Page 1

Contact: www.kabarCSR.com redaksi@kabarcsr.com

CSR Industri Rokok Untuk Kegiatan Olahraga?

Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki perusahaan rokok, dipercaya sebagai strategi demi memperluas jaringan bisnis perusahaan rokok tersebut, bukan sebagai pertanggung jawaban sosial seperti yang diungkapkan selama ini. Untuk itu pemerintah diminta untuk tidak tergoda dan menerima tawaran CSR yang diberikan perusahaan rokok, terlebih untuk kegiatan olahraga, seperti badminton dan sepak bola. Sejak tahun 2000 beberapa perhelatan olahraga di Indonesia paling banyak disponsori oleh perusahaan rokok. Namun sayang, Indonesia jarang sekali menang dalam ajang olahraga tersebut.

“Kegiatan olahraga di Indonesia, yang memiliki embel-embel rokok, tak satu pun yang berhasil 100 persen. Buktinya, sepak bola di sini merosot terus, pun badminton sama nasibnya,” kata Dr. Kartono Muhammad perwakilan dari Pengendalian Rokok Indonesia dalam diskusi bertema ‘Relevansi CSR Industri Rokok di Bidang Pendidikan’ di Media Centre Komnas Anak, Jakarta, Kamis (27/2/2014). Menurut Kartono, bila hal sebaliknya terjadi pada bidang olahraga di Indonesia, maka untuk menerima tawaran CSR atau meminta kepada perusahaan rokok untuk menjadi sponsor utamanya dapat dipikir ulang. Tapi, apakah hal itu benar-benar dapat terjadi? “Kalau disposori rokok lantas kita jadi juara, bisa dipikirkan lagi. Hanya saja, dilihat dari beberapa faktor lainnya, industri rokok memang tidak layak untuk membuat program CSR ini,” ujar Kartono. kabarCSR/ liputan6.com


Contact: www.kabarCSR.com redaksi@kabarcsr.com

Masih dalam rangkaian acara MDG Awards 2013, perwakilan PT. Lestari Tani Teladan, seluruh finalis dan panitia berkesempatan menyambangi Istana Wapres untuk beraudiensi langsung dengan Bpk. Boediono. Secara khusus, beliau berpesan kepada pimpinan PT. Lestari Tani Teladan, Bpk. Ir. Railin Ginting, agar program air bersih yang ada saat ini dikelola dengan baik agar tidak menutup kemungkinan cakupan penerima program tersebut bisa diperluas di desa-desa lain di sekitar perusahaan. PROGRAM AIR BERSIH PT. LESTARI TANI TELADAN

PT. Lestari Tani Teladan Raih Indonesia MDGs Awards 2013 PT. Lestari Tani Teladan, salah satu anak perusahaan Astra Agro Lestari, Tbk berhasil menyabet penghargaan dalam ajang Indonesia MDG Awards (IMA) 2013 untuk bidang AKSES TERHADAP AIR BERSIH DAN SANITASI DASAR dari sektor swasta. Di malam puncak penganugerahan MDG Awards yang digelar di Ballroom Djakarta Teatre Sabtu, 15 Maret 2014 tersebut yang turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG Prof. Nila Moeloek, serta 63 finalis program unggulan MDG Awards dari empat kelompok berbeda, yaitu Kabupaten atau Kota, Organisasi Masyarakat, Organisasi pemuda dan akademisi, serta sektor swasta. Indonesia MDGs Awards (IMA) sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs (KUKP-RI MDGs) sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai praktis cerdas (Best Practices) dalam bidang Kesehatan ibu dan anak, Nutrisi, Pencegahan HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya, Akses terhadap air bersih dan sanitasi dasar, serta bidang pendidikan yang telah diimplementasikan oleh keempat kelompok di atas guna memberikan perbaikan nyata bagi masyarakat setempat. Dewan juri diantaranya adalah Prof. Dr. Fasli Jalal, Phd (Kepala BKKBN), Dr. Yanuar Nugroho (Asisten Ahli Kepala Unit Kerja Presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan (UKP4), dan Dr. Ninok Laksono (Rektor Universitas Multimedia Nusantara). Para dewan juri MDGs Award 2013 tersebut telah menyeleksi ke443 program yang terdaftar sebagai peserta dari seluruh nusantara untuk kemudian menetapkan 63 program unggulan sebagai finalis.

Program pengadaan air bersih untuk masyarakat Desa Minti Makmur, Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala, Sulteng yang diprakarsai oleh PT. Lestari Tani Teladan pertama kali dimulai diawal tahun 2013. Latar belakang munculnya program tersebut adalah kondisi masyarakat Desa yang masyarakat mengkonsumsi air bersih dari sumber air berupa air hujan, air tanah dan air sungai. Community Development PT. Lestari Tani Teladan, Imam Thayibi mengungkapkan “Langkah awal dalam penyusunan program ini adalah dengan melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat melalui diskusi (Participatory Rural Appraisal) antara perwakilan masyarakat, manajemen perusahaan, serta pemerintah desa setempat. Dari hasil pertemuan disimpulkan bahwa prioritas kebutuhan masyarakat adalah penyediaan air bersih. Selanjutnya, dilakukan identifikasi masalah – masalah yang harus diselesaikan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat desa.� Setelah melakukan identifikasi masalah kemudian program tersebut mulai dijalankan dengan melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah Desa Minti Makmur dan Pemerintah Kabupaten Donggala. Dalam pelaksanaannya, program air bersih ini berhasil merehabilitasi kondisi Bak Penampungan air program PNPM serta membangun jaringan instalasi pipa air bersih sepanjang 4.209 meter dari sumber mata air ke pemukiman warga hanya dengan memanfaatkan metode gravitasi. Kini masyarakat Desa Minti Makmur bisa menikmati air bersih yang dari bak air yang dibangun di desa. Selain itu, air bersih ini juga mengalir langsung ke beberapa fasilitas umum yang ada di desa, yaitu SMAN 1 Rio Pakava, SDN Minti Makmur, TK Minti Makmur, Masjid Raya Desa Minti Makmur, Puskesmas Desa Minti Makmur, Posyandu Desa Minti Makmur, Kantor Desa Minti Makmur, Kantor Polsek Rio Pakava, serta Kompleks Pasar Desa Minti Makmur. Sebagai upaya agar program air bersih ini bisa lestari, Pihak PT. Lestari Tani Teladan, Pemerintah Desa Minti Makmur, dan Pemerintah Kabupaten Donggala menggagas kampanye program penghijauan dan penanaman pohon kayu (Mahoni, Pala, Ebony) di lokasi sumber mata air bersih. Sebagian bibit pohon penghijauan tersebut diberikan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Donggala. kabarCSR/ Astra International


Contact: www.kabarCSR.com redaksi@kabarcsr.com

Transformative Innovation Meets Global Challenges – Rather Than Feelgood CSR

It’s easy to get wrapped up in the organisation you work for and as a result, most corporate sustainability strategies are company-centric: focused on improving business practice rather than tackling global challenges. However, a new era is ahead where creative teams step outside their firm’s activities and focus on where they can contribute to fixing broken systems through new business opportunities. Moreover, many of these endeavours are part of the net positive movement, an attempt to restore some of what’s been lost – such as forests, flowing rivers, a stable climate and clean air. Targeted innovation is where companies aim new kinds of commercial propositions at the big social and environmental hotspots in society. They build on their own competencies and creatively intervene within their sector or adjacent sectors to tackle the local and global challenges. If we take our current system of mobility we can see the pollution and congestion that go with it reaching critical levels in many parts of the globe and yet much of the automotive sector remains stuck in designing more fuel-efficient vehicles. But, some are engaged in more of a step change. BMW and Nissan are responding to the need for smarter mobility, the changing aspirations among customers, and rise of Zipcar. They are intervening in new ways: getting serious about both electric vehicles and new kinds of mobility services in a few key markets that promote collaborative short-term car use. Smaller and lesser known enterprises, such as Zoom and iCarsClub, also see the benefits of targeted innovation and are taking car sharing services to parts of Asia where smog and crowded roads are becoming unmanageable. Zoom provides hourly rentals in Bangalore (Bengaluru) and iCarsClub offers a peer-topeer service in Singapore. These enterprises bring experiences gained in the west and present the benefits of car sharing over car ownership to customers.

Our power system is also in urgent need of fixing. Interestingly, fixes are emerging from an adjacent sector: retail. Ikea and Kingfisher offer micro-renewables and energy services as part of their net positive commitments. Ian Cheshire, the CEO of Kingfisher, has been vocal on the opportunities for pinching customers from utilities and capitalising on the distrust and lack of innovation in the power sector. What if others enter the fray? Positive and lucrative interventions from retailers and other sectors could start to transform the way we produce and consume energy. Philips has capitalised on the urgent need to address other systemic challenges – healthcare, lighting and pollution – in key regions. It recently diverted sales of air purification devices to where they were needed most within various parts of Asia. As a result of tackling such challenges, the company has substantially improved its balance sheet. These events prompt questions around where else shifts are starting to take place that provide new opportunities. A milestone was passed recently, with half a million buildings in the UK now installed with solar panels. How might home insurers provide support in this space? Another example is new developments in manufacturing . The “maker movement” is a response to the increasing appetite for people to train up on making things using welding equipment or 3D printers, and “collaborative production” brings customers and designers together in physical or virtual spaces to co-produce goods. Nike, Puma, Adidas and Converse are among the few in the clothing industry who involve customers in the design process, and some of them go further to build in sustainability options. The food system is witnessing some of the big catering companies exploring greener and healthier diets. Sodexo is part of the Meatless Monday campaign and Bon Appetit Caterers provide meals with less meat and more vegetable content. The next tranche of questions follows: how can retailers, insurers, ICT companies and all kinds of service providers capitalise on and accelerate moves towards smart mobility, smart energy, smart buildings, smart manufacturing and smart food? The answers will lead to more targeted and successful innovations for outward looking businesses. kabarCSR/ theguardian.com

kabarCSR.com | weekly Mar, 25 2014  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you