Page 1

Edisi Oktober 2012

ITS, KAMPUS TEKNOLOGI GUDANG PRESTASI Menginjak usia 52 tahun, kualitas dari kampus berbasis teknologi ini pun tak dapat diragukan lagi. Pasalnya, prestasi dan ITS layaknya dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Tak hanya di bidang teknologi, banyak prestasi di bidang lain yang turut diraih oleh ITS. Usia yang saat ini telah mencapai 52 tahun, berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi yang ada. Kabar baik terbaru yang dihembuskan oleh ITS yaitu dikirimnya sebanyak 64 mahasiswa dalam kompetensi bergengsi skala nasional Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) V di Bandung yang berhasil meraih Juara kedua. Tak hanya itu, pada ajang mawapres nasional pun ITS yang diwakili oleh Tyas Ajeng Nastiti berhasil lolos dalam peringkat 10 besar. Dalam PIMNAS XXV Yogyakarta bulan Juli lalu pun, ITS menduduki juara ketiga. Pada KRI KCRI pun ITS berhasil memboyong predikat juara umum tingkat nasional yang akhirnya membawa ITS pada kontes ABU ROBOCON di Hongkong. Itu hanyalah sedikit dari prestasi ITS ditingkat nasional. Prestasi lain dalam skala internasional yang berhasil diraih kampus perjuangan ini diantaranya trofi spirit of AC dalam International Contest of Seamanship, Atlantic Challenge (AC) International 2012 di Irlandia, lalu juara kedua dalam E-Learning International Contest of Outstanding New Ages (e-ICON) World Contest di Korea Selatan, hingga pada kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia predikat juara pun tetap dapat dipegang oleh ITS. Selain prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa, karyawan ITS sendiri juga telah mengharumkan nama ITS ditingkat Internasional Baca PRESTASI... Hal 11

Karena Kita Berada pada Lingkaran yang Sama, “ KM ITS“

Generasi Rohis, Generasi Emas Masa Depan

#105 Happy Together

Suara kendaraan bermotor itu menderu, bising, memekakkan telinga. Barisan panjang dengan kumpulan warna serupa diiringi bendera-bendera besar bergambar logo-logo himpunan penuh wibawa. Yel-yel serta pekikan-pekikan semangat meluncur bagai roket dari lidah-lidah mereka, tak peduli seberapapun panasnya kota Surabaya. Sebuah euforia yang ditampilkan oleh mahasiswamahasiswa kampus pahlawan ini, untuk menyambut para wisudawan yang tengah berbahagia mendapatkan sebuah gelar baru dan akan memikul amanah baru.

Siapa sangka MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi) 1 Nasional tahun 2006 dan 2007 adalah kader rohis? Aktivis rohis dengan segudang prestasi, mahasiswa no.1 di Indonesia, teladan dan sumber inspirasi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. Nama itu adalah Shofwan Albanna jurusan Hubungan Internasional UI dan Danang Ambar Prabowo jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB.Keseimbangan hablum minallah dan hablum minannas-lah yang menjadikan kader rohis cerdas secara spiritual dan intelegensia sehingga dapat berprestasi di duni- akhirat.

Momen kelulusan memang menjadi salah satu hal yang patut disyukuri dan sah-sah saja jika dirayakan oleh mahasiswa. Berbeda dari tahuntahun sebelumnya, kali ini momen pelepasan wisuda diwarnai gerakan penggalangan dana dan aksi sosial untuk masyarakat sekitar kampus ITS. Aksi sosial yang awalnya digagas oleh mantan aktivis Keluarga Mahasiswa ITS ini disebut Gerakan #105 Happy Together dan puncaknya digelar bersamaan dengan pembukaan PAMITS pada hari Minggu 7 Oktober lalu.

Baca Halaman ISUKAMPUS

Baca Halaman HUMANIORA

Baca Halaman EVENT


CAK. Edisi Oktober 2012

SALAM REDAKSI Alhamdulillahirabbil Alamin, puji syukur yang tiada henti kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat-Nya lah Catatan Arek Kampus (CAK) Edisi ke-5 dapat kembali hadir untuk seluruh civitas akademika ITS. Shalawat serta salam juga semoga tetap tercurah limpahkan ke baginda Rasulullah SWT, sang revolusionis terbesar sepanjang masa yang mampu mengubah zaman jahiliyah menjadi peradaban yang mulia dan fenomenal. Di musim sibuk-sibuknya kegiatan akademik ini, CAK hadir dengan berita-berita ter up-date dalam dunia kampus perjuangan ITS, juga isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan. Maraknya berita-berita palsu dan rekayasa yang disebarkan oleh media massa umum (media massa mainstream), menjadikan kami sangat bersemangat untuk menjadikan CAK sebagai media yang terpercaya, inspiratif,dan solutif. Semoga CAK edisi ke-5 ini dapat menjadi setitik cahaya penerang bagi pembaca sekalian. Menjadi pelita di tengah dunia mahasiswa. Takbir !

EDITORIAL

KORUPSI DAN PENDIDIKAN Tidak terlalu susah mendengar kata “korupsi” di negeri ini. Korupsi seakan sudah menjadi “selebriti”. Setiap menyalakan televisi, suguhan adegan tertangkapnya pejabat yang melakukan korupsi atau sedang diproses karena kasus korupsi seakan tidak mau ketinggalan untuk ditayangkan. Bukan hanya di televisi, di dunia maya atau media cetak, kata korupsi seakan tidak berhenti bermunculan. Kemunculan berita-berita tentang korupsi tentu tidak lepas dari kelakuan banyak pejabat pemerintah yang dengan seenaknya rajin memakai uang negara untuk kepentingan pribadinya. Korupsi seakan sudah menjadi salah satu budaya Indonesia. Sebuah budaya yang tidak perlu ditakuti oleh masyarakat akan diklaim oleh negara lain. Sebuah budaya yang tidak patut untuk dibanggakan. Budaya yang sulit untuk dihilangkan. Sekan-akan budaya itu sudah mengakar sangat dalam pada diri banyak pejabat di Indonesia. Bahkan, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang dibentuk pada tahun 2003 pun belum bisa menghancurkan budaya itu. Memang, mengandalkan KPK saja untuk mengalahkan korupsi di Indonesia tentu bukanlah sebuah pemikiran yang bijak. Cepat atau lambat, KPK akan “diserang” oleh beberapa pihak berkepentingan yang tidak suka dan merasa terancam dengan tindak-tanduk KPK. Oleh karena itu, KPK butuh dikawal, didukung, dan dibantu oleh seluruh lapisan masyarakat, semua pihak. Lalu, bagaimana bentuk real pihak dunia pendidikan sendiri dalam mendukung KPK? Seperti yang telah diketahui, banyak koruptor yang memiliki gelar di belakang atau di depan nama mereka. Hal ini jelas menunjukkan bahwa mereka pernah mengenyam pendidikan mulai dari SD sampai kuliah. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa banyak koruptor adalah orang yang berpendidikan. Akan tetapi, mereka tidak berakhlaq. Mereka mempunyai pengetahuan luas terkait bidangnya, tetapi tidak membarengi dengan keagamaan mereka. Pada dasarnya, setiap koruptor di Indonesia mempunyai agama. Dan seharusnya orang beragama tahu bahwa mencuri uang yang bukan haknya (seperti korupsi) adalah perbuatan dosa. Masalahnya, mengapa orang beragama masih juga korupsi? Menurut Hamid Fahmy Zarkasy, jawaban lumrah pertanyaan itu tentu ia korupsi bukan karena perintah agamanya. Menurut sabda Rasulullah tidak ada orang mencuri dan pada saat yang sama dia beriman (al-Hadith). Lalu, apakah keimanan orang tidak dapat mencegahnya dari perbuatan korupsi? Masalahnya kompleks. Agama hanya dianggap sebagai dogma. Beragama berarti menjalankan ritual semata. Masjid, gereja, dsb. adalah tempat beragama. Di ruang publik, agama tidak boleh angkat bicara. Ambisi berpolitik tidak boleh dicampur nawaitu dalam ibadah. Agama dikesampingkan ketika melakukan pekerjaan. Akibatnya,

keinginan untuk mencari harta dan menjadi kaya raya menjadi tujuan utama. Tidak peduli dari mana asal dan cara mendapatkan harta tersebut. Tidak peduli cara mendapatkan harta tersebut bisa menyakiti sesama atau tidak. Yang penting hidup senang di dunia. Itulah worldview/cara berpikir koruptor. Cara berpikir seorang yang beragama, tetapi dicampur dengan pemikiran-pemikiran sekuler, materialistis, dan rasionalistis. Itulah saat dimana isi kepala seseorang dikuasai oleh worldview sekuler. Pada akhirnya, cara berpikirnya berubah, yaitu “untuk hidup enak di dunia harus meninggalkan akhlak ajaran agama dan moralitas”. Dan sekali lagi, itulah cara berpikir koruptor. Lantas, Bagaimana pendidikan di Indonesia bisa membantu dalam mengatasi korupsi? Pendidikan di Indonesia cukup berkompeten dalam mencetak seseorang yang berpendidikan. Namun, sampai saat ini pendidikan di Indonesia belum terjamin bisa menjadikan seseorang menjadi orang yang berakhlaq. Dan pada tahun 2009, telah digembar-gemborkan mengenai pendidikan karakter oleh pemerintah. Lalu, bagaimana hasilnya? Secara materi, pendidikan karakter sudah ada dalam Pendidikan Agama dan beberapa pendidikan lainnya. Akan tetapi, menurut Anita Syaharudin (penulis di INSISTS), pembelajarannya masih berorientasi pada aspek perolehan pengetahuan semata secara akademik. Pendidikan terhadap proses perubahan tingkah laku anak didik masih terabaikan. Oleh karenanya, perlu ditinjau kembali mengenai teori dan penerapan pendidikan karakter. Bagaimana agar kurikulum pendidikan karakter (pendidikan agama) bisa merubah worldview seorang siswa atau mahasiswa dalam menjalani hidup. Dengan begitu, diharapkan pendidikan itu dapat menjadikan mereka berakhlaq karimah dan memberi perubahan terhadap cara hidup mereka. Berbicara mengenai keberhasilan sebuah pendidikan tentu erat kaitannya dengan seberapa besar kapasitas pendidiknya. Oleh karena itu, penerapan pendidikan karakter juga harus didukung oleh kapasitas pendidiknya. Seorang guru atau dosen harus bisa mencontohkan bagaimana berakhlaq yang baik, bukan hanya menyampaikan saja. Dan jika berbicara mengenai sosok yang berakhlaq karimah, seorang pendidik yang baik, dan teladan yang ideal. Tentu sosok tersebut adalah Rasulullah saw. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab : 21). Maka, hendaknya seorang pendidik menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladannya. Andai saja pendidikan benar-benar berhasil merubah siswa atau mahasiswa agar mempunyai akhlaq karimah dan tidak mempunyai worldview sekuler/ worldview koruptor, tentu saja hal ini akan membantu KPK, yaitu dengan cara mencegah munculnya koruptor-koruptor baru di Indonesia sejak dini.[]

Kolom Konsultasi: Sahabat ingin bertanya dan melakukan konsultasi? Kami menyediakan kolom konsultasi. Pertanyaan apapun berhubungan dengan Islam kami tampung. Baik tentang akidah, fiqih, iptek, media, munakahat (nikah), hubungan laki-laki dan perempuan, sosial, dll. Bukankah Islam itu luas? So, bagi sahabat yang ingin melakukan konsultasi, kirim aja pertanyaan ke (0857-1553-6760) dengan format Nama_Jurusan_email_Pertanyaan atau hal yang ingin didiskusikan atau email (catatanarekkampusits@gmail.com ) dengan subjek Nama_Jurusan_No Hp Dari Pembaca: Sahabat sekalian ingin memberikan komentar, kritik, saran, request tulisan, atau ingin menyumbangkan tulisan di CAK ini? Kirim saja ke email kami (catatanarekkampusits@gmail.com). Dan kunjungi juga blog kami di www.catatanarekkampus.wordpress.com

CATATAN AREK KAMPUS JMMI ITS. Penerbit: Media JMMI Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Pelindung: Allah SWT, Rektor ITS, Ketua TPK Islam. Penanggung jawab: Ahmad Fauzan ‘Adziimaa. Pemimpin Redaksi: Nur Abdillah Siddiq. Wakil Pemimpin Redaksi: Hardika. Editor: Fathul Ali, Churnia Sari, Siti Musabikha. Reporter: Dian Anteri, Hanny Adiati, Siti Sulikhah, A. Marsha. Desain dan Layout: Ali. Percetakan dan Sirkulasi: Muhammad Salman Al Farisyi. Marketing dan Iklan: Wawan Triyanto. Kontributor: Halimatus Sa'dyah, Ian, Nanda Iriawan Ramadhan, Arif Setyono, Dekid.


CAK. Edisi Oktober 2012

ISU KAMPUS

KARENA KITA BERADA pada LINGKARAN yang SAMA, “ KM ITS “ Suara kendaraan bermotor itu menderu, bising, memekakkan telinga. Barisan panjang dengan kumpulan warna serupa diiringi bendera-bendera besar bergambar logo-logo himpunan penuh wibawa. Yel-yel serta pekikan-pekikan semangat meluncur bagai roket dari lidah-lidah mereka, tak peduli seberapapun panasnya kota Surabaya. Sebuah euforia yang ditampilkan oleh mahasiswa-mahasiswa kampus pahlawan ini, untuk menyambut para wisudawan yang tengah berbahagia mendapatkan sebuah gelar baru dan akan memikul amanah baru. Banyak masyarakat yang menunggu kehadiran mereka. Bukan untuk memenuhi lapangan pekerjaan yang ada, atau menambah jumlah masyarakat Indonesia yang lulus dari bangku perguruan tinggi. Namun, kehadiran mereka dinantikan untuk memberikan sebuah perubahan. Setidaknya mereka diharapkan dapat menyalakan secercah cahaya di tengah-tengah kegelapan. Harapan seperti ini tidak hanya digantungkan pada mahasiswa yang sudah menyelesaikan studinya, namun juga mahasiswamahasiswa yang tengah menjalani masa perkuliahannya. Mengingat begitu besar harapanharapan masyarakat terhadap mahasiswa inilah yang membuat hati ini berlutut merenungkan segala hal yang terjadi, tenyata ada sebuah hal yang menjadi masalah pelik. Perbedaan pandangan, perbedaan prinsip, perbedaan visi, dan perbedaan cara dalam mewujudkan sebuah visi. Perbedaan inilah yang kemudian menjadi sebuah senjata ampuh untuk memecah persatuan dan kesatuan antara mahasiswa satu dengan mahasiswa yang lainnya. Kampus ini sekarang ibarat rumah sakit. Memiliki bangunan yang sangat megah dan indah, namun di dalamnya terdapat banyak sekali orang yang sakit dan lemah. Pernah suatu masa kampus ini memiliki masalah integralistik. Setiap jurusan ingin terlihat lebih menonjol dari jurusan yang lain. Setiap jurusan ingin dilihat sebagai jurusan terbaik bagi yang lain. Sehingga menjadi sebuah hal yang wajar ketika ada mahasiswa yang bermasalah dengan mahasiswa lainnya hanya karena mempertahankan sebuah ide, “jurusanku lah yang terbaik”. Itu gambaran masa lalu, dan sekarang hal itu sudah mulai berubah. Namun, sangat disayangkan saat perubahan itu ada, masalah integralistik itu hampir hilang sama sekali, muncul masalah baru lagi yang mengancam keutuhan keluarga kampus ini. “Jika ada rakyat yang mengadu kepada dewan perwakilannya, itu adalah hal yang wajar. Namun bagaimana mungkin ada anggota dewan yang mengadu kepada rakyatnya?” Tidak bisa dipungkiri bahwa semua pihak punya cara pandang masing-masing. Yang harusnya lebih berhak dibahas adalah langkah kedepan dan penyikapanya. Jangan sampai kemelut dan kalut ini semakin menghantui KM sehingga memberikan Image bahwa KM seolaholah hanya digunakan sebagai simpatisan bukan

partisipan. Sungguh ironi dimana seharusnya seluruh aspirasi tertampung, ternyata malah terbuang bagaikan daun kering yang beterbangan. Seolah tak mau lepas dari gelar pahlawan yang disandang, kemelut yang hampir tak berujung ini akhirnya memaksa para pahlawan-pahlawan perubahan untuk mengeluarkan taringnya. Namun justru hal itulah yang seolah memberikan sedikit titik gelap, dimana tidak semua orang mau mendeklarasikan diri sebagai pahlawan dalam sebuah kampus pahlawan, atau sebaliknya banyak sekali yang mengaku pahlawan namun tindakanya sungguh jauh dari sebuah kata yang biasa disebut perjuangan. “ Berikan saya 10 Pemuluh Pemuda Tangguh, maka saya akan ubah dan kuasai dunia “ salah satu pernyataan Bung Karno yang benarbenar terbukti pada momen kali ini. Meskipun hayan segelintir orang yang memeperjuangkan, namun, akhirnya semua berjalan sedikit lebih normal dan sesuai harapan.

yang dilandasi oleh nilai-nilai ketuhanan YME, nilai kejuangan sepuluh nopember serta nilai kerakyatan dalam rangka mempelopori pengembangan Ilmu Pengetahuan, Seni dan Teknologibagi kesejahteraan masa depan almamater, masyarakat, dan bangsa.” (visi KM ITS dalam Mubes IV pasal 7) Tidakkah kita bisa duduk bersama untuk membuat gerakan yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa? Tidakkah kita bisa melepaskan “jaket warna” kita sejenak untuk sebuah visi bersama? Bukankah akan lebih baik jika kita mau saling menghargai, saling memahami, dan saling melengkapi? Kedewasaan berpikir harus dibentuk dan diutamakan disini. Sulit? Memang. Tapi lebih baik segera kita nyalakan cahaya itu dalam kegelapan daripada kita hanya mengutuk kegelapan itu. Kita patut yakin bahwa setiap mahasiswa memiliki visi yang luar biasa besar untuk bangsa ini. Begitu pula “golongangolongan” yang ada. Hanya jalan dan cara yang ditempuh saja yang berbeda. Akankah lebih indah jika jalan yang diambil adalah jalan yang saling melengkapi? Konstruktif, bukan destruktif! Setelah itu mari kita rasakan perubahan itu di kampus ini, setelah itu mari kita berikan energi positif pada masyarakat dan bangsa ini. Kita jawab harapan masyarakat kepada kita saat kita bergelar sarjana dan mahasiswa. Bukan hanya euforia saat wisuda semata yang kita berikan, tapi kebermanfaatan yang bisa kita sampaikan.

Kobarkan semangat persatuan, KM harus lebih dan lebih cerdas lagi, ini adalah langkah konkrit yang semakin lama akan membawa kondisi KM ke wahana yang lebih terang, jika KM selalu sigap dan cepat berkloaborasi dengan DEPRES dalam memberikan respon untuk mengambil suatu keputusan. Karena tanpa adanya pengawasan, ada beberapa pihak yang akan merasa bagaikan diatas awan, menerjang seluruh norma-norma peradaban dan meninggalkan segala bentuk harapan banyak orang. Menilik pada salah satu visi organisasi mahasiswa yang sungguh luar Lepaskan sementara “jaket warna”-mu biasa. Semoga semua tak hanya sekedar katajika sudah berbicara dan berjuang demi KM ITS kata. yang satu! “Mewujudkan keluarga mahasiswa ITS yang Arif Setyono / Churnia Sari mandiri, professional, demokratis, dan dinamis


CAK. Edisi Oktober 2012

Generasi Rohis, Generasi Emas Masa Depan Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya. (Terjemahan QS At-Tawbah [9] : 32) Siapa sangka MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi) 1 Nasional tahun 2006 dan 2007 adalah kader rohis? Aktivis rohis dengan segudang prestasi, mahasiswa no.1 di Indonesia, teladan dan sumber inspirasi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. Nama itu adalah Shofwan Albanna jurusan Hubungan Internasional UI dan Danang Ambar Prabowo jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB. Keseimbangan hablum minallah dan hablum minannas-lah yang menjadikan kader rohis cerdas secara spiritual dan intelegensia sehingga dapat berprestasi di dunia-akhirat. Dari pola hidup, pembicaraan kader-kader rohis tidak ngawur, dan tidak membicarakan hal-hal yang berbau hedonis (pandangan yang menganggap bahwa kesenangan dunia adalah tujuan utama hidup). Apalagi ilmu-ilmu teror meneror, cara merakit bom, dan perintah untuk memusuhi pemerintah seperti yang difitnahkan. Kader rohis setiap pekan selalu meng-upgrade dirinya dalam hal fikriyah, ruhiyah dan jasadiyah sehingga memiliki kepribadian yang berkualitas. Namun sayang, program “Metro Hari Ini” tanggal 5 September 2012 menayangkan

dialog interaktif dengan tema “Awas, Generasi Baru Teroris”. Di dalam program TV tersebut dijelaskan mengenai pola rekruitmen teroris muda yakni [1] sasarannya siswa SMP akhir – SMA dari sekolah umum; [2] masuk melalui program ekstrakulikuler di masjid-masjid sekolah; [3] Siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudian di ajak diskusi ke luar sekolah; [4] Dijejali berbagai kondisi yang buruk penguasa korup, keadilan tidak seimbang dan; [5] dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah thoghut/kafir/musuh. Bahkan rekaman yang dimiliki KPI menunjukkan bahwa adanya penyebutan 'rohis” yang diucapkan salah seorang narasumber, (Republika.co.id, 17/9). Pemberitaan di atas membuat hati para kader rohis berguncang. Bagaimana tidak, di tengah maraknya tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan sederet permasalahan remaja lainnya, kemudian muncul tuduhan tak berdasar bahwa rohis adalah tempat pembentukan teroris. Padahal rohis merupakan solusi untuk menyelesaikan segala permasalahan tersebut. Ketua MUI Lampung, Mawardi AS menyatakan, “Bagaimana mungkin, organisasi yang memiliki peran penting dalam menyelamatkan pemuda agar memiliki pribadi yang berkarakter justru dinyatakan sebagai tempat pembentukan teroris?”. Pada dasarnya Rohis adalah, Rohani dan Islam. Fungsi rohis adalah wadah untuk pemberdayaan potensi siswa-siswi yang

berminat dalam aktivitas ke-Islaman seperti mentoring, berbagi, berdiskusi, dan lain-lain dalam nuansa yang Islami. Indonesia telah gemuk dengan orangorang yang berprestasi secara akademik. Tapi apalah manfaatnya jika kecerdasannya membahayakan orang-orang di sekitarnya. Rohis adalah lembaga pendidik karakter, perangkat wajib bagi sekolah-sekolah yang ingin mencetak generasi berkarakter baik, bermental kuat. Pembinaan kader belia sebenarnya juga dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW yang sudah terbukti keberhasilannya membentuk generasi yang luar biasa. Contohnya adalah Ali Bin Abi Thalib (khalifah ke-4 dan menantu Rasulullah), Usamah Bin Zaid (Jenderal termuda yang telah memimpin perang disaat 18 tahun), Thalhah bin Ubaidillah (bisnisman yang sangat dermawan) dan masih banyak lagi pemuda yang di kader oleh Rasulullah menjadi sosok yang mempunyai pengaruh besar dalam berkembangnya Islam. Maka jangan heran, tuduhan dan berbagai macam fitnah dilayangkan media massa kepada aktifitas kaum muslimin ini karena mereka sadar bahwa akarnya berada pada pembinaan kaum muda.

Nur Abdillah Siddiq


CAK. Edisi Oktober 2012 kita rindu?'' kata Fauzan dengan nada sendu. Tidak hanya itu, selepas Salat Subuh, peserta melakukan outbond dengan melewati berbagai pos. Pos 1 untuk menyetor hafalan Alquran Surat Al Balad dan tiga hadits Rasulullah saw. Kemudian pos 2, mereka dilatih ketahanan fisik. Dan di pos bayangan, sebelum pos terkahir, mereka dites hafalan 11 karakter JMMI. Satu poin yang terlupa akan dicoret wajahnya dengan tepung. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pos 3. Perjalanan kali ini terasa lebih sukar dibandingkan dengan yang lain. Mendaki dan sukar, sesuai dengan isi Surat Al Balad yang dihafalkan peserta. Begitu akan sampai di puncak, peserta istirahat sejenak sambil mendengarkan penjelasan filosofi mendaki bukit tadi. ''Puncak bukit, puncak tujuan, bukanlah terminal pemberhentian akhir. Kita tidak bisa terlena di sana. Kita harus terus berjalan menerima beberapa materi, tentang hakikat ilmu, setelahnya. Jika tidak terus bergerak, dan Islam, dan beberapa penyakit hati. Serta berhanti di puncak bukit, kita tidak akan pulang ke Surabaya,'' ujar salah seorang panitia yang dilengkapi dengan outbond. enggan disebutkan namanya. Puncak menariknya acara terjadi saat hari ketiga. Dimulai dari muhasabah saat sepertiga malam Setelah itu, peserta meneriakkan orasi di atas terakhir yang dipandu oleh Ketua Umum JMMI, tugu. Orasi mengenai masalah yang telah Ahmad Fauzan 'Adziimaa. Di lapangan luas yang diberikan di pos 2. Ada tentang penyikapan terbuka, ia mengajak peserta untuk merenung. menghadapai aktivis dakwah yang dianggap Apa saja yang dilakuka selama hidup 20 tahun, teroris, penghinaan nabi, dan JMMI kini dan berbakti pada orang tua, dan tidak mengeluh nanti. ''Outbond dibuati tidak terduga agar dalam menjalankan amanah meski sendiri. melatih ketahanan fisik dan kesabaran mereka,'' Alhasil, beberapa peserta menangis. ''Sudah pungkas Fauzan. (nir)

MUQIM 1 Generasi 22 By : JMMI KSB 1213 Seperti gelas setengah isi setengah kosong. Jika ilmu yang didapatkan secara teori tidak diamalkan, maka ia akan menjadi hampa. Tidak ingin itu terjadi, Jama'ah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS melakukan pembinaan di luar dugaan para kadernya. Di Pondok Pesantren Darussalam, Turirejo, Lawang, pembinaan itu berlangsung , Jum'at-Ahad (12-14/10).

Di tempat yang jauh berbeda dengan nuansa Kampus ITS dan Surabaya, Muqim 1 ini diselenggarakan. Sejuk, tinggi, dan lingkungan pondok pesantren yang menjadi pertimbangan panitia memilih daerah ini. Di sana mereka beberapa kali kita menunda kepulangan saat ibu

Mas Toni, Tutor dalam kegiatan OSTE (One Step to Examination).

SPJ (Sekolah Pengurus JMMI), meningkatkan kualitas kader JMMI

Meningkatkan kekompakan dan ukhuwah saat kegiatan Muqim 1

Peserta OSTE (One Step to Examination) antusias mendengarkan penjelasan tutor.

Happy Together, wisudawan 105 berbagi dengan karyawan ITS

Suasana saat peserta Muqim 1menerima materi di Pesantren Darussalam


CAK. Edisi Oktober 2012

#105 HAPPY TOGETHER

Momen kelulusan memang menjadi salah satu hal yang patut disyukuri dan sah-sah saja jika dirayakan oleh mahasiswa. Berbeda dari tahuntahun sebelumnya, kali ini momen pelepasan wisuda diwarnai gerakan penggalangan dana dan aksi sosial untuk masyarakat sekitar kampus ITS. Aksi sosial yang awalnya digagas oleh mantan aktivis Keluarga Mahasiswa ITS ini disebut Gerakan #105 Happy Together dan puncaknya digelar bersamaan dengan pembukaan PAMITS pada hari Minggu 7 Oktober lalu. Acara #105 Happy Together bertajuk “Dari wisudawan, oleh

wisudawan, untuk rakyat�, dan tujuan utama dari acara tersebut memang sebagai sarana wisudawan ke 105 untuk berbagi pada masyarakat sekitar kampus disamping juga sebagai bentuk wujud rasa syukur dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu selama para wisudawan menjadi mahasiswa di kampus perjuangan ITS. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, aksi sosial ini berhasil menggalang dana dari para wisudawan dan mahasiswa aktif ITS hingga mencapai 14 juta rupiah dan jumlah inipun diperkirakan akan terus

bertambah meski acara telah usai. Hasil dari penggalangan dana tersebut digunakan untuk membeli berbagai macam sembako dan keperluan sehari-hari dan dibagikan kepada petugas kebersihan, Satuan Keamanan Kampus (SKK), dan pegawai tidak tetap ITS. Tak berlebihan jika event #105 Happy Together ini dikatakan sebagai pioneer dalam perayaan kelulusan yang bertemakan kegiatan sosial di ITS. Semoga bisa menjadi pengimbang tradisi unik, konvoi di kampus ITS, dan berlanjut pada event-event Pelepasan Wisuda selanjutnya.(hny)


CAK. Edisi Oktober 2012

Penyerangan terhadap Islam : Kisah Klasik yang Terus Berulang

Kita tahu bahwa di zaman sebelum Rasulullah diutus, bangsa Arab terbagi atas kasta tuan dan budak. Selain itu, bangsa Arab juga terkenal gemar melakukan kecurangan dan monopoli dalam berdagang. Dan Islam? Islam adalah agama yang tidak mengenal perbudakan. Maka para bangsawanpun tidak mau memeluk islam karena takut gelar bangsawannnya hilang. Islam melarang kecurangan dalam berdagang dan mencegah adanya monopoli maka sebagian saudagar pun tidak mau memeluk Islam karena takut keuntungannya berkurang. Dan kejadian itu kembali berulang sekarang. Kapitalis menyerang Islam karena takut tidak bisa lagi memonopoli perekonomian dunia. Liberalis, menyerang Islam karena takut Islam membatasi kebebasan mereka yang salah kaprah. Dan pada akhirnya akan terlihat bahwa golongan-golongan berideologi sekuler akan terus menyerang Islam karena mereka takut Islam akan membatasi kepentingan-kepentingan mereka jika kelak Islam berkuasa. Sikap Kita?

kaum kafir. Di zaman Abu Bakar Ash Shiddiq, Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wa Nihayah mengisahkan munculnya nabi palsu seperti Musailamah Al Kadzab dari Bani Hanifah, dan Sajjah binti Harits dari Bani Tamim. Di zaman modern ini, media juga sudah mencatat banyak berita tentang nabi palsu, tentang pembakaran Al Qur'an, tentang penghinaan Rasulullah baik lewat novel, film ataupun karikatur. Maka benarlah bila penyerangan terhadap islam adalah kisah klasih yang terus berulang. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah: Mengapa Islam terus di Apa yang terjadi dengan dunia Islam hari ini serang? sebenarnya bukan hal yang baru. Jika kita Mengapa Islam terus Diserang? mengamati garis waktu dari zaman Rasulullah Agama islam adalah agama yang syumul SAW hingga sekarang, kita akan menemukan (menyeluruh). Islam tidak sekedar mengatur begitu banyak catatan serangan terhadap islam ritual peribadatan tetapi juga mengatur perkara baik dari segi aqidah, dari segi penggiringan opini individu, bermasyarakat dan bernegara oleh ataupun serangan fisik. karenanya Islam sering berbenturan dengan Di awal masa kenabian Rasulullah SAW, ideologi-ideologi lain seperti Sekularisme, Shafiyurrahman Al Mubarrakfury dalam Rahiqin Komunisme, juga Kapitalisme. BenturanMakhtum mengisahkan bagaimana Al Walid bin benturan inilah yang akhirnya menghasilkan Mughiroh menyusun kata-kata yang akan serangan-serangan terhadap aturan Islam. disampaikan kepada peziarah Ka'bah agar tidak Andaikata Islam hanya membahas perkara ritual mendengarkan dakwah Rasulullah SAW. Di peribadatan, mungkin tidak banyak yang peduli pertengahan masa kenabian Rasulullah SAW, dengan agama ini. Andaikata islam hanya Rahiqin Makhtum pun banyak memaparkan kisah membahas ritual peribadatan, mungkin dakwah tentang peperangan antara umat muslim dengan Rasulullah tak banyak dihalangi. Ada dua isu yang menarik untuk dicermati di awal September lalu. Isu pertama adalah tentang penghinaan Rasulullah SAW dalam film Innocence of Muslim. Isu kedua adalah tuduhan tak sedap terhadap Unit Kerohanian Islam (Rohis) sebagai tempat recruitment teroris muda. Media sudah begitu banyak yang membahas kronologi kedua isu ini. Oleh karenanya pada kesempatan ini, Redaksi CAK tak lagi mengajak untuk membahas kronologi kedua isu tersebut tetapi mengajak kita untuk berpikir lebih dalam: Ada apa dengan Islam kita hari ini?

Untuk menyikapi serangan tersebut umat Islam harus melakukan tiga hal. Pertama, umat islam harus memantapkan tauhid yang salah satu kaidahnya adalah kemantapan hati bahwa tidak akan terjadi kejayaan di dunia-akhirat tanpa Islam. Kemantapan ini harus terus diupgrade dengan menambah kemampuan olah pikir, penguasaan sains-teknologi, dan kecerdasan menjawab segala bentuk serangan yang mengarah pada pelecehan substansi ajaran syariat. Jawaban secara 'naqli' (alasan nash al Qur'an-Hadits) dan 'aqli' (alasan rasional yang sehat) terhadap argumen kelompok pendukung faham sesat seperti Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme, dan musuh Islam secara luas, termasuk masalah peraguan akan keabsahan al Qur'an-Hadits. Kedua, umat islam harus memantapkan kompetensi sebagai Khalifah fil 'ard. Umat islam harus memiliki kompetensi di bidang politik, ekonomi dan sosial untuk mengelola kepentingan ummat. Umat islam juga harus memiliki kompetensi di bidang pengelolaan sumber daya alam dan infrastruktur untuk mengelola semua karunia Allah yang ada di bumi ini secara adil. Ketiga, umat islam harus memantapkan persatuan dengan sesama muslim. Karena bagaimanapun persatuan dalam ketaatan kepada Allah adalah kunci kekuatan dan kemenangan Islam. Jika tiga hal ini terpenuhi, kita tinggal menunggu pengulangan sejarah ketika Islam menjadi pusat peradaban, ketika umat Islam tak lagi umat yang tidak percaya diri dengan agamanya karena terlalu sering dipojokkan. Semoga Allah member petunjuk kepada kita semua. Wallahu a'lam wal musta'an. Halimatus S Machfudz


CAK. Edisi Oktober 2012

Suriah Menyusul Lakukan Revolusi? Kemelut di timur tengah hingga saat ini seakan belum menunjukkan titik akhir. Menyusul negara-negara lain seperti Tunisia, Libya, maupun Mesir, kini Suriah menjadi perhatian dunia berikutnya. Negara yang saat ini dipimpin oleh Hafiz al Assad sebagai presiden, mengalami konflik yang semakin memburuk. Konflik ini terjadi antara warga yang menentang pemerintah dengan pihak yang setia kepada Al Assad. Sama halnya dengan negara-negara Arab Spring lainnya, warga yang menentang pemerintah menginginkan turunnya presiden yang memimpin saat ini. Namun, apakah keadaan Suriah dapat disamakan dengan Negara-negara yang bergejolak sebelumnya? Setiap akibat tentu ada sebab.

Arab. Satu per satu Negara-negara di timur tengah menuntut revolusi. Diawali dari demonstrasi yang terjadi di pasar dimana hal tersebut disulut oleh sikap sewenang-wenang polisi kepada seorang pedagang di pasar tua Hurayqah, Suriah pun kemudian diwarnai aksi demonstrasidemonstrasi yang lebih besar. Revolusi di Suriah pun lahir ketika belasan anak yang usianya tidak lebih dari 15 tahun diseret dari rumah mereka masing-masing pada malam hari. M ereka digiring ke tahanan dan disiksa. Organ tubuh mereka dibakar dan kuku mereka dicabut. Tubuh mereka digebuk hingga remuk. Tindakan rezim Assad tersebut dilatarbelakangi tulisan seorang anak di Dir'a yang mencoret di dinding dengan slogan yang mereka contek dari Arab Spring di negeri Arab lainnya: “rakyat ingin menurunkan Sejak penggulingan kekuasaan oleh partai Ba'ats pemerintah�. pada tahun 1963, Suriah seakan hanya milik segelintir orang saja. Lembaga-lembaga Negara, Para orang tua dari anak-anak itu datang pranata ekonomi, keamanan, militer, dan segi- memelas. Mereka memohon kepada pejabat segi lainnya dipegang oleh lingkaran kelompok keamanan politik agar anak-anak mereka yang sama, Assad dan para kroninya. Al Assad dilepaskan. Namun, pejabat itu melontarkan dinobatkan sebagai pemimpin seumur hidup jawaban menghina yang kelak tersebar ke seluruh bahkan dinisbatkan layaknya semi-tuhan. Suriah, “Lupakan mereka, dan lahirkanlah anakSepanjang jalan di Suriah, patung-patung dan anak yang lain! Atau bawa kemari istri-istri kalian poster-poster dari sang presiden amatlah mudah agar kami hamili bila kalian tidak mampu!� ditemukan. Bahkan ternyata pengikut setia al Pernyataan pejabat tersebut itu pun semakin Assad sujud kepada poster-posternya dan menyulut api revolusi di Suriah. memaksa para tawanan untuk sujud kepadanya. P ar a d emo n s tr a n p u n tu r u n k e ja lan Bahkan para tawanan itu disiksa dan dipaksa menyampaikan tuntutan mereka. Bagaimana untuk mengucapkan persaksian: tiada tuhan sikap penguasa akan demonstarsi tersebut? selain Bashar(!). Rentetan peluru dan tindak kekerasan lain Di Suriah, semua unsur intelijen adalah raja dan menjadi jawabannya. Nyawa warga Suriah pun pemilik, sedangkan seluruh rakyat Suriah adalah banyak menjadi korban. Bahkan hingga saat ini budak dan gembalaan. Al Assad memberikan itu telah lebih dari 30 ribu tewas akibat terus semua kepada intelijen setelah dia berhasil berlanjutnya pergolakan di Suriah. dengan kudetanya. Intelijen bisa melakukan apa Rezim yang berkuasa pun melanjutkan saja terhadap rakyat Suriah, yang penting bahwa penyerangan ke distrik-distrik tertentu. Dimulai tidak ada yang berani meyentuh dan menggugat dengan pemutusan listrik dan air serta pasokan kekuasaan al Assad. Dengan kebijakan seperti makanan, bom-bom dan rudal-rudal pun itu, bangsa Suriah kini tengah hidup di bawah menyusul menghujani pemukiman penduduk. tekanan dan penderitaan. Mungkin sudah sering disaksikan bagaimana Dan tiba-tiba revolusi besar-besaran terjadi di suatu pemerintahan menertibkan protes rakyat

dengan semprotan air, gas air mata, dan peluru karet. Tapi mungkin belum pernah didengar pemerintah yang menghadang demonstrasi rakyat dengan senapan mesin ataupun sniper yang menjadikan anak-anak dan wanita sebagai target. Sayangnya, hal tersebut menjadi realita di Suriah saat ini. Apa sebenarnya yang dituntut oleh warga Suriah? Bobroknya sistem pemerintahan Suriah menjadi landasan tuntutan warga yang mengharapkan diturunkannya pejabat keamanan dan diajukannya mereka ke pengadilan, mengganti gubernur yang korup serta melepaskan anakanak yang ditawan bersama sejumlah tawanan politik. Di samping itu, rakyat Suriah ingin bebas dari undang-undang darurat yang telah menghimpit kehidupan rakyat selama setengah abad. Berdasarkan laporan dari Syrian Network for Human Rights [27/6/2012], korban tewas di Suriah mencapai 14.863 rakyat sipil termasuk wanita dan anak-anak dan 1.277 militer. Selain itu, puluhan ribu tawanan rezim hilang, lebih dari seratus ribu orang mengungsi ke negara-negara tetangga, dan jumlah yang lebih besar lagi terlantar di dalam Suriah sendiri. Meskipun korban berjatuhan, pejuang Suriah bertekad bahwa mereka akan terus melanjutkan revolusi dengan izin dan pertolongan Allah, dan tidak akan berhenti hingga rezim Bashar jatuh. Sumber: hidayatullah.com, Suriah: Kisah Sebuah Revolusi bag. 1&2. Diadaptasi dari Mujahid Ma'mun Diraniyah, Suriyah: Qisshah al Tsawrah, laporan disampaikan pada konferensi al Hamlah al Islamiyah li Nushrah Suriyah, Turki. Tu l i s a n i n i a d a l a h h a s i l k e r j a s a m a hidayatullah.com dengan Majalah Internasional Albayan Red: Cholis Akbar


CAK. Edisi Oktober 2012

SYUMULIYATUL ISLAM dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Sungguh kabar bahagia bagi mereka yang mengamalkan Islam sesuai dengan fitrahnya. Kesempurnaan yang dimaksud meliputi sempurna dalam waktu, sempurna dalam Minhaj dan sempurna dalam tempat. Risalah-risalah yang disampaikan dari waktu ke waktu adalah sama yakni Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada para Rasul yang kemudian disampaikan kepada umat manusia. Islam yang mulia mampu menembus batas-batas segala aspek kehidupan. Sedangkan kesempurnaan dalam Minhaj menyiratkan pada keteraturan jamaah yang kokoh sehingga terhindar dari gangguanganguan yang membuat jama'ah bimbang dari agenda-agenda yang menyesatkan. Aqidah yang kuat merupakan asas dalam pembentukan benteng diri dari serangan-serangan luar yang semakin gencar menyudutkan dan membuat Islam terkotak-kotak dan akan sangat bertentangan dengan prinsip Syumuliyatul Islam. Sinergisitas yang terbentuk antara hubungan dengan Allah, sesama manusia , dan alam maka akan terbentuk keseimbangan hidup. Meninjau kesempurnaan alam semesta yang telah diciptakan oleh Allah SWT menunjukkan tiada Kuasa lainya selain dari Allah Azza Wa Jalla. Sebagaimana dapat dipahami dalam firman Allah Demi butiran-butiran yang terhimpun masing-masing hubungan ini adalah hubungan SWT: manusia dengan Allah sebagai bentuk menggerakkan raga, Sungguh hanya kepada-Nya tempat kembali

Sesungguhnya dalam penciptaan penghambaan yang harus dijalankan. Dalam arti langit dan bumi, silih bergantinya malam dan lain dasar “iman� yang terpatri menjadi tameng siang, bahtera yang berlayar di laut membawa

Sejauh langkah-langkah kita menapaki dari segala godaan syetan. Sebagaimana firman apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang kehidupan di dunia, mata yang memandang, hati Allah SWT: Allah turunkan dari langit berupa air, lalu “Wahai orang-orang yang beriman! dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati yang merasa dan tangan-tangan yang menggerakkan perilaku bertemulah himpunan- Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu himpunan yang luar biasa sempurna sehingga dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan tiada upaya untuk membantahnya, itu adalah syetan. Sungguh, ia musuh nyata bagimu� (Q.S awan yang dikendalikan antara langit dan Islam. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, 2:208) bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda Beralih pada hubungan dengan sesama (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang pemeluknya melainkan pemeluk agama lain. manusia dan alam adalah bentuk pemenuhan memikirkan.( Q.S 2: 164) Wajib dimaknai secara menyeluruh dalam segala kebutuhan manusia yang notabenenya tidak bisa Sungguh besar karunia Allah SWT, semoga Allah yang memberikan kedamaian tidak hanya bagi

aspek kehidupan baik dalam skala mikro maupun hidup tanpa bantuan orang lain di mana alam yang menetapkan kita sebagai hamba-hambaNya yang makro. Salah satu prinsip dalam Islam yang wajib dianugerahkan oleh Allah SWT menjadi sumber taat yang mampu berjuang untuk perbaikan diri dipahami adalah prinsip Syumuliyatul Islam keharmonisan hidup. Implementasi dari lewat setiap nafas yang mengharap ridhaNya. yakni Islam sebagai agama yang menyeluruh hubungan yang baik antar manusia akan Amin. menyangkut beberapa aspek. Diantaranya yang mengantarkan pada keseimbangan alam dan utama adalah hubungan vertikal dengan Sang kenyamanan dalam hidup. Kesempurnaan Islam akan membawa Pencipta, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan makhluk alam. Dasar dari umatnya yang taat, merasakan limpahan nikmat

Siti Sulikhah (Diajeng Arsa Putri)


COMIC CORNER

CAK. Edisi Oktober 2012


CAK. Edisi Oktober 2012 PRESTASI... Sambungan dari Halaman 1

Seperti masuknya perpustakaan ITS dalam katagori perpustakaan terbaik ke empat versi Webromatriks tingkat nasional. Repository ITS pun berhasil menduduki peringkat ke 19 versi webometriks dari total 1.240 repository institusi skala internasional. Menilik tahun-tahun sebelumnya prestasi yang diperoleh oleh ITS di tahun 2012 ini memang meningkat drastis. Tentunya hal tersebut dapat diraih bukan karena faktor kebetulan, melainkan menggambarkan kualitas kampus yang telah berdiri sejak tahun 1957 ini semakin membaik. Tentunya banyak hal yang mempengaruhi peningkatan prestasi kampus teknologi ini. Namun, terdapat dua faktor utama yang mepengaruhi peningkatan prestasi ITS ini. Pertama yaitu dilihat dari kualitas mahasiswa. “Peran aktif dari mahasiswa merupakan faktor utama pencapaian prestasi ITS sampai saat ini,” tutur Dr Ing Ir Herman Sasongko, Pembantu Rektor (PR) II. Menurutnya, mahasiswa bukanlah objek mati. Bila perumpamaannya seperti kampus adalah sebuah pabrik dan mahasiswa merupakan objek yang akan dicetak dengan proses perkuliahan di dalam kelas dimana birokrasi merupakan operator yang mengendalikan sistem, maka itu adalah pemikiran yang salah. “Mahasiswa merupakan subjek yang patut mengetahui kondisi ITS yang sesungguhnya. sehingga dapat turut menciptakan ITS sebagai kampus yang ideal dan maju,” imbuh Herman.

Meninjau dari sisi mahasiswa, tentunya peran dari kegiatan yang dapat memperbaiki kepribadian mahsiswa juga semakin digencarkan. Salah satunya yaitu diadakan ESQ kepada mahasiswa baru yang rencananya tidak hanya dilakukan satu kali saja. pasalnya delapan bulan pasca ESQ pertama, mahasiswa baru ITS angkatan 2012 akan mengikuti ESQ lagi. ''Semacam penyegaran,'' terang Nur Hidayati ST MSi, Ketua sub bagian (Kasubag) Pembinaan Karakter, Soft Skill dan Kesejahteraan Badan Akademik seperti yang dilansir dari ITS Online.

“Semua civitas ITS harus bekerjasama untuk membuat ITS sebagai kampus yang maju,” ungkap pria berkacamata ini saat ditemui di ruangnya.

Untuk menjalin kerjasama yang baik dengan mahasiswa, Herman menambahkan bahwa setiap adanya diskusi terkait dana kemahasiswaan, mahasiswa pasti turut diundang untuk hadir. Hal tersebut dilakukan agar terciptanya transparansi yang jelas antara mahasiswa dengan pihak rektorat. “Pihak rektorat merupakan pelayan bagi mahasiswa sehingga kami bertugas untuk Hal tersebut membuktikan bahwa akhlaq memantau dan melayani kebutuhan dari mahasiswa turut menentukan peningkatan mahasiswa,” ungkap Herman. prestasi dari ITS itu sendiri. Gencarnya aktifitas Dukungan tersebut jelas tidak hanya sebatas di Jamaah Masjid Manarul Iilmi (JMMI) dalam membina akhlaq mahasiswa pun turut membantu b i d a n g a k a d e m i k s e m a t a . N a m u n , membina mahasiswa agar lebih berkarakter. pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa JMMI sendiri merupakan organisasi kerohanian pun turut didorong agar banyak prestasi yang islam yang terbesar di ITS. Dengan program dan dapat dihasilkan. Herman juga menuturkan kerjasama yang dilakukan dengan dosen Tim tentang kegiatan kelas yang saat ini akan lebih Pembina Kerohanian Islam (TPKI) JMMI ditekankan pada aktifitas laboratoriumnya. mengadakan pelaksanaan mentoring kepada “Laboratorium hidup itu adalah laboratorium seluruh mahasiswa muslim di ITS. Tak hanya itu, yang juga dapat bermanfaat bagi kehidupan banyak pula program-program yang diadakan masyarakat,” terangnya. ITS untuk menunjang pembinaan akhlaq Karena itulah prestasi yang berhasil diraih mahasiswa. ITS itu harapannya bukan hanya sekedar unggul Faktor yang kedua yaitu adanya dukungan saat berkompetisi di arena pertandingan semata. dari pihak pemimpin kampus. Dukungan tersebut Melainkan dapat menghasilkan produk-produk diberikan bukan hanya dalam bentuk dana yang bermanfaat dan turut memajukan kemahasiswaan saja, melainkan berikut adanya kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya tiga tambahan fasilitas yang diberikan kepada pilar perguruan tinggi yaitu pendidikan, mahasiswa. Herman yang menolak disebut sbagai penelitian/pengembangan, dan pengabdian. (sha) birokrasi ini menegaskan bahwa seluruh perangkat ITS akan ikut memberikan dorongan kepada mahasiswanya agar dapat terus berkarya.


CAK. Edisi Oktober 2012

CAK Oktober 2012  
Advertisement