Page 1


2

JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

EDITORIAL

Mencoba Menghormati Proses Hukum E

ra reformasi yang bergulir sejak 1998 lalu, ditandai munculnya k e b e b a s a n mengeluarkan pendapat, bersuara, berserikat dan sebagainya. Bergulirnya era baru dalam tatanan masyarakat dan pemerintahan di Indonesia ini, menjadikan banyak kalangan begitu mudahnya meluapkan rasa tidak puasanya, meski tak jarang pula melampui batas kewajaran dan melanggar rambu-rambu hukum. Di dunia penerbitan dan siaran, bergulirnya era kebebasan pers ini tidak jarang dimaknai dengan sebebas-bebasnya dalam menerbitkan dan menayangkan suatu pemberitaan. Anugerah kebebasan dalam menyampaikan aspirasi ini, bahkan sering tanpa melihat batasan-batasan tertentu. Penyampaian berita tidak lagi memerdulikan kaedah yang berlaku, baik hukum maupun ethika bermasyarakat. Kondisi yang seperti ini, tidak hanya terjadi pada kasus tertentu saja, tapi hampir semua persoalan yang dianggap menyimpang disampaikannya secara vulgar. Dalam sebuah kasus, misalnya, seseorang yang dinyatakan sebagai terdakwa tindak korupsi, kerap diberitakan sedemikian terbukanya. Padahal dalam aturan hukum pidana yang berlaku di Indonesia, menyebutkan adanya azas praduga tak bersalah. Artinya, selama proses hukum di pengadilan belum dianggap final dan belum ada putusan, maka siapapun yang didakwa melakukan korupsi dianggap tidak bersalah dan wajib untuk mendapat perlindungan hukum. Dalam era kebebasan pers seperti sekarang ini azas praduga tak bersalah cenderung dikesampingkan, pemberitaan kasus korupsi sering ditayangkan secara vulgar dengan

menampilkan potret dan nama terdakwa secara lengkap tanpa inisial. Seorang wartawan senior di Jember, yang pernah menjalankan tugas peliputan pada Majalah Tempo, Imam Subagio, menyebutkan, ada perbedaan yang cukup mencolok dalam hal pemberitaan kasus korupsi, pada masa orde baru dengan sekarang. Pada masa itu pemberitaan tentang korupsi tidak boleh menampilkan foto terdakwa dan mencantumkan nama pelakunya secara lengkap. Kalau hal itu terkait dengan instansi pemerintahan tempat terdakwa korupsi bekerja, maka hak jawab tersebut dapat dilakukan oleh bagian humas dari instansi tersebut, untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya. Sehingga terdakwa korupsi merasa haknya terlindungi sesuai dengan azas praduga tak bersalah Menyimak pendapat Imam Subagio, pemberitaan kasus korupsi seharusnya tetap berpihak pada azaz praduga tak bersalah. Terdakwa tidak boleh dinyatakan bersalah sebelum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap dari pengadilan. Pemuatan foto dan penulisan nama lengkap terdakwa korupsi yang dinilai beberapa kalangan untuk memberikan efek jera, sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena pada dasarnya hal itu bergantung dari hasil proses hukum yang dilaksanakan di pengadilan, apakah seseorang itu memang bersalah atau tidak. Rasa jera akan timbul dengan sendirinya manakala pengadilan memutuskan terdakwa untuk menerima hukuman badan atau penjara. Di situlah terdakwa akan menyesali perbuatannya mengingat selama mendekam di dalam penjara, ruang geraknya dengan dunia luar sangat dibatasi hingga sanksi hukum yang dijalani selesai. Mungkin tidak terlalu berlebihan, kalau kita kembali mencoba melihat bahwa selama belum ada putusan dari pengadilan, terdakwa masih wajib mendapat perlindungan, termasuk menghindari pemberitaan kasusnya secara vulgar, karena hal itu menyangkut nama baik terdakwa selama belum dinyatakan bersalah menurut hukum.(*)

Pelindung : Bupati Jember, Penanggung Jawab : Agoes Slameto (Kabag Humas Sekda Kabupaten Jember), Pembina : Joko Soponjono , Pimpinan Redaksi : Indra G Mertowijoyo, Redaktur Pelaksana : Snjoko, Staf Redaksi : Sugeng Bambang, Gustafia C.K, Ridha H., Ani Fadhilah Adha, Ahmad Zainuri, Wartawan : Winardyasto, S.H., Budi Satrio, Teguh Kurniawan, Dewan Redaksi : Bambang Irianto, Suparlin AP, Maryani Soleman, Rahmat Agung, Lay Out : Taufan B., Fotografi : Humas Pemkab Jember, Sirkulasi & Distribusi : Humas Pemkab Jember, Alamat : Jl. Sudarman 1 Jember, Telepon : 0331-428824, website : www.jemberkab.go.id, Diterbitkan Oleh : Humas Pemkab Jember. Percetakan : Maharani, Isi di luar tanggung jawab percetakan. Hanya Untuk Kalangan Sendiri

HUMAS PEMKAB JEMBER

Diterbitkan Untuk Kalangan Sendiri dan Tidak Diperjualbelikan. Redaksi menerima artikel, opini, laporan/bahan berita maupun aspirasi dari masyarakat, jika dianggap perlu, Redaksi berhak untuk merubah atau melimpahkan tanggung jawab kepada staff Redaksi. Redaksi menerima advertorial dan profil potensi wilayah atau personal. Susunan Redaksi sewaktuwaktu dapat berubah. Staf Redaksi JEMBER TERBINA memiliki surat tugas dari HUMAS PEMKAB JEMBER yang dikeluarkan atau ditandatangani oleh Kabag Humas Pemkab Jember dan memiliki PRESS CARD, serta tercantum dalam Box.


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

3

PERTANIAN

Perlu Anggaran 10% Dari APBD Untuk Sejahterahkan Petani Jember Terbina. Sudah saatnya kesejahteraan petani dipikirkan oleh Pemkab Jember mengingat dengan kondisi musim yang tidak menentu membuat nasib petani kian terpuruk, gagal panen merupakan potret kemalangan petani dan banyak dialami oleh hampir semua petani di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Agar para petani dapat kembali bergairah dalam melakukan aktifitasnya bercocok tanam, perlu kiranya Pemkab Jember menganggarkan minimal 10% dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk

sektor pertanian. Selama ini pertanian termasuk salah satu dari empat prioritas pembangunan daerah di Kabupaten Jember, namun kenyataannya kehidupan para petaninya masih jauh dari sejahtera dan hal ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemkab Jember. Pendapat ini dilontarkan oleh Jumantoro Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember, dengan dianggarkan 10% dari APBD Jumantoro yakin mampu mengangkat kesejahteraan petani.Selama ini belum 1% pun dari APBD yang dialokasikan untuk pertanian, para petani di Kabupaten Jember berharap bupati MZA Djalal nantinya dapat mengalokasikan anggaran 10% melalui APBD 2011. Meski dirasa perlunya usulan untuk menggangarkan 10% dari APBD untuk sektor pertanian, namun demikian bukan berarti Pemkab Jember lantas mengabaikan sektor pembangunan lainnya.Perlunya pengalokasian

Dok.Humas

Mesin bajak sawah yang diberikan oleh Pemkab Jember untuk petani adalah dari anggaran APBD

anggaran untuk pertanian mengingat selama ini Kabupaten Jember dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Timur, karena itu sektor pertanian perlu digarap lebih serius agar petani hidupnya lebih baik lagi. “Saya optimis kalau Pemkab Jember berani menganggarkan 10% dari APBD untuk sektor pertanian maka tidak ada lagi kemiskinan yang menimpa petani, selama ini anggaran yang dialokasikan untuk pertanian di Kabupaten Jember masih kalah jauh dengan kabupaten lain seperti Kabupaten Bondowoso. Padahal pertanian di Kabupaten Jember lebih maju dan hasilnyapun sangat melimpah, namun kurang ditunjang dengan anggaran yang mencukupi.Pertanian menjadi skala prioritas pembangunan daerah dalam era kepimpinan bupati MZA Djalal sudah sangat tepat, artinya harus dibarengi dengan kesejahteraan petani. Paling tidak usaha pertanian di pedesaan dapat menjadi tumpuan para petani, hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi Pemkab Jember yakni membangun desa menata kota demi kemakmuran bersama,� kata Jumantoro. Salah seorang petani dari Kecamatan Kalisat sangat berharap adanya perubahan nasib, pasalnya petani saat ini banyak yang tidak dapat menikmati panen karena faktor cuaca yang sulit diprediksi. Dirinya mencontohkan akibat gagal panen tersebut sulit untuk memulai kembali menggarap sawah, selain takut gagal untuk kedua kalinya menginggat kondisi iklim yang kerapkali berubah , banyak petani yang terjerat hutang pada rentenir untuk sekedar mempertahankan hidup padahal mereka tahu keberadaan rentenir justru menjerumuskan petani. Gagal panen itu sendiri di Kabupaten Jember sudah berlangsung sejak musim kemarau (MK) I dari bulan Maret hingga Juni, hal itu ditandai dengan turunnya produktifitas pertanian akibat serangan hama wereng dan kenyataan itu diperparah dengan MK II seiring semakin tidak bersahabatnya cuaca. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto,MSI menilai usulan Ketua HKTI Kabupaten Jember dengan menganggarkan 10% dari APBD untuk pertanian sangat tepat, hal itu untuk mengentas nasib petani di Kabupaten Jember yang tengah mengalami gagal panen. Dirinya berharap usulan tersebut dapat direalisasikan dalam APBD 2011, dengan demikian petani di Kabupaten Jember dapat menggarap kembali lahan pertaniannya. (winardyasto)

Gairahkan Sektor Pertanian Perlu Bangun Pasar Agrobis Terpadu Jember Terbina. Sudah saatnya Kabupaten Jember memiliki pasar agrobisnis terpadu, mengingat saat ini Kabupaten Jember memiliki potensi luarbiasa dibidang pertanian dan pasarnya cukup bagus namun sayangnya belum dikelola secara baik.Selama ini banyak petani yang kondisinya terpuruk, hal ini dikarenakan pada umum nya para petani buta akan informasi pasar. Dengan adanya pasar tersebut diharapkan terjadi transaksi baik antara petani maupun kelompok tani dengan mereka yang butuh produk pertanian.Selama ini di Jawa Timur pasar agrobis terpadu hanya ada di Kabupaten Sidoarjo, karena itu dengan dibukanya pasar argrobis terpadu di Kabupaten Jember paling tidak dapat memutus mata rantai yang begitu panjang dalam hal distrubusi hasil pertanian. Gagasan pendirian pasar agrobis terpadu tersebut dilon-

tarkan oleh Jumantoro Ketua Forum Komunikasi Petani Jember (FKPJ), Kabupaten Jember dinilai Jumantoro secara geografis letaknya dekat dengan Bali merupakan pasar potensial yang cukup menjanjikan bagi produk pertanian yang ada. Mengingat Bali selama ini merupakan tempat persinggahan

para pelaku perdagangan dari luar negeri, kalau pasar agrobis terpadu tersebut bisa dioperasikan di Jember, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan datang ketempat tersebut untuk membeli hasil pertanian yang dibutuhkan karena itu nantinya penempatan lokasi pasar tersebut harus

Dok.Humas

strategis, mudah dijangkau dengan transportasi sehingga siapapun dapat datang ketempat tersebut. “Apapun kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab Jember untuk mendongkrak hasil pertanian, tanpa didukung adanya pasar agrobis terpadu maka bukan petani yang menikmati keuntungan tapi justru para pedagang.Konsep pendirian pasar agrobis terpadu ini sejatinya adalah dari petani untuk petani, sehingga petani yang awalnya terpuruk dapat lebih sejahtera hidupnya. Dengan pendirian pasar agrobis ini nantinya juga dapat menampung produk pertanian dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember , bahkan kalau perlu produk pertanian dari kabupaten lain seperti Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang dapat dipasarkan di pasar agrobis tersebut mengingat sektor pertanian sangatlah menjanjikan,�tukas Jumantoro. Selain itu bila pasar argrobis terpadu ini digarap secara serius oleh Pemkab Jember, Jumantoro yakin perpindahan penduduk dari desa ke kota atau yang lebih dikenal dengan urbanisasi dapat dikurangi. Dari awalnya desa yang dianggap kurang menarik karena tidak tersedianya lapangan kerja bagi para pencari kerja dan cenderung untuk

mengadu nasib di kota besar, maka dengan dioperasikannya pasar tersebut berdampak pada peningkatan produksi pertanian yang mampu menyerap tenaga kerja. Hal ini secara tidak langsung juga merupakan proses regenerasi di sektor usaha pertanian, kalau regenerasi tidak dilakukan maka siapa yang nantinya akan melanjutkan dan mengembangkan pertanian padahal lebih dari separoh jumlah penduduk di Indonesia tinggal di pedesaan. Apa yang menjadi pemikiran Jumantoro dengan pendirian pasar agrobis terpadu tersebut dinilai oleh Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto,MSi sangat mungkin untuk direalisasikan, pasalnya Kabupaten Jember kaya akan hasil pertanian dan 60% masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Selama ini Kabupaten Jember tidak hanya dikenal dengan produk pertaniannya saja, tapi juga perikanan, peternakan dan perkebunannya.Dengan pendirian pasar yang digagas oleh ketua FKPJ tersebut diharapkan seluruh potensi Kabupaten Jember dapat ditampung, sehingga para petani tidak lagi mengalami kesulitan untuk memasarkan produk pertaniannya. (winardyasto)


4

JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

PENDIDIKAN

Penambahan Penduduk Pengaruhi Angka Penyandang Buta Aksara

Jember Terbina. Jumlah penyandang buta aksara di Kabupaten Jember tahun 2008 umur 10 tahun keatas sebanyak 301.286 jiwa dari jumlah penduduk yang ada, jumlah tersebut lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya 2007 yang hanya 298.410 jiwa. Meski tahun 2008 jumlah penyandang buta huruf di Kabupaten Jember cukup tinggi bila dibanding tahun 2007, namun secara prosentasi jumlah penyandang buta huruf pada tahun tersebut turun menjadi 15,70% daripada tahun 2007 yakni 16%, hal ini disebabkan adanya perkembangan

jumlah penduduk di Kabupaten Jember. Jumlah penyandang buta huruf tersebut mereka yang dinyatakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember masuk dalam katagori tidak bisa baca tulis, hal ini berbeda dengan konsep yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Pemkab Jember seseorang dikatakan melek huruf bila bisa baca, tulis dan berhitung (calistung). Penyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala BPS Kabupaten Jember Dra. Nela Oktaviana, untuk data penyandang buta aksara 2009 di Kabupaten Jember masih menunggu hasil survei sosial ekonomi nasional (susenas). Lebih lajut okta menjelaskan meski seseorang bisa membaca tapi tidak bisa menulis atau sebaliknya, maka yang bersangkutan tetap dianggap sebagai penyandang buta huruf. Hal ini berbeda bila mereka yang awalnya bisa baca tulis karena faktor

Dok.Humas

kesehatan menyebabkan penglihatannya menjadi terganggu tidak bisa melihat, tetap digolongkan bisa melek huruf, demikian juga dengan tunanetra yang mampu membaca huruf braile maka atau orang yang bisa membaca dan menulis bahasa asing seperti Arab dan Cina meskipun dirinya tidak bisa menguasai bahasa Indonesia tetap tidak bisa dikatakan sebagai penyandang buta aksara karena bisa baca tulis sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh BPS. “Penyandang buta aksara ternyata masih banyak dijumpai di Indonesia tidak hanya di Kabupaten Jember saja, biasanya penyandang buta aksara ini melekat pada rumah tangga miskin. Jumlah penyandang buta aksara di Kabupaten Jember tersebut mencakup keseluruhannya dan BPS tidak mempunyai data per kecamatan, survei susenas sendiri dilakukan oleh BPS

selama dua kali dalam setahun yakni bulan Maret dan Juli dengan menggunakan metode Random sampling. Survei ini mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Jember, namun bukan berarti semua rumah didatangi, jumlah penyandang buta aksara tersebut merupakan data sampel dan angka keseluruhan yang ada di Kabupaten Jember. Namun demikian dari hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS beberapa waktu lalu, diharapkan dapat diketahui kecamatan mana saja di Kabupaten Jember yang menjadi kantong-kantong buta aksara,�ungkap Nela. Dari data penyandang buta aksara tahun 2008 untuk umur 10 tahun keatas di BPS Kabupaten Jember menyebutkan, bila dibanding kabupaten lain di wilayah eks Karisidenan Besuki, Kabupaten Jember masuk pada peringkat ketiga dengan jumlah buta aksara terbanyak yakni 15,70%. Jumlah penyandang buta aksara di Kabupaten Bondowoso pada tahun yang sama sebanyak 22,11%, Kabupaten Situbondo 21, 98% dan Kabupaten Banyuwangi hanya 11,79% dan jumlah tersebut lebih sedikit bila dibanding Kabupaten Jember. Dalam melakukan survei penyandang buta aksara dilapangan BPS tidak hanya sekedar mendatangi responden umur 10 tahun keatas saja, tapi BPS juga menguji responden tersebut dengan menulis dan membaca, hal ini untuk mengetahui responden tersebut buta aksara atau tidak. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto MSi menyatakan, selama ini permasalahan buta aksara di Kabupaten Jember telah ditangani secara serius oleh dinas pendidikan. Bahkan Dinas Pendidikan Pemkab Jember telah melakukan berbagai upaya untuk menuntaskan permasalahan buta aksara, salah satunya dengan program gugur gunung dengan melibatkan seluruh elemen masyaraka hal ini untuk mengurangi jumlah penyandang buta aksara di Kabupaten Jember. (winardyasto)

Jember Wakili Jawa Timur Ikuti Olimpiade Internasional Jember Terbina. Dunia pendidikan di Kabupaten Jember terus menggeliat untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, hal itu dibuktikan dengan dikirimkannya Diba (SD Al Irsyad) dan Ardhi Iza Mahendra (SDN Jember Lor I). Kedua pelajar tersebut akan mewakili Kabupaten Jember dan sekaligus wakil dari Propinsi Jawa Timur dalam International matematic Sains Olympic atau lebih dikenal dengan sebutan olimpiade IPA dan matematika tingkat Asia Pasifik di Bali, dalam lomba tersebut Diba akan mengikuti bidang matematika sedang Ardhi kategori IPA. Dalam lomba tersebut mereka juga akan bergabung dengan tim Indonesia lainnya, peserta dari Indonesia ini nantinya akan bersaing dengan peserta dari berbagai negara lainnya di Asia Pasifik. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Drs. Jumari, MSi, Kabupaten Jember telah melakukan berbagai persiapan dilakukan sejak empat bulan sebelum ajang bergengsi tersebut digelar.Bahkan untuk menmjadi wakil Indonesia dalam lomba tersebut seleksi cukup panjang, sebab di tingkat propinsi hanya Kabupaten Jember dan Malang yang dinyatakan Lolos. Setelah seleksi tingkat propinsi wakil Jawa Timur ini akan diseleksi ditingkat nasional, dari 50 orang peserta akan diseleksi lagi melalui try out di Jakarta maka terpilihlah 10 peserta terbaik yang mewakili Indonesia termasuk Kabupaten Jember dalam olimpiade IPA dan matematika tingkat internasional tersebut. “Tidak gampang untuk bisa mengikuti olimpiade IPA dan Matematika tingkat internasional, namun berkat kerja keras akhirnya Kabupaten Jember berhak menjadi peserta dalam lomba tersebut. Bahkan pada tahun sebelumnya Kabupaten Jember juga mengirimkan wakilnya dalam

lomba yang sama, keikutsertaan Kabupaten Jember dalam olimpade tersebut juga merupakan wujud keberhasilan pembangunan pendidikan. Saya berharap tahun depan Kabupaten Jember dapat mengikuti kembali lomba olimpiade ini, tentunya dengan dibarengi kwalitas yang lebih baik meski dalam seleksi tingkat nasional wakil dari Kabupaten Jember tidak kalah dengan daerah lainnya bahkan bisa masuk sepuluh besar,�jelas Jumari. Jumari mengungkapkan, kwalitas pendidikan dasar di Kabupaten Jember dalam lima tahun terakhir ini terus meningkat, bahkan dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) ada satu pelajar SD di Kabupaten Jember yang memperoleh nilai tertinggi di tingkat Jawa Timur. Selama ini meski mutu pendidikan dasar di Kabupaten Jember masih di dominasi oleh sekolah kawasan kota, namun pihaknya kedepan berusaha untuk memeratakan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Jember. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai upaya, salah satunya dengan peningkatan kwalitas guru, pemberdayaan gugus melalui kelompok kerja guru (KKG), penguatan kepala sekolah dan pengawas dengan menjalin kerjasama pihak lain sehingga mutu pendidikan dasar di Kabupaten Jember akan dapat lebih meningkat. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs.

Repro

Agus Slameto, MSI ketika dimintai pendapatnya, merasa senang dengan terpilihnya Jember mewakili Propinsi Jawa Timur dan memperkuat tim Indonesia dalam olimpiade IPA dan Matemetika Se Asia pasifik, dengan mengikuti lomba tersebut diharapkan lebih banyak lagi muncul pelajar SD di Kabupaten Jember yang memiliki kepandaian dibidang IPA dan matematika sehingga mampu bersaing tidak hanya ditingkat propinsi, nasional, tapi juga di tingkat internasional.(winardyasto)


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

5

PENDIDIKAN

Tidak Korupsi Waktu, Contoh Pendidikan Anti Korupsi Jember Terbina. Rencana akan diterapkannya pelajaran pendidikan anti korupsi di sekolah pada tahun 2011 disambut baik oleh berbagai kalangan, tidak terkecuali Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember.

tahuan termasuk didalamnya pendidikan anti korupsi sebagai tambahan pengetahuan karena banyak pelajar di Indonesia yang masih belum paham tentang korupsi. Sebelum pendidikan anti korupsi tersebut mulai diajarkan dibangku sekolah, Wayan berpendapat pendidikan anti korupsi di Indonesia merupakan hal yang baru dan biasanya menjadi efuria bagi masyrakat. Agar pelajaran tersebut berjalan dengan baik dan dapat diterima oleh pelajar,

paling tidak semua komponen yang terkait perlu mempersiapkan segala sesuatunya termasuk tenaga pengajarnya. “PGRI menyambut baik apa yang yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan memberlakukan mata pelajaran pendidikan anti korupsi di sekolah, sudah saatnya generasi muda mendapat pengetahuan pendidikan anti korupsi dan itu dimulai dari sekolah.Pendidikan anti korupsi nantinya harus dilaksanakan secara konsisten

sejak dari awal, sehingga terjadi perubahan hasil yang sangat signifikan antara apa yang diajarkan dengan out put nya kelak ketika mereka menjadi bagian dari birokrasi dan masyarakat. Pelajaran anti korupsi ini sama bagusnya dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4), saat itu pemerintah menginginkan terciptanya suasana toto tentrem karto raharjo bagi rakyatnya dengan dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila dan kepribadian bangsa,�

Pendidikan anti korupsi itu sendiri merupakan gagasan dari Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementrian Pendidikan Nasional, dikenalkannya pendidikan anti korupsi kepada para pelajar paling tidak ingin mengenalkan sejak dini apa sebenarnya tindak pidana korupsi dan akibat yang ditimbulkan karena perilaku korupsi tersebut. PGRI menilai pendidikan anti korupsi merupakan upaya dari pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good government) dan pemerintahan yang bersih (client goverment), karena itu itikad baik pemerintah tersebut patut didukung. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PGRI Kabupaten Jember Drs. I Wayan Wesa Atmaja,MSi, langkah yang diambil oleh pemerintah dengan mengajarkan pendidikan anti korupsi dinilai sangat tepat. Mengingat sekolah dinilainya sebagai lembaga pengembangan penge-

Repro blog

ujar Wayan. Wayan juga menambahkan, secara profesional guru dengan kompetensi yang dimiliki dan kualifikasi akademiknya yakni S1 ataupun D-4, paling tidak mampu mengimplementasiksn kompetensinya seperti pedagogik, profesional, sosial maupun personal.Termasuk ketika kompetensi personal tersebut dihadapkan dengan kedisplinan dalam menjalankan profesi, maka ketika pelajaran anti korupsi sudah dijalankan di sekolah, guru tidak boleh melakukan korupsi waktu. Kalau masih ada guru yang melakukan korupsi waktu, artinya boleh jadi pelajaran anti korupsi tersebut gagal diterapkan di sekolah karena guru sebagai pendidik tidak memberikan contoh terpuji bagi anak didiknya. Padahal untuk menghilangkan kebiasaan korupsi waktu tidaklah terlalu sulit bagi seorang guru, karena guru sudah dikendalikan dengan jadwal mengajar yang dibuat oleh sekolah. Menanggapi adanya pendidikan anti korupsi yang akan diajarkan di sekolah, Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi menyambut baik hal tersebut. Selain pemberian pendidikan anti korupsi bagi para pelajar, Agus berpendapat perlu juga dibangun adanya budaya malu untuk melakukan korupsi, sehingga dengan rasa malu tersebut tidak akan timbul niatan untuk melakukan korupsi. (winardyasto)

Kampanyekan Gemar Membaca Lewat Pasar Buku Jember Terbina. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pemkab Jember dalam upaya lebih menggairahkan minat baca masyarakat dan menanamkan arti pentingnya membaca buku, mengingat saat ini minat baca masyarakat Jember masih dirasa kurang. Dengan menggandeng pihak event organizer (EO), Harian Radar Jember, dan penerbit buku rencananya kantor tersebut akan menggelar pasar buku rakyat 8-14 Oktober 2010 untuk kedua kalinya pada tahun 2010 ini di Gedung Sutarjo.Dengan kegiatan tersebut selain dapat menggugah masyarakat untuk cinta membaca buku, masyarakat diharapkan dapat membeli buku dengan harga murah dibanding harga toko selama kegiatan tersebut dilangsungkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pemkab Jember Drs.Sutrisno,MSi, selama ini masyarakat belum menjadikan membaca sebagai kegemaran.Tolok ukur untuk melihat apakah minat baca masyarakat cukup tinggi, indikatornya dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku yang terjual di toko buku dan jumlah pengunjung dan anggota perpustakaan. Dari catatan yang ada di Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Pemkab Jember menyebutkan, setiap tahunnya jumlah pengunjung dan anggota di perpustakaan daerah terus mengalami

peningkatan.Hal itu terasa sekali sejak Sutrisno memperpanjang jam kerja perpustakaan daerah yang awalnya hanya sampai jam 3 sore, dengan adanya penambahan waktu tersebut diharapkan mampu mendongkrak jumlah pengunjung di perpustakaan daerah. “Sejak perpustakaan daerah ini memperpanjang jam layanan kepada masyarakat ternyata mampu meningkatkan jumlah pengunjung, kebanyakan para pelajar saat pulang sekolah datang untuk mencari buku yang dibutuhkan terkait tugas yang diberikan oleh guru. Tidak terkecuali para pegawai instansi pemerintah ataupun swasta menyempatkan diri untuk datang ke perpustakaan daerah hanya sekedar membaca maupun meminjam buku yang diinginkan, mereka menganggap sore hari saat yang tepat untuk melepas lelah dengan membaca. Untuk itu perpustakaan daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya merubah sistim manual menjadi otomasi semua itu berkat jaringan on line sehingga memperpanjang buku dan mencari katalog tidak harus datang ke perpustakaan daerah tapi cukup dari rumah,�ungkap Sutrisno. Selain itu unit mobil perpustakaan keliling yang menjangkau hingga wilayah pedesaan sangat dinilai efektif meningkatkan minat baca masyarakat termasuk anak-anak , hal itu dapat terlihat setiap sekolah yang disinggahi oleh mobil tersebut dengan banyaknya murid-murid yang berebut untuk meminjam koleksi buku yang dimiliki oleh Kantor Perpustakaan Daerah Pemkab Jember. Bahkan untuk menumbuhkan gemar membaca di kalangan masyarakat, Sutrisno memandang perlu dilakukan sejak usia dini, untuk itu pihaknya akan

Dok.Humas

menganggarkan 70% dari anggaran yang dipunyai untuk membeli buku anak-anak. Jumlah buku yang dimiliki oleh perpustakaan daerah dirasa masih kurang dengan jumlah anggota 6000 orang , idealnya buku yang harus dimiliki sekitar 270.000 atau 10% dari jumlah penduduk Jember saat ini yakni 2.700.000 orang. Dibagian lain Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi

menyambut baik langkah yang ditempuh oleh Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Jember untuk meningkatkan gemar membaca masyarakat, salah satunya dengan penyediaan buku murah melalui kegiatan pesta buku. Semakin seringnya diadakan kegiatan semacam itu, Agus semakin yakin masyarakat Jember akan lebih senang membaca karena tidak dipungkiri buku adalah jendela informasi dunia (winardyasto)


6

JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

PENDIDIKAN

Sekolah Aliansi untuk Tingkatkan Kualitas Sekolah Jember Terbina. Upaya Kabupaten Jember untuk terus meretas prestasi di bidang pendidikan, baik tingkat regional maupun nasional, sudah tidak bisa diragukan lagi. Hingga tak heran kalau pola dan prestasi pendidikan di Kabupaten Jember akhirnya menjadi acuan bagi wilayah tapal kuda, khususnya di daerah eks Karesiden Besuki ini. Dengan keberhasilan ini pemerintah pusat kembali mempercayai Kabupaten Jember dengan mengimplementasikan program sekolah aliansi. Pro-

gram sekolah aliansi itu sendiri sebagai bentuk penguatan kepada sekolah-sekolah, utamanya yang tergabung pada aliansi- agar lebih mudah menjadi sekolah berstandart internasional (SBI). Sementara sekolah aliansi yang ditunjuk untuk wilayah Jawa Timur bagian Timur hanya sekolah yang ada di Kabupaten Jember. Ketiga sekolah di Jember yang ditunjuk tersebut, yaitu SMKN 1 Sukorambi, SMKN 3 Jember dan SMKN Sunan Ampel Sukorambi. Dimasukkannya ketiga sekolah ini dalam sekolah aliansi atas pertimbangan yang cukup matang serta prestasi-prestasi yang telah diraihnya sejak tahun 2009 hingga 2013 mendatang. “Diberikannya program sekolah aliansi bagi Kabupaten Jember ini merupakan suatu keberuntungan tersendiri,” ujar Drs Bambang Iryanto, M.Si, Kepala SMKN 1 Sukorambi Jember

Kegiatan praktek lapangan yang dilakukan para siswa SMKN Sukorambi Jember

Dok.Humas

Selain merasa senang dan beruntung atas ditunjuknya ketiga sekolah ke dalam sekolah aliansi, Bambang juga menyatakan hal itu sebagai sebuah kewajaran. Mengingat, ketiga sekolah itu cukup banyak meraih prestasi gemilang. “Setiap tahunnya masingmasing sekolah yang tergabung di sekolah aliansi secara otomatis mendapatkan kucuran dana dari pusat sebesar Rp. 150 juta yang diperuntukan untuk membeli peralatan penunjang sekolah dan pelatihan para guru,” ungkapnya. Dikatakan, penunjukan tiga sekolah dalam pogram sekolah aliansi yaitu SMKN 1 Sukorambi, SMKN 3 Jember dan SMK Sunan Ampel Sukorambi tersebut atas rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Proses penunjukkan ini pun juga dilakukan melalui kajian secara seksama atas kelayakan dari berbagai faktor. “Adapun harapan dari sekolah aliansi itu secepat mungkin dari dua sekolah yang tergabung itu bisa menjadi sekolah berstandart internasional selayaknya sekolah model SMKN 1 Sukorambi - Jember”, imbuh pria berkumis tebal itu. Mengenai target dari program pengembangan sekolah aliansi, banyak kalangan pendidikan meyakini akan mampu memperbaiki bidang menejemen peningakatan mutu SDM dan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang. Oleh karenanya ke tiga dasar operasional sekolah itulah yang perlu mendapat perhatian dan digarap secara optimal, sehingga capaian kualitas pendidikan di Jember akan bisa lebih mudah. Melalui program pengembangan sekolah aliansi ini, diyakini potensi dan prestasi akan lebih bisa dikembangkan seiring dengan sekolah model sebagai pembinanya. Melalui metode itulah nantinya akan mempermudah melakukan bimbingan ke daerah untuk pencapaian menjadi SBI. Di lain pihak, program sekolah aliansi yang masih baru tiga sekolah di Kabupaten Jember ini, ada kemungkinan masih bisa berubah. Hanya saja untuk hal ini masih harus menunggu selesainya masa pengembangan di atas tahun 2013. Karena itu, ini merupakan kesempatan besar bagi sekolah lain, baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikannya serta bersaing secara sehat. (Indra)

SMPN 2 Arjasa, Hibur Masyarakat Jemberana Bali Jember Terbina. Satu persatu sekolah di Kabupaten Jember, terus menunjukkan prestasi terbaiknya. Terakhir, prestasi yang cukup membanggakan, tidak hanya bagi Pemkab Jember, tapi juga masyarakat, adalah mendapat kehormatan untuk ikut menghibur masyarakat Kabupaten Jemberana. Sekolah berprestasi tersebut, adalah SMPN Arajas 2. Sekolah ini pada pekan lalu mengikuti HUT Kabupaten Jemberana, Propinsi Bali, dengan mengirimkan siswa-siswanya sebanyak 13 orang, guna ikut menghibur masyarakat daerah tersebut. Pada penampilan di HUT Jemberana ke 115 ini, SMPN 2 Arjasa menampilkan Tari Labako, kesenian tari khas Kabupaten Jember. Lenggak lenggok 13 penari dari SMPN 2 Arjasa ini, diiringi musik patrol hidup. Menurut Kepala SMPN 2 Arjasa, Murtini, S.Pd, keberangkatan siswa-siswanya ke HUT Jemberana tersebut atas nama Kabupaten Jember. “Pengiriman siswa-siswa kami ke Jemberana ini atas koordinasi dengan Kantor Pariwisata,” ungkap Murtini. Dikatakan, untuk pengiriman seni tari dari SMPN 2 Arjasa, pihak sekolah melibatkan beberapa orang pelatih, seperti Pak Tono, Bu Wiwik, Jumari, Bu Ita. Dari empat orang pelatih ini, penaripenari SMPN 2 Arjasa, mendapat gemblengan selama dua bulan.

Dok.Humas

“Kami sampaikan banyak terima kasih kepada tim pelatih yang dengan suka rela melatih anak-anak. Sehingga dari itu tarian yang ditampilkan anak-anak mendapat sambutan dari masyarakat dan pemerintah setempat,” ujarnya. Mengenai pagelaran tari yang dihelat di Jemberana, menurut Murtini, diikuti 49 kabupaten seluruh Indonesia, termasuk Jember. Pada event yang merupakan Parade Nusantara dan puncak peringatan HUT ke 115 Jemberana ini, Jember mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah setempat. Murtini berharap, seni tari yang sudah menjadi bagian dari SMPN 2 Arjasa ini, bisa menjadi icon sekolah yang dipimpinnya. “Ini sebenarnya merupakan program tahunan, Jember satiap tahunnya selalu mengirimkan dutanya pada HUT Jemberana,” jelasnya. Sekadar diketahui, prestasi SMPN 2 Arjasa dalam hal tari, berkecenderungan selalu meningkat setiap tahunnya. Ini bisa dilihat dari prestai yang sudah pernah diraih, mulai dari juara harapan sampai juara 1 pada tahun 2010 ini. “Puncaknya tari dari sekolah ini memperoleh nilai terbaik pada hardiknas lalu,” Untuk masalah perintisannya, seni tari di sekolah diawali sejak enam tahun lalu (2005). “Karena itu kami berharap tari menjadi icon sekolah ini. Kebetulan kita juga punya guru baru, Bu Eli, yang punya keahlian menari,” terangnya. Dipilhnya tari sebagai upaya untuk memunculkan prestasi akademik, karena sekolah tersebut berada di desa. “Dari latar belakang inilah maka kami pilih tari sebagai acuan untuk menarik minat anak masuk ke sekolah ini,” pungkasnya.(humas).


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

7

LAPORAN UTAMA

Ingatkan Bupati, Agar Wabup Juga Diajak Kerja Jember Terbina. Penantian masyarakat atas dilantiknya pemenang pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Jember, akhirnya terjawab. Ini setelah pada hari Sabtu, 25 September, Gubernur Jawa Timur, Dr Soekarwo, atas nama Menteri Dalam Negeri, melantik pasangan pemenang pemilukada, MZA Djalal dan Kusen Andalas. Pelantikan Bupati Jember, yang berlangsung di Aula PB Sudirman, Pemkab Jember, yang dihadiri Ketua dan anggota DPRD, jajaran Muspida, Kepala SKPD, Pimpinan Instansi Lintas Sektoral, Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat itu, sekaligus menjawab keraguan masyarakat atas dilantiknya pasangan MZA Djalal dan Kusem Andalas. Sebab selama ini, berkembang isue bahwa pasangan MZA Djalal dan Kusesn, tidak akan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jember, menyusul adanya persoalan hukum yang tengah dihadapi keduanya. Karena itu, masyarakat menyambut dengan suka cita atas dilantiknya pasangan Bupati Djalal dan Kusen Andalas, sebagai Bupati Jember periode 2010-2015. Banyak harapan yang disandangkan kepada pemenang pemilukada Kabupaten Jember 7 Juli 2010 lalu itu. Diantaranya, program pembangunan yang sempat terhenti, diharapkan dapat diteruskan. Tidak hanya pada bidang tertentu saja, tapi semua program

pembangunan, utamanya bidang pemberdayaan masyarakat dan pengadaan sarana prasarana, seperti penerangan jalan umum diharapkan bisa dilanjutkan. Keinginan masyarakat ini sejalan dengan janji yang pernah disampaikan Pak Djalal pada setiap acara Dialog Solutif

Bedah Potensi Desa. Pada acara tersebut Bupati Djalal, mengatakan, bahwa untuk penerangan jalan umum, Pemkab Jember, masih akan melakukan penambahan hingga sebanyak 50 ribu titik. Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo yang melantik Bupati dan Wakil Bupati Jember, Ir MZA Djalal dan Kusen Andalas,

Dok.Humas

Gubernur Jatim, H. Soekarwo saat memberikan sambutan dalam pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kab. Jember

S.Ip, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa kabupaten sebagai sebuah daerah merupakan sub sistem program pembangunan propinsi. Demikian halnya dengan propinsi merupakan sub sistem dari program pembangunan nasional. Ini sesuai dengan pesan yang disampaikan menteri keuangan dan menteri dalam negeri, bahwa presiden menyerahkan sebagian kekuasaan pengelolaan keuangan kepada propinsi dan kabupaten. “Ini saya mengingatkan kembali, bahwa otorisator keuangan, adalah gubernur dan wali kota/bupati,” Hal yang demikian itu, kata gubernur sangat penting, agar dalam melaksanakan tugasnya, keduanya, bupati dan wakil bupati, bisa berjalan bersama-sama. “Ini penting saya ingatkan, agar wakil bupati juga diajak bicara. Dia tidak memiliki kewenangan, tapi karena janji kampanyenya bersamasama, hendaknya wakil bupati juga diajak bicara,” tandas. Gubernur Soekarwo menganggap pesan itu sangat perlu disampaikan, mengingat, ada beberapa daerah, setelah bupati dan wakil bupatinya dilantik sudah tidak rukun. “Alhamudillah, di Jember ini rukun, tapi di tempat lain baru 3 bulan saja sudah tidak bersama,” ungkapnya. Dikatakan, ketidakrukunan seorang bupati dan wakilnya, akan banyak mempengaruhi kinerja pemerintahan. Bahkan tidak jarang pula, akibat dari ketidakrukunan tersebut, staf dan masyarakatnya menjadi bingung. “Kalau tidak rukun, jelas masyarakat dan stafnya, jadi binung. Ini penting, karena akan mempengaruhi kinerja. Suami isteri saja kalau tidak akur, anaknya bingung. Ini yang perlu saya ingatkan, agar semuanya bisa berjalan propduktif,” pesannya. (Indra)

Respek Terhadap Visi Misi yang Disampaikan Jember Terbina. Mengenai visi misi bupati dan wakil bupati, gubernur mengatakan, ada satu hal yang agak sulit sangat mungkin untuk bisa dipenuhi. Dari paparan yang disampaikan, bahwa visi misi terwujudnya masyarakat Jember yang sejahtera, agamis, masyarakat bermartabat - lah, yang dinilai tidak mudah direalisasikan. “Saya sudah baca visi misi bupati dan wakil bupati, jadi tolong direalisasikan. Sebagai gubernur saya yakin pada pak Djalal dan pak Kusen. Yang terakhir (bermartabat,red) ini sangat berat sekali,”pungkasnya. Kendati begitu, Gubernur Soekarwo tetap responsif atas visi misi yang disampaikan Bupati Djalal dan Wakil Bupati Kusen Andalas. Karena implemengatasi dari visi misi itu, sebagaimana paparan yang disampaikan Bupati Djalal, yakni akan meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan. “Ini sangat penting agar usia harapan hidupnya panjang. Karena selain takdir, ikhtiarnya lewat kesehatan,” turunya. Hal lain yang cukup mendapat

penilaian positif dari visi misi yang disampaikan Bupati Djalal dan Wabup Kusen Andalas adalah, program pemberantasan buta aksara dan melanjutkan pendidikan kecakapan hidup, peningkatan PAUD, perintisan dan perbaikan gedung sekolah, peningkatan kualitas SMK, peningkatan kompetensi guru, revitalisasi puskesmas, dan peningkatan upaya kesehatan oleh masyarakat dan posyandu. Yang terakhir ini realisasinya melalui pendampingan dang gizi buruk. Untuk masalah gizi buruk ini, Gubernur Soekarwo mengingatkan, bahwa anak yang benarbenar menderita gizi buruk hanya sekitar 20 %. Selebihnya, karena ada kesalahan asupan. “Jadi karena anak kecil dititipne (dititipkan-red) mbah-e, makanan dimakan embahnya, tidak diasupkan ke cucunya,” kelakar Gubernur, yang disambut geeer…undangan. Program berikutnya dari Bupati Djalal dan Wabup Kusen Andalas, adalah mengembangkan partisipasi dan menumbuhkembangkan kreativitas masyarakat. Yang demikian ini menurut gubernur, sangat penting, karena untuk meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan. Termasuk diantaranya mengenai aksi demontrasi. Menurut gubenur, seorang pejabat jangan sampai tidak menemui demonstrans, karena itu merupakan hak, dan itulah demokrasi

Dok.Humas

Salah satu priorotas pembangunan Kab. Jember yang disampaikan dalam visi misi Bupati Jember 2010-2015 adalah perekonomian Kerakyatan “Jangan tidak menemui demonstran. Demontrans harus ditemui, karena itu memang dan itulah demokrasi yang kita ambil. Jangan sampai nanti ada orang protes, pintunya ditutup, kordennya ditutup, harus ditemui, karena itulah yang dinamakan janjinya pak bupati mengedepankan

partisipasi. “Jadi partisipasi itu adalah ruang publik yang d ibangun,” tandasnya. Selanjutnya, program yang ketiga dari Bupati Djalal dan Wabup Kusen Andalas, yakni mewujudkan ekonomi yang mengarah pada peningkatan kualitas hidup, seperti sektor

agrobisnis, agro industri, peningkatan produksi tani dan sebagainya. Sehingga dari program ini diharapkan pertumbuhan ekonomi di Jember, lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, yang lebih dari 80 %, adalah petani. (Indra)


8

JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

LAPORAN UTAMA Bupati MZA Djalal, Di Mata Seorang Teman Sekolahnya

Pendiam, Suka Bawa Banyak Buku Saat Belajar Kelompok

Dok.Humas

Pernahkah terbayangkan, salah satu teman sekolah atau bermain anda tiba-tiba menjadi orang sukses, bahkan pemimpin masyarakat dan menjadi orang nomor satu. Sudah barang tentu, anda akan senang, karena paling tidak ada yang bisa diceriterakan dan dibanggkan kepada orang lain, bahwa si A waktu SMP sampai SMA satu sekolah atau waktu tinggal di kampung dan masih anakanak sampai remaja pernah menjadi teman baik bahkan akrab. Sebuah kisah yang diceriterakan Hendro Purwanto, tentang seorang temannya yang saat ini menjadi orang nomor satu di Kabupaten Jember. Berikut Catatan Indra G Mertowijoyo Kebanggaan atas sukses seseorang yang seperti ini, wajar dirasakan oleh teman-temannya yang ketika masih anak-anak atau remaja pernah dekat. Siapapun tentu akan merasakan kebanggaan terhadap sukses yang berhasil diraih sang teman tadi. Kebanggaan ini muncul, karena pal-

ing tidak, sang teman yang sukses tadi, bisa membawa nama baik lembaga sekolahnya, atau kampung halamannya. Karena itu, ketika ada salah satu anggota lembaga pendidikan atau masyarakat sebuah desa sukses meniti karier, temantemannya yang lain akan dengan senang hati mengenang dan menceriterakan masa lalu temannya yang sukses itu. Kenangan-kenangan indah ini juga dirasakan oleh Drs Hendro Purwanto, M.Pd. Mantan siswa SMPN 1 Jember dan STM Negeri Jember, yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMPN 2 Jember itu, pada awal hingga pertengahan tahun 70-an, pernah berteman cukup dekat dengan seseorang yang saat ini menjadi orang nomor satu di Jember, Bupati MZA Djalal. Hendro mengaku, cukup banyak tahu sosok Bupati Djalal, ketika masih duduk di bangku sekolah, utamanya saat masih SMP hingga STM (Lokasinya depan RS Paru, sekarang menjadi SMP 10). Pengetahuan Hendro tentang Bupati Djalal ini, utamanya saat masih bersekolah di SMP hingga STM. “Pak Djalal itu teman saya satu angkatan di SMP 1 Jember, tapi beda kelas. Waktu kelas 3, saya di kelas 3 D, Pak Djalal di kelas F,” terang Hendro. Di mata Hendro, sosok Djalal muda adalah pribadi yang tidak suka banyak ngomong, berpakian rapi serta tertib. Bahkan, Djalal muda ketika masih duduk di bangku sekolah, tidak terkenal kenakalannya, sebaliknya dikenal aktif. Yang cukup menonjol dari pribadi Djalal, ketika masih muda dan bersekolah di SMP 3 maupun STM, dikenal tidak

suka menganggu teman-temannya. Karena itu, tak heran kalau kemudian Djalal cukup disegani dan dihargai oleh teman-temannya, Karena memang pendiam, saat masih bersekolah, nyaris tidak didengar kabar kenakalannya. Sedemikian baiknya kepribadian Djalal muda di mata Hendro, sampai-sampai tidak pernah terdengar ia bertengkar dengan temannya. “Jangankan sampai bertengkar, beradu mulutpun, saya juga tidak pernah dengar. Saya tidak pernah melihat atau mendengar Pak Djalal beradu mulut dengan teman yang lain,” kenangnya. Suka Meminjamkan Buku pada Temannya Saat di bangku sekolah, baik SMP 3 maupun STM, prestasi akademik Djalal, tergolong biasa, tidak terlalu menonjol. Hanya saja, dia tergolong anak yang rajin dan aktif, bahkan kalau sekolah tidak pernah lepas dari tasnya dan berisi gambar yang dibawanya di belakang punggungnya. Ketika berangkat sekolah, Djalal suka menaiki sepeda jengki, yang menurut ukuran saat itu tergolong anak orang cukup. “Kalau dilihat dari sepeda jengki yang biasa digunakan saat sekolah, untuk ukuran waktu itu tergolong anak orang cukup,” jelasnya. Suatu ketika, saat Hendro dan Djalal duduk di kelas 3 SMP, pihak sekolah menyuruh seluruh siswa untuk membentuk kelompok belajar. Perintah membentuk kelompok belajar oleh sekolah ini, didasarkan atas tempat tinggalnya.

Artinya, mereka yang rumahnya tidak terlalu berjauhan harus membentuk satu kelompok belajar yang anggotanya terdiri atas 5 orang siswa. Kebetulan, Djalal ketika itu tinggal di lingkungan Tembaan (sekarang Jl A Yani), dan Hendro tinggal di Wetan Pasar (Jl Trunojo), sedang tiga temannya yang lain, Adi (dari kelas 3d), Drajat (dari 3d), dan satu temannya lagi tinggal di Jl Melati (sekarang Jl dr Soetomo). “Tempat belajarnya di rumah Adi di Jalan dr Soetomo. Anak ini pandai di bidang matematik. Pak Djalal tergolong anak pendiam, namun juga tekun. Biasanya saat belajar kelompok, Pak Djalal membawa buku paling banyak,” ceritera Hendro, seraya mengenang masa-masa sekolahnya bersama MZA Djalal, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Jember, untuk kedua kalinya. Satu kesan lagi yang menurut Hendro, dimiliki Pak Djalal ketika masih muda dan bersekolah, yakni tidak pernah membedakan teman, termasuk mereka yang tidak mampu. Ini terbukti, ketika temannya yang tidak mampu ingin meminjam buku yang dimiliki, Pak Djalal tidak segan-segan memberinya. “Di mata teman-teman Pak Djalal itu tergolong tidak medit,” ungkapnya. “Dia juga sopan pada temantemannya, apalagi pada gurunya. Saya selalu mendoakan, semoga dalam menjalankan tugasnya tetap berpegang pada ajaran agama,” pungkas Hendro, mengakhiri ceritera dan kenangannya ketika masih bersama MZA Djalal muda saat duduk di bangku SMP 3 hingga STM.(*).


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

9

LAPORAN UTAMA Perketat Pengamanan Pelantikan Djalal-Kusen, Batasi Tamu Undangan Jember Terbina. Seperti yang diduga sebelumnya, pelantikan Bupati MZA Djalal dan Wakil Bupati Kusen Andalas, yang berhasil memenangkan pemilukada pada tanggal 7 Juli, akan banyak mengundang perhatian masyarakat. Karena berbagai keperluan terkait dengan pelantikan, persiapannya diupayakan sebaik mungkin, termasuk soal pengamanan saat dilangsungkannya pelantikan. Persiapan demi persiapan menyambut prosesi pelantikan sudah dilakukan Pemkab Jember jauh-jauh haru. Kesiapan tersebut salah satunya dengan mengadakan rapat kordinasi, yang diikuti oleh instansi terkait, seperti Polres Jember, Kejaksaan Negeri, Kominda, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Dinas Perhubungan, Bagian Umum, serta Bagian Humas. Rakor yang membahas teknis pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih 2010-2015 hasil pemilukada lalu, para peserta rapat kordinasi tersebut berharap pelantikan MZA Djalal dan Kusen Andalas yang akan dihadiri juga oleh Gubenur Jawa Timur Ir. Soekarwo dapat berlancar lancar, dan aman. Pernyataan tersebut diung-

kapkan oleh Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi, dalam prosesi pelantikan yang rencananya akan ditempatkan di Gedung Serba Guna Kaliwates jumlah tamu undangan dibatasi hanya 1383 orang. Dari jumlah keseluruhan undangan yang akan hadir dalam acara tersebut, 25 orang diantaranya termasuk wartawan baik wartawan media cetak maupun

elektronik. Bahkan untuk memudahkan tugas peliputan yang akan dilakukan oleh para wartawan pada saat pelantikan pasangan MZA Djalal dan Kusen Andalas, kabarnya pihak panitia juga akan mengandeng PT. Telkom untuk menyediakan fasilitas hot spot di areal press rom untuk mempercepat akses pengiriman berita prosesi pelantikan tersebut.

“Bagian Humas Pemkab Jember akan melakukan kordinasi dengan sekretariat DPRD Jember terkait peliputan wartawan, yang jelas wartawan nantinya akan diberi ID card saat meliput acara pelantikan. Bahkan wartawan yang tidak membawa piranti kamera yang memadai untuk mengabadikan kegiatan tersebut dari jarak jauh, maka Humas Pemkab Jember akan

Dok.Humas

Barisan tamu undangan yang terdiri dari para tokoh agam dan tokoh masyarakat Jember yang turut menghadiri pelantikan Bupati

menyediakan foto momen yang ada di dalam ruangan Gedung Serba guna. Selain itu diharapkan baik wartawan maupun tamu undangan diharapkan hadir 30 menit sebelum acara dimulai, karena begitu dimulai tidak ada lagi mereka yang keluar masuk di dalam gedung tersebut.Bagi mereka yang terlambat hadir akan disediakan layar monitor, sehingga tetap dapat mengikuti jalannya pelantikan diluar ruangan,�terang Agus. Selain itu diharapkan seluruh tamu undangan yang akan menghadiri pelantikan hendaknya membawa undangan, tanpa undangan tidak seorangpun dijinkan oleh panitia untuk mengikuti acara pelantikan. Bahkan untuk mengamankan jalannya pelantikan MZA Djalal dan Kusen Andalas, rencananya pihak keamanan dalam hal ini Polres Jember akan menurunkan personilnya. Personil yang akan disiagakan oleh Polres Jember selama berlangsungnya acara, diantaranya Samapta, lantas, dalmas, intel serta polwan, bahkan siapapun yang akan memasuki kawasan Gedung Serba Guna tersebut harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu dengan metal detector. Penempatan alat tersebut untuk memperkecil kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan, termasuk nantinya Polres Jember juga akan menyiagakan mobil water canon yang dimilikinya. (winardyasto)

Bupati Djalal Kembali Menempati Pendopo Jember Terbina. Setelah sempat terhenti untuk beberapa saat lamanya, akhirnya kegiatan pengajian kembali digelar di Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember. Pengajian yang biasa digelar setiap Kamis malam atau malam Jumat ini, kembali dilaksanakan setelah pasangan MZA Djalal dan Kusen Andalas, dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember, untuk masa jabatannya yang kedua, periode tahun 2010-2015. Digelarnya kembali kegiatan keagamaan di pendopo ini sudah barang tentu cukup mendapat sambutan hangat dari kalangan kiai dan ulama serta masyarakat Jember, bahkan kalangan kepala SKPD dan pegawai di lingkup Pemkab Jember. Mereka yang mengikuti acara ini, utamanya kalangan pegawai dan masyarakat umum yang sehari-hari disibukkan dengan berbagai aktivitasnya, merasa kebutuhan rohaninya cukup tersirami dengan gelaran pengajian ini. Dan kegiatan rutin keagamaan yang biasa digelar setiap Kamis malam ini, hari Kamis, 30 September 2010 lalu kembali dihelat di Pendopo Wahya Wibawagraha. Hanya saja untuk kegiatan keagamaan yang digelar kali ini, sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena didalamnya ternyata juga terselip acara selamatan pindah rumah (tempat tinggal-red). MZA Djalal, yang sebelumnya menempati rumah pribadinya setelah tidak menjabat sebagai Bupati Jember karena habis masa jabatannya, malam itu boyongan kembali ke Pendopo Wahya Wibawagraha. MZA Djalal kembali menempati pendopo setelah resmi dilantik sebagai Bupati Jember, bersama Kusen Andalas sebagai Wakil Bupati Jember, pada tanggal 25 September 2010 lalu. Kegiatan keagamaan pertama di pendopo, sejak Bupati Djalal pindah ke rumah pribadinya di Jala dr Soetomo, Talangsari itu, dilaksanakan setelah sholat Isya. Sedang acaranya meliputi, salawatan, doa bersama, dan baca surat Yasin. Seorang warga yang biasa mengikuti acara

keagamaan di pendopo, Drs Eko Budiono, mengaku tertarik untuk hadir, setelah mendengar pernyataan Bupati Djalal. Kata Eko, ketika itu MZA Djalal, mengatakan, bahwa pendopo ini merupakan pusat pemerintahan di Kabupaten Jember. Karena itu, didalamnya harus diisi dengan kegiatankegiatan positif, utamanya yang berkait dengan keagamaan. Dari kegiatan itu, diharapkan, imej tentang pendopo di kalangan masyarakat akan menjadi positif. “Saya benar-benar terkesan dengan ajakan Pak

Djalal. Waktu itu Pak Djalal bilang bahwa pendopo merupakan pusat pemerintahan, makanya agar kesannya baik di mata masyarakat, harus diisi dengan kegiatan keagamaan,� ungkapnya. Sementara untuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pada tanggal 30 September lalu, selain dihadiri pegawai dan Kepala SKPD di lingkup Pemkab Jember, juga terlihat beberapa tokoh agama. Bahkan masyarakat umum pun, terlihat banyak yang hadir pada acara itu. (Indra)

Dok.Humas


10 JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

LAPORAN UTAMA

Nina Soekarwo Kukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Jember Terbina. Setelah mendampingi suaminya MZA Djalal dilantik menjadi bupati Jember, pada hari yang sama Ny. Sri Wahyuni Djalal juga dilantik oleh Nina Soekarwo istri Pakde Karwo Gubenur Jawa Timur menjadi ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Jember periode 20102015. Acara itu sendiri berlangsung di gedung eks Badan KepegawaianDaerah (BKD) Pemkab Jember, selain dihadiri oleh para istri camat selaku ketua tim penggerak PKK kecamatan, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hadir pula bupati MZA Djalal mendampingi istri dengan masih mengenakan pakaian yang sama seperti pada saat dirinya dilantik menjadi bupati Jember di Aula PB Sudirman sesaat sebelumnya. Selain dilantik menjadi orang nomor satu di PKK Kabupaten Jember, Sri Wahyuni Djalal juga menyandang jabatan baru sebagai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jember lima tahun kedepan. Nani berharap dengan mengemban sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jember, paling tidak Sri Wahyuni Djalal dapat memajukan produk kerajinan di Jember. Tidak dipungkiri setiap daerah termasuk Kabupaten Jember mempunyai kerajinan unggulan, karena kerajinan menunjukan ciri khas yang dipunyai oleh suatu daerah. Apabila kerajinan tersebut dikelola dengan baik, akan mampu bersaing di pasaran dan dapat memberi kontribusi PAD bagi daerah. “Saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Timur mengucapkan selamat kepada Bu Djalal, karena pada hari ini dipercaya untuk mempimpin PKK dan Dekranasda Kabupaten Jember. Apa yang dipercayakan kepada Bu Djalal merupakan sebuah

Dok.Humas

Ny. Soekarwo menyerahkan cinderamata kepada Ny. Sri Wahyuni Djalal Usai Pelatikan

harapan bagi kemajuan PKK dan produk kerajinan di Kabupaten Jember, untuk itu hal ini butuh dukungan dari masyarakat luas. PKK di Kabupaten Jember selama lima tahun lalu telah banyak mengalami kemajuan luar biasa, karena itu kedepan PKK di Kabupaten Jember dapat lebih baik lagi.Selain itu saya berharap angka trafiking di

Kabupaten Jember dapat diturunkan, tidak ada salahnya kalau PKK juga ikut ambil bagian menjadi tim advokasi korban trafiking,”ungkap Nina Soekarwo. Dalam penyampain sambutannya MZA Djalal yang juga menjadi ketua dewan penyantun PKK Kabupaten Jember mengatakan, sebagai dewan penyantun dirinya akan selalu memperhatikan segala sesuatunya demi kemajuan PKK di Kabupaten Jember. Selama ini PKK Kabupaten Jember mendapat subsidi dari APBD sebesar Rp.1 miliar setahun, Djalal berjanji jumlah tersebut terlalu kecil untuk mengembangkan PKK, karena itu dirinya berjanji nantinya jumlah subsidi untuk PKK akan lebih ditingkatkan.Meski jumlahnya sedikit namun subsidi tersebut mampu menjadikan PKK di Kabupaten Jember mengalami banyak perubahan, salah satunya adalah peningkatan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Jember melalui posyandu dan dasa wisma. “Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kader poosyandu yang telah ikut bersama-sama membangun Jember, mesti insentif yang mereka terima setiap bulannya hanya Rp.15.000 namun dilandasi rasa ketulusan mau berbuat sesuatu yang terbaik bagi kepentingan masyarakat. Jumlah tersebut tentu jauh dari kecukupan, semoga pada tahun mendatang jumlah insentif bagi kader posyandu bisa lebih ditingkatkan Nantinya saya juga menginginkan PKK Kabupaten Jember bisa sejajar dengan PKK kabupaten lain, hal ini untuk menopang laju kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pada umumnya dan Kabupaten Jember pada khususnya,”tukas MZA Djalal Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi optimis PKK dan sektor kerajinan di Kabupaten Jember dibawah kepimpinan Sri Wahyuni Djalal akan lebih berkembang lagi lima tahun kedepan, mengingat akan banyak ide kreatif yang akan dituangkan oleh Bu Djalal demi kemajuan PKK dan usaha kerajinan di Kabupaten Jember .(winardyasto)

Setumpuk Harapan Terpanggul di Pundak Djalal-Kusen Jember Terbina. Harapan masyarakat akan segera dilantiknya, pasangan Bupati MZA Djalal dengan Wakil Bupati Kusen Andalas, terjawab sudah. Pasangan MZA Djalal dan Kusen Andalas, yang berhasil memenangkan kompetisi pada pemilihan umum kepala daerah, 7 Juli lalu, tanggal 25 September, dilantik leh Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo, atas nama Menteri Dalam Negeri. Banyak harapan yang diembankan kepada pasangan incumbent yang untuk kedua kalinya dipercaya rakyat menjadi pemimpin Kabupaten Jember ini. Rakyat berharap, sepak terjang Djalal selama lima tahun kepemimpinnya 2005-2010, bisa diteruskan guna menyempurnakan program yang telah dilaksanakan. Harapan ini disampaikan, sebagai kelanjutan dari janji yang pernah disampaikan pasangan MZA Djalal dan Kusen Andalas, saat kampanye pemilukada beberapa bulan lalu. “Dengan dilantiknya Bupati Jember dan Wakil Bupati Jember, MZA Djalal dan Kusen Andalas pada masa periode yang kedua ini, Pemerintah Kabupaten Jember serta masyarakatnya sudah mempunyai pemimpin yang harmonis, seperti yang telah ditunjukkan pada masa periode yang lalu,” ujar Ir H Asmuji, Direktur Politekhnik Negeri Jember. Hanya saja yang perlu mendapat perhatian berkaitan dengan keberhasilan sebuah program, menurut Asmuji, sampai sejauh mana masyarakat memberikan dukungannya. Jika dukungan yang diberikan, sangat dimungkinkan program

yang digulirkan akan berjalan sebagaimana harapan. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat ini lanjut Asmuji, sangat dibutuhkan guna melanjutkan pembangunan di Kabupaten Jember dalam rangka memberdayakan masyarakat, baik diperkotaan maupun perdesaan. Asmuji yakin, Bupati Djalal dan Wabup Kusen Andalas, yang sudah berpengalaman menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jember, akan lebih antusias untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selaku Akademisi sekaligus Diraktur Politekhnik Jember, Asmuji mengaku, pihaknya akan selalu mendukung program Pemkab Jember dalam rangka memberdayakan masyarakat, sebagaimana yang yang diharapkan masyarakat. Hanya saja yang perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan

kesejahteraan masyarakat adalah, adanya kerjasama antara semua pihak. “Sebagaimana Visi dan Misi Bupati Jember, Menata Kota dan Membangun Desa itu perlu dilanjutkan. Dengan adanya program itu saya yakin Jember untuk ke depan akan lebih meningkat lagi, mulai dari taraf hidup masyarakat Jember, termasuk pembangunan fisiknya dalam waktu 5 tahun ke depan ini. Terlebih lagi kondisi masyarakat Jember yang sangat mendukung dengan progam ke dua pemimpin ini,” jelas Asmuji. Harapan yang sama juga disampaikan Khotib Jumat Masjid Darussolah, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Ustad Nanang Suhariono. Ia berharap, kepemimpinan MZA Djalal dan Kusen Andalas, pada masa jabatannya yang keduanya akan lebih banyak memberi warna keagamaan dalam kehidupan

Dok.Humas

masyarakat di Kabupaten Jember. Artinya, Jember sebagai sebuah kabupaten yang memiliki ratusan pondok pesantren, harus mencerminkan sebuah daerah yang agamis. Ini kata dia, bisa dilakukan lewat upaya meningkatkan syiar dan pendidikan agama bagi anakanak sebagai penerus bangsa. Salah satu cara yang bisa ditempuh, menurut Nanang adalah lebih memberdayakan lembaga pendidikan keagamaan, seperti Taman Pendidikan Al Quran (TPA), madrasah maupun pondok pesantren. Pendidikan keagamaan untuk anak-anak usai sekolah ini, lanjut dia, sangatlah penting, guna melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlakul kharimah. “Isya Allah, kalau ini bisa dilaksanakan dengan baik, daerah ini atau bahkan negeri ini tidak akan repot mencari calon pemimpin yang bermoral,” ujarnya. (Indra).


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

11

LAPORAN UTAMA Produsen Bunga Papan Kebanjiran Order Jelang Pelantikan Djalal-Kusen Jember Terbina. Ratusan bunga papan yang berisi ucapan selamat atas dilantiknya MZA Djalal dan Kusen Andalas sebagai bupati dan wakil bupati Jember mewarnai jalannya prosesi pelantikan, bahkan kehadiran bunga papan baik yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta tersebut membuat halaman kantor Pemkab Jember menjadi penuh sesak. Tak heran bila banyak diantaranya yang terpaksa harus dipajang diatas trotoar alun-alun sehingga mudah terbaca oleh siapapun yang melintas didepannya, saat itu kawasan Jl. Sudarman dan Jl. Ahmad Yani tak ubahnya seperti lautan bunga papan. Banyaknya jumlah pemesan bunga papan saat itu membuat produsen kewalahan menerima order dadakan, tidak jarang mereka terpaksa menolak pesanan tersebut karena mepetnya jadwal pelantikan. Hal ini praktis membuat para pemesan bunga papan yang ordernya ditolak sedikit klimpungan, namun sepertinya mereka tidak kehabisan akal dengan memesan barang yang sama di luar Kabupaten Jember seperti Bondowoso dan Lumajang. Hampir semua tempat usaha

pembuatan bunga papan di Kabupaten Jember laris manis kebanjiran order, bisa dibayangkan betapa sibuknya aktifitas produsen bunga papan melayani pesanan yang cuma digarap satu hari. Agar bunga papan tersebut selesai tepat waktu sebelum acara pelantikan berlangsung, puluhan tenaga pun tepaksa dikerahkan dan rela tidak tidur semalaman untuk menggenjot pembuatan papan tersebut. Meski harus diselesaikan secepatnya order yang diterimakan, bukan berarti menomer duakan kwalitas bunga papan tersebut. Demikian juga yang dilakukan oleh galeri bunga Ani Jaya di Jl. Wijaya Kusuma Jember, Ani Diani pemilik galeri bunga yang sudah menekuni profesinya selama dua bela tahun tersebut, mengaku banyak menerima pesanan bunga papan sehari sebelum dilangsungkannya pelantikan pasangan Jaka (JalalKusen Andalas) oleh Gubenur Jawa Timur Dr. Soekarwo. Dengan dibantu oleh dua orang anak laki-lakinya dan karyawan yang dipunyainya, sebanyak lima belas bunga papan tersebut dengan berbagai ukuran mulai dari 2m x 1,5 m hingga 2m x 2m harus selesai sesuai permintaan pemesan. Untuk bunga papan ukuran 2m x 1,5 m yang termurah harganya Rp.400.000, sedang ukuran 2m x 2m bunga papan tersebut dihargai antara Rp.650.000-Rp.750.000, tingginya harga bergantung pada hiasan bunga yang dipasang pada bunga papan tersebut. “Senang juga sih dapat order bunga papan banyak meski

Dok.Humas

capeknya luar biasa karena harus kerja lembur, untungnya anak saya mau membantu pembuatan bunga papan ini. Jumlah orderan bunga papan yang saya tangani sebanyak 15 buah dan kebanyakan berasal dari instansi swasta seperti CV. Meski ada juga beberapa instansi pemerintah seperti RSUD Balung juga pesan disini.Untuk bunga papan ukuran 2 x 2 meter sebanyak 8 buah dan sisanya ukuran 2m x 1,5 m, sejak Jum’at pagi pengerjaan pesanan bunga papan ini sudah dilakukan, mulai dari pembuatan papan, kayu penyanggah, serta mendesaian huruf dan bentuk tulisan yang diinginkan. Untuk merampungkan satu bunga papan paling tidak membutuhkan waktu 2 jam, padahal yang harus diselesaikan sebanyak 15 bunga papan dan

cukup menguras tenaga dan pikiran,”jelas Ani. Bahan dasar pembuatan bunga papan itu sendiri terdiri dari bahan yang mudah didapat dipasaran seperti gabus, kayu, kain, lem, cat, dan bunga plastik, namun demikian penggarapan bunga papan tersebut tidak dilakukan secara asal-asalan oleh galeri bunga Ani Jaya. Paling tidak Ani juga harus pintar mengkombinasikan antara warna dasar bunga papan dengan bunga yang akan dipasang. Meski hanya berupa bunga plastik namun ia harus bisa memilihkan dengan bunga yang mirip aslinya untuk pembuatan bunga papan tersebut. Selain itu untuk tidak mengecewakan pelanggan galeri bunga Ani Jaya, bunga plastik tersebut sengaja dipilihkan dari jenis yang bagus

dan harganya sedikit mahal. Meski galeri bunga Ani Jaya sedikit kewalahan menerima order bunga papan secara dadakan, namun gerai tersebut tetap menjaga kwalitas garapan bunga papan yang dihasilkan. Melihat banyaknya order bunga papan sehari menjelang pelantikan MZA Djalal dan Kusen andalas sebagai bupati dan wakil bupati Jember, membuat Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi ikut merasa senang. Artinya prosesi pelantikan tersebut membawa keuntungan tersendiri bagi produsen bunga papan yang ada di Kabupaten Jember, praktis pendapatan produsen bunga papan saat itu juga mengalami peningkatan cukup tajam bila dibanding hari biasanya.(winardyasto)

Mendarat di Alun-alun, Helikopter Polda Jatim Jadi Tontonan

Jember Terbina. Ada satu hal yang menarik diluar gedung Pemkab Jember tempat dilantiknya MZA Djalal dan Kusen Andalas menjadi bupati dan wakil bupati Jember 2010-2015 Sabtu (25/9), helikopter milik Polda Jatim yang ditumpangi oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan istri tersebut menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat yang kebetulan melintasi alun-alun. Meski harus menonton dari kejauhan “burung besi” yang dipakai oleh orang nomer 1 Jawa Timur, namun tidak sedikit mereka menyempatkan diri untuk melihat keberadaan helikopter yang memang jarang sekali parkir di alun-alun. Helikopter yang dijaga oleh aparat keamanan itu memang cukup lama berada ditempat tersebut hingga menunggu selesainya acara pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih hasil pemilukada lalu, karena itu

Repro blog

walau hanya dengan kamera seadanya melalui handphone(HP) masyarakat tetap antusias untuk mengabdikan helikopter tersebut sebagai kenangkenangan. Tidak terkecuali apa yang dilakukan oleh Wahyudi salah seorang pelajar SMKN 4 Jember, pelajar kelas XI ini dirinya mengaku sempat dikagetkan dengan kehadiran helikopter tersebut. Pada saat itu ia dan tiga orang temannya usai jam pelajaran sekolah hendak pulang dengan berjalan kaki, saat melewati Jl. Sudarman tanpa sengaja tatapan matanya tertuju pada helikopter yang tengah mendarat di alun-alun. Kontan Wahyudi lantas mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah dan berkeinginan mengambil gambar helikopter tersebut, dengan HP yang ada

ditangan Wahyudi sempat berkali-kali memotret helikopter tersebut walau tidak diperkenankan mendekat dengan alasan keamanan. Apa yang dilakukan oleh Wahyudi dan temantemannya dengan mengabadikan helikopter melalui HP, ternyata banyak ditiru oleh para pelajar lain termasuk yang masih duduk dibangku SMP. “Baru kali ini saya melihat ada helikopter parkir ditengah alun-alun dan menjadi tontonan masyarakat, kebetulan juga saya bawa HP jadi menyempatkan diri untuk memotret helikopter tersebut.Awalnya saya tidak tahu ada helikopter mendarat disini, karena sejak pagi saya tengah mengikuti pelajaran di sekolah. Seneng juga sih bisa melihat helikopter dalam bentuk aslinya, selama ini saya hanya tahu helikopter dari televisi maupun koran. Bagi saya ini termasuk peristiwa langkah ada helikopter tidak mendarat di landasan pesawat terbang tapi di alun-alun, sempat juga sih terbayang untuk menjadi pilot bisa menerbangkan helikopter. Tapi itu kan itu tidak mudah dan harus melalui pendidikan tersendiri dan seleksinya cukup ketat, tapi apa mungkin bisa jadi pilot lagian orangtua saya tergolong tidak mampu,”terang Wahyudi.Sementara itu Sutrisno salah seorang purnawirawan TNI –AD sengaja mengajak cucunya untuk melihat helikopter tersebut , tujuannya tidak lain agar cucunya tahu dengan mata kepalanya sendiri apa yang namanya helikopter. Selain itu agar bocah balita yang masih lugu itu punya kebanggaan tersendiri dalam hatinya betapa gagahnya menjadi seorang pilot yang mampu menerbangkan helikopter, siapa tahu cucunya itu kelak dapat jadi pilot dan tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga tapi juga kebanggaan bangsa dan negara. Dengan ditontonnya helikopter tersebut oleh banyak orang, paling tidak menurut Sutrisno mampu membangkitkan rasa cinta tanah air. Apa yang tengah dilihat oleh masyarakat merupakan bentuk keberhasilan dari insitusi kepolisian, helikopter tersebut merupakan sarana bagi Polda Jatim untuk memantau situasi keamanan dari udara. (winardyasto)


12 JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

GALERI FOTO


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

GALERI FOTO

13


14 JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

LINTAS KEBIJAKAN

Ingatkan, Tinggal 3 Bulan untuk Selesaikan Tugas Jember Terbina. Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jember untuk kedua kalinya, periode 2010-2015, pada hari Sabtu, 25 September lalu, MZA Djalal dan Kusen Andalas, hari Senin, 27 September lalu, langsung menggelar apel pagi bersama seluruh karyawan dan karyawati Pemkab Jember. Gelar apel tersebut yang berlangsung di halaman depan Pemkab Jember tersebut juga diikuti Sekkab, Asisten I, II dan III, serta seluruh Kepala SKPD.

Usai dilakukan apel, acara kemudian dilanjutkan dengan halal bi halal yang kemudian diteruskan dengan rapat koordinasi bersama seluruh Kepala SKPD. Pada apel tersebut, Bupati Djalal mengingatkan agar seluruh pegawai di jajaran Pemkab Jember, tetap melaksanakan tugas-tugasnya pada masa yang akan datang dengan baik. Pesan itu, diharapkan dapat dijadikan pegangan refrensi sekaligus disinkronkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di SKPD masing-masing. “Yang pertama kita lanjutkan pelaksanaan tugas, khususnya di tahun 2010 ini. Baik yang menyangkut pekerjaan dan yang berkaitan langsung dengan APBD tahun 2010 maupun yang tidak,” tuturnya. Pesan untuk melaksanakan tugas dengan baik kepada seluruh pegawai Pemkab Jember ini, menurut

Dok.Humas

Bupati Djalal, termasuk tugas lain yang tidak memanfaatkan APBD, tapi melekat pada jabatan kantor unit kerja. “Sekali lagi, mari kita lanjutkan, bahwa pola kerja kita adalah menganut mekanisme tahunan APBD. Mekanismenya tahunan, satu tahun dilaksanakan, kemudian satu tahun itu pula kita pertanggungjawabkan,”jelasnya. Harapan Bupati Djalal, agar pegawai di lingkungan Pemkab Jember, untuk lebih memacu kinerjanya, mengingat waktu yang tersedia hanya tinggal sekitar 3 bulan. “Saat ini posisi kita ada pada tanggal 27 September 2010, sehingga tinggal 3 bulan 3 hari, kita harus menyelesaikan tugas-tugas.yang berkaitan langsung dengan APBD. Tiga bulan tiga hari waktu yang sangat pendek untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” kata Bupati Djalal, mengingatkan. Cukup pendeknya waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang harus dilaksanakan tersebut, kata dia, belum termasuk hari Sabtu dan Minggu atau hari libur yang lain, bahkan hari-hari yang tidak bisa melaksanakan tugas. Sehingga praktis, efektif sisa waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas tugas yang berkaitan langsung dengan APBD, kurang dari tiga bulan 3 hari. “Makin sempit waktu yang tersedia untuk menyelesaikan tugas-tugas, mungkin di antara kita ada yang sudah selesai, ada yang hampir selesai, ada yang sedang berjalan, bahkan ada yang baru dimulai,”ungkapnya. Kabag Humas, Drs Agus Slameto M.Si, menambahkan, dengan digelarnya apel pagi merupakan sebuah warning bagi seluruh PNS untuk dapatnya melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya. Itu karena, merupakan pemacu untuk lebih giat lagi dalam bekerja, sehingga tidak ada alasan ketika di memasuki ujung Desember, ada tugas yang masih belum terselesaikan. “Jangan beralasan ketika di ujung Desember tidak bisa diselesaikan karena ada faktor lain. Saya mohon kepada kepala SKPD dan para penanggung jawab anggaran kiranya betul-betul melaksanakan tugas secara detail, mengikuti, meneliti agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.(Satrio)

Kiprah dan Eksistensi Pegawai Eks Deppen Setelah Satu Dasawarsa Dimerger Jember Terbina. Ucapan rasa syukur atas kebijakan memerger Departeman Penerangan yang telah dilakukan Presiden RI ke IV, Abdurahman Wahid (Gus Dur) kembali terungkap dari mantan karyawan Departemen Penerangan (Deppen) Kabupaten Jember. Lontaran ucapan syukur ini, mereka ucapkan dalam sebuah acara Silaturahmi dan Reuni Keluarga Eks Deppen di Balung Kulon, Kecamatan Balung beberapa waktu lalu. “Saya sangat bersyukur ketika Deppen dimerger oleh Gus Dur. Dengan seiringnya waktu kita bisa berkiprah di unit kerja, baik itu di lingkup Departemen Dalam Negri atau Departemen lainnya,”ujar Kades Balung Kulon, Risin Haryoko. Keuntungan lain dengan dimergernya Depdagri dan Depen ini, menurut Risin, mereka eks Deppen lebih dulu mendapatkan tempat, baik di Pemkab maupun untit kerja lainnya. “Hal itu sebagai jembatan bagi temen-temen eks Deppen untuk berkarier di tempat yang baru apalagi sekarang sudah gemukgemuk,” kelakarnya. Mantan Jupen (Juru Penerangan) Balung era 80-an itu lebih lanjut mengungkapkan, bahwa kebanyakan karyawan eks Deppen sudah banyak teruji baik saat kegiatan pemilu, penyuluhan atau kegiatan lainnya. “Karena itu sudah selayaknya kita

diperhitungkan oleh unit kerja sekarang yang lagi dinaungi oleh rekan-rekan,” terangnya. Risin yang dilantik menjadi Kades Balung Kulon, setelah berhasil memenangkan pilkades di desanya satu tahun lalu, menjelaskan, kebanyakan karyawan mantan eks Deppen telah memiliki pangkat yang cukup mumpuni sesuai ketentuan yang dibutuhkan. “Kebanyak teman kita eks Deppen yang dulu kebanyakan fungsional memiliki pangkat yang tinggi,”paparnya. Dikatakan, meski eks Deppen saat ini

Dok.Humas

sudah berada di berbagai unit kerja di lingkup Pemerintah Daerah, namun saat digelar acara reuni, pesertanya ada yang datang dari beberapa daerah di luar Jember. Dari 46 peserta yang hadir pada acara reuni beberapa diantaranya ada yang dari Bondowoso, Kediri dan Lumajang. “Temen eks Deppen yang sekarang bertugas di BPS Bondowoso menyempatkan diri untuk hadir di reuni ini,”tambahnya. Ungkapan senada juga disampaikan sesepuh eks Deppen, Nyupeno. Pria yang telah berusia lanjut ini membenarkan

peran temen-temen eks Deppen yang saat ini banyak berkiparah di unit kerja lain. “Sangking seringnya dirinya dipakai oleh orang RRI untuk memberikan penyuluhan, sering juga dirinya disebut orang RRI,” kenangnya. Namun sekali lagi Nyupeno merasa banggga bahwa meski usia sudah memasuki 80 tahun, namun pikirannya masih dibutuhkan di Dewan Koperasi Jember sebagai pengurus. “Kepada pengurus yang memilihnya telah menyampaikan bahwa saya ini lulusan SD, kok tetap dipilih menjadi pengurus, masih ada generasi muda yang pinterpinter,”pintanya. Terujinya orang eks Deppen tidak berhenti sampai di situ, masih cukup banyak eks Deppen yang sekarang ini menempati posisi strategis seperti camat, sekcam, Humas, BPS dan sebagainya. “Itu semua tidak lepas dari kemauan kita dulu yang sering membaca dan berpikir, itu yang ada dari orang Deppen,”cetusnya. Sementara itu oleh panitia reuni Mudjoko, menambahkan, bahwa acara reuni yang digelar tersebut merupakan sarana untuk mengumpulkan orang-orang eks Deppen yang sudah sekitar 10 tahun lalu tidak bertemu. “Hitung-hitung pelaksanaan ini sebagai ajang nostalgia dan halal bi halal,”ungkap KTU Dispenda Jember. Soal persiapan pada penyelenggaraannya, menurut Mudjoko, dilakukan dengan spontan, hanya sekitar satu bulan. “Namun karena temen-temen eks Deppen merasakan kangen ingin yang bertemu yang begitu kuat sehingga banyak yang hadir,” pungkasnya. (humas)


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

15

PERNIK RAGAM LEBARAN

Kroket Isi Jamur Keju

BOTOK KEPITING SUNGAI (EMPET) BAHAN : · Kepiting sungai (empet) 2 plastik ¼ an · Kelapa muda 1 buah · Air kelapa muda 1 gelas · Daun pisang 1 ujung

BAHAN : 2 sdm margarin 1 buah bawang bombay, cincang 150 gram tepung terigu 375 ml susu cair 1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk 1 biji pala parut 5 sdm gula pasir 1 sdm kaldu bubuk rasa ayam 1 dada ayam, rebus matang potong dadu 1 sdm irisan daun bawang dan 1 sdm irisan seledri Isi : keju cheddar potong dadu kecil atau jamur kancing utuh kecil

BUMBU YANG DIHALUSKAN : · 10 cabe rawit · 2 butir bawang merah · 2 siung bawang putih · 1 cm kunci · ½ semdok garam · ½ sendok gula CARA MEMBUAT: 1. Haluskan kepiting sungai, kelapa muda diparut, tuangkan air kelapa muda 2. haluskan semua bumbu dan selanjutnya campurkan semua bahan. 3. bungkus adonan daun pisang muda 4. dikukus selama 30 menit, angkat dan hidangkan 5. untuk 6 porsi

Panir : 1 butir telur, kocok untuk memanir 150 gram tepung roti untuk memanir Minyak untuk menggoreng Pelengkap : cabai rawit atau saus sambal botolan CARA MEMBUAT : 1. Panaskan margarin, tumis bawang Bombay hingg harum, masukkan tepung aduk rata. 2. Masukkan susu cair, garam, merica, pala, gula pasir dan kaldu bubuk rasa ayam, masak hingga menjadi adonan yang kental. 3. Masukkan ayam, wortel, irisan daun bawang dan seledri, aduk rata, masak hingga menjadi adonan yang kalis, tidak lengket di wajan dan matang angkat, dinginkan. 4. Ambil satu sendok makan adonan, isi dengan keju atau jamur, bentuk bulat, lakukan terus hingga seluruh adonan habis. 5. Celupkan kedalam telur dan balut dengan tepung roti, simpan dalam lemari pendingin selama 1 jam. 6. Goreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan, angkat sajikan hangat dan sajikan untuk 30 potong

CAKE AMBON MANISE BAHAN : · 2 ons tepung terigu · 2 Ons pisang ambon, dikerok · 2 ons gula putih · 2 ons mentega tawar · 4 butir telor · ½ ons keju parut · Nangka pandan untuk hiasan · Cream untuk hiasan CARA MEMBUAT: 1. Kocok mentega tawar dan gula 2. Masukkan keju parut 3. Masukkan telor satu persatu, masukkan p[isang dan tepung, aduk sampai rata. 4. Masukkan dalam loyang kemudian dioven sampai matang. 5. Hias atasnya dengan setup pisang, daun nangka dan cream.

Sumber : TP PKK Kecamatan Wuluhan

MANGUT KUTUK

BAHAN : · ikan kutuk ½ kg · Kelapa ½ butir ( 300 ml santan kental) · 10 tanggakai kemangi ( petik daunnya saja) BUMBU YANG DIHALUSKAN : · 2 buah kemiri · 5 buah bawang · 5 buah brambang · 4 cm kencur · ½ sendok garam · ½ sendok gula · 1 ons cabai rawit CARA MEMBUAT: 1. Lumuri ikan kutuk dengan bumbu garam, bawang yang sudah dihaluskan selama 15 menit, lalu di goreng 2. Bumbu yang digoreng : kemiri, brambang, bawang kencur cabai rawit semua bumbu lalu dihaluskan. 3. Masukkan bumbu yang dihaluskan didalam santan, masak hingga mendidih lalu masukkan ikan kutuk ditambah garam dan gula jangan lupa daun kemangi dan jeruk. 4. Masak sampai mendidih, aduk-aduk hingga semua bumbu tercampur rata angkat sajikan. 5. untuk 4 porsi.

Sumber : PKK Mumbulsari

Sumber : TP PKK Kecamatan Wuluhan


16 JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

RAGAM

Teknologi Tepat Guna Jember Diminati Pengusaha Luar Propinsi Jember Terbina. Dalam pameran gelar teknologi tepat guna (TTG) Ke XII tingkat nasional di Propinsi Daerah Istemewa Yogyakarta (DIY) sejak tanggal 22 -26 September 2010, Kabupaten Jember menampilkan beberapa produk unggulan TTG yang dimiliki. Produk tersebut diantaranya alat penguji kadar air kopi dan kakao dan alat penguji citra rasa kopi (roaster kit) buatan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember , serta kincir angin yang difungsikan untuk pembangkit tenaga listrik (piko hydro) yang terdapat di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul. Bahkan pada pameran gelar tekonologi yang diikuti oleh 32 propinsi tersebut, Kabupaten Jember diberi kesempatan untuk menjadi narasumber pemaparan kincir angin dihadapan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, menteri dalam negeri, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono XI, ketua DPRD Propinsi, bupati dan walikota Se Indonesia, serta tamu undangan lainnya yang memadati Gedung Jogya Expo Center (JEC). Bahkan pemaparan itu sendiri sempat menuai pujian dari menteri Hatta Rajasa dan dari para peserta lainnya, sebelum pelaksanaan pameran gelar TTG, kincir angin buatan Slamet Hadi yang ditempatkan di air terjun Antrokan, sempat ditinjau langsung oleh Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementrian Dalam Negeri.Saat meninjau ke lokasi keberadaan

Dok.Humas

kincir tersebut, dengan piranti yang sangat sederhana dan harga pembuatan kincir tidak lebih dari Rp.2,5 juta ternyata mampu mengaliri listrik rumah warga sekitar. Dengan daya listrik yang dihasilkan mulai 50 wat hingga 3000 wat kini masyarakat di desa itu tidak lagi bergantung pada pasokan listrik PLN, paling tidak dengan energi listrik yang dihasilkan oleh kincir angin tersebut mampu merubah wajah Desa Manggisan yang dulunya gelap menjadi terang benderang

dan diharapkan juga dapat berpengaruh pada tingkat pendapatan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemkab Jember melalui Kabid Sumber Daya Alam (SDA) dan Teknologi Tepat Guna (TTG), Drs. Tombak Pramudyarosa, menurutnya gelar teknologi tersebut merupakan langkah strategis penyampaian teknologi kepada masyarakat. Dengan kegiatan semacam itu paling tidak diharapkan mampu untuk menggali ga-

gasan, pemikiran, dan mengembangkan TTG serta sekaligus memberdayakan masyarakat. TTG sendiri selama ini merupakan bentuk pengembangan teknologi yang paling sederhana, sehingga tidak membutuhkan biaya besar. Produk TTG tersebut nantinya bisa dipasarkan tidak hanya di pasar lokal saja, tapi mampu menembus pasar regional maupun internasional sekalipun karena produk TTG punya daya saing di pasaran. “Pada kesempatan tersebut

Propinsi Jawa Timur mendapat nominasi peringkat II dalam penilaian TTG setelah Propinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD), peringkat III Propinsi DIY, harapan I Propinsi Jawa tengah, harapan II Propinsi Sulawesi Tenggara, dan harapan III Sumatra Selatan. Apa yang ditampilkan oleh Kabupaten Jember dalam pameran gelar teknologi kali ini benarbenar mendapat respon positif baik dari para peserta maupun pengunjung pameran, bahkan salah seorang pengusaha kopi asal Palu Propinsi Sulawesi Tengah berniat untuk datang langsung ke Puslit Kopi dan Kakao Jember memesan alat penguji citra rasa kopi tersebut. Hal ini tentu sangatlah menggembirakan karena produk TTG dari Kabupaten Jember diakui oleh daerah lain, karena itu kedepan diharapkan muncul produk unggulan TTG sejenis sehingga Kabupaten Jember dikenal sebagai daerah penghasil produk unggulan TTG,”ungkap Tombak. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi merasa senang dengan diminatinya produk unggulan TTG Kabupaten Jember oleh daerah lain, karena TTG merupakan teknologi yang cocok dengan kebutuhan masyarakat dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat tidak mampu secara ekonomi, salah satunya seperti kincir angin di Desa Manggisan Kecamatan Tanggul yang menghasilkan listrik bagi masyarakat setempat. (winardyasto)

Jember Juara I Bidang Pemanfaatan Jalan se Jawa Timur

Jember Terbina. Program pembangunan di Kabupaten Jember mendapatkan penilaian yang sangat membanggakan. Penghargaan dari lomba penilaian kinerja tertib di bidang Pemanfaatan Jalan ini, diakui mampu menghantarkan Kabupaten Jember ke puncak prestasi. Keberhasilan ini sekaligus prestasi untuk bidang Pekerjaan Umum Bina

Marga, karena mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jember. Capaian prestasi bidang Pekerjaan Umum Bina Marga ini, tidak hanya di tingkat lokal saja, tapi juga propinsi, sebab mampu mengalahkan daerah lain. Sebagaimana disampaikan Asisten II, Drs Slamet Urip Santoso, M.Si, bahwa penyerahan penghargaan di bidang Pemanfaatan Jalan, yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Dr Soekarwo, pada acara peringatan Hari Jadi Propinsi Jawa Timur ke 65, merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan patut mendapat acungan jempol. “Tanggal 12 Oktober 2010, Propinsi Jawa Timur memperingati hari jadinya

Dok.Humas

yang ke 65. Waktu itu Irupnya Bapak Gubenur, komandan upacaranya adalah Inspektorat Jawa Timur, Bapak Zakarsi. Kami mewakili Bapak Bupati untuk menerima hadiah lomba pemanfaatan jalan se kabupaten/kota terbaik I se Jawa Timur,”ungkapnya. Menurut Slamet Urip, untuk juara IInya diraih Kabupaten Tuban, dan juara III Kabupaten Gresik. “Minimal yang namanya lomba yang dilakukan setiap tahun harus mampu kita dipertahankan. Jangan sampai ke depan malah tidak mendapatkan piagam penghargaan lagi,”tandasnya. Sementara Kabag Humas, Drs. Agoes Slameto M.Si, menyatakan, peng-

hargaan terbaik se Jawa Timur yang diterima Kabupaten Jember dalam bidang pemanfaatan jalan itu merupakan reward luar biasa yang diberikan Gubenur Jawa Timur kepada bapak Bupati Jember, MZA Djalal. Pemberian penghargaan di bidang Bina Marga yang berkaitan dengan kinerja pemeliharaan, perbaikan, pemanfaatan jalan tingkat kabupaten/ kota se Jawa Timur ini, mengindikasikan kinerja yang dilakukan Pemkab Jember selama ini berjalan cukup baik. Artinya bahwa pembangunan jalanjalan, baik di dusun, lingkungan RT/RW maupun antar desa dan kecamatan di Kabupaten Jember dinilai oleh Propinsi Jawa Timur sangat baik. Karena itu tak heran kalau Propinsi Jatim kemudian memberikan perhatian khusus, dalam bidang pemanfaatan jalan. Dikatakannya, dengan lalu lintas yang berhasil dibangun di Jember akan membuka sarana dan prasarana aktifitas perekonomian rakyat, sehingga rakyat bisa makmur, karena jalannya mulus. Dengan jalan yang baik ini, lanjut Agus, akan memperlancar pengiriman hasil-hasil pertanian antar desa, antar kecamatan hingga ke kabupaten. “Penilian ini diberikan karena luas wilayah, luas tebaran jalan yang dibangun Kabupaten Jember dinilai luar biasa, menyentuh hajat orang banyak, sesuai dengan thema membangun desa menata kota untuk kemakmuran bersama dari Bapak Bupati terjawablah dari tingkat propinsi pun menilai keberhasilan itu,” paparnya. Karena itu, Agus mengajak semua pihak untuk meningkatkan dan mengembangkannya. Peningkatan dan pengembangan jalan ini, utamanya yang terkait dengan jalur jalur ekonomi antar kabupaten antar kecamatan.(Satrio)


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

17

RAGAM

BPN Akan Tertibkan Tanah Terlantar Dengan Lakukan Inventarisasi Jember Terbina. Banyak hal yang telah dicapai oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember memasuki usianya ke 50 tahun, salah satunya adalah menertibkan tanah terlantar dengan melakukan identifikasi dan pendataan.

diantaranya penggunaan tanah untuk tambak.Dari data yang ada di BPN Kabupaten Jember menyebutkan saat ini masih ada tambak yang belum dimanfaatkan sesuai fungsinya, karena itu BPN akan meminta kepada para pemilik tambak untuk mengoptimalkan fungsi tambak tersebut sesuai dengan PP No.11 Tahun 2010. “Kalau memang tanah tersebut

perijinanya ke BPN untuk tambak ya difungsikan untuk tambak jangan untuk yang lainnya, kalau tidak ya serahkan ke negara untuk diatur kembali peruntukannya sehingga bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Setiap tanah yang tidak dimanfaatkan sesuai peruntukanya maupun perijinan maka tanah tersebut dapat dikatagorikan sebagai tanah terlantar, untuk tanah

Penertiban tanah terlantar tersebut diatur dalam PP No.11 Tahun 2010, BPN sendiri saat ini telah melakukan pendataan terhadap penggunaan tanah.Dalam PP tersebut jelas diatur bawa peruntukan tanah untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, karena itu BPN akan mengevaluasi segala bentuk penggunaan tanah yang tidak sesuai perijinannya. Terhadap tanah yang menyimpang peruntukannya akan dilaporkan ke BPN pusat melalui Kanwil BPN Propinsi Jawa Timur, laporan tersebut akan ditindak lanjuti oleh panitia C yang punya kewenangan untuk menangani hal tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPN Kabupaten Jember H Siswo Prayitno, SH usai mengadakan halal bihalal dan peringatan 50 tahun BPN Jum’at (24/9), kegiatan itu sendiri selain dihadiri oleh karyawan BPN Kabupaten Jember, juga tampak hadir sejumlah notaris, serta camat selaku Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT). BPN Kabupaten Jember sendiri untuk tahun 2010-2011 juga memfokuskan pada tanah yang penggunaanya tidak sesuai dengan perijinannya, termasuk

Repro blog

terantar sendiri tidak ada batasan tahun sejak kapan tanah itu ditelantarkan. BPN Kabupaten Jember mencatat sedikitnya ada 215 hektar tanah terlantar yang tidak sesuai peruntukannya, dari jumlah tersebut tanah terlantar banyak dijumpai diwilayah Jember bagian selatan seperti Kecamatan Ambulu, Gumukmas dan Kecamatan Puger, sedang dikawasan kota hampir tidak ditemui keberadaan tanah terlantar,”ungkap Siswo. Ditelantarkannya tanah tersebut, menurut Siswo bukan karena ketidaktahuan pemilik tanah dalam hal pengurusan perijinan di BPN, ada dugaan bahwa tanah itu memang sengaja ditelantarkan hanya untuk investasi saja Padahal dalam PP No.11 Tahun 2010 sudah jelas dikatakaniperuntukan tanah untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat bukan untuk ditelantarkan, karena itu beberapa waktu lalu BPN Propinsi Jawa Timur sendiri berkaitan dengan PP tersebut telah melakukan safari tambak ke sejumlah kabupaten diantaranya Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo.Luas tambak Kabupaten sendiri saat ini mencapai 750 hektar, membentak dari Kecamatan Wuluhan hingga Kecamatan Kencong meliputi Kecamatan Gumukmas dan Kecamatan Puger. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi mendukung langkah yang dilakukan oleh BPN untuk menertibkan tanah terlantar di Kabupaten Jember, hal ini untuk mengembalikan fungsi peruntukan tanah bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sesuai dengan PP No.11 Tahun 2010. (winardyasto)

Entas Kemiskinan Petani Dengan Tumpangsari Kakao dan Sengon Jember Terbina. Ada upaya yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jember dalam hal mengentas kemiskinan, salah satunya dengan melakukan program tumpangsari kakao dan sengon. Kakao yang bersumber dari APBD Propinsi Jawa Timur tersebut rencananya bakal ditanam di areal sengon seluas 200 hektar dan tersebar hampir menyeluruh di semua kecamatan di Kabupaten Jember Dengan pola tumpangsari itu paling tidak tanaman kakao tersebut akan tumbuh dengan baik karena dinaungi oleh pohon sengon. Dilakukannya tumpangsari oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jember diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para petani, mengingat ada dua keuntungan sekaligus yang akan diperoleh oleh petani dengan tumpangsari tersebut yakni dari tanaman kakao dan sengon. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jember Ir. Totok Hariyanto, selain Kabupaten Jember program yang sama juga akan dilakukan di Kabupaten Lumajang dengan didanai oleh APBD Propinsi Jawa Timur.Totok berharap jumlah bibit kakao yang akan diterima oleh Kabupaten Jember jumlahnya lebih banyak ketimbang Kabupaten Lumajang, mengingat lahan yang disiapkan oleh pihaknya untuk penanaman tumpangsari ini juga cukup luas. Tumpangsari kakao diatas lahan sengon ini sendiri sangat sinergis dengan program penanaman sejuta pohon, sehingga Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jember berkeinginan antara sektor kehutanan dan perkebunan dapat berjalan dengan baik dan saling mendukung. “Semua program dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jember banyak mengarah pada pengentasan kemiskinan, baik itu yang dianggarkan melalui RAPBD 2010 maupun RAPBD 2011 termasuk rencana strategis (renstra) pembangunan jangka menengah 2010-2015.Selain itu Dinas Kehutanan dan Perkebunan Jember akan membagikan mesin

pencacah limbah daun kering kepada kelompok tani, mesin tersebut dapat dimanfaatkan oleh petani untuk membuat pupuk organik sehingga lebih menghemat pengeluaran. Dengan penggunaan pupuk organik tersebut paling tidak petani dapat memperbaiki kerusakan struktur tanah, mengingat saat ini kondisi struktur tanah di Kabupaten Jember kandungan organiknya agak rawan yakni dibawah 2%.,”ungkap Totok. Kalau para petani di Kabupaten Jember sudah terbiasa dengan pemakaian pupuk organik, maka akan dapat memperbaiki kerusakan tanah hingga diatas 3% hal itu dilakukan dengan penambahan pupuk organik antara 2-3 ton per hektarnya. Untuk tahap awal dengan bantuan mesin pencacah limbah daun kering, paling tidak petani di Kabupaten Jember sudah mulai beralih dari penggunaan pupuk non organik ke pupuk organik.

Nantinya Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jember akan mengupayakan bantuan alat pengolahan pupuk organik, dengan alat tersebut petani akan mampu memproduksi sendiri pupuk organik dalam jumlah besar sehingga pupuk yang dihasilkan tersebut tidak hanya sebatas dipakai oleh petani tapi juga dapat dipasarkan ke beberapa tempat yang membutuhkan pasokan pupuk organik. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs.Agus Slameto, MSi menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jember dalam mengentas kemiskinan khususnya dikalangan petani, dengan program pemberdayaan petani tersebut selain dapat meningkatkan kesejahteraan juga mampu menjadikan petani di Kabupaten Jember lebih berdaya guna dan berhasil guna.(winardyasto).

Repro kabarindo


18 JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

RAGAM

Indosat Jember Resmikan Pusat Informasi Pelanggan

Jember Terbina.Untuk melayani pelanggan sebagai wujud komitmen untuk memberikan pelayanan informasi yang terbaik kepada masyarakat. Kemajuan alat komunikasi adalah gambaran tersendiri terhadap kemajuan strata sosial sebuah daerah dan masyarakat. Hal inilah yang ingin di tampakkan oleh PT. Indosat dalam rangka melayanai kebutuhan masyarakat akan

Dok.Humas

alat komunikasi yang beredar di masyarakat dengan meresmikan gedung geleri baru yang terletak di Komplek pertokoan gajah mada square, ( 23/9 ) yang di resmikan langsung oleh Asisten II, Drs. Slamet Oerip Santoso, Msi, yang mewakili Pj. Bupati Jember, Drs. Zarkasih. Dalam sambutannya, Oerip menagtakan bahwa .dengan diresmikannya galeri baru Indoosat yang berpusat di tengah-tengah kota Jember ini, merupakan langkah yang positif dalam rangka pengembangan saran dan prasarana Informasi yang ada di masyarakat Jember. Atas nama Pemerintah Kabupaten, Lanjut Oerip, dengan adanya galeri baru ini , dirinya berharap

agar segala kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan sarana telekomunikasi, baik itu yang bersifat informasi maupun keluhan (complain) dapat terpenuhi dengan baik. “sehingga di kalangan bawahpun juga bisa memanfaatkan fasiltas ini .mengingat kemajuan sebuah peradaban masyarakat, memang sangatlah ditentukan oleh sarana telekomunikasi sebagai wadah informasi pembangunan yang ada”, ungkapnya. Oerip juga mengingatkan kepada semua pihak, utamanya PT. Indosat untuk semakin terpacu guna meningkatkan kwalitas pelayanannya, sehingga kehadiranIndosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi yang ada di jember, benar benar mampu mengiringi sekaligus mendukung perkembangan dan dinamika pembangunan yang terjadi pada masyarakat. Sementara itu, Head of Branch Jember, Cok Mahendra, bahwa peresmian tersebut adalah salah satu wujud dari peningkatan pelayanan indosat ini untuk memberikan persembahan untuk pelanggan. Sehingga, lanjut Cok, masyarakat bisa merasa terbantu dalam rangka memenuhi kebutuhannya, beik berupa informasi ataupun complain-complain yang di sampaikan ke PT Indosat. “artinya masyarakat akan terawakili disini”, jelasnya. Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas, Drs. Agoes Slameto, menyampaikan bahwa kedepan indosat sebagai bagian adri masyarakat Jember mampu memberikan kontribusi positif dalam upaya menghidupkan perkonomian daerah. Mengingat, lanjut Agoes, peran telekomunikasi sangat berpengaruh di semua aspek, baik ekonomi, sosial dan budaya, sehingga nantinya Jember bisa dijadikan barometer tingkat kemajuan masyarakat.yang akan memberikan dampak positif bagi pembangunan di kabupaten Jember. “sarana informasi itu penting lho terhadap kemajuan masyarakat. Maka itu, humas yang sering menangani hal-hal yang kaitannya dengan informasi, saya berharap indosat bisa menjadi sesatu yang positif bagi masyarakat jember”, jelas Agoes. (Satrio)

Pembinaan Kadarkum Untuk Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Jember Terbina. Dalam tiga bulan terakhir ini di tahun 2010 Bagian Hukum Pemkab Jember mengadakan program pembinaan keluarga sadar hukum (Kadarkum), pembinaan kadarkum itu sendiri rencananya akan ditempatkan di Kelurahan Tegalbesar dan di Desa Gumelar Kecamatan Balung. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 4-21 Oktober dan di masingmasing tempat yang ditunjuk pembinaan kadarkum akan dilaksanakan tiga kali, ditunjuknya Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates dan Desa Gumelar Kecamatan Balung sebagai lokasi pembinaan kadarkum karena kelompok kadarkum di kedua wilayah tersebut selama ini sudah berjalan cukup baik. Pembinaan kadarkum tersebut juga sekaligus menghadapi persiapan lomba kadarkum Barkowil Malang, mengingat Kabupaten Jember termasuk salah satu kabupaten yang masuk dalam kewenangan Barkowil Malang. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Hari Mujianto, SH., pihaknya saat ini telah mencatat sedikitnya ada 15 kelompok kadarkum di Kabupaten Jember. Kelompok kadarkum yang cukup aktif dan kwalitasnya paling bagus di Kabupaten Jember yakni Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates dan Desa Gumelar Kecamatan Balung, karena itu tidak salah bila Bagian Hukum Pemkab Jember pada tahun ini melakukan pembinaan

kadarkum di kedua tempat tersebut. Diakui oleh Hari, tidak semua kecamatan di Kabupaten Jember terdapat kelompok kadar hukum. Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk bisa terbentuknya kadarkum diantaranya harus lunas Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), karena hal itu termasuk bagian dari kesadaran hukum. “Untuk anggota kadarkum sendiri berjumlah antara 20 hingga 25 orang dan

diwilayah tempat didirikannya kadarkum PBB-nya sudah harus lunas, tingkat perceraiannya rendah, serta minimnya angka kriminalitas, karena ada persyaratan seperti ini tidak semua Kecamatan di Kabupaten Jember terdapat kelompok kadarkum. Namun Bagian Hukum Pemkab Jember kedepan akan berupaya meningkatkan jumlah kadarkum yang ada, adapun materi yang diberikan dalam

Repro

pembinaan kadarkum terkait permasalahan keseharian di masyarakat, seperti pernikahan, cerai, rujuk, perlindungan anak, maupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).Target dari pembinaan kadarkum ini sendiri tidak lain untuk menggugah kesadaran hukum masyarakat, diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat lebih taat dan tertib hukum,”tandas Hari Dengan mengikuti pembinaan sadar hukum yang dilakukan oleh Bagian Hukum Pemkab Jember, paling tidak nantinya mereka juga akan dapat memberikan pemahaman kepada warga masyarakat lainnya seputar permasalahan hukum.Kegiatan pembinaan kadarkum tidak hanya diadakan pada saat menjelang diadakan lomba yang yang sama di tingkat barkorwil saja, tapi Bagian Hukum Pemkab Jember akan melakukan pembinaan kadarkum secara berkesinambungan. Selain memberikan pembinaan kadarkum seperti yang akan dilakukan di Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates dan Desa Gumelar Kecamatan Balung, Bagian Hukum Pemkab Jember juga secara pro aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan menggandeng instansi terkait seperti kepolisian, kejaksaan, serta Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BP2 KB). Menanggapi rencana akan dilakukannya pembinaan kadarkum tersebut, Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi menyambut positif kegiatan tersebut. Dengan pembinaan semacam itu setidaknya dapat lebih meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, mengingat masih banyak masyarakat yang awam permasalahan hukum.(Winarsyasto)


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

19

RAGAM

Untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, BBJ Perlu Dibenahi Jember Terbina. Membangun sebuah imaj bagi suatu daerah, agar namanya dikenal dan diminati masyarakat dari lain daerah, bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Butuh kesabaran dan ketekunan untuk memperkenalkan, sekaligus mempromosikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki daerah tersebut. Inipun masih belum cukup. Faktor alam juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena dari sekian bukti yang sudah bisa dilihat, beberapa daerah bahkan negara, dikenal karena potensi kewisataan alamnya yang memang mempesona. Sebut saja, negara di kawasan Amerika Tengah, dikenal karena keindahan pantainya yang membentang di pinggiran laut Karibia atau Thailand dengan Pantai Patayya-nya serta Indonesia karena Pulau Bali-nya. Satu hal lagi yang cukup mampu mengangkat sebuah daerah agar menjadi terkenal dan banyak diminati wisatawan, yakni kreativitas masyarakatnya guna menciptakan sebuah kegiatan yang menarik untuk ditonton. Kreativitas seni ataupun bidang yang lain ini, bisa juga diciptakan oleh orang dari luar

daerah. Seperti Jember Fashion Carnival (JFC). Lewat kreasi Fariz Deynad yang kemudian ditampilkan bersamaan dengan event Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), nama Kota Jember, belakangan tidak hanya dikenal masyarakat dari lain daerah di negeri ini. Di luar negeri pun, nama Jember kini sudah cukup dikenal. Gelar catwalk jalanan sepanjang tidak kurang dari 3 kilometer ini, banyak diminati pengunjung, karena dinilai sebagai kreasi baru dalam dunia fashion. Terlebih suguhan yang ditampilkan dalam JFC terbilang sangat unik dan cukup memukau. Hanya saja, karena pagelaran JFC dihelat bersamaan dengan BBJ, perlu diupayakan sajian yang ditampilkan jauh lebih menarik dan khas. Suguhan kesenian maupun kegiatan lain yang dikemas sebagus dan semenarik mungkin ini, setidaknya bisa diharapkan akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jember, baik domestik maupun mancanegara. Sebagaimana juga diharapkan Eddy Lumanto SH. Bos Hotel Bandung Permai, Jember (BP) Jember itu mengatakan, bahwa pagelaran BBJ yang sudah diakui masyarakat nasional maupun internasional, meski cukup memberikan dampak terhadap tingkat hunian di hotelhotel di Jember, walau kurang siginifkan, sebenarnya masih bisa dikemas lebih menarik lagi.

“Sebenarnya BBJ masih bisa ditingkatkan sampai maksimal. Yang penting ada koordinasi antara pemilik hajat dan hotelhotel. Sinerginya apa, kita cari, supaya dioptimalkan, sehingga banyak tamu dan turis yang datang berkunjung,” saran Ratna. Ada beberapa langkah yang menurut Eddy bisa dilakukan Pemkab Jember untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Jember. Salah satunya, BBJ harus lebih

dipertajam supaya kedepannya lebih efektif dan menarik untuk dinikmati. Setidaknya dengan upaya ini, kunjungan wisatawan ke Jember bisa diharapkan lebih baik. Meningkatnya kunjungan wisatawan ini sudah barang tentu, akan berimbas pada tingkat hunian di hotel-hotel Jember. Hanya saja, untuk mengimbangi Malang dan Surabaya, pada dunia perhotelan, bagi Jember

masih terlalu sulit. Mengingat letak geografis dan potensi yang dimiliki Kabupaten Jember dibanding ke dua daerah tersebut berbeda. Selama ini, tamu-tamu yang berkunjung ke Jember, sebagian besar bukan untuk tujuan wisata, tapi lebih untuk urusan bisnis. “Untuk pariwisata, mereka hanya transit karena kebanyakan langsung ke Bali, kalau tidak emergency mereka tidak menginap,” imbuhnya. (Indra)

Repro blog

Hemat Anggaran, RSUD Dr. Subandi Digagas untuk Dikelola Propinsi Jember Terbina. Ada pernyataan menarik dilontarkan oleh bupati Jember MZA Djalal usai pembacaan nota pengantar perubahan APBD di Gedung DPRD Jember Jum’at (8/ 10), dalam kesempatan tersebut MZA Djalal mewacanakan RSUD Dr.Subandi milik Pemkab Jember untuk diserahkan pengelolaannya ke pemerintah Propinsi Jawa Timur. Hal tersebut untuk mengurangi beban APBD dibidang kesehatan khususnya RSUD Dr. Subandi, karena itu dalam waktu dekat dirinya akan mengirim surat kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk mewujudkan keinginan tersebut. Selain itu dengan dikelolanya RSUD Dr. Subandi oleh pihak propinsi paling tidak pelayanan rumah sakit tersebut kepada masyarakat, mengingat selama ini sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Bahkan Djalal mengakui dengan dilimpahkannya pengelolaan RSUD Dr. Subandi kepada propinsi, paling tidak permasalahan permodalan, fasilitas, maupun kebutuhan tenaga ahli di rumah sakit akan terpenuhi dibanding dikelola oleh Pemkab Jember. Selain itu Propinsi Jawa Timur sendiri juga menginginkan pendirian rumah sakit di daerah, dengan ditangani RSUD Dr.Subandi oleh Propinsi Jawa Timur maka tidak perlu membangun rumah sakit baru lagi di wilayah timur Jawa

Timur, dengan demikian pemerintah propinsi dapat menghemat anggaran yang dipunyai. Selama ini rumah sakit milik propinsi hanya ada di Surabaya, Madiun, dan Malang, karena itu RSUD Dr. Subandi sangat dimungkinkan untuk dimiliki oleh propinsi hal ini untuk menjawab kebutuhan rumah sakit yang dirasa masih kurang. “RSUD Dr. Subandi Jember

merupakan rumah sakit tipe B pendidikan, dengan status tersebut jarang ada rumah sakit di kabupaten lain di Indonesia seperti RSUD Dr. Subandi. Saya yakin kalau RSUD Dr. Subandi tersebut dikelola oleh propinsi akan lebih maju, baik dari fasilitas sarana dan prasarana yang dipunyai maupun kwalitasnya. Kalau wacana pengelolaan RSUD Dr.

Dok.Humas

Subandi tersebut disetujui maka Pemkab Jember tidak perlu mengeluarkan subsidi, minimal hanya subsidi belanja pegawai di RSUD Dr. Subandi saja dan selamai ini jumlahnya tidak sedikit yakni mencapai Rp. 18 milyard per tahun Kalau dikelola propinsi maka Pemkab Jember akan melakukan penghematan sebesar Rp. 18 milyard, paling tidak bisa dialokasikan untuk anggaran lainnya,”ungkap MZA Djalal. Kalau RSUD Dr. Subandi tersebut telah diambil alih pemerintah propinsi Jawa Timur, nantinya Pemkab Jember hanya fokus pada pengelolaan dua rumah sakit lainya yakni RSUD Kalisat dan RSUD Balung. Pemkab Jember sendiri menginginkan wacana pengalihan RSUD Dr. Subandi tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat, namun demikian hal tersebut perlu adanya persetujuan dari seluruh anggota DPRD Jember apakah RSUD Dr. Subandi sudah sangat mendesak atau tidak untuk dikelola oleh pemerintah propinsi. Djalal menambahkan, untuk melakukan efisiensi anggaran Pemkab Jember tidak hanya dapat menyerahkan pengelolaan RSUD Dr. Subandi kepada pihak lain, tapi termasuk juga bandara Notohadinegoro tidak menutup kemungkinan bisa ditawarkan seperti layaknya RSUD Dr. Subandi Jember. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi apa yang digagas oleh bupati MZA Djalal merupakan langkah terbaik untuk mengemat pengeluaran APBD, karena itu gagasan pengelolaan RSUD Subandi kepada propinsi Jawa Timur harus disikapi secara positif oleh masyarakat Jember. (winardyasto)


20 JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

TIPS & INFO

Khasiat Madu Untuk Kecantikan & Keindahan Kulit

M

ADU memiliki begitu banyak khasiat yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan, madu juga kerap digunakan untuk mempertahankan keindahan kulit. Sejak dahulu madu telah digunakan sebagai bahan dasar perawatan kulit. Selain teksturnya yang lembut, kandungan madu sangat kaya akan vitamin, mineral, antioksidan dan potasium yang dapat digunakan sebagai pelembab, penyegar bahkan masker wajah. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai khasiat madu untuk kecantikan, tak ada salahnya untuk mencoba beberapa resep berikut ini. Kandungan madu tak hanya dapat menjaga keindahan kulit dan mencegah penuaan dini, tapi dapat pula menjaga keindahan kulit rambut. Untuk mengaplikasikan madu sebagai pembersih wajah, ada beberapa tahap yang harus ditempuh. Yaitu campur 1 sendok makan madu, 1 putih telur, 1 sendok

teh gliserin (dapat diperoleh di apotik), dan 1 sendok teh tepung terigu. Campur hingga rata kemudian oleskan pada wajah dan leher. Diamkan selama 10 menit. Bilas dengan air hangat. Untuk Anda yang ingin memanfaatkan madu sebagai penyegar wajah, dapat mengikuti tahap-tahap berikut. Pertama campur 1 sendok air lemon, 1 sendok teh madu, dan 2 putih telur. Lalu campur hingga rata, kemudian oleskan pada seluruh kulit wajah dan leher. Diamkan selama 15 menit, bilas dengan air hangat, kemudian keringkan dengan handuk sambil tepuk-tepuk perlahan. Sangat sesuai untuk kulit normal cenderung berminyak. Madu juga dapat digunakan sebagai pelembab, yakni dengan cara campurkan 2 sendok makan madu dan 2 sendok makan susu. Lalu aduk hingga rata. Oleskan pada wajah dan leher, diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan secara rutin untuk

Asam Urat, Apa Atau Mengapa? Y

ang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak. Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin. Gejala Asam Urat * Kesemutan dan linu * Nyeri terutama malam hari atau pagi

hari saat bangun tidur * Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi. Solusi Mengatasi Asam Urat * Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria. * Kontrol makanan yang dikonsumsi. * Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh. Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin) * Hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak. * Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting. * Makanan kaleng seperi kornet dan sarden. * Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental. * Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping. *Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis. * Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa. * minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak. Sumber: info&tips.com

mengatasi kulit kering. Tak hanya bermanfaat sebagai pelembab wajah saja, madu juga bisa digunakan sebagai pelembab bibir. Oleskan madu pada bibir setiap malam menjelang tidur. Langkah ini untuk membantu melembabkan dan melembutkan bibir, sekaligus menghindari kulit bibir pecah-pecah. Madu juga bisa digunakan untuk scrub yang berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati secara perlahan sekaligus nutrisi dan menjaga kelembapan kulit. Langkah yang harus dilakukan yaitu dengan cara campurkan 1 sendok makan kaolin (sejenis mineral alami yang dapat diperoleh di toko bahan kimia), 1 sendok teh tepung biji gandum, 1 jumput tepung kayu manis, dan 1 sendok makan madu. Lalu oleskan pada wajah dan leher, kemudian gosok dengan gerakan melingkar. Bilas dengan air hangat. Selain sebagai scrub, Anda dapat pula memakai madu untuk berendam. Campur Ÿ cangkir susu bubuk full cream, ½ cangkir madu, dan 4 tetes minyak esensial mawar atau lavender dalam wadah. Kemudian masukan campuran tersebut ke dalam bath tub yang telah diisi air hangat. Berendamlah selama kurang lebih 15 menit. Selain relaksasi, berendam dengan campuran madu dan susu dapat membantu meningkatkan kelembapan dan kehalusan kulit. Tak sekadar untuk kecantikan kulit, madu juga dapat bermanfaat sebagai conditioner dan masker rambut. Bagi Anda yang ingin memakai madu untuk conditioner, campurkan ½ cangkir madu dan Ÿ cangkir minyak zaitun. Lalu oleskan pada rambut sedikit demi sedikit sampai melapisi seluruh rambut, diamkan 30 menit, cuci dengan sampo dan bilas dengan baik. Sementara itu, bila Anda ingin memakai madu sebagai masker rambut, campur Ÿ cangkir madu, 2 sendok makan minyak zaitun dan 1 sendok the air jeruk nipis. Oleskan pada kulit kepala dan rambut sambil dipijat. Kemudian tutup rambut dengan shower cap dan diamkan selama 15-30 menit agar meresap sempurna. Selanjutnya, bilas hingga bersih dengan air hangat dan sampo. Selamat mencoba! Sumber: info&tips.com


Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

JEMBER TERBINA

21

TIPS & INFO

Mengatasi Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Tekanan Darah Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu tentang tekanan darah. Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. Alat untuk memeriksa tekanan darah disebut sphigmomanometer atau dikenal juga dengan tensimeter. Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis. Memeriksa Tekanan Darah Saat memeriksa tekanan darah, ada dua angka yang biasanya disebut misalnya 120/80. Apa yang dimaksud angka-angka tersebut? Sistolik Angka pertama (120) yaitu tekanan darah sistolik, yaitu tekanan saat jantung berdenyut atau berdetak (sistol). Sering disebut tekanan atas. Diastolik Angka pertama (90) yaitu tekanan darah diastolik, yaitu tekanan saat jantung beristirahat di antara saat pemompaan. Sering disebut tekanan bawah. Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut. Apa yang dimaksud dengan tekanan darah? Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140)

menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah. Mengapa Tekanan Darah Meningkat? Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat. Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat. Penyebab Darah Tinggi Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain: * Keturunan Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi. * Usia Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan.

Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal. * Garam Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam. * Kolesterol Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol. * Obesitas / Kegemukan Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi. * Stres Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi. * Rokok Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah. * Kafein Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. * Alkohol Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi. * Kurang Olahraga Faktor ini bisa Anda kendalikan.

Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi. Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan: * Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam. * Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi. * Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari. * Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu. * Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk. * Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda. * Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi. * Kendalikan kadar kolesterol Anda. * Kendalikan diabetes Anda. * Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah. Darah Tinggi dapat Dikendalikan Tekanan darah tinggi atau hipertensi bukan suatu penyakit yang tidak dapat dihilangkan. Anda bisa mengendalikannya dan mencegah darah tinggi.


22 JEMBER TERBINA

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

RAGAM


JEMBER TERBINA 23

Edisi 17 / SEPTEMBER 2010

RAGAM


JT Edisi No.17 Bulan September  

tabloid jember terbina

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you