Issuu on Google+

Edisi Magang

Tabloid Mini Desember 2013 12 Halaman

Landhuis, Warisan Sejarah IPB Hal. 4 IPB dari UI? Hal 3


Edisi Magang

Editorial Desember 2013 | 2

Jas Merah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah!

K

alimat yang penuh makna itu beliau ucapkan pasca terjadinya peristiwa G30S. Soekarno tersentak karena mengetahui betapa rapuhnya persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia dan betapa mudahnya mereka saling menyakiti satu sama lain. Bangsa yang tidak pernah menghargai dan menjunjung tinggi jasa-jasa para pahlawan terdahulu akan mudah terhasut dan kehilangan kepribadian bangsanya. Sejarah yang telah ditorehkan oleh para pejuang terdahulu sangat sulit untuk dicari bandingannya. Untuk itu jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!. Tahun 1952 menjadi awal perubahan bangsa dalam bidang pertanian. Peletakkan batu pertama Fakultas Perta-

nian Universitas Indonesia oleh Soekarno menjadi awal perubahan baru yang akan terbentuk. Soekarno yang menginginkan pertanian agar ditangani secara khusus dalam pidatonya menyampaikan bahwa ketersediaan pangan begitu penting hingga menyangkut hidup matinya sebuah bangsa. Untuk itu kita sebagai generasi penerus pertanian bangsa yang secara tidak langsung memegang amanah dari Soekarno wajib melanjutkan mimpi-mimpi beliau dan mewujudkannya menjadi nyata. Tentunya dengan memegang teguh kepribadian bangsa yang telah diwariskan oleh para pejuang terdahulu secara terus menerus.

Pimpinan Redaksi : Ingka Dwi Mahendra Reporter : Shalsa Nurhasanah Sarah Zahidah Fotografer : Anindita Komala Dewi Ratna Nengsih Kartunis : Latifa Nur Artiningsih Layouter : Ingka Dwi Mahendra


Edisi Magang

Liputan Utama Desember 2013 | 3

Fakultas Pertanian UI Cikal Bakal IPB Shalsa Nurhasanah

S

Sumber: Internet

ekolah Pertanian Bogor merupakan cikal bakal dari Institut Pertanian Bogor yang pada awalnya merupakan bentukan dari lembaga pendidikan tinggi pertanian dan kedokteran hewan yang dimulai pada awal abad 20. Sebelum perang dunia ke II lembaga pendidikan tinggi tersebut dikenal dengan nama Middlebare Landbouwschool, Middelbare Bosbouwschool dan Nederlandsch Indiche Veeartsenschool yang didirikan oleh pemerintah Belanda pada abad 20-an. Sekolah Pertanian ini lalu beralih kepemilikannya menjadi milik Universitas Indonesia setelah Presiden Ir Soekarno memberikan kepercayaannya, sehingga berganti nama menjadi Fakultas Pertanian UI. Dalam pidato peresmian Fakultas Pertanian oleh Presiden Soekarno, dinyatakan bahwa pertanian adalah soal hidup atau mati suatu bangsa karena pertanian adalah nyawa bangsa, jika pertanian In-

donesia terganggu maka negara Indonesia berada di ambang kehancuran. Dari pidato yang ia lontarkan, ia berharap dapat menggugah minat kaum muda Indonesia untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi termasuk dalam bidang pertanian.

Foto oleh: Ratna Nengsih

Pada 1 September 1963 Fakultas Pertanian UI memisahkan diri menjadi Institut Pertanian Bogor. Setelah terlepas dari UI, terbentuklah 5 Fakultas di IPB yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Perikanan yang berada di

IPB Baranangsiang, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan yang berada di IPB Gunung Gede, satu tahun kemudian disusul dengan Fakultas Teknologi dan Fakultas Mekanisasi Pertanian. Sekitar Tahun 1960-an, Belanda memberikan peluang kepada Institut Pertanian Bogor untuk memperluas areal kampusnya di daerah Darmaga. IPB Darmaga didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 92/1963 yang disahkan oleh Presiden Soekarno melalui Surat Keputusan No. 279/1965. Pada tahun 1940, Prof. Dr. P.A. Hoesein Djajadiningrat yang merupakan pejabat Direktur Pengajaran dan Urusan Kehormatan meminta Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk segera membentuk Komisi Pengkajian Pendirian Sekolah Tinggi pertanian. Komisi ini menyatakan bahwa Sekolah Tinggi Pertanian harus berada di lingkungan yang sesuai, terdapat tiga tempat yang diperdebatkan yaitu Bogor, Jakarta dan Bandung Pemerintah Kolonial Belanda menyatakan bahwa Bogor adalah tempat terbaik untuk sekolah tinggi pertanian karena Bogor merupakan pusat pengembangan ilmu-ilmu pertanian dan sekolah tinggi Pertanian.


Edisi Magang

Liputan Khusus Desember 2013 | 4

Landhuis, Warisan Sejarah IPB Shalsa Nurhasanah

W

isma Landhuis tampaknya menjadi warisan sejarah Institut Pertanian Bogor yang berada di Jalan tanjung No. 4 Kampus IPB Darmaga. Wisma ini mengukir sejarah awal terbentuknya Kampus Darmaga Institut Pertanian Bogor. Landhuis pada awalnya merupakan kediaman tuan tanah pertama pengusaha perkebunan teh dan kopi bernama Gerrit Willem Casimir Van Motman.

Foto oleh: Anindita Komala Dewi

Belanda yang tetap mempertahankan Irian Barat sebagai jajahannya. Sehingga semua tenaga berkebangsaan Belanda diminta SoekarnountukmeninggalkanIndonesia termasuk keluarga Motman. Setelah kepergian Keluarga Motman dari Indonesia, perkebunan karet dengan luas 250 hektar yang berada di daerah Darmaga diambil alih oleh presiden Soekarno, lalu Presiden Soekarno memberikan kepercayaan kepada Fakultas Pertanian Universitas Indonesia untuk mengelolanya. Tahun 1958 setelah Indonesia merdeka, selama tiga kali Presiden Soekarno beristirahat di Landhuis dan menikmati pemandangan alam sekitar. Hingga Ilustrasi oleh: Latifa Nur Artiningsih akhirnya pada tahun 1961 diranPada tahun 1958, Soekarno me- canglah pembangunan kammerintahkan Van Motman pus IPB di daerah Darmaga serbeserta Istri dan anak-anaknya ta juga peletakan batu pertama. meninggalkan kediaman Land- Terjadi beberapa perubahan dan huis, karena pada saat itu rakyat perbaikan yang dilakukan pada Indonesia merasa geram terhadap Landhuis. Setelah peninggalan

keluarga Motman, sekitar tahun 60-an, Landhuis digunakan sebagai Asrama mahasiswa putri IPB namun pada tahun 1980-an diperbaiki untuk menjadi kantor Dekan Fakultas Teknologi Pertanian. Pada tahun 1990-an bangunan ini direnovasi untuk digunakan sebagai kantor proyek Tim Manajemen Pembangunan Kampus Baru IPB Darmaga. Sejak tahun 1996 dilakukan renovasi besar-besaran terhadap landhuis sebagai rumah dinas Rektor IPB. Namun pada akhirnya pimpinan IPB merubah Landhuis sebagai Wisma tamu, tidak lagi rumah dinas Rektor IPB. Di sisi bangunan Landhuis, terdapat lonceng slavenbel yang dibangun pada tahun 1805. Bel ini merupakan bel yang digunakan untuk memanggil pekerja. Pada tahun 1885, dudukan lonceng diperkuat dalam bentuk tugu. Seratus tahun lebih kemudian, tepatnya tanggal 4 November 1986 tugu tersebut direnovasi sesuai dengan aslinya.


Edisi Magang

Seputar Kampus Desember 2013 | 5

Fakta-fakta Asrama

Ilustrasi oleh: Latifa Nur Artiningsih

Sarah Zahidah

Asrama B Tidak Pernah Ada Rumor tentang keberadaan asrama B yang beredar selama ini terbukti tidak benar adanya. Pak Wawan sebagai Sekertaris Badan Pengelola Asrama (BPA) mengatakan bahwa asrama yang dibangun pertama kali di tahun 2002 adalah asrama A untuk putri, dan asrama C untuk putra. Dalam rumor yang beredar, dulu asrama B terletak di dekat asrama A yang sekarang menjadi gedung Teaching Lab. Namun kenyataannya, sebelum teaching lab dibangun, di sana adalah hutan pohon karet. “Sebelum Teaching Lab dan CCR dibangun, semua tanahnya rata dengan asrama putri dan itu pohon semua.� Kata Pak Wawan menegaskan.

tas Kehutanan IPB. Dikarenakan banyak mahasiswa baru yang masuk dan asrama yang tersedia tidak cukup untuk menampung seluruhnya, tahun 2010 asrama sylvasari dan sylvalestari diambil alih oleh IPB dan dijadikan asrama untuk mahasiswa TPB IPB. “Dulu sempat tarik ulur antara IPB dan Fahutan soal asrama itu.� Tambah Pak Wawan. A4 sebagai Rusunawa Percontohan

Gedung asrama A4 merupakan salah satu Rusun Istimewa (Rusunawa) yang dibangun oleh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera). Dari ribuan rusunawa yang tersebar di Indonesia, A4 menjadi rusunawa percontohan. Banyak rusunawa lain terutaAsrama Sylva Bukan Milik Fama yang berada di daerah yang hutan tidak terawat bahkan terbengkalai. Dibandingkan dengan Sebelum dijadikan asrama TPB, rusunawa lainnya, A4 menjadi asrama A5 (Sylvasari) dan C4 rusunawa yang berhasil dan ter(Sylvalestari) dihuni dan dike- kelola dengan baik. Sudah banlola oleh mahasiswa dari Fakul- yak universitas yang melakukan

studi banding ke asrama A4. Filosofi Asrama Mahasiswa TPB IPB Deklarasi UNESCO merumuskan empat pilar konsep pendidikan perguruan tinggi, yaitu selalu belajar untuk mencari tahu guna menguasai bidang ilmu (learning how to know), selalu belajar melatih diri untuk memperoleh keterampilan dalam mengaplikasikan bidang ilmu (learnig to do), selalu belajar untuk memerankan profesi bidang ilmu (learning to be), dan selalu belajar untuk bagaimana hidup bermasyarakat (learning how to live together). IPB menjabarkan dan mengaplikasikan deklarasi ini dalam lima pilar konsep pendidikan, yaitu profesionalisme, kepekaan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, jiwa kewirausahaan dan moral. Asrama Mahasiswa TPB IPB merupakan salah satu program IPB untuk mewujudkan lima pilar pendidikan tersebut.


Edisi Magang

Berita Foto Desember 2013 | 6


Edisi Magang

Berita Foto Desember 2013 | 7


Edisi Magang

Seputar Kampus Desember 2013 | 8

IPB Sang Pemulia

Foto oleh: Ratna Nengsih

L

ogo IPB terdiri dari lima helai daun muda yang melambangkan lima fakultas yang pertama didirikan di IPB yaitu Fakultas Pertanian, Fakutas Kehutanan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Kedokteran Hewan. Dengan motto IPB yaitu ‘Mencari dan Memberi yang Terbaik’ yang diambil dari hukum pemuliaan tanaman, IPB menjadi perguruan tinggi pertanian terkemuka bertaraf internasional. Jika dianalogikan, IPB adalah sebagai pemulia yang bertugas mencari varietas-varietas unggul dari berbagai

varietas baik yang tersebar di seluruh Negeri. Melalui proses masuk yang sedemikian rupa, mahasiswa terbaik negeri terpilih untuk mendapat kesempatan menimba ilmu di IPB. Hal ini sama seperti proses seleksi pada pemuliaan tanaman. Tanaman akan tumbuh dengan baik di lingkungan yang baik pula. Oleh sebab itu, IPB berusaha memberikan suasana yang kondusif untuk belajar dan menyediakan fasilitas yang memadai untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi varietas unggul Indonesia dengan harapan terciptanya varietas baru yang lebih baik lagi.


Edisi Magang

Infografis Desember 2013 | 9


Edisi Magang

Infografis Desember 2013 | 10


Edisi Magang

Ekstra Desember 2013 | 11

Teka-teki Silang Menurun 1. Pertanian (Belanda) 2. Gedung Kuliah 3. Sejarah 4. Perkenalan 5. Pimred Tabloid 6. A4 Mendatar 1. Auditorium Terbesar 2. Lahan Percobaan Milik IPB 3. Masjid IPB 4. Asrama Mahasiswa Dulu 5. Dekat Pangkot 6. Kampus Diploma 7. Rektor IPB Sebelum AHN


Edisi Magang

Iklan Desember 2013 | 12


Tabloid Riwayat - Koran Kampus IPB