Page 1

i


MODUL KURSUS MENJAHIT TINGKAT DASAR Cara Mengambil Ukuran, Pembuatan Pola Dasar, Merubah Model, Perencanaan Bahan

Oleh Zulfaturochmah, S. Pd Pamong Belajar SKB Kab. Pekalongan

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUB 2013

ii


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan Buku Bahan Ajar sebagai pegangan tutor dan penyelenggara program Kursus dan Pelatihan, dan program pendidikan Vokasional lainnya. Salah satu pertimbangan disusunnya Buku Bahan Ajar ini adalah untuk memenuhi kebutuhan akan kurangnya buku-buku bahan ajar atau buku pedoman dalam penyelenggaraan program Kursus dan Pelatihan. Disamping itu buku ini bisa dijadikan referensi juga oleh para tutor dan penyelenggara dan pemerhati program pendidikan kursus, pelatihan dan vokasional lainnya. Buku Bahan ajar ini disusun secara sederhana, karena hanya berisikan hal-hal yang praktis dan mudah dimengerti, sehingga dapat dengan mudah untuk dipelajari, dipahami, dan dipraktekan oleh para pembaca. Akhirnya kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan bahan ajar ini. Penyusun menyadari sepenuhnya apa yang telah dilaksanakan masih jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik dalam rangka penyempurnaan buku bahan ajar ini.

PENYUSUN

iii


DAFTAR ISI 1.

HALAMAN COVER ................................................................................

i

2.

HALAMAN JUDUL .................................................................................

ii

3.

KATA PENGANTAR................................................................................

iii

4.

DAFTAR ISI............................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................

1

A. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pakaian ...............

1

B. Tanda-tanda yang diperlukan dalam pembuatan pola dan merubah model ..............................................................................

2

C. Daftar ukuran Wanita Dewasa .......................................................

4

D. Cara mengambil ukuran Wanita Dewasa .......................................

5

E. Cara mengambil Ukuran Celana .....................................................

8

BAB II POLA DASAR ROK ......................................................................

10

BAB III POLA DASAR WANITA ...............................................................

12

BAB IV POLA DASAR LENGAN ...............................................................

15

BAB V MACAM-MACAM POLA LENGAN ................................................

16

BAB VI MEMINDAHKAN LIPIT PANTAS ..................................................

20

BAB VII MACAM-MACAM GARIS LEHER ................................................

23

BAB VIII MACAM-MACAM POLA ROK ...................................................

25

1. Rok Span / Suai Dua Kupnat ...........................................................

25

2. Rok Lipat Hadap ..............................................................................

27

3. Pola Rok Kerut ................................................................................

27

4. Pola Rok Lipit Sungkup ...................................................................

28

5. Pola Rok Pias 6 ................................................................................

28

6. Rok Pias 9 ........................................................................................

29

7. Rok Setengah Lingkaran .................................................................

29

8. Rok Lingkaran .................................................................................

31

iv


9. Rok Model Asimetris ......................................................................

32

10. Rok Kerut Bertingkat ......................................................................

34

11. Pola Kulot ........................................................................................

35

BAB IX MACAM-MACAM POLA KERAH .................................................

38

BAB X POLA GAUN ...............................................................................

46

BAB XI POLA DASAR GAUN ANAK .........................................................

51

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................

53

v


BAB I PENDAHULUAN Konstruksi pola merupakan bagian terpenting ketika kita akan membuat suatu busana. Membuat busana yang enak dipakai memerlukan cara dan teknik membuatnya dengan tepat, hal-hal yang perlu kita kerjakan terlebih dahulu adalah bagaimana kita harus mengambil ukuran yang tepat. Ketepatan dalam mengambil ukuran berpengaruh penting pada hasil busana yang kita buat nanti. Menurut sejarahnya pembuatan busana diawali dari sehelai kain panjang yang dililitkan, kemudian berkembang sampai sekarang teknik membuat busana dikerjakan dengan cara membuat pola dasar, merubah model sesuai dengan model yang dikehendaki. Di bawah ini akan kita bahas mengenai bahanbahan yang dibutuhkan dalam membuat busana dan bagaimana cara membuat pola konstruksi. A. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pakaian antara lain : 1.

Benang jahit

2.

Benang jelujur

3.

Ritsleting

4.

Bermacam-macam kancing kemeja

5.

Bermacam-macam kancing bungkus

6.

Bermacam-macam kancing untuk bebe

7.

Bermacam-macam kancing kait/hak

8.

Bermacam-macam kancing tekan

9.

Bermacam-macam kancing hias

10. Bermacam-macam renda hias 11. Bermacam-macam gesper 12. Bermacam-macam biku-biku 13. Bermacam-macam bis-ban 14. Bermacam-macam kain keras

1


15. Bermacam-macam perekat 16. Bermacam-macam anti slit 17. Bermacam-macam elastik 18. Bermacam-macam bis pipih dan bis kacang isi 19. Bermacam-macam benang hias/tali pengisi 20. Bermacam-macam busa, dll B. Tanda-tanda yang dipelukan dalam pembuatan pola dan perubahan model 1.

Pensil hitam = garis pola asli

2.

Garis merah (pensil merah) = garis pola menurut badan depan

3.

Garis biru (pensil biru) = garis pola menurut model badan belakang

4.

Garis hijau (pensil hijau bolpen spidol) = garis untuk pola-pola yang tidak jelas batas antara pola dengan dan belakang misalnya pola lengan, manser, atau ban pinggang.

5.

Titik-titik = garis pertolongan, dengan warna pensil menurut bagiannya (depan : merah, belakang : biru)

6.

Strip titik strip titik = garis lipatan, dengan warna pensil menurut bagiannya (depan : merah, belakang : biru)

7.

Strip strip strip = garis rangkapan (belegstuk)

8.

Garis pena hitam = garis tempat lipit atau pola perlu digunting untuk dilebarkan / dikerut

9.

Tanda bagian yang harus dihapus, dengan wana pensil menurut bagiannya (depan :

2


merah, belakang : biru) 10.

Tanda bagian yang harus dilebarkan, dengan warna pensil menurut bagiannya (depan : merah, belakang : biru)

11.

Lipit (Plooi)

12.

Setengah lipit (halve plooi), dengan warna pensil menurut bagiannya (depan : merah, belakang : biru)

13.

Bagian yang harus dilipit pada pola. Batas memakai pena hitam (kupnat yang dipindahkan)

14. TM

Tengah Muka (bagian depan)

15. TB

Tengah Belakang

16. pt

Potong

17.

Siku-siku

18.

Tanda panah dua arah = tanda arah serat benang kain

19.

Garis tanda dikerut

20.

Lipit hadap

21.

Lipit sungkup

22.

Garis yang sama

3


C. Daftar Ukuran Wanita Dewasa Dalam Centimeter NO

Istilah Ukuran

S

M

L

1.

Lingkar Badan

80

86

86

90

92

98

2.

Lingkar Pinggang

64

66

68

72

74

78

3.

Lingkar Leher

33

34

35

36

37

37

4.

Panjang Dada

30

31

32

33

33

34

5.

Lebar Dada

30

31

32

33

34

35

6.

Panjang Punggung

34

35

36

37

38

39

7.

Lebar Punggung

32

33

34

36

35

36

8.

Lebar Bahu

11

11 ½

12

12 ½

13

13 ½

9.

Panjang Sisi

15

16

16

17

17

18

20/50

21/52

22/54

23/55

23/56

24/57

11. Lingkar Kerung Lengan

40

42

43

44

46

48

12. Lingkar Lengan

30

32

33

34

34

35

13. Lingkar Pergelangan

16

17

18

19

20

21

14. Tinggi Puncak

12

12 ½

12 ½

13

13

13 ½

15. Jarak Payudara

17

17 ½

17 ½

18

18 ½

19

16. Panjang Rok

50

55

60

65

65

70

17. Tinggi Pinggul

16

17

17

18

19

20

18. Lingkar Pinggul

84

88

90

96

93

108

10. Panjang Lengan

Celana Panjang : 1.

Lingkar Pinggang

64

66

68

72

74

78

2.

Panjang Celana

86

90

92

96

98

102

3.

Lingkar Pesak

60

63

65

69

70

75

4.

½ Lingkar Paha

25/28

26/29

28/31

29/32

30/33

31/34

5.

½ Lingkar Lutut

20/21

21/22

22/23

23/24

24/25

25/26

4


6.

½ Lingkar Kaki

16/17

17/18

18/19

19/20

20/21

Keterangan untuk : ½ Lingkar Paha, ½ Lingkar Lutut, ½ Lingkar Kaki terdiri dari :  Ukuran kecil untuk model polos tanpa lipit (angka di depan garis miring)  Ukuran besar untuk model lipit dua (angka di belakang garis miring) D. Cara Mengambil Ukuran Wanita Dewasa 1.

Lingkar leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah dengan, meletakkan jari telunjuk ditekuk leher atau diukur ditambah 1 cm.

2.

Lingkat badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari. 3. Lingkar

pinggang

(LPc)

diukur

sekeliling pinggang pas. 4. Tinggi panggul (Tpa) diukur dari bawah dan petar pinggang sampai batas panggul. 5. Lingkat

panggul

(Lpa)

diukur

sekeliling panggul atau bahan bawah yang terbesar, diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari. 6.

Panjang punggung (PP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol, ke bawah sampai di bawah ban petar pinggang.

5

21/22


7.

Lebang punggung (LP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol turun 9 cm lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan. 8.

Panjang sisi (PS) diukur dengan menyelakan

penggaris di bawah ketiak, kemudian diukur dari batas penggaris ke bawah sampai ban petar pinggang 3 cm.

9.

Panjang muka (PM) diukur dari lekung di tengah muka ke bawah sampai di bawah ban petar pinggang. 10. Lebar muka (LM) diukur 5 cm di bawah lekuk leher tengah muka, lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan. 11. Tinggi dada (TD) diukur dari bawah ban petar pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada. 12. Lebar bahu (LB) diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik

bahu yang terendah atau paling ujung. 13. Ukuran uji (UU) atau ukuran kontrol, diukur dari tengah muka di bawah ban petar serong melalui puncak buah dada ke pencah lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada ban petar. 14. Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban petar sampai panjang yang dikehendaki.

6


15. Lingkar lubang lengan (LLL) diukur sekeliling lubang lengan, pas ditambah 2 cm untuk lubang lengan dan ditambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan. 16. Panjang lengan pendek (PLPd) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai Âą 3 cm diatas siku. 17. Panjang lengan panjang (PLP) diukur dari puncak lengan, ke bawah sampai pergelangan. 18. Lingkar lengan panjang (LLP) lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan pas ditambah 3 cm.

7


E.

Cara Mengambil Ukuran Celana Ukuran yang diperlukan :

1.

Panjang Celana Diukur dari ban pinggang sebelah kanan ke bawah sampai ± 3 cm di bawah mata kaki atau sesuai keinginan. (Diukur dari titik A sampai B)

2.

Lingkar Pinggang Diukur pada bagian pinggang (diatas ban pinggang celana). Diambil keliling pinggang hingga pada pertemuan meterannya. (Diukur dari titik C – D – C)

3.

Lingkar Pinggul Diukur pada bagian pinggung yang terbesar, diambil angka pertemuan pada meterannya dalam keadaan pas. (Diukur dari titik E – F – D).

4.

Lingkar Pesak Diukur dari ban pinggang bagian depan ke bawah melalui selangkang melingkar ke atas sampai pada akhir ban pinggang bagian belakang. (Diukur dari titik G sampai H)

5.

½ Lingkar Paha a. Diukur pada keliling pahanya, diambil ½ lingkaran pahanya ditambah ± 2 cm. (model polos) b. Diukur pada bagian paha yang terbesar dari lipatan celananya bagian belakang sampai bagian depan. c. (Diukur dari titik I sampai J)

6.

½ Lingkar Lutut Diukur pada sekeliling lutut, dari lipatan celana bagian belakang sampai depan. Bagi hasilnya menjadi 2, lalu tambahkan 3 cm.

8


(Diukur dari titik K sampai L) 7.

½ Lingkar kaki Diukur pada kakinya, dari lipatan celana bagian belakang sampai bagian depan (besar kecilnya hasil disesuaikan dengan permintaan pemesan). (Diukur dari titik M sampai N)

8.

Panjang Lutut Diukur dari ban pinggang sebelah kanan ke bawah sampai ke batas lututnya. (Diukur dari titik A sampai O)

9


BAB II POLA DASAR ROK SKALA : ¼ Ukuran yang diperlukan : Lingkar pinggang

= 64 cm

Lingkar pinggung

= 88 cm

Tinggi Pinggul

= 20 cm

Panjang rok

= 62 cm

Keterangan pola depan : A – A’

=

Turun 1 ½ cm

A’ – C

=

Tinggi pinggul 20 cm

A’ – D

=

Panjang rok 62 cm

A’ – L

=

¼ Lingkar pinggang + 1 cm – kupnat

=

(64 cm : 4) + 1 cm – 4 cm = 21 cm

C–G

=

¼ Lingkar pinggang + 1 cm (88 cm : 4) + 1 = 23 cm

D–E

=

C – G = 23 cm

E–F

=

3 cm

B–F

=

A’ – D = panjang rok 62 cm

A’ – H

=

1/10 Lingkar pinggang + 1 cm = (64 : 10 cm) + 1 cm = 7,4 cm (dibulatkan menjadi 7,5 cm)

H–I

=

Lebar kupnat = 2 cm

H–M

=

Panjang kupnat = 9 cm

I–J

=

Jarak kupnat kedua = 6 cm

J–K

=

Lebar kupnat sisi = 2 cm

J–N

=

Panjang kupnat = 9 cm

Keterangan pola Belakang : H–I

=

Turun 1 ½ cm

I–J

=

Tinggi pinggul = 2 cm

10


I–K

=

Panjang rok = 62 cm

I–T

=

¼ lingkar pinggang – 1 cm + kupnat

=

(64 : 4) – 1 cm + kupnat

J–N

=

¼ lingkar pinggul – 1 cm = (88 cm : 4) – 1 cm = 21 cm

K–L

=

J – N = 21 cm

L–M

=

3 cm

T–M

=

Panjang rok = 62 cm

I–O

=

1/10 lingkar pinggang = 64 cm : 10 = 6,4 Dibulatkan menjadi 6,5

O–P

=

lebar kupnat = 2 cm

O–Q

=

panjang kupnat = 9 cm

P–R

=

Jarak kupnat II = 4 cm

R–S

=

Lebar kupnat sisi = 2 cm

R-U

=

Panjang kupnat sisi = 9 cm

11


BAB III POLA DASAR WANITA SKALA ¼ Ukuran Yang Diperlukan : 1.

Lingkar badan

=

84 cm

2.

Lingkar pinggang

=

64 cm

3.

Lingkar leher

=

36 cm

4.

Lebar dada

=

33 cm

5.

Tinggi dada

=

18 ½

6.

Jarak payudara

=

18 cm

7.

Lebar bahu

=

12 cm

8.

Lebar punggung

=

35 cm

9.

Panjang punggung

=

37 cm

12


Keterangan pola depan A–F

=

1/6 lingkar leher + ½ cm = (36 cm : 6) + ½ cm = 6 ½ cm

A–C

=

1/6 lingkar leher + 2 cm = (36 cm : 6) + 2 cm = 8 cm

F–C

=

Kerung leher depan

A–B

=

Panjang punggung + 1 ½ cm = 37 + 1 ½ cm = 38 ½ cm

A–D

=

½ panjang punggung 1 ½ cm = (37 cm : 2) + 11/2 cm = 20 cm

C–H

=

½ C-D

F–G

=

Lebar bahu = 12 cm

G–J

=

Turun 3 ½ cm

F–J

=

Lebar bahu = 12 cm

H–I

=

½ lebar dada = 33 cm : 2 = 16 ½

D–E

=

¼ lingkar badan + 1 cm (84 cm : 4) + 1 cm = 22 cm

J–I–E

=

Kerung lengan depan

B – B’

=

Turun 3 cm

B’ – N

=

¼ lingkar pinggang + 1 cm + kupnat

=

(64 cm : 4) + 1 cm + 3 cm = 20 cm

P–C

=

Tinggi dada = 18 ½ cm

P–Q

=

½ jarak payudara = 18 cm : 2 = 9 cm

B’ – S

=

P–Q

S–U

=

S – U’ = 3 cm : 2 = 1 ½ cm

E–T

=

Turun ± 9 cm

(E – T) + (N – V) = ½ panjang punggung = 37 : 2 = 18 ½ cm Keterangan Pola Belakang : A–X

=

Turun 2 cm

X–L

=

Panjang punggung = 37 cm

X–K

=

½ X – L = 37 : 2 = 18 ½ cm

A–F

=

1/10 lingkar leher + ½ cm = (36 cm : 6 ) + ½ cm = 6 ½ cm

13


F–X

=

Kerung leher belakang

F–G

=

Lebar bahu = 12 cm

G–J

=

Turun 4 cm

F–J

=

Lebar bahu = 12 cm

X–H

=

Turun 9 cm

H–I

=

½ lebar punggung = 35 cm : 2 = 17 ½ cm

K–E

=

¼ lingkat pinggang – 1 cm = (84 cm : 4) – 1 cm = 20 cm

J–I–E

=

Kerung leher belakang

L-N

=

½ lingkar pinggang – 1 cm + kupnat

=

(64 cm : 4) – 1 cm + 2 cm = 17 cm

Hubungkan titik E – N L – l’

=

1/10 lingkar pinggang = 64 cm : 10 = 6,4 cm

L’ – N’

=

Lebar kupnat = 2 cm

Titik O turun 3 sampai 4 cm dari garis K - E

14


BAB IV POLA DASAR LENGAN SKALA ¼ Ukuran yang diperlukan 1.

Panjang lengan

: 23 cm

2.

Tinggi puncak

: 13 cm

3.

Lingkar kerung lengan

: 40 cm

4.

Lingkar bawah lengan

: 28 cm

Keterangan pola lengan Menggambar pola lengan dimulai dari titik A yang merupaka puncak lengan. A–B

= panjang lengan

A–C

= ukuran tinggi puncak lengan,

A–D

= A – E = ½ lingkar kerung lengan

A–D

= bagi menjadi 4 bagian

A–E

= dibagi 3 bagian

A1 – A4

= A2 – A3 = 2 CM

D2

= 1,5 cm

G – G1

= E1 – E2 = 1,5 cm (lingkar bawah lengan)

15


BAB V MACAM-MACAM POLA LENGAN 1.

Lengan gelembung Ialah lengan yang berkerut pada bagian atas dan bawah. Setelah pola dasar lengan dibuat, pecah pola seperti pada gambar.

2.

Lengan gelembung atas Ialah lengan yang berkerut pada sebagian kerung lengan atas dan bagian lengannya. Setelah pola dasar lengan dibuat pecah pola seperti pada gambar.

3.

Lengan lipit Ialah lengan yang mempunyai lipit pada kerung lengannya. Setelah pola dasar lengan dibuat pecah pola seperti pada gambar.

16


4.

Lengan puncak Ialah lengan yang berkerut pada bagian atasnya saja. Setelah pola dasar lengan dibuat pecah pola seperti pada gambar.

5.

Lengan lonceng Ialah lengan yang lebar pada bagian bawahnya dan pada bagian atasnya polos (licin). Setelah pola dasar dibuat pecah pola seperti pada gambar.

6.

Lengan setali Ialah lengan yang menjadi satu dengan badannya. Setelah pola dasar badan dibuat pecah pola seperti pada gambar.

17


7.

Lengan raglan

Ialah lengan yang menjadi satu dengan sebagian badan bagian atas.

Pola

dipotong

dari

sebagian kerung leher sampai akhir kerung lengan. Setelah pola dasar lengan dan badan dibuat pecah pola seperti pada gambar. 8.

Lengan tulip / kuncup

mawar Ialah lengan yang terdiri dari dua bagian yaitu depan dan belakang. Setiap bagian hanya terbuat

dari

Âą

ž

lengan

puncak. Setelah kedua bagian ditumpukkan, bentuknya akan menyerupai bunga tulip (kuncup mawar). Setelah pola dasar lengan dibuat pecah pola seperti pada gambar. 9.

Lengan gladde Ialah lengan yang pada bagian lingkar lengannya merupakan gladde atau lipatan ke arah luar.

18


10. Lengan slit Ialah lengan yang pada bagian lingkar lengannya merupakan kerut / lipit yang sekaligus menjadi manset. Lengan slit juga terdiri dari 2 bagian masingmasing sebesar ž puncak lengan. Setelah pola dasar lengan dibuat pecah pola seperti pada gambar.

19


BAB VI MEMINDAHKAN LIPIT PANTAS Maksud dan tujuan kupnat (lipit pantas) adalah agar busana yang dibuat dapat mengikuti bentuk tubuh si pemakai busana. Selain itu, kupnat juga digunakan untuk merubah model hingga sesuai dengan yang diinginkan. 1.

Memindahkan kupnat sisi pada pinggang a. Gunting pola dari kupnat pinggang sampai puncak payudara dan ujung kupnat sisi. b. Tutuplah kupnat sisi, maka kupnat di pinggang seperti yang dimaksud akan terbentuk secara otomatis.

2.

Memindahkan kupnat sisi pada lebar bahu Cara memindahkannya : a. Hubungkan titik M dengan N perpanjang hingga memotong garis lebar bahu melalui titik D b. Gunting pola dari titik E sampai X c. Tutuplah kupnat sisi, maka kupnat bahu E – E’ dapat terbentuk secara otomatis menurut besar kecilnya payudara.

3.

Memindahkan kupnat sisi pada kerung lengan Cara memindahkannya : a. Gunting pola dari Âą 2 dari kerung lengan ke arah puncak payudara dan ujung kupnat sisi. b. Tutuplah kupnat sisi, maka kupnat pada kerunglengan akan terbentuk secara otomatis

20


4.

Memindahkan kupnat sisi ke leher depan Cara memindahkannya : a. Pada

Âą

½

dari

kerungleher,

gunting pola kea rah puncak payudara dan ujung kupnat sisi. b. Tutuplah kupnat sisi dan kupnat yang dimaksud akan terbentuk secara otomatis.

5.

Membuat garis empire Cara memindahkannya : a. Ukurlah dari garis tengah depan M – Y = naik 10 cm dan dari garis melengkung ke bawah dari titik Y sampai V b. Garis empire dapat berubah-ubah sesuai model yang diinginkan. Untuk merubah biasanya kupnat sisi ditutup seperti gambar di samping.

6.

Membuat garis princess Cara memindahkannya : a. Dari kerung lengan depan buatlah garis melengkung melalui puncak payudara

ke

bawah

sampai

kupnat pinggang b. Gunting garis tersebut dan tutuplah kupnat sisi serta kupnat bagian pinggang dan terbentuklah garis princess yang dimaksud. 21


7.

Membuat garis princess dari bahu ke pinggang Cara memindahkannya : a. Buatlah garis dari kupnat bahu melalui puncak payudara ke bawah sampai kupnat pinggang. b. Tutuplah kupnat bagian pinggang serta guntinglah garis princess bahu sampai pinggang. Secara otomatis akan terbentuk garis princess yang dimaksudkan.

8.

Membuat garis opnaissel dari bahu sampai ke pinggang Cara memindahkannya : a. Tutuplah kupnat sisi dan ukurlah O – a = ± 2 cm b. M – d = ± 4 cm. a – b = b – c = d – e = e – f = jarak opnaissel = ± 2 cm c. Hubungkan titik a – d, b – e, c – f d. Tutuplah

kupnat

bahu,

guntinglah dari masing-masing garis dan renggangkan sebesar = ± 1 cm. 9.

Memindahkan kupnat sisi pada bagian tengah muka Cara memindahkannya : a. Dari tengah depan ± 1/3 dari 3 panjang dada, gunting pola kea rah puncak payudara dan ujung kupnat sisi. b. Tutuplah kupnat sisi, dan kupnat yang dimaksud akan terbentuk secara otomatis.

22


BAB VII MACAM-MACAM GARIS LEHER 1. Bentuk garis leher bulat

2. Bentuk garis leher “U”

3. Bentuk garis leher perahu

4. Bentuk garis leher sabrina

5. Bentuk garis leher decollet

6. Bentuk garis leher “V”

23


7. Bentuk garis leher segiempat

8. Bentuk garis leher hati

9. Bentuk garis leher segiempat

10. Bentuk garis leher hati

11.Bentuk garis leher segiempat

12. Bentuk garis leher hati

24


BAB VIII MACAM-MACAM POLA ROK 1.

ROK SPAN / SUAI DUA KUPNAT Ukuran yang diperlukan : a. Lingkar pinggang

= 64 cm

b. Lingkar pinggul

= 92 cm

c. Tinggi pinggul

= 18 cm

d. Panjang rok

= 55 cm

Keterangan model :  Ban pinggang terusan pelapis  Dua kupnat di depan  Dua kupnat di belakang  Belahan belakang  Menggunakan ritsleting jepang Buatlah polar ok span depan dan

Ban depan Ban belakang

belakang, perubahannya : Pola depan : B–E

= ¼ lingkar pinggang + kedua kupnat (4 cm atau 4 ½ cm)

B – b’

= E – E’ = naik 4 cm

Bentuk kupnat tegak lurus.

25


Pola belakang : B–E

=

¼

lingkar

pinggang + kedua kupnat (4 cm atau 4 ½ cm) B – b’

= E – E’ = naik 4

cm Bentuk kupnat tegak lurus. Panjang belahan belakang sesuai selera. Rancangan Bahan : Lebar kain = 150 cm, panjang = 75 cm

26


2.

ROK LIPIT HADAP 1. Pola lipit hadap depan yang

3.

2. Pola lipit hadap belakang yang

dikembangkan pada bagian

dikembangkan untuk retsleting Âą 2

tengah muka Âą 10 cm.

cm

POLA ROK KERUT Dengan teknik penambahan pada pola dasar rok bagian depan dan belakang, yaitu rok kerut : 1. Gambar pecah pola rok kerut

2. Gambar pecah pola rok kerut

depan

belakang

27


4.

POLA ROK LIPIT SUNGKUP Dengan teknik menggunting pada tengah pola bagian depan yang dibagi 2 dan diberi penambahan dapat dilihat pada pola rok lipit sungkup :

1. Pecah pola rok lipit sungkup depan 5.

2. Pecah pola rok lipit sungkup belakang

POLA ROK PIAS 6 Dengan teknik menggunting pada bagian pola depan dan belakang dibagi 3 bagian dan diberi penambahan, dapat dilihat pada pola rok pias : 1. Pecah pola rok pias depan

2. Pecah pola rok pias belakang

28


6.

ROK PIAS 9

1. Pecah pola rok pias depan 7.

2. Pecah pola rok pias belakang

ROK ½ LINGKARAN Dengan teknik menggunting pada bagian pola depan dan belakang dibagi 3 bagian dan diberi penambahan, dapat dilihat pada pola rok ½ lingkar :

Pecah pola rok ½ lingkar bagian

Pecah pola rok ½ lingkar bagian

depan

belakang

29


Pengembangan dari pecah pola rok ½ lingkar : Pecah pola rok ½ lingkar bagian

Pecah pola rok ½ lingkar bagian

depan

belakang

ROK ½ LINGKARAN Ukuran yang diperlukan : 1. Lingkar pinggang = 66 cm 2. Panjang rok

= 60 cm

Pola rok bagian depan dan belakang : Perhatikan

jari-jari

lingkar

pada

gambar pola

A–B

=

1/3 lingkar pinggang dikurangi 1 cm

=

(66 cm : 3) – 1 = 21 cm

A–E

=

A - G = A – B = 21 cm

B–D

=

Panjang rok = 60 cm

G-H

=

E – F = B – D = 60 cm

30


Hubungkan titik B – G – E dan D – H – F Dengan

menggunakan

jangka Rancangan Bahan : Lebar kain = 115 cm, panjang = 175 cm

8.

ROK LINGKARAN Ukuran yang diperlukan : 1. Lingkar pinggang 2. Panjang rok Contoh ukuran : 1. Lingkar pinggang

= 60 cm

2. Panjang rok

= 40 cm

Pola depan dan belakang : Perhatikan jari-jari lingkaran pada gambar pola : A–B

=

A–D

1/6 lingkar pinggang – ½ cm

=

(66 cm : 3) – 1 = 21 cm

A–E

=

A–G

A - F = A – B = 9 ½ cm

B–D

=

D–E

Panjang rok = 40 cm

G-H

=

G-J

F – K = B – C = 40 cm

Hubungkan titik B – F – G - H dan C – K – J – I - E Dengan

menggunakan

jangka.

Belahan

untuk

disesuaikan dengan keinginan (dibelakang, sisi, depan)

31

tempat

ritsleting


Rancangan Bahan : Lebar kain = 150 cm, panjang = 175 cm

9.

ROK MODEL ASIMETRIS Ukuran yang diperlukan : 1. Lingkar pinggang 2. Lingkar pinggul 3. Tinggi pinggul 4. Panjang rok Contoh ukuran : 1. Lingkar pinggang

= 64 cm

2. Lingkar pinggul

= 96 cm

3. Tinggi pinggul

= 19 cm

4. Panjang rok

= 60 cm

Pola Depan : Buatalah pola dasar rok depan seluruhnya kanan dan kiri : Perubahannya : E–X

= turun 8 cm

E–R

= turun 20 cm

X–U

= U – I = I – S = 6 cm

Hubungkan titik X – U – I – S – R sesuai dengan model.

32


Z–S

=D–O

O–J

= 7 cm

J–N

= 7 cm

Hubungkan titik S – o – I – J – U – N Guntinglah pola pas pinggul R – S – I – U – N Tutuplah kedua kupnat depan Pola Belakang : Buatlah pola dasar rok belakang : Perubahannya : B–Z

= E – X = turun 8 cm

Hubungkan titik X – K – Z Tutuplah kupnat belakang H–O

=O–J=J–D

Rancangan Bahan Lebar kain 115 cm dan panjang 150 cm

33


10. ROK KERUT BERTINGKAT Ukuran yang diperlukan : 1. Lingkar pinggang

= 64 cm

2. Lingkar pinggul

= 92 cm

3. Tinggi pinggul

= 19 cm

4. Panjang rok

= 60 cm

Pola Depan dan belakang : Perhatikan perbandingan garis hias serta model Yang terdapat pada gambar. I. A – B = C – D = 2 x ¼ lingkar pinggang = (2 x 64 : 4) = 32 cm A – C = B – D = 1/3 panjang rok – 5 (60 : 3) – 5 = 15 cm II. C – E C–F III. F – H F–J

= F – G = 2 x ( A – B) = 2 x 32 = 64 cm = E – G = 1/3 panjang rok = 1/3 x 60 = 20 cm = J – I = 2 x ( C – E) = 2 x 64 = 128 cm = H – I = 1/3 panjang rok + 5 cm = (60 : 3) + 5 = 25 cm

Rancangan Bahan Lebar kain 115 cm dan panjang 150 cm

34


11. POLA KULOT A. POLA DASAR KULOT Kulot (cullote) merupakan salah satu penutup tubuh dibagian bawah yang berbentuk perpaduan antara rok dan celana. Karena itu kulot sering disebut sebagai rok celana. Ukuran yang diperlukan : 1. Lingkar pinggang = 46 cm 2. Lingkar pinggul

= 19 cm

3. Tinggi pinggul

= 88 cm

4. Panjang kulot

= 57 cm

5. Tinggi duduk

= 24 cm

POLA DASAR KULOT Pola dasar kulot dibuat dari : 

Pola rok bagian depan

Pola rok bagian belakang

Pola Depan : A–B

=

Turun 1 ½ cm

B–C

=

Tinggi pinggul = 19 cm

B–D

=

Tinggi duduk = 23 cm

D–E

=

Turun 3 sampai 5 cm

B–F

=

Panjang kulot = 57 cm

B–J

=

¼ lingkar pinggang + 3 = (64 : 4) + 3 = 23 cm

C–L

=

¼ lingkar pinggul + 1 = (88 : 4) + 1 = 23 cm

F–M

=

C – L = 23 cm

M–N

=

3 cm

J–N

=

B – F = 57 cm

E–O

=

¼ (C – L) + 1 = (23 : 4) +

35


1 = 7 cm D-P

=

1 cm

Hubungkan titik B – P – O, B – J – L – N dan R – F – N Q = E – O = 7 cm Q-R

=

1 ½ cm

Titik R naik 12 cm B–H

=

7 ½ cm

H–I

=

3 cm

H-K

=

Panjang kupnat = 11 cm

Pola Belakang : A–B

=

Turun 1 ½ cm

B–C

=

Tinggi pinggul = 19 cm

B–D

=

Tinggi duduk = 23 cm

D–E

=

Turun 3 sampai 5 cm

B–F

=

Panjang kulot = 57 cm

B–J

=

¼ lingkar pinggang - 3 = (64 : 4) - 3 = 21 cm

C–L

=

¼ lingkar pinggul - 1 = (88 : 4) - 1 = 21 cm

F–M

=

C – L = 23 cm

M–N

=

3 cm

D – P’

=

2 cm

J–N

=

B – F = 57 cm

E–O

=

E o (pola depan) = O – O’ = 4 cm

F -Q

=

E – O = 7 cm

Q – Q’

=

4 cm

Q’ – R

=

1 ½ cm

Titik R naik 1 ½ cm Hubungkan titik B – P’ – O’, B – J – L – N dan R – F – N

36


B–H

=

1/10 lingkar pinggang = 6 ½ cm

H–I

=

Lebar kupnat = 3 cm

H-K

=

Panjang kupnat = 11 cm

37


BAB IX MACAM-MACA POLA KERAH 1.

Kerah sport Ialah kerah rebah, tetapi juga dapat berdiri tanpa penegak Pola kerah sport :

2.

A–B

=

C –D = 6 cm

A–C

=

B – D = pola kerung leher belakang + depan = 18 cm

D–E

=

Naik 1 ½ cm

D–F

=

1/6 lingkar leher = 36 : 6 = 6 cm

C–G

=

± 1 ½ cm

E-G

=

Lebar kerah = 6 cm

Kerah Shiller Ialah kerah rebah dan dapat berdiri tanpa penegak, apabila ditutup menjadi kerah tegak Pola kerah shiller : A–B

=

C –D = 6 cm

A–C

=

B – D = ½ lingkar leher = 36 : 2 = 18 cm

D–E

=

Naik 1 cm

D–F

=

1/6 lingkar leher = 6 cm

C–G

=

± 1 ½ cm

E-G

=

Lebar kerah = 6 cm

B-H

=

Naik ¾ sampai 1 cm

38


3.

Kerah kemeja boord terusan Ialah kerah dengan boord atau peneganya terbuat dari satu pola. Pola kerah kemeja boord terusan :

4.

A–B

=

C –D = 3 cm

A–C

=

B – D = ½ lingkar leher = 36 : 2 = 18 cm

D–E

=

turun 1 cm

B-K

=

½ B – D = 18 : 2 = 9 cm

C–G

=

± 5 cm = lebar kerah

B-J

=

2 ½ cm

E-F

=

2 ½ cm

F–H

=

2 1/4 cm

E-I

=

1 ¼ cm

H-L

=

1/6 leher = 6 cm

Kerah Kemeja Ialah kerah berdiri yang terdiri dari dua bagian yaitu : Kerah dan kaki kerah. Kerah semacam ini dikenal dengan sebutan boord kraah Pola kerah kemeja: A–B

=

C –D = 3 ½ cm

A–C

=

B – D = ½ lingkar leher = 36 : 2 = 18 cm

B–G

=

½ B – D = 18 : 2 = 9 cm

C–H

=

1/3 C – A = 6 cm

D–E

=

turun 1 cm

C–F

=

1 ½ cm

E-F

=

Lebar kerah = 5 ½ cm

Pola kaki kerah: A–B

=

3 cm

39


5.

A–C

=

½ lingkar leher = 36 : 2 = 18 cm

A-E

=

½ A – C = 18 : 2 = 9 cm

C–D

=

naik 1 cm

D–I

=

1 ½ cm

D–F

=

2 ½ cm

F–G

=

2 1/4 cm

G-H

=

6 cm

Kerah Shanghay Ialah kerah polos yang berdiri diseputar leher. Kerah semacam ini juga dikenal dengan nama kerah cina. Pola kerah shanghay :

6.

A–B

=

3 cm

B– C

=

Lbar kerah 3 cm

B-D

=

½ lingkar leher = 36 : 2 = 18 cm

B-E

=

½ B – D = 9 cm

C–G

=

Kerung leher (K – G – D)

D-G

=

B – C = lebar kerah = 3 cm

Kerah Setali Ialah kerah yang menjadi satu dengan garis leher Pola kerah kemeja boord terusan : D-E

=

S – R = 2 cm

E–Q

=

± 8 cm

U–G

=

1 cm

G-I

=

1 ½ cm

Hubungkan titik I – Q. Adalah garis bukaan I–K

=

4 cm

40


C–F

=

Lebar kerah ± 6 cm

V–G–L

=

Sudut siku-siku

G–L

=

G – K – kerung leher belakang

L–N

=

1 ½ cm

N–O

=

3 cm

L – G- D - E

=

E–D–X-O

X–O–P

=

Sudut siku-siku

O-P

=

Lebar kerah 5 ½ cm

Hubungkan P – O – E - Q

41


7.

Kerah tegak Adalah kerah yang dapat berdiri tegak mengikuti bentuk leher :

8.

Kerah setengah tegak Ialah kerah yang setengah berdiri pada kerung leher

42


9.

Kerah rebah Ialah kerah yang terletak datar / pipih pada leher sejajar dengan garis bahu.

10. Kerah dasi Ialah kerah dengan model yang disimpulkan sebagai dasi

43


11. Kerah rever Ialah kerah yang berbentuk kelepak, seringkali kerah seperti ini juga berfungsi sebagai bukaan depan Pola kerah rever / kelepak : G–U

=

1 cm

D–E

=

S – R = 2 cm

E-Q

=

Turun ± 8 cm

Hubungkan titik U – Q, garis bukaan C-F

=

Lebar bukaan = 7 cm

Hubungkan titik I – F – Q sesuai dengan model

12. Kerah kelasi Ialah kerah berbentuk lebar dan berbentuk siku-siku. Seperti seragam kelasi. Pola kerah kelasi : Pola badan depan dan belakang dipadukan pada kerung lehernya sedangkan pada bahu ditumpuk 2 cm. Sesuai pada gambar. D–I

=

Turun ± 8 cm

I–E

=

S – R = cm

E–R

=

± 19 cm

V–K

=

± 2 cm

E–R-N

=

Sudut siku-siku

Titik N lebih besar 1 cm dari kerung leher belakang Hubungkan titik E – G – I dan E – R – N – K – L

44


13. Kerah shircle Ialah kerah yang berbentuk lingkaran Pola kerah shircle : A–B

=

Lebar kerah = 8 cm

A–C

=

½ A – B = 4 cm

A–C–D =

Sudut siku-siku

C-O

½ C – B = 2 cm

=

Buatlah lingkaran C – O – B – D – A – F – B – E – B – G

45


BAB X POLA GAUN Skala : ¼ Ukuran yang diperlukan 1.

Lingkar badan = 88 cm + 4 cm = 92 cm

2.

Lingkar leher = 36 cm

3.

Lingkar pinggang = 66 + 2 cm

4.

Lebar bahu = 12 cm

5.

Panjang dada = 32 cm

6.

Lebar dada = 33 cm

7.

Panjang punggung = 38 cm

8.

Lebar punggung = 34 cm

9.

Panjang sisi = 17 cm

10. Tinggi puncak = 13 cm 11. Jarak dada = 18 cm 12. Lingkar kerung lengan = 44 cm 13. Panjang lengan = 23 cm / 55 cm 14. Lingkar lengan = 34 cm 15. Lingkar pergelangan = 22 cm 16. Panjang rok = 60 cm 17. Tinggi pinggul = 19 cm 18. Lingkar pinggul = 94 + 4 cm Keterangan Pola Dasar Badan Depan Buatlah sudut siku-siku K – F – M : F–G

= 1/6 lingkar leher + ½ cm : (36 : 2) + ½ = 6 ½ cm

F–D

= 1/6 lingkar leher + 2 cm : (36 : 2) + 2 = 8 cm

Hubungkan titik G – D menjadi kerung leher depan

46


G–K

= Lebar bahu 12 cm

K–H

= 3 ½ cm

G–H

= G – K = 12 cm

D–E

= Panjang dada = 32 cm

E–A

= Panjang sisi 17 cm

B–C

= ½ lebar dada = 33 : 2 = 16 ½ cm

A–T

= ¼ lingkar badan + 1 cm = 24 cm

Hubungkan titik H – C - T menjadi kerung lengan depan E–Z

= ¼ lingkar pinggang + 1 cm + kupnat = (64 : 4) + 1 + 3 = 21 cm

E–L

= Tinggi puncak = 13 cm

L–H

= ½ jarak payudara = 18 : 2 = 9 cm

E–O

= 1/10 lingkar pinggang + 1 cm = (68 : 10) + 1 = 7,8 (dibulatkan menjadi 8 cm)

O-P

= Lebar kupnat = 3 cm

Hubungkan titik T – Z C–Q

= 4 cm

Q–R

= Lebar kupnat = 1 ½ cm

E–S

= Turun 1 ½ cm

S–I

= Tinggi pinggul = 19 cm

S–M

= Z – X = panjang rok = 60 cm

S–Z

= ¼ lingkar pinggang + 1 + 3 = 21 cm = (68 : 4) + 1+ 3 = 21 cm

I–J

= ¼ lingkar pinggul + 1 cm = (98 : 4) + 1 = 25 ½ cm

M–G

= I – J = 25 ½ cm

G-X

= 3 cm

Titik X naik 1 ½ cm S–U

= E – O = 8 cm

47


U–V

= Lebar kupnat = 3 cm

U-W

= Panjang kupnat 12 cm

Hubungkan titik Z – J – X dan M - N

Keterangan Pola Dasar Badan Belakang Buatlah sudut siku-siku L – X – R : X-N

= 1/6 lingkar leher + ½ cm : (36 : 2) + ½ = 6 ½ cm

X–K

= Turun 2 cm

Hubungkan titik N - K menjadi kerung leher belakang N–L

= Lebar bahu 12 cm

L–Q

= Turun 3 ½ cm

N–Q

= N - L= 12 cm

K–M

= Panjang punggung = 37 cm

M–B

= Panjang sisi 17 cm

K-C

= ½ K – B = 10 cm

C–D

= ½ lebar punggung = (34 : 2) = 17 cm

B–T

= ¼ lingkar badan – 1 = (92 : 4) – 1 = 22 cm

M-Y

= ¼ lingkar pinggang – 1 + kupnat = (68 : 4) – 1 + 3 = 19 cm

Hubungkan titik Q – D – T dan T - Y M–E

= 1/10 lingkar pinggang = 68 : 10 = 6,8 Dibulatkan menjadi 8

E–F

= Lebar kupnat = 3 cm

H–G

= Turun 2 sampai 4 cm

M–I

= Turun 1 ½ cm

48


I–P

= Tinggi pinggul = 19 cm

I-R

= Panjang rok = 60 cm

I–Y

= M – Y = 19 cm

P–U

= ¼ lingkar pinggul – 1 = (98 : 4) – 1 = 23 ½ cm

R–S

= P – U = 23 ½ cm

S–Z

= 3 cm

Y–Z

= I – R = panjang rok = 60 cm

I-J

= M – E = 7 cm

J–K

= Lebar kupnat = 3 cm

J-O

= Panjang kupnat = 12 cm

Hubungkan titik Y – U – Z dan R - Z Keterangan pola Dasar Lengan Ukuran yang diperlukan : 1.

Panjang lengan

2.

Lingkar kerung lengan

3.

Lingkar lengan

4.

Lingkar pergelangan

Contoh ukuran : 1.

Panjang lengan

= 55 cm

2.

Lingkar kerung lengan

= 44 cm

3.

Lingkar lengan

= 30 cm

4.

Lingkar pergelangan

= 22 cm

Buatlah sudut siku-siku A – B – G A–C

=

¼ lingkar kerung lengan + 2 cm

=

(44 : 4) + 2 cm = 13 cm

A–B

=

Panjang lengan = 55 cm

C–D

=

½ (C – B) – 3 = 18 cm

49


A–C–E

=

Adalah sudut siku-siku

A–E

=

½ lingkar kerung lengan = 44 : 2 = 22 cm

D–F

=

½ lingkar lengan = 30 : 2 = 15 cm (untuk membuat lengan pendek cukup dengan batas ini)

B–G

=

½ lingkar pergelangan = 22 : 2 = 11 cm

Hubungkan titik E – F – G Kerung lengan depan : A – E dibagi 4 bagian yang sama A–X=X–H=H–I=I=E Titik X naik 1 ½ cm dan titik I turun 1 ½ cm Hubungkan titik A – X H – I – E menjadi kerung lengan depan Kerung lengan belakang : A – E dibagi 3 bagian yang sama A–N

=

N–K=K–E

K-L

=

½K–E

Titik N naik 2 cm dan titik I turun ½ cm Hubungkan titik A – N K – L – E menjadi kerung lengan belakang

50


BAB XI POLA DASAR GAUN ANAK Ukuran yang diperlukan : 1. Lingkar 2 badan

=

56

cm

2. Lingkar pinggang

=

54

cm

3. Lingkar punggung

=

22

cm

4. Lebar punggung

=

23

cm

5. Lebar bahu

=

8

cm

6. Lebar dada

=

22

cm

7. Panjang gaun

=

42

cm

Keterangan pola A–B

=

C – D = ¼ lingkar badan = 56 : 4 = 14 cm

A–C

=

B – D = panjang gaun – 1 cm = 43 cm

A–E

=

Turun 1 cm

A–F

=

¼ (A-B) = 1 ½ cm = (14 : 4) – 1 ½ cm = 5 cm

A–G

=

A – F + 1 cm = 5 cm + 1 cm = 6 cm

B–H

=

Turun 2 ½ cm

Hubungkan F - H F – F’

=

lebar bahu = 8 cm

A–J

=

½ panjang punggung + 1 ½ = 12 ½ cm

G–I

=

Turun 3 cm

L–P

=

½ lebar punggung = 23 : 2 = 11 ½ cm

L–K

=

½ lebar dada = 22 : 2 = 11 cm

E–M

=

Panjang punggung = 22 cm

M–R

=

(A – B) – 1 cm = 14 – 1 = 13 cm

M–O

=

Turun 1 ½ cm

51


D–N

=

Ke kanan 4 cm

N – N’

=

Naik 1 ½ cm

POLA DASAR LENGAN ANAK Ukuran yang diperlukan : 1. Lingkar kerung lengan

= 24 cm

2. Panjang lengan

= 10 cm

3. Lingkar lengan bawah

= 17 cm

Keterangan Pola Dasar Lengan A–C

= Lingkar kerung lengan – 5 = 24 – 5 = 19 cm

A–B

= B – C = 19 cm : 2 = 9 ½ cm

B–D

= ½ (A – B) + 1 sampai 2 cm = (9 ½ : 2) + 2 = 6 ¾ cm

D–E

= Panjang lengan = 10 cm

E–F

= E – G = ½ lingkar lengan = 17 : 2 = 8 ½ cm

A–D

= Dibagi 4 bagian yang sama, titik L naik 1 cm dan titik K turun 1 cm

D – L – I – K – A = adalah kerung lengan depan D–C

= Dibagi 3 bagian yang sama, titik H naik 1 ½ cm

O–Q

= ½O-C

Titik Q turun ¼ cm D – H – O – Q – C adalah kerung lengan belakang Hubungkan titik A – F dan C - G

52


DAFTAR PUSTAKA Zulfaturochmah. 1996. Konstruksi Pola Busana: IKIP YOGYAKARTA 2000. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kursus dan Ujian Nasional Menjahit Pakaian Wanita dan Anak: Direktorat Pendidikan Luar Sekolah Pratiwi Djati. 2001. Pola Dasar dan Pecah Pola Busana: Kanisius Ernawati. 2008. Tata Busana Jilid 3. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Soekarni. 2009. Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar. Gramedia

53

Modul kursus menjahit tingkat dasar car  

Kursus menjahit tingkat dasar

Modul kursus menjahit tingkat dasar car  

Kursus menjahit tingkat dasar

Advertisement