Issuu on Google+

EDISI 265

KAMIS 29 Agustus 2013 +6221 290 20 710 +6221 290 20 720 +6221 290 20 718

Alamat Redaksi : Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0815 385 6628 | Fax: 0711 823 875 E-Mail : Jurnalsumatra@yahoo.co.id https://www.jurnalsumatra.com

Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0813 67 228 345, | Fax: 0711 823 875 | TELP : 08212550343 | E-Mail : lovitabassar@yahoo.co.id http://www.wahanawanitatour.com

Terbit 12 Halaman Harga Rp. 3.000,-

Kelakar Wak JuSu + Pengakuan Suami Istrinya Berselingkuh Dengan Seorang Calongub - Kesian..... + Tim Derma Tuding Incumbent Banyak Lakukan Black Campaign - Masyarakat dapat menilai.....

Pengakuan Suami

Istrinya Berselingkuh Dengan Seorang Calongub Azwirdy : Alex Noerdin Rebut Istri saya

Kasus Wisma Atlet

Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK

Azwirdy Aminudin

Pengacara M. Nazaruddin, Elza Syarief di depan Gedung KPK saat memeberi keterangan kepada wartawan.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)

JAKARTA, Jurnal Sumatra - Pemeriksaan M. Nazaruddin terpidana kasus Wisma atlet masih berlangsung hingga malam ini di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (26/08). Sementara dari pantauan pewarta BeritaHUKUM.com salah seorang dari tim Pengacara Nazaruddin, Elza Syarief sempat mendatangi gedung KPK namun gagal bertemu dengan kleinya

Palembang, Jurnal Sumatra – Mantan suami Andrea Sisca, Azwirdy Aminudin atau lebih dikenal dengan pangilan Uwi dalam testimoninya yang dibuat tahun 2008 menjelang pemilihan gubernur menyatakan kalau istrinya telah direbut oleh Alex Noerdin yang kala itu masih menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin. Testimony Uwi dilengkapi dengan foto foto, video dan foto copy data dari imigrasi serta tiket pesawat. Atas perbuatan ini Uwi merasa sangat hancur. Karena rumah tangganya dengan Sisca yang telah dibina sejak tahun 1996 dan dikaruniai tiga orang anak harus kandas tahun 2005 akibat perceraian yang disebabkan perselingkuhan istrinya dengan Alex Noerdin. Testimony Uwi telah tersebar dai berbagai media massa baik cetak maupun televisi juga dunia maya. Di televisi nasional 28 April 2008 pernah disiar-

Bersambung Hal 11

Bintang Porno, Farhat Abbas Geli Lihat Luna Maya JAKARTA- Farhat Abbas menjadi salah satu orang yang keras menentang keberadaan video porno Ariel, Luna Maya dan Cut Tari beberapa tahun lalu. Hubungan Farhat dan ketiga artis itupun menjadi tidak harmonis. Pengacara yang juga berkecimpung di dunia hiburan ini kembali melontarkan ketidaksukaannya kepada Luna Maya yang dia anggap artis sombong. Suatu hari, mereka bertemu di acara penghargaan musik beberapa waktu lalu. Karena tidak akur, mereka pun tidak saling bertegur sapa. Farhat yang menjadi bintang tamu sadar, Luna tidak suka dengan kehadirannya di acara itu. Farhat pun kembali mengungkit pertemuan itu. Bersambung Hal 11

Bersambung Hal 11

Andrea Sisca bersama Alex Noerdin

Tim Derma Tuding Incumbent Banyak Lakukan Black Campaign PALEMBANG, Jurnal Sumatra - Tim pemenangan dan advokasi pasangan cagub Sumsel nomor urut 3, Herman Deru-Mahphilinda (Derma), menemukan ribuan bukti adanya black campaignyang diduga kuat dilakukan oleh pasangan incumbent, Alex-Mekki (Alim).

“Kita telah melaporkan kejadian ini ke pihak Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengenai black campaign ini, dan meminta pihak terkait menindaklanjutinya secara tegas,“ ucap Yohanes, salah satu tim advokasi pasangan Derma, Senin Bersambung Hal 11


2

• Jurnal Sumatra | Edisi 265 | Kamis 29 Agustus 2013

Umum

Mengenal orang lain adalah hal yang cerdas; mengenal diri Anda sendiri adalah kebijaksanaan sejati. (Tao Te Ching)

Ospek: Kebutuhan dan Partisipasi

SalJu

INFO PENTING Nomor Telepon Penting Di Palembang Keamanan Polda Poltabes Polsekta : - Ilir Barat 1 - Ilir Barat 2 - Ilir Timur 1 - Seberang Ulu - Seberang Ulu 2 - Sungai Gerong - Talang Kelapa - Sako Kenten Kodim Tabes Denpom 2/4

0711-313769 0711-513334 - 510455 0711-353014 0711-352973 0711-351607 1 0711-510128 0711-510096 0711-596333 0711-411585 0711-820062 0418 0711-351637 0711-351843 - 374836

Emergency Kantor SAR Rumah Sakit RSMH RS. Charitas RSI. Siti Khadijah RS. AK Gani RS. Benteng RS. Pusri RS. Kusta RS. Ananda RS. Bunda RSUD Bari RS. Pertamina RS. Boom Baru RS. Tiara Fatrin RS. Bhayangkara RS. Muhammadiyah RS. Jiwa Darma Asih RS. Jiwa Suka Bangun Palang Merah Indonesia Unit Transfusi Darah PMI UTDC Palembang Pemadam Kebakaran Dinas PMK Unit Kebakaran Pertamina Unit Kebakaran PT. Pusri Unit Kebakaran Pelabuhan Unit Kebakaran Bandara SMB

0711-355111 0711-354088-118 0711-353375-333 0711-356008/374440-135 0711-354691-116 0711-354691 0711-712222-3359 0711-312866 0711-511394 0711-312866 0711-514165 0711-542117 0711-711843 0711-313836 0711-410023 0711-513144 0711-410355 0711-410354 0711-350289 0711-363150 0711-356282 - 363150 0711-312011 - 113 0711-598792 - 131 0711-712073 0711-712611 0711-410376

Klinik Klinik Mitra, J. Dr. M. Isa 0711-352196 Klinik Diatari Medika, Jl. MP Mangkunegara 0711-810516 Klinik Azhar, Jl. KH Ahmad Dahlan 0711-319841 Klinik Bersalin Dona, Jl. Kol H. Burlian 0711-411583 Klinik Gita, Jl. KH Azhari 0711-512096 Klinik Bersalin Ananda, Jl. Jend A. Yani 0711-511394 Klinik Bersalin Islam, Jl. Lemabang 0711-713443 Klinik Bersalin Aisyah, Jl. Silaberanti 0711-511446 Klinik Bersalin Budi Indah, Jl. Mujahidin 0711-357838 Klinik Isro Medika, Jl. Siaran 0711-814342 Klinik YK Madira Lab, Jl. Jend Sudirman 0711-356173 Klinik Bina Husada, Jl. Rajawali 0711-353438 Apotik 24 Jam Apotik Pribumi, Jl. Jend. Sudirman Apotik Rora, Jl. Jend Sudirman Apotik Jaya, Jl. Veteran Apotik Rosarium Cindo, Jl Letkol Iskandar Apotik YK. Madira, Jl Jend Sudirman Apotik Gita

0711-356039 0711-350086 0711-358918 0711-353784 0711-356244 0711-512096

Transport Bandara SMB Informasi SMB VIP Room SMB Garuda Indonesia Merpati Lion/Wing Air Sriwijaya Air Batavia Air Adam Air Riau Airlines Silk Air Stasiun KA Kertapati Informasi Kereta Api

0711-413395-411778 0711-411840 0711-410159 0711-315333 0711-372366 0711-321210, 355011 0711-379888, 367015 0711-378666 0711-367999 0711-317000, 378022 0711-356473 0711-510201 0711-515555, 518668

Pelabuhan - Sumber Bangka - Ekspress Bahari - Penyeberangan Ferry - Surya Gemilang Terminal Bus Karya Jaya Terminal Bus KM 12 Taxi

0711-364581 0711-713057 0711-440873 0711-352596, 368308 0711-355171 0711-7133019 0711-418181

Hotel Novotel Aston Horison Sanjaya Swarna Dwipa Royal Asia Princess Classie Budi Wisata Anugerah Gangguan PLN Seberang Ilir PLN Seberang Ulu PDAM Seberang Ilir PDAM Seberang Ulu

0711-369777 0711-383838 0711-355000 0711-362222 0711-313322 0711-372372 0711-313131 0711-359333 0711-377878 0711-352681 0711-312828

Petrus K A Lahur (Foto: dok. pribadi)

SAAT kita mulai mempertanyakan apa saja elemen penting dalam rangka memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, dunia pendidikan menjadi salah satu jawabannya. Di Antara Dua Situasi

Dalam dunia pendidikan dikenal beberapa poin berikut sebagai tongkat pemandu yakni input, process dan output. Jika ingin dianalogikan, ketiga poin tadi sama seperti bahan mentah yang akan diproses menjadi barang jadi/siap pakai. Bahan mentah/input dianalogikan sebagai peserta didik yang kemudian diproduksi/process dalam lembaga pendidikan baik tingkat dasar, tingkat pertama, tingkat menengah sampai perguruan tinggi yang kemudian menjadi produk unggulan/output yang akan terjun mengabdi di masyarakat. Pada sisi lain, terdapat sebuah fenomena yang rutin terjadi dan menjadi topik pembicaraan pada aspek input. Dalam dunia pendidikan, fenomena tersebut sering kita sebut sebagai Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek). Pada setiap tingkatan, tentu penyebutannya berbeda, namun memiliki maksud dan tujuan yang sama. Tujuan dan maksud tersebut mengarah kepada pengenalan akan situasi baru atau lingkungan baru bagi setiap peserta didik yang mengalami mobilisasi vertikal naik (baca SD ke SMP kemudian SMA). Pengenalan tersebut mengarah kepada hal-hal teknis seperti kurikulum, ruang kelas, sejarah kampus, mata kuliah, sistem nilai, sampai pembentukan mental dan kepribadian. Pada perjalanan selanjutnya, Ospek berada dalam dua situasi yang berbeda. Situasi pertama dilihat dari substansi dari Ospek itu sendiri yakni masa pengenalan akan lingkungan kampus baik perangkat fisik maupun non fisik. Situasi kedua pun tidak jauh berbeda dengan situasi pertama. Akan tetapi pembeda dari kedua situasi ini ada pada faktor non teknis. Faktor non teknis tersebut berada pada anggapan yang men-

0711-350353, 356911 0711-512344, 511916 0711-355089 0711-516380

Kontak Pembaca Redaksi Jurnal Sumatra membuka kesempatan kepada elemen masyarakat untuk menyampaikan problem yang dihadapi. Kirim via email: Jurnalsumatra@yahoo.co.id, Facebook : Jurnal Sumatra atau SMS ke No : 0815 385 6628, 0812 7139 7139 Bagi yang mengirimkannya via pos maka harus dilengkapi dengan foto copy identitas diri Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. Redaksi

Alamat Redaksi : Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0815 385 6628 | Fax: 0711 823 875 E-Mail : Jurnalsumatra@yahoo.co.id www.jurnalsumatra.com

jadi headline news di kalangan mahasiswa baru bahwa Ospek itu adalah masa paling memberatkan dan menakutkan. Ada kemungkinan terjadi tindakan penyiksaan fisik dan intimidasi secara non fisik. Situasi inilah yang kemudian menjadi jembatan dilematis bagi setiap mahasiswa baru untuk mengikuti Ospek. Pertanyaan lebih lanjut adalah apakah Ospek sebagai suatu kewajiban atau kebutuhan. Tentunya kewajiban akan meneteskan sikap keterpaksaan untuk mengikutinya sedangkan kebutuhan lebih kepada pemikiran bahwa Ospek adalah kegiatan yang penting sekaligus memiliki tujuan yang jelas tanpa keterpaksaan. Peran Semua Pihak

Jika dalam demokrasi Indonesia dikatakan pemilihan umum merupakan hajatan rakyat lima tahunan, Ospek pun merupakan hajatan setiap lembaga pendidikan tinggi khususnya para mahasiswa setiap tahunnya. Betapa tidak, setiap memulai ajaran baru, Ospek merupakan program pertama dan utama yang telah menunggu direalisasikan. Hanya saja, seperti yang dijelaskan dalam situasi kedua di atas, kemungkinan akan terjadi penyiksaaan secara fisik dan intimidasi secara non fisik merupakan hal yang harus dihindari. Menurut hemat penulis, jika pada tahun ajaran sebelumnya terjadi penyiksaan secara fisik dan intimidasi secara non fisik maka pengalaman tersebut dapatlah dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk mencapai Ospek yang lebih berdaya guna di tahun berikutnya. Dalam pepatah Latin dikatakan errare humanum est perseverare diabolicum (Berbuat kesalahan adalah suatu hal manusiawi. Mengulangi kesalahan adalah perbuatan iblis). Bukan berarti pepatah ini menyuratkan disposisi MOS sebagai biang kerok terjadi setiap penyiksaan atau pun intimidas secara non fisik, akan tetapi penulis mencoba mengajak semua pihak untuk memainkan perannya masingmasing.

Pertama, pihak kampus itu sendiri, dalam hal ini bisa berkoordinasi dengan panitia Ospek untuk mengemas kegiatan Ospek menjadi lebih bersahabat dan edukatif. Bersahabat tentunya lebih kepada hubungan yang bersifat kekeluargaan antara mahasiswa baru dengan panitia senior. Situasi ini tentu akan menyentuh aspek soul dari mahasiswa baru yang kemudian menjadi landasan utama dalam menjalani proses orientasi dengan sungguh-sungguh (suatu kebutuhan). Edukatif tentunya lebih mengarah kepada hal-hal teknis yang bersifat mendidik. Contohnya ketika peserta melakukan pelanggaran, hendaknya diberi hukuman yang mendidik. Misalkan mengarang puisi, pantun, permainan berkelompok atau hukuman-hukuman yang mendidik. Kedua, pihak orangtua, dalam hal ini bisa memastikan bahwa anak mereka (peserta Ospek) telah siap dalam hal kesehatan. Hal ini menjadi penting untuk menjaga kondisi kesehatan setiap peserta selama mengikuti Ospek. Akan tetapi apabila sakit, hendaknya bisa dikomunikasikan kepada pihak panitia kampus agar dikondisikan selama Ospek. Tentunya dalam kenyataan di lapangan, masih banyak pihak yang perlu menyadari betapa pentingnya memainkan peran selama masa orientasi. Jika kita kembali ditanya, apa saja elemen penting dalam rangka memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara? Pendidikan pun kembali menjadi salah satu opsi yang perlu didiskusikan lebih lanjut. Dan awal yang baik merupakan peretas awal untuk kegiatan mendidik (pendidikan) selanjutnya. Awal yang baik itu jatuh pada kegiatan yang disebut Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus.

Petrus K A Lahur Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD� Yogyakarta

KPK Bagai Bunga Putri Malu Bunganya indah seperti mekarnya kembang api. Tetapi, jangan kau sentuh dia. Bila kau sentuh, Putri Pudica akan menciutkan daunnya. maluuu... Miimosa Puidica Linn. Itulah nama ilmiah tanaman putri malu si Putri Pudica. Pudica artinya malu atau menciut. Bunganya bulat berwarna merah muda keunguan. Batangnya berambut dan berduri. Buahnya seperti kedelai mini. Putri malu ini sangat peka terhadap gerakan lingkungan sekitar. Bila salah satu daun kamu sentuh atau kamu tiup, daunnya akan segera mengatup, terlihat seperti layu. Uniknya, sentuhan itu juga dirasakan oleh daun daun yang lain yang tidak tersentuh. Sehingga daun daun yang lain pun ikut ikutan menciut alias pura pura tidur.

Begitu juga dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat diibaratkan kembang Putri malu, karena berapi api memberantas korupsi, dan juga memiliki taji yang kuat. Inilah uniknya sama seperti bunga putri malu yang bila disentuh ia akan pura pura tertidur, demikian kebalikan KPK jika tersentuh Alex Noerdin maka ia akan tertidur. Mengapa demikian ya, karena KPK selalu terkesan tutup mata dan takut jika bersentuhan dengan Alex Noerdin, seperti banyak kasus yang telah melilit gubernur incumbent tersebut tetapi KPK seakan tak berani untuk mengusut lebih dalam. Seperti dugaan korupsi dana APBD Kabupaten Musi Banyuasin pada masa dirinya menjabat sebagai bupati di daerah tersebut. Sebelumnya, Ketua KPK menyatakan bahwa akan segera mengusut kasus dugaan korupsi di Muba yang diduga melibatkan gubernur sumsel tersebut, dan pemanggilan pihak yang diduga terlibat akan dilakukan tergantung dengan kesiapan penyidik, namun hingga kini tak tahu rimbanya. Bahkan Kasus yang telah berkekuatan hukum berdasarkan putusan MK, atas penggunaan Dana APBD untuk Kampanye Rp 1,492 Triliun KPK pun seakan ngantuk dan memulai tidur. Demikian juga saat terdakwa Mindo Rosalina Manullang membantah dirinya disebut sebagai inisiator untuk memberikan fee kepada sejumlah pejabat dalam proyek wisma atlet SEA Games, Palembang. Selain itu dari negosiasi Rosa, El Idris, Dudung, dan Nazaruddin disepakati untuk Nazaruddin 13 persen, untuk Gubernur Sumatera Selatan 2,5 persen dan Komite Pembangunan Wisma Atlet 2,5 persen, Panitia Pengadaan 0,5 persen dan Seskemenpora 2 persen. Sedangkan untuk Rosa 0,2 persen setelah dikurangi Ppn dan Pph. Lagi lagi nama Alex Noerdin disebut namun tidak tahu rimbanya, ini sangat berbeda seperti yang dialami gubernur Riau, yang resmi ditahan KPK karena ada dugaan untuk kasus suap PON, nama Rusli disebut dalam persidangan oleh terdakwa Lukman Abas dan Rahmat Syahputra. Rusli diduga terlibat dalam kasus suap penyelenggaraan PON Riau 2012, dengan menerima suap sekitar Rp 500 juta dan turut memberikan persetujuan dalam memberikan suap kepada sejumlah anggota DPRD Riau. KPK ada apa dengan mu?

Diterbitkan oleh: CV Teras Jaya Sumatra Media, | SITU: No 2008/SITU/2008, | SIUP : No 1011/KPTS/SIUP-PK/2008, | NPWP: 02.779.796.8-301.000, Perintis: Adriyaneka Aviv Bassar SSos, Sulton Napasir SE, Idham Syarief | Pemimpin Umum/Perusahaan/Redaksi/Penanggung Jawab : Adriyaneka Aviv Bassar SSos, | Wakil Pemimpin Redaksi I / Penanggung Jawab : Idham Syarief | Wakil Pemimpin Redaksi II / Penanggung Jawab : Elan Aryansyah, SE | Wakil Pemimpin Perusahaan: Bihassani Bassar | Redaktur Pelaksana: Elan Redaktur: Ata | Sekertaris Redaksi: | Bagian Keuangan: Rodiah, | Bagian Umum: Sulton Nafasir SE, | Desain Grafis/Pracetak: Ata, Rudi Penasehat Hukum: Edy Siswanto SH, Sudirman SH | Pelindung: H Syamsuri (Sam Ompong), | Dewan Redaksi: Adriyaneka Aviv Bassar, Tupado Panggabean, Idham Syarief Staf Redaksi: Eko Saputra, | Fotografer : Hadumuk | Sirkulasi: Sanul, Marthin Situmorang, Jonathan Sitinjak Biro-biro: DKI Jakarta: Tupado Panggabean, Lovita, Dedi | Palembang : Azimah | Ogan Komering Ilir: Ata Idham Syarief (Kepala Biro), Lilis Suryani, Eko Saputra, Herianto WS, Markoni | Ogan Ilir: Ata, Eko Saputra, Riflis, Jumadi, Zulfikar | Prabumulih: Iwan, Ali Hanafiah, Abi | Musi Banyuasin : Mailan Perdana | Banyuasin: Herianto | Muara Enim: Taufik Firdaus | Lahat: Yanson | OKU Selatan: Taruna, Jonpek | OKU: Adwinandy JB (kepala), Herman, Achmad Husni Pratama | OKU Timur: Achmad Husni Pratama | Pagaralam: Farkazi Gumay, Vanroyen | Lubuk Linggau / Musirawas : Nurul Hilmi | Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Irzan | Bank BCA Rekening No: 1150 3711 35. Bank Sumsel Rekening No: 1400 9400 29 An. Adriyaneka Aviv Bassar. Wartawan Jurnal Sumatra hanya yang tercantum dalam Box Redaksi dan dibekali ID Card dalam melaksanakan tugas. Percetakan: PT. Sumeks Intermedia, Isi diluar tanggung jawab percetakan


C M Y K

Nasional

JURNAL SUMATRA, EDISI 265| kamis 29 agustus 2013

Propam Polda Periksa Kepala Spn Jambi

Jambi, jurnal sumatra- Tim Propam Polda telah memeriksa Kepala SPN Jambi terkait kasus meninggalnya dua siswa SPN Hottua Halomoan Tampubolon dan Ferry Wahyudi saat menjalani pendidikan beberapa waktu lalu. Kabid Propam Polda Jambi AKBP Nurcholis saat dikonfirmasi Rabu, mengatakan, kepala SPN sudah diperiksa sebagai saksi pada Sabtu lalu (24/8). Sedangkan terhadap 17 instruktur, pihak Propam Polda Jambi masih melakukan pemeriksaan. “Para instruktur SPN itu sedang diperiksa, tinggal melengkapi berkasnya saja,” kata Nurcholis. Propam dan penanggung jawab profesi hingga kini terus merampung pemeriksaan kepada 17 Instruktur SPN atas kasus meninggalnya siswa SPN Hottua Halomoan Tampubolon dan Ferry Wahyudi. Pemeriksaan diperkirakan akan berlangsung akhir Agustus nanti. “Paling lambat akhir Agustus ini pemeriksaan sudah selesai,” kata Nurcholis. Dari hasil pemeriksaa nanti baru diketahui kesimpulanya. Untuk diketahui Polda Jambi juga telah membentuk tim khusus, tim khusus terdiri dari Propam ,Brimob dan SPN. Polda Jambi juga telah mengumumkan penyebab kematian Hottua Halomoan Tampubolon siswa calon brigadir SPN ,pondok meja ,Kecamatan Mestong ,Kabupaten Muaro Jambi. Dari hasil kesimpulan visum tim Labpor Polda Sumatera Selatan, atas Hottua Halomoan Tampubolon bahwa pemeriksaan luar dan dalam tidak ada ditemukan kekerasan namun ditemukan kerusakan organ vital seperti jaringan otak, jantung dan kantung kemih akibat tinggi suhunya suhu udara. Penyebabnya akibat cuaca yang esktem sedangkan untuk penyebab kematian Fery Wahyudi dipastikan sama dengan Hottua yakni akibat cuaca ekstrem. (antara)

Kematian singa dan harimau di Jambi positif diracun

Jambi, jurnal sumatra- Konsultan Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, Wisnu Wardana, mengatakan, kematian dua ekor singa Afrika dan seekor harimau Sumatera di kebun binatang itu positif karena racun. “Kematian hewan tersebut positif diracun. Sampel organ hewan tersebut dibawa ke laboratorium di Bukittinggi, Sumatra Barat, dan dinyatakan terkena racun jenis ‘triegmin’,” kata Wisnu saat dihubungi ANTARA via ponsel, Senin. Menurut dia, kejadiannya telah berlangsung sejak minggu lalu. Namun hasil penelitian laboratorium baru diketahui baru-baru ini. Untuk memperkuat bukti penelitian di laboratorium Bukittinggi, hasilnya dikonfrimasi ke Bogor untuk dianalisa lebih lanjut, dan kesimpulan berakhir pada kondisi diracun, lanjut Wisnu. Tapi kata dia, untuk keterangan lebih lanjut dan mendetil, hari ini Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi akan mengadakan jumpa pers dan gelar perkara terkait penyebab dan kronologis kematian tiga ekor satwa dilindungi tersebut. Sementara itu, mantan Kepala BKSDA Jambi, Trisiswo Rahardjo, yang dikonfirmasi mengaku kaget dengan peristiwa tersebut dan menyayangkan atas kematian tiga ekor satwa itu. “Saya tidak dapat berkata lebih banyak, sebab bukan kapasitas saya lagi, saya sudah pindah dari Jambi sejak Juni lalu. Tapi bagaimanapun saya menyayangkan sekali kejadian itu,” katanya Menurut dia, hewan-hewan tersebut didatangkan pada saat dia masih bertugas di Jambi sebagai Kepala BKSDA, dan mengetahui proses pemindahannya. Diketahui, dua ekor singa Afrika yang bernama Sirosi dan Sonia, serta seekor harimau Sumatera bernama Piter, mati di kandangnya di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, dan seekor harimau lagi bernama Uni saat ini dalam kondisi kritis. (antara)

Kekeringan landa tiga desa di Cibarusah

Bekasi, jurnal sumatra- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat sebanyak tiga desa di Kecamatan Cibarusah dilanda kekeringan akibat cuaca panas. “Kami masih siaga satu untuk mengamankan sumber air yang tersisa,” kata Camat Cibarusah, Iman Santoso, di Cibarusah, Selasa. Menurut dia, tiga desa yang sudah dilanda kekeringan adalah Desa Ridogalih, Desa Sirnajati, dan Desa Ridomanah. “Pertanian di wilayah itu sudah gagal tanam karena air sudah sedikit sekali,” katanya. Menurutnya, sumber air untuk konsumsi warga yang dimiliki sampai saat ini berasal dari toren air yang dimiliki masing-masing desa. “Namun toren air ini sifatnya hanya sementara. Dalam beberapa hari ke depan bisa habis,” katanya. Guna mengantisipasi kekurangan air bersih, kata dia, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Dinas Bina Marga untuk membuat sumur buatan di tiga desa yang dilanda kekeringan. Menurutnya, sumur tersebut saat ini tengah dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung September mendatang. “Kondisi geografis tanah di Kecamatan Cibarusah memang berbatu, sehingga inilah yang menjadi sebab sering terjadi kekeringan di wilayah sini,” ujarnya. (antara) http//:jurnalsumatra.blogspot.com

3

Pekanbaru Berstatus Bahaya Polusi Asap

Pekanbaru, JURNAL SUMATRA- Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan, kondisi udara di Kota Pekanbaru dalam status berbahaya bagi kesehatan akibat tercemar asap sisa kebakaran lahan dan hutan.

Dari pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipasang di sejumlah titik di wilayah Pekanbaru mencatat kualitas udara mencapai 300 pollutant standart index (PSI), kata Lepala Seksi Kesehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dewani, kepada ANTARA News di Pekanbaru, Rabu. “Di Pekanbaru angkanya sekarang mencapai 300, dan sebenarnya sejak Selasa (27/8) juga sudah seperti itu. Ini artinya kondisinya sudah berbahaya. Kategorinya bendera merah,” ujarnya. Ia mengatakan, partikel debu sisa kebakaran kini mencemari udara dan sangat berbahaya ketika dihirup oleh manusia. Gejala paling banyak gangguan kesehatan adalah iritasi mata dan sesak nafas hingga bisa mengakibatkan infeksi saluran pernafasan. “Kami mengimbau warga hindari beraktivitas di luar ruangan,” katanya. Selain itu, ia mengatakan Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau untuk menanggulangi masalah asap.

“Kami juga sedang berkoordinasi untuk mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan Riau, bahwa kualitas udara sudah berbahaya dan tidak sehat agar ada kebijakan dari dinas terkait untuk meliburkan sementara aktivitas sekolah,” ujarnya. Data dari Posko Transisi Darurat Asap ke Pemulihan BPBD Riau menunjukan bahwa sejak 6 Agustus 2013 hing-

ga kini sudah ada 26.425 warga yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Posko tersebut juga mencatat polusi asap mengakibatkan warga menderita iritasi mata sebanyak 1.020 orang, iritasi kulit 1.402 orang, 974 orang menderita asma, dan penumonia 1.216 orang, serta kualitas udara mulai menunjukan peningkatan polusi asap seperti di daerah

Silk Air Kembali Ke Singapura Akibat Asap

Pekanbaru, jurnal sumatra- Pesawat Silk Air rute Singapura ke Kota Pekanbaru, Riau, balik arah kembali ke Singapura akibat pekatnya asap sisa kebakaran, sehingga jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II menurun drastis pada Rabu pagi. Airport Duty Manager SSK II Baiquni kepada Antara mengatakan pesawat Silk Air seharusnya mendarat sesuai jadwal di Pekanbaru pada pukul 07.00 WIB. Namun, pilot pesawat melaporkan kondisi jarak pandang dari udara tidak memungkinkan untuk mendarat, sehingga memutuskan untuk “return to base” (RTB) ke Singapura. “Seharusnya pesawat mendarat jam tujuh pagi, tapi jarak pandang hanya 300 meter jadi pilot putuskan RTB,” ujarnya. Baiquni mengatakan, jarak pandang di Bandara SSK II memang cukup parah pada pagi hanya 300 meter, namun berangsur membaik jelang siang ini mencapai sekitar 800 meter. “Kabut asap memang sudah mengganggu aktivitas penerbangan selama dua hari terakhir,” katanya. Ia mengatakan penerbangan domestik juga

mengalami keterlambatan akibat asap pekat. Hingga pukul 09.00 WIB, lanjutnya, masih ada penerbangan yang terpaksa dialihkan (divert) untuk rute Jakarta-Pekanbaru, yakni pesawat Garuda Indonesia, Lion Air dan Mandala. “Penerbangan dialihkan ke Bandara Kuala Namu, Medan. Sedangkan keberangkatan dari Pekanbaru juga terpaksa ditunda karena masih menunggu pesawat untuk tiba,” katanya. Meski begitu, ia mengatakan penerbangan domestik mulai normal seperti pesawat Air Asia dari Medan sudah bisa mendarat di Pekanbaru. “Kami mengupayakan tidak ada penumpukan penumpang di ruang tunggu,” ujarnya. Berdasarkan pantuan Antara, banyak calon penumpang di ruang tunggu dan petugas terpaksa mengenakan masker akibat asap dinilai mengganggu kesehatan. “Kondisi asap ini sudah tidak sehat dan berdampak pada aktivitas kita. Seharusnya pemerintah daerah lebih cepat bekerja menanggulangi masalah asap ini tapi kenyataannya selalu berulang-ulang,” kata Irwan (26), calon penumpang tujuan Jakarta. (antara)

Rejanglebong, jurnal sumatra Dinas Kesehatan Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, mengingatkan masyarakat setempat untuk mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) memasuki musim pancaroba tahun ini. “Saat ini sudah ada lima pasien yang menjalani perawatan di RSUD Curup karena terserang DBD, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah karena saat ini telah memasuki musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Untuk itu warga diminta mewaspadai penyebarannya dengan menjaga kebersihan lingkungan serta memakan makanan yang bergizi,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Rejanglebong, Ahmad Juli, di Rejanglebong, Selasa. Untuk mengantisipasi penyebaran DBD di daerah tersebut pihaknya tengah menggiatkan

tindakan pencegahan dengan melakukan pengasapan di radius 50 meter kediaman penderita kemudian membagikan bubuk abate, melakukan pembersihan sarang nyamuk, serta melakukan gerakan 3M yakni membersihkan dan menguras bak mandi, menutup sumber air dan menimbun barang bekas. Selain itu gerakan pencegahan yang dilakukan Dinkes Rejanglebong mengajak lurah, kades serta ketua RT agar dapat menggerakkan masyarakat di masing-masing wilayah untuk melakukan gerakan pembersihan lingkungan, sehingga tidak hanya bergantung ke dinas terkait mengingat keterbatasan tenaga dan biaya yang mereka miliki. Langkah-langkah penanganan DBD ini tambah dia, harus didukung semua pihak sehingga dapat meminimalisasi jatuhnya korban jiwa, disamping penanganan yang dilakukan pihak kesehatan yang tersebar dalam 15 kecamatan di daerah itu. Beberapa penyakit yang kerap timbul saat musim kemarau selain DBD, diantaranya ISPA, diare dan tyfus, kendati tergolong ringan namun harus diwaspadai, jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis dapat menyebabkan kematian. Untuk itu pihaknya tengah menyiagakan seluruh unit pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Puskedes dan Pustu, serta penambahan stok obatobatan. Pada tahun-tahun sebelumnya kata dia, penyebaran bermacam penyakit saat perubahan musim, kebanyakan dialami oleh warga yang tinggal di lokasi yang lingkungannya tidak bersih, kemudian akibat adanya bencana banjir sehingga lingkungan dan sumber air tercemar serta kurangnya perhatian masyarakat untuk makan-makanan bergizi. (antara)

Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Penyebaran Dbd

Rumbai mencapai 167 Psi, Dumai 85 dan Duri 127,5. Kota Pekanbaru selama dua hari ini diselimeuti kabut asap akibat kebakaran, dan polusi asap juga mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II terganggu karena jarak pandang turun drastis pada pagi hari, bahkan sempat hanya mencapai 300 meter. (antara)

Jokowi Potensial Dibunuh JAKARTA, jurnal sumatra - Makin melesatnya elektabilitas Jokowi sebagai Capres 2014 paling dirindukan masyarakat, meletupkan serangan Partai Demokrat (PD) yang gagal menggaet melalui konvensi Capres. Jokowi bahkan rentan dibunuh lawan-lawan politiknya yang haus kekuasaan, menjelang Pemilu. Peringatan potensi maut dikemukakan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang. Ia menyarankan kader PDIP yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta itu, tepat memilih strategi menyikapi hasil-hasil survei yang semuanya menempatkan elektabilitas dirinya di puncak. “Apabila salah, keselamatan nyawanya bisa sangat terancam,” tegas Sebastian Salang di Jakarta, Selasa (27/8). Sebastian yang juga dikenal sebagai pengamat Tata Hukum Negara ini menjelaskan, pembunuhan terhadap Jokowi sangat dimungkinkan. “Apabila ada perasaan dikhianati, tindakan politik balas dendam, ini risikonya bisa kematian. Politik bisa menggunakan banyak cara untuk itu,” tandasnya. Parapihak yang menjadikan Jokowi sebagai lawan politik, potensial melakukan cara-cara kotor. Penegasan Sebastian ini dikemukakan, menyusul makin menguatnya dukungan masyarakat dari berbagai pelosok Indonesia. Sejak Februari hingga Agustus ini, semua lembaga survei mencatat elektabilitas dan popularitas mantan wali kota Solo yang tak tertandingi lagi oleh tokoh-tokoh nasional yang ada. Elektabilitas Jokowi bahkan melampaui pimpinan partainya sendiri, Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP), dan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra yang mengusungnya menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun lalu. Survei teranyar dicatat Forum Akademisi Informasi Teknologi. Ketua Forum Akademisi IT, Hotland Sitorus yang menggelar diskusi Membaca Kehendak Rakyat di kawasan SCBD Tangerang kemarin, mengungkapkan, hasil survei yang dilaksanakan mencatat posisi Jokowi sebagai Capres tak tertandingi lagi. Survei terhadap 2.000 responden yang punya hak pilih di 34 provinsi itu dilaksanakan 1-20 Agustus 2013. Metodenya, stratified random sampling dengan margin eror 2,5 persen. Teknik pengumpulan data, wawancara langsung. Hasilnya, Jokowi meraih suara 41 persen, disusul Probowo Subianto 12 persen, dan Megawati Soekarnoputri 9 persen. “Jadi, apabila Pemilu digelar sekarang, Jokowi kemungkinan terpilih sebagai presiden,” kata Holtand Sitorus. Capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) hanya meraih 6 persen, Jusuf Kalla 5 persen, Wiranto 3 persen, Hatta Rajasa 2 persen, Dahlan Iskan 1 persen, dan Mahfud MD juga 1 persen. (tribunnews/bah/wil/fer/aco) email : jurnalsumatra@yahoo.co.id


4

Jurnal Sumsel

Hendra Sekarat Ditombak Maling KAYUAGUNG, Jurnal Sumatra - Hendra (51) warga Desa Berkat Kecamatan SP Padang sekarat, setelah tombak dan pisau milik kawanan maling mengenai dibagian perut dan punggungnya. Akibat peristiwa tersebut, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung kemudian diruju ke RS Palembang. Informasi yang dihimpun, Selasa (27/8/2013), pengeroyokan terjadi pukul 06.00 di sawah tidak jauh dari rumah korban, kawanan maling tercandak telah melakukan penyetroman ikan di sawah milik korban Hendra. Ketika itulah, kawanan maling nekat mengancam korban dengan tombak dan senjata tajam yang dipergunakannya hingga, korban sekarat. “Sontak saja saat itu korban menegur para pelaku, karena tidak terima ditegur oleh korban, 8 orang yang sedang menagkap ikan itu langsung menyerang korban mengunakan tombak, parang dan pisau,” kata Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat melalui Kapolsek SP Padang AKP Yusuf yang menirukan perkataan korban saat itu. Berdasarkan keterangan korban, ujar Yusuf, secara tibatiba pelaku langsung mengeroyok korban menggunakan berbagai peralatan yang dibawa untuk mencuri ikan milik korban. “Akibatnya korban mengalami luka tusuk diperut akibat tikaman tombak, dan tikaman sajam dipunggung belakang, kemudian luka bacok di lengan kanan dan kepala,” ujat Yusuf. Saat korban tidak berdaya akibat luka-luka yang dialaminya itu, pelaku langsung pergi meninggalkan korban di lokasi dalam keadaan bersimbah darah. “Korban langsung masuk ke pondok untuk menelpon isterinya, sehingga keluarga korban datang ke ke sawah dan membawa korban ke puskesmas SP Padang sebelum di bawa ke rumah sakit,” terang Yusuf. Mengenai laporan dari keluarga korban, AKP Yusuf sudah menerima laporannya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, sementara pihaknya sudah mengetahui identitas para pelaku. “Kita sudah mengetahui identitas pelakunya, saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” terangnya. Pimpinan RSUD Kayuagung dr H Nazori melalui dokter piket UGD, dr Intan, berdasarkan hasil visum korban mengalami luka tusuk di perut dan luka tusuk di punggung belakang, luka sayat di lengan kanan dan luka di kepala. “Memang ada pasien yang masuk ke UGD RSUD Kayuagung pukul 08.45, dengan beberapa luka tusuk ditubuhnya, karena lukanya cukup serius, pasien tersebut kita rujuk ke rumah sakit Palembang,” tandas dr Intan. (markoni)

OKI Siaga Bencana Kabut Asap KAYUAGUNG, Jurnal Sumatra -- Menghadapi musim kemarau di tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) segera membentuk posko siaga bencana kebakaran dan asap. Hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Sumsel tercatat tanggal 2 Agustus 2013, tentang pembentukan posko siaga darurat bencana asap dan kebakaran di tingkat kabupaten. Saat ini sendiri, pihak BPBD memantau di Kabupaten OKI ada 42 titik api, sehingga pihaknya tetap siaga bila terjadi kebakaran hutan, guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan maka diperlukan kesiagaan, yang tentunya juga tak lepas dari koordinasi dengan setiap stakeholder serta sejumlah SKPD, sehingga kebakaran hutan bisa dicegah. Sekretaris BPBD Kabupaten OKI, Djamiah mengatakan, kendati belum dipastikan kapan jadwal pembentukan posko tersebut, namun pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan Bupati OKI dan jika memungkinkan maka pembentukan posko akan dilakukan di setiap kecamatan, sehingga bencana kebakaran hutan dapat dicegah. “Kalau memang memungkinkan kita akan dirikan posko di setiap kecamatan,” kata Djamiah, Selasa (27/8). Selain pembentukan posko, kata Djamiah, hal yang tak kalah penting adalah penyiagaan personil di setiap posko, serta kelengkapan logistik yang memang nanti diperlukan, jika memang terjadi tiba-tiba kebakaran hutan dan asap tebal yang menyebar luas menimbulkan pencemaran udara. “Mudah-mudahan dengan upaya itu, OKI bisa bebas dari kebakaran hutan dan lahan, serta bebas dari asap,” tutur Djamiah. Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten OKI Alibudin menuturkan, sampai saat ini baru 42 titik api yang terpantau di wilayah Kabupaten OKI. “Walaupun demikian, kita sudah menyiagakan unit penanggulangan kebakaran terutama di perusahaan-perusahaan perkebunan, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan lainnya dalam wilayah Kabupaten OKI,” ungkap Alibudin. Untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kebakaran hutan yang meluas, pihaknya akan menyiapkan tim-tim penanggulangan kebakaran hutan, bekerjasama juga dengan Manggala Agni.

“Tim dari perusahaan-perusahaan, mereka juga memiliki regu-regu pemadaman yang siap dikerahkan, selain itu ada regu yang dinamai RKDP atau regu kebakaran desa terlatih yang tersebar di 18 kecamatan,” sebutnya. Untuk itu, ditambahkan Sekda OKI, Ir H Ruslan Bahri MT, bahwa memang Kabupaten OKI merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan. “Karena wilayah kita sangat luas, kemudian banyak didominasi perkebunan, kemudian ada lahan hutan tanaman industri yang merupakan lahan gambut, jika masuk musim kemarau rawan terjadi kebakaran, tetap saat ini masih nihil titik api di OKI, jika memang ada kita sudah mengantisipasinya,” tambahnya. Dikatakannya, wilayah OKI selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi langganan kebakaran lahan. Dengan luas wilayah Kabupaten mencapai 1.902.350 hektar, dari luas wilayah itu 70 persen merupakan lahan rawa-rawa, sementara hutan di wilayah OKI mencapai 924.390 hektar. “Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka kebun baru, sebab asap hasil pembakaran tersebut selain merugikan diri sendiri juga orang lain karena mengganggu pernafasan,” tandasnya. (ata)

• Jurnal Sumatra | Edisi 265 | Kamis 29 Agustus 2013

9 Ton Minyak Ilegal diamankan KAYUAGUNG, Jurnal Sumatra - Jajaran unit pidana khusus (Pidsus) Polres Ogan Komering Ilir (OKI) Pimpinan Ipda Jailili SH, berhasil mengamankan 9 ton minyak mentah illegal yang tidak dilengkapi dokumen resmi saat melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI, Senin (26/8) pukul 02.00. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, minyak mentah tersebut diamankan dari sebuah kendaraan truk PS 125 dengan nomor polisi (nopol) BG 8252 MJ saat melintas di Jalintim OKI, perbatasan gading gajah Kabupaten OKI dan Ogan Ilir (OI) persisnya di Desa Celikah Kayuagung, minyak tersebut rencananya akan dibawa ke Lampung. Selain mengamankan mobil truk yang diduga memang sengaja digunakan untuk mengangkut minyak illegal, polisi juga mengamankan dua orang kernet dan sopirnya, didalam bak truk tersebut dibuat sebuah tanki modifikasi berbentuk kotak seukuran

bak truk, diduga mobil tersebut sudah biasa digunakan untuk mengangkut minyak illegal. Kedua orang yang diamankan tersebut diantaranya, Idhama Kholik (sopir) dan Muhammad Rasyid (kernet) warga Prabumulih, namun beberapa saat setelah diamankan dan diperiksa oleh subnit pidana khusus. Tampak ada oknum anggota polisi yang diduga kuat bertugas di Polda Sumsel, datang untuk mengurus kasus tersebut. Sebab itu, ada dugaan kuat minyak ilegal afa kaitan dengan oknum tersebut. Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SH didampingi Kasat Reskrim

AKP H Surachman SH membenarkan, adanya satu buah mobil truk dengan tanki modifikasi didalam baknya berisi minyak mentah seberat 9 ton yang telah diamankan. Minyak mentah tersebut diamakan karena penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak mentah yang tidak dilengkapi dengan surat izin pengangkutan dan dokumen yang sah sebagaimana diatur dalam pasal 53 huruf b UU RI no 22 tahun 2001 tentang Migas. “Saat ini barang bukti sudah kita amankan di Polres OKI, berikut sopir dan kernetnya. Minyak tersebut dibawa dari Banyuasin Kearah Lampung,” sebut Surahman. Ketika ditanya apakah kedatangan oknum polisi dari Polda Sumsel itu ada kaitan dengan minyak diamankan, Surachman membantah jika minyak tersebut adalah milik salah seorang oknum anggota yang mem-

bekingi, dan kedua orang sopir dan kernet masih diamankan di Mapolres OKI. “Bukan milik oknum anggota, sekarang BB kita amankan dan Sopir dan kernet masih kita amankan untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Surachman. Ditambahkan Ipda Jailili SH, minyak tersebut berasal dari Daerah Banyuasin dan akan dibawa ke daerah Lampung, saat masuk wilayah OKI dicegat petugas yang sebelumnya sudah memperoleh informasi. “Kita dapat informasi ada mobil minyak mentah Ilegal melintas diwilayah hukum kita, kemudian saat dicegat didapati 9 ton minyak mentah yang tidak dilengkapi dokumen resmi, sepertinya mobil ini sudah biasa mengangkut minyak ilegal, karena minyak itu sudah muat dalam tangki modifikasi yang ukuranya pas dengan Bak truk,” tegasnya. (ata)

YLKI Lubuklinggau Protes Iklan Rokok “Clavo” Lubuklinggau, Jurnal Sumatra- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Kota Lubuklinggau memprotes pemasangan iklan rokok “Clavo” yang memenuhi jalan protokol di wilayah itu. Pemasangan iklan rokok salah satu produksi PT Djarum itu sudah melanggar aturan yaitu meletakan iklan di jalan protokol, kata Sekretrais Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lubuklinggau Nurussulhi Nawawi, Rabu. Ia menilai, pemasangan iklan rokok berlebihan itu sudah menyimpang dari aturan, meskipun pemerintah daerah sudah memberikan batas sosialisasi hingga akhir tahun 2013 tentang ikaln rokok, tapi semangat penegakan hu-

kum harus dilaksanakan sejak dini. “Kita harus berpedoman pada peraturan pemerintah yaitu Menteri Kesehatan (Permenkes) yang mengatur permasalahan rokok tersebut,” katanya. Pihaknya sangat menyayangkan pemasangan iklan rokok itu sangat berlebihan, ke depan akan mengajak pemerintah berdiskusi agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menjelaskan, dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan didukung PP tembakau sudah jelas bentuk larangan iklan rokok tersebut. Ada beberapa poin dalam aturan itu

mengatur iklan rokok antara lain tidak boleh diletakan pada kawasan tanpa rokok (KTR) dan lokasi jalan utama, namun nyatanya menjamur dipasang pada jalan protokol. Selain itu di media cetak iklan rokok tidak boleh diletakan pada halaman pertama dan belakang serta luasnya tidak memenuhi halaman, termasuk pada sampul iklan makanan dan minuman, jelasnya. Sementara pemantauan di lapangan, iklan rokok produk PT Djarum teranyar itu membanjiri lokasi di jalan protokol hingga kecamatan, serta promosi rokok murah dan berdiskon di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Lubuklinggau. “Kami merasa terusik para ce-

wek menjajakan rokok Clavo itu mendesak untuk minta beli dengan alasan tolonglah kami untuk mencapai target penjualan,” kata Ijal (26), seorang pemuda yang mendampingi di pusat perbelanjaan Linggau Plazza Lubuklinggau. Ia mengatakan, pihaknya tidak merokok produk jenis terbaru tersebut karena belum cocok dengan kondisi kesehatan, namun akibat desakan penjaja rokok dengan dalih “mintak tolong” terpaksa membeli meskipun rokok itu nantinya tidak digunakan. “Kami merasa terusik akibat ulah penjaja rokok tersebut karena tadinya konstrasi untuk membeli barang makanan, terpaksa membeli rokok,” keluhnya. (antara)

Pencuri Minyak Pertamina di Dor Polisi “Dari nyanyian keduanya juga, kita berhasil menangkap penadah atau pemesan dari minyak tersebut yakni Tri Budi, warga Desa Karya Mulia. Ketiganya saat ini masih diinterogasi petugas, sementara barang bukti sudah berhasil kita amankan,” imbuhnya.

PRABUMULIH, Jurnal Sumatra Aksi pencurian minyak jenis kondensat di Desa Kemang Tanduk, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, berhasil digagalkan oleh tim khusus Polres Prabumulih, Minggu (25/8/2013) malam sekitar pukul 24.00 wib, tepatnya di jalur Pagar Dewa P3. Pelakunya yakni Yopi Juliansyah (29) warga Desa Jemenang, Kabupaten Muara Enim, terpaksa dihadiahi petugas dengan timah panah, karena berusaha melawan saat penangkapan. Sementara pelaku lainnya yaitu, Rizal (27) warga Talang Bernai, Kelurahan Fatih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, yang dalam komplotan tersebut berperan sebagai suruhan tersangka Yopi Juliansyah, berhasil dibekuk petugas di lokasi kejadian. Kemudian atas nyanyian keduanya, petugas juga menangkap pelaku penadah atau pemesan hasil curian mereka

yakni Tri Budi (27), warga Desa Karya Mulia, Kecamatan RKT. Ketiga tersangka berikut barang bukti berupa 28 jerigen berisi minyak jenis kondensat ukuran 30 liter, dan satu (1) unit mobil minibus jenis Suzuki Panther warna hijau nopol BG 1243 LP yang sudah dimodifikasi, dan diduga sering digunakan para pelaku mencuri minyak kondensat ini, langsung digelandang petugas ke Mapolres Prabumulih. Dari informasi yang diterima, tertangkapnya dua tersangka spesialis pencuri minyak kondensat dan penadah tersebut, berawal dari seringnya aksi pencurian minyak di jalur pipa Pagar Dewa P3, beberapa minggu terakhir ini. Bersama tim BKO (Bawah Kendali Operasi) PT. Pertamina EP Asset 2, timsus Polres Prabumulih terus meningkatkan pengamanan dengan rutin berpatroli. Saat berpatroli di Desa Kemang

Tandung, Kecamatan RKT, jalur Pagar Dewa P3,Alhasil, tim patroli BKO pada Minggu (25/8/2013) malam sekitar pukul 20.00 wib, mencurigai aksi sekelompok pria di dalam semaksemak sekitar jalur pipa, dan melaporkan temuan tersebut ke petugas timsus Polres Prabumulih. Mendengar laporan itu, petugas timsus dibantu petugas BKO PT. Pertamina EP Asset 2, langsung melakukan pengintaian di sekitar lokasi kejadian. Tanpa menunggu lama, dan khawatir para pelaku keburu kabur, petugas langsung menggerebek pelaku. Satu pelaku yakni Yopi Juliansyah, terpaksa dilumpuhkan petugas dengan satu butir timah panas pada betis kaki bagian kiri karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap. Sementara satu pelaku lagi, Rizal tidak memberikan perlawanan dan dibekuk di lokasi kejadian.

“Sekitar pukul 24.00 wib tengah malam, saya diberitahu petugas Posko Pagar Dewa P3 bahwa telah menangkap pelaku pencurian minyak kondensat beserta barang buktinya,” ungkap Adhi Fathrani (34) ,petugas security PT. Pertamina EP Asset 2, Senin (26/8/2013) siang. Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro S.Ik, melalui Kabag Ops AKP Tri Wahyudi SH, membenarkan petugas tim khusus Polres Prabumulih telah menggagalkan dan menangkap pelaku spesialis pencurian minyak jenis kondensat di jalur pipa Pagar Dewa P3. “Dari nyanyian keduanya juga, kita berhasil menangkap penadah atau pemesan dari minyak tersebut yakni Tri Budi, warga Desa Karya Mulia. Ketiganya saat ini masih diinterogasi petugas, sementara barang bukti sudah berhasil kita amankan,” imbuhnya. (beritanda)


• Jurnal Sumatra | Edisi 265 | Kamis 29 Agustus 2013

Mahasiswa Akper Baturaja Jadi Korban Tikungan “Sayuti” Batura ja, Jurnal Sumatra – Kecelakaan kembali terjadi di tikungan S Jl.A.Yani Kilometer 4 KLK Kemelak Sabtu (24/8) pukul 15.11 Wib, menelan satu korban mahasiswa (Akademi Perawat) Akper Baturaja. Nanda warga Batumarta unit 2 blok D yang masih kuliah di Akper Baturaja, pada waktu itu ketika bangun tidur di tempat ia mengekos di Baturaja, pemuda yg dikenal teman-temannya rajin sholat dan mengaji ini tak tau mengapa menitipkan kosan yang ia tinggali itu kepada salah satu teman sekosannya bahwa ia mau pergi sebentar ketempat temanya. Akan tetapi tak tahu di perjalanan Nanda menemui ajalnya di tikungan yang biasa disebut warga sekitar tikungan “S” (Sayuti). Dari informasi yang di himpun, korban kecelakaan diduga ada mobil fuso si belakang sepeda motor yang di kendarai Nanda yang tak diduga menyenggol bagian belakag motor korban, korbanpun terpental dari sepeda motornya, akibatnya tubuh si korban terlindas ban bagian depan sebelah kanan mobil fuso tersebut dan membuat tubuh si korban mengenaskan. Menurut kesaksian dari Riki warga sekitar tikungan “sayuti” itu mengatakan ”memang sudah sejak lama tikungan S (sayuti) kami menjulukinya terkenal rawan kecelakaan,mungkin factor jalannya yang landai dan berkelok itu lah jadi pengendara bermotor tidak bisa melihat situasi yang ada si depan nya dan biasanya di tikungan ini banyak oli akibat dari mobil-mobil berukuran besar yang oli mobil nya menetes di badan jalan sehingga membuat badan jalan licin,itulah yang membuat banyaknya pengendara bermotor terpeleset dan terjadi tabrakan di tikungan ini” ungkap Riki (30) bapak satu orang anak tersebut. Sementara untuk beberapa hari ini jalanan di sekitar tikungan itu menjadi agak sepi dan pengendara bermotor mulai sangat berhati-hati untuk melewati tikungan rawan tersebut. (achmad husni pratama)

Semalam Tiga Sekolah Pagaralam Dibobol Maling Pagaralam Jurnal Sumatra - Hanya dalam hitungan satu malam tiga sekolah di Kecamatan Dempo Selatan, berhasil dibobol maling yaitu SMP Negeri 9, SMP 5 dan SMKN Terpadu dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta. Demikian diungkapkan Kapolsek Dempo Selatan AKP Padli, kemarin. Menurut dia, pelaku pencurian diketiga sekolah dan berhasil mengambil sejumlah peralatan kantor termasuk membobol barngkas yang bersi uang Rp16 juta. “Kalau di SMP N 5 pencuri berhasil mengambil beberapa unit kumputer, di SMP N 9 satu kumputer bersama dokumen penting milik sekolah dan SMK Negeri terpadu satu unit barngkas berisi uang Rp16 juta,” ungkap dia. Memang, kata dia, aksi pencurian di sekolah akhir-akhir ini mengalami peningkatan terutama yang berlokasi jauh dari permukiman penduduk “Kita sudah mendapat laporan dan melakukan ulah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap ketiga sekolah yang mengalami pencurian,” ungkapnya. Ia mengatakan, aksi pencurian dilakukan dengan merusak kunci dan pintu ruangan yang terdapat barang-barang berharga seperti kumputer, CPU, dukumen dan termasuk barngkas uang. “Meskipun ada penjaga sekolah, aksi pencurian dilakukan pada malam hari ketika penjaga sedang lelap tidur,” ungkap dia. Dia mengatakan, kemudian pelaku kemungkinan sudah mempelajari tepat dimana titik-titik tempat raungan yang memiliki berbagai perlatan kantor atau elektronik seperti kumputer dan brangkas uang. “Kami masih melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan sejumlah sakti seperti bendahara SMK N Terpadu, penjaga sekolah dan termasuk pihak lain di sekolah sebagai saksi,” ungkapnya. Kemudian, kata dia, belum ada indikasi keterlibatan orang dalam dalam aksi pencurian ini, karena pelaku masih dalam penyelidikan. “Kita minta kepada masyarakat dan pihak sekolah untuk meningkatkan sitem keamanan linkungan (Siskamling) untuk membatu polisi dalam menjaga Kantibmas,” ungkapnya. Sementara itu Kepala SMK Negeri terpadu Yunan Spd mengatakan, memang terjadi aksi pencurian yang terjadi di SMK N Terpadu yang berhasil membobol barngkas berisi uang tunai. “Saya tidak tahu pasti berana jumlah uang di dalam berangkas, untuk jelasnya silahkan tanya bendahara,” ungkapnya. Pelaku pencurian, kata dia, masuk ke ruang sekolah terlebih dahulu merusak pintu setelah itu langsung membawa lari berangkas bersama uang diperkirakan puluhan juta. “Kita sudah laporkan kepada polisi untuk melakukan pengusutan terhadap pelaku pencurian di sekolah ini dan termasuk sekolah lainya di wilayah Dempo Selatan,” ungkapnya. (kaci)

Jurnal Sumsel

Tidak Ada Izin BPOM

5

ARPA Tetap Produksi Pagaralam Jurnal Sumatra - Meskipun tidak lagi mengantongi izin produksi dari Balain Pengawasas Obat dan Makanan (BPOM), produksi pengolahan air mineral merek ARPA tetap berjalan, padahal masa waktu izin produksi sudah sejak bulan Maret 2012 habis. “Kami mempertayankan izin produksi air mineral merek ARPA yang di produksi PT Ayik Besemah. Karena izin yang selama ini dikantongin sudah sejak bulan Desember 2012 lalu habis dan belum dilakukan pengajuan ulang. Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam, Rasmizal SH, kemarin. Menurut dia, seharusnya bila izin produksi belum ada maka untuk sementar ARPA tidak boleh melakukan operasional, apalagi melakukan penjualan produk. “Mengingat izin akan berkaitan dengan masalah kelayakan konsumsi, kondisi air, dan termasuk memenuhi persyaratan atau tidak kemasan yang dihasilkan,” ungkapnya. Seharusnya, kata dia, pemerintah dalam hal ini managemen ARPA sudah melakukan pengurusan sejak jauhjauh hari, karena prosesnya panjang. “Kemudian maka dengan kondisi seperti saat ini, siapa yang akan bertangjungjawab jika ada keluhan terhadap konsumen atau masyarakat,” ungkpanya. Lanjut dia, saat ini sudah banyak keluhan masyarakat terkait izin produksi ARPA terutama penjual sebagai penyalur kepada konsumen yang ingin membelinya. Menurut dia, ARPA bukan saja tidak jelas pengelolaanya, dan bahkan sampai saat ini masih menjadi beben keuangan daerah, yang selalu minta disubsidi. “Tentunya bila tidak ada izin ARPA tetap produksi sudah jelas merupakan pelanggaran aturan dan termasuk dapat diancam Pidana,” ujar dia. Bukan hanya itu, kata dia, perlu dipertanyakan kepemilikan saham atas nama pribadi di perusahaan daerah PT Ayik Besemah pengola air mineral merek “ARPA”. “Awalnya PT Ayik Besemah merupakan perusahaan pengolahan air minum merek “ARPA” dibentuk patungan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam 70 persen saham dengan investor PT Titra Osmos (TOS) 30 persen saham, dengan dana awal sekitar Rp1 miliar,” ungkapnya. Dia mengatakan, pembangian modal pembuatan perusahaan ini Rp700 juta ditanggung pemerintan dan Rp300 juta dari PT TOS. Perusahaan yang berlokasi di Dusun Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara dalam perjalanannya kurang mulus selalu merugi dan tidak jelas kepemilikan sahamnya. Melihat kondisi seperti itu, kata dia investor PT TOS menjual saham kepada Pemkot Pagaralam, namun ternyata saat ini justru sebagian saham justru dimilik perseorangan. “Seharusnya kalau investor mau jual tidak boleh diberikan kepada pribadi harus Pemkot Pagaralam. Sebab pembangunan perusahaan air mineral ARPA murni dibiayai APBD tahun 2006 lalu,” ungkapnya. Masih menurut Rasmizal, sekarang mengapa ada saham atas nama pribadi di perusahaan daerah itu, apalagi setiap tahun pemerintah selalu mengalokasikan dana untuk menyuntik ARPA. “Kalau melihat dari perkembanganya perusahaan ini tidak jelas dan banyak dana bantuan pemerintah justru digunakan untuk pribadi,’ ungkap dia. Sementara itu Kepala Perindagkop dan UKM, Ahmadi Damrah SE MM mengatakan, setahunya izin produksi ARPA kepada BPOM sudah diajukan perpajangan. “Setahu saya izin produksi ARPA sudah diperpajang, sedangkan persoalan lain belum mengetahui lebih jauh karena baru menduduki jabatan di Dinas yang membawahi ARPA tersebut,” ungkapnya. (Kaci)

foto : ilustrasi/net

Polisi Bidik M Keluarga Mantan Wako Judi Bola Gelinding - Omset Ratusan juta - Amankan 12 tersangka Pagaralam - Kepolisian Resor (Polres) Kota Pagaralam, sudah menangkapn sedikitnya 12 tersangka judi bola gelinding dan hasil pengembangan akan membidik bos besar H dan M yang masih kerabat mantan walikota Pagaralam pereode 2008-2013 yang terlibat dalam perjudian tersebut. “Kita sudah melibatkan tim gabungan Reskrim dan Intelkam, Polres Kota Pagaralam, melakukan penggerbekan judi bola gelinding berkedok pasara malam yang beromset ratusan juta dan berhasil menangkan 12 tersangka bersama barang bukti (BB), beberapa waktu lalu,” kata Kapolres Kota Pagaralam AKBP R Hendrawan melalui Kasat Reskrim AKP Indarmawan SH MSi, kemarin. Menurut dia, kalau M sudah menjadi target untuk dilakukan penangkapan termasuk bos besar berinisila H yang berada di Palembang. “Sudah menjadi target kita untuk menangkap M meskipun masih merupakan kerabat dekat mantan walikota yang sudah pesiun,” ungkapnya. Ia mengatakan, selain menangkap 12 tersangka, dan mengamankan barang bukti (BB) uang tunai pecahan Rp 2000 hingga Rp 100 ribu senilai Rp14.107.000 dan 32 aitem barang yang yang digunakan untuk hadiah. “Kita melakukan pembubaran aksi perjudian bola gelinding yang berkedok pasar malam di Dusun Mekar Alam, Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara, dengan mengamankan 12 tersangka dan 4 orang diantaranya merupakan bandar,” kata Kapolres Kota Pagaralam, AKBP R Hendrawan melalui Kasat reskrim AKP Indarmwan didampingi Kanit Pidum Iptu Pitra Albert SH, kemarin. Menurut dia, sedangkan ke 12 tersangka yang berhasil

Ribuan Warga di OKU Wajib Rekam Ulang e-KTP BATURA JA, Jurnal Sumatra - Sebanyak 1.363 warga yang wajib memiliki KTP di Kabupaten OKU, diharuskan untuk melakukan perekaman ulang e-KTP. Hal ini disebabkan pemerintah pusat tak bisa mencetak e-KTP warga tersebut, karena data yang ada belum lengkap atau tak terbaca komputer. Agar e-KTP dapat dicetak, maka 1.363 jiwa wajib KTP tersebut diharuskan untuk melakukan perekaman ulang. Kepala Disdukcapil OKU Dra Etty Poernawati menyebutkan ada dua penyebab hingga warga harus melakukan perekaman ulang e-KTP. “Yang pertama adalah petugas di kecamatan kurang paham dalam proses perekaman. Faktor kedua adalah alat perekaman yang sering rusak. Akibatnya, data sidak jari, iris mata, dan lainnya tak terekam dengan

sempurna,”jelas Eti. Ety berharap, 1.363 warga yang melakukan perekaman ulang tak usah risau karena sejumlah upaya telah dilakukan agar e-KTP warga bisa dicetak. “Persoalan ini sudah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Warga harus melakukan perekaman ulang di kecamatan masing-masing,”ucapnya. Masalah e-KTP penduduk yang tidak bisa dicetak bukan hanya terjadi pada Kabupaten OKU, tetapi juga terjadi di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Hingga 19 Agustus, dari 208.068 penduduk yang telah melakukan perekaman e-KTP tinggal sekitar 3 persen penduduk yang belum menerima e-KTP, karena masih dalam proses cetak di pemerintah pusat,” tandasnya. (beritanda)

foto : ilustrasi/net

diamankan yaitu My Frend Alexander (29), Heriyanto (43) Desi Monalisa (25), Nusa Indah (24), Windi (27), Ari Angga (27) Didi Candra (33), Setiawan (24), Maman Aaset (50), Hemanto (21), Jon Husen (34) dan Dimas (25). “Mereka sudah kita amankan di Mapolres Kota Pagaralam, untuk dilakukan pengusutan dan pemerikasaan lebih lajut, sedangkan bos besarnya berinisial H masih dilakukan pengejaran karena berada di Palembang,” ungkapnya. Kemudian, selain tersangka juga diamankan sekitar 32 aitem barang bukti yang dijadikan sebagai hadiah bagi pemenang judi bola gelinding tersebut, seperti rokok, supermie, sabun cuci, coca cola, sirup, mixer, moltto, DVD, Sunlight, susu frisian flag, minuman merek fanta, dan puluhan lainya. Kemudian, ditambah meja bola gelinding, meja pemasang, generator satu unit stavolt dan puluhan barang untuk hadiah lainya. “Semua BB yang berhasil kita sita mencapai ratusan buah dari 32 aitem yang berhasil diamankan,” ungkap dia. Lanjutnya, sebetulnya perjudian bola gelinding ini selain dilakukan terang-terangan juga berada di kawasan pemukiman masyarakat dan bahkan banyak melibatkan anak-anak. “Kita akan bersikap tegas dengan berbagai bentuk perjudian, termasuk pasar malam yang dikemas dengan arena bola gelinding,” ungkapnya. Apalagi, kata Indarmawan, perjudian sudah sangat bertentangan dengan visi dan misi Kota Pagaralam, yang ada nuansa islami.(van/kaci)

Kadinkes Roshan : RSD Pagaralam Masih Tipe D Pagaralam, Jurnal Sumatra - Kepala Dinas Kesehatan, Kota Pagaralam Drs Roshan M Kes mengatakan, untuk saat ini tingkat layanan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Besemah, meskipun sudah berstatus Badan Lananan Umum Daerah (BLUD), masih katagore tipe D plus setingkat dari Pusat Kesehantan Masyarakat (Puskesmas). Demikian diungkapkan Roshan, kemarin. Menurut dia, persoalan yang dihadapi RSD Besemah karena masih banyak sarana pendukung yang masih kurang untuk memenuhi persyaraktan tipe C, seperti empat katagori yang harus ada dokter specialis. “Kita baru ada beberpa saja saja yang dilayani dokter specialis yang seharusnya menjadi syarat Rumah sakit tipe C seperti dokter sepecialis kandungan, dalam, anak dan bedah,” ungkapnya. Ia mengatakan, belum lagi dalam bidang layanan yang mestinya perlu lebih optimal untuk mendukung program Pagaralam sehat. “Rumah sakit itu ibarat bengkel jadi perlu adanya sarana pendukung agar dapat bekerja lebih optimal termasuk keberadaan tenaga medis,” ungkapnya. Dia mengatakan, RSD Besmah kalau kondisi bangunan sudah memenuhi sarat untuk tipe C, tapi belum untuk bidang layanan. “Sebetulnya RSD Besemah lebih fokus dengan pelayanan sedangkan Dinas kesehatan memberikan pengetahuan bagaimana pola hidup sehat diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” ungkapnya. Kedua ini, kata dia, tidak bisa dipisahkan bila program Pagaralam sehat dapat terwujud. “Kita kedepan akan meningkatkan pengoptimalan pelayanan kesehatan ditingkat yang paling bawah sepertu POstu, Polindes dan Puskeskel,” ungkapnya. Roshan mengatakan, kedepan bukan hanya akan menambah tenaga medis di berbagai pusat layanan kesehatan dan termasuk dokter serta bidan. Sementara itu Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati meminta seluruh paramedis dan pegawai RSD Besemah, agar lebih meningkatkan pelayanan terutama terhadap pasien di rumah sakit tersebut. (kaci)


„„

Jurnal Sumatra, Edisi 265 | KAMIS 29 agustus 2013

Kasad : Pejabat Harus Jaga Keharmonisan Dengan Masyarakat

Palembang, JURNAL SUMATRA- Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Moeldoko mengatakan pejabat di daerah harus selalu menjaga keharmonisan dengan masyarakat agar tercipta kebersamaan. Keharmonisan harus selalu terjaga sehingga pembangunan semakin berkembang, kata Kasad saat pertemuan dengan prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya serta masyarakat di Palembang, Selasa malam. Dalam acara pertemuan tersebut antara lain hadir Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo. Lebih lanjut Kasad mengatakan, memang sekarang ini Sumsel tetap kondusif karena daerah ini rutin melaksanakan kegiatan internasional. Namun, walaupun ada permasalahan kecil itu bagian dari demokrasi yang sekarang ini sudah diluar kontrol. Selain itu keharmonisan tersebut berkat kerja keras Gubernur dan Pangdam serta Kapolda Sumsel. Dalam kesempatan itu dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu optimistis dalam menjalankan kehidupan. Dengan ada rasa optimistis yang tinggi maka kehidupan bangsa dan negara semakin maju. Gubenur Sumsel mengatakan daerahnya sekarang ini tetap kondusif dan itu berkat dukungan Pangdam dan Kapolda Sumsel. Selain itu di Sumsel belum ada terjadi perselisihan etnis dan antar agama sehingga daerah ini menjadi tumpuan investasi. Namun, ujar dia, kesemuanya itu berkat dukungan dari semua pihak termasuk aparat keamanan di daerah ini. Pangdam mengatakan, acara ini tidak lain untuk menjalin hubungan yang telah terbina selama ini. Selain dalam pertemuan tersebut pihaknya juga menghimpun semua pihak seperti pemuka agama termasuk pedagang kecil. (antara)

Komnas Perempuan Tak Setuju Tes Keperawanan Palembang, JURNAL SUMATRA- Komisi Nasional (Komnas) Perempuan tidak setuju wacana tes keperawanan di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Pelaksana Tugas Bupati Muratara Tunggu Petunjuk Kemendagri

http//:jurnalsumatra.blogspot.com

Palembang, JURNAL SUMATRA- Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengharapkan penyaluran dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak tahap kedua pada September 2013, lebih tepat sasaran. Penerima dana BLSM pada tahap pertama Juni-Juli 2013 dinilai banyak yang kurang tepat sasaran karena diterima oleh orang yang mampu secara ekonomi, kata sejumlah warga di Palembang, Selasa. Menurut salah seorang tokoh agama dan masyarakat ustadz H.Irwansyah, berdasarkan pengamatannya dan bukti di lapangan ketika dilakukannya proses pembagian BLSM di Kantor Pos dan kantor kelurahan dalam Kota Palembang,

melakukan pengecekan ke lapangan. Jika terbukti informasi itu benar harus dibatalkan bantuannya dan diberikan kepada orang yang berhak namun tidak masuk dalam daftar penerima BLSM, katanya. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumatera Selatan MS Sumarwan menjelaskan, pada penyaluran BLSM tahap kedua ini, pihaknya akan lebih selektif sehingga diharapkan semuanya akan tersalurkan kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang berhak atau tepat sasaran. Sekarang sedang disiapkan data penerima BLSM hasil revisi. Masukan masyarakat yang diberikan kepada pihaknya mengenai orang yang tidak berhak menerima BLSM sudah diperhati-

Tim Pemenangan DerMa Protes Dugaan “Black Campaign”

Palembang, JURNAL SUMATRA- Tarech Rasyid dan Yohanes P Simanjuntak, Tim Advoksi DerMa, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel nomor urut III, menggelar jumpa pers di kantor Tim Pemenangan DerMa di Jalan Cek Bakar No 5 Palembang, Senin (26/8/2013). Mereka menyampaikan protes dengan adanya dugaan black campaign melalui pemasangan banner yang menyudutkan pasangan Herman Deru-Maphilinda (DerMa) dan penyebaran selebaran-selebaran yang isinya sangat merugikan pasangan Derma. Penyebaraan selebaran tersebut dilakukan di Kota Palembang. seperti Plaju, SU II, Simpang Musi II Sukatani, Tangga Buntung, Sako, Basuki Rahmat, Sukarame, Gandus, IB I, IB.II, IT I dan Bukit Kecil. Tim Advokasi YP Simanjuntak dan MH Situmorang SH menyampaikan sikap tegas dan mendesak KPU Sumsel, Bawaslu Sumsel untuk bertindak fair dan aktif melakukan pencegahan dan melakukan penindakan hukum secara tegas dan adil. Tim juga mendesak aparat kepolisian dan Bawaslu segera bertindak mengatasi tindakan black campaign tersebut. (sripoku)

penerimanya banyak bukan orang miskin. Sementara masyarakat yang diketahuinya benar-benar miskin dan sangat layak dibantu, tidak menerima dana bantuan dari pemerintah itu. Melihat kondisi tersebut diharapkan kepada pihak Dinas Sosial, Kantor Pos, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses penyaluran BLSM agar lebih selektif. Jika mendapatkan informasi ada penerima yang dinilai tidak berhak menerima BLSM, agar

kan dan bagi yang terbukti mampu tidak akan diberikan bantuan tahap kedua nanti. Ia menjelaskan khusus Kota Palembang, dalam kegiatan penyaluran dana BLSM tahap pertama yang mulai dilakukan pada 22 Juni 2013 melalui Kantor Pos dan kelurahan setempat, ditargetkan 72.178 rumah tangga sangat miskin (RTSM). Dengan adanya penerima BLSM tahap pertama terbukti tergolong keluarga mampu, diperkirakan target. (antara )

Pangdam Sriwijaya Minta Prajurit Pelajari Kasus Penyelundupan Palembang, JURNAL SUMATRAPangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Bambang Budi Waluyo minta kepada prajurit untuk mempelajari kasus penyelundupan barang terlarang di daerah ini. Selain itu juga harus pelajari studi kasus tentang penanganan aksi pembalakan liar, kata Pangdam dalam amanatnya pada upacara pembukaan Satgas Ops Pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Senin (26/8/2013). Pangdam mengatakan, selain itu pelajari penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dan Human Traficing di wilayah Kalimantan Barat. Memang, lanjut Pangdam, para prajurit TNI juga akan dibekali dengan keterampilan teknik dan taktik Navigasi darat khususnya membaca peta dan penggunaan GPS, teknik berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani berbagai masalah perbatasan. Selain itu teknik melaksanakan temu cepat dan lapor cepat serta kegiatan intelijen termasuk patroli keaman-

an, ujar Pangdam. Menurut dia, sebagaimana Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, masih menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman, terutama berkenaan dengan masalah penyelundupan dan pelintas batas sampai saat ini belum terselesaikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah mengambil langkah di antaranya dengan mengirim pasukan dalam melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan. Sehubungan itu diminta latihan Pratugas ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, disertai semangat dan disiplin yang tinggi, baik perorangan maupun satuan. Hal ini karena dengan latihan yang sungguh-sungguh dan realistis dalam segala aspek akan mempertajam naluri keprajuritan akan sangat berguna dalam pelaksanaan tugas operasi nanti, katanya. Lebih lanjut Pangdam mengatakan, untuk mengikuti semua kegiatan latihan dan laksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Cegah sekecil mungkin timbulnya kerugian baik personel maupun materiil, karena apapun kesalahan yang terjadi akan dapat menurunkan kualitas latihan. Selain tuntutan kemampuan dan

keterampilan dalam pelaksanaan tugas yang diharapkan setiap prajurit selalu tampil maksimal, dan memiliki sikap positif di lingkungan daerah latihan, kata dia. (antara ) email : jurnalsumatra@yahoo.co.id

CMYK

Palembang, JURNAL SUMATRA- Penetapan pejabat atau pelaksana tugas Bupati Musi Rawas Utara (Muaratara), Sumatera Selatan, masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri. “Untuk pelaksana tugas itu masih menunggu petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri,” kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Palembang, Selasa. Begitu pula pelaksanaan pembangunan di daerah otonomi baru Muaratara, juga masih menunggu petunjuk pelaksanaannya, kata dia. Yang jelas, katanya, Muratara telah resmi menjadi kabupaten baru, dan saat ini tinggal menunggu petunjuK tekhnis (Juknis) dari Kementerian Dalam Negeri. Menurut gubernur, setelah ada pelaksana tugas bupati maka pihaknya akan melakukan persiapan pemerintahan termasuk dewan. Lebih lanjut dia mengatakan, dalam menentukan pelaksana tugas Bupati Muratara nanti pihaknya tidak akan menunjuk secara sembarangan. Dalam menetapkan pejabat pelaksana tugas bupati, katanya, pihaknya akan mengusulkannya secara objektif dan yang telah memenuhi syarat. Setelah ada pejabat pelaksana tugas bupati, baru dimulai pengembangan kabupaten baru tersebut secara maksimal. Sementara Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Muratara Ahmad Syamsu Rizal saat halalbihalal dengan Gubernur Sumsel beberapa hari lalu juga mengingatkan agar penetapan pejabat bupati di daerah otonomi baru tersebut dilakukan secara obyektif. (antara)

Ketua Sub Komisi Reformasi Hukum dan Kebijakan pada Komnas Perempuan, Kunthi Tridewiyanti, usai menghadap Gubernur Sumsel Alex Noerdin kepada wartawan di Palembang, Selasa mengatakan, pihaknya menolak wacana tes keperawanan tersebut. Hal ini karena tes keperawanan akan merendahkan martabat perempuan, kata dia. Selain itu, lanjutnya, akan menurunkan motivasi perempuan dalam berperan serta di masyarakat.

“Karena itu, kami kurang setuju bila wacana tes keperawanan terhadap wanita, apalagi di sekolah,” katanya. Menurut dia, tes keperawanan sebagai bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan, sehingga bertentangan dengan konstitusi. Jadi, tindakan tersebut merendahkan derajat, martabat manusia dan bersifat diskriminatif terhadap perempuan. Dia juga prihatin, ada salah satu korban perkosaan ternyata mereka dikeluarkan dari sekolah. Padahal dia sebagai korban dan kejadian tersebut bukan kehendak mereka, ujar dia. Dia berpendapat, sebenarnya perempuan harus dilindungi sehingga tidak dijadikan korban kekerasan. Sementara gubernur menyambut baik atas kehadiran Komnas Perempuan ke provinsi ini karena sangat bermanfaat dalam perlindungan wanita. (antara )

Warga Palembang Harapkan Blsm Kedua Tepat Sasaran

Demokrat Hanya Usulkan 74 Caleg Dprd Sumsel

Palembang, JURNAL SUMATRA- DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan hanya mengusulkan sebanyak 74 orang calon legislatif untuk DPRD provinsi setempat pada pemilu 2014. “Kami hanya mengusulkan 74 orang calon legislatif dari 75 kursi di DPRD Sumsel,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan RHM Adi Rasyidi di Palembang, Selasa. Menurut dia, untuk daerah pemilihan Palembang I ada calon legislatif yang mengundurkan diri dan tidak diganti. Jadi, calon legislatif untuk daerah pemilihan Palembang I itu berkurang satu orang, karena mengundurkan diri, katanya. Ia mengatakan, calon legislatif dari partai itu sesuai dengan daftar calon tetap (DCT) yang sudah dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Sumsel tidak ada perubahan sama sekali, sesuai dengan daftar calon sementara (DCS). Mengenai target pemilu 2014, ia menyatakan, sesuai dengan anjuran DPP Partai Demokrat akan meraih kursi sebanyak mungkin atau sekitar 30 persen. “Kita harapkan sekitar 30 persen, tetapi paling tidak bisa mempertahankan perolehan yang ada sekarang yakni 13 kursi,” ujarnya. Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan Divisi Teknis, Herlambang mengatakan, jumlah calon legislatif yang masuk daftar calon tetap (DCT) sebanyak 863 orang dari 12 partai politik peserta pemilu 2014. Sebanyak 863 calon legislatif akan memperebutkan 75 kursi DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada pemilu 2014. Ratusan calon legislatif untuk DPRD Provinsi Sumatera Selatan itu akan bersaing di 10 daerah pemilihan pada pemilu mendatang, katanya.(antara)

7

Jurnal Palembang


8

„„

Jurnal Sumatra, Edisi 265 | kamis 29 agustus 2013

Jurnal Sport


Jurnal Sumatra Cetak 265