Issuu on Google+

Jerry Johandy 1401114751 / 07PBM

1. Internet impact on the macro-environtment Lingkungan Makro Perusahaan Lingkungan Makro perusahaan merupakan kekuatan social yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan mikro perusahaan. Lingkungan makro perusahaan terdiri dari: Lingkungan demografis, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.

1. lingkungan politik dan hukum: politik dan hokum berhubungan dengan issu pada level organisasi yang berbeda

-

Pajak merupakan issu yang sulit di e-commerce

2. Lingkungan ekonomi: Lingkunfan ekonomi berhubungan dengan perkembangan ekonomi denagn konteks Negara, daerah, atau secara global. Daktor yang penting adalah :

-

Kesukaan dan pertukaran

-

Evolusi stock pasar

-

Pertumbuhan ekonomi

3. Lingkungan sosial: Lingkungan social memiliki factor seperti populasi demografi, distribusi pendapatan diantara sektor sosial dan sikap yang berbeda-beda. Pola pengguna online juga menjadi sesuatu yang poenting yang bisa hitung melalui persen populasi yang menggunakan email, informasi web atau transaksi pembelian.

4. Lingkungan natural: Kebanyakan retailer dinegara spayol dan inggris menganggap bahwa penjualan online merupakan salah satu pertumbuhan bisnis.

5. Lingkungan teknological: Untuk e-bisnis, lingkungan teknologi sangatlah penting. Internet bisa membawa perkembangan teknologi dengan menggunakan bahasa seperti html, xml, tcp/ip. Infrastruktur dari jaringan juga berubah dan alat penyimpanan juga memiliki teknologi yang tinggi.

2. internet impact on 5 forces industry framework • Entri (Memasuki Industri) Hambatan masuk dikatakan kuat, apabila : 1. Skala ekonomi luas. Skala ekonomis mengarah pada upaya penurunan biaya per unit produk.Skala ekonomi menghalangi pendatang baru karena faktor ini memaksa pesaing untuk


memilih industri dengan skala besar (yang umumnya beresiko tinggi dan berbiaya tinggi) atau harus menerima ketidak-unggulan biaya (profitabilitas yang lebih rendah). 2. Diferensiasi produk besar. Differensiasi produk artinya perusahaan yang mapan memiliki identifikasi merek dan loyalitas cutomer yang berakar pada periklanan, pelayanan pelanggan, perbedaan produk dimasa yang lampau.Diferrensiasi menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi loyalitas pelanggan yang ada. 3. Kebutuhan modal besar. Kebutuhan untuk menanamkan sumberdaya keuangan yang besar agar dapat bersaing menciptakan hambatan masuk. 4. Akses ke saluran distribusi yang luas. Hambatan masuk dapat ditimbulkan dengan adanya kebutuhan dari pendatang baru untuk mengamankan distribusi produknya.Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang telah mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara-cara seperti penurunan harga dan diskon. 5. Biaya beralih pemasok besar. Hambatan masuk tercipta dengan adanya biaya beralih pemasok, semakin tinggi biaya beralih pelanggan, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru 6. Dilindungi oleh peraturan pemerintah. Kebijakan pemerintah dapat membatasi pendatang baru dengan peraturan perijinan, peraturan periklanan, dan sebagainya • Kekuatan dari pemasok Pemasok menyediakan dan menawarkan input yang diperlukan untuk memproduksi barang atau menyediakan jasa oleh industri atau perusahaan. Organisasi di dalam suatu industri bersaing antar satu dengan lainnya untuk mendapatkan input seperti bahan baku dan modal. Apabila pemasok mampu mengendalikan perusahaan dalam hal penyediaan input, sedang industri tidak mempunyai kemapuan untuk mengendalikan pemasok maka posisi tawar industri menjadi lemah dan sebaliknya psosisi tawar pemasok menjadi kuat. Kekuatan tawar menawar pemasok tinggi apabila : 1. Jumlah pemasok utama. Pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih terkonsentrasi dibandingkan industri dimana para pemasok menjual produknya 2.Ketersediaan substitusi. Pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual kepada industri 3. Produk kelompok pemasok terdiferensiasi atau pemasok telah penciptaan switching cost. 4. Ancaman integrasi dari pemasok. Kelompok pemasok memperlihatkan ancaman yang meyakinkan untuk melakukan forward integration 5.Biaya beralih pemasok. Biaya peralihan yang harus dikeluarkan cukup tinggi apabila berganti pemasok • Kekuatan dari pembeli Pembeli atau pelanggan di sini terdiri dari pelanggan individu dan pelanggan organisasi.Dalam industri pertambangan tidak terdapat perantara antara industri dengan pemakai atau konsumen akhir. Pelanggan mempunyai posisi tawar yang kuat apabila : 1. Jumlah konsumen sedikit. Semakin sedikit jumlah konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh alternatif pembeli jika pembeli beralih. Kondisi ini membuat penjual bersedia memberikan hadiah atau kelonggaran dalam bentuk lain kepada pembeli. 2. Daya beli konsumen rendah. Semakin rendah daya beli konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh konsumen karena kemampuan kemampuan konsumen sangat terbatas. 3. Biaya berganti merek rendah. Jika biaya yang harus dikeluarkan pembeli untuk beralih pada brand pesaing atau produk substitusi adalah rendah, maka kekuatan kompetitif pembeli cukup kuat. 4. Loyalitas konsumen rendah. Semakin tinggi tingkat loyalitas konsumen, semakin kuat posisi tawar-


menawar mereka. 5. Informasi yang dimiliki lengkap. Jika pembeli memiliki informasi yang baik tentang produk penjual, harga dan biayanya.Semakin baik informasi yang dimiliki pembeli, semakin kuat posisi tawar-menawar mereka. • Substitusi dan Komplemen Produk pengganti dapat memberikan pilihan bagi pelanggan dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Tersedianya produk substitusi di pasar membuat pembeli membandingkan kualitas, performa dan harga produk dengan produk substitusinya. Tekanan dari tiga faktor adalah : 1. Harga dari produk substitusi cukup atraktif bagi pembeli 2. Apakah produk substitusi memiliki kualitas , performance, dan atribut lain yang dapat memuaskan pembeli. 3. Tingkat kemudahan pembeli untuik beralih kepada produk substitusi Produk substitusi yang tersedia di pasar dengan harga atraktif menciptakan tekanan persaingan dengan adanya plafon harga bagi perusahaan pemain dalam industri sehingga mereka harus memberikan insentif agar pembeli tidak beralih pada produk substitusi • Industri Pesaing Analisis pesaing memungkinkan suatu organisasi menilai apakah organisasi tersebut dapat bersaing dengan sukses di dalam suatu pasar yang memberikan peluang-peluang keuntungan. Persaingan antara pemain industri dikatakan kuat, apabila : 1. Jumlah pesaingnya bertambah, serta ukuran perusahaan pesaing dan kapabilitasnya menjadi relatif sama. 2. Jika permintaan pasar bertumbuh lambat. 3. Jika kondisi industri membuat pesaing menggunakan strategi pemotongan harga atau senjata kompetitif lain untuk meningkatkan unit volume penjualan secara signifikan. 4. Jika salah satu atau lebih pesaing tidak puas dengan posisinya di pasar dan meluncurkan tindakan untuk memperkuat posisinya dengan memanfaatkan expense dari pesaing-pesaingnya 5. Jika biaya beralih customer kepada brand lain rendah 6. Persaingan meningkat dalam proporsi sampai ukuran pembalasan kesuksesan dari manuver strategis suatu perusahaan 7.Jika biaya untuk keluar dari industri lebih tinggi daripada biaya untuk tetap berada dalam industri dan bersaing 8.Jika pesaing semakin beragam dalam visi, sumber daya dan asal negara 9. Jika perusahaan kuat dari luar negeri mengakuisisi perusahaan lemah dalam negeri dan meluncurkan tindakan agresif dengan dana yang sangat mencukupi untuk merubah perusahaan yang baru di akuisisinya menjadi pemain besar di pasar. 3. Bagaimana internet dapat membuat perusahaan mengimplementasikan co-opetition pada ecommerce Co - opetition menciptakan sesuatu yang paradoks karena menyatukan kedua kepentingan umum dan bertentangan dalam satu pengaturan . Pemisahan kedua jenis kepentingan sangat penting jika tujuan dari strategi co - opetitive ingin dicapai . Sebuah perhatian utama mitra dalam susunan co - opetitive , misalnya, adalah kerahasiaan . Biasanya , hubungan seperti panggilan untuk tingkat pertukaran


informasi dan saling akses ke data berpotensi sensitif . Dalam kasus ini , perusahaan yang berpartisipasi harus berjalan garis tipis untuk menegosiasikan antara tujuan mereka bersaing . Di satu sisi , tingkat keterbukaan dan saling percaya diperlukan jika pengaturan ini adalah untuk menghasilkan buah yang diinginkan . Di sisi lain , perusahaan tidak ingin memberi lebih banyak kepada perusahaan selain pengaturan panggilan untuk , dan tidak ingin mengakhiri kesepakatan dalam posisi kompetitif relatif melemah . Dengan demikian , pengelolaan arus informasi antara perusahaan terlibat dalam co opetition adalah salah satu tugas yang paling sulit dihadapi perusahaan , dan membutuhkan cerdik tapi diplomatik eksekusi. Negosiasi ini sumber konflik telah melahirkan model permainan - teori resolusi .


Jerry johandy 11 10 2013