Issuu on Google+


Judul asli: TUHAN TIDAK PUNYA CUCU Penulis: Suara Pemenang/Tjandra Hak Penerbitan pada: Yayasan NAT Diterbitkan oleh: Nafiri Fajar Media Group Surabaya

i


Bagaimana Memperoleh Berkat Rohani!

Apabila saudara ingin diberkati Tuhan, Apabila saudara ingin melihat dunia pelayanan di perkaya, Apabila saudara ingin melihat media rohani berkembang maka ‌ Jauhilah PEMBAJAKAN E-Book ini adalah produk Media Digital Center yang dibuat untuk memperkaya dunia kekristenan. Bantuan saudara untuk tidak mengcopy ulang file E-Book ini akan menolong kami memproduksi E-Book judul-judul lainnya. Tuhan Yesus Kristus, memberkati!

ii Heart To Heart!


NYANYIAN PARA PEMENANG We give thanks to you, Lord God Almighty Ku bersyukur kepadaMu Tuhan You who are and were and are to come Yang ada, yang sudah, yang kan datang You alone have taken your great power Kau t’lah memegang kuasa yang besar And over this world you have come to reign Atas dunia ini Kau mem’rintah As you priests we reign with you Dengan Kau ku mem’rintah By your blood we over come Dengan darahMu kumenang We proclaim Your word is true FirmanMu sungguh benar On earth your Kingdom come (amen !) Datanglah k’rajaanMu (amen !) @ 1980 Scripture In Song Dale Garrat / Rev 11:17 ; 12:11 Inilah nyanyian para pemenang yang berkumandang di Surga, yaitu mereka yang berhasil melalui masa-masa sulit dalam kehidupannya dan berhasil mengalahkan kuasa si jahat. Tuhan memanggil kita untuk menjadi pemenang dan itu hanya dapat kita capai jika kita berhasil melalui masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang bersama dengan Tuhan. TUHAN DARI MASA YANG SUDAH (PAST TRUTH = KEBENARAN MASA LALU) Sebagai akibat dari perjalanan waktu kita semua memiliki masa lalu. Selaku murid Kristus kita memulai perjalanan hidup kita bersama Tuhan melalui proses kelahiran baru. iii Disinilah kita mempelajari arti dari karya salib Kristus, pengampunan, penebusan dosa, pertobatan, keselamatan, baptisan, ibadah dan dasar-dasar kehidupan Kristen sehari-hari.


Tetapi meskipun ini semuanya adalah perkara-perkara yang indah, namun sejalan dengan waktu yang terus berlalu, kita harus berjalan maju bersama Tuhan menggenapi rencanaNya yang mulia dalam kehidupan kita. Tuhan tidak ingin kita senantiasa tinggal dalam kebenaran masa lalu tersebut kita harus bertumbuh. TUHAN DARI MASA YANG ADA (PRESENT TRUTH = KEBENARAN MASA KINI) Inilah masa terpenting dalam hidup kita karena apa yang kita kerjakan pada masa kini menentukan hasil apa yang akan kita peroleh dimasa mendatang. Tuhan tidak ingin hanya menjadi bagian dari masa lalu kita. Dia juga ingin terlibat dalam kehidupan seharihari kita pada masa kini. Tuhan ingin bersama-sama kita dalam menentukan pasangan hidup (jodoh Allah), pergaulan muda-mudi, membangun keluarga kristen, menentukan karier, cara berbusana, pembentukan karakter: kejujuran, bertanggung jawab, loyalitas, dedikasi, maupun mengatasi persoalan hidup sehari-hari: gosip, perselisihan, sakit hati dan pengampunan, putus asa, dll. Dan Tuhan telah mengaruniakan Firman Tuhan yang sempurna (Alkitab) sebagai buku panduan kita didalam menjalani seluruh kehidupan kita. Tetapi Tuhan tidak ingin kita berhenti sampai disini saja. TUHAN DARI MASA YANG KAN DATANG (FUTURE TRUTH = KEBENARAN MASA DEPAN) Tuhan memberikan panggilan yang lebih tinggi, Ia menyediakan warisan Surgawi bagi kita yang berhasil mencapai garis akhir yang sudah ditentukanNya dalam kehidupan setiap kita. Kita dipanggil bukan hanya untuk masuk Surga. Inilah perbedaan kekristenan dengan agama-agama lain, kalau tujuan akhir mereka adalah agar bisa masuk Surga, didalam kekristenan jaminan Surga justru merupakan

awal kehidupan kita bersama

Tuhan. Kita dipanggil unntuk menjadi sempurna agar dapat terlibat didalam pemerintahan Tuhan

kita

sebagai

imam-imam

dan

raja-raja.

Panggilan

surgawi

inilah

yang

menumbuhkan pengharapan kita untuk setia membayar harga panggilan Tuhan dalam hidup kita, memberi kita kemampuan untuk bertahan dalam masa pembentukan dan terus berusaha untuk memiliki sifat-sifat

karakter dan mentalitas Surgawi sebagai bekal

kehidupan mendatang. iv Inilah kehidupan Kristen yang wajar dimana kita bertumbuh dari Kebenaran Masa Lalu, melewati Kebenaran Masa Kini menuju Kebenaran Masa Depan mencapai Target


Tuhan . Sehingga kita bertumbuh menjadi Putra Allah Yang Dewasa (Hueos) untuk terlibat dalam Kerajaan Tuhan yang akan segera datang di bumi. Akhir kata kami berharap agar pelajaran dari buku saku ini dapat menjadi makanan rohani bagi pertumbuhan rohani segenap pembaca. Terimakasih, Tuhan memberkati! Oleh : Suara Pemenang /Tjandra

v

TUHAN TIDAK PUNYA CUCU


RAHASIA PENGANGKATAN SEORANG PUTRA Tuhan tidak punya cucu, Ia hanya punya anak, tetapi kita selalu ingin membuat cucu-cucu bagi Tuhan kita.

“Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga.� (Mat 23:9) TUHAN TIDAK PUNYA CUCU RAHASIA PENGANGKATAN SEORANG PUTRA

"Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan." (Luk 3:22). ANAK KESAYANGAN ATAUKAH ANAK KESUKAAN?

"Anak kesayangankah gerangan Efraim bagiKu atau anak kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hatiKu terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman Tuhan." (Yer 31:20). Pada saat berada di Sidney dalam rangka pelayanan keliling ke beberapa kota di Australia saya menyempatkan diri untuk menelpon keluarga yang ada di Surabaya. Baru beberapa kalimat berbicara dengan istri saya tiba-tiba Otniel, anak saya yang kecil (usia 3 tahun waktu itu) merebut pesawat telepon itu dari tangan istri saya dan ... seperti orang dewasa saya mendengar suaranya bertanya "Papa, Papa rang (sekarang) di na (ada dimana)?" Memang pada waktu itu anak saya Otniel belum bisa berbicara lancar, masih sepenggal-sepenggal dan cedal, namun dengan hati sukacita saya menjawab: "Otniel, Papa berada di Australia". Dari pesawat telepon saya menyerahkan

telepon

mendengar

anak

saya

itu kepada istri saya sambil berkata layaknya orang dewasa

"Mama, papa da (ada) di Lia (Australia)" Rupanya bagi seorang anak kecil mendengar suara ayahnya biarpun hanya satu kalimat sudah memberi kepuasan tersendiri. Lalu Grace anak saya yang pertama (usia 5 tahun waktu itu) ganti berbicara di telepon "Papa, Papa ada di Australia ya? Papa nanti kalau pulang jangan lupa ya Grace

1 minta dibelikan pita rambut, sandal yang haknya tinggi, pakaian pesta, permen yang banyak ..." Kelihatannya anak saya yang pertama sudah siap dengan daftar belanjaanya. Sebenarnya saya merasa ada sesuatu yang hilang pada diri Grace anak saya yang


pertama. Kalau saya mengamati pertumbuhan ke-2 anak saya, Otniel anak saya yang ke2 kelihatannya semakin hari semakin lucu, saya teringat ketika kami sekeluarga melakukan perjalanan keliling Sulawesi selama sebulan hampir setiap pagi setelah bangun tidur, Otniel datang ke saya dengan bertanya "Pa, li (hari) ni (ini) gi (pergi) na(kemana)?" Ekspresi wajahnya yang lucu membuat kami semua tertawa. Hal tersebut berbeda dengan Grace kakaknya, yang kelihatannya semakin hari semakin berkurang kelucuannya. Sekarang ia sudah pandai minta ini dan itu, gaya bicara dan tutur bahasanya pun berubah. Ia sudah mulai pintar berdandan dan mulai senang mendengarkan karya cerita. Kawan, meskipun Otniel anak saya yang ke-2 saat ini lagi lucu-lucunya, sedangkan Grace, anak saya yang pertama, sudah mulai berkurang kelucuannya namun kasih sayang saya kepada mereka berdua tidak berubah. Mereka berdua tetap merupakan anak-anak kesayangan saya. Mengapa? Karena mereka berdua berasal dari diri saya, mereka adalah bagian dari hidup saya. Kasih sayang saya terhadap Otniel tidaklah lebih besar dibandingkan kasih sayang saya kepada Grace, meskipun saat itu Otniel lebih lucu daripada Grace. Mengapa? Karena itulah konsekwensi logis dari pertumbuhan. Grace yang dahulu lucu sekarang telah bertumbuh menjadi seorang gadis kecil. Saya bersukacita melihat pertumbuhan anak saya, mereka bukan hanya anak-anak kesayangan saya tetapi juga anak-anak kesukaan saya. Tetapi kawan, seandainya 20 tahun mendatang Otniel masih berkata kepada saya "Papa, papa rang dina?" atau "Papa, li ni gi na?" pastilah kalimat diatas sudah tidak lucu lagi bagi saya seperti saat itu. Justru ucapan itu mendatangkan dukacita yang mendalam karena anak saya terlambat bertumbuh. Memang mereka tetaplah anak kesayangan saya tetapi bukanlah anak kesukaan saya. Kawan, sebenarnya seperti itulah pula hubungan kita dengan Bapa Surgawi kita. Tahukah saudara bahwa kita semua ini adalah anak-anak kesayangan Tuhan kita.

Mengapa? Jawabannya sangat sederhana. Oleh karena kita ini ciptaanNya dan dari sejak awalnya Tuhan telah menetapkan rencanaNya yang indah didalam setiap kehidupan kita. Lihatlah apa yang tertulis dalam FirmanNya dibawah ini: 2 •

"MataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis harihari yang akan dibentuk sebelum ada satupun dari padanya" (Maz 139:16).


"Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKu" (Yes 49:16).

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa" (Yer 1:5).

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yer 29:11).

Masalahnya sekarang ialah apakah kita ini merupakan anak yang menyukakan atau anak yang mendukakan hati Bapa Surgawi kita? YESUS KRISTUS, POLA KEHIDUPAN ANAK ALLAH

"Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3:16). Untuk tujuan itulah Allah Bapa telah menitipkan Yesus Kristus Anak TunggalNya, kepada sepasang kekasih, Yusuf dan Maria. Mereka mendapat kepercayaan untuk merawat, membimbing, mendidik dan membentuk Anak Allah, agar suatu kali kelak menjadi dewasa dan siap melaksanakan tugas Bapa SurgawiNya. Yusuf dan Maria sadar bahwa Yesus adalah anak titipan Tuhan dan bukanlah anak milik mereka. Namun mereka telah memperoleh suatu kepercayaan yang istimewa untuk melahirkan Anak Allah kedalam dunia dan mendewasakanNya. Firman Tuhan mencatat bahwa Yusuf dan Maria adalah suami isteri yang berbahagia oleh karena mereka telah melaksanakan tugasnya dengan baik, lihatlah : •

"Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya” (Luk 2:40).

"Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia"(Luk 2:52).

Anak itu bertumbuh, Yesus bukan lagi bayi terus, Bapa SurgawiNya terus menerus 3 memperhatikan Halleluyah!

pertumbuhan

anakNya

dan

Bapa

SurgawiNya

BERSUKACITA,


Sayang sekali, sampai detik ini masih banyak umat Kristen memberlakukan Yesus hanya sebagai bayi yang mungil tak berdaya seperti nyata di dalam rutinitas peringatan Natal dari tahun ke tahun, atau sebagai orang yang terhukum memakai mahkota duri, atau seperti penjahat terkutuk yang di salib dalam setiap peringatan Paskah. Ketahuilah bahwa

Yesus sudah bukan bayi lagi, palungan itu telah

ditinggalkanNya begitu pula salib di Golgota, tempat itu telah kosong, Yesus sudah tidak tersalib lagi, Yesus telah BERTUMBUH menjadi Tuhan yang Perkasa, Raja Alam Semesta. Umurnya telah 2000 tahun dan tidak lama lagi Ia akan datang untuk menghakimi seluruh alam semesta! Ubahlah pandanganmu pada perspektif yang benar. Juru Selamatmu bukanlah Tuhan yang lemah tak berdaya, ketahuilah Tuhanmu Besar dan Dahsyat dalam perbuatanNya! Yesus bertumbuh, bagaimanakah dengan saudara? Sudah berapa tahunkah saudara menjadi anak Tuhan? Sudahkah saudara mengalami pertumbuhan rohani sesuai dengan usia rohani saudara? Janganlah menjadi bayi rohani terus, BERTUMBUHLAH dan buatlah hati Bapa Sorgawimu bersukacita! MAKANAN ROHANI

Kata Yesus kepada mereka: "MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya" (Yoh 4:34). Untuk bertumbuh salah satu hal pokok yang kita perlukan adalah makan. Kita hidup bukan untuk makan, sedangkan kita makan bukan hanya untuk sekedar hidup tetapi untuk BERTUMBUH. Begitu pula, jika ada makanan jasmani untuk pertumbuhan jasmani maka ada pula makanan rohani untuk pertumbuhan rohani Hal yang sama berlaku bagi kita, untuk bertumbuh secara rohani kita juga harus belajar untuk melakukan kehendak Tuhan dan menyelesaikan pekerjaanNya di dalam hidup kita. Banyak pergi ke gereja dan pertemuan ibadah adalah hal yang baik, disitu kita banyak mendengar Firman Tuhan. Tetapi jika kita tidak belajar untuk menjadi pelaku Firman, hal itu sama dengan kita pergi ke restaurant melihat dan mencium bau harum aroma masakan lalu keluar lagi tanpa memakannya. Jadi tidak banyak gunanya. Jika kita belajar untuk melakukan kehendak Tuhan di dalam hidup kita maka kita 4 pun perlu untuk belajar menyelesaikan pekerjaan itu. Seringkali dalam hidup ini kita melihat orang-orang yang berwisata rohani, setiap kali berpindah pelayanan, berada


dimana-mana, terbeban dengan banyak hal tetapi tanpa ketekunan dan kesetiaan, orang seperti itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Hal semacam itu hanyalah sekedar jalanjalan rohani saja. SIFAT ALAMI SEORANG ANAK

"BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga" (Yoh 5:17). Anak kecil adalah peniru nomor satu. Apa saja yang dilakukan orang lain akan coba ditirukannya sebab dengan cara seperti itulah seorang anak kecil akan belajar mengenali dunia ini. Saya mempelajari hal ini dan kehidupan anak-anak saya, jika saya membaca koran maka anak saya pun akan mengambil koran yang lain untuk meniru saya membaca tidak peduli meskipun sebenarnya korannya terbalik. Jika saya menulis maka anak saya akan mengambil kertas dan alat tulis lalu coret-coret di atas kertas itu meskipun sebenarnya ia belum bisa menulis. inilah sifat alami yang wajar dari seorang anak. Suatu kali saya mendapat suatu pelajaran yang berharga ketika saya mencucikan sepeda motor saya. Pada waktu itu si pencuci ditemani anaknya yang masih balita. Ketika melihat bapanya bekerja, tiba-tiba si anak melompat turun dari tempat duduknya dan mendekati ayahnya. Si anak mulai mengambil selang air dan mulai menyemprot sepeda motor saya, tatkala ia sedang memutar-mutar selang air tiba-tiba matanya sendiri kena semprot air, anak itu menjerit dan menangis keras, akibatnya bapanya terpaksa berhenti bekerja untuk menggendong anaknya. Setelah berhenti menangis anak itu didudukkan kembali dengan pesan agar ia bermain sendiri. Namun ketika si anak melihat bapanya kembali bekerja ia pun kembali melompat turun ingin membantu bapanya, kali ini ia mengambil sabun, mengikuti ayahnya, dan mulai mengoleskan sabun itu pada sepeda motor saya. Tak matanya

pun terkena sabun,

tunggu

waktu

lama

anak itu menjerit-jerit menangis sehingga bapanya

terpaksa berhenti bekerja untuk kembali menolong anaknya. Meskipun si bapa berharap agar anaknya bisa duduk diam saja dengan tenang, namun ternyata anaknya kembali mendekat dan kali ini ia mengambil kayu penjalin untuk mengorek kotoran yang ada di bagian bawah tutup roda. Sementara tangan kanannya bekerja tanpa disadari tangan kirinya masuk ke jari-jari roda dan tanpa sengaja roda itu 5 berputar dan kembali anak itu menangis kesakitan karena tangannya terjepit. Mau tak mau kembali bapanya berhenti bekerja karena terganggu dengan ulah anaknya.


Dari tempat duduk saya memperhatikan kejadian itu dan mendapat pelajaran yang sangat berharga. Rupanya itulah sifat alami yang wajar dari seorang anak, ia mau terlibat didalam pekerjaan bapanya meskipun sebenarnya ia justru mengganggu dan merepotkan ayahnya. Sebagai anak Tuhan, sudahkah saudara memiliki sifat alami seorang anak semacam ini? Tidakkah saudara ingin terlibat di dalam pekerjaan Bapa Surgawi kita? Jika saudara tidak memiliki kerinduan semacam ini mungkin ada sesuatu yang salah dalam pertumbuhan rohani saudara! Yesus Kristus sebagai Anak Allah memiliki sifat alami seorang anak ini. Itulah sebabnya Ia giat didalam pekerjaan Bapanya "BapaKu bekerja sampai sekarang, maka

Akupun bekerja juga" (Yoh 5:17). KEDEWASAAN ROHANI

"Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguh pun ia adalah tuan dari segala sesuatu; tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya" (Gal 4:1-2). Dari contoh kejadian di atas kita dapat belajar, meskipun anak itu bermaksud membantu ayahnya, namun karena masih terlalu kecil ia sebenarnya justru mengganggu ayahnya, tidak membantu seperti harapannya. Begitulah juga kita sebagai anak-anak Tuhan, ada rencana Tuhan yang indah didalam hidup kita untuk terlibat didalam pekerjaanNya. Namun Tuhan menghendaki agar kita dilatih dan dipersiapkan dahulu sebelumnya, jika tidak justru tindakan kita akan merusak dan mengganggu pekerjaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan perlu dikerjakan oleh anak-anak Tuhan yang telah matang dan dewasa rohani agar menghasilkan buah yang kekal di Surga. Untuk tujuan pembentukan dan pendewasaan itulah, kita semua anak-anak Tuhan dititipkan kepada orang tua kita masing-masing, sama seperti Yesus Kristus dititipkan pada Yusuf dan Maria. Kitab suci tidak banyak menceritakan masa muda Yesus Kristus karena itulah masa pembentukan dan pendewasaan. Baru setelah berusia 30 tahun kita dapat membaca kehidupan Kristus sebagai Anak Allah yang dewasa. Ada sebuah kisah pada saat Yesus 6 berusia 12 tahun ketika Yesus diajak orang tuanya ke Bait Suci.


Di Bait Suci itulah sifat alami seorang anak muncul dalam diri Yesus pada saat Ia bertanya jawab dengan ahli-ahli Taurat dan kaum Parisi. Selama 3 hari orang tuanya kebingungan mencari Yesus dan ketika menemukanNya di Bait Allah, justru Yesus menjawab mereka: "JawabNya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tahukah

kamu, bahwa Aku harus berada di rumah BapaKu?" (Luk 2:49). Namun setelah menjawab demikian Yesus ternyata pulang juga bersama kedua orang tua, mengapa? Karena Yesus tahu belum tiba waktuNya untuk melayani BapaNya sebab Ia masih dalam pembentukan dan meskipun ada keinginan untuk bekerja bersama Bapa SurgawiNya tetapi Yesus harus menahan diriNya 18 tahun lagi sampai saat yang telah ditentukan oleh BapaNya. Begitulah juga kita, kita tidak dapat langsung bekerja bersama Bapa Surgawi kita sebelum karakter, sifat, mentalitas kita dibentuk dan pribadi kita bertumbuh dewasa. Jika kita memaksa diri justru kita akan menghancurkan pekerjaan itu. Sebab itu sabar dan setialah didalam pembentukan Tuhan! ANAK TITIPAN TUHAN Sama seperti Yesus, kita semua adalah anak titipan Tuhan pada orang tua kita, begitu pula Anak-anak kita itu adalah anak titipan Tuhan pada kita. Oleh karena anak titipan Tuhan itu bukan milik kita tetapi milik Tuhan yang menciptakanNya maka tidak bolehlah kita berusaha menghancurkan mereka karena hal ini sama dengan menjamah biji mata Tuhan sendiri. Sebagai orang tua kita mendapat kehormatan dari Tuhan menjadi saluran untuk melahirkan anak-anak Tuhan ke dalam dunia. Sebagai perwalian yang telah ditunjuk Tuhan, tugas kita adalah merawat, membimbing, mendidik dan membentuk mereka agar mereka dapat bertumbuh dewasa dan siap melayani Tuhan. Tetapi akan datang waktunya, suatu kali kelak Bapa Surgawi akan datang kepada kita untuk meminta kembali anak titipan Tuhan itu, karena sudah tiba waktunya bagi mereka untuk terlibat di dalam pekerjaan BapaNya yang telah direncanakan bagi mereka bahkan jauh sebelum mereka dibentuk •

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" (Ef 2:10); 7


"MataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis harihari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya" (Maz 139:16). Ketika tiba waktunya bagi Yusuf dan Maria untuk menyerahkan kembali Anak

Titipan Tuhan itu, Bapa di Surga sangat bersukacita menerimaNya, sehingga keluarlah suatu pernyataan illahi diatas sungai Yordan pada waktu Yesus di baptis air "Engkaulah

AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan" (Luk 3:22). Yusuf dan Maria telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan mereka menuai kebahagiaan karena Bapa Surgawi menyertai dan memberkati hidup mereka sampai akhir hayatnya. Bagaimana dengan kita? Jika telah tiba waktunya Bapa di Surga meminta kembali anak titipannya, anak model apakah yang akan kita serahkan kepadaNya? Seorang putra laki-laki yang dewasa atau bayi kecil yang masih suka ngedot? Disini kita tidak mempersoalkan jenis kelamin laki-laki atau perempuan dalam arti harafiah tetapi keputeraan (Sonship) menggambarkan kerohanian yang kuat dan bertumbuh dewasa. ABORSI, PEMBANTAIAN MASSAL JANIN-JANIN Pada zaman ini, sesuatu yang sangat mengerikan telah terjadi, manusia bukan hanya menelantarkan anak-anak titipan Tuhan ini tetapi juga berani membunuh bahkan semenjak dari dalam kandungan. Dengan berbuat begitu mereka telah mendatangkan kutuk Tuhan dalam diri mereka seumur hidup mereka. Kawan, Bapa Surgawi sangat membenci kejahatan aborsi sebab aborsi bukan hanya sekedar pembunuhan biasa, tetapi merupakan usaha strategis dan sistematis dari Iblis dan kawan-kawannya untuk membunuh dan menghalangi kelahiran putra Allah di dalam dunia. Ketahuilah bahwa saat ini jumlah korban aborsi adalah:  Di seluruh dunia sekitar 60 juta aborsi per tahun  Di Amerika saja sekitar 6 – 8 juta aborsi per tahun  Di Indonesia sekitar 2,6 juta aborsi per tahun (sumber WHO 2009) Aborsi sebenarnya adalah suatu pembantaian massal janin-janin yang sangat mengerikan. Manusia telah dibutakan hati nuraninya oleh illah zaman ini terutama oleh dewi nafsu/cinta/sex, sehingga berperilaku lebih jahat dan kejam daripada binatang buas, karena binatang buas tidak akan membunuh darah dagingnya sendiri, tetapi manusia modern sekarang dapat melakukannya sambil tersenyum. Lebih dari hal di atas kawan, tahukah saudara bahwa ada satu bentuk kejahatan lain yang jauh lebih sadis dan mengerikan daripada kejahatan aborsi? Lebih mengerikan, 8


karena memakai berbagai ajaran dan bahasa rohani bahkan membawa-bawa nama Tuhan sebagai pembenar! Itulah pembantaian massal yang banyak terjadi di dalam kebanyakan gereja lokal. Memang korban-korbannya tidak tampak secara fisik, karena yang dibantai adalah panggilan hidup jemaat di dalam Tuhan. YERUSALEM, YERUSALEM, ENGKAU YANG MEMBUNUH NABI-NABI Jika saat ini Yesus memandang kepada Yerusalem-GerejaNya, seharusnya Yesus akan bersukacita tetapi ternyata di dalam kitab Lukas 13:31-35, kita justru melihat bagaimana Yesus menangis dan meratapi Yerusalem "Yerusalem, Yerusalem, engkau

yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau" (Luk 13:34). Yesus menangis dan meratapi Yerusalem karena melihat ada banyak hal yang mendukakan hati Yesus di sana. Gereja Tuhan yang seharusnya menjadi tempat untuk melahirkan nabi-nabi dan utusan-utusan Injil sekarang menjadi tempat pembunuhan para nabi dan utusan Injil â€œâ€Śsebab tidak semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di

Yerusalem� (Luk 13:33). Sama seperti di dalam keluarga, sebenarnya jemaat itu adalah anak titipan Tuhan yang dipercayakan kepada pimpinan gereja setempat untuk dimuridkan dan didewasakan. Pelayanan 5 jawatan diberikan Tuhan kepada gereja untuk tujuan ini "Dan Ialah yang

memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus" (Ef 4:11-12). Kita semua dipanggil untuk diselamatkan dan masih diberi kehidupan setelah kelahiran baru agar kita dapat bertumbuh menjadi dewasa dan terlibat dalam pekerjaan Bapa Surgawi kita, ketahuilah bahwa di dalam kerajaan Surga tidak ada pengangguran, semuanya diberikan tempat yang khusus di dalam Tubuh Kristus untuk berfungsi "Tetapi

Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendakiNya" (I Kor 12:18). Jika kita tidak bertumbuh, hanya menjadi bayi-bayi gendut, pengunjung setia gereja yang rajin ke gereja hanya untuk memanasi bangku gereja maka kita adalah anak-anak Tuhan yang mendukakan hati Bapa Surgawi kita.

9


SERUAN PADA YERUSALEM

“Hai Yerusalem! Ketahuilah bahwa jemaatmu itu adalah anak-anak titipan Tuhan, bukan milikmu sendiri, bukan pula asset property, tetapi anakanak

Tuhan

yang

dipercayakan

kepadamu

untuk

dimuridkan

dan

didewasakan!� Suatu kali Yesus bertanya kepada Petrus "Kata Yesus kepadanya untuk ketiga

kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepadaNya: Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu" (Yoh 21:17). Dalam Alkitab saya (tidak tahu kalau Alkitabnya orang lain) dengan jelas saya membaca "domba-dombaKu" artinya domba-domba itu tetaplah milik Yesus yang dipercayakan kepada hamba-hambaNya untuk tugas penggembalaan (pemuridan dan pendewasaan). Saat ini ada banyak gereja lokal yang menganggap jemaat adalah property milik gereja. Di dalam gereja mereka mengadakan pemuridan tetapi tidak ada pengutusan, mereka pandai dalam mengumpulkan perpuluhan dari jemaat tetapi jarang memberikan perpuluhan mereka ke lingkungan di luar rumah tangga (denominasi) mereka, jemaat mereka boleh aktif melakukan berbagai macam pelayanan asal didalam lingkungan gereja lokal mereka tetapi tidak boleh ke dunia luar atau gereja lokal lainnya. Semua aktifitas yang dilakukan hanyalah untuk kebesaran denominasi rumah tangga mereka di dunia. Sebenarnya mereka tidak sedang membangun Kerajaan Tuhan di dunia tetapi kerajaannya sendiri. Sebagai seorang guru, Yesus memiliki kebesaran jiwa untuk melihat bahwa satu kali kelak murid-muridNya akan lulus dan menjadi sama dengan diriNya "Seorang murid

tidak lebih daripada gurunya, tetapi barang siapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya" (Luk 6:40). Bahkan Yesus memberi kesempatan kepada muridmuridNya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang Yesus lakukan "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan

melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan yang lebih besar daripada itu ..." (Yoh 14:12). Kebesaran jiwa semacam ini jarang kita lihat didalam kehidupan para pemimpin 10


gereja masa kini, jarang sekali jemaat diberi kesempatan luas untuk menemukan jati dirinya dan mengembangkan dirinya secara maksimal bagi Tuhan, selalu ada batasanbatasan yang diberikan dengan berbagai macam alasan rohani. Jikalau nanti waktunya telah tiba Yesus – Sang Kepala Gereja akan meminta kembali anak-anak titipan Tuhan pada berbagai gereja lokal, anak-anak model apakah yang akan gereja berikan kepada Yesus? Putera Tuhan yang dewasa ataukah bayi-bayi kecil yang masih suka susu? Jemaat yang tidak bertumbuh, mereka itu adalah anakanak yang mendukakan hati Bapa Surgawinya. GEREJA YANG MISSIONER Membina jemaat Tuhan itu ibarat membina anak-anak di dalam keluarga.

Kita

bertanggung-jawab untuk merawat, membimbing, memuridkan dan memperlengkapi mereka untuk tugas pelayanan yang telah ditetapkan oleh Bapa di Surga. Oleh karena itu sesuai dengan Firman Tuhan diatas, gereja yang sehat seharusnya memiliki ciri: •

Rumah Doa

Gereja yang sehat disebut “Rumah Doa” (Matius 21:13), disinilah setiap orang yang letih, lesu berbeban berat mencari wajah Tuhan dan mendapatkan pertolongan. Saudaraku seringkali perbuatan kasih kita berbicara lebih keras daripada kata-kata kita. •

Pelayanan 5 Jawatan

Gereja yang sehat perlu mendapat pelayanan 5 jawatan (Eps 4:11-12) secara seimbang bagi pertumbuhan jemaat: pelayanan kerasulan, pelayanan kenabian, pelayanan penginjilan, pelayanan penggembalaan dan pelayanan pengajaran. •

Training Centre

Gereja yang sehat berfungsi sebagai training centre; melakukan pemuridan yang kuat untuk pertumbuhan rohani jemaat, memperhatikan pembentukan watak, sifat dan karakter jemaat agar menjadi seperti Yesus dan memperlengkapi mereka untuk dapat melakukan kehendak Bapa Surgawinya, bukan hanya secara teori tetapi juga dalam praktek.

11


•

Mission Centre

Gereja yang sehat tidak berhenti hanya pada training centre tetapi juga menjadi mission centre, tempat pengutusan utusan Injil. Tentu saja tidak semua jemaat bisa pergi menjadi utusan Injil tetapi semuanya bisa ambil bagian didalam pekerjaan misi ini. Kaum muda bisa ambil bagian sebagai yang diutus, jemaat yang tidak bisa pergi (para pengusaha, kaum tua, anak-anak)

bisa

menjadi

yang

mengutus baik

dengan doa-doanya ataupun dengan persembahan hartanya. Sedangkan para rohaniwan bertugas mempersiapkan dan melatih jemaat (Rom 10:14-15). •

Hati yang berbelas kasihan dan jiwa missioner

Berbeda dengan kebanyakan gereja denominasi yang mengadakan pemuridannya di dalam gedung gereja, Tuhan Yesus melakukan pemuridanNya dengan cara pelayanan keliling dari satu daerah ke daerah lain, dengan berbuat begitu Yesus berharap agar di dalam hati murid-muridNya tumbuh hati yang berbelaskasihan dan jiwa missioner. Jika kebanyakan gereja denominasi di dalam pemuridannya memberikan pengetahuan sehingga banyak menghasilkan orang-orang pintar bertitel, sebaliknya Tuhan Yesus menghasilkan orang-orang yang dapat melihat kebutuhan masyarakat (Mat 9:13, 35-38). Jikalau gereja tidak bersifat missioner lagi dan tidak mempersiapkan jemaatnya untuk bekerja bersama Bapa Surgawinya, maka gereja itu akan mengalami kematian rohani, berubah menjadi tempat pembantaian massal, bukan pembantaian terhadap tubuh fisik jemaat tetapi terhadap panggilan hidup jemaat yang indah di dalam Tuhan. TUHAN TIDAK PUNYA CUCU Suatu kali ketika sedang tidur, David du Plessis, seorang hamba Tuhan yang mendapat sebutan “Tuan Pantekosta� (karena ia dengan rajin dan tekun mengikuti sejarah perkembangan gerakan Pantekosta dari semenjak peristiwa di Azusa Street sampai saat meninggalnya) mendengar suara Tuhan "David, ketahuilah bahwa Aku tidak

mempunyai cucu". Dengan terkejut David bangun dari tidurnya, siap untuk mendengar lebih banyak suara Tuhan. Tetapi ternyata Tuhan tidak berkata apa-apa lagi. Semenjak peristiwa itu, hati David du Plessis gelisah karena dirinya tidak mengerti apa

12


maksud kalimat tersebut. Selama berhari-hari kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinganya. Beberapa waktu kemudian David du Plessis akan melakukan perjalanan pelayanan ke suatu kota. Diatas pesawat David du Plessis heran mengapa pesawat itu kosong tidak ada penumpang seorangpun. Lalu David du Plessis berdoa, ia kembali teringat suara Tuhan itu. Ketika pesawat hampir berangkat, tiba-tiba ada seorang penumpang masuk, maka jadilah ia kawan ngobrol David du Plessis di sepanjang perjalanan. Ternyata teman itu seorang imam muda Katholik yang juga sedang dalam perjalanan pelayanan. Ketika akan berbicara, tiba-tiba dari bibir David du Plessis keluarlah kalimat "Hai sobat, tahukah kau bahwa Tuhan kita tidak mempunyai cucu". David du Plessis sendiri kaget mendengar perkataan yang ia ucapkan, apalagi sang kawan sehingga dengan keheranan ia bertanya "Apa maksudmu?" Tiba-tiba bagaikan aliran sungai yang meluap keluarlah sebuah cerita dari mulut David du Plessis yang belum pernah terdengar bahkan oleh dirinya sendiri “Saya rasa kita semua telah tahu, kawan bahwa Gereja Mula-mula lahir oleh karena Pengajaran Yesus Kristus dan kuasa Roh Kudus. Hampir setiap hari selalu ada jiwa baru yang telah diperanakkan kembali baik oleh Firman maupun Roh Kudus. Bahkan ketika aniaya datang menimpa, jemaat mula-mula terserak ke berbagai penjuru sambil memberitakan Injil. Itulah sebabnya Gereja Mula-mula berkembang begitu pesat. Setiap umat Kristen mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus dan mengalami baptisan Roh Kudus..." "Persoalan justru mulai sekitar abad ke-4 ketika Constantin menjadi kaisar Romawi Kristen yang pertama dan menjadikan ke Kristenan sebagai agama negara. Semenjak itu setiap orang yang mau bekerja di pemerintahan wajib menjadi pemeluk agama Kristen. Semenjak itu mulailah ada banyak orang yang beragama Kristen namun tanpa pertobatan, hanya sebagai prasyarat kerja belaka ..." "Sementara itu keluarga-keluarga Kristen yang pertama telah melahirkan anakanak mereka dan secara otomatis mulai membesarkan mereka didalam ajaran ke Kristenan, lalu mereka juga menjadi besar dan melahirkan generasi berikutnya begitu selanjutnya lahir generasi ketiga, keempat, kelima dan seterusnya ..." "Jika di dalam generasi-generasi awal dari Gereja Mula-mula, mereka mengalami pertobatan dan kelahiran baru maka lama kelamaan semakin banyaklah umat Kristen tanpa pertobatan (KTP) yaitu mereka yang menjadi Kristen karena faktor keturunan belaka ..." 13


Semakin banyak David du Plessis bercerita, imam Katholik itu semakin penasaran mendengarkannya. "Disinilah Gereja Tuhan mulai melakukan kesalahan yang mungkin sebenarnya tidak disadari, yaitu pada saat Gereja Tuhan mau memberikan cucu-cucu rohani bagi Tuhan. Adalah hal yang wajar bagi semua rumah tangga Kristen untuk mendidik anakanak mereka didalam jalan Tuhan, sehingga anak-anak itu akan bertumbuh besar dan merasa bahwa dirinya adalah umat Kristen, pengikut Kristus. Namun sebenarnya kekristenan itu tidak dapat diwariskan, oleh karena kekristenan itu dimulai dari perjumpaan seseorang dengan pribadi Yesus dan Roh Kudus. Kekristenan itu dimulai dari proses pertobatan dan kelahiran baru. Ajaran ke Kristenan memang dapat diwariskan tetapi pribadi Yesus dan Roh Kudus tidak dapat diwariskan oleh karena Yesus dan Roh Kudus adalah pribadi Tuhan sendiri. Seseorang yang dididik di dalam kekristenan biarpun dari sejak kecil sebenarnya tidak bisa secara otomatis disebut orang Kristen kecuali mereka telah bertemu dengan pribadi Yesus. Inilah kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Gereja Mula-mula karena akhirnya mereka tidak lagi melahirkan anak-anak Tuhan tetapi cucu-cucu Tuhan bahkan cicit-cicit Tuhan, yaitu umat Kristen keturunan..." "Kesalahan itu semakin mengkristal pada saat Alkitab yaitu Logos atau Firman Tuhan yang tertulis itu telah selesai terbuat. Ingatlah pada masa awal Gereja Mulamula, Alkitab itu belum ada, jemaat

bertumbuh dalam pengajaran rasul-rasul. Di sini

peranan Roh Kudus sangat kuat dalam kehidupan jemaat mula-mula, sebagai Roh Penolong dan Penghibur yang mengingatkan mereka akan ajaran-ajaran Kristus. Melalui pengalaman baptisan Roh Kudus, jemaat mula-mula menerima kuasa untuk bersaksi dan memberitakan Injil, sehingga bisa dikatakan bahwa Gereja Mula-mula dilahirkan oleh kuasa Roh Kudus ..." "Namun setelah Alkitab terbentuk, banyak orang semakin melupakan fungsi Roh Kudus, sebagian yang lain bahkan merasa bahwa fungsi Roh Kudus telah selesai dengan munculnya Alkitab sebagai kebenaran Firman Tuhan yang sempurna. Jika Alkitab dapat diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya maka Roh Kudus tidak dapat diwariskan, sehingga pada akhirnya Gereja Tuhan semakin kehilangan otoritas, pengurapan dan kuasa Roh Kudus. Untuk menambal kekurangan-kekurangan ini maka para pimpinan gereja mulai menciptakan doktrin-doktrin, liturgi-liturgi dan berbagai sakramen gereja yang juga dapat diwariskan turun-temurun bahkan dari waktu ke waktu doktrin-doktrin itu semakin lama semakin banyak sehingga akhirnya melebihi ketebalan Alkitab itu sendiri ..." 14


Imam muda itu memandang David du Plessis dengan mata terbelalak sementara cerita terus berlanjut. "Oleh karena Gereja Tuhan semakin lama semakin jauh meninggalkan Yesus dan Roh Kudus, akhirnya Gereja Tuhan mengalami kematian rohani, karena dipenuhi oleh cucu dan cicit Tuhan tetapi tanpa anak-anak Tuhan..." Tiba-tiba si Imam muda tadi bertanya "Apakah maksud Bapak bahwa gereja saya adalah gereja mati ..." David du Plessis menatap mata si Imam muda lalu dengan sedih menganggukkan kepalanya "Ya, gereja saudara adalah yang pertama mati karena dipenuhi dengan cucucucu Tuhan tetapi juga bukanlah yang terakhir. Didalam perjalanan sejarah gereja memang Allah Bapa terus membangkitkan pahlawan-pahlawan iman seperti Martin Luther, John Wesley, William Both dan masih banyak lainnya untuk membawa Api Kebangunan

Rohani

pada

GerejaNya.

Melalui

mereka

Allah

Bapa

mengadakan

pembaharuan demi pembaharuan pada GerejaNya. Namun meskipun pembaharuan Gereja terus terjadi dari waktu ke waktu, setelah para pembaharu itu meninggal dunia, Gereja Tuhan kembali jatuh pada kesalahan sama, mengulangi sejarah Gereja Mula-Mula yaitu menciptakan cucu-cucu Tuhan, akhirnya gerakan pembaharuan itu hanya meninggalkan bekas gereja-gereja denominasi yang pada akhirnya mati secara rohani bersama dengan doktrin-doktrinnya. Bahkan pada saat ini gejala kematian itu juga telah terasa di dalam gerakan Pantekosta dan kharismatik karena gerakan ini kembali menghasilkan lebih banyak cucu-cucu Tuhan daripada anak-anak Tuhan. Tetapi oleh KasihNya yang besar akan manusia, mata Tuhan terus menjelajah ke seluruh penjuru bumi untuk mencari dan membangkitkan pembaharu-pembaharu lainnya yang pada akhirnya akan dapat membawa Gereja Tuhan pada kesempurnaanNya". Pada saat pesawat mendarat, imam muda itu menghampiri David du Plessis, merangkulnya dengan penuh sukacita sambil berbisik di telinga David du Plessis bahwa ia sangat berterima kasih atas semua petunjuk yang telah diberikan dan berjanji akan merenungkannya kembali dengan sungguh-sungguh. PENGANGKATAN SEORANG PUTRA Kawan, berita di atas itu benar, "TUHAN TIDAK PUNYA CUCU, KARENA IA HANYA MAU ANAK DAN BUKAN SEKEDAR ANAK KESAYANGAN TETAPI ANAK KESUKAAN YAITU ANAK YANG BERTUMBUH MENJADI PUTRA TUHAN YANG 15


DEWASA DAN SIAP BEKERJA BERSAMA BAPA SURGAWINYA!" Di dalam bahasa aslinya, kata anak dibagi di dalam banyak tingkatan sesuai dengan tingkat pertumbuhan anak tersebut. Di dalam proses pertumbuhannya, Yesus juga disebut sesuai dengan usia pertumbuhannya: •

“Teknon” yang artinya “anak balita kecil” seperti dalam kitab Lukas 1:80.

“Teknion” yang artinya “anak kecil” seperti dalam kitab Lukas 2:40,52

Namun ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan pada waktu berumur 30 tahun, maka di dalam kitab Lukas 3:21-22 kita bisa membaca “…terbukalah

langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan" Kata anak yang dipakai disini adalah "HUEOS" bukan lagi berarti “bayi” atau “balita” bukan pula “anak kecil” melainkan "PUTERA YANG DEWASA". Peristiwa ini merupakan upacara "Pengangkatan Seorang Putera" yang merupakan tradisi turun-temurun bangsa Yahudi dari waktu ke waktu. Ketika seorang pemuda telah melewati masa akil-balig dan mencapai usia 30 tahun maka ayahnya dengan sukacita akan mengundang kaum kerabatnya dan segenap kenalannya. Disuatu lapangan terbuka dengan penuh kebanggaan si ayah akan berkata di hadapan semua undangan "Inilah anakku yang kukasihi, ia sekarang bukan lagi bayi atau anak kecil tetapi sudah menjadi putera laki-laki yang dewasa dan mulai saat ini ia berhak untuk terlibat didalam pekerjaan bapanya". Melalui upacara pengangkatan seorang putera inilah pemuda itu dinyatakan kepada dunia telah menjadi seorang laki-laki sejati, seorang putera dewasa yang cakap bekerja dan berhak untuk menjadi ahli waris bapanya. “Kawan, saya tidak tahu bagaimana saudara, tetapi berita ini menggairahkanku, saya tidak mau menjadi cucu Tuhan, saya ingin menjadi anak Tuhan, tetapi bukan anak manis kesayangan Bapa melainkan PUTERA TUHAN YANG DEWASA, ahli waris kerajaan Surga, sampai suatu kali dari Surga terdengar suara "INILAH ANAK YANG KUKASIHI, KEPADANYALAH AKU BERKENAN”. Maranatha, Tuhan Yesus segera datang! Oleh Suara Pemenang/Tjandra 16 Song To My Parents


Lagu Untuk Orang Tuaku From the album, For Him Who Has Ears To Hear Live segment recorded by Jerry Bryant May 1978 in Carbondale, IL Written by Keith Green  1977 EMI April Music / ASCAP Keith Green, seorang artis Kristen pelopor musik Kristen kontemporer era tahun 1980-an, mencoba untuk menyelami gejolak kejiwaan Yesus yang bertumbuh besar di desa Nazareth, pada saat Dia mulai melayani, seperti ada tertulis:

Dan kataNya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.” (Luk 4:24). Permasalahan yang sama juga dialami oleh banyak anak Tuhan yang mau bertumbuh belajar melayani Tuhan memenuhi panggilan Surgawi. Tantangan terberat justru datang dari lingkungan terdekat mereka, keluarga dan orang tua mereka, temanteman pergaulan bahkan gereja lokal mereka baik secara jasmani maupun rohani. Tetapi jika Yesus bisa melewati semua rintangan itu dengan baik, begitulah juga harapan Bapa di surga pada kita semua. Song To My Parents Lagu Untuk Orang Tuaku I need to say these things Aku ingin mengatakannya ‘Cause I love you so Karena aku begitu mengasihimu And I’m sorry you get so angry Maafkan aku jika kau marah When I say that you just don’t know Saat ku katakan bahwa kau belum tahu 17 That there’s a Heaven waitin’ Bahwa di sana Surga telah menanti


For you and me Kau dan aku I know it seems everytime we talk Setiap saat kita berbincang I’m only tryin’ to Aku hanya ingin mencoba Just make you see Membuatmu memahami Chorus And it’s only that I care Hanya itu kerinduanku I really only want Aku sungguh ingin Just to see you there Melihat kau ada di sana Please try and overlook Cobalah untuk memahami My human side Sisi kemanusiaanku I know I’m such a bad example Ku sadari mungkin teladanku kurang baik And you know Dan kau tahu I’m so fill of pride Aku begitu penuh dengan kesombongan But Jesus isn’t like that Namun Yesus tidak seperti itu No, He’s perfect all the way Tidak, Dia begitu sempurna dalam segala hal 18 I guess that’s why we need Him Karena itulah kita memerlukan Dia


‘Cause by ourselves Karena dengan diri kita sendiri There’s just no way Tidak akan pernah ada jalan keselamatan Chorus Close the doors Tutuplah pintu-pintu They’re just not comin’ Mereka tidak akan datang We sent the invitations out Kita telah mengirimkan undangan keluar Long long long long time ago Dari sejak dahulu We’re still gonna have a wedding feast Perayaan nikah akan segera dimulai Big enough to beat them all Cukup besar untuk mengenyangkan semua The greatest people in the world Orang-orang besar di dunia Just wouldn’t come so now Tetapi mereka tidak mau datang jadi sekarang We’ll just have to invite the small Undanglah semua orang-orang kecil Chorus Isn’t that Jesus Bukankah itu Yesus

19 Isn’t that Joseph and Mary’s son Bukankah itu putera Yusuf dan Maria


Well didn’t He grow up right here Bukankah Dia tumbuh besar di tempat ini He played with our children Bukankah Dia bermain dengan anak-anak kita What – He must be kidding Apa – Dia pasti bermimpi Thinks He’s a prophet Mengira diriNya seorang nabi Well prophets don’t Karena nabi besar tidak akan Grow up from little boys Tumbuh dari anak kecil di desa ini Do they Benarkah From little boys Dari anak kecil di desa ini Do they Benarkah

SERI INJIL KERAJAAN 1. Cara Rajawali 2. Dia Datang Untuk Membuat kita Kaya 3. Generasi Ke 42 4. Hanya Menurut GambarNya 5. Kendali Dari Allah 6. Sepuluh Hal Berbahaya 7. Karakter Seorang Putera 8. Pendobrakan Ilahi Menuju Ketidak-Terbatasan 20 9. Sebutir Gandum 10. Tangan Kanan Allah


11. Bayangan Petrus 12. Keindahan Kaki 13. Satu Tubuh Dengan Banyak Anggota 14. Benyamin

SERI KEBENARAN MASA KINI 1. 11.000 Alasan Mengapa Yesus Belum Datang Kembali 2. Dalam Rupa Burung Merpati 3. Allah Tidak Punya Cucu 4. Kesalahan Bileam 5. Boleh marah Asal Tidak Berbuat Dosa 6. Bolehkah Saudara Berpasangan Dengan Orang Tak Percaya + Mencari Pasangan Hidup 7. Peperangan Rohani 8. Iri Hati 9. Kasih Bapa Surgawi 10. Mati Rohani Atau Hidup Berkelimpahan 11. Menggerutu Dan Mengeluh 12. Menjinakkan Lidah 13. Pahlawan Tanpa Pujian 14. Pengampunan, Mengampuni Atau Melupakan 15. Rahasia Kesmpurnaan Alkitab 16. Sakit Hati Dan Kepahitan 17. Siapa Peduli? 18. The Untouchable People 19. Apa Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Melakukan Perceraian 20. Kemanakah Seharusnya Saya Memberi Persepuluhan? 21. Pujian Pengagungan Tuhan 22. Jadilah Garam Dunia 21 23. Kesatuan Yang Benar Dan Palsu 24. Otoritas Spiritual


25. Saat Sungai Menjadi Kering 26. Yonathan Dan Zadok 27. Cara Berbusana 28. Duka Cita Natal 29. Gosip 30. Kerja Keras Atau Nyaris Bekerja 31. Kristen Agresif 32. Putus Asa 33. Tapi Tak Dapat Kuampuni Diriku 34. Akan Bosankah Anda Di Surga 35. Menjadi Orang Kristen Di Rumah 36. Semangat Kasih Menyala-Nyala 37. Anak Anak Terbuang 38. Cinta VS Roman 39. Merawat Hati Yang Remuk 40. Scurvy Backbones & Broken Stores 41. Ketidak Jujuran Dalam Perkara Kecil SERI KESAKSIAN 1. Betty Baxter 2. Gloria Atmaja 3. John Natanael

22


Tuhan tidak punya cucu