan. Sementara di tempat berbeda, sejumlah perempuan

cantik juga ikut membentuk koloni di pojok lapangan Kowel Pamekasan. Keberadaan mereka tujuannya hanya satu, melihat Firmansyah dan kawan-kawan berlatih sore. ”Jika tidak ada kegiatan les, dari pada duduk di rumah saya lebih suka melihat latihan P-MU,” ujar Selvi ketika ditanya Kabar Madura kemarin. (bri/ed)

PAMEKASAN-Pemain anyar P-MU, Handik Arif Utomo yang baru merapat ke markas Laskar Sape Kerap dua hari lalu (2/1), sepertinya sangat prospektif. Buktinya, dalam latihan sore kemarin, potensinya langsung menuai pujian dari Pelatih Kepala P-MU Daniel Roekito. Pujian tersebut lebih karena mantan permain Persik Kediri 2008-2010 tersebut memiliki power dan pergerakan sangat efektif saat memegang bola. ”Saya melihat pergerakannya dengan bola sangat bagus. Termasuk kekuatannya dalam mengimbangi permainan lawan,” ujar Daniel Roekito tentang pemain yang pernah satu tim dengan Khokok Roniarto di Persik Kediri U-21 tersebut. Handik sejatinya adalah penyerang lubang. Kendati demikian, dalam latihan kemarin Handik dipaksa menempati posisi sebagai sayap kiri untuk mengcover pergerakan Denny Rumba yang berposisi sebagai bek sayap kiri. ”Saya lihat dia bisa cepat beradapatasi den-

gan permainan pemain P-MU lainnya. Selain juga bisa ditempatkan pada posisi bukan aslinya,” tandas mantan pelatih Persisam Samarinda ketika ditanya posisi berbeda Handik. Kendati memuji permainan pemuda kelahiran Malang tersebut, Daniel mengaku jika keberadaan pemain tersebut belum pasti bisa berbaju P-MU. Sebab dia masih harus melalui serangkaian percobaan yang akan disiapkan. ”Nantilah, saya harus mengamati lebih banyak tentang permainannya. Dia kan baru dua kali ikut latihan. Selain juga hari ini dia dimainkan di posisi berbeda,” ungkapnya tentang kepastian pemain tersebut apakah akan langsung direkomendasikan berbaju P-MU. Dalam rangka proses seleksi pemain P-MU ini, Daniel Roekito mengaku kembali akan kedatangan satu pemain lokal. Termasuk dua pemain asing Asia yang berposisi sebagai striker. ”Kedatangan pemain seleksi lainnya menunggu waktu. Bisa dalam satu atau dua hari ini sudah datang,” terangnya. (bri/ed)

Mengkalkulasi Format Starting Eleven Laskar Sape Kerap (2)

Benteng pertahanan kesebelesan tim sepak bola lebih banyak berada di pundak barisan belakang. Beban paling berat sebelum pemain lawan akan mengelabui kiper, berada di pundak pemain yang berposisi sebagai stopper. Siapa stoper P-MU yang akan mengisi starting eleven? TABRI S. MUNIR, Pamekasan

FACHRUDDIN ARYANTO FIRLY FI F IR RL L LY YA AP APRIYANSYAH PR RIIY YA ANS ANS NSY YA AH KM/TABRI S. MUNIR

Email Redaksi: kabarmaduranews@gmail.com

JIKA sedang berada di lapangan, sejumlah suporter kadang sering terkecoh menyebut nama pemain antara Firly Apriyansyah atau Fachruddin. Selain karena sama-sama berposisi sebagai stoper di skuad Laskar Sape Kerap, kedua pemain tersebut memiliki bentuk tubuh yang hampir sama. Yakni sama-sama jangkung dan sama-sama gem-

pal. Kendati keduanya memiliki kesamaan, keduanya harus bersaing agar bisa menjadi pilihan utama pelatih kepala P-MU mengisi starting eleven. Persaingan akan makin sengit, karena di posisi tersebut terdapat el-capitino Mohammadou Tassiou Bako yang juga dianggap memiliki kelebihan jika nanti menjadi pilihan utama Daniel Roekito. Kemampuan memimpin pemain lainnya dari belakang serta ketenangannya dalam mengadvokasi pemain lainnya di tengah lapangan menjadi pertimbangan utama Tassiou Bako mengunci posisi tersebut. Kendati demikian, posisi Tassiou Bako belum 100 persen aman menjadi starting eleven. Sebab pelatih kepala P-MU terus memantengi perkembangan semua penggawanya. ”Kami akan lihat dulu perkembangannya. Terutama soal kepe-

mimpinannya di lapangan,” jelas Daniel tentang Tassiou Bako. Duet Tassio dan Firly sering menjadi pilihan utama pelatih P-MU sebelum kedatangan Daniel Roekito. Seiring bergabungnya Fachrudin ketika Mustaqim mundur, duet tersebut sepertinya akan mengalami pergeseran. ”Saya juga ingin mencoba duet Firly sama Fachrudin, selain keduanya memiliki karakter permainan berbeda, terlihat sama-sama kokoh,” tandasnya. Secara kasat mata, keduanya memang memiliki karakter berbeda. Fachrudin sangat lihai mengawal bola-bola atas, serta memiliki teknik mengatur serangan dari bola yang berhasil dipotongnya. Sementara Firly sangat lihai dalam menghalau bola-bola bawah serta memberikan pressing ketat terhadap lawan yang mendekat. Sayangnya, keduanya tidak

memiliki karakter kepemimpinan seperti yang dimiliki Tassiou Bako ketika di lapangan. Selain ketiga pemain tersebut, masih terdapat dua pemain lagi yang berpeluang mengisi starting eleven untuk posisi stopper tersebut. Yakni pemain Madura M. Rivai dan Khokok Roniarto. Tensi rivalitas yang tinggi di posisi stopper, berbeda jauh dengan posisi wing bek kanan dan kiri. Di posisi ini, peran Michel Orah dan Khusnul Yuli sepertinya sulit tergantikan oleh Husen dan Denny Rumba. Kendati demikian, Denny Rumba yang juga memiliki pengalaman bermain di ISL tidak bisa dipandang sebelah mata. Si gesit asal Semarang tersebut selain bisa bermain di dua posisi wing bek kanan dan kiri seperti halnya Khusnul Yuli, dalam aksi-aksinya sering menuai pujian. Karena berani menusuk ke baris pertahanan lawan. (ed)

FIRLY APRIYANSYAH

KM/TABRI S. MUNIR

Stopper Ramai, Orah dan Yuli Kunci Wing Bek


Edisi 4 Januari 2013