Issuu on Google+

Alamat Redaksi : Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0815 385 6628 | Fax: 0711 823 875 E-Mail : Jurnalsumatra@yahoo.co.id

Wahana Wanita Tour & Travel

Independent Newspaper

Alamat: Ruko Hawaian Blok A no 26 City Resort, Outer Ring Road Kamal Raya Cengkareng

Phone :+6221 290 20 710 atau +6221 290 20 720

EDISI 291

Senin 10 Maret 2014

Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0813 67 228 345, | Fax: 0711 823 875 TELP : 08212550343 | E-Mail : lovitabassar@yahoo.co.id

www.jurnalsumatra.com

Terbit 12 Halaman Harga Rp. 3.000,-

Humas Se-Sumsel Tolak Pers tak Profesional Baru Dibangun Proyek Di OI Ambruk INDRALAYA, Jurnalsumatra.com – Belum genap satu bulan bangunan tembok penahan tebing Desa Kertabayang Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) amblas. Bangunan proyek tembok penahan tebing ini bersumber dana RIS PNPM tahun anggaran 2013 yang mempunyai volume panjang 103 M, 2,50 M dengan anggaran dana RP 201.408.000, diduga asal jadi.

Baca Halalaman 11

Polisi Sidik Kasus PT Bukit Asam Muaraenim, sumsel, jurnalsumatra. com – hari ini Senin,10/3 Penyidik Satreskrim Polres Muaraenim mulai menyidik Iskandar Zulkarnain selaku Manajer Sekuriti PT Bukit Asam (PTBA) Persero Tbk Tanjung Enim yang bagaikan koboi. sesuai dengan jadwal Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terkait laporan penembakan dan pengacungan dengan pistol yang dilakukanya terhadap A Halik,(60), Kepala Desa Tanjung Raja Kecamatan Muaraenim dan Siswanto,(32), Ketua Forum Pemuda Pemudi Tanjung Raja ke polisi beberapa waktu lalu. Kapolres Muaraenim AKBP Mohammad Aris melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada Iskandar Zulkarnain selaku terlapor untuk datang ke Polres Muaraenim dan dimintai keterangan atas kejadian tersebut. Dimana sesuai dengan surat tersebut, jadwal pemanggilan tersebut adalah hari ini (senen 10/3). “Benar, pemanggilan tersebut kita jadwalkan besok (hari ini), jam 09.00 wib, dan kapasitasnya sebagai terlapor”ujarnya kemarin.

“Humas pemerintah kabupaten dan kota se-Sumsel sepakat akan lebih selektif dan tidak lagi melayani wartawan maupun pihak perusahaan pers yang tidak profesional atau tidak jelas kantornya, oplah, dan rutinitas terbitnya serta badan hukum tidak sesuai dengan UU No.40/1999 tentang Pers,” Palembang, Jurnal Sumatra- Kepala bagian hubungan masyarakat pemerintah daerah se-Sumatera Selatan sepakat mulai 2014 mendukung upaya Dewan Pers menegakkan Undang Undang No.40 Tahun 1999 dengan menolak kerja sama wartawan/perusahaan pers yang tidak profesional. “Humas pemerintah kabupaten dan kota se-Sumsel sepakat akan lebih selektif dan tidak lagi melayani wartawan maupun pihak perusahaan pers yang tidak profesional atau tidak jelas kantornya, oplah, dan rutinitas terbitnya serta badan hukum tidak sesuai dengan UU No.40/1999 tentang Pers,” kata Kabag Humas Setda Musi Banyuasin (Muba) Dicky Meiriando seusai melakukan rapat pembentukan forum komunikasi praktisi kehumasan kota/kabupaten se-Sumsel bersama Kepala Biro Humas Pemprov Sumsel Irene Camlyn di Palembang, Jumat. Bersambung Hal 11

Makin Cantik, Aurel Tiru Fashion Krisdayanti PENAMPILAN Aurel memang semakin cantik belakangan ini. Hal ini tidak mengejutkan bagi hair stylish ternama QQ Franky. Menjadi anak dari pasangan figur publik di Indonesia memang tidak sulit bagi Aurel untuk tampil memukau. Hal ini yang dia perlihatkan dengan terlihat lebih peduli memerhatikan bentuk tubuh dan penampilan. “Dia sudah mulai beranjak dewasa, masa transisi, makanya mulai diet. Kan dia pasti ingin punya pacar dan tampil beda,” ujar QQ Franky dihubungi Okezone, belum lama ini. Menurutnya, dengan latar belakang orangtua yang terkenal dan memiliki selera fashion tinggi, tentunya menjadi panutan Aurel untuk meniru, khususnya soal penampilan. “Aurel kan berpotensi jadi penyanyi yang membawa nama besar Anang-Krisdayanti. Kalau ada yang bilang operasi plastik, dia kan mampu dan banyak uang, wajar-wajar saja,” pungkasnya. (okz)

Lubang Jalinsum Jebak Pengendara Muaraenim, Sumsel, jurnalsumatra.com – Aspal di badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di ruas Jalan Sultan Mahmud Badarudin II (SMB II) Muaraenim banyak yang terkelupas dan membentuk lubang di badan jalan. Lubang yang terdapat dibadan jalan sepanjang ruas jalan tersebut mencapai puluhan titik. Kondisi ini mengharuskan pengendara harus ektra hati-hati agar tidak terjebak di lubang tersebut. Bahkan tidak jarang, kendaraan yang melintas nyaris bertabrakan akibat berebut jalur saat melintas. Seperti dituturkan Andi warga

Kelurahan Pasar II Kecamatan Muaraenim yang rumahnya tepat dipinggir jalan SMB II mengaku, hampir tiap hari ada kendaraan yang nyaris bertabrakan akibat berebut jalur. Karena menurutnya baik dari arah jembatan Enim maupun dari arah Lahat kendaraan berebut hendak melewati badan jalan yang masih utuh. “Karena berebut itulah makanya seringkali nyaris tabrakan,”tukasnya. Apalagi menurutnya dari arah Lahat terdapat tikungan menjelang titik kerusakan. Sementara kendaraan dari arah jembatan Enim mengambil jalur kanan atau bagian yang tidak

mengalami kerusakan, sehingga pengendara seringkali kaget dan mengerem mendadak karena ada kendaraan didepanya. “Namanya jalan lintas jadi kendaraan rata-rata ngebut dan tidak menyadari ada kerusakan jalan didepan,”ujarnya. Senada, Khairil tukang ojek yang sering mangkal di pangkal jembatan Enim mengatakan, kondisi kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Kalaupun ada perbaikan menurutnya hanya berupa tambal sulam. Bahkan menurutnya, perbaikan yang dilakukan untuk menutupi lubang Bersambung Hal 11

Bersambung Hal 11

Kelakar Wak JuSu + Humas Se-Sumsel Tolak Pers tak Profesional - Nian e....... + Lubang Jalinsum Jebak Pengendara - Cubo kalu jalan Pantura cepat dibenari....

“Jika pers merugikan, jangan main hakim sendiri, gunakan hak jawab atau adukan ke Dewan Pers.” (Pesan ini disampaikan oleh SKI Jurnal Sumatra / Jurnalsumatra.com dan Dewan Pers)


2

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

Umum

SalJu Perusahaan pers dan kemerdekaan pers

Surat Edaran Dewan Pers No. 01/SE-DP/I/2014 tentang Pelaksanaan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers dalam rangka menjamin pelaksanaan kemerdekaan pers dan untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi berkualitas dan adil, dewan Pers perlu menegaskan kembali beberapa ketentuan tentang perusahaan pers yang ada di dalam uu No.40/1999 tentang Pers dan standar Perusahaan Pers (Peraturan dewan Pers No. 4/2008) yang harus dipenuhi oleh perusahaan pers, sebagai berikut: 1. “Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia” (Pasal 9 Ayat (2) UU No. 40/1999). sesuai standar Perusahaan Pers, badan hukum indonesia yang dimaksud di atas berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau badanbadan hukum lainnya yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Badan hukum lainnya yaitu yayasan atau koperasi. sesuai Pasal 1 angka 2 uu Pers, badan hukum untuk penyelenggaraan usaha pers adalah badan hukum yang “secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.” dengan demikian, bentuk badan hukum untuk usaha pers tidak dapat dicampur dengan usaha lain selain di bidang pers. 2. “Perusahaan pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan pers dalam bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih serta bentuk kesejahteraan lainnya” (Pasal 10 UU No. 40/1999). ketentuan ini perlu ditekankan, karena dewan Pers menemukan sejumlah kasus perusahaan pers hanya memberikan kartu pers kepada wartawannya tanpa memberi gaji, dan meminta wartawannya untuk mencari penghasilan sendiri. 3. “Perusahaan Pers wajib memberi upah kepada wartawan dan karyawannya sekurang-kurangnya sesuai dengan upah minimum provinsi minimal 13 kali setahun” (Butir 8 Standar Perusahaan Pers). dalam hal ini dewan Pers mengingatkan, sesuai dengan uu No. 13/2003 tentang ketenagakerjaan, perusahaan yang memberikan upah lebih rendah dari upah minimum provinsi atau kabupaten/kota dapat dipidana paling rendah 1 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100 juta.

4. “Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan” (Pasal 12 UU No 40/1999). Perusahaan pers yang melanggar ketentuan Pasal edaran dewan Pers No. 01/se-dP/i/2014, tentang Pelaksanaan uu Pers dan standar Perusahaan Pers. 12 inisurat dapat dipidana denda sekurang-kurangnya Rp100 juta. Dalam hal ini, secara khusus, masih banyak ditemukan perusahaan pers yang tidak mengumumkan nama penanggung Page 1 of 2 jawab secara terbuka melalui medianya. Sebagai tindaklanjut atas Surat Edaran ini, Dewan Pers hanya akan memasukkan data perusahaan pers yang telah mematuhi ketentuan di atas ke dalam website Dewan Pers dan buku Data Pers Nasional yang diterbitkan setiap tahun. Dewan Pers mengharapkan perusahaan pers yang belum memenuhi ketentuan di atas untuk segera melakukan perbaikan atau pembenahan hingga batas waktu tanggal 1 Juli 2014. Jika dikemudian hari timbul permasalahan atau pengaduan dari masyarakat terhadap perusahaan pers yang tidak memenuhi ketentuan di atas hingga batas waktu 1 Juli 2014, Dewan Pers mempertimbangkan untuk merekomendasikan penanganan-nya kepada aparat penegak hukum. Jakarta, 16 Januari 2014 Redaksi Jurnal Sumatra membuka kesempatan kepada elemen masyarakat untuk menyampaikan problem yang dihadapi. Kirim via email: Jurnalsumatra@yahoo.co.id, SMS ke No : 0815 385 6628, atau 0816 3225 8686 Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Ada seorang wartawan senior dalam sejumlah diskusi mengatakan; seorang wartawan—demi kemerdekaan pers dan tanggung jawab mengungkap kebenaran—dapat sangat berani menghadapi segala hambatan ketika menjalankan suatu tugas jurnalistik. Tetapi biasanya kehilangan nyali ketika berhadapan dengan perusahaan pers yang menaunginya. Suatu anomali bahkan ironi. Kepentingan perusahaan pers ternyata berada di atas kemerdekaan (kebebasan) jurnalistik seorang wartawan. Kemerdekaan (kebebasan) berusaha di bidang dan penerbitan pers, merupakan salah satu wujud pemulihan demokrasi. Sejak reformasi, dilarang segala bentuk campur tangan terhadap pers, termasuk menjalankan perusahaan pers. Kalaupun ada pembatasan, hanya berkaitan dengan bentuk badan usaha, permodalan minimum, dan persyaratan yang merupakan kepentingan internal, bukan dalam makna kontrol terhadap pers. Pembatasan lain berkaitan dengan hal yang menjadi asas umum perikehidupan untuk memelihara agar pers menjadi sarana yang memberi manfaat sebesar-besarnya terhadap publik (public interest, public order, public security). Itupun wajib dijalankan menurut atau berdasarkan asas-asas negara hukum, seperti larangan tindakan preventif, menghormati due process, dan lain-lain. Ada seorang wartawan senior dalam sejumlah diskusi mengatakan; seorang wartawan— demi kemerdekaan pers dan tanggung jawab mengungkap kebenaran—dapat sangat berani menghadapi segala hambatan ketika menjalankan suatu tugas jurnalistik. Tetapi biasanya kehilangan nyali ketika berhadapan dengan perusahaan pers yang menaunginya. Suatu anomali bahkan ironi. Kepentingan perusahaan pers ternyata berada di atas kemerdekaan (kebebasan) jurnalistik seorang wartawan. Ucapan wartawan di atas, menggambarkan betapa besar (menentukan) peran perusahaan pers terhadap kemerdekaan (kebebasan) pers. Dapat pula disebut lebih lanjut, ternyata kemerdekaan pers tidak saja berhadapan dengan faktor-faktor eksternal, cq. kekuasaan. Kemerdekaan pers juga menghadapi persoalan internal yaitu kemungkinan konflik kepentingan dengan perusahaan pers bersangkutan. Di permukaan, (on the surface), kepentingan perusahaan dapat berkolaborasi dengan kepentingan lain, seperti kepentingan politik, yaitu ketika “pemilik” perusahaan menyatukan diri dengan kekuatan politik atau kekuasaan politik. Tetapi dalam era liberalisasi bahkan deediologi yang terjadi sekarang (sebagai salah satu buah reformasi), segala bentuk kolaborasi politik atau sikap politik, tidak lain dari kepentingan ekonomi perusahaan pers yang bersangkutan (untuk meraih sebesar-besarnya laba atau untuk menjaga atau menyelamatkan suatu kepentingan ekonomi). Makin besar ketergantungan para pelaku jurnalistik terhadap perusahaan pers, makin lemah pula kemerdekaan (kebebasan) pers. Persoalannya: “Apakah mungkin menemukan suatu kondisi yang di satu pihak menjamin kelangsungan kepentingan ekonomi perusahaan pers, di pihak lain kemerdekaan pers dapat dijalankan sebagai budaya sosial yang senantiasa dihormati dan dijunjung tinggi (termasuk oleh perusahaan pers)?” Untuk mempertemukan kepentingan yang mungkin berbeda tersebut, ada satu pertanyaan: “Apakah perusahaan pers—betapapun besar makna ekonomi atau sebagai industri—memiliki keunikan yang membedakannya dari usaha ekonomi lainnya?” Mestinya, ya. Apakah itu? Perusahaan pers harus tetap menyadari: Pertama; pers sebagai institusi publik mengemban kepentingan publik. Kedua; pers sebagai subsistem demokrasi harus terpelihara tetap merdeka (bebas) dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Ketiga; perusahaan pers seyogyanya menjadi sarana yang turut serta mewujudkan kesejahteraan umum atas dasar keadilan sosial bagi seluruh rakyat. (bagirmanan)

Nasihat WakJuSu

Jangan terpuruk ketika kamu tengah berada dalam situasi terburuk. Tuhan memberikannya padamu, karena Dia ingin kamu lebih kuat dr sebelumnya.

Diterbitkan oleh: PT Teras Jaya Jurnal Sumatra, | SITU: No 2008/SITU/2008, | SIUP : No 1011/KPTS/SIUP-PK/2008, | NPWP: 02.779.796.8-301.000, Perintis: Adriyaneka Aviv Bassar SSos, Sulton Napasir SE, Idham Syarief |

Alamat Redaksi : Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0815 385 6628 | Fax: 0711 823 875 E-Mail : Jurnalsumatra@yahoo.co.id www.jurnalsumatra.com

Pemimpin Umum/Perusahaan/Redaksi/Penanggung Jawab : Adriyaneka Aviv Bassar SSos, | Wakil Pemimpin Redaksi I / Penanggung Jawab : Idham Syarief | Wakil Pemimpin Redaksi II / Penanggung Jawab : Elan Aryansyah, SE | Wakil Pemimpin Perusahaan: Bihassani Bassar | Redaktur Pelaksana: Elan Redaktur: Ata | Sekertaris Redaksi: | Bagian Keuangan: Rodiah, | Bagian Umum: Sulton Nafasir SE, | Desain Grafis/Pracetak: Ata, Budi Penasehat Hukum: Edy Siswanto SH, Sudirman SH | Pelindung: H Syamsuri (Sam Ompong), | Dewan Redaksi: Adriyaneka Aviv Bassar, Tupado Panggabean, Idham Syarief Staf Redaksi: Eko Saputra, | Fotografer : Hadumuk | Sirkulasi: Sanul, Marthin Situmorang, Jonathan Sitinjak Biro-biro: DKI Jakarta: Tupado Panggabean, Lovita, Dedi | Palembang : Habibi, Ari | Bangka Belitung : Atanjung | Ogan Komering Ilir: Ata Idham Syarief, Lilis Suryani, Eko Saputra, Herianto WS, Markoni | Ogan Ilir: Ata, Jumadi, Eko Saputra | Prabumulih: Iwan, Ali Hanafiah, Abi | Musi Banyuasin : Nurdin | Banyuasin: Herianto | Muara Enim: Taufik Firdaus | Lahat: Musdin, Hapizul | OKU Selatan: Taruna, Jonpek | OKU: Adwinandy JB, Herman, Achmad Husni Pratama | OKU Timur: Nizar | Pagaralam: Farkazi Gumay, Vanroyen | Lubuk Linggau: Iman Santoso | Musirawas : Iman Santoso | Nurul Hilmi | Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Irzan, Septa | Bank BCA Rekening No: 1150 3711 35. Bank Sumsel Rekening No: 1400 9400 29 An. Adriyaneka Aviv Bassar. Wartawan Jurnal Sumatra tercantum dalam Box Redaksi dan dibekali ID Card dalam melaksanakan tugas. Percetakan: PT. Sumeks Intermedia, Isi diluar tanggung jawab percetakan


3

Advertorial

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

Wawako Lantik Esalon III Dan IV

Prabumulih, Sumsel . - Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri,SH melantik sembilan orang pejabat esalon III dan IV. Yakni Rusli Siregar, SH Kepala Bidang Pendataan Dan evaluasi BAPPEDA Aslimi, ST Kepala Bidang Perencanaan Strategis dan Tata Ruang Bappeda M.Supi, ST Sekretaris PU. Bina Marga .Abu Sahib,M.Si Sekretaris Bappeda

.M.Yusuf. Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Bappeda Kota Prabumulih . H. Beni Akbari,ST,MM Kepala Bidang PU Bina Marga , Diandes Khaidir , ST Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU BM . Ifi Syariah Matondang ,ST,MT Kasi Teknis dan Peralatan Bidang Cipta Karya Dan Pengairan Dinas PU. Dan Haryanti ,SP Kasubag Kepegawaian Bappeda

Kota Prabumulih di ruang rapat lantai 1 kantor Pemkot Selasa kemarin Wawako sebelum melantik menanyakan kepada para pejabat yang akan dilantik apa bersedia dilantik . Dijawab bersedia oleh 9 orang yang akan dilantik . Kemudian dilanjutkan pengucapan kata kata pelantikan dan sumpah jabatan oleh wawako dan oleh rohaniawan Marzuki,S.Ag

Dalam sambutannya Wawako mengaku bahwa mutasi merupakan hal biasa di lingkungan pemerintahan dalam upaya penyegaran serta meningkatkan kinerja para PNS . Dia minta kepada yang menjabat di PU Bina Marga hendaknya kedepan memikirkan agar kota Prabumulih yang sama sama kita cintai. Ini lebih baik lagi misalnya jalan negara mulai

dari perbatasan di desa Pangkul sampai Tugu nanas jalannya dua jalur dan memfungsikan kembali jalan M.Yamin yang selama ini dijadikan lapak pedagang kaki lima tetapi tidak membuat para pedagang kecewa . Sementara para pejabat di Bappeda untuk selalu berpikir bagaimana agar prabumulih lebih baik dan tidak ketinggalan dengan kota lainnya

Orang nomor dua di kota Seinggok Sepemunyian itu juga menjelaskan kalau Pak Wako dan ia sendiri ingin membangun beberapa buah tugu sebagai ICON kota Minas ini Hadir dalam acara tersebut Sekda Prabumulih , A.Sobri ,SH Asisten III M. Kowi ,S.Sos,M.Si para kabag,kadin,kakan ,camat dan undangan lainnya (Adv/ dahari)

Walikota Prabumulih Hadiri Penandatanganan MoU antara Rutan Prabumulih dengan Polres Prabumulih

Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM

Penanda tanganan MoU Lapas Klas IIB Prabumulih dengan Polres Prabumulih

Poto bersama Wako Prabumulih,Wawako Prabumulih serta unsur Muspida kota Prabumulih

PRABUMULIH, Jurnal Sumatra Dengan mengendarai bus sekolah Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM menghadiri penandatangan Nota Kesepakatan antara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Prabumulih dengan Polisi Resort (Polres) Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan. Bertempat di Aula pertemuan Rutan Klas IIB Prabumulih Senin (17/2). Hadir pada acara tersebut Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM. Wawako Prabumulih,Adriansyah Fikri,SH. Kapolres Prabumulih AKBP Denny

Yono Putro,Sik.Ketua DPRD Kota Prabumulih Ir.Dipe Anom,Kalapas Klas IIB Sulardi,Bc,IP SH.Para Asisten Kepala Dinas,Kepala kantor serta para pegawai Rutan. Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas IIB Prabumulih Sulardi, Bc,IPSHmengatakannotakesepakatan (MoU) antara Rumah Tahanan Negara Klas IIB Prabumilih dengan Polisi Resort (Polres) Prabumulih dapat mengantisipasi kerusuhan di Rutan Prabumulih,karena gangguan keamanan,pembrontakan para napi kapanpun bisa terjadi. Untuk itu Lembaga Pemasyarakatan perlu kerjasama dengan polisi,dan TNI. “Syukur Alhamdulilah sampai saat ini Lembaga Pemasyarakatan Prabumulih aman,dalam waktu dekat Lapas Prabumulih akan bekerjasama dengan Zeni Tempur untuk meningkatkan kesadaran warga binaan Lapas Prabumulih mencintai tanah air,� katanya. Walikota Prabumulih Ir.H.Riho Yahya,MM dalam sambutannya menjelaskan dengan diadakannya nota kesepakatan (MoU) antara Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB dengan Polres Prabumulih dapat meningkatkan keamanan dalam Rutan.

Karena kesepakatan ini penting demi terciptanya suasana yang kondusif,tapi ada yang lebih penting lagi yakni pendekatan persuasif. Kita tidak ingin kejadian di Aceh terulang lagi,untuk itu pemerintah daerah siap berkontribusi membantu Rumah Tahanan selagi itu tidak bergejolak dikemudian hari. Karena Lembaga Pemasyaraktan adalah Lembaga Verikal langsung dari pusat. Kepala Polisi Resort (Polres) Prabumulih AKBP Denny Yono Putro,Sik mayoritas penghuni Rutan Prabumulih adalah narkoba,karena Prabumulih adalah kota lintasan. Dengan diadakannya nota kesepakatan ini dapat diimplementasikan bersama dan bersinergi disisi keamanan. Sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif, khususnya warga binaan di lembaga pemasyarakatan Klas IIB Prabumulih. Setelah selesai menyaksikan Nota kesepakan Rumah Tahanan Negara Klas IIB Prabumulih dengan Polres Prabumulih Walikota Prabumulih beserta rombongan langsung menuju Desa Pangkul membuka Lomba PKK yang di hadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Sumatera Selatan Hj.Tartilah Isahak Mekki. (ADV/Hms Prabu/dahri)


4

Jurnal Sumsel Kilas jurnalsumatra.com

Ribuan Hektar SM Dangku Kondisinya Memprihatinkan SEKAYU, Jurnal SumatraSuaka Marga Satwa Dangku (SM Dangku) ditetapkan menjadi Suaka Margasatwa dengan SK Menteri Kehutanan yang mempunyai tofografi dataran rendah. Kawasan SM Dangku yang terletak di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ini masih dikelilingi oleh beberapa perusahaan perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Selain itu, di kawasan SM Dangku juga terdapat beberapa sumur pengeboran minyak dan gas bumi yang aktif maupun tidak aktif. Beberapa tempat diantaranya masih tumpang tindih dengan kawasan dengan kawasan SM Dangku serta perambahan dan illegal logging oleh sebagian masyarakat, untuk mengatasi dan mencari solusi permasalahn tersebut, pemerintah Kabupaten Muba mengadakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (5/3) lalu. Rapat dipimpin oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Muba, Rusli SP dan dihadiri juga oleh beberapa pejabat diantaranya, Bustanul Arifin Kepala Dinas Kehutanan, Siswadi DC SSos Msi camat Batanghari Leko, Firman SSos Msi camat Keluang, H Sugeng Riyadi camat Tungkal Jaya dan beberapa perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sementara dari Provinsi Sumsel dihadiri oleh Sukirman perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel dan Sunyoto SH Kepala Seksi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Dalam paparannya Sunyoto SH, menjelasakan berdasarkan data yang dimiliki oleh BKSDA, perambahan dan illegal logging yang terjadi di SM Dangku saat ini semakin meluas. BKSDA juga mencatat sekurang-kurangnya 700 Kepala Keluarga (KK) sudah memasuki dan merambah kawasan SM Dangku yang di sinyalir di melibatkan oknum-oknum tertentu yang sengaja mencari keuntungan pribadi”, paparnya. “Kalau tidak dari sekarang para pejabat yang terkait dan masyarakat ikut peduli terhadap kelestarian hutan lindung konservasi yang melindungi berbagai jenis tanaman dan hewan dan juga sebagai hutan penelitian ilmu pengetahuan, maka hutan yang luasnya mencapai ribuan hektar itu akan tinggal nama, habis dijarah oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya. Menanggapi paparan yang di sampaikan oleh BKSDA, Asisten I Kabupaten Muba Rusli SP menegaskan, kedepannya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan tegas dan tidak padang bulu dalam penegakan hukum. “Siapa saja yang dirasa melanggar hukum dan cukup bukti bagi akan diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas kehutanan akan membentuk tim. “Tim ini akan bergerak merelokasikan dan membebaskan masyarakat yang sudah terlanjur berada di dalam hutan SM Dangku. Tim ini juga akan menindak tegas oknum yang terlibat dalam permasalahan ini,” pungkas Bustanul Arifin.(nurdin)

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

2 Jam, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Kayuagung, Sumsel. Jurnalsumatra.com – Puluhan kendaraan roda empat dan dua terjaring razia operasi hasil giat 21 yang digelar oleh Satlantas Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), rabu (5/3). Berdasarkan pantauan, belasan petugas satlantas menghentikan kendaraan motor maupun mobil yang melintas di ruas Jalan Letnan Muktar Saleh, Kota Kayuagung, tepatnya di Simpang Srikelang. Kemudian, petugas memeriksa satu persatu surat kendaraan mobil maupun motor yang dihentikan. Dalam razia, petugas selain memeriksa kelengkapan surat kendaraan juga memeriksa kelengkapan kendaraan, seperti, tidak pakai helm, tidak ada spion dan lain-lain. Petugas juga mengamankan sejumlah kendaraan bermotor yang pengendaranya sama sekali tidak membawa surat-surat resmi. Sejumlah pengendara motor maupun mobil yang terjaring razia, kemudian diberikan surat tilang. Mereka yang ditilang kemudian diminta untuk mengikuti proses yang telah diterapkan Kasat Lantas Polres OKI, AKP Tamimi SH, melalui Kanit Turjawali, Ipda Muriyanto, kepada wartawan mengatakan, razia digelar dalam rangka operasi hasil giat 21 dan digelar. Dalam razia ini, Satlantas Polres OKI melibatkan puluhan

anggota satlantas Polres OKI. “Razia ini melibatkan puluhan anggota Satlantas Polres OKI untuk memeriksa kendaraan baik roda empat mau pun roda dua yang melintasi jalan ini,” katanya.

Razia ini juga kita lakukan atas permintaan masyarakat, agar para pengguna jalan dapat mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, contohnya di simpang srikelang ini, banyak yang sudah melanggar

perboden,” jelasnya. Lanjutnya, untuk kendaraan yang terjaring razia sendisi terdiri dari, 5 orang yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), 6 orang yang tidak memiliki

surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta 18 orang pengendara motor dan 3 orang pengendara mobil lainnya yang melanggar peraturan lalu lintas, semuanya berjumlah 32 pengendara,” jelasnya. (RICO)

Panwaslu Akan Verifikasi Dana Kampanye

BP3M Siap Bina Perusahaan

Sekayu, Jurnal SumatraSetelah melakukan penertiban di wilayah Kecamatan Sanga Desa beberapa waktu lalu. Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (BP3M) akan terus berupaya melakukan pemantauan dan pembinaan penanaman modal dan perusahaan diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kegiatan ini dilakukan agar perusahaan dapat menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sesuai peraturan penanaman modal yang berlaku. BP3M Kabupaten Muba menghimbau agar pihak penanam modal dan perusahaan terus melakukan koordinasi. BP3M siap melakukan pembinaan dan membantu dalam melengkapi persyaratan kepengurusan perizinan dan penyampaian laporan sebagai pemenuhan kewajiban investor. Hal ini disampaikan Kepala BP3M Kabupaten Muba melalui Kepala Bidang Promosi Pembinaan Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal, Eka Purnama Sari SP SE MM saat melakukan kunjungan kerja ke PT Wana Potensi Guna, CV Andrea Putra Jaya dan CV Pahri Pratama di Kecamatan Sanga Desa, Rabu (5/3). Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 3 Tahun 2012 dan Pasal 5 huruf (c) UU RI Nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal, maka setiap perusahaan atau penanam modal wajib untuk menyampaikan LKPM yang berisi tentang realisasi investasi per periode, total investasi yang ditanamkan, jumlah tenaga kerja asing dan kendala yang dihadapi. Sebagaimana telah diedarkan surat Bupati Musi Banyuasin Nomor 570/252/ BP3M/2014 mengenai penyampaian LKPM. “Penyampaian LKPM ini secara berkala wajib dilakukan setiap enam bulan sekali (semester) untuk perusahaan sudah tahap produksi atau telah ada izin usaha. Sementara untuk perusahaan yang masih dalam tahap pembangunan atau kontruksi wajib menyampaikan LKPM setiap tiga bulan (triwulan),” tegasnya. Sementara Humas PT Wana Potensi Guna, Imron mengatakan pihaknya belum pernah menyampaikan laporan LKPM ke Pemerintah Kabupaten Muba. Untuk itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Muba melalui BP3M memberikan informasi dan bimbingan untuk memenuhi kewajiban perusahaan tersebut. “Kami mengharapkan informasi serta petunjuk pengisian untuk memenuhi kewajiban tersebut. Selama ini kami belum tahu tata cara dan prosedur pelaporan LKPM ke Pemerintah Kabupaten Muba. Tapi kami sudah pernah menyampaikan LKPM ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI,” tambah Imron.(Nurdin)

foto : rico/jurnalsumatra

Satlantas Polres OKI saat menggelar razia

foto : rico/jurnal sumatra

Kayuagung,Sumsel.Jurnalsumatra. com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten OKI mengawasi verifikasi laporan dana kampanye tahap kedua partai politik peserta Pemilu 2014 oleh

KPU setempat. “Kita mengawasi apakah laporan yang disampaikan sesuai format atau tidak,” kata Ketua Panwaslu OKI, Muhammad Fahrudin, SH, saat berbincang dengan

Jurnalsumatra.com diruangan kerjanya, kamis (6/3/2014). Dari laporan yang disampaikan parpol ke KPU, menurut dia, pihaknya juga akan mengawasi jumlah sumbangan yang diberikan donatur sebagai dana kampanye. “Di sana kita awasi dari siapa sumbangan itu, penyumbangnya harus jelas, harus ada NPWP, dan dana sumbangan bukan dari hasil kejahatan, jika kita lihat dana sumbangan melebihi batas maksimal aturan maka kita sarankan untuk dikembalikan kelebihannya ke penyumbang, karena kalau sudah memasuki tahap audit, sumbangan yang berlebih akan masuk ke kas negara,” kata dia. KPU setempat merencanakan tahapan verifikasi data pelaporan dana kampanye selesai pada 7 Maret 2014. Sementara itu, KPU Kabupaten OKI, Dedi Irawan, S.IP, M.Si, saat dikonfirmasijurnalsumatra.com mengatakan bahwa seluruh partai politik peserta pemilu di daerah itu telah

menyerahkan laporan dana kampanye tahap ke dua tepat waktu. “Walaupun pada hari terakhir, dan menit-menit akhir penutupan, namun ke 12 partai tidak ada yang terlambat menyerahkan laporan dana Kampanye,” katanya. Dia mengatakan pihaknya terakhir menerima laporan dana kampanye dari partai PKS yakni pada pukul 16.00 WIB sebelum penutupan penerimaan laporan dana kampanye, pada 2 Maret 2014, pukul 18.00 WIB. Tahapan lebih lanjut, menurut Dedi, pihaknya melakukan verifikasi data pelaporan dana kampanye. “Seluruh laporan akan kita verifikasi sampai tanggal 7 Maret 2014 atau dalam jangka waktu 5 hari, jika ditemukan laporan yang belum lengkap, maka akan dikembalikan untuk memperbaiki kembali,” katanya. “Partai akan diberikan waktu selama lima hari untuk memperbaiki kekurangan dari laporan dana kampanye tahap ke dua tersebut,” katanya (RICO)

Kanit Bimas Cengal Laporkan Warga OI Kayuagung, Sumsel. Jurnalsumatra.com – Kanit Bimas Polsek Cengal Hipni (46) melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh pelaku Suri (40) warga Desa Soakbato Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI). Lantaran pelaku menuduh dan menunjuk-nunjuk muka kanit dengan jari telunjuk. Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIk melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman SH, Rabu (5/3/2014) mengakui, adanya laporan perbuatan tidak menyenangkan yang menjadi korban itu anggota polisi. Dijelaskan Kasat, saat itu, anggota Polsek Cengal ini lagi duduk-duduk di Kantin Pengadilan Negeri Kayuagung, tiba-tiba ibu Suri mengatakan inilah

deking keluarga tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh kakak misan pelapor. Namun, semua itu tidak ada kaitannya dengan kasus pencurian dengan kekerasan. “Polisi tidak boleh melindungi dan membaking tindakan kejahatan,” tegas Surachman. Sementara itu, Kanit Bimas Polsek Cengal Hipni mengatakan, peristiwa itu terjadi, Selasa (25/2/2014) saat itu hendak menghadiri keluarga sidang. Sebelum sidang, dirinya duduk di kursi kantin. “Saya malu sebagai aparat dan ditunjuk-tunjuk oleh ibu suri dengan ucapan keras ke muka,” kata Hipni. Untuk menghilangkan rasa malu dan menahan rasa emosi saat itu, dirinya lari dan akhirnya disimpulkan lapor ke polisi. (RICO)

UU Ormas tak Batasi Ruang Gerak Ormas SEKAYU, Jurnal SumatraUndang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas) merupakan peraturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013 yang disyahkan oleh Presiden RI pada tanggal 22 Juli 2013. UU Ormas ini menggantikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sejak undang-undang ormas ini ditetapkan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar pertemuan dengan anggota Ormas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) guna menjelaskan dan menerapkan UU Ormas yang baru, Selasa (4/3). Acara yang diadakan di ruang rapat Kesbangpol ini juga merupakan ajang silahturagmi antara pimpinan Kesbangpol dengan Ormas dan LSM di wilayah

kabupaten Muba. Acara ini dihadiri oleh Ormas dan LSM Kabupaten Muba melalui perwakilan masing-masing. Kepala Badan Kesbangpol HM Soleh Naim SE MM , yang memimpin langsung rapat tersebut mengatakan bahwa UU RI Ormas yang baru sama sekali tidak membatasi ruang gerak ormas. Sebaliknya, UU Ormas itu justru memberikan kemudahan yang seluasluasnya kepada ormas untuk melakukan kegiatan di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, dapat membentuk cabang di luar negeri sesuai ketentuan Pasal 26 dan Pasal 27 UU Ormas. Selain itu, UU Ormas ini juga merupakan pegangan atau acuan dalam menyalurkan aspirasinya, meningkatkan partisipasi, pemberdayaan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. “UU Ormas Nomor 8 tahun 1985

dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu Pemerintah sudah mengesahkan dan mengeluarkan UU Ormas Nomor 17 tahun 2013. Selain dianggap sesuai dengan kebutuhan saat ini, UU Ormas yang baru ini juga tidak membatasi ruang gerak Ormas ataupun LSM,” jelasnya. Selain itu, Soleh Na’im juga ingin menyatukan visi dan misi serta tujuan antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Ormas Dan LSM. Soleh juga ingin menjadikan Ormas dan LSM Kabupaten Muba menjadi mitra yang baik bagi Pemerintah Kabupaten Muba. “Ormas dan LSM harus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik serta solidaritas yang tinggi dengan Pemerintah

Kabupaten Muba. Dengan begitu secara bersama dapat mewujudkan PERMATA Muba 2017 yang akan dating,” tegasnya. Senada dengan Soleh, Sekretaris Kesbangpol Drs Achmad Kundari Msi mengatakan agar jalinan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten dengan Ormas dan LSM hendaknya dalam suasana keakraban dan kenyamanan. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan dampak positif dari hubungan keduanya. “Kesbangpol siap mewadahi Ormas dan LSM dalam menyalurkan aspirasinya, partisipasi serta pemberdayaan masyarakat. Semoga hubungan Ormas dan LSM dengan Pemerintah Kabupaten Muba dapat berjalan dengan baik dan dapat membantu masyarakat sekitar,” tambah Drs Yuliarto MSi selaku Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan.(Nurdin)


• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

Caleg PKB Sumsel Siapkan Empat Program Pro Rakyat Palembang, Jurnal Sumatra- Salah seorang calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa Anwar Sadat menyiapkan empat program prorakyat untuk menarik simpati masyarakat yang memiliki hak pilih dalam Pemilu 9 April 2014. “Dengan program prorakyat yang akan diperjuangkan jika terpilih menjadi wakil rakyat, saya optimistis mendapat dukungan masyarakat di daerah pemilihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir memenangi pemilu,” kata Anwar Sadat di Palembang, Sabtu. Menurut dia, empat program prorakyat yang akan diperjuangkan jika menjadi anggota DPRD Sumsel yakni prioritas menyediakan tanah untuk rakyat melalui pembaruan agraria, kedua memajukan pertanian dan ekonomi kerakyatan. Ketiga memajukan pendidikan, kesehatan, keagamaan, kepemudaan, menyediakan sarana dan prasarana masyarakat desa, serta keempat memperjuangkan kelangsungan lingkungan hidup untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

Selain keempat program tersebut, Sadat berupaya pula menggalakkan gerakan membangun desa dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di setiap pedesaan. Mewujudkan keadilan agraria sehingga tidak ada lagi masyarakat yang memiliki keinginan bertani tidak memiliki lahan karena lahan yang tersedia dikuasai oleh segelintir orang atau perusahaan yang memiliki modal besar untuk membangun perkebunan, kata mantan Direktur Eksekutif Walhi Sumsel itu. Dia menjelaskan, semua program perjuangan tersebut disusun berdasarkan hasil kunjungan ke pelosok desa dan mendengar keluhan serta masukan dari masyarakat di dua kabupaten tersebut. Dengan modal pengalaman sebagai aktivis lingkungan dan pejuang hak asasi manusia serta kegiatan pendampingan membangun pertanian dan memperjuangkan hak petani yang “dirampas” perusahaan perkebunan, bisa mendapat kepercayaan warga di dua kabupaten daerah pemilihannya untuk duduk di kursi lembaga legislatif. (antara)

5

Jurnal Sumsel

KAPMC Berikan Dampak Positif Remaja Palembang, Jurnal Sumatra.com -Organisasi Kumpulan Anak Palembang Mencari Cinta (KAPMC ) Memberi Dampak Positif Untuk Remaja. Organisasi KAPMC Bertujuan baik supaya mengurangi pergaulan yang tidak benar dan juga menjauhkan dari Narkoba, Minuman Keras (MIRAS), serta seks bebas. Pantauan Wartawan, Rabu (5/3) Kemarin, ditaman polda (tampol) Organisasi KAPMC Memberikan hal Positif untuk remaja. Berkumpulnya cewek dan cowok saling bercengkrama satu sama lain membahas rencana kegiatan dalam organisasinya. tidak hanya itu saja saya sendiripun terpaku melihat keakraban dan kekompakan diantara mereka. M. Irsad (23) dan Sofian, anggota KAPMC menyatakan banyak hal baik yang bisa diambil dari orgasnisasi ini saya

senang bisa jadi anggota KAPMC biarpun saya belum mendapatkan pacar tapi, saya senang sudah banyak mendapatkan teman dan bisa menanbah wawasan. Hal positif yang bisa saya dapatkan yaitu teman baru, pengalaman baru dan juga kegiatannya banyak yang bisa saya ikuti. Devi Priansari selaku ketua pengurus dari organisasi Kumpulan Anak Palembang Mencari Cinta (KAPMC) saat dikonfirmasi Menjelaskan Organisasi KAPMC sudah terbentuk 3 tahun lebih tapi, aktifnya organisasi ini pada tanggal 9 februari 2014 angota membernya sudah mencapai dua puluh lima ribu remaja tapi, yang aktifnya sering ikut kegiatan diorganisasi mencapai seratus anggota tercampur antara cewek dan cowok. Syarat untuk jadi anggota organisasi KAPMC agar bisa mengikuti semua

kegiatan yaitu fhoto copy ktp 1 lembar sama fhoto 1X3 1 lembar sekarang alhamdulillah organisasi kami sudah dipanggil untuk on air disalah satu radio palembang itu sudah menandakan bahwa organisasi KAPMC baik untuk diikuti para remaja muda mudi khusunya palembang. Organisasi KAPMC juga menambahkan kegiatan ekstra kulikuler untuk diikuti anggota KAPMC yaitu futsall untuk cowok dan banyak lomba yang bisa diikuti kelakar,editan fhoto terunik serta outbond. Untuk pengurus organisasi ini ada 7 orang Devi Priansari (ketua pengurus), Zila (wakil ketua), Rudi (sekretaris), Kendi (tim media), Kainan (tim logistik), Sogi Pratama (tim desaign). Harapan kedepannya organisasi ini bisa jadi organisasi nomor satu dan bisa dikenal banyak orang. Ungkapnya (Ari)

Honorer K2 “Kepung” Walikota Pertanyakan Kejelasan Nasib Gubenur Sumsel : Media Menjadi Mitra Dalam Pembangunan Palembang, Jurnal Sumatra - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, media sebagai mitra dalam pembangunan karena pengaruhnya cukup besar dalam menyampaikan informasi. Bahkan, melalui media seluruh kegiatan dalam pemerintahan dalam diimformasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, kata gubernur pada acara seminar nasional Uji Publik, Media dalam Pemilu 2014 yang diselenggarakan IJTI Sumsel di Palembang, Jumat malam. Bersamaan itu Gubernur juga mendapat penghargaan dari Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia karena telah berjasa dalam kemajuan media termasuk TV. Lebih lanjut dia mengatakan, bahkan media cukup berpengaruh karena melalui pemberitaannya

akan dapat mempengaruhi masyarakat. Jadi jangan sekali-kali memusuhi wartawan karena pengaruhnya cukup besar dalam pembangunan dan kehidupan. Sehubungan itu melalui seminar ini diharapkan peran media semakin profesional terutama dalam Pemilu. Ketua Umum IJTI Pusat Hendriana Yadi mengatakan, pihaknya akan tidak akan berpihak dalam Pemilu nanti. Dengan tidak adanya keberpihakan itu maka dapat menciptakan demokrasi secara baik, ujar dia. Memang, pemberitaan melalui media elektronik cukup besar pengaruhnya sehingga pihaknya akan berpegang dengan profesionalisme. (Antara)

KPU Sumsel Lantik Pejabat Eselon Jelang Pemilu

PAGARALAM, Jurnal Sumatra Puluhan honorer K2 mendatangi kantor walikota sehingga membuat suasana Kantor Pemerintah Kota Pagaralam kemarin pagi (4/3) mendadak sedikit tegang karena tiba-tiba mereka datang dan langsung menghadang Walikota dr Hj Ida Fitriati M Kes dan Wakil Walikota Novirza SE yang akan menaiki mobil dinas menuju ke kantor DPRD untuk mengikuti paripurna LKPJ. Para honorer K2 yang dinyatakan tidak lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendatangi kantor itu untuk langsung mengepung Walikota Pagaralam, Hj. Ida Fitriati, sehingga membuat langkah orang nomor satu di bumi Besemah ini terhenti dan langsung di kepung, namun tidak terjadi insiden atau tindakan anatkis karena masa merupakan kaum wanita. Saat itu, Walikota sedang ada acara di ruang Rapat Besemah 3, sehingga para honorer tersebut menunggu dengan sabar di halaman belakang kantor walikota. Sesaat setelah walikota keluar dari ruang rapat dan hendak menuju ke arah lain di halaman depan para honorer tersebut segera berlari dan “menyerbu” walikota mengerubunginya. Yuliana, salah seorang honorer yang sudah belasan tahun mengajar di sebuah sekolah dasar sambil bercucuran air mata mengadukan nasibnya yang tidak lulus. “Bagaimana kelanjutan nasib kami ini, buk wako padahal sudah belasan tahun mengajar,” katanya. Ia mengatakan nasib mereka sekarang seakan-akan menggantung dan tidak punya harapan. Apalagi jika mereka juga tidak diperlukan lagi oleh sekolah atau kantor mereka bekerja. Koordinator honorer K2 tersebut, Mulyadi Putra Anom menambahkan ingin mendengar langsung penjelasan dan ingin tahu nasib para honorer nanti. “Memang kemarin sempat ada penjelasan dari walikota kalau kami akan dipekerjakan sebagai tenaga kontrak. Tetapi

katanya jika diperlukan. Nah masalahnya bagaimana jika kami dianggap tidak diperlukan,” kata Mulyadi. Dijelaskannya, saat ini saja sudah ada guru honorer ini yang dipaksa keluar dari pekerjaannya dengan alasan sudah tidak ada jam lagi. Apalagi dengan adanya guru sertifikasi yang harus memenuhi kuota mengajar dalam hitungan jam. “Guru sertifikasi kan harus mengajar jika tidak ingin sertifikasinya dicabut. Masalahnya, jam mengajarnya selama ini dipakai oleh para honorer. Jadinya kami kan tidak punya kesempatan lagi mengajar,” lanjut Mulyadi. Menanggapi hal itu, Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati didampingi Wakil Walikota, Novirzah mengatakan memahami kegundahan para pengunjuk rasa tersebut. Namun, semua kebijakan untuk kelulusan semuanya merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN). “Kami sudah mengirimkan surat kepada kementerian PAN untuk meminta petunjuk lebih lanjut agar kita dapat memberikan solusi yang terbaik bagi para honorer yang sudah mengabdi bertahuntahun ini,” ujar Ida. Namun, ditambahkan Ida ada ribuan orang di seluruh Indonesia yang juga merupakan honorer K2 ini. Saat ini, katanya menyarankan sementara lakukan dulu pekerjaan seperti biasa sambil menunggu kebijakan lebih lanjut. Apalagi sebelumnya pemkot juga sudah mewacanakan akan memberdayakan 55 orang atau 50 persen tenaga honorer K2 di Kota Pagaralam dinyatakan tidak lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk ditampung dengan dipekerjakan menjadi tenaga P3K dengan perjanjian kerja atau outsourcing. Walikota mengatakan, untuk pengumuman seleksi K2 sudah diumumkan melalui website resmi.

Namun, agar memastikan kebenaran hasil tes ini dicekkan melalui hardcopy yang diambil Kepala BKD Kota Pagaralam.”Untuk kelulusan honorer K2 tidak ada masalah di Kota Pagaralam. Apalagi, hasil tes sama seperti di website,” jelasnya.Dia menambahkan, yang menjadi bahan pemikiran pihaknya saat ini adalah honorer K2 yang tidak lulus mencapai 55 orang. Sementara, berdasarkan aturan tidak ada lagi pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS. Untuk itulah, pihaknya berencana tetap mempekerjakan mereka dengan status outsourcing atau tenaga P3K dengan perjanjian kerja.”Mereka ini nanti akan dianalisis terlebih dahulu sesuai kebutuhan daerah. Jika, memenuhi persyaratan dipekerjakan menjadi tenaga P3K perjanjian kerja,” tuturnya pula. Sementara itu Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati M Kes didampingi Kepala BKD Kota Pagaralam Imam Pasli SSTP mengatakan, penggunaan tenaga honorer K2 yang tidak lulus ini sesuai UU ASN. Apalagi, status pegawai di pemerintahan ada PNS dan Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. “Penggunaan tenaga mereka ini tergantung kebijakan daerah. Apalagi, ketika dipekerjakan fasilitas mereka ini sama seperti PNS, tetapi tidak punya hak pensiun,” ungkapnya. Dilanjutkan Imam, karena tenaga honor ke depan tidak boleh lagi sehingga status mereka akan menjadi tenaga kontrak, tidak mengikat dan bekerja tergantung keahlian.”Kita akan mempelajari terlebih dahulu bagaimana sistema dan mekanismenya. Sebab, ini semua tergantung kebijakan daerah masing-masing. Jangan sampai ke depan akan ada masalah dan salah tanggapan,” tukasnya. Diketahui, dari 110 peserta tes tenaga honorer K2, sebanyak 55 di antaranya dinyatakan lulus. Para honorer K2 yang lulus ini saat ini mulai mengurus berkas-berkas mereka untuk kelengkapan administrasi menjadi CPNS. (Van)

40 Persen Depot Air Mineral Tak Layak Konsumsi “Sejauh ini kita masih meminta bantuan dari pihak laboratorium di Kabupaten Lahat, mengingat di Kota Pagaralam belum berdiri laboratorium ekoli ekolipom,” katanya. Lanjutnya, hingga kini dari puluhan depot yang ada, sudah ada sekitar 50 depot masuk dalam pemeriksan uji laboratorium yang difasilitasi Dinkes Kota Pagaralam. Palembang, Jurnal Sumatra- Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan melantik sejumlah pejabat eselon III a dan IV a di kabupaten dan kota di provinsi itu menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April 2014, supaya tidak terjadi kekosongan jabatan. “Pelantikan pejabat eselon itu untuk mengisi jabatan yang kosong dari pejabat sebelumnya,” kata Sekretaris KPU Sumatera Selatan HM Daud HD di Palembang, Jumat. Menurut dia, pejabat eselon yang dilantik itu yakni di KPU Kota Prabumulih, Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pelantikan itu dilakukan untuk pembenahan organisasi sekretariat KPU kabupaten dan kota dalam menyongsong Pemilu Legislatif yang tinggal hitungan hari lagi, katanya. Ia mengatakan, pejabat yang baru dilantik diharapkan segera mengakselerasi dengan kinerja KPU yang saat ini dalam suasana

melaksanakan tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Pelantikan ini juga dimaksudkan agar Pemilu ke depan tidak ada lagi jabatan yang kosong di sekretariat KPU kabupaten dan kota, karena dikhawatirkan akan berpengaruh pada kinerja roda organisasi. Pejabat baru dilantik diharapkan segera menyesuaikan diri dengan kinerja KPU yang semakin padat, ujarnya. “Kita sebagai pejabat diharapkan selalu bahu membahu dalam menyukseskan setiap tahapan dan program yang telah disusun KPU, sebagai landasan bagi kita untuk melangkah dan sebagai acuan bagi suksesnya setiap program dan tahapan,” ujarnya. Kemudian sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu untuk selalu menjaga netralitas agar tercipta suasana kondusif menuju Pemilu yang aman, tertib dan lancar, katanya. (Antara)

PAGARALAM,jurnalsumatra.com – Maraknya usaha depot air isi ulang di Pagaralam tanpa mengedepankan kualitas air minum, dikarenakan kelemahan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat belum memiliki peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang hal itu. Kendati demikian, Dinkes Kota Pagaralam tetap berpedoman pada SK Menkes No 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan dan SK Menkes RI No 907/Menkes/SK/2002 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kota Pagaralam, Drs roshan YM MKes melalui Kepala Penyehatan Lingkungan, Hendri SE, kemarin (4/3). Menurutnya, agar kualitas air dapat

memenuhi memenuhi standar dan layak konsumsi, sebelumnya harus dilakukan pemeriksaan biologi dan pemeriksaan kimia oleh pihak laboratorium ekoli ekolipom. “Sejauh ini kita masih meminta bantuan dari pihak laboratorium di Kabupaten Lahat, mengingat di Kota Pagaralam belum berdiri laboratorium ekoli ekolipom,” katanya. Lanjutnya, hingga kini dari puluhan depot yang ada, sudah ada sekitar 50 depot masuk dalam pemeriksan uji laboratorium yang difasilitasi Dinkes Kota Pagaralam. “Baru sekitar 60 persen depot yang ada di Bumi Besemah ini sudah berlebel Dinkes Kota Pagaralam. Sementara sisanya lagi bisa dikatakan belum memenuhi standar kesehatan untuk layak konsumsi,” beber Hendri seraya berkata kepada usaha depot air mineral isi ulang dihimbau

agar dapat mengintensifkan pemeriksaan produknya secara berkala. Ia menambahkan sejauh ini pihaknya tengah berupaya membuat draf Raperda yang akan dijadikan payung hukum guna mengatur tentang syarat dan pengawasan depot air mineral isi ulang. “Semoga Raperda yang akan kita ajukan ke dewan dapat terealisasi dengan baik,” harapnya. Terpisah, Endek (41) salah satu pengusaha depot air mineral isi ulang yang berada di Jalan Indragiri Kelurahan Tebat Giri Indah mengatakan, secara rutinitas depot miliknya melakukan pemeriksaan uji laboratorium yang diajukan melalui Dinkes setempat. “Kita selalu mengontrol kualitas air yang ada pak, agar selalu mendapatkan predikat layak dikonsumsi,” singkatnya. (Kaci)


6

Jurnal Ogan Komering

Terminal Bayangan di Baturaja Segera Ditertibkan Baturaja, Jurnal Sumatra- Terminal bayangan angkutan umum di Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, segera ditertibkan karena dinilai mengganggu ketertiban lalu lintas. “Terminal bayangan yang memanfaatkan seputaran kantor Perizinan Terpadu Pasar Baru segera kami tertibkan,” kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Mulyadi di dampingi Kasat Lantas AKP Irwan Andeta di Baturaja, Sabtu. Dikatakan Kapolres, pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP OKU untuk mengatur jadwal penertiban. “Dalam waktu dekat kita akan tertibkan seluruh sopir angkutan umum yang suka mangkal mencari penumpang di sejumlah terminal bayangan dalam Kota Baturaja,” katanya. Memang untuk menertibkan terminal bayangan ini harus dilakukan secara terpadu dan tidak bisa sendiri-sendiri. Dia menjelaskan, ada beberapa titik yang suka dijadikan terminal bayangan oleh sopir angkutan umum di Baturaja, seperti di seputaran Kantor Perizinan Terpadu Pasar Baru, depan bengkel Suska, Jalan Akmal Pasar Atas, Simpang Sukajadi, Tanjungagung dan di sejumlah tempat setrategis lainnya. Ia mengakui, masalah terminal bayangan ini memang sudah menjadi pekerjaan rumah pihaknya bersama dinas instansi terkait di OKU. Untuk itu, semua pihak harus mendukung penertiban terminal bayangan ini. Menurut dia, apabila semua pihak mendukung, maka semua akan merasakan dampak positifnya, salah satunya Terminal tipe A Batukuning akan berfungsi kembali. Dengan adanya penertiban ini maka arus lalu lintas kendaraan di Baturaja akan tertib dan lancar, serta pendapatan asli daerah meningkat, kata Kasat Lantas AKP Irwan menambahkan. Pantauan di lapangan, sejumlah terminal bayangan bermunculan di sejumlah titik sehingga mengganggu arus lalu lintas dan mengakibatkan wajah Kota Baturaja menjadi semerawut. Selain itu, kondisi Terminal Tipe A Batukuning yang dibangun dengan dana miliaran rupiah terbengkalai, karena tak ada lagi angkutan umum yang mau masuk ke terminal tersebut. Mulyadi (41) salah satu sopir bus penumpang umum yang sering mangkal di terminal bayangan mengatakan terpaksa melakukannya karena kalau di terminal tidak ada penumpangnya. Namun, jika terminal bayangan sudah ditertibkan para penumpang akan beralih menunggu di terminal, katanya. (Antara)

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

Dinas PPKAD OKI Gelar Sosialisasi PBB-P2 Kayuagung, Sumsel. Jurnalsumatra.com – Dinas Pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar sosialisasi tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan (P2). Sosialisasi tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Kabupaten OKI dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati OKI M. Rifai SE, yang dihadiri oleh seluruh Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten OKI, Kamis (6/3/2014) Wakil Bupati OKI M. Rifai SE, dalam sambutanya mengatakan, bahwa pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat penting. “Ini guna membiayai pelaksanaan pemerintah daerah dengan kebijakan yang berprinsip demokrasi, pemerataan dan berkeadilan serta dibutuhkan peran serta masyarakat dalam akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan,

peralihan pajak ini bertujuan agar aparat desa menjadi ujung tombak dalam pendapatan asli daerah, semoga kedepan agar PAD OKI dapat di optimalkan dan terus meningkat demi mensejahterakan masyarakat. ”Saya menyambut gembira peralihan pajak ini sebab potensi desa besar dari tahun ketahun diharapkan PAD akan meningkat seiring dengan kemajuan Kabupaten OKI,”tuturnya. Sementara Kepala Dinas PPKAD, Daud menyampaikan kegitan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan dan memberikan pengetahuan tentang PBB- P2. Ini juga memberi penjelasan kepada para peserta bahwa terhitung 1 Januari 2014 pengutipan PBB- P2 akan menjadi tugas Pemkab OKI yang mana selama ini bagian dari Kantor Pajak Pratama Kayuagung,” ungkapnya. Daut menambahkan, kebijakan pajak daerah yang diatur dalam UU Nomor 28 tahun 2009 adalah menetapkan PBB-P2 menjadi pajak kabupaten/kota. Kedua jenis pajak tersebut layak untuk ditetapkan menjadi

pajak daerah karena memenuhi kriteria suatu pajak daerah antara lain ditinjau dari aspek lokalitas, hubungan antara pembayar pajak dan yang menikmati manfaat pajak serta praktek yang umum di berbagai negara. Pengalihan ini sangat disambut dengan baik dan ini harus mendapat

Pengemis di OKI Kian Menjamur Kayuagung, Sumsel. Jurnalsumatra.com – Keberadaan pengemis di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kian lama kian menjamur bukan saja di Pasar, dijalan, bahkan tak sedikit dari mereka mendatangi rumah rumah untuk meminta sedekah, sungguh memprihatikan. Pantauan jurnalsumatra.com seperti halnya pengemis dipinggir jalan target mereka mobil yang melintas di jalan lintas timur terutama mobil yang bermuatan besar seperti mobil truk, fuso tak terkecuali mobil pribadi yang mau memberi Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, Nopi Herlambang SE, saat di temui Koran ini mengatakan pemerintah Daerah OKI akan mendukung Program pemerintah tentang larangan pengemis dan gelandang. ”Terimah Kasih informasinya, dan itu kita akan tindak lanjuti, sebab kemiskinan yang membuat mereka seperti itu,” ujarnya.

Lanjutnya, jika pengemis dan gelandangan itu pantas kita beri santuanan maka kita kan santuni, tentunya melalui program Keluarga Harapan (PKH), Sebab melalui Program tersebut dapat meminimalisir orang yang miskin terutama Pengemis dan gepeng,” tuturnya. Dikatakanya jika mereka kita masukan PKH maka mereka kita minta penuhi persyaratan. ”Itulah guna dari program PKH agar para orang miskin seperti Pengemis dan gepeng dapat merasakan apa yang di programkan pemerintah,” jelasnya. Nopri juga menambahkan, pengemis yang akan kita bantu tentunya harus ada indikatornya, jika fisiknya memungkinkan dan sehat untuk mandiri, untuk apa dikasihani. Kalau kita mengasihaninya maka akan menjadikan mereka pemalas dan tidak mau bekerja, begitu juga sebaliknya, sehingga mereka tidak mau mengemis lagi. (RICO)

foto : Jumadi/jurnalsumatra

Kantor Bupati OI Tidak Terawat

INDRALAYA, Jurnal Sumatra – Meskipun telah memisahkan diri dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) namun masyarakat Ogan Ilir (OI) belum sepenuhnya merasakan ‘kemerdekaan’ tersebut, dikarenakan pembangunan yang belum merata bahkan jalan daerah dikecamatan masih banyak yang rusak, ironisnya lagi kantor Bupati OI sendiri justru tidak terawat. Warga Indralaya Kecamatan Indralaya, Heri Suherman (45) sangat kecewa dengan Bupati OI Ir.H Mawardi Yahya meskipun telah berdiri dengan megah perkantoran terpadu, akan tetapi dimata masyarakat masih belum merasa puas dengan apa yang diberikan oleh Mawardi kepada masyarakat OI Menurut Heri, Mawardi kurang tegas dalam mengambil sikap terhadap bawahanya jangankan terhadap permasalahan yang besar untuk yang kecil dan didepan matapun perbaikan merek perkantoran Pemkab Ogan Ilir yang terletak di depan kantor orang no 1 di OI yang saat ini mengalami kerusakan hingga saat ini belum kunjung diperbaiki. Padahal merek tersebut terletak di pingir jalan sehingga setiap orang yang lewat hampir rata- rata membaca dan juga jelas mempertanyakannya.(JUMADI)

Guru Bolos, Kepala SMPN 3 Muara Kuang Bungkam INDRALAYA , Jurnal Sumatra -Terkait dugaan banyaknya guru yang bolos di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 (SMPN) Ogan Ilir (OI) membuat Kepala Sekolah bungkam dan tidak bias memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi wartawan. Mencuatnya banyak guru yang bolos mengajar tersebut saat beberapa walimurid mengeluhkan jika anak mereka jarang belajar. Padahal, sekolahan yang mempunyai anak didik sebanyak 104 siswa yang dibina oleh tenaga pengajar diantaranya 6 PNS dan 3 orang tenaga honorer. Akan tetapi disekolahan tersebut walaupun mempunyai tenaga pengajar lumayan banyak para siswa siswi yang sekolah di SMPN 3 Muara Kuang ini tepatnya di Desa Serimenanti Kecamatan Muara Kuang OI. Menurut Ilham (30) warga Serimenanti Kecamatan Muara Kuang Ini, dia juga sering sekali geram melihat oknum guru yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk mengajar di sekolahan ini agar murid menjadi pintar dan berguna bagi bangsa ini. Saryono S.Pd selaku kepala sekolah di SMPN 3 Muara Kuang ini saat di singgung terkait dugaan tentang anak buahnya yang jarang masuk alias ngantor ini Sabtu(8/3/2014) di ruang kerjanya enggan berkomentar sedikitpun bahkan Saryono cuek dengan apa yang sedang disampaikan. IIham berharap kepada dinas terkait agar dapat turun langsung melihat sekolahan yang sedang dipimpin Saryono saat ini agar tahu bagaimana dengan kinerja para tenaga pengajar yang ada di sekolahan ini pungkasnya.(Jumadi)

Bupati OKU Timur Lantik Anggota BPD MARTAPURA, Jurnal Sumatra- Bupati OKU Timur H. Herman Deru SH,MM. melantik h Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD ) se Kabupaten OKU Timur dan peluncuran bantuan bupati melalui stimulan percepatan pembangunan infrastruktur desa (SPPIDES) dan Alokasi Dana Desa ( ADD ) tahun 2014, di tiga tempat berbeda. DiLingkungan Kecamatan Buay Madang Bupati H. Herman Deru SH, MM melantik Anggota Badan Permusyawaratan Desa Se-Kecamatan buay Madang OKU Timur. Selasa, (04/03/2014 ). Bertepatan Dengan dilLantiknya Anggota Badan Permusyawaratan Desa ( BPD) Bupati H. Herman Deru SH. MM, menyerahkan secara simbolis Dana SPPIDES dan dana Alokasi Desa (ADD ) kepada seluruh kepala Desa Se Kecamatan Buay Madang OKU Timur, dalam Kata Sambutannya Bupati H. Herman Deru SH, MM, mengucapkan selamat Kepada Anggota BPD yang telah dilantik dan diharapkan pejabat tersebut dapat melaksanakan

tugas dan tangung jawab yang diamanahkan dengan sebaik – baiknya, sehingga memberikan kontribusi positif dalam pembangunan desa, ungkapnya. Lebih lanjut H. Herman Deru SH,MM,mengatakan agar supaya kepala desa yang mendapat bantuan tersebut dapat terbuka dengan masyarakat desanya sehingga masyarakat tahu bantuan apa dan untuk apa bantuan itu akan di gunakan di desa, Agar pembangunan Infrastruktur di desa tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan bantuan yang diterima desa. Bupati H. Herman Deru SH, MM, menyampaikan kepada seluruh desa se Kabupaten OKU Timur, agar berlomba – lomba membangun desanya masing – masing, nantinya akan dilakukan penilaian desa terbaik dalam pengelolahan dana tersebut, maka desa yang mendapat predikat baik dalam pengelolahan dana itu nantinya akan ditambahkan lagi dana bantuannya dari dana yang di dapat sekarang.(NIZAR)

dukungan kepada setiap lapisan termasuk orang-orang yang secara teknis bekerja untuk memungut pajak,” katanya. Dengan peralihan PBB-P2 menjadi pajak daerah jelas daerah diuntungkan, sebab mereka akan diberi kewenangan untuk melakukan pungutan dan pengelolaan sumber daerahnya sendiri. (RICO)

Kadis Sosial : Karang Taruna Harus Berkembang Kayuagung, Sumsel. Jurnalsumatra. com – Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Nopri Herlambang SE, M.Si, mengajak seluruh pengurus karang taruna agar kedepan dapat berkembang lebih baik untuk mendukung kemajuan Kabupaten OKI kedepan, jangan sampai pakum seperti sekang ini. Demikianlah yang dikatakannya saat memberikan sambutan dalam pembentukan pengurus panitia pemilihan ketua karang taruna periode kedepan, kamis (6/3/2014) di Gedung Pemuda Kabupaten OKI. “Kita sekarang berbicara tentang bagaimana kedepan agar Organisasi Karang Taruna ini dapat berkembang untuk mendukung program pembangunan Kabupaten OKI dalam bidang karang taruna, jangan kita menoleh kebelang marilah kita bangkit dan menyongsong kemajuan kedepan,” ajak Nopri kepada pengurus karang taruna yang hadir dalam rapat tersebut. Sedangkan Didik, menambahkan, Dinas Sesosial merupakan pembina bagi organisasi karang taruna, hendaknya kedepan kepengurusan nanti karang taruna dapat di tumbuhkan dari desa, karena karang tarusa salah satu potensi daerah,” katanya. Didik juga menambahkan, untuk pemilihan ketua nanti carilah ketua yang dapat membimbing dan menjadikan panutan serta dapat mengembangkan organisasi kedepan. Hendaknya dalam pemilihan nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada yang terkotak-kotak setelah selesai pemilihan nanti. Sekretaris Karang Taruna Kabupaten OKI, Sirni, dalam laporannya mengatakan, pakumnya kepengurusan karang taruna ini merupakan kali pertama di kabupaten OKI, sesuai dengan SK Karang taruna provinsi kita sudah dua tahun pakum, dan sekarang akan dibentuk rapat kepengurusan pemilihan ketua karang taruna yang baru,” katanya. Sirni juga menambahkan, kita sangat beruntung dan dipedulikan oleh kepala Dinas Sosial, sehingga Kadinsos hadir langsung dalam pembentukan pengurus pemilihan ketua karang taruna periode kedepan,” ungkapnya. Dalam pantauan jurnalsumatra.com pada rapat pembentukan pemilihan ketua karang taruna Kabupaten OKI, tidak dihadiri oleh beberapa pengurus karang taruna, sehingga rapat pembentukan kepengurusan pemilihan ketua karang taruna, diskorsing hingga beberapa hari kedepan. (RICO)

Petani OKI Usulkan Benih Padi Subsidi Kayuagung,Sumsel.Jurnalsumatra. com – Menjelang musim tanam petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mengusulkan benih padi bersubsidi kepada Dinas Pertanian Kabupaten OKI, sebab pada wilayah yang memiliki potensi pertanian seperti Kabupaten OKI sarana produksi pertanian menjadi sangat penting untuk dicukupi. Mulai dari Benih, Pupuk, Pengairan, tenaga kerja hingga sarana pengendalian hama penyakit menjadi penting untuk dicukupi baik secara kwalitas, kwantitas maupun waktu ketersediaannya.

Petani sebagai pengguna tentunya mengharapkan kualitas sarana produksi pertanian yang diperoleh memiliki kualitas yang bagus, tersedia tepat waktu dengan jumlah yang cukup pula. Kepala Dinas pertanian Ogan Komering Ilir (OKI), Syarifudin, SP,M. Si, melalui Kepala bidang(Kabid), Bina produksi Sandang Pangan Syaparudin,SP, M.Si, mengaharapkan Petani segera, secepat mungkin menyampaikan usulan petani untuk kebutuhan bibit padi yang bersubsidi. Mengingat musim penanam petani sudah dekat, maka itu pihaknya sudah

menyampaikan usulan petani sekabupaten OKI untuk menyalurkan ke penyalur benih bersubsidi padi SHS (Sang Hiyang Sri) bulan Maret – Mei musim penanam padi,” katanya. Menurutnya, sarana produksi yang sangat penting untuk diperhatikan saat ini adalah benih. Selain memiliki rentang waktu masa berlaku yang relative singkat, ketersediaan dan kwalitasnyapun terkadang kurang memenuhi harapan petani. Untuk itu, pemerintah akan mengalihkan bantuan benih yang biasanya diberikan pada petani secara langsung

menjadi subsidi benih berkualitas. Ada dua tujuan yang diharapkan dalam subsidi ini antara lain menyediakan benih varietas unggul bersertifikat padi (inbrida dan hibrida), jagung (komposit dan hibrida) serta kedelai dan membantu petani agar dapat membeli benih dengan harga terjangkau,” ungkapnya Prosedur Penetapan Petani/ Kelompok Tani Pembeli Benih Bersubsidi ditentukan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dengan melakukan sosialisasi subsidi benih kepada Dinas Pertanian Provinsi dan Produsen Benih pelaksana. (RICO)


• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

7

Advertorial

Gubernur Sumsel Bersama Walikota Lubuklinggau Hadiri BBGRM XI

Gubernur serahkan bantuan Rp 100 Juta untuk 72 kelurahan di Lubuklinggau

Lubuklinggau Jurnal SumatraGubernur Sumatera Selatan ( Sumsel ) H Alex Noerdin memberikan bantuan senilai Rp.7,2 M atau sebesar Rp100 juta/kelurahan. Bantuan Gubernur (Bangub) ini dibagikan kepada 72 kelurahan yang ada di wilayah Kota Lubuklinggau. Pada waktu bersamaan

gubernur juga membuka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) ke XI tingkat Kota Lubuklinggau, Minggu (2/3) 11.00 Wib di lapangan sepak bola Kelurahan Temam Kota Lubuklinggau. Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin mengaku kagum melihat kemajuan pesat Kota Lubuklinggau selama 1 tahun berjalannya kepemimpinan Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe bersama Wakil Walikota Lubuklinggau, H.Sulaiman Kohar. “ Kita ketahui kota Lubuklinggau perkembangannya semakin pesat, Kota Lubuklinggau kini menjelma menjadi kota besar kedua di Sumsel setelah kota Palembang,” ujar Gubernur. Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, Kedatangannya ke Lubuklinggau ini dalam rangka kunjungan kerja untuk menyerahkan bantuan gubernur (Bangub). “ Kedatangan saya kali ini untuk menepati salah satu janji saya ketika kampanye waktu lalu, yakni memberikan bantuan kepada desa/kelurahan yang ada di seluruh wilayah Provinsi Sumantra Selatan lebih besar lagi, jika dulu desa dan kelurahan menerima 50 juta, sekarang saya naikan menjadi Rp.100 juta,” ujarnya, disambut tepuk tangan ribuan para tamu undangan yang hadir. Sementara itu Walikota lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe dalam sambutannya

mengatakan, program yang dilaksanakan sekarang ini sebenarnya mencontek program gubernur Sumsel yakni program sekolah gratis dan berobat gratis. “ Lubuklinggau meneruskan programprogram gubernur seperti sekarang kita menyediakan 4 bus pelajar gratis, Program kesehatan jemput bola dengan call Center 555 / 0818 0333 5555 dimana 1 mobil klinik kita sediakan 1 dokter, 1 bidan, 2 perawat langsung mendatangi tempat pasien yang kurang mampu “ jelasnya. Dia berharap kedepan Lubuklinggau benar-benar menjadi kota kedua setelah kota Palembang, dan mudah-mudahan gubernur bisa mengucurkan kembali bantuan untuk Lubuklinggau. Dalam acara tersebut dilaksanakan penyerahan hibah tanah dari 39 warga kepada pemerintah kota Lubuklinggau untuk pembanguan jalan dari Temam menuju Kupang dan pemberian bantuan berupa bibit ikan,kipas angin, bibit buah buahan dan lain lainnya. Selain itu turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Sekda Sumsel H Mukti Sulaiman, Ketua DPRD Kota Lubuk linggau Hasbi Asadiki, Kapolres Lubuk linggau AKBP Dover L Gaol, Sekda Lubuklinggau H Parigan, Ketua TP PKK HJ Yetti Oktarina Prana, Ketua GOW HJ Sri Haryati Sulaiman, Ketua DWP HJ Ranti Parigan, Pejabat yang ada di lingkungan pemkot serta ribuan masyarakat yang menghadiri acara tersebut. ( ADV - Santo )

MTQ Ke-42 Muara Lakitan, Sukses -Dibuka oleh Mahfud MD

Musi Rawas Jurnal Sumatra- Sehabis melaksanakan sholat Jumat bersama di Masjid Agung Darussalam, Profesor Mahfud MD yang berkesempatan hadir di Kabupaten Musi Rawas, didaulat membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an ( MTQ ) Ke-42 Muara Lakitan Tingkat Kabupaten Musi Rawas. Pembukaan MTQ tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Agung Darussalam Muara Beliti, Jumat ( 7/3 ). Dalam sambutannya Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti mengatakan, merupakan kebahagiaan bagi peserta MTQ dan masyarakat Musi Rawas, kali lomba MTQ kali ini dibuka oleh tokoh nasional Profesor Mahfud MD. Sehingga diharapkan dapat memacu semangat peserta untuk mengeluarkan kemampuan yang terbaik, dan

diharapkan nantinya dapat menjuara umum MTQ tingkat Provinsi Sumsel mendatang. “ Kita pernah menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan, berkat kerja keras semua pihak, dan saya harapkan kehadiran Mahfud MD berdampak positif bagi kita semua, khususnya bagi peserta MTQ ke-42,“ kata Ridwan. Sementara itu Profesor Mahfud MD dalam kata sambutannya mengatakan, MTQ sangat penting diadakan, karena dalam agama islam munafik namanya jika mengetahui namun tidak dipahami dan dilaksanakan oleh umat manusia. Darussalam itu artinya DAMAI dan NYAMAN, dimana masyarakatnya harus rukun dan bersatu, “ujar Mahfud. Mahfud mengajak semua umat Islam untuk terus berpegang pada Alqur’an yang salah satunya melalui kegiatan MTQ.

“ Melalui kegiatan MTQ kita harapkan anak-anak kita kedepannya nanti tidak hanya menghapalkan lagu-lagu saja, namun mampu memahami dan mengamalkan Alqur’an karena itu salah satu solusi kita dalam menghadapi permasalahan, termasuk masalah negara yang sedang kita hadapi saat ini, “urai Mahfud. Hadir dalam acara pembukaan MTQ Ke42 kali ini yakni, Wakil Bupati ( Wabup ) Musi Rawas H. Hendra Gunawan, Sekretaris Daerah ( Sekda ) Musi Rawas H Isbandi Arsyad, Kapolres Musi Rawas AKBP Chaidir, Kepala Kejari Kuntadi, Dandim 0406 Musi Rawas Letkol CZI Widyo Hartanto, Caleg DPR RI Ir H Achmad Hafist Tohir dan Fauzi Amro, Ketua PKK Musi Rawas HJ. Lili Martiani Ridwan, Kepala SKPD, tokoh Masyarakat serta Alim ulama. ( ADV- Nurul )


& Peristiwa

8

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

Rumah Alm Kades Tanjung Alai Terbakar

Kayuagung, Sumsel. Jurnalsumatra.com - Rumah milik Alm. Masudi, Kepala Desa Tanjung Alai, Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), hangus terbakar, diduga api berasal dari konsleting kabel listris dari kamar milik anaknya yang bernama Erik. Kejadian kebaran yang menghanguskan bagian atas lantai dua dari rumah tersebut terjadi, saptu (9/3/2014) sekitar pukul 14.30 WIB, pada saat itu menurut keterangan anak dari Alm. Masudi, bernama Erik, mencium bau asap dari kamar miliknya, pada saat membuka pintu kamar api sudah membesar dan memakan semua isi kamar miliknya. “Pada saat itu saya sedang tidur dilantai bawah, dan saya

mencium bau asap dari arah kamar saya, setelah dibuka rupanya api sudah melahap semua isi kamar saya,” katanya saat menceritakan kejadian tersebut. Warga yang melihat gumpulan asap dan api dari rumah Alm. Masudi, langsung berdatangan dan sigap memanggil warga yang lain untuk memadamkan api tersebut, sebelum berkelang 30 menit mobil pemadam kebakaran yang datang. Untuk sementara kerugian yang dialami oleh keluarga alm. Masudi yakni uang yang berada dikamar tersebut berjumlah Rp 35 juta rupiah. Beruntung sebagian isi rumah

Uang simpanan ditemukan hangus

bisa diselamatkan oleh warga yang membantu,” ujar Medison Kasih Pemerintahan Kecamatan SP Padang yang langsung turun kelokasih kebakaran. (RICO)

foto : rico/jurnalsumatra

Tindakan Manager Security PTBA Dinilai Arogan MUARAENIM, Jurnal SumatraTindakan Manager Security PT Bukit Asam (PTBA) Iskandar Zulkarnain terhadap Kepala Desa Tanjung Raja Abdul Holik (60) dan warganya lainnya Siswanto dinilai terlalu arogan. Selain dimaki, keduanya nyaris menjadi korban sasaran tembak, peristiwa terjadi saat keduanya hendak menghadap manager security PTBA di kantor induk security Induk PTBA, Tanjung enim, Muaraenim, Senin (3/3). Kepala Desa Tanjung Raja mengatakan, pada saat kejadian dirinya diminta bantuan oleh Siswanto untuk menghadap manager security. Sebab sebelumnya Siswanto yang mewakili pemuda didesanya, berniat membantu pemuda yang menganggur untuk bisa bekerja sebagai tenaga security kontrak di PTBA. Setelah ditunggu berjam-jam, ia berdua dipersilahkan masuk oleh stafnya, namun ketika didalam ternyata pelaku menerima dengan muka masam dan berbicara menyakitkan hati. Merasa suasana sudah tidak kondusif, mereka memilih pulang. Namun ketika berada diluar, tiba-tiba pelaku mengejar dan tanpa basa-basi langsung memuntahkan peluru sambil mengacungkan pistol ke arah mukanya sambil menghardik mengusir dan memaki-maki. “Saya benar-benar kecewa. Kami datang baik-baik, tapi malah diusir seperti binatang saja. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Jika tidak bisa atau tidak mau, tolong pakai cara baik-baik. Bukan main tembak. Kami ini masyarakat ring I PTBA,” tukas Holik dengan muka pucat dan shock. “Kami benar-benar tidak menduga jika sampai ditembak. Untung saja tidak kena, jika kena mungkin kami sudah tinggal nama,” ujar Holik dan Siswanto, disela-sela laporannya ke Polsek Lawang Kidul, Muaraenim. Menurut Siswanto,

kronologisnya bermulai ketika dirinya bersama Kades bermaksud ingin bersilaturahmi dan mengantarkan surat untuk bekerja dari warganya kepada Manager Security PT BA Isk. Sebab sebelumnya ia mendengar adanya penerimaan lowongan tenaga kerja di sektor pengamanan. Mendengar peluang tersebut, ia sebagai putra daerah di ring I PTBA, mencoba jemput bola mencarikan pekerjaan bagi pemuda di desanya yang belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur. Dan ketika tiba di kantor tersangka, mereka belum diterima dan sempat menunggu tanpa kejelasan. Lalu dirinya mencoba memperkenalkan diri dari pers, namun tetap juga tidak diterima. Merasa tidak ada hasil, iapun mencoba meminta bantuan Kades Tanjung Raja A Holik, dan atas saran stafnya untuk menunggu hingga sore dengan alasan pelaku sibuk. Sekitar pukul 17.00, iapun dipersilahkan masuk oleh stafnya dan masih melihat pelaku sedang duduk didepan komputer. Belum sempat menyampaikan maksud dan kedatangan mereka, pelaku tiba-tiba langsung berkata-kata kasar dan tidak bersahabat. “Saya perkenalkan ini pak Kades. Namun saya dan Pak kades malah di sahut dengan kata-kata kasar. Nak kades nak Bupati terserahlah,” tiru Siswanto yang juga berprofesi sebagai wartawan Harian Surat Kabar Sumatera. Merasa sudah tidak kondusif lagi, kata Siswanto, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya mereka berdua memilih keluar ruangan. Tanpa diduga tiba-tiba pelaku keluar dan langsung meletupkan senjata jenis pistol sebanyak satu kali ke arah bawah dan diteruskan dengan mengacungkan pistol ke arah muka Holik, sambil menghardik dan mengusir dengan kata-kata yang tidak pantas. “Desa kami, lahan

perkebunan dan pertanian sudah banyak yang habis karena masuk IUP PTBA. Jadi desa kami yang masuk ring I PTBA, pemudanya banyak pengangguran. Apakah salah kami minta sedikit lowongan bekerja,” pungkas Siswanto yang menjabat sebagai Ketua Forum Pemuda - Pemudi Tanjung Raja (FPPTR). Menanggapi permasalahan tersebut, Hijazi, Ketua Forum 63 Kelurahan Pasar Tanjungenim, mengutuk perbuatan oknum IZ. Dirinya sebagai masyarakat ring I PTBA, merasa kecewa atas prilaku IZ. Seharusnya sebagai pejabat PTBA dan pernah menjabat jabatan tinggi di kesatuannya, tentu sangat paham aturan hukum terutama dalam hal penggunaan senjata api. Untuk itu ia, berharap kejadian ini untuk benar-benar diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku. Bila perlu pecat oknum IZ dari jabatannya sebab bisa merusak hubungan baik yang selama ini terjalin antara masyarakat dengan perusahaan. “Ini harus disikapi serius, sebab tidak menutup kemungkinan akan menimpa masyarakat lainnya terutama di ring I PTBA. Jika masalah ini dikaburkan, kami siap turun unjuk rasa bersama masyarakat,” tegas Hijazi. Kecaman serupa juga dilontarkan oleh Ketua PWI Muaraenim Marshal, ia benarbenar mengutuk keras perbuatan arogansi yang dilakukan oleh manager security IZ. Seharusnya dirinya yang menjabat sebagai pejabat publik dan mantan aparat TNI, bisa lebih bijaksana dan memahami tatacara berhadapan dengan masyarakat sipil. Apalagi sampai mengeluarkan senjata api dan memuntahkan peluru. Akibat aksi tersebut, tentu akan membuat hubungan perusahaan dan masyarakat akan terganggu. Apalagi Siswanto, sudah memperkenalkan diri sebagai wartawan, tetapi tetap tidak

digubris. Ketika dikonfirmasi ke Direktur PTBA Milawarma dan Sekper PTBA Joko Pramono, pihaknya akan menyerahkan permasalahan Itu sesuai dengan hukum yang berlaku jika korban menempuh jalur hukum. Dan jika dalam proses hukumnya terbukti tentu akan ada tindakan tegas dari perusahaan. Selain itu juga, untuk intern perusahaan, pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan klarifikasi dan mengevaluasi kinerja yang bersangkutan. Ditambahka Joko, pihaknya sudah konfirmasi dengan yang bersangkutan, dan ternyata memang benar, ada miss komunikasi antara warga dan manager security Iskandar Zulkarnain. Alasannya akibat kesibukan dari pagi hingga sore mengurusi security sehingga ia kesal ketika mendengar suara keras pintu yang ditutup warga tersebut. Kemudian ia mengejar keluar sambil menembakkan senjata api jenis pistol soft gun ke arah bawah. “Kami prihatin masalah tersebut, dan kedepan tidak akan terulang kembali. Saya sebagai perwakilan manajemen meminta maaf, karena dia merupakan bagian dari manajemen. Kedepan akan dilakukan evaluasi di internal supaya tidak terulang kembali,” tukasnya. Nanti, lanjut Joko, pihaknya akan membentuk tim evaluasi, untuk menanyakan sejauhmana tindakan perbaikan-perbaikan pengamanan dan sinergi dengan lingkungan. Kita akan lihat tata tertibnya dan sejauhmana pokokpokok pelanggaran tindakan disiplin, apakah membahayakan dan merugikan perusahaan. Mengenai status pelaku IZ, adalah karyawan kontrak dan baru menjabat sekitar tiga bulan. Memang rencananya sekitar bulan April nanti, akan ada tender jasa pengamanan, dan kita belum tahu siapa yang akan menang. “Kita minta kondusif saja,” ujarnya. (Cacon)

SMPN 13 Baturaja Diliburkan Pasca Kesurupan Massal Siswa Baturaja, Jurnal SumatraKepala SMPN 13 Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Nurindones meliburkan sementara kegiatan sekolah pasca kesurupan massal 42 siswa yang terjadi pada Senin dan Kamis. “Sebanyak 30 siswa kesurupan pada Senin (3/3), dan hari ini kejadian serupa melanda 12 siswa sehingga terpaksa kegiatan belajar-mengajar sementara diliburkan,” kata Nurindones di Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kamis. Menurut dia, kejadian kedua kalinya ini dialami 12 siswa pada saat jam belajar. “Rata-rata anak kesurupan hari ini adalah korban yang sama pada Senin lalu. Awalnya ada satu anak kelas IX.3 menangis tanpa sebab sambil

melamun. Kemudian jumlahnya bertambah hingga ke kelas lain ikut kerasukan,” ungkapnya. Menurut Nurindones, pascakejadian kesurupan Senin lalu pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya dengan mengadakan kegiatan zikir bersama seluruh guru dan murid serta menggelar pengajian di sekolah itu. “Pada Selasa (4/3) sudah kita lakukan zikir bersama di mushalla sekolah dan Rabu (5/3) pengajian para guru. Kalau masalah lingkungan dan WC sekolah sudah kami bersihkan bahkan warna cat tembok sudah kami ganti dengan yang baru,” katanya. Dikemukakannya, pihaknya saat ini sudah meminta bantuan kepada tujuh orang ustad dari Islamic Center Baturaja guna mengatasi permasalahan

tersebut. “Untuk masalah belajar saat ini siswa kami liburkan sementara. Nanti kami akan koordinasikan lagi dengan Dinas Pendidikan Nasional setempat terkait kapan jadwal siswa masuk sekolah kembali,” ungkapnya Pantauan di lapangan, belasan siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 yang terletak di Kelurahan Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur itu mengalami kerasukan atau hilang kesadaran saat jam belajar. Yuta siswi kelas IX.2 salah satu korban kerasukan mengaku bernama Wiwik meminta makamnya dipindahkan, karena selama ini dimakamkan di tempat yang tidak layak. “Pindahkan kuburan saya di tempat baru jangan yang kotor seperti ini,” katanya

saat kerasukan mengoceh minta diantar ke WC sekolah dan selanjutnya diobati oleh ustad Edi Efrizal dari pondok pesantren Darul Mustaqim Baturaja. Korban Yuta tersebut, sebelumnya sudah sempat dibawa pihak keluarga pulang ke rumah untuk disadarkan, tetapi kembali lagi ke sekolah meminta diantar ke WC sekolah setempat. Hal yang sama dialami Murti Ningsih siswi lainnya juga berprilaku aneh minta diantar ke bawah pohon kelapa yang terletak di belakang WC sekolah tersebut. Ia berceloteh bahwa rumahnya terletak di sekitar lokasi WC sekolah dan meminta agar dibersihkan tempat tinggalnya dari perbuatan kotor. (antara)

Warga Tuntut Pertagas ,Lantaran Kebisingan Suara Mesin Gas Prabumulih , Jurnal Sumatra - Warga di sekitar lokasi Stasiun Pengumpul (SP) milik PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di Jalan Modong-Cambai, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, belakangan ini mem protes perusahan pemasok gas untuk PT.Pusri itu karena suara bising yang ditimbulkan dari mesin produksi milik perusahaan plat merah tersebut sangat mengganggu pendengaran (kuping- red ) “Akibat suaro bising ini dak pacak ngomong lagi kami disini , sangat terganggu nian, tapi nak cakmano lagi,” ungkap Bambang (34) warga Rt 01 Rw 03, Kelurahan Cambai, kepada awak media Minggu kemarin Menurut dia yang rumahnya berada persis berbatasan dengan tembok Pertagas ini, suara bising mesin produksi itu akan semakin

terdengar keras pada malam hari sehingga sangat menggangu telinga. “Walau sudah ado upaya dari Pertagas memasang pagar dengan ketinggian lebih kurang 5 meter , akan tetapi tetap be nimbulke suaro bising, po lagi malem hari,” sebut Bambang. Ia menuturkan, sebelumnya dari Pertagas telah melakukan upaya peredaman suara bising dan ganti rugi ke masyarakat sekitar SP Pertagas. “Sekitar satu minggu lalu ado meeping dari pihak perusahaan dengan warga, dan sekarang tinggal menunggu hasil pengukuran jarak kebisingan itu dari Pertagas,” tambahya. Terkait keluhan warga, Lurah Cambai, Hendra Sefriyanto SH, ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan dari warga menyusul terjadinya kebisingan yang

ditimbulkan dari alat produksi milik Pertagas. “Ya satu minggu lalu, telah dilakukan pertemuan antara warga dengan pihak Pertagas. Kita belum tahu hasilnya, karena masih menunggu hasilnya ,” jelas Hendra, ketika ditemui dikantornya, pekan kemarin. Persoalan itu pun, kata dia sudah yang ketiga kalinya dipermasalahkan warga. “Masalah ini sudah ketiga kalinya, pertama ada 10 rumah yang dilaporkan. Sekarang masuk lagi sebanyak 14 rumah, dari pengecekan 7 diantaranya merupakan rumah dan 7 lagi berbentuk lahan kosong,” terang Lurah ini Ketika akan dikonfirmasi dengan Manager Pertagas menurut stapnya tidak bisa dihubungi , baik langsung maupun melalui telephon selulernua ( tim)

Pertanyakan Proses Rekrutment Sang Manager Koboi MUARA ENIM, Jurnal Sumatra Elemen masyarakat KotaTanjungenim, Muaraenim mempertayakan system rekrutment manager ‘koboi’ terkait aksi penembakan yang dilakukan Manager Security PTBA Iskandar Zulkarnain kepada Kepala Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muaraenim, A. Halik dan Ketua Pemuda-Pemudi Desa Tanjung Raja, Siswanto SE pada Senin (3/3) lalu, sekitar pukul 16.45 WIB di kantor Security PTBA Tanjungenim. Ketua LSM Pers Pemantau Pembangunan Muaraenim, Hijazi, yang juga Ketua Forum Kelurahan Pasar Tanjungenim mengecam keras tindakan oknum Manager Security PTBA. “Sudah selayaknya Dirut dan jajaran Direksi PTBA memecat oknum tersebut, karena tindakannya sudah mencoreng nama besar PTBA. Kalau tak mau didatangi tamu lebih baik diam bae (saja) di hutan, saya menduga proses penerimaan Manager Security ini tidak sesuai prosedur,” ujarnya. Sementara tokoh pemuda Tanjungenim, Hendro Aldo Irawan, yang juga menjabat

wakil Ketua Forum Bara Muda Tanjungenim menyayangkan peristiwa itu terjadi, seharusnya sebelum bertindak di fikir terlebih dahulu dampaknya bagi dia dan perusahaan di mana tempat dia menerima gaji. Karena hal ini tentu akan berdampak buruk bagi perusahaan BUMN tersebut, dimata masyarakat. Masih menurut Aldo, tindakan arogan tersebut tidak patut dicontoh atau di tiru. Untuk dia meminta managemen PTBA segera mengambil sikap tegas, dan menempatkan orang-orang yang sesuai dengan disiplin ilmu dan pengalamannya. Masih kata Aldo, pihaknya mencurigai proses rekrutment sang pensiunan kolonel tersebut menjadi Manager Sekuriti PTBA tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan perusahaan BUMN apalagi sekelas PTBA. Karena tidak mencerminkan visi dan misi PTBA salah satunya bersinergi dengan masyarakat dilingkungan sekitar. Manajemen PTBA, sambung Aldo, harus menjelaskan kepada masyarakat luas mengenai proses mekanisme rekrutmen tersebut, disinyalir ada unsur Korupsi

Kolusi dan Nipotisme (KKN). PTBA merupakan perusahaan milik publik serta objek vital nasional oleh karena itu harus ada keterbukaan. Sesuai dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008. “Kita menuntut PTBA segera menyelesaikan permasalahan ini dengan melakukan pendekatan atau mediasi dengan masyarakat. Karena PTBA tidak akan maju dan berkembang serta mendapatkan berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional tanpa dukungan masyarakat dilingkungan sekitar perusahaan,” tegas Aldo. Menurut sekretaris Perusahaan PTBA Joko Pramono mengatakan perekrutan manajer security tersebut adalah sesuai prosedur, perekrutan pengamanan nasional penugasan objek vital yaitu dari TNI AD sebelumnya pernah TNI AL dan Polri, untuk saat ini proses hukumnya sedang di tangani Polres Muaraenim kita tunggu hasilnya dan manajemen sedang menjalankan evaluasi internal nanti hasilnya akan kita beritahu,” ungkapnya. (Marshal)


Hiburan • Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

9

Alasan Ayu Selalu Tutupi Wajah Anaknya dari Media DEPOK - Ayu Ting Ting selalu menyembunyikan anaknya dari hadapan publik. Dalam beberapa kesempatan, Ayu selalu menutupi wajah sang anak, Bilqis Khumairah Razak dengan selimut, termasuk saat akikah. Pelantun “Single Happy” itu punya berbagai macam alasan. Ayu tak ingin anaknya menjadi konsumsi publik. Ia sengaja menutupi wajah

anaknya agar tak dapat dikenali, berharap dalam proses pertumbuhan anaknya bisa tenang. “Anak saya bukan konsumsi publik dan biar anak saya hidupnya tenang,” ungkap Ayu usai Syukuran Akikah, di kediamannya, Jalan Kemuliaan Sukmajaya, Depok, Sabtu (8/3/2014). Jika sudah besar nanti, Ayu juga tak akan

mengenalkan anaknya di depan awak media. Namun, jika suatu saat nanti anaknya menjadi artis, Ayu baru mau memperlihatkan wajah anaknya. “Emang enggak bakal saya kasih tunjuk ke media. Karena anak saya bukan artis. Kalau anak saya artis, baru deh,” tukasnya ketus. (okz)

Dibilang Pelacur, Khloe Kardashian Berantem dengan Adik

K

hloe Kardashian bersitegang dengan adik tirinya, Kylie Jenner. Mereka pun langsung terlibat perkelahian hingga gulinggulingan di lantai. Dalam video yang diunggah ke situs jejaring sosial itu, Khloe dan Kylie terlihat beradu mulut. Kylie menyebut Khloe sangat kasar hingga membuatnya berdarah. “Aduh, kamu sangat kasar. Ruas jariku sampai berdarah,” kata Kylie yang didorong Khloe hingga terjatuh ke lantai. “Hentikan. Aduh. Menyingkir dariku,” pinta Kylie. “Kamu duluan yang melakukan padaku,” jawab Khloe yang terus menindih adiknya itu.

Alergi, Bibir Citra Scholastika Jontor JAKARTA – Di balik kecantikannya, ternyata penyanyi Citra Scholastika memiliki penyakit alergi terhadap hawa dingin dan panas. Penyakit alergi ini telah dialaminya sejak masih duduk di bangku SMP. Akibatnya ia tak bisa berada di tempat yang bersuhu terlalu dingin ataupun panas. “Aku sebenarnya alergi, kalau aku kena dingin dan keringatan aku langsung merah-merah. Dari tempat dingin langsung ke tempat panas

langsung alergi. Itu terjadi dari SMP,” ungkap Citra saat ditemui di Parkir Timur, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014). Kata Citra, jika penyakit alerginya kambuh hampir seluruh tubuhnya merah-merah. Bahkan bibir seksinya bisa berubah menjadi “jontor” seketika jika sedang terserang alergi tersebut. “Bagian (tubuh) semua, tapi kalau yang lebih parah kalau kena dibibir. Kayak jontor. Tapi itu enggak lama

cuma beberapa menit aja,” terangnya. Namun semakin dewasa, Citra mengaku mulai bisa mengendalikan alerginya. Mantan finalis Indonesian Idol itu hanya butuh ketenangan untuk menghindari penyakit alerginya. Bahkan pelantun “Sadis” itupun tak bisa terlalu stress dalam menghadapi pekerjaannya. “Tapi mulai bertambah umur aku bisa ngendaliin, aku enggak boleh stres, aku harus tenang,” pungkasnya. (net)

“Menyerah tidak? Aku telah membuat tanda di badanmu. Itulah yang pantas kamu dapatkan,” kata Khloe lagi. “Dasar pelacur gadungan,” sahut Kylie. Bukannya tambah marah, Khloe malah tertawa dijuluki pelacur gadungan oleh adiknya itu. Ternyata perkelahian Khloe dan Kylie hanya bercanda semata. Buktinya lagi, Kim Kardashian yang memosting video itu ke jejaring sosial. Hal itu merupakan bagian dari acara reality show Keeping Up With Kardashian yang mengangkat keseharian keluarga Kardashian. Khloe dan Kylie memang sering kali berkelahi sampai berguling-gulingan atau saling memukul pelan sambil tertawa. Ya begitulah cara mereka bercanda. (okz)


10

Advertorial

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

Alex Noerdin Lantik Sekda Prabumulih

Prabumulih, Jurnal Sumatra - Setelah sempat tertunda, akhirnya pelantikan Drs H Djoharuddin Aini MM sebagai Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkot Prabumulih yang baru, menggantikan Plt Sekda H Sobri SH, Kamis (6/3) pagi, dilakukan oleh Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, di Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih, KM 6, Jalan Jenderal Sudirman. Hadir dalam pelantikan acara Sekda itu, Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dan Andriansyah Fikri SH, Kapolres Prabumulih, Dansubdenpom II Sriwijaya, Dandim 0404 Muaraenim, Kepala PN dan Kajari Prabumulih, Ketua DPRD Prabumulih, dan seluruh unsur Muspida, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Dalam kata sambutannya, Gubernur

Sumsel Ir H Alex Noerdin, berharap kepada Sekda Prabumulih yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas pemerintahan dengan baik, dan menjadi contoh panutan bagi PNS dilingkungan Pemkot Prabumulih. “Sekda juga harus bisa menguasai seluruh permasalahan pemerintahan, dan menjalankan administrasi dan pembangunan guna mendukung pemerintahan yang baik,” ujar Alex Noerdin. Apalagi kota Prabumulih, sambung Alex Noerdin, merupakan kota perlintasan sehingga diharapkan dengan dilantiknya Sekda Prabumulih yang baru dapat mensinergikan dan merumuskan kebijakan pemerintahan yang lebih mengedepankan untuk kepentingan masyarakat. Sementara, Sekda dilantik, Drs H

Djoharuddin Aini MM, ketika ditemui usai dilantik, mengatakan akan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sekda dengan baik dan sesuai peraturan berlaku. “Kita akan menjalankan sesuai tugas dan fungsi sekda yakni, merumuskan kebijakan dan pemerintahan di daerah, menjalankan administrasi dan pembangunan dengan baik, serta melakukan pembinaan bagi pegawai dilingkungan Pemkot Prabumulih,” kata Djoharuddin Aini. Salah satunya, dikatakan Djoharuddin, pihaknya akan menggali potensi dan SDM yang dimiliki pegawai dilingkungan Pemkot Prabumulih. “Kalau selama ini kita tidak tahu, dia itu (PNS) benar-benar berpotensi atau tidak. Makanya akan kita gali betul potensi mereka ini,” pungkasnya. (ali/adv)

Heri Amalindo Resmikan Puskesmas Betung Abab *Kesahatan anak merupakan asset daerah

PEMOTONGAN – Penjabat Bupati PALI Heri Amalindo potong pita tanda resminya Puskesmas Betung siap di pakai

PALI Jurnal Sumatra – Kesehatan anak sangat penting dan harus menjadi perhatian serius semua pihak, demikian d i k a t a k a n penjabat Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, saat meresmikan penggunaan Puskesmas Betung Abab, Kecamatan Betung Kabupaten PALI Kamis Dr Eni Zatila (27/2).

Ir H Heri Amalindo MM Bupati PALI mengajak semua elemen masyarakat khususnya ibu – ibu untuk memperhatikan kesehatan dan gizi anak, karena anak merupakan asset dan masa depan daerah dan bangsa. Menurut Heri, masa depan Kabupaten PALI ditentukan oleh kesehatan anak. Karena anak yang sehat membuat masa depan PALI menjadi cerah, untuk itu putra asli daerah PALI ini meminta agar ibu – ibu untuk memprioritaskan asupan gizi bagi anak.

‘’Mari kita dahulukan asupan gizi anak seperti susu, buah buahan dan sayuran. Agar anak sehat dan cerdas. Jika perlu kita korban kan sedikit keperluan pribadi kita demi kesehatan anak, karena anak – anak adalah masa depan kita semua’’, ungkapnya. Acara peresmian pemakaian Puskesmas Betung yang di hadiri Ketua TP PKK Kabupaten PALI Ir Hj Sri Kustina, anggota DPRD Propinsi Sumsel H Rizal Kenedi SH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI Dr Eni Zatila, Camat Abab Arpan Menaman, Camat Penukal Utara Asparoni dan beberapa kepala dinas. Pada kesempatan itu Heri Amalindo menyerahkan bantuan bagi pengrajin usaha ikan salai tegulurung khas dari PALI. Pada kesempatan itu juga penjabat Bupati PALI Heri Amalindo meninjau pelaksanaan KB gratis bagi ibu – ibu. Bahkan dengan penuh keakraban dan kekeluargaan Heri Amalaindo dan Sri Kustina memberikan langsung vitamin A dan Vitamin B kepada anak balita. (ADVERTORIAL)

Bupati berikan Vitamin A dan B kepada anak balita

Bupati PALI Heri Amalindo dan Ketua TP PKK Kabupaten PALI poto bersama

Tamu Undangan

Wan TNI Indobatt Periksa Kesehatan TKI di KBRI Beirut

Lebanon, Jurnal SumatraPara prajurit Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam satuan tugas Indobatt (Indonesia Battalion) Kontingen Garuda XXIII-H/ UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB dibawah pimpinan Letkol Inf M. Asmi selaku Komandan Satgas melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang tengah berada di Kantor KBRI Beirut, Sabtu (8/3/2014). Untuk kegiatan tersebut, Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M. Asmi memerintahkan Kasipers Satgas Kapten Adm Adzani memimpin para Wan

TNI yang terdiri dari Lettu Chb Saimah, Serma (Kowal) Ni Nyoman Sukartini, Serda (Wara) Rizca Arif dan Serda (Kowal) Desy Wahyu berangkat menuju kantor KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Beirut. Serma (Kowal) Ni Nyoman Sukartini selaku Bintara Paramedis Indobatt dengan penuh perhatian memeriksa kesehatan para TKI yang saat ini berada Shelter KBRI Beirut, menunggu untuk pulang ke tanah air. Selain pemeriksaan kesehatan, Serda (Wara) Rizca Arif dan Serda (Kowal) Desy Wahyu memimpin pelaksanaan olahraga bersama senam poco-poco yang juga diikuti oleh Duta Besar LBBP (Luar Biasa dan Berkuasa Penuh) Republik

Indonesia untuk Lebanon Bapak Dimas Samodra Rum dan istri serta para TKI di halaman kantor kedutaan. Menurut Dubes LBBP RI untuk Lebanon, Bapak Dimas Samodra Rum, kegiatan seperti ini sangat diperlukan bagi para Tenaga Kerja Indonesia agar tetap bugar dan sehat sambil menunggu kepulangan mereka ke tanah air. Sebelum rombongan Indobatt kembali ke Compund di UN Posn 7-1 Adchit El Qusayr di Lebanon Selatan, Bapak Dimas Samodra Rum menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada para personil Kontingen Garuda XXIII-H/UNIFIL atas terselenggaranya kegiatan ini. (puspen)


Sambungan

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

11

Perlakuan SBY-KPK, Beda Antara Boediono dan Anas Jakarta, Jurnal Sumatra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mungkin tengah pusing tujuh keliling. Sebab kasus bailout Bank Century yang kini ramai terkait Wapres Boedino, juga menohok kepada dirinya. Ia didesak banyak kalangan untuk serius dan tak mengintervensi dalam menyikapi kasus Boediono. Sebab kredibilitas SBY sebagai Kepala Negara akan menjadi taruhan dan bisa memengaruhi Pemilu 2014. Baik buruknya Partai Demokrat, salah satunya akan sangat dipengaruhi dengan sikap sang ketua umum partai itu dalam kasus ini. Seyogyanya SBY menjelaskan ke publik bahwa kedudukan setiap warga negara sama di depan hukum tak terkecuali dirinya dan Wakil Presiden Boedino. KPK pun sama. Lembaga pemberantasan korupsi itu sejatinya harus memperlihatkan penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat, walau harus menyentuh penguasa negeri. Apalagi KPK telah terang-terangan mengungkapkan dalam dakwaan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya akan terlihat siapa-siapa saja dalang di balik bailout Bank Century Rp6,7 triliun tersebut. Sejauh ini publik merasa KPK hanya berani bicara pada tataran retorika belum pada tindakan. Komisi ini harusnya proaktif memeriksa Boediono kemudian memberikan kejelasan status hukumnya. KPK justru memperlihatkan tarik ulur untuk memeriksa Boediono hanya karena ‘desakan publik’ yang maha masif. KPK memang memeriksa mantan Gubernur Bank Indonesia itu di kantor wapres. Meskipun hal ini dibenarkan menurut hukum, namun KPK telah memperlihatkan perlakuan istimewa terhadap Boediono. KPK sudah dua kali memeriksa Boedino di kantornya. Padahal, kasus ini sudah berlangsung cukup lama ditanganinya. Pemeriksaan

Boediono dua kali dilakukan semasa Ketua KPK Busyro Muqodas, dan Abraham Samad, masing-masing satu kali. Sikap KPK itu memperlihatkan komisi ini terkesan terintervensi. Ada anggapan KPK baru akan memeriksa Boediono di KPK dan menetapkannya sebagai tersangka setelah SBY tidak berkuasa lagi. Dugaan adanya intervensi SBY kepada KPK antara lain disampaikan pakar komunikasi politik Hery Budianto dalam diskusi “Century Bikin Ngeri” di Jakarta, Sabtu (8/3/2014). Dia mengharapkan SBY serius dan tanpa intervensi kasus Bank Century Wakil Presiden Boediono. Sikap SBY yang menyebut tidak akan mengintervensi kasus yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dalam kasus Hambalang, diharapkannya bisa terulang kembali pada Boediono. Presiden, kata Hery, harus konsisten soal Boediono dalam kasus Century ini. Sebab saat Anas terseret Hambalang, SBY menegaskan Anas harus fokus pada hukum dan tidak ada intervensi KPK. Berselang penegasan yang berkali-kali disampaikan SBY, Anas pun diperiksa ditetapkan KPK sebagai tersangka dan kini meringkuk di tahanan. “Pernyataan ini perlu didorong juga. Saatnya presiden mengatakan Boediono fokus juga terhadap kasus hukumnya ini,” kata dia. Sebagai Kepala Negara yang baik, Hery meminta SBY harus tegas dalam menyikapi kasus yang menyeret pasangannya ini. Jika memang ingin dikenal sebagai pemimpin yang antikorupsi, SBY harus membiarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. “Setidaknya jangan diintervensi lah,” tandasnya. Kasus Century ini diakuinya tidak bisa dilepaskan dari aspek politik. Meskipun pada dasarnya kasus

hukum, tetapi aspek politik akan terus menyeruak ke permukaan. Hal ini dinilai menarik, pertarungan politik kasus Century dalam media massa. “Kasus Century, pada akhirnya menyeruak lagi masuk ke arena politik. Partai-partai ini kan mencari panggung baru,” tambah dia. Pemberitaan media yang sangat besar dalam kasus Boediono, pasca sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa hari lalu dengan agenda pembacaan surat dakwaan Budi Mulya. Nama semua anggota Dewan Gubernur BI yang saat itu menjabat disebut dalam sidang termasuk Boediono hingga hingga 67 kali. Budi Mulya bersama Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI, Siti Fadjrijah selaku Deputi Gubernur BI, dan Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur BI terlibat dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP). Di sisi lain, Hartadi Sarwono selaku Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad selaku Deputi Gubernur BI, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur BI dianggap penuntut umum KPK bersama-sama Budi Mulya terlibat dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemis. Atas pemberitaan Boediono yang besar itu, Staf Khusus Bidang Informasi Heru Lelono bereaksi menanggapi. Menurut dia, Presiden SBY menyerahkan kepada aparat hukum untuk bekerja secara profesional. Sebab bisa saja nama Boediono tertulis di dalam dakwaan, namun tidak boleh diartikan langsung seolah Boediono terlibat atau bersalah. Publik kini menunggu pernyataan langsung SBY bahwa dirinya tidak intervensi KPK dan meminta Boediono fokus kepada kasusnya sama ketika terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaniungrum yang lalu. Ditunggu! .(ilc)

2014 Harus Menuju Pemilu Bermartabat Jakarta - Pemilu kian mendekat saja. Lalu, di manakah potensi rawan kecurangan? Proses rekapitulasi data dan kisruh daftar pemilih tetap masih menjadi hantu menakutkan pesta demokrasi tahun ini. Faktor manusia menjadi penentunya. Undang-undang di Indonesia mengatur sistem transfer informasi secara manual yang tidak sederhana, dari Tempat Pemungutan Surata (TPS) hingga ke pusat. Ternyata justru celahnya di sini, di mana dari TPS berjenjang ke kabupaten, terjadi banyak permainan. Praktisi Teknologi Informasi (IT), Garin Ganis menuturkan, sistem pencatatan manual yang dilakukan penyelenggara, berpotensi menimbulkan banyak kesalahan. Angka-angka yang ditulis tangan rawan direkayasa.

Garin yang sempat berpartisipasi dalam penggunaan IT pada pemilu 1999 itu mengatakan, sekuatkuatnya sistem yang dibangun untuk menyelenggarakan Pemilu yang jujur dan adil, jika di tingkat bawah masih menggunakan sistem manual yang rawan kecurangan, maka sistem tersebut akan percuma saja. Sementara itu, kalau kita membangun sistem IT untuk mengamankan data pemilu, bukan lah hal yang murah untuk dilakukan. Pasalnya, Indonesia adalah negara pengguna teknologi, bukan negara pencipta teknologi. Di luar isu rekapitulasi data itu, kisruh daftar pemilih tetap (DPT) juga masih tetap marak di Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga hari pelaksanaan pemilu legislatif pada 9 April 2013. Meskipun sempat tiga kali

ditunda pengumuman DPT, tetap saja menyisakan masalah sebanyak 10,4 juta DPT yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Jumlah ini belum terhitung pemilih ganda, pemilih siluman, dan pemilih di bawah umur yang akan marak ditemukan jelang hari pencoblosan. Dengan dua masalah potensi di atas, jelas publik rada cemas dan khawatir. Namun, mengingat rakyat sudah semakin cerdas dan kritis, tak ada pilihan lain bahwa segala skenario kecurangan harus dibongkar. Pemilu 2014 ini harus menjadi pemilu yang bersih dan bermartabat, guna memungkinkan transisi kekuasaan yang bermartabat, damai dan demokratis. Untuk itu, segala rekayasa kecurangan sistematis dengan cara apa pun harus dicegah, diatasi dan dihindarkan. (ilc)

Prijanto Protes Kepada Ahok

Dari Halaman 1

Polisi Sidik Kasus PT Bukit Asam Namun menurutnya, pasca surat panggilan di kirimkan hingga kemarin, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi apakah yang bersangkutan akan datang memenuhi panggilan penyidik atau tidak. Jika tidak datang, pihaknya akan kembali mengirimkan panggilan kedua. Untuk panggilan kedua, jaraknya tiga hari dari jadwal pemanggilan pertama. Kalau yang bersangkutan belum juga datang, pihaknya akan kembali mengirimkan panggilan ketiga. Namun jika tidak diindahkan tanpa ada keterangan yang jelas, pihaknya akan melakukan upaya pemanggilan paksa. “Batasnya tiga kali pemanggilan, kalau pada panggilan ketiga tidak datang juga akan kita lakukan upaya pemanggilan paksa,”ungkapnya. Dukungan atas insiden yang dialami Kades Tanjung Raja A.Halik dan Siswanto terus bermunculan dari elemen masyarakat khususnya yang berada di ring 1 PTBA. Seperti diutarakan Ketua Forum Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Hijazi mengatakan, apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan jelas tidak mencerminkan prilaku seorang pejabat publik. Perbuatan tidak menyenangkan dan ancaman yang dialami kedua korban,menurutnya harus diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Beliau (korban) itu kepala desa, datang kesana dengan membawa amanah masyarakat desa tersebut yang secara letak berada di ring 1 PTBA, tapi diperlakukan secara semena-mena oleh oknum tersebut, jelas kami mengecam aksi tersebut,”ujarnya. Senada yang diutarakan Hendro Aldo Irawan selaku wakil ketua Forum Bara Muda Tanjung Enim. Pihaknya mendesak kepada manajemen PTBA agar mengambil tindakan kepada yang bersangkutan. Mengingat, aksi yang dilakukan oleh oknum Manajer Sekuriti tersebut bisa mencoreng nama baik PTBA. “Kita mendesak untuk itu, termasuk manajemen PTBA harus menjelaskan ke publik proses rekrutment yang bersangkutan di PTBA,” Ungkapnya. (Marshal)

Baru Dibangun Proyek Di OI Ambruk Dari Halaman 1 Namun disayangkan hingga saat ini proses pengerjaanya baru terealisasi diperkirakan sekitar 50 meter saja, ironisnya lagi bangunan tersebut belum genap 1 bulan, sudah mengalami kerusakan dan mengakibatkan bangunan tesebut amblas hampir 25 meter. Pantauan Jurnal Sumatra proses pengerjaan bangunan tersebut memakai tenaga kerja 4 orang saja sehingga membuat para pekerja kebingungan guna memperbaiki kerusakan yang terjadi pada bangunan mereka. Menurut keterangan dari sumber yang enggan di sebutkan namanya dalam pemberitaan ini, proyek bangunan tersebut dikerjakan pada bulan februari lalu diduga dalam proses pengerjaanya asal- asalan oleh tukang yang didatangkan oleh Kepala Desa Kerta Bayang’ kepala desa sengaja mencari tukang dari Desa Talang dukun berjumlah empat orang saja’ karena menurut kepala desa orang kampung sini tidak ada yang mampu untuk membuatnya. Masih menurut sumber adapun pengerjaan tersebut, adukan semen terlalu muda sehinggaa tidak kuat untuk menahan bebatuan yang besar untuk dijadikan tembok penahan tebing ini, sehingga mengakibatkan bangunan ini amblas dan sekarang baru mulai diperbaiki lagi. Sumber juga sangat menyayangkan kalau proses pembangunan tembok penahan tebing tersebut tidak mempekerjakan orang dalam desa ini saja sehingga kalau mempekerjakan tukang dari dalam desa sendiri setidaknya mereka tidak mungkin mau kerja asal jadi seperti ini, karena menurut sumber ini untuk kepentingan desa kami juga’ jadi kami mungkin akan lebih hati- hati dalam proses pengerjaanya setidaknya kami akan membuat adukan semen yang sebenarnya bukan asal jadi seperti ini ungkapnya kepada Jurnal Sumatra (3/3) kemarin. Pemerintah desa juga semestinya tidak boleh mempekerjakan tukang

dari luar desa karena ini harus dikerjakan dengan cara swakelola desa tidak harus memakai tukang dari luar seperti ini” sumber juga menambahkan kalu seperti ini kami khawatir tembok penahan tebing yang ada di desa kami sekarag ini tidak bertahan lama, menggingat adukanya terlalu muda seperti ini. “Harapan kami kepada dinas terkait agar dapat turun langsung kelapangan guna untuk melihat langsung proses pengerjaannya jangan hanya mendengar laporan saja biar tahu bagaimana kinerja orang dilapangan, pintanya. Dalam kesempatan tersebut, disampaikannya juga ia juga meminta agar pihak penegak hokum segera memproses pengerjaan ini karena ini sudah merugikan Negara. Suharni Abasari selaku Kepala Desa Kertabayang ini saat ditemui Jurnal Sumatra di kediamanya ketika disinggung tentang bangunan tembok penahan tebing yang mengunakan dana ris PNPM ini, membenarkan kalau bangunanya baru- baru ini amblas dikarenakan oleh hujan deras sehingga temboknya jadi amblas seperti ini dan diperkirakan 25M. “Maklumla pak sebenarnyo ini bukan kendak kami kan waktu itu hari la sore tukang ni masih begawe adukan belum sempat kering hari hujan yo banyu dari pucuk ni ngalir galo sampe ke bangunan kito berhubung semennyo belum kering itu makonyo dio amblas cak ini,” kilah Suharni seraya menambahkan jika pihaknya sengaja memanggil tukang dari luar karena warga kampung sini tidak ada yang mampu mengerjakannya. Pantauan Jurnal Sumatra, rata rata pembangunan yang ada di pedesaan Ogan Ilir yang dikerjakan selalu saja mengalami kerusakan mulai dari bangunan sekolah, pamsimas,peningkatan ruas jalan, tembok penahan tebing, dan masih banyak juga yang lainnya yang bermasala. (Jumadi )

Jakarta, Jurnal Sumatra Mantan Wakil Gubernur DKI Prijanto kebakaran jenggot melihat pernyataan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut kata ‘Prijanto-kan’ pada salah satu media online. Prijanto menganggap, kata ‘Prijanto’-kan yang diucapkan Ahok terkesan negatif. Dia menceritakan, saat itu, Ahok ditanya wartawan terkait jabatan gubernur yang akan disandangnya serta pemilihan wakil gubernur, jika rencana Gubernur DKI Jokowi maju dalam bursa capres pada Pemilu 2014 nanti. “Saya baca di media, Ahok menyatakan pasrah jika jadi Gubernur dan wakilnya dipilih oleh PDI Perjuangan. Lalu Ahok berkata ‘Pasti cocoklah kalau samasama bekerja untuk rakyat, pasti cocoklah. Kalau macam-macam, kita ‘Prijanto’-kan,” kata Prijanto. “Saya tanggapi bahwa dalam

kalimat itu maknanya, saya tidak bekerja untuk rakyat,” lanjut Mayjen purnawirawan itu saat ditemui dirumahnya, Jalan Otista III, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (9/3/2014). Dirinya menjelaskan, siapapun yang membaca berita tersebut, bahkan anak SMA pun pasti berkonotasi negatif, baik dari seluruh Indonesia, maupun seluruh dunia, karena dimuat di media Online. Istilah diPrijanto-kan, diakuinya sudah lama ada di rubrik umum Kompasiana, dengan akun pengunggah Go Teng Shin pada Mei 2013, dengan tulisannya berjudul “Ahok pesaing atau pesaing Jokowi”. Menurut Prijanto, penulis bernama Go Teng Shin itu mengeluarkan istilah diJusufKallakan dan diPrijanto-kan. Namun menurut Prijanto, Go Teng Shin cukup sopan dengan

menjelaskan istilah diJK-kan berdasar dari hubungan SBY dengan JK, dimana akhirnya JK tidak difungsikan dengan baik. Sedangkan Go Teng Shin mengeluarkan istilah diPrijantoKan adalah diamankan, atau mulutnya di lakban. “Tapi Ahok kan tidak, dia menyatakan seolah-olah saya ini tidak bekerja untuk rakyat, saya juga sudah saya telepon Ahok kemarin sore, saya kasih tau, dia juga sudah minta maaf, tapi saya nggak ngomong panjang lebar,” ujarnya. Prijanto menegaskan, dirinya tidak masalah jika Ahok berambisi jadi gubernur, apalagi amanat konstitusi jika Jokowi mengundurkan diri maka ia otomatis menjadi gubernur DKI Jakarta. Namun Prijanto mengingatkan bahwa Ahok harus paham syaratsyarat menjadi pemimpin. (ilc)

Dari Halaman 1

Lubang Jalinsum Jebak Pengendara bukan dengan aspal melainkan campuran semen,pasir dan batu. “ Karena pakai adukan semen, saat belum kering sudah dilewati mobil lagi mas, jadi sudah rusak lagi,”ujarnya. Yang membuat khawatir menurutnya dengan kondisi tersebut adalah pengendara sepeda motor khususnya anak muda dan pelajar. Karena seringkali anak

muda dan pelajar ngebut di jalan lintas tersebut. Padahal kondisi jalan banyak kerusakan dengan lubang yang cukup lebar dan dalam. “Harapan kami segera dilakukan perbaikan, jangan sampai ada korban,jelaskan. Bahkan menurutnyam selain berlubang, jalur tersebut kondisi aspalnya banyak yang tidak rata. Karena di badan jalan banyak

ditemui aspal yang menggumpal dan membentuk gundukan di badan jalan. Kondisi tersebut jelas menurutnya berdampak kepada kenyamanan saat berkendara. “Apalagi kalau kita bawa penumpang ibu-ibu dan duduknya menyamping, harus jeli memilih jalan, karena kalau tidak penumpang kita bisa terpelanting dari motor,”tandasnya. (Marshal)

Dari Halaman 1

Humas Se-Sumsel Tolak Pers tak Profesional Dia menjelaskan, Dewan Pers mengisyaratkan bahwa media massa cetak maupun elektronik harus menggunakan badan hukum Indonesia yaitu Perseroan Terbatas (PT) sesuai rekomendasi pasal 9 ayat (2) UU Pers No.40 Tahun 1999. Jika sesuai aturan hukum perusahaan pers atau media harus berbadan hukum PT, maka ketentuan tersebut harus diikuti dan sudah saatnya menentukan sikap tegas tidak lagi melayani wartawan yang tidak profesional atau tidak memiliki kartu lulus uji kompetensi Dewan Pers dan menolak kerja sama dengan perusahaan pers yang tidak berbadan hukum PT, katanya.

Menurut dia, beberapa waktu lalu pihaknya menerima surat dari Dewan Pers Nomor 284a/ DP/K/IX/2013 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Bagir Manan tertanggal 6 September 2013 yang menjelaskan Perseroan Firma (Fa) dan CV menurut KUH Dagang Indonesia bukan badan hukum. Kemudian baru-baru ini, juga menerima surat edaran Dewan Pers No.1/SE-DP/I/2014 tentang pelaksanaan Undang Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers. Ketentuan Dewan Pers itu akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan kerja sama publikasi dengan perusahaan pers terkait kegiatan

pemerintah daerah dan pelaksanaan pembangunan kepada masyarakat luas. Berdasarkan pernyataan Dewan Pers merujuk pada ketentuan UU Pers bahwa perusahaan media harus berbadan hukum Indonesia yaitu PT, maka pihaknya bersama humas pemda lainnya akan menjunjung tinggi ketentuan tersebut. “Mulai tahun anggaran 2014 kami akan mengikuti ketentuan Dewan Pers serta tidak akan melayani wartawan dan perusahaan pers yang tidak profesional. Kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi UU Pers diterapkan dan ditegakkan dengan baik,” ujar Dicky. (Antara)


Karunia Motor

Halaman 12

Jual Beli Mobil Baru dan Bekas Audio Mobil - Leather Seat - Auto Accessories

Jl. Veteran No. 1036 Telp. 0711 312923 Palembang

• Jurnal Sumatra | Edisi 291 | Senin 10 Maret 2014

Hengky

Bupati OKI Umrohkan Pemenang MTQ

Bupati OKI Iskandar SE “Saya sangat mendukung kegiatan dua tahunan ini, jika perlu dibuat setahun sekali untuk di OKI, dan Pemerintah juga akan mengumrohkan pemenang MTQ. Namun untuk saat ini yang akan diumrohkan untuk tinggat dewasa dulu. Kedepan insya Allah akan kita umrohkan semua pemenang,”

All Foto : humas oki

D

ukungan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar SE, terhadap lomba Musyabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVI tingkat OKI yang diselenggarakan di Masjid At- Tohirin Kecamatan Jejawi, senin malam (3/3/2014), bukan main main, bukan hanya menginginkan kegiatan tersebut setahun sekali bahkan Suami dari Ny Lindasari S, inipun akan mengumrohkan pemenang MTQ. “Saya sangat mendukung kegiatan dua tahunan ini, jika perlu dibuat setahun sekali untuk di OKI, dan Pemerintah juga akan mengumrohkan pemenang MTQ. Namun untuk saat ini yang akan diumrohkan untuk tinggat dewasa dulu. Kedepan insya Allah akan kita umrohkan semua pemenang,” kata Pria kelahiran Pangkal Pinang 15 Agustus 1963 tersebut disambut dengan tepukan tangan para hadirin. Ditambahkan, Alumni S1 FE Univ. Jayabaya Tamat Tahun 1988, kegiatan MTQ tidak hanya sebatas melombakan membaca AlQur’an, namun lebih jauh dihayati kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai seorang muslim, seseorang diperintahkan Allah untuk menerapkan prinsip – prinsip yang terkandung dalam Al-Quran secara komprehensip, dimana alQuran dijadikan rujukan dalam setiap gerak dan langkah kita dalam perjalanan hidup dan kehidupan

dimuka bumi ini,” katanya. Bupati juga menyampaikan, bahwa MTQ di Kabupaten OKI yang diselenggarakan setiap dua tahun ini, maupun meningkatkan tujuan agar visi Kabupaten yang hendak mewujudkan masyarakat yang religius cepat tercapai. “Disamping itu juga saya berharap, melalui MTQ ini diharapkan masyarakat bisa mencintai Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari sehingga masyarakat Kabupaten OKI, senantiasa mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT,” harapnya. Diakhir sambutannya, Bupati OKI, Iskandar SE, berharap kepada para dewan hakim dapat melaksanakan tugas secara lebih professional, jujur, adil serta bertanggung jawab sehingga hasil MTQ ini benar – benar mendapat kualitas terbaik, selamat bertanding kepada para qori dan qoriah semoga semuanya dapat berjalan sukses dan lancar,” himbaunya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga merupakan Asisten III Setda Kabupaten OKI, Drs H Zulkarnain, MM, mengatakan, tujuan dilaksanakannya MTQ ke-26 ini adalah untuk menyebarluaskan Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam, sebagai penyempurna dari pada ajaran-ajaran yang diturunkan kepada nabi – nabi sebelumnya dan sebagai tuntunan serta sebagai pegangan kita dalam kehidupan sehari – hari berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara. Adapun peserta yang ikut dalam acara MTQ yang ke-26 tingkat Kabupaten OKI ini diikuti sebanyak 532 peserta dari 18 kecamatan yang berada di Kabupaten OKI yang berlangsung H Zulkarnain Amri dari tanggal 3 Maret Ketua Panitia Camat Jejawi 2014 sampai dengan 7 Maret 2014. At – Thohirin Kecamatan Jejawi, Adapun cabang – cabang Masjid Taqwa Desa Jejawi, SDN yang dilombakan meliputi, I Jejawi, dan Balai Kecamatan Tartil Qur’an, Tilawah Qur’an, Jejawi. Hifzil Qur’an, Tafsir Qur’an, Acara pembukaan MTQ Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, ke-26 tingkat Kabupaten OKI, Khotil Qur’an, Menuliskan Isi ditandai dengan pemukulan Kandungan Al-Qur’an (M2IK). bedug oleh Bupati OKI, Iskandar Dan untuk lokasih SE, didampingi KH. Yuris, sebagai perlombaan sendiri dibagi tanda dimulainya perlombaan menjadi 5 lokasi yakni, Balai MTQ ke-26 tingkat Kabupaten Desa Kecamatan Jejawi, Masjid OKI. (ADV/ATA)

Bupati OKI Iskandar SE, bersama Ketua PKK Ny Lindasari, meninjau Stan Disprindagkop OKI

Bupati OKI Iskandar SE, didampingi Ketua PKK OKI Ny Lindasari, dan Wakil Bupati M Rifai, camat Jejawi Amri serta unsur muspida


Jurnalsumatracetak291