Issuu on Google+

CMYK

EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Pengunaan Anggaran Harus Tepat Bupati Tulang Bawang Barat Bachtiar Basri menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2014 kepada para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, berlangsung di Aula Kantor Bupati, Panaragan, Selasa (25/02). Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya bupati menyampaikan 5 hal penting yang harus diperhatikan para kepala SKPD, yaitu: (1) hendaknya seluruh SKPD segera merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan, dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat biaya; (2) hendaknya pelaksanaan kegiatan pada seluruh SKPD tetap mempedomani semua ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah; (3) hendaknya seluruh SKPD

senantiasa meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran dalam rangka mempertahankan opini WTP dari BPK; (4) hendaknya pelaksanaan kegiatan pada seluruh SKPD tetap disertai upaya evaluasi sebagai bahan untuk perbaikan di masa yang akan datang; dan (5) hendaknya dalam melaksanakan kegiatan, seluruh SKPD tetap mengedepankan nilai kemanfaatan bagi masyarakat. Ditambahkannya, segenap masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat senantiasa menantikan hasil-hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah, menurut bupati, telah menyusun serta melaksanakan berbagai agenda dan program kerja prioritas yang ditujukan

untuk sesegera mungkin membawa Kabupaten Tulang Bawang Barat menuju ke arah kemajuan. “Kita telah memancangkan tekad untuk melakukan percepatan pembangunan, dan sebagian hasilnya pun telah dapat terlihat yaitu berupa terbangunnya berbagai infrastruktur publik, baik berupa sarana prasarana pemerintahan, maupun juga infrastruktur penunjang perekonomian masyarakat. Namun, tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan masih sangat banyak. Tantangan dan permasalahan besar yang harus kita hadapi tersebut harus kita jawab melalui kerja nyata, dengan tetap mengedepankan skala prioritas yang disertai dengan pemanfaatan anggaran secara efektif, efisien, dan akuntabel,� demikian pinta bupati. *** /des

Intizam: Lingkungan Pasar Harus Bersih Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Drs Intizam menghimbau kepada seluruh pedagang yang ada di sejumlah pasar agar dapat membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, guna menciptakan lingkungan pasar yang lebih baik dan sehat, perlu adanya kesadaran dari para pedagang sendiri,

salah satunya pedagang sayur. Dengan demikian, lingkungan pasar lebih kelihatan bersih, disamping itu juga sampah tidak menutupi saluran drainase yang dapat berakibat pada banjir bila datangnya musim hujan. Ditambahkannya, saat ini pihaknya terus melakukan perawatan rutin di tempattempat pembuangan sampah yang ada di sejumlah pasar.

“Kita terus mengupayakan untuk mengangkut sampahsampah di sejumlah pasar ini tepat waktunya, sehingga tidak mengganggu lingkungan masayarakat,� demikian kata dia. Lebih lanjut dia berharap kerjasama dari pedagang dan masyarakat yang ada di lingkungan pasar agar dapat bersama-sama menjaga kebersihan pasar. Untuk lebih menumbuhkan

kesadaran kepada pedagang atau masyarakat yang ada di lingkungan sekitar pasar, selain melakukan pengangkutan sampah secara rutin, pihaknya juga selalu menggelar sosialisasi kepada pedagang yang ada. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini tingkat kesadaran masyarakat khususnya di lingkungan Drs Intizam pasar akan tumbuh dengan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan sendirinya.*** /tat Kabupaten Tulang Bawang Barat


HALAMAN EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

2

Salam Redaksi

Menjawab Tugas Menjelang usia 5 tahun pada bulan April yang akan datang, Kabupaten Tulang Bawang Barat bertambah baik. Kerja nyata yang dilakukan oleh aparatur pemerintah bersama-sama dengan masyarakat, setapak demi setapak mengantarkan daerah ini menuju ke arah kemajuan. Di bulan Februari ini, Kabupaten Tulang Bawang Barat sudah harus dihadapkan pada beberapa PR. Tak heran, segenap aparatur Pemerintah Daerah diingatkan untuk melakukan kerja ekstra dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan. Ada beberapa even atau kegiatan yang harus dimatangkan persiapannya oleh daerah ini, yang harus dituntaskan pada sekitar bulan Februari hingga April, seperti: pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten dan tingkat provinsi; pelaksanaan Lomba Tanaman Obat Keluarga tingkat Nasional; pelaksanaan Lomba UKS

atau Sekolah Sehat tingkat Nasional; pelaksanaan PORPROV di Kalianda, Lampung Selatan; dan pelaksanaan HUT ke-5 Kabupaten Tulang Bawang Barat. Juga ada beberapa kegiatan lain, seperti peresmian beberapa fasilitas umum yang sudah selesai pembangunannya pada tahun 2013 yang lalu. Belum lagi, ada tugas besar mempertahankan pencapaian opini WTP dari BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2013. Tugas-tugas itu sungguh tidak ringan. Tetapi bukan sesuatu yang tidak dapat diselesaikan. Tugas yang terselesaikan akan membuahkan manfaat bagi masyarakat, dan juga terkadang memunculkan prestasi yang mengharumkan nama daerah. ***

Fajril Hikmah SH Redaksi

Acara pelepasan kontingen Tulang Bawang Barat yang berlaga di PORPROV VII, Tahun 2014, berlangsung di halaman Kantor Bupati, Panaragan. Kamis (20/02).

Diterbitkan oleh : Bagian Hubungan Masyarakat Setdakab Tulang Bawang Barat. Penanggung Jawab: Bupati Tulang Bawang Barat, Bachtiar Basri; Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad; Redaktur Ahli: Sekretaris Daerah, Drs Paryanto MM; Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syakib Arsalan, SE; Kabag Hukum,Nisom SH; Pemimpin Redaksi: Fajril Hikmah SH; Redaktur Pelaksana: Sulistyohadi SE; Penyunting/ Editor: Aulia Wibowo, S.STP; Deswanto SH; Hendrawansyah A.Md; Tatang Rianto A.Md: Lay Out: Jerry Hasan; Fotografer : Ricard Atherton, Datu Kristiyadi Sirkulasi: Pebminiati; Fajar Anandra; Alamat Redaksi: Bagian Humas Setdakab, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat; (email: humas_tbb@yahoo.com); (facebook: Facebook.com/Gema Tulang Bawang Barat)


HALAMAN

3

EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Bupati Tulang Bawang Barat Bachtiar Basri menyampaikan materi pada sosialisasi pelaksanaan pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD, Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tulang Bawang Barat, Rabu (26/02)

Posisi dan Peran Pemerintah dalam Pelaksanaan Pemilu Oleh: Bachtiar Basri Bupati Tulang Bawang Barat

Kita ketahui bersama bahwa Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014 akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014 yang akan datang. Kita semua sebagai Warga Negara Indonesia memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama untuk menyukseskan agenda demokrasi tersebut, yang merupakan bentuk sumbangsih kita bagi kemajuan dan masa depan bangsa Indonesia. Kendatipun kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan Pemilu, namun secara teknis tentunya telah ada berbagai unsur, komponen, dan juga lembaga yang mengemban tugas sesuai batasan kewenangan masing-masing. Dalam kaitan inilah, saya perlu menyampaikan 6 (enam) dari 13 (tiga belas) Pokok Ajakan dan Arahan Presiden RI pada Rakornas Pemantapan Pemilu 2014 tanggal 12 Februari 2014 yang lalu, yaitu sebagai berikut: 1. Mari secara bersungguhsungguh mensukseskan Pemilu DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014; 2. Mari kita ambil pengalaman dari Pemilu 2004 dan 2009 yang sudah berjalan baik; dan bila terdapat hal-hal yang

kurang baik maka kita bersamasama memperbaiki; 3. Mari kita secara konsisten mempedomani serta melaksanakan semua peraturan tentang penyelenggaraan Pemilu; 4. Mari kita pahami kewenangan, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing. Sosialisasikan peran, tanggung jawab, dan tugas sehingga tidak terjadi saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab. 5. Mari kita cegah dan tiadakan penyimpangan serta pelanggaran Pemilu, termasuk tindakan intimidasi oleh siapapun. Berikan sanksi terhadap penyimpangan dan pelanggaran pemilu secara tegas dan adil. 6. Mari kita cegah terjadinya kekerasan dan benturan antar kontestan Pemilu. Peran Pemerintah dan Pemerintah Daerah pada Penyelenggaraan Pemilu adalah memberikan bantuan dan fasilitas sebagaimana diatur pada Pasal 126 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2011, yaitu: “Dalam pelaksanaan tugas, wewenang, dan kewajibannya, penyelenggara pemilu, pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan bantuan dan fasilitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.� Kewajiban Pemda terkait bantuan dan fasilitas dimaksud adalah berupa: 1. Penugasan personel pada Sekretariat Panwaslu Kabupaten/

Kota, PPK, Panwaslu Kecamatan, dan PPS; 2. Penyediaan sarana ruangan Sekretariat Panwalu Kabupaten/Kota, PPK, Panwaslu Kecamatan, dan PPS; 3. Pelaksanaan sosialisasi; 4. Kelancaran transportasi pengiriman logistic; 5. Monitoring kelancaran penyelenggaraan Pemilu; 6. Kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan Pemilu yang dilaksanakan setelah ada permintaan dari penyelenggara Pemilu.

Kabupaten dengan Penyelenggara Pemilu (KPU dan Panwaslu); 2. Melakukan pemantauan/ monitoring kelancaran Pemilu (memberikan laporan secara berkesinambungan secara berjenjang); 3. Menganalisis dan mengevaluasi setiap proses tahapan kegiatan pelaksanaan Pemilu, merumuskan hasil analisis dan evaluasi, serta memberikan solusi pemecahannya bila terjadi hambatan/kendala pada pelaksanaan tahapan kegiatan Pemilu di lapangan.

Selanjutnya, kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah pada Pemilu DPR, DPD, dan DPRD menurut UndangUndang Nomor 8 tahun 2012 adalah: 1. Penyediaan data kependudukan; 2. Fasilitas kampanye; 3. Membantu pendistribusian dan pengamanan perlengkapan pemungutan suara; 4. Memberikan perlindungan hukum dan keamanan kepada pemantau Pemilu; Dengan berpedoman pada Pasal 126 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat membentuk: Tim Koordinasi dan Fasilitasi Dukungan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2014, dengan tugas pokok: 1. Melakukan koordinasi antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah

Gubernur Lampung telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 800/3050/II.03/2013 tanggal 12 November 2013 tentang Kewajiban Memberikan Bantuan dan Fasilitas Penyelenggaraan Pemilu 2014. Tindak lanjut Surat Edaran tersebut: di tingkat Provinsi Lampung telah dibentuk Tim Koordinasi dan Fasilitasi Dukungan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2014 yang berada di bawah koordinasi Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, sebagai pusat informasi dan pelaporan perkembangan situasi politik di Provinsi Lampung, yang menampung laporan monitoring dari Tim Kabupaten/Kota seProvinsi Lampung. Dalam tim tersebut terdapat petugas piket 1 x 24 jam pada H -1 hingga H +5, dengan personil piket terdiri atas unsure SKPD, anggota TNI dan Polri, dan

Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Untuk tingkat Kabupaten/Kota: dikoordinasikan oleh Badan/ Kantor Kesbangpol Kabupaten/ Kota dengan menyesuaikan kegiatan tingkat provinsi. Kemudian, khusus yang berkaitan dengan kampanye, peran Pemerintah dan Pemerintah Daerah menurut Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012: Pasal 103: Ayat (1) menyebutkan: Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa atau nama lain, Kelurahan memberikan kesempatan yang sama kepada pelaksana kampanye Pemilu dalam penggunaan fasilitas umum untuk penyampaian materi kampanye Pemilu. Ayat (2): Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, TNI, dan Polri dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan pelaksana kampanye Pemilu. Demikianlah, mudah-mudahan kita dapat secara bersama-sama berkontribusi mensukseskan Pemilu, sesuai dengan fungsi, tugas, dan kedudukan masingmasing. Amin. *** /lis (tulisan ini disarikan dari paparan yang disampaikan pada Rakor dan Sosialisasi Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Kabupaten Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat, Rabu, 26 Februari 2014)


HALAMAN EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Derap

4

Tulang Bawang Barat Ikuti Lomba TOGA tingkat Nasional

Ny. Hasiah Bachtiar Ketua TP-PKK Tulang Bawang Barat

Tim Penilai Lomba Pemanfaatan Hasil Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat Nasional melaksanakan penilaian di Kabupaten Tulang Bawang Barat, yaitu di Kampung Tirta Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Senin (24/02). Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi satu-satunya wakil Provinsi Lampung pada kegiatan lomba tersebut. Kedatangan Tim Penilai disambut oleh Wakil Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, Sekdakab Drs Paryanto MM, para pejabat, unsur PKK, serta aparatur dan masyarakat Kampung Tirta Kencana. Wakil Bupati Umar Ahmad pada kesempatan tersebut mengatakan, Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat bermanfaat untuk kesehatan, namun hingga kini tidak sedikit masyarakat yang kurang peduli terhadap TOGA. Karenanya, Pemerintah Daerah bersama-sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulang Bawang Barat melaksanakan sebuah upaya pembinaan dan pengembangan TOGA di beberapa wilayah, terutama di Kampung Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Pengembangan TOGA dijadikan sebuah program prioritas di bidang pangan yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten

Tulang Bawang Barat. Tujuan utama pembinaan dan pengembangan TOGA yang dilaksanakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat, menurut wakil bupati, adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya pemanfaatan hasil Tanaman Obat Keluarga bagi kesehatan. Tujuan lain dari program ini antara lain adalah: 1. Mendorong terbentuknya kegiatan-kegiatan untuk memacu pertumbuhan usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang obat-obatan herbal; 2. Melestarikan metode pengobatan tradisional; 3. Meningkatkan pemanfaatan hasil TOGA dalam pencegahan dan pengobatan penyakit secara sederhana; dan 4. Meningkatkan kualitas pemberdayaan dan ketahanan keluarga melalui pemanfaatan TOGA. Ketua‌. Di hadapan tim penilai, wakil bupati juga mengatakan, bahwa upaya pembinaan dan pengembangan TOGA di Kabupaten Tulang Bawang Barat dilakukan secara intensif dan terpadu, terutama di Kampung Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah, dimana di kampung ini pemanfaatan TOGA di lahan pekarangan dilakukan oleh seluruh masyarakat, yaitu

dengan menanam sekitar 30 macam tanaman TOGA di rumah masing-masing sesuai kebutuhan rumah tangga untuk pengobatan. Kegiatan lain yang juga dilaksanakan yaitu pemanfaatan hasil TOGA untuk pembuatan jamu serbuk sebagai bentuk pengembangan industri rumah tangga untuk mendukung peningkatan pendapatan masyarakat. Selanjutnya, dilaksanakan pula pemanfaatan TOGA untuk pembuatan insektisida, pestisida, dan fungisida alami guna mendukung pengembangan tanaman organic. Di Kampung Tirta Kencana juga dikembangkan agrowisata bagi pelajar dan masyarakat, yaitu sebagai tempat belajar dan pembibitan berbagai jenis tanaman obat. “Besar harapan kami kiranya kegiatan Penilaian Lomba Pemanfaatan TOGA tingkat Nasional ini menjadi salah satu wahana untuk lebih memacu pengembangan TOGA di Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan karena itulah, sekali lagi kami berharap, agar Tim Penilai Lomba Pemanfaatan TOGA tingkat Nasional selain melaksanakan tugas penilaian pada hari ini, kiranya berkenan pula memberikan pembinaan lebih lanjut kepada kami,� demikian harapan wakil bupati. *** /lis


HALAMAN

5

EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Derap

2014, Terapkan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun Anggaran 2014 telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2013 Tanggal 20 Desember 2013. Secara garis besar , APBD disusun melalui tahapan-tahapan proses sebagai berikut : 1. Penyusunan RKA oleh SKPD, 2. Penyusunan RAPBD oleh TAPD dari hasil kompilasi seluruh RKA SKPD, 3. Pengesahan Perda APBD setelah melalui pembahasan bersama dengan DPRD dan dievaluasi oleh Gubernur, 4. Penyusunan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD oleh TAPD, 5. Penyusunan DPA dari Penjabaran APBD, Ringkasan substansi APBD Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun Anggaran 2014 adalah sebagai berikut : Pertama, pos Pendapatan Daerah ditargetkan mencapai Rp. 605.789.766.939,Rincian sumber Pendapatan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2014 adalah sebagai berikut : 1. Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.10.000.000.000,- atau sebesar 1,65%. 2. Dana Perimbangan sebesar Rp. 514.603.994.475,- atau sebesar 84,95%. 3. Lain –lain Pendapatan Yang Sah, sebesar Rp.81.185.772.464,- atau sebesar 13, 4%. Kedua, pos Belanja Daerah mencapai Rp.606.489.766.939,Pengalokasian belanja daerah adalah sebagai berikut : 1. Belanja Tidak Langsung, sebesar Rp. 268.845.399.172,2. Belanja Langsung, sebesar Rp. 337.644.367.767,Ketiga, Pos Pembiayaan Daerah terdiri atas : 1. Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp. 25.700.000.000,2. Pengeluaran Pembiayaan Daerah, sebesar Rp. 25.000.000.000,Komposisi menurut objek belanja, APBD Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat disajikan sebagai berikut : 1. Belanja Pegawai (Belanja Tidak Langsung) 40,73% 2. Belanja Hibah 0,91% 3. Belanja Bansos 0,03% 4. Belanja Bantuan Keuangan 2,49% 5. Belanja Tidak terduga 0,16% 6. Belanja Pegawai (Belanja Langsung) 6% 7. Belanja Barang dan Jasa 19,05% 8. Belanja Modal 30,63% Komposisi beberapa jenis belanja prioritas berdasarkan Permendagri 27 Tahun 2013 dapat disampaikan sebagai berikut : 1. Belanja Alokasi Kepada Desa 8,9% 2. Belanja Urusan Pendidikan 33,8% 3. Belanja Urusan Kesehatan 11,5% 4. Belanja Urusan Pertanian 5,02% 5. Belanja Infrastruktur 20,26% 6. Belanja Gaji 6% 7. Belanja Modal 30,63% Terhitung sejak 1 Januari 2014, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat telah melakukan perubahan pada sistem akuntansi keuangan daerah dimana terjadi perubahan sistem yang sebelumnya berbasis kas (cash base) menjadi berbasis akrual (acrual base) sebagaimana diamanatkan oleh PP Nomor 71 tahun 2010 dan Permendagri 64 tahun 2013. Karena itu pada tahun ini, akan dilakukan serangkaian sosialisasi dan pelatihan menyangkut transisi sistem akuntansi berbasis akrual tersebut. Untuk implementasi ini, BPKP Perwakilan Provinsi Lampung akan mendampingi secara penuh untuk menjamin suksesnya transisi ini. *** /tat

Drs Paryanto MM Sekdakab Tulang Bawang Barat

Pertahankan WTP ! “Kita telah dua kali meraih predikat Opini WTP dari BPK, yaitu atas Laporan Keuangan tahun 2011 dan Laporan Keuangan tahun 2012. Saat ini Badan Pemeriksa Keuangan masih melaksanakan audit atas Laporan Keuangan tahun 2013, dan saya berharap agar para pengelola keuangan di seluruh satuan kerja agar dapat secara aktif memberikan bahanbahan yang diperlukan atas pemeriksaan tersebut. Perlu saya tegaskan kembali, bahwa pemeriksaan oleh BPK akan saya jadikan salah satu bahan evaluasi terhadap kinerja para pimpinan satuan kerja, dan begitupun saya juga berharap agar pemeriksaan oleh BPK tersebut juga dijadikan bahan evaluasi dari para pimpinan

satuan kerja terhadap bawahan yaitu para pengelola keuangan di satker masing-masing.� Demikian antara lain isi pengarahan tertulis Bupati Tulang Bawang Barat yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Syakib Arsalan SE selaku pembina upacara pada upacara bulanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, di Panaragan, Senin (17/02). Selain mengingatkan tentang target mempertahankan WTP, pada kesempatan itu juga disinggung tentang beberapa PR yang harus dihadapi oleh aparatur Pemerintah Daerah, diantaranya yaitu persiapan pelaksanaan MTQ tingkat

kabupaten dan tingkat provinsi; persiapan pelaksanaan Lomba Tanaman Obat Keluarga tingkat Nasional; persiapan pelaksanaan Lomba UKS atau Sekolah Sehat tingkat Nasional; persiapan pelaksanaan PORPROV di Kalianda, Lampung Selatan; dan persiapan pelaksanaan HUT ke-5 Kabupaten Tulang Bawang Barat. Diharapkan Satuan-Satuan Kerja yang terkait dalam pelaksanaan beberapa even atau kegiatan tersebut kiranya dapat makin mematangkan berbagai persiapan yang perlu dilakukan, sehingga nantinya kegiatan-kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan sebaikbaiknya, serta menghasilkan prestasi atau manfaat yang besar pula bagi kita semua. *** /lis


HALAMAN EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Derap

6

Rencana Mapolres di Pagar Dewa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan wilayah Kecamatan Pagar Dewa, khususnya di Kampung Pagar Dewa. Selain pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, di wilayah Tubarat juga akan dibangun terminal induk dan Kantor Mapolres. “Jadi, kebetulan saya baru saja bertamu dari Polres Tulangbawang. Mereka (Polres) sengaja saya undang guna membahas mengenai pembangunan Kantor Polres. Sesuai kesepakatan, rencananya Mapolres Tubarat akan kita dirikan di Kampung Pagar Dewa,” kata Fauzi Hasan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulang Bawang Barat. Dikatakan, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian tanahnya. “Kita sedang upayakan untuk membebaskan sebidang lahan milik PT. Pranasta Abadi. Saat ini masih dalam proses untuk memastikan lahan

itu. Untuk luasnya belum bisa dipastikan, karena masih dalam pengkajian,” terangnya. Fauzi menyatakan, pihaknya sangat mendukung untuk pelebaran jalan poros Penumangan (Simpang Tugu Pahlawan) menuju Pagar Dewa. Sebab, jalan itu akan menjadi jalur alternatif nantinya. “Kita sangat merespon untuk pelebaran jalur Penumangan-Pagar Dewa, karena jalan poros itu merupakan jalur alternatif. Apalagi, saat ini wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat masih terbelah dua, yang nantinya akan dihubungkan dengan jembatan Way Kiri yang kini sedang dibangun,” imbuhnya. Ditambahkan, pada tahun 2014 ini, di Perempatan Pagar Dewa juga akan dilebarkan dan ditengah-tengahnya akan dibangun tugu. “Bupati Bachtiar Basri juga berencana untuk memperbaiki makam, termasuk pembebasan beberapa lahan untuk dibuat tempat kuliner atau tempat singgah,” paparnya.***/net/jer

Bupati Tulang Bawang Barat Bachtiar Basri saat berkunjung di Pagar Dewa

2014 Tidak Ada Pilkakam Bupati Tulangbawang Barat Bachtiar Basri tidak mengizinkan pemilihan kepala kampung digelar pada 2014. Hal tersebut mengacu dengan surat edaran Mendagri bernomor 140/7635/PMD tanggal 8 November 2013 tentang Pemilihan kepala kampung/desa. “Karena berbarengan dengan pemilu 2014, semua pemilihan kepala kampung ditunda sampai 2015. Bagi kepala kampung yang habis masa jabatannya akan ditunjuk penjabat sementara,”kata bupati melalui Kabag Tapem, A. Hariyanto. Hariyanto mengatakan ditiadakannya pilkakam pada tahun ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang berakibat menghabat pemilu 2014. Dia menjelaskan dalam surat edaran Mendagri tersebut terdapat tiga hal yang harus dijalankan. Pertama, Pilkakam ditiadakan karena ada pileg dan pilpres. Kedua, kepala daerah menunjuk penjabat kepala kampung. Ketiga, penjabat kepala desa melaksanakan tugas sehari-hari sesuai tupoksi. “Masa berlaku penjabat kepala desa enam bulan, dan bisa

diperpanjang lagi enam bulan,”kata dia Penjabat kepala kampung, nantinya dilantik bupati. Calonnya bisa PNS, tokoh masyarakat, atau perangkat kampung. Penjabat itu merupakan hasil musyawarah badan permusyarawatan kampung (BPK), atas persetujuan camat untuk diusulkan ke bupati. Hariyanto mengatakan berdasarkan data terdapat 39 kepala kampung yang jabatannya habis pada 2014. Kampungkampung tersebut tersebar di delapan kecamatan yakni, Tulangbawang Tengah sebanyak 5 kampung, Tumijajar (1), Tulangbawang Udik (7), Gunungterang (11), Gunungagung (3), Waykenanga (3), Lambukibang (4), dan Pagardewa (5). Jumlah ini belum termasuk 14 kampung baru yang baru dibentuk pada tahun 2013. “Semua kampung yang jabatan habis tahun ini rencananya akan digelar secara serempak pada tahun 2015. Saat ini, kami sedang menunggu usulan dari camat terkait pengisian jabatan kakam tersebut,”kata dia. ***/net/jer

Pemkab Siapkan Dana RSMW dan ADK Pemkab Tulangbawang Barat menyiapkan dana sebesar Rp7,6 miliar untuk mendanai program Ragem Sai Manggi Wawai (RSMW). Program unggulan kabupaten ini rencananya akan digunakan untuk membangun kampung dengan alokasi dana sebesar Rp80 juta/ kampung. Pada tahun sebelum, dana RSMW tersebut sebagian besarnya diperuntukkan untuk pembudidayaan kambing peranakan

etawa (PE). Namun, tahun ini kegiatan lebih difokuskan pada kegiatan fisik yang menyetuh langsung masyarakat. Kegiatan RSMW tahun ini banyak digunakan untuk fisik. Sisanya kegiatan ekonomi kerakyatan,»ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung/ Kelurahan (BPMPK), Bastari melalui Kabid Pemerintahan Kampung dan Kelurahan,Nurul Fuadi, ***/net/jer


HALAMAN

7

EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Derap

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung Ambar Wahyuni memberikan pengarahan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang di hadiri oleh Bupati Tulang Bawang Barat Bachtiar Basri, Sekda Paryanto, serta Pejabat Esselon II dan III. Seusai Rapat Koordinasi. di Ruang Rapat Bupati, Panaragan. Rabu (19/02).

Terima Pesanan Batik KELOMPOK perajin batik di Tuba Barat kini sudah mulai memproduksi batik dengan motif khas daerah itu. Bahkan, para perajin yang berada di bawah binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat itu sudah menerima pesanan meski masih dalam skala kecil.     Kabid Industri pada Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskoperindag UMKM) Tuba Barat Mukhlisin menjelaskan, setelah mengikuti beberapa pelatihan membatik beberapa waktu lalu, baik yang diadakan di Tuba Barat ataupun luar daerah, para perajin kini mulai diarahkan untuk memproduksi kain batik.     ’’Ada sekitar 10 perajin yang saat ini aktif membuat batik di gedung Dekranasda Tuba Barat. Dan kegiatan mereka itu sudah berjalan sekitar

tiga bulan ini,» ungkap Mukhlisin.     Menurut dia, dalam proses pembuatan batik tersebut, para perajin tetap diawasi dan dibina oleh ahlinya. Artinya, kata dia, mereka tidak dilepas begitu saja. Karena kualitas hasil kerajinan tetap menjadi perhatian khusus dalam produksi kain batik tersebut.     ’’Mbah Barmo selaku pelatihnya tetap memberikan pembinaan kepada para perajin. Bahkan khusus untuk kelompok batik di Dekranasda ini, dialah yang mengelolanya,” Tambah Mukhlisin.     Untuk mendukung pemasarannya, pihaknya sudah mulai melakukan promosi. Bahkan rencananya hasil kerajinan batik tersebut selalu ditampilkan pada eveneven pameran yang diikuti Tuba Barat, baik tingkat kabupaten hingga nasional. ***net/jer

Kembangkan Sekolah Wawasan Lingkungan GUNA menanamkan pemahaman sejak dini tentang pentingnya kelestarian lingkungan, Pemkab Tuba Barat melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD ) akan menjalankan program Sekolah Adiwiyata atau Sekolah Berwawasan Lingkungan.     Program tersebut

secara nasional telah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu, namun di Tuba Barat baru dilaksanakan untuk kali pertamanya tahun 2014. Rencananya dimulai Maret mendatang.     Kepala BPLHD Tuba Barat Syamsul Komar menjelaskan, program tersebut bertujuan agar anak didik bisa memahami arti penting keberadaan

lingkungan. Sehingga ke depannya mereka dapat lebih menjaga lingkungan di sekitarnya.     ’’Karena sasaran kita adalah sekolah, maka akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Yang jelas, kita sudah siap menjalankan program yang sangat bermanfaat tersebut,” ungkapnya.     Sebagai tahap awal, lanjut dia, ada sembilan

sekolah yang menjadi target dalam program tersebut. Terdiri 3 SD, 3 SMP, dan 3 SMA/ SMK. ’’Karena ini baru kali pertamanya di Tuba Barat, maka baru beberapa sekolah saja yang akan menjadi target kita. Namun ke depannya tidak menutup kemungkinan bagi sekolah-sekolah lainnya,” cetusnya.*** net/jer


HALAMAN EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Derap

8

Asisten Bidang Adminitrasi Umum Perana Putra menghadiri acara pengajian sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid Baiturrahman yang berlangsung di Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Kamis (06/02)

Pustakawan Sekolah se-Tulang Bawang Barat Ikuti Bimtek Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat bekerjasama dengan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perpustakaan Sekolah, dilaksanakan di Aula SMKN 1 Tulang Bawang Tengah, Pulung Kencana, Selasa— Kamis (18—20/02). Kegiatan Bimtek itu diikuti kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan sekolah seKabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Tulang Bawang Barat, Herwan Sahri SH MH. Ketua ATPUSI Tulang Bawang Barat, Herianti Lestari, SPd, mengatakan, kegiatan Bimtek itu bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengelola perpustakaan sekolah tentang manajemen perpustakaan dan kepustakawanan. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan profesionalisme tentang ilmu perpustakaan dan teknologi perpustakaan. Pemateri dalam Bimtek itu berasal dari unsur Dinas Pendidikan dan juga pengurus ATPUSI. Peserta merupakan utusan dari sekolah SD, SMP, hinga SLTA dari berbagai kecamatan. *** /lis


HALAMAN

9

EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

SMAN 3 Tulang Bawang Tengah

Ingin Maju dan Berkontribusi bagi Daerah Kehadiran SMAN 3 Tulang Bawang Tengah yang belum lama berdiri di Kampung Penumangan disambut sangat baik oleh sebagian besar warga masyarakat. Hal ini sangat dimaklumi karena sebelumnya masyarakat setempat harus menyekolahkan anaknya ke jenjang SLTA dengan jarak yang agak jauh, yaitu yang terdekat di Panaragan. Sebagai sekolah yang relative muda usianya, SMAN 3 Tulang Bawang Tengah memang masih dihadapkan pada fasilitas pendukung yang terbatas. Hal ini diakui oleh H Sulesman Arsyad, S.PdI yang ditunjuk menjadi kepala sekolah tersebut.

“Belum ada apa-apa, mas,” demikian ungkap Sulesman kepada kru Gema TBB menggambarkan keadaan fasilitas di sekolahnya. Namun, kendati berjuang di tengah keterbatasan, jajaran guru dan siswa di sekolah tersebut memiliki semangat dan cita-cita yang sangat mulia. “Harapan saya sebagai kepala sekolah ialah agar sekolah ini menjadi maju dan lebih baik kedepannya untuk Kabupaten Tulang Bawang Barat,” demikian kata Sulesman. Salesman menjelaskan, program-program prioritas di SMAN 3 Tulang Bawang Tengah adalah berupaya meningkatkan mutu pendidikan, serta

SMP Bina Desa, Penumangan Baru

Menatah Prestasi dari Kawasan Perkebunan SMP Bina Desa merupakan salah satu sekolah swasta di Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Lokasinya berada di sekitar area perkebunan milik PT Huma Indah Mekar, di Kampung Penumangan Baru. Saat ini sekolah tersut memiliki 236 siswa dan diasuh oleh 19 orang guru. Sebagai sekolah swasta, sekolah ini memiliki fasilitas yang relative memadai. Sebut saja, ada Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa, Perpustakaan, Ruang UKS, ruang belajar 9 buah, dan fasilitas ruang MCK. Kepala SMP Bina Desa, Giyatna SPd mengaku bahwa sekolahnya bukan sekolah tenar, dan tidak banyak orang tahu apalagi lokasinya yang jauh dari keramaian kota, lagipula letak bangunannya berada di tengah salah satu unit perkebunan karet milik perusahaan. “Tetapi kalau soal pencapaian prestasi, bisa diperhitungkan,” demikian kata dia.

Giyatna merinci, sekolah yang dipimpinnya memang beberapa kali meraih prestasi yang cukup membanggakan, seperti juara I Olympiade Matematika tingkat Kabupaten Tulang Bawang; juara III LCC tingkat Kecamatan Tulang Bawang Tengah tahun 2006; juara I Olympiade Biologi tingkat Kabupaten Tulang Bawang tahun 2006; juara III LCC tingkat Kecamatan Tulang Bawang Tengah tahun 2013. Kemudian, di bidang nonakademis: juara I Bulutangkis tingkat Kabupaten Tulang Bawang; juara I Sepakbola HUT SMAN 1 Tumijajar; dan juara I Indonesia CSR Award 2011 tingkat Nasional yang diberikan oleh Kementerian Sosial. Namun, di tengah prestasi siswa dan juga semangat tinggi untuk maju, Giyatna mengaku tetap saja ada permasalahan-permasalahan yang kerap muncul. “Saya merasa minat baca siswa terhadap ilmu pengetahuan sangat kurang, baik yang berkaitan dengan pelajaran maupun pengetahuan

umum. Kemudian, kurangnya kepedulian wali murid terhadap perkembangan belajar putraputrinya,” demikian kata dia. Untuk mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut, Giyatna punya kiat, diantaranya dengan melengkapi buku pelajaran dan referensi untuk menumbuhkembangkan minat baca siswa dan menggali karakter siswa/siswi melalui buku referensi tersebut. Kemudian selalu pro aktif dan komunikatif dengan wali murid dan warga sekolah, dan juga selalu berkomunikasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Giyatna masih memiliki harapan tinggi terhadap sekolahnya. Dia ingin SMP Bina Desa menjadi sekolah swasta unggulan untuk tingkat Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dia juga ingin lulusan dari SMP Bina Desa dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah favorit baik di tingkat Kabupaten Tulang Bawang Barat maupun di luar Kabupaten Tulang Bawang barat. *** /tat

mengembangkan kedisiplinan terhadap siswa-siswi dan guru. Jumlah seluruh siswa-siswi yang ada di SMA ini berjumlah 90 orang. Sedangkan jumlah tenaga pengajar yang tersedia berjumlah 16 tenaga pengajar honorer. Kegiatan ekstrakulikuler yang dikembangkan di sekolah ini yaitu Paskibraka, Pramuka, Seni Tari dan Olahraga. “Hal penting yang ingin saya sampaikan, mohon perhatian atau partisipasinya terhadap sekolah SMA N 3 Tulang Bawang Tengah, dikarenakan fasilitasnya belum ada untuk kemajuan sekolah ini,” demikian Sulesman sangat berharap. *** /jar


HALAMAN EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Info Sehat

10

7 Manfaat Ketimun Untuk Kesehatan Ketimun adalah sayuran keempat yang sangat banyak dibudidayakan didunia. Disamping itu, manfaat ketimun untuk kesehatan lalu dikenal luas, sampai kerap dikatakan sebagai makanan super. Sesuatu website bernama naturalnews melansir sebagian faedah manfaat bagi kesehatan dari ketimun, supaya penduduk luas mengetahuinya, seperti dibawah ini : Sumber Vit. B serta C. Ya, ketimun yaitu sumber yang baik dari Vit. B. anda bisa mengonsumsi sepotong ketimun sebagai makanan ringan, serta rasakan faedahnya. Kulit ketimun lalu kaya Vit. C, sampai baiknya anda mengonsumsi ketimun dengan kulitnya juga. Menghindar dehidrasi. Kandungan air dari ketimun nyaris 95%, hingga bisa menolong menghindar dehidrasi. Menyembuhkan kulit terbakar. Kulit ketimun bisa dipakai sebagai obat untuk kulit yang terbakar akibat cahaya matahari. Untuk kulit yang iritasi lalu, kulit ketimun bisa menolong kurangi dampak sakitnya. Langkahnya cukup tempelkan kulit ketimun dibagian kulit yang sakit, lantas diamkan sampai sebagian menit. Mata bengkak. Anda yang kerap alami mata capek serta bengkak, kompres mata dengan ketimun yang dipotong kecil. Ketimun mempunyai karakter anti-inflamasi hingga bisa kurangi bengkak. Melawan kanker. Kandungan lariciresinol, pinoresinol, serta secoisolariciresinol pada ketimun sudah dapat dibuktikan didalam sebagian penelitian berkenaan dengan penurunan efek sebagian type kanker layaknya kanker payudara, ovarium, kanker rahim, serta prostat.

Pemutih Gigi Alami

Pemutih gigi alami – Pada saat ini ada banyak produk pemutih gigi yang dijual di pasaran. Anda hanya harus pandai memilih apakah menggunakan pemutih gigi yang berbahan kimia atau yang berbahan alami. Jawabannya adalah sangat tergantung pada gaya hidup yang anda jalani sehari-hari. Jika anda adalah seorang perokok atau punya kebiasaan minum kopi, maka kemungkinan besar anda akan mendapatkan noda pada gigi yang sulit dihilangkan. Dalam kasus ini anda harus menggunakan produk pemutih gigi secara teratur. Gigi Putih Cemerlang Meskipun banyak solusi yang ditawarkan

di pasaran, anda tidak harus membebankan kantong anda untuk membeli berbagai produk yang mahal. Anda dapat membuat sendiri produk pemutih gigi alami di rumah untuk penggunaan pribadi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa produk yang berbahan dasar alami selalu lebih baik dari yang berbahan dasar kimiawi. Membuat pasta gigi dari natrium bikarbonat adalah salah satu ide yang bagus untuk memutihkan gigi. Anda dapat menggunakan bubuk kering atau mencampurkan dengan air dan membuatnya menjadi pasta tebal untuk anda gunakan. Anda juga dapat mencampurkan pasta buatan anda dengan pasti gigi

biasa yang anda gunakan sehari-hari. Opsi lain adalah menggunakan jeruk nipis. Buah ini terkenal dapat menghilangkan noda. Anda dapat mencampurkannya dengan pasta gigi anda atau menggunakannya langsung pada gigi anda. Buah-buahan lain yang bersifat asam seperti stoberi dan lemon memang dapat membantu memutihkan gigi akan tetapi anda harus tetap menjaga agar tidak menggunakannya dalam intensitas yang berlebihan karena akan dapat menggerus lapisan terluar gigi anda. Baking soda juga bisa menjadi alternatif lain untuk memutihkan gigi anda. Ada banyak jenis pasta gigi

yang mencampurkan baking soda kedalam produk mereka, akan tetapi anda juga dapat menggunakan baking soda murni tanpa dicampur apapun. Ingatlah selalu untuk menyikat gigi anda dengan dengan lembut, gerakan sikat yang terlalu bertenaga juga memungkinkan lapisan terluar gigi anda ikut tergerus. Gigi yang bersih dapat menunjang senyum anda dan kesan pertama berjumpa dengan orang lain. Menjaga kesehatan mulut tidak hanya untuk penampilan tapi juga mencegah anda menjadi pasien dokter gigi. ***/net/des

Meredakan bau mulut. Ambillah seiris ketimun, lantas masukkan ke mulut serta tekan pada langit-langit dengan lidah anda. Biarlah 30 detik supaya phytochemcials dapat bekerja membunuh bakteri pemicu bau mulut. Menyembuhkan diabetes serta kolesterol. Jus ketimun bisa menolong pankreas menghasilkan insulin, yang baik untuk pasien diabetes. Disamping itu, jus ketimun lalu dapat turunkan kolesterol serta mengatur tekanan darah, baik itu darah tinggi atau darah rendah. ***/net/jer

Apel, Hindari Penuaan Sampai Kurangi Risiko Kanker One apple a day, arti ini dipakai untuk anda yang pingin diet sehat serta menyenangkan. Manfaat apel untuk kesehatan memanglah telah dikenal luas, bila anda tetap belum yakin perihal faedah sesuatu apel, di bawah ini penjelasan menarik perihal faedah apel. Apel memiliki

kandungan antioksidan yang baik untuk menghindar beragam penyakit. Buah ini mempunyai karakter anti penuaan yang pasti digemari beberapa wanita. Apel adalah di antara buah yang kaya dapat antioksidan yang bisa menghindar serta kurangi risiko kanker, penyakit jantung, juga baik untuk kecantikan kulit anda, demikianlah yang ditulis

magforwoman. Tak hanya antioksidan, apel juga mempunyai serat yang menolong gerakan usus, serta menolong menghindar kanker usus besar. Manfaat serat ini baik untuk menambah kesehatan pencernaan dengan total. Walau kandungan serat nya tidak terlampau tinggi, tetapi kandungan serat

apel baik sebagai di antara sumber menu diet anda. Konsumsi apel dengan teratur di gabung dengan berolahraga bisa kurangi berat badan anda dengan penting. Beberapa pakar menilai, makan apel yaitu di antara langkah yang bagus untuk memuaskan rasa apel anda. ***/net/des


HALAMAN

11

EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

Forum

Hendry Cuy saya ber harap di usia yg ke 5 th ini kab TBB makin maju dlm berbagai bidang, terutama dalam meningkat kan kesejahteraan masyarakat..........

Edi Zulkarnaen tidak semua masyarakat yang ada di tuba barat, memiliki pandangan baik terhadap apa pun yang sudah di hasilkan oleh jajaran pemerintah kita saat ini, namun itulah dinamika dalam kehidupan, terlebih lagi menghadapi berbagai ragam keinginan warga, namun kita perlu berpandangan positif dan mengapresiasi pemkab tentang apa yang telah di lakukan dalam beberapa thn terakhir, meskipun belum maksimal namun perubahan2 telah kita lihat hslny. berfikir positif lalu lihat dari sudut pandang yang tajam, saling dukung, insya Allah kedpn akan lbh baik.

Bertharachmaja Ya Ntue'nmaku Smoga Kab. TBB menjadi Kabupaten yg lbih maju n sukses dg mningkatkan pelayanan kesehatan,pndidikan,n plaksanaan brbagai macam pembangunan yg berkarya guna dlm memberi solusi n inovasi untk mensejahterakan masyarakat,mnciptakan keamanan,ketertiban n meningkatkan solidaritas bermasyarakat ( Ragem Sai Mangi Wawai ). "Lanjutkan Pembangunan Pro Rakyat,serta Utamakan Kedisiplinan, n Rasa Tanggung Jawab".

Armudi Arsyad Buktikan..pembangunan melalui "APBD PRO RAKYAT" dg hasil nyata dn berkwalitas.! Maju terus RAGEM SAI MANGI WAWAI."

Purnomo Edy Pesan dan kesan saya, lebih ditingkatkan program2 yang pro rakyat, infrastruktur jalan maupun jembatan khususnya di wilayah utara. Kesan bangga dgn usia ke5 ulang tahunnya kt menjadi garda terdepan DOB diLampung , Bravo TBB

Verta Tuan'pengaturnya Tuan'rajoalam Smoga dengan bertambahnya usia kab. tubabarat menjadi kabupaten yang lebih baik dari tahun-tahun lalu serta dpt menjadi kabupaten terbaik dari kabupaten lain di prov lampung,..amin Kabupaten Tulang Bawang Barat Is the best,,

Wira S. T Selamat Ulta TUBA-BARAT harapan saya semoga tuba-barat lebih maju dan lebih PRO AKTIP lagi demi kemajuan kabupaten kita dibidang pembangunan, Pertanian, Kesehatan, Keamanan dan ciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran. Di kabupaten Tuba-Barat

Marsudi Hasan Mudah2an berfikir lebi dewasa dan dapat lebih dekat ke masyarakat paling bawah,serta memperhatikan kampung pemekaran ....hehehe

Andreas Sinaga Saya berharap TUBABARAT menjadi lebih maju dalam segala bidang baik ekonomi, pendidikan, yang terutama adalah pendidikan agama serta moral yang baik...juga TUBABARAT aman dari segala macam kriminalitas.. jangan sampai TUBABARAT dipenuhi begal ..semoga keamanan kemakmuran dan keadilan tercipta di kabupaten yang kita cintai Ini.


CMYK

JIHIeN

Kiprah

HALAMAN

EDISI 38/TAHUN IV/FEBRUARI 2014

12

Oleh: Aspriyanto

Dicari : MANUSIA YANG KHALIFAH Seorang Ustad yang tak pernah mendapatkan jadwal sebagai khotib walaupun di Masjid kampungnya sendiri pernah bilang kepada Saya bahwa masih sedikit manusia yang menganggap dirinya khalifatulloh. Dunia saat ini disesaki dengan manusia yang merasa dirinya adalah “seseorang”, yaitu manusia yang hanya disibukkan oleh ego eksistensinya nya sebagai seseorang. Sebuah generasi y ang akan mewariskan kepada anak cucunya malapetaka ekonomi akibat ketamakan demi memperindah singgasana “seseorang” nya, yang akan memunculkan malapetaka ekologi akibat otoriternya kepada seluruh anggota alam termasuk tanah, hutan, dan sungai beserta isinya. Manusia yang merasa dirinya “seseorang” akan jauh dari sikap demokratis pada seluruh anggota alam, seluruh makhluk Allah, dan sesama manusia. Kita merindukan lahirnya seorang khalifatulloh yang akan memiliki komitmen sosial di dalam kerangka duniawi dan ukhrowi, menyumbangkan diri bagi prosesproses sosial, ekonomi, tata politik, hukum dan kebudayaan yang membuat orang tak “terpaksa” mencuri, tak “terkondisi” untuk korupsi, menindas, dan berzina. Seorang khalifatulloh juga tidak akan terjebak dengan kesibukkan tata kramanya sebagai hamba Allah yang hanya menjaga

ibadah fardu dan sunnah sehari-hari demi memenuhi buku catatan amal pribadinya sehingga melalaikannya akan keadaan tetangganya yang kelaparan. Sibuk bicara halal dan haram, membenci bahkan memarahi orang yang lalai dengan alasan membela hukum Allah. Padahal Allah tidak cerewet, tidak cengeng oleh sikap abai manusia kepada-Nya. Allah sendiri telah menyediakan lembaga peradilan atas dosa dan pahala manusia, manusia tidak perlu mengambil alihnya dengan budaya keagamaan manusia. Dalam konteks terkini, panggung politik sebenarnya dapat dijadikan metode bagi usaha kekhalifahan, walaupun sejarah belum pernah mencatat hal itu berhasil diwujudkan. Tapi setidaknya seseorang yang duduk sebagai Presiden, Gubernur, Bupati atau Anggota Legislatif dimana mereka mau memahami hak-hak anggota alam ini, hak-hak manusia, yang menggabungkan diri bagi proses-proses sosial, dan ia tidak mementingkan egonya sebagai seseorang, maka sesungguhnya Allah telah ada dalam perniagaan dunia dan ukhrowinya dan Ia telah ada di kelas yang lebih tinggi : Khalifatulloh Ustad yang rumahnya baru dibobol maling itu menarik nafas agak dalam sebelum akhirnya dia mengucapkan, Insya Alloh.

Dwi Yutika Meria

“Saya ingin menjadi Polwan” Di sela-sela acara pelepasan kontingen Tulang Bawang Barat yang akan mengikuti Porprov VII, beberapa waktu lalu, tatapan kru Gema TBB yang meliput kegiatan tersebut sempat menangkap sesosok gadis yang terlihat penuh semangat hendak berlaga di ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut. Nama gadis itu adalah Dwi Yutika Meria, seorang atlit bola volley. Remaja manis kelahiran Kagungan Ratu, 17 Mei 1996, saat ini masih bersekolah di SMAN 1 Tumijajar. Sepertinya dia memang sangat ideal menjadi atlit bola volley, mengingat tinggi badannya yang 172 cm. Tetapi, kendati senang menggeluti olahraga, tetapi Dwi Yutika ternyata mengaku lebih senang kalau kelak menjadi seorang Polwan. “Sejak kecil saya berkeinginan menjadi seorang polisi wanita,” demikian kata dia. Mengingat saat ini dirinya masih sekolah, maka Dwi Yutika tetap konsen menuntut ilmu, sembari terus berlatih bola volley di GOR Kagungan Ratu dan juga lapangan bola volley Panaragan Jaya. “Saya latihan rutin untuk memaksimalkan kecakapan agar mendapatkan hasil yang terbaik,” tambah Dwi Yutika yang dari bola volley dirinya pernah meraih juara II Olimpiade Olahraga dan Sains tingkat provinsi. Berlaga di ajang Porprov, Dwi Yutika mengaku sangat berat mengingat pesaing dari kabupaten lain yang cukup bagus. Namun, dia merasa sangat senang dan bangga ditunjuk mewakili Kabupaten Tulang Bawang Barat. Terselip harapan yang terlontar dari bibir Dwi Yutika, bahwa mudahmudahan di masa mendatang Kabupaten Tulang Bawang Barat akan memiliki lebih banyak lagi atlet berprestasi di cabang masing-masing. *** /tat

CMYK


Edisi 38 februari 2014