Issuu on Google+

JENDELA

MAGZ #1

-FREEDOM-


Buka setiap lembar dan jelajahi dunia melalui aksara - JENDELAMAGZ -


JENDELA

MAGZ #1

Editor in Chief Anugrah Rizky Novan Pradana

Graphic Design Anugrah Rizky Novan Pradana

Photografer Agung Prasetya Nugraha

Promo & Marketing Muhammad Fajar Iqbal

Contributors Hana, Maulidah, Nurul Hanifah, Shofwan Yusuf, Novan Pradana, Muhammad Fajar Iqbal, Agung Prasetya Nugraha, Muhammad Rusyihan Hendrawan, Zae Mahrus, Fajar Firdaus.

Trafic & Distribution Shofwan Yusuf

Mobile +6285842289256 +6285740325031

Website www.white-journal.com jendelamagz@gmail.com

jendelamagazine

@jendelamagz


EDITORIAL B

ebas. Suku kata biasa yang entah siapa penciptanya. Hingga sebegitu memesona keladi diri yang hendak memakna. Kebebasan yang acap didefinisi kondisi hirarki dalam tangga takson tertinggi, tak ayal untuk melulu digapai dengan perjuangan hidup-mati. Apa sebenarnya orientasi, apa motif ambisi. Demi beberapa jenak detik dan detak, gerik dan gerak, mari berhenti berarak. Kembali menapaki bumi, untuk meraba tak hanya dengan indera, akan takrif kebebasan esensi. Kita tak lagi bebas ketika menghadapi keinginan kuat untuk bebas. Kita tak lagi bebas ketika kita membincang suatu hal sahaja—bahkan kebebasan itu sendiri. Tak ada ikatan dalam menggapai kebebasan. Makhluk mana yang tak terlahir bebas dalam ketelanjangan. Maka, demi perpanjangan tangan Tuhan akan kuasa kepada khalifahkhalifah, ekspresikan bebasmu. Benar bahwa 'menarilah seolah seluruh dunia memperhatikanmu', dan juga benar apabila 'menarilah seolah tak ada yang peduli denganmu'.

Shofwan Yusuf


KEBEBASAN adalah................ Mulyono || Pegawai Negeri Sipil Bebas itu adalah bebas berinspirasi tetapi dalam konteks yang tidak meninggalkan etika yang ada. Bangsa ini sedang bereforia tentang kebebasan, tetapi eforia itu tidak terkendali sehingga bebas melakukan apa saja, padahal kebebasan demokrasi itu tidak seperti itu. Bebas itu terbatas, karna kebebasan kita tidak bisa melanggar hak hak orang lain, sebagai contoh kebebasan berpendapat, nah semua orang itu bebas perpendapat tetapi jangan lantas pendapatnya itu di paksakan untuk diterima orang lain. Peni Septara Wati || Mahasiswa Menurutku kekebasan itu ada 2 , kebebasan dilihat dari aspek keadaan, yaitu namanya kebebasan yaa berarti terbebas dari smua kekangan dari apapun dan siapapun, terus kalo diliat dri aspek kehidupan, aku sih mikirnya kebebasan itu adalah hak setiap orang untuk memilih semua pilihan yang ada dikehidupannya. dimana kalo ada hak pasti ada kewajiban, jadi kebabasan bukan berarti kita bisa pilih dan nglakuin apa aja yng kita mau tanpa adanya batasan- batasan, tapi kebebasan lebih ke suatu hak dimana kita bebas untuk memilih apapun yang kita mau, yang pilihan itu kita sadari atau tidak, punya konsekuensi, batasan dan kewajiban yang harus kita penuhi. Prue randy || Skateboarder Kebebasan itu hanya kebahagiaan selangkah, selebihnya adalah derita. Karena sistem dan evaluasi lebih pas diterapkan utk menjalani hidup agar lebih baik. Tubuh kita aja sistematis teman. Bisa dibayangkan jika tubuh kita bebas tak beraturan? Mungkin nasi yg kamu makan akan keluar dari telingamu.

CONTENTS Gathering Komunitas Slims Jawa Tengah || Art Jog || Carnival of Scenes || Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah || Interview Rosa Widyawan || Merdeka Tak Lagi Sahaya Siapa dan Apa || Perbedaan Menulis dan Mengarang || FREEDOM : A Shot up To The Stars or A Free Fall To The Abyss? || Back up Data Base Pada Slims Meranti dan Slims Cendana || Sejarah ketupat & Olahanya || Memilih Surga || You must Read || You Must Watch || You Must Listen || Sajak Suara || Photography


PERTEMUAN AKBAR KOMUNITAS SLIMS JATENG S emarang

30 Juni 2013, tepatnya di

Unika Soegijapranata

disediakan panitia.

Diantaranya adalah dari

(Universitas Katolik

Komunitas Slims Kebumen, Komunitas Slims

Soegijapranata) berbeda dengan hari-hari

Tegal, Komunitas Slims Purbalingga, Komunitas

sebelumnya, dikarenakan telah diadakan

Slims Kudus.

pertemuan akbar Komunitas Slims

se-Jawa

datang dari Bali dan Bandung, sampai-sampai

Acara ini diselenggarakan dengan

Hendro Wicaksono selaku pembicara

tujuan untuk mengumpulkan para pecinta slims

mengatakan rasa-rasanya pertemuan akbar

se-jawa tengah agar saling mengenal satu sama

komunitas slims Jawa Tengah ini seperti

lain selain meningkatkan kompetensi slims

pertemuan komunitas se-Indonesia.

Tengah.

Tidak hanya itu peserta juga

mereka. Ini adalah gathering pertama yang diadakan Komunitas Slims se-Jawa Tengah ujar Untoro Bambang salah satu panita acara.

Acara ini berisi pengenalan slims cendana, pelatihan slims dari dasar hingga mahir, tips dan trik dan pengenalan linux dengan pembicara Kegiatan ini mendapat respon yang

Hendro Wicaksono, Arie Nugraha, Ido Alit dan

sangat bagus oleh para pecinta slims. Lebih dari

Arie Susanto.

80 orang pecinta slims dari latar belakang dan

akbar seperti ini akan diadakan setiap tahun oleh

komunitas

Komunitas Slims Jawa Tengah.

slims

yang berbeda-beda datang

untuk mengisi bangku-bangku yang telah

Untuk kedepanya pertemuan


ART JOG @Taman Budaya Yogyakarta 6 Juli-20 Juli 2013 Akhirnya ART JOG 2013 tiba juga, Kali ini ART JOG mengusung tema “ Budaya Maritim”, terdapat 158 karya milik 115 seniman di pamerkan, memanjakan mata dan batin para pengunjung yang menyaksikan pagelaran ini. Kali ini TBY di sulap menjadi badan kapal, terdapat lempengan besi bekas derum yang disusun menutupi gedung . Dan disana kita juga dapat melihat komedi putar yang berisikan boneka-boneka yang menjadi ciri khas ART JOG tahun ini. Tidak hanya memajang karya seni , art jog juga mengadakan Art Discussion dan Studio Visit yang patut untuk di ikuti. Serta tak kalah aksi Iwan Effendi feat Papermoon Puppet Theatre dalam “Finding Lunang” sangat mempesona dan mencuri hati pengunjung Art Jog tahun ini. Tentunya ART JOG 2014 patut untuk dinantikan tahun depan. (APN)

Kalian dapat melihat galeri ART JOG 2013 melalui http://artfairjogja.com/web/?page_id=151


CARNIVAL OF SCENES I MADE WIDYA PUTRA

@Semarang Contemporary Art Galery 29 Juni - 13 Juli 2013 Pameran tunggal I Made Widya Diputra atau lebih di kenal Lampung ini memamerkan 10 karya seni patung yang seolah-olah mewakili sifat-sifat manusia. Dengan penambahan kostum dalam tiap karyanya, membuat kita menafsir lebih jauh tentang sosok yang kita lihat. Pencahayaan yang terdapat di galeri, memberi kesan dramatis dan memperkuat kesan dramatis pada karya yang sedang di pamerkan. Menurut informasi dari pengelola Galeri Semarang, pameran ini akan di perpanjang hingga bulan september 2013. Kalian dapat merasakan sendiri karya seni patung dari Lampung pada jam kerja 9-16.30. (APN)


BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA TENGAH

Photo by okezone.com Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah merupakan gabungan dari 2 instansi yaitu Badan Arsip Daerah Propinsi Jawa Tengah dan Kantor Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah. Instansi ini berdiri pada tahun 2008. Sebenarnya untuk perpustakaan sendiri, sudah ada sejak tahun 1951. Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Jl Sriwijaya Semarang dahulu bernama Perpustakaan Negara Semarang. Perpustakaan Negara Semarang adalah Perpustakaan Negara kedua setelah Perpustakaan Negara Yogyakarta yang ada di indonesia. Tetapi Sesui perkembanganya berdasarkan SK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada tanggal 23 juni tahun 1978 Perpustakaan Negara Semarang berganti nama menjadi perpustakaan provinsi. Gedung Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 4 lantai, yang mana lantai 1 digunakan untuk kegiatan layanan anggota, ruang belajar modern,dan ruang layanan refrence. Untuk lantai 2 digunakan untuk ruang layanan anak dan remaja, ruang layanan sirkulasi, ruang layanan warintek(warung informasi dan teknologi), ruang audio visual , ruang deposit dan ruang layanan berkala. Untuk lantai 3 terdiri dari ruangan Layanan terpadu, pelestarian dan sebagian untuk kantor. Sedangkan lantai 4 digunakan untuk aula. Berbicara tentang sebuah perpustakaan pastinya kurang lengkap bila tidak disebutkan pula layanan yang disuguhkan untuk pemustaka. Berikut ini adalah layanan bagi pemustaka yang disediakan oleh Perpustakaan daerah Jawa Tengah.


Layanan Sirkulasi Layanan Sirkulasi merupakan kegiatan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka kepada pemakai yang telah menjadi anggota perpustakaan. Didalam layanan ini pemakai yang telah menjadi anggota perpustakaan dapat meminjam bahan pustaka keluar ruang perpustakaan dalam jumlah 2 eksemplar buku untuk dipinjam paling lama 2 minggu. Jika pemustaka mengalami keterlambatan dalam pengembalian, maka dikenakan denda sebesar Rp 250,00 perbuku dalam satu hari. Jika anda belum menjadi anggota, anda dapat membaca koleksi diruangan yang sangat nyaman yang sudah di sediakan oleh pihak perpustakaan atau anda dapat mendaftar sebagai anggota. untuk menjadi anggota dikenakan biaya sebesar Rp 5.00,00.

Ruang Deposit

Ruang Anak & Remaja

Layanan Referens Layanan refrens merupakan merupakan pemberian jawaban kepada penanya atau pemakai perpustakaan, dengan menggunakan/pemanfaatan koleksi referens sebagai alat bantu serta memberikan bimbingan untuk menemukan dan memakai koleksi referens. Koleksi refrensi yang ada berjumlah sekitar .Ruang layanan refrens di perpustakaan provinsi jawa tengah didesain sangat menarik dan sangat nyaman disetai pustakawan yang ramah.

Ruang Refrens

Ruang Refrens

Ruang Refrens

Layanan Audio Visual

jam

Layanan ini menyediakan tenaga, ruang dan sarana layanan audio visual selain buku berupa koleksi bentuk mikro, foto, video, cd dan kaset.Pemutaran film, slide atau film strip dapat dilakukan pada jamtertentu dengan materi film cerita, film ilmu pengetahuan maupun film dokumenter.

Ruang Audio Visual

Layanan Koleksi Berkala Layananan ini melayankan terbitan berkala seperti majalah, buletin dan lain-lain. Bahan terbitan berkala tidak boleh dibawa pulang melainkan hanya di baca di tempat. Bahan pustaka yang ada selalu terupdate dengan baik ditambah dengan pustakawan yang ramah. Ruang Koleksi Berkala


Layanan Perpustakaan Keliling Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Semarang memliki 7 armada perpustakaan keliling. Diantaranya 4 unit mobil perpustakaan yang di dalamnya didesain untuk melayani peminjaman dan pengembalian buku. Tidak hanya itu, Badan Arsip dan Perpustakaan provinsi Jawa Tengah juga memilik 1 mobil yang digunakan untuk LPPR (layanan terpadu perpustakaan sekolah) yang berguna untuk meminjamkan koleksi dalam jumlah besar ke perpustakaan sekolah dalam jangka waktu 1 minggu. Selain itu Perpustakaan Provinsi Jawa tengah juga memiliki 2unit motor perpsutakaan keliling yang siap menembus kampung-kampung. Perpustakaan keliling biasanya mangkal dipondok pesantren, tempat lokalisasi dan lembaga permasyarakatan.

Layanan Anak-Anak Layanan anak-anak terletak pada ruang belajar modern. Dalam ruang belajar modern terdapat banyak fasilitas, seperti audio visual, mainan anak-anak dan kidsmart. Kidsmart adalah perangkat komputer dengan kemasan seperti games tetapi didalamnya terdapat content pendidikan bagi anak. Selain itu Perpustakaan Provinsi Jawa tengah juga menyediakan pendidikan tambahan bagi anak-anak berupa les menggambar, bahasa ingris dan menari yang diadakan pada hari sabtu dan minggu. Layanan ini mendapat respon yang sangat bagus oleh masyarakat.

Layanan Warintek Layanan warintek (warung internet dan teknologi) merupakan layanan peminjaman cd pengetahuan dan penggunaan internet. Untuk dapat mengakses layanan ini pemustaka tidak perlu lagi susah payah membawa media pengakses internet, karena pihak Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah telah menyediakanya.

Ada sekitar 225.000 bahan pustaka yang mencakup fiksi, non-fiksi, surat kabar, naskah kuno, kepingan CD dan kaset pita dan lain-lain yang telah disediakan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan fasilitas ruang baca yang nyaman dan sarana penunjang yang memadai. Tidak hanya itu Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Juga menyediakan layanan yang prima. Untuk itu diharapkan warga Semarang dan sekitarnya turut serta dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk meningkatkan kompetensi mereka, ujar bapak Drs. Mulyono, M.Pd. selaku kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

JAM BUKA PERPUSTAKAAN Senin-Sabtu 7.00-18.00 | Minggu 09.00-15.00 | Hari Besar Tutup


SOSOK “KEBEBASAN” Menurut Sudut Pandang Seorang Pustakawan Bersama

ROSA WIDYAWAN Interview By Agung Prasetya Nugraha

Dari sekian banyak profesi, kenapa dunia perpustakaan menjadi pilihan? Dunia perpustakaan bukanlah pilihan, tetapi waktu itu saya menunggu sambil mencari pekerjaan sebagai dosen. Baru sekitar 8 bulan bekerja di PDIN-LIPI saya ditugaskan ke Sydney Australia untuk kursus bibliografi dan saya membuat small project berjudul Modern Indonesia Drama: a selective bibliography. Isinya kebanyakan drama-drama yang dilarang pemerintah Suharto. Begitu kembali ke Jakarta, saya memenuhi panggilan untuk menjadi dosen Bahasa Inggris di Universitas Bengkulu, tetapi setelah sampai di Bengkulu, lamaran saya sudah hangus dan saya diminta untuk membuat lamaran lagi. Setelah pulang ke Jakarta, saya mendapat panggilan dari Politeknik Negeri Bandung, dan ikut test di sana, beberapa saat setelah pulang test ada panggilan untuk tugas belajar ke Australia, maka saya memilih belajar ke Monash University, Melbourne mengambil jurusan Ilmu Perpustakaan di Faculty of Arts. Tahun 1991 saya pulang dan menjadi pustakawan mengerjakan indeks dan abstrak, b e l u m l a m a s e t e l a h i t u s a y a mendapat tugas ke India untuk konference. Pulangnya mengerjakan proyek Pelestarian bahan perpustakaan sebagai perancang program nasional. Setelah itu baru kerasan jadi pustakawan, karena dengan menjadi pustakawan saya menjadi lebih unggul dibanding profesi lain. Saya menjadi anggota tim dalam sebuah pekerjaan yang memberikan nilai lebih dari anggota tim lain karenna saya piawai untuk melihat state of the art, saya pandai mengemas informasi, saya mampu mengolah informasi dan saya selal mengajari pemustaka saya bagaimana belajar efektif dan beretika.

“Saya terpaksa membaca, karena hobi menulis”


Apakah dulu anda sudah hobi membaca? Tidak sama sekali, tetapi saya hobby menulis cerpen sejak th. 1975 begitu lulus SMA. Saya hobby membaca gelagat dan situasi, ini penting untuk bahan baku cerpen. Membaca adalah kuwajiban saya sebagai mahasiswa sastra Inggris setiap semester harus 5 novel, tidak itu saja saya juga membaca teori-teori sastra dengan niat untuk bertanya pada dosen. Saya terpaksa membaca karena saya hobby menulis. Berapa kali anda mengunjungi perpustakaan ketika masih berstatus pelajar / mahasiswa? Semua jenis perpustakaan yang ada di Semarang saya kunjungi, disamping untuk tugas kuliah saya punya kebiasaan buruk ngemplang buku. Sehingga di kamar kos saya seperti perpustakaan buku kemplangan. Beberapa tahun setelah saya pindah ke Jakarta, buku-buku itu saya kembalikan melalui Pos. Menurut sudut pandang anda, apa itu “kebebasan� ? Kebebasan itu sifatnya sementara, ketika kita tidak ada tekanan atau paksaan ketika membuat keputusan atau melakukan tindakan, begitu kita merasa tertekan atau penyesalan setelah mebuat keputusan itu berarti kita sudah tidak bebas lagi. Kebebasan itu ada tapi tak terasa. Adakah batasan-batasan tertentu saat menjadi pustakawan? Ada. Batasannya adalah kompetensi profesional dan personal.

Nama Profesi Moto hidup Hobi Blog

Bisakah kebebasan itu ada dalam diri pustakwan? Dalam hal apa? Dalam pekerjaan profesi kita terikat oleh standar. Bagaimana anda dapat menjadi pustakawan yang sesuai menurut diri anda sendiri? Saya tidak bisa menjawab, karena kita terikat pada pelayanan untuk menyediakan akses pada informasi. Buku apa yang hingga saat ini masih membekas dibenak anda? Tidak ada buku satu pun yang membekas di benak saya, karena saya selalu menganalisis dan mensintesiskan apa yang saya baca. Mohon maaf. Terakhir, tolong beri kami 3 rekomendasi buku apa yang menarik untuk di baca dan perpustakaan mana yang patut kami kunjung? Mohon maaf, saya tidak mau karena orang itu bebas membaca apa saja. Saya lebih suka menganjurkan orang untuk membaca gelagat dan situasi, karena untuk piawai gelagat dan situasi orang perlu banyak referensi.

“Mohon maaf, saya tidak mau karena orang itu bebas membaca apa saja�

: Rosa Widyawan. : Pustakawan. : Hormati gurumu, sayangi teman. : Memasak dan melancong. : Rosawidyawan.wordpress.com


ARTIKEL

MERDEKA

TAK LAGI SAHAYA SIAPA DAN APA Article By Shofwan Yusuf || Photo By okezone.com

Agustus, bulan sakral bagi negara Indonesia. Bulan ini menjadi saksi abadi tonggak sejarah deklarasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perjuangan para pahlawan dengan prinsip sederhana “merdeka atau mati” yang tak bisa disepelekan. Gerbang kemerdekaan yang telah dicapai dengan waktu, darah, keringat, tenaga dan segala upaya yang tak semudah menekuk lengan, haruslah kita apresiasi sebanyak buih di lautan. Himne yang selalu kita curahkan saat upacara bendera, jauh dari cukup untuk mengenang sekaligus bangga dalam satu waktu yang didedikasikan untuk mereka, para pejuang kemerdekaan. Belum merdeka, seringkali menjadi sentilan untuk dan oleh para pustakawan honorer, pustakawan yang belum resmi diangkat sebagai pegawai negri—pegawai yang hakikatnya bekerja untuk negara. Para pustakawan honorer yang belum mendapatkan status pegawai tetap dalam suatu lembaga tempat mereka bekerja, belum mendapat kontrak kerja yang membanggakan, sampai akhirnya berujung pada gaji yang dibayarkan sekali tiap satu bulan, dan habis untuk kebutuhan satu pekan. Sebagai pustakawan—yang masih honorer—perlu kita introspeksi diri lagi, bahwasanya parameter kemerdekaan seorang pustakawan bukanlah gaji. Gaji pustakawan honorer yang acap kali diasumsi sangat kurang dari cukup, kemudian para pustakawan honorer memperjuangkan kemerdekaan, menuntut gaji yang tinggi, itu bukanlah tolok ukur kemerdekaan jiwa sang pustakawan. Pustakawan sudah merdeka, dengan atau tanpa kita sadari. Merdeka dari kuasa tirani, merdeka dari intervensi, dan yang paling praktis adalah merdeka dalam hal filtrasi bahan pustaka menurut kadar uji dari perspektif pustakawan itu sendiri. Pustakawan dalam akhir putusan bukan lagi disetir oleh pemangku kekuasaan sebagai boneka mainan, yang absolut menurut kepada si Tuan. Kemerdekaan pustakawan yang seperti itulah yang harus dimaknai, dihayati, dibenamkan dalam hati, agar tidak sekedar menggantungkan orientasi pada gaji.


Sedikit lebih dalam lagi, jika kita para pustakawan honorer mau merenungi tentang gaji, apakah layak ketika kita menagih gaji tinggi sementara hasil karya kita tak begitu berarti? Coba kita tengok para profesional-profesional lain yang sepadan, semisal seorang guru atau seorang arsitek. Mereka, para profesional yang benar-benar menjual dan menjajakkan implementasi bekal selama mereka berproses menjadi sarjana. Nah, begitu juga harusnya dengan kita sebagai pustakawan profesional, kita harusnya mampu menjual buah nyata yang memicu client (baca:pemustaka) untuk membayar produk hasil. Jangan sampai kita sekedar sembunyi di belakang topeng sarjana perihal menuntut upah yang tinggi—berkecukupan. Kita amati lagi, seorang tukang pijit patah tulang, yang biasanya memperoleh upah 20.000-40.000 rupiah dari tiap kali pasien yang datang. Biasanya jasa service mereka sekira 1-2 jam, dan biasanya lagi mereka para tukang pijit bukanlah seorang sarjana, seperti para pustakawan ahli pada umumnya. Mereka sama sekali tidak mengenakan wajah sarjana untuk mendapatkan upah barusan. Lantas seyogianya, kitapun demikian. Sekarang, apabila memang kita sebagai seorang sarjana ilmu perpustakaan dihadapkan dengan lawan yang juga memiliki bekal ilmu perpustakaan namun karbitan, pustakawan gadungan, atau bahkan seorang yang sama sekali tak memiliki bekal ilmu perpustakaan, maka apalagi yang kita risaukan. Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya. Kita. Tak perlu ada kecemasan, sekalipun gelar sarjana dipinjam mereka, tak akan pernah bisa menjadi kudeta bagi kita yang selama kurang lebih delapan semester bergelut dengan ilmu murni dan juga ilmu terapan mengenai segala aspek perpustakaan. Sekarang, selama dan setelah kita menghilangkan kecemasan, setelah kita meninggalkan jauh kompetitor yang nonbasic perpustakaan, marilah bersama-sama untuk sepenuh jiwa raga sebagaimana pejuang kemerdekaan berekspresi tanpa 'tedeng aling-aling'

apapun. Bebaskan, merdekakan.

Termasuk kecemasan, termasuk kerisauan, termasuk gaji yang tidak sepadan, terlebih lagi pasung kemerdekaan, karena

sesungguhnya sekarang ini negara kita telah merdeka, dan juga profesi

pustakawan telah merdeka. Dengan segala kualifikasi kita, mulai dari yang terampil sampai tingkat ahli, marilah dengan tegas menyatakan hasil buah produk jasa kita pantas diapresiasi tinggi. Yang terakhir, pesan untuk para calon pustakawan ahli dan pustakawan terampil di jenjang perkuliahan. Wahai kalian para mahasiswa, yang masih dalam badai idealisme, yang masih belum dikontaminasi faktor gaji, yang masih banyak menyimpan inovasi, dan masih berprinsip teguh pada motivasi. Agar kaya, teruslah berkarya. Tak perlu kalian insepsi pikiran kalian dengan angan-angan ruang kerja berpintu kaca, berkursi busa, berlayarkan liquid di depan mata, berlantaikan keramik warna, dengan semerbak wewangian di mana-mana, berudarakan freon yang malah merusak lapisan ozone di atas langit sana. Yang perlu kalian pertahan dan tingkatkan adalah semangat kalian, idealisme kalian, untuk membangun perpustakaan sehingga tak kalah cepat dengan perkembangan zaman yang semakin pesat laksana pesawat, dan tentunya itu semua bukan sekedar pencitraan. Murni panggilan jiwa, pertahankan seruan hati kalian. Salam SOLID untuk seluruh pustakawan.


PERBEDAAN

MENULIS DAN MENGARANG Article By Muhammad Rosyihan Hendrawan || Photo By Timur-angin.com

Sering kali kita menggunakan istilah yang dapat dipertukarkan atau dibolakbalikkan satu sama lain antara pengarang (author) dan penulis (writer). Namun pada dasarnya kedua istilah ini sungguh memiliki perberbedaan. Seorang penulis merupakan seseorang yang menulis sebuah buku, artikel, atau setiap bagian yang berkaitan dengan literatur itu sendiri, sedangkan pengarang adalah orang utama yang memulai gagasan, alur cerita, atau isi dari sebuah karya yang sedang ditulis. Kadang-kadang, pengarang dan penulis dapat berasal dari orang yang sama. Dalam hal ini contohnya karya otobiografi, seseorang yang menulis tentang kisah atau riwayat hidupnya sendiri. Sehingga pengarang dapat disebut sedang menyatakan pemikiran dan gagasan-gagasannya sendiri.

Bila tulisan tersebut berbentuk riwayat hidup, penulis itu bukanlah pengarang, karena beberapa gagasan dan pemikiran dari yang lain ditulis. Meskipun demikian perbedaan itu kadang tidaklah mencolok, banyak, tergantung pada situasi, perbedaan itu dapat terlihat. Jika anda sedang menulis suatu roman atau cerita pendek berdasar pada suatu alur cerita yang dikembangkan oleh diri sendiri, anda dapat ke dikenal sebagai pengarang dari roman. Jika anda sedang menulis penuh akan gagasan-gagasan atau kisah-kisah milik orang lain, anda akan dikenal sebagai penulis karya. Beberapa pendapat mengatakan bahwa menjadi penulis adalah lebih mudah dari pada menjadi pengarang. Alasannya bahwa seorang pengarang harus menciptakan, mengembangkan, dan mengkomunikasikan suatu gagasan, sedangkan seorang penulis hanya


mengkomunikasikan gagasan milik orang lain. Seorang pengarang masih bisa dimaklumi bila keterampilan penulisan kurang kompeten. Namun seorang pengarang harus mempunyai keterampilan menulis yang memang akan menjadi dominan. Keterampilan menulis di atas termasuk keterampilan bahasa yang ekspresif dengan permainan dari kata-kata. Keterampilan ini dapat didapat melalui kegiatan menulis secara konstan dan bisa juga sebagai salah satu bakat bawaan sejak lahir dalam beberapa kasus tersendiri. Hanya saja seorang penulis yang terampil akan mampu melukiskan gagasan-gagasan, dan kejadian melalui penggunaan kata-kata. Contohnya juga di sini yaitu ketika usaha menulis sebuah buku dimulai, seseorang disebut menjadi pengarang ketika buku itu diterbitkan. Namun jika buku tersebut tidak diterbitkan, dan bahkan jika gagasan itu adalah semata-mata miliknya, maka ia masih dianggap sebagai penulis dan ketika buku tersebut diterbitkan ia dapat disebut sebagai pengarang dari buku. Maka jika anda menulis banyak karya, namun tidak pernah diterbitkan atau dilayangkan ke publik, anda masih disebut sebagai seorang penulis. Seorang pengarang bisa mendapatkan hak cipta atas karyanya. Hal ini memastikan bahwa tidak diperbolehkannya orang lain

menggunakan gagasan asli sebelumnya sebagaimana adanya. Maka hanya pengarang tersebutlah yang selalu dihubungkan dengan gagasan atau karya yang dimaksud. Menjadi seorang pengarang harus mempunyai kemampuan dalam berpikir dalam dan menyatakan pemikiran. kemampuan itu bertujuan dalam usaha memahami dan menyampaikan satu gagasan secara benar kepada pembaca. Kita kebanyakan mengaitkan satu pengarang sebagai seseorang yang sudah menulis suatu buku atau suatu roman dan sudah diterbitkan, sedangkan seorang penulis merupakan seseorang yang pandai bermain dengan kata-kata secara tertulis dan tidak harus menjadi itu kata-kata ke dalam suatu buku atau roman untuk diterbitkan. Terdapat pula perberbedaan dari jenis penulis itu sendiri, seperti para penulis adegan (script writer) dalam sebuah seni drama disebut penulis. Seorang "penulis" pada ranah tersebut dapat juga berarti sebagai seorang penulis, tetapi bedanya tulisannya tidak diterbitkan. Seorang penulis mengerjakan karyanya dengan menulis. Tidak perlu diterbitkan untuk disebut sebagai atau menjadi penulis, ia hanya memiliki suatu kegemaran atau tanggungan tentang penulisan tersebut. Sedangkan pengarang adalah seseorang yang menulis (fiksi atau nonfiksi) dan diterbitkan. Bisa jadi berbentuk sebuah buku, cerita pendek,


atau apapun, dan itu bisanya tercetak. Seorang pengarang terdiri dari siapa saja yang memiliki karya dan diterbitkan. Berikut perbedaan mendasar antara pengarang dan penulis : 1. Seorang pengarang, memiliki gagasan untuk tulisannya sendiri dan gagasan tersebut menjadi karya yang diterbitkan; 2. Seorang pengarang memiliki sebuah keterampilan spesifik dalam menetapkan dan menggagas sebuah karya, namun bila pada penulis keterampilan trsebut disesuaikan untuk karya tertentu; 3. S e s e o r a n g d i s e b u t s e b a g i pengarang ketika buku tersebut diterbitkan, namun bila tulisan tersebut tidak diterbitkan, akan dikenal sebagai penulis; 4. S e o r a n g p e n g a r a n g b i s a mendapatkan pengakuan hak cipta atas karyanya. Perbedaan antara pengarang dan penulis juga lebih disoroti dari segi penggunaan fakta-fakta ilmiah dalam tulisan. Menurut John Feather (2008), mendeskripsikan penulis sebagai seseorang yang menggunakan pengetahuan dan imajinasi yang ditulis d a l a m te ks d e n g a n tu j u a n u n tu k menyampaikan hal-hal yang terdapat di dalam benak penulis yang ingin disampaikan pada masyarakat luas.

Apabila seorang penulis menggunakan fakta-fakta dalam tulisannya, fakta-fakta tersebut hanya bersifat empiris atau berdasarkan pengalaman pribadinya. Sedangkan seorang pengarang, dalam menciptakan karya tulisannya sangat bergantung pada fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukannya. Dalam pengertian lain, penulis menulis karyakarya tulisan yang sifatnya fiksi sedangkan pengarang menulis karya-karya tulisan yang sifatnya non-fiksi atau ilmiah.

Referensi Feather, John. 2008. The Information Society: a study of continuity and th change 5 ed.London: Facet Publishing. Author vs Writer Diakses tanggal 17 Oktober 2011. Tersedia dalam 2011http://www.differencebetween .net/business/difference-betweenauthor-and-writer/#ixzz1baFEi6lJ.


FREEDOM a shot up to the stars or a free fall to the abyss??? Article By Nurul Hanifah || Photo By Tumblr.com

There is popular belief that freedom in our society today is always clashing with the social customs, norms, and beliefs. In short, they put restriction to our freedom though in an implicit ways. And people quickly adopt this idea, starting movement to leave these said old values behind. They might be old but they aren't always out-dated, you know. These social values held by the majority of our public are the product of our own civilization. It is part of our culture. And our culture is who we are. It's our roof, ground, and roots. Without our culture, where would we be? Or what would we be? Another mammal walking on the face of this planet, perhaps. Though, in that case, earth just might become an infinitely better place to live in. Anyway, these values and freedom, do they really go against each other? According to the Encyclopaedia of Britannica (2008), freedom, means 'in humans, the power or capacity to choose among alternatives or to act in certain situations independently of natural, social, or divine restraints.' We are human; therefore, freedom is our ability to make a choice between many options. Many would argue that their options are limited due to those rules in their society. Hence, their freedom is limited, if that even make any sense. It put lines that couldn't, shouldn't, be crossed. And many rebels against those rules that bind them to get their freedom—to do whatever they wish to do.


Let's not forget that choosing to go against rules and norms is a choice in itself. And there are only two directions in which this complete detachment from predominant values could lead us, the very deep end or the light at the end of the tunnel. Some things leads to greatness, some only bring destruction. It's all about the balance and the art of keeping the equation as to not topple over to one side. Letting go of everything that surround us, the values and beliefs in our culture, will certainly make us a free person. Free of everything and anything. There seems to be no limit to what you can do or not do. But, take a look closer, a little more and squint your eyes. There will be new unwritten rules forming in that little haven of freedom because when a group of people with the same views meet, it's bound to bring up the values they shared together. It doesn't mean that people who stick to customs have less freedom than those who don't, though. Freedom is in the power to choose. In the case that there's no pressure forcing you to either break the rules or fall in lock step to them, then those are your own choices as a free person. The values itself are there to put perspective on things so that we can understand life and the world. In math, we could determine the value of x because the value of y is known. We acknowledge things that matter and notice some unworthy objects.The customs and traditions might give some mental pressure, but they are the result of the values prevailed in the society. And they are, mostly, set based human conscience and rely upon it to be followed. It might be the one holding us back from making some decisions from time to time, preventing us to be the supposedly free man. Or maybe we just like havingsomethingto tether and ground us. But, either way, we shouldn't forget that we still have it in our hands the option to choose, though some of us don't have it to the same degree. The freedom is there; you can take it or leave it. Make your choice wisely. Quotes: “That's the thing about pain,‌, it demands to be felt.â€? I was thinking about that quote from John Green's The Fault in Our Stars and couldn't help but to agree. Pain is universal, regardless of cause or depth, pain is painful. But, being happy despite the pain is your choice to make. There lies your freedom; to fall deep, to rise above, or to simply float in the bliss of ignorance.


SLIMS TUTOR

SEDIA BACK UP SEBELUM LENYAP Back Up Data Base di SLIMS Cendana & SLIMS Meranti Article By Zae Mahrus Di dunia ini tidak ada yang abadi dan kekal, bahkan file computer sekalipun yang disimpan dalam computer tercanggih. Oleh karena Anda tidak memback up & data dalam computer rusak karena virus , karena komputer rusak, dan penyebab lain nya. Coba bayangkan data yang Anda input berbulan bulan lenyap tanpa sisa, wah pasti anda akan galau berbulanbulan menginput ulang data kedalam database. Biaya back up pun sangat murah hanya 3ribu saja biaya beli 1 keping DVD kosong Mengapa perlu back up ? 1. Membuat data cadangan untuk menanggulangi kehilangan/ kerusakan data 2. Persiapan upgrade ke versi SLiMS terbaru 3. Tugas dari kepala perpustakaaan yang perfeksionis dan galak ha haa ha ha Nah untuk itu Anda perlu merencanakan dan melakukan tindakan back up. Rencanakan back up secara rutin misal tiap 2 minggu sekali atau tiap satu bulan sekali Dalam penerapan back up SLiMS berikut kami paparkan step by step memback up data SLiMS, dalam tutorial ini sangat mudah dilakukan oleh pengguna komputer pemula. Nah sekarang kami ulas cara memback up SLiMS , tapi Anda harus mau sedikit repot

Copy File Source Code SLiMS 1. Copy-Paste Folder slims ke media lain. Hal ini dilakukan guna mencadangkan/ mengandakan source kode SLiMS yang sudah anda modifikasi

Back Up Database SQL 2. Jalankan Apache dan MySQL.


3. Buka browser dan panggil phpmyadmin http://localhost/phpmy admin/

4. Pilih databse nya SLiMS dengan cara mengklik nama database nya, Lihat nama nama databe, dalam praktik tutorial ini kami mengklik meranti.

5. Setelah database terbuka klik ekspor.

6. Setelah muncul tampilan Exporting tables from “meranti� database klik Go.


7. Tunggu Sebentar , database SQL nya sedang didownload

And Next, Bila Perlu Burning ke CD ! 8. Nah sekarang Anda memiliki 2 data back up. Kami sarankan burning saja dua data tersebut. Siap diburning di CD yaitu berupa folder source code SLiMS dan database nya.

9. Siapkan sekeping CD kosong. Masukkan CD kosong tersebut kedalam tray CD/DVD RW. 10. Jalankan aplikasi burning CD andalan Anda 11. Dan selamat memback up SLiMS anda, SEDIA BACK UP SEBELUM LENYAP Nah muncul pertanyaan gimana jika suatu ketika ingin mengembalikan hasil back up ( unback up ) ke komputer lagi, silahkan baca tulisan kami selanjutnya ya. sabar. Data Teknis: Dicoba pada tanggal 13 Febuari 2013 pada Komputer Windows 7 32 bit XAMPP Portable 1.7.7 Browser Google Chrom 4.1.249.1064 SLiMS 5update7 ( Meranti )


KULINER

ASAL USUL KETUPAT SERTA OLAHANYA Article By Novan Pradana || Photo By 123rf.com

Lebaran, kurang komplit rasanya tanpa hadirnya ketupat dan mudik. bagi masyarakat Indonesia, kurang wowww rasanya jika perayaan hari kemenangan yang telah ditunggu-tunggu datangnya tanpa kehadiran ketupat. Bukan hanya pada hari-hari tertentu saja ketupat dapat dinikmati, pada hari biasa pun ketupat telah menjadi makanan pokok pengganti nasi dikala bosan melanda. Pertanyaanya adalah dari mana asal usul dari ketupat ini dan kenapa menjadi menu wajib saat lebaran. bukan hanya sejarahnya saja, kali ini editorial juga telah merangkum aneka ragam olahan keupat. langsung aja kita simak broooooohhhhh... Ketupat atau kupat merupakan singkatan dari

dalam upacara-upacara adat maupun keagamaan.

kata ngaku lepat (mengaku salah), yang disimbolkan

Nah sekarang udah pada tau kan sejarah ketupat,

dengan anyaman daun kelapa atau sering disebut

sekarang langsung aja kita menuju ke macam-acam

sebagai janur. Ketupat pertama kali diperkenalkan

olahan ketupat yang pastinya unik.

oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat Jawa pada

Ada beraneka ragam olahan ketupat dari

masanya. awalnya ketupat dibuat untuk dibagikan

belahan bumi nusantara. Tetapi ada satu kota yang

atau diantarkan ke krabat yang lebih tua setelah

hampir semua makanan khasnya terbuat dari ketupat.

pulang menunaikan ibadah Sholat Ied. Tujuanya

Kota Tegal, mempunyai banyak olahan ketupat yang

adalah beliau ingin membudayakan dan menanamkan

mungkin dapat membantu anda dalam memlih olahan

sebuah tradisi untuk menghormati orang yang lebih tua

ketupat untuk disajikan saat lebaran.

atau dituakan. Mungkin kita masih menemui ketupat

yang digantung di atas pintu masuk rumah yang

Kupat Glabed

berfungsi sebagai jimat. Di Bali juga ketupat

Kupat Glabed merupakan satu dari tiga makanan khas

dipersembahkan

Kota Tegal khususnya daerah Randugunting yang

sebagai

sesajian


berbahan kupat. Kupat Glabed adalah ketupat yang disajikan dengan kuah kuning yang didalamnya mengandung bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, ketumbar,

terasi, garam kunyit,

gula pasir,

salam, sereh, laos dan santan. yang membedakan Kupat Glabed dengan kupat yang lain adalah kuahnya yang kental dan gurih. Kuah kental inilah yang menyebabkan kupat ini bernama kupat glabed. Dalam bahasa Tegal, “ngglabed� berarti kental. biasanya

Photo by uniqpost.com

kupat glabed disajikan dengan sate kerang dan toping

Kupat Bongkok

remasan krupuk kriting atu sering disebut juga dengan

Kupat Bongkok merupakan makanan olahan ketupat

kerupuk kuning serta bawang goreng.

yang ketiga yang berasal dari tegal tepatnya Desa Bongkok. Kupat bongkok berbeda dengan kedua kupat sebelumnya. Kupat bongkok adalah kupat yang didalamnya berisi ketupat dengan kecambah rebus yang disiram dengan kari tempe dan sambal goreng yang terbuat dari kerupuk kriting.

photo by hendraxsap.wordpress.com

Kupat Blengong Menu olahan kupat yang kedua adalah Kupat Blengong. Kupat blengong tidak jauh berbeda dengan

Photo by infotegal.com

Kupat Glabed, perbedaanya adalah di toping yang

Kari tempe kupat bongkok berbeda dengan olahan

berupa taburan kerupuk kuning dan lauk tambahan

ketupat lainya. Semua itu disebabkan karena Tempe

yang mendampinginya berupa sate blengong atau

yang digunakan adalah tempe semanggit. Tempe

blengong goreng. Blengong adalah unggas yang lahir

semanggit adalah tempe yang hampir busuk. Kuah

dari perkawinan silang antara bebek dan entok.

kupat bongkok memiliki warna merah merona selaras

blengong memiliki rasa yang lebih gurih dari entok dan

dengan rasanya yang pedas. Bagi anda penggila rasa

daging yang lebih tebal dari bebek.

pedas, anda wajib mencoba resep yang satu ini.


CERPEN MEMILIH SURGA Cerpen By Maulidah

M

embuka mata, seorang laki-laki menatap langit-langit yang melingkupinya. Ia menutup

matanya kembali, mengecap apa-apa yang tertera di pandangan mata dan sudut hatinya, lalu mengerjap-erjap. Seakan ia dapat meraih langit-langit itu, ia mengulurkan tangan dan menggapaigapai dengan jemarinya. Ia bangun dari rebah, berjelaga dengan hirupan aroma surge yang menyeruak di rongga dadanya. Seraya mendesah, ia menutup matanya kembali, menenggelamkan wajahnya di dalam rengkuhan di atas kakinya yang terlipat. Menghantarnya pada lautan irama kidung kematian di pikirannya sendiri. Bagaimanapun kemonotonan akan membawa kebosana, pun yang didiaminya adalah suatu kenyamanan luar biasa bernama surge. Buah-buahan dan makanan yang terhidang dengan gratis, limun yang mengalir bersih bagai sungai, bidadari-bidadari cantik yang siap menghibur, dan segala pemenuhan kebtuhan yang akan dengan instan berada di depan mata. Sungguh kehidupan yang yang semua orang di dunia mengimpikannya. Tapi ia tak pernah. Sesekali ia berpikir dirinya gila, atau mungkin, ia salah tempat. Yang pasti, ia tahu dengan pasti, ia berbeda dengan orang-orang di sekelilingnya. Cihh.., hanya itu kata yang keluar dari bibirnya saat ia mengedarkan pandang pada senyum sumringah serta gelak tawa para jiwa di dekatnya. Dalam pikirannya, mereka tak lebih dari gidolo yang ada di tempat-tempat perjudian dan klub malam, bercanda gurau sambil minum-minum dan dikelilingi para wanita. Sungguh perpaduan yang ampuh untuk membuatnya muak. Sel-sel abu-abunya—yang entah masih ada atau tidak-- perlahan berkenalan dengan revolusi, ia benar-benar ssampai pada titik kebosanannya. Membawanya pada beberapa pijakan ke arah perubahan. Kakinya menghentak, berharap kaca bening—yang walaupun ia tak pernah dapt menembus kedalamannya—dapat retak, yang diyaininya, jauh di bawah kaca itu adalah dunia yang dahulu ia huni. Namun ia gagal. Kaca itu terlalu tebal untuk kakinya. Ia mencari cara lain. Untuk alasan yang entah, semangatnya berlipat. Yang ditujunya kini adalah pintu gerbang surge, dan dalam pikirannya, yang ia tahu, ia hanya harus berlari agar cepat sampai. Namun kebahagiaannya seperti terlalu jauh baginya. Pintu surge tak juga mendekat, ia seperti berlari di tempat yang sama, tak pernah berpindah. Atau memang surge terlalu luas untuk dapat ia jejaki? Ia kembali menutup matanya, kemudian mengerjap. Ketika ia sadar, delusi di sekelinlingnya menguap. Dalam sepersekian detik, ia telah sampai di muka pintu surge. Dua malaikat berjaga di kedua sisinya, memandangnya dengan tatapan—kenapa dia ke sini?


Pada akhirnya pertanyaan itu dilontarkan juga oleh salah satu dari keduanya,” Hai, Fulan. Ada perlu apa kau ke mari?” “Bisakah pitu ini terbuka kembali? Aku ingin keluar dari sini,” katanya. Dengan tanpa aba-aba para malaikat itu tercengang dan menatapnya seolah tak percaya dan kemudian mendoa pengampunan, Nampak pada mulut mereka yang berkomat-kamit. “Apakah kau baru saja terbentur sehingga mengatakan kalimat semengerikan itu?” Rekannya menambah, ”Di surge yang kekal ini impian semua makhluk berkumpul. Kenikmatan tiada tara dibandingkan di dunia yang bisa kau nikmati secara gratis tanpa perlu berbuat apapun agi seperti hidupmu sebelumnya. Apa kau masih pula tidak berterimakasih kepada Tuhan?” “Tidak. Hidup ini mengerikan,”Ia menyanggah. “Bahkan aku tdak lagi ingat sesiapa keluargaku, orang-orang yang kucintai, dari mana aku berasal, dan hal-hal bernama kebersamaan lain.” “Tuhan telah membermu teman-teman yang berbudi baik, semuanya berkumpul di sini karena kebaikan mereka di dunia.” “Jika maksudmu adalah orang-orang yang asik bersenang-senang dan memikirkan diri sendiri dengan dalih ini balasan bagi perbuatan baik mereka di dunia, kau salah.” Kedua malaikat tercengang. “Aku memang tidak begitu mengingat seperti apa hidupku di dunia, tapi aku tahu di sana bukan hanya tempat untuk bersenang-senang dan melakukan hal gila seperti di sini. Bahkan penghianatan, penderitaan, tangis, kesakitan, dan hal-hal buruk itu sebenarnya indah, Mereka melahirkan solidaritas dan kepedulian terhadap yang lain, dan bersama-sama mencari kebahagiaan kembali. Tidak seperti di sini. Sungguh membosankan.” “Bagaimana mungkin kau yang telah bersusah payah di dunia dan diberi kemudahan di sini malah meminta kesulitan-kesulitan itu kembali?” “Aku hanya berpikir, surge tidak seperti ini. Kalau begini, kehidupan yang kekal ini, tak ubahnya seperti neraka. Atau mungkin aku sedang berada di neraka? Ah iya! Mungkin kita, kalian dan aku, sama-sama tidak sadar bahwa kita sedang berada di neraka. Tuhan sedang menghukum kita.” Para malaikat itu kembali kebingungan dengan wajah yang tidak sabar. Salah satunya membuka suara, “Tidak. Ini surge. Aku pernah melihat neraka dan di sana tidak seperti ini. Udaranya penuh asap dan tidak wangi, suara yang terdengar sangat bising, manusia melolong minta ampunan dan minta dihidupkan kembali di dunia.” “Ah. Ya, aku tahu. Mungkin neraka itu seperti Amerika dan Indonesia, keduanya penuh asap dan kebisingan. Ini membuatku rindu.” “Apa kau ingin dimasukkan ke neraka?” Ia sedikit berpikir menanggapi tawaran malaikat itu, kehidupan yang kekal memang tidak nyaman. Dan pilihannya hanya ada dua, apakah neraka, atau surge. Sedang ia bosan hidup di surge dengan embel-embel kekekalan. Namun jika membayangkan siksa di neraka yang juga kekal… “Tidak, aku tidak ingin ke neraka. Aku hanya ingin hidup kembali di dunia.” “Jadi kau ingin menentang takdir Tuhan?” “Tidak. Katakan pada-Nya, aku ingin berbisnis.”


YOU MUST READ

Judul Buku

: Reinkarnasi

Penulis

: Sinta Yudisia

Penerbit

: PT. Lingkar Pena Kreativa

Tebal Halaman

: 588+viii

Perkawinan antara kedua keluarga bangsawan bukanlah hal yang biasa. Namun, disebut hal yang tidak biasa apabila kedua mempelai tersebut mempunyai kesamaan yang sangat unik: sama-sama anak ketujuh—seperti yang terjadi pada Galuh Anom dan Suryo Mas Wihajanto—yang dituduh oleh semua pihak sebagai kutukan para leluhur. Apalagi jika nantinya anak yang dilahirkan oleh Galuh Anom pada urutan ketujuh adalah laki-laki! Sebuah keistimewaan yang membuat darah biru keduanya, yang awalnya dianggap memiliki teluh akan berubah menjadi kemuliaan bagi Galuh Anom. Ragil Mulyo, anak laki-laki keturunan ketujuh tersebut tumbuh dengan balutan misteri. Pergulatan hidup yang rumit, dusta, dan saling telikung mewarnai perjalanan hidup Ragil Mulyo. Kekuatan misteriusnya memancing tanya dan berbagai reaksi. Ragil Mulyo, seorang anak laki-laki baik-baik harus diuji akhlaknya mengetahui bahwa dirinya bukanlah sembarang manusia. Hingga akhirnya dia dihadapkan pada peristiwa yang membuat dirinya berubah. Membuat intrik semakin rumit. Novel ini sangat bagus dibaca. Pengawinan budaya Jawa dengan zaman sekarang menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi penciptaan karakter dan alur yang kuat dengan meramu fenomena supranatural dan bahasa yang mudah dipahami menjadikan novel ini tidak membosankan. Terdapat beberapa kejutan dalam novel ini dengan intrik yang cukup dalam membuat kita semakin penasaran untuk membaca novel ini. Sebuah novel yang memberi kita tambahan pengetahuan akan budaya Jawa dengan selipan unsur islami didalamnya.


YOU MUST WATCH Judul Sutradara

: CLOUD ATLAS : Lana Wachowski, Andy Wachowski, Tom Tykwer

Pemain

:Tom Hanks, Halle Berry, Jim Broadbent, Hugo Weaving, Jim Sturgess, Ben Wishaw, Doona Bae, James D'Arcy, Zhou Xun, Keith David, David Gyasi, Susan Sarandon, Hugh Grant

Durasi

: 172 menit (2 jam, 52 menit)

Distributor

: Warner Bros. Pictures

Bermula di Kepulauan Chatham, Pasifik Selatan(1849), Adam Ewing (Jim Sturgess) menyaksikan pencambukan seorang budak Moriori. Di cerita kedua (1936), seorang musisi muda homosexual (Robert Frobisher) menawarkan diri menjadi amanuensis untuk komposer tua asal Skotlandia Vyvyan Ayrs. Luisa Rey, seorang jurnalis, bertemu partner Frobisher (Rufus Sixsmith) di San Fransisco, AS (1973) yang menyimpan rahasia konspirasi keamanan sebuah reaktor nuklir yang dijalankan Lloyd Hooks. Di tahun 2012, penerbit Timothy Cavendish menjadi kaya mendadak setelah penulisnya (Dermot Hoggins) masuk penjara. Cavendishbersembunyi dari kejaran saudara Hoggins di sebuahhotel. Ratusan tahun di masa depan (2144), Sonmi-451, seorang fabricant hasil kloning dan budak pekerja di restoran cepat saji di Neo Seoul, diselamatkan oleh Hae-Joo Chang, anggota gerakan pemberontak, untuk menjadi simbol pemberontakan mereka. Kisah ke-enam, 106 musim dingin setelah The Fall (2321), Zachry hidup di tengah masyarakat pegunungan yang bertahan di antara ancaman suku kanibal dan sosok setan (Old Georgie) yang menghantuinya. Meronym, anggota “Prescients”, masyarakat yang masih memegang kendali sisa teknologi pendahulunya datang untuk mencari solusi penyelamat kaumnya dari Bumi. Masa ke-tujuh yang menjadi prolog dan epilog, menceritakan Zachry, beberapa dekade kemudian, berkisah kepada cucu-cucunya di koloni Bumi di planet lain. Film inimengangkat beberapa ide dasar, “surga dan dunia akhirat; karma dan transmigrasi jiwa; kepercayaan kuno bahwa kehidupan adalah siklus yang berulang seperti konsep “pengulangan abadi” Nietzsche;prinsip ketidakpastian Heisenberg; teori relativitas Einstein; pengalaman transformasional Carlos Castenada dan, pastinya, déjà vu,” tulis Philip French dalam The Observer.Tom Hanks, Halle Berry, Hugo Weaving, Jim Sturgess dan Hugh Grant memerankan enam karakter dalam enam kisah Cloud Atlas menjadi daya tarik tersendiri untuk memecahkan misteri hubungan keterkaitan antar-karakter mereka, jika ada. Cloud Atlas menerima tanggapan yang bervariasi dari kritikus film dan penonton mengenai durasi dan plotnya. Rottentomatoes.com memberi rating 6.6/10 untuk visual yang menarik, paduan narasi yang ambisius, durasi dan cakupannya yang luas.


YOU MUST LISTEN Band

: Motörhead

Album : Motörizer

Motörhead adalah sebuah band beraliran heavy metal asal Inggris yang dibentuk pada bulan Juni 1975 oleh bassis, penyanyi sekaligus penulis lagu Ian Fraser Kilmister atau yang sering dikenal dengan Lemmy. Motörhead telah banyak mengalami pergantian posisi personil hingga sekarang digawangi oleh Lemmy Kilmister pada bass dan vokal, Phill Chambel pada guitar dan Mikkey dee pada drum. Hingga saat ini motor head telah merilis lebih dari 20 Album salah satunya motorizer pada tahun 2008. Terdapat sebelas lagu dalam album ini, yaitu Runaround Man, Teach You How To Sing The Blues, When the Eagle Screams, Rock Out, One Short Life, Buried Alive, English Rose, Back On The Chain, Heroes, Time Is Right, Thousand Names of God. Nikmati lagu-lagu ini dipagi hari dengan ditemani roti, rokok, dan secangkir kopi dan biarkan suara Lemmy Kilmister membakar semangat kalian. (ARNP)

Band

: Pandai Besi

Album : Daur, Baur

Ini dia efekrumahkaca tanpa adrian. Lewat album ini mereka menjelma menjadi sesuatu yang baru (Pandai Besi). Mungkin karena kobosanan yang melanda para personil ERK, terciptalah album daur,baur ini. Mereka mencoba bereksperimen mengolah apa yang ada, menjadi sesuatu hal yang baru. Jangan harap kalian menemukan judul baru di album ini. Kalian hanya akan menemukan judul yang tak asing lagi bagi mata kalian, namun asing bagi telinga kalian, dimana kalian mendapatkan memiliki cita rasa baru disini. Melalui album ini kita tahu, bagaimana perubahan aransemen dapat memberi makna yang berbeda pada sebuah lagu. Seperti pada refrain “Desember” yang mengalami pengulangan, memberi kesan berbeda dengan versi aslinya. Mungkin juga album ini merupakan jembatan penghubung sebelum di rilisnya album ke-3 mereka “Sinestesia”. (APN)


POJOK SENI SAJAK SUARA sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu pemberontakan! sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan? sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ialah yang mengajari aku bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya apabila engkau tetap bertahan aku akan memburumu seperti kutukan

Wiji Thukul


Agung Prasetya Nugraha


Agung Prasetya Nugraha


Fajar Firdaus Prayoga


MARI BERKARYA KIRIMKAN KARYA ANDA BERUPA

CERPEN

ARTIKEL

FOTO PUISI

KE Jendelamagz@gmail.com KRITIK DAN SARAN

@Jendelamagz



Jendelamagz #1