Issuu on Google+

majalah bulanan

#6 • august 2007

jembatan informasi indonesia - amerika

Hari Ulang Tahun

Republik Indonesia

kabari: #6, august 2007 | 1 Distribution: 25,000


2 | kabari:


Setelah 62 Tahun Merdeka

BUNG Karno dan Bung Hatta sebagai Dwitunggal dan Proklamator sempat berdebat panjang tentang negeri yang mereka cintai. Perdebatan mereka adalah, apakah bangsa Indonesia ini harus merdeka terlebih dahulu baru membangun atau sebaliknya, membangun dulu hingga sejahtera, baru merdeka? Perdebatan yang tidak ada habisnya dan masing-masing yakin dengan pendapatnya. Karena makin tidak sabar, para pemuda yang berada di sekitar dua Bapak Bangsa (Founding Father) ini kemudian melakukan aksi yang belakangan dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok. Faktor itu pula yang membuat Bung Karno dan Bung Hatta, di samping para Bapak Bangsa yang lain kemudian memutuskan untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia, tepat pada Jumat, 17 Agustus 1945. Kini, 62 tahun kemudian, pada hari yang sama, Jumat, 17 Agustus 2007, kita memperingati kembali peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia itu. Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selama 62 tahun kita menjadi bangsa dan negara Indonesia, sudah banyak yang kita alami. Sudah banyak yang terjadi di negeri ini dan kita sebagai masyarakatnya, sebagai anak bangsanya. Tentunya, masih akan banyak lagi yang kita dan anak cucu kita alami, baik kita masih menjadi bagian dari bangsa Indonesia atau pun sudah tidak lagi. Kita sudah merdeka, seperti diinginkan Bung Karno, setidaknya sebagai bangsa dan negara. Namun belum sejahtera sebagaimana diinginkan Bung Hatta, setidaknya bagi sebagian besar anak bangsa negeri ini. Pertanyaannya, mengapa kita belum sejahtera, dan bahkan bagi sebagian anak bangsa ini, mengapa kita belum sepenuhnya merdeka? Merdeka dan sejahtera. Itulah dambaan setiap bangsa yang ada di dunia ini. Tidak ada pilihan sebenarnya untuk kedua hal itu. Yang ada adalah, keduanya harus ada. Merdeka dan sejahtera. Setelah 62 tahun merdeka, apa yang sudah kita alami, bangsa dan negara ini alami. Harus diakui, kita belum sejahtera dan belum sepenuhnya merdeka. Utamanya adalah rasa merdeka dari setiap anak bangsa negeri ini. Diskriminasi masih kita alami, baik terkait agama maupun etnis. Juga diskriminasi lain, mulai dari ekonomi, politik, hukum, budaya, dan banyak lagi. Akankah kita sebagai bangsa dan negara yang sejak awal kemerdekaan memiliki Pancasila sebagai dasar negara menyerah pada semua itu? Akankah kita menyerah pada diskriminasi? Menyerah pada kemiskinan? Menyerah pada penindasan bangsa lain? Jawabannya sudah jelas. Tidak. Kita tidak akan menyerah sebagai suatu bangsa, sebagai suatu negara. Cita-cita kita jelas. Seperti tercantum pada Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Di antaranya yang penting dan utama adalah “Membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial...� (alinea keempat Pembukaan UUD 1945). Semua cita-cita itu, masih mengutip Pembukaan UUD 1945, didasarkan pada lima prinsip yang kemudian kita kenal sebagai Pancasila. Agustus 2007, 62 tahun setelah kita menyatakan kemerdekaan, sudah waktunya kita mewujudkan semua cita-cita kita sebagai bangsa dan negara. Kalau kemarin dan di masa lalu kita belum memulai, sekaranglah saatnya memulai. Apa yang bisa kita lakukan, mari kita lakukan. Kita bisa memulainya dengan merayakan kemerdekaan negeri yang kita cintai ini dengan penuh kegembiraan dan semangat. Sudah waktunya mewujudkan cita-cita negara ini karena kita sebagai anak bangsa, mencintai negeri ini, mencintai Tanah Air kita ini. Selamat merayakan dan memperingati serta menikmati 17 Agustusan.

Publisher: Lana Togas-Koentjoro,SH John Oei Advisory Board: Diana Iskandar Indriati Oei Hengki Koentjoro Rudi Rudianto Editor in Chief Adinata Basoeki Editor Danial Herlambang Artistic 3de Photography Editor Hengki Koentjoro Illustrator Dimas Ardi Mulyo Reporters (Indonesia) Kartika Nadya Christy Togas Yayat Suratmo Solon Sihombing Reporters (USA) Siska Silitonga Peter Phwan Sabrina Fitranty Lily Lim Marketing Director United States & Northern California Indriati Oei Account Executive Sarah Citradi (USA) Jacqueline Oei (USA) Jeannie Teddy (Canada) Marketing Director Southern California Rudy Rudianto Account Executive Welly Rey Marketing Director for Indonesia Lana Togas-Koentjoro,SH Account Executive Selly Sipakoly Administration Loraine Sekeon Tedy Homogin Yohannes Lie www.KabariNews.com Contact Editor: editor@kabarinews.com Advertisement: sales@kabarinews.com

kabari: info USA OFFICE 1788 19th Avenue, San Francisco, CA 94122 Phone: (415) 213 7323 3333 Brea Canyon Road, Suite 205, Diamond Bar, CA 91765 Phone: 909 839 2800 INDONESIA OFFICE Percetakan Negara IX / 8, Jakarta Pusat 10570, Indonesia Phone: (021) 422 8182 / (021) 4228183 / (021) 422 8184

kabari: #6, august 2007 |

3


Kabari Edukasi

36 | Challenge Learning Center - Program Kepemimpinan dan Kepribadian bagi Remaja Problematik 38 | Children Discovery Museum, Bermain Sekaligus Belajar

Kabari Gaya Hidup

40 | Republik Mimpi, “Saturday Night Live” ala Indonesia?

Kabari Unik

42 | Ki Larry Reed, Dalang Bule Satu-satunya di AS

Kabari Jakarta

halaman 6 06 | 17 Agustusan di Kampung, Panjat Pinang atau Makan Kerupuk? 08 | Pendakian Merah Putih, 17 Agustusan di Puncak Gunung 10 | Gedung Joang 45, Wisata Museum Sejarah Indonesia 12 | Rengasdengklok, Titik Awal Kemerdekaan Republik Indonesia

Kabari Khusus

Kabari San Francisco

46 | Penyambutan HUT ke-62 Indonesia di Amerika

Kabari Utama

14 | K’tut Tantri, Perempuan Amerika Berhati Indonesia

44 | Waterway, Kebanggan Baru Warga Jakarta 45 | Persaingan Sehat Menuju Puncak. Pilkada Jakarta, Who is the Next Jakarta One?

Kabari Los Angeles

48 | Hong Kong Plaza - West Covina, Lahirnya Komunitas Indonesia di San Gabriel Valley

halaman 14

Kabari Film

16 | Film Perjuangan Kado untuk Indonesia 18 | Bergoyang Senang Dalam Tur Ratatouille

Kabari Musik

20 | Setitik Semangat Nasionalisme Cokelat

halaman 21

Kabari Seni

21 | Cak Cak Cak... Nonton Bule Nari Kecak di Amerika

halaman 48

Kabari Buku

Kabari Jalan Jalan

22 | Pelajaran Moral dari Harry Potter si Penyihir Baik

Kabari Jajanan

24 | Tumpeng 17 Agustusan, Kenduri Nasional Bangsa Indonesia

Kabari Fotografi

26 | Ulang Tahun Jakarta

Kabari Parenting

28 | 10 Jalan Mengisi Summer Bersama Anak

Kabari Kesehatan

30 | Terapi Stem Cell, Menyembuhkan Berbagai Penyakit Berat

Kabari Properti

32 | Back to Apartment 34 | Properties dalam Foreclosure - Bisa Dibeli Sebelum, Ketika dan 4 | kabari: Sesudah Foreclosure

halaman 42

50 | Ethan’s World of Trains: Naik Sepur Mini Plus Plus Plus di Sonoma Train Town (2) 52 | Memandang Keagungan Alam Lewat Balon Udara 54 | Wajah Berseri Habis Makan Strawberry, Serba Organik dan Union di Swanton Berry Farm, Davenport, California

Kabari Interaktif

56 | Pembaca Menulis: Terkikiskah “Precious Life” di Masa Kini?

Kabari Gosip

57 | Leoni: Bangsa Ini Perlu Perbaikan 57 | Kamila Radisti, Miss Indonesia 2007

Kedai Kabari


RUBRIK BERUBAH

BERITA SERU DAN RINGAN Kabari yang oke banget, Tolong tambahin berita-berita yang seru tapi ringan dari Indonesia dong, supaya kita bisa melepas kangen sama tanah air. Viva Kabari! Frieska, Mahasiswa – Cleveland Redaksi: Pasti dong, memang kami sedang siapkan semua untuk kepuasan anda...

THANK YOU! I would like thank you for the articles about US, Peace Indonesia-US! Nathaniel Johannes, Lawyer - Utah

Dear Kabari, Selamat ya, Kabari semakin hari semakin bagus saja. Tapi kok rubriknya sering berubah setiap edisi? Go a head Kabari! Saskia, Jakarta Redaksi: Masa sih? Pasti kita perbaiki deh..

WE ARE SATISFIED We are so proud of this Indonesia - US Magazine, it’s making my Indonesian customer satisfied mostly after reading you! Thank’s

BERLANGGANAN KABARI Tanya dong, Bisa nggak sih berlangganan majalah Kabari? Dian, Nurse - Philadelphia Redaksi: Selain dapat mengambil gratis di pick up point majalah kabari, untuk berlangganan, anda bisa mengisi formulir yang ada pada majalah setiap edisinya dan mengirimkannya ke redaksi, atau bisa klik www. KabariNews.com

Pete Hamman, Manager, San Francisco Redaksi: It’s our pleasure to help people, Pete!

Redaksi: Yes, peace for all!

Surat pembaca dapat dikirim melalui email ke editor@kabarinews.com dan cc ke kabarieditor@yahoo. com. Redaksi berhak menyunting, mengganti atau tidak memuat surat pembaca Iklan bukan kebijakan redaksional. Penerbit tidak bertanggung jawab atas isi dan materi iklan.

kabari: #6, august 2007 |

5


kabari: utama 17 Agustus adalah hari sakral bagi bangsa Indonesia. Pada Jumat, tanggal 17 bulan Agustus, 62 tahun lalu, bangsa Indonesia untuk pertama kalinya menyatakan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Kemerdekaan itu sudah selayaknya disyukuri dan diperingati, caranya bisa dengan banyak hal. Mulai dengan menggelar malam syukuran, karnaval, panggung hiburan, lombalomba sampai upacara bendera nan khidmat. Dan semuanya berlangsung meriah, ramai sekaligus unik. Malah tradisi mengadakan lomba dan menggelar hiburan rakyat dalam rangka tujuhbelasan ini adalah menu wajib. Tidak ada yang tahu persis kapan dan bagaimana acara tujuhbelasan ini sebegitu meriah seperti sekarang, yang jelas acara tujuhbelasan mulai ramai digelar pada dekade 50-an. Bisa jadi, karena lima tahun pertama pasca kemerdekaan, bangsa Indonesia pasti lagi sibuk-sibuknya “ngurus� negara yang baru lahir.

17 Agustusan di Kampung,

Panjat Pinang atau Makan Kerupuk?

Upacara Bendera Pas tanggal 17 Agustus biasanya kantor-kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah melakukan upacara bendera. Uniknya upacara bendera ini dilakukan hampir berbarengan waktunya di seluruh Indonesia, yakni sekitar pukul delapan pagi. Istana Kepresidenan juga menggelar acara serupa. Setiap tahun pasti kepala negara yang langsung memimpin upacara dan belum pernah ada satu pun kepala negara yang absen dalam acara yang juga disebut Detik-detik proklamasi itu. Keunikan lainnya adalah diserahterimakannya duplikat Sang Saka Merah Putih dari Pasukan

6 | kabari:

Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kepada kepala negara, kemudian kepala negara menyerahkan Sang Saka Merah Putih yang masih baru untuk dikibarkan di tiang bendera Istana Merdeka. Sementara Sang Saka Merah Putih asli, hasil jahitan Ibu Fatmawati sekarang tersimpan di Monas. Lomba dan Hiburan Nah seusai melaksanakan upacara bendera yang khidmat, masyarakat biasanya langsung melanjutkan dengan menggelar berbagai lomba dan acara hiburan. Acara inilah yang paling ditunggu masyarakat dan paling banyak menyedot perhatian. Tua muda dari berbagai kalangan tumpah ruah memadati lapangan-lapangan tempat dilangsungkannya lomba dan hiburan. Jalan-jalan penuh dengan warna-warni bendera dan umbulumbul. Lomba-lomba khas masyarakat digelar di berbagai tempat. Dapat dikatakan setiap tujuhbelasan hampir tidak ada lahan kosong yang tidak digunakan, di jalan raya dan sungai sekalipun. Di daerah pemukiman, jenis lombanya bermacammacam. Ada lomba panjat pinang, balap


[jakarta]

karung, tarik tambang, lomba giring kelereng sampai lomba makan kerupuk. Setiap kelompok masyarakat selalu berusaha mengadakan acara yang variatif dan unik. Di Ancol misalnya, digelar lomba panjat pinang massal. Di Cawang ada pertandingan sepakbola pria yang menggunakan daster, yang tak kalah unik dan sudah terkenal ke mancanegara, adalah Festival Kali Malang. Festival ini diadakan di sungai Kali Malang sepanjang belasan kilometer mulai dari wilayah Cawang sampai Bekasi. Festival Kali Malang memang agak berbeda dengan lomba yang biasa diadakan di tempat lain. Di sini seluruh acara digelar di atas air, mulai dari panjat pinang sampai lomba gebuk bantal. Peserta lomba yang tercebur ke air menjadi pemandangan unik dan mengundang gelak tawa penonton. Menjelang sore setelah berkeringat dan puas memboyong hadiah lomba, warga Indonesia terutama di kota-kota besar biasanya

mengadakan karnaval keliling kota. Peserta karnaval ini terdiri dari berbagai usia, mulai dari balita sampai kakek nenek. Seluruh peserta karnaval berdandan sedemikian rupa agar menarik perhatian pengunjung yang menonton di sepanjang jalan. Dandanan dan kostum mereka umumnya berkaitan dengan tema tujuhbelasan, tapi tak sedikit pula yang “nyeleneh�. Dalam karnaval itu juga ikut serta kendaraan-kendaraan hias, sehingga membuat iring-iringan karnaval semakin semarak dan meriah. Tujuhbelasan memang menjadi keasyikan dan hiburan tersendiri bagi seluruh kalangan, bahkan warga ekspatriat juga tidak ketinggalan. Mereka berbaur dan mau berpanas-panas ria demi memeriahkan tujuhbelasan, mereka sangat antusias dengan acara tahunan ini. Nah bagaimana dengan anda? Tujuhbelasan kali ini mau ikut lomba apa? Panjat pinang, makan kerupuk atau yang lain? Merdeka! (olva)

www.KabariNews.com

kabari: #6, august 2007 |

7


Pendakian Merah Putih,

17 Agustusan di Puncak Gunung BANYAK cara untuk merayakan 17 Agustusan. Salah satunya dengan mendaki gunung. Kegiatan pendakian ini adalah cara lain yang dilakukan para pecinta alam dalam mensyukuri kemerdekaan negeri kita ini, Indonesia tercinta. Pendakian gunung saat 17an atau pendakian Merah Putih biasanya dilaksanakan setiap tahun secara massal oleh berbagai kelompok pecinta alam. Bedanya pendakian merah putih dengan pendakian-pendakian lain, kecuali dilaksanakan secara massal, para pendaki juga membawa bendera merah putih secara bersama-sama kemudian menggelar upacara pengibaran bendera di puncak gunung. Upacaranya sendiri dilaksanakan tepat pada 17 Agustus, saat Matahari muncul dari ufuk timur. Seluruh pendaki pada saat pengibaran hari itu larut dalam kesyahduan yang mendalam, rasa nasionalisme menjulang setinggi gunung yang didaki. Angin kencang dan hawa dingin yang menusuk tulang seolah tidak mereka rasakan, semua larut dalam kekhidmatan, kebersamaan, dan keharuan. Pendakian Gunung Semeru Dalam sekali pendakian merah putih, jumlah peserta dapat mencapai ratusan bahkan ribuan. Tidak ada yang mengorganisasi mereka. Semua serba spontan, seperti yang dilakukan beberapa orang dari kelompok pecinta alam asal Bandung, Wanadri, saat melakukan pendakian merah putih di Gunung Semeru, Jawa Timur. Begitu tiba di Ranu Pane, titik awal pendakian, mereka tidak

8 | kabari:

menyangka jumlah pendaki yang juga ingin melakukan pendakian mencapai ribuan orang. Di sela-sela persiapan pendakian, salah satu kelompok pecinta alam asal Malang mengumumkan, mereka membutuhkan tenaga untuk mengangkut bendera merah putih berukuran 20Ă—10 meter dan secara spontan, seluruh pendaki mengatakan siap membantu. Saat itu tidak kurang ada 30-an kelompok pecinta alam yang turut serta, mulai dari kelompok pecinta alam dari kalangan kampus sampai ormas. Komeng, sebut saja namanya begitu, menuturkan, â€?Saat itu saya melihat kebersamaan yang erat di antara para pendaki, mereka mau membagi beban dan kegembiraan secara tulus.â€? Komeng dan beberapa temannya dari Wanadri termasuk yang membantu mengangkut bendera berukuran 20Ă—10 meter tersebut. Bendera itu digulung dan diikat pada sebilah bambu, kemudian digotong secara bergantian menuju puncak. Pagi hari sekitar pukul 09.00, mulai dari Ranu Pane, rombongan secara bergelombang memulai pendakian. Untuk menghindari penumpukan di satu jalur, rombongan dipecah ke beberapa jalur pendakian. Jalur pembawa bendera tetap melewati jalur konvensional. Selepas siang rombongan pembawa bendera sampai di Ranu Kumbolo di ketinggian 2.400 meter. Di Ranu Kumbolo terdapat danau indah dengan air yang bersih. Di sini rombongan bersitirahat sejenak dan membekali diri dengan air danau. Dari Ranu Kumbolo, para pendaki menuju padang rumput luas yang bernama Oro-oro Ombo. Selepas dari Oro-oro Ombo rombongan melewati hutan cemara nan indah yang bernama Cemoro Kandang. Pengibaran di Kalimati Rombongan pembawa bendera saat menjelang malam sudah mulai kepayahan, memanggul bendera yang beratnya sekitar 100 kg memang bukan perkara mudah. Meski diangkat secara bergantian, medan di Gunung Semeru bukanlah medan yang mudah. Perlu kerjasama, kesabaran dan kegigihan agar mampu membawa bendera itu sampai di puncak. “Terus terang meski kami sering naik gunung, pendakian kali ini seperti memiliki


[jakarta]

tantangan yang berat dan berbeda. Kita juga harus memperhatikan rombongan lain, jangan sampai salah satu pendaki ada yang celaka, maklum peserta pendakian banyak sekali,” kata komeng melanjutkan. Sampai di Kalimati hari sudah malam, rombongan memutuskan untuk beristirahat dan membuka tenda. “Malam itu kami berdiskusi apakah akan meneruskan pendakian ini sampai di puncak,” kata Komeng. Para pendaki berpikir, seusai Kalimati, medan yang akan dilalui amat berat. Pertama kita harus melewati Arcopodo yang curam dan tanah yang mudah longsor. Dari Arcopodo kita harus berjalan sekitar 4 jam melewati bukit pasir yang sangat merosot dan sangat berbahaya bila membawa muatan yang berlebih. “Malam itu kami mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan yang terburuk bila kita meneruskan pendakian,” lanjut Komeng. “Akhirnya setelah berpikir matang kami memutuskan melakukan upacara pengibaran bendera di Kalimati,” kata Komeng dengan nada sedikit kecewa. Malam itu tanggal 16 Agustus, kami membuka tenda dan menginap di padang Kalimati yang luas. Tidak sedikit dari kami yang kecewa atas keputusan tersebut, namun keselamatan tetap hal yang utama. Dalam doktrin kelompok pecinta alam memang dikenal istilah “Pendaki sejati adalah dapat kembali pulang ke rumah”. Malam itu rombongan membuat api unggun dan melakukan renungan malam. Meski suasana dingin, rasa kebersamaan seolah menghangatkan suasana. Pagi menjelang, tepat 17 Agustus seluruh pendaki bersiap melakukan upacara bendera. Padang kalimati yang luas pagi itu serasa pasar, ramai sekali, ratusan tenda menghampar. Para pendaki tanpa dikomando membuat barisan, semua berbaur dalam kebersamaan tidak ada perbedaan satu kelompok dengan kelompok lain. Tepat pukul 09.00 pagi, upacara dimulai. Lipatan bendera dibuka. Bendera seluas 20×30 meter tersebut dibentangkan oleh sekitar 30 orang yang berdiri memegang sisi-sisi bendera yang dipilin tambang. Upacara berlangsung khidmat. “Saat itu adalah saat yang paling sulit dilupakan dalam hidup saya, saya begitu haru,” kata Komeng melanjutkan. Pagi itu angin berhembus kencang, hawa dingin menusuk, sesekali pasir berterbangan menerpa para pendaki. Tibalah saatnya menyanyikan lagu Indonesia Raya, seluruh pendaki dengan semangat menyanyikan lagu kebangsaan. Tak sedikit yang menitikkan air mata, termasuk Komeng. Saat lagu Indonesia raya dinyanyikan, bendera berukuran raksasa tersebut dibentangkan dan digoyangkan-goyangkan. Suasana pagi itu di Kalimati menjadi suasana yang paling mengharukan. Semua terlibat secara emosi. Tenaga, waktu pikiran yang telah dikorbankan seakan tertebus dengan momen di padang Kalimati nan syahdu. (yayat)

kabari: #6, august 2007 |

9


Gedung Joang 45,

Wisata Museum Sejarah Indonesia Meskipun museum bukan pilihan tempat berlibur yang diminati, setidaknya di Indonesia, tidak ada salahnya mengunjungi Gedung Joang 45 yang menyimpan banyak sejarah perjuangan bangsa kita. Pada kesempatan “jalan-jalan� kali ini, bertepatan pada Agustus ketika rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke 62, Kabari memilih Museum (Gedung) Joang 45. Gedung Joang 45 adalah pilihan tepat untuk mengetahui benda-benda yang penting dan bersejarah yang digunakan pejuang kita dalam merebut kemerdekaan. Museum seperti ini sebenarnya juga tidak hanya ada di Jakarta. Gedung Joang ada di Semarang, Medan, dan Pekanbaru. Gedung Joang di Jakarta, terdapat di Jalan Menteng Raya Nomor 31, Jakarta Pusat. Di tempat ini dipamerkan foto-foto dokumentasi sejarah perjuangan bangsa kurun waktu 19451950. Terdapat juga sejumlah lukisan perjuangan, patung tokoh pejuang dan panji. Koleksi lainnya berupa mobil REP1 dan REP2, mobil dinas resmi Presiden Soekarno dan Wakil Presiden M Hatta. Gedung ini nampak megah dan terawat

10 | kabari:

dengan baik, meskipun pengunjungnya agak sepi. Bangunan bersejarah yang merupakan saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia ini dapat dikunjungi pada Selasa sampai Jumat pukul 09.00 – 17.00 Wib dengan tiket masuk Rp 2.000. Dulunya pada masa Belanda Gedung Joang 45 adalah sebuah hotel bagus di kawasan Cikini. Hotel itu dulu bernama Scromper 1 atau Scromper 2. Gedung ini juga sempat dijadikan tempat tinggal Bung Karno dan salah satu pemuda terdekatnya, bernama HanaďŹ . Mereka tinggal di sini sekitar satu tahun bersama golongan pemuda/mahasiswa untuk mendirikan Diklat Politik guna menyambut persiapan kemerdekaan. Kala itu sekitar tahun 1942 ketika Jepang datang ke Indonesia. Menurut sejarah, Jepang pernah juga mendirikan kantor di sini, bernama PUTERA, pada 1944. Gedung ini juga menjadi tempat bermarkasnya kelompok Pemuda 31. Mereka adalah golongan pemuda yang menginginkan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dinyatakan secepatnya.


[jakarta]

Mereka antara lain Soekarni, Chaerul Saleh, Adam Malik, Ismail Wijaya. Akhirnya mereka mendirikan bentuk kepemudaan baru sekitar Juli 1945 meskipun sudah tidak bermarkas di Jalan Menteng 31 lagi. Dengan keanggotaan baru, seperti Sudiro yang pernah menjabat sebagai walikota pada masa Orde Baru, BM Diah yang dikenal sebagai tokoh pers, Syarif Thayef yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan di masa Orde Baru, kemudian ada Soetomo yang dikenal dengan Bung Tomo dalam pertempuran di Surabaya. Setelah Jepang kalah, golongan pemuda ini mendirikan komite Van Aksi, yang bertugas untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Soekarni.

Mobil Dinas Pertama Soekarno Di Gedung Joang ini masih terawat dengan baik mobil tua peninggalan sejarah pada masa perjuangan, yaitu mobil sedan limousin bermerk Buick buatan tahun 1939 dari Amerika. Mobil ini merupakan mobil kepresidenan pertama yang dimiliki pemerintah Indonesia dan digunakan Soekarno dalam menjalani tugasnya sebagai presiden. Mobil ini sebelumnya milik Kepala Departemen Perhubungan Jepang yang dicuri Sudiro dengan cara menculik sopirnya yang orang Kebumen. Sudiro kemudian menyembunyikan mobil itu, dan setelah itu mobil diserahkan pada Soekarno. Pada tahun 1979 mobil ini diserahkan oleh Kepala Rumah Tangga Kepresidenan untuk dimasukkan ke dalam Museum Gedung Joang 45. Meskipun tidak ada kegiatan apa-apa di Gedung Joang ini dalam memperingati hari kemerdekaan, Gedung Joang sekarang sering digunakan untuk kegiatan penting lainnya. Di antaranya workshop partai politik, jambore sepeda kuno, pelaksanaan upacara bendera oleh siswa-siswi SMA. Pernah juga digunakan untuk pertemuan para purnawirawan dan kegiatan lain berkaitan langsung atau tidak langsung dengan organisasi kemasyarakatan. (kiky)

kabari: #6, august 2007 | 11


RENGASDENGKLOK adalah satu kota kecil di Karawang, Jawa Barat. Di kota kecamatan inilah, boleh disebut, Bung Karno, Bung Hatta, dan tokoh kemerdekaan lainnya merumuskan Proklamasi Kemerdekaan.

Rengasdengklok,

Titik Awal Kemerdekaan Republik Indonesia Sekitar pukul 08.00 pagi, Rabu 18 Juli 2007 Kabari meluncur ke daerah Rengasdengklok Karawang. Dengan melewati jalan tol Rawamangun, perjalanan lancar-lancar saja sampai akhirnya keluar di pintu tol Karawang Barat. Masih perlu sekitar satu jam lagi untuk tiba di lokasi atau rumah tempat Bung Karno dan Bung Hatta diculik, menjelang 17 Agustus 1945. Tempat pertama yang bisa dikunjungi adalah Tugu atau Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Untuk tiba di sini, harus melewati jalan yang berliku-liku dan rusak. Namun masyarakat sekitar sudah sangat tahu tugu tersebut. Di dalamnya ter-

12 | kabari:

dapat lukisan dinding yang menceritakan tentang perjuangan pahlawan serta gambar pengibaran Sang Saka Merah Putih. Tugu ini terletak di pinggir jalan raya serta dipagari dengan cat warna merah putih. Di tugu tersebut juga terdapat tulisan 17-8-1945, dan di bawahnya tercantum teks Proklamasi. Menurut salah satu penduduk di situ, Pak Acung, setiap 17 Agustus banyak penduduk dari desadesa lainnya dan bahkan Bupati Karawang berkumpul di tugu ini pada pagi hari untuk melakukan upacara sebagai peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tentunya dilakukan juga pada 17 Agustus 2007 ini. Peristiwa Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa “penculikan” yang dilakukan oleh sejumlah pemuda, antara lain Adam Malik dan Chaerul Saleh dari Menteng 31 (sekarang Gedung Joeang 45) terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 04.30 WIB, ketika Soekarno dan Hatta dibawa atau lebih tepatnya diamankan ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi. Di Rengasdengklok ini pula terdapat rumah sejarah, tempat teks proklamasi dirumuskan. Rumah ini pula yang dijadikan tempat “menyekap” Bung Karno dan Bung Hatta selama satu malam. Tidak terlalu jauh dari Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, terdapat sebuah gang kecil


[jakarta]

Keadaan rumah sejarah setelah direnovasi

bernama gang Sejarah. Untuk tiba di rumah itu kita bisa mengakses hanya dengan berjalan kaki, karena gangnya sempit sehingga mobil agak susah untuk menelusuri jalan itu. Sebelah kiri jalan kalau sudah terlihat rumah dengan cat hijau-putih terbuat dari kayu jati dan masih nampak kokoh. Itulah rumah

presiden pertama republik ini. “Engkong dulu nggak tahu kalau yang datang ke rumah kita adalah orang penting.. Mereka bilang mau pinjam rumah ini semalam saja dengan syarat kami semua harus mengungsi ke tempat lain, jadi cuma bawa badan aja keluar,” ujar Iin saat ditemui Kabari. Menurut Iin, pagi itu, sekitar pukul 04.30 WIB Bung Karno dan rombongannya tiba di rumah ini, dan terdapat kira-kira 40 orang. Siapa pun tidak ada yang tahu apa yang mereka bicarakan. Sampai akhirnya Bung Karno kembali ke Jakarta, tepatnya ke Jalan Imam Bonjol Nomor 1. Setelah itu ada salah satu pemuda yang membocorkan keberadaan Bung karno dan Bung Hatta di Rengasdengklok, hingga akhirnya Bung Karno dibawa lagi ke Jakarta pada 17 Agustus 1945 untuk segera mengesahkan dan memproklamasikan naskah kemerdekaan Republik Indonesia. Rumah ini pada 1964 direnovasi dan dijadikan rumah sejarah. Namun sayangnya, setelah itu tidak ada lagi bantuan dari pemerintah. Rumah itu masih ditempati Iin bersama suami dan anaknya, sampai sekarang. (kiky)

sejarah yang dimaksud. Rumah dengan lantai berbahan bata tertata rapi, berukuran 12×20 meter Beberapa perabot juga masih dirawat dan dipertahankan keberadaannya. Di rumah itu hanya ada ruang tamu dan dua kamar tidur serta didominasi dengan warna hijau mengkilat. Kedua kamar tersebut dipakai oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Di dalam ruang tamu terdapat empat kursi tamu dan meja yang terbuat dari kayu. Saat memasuki rumah itu, kita bisa langsung melihat tatanan meja tertata rapi yang berisi foto-foto Bung Karno, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan pemilik rumah, Djiauw Kie Siong (sudah almarhum) yang sedang bersalaman dengan Ibu Fatmawati (istri Bung Karno). Foto itu bertahun 1964. Uniknya lagi, foto itu ditata di meja sembahyang pemeluk agama Konghucu. Djiauw Kie Siong adalah pemilik rumah tempat Soekarno “diculik” menjelang 17 Agustus 1945. Beliau meninggal pada tahun 1964. Setelah itu rumah ini dihuni oleh anak dan cucu-cucunya sehingga rumah ini menjadi milik keluarga bersama dan turun temurun. Menurut Iin atau Djiauw Kuin Moy (52) sepupu dari Nuryadi, yakni cucu pertama Djiauw Kie Siong, engkongnya (kakeknya) kedatangan serombongan orang pada 16 Agustus dini hari pada masa kependudukan Jepang kala itu. Mereka adalah Bung Karno, Bung Hatta dan beberapa orang lainnya. Tetapi yang ada di rumah itu tidak tahu kalau mereka kedatangan tamu penting yang kelak menjadi

Classified

Gratis Iklan Baris untuk Pencari Kerja Dan Lowongan Pekerjaan Klik Classified di www.KabariNews.com kabari: #6, august 2007 | 13


kabari: khusus

K’tut Tantri, Perempuan Amerika Berhati Indonesia Dari Revolusi Kemerdekaan RI sampai Prince of Bali, seperti dikisahkan Bung Anwar Rawy dan Ibu Mary Anwar Pengantar Mengejar tenggat waktu, semula tim Kabari Amerika hanya berencana melakukan jajak pendapat biasa seputar perayaan Agustusan di Amerika. Salah satu narasumbernya adalah Bung Anwar Rawy, salah satu sesepuh masyarakat Indonesia di San Francisco. Di luar dugaan, koresponden luar negeri Kantor Berita Antara daerah Far East tahun 60-an ini membagikan cerita eksklusif-nya tentang K’tut Tantri. Bung Rawy dan Ibu Mary Anwar ternyata tidak hanya mengenal K’tut Tantri, tapi sudah menganggapnya sebagai keluarga sendiri. Ternyata, perempuan Amerika yang punya andil dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 ini selalu menghubungi Bung Rawy sekeluarga tiap kali mampir ke San Francisco tahun 70-an. Pucuk dicinta ulam tiba. Wawancara dilakukan dua kali, di restoran dan rumah keluarga Rawy. Yang pertama ditemani makan siang ala Thai dan kedua ditemani dessert ketan mangga manis suguhan nyonya rumah. Berikut rangkumannya. Bali, The Last Paradise Anda pernah tahu buku berjudul “Revolt in Paradise” terbitan 1960? Otobiografi klasik yang sudah diterjemahkan lebih dari 12 bahasa itu ditulis K’tut Tantri. Siapa gerangan dia? K’tut Tantri adalah keturunan Manx yang lahir di Isle of Man, Inggris. Pindah ke AS dan menjadi Warga Negara Amerika. Di suatu siang di tengah hujan di tahun 1932 di Hollywood, perempuan bernama asli Muriel Pearson ini menonton film, Bali, The Last Paradise. Begitu terkesannya, dia langsung jatuh cinta dengan Bali dan bertekad memulai hidup sebagai artis bohemian di sana. Tanpa pikir panjang, dia nekad pergi naik kapal barang jurusan Dutch East Indies dengan bekal kanvas dan cat cukup untuk melukis 2 tahun. “Kuat sekali niatnya, dia tak peduli atau gengsi naik kapal penumpang. Yang penting dia bisa menulis bebas di atas kapal. Berbulan-bulan!,” kata Bung Rawy. Setibanya di Batavia, dia membeli mobil demi mencapai Bali. Sayangnya, penguasa Belanda waktu itu kurang senang perempuan kulit putih melintasi Jawa sendirian. Harus setir dengan chauffeur. Tanpa menghiraukan itu, perempuan Amerika ini mengemudikan mobilnya

14 | kabari:

seorang diri menyelusuri Jawa. Singkatnya, begitu tinggal di Pulau Seribu Pura ini, dia diadopsi oleh Raja Bali dan keluarganya. Diangkat sebagai anak ke-4 dan dinamai K’tut Tantri. Bahkan, sempat mendirikan salah satu hotel pertama di wilayah Kuta, Bali, di tahun 30-an. Kedekatan bule ini dengan penguasa Bali umumnya kurang menyenangkan pimpinan Belanda saat itu. Kemudian, ketika Jepang menyerbu Bali, K’tut Tantri sempat mengungsi menyelamatkan diri. Menyelundup naik bis ke Surabaya bersama keluarga pengantin baru Tionghoa. Malangnya, masih dalam pendudukan Jepang, Tantri sempat ditahan dan disiksa serdadu Jepang. Diselamatkan dan dirawat orang Indonesia, K’tut Tantri ikut membela perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945. “Merdeka atau mati,” larik kata itulah yang sempat dilontarkan K’tut Tantri kepada Bung Rawy di kemudian hari. Jumpa Pertama Bung Anwar Rawy bertemu K’tut Tantri pertama kali di Hongkong dalam resepsi perayaan Kemerdekaan Indonesia tahun 1963. Waktu itu Bung Rawy muda bekerja sebagai koresponden luar negeri Kantor Berita Antara di wilayah Timur Jauh. Dalam kesempatan itu, K’tut Tantri datang sebagai jurnalis yang wilayahnya sama, termasuk China, Hongkong, Jepang dan Korea. Satu hal yang diingat Bung Rawy sehabis jumpa pertama adalah koper si K’tut Tantri. Isinya praktis penuh dengan buku-buku “Revolt in Paradise”, tapi minim pakaian dan pernakpernik lainnya. Belakangan setelah ketemu beberapa kali pun, isi kopernya tidak banyak berubah. Paling banyak adalah buku-buku, selebaran, lukisan, foto-foto dan berbagai kliping koran menarik tentang Indonesia. Hal lain yang membuat Bung Rawy heran, K’tut Tantri tidak perlu visa masuk Indonesia. Percaya atau tidak, K’tut Tantri sudah memegang paspor Indonesia saat itu! Bisa jadi dia adalah warga Amerika pertama yang punya paspor berlambang Merah Putih setelah kelahiran Republik Indonesia. Menurut Tantri, ada salah cetak di paspornya. Harusnya kata Republik berakhir dengan huruf c, bukan k. Soal punya paspor ini mungkin


[san francisco]

terbilang lumrah, jika anda mengikuti kiprah Ktut Tantri selama peristiwa November 1945 di Surabaya dan kedekatannya dengan banyak pimpinan pejuang revolusi kemerdekaan Indonesia masa itu. Surabaya Sue Dengan berapi-api, Bung Rawy bercerita tentang peran K’tut Tantri sebagai Surabaya Sue. Apa pula itu? Di zaman Perang Dunia tahun 40-an, umumnya penyiar berita radio diberi julukan unik. Ada nama perjuangan seperti Tokyo Rose, Hanoi Hannah, Lord Hau Hau. Tiga bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, pasukan sekutu membonceng Belanda dan mendarat di Surabaya, November 1945. Terjadi pertempuran sengit arek-arek Suroboyo dengan pasukan Sekutu. Jenderal Mallaby pun terbunuh. Tanpa buang waktu, penerus sang jendral memberikan ultimatum agar pasukan Indonesia segera menyerah. Kalau tidak, Surabaya akan rata dengan tanah. Benar saja. Ada perlawanan keras melawan Sekutu. Dalam pada itu, dengan bahasa Inggris yang tegas dan lugas, K’tut Tantri melakukan perlawanan terhadap Sekutu melalui corong radio bawah tanah pimpinan Bung Tomo. K’tut Tantri dengan suaranya di udara dikenal luas sebagai Surabaya Sue. Berikut adalah kerasnya nada siaran Surabaya Sue, “The Indonesians will never accept your terms, even if you bomb Surabaya to the ground and kill every man and woman and child. The ultimatum is an insult to the Indonesians and to their intelligence. If you go through with it you will add a black page indeed to British history.” Perjuangan bawah tanah K’tut Tantri ini bukan sepi risiko. Belanda sempat mengumumkan 50 ribu gulden kepada siapa saja yang bisa menyerahkan Surabaya Sue. Masa itu radio adalah satu-satunya alat komunikasi massa yang paling efektif. Meski bisa saja mendapat jamming dari radio musuh, tapi toh siaran berita Surabaya Sue bisa didengarkan. Bahkan, siarannya ditangkap dunia luar, termasuk Australia. Menurut Bung Rawy, karena pemberitaan gencar Surabaya Sue inilah, banyak buruh pelabuhan di Australia yang mogok, mendukung kemerdekaan Indonesia. Dan gagallah pengiriman tambahan senjata dan amunisi Sekutu ke Indonesia. Surabaya Sue bekerja di Radio Pemberontak Indonesia ini sekitar tiga tahun. Sempat ke Australia mencari dukungan buat Republik Indonesia yang masih muda. Apakah K’tut Tantri berbicara Bahasa Indonesia? Menjawab pertanyaan ini, Bung Rawy segera menyergah, “Lah, apa perlunya?” Bukan tidak nasionalis atau apa, kebanyakan pemimpin Indonesia zaman itu memang berbahasa Inggris fasih. Yang penting kan hatinya cinta Indonesia. Pengagum Bung Karno Kejadian menarik terjadi sekitar 1966 sewaktu masih terjadi demonstrasi mahasiswa menurunkan Bung Karno di Jakarta. Bung Rawy menginap di Press House (sekarang, Plaza Indonesia). Di seberangnya, K’tut Tantri tinggal di Hotel Indonesia. Bung Rawy masih mengingat betapa K’tut Tantri begitu sedih bercampur geram menyaksikan banyak mahasiswa Indonesia yang ingin menjatuhkan Soekarno di masa itu. “They don’t know what they are doing! Go back to school,” kata K’tut

Tantri. Selain Cyndy Adams, K’tut Tantri adalah perempuan Amerika pengagum Bung Karno. Kepada Bung Rawy, Tantri mengaku sempat grogi mengenakan kebaya waktu pertama kali bertemu dengan Soekarno di tahun 40-an. Menurut Bung Rawy, K’tut Tantri mengagumi Soekarno karena kemampuannya untuk menjadi pemersatu Indonesia di masa-masa sulit. “Bayangkan saja, bagaimana tidak mengundang simpati seorang K’tut Tantri. Indonesia itu dijajah selama 350 tahun! Dan jangan lupa, bagaimanapun juga, Soekarno-Hatta itu adalah proklamator negara Republik Indonesia,” terusnya. Pernyataan ini memang wajar-wajar saja, mengingat di suatu masa dalam sejarah Indonesia peran proklamator RI sempat diabaikan. Beverly Hills–San Francisco Keluarga Rawy pindah tugas ke San Francisco dan menjadi staf Konjen RI sejak 1970. Dalam periode 19711980 K’tut Tantri sempat beberapa kali mengunjungi San Francisco. Selama itu Tantri tinggal dan bekerja sebagai script writer di Hollywood. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Pantai Barat hanya ada di kota San Francisco. Belum ada KJRI di Los Angeles waktu itu. Tiap kali mampir ke San Francisco, Tantri selalu saja menyempatkan diri pergi ke Konsulat RI. Dan selalu saja mencari Anwar. Itu panggilan Tantri buat Bung Rawy. Untuk apa? Diskusi dan ngomong politik panjang lebar. Kebetulan keduanya punya minat sama. Dalam kalimat Bung Rawy, “Si K’tut Tantri tuh kalau bicara gak ada stopnya.” Topiknya macam-macam. Apalagi dia kan kenal dengan orang-orang penting di Indonesia. Setiap datang, sering dia bilang homesick sekali kepingin pulang ke Indonesia. Kalau sudah waktunya pulang ke Hollywood, Bung Rawy suka menanyakan mengapa tidak terbang saja kembali ke LA. Tantri mengaku takut terbang. Kemudian, bermobil Bung Rawy mengantarkan Tantri ke Oakland untuk naik kereta api saja. Pernah dua kali Bung Rawy sekeluarga mengantar K’tut Tantri kembali ke Hollywood dari SF. Highway 101 sengaja dipilihnya karena banyak pemandangan di jalan. Bosan bengong, K’tut Tantri protes, “Hhhm, I also can drive!” Yang ada perjalanan darat SF-LA yang 6 jam itu berubah menyenangkan. No Women’s Talk Ibu Mary Anwar menyebutkan K’tut Tantri bukan sosok penggemar gosip. Mungkin karena hidup sendiri, sehingga tidak pernah ngomong urusan rumah tangga. “She talks what men talks,“ kata Bu Mary. Sambil tersenyum, istri Bung Rawy ini menyambung, “Tapi begitu urusan ke resepsi, pesta, lunch atau dinner, K’tut Tantri biasanya sangat repot urusan hair do dan baju.” Satu lagi. Seingatnya, K’tut Tantri tidak suka kalau orang memakai istilah “I will pick you up”. “Hhhmm, I am not goods or merchandise to pick up,” kata Bu Mary menirukan Tantri. Tantri lebih suka kata “fetch”. Kalau kita pernah menonton film “The King and I”, rasanya alur cerita eksotis film itu seirama dengan jalan hidup seorang K’tut Tantri yang melanglang ke Bali dan bertemu Raja Bali. Bedanya adalah Ktut Tantri bukan guru. Tapi, dia adalah sosok artis pelukis, aktivis, bersambung ke halaman berikutnya...

kabari: #6, august 2007 | 15


penulis, jurnalis dan pengelana. Industri film Hollywood bukannya tidak pernah tertarik membawa cerita Tantri ke layar perak. Bahkan dana pembuatan film itu pun konon pernah dijanjikan oleh perusahaan minyak besar di Indonesia saat itu. Juga, K’tut Tantri pernah meminta Bung Rawy agar mengizinkan putranya, George Anwar, menjadi pemeran figuran dalam film ini. Kepada Bung Rawy, K’tut Tantri sempat memberikan argumentasinya. Dan ini membuat teka-teki soal pembuatan film K’tut Tantri menjadi lebih jelas. Pertama, K’tut Tantri menuntut agar lokasi pembuatan film itu dilakukan di Bali, bukan di belakang layar bohongan. Kedua, K’tut Tantri meminta agar Raja Bali diperankan oleh Yul Brynner dan dirinya diperankan Shirley MacLaine. Permintaan yang berakibat ongkos tinggi ini tidak diloloskan Hollywood. Ketiga, K’tut Tantri kurang setuju bahwa Hollywood akan mengganti kata “Revolt” dalam judul novelnya. “K’tut Tantri memang berwatak keras,” kata Bung Rawy. Pada akhirnya film K’tut Tantri ini memang tidak pernah diproduksi. Kalau jadi, bukannya mustahil orang dengan gampang mendapatkan di Blockbuster saat ini. Bung Rawy sempat menunjukkan fotonya berdiri di samping K’tut Tantri. Dalam pembicaraan ringan seharihari, kadang-kadang K’tut Tantri ditanya orang siapa gerangan si Prince of Bali dalam bukunya. Sambil melirik sang istri, Bung Rawy yang merayakan perkawinan emasnya dua tahun lagi ini mengatakan kalau K’tut Tantri kadang iseng memperlihatkan foto berdua itu kepada si penanya. Sambil tetap memegang foto, K’tut Tantri

KABARI Film kali ini, menyesuaikan dengan momentum hari kemerdekaan, mengangkat tema film perjuangan. Pertanyaannya, mampukah film bertema perjuangan Indonesia menembus pasar perfilman di negerinya sendiri? Ironisnya, film bertema atau berlatar perjuangan sangat sedikit di Tanah Air kita. Kalau pun ada, bisa dihitung dengan jari. “Gie” dan “Nagabonar” yang dilanjutkan dengan “Nagabonar Jadi 2” sekian tahun kemudian. Kabari berbincang dengan Deddy Mizwar tentang film perjuangan, kali ini. Menurutnya, film perjuangan Indonesia hanya laku pada zamannya saja, dan sekarang bisa dikatakan bukan zamannya lagi. Kalau pun film “Gie” yang bercerita tentang Soe Hok Gie -mahasiswa Universitas Indonesia tahun 60-an yang sangat cinta Indonesia- dibuat, itu karena kepopuleran adik dari Arief Budiman. Bahkan diteladani sebagai intelektual yang pemberani dan pencinta alam. Tentang filmnya, Nagabonar dan Nagabonar Jadi 2, memang masih bisa digolongkan sebagai film perjuangan. Itu karena Nagabonar adalah sosok

bilang, “This is it. Here is the Prince.” Bung Rawy sempat menunjukkan foto dinner keluarganya bersama K’tut Tantri di Sari, restoran makanan Indonesia di kawasan Lombard, San Francisco, tahun 1977. Rumah makan itu sudah tutup sekarang. Seingat Bung Rawy, Tantri memang terlihat semakin lanjut waktu itu. Jalannya sedikit susah dan genggamannya sedikit goyang saat memegang cangkir kopi. K’tut Tantri akhirnya meninggal dalam tidurnya pada 27 Juli 1997 di Sidney, Australia. 20 tahun setelah dinner terakhir dengan Keluarga Rawy di San Francisco. K’tut Tantri memang orang Amerika. Tapi, cintanya kepada Indonesia tidak pernah luntur. Dia pahlawan perempuan Republik Indonesia. Peti matinya dihiasi bendera Indonesia dengan aksen Bali kuning dan putih. Sejumlah kecil orang menghadiri pemakamannya. Termasuk Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Morison dan istrinya. Hadir juga Wakil Dubes Indonesia di Australia saat itu. Seperti permintaanya, jasad K’tut Tantri diperabukan. Abu jenazahnya disebarkan di pantai Bali. Harta peninggalannya disumbangkan ke anak-anak Bali yang kurang mampu. (peter phwan)

Film Perjuangan

Kado untuk Indonesia

16 | kabari:

yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi, walaupun sudah hidup di era dan generasi yang berbeda dengan zaman perjuangan. Berbicara tentang kemerdekaan negeri ini, perjuangan bangsa ini meraih kemerdekaan dan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 harus dihargai dan dijunjung sampai kapan pun. Deddy sebagai insan film Indonesia, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas perfilman saat ini. Baik dari teknologi, kualitas pemain dan tema/cerita film. Dengan langkah itu sebenarnya insan film bisa dikatakan ikut berjuang dan berperan menjadikan negeri ini lebih baik. Tidak heran Deddy Mizwar termasuk yang kritis menyorot sinetron-sinetron di televisi swasta Indonesia. Menurutnya, sinetron sekarang tidak memberikan contoh perilaku yang baik terhadap anak-anak. Apalagi sinetron yang bertema mistis dan misteri. (kiky)


kabari: #6, august 2007 | 17


kabari: film

Bergoyang Senang dalam Tur

Ratatouille

Bersamaan dengan keluarnya iPhone, Studio Pixar meluncurkan filmnya yang terbaru, Ratatouille. Ini film animasi pertama setelah perusahaan Steve Jobs ini bergabung dengan Disney. Segera saja orang-orang seantero dunia mendapat dua kosa kata baru. iPhone buat telepon genggam pintar mutakhir dan Ratatouille. Ratatouille adalah suatu jenis sup dalam dunia boga Prancis. Oh ya, dalam bahasa Prancis, dua L seperti di LL itu tidak diucapkan. Nah, asal anda tahu saja, demam iPhone dan Ratatouille ini bermula dari Bay Area, tempat kantor pusat Apple dan Pixar. Bukan di Hollywood atau Paris. Agar demam Ratatouille menjalar ke lebih banyak orang, digelarlah suatu tur antarkota di Amerika yang judulnya “The Big Cheese Tour”. Nama ini pas karena memang ada tempat luncur raksasa (slide) buat anakanak yang bentuknya mirip keju

18 | kabari:

besar. Rangkaian tur ini digeber di Pier 39, kawasan padat turis di San Francisco. Disutradarai Brad Bird, Ratatouille mengisahkan liku-liku petualangan Remy, seekor tikus cerdas berhidung tajam yang tinggal di loteng sebuah restoran di Paris. Konon, Prancis dikenal sebagai pusat hidangan gourmet kelas atas. Begitu hebatnya, sampaisampai tikus ajaib ini berhasil menjadi “chef” yang “mengajari” Alfredo Linguini, anak muda ingusan, membikin Ratatouille lezat. Singkat kata, gara-gara kepandaian mengolah Ratatouille inilah, restoran bistro dengan nama “Le Ratatouille” melejit jadi tempat makan sukses di Paris. Mungkin anda bertanya-tanya bagaimana mungkin seekor tikus bisa memasak dan membikin sukses sebuah restoran. Itulah tantangannya! Kombinasi yang mustahil ini rupanya ber-

hasil ditaklukkan dalam hal ini. Memakai tikus, agaknya karena ini adalah film animasi yang perlu menarik anak-anak. Orang pun tidak boleh lupa bahwa maskot Disney paling masyhur, Mickey Mouse, adalah seekor tikus juga. Menghadapi tantangan menampilkan gambar-gambar animasi sup dan lain-lainnya dalam film Ratatouille bukannya perkara gampang. Tim animator di Pixar tidak berani main-main dengan investasi dolar yang ditanamkan di film ini. Sutradaranya perlu berkunjung ke Paris belajar tentang restoran top yang menghidangkan Ratatouille. Juga, sang sutradara perlu magang di sebuah restoran Prancis di Yountville, kota pensiunan veteran sejam dari San Francisco. Bahkan, tim Pixar sempat bersekolah di Sekolah Seni Memasak California di San Francisco. Pendeknya ada sekitar 800 karyawan Pixar bekerja keras sekitar setahun demi suk-


[san francisco]

sesnya satu film animasi Ratatouille ini. Asyiknya, orang bisa menonton story board orisinal film Ratatouille dalam tur keju gede ini. Diputar pula demonstrasi video singkat bagaimana pembuatan film animasi. Sungguh menakjubkan menyaksikan bagaimana ribuan sketsa gambar kaku itu dijalin satu sama lain menjadi film animasi yang hidup dan mengesankan. Acara yang dipandu presenter manis ini tambah seru, karena ada pertanyaan berhadiah sesudahnya. Sekadar info, presentasi semacam ini tidak dapat disak-

sikan di Pixar Studio asli di Emeryville, kota seberang San Francisco, karena studio itu memang tertutup untuk umum. Setidaknya, lewat tur Ratatouille ini, orang bisa mengintip proses pembikinan film animasi yang rumit dan hati-hati. Dalam tur ini, pengunjung bisa juga menikmati klip film Ratatouille sekitar tujuh menit di teater digital layar lebar dalam tenda yang dari depan berbentuk Eiffel Tower. Kalau mau, pengunjung bisa dipotret di depan “Eiffel-Eiffelan” ini oleh orang-orang berseragam dan bertopi putih ala chef. Hasil foto gratisan dengan bingkai Menara Eiffel bisa langsung diemail. Juga, jika mau, orang bisa memberikan nama mereka kepada “chef-chef-an” yang

Mailing List Sign Up

ternyata karyawan Intel ini untuk memenangkan hadiah liburan ke Paris. Bagus. Acara utama tur Ratatouille adalah demonstrasi masak Ratatouille, sup khas Prancis, oleh seorang Chef beneran. Sebelumnya, semua orang bisa turun dan berbaris bersama memukul drum-drum dan kaleng-kaleng hasil daur ulang dari dapur. Semua penggemar saluran televisi kabel, Food Network, pasti pernah mendengar Emeril Lagasse mengucapkan mantra “Bam” saat membumbui masakannya. Banyak orang belum juga lupa lagu disko ngetop yang syairnya berbunyi “Shake Shake Shake, Shake your b.....y”. Sambil bergoyang senang dan menonton show masak, orang-orang tua muda pun pada koor mengikuti presenter ... Shake Shake Shake Ratatouille... (magenta)

Ingin dapat Kabari terbaru dari Kabari lewat email? #6, august 2007 | 19 Klik Mailing List Sign Up di kabari: www.KabariNews.com


kabari: musik

[jakarta]

Setitik Semangat Nasionalisme Cokelat Merah putih teruslah kau berkibar Di ujung tiang tertinggi Di Indonesiaku ini Merah putih teruslah kau berkibar Ku akan selalu menjagamu.

foto: www.cokelat.net

Sebelas tahun kita bersama, inilah saatnya kami memberikan sesuatu untuk bangsa ini berupa album yang berisikan lagu-lagu perjuangan yang membuktikan adanya nasionalisme kami sebagai anak bangsa, hanya untukmu Indonesiaku. (Kikan, vokalis Coklat) Kata c-o-k-e-l-a-t memang terucap dari sebuah spontanitas, namun tanpa menghilangkan maknanya, yaitu sebuah makanan gula-gula yang rasanya manis kadang agak pahit atau sebaliknya dan disuka banyak orang. Band Cokelat yang terbentuk pada 26 Juni 2006 di sebuah studio latihan di kota Kembang, Bandung, adalah band yang mempunyai vokalis perempuan (Kikan) dan juga band yang mempunyai rasa nasionalis tinggi. Walaupun sempat bergonta ganti personel, Cokelat masih terus berkarya sampai saat ini. Simak saja salah satu penggalan lirik mereka yang dirilis 2006 lalu,

20 | kabari:

Lirik lagu ini berasal dari lagu Cokelat berjudul “Bendera” yang diambil dari album versi repackaged (2002). Para musisi ini sudah dikenal masyarakat Indonesia, baik generasi muda maupun tua dengan lagunya Karma yang terdapat dalam album pertama Cokelat “Rasa Baru”. Tahun lalu, Cokelat mengeluarkan album bertema nasionalis dengan titel album “Untukmu Indonesiaku”. Di album ini semua lagunya merupakan lagu perjuangan seperti Syukur, Bangun Pemuda Pemudi, Gebyar-gebyar, Satu Nusa Satu Bangsa, Hari Merdeka. Lagu Bendera yang dibawakan Cokelat merupakan lagu yang mengidentikkan band ini sebagai salah satu band yang masih peduli dengan lagulagu perjuangan Indonesia. Bendera juga sempat masuk top chart lagu Indonesia yang selalu diputar pada saat hari kemerdekaan RI. Awalnya lagu ini dihadirkan untuk satu film yang berjudul sama. Film Bendera membutuhkan soundtrack dan sang sutradara meminta Erros (Sheila on 7) menciptakan dan dibawakan Cokelat. Dari situlah kemudian

Cokelat memutuskan mengeluarkan album bertema nasionalis setahun lalu. Alasan dirilisnya album bertitel Untukmu Indonesiaku yang berisi 10 lagu nasional dan lagu wajib adalah agar lagu-lagu perjuangan tetap bisa terdengar melalui warna musik yang dibawakan Cokelat. Cokelat mengaransemen lagu-lagu tersebut agar lebih berbeda dan generasi muda pun tertarik untuk mendengarnya. “Karena kita juga mempunyai idealisme di album ini, tujuan dihadirkannya album ini bukan untuk dikomersialkan, tapi untuk lebih mempopulerkan kembali lagu-lagu perjuangan bangsa kita,” ungkap Kikan kepada Kabari beberapa waktu lalu. Tujuan lain Kikan dan kawankawan merilis album ini adalah karena mereka mengaku prihatin terhadap generasi muda yang belum banyak menyadari kalau lagu-lagu perjuangan sebenarnya enak didengar jika diaransemen ulang. “Aku sedih aja kalau melihat anak-anak pas upacara masih ada yang belum hapal lagu perjuangan bangsa sendiri, nah dengan adanya album ini Cokelat sendiri juga banyak dipuji oleh ibuibu yang nggak nyangka kalau ternyata anaknya kemudian hapal dengan lagu perjuangan.” Katanya. (kiky)


foto: Toto Hartono

kabari: seni

[san francisco]

Cak Cak Cak...

Nonton Bule Nari Kecak di Amerika

Orang bule nonton tari kecak di Bali sih sudah biasa dan wajar saja. Tapi nonton bule menari kecak ramai-ramai dan melantunkan cak-cak-cak dengan serempak di Amerika, bolehlah disebut “Opo tumon”, seperti dikatakan Jerry, mahasiswa Indonesia, yang bengong dan tercengang karena tidak menyangka kejadian langka itu terjadi siang hari bolong dekat Golden Gate Park, San Francisco, belum lama ini. Selidik punya selidik, ternyata grup yang memainkan kecak di Bandshell, panggung dadakan di Panhandle, itu adalah kelompok tari teatrikal “One People Voice” yang berbasis di Oakland, California. Ada tujuh orang penggeraknya, sisanya adalah puluhan pengunjung bule yang tampil spontan, antusias dan energetik. Tidak lama. Sekitar 15 menit tanpa musik, selain duduk melingkar, gerakan tangan sesuai komando, goyang badan ke kiri-kanan ke depan-belakang, ekspresi muka dan mata berbeda mengikuti lantunan kecak. Dahsyat.

Dalam situs webnya, kelompok “One People Voice” menyatakan bahwa “senandung kera” ini adalah bagian tak terpisahkan dari penampilan teatrikalnya. Teater mereka yang sangat mengandalkan tenaga fisik ini berakar kuat terutama dari tradisi Bali dan banyak budaya lain pula. Itulah yang membuat pertunjukan mereka terkesan magis, riang, hidup dan penuh kejutan. Sebegitu jauh, grup ini sudah dan terus mengajar workshop tentang “teater kecak plus” di banyak kota di AS dan beberapa kota di Eropa. Juga mengadakan pertunjukan gamelan keliling di beberapa kota di AS. Grup unik berusia sekitar tiga tahun ini mengambil konsep Baleganjur di Bali sebagai akarnya. Dalam pertunjukan lengkap, penampilan kecak itu dikombinasikan dengan perangkat alat musik Barat dan bagian dunia lainnya. Mereka menggabungkan suara, perkusi dan instrumentasi lain, juga teater dan tarian. Mengambil juga pengaruh musik dari Timur Jauh, Afrika, Eropa Timur dan Amerika. Motor utama dalam kelompok ini adalah Eric Oberthaler yang bertindak sebagai Direktur Musik. Komposer Amerika ini mendapat gelar sarjana Kompo-

Kehabisan Majalah?

sisi Musik dari Oberlin dan gelar MFA dari California Institute of Arts. Pengalaman musiknya segudang, termasuk belajar musik klasik India bersama Ahli Sarod Rajeev Taranath dan tampil tiga kali dalam opera ritual di Festival Burning Man, forum ekspresi seni terkenal di Amerika. Dedengkot lain adalah Grady Cousins sebagai Direktur Artistik yang juga pendiri grup ensemble unik ini. Grady adalah sarjana Theater dari California Institute of the Arts dan belajar kecak di bawah bimbingan Empu Tari dan Musik Bali, I Nyoman Wenten. Sejak 1998, dia belajar dan tampil di bawah asuhan Anna Halprin, pionir tari post-modern yang mengintegrasikan ritual dan penyembuhan lewat ekpresi tarian. Banyak pengalaman menari dan menyanyi di Amerika dan Eropa. Menyaksikan sendiri penampilan One People Voice baik secara langsung atau lewat internet, orang kemudian menyadari bahwa tarian dan kebudayaan Bali sudah diadopsi sebagai kekayaan budaya dunia, bukan orang Indonesia saja. Hartono, kawan si Jerry, sempat berkomentar, “Mengharukan sekali, serasa seperti pulang kampung sehabis nonton kecak di Amerika.” Cak cak cak.... (magenta) Lebih Lanjut : www.onevoice.com www.gamelanx.com

Klik www.KabariNews.comkabari: #6, august 2007 |

21


kabari: buku

[jakarta]

Pelajaran Moral dari Harry Potter si Penyihir Baik

Harry Potter. Siapa yang tak kenal Harry Potter? Novel tentang Harry Potter sudah memasuki serial terakhir, tahun ini, setidaknya begitu pengakuan penulisnya, JK Rowling. Yang jelas, novel ini benar-benar menggegerkan dunia dengan keunikannya. Cerita Harry Potter disukai oleh semua kalangan baik tua dan muda. Harry Potter adalah seorang anak manusia yang dibebani permasalahan sejak ia lahir. Terlahir sebagai satu-satunya bayi yang selamat dari serangan Lord Voldemort, penyihir yang sangat kejam sampai hampir semua penyihir takut bahkan tidak berani menyebut nama Voldermort. Di ulang tahunnya yang kesebelas, ia mendapat surat yang memberitahu bahwa ia adalah penyihir yang terdaftar di Sekolah Sihir Hogwarts. Dari situ mulailah petualangan Harry.

22 | kabari:

Harry mempunyai problema dan masalah yang cukup rumit. Hidup bersama keluarga adik ibunya yang sangat membenci Harry membuat Harry menjadi seorang yang tahan banting dan tegar dalam menghadapi berbagai masalah. Sosok Harry diceritakan sebagai seseorang yang pantang menyerah, berani, dan setia kawan. Namun di balik sosok tersebut ia tetaplah manusia biasa yang mempunyai emosi. Buku ini mengupas tentang pesan-pesan moral yang terdapat dalam novel Harry Potter di tiap serinya. Yang menarik dari buku ini, Edmund M Kern menjelaskan bahwa dari novel Harry Potter ini, tersirat banyak sekali pesan moral yang dapat diambil. Seperti halnya Harry Potter, sang tokoh utama, diceritakan sebagai pahlawan dalam novel ini. Namun Harry sendiri tak lepas dari berbagai masalah yang manusiawi. Ia adalah anak yatim piatu yang mempunyai kehidupan cukup berat lantaran keluarga yang menampungnya memperlakukan dia seperti pelayan. Ia juga mempunyai masalah percintaan yang cukup rumit. Selain itu Rowling cukup brillian dengan menceritakan makhlukmakhluk ajaib yang terdapat dalam novel Harry Potter. Makhluk seperti Boggart, Hipogriff, Pixy, dan masih banyak lagi di mana tiap makhluk tersebut mempunyai pesan moral tersendiri.

Cerita Harry Potter ini adalah ďŹ ktif, namun banyak orang –terutama anak-anak– yang membawanya cerita itu ke dunia nyata sehingga banyak orangtua takut akan efek samping dari membaca Harry Potter. Namun Kern menjelaskan bahwa anakanak tidak hanya tertarik dengan unsur fantastis dalam novel ini, tetapi juga dengan pesan moral yang terdapat dalam setiap cerita di novel Harry Potter. Karena itu novel ini baik dibaca sekaligus dapat dijadikan bahan acuan untuk berdiskusi. Usaha dan kepercayaan inilah yang menjadi pesan moral dalam novel ini. Walaupun Harry diceritakan sebagai pahlawan, ia tetaplah manusia biasa. Segala yang dihadapinya jika ditilik lebih detail merupakan kejadian yang kita alami semua saat ini. Buku ini merupakan buku pedoman yang cukup unik. Di balik fenomenal Harry Potter, tersimpan pesan moral yang dalam. Buku ini bagus untuk didiskusikan orangtua dengan anak mereka untuk menambah pengetahuan. (chika) Judul Buku: The Wisdom of Harry Potter: Pelajaran Moral dari Pahlawan Favorit Kita Pengarang: Edmund M Kern Penerjemah: Lylian Penerbit: Gramedia Tahun Terbit: 2006 Tebal: 307 halaman Bahasa: Indonesia


kabari: #6, august 2007 | 23


kabari: jajanan

Tumpeng 17 Agustusan, Kenduri Nasional Bangsa Indonesia memang diundang hadir. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya dan terutama orang Jawa, tumpeng atau tumpengan adalah simbol rasa syukur. Tumpeng bukan sekadar makan bersama beramai-ramai. Tumpeng adalah ucapan dan ungkapan syukur bahwa sesuatu sudah dilalui dengan baik dan bahkan berhasil. Tidak mengherankan, tumpeng dibuat sedemikian rupa, misalnya nasi yang disusun dan dibentuk ibarat gunung, ada berbagai lauk dan sayur, dan seterusnya. Semuanya adalah lambang atau simbol. Di acara Sekatenan, di Yogyakarta misalnya, selalu ada yang disebut Gerebek, yakni satu sesi acara tradisional Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat (Mataram) ketika masyarakat menyerbu tumpeng. Oh ya tumpeng di Sekatenan biasanya sangat besar dan harus diangkat puluhan orang dan kemudian diperebutkan. Mereka yang memperoleh makanan, apa pun itu, dari tumpeng raksasa itu berarti memperoleh berkat atau anugerah. Tidak mengherankan ketika 17 Agustus tiba, tumpeng terlihat dan muncul di mana-mana. Tidak beda dengan orang Amerika saat merayakan Independence Day, berbagai ungkapan syukur sesuai tradisi masing-masing, bermunculan. Di Tanah Air kita, tumpeng sekarang bukan lagi dominasi mereka yang ada di Jawa, tetapi sepertinya menjadi tradisi nasional. Di hampir setiap kampung, desa, dusun, kelurahan, kecamatan, bahkan di Istana Kepresidenan, tumpeng menjadi sajian spesial perayaan 17 Agustusan. Presiden di negeri kita juga mempunyai tradisi potong tumpeng seusai mempimpin upacara Detik-detik Proklamasi. Biasanya, potongan tumpeng yang dilakukan presiden diberikan pada salah satu veteran yang diundang. Pada perayaan 17 Agustus tahun lalu misalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memotong tumpeng di Istana Negara dan memberikan pada salah satu sesepuh veteran yang

24 | kabari:

Simbolisasi Di suatu tumpeng, selalu ada nasi yang dibentuk seperti gunung, mengerucut ke atas. Maknanya adalah harapan agar hidup ini semakin “naik” atau semakin baik. Tumpeng umumnya ditaruh di wadah nampan bambu yang di Jawa disebut tampah. Tampah itu dialasi daun pisang. nasi tumpeng bisa putih seperti nsi pada umumnya, tetapi tidak jarang yang nasinya adalah nasi kuning. Selain nasi, di dalam sebuah tumpeng terdapat lauk pauk, di antaranya ikan. Ikan adalah hewan air yang diartikan sebagai sikap rendah hati. Manusia hidup harus selalu rendah hati. Nah, di tumpeng, biasanya ada ikan lele atau ikan teri, dan bisa juga ikan asin. yang penting adalah ikan. Sekarang ikan di dalam tumpeng boleh ikan apa saja, ikan bandeng misalnya, atau ikan teri yang dibuat dalam bentuk rempeyek (kerupuk). Khusus ikan teri melambangkan juga perlunya hidup rukun dan damai dalam kebersamaan. Maklum saja, ikan teri tidak pernah terlihat sendirian di laut, apalagi di rempeyek. Selalu lebih dari satu. Menjadi lucu dan aneh ketika di dalam rempeyek hanya terlihat satu ikan teri. Selain ikan, di dalam tumpeng ada ayam yang boleh dikatakan “mewakili” hewan yang ada di darat. Ayam di dalam nasi tumpeng biasanya dipanggang utuh. Di Jawa, ayam panggang untuk tumpeng disebut “ingkung” dan saat ini selain ayam, ada juga yang mengisi


[jakarta]

tumpeng dengan rendang daging sapi atau empal. Yang juga tidak ketinggalan, dalam tumpeng harus ada telur rebus yang belum dikupas. Telur yang terdiri dari kulit, putih telur dan kuning telur melambangkan keutuhan dan perlunya merencanakan hidup dengan baik dan matang. Selain itu, di dalam tumpeng masih ada aneka sayur yang diurap (parutan kelapa yang dibumbui). Nah aneka sayur di dalam urap itu antara lain • Kangkung, satu sayuran yang dapat tumbuh di darat dan di air. Lewat kangkung, manusia diharapkan memiliki kemampuan hidup dan bertahan di mana saja. • Bayam, melambangkan kehidupan yang tenteram • Kacang Panjang, sayuran ini harus disuguhkan utuh tidak boleh dipotong, maksudnya agar dalam menjalani hidup kita harus berpikir panjang, tidak tergesa-gesa.

• Taoge, sayuran ini melambangkan kreativitas Saat ini, terdapat berbagai jenis tumpeng. Ada tumpeng nasi kuning, tumpeng nasi putih, tumpeng nasi uduk dan bahkan tumpeng pungkur. Tumpeng pungkur adalah tumpeng kematian. Isinya hanya sayuran yang mengililingi tubuh tumpeng dan biasanya terdiri dari dua tumpeng yang ditaruh saling membelakangi. Kemudian ada tumpeng robyong, yakni tumpeng yang ditaruh di dalam bakul dan di puncak kerucut diberi telur, bawang merah, cabai merah yang ditusuk seperti sate lalu ditancapkan di puncak kerucut. Filosofi lain yang menarik adalah filosofi berbagai rezeki. Di setiap acara, biasanya penyelenggara atau yang dituakan akan memotong ujung tumpeng. Ujung tumpeng kemudian disantap oleh si pemotong atau diberikan kepada hadirin yang lain. Biasanya yang dituakan. Setelah itu baru kemudian tumpeng disantap bersama-sama. Seremoni pemotongan puncak tumpeng ini merupakan perlambang dari penghargaan kepada yang lebih tua dan pertanda pemilik hajat ingin membagi rezeki serta kebahagiaan. Tidak heran kalau di 17 Agustusan, banyak yang membuat tumpeng dan merayakan kemerdekaan negeri ini dengan penuh makna. (yayat)

kabari: #6, august 2007 | 25


kabari: fotograďŹ

Ulang Tahun JAKARNAVAL kiri: Seluruh Unsur budaya Betawi tampil dalam pesta Jakarnaval 2007 termasuk Ondel-ondel bawah: Penonton tumpah ruah memadati Jl. Jend Sudirman dalam pesta Jakarnaval memperingati HUT kota Jakarta ke 480

26 | kabari:


Jakarta ZINADINE ZIDANE DI JAKARTA kanan: Jalan Jendral Sudirman disulap menjadi lapangan futsal dalam rangka menyambut Zinadine Zidane dan pemecahan rekor lapangan futsal terbanyak bawah: Zinadine Zidane mempertontonkan kebolehannya dalam eksibisi futsal di Jalan Jend Sudirman

kabari: #6, august 2007 | 27


kabari: parenting

Berbeda dengan Indonesia, anak-anak usia sekolah di Amerika Serikat mendapat jatah liburan yang cukup lama selama musim panas. Sekitar tiga bulan! “Mau diapain dan dikemanain anak-anak ini selama itu, ya?” ungkap Lusi, ibu dua anak lelaki kembar kelas 5 Elementary School di Daly City, California. “Saya pusing-pusing kalau tiap hari anak pada nonton kartun dan main video game mululu,” lanjutnya. Agar praktis dan tetap bisa bekerja, Lusi mengirimkan dua anaknya ke Summer Camp di sekolahnya. Selama summer camp, selain mempersiapkan diri untuk pelajaran di kelas yang lebih tinggi, anak-anaknya juga diajak main-main dan berolahraga. Lain lagi cerita Jerry, single dad yang tinggal di San Francisco. Bapak dua anak ini punya resep jitu mengatasi libur musim panas putra-putrinya. Sejak anaknya kelas tiga dan cuma mengenal beberapa patah kata Bahasa Indonesia, pengusaha sibuk ini selalu mengirim dua anaknya berkunjung ke oma-opanya dan keluarga besarnya di Jakarta. “Sekali kirim, habis perkara,” ujarnya. Gara-gara kebiasaan inilah dua anak itu paling tidak sudah bisa bercakap-cakap dalam Bahasa Indonesia. Sekarang anaknya tidak hanya suka hotdog dan pizza, tapi jadi doyan bakso dan ketoprak. Selain les piano sampai renang, Natalia, ibu dua anak di Palo Alto, California, selalu mengirimkan putra-putrinya ke Summer Bible Camp. Di sana anak-anak tidak hanya diajak main game, tapi juga mengikuti pengajaran, menyanyi dan mengerjakan prakarya yang berkaitan dengan agama. Masih berurusan spiritual sang anak. Adjie, bapak satu anak kelas 4 SD, warga Indonesia yang tinggal di East Bay, California, sempat ketemu seorang ustad yang mengajar ngaji secara privat buat putranya selama summer. “Alhamdullilah, semoga anak saya mendapat dasar agama yang kuat sejak kecil,” tukasnya. Begitu banyak pilihan kegiatan selama summer buat anak-anak di Amerika. Ada program summer yang gratis, ada yang berbiaya ringan, ada yang ratusan dolar. Semuanya sedikit banyak

28 | kabari:

tergantung kondisi kantong dan kesediaan waktu orangtua. Karena kesibukan kerja, satu hal yang berharga mungkin agak diabaikan orangtua, yakni menikmati waktu bersama-sama anak selama summer. Lebih tepatnya, melakukan sesuatu bersama anak-anak, di mana orang tua terlibat aktif di dalamnya. Percaya atau tidak, hal-hal kelihatannya sepele buat orangtua. Tapi, bukan buat anak-anak anda. Di kemudian hari, bisa jadi ide-ide kecil ini membawa kenangan indah buat anda sekeluarga. Sepuluh Jalan Mengisi Summer Bersama Keluarga 1. Lakukan Aktivitas “Bertualang” bersama Anak Anda. Tergantung usia dan kebiasaan, kegiatan petualangan ini sungguh berbeda kadarnya untuk setiap orang dan keluarga. Dari bertualang seperti hiking di kerimbunan redwood tree di Big Basin, California, masuk ke Goa Cavern di Sequioia National Monument, merasakan menjadi penambang emas di Sutter, memanjat tebing di seputar Yosemite, main air bening di


[san francisco]

Danau Mendocino atau Russian River.Juga, kegiatan petualangan ringan bisa juga berupa main go-kart bersama anak, main mini golf, berjalan kaki menyusuri Golden Gate Bridge di SF. 2. Cobalah Sesuatu yang “baru” di Keluarga Anda. Bagaimana dengan berkemah (camping) bersama si kecil? Atau naik Recreation Vehicle? Kalau ide itu terlalu ekstrem buat anda, bukan masalah. Bisa saja anda mendirikan tenda di belakang rumah bersama si kecil. Bahkan, kalau anda sudah merasa nyaman, anda bisa mulai berkemah di kabin. Atau tinggal di motel atau hostel dekat pantai atau gunung sekitar anda tinggal. 3. Sisihkan Satu Malam Setiap Minggunya untuk Bertualang bersama Keluarga Nonton film layar lebar atau Imax bersama anakanak, Pergi ke planetarium melihat bulan dan bintang, atau bahkan mendatangi Twin Peak untuk melihat pemandangan malam pencakar langit di San Francisco. Bisa juga mendatangi tempattempat tinggi lainnya. 4. Piknik Kilat bersama Keluarga Carilah tempat piknik terdekat dan ikut sertakan anak anda menyiapkan perbekalan piknik yang akan disantap bersama.

Bersamalah anak anda meminjam buku di perpustakaan umum. Bisa juga anda membeli buku-buku bacaan selama Summer buat anak-anak anda. Kalau anak anda pembaca pemula, anda bisa bersamasama membaca dengan anak anda. Bila anak anda pembaca mahir, ajak anak anda menceritakan apa yang dibacanya. 10. Menjadi Sukarelawan di Indonesian Day atau Acara Kemasyarakatan Lain Indonesian Day biasanya diadakan sekitar bulan Agustus di kota-kota besar Amerika Serikat, dimana terdapat komunitas Indonesia yang cukup besar. Kegiatan ini umumnya disponsori KJRI/KBRI setempat. Berhubung Agustusan, acara ini dibuat oleh, dari dan untuk masyarakat Indonesia. Tidak ada salahnya anda sekeluarga ikut ber-volunteerria dalam acara ini dan acara-acara komunitas lainnya. Melalui ini, paling tidak anda mengajar putraputri anda adalah penting untuk secara sosial peduli dan berpartisipasi dalam masyarakat tempat kita tinggal. Selamat Menikmati Musim Panas bersama Keluarga! (magenta)

5. Menata Foto-foto Lama; Proyek Foto Keluarga Sebagian anak amat menyukai kegiatan ini, apalagi menata foto-foto lama di scrapbook. Summer adalah saat tepat untuk merajut kenangan manis dalam keluarga anda. Melalui kegiatan ini, anak menjadi tahu sanak keluarga lainnya. 6. Kunjungi Museum, Kebun Binatang, Aquarium bersama-sama Luangkan waktu khusus bersama anak anda menikmati ciptaan alam lainnya. Anda bisa membeli kamera sekali buang. Mintalah dia untuk membikin proyek foto setelah kunjungan berakhir. 7. Jalan-jalan dan Makan ke Restoran Eksotik Percaya atau tidak, orang sering berkunjung ke restoran favoritnya saja. Summer adalah waktu paling tepat untuk melakukan petualangan gastronomik bersama anak anda. Kota-kota besar seperti San Francisco dan Lot ts Angeles penuh dengan restoran etnik yang makanannya “tidak biasa” dan “masih cocok” buat anak anda. 8. Belajar Naik Sepeda sampai Belajar Memancing Semua kegiatan luar rumah ini cocok dipelajari selama summer. Dan orang tua tidak harus menjadi ahli untuk mengajari putra-putrinya naik sepeda atau memancing ikan. 9. Ke Perpustakaan atau ke Toko Buku

Business Directory

Gratis daftar nama bisnis Anda? kabari: #6, august 2007 | 29 Klik Business Directory di www.KabariNews.com


kabari: kesehatan

Terapi Stem Cell,

Menyembuhkan Berbagai Penyakit Berat

foto: wikipedia.org

Sebelumnya saat berumur enam bulan, Keonne terdeteksi menderita sickle cell, suatu penyakit genetis yang menyerang darah. Penderita penyakit ini mengalami penyumbatan aliran darah yang disebabkan perubahan bentuk sel darah. Sel darah normal berbentuk seperti cincin. Sementara pada penderita sickle cell, sel darah menjadi seperti sabit (sickle), sehingga “nyangkut� di saluran darah lalu membuat sumbatan. Ibu Keonne, Leslie Penn, tak pernah putus berdoa agar Tuhan memberikan kesembuhan pada anaknya. Pada 1988 doa Leslie Penn seakan terjawab saat seorang dokter ahli dari Universitas Pittsburgh, Dr Andrew Yeager menawarkan sebuah metode pengobatan lewat stem cell. Leslie Penn segera menerima tawaran itu mengingat segala pengobatan telah dijalani anaknya tapi tak satupun membuahkan hasil yang menggembirakan. Keonne kemudian disuntik dengan darah tali pusat. Dalam beberapa minggu terlihat hasil yang sangat luar biasa, tipe sel darahnya berubah menjadi B sama dengan tipe darah yang disuntikkan. Dalam tempo setahun ia dinyatakan bebas dari penyakit sickle cell. Apa itu Stem Cell? Terapi stem Cell atau sel induk mulai ditemukan pada penelitian yang dilakukan pada 1963. Penelitian ini dilakukan ilmuwan Kanada, Ernest A McCulloh dan James E Till. Sel induk merupakan sel yang belum terdiferensiasi atau sel awal mula

30 | kabari:

Namanya Keonne Penn, usianya baru 12 tahun. Di saat anak-anak seusianya bermain dan beraktivitas, Keonne hanya terbaring di ranjang ditunggui ibunya. Ia menderita stroke sejak usia 5 tahun. yang dibawa oleh makhluk hidup. Sel ini berpotensi terdiferensiasi menjadi sel baru dan menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Jadi bila kita terluka, maka sel ini segera bertindak dan menggantikan sel-sel mati dari luka tersebut. Kegunaan sel induk atau stem cell bagi dunia kesehatan adalah, dapat menyembuhkan penyakit-penyakit berat semacam leukemia, bermacam anemia dan myeloma. Tak kurang 72 jenis penyakit dapat disembuhkan melalui stem cell. Stem cell juga berpotensi menyembuhkan penyakit degeneratif macam parkinson, stroke atau jantung. Ini dimungkinkan karena sel induk merupakan sel awal mula yang membentuk sel-sel pada organ tubuh manusia. Sel inilah yang berdiferensiasi menjadi sel matang seperti sel otot jantung, sel saraf, sel pankreas dan lain-lain. Darah Tali Pusat Sel induk dapat diperoleh lewat transplantasi. Ada dua jenis yang umum dan dikenal masyarakat. Transplantasi sel induk sumsum tulang belakang dan transplantasi sel induk darah tali pusat. Dari kedua jenis tersebut transplantasi sel induk darah tali pusat lebih populer. Dibanding pengambilan sel induk sumsum tulang belakang, sel induk darah tali pusat memiliki beberapa kelebihan. Pertama, bebas dari risiko dan rasa sakit ketika pengambilan, karena tidak memerlukan operasi. Cukup mengambil darah dari tali pusat sesaat


[jakarta]

setelah ibu melahirkan. Kedua, mudah dan siap kapan saja digunakan. Sel induk dapat disimpan lama di dalam kulkas cyrogenis bersuhu 180 derajat Celcius. Ketiga, rendah risiko komplikasi pasca pengambilan sel. Keempat, soal kecocokan, tranplantasi sel sumsum tulang belakang setidaknya memerlukan kecocokan enam HLA (Human Leukocyte Antigen) atau surface antigen antara pendonor dan pasien. Sementara sel induk cukup memerlukan kecocokan 3 HLA saja, dan itu sudah ada pada setiap orang, karena setiap anak yang lahir memiliki 3 HLA dari masing-masing orangtuanya. Bank darah tali pusat saat didirikan di Indonesia oleh PT Cordlife Indonesia. Perusahan patungan antara PT Kalbe Farma dan PT Cordlife International Singapore ini menyelenggarakan penyimpanan sel darah tali pusat. Biaya untuk pengambilan sel sebesar 1.400 dollar Singapura. Untuk penyimpanan sel darah tali pusat dikenakan 250 dollar Singapura pertahun.

Dari sekian banyak orang Indonesia yang mengikuti metode stem cell, tercatat nama artis Maya Rumantir. Sesaat setelah anak perempuannya yang diberi nama Kristamya Kiara Oliveralda Tiurnauli Hutasoit lahir, Maya Rumantir segera menyetujui tawaran

dari rumah sakit untuk ikut dalam program terapi stem cell. “Bila melihat manfaat yang kita dapat dari terapi sel induk ini, biaya menjadi tidak begitu penting, kerabat atau famili saya juga bisa menggunakan sel darah tali pusat dari anak saya ini,� katanya berseri-seri sembari memperlihatkan foto

anaknya yang lucu dan sehat. Sel darah tali pusat ini dapat disimpan selama puluhan tahun. Bila ada keluarga, kerabat atau famili yang memiliki penyakit yang berkaitan dengan darah seperti leukemia atau talasemia, melalui stem cell ini penyakit tersebut dapat disembuhkan. (yayat)

kabari: #6, august 2007 | 31


Back to Apartment

[jakarta]

Pola hidup penduduk metropolitan di dunia umumnya memiliki tipikal dan gejala yang sama, yakni memilih tinggal di tengah kota agar akses mereka menuju kantor atau tempat-tempat bisnis menjadi mudah dan tidak memakan waktu. Orang kemudian mulai mencari tempat tinggal yang bisa menjawab semua kebutuhan itu dan pilihannya jatuh pada apartemen. Apartemen adalah pilihan yang logis, selain karena lokasinya yang biasanya dekat dengan pusat perkantoran atau jalur transportasi, apartemen dapat juga dianggap sebagai sebuah investasi. Gejala ini kemudian dilihat oleh Agung Podomoro Group, kongsi properti mapan di Indonesia sebagai sebuah peluang bisnis. Dengan label promosi Back to The City, mereka kemudian membangun apartemen-apartemen di tengah kota, dengan pangsa menengah dan premium. Proses alami sebuah kota menjadi kota metropolitan biasanya dimulai dengan penduduknya terus bertambah tetapi lahan tetap alias terbatas. Kemudian penduduk kota mencari alternatif tempat tinggal di daerah pinggiran atau di kota-kota satelit. Selama beberapa waktu mereka yang tinggal di pinggiran terpaksa bolak-balik ke tengah kota untuk melakukan aktivitas. Lama kelamaan seiring padatnya arus bolak-balik tersebut ditambah infrastruktur yang juga kurang menjawab kebutuhan, orang mulai berpikir untuk kembali ke kota karena mulai lelah menghabiskan waktu berjam-jam untuk sampai ke kantor. Apartemen Murah Ketika gejala penduduk kota yang ingin kembali ke tengah kota muncul itulah Agung Podomoro membangun apartemen murah Mediterania Garden I di bilangan Tanjung Duren. Dengan harga Rp 150 juta, apartemen tersebut terjual habis dalam 3 bulan. Saat ini tak kurang tujuh apartemen yang menjadi andalan Agung Podomoro untuk menyokong program Back To The City, ketujuh apartemen itu mereka sebut The “Magnificent Seven”.

32 | kabari:

Agung Wirajaya, Marketing Development General Manager, Agung Podomoro Group mengungkapkan, “ Back To The City dari Agung Podomoro Grup berusaha mengakomodir keinginan penduduk yang ingin kembali ke kota, salah satunya adalah Thamrin Residence,” ujarnya ketika Kabari menyambangi kantornya. “Thamrin residence ini jaraknya hanya ratusan meter dari bunderan HI, ikon kota Jakarta, dan dekat dengan jalur transportasi kota, sehingga memudahkan penghuninya untuk melakukan berbagai aktifitas tanpa kuatir traffic jam,” katanya lagi menambahkan. Ketika ditanya apakah apartemen ini tergolong apartemen murah, Agung menjawab diplomatis, “Thamrin residence ini pangsa pasarnya adalah middle, kalau untuk premium kita punya The Peak Sudirman yang baru selesai dibangun.” Gaya Hidup Tinggal di apartemen saat ini bukan lagi sebuah gaya hidup, tetapi sebuah kebutuhan. Kebutuhan ini muncul karena bila tinggal suburb atau daerah pinggiran kota memerlukan waktu berjam-jam untuk beraktivitas di pusat kota. Dan itu sangat tidak efisien. Penduduk Kota New York atau Kuala Lumpur misalnya, saat ini sudah mengalami yang namanya Back to the City itu. “Apa yang dialami oleh New York atau Kuala Lumpur tersebut saat ini baru terjadi di Jakarta, perlahan tapi pasti Jakarta akan menjadi kota seperti itu, hanya tinggal tunggu waktu,” kata Agung optimis. Agung juga menambahkan, “Saat hal itu terjadi, orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri atau mahasiswa-mahasiswa baru lulus yang telah terbiasa hidup di apartemen di luar negeri tidak kaget lagi.” (olva yayat)


kabari: #6, august 2007 | 33


kabari: properti

[san francisco]

Properties dalam Foreclosure Bisa Dibeli Sebelum, Ketika dan Sesudah Foreclosure

Sebelum menjelaskan tentang foreclosures, ada baiknya kita mengerti prosesnya. Foreclosures adalah satu situasi ketika pemilik rumah sudah tidak bisa membayar angsuran (cicilan) bulanan dan bahkan mungkin sudah tidak membayar sampai dua atau tiga bulan. Biasanya pemberi pinjaman (bank) akan mengirim notice of default. Notice of default adalah satu surat resmi dari bank yang menyatakan bahwa pemilik harus membayar utang (angsuran/cicilan) bulanannya. Kalau tetap tidak membayar, bank akan melelang dalam waktu 90 hari. mengapa disebut surat resmi dari bank, karena Notice of default diumumkan kepada publik, melalui surat kabar umum Biasanya investor menyebutnya sebagai preforeclosure karena ini adalah periode sebelum rumahnya dilelang. Pada umumnya, waktu preforeclosure adalah waktu tepat untuk membeli rumah dengan penawaran yang baik untuk pembeli dan penjual. Harga akan lebih murah dibanding harga pasaran rumah. Hal ini terjadi karena pada waktu dilelang, pembeli harus mengeluarkan uang kontan (cash) sesuai dengan jumlah pinjaman yang diminta. Jadi kalau di California bisa ratusan ribu dolar dan tidak semua orang punya uang sebesar itu. Pembeli harus prihatin dengan peraturan perundang-undangan California Civil Code 1695. Karena kalau salah, bisa jadi rumah yang dibeli kembali lagi kepada pemilik rumah dan bahkan juga bisa masuk penjara. California Civil Code 1695 adalah undang-undang untuk menghindarkan diri dari investor-investor yang sangat merugikan pemilik yang sedang susah. Kalau pembeli bukan investor tapi akan tinggal di rumah tersebut, maka pembeli tidak harus kha-

34 | kabari:

watir dengan California Civil Code 1695. Untuk mengerti apa isi dari California Civil Code 1695, anda bisa klik www.KabariNews.com/?2061 Pembeli juga harus prihatin pada posisi dari pinjaman. Biasanya pinjaman uang bisa menjadi prioritas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jadi posisi dari uang pinjaman ini penting.Pada umumnya prioritas dari pinjaman uang tergantung kapan tercatat di county recorder ofďŹ ce. Setiap wilayah ada County Recorder. Jadi sebelum membuat penawaran, pembeli harus mencari tahu dulu. Setelah 90 hari sejak notice of default, maka pemilik akan menerima satu notice, yang bernama notice of trustee sale. Pemilik diberi waktu dua (2) minggu untuk menyelesaikan pembayaran. Kalau tidak dilakukan, rumahnya akan dilelang. Investasi di foreclosure bisa menghasilkan banyak keuntungan, tapi juga bisa sangat banyak risiko terutama untuk pembeli yang tidak berpengalaman. Untuk pemilik yang di dalam foreclosure masih ada jalan untuk keluar kalau masih ada waktu. Lebih dekat ke waktu lelang lebih susah untuk mencari jalan keluar. Salah satu solusi adalah untuk bicara dengan peminjam/banker. John Oei, Real Estate Broker sejak 1984, pemilik Intero Real Estate di San Francisco dan supervised lebih dari 37 agents. John Oei juga menerima designation sebagai certified Short Sale Specialist, Certified Pre-Foreclosure Specialist, Certified Negotiation Expert, Certified Mortgage Planning Specialist. Kalau ingin investasi di short sale atau foreclosure atau mau lebih tahu bagaimana cari solusi dari foreclosure, hubungi John Oei di John@ThinkApril. com.


www.KabariNews.com

kabari: #6, august 2007 | 35


kabari: edukasi

Challenge Learning Center Program Kepemimpinan dan Kepribadian bagi Remaja Problematik

Istilah ABG atau anak baru gede sudah tidak asing lagi bagi kita. Anak-anak yang mulai menginjak usia 13 tahun, biasanya menjalani transisi yang boleh dibilang paling kompleks dari hidup seorang remaja. Banyak perubahan ďŹ sik dan psikologi terjadi pada periode ini. Kita orang dewasa boleh dikatakan mengerti akan sifat dan perilaku para remaja, karena kita telah melewati masa itu. Tentu saja para orangtua kebanyakan merasa mengenal sekali cara berpikir dan tingkah laku anak-anak mereka yang sudah menginjak remaja. Tetapi pada zaman modern ini, remaja mengalami perkembangan yang jauh lebih pesat dari remaja tahun 80-an atau bahkan 90-an. Dengan tersedianya teknologi Internet, canggihnya perkembangan telepon selular dan video games, dunia fesyen yang semakin aneh, hiburan musik dan ďŹ lm asing yang sudah semakin marak dan berani, membuat anak-anak zaman sekarang berpikiran lebih matang. Selain itu juga, melihat gaya hidup dan norma modern para artis atau selebritis internasional sebagai panutan sudah tidak asing lagi. Apalagi dengan adanya isu

36 | kabari:

sosial seperti narkoba, depresi remaja, penyakit akibat seks bebas, geng perkelahian remaja dan penggunaan pistol, yang zaman dulu masih dibilang tabu, sekarang boleh dibilang lebih banyak. Terekposnya isu-isu seperti ini tentu saja memberi pengaruh yang besar terhadap cara pikir dan perilaku remaja, karena mereka pada umumnya masih labil secara psikis, dan lebih mudah terpengaruh dari kita orang dewasa. Pencegahan dari usia dini sangatlah penting. Hubungan keluarga yang erat dan harmonis, lingkungan dan budaya normal beragama, dan tentu saja pendidikan adalah fondasi pembentukan karakter yang kuat terhadap remaja. Apalagi jika ditambah dengan aktivitas sehat di luar sekolah, ketika anak remaja bisa menambah pengetahuan sambil bersosialisasi dengan orangorang baru selain keluarga dan teman sekolah. Aktivitas setelah sekolah selesai seperti main bola basket, les tari balet, atau kursus karate, sangat umum dan banyak dijalani anak-anak dan remaja. Tetapi bagaimana dengan para remaja yang tidak punya ketertarikan dengan olahraga dan merasa kurang percaya diri? Atau bagaimana dengan mereka yang punya masalah pribadi yang cukup serius karena datang dari keluarga broken home? Yang akhirnya menjadi target mudah tekanan pergaulan atau di Amerika istilahnya peer pressure. Nah, di Amerika isu remaja problematik merupakan suatu fenomena

yang besar dan salah satu problema serius di mana pemerintah dan warga telah lama bekerja sama untuk memberantas dan menguranginya. Terbukti dengan terjadinya penembakan fatal di sekolah dan kampus, kehamilan remaja, penggunaan dan ketergantungan narkoba, depresi remaja, anorexia dan bulimia, geng perkelahian, dan juga penyakit seks bebas. Maka, di Amerika banyak sekali organisasi atau klinik pemerintah maupun organisasi non-proďŹ t yang memberikan pelayanan dan pertolongan bagi remaja yang masuk dikategori tersebut. Organisasi dan klinik Bagaimana penuturan anak remaja yang telah mengikuti program CLC: “Saya malas sekali dan tidak pernah mengikuti pelajaran di kelas 1 SMP. Seringkali saya bolos sekolah hanya untuk mabuk atau mengisap ganja, atau hanya diam di rumah menonton TV sepanjang hari. Ketika penasihat di sekolah menganjurkan saya untuk mengikuti program di CLC, kedengarannya membosankan. Tapi kenyataannya tidak, saya diberi kesempatan untuk menjadi ketua tim dan sukses membangun seluruh grup saya untuk bekerja sama. Pengalaman yang sungguh berharga dan saya merasa menjadi orang yang keren.â€? -Manuel, 13 tahun, warga East Palo Alto


[san francisco]

ini kebanyakan melayani para remaja yang telanjur bermasalah, dan kadang sudah sulit untuk disembuhkan. Oleh sebab itu, pencegahan merupakan suatu hal yang patut kita terapkan kepada anak. Di Bay Area, tepatnya di area San Jose, ada sebuah organisasi non-profit yang menawarkan program pelatihan fisik dan rohani dirancang khusus untuk pencegahan remaja problematik. Nina Jusuf, aktivis Indonesia yang sudah berdomisili di Amerika selama 20-an tahun ini adalah Direktur Eksekutif Challenge Learning Center. CLC mendidik anak muda untuk menghadapi tantangan hidup dan mengajarkan bagaimana cara menyelesaikan masalah melalui strategi, motivasi, kerjasama, dan penggunaan fisik. Ketika ditanya alasan mengapa organisasi yang didirikan tahun

“Setiap kali selesai pertemuan dan pelatihan, saya selalu merasa puas dan punya harapan untuk masa depan. Program di CLC telah memberikan saya harapan untuk bisa melewati hari-hari sekolah dan menghadapi tantangan hidup. Para teman sebaya di CLC dan para pembimbing benar-benar memberikan waktunya untuk mendengar dan memberikan perhatian. Mereka tahu apa yang telah terjadi dalam hidup saya.” -Ginnie, 17 tahun, warga Palo Alto

1991 ini memakai cara tersebut untuk pencegahan dini, Nina yang pernah bertugas di SF WAR (San Francisco Women Against Rape) dan Asian Women’s Shelter ini menegaskan, “Anak remaja perlu bereksperimentasi dan mengambil resiko dalam hidupnya. Karena jika mereka merasa terlantar dan terisolasi, tidak dimengerti dan kurang dihargai, besar kemungkinan mereka akan mencoba bereksperimentasi dengan hal-hal yang tidak sehat dan beresiko tinggi seperti narkoba, minuman keras, penggunaan senjata, dan seks.” Ia juga menambahkan bahwa programprogram di CLC memiliki atmosfer lingkungan yang sangat mendukung, di mana pengambilan resiko yang sehat bagi para anak remaja itu sangat dianjurkan melewati aktivitas fisik dan rohani yang positif. Sejauh ini, CLC telah terbukti memberikan lebih dari 20,000 anak SMP dan SMA pengalaman yang berharga yang telah mengubah hidup mereka. Para anak remaja ini datang dari latar belakang ekonomi dan ras yang berbeda-beda. Nina yang berdarah Jawa ini menuturkan, “Sebelum berpartisipasi dengan CLC, kebanyakan dari mereka belum pernah mengalami kesempatan untuk membuktikan keberanian dan kepimpinan mereka dengan cara yang aman, dan menggunakan aktivitas secara fisik. Salah satu contoh tantangan fisik yang mereka tawarkan kepada anak-anak itu adalah jalan di sebuah jembatan kabel di atas 30 meter dari tanah, atau belajar untuk melempar bola kepada 12 orang dalam 3 detik. Tujuan dari program fisik ini adalah agar para remaja mengeluarkan tenaga dalamnya, menambah rasa percaya diri mereka, dan belajar untuk menolong diri mereka dengan cara

menolong sesamanya. Suatu saat mereka akan memakai keahlian penting ini pada masa hidupnya.” CLC menawarkan 3 macam level program pelajaran: • Pembentukan Komunitas Program ini dirancang khusus per grup, di mana para anak remaja dilatih untuk membuat keputusan, mengambil risiko, kerjasama, komunikasi, dan membangun kepercayaan diri dan sesama. • Hubungan Sesama Kawan Sebaya Anak remaja diberikan satu hari ekstra pelatihan selama mereka belajar untuk memimpin teman sebayanya melalui beberapa aktifitas pembentukan tim. Mereka yang diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin akan meraih peningkatan untuk bertanggungjawab dan bisa menjadi panutan yang positif oleh sesama teman sebayanya. • Kepimpinanan Belia dan Pelayanan Masyarakat Di sini para anak remaja belajar kursus yang intensif tentang kepemimpinan, pidato publik, teknik pemudahan dan pemecahan masalah. Bekerja sama dengan organisasi dan klinik sosial, mereka diberikan kesempatan berpraktik teknikteknik tersebut dengan cara melakukan pelayanan sosial terhadap warga masyarakat, memberikan pidato sosial terhadap organisasi masyarakat, dan menjadi pembimbing dan penasihat murid untuk CLC. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kontak Nina Jusuf di nina@challengelearning.org (inna)

kabari: #6, august 2007 | 37


kabari: edukasi

Children Discovery Museum,

Bermain Sekaligus Belajar

KETIKA liburan musim panas di Amerika tiba, biasanya para orangtua biasanya mengajak anak-anak berbondong-bondong pergi ke taman wisata, kebun binatang, atau menyegarkan diri di wisata kolam renang. Tapi jika anda ingin membawa anak-anak ke suatu tempat agar mereka bisa bermain sambil belajar, Children Discovery Museum adalah tempat hiburan yang pas. Di sini anak-anak bisa melihat, berinteraksi, dan mempelajari berbagai macam pengetahuan tentang perkebunan, seni kerajinan tangan dan musik, pengetahuan ilmiah metafisika dan kimia, berbisnis makanan, metode pos dan giro. Bahkan perbankan. Tentu saja semua program hiburan pengetahuan ini disesuaikan dengan level perkembangan anak-anak dari kalangan usia balita sampai remaja. Orangtua pun juga bisa menikmati eksibisi di museum yang berlokasi di kota San Jose ini, sekitar 45 menit dari kota San Francisco. Museum yang didesain oleh arsitek Ricardo Legoretta asal Mexico City ini, mempunyai tujuan sebagai pusat pengetahuan dan pelajaran bagi anak-anak, keluarga, dan sekolah. Selain itu juga, museum ini merancang program dan eksibisi dengan cara berpegang erat dengan filosofi mereka, yaitu untuk melayani kebutuhan pengeta-

38 | kabari:

• Kids’ Garden

huan anak-anak melalui interaksi dengan dasar yang kuat. Contohnya mengajak mereka untuk bereksplorasi dan berkreatifitasi melalui sentuhan, manipulasi, dan ekseperimentasi.

Di sini anak-anak bisa bereksplorasi dengan berbagai macam bunga dan tumbuh-tumbuhan. Mereka juga bisa mempelajari cara bertanam buah-buahan dan sayuran.

Semenjak pembukaannya, Juni 1990, museum ini selalu mendirikan eksibisi dan program baru setiap tahun. Dengan suasana yang unik, anak-anak bisa beraktif untuk membentuk hubungan yang erat dengan keluarga, masyarakat, dan pengetahuan. Di bawah ini adalah berbagai macam program dan eksibisi yang ditawarkan oleh Children Discovery Museum.

• Art Loft - Art Gallery Galeri dan studio seni untuk anakanak. Di sini mereka bisa mempelajari dan berkreativitas seni lukis dan kerajinan tangan. Program ini dirancang bagi anak-anak usia 4 tahun sampai 10 tahun.

• Kids’ Bank Eksibisi ini disponsori oleh Bank Wells Fargo, di mana anak-anak mendapatkan ilmu perbankan seperti pendapatan bunga dari menanam uang deposito hingga cara pengeluarannya. Juga ilmu pasang surut bursa uang zaman dulu dengan menggunakan mesin tradisional seperti engkol, pedal dan pengangkat roda.

• The Lee and Diane Brandenburg Theater and The Cadence Amphitheater Sebuah forum teater tempat anak-anak bisa menyaksikan dan mempelajari cara memproduksi sebuah pertunjukan teater drama, opera, dansa, dan pantomim.

• Current Connections Eksibisi tempat anak-anak


[san francisco]

bisa menggali ilmu listrik dan energi, persisnya bagaimana cara menghasilkan aliran listrik dengan menggunakan tenaga manusia, yang akhirnya didistribusikan untuk menjadi berbagai macam bentuk energi.

• Children Pizza Kitchen Dapur yang khusus didesain untuk anak-anak ini menawarkan cara pembuatan dan pengantaran pizza, yang terbukti salah satu makanan favorit anakanak di Amerika. Di sini mereka bisa mengetahui aspek-aspek penting dari sebuah pizza, yaitu mengukur berat, bentuk, tekstur, dan serta bumbu-bumbu.

• Streets Anak-anak di eksibisi ini bisa bereksplorasi dengan penge-

Classified

tahuan tata kota seperti suara-suara, hiruk-pikuk dan lampu-lampu lalu-lintas. Di sini juga anak-anak mempelajari sistem bagaimana pemerintah melayani masyarakat, yaitu melalui organisasi-organisasi seperti polisi lalu-lintas dan ambulans.

• Children Postal Office Kantor Pos eksibisi anak-anak. Di tempat ini mereka bisa berpraktik dan mempelajari sistem pos dan giro, dari perangko sampai pengantaran surat. Eksibisi ini didukung oleh kantor pos dan giro kota San Jose.

• Bubbalogna

gelembung sambil mempelajari dan bereksplorasi pengetahuan ilmiah, fenomena dan prinsip cara pembuatan gelembung di eksibisi yang menarik ini.

• Secrets of Circles Misteri bentuk lingkaran esksibisi yang khusus dirancang bagi anak-anak usia 4 tahun sampai 10 tahun. Di sana para anak kecil mendapatkan pengetahuan fenomena bentuk lingkaran yang boleh dibilang bentuk yang paling populer dipakai oleh manusia untuk menciptakan sebuah benda atau makanan, seperti ban mobil dan tentu saja pizza. Anda tertarik untuk mengunjungi museum ini? Silakan anda ke situs mereka untuk informasi lebih lanjut di www.cdm.org.(inna)

Anak-anak bisa bermain dengan

Gratis Iklan Baris untuk Jual/Beli Barang? kabari: #6, august 2007 | Klik Classified di www.KabariNews.com

39


kabari: gaya hidup

REPUBLIK Mimpi. Hmm... di sebelah mananya Republik Indonesia, ya? Oh, bukan. Republik Mimpi adalah sebuah parodi politik siaran televisi swasta Indonesia yang sedang beken belakangan ini.

Republik Mimpi,

“Saturday Night Live” ala Indonesia? Maret lalu pamornya makin naik gara-gara ancaman somasi Menteri Komunikasi dan Informasi, Sofyan Djalil, yang menuduh bahwa komedi satire produksi Kantor Berita News Dot Com ini menyajikan pendidikan politik negatif. Gertak Pak Menteri ini di era pers terbuka ini segera saja menyulut polemik beberapa minggu di berbagai media Indonesia. Singkatnya, belum genap sebulan, sang Menkominfo mengatakan bahwa pernyataan itu hanyalah wacana pribadi saja, bukan diskursus sebagai menteri. Dan programa Metro TV yang banyak nyentil urusan pemerintah ini jalan terus. Masih penasaran? Namanya juga republik, tentu saja ada ibukota negara dan presidennya. Jangan kaget. Ibukota negaranya bernama Yaharta. Presiden Republik Mimpi berinisial SBY. Lho, kok mirip presiden RI sekarang? Jangan salah dulu. SBY satu ini kependekan nama Si Butet Yogya. Siapa ge-

40 | kabari:

rangan? Tidak lain tidak bukan, inilah Impersonator Indonesia kelas wahid, Butet Kertarajasa. Bukan kebetulan jika produser acara serius tapi kocak ini menaruh Butet sebagai bintangnya. Semula orang mengenalnya sebagai artis berbakat yang jago menirukan gaya dan suara penguasa Orde Baru dalam pentas teatrikal. Seperti Soeharto asli, suaranya berat dan sering-sering mengucapkan “semangkin”, “daripada” dan “ken”. Bukannya ketakutan, orang malah ketawa terpingkalpingkal karena banyak celoteh plesetan dalam penampilan solonya. Bahkan, ring-tone telepon genggam bersuara Soeharto eh Butet-pun bisa diakses lewat internet. Dalam Republik Mimpi, Butet tampil kalem berwibawa. Lewat gerak-gerik tangannya sewaktu bicara, tutur katanya yang ditata-rapi, tanpa kacamata dan memakai kopiah, SBY tampil meyakinkan menuruti sosok

SBY asli yang kabarnya serba hati-hati. Beberapa figur meramaikan Republik Mimpi. Sebagai pengimbang SBY yang konon banyak diam, ada Wakil Presiden Republik Mimpi yang initialnya JK. Lho, kok serupa dengan Wapres RI sekarang? Jangan salah sangka dulu. Itu singkatan dari Jarwo Kuwat! Mungkin sesuai sosok aslinya, JK yang diperankan Sujarwo inilah yang terus cuap-cuap dengan Bahasa Indonesia yang gado-gado dengan Bahasa Inggris. “That’s right, brother,” ujarnya berkalikali dalam show. Menyusul JK, ada juga Gus Pur. Meniru Gus Dur, dr Handoyo terlihat benar-benar menjiwai sosok yang dianggap Guru Bangsa ini. Duduknya sambil sedikit tidur dengan kepala jatuh ke kiri, berkacamata coklat, memakai kopiah dan batik. Tak ketinggalan, kalimat Gus Dur yang terkenal, “Ah, begitu aja kok repot”.


Selain Gus Pur, kadang-kadang keluar juga sosok mantan Presiden Republik Mimpi yang penampilan luarnya persis seperti Soeharto (menjadi Suharta), BJ Habibie (menjadi BJ Habudi) dan Megawati (menjadi Megakarti). Republik Mimpi dikemas dalam acara semacam talk show. Biasanya SBY, JK, Gus Dur dan bintang lainnya duduk di meja panelis. Di meja yang sama, tampil juga Dik Pendi sebagai Penasihat Komunikasi Politik. Inilah dia Effendi Gazali, penggagas dan aktor intelektual acara ini yang juga pakar Komunikasi Politik lulusan Belanda dan Amerika Serikat. Di seberangnya, ada penggembira acara termasuk Anya Dwinov (Sekretaris Presiden Republik Mimpi), Olga Lidya (Utusan Khusus Presiden Masalah Kebuntuan) dan Iwel Wel (Orang Dalam Istana). Begitu acara dibuka, hymne Republik Mimpi dinyanyikan. Isi lagu intinya mengingatkan bahwa setiap orang, termasuk pejabat, hanyalah manusia biasa. Demi kebaikan semua, kritik selalu diperlukan. Apalagi di negeri yang dilanda keterpurukan. Selain para pemerannya, apa menariknya Republik Mimpi? Yang pasti menarik adalah isunya yang hangat dan aktual dibicarakan secara nasional. Mulai dari urusan kekerasan di IPDN, Reshuffle Kabinet, Lumpur Lapindo, sampai bocornya Ebtanas di Medan. Anda jangan bayangkan obrolan membosankan dan sangat serius untuk isu-isu berat ini. Tentu ada saja hal serius yang dipercakapkan. Tapi, namanya juga komedi, dari awal sampai akhirnya bumbu plesetan dan banyolan-nya terdengar di sana sini. Inilah bedanya Republik Mimpi dengan talk show murni

Cari jodoh??

Tsunami di Aceh. Bahkan, melalui SMS, orang bisa menyumbang anak-anak sekolah dasar di Yogyakarta yang gedung sekolahnya roboh. Bukan yang susah-sudah saja yang ditampilkan. Prestasi anak negeri yang sukses dalam Olimpiade Fisika dunia juga diketengahkan. Mengesankan, bukan? Bahkan, pejabat-pejabat Indonesia seperti Amien Rais, Gubernur Sutiyoso masuk dalam Republik Mimpi. Amien Rais sempat diwawancara secara blak-blakan tentang dana pemilu. Bang Yos sempat kaget juga ada “kembarannya” yang datang di acara Republik Mimpi. Bahkan, sempat senyum-senyum karena fotonya semasa pacaran sempat ditampilkan.

lainnya. Diskusi dalam Republik Mimpi juga tidak terjadi searah. Tapi seringkali interaktif, karena peserta yang biasanya mahasiswa mahasiswa berbagai perguruan tinggi diberi kesempatan untuk bertanya dan mengomentari pernyataan para petinggi Republik Mimpi, Pakar masalah atau korban permasalahan yang diundang dalam acara. Tambah seru lagi ada nyanyian dan band pengiring sesuai tema hari itu. Dengan gayanya yang unik, Republik Mimpi dalam beberapa episodenya langsung melakukan liputan dan wawancara dengan korban suatu peristiwa. Bisa saja anda menyebutnya sebagai usaha melakukan perubahan sosial. Sebagai misal, SBY sempat menginap di tengah Lumpur Lapindo dan langsung bertemu dengan korban pasca

Menonton adegan-adegan Republik Mimpi di Youtube mengingatkan penulis akan “Saturday Night Live” di televisi Amerika. Dalam komedi yang munculnya memang Sabtu Malam ini, banyak politisi Amerika yang masih menjabat dijadikan bahan bulan-bulanan. Salah satu aktor SNL yang ngetop adalah Will Ferrel. Seniman serba bisa ini dapat menirukan Presiden Bill Clinton maupun Bush dengan pas. Bahkan, aksi teatrikalnya kadang berlebihan. Kalau ada yang berkomentar bahwa Republik Mimpi itu masih sopan atau hanya 10 persen saja banyolannya, barangkali itu ada benarnya. Yang jelas Republik Mimpi memang bukan SNL. Sama-sama komedi satir, tapi jelas style dan suguhannya berbeda. Republik Mimpi munculnya saja tiap Minggu malam. Lewat kritik, semoga saja ada perubahan baik di Republik Mimpi eh Indonesia yang berusia 62 tahun. Jangan cuma BBM (Baru Bisa Mimpi).”Please dong ah,” kata JK. (magenta)

Klik www.KabariNews.com

kabari: #6, august 2007 | 41


kabari: unik

Ki Larry Reed, Dalang Bule Satu-satunya di AS

“Masyarakat Indonesia dan seni budaya Indonesia sangat memberikan saya inspirasi untuk menciptakan pertunjukan wayang kulit.”

MENJADI dalang adalah suatu profesi yang sudah tidak asing lagi di Indonesia, khususnya di Jawa. Ada dalang wayang kulit, ada juga dalang wayang golek. Selain tentunya wayang lain di luar itu, semisal wayang (kulit) Bali atau wayang (boneka) Potehi yang biasanya dimainkan saat Imlek. Profesi dalang biasanya diwariskan dan turun temurun. Walau sekarang sudah ada sekolah dalang dan orang bisa belajar mendalang walau leluhurnya bukan dalang. Namun yang boleh jadi tidak pernah disangka orang adalah adanya dalang bule. Benar, orang bule atau londo, kata orang Jawa, yang menjadi dalang. Londo (berasal dari kata Belanda untuk menyebut orang bule atau orang Barat) itu adalah Larry Reed yang berasal dari Amerika Serikat. Pria setengah baya yang menguasai lima bahasa ini telah menjadi dalang profesional lebih dari 30 tahun. Ia mendirikan rumah produksinya yang bernama Shadowlight Productions sekitar tahun 1972 ketika ia dan beberapa partnernya menawarkan kelas seni wayang kulit. Mulai dari cara mendalang, menciptakan plot untuk sebuah cerita, sampai teknik produksi wayang kulit. Larry Reed adalah dalang untuk wayang Bali. Tujuannya membangun rumah produksi ini adalah mendidik masyarakat untuk menyampaikan cerita dari seluruh dunia melalui seni wayang kulit. Dari hasil kerja kerasnya dan kerjasama dengan Gamelan Sekar Jaya -sebuah grup gamelan asal Bali berlokasi di Bay AreaShadowlight Productions telah mendapat penghargaan dua kali dari UNIMA/USA Citation for Excellence from the International Puppetry Association. Selain itu, organisasi yang bermurid dari anak kecil sampai orangtua ini juga pernah mendapat penghargaan

42 | kabari:

untuk nominasi Theatrical Design Award oleh American Theater Wing, sebuah organisasi perwakilan untuk Tony Awards. Yang membuat pertunjukan wayang kulit Larry unik adalah bagaimana ia menggabungkan cerita tradisional Bali dengan cerita dari negara lain, atau kisah modern. Contohnya seperti “The Wild Party”, sebuah puisi jazz yang digabungkan dengan cerita tradisional Bali. Atau cerita Karuk Indian yang berjudul “Coyote’s Journey”. Dan satu lagi, sebuah pertunjukan bernama “7 Visions”, cerita rakyat dari Meksiko. Selain itu, salah satu karyanya “The (Balinese) Tempest” adalah sebuah cerita karya William Shakespeare dalam versi Bali. Dan juga yang membuat dalang bule ini lain daripada yang lain adalah kefasihannya dalam berbahasa Bali—di setiap pertunjukan wayang kulitnya ia selalu berguyon dan berkomat-kamit layaknya seorang dalang, dan keterampilannya menghasilkan warna suara dan intonasi yang berbeda dengan bahasa Bali dan bahasa Inggris. Isi cerita, musik, dan berbagai macam karakter wayang adalah kreasi ia sendiri. Pria yang berdomisili di San Francisco ini belajar menguasai seni dalang wayang kulit di Bali. Larry yang semasa mudanya sering travel ke mancanegara, jatuh cinta dengan budaya Indonesia ketika ia mengunjungi Bali pada 1970, ketika ia pertama kali melihat pertunjukan wayang kulit. Pria yang fasih berbahasa Indonesia dan Bali, dan berlatar belakang pendidikan di dunia teater ini berguru kepada satu keluarga Bali, yaitu I Nyoman Rajeg, dan anaknya I Nyoman Sumandi. Sampai saat ini ia masih pulang pergi ke Bali berkunjung pada keluarga sang guru. Sekarang, di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan diri menjadi dosen dalang wayang kulit di University of Hawaii Menoa Department untuk periode 2007-2008, Larry Reed menyediakan waktunya untuk Kabari. Berikut kutipannya: Kabari: Anda telah menjadi dalang selama lebih dari 30 tahun, ketika anda pergi ke Bali tahun 1970, apakah anda tahu tentang seni wayang kulit?


[san francisco]

Larry Reed: Tidak, waktu itu adalah pertama kali saya melihat pertunjukan wayang kulit di Bali. Saya benar-benar takjub betapa indahnya seni wayang kulit, dan kagum dengan bagaimana orang Indonesia itu sungguh menghormati dan menghargai seni ini. Pada saat itu saya tidak menyangka bahwa saya akan mengenal budaya secantik Bali. Kabari: Pembimbing anda adalah I Nyoman Rajeg, dari mana anda tahu tentang mereka? Larry Reed: Saya tahu beliau dari putranya, I Nyoman Sumandi. Saya bertemu Pak Sumandi di Amerika, dia yang pertama kali mengajar saya berdalang. Akhirnya Pak Sumandi menyarankan saya untuk lebih mendalami ilmu dalang di Bali, berguru pada ayahnya, I Nyoman Rajeg. Sampai sekarang saya masih bekerjasama dengan keluarga mereka untuk pertunjukan di Indonesia, Amerika, dan negara lainnya. Kabari: Pertunjukan anda selalu diiringi musik gamelan Bali oleh Gamelan Sekar Jaya, sudah berapa lama anda mengenal mereka? Larry Reed: Sudah lama sekali, saya kenal para anggota sebelum Gamelan Sekar Jaya itu dibentuk. Saya bertemu mereka lewat organisasi seni Bay Area bernama Center for World Music. Dari organisasi ini saya mengenal seni wayang golek dan wayang kulit, dan dari sini juga banyak lahir seniman dan grup seni yang datang dari mancanegara seperti Indonesia, Afrika dan India, yang akhirnya menjadi sukses. Sayangnya organisasi ini sudah tidak ada lagi. Kabari: Di Indonesia semuanya tentang wayang kulit serba tradisional, tetapi anda selalu mencampur aspek-aspek modern dalam pertunjukan anda, bisa dijelaskan lebih lanjut? Larry Reed: Sebenarnya saya melakukan dua macam pertunjukan. Yang pertama adalah tradisional murni, di mana saya sama sekali tidak mengubah aspek apa pun dari cerita wayang kulit Bali, agar menjaga tradisi mereka. Yang kedua adalah proyek-proyek saya yang berbau modern, dari cerita, bentuk wayang, sampai teknik mendalang. Tetapi saya tetap memakai seni budaya tradisional dari seluruh dunia sebagai ide-ide dan inspirasi, contohnya budaya China, Jepang, Meksiko, India, dan lainlain. Kabari: Di Indonesia kebanyakan dalang melakukan semacam ritual, berdoa, atau meditasi sebelum pertunjukan, apakah anda juga melakukan hal yang sama? Larry Reed: Kalau ritual sih tidak, karena saya tidak mempunyai semacam kewajiban agama. Tetapi setiap kali sebelum pertunjukan, saya biasanya meditasi atau menyendiri, supaya saya bisa berkonsentrasi penuh dan membayangkan apa yang akan saya lakukan selama pertunjukan.

Coupons

Kabari: Anda mendirikan rumah produksi Shadowlight pada tahun 1993, sejauh mana keterlibatan anda? Larry Reed: Terlibat sekali. Setiap tahun kita mengadakan pertunjukan utama dan selalu menciptakan produksi baru. Seringkali kita keliling kota, bahkan ke beberapa negara. Karena kita terkadang bekerjasama dengan organisasi seni dari negara-negara lain. Contohnya tahun lalu kita pergi ke Taiwan, karena kita ada proyek dengan salah satu grup seni di sana. Waktu itu saya mengkolaborasikan kisah tradisional China, dan diterjemahkan lewat wayang kulit, tapi dengan layar putih yang besar sekali. Dan memakai beberapa orang sebagai wayang. Kabari: Anda akan mengajar di University of Hawaii untuk mengajar seni wayang kulit, apakah ini yang pertama kali di Amerika? Larry Reed: Iya benar, universitas ini akan menjadi sekolah pertama yang menawarkan kelas seni wayang kulit. Saya akan bekerjasama dengan Pak Sumandi untuk proyek ini. Beliau mewakili tradisional, saya dari sisi modern. Di UC Berkeley di Bay Area dan universitas-universitas lain hanya ada kelas seni gamelan, belum ada seni wayang. Selain itu juga, University of Hawaii menawarkan kelas Bahasa Indonesia dan kelas tari Jawa. Kabari: Seni Gamelan sudah sangat populer di Amerika terutama di Bay Area, bagaimana menurut anda tentang orang Amerika terhadap seni wayang kulit? Larry Reed: Yang tentu saja anda sendiri yang memperkenalkan. Seni wayang kulit sudah semakin populer di kalangan masyarakat Amerika—terutama di Bay Area. Sudah hampir 30 tahun saya mendalang dan mempopulerkan seni tradisional ini. Di setiap pertunjukan kami selalu kedatangan pengunjung tetap, bahkan pengikut yang selalu mengikuti kita mengadakan pertunjukan di lokasi yang berbeda-beda. Kabari: Apa inspirasi anda untuk menciptakan sebuah cerita dan pertunjukan? Larry Reed: Misi saya adalah membuka komunikasi di antara berbagai macam budaya. Masyarakat Indonesia dan seni budaya Indonesia sangat memberikan saya inspirasi untuk menciptakan pertunjukan seperti ini. Karena kalau dilihat dari karakter-karakter tradisional wayang kulit seperti Mahabharata, atau cerita dan kisah tradisional Indonesia lainnya seperti Semar atau Gareng, karakternya itu kuat dan dalam sekali. Untuk informasi lebih lanjut tentang Larry Reed, silakan kontak info@shadowlight.org (inna)

Gratis Kupon untuk Masyarakat Indonesia Klik Coupons di www.KabariNews.com kabari: #6, august 2007 |

43


kabari: jakarta

Waterway

Kebanggaan Baru Warga Jakarta Jalan-jalan melihat kota Jakarta sekarang lebih banyak pilihan, selain dengan Trans Jakarta dengan jalur khususnya, Busway yang jalurnya sudah merambah ke mana-mana, sekarang ada Waterway dengan armada dua speedboat bernama Kerapu IV dan Kerapu V. Waterway ini adalah transportasi air yang baru sebulan diresmikan Gubernur Sutiyoso. Tranportasi air ini nantinya akan melayani rute sepanjang Kali (Sungai) Ciliwung sampai Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Untuk sementara Kerapu IV dan Kerapu V baru melayani rute Halimun-Karet dan lebih banyak digunakan sebagai sarana wisata ketimbang sarana angkutan. Naik Kerapu IV atau V merupakan pengalaman unik. Kita akan diajak melihat kota Jakarta secara utuh dan apa adanya. Waterway membelah sungai Ciliwung di sisi Jalan Raya Sultan Agung, Jakarta Pusat. Bila naik Trans Jakarta calon penumpang bisa turun di halte Halimun kemudian jalan sedikit menyusuri pedestrian di tepi

44 | kabari:

sungai Ciliwung. Waterway memiliki tiga dermaga, yakni dermaga Halimun, Dukuh Atas dan Karet. Dermaga Halimun adalah “terminal� nya karena seluruh speedboat yang melayani penumpang bersandar disini. Tarif Waterway pun tergolong murah, hanya Rp 1.500 satu kali trip, tarif ini berlaku sama di setiap dermaga. Saat ini Kerapu IV dan Kerapu V baru beroperasi pada setiap Sabtu dan Minggu, pagi hari mulai pukul 07.00 sampai pukul 10.00, sore hari mulai pukul 16.00 sampai pukul 18.00. Ke depan Waterway ini akan ditambah jam operasinya hingga malam. Menurut rencana, sepanjang sisi Kali Ciliwung akan dipasang lampu-lampu hias sehingga akan terlihat menarik bila malam hari. Meski baru sebulan beroperasi, Waterway cukup menarik antusiasme warga Jakarta, apalagi memasuki liburan, Waterway pasti disesaki penumpang yang kebanyakan anak anak. Dari dalam kapal cepat yang berkapasitas 30 orang, penumpang dapat melihat dengan leluasa kemegahan gedung-

gedung pencakar langit yang terdapat kanan dan kiri Sungai Ciliwung. Di sisi lain penumpang juga diajak menyaksikan sendiri betapa Sungai Ciliwung berwarna coklat kehitaman dan penuh dengan sampah. Untuk yang satu ini, Pemprov DKI boleh diberi acungan jempol, karena menggunakan trik yang bagus, yakni mengajak para penumpang yang kebanyakan anakanak, melihat secara langsung dampaknya bila kita tidak mencintai lingkungan. Uniknya, yang memberikan pengarahan dan imbauan mengenai hal itu adalah kapten kapal. Jadi sembari mengemudi, mereka juga berkampanye bersih lingkungan. Seru juga.. Kurang lebih 45 menit perjalanan bolak balik dari Dermaga Halimun ke Dukuh Atas lalu ke Karet, kemudian kembali lagi ke Halimun. Biasanya begitu kita kembali ke dermaga Halimun, sudah banyak orang yang antre menunggu giliran naik, tetapi semua tampak teratur karena petugas di sana dengan sigap mengatur yang akan turun dan naik kapal. (yayat)


[jakarta]

Persaingan Sehat Menuju Puncak Pilkada Jakarta, Who is the Next Jakarta One?

JAKARTA hari-hari ini boleh dikata heboh dengan pilkada atau pilkadal. Pemilihan kepala daerah secara langsung. Benar, Juli dan Agustus ini Jakarta tengah heboh dengan perebutan takhta kursi nomor satu, yakni posisi gubernur. Siapa pun yang terpilih, gubernur DKI akan bekerja selama lima tahun, dari 2007 sampai 2012. Disebut pilkadal (menggunakan huruf L di belakangnya), karena untuk pertama kalinya warga Jakarta berhak memilih gubernur secara langsung. Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta dipilih di DPRD DKI Jakarta. Tentu saja ini membuat warga Jakarta antusias menyambutnya, meski tidak semua merasa puas. Mereka yang belum memperoleh kartu pemilih misalnya, padahal sudah jelas-jelas mendukung calon tertentu. Namanya juga politik. Yang jelas, untuk pilkadal sekarang, warga DKI akan memilih antara Adang Daradjatun dan Fauzi Bowo, dua kandidat yang sudah resmi maju. Mari kita tengok sekilas tentang Adang dan Fauzi.

Adang Daradjatun Pria yang bernama lengkap Drs H Adang Daradjatun lahir di Bogor, 13 Mei 1949 ini sebelumnya dikenal sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Menjadi polisi setelah lulus Akademi Kepolisian, namun Adang sudah akrab dengan dunia hukum sejak kecil. Ayahnya yang seorang jaksa itu membuatnya memilih bersekolah di Akpol ketimbang perguruan tinggi. Perjalanan karir Adang cukup panjang sebagai polisi, hingga mencapai posisi orang nomor dua di Polri. Lulus dari Akpol, Adang mendapat pangkat Letda Polisi. Pada tahun 1971, jabatan yang pertama kali disandangnya adalah Inspektur Dinas Komando Sektor Kota 711 Jakarta Pusat. Setahun kemudian Adang diberi tanggung jawab untuk menjabat sebagai KASI Pengawasan Keselamatan Negara (PKN) Komando Sektor Kota 711 Jakpus. Dari situ, mulailah perjalanan karir Adang sampai akhirnya menjadi Wakapolri dengan pangkat Komisaris Jenderal. Pangkat ini setara dengan Letnan Jenderal, di lingkungan TNI. Adang adalah calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Inilah satu-satunya partai yang mendukung Adang, karena partai lainnya berada di belakang Fauzi Bowo, kandidat lain di pilkadal DKI Jakarta. Dalam mencalonkan diri sebagai gubernur Adang mempunyai program kerja membenahi Jakarta. “Adang-Dani, Ayo Benahi Jakarta”, “Bersama Kita Bisa”, adalah beberapa slogan di antara ribuan slogan yang bertebaran di Jakarta. Adang memang berpasangan dengan Dani Anwar sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur. Dalam programnya, Adang berjanji akan mengatasi banjir, meningkatkan mutu pendidikan, mengurangi pengangguran serta memberi solusi dalam mengatasi kemacetan lalu lintasnya Jakarta. Adang yang pandai bernyanyi ini berharap dengan kepemimpinannya, Jakarta akan menjadi lebih baik.

Fauzi Bowo Pria kelahiran Jakarta, 10 April 1948 ini mempunyai sosok yang low profile dan senang berkarya. Sempat menjabat sebagai Kepada Dinas Pariwisata dan Sekretaris Wilayah Daerah DKI Jakarta, saat ini Fauzi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dr Ing H Fauzi Bowo, itulah nama lengkap Fauzi yang merupakan sosok tokoh masyarakat yang sudah dikenal kinerjanya sebagai Wagub ini. Bang Fauzi, sapaan akrabnya, sempat masuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 1966. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya di Technische Universitat Brunschweig, Jerman. Dari sini ia meraih gelar Sarjana Arsitektur di bidang Perencanaan Kota dan Wilayah. Beberapa tahun kemudian, Fauzi melanjutkan pendidikan arsitekturnya di Universitat Kaiselautern, Jerman. Lulus dari universitas tersebut, pria yang hobi membaca ini membuat tesis bertemakan pola tata ruang kota Jakarta dan memperoleh gelar Doktor Ingenieur (Ing) dengan predikat Cum Laude. Sejak masih menduduki bangku kuliah, Fauzi aktif dalam berbagai organisasi. Sebutlah ia sebagai aktivis KAMI di Fakultas Teknik UI, organisasi Persatuan Pelajar Indonesia di Jerman Barat. Fauzi juga menjabat sebagai ketua dalam berbagai organisasi, seperti DPW Nahdlatul Ulama, Badan Narkotika Provinsi, Persatuan Gerak Jalan Indonesia, Komite Penanggulangan AIDS Daerah yang notabene semuanya berada di DKI Jakarta. Program Fauzi adalah menangani banjir, meningkatkan pelayanan transportasi, masalah sampah, kesehatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan dan tata ruang Jakarta. Fauzi juga berniat melanjutkan kegiatankegiatan yang ditinggalkan oleh Gubernur DKI selanjutnya.

Dari kedua kandidat, kira-kira siapakah yang berhasil menduduki kursi Jakarta One? Apakah Adang yang berasal dari kalangan polisi, ataukah Fauzi yang ahli dalam tata ruang kota? Masing-masing kandidat mempunyai keunggulan masing-masing. Adang bisa dikatakan akan memimpin Jakarta dengan kepemimpinan ala polisi, sedangkan Fauzi cara memimpinnya diperkirakan akan menjurus sebagai arsitektur kota Jakarta. Semua ini tergantung dari hasil pemilu lokal. Mari kita tunggu bersama hasilnya. kabari: #6, august 2007 | 45


kabari: san francisco

Indonesia Penyambutan

HUT ke-62

di Amerika Walaupun jauh dari Tanah Air, warga Indonesia di Amerika tidak mau ketinggalan dalam hal merayakan 17 Agustusan. Masyarakat dari berbagai kalangan beramai-ramai bergotong-royong meramaikan acara kemerdekaan Indonesia di negeri Paman Sam. Dari anak-anak, kawula muda, bapak-bapak dan ibu-ibu, sampai kakekkakek dan nenek-nenek pun ikut berpartisipasi dalam acara-acara yang diadakan oleh kantor Konsulat Indonesia. Lomba menyanyi karaoke, pertandingan bowling, golf, tenis meja, dan badminton, adalah beberapa kegiatan olahraga dan perlombaan yang bisa diikuti orang dewasa. Buat anak kecil lomba-lomba seperti kontes menyanyi lagu anak-anak, lomba menggambar, lomba mengarang, dan lomba berjalan sambil membawa kelereng dengan sendok. Akan tetapi, acara perayaan tujuh belasan yang paling spektakuler di kota San Francisco adalah Indonesian Day, yang mengambil tempat di daerah pusat perbelanjaaan Union Square. Di acara yang gratis ini pengunjung lokal dan asing bisa menikmati makanan, melihat dan belanja seni lukis, pakaian, dan kerajinan tangan Indonesia, dan serangkaian hiburan musik serta tarian-tarian daerah. Andi Rahadian, Konsulat Informasi, Sosial dan Budaya Indonesia untuk kota San Francisco menuturkan, “Kami mengadakan acara-acara 17 Agustusan ini setiap tahun untuk melayani masyarakat Indonesia yang kangen merayakan HUT RI seperti di Indonesia. Acara perayaan tujuhbelasan penting sekali diadakan tiap tahun demi

46 | kabari:

mempertahankan hubungan erat sesama masyarakat Indonesia di Amerika.” Pria yang selalu sibuk dalam acara Indonesian Day ini menambahkan, “Konsep perayaan kemerdekaan Indonesia di Amerika tidak jauh dengan yang di Indonesia. Di Indonesia itu kan, kebanyakan para warga berbondong-bondong mengumpulkan dana dan meminta kepada kelurahan atau kecamatan untuk mengadakan acara-acara tertentu seperti panjat pinang atau balap karung. Nah, di sini juga sama, masyarakat memberikan saran kepada kita atas apa yang mereka mau partisipasi, dan kita adalah tim yang mengorganisasi acara-acara kegiatan olahraga dan perlombaan ini.” Lantas, bagaimana dengan pendapat para masyarakat Indonesia tentang perayaan tujuhbelasan di Amerika? Nita, 35 tahun dan ibu dari putri tunggal ini, menjawab, “Sudah sepuluh tahun lebih saya sekeluarga dan teman-teman pergi ke acara Indonesian Day di Union Square untuk nonton pertunjukkan gratisnya, makan-makannya, dan bertemu dengan orang-orang Indonesia lainnya. Tiga tahun terkahir ini para anak-anak dan ibunya serta bapakbapaknya juga ikut menyumbang tarian untuk memeriahkan acara Indo Day. Lumayan seru dan cukup bangga bisa membawa nama Indonesia di depan para penonton yang datang dari berbagai latar belakang.” Rica, karyawati bersuamikan seorang pegawai di KJRI dan juga koreografer grup tari Padi BaRea


menuturkan, “Pada tanggal 17 Agustus, KJRI mengadakan upacara bendera lengkap dengan paskibra-nya, dan kita ibu-ibu berkebaya. Pertandingan karaoke, biliar, dan main gaple juga merupakan salah satu acara yang banyak peminatnya, dan diadakan di antara upacara kenaikan dan penurunan bendera.” Wanita yang mempunyai anak tiga ini menambahkan, “Indo Day di Union Square, adalah salah satu acara yang selalu ditunggu-tunggu. Selain karena pagelaran seni dan kebudayaan yang ditampilkan, warung-warung makanan khas Indonesia, juga dimanfaatkan sebagai ajang pertemuan dengan kawan-kawan. Menyumbangkan tarian kreasi tarian saya pada acara ini merupakan tradisi sejak tahun 2004.” Ketika ditanya jika ada yang dikangeni dari acara tujuhbelasan di Indonesia, Ayu yang berusia 34 tahun beranak tiga berujar, ”Walaupun acara perayaan HUT RI di Amerika cukup seru, bagaimana pun juga kita yang di sini masih kangen dengan acara merayakan tujuhbelasan di Indonesia. Contohnya perayaan warga se-RT, dan adanya perlombaan macam-macam seperti makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, panjat pinang, balap kelereng, dan panggung gembira.” Julietha, ibu rumah tangga berputri dua ini juga menambahkan, “Saya kangen dengan melihat adanya parade pakaian tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia dan juga tradisi kita melihat upacara kenegaraan di Istana Negara Indonesia.” Dan yang pasti, ibu-ibu ini juga tidak lupa memperkenalkan tradisi perayaan tujuhbelasan kepada anak-anak mereka yang boleh dibilang sudah menjadi orang Amerika. Tami, wanita berusia 35 tahun seorang pegawai sekolahan ini menegaskan, “Iya dong, pasti. Saya jelaskan pakai analogi perayaan 4th of July. Kalau 4th of July kan birthday-nya Amerika, kalau 17 Agustus birthday-nya Indonesia. Sekitar tiga tahun lalu, mereka belum mengerti buat apa menari di panggung dan ditonton sebegitu banyak orang. Sekarang mereka sudah mulai mengerti maknanya apa. Mungkin perasaannya sama seperti saya waktu kecil, latihan nari untuk persiapan tujuhbelasan. Cuma skalanya lebih besar, karena panggungnya dan tanggung jawabnya kan juga lebih besar.” Tami yang berputri duapun menambahkan, “Kedua anak saya juga tahu sedikit-sedikit tentang Indonesia, kalau ada teman-temannya tanya tentang Indonesia, mereka dengan bangganya menjelaskan bahwa Indonesia itu terdiri dari lebih dari 13 ribu pulau.” (inna)

Kelompok PADI BaRea

(Perkumpulan Anak dan Ibu-Bapak Bay Area) Choreography by: Rica Tanod

Profile, Misi dan Visi Kelompok PADI BaRea: Kelompok PADI BaRea terbentuk pada Mei 2004. Ide terbentuknya kelompok ini berawal dari keinginan sang kreator untuk memperkenalkan dan menyalurkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak yang berada jauh dari Tanah Air. Dengan bantuan dan dukungan dari kawan-kawan dekat dan mengumpulkan anak-anak mereka, terbentuklah kelompok PADI BaRea. Pada awalnya, kelompok tari ini hanya menampilkan tari-tarian yang dibawakan oleh anak-anak berusia 4–7 tahun dalam keikutsertaanya memeriahkan Indonesian Day di Union Square. Pada perayaan Indonesian Day 2006, keanggotaan kelompok PADI BaRea berkembang dengan hasrat dan partisipasi dari kalangan sang ibu, kemudian para bapak pun tak mau kalah untuk berpartisipaasi di Indonesian Day 2007. Jumlah anggota saat ini 26 orang. Selama ini kelompok Padi BaRea berlatih menari dari rumah ke rumah kelompok anggotanya, dan kadang memanfaatkan sarana umum seperti Community Park. Motto kelompok ini adalah: “kita ngumpul sambil joget, and have FUN”. Tarian yang dibawakan oleh Kelompok PADI BaRea adalah tarian yang berdasarkan dari gerak tari-tarian daerah yang dipadukan menjadi suatu kreasi tarian modern. Beberapa tarian yang sudah ditampilkan adalah: Tari Soleram (2004), Burung Kakak Tua (2005), Tari Payung (2005), Perpaduan (2006), Pergi ke Ladang (2007), dan Ekspresi (2007). (inna)

kabari: #6, august 2007 | 47


kabari: los angeles

Bagi komunitas orang Indonesia yang ada di California, khususnya di California Selatan, pasti mengenal Hong Kong Plaza West Covina. Tidak jarang orang mengenal Hong Kong Plaza sebagai Indo-Town. Disebut Indo-Town karena di tempat tersebut terdapat tiga restoran Indonesia yang selalu ramai pengunjung.

Hongkong Plaza- West Covina, Lahirnya Komunitas Indonesia di San Gabriel Valley Jangan heran kalau anda susah mendapatkan tempat duduk apalagi kalau akhir pekan (weekend). Bersabarlah untuk antre memesan makanan! Bermula dari sang pelopor komunitas Indonesia di HK Plaza, Ibu Fong Budiman, ibu rumah tangga dengan dua orang anak yang selalu aktif di komunitas Gereja Katolik Indonesia. Dari kegemarannya memasak untuk acara-acara orang Indonesia dan Indo-Belanda, akhirnya mereka menyukai gaya memasak Ibu Fong. Tahun 1999, Ibu Fong diperkenalkan dengan Ibu Sakri Dewi Tirtowidjojo, yang akrab dipanggil Ibu Dewi. Ibu Dewi adalah seorang aktivis di ICAA (Indonesian Chinese America Associa-

48 | kabari:

tion) dan juga pencetus Pondok Kaki Lima. Dari dua kekuatan inilah tercetuslah SATAY FONG, pelopor restoran Indonesia pertama di HK Plaza sejak 24 juli 2003. Setelah itu disusul dengan berdirinya dua restoran Indonesia yang lain, Simpang Asia dan Janti Noodle yang melengkapi keberadaan Indo-Town/Foodcourt di West Covina. Berikut obrolan Tim Kabari dengan Ibu Dewi dan Ibu Fong: Kabari: Apa yang menarik di restoran ini dalam kaitannya dengan orang Indonesia? Ibu Dewi: Kita sengaja membuat komunitas Indonesia di sini dengan didirikannya restoran ini. Kita menyebutnya dengan Food Court. Tujuannya untuk

mempromosikan Indonesia dan sebagai pusat berkumpulnya komunitas Indonesia yang rindu akan Tanah Air. Di HK Plaza ini terdapat Satay Fong, Simpang Asia dan Janti Noodle. Yang pasti, kita berharap dengan adanya Food Court ini sebagai tempat untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri dan tujuan pariwisata. Sejauh ini kita berhasil. Kabari: Menu apa saja yang ada di Food Court ini? Ibu Dewi: Di Satay Fong, menu kita adalah Sate Ayam, Sate Babi, Soto Betawi, Nasi Kapau, Nasi Bungkus, Siomay, Lotek, Karedok, di samping menu Indonesia lainnya. Sedangkan Janti Noodle terkenal den-


gan berbagai menu bakminya seperti Chicken Noodle and Mushroom. Dan Simpang Asia menyuguhkan Ayam Penyet, Nasi Bungkus, Nasi Warteg, Bubur Ayam, Lontong Opor. Kabari: Selain orang Indonesia, orang mana saja yang mengunjungi Food Court ini? Ibu Dewi: Kebanyakan sih orang Malaysia, Singapore, ya banyak juga Asian Country. Tetapi saat ini banyak juga orang Amerika yang ke sini. Kenapa begitu? Karena di Satay Fong ini kita menyuguhkan makanan dengan selera asli Indonesia. Jadi customer non Indonesia tidak kaget dengan masakan asli Indonesia waktu mereka berkunjung ke Indonesia. Kabari: Apa orang Amerika menyukai sambal atau kerupuk? Ibu Dewi: Wah jangan ditanya. Mereka malah melebihi orang kita sendiri. Permintaan mereka malah yang sangat pedas sekali. Mereka juga menyukai kerupuk. Mereka menyebutnya dengan Shrimp Chips. Kabari: Berapa kira-kira orang Indonesia yang datang tiap minggunya?

Komunitas

Ibu Dewi: Wah, tidak terhitung. Apalagi kalau Sabtu dan Minggu, tempat duduk kita terisi semua. Hampir seluruh komunitas Indonesia, baik dari San Francisco, Las Vegas, Chicago, New York, setiap kali mereka berlibur ke LA, pasti mengunjungi tempat ini. Waktu itu ada lho orang San Francisco yang memesan sampai 130 tusuk sate untuk dibawa pulang! (Tim Kabari juga memesan 30 tusuk sate untuk dibawa ke SF) Kabari: Makanan Indonesia apa yang khas dan banyak disukai customer? Ibu Dewi: Kita yang terkenal sate ayamnya. Banyak juga yang memesan Sate Babi, Nasi Uduk dan Siomay. Sampai kita saja kewalahan membuat. Kabari: Sudah berapa lama membuka usaha di HK Plaza? Ibu Dewi: Sudah empat tahun. Kita memulai usaha mulai dari nol. Dulu plaza ini gelap, sepi pengunjung. Untung ada Mister Lee, pemilik plaza yang mendukung kita dengan memberi harga yang baik. Bukan itu saja, kita juga mengajak teman-teman untuk membuat dan berpartisipasi dalam kegiatankegiatan di komunitas Indonesia. Mulai dari acara tradisional, kesenian, makanan sampai informasi tentang Indonesia, misalnya pengumpulan dana Tsunami dan Hari Raya Idul

Fitri (pengumpulan dana untuk anak-anak yatim piatu), 9/11, acara-acara City Council, dan lain sebagainya. Kabari: Tips sukses dalam usaha? Ibu Dewi dan Ibu Fong: Kita ini masih dalam merangkak dan belajar. Terima kasih untuk dukungan teman-teman dan para customer untuk terus mempromosikan dan memperruangkan tradisi Indonesia. Bagi teman-teman yang mau membuka usaha di Amerika, teruslah bekerja keras dan harus berani. Membuka usaha apalagi restoran tidaklah segampang di Indonesia. Di sini (AS) kita harus taat pada regulasi, tax, dll. Pokoknya kita harus bekerja keras, pantang mundur dan harus berani capai, harus punya komitmen dan kemauan. Dan yang jelas, bekerjasama (team work) adalah kunci. Kita harus terbuka pada partner kita dan juga pada customer. Dengan kekuatan inilah kita berharap, food court di HK Plaza-West Covina akan selalu maju dan berkembang untuk mengobati rindu kita akan Tanah Air. (nina boon) Bagi Anda yang ingin mencicipi selera masakan Indonesia di Hong Kong Plaza West Covina, atau Anda yang berlibur ke Los Angeles, jangan lupa mampir di: HONG KONG PLAZA WEST COVINA Satay Fong-Simpang Asia-Janti Noodle • 989 South Glendora Ave • West Covina CA 91790

Tukar Menukar Informasi? www.KabariNews.com kabari: #6, august 2007 | Klik Kabari Komunitas di www.KabariNews.com

49


kabari: jalanjalan

Ethan’s World of Trains

Naik Sepur Mini Plus Plus Plus di Sonoma Train Town (2) Ethan adalah bocah lelaki lima tahun, anak pasangan Indonesia di Amerika. Hobinya segala sesuatu yang berhubungan dengan kereta api. Lahir dan tinggal di San Francisco Bay Area, Ethan punya banyak kesempatan naik kereta api mini di sini. Ternyata, dunia kereta api tidak hanya disukai anak-anak. Orang dewasa, bahkan manula pun masih keranjingan dengan angkutan yang pernah merevolusi sejarah Amerika Serikat ini. Di edisi lalu, ceritanya seputar kereta api super duper mini di Bukit Berkeley, tempat para menteri ekonomi Indonesia zaman Orba pernah berkuliah. Di edisi ini akan bercerita naik kereta api mini di Sonoma, California. Berikut cerita mamanya Ethan.

Whatchamacallit? Whatchamacallit adalah salah satu coklat kesukaan saya, yang artinya apaan sih namanya. Ethan biasanya menamai tempat ini Sonoma Train. Resminya bernama Sonoma Train Town. Dalam situs internetnya, Train Town mengklaim sebagai “The most well developed scale railroad in the Americas”. Saya kira itu tidak salah. Begitu naik wagon yang ditarik kereta api mini uap di depan, orang langsung disuguhi pemandangan danau kecil berair-mancur. Kemudian, kereta api beserta seluruh penumpangnya masuk ke terowongan. Dari situ orang melewati pepohonan pinus, lalu berhenti kota mini yang lengkap dengan gereja kecil, kebun binatang kecil. Penumpang kereta api akan melewati lebih dari lima jembatan dan dua terowongan di kota kereta api ini di rel sepanjang satu seperempat mil, dalam lahan sekitar 10 acre ini.

Sepur Mini Plus Plus Plus Kok dinamai sepur? Sepur yang kata Jawa sebetulnya berasal dari Bahasa Belanda (spoor). Kabarnya, spoor berarti rel kereta api dalam bahasa aslinya. Tapi, tidak jelas ceritanya, kata itu berubah arti menjadi kereta api, begitu didengar orang di Pulau Jawa. Plus plus plus-nya di mana? Saya sengaja pakai istilah itu, karena ada fasilitas ekstra di Train Town. Misalnya, beberapa permainan “vintage”, seperti ferries-wheel, pesawat terbang, ayun-ayun dan carousel. Buat Ethan, begitu bayar

50 | kabari:

karcis masuk, dia biasanya kudu masuk dulu melihatmelihat 3 caboose (kereta tertutup) model tahun 19301940an yang dipajang depan Train Town. Mengucapkan kata sakti “Chuga Chuga Choo Choo”, sambil lari sana lari sini, naik sana naik sini. Mamanya cukup mengawasi saja dari dekat.

What is the favorite part of the trip? Buat Ethan, tentu saja naik petualangan naik kereta apinya. Anak saya juga suka acara memberi makan lamma atau kambing waktu berhenti dalam perjalanan naik mini train. Penumpang diberi waktu cukup untuk melemaskan kaki jalan-jalan sejenak, mengambil foto, memasukkan coin membeli makanan khusus yang disediakan untuk binatang peliharaan di sini. Bahkan, kalau anda nekad, bisa juga mengelus-elus kambing atau lamma yang jinak dan tidak sungkan-sungkan mendekati manusia.

Where in the world? Tidak susah menemukan Train Town. Orang gampang menandainya sebab ada Jam Menara yang tingginya 47 kaki dan stasiun kereta yang meniru Stasiun Kereta Api 16th Street di Oakland. Warnanya kuning mencolok, satu mil dari pusat kota. Sonoma sendiri adalah kota sebelah Napa yang merupakan sentra produksi anggur di California. Berlokasi di pinggir Highway 12.

When is a good time to visit? 1 Juni sampai Labor Day buka setiap hari jam 10 pagi – 5 sore 1 September sampai Mei buka hari Jumat, Sabtu & Minggu saja jam 10 pagi – 5 sore (kecuali Thanksgiving & Natal)

Tiket Masuk? Setiap kepala yang naik kereta api bayar karcis cuma $3.75. Tiket naik permainan hanya 1.75 (8 tiket mendapat diskon $ 10 saja)

Jika Anda Pergi : Situs Internet : www.traintown.com Alamat : 20264 Broadway – Hwy 12 Sonoma, CA 95476 (707) 938-3912


Why Advertise at

?

KABARI FEATURES

Kabari

Distribution Centers Over 100 Centers Bridging Information between U.S. and Indonesia Yes Indonesian Distribution Centers Yes Office Staff in Jakarta, San Francisco and Los Angeles Yes No Copy and Paste from Internet and Other Magazines Yes Creative Professional Indonesian Reporters and Editorial Yes All Articles are written by our own Reporters Yes Encourage readers to get more detailed articles at Kabarinews.com Yes Integration Magazines and Website Yes Our own website and graphic designers Yes High quality of papers for the magazine Yes High quality of pictures Yes Longer Shelf time Yes Focus on Indonesian Articles ONLY Yes Website Present Yes Community Board at website Yes Back and Current Issues available at website Yes Owners managed other businesses more than 20 years Yes Good Ratio between Articles and Advertisement Yes Competitive Introductory Price Yes

Your Benefit

Expanding to Indonesia and United States gives you More Marketing Exposures. No Copy & Paste (No Copy Right Infringement= No Problem Distributing in Indonesia). Articles are written to interest Readers, thus Readers keep longer. Your ad is more Exposed. Articles of Long Shelf Time ONLY, Not Daily News that expire daily. Your ad has longer lifetime. Double Exposures with your Ads in Magazine & Website (digitized magazine). Another Benefit. Quality Color Papers, Fotos & Contents, Your Ad stays longer and looks GREAT. Get leads on your back issues ads at KabariNews.com. KabariNews.com is Interactive. More visitors will read your ad at Kabari Digitized Magazines. We are here to stay and Founders have been in business since 1984. Peace of Mind. Easier to Read , and not bombarded by lots of Ads. So your ad looks more focus. Founders advertise at Kabari. More distribution, Better Exposures for all of us. New! Free Business Listing (Standard Plus) at KabariNews.com. Another Benefit for You. New! Free Classified Ad (Basic). Another benefit for visitors to visit your ad at KabariNews.com. New! Free Dating Service. Another way to get your Ad exposed. New! Kabari Community Board. Bring your expertise to your community. New! Free Calender for you. You can announce Your Seminar. Coming Soon! Bloggers from Experts. Another benefit to visit KabariNews.com. Coming Soon! E-zines for Indonesians only and invite to KabariNews.com.

High Quality of Magazine + High Quality of Content + High Distribution Centers + High Quality Website = More Readership = More Exposures to Your Ad = More Leads to You. For Limited Time Only Give us a call how we can make your ad investment even more attractive.

Other Indonesian Magazines ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Entering Los Angeles NOW!

CALL KABARI NOW AT 800 281 4134 OR INFO@KABARINEWS.COM

Introducting the First Indonesian Magazine in the U.S. with Highest Quality of Idealism. If you are interested in selling your product and services to Indonesians in United States and Indonesia, this is the only Indonesian magazine that does both.

www.KabariNews.com

kabari: kabari: #6,#5, august july 2007 | 51


kabari: jalanjalan

Memandang Keagungan Alam Lewat Balon Udara Buat anda yang tidak takut ketinggian, bernyali besar, dan ingin mencari adrenalin tetapi dengan melakukan aktivitas yang damai dan santai, mengudara di dalam balon raksasa adalah hiburan yang menarik. Gemuruh balon raksasa berkumandang seperti pesawat saat lepas landas. Akan tetapi ketika naik dan mengambang di udara, hampir tidak terdengar suara apa pun seperti melihat burung elang terbang di angkasa. Pengalaman mengendarai balon raksasa ini benar-benar meriangkan suasana hati, pengalaman yang tidak akan anda temui di darat atau air, atau bahkan naik pesawat. Hanya berada di dalam balon raksasa ini anda bisa melihat indahnya panorama kebun anggur, ladang tanaman, dan peternakan di kota Napa, sambil merasakan terpaan angin segar kota yang berlokasi satu jam dari San Francisco ini. Pada umumnya balon raksasa ini terbang melintasi awan pada ketinggian 500 meter sampai 1000 meter. Biasanya selama anda terbang, sang pilot akan menjadi tur guide anda dan akan menceritakan sejarah kota Napa, sambil menikmati minuman champagne.

NAPA Valley, selain terkenal dengan anggurnya, juga memiliki atraksi paling unik dan populer, yakni hot air balloon rides, atau bertualang mengelilingi kota Napa dengan balon raksasa. 52 | kabari:

Sensasi mengarungi angkasa sambil melihat keindahan gunung dan pohon-pohon, danau dan sungai, atau bahkan melihat kijang atau binatangbinatang liar lainnya berlari, sangat memberikan inspirasi. Setelah selesai mengudara dan mendarat di lapangan, anda akan mendapat bros replika balon raksasa dan sebuah sertiďŹ kat bahwa anda telah mengendara dan mengelilingi kota Napa di atas udara. Sungguh pengalaman yang tak tertandingi dan tak terlupakan. (inna)


www.KabariNews.com

kabari: #6, august 2007 | 53


kabari: jalanjalan

Wajah Berseri Habis Makan

Strawberry

Serba Organik dan Union di Swanton Berry Farm, Davenport, California KALAU mata anda berbinar-binar melihat strawberry segar berukuran besar di toko groseri dan bahkan membuat anda (maaf kata) ngiler, jangan pernah khawatir. Anda dipastikan tidak sendirian. Maklum saja, strawberry adalah salah satu buah favorit di Amerika Serikat (AS). Dan, California terkenal sebagai produsen terbesar buah yang bernama Latin “Fragaria” ini (ingat kata fragrant). Di AS, untuk sekadar tahu, strawberry dianggap buah yang berkaitan cinta dan godaan dalam legenda Prancis. Bahkan, dalam sebuah survei nasional di Amerika, ada yang menamai orangorang yang “aneh, membosankan, suka milih, rewel dengan makanan sehat” sebagai non-strawberry lovers. Sebaliknya, orang-orang yang sehat, penuh kasih sayang, cerdas dan bahagia sebagai strawberry lovers. Di California sendiri, strawberry bisa dilihat antara lain di Swanton Berry Farm di Davenport, dekat Santa Cruz. Berada pas di pinggiran jalan raya berkelok-kelok CA Highway 1, di perbukitan yang menghadap Samudera Pasifik. Swanton Berry Farm memang lain dari kebun buah dan sayuran biasa. Berdiri tahun 1983, Jim Cochran, pendirinya tidak mampu membeli tanah pertanian sendiri. Karena itu dia menyewa tanah pertanian sekitar 200 acre di beberapa lokasi untuk menanam berbagai sayuran dan buah organik. Hasil kebun terbesarnya adalah buah strawberry. Yang membuat kebun ini istimewa, pemiliknya tidak berniat mengeruk untung besar dengan memeras petaninya. Tapi

54 | kabari:

justru menawarkan berbagai benefit buat petaninya. Cochran agaknya suka menjadi yang pertama. Kenyataannya beliau adalah petani strawberry organik bersertifikat nomor satu di California di tahun 1987. Hebatnya lagi, semua karyawannya meneken kontrak Serikat Pekerja di tahun 1998. Ini sungguh berbeda dengan majikan pemilik pertanian di Amerika yang seringkali tidak mempedulikan urusan “union” atau hak-hak karyawannya. “Ini soal harga diri petani!,” kata pengikut Chezar Chavez, pembela hak-hak buruh tani terkenal di Amerika ini yang peduli dengan keadilan sosial ini. Anda boleh percaya boleh tidak, karyawan Swanton bergaji $9 sampai $11 per jam, punya asuransi kesehatan, pensiun, cuti yang dibayar dan sebagian mendapat perumahan gratis. Bahkan, mulai tahun 2005, begitu karyawan sudah bekerja lewat 500 jam, mereka diberi stock option. Satu hal lagi yang spesial dari sistem koperasi Swanton Berry Farm ini adalah komitmen mereka untuk menanam strawberry yang enak, segar dan tanpa bahan kimia, seperti methyl bromide. Kebun strawberry ini mengandalkan pertanian sistem rotasi untuk mencegah serangan hama strawberry. Ketika tidak ditanami strawberry, kebun ditanami sayuran


lain. Biayanya memang cukup mahal. Lalu bagaimana koperasi ini bisa mendapat untung? Tentu saja ada panen gagal dan berhasil. Mereka mensiasati dengan menjual setengah hasil kebun kepada pembeli umum dan farmer’s market di San Francisco Bay Area. Setengah lagi dijual melalui Wholefood, supermarket organik yang bisnisnya tumbuh pesat karena semakin banyak orang yang peduli dengan makanan sehat organik. Sukses Wholefood inilah yang menyokong berhasilnya Swanton. Nah, jika anda tertarik, ketika kita melalui CA Highway 1 dari San Francisco ke Los Angeles, mata anda pasti tidak akan luput dari truk tua

Calendar

berwarna kuning bertuliskan Swanton Berry Farm. Begitu masuk ke visitor center, ada tawaran diskon 10 persen kalau anda naik sepeda dan helm. Ini bernada kocak karena kebanyakan yang datang memang bermobil. Tidak perlu mencari penjaga toko, karena anda bisa mengambil sendiri sekotak atau sekeranjang strawberry. Semua serba strawberry dan ollalliberry (ingat ojolali). Ada strawberry juice, strawberry cider, strawberry berbalut coklat, strawberry short cake, strawberry pie. Juga kalau anda ingin memetik sendiri strawberry. Itu soal kecil! Anda tinggal ambil karton sendiri dan langsung pergi ke kebun strawberry. Sehabis petik, anda menimbang sendiri. Bahkan anda harus membayar sendiri. Maksudnya, karena tidak ada kasir, anda harus memasukkan uang ke suatu kotak dan kalau perlu kembalian, silakan ambil sendiri. Tampaknya koperasi ini percaya, “In God We Trust�. Itu juga tampaknya yang membuat koperasi Strawberry organik yang peduli pada petani ini bisa bertahan dan sukses, bukan? Harga strawberry organik mungkin tidak terlalu murah bagi sebagian orang. Tapi, setidaknya itulah harga dan kualitas yang memang harus dibayar untuk mendapatkannya. (magenta)

Mau Mengumumkan Acara Spesial? kabari: #6, august 2007 | Klik Calendar di www.KabariNews.com

55


kabari: interaktif Bila disimak kehidupan berkeluarga tempo dulu, nyata benar bedanya dengan gaya hidup (life style) masa kini. Situasi dan kondisi berbeda sehingga mempengaruhi cara seseorang berpikir. Sekitar tahun 50-an, terlebih di negara berkembang, orang-orang belum bermimpi akan kecanggihan dan kecepatan komunikasi lewat internet dan komputer. Pada zaman itu pun tak ada yang terus menerus dikejutkan dengan car bombing atau suicide bombing yang seakan in de mode saat ini. Bahkan belanja dengan credit card atau on line shop pun jauh dari mimpi kita saat itu di Asia. Orang-orang masih berjalan kaki atau bersepeda untuk bepergian dan tak pusing berpikir untuk bergonta ganti mobil sesuai merk-merk mutakhir. Cara hidup tempo dulu kedengarannya lucu, sederhana dan old fashioned tapi terselip hal-hal yang,sedikit atau pun banyak dapat dijadikan bumbu pelezat kehidupan masa kini. Di zaman itu, pernikahan adalah sakral dan amat dihargai orang, sedangkan perceraian sebuah rumahtangga dianggap tabu dan merupakan aib. Pasangan-pasangan muda dan tua selalu terlihat jalan berdampingan berdua-duaan, kalau tidak berpiknik sekeluarga di hari libur. Setiap ibu pasti mempunyai cerita tentang anakanak yang berebutan mainan atau permen karena jumlah yang terbatas. Semuanya dijadikan obrolan lucu dan menarik dan tidak dihadapkan dengan masalahmasalah perampokan, penculikan anak, teroris dan lain-lain yang menimbulkan stres. Alangkah indahnya kalau dikenang kembali cerita dan kehidupan tempo dulu. Pasangan tua dan muda di masa itu sebenarnya sudah meronce precious life untuk bisa dipakai oleh generasi penerusnya. Mereka dengan polos dan hati yang tulus

Classified

56 | kabari:

Pembaca Menulis:

Terkikiskah “Precious Life“ di Masa Kini? Oleh: Jeanne Doko sudah bisa merenda kehidupan berkeluarga yang manis di tengah keterbatasan dan kesederhanaan hidup yang kolot, bak mawar yang banyak durinya tetapi harum dan mengharumkan. Wanita-wanita masih setia bangun pagi, lebih duluan untuk menyeduh dua mangkok kopi/teh panas sambil mempersiapkan breakfast nasi goreng untuk keluarga. Untuk yang bekerja di luar rumah pun pagi-pagi sudah bersiap-siap untuk serahterima pekerjaan rumah kepada bibi/ mpok pembantu rumah. Bagi mereka yang tak punya pembantu rumah? Lebih repot kan? Pengorbanan yang menyenangkan ini pun berbalas dengan kebiasaan sang suami yang sehabis kantor dengan setia pulang ke rumah right away tanpa mampir-mampir ke “bar”, resto atau tempat lain. Jackson Brown dalam buku kecilnya “Life’s little Instruction Book” mengungkapkan ada 511 saran-saran dan cara seseorang bisa menjalani kehidupan yang bermutu. Memang soal kecil sering dianggap sepele: telepon yang tidak diresponsni, kartu atau surat yang tak berbalas bahkan jarang orang menghargai hadiah-hadiah kecil. Hanya yang harganya mahal saja yang disertai kata ”thank you“. Kita lupa bahwa kehangatan dalam pergaulan memerlukan treating other people like you want to be treated. Kenyataan Lain Acara talk show di televisi antara lain oleh Jerry Springer kadang membuat bulu kuduk kita berdiri karena ternyata fakta di sekitar kita banyak menyingkap. Keane-

han dalam hidup di zaman yang dibilang zaman edan ini. Perkawinan antar sesama jenis kelamin, di kalangan wanita maupun pria. Sungguh luar biasa, aneh tapi nyata. Belum lagi pernikahan coba-coba (kumpul kebo) sudah bukan hal yang aneh. Bahkan perkawinan dirancang dengan memperhitungkan, setahun, dua tahun atau waktu tertentu bisa buyar. Pokoknya kawin-cerai adalah hal biasa. Katanya ini common sense....! Bayangkan: Marriage for a life time itu merupakan prediksi bukan target. Belum lagi masalah drugs/narkoba yang mengglobal, mulai anak sekolah dasar sampai tingkatan orangtua dan pejabat yang berkuasa pun terlibat sebagai pemakai ataupun pengedar. Apa jadinya dengan mutu generasi penerus dinegara maju terutama di dunia ketiga? Ketika kita melihat sekeliling kita, adakah yang bisa disalahkan? Kemajuan teknologikah? Ataukah kita manusia sebagai individu? Sistem dan tatanan masyarakat tempat kita berada ikut mempengaruhikah? Saat ini kita perlu kembali berpikir:... kalau ini adalah tanda akhir zaman , apa yang harus kita buat sebagai manusia ciptaan Tuhan? Nantinya, bak mawar semakin besar kembangnya tapi hilang bau yang harum..... Kehidupan yang semakin maju dan modern tapi naluri dan budi luhur terkikis. Wow....!! Beratnya PR/homework buat kita semua di zaman ini.

Gratis Iklan Baris untuk Sewa/Mencari Tempat Tinggal Klik Classified di www.KabariNews.com


kabari: gosip

Kamilia Radisti, Miss Indonesia 2007

Leoni:

Bangsa ini Perlu Perbaikan Leoni, mantan penyanyi cilik, ternyata sudah dewasa. Bukan hanya fisiknya, tetapi utamanya, intelektualitasnya. Tidak heran gadis bernama lengkap Leony Vitria Hartanti itu turut memikirkan soal perbaikan yang seharusnya dilakukan untuk bangsa ini. Leoni berharap, kemerdekaan Agustus ini bisa menjadi momentum bagi bangsa ini untuk berubah. “Kemerdekaan buat aku adalah suatu hadiah bagi negara kita, tetapi harus didukung juga dengan adanya perbaikan, misalnya di bidang pendidikan,” aku pacar Eross Chandra yang merupakan salah satu personel ‘Sheila on 7’ itu. Menurutnya pendidikan itu penting. Leony sangat prihatin sekali jika masih ada anak-anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya. Perempuan yang lahir di Jakarta, 20 September 1987 mengharapkan pemerintah lebih membuka mata pada masalah ini. “Semoga para pemimpin negara ini peduli pada nasib mereka yang tidak bisa bersekolah sampai ke universitas. Sayang banget, padahal pendidikan itu hak setiap anak,” ungkap dara keturunan Tionghoa yang populer dengan grupnya Trio Kwek-Kwek, bersama Dhea Ananda dan Affandy. (kiky)

Namanya sebentar lagi bisa dipastikan populer karena Disti -sapaan akrabnya- meraih mahkota Miss Indonesia 2007. “Jabatan” yang disandangnya akan membuat perempuan berumur 23 tahun ini berhak untuk ikut ajang Miss Universe dan disibukkan dengan kegiatan sosial lainnya. Disti mengaku senang dan tidak menyangka akan menjadi wanita yang paling beruntung selama tahun 2007 ini. Menanggapi kemenangannya itu Disti mengatakan, “Syukur alhamdulillah, terimakasih untuk semua yang ada di sini, senang sekali saya bisa terpilih dan membawa harum Jawa-Barat.” Menurut juri, Disti memang pantas menerima gelar Miss Indonesia, karena selain cantik, penampilan Disti pada malam pemilihan Miss Indonesia beberapa waktu lalu meyakinkan. Terutama ketika sesi wawancara. “Meskipun jawaban terakhirnya tidak terlalu bagus, penilaian juri kan pada keseluruhan. Mereka juga sudah dinilai sejak karantina. Tapi kami juri di sini menganggap Disti mempunyai kelebihan tersendiri,” ujar Setiawan Djodi, salah satu juri. Putri pasangan Djohar Malingan dan Ermin Sulistyowatie ini memang mempunyai kelebihan yang menjadi nilai plus para juri serta memiliki segudang prestasi. Seperti finalis wajah Femina 2006, atlet renang pra-PON Jawa Timur, dan menjabat sebagai marketing manager majalah Suave. Ke depan, Disti akan mempersiapkan dirinya untuk mengikuti ajang Miss World di Sanya, China dan juga Miss Universe. Persiapan yang dilakukan, menurutnya, adalah dengan mempelajari budaya-budaya tiap negara, bahasanya dan memperluas pengetahuannya. (kiky)

kabari: #6, august 2007 | 57


kedai kabari: Majalah Kabari bisa didapatkan secara Cuma-Cuma di kantor-kantor perwakilan R.I., restoran-restoran Indonesia dan gereja-gereja diseluruh Amerika. Bila Anda ingin menjadi pick up point dari majalah Kabari hubungi kami di sales@KabariNews.com

UNITED STATES

ORIDELI RESTAURANT • 5479 Snell Ave, San Jose, Ca 95123 BAY LEAF RESTAURANT • 122 S. Sunnyvale Ave, Sunnyvale, Ca 94086 BOROBUDUR RESTAURANT • 700 Post St, San Francisco, Ca 94109 RESTAURANT INDONESIA • 678 Post St, San Francisco, Ca 94109 LIME TREE RESTAURANT • 450 Irving St, San Francisco, Ca 94122 JAYAKARTA RESTAURANT • 2026 UNIVERSITY AVE, BERKELEY, CA 94704 INDO CAFÉ • 1100 Front St, ste 150, Sacramento, Ca 95314 INDONESIAN LEGAL CENTER • 3333 Brea Canyon, ste 205, Diamond Bar, Ca 91765 INDO KITCHEN • 5 North 4th St, Alhambra, Ca 91801 PONDOK SALERO • 2105 Foothill Blvd, ste B, La Verne, Ca 91750 SIMPANG ASIA • 10433 National Blvd, Los Angeles, Ca 90034 SIMPANG ASIA • 989 S.Glendora Ave, West Covina, Ca 91790 RAMAYANI RESTAURANT • 1777 Westwood Blvd, Los Angeles, Ca 90024 INDO CAFÉ • 10428 1/2 National Blvd, Los Angeles, Ca 90034 SURABAYA RESTAURANT • 843 S.Glendora Ave, West Covina, Ca 91790 SATAY FONG •989 S. Glendora Ave, ste 18, West Covina, Ca 91790 JANTY’S NOODLE • 989 S. Glendora Ave, West Covina, Ca 91790

INDONESIA

SAM’S NUTRITION • 116 N. Garfield Ave, Monterey Park, Ca 91765 INDO MART • 25608 Barton Rd, Loma Linda, Ca 92534 CAFÉ PENDAWA • 1529 Morris St, Philadelphia, Pa 19145 FAN’S CAFÉ • 1835 Snyder Ave, Philadelphia, Pa 19145 RAMAYANA STORE • 1547 S.7th St, Philadelphia, Pa 19148 CITRA STORE • 1801 S. Chadwick St, Philadelphia, Pa 19145 SRIKANDI MARKET • 608 Snyder Ave, Philadelphia, Pa 19148 INDONESIA STORE • 1701 Bancroft St, Philadelphia, Pa 19145 SARINAH STORE • 1654 S. Chadwick St, Philadelphia, Pa v19145 INDONESIA RESTAURANT • 1529 Morris St, Philadelphia, Pa 19145 BALI NUSA INDAH • 651 9th Ave, New York, NY 10036 SABANG RESTAURANT • 2504 Ennalls Ave, Wheaton, MD 20902 SATAY SARINAH • 512 A South Van Dorn St, Alexandria, VA 22304

KANTOR PERWAKILAN R.I KEDUTAAN BESAR R.I DI US • 2020 Massachussetts Ave N.W, Washington, DC 20036 KONSULAT JENDRAL R.I • 3457 Wilshire Blvd, Los Angeles, Ca 90010 KONSULAT JENDRAL R.I • 5 East 68th St, New York, NY 10021 KONSULAT JENDRAL R.I • 211 West Wacker Drive, Chicago, IL 60606 KONSULAT JENDRAL R.I • 10900 Richmond Ave, Houston, TX 77042 KONSULAT JENDRAL R.I • 1111 Columbus Ave, San Francisco, Ca 94133 KONSULAT JENDRAL R.I • 1630 Alberni St, Vancouver B.C, Canada, V6G1A6 KONSULAT JENDRAL R.I • 129 Jarvis St Toronto, Ontario, Canada, M5C2H6 KEDUTAAN BESAR R.I DI CANADA • 55 Parkdale Ave, Ottawa,Ontario Canada, KIYIE5

PLAZA INDONESIA Secret Recipe Hard Rock Café Cinnabon SARINAH THAMRIN Afterhour Cafe The Cartel Café Hot Planet Cafe Oh La La Cafe D’Place Cafe Komalas Chilis Marinara TAMAN ANGGREK Shabu-Tei Thai Express Beppu Honeymoon Dessert Noodle Restorant Sushigroove Saint Cinnamon Fish & Co Ameican Grill

LOKANANTA Jl. Panglima Polim II-2,Jakarta Selatan, Borobudur Hotel Jl. Lap.Banteng Jakarta Pusat, PURA INDAH FIRST & BUSINESS CLASS LOUNGE Soekarno Hatta International Departure Hall D,Cengkareng Jakarta 19101, AUTUMN BISTRO & LOUNGE Gdg. Settiabudi One, Unit B201, Jl. H.R. Rasuna Said Kav.62, Jakarta Selatan

58 | kabari:

PLAZA SENAYAN Saint Cinnamon Oh La La Café Victoria Café Nannini Grills Pepper Lunch Taichan Tator Café Caton Bay

LA PIAZZA Eleventh Hourse It’s A Café The Wine Celler My Hannoy House Healthy Choice Currasco KELAPA GADING MALL Oh La La Café Dante Café SENAYAN CITY Oh La La Café Hot Shot Café Thai Express Takemori Urban Kitchen PHO 2000 Takigawa Hanei Kiyadon Sushi Spageddies I-ta Suki PONDOK INDAH MALL Kiyadon Sushi PHO 2000 Cilantro Cinnabon Taichan Oh La La Hot Shot Café The Duck King Shabu Tei

Sushigroove Hanei The Cartel Café CinnZeo Cafe Din Tai Fung Fish & Co CILANDAK TOWN SQUARE Churrasco Cafe Bistro Delifrance Nandos cafe Brew & Co Tartine Cafe Mothers Cook Do an Billiechich Cafe Mangkok Putih Kafe Solo Wing Dome Cafe Fish & co cafe Kitchen Kushi tei Asahi Pisa Cafe Dixie Cafe HOTEL Hotel Sultan Hotel Nikko Hotel Saripan Pasific Hotel Grand Melia Hotel Borobudur Hotel Mercure Convention Center Hotel Sahid Jakarta Hotel Le Meridien


kabari: #6, august 2007 | 59


60 | kabari:


Digital kabari#6 aug07