Issuu on Google+

Terbit Setiap Senin / Harga Rp 4000,-

Edisi 278. Th. V, 14 s/d 20 Mei 2012

Pelaku Teror Bom Diburu KLATEN - Pelaku teror bom melalui pesan singkat Short Message Service (SMS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, Jumat (11/5/2012), terus diburu jajaran Polres Klaten. pol Edi Wibowo, merupakan pelanggaran terorisme. Karena dengan adanya teror bom itu membuat resah pegawai Pemkab Klaten, maka dari itu Polres Klaten tetap berkomitmen mencari pelaku teror bom melalui SMS tersebut. Seperti diketahui Pemkab Klaten pada Jumat pagi (11/5/2012) lalu menerima teror bom via SMS. Pemkab Klaten diancam diledakan dengan bom, oleh pihakpihak yang mengaku sebagai kelompok orang-orang yang dikecewakan Bupati Klaten H Sunarna. Ancaman dikirim via SMS kepada pejabat Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BP-

Pelaku ...ke hal 31

H Sunarto SE MM:

Komitmen Pemberdayaan Umat TRUCUK - Pemerinitah tidak selamanya bisa memihaki keinginan dan harapan rakyat. Proposal yang masuk ke dewan atau kegiatan masyarakat, tidak bisa didukung penuh dari anggaran pemerintah. Demikian ditegaskan Anggota DPRD Klaten dari Fraksi Partai Golkar (FPG), H Sunarto SE MM dalam acara reses tahap I DPRD Klaten di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maha Karya, Wanglu, Trucuk, Klaten, Minggu siang (13/5). "Maka, kita perlu mengadakan pemberdayaan masyarakat agar bisa lebih mandiri. Misalnya kalau ada jalan desa rusak atau ambyar, maka penggalangan dana dengan cara swadaya perlu dihidupkan," ujar H Sunarto. Lebih jauh H Sunarto, anggota dewan asli kelahiran Desa Kalikebo, Trucuk tersebut mengatakan, warga bisa dilatih dalam berbagai pelatihan menuju pemberdayaan SDM. Langkah ini bisa diawali sejak usia dini, pra remaja, pemuda, termasuk bagi bapak-ibu rumah tangga. Sosok seorang Ibu itu, jelas H Sunarto, tidak hanya mengurusi anak-anak atau keluarga. Anak-anak bisa dididik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Generasi penerus bangsa sejak Komitmen ...ke hal 31 dini harus dididik secara

SUDIRIN / JOGLO POS

Tim Gegana Brimob Polda Jateng menyisir berbagai lokasi di Pemkab Klaten menyusul adanya teror bom via SMS oleh oknum tak bertanggung jawab, Jumat (11/5) lalu. Inzet : Anggota Tim Gegana memeriksa di setiap sudut ruangan di Pemkab Klaten.

Bupati Pantau UN SD

Naik Becak

KLATEN - Dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada hari pertama, Senin (7/5) lalu, Bupati Klaten, H Sunarna SE MHum dan Wakil Bupati Klaten, Hj Sri Hartini bersama pejabat Muspida dan Dinas Pendidikan (Disdik) memantau jalanya UN ke sejumlah SD di Klaten. Yang menarik untuk menuju SD yang dipantau, Bupati H Sunarna dan para pejabat naik becak. Rombongan berangkat dari Rumah Dinas Bupati dengan mengunakan 20 becak. Bupati bersama jajaran-

nya memantau tiga lokasi ujian masing-masing SDN 1 Klaten, SDN 2 Klaten dan SDN 3 Klaten. Sesampainya di SD yang ditinjau, Bupati H Sunarna dan Wakil Bupati, Hj Sri Hartini ikut serta mengawasi siswa yang sedang mengerjakan soal ujian. Saat ditanya wartawan, mengenai alasan menggunakan becak sebagai kendaraan saat memantau UN SD, Bupati H Sunarna mengaku hanya ingin menghemat bahan bakar minyak (BBM). "Tidak apa-apa. Jar-

Bupati ....ke hal 31

TEGUH / JOGLO POS

Pasalnya, pelaku teror bom dengan dalih dan alasan apapun telah melanggar UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Demikian dikatakan Kapolres Klaten, AKBP Kalingga Rendra Raharja melalui Kabag Ops, Kompol Edi Wibowo di sela-sela memantau secara langsung penyisiran Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng) di Pemkab Klaten, Jumat siang (11/-\5/2012) lalu. Penyisiran Tim Gegana Brimob Polda Jateng dilakukan menyusul adanya teror bom melalui SMS yang diterima beberapa pejabat Pemkab Klaten, Jumat pagi, pekan lalu. Pesan singkat teror bom melalui SMS itu, tegas Kom-

Bupati H Sunarna dan H Edi Hartanta naik becak meninjau UN SD.

Broker Susu Resahkan KUD se Jateng

HAKIM / JOGLO POS

H Sunarto, SE, MM (kanan) pada acara reses DPRD Klaten.

JATINOM - Gabungan Koperasi Unit Desa (KUD) se Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sejak dua bulan terakhir dibuat resah oleh broker atau peloper susu yang hingga saat ini keberadaaanya kian marak. Salah satunya adalah KUD di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Ketua KUD Jatinom, Joko

Joko Siswanto

Siswanto di Jatinom, pekan lalu mengatakan, keberadaan broker atau peloper susu sangat meresahkan pihak KUD Jatinom selaku supplier susu ke sebuah perusahan susu ternama di Jakarta. Hal ini dipicu ulah broker yang membeli susu kepada sejumlah peternak sapi perah yang notabene adalah binaan KUD Jatinom.

Mereka (para broker-red) membeli susu dari peternak lebih tinggi dari harga beli KUD, namun broker itu sama sekali tak memperhatikan kualitas susu. "Setahu saya, broker atau peloper susu yanga ada di Desa Daleman, Kecamatan Tulung namanya Koperasi

Broker....ke hal 31


Fokus

Dispertan Buat Bursa Hortikultura KLATEN - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Klaten dalam rangka mendukung Klaten Car Free Day (KCFD) yang diadakan setiap Minggu pagi, merencanakan akan membuat bursa hortikultura dan burung berkicau di Halaman Dinas Pertanian Klaten. Tujuannya agar para peserta KCFD dapat berbelanja aneka produk pertanian termasuk berekreasi menikmati indahnya aneka burung berkicau. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Klaten, Ir Wahyu Prasetya MSi didampingi isterinya di Klaten, pekan lalu. Menurut Ir Wahyu, pelaksanaan bursa hortikultura dan burung berkicau untuk memajukan potensi pertanian di Klaten. Bursa hortikultura dan burung berkicau tersebut sudah dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) pejabat Dinas Pertanian yang digelar pada Selasa, 1 Mei 2012. "Rakor Dinas Pertanian diadakan setiap Selasa pada Minggu pertama setiap bulannya. Namun kapan dimulainya pelaksanaan bursa hortikultura maupun burung berkicau masih menunggu waktu yang tepat," kata Ir

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

32

KB Klaten Peringkat II KLATEN - Pemerintah Kabupaten Klaten berhasil meraih peringkat II perolehan cakupan aseptor Keluarga Berencana (KB) baru se Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Tahun 2012.

Ir Wahyu Prasetya, MSi dan isteri

Wahyu seraya menyatakan, khusus lomba burung berkicau selama ini sudah diadakan di halaman Dinas Pertanian sebulan sekali. Lomba burung berkicau, kata Ir Wahyu, Dispertan Klaten menggandeng para penangkar burung berkicau seperti Paguyuban Burung Kenari (Paburi) Klaten. Aneka burung yang saat ini banyak dikembangkan para pecinta burung di Klaten antara lain jalak uren, murai batu, pleci, kenari dan cucak hijau.(idi)

Prestasi itu diraih Klaten setelah berhasil memperoleh 3.600 orang aseptor baru pada acara yang digelar Musium Rekor Indonesia (MURI) selama 4 hari mulai 30 April hingga 3 Mei 2012. Hal itu dikemukakan Pasiter Kodim 073 Klaten, Kapten Sardiyanto pada acara Pencanangan KB Kesehatan TNI Kabupaten Klaten 2012 di Puskesmas Karangdowo, Rabu (9/5). Acara dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Hj Sri Hartini mewakili Bupati Klaten. Posisi Klaten, tambah Kapten Sardiyanto, masih di bawah Kabupaten Banyumas yang perolehan cakupan KB baru lebih

Wabup Hj Sri Hartini menyerahkan alat kontrasepsi.

banyak. Perolehan cakupan aseptor baru dalam kegiatan MURI tersebut diselenggarakan di seluruh Puskesmas Klaten, RSIA, KPBI dan lain-lain . Hubungannya dengan pelaksanaan kegiatan KB Kesehatan, Kapten Sardiyanto mengatakan, kegaiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, Kali ini acara dihelat mulai Rabu (9/5/2012) hingga September mendatang. Kegiatan ini terselenggaran berkat kerjasama Kodim, Dinas

Kesehatan, Kantor PP dan KB, juga Muslimat NU, PKBI dan lainlain. Sementara Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend TNI Ir Mulhim Asyrof dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wabup Klaten, Hj Sri Hartini me ngatakan, program KB Kesehatan merupakan sebuah program terpadu antara BKKBN dan TNI dalam rangka mendorong suksesnya program KB secara nasional. (kim)


Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

P PA AR RIIW WA AR RA A

16


Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

Pelaku .......................................................................... dari halaman 1 BD) Klaten, Joko Rukminto. Joko Rukinto mengemukakan, ia mendapat kiriman SMS ancaman bom tersebut sekitar Jumat pagi pukul 09.00. Isi SMS tersebut adalah: "kami telah pasang bom peledak di kantor pemkab Klaten yang sewaktu-waktu akan kami ledakan hari ini (kelomp orang2 yg dikecewakan bpt sunarna)". SMS dikirim dari nomor telepon seluler 081390031861. Usai mendapatkan SMS tersebut, Joko Rukminto langsung melapor pada Kabag Hukum, namun Kabag Hukum tidak mendapatkan kiriman pesan tersebut. Selanjutnya, ia juga melapor Kepala Satpol PP dan Kepala Satpol PP juga tidak mendapatkan kiriman pesan ancaman. Setelah mendapat laporan adanya teror bom, pasukan Sat Pol PP langsung memeriksa kendaraan yang masuk ke Pemkab Klaten. Tidak pandang bulu itu sepeda motor maupun roda empat digeledah. Razia Satpol PP dipimpin Kepala Satpol PP Klaten, H Bambang Giyanto SSos MSi. Akhirnya ancaman itu dilaporkan ke Polres Klaten. Sejak ada SMS tersebut dari Polres Klaten yang berpakaian sipil kangsung menuju Pemkab Klaten yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Rudi Hartono. Kemudian disusul puluhan anggota polisi berpakaian dinas yang dipimpin Kabag Ops, Kompol Edi

Wibowo. Pasukan polisi melakukan pengecekan lokasi. Selanjutnya juga datang Tim Gegana Brimob Polda Jateng yang dipimpin AKP Hayr. Tim Gegana melakukan penysisiran mulai dari ruang dinas Bupati Klaten hingga setiap lorong dan bak sampah yang ada di lingkungan Pemkab Klaten. Namun hingga penyisiran selesai menjelang pukul 15.00, hasilnya nihil, tak ditemukan benda yang mencurigakan. "Tak ada benda yang mencurigakan, tidak terjadi apa-apa, aman. Kalau benar ada ancaman sejak pukul 09.00, mungkin sekarang sudah terjadi sesuatu. Jadi hasil penyisiran tetap tak ada yang mencurigakan," tegas AKP Hary. Beberapa karyawan Pemkab Klaten yang tahu adanya ancaman tersebut sempat panik. Namun sebagian besar karyawan tidak mengetahui bahwa ada ancaman bom, sehingga mereka tetap bekerja hingga jam kerja usia pukul 11.00 WIB. Kabag Ops Polres Klaten, Kompol Edi Wibowo mengemukakan, pihaknya melakukan penanganan secara diam-diam agar tidak menimbulkan kepanikan. "Semua dilakukan sesuai prosedur," tegas Kompol Edi Wibowo. (rin)

Komitmen .................................................................... dari halaman 1 benar. "Untuk PAUD ini, saya bersama masyarakat membuat rintisan PKBM Maha Karya di Wanglu. Dan PKBM ini diprakarsai oleh Bapak Basuki Effendi, Kades Wanglu," ujarnya. Dicontohkan, dalam komunitas Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) di Klaten, ada sebuah usaha ekonomi produktif yang diolah HAKIM / JOGLO POS melalui koperasi BMT LimaH Sunarto bersama pengurus partai dan aktifis pemberdayaan san ini, ada 8 cabang dan ang- pemuda di Trucuk. gotanya sekitar 15-an ribu demasyarakat. Kalau jalur proposal gagal, bisa ngan aset Rp 10 miliar. Di koperasi ini, warga yang tidak mampu, diupayakan jalan alternatif lain. "Kalau hanya mengandalkan bantuan dididik untuk bisa mandiri dengan menumbuhkan jiwa wirausaha terkait permodalan pemerintah, jelas susah. Kita berfikir logis dan bimbingan teknis dari koperasi sebagai saja, pemerintah tak bisa memenuhi keingipendamping. BMT Limasan ini berdiri sejak nan masyarakat. Saya lebih condong tahun tahun 2002. H Sunarto merasa selama masyarakat bisa mandiri," ungkap H Sunarto ini pemihakan kepada rakyat belum banyak yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua yang dicapai. Partai Golkar sendiri tetap siap Komisi II DPRD Klaten Bidang Ekonomi dan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Keuangan. (kim)

Broker ......................................................................... dari halaman 1 Nusantara. Koperasi itu membeli susu sapi perah milik peternak anggota KUD Jatinom dengan harga yang lebih tinggi.," ujar Joko Siswanto kepada Joglo Pos. Padahal sambung Joko, "Saya pastikan kualitas susu yang dibeli dari peternak KUD Jatinom itu di ba-wah standar kualitas yang ditentukan Industri Pengolah Susu (IPS) Jakarta. Misalkan KUD membeli susu kepada peternak seharga Rp 2.800 per liter, maka pihak broker itu membeli seharga Rp 2.900 atau lebih p e r liternya." Akhirnya, kata Joko Siswanto, p e te r n a k memilih menjual susu nya ke broker. Atas kasus itu, jelas s a n g a t Pengolahan susu di KUD Jatinom. merugikan pihak KUD Jatinom, mengingat KUD Jatinom mendapat lesensi dari IPS sebagai supplier ke sebuah perusahaan susu ternama di Jakarta. Keresahan KUD pengolah susu di wilayah Jateng itu diungkapkan pada rapat koordinasi (rakor) persusuan dan penerapan program Sistem Informasi Sapi perah Indonesia (SISI) di Dinas Peternakan dan Kesehatan

31

Sambungan

Hewan Provinsi Jawa Tengah, Selasa (8/5) lalu. Dalam paparannya yang mewakili KUD seProvinsi Jateng, Joko siswanto menyampaikan, pelaksanaan program SISI di Kabupaten Klaten saat ini baru mencakup pada sapi yang masuk dalam kegiatan uji zuriat dan sapi yang masuk dalam uji Village Breading Center (VBC). Atas permasalahan itu, rencananya pihak pengurus KUD akan menerapkan program recording s e c a r a m e n y e lu ruh. "Artinya, tidak hanya sapi yang m e n g i k u ti program uji zuriat saja tetapi juga te r h a da p semua populasi yanga ada. Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pertemuan de ngan peternak yang masih loyal menyetorkan susu ke KUD Jatinom. Hal ini juga sebagai sosialisasi penyaluran kredit sapi perah sebagai sarana untuk menambah populasi sapi perah," papar Joko Siswanto yang juga menjabat Kepala Desa (Kades) Krajan, Kecamatan Jatinom ini. (bud)

Senam Kebugaran Goyang Balerante

DOKUMENTASI JOGLO POS

Ibu-ibu anggota Paguyuban Senam Balerante penuh semangat mengikuti senam pekan lalu.

KEMALANG - Mensana In Corporesano (Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Itulah semboyan yang ada disetiap warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten khususnya para ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Senam Balerante (Paseba). Kegiatan senam kebugaran yang diikuti oleh ibu ibu dan remaja putri tersebut, kini memiliki sekitar 100 anggota dengan kegiatan latihan 2 kali seminggu. Senam kebugaran di Desa Balerante sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2009. Namun kegiatan ini sempat terhenti karena adanya erupsi Merapi. Senam kembali hidup di Balerante setelah Sarno Ciptowiyono, selaku tokoh masyarakat setempat menggerakkan sekaligus mendanai semua kegiatan tersebut. Tujuannya agar trauma bencana Merapi hilang berubah menjadi rasa optimis dan percaya diri karena jiwa raga yang sehat. Kegiatan ini semula hanya diikuti oleh belasan ibu-ibu dan diadakan seminggu sekali yakni Senin sore. Namun setelah tahu manfaatnya peserta meningkat kini mencapai 100 orang. Jadual senampun kini ditambah menjadi 2 kali seminggu yakni Senin dan Jumat sore di bawah asuhan instruktur senam dari Yogyakarta. Demikian pula dengan tempat latihan, yang semula hanya menempati halaman rumah, kini dibuatkan tempat khusus yang bisa menampung sekitar 100 peserta. "Kami memang mengajak ibu-ibu di desa ini untuk ikut program Balerante Sehat dengan mengikuti program senam kebugaran demi kesehatan keluarga. Dan alhamdullilah respon masyarakat khususnya ibu-ibu sangat positip. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah peserta yang semula hanya be-

Sarno Cipto Wiyono

Ny Katni Sarno Cipto Wiyono

lasan kini menjadi 100 orang dan mereka tak pernah absen disetiap latihan," ujar Ny Katni Sarno Ciptowiyono, selaku Ketua Paseba saat ditemui di rumahnya. Menurut Katni, ibu-ibu di wilayah Balerante dan sekitarnya dari ibu muda hingga manula, kini mulai sadar dan tahu pentingnya olah raga, khususnya senam. Mereka dapat merasakan perubahan yang terjadi dalam tubuhnya setelah mengikuti latihan senam. Rata-rata mereka me ngaku badan semakin sehat, tak mudah sakit tambah gesit dan fikiran bisa fres. Hal sama dikemukakan Ibu Antun, selaku penasehat senam mengamini keterangan Ketua Paseba, melihat respon positip atas kegiatan tersebut. Menurut Antun, banyak manfaat yang mulai dirasakan peserta setelah mengikuti senam kebugaran, misalnya jarang warga yang sakit-sakitan, bahkan ada beberapa peserta yang semula mempunyai sakit seperti asma, darah tinggi kini sembuh total. "Alhamdullilah mas senam ini banyak manfaatnya. Warga kami sehat dan kini punya semangat tinggi. Dan semua tak lepas dari peran Pak Sarno selaku tokoh masyarakat sini yang peduli akan kemajuan desanya," ujar ibu Antun yang juga ibu mantan Kepala Desa Balerante. Senam di Balerante kini

memang mampu menggoyang kesunyian desa di wilayah lereng Merapi ini. Dengan seragam kebesaran mereka, yakni warna putih bercorak hijau, rancaknya gerakan ibu-ibu Balerante seakan mewakili jiwa dan optimis mereka usai mengalami rasa takut berkepanjangan pasca meletusnya Merapi. Dan ini merupakan hiburan tersendiri bagi warga setempat yang jauh dari keramaian kota. "Masalah biaya dan lainlain bagi kami bukan masalah utama. Yang penting tekad dan kemauan warga ada,kami siap memfasilitasi kegiatan mereka. Entah itu kegiatan senam, olah raga lainya atau kegiatan desa. Yang penting demi kemajuan dan kesejahteraan warga, kami siap mendukung," ujar Sarno Ciptowiyono, selaku tokoh masyarakat setempat. Selain membiayai berbagai kegiatan sosial termasuk senam di dalamnya, Sarno kini juga tengah membuat lapangan olah raga yang kelak dapat digunakan untuk main sepak bola. Hingga sat ini dana yang dikeluarkan sudah mencapai angka sekitar Rp 50 juta, swadaya murni tanpa bantuan pemerintah. "Kami bertekad akan membawa Balerante sebagai pelopor desa di lereng Merapi yang sarat kegia-tan positif dan berprestasi," tegas Sarno Ciptowiyono. (idi)

Bupati ........................................................................... dari halaman 1 ak dengan SD satu dengan SD lainnya tidak terlalu berjauhan. Lebih baik rombongan naik becak malah lebih menghemat BBM," ujarnya. Dalam kegiatan ini Bupati H Sunarna juga menyempatkan diri untuk melakukan dialog dengan kepala sekolah dan pengawas ujian. Bupati H Sunarna berharap, para peserta UN

tahun ini bisa lulus semua dengan nilai yang memuaskan. Sementara itu, UN tingkat SD dan sederajat 2012 di Kabupaten Klaten diikuti serentak 18.436 siswa SD/MI baik negeri maupun swasta yang tersebar di 1.290 ruangan. Peserta UN sendiri dijaga oleh 2.580 pengawas dengan sistim silang antar sekolah. (tgh)


14 s/d 20 Mei 2012

PNPM MPd Bangkit Lawan Korupsi S

ekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Tulung, Supriyana SPd I mengatakan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPD) sudah beberapa tahun dilaksanakan di Klaten. Upaya penyempurnaan suksesnya program tersebut terus dilakukan pelaku PNPM MPd termasuk program bangkit melawan korupsi dengan pemasangan baliho, Bangkit Melawan Korupsi di beberapa tempat strategis. "Diantaranya pemasangan baliho pentingnya pemberantasan korupsi. Kemudian PNPM MPd Klaten juga telah menerapkan Penga-wasan Berbasis Masyarakat (Community Based Monitoring) dan Advokasi Hukum Ruang Belajar Masyarakat (RBM)," kata Supriyana usai dialog interaktif di Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, baru-baru ini. Menurut Supriyana, berbagai bentuk korupsi yang dilawan PNPM MPd antara lain pemberian uang pelican, penggelembungan harga mark up, pengurangan kualitas kegiatan, tender terselubung dan pungutan liar (pungli). "Mari selamatkan desa kita dari korupsi. Jika Anda melihat dan mendengar adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sege-

ra laporkan ke penegak hukum. Atau juga dapat dilaporkan kepada pelaku PNPM MPd, sehingga berbagai program PNPM MPd dapat berjalan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat," kata Supriyana. Supriyana menyatakan, dalam melaksanakan program PNPM MPd, bagi desa yang mendapatkan program PNPM MPd dilarang keras memberikan uang pelicin kepada pelaku PNPM MPd. Kemudian dilarang keras melakukan penggelembungan harga mark up terhadap proyek yang dilakukan, kualitas barang yang digunakan pembangunan juga tidak boleh dikurangi, tender harus dilakukan secara terbuka, transparan serta dilarang keras melakukan pungli. "Bangkit melawan korupsi ini sudah menjadi komitmen pelaku PNPM MPd, karena praktek korupsi telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Selain itu pembangunan yang di dalamnya terdapat praktek korupsi hasilnya tidak maksimal, sehingga pembangunannya kurang maksimal bahkan dapat membayakan keselamatan warga," tegas Supriyana sembari tersenyum. Contohnya, kata Supriyana, proyek pembangunan jalan aspal atau beton yang di dalamnya banyak terjadi

18-19 Mei, Lokakarya RBM

Digelar di Hotel Kusuma Sahid Solo

Dwi Purnomo, SH

KLATEN - Dalam pekan ini atau tepatnya pada Jumat dan Sabtu, 18-19 Mei 2012, pengurus Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (Pokja RBM PNPM MPd) akan menggelar lokakarya evaluasi dan perencanaan (Evaperca) yang bertempat di Hotel Kusuma Sahid Solo. Kegaiatan itu akan diikuti sekitar 52 peserta dari unsur Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK) serta Setrawan. Rencananya, Fasilitator Kabupaten (Faskab) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Kabupaten Klaten juga akan hadir pada lokakarya itu. Demikian disampaikan

pengurus Pokja RBM PNPM MPd, Dwi Purnomo SH kepada Joglo Pos pekan lalu. Dalam pelaksanaan lokakarya itu, Dwi Purnomo yang juga Ketua UPK Yaa Qowiyyu Kecamatan Jatinom mengaku optimis perencanaan strategis untuk tahun anggaran 2012-2013 dapat tercapai. Selain itu, imbuh Dwi Purnomo, juga untuk menilai sejauh mana pencapaian rencana kerja yang terlaksana serta hambatan-hambatan dihadapi dalam pelaksanaan rencana kerja tahun anggaran 2011-2012 ini. "Saya harap pelaksanaan lokakarya nanti dapat berjalan lancar dan sukses," tegas Dwi Purnomo di sela persiapan dirinya menghadiri undangan dari Menkokesra RI di Banyumas dalam rangka penandata nganan MoU dengan pihak BRI yang akan dilaksanakan pada 15 Mei 2012 ini. Dalam lokakarya itu, juga akan dirangkai penyerahan hadiah lomba essay "Best Practice� yang diselenggarakan Pokja RBM. Tiga juara yang berhak menerima hadiah masing-masing Joko Siswanto (juara I), Etty Harnita (juara II) dan Wasido (juara III). (bud)

PAIDI / JOGLO POS

Sekretaris UPK Tulung, Supriyana, SPdI berfoto di depan baliho “Bangkit Melawan Korupsi� di depan RSPD Klaten.

praktek KKN, maka kualitas jalan yang dibangun juga kurang baik. Kemudian pembangunan jembatan yang terjadi praktek KKN dipastikan hasil pembangunan jembatan tersebut juga ku-

rang baik bahkan rentan terjadi kecelakaan sehingga membahayakan warga. Karena itu, tegas Supriyana, PNPM MPd berharap agar masyarakat luas ikut serta mengawasi berbagai

pelaksanaan program PNPM MPd, sehingga pembangunan yang dilakukan PNPM MPd benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu agar jalan, jembatan dan proyek lainnya yang

didanai dari PNPM MPd terbebas dari praktek KKN sehingga hasil pembangunan dapat awet serta mampu berdaya guna dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (idi)

Dana Swadaya Dapat Dipakai Pemeliharaan Prasarana Fisik asilitator Kabupaten (Faskab) Program NaF sional Pemberdayaan Ma-

syarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Kabupaten Klaten, Ir Yuwono didampingi Fasilitator Teknik Kabupaten (Fastekab) PNPM MPd Klaten, Ir Heri Tri Priyono mengatakan, desa yang akan mendapatkan program sarana fisik dari PNPM MPd 2012, syaratnya pemerintah desa harus sanggup melakukan pemeliharaan. "Diantaranya dengan membentuk tim pemeliharaan yang siap melakukan pemeliharaan pembangunan fisik. Dana pemeliharaan berbagai pembangunan sarana fisik dapat berasal dari swadaya masyarakat dan dana kas desa," katanya usai dialog interaktif di Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, belum lama ini. Ir Yuwono mengatakan, untuk memaksimalkan pemeliharaan maka PNPM MPd akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik kecamatan maupun Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Kabupaten Klaten. "Dana swadaya dapat dipakai untuk

Ir Yuwono

Ir Heri Tri Priyono

pemeliharaan sarana fisik," ujar Ir Heri Tri Priyono, menambahkan. Sedangkan Fastek PNPM MPd Kecamatan Jatinom, Eko Yuniarto ST mengatakan, pembangunan sarana fisik di wilayah Kecamatan Jatinom selama ini banyak yang dibangun dengan dana PNPM MPd. Misalnya untuk pembangunan talud, saluran irigasi, pengecoran jalan, pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK Pertiwi. "Pembangunan talud berfungsi untuk mengamankan badan jalan dari kerusakan misalnya rusak akibat tergerus air hujan maupun ru-

sak karena dilalui kendaraan. Pembangunan saluran irigasi juga bermanfaat untuk menjaga agar saluran air dapat lancar," kata Eko seraya menyatakan, untuk pemeliharaan sarana fisik selama ini perhatian pemerintah desa dan swadaya warga cukup tinggi. Fastek Kecamatan Tulung, Danang Untara ST mengungkapkan, dana PNPM MPd di Kecamatan Tulung digunakan untuk pembangunan talud, pembangunan PAUD, pembangunan jalan rabat beton. Beberapa desa yang telah melaksanakan pembangunan sarana fisik antara lain Desa Mundu, Da-

langan dan Desa Wunut. "Pada 2011 lalu di Desa Bono telah dilaksanakan pembangunan jembatan sepanjang 31 meter dengan tinggi 6 meter. Untuk dapat melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik maka perlu dilakukan pelatihan tim PNPM MPd, sehingga pemeliharaan tetap dikedepankan," katanya. Fastek Kecamatan Karangdowo, Dian Budi Cahyono ST juga menyatakan, dana PNPM MPd di Karangdowo digunakan pembangunan rabat beton, jembatan di Desa Ngolodono dan pembangunan talud. Pembangunan talud berfungsi sebagai pelindung badan jalan, sehingga jalan semakin awet. Sementara itu Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM MPd Kecamatan Tulung, Supriyana SPd I mengatakan, memelihara lebih sulit dari pada membangun, namun membangun juga lebih sulit dari memelihara. Namun acap kali pemeliharaan yang dilakukan masyarakat terkadang kurang mendapat respon dari pemerintah. (idi)


Epaper Joglopos