Issuu on Google+

9 772 087 27 567 1


SOWAN DARI REDAKSI

Menjadi Singkong Bisa jadi, bukan karena sang raja hobi menyantap singkong, tetapi lebih pada rahasia filosofinya. Mungkin saja, sang raja ingin mengajarkan kepada rakyatnya pentingnya sikap hidup sederhana

Kunjungi website majalah Kabare di: www.kabaremagzine.com

04

Mei 2013

K

ita memang hidup di negeri yang begitu memiliki banyak filosofi. Orang Jawa dengan segala tradisi dan budayanya, misalnya, menyiratkan begitu banyak filosofi dan ajaran bagaimana seharusnya manusia berlaku. Bermacam hal, seperti dari suatu benda, selalu memiliki filosofinya sendiri. Singkong pun bagi masyarakat kita bisa ditarik makna serta filosofinya. Singkong, makanan “kaum alit� ini telah lama menjadi teman setia masyarakat jelata di tanah Jawa sejak dulu. Singkong pernah menjadi makanan sehari-hari masyarakat. Hanya di zaman sekarang saja, singkong jarang dilirik sebagai makanan pilihan. Namun, di meja seorang raja dan para bangsawan di zaman dulu, singkong sering kali disajikan sebagai santapan ringan. Bisa jadi, bukan karena sang raja hobi menyantap singkong, tetapi lebih pada rahasia filosofinya. Mungkin saja, sang raja ingin mengajarkan kepada rakyatnya pentingnya sikap hidup sederhana. Singkong memang dijadikan perlambang kesederhanaan, nrimo ing pandum, apa adanya, dan jauh dari sikap gagah-gagahan semata atau berkuasa. Selain dari itu, saat ini kita pun dapat menarik ilmu lain dari sebatang singkong. Singkong jika dibakar, dia akan menjadi lebih enak. Jika dibakar agak lama, singkong akan menjadi lebih keras. Jika terus dibakar, singkong akan membara dan menciptakan panas yang lebih panas dari api yang membakarnya. Demikianlah seharusnya kita menghadapi hidup, perlu juga mencontoh singkong. Seorang bijak tentu akan berkata, bahwa dalam menjalani hidup, janganlah mudah menyerah. Jadilah seperti singkong jika sedang mendapatkan cobaan. Jadilah orang yang lebih baik, lebih kuat dan tegar, sehingga mampu mengalahkan cobaan tersebut. Jadilah seperti singkong jika bersikap. Singkong itu alami, murah, dan mudah didapat di mana saja. Orang yang alami dan tidak sombong akan memiliki ketahanan yang lebih lama ketimbang orang yang penuh dengan intrik dan sombong. Sikap alami dan rendah hati akan lebih dapat diterima oleh siapa saja sehingga akan bertahan sepanjang masa. Salam dari Baciro

Dapatkan e-magz Kabare di: www.wayangforce.com

Majalah Kabare/Kabare Magazine Group: Kabare Magazine Community


PERINTIS: Prof. Dr. H Koesnadi Hardjasoemantri, SH, ML (alm) PENASIHAT: GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi KBPH. Prabu Suryodilogo Moetaryanto Poerwoaminoto AO KRT. Sugiharto Soeleman Ir. Paulus Warsono Broto, MM PENANGGUNG JAWAB: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH DEWAN DIREKSI: Drg. R Eddy Purjanto KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH Ir. Danang Wibowo DEWAN REDAKSI: KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno, SH FA Herru Della Yuanita Agus Yuniarso FOTOGRAFI: Budi Prast Albert Taurino ARTISTIK & PRODUKSI: Sutoto Arif Tedja Mukti PEMASARAN IKLAN: Anis Rohmah Nurjanah (Koordinator) M Farid Imawan KEUANGAN & ADMINISTRASI IKLAN: Lulu Z Ifana Inayati SIRKULASI & PROMOSI: Tegar Hartoko Sutaryo REDAKTUR ONLINE: Agus Yuniarso KONTRIBUTOR FOTO: Yuyun Wardhana - PT. Kreativi Visi Mediatama (KVM) Frans Hambali

Model Busana & Aksesoris Foto Desain

: : : :

HE.MR.Gurjit Singh & Mrs. Neeru Singh Koleksi Pribadi Rama Sutoto

PERWAKILAN JABODETABEK Herlan Parisa Bambang Kusubyanto PENERBIT: PT. Kabare Jogja Media Pariwara ALAMAT REDAKSI, IKLAN DAN SIRKULASI: Jl. Pacar 67A, Baciro, Yogyakarta, Telp +62 274 562 887, Faks +62 274 558 072 E-mail: info@kabaremagazine.com, kabareyk@indosat.net.id Website: www.kabaremagazine.com ALAMAT PERWAKILAN JAKARTA: Sovereign Plaza Lantai 12 Jl. TB. Simatupang No. 36, Jakarta 12430 Telp: 021 - 294 00 153. Fax: 021 - 294 00 161 Mei 2013

05


PASUGATAN

DAFTAR ISI

10 Regol Singkong menjadi bahan makanan yang merakyat dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Singkong takkan lagi menjadi panganan kampung dan ndeso. Menyangkut ketahanan pangan, singkong diutamakan sebagai bahan pangan alternatif selain beras. Dan untuk mendukung itu, singkong semakin diinovasi pengolahannya untuk menjadi beragam kudapan yang nikmat dan diburu banyak orang. Dia diharapkan akan populer lagi di lidah masyarakat.

Kondhang 26 Di lingkungannya, sosok Eros memang dikenal idealis. Eros mengatakan bahwa dirinya tak ingin menjadi korban politik. Oleh karenanya, pria yang dikenal sebagai pendiri Litbang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) medio tahun 1983 ini banyak belajar memahami dunia politik. Meski begitu, segala sifat dan karakternya tidak mencerminkan layaknya politisi pada umumnya, yang semata-mata hanya kekuasaan. Eros mengatakan bahwa sikapnya lebih pada tujuan penguasaan, bukan kekuasaan.

42 Canthing Peralatan merupakan benda yang wajib dimiliki oleh para penggemar olahraga golf. Secara minimal, lebih kurang ada lima jenis peralatan golf yang harus dimiliki seseorang. Setidaknya, para pemain harus memiliki golf bag, stick golf, sepatu, bola dan sarung tangan sebagai pelengkap permainan para golfer.

Pendopo 62 Lakon Gundala Gawat adalah satire dari kisah satire. Kisah Gundala, superhero asli Indonesia yang sebenarnya adalah kisah satire dari tokoh Captain America, disatire kembali oleh penulis naskah. Lakon satire ini penuh metafora dan personifikasi. Gundala Gawat hendak membungkus suatu hal yang teramat esensial dalam siklus hidup setiap manusia dan menantang orang yang menyaksikannya untuk menjawab pertanyaan ini: pilih pragmatis atau idealis?

06

Mei 2013


34 Gebyar Salah satu eksplorasi kain tenun Nusantara yaitu tenun ikat. Tenun ikat menjadi inspirasi tiada henti, sehingga selalu tampil dalam kemasan koleksi busana “ready to wear� bagi para perempuan aktif dan produktif. Kain tenun ikat bahkan mampu menjadi olahan busana kantor, busana kasual, busana cocktail, maupun evening dress.

Klangenan 72 Promenade, restoran di Hotel New Saphir Yogyakarta, menghadirkan menu baru untuk memuaskan hasrat bersantap para penikmat kuliner dan tentu saja tamu-tamu hotelnya. Di bulan Mei dan Juni, para chef Promenade mengkreasi daging sapi dan ikan hingga menjadi hidangan yang menggugah selera. Para pencinta olahan sapi dan ikan benar-benar dimanjakan dengan sajian menu osso buco dan jondorry fish steak. Dua main course ini merupakan menu promosi restoran tersebut.

REGULER 30 PEPANGGIHAN 58 NGADI BUSANA 66 PLESIR 68 PESANGGRAHAN

72 KLANGENAN 76 PAGUYUBAN 88 GUNEMAN 90 DULU KINI

91 LAKON LAKU 92 JERON BETENG 102 CAWISAN

Mei 2013

07


PASURYAN CERITA SAMPUL

HE. MR. Gurjit Singh dan Mrs. Neeru Singh

Keanekaragaman

Budaya

Identitas Diri

Bangsa

Teks: Herlan; Foto : Ramadhan

08

Mei 2013

T

uhan telah menciptakan manusia berbeda. Perbedaan yang terlihat seperti pada warna kulit dan juga adanya ras. Semua diciptakan dalam kekhasan yang berbeda, agar manusia dapat saling mengenal dan mengisi. Manusia hidup tersebar di seluruh penjuru bumi. Beranak pinak dan semakin lama semakin tumbuh pesat hingga membentuk sebuah peradaban. Terciptanya peradabanlah yang menjadikan manusia berbudaya. Dari suatu peradaban jugalah, maka kemudian tercipta ciri khas budaya suatu bangsa. Keanekaragaman budaya


merupakan identitas diri suatu bangsa. Hal ini juga disampaikan oleh Duta Besar India untuk Indonesia donesia HE. MR. Gurjit Singh. Ia mengatakan bahwa keanekaragaman budaya merupakan sebuah ah keunikan budaya a yang dimiliki oleh suatu bangsa dan juga dapat menjadi aset yang harus dipertahankan hankan dan dilestarikan. Menurutnya, India dan Indonesia memiliki banyak persamaan, khusunya dii sektor budaya. a Contohnya, adanya toleransi antar umat beragama dan sama-sama memiliki anekaa ragam suku serta adat istiadat. Ia juga menggambarkan bahwa keanekaragaman budaya adalah hal yang unik dalah sebuah untuk bisa diungkapkan. Sebab, suatu keanekaragaman budaya hanya ya tidak bisa dilihat dari satu sisi, tetapi harus dilihat dari berbagai sisi. Seperti di Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, slam, tetapi yang menjadi ikon budaya di Indonesia adalah Candi Borobudur, yang notabene merupakan sebuah bangunan untuk uk agama Buddha. Begitu pula di India. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, India memiliki ikon budaya yang dikenal oleh dunia dan ikon tersebut merupakan sebuah bangunan yang dibuat oleh kerajaan di India yang menganut agama Islam. Bangunan tersebut bernama Taj Mahal. Oleh karena itu, keanekaragaman budaya harus benarbenar dipertahankan dan dilestarikan oleh suatu bangsa. Tidak semua negara memilikinya. Keanekaragaman budaya pun bisa menjadi sebuah identitas diri dari suatu bangsa, apabila bangsa tersebut sangat mencintai budayanya, sangat menghargai perbedaan, dan melestarikan adat istiadat serta cagar budayanya. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keanekaragaman budaya sebagai identitas bangsa. Hal ini ditunjukkan dengan Pancasila sebagai pedoman bangsa. Di dalam Pancasila, keanekaragaman budaya menjadi sebuah sumber atau patokan yang berakar dari bidang sosial, ekonomi, dan hukum di Indonesia. Hal yang sama juga dikatakan oleh sang istri, Mrs. Neeru Singh. Disampaikannya, India dan Indonesia masing-masing memiliki keistimewaan yang sangat dibanggakan. Khususnya ari budaya. Tetapi semua itu tidak luput dari keanekaragaman. Dari sebuah perbedaan bisa timbul sebuah persatuan yang sangat ling kuat, apabila didasari dengan sifat saling menghormati dan saling menghargai. Duta Besar India untuk Indonesia HE. Mr. Gurjit Singh dan Mrs. Neeru Singh sangat menyukai ragam khas di Indonesia sejak ia reka bertugas pertama kali pada bulan November tahun 2012. Mereka berdua suka dengan ragam kuliner Indonesia, khususnya saus dan sambal khas Indonesia, seperti sambal rica-rica. Mereka juga sangat mengagumi tempat-tempat wisata di Indonesia, seperti Pulau Komodo. Tidak lupa, mereka pun mengatakan bahwa tempat yang sangat mereka kenang dan memiliki kesan tersendiri adalah Yogyakarta. Ada hal yang sangat ngat berbeda dari Yogyakarta dibanding kota-kota yang lain di Indonesia. Hal tersebut membuat Yogyakarta selalu diminati sebagai tujuan wisata. Bagi siapa saja yang telah mengunjunginya akan n selalu ingin kembali berkunjung kesana. +

Mei 2013

09


REGOL KABAR UTAMA

10

Mei 2013


Singkong pun Naik Kelas Teks: Della Yuanita; Foto: Budi Prast

S

iapa tak mengenal singkong? Makanan tradisional ini dapat dibilang sangat populer di Indonesia. Singkong mungkin bisa dikatakan menjadi legenda yang mampu menghidupi jutaan rakyat Indonesia dari rasa lapar yang melanda di zaman penjajahan. Dilihat dari sejarahnya, singkong merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu. Singkong atau cassava (manihot utilissima) pertama kali dikenal di Amerika Selatan yang dikembangkan di Brazil dan Paraguay pada masa prasejarah. Potensi singkong menjadikannya sebagai bahan makanan pokok penduduk asli Amerika Selatan bagian utara, Selatan Mesoamerika, dan Karibia, sebelum Columbus datang ke Benua Amerika. Ketika bangsa Spanyol menaklukkan daerah-daerah itu, budidaya tanaman singkong pun dilanjutkan oleh kolonial Portugis dan Spanyol. Di Indonesia, singkong dari Brazil diperkenalkan oleh orang Portugis pada abad ke-16. Selanjutnya, singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia

sekitar tahun 1810-an. Kini, saat sejarah tersebut terabaikan, singkong menjadi bahan makanan yang merakyat dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Singkong bahkan tak lagi menjadi panganan kampung dan ndeso. Singkong kini telah berhasil berevolusi menjadi beragam bahan pangan yang nikmat dan diburu banyak orang dan menjadi sangat populer. Bahkan, singkong pun memiliki sebutan yang cukup keren yakni roti sumbu. Bila orang barat memiliki roti gandum maka orang Indonesia juga memiliki roti rakyat yakni roti sumbu. Inilah sinonim dari ketela pohon atau singkong. Disebut roti sumbu karena potongan singkong yang telah matang memiliki batang tipis di tengahnya dan batang tipis itu disebut “sumbu�. Bersamaan dengan hadirnya tren sarapan sehat, baru-baru ini singkong juga diklaim sebagai salah satu menu sarapan terpopuler di Indonesia. Kini, singkong mulai beranjak menempatkan dirinya ke level yang lebih tinggi. Dia telah bersiap naik kelas, karena kini beraneka ragam usaha makanan yang

berbahan dasar singkong mulai tersebar dan menjamur. Berbagai inovasi produk berbahan singkong pun diproduksi. Mulai dari beragam kudapan lezat hingga aneka tepung yang berasal dari singkong dan sudah dipasarkan hingga menembus pasar dunia. Seperti yang kita ketahui bahwa di dunia ada tren peralihan orang dari konsumsi tepung terigu ke tepung singkong. Di beberapa negara, seperti Jepang, Korea dan Amerika, popularitas tepung singkong ini melebihi tepung terigu. Di Jepang, misalnya, harga tepung singkong empat kali lebih mahal dari tepung terigu karena dinilai lebih bergizi dan mengandung betakarotin yang berguna bagi pencernaan. Sebagai negara yang termasuk lima besar negara penghasil singkong terbesar di dunia dengan produksi 2 juta ton per tahun, potensi dan peluang singkong untuk semakin naik kelas jelas terbuka lebar. Tentunya, selain dibutuhkan kemauan yang tinggi, kita juga harus menggali ide kreatif untuk terus berinovasi dalam mengolah produk berbahan singkong.+ Mei 2013

11


REGOL KABAR UTAMA

Rumpun Singkong di Tanah

Surga Teks: Agus Yuniarso; Foto: Budi Prast

M

asih ingat lagu “Singkong dan Keju�? Karya Ari Wibowo yang pernah begitu populer di tahun 1980-an ini dengan jenaka menggambarkan realitas perbedaan kelas sosial di Indonesia yang ada kala itu, yang boleh jadi tak banyak berubah di zaman ini. Singkong dan keju, dua jenis bahan makanan yang berbeda rupa dan citarasanya, dipergunakan sebagai analogi 12

Mei 2013

bagi dua kondisi yang berbeda. Keju diposisikan identik dengan budaya asing yang bergelimang gengsi dan kemewahan, sementara singkong diidentikkan dengan citra pribumi yang lekat dengan keterbatasan, keterbelakangan, bahkan kemelaratan, juga kampungan. Bagai tergambar di sekeping uang logam, tak hanya berbeda, keduanya bahkan bertolak belakang.

Jika ditanya, “manakah yang lebih Indonesiawi, singkong atau keju?� Sebagian orang boleh jadi akan menjawab dengan tepat tanpa berpikir seribu kali. Singkonglah jawabnya, karena memang demikianlah realitas pencitraannya. Padahal, dalam sudut pandang etnosentris, singkong dan keju memiliki realitas yang sama. Meski lebih membumi dan merakyat, singkong pun ternyata tak beda dengan keju, sama-


Singkong atau biasa dikenal juga dengan nama ketela (Manihot utilissima) merupakan tanaman tahunan tropika dan sub tropika yang bersal dari keluarga Euphorbiaceae

Gatot

sama bukan kultur asli Nusantara. Singkong atau biasa dikenal juga dengan nama ketela (Manihot utilissima) merupakan tanaman tahunan tropika dan sub tropika yang bersal dari keluarga Euphorbiaceae. Hasil utamanya berupa umbi dikenal luas sebagai salah satu makanan pokok penghasil karbohidrat di samping beras dan jagung yang merupakan makanan pokok khas masyarakat Indonesia. Mei 2013

13


REGOL KABAR UTAMA Di belahan dunia lain pun demikian, menjadi salah satu bahan makanan pokok yang dominan, terutama di berbagai negara berkembang yang beriklim tropis. Tanaman ini lazim tumbuh hingga bentang area 30 derajat di sisi utara dan selatan garis khatulistiwa, pada ketinggian hingga 2.000 meter di atas permukaan air laut, pada kisaran suhu antara 18 hingga 25 derajat Celcius, dengan curah hujan antara 50 hingga 5.000 milimeter per tahun. Kemampuannya untuk tumbuh dan bertahan hidup di lahan yang relatif kering membuatnya seringkali diandalkan sebagai bahan makanan cadangan, terutama di wilayah yang curah hujannya tidak dapat diandalkan. Singkong dikenal dan dijumpai pertama kali di bagian selatan dan tengah benua Amerika dan mulai dibudidayakan sejak masa prasejarah. Sejumlah bukti arkeologis menunjukkan bahwa tanaman ini sudah tumbuh di Peru sekitar 4.000 tahun yang lampau dan di Meksiko sekitar 2.000 tahun yang lampau, sementara bukti budidayanya di masa prasejarah dijumpai di seputar wilayah Brazil dan Paraguay. Dari benua Amerika, “nenek moyang� singkong pun kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, tepatnya pasca kedatangan Christoper Columbus di benua itu di penghujung abad ke-15. Dalam beberapa abad kemudian, tanaman ini sudah mulai dikenal di pantai barat Afrika serta wilayah Zaire, berkembang ke wilayah Madagaskar dan Zanzibar di Afrika Timur hingga di sebagian wilayah India.

Tiwul

Singkong dikenal dan dijumpai pertama kali di bagian selatan dan tengah benua Amerika dan mulai dibudidayakan sejak masa prasejarah. Sejumlah bukti arkeologis menunjukkan bahwa tanaman ini sudah tumbuh di Peru sekitar 4.000 tahun yang lampau

14

Mei 2013


REGOL KABAR UTAMA Sekitar tahun 1850-an, singkong telah dijumpai tumbuh merata pada daerah tropis di luar benua Amerika, terbentang dari wilayah Afrika hingga Asia Tenggara. Dalam tinjauan etimologi, “ketela” sebagai nama lain singkong, konon berasal dari istilah “castilla”, nama sebuah kerajaan di abad pertengahan yang menjadi pendahulu Kerajaan Spanyol. Dahulu, istilah ini lazim dipergunakan sebagai penyebutan lain bangsa Spanyol yang bersama bangsa Portugis menyebarluaskan bibit tanaman ini ke penjuru dunia, termasuk ke seputar wilayah Nusantara. Meski sudah mulai diperkenalkan oleh kedua bangsa penjelajah ini sejak sekitar abad ke-16, singkong baru mulai dibudidayakan secara komersial di wilayah Indonesia sekitar tahun 1810-an, pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Saat ini, tanaman singkong umumnya mampu tumbuh dan beradaptasi sehingga dengan mudah dapat dijumpai di hampir seluruh pelosok Indonesia. Dalam perkembangannya, setiap daerah pun

16

Mei 2013

Perkembangan jenis tanaman ini juga tak lepas dari local genius yang penuh kreasi dalam menyiasati keterbatasan menjadi kesempatan yang lebih baik. Salah satu contohnya adalah jenis singkong legendaris yang dikenal dengan nama Singkong Mukibat memiliki istilah lokal yang khas dalam menyebut tanaman perdu ini. “Singkong” sendiri semula adalah istilah yang dipergunakan oleh orang Sunda, di samping istilah “sampeu” yang juga dipakai untuk menyebutkannya. Orang Melayu menyebutnya sebagai “ketela pohon” atau “ubi kayu” dan orang Jawa menamainya dengan istilah “telo” atau “pohung”. Dalam Bahasa Sangihe, ketela disebut dengan istilah “bungkahe”, sementara dalam Bahasa Tolitoli disebut dengan istilah “kasubi”. Domestikasi tanaman singkong di bumi Nusantara telah berlangsung selama berabad-abad hingga memengaruhi bentuk

atau penampilannya seperti yang bisa dilihat pada saat ini. Cikal bakal singkong yang pertama kali ditanam di Nusantara, boleh jadi tak dapat lagi ditemukan di alam bebas. Yang masih bisa dijumpai adalah berbagai jenis varietas lokal turunan yang bentuk dan tampilannya berbeda dengan nenek moyangnya. Perkembangan jenis tanaman ini juga tak lepas dari local genius yang penuh kreasi dalam menyiasati keterbatasan menjadi kesempatan yang lebih baik. Salah satu contohnya adalah jenis singkong legendaris yang dikenal dengan nama Singkong Mukibat. Jenis singkong ini diberi nama


dengan mengabadikan sosok yang berhasil membudidayakannya. Pak Mukibat (1903-1966) adalah seorang petani asal Desa Ngadiluwih di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berkat ketekunan dan kreativitasnya, ia berhasil “mengawinkan� dua jenis singkong yang berbeda, yaitu jenis singkong biasa (Manihot esculenta) dan jenis singkong karet atau gendruwo (Manihot glaziovii). Jika singkong biasa hanya tumbuh antara 1,5 hingga 3 meter, pohon singkong karet bisa mencapai tinggi hingga 10 meter dengan daunnya yang tumbuh lebar dan lebat. Sayangnya, jenis singkong karet ini tidak menghasilkan umbi. Pak Mukibat berupaya menyambung singkong biasa dengan singkong karet, bukan dengan perkawinan silang, namun menggunakan teknik penempelan mata tunas dari kedua batang yang berbeda jenis itu. Setelah berulang kali melakukan uji coba, upaya Pak Mukibat pun membuahkan hasil dengan lahirnya jenis pohon singkong baru yang menghasilkan umbi lebih banyak, lebih besar dan lebih berat. Namanya pun melekat abadi bersama jenis pohon singkong istimewa hasil temuannya ini. Kini, tak hanya nama dan jenis singkong yang kemudian berkembang beraneka rupa. Pemanfaatan berikut produk olahannya pun berkembang dalam banyak macam dan ragamnya. Di Indonesia, sebagaimana di berbagai negara di seputar wilayah khatulistiwa, umbi singkong menjadi bahan makanan pokok alternatif di samping beras dan jagung, baik dengan diolah langsung maupun sebagai bahan baku. Umbi singkong yang dapat

Gethuk


REGOL KABAR UTAMA

dimakan mentah dapat menjadi sumber akhirnya. Selain dapat dikonsumsi secara sebagai peuyeum gantung, sesuai dengan cara energi yang kaya akan karbohidrat. Bagian langsung, tape singkong ini dapat diolah menjajakannya yang digantung. Di Jawa dalam umbinya berwarna putih atau kembali menjadi berbagai makanan ringan Timur, tape singkong lebih dikenal dengan kekuning-kuningan dengan kandungan seperti rondho royal dan colenak, atau istilah tape pohung dengan pusat utama berupa pati dengan sedikit glukosa dicampur dengan makanan atau minuman penghasilnya berada di seputar Bondowoso sehingga rasanya sedikit manis. Selain lainnya, seperti kolak, es cendol, es campur dan sekitarnya. umbi, daunnya pun dapat Selain melalui proses dimanfaatkan sebagai sayuran fermentasi, hasil olahan yang menjadi sumber protein singkong pun terbilang sangat Selain menjadi bahan baku makanan, karena kandungan asam amino beragam. Di Jawa saja, terdapat perkembangan teknologi pengolahan metionina yang dimilikinya. begitu banyak jenis makanan Pemanfaatan singkong tak tradisional yang memanfaatkan telah memungkinkan singkong sebatas sebagai bahan makanan singkong sebagai bahan menjadi produk industri seperti pokok. Dengan beragam cara dasarnya, baik yang berasal dari pengolahannya, singkong dapat pengolahan langsung, maupun tepung tapioka, alkohol, glukosa, dikonsumsi dalam berbagai cara yang terbuat dari tepung tapioka aseton, dekstrin, etanol, gasohol, dan dan citarasa yang beragam. atau tepung kanji, tepung yang sebagainya Setiap daerah pun memiliki ciri terbuat dari umbi singkong. dan sentuhan yang berbedaSebut saja beragam jenis gethuk, sawut, gathot, thiwul, growol, beda hingga melahirkan folklore bengawan solo, cenil, oyol-oyol, horokmakanan tradisional yang atau es doger. Di Jawa Barat, tape singkong horok, dan sebagainya. beraneka rupa. Meski serupa, tapi tak selalu ini dikenal dalam Bahasa Sunda dengan Selain menjadi bahan baku makanan, sama. istilah peuyeum. Tape kering menjadi buah perkembangan teknologi pengolahan telah Fermentasi menjadi salah satu cara tangan khas yang populer di daerah memungkinkan singkong menjadi produk pengolahan singkong yang populer, di Purwakarta dan Subang yang dikenal mana tape singkong menjadi produk industri seperti tepung tapioka, alkohol, 18

Mei 2013


glukosa, aseton, dekstrin, etanol, gasohol, dan sebagainya. Singkong juga banyak diolah sebagai bahan baku beragam industri, dari obat-obatan dan kosmetika, menjadi bahan baku perekat, pasta, karamel, permen karet, hingga pakan ternak. Singkong, tampaknya memang tak bisa dipandang sebelah mata. Di tingkat dunia, hasil bumi ini telah menjadi komoditi perdagangan yang sangat potensial. Pada tahun 2002, produksi singkong dunia ditaksir mencapai angka 184 juta ton. Sebagian besar di antaranya dihasilkan di Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Menarik untuk dicatat bahwa pada tahun 2008, Indonesia telah menduduki posisi ke-3 dari total produksi singkong dunia, di bawah Nigeria dan Brazil, dengan total produksi sebanyak 24.009.600 ton. “Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman ‌â€? Sepotong pujian kemakmuran yang didendang oleh Koes Plus dalam lagu “Kolam Susuâ€? di tahun 1970-an ini, semoga

Cenil

memupuk kembali kebanggaan kita akan anugerah Nusantara yang begitu subur dan menjanjikan limpahan kemakmuran ini. Bukan kebanggaan sebagai tempat di mana segala hal berasal, tetapi sebagai sebuah lokus yang menjadi titik temu dalam persilangan budaya, di mana ragam budaya dari penjuru dunia

berbaur harmonis dengan kearifan lokal dan melahirkan turunan khas yang terjaga lestari. Rumpun singkong yang tumbuh subur di tanah surga ini, hanya secuil contoh di mana sesuatu yang tampaknya sepele, ternyata tak dapat dipandang sebelah mata, tergantung bagaimana kita merawat dan menyikapinya. +


REGOL KABAR UTAMA

Singkong dan

Rupa-Rupa Olahannya Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast, Albert

K

etela atau singkong memang sangat populer, namun sebagai makanan ia juga sering dipandang sebelah mata. Meski sudah banyak kudapan dari singkong, entah kenapa orang masih menomorduakannya bila bersanding dengan makanan-makanan khas barat atau yang lebih modern. Itulah mengapa, singkong dianggap “tradisional�. Tapi, label tradisional yang seringkali dilekatkan pada singkong itu, sepertinya lama kelamaan bakalan pudar. Belakangan, meski baru sebagian orang saja yang mulai mau mengonsumsi singkong, toh kesadaran untuk itu sudah mulai muncul lagi. Kalau dilihat dari segudang manfaatnya, sebenarnya label itu sangat tidak pantas dilekatkan padanya. Sebab singkong merupakan sumber karbohidrat terpenting ketiga setelah beras dan jagung, di samping beragam manfaatnya yang lain, serta merupakan komoditas unggul dalam rangka ketahanan pangan nasional. Memang tak dapat dipungkiri bahwa lidah orang Indonesia sudah sangat terbiasa dengan nasi atau beras. Setelah tahun 1970an, nasi menjadi budaya baru masyarakat. Bahkan ada semacam kredo yang mengatakan bahwa seorang yang dapat mengonsumsi

20

Mei 2013

nasi setiap hari menunjukkan dia orang berpunya. Nasi pun dicap sebagai makanan orang modern di kala itu. Dengan semakin bertumbuhnya kemampuan ekonomi masyarakat serta semakin membudayanya beras, kemudian lambat laun beras menjadi makanan pokok. Dia dijadikan asupan utama karbohidrat yang tidak lagi didominasi kaum berpunya. Konsumsi nasi yang kian membudaya ini, tentu saja menyebabkan tingkat kebutuhan beras menjadi sangat tinggi. Makanan sumber karbohidrat selain beras, lama-lama semakin ditinggalkan dan bahkan menjadi asing di lidah masyarakat sebagai makanan sehari-hari. Hingga pada suatu titik waktu, pemerintah Indonesia sampai harus mengimpor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras dalam negeri. Seperti yang kita tahu, suburnya tanah Indonesia sejatinya merupakan surga bagi berbagai macam jenis tanaman. Tanamantanaman sumber karbohidrat pun tak sulit ditemui dan dikembangbiakkan. Tetapi budaya makan yang berkembang, akhirnya membuat jagung, kentang, singkong atau umbi-umbian lain, yang sebetulnya bisa menjadi hidangan pokok setiap hari di meja makan, kemudian semata wayang tergantikan oleh beras.


Sekarang, kian meningginya kebutuhan masyarakat pada beras, menjadi suatu fenomena tersendiri pada yang namanya ketahanan pangan. Meskipun telah mampu mempertahankan ketahanan pangan dengan kebijakan mengimpor beras, namun negara kita masih jauh untuk dapat dikatakan swasembada pangan. Menurut catatan FAO, suatu negara dikatakan sudah swasembada pangan apabila bisa memenuhi kebutuhan pangannya sebesar 90% dari dalam negeri. Dengan kenyataan itu, bilamana singkong dan teman-temannya yang lain dibiasakan dijadikan hidangan sehari-hari masyarakat, dan tidak harus bergantung pada nasi, pastinya negara kita ini justru akan dapat menjadi salah satu pengekspor beras dunia. Karena itu, budaya makan singkong atau tanaman sumber karbohidrat lain selain beras, rasanya sudah saatnya harus dibudayakan lebih luas lagi kepada masyarakat, seperti halnya beras. Berkaitan dengan ketahanan pangan, pemerintah sendiri sebenarnya bukannya tak berpihak pada diversifikasi. Melalui kementeriannya dan dinas-dinas terkait, pemerintah justru sudah memberi imbauan agar masyarakat mengonsumsi singkong sebagai alternatif konsumsi tambahan. Badan atau dinas pemerintahan terkait juga sering melakukan bermacam kegiatan bersama bermacam institusi pendidikan, peneliti, maupun organisasi masyarakat yang intens

kepada produk pangan lokal, berkaitan dengan diversifikasi pangan dan pembudayaan singkong sebagai pangan alternatif. �Kenapa singkong yang dipakai untuk menunjang ketahanan pangan? Karena setelah diungkap dari sisi keilmuan, ubi kayu atau singkong punya berbagai macam manfaat dan khasiat yang bagus sekali untuk tubuh. Selain itu, hasil pertaniannya pun cukup besar,� ungkap staf ahli Pusat Kajian Makanan Tradisional (PMKT) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Murdijati Gardjito. Bagi kesehatan, singkong memang memberikan banyak manfaat. Singkong memiliki khasiat antioksidan, antikanker,

Singkong Penyet

Mei 2013

21


REGOL KABAR UTAMA antitumor, dan dapat meningkatkan nafsu makan. Dalam per 100 gram singkong itu meliputi kalori 121 kal, air 62.50 gram, fosfor 40.00 gram, karbohidrat 34.00 gram, kalsium 33.00 miligram, vitamin C 30.00 miligram, protein 1.20 gram, besi 0.70 miligram, lemak 0.30 gram, dan vitamin B1 0.01 miligram. Tanaman singkong sendiri sangat mudah tumbuh. Di lahan tanah yang tak subur pun, dia mampu tumbuh. Potensi ketersediaan singkong cukup melimpah di bumi nusantara ini. Dengan 8 daerah sentra produksi; Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, NTT, Sulawesi Selatan, berjuta-juta ton singkong dapat dihasilkan dan diperkirakan akan mampu mencukupi kebutuhan pangan pokok penduduk Indonesia. Bahkan di

tahun 2014, ada angka yang ingin dicapai dalam produksi singkong nasional, yaitu minimal 20 juta ton per tahun. Itulah setidaknya mengapa singkong dijadikan bahan pangan alternatif. Selebihnya dari itu, kini tinggal bagaimana memasyarakatkan kembali atau membudayakan konsumsi singkong pada masyarakat luas. Sejak dulu singkong sebenarnya sudah akrab pada ragam kulineri kita. Bermacam kudapan dibuat atau berbahan dasar singkong sudah ada sejak dulu. Thiwul misalnya, merupakan kudapan berbahan singkong yang diolah menjadi kudapan padat yang dulu jadi makanan pokok masyarakat Gunungkidul. Kini thiwul telah menjadi panganan khas yang banyak dikemas menarik sebagai kudapan khas untuk oleh-oleh. Panganan tradisional lain, misalnya gethuk, sawut, gatot, lemet, lenthuk, cemplon, combro, misro, berdopo, iwel-iwel, mendud, cireng atau cilok. Semua berbahan dasar singkong yang masing-masing punya citarasa berbeda. Seperti halnya thiwul, jika saja panganan-panganan ini dikemas lebih baik dan menarik, besar kemungkinannya mereka bisa sejajar dengan kudapan-kudapan modern. Pengemasan memang menjadi salah satu cara untuk mengangkat kembali panganan tradisional agar tetap eksis dan mampu bersaing dengan panganan lain. Hal ini juga merupakan upaya agar yang tradisional jauh dari kesan kuno dan kampungan. Selain diolah menjadi makanan-makanan semacam itu, singkong juga dapat diolah menjadi bebeapa jenis tepung. Tepung mokaf, misalnya. Tepung-tepung itu

ng (Dok. PKMT UGM) Bakpia berbahan singko

Sup cream ketela

22

Mei 2013


Mie lethek goreng

Gethuk gondok

dapat menjadi bahan dasar membuat panganan lain. Tepung mokaf bahkan bisa dijadikan pengganti tepung terigu yang biasa jadi bahan dasar membuat bermacam kue, cake, tart atau roti. Pengolahan tepung yang dijadikan bermacam ragam kudapan seringkali menjadi konsentrasi para penggerak PKK, serta organisasi pengembangan pangan lokal (Slowfood Indonesia, misalnya), untuk memperkenalkan dan upaya membudayakan pengembangan hasil-hasil bumi nusantara kepada masayarakat umum. Menurut Amaliah, salah satu staf PMKT UGM yang juga aktivis gerakan Slowfood Indonesia di Yogyakarta, ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa pangan lokal adalah pangan


REGOL KABAR UTAMA

Bera ketela goreng Ketela goreng sayur

yang cocok untuk untuk masyarakat setempat. Jadi pangan lokal harus dibuat, didampingi, menjadi satu produk yang berkualitas dan kemudian dapat dihasilkan sendiri oleh masyarakat. Ia mencontohkan pula bahwa PMKT UGM telah melakukan bermacam kerjasama, yang salah satunya dengan penggerak PKK di Sleman, Yogyakarta, melakukan kegiatan memperkenalkan tepung mocaf untuk dijadikan aneka olahan. �Seperti kegiatan lomba yang diikuti 1.200 desa, membuat berbagai olahan dari mocaf. Kita mau mengenalkan, terutama kepada generasi muda, bahwa singkong sebagai bahan baku mocaf, Burger (Dok. PMKT UGM) tepungnya bisa diolah menjadi aneka ragam makanan. Makanan lokal tetapi disajikan dengan tampilan global,� dapat ujarnya. dikonsumsi sehari-hari. Menurutnya, sebenarnya singkong dapat Membudayakan singkong kepada masyarakat memang bisa diolah menjadi bermacam hidangan lezat dengan bumbu-bumbu dilakukan melalui bermacam hal. Tak sedikit memang upaya-upaya tradisional yang mudah ditemukan di pasar. yang dilakukan pihak-pihak terkait untuk itu. Singkong kini Soup cream dari singkong, telo penyet, ketela goreng sayur, mie memang telah melintas zaman dan diupayakan untuk dapat lethek goreng, beras ketela goreng, adalah beberapa contoh ditampilkan dengan citarasa global dalam rupa-rupa makanan dari masakan berbahan singkong inovasinya. Sudah sejak tahun 2011 olahan tepungnya. Namun begitu, sebenarnya singkong juga bisa pria asal Sleman kelahiran Papua ini berkonsentrasi mengolah diolah menjadi menu-menu masakan yang dapat dikonsumsi setiap singkong. Waktu itu, Boni memang sedang baru-barunya hari. menjalankan bisnis rumah makannya yang menyajikan menu-menu Seperti halnya yang telah dilakukan pria yang satu ini. berbahan dasar singkong. Bonivasius Esdharyanto, konseptor dan konsultan restoran, Sampai sekarang, ia telah dapat menginovasi singkong menjadi mengolah singkong menjadi bemacam varian menu menarik yang 78 masakan. Bagi Anda yang hendak mencobanya, Anda cukup 24

Mei 2013


Bak Pao

berkunjung ke Kampung Labasan Resto yang berada di daerah Pakem, Sleman, Yogyakarta. Karena inovasinya ini, Boni kemudian mendapat banyak respon positif dari Badan Ketahanan Pangan baik provinsi maupun pusat, dari kementerian, mahasiswa, juga dari orang-orang yang berkecimpung di dunia yang berkaitan dengan singkong, serta mereka yang memang gemar menyantap singkong. Pria satu ini pun seringkali diundang dalam berbagai kegiatan untuk turut serta membagikan hasil-hasil inovasinya, serta upaya membudayakan singkong pada masyarakat. Selain Boni, sebenarnya ada juga beberapa pengusaha makanan yang berupaya mengolah singkong atau tepungnya, menjadi kudapankudapan inovatif yang sebetulnya bisa dilakukan juga oleh masyarakat pada umunya. Zaman modern ini memang menuntut kreativitas dan inovasi. Untuk mengangkat singkong sederajad dengan kudapankudapan modern, serta keberhasilan diversifikasi pangan, diperlukan upaya pembudayaan dan inovasi. Singkong, yang dianggap sebagai makanan biasa-biasa saja, nyatanya bisa diubah menjadi luar biasa. Kini tinggal kita sendiri. Sebagai masyarakat Indonesia, sudah seharusnya kita juga turut peduli dengan kemaslahatan ini. Anjuran pemerintah untuk menjadikan singkong sebagai alternatif makanan pokok, mustinya kita tanggapi secara positif dengan turut serta membudayakan diri kita sendiri untuk menyantap singkong. +


KONDHANG TOKOH

Eros Djarot

Tunduklah Pada

Kebaikan dan Kebenaran

K

ondisi politik di Indonesia hingga kini rupanya belum bisa dinilai membaik. Yang terjadi saat ini justru kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan semakin menurun akibat berbagai kasus seperti korupsi yang melibatkan banyak politisi terkenal. Kondisi bangsa seperti inilah yang membuat sosok Eros Djarot merasa miris dan sedih. Bagi budayawan yang juga aktif di dunia politik, dirinya menyatakan bahwa seharusnya para pemimpin bangsa harus memahami visi dan misi negara ini. Seorang pemimpin ketika dipilih oleh rakyat harus memiliki tingkat keikhlasan yang tinggi untuk mengemban amanat yang dipercayakan kepadanya. “Kenapa ikhlas? Karena kita harus siap menjadi manusia yang tidak bebas, contoh, semua tindakan kita harus diawasi dan diikuti. Contohnya presiden, ketika mau makan, makanannya diperiksa terlebih dahulu. Mengandung racun atau tidak? Kemudian, jika bepergian kemanapun harus diikuti. Jika semua itu tidak dilakukan dengan tulus ikhlas maka tingkat keikhlasan sebagai abdi rakyat tidak ada dan itu perlu dipertanyakan. Jika kekuatan hati belum siap, maka sama saja menyerahkan diri pada kerajaan setan tanpa sadar. Sekarang pertanyaannya, maukah kamu menjual jiwa, raga dan sukma kepada kerajaan setan? Kalau nggak mau jadilah orang yang 26

Mei 2013

mencintai Tuhan,” ujar Eros. Di lingkungannya, sosok Eros memang dikenal idealis. Eros mengatakan bahwa dirinya tak ingin menjadi korban politik. Oleh karenanya, pria yang dikenal sebagai pendiri Litbang Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) medio tahun 1983 ini banyak belajar memahami dunia politik. Meski begitu, segala sifat dan karakternya tidak mencerminkan layaknya politisi pada umumnya, yang semata-mata hanya kekuasaan. Eros mengatakan bahwa sikapnya lebih pada tujuan penguasaan, bukan kekuasaan. “Penguasaan dan menguasai adalah hal yang sangat berbeda dengan kekuasaan. Menurut saya, kekuasaan seringkali menjerumuskan orang menjadi political animal. Nah, saya mudah-mudahan nggak sampai jatuh ke sana. Banyak orang yang menganggap saya idealis, akan tetapi saya justru realistis melihat dunia yang kacau seperti ini. Saya ingin kembali ke khittah sebagai manusia yang dikasih akal. Akal itulah yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Jika akalnya tidak dipakai, maka sama saja kita menghina pada yang memberikan,” papar pria kelahiran Rangkasbitung, Banten, 22 Juli 1950 ini. Bagi Eros, yang terjadi kini adalah banyak orang yang mengejar kekuasaan tanpa penguasaan dan menguasai akhirnya

dia dikuasai oleh sesuatu yang lebih besar lagi. Seperti kebodohan, jalan buntu dan kegelapan yang menguasai dia. Banyak kasus seperti para tokoh yang kini menjadi buruan KPK dan akhirnya jadi bahan ledekan. Karena apa? Karena dia masih dikuasai hal-hal yang seharusnya dikatakan tidak oleh otak kita. Melihat kenyataan itu, Eros yang sudah lama terjun dan mendalami politik pun tak mau terjebak dalam kondisi seperti itu. Pengalamannya dalam dunia politik sejak tahun 1980-an telah membawanya dalam situasi dan kondisi jiwa yang matang. Pendiri dan Ketua Umum Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK) dan kini beralih mendirikan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) ini menginginkan iklim politik yang kondusif di Indonesia. Melihat beberapa partai yang didirikannya, memang rupanya tak jauh-jauh dari pemikiran Bung Karno. Kepada Kabare, Eros mengaku mengagumi pemikiran mantan presiden RI tersebut. “Saya bukan mengidolakan Bung Karno, Kalau mengidolakan akan kembali ke wadag kan? Kalau dijadiin wadag mau dijadikan patung, kaos dan disembahsembah. Saya mengagumi pemikirannya, bahwasanya kelakuannya ada kekurangan itu kan namanya manusia, menungso jelas ada kekurangannya. Tapi kok ada manusia yang pemikirannya brilian seperti itu. Makanya


kenapa presiden-presiden kita gagal dalam kepemimpinannya, saya kok curiga, jangan-jangan mereka mimpi ketemu BK aja belom pernah sepertinya,� jelasnya sambil tersenyum. Lebih lanjut, Eros juga mengaku heran pada yang mengaku sebagai keturunan Bung Karno. Dia menyayangkan bahwa jiwa dan kepemimpinan Bung Karno tidak direngkuh, tidak digauli, tidak disyukuri, dan tidak dijadikan suatu alas pijakan. Padahal, pemikiranpemikiran Bung Karno sangat luar biasa. Menurutnya, banyak yang mengaku kagum BK sampai penampilan dan pidatonya pun gayanya mirip dengan BK tapi pemikirannya jauh sekali berbeda dengan BK. “Jika orang nggak tau penderitaan rakyat, sampai bau keringatnya rakyat dan mengaku anak ideologis BK, itu ngawur. Harus kembali lagi ke

Penguasaan dan menguasai adalah hal yang sangat berbeda dengan kekuasaan. Menurut saya, kekuasaan seringkali menjerumuskan orang menjadi political animal.

Mei 2013

27


KONDHANG TOKOH

28

Mei 2013


ini jaman edan, semua orang bebas melakukan sesuatu. Semua sekarang melakukan sesuatu nggak pada tempatnya. Ora ngerti lelaku kok arep dadi lakon, yo pasti bubrah.

substansi jangan ke atribut, kita bangsa yang suka atribut tapi substansi menjadi nomor sekian dan dinilai tidak penting. Menurut saya, sejarah menjadi penting karena siapa kita diantar oleh pengetahuan budaya dan sejarah,� jelas ayah dari Banyu Biru ini. Ketika disinggung mengenai maraknya fenomena artis yang masuk ke kancah politik, Eros mengaku hal itu sangat wajar. Menurutnya, ini jaman edan, semua orang bebas melakukan sesuatu. Semua sekarang melakukan sesuatu nggak pada tempatnya. Ora ngerti lelaku kok arep dadi lakon, yo pasti bubrah. Menurut Eros, itulah kira-kira yang terjadi saat ini. Meski kini Eros banyak berkecimpung di dunia politik, namun bukan berarti dirinya meninggalkan panggung kesenian yang telah membesarkan namanya. Adik kandung dari aktor Slamet Rahardjo ini justru masih sering mengarang lirik lagu, menulis cerpen dan skenario film. Bahkan kepada Kabare, Eros mengaku ada banyak karya seni yang belum terpublikasikan. Eros mengatakan bahwa aspek kesenian dan kebudayaan sangat membantu dirinya dalam memahami berbagai makna kehidupan. Semua kegiatannya dalam berkesenian membuatnya tak pernah merasa kesepian. Baginya, kebudayaanlah yang membuat seorang manusia lebih mengenali dirinya, mengenal apa yang di luar dirinya dan semakin memperkuat jati diri. “Jadi, saya adalah orang yang sangat menghargai karunia yang telah Tuhan berikan kepada saya. Saya diberi banyak kebisaan, makanya saya sangat menghargai itu. Dan cara menghargainya ya sesuai apa yang telah diberikan Tuhan. Saat ini saya juga masih aktif membuat karya walaupun belum dipublikasi, seperti musik dan film. Yang kedua, jika saya hanya bekerja di dunia kesenian saja, ibaratnya saya hanya mengejar sejumlah uang. Oleh sebab itu, rasa cinta saya terhadap seni itu membuat saya tidak mau menggantungkan diri terhadap dunia seni itu sendiri. Karena menurut saya, seni itu sangat sakral. Saya berpikir saya lebih baik mencari tempat lain saja, agar saya jika berkesenian bisa murni. Saya jadi pengusaha dan menjadi Presiden Komisaris di salah satu perusahaan minyak. Untuk saya bisa berbuat sesuatu bukan untuk produser yang sifatnya commercial oriented,� paparnya. Di akhir perbincangan, Eros hanya menitipkan satu hal pada para pemimpin negeri ini. Intinya, takut dan tunduklah pada kebaikan dan kebenaran. Dengan membentengi diri dengan iman, maka para pemimpin tidak akan terjebak akan kekuasaan semata. + Mei 2013

29


PEPANGGIHAN

30

PROFIL SUKSES

Mei 2013


SEMINARTI GOBEL

Kenalkan Sepotong pada

Indonesia

Manca

S

eminarti Gobel atau lebih dikenal dengan Tati Gobel bukan orang baru lagi di dunia advertising. Meski awalnya kiprah Tati di dunia itu tak pernah diimpikannya. Mulanya, putri pelopor industri elektronik, Thayeb Mohammad Gobel, ini justru bercita-cita menjadi diplomat. Saat kuliah, lantas Ilmu Politik di Hubungan Internasional UI-lah yang diambilnya. Keyakinan bahwa diplomat bukanlah dunianya, disadarinya setelah mengikuti serangkaian tes di Deplu RI. Setelah itu, Tati pun memutuskan melanjutkan sekolahnya ke Ohio University. Dalam sebuah acara yang diadakan Permias di sana, Tati berkenalan dengan almarhum Ken Sudarta. Perkenalan itu pun berbuntut pada terbukanya hati Tati tentang beluk-beluk dunia advertising. Inilah awalnya. Tati sempat menjadi humas di maskapai Garuda Indonesia selama setahun stelah menyelesaikan sekolahnya. Terinspirasi dari pertemuannya dengan Ken Sudarta, lalu mantaplah tekadnya terjun ke advertising. Berdirilah Go Ad di tahun 1991. Mengawali usahanya itu, Tati mengaku banyak belajar dari pergaulannya di lingkungan P3I dan senior-senior industri periklanan. Tahap demi tahap dilalui Go Ad untuk tumbuh hingga besar seperti sekarang. “Awalnya kami mengerjakan segala hal, mulai dari membuat brosur yang kecil-kecil hingga akhirnya dipercaya menggarap campaign strategi besar sebuah perusahaan,” katanya. Setelah perusahaan periklanannya bisa dikatakan cukup kokoh, Tati mulai melirik-lirik peluang usaha lain namun masih dalam lingkup komunikasi. Pucuk dicinta ulam tiba, datanglah tawaran Singapore Press Holding (SPH) Company untuk menggarap penerbitan salah satu majalah dari grup ini di Indonesia. Setelah uji kelayakan dan negosiasi, Tati memutuskan untuk menerbitkan Her World Indonesia di bawah naungan PT. Media Ikrar Abadi (MIA) pada tahun 2000. Sekali lagi, ia menemui bidang yang sama sekali belum dikenalnya. Dan lagi-lagi, Tati tak enggan belajar segalanya mengenai bisnis permajalahan. Dengan ini, ia justru merasa senang karena ia dapat menemukan hal-hal baru setelah menjalankannya. “Industri ini menawarkan lahan untuk never ending learning yang harus digarap dengan serius,” ujarnya.

Teks: FA Herru;Foto: Albert

Tati sadar, ketatnya kompetisi di industri media membuatnya harus memasang kuda-kuda untuk selalu siap dengan perubahan. Hingga kini, Media Ikrar Abadi yang didirikannya telah meneritkan 3 majalah yang cukup diperhitungkan di segmennya masing-masing, yaitu Her World Indonesia, Her World Brides, dan MAXIM Indonesia. Di tengah kesibukannya di dunia advertising, media, dan bahkan belakangan film, sebagai makhluk sosial, Tati tentu juga memiliki kesibukan di dunia organisasi sosial. Di sini, ia bergabung dalam paguyuban pencinta seni dan budaya Cinta Nusantara (Citra). Bersama paguyuban ini, Tati Gobel bersama rekan-rekannya Tak ada keinginan bermaksud memperkenalkan kami yang lain, Indonesia melalui selain memang ingin kekayaan budayanya. Paguyuban ini memperkenalkan mengumpulkan dan budaya Indonesia, membina para penari tradisional, dan sering apapun caranya pula membawa beberapa kesenian khas Indonesia pentas ke mancanegara. Tati lantas mencontohkan, lagu “Bohemian Rhapsody” karya grup musik legendaris Queen yang dibawakan dengan apik oleh kelompok musik angklung Daeng Oktafiandi Udjo yang berhasil memukau undangan di Conway Hall, Red Lion Square, di pusat Kota London, 27 Oktober 2010 lalu. Saat itu, Paguyuban Citra diundang KBRI London dalam pementasan pergelaran budaya bertajuk “The Heritage of Indonesia”. Pergelaran itu ditujukan untuk mempromosikan keragaman seni budaya Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia. “Antusias masyarakat di sana sangat luar biasa. Ini merupakan sepotong gambaran dari keragaman dan keindahan budaya Indonesia. Tak ada keinginan kami yang lain, selain ingin memperkenalkan budaya Indonesia, apapun caranya. Itu saja,” ujar Tati, menutup. + Mei 2013

31


PEPANGGIHAN

PROFIL SUKSES

CHRIS HARIJANTO

Terapkan

Manajemen Proses I Teks: Della Yuanita;Foto: Albert

ndustri publishing tampaknya sudah bukan hal yang asing lagi di dalam dunia bisnis. Bisnis ini bahkan boleh dibilang masih cukup menggiurkan. Walaupun teknologi internet sudah jauh lebih canggih, namun kenyataannnya, kehadiran media cetak maupun buku-buku penunjang pendidikan hingga alat peraga pendidikan masih dibutuhkan kehadirannya. Salah satu pelaku bisnis publishing adalah Chris Harijanto. Salah satu pemilik dari PT. Intan Sejati, Klaten (Niaga Sejati), ini merupakan salah satu penerus dari generasi ketiga perusahaan yang awalnya didirikan oleh sang kakek. Sebagai sosok yang dipercaya dalam mengurus perusahaan keluarga, Chris dinilai mampu dalam menjalankan roda bisnisnya dengan baik dan tentu saja profesional. Menurutnya, dalam Meski kini bisnis percetakan mengatasi maraknya yang dikelolanya media online, teknologi sudah berkembang dan tak perlu dilawan sukses, namun namun ikuti saja bukan berarti perkembangannya Chris dan keluarganya tak pernah mengalami jatuh bangun. Chris mengungkapkan, bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis ini, hendaknya mengedepankan dua hal. “Pertama keuletan dan yang kedua, jika kita ingin berkembang di indsutri publishing, maka kita harus punya sisi kreativitas. Karena yang kita jual adalah ide atau konsep. Jadi setiap saat kita harus berpikir membuat ide untuk produk. Kelebihan dari sisi produk juga sangat menentukan. Artinya, jika produk kita, misalnya buku pelajaran, dipilih para guru, maka jelas akan digunakan,” terang alumnus Fakultas Ekonomi Managemen Universitas Atmajaya Yogyakarta ini. Lebih lanjut Chris mengungkapkan bahwa pihaknya selalu melakukan analisa yang sifatnya jangka menengah. Dengan begitu, Chris 32

Mei 2013

mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh pasar. Melihat maraknya media online yang bisa saja menggerus dunia cetak, Chris mengaku sudah memiliki solusi yang cukup tepat. Menurutnya, teknologi tak perlu dilawan namun diikuti saja perkembangannya. Chris mengungkapkan jika pihaknya telah menyediakan suatu media secara IT untuk mengatasi sistem pendidikan yang kini telah berbasis komputer. “Contohnya, untuk ke depan, guru-guru sudah akan mengajar murid dengan berbasis ipad. Nah, karena muridmurid saat ini sudah lahir di era online, jadi mereka terbiasa membuka website. Untuk ke depannya, anak-anak SMA yang sekarang kan pasti ada yang akan jadi guru. Nah, kalau produk kita masih konvensional, pasti nanti juga akan terlibas dengan teknologi,” jelasnya. Pria kelahiran 26 Mei 1970 ini menjelaskan bahwa pihaknya memiliki filosofi. Seperti yang terjadi di negara-negara maju, buku tetap dibutuhkan. Walau bagaimanapun, anak-anak usia sekolah dasar masih membutuhkan buku sebagai media pendidikan mereka. Tidak semua pendidikan bisa dilakukan secara abstrak, contohnya matematika. Murid-murid yang belajar Matematika pasti membutuhkan coret-coretan dan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan komputer saja, namun mereka juga membutuhkan kertas. Untuk itu, pihaknya sudah memikirkan kemungkinan tersebut dan sedini mungkin menyiapkan solusi terbaiknya. Sebagai pengusaha, Chris pun mengalami suka duka dan tantangan dalam mengelola usahanya. Menurutnya, sudah biasa jika usahanya kadang di atas, di tengah maupun berada di bawah, namun yang lebih penting, bagaimana cara agar usahanya selalu stabil. Rupanya, Chris menekankan pentingnya manajemen proses. Pihaknya tidak terlalu membebani karyawan dengan target yang harus dicapai, namun lebih ke manajemen proses. “Terhadap karyawan pun, saya mengatakan bahwa saya tidak pernah menekankan target Anda harus beberapa juta, itu tidak. Kami lebih ke manajemen proses, tapi hasilnya lebih besar dari yang ditargetkan. Asal proses itu dilakukan seperti yang dikehendaki manajemen, otomatis hasil akan tercapai,” pungkasnya.+


Mei 2013

33


GEBYAR

FESYEN

Ethnic

Modernity

P

ada era kini, di mana kecintaan terhadap produk lokal semakin menguat, ethnic menjadi pangsa pasar yang besar pada dunia fashion masa kini. Pengolahan kain tradisional Indonesia menjadi tak terbatas dibarengi dengan perkembangan dunia fashion yang cukup dratis meningkat. Kain-kain tradisional seolah mendapat tempat yang lebih layak. Masyarakat pun semakin mencintai produk lokal dengan garis rancang yang simpel, modern dan tak terbatas, sehingga ethnic tampil dengan kemasan yang lebih modern dan mengglobal. Salah satu eksplorasi kain tenun Nusantara yaitu tenun ikat, yang menjadi inspirasi tiada henti. Kain tenun ikat lalu dapat selalu tampil dalam kemasan koleksi busana ready to wear bagi para perempuan aktif dan produktif. Kain tenun ikat bahkan mampu menjadi olahan busana kantor, busana casual, busana cocktail, maupun evening dress. Ragam desainnya tentu menjadi tak terbatas dengan dikombinasi bahanbahan seperti sutra, sifon, organdy maupun tafeta sehingga tampilan secara keseluruhan dari tiap busana menjadi lebih modern dan masa kini. 34

Mei 2013


Sackdress warna biru tenun ikat, tampil simpel namun sangat classy. Kemasan ini menjadi multi fungsi, baik sebagai busana kantor atau menghadiri acara setengah resmi seusai jam kantor. Detail tampak unik di bagian depan dengan tambahan aksen bebatuan dan beads. Curly manset warna merah menjadi aksennya eye catching.

Mei 2013

35


GEBYAR

FESYEN

Coat warna merah maroon tampil sangat classy dengan aksen list ikat modifikasi kutu baru. Padanan celana capri ekstra ketat dan slim berbahan tenun ikat, membuat tampilan keseluruhan menjadi lebih muda.

36

Mei 2013


Sackdress warna merah tenun ikat menjadi lebih berani tampil dengan aksen beads dan aplikasi payet di bagian depan. Krah setali berkesan maskulin, membuat tampilan busana ini lebih tegas dan pas buat perempuan aktif masa kini.

Mei 2013

37


GEBYAR

FESYEN

Two pieces dress. Blouse tenun ikat dengan detail curve sleeve dan wiron berbahan sifon terlihat tampil cantik. Padanan mini skirt berbahan dasar sifon menjadi lebih ringan buat acara sore hari.

38

Mei 2013


Tampil Ethnic Look bukan berarti traditional look. Dengan cermat, pengolahan evening dress dengan padanan long tube dress bahan sifon warna hijau, vest tenun ikat dengan tambahan obi ekstra lebar, tampil sempurna pada acara evening party.

Mei 2013

39


GEBYAR

FESYEN

Cocktail dress tampil sangat chic dan elegan. Kesan modern sangat menonjol pada tube dress tenun ikat warna biru, vest bahan sifon warna senada, seolah memberi kesan ringan dan muda. Aksen flower dan payet tampil lebih girlie.

40

Mei 2013


I

ndraty Setyawan, desainer yang bergabung dalam Assosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) adalah sosok ibu rumah tangga yang aktif dalam dunia fesyen di Yogyakarta. Kariernya di dunia mode sudah tidak diragukan lagi. Berbagai kegiatan fashion show baik di dalam maupun di luar Yogyakarta telah diikutinya. Garis rancang yang simpel, feminin namun kaya detail selalu menjadi ciri khas rancangannya. Ibu muda yang selalu tampil modis dan stylist ini sangat concern dengan produk lokal dalam setiap karya rancangannya. Baik itu batik, tenun maupun jenis produk lokal lainnya. Eksplorasi kain-kain tradisional sangat menjadi poin dalam setiap karyanya. Gerai tempat mengekspresikan karya-karya busananya dapat ditemukan di salah satu pusat perbelanjaan termuka di kota Jogja. Adapun alamat butik dan work shop juga ada di Jl. Diponegoro No. 19 Yogyakarta. Berbagai pelanggan dari berbagai lapisan masyarakat menjadi client tetap desainer yang satu ini. +

Model: Wilda Busana: IN’Mode by Indraty Setyawan Aksesoris: IN’Mode & Paramita Fashion Fotografer: Budi Prast Asst. fotografer: Sutoto Stylist: Phillip Iswardono Make Up & Hair Do: Arimmbi Salon & Bridal Koordinator: Farid Imawan Editing: Sutoto Lokasi: Tembi Rumah Budaya

Jl Diponegoro No. 19 Yogyakarta Telp. 0274-548000 HP. 0811256666


CANTHING ARTIKEL LEPAS

Mengenal

Piranti

Golf B

Sarung tangan cu kup penting untu k menghindari licin akibat keringat

26

Mei 2013

agi Anda yang hobi olahraga, apakah sudah pernah mencoba olahraga golf ? Olahraga yang dikatakan sebagai olahraganya kaum elit dan berduit ini rasanya wajib dicoba bagi Anda yang ingin melepas penat dari rutinitas sepanjang minggu. Golf, dinilai elit karena realitanya penggemar golf saat ini umumnya masih datang dari kalangan eksekutif, seperti pejabat dan pengusaha. Terkadang hal inilah yang membuat orang semakin sulit membedakan golf antara hobi, prestasi ataupun prestise. Meski demikian, rupanya banyak sekali yang

menggemari olahraga ini. Pemandangan nyata banyaknya penggemar golf bisa kita lihat di Merapi Golf, sebuah lapangan golf bertaraf internasional yang dibangun di atas tanah seluas 67 hektare yang terletak di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Di sana, kita bisa melihat para pencinta golf melatih kebisaannya dalam memukul bola agar tepat sasaran. Dan di sana pula kita tahu, rupanya banyak sekali peralatan golf yang harus dimiliki seorang pemain. Peralatan merupakan benda yang wajib dimiliki oleh para penggemar olahraga ini. Secara minimal, lebih kurang ada lima jenis peralatan golf yang harus dimiliki seseorang. Setidaknya, para pemain harus memiliki golf bag. Tas ini berfungsi untuk membawa perlengkapan golf lainnya. Menurut Wayan Ribawa, salah satu kapten dan pelatih di Merapi Golf, tas golf pun memiliki ragam merek dan bahan. Harganya cukup mahal, tergantung dari bahan yang digunakan. “Seperti Mizuno, New Sun Mountain 2011 SLX Bag Stand yang dibandrol dari harga $190, Callaway Warbird X-Treme, Nike 2011 Tour Cart II Bag. Ada juga Ogio Mantix Ultralite dan masih banyak lagi. Masing-masing tentu memiliki kelebihan. Biasanya harga dipengaruhi oleh warna, berat, beban daya dukung, tinggi tas, apakah waterproof dan apakah bisa berdiri sendiri atau tidak. Rata-rata harga golf bag jika dirupiahkan berkisar antara Rp. 1.500.000,- ke atas,� ungkapnya kepada Kabare. Selain golf bag, stick golf pun tak kalah penting. Ada beberapa jenis stick golf, namun jika untuk sekadar bermain golf, minimal kita harus memiliki empat jenis stick yang memiliki fungsi yang berbeda. Keempat jenis tersebut adalah wood, putter, iron, dan wedge. Wood berfungsi untuk melakukan pukulan sangat jauh, iron digunakan untuk jarak menengah. Sementara putter digunakan untuk memukul di atas rumput, dan pukulan pada jarak pendek menggunakan stick berjenis wedge yang mirip dengan iron. Adapun beberapa merek stick golf yang cukup diminati para pemain antara lain Taylor Made, Callaway,


Aneka jenis stick golf berbagai merek

Salah seorang caddy membawa golf bag

Bola dan sepatu golf yang dirancang khusus

Honma, Titleist dan Mizuno. Tentunya, masing-masing memiliki kelenturan dan berat yang berbeda pula. Bola golf pun sangat penting untuk dimiliki. Ada sebuah ungkapan bijaksana mengenai golf, yakni “diperlukan banyak bola (keberanian) untuk bermain golf ”. Hal ini benar adanya. Karena setidaknya, orang bermain golf membutuhkan lebih kurang

serta meminimalkan kompresi. Callaway HX Hot Plus juga menjadi pilihan untuk bisa meningkatkan laju bola. Sedangkan merek lainnya ada Bridgestone E6 Straight Flight Golf Ball dan Maxfli Revolution EXT Spin dan lainnya yang juga diperhitungkan. “Beberapa piranti lainnya seperti tee atau pasak. Pasak digunakan untuk meletakkan bola pada pemukulan awal. Begitu pula sarung tangan, yang sangat berguna untuk menghindari tangan licin karena keringat pada saat memukul bola. Hal ini karena golf biasanya dilakukan pada saat cuaca terik sehingga mudah menyebabkan pemain berkeringat,” papar pria kelahiran Bali ini. Tak ketinggalan shaft atau tangkai yang digunakan di antara pegangan dan pemukul, serta sepatu golf pun menjadi piranti yang tak kalah pentingnya. Sepatu khusus sengaja diciptakan untuk para golfer agar pemain tidak cepat lelah, karena permainan golf biasanya menggunakan medan yang naik turun. Menurut Wayan, sepatu golf biasanya memiliki sol karet spike (berpaku) di bagian bawah untuk mencengkram lapangan rumput dan pasir. Beberapa merek sepatu golf yang sering dipakai para golfer yakni Hitec, Mizuno, Nike, dan lainnya. Rata-rata merek tersebut menawarkan model klasik bertali. bermerek S Yard Salah satu stick golf Merek lain, seperti golf yang sering Adidas kini telah digunakan yakni menawarkan jenis sepatu sport biasa Slazenger Raw Distance Xtreme yang dengan sol spike dari bahan karet. memiliki titanium di dalamnya dan Nah, bagi Anda yang masih ingin merupakan salah satu merek terbaik, bermain golf, jangan ragu untuk mencoba bahkan pernah digunakan oleh James olahrga ini. Karena golf tak melulu Bond. Ada pula merek Nike yang olahraga elit namun juga bisa bermanfaat memberikan keleluasaan untuk mengontrol untuk kesehatan dan mengontrol kadar pukulan dan bisa memaksimalkan aksi, emosi Anda. Selamat berolahraga!+ 20 bola golf untuk sekali permainan, karena akan begitu banyak bola yang hilang di air maupun pepohonan. “Jenis bola golf yang digunakan tentu akan memberi pengaruh di lapangan golf, terutama jika kita merupakan pemain amatir,” jelas Wayan. Beberapa merek bola

Mei 2013

43


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

Borobudur Audax Randonneurs 2013

Ajang Keberanian

Pesepeda dan

Promosi Wisata Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast, Albert

K

alangan penggemar sepeda serius, khususnya yang suka touring, pastinya tahu tentang Audax. Audax adalah event bersepeda jarak jauh atau long distance, yang menempuh jarak hingga ratusan kilometer. Pesertanya tidak balapan, juga tidak berlomba mencatat waktu terbaik. Mereka hanya diberi batasan waktu. Jadi Audax memang bukan untuk penggemar sepeda biasa. Chief Representative for Indonesia dari Audax Randonneurs Indonesia (ARI), Murdargo menjelaskan, Audax mempunyai

44

Mei 2013

istilah lain yaitu Randonneur ing. Audax sendiri berarti “berani�, yaitu keberanian untuk menaklukkan jarak tertentu dalam waktu yang sudah diperkirakan. Olahraga ketahanan bersepeda ini berasal dari Italia yang muncul pada akhir abad 19. Kemudian secara formal, Audax dimunculkan sebagai organisasi oleh orang Prancis, Henri Desgrange bernama Audax Club Parisien (ACP) pada awal abad 20 atau tepatnya 30 November 1904. Henri Desgrange adalah editor koran Olahraga harian Prancis, L'Auto. Audax

Randonneurs sendiri umurnya lebih tua dari Tour di France. Di Indonesia, Audax pertama kali diperkenalkan oleh seorang pesepeda Jerman bernama Axel Moeller. Lelaki 60 tahun ini merupakan mantan atlet dayung tim nasional Jerman yang kini menetap di Indonesia dan sangat cinta pada Pulau Lombok. Di tahun 2008, ia bersepeda sendirian di perbukitan terjal hingga mengalami kecelakaan dan patah tulang. Singkat cerita, setelah kecelakaan itu dan ditolong oleh para warga setempat, jatuh cintalah ia pada Lombok. Kemudian, mulailah ia memberitahukan keindahan Pulau Lombok kepada para


kolega dan teman-temannya di negeri manca. Dia juga beberapa kali mengajak dua putrinya datang dari Jerman dan bersepeda keliling pantai di Lombok. Dua putrinya pula yang mendorong Moeller untuk mengajak lebih banyak temannya ke sana, karena Moeller memiliki banyak rekan yang juga gemar bersepeda. Moeller lantas berpikir format yang pas dengan medan di Lombok untuk mengakomodasi teman-temannya yang kemudian berkunjung ke Lombok. Dia lantas ingat kebiasaannya bersepeda jarak jauh saat masih di Luberck dan Hamburg

dulu. Inilah cikal bakal Audax Indonesia. Moeller mencari informasi tentang Audax langsung ke Prancis. Ada dua macam lembaga resmi Audax. Satu lembaga bernama ACP (Audax Club Parisienne) dan satunya lagi adalah L"Union Des Audax Francais (UAF). Lembaga pertama memiliki aturan bahwa Audax adalah bersepeda bebas jarak jauh. Mereka hanya dibekali peta dan harus menuju titik finish sendiri-sendiri. Ini dinilai Moeller tak cocok dengan budaya di Indonesia yang orang-orangnya ramai dan suka berkumpul.

Hal itulah yang membawa Moeller ke lembaga kedua, yakni UAF. Audax versi UAF cuma punya tiga syarat pokok. Yakni, start together, ride together, dan finish together. Mereka hanya perlu menempuh kecepatan rata-rata 22,5 kilometer per jam. Pada 2010, dia akhirnya mendirikan Audax Indonesia dengan Lombok Audax sebagai event pertama saat itu. Di tahun 2013 ini, event sepeda berkelas internasional ini

diadakan di Yogyakarta. Bertajuk Borobudur Audax Randonneurs 2013, sebanyak lebih kurang 580 pesepeda dari beberapa negara, dari beberapa kota di Indonesia, dan dari berbagai komunitas, mengikuti kegiatan olahraga ini. Bagi Yogyakarta, acara ini baru pertama kalinya digelar. Kegiatan bersepeda yang digelar pada 67 April lalu ini sekaligus menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang ada di DIY. Borobudur Audax ini merupakan salah satu agenda dari Audax Randonneur Indonesia (ARI), merupakan wadah bagi pencinta Audax, yang dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas yang berjarak tempuh 300 km, 200 km, dan 100 km. Bagi pesepeda yang memilih jarak 300 km, dimulai dari Royal Ambarrukmo, menuju Museum Merapi, ke Manohara Hotel Borobudur, kemudian ke Kantor Kecamatan-Polsek Kemiri, selanjutnya menuju Kantor kecamatan Galur- Jalan Raya Brosot, ke Pos Polisi Bakulan - Bantul dan kembali ke Royal Ambarrukmo. Sedangkan rute yang disusuri untuk pesepeda yang menempuh jarak 200 km, dimulai dari Royal Ambarrukmo menuju Museum Merapi, Manohara Hotel dan Candi Borobudur, Menuju Desa Jurangkah di Kulonprogo dan kembali ke Royal Ambarrukmo. Sementara itu, bagi penggiat sepeda yang mengikuti jarak 100 km, berangkat dari Royal Ambarrukmo menuju Waduk Sermo di Kulonprogo kemudian kembali lagi ke Royal Ambarrukmo. Sebagai bagaian dari Yogyakarta, hotel Royal Ambarrukmo sendiri mendukung acara Borobudur Audax 2013 ini. Bagi hotel yang menjadi tempat resmi menginap para peserta kegiatan Audax ini, selain ikut serta memasyarakatkan olahraga bersepeda untuk hidup sehat, pihak hotel mendukung perkembangan pembentukan wisata ekonomi kreatif dengan program bersepeda di kota wisata Yogyakarta. Sebab, kegiatan bersepeda ini dinilai dapat sebagai komoditi industri kreatif dan sebagai sarana menghemat energi dengan melestarikan moda transportasi sepeda.+

Mei 2013

45


CANTHING ARTIKEL LEPAS

'Srikandi Kini' dalam

Balutan Budaya dan Tradisi

Teks: Agus Yuniarso; Foto: Albert, Budi Prast

K

artini bak dian nan tak kunjung padam. Terangnya menyinari dan membangkitkan inspirasi bagi perempuan Indonesia di sepanjang zaman. Karenanya, beragam bentuk apresiasi terwujud dalam berbagai rupa setiap peringatan hari kelahirannya di bulan April. Salah satunya muncul dalam pergelaran bertajuk “Srikandi Kini” yang digelar 21 April 2013 lalu di The Karaton Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Sebagai bentuk apresiasi terhadap Kartini dan para pejuang perempuan lainnya, pergelaran ini menjadi persembahan gelar busana yang berlandaskan kearifan budaya dan penghargaan bagi perempuan Indonesia. Kali ini, sosok Srikandi muncul sebagai perwujudan Kartini di masa lalu yang kecerdasan dan keberaniannya terukir indah dalam bingkai sejarah. “Inilah bentuk penghargaan kepada wanita yang merepresentasikan perjuangan perempuan Indonesia di era modern yang hadir dalam balutan nuansa budaya dan tradisi,” tutur Afif Syakur, sang penggagas pagelaran. 46

Mei 2013

Tak sebagaimana lazimnya, pergelaran istimewa ini menampilkan kolaborasi antara peragaan busana dan pergelaran seni budaya. Gemulai anggun para peraga busana dipadukan dengan ekspresi klasik seni tari Jawa serta iringan live gamelan, berbaur memikat dan penuh harmoni menjadi sebuah pertunjukan yang menarik

untuk dinikmati. Pergelaran “Srikandi Kini” terbagi dalam dua sesi pertunjukan, yaitu pergelaran sore dengan tema Sejatining Srikandi yang menampilkan karya-karya Afif Syakur, serta pergelaran malam yang menampilkan deretan apik karya 12 perancang busana dari Yogyakarta, Solo, Klaten, Semarang dan Bali. Sejatining Srikandi yang menjadi pergelaran pertama menampilkan kisah perjalanan hidup Dewi Woro Srikandi sebagai representasi sosok perempuan Jawa. Rangkaian kisah ini diceritakan kembali oleh Afif Syakur melalui 30 motif kain batik yang diperagakan dalam koreografi kolaboratif bersama tiga sosok penari klasik ternama Yogyakarta, yaitu Jeannie Park, Heni Winahyuningsih dan Angela Retno Nooryastuti. Koreografi arahan Suhartanto dan gamelan pengiring garapan Haryanto menciptakan alur yang begitu indah dari pergelaran yang terbagi menjadi tiga sekuen ini. Sekuen pertama menggambarkan suasana kelahiran dan pertumbuhan meniti masa remaja yang diekspresikan dengan eksplorasi gerak tari Golek. Motif batik yang ditampilkan didominasi warna soga hijau dengan motif gringsing ceplok gurdho, abimanyu ceplok mangkoro, lereng monco warni, kawung isi picis, kothak grompol parang, kawung isi parang, keongan nitik, ceplok truntum, grompol dan cakar ayam. Sekuen kedua menggambarkan masa perjuangan hidup untuk mencapai tataran tertinggi yang dipresentasikan dalam tarian dengan sisipan gerak Beksan Menak. Sekuen ini menampilkan koleksi batik dengan dominasi warna soga merah dengan motif parang seling gebang tinatar, parang tumurun, parang baris seling lung-lungan, parang modang, gendreh ceplok gurdho, barong tumurun, barong ceplok gurdho, barong kusumo besar, gondosuli dan parang pari. Sekuen ketiga yang diwarnai gerak tari Bedaya Srimpi menceritakan pencapaian


hidup Srikandi dalam laku batinnya hingga berhasil menemukan identitas diri dan tujuan hidupnya, mencapai manunggaling kawulo lan gusti. Motif yang dipergunakan sebagai penggambaran persitiwa kematian dengan dominasi

warna soga kuning, diantaranya semen gurdha naga, semen sidomukti Jogja, semen pisan Bali, poleng, kawung dan slobok. Pada sesi kedua di malam hari, setelah dibacakan salah satu surat Kartini oleh Anggi Minarni, digelar peragaan busana eksklusif yang menampilkan deretan apik karya 12 perancang busana yang mengambil inspirasi dari perjuangan perempuan Indonesia dalam bingkai tradisi dan modernisasi. Dari Yogyakarta tampil tiga orang perancang, Afif Syakur, Budi Susanto dan Phillip Iswardono. Dari Solo tampil Natasha Paramita Windura, Djongko Rahardjo, Riani dan Uzi Fauziah. Tampil pula Intan Avantie dan Ferry Setiawan (Semarang), Astrid Ediati dan Anteng Hadiyati (Klaten), Tatok Prihasmanto (Magelang), serta Agatha Suparyanti (Bali). Peragaan busana yang direncanakan menjadi agenda tahunan untuk memperingati Hari Kartini ini, diharapkan bisa menjadi kegiatan berkualitas yang mengangkat keanggunan wanita Indonesia sebagai perempuan modern yang berpijak pada budaya bangsanya. +


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

Sri Sultan HB X Terima Gelar

Doctor Honoris Caus

dari Turki Teks: Della Yuanita; Foto: Istimewa

Sri Sultan HB X membaca orasi ilmiah

Yogyakarta sebagai salah satu daerah di wilayah Negara RI, mampu dalam menjaga nilai Sri Sultan HB X berjabat tangan dengan Prof. Tankut Yalcinoz tradisi dan budaya unturnya nilai budaya dan tradisi di leluhur. Hal ini tentunya tak lepas dari setiap negara yang mengakibatkan peran pemimpin DIY yakni Sri Sultan semakin berkurangnya solidaritas Hamengku Buwono X yang telah berjasa antarbangsa membuat prihatin banyak dalam menyumbangkan berbagai pikiran kalangan. Rasa keprihatinan tak hanya muncul dari bangsa Indonesia saja, namun dan ide segar dalam upaya melestarikan tradisi dan menguatkan identitas nasional juga bangsa lainnya di dunia. Seperti yang sebagai dasar pengembangan kemitraan dirasakan oleh Wakil Rektor Universitas Meliksah Turkey, Prof. Dr. Tankut Yalcinoz global. Rupanya, sumbangan pemikiran tersebut telah lama menjadi pengamatan kepada publik. Wakil Rektor Universitas dari PASIAD yaitu lembaga pendidikan Meliksah menyampaikan keprihatinannya yang berpusat di Turki dan beroperasi di 20 atas semakin melunturnya rasa solidaritas negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Di antar bangsa, khususnya dari dunia Islam, Indonesia, PASIAD telah memiliki akibat semakin menguatnya kepentingan sembilan sekolah di berbagai kota di untuk berkompetisi memperebutkan antaranya adalah Yogyakarta, Semarang, sumber daya alam yang semakin langka Bandung, Jakarta, Depok dan Aceh. tanpa memperhatikan martabat peradaban Atas dasar sumbangan pemikiran dalam dan keseimbangan alam. upaya pelestarian tradisi dan menguatkan Namun dirinya melihat bahwa identitas nasional itulah, Universitas

L

48

Mei 2013

Meliksah, Provinsi Kayseri, Turki, menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X. Penganugerahan gelar tersebut diadakan pada tanggal 10 April 2013 di kampus Universitas Meliksah, Provinsi Kayseri, Turki, oleh Wakil Rektor Universitas Meliksah Prof. Dr. Tankut Yalcinoz yang juga menjadi promotor tunggal penganugerahan gelar. Acara ini disaksikan oleh Senat Guru Besar Universitas Meliksah dan dihadiri oleh para pimpinan pemerintahan dan pengusaha di Provinsi Kayseri. Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Turki-Indonesia: Beriringan dalam membangun Peradaban Dunia�, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan gagasan perlunya menggali kembali kekayaan sejarah masa lalu dan mengembangkan semangatnya dalam upaya membangun peradaban baru sebagai jawaban atas krisis yang tengah menyerang seluruh sendi kehidupan umat Islam dewasa ini. Dalam konteks ini, Turki dan Indonesia berpeluang untuk berkontribusi mengingat kedua negara pernah mencapai


kejayaan di masa lalu, dan telah pula berhubungan erat satu sama lain sepanjang sejarah. Peristiwa Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa ini bukan hanya suatu apresiasi terhadap karya-karya Sri Sultan Hamengku Buwono X selama ini, namun juga menjadi dasar yang kuat n oleh pihak an ga ng an na en -ke g-k ng an na ken Pemberian ke ltan HB X y Turke kepada Sri Su Universitas Meliksah

untuk terciptanya kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan Turki pada masa mendatang. Selain menerima penganugrahan gelar, dalam lawatannya 7Sri Sultan HB X dan GKR Hemas memberikan buku Kraton Jogja

14 April 2013 lalu Sultan juga melakukan kunjungan kerja ke Turki atas undangan dari Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association (PASIAD) Indonesia. Kunjungan kerja ini juga dalam rangka memenuhi undangan dari Mr. Tahir Nursacan, pemilik perusahaan Milkay Teknik Tekstil, Kota Kayseri yang belum dapat dipenuhi pada tahun 2012 yang lalu. Delegasi DIY terdiri dari Gubernur DIY, GKR Hemas, Kepala BKPM DIY D. Supratikto, dan Staf BKPM DIY Awali Saeful Thohir. Secara garis besar acara kunjungan kerja ini terdiri dari penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Gubernur DIY, Penandatangan LoI antara DIY dan Kayseri, temu bisnis, pertemuan dengan pengusaha-pengusaha di Kayseri maupun di Istanbul, dan kunjungan ke lembagalembaga sosial.+


CANTHING ARTIKEL LEPAS

“The Third Class of The Order�untuk

Moetaryanto Poerwoaminoto

Teks dan Foto: Herlan

P Mourad leh HE. Mr. o n a a rg a h ng n tanda pe Penyemata Belhassen

50

Mei 2013

ada 21 Maret 2013 yang lalu bertempat di Hotel Gran Melia Mutiara Room I Jakarta, Duta Besar Tunisia untuk Indonesia HE. Mr. Mourad Belhassen menyematkan tanda penghargaan The Third Class Of The Order dari Presiden Republik Tunisia kepada Moetaryanto Poerwoaminoto, sebagai Konsul Kehormatan Republik Tunisia di Yogyakarta. Penghargaan ini diberikan oleh Republik Tunisia atas jasa dan bakti Moetaryanto Poerwoaminoto sebagai Konsul Kehormatan Republik Tunisia di Yogyakarta dalam usahanya meningkatkan kerjasama dan persahabatan yang dijalankan oleh Republik Tunisia dengan Republik Indonesia.


Penyerahan piagam penghargaan

Berfoto bersama dengan Dubes Tunisia untuk Indonesia HE. Mr. Mourad Belhassen

Secara khusus Tunisia dan Yogyakarta memiliki banyak persamaan tradisi dan nilai-nilai ke-Islaman yang kuat. Disamping hal tersebut antara Tunisia dan Yogyakarta mempunyai banyak potensi kerjasama dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya. Persahabatan antara Republik Indonesia dengan Republik Tunisia sudah terjalin cukup lama. Persahabatan ini tercipta dimulai sejak Presiden Republik Indonesia yang pertama Ir. Soekarno yang bersahabat cukup erat dengan Presiden Republik Tunisia Bourgiba. Pada tahun 2006 Republik Tunisia juga ikut membantu dalam dalam bidang kemanusiaan dengan mengirimkan para ahli medis, obat-obatan dan makanan untuk para pengungsi korban bencana gempa yang melanda Yogyakarta. Dalam hal tersebut Konsul Kehormatan Tunisia untuk Indonesia Moetaryanto Poerwoaminoto juga ikut berpartisipasi dalam program kemanusiaan membantu korban bencana dengan membangun masjid-masjid kecil dan beberapa bangunan tempat tinggal, pengadaan bahan makanan dan bangunan serta menyediakan rumahnya sebagai pusat logistik. Sebelumnya, Moetaryanto pernah menerima beragam tanga penghargaan dari beberapa Negara lainnya seperti Anugerah Sebagai Duta Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat dalam bidang Hubungan Luar Negeri (2009), Honorary Officer of the Order of Australia- AO (2010) dan rd terakhir The 3 Class of the Order of the Republic of Tunisia (2013). +


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

Peluncuran Buku

34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto Teks&Foto: Herlan

M

emang, tiada gading yang tak retak kata pepatah kita. Demikian pula kita menyadari bahwa kebijakan-kebijakan serta langkah-langkah yang telah di lakukukan oleh Orde Baru, yaitu pada saat kepemimpinan Presiden Soeharto, tidak menyiratkan kesempurnaan harapan masyarakat Indonesia. Namun setidaknya program, kebijakan dan pelaksanaan yang telah dilakukan Pemerintahan Presiden Soeharto sudah membawa perkembangan yang patut kita syukuri. Oleh karena itu dengan melihat hal tersebut Persaudaraan Wartawan Istana (PEWARIS) bekerja sama dengan Universitas Mercu Buana (UMB), meluncurkan sebuah buku yang merupakan kumpulan dari pendapat-pendapat dan aspirasi wartawan yang saat pemerintahan A. Para mantan wartawan istana berfoto bersama dengan para menteri era Orde Baru setelah pemberian buku 34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto B. Pembagian buku dari para mantan wartawan Istana kepada para mantan menteri dan pejabat era Orde Baru C. Penampilan Padua Suara Mahasiswa Mercu Buana D. Sambutan dari Dr. Arissetyanto Nugroho, MM E. Sambutan dari Cosmas Batubara F. Foto-foto Pak Harto karya wartawan istana G. Pemberian cindera mata wayang kulit yang merupakan buatan para mahasiswa Mercu Buana dari Dr. Arissetyanto Nugroho, MM kepada Cosmas Batubara

52

Mei 2013

A.

Orde Baru ditugaskan di dalam Istana. Acara dilangsungkan di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Lantai 2 Jakarta Pusat, pada 27 Maret 2013. Peluncuran B. buku tersebut dihadiri oleh para mantan menteri dan pejabat yang bertugas pada saat pemerintahan Orde Baru, diantaranya Maftuh Basyuni, Fuad Bawazir dan Sutiyoso. Turut hadir salah satu Tokoh HMI yaitu Cosmas Batubara yang pada peluncuran buku C. tersebut memberikan kata sambutan. Judul buku “34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto� merupakan hasil kontribusi Suryohadi, salah seorang anggota dewan pengarah PEWARIS berisikan tulisan rangkuman nuansa human interest dan semi tematik, yang digagas oleh Bambang Wiwoho salah seorang Anggota PEWARIS. Sehingga di dalam buku ini

terdapat dua subtansi yang berbeda, tulisan yang menyampaikan sisi human interest dan sisi tematik yang mengangkat berbagai kebijakan Mantan Presiden Soeharto bersama para anggota kabinetnya. Ketua pelaksana acara peluncuran buku “34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak


Saya bergembira bahwa pihak-pihak yang mengungkapkan sisi lain dari sosok Pak Harto, the other side of Soeharto, adalah para wartawan

D.

E.

F.

Harto� Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM, mengatakan bahwa dirinya bergembira karena pihak-pihak yang mengungkapkan sisi lain sosok Pak Harto, the other side of Soeharto, adalah para wartawan. “Ini sudah merupakan taruhan reputasi yang tidak diragukan lagi, karena wartawan yang bertanggung jawab tidak akan menulis sesuatu tanpa melakukan verifikasi atas data yang akan ditulisnya,� ujarnya. Buku ini memberikan pemikiran bahwa pemimpin sejati adalah pemimpin yang mau terus belajar, berpikir dan bertindak agar Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan bermartabat.+ G.

Mei 2013

27


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

Hashim Djojohadikusumo Tularkan Semangat Entrepreneur Teks: Della Yuanita; Foto: Albert

D

Bidang Kerjasama, Prof. Dr. Siswanto Masruri yang mewakili i era globalisasi ini, peran generasi muda dalam Rektor UIN Sunan Kalijaga. Dalam sambutannya, Siswanto pembangunan bangsa sangat penting. Tak hanya sisi mengatakan bahwa cita-cita para mahasiswa di era global nasionalisme yang harus tetap dipupuk, namun hendaknya tidak terpaku untuk menjadi PNS dan karyawan semangat entrepreneurship pun sangat diperlukan. Sudah bukan semata, namun juga pada insan-insan entrepreneur yang mampu rahasia lagi jika kekayaan alam Indonesia sangat berlimpah. Oleh menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi orang karena itu, jelas dibutuhkan keahlian dalam pengelolaannya. lain. Mahasiswa sebagai salah satu agent of change perlu dibidik dan Sementara itu, ketika memberi paparan dalam kuliah umum dididik untuk mengembangkan semangat entrepreneur. Kreatif tersebut, Hashim Djojohadikusumo dengan penuh semangat menjadi penting karena untuk mengembangkan jiwa berbagi ilmu kepada para kewirausahaan dibutuhkan strategi dalam mahasiswa yang memenuhi mengolah sebuah bisnis yang profesional. Convention Hall UIN Sunan Inilah tujuan yang hendak dicapai oleh Kalijaga. Menurut Hashim, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora salah satu faktor terbesar (Fishum) Jurusan Ilmu Komunikasi Indonesia dapat bersatu yakni Universitas Islam Nasional (UIN) Sunan karena adanya Pancasila. Ide Kalijaga Yogyakarta, ketika menggelar brilian Bung Karno sebagai kuliah umum Prodi Ilmu Komunikasi. Presiden pertama RI untuk Bertajuk “Pancasila Sebagai Dasar mencetuskan Pancasila Membangun Jiwa Entrepreneurship di Kalangan Mahasiswa Dalam Rangka berikan kuliah umum Hashim Djojohadikusumo mem Memperkuat Daya Saing Bangsa di Era Pasar Global�, kuliah umum ini dilaksanakan 11 April 2013 lalu di Convention Hall UIN. Acara ini menghadirkan narasumber pengusaha Hashim Djojohadikusumo. Bertindak sebagai moderator yakni KRMT. Indro 'Kimpling' Suseno. Sebagai kampus terbesar kedua di Indonesia, UIN Sunan Kalijaga ingin mendidik generasi muda yang kreatif dan profesional masa kini. Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Fishum UIN Sunan Kalijaga, Bono Setyo, MSi, mengatakan bahwa Mahasiswa Jurusan KPI UIN Sunan Kalijaga mendapatkan Piala Silver dalam mahasiswa kini dituntut untuk lebih kreatif dan profesional dalam ajang Pinasthika Creativestival 2012 mengembangkan diri. Hal senada diungkapkan Pembantu Rektor

54

Mei 2013


manusia memiliki hak yang sama. Hashim mengatakan bahwa dirinya memiliki bisnis di 45 negara di dunia. Dan ketika menjalankan roda bisnisnya, Hashim bersyukur lahir dan besar di Indonesia karena semangat Pancasila turut membangun jiwa kewirausahaannya sehingga dirinya semakin mandiri dan bisnisnya dapat berjalan lancar. Sesi tanya jawab dengan para mahasiswa UIN Lebih lanjut, putra Begawan Ekonomi Sumitro sebagai Djojohadikusumo dasar ini menambahkan ideologi bahwa ada beberapa negara syarat untuk mampu menjadikan kita menyatukan entrepreneur yang Indonesia Pemberian penghargaan dari UIN Suna n Kalij aga kepa da sukses. yang terdiri Hashim Djojohadikusumo “Pertama kita dari harus tepat waktu, berbagai disiplin dan kerja keras. Karena dengan keragaman suku, budaya, rasa dan agama. tepat waktu, berarti kita mampu Ideologi Pancasila tidak memandang menghormati orang-orang di sekeliling kita mayoritas dan minoritas, karena semua

termasuk rekanan bisnis. Selain itu diperlukan rasa disiplin yang tinggi, semangat bekerja keras dan jangan pernah menyerah ketika usaha kita gagal. Bersyukurlah adik-adik mahasiswa ini mengalami kegagalan usaha di masa muda. Karena kalian bisa belajar dan mengambil hikmah dari kegagalan tersebut. Jangan mudah putus asa, ketika Anda gagal, maka coba terus bisnis Anda dan cermati di mana saja kekurangannya. Sehingga kita terhindar dari kegagalan untuk kesekian kalinya,� papar Hashim. Tidak ketinggalan, Hashim pun mengingatkan kepada para mahasiswa agar tidak mengedepankan egoisme dan lebih menghargai kekayaan alam yang ada. Para generasi muda hendaknya mampu mengelola beragam kekayaan alam Indonesia agar tidak dimonopoli bangsa asing. Di akhir paparannya, Hashim pun memotivasi para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk tetap bersemangat dalam mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya sehingga dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju.+


CANTHING

ARTIKEL LEPAS

Klinik Bunga Arsari

Merebak Harum di Sedayu Bantul Teks&Foto: Indro Kimpling Suseno

K

Retnaning Tyas, Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan

etika harapan sudah menjadi tipis untuk membiayai kegiatan pelayanan sosialnya, maka bidan Tri Wahyuni pun mulai berpikir untuk menutup klinik layanan sosial kebidanan yang dia miliki. Tetapi masyarakat di desa Sungapan Dukuh, Kalurahan Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul dan sekitarnya sangat berharap agar klinik sederhana tersebut tetap dibuka. Pertemuan dengan pengurus Yayasan Wadah Titian Harapan yang didirikan oleh Anie Hashim Djojohadikusumo merupakan momentum besar bak guyuran air di tengah padang pasir. “Kami bertekad membantu klinik swadaya masyarakat ini karena klinik ini berlatar belakang sosial, melayani masyarakat tidak mampu dan telah berjalan cukup lama. Kami membangun klinik Bunga Arsari dengan fasilitas setara Puskemas, satu unit Penyerahan potongan tumpeng dari Anie Hashim Djojohadikusumo kepada lurah desa Argodadi Hadi Setyo Pranyoto mobil ambulan, satu unit sepeda motor layangan kesehatan disaksikan oleh pengelola klinik Tri Wahyuni keliling dan peralatan medis penunjangnya,� papar Retnaning Tyas selaku Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan. Bidan Tri Wahyuni didampingi suaminya Wiji Santosa tak mampu menyembunyikan rasa bangga, bahagia dan bersyukur saat acara peletakan batu pertama pembangunan Klinik Bunga Arsari hari Kamis, 18 April 2013, disaksikan camat, kapolsek, danramil, lurah serta masyarakat Sedayu dan sekitarnya. Dalam sambutannya, Anie Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan Yayasan Wadah Titian Harapan dapat berkesempatan berkiprah di Sedayu, Bantul. “Yayasan kami sangat mendukung kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh masyarakat sejak lama dan memerlukan sebuah pengembangan Tampak latar belakang gedung pelayanan kesehatan kebidanan tertentu. Bidang kesehatan dan pendidikan merupakan Tri Wahyuni yang berada di seberang lokasi klinik Bunga Arsari bidang utama kami, karena dua bidang tersebut sulit untuk saling dipisahkan. Pendidikan yang baik harus didukung oleh kesehatan yang baik. Sebaliknya kesehatan yang baik bisa terwujud oleh pendidikan yang baik,� ujarnya. Anie Djojohadikusumo juga tak lupa menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam atas dukungan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta dan Rumah Sakit Bethesda, serta masyarakat Sedayu yang telah memberikan dukungan besar bagi terwujudnya klinik Bunga Arsari.+ Peletakan batu pertama pem bangunan klinik bunga arsari oleh Anie Hashim Djojohadikusum o

56

Mei 2013


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN

Dra. Indira Kartini Sofwan

Bangga pada Busana

Anak Bangsa Teks: Herlan; Foto : BK

58

Mei 2013


banyak busana-busana kita yang menjadi dresscode di acara kenegaraan negara-negara tetangga. Oleh karena itu, seharusnya para pelaku usaha dan para pengrajin busana-busana tradisional Indonesia diberikan dukungan moral dan materal yang tinggi karena mereka merupakan sumber devisa terbesar untuk bangsa ini, dan mereka juga dapat dinamakan sebagai pahlawan devisa dan pemerhati budaya bangsa ini,� tuturnya. Bukan tanpa alasan wanita cantik ini mengatakan hal itu kepada Kabare, namun sebagai seorang wanita yang sangat mencintai kekayaan alam dan budaya bangsa ini, dirinya merasa bertanggung jawab untuk mengangkat nama besar bangsa Indonesia, salah satunya Kebaya modifikasi oranye rancangan Prio dipadu dengan kain khas Betawi koleksi pribadi dan aksesoris khas Jawa Tengah Blouse pink koleksi pribadi dipadu kain motif pekalongan karya Lenni Agustin dengan balutan aksesoris dari India dan etnik khas Indonesia Dress atau blouse rancangan dari Lenni Agustin

S

aat ini, kebanyakan orang lebih memilih mengenakan busana yang mewah, seksi, dan glamor ketimbang mengenakan busana yang indah, anggun, dan berkelas. Hal ini tidak sama dengan pemikiran Dra. Indira Kartini Sofwan, wanita yang merupakan anggota Jasa Keuangan dan Promosi Internasional IWAPI, dan Wakil Ketua Komite Tetap Pariwisata Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata Serta Seni Budaya KADIN. Dirinya mengatakan bahwa mengenakan busana hasil karya anak bangsa merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Karena menurutnya, kita tidak merasa hanya mengenakan saja, tetapi secara tidak langsung kita juga ikut berpartisipasi dalam program melestarikan budaya tradisional bangsa Indonesia. “Busana hasil karya bangsa Indonesia juga sudah mulai bangkit dan sudah bisa bersaing dengan busana-busana luar, bahkan Mei 2013

59


NGADI BUSANA TOKOH & FESYEN Baginya, tidak ada yang dapat menandingi keistimewaan dari sebuah karya busana tradisional bangsa Indonesia. Karena dibuat dengan kerja keras dan ketulusan yang sangat tinggi dari para pengrajinnya. Sehingga tercipta suatu karya yang indah dan sangat sempurna. Banyak busana-busana tradisional kita juga yang menjadi inspirasi bagi para desainer-desainer ternama Eropa dan mancanegara, hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia bisa sejajar dengan bangsabangsa lainnya di seluruh dunia. Pesannya terhadap para desainer Indonesia dan para pelaku usaha tekstil di Indonesia agar tetap mempertahankan ciri khas dari busana tradisional bangsa Indonesia dan sebelum membuat sebuah karya agar selau berpegangan pada pakem-pakem yang sudah dibuat oleh para pengrajin-pengrajin yang terdahulu, karena dari mereka-lah busana tradisional Indonesia bisa maju seperti saat ini. + Kebaya modifikasi coklat dipadu kain tenun dengan aksesoris dari Manjusha dan Thailand Blouse hijau toska modifikasi dengan motif batik kawung karya Lenny Agustin dengan rok koleksi pribadi

melalui cara menggunakan karya anak bangsa. Dalam kesehariannya, Kartini masa kini ini aktif di KADIN sejak tahun 2003 dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Pariwisata Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata Serta Seni Budaya. Kepada Kabare, Indira mengaku sangat mencintai kota kelahirannya, Yogyakarta. Dari Jogja, ia banyak belajar tentang cara hidup, dan pandangan hidup. Dari Jogja pula, dirinya banyak mendapatkan pengetahuan tentang budaya dan sejarah lahirnya bangsa ini. Wanita kelahiran 21 April ini juga semakin bersemangat untuk ikut mendukung pelestarian warisan budaya bangsa serta bangunan-bangunan cagar budaya milik bangsa ini. Salah satu warisan budaya bangsa yang sangat ia cintai adalah keanggunan, keunikan dan ciri khas busana tradisional. 60

Mei 2013


1.


PENDOPO ESAI FOTO

Gundala Gawat Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

T

eater Gandrik memang tidak ada matinya. Kelompok teater yang didirikan oleh almarhum Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, dan kawankawan ini sudah sangat akrab dengan gaya sampakannya. Sepeninggal Heru Kesawa Murti, kali ini Teater Gandrik mementaskan sebuah lakon berjudul

Kelompok teater yang didirikan oleh almarhum Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, dan kawankawan ini sudah sangat akrab dengan gaya sampakannya.

62

Mei 2013

“Gundala Gawat�. Naskah yang ditulis Goenawan Mohamad bersama Agus Noor dan Whani Dharmawan ini dipentaskan di Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 16-17 April 2013 serta di Grha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki 26-27 April 2013. Seperti biasanya, pementasan teater tidak pernah sepi dengan makna. Inilah keunikan


Susilo Nugroho “Den Baguse Ngarso” benar-benar mampu membuat penonton merasa penasaran dan bertanya dalam hati “ulah apa lagi yang akan dibuatnya setelah ini?”

pertunjukan teater. Dari awal hingga menjelang akhir, makna lakon Gundala Gawat itu bagaikan mata rantai yang terpisah-pisah. Penonton lebih banyak disuguhi banyolanbanyolan khas Teater

Gandrik yang betul-betul membuat otot perut mengencang. Setiap adegan, seserius apapun itu pasti menyisipkan tawa. Pemeran tokoh Gundala dalam lakon ini, Susilo Nugroho “Den Baguse Ngarso” benarbenar mampu membuat penonton merasa penasaran dan bertanya dalam hati “ulah apa lagi yang akan dibuatnya setelah ini?” Begitu pula kombinasi cantik para superhero yang diperankan oleh para empu dunia perteateran di Jogja, seperti Gunawan “Cindil” Maryanto yang memerankan tokoh Pangeran Melar, sang pendiri Teater Gandrik, Jujuk Prabowo, yang memerankan Sun Bo Kong, hingga Butet Kertarajasa yang memainkan peran sebagai Ayah Petir. Baru menjelang akhir pertunjukan, mata rantai yang terpisah-pisah itu tersambung menjadi satu, dan akhirnya membuat penonton pulang dengan membawa “makna”. Lakon Gundala Gawat adalah satire dari kisah satire. Kisah Gundala, superhero asli Indonesia yang sebenarnya adalah kisah satire dari tokoh Mei 2013

63


PENDOPO ESAI FOTO Captain America, disatire kembali oleh penulis naskah. Pada akhirnya lakon ini membawa kita mengerucut pada satu pertanyaan klise yang senantiasa kita hadapi: apakah mau ikut idealisme, tapi harus siap hidup miskin dan susah, atau bersikap pragmatis, namun harus rela terlarut dalam permainan-permainan kotor bertopeng kebaikan? Pertanyaan itu mungkin menjadi sebuah pertanyaan basi dan berujung pada jawaban “lebih baik memilih jalan tengah, tidak pragmatis dan tidak idealis, sesekali pragmatis dan sesekali idealis�. Namun pilihan jawaban seperti itulah yang selalu muncul dan bergulat dalam pemikiran manusia, ketika kondisi yang ada menantang kita untuk membuat keputusan. Lakon satire ini penuh metafora dan personifikasi. Gundala Gawat hendak

membungkus suatu hal yang teramat esensial dalam siklus hidup setiap manusia dan menantang orang yang menyaksikannya untuk menjawab pertanyaan ini: pilih pragmatis atau idealis? Pementasan teater tidak pernah memberikan jawaban yang pasti terhadap pertanyaan-pertanyaan menyangkut moralitas dan pilihan hidup semacam itu. Pementasan teater yang baik bukanlah pementasan yang menggurui penontonnya sehingga menciptakan jarak yang begitu lebar antara aktor dan aktris di atas panggung dengan orang awam yang menyaksikan pertunjukan. Pada akhirnya, penonton sendirilah yang dengan bebas memaknai apa yang telah ia saksikan.+

Lakon satire ini penuh metafora dan personifikasi. Gundala Gawat hendak membungkus suatu hal yang teramat esensial dalam siklus hidup setiap manusia

64

Mei 2013


KONDHANG TOKOH

Mengunjungi Museum

Madame Tussaud London,

Marilyn Monroe

di Musim Dingin Yang Molor Teks & Foto : Indro ‘Kimpling’ Suseno

A

tas prakarsa keluarga Moetaryanto Poerwoaminoto, Kabare berkesempatan mengunjungi Museum Madame Tussaud di London, Inggris, di awal bulan April 2013, di mana suhu udara masih berkisar minus 2 sampai 4 derajat Celsius. Kondisi yang tak lazim di Eropa ketika seharusnya waktu itu sudah mulai hangat, perlahinan musim dingin ke musim panas. Yang menarik, anteran panjang dari para pengunjung yang berbaju tebal rangkap, setia berdiri sekitar 1 jam untuk dapat memperoleh tiket masuk! Madame Tussauds adalah sebuah museum lilin terkenal di London, dengan cabang-cabang di beberapa kota besar di dunia. Museum ini didirikan oleh pematung lilin Marie Tussaud (lahir 1761, wafat 1850). Ia lahir sebagai Marie Grosholtz di Prancis. Ibunya bekerja sebagai Strasbourg, Pra pembantu rrumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam Curtius pembuatan patung lilin. Curtius p mendidik Tussaud dalam seni

Barrack Obama

Jennifer Lopez

Sean Connery

26 26

patung lilin. Tussaud membuat patung lilin in pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet ois nal de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan ohtokoh terkenal Voltaire, pada tahun 1777. Tokohantara lain Jean lainnya yang dipatungkannya n Franklin. Selama Jacques Rousseau dan Benjamin Revolusi Prancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengahtengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna. Pada tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London. Salah satu atraksi utama museum Tussaud adalah "The Chamber of Horrors". Bagian eksibisi ini menampilkan sebagian korban Revolusi Prancis dan juga patung-patung para pembunuh dan penjahat lainnya. Nama ruangan ini diberikan oleh seseorang dalam majalah Punch pada tahun 1845. Museum Madame Tussaud pindah ke alamatnya kini di

Mei M ei 20 22013 013

Angelina Jolie & Brad Pitt


Daniel Craig

Andy Warhol

Julia Roberts

King Henry VIII

Marylebone Road pada tahun 1884. Museum lilin Madame Tussaud kini telah berkembang menjadi sebuah tujuan wisata di London, berdampingan (hingga barubaru ini) dengan London Planetarium di sisi baratnya. Museum ini telah memiliki cabang di Amsterdam, Las Vegas, New York, Hongkong, Shanghai, HollywoodLos Angeles, Washington D.C, dan Bangkok-Thailand. Kini, patungpatung lilin Madame Tussauds Jimi Hendrix terdiri atas

Indro Kimpling & Wahyuningrum berpose di antara patung keluarga Kerajaan Inggris

tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar. Museum Madame Tussauds saat ini dimiliki oleh sebuah perusahaan wisata bernama Merlin Entertainments setelah mengakuisisi Tussauds Group pada bulan Mei 2007.+

foto bersama Seorang pengunjung ber patung artis Miley Cyrus

Sachin Tendulkar (atlet kriket) Audrey Hepburn

Mei 20 Me Mei 22013 013 1

67


PESANGGRAHAN

INFO HOTEL

Kampung Kaki Jawa Balemong Galery Resort and Convention

di

Ungaran

Gunung

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

68

Mei 2013


J

awa, budaya, dan tradisinya sering kali memercikkan api kerinduan di hati pencintanya. Bagi Anda yang merindukan suasana kampung Jawa dengan segala tradisinya, di sinilah tempatnya. Balemong Gallery Resort and Convention menghadirkan kekayaan tradisi Jawa yang terbalut dalam rumah-rumah joglo dan

Lebih dari sekadar tempat peristirahatan, Balemong begitu unik dan elegan, memadukan keelokan ciri tradisional Jawa dan sentuhan modern

berserta segala kelengkapan isinya. Lebih dari sekadar tempat peristirahatan, Balemong merupakan sebuah kompleks yang begitu unik dan elegan, yang memadukan keelokan ciri tradisional Jawa dan sentuhan modern. Pencinta barang antik dan kuno, serta mereka yang kagum dengan sejarah dan peninggalan budaya Jawa, sudah barang

Balemong lantas juga diamini sebagai bagian dari cagar budaya. Lokasi Balemong terletak sekitar 10 kilometer dari Gunung Ungaran. Hijau pepohonan di kakinya serta hamparan persawahan menjadi pemandangan utama yang mengagumkan. Udara sejuk pegunungan yang selalu menyelimuti kompleks Balemong, terasa menciptakan

tentu akan terobati kerinduannya dengan menginap di Balemong. Rumah-rumah tradisional khas Jawa didirikan kembali dan ditata sangat apik membentuk sebuah perkampungan yang asri. Bangunan joglo asli berusia ratusan tahun, berikut rumah-rumah besar bergaya aristokrat Jawa pun berdiri kembali di situ. Lengkap dengan pernak pernik bercitarasa budaya dan tradisi Jawa. Tak ayal,

atmosfer meneduhkan dan menyegarkan. Menginap di Balemong, Anda yang awalnya berasa penat, lelah dengan suasana pekerjaan, niscaya akan segara kembali bugar dan bersemangat. Sang pemilik Balemong Gallery Resort and Convention, Lambertus Hans Verhoeven, memang seorang pencinta budaya Jawa. Pria asal Semarang ini awalnya suka mengoleksi barang-barang antik Mei 2013

69


PESANGGRAHAN

INFO HOTEL

entnis, terutama Jawa. Berjalan lebih kurang 25 tahun, Hans berburu semuanya yang antik, termasuk rumah-rumah joglo yang kuno, antara lain di daerah Solo, Purwodadi, juga Kudus. Dengan segala apa yang telah diperolehnya, Hans kemudian ingin barang-barang koleksinya abadi dan terawat. Tak hanya itu, ia pun ingin agar masyarakat, terutama generasi muda, tak kehilangan jejak

70

Mei 2013

peradaban Jawa yang setidaknya dapat direkam dari beragam koleksinya itu. Dari maksud itulah, kemudian Kompleks Balemong pun didirikannya. Agar masyarakat semakin mau mendekat dan mengenal lebih jauh tentang budaya Jawa, Hans lantas mengemasnya menjadi sebuah galeri dan resort bergaya perkampungan Jawa. Seperti yang diinginkan dan diangankan sang pemilik, ketika


Meski dipenuhi bangunan kuno, Balemong juga memberikan sentuhan-sentuhan

dengan segala fasilitas modernnya. Balemong Gallery Resort and Convention cocok bagi Anda dan keluarga yang cinta budaya Jawa dan merindukan suasana menginap yang nyaman. Kompleks resort ini juga pantas bagi Anda bersama kolega atau rekan bisnis yang menginginkan suasana damai dan tenang untuk merencanakan bisnis ke depan. Layaknya perkampungan Jawa dengan kehidupan yang aman, menentramkan,

dan bersahabat, ketika Anda singgah menyambangi Balemong, Anda akan disambut keramahtamahan khas orang Jawa. Di sini, Anda pun dilayani sepenuh hati seperti keluarga sendiri. Bisa jadi, Anda akan merasa seperti pulang kembali ke rumah nenek yang dudah lama merindukan cucu-cucunya datang mengunjunginya. Tentu saja, hanya cinta dan kebahagiaanlah yang akan segera menyergap perasaan Anda. +

modern di dalamnya, yang tentu saja selayak konsep resort masa kini

menginap di Balemong, Anda akan berasa kembali pada suasana Jawa ratusan tahun lalu. Joglo-joglo tua memang mendominasi kompleks Balemong. Kompleks ini bagaikan sebuah bentangan museum Jawa yang besar dan luas. Namun begitu, Balemong tetaplah sebuah penginapan atau tempat peristirahatan berkonsep resort. Karena itu, meski dipenuhi bangunan kuno, Balemong juga memberikan sentuhansentuhan modern di dalamnya, yang tentu saja selayaknya konsep sebuah resort masa kini. Berdiri di atas tanah persawahan seluas 7 hektare, Balemong Gallery Resort and Convention menghadirkan puluhan bangunan bernuansakan Jawa. Ada tujuh rumah Jawa yang bisa dipergunakan untuk menginap, dan 2 di antaranya merupakan bangunan baru yang juga dikonsep seperti yang lainnya. Balemong menyediakan 22 kamar yang masing-masing mempunyai kunikan tersendiri Mei 2013

71


KLANGENAN

KULINER

Osso Buco & Jondorry Steak

Dua Penakluk

Lidah Promenade ala

Chef

Teks: FA Herru; Foto: Albert

M

engusir kebosanan dan menciptakan kepuasan bersantap adalah hal mutlak. Menyediakan menu yang bervariasi salah satu triknya. Pastinya, penikmat kuliner akan makin dimanjakan dengan menumenu yang terus berganti. Dengan maksud seperti itu, Promenade, restoran di hotel New Saphir Yogyakarta, menghadirkan menu baru untuk memuaskan hasrat bersantap para penikmat kuliner dan tentu saja tamu-tamu hotelnya. Di bulan Mei dan Juni, para chef Promenade mengkreasi daging sapi dan ikan hingga menjadi hidangan yang menggugah selera. Daging dan ikan memang merupakan makanan yang memiliki banyak penggemar. Berbagai macam olahannya tak jarang dapat memuaskan lidah para penyantapnya. Ya, tentu saja seperti yang disajikan di restoran ini. Para pencinta olahan sapi dan ikan benar-benar dimanjakan dengan sajian menu Osso buco dan

Para pencinta olahan sapi dan ikan benar-benar dimanjakan dengan sajian menu Osso buco dan jondorry fish steak. Dua main course ini merupakan menu promosi restoran tersebut

72

Mei 2013

jondorry fish steak. Dua main course ini merupakan menu promosi restoran tersebut. Mungkin saja Anda pernah mencoba sajian menu yang sama di tempat lain. Namun, setiap sajian yang diolah oleh tangan yang berbeda pastinya akan melahirkan citarasa yang berbeda pula. Para chef berpengalaman Promenade pun menghadirkan Ossobuco dan jondorry fish steak dengan kekhasan rasa yang berbeda. Karena itu, tak salah jika Anda pun perlu mencoba citarasa khas dua menu tersebut di Promenade, hotel New Saphir Yogyakarta. Ossobuco, hidangan khas Milan, Italia, dikreasi dengan citarasa berbeda. Beef Shank atau daging sapi bagian kaki disajikan dengan spageti dan aneka sayuran segar. Daging sapi muda yang menjadi pilihan para chef di restoran ini. Selain lebih lunak, setelah diolah daging menjadi terasa lebih lembut. Untuk menciptakan kekhasan rasa, beef shank di-stew terlebih dahulu dengan rosemary, tomato paste dan white wine, agar semuanya meresap dalam daging dan jadi satu kesatuan rasa.


Setelah itu, beef shank kemudian dipanggang dengan tingkat kematangan yang pas. Hasilnya kemudian dihidangkan dengan spageti, menciptakan rasa girih yang benar-benar khas. Penggemar olahan ikan pun pastinya dimanjakan pula dengan olahan yang satu ini. Ikan jondorry adalah ikan batu, ikan laut yang berkulit keras. Karena itu, jondorry selalu disajikan fillet. Ikan ini memiliki protein yang sangat tinggi. Terlebih dulu diolesi dengan aneka bumbu; merica, garam, fillet jondorry dimarinated atau didiamkan selama beberapa jam agar bumbu meresap. Jeruk nipis yang diperaskan padanya akan menghilangkan bau khas ikan yang cukup pekat. Seperti layaknya steak, fillet jondorry kemudian di-grilled, dipanggang, selama

menghadirkan citarasa yang berbeda, para chef juga membuat mustad cream sauce sebagai pelengkapnya. Aroma jondorry panggang segar yang mengambang, hashbrown potato, dan mustad cream sauce, membuat sajian yang satu ini memunculkan citarasa gurih asam yang berbeda dari pada yang lain.

Untuk menciptakan kekhasan rasa, beef shank di-stew terlebih dahulu dengan rosemary, tomato paste dan white wine

lebih kurang 8 hingga 10 menit. Setelah dirasa cukup tingkat kematangannya, sajian steak ini disajikan bersama hashbrown potato untuk mendapatkan karbohidratnya. Untuk

Selain senantiasa menciptakan menu-menu promo baru setiap dua bulannya, di Promenade pastinya juga memiliki menu-menu lain yang tak kalah hebat citarasanya. Baik menu-menu a la carte ataupun menu-menu buffet. Citarasa tradisional nusantara, western, juga kontinental yang membangunkan selera dapat Anda rasakan di Promenade. Sejak berganti kepemilikan Juni 2012 lalu, hotel yang terletak di Jl. Laksda Adisutjipto 38, Yogyakarta, ini bertekad merubah konsepnya. Hotel Saphir Yogyakarta pun berubah menjadi New Saphir Yogyakarta. Konsep bangunan hotel hingga saat ini belum banyak berubah, tetap bernuansa modern dengan sentuhan tradisional. Menurut Edy Nurhadi, Food & Beverage manager, baru pada Demember Mei 2013

73


KLANGENAN

KULINER

Citarasa tradisional nusantara, western, juga continental yang membangunkan selera dapat Anda rasakan di Promenade nanti, hotel akan direnovasi dan akan diubah konsepnya ke modern minimalis. Hotel New Saphir Yogyakarta yang kini menjadi milik Sanbe Farma di bawah naungan PT. Sanbe Karya Persada, pun akan merubah konsep manajemen, fasilitas, dan segala pelayanannya dengan yang baru, yang tentu saja mengutamakan kenyamanan menginap para tamu.+

Bakmi Pak Sandiyo

Pesan Satu Dapat Dua Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

K

alau Anda seorang penikmat berat bakmi jawa, mungkin Anda akan menemukan surganya di Bantul. Bantul merupakan satu dari empat kabupaten di DIY. Daerah wilayah selatan DIY itu bisa jadi satu-satunya kabupaten di DIY yang paling banyak terdapat penjual bakmi Jawa. Anda yang terbilang belum kenal Bantul, dipastikan tidak akan kesulitan mencari kudapan ngangeni yang satu ini di Bantul. Cukup menyusuri jalanan-jalanan kotanya, penjual bakmi pasti akan sering Anda jumpai. Namun, meski amat teramat banyak penjual bakmi di Bantul, tentu saja masing-masing memiliki kekhasan rasa. Bakmi Pak Sandiyo salah satunya yang memiliki banyak penggemar. Di warung ini, selain bakmi goreng dan godog, Anda juga bisa merasakan pula menu nasi goreng yang sedap. Yang recommended dicoba dan terbilang unik, adalah bakmi urut-urut. Urut-urut adalah balungan ayam dari kepala, tulang belakang hingga ekor. Jadi jangan heran, saat Anda pesan satu porsi bakmi urut-urut, yang akan terhidang di meja Anda dua piring bakmi. Selain unik dan cukup beda dari warung yang lain, soal citarasa Anda sendiri pastinya bisa menilai dari banyaknya pelanggan yang berkunjung ke warung bakmi Pak Sandiyo.

74

Mei 2013

Warung bakmi Pak Sandiyo memang tidak berada di pinggir jalan. Warung ini justru ada di tengah dusun, yaitu Dusun Pete, Kelurahan Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro. Dusun itu letaknya tak jauh dari Gereja Ganjuran, dan di dusun-dusun kecamatan Bambanglipuro memang terkenal teramat banyak penjual bakmi jawa. Di dusun Pete sendiri, ada empat warung bakmi. Memang butuh sedikit kesabaran untuk mencari warung bakmi Pak Sandiyo. Tapi justru di situlah uniknya berpetualang kuliner di Bantul untuk sekadar mencari bakmi nyamleng di lidah. Sebelum kini dikelola Bu Sandiyo, warung ini dikenal dengan nama warung bakmi Mbah Kepik yang sudah berjualan sejak tahun 1950-an. Bila tertarik, warung ini buka mulai pukul 18.30 – 01.00 dini hari.+


PAGUYUBAN

BERITA KOMUNITAS

PENGABDIAN MUTIARA PERTIWI

Kebaya, Ikon Busana Perempuan Indonesia Teks&Foto: Herlan

B

erkebaya saat ini telah menjadi salah satu ciri khas berbusana perempuan Indonesia. Bahkan, pakaian adat khas Jawa itu dapat menjadi di ikon busana resmi. Kebayaa bukan pakain baru, busana khas ini sudah dikenakan sejak zaman berkembangnya kerajaan-kerajaan di Jawa. Di zaman itu, para bangsawan, permaisuri, uri, dan para putri raja, wajib mengenakan kebaya di setiap Titi DJ kesempatan. Dengan maksud mengangkat kebaya,

Pemberian simbolis hasil malam dana Pengabdian Mutiara Pertiwi

Titi Handayani Rajo Bintang

Ir. Sendy Ramania Wurandani

Titiek Puspa

Eni Yusuf

Risna Nyctagina Syahrini

76

Mei 2013

Iis Dahlia

Ingrid Kansil

Ray Sahetapy

Nini W Faridz


Ane Avantie

Christopher Abiman yu

pada 23 April 2013 lalu Yayasan Mutiara Nusantara mempersembahkan “Malam Dana dan Peragaan Busana Kebaya” yang digelar di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Peragaan busana yang dibalut tajuk “Pengabdian Mutiara Pertiwi” ini sekaligus pula dijadikan malam pengumpulan dana yang hasilnya disalurkan melalui Yayasan Kanker Indonesia dan Yayasan Pantara

Pada jaman Kemerdekaan Kebaya juga semakin dikenal karena kebaya di kenakan oleh Ibu Negara pertama Indonesia yaitu Ibu Fatmawati, Ibu Negara mengenakan Kebaya saat ia menjahit bendera merah putih.

N. Bress Soehardjo

Ivi Amir Syamsudin

untuk anakanak berkebutuhan khusus. Di zaman penjajahan, kebaya juga menjadi pakaian yang acap kali dikenakan oleh Tari Dolalak seorang tokoh pejuang emansipasi wanita, RA Kartini. Beliau menjadikan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia, khususnya perempuan Jawa yang ayu dan anggun. Ibu Kartini selalu tampil ringkas dengan kebaya panjang tertutup berwarna dof, bersulam pita emas, disertai dengan koin emas sebagai perhiasannya. Kebaya semacam ini juga dikenakan oleh para istri dan putri raja yang telah menikah. Pada masa itu, rakyat biasa lantas menirunya untuk tampil di harihari istimewa, seperti pernikahan.

Nurul Aris Soehardjo

Dalam lingkungan keraton, kebaya juga menjadi pakaian wajib bagi para perempuan keluarga keraton, seperti misalnya di Kadipaten Mangkunegaran. Gusti Nurul dan Gusti Putrii selalu mengenakannya di setiap kesempatan. Mereka pun membuat kagum para bangsawan Eropa di kala itu, dan mereka dikenal sebagai panutan modifikasi model kebaya

Sundari Soekotjo

Denny Malik

Marini Burhan Abdullah

Yulie Setyohadi

HE. Mr. Eduardo Calderon & Karlina Chandra

Triesna Jero Wacik

Mei 2013 3

77


PAGUYUBAN

BERITA KOMUNITAS

Jawa era 1960-an. Pada zaman kemerdekaan, kebaya semakin dikenal karena dikenakan oleh ibu negara pertama Indonesia, yaitu Fatmawati. Ibu negara mengenakan kebaya saat ia menjahit bendera merah putih yang akan dikibarkan di hari proklamasi kemerdekaan RI. Kebaya dinilai memiliki andil dalam proses perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kebaya semakin dikenal oleh dunia sejak dikenakan oleh Ibu Tien Soeharto. Sebagai ibu negara, beliau selalu tampil dengan kebaya setiap saat. Seperti saat mendampingi Presiden Soeharto dalam kunjungan kenegaraan. Kebaya yang dikenakan Ibu Tien Soeharto berjenis kutu baru, yaitu potongan kain menutupi dada dan menghubungkan sisi kanan dan kiri.

Mien Uno

Koming

Acara ini dikemas dengan mengangkat suasana pada kehidupan di Kadipaten Mangkunegaran dengan background panggung yang mengambil Gapura Pendapa Khas Kadipaten Mangkunegaran

78

Mei 2013

Sahita Group

Koes Hendratmo

Tri Setyani Budiutami

Kebaya ini dipermanis pemakaian kendit yang dililitkan di pinggang. Di masa kini, kebaya tampil lebih kreatif, seksi, dan indah. Gaya ini diperkenalkan pertama kali oleh desainer Edward Hutabarat di era tahun 1990-an. Untuk mengenang dan meneruskan jejak para tokoh perempuan Indonesia dalam melestarikan kebaya sebagai busana khas Indonesia, pada malam dana dan peragaan busana persembahan Yayasan Mutiara Nusantara ini, empat istri menteri negara RI, yaitu Ingrid Kansil, Tresna Jero Wacik, Ivy Amir Syamsudin dan Niniek Djan Faridz, naik catwalk memeragakan beragam kebaya. Mereka ditemani para artis Indonesia yang di antaranya Titi DJ, Syahrini, Iis Dahlia, dan Titiek Puspa. Selain itu juga para sosialita dan peragawati profesioanal. Acara ini dikemas dengan mengangkat

Dr.Ing Aditya Indradjaja

suasana kehidupan di Kadipaten Mangkunegaran. Latar belakang panggung mengambil gapura pendapa khas Kadipaten Mangkunegaran. Acara itu pun menyuguhkan tari-tarian tradisional Jawa dan tari khas Mangkunegaran yang dibawakan oleh Krida Art Group. Penampilan dari para maestro penyanyi, di antaranya Titiek Puspa, Christopher Abimanyu, dan Sundari Soekotjo yang diiringi oleh Paduan Suara Mercubuana, pun ditampilkan. Tidak hanya itu, para tamu juga dibuat tertawa oleh kelompok teater tari komedi perempuan dari Solo “Sahita Group�. Pergelaran ini terselenggara berkat keahlian dan tangan dingin dari sutradara dan koreografer asal Yogyakarta; Ananta Kanapi, serta rancangan busana Kebaya dua desainer ternama Indonesia yaitu Andre Frankie dan Anne Avantie.+


Singh HE. Mr. Gurjit Singh ru ee N . rs M &

Pembukaan Pameran Foto

Vivek R. Bammi

Pengunjung sedang menikmati pameran

Teks & Foto: Herlan

P

ada 16 Aprill 2013, bertempat di Duta Fine Arts Foundation, diselenggarakan pembukaan pameran foto dari fotografer asal India yaitu Vivek R. Bammi. Pada pameran tersebut, Vivek R. Bammi menggambarkan latar belakang fotonya yang adalah Candi Angkor di Kamboja. Foto-foto pada pameran tersebut lebih banyak bernuansa hitam-putih karena objek-objek yang ditampilkan merupakan ornamenornamen tua dan situs-situs yang sangat berbau etnik, sehingga nuansa heritage pada foto tersebut tampak sangat kental. Pameran dibuka oleh Duta Besar India untuk Indonesia HE. Mr. Gurjit Singh. Menurutnya, pameran foto tersebut sangat bagus dan dapat mengenalkan budaya Hindu, karena kebanyakan Vivek R. Bammi menampilkan objek foto berupa dewa-dewa yang dihormati dalam agama Hindu. Tak hanya itu, Dubes India mengatakan bahwa pameran ini juga sangat membantu para fotografer-fotografer dari India khususnya untuk memperkenalkan karyanya kepada masyarakat di Indonesia dan negara lainnya.+

Vivek R Bammi & Eli Moselle

Mr. Lee & Mrs. Lidia

Kiki Wira Atmadja, SH & Tiene Hidayat

Mr. Didiet Hamel & Mrs. Iranata Praja

Mr. Zahur Zaidi & Mr . William P. Tuchrello

Mei 2013

79


PAGUYUBAN

BERITA KOMUNITAS

Arisan Happy Moms,

Kumpulan Kartini

Masa Kini

Teks: Della Yuanita, Tegar H; Foto: istimewa

J

asa besar Raden Ajeng Kartini memang tak bisa terlupakan begitu saja, khususnya bagi kaum wanita. Berkat perjuangan RA. Kartini, kaum wanita mampu mensejajarkan kedudukannya dengan pria dan memperoleh hak-hak kaumnya. Wanita tak lagi hanya menjadi konco wingking saja, namun kini mereka memiliki hak untuk mengeksplorasi kemampuan dan bakatnya. Seperti yang dilakukan oleh sekumpulan wanita cerdas di Yogyakarta ini, tergabung dalam komunitas arisan Happy Moms. Tak hanya berkumpul dan mengocok arisan saja, namun banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh sekumpulan smart moms ini. Menurut Koordinator Arisan Happy Moms Ena Vadaq, arisan yang dibentuk pada 19 Maret 2011 ini py Moms memang beda dari arisan pada umumnya. “Sejak awal Arisan Hap non, Ketua ta es h K e fi El kehadirannya, arisan ini menerapkan dress code dalam setiap pertemuannya. Selain itu, kami juga mengadakan pengajian, bakti sosial, beauty class hingga cooking class. Tujuannya 80

Mei 2013

Ena Vadaq Koordinator Arisa n Happy

Moms


Tyas

Nurlaini, Fafa

Susan, Dian

Linsiana, Rury

kedua di tahun 2012 mereka mengenakan kebaya modern serta mengundang narasumber Ibu KRAy. Angling Kusumo. Kini, untuk merayakan Hari Kartini yang ketiga kalinya, Happy Moms mengenakan dress code kebaya original ala RA. Kartini dan mengundang Kepala Dinas Pariwisata Daerah

Ika

Emma, Hikmah

Ira

Yani, Iin, Yuni

Kepala Dinas Pariwisata DIY M Tazbir, memberikan penghargaan best costume kepada Susan

jelas, bahwa dalam setiap pertemuan, kami memperoleh satu ilmu baru yang bermanfaat dan bisa kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja, adanya arisan ini tak lantas membuat kami lupa akan tugas kami sebagai istri dan ibu untuk keluarga di rumah, namun harapannya, selalu ada ilmu baru yang bisa kami aplikasikan dalam kehidupan rumah tangga masing-masing,� paparnya. Sebagai bagian dari emansipasi wanita, Happy Moms yang beranggotakan 24 anggota ini pun turut merayakan Hari Kartini. Ini merupakan kali ketiga, arisan ini menggelar perayaan dalam rangka memperingati RA. Kartini. Dalam perayaan pertama, mereka mengenakan pakaian adat Nusantara, kemudian perayaan

Istimewa Yogyakarta M. Tazbir, SH, MHum, untuk memberikan wejangan. Sementara itu, Ketua Arisan Happy Moms, Elfie Khestanon mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengundang M. Tazbir karena Happy Moms ingin men-support dan turut memajukan pariwisata Yogyakarta. “Oleh karena itu, kami dari Happy Moms bersinergi dengan Dinas Pariwisata DIY untuk dapat memberikan ide-ide kreatif baru demi kemajuan industri pariwisata DIY,� jelasnya kepada Kabare. Sementara itu, M. Tazbir, mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi komunitas arisan Happy Moms karena ini merupakan suatu wadah positif bagi para anggotanya yang berasal dari beragam profesi untuk melebur menjadi satu dan memberikan sumbangsih ilmu yang bermanfaat untuk sesama.+

Mei 2013

81


PAGUYUBAN

BERITA KOMUNITAS

Pameran Lukisan & Launching Buku Kartini Basuki Teks & Foto: BK

Titiek Soeharto sebagai Ketua Yayasan Seni Rupa membuka pameran

S

ebagai suatu bentuk karya untuk memperingati Hari Kartini, serta dedikasinya sebagai seorang pelukis wanita untuk memberikan apresiasi seni pada bangsa Indonesia khususnya untuk perempuan Indonesia, pada Senin 22 April 2013, pelukis wanita Kartini Basuki menggelar pameran lukisan sekaligus peluncuran buku “Kartini, 30 Years in Art�. Acara yang digelar di lobi Hotel Four Seasons ini dibuka oleh Ketua Yayasan Seni Rupa, Titiek Soeharto.

Kartini Basuki dan KPA Wiwoho Basuki

Cokrohadiningra t

Inti, Tuti, Christin

Susrinah Sanyoto, Sri Harmoko

82

Mei 2013

Ade Syarfuan, Poppy Haryono Isman

Tantry Bakrie, Daphne Zepoz


Bapak-Ibu Tumewu, Tanti

Inge, Linda Hakim

Cici Tegal

Naomi Meilyantha

Dalam pameran tersebut, Kartini Basuki memajang 24 karya lukisan yang bertemakan bunga. Lukisan bertema bunga ini merupakan salah satu kesukaan Kartini Basuki selain tema lanskap dan potret diri. Sosok Kartini Basuki dulunya merupakan seorang atlet lari nasional. Dirinya kemudian belajar melukis dari “Bapak Seni Lukis Modern” maestro S. Sudjono pada 1984. Berkat kepiawaiannya dalam bidang seni lukis, pada tahun 1989 Kartini Basuki memperoleh penghargaan dalam pameran “Biennale Internationale d'Auvergne” di Prancis.+

Sosialita Jakarta berfoto bersama Kartini Basuki

Tamu undangan mengamati salah satu lukisan Kartini Basuki

agumnya buku untuk peng enandatangani Kartini Basuki m

Mei 2013

83


PAGUYUBAN

BERITA KOMUNITAS

Dewata

Youth Charity

Golf Tournament Teks & Foto: Herlan

Pemotongan kue ulang tahun bersama

Paulus W. Broto, Sri Sultan HB X, Mayjend. Djoko Setiadi

Darmono, Sarwediono, Budi Susilo Supandji, Djangkung Sudjarwadi

Mayjen Djoko Setiadi & pemenang Best Nett Mrs.Mae Mr Mrs M rs.Ma rs .Mae .M Ma M ae M Marciel arccie ar ciie iel C Hendry Overall,

84

Mei 2013

P

ada 7 April 2013 yang lalu, PT. Darma Putera Wahana Pratama menggelar DEWATA Youth Charity Golf Tournament untuk memperebutkan Piala Bergilir dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara yang digelar di Permata Sentul Golf Course Bogor ini sekaligus merayakan hari ulang tahun dan hari jadi ke-67 Sri Sultan HB X, serta ulang tahun PT. DEWATA dan Lembaga Sandi Negara. Turnamen ini diikuti oleh 152 golfer yang terdiri dari para pengusaha, artis, dan pejabat tinggi sipil maupun militer. Acara yang digelar secara tahunan oleh Darma Putera Wahana Pratama (DEWATA ) Foundation ini dimaksudkan sebagai sarana penggalangan dana bagi pembinaan generasi muda terutama dari aspek kepemipinan, profesionalisme, kewirausahaan dan pembangunan karakter.

Prasetya Subekti & Mayjend Subagyo HS

Dasruli, Ignantius, Mashuri, Yoyok, Totok

Sri Sultan HB X dan Pemenang Piala bergilir Sri Sultan HB X , Yoshua Prawiro

Tompi menyumba ngkan lagu

Team Bank Mandiri (Adang S, Effendi S, A. Basuseno, Amir)


“Hal ini dilakukan melalui pemberian beasiswa, pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan, workshop dan seminar pendidikan, modal kerja bagi para kaum marjinal, dan sumbangan untuk lembaga atau yayasan yang peduli dengan pembinaan generasi muda,� demikian disampaikan Ir. Paulus W. Broto, MM, ketua panitia turnamen sekaligus ketua DEWATA Foundation.+

SD Darmono, Bambang S, Marsma TNI. M Nurullah SIP, Mayjen Ibrahim Saleh

Wiwik Veronica, Budi Hendarto, Dani Haryono Haru dono, Yani Kardono

Elvina Jufrida, Ranty Kusumamulya, Agnes Kurniadayani

Anton S, Arfan, Sandy S, Bonny


PAGUYUBAN

BERITA KOMUNITAS

Pemberian charity kepada Yayasan Pansophia dan Yayasan As-Syafiia

Fashion show dari Deanoor

Penampilan Chintia Sari

Ibu-ibu Persatuan Istri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II menari poco-poco dengan ibu-bu pejabat Malaysia

Malaysia Charitiy

Luncheon P

Teks & Foto: Herlan

ada 3 April 2013 yang lalu, Persatuan Wanita Kedutaan Besar Malaysia Perwakilan Jakarta bekerja sama dengan Tourism Malaysia mengadakan satu program penggalangan dana bertajuk “Malaysia Charity Luncheon�. Bertempat di Grand Ballroom, Hotel Shangrila Jakarta, acara ini bertujuan menggalang dana yang akan disumbangkan kepada Yayasan Pansophia dan Pesantren As Syafii a, dua organisasi yang membela nasib anak yatim dan anak jalanan Indonesia. Acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaran antara Malaysia dengan Indonesia. Juga, meningkatkan hubungan ekonomi bilateral antara kedua negara, mempromosikan fabric Malaysia karya Deanoor buatan Malaysia yang diproduksi di Italia kepada masyarakat Indonesia, serta upaya memajukan potensi pariwisata yang dapat dipromosikan bersama oleh Malaysia dan Indonesia kepada wisatawan-wisatawan mancanegara. Kedua negara juga bekerja sama dalam memajukan industri batik di Indonesia dan Malaysia. Tahun ini adalah tahun yang ke-3 acara ini dilaksanakan secara berturut-turut. Kali ini, acara dibuka oleh sambutan dari Datin Sharifah Ikhlas AlJeffree, istri Duta Besar Malaysia untuk Indonesia; Datin Sri Siti Rubiah Datuk Abdul Samad, istri Menteri Luar Negeri Malaysia; dan Ratna Djoko Suyanto, istri Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh istri dari para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, di antaranya Sranya Natalegawa, istri Mrs. Mae Marciel

86

Mei 2013

Bunga Citra Lestari & Sinclair Ashraf Daniel Mohammed


Menteri Luar Negri Indonesia; Zaenab Alwi Basri, istri Menteri Sosial Indonesia; Sri Murniati Sachro Yusgiantoro, istri Menteri Pertahanan Indonesia, duta besar dan istri dari para duta besar negara tetangga. +

Delphine Darsono, Noor Travik, Lisa Miharja Mrs. Etsuko Katori

Ratna Djoko Datin Sri Siti Suyanto & Abdul SamadRubiah Datuk

Syahrini & Yunisya Ali Alatas

Maria Lukito & Datin Sharifah Ikhlas AlJeffree

Martha Tilaar & Wulan Tilaar


GUNEMAN

OBROLAN SINGKAT

Pandji Pragiwaksono (Presenter, Ilustrator, Comic)

Komedi itu

Cerdas Teks&Foto: Della Yuanita

N

ama Stand-up Comedy belakangan ini semakin melambung. Program komedi yang muncul di tahun 2010 ini rupanya berhasil menarik minat para pemirsa untuk setia menonton acara yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta tersebut. Pandji Pragiwaksono, salah satu comic sekaligus pencetus gagasan adanya Stand-Up Comedy Indonesia ini memantapkan niatnya untuk membangun awareness masyarakat tentang sebuah program komedi ini. Ketika bertemu Kabare di Hotel Jambuluwuk Yogyakarta, Pandji mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu cara untuk mencerdaskan penonton TV Indonesia. Menurutnya, acara yang berkonsep kompetisi dengan sistem eliminasi ini berhasil menarik minat penonton menyaksikan komedi pintar ini. Panji mengatakan bahwa happening-nya program ini barangkali akibat kejenuhan penonton terhadap komedi-komedi slapstik. Sehingga

hal tersebut mengindikasikan penonton televisi sudah semakin cerdas, dan stand-up comedy seolah merupakan jawaban atas kekangenan penonton cerdas akan komedi yang cerdas pula. “Semua komedi adalah cerdas karena bisa menghibur. Kalau komedi itu mudah, maka semua orang menjadi komedian. Dan tentunya, untuk membuat materi sederhana menjadi lucu, dibutuhkan kecerdasan dari para komedian,� ungkap pria kelahiran Singapura, 18 Juni 1979 ini. Pandji pun kemudian bercerita mengenai kisah seorang calon Hakim Agung yang hendak melucu saat seleksi Hakim Agung di Komisi III DPR RI. Menurutnya, sang Hakim tidak cukup cerdas dalam meramu hal sensitif untuk menjadi materi komedi. Inilah yang membuktikan bahwa komedi itu tak mudah dan dibutuhkan kecerdasan untuk meramunya.+

Happy Salma (Artis)

Koleksi Kain Tradisional Teks&Foto: Della Yuanita

B

ukan rahasia lagi jika keindahan kain-kain adat Nusantara sudah diakui dunia. Sudah selayaknya kita sebagai masyarakat merasa bangga dan memiliki kain-kain tersebut. Hal yang nyata dilakukan oleh aktris dan pesinetron Happy Salma. Happy, demikian dia disapa, bahkan rela jauh-jauh datang ke Jogja hanya untuk menyaksikan fashion show busana ulos dan tenun Indonesia di Yogyakarta, Kamis, 21 Maret 2013 lalu. Happy memang dikenal sebagai kolektor pemula kain-kain Nusantara tersebut. Meski koleksinya belum terlalu banyak, namun Happy mengaku mudah tergoda untuk membeli kain tradisional 88

Mei 2013

karena kecantikan dan kualitas bahannya.“Saya menyukai kain tradisional termasuk ulos. Tentu bukan hanya keindahannya, tapi saya sangat mengagumi para pengrajin yang membuat kain-kain tersebut. Untuk membuat satu meter kain ini saja dibutuhkan waktu berhari-hari. Saya sangat mengapresiasi kesabaran dan ketelatenan mereka dalam membuat ini semua,� ujar wanita kelahiran Sukabumi, 4 Januari 1980 ini kepada Kabare. Happy berharap dalam kesempatan ini, dirinya dapat menambah koleksi kain tradisional yang dimilikinya. Selain itu, Happy berharap tak hanya dirinya saja yang peduli akan keberadaan kain Nusantara saja, namun masyarakat juga harus memiliki kebanggaan terhadap keberadaan kain tradisional. Selain karena menjadi salah satu identitas bangsa, budaya Nusantara juga harus dilestarikan agar tak tergerus masa.+


Agatha W. Suparyanti (Desainer)

Kenalkan Sarong pada Dunia Teks: Della Yuanita; Foto: Albert

S

elain batik, Indonesia memiliki satu kain tradisional yakni sarong. Rupanya, sarong tak hanya selembar kain yang digunakan untuk selimut, sarong juga tak sekadar dikenal sebagai alat beribadah, namun ternyata, kain ini mampu dipadupadankan dengan ragam busana lainnya, baik formal maupun kasual. Adalah Agatha W. Suparyanti, wanita cantik asal Yogyakarta yang kini bermukim di Bali, jatuh cinta untuk membesarkan sarong serta mengenalkannya pada dunia. “Banyak orang mengira bahwa sarong atau sarung itu dipakai hanya pada saat-saat tertentu. Padahal, sarong itu bisa dipakai dalam suasana dan acara apapun. Penggunaan sarong juga sebenarnya tidak terbatas pada pria saja, namun kami dari Astradeco ingin mengenalkan pada publik bahwa kain ini bisa digunakan dalam keseharian kita, seperti ke kantor, menghadiri cocktail party bahkan bersantai,” ujar owner dari Asradeco ini. Menurut Agatha, sarong produksinya sudah menguasai pasar Amerika dan Eropa serta negara-negara lain di

dunia. Dirinya mengaku bahwa sarong buatannya justru lebih dikenal oleh orang-orang asing di berbagai belahan dunia. Wanita kelahiran 5 Agustus 1967 ini mengatakan bahwa adalah sebuah tantangan bagi dirinya dan tim Astradeco untuk mengedukasi publik lokal bahwa sarong pun dapat menjadi busana yang cantik, simple dan berkelas. Sarong dapat dikreasikan menjadi berbagai model dan gaya. Kini, setelah lebih dari 17 tahun menekuni bisnis sarong, kerja keras wanita alumni Fisip Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Solo ini telah membuahkan hasil, terbukti kini butik miliknya kini bahkan sudah merambah ke Brazil dan Singapura.+

Ema Widiastuti (Asten Direktur Keuangan Hyatt Regency Yogyakarta)

Peduli Perempuan dengan Pink Ribbon Teks: FA Herru; Foto: Albert

K

anker payudara merupakan penyakit paling mematikan dan berbahaya jika tidak benar-benar ditangani dengan benar sejak dini. Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan kaum perempuan, Hotel Hyatt Regency memrogramkan gerakan Pink Ribbon terkait dengan kanker payudara. “Program ini dimulai 22 Desember 2012 bertepatan dengan Hari Ibu, dan ditujukan untuk karyawan perempuan, istri karyawan, juga tamu-tamu hotel. Bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan seorang profesor ahli di bidang penyakit ini, permulaan program kami awali dengan melakukan sosialisi deteksi dini kanker payudara,” ujar Ema yang juga ketua program Pink Ribbon Hyatt Regency Yogyakarta. Pink Ribbon ini tentu saja tak hanya berhenti di situ. Program ini akan berjalan terus. Pada Oktober nanti, Ema bersama timnya di Hyatt akan lebih memperluas program ini untuk masyarakat sekitar bahkan skala nasional. Tamu wanita yang menginap di Hyatt Regency Yogyakarta pun akan

diberikan paket spesial Pink Ribbon. Lalu, dalam menjalankan program ini, akan diadakan fund rising dari hasil pendapatan paket spesial tersebut untuk disumbangkan kepada pasien YKI. Ema Widiastuti, perempuan asal Jogja yang telah bergabung di Hyatt Regency Yogyakarta sejak akhir 2011 lalu. Alumnus fakultas ekonomi UGM ini telah menyelesaikan studi S2 dan S3nya di Amerika, dan sempat bergabung di beberapa hotel di sana. “Saya mulai dari Best Western International dan terakhir di hotel itu sebagai food and beverage manager. Kemudian di Hampton Inn and Suites by Hilton di New York sebagai assistant general manager sampai 2009, dan setelah itu saya dipromosikan menjadi GM di Hampton Inn and Suites di Lousiana. Itu jabatan terakhir saya di negeri Paman Sam sebelum kemudian memilih pulang ke Jogja,” cerita Ema, menutup perbincangan.+ Mei 2013

89


BIYEN SAIKI DULU & KINI

Pasar Beringharjo Yogyakarta

Foto: Koleksi Tropenmuseum (1935)

Foto: Albert (2013)

90

Mei M eii 2013 2013


KONSULTASI

LAKON LAKU

MASALAH KESEHATAN Bapak Fery di Jakarta Saya sangat senang sekali membaca Kabare oleh karena itu saya ingin konsutasi kepada Bapak. Sebetulnya saya termasuk tipe orang yang takut ke dokter atau berobat sehingga saya tidak pernah periksa di laboratorium, sehingga keluhan saya semakin menjadi–jadi maka saya memberanikan diri untuk konsultasi dengan Bapak. Saya mempunyai berat tubuh over weight yang saya rasakan telapak kaki saya semakin panas menebal, setiap sendi- sendi terasa linu, kadang dada saya terasa nyeri jari – jari tangan kesemutan dan yang lebih parah lagi saya mengalami hipotensi kadang mata terasa kabur dengan kondisi hipotensi ini saya sering bertengkar dengan istri sehingga dianggap sudah bosan, mohon bantuan Bapak sebetulnya saya sakit apa. Apakah ada orang yg membuat orang seperti ini karena pernah saya tanyakan kepada orang pintar sakit saya karena ada yg membuat karena tidak suka pada saya. Sebelumnya saya haturkan banyak terimakasih. Jawaban Bapak Fery yang sedang lemah, melihat foto Bapak dan membaca tulisan Bapak maka dapat saya haturkan sebagai berikut. Bahwa Bapak sakit bukan karena di santet tetapi betul – betul secara medis sakit betul, keluhan kesemutan pada jari dan panas pada telapak kaki (Diabetcum Neuropethi) yaitu diakibatakan karena kadar gula yg tinggi lebih dari 250 Triglicelida yg lebih 300 dan mata yang buram juga diakibatkan dari diabetesnya (Retinoneuropethy) apabila hal ini dibiarkan tanpa di obati maka akan menjadi lebih berat dan menimbulkan pengaruh pada ginjal dan jantung karena juga bisa menyebabkan penyumbatan dan serangan jantung dan bisa menyebabkan stroke juga. Kalau saya lihat dari foto sudah terjadi penyumbatan (Stenosis) pada arteri jantung. Hal yang perlu diperhatikan adalah pantangan makan serta pola hidup yang harus di uabah sebaiknya menghindari makan singkong dan ketan saya akan membantu Bapak akan segera saya paketkan obatnya. Demikian doa saya semoga lekas sembuh. MASALAH KELUARGA Ibu Ana di Surabaya Pak Gembong yang baik saya sangat senang sekali bisa konsultasi mengenai masalah dalam rumah tangga saya, saya seorang pegawai suwasta dengan tiga orang anak semuanya masih sekolah dan kuliah. Yang bermasalah pada kelurga saya adalah anak nomor satu dari SMP sampai kuliah selalu buat ulah, setiap kelakuan yang dia lakukan sudah banyak menimbulkan kesusahan anak ini memiliki kebohongan yang sangat besar, pemboros dan selalu menjadi pemicu namun setiap kesalahan yang dilakukan semakin menghebat karena suadah berani mecuri uang anak ini mudah emosional dan sekarang ini sudah berani mencuri di dalam rumah. Namun semua tindakan ini setiap saya marahi suami saya selalu membela. Mohon bantuan Bapak. Bagaimana mengatasi anak saya ini demikian sebelumnya saya haturkan terimakasih Jawaban Ibu Ana yang baik melihat foto Ibu dan membaca surat ibu maka dapat saya haturkan sebagai berikut, bahwa kondisi putra ibu masih dapat dirubah sebetulnya putra Ibu karena faktor lingkungan dan teman – temanya juga karena pengaruh sehingga menyebabakan sering migrain karena pada saraf otaknya sudah terkena virus dan akibatnya sering menimbulkan ganguan pada saraf otak dan menimbulkan perilaku yg agresif. Untuk itu saya anjurkan Ibu untuk setiap malam dengan menekan putra Ibu dan bacakan doa sesuai dengan agama Ibu dan menasihati masalah kebaikan lakukan hal ini setiap malam dan lakukan berulang- ulang. Saya akan bantu apabila Ibu kurang jelas silahkan dating di praktek saya di Jl. Sugeng jeroni 18 A Jogja demikian terimaksih. MASALAH USAHA Bapak Agus di Semarang Pak Gembong yang baik saya senang sekali membaca Kabare dan saya ingin konsultasi dengan Bapak mengenai usaha yg saya akan rintis. Saya memiliki usaha catering dan rumah makan sudah setahun ini mengalami penurunan bahkan sudah beberapa kali apabila masak atau menanak nasi beberapa jam sudah membusuk sampai saya heran kenapa kenapa bisa terjadi demikian padahal.saya memakai bahan – bahan segar tetapi tetap bahakan menjadi basi. Demikian saya haturkan banyak terimaksih. Jawaban Membaca surat Bapak dan melihat foto usaha tempat Bapak maka dapat saya haturkan sebagi berikut. Bahwa usaha bapak tersebut tidak terdapat suatu hal yang aneh. Karena ada pencemaran bakteri yang sudah terkontaminasi dan usaha ini sudah sangat cocok dengan Bapak, namun perlu perbaikan menejemen, perombakan warna cat tempat usaha saya anjurkan sebaiknya di dominasi warna pink dan hitam serta dan perlu penataan ulang yang lebih nyaman apabila kurang jelas bias datang ke praktek saya di Jl. Sugeng Jeroni 18 A Yogyakarta dan saya akan mambantu Bapak, sebelumnya saya haturkan terimakasih

Diasuh oleh: KRMH Ir Gembong Priyatmo Danudiningrat Tak ada kehidupan yang berjalan tanpa problema. Namun selalu ada jalan keluar. Kirimkan problema yang Anda hadapi lengkap dengan data diri dan foto, lebih baik surat ditulis dengan tangan. Pak Gembong akan membantu memecahkan problema Anda. Surat dapat dikirimkan ke: Redaksi Majalah Kabare Jl. Pacar 67A Baciro,Yogyakarta Telp. +62 274-562887, Fax. +62 274-558072 e-mail: info@kabaremagazine.com www.kabaremagazine.com

Mei 2013

91


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

Coorporate Gathering

Wisma MM-UGM S Teks & Foto: Farid Imawan

ebagai wuj ud rasa terima kasih dan penghargaan kepada relasi yang selama ini telah bekerjasama baik dari lingkungan Universitas Gajah Mada maupun instansi, serta perusahaan-perusahaan di area Yogyakarta, pada tanggal 11 April 2013 Wisma MM-UGM mengadakan corporate gathering. Sebagai salah satu pelaku industri pariwisata di Yogyakarta, Wisma MM-UGM Hotel & Convention saat ini telah

mengaplikasikan poin kearifan lokal pada visi pelayanannya kepada konsumen. Dalam sambutannya, wakil pengelola Wisma MMUGM, Dr. Hardo Basuki, PhD, mengatakan bahwa keberadaan Wisma MM-UGM diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan promosi kebudayaan Yogyakarta kepada tamu-tamu yang datang sesuai dengan apa yang ditetapkan juga dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sementara itu, General Manager Wisma MM-UGM Choiru Zaad, SE, dalam event yang sama mengungkapkan bahwa saat ini wisma MM-UGM Hotel & Convention telah memiliki 160 kamar yang terbagi menjadi 4 tipe: standard, superior, deluxe dan executive. Masing-masing kamar juga telah dilengkapi dengan standar fasilitas kenyamanan pelayanan hotel setara bintang 3 dan diharapkan tamu yang datang pun akan mendapatkan nilai tambah. Mereka tidak sekadar dimanjakan dengan keramahan pelayanan khas Yogyakarta namun juga mendapatkan pengetahuan tentang keragaman budaya yang ada di Yogyakarta. +

Forum Bisnis

Indonesia dan Belarusian Teks & Foto: Herlan

K

erjasama ekonomi antarnegara memang sangat penting untuk di lakukan. Kerjasama di bidang itu akan banyak mendatangkan keuntungan yang diperoleh dari kedua belah pihak yang bekerjasama. Di antaranya memperluas jaringan perdagangan ekspor dan impor dan menambah sumber devisa negara. Hal inilah yang dilakukan oleh Belarusian dengan Indonesia pada 19 Maret 2013 di Hotel Sultan Jakarta. Kedutaan Besar Belarusian di Indonesia menggelar forum bisnis yang menghasilkan 13 perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Departemen Belarusian, serta para pengusaha Indonesia dengan 92

Mei 2013

pengusaha Belarusian. Forum bisnis ini juga bertepatan dengan kunjungan Presiden Belarusian ke Indonesia. Ia membawa 19 pengusaha dari Belarusian untuk bisa bekerjasama di bidang industri dan pertanian. Tampil sebagai pembicara di forum bisnis tersebut adalah Ketua KADIN Indonesia Suryo B Sulisto, Wakil Menteri Ekonomi Indonisia Bayu Krisna Murthi, Wakil Perdana Menteri Belarusian HE. Mr. Vladimir Semashko, dan Ketua Organisasi Industri dan Perdagangan Belarusian HE. Mr. Mikhail Miatlikov.+


Pembukaan

Kantor Konsulat Negara Estonia Teks: Della Yuanita; Foto: istimewa

U

Spirit of Global Entrepreneurship Teks & Foto: Herlan

P

ada 18 Maret 2013 yang lalu, Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia menggelar program Gerakan Kewirausahaan Nasional 2013 (GKN) yang dilaksanakan di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Acara dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, dan ketua penyelenggara Menteri Koperasi dan UKM Indonesia Syarief Hasan. Acara ini bertujuan meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia sebagai pendukung penting kemajuan dan pertumbuhan ekonomi, serta mampu mendorong tumbuh kembangnya usaha koperasi dan UMKM yang dilakukan oleh para pelaku wirausaha. GKN juga turut dimeriahkan oleh penampilan para musisi Indonesia diantaranya Kotak, Nidji dan Noah, serta artis-artis Indonesia lainnya. Dan acara ini juga dihadiri oleh Ibu Ani Yudhoyono, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 dan para Duta Besar Negara tetangga.+

paya untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Esstonia terus dilakukan. Salah satunya dengan membuka Konsulat Kehormatan Republik Estonia di Jakarta. Acara tersebut digelar pada Kamis, 4 April 2013 bertempat di Gran Melia Jakarta. Adriana Sri Lestari, MBA., Konsul Kehormatan Republik Estonia di DKI Jakarta berkesempatan untuk meresmikan acara pembukaan Konsulat tersebut. Mr Marko Mihkelson, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Estonia menjelaskan kepada khalayak kerjasama bilateral yang selama ini sudah dilakukan antara Indonesia dan Estonia. Hadir dalam acara tersebut para mitra diplomatik dan tamu VIP seperti Christien Suriadjaja dari PT. Suryalaya Anindita International, Wardiman Djojonegoro, Rita Pusponegoro dan perancang busana terkemuka Indonesia Harry Dharsono. Sebagai informasi, hubungan diplomatic antara Indonesia dan Estonia telah dimulai sejak tahun 1993. Kemudian sejak awal 2012 kerjasama bilateral telah dilakukan secara intensif untuk menyimpulkan kerjasama ekonomi, investasi dan perjanjian perpajakan. Pada tanggal 31 Juli 2012, Ibu Adriana Sri Lestari secara resmi ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan Republik Estonia di Indonesia..+

Mei 2013

93


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

Menpora Kunjungi

Monumen PSSI Teks: Della Yuanita; Foto: istimewa

S

ebagai upaya untuk merangkul seluruh elemen pemerhati sepakbola di daerah, pada Sabtu, 6 April 2013, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) KRMT. Roy Suryo berkunjung ke Monumen PSSI di Kantor Pengprov PSS DIY, Baciro, Yogyakarta. Dalam sambutannya, Roy mengungkapkan perasaannya bisa mendatangi salah satu tempat yang menjadi saksi sejarah dunia persebakbolaan di daerah. Menurutnya, saksi sejarah ini sudah seharusnya dirawat dan dipelihara dengan baik. Kepada publik, Roy berjanji akan mencoba memberi bantuan untuk renovasi gedung PSSI Pengprov PSSI DIY. Roy bahkan mengatakan akan dengan tegas mempertahankan bentuk dan desain bangunan. Tahun ini Roy akan memusatkan perayaan Hari Olahraga Nasional di Yogyakarta. Tak lupa dirinya berharap olahraga di Yogyakarta akan semakin bergairah. Dalam kunjungan Roy tersebut, tampak hadir Ketua KONI DIY yang baru saja dilantik yakni GBPH Prabukusumo, Ketua Pengprov PSSI DIY, Hadianto Ismangoen dan Ketua P3I Pengda DIY drg. Eddy Purdjanto.+

Stand up Comedy

Battle of Republic Teks: Della Yuanita;Foto: Budi Prast

M

antan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tampil dalam stand up comedy bertema Battle of Republic di Grha Sabha Pramana UGM, Sabtu, 13 April 2013 yang lalu, dalam rangka meramaikan Dies Natalis ke 38 Diploma Ekonomika dan Bisnis UGM. Dalam stand up comedy yang bertajuk Battle of Republic ini Mahfud tampil bersama para comic yang berasal dari ibukota seperti Pandji Pragiwaksono, Fico Fachriza, Kemal Palevi, dan Wati Salsabila. Tak hanya itu, acara ini juga turut dimeriahkan oleh kehadiran para tokoh lain seperti Anggito Abimanyu, M. Tazbir, dan Herman Legowo yang juga menjadi comic malam itu. Acara yang digagas oleh Arpro Buana Lestari ini pun sukses dihelat karena mampu mendatangkan 3.000 lebih penonton. Aria Langlang Buana dari Arpro Buana Lestari pun mengatakan bahwa stand up comedy merupakan trend baru dalam kancah perkomedian dimana actor atau yang biasa disebut comic dituntut untuk bisa memancing tawa penonton dengan cara yang cerdas, dalam mengemukakan tema yang mereka bawakan. “Intinya stand up comedy bukan hanya sebagai lawakan tapi juga pembelajaran,� pungkas Aria.+

94

Mei 2013


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

Kemitraan Australia danLSM

Perempuan

Bersama Tanggulangi Kemisikinan Teks & Foto: Herlan

K

esejahteraan dan kebebasan perempuan di dunia saat ini semakin memprihatinkan. Tingkat kematian dan kekerasan terhadap perempuan juga semakin meningkat. Berangkat dari hal tersebut, Kemitraan Australia bersama LSM Perempuan bekerjasama dalam penanggulangan kemiskinan dan saling berbagi temuan tentang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh perempuan miskin di Indonesia. Konfrensi pers diadakan di Serambi Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selata, pada 7 Maret 2013. Para pembicara yang hadir pada konfrensi pers tersebut adalah Anis Hidayah, Desti Murdiyana, Dian Kartikasari, Miranda Fajerman, Nani Julminarni, Missiyah, dan Kate Shanahan.+

Pertamax Motivamor

Roadshow P

T. Pertamina (Persero) melalui produk andalan BBM berkualitas tinggi, Pertamax, menggelar rangkaian program edukasi dan motivasi dengan kemasan unik bertajuk 'Pertamax Motivamor Roadshow' di 3 kota besar Indonesia seperti Bandung (Universitas Padjadjaran), Yogyakarta (Universitas Gadjah Mada) dan Surabaya (Universitas Airlangga), sejak tanggal 4 April 2013 lalu. Pogram 'Pertamax Motivamor Roadshow' merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Pertamina untuk secara aktif dan berkesinambungan menyebarkan edukasi positif kepada masyarakat Indonesia. 'Pertamax Motivamor Roadshow' menyasar berbagai kalangan mulai dari generasi muda serta masyarakat luas yang notabene adalah pengemudi kendaraan bermotor dan konsumen Pertamax. Commercial Retail Fuel Marketing Manager, Pertamina, Waljianto kepada Kabare menambahkan pemilihan Tukul Arwana sebagai Brand Endorser program 'Pertamax Motivamor Roadshow' berdasarkan pada beberapa pertimbangan yang bijaksana, diantaranya kepopuleran Tukul di industri entertainment Tanah Air, sosok Tukul yang mumpuni dan inspiratif serta kredibilitas Tukul yang sangat sesuai dengan nilainilai yang diusung Pertamax selama ini. Acara yang digelar di

96

Mei 2013

Teks & Foto: Della Yuanita

University Club UGM pada Senin, 8 April 2013 ini pun dipenuhi ratusan mahasiswa yang hadir. “Kami berharap program 'Pertamax Motivamor Roadshow' ini menjadi kegiatan edukasi dan motivasi yang inspiratif bagi masyarakat luas serta penyebaran pemahaman tentang produk Pertamax yang memberikan nilai lebih bagi penggunanya', tutup Waljianto..+


19th Inter-WIC

Conference Teks & Foto: Herlan

D

Makan malam

Petrolog Group & Spirax-Sarco

Engineering di London

Teks & Foto: Indro ‘Kimpling’ Suseno

K

unjungan persahabatan yang dikemas dalam suasana makan malam digelar olej Petrolog Group & Spirax – Sarco Engineering di Nobu Resto Berkeley Street, London. Acara tersebut dihadiri oleh Moetaryanto (Chairman Petrolog Group), Leslie Palmer, Uti Moetaryanto, Lastri Thayeb, Wahyuningrum, TM. Hamzah Thayeb (Duta Besar RI untuk London), Neil Daws (Director Spirax-Sarco Engineering plc), dan Vic Halim (Direktur Eksekutif Indonesia-Australia Bussines Council). Sebagai informasi, Petrolog Indonesia telah menjadi mitra Spirax-Sarco, England sejak kurang lebih 20 tahun yang lalu. Dalam acara makan malam tersebut membahas bahwa pada tahun 2013 akan dilaksanakan pengembangan kemitraan dalam bentuk pengembangan jenis usaha di Indonesia. Perusahaan tersebut bergerak di bidang sumber daya energi terbarukan yaitu pengolahan hasil penguapan peralatan mesin industri menjadi enersi listrik. Kemitraan usaha ini sangat di dukung oleh Duta Besar Hamzah Thayeb, dan pihak pemerintah Indonesia akan memberikan pantauan khusus demi terwujudnya pengembangan usaha. Peningkatan usaha kedua beah pihak akan memberkan keuntungan devisa serta pengembangan teknologi bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.+

alam rangka merayakan ulang tahun yang ke-19, organisasi wanita yang dinamakan Women International Club mengadakan konferensi yang diselenggarakan selama 2 hari, pada tanggal 26 - 27 Maret 2013 di Hotel JS Luwansa Kuningan, Jakarta. Konferensi Women International Club memang selalu diadakan setiap tahunnya oleh masing-masing cabang WIC. Kali ini adalah bagian dari cabang Jakarta yang juga merupakan cabang pusat untuk mengadakan konferensi pada tahun ini. Women International Club adalah sebuah organisasi atau perkumpulan para wanita yang sangat peduli dengan permasalahan sosial, lingkungan dan kemanusiaan. Anggota Women International Club juga tersebar di berbagai kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Cirebon, Bogor, Malang dan Padang. Dengan tajuk “Harmonious Co-existence with the Environment”, konferensi Women International Club tahun ini dihadiri oleh 171 peserta yang berasal dari masing-masing cabang sebagian kota di Indonesia. Konferensi WIC tahun ini dibuka oleh istri Wakil Gubernur Jakarta, Veronica ST Basuki Tjahaja Purnama. Tampil sebagai pembicara dalam konferensi tersebut adalah Erna Witoelar.+

Mei 2013

97


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

Sri Sultan HB X Berkunjung Ke PT. Dewata Teks & Foto: Herlan

P

ada 4 April 2013 yang lalu, Sri Sultan HB X berkenan mengunjungi PT. Dewata di Plaza Sovereign, lantai 12, Jakarta Selatan. Pada waktu yang bersamaan, Sri Sultan HB X juga berulang tahun yang ke-67 tahun. Oleh karena itu, para staf dan karyawan PT. Dewata mempersiapkan sebuah surprise party untuk Sri Sultan HB X. Acara tersebut juga merupakan ungkapan rasa terima kasih dari Bapak Paulus Wisnu Broto sebagai Direktur PT. Dewata dan segenap Keluarga Besar PT. Dewata, atas berkenannya Sri Sultan HB X mengunjungi kantor PT. Dewata. Tujuan dari Sri Sultan HB X berkunjung ke PT. Dewata merupakan suatu ujud dukungan moral dari beliau kepada proyek-proyek PT. Dewata yang khususnya berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan agar lebih tercipta sinergi dan kerjasama antara PT. Dewata dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk ke depannya. +

Royal Ambarrukmo Yogyakarta SerahkanBuku

ke

Media

S

Ambarrukmo

Teks: Della Yuanita; Foto: Sutoto

ebagai hotel bersejarah yang menjadi saksi atas perjalanan hidup bangsa ini, Royal Ambarrukmo Yogyakarta tentu memiliki nilai tersendiri yang sangat menarik untuk dituangkan dalam sebuah buku. “Ambarrukmo: From Royal Garden, Royal Residence, to World Class Hotel� merupakan bentuk apresiasi kami terhadap karya seni dan budaya yang telah menjadi bagian dari Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Termasuk di dalamnya adalah sejarah perjalanan hotel dari masa ke masa. Buku ini kami tujukan kepada para pencinta sejarah dan budaya sekaligus dapat menjadi collectable item. Sehubungan dengan hal tersebut, Royal Ambarrukmo Yogyakarta secara khusus berkunjung ke Kantor Kabare Magazine untuk menyerahkan buku yang merupakan bentuk ucapan terimakasih atas dukungan terhadap perkembangan Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Kunjungan ini dilakukan mulai pada tanggal 15 April 2013 sampai dengan 18 April 2013 oleh General Manager dan jajaran manajemen hotel L. Sudarsana mengharapkan buku ini dapat menjadi sarana promosi pariwisata baik Yogyakarta

98

Mei 2013

pada umumnya dan Royal Ambarrukmo Yogyakarta pada khususnya.+


Aneka Menu Tradisonal di Hotel New Saphir Yogyakarta Teks & Foto: Farid Imawan

H

JNE Cabang Yogyakarta Targetkan

Kenaikan Omzet Teks & Foto: Anis RN

otel New Saphir Yogyakata mengadakan program promosi bertajuk “Wisata Kuliner Jogja Vaganza� yang memberikan beraneka ragam kuliner menarik kepada para tamu, dengan suguhan live cooking ditemani live music. Promo ini untuk lebih memperkenalkan wisata kuliner tradisional khas Jogja seperti menu angkringan (nasi kucing dan wedangan), bakmi jawa, mi ongklok, penyetan, gudeg, dan lain-lain. Acara yang diadakan pada tanggal 19 April 2013 ini, bertempat di pool side area Hotel New Saphir Yogyakarta. Kegiatan ini akan menjadi program reguler tiap hari Jumat. Bersamaan dengan launching program ini, Hotel New Saphir Yogyakarta juga memperkenalkan manajemen baru di bawah naungan owning company PT. Sanbe Karya Persada. Dengan manajemen baru ini, Hotel New Saphir Yogyakarta ingin memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu dan masyarakat. +

J

NE Cabang Yogyakarta optimis mampu memenuhi total target omzet penjualan di tahun 2013 yang diyakini naik 40 persen. Catatan mayoritas nilai penjualan JNE Cabang Jogjakarta terangkat oleh pasar retail yakni sebesar 70 persen dan sisanya merupakan pasar korporasi. Kepala JNE Cabang Yogyakarta, Marsudi Suwita mengungkapkan, untuk mencapai harapan tersebut sasaran yang bakal digenjot dengan fokus menggarap pasar retail dengan memperluas jaringan JNE melalui keagenanya. Pertumbuhan transaksi online di Indonesia membutuhkan perhatian sendiri bagi JNE. Hampir semua toko online membutuhkan jasa kurir barang untuk mengirimkan barangnya ke pembeli. Keyakinan semakin meningkatnya penjualan tahun 2013 didasarkan pada kebutuhan pengiriman barang dari tahun ke tahun. Bisnis toko online dalam tiga tahun belakangan telah menjadi tren bisnis yang menggeliat di tengah masyarakat Indonesia,tidak terkecuali di Yogyakarta. Pesatnya pertumbuhan toko online di Indonesia tentu akan menjadi pasar baru. Diharapkan dengan menjamurnya toko online dari revenue yg disumbangkan akan semakin mempermudah JNE Cabang Yogyakarta yakin mampu menutup target 213 dengan prestasi yang lebih baik.+

Mei 2013

99


JERON BETENG

BERITA SINGKAT

Hi Tea Fashion Show Phoenix

Bersama APPMI T

Teks: Farid Imawa; Foto: istimewa

he Phoenix Hotel Yogyakarta bekerjasama dengan APPMI DIY sebagai asosiasi perancang busana, menggelar Spirit of Woman Hi Tea Fashion Show pada tanggal 19 April 2013 di Prefunction Ballroom The Phoenix Hotel Yogyakarta. High Tea Fashion Show ini dibuka dengan penyerahan piagam sebagai bentuk apresiasi The Phoenix Hotel Yogyakarta kepada APPMI yang diserahkan oleh Thomas Evrard, General Manager The Phoenix Hotel Yogyakarta, kepada enam desainer yang menampilkan koleksinya. Hi Tea Fashion Show diawali dengan menampilkan koleksi kebaya dari Alma Riva, office wear dari Phillip Iswardono, cocktail dress dari Ratri Kristiani, look kebaya Lia Mustafa, dilanjutkan cocktail dress dari Dewi Syifa dan ditutup dengan koleksi kebaya dari Isyanto. Enam desainer tersebut mengeluarkan 8 koleksinya dengan tema Spirit of Woman dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Hi Tea Fashion Show yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh The Phoenix Hotel Yogyakarta untuk mengapresiasikan perkembangan dunia fashion di kota Yogyakarta dan bekerjasama dengan para desainer kondang kota Yogyakarta dengan tujuan sebagai ajang launching koleksi mereka yang terbaru.+

Rektor Selcuk University Berkunjung ke Indonesia Teks&Foto: istimewa

H

ubungan Indonesia Turkey yang semakin lama semakin meningkat, ternyata telah menyebabkan peningkatan kerjasama diberbagai bidang, salah satunya kerjasama sektor pendidikan tinggi. Hal ini terbukti dari kunjungan dari Selcuk University ke Indonesia dari tanggal 5 Aprl-8 April 2013. Dalam kunjungan ke kedutaan Turki yang beranggotakan Prof. Dr. Hakký Gökbel (Rektor), Prof. Dr. M. Musa Özcan (WakilRektor) dan Hari Haryadi (Pelajar Indonesia Jenjang Master di Selcuk University) menyampaikan langsung maksud tujuan kedatangan ke Indonesia yakni melakukan kerjasama penandatanganan MoU dengan Rektor Universitas Gadjah Mada dalam rangka meningkatkan hubungan Indonesia Turkey dalam sektör pendidikan tinggi. Rombongan selama di Yogyakarta juga 100

Mei 2013

melakukan lawatan ke Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam lawatan ini, rombongan diterima langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sri Sultan Hamengkubuwono X sangat mengapresiasi kunjungan ini dan juga berharap bahwa dari kerjasama antara Universitas Gadjah Mada dan Selcuk University dapat lebih meningkatkan hubungan kerjasama ndonesia Turkey, dikarenakan Indonesia Turkey sudah pernah memiliki sejarah kerjasama yang sudah terbina sejak lama. Rombongan juga melakukan rapat dengan perwakilan Universitas Technology Yogyakarta

yang dipimpin Dr. Tri Gunarsih MM (WakilRektor I) dan George Iwan Marantika, MBA (Kepala Bidang International Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) untuk menjajaki berbagai kemungkinan terciptanya hubungan kerjasama di bidang pendidikan tinggi.+


Fashion Escapade

“The Beauty

of Javanese Woman�

Teks&Foto: Agus Yuniarso

T

Red Dot Hotel

Resmi

Menjadi

@HOM Premiere

Adisucipto Teks&Foto: Budi Prast

M

ulai 1 April 2013 lalu, hotel yang sebelumnya bernama Red Dot Hotel kini telah resmi berganti nama menjadi @HOM Premiere Adisucipto. Keputusan ini diambil berdasarkan misi manajemen untuk lebih memantapkan brand @HOM yang merupakan smart hotel dengan menawarkan kehangatan dan kenyamanan hotel modern, dinamis dan seperti layaknya tinggal di dalam rumah sendiri. Didukung dengan lokasi yang sangat strategis di kawasan Jl. Laksda Adisucipto Yogyakarta, hotel jaringan dari Horison ini bisa menjadi pilihan tersendiri bagi para tamu untuk lebih mempermudah aktifitas menuju ke berbagai akses di wilayah kota karena lokasinya berada di pusat dari distrik bisnis di Yogyakarta. Memiliki 105 Luxurious Room dan Suites dengan fasilitas yang menarik @HOM Premiere Adisucipto ini ,juga menyajikan berbagai macam varian masakan internasional, asia dan tentunya makanan lokal sebagai ciri khas, serta suasana restoran dan lounge yang nyaman bagi para tamu.+

ujuh perancang busana ternama dari Yogyakarta menampilkan deretan karya terbaiknya dalam gelaran 'Fashion Escapade' yang diselenggarakan oleh Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa, 20 April 2013 lalu. Mereka adalah Yulvita Paramita, Lia Mustafa, Manik Puspito, Philip Iswardono, Ariesanthi, Anteng Hadiyati dan Dewi Syifa. Even berkala yang telah digelar untuk ketiga kalinya ini secara khusus mengangkat tema 'The Beauty of Javanese Woman' sebagai tribute kepada perempuan Jawa serta apresiasi dan penghormatan kepada Ibu Kartini yang dengan perjuangannya, mampu mengangkat perempuan Indonesia ke level yang lebih layak. Para perancang mempersembahkan karya terbaik dalam rupa rancangan busana dengan ciri khasnya masing-masing. Sentuhan ragam etnik Nusantara dipadukan dengan kualitas bahan terbaik menghadirkan nuansa 'nJawani' yang memunculkan aura kecantikan alami top model perempuan Jawa yang malam itu berlenggang di runway yang berada di area lobi timur resort bintang lima ini. Dalam malam apresiasi busana ini, disajikan kudapan ringan nan sedap berjuluk 'Evening Delight' karya Executive Chef Eko Kusbandiyo dan Pastry Chef Uuk. Kedepannya, 'Fashion Escapade' akan terus dan selalu mengunggah tema-tema menarik untuk diberikan ke pecinta dunia mode serta khalayak ramai dengan konsep matang dan total.+

Mei 2013

101


CAWISAN EDISI DEPAN

KONDHANG Anie Hashim

Djojohadikusumo

Foto: Budi Prast

REGOL

Nostalgia Pos

M

eski pertumbuhan teknologi semakin canggih, tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan kantor pos masih tetap kita butuhkan. Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang. Pelayanan pos dan produknya pun mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik. Seperti apa perjalanan panjang Pos Indonesia? Nantikan liputannya hanya di edisi Juni 2013 mendatang.+

102

Mei 2013

D

alam kesehariannya, istri dari pengusaha ternama Hashim Djojohadikusumo ini dikenal sebagai sosok yang anggun dan low profile. Kehidupannya justru banyak diisi dengan berderma kepada masyarakat sekitar. Sejak kecil, Anie mengaku bahwa leluhurnya telah mengajarkan bagaimana berbagi kepada sesama. Inilah yang pada akhirnya membuat Anie mendedikasikan hidupnya untuk kegiatan sosial. Bagaimana kisah kehidupan beliau? Simak di edisi Juni 2013.+

Foto: Albert

Foto: Ist

CANTHING

Mewahnya Mobil Masa Kini

M

obil rupanya sudah menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi masyarakat di negeri ini. Tak hanya sebagai alat transportasi semata, mobil juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Tak heran jika kita lihat banyak mobil mewah berseliweran di jalanan. Masing-masing merek pun memiliki keunggulan dan fasilitas pendukung yang menarik. Seperti apa mobilmobil terbaru saat ini? Simak hanya di Kabare edisi selanjutnya.+



Kabare Magazine edisi Mei 2013