Page 1

Inilah Kelemahan Analisis Pramusim MotoGP Tiap Tim Pabrikan Jelang Kompetisi

Kompetisi balapan ​MotoGP​ bakal dimulai dua bulan lagi. Walaupun demikian, tentu para tim-tim balap yang ikut ajang tersebut tak tinggal diam. 

Sederet persiapan pun dilakukan, apalagi pada bulan Februari, terdapat tiga agenda tes pramusim, yakni Sepang Shakedown Test – 2-4 Februari, Sepang Test – 7-9, Februari dan  Qatar Test – 22-24 Februari. 


Berkaca dari musim lalu, tiap tim mempunyai banyak kekurangan yang berpotensi bisa menjegal ambisi mereka sendiri. 

Dilansir dari ​http://bit.ly/togelmas​, berikut kekurangan tim yang wajib diperbaiki menjelang kompetisi MotoGP 2020. 

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, merayakan keberhasilan meraih gelar juara dunia  kedelapan sepanjang kariernya usai memenangi balapan seri terakhir M ​ otoGP 2019​ di  Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (17/11). [AFP/Pierre-Philippe Marcou]  1. Honda 

Honda boleh jadi merasa bangga karena mereka berhasil meraih tiga gelar sekaligus pada MotoGP 2019​. 

Namun mereka harus sadar lantaran semua gelar tersebut bisa diraih dengan andil besar dari Marc Marquez. 


Mereka pun kerap disebut terlalu mengistimewakan sang juara dunia sehingga para pembalap lainnya tak mendapat motor yang sesuai dengan karakter masing-masing. 

Alhasil jika laju Marc Marquez bisa dibendung tahun ini, praktis H ​ onda​ perlu andil dari pembalap lain, dan mengembangkan motor yang mudah dikendarai oleh banyak pembalap  adalah jawabannya. 

Andrea Dovizioso dan Fabio Quartaro Terlibat Insiden di MotoGP Inggris.  (Instagram/mgp_moments)  2. Ducati 

Musim lalu, pembalap tim D ​ ucati​ Andrea Dovizioso menyoroti masalah yang telah lama mendarah daging di Ducati. 


Masalah tersebut adalah motor balap mereka ‘sulit’ dipakai berbelok, membuat Ducati kehilangan banyak waktu saat di tikungan. 

Praktis hal ini wajib diperbaiki, namun tanpa mengorbankan performa demi peluang meraih gelar musim 2020. 

Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, berada di depan rider Repsol Honda,  Marc Marquez, pada FP1 MotoGP Austria 2019 di Sirkuit Red Bull Ring, Jumat (9/8).  [AFP/Vladimir Simicek]  3. Yamaha 

Berkebalikan dengan Ducati, masalah utama yang dialami oleh ​Yamaha​ justru malah kurangnya tenaga, membuat motor mereka unggul di tikungan namun menjadi  bulan-bulanan di trek lurus. 


Namun perlahan tapi pasti mereka mulai memperbaiki masalah yang lekas tampak pada MotoGP musim 2016. 

Pebalap Monster Energy Yamaha, V ​ alentino Rossi​, memacu motornya pada balapan MotoGP  Thailand di Sirkuit Buriram, Minggu (6/10/2019). Dibuntuti duo rider Suzuki Ecstar, Joan Mir  dan Alex Rins. [AFP/Lillian Suwanrumpha]  4. Suzuki 

Mengusung motor bermesin inline layaknya Yamaha, Suzuki memiliki masalah yang tak jauh beda. 

Walaupun performa dari Suzuki juga tak buruk-buruk amat, namun selain urusan tenaga, Suzuki tengah dilanda masalah inkonsistensi yang membuat tim tersebut kerap tampil apik  namun juga kerap tampil mengecewakan. 


Alex Rins, pembalap S ​ uzuki​ pun harus merelakan posisi tiga klasemen usai ‘ditikung’ oleh Maverick Vinales karena motornya yang kurang konsisten. 

Pebalap t​ im pabrikan​ KTM, Pol Espargaro, berada di depan pebalap gaek dari tim Yamaha,  Valentino Rossi​, saat latihan bebas kedua MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Jumat  (31/5/2019).[AFP/Tiziana Fabi]  5. KTM 

KTM bisa dibilang merupakan tim pabrikan yang paling getol melakukan pengembangan demi memangkas selisih dengan para rival. 

Namun sejauh ini, hasil riset mereka masih kurang terarah, apalagi sebelum datangnya pembalap veteran D ​ ani Pedrosa​. 


Hasilnya ​KTM​ menjanjikan sederet hal baru, yang dikembangkan semenjak hadirnya sang pembalap Spanyol. Akan tetapi, masih banyak yang perlu dibuktikan oleh tim ‘oranye’  tersebut. 

Aleix Espargaro. (Instagram/@aleixespargaro)  6. Aprilia 

Minim pembaharuan membuat tim ​Aprilia​ menjadi ‘anak bawang’ di MotoGP.

Tim asal Italia tersebut kerap menjadi penghuni dasar klasemen konstruktor.

Tak cuma itu, selama berkompetisi, mereka jarang menghadirkan komponen baru, membuat mereka kerap kesulitan bahkan untuk sekadar masuk ke 10 besar. 


Terkait hal tersebut, tim ini wajib mempunyai motor yang serba baru, dan itulah hal yang mereka janjikan bakal hadir tahun ini. 

Profile for jessica wijaya

Inilah Kelemahan Analisis Pramusim MotoGP Tiap Tim Pabrikan Jelang Kompetisi  

Berkaca dari musim lalu, tiap tim mempunyai banyak kekurangan yang berpotensi bisa menjegal ambisi mereka sendiri.

Inilah Kelemahan Analisis Pramusim MotoGP Tiap Tim Pabrikan Jelang Kompetisi  

Berkaca dari musim lalu, tiap tim mempunyai banyak kekurangan yang berpotensi bisa menjegal ambisi mereka sendiri.

Advertisement