Page 1

9 772 087 27 567 1


SOWAN DARI REDAKSI

HatiIbarat

Rumah

Pemilik hati yang dipenuhi dengan kuasa Allah, adalah mereka yang bajik, yang bijak, yang baik laku hidupnya, yang senantiasa dalam penjaagaan Allah. Dengan keadaan hati yang seperti ini, apakah mungkin setan mampu mencuri dan mengosongkan hatinya?

H

ati ini bisa diumpamakan rumah. Hati bisa saja menjadi rumah raja, yang di dalamnya ada simpanannya, ada tabungannya, ada perhiasannya, ada barang seni yang mahal harganya, ada segalagalanya. Hati, bisa juga menjadi rumah hamba. Rumah hamba di dalamnya ada simpanan, tabungan, perhiasan dan barang seni juga. Tapi semuanya itu tak seperti milik sang raja. Hati, pun dapat menjadi rumah kosong yang tak berisi apa-apa. Jika datang seorang pencuri, rumah mana yang akan dimasukinya? Pasti tidak mungkin dia akan masuk ke rumah kosong, sebab dia akan keluar jelas dengan tangan kosong. Jika masuk ke rumah raja, itu pun tak mungkin. Sebab rumah raja sudah pasti dikelilingi banyak penjaga yang selalu siap berjaga-jaga. Tak ada pilihan, jika begitu yang paling mungkin bagi si pencuri adalah masuk ke rumah hamba. Rumah adalah analogi hati, pencuri adalah setan. Dengan begitu, mustinya kita tahu maksud dari perumpamaan ini. Rumah yang kosong bagaikan hati manusia yang tak berisi kebajikan, yaitu mereka yang munafik. Rumah yang seperti inilah rumah setan, yang di dalamnya berisi segala kegelapan, kehampaan. Jika begitu, adakah rangsangan untuk mencuri di rumah seperti itu? Sebaliknya, rumah raja adalah hati yang telah dipenuhi dengan kuasa Allah. Hati yang penuh dengan kecintaan Allah. Pemilik hati yang dipenuhi dengan kuasa Allah, adalah mereka yang bajik, yang bijak, yang baik laku hidupnya, yang senantiasa dalam penjaagaan Allah. Dengan keadaan hati yang seperti ini, apakah mungkin setan mampu mencuri dan mengosongkan hatinya? Sedangkan yang paling mungkin dimasuki pencuri adalah rumah hamba. Inilah hati yang mengerti tentang Allah, mencintai-Nya, beriman kepada Allah. Namun selain itu, hati yang ibarat rumah hamba ini juga menyimpan keraguan, sifat-sifat buruk, hawa nafsu serta tabiat tidak baik. Keadaan hati yang seperti inilah yang dicari setan. Sebab si pemilik hati ini adalah dia yang serba setengah hati, pijakannya tidak kuat. Dialah orang yang seringkali penuh bimbang. Maka, berhati-hatilah orang yang seperti ini. + Salam dari Baciro

Kunjungi website majalah Kabare di: www.kabaremagzine.com

04

Februari 2014

Dapatkan e-magz Kabare di: www.wayangforce.com

Majalah Kabare/Kabare Magazine Group: Kabare Magazine Community


PERINTIS: Prof. Dr. H Koesnadi Hardjasoemantri, SH, ML (Alm) PENASIHAT: GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi KBPH. Prabu Suryodilogo Moetaryanto Poerwoaminoto AO KRT. Sugiharto Soeleman Ir. Paulus Warsono Broto, MM PENANGGUNG JAWAB: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH DEWAN DIREKSI: Drg. R Eddy Purjanto KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH Ir. Danang Wibowo DEWAN REDAKSI: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH FA Herru Della Yuanita Agus Yuniarso FOTOGRAFI: Budi Prast Albert Taurino ARTISTIK & PRODUKSI: Sutoto Arif Tedja Mukti PEMASARAN IKLAN: Anis Rohmah Nurjanah (Koordinator) M Farid Imawan KEUANGAN & ADMINISTRASI IKLAN: Lulu Z Ofta Arianti SIRKULASI & PROMOSI: Tegar Hartoko Sutaryo REDAKTUR ONLINE: Agus Yuniarso ADMIN IKLAN Monica Dyah Kusumawati PERWAKILAN JABODETABEK Herlan Parisa Bambang Kusubyanto Kristina Agustin (Administrasi)

Model : Gita Irawan Wirjawan & Yasmin Stamboel Wirjawan Busana & Aksesoris : Koleksi pribadi Foto : Albert Desain : Sutoto

PENERBIT: PT. Kabare Jogja Media Pariwara ALAMAT REDAKSI, IKLAN DAN SIRKULASI: Jl. Pacar 67A, Baciro, Yogyakarta, Telp +62 274 562 887, Faks +62 274 558 072 E-mail: info@kabaremagazine.com, kabareyk@indosat.net.id Website: www.kabaremagazine.com ALAMAT PERWAKILAN JAKARTA: Sovereign Plaza Lantai 12 Jl. TB. Simatupang No. 36, Jakarta 12430 Telp: 021 - 294 00 153. Fax: 021 - 294 00 161

Februari 2014

05


PASUGATAN

DAFTAR ISI

10 Regol Indonesia menyimpan kekayaan dalam bentuk rumah tradisional yang begitu banyak, lengkap dengan khazanah spiritual yang menyertainya. Dari ujung barat hingga ujung timur, berjajar begitu banyak kelompok etnik dan suku bangsa dengan rupa dan bentuk rumah tradisionalnya berikut pola bertempat tinggal yang khas dan unik.

Kondhang 30 Ketika menjabat sebagai Bupati Solok tahun 2000, mengantarkan laki-laki bernama Gamawan Fauzi mendapatkan Anugerah Bung Hatta Award (2004), Tiga Pilar Award (2005), dan dua penghargaan Pelopor Pelayanan Prima. Selepas menjadi Gubernur Sumatra Barat, atas komitmen dan konsistensinya dalam menegakkan aturan dan antikorupsi pada periode kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, ia “dilamar� dan dipercaya untuk menjadi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu.

58 Canthing Sebanyak 21 pewarta foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI ) Yogyakarta menggelar pameran foto bertema Yogyakarta Berhenti Nyaman di Bentara Budaya Yogyakarta pada 26 hungga 30 Desember 2013. Dalam pameran foto tersebut, PFI seakan memperlihatkan sebuah pesan bahwa di balik ancaman keistimewaan Jogja ternyata tersembunyi sebuah ancaman yang datang dari fenomena penyimpangan hukum dan sosial yang terjadi sehingga membuat Jogja yang yang memiliki slogan Berhati Nyaman pelan-pelan berubah tingkat kenyamanannya.

Pendopo 72 Tak lama selepas Sekaten, Kota Yogyakarta segera dibalut lagi dengan acara budaya. Acara yang mendapat perhatian dan mampu menghimpun masyarakat dalam satu waktu dan tempat itu adalah Festival Bregodo Rakyat. Acara budaya yang berlangsung Minggu, 19 Januari lalu, merupakan bentuk rasa cinta masyarakat Yogyakarta terhadap budaya, sekaligus upaya nguri-uri peradaban Mataram.

06

Februari 2014


38 Gebyar Kecintaan dan ketertarikan akan budaya Indonesia menjadi hal penting yang mendasari berdirinya dan eksistensi brand Innara. Nama “INNARA” sendiri lahir dari akronim “Indonesia Raya dengan Ethnic dan Colorfull”. Brand yang mengusung line utama moslem ready to wear namun bersifat universal. Sehingga siapa pun dapat menggunakannya di segala suasana. Innara yang didirikan oleh Wulan Soedarto dan Ninda Mulyoto, kini berkembang menjadi brand yang semakin eksis dan mapan.

Klangenan 84 Sebagai kota yang menyandang lebih dari satu julukan, Yogyakarta tentu memiliki banyak hal yang unik dan menarik. Seiring dengan meningkatnya angka kunjungan, dunia kuliner pun menjadi berkembang dan beragam. Banyak sekali restoran yang menyajikan bermacam menu. Saffron Restaurant salah satunya. Di daftar menu a la carte Saffron Restaurant, terpampang bermacam hidangan Nusantara, Eropa, dan Asia yang istimewa. Yang pasti, di dapur restoran itu berdiri chef dan juru masak hebat yang memiliki ide-ide cemerlang untuk menciptakan hidanganhidangan khas, yang tentu saja jarang tersedia atau bahkan tidak ada di restoran lain.

REGULER 34. PEPANGGIHAN 68. NGADI BUSANA 76. PLESIR 80. PESANGGRAHAN

88. PAGUYUBAN 92. GUNEMAN 94. DULU KINI 95. LAKON LAKU

96. JERON BETENG 102. CAWISAN

Februari 2014

07


CANTHING ARTIKEL LEPAS

08

Februari 2014


Gita Irawan Wirjawan & Yasmin Stamboel Wirjawan

Budaya Bangsa Itu

Kita

Dahsyat

Teks: BK; Foto: Albert

“B

udaya Indonesia saat ini sangat bisa mempengaruhi dunia, dan kita memiliki kapasitas untuk itu. Budaya kita itu dahsyat. Ini bangsa yang basis kekuatan budayanya dahsyat dari Sabang sampai Merauke, multi bahasa, multi etnis, multi dialek, multi warna, multi daerah, multi agama. Itu semua kulminasinya pada cerminan budaya, tapi itu belum terproyeksi sejauh, sebanyak, setingkat apapun yang kita aspirasikan, karena kita baru saja mulai,” kata Gita Irawan Wirjawan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia. “Tapi sejarah menilai, bahwa kita itu sudah bisa sebelumnya. Abad ke tujuh zaman Dinasti Syailendra, membangun candi Budha terbesar di dunia, abad ke empatbelas kekuasaan Majapahit membentang dari barat sampai timur, mencakup areal Asia Tenggara, itu contoh bahwa kita sebenarnya bisa memproyeksikan soft power kita, budaya kita. Saya rasa ini momen kita agar budaya Indonesia bisa mempengaruhi dunia internasional,” terang Gita Wirjawan pada Kabare. Di sela-sela kesibukannya sebagai Menteri Perdagangan, Gita sangat menaruh perhatian pada nilai-nilai budaya. “Saya itu berpikir bahwa nilai ekspor kita, nilai dagang kita yang paling tinggi itu ada pada inovasi dan kreativitas. Inovasi dan kreativitas itu sangat terkorelasi dengan kapasitas budaya kita,” kata Gita. “Kapasitas kita untuk bisa berinovasi sangat terkait dengan budaya kita dan juga

intelektual kita. Ini yang menurut saya sangat harus dikembangkan ke depan.” “Kalau membuat handphone itu, jerih payah keringatnya mungkin hanya seperseratus atau seper beberapa puluh dari nilai totalnya, sisanya itu mencerminkan nilai inovatif dan nilai kreatif. Indonesia ini belum mencapai titik potensi ini, jadi menurut saya ini bisa teraktualisasi,” tambahnya. Untuk bisa mengeksplorasi budaya kita hingga dapat meningkatkan martabat Indonesia di dunia internasional, yang pertama tentunya dari sektor ekonomi. Ekonomi kita ini dari sisi perdagangan bagaimana kita bisa melakukan eksportasi produk-produk industri, seperti negara-negara tetangga kita Taiwan atau Korea dengan produk elektronik yang membanggakan. Baru setelah kita punya kekuatan ekonomi, kita pun bisa lebih berjaya untuk melakukan eksportasi budaya, di mana wayang bisa diselenggarakan di New York selama 3 bulan, di mana Srimulat bisa tampil di London selama 3 bulan, di mana keroncong bisa main di Moscow selama beberapa bulan. Itu semua memerlukan kekuatan ekonomi di belakangnya. Kekuatan ekonomi itu jika kita bisa meningkatkan pendapatan pajak, meningkatkan kapasitas produksi produk-produk yang industrial, yang bernilai tambah, yang membanggakan. Gita Irawan Wirjawan terlahir berdarahkan Jawa-Menado dari pasangan almarhum Wirjawan Djojosoegito dan Paula Waroka pada tanggal 21 September 1965 di Jakarta. Masa kecilnya dihabiskan di Jakarta, SD di Budi Waluyo dan SMP di Pangudi Luhur hingga kelas 2. Ia kemudian mengikuti orangtua bertugas ke Bangladesh sebagai dokter WHO. Saat melanjutkan SMA, Gita dikirim orangtuanya ke New Delhi, India, untuk melanjutkan pendidikan SMA. Setamat SMA, Gita melanjutkan pendidikannya ke Amerika untuk sekolah musik mengambil jurusan komposisi jazz dan matematika di University Texas, Austin, Amerika. Tapi karena orangtua tidak berkenan Gita mengambil jurusan tersebut, Gita beralih untuk belajar ilmu ekonomi di bidang akuntansi di Kennedy School of Government, Harvard University dan dilanjutkan mengambil S2 hinga meraih meraih Master of Bussines Administration (MBA) di Baylor University tahun 1989. Lulus S2 yang kedua dengan meraih gelar Master of Public Administration (MPA) dari Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika di tahun 2000. Masa-masa hidup tersulit bagi Gita adalah saat harus bertahan hidup di Amerika. Hal itu terjadi karena ayahnya saat itu sudah pensiun. Berbagai macam pekerjaan dilakukannya mulai dari pembersih toilet, pencuci piring, supir hingga berjualan kulit ular, dilakoninya. Di sela-sela libur kuliah, Gita memberikan les piano. Sebagai guru piano inilah Gita bertemu dengan Yasmin Stamboel, cucu dari pahlawan nasional Otto Iskandar Dinata yang kemudian jadi istrinya. + Februari 2014

09


REGOL KABAR UTAMA

S

ebagai salah satu kawasan multi-etnik terbesar di dunia, Nusantara sejak awal dikenal sebagai surga keanekaragaman. Tak kurang dari 300 kelompok etnik dengan lebih dari 1.300 suku bangsa, lengkap dengan ragam bahasa dan adat istiadat yang dimilikinya, hidup penuh harmoni, berdampingan dengan damai, mewakili lintasan zaman yang begitu panjang. Kekayaan ini tentu melahirkan aneka rupa gaya dan warna dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Istimewanya, kehadiran unsur budaya asing bukannya melenyapkan warisan asli para leluhur, namun justru berbaur harmonis dan semakin memperkaya keanekaragaman yang dimiliki. Serapan langgam dan corak dari berbagai pengaruh budaya besar dunia, sejak Hindu-Buddha, Islam, China hingga Eropa, mewarnai kekayaan budaya dan adat istiadat khas berbagai suku bangsa seantero Nusantara. Karakteristiknya menjadi begitu beragam, termasuk dalam dalam hal bertempat tinggal. Rumah tradisional Nusantara memiliki aneka bentuk dan rupa berikut fisolofi yang terkandung di dalamnya. Tak sebatas pada latar belakang dan pertimbangan lahiriah, para leluhur masyarakat Nusantara memang memandang dan menghayati tempat tinggalnya dengan pertimbangan dan pendekatan batiniah. Rumah sebagai tempat tinggal yang sempurna, tak hanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan keselamatan dan kenyamanan pengguna dan penghuninya, namun juga melekatkan harapan akan suasana bahagia, damai, tenteram, hingga hadirnya aura keberuntungan dan keseimbangan. Khazanah spiritual yang dimilikinya diterapkan rinci dalam tiap tatanan, rancangan, serta ornamen dan ragam hias simbolik yang melengkapinya. Semuanya, secara keseluruhan merefleksikan kedalaman filosofi dan kekayaan budaya setempat. Selain itu, khazanah spiritual juga diwujudkan dalam tahapan, prosesi serta ritual adat sebelum, selama hingga sesudah pembangunan sebuah rumah yang didasarkan atas berbagai pertimbangan dan perhitungan yang matang. Keragaman budaya Nusantara melahirkan ke-bhinneka-an pandangan, filosofi dan gaya hidup masyarakatnya yang penuh warna. Pun dalam hal bertempat tinggal, setiap suku bangsa memiliki cara dan ciri tersendiri, bentuk dan gaya tersendiri, sehingga ketika semua rumah-rumah tradisional dari seluruh penjuru Nusantara ditata berdampingan satu dengan yang lainnya, yang hadir adalah bentangan aneka bentuk dan rupa yang begitu indah dan menakjubkan. Suasana ini bisa disaksikan sejak tahun 1975 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebuah kawasan taman wisata budaya di sisi timur Kota Jakarta. Dan sejak tahun 2011, kawasan miniatur budaya Nusantara yang digagas oleh Ibu Tien Soeharto ini telah diusulkan Pemerintah Republik Indonesia ke UNESCO, badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk pendidikan dan kebudayaan, sebagai salah satu intangible cultural heritage. Sayangnya, kini tak terlalu mudah untuk melihat rumah tradisional Nusantara berdiri di tempat asalnya sendiri. Tampaknya bukan karena masyarakat tak peduli untuk melestarikan keberadaannya. Selain alasan adat tertentu, tuntutan modernisasi dan pragmatisme akibat perkembangan zaman memang tak memudahkan rumah tradisional untuk tetap berdiri kokoh. Terlebih ketika lahan tak lagi tersedia dan mudah untuk dimiliki. Gairah untuk mencintai dan melestarikan unsur tradisional, meski semakin marak berkembang sebagai tren gaya bertempat tinggal di era modern ini, terpaksa hanya dapat diwujudkan dalam keterbatasan. Langgam dan corak tradisional masih bisa dilekatkan disana-sini. Jikapun bukan di sisi rupa dan bentuk, nuansa tradisi masih dapat tetap dipertahankan di sisi fungsi dan filosofinya. Melekatkan kembali unsur tradisional di setiap sudut rumah paling tidak bisa dipandang sebagai upaya pelestarian di tengah keterbatasan. Kebanggaan berbudaya dihadirkan dengan bauran kenyamanan modern yang dipadukan dengan balutan unsur artistik dari kekayaan ragam budaya Nusantara yang tiada tara. +

10

Februari 2014


Menengok

Rumah Nusantara Kembali

Tradisional

Teks: Agus Yuniarso; Foto: Budi Prast

Rumah Limas, rumah tradisional Palembang, Sumatera Selatan

Februari 2014

11


REGOL KABAR UTAMA

Mbaru Niang, rumah tradisional Manggarai, NTT

N

ama 'Wae Rebo' tiba-tiba melanglang buana dan menghiasi ruang media sejak Agustus 2012 lalu. Wae Rebo, sebuah dusun kecil di Desa Satar Leda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini, menyeruak dan menjadi sorotan ketika UNESCO, badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk pendidikan dan kebudayaan menganugerahi Award of Excellence dalam forum UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation, sebuah penghargaan bergengsi dalam bidang konservasi warisan budaya, menyisihkan 43 warisan budaya dari 11 negara di kawasan Asia Pasifik. Wae Rebo bak negeri di balik awan. Letaknya terpencil dari keramaian, terpisah oleh lembah dan bebukitan di Pulau Flores. Konon sebelumnya, bahkan orang Flores pun jarang yang tahu dan memahami keberadaannya. Meski demikian, bagai harta karun tersembunyi, hanya di dusun inilah tersisa keberadaan rumah tradisional

12

Februari 2014

Bentuk melingkar dan berpusat di tengah yang dimiliki Mbaru Niang melambangkan persaudaraan abadi masyarakat Wae Rebo yang menempatkan para leluhur mereka sebagai titik pusatnya

khas Manggarai yang dikenal dengan nama 'Mbaru Niang'. Bangunan Mbaru Niang di Wae Rebo berhasil dilestarikan dengan jumlah lengkap, tujuh rumah. Memang hanya jumlah itulah yang selalu dipertahankan masyarakat Wae Rebo. Tak mungkin bertambah sesuai adat, karena tujuh melambangkan tujuh kekuatan yang menjaga desa. Bertambah tak mungkin, namun berkurang bisa saja terjadi dan tak terdihindarkan karena lapuk termakan zaman. Sebagaimana nasib rumah tradisional lainnya di pelosok Nusantara, Mbaru Niang pun pernah terancam punah dan sempat tinggal bersisa empat bangunan di tahun 2008. Mbaru Niang di Wae Rebo telah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur masyarakat Manggarai dan telah berusia 18 generasi. Dengan bentuknya yang menyerupai kerucut raksasa yang terdiri dari lima tingkat dengan fungsi berbedabeda, Mbaru Niang mampu menampung antara enam hingga tujuh keluarga. Selain


Foto: www.floresexotictours.com

Rumah TradisionalNusantara, Ragamnya NyarisTiada Tara Teks: Agus Yuniarso; Foto: Budi Prast

berfungsi sebagai tempat tinggal, Mbaru Niang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dan sajian untuk leluhur masyarakat Wae Rebo. Bentuk melingkar dan berpusat di tengah yang dimiliki Mbaru Niang melambangkan persaudaraan abadi masyarakat Wae Rebo yang menempatkan para leluhur mereka sebagai

Rumoh Aceh, rumah tradisional Nanggroe Aceh Darussalam

Siwaluh Jabu, rumah tradisional Karo, Sumatra Utara

Rumah Lancang, rumah tradisional Kampar, Riau

Februari 2014

13


REGOL KABAR UTAMA titik pusatnya, sebagaimana petuah tradisional masyarakat Wae Rebo dalam mengenang para leluhurnya yang berbunyi “neka hemong kuni agu kalo�, yang bermakna “jangan lupakan tanah kelahiran�. Penghargaan UNESCO menjadi apresiasi atas renovasi dan restorasi Mbaru Niang yang telah meningkatkan semangat dan kebanggaan sebuah komunitas lokal ke tingkat dunia. Renovasi itu tak hanya sukses melestarikan bentuk rumah adat, tetapi juga berhasil mengabadikan pengetahuan tradisional soal arsitektur dan tata cara adat pembangunan rumah. Mbaru Niang hanya salah satu dari keragaman rupa dan bentuk rumah tradisional Nusantara. Negeri ini menyimpan kekayaan rupa dan bentuk rumah tradisional yang begitu banyak, lengkap dengan khazanah spiritual yang menyertainya. Dari ujung barat hingga

ujung timur, berjajar begitu banyak kelompok etnik dan suku bangsa dengan rupa dan bentuk rumahnya tradisional berikut pola bertempat tinggal yang khas dan unik. Keragamannya nyaris tiada tara, sehingga tak mudah untuk menyebutkannya satu per satu. Namun sebagian diantaranya masih mudah dikenali,

Selain menjadi tempat tinggal, rumah tradisional masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat ini juga menjadi pusat penyelenggaraan berbagai ritual adat dalam ritus kehidupan penghuninya sekaligus menjadi tempat utama dalam bermusyawarah

Rumah Gadang atau Rumah Godang, rumah tradisional Minangkabau, Sumatra Barat

14

Februari 2014

utamanya rumah tradisional dari sejumlah suku bangsa mayoritas dengan jumlah penduduk terbesar. Di Pulau Sumatra, Rumah Gadang boleh jadi menjadi bentuk khas yang paling banyak dikenali. Selain menjadi tempat tinggal, rumah tradisional masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat ini juga menjadi pusat penyelenggaraan berbagai


ritual adat dalam ritus kehidupan penghuninya sekaligus menjadi tempat utama dalam bermusyawarah. Ukurannya bergantung pada berapa banyak jumlah penghuninya, namun ruangan yang ada umumnya berjumlah ganjil dengan bilikbilik yang tersekat memanjang ke belakang dan didiami oleh anak-anak, wanita yang sudah berkeluarga, ibu dan nenek. Masyarakat Mentawai di lepas pantai Sumatra tinggal di rumah besar yang disebut Uma. Rumah besar ini dihuni oleh lima hingga tujuh keluarga satu keturunan. Selain bangunan utama, Uma juga dilengkapi dengan bangunan lalep bagi pasangan suami istri serta rusuk yang menjadi penginapan khusus bagi anak muda, para janda dan orang-orang yang diasingkan. Rumah tradisional di Palembang memiliki bentuk panggung yang disebut

Rumah tradisional Jawa Barat

Rumah Limas, rumah tradisional Palembang, Sumatera Selatan

Februari 2014

15


REGOL KABAR UTAMA

Rumah Kebaya, rumah tradisional Betawi, DKI Jakarta

Jumlah tingkat atau lantai bangunan tradisional biasanya bisa menunjukkan kelas sosial pemiliknya. Artinya, semakin besar ukuran rumah dan semakin tinggi jumlah tingkatnya, mencerminkan derajat sosial pemiliknya

16

Februari 2014

Joglo, rumah tradisional Yogyakarta

Rumah Bari atau rumah kuno, kadang juga disebut sebagai Rumah Limas sesuai bentuk atapnya. Jumlah tingkat atau lantai bangunan tradisional biasanya bisa menunjukkan kelas sosial pemiliknya sesuai adat istiadat di Palembang. Artinya, semakin besar ukuran rumah dan semakin tinggi jumlah tingkatnya, mencerminkan

derajat sosial pemiliknya. Di Pulau Jawa, rumah tradisional Jawa dan Sunda tentu paling mudah dikenali, karena bagaimanapun keduanya adalah suku bangsa mayoritas dengan budayanya yang dominan. Ragam dan bentuk rumah tradisional yang dimilikinya pun bermacam ragam, sesuai kegunaan atau strata sosial


REGOL KABAR UTAMA Selain rumah tradisional Jawa dan Sunda dengan ragam bentuknya , sejumlah kelompok etnik dan suku bangsa lain di Pulau Jawa juga memiliki bentuk rumah tradisionalnya sendiri. Masyarakat Betawi misalnya, memiliki dua bentuk rumah tradisional yang disebut Rumah Bapang atau Rumah Kebaya serta Rumah Gudang. Ciri khas rumah tradisional Betawi terletak pada bagian lisplank yang terbuat dari papan berukir dengan ornamen segitiga berjajar yang diberi nama gigi balang. Rumah tradisional masyarakat Baduy Dalam di Banten berupa bentuk rumah panggung yang disebut Sulah Nyanda. Cirinya adalah digunakannya atap ijuk atau daun kelapa, bukan genteng yang terbuat dari tanah, karena sesuai kepercayaan adat, rumah sebagai perantara dunia bawah dan dunia atas tidak boleh diletakkan dibawah tanah. Menggunakan genteng, bagi orang Baduy Dalam, berarti mengubur diri hiduphidup. Rumah tradisional Baduy Dalam juga tidak mengenal jendela, yang fungsinya digantikan dengan lubang di dinding atau

Sulah Nyanda, rumah tradisional Baduy Dalam, Banten

penggunanya. Masyarakat Jawa mengenal bentuk Panggangpe, Kampung, Limasan dan Joglo sebagai tempat tinggalnya serta bentuk Tajug yang dipergunakan sebagai tempat ibadah. Selain itu, juga dikenal bentuk lumbung yang berfungsi sebagai penyimpan bahan makanan dan kandhang yang menjadi rumah hewan peliharaan. Masing-masing bentuk tersebut masih dibedakan menjadi sejumlah bentuk detil yang berbeda, semisal Panggangpe sebagai bentuk yang paling sederhana terdiri dari panggangpe gedhang selirang, panggangpe empyak setangkep, panggangpe gedhang setangkep, 18

Februari 2014

http://moodynista-files-wordpress-com

Joglo, rumah tradisional Jawa Timur

panggangpe ceregancet, dan panggangpe trajumas. Sementara bentuk Joglo terdiri dari joglo limasan lawakan, joglo sinom, joglo jompongan, joglo pangrawit, joglo mangkurat, joglo hageng dan joglo semar tinandhu. Sementara masyarakat Sunda memiliki rumah tradisional dengan kolong di bawahnya yang disebut “imah� yang terdiri dari bermacam jenis sesuai bentuk atap dan pintu rumahnya, seperti Suhunan Jolopong, Tagong Anjing, Badak Heuay, Perahu Kemureb, Jubleg Nangkub dan Buka Pongpok. Suhunan Jolopong adalah bentuk sederhana yang paling mudah dijumpai di sejumlah cagar budaya atau desa-desa di Jawa Barat.

Karena sesuai kepercayaan adat, rumah sebagai perantara dunia bawah dan dunia atas tidak boleh diletakkan dibawah tanah. Menggunakan genteng, bagi orang Baduy Dalam, berarti mengubur diri hidup-hidup


lantai yang terbuat dari bambu. Di Pulau Kalimantan, setidaknya terdapat dua bentuk rumah tradisional yang begitu dikenal, yaitu Rumah Betang dan Rumah Ba'anjung. Rumah Betang adalah rumah tradisional suku Dayak di pedalaman Kalimantan. Masyarakat Dayak tinggal bersama secara turun-temurun di dalam rumah besar yang berbentuk panggung setinggi 3-5 meter diatas tanah ini. Ukuran rumah ini bervariasi tergantung banyaknya keluarga yang menempati. Panjangnya bisa mencapai 150 meter, bahkan terkadang lebih. Setiap keluarga biasanya menempati satu bilik tersendiri berbataskan sekat-sekat di dalam rumah yang sangat besar ini. Sementara Rumah Ba'anjung menjadi ciri rumah tradisional Suku banjar di Kalimantan Selatan. Sesuai namanya, rumah ini dibangun dengan beranjung, yakni sayap bangunan menjorok di kanan kiri bangunan utama yang menjadi ciri khasnya. Kebanyakan rumah Banjar dibangun dengan dua anjung, sehingga juga disebut Rumah Ba'anjung Dua. Di Keraton Banjar, bangunan terpentingnya disebut Rumah Bubungan Tinggi yang dipergunakan sebagai istana kediaman Sultan Banjar. Bentuk ini sekaligus menjadi ikon khas rumah adat Kalimantan Selatan. Di Sulawesi, Baruang Tongkonan menjadi bentuk khas rumah tradisional Toraja. Ciri utamanya adalah menghadap utara ke arah Puang Matua, sebutan masyarakat Toraja bagi Yang Maha Kuasa. Bangsawan Toraja umumnya memiliki Tongkonan yang berbeda dengan orang kebanyakan yang bisa dilihat dari jumlah tanduk kerbau yang tersusun rapi menjulang. Semakin tinggi susunan itu, semakin tinggi pula derajat sang pemilik rumah. Kerbau memang menjadi simbol kemakmuran di kalangan masyarakat Toraja. Jumlah tanduk kerbau yang terpajang di rumahnya itu menunjukkan seberapa sering sebuah upacara atau pesta adat digelar oleh pemiliknya. Tak teruraikan di keterbatasan ruang, setiap pelosok negeri ini masih menyimpan begitu banyak bentuk dan keindahan rumah tradisional. Dalam suatu kelompok etnik yang terdiri dari beberapa suku

Rumah Betang, rumah tradisional Kalimantan Tengah

Rumah Lamin, rumah tradisional Kalimantan Timur

Februari 2014

19


REGOL KABAR UTAMA

Baruang Tongkonan, rumah tradisional Toraja, Sulawesi Selatan

Jumlah tanduk kerbau yang terpajang di rumahnya itu menunjukkan seberapa sering sebuah upacara atau pesta adat digelar oleh pemiliknya

Banua Layuk, rumah tradisional Mamasa, Sulawesi Barat

bangsa, bentuk rumah tradisionalnya boleh jadi tak jauh berbeda, namun detil bangunan dan ragas hias yang dimilikinya boleh jadi akan sangat berbeda. begitu pun kedalaman filosofi yang ada di sebaliknya.

20

Februari 2014

Karenanya, bisa dibayangkan betapa eloknya jajaran rumah tradisional khas yang dimiliki oleh lebih dari 1.300 suku bangsa Nusantara, merangkai kekayaan budaya dengan keragaman yang nyaris tiada tara. +


estate


REGOL KABAR UTAMA

Ukiran khas rumah Joglo, Jawa Tengah

Rumah Tradisional,

Masa Lalu dalam Masa Kini

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

L

ain suku, lain pula rumah adatnya. Seperti yang telah diceritakan di awal, rumah tradisional atau rumah adat di Nusantara sangat beragam. Rumah tradisional Nusantara memiliki nilai estetik dan bentuk, serta nilai filosofi yang berbeda-beda, tergantung dari adat tradisi dan kondisi lingkungan masing-masing daerah. Dan siapapun tahu, rumah adat atau rumah tradisional merupakan bagian tak terpisah dari keanekaragaman budaya Nusantara. Keragaman yang memunculkan 22

Februari 2014

perbedaan, yang pasti bukan untuk memilah-milah mana yang lebih indah, mana yang lebih hebat. Perbedaan yang ada, justru lebih tepat dipandang sebagai kekayaan Nusantara. Itulah keelokan Nusantara, berbeda-beda namun satu dalam nama Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia pun semestinya menghargai dan membanggakannya sebagai identitas bangsa. Membicarakan rumah tradisional atau rumah adat memang menarik. Di kala rumah-rumah tradisional itu dibanggakan

sebagai indentitas dan kekayaan budaya bangsa, dengan segala kandungan filosofi dan estetikanya, di saat ini juga keberadaannya justru telah semakin berkurang. Hal ini tentulah disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti telah berubahnya pola pikir dan gaya hidup masyarakat yang menjadi lebih modernis dan praktis, serta semakin meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Di zaman sekarang ini, yang tampak berkembang adalah rumah-rumah bergaya


Rumah tradisional Bali

Perbedaan yang ada, justru lebih tepat dipandang sebagai kekayaan Nusantara. Itulah keelokan Nusantara, berbeda-beda namun satu dalam nama Indonesia

Rumah Honai, rumah tradisional Papua

modern. Rumah berarsitektur modern mengadopsi nilai-nilai kepraktisan dan sering kali justru mengacu pada budaya luar. Namun demikian, gairah untuk mencintai dan melestarikan rumah

tradisional pun muncul kembali pada masyarakat. Menyelipkan gaya-gaya arsitektur rumah tradisional pada bangunan modern bahkan telah menjadi sebuah gaya hidup. Meski

Februari 2014

23


REGOL KABAR UTAMA

Ukiran khas di Umi, rumah tradisional suku Amarasi, NTT

24

Februari 2014


hanya mengadopsi sebagian corak-corak dan ciri khas rumah tradisional, toh itu merupakan wujud penghargaan atas kekayaan budaya, tradisi dan adat bangsa ini. Modernitas memang tak terelakkan yang menyebabkan adanya perubahan pola pikir masyarakat Nusantara. Dampaknya pun terealisasi salah satunya dalam hal arsitektur rumah. Wujud penghargaan dan kecintaan yang besar, selain itu, juga diwujudkan masyarakat Indonesia dengan merawat dan menjaga rumah-rumah tradisional warisan, yang sampai sekarang masih ada. Bahkan untuk alasan dan kebutuhan tertentu, rumah baru dengan gaya arsitektur rumah tradisional atau adat, juga kerap dilakukan.

Nuwo Sesat, rumah tradisional Lampung

Meski hanya mengadopsi sebagian corakcorak dan ciri khas rumah tradisional, toh itu merupakan wujud penghargaan atas kekayaan budaya, tradisi dan adat bangsa ini Rumah Sa’o Nggua, rumah tradisional Ende Lio, NTT

Ungkapan penghargaan dan kecintaan yang besar terhadap rumah tradisional, warisan budaya nenek moyang, tercermin dan terungkap pula salah satunya dari keberadaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di sanalah kehebatan pola pikir leluhur masyarakat Nusantara dalam membangun rumah, diwujudkan. Keberadaan rumah-rumah tradisional di Taman Mini Indonesia Indah, tentu juga sebuah upaya menjaga keberadaannya di zaman sekarang agar tradisi tetap dikenali generasi-generasi baru zaman sekarang. Tak jauh berbeda dengan semangat pembangunan rumah-rumah tradisional di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta,

Rumah Sasadu, rumah tradisional Maluku Utara

Februari 2014

25


REGOL KABAR UTAMA

26

Februari 2014


kini di Desa Sidan, Gianyar, Bali, pun telah dibangun Taman Nusa. Memang ada bermacam bentuk ungkapan penghargaan dari anak bangsa dalam melestarikannya. Kecintaan serta semangat pelestarian rumah-rumah tradisional itu, adalah api yang memicu dibangunnya Taman Nusa. Taman Nusa merupakan sebuah taman wisata budaya yang dibangun oleh seorang anak bangsa untuk merunutkan perjalanan sejarah Nusantara dalam hal bangunan atau seni arsitektur dari masa ke masa, mulai dari zaman prasejarah hingga Indonesia di masa mendatang. Taman wisata budaya ini ingin menunjukkan arah perkembangan tradisi arsitektur budaya yang mencapai puncaknya, melalui ungkapan arsitektural.

Baruang Tongkonan, rumah tradisional Toraja, Sulawesi Selatan

Februari 2014

27


REGOL KABAR UTAMA

Lanskap Kampung Budaya, Taman Nusa

Menempati lokasi 15 hektare di tebing pegunungan, di sebagian besar lahan Taman Nusa berdiri Kampung Budaya. Di sana terdapat puluhan bangunan rumah tradisional, khas seluruh daerah di Nusantara. Beberapa di antaranya bahkan merupakan rumah asli yang sengaja dibawa dari daerahnya yang telah berusia ratusan tahun. Pendirian Taman Nusa memang untuk memberikan pengetahuan menyeluruh kepada anak negeri khususnya, dan bangsa lain tentang budaya dari berbagai etnis Nusantara. Misinya adalah sebagai sarana pelestarian dan didaktika untuk lebih memahami budaya Indonesia. Di sana, pengenalan budaya bahkan tidak hanya dari representasi bangunan fisik rumah-rumah tradisional tersebut, tetapi juga dari kegiatan sehari-hari para penghuninya menyangkut adat dan tradisi masyarakat Nusantara. Selain untuk tujuan-tujuan itu, Taman Nusa juga dijadikan sebagai tempat rekreasi, berwisata sambil mengenali budaya Nusantara, khususnya dari rumah-rumah adat atau tradisional secara lebih menarik dan interaktif. Taman Nusa di Bali serta Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, merupakan satu contoh bagaimana budaya Nusantara ini disadari sebagai kekayaan. Dengan contoh-contoh pelestarian tersebut, bangsa Indonesia sebenarnya diajak untuk kembali ke akar budaya. Diajak untuk percaya pada jati diri bahwa bangsa Indonesia punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Kalau masyarakat Indonesia mau mengelola budaya, barang kali orang lain akan datang dan belajar banyak dari bangsa Indonesia. Setiap bangsa memang punya kelebihan, dan Indonesia juga punya kelebihan, yaitu budaya. +

28

Februari 2014

Rumah Sambi, rumah tradisional suku Sasak, Lombok, NTB


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Gamawan Fauzi

“If You Can't Change, You will Die” S Teks: Wahyu Indro S; Foto: Ist.

ederhana, bersahabat, murah senyum, dan tegas dalam prinsip. Itulah kesan yang langsung tertangkap saat berbincang dengan laki-laki yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat yang dipilih oleh rakyat Ranah Minang pada Juni 2005, dan pada periode kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, ia “dilamar” dan dipercaya untuk menjadi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Dalam menjalani karier di dalam pemerintahan, Gamawan Fauzi sempat menjadi sekretaris pribadi Gubernur Sumatera Barat. Hingga di usia 36 tahun, ia dipercaya menjadi kepala Biro Humas Pemprov Sumbar. Saat itu banyak yang menganggap tidak lazim, seorang staf dan pegawai negeri sipil bergolongan III C menjabat sebagai kepala biro, yang biasanya diisi oleh pejabat bergolongan IV A atau III D senior. Namun setengah tahun sebagai kepala biro, Gamawan memantapkan diri untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Solok dan membuatnya terpilih menjadi bupati Solok. Atas komitmen dan konsistensinya dalam menegakkan aturan dan antikorupsi, membuat ayah tiga anak ini mulus melewati euforia reformasi tahun 2000 hingga terpilih kembali untuk periode kedua. Alasannya, ia dinilai berhasil menata sistem birokrasi bagi terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih di Solok. Ia berhasil menekan kerugian daerah akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkaran birokrasi pemerintahan semasa menjabat bupati. Resep tersebut juga dia terapkan ketika

30

Februari 2014


menahkodai Provinsi Sumbar. Gamawan mengaku, ada beberapa hal yang membuatnya bangga ketika menjadi bupati Solok. Sebab, hampir 10 tahun menjadi bupati, ia mampu membawa Solok menjadi wilayah yang aman dan tenteram. “Saya bersyukur, tidak sekalipun bencana yang menimpa masyarakat di daerah itu. Selain itu, saya percaya bahwa apa yang saya kerjakan pertanda diridoi oleh Allah,” katanya. Ia juga mengatakan, sejak awal masa jabatan bupati Solok di tahun 1995 hingga akhir jabatannya, Gamawan juga sama sekali belum pernah didatangi demonstran, pengunjuk rasa yang mempersoalkan kebijakannya dalam pemerintahan. “Padahal, siapapun tahu sejak reformasi sampai sekarang siapapun bisa menggugat, memprotes, dan menghujat bupati atau pejabat,” ujar Gamawan. “Salah satu hal lain yang membuat bangga, saya berhasil ‘memerdekakan’ dua desa yang hampir dihuni 500-an jiwa. Dua desa itu sangat terisolasi dari luar. Tidak ada akses dari dan ke desa ke kota kecamatan kecuali jalan setapak. Lalu saya membuat kebijakan untuk memindahkan 140 keluarga yang menghuni desa tersebut dan memindahkan ke lokasi lain yang lebih subur dan mudah diakses, tujuannya agar masyarakat setempat mampu menopang kehidupannya. Tentu saja, dalam menjalani karier dan pekerjaannya selama ini, Gamawan Fauzi tidak bisa lepas dari dukungan sang istri. Seorang perempuan bernama Vita Nova, yang dinikahinya pada 12 Oktober 1984. Ia mengaku, sejak dari awal berkeluarga Gamawan sudah mewanti-wanti keluarganya. “Saya berusaha mendidik untuk hidup sederhana, memakan, dan menikmati apa yang menjadi hak dan yang halal,” kata Gamawan. Pun ketika ia terpilih keduakalinya menjadi bupati Solok tahun 2000 yang mengantarnya mendapatkan Anugerah Bung Hatta Award (2004), Tiga Pilar Award (2005), dan dua penghargaan Pelopor Pelayanan Prima. Melihat karier anaknya yang cemerlang, sang ibunda juga mengingatkan agar sujud syukur juga berdoa agar selalu dilindungi Allah, jangan sombong dan takabur, serta harus memakan rezeki yang halal, bukan hidup dengan mengambil hak orang lain. Ibunya selalu mengingatkan hal sederhana tersebut. Hal tersebut ia praktikkan sampai sekarang. Terbukti ia hanya mempunyai satu mobil pribadi, bukan mobil baru, tetapi hasil dari lelang mobil dinas Pemkab Solok atas persetujuan DPRD. Lantas, apa yang mendorong Gamawan berkeinginan untuk memutus dan memperpendek mata rantai birokrasi? “Keinginan itu sudah ada saat pertama jadi bupati Solok. Saya melihat masyarakat sangat sulit berurusan dengan birokrasi. Salah satu contohnya dalam pengurusan izin. Ketiadaan standar waktu, biaya, dan persyaratan baku membuat pelayanan birokrasi lamban dan penuh ketidakpastian. Apalagi, saat itu mental pejabat birokrasi masih seperti zaman Belanda. Banyak sekali pejabat yang menempatkan diri sebagai orang yang minta dilayani, bukan sebagai pihak yang wajib dan bertanggung jawab untuk melayani masyarakat,” ujarnya. Hasilnya, ia melanjutkan, setiap mengurus ke kantor itu,

“Saya berusaha mendidik untuk hidup sederhana, memakan, dan menikmati apa yang menjadi hak dan yang halal”

Februari 2014

31


CANTHING ARTIKEL LEPAS

“Sebab, saya berprinsip, if you can't change, you will die. Roda jaman itu terus bergerak. Jika dahulu di masa Orba, birokrat dilayani, kini harus mau melayani”

32

Februari 2014

masyarakat harus mengeluarkan uang. Mulai ongkos kendaraan sampai uang untuk menyogok aparat birokrasi agar cepat selesai. Nah, pola seperti itu tentu membuat cost yang harus dikeluarkan masyarakat menjadi besar, memakan waktu lama, dan membuka celah terjadinya korupsi serta kolusi. Mental aparat birokrasi kita pun menjadi bobrok. “Sistem yang saya buat didasarkan pada keyakinan bahwa saya bersama semua aparat pemerintahan digaji untuk melayani rakyat. Dengan demikian, sistem birokrasi yang buruk itu saya ubah. Saya ciptakan pelayanan satu pintu. Lengkap dengan daftar izin, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus izin, juga standar biaya,” kata Gamawan. Siapapun tahu, mengubah sesuatu yang buruk menjadi baik, tentu bukan sesuatu hal yang mudah, terlebih jika perilaku tersebut sudah melekat dan menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan bertahuntahun. Bagaimana Gamawan Fauzi mengatasinya dan berapa lama waktu yang

dibutuhkan sehingga sistem berjalan? Ia mengatakan, bahwa dirinya membutuhkan waktu cukup lama. Apalagi sampai dua tahun pertama pemerintahan, ia harus menyelesaikan dulu riak-riak politik pasca Gamawan terpilih menjadi bupati Solok. “Baru setelah memasuki tahun ketiga kepemimpinan saya, sistem yang saya buat dan terapkan baru bisa berjalan. Itu pun belum sempurna 100 persen dan masih membutuhkan pengawasan,” paparnya. Memasuki setahun kepemimpinannya menjadi Gubernur Sumatera Barat, Gamawan juga melakukan hal serupa. Kali ini dengan membuka kotak pos pengaduan 4477 di Kantor Gubernur. Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi melapor apabila menemukan oknum aparaturnya yang melakukan KKN. Selain melibatkan masyarakat dalam mengawasi birokrasi, Gamawan juga menggandeng lembaga teknis independen dari Jerman, yakni GTZ (Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit) dalam mewujudkan cita-citanya untuk


membentuk sebuah pemerintahan yang “good and clean”. Hasilnya? Selama ia menjabat sebagai Gubernur Sumbar, sekitar 20 orang aparatur pemerintahan ia copot, turunkan pangkat dan jabatannya, serta dinonjob-kan karena terbukti melakukan KKN dan perbuatan asusila. Sepertinya, bagi Gamawan, melakukan perubahan telah benar-benar mengalir dalam darahnya. Tetapi setiap perubahan yang baik, tentu akan pula melahirkan orang-orang yang menentangnya. Lantas apa saja tantangan yang sering dihadapi Gamawan Fauzi selama ini? Ia mengatakan, selama dirinya menjalani karir dalam pemerintahan, mulai dari Bupati Solok hingga kini menjadi Menteri Dalam Negeri, tantangan terberat adalah mengubah mindset aparatur negara. Ia mengatakan, sampai sekarang banyak aparatur negara yang masih ingin dilayani, bukannya melayani masyarakat. Berkali-kali, dalam pertemuan dengan para gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia, Gamawan mengatakan untuk selalu melakukan perbaikan dalam sistem birokrasinya. Tujuannya, agar masyarakat senang dan tentu saja mendukung berjalannya sebuah roda pemerintahan yang baik. “Sebab, saya berprinsip, if you can't change, you will die. Roda zaman itu terus bergerak. Jika dahulu di masa Orba, birokrat dilayani, kini harus mau melayani. Itu sesuatu yang mau tidak mau harus diterima. Jika tidak, maka roda perubahan itu akan menggilasnya,” ungkapnya. Selain itu, Gamawan juga menjelaskan, sebaik apapun, sepandai apapun seseorang tidak ada satu orang pun yang menguasai semua masalah. Untuk itu, dalam sebuah pemerintahan suatu negara, sangat dibutuhkan peran dari masyarakat dan semua pihak. Sebab, terkadang bangsa kita ini berlebih-lebihan. “Jangan sayang, terlalu sayang. Jangan benci, terlalu benci. Proporsional jika melihat suatu masalah. Membandingkan dengan ukuran yang tepat, bisa jadi salah satu jalan keluar. Karena selama saya menjadi Mendagri, banyak orang mengkritisi kebijakan saya. Namun, sikap kritis tersebut lebih tampak politisnya daripada membicarakan substansi

“Jika menjadi seorang pejabat itu yang terpenting adalah jujur kepada bangsa, jujur pada diri sendiri.”

kebijakan tersebut,” ucap Gamawan. Ada satu istilah, dalam dunia ini, tidak ada satu pun yang abadi, termasuk soal karier. Tahun ini, masa jabatan Gamawan Fauzi sebagai Menteri Dalam Negeri akan segera berakhir. Lantas apa yang akan ia lakukan selepas keluar dari dunia pemerintahan? Dengan tersenyum, Gamawan mengatakan, ingin membuat buku tentang perjalanan karier dalam dunia

pemerintahan. “Dalam buku tersebut, saya ingin mengatakan, bahwa jika menjadi seorang pejabat itu yang terpenting adalah jujur kepada bangsa, jujur pada diri sendiri. Sikap kontra pada suatu kebijakan pasti akan selalu muncul, yang utama jangan pernah berhenti bekerja dan berpikir. Itulah yang selama ini saya lakukan,” jelas Gamawan. +

Februari 2014

33


PEPANGGIHAN PROFIL SUKSES

34

Februari 2014


AS. Kobalen

Meretas Jalan Menuju Sukses Teks: Della Yuanita; Foto: BK

M

eraih kesuksesan bukanlah suatu perkara yang mudah. Dibutuhkan mental kuat, semangat pantang menyerah, dan ide cemerlang yang didukung kreativitas tinggi dalam membangun keberhasilan diri. Bagi orang yang bermental baja, kesulitan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Salah satu tokoh yang memulai kesuksesannya dari nol adalah Ketua Gema Sadhana (Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara), AS. Kobalen. Putra keenam dari pasangan Alm. S. Arumugam dan Almh. A. Sunthrambal ini termasuk salah seorang figur yang pernah hidup dalam keadaan yang serba kekurangan. “Pekerjaan ayah saya hanya seorang sopir angkutan di Medan yang bergaji Rp. 25. 000,- per bulan untuk menghidupi istri dan sembilan anaknya. Dengan kondisi seperti itu, tak jarang kami harus tidur tanpa makan malam. Melihat kenyataan tersebut, pada tahun 1974 saat masih kelas 2 SD, saya pun mulai bekerja sebagai pemulung, pedagang kue, penyemir sepatu hingga mengais sampah untuk sekadar menyambung hidup. Tidur di emperan bioskop pun pernah saya jalani demi mencari nafkah,” ujarnya mengenang. Perjalanan hidup AS. Kobalen memang keras. Selulusnya dari SMA, Kobalen merantau di Jakarta. Perjuangannya kembali dimulai manakala dirinya menghadapi keras kehidupan di ibukota. Tak hanya tidur di emperan toko, namun beberapa terminal bis ibukota pun menjadi tempat yang nyaman untuk dirinya beristirahat. Sampai pada akhirnya, Kobalen bertemu dengan S. Gurusamy yang merupakan ayah dari temannya. Atas bantuan Gurusamy, Kobalen diterima dan diangkat menjadi anak. Tak mau tinggal diam, Kobalen pun mengajar TK Private demi mengumpulkan rupiah untuk bekal kuliahnya kelak. “Tahun 1998 saya kuliah di Akademi Pimpinan Perusahaan Indonesia. Uang kuliah saya dapatkan dari bekerja menjadi stuntman di sebuah production house. Saya juga mejadi guru bahasa Inggris untuk anak-anak TK di Wahington English Institute di Duta Mas, Jelambar, Jakarta. Karena kerja saya bagus, akhirnya saya diangkat menjadi kepala lembaga tersebut,” ujar pria kelahiran 12 Januari 1966 ini. Lulus kuliah, Kobalen pun mendapatkan beasiswa master di India atas jaminan salah seorang petinggi Texmaco. Dengan ketekunan dan motivasi diri yang tinggi, hanya dalam waktu 3 tahun, Kobalen dapat menyelesaikan dan membawa pulang dua gelar master dan dua gelar diploma. Kobalen mengaku lebih

tertarik untuk mempelajari dan menulis mengenai hal spiritual. Karena keinginannya untuk terus mempelajari tentang filosofi Hindu, maka sepulangnya dari India, Kobalen mengambil program Master Pholosophy di Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, Bali. Kobalen pun menjadi salah satu lulusan terbaik Lemhanas RI di tahun 2010. Sepanjang perjalanan hidupnya, Kobalen sangat mempedulikan nasib kaum yang dianggap minoritas. Pada akhirnya ini mengantar Kobalen untuk aktif di berbagai organisasi baik dalam dan luar negeri. Kobalen juga menyempatkan diri untuk membina umat di kantong-kantong masyarakat daerah. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin memperjuangkan harkat dan martabat kaum yang diminoritaskan bangsa sendiri. Oleh sebab itu, Ia mengatakan bahwa dibutuhkan dirinya ingin perjuangan dari memperjuangkan harkat segala lini termasuk legislasi. dan martabat kaum yang “Ketika masuk diminoritaskan bangsa Lemhanas, saya sendiri menjalin hubungan yang baik dengan Hashim Djojohadikusumo. Akhirnya saya bersama Prabowo Subianto bekerjasama untuk mengangkat kaum etnis minoritas. Oleh Pak Prabowo, yang bersedia mewadahi Perjuangan Pancasila dalam UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, saya diangkat menjadi salah seorang Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Pengabdian Masyarakat dan dipercaya menjadi Ketua Umum sayap partai yang menaungi masyarakat Hindu, Buddha, Kong Hu Chu dan penganut aliran kepercayaan, yang ingin berkiprah di bidang politik di Gema Sadhana. Gema Sadhana sendiri berarti gerakan masyarakat yang mencari kebenaran sejati demi kejayaan masyarakat Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa di negara ini,” papar Kobalen. Di akhir perbincangan, Kobalen mengatakan bahwa di balik kesuksesannya, ada doa ibu yang senantiasa dipanjatkan untuknya siang dan malam. Kobalen juga mengatakan bahwa dirinya selalu teringat akan nasihat kedua orangtuanya bahwa jangan pernah berbohong karena lapar, jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha serta banggalah jadi orang miskin yang bermartabat.+ Februari 2014

35


PEPANGGIHAN PROFIL SUKSES

Hati

Agustina Retno Setyowati

Dengan Teks: FA Herru; Foto: Albert

D

alam sebuah artikel motivasi, ada satu paragraf yang menulis demikian, “ada orang yang bekerja dengan kepandaian dan pengetahuannya (head), ada pula yang mengandalkan koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka bekerja dengan hatinya (heart)”. Ya, dari sepenggal tulisan itu tampaknya akan berbuntut kata bahwa apapun pekerjaannya, jika dilakukan dengan sepenuh hati hasilnya akan maksimal. Benar dan masuk akal, sebab bila dengan segenap hati kita melakukan sesuatu maka dalam diri kita pastinya akan muncul keseriusan, fokus, dan totalitas. Dan bila sudah begitu, niscaya kesuksesan akan bisa dituai. Bekerja dengan hati Bicara soal “hati” adalah kunci bagi siapa seperti itu, ternyata saja untuk menuju juga terucap oleh Agustina Retno keberhasilan pekerjaan. Setyowati. Itu bukan suatu yang Perempuan kelahiran rahasia lagi dan bombastis Gunungkudul ini pun berkata sama hal dalam menjalani pekerjaannya. Menurut dia, bekerja dengan hati adalah kunci bagi siapa saja untuk menuju keberhasilan pekerjaan. Itu bukan suatu yang rahasia lagi dan bombastis. Bukan semata lantaran kepandaian atau jaringan yang luas, namun semua orang musti begitu jika ingin nyaman dan lagi sukses bekerja. Saat ini, Retno menjabat General Manajer PT. Coca Cola Amatil Indonesia untuk area Jawa Tengah selatan. Wilayahnya mencakup daerah Cilacap, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun hingga ke Ponorogo. Coca Cola Amatil Indonesia sendiri adalah perusahaan minuman ringan yang memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.

36

Februari 2014

“Memang sekarang banyak kompetitor. Tapi kami sendiri masih percaya diri bahwa kami masih menjadi leader untuk beverage. Karena kami memiliki value added yang mungkin para kompetitor belum bisa menyediakan,” ujar alumnus S2 dari Macquarie University, Sydney, Australia, menceritakan kondisi umum bidang usaha ini di Indonesia. Pastinya, Retno dan timnya memiliki strategi tersendiri untuk dapat memenangi pasar. Namun untuk “menang” dalam memimpin timnya, dasarnya adalah kunci itu tadi yang dianutnya untuk menyukseskan pekerjaannya sekarang ini. “Secara bisnis, untuk wilayah Jawa Tengah bertumbuh sekitar delapan belas persen di tahun kemarin,” ujarnya. Pastinya, itu merupakan tanda bahwa tim yang dipimpinnya terus dapat mengembangkan usahanya. Memang, kita dapat melihat sendiri bahwa produk-produk minuman dari PT. Coca Cola Amatil Indonesia sudah dikenali masyarakat dan penjualannya bahkan telah menjangkau banyak daerah yang terpencil sekalipun. Ini juga merupakan pertanda bahwa produk-produk dari perusahaan ini makin diminati masyarakat. Mungkin tidak sulit. Tapi untuk dapat terus memajukan usaha perusahaan memang harus ada usaha dan kerja keras teamwork. Agar maksimal, tentunya teamwork sendiri harusnya dapat bersinergi satu sama lain. “Kita musti bisa menjaga kolaborasi antara manajemen dengan tim yang lainnya, agar semua performance masing-masing tim bisa tercapai dengan baik. Untuk itu, kembali lagi, kita harus bekerja dengan hati,” ucap istri dosen senior jurusan Akuntansi, fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Samiaji Sarosa ini. Begitulah, setiap kemajuan yang dicapai perusahaan bukanlah pekerjaannya sendiri. Semua karena usaha dan kerjasama yang baik antara tim-tim yang ada. Karena memang tidak ada yang bisa maju dan berhasil maksimal dengan bekerja sendirian. Tim yang kuat, utuh, solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui kesehatian satu sama lain.+


Februari 2014

37


GEBYAR

FESYEN

TeaNoon (Tenun for Afternoon)

K

oleksi Innara kali ini kembali mengangkat tenun menjadi koleksi ready to wear yang bisa dikenakan di segala situasi, tergantung padu padannya. Kita akan dengan mudah menemukan style casual yang memiliki cutting edgy dan bernuansa androginy di setiap helainya. Innara de Ethnico merupakan brand yang memilih line moslem wear yang bersifat universal, sehingga koleksikoleksinya mayoritas berlengan panjang. Mengacu pada trend fashion 2014, Tradition Revolution, di tengah keantikan bagunan gallery perak (Anshor Silver) di Kota Gede, Innara de Ethnico menampilkan koleksinya yang bertemakan transcultural, di mana kain tenun Nusantara sebagai bahan asli Indonesia diberi sentuhan modern yang dinamis namun tetap membumi.

38

Februari 2014


Casual long dress menjadi pilihan Innara dengan paduan short jacket berbahan tenun hijau yang memiliki aksen two layer pada bagian krah. Paduan ini memberi keunikan tersendiri pada tampilan keseluruhannya, hingga menjadi busana yang simple namun chic di tengah rutinitas sore itu.

Februari 2014

39


GEBYAR

FESYEN

Kain tenun yang diolah sedemikian rupa, tampil modern dan unik dengan kesan androginy, saat diwujudkan dalam long coat beraksen square studs yang dipadukan dengan skinny pants dengan motif etnik.

40

Februari 2014


Sisi edgy dalam konsep transcultural pada desain-desain Innara, diwujudkan sang desainer pada padu-padan busana kali ini. Dengan memadukan pencilskirt dan simple blouses berbahan tenun biru dengan detail cutting pepplum, membuatnya terlihat simpel dan unik.

Februari 2014

41


GEBYAR

FESYEN

Kesan androginy, terefleksikan dalam padu padan busana kali ini. Short dress hijau pupus berpotong-an loose dipadukan dengan short jacket berbahan tenun, berdetail krah unik yang dapat ditutup menggunakan zipper hingga atas, memberikan kejutan menarik bagi pemakainya. “Simple but unique,� ujar sang desainer.

42

Februari 2014


Long coat berbahan tenun yang dapat disulap menjadi cocktail dress ini, terlihat anggun dalam overlap-cutting beraksen pita panjang pada bagian krah yang dapat disulap menjadi shawl kecil panjang, layaknya pita yang mengalungi pemakainya. Ini seolah pengganti aksesoris, menjadi sentuhan unik buah kreativitas sang desainer.

Februari 2014

43


GEBYAR

FESYEN

Kesan glamor sekaligus chic terangkum harmonis dalam busana berbahan tenun ini. Namun memiliki keunikan tersendiri saat long coat beraksen krah lebar dengan sentuhan edgy menjadi padu-padan yang bersiluet androginy muncul dalam desain Innara de Ethnico.

44

Februari 2014


I

nnara de Ethnico, brand yang mengusung line utama moslem ready to wear namun bersifat universal. Sehingga siapa pun dapat menggunakannya disegala suasana. Innara yang didirikan oleh Wulan Soedarto dan Ninda Mulyoto, kini berkembang menjadi brand yang semakin eksis dan mapan. Berangkat dari kecintaan mereka berdua dan pengalaman hidup, yang sama-sama lahir dan besar di Papua, menginspirasi mereka untuk mengeksplorasi karyanya lebih jauh lagi. Karya-karya tersebut dituangkan dalam kreatifitas desain-desain Innara yang mayoritas menggunakan tenun sebagai kain asli Indonesia. Nama “Innara” sendiri lahir dari akronim “Indonesia Raya dengan Ethnic dan Colorfull”. Kecintaan dan ketertarikan akan budaya Indonesia menjadi dua hal penting yang mendasari berdirinya dan eksistensi brand Innara. Keduanya menitik beratkan karyanya pada eksplorasi berbagai jenis kain tenun Nusantara. Hingga dalam dunia fashion, keduanya bercita-cita, agar brand Innara dapat diterima masyarakat luas sehingga dapat menambah inventarisasi kekayaan budaya bangsa di kancah internasional. “Ketika hal tersebut terjadi, harapan utama nya adalah kembali menjadikan Innara sebagai salah satu brand busana muslim perempuan yang universal dengan misi utama membuat Indonesia menjadi salah satu kiblat trend busana muslim dunia,” ujar Wulan di sela-sela pemotretan tersebut. + Busana: Innara De Ethnico by Wulan Soedarto Model: Dilla Fadiela Fotografer: Budi Prast Asst. fotografer: Sutoto Stylist & Writer: Tyas Santhi Fatmasari Make Up & Hair Do: Arimmbi Salon & Bridal Koordinator: Farid Imawan Editing: Sutoto Lokasi: Ansor Silver, Kotagede, Yogyakarta.

Jl. Damai, Gg. Sadewa No. 39 Mudal, Sariharjo Nganglik, Sleman Telp. 08122969066 E-mail: wulan_soedarto@yahoo.com Website: www.innaralook.com

Jl. Tegalgendu No 28 Kotagede Yogyakarta Telp. (0274) 373266


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Aston Martin,

Tunggangan

Ikonik

Agen Teks: Agus Yuniarso; Foto: Istimewa

B

muda. Tak sebatas novel dan cerpen, kisahnya pun kemudian diadaptasi dalam berbagai format media, dari film, televisi, radio, komik, hingga video game. Yang paling populer dan mendunia adalah gubahannya dalam bentuk film yang semakin menguatkan dan melestarikan ketenarannya. Kisah James Bond di layar perak bahkan berhasil menjadi salah satu film terlaris di dunia sampai saat ini, sejak dimulai tahun 1962 dengan Dr. No yang dibintangi oleh Sean Connery. Popularitasnya pun tak juga berakhir dan terus berlanjut hingga hari ini. Hingga 2013, sudah ada 23 film James Bond yang diproduksi oleh Eon Productions, menampilkan enam orang aktor kawakan sebagai pemeran utama, dari Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton, Pierce Brosnan, dan yang terakhir Daniel Craig. Selain itu, masih ada dua produksi independen serial James Bond, yaitu Casino Royale (semacam parodi dari versi 1967) serta Never Say Never www.hdwpapers.com

agi Aston Martin, produsen mobil sport mewah asal Inggris, hubungannya dengan James Bond tak lagi sebatas bisnis hingga sempat menyelamatkannya dari ancaman krisis keuangan. Lebih dari itu, relasi dua nama besar ini bergulir harmonis, melegenda dan saling menyematkan ikon khas yang nyaris tak terpisahkan. Adalah James Bond, juga dikenal dengan nama sandi 007, karakter fiktif yang mulai dikenal sejak tahun 1953 dalam 12 novel spionase dan dua cerpen karya Ian Fleming, seorang penulis, jurnalis sekaligus staf intelijen angkatan laut Inggris. Kisah fiktif petualangan agen rahasia Inggris ini begitu dikenal dan selalu dinantikan. Sepeninggal Fleming (1964), penulisannya dilanjutkan oleh tujuh orang penulis resmi: Kingsley Amis, Christopher Wood, John Gardner, Raymond Benson, Sebastian Faulks, Jeffery Deaver dan William Boyd. Selain itu, Charlie Higson juga menulis serial tentang James Bond

46

Februari 2014


Again (versi 1983 berdasarkan Thunderball yang diproduksi ulang). Ciri khas film James Bond yang sangat dikenal adalah tampilnya sejumlah fitur yang kemudian menjadi sangat populer, seperti iringan musik latar, lagu-lagu tema, senjata khas, gadget serta yang paling ditunggu adalah mobil-mobil yang dikendarainya. Terpilih menjadi tunggangan agen rahasia ternama ini, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi produsen mobilnya. Melampaui setengah abad ketenarannya, film-film James Bond berhasil melambung

kan ketenaran sejumlah model mobil mewah. Sebut saja sejumlah model keluaran Aston Martin, seperti DB5, V8 Vantage, V12 Vanquish dan DBS. Selain Aston Martin, serial ini juga sempat mempopulerkan Lotus Esprit, BMW Z3, BMW 750iL, BMW Z8 dan beberapa jenis mobil lain, seperti CitroĂŤn 2CV dan bis Routemaster.

Aston Martin mulai diperkenalkan sebagai tunggangan baru James Bond dalam film Goldfinger (1964) yang dibintangi Sean Connery, film ketiga dalam serial agen rahasia ini. Dalam versi novel Goldfinger, sejatinya James Bond tampil menunggangi Aston Martin DB Mark III, sebagai variasi penampilan mobil keluaran Bentley yang dipilih Fleming sebagai tunggangan Bond di kisah-kisah awalnya.

Aston Martin DB5 Foto-foto: www.007museum.com

Februari 2014

47


www.jamesbond-wikia-com

CANTHING ARTIKEL LEPAS

48

Februari 2014

Aston Martin DB Mark III.

http://productandpackshots.files.wordpress.com

DB5 yang mulai diperkenalkan Aston Martin tahun 1963 diputuskan menggantikannya di versi film demi tampilnya Bond dengan mobil keluaran terakhir. Dirilisnya film Goldfinger pun membawa berkah bagi Aston Martin. Saat dunia melihat Sean Connery meluncur di jalanan dengan DB5 berwarna khas silver-birch yang ditungganginya, penjualan model ini pun meroket. Aston Martin DB5 menandai awal hubungan ikonik ini yang berlanjut hingga sebelas film James Bond, mewarnai setengah abad torehan sejarahnya di layar perak. DB5 keluaran 1963 yang sarat gadget ini kembali muncul di film Bond berikutnya, Thunderball (1965), dengan tampilan yang disempurnakan dengan sejumlah gadget baru, di antaranya tambahan water-canon di sisi belakang serta sebuah jetpack tersembunyi. Saat George Lazenby tampil dalam On Her Majesty's Secret Service, film Bond berikutnya (1969), tunggangan baru pun diperkenalkan. Di peran perdana sekaligus terakhirnya sebagai James Bond ini, Lazenby menunggangi Aston Martin DBS yang telah diperkenalkan sejak 1967, mobil bermesin 6 silinder versi awal yang kemudian dipergunakan dalam DB6 hingga diluncurkannya DBS V8 di tahun 1970. Di era 80-an, Timothy Dalton mengawali debutnya di film The Living Daylights (1987), menunggangi Aston Martin V8 Vantage yang disediakan

www.carthrottle.com

Aston Martin V8 Vantage dalam film Die Another Day.

Aston Martin V8 Vantage.

langsung oleh bos Aston Martin, Victor Gauntlett. Model yang diproduksi dalam berbagai versi dari tahun 1977 hingga 1989 ini sekaligus tampil dalam dua versi, Volante dan Coupe. Tahun 1995, Aston Martin DB5 kembali muncul di film Golden Eye, di mana Pierce Brosnan tampil perdana sebagai

aktor kelima pemeran James Bond. Di film ini, DB5 yang ditungganginya beraksi di adegan kejar-kejaran dengan Ferrari F355 yang dipacu oleh Xenia Onatopp, karakter antagonis yang diperankan oleh Famke Janssen. Brosnan juga beruntung menjadi agen 007 pertama yang menunggangi dua model Aston Martin sekaligus, ketika Aston


www.wakpapers.com

Martin V12 Vanquish ditampilkan dalam Die Another Day (2002). Debut perdana Daniel Craig dalam Casino Royale (2006) sekaligus menjadi ajang diperkenalkannya model DBS V12 sebagai produk terbaru Aston Martin. Mobil ini muncul mengesankan di salah satu adegan paling spektakuler, saat meluncur dengan kecepatan sangat tinggi yang berujung pada kecelakaan yang mengakibatkannya selip dan berguling hingga tujuh kali, sebuah rekor dunia baru dalam sejarah perfilman. Selain DBS, Casino Royale juga menghadirkan seri klasik DB5 dengan performa yang dipercanggih, sehingga menempatkannya sebagai film pertama yang menghadirkan dua model Aston Martin sekaligus. Menyusul aksi kecepatan tinggi di Casino Royale, peran kedua Daniel Craig sebagai agen 007 di film Quantum of Solace menyuguhkan kembali pose Aston Martin DBS, meski hanya tampil singkat di opening teaser-nya. Terakhir, Aston Martin DB5 (1963) tampil kembali untuk keenamkalinya dalam satu dari film ke-23

Aston Martin DBS 12

James Bond yang dirilis Oktober 2012 lalu, Skyfall. Hampir setengah abad setelah debut pertamanya di tahun 1964, Aston Martin DB5 telah menorehkan jejak tak terhapus dalam sejarah budaya populer, khususnya di layar perak. Menjadi yang pertama dari lima model Aston Martin yang tampil menawan di serial paling laris di dunia ini, DB5 terus

dirayakan sebagai mobil mewah klasik yang begitu legendaris, ikonik sekaligus identik dengan sang agen 007, James Bond. Di luar serial Bond, mobil ini juga tampil cantik dalam Carry on Doctor (1967), The Cannonball Run (1981), Catch Me If You Can (2002), Charlie's Angels – Full Throttle (2003), Double Zero (2004), serta The Life And Death Of Peter Sellers (2004). +


C ANTHING AAR RTI TIK KEELL LEPAS KE LLEEPAS AS CANTHING ARTIKEL

A

da istilah yang mengatakan; heroes get remembered, legends live forever. Siapa yang tidak mengenal mobil bermerk VW atau Volks Wagen. Di Indonesia sendiri jumlah pencinta 'mobil rakyat' keluaran Jerman itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski jadul dan klasik, mobil yang sempat ikut dalam perang dunia tersebut juga semakin digandrungi anakanak muda. Karena alasan itulah yang membuat banyak klub-klub mobil buatan Jerman itu tidak pernah absen dalam menggagas

Menpora KRMT Roy Suryo membuka JVWF 2013

Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2013

Menengok Pesona

“Mobil Rakyat” yang Memikat Teks: Wahyu Indro S; Foto: Dok. JVWF 2013

50

Februari 2014

kegiatan untuk mengumpulkan para pencinta mobil legendaris tersebut. Salah satunya VCY (Volkswagen Club Yogyakarta) yang menggelar hajatan Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Kali ini, VCY tidak main-main dalam menyelenggarakan JVWF. Dengan mengusung tema “Thousands of Colours, Get Yours!!”, Jogjakarta Volkswagen Festival 2013 (JVWF 2013) merupakan event dengan skala internasional yang ditargetkan akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu


Antusias pengunjung

kendaraan VW dan 12.000 peserta dari seluruh club atau perorangan. Sampai saat ini, di indonesia tercatat ada sekitar 94 klub VW, mulai dari ujung Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Belum lagi, dalam acara itu beberapa perwakilan dari Asia Tenggara dan Belgia turut hadir.

Bob van Heyst, builder VW asal Belgia , tampak gembira menumpang Rometsch, satu dari 28 VW buatan Karosserie F. Rometsch yang masih ada di dunia milik kolektor asal Bandung saat memasuki area JVWF

VW Karman Ghia

“Kami mengusung tema ini, awalnya adalah karena adanya warna-warni di dunia VW. Baik itu dari segi warna, jenis, hingga 'warna' orang-orang yang mempunyai hobi

mengoleksi VW. Orang-orang tersebut dari berbagai jenis kultur, latar belakang dan budaya. Kita bisa mempersatukan warnawarni tersebut dalam sebuah harmoni yang

indah,� kata Ketua Panitia JVWF 2013, Nohan Mahendra kepada media. Acara memang belum resmi dibuka, namun lebih dari ratusan unit mobil volkswagen (VW) berbagai tipe dan jenis sehari sebelumnya telah terlihat berlalulalang dan memadati Yogyakarta. Tak hanya disambangi para pecinta dan pemilik mobil klasik Volkswagen, ajang tutup tahun 2013 yang digelar pada 27-29 Desember 2013 lalu, dipadati juga pengunjung umum yang ingin tahu bagaimana penampilan unik mobil dari Jerman ini. Acara yang akan ditampilkan JVWF 2013 tersebut memang beragam. Sebut saja kontes mobil VW yang lebih dikenal dengan istilah show and shine car berbagai Februari 2014

51


CANTHING ARTIKEL LEPAS kategori, seperti best vintage, best resto vintage, best resto custom, best custom, best watercooled, best interior vintage, yang dapat diikuti oleh penggiat VW profesional maupun pemula. Selain ajang kontes, JVWF 2013 juga dimeriahkan bursa lapak onderdil VW, live music, aneka tarian tradisional, bursa busana dan merchandise VW, lomba menggambar, area bermain anak-anak, kafe VW, dan juga beberapa booth dari klub VW maupun para pemain restorasi dan modifikasi VW. Bagi masyarakat awam yang belum begitu mengenal VW pun tidak kuatir, karena dalam event JVWF 2013 dihadirkan sejumlah pertunjukan musik dan tari-tarian yang mencerminkan budaya Indonesia. Tidak ketinggalan ada juga talkshow bersama Bob van Heyst, builder VW asal Belgia yang berkesempatan hadir bersama keluarganya. Gelaran tersebut dibuka Menpora, KRMT Roy Suryo dengan ditandai pemukulan gong. Beberapa tari-tarian turut mengiringi acara pembukaan yang dihadiri Letjend (Purn) Soeyono selaku Ketua

VW Buggy

Show and shine

VW Thing/Safari

Salah satu karya seni, karya seniman Jogja ikut meramaikan JVWF

Porsche Trike, sepeda motor dengan mesin Porsche karya Lulut, Retro Classic Cycle Yogyakarta yang mendapatkan penghargaan Best Choice VW Ultra Magazine Europe

52

Februari 2014

Umum Volkswagen Indonesia, Dirlantas Polda DIY AKBP Nasri Winarto. Menpora Roy Suryo menggelitik keunikan mobil VW saat diminta memberi sambutan. "Mobil VW ini sangat, sangat, dan sangat unik. Saat macet dan membuka cap depan, lho kosong mana mesinnya? Kok enggak ada, janganjangan dicuri orang ini mesinnya. Saat akan membuka bagasi untuk menaruh barang di belakang mobil, justru terdapat mesin mobil. Lho mesinnya kok disini, dimana harus menaruh kopernya ? Itu hanya lelucon saja," ujar Roy disambut tawa para pengunjung. Di luar hall JEC sendiri, keriuhan juga lebih semarak. Banyak pemilik VW yang membawa keluarga, menggelar tenda di samping kombi atau kodoknya. Ada pula yang memanfaatkan berjualan di samping VW-nya. Selain itu, panitia JVWF juga menyediakan lahan parkir di samping JEC untuk mereka yang ingin menjual unit VW-nya. Sehingga penjual dan calon pembeli dapat berinteraksi langsung.

Lomba die-cast

Sebagian peserta kontes menerima penghargaan


Vw Bettle

VW Split Bus (Dakota)

Yang lebih menarik dari event ini panitia menyediakan grand door prize satu unit Kombi produksi Brazil yang telah dimodifikasi menjadi VW Kombi Brazil HiRoof. Menurut Aceng Busdi Winarno, Ketua VCY “Door prize ini merupakan kerja bareng antara panitia dengan beberapa

VW Variant

VW Kombi

penggiat VW di Yogyakarta dan Jawa Tengah diantaranya Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, bengkel VW Yumos Semarang, ICRW (Import Classic Racing Wheels), Autoglow, Bewok Speed, Is Interior, Central Jaya Motor, dan Retro Classic Cycle�.

Dan yang beruntung mendapatkannya grand door prize tersebut adalah seorang pengunjung dari Kota Salatiga, yang kebetulan mampir di event ini disela hunting lokasi untuk pemotretan pre wedding-nya di Yogyakarta. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Tingalan Dalem KGPAA Paku Alam IX Teks: Wahyu Indro S.;Foto: Albert

K

anjeng Gusti Pangeran Adipati Aria Paku Alam IX pada Kamis, 9 Januari 2014 kemarin genap berusia 78 tahun dalam kalender Jawa atau 74 tahun dalam kalender Masehi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara hari jadi itu berlangsung dengan sederhana namun penuh makna. Selain itu, dalam upacara tingalan dalem ini, juga dilakukan pemberian kalenggahan kepada 87 kerabat trah Pakualaman dan abdi dalem di Bangsal Sewatama, Pura Pakualaman. Prosesi diawali KGPAA Paku Alam IX miyos dari Dalem Ageng menuju Bangsal Sewatama. Kemudian doa bersama tingalan dalem. Puncak peringatan tingalan dalem itu ada dua dalam kegiatan tersebut, pertama acara adat. Paku Alam IX duduk di kursi menghadap ke selatan. Hajat dalem diletakkan di depan Paku Alam IX dan semua kerabat duduk di bawah menghadap

54

Februari 2014

ke utara. Hajat dalem tidak hanya berupa apem. Tapi juga tumpeng, ingkung, jenang dan lain-lain. Sebenarnya, selain prosesi di Bangsal Sewatama, salah satu tradisi ketika tingalan dalem yang tidak kalah penting ialah tradisi ngapem. Tradisi itu dilaksanakan setiap 7 Mulud, sesuai tanggal lahir Paku Alam IX menurut kalender Jawa. Ngapem itu sendiri sudah berlangsung sejak dulu dan tetap lestari hingga sekarang. Maknanya, kalau ulang tahun, raja-raja harus selalu memberi sedekah dalam bentuk apem untuk dibagikan kepada masyarakat. Jumlah apem yang dibuat juga tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai jumlah seribu lebih. Sebagian apem ada yang dibuat apem salira. Apem ditata di atas meja dibentuk tangan, tubuh dan kaki dengan ukuran sesuai tinggi badan KGPAA Paku Alam IX. Setelah didoakan apem salira kemudian

dibongkar dan ditata dibaki untuk dibagikan kepada tamu serta sebagai hajat dalem yang akan diserahkan di Masjid Pakualaman. Selanjutnya, abdi dalem suronggomo memimpin pembacaan doa. Setelah itu, sebagian hajat dalem dibawa keluar menuju Masjid Pakualaman dan sebagian lagi dibawa ke dalam untuk para tamu dan sentana. Kemudian, setelah usai acara doa, prosesi dilanjutkan pemberian kalenggahan. Pembawa acara kemudian membacakan nama-nama yang mendapat kalenggahan. Di antaranya Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan dan Menpora, KRMT Roy Suryo Notodiprojo. Setelah acara pemberian gelar selesai, KGPAA Paku Alam IX jengkar kembali masuk ke Dalem Ageng. Orang-orang yang mendapat gelar, yang semula duduk bersila di bawah (lantai), berpindah duduk di kursi.


Beberapa saat kemudian, KGPAA Paku Alam IX miyos lagi ke Bangsal Sewatama kali ini untuk acara pahargyan. Gendinggending Jawa mengalun yang dimainkan oleh abdi dalem karawitan sejak awal acara. Beberapa tari juga disuguhkan. Menurut Mas Riya Sestradirja, para penari tersebut belajar menarinya di bangsal Sewatama. “Tarian yang dipersembahkan adalah tarian asli dari Pura Pakualaman,” katanya. Sementara prajurit Pura Pakualaman bregada Plangkir dan Lombok Abang berbaris tegap dan rapi lengkap dengan senjata dan alat musik di depan bangsal. Memberikan penghormatan saat KGPAA Paku Alam IX miyos dan jengkar masuk kembali ke Dalem Ageng. Setelah upacara selesai, KGPAA Paku Alam IX memberi hormat kepada seluruh hadirin, untuk kemudian kembali masuk Dalem Ageng. Terkait pemberian gelar kepada Gita

Wirjawan, menurut Putra Mahkota Paku Alaman, Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo mengatakan, gelar yang diberikan kepada Gita Wirjawan merupakan paring dalem (pemberian dari KGPAA Paku Alam IX) karena kiprahnya di masyarakat. Pemberian gelar tersebut merupakan usulan dari Hudyana (Trah Pakualaman) yang ada di Jakarta. “Setelah diproses oleh tim Pakualaman yang melakukan penilaian sekitar tiga bulan dan disetujui oleh Paku Alam IX, akhirnya Gita wirjawan diberi gelar bupati sepuh yang diberikan oleh Paku Alam IX. Pemberian Gelar dari Pakualaman itu memerlukan proses seleksi yang ketat seperti halnya di Kraton Yogyakarta,” katanya. Bersamaan dengan Gita, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo juga mendapat gelar 'bupati sepuh'. Tetapi Roy merupakan kerabat Pakualaman. Dia naik

pangkat dari bupati anom menjadi bupati sepuh dengan nama Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Suryo Notodiprojo. Sedangkan Gita Wirjawan mendapat gelar bupati sepuh sehingga namanya menjadi Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Djojonegoro. Menanggapi pemberian gelar'bupati sepuh' dari KGPAA Paku Alam IX kepada dirinya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku bangga. “Alhamdulillah saya sangat berterima kasih. Ini pengakuan yang dasyat dari Sri Paduka (Paku Alam IX). Dengan pemberian gelar tersebut merupakan pengakuan yang harus dipertanggungjawabkan. Saya harus melakukan yang terbaik untuk Yogyakarta dan tanah air. Saya akan mendepankan kepentingan rakyat supaya lebih sejahtera lahir dan batin,” kata Gita Wirjawan pada wartawan di Bangsal Puro Pakualaman.+

Februari 2014

55


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Uniknya Museum

Gambar Tiga Dimensi Teks: Agus Yuniarso; Foto: Albert

D

i sela keramaian liburan akhir tahun 2013 lalu, wisatawan dan tamu yang mengunjungi Jogja mendapat suguhan istimewa dengan hadirnya de'Mata Trick Eye Museum di area XT Square Yogyakarta. Itulah sebuah wahana wisata baru, berupa museum gambar tiga dimensi yang semakin melengkapi daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata. Soft launching museum yang terletak di area basement Gedung Umar Kayam di Pasar Kerajinan dan Kuliner XT Square Yogyakarta ini diresmikan oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti pada Minggu, 22 Desember 2013. de'Mata Trick Eye Museum menyajikan lebih dari 120 gambar dengan kesan tiga dimensi, baik berupa karya fotografi, hasil olah digital, maupun sejumlah lukisan asli. Semuanya terpajang rapi di dinding-dinding panel yang terangkai menjadi sekat-sekat berbentuk labirin di area full AC seluas tak kurang dari 1.500 meter persegi. Dengan fasilitas pencahayaan yang terencana rapi, di depan gambar-gambar unik dan menarik ini, setiap pengunjung dapat bebas berpose dan mengabadikannya dengan kamera jenis apapun, termasuk kamera ponsel. Dengan mudah dan leluasa, mereka bahkan dapat mengunggahnya langsung ke dunia maya berkat tersedianya

56

Februari 2014


fasilitas wifi dengan kekutan sinyal yang memadai. Selain menjadi wahana wisata baru, kehadiran museum ini juga bisa dibilang unik dan spektakuler. “Pameran gambar tiga dimensi ini menjadi yang pertama di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sementara keseluruhan museumnya boleh dikatakan menjadi satu-satunya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia,” ungkap FX. Petrus Kusuma, owner sekaligus pengelola de'Mata Trick Eye Museum. Ide pendirian museum ini bermula dari pengalaman Petrus berkelana ke berbagai

negara dan menyaksikan pameran serupa di beberapa kota besar di luar negeri. Di sejumlah negara, seperti Jepang, Cina, Hongkong, Singapura maupun Korea, pameran gambar tiga dimensi rata-rata hanya menampilkan tak lebih dari 100 gambar atau lukisan. Penyelenggaraannya pun bersifat insidental, hanya sebatas di pusat-pusat perbelanjaan atau ruang publik lainnya. Dari sanalah kemudian muncul keinginan untuk mewujudkannya di tanah air dengan lebih istimewa. Dan Jogja yang pernah menjadi tempat Petrus menimba ilmu pun dipilih untuk mewujudkan gagasannya. “Dengan tampilan

yang lebih permanen dan menampilkan gambargambar besar dengan jumlah yang jauh lebih banyak, tak salah kiranya kalau kami kemudian menyebut wahana ini sebagai sebuah museum,” tambah Petrus. Di samping tergolong spektakuler, nilai tambah de'Mata Trick Eye Museum ada pada keunikan gambar tiga dimensi yang ditampilkan sesuai dengan tren terkini, dengan ukuran mulai dari 240 hingga 500 sentimeter. Sebagian besar gambar-gambar tersebut adalah kreasi Petrus Kusuma sendiri. Sebagian lainnya adalah karya sejumlah masiswa seni rupa di Yogyakarta.

“Pameran gambar tiga dimensi ini menjadi yang pertama di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sementara keseluruhan museumnya boleh dikatakan menjadi satu-satunya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia,” ungkap FX. Petrus Kusuma

Sajiannya sangat beragam, mulai dari tema flora, fauna, olahraga, tokoh ternama, superhero, roman, sirkus, ornamen, serta sejumlah karakter dan objek-objek lokal seperti geber wayang kulit, Pesanggrahan Tamansari dan Bangsal Kencono di Kraton Yogyakarta. Rencananya, untuk mengantisipasi kebosanan dan menarik minat pengunjung untuk datang kembali, gambar-gambar ini akan diganti dengan gambar baru secara berkala. Kehadiran de'Mata Trick Eye Museum diharapkan menjadi magnet kedatangan wisatawan domestik maupun mancanegara di Kota Yogyakarta, khususnya di seputar area XT Square Yogyakarta. “Selain baru, museum ini juga menjadi wahana wisata alternatif yang tergolong unik sekaligus spektakuler,” kata Widihasto, Direktur Pemasaran dan Operasional Pasar Kerajinan dan Kuliner XT Square Yogyakarta.+ Februari 2014

57


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Melihat Jogja Ketika Berhenti

Nyaman

Teks: Della Y. & Foto: Dok. PFI (Hasan)

Pameran dibanjiri pengunjung

Menpora KRMT. Roy Suryo ketika mengamat i sebuah foto

Sambutan pada pembukaan pameran

Para anggota PFI yang mengikuti pameran

S

ebanyak 21 pewarta foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI ) Yogyakarta menggelar pameran foto bertema Yogyakarta Berhenti Nyaman di Bentara Budaya Yogyakarta pada 26 hungga 30 Desember 2013 lalu. Pameran ini merupakan sebuah otokritik bagi pemimpin dan masyarakat Jogja untuk melihat kondisi Jogja yang semakin perlahan menjadi kurang nyaman. Pilihan tema tersebut merupakan semacam sindiran atau diibaratkan sebagai peluit tanda peringatan

58

Februari 2014

bagi laju pertumbuhan kota yang melupakan kebutuhan manusia. Bahwa membangun kota tidak boleh melupakan manusia yang hidup di dalamnya. Membangun kota juga diartikan sebagai upaya membangun ruang hidup bagi masyarakat. Dalam pameran foto tersebut, PFI seakan memperlihatkan sebuah pesan bahwa di balik ancaman keistimewaan Jogja ternyata tersembunyi sebuah ancaman yang datang dari fenomena penyimpangan hukum dan sosial yang terjadi sehingga membuat Jogja yang yang memiliki slogan Berhati Nyaman pelan-pelan berubah tingkat kenyamanannya. Kurang lebih 115 karya foto yang dipamerkan menceritakan banyak sisi lain Jogja luar dan dalam. Dari foto-foto yang dipamerkan pula, para

pengunjung bisa melihat berbagai macam permasalahan infrastruktur, pendidikan, hukum sosial, hingga budaya yang kian terusik dan bertentangan dengan slogan Jogja yang berhati nyaman. Ide menggelar pameran ini berawal dari keinginan para pewarta foto untuk merekam perubahan Kota Jogja dengan segala problematikanya melalui lensa

Ide menggelar pameran ini berawal dari keinginan para pewarta foto untuk merekam perubahan Kota Jogja dengan segala problematikanya melalui lensa kamera.


kamera. Dengan rutinitas keseharian mereka yang melakukan kegiatan peliputan ada kegelisahan sebagai warga kota yang berhadapan dengan kondisi lingkungan dan sosiall di Yogyakarta terkait ruang hidup di perkotaan. Melalui karya foto baik single maupun foto story ada harapan untuk bisa memberikan refleksi, memaparkan wajah

Suasana pembukaan pameran

terkini Yogyakarta dari masa ke masa. “Pameran ini bukan kritikan terhadap siapapun, tetapi lebih kepada rasa kepemilikan dan cinta kepada Jogja. PFI merasa memiliki tanggung jawab sebagai fungsi kontrol sosial untuk mengangkat realitas yang terjadi. Yang jelas, biarlah realitas itu menjadi realitas, tak perlu ada pembelokan-pembelokan atau pembenaran bahkan penyalahan. Realitas yang menyenangkan kita amini sedangkan yang tidak menyenangkan kita carikan solusi,� papar Pamungkas WS., selaku ketua PFI. Adanya pameran foto tersebut semoga dapat membuka mata masyarakat Jogja atas ketidaknyamanan yang terjadi di sekitar kita. Selain pameran foto, dalam pelaksanaan event tersebut juga ada agenda tambahan yakni dialog tentang penataan kota yang terbuka untuk umum. +

dipamerkan Beberapa karya foto yang


CANTHING ARTIKEL LEPAS

GM Royal Ambarukkmo

Ulang Tahun dengan

Rayakan

Bersepeda

Teks: Arif Tedja Mukti;Foto: Dok. RAY

K

enangan akan selalu melekat dalam kehidupan manusia. Roda waktu yang terus berputar, akan mengalirkan ragam peristiwa yang sarat akan suka cita atau duka lara. Menghiasi waktu yang terus berganti. Menambah cerita yang selalu tersimpan. Kenangan tidaklah harus berhubungan dengan masa lalu. Di saat ini pun, “menciptakan kenangan� adalah hal yang wajar. Salah satunya seperti dalam peringatan hari lahir. Setiap orang akan memaknai hari kelahiran dengan cara yang berbeda.

60

Februari 2014

Mengundang keluarga, sahabat, atau rekan kerja dalam sebuah pesta kecil lazim dilakukan. Berulang tahun dengan mengadakan kegiatan sosial juga bisa dijadikan pilihan. Banyak cara yang bisa dilakukan. Tidak perlu serius, atau santai. Cara nyleneh pun juga bisa dilakukan. Belum lama ini GM Royal Ambarrukmo, L Sudarsana, genap menginjak usia 50 tahun. Dia merayakannya dengan cara yang berbeda, mengundang sahabat terdekat untuk merayakan hari ulang tahunnya dengan bersepeda. Rute Imogiri-Parangtritis sengaja dipilih, karena selain medannya menantang, tawaran pemandangannya pun juga tak kalah menarik. Jumat, 10 Januari 2014 menjelang siang puluhan sepeda telah berjejer rapi di terminal Imogiri. Dandanan khas pebalap sepeda sudah dikenakan oleh masingmasing peserta. Rombongan yang tergabung dalam komunitas mancal.com ini terdiri dari berbagai instansi seperti Kabare, Royal Ambarrukmo Hotel, Madflash dan beberapa penggiat sepeda lainnya. Tak ingin menunggu


Meski memasuki medan yang berat, tawa lepas justru kembali terdengar. Semangat peserta justru semakin kuat

aspal mulus, tapi juga jalanan berbatu yang beralas tanah. Peserta tanpa ragu menerjang. Adrenalin mengalir deras ketika sepeda dengan gesit menghindari bebatuan dan pohon yang tumbang. Beberapa peserta ada juga yang terjatuh. Jembatan Imogiri menjadi checkpoint pertama. Rombongan sejenak melepas lelah, sambil mengecek sepeda. Membenarkan rantai yang kendur, memompa ban, atau mengencangkan jeruji ban. Rasa lelah masih belum begitu terasa. Kehadiran teman

lama, sepeda lekas dikayuh. Perlahan namun pasti, rombongan mulai meninggalkan terminal Imogiri. Teriknya sinar matahari tak mengurangi semangat para peserta. Sesekali riuh tawa terdengar. Wajah L Sudarsana Nampak begitu ceria. Desiran angin pedesaan yang sejuk menemani rombongan membelah jalan Imogiri. Jalan aspal yang rata perlahan berubah menanjak. Sontak seluruh rombongan merubah posisi gear sepeda agar mudah mengayuh. Beberapa peserta tampak terus mengayuh. Namun, tak sedikit pula yang kelelahan dan terpaksa turun menuntun sepeda. Meski memasuki medan yang berat, tawa lepas justru kembali terdengar. Semangat peserta justru semakin kuat. Jalan yang dilalui tak hanya

dekat justru memiliki makna tersendiri terutama bagi L Sudarsana. Setelah cukup beristirahat, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Para peserta seperti sudah terbiasa bersepeda. Terbukti dengan stamina yang masih terjaga, dan semangat yang tak kendur. Angin pantai selatan mulai tercium. Hembusannya begitu kencang. Hamparan yang luas sudah di dekat mata. Peserta justru kian deras mengayuh sepeda. Pantai Parangtritis sudah siap menyambut

rombongan. Seremonial sederhana dilakukan di pantai Parangtritis khusus untuk L Sudarsana. Doa bersama menjadi bagian acara. Mengucap syukur kepada

Sang Pencipta atas anugerah hidup yang begitu indah. Satu per satu peserta mengucapkan selamat ulang tahun kepada L Sudarsana. Hari itu merupakan hari yang istimewa bagi L Sudarsana. Menambah kenangan yang dapat diundang kapan saja. + Februari 2014

61


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Gebyar Musik dan Tari

“Satu Indonesiaku Teks&Foto: Herlan

Songsong

Mentari

2014”

K

budaya Nusantara. Sajian ini merupakan bentuk perwujudan semangat Bhineka Tunggal Ika yang dikemas dalam suatu pergelaran kolaborasi seni tari, musik dan vokal yang didukung ratusan seniman andal. Pergelaran ini juga diramaikan dengan operet yang dibawakan oleh Sule KW dan didukung oleh 300 artis potensi seni TMII. Direktur Operasional TMII, Ade F. Meliala, mengatakan bahwa sajian ini merupakan salah satu wujud rasa syukur TMII karena di tahun 2013 mampu mencapai target sebagaimana yang diharapkan. iharapkan. “Melalui pergelaran ini, kami ingin memohon dukungan ukungan kepada masyarakat Indonesia agar di tahun 2014 ini ni TMII dapat dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia unia tak benda dari UNESCO, untuk kategori cara-cara terbaik erbaik sebagai ruang penciptaan budaya a dalam elestarian perlindungan, pengembangan, pelestarian endidikan kebudayaan a kkepada epada generasi pendidikan enerus,” ujar Indah h. penerus,” Indah. Nominasi ini diusulkan leh Pemerintah RI atas dasar oleh erbagai capaian berbagai prestasi dan kesungguhan dalam pengelolaan TMII yang secara terus menerus melestarikan ribuan

etika momen pergantian tahun menjadi hiburan bagi banyak orang, tentu tak sedikit kegiatan atau acara digelar untuk meramaikannya. Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada malam pergantian tahun kemarin, diggelar berbagai acara hiburan, seperti pesta kembang api hingga wayang kulit semalam suntuk. Hiburan tradisi yang dimainkan oleh Dalang Puguh Prasetyo dengan lakon Narayana Jumeneng, merupakan salah satu suguhan di pergelaran seni budaya bertajuk “Satu Indonesiaku Songsong Mentari 2014” tepat pada 1 Januari 2014. nya, Selain itu, acara ini juga menampilkan musik dan tari, juga kesenian lainnya, dari berbagai daerah mulai dari Sabang sampai Merauke. “Satu Indonesiaku Songsong Mentari 2013” merupakan sebuah man pergelaran agung mozaik khatulistiwa yang mencerminkan keanekaragaman 62

Februari 2014


nilai budaya dari berbagai daerah seluruh Nusantar a. Seperti bahasa lokal, cerita rakyat, simbol budaya, alat musik, lagu daerah, seni tari, seni pertunjukan, ornamen, produk arsitektur, kuliner khas daerah, upacara adat, kepercayaan dan lain sebagainya. Pagelaran “Satu Indonesiaku Songsong Mentari 2014� yang diselenggarakan di Desa Seni TMII ini diharapkan dapat menjadi bentuk edukasi untuk melakukan pembinaan kesenian daerah kepada masyarakat. Dengan itu, masyarakat diharapkan dapat mengenal jati diri mereka dengan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dan dapat menghasilkan etika sopan santun melalui kesenian daerah. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

SIKIB EXPO 2014

untuk

BaktiNegeri Teks&Foto: Herlan

S

olidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) merupakan organisasi yang dipimpin dan dibentuk oleh Ibu Ani Yudhoyono. Organisasi ini banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan dan juga selalu aktif dalam program-program memajukan bangsa dari

64

Februari 2014

berbagai sektor. Dalam melakukan kegiatannya, SIKIB mendapat bantuan dari mitra kerja dan juga donatur. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada mitra dan donatur tersebut, SIKIB memaparkan kegiatan yang telah mereka kerjakan selama ini. Sejak dibentuk Desember 2004, SIKIB

melakukan berbagai kegiatan. Organisasi nirlaba ini menyelenggarakan berbagai kegiatan yang tujuannya untuk menciptakan rakyat Indonesia yang mandiri dalam upaya mewujudkan kehidupan berdasarkan lima pilar; Indonesia Pintar, Indonesia Hijau, Indonesia Sehat, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Peduli.


Pada tahun ini, organisasi ini kembali menyelenggarakan SIKIB Expo 2014 pada 21 - 26 Januari 2014. Tahun ini merupakan tahun kedua SIKIB Expo diselenggarakan. Dalam penyelenggaraannya kali ini, SIKIB Expo yang diselenggarakan di Senayan City Mall, Jakarta mengusung tema “Bakti SIKIB untuk Negeri Menuju Indonesia Sejahtera�. Bukan tanpa tujuan, pameran ini diselenggarakan di Senayan City Mall, Jakarta. Senayan City dipilih sebagai tempat penyelenggaraan SIKIB Expo 2014 ini bertujuan agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa ada sebuah organisasi yang saat ini masih peduli dengan kemajuan bangsa. Selain itu, juga agar dapat dengan mudah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut serta membantu program-program SIKIB yang akan terlaksana dan sudah terlaksana. Maksud lainnya adalah supaya masyarakat menyadari pentingnya turut serta memberikan sumbangsih pikiran atau tenaga untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan sejahtera. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, SIKIB

memandang pusat perbelanjaan yang cukup ramai di Jakarta sebagai tempat yang cocok untuk menyelenggarakan SIKIB Expo 2014. SIKIB Expo 2014 dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, didampingi Ibu Wakil Presiden Herawati Budiono dan para anggota SIKIB. Dalam acara pembukaan dan peresmian tersebut, SIKIB menyerahkan 8 unit Mobil Pintar kepada 8 perguruan tinggi di Indonesia. Penyerahan

diberikan secara simbolik oleh penasihat dan pendiri SIKIB Ibu Negara Ani Yudhoyono. Acara pembukaan SIKIB Expo 2014 ini pun diramaikan dengan penampilan opera yang menceritakan perjalanan SIKIB dari awal hingga saat ini. Opera ini dibawakan oleh para anggota yang merupakan istri-istri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan didukung oleh para penari dan pemain drama dari Sanggar Artina Production. SIKIB Expo 2014 memamerkan apa saja yang berhubungan dengan edukasi, seni, kerajinan tangan, permainan anak, dan fesyen. Di dalam area pameran tersebut, tema divisualisasikan melalui panggung utama dalam bentuk kapal layar. Kapal layar melambangkan rumah bersama bagi masyarakat Indonesia. Ibaratnya sedang mengarungi samudera luas. Kapal layar ini juga menjadi panggung performance dan juga kegiatan workshop selama acara. Untuk mendukung majunya hasil karya tradisional, dekorasi pameran SIKIB Expo 2014 didominasi dengan bambu yang kental dengan nuansa pedesaan. Bambu dipilih karena dapat menjadi alat untuk menyosialisasikan kampanye ramah lingkungan. Kegiatan pameran sendiri tidak hanya ditujukan untuk kaum perempuan, tetapi juga bisa dinikmati oleh anak-anak sebagai arena bermain dan belajar. Selain itu, produk layanan SIKIB, seperti Mobil Pintar, Mobil Sehat, dan Mobil Kreatif, ikut ditampilkan dalam pameran. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Kala Belanda

Orang

Melukiskan

Jawa Teks: Wahyu Indro S; Foto: Budi Prast

A

da sesuatu yang menarik ketika melihat buku-buku di zaman Nederlands- Indie atau Hindia Belanda, terutama dalam buku-buku terbitan J.B.Wolters, Groningen, Batavia yang dicetak antara tahun 1920 hingga tahun 1940 an. Buku-buku yang dibuat pihak penerbit untuk anak-anak sekolah rakyat dalam beberapa edisi, baik itu anak Pribumi ataupun anak Belanda. Buku-buku tersebut ada yang bahasa Belanda, bahasa Melayu, bahasa Jawa dengan huruf Jawa, dan bahasa Belanda untuk anak keturunan Tionghoa. Meski sebenarnya, ilustrasi-ilustrasi yang dibuat untuk memberi gambaran tentang cerita atau kehidupan sehari-hari kala itu.

66

Februari 2014

Namun, ilustrasi tersebut sangat membantu anak-anak dalam belajar membaca dan memahami apa yang dimuat dalam buku tersebut. Ada beberapa ilustrator terkenal saat itu yang aktif membuat ilustrasi untuk buku-buku pelajaran anak-anak, antara lain: De Bruin W.K., J. Wolters Van Blom, Suzon Beynon, Sierk Schroder Carl, F. Bemmel, L.C. Bouman, Tilly Dalton, dan Cornelis Jetses. Nama yang terakhir ini, sepertinya mampu menerjemahkan suasana dan alam Nederlands Indie waktu itu ke dalam gambar-gambar ilustrasinya.

Cornelis Jetses berhasil menghadirkan suasana pedesaan, perkotaan, maupun dalam rumah tangga, sepertinya dia hadir di sana dan memindahkan objek secara detail ke dalam selembar kertas. Di samping itu, dia secara tepat dapat menggambarkan karakter masing-masing tokoh yang digambarkannya sungguh luar biasa. Atmosfer dan suasana yang digambarkan oleh C. Jetses, saat ini sudah tidak dapat kita jumpai lagi. Zaman sudah berubah menjadi hiruk- pikuk sekarang ini. Ada ratusan karya C. Jetses yang dimuat dalam berbagai buku pelajaran sekolah, termasuk poster-poster. Itu pun sebenarnya masih sedikit, ada banyak lagi karyakaryanya sebelum dia bergabung dengan J.B. Wolters, sebab dia mengerjakan juga ilustrasi untuk buku-buku pelajaran untuk sekolah di Belanda.


Mungkin karena keterbatasan dana maka buku-buku untuk Nederlands Indie dicetak hitam putih. Lain halnya untuk anak-anak di negara Belanda, buku-buku karya C.Jetses dicetak berwarna. Sepertinya, ide itulah yang membuat karya-karya ilustrasi C. Jetses yang dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, menjadi berwarna, sehingga dapat memperkaya khasanah ilustrasi tentang zaman Hindia Belanda dahulu. Pameran Ilustrasi Insulinde itu bertajuk “Djalan ke Barat: Jawa di Mata C. Jetses�. Kurator Pameran, Hermanu mengatakan Cornelis Jetses sepertinya mampu menerjemahkan suasana dan alam Nederlands Indie waktu itu ke dalam gambar-gambar ilustrasinya. C. Jetses berhasil menghadirkan suasana pedesaan, perkotaan, maupun dalam rumah tangga. “Dia (C.Jetses,-red) seperti hadir disana dan memindahkan objek secara detail ke dalam selembar kertas. Di samping itu, dia secara tepat dapat menggambarkan karakter masing-masing tokoh yang digambarkannya,�. Untuk mendukung

pameran buku yang terbilang langka tersebut, beberapa perupa yang sudah cukup punya nama juga bersedia memberi warna karya-karya C. Jetses yang awalnya berupa karya hitam-putih. Mereka antara lain Ong Hary Wahyu, Agung Pekik, Felix S Wanto, dan Aliem Bakhtiar. Dengan perpaduan teknik ilustrasi lama yang masih manual digabung dengan dunia ilustrasi modern yang sudah menggunakan teknik digital, kemungkinan besar karya yang dihasilkan akan berbeda, mungkin dari warna yang dihasilkan, tidak mencapai nuansa klasik seperti karya cat air C. Jetses, namun setidaknya kita bisa lebih menghidupkan lagi karya-karya C. Jetses tentang alam Indonesia lama yang mooie (manis), permai, dan teduh atau di zaman dahulu lebih dikenal dengan istilah insulinde, yaitu tanah air yang elok dan manis. +


NGADI BUSANA

TOKOH & FESYEN

Ray. Asfri Nindyani S.

Tradisi Modern Padukan

dan

Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

I

ndahnya kain tradisional sering kali menginspirasi banyak orang untuk berkreasi, salah satunya bagi RAy. Asfri Nindyani S. Wanita cantik yang masih keturunan trah Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan menjadi Abdi Dalem Kraton Yogyakarta ini rupanya gemar memadupadankan kain tradisional yang dimilikinya dengan bahan lainnya, di antaranya jeans dan sifon. Wanita yang akrab disapa Dian ini mengatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk melestarikan kain tradisional Indonesia sudah semakin meningkat. Apalagi dirinya melihat bahwa kain tradisional tidak hanya cocok dipakai di acara formal, namun juga menjadi busana sehari-hari. Dalam kesehariannya, Dian merupakan Direktur PT. Vidia Janitra Nusantara, sebuah general trading company yang bergerak di bidang parkir robotic. Kata Dian, perusahaannya ini merupakan satu-satunya agen resmi yang ditunjuk oleh Jepang untuk melakukan sales negotiation di Indonesia. dan untuk parkir robotic ini tidak hanya untuk di Jogja saja namun juga seluruh kota-kota besar di Indonesia yang mengalami problematika perparkiran. Kepada Kabare, Dian mengungkapkan parkir robotic dapat mengatasi persoalan parkir di Yogyakarta yang kerap kali menyebabkan kemacetan. Saat ini, banyak badan jalan yang digunakan sebagai tempat parkir akibat lahan yang sangat terbatas, sedangkan jumlah pemilik kendaraan terus meningkat. Oleh karenanya, saat ini Dian tengah sibuk-sibuknya memperkenalkan parkir robot tersebut. “Untuk menjalankan usaha ini, saya banyak bertemu orang. Sehingga saya sangat memperhatikan penampilan dan cara

68

Februari 2014


Kebaya modern koleksi pribadi karya desainerRamadhani dan selendang batik dari Batik Adiningrat

Februari 2014

69


NGADI BUSANA

TOKOH & FESYEN

Dress kain tenun Jepara dan batik bag, keduanya merupakan koleksi pribadi dari Queen Couture

berbusana yang saya kenakan. Untuk busana, sudah sejak dulu saya suka memadupadankan kain Nusantara dengan bahan lainnya. Bagi saya, kain Nusantara menjadi sumber inspirasi yang tidak akan habis digali untuk dikreasikan. Seni wastra memberi identitas bagi kita yang memakainya. Karena mobilitas saya cukup tinggi, maka saya lebih suka desain baju yang simpel dan nyaman dipakai. Kebanyakan busana yang saya kenakan dalam keseharian adalah kasual namun dikreasikan dari kain tradisional yang diolah lebih modern dan stylish lagi. Beberapa busana saya coba desain sendiri karena lebih pas dengan keinginan saya,� ujar Dian di rumahnya yang asri. Sebagai salah satu keturunan Raja Mataram dan tinggal di Yogyakarta yang notabene kota budaya, inilah salah satu upaya

Dian dalam mempertahankan keberadaan kain Nusantara. Salah satunya batik, agar tetap lestari. Beberapa koleksi busananya terbuat dari kain batik tulis, ulos, kain tenun ikat, kain tapis, hingga songket Palembang. Dian mengaku memiliki banyak koleksi kain tradisional dari Sabang sampai Merauke. Beberapa merupakan hadiah dari keluarga dan teman-teman terdekatnya yang memang mengetahui kecintaannya terhadap seni wastra tersebut. “Biasanya saya memadukan bolero batik dengan celana jins. Atau, kain tenun saya kombinasikan dengan dress berbahan sifon dan yang lainnya. Saya ingin masyarakat bisa mengenal bahwa wastra Nusantara bisa tampil cantik jika dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya. Selain itu, saya juga ingin mengenalkan sebuah makna dari selembar kain semata, namun masyarakat perlu diberi edukasi bahwa kita bisa membuat kain tradisional menjadi busana yang nyaman untuk beraktivitas sehari-hari,� papar putri KRT. Suryohadiningrat seorang Pengageng II Kawedanan Hageng Punokawan Purorakso Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Bolero dari Batik Amarilis dipadukan dengan syal dari Portman Australia, celana blue jeans dan maxi bag dari Fossil

70

Februari 2014


Handbag LV Cuir Suhali dipadu dress dari batik serat nanas dan aksesoris kalung tembaga

Dian yang juga merupakan cucu dari GBPH Suryobrongto, seorang begawan tari klasik gaya Yogyakarta dan Jendral TNI (Purn) R. Widodo mantan KSAD ini mengatakan bahwa menggunakan kain tradisional membawa kebanggan tersendiri. Karena kenyataannya, busana asli Indonesia tidak kalah dengan busana-busana tradisional negara-negara lain. Menurutnya, selain terlihat lebih anggun dan cantik, mengoleksi kain tradisional tak ubahnya seperti menyimpan warisan budaya kekayaan dan kebanggaan bangsa Indonesia. Karena di dalamnya tersimpan motif yang memiliki ciri kearifan lokal masing-masing daerah. Warisan budaya ini tidak hanya memiliki estetika ketika digunakan dalam bentuk busana. Tapi juga memiliki nilai historis tersendiri karena masing-masing daerah memiliki catatan sejarah dan proses

pembuatan kain tradisional yang berbeda-beda pula oleh para pengrajinnya. Sebagai wanita modern yang aktif, pemilik Balirejo Guesthouse ini juga mengaku menyukai berbagai tas branded, seperti Louis Vuitton, Fossil, Hermes dan lainnya. Namun Dian mengatakan, dirinya tidak branded minded, meski kerap memadupadankan busananya dengan berbagai macam tas bermerek. Itu karena Dian selalu membeli sesuai kebutuhannya saja. Dian pun mengaku dirinya tidak menyukai barang replika. Baginya itu sama saja tindakan plagiat dan tidak menghargai karya seni orang lain. “Tidak dapat dipungkiri jika kita tidak bisa lepas dari tren fesyen dunia. Maka dari itu, saya berusaha memadukan antara kain, tas, sepatu, bahkan dengan perhiasan atau aksesoris juga. Saya merasa bahwa kain Nusantara memang bisa hadir dalam ritme kehidupan modern, baik dengan tampilan klasik maupun modern,� pungkas Dian. +

Kain songket khas Palembang dipadukan dengan bahan satin serta sepatu dari Belagio

Februari 2014

71


PENDOPO ESAI FOTO

Festival Bregodo Rakyat

Apresiasi

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

Ajang

Mataram

Peradaban

S

eni dan budaya sungguh telah menjadi urat nadi sekaligus darah daging masyarakat Yogyakarta. Warisan budaya dari peradaban masa lalu yang sampai kini ditegakkan, sepertinya mampu memberi spirit masyarakat Yogyakarta berseni budaya dan beradat seni. Budaya terhidupi oleh prinsip masyarakat. Karena itu, Yogyakarta setiap waktu seolah tak pernah kosong akan cerita budaya. Seperti yang terekam di bulan lalu, tak lama selepas Sekaten, Kota Yogyakarta segera dibalut lagi acara budaya. Acara yang mendapat perhatian dan mampu menghimpun masyarakat dalam satu waktu dan tempat itu adalah Festival Bregodo Rakyat. Acara budaya yang berlangsung Minggu, 19 Januari lalu, ini merupakan bentuk rasa cinta masyarakat 72

Februari 2014


Yogyakarta terhadap budaya, sekaligus upaya nguri-uri peradaban Mataram. Festival Bregodo Rakyat adalah festival budaya rakyat yang berkaca pada keberadaan bregodo prajurit Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman. Pada zamannya, bregodo prajurit adalah kesatuan prajurit militer keraton. Pada zaman sekarang, keberadaannya adalah sebagai aset budaya yang selalu mengiringi upacara dan hajatan resmi Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman. Festival Bregodo Rakyat diikuti oleh 42 kelompok masyarakat dan kelompok seni

Budaya terhidupi oleh prinsip masyarakat. Karena itu, Yogyakarta setiap waktu seolah tak pernah kosong akan cerita budaya

Februari 2014

73


PENDOPO ESAI FOTO

Dalam kelompoknya, mereka berbaris, berkostum aneka warna dan desain selayaknya prajurit keraton budaya. Dalam kelompoknya, mereka berbaris, berkostum aneka warna dan desain selayaknya prajurit keraton. Mereka juga membawa senapan, tombak, keris, pedang atau juga panah. Masing-masing kelompok berjalan beriringan, pawai dari Jalan Abubakar Ali, melitasi kawasan Malioboro, sampai akhir di komplek Benteng Vredeburg, sembari melakukan gerakan-gerakan atraktif berkoreografi dibarengi musik pengiringnya masingmasing. Tak hanya prajurit rakyat, anggota TNI Yonif 403 pun ikut memeriahkan Festival Bregodo. Kegiatan budaya ini baru digelar pertama kali. Selain untuk melestarikan warisan budaya Mataram, kegiatan yang

74

Februari 2014


Kegiatan budaya ini baru digelar pertama kali. Selain untuk melestarikan warisan budaya Mataram diselenggarakan oleh Manajemen XT Square, bekerjasama dengan Kampayo XT, De'Mata, dan juga Kabare Magazine, ini sekaligus untuk memperingati Jogja Kota Republik yang jatuh setiap tanggal 4 Januari, di mana pada tahun 1946 Yogyakarta menjadi ibukota Indonesia menggantikan Jakarta yang diduduki Belanda. Ini pun dimaksudkan sebagai upaya mengisi aksi budaya Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta menjadi wadah pembinaan dan apresiasi pada para bregodo rakyat yang dimiliki oleh sejumlah daerah di Yogyakarta. Festival Bregodo Rakyat memperebutkan tropi dan dana pembinaan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk juara I, Sri Paduka Pakualam IX untuk juara II, dan Danrem 072 Pamungkas untuk juara III. Sedangkan dari Walikota Yogyakarta untuk bregodo rakyat yang juara Harapan I, dari Dinas Pariwisata DIY untuk juara Harapan II, dan juara Favorit mendapatkannya dari H Achmad Kushendrarto, SH. Tampak hadir dalam acara ini GKR Hemas, Danrem 072 Pamungkas Brigjend TNI Muhammad Sabrar Fadilah, Walikota Yogyakarta H Haryadi Suyuti, dan tamu undangan lainnya. Sementara hadir sebagai dewan juri GBPH Yudhaningrat, Pengageng Kadipaten Pakualaman KPH Indrokusumo, dan Manajemen XT Square Moh Verga Prabowo Agus beserta para penonton. Secara berurutan, juara I diraih oleh Bregodo Kyai Tanjung Anom, Wonokromo, Pleret, Bantul. Juara II dan seterusnya diraih oleh Bregodo Pasembaja, Jetis; Bregodo Ambarketawang, Gamping, Sleman; Bregodo Poeroebojo, Sendangtirto, Berbah, Sleman; Bregodo Jogobumi Adikarto, Panjatan, Kulonprogo; dan Bregodo Kewirobroto, Mergangsan. + Februari 2014

75


PLESIR WISATA

Berkunjung ke Kota di Teks: Anis RN; FOTO: Noe

V

enesia, Italia merupakan sebuah kota yang dibangun di atas laguna di sisi timur pantai Italia. Kota ini sangat unik sebab tampak dari kejauhan seperti dikelilingi oleh air. Berkesempatan mengunjungi Venesia adalah impian setiap orang. Sebab di kota ini banyak terdapat tempat-tempat indah dan sangat misterius, unik dan menakjubkan. Pukul satu siang waktu setempat, kami menginjakkan tanah di Italia. Perjalanan selama lebih kurang 8 jam dari Munchen Jerman, kami lalui dengan lancar. 76

Februari 2014

Atas Air Mengunjungi Venesia, kami memilih paket one day tour seharga 48 Euro dengan menggunakan bus. Dari tempat pemberhentian bus, kami naik kereta untuk memasuki Kota Venesia. Sebenarnya dengan berjalan kaki pun pengunjung dapat menuju ke sana. Meski jarak hanya sekitar 3 km, namun cukup lumayan membuat kaki terasa pegal. Setelah masuk ke Kota Venesia, pengunjung diwajibkan membayar tiket tambahan sekitar 10 Euro. Venesia terkenal sebagai kota kanal (Grand Canal). Hampir semua transportasi di kota ini merupakan transportasi air. Salah satu transportasi air yang paling terkenal adalah gondola. Gondola di Venesia dipergunakan sebagai transportasi untuk masuk di gang-gang sempit atau celah-celah menuju lokasi satu ke lokasi lainnya. Untuk menikmati gondola,


pengunjung harus merogoh kocek sekitar 40 Euro. Selain gondola, terdapat sarana transportasi air lainnya, yakni bus air dan taksi air. Jika ingin mengitari pulau, pengunjung sebaiknya menggunakan bus air dengan biaya sekitar 15 Euro. Bila ingin berhenti di beberapa lokasi yang berbeda, bus air ini nanti akan berhenti pada terminal-terminal tertentu. Kalau ingin berhenti sesuka hati, pilih saja taksi air yakni semacam speed boat yang diberi nama Vaporetto. Beberapa destinasi wisata dapat dikunjungi di Venesia, di antaranya Piazza San Marco adalah alun-alun di Venesia. Bagian tepi tempat ini awalnya merupakan pintu masuk paling populer Kota Venesia,

sebelum rel dan mobil dari daratan bisa di akses di kota ini. Piazza adalah tempat yang populer bagi penduduk setempat dan wisatawan, karena di sini banyak bertebaran kafekafe dengan alunan musik di malam hari khas Venesia. Di sini juga terdapat Campanile (menara lonceng) terbuka untuk wisatawan. Di tempat ini pemadangan kota dan laut dapat terlihat dengan jelas. Tempat terbuka lain yang juga menjadi

Hampir semua transportasi di kota ini merupakan transportasi air. Salah satu transportasi air yang paling terkenal adalah Gondola

salah satu destinasi wisata adalah Palazzo Ducale. Selama lebih dari seribu tahun, Venesia diperintah oleh Ducale. Palazzo Ducale adalah sebuah istana sebagai kediaman resmi mereka, dan tempat ini berada di ujung Piazza San Marco dari Basilika. Tempat ini terbuka untuk umum setiap hari. Istana ini memiliki interior hiasan dan arsitektur yang sangat megah, dengan banyak langit-langit yang dilukis oleh master Italia termasuk Titian, Carpaccio dan Tintoretto. Hal yang paling unik dari Venesia adalah tidak ada mobil di kota ini. Semua sarana transportasi menggunakan

Februari 2014

77


PLESIR WISATA transportasi air. Bahkan untuk mengirimkan pasokan bahan-bahan makanan atau barang-barang lain, tetap menggunakan sarana transportasi air atau jalan kaki. Untuk melihat hiruk pikuk transportasi air di Venesia, Canal Grande adalah salah satu destinasi wisata yang paling terkenal. Sepanjang kanan kiri Canal Grade terdapat bangunan-bangunan seperti istana, gereja-gereja serta gedung-gedung

pemerintah dan museum . Cara hemat untuk menikmati Canal Grade adalah dengan menggunakan taksi air. Kalau ingin merogoh kocek lebih dalam sekedar ingin menikmati gondola, ya silahkan saja. Selanjutnya adalah Rialto Bridge. Yakni salah satu jembatan tertua dari empat jembatan yang merentang di Grand Canal. Jembatan ini wajib dikunjungi apabila berada di venesia. Jenbatan ini dibangun pada tahun 1181 oleh Nicolo Barratieri. Jembatan ini disebut 78

Februari 2014

Hal yang paling unik dari Venesia adalah, tidak ada mobil di kota ini. Semua sarana transportasi menggunakan transportasi air

Jembatan Ponto. Akibat perkembangan pasar Riolto yang berada di seberangnya, lalu lintas di jembatan ini s emakin ramai.

Kemudian pada tahun 1255 konstruksi jembatan diganti dari bahan kayu. Tahun 1310, jembatan ini sempat terbakar sebagain. Kemudian di tahun 1444 jembatan ini runtuh dan menimpa beberapa orang yang sedang menonton parade perahu dan rubuh lagi pada tahun 1524. Selanjutnya sejak tahun 1591, jembatan ini diganti menjadi jembatan batu. Hingga sekarang. Pada malam hari, jembatan ini akan terlihat sangat indah dan romantis. Jika Anda senang mengunjungi museum, berkunjunglah ke Museum of


Sepanjang kanan kiri Canal Grade terdapat bangunan-bangunan seperti istana, gerejagereja serta gedunggedung pemerintah dan museum

Modern Art dan Museum Seni Oriental di Venezia yang dibangun pada abad ke-17 terdiri dari dua lantai. The Modern Art Gallery memiliki koleksi menarik dari lukisan dan patung oleh senimanseniman dari abad 20 dan 19 seperti: Kilmt, Chagall, Kandinsky, Klee, Matisse, Moore, Miro, Morandi, De Chirico, Rodin. Di lantai dua terdapat koleksi besar potongan-potongan seni oriental, yang terbagi menjadi dua bagian yakni China dan Indonesia serta Jepang. Berkesempatan mengunjungi Venesia, jangan lupa mencicipi makanan khas daerah tersebut. Apalagi kalau bukan Pizza. Pizza itali bebeda dengan pizza Amerika. Pizza disini lebih tipis, renyah dan lebih gurih. Selain pizza, ada juga restoran China di kota ini. Untuk oleh-oleh, Venesia terkenal dengan kristalnya yang sangat mewah dan tentu saja harganya sangat mahal. Selain Kristal, oleh-oleh khas lainnya adalah topeng keramik yang lucu-lucu, imut dan cantik. Jaket dan sepatu juga bisa jadi pilihan untuk oleh-oleh. Apalagi Italy sangat terkenal dengan produksi sepatunya yang sangat berkualitas. Sehari di Venesia, mengingkatkan kami akan tanah air Indonesia. Di Indonesia banyak juga terdapat sungai-sungai yang cantik dengan kehidupan masyarakat di sekitar sungai yang tak kalah menarik untuk diangkat menjadi sebuah destinasi wisata. Tinggal bagaimana cara mengemasnya saja. Dan pastinya tidak akan kalah menarik dibandingkan dengan Venesia. +

Februari 2014

79


PESANGGRAHAN INFO HOTEL

80

Februari 2014


Amarelo Hotel Solo City

Relaksasi di Jantung Kota Solo S Teks: Della Y.& Foto: Albert

olo tampaknya menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi oleh para traveler. Selain banyak tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, Solo memiliki banyak hotel yang nyaman namun terjangkau oleh para wisatawan. Salah satunya adalah Amarelo Hotel Solo City. Hotel yang berada di bawah naungan The Acacia Hotels & Resorts dan satu managemen dengan Adhiwangsa Hotel & Convention Hall ini mengusung gaya Eropa yang dipadukan dengan nuansa tradisional. Amarelo yang diambil dari Bahasa Portugis yang berarti bunga berwarna kuning ini sengaja hadir untuk meramaikan keberadaan hotel bintang tiga di Solo. Hotel ini pun menawarkan sejuta kenyamanan yang harus dinikmati para traveler yang berkunjung ke Solo. Amarelo Hotel yang sudah lebih dari dua tahun berdiri ini berada di jantung kota, tepatnya di Jalan Gatot Subroto No. 89103, Singosaren, Solo, Jawa Tengah. Hotel yang pada tahun ini sedang menuju konsep boutique hotel kini semakin memperkuat image-nya dengan menambah kecantikan interior dan berbagai fasilitas lainnya. Begitu Anda memasuki ruangan lobi hotel, kesan hommy seketika muncul dan menyapa. Ruang lobi yang luas dengan paduan dan penataan interior bernuansa kuning yang cantik serta keramahan seluruh staff Amarelo, membuat kesan nyaman semakin nyata.

Februari 2014

81


PESANGGRAHAN INFO HOTEL

Hotel yang pada tahun ini sedang menuju konsep boutique hotel kini semakin memperkuat image-nya dengan menambah kecantikan interior dan berbagai fasilitas “Amarelo Hotel memiliki 94 rooms yang didesain dengan gaya elegan dan modern. Ada lima tipe kamar yang dimiliki yakni standard, superior, deluxe, junior suite dan executive suite. Masing-masing kamar memiliki balkon yang nyaman serta ruangan yang luas. Standard room kami memiliki luas 24 meter persegi dan executive suite kami memiliki 32 meter persegi. Semua kamar dilengkapi dengan televisi layar datar, serta akses internet dengan koneksi yang cepat. Setiap kamar juga dilengkapi dengan mini bar dan save deposit box sehingga tamu tetap merasa nyaman untuk tinggal di hotel kami,” ujar Rafly Dikdik Solihin S., selaku Director of Sales & Marketing Amarelo Hotel. Selain itu, Amarelo Hotel memiliki empat meeting room, yakni Chrysant Room, Bougenville Room, Jasmine Room dan Rose Room. Masing-masing meeting room dirancang untuk menampung kegiatan bisnis para tamu, dengan dilengkapi fasilitas WiFi dengan koneksi internet yang cepat, free LCD projector dan berbagai tipe penataan ruangan seperti U-Shape Class Room, theatre and board room. Semua meeting room memiliki kapasitas yang berbeda, mulai 82

Februari 2014

dari 15 hingga 75 orang. “Amarelo Hotel memang sengaja tidak dibangun dengan konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), karena kami memiliki Adhiwangsa Hotel & Convention Hall yang berada di belakang Hailai International Executive Club Solo. Hotel tersebut memang sengaja dibangun

dengan konsep resorts yang memiliki sejumlah fasilitas pendukung seperti 11 unit meeting room dan 24 unit suite room serta extra large ballroom berkapasitas 2000 orang,” ungkap Rafly. Fasilitas lain yang ditawarkan oleh Amarelo Hotel adalah pelayanan spa yakni Griya Sari Spa. Keberadaan Griya Sari Spa sebagai pusat relaksasi semakin menambah kuat kesan boutique hotel yang akan dihadirkan oleh Amarelo Hotel. Ada pula Brique Café & Bar yang merupakan restoran unik dengan desain klasik yang dilengkapi dengan teras balkon sehingga tamu yang menikmati sajian di sana akan merasa nyaman. Restoran ini sangat terbuka untuk breakfast, lunch dan dinner. di Brique inilah para tamu bisa menikmati sajian lezat olahan chef andalan Amarelo Hotel. “Fasilitas lainnya dari Amarelo Hotel adalah Sky Lounge & Rooftop. Fasilitas ini memungkinkan para tamu untuk


menikmati jamuan makanan dengan atap terbuka. Lounge ini menawarkan kesan romantis dengan menghadirkan view Kota Solo dari ketinggian, tepatnya di lantai 5 Amarelo Hotel. Di Sky Lounge & Rooftop ini, para tamu dapat menikmati berbagai pilihan wine, spirits dan cocktail dengan beragam sajian musik baik dari DJ maupun band. Di Februari ini, kami juga akan menggelar grand opening Sky Lounge & Rooftop dengan berbagai event, diantaranya menghadirkan DJ Winky dan fashion show

Berdirinya Amarelo Hotel tidak lepas dari potensi wisata dan pertumbuhan Kota Bengawan yang kini sangat dinamis

karya para desainer kebanggaan Solo,” papar Rafly kepada Kabare.` Rafly mengatakan bahwa berdirinya Amarelo Hotel tidak lepas dari potensi wisata dan pertumbuhan Kota Bengawan yang kini sangat dinamis. Oleh karenanya, Amarelo pun ingin berbuat lebih untuk mempromosikan Kota Solo kepada para wisatawan Nusantara. “Dengan memilih paket Amarelo Solo Tour seharga Rp. 1.900.000,- nett tamu bisa menginap dua malam di Deluxe Room, mendapat diskon 20 persen di Griya Sari Spa dan juga menikmati

berbagai fasilitas lainnya, serta dapat mengikuti tour selama dua hari ke banyak destinasi wisata seperti Candi Cetho, Kebun Teh Kemuning, Candi Sukuh, Air Terjun Grojogan Sewu, Astana Giri Bangun Kraton Mangkunegaran, Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Pasar Klewer. Selain breakfast, para tamu yang memilih paket ini juga mendapatkan free lunch dan dinner di Brique Café & Bar dan juga menikmati berbagai atraksi seni menarik di Sky Lounge & Rooftop,” ujar Rafly.

Amarelo Hotel juga menawarkan sebuah card member, yakni Amarelo Privilege Card. Hanya dengan Rp. 1. 490. 000,- member mendapat privilege diantaranya menginap gratis 2 malam, diskon 50 persen di seluruh tipe kamar di Amarelo Hotel dan Adhiwangsa, gratis penggunaan kolam renang di Adhiwangsa untuk 2 orang selama satu tahun, gratis kue ulang tahun, gratis trasnportasi antar – jemput dari hotel ke bandara, gratis shuttle city tour maksimal 2 jam dan masih banyak lagi.+ Hotel Amarelo Solo City Jl. Gatot Subroto No. 89-103 Singosaren, Solo, Jawa Tengah 57151 Telp. 0271 - 669999 Fax. 0271 - 644289 www.amarelo-hotel.com

Februari 2014

83


KLANGENAN KULINER

Saffron Restaurant Grand Aston Yogyakarta

Sajikan

Hidangan

Istimewa dan

Unik

M

ungkin, Yogyakarta adalah kota yang paling sering dikunjungi orang. Tak hanya berjumlah ribuan, mereka yang sering bolak-balik ke sana. Sebagai kota yang menyandang lebih dari satu julukan, Yogyakarta tentu memiliki banyak hal yang unik dan menarik, yang menjadi magnet mereka yang selalu kembali ke Kota Gudeg itu. Seperti dari ragam kulinernya. Seiring dengan meningkatnya angka kunjungan, dunia kuliner di sana pun menjadi berkembang pula beragam. Banyak sekali restoran yang menyajikan bermacam menu berbeda satu dengan lainnya. Itu salah satu yang unik dan menarik di Yogyakarta. Saffron Restaurant salah satunya. Di daftar menu a la

Teks: FA Heru; Foto: Budi Prast

Manggo Pandan Tiramisu Cake

84

Februari 2014

carte Saffron Restaurant, terpampang bermacam hidangan Nusantara, Eropa, dan Asia yang istimewa. Yang pasti, di dapur restoran itu berdiri chef dan juru masak hebat yang memiliki ide-ide cemerlang untuk menciptakan hidanganhidangan khas, yang tentu saja jarang tersedia atau bahkan tidak ada di restoran lain. Hidangan-hidangan di Saffron Restaurant memang layak dicoba. Memang, ada orang bilang makanan-makanan hotel cita rasanya selalu sama saja, tak jauh beda antara hotel satu dengan yang lainnya. Akan tetapi untuk membuktikan opini itu benar atau tidak, tak ada kecuali selain harus mencobanya sendiri. Yang pasti, Anda tidak akan kecewa setelah datang ke sana. Karena bagaimanapun juga, setiap restoran, apalagi restoran di hotel berbintang, selalu berkompetisi untuk menyajikan yang berbeda dan terbaik. Saffron Restaurant adalah restoran utama di hotel Grand Aston Yogyakarta. Hotel berbintang lima di Jl Urip Sumoharjo 37 ini sudah menuai banyak tamu meskipun termasuk salah satu hotel baru di Yogyakarta. Pastinya, hotel berkonsep modern namun tetap memberi sentuhan tradisional Jawa ini menawarkan kenyamanan dan ketenangan kepada para tamunya. Meskipun berada di tengah kota, di salah satu area pusat perbelanjaan, dan juga berdampingan dengan ruas jalan yang selalu ramai, namun


dinikmati. Itulah sop buntut yang menggunakan buah kedondong sebagai salah satu campurannya. Kalau Anda dapat membayangkan lezatnya sop buntut, pasti Anda pun dapat membayakan bagaimana cita rasa hidangan Nusantara kreasi Chef Totok tersebut. Menu lain yang juga direkomendasikan untuk dicoba adalah ragam hidangan pizza ala Prancisnya. Namun begitu, pada kesempatan ini, Chef Totok juga ingin memperkenalkan tiga hidangan Saffron Restaurant lain yang tak kalah istimewanya. Yang pertama adalah main menu Pave of Salmon. Hidangan ini berupa ikan salem tasmania panggang yang kulitnya berasa sangat crispy, disajikan dengan sayuran hijau yang segar, ditemani saus jeruk, kapulaga dan pure

Yang pasti, di dapur restoran itu berdiri chef dan juru masak hebat yang memiliki ide-ide cemerlang untuk menciptakan hidangan-hidangan khas

Quick Lunch: Paket Japanese

tamu tetap akan merasakan ketenangan dan kenyamanan ketika berada di dalamnya. Kenyamanan di Grand Aston Yogyakarta tidak hanya dalam hal pelayanan dan fasilitas kamarnya saja. Seperti diutarakan tadi, hotel ini juga memiliki restoran yang hidangan-hidangannya recommended untuk dicoba. Ya, berwisata kuliner memang bisa jadi di resto hotel, tak melulu di gerai-gerai tradisional atau di restoran lain di luar hotel. Keasyikannya tidak akan berkurang, justru malah dapat menambah referensi daftar tujuan wisata kuliner sekaligus tujuan menginap di Yogyakarta. Di antara ratusan menu atau hidangan istimewa yang disediakan di Saffron Restaurant, toh ada beberapa di antaranya yang menjadi andalan dan paling sering dipilih para tamunya. Menurut Chef Kepala Saffron Restaurant, Totok Siswantoko, menu Cocktail Soup Kedondong salah satu hidangan yang wajib

kentang ungu. Menurut Chef Totok, ternyata aneka olahan ikan salem termasuk hidangan-hidangan yang juga sering kali dipesan para tamu Saffron Restaurant. All day dining resto ini juga memiliki menu paket yang unik. Quick Lunch adalah sajian menu-menu paketan yang juga ingin diperkenalkan Saffron Restaurant kepada pembaca Kabare. Setiap hari disediakan tiga menu; Nusantara, Western, dan Asian. Dan setiap hari juga menu-menu Quick Lunch ini disajikan dengan hidangan yang berbeda-beda. Menu Quick Lunch kali ini adalah hidangan bercita rasa Jepang. Dalam satu sajian paket Japanese ini, dihidangkan gohan rice, miso Februari 2014

85


KLANGENAN KULINER

Pave of Salmon

soup, serta daging ayam dengan saus teriyaki, sebagai menu beratnya. Paket ini juga ditambah dengan hidangan penutup berupa potongan buah-buahan, serta segelas ice tea yang segar. Uniknya, bila tamu memesan menu Quick Lunch, maka akan segera terhidang paling 20 menit kemudian. Dan jika tiba di meja lebih dari waktu yang ditentukan itu, maka menu ini akan disajikan free untuk pemesannya. Seperti yang dapat dilihat pada gambar, hidangan selanjutnya adalah Manggo Pandan Tiramisu Cake. Ini adalah salah satu menu penutup yang dapat dinikmati di Saffron Restaurant. Tapi, cake ini juga dapat dipesan di cake shop hotel tersebut. Cake ini terdiri dari tiga lapis, yaitu pandan sponge, mango mouse, dan tiramisu, yang pastinya masing-masing memiliki rasa yang berbeda. Jadi tiga rasa menyatu dalam satu cake. Manggo Pandan Tiramisu Cake cukup lembut, dan tentu saja cukup unik. Demikian beberapa sajian hidangan Saffron Restaurant. Jadi jika Anda berniat

Ternyata aneka olahan ikan salem termasuk hidangan-hidangan yang juga sering kali dipesan para tamu berkunjung ke Yogyakarta, tak perlu ragu untuk menuju hotel Grand Aston Yogyakarta. Suasana hotel dan kamarnya yang nyaman, pelayanannya yang ramah, serta restorannya yang menyajikan hidangan-hidangan istimewa lagi unik itu, dapat menjadi satu tujuan pasti perjalanan Anda ke Yogyakarta. +

Sate Tempe & Sate Jamur Spesial Dieng Kledung Pass

Hotel & Restaurant Teks: FA Heru; Foto: Budi Prast

W

onosobo sayang jika dilewatkan. Sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang wilayahnya dekat dengan Gunung Sindoro dan Sumbing ini menjanjikan pesona objek wisata alam dan kuliner. Di sana terdapat beberapa telaga, candicandi, serta ratusan hektar perkebunan teh. Pesona itulah yang membuat daerah berhawa sejuk dan bersih ini layak menjadi tujuan Anda jika sedang traveling ke Jawa Tengah. Selain banyak wisata alamnya yang indah, ragam kuliner Wonosobo juga ngangeni. Meski bukan hidangan mewah, makanan-makanan dari daerah itu dapat menciptakan kenikmatan bersantap, terlebih untuk mereka yang rindu aroma tradisional. Seperti yang disajikan di Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant. Hotel ini memiliki restoran yang letaknya di halaman depan, yang kerap kali jadi jujugan bus-bus wisata yang inin menikmati sajian tradisional. Bermacam hidangan tradisional tersedia, juga makanan-makanan khas Wonosobo sendiri. Yang khas dan menjadi kegemaran banyak pengunjung adalah hidangan Sate Tempe dan Sate Jamur. Sate Tempe di sana cukup lezat, masakan spesial di Dieng Kledung Pass. Hidangan ini adalah menu warisan orangtua sang

86

Februari 2014

empunya hotel dan restoran tersebut yang sering dibuat sejak puluhan tahun lalu. Dimasak bacem, Sate Tempe itu berasa gurih-manis dan memiliki aroma yang khas sekali. Pun demikian Sate Jamurnya. Dibuat dari jamur kancing, diolah hingga berasa “sangat sate� dengan bumbu kacang. Menurut sang pemilik, Pak Agus Thugianto, para menteri kabinet pun suka hidangan sehat yang satu ini. Soal “jamur menjamur�, di restoran itu juga tersedia masakan tradisional lain berbahan jamur. Di antaranya botok jamur dan tongseng jamur. Nah, kalau ingin menikmati rasanya, silakan saja mampir ke sana jika nanti Anda berwisata ke Wonosobo. Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant berada di Jl. Raya WonosoboParakan Km 17, Wonosobo. +


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

CEO Menyanyi Para

Ketika

CEO PT. Pupuk Kaltim, Aas Asikin bera ksi di atas panggung Kampayo bersama ASIDAT Band

Teks: Della Yuanita;Foto: Budi Prast

K

esibukan para Chief Executive Officer (CEO) perusahaan-perusahaan besar tentu tak bisa diragukan lagi. Seorang CEO memiliki tanggung jawab yang tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Seorang CEO bertanggung jawab atas tugas-tugas operasionalisasi sehari-hari hingga menentukan tindakan yang diperlukan dalam langkah bisnis. Tentu peranan CEO sangatlah krusial karena dialah yang bertanggung jawab atas kegagalan atau kesuksesan sebuah perusahaan. Hampir setiap hari mereka memusatkan pikirannya demi kelangsungan hidup perusahaan yang dipimpinnya.

Moetaryanto (Presiden Komisaris Petrolog & Schenker Group)

Pandu Djajanto (Komiaris Utama Bank BNI) & Rika Purnamasari

Danrem 072 Pamungkas, Brigjend TNI. Abe Fadhilah dan Uke Fadhilah

P. Robert Silaen

88

Sudarwo, Sutikno (Direktur Pemasaran AJB Bumiputera)

Februari 2014

Danang S. Baskoro (Dirut PT. Ferry Indonesia) & Neni

Budi Setijarso (Dirut JASA RAHARJA)

Mulyono (Dirut Pelindo IV Makasar) bersama Marquida Band

M Verga (Dirut XT Square), Retno Sarosa (GM Coca Cola DIY-Jateng)

eng) Nano Tirta (Dirut Bank Jat d Ban z Jaz o Nek o Rek a bersam


You Raise Me Up dipimpin Pandu Djajanto

SLOWE Kampayo Ban d

Dewi Rengganis

Suparman

Prof. Dr. Mardiasmo, SE (Kepala BPKP) & Istri

Putri Heri Dendi

Pulung Agustanto

Indro ‘Kimpling’ Suseno

Heri Dendi, Imam Priyono (Wakil Walikota Yogyakarta), Sapto Amal Damandari (Anggota BPK RI)

Melihat kenyataan demikian, tentu para CEO pun membutuhkan relaksasi untuk me-recharge tenaga dan pikiran mereka. “Oleh karenanya, Kabare menggelar sebuah event bertajuk CEO Menyanyi sebagai ajang refreshing bagi para CEO beberapa perusahaan di Indonesia”, ujar Indro ‘Kimpling’ Suseno. Acara yang digelar di Kafe Tenda Kampayo XT, Komplek XT Square pada Sabtu, 18 Januari 2014 lalu berlangsung santai dan spontan. Para tamu yang berasal dari berbagai perusahaan di Indonesia pun tampak menikmati acara dan berbaur bersama tokohtokoh asal Jogja yang hadir malam itu. an XT Square Widihasto - Direktur Pemasar tim (Nomer 2 dari kanan) bersama

FFebruari b i 22014

89


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS Berbagai genre musik pun dimainkan, mulai dari pop, blues, rock 'n roll, country, jazz, classic rock, pop etnik dan lainnya. Bahkan Mulyono, CEO PT. Pelindo IV Makasar membawa Marquida Band, sebuah grup band yang para anggotanya terdiri dari para staff perusahaan tersebut. Sementara itu, CEO PT. Pupuk Kaltim, Aas Asikin Idat tampil dengan band-nya yakni Asidat Band untuk membawakan musik-musik classic rock. Dan para penyumbang suara yang diiringi Slowe Kampayo Band yaitu: Budi Setijarso - CEO Jasa Raharja, Danang Baskoro - CEO PT. Ferry Indonesia, Moetaryanto - Preskom Petrolog dan Schenker Grup, Pandu Djajanto - Komisaris Utama Bank BNI, Nano Tirta CEO Bank Jateng bersama Reko Neko Jazz Band. Danrem 072

Pamungkas Brigjend. TNI. Abe Fadhilah pun tampil menyanyi bersama sang istri Uke Fadhilah yang memainkan saxophone. Sedangkan Astari - Seniman, HM. Anshori - GM Garuda Indonesia Yogyakarta, Sudarsana - Hotel Santika Holding, Robby Kusumaharta, Heri Dendi, Bambang Sukmonohadi, Pratikto Kepala BKPM DIY, Imam Priyono - Wawalikota Yogyakarta, Letkol. TNI. Ananta Wira - Dandim Kota Yogyakarta, M. Verga & Widihasto - Direksi XT Square, drg. Eddy Poerjanto dan Danang Wibowo - Direksi Kabare Magazine, dan lainnya terlihat sangat menikmati acara. Dan malam itu menjadi ajang refreshing tak terlupakan bagi para petinggi perusahaan-perusahaan tersebut.+

Suasana penampilan ASIDAT Band

Robby Kusumaharta, Pandu Djaj anto Bambang Sukmonohadi

M. Anshori, drg. Eddy Purjanto

Pengunjung setia

RAy. Asfri Nindiani, Wahyuningrum

Astari Rasjid, L. Sudarsana

Para pengagum Warnain Rika, Rukmi, Khocil, Ain

90

Februari 2014


GUNEMAN OBROLAN SINGKAT

Mintiarti (GM Gowongan Inn)

Kemudahan

Teks & Foto: FA Herru

Kesulitan

dalam

I

ni sudah pasti, siapapun berhak untuk menjadi lebih tangguh dalam hidup ini. Kata orang, cobalah menari di antara hujan, jangan hanya tersenyum lebar saat mentari datang. Di kala hari-hari kita menjadi makin keras dan sulit, kita musti yakin bahwa saat-saat itu didesain Tuhan sesuai dengan kemampuan kita. Sedikitnya begitu yang dapat disimpulkan dari pengalaman yang dirasakan dan dialami Mintiarti, General Manager Gowongan Inn. Bagi ibu asal Surabaya ini, bekerja di hotel merupakan anugerah yang indah. Sebab sebelumnya, ia harus susah payah beberapa kali gonta-ganti pekerjaan dari satu kota ke kota lain demi membiayai kuliah dan hidupnya. Bahkan, ia mengakui pernah menjadi nanny untuk sebuah keluarga. Apapun pekerjaannya, dilakoni Minti hingga akhirnya ia ditawari pekerjaan hotel di Surabaya di bagian housekeeping pada tahun 1995. Saat di hotel pun, Mintiarti sering menjalankan tugas yang sebenarnya bukan tugasnya. Jika kebanyakan orang menolak, tapi ia tetap bersedia menjalani. “Sebab justru dari situ saya bisa banyak tahu seluk beluk perhotelan. Pernah suatu saat, saya harus acting sebagai general manajer meski saat itu saya hanya executive housekeeper. Jadi lebih banyak lagi tanggung jawab saya, biarpun sebenarnya secara pengalaman saya belum pernah dan saya belum mampu. Tapi pengalaman semacam itulah yang membuat saya banyak belajar. Lagi, saya percaya janji Tuhan bahwa di balik kesulitan ada kemudahan,” ungkapnya. Pengalaman dari hotel ke hotel, mencapai jabatan demi jabatan, pada akhirnya pun Mintiarti sampai pada jabatan tertinggi di hotel. Kini ia memimpin Gowongan Inn di Yogyakarta. Tak ada yang lain, pengalamanlah yang menuntunnya ke sana. +

Belakang Teks & Foto: FA Herru

W

Layar

Imaniar Noorsaid (Penyanyi)

aktu pergantian tahun selalu menjadi momen suka cita banyak orang. Begitu banyak acara atau pesta yang diselenggarakan untuk itu. Seperti tempo hari, saat tutup tahun 2013, Hyatt Regency Yogyakarta Hotel pun mengadakan pesta untuk para tamunya dan masyarakat Yogyakarta bertajuk “70's Glamour” yang menghadirkan dua penyanyi Indonesia yang memang sudah lama tak tampil di hadapan publik; Imaniar dan Nabila. Kehadiran mereka tentu sebagai pengobat rindu banyak orang akan lagu-lagu hits era 1970-an. Imaniar sendiri tampil baik dengan beberapa lagunya yang pernah melejit di era 1980 dan1990-an. Ia masih tampak mantap dan bekualitas melantunkan lagu-lagunya, seperti Kacau, Acuh, Prahara Cinta. Di sela persiapan pentas untuk acara itu, Imaniar meluangkan waktu menyapa Kabare. Ia mengabarkan kalau dirinya memang tak pernah tampil lagi di depan layar selama ini karena disibukkan men-direct, menjadi guru pembimbing penyanyi-penyanyi muda calon entertainer. Kiprahnya di dunia musik Indonesia lebih dibuktikannya di belakang layar. “Untuk mengabdi di musik Indonesia itu tidak harus kita yang mengeluarkan album atau kita yang harus nyanyi. Berkiprah di depan layar sudah cukup buat saya. Ibarat atap, saya ini sudah mentok. Mau apa lagi. Sekian puluh tahun di depan layar cukup banget buat saya. Sekarang, saya ingin adik-adik kita yang punya kiprah di situ. Makanya, saya tidak mau buat album lagi, anak-anak atau artis muda saja yang kita didik untuk menjadi bagus di bidang ini,” ungkap putri musisi besar Said Kelana ini. +

92

Februari 2014


Johanes Handoko (Pemilik PT. Automobil Jaya Abadi)

Yakin Menangkan Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

Persaingan

S

elain produk berkualitas, setiap perusahaan pasti ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk para konsumennya. Seperti halnya Johanes Handoko, pemilik PT. Automobil Jaya Abadi yang juga mengelola Mazda Semarang, Yogyakarta dan Solo ini sangat mengutamakan produk dan pelayanan yang prima. Johanes yang sudah menekuni bisnis otomotif sejak tahun 1990-an ini mengatakan bahwa hampir semua bisnis bermuara pada kualitas pelayanan. Seperti halnya Mazda Solo, showroom mobil terbaru miliknya yang kini direlokasi di Jalan Ahamd Yani 292-294 Solo ini sangat mengutamakan 3S yakni Sales, Service dan Spare parts. “Bagi saya, dalam bisnis tantangannya adalah service. Kita harus bisa memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Contohnya, selain memberikan fasilitas yang lengkap, mekanik-mekanik kami bekali training sehingga mereka mampu memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan, apalagi produk kami merupakan mobil yang canggih dan modern. Dengan itu semua, saya yakin bisa memenangkan persaingan di bisnis otomotif yang ketat ini,” papar pria kelahiran Kudus, 21 April 1966 ini kepada Kabare. Johanes juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membuktikan bahwa pelayanan yang prima mampu meningkatkan daya saing dan mendongkrak penjualan. Pasar otomotif Solo yang kini sedang fokus digarapnya diyakini menjadi salah satu lahan bisnis yang sangat potensial karena semakin hari pertumbuhannya semakin nyata. Satu hal yang menjadi harapan pria yang hobi touring ini adalah adanya perbaikan di bidang infrastruktur. Karena dirinya yakin bahwa dengan penambahan infrastruktur maka perekonomian masyarakat juga kian meningkat. +

Rika Budi Antawati, SH, MKn (Notaris PPAT dan Pengusaha) Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

Kenalkan

Budaya

D

i sela kesibukannnya sebagai notaris rupanya sosok Rika Budi Antawati, SH., MKn., rupanya masih bisa membagi waktunya untuk mengurus usaha keluarga yakni mengelola katering dan hotel. Rika yang juga pemilik emilik dari Wisma Sargede Hotel Yogyakarta dan penerus usaha Berkah Catering milik ibu mertuanya ini, mengatakan atakan bahwa kegiatannya lebih banyak di bidang kenotariatan. Meski semua usahanya harus tetap menjadi fokus utamanya, Rika berusaha menjadi sosok multi talent untuk dapat meng-handle semuanya. h “Saya berusaha semua pekerjaan saya mendapat porsi perhatian yang sama. Namun memang waktu saya lebih banyak tercurah di bidang kenotariatan. Banyak sekali hal yang menarik di dunia kenotariatan. Banyak hal menantangg juga di sini, yang jelas dibutuhkan kerja keras dan kejujuran dalam setiap pekerjaan. Selain itu, saya juga mengajar sebagai dosen luar biasa di Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini dan Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro, Semarang serta coach untuk legal aspek di beberapa lembaga keuangan,” papar wanita kelahiran 11 Februari 1970 ini kepada Kabare. Rika yang pernah mengikuti suaminya kuliah di Inggris tersebut mengatakan bahwa meski anak-anaknya besar di Eropa, namun setelah kembali ke Indonesia, keinginan untuk mengenal budaya bangsa sendiri justru datang GM dari anak-anaknya sendiri. Bahkan anak sulungnya yang kini kuliah di FISIPOL Jurusan Hubungan Internasional UGM sangat bersemangat mengikuti les menari Jawa. Menurut Rika, semua dilakukan dengan tujuan menguri-uri budaya, agar ar tak terjadi gegar budaya di kemudian hari. “Pengalaman saya menjadi Putri Citra dan mempromosikan budaya di berbagai negara ASEAN pada akhirnya membuat saya ingin kedua anak saya yang besar di luar negeri pun mengenal dan mencintai budaya bangsa sendiri. Dan mereka pun merasa tertarik sendiri untuk mengenal budayanya lebih jauh. Itu sangat membanggakan bagi saya,” pungkas Rika. + Februari 2014

93


BIYEN SAIKI DULU & KINI

Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat

Foto: KITLV (Tahun tidak diketahui)

Foto: Albert (2014)

94

FFebruari ebbruari 2014


KONSULTASI

LAKON LAKU

MASALAH KESEHATAN Ibu Sri di Purwokerto Pak Gembong yang baik, saya sangat senang saat membaca Kabare. Karena itu, saya ingin konsultasi mengenai penyakit yang saya derita selama 15 tahun ini. Soal berobat, saya sendiri sampai bosan. Usia saya sekarang 35 tahun. Saya sudah punya puteri seorang berusia 23 tahun. Dulu, sebelum menikah, saya sudah keputihan. Dan setelah nikah dan mempunyai anak, malah tambah parah. Bahkan di bagian kemaluan sampai gatal dan lecet. Berbagai obat sudah saya coba, tapi tidak berhasil. Mohon bantuan bapak, obat ramuan Jawa apa yang bisa menyembuhkan. Sebelumnya saya haturkan terima kasih. Jawaban Ibu Sri yang baik, dari melihat foto dan membaca surat Ibu maka dapat saya haturkan bahwa kondisi keputihan Ibu akibat dari infeksi di saluran cervix atau leher rahim yang disebabkan oleh virus HSV2, yaitu herpes genitalis. Oleh karena itu, diobati degan antibiotik atau antijamur tidak mempan. Jadi harus diobati degan obat-obat antivirus, seperti gol acyclovir, gansticlovir. Sedangkan obat Jawanya adalah: kunir putih 1kg, kunir kuning empu 1kg, kayu rapet ½ ons, adas ½ ons, pulowaras 1ons, daun sambiloto 1 ons, sirih merah 15 lembar, gula aren Ÿ kg, dan delima putih 2 buah. Semua bahan tersebut dihaluskan dengan blender, lalu direbus dengan air 3 liter sampai mendidih. Kemudian hasilnya disaring lalu diminum sehari 2 x 1 gelas. Minum ramuan itu selama 1 bulan. Demikian, semoga lekas sembuh. Terima kasih. MASALAH KELUARGA Bp Jhon di Jakarta Selatan Bapak Gembong yang terhormat, saya tertarik konsultasi setelah saya membaca Kabare. Saya sudah berumah tangga selama 25 tahun. Tadinya kami sangat harmonis, namun sejak 5 tahun setelah saya bangkrut, istri saya berubah total walau untuk hidup saya dan 2 anak masih kecukupan dan dibantu istri yang juga bekerja. Dua tahun ini, karier istri sangat bagus. Nah, sejak karier bagus, isteri saya minta cerai dan mengusir saya, dibantu anak pertama serta keluarga isteri yang intinya minta segera cerai dan pergi dari rumah yang dulu saya beli. Padahal saya tetap memberi nafkah hidup keluarga. Mohon bantuan bapak, apa yang menyebabkan istri saya berubah dan minta cerai, padahal saya merasa tidak ada salah. Demikian, mohon bantuan bapak. Terima kasih.

Jawaban Melihat foto Bapak dan istri, serta membaca surat Bapak, dapat saya haturkan bahwa perubahan sikap istri ini banyak dipengaruhi oleh sikap keluarganya dan teman-temannya. Jadi, ia merasa karena penghasilannya lebih besar, menganggap suami sebagai penghalang, karena merasa kelas hidupnya lebih tinggi. Kelihatan dalam foto istri, kalau istri mempunyai teman baik pria yang dianggap kelasnya sepadan dengan istri. Dan dari teman baik istri bapak ini, pengaruh untuk cerai dari bapak sangat tinggi. Demikian juga keluarga isteri terpengaruh dan minta untuk istri cerai dengan Bapak. Kaget budaya dan tingkat sosial istri ini, membuat dirinya tidak bisa berpikir logis lagi, sehingga minta cerai dengan alasan tidak harmonis lagi. Saya akan membantu Bapak. Silakan Bapak datang ke rumah praktik saya di Jalan Kesehatan III No 7, Jakarta Pusat. Saya melayani pada hari Jumat – Sabtu, pukul 06.00 -12.00. Terima kasih.

MASALAH USAHA Bp Joko di Semarang Bapak Gembong, setelah saya membaca Kabare, saya ingin sekali konsultasi dengan bapak mengenai usaha saya di bidang agro bisnis. Sejak pensiun, saya usaha di bidang pertanian dan peternakan. Namun tidak bisa maju, hasilnya pas-pasan. Saya menanam tebu dan padi, serta beternak puyuh dan ayam kampung. Namun sulit berkembang. Saya dengar, bapak mempunyai lembaga research agro bisnis. Mohon saya dibantu, apa yang harus saya lakukan. Terima kasih. Jawaban Bapak Joko yang baik, saya ikut senang kalau Bapak usaha di bidang agro bisnis. Hal ini yang mendukung konsep lembaga saya; Kedaulatan Pangan atau Kemandirian Pangan. Saya akan membantu Bapak. Untuk tebu, kita ada teknologi baru dengan bibit unggulan, juga padi dan tanaman lain, di mana keuntungan lebih besar. Juga tentang ayam kampung, kita siapkan ayam kampung super yang panen hannya 45 hari, bebas lalat dan bau. Saya akan membantu Bapak. Silakan Bapak datang ke rumah praktik saya di Jalan Sugeng Jeroni 18A, Yogyakarta, untuk penjelasan yang lebih detail. Terima kasih.

Diasuh oleh: KRMH Ir Gembong Priyatmo Danudiningrat Tak ada kehidupan yang berjalan tanpa problema. Namun selalu ada jalan keluar. Kirimkan problema yang Anda hadapi lengkap dengan data diri dan foto, lebih baik surat ditulis dengan tangan. Pak Gembong akan membantu memecahkan problema Anda. Surat dapat dikirimkan ke: Redaksi Majalah Kabare Jl. Pacar 67A Baciro,Yogyakarta Telp. +62 274-562887, Fax. +62 274-558072 e-mail: info@kabaremagazine.com www.kabaremagazine.com

Februari 2014

95


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Turnamen Golf Sengkuni Cup 2014 Teks&Foto: Albert

U

ntuk pertama kalinya HDCI Yogyakarta chapter sengkuni menggelar turnamen golf Sengkuni Cup 2014. Chapter Sengkuni merupakan salah satu dari beberapa chapter yang tergabung dalam Harley Davidson Club Indonesia(HDCI) Yogyakarta. Turnamen yang digelar pada Minggu 5 januari lalu itu bertempat di lapangan golf Hyatt Regency Yogyakarta. Ervin, selaku panitia penyelenggara saat ditemui mengatakan bahwa turnamen ini digelar bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota HDCI Yogyakarta khususnya chapter Sengkuni. Disamping itu, acara ini dimaksudkan juga untuk menyalurkan hobi bermain golf dari sebagian besar para anggota. Sekitar 100 peserta mengikuti turnamen yang digelar secara swadana dari para anggotanya sendiri, disamping beberapa sponsor yang turut mendukung acara tersebut. Pesertanya sendiri 80 persen adalah anggota chapter Sengkuni, sedangkan sisanya merupakan wakil dari para sponsor. Selain hadiah untuk pemenang, berbagai doorprize turut dibagikan untuk para peserta dan caddy dalam turnamen Golf Sengkuni Cup 2014 ini. +

Mazda

Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

Perkuat Jaringan di Jawa Tengah

S

ebagai bagian dari komitmennya untuk selalu menghadirkan produk serta pelayanan terbaik kepada para konsumen, PT. Mazda Motor Indonesia pada Rabu, 22 Januari 2014 merelokasi Mazda Solo untuk meningkatkan performa dan pelayanan untuk para konsumennya dengan cara memperkuat jaringan ke lokasi yang lebih strategis dan potensial. Berlokasi di Jl. Ahmad Yani 292-294, kini, Mazda Solo yang berada di bawah manajemen PT. Automobil Jaya Abadi menghadirkan fasilitas 3 S yang lengkap yakni Sales, Service and Spare parts. Dengan menempati lahan seluas 1.919 meter persegi yang meliputi 1.825 meter persegi luas bangunan, Mazda Solo dapat mengakomodasi 4 mobil display. “Relokasi Mazda Solo menunjukkan komitmen PT. Mazda Motor Indonesia bersama dan PT. Automobil Jaya Abadi selaku pengelola Mazda Solo untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kepuasan konsumen kami. Selain itu di showroom yang terbaru ini, kami melengkapinya dengan berbagai produk terbaru kami yakni Mazda 2, All New Mazda 6, New Mazda CX 5, Mazda CX 9,

96

Februari 2014

New Mazda Biante Skyactiv, Mazda 8, All New Mazda VX – 1, Mazda MX 5 dan Mazda BT- 50,� papar Okue. Sementara itu, Johanes Handoko, pemilik PT. Automobil Jaya Abadi mengatakan bahwa pihaknya sangat terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh MMI dengan menggandeng perusahaannya sebagai rekan dalam meningkatkan jaringan dealer Mazda di Jawa Tengah,, terutama di Solo. +


Media Fame Trip to

Lombok NTB

Teks & Foto: Herlan

Bangun Kondotel,

Majestic Land Gandeng

Best Western

Teks & Foto: Wahyu Indro S.

D

engan menggandeng Best Western Hotel, Majestic Land mengembangkan Best Western Majestic Yogyakarta dengan konsep condominium hotel budget service. Kondotel yang dijual dengan harga mulai Rp 460 juta per unit itu dibangun dengan investasi sekitar Rp 47 miliar. Pembangunannya akan dimulai Februari 2014 dan direncanakan beroperasi pertengahan 2015. Pihak Majestic Land sendiri telah melakukan penandatanganan kontrak dengan BEST WESTERN pada tahun lalu. Dia berharap, kerja sama tersebut bisa memberikan peluang bisnis yang luas. "BEST WESTERN sebagai operator hotel selama ini kami kenal memiliki jaringan yang luas. Itulah yang membuat kami meraih target penjualan. Selain itu, potensi ekonomi di wilayah Jateng dan DIY pada umumnya, tumbuh cukup baik," katanya. BEST WESTERN Majestic Adi Sucipto mempunyai fasilitas 128 kamar dengan 4 tipe, yaitu Superior room (luas semi gross 24 m2), Deluxe room (luas semi gross 28 m2), Executive suite (luas semi gross 32 m2) dan President suite (luas semi gross 50 m2), Kolam renang outdoor, Lobby, Sky Lounge, Kafe, dan 4 Ruang Pertemuan yang dapat menampung hingga 100 orang. “Kehadiran BEST WESTERN Majestic Adi Sucipto Yogyakarta merupakan pengembangan jaringan hotel BEST WESTERN International di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Hal ini adalah perwujudan komitmen kami untuk mendukung pengembangan dunia pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta�, kata President Director Best Western International-Area Development Indonesia, Iwanto Hartojo. +

P

emerintah Kota Sumbawa dan Mataram Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan BPBD Sumbawa NTB, menyelenggarakan Fame Trip untuk para teman-teman media yang ada di Jabodetabek. Acara ini berlangsung pada akhir tahun mulai dari 13 Desember sampai dengan 15 Desember 2013. Tujuan diselenggarakannya Fame Trip ini adalah sebagai salah satu sarana promosi pariwisata kota Lombok dan juga memperkenalkan kekayaan alam, seni kerajinan tangan dan tempat tujuan wisata yang ada di Sumbawa dan Lombok NTB kepada para sahabat media. Dengan melalui Fame Trip ini diharapkan dapat meningkatkan antusias wisatawan domestik serta wisatawan asing untuk beramairamai mengunjungi dan memilih Pulau Lombok NTB sebagai salah satu tujuan wisata terfavorit di Indonesia, Kepulauan Lombok terkenal memiliki gugusan pulau yang indah serta pemandangan bukit-bukit pegunungan yang penuh dengan rumput-rumput hijau yag segar dan asri dan tempat- tempat bersejarah yang menarik untuk di kunjungi. Dalam kesempatan tersebut para rekan-rekan media di ajak berkeliling kota Sumbawa dan pulau-pulau yang ada di Lombok Antara lain, Pantai Senggigi, Pantai Selong Belanak. Tiga Gili, Gili Sudak dan Gili Kedis, serta Pura-pura bersejarah yang merupakan cika bakal dari terbangunnya kerajaan di Lombok diantaranya Taman Air Narmada dan Pura Lingsar. +

Februari 2014

97


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Buku Semburat Pelangi Peluncuran

Hidupku

Teks & Foto: Herlan

D

alam rangka merayakan ulang tahun Susrinah Sanyoto Sastrowardoyo yang ke 76 tahun dan sekaligus menyelenggarakan syukuran Perkawinan yang ke 55 Tahun. Susrinah Sanyoto Sastrowardoyo meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Semburat Pelangi Hidupku” pada 20 Desember 2013. Buku ini menceritakan perjalanan hidup Susrinah dari kecil sampai seperti saat ini. K.R.AY. Susrinah Susman, adalah merupakan anak tunggal dari pasangan Raden Susman dengan Ray. Sariyah Mangoenatmadja yang sehari-harinya jauh dari kemewahan. Bertempat di Mercantile Athletic Club, Penthouse Floor, World Trade Center Sudirman Jakarta, acara ini diramaikan dengan pemotongan kue bersama, agelaran busana Eco Batik of Indonesia rancangan Ir. Mayasari Kenzo Wienand, presentasi mengenai Eco Batik oleh DR.Ir. Laretna Adhisakti, dan alunan suara ceria dari ibu-ibu pengurus Mitra Seni Indonesia.

P

esta Keluarga Ertiga digelar serentak di 35 kota di Indonesia. Di mulai pada Desember 2012 dan berakhir pada Maret 2014. Beberapa kota tempat diselengarakannya Pesta Keluarga Ertiga antara lain, Jakarta,Yogyakarta, Padang, berakhir di Sorong dan Medan. Perubahan nama dari Pesta Ertiga menjadi Pesta Keluarga Ertiga merupakan wujud apresiasi yang diberikan kepada pengguna dan konsumen Ertiga yang merupakan Keluarga Indonesia, dimana hal ini sesuai dengan brand Ertiga , yakni “lebih mengerti keluarga”. Hal tersebut disampaikan Gunardi Prakosa,selaku Head of People Development PT.Suzuki Indomobil Sales (SIS). Sebelumnya Pesta Ertiga di tahun 2013 di wilayah Jabodetabek, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “National Record for a Massive Convoy of Suzuki Ertiga with Maximum Number of Unit”. Dimana tercatat sebanyak 2.379 unit Ertiga melakukan konvoi serentak dari 8 titik lokasi keberangkatan berbeda dan berakhir di pintu gerbang utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Di Yogyakarta sendiri Pesta Keluarga Ertiga diselenggarakan di Jogja Expo Center, 19 Januari 2014. Diikuti kurang lebih 300 peserta yang terdiri dari konsumen pemilik Ertiga di Jogjakarta dan sekitarnya. Hendra Kurniawan selaku Direktur Utama Sumber Baru Mobil Yogyakarta mengatakan, Pesta Keluarga Ertiga diselenggarakan

98

Februari 2014

Ibu Susrinah Sanyoto Wardoyo merupakan pendiri dari Yayasan Seni Rupa Indonesia atau disingkat dengan (YSRI) yang didirikannya pada tahu 1994 dan Mitra Seni Indonesia pada tahun 2007. Yayasan Seni Rupa Indonesia adalah sebuah organisasi nirlaba berkedudukan di Jakarta yang didirikan oleh sejumlah tokoh yang memiliki kepedulian dan komitmen terhadap pengembangan kreativitas kebudayaan dalam bidang seni rupa. Acara ini juga dihadiri oleh para tokoh dan sahabat Ibu Susrinah anatar lain, Tri Sutrisno beserta Ibu dan Ketua MPR Republik Indonesia Sidarto Danusubroto beserta Ibu. +

Pesta Keluarga Ertiga Di Jogjakarta Berlangsung Meriah Teks & Foto: Anis RN

sebagai wujud ungkapan terimakasih atas kepercayaan masyarakarta Jogjakarta dan sekitarnya, yang telah memilih ertiga, sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar pemilik Ertiga, serta terbentuknya Club Ertiga. +


Wedding Open House Di

Grand Aston

Yogyakarta Teks: Anis RN; Foto: Ist

G

rand Aston Yogyakarta bekerjasama dengan beberapa vendor pernikahan seperti dekorasi, salon dan bridal, fotografi, undangan serta souvenir pernikahan menyelenggarakan pameran pernikahan bertema “Wedding Open House�. Bertempat di Lotus Ballroom, pameran yang berlangsung sehari ini tepatnya 19 Januari 2014, dikemas berbeda dengan pameran pernikahan lainnya. Kali ini Grand Aston Yogyakarta mengedepankan konsep lebih personal yakni dengan memberikan undangan secara langsung kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan pada tahun 2014 ini. Selain itu, dari sisi dekorasi, Grand Aston menghadirkan 3 macam dekorasi yang

Revo Fashion of Sidji Batik Teks: Anis RN; Foto: Ist

M

dapat dijadikan pilihan yakni, Chinese, tradisional dan internasional. Tamu undangan yang hadir juga dapat menyantap menu makan siang selaras dengan ketiga tema tersebut. Deary Regina, sebagai Public Relations Coordinator Grand Aston Yogyakarta mengatakan, dengan diadakannya pameran Wedding Open House pihaknya berharap tamu yang hadir dapat bertemu langsung dengan para vendor spesialis pernikahan serta dapat melihat secara langsung beberapa fasilitas yang menjadi unggulan Grand Aston Yogyakarta. Wedding Open House Grand Aston Yogyakarta selain dimeriahkan dengan berbagai hiburan, juga menghadirkan beberapa games menarik seperti fun quiz, pengundian doorprize, fashion show serta talkshow perawatan pra nikah dari Natasha Skin Care. +

enutup tahun 2013, Sidji Batik menggelar RevoFashion of Sidji Batik. Ini merupakan sebuah fashion show yang akan menampilkan sebuah revolusi batik tulis dalam tren fashion namun tetap menjaga nilai budaya serta memberi kesempatan desainer muda berbakat dalam hal berrevolusi dalam menuangkan kreasinya pada karya Sidji Batik. Sidji Batik sebagai produsen batik memberikan kesempatan kepada empat desainer muda untuk mengembangkan karya-karya fashion mereka dengan bahan kain dari Sidji Batik. Para desainer baru berbakat ini mengeksplorasi kain Sidji Batik sebagai tren pakaian modern. Empat desainer yang menampilkan karyanya pada Revofashion of Sidji Batik yang digelar di pool side Hotel Jayakarta pada Jumat, 27 Desember 2013 lalu ini antara lain Pratiwi Dananjaya, Oktaviani Kumalasari, Aya Aulia dan Gunardianto. Melalui event ini Sidji Batik ingin menjadikan posisi batik tulis sebagai warisan budaya dunia yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan gaya hidup masyarakat. Disamping itu, Sidji Batik berharap dapat melahirkan segmentasi baru untuk para pencinta mode sebagai bentuk penghargaan atas batik tulis Indonesia yang akan menghiasi tren fashion dunia. Selain dimeriahkan oleh para ikon model profesional dan para tokoh masyarakat Jogja, acara RevoFashion tersebut juga menampilkan DJ WVLV dan Jogja HipHop Foundation untuk meramaikan suasana. +

Februari 2014

99


JERON BETENG BERITA SINGKAT

JNE Cabang Yogyakarta

Gelar Kegiatan

Berbagi Berkah Teks: Anis RN; Foto: Ist

J

NE Cabang Yogyakarta yang berkantor pusat di Jalan Sorogenen No 196, Nitikan, Umbulharjo, akan menggelar kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya anak yatim piatu dan duafa. Dalam rangkaian Coorporate Sosial Responsibility (CSR), pada 22 Desember 2013 lalu, JNE Cabang Yogyakarta memberikan santunan kepada 1000 anak yatim piatu yang tersebar di wilayah Yogyakarta untuk menerima langsung santunan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah. Acara yang digelar di Sportorium UMY ini dihadiri oleh Managing Director JNE, Kepala Cabang JNE Yogyakarta, seluruh karyawan JNE Cabang Yogyakarta beserta keluarga, dan juga tamu undangan.

J

umat, 24 Januari lalu, Indonesia Marketing Association (IMA) melantik pengurus baru IMA Chapter DI Yogyakarta di Hotel Royal Ambarrukmo. Ismarindayani Priyanti terpilih sebagai Ketua IMA DI Yogyakarta, dan Dody Hapsoro sebagai Wakil Ketua untuk kepengurusan lima tahun ke depan. Pelantikan dilakukan oleh Vice President Communications at Indonesia Marketing Association, Hendra Warsita. Selepas pelantikan, Ismarindayani Priyanti mengutarakan kepada Kabare bahwa IMA DIY akan menjalankan programprogram baru di samping juga melanjutkan program-program yang sudah dibangun sebelumnya. Salah satu program baru yang akan dilaksanakan adalah Rebranding Jogja sebagai Jogja Baru. Program ini dilakukan karena lanskap yang sudah berubah, termasuk lanskap pemasaran. Dia mengharapkan bahwa rebranding Jogja Baru bisa sukses dan membawa kebanggan pada masyarakat Jogja. Pada kegiatan hari itu, selain pelantikan pengurus baru IMA DI Yogyakarta, diselenggarakan juga seminar singkat dengan tema “WOW Marketing”. Seminar yang dibawakan oleh Founder and CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya, ini terbuka untuk siapa saja. Seminar ini membahas mengenai pergeseran tren customer yang semakin terkoneksi dan melek teknologi internet. +

100

Februari 2014

JNE sebagai market leader dalam bidang kurir ekspres merasa terpanggil untuk menggelar kegiatan sosial dengan berbagi keceriaan dan kebahagiaan bersama 1000 anak yatim. Kepala Cabang JNE Yogyakarta, Marsudi mengungkapkan kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan serta ungkapan rasa syukur dari JNE Cabang Yogyakarta atas dukungan dan kerja sama masyarakat selama 17 tahun. “Dan dengan keterkaitan antara nilai-nilai luhur kemanusiaan tersebut maka kami merencanakan untuk mengadakan sebuah Kegiatan Sosial yang bertema, Indahnya Berbagi bersama 1000 Anak Yatim. Kegiatan Sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial JNE untuk dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat, khususnya anak yatim piatu,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPW ASPERINDO DIY ini. Lebih lanjut, Marsudi mengatakan bahwa JNE ingin mengabdi kepada masyarakat. Pihaknya berharap semoga bantuan ini walaupun kecil namun bisa bermanfaat untuk meringankan beban Panti Asuhan. +

Pelantikan

Pengurus Baru IMA Chapter DIY Teks: FA Herru; Foto: Ist


Rangkaian Acara

Ulang Tahun 2 Dasawarsa

Dagadu Djokdja Teks & Foto: Farid Imawan

Karnaval

20 Tahun Teater Garasi Teks: Wahyu Indro S.; Foto: Ist

M

engambil tema “Bertukar Tangkap dengan Lepas”. Karnaval 20 Tahun Teater Garasi adalah rangkaian peristiwa perayaan 20 tahun perjalanan pada tanggal 4 Desember akhir tahun lalu. Teater Garasi, salah satu kelompok teater terdepan di Indonesia saat ini. Teater yang pernah menerima penghargaan Prince Claus tahun 2013, memiliki seniman yang karya-karyanya telah aktif memasuki pentas-pentas dunia sejak awal 2000-an. Di samping pameran arsip dan dokumentasi kerja 20 tahun Teater Garasi, perayaan dan refleksi ini juga diwujudkan melalui serangkaian pertunjukan oleh seniman-seniman muda Yogyakarta dan Solo yang menafsir ulang dan menghidupkan kembali karyakarya pertunjukan Teater Garasi. Selain itu proyek ini diisi oleh peluncuran buku foto dan kumpulan tulisan 20 tahun Teater Garasi, seminar dan diskusi, workshop, konser musik “Live at Teater Garasi”, pemutaran video, temu SAGA (Sahabat Garasi), serta kafe dan toko pernak-pernik Teater Garasi. Seluruh rangkaian acara itu berlangsung di Ark Galerie, Jl. Suryodiningratan 36 A, Yogyakarta, pada tanggal 12-26 Januari 2014. Serangkaian acara perayaan dan refleksi tersebut turut diramaikan dengan kehadiran Kelompok Sahita, Papermoon Puppet Theatre, Bengkel Mime Theatre, Danang Pamungkas, Adi Wicaksono, Marco Kusumawijaya, Antariksa, Farah Wardani, Mira Lesmana, Titarubi, Syafiatudina, Endah N Rhesa, Yoshi Fajar Kresno Murti, Mella Jarsmaa, Wimo Ambala Bayang dan puluhan seniman-seniman muda Yogyakarta. +

9

Januari 2014 kemarin, Dagadu Djokdja genap berusia 2 dasawarsa, usia yang cukup matang untuk sebuah perusahaan yang mengedepankan kreatifitas dan beracuan pada perkembangan kota Yogyakarta. Disamping perayaan internal, tanggal 24 Januari juga ada perayaan eksternal berupa acara “Dagadu Dobel Dekade, Dobel Gayeng'e” yang bertempat di Yogyatorium Dagadu, Acara yang dikemas secara unik ini menampilkan aksesoris desain-desain kaos Dagadu sejak 20 tahun yang lalu. “Saya ingin lebih banyak melibatkan komunitas kreatif Jogja dan Indonesia untuk berkolaborasi menciptakan berbagai kreatifitas.”demikian keinginan Akhmad Noor Arief selaku Direktur Utama PT Aseli Dagadu Djokdja, di usia Dagadu yang telah menginjak ke 20 tahun ini. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi Penggagas Dagadu Djokdja , serta rekanan dan komunitas kreatif di Yogyakarta. Bagi Gigih Budi Abadi pendiri dan desainer awal Dagadu, secara desain Dagadu juga semakin matang, bisa ekspansi bisnis lebih besar lagi dan semakin banyak memberikan kontribusi sosial bagi Jogja. Seniman Djaduk Ferianto mengatakan Dagadu sudah layak disebut Universitas kreatif, idenya tak pernah kering dan manajemennya professional, karena bisa mencapai umur 20 tahun. Acara ini juga mengundang Wayang Kampung Sebelah dan Acapella Mataraman yang mempunyai satu visi dengan Dagadu, yaitu menyampaikan budaya dengan cara yang lebih menarik. Sajian tembang jazz dari komunitas Jazz Mben Senen dan juga group band Yogyakarta The Everyday Band, juga meramaikan ulang tahun Dagadu ke 20 ini. +

Februari 2014

101


CAWISAN EDISI DEPAN

KONDHANG

Aas Asikin

Idat Foto: Budi Prast

REGOL Jeep Merapi

B

agi para traveler yang memiliki hobi bertualang, menikmati suasana di lereng Merapi dengan menggunakan jeep tampaknya pilihan yang cocok. Selain dapat melihat pemandangan yang terhampar, perjalanan menggunakan jeep juga mampu memacu adrenalin para penumpangnya. Ada banyak jenis jeep yang digunakan untuk berwisata menyusuri lereng Merapi. Selain Willys, ada beberapa jenis jeep lainnya seperti Land Rover, Toyota Land Cruiser dan lainnya. Seperti apa serunya berwisata dengan jeep di lereng Merapi? Baca Kabare edisi selanjutnya. +

M

usik classic rock tampaknya menjadi penyemangat hidup bagi Direktur Utama PT. Pupuk Kaltim ini. Aas dan musik tampaknya tak bisa dipisahkan satu sama lain. Kegemarannya bermusik hampir saja membuatnya melupakan arti pendidikan. Beruntung kedua orangtuanya mampu mengarahkan Aas sehingga kemudian dirinya menjadi orang nomor satu di PT. Pupuk Kaltim yang kini dipimpinnya. Seperti apa cerita perjalanan karier Aas dan kegemarannya bermusik? Selengkapnya ada di Kabare edisi Maret 2013. +

Foto: Budi Prast

102

Februari 2014

Foto: Ist

CANTHING Kampung Bakpia Minomartani Mendengar kata bakpia, pikiran kita pasti langsung mengaitkannya dengan Kampung Pathuk yang terletak di sebelah barat titik nol Kota Yogyakarta. Memang Kampung Pathuk sudah sejak dulu terkenal sebagai produsen makanan khas Jogja tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, bakpia rupanya menjadi pasar yang menjanjikan bagi banyak pengusaha. Seperti para warga di Perumnas Minomartani, Ngaglik, Sleman. Kini kelezatan bakpia produksi Kampung Minomartani pun sudah terkenal. Seperti apa awal usaha dan penjualannya? Simak di Kabare edisi berikutnya. +


Kabare Magazine edisi Februari 2014  

Kabare Magazine edisi Februari 2014

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you