Page 1

9 772 087 27 567 1


Anniversary & Launching Celebration PREMIER HOSPITALITY ASIA Benoa-Bali

Thank & Launching You

3

rd Anniversary

Celebration

& Launching Celebration

September 6th, 2013 at Taman Bhagawan, Tanjung Benoa - Bali

Media Partners

Supported by

INDONESIA

MALAYSIA

SINGAPORE

Istana Kuta Galeria, Promenade 1-25 Jl. Patih Jelantik, Kuta Bali 80361 Indonesia Telp. +62 [0] 361 769 015 | +62 [0] 361 869 5011 info@premierhospitalityasia.com

Lot 8.01, Level 8, 1 First Avenue, Persiaran Bandar Utama, Bandar Utama, 47800 Petaling Jaya-Selangor

Samsung Hub Level 8, 3 Church Street, Raffles Place Singapore 049483

www.premierhospitalityasia.com www.premierbaliwedding.com

Villas & Boutique Resort Management


SOWAN DARI REDAKSI

Mengindahkan

Janji Memang sudah selayaknya, manusia berjanji, maka dia juga harus menepati. Sumpah Gajah Mada merupakan janjinya pada negaranya. Juga merupakan bukti kebesaran hati seorang manusia.

M

ajapahit negeri besar. Indonesia pun tampaknya sebagai rupa Majapahit di masa depan. Keduanya terkenal besar dan ampuh di mata dunia. Gambaran Indonesia masa kini memiliki bukti dan kaitan erat dengan masa depan Majapahit sebagai sebuah peradaban besar berusia 300 tahun dari abad ke-12 hingga 15. Artinya, gambaran Indonesia masa kini bisa diacu sebagai bentuk dari peradaban Majapahit pada zamannya, sebagai peradaban dengan keunggulan pencapaian budaya. Menyisir sejarah Majapahit, bagai mencari keelokan batu mulia. Desas desus kebesarannya diakui masyarakat bumi pertiwi, bahkan dunia. Satu janji yang terucap dari sang Mahapatih, diakui sebagai kebenaran sejarah, merupakan janji seorang ksatria pada bumi pertiwinya. Gajah Mada berani berucap janji, sekaligus berani menjemput janjinya untuk ditepati. Itu bukan hal super, tapi justru hal biasa bagi manusia. Memang sudah selayaknya, manusia berjanji, maka dia juga harus menepati. Sumpah Gajah Mada merupakan janjinya pada negaranya. Juga merupakan bukti kebesaran hati seorang manusia. Bicara janji, hampir semua orang pernah mengucap janji. Seperti seorang kekasih pada belahan jiwanya, seperti orangtua pada anaknya, dan juga seperti para pemimpin bangsa bersumpah janji berbakti pada negara dan masyarakat yang dipimpinnya. Gajah Mada sejatinya seorang negarawan biasa seperti negarawan-negarawan yang ada di zaman Indonesia kini. Gajah Mada besar salah satunya oleh sebab berbakti pada janjinya, dan menepati. Memang begitulah layaknya yang dilakukan seseorang setelah mengucap janji. Menepati! Dan mau bersusah payah, melapangkan hati menjadi pelayan atas janjinya, dan sadar sesadar-sadarnya bahwa ludah yang keluar menjijikkan untuk dijilat lagi. Begitu jugalah selayaknya para pemimpin bangsa ini, di zaman sekarang ini. Karena diawalnya, mereka disumpah dengan mengucapkan janji. Janji sebaiknya memang ditepati. + Salam dari Baciro

Kunjungi website majalah Kabare di: www.kabaremagzine.com

04

Oktober 2013

Dapatkan e-magz Kabare di: www.wayangforce.com

Majalah Kabare/Kabare Magazine Group: Kabare Magazine Community


PERINTIS: Prof. Dr. H Koesnadi Hardjasoemantri, SH, ML (Alm) PENASIHAT: GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi KBPH. Prabu Suryodilogo Moetaryanto Poerwoaminoto AO KRT. Sugiharto Soeleman Ir. Paulus Warsono Broto, MM PENANGGUNG JAWAB: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH DEWAN DIREKSI: Drg. R Eddy Purjanto KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH Ir. Danang Wibowo DEWAN REDAKSI: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH FA Herru Della Yuanita Agus Yuniarso FOTOGRAFI: Budi Prast Albert Taurino ARTISTIK & PRODUKSI: Sutoto Arif Tedja Mukti PEMASARAN IKLAN: Anis Rohmah Nurjanah (Koordinator) M Farid Imawan KEUANGAN & ADMINISTRASI IKLAN: Lulu Z Ofta Arianti SIRKULASI & PROMOSI: Tegar Hartoko Sutaryo REDAKTUR ONLINE: Agus Yuniarso PERWAKILAN JABODETABEK Herlan Parisa Bambang Kusubyanto

Model : KPH Wironegoro & GKR Pembayun Busana & Aksesoris : Koleksi Pribadi Foto : Budi Prast Desain : Sutoto

PENERBIT: PT. Kabare Jogja Media Pariwara ALAMAT REDAKSI, IKLAN DAN SIRKULASI: Jl. Pacar 67A, Baciro, Yogyakarta, Telp +62 274 562 887, Faks +62 274 558 072 E-mail: info@kabaremagazine.com, kabareyk@indosat.net.id Website: www.kabaremagazine.com ALAMAT PERWAKILAN JAKARTA: Sovereign Plaza Lantai 12 Jl. TB. Simatupang No. 36, Jakarta 12430 Telp: 021 - 294 00 153. Fax: 021 - 294 00 161

Oktober 2013

05


PASUGATAN

DAFTAR ISI

10 Regol Kerajaan Majapahit yang pernah berdiri di Jawa Timur dari sekitar tahun 1293 hingga 1389, adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Sayang, selepas keruntuhannya, Kerajaan Majapahit bagai hilang ditelan bumi. Meski dalam jumlah terbatas, sisa-sisa kejayaan Majapahit itu masih dapat dilihat di sekitar Mojokerto, Jawa Timur. Situs-situsnya dapat dijumpai terutama di kawasan Trowulan yang diduga menjadi pusat pemerintahan pada masa lampau. Kini, sisa-sisa bukti kebesaran Kerajaan Majapahit itu, dapat dilihat dan dikunjungi. Trowulan bisa menjadi wahana kilas balik, untuk memahami bagaimana kebanggaan akan kejayaan di masa lalu bisa dimanfaatkan untuk membangun hari ini dan hari depan Indonesia, bangsa yang besar ini.

Kondhang 28 Sosok Sri Astari, tentunya sudah tidak asing di dunia seni Indonesia. Perempuan bernama lengkap Sri Astari ini merupakan perupa kontemporer yang memadukan bakat, kecerdasan, teknik, dan inovasi dalam menghasilkan suatu karya. Namun menurutnya, bakat tanpa disiplin dan ketekunan, tidak akan menjadi apa-apa. Menurut Astari, darah seni dan bakat melukis diturunkan dari ibunya. Walaupun berbakat, Astari tetap mengasah kemampuannya dengan menempuh pendidikan dan kursus seni hingga ke luar negeri

44 Canthing Di tengah kesibukan kota, taksi menjadi alternatif layanan transportasi, khusunya bagi mereka yang enggan repot berhimpitan dalam bis kota. Taksi sebagai moda transportasi umum banyak dijumpai di berbagai kota besar di dunia. Taksi mengenakan tarif yang lebih mahal dibanding layanan transportasi umum lainnya. Selain praktis, layanan premium ini juga menawarkan keleluasaan personal penumpangnya, baik dari sisi waktu maupun jarak tempuhnya.

Pendopo 72 Sebagai upaya pelestariannya, masyarakat dan pemerintah setempat pun mengadakan sebuah “pesta rakyat� untuk melestarikan alam kawasan Danau Toba dan melestarikan kreativitas budaya masyarakat kawasan Danau Toba. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba.

06

Oktober 2013


36 Gebyar Mawar merah melambangkan arti keindahan, kecantikan, dan keanggunan yang dianggap mewakili karakter wanita dengan segala pesonanya. Warnanya yang menarik perhatian, berani, menggoda dan penuh semangat, serta proses mekarnya bunga tersebut menjadi inspirasi bagi sang desainer.

Klangenan 84 Androwino Bistro memiliki konsep semi fine dining, dengan interior beraksen bunga sekar arum yang dilengkapi dengan chandelier berukiran Jawa, setiap bulannya, resto ini menawarkan aneka promo masakan andalan chef-chef yang dimilikinya. Seperti bulan Oktober ini, Androwino Bistro menawarkan kelezatan dari beberapa menu masakan seperti Udang Gendong, Ayam Candi Boko, Sup Jemani dan dessert Puding Manuk Enom.

REGULER 32. PEPANGGIHAN 68. NGADI BUSANA 76. PLESIR 80. PESANGGRAHAN

88. PAGUYUBAN 90. DULU KINI 91. LAKON LAKU 92. GUNEMAN

94. JERON BETENG 102. CAWISAN

Oktober 2013

07


PASURYAN CERITA SAMPUL

T

elah banyak ditulis dan diketahui, Kasultanan Yogyakarta merupakan salah satu pusat budaya, satu dari sekian banyak kerajaan Nusantara yang masih ada. Di bawah pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dianggap sebagai pusat kebudayaan Jawa, yang keberadaannya masih tetap diakui dan dihormati oleh masyarakat di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan begitu, kraton terus merawat eksistensi jati diri tradisi budaya, namun juga membuka diri dan demokratis di tengah perubahan zaman. Ia sekaligus menjadi ruang nostalgia sejarah kejayaan Mataram di masa lalu. Sultan, bersama keluarganya, juga segenap kerabat kraton, mengelola warisan pusaka leluhur itu, baik yang berupa harta benda maupun harta dalam ujud tradisi, budaya, serta nilai-nilai luhurnya.

KPH Wironegoro dan GKR Pembayun

Menjaga Martabat

Kearifan Lokal Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

08

Oktober 2013


Segenap tradisi budaya demikian kuat dibela, agar tetap lestari di tengah deras perubahan zaman. Pun demikian yang telah ditugaskan kepada keluarga Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun. Sebagai bagian dari kraton, KPH Wironegoro dan GKR Pembayun memahami bahwa budaya Jawa yang dibawa kraton, adalah bagian dari keragaman budaya Nusantara. Keduanya juga amat paham bahwa tradisi leluhur Jawa yang wajib dijaganya, adalah satu budaya yang juga menghadapi hebohnya tradisi kini, budaya modern yang telah merangkul setiap sendi kehidupan masyarakat. “Dari kraton inilah, sejatinya saya banyak belajar bagaimana kami harus menjaga tradisi lokal, sehingga tetap lestari. Namun demikian, karena budaya dinamis, kami tak menutup diri, tapi justru harus punya kemauan untuk menerima budaya luar. Kraton sendiri juga akhirnya ingin bisa beradaptasi dengan perubahan zaman,” urai KPH Wironegoro. Di lingkup Kraton Yogyakarta, KPH Wironegoro menjabat Pengageng II Tepas Parentah Hageng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebuah lembaga budaya kraton yang membawahi pengelolaan abdi dalem, serta sebagai lembaga yang secara langsung menjalankan dan meneruskan segala perintah sultan dalam hal budaya. Sedangkan GKR Pembayun memegang kendali keputren, sebagai Pengageng Kelurahan Keputren Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Keduanya jugalah tokoh sentral penjaga tradisi dalam kraton. Kendati demikian, mereka berdua merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat pada umumnya. Masyarakat Yogyakarta dan Indonesia yang telah mengenyam budaya modern. Di luar kraton, baik KPH Wironegoro mapun GKR Pembayun, pun pastinya akrab pula dengan laju modernisasi. Tetapi, nama baik kraton sebagai penjaga tradisi-budaya Jawa, tetap menjadi pegangannya. “Suba sita, tata krama, unggah-ungguh, dan nilai-nilai kearifan budaya Jawa, tetap menjadi acuan saya ketika bermasyarakat,” ujar KPH Wironegoro. Di luar kraton, ia pun mengelola lembaga-lembaga seni dan budaya yang bersifat kontemporer. Salah satu contohnya di Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara (YYSN) yang ia bina. Bersama seniman-seniman muda yang dinaungi lembaga itu, KPH Wironegoro berusaha fleksibel, open minded, dan senantiasa menampung apa yang mereka mau. Baginya, asal semua bisa bersinergi atau selaras dengan budaya yang tidak bisa dilanggar, ia yakin itu bisa jalan. Di yayasan itu, suami putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X ini membina seniman-seniman. Salah satunya Jogja Hip Hop Foundation, satu grup seniman muda yang telah mendapatkan penghargaan dari Kraton Yogyakarta sebagai Duta Negeri. Satu grup yang membawa nama Yogyakarta dan budayanya dengan memasukkan unsur-unsur modernisme pada karya-karya lagu dan musiknya. “Ya, mereka boleh berimprovisasi, namun mereka saya minta juga untuk menghormati budaya yang ada di kraton, seperti tata

cara, paugeran, tradisi, dan sebagainya,” katanya. KPH Wironegoro ingin, bagaimana generasi muda itu bisa menjalankan kegiatannya sesuai perkembangan zamannya. Tetapi dasar dari langkah mereka tetap menjaga tatanan tradisi yang ada di tingkat lokal di mana mereka tinggal. Penghormatan dan penegakan kelangsungan tradisi Jawa sebagai kearifan lokal, rupanya dipegangnya tapi juga tak untuk dirinya sendiri. Dalam pergaulan sehari-hari dengan masyarakat, KPH Wironegoro dan juga sang istri, berusaha sebaik mungkin membawa diri dengan berpegang pada ajaran-ajaran kearifan budaya Jawa yang bersumber dari kraton itu. Toh demikian, mereka berdua juga berupaya agar masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mau bertindak seperti mereka. Paling tidak, itu diungkapkannya melalui lembaga-lembaga luar kraton yang mereka pimpin. Selain di YYSN, KPH Wironegoro juga menjadi ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPD DIY, serta ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara (YEAN). Kemudian, GKR Pembayun sebagai ketua KNPI DPD DIY. “Dari dulu, kalau saya memang lebih ke organisasi kepemudaan. Tapi di situ pun, selalu saya isi dengan budaya,” ujar GKR Pembayun. Lebih dari itu, ayah-ibu dari RAj Artie Wironegoro dan RM Drasthya Wironegoro ini, bersama-sama juga memperjuangkan kearifan budaya Jawa bisa masuk dalam Peraturan Daerah Istimewa (Perdais). Undang-Undang Keistimewaan memang telah masyarakat Yogyakarta dapatkan, tetapi justru karena itulah masyarakat memasuki peradaban baru. Di mana masyarakat Yogyakarta harus benar-benar memahami arti “istimewa”. Mendapatkan Undang-Undang Keistimewaan bukanlah akhir dari perjuangan, tapi menjadi awal atau babak baru perjuangan masyarakat. Kraton Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta, istimewa karena budayanya serta sejarahnya, begitu juga orang-orangnya yang dikenal berpendidikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan budaya leluluhur. Itulah yang perlu dipahami, dijaga dan dilestarikan masyarakat Yogyakarta jika tak ingin kehilangan keistimewaan. Karena itu, upaya sekecil apapun untuk menjaganya musti diperjuangkan. Sebagai bagian dari masyarakat sekaligus kraton, KPH Wironegoro dan GKR Pembayun pun mengupayakannya. Keduanya membantu dan terlibat dalam penyusunan Perdais. Bersama-sama dengan DPRD Provinsi DIY, kraton, pemerhati budaya dan sebagainya, mereka aktif mendorong Peraturan Daerah Istimewa untuk bisa memberi fasilitas agar kearifan lokal masuk dalam kurikulum akademis yang diberikan kepada pelajar Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, bahkan dalam lingkup universitas. “Sehingga kelak saya bisa punya mimpi, mahasiswa luar yang akan sekolah ke Yogyakarta, paling tidak kampusnya harus memberikan pemahaman tentang kebudayaan Yogyakarta, seperti melalui ospeknya. Ini hanyalah salah satu upaya, agar kearifan lokal yang menjadi salah satu unsur keistimewaan Yogyakarta, terjaga,” ujar KPH Wironegoro, mengakhiri. +

Oktober 2013

09


REGOL KABAR UTAMA

Menengok Kembali

Majapahit Teks: Agus Yuniarso; Foto: Budi Prast

10

Oktober 2013


Sira Gajah Mada patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaĂąjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa

S

umpah inilah yang dibacakan oleh Gajah Mada pada upacara pengangkatannya sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit di tahun 1334 M. Dan sumpah inilah, sebagaimana tersebut pada naskah Pararaton, yang menjadi ilham menjelang kejayaan Majapahit sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang mempersatukan wilayah kekuasaan yang begitu luas, hampir melingkupi wilayah Asia Tenggara. Kerajaan Majapahit yang pernah berdiri di Jawa Timur dari sekitar tahun 1293 hingga 1389, adalah kerajaan HinduBuddha terakhir dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk antara tahun 1350 hingga 1389, kerajaan ini berhasil mencapai puncak kejayaannya sebagai kemaharajaan raya yang menguasai bentang wilayah yang kemudian dikenal sebagai Nusantara. Menurut Kitab Negarakertagama, meskipun acapkali masih diperdebatkan, wilayah kekuasaannya terbentang dari Semenanjung Malaka, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau

Kalimantan, hingga wilayah Indonesia timur. Sayang, selepas keruntuhannya, Kerajaan Majapahit bagai hilang ditelan bumi. Meski buku sejarah mampu mengungkapkan kebesarannya dalam ribuan kata, namun sisa-sisa ujud yang bisa membuktikannya nyaris hanya terhitung dengan bilangan jari. Karena itulah, sejak zaman penjajahan sampai kini, upaya penguakan kembali masih terus dilakukan. Berbagai penelitian diadakan untuk menbedah beragam aspek kebesaran Kerajaan Majapahit. Meski dalam jumlah terbatas, sisa-sisa kejayaan Majapahit itu masih dapat dilihat di sekitar Mojokerto, Jawa Timur. Situssitusnya dapat dijumpai terutama di kawasan Trowulan yang diduga menjadi pusat pemerintahan pada masa lampau. Beberapa objek kunjungan yang masih bisa disaksikan di antaranya Candi Bajang Ratu, Kedhaton, Makam Putri Champa, Candi Tikus, Pendopo Agung, Museum Trowulan dan Siti Inggil. Selain di wilayah Mojokerto, sejumlah situs purbakala terkait dengan keberadaan Kerajaan Majapahit juga tersebar luas di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Pulau Bali. Meski masih teramat jauh dari kata menyeluruh, tetapi tidak sedikit juga

remah-remah kemegahannya berhasil dibuka. Kawasan Trowulan, sebuah dataran rendah di kaki segitiga Gunung Penanggungan, Gunung Welirang, dan Gunung Anjasmara, dipercaya oleh para peneliti dan kini dikenal luas sebagai kemungkinan ibukota Kerajaan Majapahit di masa lampau, meski mereka pun masih mengantongi tanda tanya di mana letak persis keratonnya. Kota metropolitan Majapahit ditengarai memiliki luas 9 x 11 kilometer persegi. Di kawasan ini, sejumlah situs telah digali dan begitu banyak peninggalan yang berhasil diangkat telah didata dan ditata dengan rapi, meski sempat tersiar kabar “lolosnya� sebagian peninggalan yang kini mendekam dalam sudut museum di luar negeri. Kini, sisa-sisa bukti kebesaran Kerajaan Majapahit itu, dapat dilihat dan dikunjungi, setelah pemerintah membukanya sebagai objek wisata sejarah. Bagi pencinta wisata sejarah dan budaya, Trowulan tentu tak hanya menjadi tujuan menarik. Lebih dari itu, Trowulan bisa menjadi wahana kilas balik, memanfaatkan kesempatan retrospeksi untuk memahami bagaimana kebanggaan akan kejayaan di masa lalu bisa dimanfaatkan untuk membangun hari ini dan hari depan Indonesia, bangsa yang besar ini. +

Oktober 2013

11


REGOL KABAR UTAMA

Majapahit,

Babak Penting

Sejarah Nusantara Teks: Agus Yuniarso, Foto: Budi Prast

M

ajapahit, atau yang dalam bahasa Sanskerta disebut Wilwatikta, tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan besar di Pulau Jawa pada abad ke-14 Masehi yang kekuatan dan pengaruhnya telah mewarnai peradaban di Kawasan Asia Tenggara. Kerajaan ini kokoh berdiri dengan bertumpu sekaligus pada dua basis kekuatan: agraris dan maritim, diilhami oleh basis-basis kekuatan yang dimiliki oleh dua kerajaan besar yang sebelumnya pernah berjaya, yaitu Kerajaan Mataram Hindu di Jawa dengan kekuatan agrarisnya, serta Kerajaan Sriwijaya di Sumatera dengan kekuatan maritimnya. Lokasi ibukota kerajaan Majapahit di hilir Sungai Brantas menunjukkan dengan tepat bagaimana ramuan visi agrarismaritim itu diwujudkan. Titik strategis ini menjadi pusat kendali lalu lintas perdagangan di wilayah pesisir serta armada perang di laut lepas, sekaligus menjadi pusat kendali produksi pertanian di wilayah pedalaman. Majapahit lahir sebagai babak lanjutan dari keberadaan sejumlah kerajaan pendahulu yang pernah berkuasa di sisi timur Pulau Jawa, dari zaman Kahuripan, Jenggala, Daha atau Kediri, serta Singhasari. Awal kisah berdirinya Majapahit dapat ditarik mundur dari rangkaian sejumlah peristiwa yang sebelumnya, saat di 12

Oktober 2013

mana Kerajaan Singhasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268-1292 M). Alkisah, seorang utusan dari Dinasti Yuan yang berkuasa di Tiongkok berkunjung ke Singhasari. Utusan bernama Meng Khi ini menyampaikan perintah Sang Kaisar, Kubilai Khan, agar Kertanagara sebagai penguasa di Tanah Jawa bersedia tunduk di bawah kekuasaannya. Tentu saja, sebagai seorang raja besar dengan wilayah kekuasaan luas, Kertanagara menolaknya dengan tegas. Utusan Kubilai Khan itu tak hanya diusir dari Singhasari, bahkan konon dilukai sebagai peringatan dan ketegasan penolakannya. Kertanagara bukan tak memahami risiko atas keputusannya itu, terlebih mengingat ketenaran Kubilai Khan sebagai maharaja dengan kebengisan dan kedigdayaannya di penjuru dunia. Karenanya, sebagai pengimbang kekuatan pasukan Kubilai Khan di kawasan Asia Tenggara, Kertanagara memerintahkan ekspedisi untuk membangun armada militer dengan menyatukan kekuatan di antara kerajaan-kerajaan di wilayah ini. Upaya ini kemudian dikenal dengan “Ekspedisi Pamalayu�. Perhatian ke mancanagara ini tanpa disadari melengahkan perhatiannya terhadap masalah di dalam negerinya sendiri. Saat itu, ketika pasukan Singhasari

terkonsentrasi dalam persiapan Ekspedisi Pamalayu, Jayakatwang yang berkuasa sebagai raja bawahan di Kediri, melihat secercah peluang untuk mencuri kesempatan dan mengambil alih kekuasaan Singhasari. Tepat setelah ekspedisi diberangkatkan oleh Kertanagara, pasukan Kediri di bawah pimpinan Jayakatwang melancarkan pemberontakan terhadap Singhasari. Menyusutnya jumlah pasukan Singhasari dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Jayakatwang. Penyerangan dilakukan dari delapan penjuru arah angin. Sebagaimana tercatat di Kitab Pararaton, Singhasari dapat dikuasai dalam waktu yang sangat singkat. Kertanagara sendiri gugur dalam peristiwa ini (1292 M). Tanpa mengetahui perubahan drastis peta politik di Tanah Jawa, pada tahun yang sama, Kubilai Khan, Kaisar Dinasti Yuan di Tiongkok, mulai memberangkatkan ekspedisi sebagai balasan atas penghinaan dan pengusiran utusannya yang telah dilakukan oleh Kertanagara. Pada tahun 1293 M, ekspedisi di bawah pimpinan Shi Bi, Gao Xing dan Ike Mese ini mendarat di Pulau Belitung dan mempersiapkan penyerangan besar-besaran ke Singhasari. Sementara itu, pusaran konflik yang berlangsung semenjak berkuasanya Jayakatwang, menyulitkan posisi Raden


Oktober 2013

13


REGOL KABAR UTAMA Wijaya, bekas panglima perang sekaligus menantu Kertanagara, yang kemudian memutuskan untuk melarikan diri ke Sumenep. Kepada Arya Wiraraja, Bupati Sumenep yang pernah menjadi sekutu Jayakatwang, Raden Wijaya meminta perlindungan sekaligus memohon agar bertindak sebagai penengah hubungannya dengan Jayakatwang. Pembagian kekuasaan di Jawa dijanjikan Raden Wijaya kepada Arya Wiraraja apabila suatu saat ini berhasil menguasai Singhasari kembali. Akhirnya, atas jasa dan kecerdikan Sang Bupati, Jayakatwang pun memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, bahkan bersedia menganugerahkan

14

Oktober 2013

sebidang tanah di Hutan Tarik untuk ditempati. Meski sekilas keadaan telah lebih baik, intrik-intrik politik tetap berlanjut di balik selimut. Secara diam-diam, Raden Wijaya mencoba strategi jitu untuk menjalin hubungan dengan pasukan Kubilai Khan yang saat itu telah mendarat di pesisir Pantai Tuban. Gayung pun bersambut. Di mata para panglima pasukan Tiongkok, Raden Wijaya dapat berperan sebagai sekutu strategis mengingat posisinya sebagai warga pribumi yang sangat mengenal medan pertempuran. Sebaliknya, bagi Raden Wijaya, pasukan Tiongkok menjadi bantuan melimpah untuk mewujudkan rencana besarnya mengusir Jayakatwang dari Singhasari. Tanpa banyak mengalami kesulitan, pasukan sekutu ini berhasil dengan

mudah mengambil alih kekuasaan sekaligus mengusir Jayakatwang dari Singhasari. Namun perjuangan belum berhenti sampai di sini. Bagi Raden Wijaya, keberadaan pasukan perang Tiongkok di bumi Singhasari ini bisa mendatangkan masalah dan kesulitan di belakang hari. Hanya berselang satu bulan setelah penaklukan dan pengambilalihan kembali Singhasari, pasukan Raden Wijaya berbalik menyerang dan menumpas pasukan Tiongkok yang telah berkurang kekuatannya akibat pertempuran sebelumnya. Penumpasan ini dipimpin oleh Sora dan Ranggalawe, dua orang panglima perang Raden Wijaya yang sempat membantu pasukan Tiongkok pada saat menjatuhkan kekuasaan Jayakatwang di Singhasari bulan sebelumnya. Kekalahan pasukan Kubilai Khan oleh para prajurit Jawa ini menjadi catatan penting dalam kronik sejarah Tiongkok, karena sebelumnya mereka hampir tak


Candi Panataran, Blitar

Oktober 2013

15


REGOL KABAR UTAMA

Candi Tegawangi, Kediri

terkalahkan dalam berbagai peperangan melawan bangsa manapun di penjuru dunia. Kegagalan menyerbu Jepang yang pernah dialaminya bukan disebabkan oleh ketangguhan pasukan perang bangsa Jepang, namun karena terpaan badai dahsyat yang menghancurkan armada perang dan membinasakan sebagian besar pasukannya. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Nagarakertagama dan Pararaton, pada tahun 1294 M, Raden Wijaya kemudian mendirikan sebuah kerajaan baru yang diberi nama Majapahit atau Wilwatikta. Ia dinobatkan dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Sepeninggal Raden Wijaya, tampuk kekuasaan Majapahit dipimpin oleh putranya, Jayanagara. Pemerintahan Jayanagara diwarnai dengan sejumlah pemberontakan, terutama yang dipimpin oleh teman-teman seperjuangan ayahandanya yang merasa kurang mendapat cukup penghargaan, termasuk pula pemberontakan yang dipimpin oleh putra 16

Oktober 2013

Arya Wiraraja di Lumajang. Namun perselisihan-perselisihan berhasil diselesaikan oleh Jayanagara dan hingga mangkatnya pada tahun 1328 M, Majapahit telah mulai muncul sebagai kerajaan besar yang relatif tentram dan damai. Tribhuwanatunggadewi, saudara Jayanagara, adalah Penguasa ketiga Majapahit yang dinobatkan dengan nama gelar abhiseka Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Awal masa pemerintahannya pun sempat diwarnai dengan terjadinya pemberontakan di wilayah Sadeng dan Keta (1331 M), namun segera berhasil diselesaikan. Dari peristiwa ini, muncullah nama Gajah Mada sebagai tokoh yang dikemudian hari menjadi sosok penting dalam sejarah Majapahit. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1334 M, Gajah Mada diangkat sebagai rakryan patih bergelar Patih Amangkubhumi Majapahit. Sebagaimana tersebut dalam kitab Pararaton, pelatikan ini ditandai dengan dibacakannya Sumpah Palapa oleh Gajah Mada atas wewenang dari

Tribhuwanatunggadewi. Sumpah ini menegaskan visi perluasan wilayah kekuasan Majapahit yang menjadi catatan penting dari masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi yang berkuasa selama hampir seperempat abad lamanya. Tribhuwanatunggadewi menyerahkan tahta kerajaan Majapahit kepada Hayam Wuruk, anaknya, pada tahun 1350 M. Sebagai raja Majapahit keempat, selain memangku gelar Maharaja Sri Rajasanagara, Hayam Wuruk juga dikenal dengan nama Bhra Hyang Wekasing Sukha. Pada masa pemerintahan ibunya, Hayam Wuruk telah mengemban kedudukan sebagai seorang kumaraja atau raja muda yang memiliki sejumlah lungguh atau daerah kekuasaan sendiri. Dengan dukungan penuh sang mahapatih Gajah Mada, Hayam Wuruk berhasil membawa Majapahit ke puncak kejayaannya. Selain meluasnya cakrawala mandala yang telah dicanangkan semenjak Sumpah Palapa di masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi, pemerintahan


Hayam Wuruk juga ditandai dengan masa keemasan berbagai bidang kehidupan, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya hingga kehidupan beragama. Di bidang sastra, sejumlah karya besar lahir di zaman ini, seperti Kitab Negarakretagama karya Mpu Prapanca serta Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Sayang, sepeninggal Gajah Mada, pemerintahan Hayam Wuruk banyak mengalami kemunduran. Pada 1389, Hayam Wuruk wafat dan digantikan oleh putrinya yang bernama Kusumawardhani yang memerintah bersama suaminya Wikramawardhana. Saat itulah terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh saudara tirinya, Wirabhumi. Peperangan ini dikenal sebagai “Perang Paregreg” yang mengakibatkan semakin melemahnya kerajaan Majapahit. Perang saudara akibat pertikaian berkelanjutan secara tidak langsung telah melengahkan dinasti ini dalam mengantisipasi perkembangan dan perubahan peta sosialpolitik dan perekonomian yang terjadi di sekeliling pusat pemerintahannya. Melebarnya kekuasaan Kasultanan Demak yang mulai berkembang pada saat yang sama, diakui juga memberikan andil dalam proses surutnya kekuasaan Majapahit di penjuru Nusantara yang ditandai dengan istilah simbolik “Sirna Ilang Kertaning Bumi” atau musnah dan hilangnya keagungan sebuah negeri yang bermakna angka tahun 1400 Saka atau 1487 M, tahun awal “lenyapnya” kekuasaan Majapahit di Bumi Nusantara. +

Petirtaan Jolotundo, di kaki Gunung Penanggungan


REGOL KABAR UTAMA

Telisik Sekelumit

Warisan

Majapahit Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

K

isah tentang keelokan pemerintahan dan kemajuan peradaban Majapahit, yang pertama dapat ditemui di Museum Trowulan yang kini disebut Pusat Informasi Majapahit (PIM). Benda-benda cagar budaya begitu melimpah, seolah bercerita masa jaya kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya ini. Di sinilah tersimpan bukti-bukti kehebatan Majapahit dalam

bidang pertanian, irigasi, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama dan kesenian. Koleksi PIM berupa terakota yang mencakup terakota manusia (figurin), alatalat produksi, alat-alat rumah tangga, serta arsitektur. Ada pula beragam bentuk keramik yang dapat diketahui usia relatifnya serta asal negaranya, yang antara lain dari Cina, Thailand, dan Vietnam. Kemudian

Salah satu situs di Trowulan yang belum sempurna terungkap

18

Oktober 2013

koleksi logam, seperti uang kuno, pedupaan, lampu, guci, cermin, genta, serta alat musik. Dan selain itu, terdapat juga koleksi batu yang berupa miniatur dan komponen candi, arca, relief, prasasti, dan koleksi-koleksi lainnya. Simbol kejayaan Majapahit sekaligus bukti bahwa Trowulan adalah bekas kota kerajaan, ditunjukkan juga oleh Segaran. Segaran berasal dari kata bahasa Jawa


Kolam Segaran

“segara� yang berarti laut. Segaran adalah sebuah kolam raksasa yang dikonstruksi dari susunan batu bata dengan panjang 375 meter, lebar 175 meter, tebal tepian 1,6 meter dan kedalamannya 2,88 meter. Di masanya, kolam ini berfungsi sebagai waduk dan penampungan air. Para ahli memperkirakan kolam ini sama dengan kata “telaga� yang disebut dalam kitab Negarakertagama.. Inilah salah satu bukti teknologi pengairan dan teknologi bangunan basah Majapahit. Cerita-cerita yang muncul menyebutkan bahwa di kolam inilah tempat para maharaja Majapahit bercengkrama bersama permaisuri dan para selir. Di kolam itu juga Hayam Wuruk sering menjamu tamu agung dari Kerajaan Tiongkok. Konon, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar karena kedatangan duta dari Tiongkok, angkatan perang negeri Tartar. Raja menyuguhkan hidangan dengan gan perkakas dari emas, mulai nampan, piring sampai sendok. Para tamu amu puas dan menilai, Majapahit memang negara besar yang patut dihormati. Setelah pesta usai, sebelum para tamu pulang, Hayam Wuruk ingin memperlihatkan kekayaan Kerajaan yang terkenal sebagai ebagai negeri gemah ripah loh jinawi. Semua perkakas dari emas itu dibuang ang ke Kolam Segaran, tempat di mana pesta itu dilangsungkan. Cerita lain menyebutkan, Kolam Segaran juga difungsikan sebagai bagai tempat penggemblengan para ksatria laut Majapahit. Diakui beberapa erapa ahli anthropologi nasional, Segaran merupakan kolam kuno yangg terbesar di Indonesia. Letaknya berada beberapa meter saja dari

lam ekskavasi yang sedang da an ul ow Tr di Salah satu situs

Oktober 2013

19


REGOL KABAR UTAMA Kecamatan Trowulan. Candi ini dahulu merupakan komplek petirtaan yang tidak sengaja ditemukan oleh masyarakat pada tahun 1914 ketika menggali gundukan tanah yang disangka sebagai sarang tikus pemangsa padi. Candi yang bangunan utamanya terdiri dari dua tingkat ini diperkirakan dibangun pada abad ke-13 atau abad ke-14, dihubungkan dengan keterangan Mpu Prapanca dalam kitab Nagarakretagama bahwa ada tempat untuk mandi raja dan upacara-upacara

Pendopo Agung Majapahit

komplek museum tadi. Bukti lain Trowulan sebagai pusat kerajaan, tentu saja dengan adanya beberapa candi. Candi-candi Majapahit di Trowulan saat ini menjadi salah satu situs kebanggaan masayarakat yang darinya juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Trowulan. Candi-candi di Jawa Timur, khususnya di Trowulan, memiliki ciri khas yang berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah. Candi peninggalan zaman Kerajaan Majapahit tersusun dari bahan kus, baku batu bata merah. Candi Tikus, misalnya, yang terletak di Dusun Dinuk, Desa Temon,

japahit Pusat Informasi Ma Sebagian koleksi

Petirtaan Jolotundo

20

Makam Troloyo di Trowulan

Oktober 2013

tertentu yang dilaksanakan di kolamterte kolamnya. kolam Arsitektur bangunan melambangkan A kesucian Gunung Mahameru sebagai kesu tempat bersemayamnya para dewa. tem Menurut kepercayaan Hindu, Gunung Men Mahameru merupakan tempat sumber air Mah Tirta Amerta atau air kehidupan, yang Tir dipercaya mempunyai kekuatan magis dan dip dapat memberikan kesejahteraan, dari dap mitos air yang mengalir di Candi Tikus mi dianggap bersumber dari Gunung di Mahameru. M Candi Tikus memiliki pancuran dan saluran air yang konon berperan besar sa ssebagai pengatur debit air di Majapahit. Tentu masih banyak kisah menarik yang T membuat Candi Tikus kian eksotis m selain itu. Selanjutnya, hanya berjarak ratusan meter dari komplek Candi Tikus, terdapat sebuah candi dengan


REGOL KABAR UTAMA tipe bangunan paduraksa atau gapura beratap. Masyarakat menyebutnya Candi Bajangratu. Candi yang memiliki ukuran 11,5 x 10,05 meter dan tinggi 16,5 meter ini didirikan sebagai penghormatan pada sang Bajang Ratu, sang raja muda, yaitu Raja Jayanegara yang meninggal pada tahun 1328. Berikutnya adalah Candi Wringin Lawang yang terletak di Dusun Wringinlawang, Desa Jatipasar, Trowulan. Candi ini bertipe bangunan bentar atau candi yang terbelah dua dengan ukuran 13 x 11 meter dan tinggi 15,5 meter. Bangunan ini juga tersusun dari batu bata merah. Menurut informasi, candi Wringinlawang yang berbentuk gapura ini merupakan pintu masuk ke bangunan penting Kerajaan Majapahit. Dugaan mengenai fungsi asli bangunan ini memang masih mengundang banyak spekulasi. Salah satu yang paling populer, gerbang ini diduga menjadi pintu masuk ke kediaman Mahapatih Gajah Mada. Kemudian di Desa Bejijong, terdapat candi batu bata berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisi 20,7 meter dan 25,7 meter. Inilah Candi Brahu, saksi bisu

Gapura Bajangratu

22

Oktober 2013

kejayaan Majapahit. Menurut cerita, Candi Brahu lebih tua dibandingkan candi lain yang ada di sekitar Trowulan. Nama Brahu diperkirakan berasal dari kata “Wanaru� atau “Warahu�, yaitu nama sebuah bangunan suci yang disebutkan di dalam prasasti tembaga Alasantan yang dite

mukan kira-kira 45 meter di sebelah barat Candi Brahu. Prasasti ini dibuat pada tahun 861 Saka atau tepatnya 9 September 939 M atas perintah Raja Mpu Sindok dari Kahuripan. Tak lengkap jika menelusur jejak Majapahit di Trowulan tanpa mengetahui soal-menyoal sang Mahapatih. Pendopo Agung Trowulan atau Pendopo Majapahit, di komplek inilah dipercaya masyarakat sebagai tempat paling bersejarah tentang Gajah Mada. Tepatnya di belakang pendopo, terdapat bangunan rumah panggung tempat Gajah Mada mengucapkan Sumpah Amukti Palapa yang terkenal itu. Sejarah mencatat peristiwa itu sebagai Sumpah Palapa. Pembacaan sumpah ini dilakukan Gajah Mada saat upacara pengangkatannya. Ketika itu, ia diangkat sebagai Patih Amangkubhumi tahun 1258 saka atau 1336 masehi. Setidaknya, dari semua itulah sebagian cerita Majapahit dapat ditelusuri, selain sebenarnya


terdapat pula beberapa komplek pemakaman yang menunjukkan bukti sudah masuknya agama Islam pada zaman Majapahit. Trowulan sampai hari ini memang merupakan lokasi paling lengkap untuk menyusuri sejarah dan kebesaran Majapahit. Namun demikian, sejatinya jejak-jejak Majapahit tak hanya dapat diketahui dari sana. Kemungkinan masih banyak petilasannya yang berada di daerah lain di luar Trowulan bahkan di luar Jawa Timur. Tetapi selagi mencapai Jawa Timur, akan semakin lengkap jika pula kita mengunjungi petlasan-petilasannya di kota-kota lain. Seperti misalnya di Kediri dan juga Blitar, di mana kita juga dapat menemui beberapa candi dari masa Majapahit. Cukup melelahkan memang menuju ke sana, sebab lokasi kota yang berjauhan dan letak situs yang berada di pedalaman desa. Tetapi justru di situlah keasyikan berwisata petualang mengorek pengetahuan sejarah. Di Kota Kediri, tepatnya di Desa Canggu, Kecamatan Plemahan, sekitar 25 kilometer dari Kota Kediri, terdapat situs Candi Surawana. Candi ini berdenah bujur sangkar, menghadap ke barat berukuran Panjang 14,37 meter dengan lebar 7,8 meter dan tinggi 4,72 meter. Bagian pondasinya terbuat dari bata sedalam 30 cm dari permukaan tanah. Secara vertical, arsitekturnya terdiri dari bagian kaki dan tubuh terbuat dari batu adhesit,

sedangkan atapnya sudah runtuh. Bentuk candi ini tambun, bebeda dengan bentuk candi-candi periode Majapahit lainnya yang bentuknya lebih ramping. Candi yang nama sesungguhnya adalah Wishnubhawanapura ini diperkirakan dibangun pada abad 14 untuk memuliakan Bhre Wengker, seorang raja dari Kerajaan Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Raja Wengker ini mangkat pada tahun 1388 M. Dalam Negarakertagama diceritakan bahwa pada tahun 1361, Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pernah berkunjung bahkan menginap di Candi Surawana. Panel-panel relief yang memuat berbagai cerita tidak hanya terjajar rapi di sekeliling kaki candi bagian bawah. Kaki candi bagian atas bahkan dipenuhi oleh panel-panel relief dalam ukuran yang lebih besar dan dengan pahatan yang lebih halus. Relief di kaki bagian bawah menceritakan kisah-kisah Tantri, sedangkan yang terdapat pada bagian atas kaki memuat kisah Sri Tanjung, Arjunawiwaha, serta kisah Bubuksah dan Gagak Aking. Kisah-kisah semacam itu terdapat pada candi-candi yang dibangun untuk tujuan peruwatan, seperti

Candi Bajangratu di Trowulan. Candi lain di Kediri, adalah Candi Tegowangi. Candi ini berlokasi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Pare. Tegowangi menjadi monumen peninggalan Majapahit zaman pemerintahan Hayam Wuruk. Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat pendharmaan Bhre Matahun. Sedangkan dalam kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1388 M. Maka diperkirakan candi ini dibuat pada tahun 1400 M karena pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan upacara srada. Menurut Nagarakretagama, Rajasawardhana alias Bhre Matahun adalah suami dari Indudewi alias Bhre Lasem putri Rajadewi dan Wijayarajasa. Dari perkawinan itu, lahir Nagarawardhani yang menikah dengan Bhre Wirabhumi putra Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu. Di Blitar, terdapat Candi Panataran atau Palah, tepatnya di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar,

Oktober 2013

23


REGOL KABAR UTAMA candi ini dibangun pada masa Raja Srengga Jawa Timur. Menuju ke komplek Candi dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Panataran tidaklah sulit, karena telah Masehi dan berlanjut digunakan sampai banyak masyarakat Indonesia yang masa pemerintahan Wikramawardhana, mengenalnya atau pernah berkunjung ke sana. Panataran memang relatif banyak dikunjungi wisatawan dibanding Surawana dan Tegowangi. Candi Panataran adalah sebuah gugusan candi bersifat keagamaan Hindu Siwaitis. Candi termegah dan terluas di Jawa Timur ini terletak di lereng barat Candi induk, di komplek Panataran daya Gunung Kelud, di sebelah Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun utara Blitar, pada ketinggian 450 meter di 1415. Dalam kitab Desawarnana atau atas permukaan laut. Dari prasasti yang Nagarakretagama yang ditulis pada tahun tersimpan di bagian candi diperkirakan

Candi Tegawangi, Kediri

Oktober 24G Gapura ap a apu pu p ura W Wringin riin rrin ing giin gin in La LLawang, aw wa wan an a ng, T Trowulan r2013 ow wul wu ullan u an

1365, Candi ini disebut sebagai bangunan suci "Palah" yang dikunjungi Raja Hayam Wuruk dalam perjalanan kerajaan keliling Jawa Timur. Pada tahun 1995, candi ini diajukan sebagai calon Situs Warisan Dunia UNESCO dalam daftar tentatifnya. Hal yang cukup menakjubkan menelusur cerita Majapahit, selain itu adalah Gunung Penanggungan. Di sekujur lereng gunung itu terdapat banyak peninggalan purbakala, baik berupa candi, pertapaan, ataupun petirtaan. Para peniliti menyebutkan, setidaknya ada 40 situs di sana. Gunung Penanggungan atau terkenal pula dengan sebutan Gunung Pawitra (kabut) terletak di


perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tak mudah memang menuju ke sana untuk pengunjung baru. Sebab lokasinya cukup jauh dari perkotaan, setidaknya dari Trowulan, Mojokerto. Situs-situs di Gunung Penanggungan memang lebih luas cakupannya, karena sudah mulai ada sejak zaman Kerajaan Kediri sampai Majapahit. Penanggungan, pada zaman kerajaan Hindu-Budha, dianggap sebagai gunung suci. Konon, ada dugaan bahwa bebarapa candi di Jawa Timur arahnya menghadap ke sana. Penanggungan semacam sebuah kiblat. Puncak gunung Penanggungan terdiri dari batuan cadas dan rerumputan. Medan yang ditempuh menuju puncaknya meliputi medan datar, landai, miring, berbukit, dan berjurang. Di kaki gunung, keadaan medannya landai sampai sekitar 2 km, naik ke atas kemiringannya berkisar antara 30 sampai 40 derajat. Di bagian perut gunung agak curam, berkisar 40 sampai 50 derajat. Sampai di dada gunung banyak jurang-jurang dengan kemiringan

Candi Surawana, Kediri


REGOL KABAR UTAMA berkisar antara 50 sampai 60 derajat. Dari leher sampai puncak, kita akan melewati medan curam berbatu, licin, dengan kemiringan berkisar antara 60 -70 derajat. Sampai di puncak, batu-batu cadas akan tampak di sana-sini, dekat dengan puncak kita akan menemui sebuah goa kecil yang bisa digunakan untuk berlindung dari badai. Memang, bagai seorang pencinta alam, harus mendaki untuk sekadar menemui situs-situsnya. Dan, rasanya tak semua orang sanggup mencapainya. Namun sejatinya, ketika sampai di sana dan berhasil menjumpai petilasan dan candicandi di sana, adalah pengalaman wisata susur Majapahit yang cukup seru. Tahun 1925, WF Stuterheim mengadakan penelitian di Gunung Penanggungan. Kemudian ia menyimpulkan makna Penanggungan bagi masyarakat Jawa kuno. Banyaknya bangunan suci di lereng Penanggungan membuktikan bahwa Gunung Penanggungan erat kaitannya dengan tradisi pemujaan kepada para

Candi Angka Tahun, komplek Panataran

26

Oktober 2013

Dewa atau arwah leluhur. Bangunan suci itu berupa punden berundak, altar persajian, dan goa pertapaan yang berfungsi sebagai pelataran tempat dijalankannya ritualritual keagamaan. Menurut WF Stutterheim, masyarakat Jawa kuno menganggap gunung Penanggungan sebagai puncak Gunung Semeru. Pada masa kejayaan Majapahit, Gunung Penanggungan sering dikunjungi oleh Prabu Hayam Wuruk untuk bersembahyang atau sekadar menghabiskan waktunya di Jolotundo. Bahkan, dalam kakawin Negarakertagama pupuh 58:1, terdapat pujian terhadap Gunung Penanggungan. Pada masa kejayaan Majapahit, para pertapa dan masyarakat banyak membangun lagi tempat pemujaan dewa di sana. Tak heran Penanggungan menjadi gunung yang kaya akan situs arkeologi. Beberapa sebaran arkeologis di Gunung Penanggungan, seperti Candi Naga, Candi Siwa, Candi Bayi, serta yang paling banyak dikunjungi adalah petirtaan Jolotundo yang memang letaknya di kaki gunung. +


KONDHANG TOKOH

28

Oktober 2013


Sri Astari

Intelektualitas dan Spiritualitas dalam Seni Senirupa merupakan barometer, yang dapat menunjukkan seberapa tinggi peradaban atau budaya bangsa. Teks: Veronika Sekar; Foto: Budi Prast, Ist.

Oktober 2013

29


KONDHANG TOKOH

S

osok Sri Astari, tentunya sudah tidak asing di dunia seni Indonesia. Perempuan bernama lengkap Sri Astari ini merupakan perupa kontemporer yang memadukan bakat, kecerdasan, teknik, dan inovasi dalam menghasilkan suatu karya. Namun menurutnya, bakat tanpa disiplin dan ketekunan, tidak akan menjadi apa-apa. Bagi wanita kelahiran 26 Maret 1953 ini, melukis merupakan kegiatan yang dilakukannya sejak kecil. “Kami tujuh bersaudara, semuanya bisa menggambar,” ujar Astari. Menurut Astari, darah seni dan bakat melukis diturunkan dari ibunya. “Mungkin beliau tidak mengembangkan, tapi kita lihat dari keseharian beliau yang serba kreatif,” jelasnya kepada Kabare. Walaupun berbakat, Astari tetap

mengasah kemampuannya dengan menempuh pendidikan dan kursus seni hingga ke luar negeri. Astari sempat belajar di Universitas Indonesia jurusan Sastra Inggris. Kemudian, dia melanjutkan sekolah fashion design di London, Inggris. Keseriusannya dalam dunia seni rupa membawanya untuk melanjutkan studi bidang seni di University of Minnesota, Amerika Serikat, pada tahun 1987. Lalu pada tahun 1988, Astari mengambil pula painting course di Royal College Art, London, Inggris. Ia kemudian mendapat award seni rupa, Phillip Morris Indonesia Art Award 1999 dan Winsor & Newton's Award. Berbagai pameran, baik lokal maupun internasional, sudah diikuti oleh Astari. Seperti di Jakarta, Singapura, Amerika Serikat, Prancis dan lainnya. Tahun ini,

Bersama karyanya “Undercover, Underwear, Underworld Troops; Media Mixed, di Spoleto Museum, Italia , Juli 2013

30

Oktober 2013

“Sebab kalau kita mengikuti kata hati, kita tidak akan pernah kehilangan sampai kapan pun. Tapi kalau kita hanya mengejar uang, kita bisa kehilangan segalanya.” Astari juga terlibat dalam pameran Venice Art Biennale ke-55 di Venezia, Italia. Ajang pameran seni rupa kontemporer tertua dan bergengsi di dunia yang diadakan setiap dua tahun dari Juli hingga November. Astari bersama seniman Indonesia lainnya, Albert Yonathan, Eko Nugroho, Entang Wiharso dan Titarubi, mendukung Indonesia Pavillion di Arsenale, bertema “Sakti” yang berarti kekuatan kreatif, kekuatan feminin. Di situ, karya Astari yang berjudul “Dancing the Wild Seas” melukiskan sebuah pendopo merah, bangunan arsitektur tua Jawa peninggalan leluhur, dengan sembilan penari bedaya yang berupa wayang klitik life size terbuat dari bahan kayu, kulit, dan bahan stainless. Pendopo dijadikannya metafora dalam rangka mencari “sakti”, tema pameran tersebut. Menurut Astari, pendopo dianalogikan sebagai ruang dalam jiwa yang maha dahsyat. Sebuah ruang di mana sebenarnya tersembunyi kekuatan atau kesaktian manusia. Sedangkan penaripenari bedaya adalah simbol pasukan di dalam diri, yang membantu menghadirkan kekuatan sakti tersebut. “Sakti atau kekuatan kreatif, jika mau dicari dan digali, sebetulnya ada di dalam diri kita,” ujar Astari. Lalu dalam judul karya tersebut, Astari membubuhkan kata “wild”. Menurutnya,


seperti tak mau berhenti berkreasi serta mengeksplorasi kemampuan atau kekuatan seni di dalam dirinya. Setelah pameran Venice Art Bienalle itu, pertengahan bulan Juli yang lalu, Astari kembali mengikuti pameran di Museum Spoleto Italia bersama seniman dunia, seperti Shirin Neshat, Peter Greenway, dan lain-lain. Karyanya yang berjudul “Undercover, Underwear, Underworld Troops” 2013, cukup mendapat perhatian. Ketika ditanya seberapa kuat dan penting senirupa bagi kehidupan, Astari lebih lanjut mengutarakan pendapat dan keprihatinnya. Dari pandangannya, menurutnya sering kali pemerintah tidak menganggap dunia seni rupa itu penting. Padahal senirupa merupakan barometer, yang dapat menunjukkan seberapa tinggi peradaban atau budaya bangsa. Di tengah keterpurukan negara dan moral bangsa oleh isu-isu korupsi yang merajalela di mana-mana, menurutnya penting bahwa pemerintah lebih mengutamakan pendidikan seni budaya untuk mengimbangi hal-hal yang berorientasi pada uang. “Sebab kalau kita mengikuti kata hati, kita tidak akan pernah kehilangan sampai kapan pun. Tapi kalau kita hanya mengejar uang, kita bisa kehilangan segalanya,” demikian ungkap Astari. Senirupa tidak mengenal batasan umur. Selama masih kreatif dan terus berkarya, serta menggali inovasi baru, akan mengalir ide-ide dan karya-karya inovatif yang sangat diperlukan untuk kebutuhan jiwa dan kehidupan yang lebih bermakna. Itulah mengapa sampai di usia yang tak lagi muda, Astari tetap aktif berkarya. Seperti juga baru-baru ini, di mana ia mengikuti pameran seni kontemporer Art Jog 2013 yang diikuti oleh seniman lokal dan internasional di Yogyakarta. Dalam ajang itu, Astari memamerkan karya bertajuk “Permisi”. Dalam karya tersebut, Sri Astari menampilkan sebuah kapal yang di atasnya terdapat layar bergambarkan Betty Boop mengenakan sarung dan kebaya nasional Indonesia. Dikatakannya, “Permisi” menjadi Bersama Menparekraf Mari Elka Pangestu di depan karyanya “Dancing The Wild Seas”, Indonesia Pavilion Venice Biennale, Juli 2013 sebuah permohonan maaf atas keadaan maritim Indonesia yang wild bukan berarti liar yang tidak terkontrol, tapi sebagai kekuatan tanpa perhatian dan nyaris terabaikan. Itulah ungkapan jiwa Astari kreatif, insting, atau naluri alami yang tajam, yang memang menanggapi perihal keadaan kelautan bangsa ini. manusia miliki di dalam diri, tapi jarang tereksplorasi. Sampai kini, tentu tak sedikit karya yang telah dihasilkannya. “Saatnya kita bangga; to be daring, to be caring, and to be women,” Apapun ajang dan temanya, ada ciri khas yang selalu terungkap dalam ujarnya lagi, menyimpulkan makna karyanya dalam ajang seni rupa karya-karyanya. Pada karya-karya itu, Astari biasanya mengangkat isubergengsi tersebut. isu spiritual, kemanusiaan, dan kritik sosial tanpa mengabaikan ciri Silih berganti, ajang-ajang seni rupa selalu diikutinya. Ia bahkan budaya Jawa yang kental. +

Oktober 2013

31


PEPANGIHAN PROFIL SUKSES

32

Oktober 2013


Brigadir Jenderal TNI M. Sabrar Fadhilah

Jadikan Budaya Sebagai

Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

T

Landasan Moral

ak pernah terbersit dalam benak Brigadir Jenderal (Brigjend) TNI M. Sabrar Fadhilah untuk kelak akan bertugas di bidang kemiliteran. Meski sang ayah merupakan anggota Kepolisian, namun semasa remaja, Sabrar yang akrab disapa Abe sudah bercita-cita ingin menjadi insinyur elektro. Berawal dari hobinya merakit radio dan barang-barang elektronik lainnya, Abe bertekad akan mewujudkan cita-citanya dengan mengambil kuliah di jurusan Teknik Elektro selulusnya dari SMAN 8, Jakarta. Ketika pada akhirnya dirinya diterima di Universitas Trisakti Jakarta, Abe pun berdiskusi dengan sang Ibu. Abe menuturkan bahwa ketika dirinya duduk di bangku kelas 2 SMA, sang ayah meninggal di usianya yang masih relatif muda yakni 49 tahun. Praktis sang ibu pun menjadi single parent dan harus membiayai sekolah Abe dan ketiga kakak perempuannya. Kemudian berkat arahan dari sang Ibu, Abe pun akhirnya memilih masuk AKABRI. Belajar untuk menjadi prajurit sejati tentu tidak mudah. Abe mengatakan bahwa dirinya pun butuh proses penyesuaian di masamasa pertama masuk pendidikan di AKABRI. Meski begitu, Abe merasa beruntung masuk dalam jajaran kemiliteran karena di AKABRI dirinya banyak sekali mendapat ilmu kedisiplinan yang sangat berharga. Pengalaman berkesan yang menambah kecintaannya terhadap TNI dan negara ketika selepas taruna dirinya ditugaskan di Timor Timur tahun 1988 dengan membawa 14 personel. “Pada saat itu saya baru menyadari bahwa saya ini tentara yang tugasnya tidak ringan, ancamannya tinggi. Bahayanya datang dari kiri, kanan, atas dan bawah, serta pakaian basah dankering di badan. Selain itu saya pun bertanggung jawab terhadap 14 prajurit di bawah saya. Yang kedua, saya sangat merasakan bahwa kebersamaan, kekompakan dan keterikatan satu sama lain itu harus dibangun. Kenapa? Karena nyawa dan keselamatan kami tidak lagi tergantung pada keluarga tapi ketika saya terancam, anggota saya yang pertama kali membantu. Begitupun sebaliknya dengan mereka. Ketika mereka sakit dan dalam keadaan terjepit, saya yang harus menolong mereka. Mungkin dari situ muncul benih-benih kecintaan saya terhadap nusa dan bangsa ini. Semakin saya senang dengan kehidupan tentara ini karena banyak pelajaran hidup bermakna yang saya dapatkan,� ungkap pria kelahiran Magelang, 10 Agustus 1965 ini. Selama 25 tahun menjalani kariernya di TNI, Abe mengatakan bahwa dirinya sudah cukup banyak mengemban tugas ke berbagai penjuru tanah air. Pertama kali lulus, dirinya mendapat tugas di

Batalyon Infantri Lintas Udara 502 di Malang, Jawa Timur. Kemudian pada tahun 2006 ketika sedang terjadi konflik antara Israel dan Lebanon, Abe ditugaskan untuk berangkat ke Lebanon bersama 850 pasukan lainnya. Pada tahun 2009 hingga 2012 akhir Abe menjadi ajudan Wapres RI Boediono, hingga pada Agustus 2013 lalu ditugaskan menjadi Danrem Pamungkas di Jogja. Abe mengatakan bahwa banyak sekali hubungan tugas kemiliteran dengan budaya. Menurutnya, budaya membentuk karakter, memberi pendidikan dan pencerahan kepada kita semua. Para prajurit TNI tidak boleh melupakan budaya karena hal itu dijadikan sebagai suatu landasan moral. Abe menuturkan ketika bertugas di Lebanon, ada acara pertukaran budaya yang digelar sebulan sekali. Para prajurit TNI pun dibekali aneka seni dan budaya yang sangat beragam. Di sana mereka memperkenalkan pada para tentara dari 33 negara lainnya berbagai seni dan Pada saat itu saya baru budaya seperti tarimenyadari bahwa saya tarian dari berbagai daerah di Indonesia ini tentara yang dan tanggapannya tugasnya tidak ringan, sungguh luar biasa. Ketika ditanya ancamannya tinggi mengenai harapannya terhadap masa depan negara dan TNI, Abe memaparkan bahwa semua komponen berperan dalam rangka mewujudkan tujuan yang ada di UUD 1945 untuk mencapai masyarakat Indonesia yang adil makmur sejahtera serta berkeadilan sosial. Tanpa bermaksud melebihkan peran TNI, Abe menilai bahwa dalam dunia kemiliteran tidak ada batas mengedepankan suatu daerah yang terlalu tinggi. “Seperti di Jogja ini saya diterima dengan suka cita, perintah dan program-program kita laksanakan. Saya ingin para prajurit kita bisa menampilkan postur prajurit dengan baik supaya lebih terlihat. Harus dengan penampilan yang rapi dan berwibawa serta tidak boleh arogan. Ingat bahwa kesejarahan prajurit kita dibentuk dari lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kita harus selalu mengingat perjuangan dari Panglima Besar Jendral Sudirman yang sifat kepemimpinan dan kenegaraan beliau tidak diragukan lagi. Beliau sangat memikirkan masa depan NKRI dan saya ingin perilaku parajurit dari yang terbawah sampai teratas memiliki prilaku demikian untuk memlihara negeri ini,� pungkasnya.+ Oktober 2013

33


PEPANGGIHAN PROFIL SUKSES

34

Oktober 2013


100 Persen Cinta Indonesia

Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

M

asih ingat lagu Denpasar Moon? Lagu yang sempat hits di awal tahun 1990-an ini memang cukup legendaris di kalangan generasi pada masa itu. Sang penyanyi, Maribeth Pascua bahkan jatuh cinta dengan Indonesia berkat lagu tersebut. Nama Maribeth memang sangat tenar karena lagu Denpasar Moon meledak di pasar musik Indonesia dua puluh dua tahun yang lalu. Ketika berbincang dengan Kabare beberapa waktu lalu, Maribeth banyak menceritakan pengalamannya tinggal di Indonesia selama hampir 22 tahun lamanya. Tak hanya itu, Maribeth bahkan mengungkapkan kecintaannya terhadap Indonesia melebihi apapun. Keinginannya juga ingin menghabiskan akhir hayatnya di Nusantara ini. “Keinginan saya untuk menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) belum pudar hingga kini. Dari dulu saya ingin sekali menjadi WNI, tapi sampai sekarang belum juga bisa. Segala usaha sudah saya tempuh, tapi saya tak mau putus asa. Jika tak bisa jadi WNI pun saya ingin bisa dapat izin tinggal permanen di Indonesia, karena saya sangat mencintai negeri ini,� ungkap Maribeth ketika ditemui Kabare di acara promosi gedung pusat kerajinan dan cinderamata XT Square Yogyakarta beberapa waktu lalu. Artis yang mengawali kariernya sebagai peyanyi di Filipina ini merupakan pemenang ajang Voice of Asia 1991. Lagunya yang berjudul Denpasar Moon yang dirilis pada tahun 1993 meledak di pasaran. Maribeth menceritakan bahwa dirinya hampir tidak mengikuti festival tersebut karena kesibukannya yang padat. Namun pada akhirnya Maribeth pun mengikuti lomba tersebut bahkan menang hingga grand final di Hongkong. Dirinya kemudian dikontrak oleh Sony Music dan merilis lagu Denpasar Moon yang diproduksi di Eropa dan kemudian dipromosikan di Indonesia pada tahun 1991. Maribeth mengatakan bahwa dirinya

juga sempat membuat video klip Denpasar Moon di Bali. Kehidupan di Bali pada akhirnya membuat Maribeth jatuh cinta dengan Indonesia. “Saya cinta Indonesia karena menurut saya Indonesia juga mencintai saya. Selama lebih dari 22 tahun tinggal di Indonesia, akhirnya saya pun sangat mengenal Indonesia baik dari seni, budaya hingga tradisinya. Menurut saya, masyarakat Indonesia sangat ramah dan banyak sekali Saya cinta Indonesia karena bangunan bersejarah menurut saya Indonesia juga seperti Candi Borobudur hingga mencintai saya. Selama lebih Royal Ambarrukmo dari 22 tahun tinggal di Hotel masih dijaga Indonesia, akhirnya saya pun kelestariannya. Jujur saja, seluruh budaya sangat mengenal Indonesia Indonesia sangat baik dari seni, budaya hingga menginspirasi saya tradisinya dalam berkarya, bahkan hati saya pun sudah 100 persen Indonesia,� ungkap wanita kelahiran Bayombong, Filipina, 14 Januari 1972 ini. Di dunia hiburan, Maribeth mengungkapkan keinginannya untuk tetap survive. Dirinya bahkan bercita-cita dapat mengeluarkan satu album dan sebuah buku tentang perjalanan hidupnya. Maribeth mengatakan bahwa di usianya yang sudah menginjakkan angka 40 tahun, dirinya ingin bisa berbagi karya dengan masyarakat Indonesia. Tak hanya berbentuk lagu yang dinyanyikannya namun juga sebuah buku yang inspiratif dan emmotivasi bagi banyak orang.+

Oktober 2013

35


GEBYAR

FESYEN

RedNation

M

awar merah melambangkan arti keindahan, kecantikan, dan keanggunan yang dianggap mewakili karakter wanita dengan segala pesonanya. Warnanya yang menarik perhatian, berani, menggoda dan penuh semangat, serta proses mekarnya bunga tersebut menjadi inspirasi bagi sang desainer. Koleksi kali ini menggunakan satin bridal sebagai material utama, dikombinasikan dengan bahan polyester, brocade/lace, dan chiffon, serta dipercantik taburan batu kristal swarovski, Ceko, Austria dan payet Jepang, hingga memberikan kesan anggun dan glamour pada pemakainya.

36

Oktober 2013


Kesan androgyny muncul dalam busana berbentuk mini sackdress dengan pile pada bagian bahu, namun memiliki sentuhan feminim saat adanya penambahan aksen long train yang memberi keunikan tersendiri bagi keseluruhannya.

Oktober 2013

37


GEBYAR

FESYEN

Kelopak mawar merah yang merekah terepresentasi dalam mini dress berpotongan empire dengan circle cutting. Penambahan finishing berupa corsage mawar dan bordiran kupu-kupu serta bunga-bunga liar, ditaburi kristal Ceko, memberikan tampilan simple namun elegant pada cocktail dress kali ini.

38

Oktober 2013


Evening dress merah menyala laksana mawar merekah dalam siluet sackdress berpadu long skirt transparan berbahan polyester dan tulle dengan aksen emblishment pada bagian dada menjadi paduan selaras dalam konsep RedNation.

Oktober 2013

39


GEBYAR

FESYEN

Permainan cutting corsage yang berani merefleksikan kelopak-kelopak mawar pada mini sackdress berbahan lace merah menyala ini. Kesan androgyny yang glamour, terangkum dalam tampilannya yang simple dan chic. 40

Oktober 2013


Mawar dalam warna merah menyala pada konsep RedNation masih menjadi pilihan sang desainer pada busana kali ini. Dengan memadukan mini sackdress beraksen ruffles besar pada satu sisi bahu seolah kelopak mawar yang merekah, ditambah obi panjang di bagian pinggang membuatnya terlihat semakin chic.

Oktober 2013

41


GEBYAR

FESYEN

Merah yang berani nan menggoda beraksen kuncup dan kelopak-kelopak mawar yang dibuat secara handmade menjadi kekuatan serta daya tarik utama pada mini tube-dress kali ini. Penambahan finishing berupa kristal Ceko, Austria, dan sedikit payet jepang menambah kesan glamour, namun masih tetap simple dan chic. 42

Oktober 2013


S

utriandewi Badenoch, atau yang lebih akrab disapa Dewi, mengawali kariernya dalam dunia fashion yang bermula dari keisengan dan sekadar ingin menambah pengetahuan saja. Namun karena motivasi dan dukungan seorang teman kuliahnya yang kebetulan owner salah satu sekolah mode di Jogja, membuatnya membulatkan tekad untuk mencintai dan menekuni bidang ini. Dewi yang karya-karyanya terinspirasi dari desainer kenamaan seperti Elli Saab, Tex Saverio dan Vera Wang ini mengungkapkan bahwa ia menyukai segala sesuatu yang unik. “Unik itu indah, hanya ada satu dan selalu diingat oleh pikiran kita,� ujarnya. Mungkin hal inilah yang sedikit mempengaruhi setiap busana rancangannya. Keunikan karyanya menjadi kekuatan dari setiap rancangan yang menggambarkan egonya pada saat itu. Hingga menyebabkan proses yang cukup lama untuk pengerjaan baju-bajunya agar diperoleh hasil yang maksimal Terbilang masih baru di dunia fashion, ia memiliki karya yang masih berfokus untuk panggung fashion show. Tapi untuk planning ke depan, ia sedang mempersiapkan brand untuk koleksi casual ready to wear bagi wanita dan pria. +

Busana & Aksesoris: : Sutriandewi Sepatu: Monique Gracia Model: Lala Fotografer: Budi Prast Asst. fotografer: Sutoto Stylist & Writer: Tyas Santhi Fatmasari Make Up & Hair Do: Arimmbi Salon & Bridal Koordinator: Farid Imawan Editing: Sutoto Lokasi: Pulo Cemeti, Tamansari, Yogyakarta

Badenoch by Sutriandewi Griya Perwitan Wisata Jl. Mawar No. 17 Yogyakarta e-mail: badenoch@ymail.com www.nochgallery.com


CANTHING ARTIKEL LEPAS

www.hqworld.net

The History of Taxi Teks: Agus Yuniarso; Foto: Istimewa

www.peterberthoud.co.uk

D

i tengah kesibukan kota, taksi menjadi alternatif layanan transportasi, khusunya bagi mereka yang enggan repot berhimpitan dalam bis kota. Taksi sebagai moda transportasi umum banyak dijumpai di berbagai kota besar di dunia. Taksi mengenakan tarif yang lebih mahal dibanding layanan transportasi umum lainnya. Selain praktis, layanan premium ini juga menawarkan keleluasaan personal penumpangnya, baik dari sisi waktu maupun jarak tempuhnya. Sebuah taksi bersama sopirnya dapat disewa untuk mengangkut penumpang

The Growler, taksi Kuno

44

di London (Hackney Car riage), 1860-an

Oktober 2013

www.peterberthoud.c o.uk

Taxi - Taksi Motor di London Sekitar Tahun 1907

sesuai tujuan yang diminta. Sewa-menyewa kendaraan s umum ini sebetulnya sudah dikenal sejak jaman dahulu, u jauh ja sebelum kendaraan bermotor ditemukan. Pada tahun 1640 di kota Paris, Nicolas Sauvage telah mulai ta menawarkan kereta kuda berikut kusirnya untuk disewa. m Model layanan ini kemudian berkembang luas di Eropa. M Pada Pa tahun 1635, The Hackney Carriage Act mulai diperkenalkan di Inggris sebagai undang-undang pertama di yang ya mengatur pengendalian kereta kuda yang disewakan


www.jakartakita.com

Taksi London di Raffles Place Singapura

untuk mengangkut penumpang. Istilah 'taksi' atau 'taxi' berasal dari kata 'taximeter' (saat ini dikenal dengan istilah argometer), sebuah instrumen yang dipergunakan untuk mengukur jarak dan waktu perjalanan sebuah kendaraan dan menentukan tarifnya secara akurat. alat ini pertama kali diciptakan oleh Wilhelm Bruhn, seorang penemu Jerman pada tahun 1891. Taksi pertama di dunia diperkenalkan oleh Gottlieb Daimler pada tahun 1897 yang dikenal dengan nama Daimler Victoria.

courtesy of Mailer Diablo

Taksi elektrik di China

Wikimedia Commons

Taksi di Jakarta tahun 1949


Silver TXII, Taksi di London

www.gmmotors.co.uk

Wikimedia Commons

Taksii ini telah dilengkapi dengan taximeter yang ditemukan enam tahun sebelumnya. Pada bulan Juni di tahun yang sama, Daimler Victoria dikirim ke Friedrich Greiner, seorang pengusaha di Stuttgart dan sejak saat itulah taki bermotor pertama kali diproduksi. Pada bulan September 1899, untuk pertama kalinya terjadi sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan taksi. Perisitiwa ini menewaskan Henry Bliss, pria berusia 68 tahun, saat ia membantu temannya menghindari lalu lalang kendaraan di jalan raya. Saat itulah seorang supir taksi kehilangan kendali dan menabraknya. Saat itu, ada sekitar seratus taksi yang beroperasi di jalanan salah satu kota terbesar di dunia ini. Di Indonesia, taksi mulai dikenal sekitar tahun 1930-an, pada zaman Hindia Belanda, tepatnya di Kota Batavia (Jakarta). Saat itu, hanya ada puluhan taksi yang beroperasi di Batavia dan hanya melayani kalangan terbatas, sehingga kendaraan ini sempat menjadi simbol status sosial penumpangnya. Tak seperti sekarang,

www.london-taxis.com

CANTHING ARTIKEL LEPAS

Nissan-NV200, Taksi di London

konon layanan taksi pada saat itu begitu tertib karena sopir hanya boleh menaikkan dan menurunkan penumpang pada tempattempat tertentu yang berfungsi sebagai terminal. Pasca kemerdekaan, ketika Jakarta berubah menjadi kota metropolitan dengan berbagai kesibukan ekonomi dan pemerintahan, kebutuhan angkutan darat yang praktis dan memadai pun semakin meningkat, sehingga layanan armada taksi pun semakin berkembang. 46

Oktober 2013

Taksi elektrik di Jepang

Pada tahun 1971, taksi diresmikan untuk pertama kalinya sebagai salah satu moda angkutan umum di Jakarta. Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta saat itu, mewajibkan para pengelola taksi untuk membentuk badan usaha pertaksian yang minimal harus memiliki 100 armada baru. Saat itu, para pengusaha taksi “liar� umumnya hanya memiliki satu atau dua buah mobil dan secara logika ketentuan tersebut hanya mungkin dipenuhi oleh pengusaha bermodal besar. Kredit bank pun sulit didapat tanpa jaminan yang

memadai. Untuk menyiasatinya, dibentuk koperasi sebagai badan usaha untuk mempertahankan usaha yang telah mereka miliki sekian lama. Sejak saat itulah mulai dikenal koperasi taksi seperti yang banyak dijumpai saat ini, bentuk badan usaha awalnya dianggap tidak lazim di sektor angkutan di ibukota, karena sebelumnya hanya dikenal sebagai wadah kegiatan usaha di pelosok pedesaan Kini, layanan taksi dapat dijumpai di hampir setiap kota besar di Indonesia dengan beragam layanan dan fasilitas,


Taksi di Manhattan

Wikimedia Commons

bahkan aneka pilihan jenis mobil yang eksklusif. Terdapat sejumlah merek mobil yang lazim dipergunakan sebagai taksi di Indonesia, seperti Holden Gemini, Mitsubishi Lancer, Nissan Sunny, Ford Laser, Toyota Vios Limo, Toyota Corolla, Hyundai Accent, Proton, KIA Pride, KIA Rio, Chevrolet Lova,Nissan Cedric, hingga MercedesBenz E Class. Selain model sedan yang umum dijumpai, sejumlah operator juga menawarkan jenis MPV (multi purpose vehicle) sebagai pilihan layanan yang ditawarkan, seperti Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza (di kota Solo, Yogyakarta dan Magelang), serta Honda Freed (di kota Yogyakarta dan Semarang). +

Wikimedia Commons

Taksi di Manila


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Menduniakan

Wayang Teks: FA Herru, Herlan; Foto: Albert, Herlan

48

Oktober 2013


W

ayang adalah salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan. Wayang, dengan seluruh elemen artistik dan simbolis, menawarkan kekayaan hidup dengan nilai-nilai refleksi. Dengan fungsinya sebagai alat pendidikan dan hiburan dalam bahasa sederhana, wayang sekaligus dapat menjadi perenungan mendalam atas kehidupan manusia. Ia kaya pengajaran reflektif tentang martabat manusia dan nilai hidup, seperti melalui

Dengan fungsinya sebagai alat pendidikan dan hiburan dalam bahasa sederhana, wayang sekaligus dapat menjadi perenungan mendalam atas kehidupan manusia

pesan moral dalam narasinya. Karena itulah, wayang dinilai sebagai tradisi yang memiliki aspek-aspek lengkap dari suatu budaya. Oleh sebab itu juga, warisan budaya ini kemudian memunculkan inisiatif banyak pihak untuk melestarikannya sebagai ujud tanggung jawab moral. Dalam rangka memperingati satu dasawarsa Proklamasi UNESCO tentang wayang sebagai “Masterpiece of the Intangible Heritage of Humanity�, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada (PKKH UGM) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY, menggelar acara International Conference Exhibition dan Kongres Pewayangan II 2013. Kegiatan bertemakan “Wayang for Humanity� ini berlangsung pada 21-25 Agustus di PKKH UGM serta di Hotel Innna Garuda Yogyakarta. Acara ini menampilkan berbagai kegiatan ilmiah dan pertunjukkan, antara lain pameran wayang internasional, workshop tatah sungging wayang, workshop wayang digital, konferensi wayang internasional, lomba

mewarnai wayang untuk anak-anak, kongres pewayangan, serta pergelaran aneka jenis wayang. Pameran Wayang Internasional melibatkan akademisi, pemerintah pusat maupun daerah dan berbagai komunitas budaya yang selama ini bergulat melestarikan tradisi wayang. Di antaranya dari tatah sungging wayang, gamelan, karawitan, sekolah pedalangan, ikatan

Oktober 2013

49


CANTHING ARTIKEL LEPAS

dalang, museum, termasuk grafis wayang digital. Pameran yang digelar di PKKH UGM ini memamerkan koleksi wayang dari 34 sumber galeri. Media yang ditampilkan pun sangat beragam, mulai dari kain batik, gerabah, kulit, hingga sulaman. Proses pembuatan wayang dan pelukisan wayang juga dapat dilihat secara langsung. Selain itu penyelenggaraan event wayang di Yogyakarta, pada tanggal 1-8 September juga diselenggarakan “Wayang World Puppet Carnival 2013 (WWPC)�. Karnaval yang menampilkan 60

50

Oktober 2013

pertunjukan wayang dan boneka dari 46 negara ini, diselenggarakan selama 8 hari. Acara ini diresmikan pembukaannya pada 2 September 2013 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Budiono, di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah. Karnaval diselenggarakan di 4 tempat pertujukan, antara lain Taman Mini Indonesia Indah, Museum Nasional, Lapangan Monas, dan Theater Film Usmar Ismail Jakarta. Dalam WWPC 2013 ini, juga diadakan pertujukan jalanan atau disebut dengan Street

Pameran Wayang Internasional melibatkan akademisi, pemerintah pusat maupun daerah dan berbagai komunitas budaya yang selama ini bergulat melestarikan tradisi wayang Program, yang bertempat di Epicentrum Walk Kuningan Jakarta. Ide dasar dari WWPC 2013 muncul dari


Dalam WWPC 2013 ini, juga diadakan pertujukan jalanan atau disebut dengan Street Program yang bertempat di Epicentrum Walk Kuningan Jakarta Ketergugahan Persatuan Pedalangan Indonesia atau disingkat dengan PEPADI yang di bulan September 2012 berkesempatan hadir menjadi partisipan pada kegiatan festival boneka dunia; “World Puppet Carnival� di Kota Almity, Kazakhstan. WWPC 2013 ini dapat terselenggara oleh kerjasama PEPADI dan SENA WANGI dengan dukungan dan bantuan pembiayayaan dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo yang didirikan oleh Hashim Djojohadikusumo, dan beliau juga merupakan salah satu penasihat PEPADI.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

“Dawai-Dawai Dewa Budjana”

Gabungkan Rasa Teks: Della;Foto: BK

Berbeda

G

itaris kenamaan tanah air Dewa Budjana pada Jumat malam, 30 Agustus 2013, tepat di ulang tahunnya yang ke50, menggelar sebuah pameran dengan serangkaian acara menarik, seperti bedah buku “Dawai-Dawai Dewa Budjana” dan workshop fotografi. Acara yang digelar selama tiga hari di Museum Nasional Jakarta dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu. Kepada media yang menghadiri acara pembukaant, Budjana menjelaskan bahwa proses kreatif pameran ini sudah dimulai sejak tahun 2002. Saat itu, Budjana meminta bantuan seorang sahabatnya, pelukis Putu Sutawijaya, untuk menggambar di atas badan gitarnya. Budjana mengaku sangat

54

Oktober 2013


Oleh karenanya, dirinya kini sedang menyiapkan pembangunan museum gitar di Payongan, Ubud, Bali. kagum dengan hasil karya Putu. Kemudian dirinya berinisiatif mengajak sejumlah perupa kenamaan untuk melukis di atas gitar kesayangannya. Bahkan, Budjana mempersilakan para perupa tersebut untuk memotong-motong gitar kesayangannya supaya mereka lebih bebas mengekplorasi karyanya. Beberapa seniman yang dilibatkan dalam pameran adalah para perupa yang sudah memiliki nama besar, seperti Nyoman Gunarsa, Djoko Pekik, Agus Suwage, Heri Dono,

Masriadi, Erika, Jeihan, Made Wianta, Nasirun, Yunizar, Srihadi Soedarsono dan masih banyak lagi. Budjana mengungkapkan bahwa dirinya sengaja memilih para seniman dan perupa dari berbagai genre dan generasi yang berbeda. Rencananya, semua koleksi gitar tersebut akan dipamerkan secara permanen mulai akhir tahun 2014. Oleh karenanya, dirinya kini sedang menyiapkan

pembangunan museum gitar di Payongan, Ubud, Bali. Tak hanya koleksi gitarnya yang akan dipamerkan, namun beberapa gitar-gitar musisi tenar lainnya juga akan dipamerkan karena sebagian sudah ada yang berminat menghibahkan. Pada acara pameran tersebut, Dewa Budjana juga merilis buku keduanya yang berjudul “Dawai-Dawai Dewa Budjana� yang isinya penggabungan dari beberapa elemen sekaligus, seperti seni rupa dan seni suara, gambar atau ukiran, dengan gitar sebagai instrumen musik. Tak hanya itu, Budjana juga melibatkan unsur fotografi dalam pembuatan bukunya. Menurutnya, tujuan buku ini lebih ke soal hubungan dalam pertemanan di dalam seni, baik seni rupa, seni musik maupun fotografi. Dalam bukunya, Budjana menggaet penulis Bre Redana dan para fotografer andal, seperti Jay Subiakto, Darwis Triadi, Rio Helmi dan lainnya untuk mengabadikan gitar-gitar lukisnya dalam bentuk foto. Budjana pun mengaku membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan buku tersebut. Budjana berharap, bukunya mendapat respon yang baik dari masyarakat.+

Oktober 2013

55


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Festival Ramayana Internasional 2013

“Similarity in Diversity” Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

56

Oktober 2013


dipentaskan bersama dalam satu panggung dalam gelaran Festival Ramayana Internasional 2013. Festival Ramayana Internasional 2013 dihelat oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan RI di panggung terbuka Candi Prambanan Yogyakarta pada 6-9 September lalu. Festival dengan peserta sembilan negara itu merupakan yang perdana setelah 42 tahun tak digelar di Indonesia. Festival internasional serupa pernah digelar di Indonesia pada 1971. Saat itu, pementasan digelar di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Jawa Timur. Setelah itu, Indonesia sekadar menjadi peserta dalam Festival

E

pos Ramayana telah menjadi cerita yang melegenda di berbagai negara, khususnya Asia. Masing-masing negara pun memiliki versi dan cerita n sendiri. Dalam kegiatan kesenian tari serta pertunjukan, cerita Ramayana masih kerap kali dipentaskan di masing-masing negara. Dan kali ini, dalam sebuah perhelatan bersama, Ramayana dari berbagai negara Oktober 2013

57


CANTHING ARTIKEL LEPAS Ramayana Internasional yang digelar di luar negeri. Padahal relief terlengkap tentang epos Ramayana ada di Prambanan. Sembilan negara itu adalah Indonesia, India, Kamboja, Myanmar, Singapura, Malaysia, Laos, Filipina, dan Thailand. Indonesia sendiri mengirimkan dua tim dalam festival ini, dari Bali dan Yogyakarta. Sepanjang festival, para peserta mementaskan 10 episode berbeda dari epos Ramayana yang masing-masing pementasan berlangsung lebih kurang selama 30 menit.

58

Oktober 2013

Pementasan pertama pada Jumat malam diisi tim dua negara; India yang mengetengahkan episode “Sayembara Mendapatkan Sita” dan Kamboja dengan “Penobatan Bharata”. Disusul malam berikutnya, Sabtu, oleh Myanmar tentang “Penculikan Sita”, Singapura “Jatayu Menyelamatkan Sita”, dan Indonesia dariYogyakarta yang mementaskan “Hanuman sebagai Utusan”. Episode berikutnya dimainkan pada hari Minggu malam oleh Malaysia dengan

“Jembatan Menuju Langka”, Laos “Perang Vanara Melawan Raksasha”, dan Filipina “Mimpi Kelahiran Hanuman”. Di hari terakhir, pada Senin malam, dipentaskan episode epos Ramayana dari Thailand yang mengangkat “Perang Rama dan Rahwana” dan Indonesia dari Bali dengan “Pertemuan Rama dan Sita”. Semua pementasan sendratari tersebut memukau para pengunjung. Mulai dari kalangan akademisi, pemerhati budaya, pelaku budaya, dan sebagainya hadir dalam


Sendratari Ramayana dari sembilan negara tersebut. "Kami berharap, suatu saat Festival Ramayana Internasional ini dapat dilanjutkan secara rutin beberapa tahun sekali dengan tempat penyelenggaraan bergantian di sejumlah negara peserta festival ini," katanya. Ia melanjutkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wahana untuk menggalang dan mempererat kedekatan dan persaudaraan antarnegara di Asia yang memiliki kesamaan cerita Ramayana dan sampai saat ini masih terpelihara serta ddilestarikan dalam ssendratari Ramayana. Pada penutupan acara itu, dimeriahkan pula it ddengan pesta kembang api ddan pemberian cinderamata kepada perwakilan kontingen ke peserta festival dari pe Pemerntah Republik Pe Indonesia, dalam hal ini In Kementerian Pendidikan dan Ke Kebudayaan. + Ke

pementasan tersebut. Dan tak hanya orangtua, kaum muda pun berduyun-duyun menyaksikannya. Kiranya, anggapan bahwa generasi muda kurang mencintai budaya bangsa adalah tak benar. Nyatanya, sorak sorai lantang dan tepuk tangan yang tak hentihenti, berkumandang keras di lokasi panggung terbuka tersebut. Cukup menunjukkan bukti bahwa mereka sangat menghargai budaya klasik ini. Epos Ramayana, menurut akademisi Fakultas Ilmu Budaya UGM Timbul Haryono, lahir di India dan menyebar ke banyak negara. Ada dua jalur penyebarannya, laut dan darat. Penyebaran lewat jalur laut salah satunya adalah Indonesia. Adapun jalur darat di antaranya Laos, Kamboja, dan Myanmar. Di masing-masing negara itu, epos ini berkembang sesuai karakter dan budaya masyarakat. Di negara-negara Indo Cina, semisal Myanmar, Laos, dan Thailand, epos ini berkembang nyaris seragam. Maka dalam festival kali ini, pementasa ketiga negara itu tak digabung dalam satu malam. Di Singapura sendiri berkembang tiga kebudayaan bangsa; India, Melayu, dan Cina. Agar penampilannya tak sama dengan tim dari India dan Melayu Malaysia, tim dari Singapura mementaskan epos ini dalam bentuk opera Cina. Di Indonesia sendiri, epos ini tak hanya berkembang menjadi produk kesenian. Namun juga filosofi kehidupan. Sebut saja ajaran "asta brata" yang diambil dari kisah di dalam epos Ramayana. Dalam sambutan penutupan, Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan menyatakan sangat luar biasa penampilan para penari


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Kala Musisi Letakkan Nama di

Atas Angin

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

P

elataran Candi Boko selepas surya tenggelam begitu indah memukau. Cahaya penerangan yang ditata menyorot tubuh candi melukis guratan magis sekaligus kisah kebesaran masa silamnya. Dari pelataran candi, kerlap kerlip titik-titik cahaya di bawah bukit Boko jelas menghampar, seperti halnya gemintang pada langit gelap. Di saat itulah, terbersit pikir benarlah agung negeri bernama Indonesia. Derai angin yang mengembara di bukit, menebarkan hawa dingin di pelataran. Angin sekaligus melambungkan sealun melodi panjang tanpa putus dari bibir saksofon sang musisi yang sendiri melagu, mengisi sunyi. Boko, kemudian menjadi saksi di mana sang musisi ingin meletakkan nama Boko, menaruh Yogyakarta, menaruh Indonesia, dan juga menaruh namanya sendiri di atas angin dalam dunia global. Demi negeri dan budaya, bermacam kegiatan sebagai upaya menjunjungtinggikan atau menegaskan nama Indonesia di kancah global memang 60

Oktober 2013

sudah sering kali dilakukan. Telah banyak kelompok juga anak negeri yang mampu mengumandangkannya lewat bidangnya masingmasing yang bermacammacam. Dan sang musisi tentu bukan bermaksud untuk menambah hawa magis di sana, melainkan ingin menciptakan satu lagi pembuktian bahwa anak-anak Indonesia bisa menjadi bagian penting di kancah dunia. Kali ini dalam bidang musik, nama Indonesia diangkat. Dari tiupan saksofonnya, musisi asal Yogyakarta, Hary Wisnu Yuniarta, 10 September malam itu berhasil memecahkan rekor dunia “The New World Record Playing Pentatonics Saxophone Breathless for 90 Minutes �. Selama 90 menit, saksofonis itu berjuang meniup saksofon dengan teknik breathless. Dia bahkan tidak hanya memainkan satu nada saja, namun tiga pentatonik sekaligus yaitu pentatonik

Jaw a a Cina, Cina dan Jawa, Jepang. Breathless dianggap teknik tersulit dan bahkan sering menjadi momok bagi para peniup alat musik itu. Ini merupakan teknik memainkan saksofon, di mana si pemain harus membuat imbang keluar-masuknya udara saat bernapas dalam waktu yang bersamaan, untuk menciptakan nada yang bersuara panjang, terus-menerus dan tanpa putus. Dan dengan itu, Hary Wisnu harus melakukan improvisasi dengan disiplin pentatonik yang benar. Hary Wisnu Yuniarta telah berhasil melakukannya, melebihi durasi waktu yang


pernah dicapai saksofonis kaliber dunia Kenny G. Kala itu Kenny G berhasil merampungkan meniup dengan teknik yang sama untuk durasi 47 menit untuk kategori Long Note. Ia berhasil memecahkan Guinnes World Record, sedangkan Hary Wisnu menciptakan rekor baru yang kemudian dibukukan oleh Record Holder Republic (RHR), lembaga dunia untuk pencatatan rekor dunia human achievement yang bermarkas besar di London, Inggris. Selepas memainkan saksofon dengan breathless tecnique, sang musisi langsung bersimpuh sujud, dibarengi applause puluhan penyaksi yang di antaranya adalah manajer Hary Wisnu yaitu Aura; Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Taman Wisata Candi, Agus Canny; Direktur Operasional, Linus Jonan; Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir; dan Vice President Record Holders Republic itu sendiri, Halim Sugiarto. Sebelumnya, Hary mencetak rekor MURI meniup saksofon selama 12 jam di Jakarta, pada 2008. Mungkin bagi sebagian awam, nama Hary Wisnu Yuniarta belum

sepopuler para pemain alat musik instrumental kondang, macam Gilang Ramadhan (drum), Tohpati dan Dewa Budjana (gitar), Indra Lesmana (piano) ataupun almarhum Embong Rahardjo (saksofon). Meski begitu, di sebagian kalangan musisi tanah air, Hary bukanlah nama yang asing. Ia berpengalaman di beberapa orkestra terkemuka, seperti Twillite Orchestra, Sympony Jakarta, juga Nusantara Philharmony Orchestra. Dia juga pernah terlibat di salah satu grup pop terkenal, antara lain Elfa Big Band, Purwa Caraka, dan Erwin Gutawa. Bahkan juga terlibat dalam recording grup musik Gigi, Maliq d'Essential, penyanyi Sherina, Andien, Rita Effendy, dan banyak lainnya. “Ini bertujuan untuk pencapaian

musik yang semaksimal mungkin yang dapat saya lakukan dan bisa saya perjuangkan. Saya juga ingin dunia melihat, lalu tidak memandang sebelah mata. Karena anak Indonesia sering dianaktirikan oleh industri musik dunia. Tak kalah penting, saya juga ingin mengenalkan budaya Indonesia versi musisi. Mempromosikan kekayaan kultur dan heritage Indonesia. Saya mampunya di situ dan saya lakukan yang terbaik,� ujar Harry Wisnu, sesaat selepas pemecahan. +


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Duta Kopi

Internasional

akan Digelar

Teks: Veronika Sekar; Foto: Albert

di Yogyakarta

A

sosiasi Duta Indonesia (ADI) akan kembali menggelar Duta Kopi Internasional tanggal 16 - 25 Oktober 2013 mendatang. Ajang internasional ini untuk kedua kalinya digelar di Indonesia. Tahun lalu ajang para pencinta kopi ini diadakan di Bali dengan tema Leisure, untuk tahun ini diadakan di Yogyakarta dengan tema Culture. Sebanyak 25 peserta dari 25 negara ditargetkan untuk mengikuti kompetisi ini. “Untuk kriteria peserta ya harus suka kopi, harus tahu tentang kopi,” jelas Harris salah satu panitia dari ADI di sela-sela rapat koordinasi dengan panitia Duta Kopi Internasional. Rapat koordinasi tersebut diadakan di Villa Ken Daniswara milik Rene dan Julie Mace yang rencananya juga akan menjadi tuan rumah dalam jamuan makan siang bersama peserta Duta Kopi International mendatang. Dalam rapat tersebut hadir beberapa tokoh seperti Tazbir Abdullah selaku Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Lisa Ayodhya selaku Ketua Asosiasi Duta Indonesia, Karlina Damiri selaku Ketua Panitia 62

Oktober 2013

Duta Kopi, Rina Zoet, dan lainnya. Salah satu tujuan dari ajang tersebut untuk mengumpulkan para duta kopi dari berbagai negara dan dapat saling bertukar pengetahuan tentang kopi dari tiap-tiap negara. “Kita bikin ajang international ini sebagai salah satu ajang promosi kopi indonesia dan untuk pariwisata Indonesia,” ujar Harris. Selama di Yogyakarta peserta Duta Kopi International akan diajak berkeliling dan mengunjungi tempat-tempat favorit di Yogyakarta, seperti Borobudur dan lereng Gunung Merapi. Kemudian puncak acara penganugerahan Miss Coffee International akan digelar di panggung terbuka Candi Prambanan pada tanggal 25 Oktober 2013.+


K

elompok musik yang bernamakan Flashback, tepat pada tanggal 23 Agustus 2013 merayakan ulang tahunnya yang ke25. Perayaan ini diadakan di Airman Lounge, Sultan Hotel Jakarta. Flashback Band didirikan oleh Nunus Oetama, musisi dari Semarang yang sangat terkenal di kalangan sosialita Jakarta. Itu karena ia khas membawakan lagu-lagu nostalgia dari penyanyi dunia yang menjadi hits di masa tahun 1950-1980. Ketenaran Flashback Band dapat dilihat banyaknya sosialita yang hadir malam itu, seperti Menkopolhukam Joko Suyanto beserta istri, Agum Gumelar, Dubes New Zaeland, Moetaryanto Poerwoaminoto, dan artis-artis seperti Paramitha Rusady, Ita Purnamasari, dan Tantowi Yahya. Acara yang dimulai tepat pukul 22.00 dan dipandu MC terkenal Nico Siahaan, dibuka dengan lagu-lagu hits kelompok Everly Brothers “All I Have to Do is Dream” yang dilanjutkan hits Tom Jones “Delilah”. Grup F2 (Fauzi & Fauzan) yang terkenal di kalangan penggemar musik country, turut membawakan hits lagu-lagu country. Pada peringatan 25 tahun ini, Flashback mengundang mantan-mantan penyanyi atau pemain mereka untuk turut serta meriahkan acara. Seperti Tantowi Yahya sewaktu mulai mengawali karier di dunia entertainment, pernah diajak oleh Nunus Oetama menjadi salah satu penyanyinya. Tantowi pada kesempatan ini membawakan lagu dari Cliff Ricards. Artis selanjutnya yang diundang utuk turut bernostalgia adalah Victor Hutabarat yang menyanyikan lagu Hits dari Stevie Wonder. Jelly Tobing malam itu turut pula memeriahkan acara dengan menyanyikan lagu “Semut Merah” dari kelompok rock legendaries Indonesia, Godbless. Di akhir acara, semua personel, baik yang mantan maupun yang masih aktif, di Flashback Band diundang naik ke atas panggung untuk bersama-sama menyanyikan lagu “Happy Birthday” dan meniup lilin ulang tahun. Happy birthday Flashback Band! Semoga terus menghibur dengan lagu-lagu nostalgia di Indonesia.+

25 Tahun Menghibur

Sosialita

Jakarta

Naskah & Foto: BK

Oktober 2013

63


CANTHING ARTIKEL LEPAS

KBRI Belanda

Resepsi Hari Kemerdekaan Indonesia

Gelar

Teks: FA Herru; Foto: Albert

Duta Besar Retno L.P. Marsudi dengan Ketua Mahkamah Agung, Mr. Geert Corsten

D

alam rangka memperingati 68 tahun Kemerdekaan Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia menggelar sebuah resepsi yang dituanrumahi oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Retno L.P. Marsudi dan diselenggarakan di Wisma Duta, Wassenaar, Belanda tanggal 21 Agustus 2013 lalu. Dalam acara tersebut, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, hadir dan menjadi tamu kehormatan dalam resepsi diplomatik yang digelar oleh KBRI di Belanda. Selain Perdana Menteri,

Para undangan

tang Maha Putera Dua Penerima Bin n) nan: Mr. Van Baale (Kiri: Mr. Brijl & Ka

64

Oktober 2013

untuk pertama kalinya, serempak banyak sekali hadir “high dignitaries� dan para tokoh Belanda, antara lain Lilianne Ploumen (Menteri Perdagangan Internasional dan Kerjasama Pembangunan), Frits Korthal Altes (Minister of State), Ankie Broekers-Knol (President Senate), Anouchka van Miltenburg (Presiden Parlemen), Mr. Geert Cortens (Presiden Mahkamah Agung), para penerima Bintang Maha Putera seperti Mr. Bernard "Ben" Bot, Mr. Hans van Baalen and Mr. Jacques Brijl. Tak hanya itu, para politisi senior Belanda antara lain Maxim Verhagen/mantanWakil PM Belanda, Ketua VNO-NCW (Confederation of the Netherlands Industries and Employers) Bernard Wientjes; para mantan Menteri (a.l. mantan Menteri pertahanan Wim van Eekelen), CEO dan wakil perusahaan besar Belanda seperti Heineken, Damen Shipyard, Campina, Thales, para veteran Belanda, pejabat tinggi militer dan kepolisian, para duta besar serta komunitas diplomatik juga turut hadir. Kehadiran PM dan sejumlah banyak para tokoh dan pejabat tinggi Belanda tersebut merupakan cerminan hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan Belanda. Sepuluh persen dari penduduk Belanda memiliki hubungan dengan Indonesia. Hal ini merupakan asset yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan hubungan kuat di masa mendatang. Perdana Menteri Belanda sendiri memiliki keterkaitan dengan Indonesia. Kedua orangtuanya hidup di Indonesia sampai tahun 1950-an. Bapak Perdana Menteri selalu menceritakan m mengenai Indonesia. Ibunya selalu

Sepuluh persen dari penduduk Belanda memiliki hubungan dengan Indonesia


Pemotongan tumpeng untuk diberikan kepada PM Belanda

Dengan Ketua Parlemen burg) (Ms. Anouchka Van Milten

memasakkan nasi goring untuk makan malam setiap hari sabtu. Dalam pidatonya, Perdana Menteri mengagumi perkembangan ekonomi dan politik yang berlangsung di Indonesia. Belanda menginginkan hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia di masa mendatang. Belanda sejauh ini menjadi salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Jumlah turis Belanda ke Indonesia setiap tahun lebih dari 100.000. Perdagangan dua negara juga hampir mencapai USD 5 milyar per tahun. Duta Besar RI, Retno Marsudi, antara lain

Belanda sejauh ini menjadi salah satu investor asing terbesar di Indonesia mengharapkan terciptanya selalu hubungan yang lebih kuat antara kedua negara, sebuah hubungan yang berdasarkan rasa saling menghormati dan bermafaat bagi rakyat kedua negara. Selama berlangsungnya respesi hadir orchestra Gamelan Bali dan berbagai jenis makanan Indonesia yang sangat popular di Belanda, antara lain nasi goreng, sate ayam, lumpia, martabak telor, kue lumpur, jajan pasar, cendol dan lain-lain. Makanan Indonesia sangat popular di Belanda. Hampir di setiap sudut kota, dengan mudah ditemui resto, warung maupun toko Indonesia.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Pan Indo 29th Hash

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

di Yogyakarta

P

an Indo Hash 29th baru saja terselenggara dan sukses. Sebagai kegiatan tahunan, Pan Indo Hash merupakan ajang bertemunya klub-klub hash dari Indonesia dan juga dari beberapa negara lain. Dalam penyelenggaraannya yang ke-29 tahun ini, Pan Indo Hash diselenggarakan di Yogyakarta, dipanitiai oleh Mataram Yogyakarta Hash House Harriers. Rangkaian hash dilaksanakan sejak tanggal 12 sampai 15 September 2013 lalu. Acara lintas alam tanpa prestasi ini diikuti lebih kurang 2.100 peserta. Selain hasher

66

Oktober 2013

dari tanah air, hasher dari luar negeri yang turut serta berasal dari Australia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Selandia Baru. Sejak dimulai di hari pertama, ribuan hasher tampak bersuka cita menyambutnya. Diberangkatkan dari Taman Parkir Abubakar Ali di kawasan

Malioboro, seluruh peserta yang berkostum merah berjalan santai menuju kawasan titik nol Yogyakarta dan berakhir di GOR Among Rogo yang berjarak sekitar 5 kilometer. Pada hari pertama itu, jalan santai ini juga dimeriahkan dengan karnaval yang menampilkan berbagai kesenian. Seperti kesenian khas masyarakat Tionghoa yaitu liong, lantas kesenian topeng ireng, barisan prajurit ala kraton, serta beberapa andong khas Jogja yang ditumpangi sebagian peserta. Setelah itu, agenda hash di hari selanjutnya, adalah melakukan medium run dan short run di Waduk Sermo, Kulonprogo,


Yogyakarta. Kemudian, mereka juga mengagendakan kunjungan menuju Candi Ratu Boko di Prambanan, Sleman, dengan melakukan Super Long Run atau lari sejauh 25 km, dan sebagian jalan santai. Lantas di hari terakhir, para hasher ini melakukan jalan

Sebagai kegiatan tahunan, Pan Indo Hash merupakan ajang bertemunya klub-klub hash dari Indonesia dan juga dari beberapa negara lain santai di sepanjang “Paris�, sebuatan familiar untuk pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Menurut Ellyn Subiyanti, selaku ketua umum Pan Indo Hash 29th, acara hash yang diikuti para hasher berusia tua-muda di Yogyakarta, memang sengaja diadakan atau diarahkan ke beberapa titik lokasi wisata yang menjadi andalan di tiap kabupaten. Hal ini tak lain adalah harapan agar objek wisata tersebut makin diketahui dan dikenal masyarakat luas, karena para hasher sendiri banyak yang datang dari daerah lain, bahkan luar negeri. Ditambahkannya, bahwa kegiatan Pan Indo Hash kali ini pun dimeriahkan dengan digelarnya bazaar di komplek gedung olahraga Among Rogo. Terdapat 40 stand dari klub-klub hash yang menjual aneka barang yang berkaitan dengan kegiatan hash. Dalam sambutannya di hari terakhir dalam penutupan acara, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengatakan bahwa dirinya yang mewakili kementerian yang dipimpinnya, sangat mendukung acara dan kegiatan para hasher ini. Ia senang bahwa mereka telah meramaikan Yogyakarta dengan kegiatan tersebut. Saat berlangsung acara penutupan tersebut, para hasher, yang diwakili oleh ketua umum Ellyn Subiyanti dan ketua pelaksana Indrako, memberikan suvenir kepada Menteri Roy Suryo, sebagai rasa hormat dan terima kasih mereka. Dalam kesempatan itu, diadakan pula penyerahan bendera Pan Indo Hash ke-20 yang tahun depan akan diagendakan di Bandung, Jawa Barat.+


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN

Karlina Damiri

Bangga

KaryaBangsa Sendiri Naskah & Foto : BK

68

Oktober 2013


Busana karya Didi Budiarjo, dengan paduan aksesoris dari Mieke Sahala. Tas karya Irsan, Bali Busana karya Andy Franky berpadu dengan Kain Songket Lampung. Sebagai pelengkap tas karya Irsan dan aksesoris dari Delia Kebaya modern dipadukan kain tenun Bali karya Ayu Mira. sebagai pelengkap tas Mutiara khas Lombok karya Irsan, seorang desainer asal Bali. Aksesoris karya Delia

M

engenakan pakaian dari karya perancang dalam negeri menjadi kebangggan sendiri bagi Karlina Damiri. Menurutnya, karya-karya dari perancang bangsa Indonesia memiliki kekhasan sendiri yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. Karya-karya dari perancang Indonesia, seperti Harry Darsono, tidak kalah dengan perancang dari luar negeri karena dari desain dan warnanya menunjukan kekhasan Indonesia yang dituangkan dengan warna-warna yang ceria dari Nusantara. Jika desainer Ayu Mira, karyanya kental budaya Bali. Andy Franky memiliki kekhasan dengan mengangkat kain-kain daerah, seperti Lampung, di angkat menjadi pakaian yang modern tapi tidak meninggalkan etniknya dari kultur Sumatera. Selain pakaian, aksesoris karya bangsa kita juga tidak kalah dengan karya luar negeri. Seperti tas karya Irsan dari Bali yang menunjukan kayanya sumber alam kita dengan mengangkat

mutiara dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi hiasan tas. Aksesoris rancangan Delia menunjukan tingginya budaya bangsa kita. Pakaian karya perancang Indonesia khususnya kebaya menjadi pakaian wajib. Karena dalam pergaulan internasional, kebaya, menurut Karlina Damiri, merupakan baju kebesaran bangsa Indonesia. Oktober 2013

69


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN

70

Oktober 2013


Dalam kesehariannya, wanita kelahiran 31 Mei 1956 di Tanjung Karang, Lampung, ini sangat aktif di berbagai kegiatan sosial. Seperti saat ini, dirinya bersama dengan Kuntari Sapta Nirwandar dan Lisa Ayodya di Asosiasi Duta Indonesia akan mengadakan pemilihan Duta Kopi atau Miss Coffee International. Ajang duta kopi yang akan diadakan di Yogyakarta bertujuan memilih seseorang yang memiliki pengetahuan tentang kopi dari mulai cara menanamnya hingga penyajian kopi itu, serta budaya yang berkaitan dengan kopi. Selain di Asosiasi Duta Indonesia, ibu yang memiliki empat putra ini juga aktif di Asian Women Association yaitu perkumpulan wanita-wanita Asia yang bergerak dalam pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan negara Asia dan juga berkecimpung dalam komunitas duta besar yang ada di Indonesia. Asosiasi ini bertujuan, di mana dalam setiap gathering, para anggota saling mempelajari dan bertukar pikiran tentang budaya masingmasing negara. Budaya memang menjadi perhatian tersendiri bagi Karlina, khususnya kontaminasi budaya di kalangan generasi muda yang saat ini hampir tidak mengenal tarian dan lagu daerah. Kontaminasi budaya bisa ditangkal apabila orangtua ikut mengenalkan budaya daerah masing-masing kepada anak-anaknya. Seperti Karlina mendidik anak-anaknya dengan memperkenalkan aneka ragam budaya Nusantara dengan segala kekhasannya. Bagi Karlina, mereka harus mengenal budaya daerahnya. Karena jika tidak mengenal akar budaya daerahnya sendiri maka mereka tidak akan mengenal silsilah leluhur dan keluarga besarnya. +

Busana formal karya Ramli, dipadukan ddengan aksesoris dari Delia Busana karya Harry Darsono. Aksesoris berupa gelang, cincin dan giwang dari Delia

Oktober 2013

71


PENDOPO ESAI FOTO

Festival Danau Toba 2013

“Menghargai Tanah

Leluhur” Teks: Anis RN; Foto: Albert

Karnaval Sigale-gale

72

Oktober 2013


Salah satu atraksi dalam Pembukaan FDT 2013

D

anau Toba bukan hanya kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tetapi juga seluruh bangsa Indonesia karena sangat dikenal oleh dunia internasional sebagai danau terbesar No. 2 di dunia setelah Danau Victoria, Canada. Panoramanya pun Solubolon sangat indah, begitu juga budaya dan seni-tradisi masyarakat di sekitarnya. Inilah satu kekayaan yang sekaligus menjadi aset bangsa. Sebagai upaya pelestariannya, masyarakat dan pemerintah setempat pun mengadakan sebuah “pesta rakyat” untuk melestarikan alam dan kreativitas budaya masyarakat kawasan Danau Toba. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi agenda yang dapat Tari Tor Tor Cawan meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba. “Festival Danau Toba” namanya. Kegiatan ini sebenarnya merupakan tradisi turun temurun, dan sudah sejak lama diadakan. Sebelumnya, masing-masing kabupaten di

Festival Danau Toba 2013 adalah paradigma baru bagi kegiatan kepariwisataan di kawasan Danau Toba

Paralayang

sekitar kawasan Danau Toba menyelenggarakan pesta rakyat sendirisendiri. Kemudian digabung menjadi satu dan ditangani langsung oleh Kemenparekraf diganti dengan nama Festival Danau Toba (FDT) Di tahun ini, Festival Danau Toba dilaksanakan pada 8-14 September lalu. Festival Danau Toba 2013 adalah paradigma baru bagi kegiatan kepariwisataan di kawasan Danau Toba sebagai pengganti Pesta Danau Toba (PDT) yang terakhir dilaksanakan pada Desember 2012. Kabupaten Samosir ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraannya, dan pelaksanaannya dipusatkan di Pulau Samosir. Acaranya dikemas sangat unik dengan menggabungkan 3 unsur yakni budaya, olahraga dan rekreasi. Tema yang diangkat adalah "Arga Do Bona Ni Pinasa" atau menghargai tanah leluhur. FDT 2013 dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi Wamenparekraf Sapta Nirwandar,

Oktober 2013

73


PENDOPO ESAI FOTO

Tema yang diangkat adalah "Arga Do Bona Ni Pinasa" atau menghargai tanah leluhur

Salah satu atraksi pada Karnaval Sigale-gale

menggunakan pakaian khas Batak lengkap dengan ulos dan ikat kepala. Boneka ini menari-nari diiringi musik khas Batak. Selanjutnya, permainan Gondang Naposo yakni permainan alat musik

Menko Perekonomian menabu h gendang pada pembukaan

Tari Tunggal Panaluan

Gubernur Sumatera Barat Gatot Pujo Nugroho, Bupati Samosir Mangindar Simbolon dan beberapa pejabat setempat. Pembukaan FDT 2013 dipusatkan di open stage dan ditandai dengan pemukulan Tabuhan Gondang oleh Menko Perekonomian disaksikan ribuan masyarakat dan wisatawan asing. Tari Tor Tor Cawan yang dibawakan oleh ratusan penari turut pula memeriahkan pembukaan acara. Festival Danau Toba 2013 mengangkat budaya asli Suku Batak. Di antaranya, Karnaval Sigale-Gale yakni boneka kayu yang 74

Oktober 2013

Larung sirih, simbol penghormatan Danau Toba

tradisional Batak yang mengiringi tari-tarian Tor Tor. Permainan ini untuk kaum muda-mudi yang belum berkeluarga. Biasa diartikan sebagai permainan untuk melihat layak tidaknya untuk


Upacara Manulang Natuatua

Bagaimana pun juga melestarikan kekayaan alam Indonesia menjadi tanggung jawab kita bersama. dijadikan pasangan hidup. Kemudian, permainan Marjalengkat yakni permainan mirip egrang masyarakat Jawa dan Marumpasa. Lomba pantun juga dapat disaksikan. Lomba menyanyi lagu-lagu Batak, social drama performance, berbagai kegiatan workshop tentang kain ulos, kuliner khas Batak dan workshop musik juga menjadi bagian dari agenda kegiatan FDT 2013. Pada FDT 2013, beberapa peserta datang dari beberapa negara. Sebut saja pada World Drum Festival, peserta internasional berasal dari Myanmar, Afrika, Jepang, DalasAmerika, Jamal and Bridge Ensemble, dan Poolvalur Sriji. Solu Bolon, Paralayang dan berenang menyusuri Danau Toba menjadi agenda spektakuler dalam Festival Danau Toba 2013. Solu Bolon adalah olahraga perahu dayung dengan menggunakan perahu yang diukir oleh seniman-seniman pahat Gorga (ukir khas

Batak). Kemudian pada eksibisi renang perairan terbuka sebanyak kurang lebih 12 atlet renang nasional putra putri mengawali eksibisi. Diperkirakan selama lebih kurang 10 jam mereka menghabiskan waktu berenang menyusuri Danau Toba, mulai dari dermaga Dumasari di Tuk Tuk menuju Mogang di Kecamatan Nainggolan. Festival Danau Toba 2013 pastinya akan menginspirasi banyak pihak. Bagaimana pun juga melestarikan kekayaan alam Indonesia menjadi tanggung jawab kita bersama. Menko Perekonomian Hatta Rajasa pun sempat melontarkan sebuah pantun indah, “kalau bukan karena tinta, tak akan kugubah sebuah syair. Kalau bukan karena cinta, mana mungkin saya sampai Samosir.+

Antusiasme masyarakat yang menyaksik

an acara pembukaan

Oktober 2013

75


PLESIR WISATA

Salzburg, Kota Musik Teks&Foto: Anis RN

di Utara Alpen

The Majestic Katedral

76

Oktober 2013


S

alzburg merupakan salah satu kota yang berada di perbatasan dua negara, Austria dan Jerman. Kota ini terletak di tepi sungai Salzach bagian utara

patung dengan sentuhan seni yang amat indah, tampak mendominasi. Mereka begitu megah, agung, namun juga agak menyeramkan. Salah satu contohnya

Di sisi selatan katedral terdapat kawasan yang disebut Kapitelplazt, berupa lapangan luas yang di tengahnya terdapat papan catur besar dan patung bola emas patung setinggi 15 meter, yang disebut Residenzbrunnen atau Residence Fountain. Pengunjung dapat berkeliling menikmati keindahan bangunan-bangunan kuno menggunakan kereta kuda. Selain itu, Anda juga musti mengunjungi Mozartplatz. Di kawasan ini terdapat patung perunggu Wolfgang Amadeus Mozart. Setiap tahun, ribuan turis

Patung Bola Emas

Hohensalzburg Fortress Old Markt

pegunungan Alpen. Salzburg dikenal sebgai kota garam. Konon, dahulu para pekerja di Salzburg rela dibayar dengan garam. Memang, pada masa lalu garam pernah mengalami masa kejayaan sehingga garam menjadi barang yang sangat berharga. Kota yang dikenal sebagai tempat lahirnya Wolfgang Amadeus Mozart, composer dunia ternama ini, memiliki tempat unik yang wajib Anda dikunjungi. Salah satunya adalah kota tua Altstad yang terdaftar sebagai salah satu situs kebudayaan dunia oleh UNESCO pada 1997. Altstad merupakan kota tua yang penuh dengan bangunan beraksitektur barok. Bangunan yang menjulang tinggi, patung-

sebuah patung hitam berjubah h tanpa wajah, mirip tokoh antagonis is dalam film Scream. Beberapa lokasi wisata dapat ditemui di kawasan Altstad. d. Seperti Residenplatz, berupa Penulis be rumah temrfoto di depan lapangan luas Wolfgang pat kelahiran Amadeus Mozart yang di tengahnya terdapat apat

berdatangan dan berfoto dengan latar belakang patung d ini. in Di kawasan ini juga terdapat Residence Gallery yang R menyimpan koleksi-koleksi m lukisan yang dibuat dari abad keluk 16 sampai ke-19 seperti karya Rembrandt Harmenszoon van R Rem Rijn, Rijn Peter Paul Rubens, Titian (Tiziano Vecellio), Charles (Tiz Alexandre Lesueur, dan masih Alex banyak bany lagi. Sangat indah, natural dan tampak hidup. t Tak Ta jauh dari Residenplatz berdiri kokoh bangunan bernama The Majestic Majest Cathedral, yakni gereja yang

Oktober 2013

77


PLESIR WISATA didesain oleh arsitek Italia, Santino Solari, pada tahun 1614. Setiap tahun pada musim panas, di tempat ini diadakan Salzburg Festival. Di sisi selatan katedral terdapat kawasan yang disebut Kapitelplazt, berupa lapangan luas yang di tengahnya terdapat papan catur besar dan patung bola emas. Di atas bola emas, berdiri patung manusia. Di samping kiri ujung terdapat Neptune's Fountain yang dibangun pada tahun 1732 oleh Anton Pfaffinger.

Salzburg Museum

Residen Plazt

Benteng ini didirikan di atas puncak bukit dan merupakan yang terbesar di Eropa Tengah. Untuk menuju ke sana harus menggunakan kereta gantung

78

Oktober 2013

Di atas area Kapitelplatz, Anda akan menjumpai sebuah bangunan berupa benteng besar yang dibangun pada tahun 1077 bernama Hohensalzburg Fortress. Benteng ini didirikan di atas puncak bukit dan merupakan yang terbesar di Eropa Tengah. Untuk menuju ke sana harus menggunakan kereta gantung. Jika ingin menikmati suasana pasar di Salzburg, Anda dapat menuju lokasi Alter Markt (Old Market). Berada di antara

bangunan yang dipenuhi ornamen abad pertengahan. Di tengah-tengah terdapat bangunan segi delapan dengan patung St. Florian memegang bejana berisi air. Satu kawasan yang sayang jika dilewatkan adalah pusat belanja penting di kota Mozart, yakni di Jalan Getreidegasse. Di sepanjang lorong kanan-kiri terdapat toko-toko yang menjual suvenir khas Austria, dan pastinya juga cokelat Mirabell bergambar Mozart dalam kemasan merah


marun keemasan yang dikenal dengan nama Mozart Kugeln. Rasanya sangat enak. Salzburg terkenal sebagai tempat dilahirkannya komposer dunia Wolfgang Amadesus Mozart. Tepatnya tanggal 27 Januari 1756 di sebuah rumah yang terletak di Jalan Getredegasse No.9. Siapa yang tidak mengenal sang komposer musik klasik tersebut, yang karya-karyanya mendunia dan banyak digemari pencinta

ruangan dipergunakan khusus untuk menikmati karya-karya sang komposer. Sayang sekali, di tempat ini pengunjung tidak diperkenakan mengambil gambar. Setiap ruang terpasang kamera dan sensor. Meski begitu, saya menyempatkan “mencuri gambar� sedikit pada ruangruang yang terlihat aman. Di sini juga terdapat toko yang menjual suvenir-suvenir Mozart.

Kota ini menjadi menarik untuk dikunjungi manakala pernah dipergunakan sebagai lokasi syuting film berjudul The Sound of Music

Papan Catur Raksasa

Souvenir Paskah Khas Salzburg

Patung Mozart

musik. Rumah empat lantai didominasi warna kuning tersebut saat ini dikelola oleh Mozarteum Foundation dan dijadikan museum. Di dalamnya dipamerkan bendabenda koleksi Mozart Family, dokumendokumen keluarga dan benda-benda milik Mozart. Anda dapat menyaksikan masa kecil Mozart dari benda-benda peninggalan keluarganya. Ruang tidur, dapur, bahkan kamar tempat Mozart berlatih piano pun dapat Anda saksikan. Pada salah satu

Lokasi wisata di Salzburg masih banyak lagi. Kota ini menjadi menarik untuk dikunjungi manakala pernah dipergunakan sebagai lokasi syuting film berjudul The Sound of Music. Beberapa tempat yang dijadikan background pengambilan gambar pada film tersebut akhirnya menarik banyak wisatawan untuk datang mengunjungi kota musik ini. Kota ini juga banyak menarik minat para pelajar asing untuk menempuh studi. Ada dua universitas ternama, seperti

Paris -Lodron Universitas Salzburg dan Universitas Mozarteum untuk mempelajari ilmu musik dan tari, serta perguruan tinggi lainnya. Ada pelajaran berharga yang dapat saya petik manakala berkesempatan mengunjungi Salzburg. Salah satunya adalah pentingnya menyimpan dokumen. Sebab dari dokumen itulah dimulainya sebuah sejarah. Dokumen juga dapat menjadi sebuah aset berharga jika dikelola dan sangat menarik untuk dipelajari.+

Oktober 2013

79


PESANGGRAHAN

INFO HOTEL

Room

NOVOTEL YOGYAKARTA

Kenyamanan

Berpadu

dengan

Tradisi Teks: Anis RN;Foto: Istimewa

80

Oktober 2013

N

uansa seni dan budaya yang kental pada Kota Yogyakarta, merupakan magnet kuat bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Maka tak heran jika wisatawan berebut datang, menelusuri sudut-sudut kota yang juga punya nilai sejarah bangsa ini. Pusat kota, Malioboro, pastilah menjadi agenda utama mereka, apalagi jika ini merupakan kunjungan pertamanya. Namun demikian, kini Yogyakarta sudah tidak hanya sebagai tempat berlibur. Yogyakarta sudah menjadi tempat berlangsungnya banyak event MICE (Meeting, Invention, Conference, Exhibition) sehingga kini tidak lagi hanya berjuluk Kota Pelajar dan Kota Budaya saja. Novotel Yogyakarta memiliki semua fasilitas bagi para pebisnis maupun wisatawan yang


Pool

Spa

datang untuk berlibur. Hotel berbintang empat ini hanya 10 menit berkendara menuju Malioboro dan terletak 15 meter dari salah satu pusat perbelanjaan besar di Kota Jogja. Lokasinya yang strategis telah menjadi salah satu faktor mengapa para tamu memilih hotel yang satu ini. Hotel dengan 202 kamar ini menyediakan berbagai ruang pertemuan dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya, seperti jaringan internet gratis tanpa kabel bagi semua tamu yang menginap. Novotel Yogyakarta juga menyediakan paket meeting yang meliputi coffee break, santap siang, dan juga pemakaian ruang pertemuan. Berbagai menu spesial siap dihidangkan, mulai dari berbagai hidangan tradisional, seperti kue-kue tradisional jajan pasar, hidangan khas Indonesia lainnya, maupun hidangan internasional mulai dari hidangan Italia (pizza, caneloni, spaghetty), sampai hidangan penutup seperti pie apel, chocolate mouse, dan masih banyak lagi. Beberapa outlet yang tersedia di Novotel Yogyakarta juga selalu berusaha N memenuhi berbagai kebutuhan tamu m yyang amat beragam. Kids Club yang berada di lantai 2 menyediakan berbagai b permainan dan kegiatan menarik bagi p putra putri Anda. Di musim liburan, Kids p Club Novotel Yogyakarta juga menggelar C berbagai kegiatan menarik, seperti kelas b menari tradisional dan kelas memasak. m Selain itu, sebagai hotel keluarga, Novotel Se Yogyakarta juga menyuguhkan menu Y Yo spesial bagi anak yang tidak hanya lezat,

Lokasinya yang strategis telah menjadi salah satu faktor mengapa para tamu memilih hotel yang satu ini namun juga sehat. Kumpulan menu anak yang diberi nama Gustino ini bisa didapatkan di Kids Club maupun di restoran Kedaton. Nikmati juga hidangan istimewa dari restoran utamanya. Dari berbagai makanan tradisional sampai internasional. Kedaton Restaurant menghidangkan Novotel Buffet untuk sarapan, makan siang dan malam. Dengan berbagai tema berbeda setiap malamnya, buffet santap malam yang selalu dilengkapi dengan live cooking pastinya memiliki daya tarik tersendiri. Untuk santap malam, Novotel Yogyakarta menyajikan tema yang berbeda. Khusus untuk akhir pekan, para tamu dapat menikmati berbagai macam barbeque di pinggir kolam renang serta menikmati suguhan acoustic live music. Gula Jawa Lobby Bar Novotel Yogyakarta merupakan tempat yang

Oktober 2013

81


PESANGGRAHAN

INFO HOTEL

nyaman untuk bersantai bersama teman dan keluarga. Lobby bar ini menyajikan berbagai macam minuman, seperti cocktail dan mocktail yang dapat menyegarkan suasana. Selain itu, berbagai santapan ringan pun dapat menemani waktu bersantai Anda. Di Gula Jawa Lobby Bar, setiap akhir pekan para tamu akan disuguhi dengan penampilan berbagai band akustik. Selain itu, Gula Jawa Lobby Bar juga memiliki berbagai hidangan, mulai dari berbagai kopi, teh, serta bermacam hidangan ringan untuk menemaninya. Selain itu, setiap sore, pengunjung hotel juga dapat menikmati buffet berbagai hidangan ringan sepuasnya hanya dengan Rp. 35.000. Afternoon Tea Buffet tersedia mulai pukul 15.00 - 18.00. Di area lobby bar juga terdapat La Chocolatine. La Chocolatine menyediakan berbagai kue, roti dan biskuit yang lezat dengan harga yang terjangkau. La Chocolatine juga merupakan tempat yang cocok untuk bersantai, ditemani secangkir kopi panas ataupun es krim yang menyegarkan. Florida Cake, Opera Cake, p Black Forest, Tiramisu, Chocolate Chip, Cheese Cake dan Pie Apel tradisional hanyalah merupakan sebagian dari hidangan yang

Khusus untuk akhir pekan, para tamu dapat menikmati berbagai macam barbeque di pinggir kolam renang menyediakan berbagai perawatan spa menggunakan bahan alami dan tradisional untuk memanjakan pengunjung dari ujung kaki ke ujung kepala. Perawatan itu untuk mengembalikan keseimbangan pikiran dan tubuh, sehingga badan kembali segar setelah sibuk beraktivitas. In Balance spa juga menawarkan menaw a arkan

Dengan berbagai tema berbeda setiap malamnya, buffet santap malam yang selalu dilengkapi dengan live cooking pastinya memiliki daya tarik tersendiri Kids Club

Ballroom

Spa

tersedia setiap harinya di La Chocolatine. Lain dari itu, In Balance Spa yang terletak di lantai 2 Novotel Yogyakarta menyediakan suatu lingkungan yang asri dan tenang walaupun terletak di tengah Kota Yogyakarta. In Balance Spa

82

Oktober 2013

berbagai paket lengkap, seperti Ultimate Body Indulgance yang memberikan suatu kombinasi antara pijat tradisional dengan scrub dan wrap tubuh yang dapat meremajakan kulit, ataupun Signature Treatment yang merupakan paket paling lengkap hanyalah dua dari


Kedaton Restaurant

Fitness

Gula Jawa Bar

berbagai pilihan perawatan yang tersedia di In Balance Spa. Semua paket istimewa tersebut sekarang bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau. Jika pengunjung datang pada pukul 08.00 - 15.00, maka akan mendapatkan diskon 25 persen untuk perawatan yang tersedia.+

Oktober 2013

83


KLANGENAN KULINER

ANDROWINO BISTRO

Kuliner Warisan Leluhur

Sajikan

Teks: Della Yuanita;Foto: Budi Prast

B

esarnya minat wisatawan untuk berlibur ke Jogja membuat kota ini selalu berhias untuk menyambut tamunya. Deretan hotel berbintang dengan sajian tematik dan pelayananan prima tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Bukan hanya dari sisi konsep pelayanan dan keunggulan yang dimilki, namun fasilitas lengkap yang ditawarkan juga mampu menarik minat wisatawan untuk sekedar melepas penat berbalut kenyamanan hotel berbintang.

84

Oktober 2013


tempat ini. Sembari menikmati kelezatan masakan yang disajikan oleh para chef profesional dari Androwino Bistro yang merupakan restoran dari Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Anda dapat menikmati keagungan Merapi yang tampak nyata. Androwino Bistro yang memiliki kapasitas 150 hingga 200 orang memiliki konsep semi fine dining. Dengan interior beraksen bunga sekar arum yang dilengkapi dengan chandelier berukiran Jawa, setiap bulannya, resto ini menawarkan aneka promo masakan andalan chef yang dimilikinya. Seperti bulan Oktober ini, Androwino Bistro menawarkan kelezatan dari beberapa menu masakan seperti Udang Gendong. Menurut Executive Chef Eko Kusbandiyo, konon, masakan ini merupakan kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono X semasa muda ketika berkunjung ke Pantai ai Parangtritis Yogyakarta. Karena Rasanya? Jangan ditanya, menjadi kesukaan yang jelas makanan ini calon raja, akhirnya cukup menggugah selera menu makanan bagi siapa saja yang tersebut menjadi salah satu warisan melihatnya Kraton Ngayogyakarta menggugah selera para traveler yang mampir Hadiningrat yang khusus disajikan untuk ke kota ini. Melihat peluang itu, Androwino sang Raja. Makanan ini terbuat dari Bistro, restoran milik Sheraton Mustika udang galah segar yang bagian Yogyakarta Resort & Spa menawarkan punggungnya dibungkus dengan daging sensasi kelezatan masakan khas Yogyakarta sapi cincang berbumbu genep dan disiram yang memanjakan lidah. Androwino Bistro saus kemangi segar, rasanya sungguh yang berada di area hotel ini terletak di nikmat tiada tara. Jalan Laksda Adiscipto Km. 8,7 Selain itu Androwino Bistro Yogyakarta. Keindahan panorama Gunung menawarkan kelezatan Ayam Candi Merapi menjadi salah satu keunggulan dari Daya tarik pariwisata di Jogja sendiri kini bukan hanya pada bentuk tempat wisatanya sendiri namun juga kuliner. Ragam kuliner khas Yogyakarta memang sangat menarik untuk dinikmati. Banyak kudapan khas kota budaya ini yang wajib dinikmati oleh para traveler. Aneka menu makanan yang tersaji pun mampu

Semua menu ini merupakan salah satu persembahan kami dalam upaya mengangkat kembali kuliner lokal yang merupakan warisan leluhur Boko. Terinspirasi dari kuliner rakyat yang tinggal di sekitar Candi Boko, Chef Eko berusaha mengangkat kembali resep warisan leluhur ini. Menurut Chef Eko, ayam yang digunakan adalah ayam kampung yang diambil separuh untuk kemudian dimasak dengan berbagai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri dan dicampur dengan daun jeruk, daun salam, serai dan laos hingga meresap. Kemudian dibakar sambil sesekali diolesi kecap. Rasanya? Jangan ditanya, yang jelas makanan ini cukup menggugah selera bagi siapa saja yang melihatnya. Sup Jemani menjadi salah satu pilihan sajian berikutnya. Sesuai dengan namanya, sup ini menggunakan daging ayam cemani yang ada di sekitar Candi Boko yang dicincang halus kemudian dicampur dengan soun dan dibentuk seperti buah

Oktober 2013

85


KLANGENAN KULINER

rambutan. Selain daging ayam yang berasal dari ayam cemani, adanya jamur salju juga menjadi kekhasan tersendiri dari sup ini. Bola-bola ayam yang dicampur dengan soun dimasak menjadi satu dengan wortel, brokoli dan bunga kol serta jamur salju. Kuahnya yang dibumbui lada dan sedikit garam dengan tambahan kaldu ayam dan disaring hingga bening mampu menghangatkan badan bagi siapa saja yang menikmatinya. Sajian terakhir adalah dessert Puding Manuk Enom yang juga merupakan resep dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Terbuat dari tape ketan, telur, gula, susu segar dan

fresh cream yang ditambah dengan vanilla essence, hidangan pencuci mulut ini berbentuk seperti puding namun tidak menggunakan agar-agar sama sekali. Sebagai gantinya, kuning telur memberikan efek sponge yang lembut hingga seakan lumer di dalam mulut. “Semua menu ini merupakan salah satu persembahan kami dalam upaya mengangkat kembali kuliner lokal yang merupakan warisan leluhur. Jogja memang sudah terkenal akan kelezatan gudegnya. Namun kami ingin mengangkat sisi lain Jogja, misalnya kuliner yang populer dari sekitar Candi Boko untuk untuk diperkenalkan kepada para tamu yang berasal dari luar Jogja bahkan luar negeri. Semoga tak hanya gudeg saja yang mendunia tapi kuliner lokal lainnya pun bisa,� ujar Chef Eko yang sudah 21 tahun menekuni bidang kulinari ini kepada Kabare.+

Sun Kie

Sajian Cina Ciamik

R

asanya tak musti singgah ke restoran kalau di warung saja sudah mendapat kepuasan. Sun Kie, warung makan masakan Cina yang sejak 1956 berdiri, memang memiliki citarasa mumpuni yang dapat memuaskan hasrat bersantap Chinese food. Meski tidak ditangani oleh seorang chef, nyatanya juru masak Sun Kie telah banyak medatangkan penggemar. Pemilik warung, Tang Lai Pong atau biasa dipanggil Cik Alai, adalah seorang yang cukup lihai memasak masakan Cina. Kecakapan mengolah bumbu yang diturunkan dari orangtuanya, menghasilkan masakan-masakan yang rasanya boleh diadu dengan olahan para chef. Kemampuan itu pun sudah ditularkannya kepada dua juru masaknya yang setia. Dengan mengutamakan citarasa khas yang benarbenar Chinese, Sun Kie yang berada di Jl. Jagalan No.7, persis sebelah utara jembatan Sayidan, kini menjadi salah satu warung masakan Cina di Yogyakarta yang melegenda. Namanya warung, setiap sajian ditampilkan secara sederhana. Suasana tatanan warung yang juga bagian dari rumah pemiliknya, juga jauh dari kesan suasana restoran masa kini. Begitu juga cara memasaknya, yang dengan sengaja mempertahankan penggunaan tungku kayu bakar. Tapi kata Cik Alai, justru dengan tungku kayu bakarlah, setiap masakannya menjadi khas. Aroma yang lantas mengambang, jadi melipatgandakan kesedapan citarasanya. Mi Gosong dan Nasi Ayam, dua menu yang menurut Cik Alai paling banyak dipesan pelanggan. Entah mengapa, tapi sungguh benar dua menu itu teramat nikmat. Mi Gosong, yang tak lain adalah Tamie atau Mi Telor, disajikan berkuah. Diolah dengan kuah ayam serta udang yang ditumis dengan sawi hijau. Sedangkan Nasi Ayam juga sedikit berkuah, yaitu tumisan daging daging ayam, bawang merah utuh, serta wortel. Ya, sesederhana itu tapi rasanya ciamik.+ 86

Oktober 2013


Gabungan bu ungan dari dar a i Senior or Professional Perbankan yang telah mem memiliki m pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang managerial dan berpengalaman dalam melaksanakan konsultansi dan program training. Setiap anggota dari Infobank Learning Center (ILC) membawa pengalamannya dalam bidang konsultansi dan expertisnya dari berbagai perusahaan dan industri seperti perbankan, pertambangan, otomotif, bursa saham, asuransi, perusahaan institusi milik pemerintah, dan lainnya. Ditambah lagi dukungan nama besar Majalah Infobank yang sudah 35 tahun lebih berkiprah di industri SHUEDQNDQ DVXUDQVL PXOWLĂ€QDQFH GDQ VHNWRU ULLO PHPEXDW SHODWLhan dan konsultansi dari ILC semakin berbobot. Memasuki era globalisasi saat ini, dunia usaha khususnya institusi keuangan dan perbankan, memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan bisnis. Dimana kesiapan organisasi dari segala aspek sangat dibutuhkan untuk memasuki ajang kompetisi. Infobank Learning Center yang telah memiliki pengalaman di bidang perbankan akan berusaha memberikan solusi dimana hasil dan dampaknya positif, terukur dan terfokus kepada kepuasan nasabah – karena setiap anggota dari tim ILC selalu berupaya menjadi “partnerâ€? terpilih. 'HQJDQ PHQJXWDPDNDQ NXDOLWDV VHUWD NHFHSDWDQ NHUMD 7,0 ,/& VXGDK PHQGDSDWNDQ NHSHUFD\DDQ GDUL SHUXVDKDDQ SDSDQ DWDV baik lokal maupun internasional untuk membantu proses peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Perbaikan Bisnis Proses, Seleksi .DU\DZDQ3URMHFW0DQDJHPHQW7HFKQLFDO$VVLVWDQWGDQ3HODNVDQDDQ7UDLQLQJ3URJUDP

INFOBANK LEARNING CENTER Gedung PPK GBK / Anex Lantai 2 Jl. Pintu I Senayan Jakarta 10270 Telp: 021 - 5790 42 36 / 37 Fax: 021 - 5790 4238 Email: marketing@infobanknews.com http://www.infobanknews.com


PAGUYUBAN BERITA KOMUNITAS

L

Friendly

Golf Tournament

PPSA XIX

LEMHANNAS 2013 Teks & Foto: Herlan

embaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar turnamen golf yang bertajuk Lemhanas Friendly Golf Tournament pada Sabtu, 24 Agustus 2013 lalu. Event olahraga yang digelar di Senayan Golf Club Jakarta ini digelar dalam rangka acara ramah tamah dan persahabatan serta pelepasan para peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XIX yang akan berangkat mengikuti studi strategis di Swedia. Turnamen golf kali ini menggunakan sistem 36 dan dibagi menjadi beberapa kategori yakni Best Gross Overall, Best Nett Overall, Flight A, B, C flight best 1, 2, 3 Nearest to the pin, Nearest to the line dan Loungest Drive. Djoko tampil sebagai pemenang Best Gross Overall, Sulaeman sebagai pemenang Best Nett Overall. Sedangkan Donny berhasil keluar sebagai juara Nearest to the pin in Hole 4 dan Nearest to the Line in hole 7 dimenangkan oleh Anton. Acara ini turut dihadiri oleh para pimpinan Lemhannas, para peserta PPSA XIX dan para pimpinan Bank BRI, di antaranya Dr. Budi Susilo Supandji selaku Gubernur Lemhannas, Dede Rusyamsi Wakil Gubernur Lemhannas, Mayjend. Sunindyo selaku Pangdam IV Diponegoro, Sofyan Basyir selaku Presiden Direktur Bank BRI, dan Executive Directur Intelectuall Bussinenss Community, Bayu Prawira Hie.+

Bayu Prawira Hie, Boy Rafli

Amar, Donny Yusgiantoro

Ahmadi, Mayjend. Sunindyo, Susilo Supandji, Prof. Dr. Agus Sartono

Anton Wijaya, Sumarman, Dr. Kausar, Asep Sumaruddin

Asmawi Syam, Gatot Mardiwasisito, ra Hie, Baequni, Sofyan Basyir Putra, Bayu Prawi no Sugiarto Mulyo

88

Oktober 2013

Paulus Waterpauw, Dede Rusyamsi, Yana Panigoro


K

agama perwakilan DKI Jakarta kembali mengadakan resepsi kumpul bareng sesama alumni. Kali ini, acara tersebut berlangsung di Auditorium Tower B lantai 9 Universitas Gajah Mada Kampus Jakarta. Resepsi ini sekaligus Halal Bihalal merayakan Idul Fitri dan menyambut datangnya bulan Syawal. Dalam acara tersebut juga Universitas Gajah Mada juga mengundang para mitra usaha UGM yang sudah lama bekerja sama dalam bidang apapun untuk memajukan sarana dan prasarana UGM. “Acara halal bihalal ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan antara keluarga besar UGM yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan para alumni dengan mitra usaha yang sudah terjalin selama ini, agar dapat menghasilkan sebuah saluran komunikasi yang dapat membangun sebuah potensi dalam bentuk finansial da

Temu Alumni

Mitra

dan

Universitas Gajah Mada Teks&Foto: Herlan

Wiriatmoko, Prof. Dr. Pratikn o, Noor Syamsu Hidayat Suryo Baskoro, Marissa Haque

Dr. Lukito Edi Nugroho saat memberikan seminar tentang Idea Connect

Irina Handika, Lita Sutjipto

Widigdo Sukarman, Anggito Abimanyu

Budi Karya Sumadi

Prof. Dr. Pratikno saat memberikan sambutan

maupun manpower,� ujar Dr. Lukito Edi Nugroho dalam pemaparan Idea Connect di acara tersebut. Dalam kesempatan ini, UGM juga menggandeng Bank BNI yang sudah lama menjadi mitra usahanya. Dalam acara yang dipandu oleh Suryo Baskoro dan Marissa Haque sebagai MC, hadir pula Rektor Universitas Gajah Mada Prof. Dr. Pratikno,MSoc. Sc. Selaku rektor, Prof. Dr. Pratikno berharap agar pertemuan ini dapat menjadi sarana komunikasi bagi sesama alumni dan universitas serta mitra usaha UGM untuk menjalin kerjasama serta menciptakan tali persahabatan yang kuat dan bisa menciptakan suatu hubungan kekeluargaan.+

Oktober 2013

89


BIYEN SAIKI DULU & KINI

Masjid Jami’ Malang Malang, Jawa Timur

Foto: Tidak diketahui (1950)

Foto: Albert (2013)

90

Oktober 2013 Oktobe Ok


KONSULTASI

LAKON LAKU

MASALAH KESEHATAN Ibu Selvi di Jakarta Saya sangat senang sekali membaca Kabare karena saya punya problem kesehatan dan ingin kosultasi dengan Pak Gembong. Sudah dua tahun lebih saya mengalami penderitaan pada kedua tangan saya. Leher saya juga sering terasa kaku. Tenggorokan saya tersa kering dan kadang juga timbul sesak nafas. Lalu kedua telapak kaki saya tersa panas. Saya takut untuk periksa ke labortorium dan mencoba untuk berobat dengan berbagai suplemen atau ramuan. Tetapi tidak kunjung sembuh. Mohon bantuan Pak Gembong, sebetulnya saya sakit apa? Karena saya sangat tersiksa sekali. Apakah penyakit saya bisa sampai terjadi stroke? Jawaban Ibu Selvi di Jakarta. Membaca surat dan memelihat foto Ibu, dapat saya haturkan bahwa seharusnya Ibu tidak perlu takut untuk periksa ke laboratorium. Karena dengan periksa di labortorium lebih akurat dan kita tau sebenarnya sakit apa. Dari pantauan saya, Ibu sebetulnya menderita diabetus mellitus (kadar gula meninggi). Itu disebabkan karena terjadi kerusakan-kerusakan saraf yang disebut neuropathy, lalu timbullah hal-hal seperti yang Ibu keluhkan; tangan kesemutan, mata kabur (retino neuropethy). Pada Ibu, terlihat juga bahwa sudah terjadi kelainan pada ginjal, dan pada jantung terjadi pembengkakan (cardiomegali). Untuk itu, perlu sekali ibu melakuakn cek laboratorium. Karena apablia kondisi ini terjadi terus, akan menyebabkan kondisi yang lebih fatal yaitu terjadi stroke atau kerusakan fungsi ginjal (nephritic syindrome). Saya akan membantu Ibu memberikan obat karena kadar gula yang tinggi dan kadar kolesterol tregeserit juga cukup tinggi, sehingaa menyebabkan terjadinya penyumbatan arteri jantung. Selain itu, Ibu perlu melakuan diet untuk makanan yang mengandung glukosa kolesterol dan tregeserit. Apabila kurang jelas, silakan datang ke tempat praktik saya di Jakarta, Jl. Kesehatan 3 No.7 Jakarta Pusat. MASALAH KELUARGA Bapak Totok di Bali Pak Gembong, saya membaca majalah Kabare di sebuah hotel di Jogja. Saya sangat tertarik karena saya mempunyai masalah keluarga yang berhubungan dengan hak waris. Saya 4 bersaudara. Kebetulan, warisan saya ada di Jawa Tengah. Karena pekerjaan, saya berada di Bali dan saudarasaudara saya di Jawa Tengah. Saya sebagai kakak tertua. Almarhum orangtua saya meningalakan warisan sebidang tanah seluas 1.000 m2 di derah yang sangat strategis, di sebuah kota di Jawa Tengah. Kami bertiga sudah sepakat untuk menjual warisan tersebut. Namun justru adik saya yang terkecil bersikeras untuk tidak menjual warisan tersebut dengan alasan karena itu harta pusaka. Kebetulan, adik saya yang paling kecil menempati rumah tersebut bersama keluarganya, juga adik saya yang nomor 2 dan 3. Dalam kehidupan di dalam rumah, karena warisan tersebut, mereka bertiga tidak pernah rukun. Setiap hari saya mendapat laporan dari adik-adik yang sering membela diri mencari kebenaran sendiri-sendiri. Selain sebagai pusaka, alasan adik saya juga karena rumah tersebut bisa menjadi tempat saling silaturhami antara keluarga sampai anak cucu. Alasan lainya, adik saya sering mengatakan kalau dia mimpi dapat dawuh dari orangtua yang melarang keras menjualnya. Barang siapa menjual maka akan kualat. Yang akan saya tanyakan, apa betul yang dikatakan oleh adik saya bahwa warisan adalah harta pusaka yang tidak bisa dijual? Apa itu merupakan kepercayaan orang Jawa? Karena saya kasihan melihat kondisi adik saya yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Dan apa betul arwah orangtua memesan pada adik saya paling kecil untuk tidak menjual warisan tersebut? Karena pada saat ini, sebagian rumah warisan tersebut dikontrakkan orang lain dan dia nikmati sendiri. Atas jawaban bapak, sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Jawaban Bapak totok yang sedang bingung. Membaca surat dan melihat foto keluarga Bapak maka dapat saya haturkan bahwa agama apa saja mempunyai aturan bahwa harta warisan adalah hak penuh ahli waris, dan bukan merupakan harta yang sakral. Kerja keras dari orangtua yang dapat menghadiahkan warisan kepada anak-anaknya, tidak pantang atau tabu dijual. Sedangkan manusia yang telah meninggal, sudah lepas dari dunia. Artinya tidak pernah ikut berbicara tentang dunia. Yang saya tanyakan, kalau harta warisan adalah harta pusaka dan merupakan tempat ajang silahturahmi keluraga ahli waris, kenapa jutru menimbulkan persengketan dan memutuskan tali silaturahim keluarga? Sedangkan di Jawa sendiri tidak ada aturan melarang harta warisan dijual. Justru peninggalan warisan harus dimanfaatkan dan dipertangungjawabkan untuk keperluan yang bermanfaat bagi para ahli waris. Sebaiknya, harta warisan secepatnya dibagi. Ketidaktenangan ahli waris, menyebabkan tidak tenang orangtua yang sudah wafat. Jadi, apa yang dikatakan oleh adik Bapak tidak benar. Sebaiknya segera diselesaikan harta warisan tersebut dan dimanfaatkan serta dipertanggungjawabkan karena itu pemberian almarhum orangtua. Orang yang mengangap tanah warisan itu tanah pusaka, sama saja menduakan atau menyekutukan Tuhan YME. Sangat berdosa. Bahwa menginggalnya kedua orangtua adalah ujian bagi kita untuk tetap rukun, saling bersilhaturahmi, hidup penuh kebaikan iman dan takwa. Bapak, sebagai kakak tertua, merupakan pemimpin ahli waris yang harus dapat menyelesaikan amanah yang diberikan orangtua untuk mempersatukan ahli waris dan menyelasikan semua urusan warisan. Apabila Bapak tidak bisa melakukan hal ini, maka Bapak ikut berdosa. Keberatan adik Bapak untuk membagi warisan tersebut, merupakan tindakan yang menyalahi hokum-hukum agama maupun hukum negara. Apabila warisan tersebut bisa dijual, dibagi kepada ahli waris, dan di manfaatkan sebaik-baiknya, justru akan menjadikan kelurga ini bersatu. Hal yang terbaik Bapak lakuakan adalah melakukan pendekatan kepada keluraga. Apabila adik Bapak tidak bisa diajak bicara, maka lakukanlah konsultasi kepada ahli hukum. Demikian, apabila kurang jelas, silakan datang ke tempat praktik saya di Jl. Sugeng Jeroni 18A, Pojok Benteng Kulon, Yogyakarta. Demikian, terima kasih. MASALAH USAHA Bapak Rinto di Bandung Pak Gembong, saya sangat tertarik konsultasi dengan bapak. Saya pensiunan dari perusahan swasta. Saya mendapat pesangon dari pensiunan tersebut yang cukup lumayan besaranya. Kebetulan, anak-anak saya masih kuliah dan sekolah. Untuk itu saya ingin mempunyai usaha di masa pensiun ini. Banyak teman-teman saya mengajak kerjasama untuk saya investasi dalam usahanya. Ada yang mengajak untuk investasi sebagai kotraktor bangunan. Juga ada yang mengajak untuk usaha suplayer. Saya bingung, harus yang mana, di kontaraktor atau di suplayer? Atau saya harus usaha sendiri? Kalau usaha sendiri, saya musti usaha di bidang apa? Mohon bantuan Bapak. Saya lahir pada tanggal 2 November 1955. Istri 1, anak 3. Sebelumnya saya haturkan terima kasih. Jawaban Bapak Rinto yang sedang bingung. Membaca surat dan melihat foto Bapak, dapat saya haturkan sebgai berikut; jangan sekali-sekali menginvestasi modal Bapak dalam kerja sama, karena Bapak tidak mengelola. Untung ruginya, Bapak tidak bisa mengecek. Alih-alih, bukan dapat untung, tapi malah modal Bapak hilang. Sebaiknya Bapak usaha sendiri dengan modal kecil namun dapat penghasilan yang baik. Misalnya, di bidang jasa dengan membuka usaha laundri kiloan dengan lokasi dekat kos-kosan mahasiswa yang dilengkapi dangan rumah makan dan swalayan untuk mahasiswa. Usaha itu sangat prospektif dan mempunyai potensi untuk berkembang, serta bisa Bapak kontrol sendiri. Bapak pun bisa mengatur sesuai dengan modal yang dipunyai. Apabila kurang jelas, silakan datang ke tempat praktik saya di Jogja, pada hari Senin-Selasa. Demikian, saya ucapkan terima kasih. Doa saya selalu untuk Bapak.

Diasuh oleh: KRMH Ir Gembong Priyatmo Danudiningrat Tak ada kehidupan yang berjalan tanpa problema. Namun selalu ada jalan keluar. Kirimkan problema yang Anda hadapi lengkap dengan data diri dan foto, lebih baik surat ditulis dengan tangan. Pak Gembong akan membantu memecahkan problema Anda. Surat dapat dikirimkan ke: Redaksi Majalah Kabare Jl. Pacar 67A Baciro,Yogyakarta Telp. +62 274-562887, Fax. +62 274-558072 e-mail: info@kabaremagazine.com www.kabaremagazine.com

Oktober 2013

91


GUNEMAN OBROLAN SINGKAT

Zelda Wulan Kartika (First Secretary KBRI Washington DC)

Positif, Citra Indonesia Teks: FA Herru; Foto: Albert

di Amerika

H

ubungan antara Indonesia dan Amerika di tahuntahun belakangan ini semakin baik. Hal ini diungkapkan perempuan kelahiran Yogyakarta ini ketika bulan lalu berkunjung ke kantor majalah Kabare. Menurutnya, semakin ada citra positif Indonesia di mata masyarakat Amerika. Selain karena kebetulan Presiden AS Obama memiliki pengalaman dan hubungan sangat dekat dengan Indonesia, yang di kala pemilihannya sangat santer dibicarakan penduduk Amerika, citra positif ini juga disebabkan karena kemampuan duta besar Indonesia di Amerika dan duta besar Amerika di Indonesia yang dapat saling bekerjasama dengan baik. Mereka mempromosikan negerinya masing-masing secara positif. Bulan lalu, alumnus Hubungan Internasional UGM ini

beroleh kesempatan balik ke Indonesia dan pulang kampung ke Yogyakarta. Sebab pada saat itu, ia mendapat tugas mendampingi dua orang anggota DPR Amerika Serikat, yaitu ketua komisi luar negeri dan anggota komisi luar negeri, yang melakukan perjalanan kunjungan ke tiga Negara di Asia Tenggara; Indonesia, Singapura, dan Thailand. “Itu merupakan kunjungan pertama kali yang dilakukan oleh seorang ketua komisi luar negeri DPR AS ke Indonesia sepanjang sejarah hubungan bilateral. Kali ini, mereka datang langsung untuk bertemu dengan presiden serta menteri perdagangan. Mereka juga bertemu dengan ketua Komisi ekonomi Nasional dan jajarannya. Karena mereka menganggap Indonesia pasar yang baik dan prospektif, serta menganggap bahwa kawasan Asia Timur dan Tenggara adalah kawasan yang berkembang di kemudian hari,� jelasnya, panjang lebar. +

Ellyanthi Tambunan (Direktur Indonesian Coffee Festival) al)

Biji Kopi

Dari

keFestival Teks: Anis RN;Foto: Budi Prast

B

erawal dari kegemarannya menikmati kopi dan mengunjungi festival kopi di beberapa negara, timbul dalam benak seorang Ellyanthi Tambunan untuk mengangkat kopi produksi Indonesia ke dalam sebuah festival. Pemilik gerai kopi bernama Bandar Kopi di Jakarta ini sempat heran, ketika memulai bisnisnya, menemukan banyak sekali produk-produk kopi import, yang setelah dicoba, rasanya seperti kopi Indonesia. Dirinya semakin antusias ,ketika kemudian berkunjung ke beberapa daerah di Indonesia dan menemukan how to unique-nya keberagaman kopi Indonesia. Kemudian, ia mencoba menggandeng asosiasi perkebunan, dan mencari sponsor melalui Kementrian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif. Gayung pun bersambut, akhirnya impian Yanti untuk menggelar sebuah festival kopi di Indonesia pun terwujud.

92

Oktober 2013

“Alasan saya adalah karena ekonomi,pariwisata dan kreatif itu saling berhubungan dimana dalam kreatifitas ada 16 sektor yangg didalamnya termasuk kuliner.Kuliner ada hubungannya dengan kopi. Sebagai contoh menikmati kopi dengan ditemani an makanan tradisional. Harapan n saya nantinya penggangguran berkurang dan kegiatan ekonomi bertambah,�ungkapnya. cara Pertama kali menggelar acara Road to Indonesian Coffee Festival di Bandung tahun 2011. Setahun kemudian Indonesian Coffee Festival pertama diselenggarakan di Ubud Bali, dinilai sukses dan mendapat apresiasi dari pemerintah. ICF pun akhirnya menjadi agenda rutin. Bahkan sponsor-sponsor pun kemudian datang dengan sendirinya. +


Yuswohady (Managing Partner Invent.ure Consultant)

Menemukan Dunia

denganMempelajari

Hal-Hal Baru

Teks&Foto: Agus Yuniarso

M

enengok latar belakang pendidikan dan aktifitasnya semasa menempuh pendidikan di Jogja, siapa sangka pria kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah ini, kini lebih banyak dikenal di kalangan bisnis, utamanya dunia pemasaran di Indonesia. Adalah Yuswohady, sosok yang dikenal luas sebagai salah satu konsultan sekaligus penulis terkemuka yang dikenal sangat produktif. Tulisan-tulisannya seputar bisnis dan pemasaran tersebar di berbagai media massa ternama. Hampir 50 judul buku telah ditulisnya, sebagian besar menjadi rujukan berharga dan melahirkan terminologi populer di kalangan praktisi pemasaran, seperti “Marketing in Venus”, “Crowd, Marketing Becomes Horizontal”, “Consumer 3000”, dan “Womanology, The Art of Marketing to Woman”. “Ketika sudah menemukan dunianya, biasanya orang akan mencapai tingkat produktifitas yang luar biasa karena pekerjaan tak lagi menjadi beban dan berubah menjadi permainan yang mengasyikkan,” kata Yuswohady, kini managing partner di

Julie Mace (Pengusaha)

Invent.ure Consultant, sebuah perusahaan di bilangan Kelapa Gading, Jakarta yang bergerak di bidang research, consulting dan training pemasaran. Alumnus Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik UGM ini menekuni dunia pemasaran selepas kuliah, kemudian bergabung dengan MarkPlus Inc., dibawah pimpinan pakar pemasaran terkemuka Hermawan Kartajaya. Belakangan, Yuswo juga berhasil menyelesaikan studi pasca sarjana di Bidang Keuangan di Universitas Indonesia. Dari perjalanan yang ditempuhnya, tampak bahwa mempelajari dan menyelami hal-hal baru itulah yang menjadi permainan mengasyikkan baginya. Dan dari sanalah ia menemukan dunia. “Untuk dapat merasa lebih puas dan bahagia, kita semestinya memiliki lebih banyak pengalaman flow pada saat melakukan sesuatu, yaitu dengan menikmatinya,” kata Yuswo, mengutip pemahaman tentang flow yang dilontarkan oleh Csikszentmihalyi di dunia psikologi. +

advokasi untuk undang-undang yang berhubungan dengan wanita, khususnya untuk keluarga perkawinan campuran. Undangundang yang sudah kita advokasi misalnya UU kewarganegaraan,” ujar ibu empat putra ini. Karena sering keluar negeri untuk urusan pekerjaan, Julie menjadi tertarik dengan pariwisata. “Saya seneng banget dengan pariwisata karena satu-satunya bidang usaha yg tidak bisa diimpor atau diambil. Yang punya pantai, yang punya Borobudur atau Prambanan itu keuntungan kita, itu hanya ada di sini bukan di negara lain,” jelas Julie dengan antusias. Namun walaupun sudah sering mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah di luar negeri, Julie tetap menganggap bahwa Indonesia yang paling indah. “Liburan itu ya di Bali, di tanah air sendiri yang paling indah,” ucap wanita kelahiran 31 Juli 1961 ini. Bahkan terkadang ia sempat bersama suami mengunjungi Bali setiap weekend. +

Indonesia Indah Teks: Veronika Sekar; Foto: Albert

Paling

E

nerjik dan ramah, mungkin itu merupakan kesan pertama ketika bertemu dengan Julie Mace, pengusaha garmen yang produknya sudah diekspor ke seluruh dunia ini. Bersama dengan suaminya, Rene Mace yang berkebangsaan Perancis, Julie berkeliling dunia untuk mengontrol usahanya yang tersebar di 49 negara seperti Amerika, Meksiko, Kanada, Jepang, Korea, Cina, Dubai, Afrika Utara, AfrikaSelatan, Italia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, dan lainnya. “Kita perusahaan manufaktur, seperti baju dokter yang ada di Jogja kita, 80% produk kita ekspor, dan 20% untuk market dalam negeri,” jelasnya saat ditemui Kabare di kediamannya 'Villa Ken Daniswara'. Selain aktif bekerja di perusahaan, Julie juga aktif di berbagai organisasi khususnya di bidang hukum. “Kita banyak

Oktober 2013

93


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Syawalan Muncul Group

Teks&Foto: Farid Imawan

M

asih dalam suasana silaturahmi setelah Hari Raya Idhul Fitri 1434 H kemarin, kali ini PT Usaha Digdaya Muncul mengadakan acara syawalan bagi semua karyawan dan relasi. Acara yang berlangsung tanggal 5 September ini bertempat di ballroom The Sahid Rich Jogja Hotel. Dalam sambutannya CEO Muncul Group, Soekeno, selain mengucapkan selamat Hari Raya Idhul Fitri, juga mengucapkan terima kasih kepada para relasi, konsumen, dan mitra bisnis yang selama ini telah menjadi bagian dari Muncul Grup. Acara syawalan ini juga sekaligus mengumumkan dan membagikan hadiah kepada para pemenang Pekan Olahraga Muncul, yang dilaksanakan setiap tahunnya. Dengan tema “Kesucian Hati Raih Prestasi� syawalan kali ini diharapkan bisa membuat para karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerja dan menjalin tali silaturahmi yang lebih baik. Acara syawalan ini juga menampilkan bintang tamu Emha Ainun Najib bersama Kiai Kanjeng, yang menampilkan beberapa lagu religi diantaranya Tombo Ati. Muncul Group juga membagikan gebyar hadiah kepada para customer nasional berupa 10 buah Blackberry, 3 TV LED 32 inch, dan 3 motor Honda Vario, sedangkan untuk customer Jogja disediakan hadiah 1 buah sepeda motor, 1 TV LED, dan 5 buah Blackberry. +

3rd Anniversary & Launching Celebration

Teks: Farid Imawan;Foto: Istimewa

Premiere Hospitality Asia

T

anggal 6 September 2013 kemarin, bertempat di Taman Bhagawan Tanjung Benoa Kuta Bali, diadakan acara 3rd Anniversary & Launching Celebration PREMIER HOSPITALITY ASIA yang ditandai dengan mengumumkan perubahan brand Bali Premier Management, menjadi Premiere Hospitality Asia. Acara ini juga sekaligus menandai pengelolaan resort baru Premiere Hospitality Asia, yaitu The Madja Villas Seminyak Bali, The Madja Villas Ubud Bali, The Madja Villas Yogyakarta, Vinila Villas Nusa Dua Bali, dan Royal Malioboro Resort Yogyakarta. "Passion, Perfection, Premier Service" adalah inti dari identitas brand Premier Hospitality Asia. Selalu antusias dengan setiap pelayanan yang diberikan , Premier Hospitality Asia menyajikan kebaikan budaya timur dalam setiap layanannya dengan memadukan nilai-nilai tradisional, kebijaksanaan dan kenyamanan untuk memastikan pelayanan terbaik dan pengalaman liburan yang luar biasa bagi setiap tamu di setiap koleksi Premier Hospitality Asia. Seluruh Villa & Resort yang dikelola oleh Premier Hospitality Asia melayani berbagai kebutuhan pasar, dari mereka yang sedang berbulan madu, bisnis, anak muda hingga liburan keluarga dengan berbagai lokasi pilihan seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, Bintan, dan Malaysia. Dengan brand yang kuat, ekspansi selektif Premier Hospitality Asia menuju Asia bertujuan untuk menyediakan resort pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Asia. Acara ini juga dihadiri oleh Mr.Gunawan Rahardjo founder sekaligus President Director Premiere Hospitality Asia, Mrs. Caroline (Director), dan Dato. Dr. Noraessah (Malaysia Partner). Puncak acara diisi oleh pagelaran fashion show yang menggambarkan simbolisasi budaya Asia oleh desainer Dwi Iskandar, berkolaborasi dengan Ria Irawan. +

94

Oktober 2013


All Graphic Expo

(AGE) 2013 Teks&Foto: Tegar Hartoko

A

SHERATON MUSTIKA Lakukan Kegiatan

CSR

Teks: Anis RN;Foto: Istimewa

S

heraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa menyambut hari jadinya yang ke-16 melaksanakan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) berupa kunjungan ke Panti Asuhan Bian Remaja yang berlokasi di Donoharjo,Ngaglik,Sleman Yogyakarta. Sebanyak 121 anak asuh dengan kondisi terlahir kurang sempurna baik fisik maupun mental pada ekonomi bawah menjadi fokus perhatian. Meski terlahir kurang sempurna namun tidak menyurutkan niat mereka untuk belajar menuntut ilmu di SLB ( Sekolah Luar Biasa) Tunas Kasih tak jauh dari lokasi panti asuhan. Dalam kegiatan itu Manajemen Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa menyerahkan bantuan berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, alat kebersihan, higienitas, sanitasi, perlengkapan berkebun, alat penunjang sekolah, kelengkapan ibadah dan obatobatan. Bantuan diserahkan oleh General Manager Sheraton Mustika Resort and Spa Yogyakarta, Muhamad Munir didampingi 30 orang jajaran manajemen kepada kepala panti, Muchtedjo. Muhamad Munir mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud humanism dan interaksi sosial yang tidak hanya sekali dilakukan namun akan terus berlanjut secara berkesinambungan. Pengumpulan dana bantuan sendiri sudah dimulai sejak Juli 2013 yang didapat dari para donator, hadirin yang hadir pada acara Fashion Escapade 4 dan partisipasi sukarela seluruh karywan Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. +

jang pameran bisnis dan teknologi grafika digelar di Hall B – C Jogja Expo Center ( JEC ) tanggal 5 – 8 september 2013. Pameran AGE yang dilaksanakan kali ketiga di Yogyakarta ini mengusung komponen percetakan (printing), pengemasan (packaging), dan penerbitan (publishing) serta dilengkapi dengan digital printing, sign led dan advertising. Pameran grafika ini merupakan wadah selling, branding, dan promosi yang efektif bagi produk – produk bisnis serta perlengkapannya, khususnya yang memiliki dan mendukung teknologi percetakan, pengemasan dan penerbitan. Pameran ini diikuti oleh 60 perusahaan yang terdiri dari penyedia mesin teknologi percetakan, penerbitan dan pengemasan konvensional maupun digital, supplier, lembaga pendidikan serta perbankan. Jimmy Juneanto MBA selaku Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) menyampaikan, perusahaan grafika nasional perlu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi sebab industri grafika mempunyai potensi yang besar apalagi menjelang pemilihan umum 2014 yang merupakan momen banjir order bagi bisnis grafika. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPGI DIY, R Syarif Tholib SE, digital printing lebih murah sehingga makin dilirik oleh para pengusaha. Selain itu pameran ini diharapkan menjadi ajang komunikasi langsung antara podusen bisnis dan teknologi serta memberkan solusi terhadap kebutuhan teknologi dengan para konsumennya. +

Oktober 2013

95


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Milad & Syawalan

SrikandiCommunity

Yogyakarta Teks&Foto: Tegar Hartoko

U

ntuk memperingati hari jadi nya yang pertama dan syawalan 1434 H, Srikandi Community menyelenggarakan event Milad dan Syawalan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 3 September 2013, bertempat di Hotel Arjuna Yogyakarta. Srikandi Community Yogyakarta merupakan wadah bagi komunitas sosialita Yogyakarta dengan fokus utama menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. Dalam kurun waktu satu tahun ini program yang telah dilaksanakan diantaranya ke Panti Sosial "Karya", Panti Asuhan "Muad bin Jabal", buruh gendong pasar Beringharjo, RS. Sardjito dan bahkan sampai ke Gunung Kidul serta Kulonprogo. Disamping itu Srikandi Community juga menjalin silaturahmi untuk lebih mempererat dan keterikatan sesama anggota dengan menyelenggarakan kegiatan arisan secara berkala. Acara Milad dan Syawalan Srikandi Community Yogyakarta diisi dengan pentas musik dari Purwacaraka, sambutan dari ustadz Saijan sebagai pembina, sambutan dari ketua Srikandi Community Yogyakarta, fashion show dari Zoya, Danique Boutique , dan Ladybebes, serta diisi tausyiah oleh Muhamad Nurhadi (Cak Nur) dari Palembang dengan inti tausiah "Bagaimana menjadi manusia yang bertaqwa dan mulia di mata ALLAH SWT" Srikandi Community Yogyakarta mengharapkan event-event seperti kegiatan bakti sosial, pengumpulan dana, bazaar murah dan juga kegiatan tausyiah dengan mengundang sejumlah pembicara dapat dilaksanakan secara berkala dan lebih baik lagi di tahun berikutnya. +

Halal Bi Halal Plawang Community Teks&Foto: Tegar Hartoko

M

asih dalam suasana Idul Fitri, Plawang Community mengadakan acara Syawalan pada tanggal 28 Agustus di Hotel Arjuna Yogyakarta. Acara ini terasa spesial karena tidak hanya diiikuti oleh anggota Plawang sendiri namun juga mengundang beberapa kolega dari berbagai kalangan, antara lain pengusaha, media, dan entertainment. Berbeda dengan acara Syawalan yang lain, acara ini dimulai dengan permainan seru yang dipandu tim dari Ardhana Outbond. Pemainan yang banyak mengundang kelucuan dan tawa ini semakin mengakrabkan para undangan yang datang. Disela permainan ada kejutan yang diberikan kepada beberapa anggota Plawang Community yang berulangtahun pada saat itu. Inung Marwoso selaku ketua Plawang Community mengatakan halal bi halal ini terasa berbeda karena tidak hanya melibatkan anggotanya sendiri namun juga dihadiri oleh kolega Plawang Community bahkan dari pengisi acara adalah konco lawas yang telah beberapa kali bekerja sama. Plawang Community tidak hanya merupakan sebuah komunitas wanita mandiri akan tetapi kini sudah menjadi sebuah korporasi yang memberikan warna tersendiri dan menginspirasi bagi dinamika Yogyakarta. .+

96

Oktober 2013


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Pembukaan

The 30th ASEAN Senior Amateur Golf Championship 2013 Teks: Della Yuanita; Foto: Albert

S

ebanyak 268 pegolf senior dari enam negara ASEAN mengikuti ajang The 30th ASEAN Senior Amateur Golf Championship 2013 di Merapi Golf Yogyakarta dan di Borobudur International Golf & Country Club Magelang mulai 16 – 18 Septmebr 2013. Acara yang digelar oleh Confederation of ASEAN Senior Golfer Association ini memang khusus diperuntukkan bagi pegolf senior dari Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, Indonesia, dan Singapura. Menurut President of Indonesia Senior Golfer Society, Yuwono Kolopaking, selain untuk menikmati permainan golf dan berkompetisi menjadi juara, acara ini juga bertujuan untuk semakin merekatkan persahabatan antar pegolf senior di ASEAN. Para pegolf diharapkan juga dapat menikmati keindahan alam dan budaya Yogyakarta dan Magelang. Dalam sambutan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) RI yang dibacakan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf I Gde Pitana, para pegolf diharapkan tidak hanya tinggal di Indonesia untuk mengikuti turnamen tersebut tapi bisa tinggal lebih lama untuk menikmati keindahan tempat-tempat pariwisata yang tersebar di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pada kesempatan yang sama I Gde Pitana secara resmi membuka turnamen ini dengan memukul gong. Pembukaan turnamen juga ditandai dengan pengibaran bendera dari masing-masing negara peserta oleh siswa SMA Taruna Magelang. Acara penutupan turnamen rencananya juga akan digelar di Royal Ambarrukmo Yogyakarta pada 18 September. +

M

inggu, 8 September 2013 merupakan hari yang dinanti oleh segenap managemen PT. Grand Artos. Inilah momen dimana PT. Grand Artos merayakan pembukaan beberapa cabang usahanya dalam waktu yang bersamaan. Bertempat di Semanggi Ballroom Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention, acara pembukaan berlangsung lancar dan meriah. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sekaligus penandatanganan prasasti bersama sang pemilik David Herman Jaya yang juga didampingi oleh Direktur Utama Amelia Wahyadiyatmika dan seluruh managemen. Dalam sambutannya, Amelia mengatakan bahwa PT. Grand Artos merupakan pelebaran bisnis dari new Armada. PT ini kini membawahi Artos Mall, Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention (GAAHC), Artos Laundry, Easy Trans dan Maple Gym. Amelia menambahkan bahwa adanya Grand Artos bisa lebih meramaikan lagi geliat bisnis di Magelang dan sekitarnya. Tak hanya bisnis namun pihaknya juga turut memperhatikan lingkungan. Salah satunya melalui konsep eco green di seluruh sektor bisnis, terutama hotel. Konsep ini sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut serta peduli lingkungan. Hotel ini juga meraih rekor MURI sebagai pemilik ornamen motif daun terbanyak, yakni 227 motif sejumlah 1. 836 buah di seluruh bagian hotel. Beberapa undangan yang hadir antara lain Staf Ahli Bidang Keanekaragaman Karya Kreatif RI Hari Utomo Drajat, Executive Vice President Aerowisata Francis Dehnhardt, Plt Sekda Kabupaten Magelang Agung Trijaya dan Walikota Magelang Ir. Sigit Windyonindito. +

98

Oktober 2013

Spekta

Grand Opening PT. Grand Artos Teks&Foto: Della Yuanita


Topping Off

The Cube Hotel

Yogyakarta

S Konferensi General Manager Dafam Hotel 2013 Teks: Anis RN; Foto:Ist

B

agaimana jika general manager dari sebuah manajemen hotel berkumpul bersama, pastinya sangat meriah dan menarik. Demikian yang terjadi dengan manajemen Dafam Hotel. Sebagai manajemen hotel yang telah melakukan ekspansi di hampir seluruh daerah di tanah air, tanggal 12-16 September 2013 kemarin melangsungkan kegiatan berupa General Manager's Conference 2013. Bertempat di Lotus Hall, Hotel Dafam Fortuna Malioboro, konferensi ke-3 setelah Bandung dan Bali tersebut mengusung tema “Profesional-Profit-Product�. Selama lebih kurang empat hari kegiatan dilakukan. Selain diisi dengan berbagai ceramah dan workshop juga dilakukan kegiatan atraktif serta games. Dua orang pembicara yang hadir dalam kegiatan itu yakni Handi Irawan, CEO Frontier Consulting Group yang juga penggagas Hari Pelanggan Nasional, Yusuf Ijsseldijk, MD&CEO PT Karya Harmoni Indonesia. General Manager's Conference 2013 Hotel Dafam selain diikuti oleh seluruh General Manager property manajemen Dafam Hotels juga dihadiri Presiden Director Dafam Hotels, Billy Dahlan, Komisaris, Juanidi Dahlan, Director of Finance Anan Yuningsih, Managing Director Varuna Entertainment Inc, Edy Selata, Director of IS Creative Irvan Subekti juga dihadiri beberapa manager dari berbagai unit. +

Teks: Anis RN;Foto:Ist

etiap sudut Kota Yogyakarta tampaknya berpotensi sebagai lahan pengembangan bisnis yang berkaitan dengan industri pariwisata. Satu lagi telah hadir, sebuah hotel bintang 3 di kawasan Jalan Parangtritis dengan nama The Cube Hotel Yogyakarta. Hotel dengan fasilitas 61 kamar tipe superior, deluxe dan executive ini dilengkapi dengan 2 meeting room, restaurant, sky lounge, dan swimming pool ini dikelola oleh Choice Plus Indonesia dan merupakan hotel ke-16 yang dikelola oleh Choice Plus Indonesia saat ini. Tanggal 4 September 2013, dilaksanakan Topping Off The Cube Hotel Yogyakarta. Hadir dalam acara itu, Aryanto Sukoco sebagai Direksi PT. Amara Wisata Kencana sekaligus sebagai pemilik The Cube Hotel Yogyakarta, management Choice Plus Indonesia selaku operator, ASITA, PHRI dan rekan bisnis. Sebagai kota pariwisata, potensi bisnis di Yogyakarta terus berkembang pesat. Diharapkan, kehadiran The Cube Hotel Yogyakarta semakin menambah fasilitas pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung di kota Yogyakarta. Lokasi hotel yang strategis berdekatan dengan beberapa objek wisata, diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung. Soft opening The Cube Hotel Yogaykarta direncanakan akan dilakukan pada awal November 2013. +


JERON BETENG BERITA SINGKAT

Kolaborasi

Master Chef

di Hyatt Regency Yogyakarta

T e k s & F o t o : Ist

C

hef Widjiono Purnomo (Yono) adalah seorang chef yang telah berhasil mengembangkan bisnis kulinernya di Amerika. Chef Yono memiliki restoran dengan namanya sendiri yang sangat terkenal di Albany, New York, Amerika. Berbagai prestasi telah diraihnya, seperti menjadi perwakilan New York di ajang bergengsi American Seafood Challenge serta sering meraih medali perak, perunggu dan emas di ajang nasional dan internasional Amerika, seperti dalam British Open Cookery Championship. Partner Chef Yono di bisnis kulinernya yaitu Joan Dembinski lebih fokus pada pastry dan desserts. Joan yang merupakan lulusan Schenectady County Community College Amerika sudah sering mendapatkan medali emas untuk kejuaraan memasak di Amerika. Segudang prestasi yang dimiliki Chef Yono dan Chef Joan, sama dengan megahnya perjalanan karier Executive Chef Catur Binawan yang sudah memulai karier di Hyatt Regency Yogyakarta sejak 2004. Chef Catur Binawan sudah menciptakan banyak makanan yang lezat, seperti Ikan Kuah Kemangi yang menjadi signature dish Kemangi Bistro dan menjadi juara satu di lomba masak kuliner di Jogja beberapa kali. Senin, 2 September 2013, Chef Yono, Chef Joan, dan Chef Catur berkolaborasi menciptakan kreasi makanan Eropa dengan sentuhan bumbu Indonesia di Bogey's Teras. Adanya kolaborasi ini memperkaya pengetahuan, serta menambah nilai jual menu makanan dan semakin menambah kebanggaan putra bangsa di negara sendiri serta di negeri Paman Sam. +

Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2013 Teks&Foto: Herlan

S

alah satu indikator buruknya perilaku berlalu lintas adalah tingginya pelanggaran terhadap norma-norma berlalu lintas yang tidak aman, mengabaikan sopan santun, menggunakan jalan raya tanpa etika yang pada akhirnya meningkatkan angka korban kecelakaan. Kira-kira itulah yang disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY Sri Sultan HB X ketika membuka Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2013, Minggu, 10 September 2013 di Bangsa Kepatihan, Yogyakarta. Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasioanl dan Kebudayaan serat Wakil Menteri Perhubungan RI ini dimaksudkan bahwa kita harus menyadari bahwa cara menggunakan jalan dalam berlalu liontas merupakan cermin budaya bangsa. Kepala Dinas perhubungan dan Kominfo DIY, Ir. Tjipto Haribowo juga mengaskan bahwa kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2013 yang diselenggarakan Pemda DIY dimulai sejak 26 Agustus 2013 hingga 1 Spetember 2013 dengan keghiatan promosi Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2013 termasuk di dalamnya program pemasyarakatan pemakaian helm di jalan raya. Program sosialisasi tersebut juga dilakukan di sekolah-sekolah di DIY yang melibatkan Didiknas dan Disdikpora DIY. Selain itu, dalam pembelajaran etika berlalu lintas dirujukkan kepada hakekat belajar. Sebagai prosesnya seperti niteni, nirokke dan nambahi. Sedangkan hakekat belajar sebagai hasil adalah ngerti, ngrasa dan ngalakoni. +

100

Oktober 2013


Independence Day Run Republik Indonesia 2013

M

Teks&Foto: Herlan

enyambut hari ulang tahun ke -68 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) bekerjasama dengan Istana Kepresidenan, Kementerian Negara, Garuda Indonesia, TNI dan POLRI menyelenggarakan kegiatan lomba lari dengan jarak 17 km dan 8 km bertajuk “Independence Day Run RI 2013�. Para peserta yang mengikuti lomba lari ini mencapai 45.000 yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Upacara pelepasan didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tepat pada pukul 06.00 pagi, kemudian para peserta dilepas langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono dan Ibu Herawati Boediono. Panitia menyiapkan hadiah mencapai Rp 400 juta yang rencananya akan dibagikan untuk semua kategori. Untuk jarak 17 km, terbagi menjadi 3 kategori; lari kelompok, pria, dan wanita. Sedangkan untuk lari 8 kilometer dibagi menjadi lima kategori, antara lain pria, wanita, pelajar pria, pelajar wanita, dan kostum terbaik. Selain hadiah uang tunai, ada doorprize dua buah mobil dan 20 buah sepeda motor serta sejumlah hadiah lainnya. +

Farewell Reception HE.Mr. Stefan Rozkopal Teks&Foto: Herlan

Grand Launching

Lamborghini New Aventador

Teks&Foto: Herlan

Lp 700-4 Roadster

L

amborghini Jakarta pada 29 Agustus 2013 yang lalu menyelenggarakan launching mobil terbarunya, yaitu Aventador LP 700-4 Roadster. Acara peluncuran ini diresmikan secara langsung oleh Head Operation Lamborghini South Asia, Mr. Sebastian Henry bersama dengan CEO Lamborghini Jakarta Mr. Johnson Yaptonaga dan Managing Director Lamborghini of Singapore Mr. Melvin Goh. Mobil yang diperkirakan seharga belasan miliar rupiah ini memiliki banyak keistimewaan dibandingkan dengan mobil-mobil Lamborghini sebelumnya. Dengan desain yang eksklusif dan sporty, Lamborghini Aventador LP 700-4 Roadster ini akan banyak diminati para pencinta mobil sedan mewah type sport di Indonesia. Acara grand launching Aventador LP 700-4 ini juga diramaikan dengan penampilan pelukis pasir Vina Candrawati, hiburan musik, fashion show dan busana kasual dari Lamborghini.+

D

uta Besar Slowakia HE.Mr. Stefan Rozkopal akan mengakhiri jabatannya di Indonesia, untuk menghormati perpisahan dengannya Kedutaan Slowakia di Indonesia menyelenggarakan National day dan Farewell Reception pada 9 September 2013 yang lalu.HE.Mr. Stefan Rozkopal termasuk dalam Duta Besar yang paling lama bertugas di Indonesia ia memulai bertugas di Indonesia sebagai Wakil Duta Besar Slowakia pada 1996 sampai dengan 2000, setelah itu ia menjadi Duta Besar Slowakia sejak tahun 2009 sampai dengan saat ini. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang banyak memberikan kenangan dan kegembiraan bagi dirinya dan keluarga disamping kemacetan yang selalu dialami olehnya saat berangkat bekerja. Ia juga mengatakan sangat menyukai masakan-masakan khas Indonesia seperti soto, sate, dan masakan khas lainnya. Setelah kembali ke negara tercinta Slowakia ia akan sangat merindukan kelezatan masakan Indonesia tersebut. Selama bertugas di Indonesia ia banyak sekali mewujudkan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua negara +


CAWISAN EDISI DEPAN

KONDHANG

Suparman

Foto: Ist

REGOL

Pernikahan Agung

GKR Hayu

& KPH Notonegoro

P

ernikahan Gusti Raden Ayu Nurabra Juwita atau GKR Hayu dengan Angger Pribadi Wibowo yang bergelar KPH Notonegoro menjadi pamungkas dari episode pernikahan agung para putri Sri Sultan Hamengku Buwono X. Inilah momen yang dinanti oleh rakyat Yogyakarta, karena ada sesuatu yang istimewa dan berbeda dengan pernikahan yang pernah dihelat sebelumnya. Seperti apa dan bagaimana prosesi serta keistimewaannya? Selengkapnya ada di Kabare edisi selanjutnya..+

Marzuki

B

erkarier lebih dari 22 tahun di bidang hukum membuat Suparman Marzuki kian mencintai pekerjaannya. Pria kelahiran Lampung, 2 Maret 1961 ini memang begitu total menekuni ilmu yang menjadi bidangnya. Kariernya dimulai dengan menjadi dosen di Fakultas Hukum UII Yogyakarta pada tahun 1990. Sejak saat itulah dirinya selalu merasa haus ilmu. Kerja kerasnya pun tak sia-sia, kini Suparman resmi terpilih menjadi Ketua Komisi Yudisial. Seperti apa kisah kehidupan Suparman Marzuki? Simak di Kabare edisi November 2013 mendatang..+

Foto: Budi Prast

102

Oktober 2013

Foto: Ist

CANTHING

Trail Adventure T rail adventure rupanya sedang menjadi tren hobi para pesohor negeri ini. Selain cukup menantang, olahraga ini menjadi salah satu dari sekian banyak cabang yang cukup digemari para anak muda hingga orangtua. Tak hanya berfungsi sebagai olahraga kebugaran tubuh, namun trail adventure juga mampu melatih fisik saat berkendara. Apa saja sisi menarik dari olahraga ini dan siapa saja yang menggemari trail adventure? Simak di Kabare edisi mendatang.+


Kabare Magazine edisi Oktober 2013  
Kabare Magazine edisi Oktober 2013  
Advertisement