Page 1

PetaButa

Jatinangor


Jati Nangor Oleh

Mahasiswa Jurnalistik 2010 Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Padjadjaran


PetaButa - Jatinangor > iii

Jatinangor Jatinangor, kata ini mungkin terdengar masih asing bagi kebanyakan orang karena Jatinangor bukan merupakan sebuah kawasan yang terkenal. Kawasan ini hanya dikenal oleh orang-orang tertentu saja seperti mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Jatinangor dan orang-orang yang melintasi kawasan ini . Sebelum dibangunnya kawasan pendidikan di Jatinangor, daerah ini hanya sebuah lokasi perkebunan karet. Setelah berdatangan para mahasiswa dari berbagai daerah, Jatinangor terlihat lebih hidup. Wajah Jatinangor menjadi berubah dan tampak lebih modern dengan beberapa perubahan di berbagai bidang yakni perekonomian jatinangor yang juga semakin meningkat dengan berkembangnya usaha kost dan rumah makan. Terdapat dua sisi kehidupan masyarakat jatinangor, yaitu kehidupan yang bersifat modern yang disebabkan oleh para pendatang dan kehidupan masyarakat atau penduduk asli yang masih sederhana. Dua sisi kehidupan yang terdapat di Jatinangor menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial diantara masyarakat, karena penduduk asli menjadi terpinggirkan dengan banyaknya para pendatang yang lebih berkembang dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu kaum pribumi menjadi terpinggirkan karena mereka tidak mempunyai modal untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya. Biaya hidup di Jatinangor semakin hari semakin mahal jika dipandang oleh kaum pribumi karena terseret oleh kehidupan dan kebiasaan yang dibawa oleh para pendatang. Letak geografis Jatinangor diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Manglayang dan Gunung Geulis. Kedua gunung ini membawa daya tarik tersendiri sehingga banyak pengunjung yang tertarik untuk mendaki kedua gunung tersebut. Gunung Manglayang dan Gunung Geulis menjadi objek wisata yang digemari, karena dari puncak kedua gunung ini, suasana Jatinangor bisa terlihat jelas. Selain itu, udara di kawasan pegunungan yang sejuk membuat para pengunjung yang datang merasa nyaman berada di Jatinangor. Seiring dengan berkembangnya pembangunan yang ada, identitas awal Jatinangor tetap tidak hilang. Hamparan sawah dan perkebunan masih terlihat di beberapa sudut wilayah Jatinangor yang membuat suasana menjadi asri. Namun karena banyak dilakukan pembangunan menyebabkan lahan hijau yang ditanami pepohonan menjadi berkurang sehingga suhu Jatinangor berubah menjadi tidak sesejuk sebelumnya. Perbincangan mengenai Jatinangor seakan tidak pernah berhenti seiring dengan banyaknya mitos, sejarah, kebudayaan hingga kuliner. Hal-hal tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang. Salah satu tempat bersejarah yang masih terkenal sampai saat ini adalah Jembatan Cincin. Di balik kekokohan jembatan yang dibuat pada masa kekuasaan Belanda, Jembatan Cincin memiliki cerita tersendiri dikalangan masyarakat luas. Selain itu, masih ada lagi tempat lain yang bersejarah di Jatinangor. Untuk bisa menempuh Jatinangor memang tidak begitu sulit karena Jatinangor berada di jalur utama perjalanan menuju Sumedang, Cirebon, dan arah sebaliknya. Selain itu Jatinangor berada tidak Jauh dari pintu tol Cileunyi sehingga akses menuju Jatinangor menjadi semakin mudah. Banyak hal yang dapat digali di Jatinangor seperti kebudayaan dan keseniannya yang sudah ada sejak dulu. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Jatinangor, dalam buku ini kami menyajikan informasi seputar jatinangor secara lengkap dan mendalam. Anda akan merasakan sensasi dan nuansa yang berbeda ketika menginjakkan kaki di Jatinangor.


PetaButa - Jatinangor > iv

Daftar Isi Unit 1 Sejarah

1

-Etimologi kata Jatinangor -Sejarah

Unit 2 Wilayah Jatinangor

5

-Peta -Pembagian Wilayah

Unit 3 Pemerintahan dan Administratif

7

- Pemerintahan -Administratif

Unit 4 Geografis dan Alam

10

-Geografis -Keadaan Alam

Unit 5 Tempat Bersejarah dan Wisata

13

-Tempat Bersejarah -Tempat Wisata

Unit 6 Perekonomian

18

-Perekonomian

Unit 7 Demografis

20

-Demografis

Unit 8 Seni dan Budaya

22

-Seni dan Budaya

Unit 9 Jatinangor Trave -Kuliner -Jarak -Cara menuju di Jatinangor -Penginapan Daftar Pustaka

26l


Sejarah


PetaButa - Jatinangor > 2

Nama Jatinangor sebagai nama kecamatan baru dipakai sejak tahun 2000-an. Sebelumnya, kecamatan ini bernama Cikeruh. Nama Jatinangor sendiri adalah nama blok perkebunan di kaki Gunung Manglayang yang kemudian dijadikan kompleks kampus sejumlah perguruan tinggi di sana. Dari Topografische Kaart Blaad L.XXV tahun 1908 dan Blaad H.XXV tahun 1909 yang diterbitkan oleh Topografische Dienst van Nederlands Oost Indie, telah dijumpai nama Jatinangor di tempat yang sekarang juga bernama Jatinangor. Ketika itu, daerah Jatinangor termasuk ke dalam Afdeeling Soemedang, District Tandjoengsari (EYD : Tanjungsari). Nama Cikeruh sendiri diambil dari sungai (Ci Keruh; yang berarti air keruh) yang melintasi kecamatan tersebut. Pada Peta Rupabumi Digital Indonesia No. 1209-301 Edisi I tahun 2001 Lembar Cicalengka yang diterbitkan oleh BAKOSURTANAL masih dijumpai nama Kecamatan Cikeruh untuk daerah yang saat ini dikenal sebagai Kecamatan Jatinangor. Pada beberapa dokumen resmi dan setengah resmi saat ini, masih digunakan nama Kecamatan Cikeruh.

Asal-usul nama Jatinangor Banyak pendapat dan opini dari masyarakat tentang asal mula pemberian nama Jatinangor. Ada yang mengatakan bahwa ada dua pohon jati di perkebunan karet yang selalu tampak muda walaupun sudah ada sebelum perkebunan karet tersebut ada. Berdasarkan istilah Sunda, maka masyarakat memberikan nama daerah tersebut dengan kata Jatinangora, yang diambil dari dua suku kata yaitu “Jati” yang berarti Pohon jati dan “Ngora” yang berarti muda.Seiring berjalannya waktu, huruf “A” di belakang kata Jatinangora mulai dihilangkan masyarakat karena kebiasaan mereka. Sampai akhirnya menjadi sebuah nama Jatinangor yang saat ini dikenal. Pedapat lainnya mengatakan bahwa istilah Jatinangor diambil dari sebuah nama tumbuhan yang tumbuh di Amerika. Karena pemilik pekerbunan, Baroon Baud sangat menyukai tumbuhan. Jadi nama Jatinangor diberikan oleh Baroon Daud dari salah satu tumbuhan. Jatinangor dimasa Penjajahan Pada tahun 1825 hingga tahun 1830-an pemerintahan Hindia Belanda pada masa colonial mengalami krisis keuangan akibat kerugian yang ditimbulkan seusai perang diponogoro. Hingga akhirnya pemerintahan Belanda melakukan tanam paksa di seluruh daerah kekuasaannya, termasuk Jatinangor. Jatinangor sempat dikenal sebagai daerah penghasil rempahrempah dari perkebunan yang dibangun dan dimiliki oleh pemerintah Belanda.

Seorang pria berkebangasaan Jerman menanam modal pada perkebunan yang dimiliki oleh pemerintah belanda. Sampai akhirnya dia mengambil alih perkebunan dan menanam karet pada perkebunan yang diberi nama kultuur onder nemingen van maatschappij Baud. Perkebunan yang dimiliki oleh Baud memiliki luas 962 Ha yang diperkirakan mencakup daerah kampus IPDN hingga kaki gunung Manglayang. Profesi masyarakat saat itu adalah sebagai pegawai tanam paksa yang bertugas sebagai pemetik teh dan buruh tani. Mereka bekerja sejak pukul 4 subuh hingga mnejelang sore. Pada masa penjajahan Jepang sebagian wilayah perkebunan dibakar karena produksi rempah seperti kopi dan teh kurang berguna untuk kegiatan militer yang saat itu sedang dibutuhkan oleh tentara Jepang. Sejarah Pembangunan Pembangunan gedung-gedung dan fasilitas yang tersisa dan bersejarah di Jatinangor saat ini adalah Menara Loji dan Jembatan Cincin atau Jembatan Si Gombar. Menara Loji didirikan oleh pemerintahan Hindia Belanda yang saat itu memiliki p e r ke b u n a n s e b a g a i s i r e n e y a n g menandakan kegiatan pekerja diperkebunan karet. Sirine dibunyikan sebanyak tiga kali daam sehari, yakni pada pukul 05.00 yang menandakan para pekerja diharuskan menyadap getah karet. Sirine kedua dibunyikan pada pukul 10.00 yang menandakan pegawai mengumpulkan -

Sejarah

Etimologi Kata Jatinangor


Sejarah

3 < PetaButa - Jatinangor mangkuk yang berisi getah karet. Bunyi lonceng terakhir terdengar pada pukul 14.00 yang menandakan berakhirnya kegiatan diperkebunan. Sekitar pada tahun 1980 lonceng dari Menara Loji dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dan sampai saat ini masih belum ditemukan jejak kemana hilangnya lonceng tersebut. Jembatan Cincin atau biasa masyarakat menyebutnya Jembatan Si Gombar dibangun pada bulan Februari pada tahun 1918 oleh perusahaan kereta api Belanda yang bernama Staat Spoorwegen Verenigh Spoorweg Bedrijf. Jembatan ini awal mulanya digunakan untuk mengangkut karet. Selain sebagai jalur kereta pengangkut karet jembatan ini merupakan jalur kereta Sumedang â&#x20AC;&#x201C; Bandung, rencana awal jalur kereta adalah Rancaekek â&#x20AC;&#x201C; Jatinangor â&#x20AC;&#x201C; Citali Tanjung Sari yang diperkirakan memiliki jarak 15Km yang dibangun pada tahun 1917.

Namun pembangunan jalur kereta ini ditangguhkan disebabkan oleh kekurangan alat. Pada masa penjajahan Jepang, tepatnya pada tahun 1943 besi-besi pada rel kereta tersebut dibongkar dan dijual oleh pemerintah jepang karena Jepang butuh biaya perang. Ini adalah awal dari revolusi pembangunan di Jatinangor. Bahkan pegawai kereta api diangkut dan dibawa ke Birma. Sampai saat ini Jembatan Cincin berguna sebagai jembatan penghubung yang biasa digunakan masyarakat untuk beraktifitas. Selain itu jalan raya Jatinangor yang berjarak 4,83 Km yang menghubungkan antara Bandung â&#x20AC;&#x201C; Sumedang merupakan penggalan dari De Groote Post Way (Jalan Raya Post) yang dibangun pada tahun 1808 dibawah perintah Herman Wiliam Daendels.

Asal Muasal Desa di Jatinangor

Gambar Menara Loji Bekas Sejarah Jatinangor

Ada sebanyak sembilan desa yang ada di jatinangor. desa-desa tersebut memiliki sejarah dan pemamaan yang beragam makna dan cara pemilihannya, desa-desa tersebut antara lain adalah: Desa Cikeruh Desa ini sudah ada sejak tahun 1930-an. Desa ini awalnya merupakan bagian dari distrik tanjung sari yang memisahkan diri dari pemekaran yang terjadi pada tahun 1934. Asal mula nama cikeruh sendiri berasal dari sebuah sungai yang melintasi desa tersebut yang selalu berair keruh. Desa Sayang Desa ini sudah ada sejak tahun 1935 dan masyarakat serta leluhur sudah member nama tersebut sejak dahulu. Desa ini memiliki luas 270 Ha. Desa Cibeusi Desa ini berdiri pada tahun 1983, nama dari desa ini sendiri diambil dari nama sungai, sungai Cibeusi oleh tokoh kuat desa tersebut, Mama H Mustoafa, awalnya desa ini bernama desa Cipacing. Desa Jatiroke Desa ini diberi nama jatiroke berdasarkan dua suku kata yakni jati yang berarti pohon jati dan roke yang dalam bahasa sunda m e m i l i k i a r t i b a nya k . M a sya ra kat memberikan nama tersebut karena pada


PetaButa - Jatinangor > 4

diusulkan oleh beberapa masyarakat memiliki unsure kata mulya, maka dengan hasil musyawarah panitia menetapkan kata cinta menjadi awal dari nama desa tersebut yang merupakan symbol dari kebersamaan. Desa Mekar Galih Desa ini merupakan pemekaran dari desa Sayang yang dilakukan pada tahun 1983. Awalnya pemberian nama desa ini akan diputuskan menjadi Sirna Galih, tetapi banyak pendapat mengatakan bahwa nama tersebut kurang pantas digunakan sehingga nama Mekar Galih pun ditetapkan menjadi nama desa dan nama Sirna Galih dijadikan sebagai nama sebuah pemakaman umum yang terletak dipinggir jalan didaerah jalan raya sayang saat ini. Desa Jati Mukti Desa ini berdiri pada tahun 1984 dari pemekaran desa Jatiroke. Nama Jati Mukti dipilih dari serapan dari nama desa sebelum pemekatan yaitu Jati yang merupakan pemaknaan dari pohon jati dan mukti dipilih karena dalam bahasa sunda mukti memiliki arti kemakmuran dan kesejahteraan. Dari kedua kata tersebut dapat diartikan pohon jati yang membawa kemakmuran.

Sejarah

zaman dahulu leluhur mereka mengatakan bahwa jatinangor memiliki banyak sekali pohon jati. Desa ini memiliki luas sebesar 209 Hektar. Hegarmanah Pemberian nama desa ini berasal dari dua buah suku kata dalam bahasa sunda yakni Hegar yang berarti bersih pemikiran dan manah yang berarti hati nurani. Pendiri desa ini berharap dengan nama tersebut masyarakat yang tinggal di desa ini memliki hati yang carah. Desa Hegarmanah sendiri merupakan pemekaran dari desa cikeruh yang dipisahkan pada tahun 1983. Desa Cileles Penamaan desa ini diambil dari kata les yang dalam bahasa sunda berarti mengendalikan. Les sendiri merupakan asesoris yang digunakan sebagai alat pengendali dalam berkuda. Desa Cinta Mulya Desa ini berdiri pada tahun 1983 berdasarkan musyawarah yang dipimpin oleh panitia pemekaran yang dibentuk saat itu. Pemberian nama desa ini diambil dari pendapat berbagai pendapat masyarakat setempat. Kebetulan seluruh nama yang


Pembagian Wilayah


PetaButa - Jatinangor > 6

Pembagian Wilayah

Pembagian Wilayah di Jatinangor Kecamatan Jatinangor terbagi ke dalam 12 desa. Dahulu Jatinangor hanya terbagi menjadi enam desa sebelum terjadinya pemekaran wilayah menjadi 12 desa. Pemekaran wilayah dilakukan setelah ada musyawarah antara pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat. Berikut Desa yang terbagi dalam wilayah Jatinangor. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Desa Cikeruh Desa Hegarmanah Desa Cibeusi Desa Cipacing Desa Sayang Desa Mekargalih

7. 8. 9. 10. 11. 12.

Desa Cintamulya Desa Jatimukti Desa Cisempur Desa Jatiroke Desa Cilayung Desa Cileles


Pemerintahan dan Administratif


PetaButa - Jatinangor > 8

Pemerintahan & Administratif


Pemerintahan & Administratif

9 < PetaButa - Jatinangor


Lonely Planet - Jatinangor > 6

Geografis dan Alam


PetaButa - Jatinangor > 11

Geografis dan Keadaan Alam


Geografis dan Keadaan Alam

12 < PetaButa

- Jatinangor


Tempat Bersejarah dan Tempat Wisata


PetaButa - Jatinangor > 14

Tempat Bersejarah Tempat Wisata


Tempat Bersejarah Tempat Wisata

15 < PetaButa - Jatinangor


PetaButa - Jatinangor > 16

Tempat Bersejarah Tempat Wisata


Tempat Bersejarah Tempat Wisata

17 < PetaButa - Jatinangor


Perekonomian


PetaButa - Jatinangor > 19

Perekonomian


Demografis


PetaButa - Jatinangor > 21

Demografis


Seni dan Budaya


PetaButa - Jatinangor > 23

Seni & Budaya Menurut sosiolog Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, budaya adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Kesenian lahir karena adanya kebudayaan. Hampir setiap daerah memiliki kesenian khas daerah masing-masing. Jatinangor berkembang sebagai suatu kawasan pendidikan yang marak akan pembangunan di berbagai sektor. Saat ini pun Jatinangor disesaki oleh para pendatang yang berlatarbelakang kultural yang berbeda. Namun, budaya asli Jatinangor tidak luntur dan tetap bertahan hingga kini meskipun keberadaannya kurang terlihat eksistensinya. Terkadang pendatang sama sekali tidak dapat mencium Jatinangor memiliki kebudayaan khas seperti Gotong Domba dan Cikeruhan. Kebudayaan dan kesenian yang berkembang di Jatinangor tidak jauh berbeda dengan kebudayaan di tanah Sunda lainnya, seperti adat istiadat, pernikahan, bahasa, alat-alat tradisional, pakaian, dan rumah adat. Meskipun demikian, Jatinangor masih memiliki keistimewaan budaya dan seni yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Budaya khas Jatinangor ini bisa ditilik di Sanggar Motekar, yang terletak di desa Cikeruh, Sayang, Jatinangor.

juga dapat digunakan untuk mengiringinya. Gotong Domba dilakukan oleh empat orang yang menggotong satu atau dua domba. Domba yang digotong adalah jenis replika domba yang memang mirip seperti bentuk asli domba itu sendiri. Patung atau replika domba terbuat dari kayu yang berbentuk domba yang kemudian dihiasi dengan bulu, tanduk dan, tengkorak kepala asli domba sehingga mirip dengan bentuk domba aslinya. Bulu yang digunakan untuk menghiasi patung domba menggunakan bulu domba asal Australia karena bulu tersebut tidak mudah rontok. Sementara itu, kedua bola mata patung domba terbuat dari kelereng yang tampak mengkilap jika pementasan dilakukan pada siang hari. Awal mulanya, kesenian Gotong Domba ditemukan oleh warga desa Kiaraberes yang terletak di daerah Ke ca m ata n J at i n a n g o r, Ka b u p ate n Sumedang, Jawa Barat. Kesenian ini terbentuk pada bulan Agustus 1998. Awalnya replika domba diarak warga kampung untuk meramaikan acara Agustusan. Sejak itu, masyarakat tradisional Jatinangor menjadikan patung domba menjadi ikon dalam setiap kegiatan.

Kesenian Gotong Domba

Pada mulanya, patung domba ditarik selayaknya domba asli. Namun, karena hal tersebut menyebabkan patung domba sering terinjak-injak dan lebih cepat rusak sehingga pada akhirnya dengan kesepakatan bersama patung domba itu pun digotong oleh empat orang. Setelah itu, kesenian ini semakin berkembang yaitu dengan diiringi tabuhan. Karena masyarakat memiliki grup kesenian reog dimana yang memainkannya adalah masyarakat asli kampung sehingga alat musik reog pun sering dimainkan untuk mengiringi

Seni dan Budaya

Gotong Domba, adalah jenis kesenian tradisional Jatinangor yang dilakukan dengan menari sambil menggotong domba yang diarak dengan diiringi musik dan nyanyian. Alat musik yang mengiringinya adalah dok-dok, terompet pecak, goong, bedug, kecrek dan juga dapat ditambahkan oleh alat musik lain seperti angklung, gitar. Lagu yang dimainkan untuk mengiringi kesenian ini adalah bebas. Hanya saja, ketika tahun 2006 seorang warga menciptakan lagu berjudul Gotong Domba untuk menjadi pengiring kesenian ini. Meskipun demikian, lagu apapun, baik lagu dangdut maupun lagu tradisional Sunda lainnya juga dapat digunakan untuk mengiringi kesenian ini. Bahkan, musik Cikeuruhan (musik ketuk tilu)


24 < PetaButa

- Jatinangor

kesenian Gotong Domba. Kemudian, beberapa orang pun akhirnya bergantian menggotong domba dengan diiringi tarian khas yang diciptakan oleh warga asli Jatinangor. Kesenian ini diakui Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai kesenian khas Sumedang pada tahun 2002. Sejak saat itu, banyak masyarakat yang menanggap kesenian tradisional ini dalam acara Sunatan untuk menjadi kendaraan yang mengarakarak anak yang disunat. Selain itu, kesenian Gotong Domba juga sering digunakan untuk acara peresmian atau acara penyambutan tamu. Kesenian ini masih terus dilestarikan hingga saat ini.

atau disebut nayaga, penyanyi atau disebut dengan sinden, dan ronggeng atau penari. Alat musik yang dipakai antara lain rebab, kendang, tiga buah ketuk atau kenong, dan, goong, dan kerek. Cara memainkan rebab yaitu dengan digesek seperti memainkan biola, kemudian ketukan pemukulan kendang sangat berbeda dengan pemukulan kendang pada gamelan atau beberapa tarian lain yang diiringi kendang. Ciri khas lain dari Cikeruhan yaitu permainan musik dengan tiga kenong atau dalam bahasa sunda ketuk tilu sehingga cikeruhan ini lebih sering disebut Ketuk Tilu. Permainan musik oleh para nayaga ini tidak dipatok teori dan hanya bersifat praktisi. Permainan musik pada tari

Cikeruhan atau Ketuk Tilu

Seni dan Budaya

Ketika daerah Betawi terkenal dengan tari Jaipongnya maka Jatinangor tidak kalah dengan tarian daerah yang merupakan salah satu kekayaan Jatinangor yaitu Cikeruhan. Tari Cikeruhan dikenal masyarakat Jatinangor dari zaman dahulu. Awal mula tari ini yaitu saat masyarakat Jatinangor merayakan panen raya dengan berkumpul dan menciptakan bunyi-bunyian, kemudian karena dirasa kurang lengkap jika hanya bunyi maka berkembanglah kemudian tradisi memukul-mukul sesuatu yang menimbulkan bunyi ini kemudian dilengkapi dengan kehadiran penari atau yang disebut ronggeng dan nyanyian yang dibawakan sinden.

Tahun 1970-an tari Cikeruhan semakin populer sebagai salah satu tarian rakyat dan tarian pergaulan di Jatinangor yang merupakan tarian asli yang berasal dari masyarakat Jatinangor. Tarian ini dimainkan setidaknya oleh tujuh orang. Permainan ini terdiri dari tiga unsur, yaitu pemain musik

Cikeruhan hanya berdasarkan harmonisasi rasa para pemain. Isi musik yang dimainkan dalam tari cikeruhan tidak selalu sama dari satu permainan ke permainan selanjutnya atau permainan di waktu dan tempat yang lain, tapi tiap pembuka dan penutup tari cikeruhan ini musik yang dimainkan selalu sama. Harmonisasi seorang pemain kendang, seorang penggesek rebab, seorang pemukul goong, dan seorang pemain kerek berkolaborasi dengan sinden yang menyanyikan sebuah lagu dengan macammacam judul untuk jenis tarian Cikeruhan. Beberapa judul untuk sindenan tari Cikeruhan yaitu; Geboi, Kangsreng, Rayakrayak, Awinga Labuh. Semua judul lagu


PetaButa - Jatinangor > 25

untuk tari Cikeruhan ini tidak ada aturan baku sair, tapi yang menjadi pembeda antara satu judul dengan judul lagu lainnya yaitu pemakaian nada pada tiap judul lagu. Sair yang dinyanyikan dalam Cikeruhan ini tergantung pada kemampuan sinden menghafal banyaknya sesindiran. Sesindiran adalah semacam persajakan pantung yang saling mengait terdiri dari dua baris sampiran dan dua baris isi. Gerakan tari cikeruhan tidak dipatok oleh suatu gerakan yang baku melainkan merupakan gerakan kembangan atau improvisasi penari. Keindahan dan keluwesan tarian sangat ditentukan oleh kemampuan menari sang ronggeng. Semakin lincah dan lihai penari, maka semakin banyak orang mengidolakan ronggeng tersebut. Ronggeng sebagai titik utama perhatian cikeruhan tidak memakai pakaian yang mewah tetapi hanya sekadarnya saja, kebaya, kain dan selendang yang disampirkan di leher. Begitu juga dengan pemain cikeruhan yang lainnya hanya pakaian biasa saja karena pada dasarnya tari cikeruhan ini adalah tarian rakyat yang dan tari pergaulan rakyat. Saat ini tari cikeruhan banyak digunakan untuk sarana mencari uang yaitu mengamen, menyambut tamu, acara pernikahan, maupun sebuah hiburan setelah peresmian suatu tempat khususnya di daerah kecamatan Jatinangor. Tari Cikeruhan dilestarikan oleh beberapa penggiat kelestarian budaya Jatinangor, salah satunya yaitu Sanggar Motekar

Selain Gotong Domba dan Cikeruhan yang menjadi kesenian dan kebudayaan khas Jatinangor, sebagai bagian dari suku Sunda, masyarakat Jatinangor juga tidak terlepas dari tradisi budaya Sunda yang dipakai dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari seperti ketika mengadakan prosesi upacara pernikahan, kematian, maupun tradisi lainnya.

Upacara Pernikahan U m u m ny a d a l a m p ro s e s i u p a c a ra pernikahan adat Sunda kita mengenal yang

Peringatan Kematian Kebudayaan suatu wilayah pasti tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat setempat. Mayoritas penduduk Jatinangor adalah muslim. Tahlilan menjadi salah satu tradisi lama yang hingga kini masih dianut oleh masyarakat. Tahlilan adalah kegiatan mendoakan orang yang telah meninggal. Tahlilan umumnya dilakukan pada malam hari. Dalam tradisi tahlilan ada yang disebut tiluna, tujuhna, matang puluh, natus, melak taun, dan newu. Tiluna artinya malam ketiga tahlil, tilu berarti tiga dalam bahasa Sunda. Begitu pula dengan tujuhna berarti tahlilan malam ketujuh. Yang membedakan hari ketiga serta ketujuh dengan hari hari lainnya dari makanan yang biasa disajikan oleh keluarga orang yang meninggal. Matang puluh artinya tahlil memperingati empat puluh hari setelah wafat. Natus memperingati seratus hari wafat. Melak tahun memperingati setelah satu tahun wafat. Newu memperingati seribu hari setelah wafat. Di samping dua tradisi tadi masih banyak lagi tradisi khas masyarakat Sunda khususnya Jatinangor. Tradisi di suatu masyarakat menjadi salah satu kebudayaan yang harus terus dijaga kelestariaannya di tengah kehidupan saat ini yang semakin modern.

Seni dan Budaya

Kebudayaan

disebut nyeungeut suereuh. Nyeungeut seureuh adalah proses membakar berbagai tumbuhan di antaranya seureuh, pinang dalam bahasa Sunda disebut jambe, beras, kunyit, dan sebagainya. Selain tradisi nyeungeut seureuh, ada juga yang disebut nincak endog (injak telur). Prosesi ini dilakukan setelah ijab Kabul ketika pasangan pengantin hendak masuk lagi ke singgasana pelaminan. Pengantin pria menginjak telur lalu pengantin wanita membasuh kaki pengantin pria. Hal ini mempunyai makna bahwa istri harus tunduk dan mengabdi pada suami. Setelah itu ada yang disebut saweran. Dalam tradisi ini, pasangan pengantin duduk berdampingan sementara keluarga besar mereka melemparkan atau nyawer berupa uang, permen, serta makanan kecil lainnya. Tradisi lain yang dilakukan saat upacara pernikahan yaitu sungkeman dan siraman.


Jatinangor Travel


PetaButa - Jatinangor > 27

dok

Cara Menuju Jatinangor

Jatinangor Travel

Bagi Anda yang ingin ke Jatinangor, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dulu peta Jatinangor dan jalan menuju jatinangor. Seperti yang kita tahu jatinangor berada di ujung barat Kabupaten Sumedang, berbatasan dengan Kabupaten Bandung, Jatinangor terletak di KM 21 arah Bandung menuju Sumedang, di daerah ini terdapat beberapa Universitas yang cukup ternama, sebut saja Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN), Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN), dan juga baru pindah salah satu institusi pendidikan ternama lainnya, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Mungkin ini juga yang menjadi salah satu daya tarik kecamatan Jatinangor banyak di kunjungi oleh orang-orang terutama para mahasiswa dan calon mahasiswa yang ingin menuntut ilmu di salah satu universitas tersebut. Di Jatinangor terdapat satu jalan utama yang menghubungkan Sumedang dan Bandung, yaitu Jalan Raya Jatinangor, jalan ini biasa dilalui kendaraan-kendaraan yang ingin ke Bandung dari Sumedang dan sebaliknya. Terdapat beberapa cara menuju Jatinangor, tergantung dari mana dan dengan apa anda ke Jatinangor, apakah menggunakan alat transportasi pribadi atau dengan alat transportasi umum. Apabila

menggunakan alat transportasi umum anda bisa menggunakan bus antar kota kota, angkutan kota, travel sampai ojek. Kalau kendaraan pribadi anda bisa memakai mobil dan sepeda motor. Untuk anda yang memilih kendaraan umum ke Jatinangor dari arah Kota Bandung , anda bisa menggunakan angkutan kota, atau bus kota. Jika lokasi anda dilewati bus Damri trayek 7 jurusan Dipati Ukur â&#x20AC;&#x201C; Jatinangor, anda bisa memilih alat transportasi tersebut untuk ke Jatinangor dengan tarif Rp5000 untuk bus AC dan Rp3500 untuk bus non AC. Bila lokasi anda dilewati bus Damri trayek 6 jurusan Elang â&#x20AC;&#x201C; Jatinangor anda bisa memilih bus ini untuk Ke Jatinangor dengan tarif sama dengan tarif bus Damri jurusan Dipati Ukur â&#x20AC;&#x201C; Jatinangor. Selain dua trayek bus Damri tadi masih ada satu trayek Damri lagi yang bisa menjadi alternatif bagi anda menuju Jatinangor. Trayek tersebut adalah trayek 8 jurusan Kebon Kalapa â&#x20AC;&#x201C; Jatinangor.tarif yang dipasang oleh trayek ini hanya berbeda Rp500 dari dua trayek sebelumnya. Itu kalau dengan alat transportasi umum, kalau dengan kendaraan pribadi anda bisa lewat tol atau tidak, kalau tidak lewat tol anda hanya tinggal melalui jalan raya soekarno-hatta menuju Jatinangor, sedangkan melewati tol anda bisa memilih beberapa pintu tol menuju Jatinangor, bisa pintu tol Pasteur, M. Toha, Kopo, Pasir Koja, dan Buah Batu, tarif yang berlaku beragam, sekitar tujuh ribuan.


28 < PetaButa

- Jatinangor

Itu kalau dari Bandung, kalau dari Sumedang, anda bisa menggunakan transportasi bis Sahabat dan Bhineka dengan tarif empat ribu, sedangkan dengan kendaraan pribadi anda hanya perlu melalui jalan raya Sumedang-Bandung, dan di KM 21 dari Bandung anda akan sampai di Jatinangor. Kalau anda dari Jakarta ada banyak pilihan menuju Jatinangor dengan kendaraan umum, diantaranya bus Primajasa, doa ibu, Kurnia Bakti dan Wanaraja, selain bis itu anda bisa memilih bis yang jurusannya menuju Tasik, atau Garut yang melewati cileunyi, anda cukup turun di Cileunyi dan melanjutkan dengan angkot jurusan sumedang, tarif yang berlaku sekitar dua puluh ribu sampai enam puluh ribuan. Sedangkan dengan kendaraan pribadi bisa melewati tol cikampek menuju cipularang dan keluar di pintu tol cileunyi. Dari arah jawa tengah bisa melewati Tasik lalu Nagreg dan di pertigaan cileunyi ambil arah kanan menuju Sumedang. Jatinangor yang banyak terdapat intitusi pendidikan tadi banyak juga diisi oleh mahasiswa-mahasiswa dari daerah lain di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, dan daerah lain di Indonesia, ini juga memberikan peluang bagi beberapa travel yang menyediakan transportasi langsung dari bandara Soekarno-Hatta ke Jatinangor. Tarif yang berlaku bagi traveltravel tersebut beragam, mulai dari seratus ribuan sampai dua ratus ribuan, tergantung bagaimana kita menawar kembali tarif travel tersebut.

Penginapan

Hotel dengan taraf bintang 3 di daerah Jatinangor ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pintu tol Cileunyi dan dekat dengan pusat keramaian Jatinangor. Jumlah kamar sebanyak 68 berbagai tipe terbagi dalam tiga lantai dengan fasilitas lift untuk memudahkan pengunjung mencapai lantai kamar. Salah satu fasilitas yang tidak dimiliki oleh hotel lain di Jatinangor adalah kolam renang, karaoke, dan tempat fitness. Khusus untuk kolam renang, pihak Puri Khatulistiwa Hotel memperbolehkan pengunjung umum untuk menggunakannya dengan biaya Rp 20.000,00.

Tipe & Harga Kamar – Type & Room Rates:  Standard – Rp 425.000,00 ++ / nett Superior – Rp 550.000,00 ++ / nett Deluxe – Rp 700.000,00 ++ / net Suite – Rp 1.750.000,00 ++ / nett Fasilitas – Facilities:

Jatinangor Travel

Puri Khatulistiwa Hotel

Puri Restaurant Garden Café Khatulistiwa Convention Hall Karaoke Fitness Area Swimming Pool Jalan Raya Jatinangor KM 20 Bandung 45363 No Telp. (022) 7791000, 7797060 Fax. (022) 7791444


PetaButa - Jatinangor > 29

Bungamas Tempat penginapan Bunga Mas sangat menjadi pilihan bagi Anda yang mempunyai biaya terbatas namun menginginkan penginapan yang nyaman.Biaya yang harus dikeluarkan untuk menginap di Bunga Mas sebesar Rp 200.000.fasilitas yang disediakan yaitu ranjang ukuran besar, meja, kursi, lemari, televisi, AC dan kamar mandi. Lokasi penginapan ini cukup strategis, terdapat di depan pejalan kaki gerbang lama Unpad. Di depan penginapan juga banyak pedagangpedagang makanan sehingga Anda tidak akan kesulitan mencari makanan diluar.

menit jika dari Bandung. Letaknya strategis karena berada di sekitar kampus UNPAD, IPDN, dan IKOPIN, serta pusat perbelanjaan Jatinangor. Untuk pemesanan kamar bisa dilakukan melalui telepon dengan transfer uang muka terlebih dahulu. Check out pukul 13.00 PM.

*Weekdays (Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday) *Weekend (Friday, Saturday) & Public Holiday Fasilitas Hot & Cold WaterAC & Telepon  Televisi National & International Telkom Vision  Included Breakfast  Laundry  Meeting Room  Garden Restaurant Jl. Raya Jatinangor No. 13-15, Jatinangor 45363, Indonesia

Jalan Raya Jatinangor KM 21 (seberang gerbang lama Unpad; sebelah alfamart) No Telp. 022-93280282

Jatinangor Hotel & Restaurant

Hotel Citra Papan 1 Jatinangor Travel

Jatinangor Hotel & Restaurant terletak dekat dari Gerbang Tol Padaleunyi dan hanya 30

Hotel ini termasuk tempat penginapan yang


30 < PetaButa

- Jatinangor

sangat terjangkau harganya.Letaknya pun strategis, karena dekat dengan jalan raya dan berbagai fasilitas umum di Jatinangor.Luas parkir di Hotel Citra Papan 1 ini memang kurang luas, namun masih mampu menampung 5-7 mobil.Bila bosan dengan makanan hotel, di sekitar Citra Papan 1 terdapat tempat makan yang berderet. Tipe & Harga Kamar – Type & Room Rates Tipe 1 – Rp 120.000,00 / nett Tipe 2 – Rp 130.000,00 / nett Tipe 3 – Rp 140.000,00 / nett Fasilitas – Facilities  Kamar mandi dalam  TV berwarna  Parkir nyaman  Keamanan terjamin  Lokasi strategis Jalan Raya Jatinangor No. 21, Jatinangor (022) 7798677

Wisma Caringin

Jatinangor Travel

Selain banyaknya hotel di Jatinangor, juga terdapat tempat penginapan dengan fasilitas yang sesuai dengan harga per malamnya, salah satunya adalah Wisma Caringin.Tidak terlalu banyak fasilitas yang ditawarkan oleh penginapan ini; hanya kamar mandi dalam dan tempat tidur yang cukup untuk 4 orang per kamarnya.Wisma Caringin tampak lebih cocok untuk digunakan beramai-ramai, bukan hanya sekeluarga atau satu orang yang menginap karena mirip dengan mess.

Tipe & Harga Kamar – Type & Room Rates  Semua kamar – Rp 200.000,00 / nett Fasilitas – Facilities  Kamar mandi dalam  Kapasitas 4 orang per kamar  Tempat parkir luas  Convention room Jalan Raya Jatinangor Gang Caringin No 1, Jatinangor No Telp. (022) 7798022

Hotel La Fasa Hotel La Fasa merupakan penginapan yang cocok jika Anda membawa keluarga berkunjung ke Jatinangor. Suasananya yang tenang akan membuat Anda seperti merasa sedang berada di rumah sendiri. Hotel ini mudah ditemukan karena lokasinya yang berada di pinggir jalan utama. Selain itu, Hotel La Fasa dapat ditempuh dalam waktu 5 hingga 10 menit perjalanan dari Gerbang Tol Cileunyi serta hanya membutuhkan 5 menit perjalanan ke Jatinangor Town Square. Rate harga kamar dengan fasilitas yang bervariasi disuguhkan sesuai dengan kebutuhan Anda.Mulai dari kamar dengan fasilitas Air Conditioner (AC), air panas, hingga kipas angin tersedia di sini.Tergantung pilihan Anda.

Room Rate : V I P Fa m i l y Ro o m : Rp. 450.000,- / nett Family Room: Rp. 400.000,/ nett Deluxe: Rp. 350.000,- / nett Superior: Rp. 300.000,- / nett Standard + Fan: Rp. 250.000,/nett Standard: Rp. 230.000,-/nett Alamat : Jl. Raya Jatinangor No. 54, Jatinangor – Sumedang


PetaButa - Jatinangor > 31

Kuliner Terdapat beraneka ragam kuliner yang ada di Jatinangor, baik itu kuliner lokal hingga kuliner yang berasal dari luar daerah jatinangor. Untuk kuliner lokal asli Jatinangor, umumnya identik dengan masakan khas Sunda yang menjadi ciri khas daerah Jawa Barat. Mulai dari pecel lele, kupat tahu, lontong kari, hingga cilok tersedia dengan lengkap. Sedangkan untuk kuliner yang berasal dari luar daearah jatinangor yaitu seafood, nasi padang, makanan angkringan, hingga junkfood. Selain itu juga ada masakan-masakan siap saji lainnya yang juga tidak kalah enaknya. Menemukan kuliner yang sesuai dengan selera di daerah Jatinangor memang tidak sulit. Hal tersebut dikarenakan pada beberapa tahun belakangan, Jatinangor telah berubah menjadi kota yang berbasis pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat dari perguruan-perguruan tinggi yang memiliki kampus di kawasan Jatinangor misalnya Unpad, IPDN, Ikopi, Unwim, bahkan yang teranyar ITB. Hal tersebut tentu saja mengakibatkan semakin banyaknya mahasiswa yang berkumpul dan tunggal di daerah Jatinangor sehingga kuliner, merupakan aspek kehidupan yang sudah tidak bisa disepelekan lagi. Namun walaupun mudah untuk menemukan kuliner yang sesuai dengan selera di Jatinangor, belum tentu mudah untuk menemukan kuliner yang benar-benar sesuai dengan keadaan mahasiswa. Misalnya dari segi kebersihan tempat dam juga harga tentu menjadi aspek yang harus diperhatikan dalam memilih kuliner. Oleh karena itu berikut adalah tempat-tempat kuliner di Jatinagor yang akan menggugah selera makan Anda :

Ngeumong merupakan tempat nongkrong mahasiswa yang buka 24jam nonstop, dan difasilitasi dengan wifi dan audio musik. Ini merupakan tempat kuliner favorit anak fikom. Dan owner dari Ngeumong cafe ini adalah salahsatu mahasiswa Fikom Unpad.

Satu tempat favorit yang menjadi tempat nongkrong mahasiswa adalah Che.Co atau yang sering disebut Cherys. Cafe ini adalah nomor satu yang paling diminati mahasiswa di jatinangor, karena tempatnya yang nyaman dan didukung dengan menu yang â&#x20AC;&#x153;rasa bintang lima, harga kaki limaâ&#x20AC;?. Tetapi sayang, tempat tidak terlalu besar, kapasitas kurang lebih hanya 100orang. Jadi ketika weekend dan tanggal muda, teman-teman harus rela â&#x20AC;&#x153;waiting listâ&#x20AC;?.

Waroeng Suroboyo Waroeng Suroboyo, ya! Ketika kita mendengar kata waroeng Suroboyo, yang terlintas dineak kita adalah Warung yang menjajakan segala jenis makanan khas Jawa. Tetapi jangan salah, ternyata warung ini adalah warung Bebek dan Ayam Goreng. Selain harganya yang murah, sambalnya pun terkenal enak. Warung ini berada diseberang Bekas Pangdam ( Pangkalan Damri )

Jatinangor Travel

Ngeumong

Che.Co


32 < PetaButa

- Jatinangor

Jatinangor Town Sqare (Jatos) Yup! Jatos adalah alternatif terakhir ketika kita bingung untuk memilih menu makanan. Jatos atau Jatinangor Town Square adalah satu-satunya tempat umum yang ada di Jatinagor. Kuliner di Jatos terbilang lumayan lengkap. Selain KFC, Hoka-Hoka Bento, Bakso Lapangan Tembak, Paparons, ada juga FoodCourt.

Bebek Jegeg

Moen-Moen Steak

Jatinangor Travel

Salahsatu Andalan mahasiswa ketika ingin makan enak tapi kondisi keuangan sedikit adalah mencoba menu Moen-Moen Steak. Meskipun steak ini terbilang tidak se'enak steak-steak asli ( full meat) tapi tidak mengecewakan karena harganya yang terjangkau untuk ukuran steak.

Kedai Indra Kedai indra yang terletak di depan casa elegante ciseke ini merupakan cafe yang menyediakan beraneka menu terutama seafood. Mulai dari cumi, ikan dan berbagai masakan lainnya tersedia disini dengan harga yang cukup terjangkau bagi mahasiswa yaitu 7 hingga 15 ribu rupiah.

Jika anda pencinta kuliner, apalagi pencinta masakan Bali, tidak perlu jauh-jauh ke pulau Dewata tersebut, cukup dengan mampir di Cafe Bebek Jegeg. kafe ini menawarkan makanan khas Bali, yaitu Bebek Jegeg. Kafe ini menawarkan masakan berbahan dasar bebek dan ayam. Terdapat beberapa menu yang ada di kafe ini. Antara lain, Bebek Sambal Bali, Bebek Sambal Cobek, Bebek Goreng Kremes, Ayam Sambal Bali, dan lainlain. Apalagi bagi anda pencinta makanan pedas, anda wajib mencobanya. Karena pedasnya begitu menggigit. Dijamin, sekali coba anda akan ketagihan. Bebek jegeg ini termasuk makanan dengan harga menengah ke bawah. Tidak usah khawatir bagi pencinta kuliner karena anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Dengan hanya 20 ribu rupiah, anda sudah dapat merasakan kelezatan hidangan ini. Kafe yang sudah berdiri sejak tahun 2006 ini, cukup diminati oleh masyarakat Jatinangor, khususnya mahasiswa. Karena lokasi kafe ini cukup dekat dengan kampus Universitas Padjadjaran. Kafe ini terletak di basement Alfamart Ciseke di Jalan Raya Jatinangor. Sehingga tidak sulit untuk menemukan kafe ini. Kafe ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.


Daftar Pustaka http://www.sumedangkab.go.id http://bappeda.sumedangkab.go.id http://st288653.sitekno.com http://id.wikipedia.org http://blogs.unpad.ac.id/nurati170110080098/kuliner-jatinangor/ himse.wordpress.com, jatinangorpisan.blogspot.com ensiklonangor.blogspot.com www.atosmall.com www.bumikahyangan.com


Jatinangor, kata ini mungkin terdengar masih asing bagi kebanyakan orang karena Jatinangor bukan merupakan sebuah kawasan yang terkenal. Kawasan ini hanya dikenal oleh orang-orang tertentu saja seperti mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Jatinangor dan orang-orang yang melintasi kawasan ini . Sebelum dibangunnya kawasan pendidikan di Jatinangor, daerah ini hanya sebuah lokasi perkebunan karet. Setelah berdatangan para mahasiswa dari berbagai daerah, Jatinangor terlihat lebih hidup. Wajah Jatinangor menjadi berubah dan tampak lebih modern dengan beberapa perubahan di berbagai bidang yakni perekonomian jatinangor yang juga semakin meningkat dengan berkembangnya usaha kost dan rumah makan. Dengan membaca buku ini, pembaca akan bisa lebih mengenal tentang seluk beluk Jatinangor yang berpotensi menjadi kawasan perekonomian dan pendidikan, dari sejarah hingga wisata. Buku ini direkomendasikan untuk membuka mata tentang Jatinangor. Discover the new World PetaButa : Jatinangor.

6 0 1 2

0 1 2 0

Jurnalistik 2010

PetaButa - Jatinangor  

Traveler's Guide

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you