Issuu on Google+

Ngawen

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

7

PAN Sorot Penerimaan Siswa Baru NGAWEN- Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Klaten melakukan dua kali agenda reses. Hal ini disebabkan karean adanya penundaan masa reses yang semula dijadualkan pada akhir April, ditunda menjadi 8 hingga 11 Mei. Sedangkan, para anggota DPRD dari fraksi PAN sudah terlanjur menyebar unda ngan pada konstituen untuk menghadiri acara pada 28 April.

Politisi PAN, H Darmadi yang juga Wakil Ketua DPRD Klaten, Jumat (11/5) mengemukakan, pihaknya tidak bisa menghapus acara pada 28 April lalu, karena undang-

an sudah tersebar. Sehubungan hal itu diadakan acara reses bersama seluruh anggota Fraski PAN, dengan mengundang konstituen di gedung Muhammadyah. Namun demikian, secara resmi mulai 8 Mei, juga kembali dilakukan berbagai agenda dalam rangka reses di masing-masing daerah pemilihan. Dari hasil serap aspirasi, antara lain terang-

kum berbagai permasalahan yakni peningkatan mutu pendidikan dan perlunya pembatasan penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah negeri. Hal ini disebabkan, apabila tak ada pembatasan maka, sekolah swasta tidak akan kebagian siswa, dan akan gulung tikar. Selain itu juga pentingnya pembinaan dan pemacakan

anggaran untuk peningkatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. "Banyak hal yang kita dapatkan dari hasil serap aspirasi terhadap konstituen. Diantaranya peningkatan ekonomi dan peningkatan mutu pendidikan. Seluruh hasil reses nanti akan kita sampaikan pada rapat paripurna DPRD," kata H Darmadi. (rin)

H Darmadi

Wartawan Joglo Pos Buka Usaha Warung Soto

BOBBY JOGLO POS

Kru Joglo Pos gembrobyos usai icip-icip soto Pak Dirin.

NGAWEN - Saat ini interpreneur sedang digalakkan pemerintah, karena dengan membuka usaha dan berwirausaha diharapkan masyarakat mampu hidup mandiri bahkan dapat menyerap lapangan pekerjaan. Itulah saat ini yang dijalani wartawan Joglo Pos, Sudirin yang merintis membuka usaha warung soto di Jalan Kemid Raya Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, Klaten. Sudirin yang sehari-hari akrab disapa Pak Dirin membuka usaha warung soto dengan nama, "Soto Pitik Moro Gobyos" yang dibuka sejak awal Mei 2012 lalu. Tidak tanggung-tang-

gung untuk mempromosikan usahanya tersebut pada Senin, 7 Mei 2012 lalu mulai pukul 10.00 WIB, Pak Dirin mengundang sejumlah koleganya untuk tasyakuran sekaligus icip-icip atas dibukanya warung soto tersebut. Para kolega Pak Dirin yang diundang untuk icipicip diantaranya sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Bagian Humas Setda Klaten, kru Joglo Pos, dan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang bertugas di Klaten. Tidak ketinggalan para pejabat juga diundang untuk icip-icip soto Pak

Para pejabat tak luput icip-icip soto Moro Gobyos.

Dirin antara lain Camat Klaten Utara, Drs Sofan MSi, Kapolsek Trucuk, AKP Teguh Yuwono dan sejumlah pejabat lainnya. Pak Dirin didampingi, Ibu Endang, isterinya mengatakan, Soto Pitik Moro Gobyos menyediakan menu soto berkualitas daging ayam kampung dengan harga murah Rp 2000/mangkuk. "Dengan Rp 2000 pelanggan bias menikmati soto pitik kampung dengan kualitas terbaik. Begitu menyantap soto ayam kampung yang panas maka badan langsung gobyos (berkeringat) dan badan menjadi segar," kata Pak Dirin

Nekat, Pencuri Bobol Rumah TNI NGAWEN- Rumah milik M Toha (41) warga Dusun Gabugan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Selasa (8/5) dibobol maling. Pelaku membawa kabur satu laptop merek Apsuss, tiga ponsel Nokia dan satu ponsel blacberry dari rumah anggota TNI tersebut. Kejadian kali pertama diketahui Endang Wahyuningsih (19) mahasiswa yang sedang praktik di rumah korban yang juga bidan desa. Pukul 05.30 WIB saksi bangun dan

mendapati semua barang sudah tidak ada. Beberapa mahasiswa PKL juga terkejut mendapati ponsel raib. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Ketandan dan saat diselidiki ada temuan tangga bambu di lokasi. Diduga pelaku masuk de ngan menaiki tangga tersebut sebelum me nguras semua barang. Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja melalui Kapolsek Ketandan AKP Sunarto membenarkan adanya laporan kejadian itu. (rin)

Klaten Juara KB Tingkat Jateng NGAWEN - TNI beserta BKKBN bekerjasama melalui dua intitusi tersebut bisa menghasilkan yang maksimal. Ternyata di Koramil Ngawen yang mewakili Kabupaten Klaten kini mendapat acungan jempol warga Klaten tersenyata kini di Kecamatan Ngawen, Klaten mendapat juara Keluarga Berencana (KB) Tingkat Jawa Tengah, juara pertama diraih oleh Kabupaten Brebes, juara kedua diraih Kabupaten Klaten, sedangkan juara KB Tingkat Jawa Tengah diraih Kabupatem Wonosobo.

Menurut Danramil Ngawen, Kapten Infantri Rusmani, Kecamatan Ngawen mewakili Kabupaten Klaten mendapat 165 peserta dari target 169 peserta. Berarti Kabupaten Klaten mendapat hampir 99% dari target yang ditetapkan oleh pemerintah," katanya. Akan tetapi kini Danramil Ngawen, Kapten Rusmani mendapat rotasi ke Koramil Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri perbulan ini. Sedangkan untuk mengisi Danramil Ngawen juga perwira dari Wonogiri. (Rin)

yang mengaku optimis usahanya akan berkembang karena pada awal pembukaan setiap hari sudah menghabiskan beras lebih 5 kg. Menu lainnya, kata Pak Dirin, warungnya juga menyediakan aneka gorengan dengan harga Rp 500/biji, es teh, teh hangat, teh panas, es jeruk dan jeruk panas. "Warung Soto Moro Gobyos juga menyediakan minuman spesial berupa Teh Glathik mungub dengan harga Rp 2000. Dengan nyantap soto ditambah minuman Teh Glathik mungub, maka badan benarbenar akan gobyos" kata

Pegawai Humas Pemkab Klaten juga diundang icip-icip.

Pak Dirin, wartawan Joglo Pos yang bertugas di Kecamatan Ngawen. Apa komentar koleganya saetelah icip-icip soto? "Warung soto Moro Gobyos yang dibuka Pak Dirin juga sangat nikmat, apalagi harganya juga murah. Saya salut dengan Pak Dirin yang mampu membagi waktu antara liputan dengan membuka usaha warung soto. Meskipun sehari-hari warung soto itu dikelola Ibu Endang, isterinya, tentu Pak Dirin juga memantau," kata Kapolsek Trucuk, AKP Teguh Yuwono seraya mendoakan agar usaha warung soto yang dibuka Pak Dirin

dapat berkembang. Dari pemantauan Joglo Pos menunjukkan Warung Soto Moro Gobyos yang dibuka Pak Dirin meski belum genap sebulan namun sudah cukup maju dan dikenal masyarakat. Bagaimana membagi waktu liputan Pak? "Soal liputan tidak ada masalah karena wartawan adalah profesi saya, sehingga liputan tetap berjalan seperti biasa," kata Pak Dirin. "Semoga warung sotonya semakin maju Pak, terimakasih atas icip-icipnya," kata Budi Raharjo, wartawan Joglo Pos yang bertugas di eks Kawedanan Jatinom. (idi)

Menden Sentra Produksi Sangkar Burung MENDEN - Di Dukuh Menden, Desa Ma- kalau yang bikin sangkar tanggung dapat 5 yungan, Kecamatan Ngawen kini terdapat buah dan kalau membuat sangkar yang perajin sangkar burung. Kerajinan sarang besar cuma mendapat 3 buah saja," katanya burung tersebut terbuat dari kayu jati pili- lantang. Topik mengatakan, dirinya kini menyetor han, jadi corak mapun warnanya menarik sangkar burung ke daerah Kecamatan Ceper. untuk dipandang. "Bila kami menyetor yang ukuran agak "Kami cuma mengepul dari Dukuh Menden, Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen. besar kami mematok harga Rp 40 ribu itu Kami membuat saya setor ke daerah masih harga, mentah maksudnya belum Kecamatan Ceper," kata pengrajin sangkar dicat. Tapi kalau yang sangkar besar kami burung, Harno (45) didampingi Topik, mematok harga Rp 130.000. Ini bagus karena kami ukir," katanya. (rin) anaknya di Menden, pekan lalu. Topik yang kini baru saja selesai mengikuti Ujian Nasional (UN) di SMKN 2 Klaten di Desa Senden, Ngawen me ngatakan, sambil menunggu hasil UN dirinya membantu orang tuanya untuk membuat sangkar burung. Topik dan ayahnya Harno baru satu bulan ini membuat sangkar burung tapi hasilnya menggembirakan. "Satu hari rata-rata kalau membuat sangBOBBY JOGLO POS kar yang kecil bisa nyampai delapan, tapi Produksi sangkar burung di Ngawen masih ramai diminati.


Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

TAJUK Program KB di Klaten inamika laju pertumbuhan penduduk yang terkendali selama ini telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Klaten dalam rangka melaksanakan pembangunan, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesejahteraan warga masyarakat dan keluarga yang ada di Klaten ini. Keberhasilan ini bukanlah keberhasilan Pemerintah Kabupaten Klaten semata, melainkan keberhasilan kita bersama. Sebab tanpa keterlibatan dan peran serta semua pihak, sudah tentu semua ini tidak pernah akan terwujud. Oleh karena itu Bupati Klaten H Sunarna SE MHum melalui Wakil Bupati Hj Sri Hartini menyatakan, Pemerintah Kabupaten Klaten menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan Program KB di Kabupaten Klaten. Khusus kepada jajaran TNI Bupati Sunarna juga menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya dalam mendukung program KB, yang diwujudkan melalui kegiatan yang dilaksanaakan pada saat ini. Program KB merupakan Program Nasional yang terkait erat dengan pertumbuhan penduduk dan kualitas penduduk, dimana menyangkut empat hal masing-masing pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Usia yang ideal bagi pasangan yang ingin melangsungkan perkawinan adalah 20 tahun. Dengan matangnya usia maka diharapkan secara fisik dan mental sudah siap untuk melaksanakan perkawinan. Kelahiran memang harus diatur dengan baik. Hal ini bertujuan agar kita dapat mengasuh, membimbing anakanak dengan baik dan maksimal. Dengan demikian maka akan terwujud generasi yang berkualitas pula. Ini juga sebagai upaya untuk mengurangi angka kenakalan remaja. Untuk jarak kelahiran yang ideal dua tahun dan jumlah anak yang dianjurkan sesuai program KB adalah dua anak. Apabila jumlah anak sedikit dan kondisi anak juga baik, maka kebutuhannya akan dapat diperhatikan pula, misalnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Semua itu akan dapat tercurahkan dan terpenuhi secara maksimal. Apabila ketahanan keluarga baik, maka akan mendukung pula dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Pemerintah telah berupaya mewujudkannya melalui berbagai program seperti UPPKS dan Pos Pemberdayaan Keluarga. Pada kesempatan yang menggembirakan ini Bupati Sunarna juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kader PPKBD yang telah ikut berperan aktif dan mendukung penyelenggaraan program KB di Kabupaten Klaten selama ini. Bupati H Sunarna berharap di masa yang akan datang selalu dapat meningkatkan kualitas pengabdian dan kemitraan dalam mengemban misi yang mulia ini, demi kesejahteraan keluarga-keluarga di Indonesia. ‰

D

Anda Punya Uneg-uneg tentang apa saja, asal sopan dan tidak berbau SARA, silahkan SMS ke : 081393253030

Dengan rencana Pemkab Klaten akan membuat sirkuit balap motor saya sangat merespon baik karena bakat dan hoby anak muda Klaten pencinta balap tersalurkan (warga, 085222968xxxx) Semangat guru WB jangan pernah padam, syukuri apa yang telah kita dapat saat ini. Mencerdaskan anak bangsa adalah kewajiban kita. Tapi mohon untk memikirkan hak kita. (warga, 085712316xxx)

Diterbitkan oleh CV MEDIA NUR UTAMA PENANGGUNGJAWAB/PEMIMPIN UMUM: Bambang Heru Nuryanto WAKIL PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Drs HM Isnaeni MPd, PEMIMPIN REDAKSI/REDAKTUR PELAKSANA: P a i d i, REDAKTUR : L Sukamto, SEKRETARIS/KEUANGAN: Cici Wulandari, MANAGER DISTRIBUSI: Erik Arkomenda, STAF REDAKSI: Yan Tohari, WARTAWAN: Teguh Kurniawan (KALIKOTES, KLATEN TENGAH). Sutardjo (KLATEN SELATAN). Bobby Prasetya (KLATEN UTARA). Sudirin (NGAWEN). L Sukamto (WEDI). Kusdinarno (KEBONARUM, JOGONALAN, KARANGNONGKO, KEMALANG). Novi Astuti (GANTIWARNO, PRAMBANAN, MANISRENGGO). Budi Raharjo (JATINOM, TULUNG, KARANGANOM, POLANHARJO). Rohmadi Sri Suharto ( DELANGGU, WONOSARI, JUWIRING, CEPER). Abdul Hakim (PEDAN, KARANGDOWO, CAWAS, TRUCUK, BAYAT). KOORDINATOR LAYOUT/GRAFIS: Bobby Prasetyo. LAYOUT/PRACETAK: Chamoet BR. DISTRIBUSI: Sri Pandoyo, Agus Nugroho, Waluyo, Sudarsono, Erwin Sulistiyono. STAF UMUM: Sukiryanto PERCETAKAN: PT. SOLO GRAFIKA UTAMA (Jalan Adi Sucipto Nomor 190 Solo Kode Pos 57145) ALAMAT REDAKSI/IKLAN/DISTRIBUSI Jalan Veteran No. 35 Klaten Telepon: (0272) 329235. e-mail: joglonyaklaten@yahoo.com paidi_humas@yahoo.co.id Bank Bukopin Nomor Rek: 1103008120 Wartawan Joglo Pos hanya yang tertera di Box di atas, dan dalam bertugas dilengkapi tanda pengenal atau surat tugas dari Redaksi.

Opini

2

Klaten Dalam Lintasan Pergerakan Nasional Pengantar Artikel ini disusun sebagai peringatan Kebangkitan Nasional. Setiap bulan Mei, Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) sebagai tonggak kesadaran nasionalisme. Boedi Oetomo (BO) menjadi organisasi pertama yang mengobarkan sema ngat nasionalisme dan kemudian diikuti oleh organisasi lainnya seperti Sarekat Islam (SI), Insulinde, Sarekat Hindia (SH), dan lain sebagainya. Tahun berikutnya setelah pertumbuhan organisasi modern tersebut adalah fajar baru dalam pergerakan nasional Indonesia. Klaten sebagai daerah di jantung pulau Jawa tidak dapat dilepaskan dari panggung sejarah pergerakan na-sional karena letaknya yang sangat strategis di antara dua pusat pergerakan nasional, Solo dan Yogyakarta. Peran Klaten sebagai pusat pergerakan nasional sering dilupakan, karena panggung sejarah selalu diisi oleh actor-aktor dan peristiwa besar. Seringkali kita melupakan sejarah local dan keterlibatan rakyat dalam peristiwa-peristiwa sejarah (Cohen Fzn dan CJ Feith, dalam Taufik Abdullan (Edt) Sejarah Lokal di Indonesia, Gadjah Mada University Press, 1996; Sartono Kartodirjo, Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah, Gramedia Pustaka Utama, 1992). Tulisan ini hendak mengajukan fakta me-ngenai peran Klaten dalam Pergerakan Nasional yang tidak kecil dalam sejarah Indonesia awal abad 20. Sumber tulisan ini adalah dua buku hasil desertasi sarjana di Cornell University dalam program Cornell Modern Indonesia Project yang telah diterjemahkan ke da-lam bahasa Indonesia, yaitu Zaman Bergerak; Radika-lisasi Rakyat di Jawa 1912-1926 (Takashi Shiraishi, 1997) dan Kemunculan Ko-munisme Indonesia (Ruth T. McVey, 2009). Pergerakan Nasional di Klaten Agrarische Wet 1870 pada akhir abad 19 yang diikuti oleh kebijakan pasar di sektor perkebunan telah melahirkan system sosial baru di pedesaan Jawa yang sebelumnya tidak dikenal, yakni kelas buruh perkebunan (Clifford Geertz, Involusi Pertanian, Bhratara, Jakarta, 1983). Pertumbuhan perkebunan di Klaten sangat pesat pada kurun waktu awal abad 20, khususnya gula dan tembakau. Klaten bahkan menjadi sentra perkebunan gula dan tembakau di Vorstenlanden (daerah yang meliputi eks karesidenan Surakarta). Sebagai perbandingan singkat adalah produksi gula di Klaten pada tahun 1910 sebesar 829 ribu pikul, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Boyolali (112 ribu pikul) dan Sragen (183 ribu pikul). Produksi tembakau pada tahun yang sama di Klaten sebesar 5.255 ton, jauh lebih tinggi dibandingkan Boyolali (200 ton) dan Sragen (121 ton). Tingginya produksi gula dan tembakau menunjukkan intensifnya penetrasi industry perkebunan di wilayah Klaten. Masuknya perkebunan-perkebunan besar di Klaten membawa konsekuensi terhadap munculnya buruh upahan di pedesaan. Dalam system produksi upahan, selalu muncul ketimpangan dan protes dari buruh yang disebabkan karena ketidakpuasan kebijakan perusahaan. Biasanya perusahaan selalu didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan

Oleh : Agus Riyanto dan Himawan Pambudi cara-cara coersif (kekerasan). Sehingga kebencian protes rakyat di pedesaan bukan hanya ditujukan ke-pada perkebunan saja, tetapi juga kepada pemerintah Kolonial Belanda. Dalam keadaan seperti itu, umumnya petani me-lakukan dua jenis protes, yang pertama adalah aksi perorang-an untuk melindungi kepenti ngannya dan membalas dendam kepada perkebunan dan penguasa Kolonial Belanda (Shiraishi, 1997; 22). Membakar perkebunan tebu yang hampir dipanen dengan mencelupkan tikus ke dalam minyak lalu dibakar dan dilepaskan ke areal perkebunan merupakan cara pe-tani melakukan protes secara perseorangan. Kedua, jenis protes kedua adalah protes yang bersifat kolektif. Biasanya bentuk protes kolektif ini terdiri dari dua bentuk, pertama adalah nggogol, jenis protes yang dianggap sah oleh Negara. Kedua adalah mogok. Nggogol adalah bentuk protes dimana petani berjalan bersama menuju kebupaten (Residen atau Asisten Residen) dan mengeluh tentang berbagai hal seperti kerja wajib yang berat. Berbeda dengan Nggogol, mogok adalah bentuk protes yang dianggap tidak sah oleh pemerintah Belanda. Di Klaten pada masa ketika penetrasi perkebunan begitu intensif masuk ke pedesaan, berbagai protes di atas marak dilakukan oleh petani. Sebagai contoh adalah pemogokan besar sepanjang tahun 19191920 di Polanharjo, Nglungge, Klaseman, Karang Duren, Delanggu, Ceper, Tegalgondo, Wonosari dan tempat-tempat lain. Nggogol juga disering dilakukan petani seperti yang terjadi pada tanggal 5 Juni 1920 petani di perkebunan Ceper (Kring Pangkalan) yang pergi ke kota Klaten untuk Nggogol di hadapan Asisten Residen. Cara protes petani tersebut ada yang disikapi dengan baik oleh penguasa local, ada pula yang diredam dengan cara kekerasan sebagaimana terjadi pada Nggogol 700 petani Ceper ke Surakarta tanggal 10 Juni 1920 yang dibubarkan aparat keamanan dengan paksa (Shiraishi, 1997; 284). Pengaruh Organisasi Modern Klaten dapat dikatakan merupakan pusat pergerakan nasional pada awal abad 20. Persentuhannya dengan Solo dan Yogyakarta menjadikan Klaten menjadi pertemuan gerakan protes pedesaan menentang penguasa colonial. Disinilah sesungguhnya benih nasionalisme disemaikan oleh tokohtokoh pergerakan nasional, dan rakyat Klaten menyambut subur benih tersebut menjadi kesadaran nasional tentang nasib bangsa terjajah. Kita mengenal banyak tokohtokoh pergerakan nasional awal abad 20 yang menjadikan Klaten sebagai pusat pergerakan. Bahkan seorang Tjokroaminoto rela memindahkan "markas" gerakannya dari Su-rabaya ke Vorstenlanden (dan terutama Klaten). Tokoh-tokoh pergerakan lain seperti Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, RM Soerjopranoto (ketua Personeel Fabriek Bond /PFB , SI Yogyakarta dan kakak kandung Ki Hajar Dewantara), H. Samanhudi, Misbach, Marco, Tjokroaminoto, Semaun, dan lain-lain secara rutin datang ke

Klaten menyemaikan benih nasionalisme dan kesadaran sebagai bangsa terjajah. Tidak mengherankan kalau kemudian organisasi modern seperti Sarekat Islam (SI), Boedi Oetomo (BO) , Sarekat Hindia (SH) , Insulinde, Indische Partij (IP), sampai Partai Komunis Indonesia (SI Merah) tumbuh subur di daerah ini dibawa oleh tokoh-tokoh tersebut. Pengaruh organisasi-organisasi modern di Klaten sangat kuat yang dibuktikan dengan masifnya keterlibatan rakyat Klaten dalam organisasi tersebut. Sebagai contoh pada bulan Juli 1913 petani di perkebunan Ceper melakukan mogok dan menolak kerja paksa karena pengaruh SI . Pada 16 Februari 1919 Insulinde Kring Nglungge didirikan di distrik Pongok dan bulan berikutnya di Polanharjo. Sekitar Juni 1920, SH afdeling Delanggu didirikan dengan pimpinan Tjitrosoedarmo (pemimpin PFB Wonosari), Padmotenojo (Pemimpin PFB dan Delanggu) dan Tajib (bekas ketua kring insulinde Bintaran). Pada bulan Maret sampai Mei 1920, SH, PFB dan SI bergabung untuk menentang pe nguasa local di perkebunan tembakau dan gula di Ponggok dan Delanggu. Rapat tanggal 29 Februari 1920 yang diselenggarakan di Delanggu de ngan dihadiri oleh Misbach, Tjipto Mangoenkoesoemo, Soerjopranoto, Padmotenojo, dan Mangoenatmojo dan diikuti oleh sekitar 400 orang. Satu bulan kemudian pada tanggal 1 April 1920 terjadi pemogokan di pabrik gula Wonosari dipicu oleh pemecatan seluruh anggota PFB oleh manajemen pabrik. Buruh yang mogok itu menuntut pembatalan pemecatan dan kenaikan upah. SH Delanggu segera membentuk Comite Derma Boeat Menolong Kaoem Pemogok. 5 hari kemudian PFB Delanggu mogok kerja akibat pemecatan buruh yang mogok tanggal 1 April itu. Pada bulan-bulan setelah rapat besar tanggal 29 Februari 1920 di Delanggu, mogok besar-besaran dilakukan di perkebunan-perkebunan Klaten. Akibat aksi mogok tersebut, muncul tindakan balasan dari aparat colonial setempat. Pemogokan bulan Maret 1920 di desa Ngaran, Polanharjo dihadang oleh satu pleton polisi bersenjata. Ketika asisten residen Klaten dan Polisi datang , dua lumbung daun tembakau dibakar oleh petani. Pemogokan petani di Ceper dan Pongok pada bulan April 1920 dihadapi oleh Polisi bersejata yang dikirim oleh Asisten Residen Klaten. Pada 9 April 1920 Asisten Residen Klaten melaporkan bahwa "tanpa cara kekerasan, situasi tidak akan lagi bisa di control". Ini menunjukkan betapa masifnya aksi protes dikala ngan rakyat perkebunan Klaten. Di Klaten telah muncul pemimpin-pemimpin pergerakan lokal. Pada awal 1920 SI Delanggu dan Ceper resmi berdiri dengan Mangoenatmojo sebagai ketua. Mangoenatmojo seorang guru yang ajarannya ia namakan Islam Abangan (prinsip dan ajaran Syekh Siti Jenar). Dia juga mendirikan Koperasi Roekoen Desa, dimana gagasannya ini mendobrak sisten ijon di Karang Wungu dan desa-desa sekitarnya. Pemimpin selain Mangoenatmojo, seperti Tjitrosoedarmo, Sastropanitro, Padmote-

nojo, dan Ngadino merupakan tokoh-tokoh SH dan SI yang memimpin pergerakan rakyat di daerah Delanggu. Pada Mei 1920 tokoh-tokoh ini ditahan oleh pemerintah Belanda Kesimpulan Dari pemaparan di atas menunjukkan kepada kita peran rakyat Klaten dalam pertumbuhan dan dinamika pergerakan nasional yang tidak kecil. Sumbangan pembentukan dasar-dasar kebangsaan sebagai bangsa yang tertindas telah disebarkan oleh tokoh-tokoh nasional melalui organisasiorganisasi modern dan disambut dengan antusias di Klaten. Kita tidak bisa menisbikan peran Klaten dalam pertumbuhan pergerakan nasional. Pemogokan, boikot, rapat akbar, sampai dengan protes tersembunyi merupakan bentuk-bentuk perlawanan di tingkat local yang erat pertaliannya dengan pergerakan nasional secara keseluruhan. Bahkan kalau kita menyimak sejarah nasional secara jernih, pemberontakan Partai Komunis Indonesia pada November 1926, dimana pemberontakan tersebut diputuskan dalam pertemuan Prambanan (tanggal 25 Desember 1925) menunjukkan arti penting daerah ini dalam pergerakan nasional (catt : lepas dari segala kontroversinya tentang PKI, bagaimanapun (1) PKI adalah partai yang pertama menggunakan nama "Indonesia" sebagai identitas politik sebelum nama "Indonesia" menjadi identitas nasional kebangsaan, dan (2) pemberontakan November 1926 adalah pemberontakan pertama yang bersifat nasional). Keputusan penyelenggaraan pertemuan di Prambanan bukan semata-mata karena Prambanan merupakan daerah wisata sehingga lolos dari intel Belanda (dengan menyamar sebagai wisatawan) sebagaimana disinyalir oleh Ruth T. McVey, tetapi menunjukkan Prambanan dan sekitarnya, khususnya Klaten, benar-benar menjadi jantung pergerakan nasional sehingga banyak tokohtokoh pergerakan nasional secara intensif datang ke Klaten untuk membangkitkan kesadaran rakyat. Kebangkitan nasional hendaknya bukan hanya diisi oleh sejarah besar yakni lahirnya Boedi Oetomo dan tokohtokohnya, tetapi juga sejarah kecil mengenai keterlibatan rakyat di tingkat local dalam membangun kesadaran sebagai bangsa terjajah. Peran (rakyat) Klaten dalam menentang kolonialisme melalui pembentukan kesadaran berbangsa sangat besar. Melalui tokohtokoh lokalnya, Klaten telah menjadi daerah yang diperhitungkan sebagai jantung pergerakan nasional pada awal abad 20. Selamat Hari Kebangkitan Nasional. ‰ (Penulis : Agus Riyanto ; Ketua DPRD Kabupaten Klaten, Himawan Pambudi ; Sosiolog Pedesaan tinggal di Prambanan )


Jatinom 18 Pembangunan Gedung TPA di Puluhan Dikebut

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

Seluruh masyarakat di Dukuh Karang Puuhan dengan guyub bergotong-royong melakukan pengecoran gedung itu. Tak ketinggalan, Camat Jatinom Anang Widjatmoko, SH, MM dan Kepala Desa (Kades) Puluhan Sajadi meninjau langsung pembangunan gedung itu. Menurut ketua panitia pelaksana pembangunan gedung, Markam, rencananya pembangunan gedung berlantai dua itu akan menelan biaya sekitar 450 juta. Sementara ini dana yang telah terkimpul ke panitia berjumlah sekitar 100 juta lebih, yang berasal dari bantuan Bupati Klaten H Sunarna sebesar Rp 20 juta, hasil penjualan satu pohon trembesi di tanah kas desa setempat sebesar Rp 40 juta serta dari donatur atau warga yang merantau ke luar kota. Namun demikian, Markam mengaku optimis jika pembangunan majelis taklim ini akan bisa selesai. "Mudah-mudahan pembangunan ini bisa selesai, saya optimis kok," kata mantan Sekretaris Desa Puluhan ini. Markam berharap, dengan dibangunnya gedung TPA AlAzhar ini nanti dapat bermanfaat bagi masyarakat,

khususnya bagi anak agar bisa menimba ilmu di tempat ini dengan harapan dapat menjadi manusia yang berguna bagi Bangsa dan Agama dengan akhlak yang mulia. TPA Al-Azhar sendiri telah berdiri sejak 20 tahun lalu, dan saat ini majelis taklim ini telah memiliki sekitar 150 santri. Dan saat ini, untuk proses belajar-mengajar masih dilakukan dirumah salah satu warga setempat. Pembangunan gedung TPA dilakukan diatas tanah seluas 360 meter yang merupakan wakaf dari Sriyono, warga setempat. Rencananya, gedung akan dibangun dua lantai dengan 6 ruang kelas serta satu ruang perpustakaan, total luas bangunan mencapai 240 meter dengan ukuran 8x30 meter. Sementara itu, Camat Anang menyampaikan rasa simpatik dan bangganya terhadap sinergi serta semangat gotong-royong yang diperlihatkan warga Dukuh Karang Puuhan saat pembangunan gedung TPA. "Saya sangat bangga dengan warga yang memiliki semangat gotong-royong yang tinggi seperti di sini," tutur Anang. (bud)

Segudang Prestasi,

Nauval Belum Bangga JATINOM - Kendati Muhammad Rizqi Nauval Afif, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Klaten telah meraih segudang prestasi akademik selama dua tahun terakhir, namun dirinya belum mengaku puas dengan apa yang dicapainya. Siswa yang lahir Bulan November 1997 silam itu akan terus berusaha mengukir prestasi. Nauval, begitu putra pasangan Anang Widjatmoko dan Nurul Qomariyah ini lebih sering disapa, mengaku memiliki cita-cita menjadi dokter kelak. "Cita-cita saya menjadi dokter, InsyaAllah," kata siswa yang terkesan kalem ini kepada Joglo Pos beberapa waktu lalu. Tak dipungkiri, segudang prestasi telah diukir oleh siswa yang saat ini menjabat sebagai ketua OSIS periode tahun 2012 di SMP Negeri 2 Klaten, diantaranya juara I Umum (paralel) pada semester I, juara 2 umum (paralel) pada semester 2, juara 2 umum (paralel) pada semester 3, juara I lomba cerdas cermat tingkat Kabupaten Klaten dan masuk semifinal lomba cerdas cermat tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012, serta juara I lomba siswa berprestasi putra tingkat Kabupaten Klaten Tahun 2012. Ditanya mengenai kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti saat ini, Nauval me ngaku mengikuti Pramuka, PBB serta Patroli Keamanan Sekolah (PKS). "Saya juga sering mengikuti kegiatan olahraga, baik di sekolah maupun di luar sekolah," papar putra sulung dari Anang Widjatmoko yang juga menjabat Camat Jatinom ini. Bahkan Nauval mengaku juga sa ngat hobi membaca, bermain internet dan bersepeda. Muhammad Rizqi Nauval Afif (bud)

Dengan penuh semangat, warga Dukuh Karang Puluhan, Desa Puuhan, Kecamatan Jatinom bergotongroyong dalam pembangunan gedung TPA Al-Azhar di dukuh setempat. FOTO DIAMBIL MINGGU (13/5).

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

JATINOM - Pembangunan gedung Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) Al-Azhar di Dukuh Karang Puluhan, Desa Puluhan, Kecamatan Jatinom hingga saat ini terus dikebut. Hingga Minggu (13/5) lalu, pembangunan gedung telah sampai pada pengecoran lantai (dak).

BMT Yaa Qowiyyu Studi Banding ke Magelang JATINOM - Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Yaa Qowiyyu Jatinom beberapa waktu lalu mengadakan studi banding ke Desa Mangunsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Studi Banding itu digelar dalam rangka untuk meningkatkan kelompok usaha ternak yang dikelola lembaga keuangan mikro berbasis syari'ah itu. Selain itu, juga untuk memberikan pengalaman baru bagi anggota kelompok ternak kambing yang dikelola lembaga itu. Menurut Setiyaningsih, SE, Kepala Bagian Marketing BMT Yaa Qowiyyu mengutarakan dipilihnya Desa Mangunsari sebagai objek studi banding mengingat desa ini menjadi pusat percontohan peternakan kambing se-Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Sementara itu menurut koordinator kegiatan studi banding, Nugroho SH, kegiatan tersebut merupakan wujud pendampingan atau pembinaan terhadap anggota BMT Yaa Qowiyyu, khususnya bagi anggota kelompok usaha ternak kambing. "Beberapa hal yang menjadi permasalahan para peternak, dibahas dan

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Anggota BMT Yaa Qowiyyu Jatinom sebelum bertolak studi banding ke Magelang.

disampaikan oleh petugas atau penyuluh kelompok tani di desa Mangunsari secara terperinci dan cukup jelas. Diantaranya adalah manajemen kandang, yang mana pembuatan kandang yang standar terkait ukuran, kebersihan dan lain-lain itu sangat berpe ngaruh terhadap kesehatan dan perkembangan ternak. Namun yang tak kalah pentingnya adalah cara pembuatan pakan fermentasi. Dimana hal ini menjadi salah satu kunci dari keber-

hasilan peternakan kambing di wilayah tersebut," papar Nugroho. Ke depan,BMT Yaa Qowiyyu siap bekerjasama dengan peternak di Jatinom, khususnya dalam bentuk pembiayaan masyarakat dengan sistem bagi hasil. Dimana pihak BMT Yaa Qowiyyu menyertakan investasi kambing kepada peternak untuk dikelola. "Hasil dari pengembangan ternak nantinya akan dibagi dengan prosentase sesuai kesepa katan," ujar Nugroho. (bud)

Polsanak Terus Digalakkan oleh anggota unit Dikyasa Satlantas Polres Klaten, Briptu Marchelia. Sorak-sorai, tepuk tangan serta canda tawa mewarnai suasana saat Pak Raden menghibur dan membimbing siswa. "Ya beginilah kalau saya memberikan bimbingan, pelajaran maupun hiburan

disambut baik oleh kalangan sekolah TK. Menurutnya, Polsanak bertujuan supaya anak lebih dekat dengan sosok polisi, sehingga menghilangkan kesan serem terhadap polisi. Selain itu, juga untuk mengenalkan lebih dini pelajaran rambu-rambu lalu lintas

FOTO - FOTO : BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Siswa TK di Desa Belangwetan berfoto bersama di Mapolres Klaten.

KLATEN - Program polisi sahabat anak (Polsanak) terus digalakkan oleh sejumlah Taman Kanak-kanak (TK) di berbagai wilayah di Kabupaten Klaten. Seperti yang dilakukan Yayasan Aisyiyah Ranting Gading, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara. Sedikitnya lima TK Bustanul Atfal (BA) dan satu TK Aisyiyah ranting Gading melakukan kegiatan Polsanak di Mapolres Klaten, Selasa (8/5) lalu. Sekitar 263 siswa TK memadati halaman Mapolres Klaten da-

lam rangka mengenalkan sosok polisi kepada siswa. Kedatangan ratusan siswa TK itu diterima oleh Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Kanit Dikyasa) Satlantas Polres Klaten, Iptu Agung Basuni. Selanjutnya, ratusan siswa TK itu dibina dan dibimbing oleh Bripka Sukoyo, anggota Polsek Jatinom yang selama ini dekat dengan siswa TK di pelosok Klaten. Bripka Sukoyo atau yang lebih sering disapa Pak Raden ini dalam membimbing siswa TK didampingi

Briptu Marchelia dalam acara serah terima kenang-kenangan dari pe ngurus Aisyiyah Ranting Gading, Belangwetan, Klaten Utara.

kepada anak-anak. Suasana menjadi meriah," ujar Pak Raden di sela memperagakan tari jaran kepang. Dihubungi terpisah, Iptu Agung Basuni mengatakan program Polsanak ternyata

kepada anak. "Satu lagi, juga untuk menanamkan sikap disiplin kepada anak," tandas Iptu Agung Basuni ketika dihubungi Joglo Pos melalui telpon genggamnya. (bud)


Karanganom

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

19

FLKM Luncurkan Media Warga KARANGANOM - Forum Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kecamatan Karanganom Selasa malam (1/5), meluncurkan media warga. Sebuah wadah yang dijadikan sebagai ajang sarasehan maupun mediasi bagi seluruh anggota LKM di tingkat desa se-wilayah Kecamatan Karanganom. Louncing media warga dihadiri oleh Camat Karanganom, Kusdiyono SIP, MSi, jajaran Polsek dan Koramil setempat, pengurus FLKM Kecamatan dan di tingkat desa dan pengurus paguyuban kepala desa Kecamatan Karanganom. Tampak Koordinator Kota (Korkot) Kabupaten juga tampak hadir di acara itu. Selain memaparkan visinya, Ketua FLKM Kecamatan Karanganom, Suharjo juga mengajak selu-

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

ruh pengurus LKM di tingkat desa untuk lebih aktif, baik dalam menjalankan fungsinya maupun dalam melakukan sharing sesama pengurus di desa lainnya. Acara dimeriahkan tampilnya organ tunggal dari Desa Pondok. Seperti diketahui, PNPM Mandiri Perkotaan Kecamatan Karanganom

melalui forum LKM sempat menerbitkan sebuah media cetak yang dikemas dalam bentuk buletin yang diberi nama Warta Karanganom. Namun dalam beberapa terbitan, produk itu terhenti, hal ini disebabkan tak ada lagi dana untuk mencetak. Al hasil, terbitan berbentuk buletin itu akhirnya terhenti.

Jalan Poros Desa Tarubasan Kini Mulus KARANGANOM - Kondisi jalan poros Desa Tarubasan saat ini mulus. Jalan poros desa sepanjang 1,5 kilometer itu pekan lalu selesai diperbaiki atau diaspal. Pengaspaan jalan poros itu berkat kerjasama yang baik antara pemerintah desa (Pemdes) Tarubasan dengan masyarakat setempat. "Perbaikan jalan poros telah rampung pekan lalu. Pengaspalan dilakukan dari depan balai desa kearah barat hingga tembus ke jalur Ka-

syarakat Mandiri Perkotaan (PNPM MP) bidang infrastruktur senilai Rp 36 juta, bantuan dari Pemkab Klaten melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tahun anggaran 2011 sebesar Rp 22 juta, bantuan ADD Tahun 2011 sebesar Rp 10 juta, dari APB Desa sebesar Rp 40 juta. Sedangkan sisanya, atau sekitar Rp 42 juta lagi berasal dari Swadaya masyarakat. "Dengan penuh tekad dan semangat, akhirnya Pemdes Tarubasan bersama warga berhasil menyelesaikan perbaikan jalan, mengingat jalan poros sepanjang 1,5 kilometer dan lebar 3 meter tersebut telah rusak sejak 3 tahun lalu, dan belum ada upaya perbaikan. Beruntung warga saya sangat termotifasi dalam berswadaya untuk menutup kekurangan perencanaan biaya perbaikan jalan poros tersebut," papar Kepala Desa (Kades) BUDI RAHARJO / JOGLO POS Tarubasan Suharja. (bud)

ranganom-Klaten. Panjang jalan poros desa itu mencapai sekitar 1,5 kilometer," ujar ketua panitia perbaikan jalan, Kusdiyono. Bahkan, lanjut Kusdiyono, Pemdes Tarubasan bersama masyarakat juga berhasil mengembangkan perbaikan di jalan sekitar embung Tarubasan. Seperti diketahui, perbaikan jalan poros itu menelan biaya Rp 150 juta. Dan dananya berasal dari Program Nasional Pemberdayaan Ma-

Jalan poros Desa Tarubasan saat ini kondisinya sudah mulus.

Camat Karanganom Kusdiyono SIP, MSi bersalaman dengan Kepala Desa Pondok, Salam Rosidi pada acara louncing Media Warga (foto kiri). Inzet : Ketua FLKM Kecamatan Karanganom, Suharjo. Tamu undangan tampak terhibur saat organ tunggal tampil (foto atas).

Tak hanya itu, dilapangan, ternyata minat baca masyarakat dengan adanya Warta Karanganom itu juga sangat rendah. "Kenyataan dilapangan minat baca masyarakat dengan adanya Warta Karanganom itu juga sangat rendah, maka terpaksa media itu dihentikan karena

tidak efektif," ujar Suharjo. Akhirnya Forum LKM mengganti Warta Karanganom dengan Media Warga, dengan harapan dapat dijadikan sebagai sebuah wadah pertemuan bagi seluruh pengurus maupun anggota LKM di wilayah Kecamatan Karanganom. (bud)

Sebagian Lahan Padi di Kadirejo Terserang Inser KARANGANOM Diduga karena cuaca tidak menentu selama sebukan terakhir, sekitar 5 hektar lahan padi di Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, di serang penyakit inser, daun tanaman padi menguning sebelum waktunya dan kahirnya mati. Padahal, jika sudah terserang penyakit ini, ratarata petani di Desa Kadirejo membiarkan tanaman padinya. Pantauan Joglo Pos di sejumlah lahan pertanian di Desa Kadirejo, petani membiarkan lahan padinya saat terserang inser, padahal saat padi itu sudah mulai berisi atau katak, masih bisa diharapkan untuk dipanen. Samiyo (57), petani dari Dukuh Karanglo, Desa Kadirejo misalnya, salah pemilik lahan padi yang beberapa waktu lalu terserang inser, namun karena ia berupaya untuk mengantisipasi dengan menyemprotkan insektisida, akhirnya tanaman padinya

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Dua petani Desa Kadirejo menunjukkan lahan padi yang terserang inser.

kini dapat pulih kembali. "Waktu itu, baru seminggu ditanam, tiba-tiba tanaman padi saya menguning dan hampir mati, namun saya terus memberikan insektisida, dan Alhamdulillah saat ini tanaman padi saya puluh kembali," ujarnya. Hal yang sama juga dialami Busroni (65), petani dari Dukuh Kadirejo, Desa Kadirejo. Lahan padi seluas 1 petak miliknya juga terserang inser. "Lha ini

tanaman padi saya terserang inser, saya akan mencoba berusaha mengatasinya," keluh Busroni. Meskipun serangan penyakit ini bukan partema kali di alami petani di Desa Kadirejo, namun petani tidak mengetahui dari mana asal penyakit itu. Yang jelas menurut mereka tiba-tiba padinya menguning dan jika trelambat memberikan insektisida, maka dipastikan padi itu akan mati. (bud)

Jembatan Runtuh di Karanganom Belum Di Perbaiki KARANGANOM - Hingga saat ini, pemerintah Kabupaten Klaten belum ada upaya perbaikan pada jembatan di Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom yang runtuh bulan Januari silam. Padahal, jembatan itu merupakan penghubung tiga desa di wilayah Kecamatan Karanganom, yakni Desa Karanganom, Kadirejo dan Jungkare. Untuk sementara waktu, warga dari tiga desa membangun jembatan darurat sebagai akses jalur di desa tersebut. Namun dapat dipastikan jembatan darurat yang terbuat dari bambu itu tak tahan lama mengingat makin lama, kondisi bambu akan rapuh. Salah satu pengguna jalan, Agus, mengatakan jembatan tersebut seharusnya cepat diperbaiki, me-

ngingat jembatan itu merupakan akses dua warga Desa Jungkare dan Kadirejo yang hendak ke Kecamatan Karanganom. "Kadang kalau sedang membawa barang bawaan banyak, saya harus turun dan menuntun motor karena jembatan daruratnya mentul-mentul. Takut kalau jatuh," ujarnya saat ditemui Joglo Pos, Minggu (13/5) lalu. Hal senada juga diutarakan warga lain, Nugroho. Menurutnya, perbaikan jembatan harus dilakukan mengingat setiap hari banyak warga yang pergi-pulang melalui jalur tersebut. Terlebih lagi saat malam hari, dimana di sekitar lokasi jembatan itu tak ada pene rangan, sehingga warga yang lewat bisa tetap berhati-hati. Dihubungi terpisah, Kades Ka-

ranganom, Abdul Aziz mengatakan pihak desa sudah mengajukan proposal bantuan dana ke Pemkab Klaten untuk perbaikan jembatan. Namun hingga kini belum ada upaya perbaikan jembatan itu. Jembatan tersebut ambrol dan sempat menutup akses jalan ke jalur kecamatan. Menurut Aziz, jembatan itu rusak lantaran terkikis air sungai. Kondisi jembatan yang sudah tua juga menjadi faktor. Jembatan desa itu dibangun pada jaman pemerintah Belanda. "Tapi jembatannya itu termasuk ampuh juga, karena umurnya sudah lama tapi masih tetap bertahan lama walaupun akhirnya roboh di awal tahun lalu," tutur Abdul Aziz. (bud)

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Saat dilewati, jembatan darurat yang dibuat warga tiga desa kondisinya mentul-mentul.


Tulung

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012 TULUNG - Memprihatinkan, sebuah tempat wisata di Desa Wunut, Kecamatan Tulung selama ini memiliki nilai historis dan menjadi sumber pengairan bagi masyarakat desa setempat dan sekitarnya. Sayang, saat ini sering digunakan sebagai tempat pacaran. Umbul Pelem, sebuah sumber mata air yang higga kini juga sering digunakan oleh masyarakat sebagai tempat untuk laku tirta (kungkum). Laku tirakat dalam upaya agar mudah naik pangkat, hal ini terbukti banyak ditemukannya sajen (syarat) yang berupa kembang setaman, terutama pada hari-hari tertentu, seperti pada malam Jumat Kliwon. Namun kenyataannya, saat ini lokasi tersebut sering sebagai ajang tempat pacaran bagi pasangan muda. Pantauan Joglo Pos saat melintasi jalan di samping Umbul Pelem, Rabu (9/5) lalu, di sebuah gazebo yang berada di Umbul pelem di tempati oleh sepasang mudamudi. Sesekali, salah satu pasangan itu membelai rambut gadis yang diduga pacar-

nya. Padahal, lokasi gazebo hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya, sehingga sangat jelas terlihat. Di Umbul Pelem, terdapat dua gazebo dengan ukuran berlainan. Gazebo berukuran besar dan kecil. Untuk gazebo yang berukuran besar, dengan letaknya yang agak tinggi dengan dilengkapi tangga untuk naik. Namun karena sering digunakan untuk berpacaran, bahkan berbuat mesum, tangga gazebo yang berukuran besar di potong oleh warga setempat. "Memang benar, tangga pada gazebo yang berukuran besar dipotong warga. Warga kesal karena gazebo sering digunakan berbuat tak sesonoh oleh pasangan muda," tutur Kepala Desa (Kades) Wunut, Iwan Sulistyan-

20

Wealah, Umbul Pelem Dijadikan Tempat Pacaran to, SE saat ditemui Joglo Pos dikantornya, Rabu (9/5). Kades Iwan juga mengakui jika gazebo yang berukuran kecil saat ini sering dijadikan tempat pacaran, namun ia mengklaim jika pasangan muda-mudi yang pacaran di Umbul pelem berasal dari luar desanya. "Yang jelas bukan warga sini yang sering pacaran di Umbul pelem," sanggah Kepala Desa Wunut. Iwan berharap pihak yang berwenang, seperti Kasi Trantibum Kecamatan Tulung bekerjasama dengan Polsek setempat untuk lebih sering melakukan patrol ke lokasi Umbul Pelem, mengi ngat warga menjadi resah lantaran sering dijadikan tempat pacaran. (bud)

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Gazebo di Umbul Pelem yang sering digunakan sebagai tempat pacaran sangat meresahkan warga.

Forum Komunikasi Kesehatan Kecamatan Digelar Hari Ini, Digelar Lomba Ajang

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Camat Tulung, HM Nurrosyid SIP (kiri) dan peserta lainnya serius mengikuti acara.

TULUNG - Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Puskesmas Kecamatan Tulung, Rabu (9/5) lalu menggelar Forum Komunikasi Kesehatan Kecamatan (FK3) di aula Kecamatan Tulung. Kegia-

tan diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama, kader Forum Komunikasi Kesehatan Desa (FK2D) se-Kecamatan Tulung. Tampil sebagai narasumber Kepala

Apes, Warga Tulung Jadi Korban Penjambretan TULUNG - Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, itulah nasib apes yang menimpa Sutardi (52), warga Desa Malangsari, Desa Sedayu, Kecamatan Tulung yang dijambret oleh kawanan bersepeda motor saat perjalanan di perbatasan Klaten-Boyolali, tepatnya di Jembatan Manggis, sebelah utara Pasar Ngangkruk, Mojosongo, Boyolali. Kejadian itu bermula saat Sutardi yang memiliki toko emas Barokah di Pasar Ngangkruk dan di Jatinom itu hendak ke Boyolali menggunakan sepeda motor merk Yupiter. Sesaat sebelum pergi, ia sempat diingatkan oleh polisi yang bertugas menjaga toko emasnya dipasar Ngangkruk. Namun ia nekat pergi ke Boyolali sendiri dengan membawa emas dalam tas yang dicangklongkan di badannya. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba Sutardi dipepet oleh pengendara sepeda motor yang berboncengan. Ia langsung ditikam dengan celurit tangannya oleh penjambret. Ia juga digertak untuk menyerahkan tas yang berisi uang. Namun Sutardi berusaha menangkis, akibatnya, jari Sutardi bersimbah darah. Pelaku semakin beringas hingga melakukan sabetan celurit di bagian kepala Sutardi. Tak pelak kepala Sutardi mendapat luka menganga. Sutardi langsung berlari meminta tolong kepada warga terdekat. Warga langsung berhamburan ke arahnya. Dalam sekejap, pelaku langsung kabur tanpa membawa hasil, mengingat tas yang berisi emas masih melekat ditubuhnya. Tak lama kemudian, Sutardi pingsan setelah berteriak minta tolong. Ketika Joglo Pos sampai di TKP, korban Sutardi langsung dilarikan ke RSUD Pandanarang, Boyolali oleh warga mengingat luka dibagian kepala akibat sabetan celurit pelaku cukup serius. Sementara itu pihak petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi penjambretan. (bud)

UPTD Puskesmas Tulung, dr Harintoko, Kepala Puskesmas Majegan, dr Wahyu Ciptadi. Dalam paparannya, dr Herintoko mengharap kegiatan serupa dapat lebih diefektifkan lagi. Ia juga mengimbau agar keberadaan FK3 dan FK2D lebih ditingkatkan lagi, mengingat forum itu menyangkut kegiatan bidang kesehatan di lintas sektor, khususnya di wilayah Kecamatan Tulung. Sementara itu, ketua panitia kegiatan, H Maryono mengungkapkan kegiatan itu digelar setiap tiga bulan sekali. "Kegiatan itu digelar setiap tiga bulan sekali, dengan harapan dapat menampung aspirasi dibidang kesehatan di lintas sektoral," papar H Maryono yang juga sebagai mantri di UPTD Puskesmas Tulung di sela kegiatan. Tampak diantara peserta sejumlah perangkat desa di wilayah Kecamatan Tulung yang mengikuti kegiatan dengan serius, diantara mereka ada yang menanyakan cara mengantisipasi penyakit tertentu, seperti demam berdarah, virus tikus maupun virus antrak. (bud)

Kreatifitas Anak Usia Dini

TULUNG - Himpaudi Kecamatan Tulung bekerjasama de ngan UPTD Pendidikan dan TP PKK Kecamatan setempat hari ini, Senin (14/5) menggelar lomba ajang kreatifitas anak usia dini. Lomba diikuti 15 lembaga PAUD di wilayah Kecamatan Tulung yang antara lain 13 Kelompok Bermain (KB) dan 2 Pos PAUD. Kegiatan lomba ajang kreatifitas yang digelar di Balai Desa Gedongjetis, Kecamatan Tulung itu dalam rangka menyongsong datangnya Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap Tanggal 23 Juli mendatang. "Lomba ajang kreatifitas ini dalam rangka menyongsong sekaligus memperingati HAN," ungkap Ismiyati, SPd, Penilik Pendidikan Non Formal UPTD Pendidikan Kecamatan Tulung, Minggu (13/5) kemarin. Berbagai perlombaan yang digelar antara lain lomba halang rintang, mengelompokkan dan memasukkan bijibijian ke dalam botol, estafet gembira, terampil berpakaian, kreasi keping geometri, bakiak, geguritan, melukis tampah serta lomba konser alat dapur. Kegiatan lomba itu bertujuan memberikan motivasi bagi para guru atau pendidik PAUD, peserta didik serta bagi orang tua untuk lebih giat dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini. Selain itu, juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, mengasah dan menyalurkan bakat kreatifitas yang dimiliki anak serta sebagai ajang silaturahmi antar lembaga PAUD, khsususnya di wilayah Kecamatan Tulung. (bud)

Dari Rumah Reyot Jadi Rumah Permanen

FOTO -FOTO : BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Beginilah kondisi rumah Mujiyem sebelum direhab.

TULUNG - Adanya bantuan dana sosial dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Kecamatan Tulung sangat menyentuh bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Tulung. Warga mengaku sangat terbantu adanya bantuan itu. Seperti yang dirasakan Mujiyem Mulyodimejo (55), warga Dukuh Saluhan, Desa Pucangmiliran yang merasa terbantu dengan adanya ban-

tuan dana sosial dari PNPM MPd itu. Rumah Mujiyem yang sebelumnya masuk kategori tumah tak layak huni atau tumah reyot akhirnya menjadi rumah permanen berkat bantuan dana sosial itu sebesar Rp 3,5 juta itu. Selain itu, peran dari masyarakat sekitar melalui swadayanya juga sangat membantu proses rehab rumah milik Mujiyem. "Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada pengurus PN-

PM MPd di Kecamatan Tulung, bapak Camat Tulung serta masyarakat yang telah nyengkuyung merehab rumah saya menjadi lebih baik," kata Mujiyem. Dana itu oleh Mujiyem digunakan untuk membeli material, namun tanpa adanya swadaya masyarakat, rumah Mujiyem itu tak bakalan menjadi rumah yang permanen. Pengamatan Joglo Pos, masyarakat atau tetangga Mujiyem terlihat sangat an-

tusias dalam memberikan bantuan tenaga, tambahan material maupun pikiran dalam mewujudkan rumah yang permanen. Sementara itu, Kades Pucangmiliran, Sunardi SIP juga menyampaikan terimakasihnya kepada PNPM MPd Tulung yang telah membantu melalui program rehab rumah dari dana sosial. Ia menyampaikan bantuan tersebut sangatlah berguna bagi warganya. (bud)

Proses rehab rumah Mujiyem dibantu oleh warga sekitar.


Polanharjo

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

21

Umbul Manten, Wejangan untuk Pengantin POLANHARJO - Di wilayah Kecamatan Polanharjo, tepatnya di Desa Sidowayah, terdapat sebuah sumber mata air yang oleh warga sekitar dinamakan Umbul Manten. Dibalik nama Manten yang diberikan leluhur dahulu, terdapat sebuah cerita rakyat atau legenda sehingga tempat yang hingga kini tetap ramai dikunjungi warga itu disebut Umbul Manten. Keberadaan Umbul ini oleh warga dimanfaatkan sebagai sarana irigasi sawah , untuk mengairi kolam ikan, obyek wisata pemandian alami dan juga dialirkan untuk kebutuhan air bersih masayarakat disekitar. Menurut beberapa sumber yang diperoleh koran ini, konon dahulu, ada sepasang pengantin baru. Pengantin ini diberi wejangan oleh kedua orang tuanya. Dalam wejangan itu intinya pasangan pengantin baru, dilarang keluar rumah bersama-sama menjelang senja (maghrib) sebelum 40 hari. Namun, nasehat dari orang tua itu dibantah oleh sepasang pengantin itu. Tak hanya membantah,

konon sepasang pengantin itu mengancam tak akan melaksanakan petuah (nasehat) dari kedua oarng-tuanya itu. Dan pada suatu ketika, sebelum 40 hari, pasangan pengantin baru itu nekat keluar dari rumah bersama-sama pada sore hari atau menjelang senja. Sang suami berjalan mendahului istrinya. Setelah berjalan lama, sang suami menengok ke belakang dan menemukan istrinya menjauh. Namun setelah sang suami menoleh ke belakang lagi, ia sudah tak menemukan isterinya itu. Begitu juga dengan sang istri, ketika dia mengejar sang suami ternyata suaminya semakin jauh dan akhirnya lenyap.

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Umbul Manten yang berada di Desa Sidowayah ramai dengan pengunjung.

Dari peristiwa itulah Umbul itu akhirnya oleh leluhur diberi nama Umbul Manten. Terlepas cerita atau legenda itu memiliki nilai kebe-

naran atau tidak, namun yang jelas dari peristiwa itu dapat diambil hikmahnya. Hikmah itu antara lain jangan

pernah membantah nasehat orang tua. Bagi sepasang suami istri hendaknya selama masa-masa awal menikah (40 hari pertama) harus menata rumah tangganya dengan baik terlebih dulu. Dilarang keluar rumah bersamasama dimaksudkan agar ada salah satu di antara mereka yang tetap berada di rumah untuk menjaga rumah tersebut. Ketiga, sepasang suami istri hendaknya selalu berjalan beriringan, baik dalam suka maupun duka. Hingga kini, nilai historis lain dari Umbul Manten ini juga masih dipercayai oleh masyarakat. Yakni adanya kepercayaan jika pasangan suami istri yang lama tidak mempunyai keturunun dan ingin mendapatkan keturunan harus berendam semalaman di umbul Manten. Air di umbul Manten juga sering digunakan untuk siraman pada pernikahan adat jawa, terutama oleh kerabat Keraton Solo dan Yogya. (bud)

Petani Ikan di Jimus Gigit Jari Hektaran Padi di Polanharjo Kenaikan Harga Ikan Diikuti Naiknya Harga Pakan begitu berpengaruh pada target untung jika harga pakan juga naik, bisa-bisa malah tekor nanti," kata Dwi Agus Subroto. Ditambahkan Kades Dwi, jika disuruh memilih, petani lebih memilih agar tidak ada kenaikan harga jual serta tidak ada kenaikan harga pakan. Dari pada harga jual nila naik, namun harga pakan juga naik. "Untuk pembenihan, pemberian pakan pokphand tidak dapat diganti dengan jenis makanan alami lainnya, jadi pembrian pakan jenis pokphand sifatnya harus dan wajib," ujarnya. Di Desa Jimus sendiri hingga saat ini memiiki 30 petak kolam, dengan rincian 21 kolam untuk pembenihan dan sisanya, atau 9 kolam lagi untuk budidaya pembesaran. Lebih banyaknya kolam di Jimus yang difungsikan

Muspika Polanharjo CAMAT : Drs. Agus Salim Sekcam : Drs. Suyamto Kasie Tata Pemerintahan : Rasidi SIP MSi Kasie PMD : Joko Suseno, Sos Kasie Trantibum : Sigit Pramono, S.Sos Kasubag Umum & Keuangan : Sri Sulastri, SIP, MM Kasubag Perenc. dan Pelaporan : Kurniasari Candraningrum, SH UPTD PENDIDIKAN : Sutarno, SPd, MM KAPOLSEK : AKP Valentinus DANRAMIL : Kapt. Inf. Srimin

Kepala Desa se-Polanharjo 1. KADES SIDOWAYAH : Hapsoro, SH 2. KADES SIDOHARJO : Hermawan, SW 3. KADES JANTI : H Hartono 4. KADES WANGEN : H Muhyidin 5. KADES KRANGGAN : Agung Setiyoko, SE 6. KADES KEPRABON : Sugiyono 7. KADES KEBONHARJO : Rosyid Asidiq, BA 8. KADES POLAN : Harun 9. KADES KARANGLO : Yudi Iskandar, SE 10. KADES PONGGOK : Junaedi Mulyono, SH 11. KADES NGANJAT : Pandu Sujatmoko, SE 12. KADES JIMUS : Dwi Agus Subroto 13. KADES NGARAN : Sarwoto 14. KADES TURUS : Ir Jatmiko 15. KADES KAUMAN : Hermawan Tri 16. KADES BORONGAN : Wastamto 17. KADES KAPUNGAN : Agus Haryanto 18. KADES GLAGAHWANGI : Wuryanto

Masih Jadi Santapan Tikus

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

POLANHARJO - Dalam sepekan terakhir, tampaknya petani ikan di Desa Jimus, Kecamatan Polanharjo harus gigit jari. Pasalnya kenaikan harga ikan nila dipasaran dalam sepekan terakhir juga diikuti kenaikan harga pakan. Jika sebelumnya harga pakan nila jenis Pokphand 785 masih berkisar Rp 212 ribu per sak, maka sejak sepekan terakhir harganya naik menjadi Rp 215 per saknya. Walaupun harga jual nila juga naik dalam sepekan terakhir, dimana harga penjualan mencapai Rp 14 ribu per kilo, namun jika harga pakan juga naik, kondisi itu malah mempersulit petani ikan. Hal itu diungkapkan pembubidaya ikan nila, khususnya pembenihan, Dwi Agus Subroto kepada Joglo Pos Minggu (13/5) lalu. "Kenaikan harga jual ikan tak akan

Salah satu budidaya pembenihan nila di kolam ikan Desa Jimus.

untuk budidaya pembenihan disebabkan oleh kondisi arus air atau irigasi di wilayah desa ini tidak begitu deras, sehingga lebih cocok untuk budidaya pembenihan. Kendati mayoritas pen-

duduk Jimus bermata pencaharian dari bertani, namun tak sedikit warga yang menjadi petani ikan, khususnya petani ikan nila atau yang memiliki nama latin Oreochomis Niloticus. (bud)

POLANHARJO - Hektar lahan pertanian di Kecamatan Polanharjo hingga kini masih jadi santapan tikus. Di Desa Ngaran misalnya, masih sekitar 2 hektar lahan padi yang dimangsa tikus. Namun demikian serangan itu menurun dibanding sebulan lalu lalu yang mencapai puluhan hektar. Hal itu diakui Kepala Desa (Kades) Ngaran, Sarwoto saat ditemui Joglo Pos di kantornya Jumat (11/5) lalu. Tak hanya lahan pertanian di Desa Ngaran, sejumlah lahan di desa lain seperti Desa Kahuman, Turus, Wangen, Sidoarjo dan Kebonharjo juga masih terserang hama tikus, walaupun hingga pekan lalu sudah berkurang drastis. Serangan hama tikus dirasakan petani di wilayah Kecamatan Polanharjo sejak dua bulan lalu, namun yang paling parah adalah sekitar sebulan lalu, dimana mencapai 100 hektar lebih. Namun sejak dua pekan terakhir serangan tikus telah mereda. Untuk mengatasi serangan tikus yang sangat cepat, ratusan petani di beberapa desa di Polanharjo beberapa waktu lalu terus menggalakkan gropyokan, bahkan petani juga dibantu jajaran Polsek dan Koramil dalam aksinya itu, dan hasilnya saat ini hama tikus mulai berkurang. "Petani benar-benar dibuat kesal dengan ludesnya tanaman padi oleh tikus dalam waktu yang relatif cepat. Bahkan sebagian tanaman padi yang diserang hampir memasuki masa katak (menua)," kenang Kades Sarwoto. (bud)

Mak Nyes,,, Dawet Telasih Bu Wantini POLANHARJO - Panasnya terik matahari akhir-akhir ini sangat terasa, apalagi jika sampai di kerongkonga, rasanya sangat menyiksa. Kondisi seperti itu, yang dirasakan pasti cuma haus, haus, dan haus. Kalau sudah begitu pasti butuh sesuatu yang segar. Kira-kira apa ya? Saat Joglo Pos melintas di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, terbesit untuk mampir di kerumunan warga, tepatnya di Dukuh Karanglo atau di depan komplek makam Dukuh Karanglo. Dawet Telasih, bagi warga Polanharjo dan sekitarnya, mungkin sudah nggak asing lagi dengan jajanan yang satu ini. Kedai dawet telasih Ibu Wantini (54), walaupun lapaknya sederhana serta nggak terlalu besar, tapi selalu ramai diserbu pembeli. Untuk menikmati segarnya dawet telasih ini cukup membayar Rp 1500, saja. Murah! Satu mangkuk dawet telasih berisi dawet atau cendol hijau, sirup gula, santan dan juga telasih. Dawet atau cendol disini juga spesial karena butiran dawetnya kecil, lentur dan kenyal. Nggak ketinggalan kuah-

BUDI RAHARJO / JOGLO POS

Kedai sederhana Dawet Telasih Bu Wantini yang rasanya mak Nyess,,,,,,

nya yang…nyessssssss! Segarrrrrrr! Dawet telasih Ibu Wantini ini nggak terlalu manis, ada rasa gurih citarasa dari kuah santan yang sangat terasa. Rasanya pas! Nah, kalau pembaca

melintas di Desa Karanglo, jangan lupa untuk menikmati segelas es dawet telasih Ibu Wantini yang berada di dekat makam Dukuh Karanglo. Selamat mencoba!. (bud)


Delanggu

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

Jajaran Muspika Delanggu Camat Delanggu : Sri Wahyuni SH MH Sekcam Delanggu : Agus Suprapto S.Sos M.Si Kasi PMD : Maryani SE Kasi Tata Pemerintahan : Drs Joko Suparja Kasi Trantibum : Ir Fatkhul Azis Kasubag Umum&Keuangan : Budi Santosa BSc Kasubag Perencanaan&Pelaporan : Harjono SIP Kapolsek Delanggu Danramil Delanggu Kepala KUA Delanggu Kepala Puskesmas Delanggu

: AKP Supriyanto SH MH : Kapten Suyamto : Drs H Agus Krisnadi : dr H Juwardi

KEPALA DESA SE-KECAMATAN DELANGGU Kepala Desa Mendak : Drs H Sentot Subagyo Kepala Desa Kepanjen : H Sutarno Kepala Desa Bowan : Ir Praptono Kepala Desa Sabrang : H Sunarso Kepala Desa Segaran : Suparja Kepala Desa Butuhan : Sutama A.Md Kepala Desa Banaran : Hasyim Suharjono Kepala Desa Delanggu : Murti Haryani Kepala Desa Kecek : Kukuh Harsana Kepala Desa Sribit : Iwan Setiyadi ST Kepala Desa Sidomulyo : Hartana SH Kepala Desa Gatak : H Tri Walino Kepala Desa Karang : Kuwatno S.Pd Kepala Desa Tlobong : Atok Susanto Kepala Desa Jetis : Fauzan Agus Mustofa Kepala Desa Dukuh : Joko Budi Santosa

Jajaran UPTD Pendidikan Delanggu Kepala UPTD Pendidikan Delanggu : Drs Sugiarto MM Kasubag TU : Dwi Ning Pujiastuti S.Pd Pengawas TK/SD : Dra Titiek Sri Rahayu Pengawas TK/SD : Dra Hj Sri Rahayu Pengawas TK/SD : Sumiyem S.Pd PNFI : Sunarto S.Pd PNFI : Sri Wihanto S.Pd PNFI : Dra Sri Yuni Anggraini MM Kepala SD se-Delanggu Kepala SDN 1 Delanggu Kepala SDN 2 Delanggu Kepala SDN 3 Delanggu Kepala SDN 1 Kepanjen Kepala SDN 1 Sribit Kepala SDN 2 Sribit Kepala SDN 1 Segaran Kepala SDN 1 Mendak Kepala SDN 1 Sidomulyo Kepala SDN 1 Banaran Kepala SDN 2 Banaran Kepala SDN Krecek Kepala SDN 1 Gatak Kepala SDN 2 Gatak Kepala SDN Karang Kepala SDN 1 Dukuh Kepala SDN 1 Bowan Kepala SDN 2 Bowan Kepala SDN 1 Jetis Kepala SDN 1 Butuhan Kepala SDN 1 Tlobong Kepala SDN 2 Dukuh Kepala SDN 6 Delanggu Kepala SDN 2 Mendak Kepala SDN Sabrang Kepala SDN 2 Kepanjen Kepala SDN 2 Segaran Kepala SDN 2 Butuhan Kepala SDN 2 Tlobong Kepala SDN Kanisius Kepala SDIT Mutiara Insani Kepala SDIT Taruna Teladan Kepala SDI-PK Muhammadiyah Kepala SDI Al Uswah

: Mulyadi, S.Pd. : Dominikus Sugiarto, S.Pd : Titik Sulistiyati, S.Pd. : Sri Wahyuni, S.Pd. : Sutarno, S.Pd. : Sri Sukarmi, S.Pd. : Drs. Parjana : Sungatmi, S.Pd. : Dra. Saheti : Cipto Mardiyanto, S.Pd. : Pratiwi, B.A. : Suparni, S.Pd. : Wardayati, S.Pd. : Cipto M, S.Pd (Pengampu) : Muh. Umri, S.Pd. : Sri Mulyani S.Pd. : Hastuti, S.Pd. : Sugino, S.Pd. : Yusup Suwarno, S.Pd. : Suwarni, S.Pd. : Subadrun, S.Pd. : Kasihani, S.Pd. : Subadrun S.Pd. (pengampu) : Satmoko Yuli Darsono, S.Pd. : Sri Prapti Handayani A, S.Pd : Tarmadi, S.Pd. : Qodriyah, A.Ma.Pd. : Sudadi, S.Pd. : Wahyu Dwi Retnani, S.Pd. : Sarjoko Antonius, S.Pd. : Budi Raharjo, S.Pd. : Iping Priyatna, S.Pdl : R. Taufiq N.M, S.E., M.Pd : Basaril Mahmud, S.HI

22 UN di Delanggu Berjalan Lancar dan Kondusif DELANGGU - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD) atau sederajat di lingkup Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Delanggu berjalan lancar dan kondusif. Tercatat 714 siswa terdaftar mengikuti UN dan semuanya berhasil mengikuti UN mulai hari pertama Senin (7/5) hingga Rabu (9/5). Demikian diutarakan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Delanggu, Drs Sugiarti MM didampingi Ketua Koordinator UN Sub Rayon UPTD Pendidikan Kecamatan Delanggu Yusup Suwarno S.Pd, di Delanggu, Selasa, (8/5). "Pelaksanaan UN hingga hari terakhir berjalan lancar tanpa ada kendala berarti. Distribusi naskah dan Lembar Jawab (LJ) UN juga berjalan lancar. Meski ditemukan kekurangan naskah soal Mapel IPA di SD Negeri 2 Mendak, namun semuanya dapat teratasi dengan baik tanpa menggangu pelaksanaan UN" ungkap Sugiarto. Saat ditanya apakah ada kesulitan peserta UN dalam mengerjakan LJ (Lembar Jawab) UN, Sugiarto merasa tidak mengalami kendala sebab jauhjauh hari sebelum UN terlaksana semua

ROHMADI / JOGLO POS

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Delanggu Drs Sugiarto MM (tengah) bersama pe ngawas dan Koordinator UN Sub Rayon UPTD Pendidikan Kecamatan Delanggu.

murid diberikan pengarahan cara mengerjakan yang benar. Siswa juga terlatih mengerjakan lembar jawab seperti pada tiga kali pelaksanaan try out. "Untuk pengisian pada LJ UN selama dua hari ini tidak ada keluhan karena siswa sudah terlatih sebelumnya. Termasuk para pengawas sudah melaksanakan tugas dengan baik yang sebelumnya telah diberikan pem-

bekalan dan pemantaban pengawas," ungkapnya. Hingga hari ketiga pelaksanaan UN semuanya berjalan dengan lancar dan tertib. Semua naskah, LJ UN, daftar hadir serta lembar administrasi lainnya telah dikembalikan sesuai dengan peraturannya. Dan selama tiga hari pelaksanaan UN semua peserta dapat mengikutinya. (roh)

Disosialisasikan, Pengoptimalan Subterminal Delanggu

ROHMADI / JOGLO POS

Kepala Dishub Klaten Drs Jaka Sawaldi (2 dari kiri) didampingi Camat Delanggu Sri Wahyuni SH MH (2 dari kanan) saat menyampaikan sosialisasi Subterminal Delanggu.

DELANGGU - Tiga subterminal di Kabupaten Klaten akan dioptimalkan fungsinya sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang selama masa transisi pemindahan Terminal Jonggrangan ke kawasan Buntalan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Drs Jaka Sawaldi saat mengadakan sosialisasi pengoptimalan fungsi Subterminal Delanggu di aula Kecamatan Delanggu, Senin (10/4), mengatakan subterminal yang akan dioptimalkan fungsinya itu

adalah Subterminal Delanggu, Subterminal Penggung, dan Subterminal Bendogantungan. Saat ini, fungsi tiga subterminal itu tidak maksimal sebagai lokasi menaikkan dan menurunkan penumpang. Subterminal Delanggu hanya digunakan sebagai tempat mangkal angkutan desa. Sementara Subterminal Bendogantungan kondisinya lebih parah dan mangkrak dibanding Subterminal Delanggu, karena tidak ada angkutan umum yang bersedia

memasukinya. “Pembangunan terminal baru di Buntalan membutuhkan waktu dua tahun yakni 2013-2014. Selama masa transisi itu, tiga subterminal ini akan dioptimalkan fungsinya sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang,” terang Jaka. Jaka mengakui, kondisi tiga subterminal itu saat ini sudah memprihatinkan. Oleh sebab itu, tiga subterminal itu akan diperbaiki terlebih dahulu sebelum dioptimalkan fungsinya sebagai lokasi menaikkan dan menurunkan penumpang. Pemkab Klaten sudah me nganggarkan dana senilai Rp297 juta untuk merenovasi tiga subterminal itu melalui APBD 2012. “Saat ini rehab subterminal tersebut sudah dilaksanakan, ada beberapa masalah di sana-sini seperti kerusakan pada musala, toilet, lapisan beton, dan kerusakan fisik lain,” kata Jaka. Sementara itu, sambung Jaka, untuk penarikan retribusi Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari arah

Yogyakarta akan ditarik di Subterminal Delanggu dan bus arah Solo akan ditarik di subterminal Bendogantungan. Khusus untuk bus arah Solo, rencananya dari subterminal Delanggu akan dibelokkan ke Jalan Lingkar Delanggu untuk mengurangi kepadatan di kota kecamatan. Terkait, Camat Delanggu merasa senang dengan adanya pengoptimalan fungsi Subterminal Delanggu yang selama bertahun-tahun dikeluhkan lantaran tidak berfungsi secara maksimal. Kades Karang, Kuwatno S.Pd menyatakan jika Subterminal Delanggu bisa difungsikan secara maksimal maka geliat ekonomi warga Desa Karang khususnya dan Kecamatan Delanggu pada umumnya juga akan bergairah. “Masyarakat bisa berjualan, menyediakan jasa ojek motor dan kegiatan ekonomi lainnya di sekitar kompleks Subterminal Delanggu,” terang Kades Kuwatno. (roh)

Sebulan, SD Negeri 2 Banaran Disatroni Maling 2 Kali DELANGGU – Aksi pencurian kembali terjadi di SD Negeri 2 Banaran, Kecamatan Delanggu. SD Negeri 2 Banaran disatroni maling, Senin malam (7/5). Kepala SDN 2 Banaran, Pratiwi mengaku dalam sebulan ini SDN 2 Banaran didatangi pencuri sebanyak dua kali. Meski aksi pencurian yang pertama pencuri tidak berhasil membawa barang apaapa. Komplotan pencuri hanya merusak lemari dan mengacakacak seluruh berkas dan dokumen milik SDN 2 Banaran.

Sedangkan, kata Pratiwi, aksi pencurian kedua para pencuri berhasil membawa kabur perangkat komputer. Setelah dilakukan oleh TKP dari Polsek Delanggu ternyata komputer di-buang di sawah dan hanya diambil mainboard dan harsdiksnya. Tak ayal hal ini membuat SDN 2 Banaran geram dan meminta pihak kepolisian untuk segera me ngungkap aksi pencurian ini. Menurut Pratiwi, pihak sekolah menduga aksi pencurian ini bermotif hanya ingin mengacau-

kan ketenangan di SDN 2 Ba-naran. ”Jika mereka benar-benar mau maling, yang seharusnya mereka ambil barang-barang elektronik yang ada di sekolah, seperti radio tape dan lainnya, bukan hanya data dari komputer yang dicuri dan berkas diacak-acak,” keluh Pratiwi. Terkait, Wakapolsek Delanggu Iptu Hutagalung menyampaikan saat ini Polsek Delanggu sedang menangani kasus ini dan akan mengumpulkan bukti-bukti un-tuk mengejar pelaku yang sudah meresahkan SDN 2 Banaran itu. (roh)

ROHMADI / JOGLO POS

Wakapolsek Delanggu Iptu Hutagalung saat memintai keterangan Kepala SDN 2 Banaran Pratiwi.


Juwiring

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

23

UPTD Pendidikan Juwiring Adakan Gerak Jalan JUWIRING - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2012, UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring mengadakan gerak jalan bersama, Jumat (11/5). Gerak jalan tersebut diikuti sekitar 3.500 peserta, meliputi siswa dan guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK se Kecamatan Juwiring baik negeri maupun swasta, dan jajaran UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring. Acara pelepasan peserta gerak jalan bersama dilakukan oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring Hj Kris Sutriningsih S.Pd MM sekitar pukul 07.30 WIB. Rute gerak jalan itu mengambil start di Lapangan

Akbar Desa Bulurejo, kemudian ke arah timur menuju Desa Kenaiban. Selanjutnya ke arah utara melewati Desa Kwarasan, lantas ke barat menuju jalan raya JuwiringDelanggu dan kembali lagi di Lapangan Akbar Bulurejo sebagai finishnya. Kepala UPTD Pendidikan Juwiring Hj Kris Sutriningsih S.Pd MM didampingi Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring Marsono S.Pd mengatakan

dengan gerak jalan sehat bersama itu, dapat meningkatkan silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan serta mempererat tali persatuan dan kesatuan antar guru dan sekolah di lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring serta dinas instansi terkait se Kecamatan Juwiring. Hj Kris Sutrininingsih mengharapkan dengan momentum Hardiknas semua guru mampu membangun karakternya dengan kuat sebagai modal dasar dan ujung tombak mencerdaskan anak didiknya. Melahirkan siswa yang pandai, berkualitas, beriman dan bertaqwa. (roh)

Antisipasi Serangan Tikus, Petani dan TNI Lakukan Gropyokan

ROHMADI / JOGLO POS

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring Hj Kris Sutriningsih S.Pd MM mengibarkan bendera start.

Pendistribusian Soal UN Lancar JUWIRING - Pendistribusian soal Ujian Nasional (UN) SD/MI tahun 2012 dari Sub Rayon UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring ke SD/MI atau sederajat berlangsung lancar. Sejumlah soal itu didistribusikan kepada 45 SD/MI atau sederajat di lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring. Demikian dikatakan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring Hj Kris Sutriningsih S.Pd MM di kantornya, pekan lalu. Hj Kris Sutrininingsih menjelaskan, hari

pertama hingga hari ketiga (akhir) UN Sekolah Dasar di sejumlah SD/MI sederajat di Juwiring berjalan relatif lancar. Tidak ditemukan kasus kecurangan dan kekurangan lembar soal. Hj Kris menambahkan, peserta yang mengikuti UN di lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring sebanyak 889 siswa tersebar di 36 SD Negeri, 2 SD swasta dan 7 MI. Dan semuanya mengikuti UN yang berlangsung selama tiga hari tersebut dengan lancar dan tertib. (roh)

ROHMADI / JOGLO POS

Kades Gondangsari Sudiman SE (kiri) bersama petani dan TNI saat memukuli hama tikus yang meresahkan petani.

JUWIRING - Puluhan petani di Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring dibantu personil TNI Koramil Juwiring menggelar gropyokan organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus sawah, Senin (7/5) pagi. Para petani dibantu anggota TNI sangat kompak dengan memakai peralatan seperti pentungan, jaring, ember, emposan dan longses untuk membunuh OPT tikus. Kepala Desa Gondangsari

Sudiman SE di sela-sela gropyokan tikus mengatakan, dari sekitar 114 hektar lahan pertanian produktif di Desa Gondangsari, sekitar 35 hektar diantaranya terancam serangan tikus. Lantaran sudah ditemukan liang aktif untuk persembunyian hama tikus. Sedangkan, tanaman yang terancam serangan tikus rata-rata berumur 60 hari. "Kita sarankan agar petani tetap kompak lakukan gro-

pyokan. Karena jika tidak, tikus akan mengganas ke lahan pertanian lain. Bahkan bisa menyebabkan gagal panen," tandas Sudiman. Operasi hama tikus ini, imbuh Kades Sudiman, akan terus dilakukan, dan para petani yang tidak ada kegiatan bisa memantau lahan sawah masing-masing. "Untuk gropyokan ini ada sekitar 600-an tikus yang berhasil dibantai," jelas Kades Sudiman. (roh)

Semarak Hardiknas di Juwiring Adakan Berbagai Kegiatan

Wasis Sujatmiko SPd

JUWIRING – Ketua Panitia Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kecamatan Ju-

wiring, Wasis Sujatmiko S.Pd, mengatakan ada berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan Hardiknas pada Mei 2012 ini. Wasis menjelaskan rangkain kegiatan tersebut antara lain, upacara peringatan Hardiknas yang sudah diselenggarakan di Lapangan Akbar Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring pada Rabu, (2/5). Selain itu, imbuh Wasis, juga diadakan kegiatan jalan sehat secara massal pada Jumat (11/5) yang diikuti semua guru dan sebagian siswa SD hingga SMA/SMK di

lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring. Sedangkan, rencananya pekan ini juga akan diadakan acara donor darah massal pada Jumat (18/5), kemudian disusul acara bhakti sosial, penyerahan dana santunan ke Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Juwiring pada Selasa (22/5). Wasis mengharapkan dengan adanya berbagai kegiatan tersebut bisa menumbuhkan kebersamaan, kekompakan dan persatuan serta meningkatkan kualitas diri dengan melakukan kegiatan sosial. (roh)

ROHMADI / JOGLO POS

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Juwiring Hj Kris Sutrininingsih S.Pd MM bersama para pe ngawas, penilik dan panitia UN SD Kecamatan Juwiring.

Batas Usia Penilik Bisa Diperpanjang 60 Tahun JUWIRING – Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Klaten Sugiyarto S.Pd menyampaikan, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 tahun 2010 tentang perpanjangan batas usia pensiun bagi pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan fungsional penilik, saat ini batas usia pensiun (BUP) penilik bisa diperpanjang hingga 60 tahun. Sebelumnya, BUP penilik non formal (PNF) hanya sampai 56 tahun. Menurut Sugiyarto yang juga menjabat PNF UPTD Pendidikan Juwiring ini, Perpres No 63 tahun 2010 tersebut juga sudah ditindak lanjuti dengan keluarnya Surat Edaran Bupati Nomor

Sugiyarto, SPd

821.2/2154/10 tanggal 29 September 2011 perihal BUP PNS. Saat ditanya keluhan sejumlah PNF lantaran tidak mendapat tunjangan sertifikasi dan terkendalanya sa-

rana transportasi yang tidak menunjang kinerja mereka di lapangan, Sugiyarto menjelaskan saat ini IPI sudah mengusulkan keluhan tersebut agar menjadi kenyataan dan benar-benar direalisasikan. “Sebagai Pegawai Fungsional tidak mendapatkan tunjangan fungsional dan sertifikasi pendidikan. Padahal jabatan fungsional lainnya seperti guru, kepala dan pengawas sekolah mendapatkan tunjangan sertifikasi,” ujar Sugiyarto. Sugiyarto berharap melalui mementum Hardiknas ini agar pemerintah merealisasikan apa yang telah diperjuangkan PNF untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. (roh)


Wonosari

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

Jajaran Muspika Wonosari Camat Wonosari : Pandiyanto SE MM Sekcam Wonosari : H Rohmad Sugiarto SIP Kasi PMD : Haris Sapto Suseno SH Kasi Tata Pemerintahan :Kasi Trantibum : Hery Leksono S.Pd Kasubag Umum&Keuangan : Didik Setyo Budi SSTP Kasubag Perencanaan&Pelaporan: Sri Widodo SH Kapolsek Wonosari : AKP H Mardjuki SH MH Danramil Wonosari : Kapten Inf. Tugiman Kepala KUA Wonosari : Mahudi S.Ag Kepala Puskesmas Wonosari I : dr H Moctar Bukhori Kepala Puskesmas Wonosari II : Topo Raharjo, SKM KEPALA DESA SE-KECAMATAN WONOSARI 1. Kepala Desa Duwet : Mawar Sutanto S.Pd 2. Kepala Desa Bolali : Ir Sarjono Darmaji 3. Kepala Desa Bentangan : Bambang Gunarso SH 4. Kepala Desa Gunting : H Muljono 5. Kepala Desa Tegalgondo : Agus Dwi Wiyono 6. Kepala Desa Wadunggetas : Gatot Sriyanto 7. Kepala Desa Boto : Aan Hardiman 8. Kepala Desa Bulan : Muhammad Ridwan A.Md 9. Kepala Desa Sekaran : Hery Tri Marjana ST 10. Kepala Desa Sukorejo : Setyo Budi Margono 11. Kepala Desa Lumbungkerep : Suyatman 12. Kepala Desa Ngreden : Sunarto S.Pd 13. Kepala Desa Jelobo : Agus Supriyanto 14. Kepala Desa Pandanan : Sri Mulatsih 15. Kepala Desa Teloyo : Purwanto 16. Kepala Desa Kingkang : Siti Samsiyah 17. Kepala Desa Bener : Radimo 18. Kepala Desa Sidowarno : Rujito Suprayoga

TNI Akan Adakan Pasar Murah dan Pengobatan Gratis di Boto WONOSARI – Komando Daerah Militer (Kodam) IV Diponegoro akan mengadakan pengobatan gratis dan menggelar pasar murah di kediaman Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV Diponegoro Brigjen Sunindyo di Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Selasa (15/5). Kegiatan pengobatan gratis dan pasar murah tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana yang ke-66 dan HUT Dharma Wanita Pertiwi Daerah D.

Kepala SD/MI se-Wonosari 1. Kepala SDN 1 Wadunggetas 2. Kepala SDN 2 Wadunggetas 3. Kepala SDN 3 Wadunggetas 4. Kepala SDN 1 Tegalgondo 5. Kepala SDN 3 Tegalgondo 6. Kepala SDN Sukorejo 7. Kepala SDN 1 Bolali 8. Kepala SDN 1 Bentangan 9. Kepala SDN 2 Bentangan 10. Kepala SDN 3 Bentangan 11. Kepala SDN 1 Duwet 12. Kepala SDN 2 Duwet 13. Kepala SDN 3 Duwet 14. Kepala SDN Pandanan 15. Kepala SDN 1 Teloyo 16. Kepala SDN 2 Teloyo 17. Kepala SDN 3 Teloyo 18. Kepala SDN 1 Lumbungkerep 19. Kepala SDN 2 Lumbungkerep 20. Kepala SDN 2 Bulan 21. Kepala SDN 3 Bulan 22. Kepala SDN 1 Boto 23. Kepala SDN 3 Boto 24. Kepala SDN Sekaran 25. Kepala SDN 1 Kingkang 26. Kepala SDN 2 Kingkang 27. Kepala SDN 3 Kingkang 28. Kepala SDN 1 Jelobo 29. Kepala SDN 3 Jelobo 30. Kepala SDN 4 Jelobo 31. Kepala SDN 1 Ngreden 32. Kepala SDN 2 Ngreden 33. Kepala SDN 3 Ngreden 34. Kepala SDN 1 Sidowarno 35. Kepala SDN 2 Sidowarno 36. Kepala SDN 3 Sidowarno 37. Kepala SDN 1 Gunting 38. Kepala SDN 2 Gunting 39. Kepala SDN 3 Gunting 40. Kepala SDN1 Bener 41. Kepala SDN 2 Bener 42. Kepala MI Gunting

: Warsono, S.Pd : Sutardi,S.Pd : Barok S.Pd. : Sri Budiharjo,S.Pd : Mulyadi,S.Pd : Suparni S,Pd.SD : Mulyadi, S.Pd (Pengampu) : Suroto, S.Pd.SD (Pengampu) : Indaryanti, S.Pd : Susilowati, S.Pd : Sumarni, S.Pd : Wasito, S.Pd (Pengampu) : Nunung Khusnul Khotimah, S.Pd : Hj. Sri Suwiyah, S.Pd : Drs. Agus Tri Kuncoro : Mujiati, A.Ma.Pd : Wasito, S.Pd : Hj Musfirotun, S.Pd., M.M : Suroto, S.Pd.SD : Siti Giri Hastuti, S.Pd.SD : Hj. Poniyem Sr, S.Pd : Yantana, S.Pd : Sri Suharmi, S.Pd : Suroto, S.Pd.Sd : Kanti Rejeki, A.Ma.Pd : Kanti R, A.Ma.Pd (Pengampu) : Mutamimah, S.Pd : Suciati, S.Pd : Ekat Supama, S.Pd : Sumarah, S.Pd : Sri Sunarti, A.Ma.Pd : Kustatik, S.Pd : Suparmin, S.Pd.SD : Tuntin, S.Pd.SD : Sri Yawan : Eny Wuryanti, S.Pd.Sd. : Kamtini, S.Pd. : Hardono, S.Pd : Sri Lestari, S.Pd.Sd : Wahyono, S.Pd : Gunarsi, A.Ma.Pd : Slameta, S.Ag

Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Puji Setiono melalui Perwira Seksi (Pasi) Intel Kodim 0723 Klaten Kapten Inf. Sumarno menjelaskan kegiatan pengobatan gratis dan pasar murah rencananya akan dihadiri Panglima

Letkol Kav Puji Setiono

Daerah (Pangdam) IV Diponegoro Mayjen TNI Ir Mulhim Asyrof, Komandan Korem 074 Warastratama, Kolonel (Inf) Ahmad Supriyadi, Bupati Klaten H Sunarna SE MHum, Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Puji Setiono, jajaran Muspida Klaten dan Muspika Wonosari. Menurut Sumarno, kegiatan tersebut rencananya dimulai pada jam 09.00 WIB dan selesai pada jam 12.00. (roh)

Jalan Rusak Jelobo-Kingkang Diusulkan Dalam Reses

Jajaran UPTD Pendidikan Wonosari Kepala UPTD Pendididikan Wonosari : Drs Endro Harjanto M.Pd Kasubag TU : Parno SE Pengawas TK/SD : Sri Sunarsih S.Pd Pengawas TK/SD : Sarjono S.Pd Pengawas TK/SD : Drs Iriyanto M.Pd Pengawas TK/SD : Dra Sri Winaning Pengawas TK/SD : Hj Saptati Handayani S.Pd MM Pengawas TK/SD : Warsiti S.Pd PNFI : Slamet S.Pd

24

Letkol Kav Puji Setiono

WONOSARI – Masa Reses anggota DPRD Klaten dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andy Purnama SH di Gedung Purnama Jaya Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari, Kamis Malam (10/5), diwarnai de ngan berbagai usulan dari warga terkait pembangunan insfrastruktur. Yang menjadi sorotan warga Kecamatan Wonosari adalah buruknya kondisi jalan raya yang melintasi tiga

desa dengan panjang 1,5 km dan lebar 4 meter, tepatnya dari pertigaan Desa Jelobo sampai Perempatan Samben, Desa Gunting dan Desa Kingkang. Bahkan beberapa bulan lalu warga merasa jengkel dengan menanami pohon pisang di badan jalan. Kerusakan jalan itu bahkan sudah dibahas dalam musrenbang maupun diusulkan melalui aspirasi dewan oleh Kades Jelobo agus Supriyanto, Kades Kingkang Siti Syamsiah dan Sekdes Gunting Eko Joko Purwanto A.Md. namun hingga kini masih dibiarkan rusak. Tuntutan warga hanya satu, tahun 2012 ini jalan alternatif menuju Sukoharjo dan Solo itu harus dibangun. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Klaten Andy Purnama SH menyampaikan kalau usulan pembangunan jalan JeloboKingkang sudah diusulkan

ROHMADI / JOGLO POS

Jalan raya Jelobo-Kingkang ini kondisinya parah dan warga me ngusulkan agar segera dibangun dalam acara reses anggota DPRD Klaten Andy Purnama SH.

ke DPU Pemkab Klaten dan menjadi prioritas utama agar segera direalisasikan pembangunannya di 2012 ini. Andy juga menjelaskan untuk Jembatan Brambang perbatasan Klaten-Sukoharjo, Pemkab Klaten di 2012 ini telah menganggarkan senilai Rp 1,3 milyar, namun Pemkab Sukoharjo belum menganggarkan. Dalam kegiatan reses ter-

sebut, sejumlah kaum perempuan meminta agar diberi pelatihan mesin jahit dan fasilitas mesin jahit. Hal ini diusulkan lantaran banyaknya kaun perempuan yang tidak bekerja. Permasalahan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) juga disorot beberapa warga dan disampaikan dalam reses karena banyak yang tidak tepat sasaran. (roh)

Jujur, Jeli, Teliti dan Supel Kunci Suskes Berwiraswasta WONOSARI – Memiliki etos kerja tinggi, jujur, jeli, teliti, supel dan selalu berdoa kepada Allah SWT merupakan kunci sukses seorang wiraswasta ataupun pedagang. Demikian diungkapkan pemilik grosir sembako di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Agung Tri Damayanti, di sela-sela aktivitasnya, pekan lalu. Lebih lanjut Agung Tri Damayanti mengatakan, disamping jujur, jeli, teliti, supel dan berdoa juga harus menanamkan kepercayaan kepada pelanggan, yakni dengan cara selalu menjaga kualitas barang dan kuantitasnya. ”Kita dalam berdagang haruslah menekankan kejujuran dalam hal takaran maupun timbangan.Tidak boleh berbuat curang. Dalam Islam telah diajarkan cara berdagang dengan baik dan benar. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan cara berdagang sesuai dengan tuntunan agama,” jelas Tri Damayanti yang sejak muda sudah senang berwiraswasta. Tri Damayanti menambahkan, berdagang dengan mengedepankan kejujuran akan membuahkan kesuksesan. Mengambil laba sedikit, namun bisa mendatangkan pembeli yang banyak, gilirannya akan menghasilkan omset yang besar.

ROHMADI / JOGLO POS

Ibu Agung Tri Damayanti dan Eko Joko Purwanto A.Md, suaminya, bersama-sama membangun usaha grosir sembako di Boyolali.

Sejak membuka toko grosir di Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, satu bulan yang lalu, Tri Damayanti sudah memiliki banyak pelanggan dan pembeli. Meski usahanya baru berjalan satu bulan, Istri dari Sekretaris Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, Eko Joko Purwanto A.Md ini setiap harinya berhasil menjual ratusan kilogram gula, tepung, minyak goreng, beras dan kebutuhan sembako lainnya. Saat ditanya masalah omset, ibu dari Linda Fitria Dewi dan Salsabila Tania Elafareta ini hanya menjawab

kalau setiap hari omsetnya mencapai jutaan rupiah, enggan menyebutkan angka pasti. Menurutnya, toko sembako sangat berpeluang berkembang pesat, pasalnya sembako merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ke depan Tri Damayanti berharap agar semua usahanya terus berkembang dan bisa memperkerjakan karyawan yang lebih banyak lagi. Sehingga indahnya hidup bisa dirasakan dengan berbagi diantara sesama. (roh)


Bayat

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

30

UPK Pandanaran, Bayat

Gelar Pelatihan Monitoring Berbasis Masyarakat BAYAT- Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Bayat, Klaten, menggelar pelatihan tim monitoring Kecamatan Bayat, di Aula Kecamatan setempat, Kamis (10/5). Demikian ditegaskan Camat Bayat Edy Purnomo SE kepada Joglo Pos. Fokus kegiatan ini, jelasnya, selama ini pengawasan hanya pada kegiatan sarana-prasarana atau sarpras. "Nah, dalam acara ini, setidaknya para peserta atau relawan yang ikut pelatihan juga bisa mengawasi perguliran simpan pinjam perempuan,"

jelas Camat Edy Purnomo. Kewenangan antara pengawas dengan auditor jangan sampai ada overlaping. Dalam kenyataannya, sangat tipis antara pengawas dan auditor, dan hal ini harus dibedakan. Pengawasan yang dilakukan hanya bersifat administratif, apakah sistemnya sesuai prosedur apa tidak, sasarannya pas atau tidak. Auditor itu tak sebatas pada keuangan, tapi pengawasan lebih pada sistem adminstrasinya. Pelatihan ini punya tujuan, antara lain untuk menghilangkan rasa ewuh pakewuh yang bersifat formalitas. Kenal atau tidak kenal, akrab atau tidak

akrab, dalam melaksanakan program tetap mengacu pada aspek tanggunjawab. "Tapi, tetap menjunjung tinggi transparansi dan control publik. Peserta bisa menguasai ketrampilan atau teknik monitoring, dan persamaan persepsi tentang monitoring sebagai kontrol publik," ujarnya. Tim monitoring ini tidak punya kewenangan untuk memutuskan, dan hanya melaporkan temuan adanya penyimpangan untuk diadakan tindaklanjut. Pemateri antara lain Ir Agung Sumawan (FT) yang membawakan materi tentang

Staf Pemcam Kalikotes Jalin Silaturrahmi di Krakitan

Lintang Nuryati SSos

BAYAT-Untuk menambah keakraban dan kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan, jajaran staf Kecamatan Kalikotes menggelar acara silaturrahmi

di Rowo Jombor, Krakitan, Klaten, Kamis (10/5) siang. Ikut hadir sejumlah staf, antara lain Eny Widyastuti, Heti Ariyati Suparniningsih, Endang Hartiyati, Budi Sungkowo, Wardoyo, Sabarno, Lintang Nuryati SSos (Kasubbag Umum dan Keuangan Pemcam Kalikotes). "Kegiatan silaturrahmi ini memang menjadi agenda rutin, agar hubungan antar staf kecamatan bisa sinergis dan berjalan baik," jelas Lintang Nuryati SSos, yang sejak tahun 2009 menjadi Kasubbag Umum dan Keuangan Pemcam Kalikotes. Saat ini, Ibu Lintang Nuryati sedang menempuh kuliah S2 di AUB Solo dengan mengambil program MM. Bersama suami dan putranya,

tinggal di Perum Kalikotes Baru, No 147, Kalikotes. Sebetulnya Camat Drs Triyanto MM juga diajak dalam acara ini, karena ada dinas luar, maka tidak bisa menyertai. Ternyata dalam acara ini, Camat Bayat Edy Purnomo SE juga diundang dan memberikan support positif. "Saya ikut senang keakraban dan silaturrahmi staf Pemcam Kalikotes tetap terjalin baik, "ujar Edy Purnomo. Pertemuan ini juga dijadikan ajang tasyakuran ulang tahun ke-45 Ibu Lintang Nuryati yang jatuh pada Kamis, 10 Mei 2012. "Mohon doa restu, semua dapat keberkahan hidup, dan tugas kedinasan Pemcam Kalikotes sukses," ujar Lintang Nuryati. (kim)

Review PNPM MPd dan Konsep Dasar Pemantauan Partisipatif. Juga Dieno Bayu Setiaji ST (FK) yang menyampaikan Pemantauan dengan Koridor Control Publik dan Tehnik Dasar Kerjasama. Sementara, materi RKTL disampaikan oleh Danik Pratiwi. Sekretaris UPK Pandanaran Daru Kristianto bersama bendahara Rini Hastami mengkondisikan suasana agar lebih baik jalannnya acara pelatihan tim monitoring ini. Pelatihan monitpring berbasis masyarakat ini diharapkan bisa mendukung pelaksanaan PNPM MPd di Bayat. (kim)

HAKIM / JOGLOPOS

Camat Bayat Edy Purnomo SE didampingi Kasi PMD/PjOK Kecamatan Bayat dalam membuka pelatihan.

9 Camat Bintek Pertanahan di Semarang BAYAT-Untuk meningkatkan kinerja terkait penguasaan pertanahan, maka ada 9 Camat di Klaten yang mengikuti acara pembinaan teknis (Bintek) Pertanahan di Kanwil Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah di Kanwil Badan Pertanahan Nasional Prov Jateng, yang berada di Jl Ki Mangunsarkoro No 34 C Semarang, Selasa (8/5). Camat Bayat Edy Purnomo

Tanah sementara perlu wawasan luas dalam persoalan pertanahan." Terdapat 9 Camat di Klaten yang mengikuti acara tersebut, yakni Anang Widjatmoko SH MM (Jatinom), Edy Purnomo (Bayat), Drs Triyanto MM (Kalikotes), Drs Much Nasir MM (Cawas), Muh Himawan Purnomo SSTP MSi (Wedi), Dra Wahyuni Sri Rahayu Msi (Pedan), Bambang Haryoko Ssos MM (Ke-

Siswi SDN 2 Banyuripan

Maju Lomba Membatik Tk Provinsi

Samta SPd

BAYAT-Dalam acara tirakatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (1/5) di Aula Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Bayat, Pengampu SD Negeri 2 Banyuripan, Bayat, Samta SPd tampak piawai dalam melantunkan lagu. Sosok yang enak kalau diajak berbincangbincang ini, ternyata juga piawai dalam membawakan acara atau Mc. "Memamg sudah hobi, Mas. Saya sudah biasa tampil bernyanyi, baik di ajang hajatan warga atau acara lain. Niat saya untuk menghibur," ujar Samta. Menyanyi, baginya adalah sebuah bentuk aktualisasi diri dalam menyalurkan bakat seni

yang terpendam. Namun demikian, bakat seni, misalnya menyanyi, ceramah atau lainnya, harus dilatih agar lebih terasah tajam. Dalam bincang-bincang santai dengan Joglo Pos, Samta mengatakan, salah satu siswinya dari SDN 2 Banyuripan, Intan Salsabila (11), warga Pendem, Jarum, Bayat, Senin siang (14/5), mengikuti perlombaan membatik dalam ajang siswa berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Intan Salsabila, jelas Samta, adalah salah satu murid terbaik yang dimiliki sekolah ini dalam hal membatik. Siswi tersebut telah menjuarai lomba siswa berprestasi di tingkat Kabupaten Klaten dalam hal membatik. "Kami mohon doa restu, semoga adik Intan Salsabila bisa sukses dalam lomba membatik di Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini. Setiap sore, adik Intan Salsabila selama sepekan ini terus dilatih agar lebih piawai dalam membatik," ujar Pengampu SDN 2 Banyuripan Samta SPd. Sementara Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bayat H Wiyono SPd MM meminta agar semua Kepala Sekolah SD/MI di Bayat bisa semakin meningkatkan etos kerja dan mendukung program-program unggulan sekolah. “Kalau ada program unggulan seni karawitan, membatik, membuat anyaman, atau lainnya, bisa terus dikembangkan. Kita tetap mendukung program yang ada di sekolah atau madrasah demi peningkatan prestasi anak didik kita yang memang merupakan generasi emas Indonesia. Mengukir prestasi itu semoga jadi motto kepala sekolah,” pesan H Wiyono. (kim)

HAKIM / JOGLOPOS

Camat Bayat Edy Purnomo SE dan Camat Pedan Dra Wahyuni Sri Rahayu MSi optimis pertanahan di Klaten lancar.

SE yang ikut dalam bintek tersebut menyatakan, "Camat selaku Pejabat Pembuat Akta

malang), Kusdiyono SIP Msi (Karanganom), dan Hj Luciana Rina Damayanti SIP

MM (Ngawen). "Dengan mengikuti bintek ini, setidaknya ada wawasan dan gambaran para camat di Klaten jika menghadapi problematika pertanahan," tandas Edy Purnomo. Sementara Camat Pedan Dra Wahyuni Sri Rahayu MSi menambahkan, dengan agenda Bintek Pertanahan ini, jajaran Camat sebagai pemegang kendali di tingkat Kecamatan, bisa sukses dalam mengawal program pertanahan. “Kalau soal tanah tidak bisa diantisipasi sejak dini, maka bisa menimbulkan permasalahan baru dalam sebuah keluarga,” tegas Wahyuni Sri Rahayu. Dari informasi yang dihimpun Joglo Pos, masyarakat selama ini tidak mau tahu soal tanah hak milik. Kebanyakan satu keluarga saling mengaku yang paling sah akan hak milik sebuah tanah pekarangan. Wahyuni SR menambahkan, Bintek ini sangat tepat dan bermanfaat dalam menjawab setiap permasalahan yang ada. (kim)

Karawitan Suko Reno Menggeliat

HAKIM / JOGLOPOS

H Sunarto SE MM tampak usai memainkan gamelan daam grup karawitan Suko Reno yang dipimpinnya.

KLATEN-Dalam acara bedah buku di Bangsal R Ng Ronggowarsito Palar Trucuk, Jumat (11/5), tampak grup Karawitan Suko Reno yang beranggotakan 25 orang memainkan alat gamelan dengan lantunan langgam jawa dengan lancar.

"Kebetulan saya ini senang dengan musik tradisional jawa, termasuk seni karawitan ini. Seni Karawitan ini bisa menumbuhkan jiwa karakter bangsa dengan mengembangkan budaya jawa," jelas H Sunarto SE MM, Pimpinan Karawitan Suko Reno yang

beralamat di Kalikebo Trucuk. Grup Karawitan ini berdiri sejak 20-an tahun lalu dan khusus di Kalikbeo sudah ada 4 grup, baik grup karawitan anak-anak, remaja, ibu-ibu, dan grup bapak-bapak. “La-tihan seminggu sekali khusus bapak-bapak. Mohon doa restu, kegiatan seni karawitan ini bisa lestari. Setiap malam minggu ada latihan karawitan di rumah Bapak Suparman yang juga sebagai pelatih di Kalikebo," ujar H Sunarto. Bahkan setiap ada acara wisuda di STIA Madani Klaten, grup karawitan ini sering tampil memberikan hiburan. Masyarakat Trucuk dan sekitarnya juga sudah mengenal akan potensi grup karawitan ini. “Kapan saja kita diundang, grup karawitan kami siap,” ujar Sunarto. (kim)


Cawas

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

26

Edy Sasongko Gelar Reses

Soal KTP Hingga Jalan Ambyar Ditanyakan CAWAS - Anggota DPRD Klaten dari PDIP Klaten, Edy Sasongko menggelar reses di Balai Desa Gombang Cawas, Jumat (11/5) malam. Kegiatan ini, menurut Edy Sasongko untuk serap aspirasi masyarakat, khususnya dalam mengevaluasi pembangunan. Reses ini dihadiri Camat Cawas Drs Much Nasir MM, Ketua PAC PDIP Cawas Sugiyanto, sejumlah Kepala Desa se Cawas, dan para kader pendukung Edy Sasongko. Untuk memeriahkan acara, tamu undangan orgen tunggal Dworowati dari Gombang dengan penyanyi Yuli yang diiringi kepiawaian memainkan orgen Wisnu Darmono dan pemukul ketipungnya oleh Gandin. "Kami menggelar reses ini serentak di Klaten. Jadi tidak saja saya, tapi temen-temen anggota dewan lainnya juga

HAKIM / JOGLOPOS

Edy Sasongko didampingi Camat Cawas Much Nasir, Ketua PAC PDIP Cawas Sugiyanto dan Kades Gombang Timbul dalam acara reses di Balai Desa Gombang, Jumat (11/5) malam.

menggelar reses," ujar Edy Sasongko. Sejumlah warga mengajukan pertanyaan seputar pembangunan, misalnya jalan aspal, talud dan lainnya. Juga disinggung soal pembuatan akte kelahiran, dan lainnya.

Ketua PAC PDIP Sugiyanto kepada Joglo Pos saat nyantai di kediamaan Edy Sasongko menyatakan senang dengan antusias masyarakat menghadiri acara reses ini. "Kita harapkan ada masukan atau ide gagasan

PPKB Sediakan Alkon Gratis

Drs M Dwi Ariana MSi

CAWAS-Di Jawa Tengah, selama beberapa pekan ini, ada bakti sosial KB Kesehatan kerjasama antara TNI bersama Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB), termasuk di Kabupaten Klaten. Demikian ditegaskan Kepala PPKB Klaten Drs M Dwi Ariana MSi kepada Joglo Pos di Cawas. "Dan agenda ini sudah lama dilakukan, tidak hanya dalam sepekan ini, tapi memang setiap tahun sekali," tandas M Dwi Ariana.

Bahkan karena kekompakan terkait program KB Kesehatan ini, maka dapat penghargaan rekor MURI. "Dalam pencanangan KB Kesehatan TNI Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Brebes Tahun 2012, Rabu (9/5), diserahkan rekor MURI," ujarnya. Kegiatan pencanangan KB Kesehatan di Brebes ini, Gubernur Jateng ada acara kedinasan lain dan diwakili Asisten Kesra Provinsi Jateng. Pangdam IV Diponegoro, Kepala BKKBN Provinsi, Kepala PPKB Kabupaten se Jateng, dan lainnya, ikut hadir dan menyaksikan suksesnya pencanangan KB Kesehatan ini. Untuk pencanangan KB Kesehatan tingkat Kabupaten Klaten, telah digelar di Puskesmas Karangdowo, Rabu siang (9/5). Kasi KB Kantor PPKB Klaten, Hj Nuryanti SKM, mewakilinya dalam acara pencanangan KB Kesehatan di Karangdowo.

"TNI Manunggal Klaten berhasil juara 2 program KB Kesehatan Tingkat Provinsi Jateng, dan juara 1 diraih Banyumas, dan juara 3 diraih Wonosobo di tahun 2012 ini," ujarnya. Dilaporkan, hasil yang dicapai untuk Klaten MOW (medis operasi wanita) ada 204 aseptor, MOP (medis operasi pria) ada 5, inplan ada 2861, serta peserta IUD ada 579 aseptor. "Kegiatan kerjasama KB Kesehatan bersama TNI Manunggal ini, pelaksanaan medis tetap dipegang Puskesmas, dan Kantor PPKB hanya menyediakan alat kontrasepsi atau alkon secara gratis," jelas M Dwi Ariana. Tentang alat kontrasepsi atau Alkon ini, gratis dan biasanya petugas kesehatan, seperti bidan desa bekerjasama dengan PPKB ini dalam mensukseskan KB. Alkon ini bagian dari usaha mensejahterakan keluarga. PPKB hanya menghimbau dua anak lebih baik. (kim)

2 Siswa di Trucuk Tidak Ikut UN KLATEN-Peserta Ujian Nasional (UN) untuk SD Negeri dan Swasta di Kecamatan Trucuk, tercatat ada 40 SDN dan 1 SD swasta. "Jumlah peserta UN tahun 2012 ini yang terdaftar ada 1164 anak dan yang hadir 1162. Jadi ada 2 anak yang tidak ikut ujian," ujar Widodo SPd MM, pengawas TK/SD UPTD Pendidikan Trucuk. Untuk madrasah di Trucuk ada 8 sekolah, jumlah siswa kelas 6 ada 131 anak, dan yang mengikuti UN ada 131 siswa. Jadi, jumlah totalnya ada 1195 anak dengan menggunakan ruang 80. Dua siswa yang tidak ikut ujian nasional dari SDN 1 Wanglu yakni Nurjannah, dan SDN 2 Wonosari, Hari Asama. Siswa SDN Wanglu atas keinginan orang tuanya

Widodo SPd MM

tidak boleh ikut UN dan pergi ke Jakarta. Sedang siswa SDN 2 Wonosari tidak diketahui keberadaannya, dan tentang situasi tersebut sudah dinyatakan tokoh RT/RW setempat. Dari pelaksanaan UN di Trucuk lancar dan tertib. Untuk pengambilan naskah

pukul 06.00 oleh kepala sekolah atau kepala sekolah menugaskan kepada guru dengan menunjukkan surat tugas. Jam 07.30 wib peserta UN masuk ruang, dan mulai mengerjakan jam 08.00 WIB-10.00 WIB. Selasa malam (8/5), UPTD Pendidikan Kecamatan Trucuk kedatangan tamu monitoring ujian nasional. Drs H Sidiq Purnomo MM, Drs Andreas Sri Harjana MM (pengawas SMA), Drs Pantoro MM (sekretaris Dinas Pendidikan), Sugiarto dan lainnya. "Kami melihat semangat panitia demi suksesnya UN sudah bagus. Kalau ada siswa yang tidak ikut UN adalah hal biasa," jelas Pantoro didampingi Kepala UPTD Pendidikan Trucuk Aris Yulianto SPd MM. (kim)

yang bisa membawa perubahan menuju Klaten yang tata titi tentrem kerta raharja," ujar Sugiyanto didampingi Mbah Klemus. Sementara Camat Much Nasir dengan tegas menyatakan, bahwa jajaran

Pemerintah Kabupaten termasuk Kecamatan Cawas siap melayani keinginan masyarakat. "Kami siap memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, bukan sebaliknya minta dilayani masyarakat. Termasuk pelayanan pembuatan e-KTP, kartu keluarga dan urusan lainnya," tandas Much Nasir. Dalam dengar pendapat, ada warga yang minta agar jalan di sekitar Cawas diperbaiki, agar tidak membahayakan pengguna jalan. Selama ini banyak korban sudah berjatuhan akibat jalan yang rusak dan minimnya sarana penerangan jalan. Seperti jalan antara Posis menuju Cawas, belum lama diperbaiki, kini hancur lagi. Sumardi dari Japanan menyatakan, kalau ada seorang pejabat, pola pikir penampilan tidak menunjukkan sikap pemimpin, seharusanya ada tindakan tegas dari pimpinan.

"Selama ini kenapa tidak ada teguran. Kalau dilaksanakan dengan iman, akan jadi ibadah. Kalau tekun akan jadi barokah. Banyak pejabat lupa akan kulitnya," ujar Sumardi. Hancurnya bangunan, lanjutnya, tidak karena disebabkan oleh kurang kuatnya bangunan, tapi ulah rakyat yang tidak peduli akan kehancuran bangunan. Edy Sasongko tetap mencatat semua pertanyaan yang disampaian para tokoh masyarakat dan kader partai PDIP yang hadir dalam acara serap aspirasi ini. “Kita akan sampaikan dalam acara paripurna dan masukan masyarakat ini bisa menjadi bahan bagi saya dalam mensikapi informasi yang ada. Bukti kami serius, dalam reses ini menghadirkan Camat Cawas jalin sinergisitas. Hadirnya pejabat ini bisa memberikan semangat,” jelas Edy Sasongko. (kim)

Barung Putra SDN 2 Kedungampel Maju ke Jateng

Penilik UPTD Pendidikan Cawas Subarno didampingi Amir Sajoko dan Ngadimin saksikan bakat anak dalam melukis.

CAWAS-Regu Barung Siaga Putra Gugus Depan (Gudep) SD Negeri 2 Kedungampel, Cawas, Klaten, pantas berbangga, sebab SabtuMinggu (12-13/5) maju dalam Pertemuan Pramuka Siaga Sehari (Persari) Tingkat Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah di Puskepram Candrabirawa, Karanggeneng, Kota Semarang. Kepala SDN 2 Kedungampel Ngadimin SPd menjelaskan, dalam Pesta Siaga Tingkat Binwil Surakarta di Wonogiri beberapa pekan lalu, regu Barung Putri diraih Wonogiri raih juara 1. Juara kedua diraih regu Barung Putri dari Sragen. Juara 1 regu Barung Putra diraih Wonogiri dan juara 2 diraih regu Barung Putra SDN 2 Kedungampel Klaten. "Maka, empat regu Barung tersebut berhak maju mengikuti Pertemuan Pramuka Siaga Sehari (Persari) Tingkat Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah ini," jelas Ngadimin didampingi Amir Sajoko SPd, koordinator pelatih regu Barung Putra SDN 2 Kedungampel. Tim pelatih dan pendam-

ping dalam menghadapi even ini, antara lain Siti Aminah SPd MPd (Pengawas UPTD Pendidikan Cawas), Samin SPd (Kasek SDN 1 Pogung), Sunyoto SPd (Kasek SDN 2 Tlingsing), Endang Wah-yuningsih SPd (guru SDN 2 Cawas), Muryani SPd (guru SDN 3 Nanggulan). Juga ada Panca Abjani SPd (guru SDN 1 Cawas), Anik Andriyani SPd (guru SDN 1 Japanan), Wardiyono SPd (guru SDN 2 Burikan), Jumiyem (guru SDN 2 Kedungampel). Jajaran pen-

gawas dan penilik UPTD Pendidikan Cawas lainnya juga ikut mensupport. Regu Barung Putra SDN 2 Kedungampel beranggotakan Amarta Setya Wijaya (Ketua), Aditya Bayu Kurniawan, Angga Airul Rohman, Ilham Wijaya Argatama, Asmaradhika Cahya Tirta, Irgi Mahesa, Nur Rosyid Iqbal N, Agipta Warontina Rossi, Bachrudin, M Alfin Feri V, Wisnu Purwo Nugroho, dan Rizal Prasetyo Wibowo. Ngadimin SPd SD sendiri sebagai Mabigus SDN 2 Kedungampel, disupport Ketua Kwaran Cawas Nuryadi SPd MM, dengan pembina pendamping Sunyoto SPd. Ngadimin melaporkan, ternyata dalam acara perkemahan di Provinsi pekan kemarin, Grup Barung Putra SDN 2 Kedungampel belum berhasil menyabet sebagai juara umum. “Kebetulan untuk permaiman bola, Grup Barung Putra SDN kami mendapat juara 3 dan lainnya belum berhasil. Meskipun demikian, kita pantas berbangga bisa dipercaya maju sampai tingkat Provinsi,” jelas Ngadimin. (kim)

HAKIM / JOGLOPOS

Regu Barung Putra SDN 2 Kedungampel persiapan dan berlatih sebelum berangkat ke Semarang. Anak-anak berlatih baca puisi.


Ceper

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

25

Reses DPRD Kabupaten Klaten,

Infrastruktur Jalan Banyak Dikeluhkan CEPER - Reses atau masa reses adalah masa di mana anggota DPR melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung DPR. Misalnya melakukan kunjungan kerja ke konstituen, baik yang dilakukan secara perseorangan maupun kelompok. Reses biasanya dibiayai oleh pemerintah. Maka untuk itu menurut anggota Komisi III DPRD Kabupaten Klaten, Ir H Tugiman, seorang anggota Dewan harus menanggalkan atribut partai dan bertindak selayaknya wakil rakyat ketika melaksanakan kegiatan tersebut. "Tak lazim jika anggota Dewan masih menyampaikan visi-misi kepartaian saat reses. Karena dalam masa reses, anggota masih bertindak sebagai wakil rakyat bukan wakil partai," katanya saat menjalankan kegiatan reses di Dukuh Pokak, Desa Pokak, Kecamatan Ceper.

Dari hasil reses, anggota Dewan bisa mengetahui apa yang terjadi di daerah pemilihannya. Selain itu, seorang anggota juga wajib melaporkan apa yang ada dan terjadi di pemerintahan kepada masyarakat. ”Apalagi anggota Dewan dipilih oleh rakyat," papar Ir H Tugiman yang merupakan wakil rakyat dari Dapil IV eks Kawedanan Delanggu, meliputi Kecamatan Ceper, Delanggu, Juwiring dan Wonosari. Di kegiatan tersebut, usulan dominan dari para warga seputar infrastruktur jalan rusak, banyak saluran irigasi yang rusak dan belum dita-

lud, serta pemihakan bantuan modal usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tak ketinggalan sejumah RT/RW juga minta diperhatikan dengan tunjangan berupa uang setiap bulannya. Termasuk, untuk diperhatikan jalan lintas kecamatan eks PG Ceper- Trucuk yang kondisinya makin rusak. "Mulanya hanya sedikit, karena dibiarkan kerusakan jalan makin parah," kata salah seorang warga yang mengikuti reses. Pada kesempatan itu, wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menjelaskan, bahwa khususnya pembangunan insfrastruktur di Kecamatan Ceper akan lebih diperbanyak pada 2012 ini. Ia mencontohkan, jalan lintas kecamatan eks PG Ceper- Trucuk yang mele-

ROHMADI / JOGLO POS

Anggota Komisi III DPRD Klaten Ir H Tugiman saat menyerap aspirasi warga dalam acara reses.

wati 4 desa tersebut pada 2012 ini akan mendapatkan pemihakan berupa pemeliharaan atau penambalan.

Bahkan, jalan depan Koperasi Batur Jaya Ceper hingga Ngawonggo juga akan dihotmix pada 2012 ini.

Berikutnya jalan raya Jombor-Pedan juga akan dilakukan pemeliharaan. (roh)

7 Sekdes di Ceper Kosong, Pengisian Mengacu Perbup No. 3/2009

ROHMADI / JOGLO POS

Kasi Tata Pemerintahan Ceper Agus Supratikno SE (kiri) dan Sarjono.

CEPER – Dari 18 desa di Kecamatan Ceper, 5 desa terisi Sekretaris Desa (Sekdes) dari unsur PNS, dan 6 desa dijabat Sekdes lama, bukan dari PNS. Sedangkan 7 desa sisanya, jabatan Sekdes kosong dan diampu pejabat sementara (Pj) oleh perangkat desa setempat. Demikian dijelaskan Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Ceper Agus Supratikno SE, pekan lalu. Menurut Agus, kebijakan pemerintah yang mewajibkan Sekdes dari PNS menimbulkan permasalahan tersendiri. Karena kebijakan

Warung Terlarang di Jalur Solo-Jogja Dibongkar Taufik menjelaskan, jumlah yang dibongkar sebanyak 7 warung. Masing-masing atas nama Sunarti warga Karangayar, Ji-nem warga Kartosuro, Warsi warga Kuncen, Ceper, Endar warga Bantul, Juminah warga Demak dan warung rica-rica Horas cabang Dutayasa Delanggu. S e b e lu m nya , keberadaan sejumlah wa-rung tersebut didirikan tanpa seijin pemerintah desa dan kecamatan setempat alias terlarang dan ilegal. Pihaknya juga banyak menerima laporan dari masyarakat jika warung remangremang itu disinyalir rawan untuk transaksi esek-esek atau ROHMADI / JOGLO POS prostitusi. Pembongkaran warung remang-remang di Kuncen. Salah satu pemilik warung, Jinem (42) warung liar dari Satpol PP Klaten yang warga Kartosuro mengatakan, dirinya bekerja sama dengan Trantibum terpaksa mendirikan warung itu untuk memenuhi ekonomi keluarKecamatan Ceper. Staf Trantibum Kecamatan Ceper ganya. Ia terpaksa harus membongkar Taufik menyatakan, pembongkaran warung diberi tenggang waktu (dead- warungnya lantaran ada perintah line) selama seminggu, sejak Kamis pembongkaran dari Satpol PP dan Trantibum Kecamatan Ceper. (roh) (3/5) hingga Kamis (10/5). CEPER – Sejumlah warung yang diduga menjadi ajang transaksi prostitusi di jalur Solo-Jogja tepatnya di sekitar Base Camp Desa Kuncen, Kecamatan Ceper sudah dibongkar. Pembongkaran sendiri dilakukan secara sukarela oleh pemilik warung setelah adanya surat pembongkaran

tersebut mengakibatkan 7 desa di Kecamatan Ceper hingga kini mengalami kekosongan jabatan sekdes. Ia mengatakan, kekosongan jabatan itu terjadi karena pejabat lama telah purna tugas. Sementara untuk mengisi kekosongan jabatan sekdes itu tidak semudah yang dibayangkan. Di samping belum adanya rekrutmen PNS baru khusus untuk sekdes, kekosongan jabatan sekdes diketahui tidak membuat PNS yang ada tertarik untuk menjabat Sekdes, kendati hal itu sudah dita-warkan berkali-kali.

Saat ditanya mekanisme pengisian jabatan sekdes, Agus menjelaskan, pengisian jabatan sekdes harus berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pengangkatan Sekdes menjadi PNS dan Pengisian Sekdes dari PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Jadi mekanisme yang bisa ditempuh untuk pengisian sekdes me ngacu pada Perbup No. 3/2009, Bab VIII, Pasal 15 ayat 1 tentang Selama Kekosongan Jabatan Sekdes Belum Diisi dari PNS, maka ditunjuk perangkat

desa yang lain menjadi Pejabat Sekdes untuk melaksanakan tugas dan kewajiban Sekdes sampai dengan dilakukan pengisian jabatan sekdes dari PNS. Agus menambahkan, pada ayat 2 juga diterangkan bahwa Pejabat Sekdes Sebagaimana Pada Ayat (1) Sekdes Diangkat oleh Kepala Desa dengan Persetujuan tertulis dari BPD. ”Jadi adanya rumor tentang pengisian jabatan sekdes melalui panitia dan pencalonan (Palona) seperti pengisian kadus dan kaur itu tidak bisa dibenarkan,” tandasnya. (roh)

Sempat Kekurangan Soal UN SD/MI di Ceper Lancar CEPER - Ujian Nasional (UN) di beberapa SD/MI di lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Ceper yang berlangsung Senin-Rabu (79/5), berjalan lancar. Ketua Koordinator UN SD Sub Rayon UPTD Pendidikan Ceper, Joko Sunarno SPd, didampingi Wakil Ketua Koordinator UN Koordinator UN SD Sub Rayon UPTD Pendidikan Ceper sedang menerima pengembalian SD Sub Rayon naskah soal dan lembar jawab dari masing-masing SD. UPTD Pendidikan Ceper H Mlese dan SD Negeri Pasungan secara keseluruhan berjalan lanSugito AmaPd mengatakan dari sempat ditemukan kekurangan car. Sehingga tidak mengganggu sebanyak 1.029 siswa SD yang soal sebanyak 2 amplop (40 so- para siswa dalam mengerjakan tercatat sebagai peserta UN SD al) untuk mata pelajaran (Mapel) soal UN. ”Kekurangan soal dan lembar se-Kecamatan Ceper semuanya Bahasa Indonesia di hari pertamengikuti UN, mulai dari hari ma pelaksanaan UN, Senin (7/5). jawab UN bisa diatasi dengan Kekurangan lembar jawab UN menggunakan soal dan lembar pertama hingga hari akhir. jawab cadangan dari masing-ma“ 1.029 siswa tersebut berasal juga dialami SD Negeri 1 Kajen. Namun demikian, pendistribu- sing SD di lingkup UPTD Pendari 32 SD negeri, 3 SD swasta sian soal UN dan lembar jawab didikan Kecamatan Ceper,” jelasdan 9 MI,” kata Joko. Menurut Joko, di SD Negeri (LJ) UN di Kecamatan Ceper nya. (roh)


Karangdowo

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

27

SMA Negeri 1 Karangdowo, Gelar Popkes KARANGDOWO - SMA Negeri 1 Karangdowo pada Kamis dan Sabtu (10 dan 12 Mei), bertempat di gedung serba guna sekolah menggelar acara yang cukup fenomenal dengan titel Pekan Orientasi Pendidikan Kesenian (Popkes) ke 2. Kegiatan pengembangan seni budaya ini cukup membanggakan bagi sekolah yang tahun ini membuka kelas unggulan tersebut. Buah realisasi dari bahasan pelajaran Kesenian/Seni Budaya entah dari Bidang Studi Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari dan Seni Teater, semua disuguhkan baik oleh para siswa maupun guru mulai pukul 07.00 sampai 14.15 WIB. "Tema kegiatan ini, dengan Popkes ke-2 dilandasi iman dan taqwa kita wujudkan insan kreatif, berprestasi dan mampu bersaing global," demikian tutur Drs Sahana MM Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karangdowo yang didampingi Wakasek Kesiswaan Drs H Supardi saat ditemui Joglo Pos di kantornya.

Drs Sahana MM

Sementara itu beberapa hasil karya berupa lukisan, patung, anyaman dari tali, karya jurnalistik berupa majalah Aksi dan aneka seni instalasi tertata rapi di bagian lain dari gedung serbaguna, yang diseting menjadi ruang pamer. Beberapa pengunjung sembari menikmati hasil karya anak-anak SMA Negeri 1 Karangdowo, bisa menikmati kreatifitas seni lain berupa band, karaoke, tari, drama, baca puisi maupun geguritan yang secara bergilir dipentaskan di atas panggung dari perwakilan kelas X maupun kelas XI.

Agenda Popkes menurut Sahana, merupakan kegiatan mandiri sekolah tersebut setelah kegiatan serupa tak terdengar lagi gaungnya pada tingkat kabupaten. "Demi memberi wahana pengembangan kreatifitas dan apresiasi seni guru dan siswa, maka kami bersama guru berinisiatif menyelenggarakan Popkes sendiri," demikian tambahnya. Secara terpisah Drs H Sukimin, guru seni dan sekaligus pembina acara tersebut mengaku bangga dan haru atas terselenggaranya Popkes ke-2 yang memperoleh apresiasi dari para siswa, bahkan pelajar sekolah lain terutama dari SMP Negeri 1 Karangdowo. "Kegiatan ini jelas bermanfaat, terutama pada pengembangan bakat-minat dalam bidang seni yang merupakan bagian penyeimbang selain kecerdasan intelektual pada pendidikan karakter," ungkapnya di sela-sela menyaksikan pagelaran wayang kulit yang dibawakan Drs Zainal, seorang guru agama Islam di sekolah tersebut. (yan)

Tekan Lakalantas, Polsek Karangdowo Bikin Zebracross

TOHARI / JOGLOPOS

Kapolsek Karangdowo, AKP Suryanto, pantau pembuatan zebracross

KARANGDOWO-Dipimpin langsung Kapolsek Karangdowo, AKP Suryanto, Jumat (11/5), Polsek Karangdowo membikin zebracross di beberapa titik rawan lakalantas pada jalan raya wilayah Kecamatan Karangdowo. Beberapa anggota Polsek Karangdowo dibantu beberapa guru SMP Negeri 3 Karangdowo, pada siang yang agak terik itu melakukan pembuatan zebracross dan garis marka jalan di depan sekolah tersebut, yang merupakan

jalan padat Karangdowo - Solo. "Jalan raya di area sekolah termasuk titik rawan kecelakan lalu-lintas, maka perlu rambu-rambu yang lengkap. Termasuk adanya tempat penyebrangan atau zebracross," jelas AKP Suryanto. Memang area sekolah apalagi saat jam masuk ataupun jam pulang merupakan area padat. Tidak heran jika pihak sekolah meminta perhatian pada pihak terkait akan adanya rambu-rambu yang

KALATIDHA

"Bener, tresna iku dudu papane luput lan bener, nanging yen wong iku wis kulawarga harak nerak marang pranatan ta? Ateges iku nyalahi bebener?" "Tresna iku ibarate wong mendem Rita, endi ana wong mendem isih metungake bener lan luput," Rianto isih selak, klawan njenggit irungku. Mangkono kaelokane lakon tresnaku klawan Rianto. Pancen aku lan dheweke kadidene wis ngombe banyu lapen pirang-pirang sloki. Aku lan dheweke wis mendem jero. Jejering kenya kang duwe praupan

memadai. Pembuatan zebracross menurut rencana akan berlanjut di beberapa wilayah rawan lain, khususnya di area sekolah yang kerap digunakan mondar-mandir para siswa. Tindakan ini, diharapkan bisa menekan angka kecelakaan yang sering menimpa anak-anak sekolah. Pembuatan zebracross, lebih lanjut dipaparkan oleh AKP Suryanto, bukan jaminan tak ada lakalantas. Kesadaran dan partisipasi semua pihak, terutama soal adab di jalan raya tidak kalah penting. "Hati-hati dan patuhi peraturan adalah kuncinya. Jangan sampai menjadi kurban berikutnya, sebab telah banyak kurban sia-sia di jalan," tegasnya. Suryanto mengaku senang, dengan adanya pembuatan zebracross ini, jalan Karangdowo akan membuat pengguna jalan merasa nyaman. “Tapi, ya tetap hati-hati saja meskipun sudah ada zebra-cross,� jelas Suryanto. (yan)

Dalam acara tersebut, guru agama Islam Drs Zaenal, sekolah ini sedang beraksi dalam pentas wayang kulit yang membuat kagum para penonton.

Foto: TOHARI / JOGLOPOS

Penampilan band siswa ikut meramaikan suanana. Kegiatan band ini jadi klangenan para siswa.

Aneka karya seni patung yang merupakan karya anak-anak SMAN 1 Karangdowo.

Puskesmas Karangdowo Gelar Lomba Balita Sehat KARANGDOWO-Tidak kurang dari 25 anak bawah lima tahun (Balita) dari 19 desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Karangdowo, Kamis (10/5) mengikuti Lomba Balita Sehat yang digelar di Aula Puskesmas Karangdowo. Menurut Bidan Yuyun Andayani salah-satu panita lomba mewakili Kepala Puskesmas Karangdowo, dr H Sigit Joko N, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut untuk menindak-lanjuti adanya surat edaran Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten No. 440/3305/05/12 tentang Evaluasi Balita Jawa Tengah Tahun 2012. "Untuk menghadapi Evaluasi Balita Jawa Tengah Tahun 2012, kami ditugaskan mengirim 2 peserta balita sehat yang telah lolos seleksi tingkat kecamatan untuk maju di tingkat kabupaten, " demikian Yuyun menambahkan. Dua peserta lomba balita sehat yang akan maju ke tingkat kabupaten tersebut masing-masing dari kelompok umur 6 -24 bulan satu peserta,

TOHARI / JOGLOPOS

Tim Penilai saat melakukan tes wawancara kepada orang tua Balita dalam lomba Balita Sehat di Karangdowo.

dan kelompok umur 2 - 5 tahun satu peserta. Hasil seleksi siang itu akhirnya memutuskan balita dengan nama Destra Mulya S anak dari pasangan Mulyono dan Sri Purwanti warga Sunggingan, Tegalampel berhasil lolos untuk mewakili ketingkat kabupaten pada kelompok umur 6-24 bulan. Sementara untuk kelompok umur 2-5 tahun, berhasil mengungguli peserta lain yakni

Kabuncang Alang-Alang (2) ora nguciwakake, dudu ateges aku durung nate kasmaran utawa sambung tresna klawan priya. Malah nalika gathuk klawan Rianto, udakara lagi sewulan aku putus cinta karo kanca kantor. Embuh, nalika kepethuk priya iki atiku gampang kegiwang nadyan lagi sewulan pinggeting ati durung ilang sawutuhe. Rianto pancen priya ajaib. Yen katlesih landhung dhadha iki katlikung rasa bingung. Banjur kaya ngapa rupane tresna, apa pindha Merapi klawan Merbabu, sing wong datan ngerti kapan gathuke lan

kapan pisahe. Apa kaya ilining Kali Code sing terus gumlindhing datan ana pedhote, apa kaya ngilak-ilake Parangtritis? Angka jam nuduhake lima punjul seprapat, dakcoba aku nggugah Rianto sing isih nggleses. Mesthi wae mau bengi kekeselen lan nganti lingsir lagi turu. Bengi mau pancen kadidene bengi-bengi sadurunge aku sakloron kaya kabuncang ing alangalang, nlasak laladan endah, ngambara ing akasa tanpa wates. Methiki mawar-mawar kang abyor ngrenggani watesing gisik. Aku lelangen

ing samodraning manis. "Rita‌, " katon gragapan Rianto menyat saka peturon. "Jam pira?" pitakone. "Wis padhang, kowe pengin bali dhisik apa langsung nyang kantor?" "Aku pengin bali," wangsulane klawan jumangkah nuju kamar mandi. Sawuse reresik nuli aku menyat saka papan kono. Mbandhang kanthi mobil lan ing sawijine papan aku mundhun. Dene Rianto nggeblas kaya ilang kasaput esuk kang isih kinepung pedhut.. Kaya padatan ing saben mulih

balita dengan nama Faniza Nur Artika Putri, anak dari pasangan Eko Suwanto dan Sumartini warga Desa Karangtalun. Dari kedua wakil yang terpilih ini Ketua Panitia Seleksi Balita Sehat2012 pada UPTD Puskesmas Karangdowo, Bidan Martini berharap memperoleh hasil maksimal di tingkat Kabupaten nantinya. Jika perlu lolos untuk ke tingkat Provinsi. (yan)

Yan Tohari saka kantor aku golek oleh-oleh kanggo ibu kang ana ngomah. Darbe wongtuwa kari ijen ana ngomah, mesthi wae aku kepengin gawe seneng atine. Saben budhal kantor aku tansah matur mungguh apa sing dikarepake. Dene esuk mau ibu kandha yen kepengin dhahar jeruk mandarin, sajane kepengin dingendikakake nalika sore. Jalaran aku kandha lembur, mula ing esuk mau nedhenge aku pamitan pepengine lagi dingendikakake marang aku. (ana candhake)


Trucuk

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

29

TNI Manunggal Membangun Desa Segera Digelar TRUCUK-Kegiatan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2012 dalam waktu dekat ini akan segera digelar di wilayah Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten, 23 Mei 2012 mendatang. Sejumlah anggota TNI dari Koramil Kecamatan Trucuk mengawali kerja bhakti untuk kegiatan TMMD Tahun 2012 di kecamatan Trucuk dengan membersihkan tanaman di pingir jalan sebelum melakukan pegecoran jalan di area persawaan Desa Mireng yang akan dilaksanakan pada hari Minggu (23/5) mendatang . Hadir dalam kegiatan pra TMMD tersebut antara lain, Danramil Kecamatan Trucuk Sumaryanto, Plt Camat Trucuk, Endang Widowati. SSos MH, Kepala Desa Mireng Sunu Hadi Siswanto, dan tokoh Masyarakat Desa Mireng.

Saat di temui Joglo Pos Kamis (10/5) saat memimpin kegiatan Danramil Trucuk Kapten Infanteri Sumaryoto mengatakan, Pe-laksanaan TMMD yang dilakukan TNI ini berdasarkan pasal 7 UU Nomor 34 Tahun 2004, untuk membantu tugas pemerintah di daerah sebagai salah satu tugas operasi TNI dalam kepedulian terhadap rakyat Sumaryoto juga menambahkan, untuk kegiatan hari ini merupakan awal persiapan sebelum pembukaan Program TMMD yang akan dilaksanakan di Desa Mireng. "Untuk TMMD Tahun 2012 Kecamatan Trucuk akan mengerjakan betonisasi jalan sepajang 1,5 Km dari yang berasa dia area persawahan sesa Mireng dengan kegiatan pendukung antara lain rehab lima (5) rumah, Musola, dan 8 program jamban bersih yang akan dimulai 23 Mei 2012," terang Sumaryoto.

Dalam program Pra RMMD ini Plt Camat Trucuk Endang Widowati juga menyempatkan hadir guna melihat lokasi proses pelaksanaan TMMD. Endang Widowati mengatakan, pelaksanaan TMMD ini juga nantinya juga akan melaksanakan kegiatan sasaran non fisik, diantaranya adalah sosialisasi tentang sekolah berwawasan dan peduli lingkungan. Sosialisasi perencanaan pembangunan daerah, pengembangan sumber air dan antisipasi anomali iklim, pelayanan kesehatan gratis, bulan bhakti gotong royong serta pembinaan dan pelayanan KB di daerah. Penyuluhan kesadaran masyarakat mengenai dampak kerusakan lingkungan, pemasyarakatan minat kebiasaan membaca, sosialisasi pengamanan dan pemanfaatan listrik, sosialisasi koperasi dan

Meskipun PMB Bubar, Reses Tetap Digelar

HAKIM / JOGLOPOS

Kades Puluhan Trucuk Suharjono SE dampingi Kakaknya dr Suharjanto MKes dalam acara reses di Puluhan Trucuk. Ayahnya H Bejo Wiyono ikut dengarkan acara reses putranya ini.

TRUCUK-Kediaman H Bejo Wiyono di Puluhan, Trucuk, Klaten, telah digelar serap aspirasi pendukung setia Partai Matahari Bangsa (PMB) bersama anggota dewan PMB Klaten dr H Suharjanto MKes, Jumat petang (11/5). "Acara ini memang sudah biasa digelar setahun 2-3 kali dan pertemuan sore ini merupakan masa reses anggota dewan Klaten. Meskipun Partai Matahari Bangsa (PMB) tidak ikut pemilu, tapi kami tetap menggelar serap aspirasi," ujar dr H Suharjanto MKes didampingi ayahnya Bejo Wiyono dan adiknya Suharjono SE (Kades Puluhan). Acara ini dihadiri sekitar 100-an warga masyarakat dari berbagai desa, baik di Trucuk, Pedan, Cawas, dan sekitarnya. "Saya teringat 2 tahun lebih yang lalu di rumah ini, kita jadikan markas untuk pencalegan. Alhamdulillah dapat 1 kursi di DPRD Klaten. Ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, dan untuk kesekian kalinya tak lupa saya ucapkan terima kasih," jelas Suharjanto.

Serap aspirasi ini dilakukan selama 3 hari secara serentak. Katanya, suara aspirasi atau masukan masyarakat tetap akan disampaikan dalam rapat paripurna mendatang. Hasil pertemuan ini, jelas Suharjanto, meskipun waktu terbatas, semua yang disampaikan, tetap dicatat. Secara interaktif dan ada list tentang apa yang menjadi aspirasi semua. PMB ini, diplesetkan para kadernya dengan istilah "putrane mbah bejo" dan "partai meh bubar". Untuk wilayah Jawa-Bali, anggota dewan hanya ada 2 orang, yaitu di Klaten dan Purbalingga Jateng. "Saya tegaskan PMB tidak ikut pemilu lagi, saya tidak mengajak nyoblos PMB, tapi untuk serap aspirasi," jelasnya. Dikatakan, para kader PMB, telah membentuk sebuah koperasi bernama Mitra Usaha bermodal Rp 110 juta, dan selama 6 bulan ini menjadi Rp 430 juta per Mei 2012. Kata Kades Suharjono, kalau PMB bubar sangat kasi-

han. "Setidaknya bisa diperjuangkan lewat program simpan pinjam lembaga keuangan ini, misalnya dilakukan peminjaman Rp 1-5 jutaan," jelas Suharjono. Dalam 1 tahun ke depan, diharapkan aset dan modal koperasi ini bisa mencapai Rp 1 miliar. Namun demikian, selama masih menjabat anggota dewan, kakaknya tersebut diminta tetap komitmen memperjuangkan nasib rakyat kecil. Ayahnya H Bejo Wiyono tetap berharap, program mengabdi kepada rakyat harus terus dihidupkan. Kalau pun nantinya PMB bubar, maka engabdian harus tetap jalan. Selama ini dr H Suharjanto MKes ini, jelas H Bejo Wiyono, tidak saja mengurusi politik, akan tetapi juga terlibat dalam aksi kepedulian kesehatan masyarakat. Putranya ini kebetulan telah menggoreskan prestasi dengan mendirikan sebuah rumah sakit dan di sela-sela kegiatan sebagai anggota dewan tetap terjun dalam dunia kesehatan. (kim)

MARINO / JOGLOPOS

Plt Camat Trucuk Endang Widowati SSos MH didampingi Danramil Trucuk Kapten Infanteri Sumaryoto, Kades Mireng Sunu Hadi dalam kegiatan pra TMMD 2012 di Mireng.

usaha kecil, sosialisasi wawasan kebangsaan dan penyalahgunaan narkoba dan penyuluhan gapoktan. Yang akan dilaksanakan pada 6 desa di Trucuk. Diantaranya, Desa Miring, Wonosari, Sumber, Kradenan, Trucuk, dan

Pundungsari. "Kami sangat terbantu sekali akan adanya TMMD di wilayah kami. TNI bekerja bersama-sama dengan masyarakat secara gotong royong, bahu membahu dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pelaksanaan kegiatan antara TNI dan masyarakat dibagi tiap-tiap sasaran agar tetap terjalin hubungan komunikasi dan kekeluargaan sehingga terjalin hubungan yang erat," ungkap PLT Camat Trucuk. (mg-01)

Abriyanto Tri Nugroho Reses di Planggu TRUCUK - Wakil Ketua DPRD Klaten Abriyanto Tri Nugroho SE, menggelar reses untuk serap aspirasi di Balai Desa Planggu Trucuk, Kamis (10/5). "Kita tetap menerima dengan baik niat Abriyanto Tri Nugroho yang menggelar serap aspirasi di Palnggu ini. Setidaknya ada ide gagasan dan uneg-uneg warga bisa tertampung," ujar Kades Planggu Sugiyanto. Untuk program usulan proposal direncanakan baru bulan Juli 2012 mendatang bisa direalisasikan. Kata Abriyanto TN, tidak semua perangkat desa se Klaten pro aktif. Ada yang desa yang menerima bantuan, tapi kades dan perangkat desanya tidak pro aktif, mungkin ada kendala teknis dengan anggota dewan. "Untuk bantuan hibah, tetap menunggu revisi proposal yang sudah dimasukkan, ada transisi kepala dinas dan camat, akhirnya sedikit ada masalah penundaan kaitan

HAKIM / JOGLOPOS

Kades Planggu Sugiyanto dampingi Abriyanto TN dalam acara serap aspirasi Balai Desa Planggu, Kamis petang (10/5).

pencairan bantuan," ujar Abriyanto TN anggota DPRD dari Partai Demokrat ini. Kamidi, warga Planggu, menyatakan, baru sekali tatap muka dengan anggota dewan seperti sore itu. "Saya ini heran, jalan raya ratan tengah menuju Cawas, berulangulang dibangun, kok sepasar belum ada sudah ambyar," ujar Kamidi. Dia berharap, kontraktor

yang mengerjakan harus bertanggungjawab. Bangunan aspal Gaden menuju Cawas juga tidak tahan lama. "Saya serukan kepada dewan, jalan DPU atau Dinas Pertanian, mbok yo polisi nglurohi, kalau malam hari banyak truk yang simpang siur. Aspalnya kesannya dileleti. Jalan itu surga masyarakat," ujar Kamidi. (kim)

Pendaftar SMKN 1 Trucuk Mbludak

Budi Sasangka

TRUCUK-Pendaftaran Siswa Baru (PSB) SMK N 1 Trucuk dibuka mulai tangan 1 -4 Mei 2012 mbludak. Para siswa SMP sedrajat de-ngan didampingi orang tua terlihat antri menunggu panggilan untuk mendapatkan nomer pendaftaran. Lulusan tahun ajaran 2012 dari 313 siswa 225 telah diterima bekerja di industri, 10

diantaranya akan bekerja di Jepang. Saat ditemui Joglo Pos Selasa (1/5) di ruang kerjanya Kepala SMKN 1 Trucuk Budi Sasangka menjelaskan, “Kami memiliki 4 jurusan yang kesemuanya telah mempunyai kepercayaan besar dari industri. Sehingga sangat berpeluang basar bagi siswa untuk lebih cepat dalam memperoleh pekerjaan,� jelasnya. Dari ke 4 (empat) jurusan tersebut terbagi menjadi 7 (tujuh) program keahlian diantaranya Agrobisnis Tanaman Pangan Dan Holtikultura (ATPH), Agrobisnis Pembibitan Dan Kultur Jaringan (APKJ), Agrobisnis Ternak Dan Ruminansia (ATR), Agrobisnis Ternak Ungas (ATU), Perawatan Kesehatan Ternak (PKT), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan

Kimia Industri (KI) Budi Sasangka menambahkan, memang saat ini untuk jurusan Otomotif (TKR) telah berprestasi dengan membuat mobil Kiat Esemka. Diluar keberhasilan ini sebenarnya semua jurusan memiliki ungulan tesendiri. Jurusan peternakan misalnya, untuk peternakan ayam kami mengunakan kandang sistem Clouse House yang sangat ramah lingkungan dan menghasilkan ayam yang berkualitas lebih baik dari pada sistem konvensional. Untuk jurusan tanaman siswa mampu mengelola tanaman secara mandiri. "Bagi calon siswa tidak perlu kawatir, SMK N 1 Trucuk siap menyalurkan tenaga kerja bagi industri," tambah Budi Sasongko mantap. (mg-01)


Pedan

Joglo Pos 14 s/d 20 Mei 2012

28

Gusti Mung (1):

Ronggowarsito itu Sosok Luar Biasa K L AT E N - R i b u a n anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat (Pakasa) Klaten menjadi tuan rumah dalam acara bedah buku "Satrio Pamungkas" ramalan daripada Raden Ngabehi Ronggowarsito Tinarbuka. Acara ini digelar di Bangsal Plataran Makam R Ngabehi Ronggowasito, Palar Trucuk, Jumat (11/5). Grup Karawitan Sekar Laras dari Kalikebo, pimpinan H Sunarto MHum dan tarian Gambyong dari Trucuk turut menyemarakan acara budaya tersebut. Hadir pada kesempatan itu Gusti Kanjeng Ratu (GKR),

HAKIM / JOGLOPOS

Gusti Mung atau GKR Wandansari bersama kerabat Kraton Surakarta dan Mas Bugiakso ikut hadir.

Galuh

Kencono

(Kraton

Yogyakarta),

GKR

Dra

Partai Sandal Jepit Sukses Bikin KTA PDIP

HAKIM / JOGLOPOS

Hj Kadarwati didampingi Ketua PAC PDIP Kecamatan Trucuk Hamenang Wajar Ismoyo dan kader lainnya dalam acara reses di kediaman Hj Kadarwati, Jumat (11/5).

TRUCUK-Srikandi DPRD Klaten dari Fraksi PDIP, Hj Kadarwati, menggelar reses di kediamannya, Jumat malam (11/5). Sekitar 70-an kader pendukung Kadarwati hadir dalam reses ini. Ketua PAC PDIP Trucuk Hamenang Wajar Ismoyo Ketua PAC PDIP Trucuk merasa bersyukur program PDIP bisa sukses, termasuk program pembuatan kartu

anggota (KTA). "Kami senang, kader pendukung PDIP di Trucuk dan sekitarnya tetap loyal dan mendukung program partai. Mohon temen-temen pengurus dan kader partai tetap merapatkan barisan agar partai kita tetap solid dan tidak tercerai-berai," jelas Hamenang Wajar Ismoyo. Sementara Hj Kadarwati dengan lantang menytakan,

meskipun PDIP ini terkenal sebagia partai sandal jepit, tapi program yang ada tetap berjalan baik. "Meskipun partai sandal jepit, di mana pendukungnya rakyat paling bawah, program-program kepartaian tetap berjalan. Seperti pembuatan KTA, kita tidak kalah dengan e-KTP. Pembuatan KTA PDIP di Klaten ini raih rangking se Jateng," ujar Kadarwati. Untuk PDIP Trucuk, jelas Kadarwati, harus bersyukur, sebab dukungan suara rakyat Trucuk untuk pemenangan PDIP sebagai partai sandal jepit ini, raih peringkat nomor 7 se Klaten. Meskipun KTA tidak bisa digadaikan, tapi menurut Kadarwati, sangat bermanfaat dalam hidup bermasyarakat. "Kalau di Jakarta, ada orang bertanya, kamu itu orang apa? Kita mampu menjawab pasti. Ada KTA juga mampu membangun kepedulian jika terjadi sesuatu, khususnya bagi sesama anggota partai, dan juga masyarakat luas," jelas Kadarwati. (kim)

GKR Wandansari didampingi tokoh Kraton Surakarta, pejabat Muspika Trucuk dan sesepuh Pakasa Klaten saat memasuki arena bedah buku di bangsal Kompleks Makam Raden Ngabehi Ronggowarsito di Palar. Kegiatan ini dihadiri seribu lebih anggota Pakasa dari berbagai daerah, Jumat (11/5). FOTO-FOTO: HAKIM / JOGLOPOS

Wandansari MPd, Dr Slamet Sutrisno MSi, Ir Drs H Bugiakso, Camat Trucuk Endang Widowati SSos MH, Kapolsek Trucuk AKP Teguh Yuwono SH, Kepala UPTD Pendidikan Trucuk Aris Yulianto SPd MM dan lainnya. "Kami sangat mendukung kegiatan ini, semoga bisa bermakna dan memberikan berkah kepada kita semua. Sosok Raden Ngabehi Ronggowarsito sudah terkenal sebagai pujangga yang hebat," jelas Camat Trucuk Endang Widowati SSos MH kepada Joglo Pos. Sementara GKR Wandansari alias Gusti Mung,

berkenan memberikan kata sambutan terkait bedah buku ini. Sosok Raden Ngabehi Ronggowarsito ini disebut sebagai sosok yang wicaksana oleh PB X. "Wicaksana ini saya artikan sosok R Ng Ronggowarsito punya ilmu ngerti sak durunge winarah. Beliau sekolah di Ponorogo, terus menjadi kepercayaan ratu jadi abdi dalem kliwon," ungkap Gusti Mung yang datang bersama suaminya Pangeran Wirabumi. Ilmunya sudah luar biasa, karya sastranya juga banyak. Dijelaskan juga, bahwa Kraton itu tempatnya ilmu kasepuhan. Meskipun cuma mo-tif batik, gaya tata rias,

namun semua itu mengandung makna, bahwa bagaimanapun ada kesadaran kalau manusia tetap ingat akan kembali kepada Sang Khaliq. Gusti Mung berpesan agar anggota Pakasa yang hadir, baik dari Malang, Blitar, Semarang dan Karesidenan Surakarta, tetap satu komando ndherek adat tata cara Kraton Surakarta. "Khusus bedah buku ini, saya pesan agar bisa menghilangkan kesan Eyang Canggah yang tidak baik terkait meninggalnya R Ng Ronggowarsito," pesan Gusti Mung dengan nada penuh kekuatan spiritual. (Hakim/Bersambung)

Bazda Klaten Salurkan ZIS KLATEN-Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Klaten mulai pekan lalu tepatnya pada hari Kamis, 3 Mei 2012 menggelar penyerahan/pentasharufan dana zakat infaq shodaqoh (ZIS) bagi 1320 jamaah masjid dan fakir miskin se Kabupaten Klaten. Demikian ditegaskan Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten Drs H Sudarsana MPdI kepada Joglo Pos. Harapan atas kegiatan ini, lanjut Sudarsana, dengan bantuan yang tidak seberapa ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh fakir miskin dan jamaah masjid. "Acara penyerahan atau pentasyarufan kepada fakir miskin dan jamaah masjid ini bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Kecamatan se Kabupaten Klaten. Rencana ke depan dalam penyusunan program kerjanya, akan dibuat data base tentang masjid, muzaki, dan jamaah masjid fakir miskin se Kabupaten Klaten," ungkap Sudarsana. Sumber dana ZIS ini diperoleh dari sebagian PNS yang telah menyalurkan dana ZIS melalui Bazda Kabupaten Klaten. Untuk penyusunan data base tersebut di atas, maka Bazda Kabupaten Klaten akan melaksanakan pendataan masjid, muzaki dan jamaah masjid, fakir miskin yang akan dilakukan pen-

Drs H Sudarsana MPdI

dataan akhir Mei 2012, dan sebelum bulan Ramadhan 1433 H sudah selesai. Pelaksanaan Pendataan tersebut BAZDA Kabupaten Klaten bekerjasama dengan Kepala KUA Kecamatan dan penyuluh Agama Islam se Kabupaten Klaten. (kim)

Dijual Segera..!! Tanah Luas 655 M2 di Delanggu, Klaten Tertarik..??? Hubungi: Hp. 081 6427 1976


/JOGLO