Issuu on Google+


2

JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

EDITORIAL

Maknai Sumpah Pemuda dengan Semangat Mandiri D

elapan puluh dua tahun yang silam, atau tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan, menyatakan kebulatan tekad dengan mengumandangkan ikrar yang kemudian dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Sebuah pernyataan sikap yang melatarbelakangi tumbuhnya rasa kebangsaan, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia, bertanah air satu, tanah air Indonesia. Janji setia untuk hidup bersama senasib seperjuangan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diucapkan 82 tahun silam oleh pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke itu haruslah tetap terpatri di setiap jiwa pemuda Indonesia. Kepribadian bangsa yang dijiwai oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 setidaknya harus pula bisa diterapkan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pemuda dan bangsa Indonesia. Tanggal 28 Oktober yang selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda ini, merupakan keinginan dari para pemuda untuk menyatukan perbedaan yang ada, baik dalam hal kesukuan maupun budaya. Itu selaras dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu, pemuda harus bangkit dan bersatu untuk mengisi cita-cita kemerdekaan. Kini setelah sekian puluh tahun berlalu, seiring perubahan jaman menuju perubahan dunia yang semakin menglobal, pemuda Indonesia tidak boleh hanya terus terbenam dalam sejarah masa lampau. Jika ketika itu pemuda harus bersatu, bahkan kalau perlu memanggul senjata demi tegaknya NKRI, di era yang sudah semakin terbuka dan bebas ini, pemuda harus lebih optimis menatap masa depan dan terus belajar guna mengejar ketertinggalan. Sebagaimana diketahui, maju tidaknya suatu bangsa, terletak ditangan pemuda. Sejauh mana keberadaan pemudanya, apakah hanya suka ber-

kubang dalam hiruk pikuk hura-hura yang tiada jelas arahnya, ataukan saling berpacu untuk meraih suatu prestasi. Kalau saja pada kalimat terakhir itu yang menjadi bagian dari kehidupan pemuda, maka sangat dipastikan Indonesia akan menjadi sebuah bangsa yang bangsa lain akan sangat memberikan hormat. Dalam dunia pendidikan, menghadapi era modern yang segalanya serba cangggih, pemuda atau pelajar Indonesia, sudah seharusnya tidak lagi hanya sekadar menuntut ilmu di bangku sekolah. Memaknai peringatan Sumpah Pemuda, hendaknya dilakukan lewat upaya untuk membekali diri dengan life skill atau kecakapan hidup. Karena hanya dengan life skill ini, akan tumbuh jiwa mandiri dari para pemuda. Terlebih seperti sekarang, sempitnya peluang kerja yang tersedia sudah seharusnya dijawab dengan berupaya untuk tidak bergantung pada kesempatan yang ada, tapi bagaimana berusaha menciptakan usaha yang mandiri atau menjadi wirausahawan dengan menerapkan life skill yang dipunyai. Dengan modal life skill inilah yang nantinya akan mampu menghantarkan pemuda menuju pribadipribadi yang handal dan punya daya saing. Selain juga akan membentuk karakter pemuda sebagai cermin dari kepribadian bangsa. Semangat sumpah pemuda harus ditanamkan kepada pelajar untuk menumbuhkan nasionalisme. Ini sangat penting, mengingat tidak sedikit pelajar yang kurang mengenal karakter bangsanya, bahkan juga tidak mengenal tokoh bangsanya berjasa yang ikut berperan dalam terbentuknya NKRI. Sebagai sebuah keinginan untuk menegakkan NKRI, makna sudah sewajarnya ikrar pemuda yang pernah dikumandangkan pada 82 tahun silam itu, dijadikan pemacu untuk bangkitnya rasa nasionalisme. Keinginan pemuda untuk hidup mandiri tanpa bergantung pada bangsa lain, yang pernah diimpikan pemuda Indonesia ketika itu haruslah menjadi contoh pemuda di jaman sekarang untuk mengejar kehidupan yang lebih baik dan mandiri. Upaya untuk mandiri ini haruslah menjadi keinginan kuat dari seluruh pemuda Indonesia, karena disadari atau tidak nasib bangsa ini berada di tangan para pemuda. Karena seperti diketahui bersama, bangsa ini sudah terlampau jauh menggantungkan kebutuhannya dari bangsa lain. Selamat Hari Sumpah Pemuda, Mari Songsong Masa Depan Indonesia yang Mandiri. (*)

Pelindung : Bupati Jember, Penanggung Jawab : Agoes Slameto (Kabag Humas Sekda Kabupaten Jember), Pembina : Joko Soponjono , Pimpinan Redaksi : Indra G Mertowijoyo, Redaktur Pelaksana : Snjoko, Staf Redaksi : Sugeng Bambang, Gustafia C.K, Ridha H., Ani Fadhilah Adha, Ahmad Zainuri, Wartawan : Winardyasto, S.H., Budi Satrio, Teguh Kurniawan, Dewan Redaksi : Bambang Irianto, Suparlin AP, Maryani Soleman, Rahmat Agung, Lay Out : Taufan B., Fotografi : Humas Pemkab Jember, Sirkulasi & Distribusi : Humas Pemkab Jember, Alamat : Jl. Sudarman 1 Jember, Telepon : 0331-428824, website : www.jemberkab.go.id, Diterbitkan Oleh : Humas Pemkab Jember. Percetakan : Triple M, Isi di luar tanggung jawab percetakan. Hanya Untuk Kalangan Sendiri

HUMAS PEMKAB JEMBER

Diterbitkan Untuk Kalangan Sendiri dan Tidak Diperjualbelikan. Redaksi menerima artikel, opini, laporan/bahan berita maupun aspirasi dari masyarakat, jika dianggap perlu, Redaksi berhak untuk merubah atau melimpahkan tanggung jawab kepada staff Redaksi. Redaksi menerima advertorial dan profil potensi wilayah atau personal. Susunan Redaksi sewaktuwaktu dapat berubah. Staf Redaksi JEMBER TERBINA memiliki surat tugas dari HUMAS PEMKAB JEMBER yang dikeluarkan atau ditandatangani oleh Kabag Humas Pemkab Jember dan memiliki PRESS CARD, serta tercantum dalam Box.


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

3

PENDIDIKAN

Kepala Sekolah Harus Jalankan Tugas Dengan Rasa Tanggung Jawab Jember Terbina. Kebutuhan tenaga fungsonal dirasa sangat mendesak karena itu Dinas Pendidikan Pemkab Jember Jum’at (5/11) melakukan pemenuhan dengan mengangkat kepala sekolah TK/SD/SMP/ SMA/SMAK dan pengawas di aula PB Sudirman, dengan demikian pada tahun 2010 ini untuk sementara kebutuhan tenaga fungsional sudah dirasa mencukupi. Namun demikian kebutuhan lainnya di dinas pendidikan seperti tenaga struktural dalam waktu dekat juga akan segera akan terpenuhi, seperti diantaranya bagian Tata Usaha (TU) SMP maupun SMA. Pengangkatan tenaga fungsional tersebut sengaja disegerakan mengingat ada kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas, disamping ada juga diantara mereka yang terkena periodesasi sehingga dengan pengisian jabatan fungsional tersebut diharapkan tidak terjadi kekosongan jabatan. Demikian dipaparkan oleh Sekkab Pemkab Jember Sugiarto, SH saat memberikan keterangan pers dihadapan sejumlah wartawan, pejabat fungsional yang diambil sumpahnya tersebut merupakan hasil dari seleksi calon kepala sekolah beberapa waktu lalu.Dalam mengangkat pejabat fungsional tersebut dilakukan sesuai aturan yang ada, tidak

ada like and dislike dan pejabat fungsional tersebut dapat melaksanakan tugasnya ditempatnya yang baru. Sugiarto juga meminta kepada kepala sekolah yang baru dilantik tersebut dapat memajukandan meningkatkan kwalitas pendidikan dimana yang bersangkutan ditempatkan, mengingat pendidikan merupaka salah satu dari empat prioritas pembangunan di Kabupaten Jember, karena itu tugas dan tanggung jawab kepala sekolah sangat berat. “Dalam kesempatan ini saya

Repro blog

mengucapkan selamat kepada mereka yang pada hari ini ikut dilantik menjadi kepala sekolah, jabatan ini merupakan amanah karena itu bekerjalah dengan dilandasi pengabdian yang tulus disertai rasa tanggung jawab.Diantara mereka yang dilantik tersebut ada yang dipromosikan sebagai sekolah dan pengawas, namun ada juga yang dimutasi ketempat lain karena sudah lama menjadi kepala sekolah ditempat sebelumnya. Mutasi merupakan hal lumrah dan perlu dilakukan dalam upaya penyegaran

untuk menghindari kejenuhan, dimanapun mereka ditugaskan harus siap untuk mengabdikan dirinya. Kepala sekolah sejatinya adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, karena itu mereka punya andil untuk ikut mencerdaskan anak bangsa,”ungkap Sugiharto. Saat ditanya adanya Peraturan Menteri pendidikan Nasional (Permendiknas) No.28 Tahun 2010 yang menyebutkan kewenangan untuk melantik kepala sekolah bukan kewenangan daerah, diakui oleh Sugiharto sampai saat ini belum ada petunjuk teknisnya (juknis) sehingga belum bisa dilaksanakan sepenuhnya. Perkecualian bila peraturan tersebut yang mengeluarkan adalah Badan Kepegawaian Nasional (BKN) atau menteri pendayaan aparatur negara (Menpan), maka secara otomatis aturan tersebut bisa langsung dilaksanakan.Sugiharto menambahkan, tidak adanya juknis Permendiknas membuat kabupaten/kota di Indonesia masih menjalankan kewenangan untuk melantik kepala sekolah, mengingat bupati atau kepala daerah merupakan pejabat pembina kepegawaian daerah dan kewnangan diberikan oleh presiden. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi berpendapat senada dengan Sekkab Sugiharto, kepala sekolah dan pengawas harus mampu bersinergi dengan masyarakat untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Jember karena itu perlu jalinan harmonis antara kepala sekolah maupun pengawas selaku pelaku pendidikan dengan masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan.(winardyasto)

Peduli Pendidikan Telkom Jatim Beri Bantuan Komputer PP. Al Azhar Jember Terbina. Ada hal yang menarik dari rangkaian kegiatan Speedy Tour d’Indonesia’10 Jakarta-Bali saat memasuki etape ke 8 di Kabupaten Jember Senin (1/11). Selain membagikan hadiah kepada pembalap yang menjuari etape 8 dengan jarak tempuh181,5 Km Surabaya- Jember, dalam kesempatan tersebut PT Telkom area Jawa Timur juga memberikan bantuan 11 unit komputer kepada lembaga pendidikan Pondok Pesantren Al Azhar. Pemberian bantuan tersebut dipusatkan di alun-alun Jember bersamaan dengan serangkain acara hiburan untuk menghibur para pembalap yang telah menempuh jarak cukup jauh dan melelahkan, dengan diserahkanya bantuan komputer tersebut diharapkan dapat membawa kemajuan pendidikan dilingkungan pondok pesantren di Kabupaten Jember. Hal ini diungkapkan oleh Tri Irianto selaku Modern Chanel Speedy PT Telkom Jember, bantuan komputer tersebut merupakan wujud kepedulian dari PT Telkom area Jawa Timur untuk membantu pondok pesantren dalam mengembangkan pendidikan.Tidak dipungkiri peran pondok pesantren sangat besar dalam mendidik dan memintarkan anak bangsa, tidak hanya se-

batas pendidikan agama saja tapi juga saat ini pondok pesantren sudah dapat disejajarkan dengan sekolah umum bahkan mereka yang bersekolah ditempat tersebut dibekali kerampilan seperti otomotif dan perbengkelan. Diharapkan lulusan pondok pesantren selain menguasai ilmu agama juga mempunyai keahlian yang dapat dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja, tidak salah kiranya kalau PT Telkom ikut memikirkan kwalitas pendidikan di pesantren. “Dalam Speedy Tour d’Indonesia’10 etape ke 8 di Jember juga diserah terimakan11 komputer kepada Pondok Pesantren Al Azhar, bantuan tersebut merupakan bagian dari Customer Social Responbility (CSR) PT Telkom .Sudah waktunya para santri dikenalkan dengan teknologi modern untuk menambah wawasan yang dipunyai, karena saat ini teknologi telah merambah diberbagai sektor kehidupan termasuk di lingkungan pondok pesantren. Upaya tersebut juga telah dilakukan oleh PT Telkom Jember yang telah memberikan pelatihan internet kepada pondok pesantren beberapa waktu lalu, pelatihan itu sendiri ternyata cukup diminati oleh santri terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tersebut dan kemauan santri untuk mengenal internet sangat tinggi,”ungkap Tri. Speedy Tour d’Indonesia ‘10 merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya, kegiatan itu sendiri bertujuan untuk menggu-

gah minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda.Meski Speedy Tour tersebut masih tergolong baru ketimbang kegiatan sejenis lainnya seperti Tour de Java, sebanyak 12 pembalap dari mancara negara seperti Malaysia, Jepang, Birma, Thailand, dan Singapura, mengikuti lomba yang cukup bergengsi tersebut. Sebanyak 125 pembalap ter-

catat sebagai peserta Speedy Tour d’Indonesia’10 dan 24 diantaranya pembalap dari Indonesia, mereka diharuskan untuk melalui 10 etape sebelum memasuki garis finish di Bali, meskipun saat berlangsungnya ajang bergengsi tersebut cuaca kurang bersahabat hal tersebut ditandai dengan hujan yang turun cukup deras seperti di etape 8 di Jember.

Dok.Humas

Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi menyambut baik langkah yang dilakukan PT Telkom Jawa Timur memberikan bantuan komputer kepada Pondok Pesantren Al Azhar, paling tidak hal tersebut dapat diicontoh oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya di Jember. (winardyasto)


4

JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

KEHUTANAN

Prihatin Kerusakan Hutan, TNMB Gelar Seminar

Jember Terbina. Untuk mencegah terjadinya aksi perusakan hutan, perlu dilakukan upaya penyadaran terhadap masyarakat akan pentingnya keberadaan dan kawasan konservasi alam sebagai sebuah taman nasional. Itu karena, hutan sebagai sumber keanekaragaman fauna dan flora yang kaya akan sumber hayati sangat penting untuk menopang kehidupan manusia. Kepala Taman Nasional Meru Betiri (TMNB, Ir Herry Subagiadi, M.Sc, mengatakan, upaya penyelamatan hutan dengan menyentuh pemberdayaan masyarakat. pada intinya akan meningkatkan kesadaran

Dok.Humas

masyarakat. Upaya itu sangat penting dalam rangka menjaga keberadaan TNMB, karena seperti kita ketahui bahwa TMNB adalah hanya sebidang lahan yang merupakan sisa deforesty yang sangat tinggi. Di sana banyak induk pohon-pohon langka dan induk pohon berguna termasuk tamanan obat yang mau tidak mau harus diselematkan dan dilestarikan. “Kita harus bersama-sama melindungi itu, sekarang dengan kesadaran masyarakat yang meningkat, pemberdayaan masyarakat yang berjalan dengan baik, tentunya akan menggurangi tekanan terhadap potensi yang ada di kawasan TMNB,” ujar Herry dalam Seminar Sehari Peningkatan Kesadaran Masyarakat dan Para Pihak Terhadap Keberadaan Taman Nasional Meru Betiri, di eks Kantor BKD Pemkab Jember, (26/10 2010). Penyelamatan keberadaan hutan ini menurut Herry sangat perlu dilakukan dan segera. Mengingat dari data kasus Tindak Pidana Kehutanan (Tipihut) tahun 2010yang berhasil dicatat selama setahun ada sekitar

53 kasus. Pelanggaran hukum yang dilakukan di kawasan hutan, khususnya di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), terdiri atas illegal loging sebanyak 33 kasus, perburuan satwa liar 15 kasus, ditambah gangguan lain kehutanan sebanyak 5 kasus. Di lain pihak, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Jember, Ir. Totok Harijanto, menjelaskan, bahwa program peningkatan kesadaran masyarakat dan para pihak terhadap keberadaan TMNB diharapkan akan meningkatkan pehamanan dan kegunaan dari sebuah hutan. Selama ini banyak yang terjadi utamanya hutan itu terjadi pembalakan penebangan liar sehingga apa yang diisu kan pemanasan global karena akibat pembalakan itu banyak terjadi. Oleh karenanya, dengan seminar sehari yang diselenggarakannya itu, diharapkan ada suatu kesadaran masyarakat untuk ikut memelihara hutan yang ada di sekitarnya termasuk TMNB. Karena di dalam TNMB bukan hanya ada pepohanan, tapi flora dan fauna atau satwa yang cukup banyak yang bisa dipelajari dan dilestarikan. “Diharapkan keberadaan fauna dan faora yang ada di TMNB ikut terpelihara semuanya, bukan hanya masyarakat tapi juga stekholder yang ada juga harus ikut berperan dalam melestarikan TMNB dan hutan yang ada di Kabupaten Jember. Sehingga muncul isu di Jember sudah mulai terjadi pemanasan global, akibat dari rusaknya hutan, tidak akan ada lagi,”tandasnya. Sementara itu Asisten II, Drs. Slamet Oerip Santoso, M.Si, yang mewakili Bupati Jember, dalam sambutannya mengatakan, bahwa keberadaan TMNB yang memiliki luas sekitar 58 hektar yang kawasannya membentang hingga dua kabupaten, Jember dan Banyuwangi merupakan aset negara dan pemerintah daerah yang sangat perlu mendapatkan perhatian. Menurut Oerip. sebagai salah satu kawasan konservasi, TNMB merupakan hutan tropis dataran rendah yang masih tersisa di Propinsi Jawa Timur. Kawasan hutan ini memiliki fungsi penting sebagai sumber emisi dan sumber serapan karbon untuk stabilitasi iklim. Karena itu, lanjut Oerip, perlu adanya kebijakan lokal (local wisdom) dari semua pihak, baik masyarakat maupun pengelola hutan untuk memberikan manfaat secara optimal, sehingga ancaman illegal logging, perburuan satwa, serta perambahan hutan mampu ditekan sedini mungkin.(Indra).

Pelatihan Pengukuran CO2 untuk Ketahui Daya Serap Emisi Jember Terbina. Persoalan kehutanan yang belakangan diketahui hamparannya sudah banyak mengalami penyusutan, terus menjadi perhatian masyarakat di seluruh dunia. Ini karena, terjadinya penyusutan lahan hutan yang menjadi paru dunia tersebut, telah berdampak luas terhadap kehidupan di bumi. Setidaknya suhu panas bumi kian menjadi tinggi, serta datangnya musim hujan dan kemarau semakin sulit diprediksi. Akibatnya, petani kerap mengalami kesulitan untuk melakukan budidaya pertaniannya. Munculnya ketidakpastian datangnya musim yang sangat berpengaruh terhadap budidaya pertanian ini, sebagai salah satu akibat dari semakin hilangnya rerimbunan hutan yang menjadi penyerap emisi. Tak pelak, suhu bumi pun berubah menjadi semakin panas. Karena itu untuk mengatasi banyaknya persoalan yang muncul berkait dengan pemanasan global ini, perlu adanya pemberian penyadaran kepada masyarakat soal fungsi dan kondisi hutan bagi kelangsungan kehidupan. Selain itu juga perlu adanya pemberian pengertian soal emisi dan kadar karbon pada tumbuhan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab Jember bekerjasama dengan Puslibang Taman Nasional Meru

Betiri (TNMB) mengadakan pelatihan Measuring, Reporting, dan Verificating (MRV) CO2, beberapa hari yang lalu, di Hotel Panorama. Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Kabupaten Jember, Ir Totok Haridjanto, M.Si, menyatakan dukungannya atas upaya memberikan pemahaman soal emisi dan kadar karbon pada tanaman kepada masyarakat yang dilakukan Litbang, Kementerian Kehutanan yang bekerja sama dengan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Karena melalui kegiatan seperti itu, setidaknya bisa diharapkan pemahaman masyarakat terhadap kondisi alam dan hutan serta fungsinya untuk kehidupan, akan semakin membaik. Sehingga ke depan, diharapkan ada pemahaman dari masyarakat betapa pentingnya melestarikan keberadaan sebuah hutan. Dalam kegiatan pelatihan yang bertajuk, Pelibatan Masyarakat Dalam Pengukuran, Pelaporan dan Verifikasi yang digelar di Hotel Panorama beberapa waktu lalu, para narasumber yang berasal dari Universitas Brawijaya dan Litbang Kehutanan, menjelaskan secara detail perihal hutan dan kondisinya saat ini, sebagai akibat dari terjadinya deforetasi dan degradasi. Selain itu juga disampaikan soal bagaimana cara mengetahui

kadar karbon pada pepohonan, serta apa yang dimaksud dengan emisi. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman, penyadaran sekaligus pengetahuan kepada masyarakat, bagaimana sebenarnya kondisi hutan kita saat ini dan apa yang perlu dilakukan,” kata Totok. Dikatakan Totok, bahwa salah satu penyebab semakin menyusutnya lahan hutan yang ada saat ini, diataranya karena terjadinya deforestasi, yaitu berubahnya fungsi hutan, baik menjadi ladang atau berubah

menjadi lahan belukar tanpa pepohonan setelah dijarah. “Degradasi adalah semakin menurunnya kualitas hutan, karena itu kondisi yang seperti ini perlu mendapat penanganan dengan cepat,” ujarnya. Pelatihan untuk pengukuran dan pelaporan serta verikiasi kondisi tanaman dan hutan di Jember, utamanya TNMB tersebut, menurut Totok bertujuan untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degradadation (Reducing Emition from Reforestation and Degradation/REDD). “Penyebab terjadinya penurunan

kualitas hutan, bias karena peladangan, pemukiman atau pembangunan liar,”jelasnya. Di lain pihak, Kepala Litbang, Kementrian Kehutanan, Dr Kirsfianti Ginoga, menjelaskan, bahwa kegiatan yang dilaksanakannya di Hotel Pnorama itu, sebagai bentuk upaya untuk memberdayakan masyarakat, selain juga untuk mengembalikan fungsi dan kondisi hutan. Diharapkan lewat pelatihan yang diberikan, masyarakat dapat memberikan kontribusi terhadap REDD. Dok.Humas Pelatihan pengukuran emisi CO2 yang bisa dijual ke negara maju ini, lanjut Kirs, diharapkan akan mampu mengembalikan fungsi dan kondisi seperti sediakala. Karena sesuai tawaran yang diajukan, Negara maju bersedia memberikan kontribusi untuk pemberdayaan masyarakat dan reboisasi hutan, kalau Indonesia mampu mengurangi emisinya hingga 5 %. “Setelah dilakukan pengukuran, nantinya tiap-tiap tanaman akan diketahui C02nya, sampai seberapa besar emisi yang bisa disimpan,” paparnya.(Indra)


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

5

KELAUTAN

Disperikel Jember Akan Rehabilitasi Terumbu Karang Disepanjang Pantai Jember Jember Terbina. sekitar 60% keberadaan terumbu karang di sepanjang pantai di kabupaten Jember mengalami kerusakan yang cukup berat. Kerusakan tersebut di sebabkan oleh adanya eskploitasi yang serampangan juga disertai adanya perilaku buruk oleh para nelayan dengan aktifitas pengeboman dan potassum yang sangat membahayakan biota laut. Praktis terumbu karang tersebut hancur yang perlu penanganan serius oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi. Mengingat keberadaan terumbu karang sangat berpengaruh besar sebagai tempat untuk berkembang biaknya ikan secara alami dan sekaligus sebagai ketergantungan nasib atas hasil tangkapan ikan para nelayan itu sendiri. Kepada koran ini Kasubsi pengembangan penanganan/pengendalian budidaya kelautan dan perikanan Dinas peternakakan, perikanan dan kelautan Ir Suhartono, MM mengatakan dari tingkat kerusakan yang cukup serius itu tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa adanya pola rehabilitasi dan penanganan serta perbaikan dengan metode terumbu karang buatan. Pasalnaya untuk tumbuhnya terumbu karang yang alami sebagai tempat ikan berkembang biak membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. Oleh karenanya haruslah disadari oleh semua pihak khususnya para nelayan sekiranya tidak memikirkan kepentingan sesaat yang kemudian mengorbankan kepentingan yang lebih besar dengan

merusak terumbu karang yang berakibat fatal bagi bagi kehidupan mereka sendiri. Untuk itu kesadaran untuk selalu mengawasi dan menghindarkan dari sikap merusak terhadap terumbu karang hendaknya dimulai sejak dini, tandasnya. Sementara itu perbaikan melaui terumbu karang buatan yang di lakukan oleh Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan kabupaten Jember itu diharapkan mampu meminimalisir kerusakan ekosistem kelautan yang lebih besar lagi mengingat terumbu karang

Dok.Humas

merupakan media alam sebagai tempat berkembang biaknya ikan-ikan didasar lautan. Sehingga hasil tangkapan para nelayan di sepanjang pantai Jember tidak akan mengalami penurunan secara drastis dan tidak lagi terancam oleh masa peceklik. Dari kerusakan terumbu karang itu kiranya disadari oleh semua element masyarakat khususnya para nelayan untuk tidak serampangan melakukan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab dengan mengorbankan terumbu karang

yang berdampak buruk bagi pendapatan atau hasil tangkapan ikan para nelayan itu sendiri. “Bagi mereka yang tertangkap basah melakukan pengrusakan terumbu karang hendaknya dijerat hukuman yang lebih berat sehingga memiliki efek jera dan tidak berpengaruh pada perilaku yang lain untuk melakukan hal yang serupa dikarenakan hukuman diterimanya terlalu ringan. Sehingga terkesan percuma dari upaya yang dilakukan oleh petugas dengan menjaga dan mendesaint terumbu karang buatan manakala tidak di imbangi dengan hukuman yang berat bagi para pelaku pengrusakan ekosistem kelautan”, imbuhnya. Data di Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jember menujukkan tingkan kerusakan terumbu karang terdapat di sejumlah kawasana tepatnya sepanjang pantai wailayah Jember diantaranya Pantai Puger di kawasan Nusa Barong, Tanjunga Papuma Watu Ulo hingga ke kawasan pantai Bandealit. Pada hal terumbu karang-terumbu itu memiliki potensi yang sangat luar biasa guna mendulang pendapatan hasil tangkapan ikan para nelayan manakala tidak dihancurkan. Sehingga para nelayan tidak harus pindah melaut sampai keluar kabupaten yang acap kali menimbulkan problem sosial ditempat yang disinggahi. Oleh karenanya kesadaran untuk selalu memiliki dan turut mengawasi adalah langkah awal sebagai upaya untuk penyeleamatan terumbu karang dari kerusakan dan sabagai upaya untuk pemulihan atas kelesatarian ekosisiem kelautan di kabupaten Jember oleh warga masyarakat secara utuh (humas).

Lepas Tukik dan Penghijauan Pantai Tutup LLA Bandesuka 2010 Jember Terbina. Lomba Lintas Alam Bandealit – Sukamade tahun 2010 (LLA Bandesuka - 2010) yang ke V sejauh 40 km sudah berakhir. Perjalanan ini ditempuh sejak 24 Oktober hingga 27 Oktober dan diakhiri dengan Lepas 1928 tukik (anak penyu hijau) dan penghijauan disepanjang pantai 28 Oktober. Dari lomba yang medannya cukup ganas itu selalu membawa suka dan duka yang dalam bagi pesertanya. Seperti hujan yang terus menerus mendera, sehingga membuat peserta saling bantu membantu dengan tim lain. Jumlah peserta 12 regu dari Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Malang, Surabaya, Jogyakarta, dan Jember sendiri. Meski lebih sedikit dibanding tahun kemarin, Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Ir Herry Subagiadi, MSc mengatakan, ada dua hal yang bisa diambil manfaatnya dari LLA Bandesuka tiap tahunnya. Yakni memupuk rasa cinta dan kepedulian terhadap alam, dan menjalin persaudaraan sesama pecinta alam yang ada. Berkurangnya peserta lomba dikarenakan kegiatan ini bersamaan dengan ujian tengah semester (UTS) mahasiswa seperti Unej. LLA Bandesuka ini sudah yang kelima kalinya dilaksanakan, dan pesertanya semakin banyak diikuti dari daerah-daerah lain. Seperti dari Joyakarta, Bojonegoro, Malang, Surabaya, Banyuwangi, Probolinggo, Jember dan beberapa daerah lainnya. Nantinya bisa jadi diikuti dari seluruh Indonesia, karena pesona trans Bandealit Sukamade ini dikenal sangat indah dan menantang, membuat peserta selalu menanti-nanti. Bandealit – Sukamade sendiri seringkali

dijelajahi wisatawan asing, mereka sangat terpesona dengan keindahan dan keaslian hutan tropis di Indonesia. “Makanya jangan menjadi orang asing dirumah kita sendiri,” kilah Herry. Lepas Tukik Saat memasuki 28 Oktober semua peserta mengikuti upacara peringatan hari Sumpah Pemuda bersama anak SD,SMP, karyawan PT Sukamade Baru, dan seluruh petugas Taman Nasional Meru Betiri. Usai acara peringatan Sumpah Pemuda dilaksanakan pelepasan 1928 ekor tukik (anak penyu) dipantai Sukamade sebagai simbul dicetuskannya Sumpah Pemuda tahun 1928. Usai acara pelepasan tukik, Kepala Balai TNMB,

Heri mengatakan, ada hal yang penting dan menarik dari semua rangkaian acara LLA Bandesuka 2010. Yakni tanggal 28 Oktober usai upacara pemberian hadiah, semua peserta diberi kesempatan melepaskan 1928 tukik (anak penyu) Hijau (Chelonia midas) ke pantai Teluk Sukamade. “Acara ini sebagai simbul dicetuskannya Sumpah Pemuda tahun 1928 sekaligus sebagai acara penutup dari rangkaian LLA Bandesuka 2010,” kata Herry. Ditambahkan Herry, hal ini untuk menandai berlangsungnya kesinambungan pelestarian penyu yang merupakan salah satu satwa langka dunia di Pantai Sukamade, Banyuwangi. Jika dipredeksikan sepuluh persennya saja bisa hidup dewasa, berarti ada 190 penyu akan menambah populasi penyu Hijau dunia. Sedikitnya penyu yang bisa menjadi dewasa dilaut, karena predator tukik dilaut sangat banyak. Pipit salah satu peserta dari Gencorps, Keperawatan Unair, Surabaya mengatakan, ia berharap, pecinta alam harus tetap menjaga kepeduliannya terhadap Dok.Humas lingkungan. Ini sangat penting, karena lingkungan kita makin lama makin parah kerusakannya. Sementara dijalur Bandealit hingga Sukamade masih tampak asri dan terjaga habitatnya. “Keterlibatan masyarakat khususnya pecinta alam sangat diharapkan membantu menyelamatkan lingkungan. Karena menyelamatkan hutan bukan semata tanggung jawab pemerintah saja,” kata Pipit. Ditambahkannya, kegiatan lomba ini untuk meningkatkan pemahaman pentingnya keanekaragaman hayati dalam kawasan hutan bagi kehidupan umat manusia. Sekaligus himbauan untuk menjaga dan menyelamatkannya dari kerusakan akibat ulah manusia. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada peserta lomba khususnya dibidang konservasi.(Dewanto)


6

JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

PEDULI BENCANA

FPBI Kirim Relawan Ke Bencana Gunung Merapi Jember Terbina. Kepedulian terhadap korban bencana alam Gunung Merapi ditunjukkan oleh Kabupaten Jember dengan mengirimkan tim relawannya, tim relawan kemanusiaan tersebut tergabung dalam Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI). Dari jumlah keseluruhan anggota FPBI Kabupaten Jember sebanyak 500 orang, 15 orang diantaranya diberangkatkan ke Yogyakarta atas instruksi dari presidium FPBI pusat.Mereka akan berada di lokasi musibah meletusnya Gunung Merapi dari tanggal 30 Oktober -7 Nopember, namun bila FPBI pusat masih menginginkan relawan dari Kabupaten Jember tetap di

lokasi bencana, maka FPBI Kabupaten Jember tidak akan memulangkan anggotanya dari kawasan bencana Gunung Merapi atau keberadaan mereka akan digantikan oleh anggota lainnya yang belum sempat dikirim ke Yogyakarta. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua FPBI Kabupaten Jember Drs. HM. Darsan Afidar, SH.MPd, jumlah relawan FPBI Kabupaten Jember tersebut sesuai dengan kuota dari FPBI pusat. Selama di Yogyakarta FPBI dari Jember ini akan bergabung dengan FPBI dari seluruh Indonesia yang sengaja diterjunkan ditempat letusan Gunung Merapi, selain akan mengevakuasi korban dan terlibat dalam kegiatan dapur umum ditempat pengungsian, mereka juga akan melakukan identifikasi kelompok masyarakat yang belum dapat bantuan. Sebelum diterjunkan di tempat kejadian mereka relawan FPBI dari Kabupaten Jember ini telah mendapat

Repro

pelatihan bencana pada bulan April lalu, bahan yang tidak kalah pentingnya mereka telah melakukan kesiapan mental sehingga pada saat tiba dilokasi bencana nantinya relawan FPBI Kabupaten Jember tersebut dapat mandiri. “ Meletusnya Gunung Merapi membuat keprihatinan tersendiri bagi FPBI, karena itu FPBI menurunkan relawannya ketempat mereka yang dilanda musibah.Tak terkecuali FPBI Kabupaten Jember ikut membantu meringkankan penderitaan korban Gunung Merapi, relawan FPBI ini nantinya akan berada dilokasi gempa bumi membaur dengan masyarakat setempat dan bertugas selama 24 jam. Setiap relawan yang berangkat ke Yogyakarta harus mendapat ijin dari keluarganya, mengingat tidak sedikit diantaranya yang sudah berkeluarga dan tugas relawan ini sangat berat.Dengan bekal ketrampilan yang dimiliki saat pelatihan bencana beberapa waktu lalu, relawan FPBI akan menerapkannya untuk membantu masyarakat setempat yang tengah dirundung musibah,”ungkap Darsan. Selama ini partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana alam cukup tinggi hingga mencapai 80%, sedang 10% lainnya dilakukan oleh pemerintah dan pelaku bisnis. Dalam UU No.24 Tahun 2007 disebutkan masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hidup termasuk tentang kebenaran informasi bencana. Hal itu sangat penting karena masyarakat tidak akan dibingungkan dengan informasi yang menyesatkan tentang kebenaran ada tidaknya bencana alam, pasalnya kerapkali masyarakat mendapatkan informasi terjadinya bencana alam padahal hal itu hanyalah ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Meski FPBI usianya relatif muda namun perannya dalam penanggulan bencana alam sangat besar, itu terlihat saat Kabupaten Jember dilanda banjir di Kecamatan Tempurejo dan Kecamatan Sumberbaru. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi merasa berterimakasih dengan keterlibatan FPBI Kabupaten Jember dalam ikut mengevakuasi korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, meski tidak mendapat bayaran relawan tersebut tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya demi rasa kemanusiaan.(winardyasto)

Siap Berikan Bantuan Informasi dan Komunikasi Meski Tanpa Dihonor Jember Terbina. Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari), yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informasi, siap setiap saat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat apabila dibutuhkan. Sebagai organisasi yang banyak berkecimpung pada kegiatan sosial kemasyarakatan, Orari juga membantu kepentingan pemerintah maupun instansi terkait. “Tidak hanya untuk kepentingan pemerintah saja, tapi yang paling penting bagaimana Orari bisa membantu masyarakat. Dimanapun mereka membutuhkan komunikasi, kita siap membantu,” ujar Nanang Suryadi, Ketua Orari Lokal Jember. Nanang yang juga Kepala Bidang Perbekalan, Bina Marga ini mengukapkan, bahwa Orari Jember sebagai organisasi yang diakui pemerintah dan dilindungi undang-undang, keanggotaannya tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember. “Kita siap membantu masyarakat apabila dibutuhkan karena kita juga punya undang-undang. Kita mengelola Orari di wilayah Jember ini sudah ada koordinator wilayah,” paparnya. Jadi pada intinya, Orari menurut dia, selalu standbye, dimana ada kejadian banjir, bencana maupun tanah longsor, selalu siap memberikan informasi kepada siapa saja yang membutuhkan. Informasi ini akan dilakukan oleh anggota yang berada di daerah, baik informasi

yang sifat vertical maupun horisontal. Dalam hal pemberian bantuan informasi dan komunikasi, menurut Nanang, Orari akan membantu alat komunikasi. Misalnya, di suatu wilayah ada bencana yang perlu bantuan informasi ke kabupaten, Orari akan dengan senang hati membantu, baik yang ada di lapangan maupun di pusat. Dicontohkan, tahun 2010 Orari Jember telah banyak melakuklan kegiatan berkaitan dengan pelaksanaan pilkada Jember. Ketika itu Orari diminta oleh Polres Jember untuk membantu di delapan titik dengan melakukan komunikasi sebagaimana diperlukan oleh masyarakat. “Termasuk juga Orari membantu pelaksanaan hari raya Idul Fitri di sepuluh titik, sesuai petunjuk yang diberikan Kapolres Jember,” paparnya. Dijelaskan Nang, pelaksanaan program selama ini, baik dengan pemerintah maupun dinas terkait dan jajaran muspida, seperti kodim, pos satu penanggulangan bencana, yang telah dilaksanakan lewat sharing. Artinya, sewaktu-waktu ada bencana, Orari sesuai tupoksinya menyiapkan alat komunikasi untuk memberikan bantuan sepenuhnya. Hanya saja, untuk pelaksanaan tugas yang harus dijalankan, Orari kerap dihadapkan pada masalah ketersediaan anggaran. Sebab Orari sendiri tidak punya anggran, dan setoran dari anggota yang besarnya hanya Rp. 2500,perbulan, tidak cukup untuk digunakan ketika melaksanakan tugas sosial. “Kadang teman-teman itu banyak sebagai sukarelawan, tidak pernah mendapatkan honor. Jadi pelaksanaan kemana-mana seperti kejadian kemarin, baik kegiatan pilkada maupun hari raya,

banyak relavan yang tidak dibayar ngepos di tempat,”ungkapnya. Untuk diketahui, secara keseluruhan jumlah anggota Orari yang aktif, sebanyak 215 orang. Anggota ini terdiri atas beberapa tingkatan, mulai dari delta, charly dan brawo dan tersebar di seluruh wilayah Jember. Guna mengetahui keberadaan para

anggota, setiap malam ada kegiatan net malam. “Jadi absensi untuk seluruh anggota terkait dengan informasi. Atau terkait apa saja yang terjadi, kita selalu informasikan pada waktu net malam, termasuk juga apabila ada kejadian sewaktu-waktu maka Orari Jember akan membantunya sepenuh hati,”pungkasnya.(Satrio)

Repro


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

7

SARANA PRASARANA

Jukir Akan Diikutsertakan Program Jamsostek Jember Terbina. tertib dan tidaknya kondisi arus lalu lintas di Jember tidak hanya tertumpu pada salah satu sektor saja tetapi juga tidak lepas adanya peran serta dari para juru parkir. Jukir yang setiap harinya melakukan aktifitas perparkiran sangat mendukung adanya kelancaran seluruh lalu lintas kota selain itu kota akan semakin teratur dan kendaraan tertata dengan baik. Hanya saja melihat dari aktifitas jukir yang cukup tinggi sekaligus rawan adanya laka lantas itu akhir tahun 2010 ini akan tercover pada program perlindungan kecelakaan dan kesehatan dari Jamsostek. Praktis dari anggota kurang lebih 300 jukir sekabupaten Jember itu sangat berantusias untuk di ikutsertakan pada program asuransi jamsostek tersebut. Kepala UPT Parkir Dishub Jember Siswanto SIT, MT mengatakan ke ikut sertaan pada asuransi jamsostek seluruh jukir dilingkup Dishub Jember telah melalui kajian dan pertimbangan yang cukup matang. Selain itu juga sebagai

langkah antisipatif untuk memberikan perlindungan optimal manakala terjadi insiden dengan cepat tertangani baik dari sisi pembiayaan di rumah sakia maupun santunan kematian, tandasnya. “Mengingat sampai saat ini belum ada anggaran khusus dari Dishub Jember untuk pembiayaan bagi mereka yang sakit maupun yang meninggal dunia. Sehingga

Repro blog

perlu ambil langkah konkrit dengan mengikut sertakan seluruh jukir pada program asuransi Jamsostek Contoh kasus manakala ada yang sakit dan ada yang meninggal dunia secara sukarela melakukan sumbangan seadanayaa dan hasilnya tidak maksimal. Dari kondisi itulah muncul gagasan baru untuk bekerja sama dengan pihak kedua yang sekiranya

banyak memberikan manfaata untuk para jukir, imbuh Siswanto. Di lain pihak tingkat perekonomian dari para jukir kategori pas-pasan yang jauh dari harapan. Sehingga perlu dukungan kepedulian dari semua pihak khususnya dari Dishub Jember dengan pola mengikutsertakan pada asuransi jamsostek yang direncanakan akhir tahun 2010 ini di realisasikan. Diakui maupun tidak dengan adanya program asuransi jamsostek praktis keberadaan para jukir lakan lebih tenanga malakukan aktivitasnya di jalan dan tidak lagi kebingungan manakala ada yangn sakit di rumah sakit maupuan hal-hal lain yang kesemuanya ditanggung oleh PT Jamsostek. Hanya saja menurut Siswanto dikarenakan anggaran untuk keikut sertaan pada asuransi Jamsostek tidak masuk dalam posting anggaran dinas perhubungan, salah satu jalan yang ditempuah yaitu akhirnya setiap bulannya para jukir dipotong dari gaji yang hanya sebesar Rp. 4.000/.orang sebagia iuran wajib. Angka yang kecil itu merupakan tidak ada artinya bilamana dibandingkan dengan tingkat kebutuhan yang saat ini semakin tinggi tetapi memilki nilai manfaat yang cukup besar bagi keselamaatn diri jukir didalam melaksanakan tugas, terang pejabat Dishub Jember yang kategori masih sangat muda itu (humas).

Jukir Yang Meminta Uang Parkir Berlangganan Akan Tindak Tegas Jember Terbina. Dinas Perhubungan Pemkab Jember melalui UPT parkir akan menindak tegas juru parkir (jukir) yang meminta uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan bermotor yang sudah membayar parkir berlangganan, aturan parkir berlangganan tersebut diberlakukan kepada kendaraan roda dua dan roda empat dengan plat nomer Jember. UPT Parkir sendiri selama ini terus memberikan pembinaan kepada para jukir terkait dengan parkir berlangganan tersebut yang telah memiliki stiker parkir berlangganan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dishub Jember , Sukowinarno tindakan tegas terhadap jukir yang meminta,menerima,memunggut uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan yang sudah membayar parkir berlangganan karena ini semuanya nantinya akan merugikan masyarakat dan akan mencoreng nama baik lembaga yakni UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember. Oleh sebab itu masyarakat di harap melaporkan kejadian tersebut ke UPT Parkir jam berepa waktu dinas di lokasi mana dan cacat namanya lalu laporkan, memang selama ini belum ada

Repro blog

jukir yang kedapatan menarik uang jasa parkir kepada masyarakat pelanggan parkir , namun demikian juga tidak munafik apabila pelanggan memberikan imbalan tampa adanya paksaan memberikan sedikit uang lelah namun yang penting jangan sampai para jukir meminta meminta atau memaksa minta kepada para pelanggan kendaraan baik roda dua maupun roda empat oleh sebab itu dirinya berharap kepada masyarakat pelanggan parkir berlangganan untuk ikut memantau keberadaan jukir saat melaksanakan tugasnya. “Kalau ada jukir yang meminta uang kepada pengendara kendaraan yang sudah membayar parkir berlangganan, saya minta mereka yang merasa dirugikan oleh jukir untuk segera melaporkan kepada UPT Parkir

Dinas Perhubungan Pemkab Jember. Tolong dicatat nama jukirnya, tempat yang bersangkutan memarkir kendaraannya, tanggal , serta jamnya, nantinya UPT Parkir akan menindaklanjuti laporan tersebut dan jukir yang bersangkutan akan diberi tindakan tegas karena telah menyalahi aturan. Sementara itu Kepala UPT parkir Dishub Jember, Siswanto saat ditemui mengatakan setidaknya masyarakat jangan komplin dulu ke media lebih baik masyarakat langsung konfirmasi dulu kepada UPT Parkir agar mengerti permasalahan perpakiran di Jember karena selama ini masyarakat sudah mengikuti parkir berlangganan sebesar Rp.20 ribu per tahun justru masyarakat sangat diuntungkan, karena lebih hemat ketimbang

parkir biasa, mengingat dalam satu hari mereka pemilik kendaraan bisa lebih dari satu kali parkir,�ujar Siswanto. Namun demikian apabila ada kendaraan di luar kota di wajibkan untuk dikenai uang parkir karena yang bersangkutan memang bukan langganan parkir di Jember oleh karena itu masyarakat di himbau apabila masih ada jurkir yang masih memunggut uang parkir maka segera laporkan kepada kami dan kami tidak segan segan akan menindak petugas yang bersangkutan . untuk itu dalam waktu dekat UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember akan melakukan pembinaan dan inventarisari keseluruhan jumlah jukir, dari pendataan tersebut nantinya dapat diketahui sejauh mana perkembangan para jukir

itu sendiri. Selama ini para jukir tersebut dalam menjalankan tugasnya dilakukan secara bergantian dalam 2 shift yakni dari pukul 0.6.00. -14.00 dan 14.00 hingga 22.00, para jukir ini selama bertugas juga dilengkapi dengan tanda pengenal, dan atribut yang dipunyai seperti seragam, topi, maupun peluit hal ini untuk membedakan dengan jukir liar. Bahkan dalam waktu dekat ini pihak UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember berencana akan menertibkan keberadaan jukir liar di Jember. mengingat jukir liar ditengarai tidak menutup kemungkinan selama di lapangan meminta uang jasa parkir dengan cara memaksa sehingga meresahkan masyarakat. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs.Agus Slameto, MSi meminta para jukir dalam menjalankan tugasnya tetap profesional, dan menjunjung nama lembaga yakni UPT Parkir, serta tidak meminta uang jasa parkir kepada masyarakat yang telah mengikuti parkir berlangganan. Agus juga sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember dengan mengadakan pembinaan para jukir, mengingat apa yang dilakukan jukir dengan meminta uang jasa parkir secara paksa kepada pengendara kendaraan bermotor, hal itu dapat dikatagorikan sebagai aksi pemerasan yang mengarah pada tindakan premanisme yang merugikan masyarakat dan merupakan perbuatan melanggar hukum. (Satrio)


8

JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

PERNIK IDUL QURBAN

Idul Qurban Stock Beras Tercukupi Jember Terbina. Perum bulog Sub Divre Jember, dalam rangka memperingati hari raya idul adha ( hari raya qurban ) stock beras di jember tercukupi sampai akhir desember dan maret 2011 termasuk beras raskin cukup memadahi untuk kebutuhan pokok masyarakat jember.

pengajuan dari Gubenur propinsi jawa timur. Kedepan artinya tidak ada hal yang mengkwatirkan untuk stock beras pangan di Jember.karena itu sampai hari ini harga gabah kering sebesar 3.345 perkg.beras untuk jenis medium sesuai dengan pemantauan bulog jember selama hari raya idul qurban ini sebesar Rp.5.660,perkg.Tegasnya�. Mungkin saat sekarang adalah saat saat yang tepat ma-

Selama dalam menghadapi hari raya idul adha,untuk itu masyarakat jember tidak usah resah karena jember gudangnya pemasok beras terbesar di jawa timur. kepala Perum Bulog Sub Divre Jember, Tri wahyudi saleh, mengatakan bahwa stock beras bulog di jember menghadapi hari besar keagamaan termasuk hari raya idul adha termasuk beras raskin dan untuk mengantisipasi terjadinya bencana sesuai dengan keputusan bersama Menteri prekonomian dan menteri kesra setiap ada bencana mendapatkan alokasi beras cadangan umum ( CBP ) sebanyak 100 ton.setelah ada

syarakat memenuhi kebutuhan untuk mencukupi hari raya Idul Qurban sangat wajarlah ketika permintaan dimend naik berarti supplynya juga naik termasuk kebutuhan problematika masalah akomodasi atau hal hal yang lainnya agak lambat,tapi secara umum masih kategori wajar namun untuk mengatisipasi harga kebutuhan beras bulog Jember tetap stamby seandainya kita di butuhkan siap untuk mengelontur operasi pasar.

Dok.Humas

Lebih lanjut kata, Tri wahyudi S karena jember sebagai lumbungnya pangan tingkat Nasional utamanya di tingkat jawa Timur jember urutan nomer 3 lubung pangan,apabila terjadi hal hal yang terjadi maupun terjadi kedepan Insakallah kita sudah siap stock pangan di masyarakat siap secara umum kita akan mengkafer stock beras yang ada di gudang Bulog. pemantauan dan monitoring setiap saat kita lakukan seperti hari keagamaan hari raya qurban seperti ini pemantauan lebih ketat lagi yang jelas dengan pemkab jember sering melakukan koordinasi secara rutin seperti akan melaksanakan pasar murah. Memang ada hal yang sangat Anomali menurut penggalaman tahun sebelumnya,karena masyarakat jember dalam menghadapi hari hari besar keagamaan islam dia mencari beras yang kelasnya menengah ke atas dia lagi tidak menggunakan medium,saya sangat memahami benar mungkin masyarakat akan membuat keistimewaan pada suasana qurban ini dengan mengasumsi hal hal yang lebih enak ,oleh karena itu berdasarkan penggalaman kita bersama Disperindag Jember yang kita arahkan

sekarang kita bagaimana bulog Jember bisa melakukan stabilitas sewaktu waktu kebutuhan harga beras di masyarakat meningkat kita harus antisipasi. Kita selalu melakukan pemantuan secara rutin memasuki hari hari besar keagamaan,dan langkah langkah antisipatif apabila ada kemungkinan ada gejolak harga di masyarakat namun berdasarkan informasi yang kita terima dari pemantauan di lapangan pasar pasar murah di lakukan oleh Pemkab jember itu kelihatannya masih mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mempercepet untuk melakukan secara continue juga pedistribusian raskin rutin kita lakukan setiap bulan. Artinya jumlah jumlah beras yang beredar kita harapkan lebih banyak di banding hari hari besar ketika kebutuhan meningkat ketika supplynya stanby tidak ada alasan harga beras meningkat terus.oleh karena itu mari kita jaga kebersamaan,karena masyarakat jangan kwatir terhadap adanya kemungkinan beras itu tidak ada di pasaran jangan kwatir stock beras kita banyak berqurbanlah hewan dengan tenang pemerintah memikirkan apa yang di butuhkan oleh masyarakat secara umum. (Satrio)

Disnakkan Jember Pastikan Hewan Qurban Bebas Virus Anthraxs Jember Terbina. Maraknya tempat penjualan hewan qurban dipinggir jalan baik itu kambing maupun sapi di Kabupaten Jember menjelang hari raya Idul Adha, membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Jember mengambil langkah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan qurban, upaya tersebut sengaja dilakukan agar hewan tersebut disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima aman untuk dikomsumsi. Tidak menutup kemungkinan hewan qurban tersebut ada yang terkena penyakit antrhaxs, karena itu hal ini menjadi perhatian serius dari disnakkan agar hewan tersebut dalam kondisi stril bebas antrhaxs dan tidak meresahkan masyarakat Kabupaten Jember khususnya umat Islam yang tengah merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan korban. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ir. Dalhar Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jember, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban tersebut, pihaknya telah menurunkan tenaga dokter hewan sehingga hewan qurban tersebut dapat diketahui bebas dari anthraxs atau tidak. Di Kabupaten Jember sendiri sampai saat ini jumlah ternak masih sangat mencukupi, untuk kambing dan domba jumlah populasinya mencapai lebih dari 150 ribu ekor dan jumlah sapi yang ada sekitar 225 ribu ekor. Untuk menghasilkan populasi lestari hewan qurban paling tidak 20% dari jumlah keseluruha sapi dan kambing maupun domba 30% karena umurnya relatif pendek yakni 2 tahun, dari perhitungan tersebut setidaknya kebutuhan jumlah hewan qurban berupa kambing di Kabupaten Jember mencapai 40 ribu sapi dan kambing serta domba sekitar 45 ribu ekor. Dari catatan yang ada di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember kebutuhan hewan qurban tiap tahunnya cenderung terjadi peningkatan, hal ini disebabkan tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan qurban.Sewajarnya bila disnakkan ikut menjaga kekhusyukan pelaksanaan

ibadah qurban dengan mengadakan pemantauan kesehatan hewan qurban, karena itu dinas tersebut secara pro aktif mendatangi secara langsung tempat penjualan hewan qurban seperti yang ada di kawasan Jl. Sumatra, Jl. Jawa maupun Jl.Kalimantan. Khusus pemeriksaan daging hewan qurban tersebut sengaja dilakukan tidak secara menyeluruh , mengingat keterbatasan tenaga yang ada dengan sample tersebut setidaknya akan mewakili hewan qurban secara keseluruhan di Kabupaten Jember ada tidaknya kandungan penyakitnya. Lebih lanjut Dalhar mengatakan, apabila hewan qurban tersebut diambilkan dari hewan yang sehat pasti dagingnya pun aman untuk dikomsumsi.Hewan qurban itu sendiri dalam ketentuan Islam ada syaratnya, selain harus jantan, tidak dikebiri, keadaan testis jumlahnya genap yakni dua dan tidak besar sebelah.Kambing maupun domba yang akan dijadikan hewan qurban disyaratkan umurnya minimal harus satu tahun, hal itu

terlihat dari kondisi gigi yang ada. Untuk sapi paling tidak umur setidaknya dua tahun dan ditandai dengan sepasang gigi tetap, selain itu hewan qurban baik sapi maupun kambing, tersebut harus sehat, bulu bersih dan tidak cacat fisik serta lubang yang dipunyai baik lubang telinga, lubang hidung, maupun lubang anus harus bersih dan suhu hewan tersebut memiliki suhu 37 derajat celsius. Menanggapi upaya yang dilakukan oleh disnakkan dengan melakukan pemeriksaan hewan qurban sebelum dipotong pada saat hari raya Idul Adha, Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi berpendapat hal tersebut memang perlu dilakukan hal ini untuk memberikan kepastian apakah hewan tersebut layak untuk dijadikan hewan qurban dan aman dari penyakit antrhaxs yang membahayakan sehingga tidak menimbulkan keraguan dan kekawatiran bagi masyarakat untuk mengkomsumsi daging hewan qurban tersebut. (winardyasto)

Repro


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

GALERI FOTO

Resep Sup Jagung Manis Ceker Ayam Saus Tiram Pedas Resep Sup Jagung Manis. Sup jagung ini sangat pas menemani anda di saat cuaca yang sedang dingin, tubuh pun pasti langsung terasa enak dan hangat. Selain lezat, Sop jagung ini banyak mengandung vitamin B12, B5, A, dan juga vitamin C. Selain lezat juga sangat bermanfaat di antaranya bisa menurunkan berat badan, membangun kekebalan, detoksifikasi tubuh, sebagai penghangat natural, mempercepat penyembuhan dan masih banyak lagi manfaatnya. Silahkan dicoba. Resep : Bahan Resep Sup Jagung Manis : 500 gram tulang ayam, rebus, ambil 1 liter kaldunya 2 sendok makan margarin, untuk menumis 2 sendok makan tepung terigu 100 gram jagung manis, pipil 50 gram kacang polong 150 gram wortel, potong kotak garam, merica, dan pala bubuk secukupnya Bumbu cincang Sup Jagung Manis : 1/2 buah bawang bombay 2 siung bawang putih 3 iris jahe

Resep Ceker Ayam Saus Tiram Pedas – Banyak orang tidak menyukai olahan ceker ayam karena alasan jijik. Sementara bagi mereka yang suka, ceker ayam bisa diolah dalam berbagai masakan. Pernah mengolah menu satu ini? Resep Ceker Ayam Saus Tiram Pedas yang siap menggoyang lidah. Bahan Resep : Cakar ayam boiler 10 bh Jeruk nipis, ambil airnya ½ bh Air untuk merebus 1,5 liter Minyak goreng secukupnya 2 sdm Kecap inggris 1 sdt Minyak untuk menggoreng 2 sdm Bawang putih, cincang 8 siung Saus tiram 3 sdm Kecap manis 2 sdm Gula pasir 1 sdm Cengkih 3 bh Pekak 5 bh Minyak wijien 3 sdm Cabai merah besar, buang bijinya, iris serong 1 bh Cara Membuat Resep Ceker Ayam Saus Tiram Pedas : 1. Bersihkan cakar, kupas kulit luar dan potong kukunya, cuci bersih. Kemudian lumuri dengan jeruk nipis selama 5 menit. Cuci cakar sekali lagi hingga bersih. Rebus cakar dengan 1 liter air hingga empuk. Angkat dan tiriskan. 2. Letakkan cakar pada sebuah wadah, beri kecap inggris dan kecap asin, aduk rata. Diamkan selama 15 menit. Panaskan minyak, goreng cakar hingga kuning keemasan. Angkat dan tiriskan. 3. Kemudian, rebus kembali cakar ayam yang telah digoreng dengan sisa air pada resep hingga kulitnya mekar dan empuk. Angkat dan tiriskan. 4. Sementara itu, panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan saus tiram, kecap manis, gula pasir, cengkih, pekak, dan minyak wijen, aduk rata. Masukkan cakar ayam, aduk hingga cakar terbalut bumbu. Terakhir, tambahkan irisan cabai merah, aduk sebentar. Angkat dan sajikan.

Cara membuat : 1. Tumis bumbu cincang sampai harum kemudian masukkan tepung terigu. Aduk sampai menggumpal. Tambahkan kaldu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk jadi adonan yang licin. 2. Tambahkan jagung manis, kacang polong, wortel, garam, merica, dan pala bubuk. Aduk rata. 3. Setelah mendidih, masukkan telur yang telah dikocok sedikit sedikit hingga menyerupai benang-benang halus. 4. Masak sampai mendidih kembali lalu angkat.

Kambing Tekleng

Chicken Mozarella Cordon Bleu Resep Chicken Mozarella Cordon Bleu. Chicken Mozarella Cordon Blue, biasa disebut juga Cordon Bleu. Yuk simak cara membuat Resep Chicken Mozarella Cordon Bleu berikut ini. Resep : 4 potong daging ayam bagian dada tidak bertulang 4 lembar daging asap 4 lembar keju 3 butir telur sudah dikocok tepung roti secukupnya 2 sdm mentega minyak goreng secukupnya Tepung Bumbu : 3 sdm tepung terigu ½ sdt merica ½ sdt garam ½ sdt gula halus, ayak Cara membuat : * Belah dada ayam jadi 2 bagian tidak sampai putus lalu pipihkan. Beri 1 lembar daging asap serta 1 lembar keju ditengah-tengahnya. * Lumuri daging ayam tadi menggunakan tepung bumbu, ratakan. Lalu celupkan ke dalam kocokan telur baru kemudian lumuri dengan tepung roti sampai seluruh permukaannya tertutup. Tutup dengan plastik, kemudian simpan dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit. * Panaskan sedikit minyak goreng dan masukkan mentega, pakai api sedang. Goreng daging ayam hingga kedua permukaannya berwarna coklat. Angkat lalu tiriskan. Sumber: resepindonesia

Bahan : 500 gr daging kambing 100 gr kol, potong kasar 10 cm serai, memarkan 1 cm lengkuas, memarkan 4 lembar daun jeruk, remas2 3 buah cengkih 500 ml air 250 santan encer 1/2 sdt merica 2 sdm kecap manis 1 buah tomat, belah2 garam seperlunya 10 buah cabe rawit merah, belah2 3 sdm minyak sayur untuk menumis bawang goreng untuk taburan

Bumbu halus : 4 siung bawang putih 4 siung bawang merah 3 butir kemiri 1 sdt ketumbar 1/2 sdt jintan 1 cm kunyit

Cara Membuat : 1. Tumis bumbu halus sampe layu 2. Masukan serai, lengkuas, daun jeruk, dan cengkih, aduk sampe harum 3. Masukan daging kambing, aduk sampe berubah warna 4. Tambahkan air, merica, dan cabe rawit, didihkan, empuk dengan api sedang 5. Tambahkan santan, kecap manis, garam, kol, dan tomat, didihkan dan aduk sampe kol layu 6. Angkat, sajikan ditaburi bawang goring

9


10 JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

GALERI FOTO


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

LAPORAN UTAMA

11


12 JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

LINTAS KEBIJAKAN

Dekati Rakyat, Bupati Pantau Pilkades Pace Jember Terbina. Untuk membuktikan kecintaannya dengan masyarakat desa, Bupati Jember, MZA Djalal, beserta Istri, Ny. Sri Wahyuni Djalal, yang di dampingi jajaran Pimpinan SKPD Pemkab Jember, 13/11. Melakukan pemantauan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Ds. Pace, Kecamatan Silo. Pilkades ini dilakukan oleh masyarakat Pace sendiri untuk menggantikan Kepala Desa sebelumnya yang meninggal dunia. Desa Pace sendiri memiliki jumlah penduduk mencapai 16.416 penduduk dengan jumlah hak pilihnya 12.236 orang. Selain Bupati Jember, MZA Djalal, melakukan pemantauan langsung ke Lapangan perjuangan, Ds. Pace, sebagai lokasi pemungutan suara. Pemkab Jember juga menurunkan Tim pemantau pelaksanaan Pilkades yang diketuai oleh Asiten I Tata Pemerintahan, yang dibantu oleh jajaran Kodim, Polres, Bakesbang dan Linmas, Inspektorat, Satpol PP, Bag. Pemerintahan Desa, Bag. Humas, Bag. Hukum, dan jajaran Muspika Kecamatan Silo. Dimana, Tim tersebut melakukan langkah antisipasi pelaksanaan pilkades, sehingga pelaksanaan pilkades tersebut bisa berlangsung aman, kondusif, dan demokratis. Dalam Pilkades Ds. Pace ini di ikuti oleh 3 calon, yaitu calon nomer I adalah Imamul Haromain, calon nomer 2 adalah M. Farohan, dan calon nomer 3 adalah H. Nawari. Dengan perolehan suara sebagai berikut untuk calon nomer 1 (Imamul Haromain) sebanyak 1.969 suara, Calon Nomer II (M. Farohan), sebanyak 5.287 suara, dan Calon nomer

III (H. Nawari) sebanyak 1.794 suara. Sedangkan untuk suara yang tidak sah sebnayak 89 suara. Dengan begitu ditetapkanlah oleh panitian dan saksisaksi dari ketiga calon bahwa yang terpilih sebagai Kades Pace secara demokratis adalah Calon nomer II atas nama M. Farohan. Kabag Pemerintah Desa (Pemdes), Drs. Hadi Mulyono Msi. Mengungkapkan bahwa sebenarnya untuk pelaksanaan pilkades sendiri sudah tuntas pada tahun 2008-2009, sedangkan pada tahun 2010 ini, pelaksanaan Pilkades hanya dilakukan di Desa Pace. Hal tersebut, lanjut Hadi, dilakukan karena untuk mengisi kekosongan pimpinan desa, dimana Kades desa Pace yang telah terpilih lalu meninggal dunia, se-

Dok.Humas

hingga selama ini pemerintahan desa dilaksanakan oleh Plt yang di tunjuk oleh Camat. Hadi juga menjelaskan bahwa Plt sendiri tidak bisa menentukan kebijakan Kades dan tidak boleh lebih dari 1 tahun, oleh karena itu, tegasnya, Pilkades ini memang untuk memilih Kades secara definitive, sehingga pembangunan serta program-program pemerintah dapat dilaksanakan di desa. Hadi juga mengungkapkan lebih lanjut, sebenarnya agenda pelaksanaan pilkades tersebut telah direncanakan pada awal tahun 2010, namun di Kab. Jember sendiri, ada agenda kegiatan pemilihan Bupati Jember, sehingga untuk pelaksanaan pilkades ditangguhkan dengan pertimbangan situasi dan keamanan. Dan

baru bisa dilaksanakan pada bulan November 2010 ini. Mantan Camat Mayang ini juga berharap pilkades ini nantinya dapat menghasilkan kepala desa yang benar-benar di kehendaki oleh masyarakat, dengan begitu, pelayanan pemerintah desa semakin optimal, tak ketinggalan juga bisa melakukan pembangunan-pembangunan desa yang mampu memberikan perubahan kehidupan pada masyarakat desa, sebagaimana visi misi Kabupaten Jember selama ini. Sementara itu ketua panitia peyelenggara, M. Hammam, menjelaskan semua ini berkat dukungan dari semua pihak dan seluruh panitia yang dibantu oleh masyarakat, dengan hasil tersebut, maka masyarakat desa Pace telah memilih seorang kepala desa yang definitive. Oleh karena itu, lanjut Hammam, menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak terkena adanya profokasi, sehingga di kemudian hari terjadi penolakan. “ini kan udah terpilih Kades secara demokratis, transparan, dan disetujui oleh semua masyarakat. Jadi jangan ada penolakan-penolakan, karena hal tersebut bisa memnggangu jalan pemerintahan desa kedepan”, katanya. Hal senada juga di sampaikan oleh PLT Camat Silo, H. Sumarsono dengan adanya pelaksanaan pemilihan kepala desa Pace ini merupakan saat yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat pace sejak 3 bulan terkahir ini, untuk memlih Kades baru.. Sampai saat ini tidak ada kendala. Lanjut Sumarsono, berkat dukungan dari semua pihak baik itu dari Muspika, panitia penyelenggara, BPD, tokoh masyarakat maupun kalangan pemuda. “Untuk itu, hal ini hendaknya dapat di jaga oleh semuanya, tetap kompak, sehingga pelaksanaan pilkades bisa dilakukan secara berkesinambungan dan masyarakat desa pace bisa mempunyai kepala desa yang definitif sesuai denga hati nurani masyarakat”. Tegasnya. (humas)

Pembatasan Hak Perempuan, Merugikan Perempuan Sendiri Jember Terbina. Adanya kebijakan dari beberapa pemerintah daerah di Indonesia yang tertuang dalam peraturan daerah (Perda) dengan membatasi ruang gerak perempuan, dinilai sangat merugikan perempuan. Kebijakan diskriminatif bagi perempuan tersebut, dinilai tidak lagi memiliki komitmen terhadap konstitusi. Adanya pembatasan berekspresi pada perempuan dengan mewajibkan berjilbab dan mengikuti aturan berbusana tertentu, saat itu sedikitnya sudah diterapkan di 16 kabupaten /kota di Indonesia. Bahkan hal itu telah dituangkan dalam Perda, keputusan bupati maupun instruksi kepala sekolah. “Aturan tersebut berlaku tidak hanya berlaku bagi perempuan muslim saja, tapi juga mereka yang non muslim. Di Propinsi Nanggro Aceh Darusalam (NAD) baju yang berjubah adalah baju yang halal, sedang di wilayah barat propinsi tersebut perempuan yang mengenakan celana levis atau jin, seketika celananaya akan dipotong,” ungkap Ninik Rahayu, SH dari Komnas Perlindungan Perempuan Jakarta saat memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember Selasa (9/11). Pada kuliah umum dengan

mengusung bahasan tentang kebijakan pemerintahan daerah dan pemenuhan hak perempuan tersebut, Ninik juga mengaku miris dengan masih adanya kebijakan pemerintah daerah yang menempatkan perempuan sebagai korbannya. Perempuan menurutnya, tidak luput dari pembatasan ruang gerak yang dipunyai. Dicontohkan, pada September lalu ada seorang perempuan yang diangkat oleh bupati menjadi camat. Akan tetapi, karena alasan yang bersangkutan adalah perempuan, maka wakil rakyat meminta bupati untuk memberhentikannya. Kenyataan itu kata dia, membuat perem-

Repro

puan kehilangan kesempatan untuk meniti karier. Padahal perempuan saat ini punya hak yang sama dengan laki-laki dan hal itu selaras dengan cita-cita RA Kartini. “Lahirnya kebijakan peraturan daerah yang merugikan perempuan harus distop, karena akan menimbulkan kesenjangan dengan laki-laki. Kalau hal itu dibiarkan Indonesia justru akan kembali pada masa Siti Nurbaya,” tukasnya Pemberlakuan peraturan daerah dengan mengharuskan perempuan berjilbab ternyata tidak hanya ada di Propinsi NAD saja, di lingkup PNS Bulukumba perempuan juga diharuskan

berjilbab. Kalau tidak, mereka akan mendapat sanksi seperti dijemur. Kebijakan tersebut menurut dia, justru akan melahirkan kesan religius yang bersifat simbolik bagi daerah itu, karena adanya keharusan berjilbab yang dipaksakan melalui peraturan daerah. “Saya senang ada perempuan berjilbab bahkan saya sendiri juga berjilbab, namun berjilbab adalah merupakan keputusan dirinya untuk mengekspresikan bagaimana dirinya harus berbusana dan bukan karena keterpaksaan,” jelas Ninik. Kebijakan pemerintah daerah yang tidak berpihak pada perempuan merupakan diskriminasi berupa pengurangan hak perlindungan dan kepastian hukum. Demikian juga dengan pembatasan ruang gerak bagi perempuan, seringkali berdalih dengan mengatasnamakan perlindungan. Ninik mencontohkan, adanya pembatasan jam malam bagi perempuan dianggap melindungi perempuan. Padahal di dalam konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 jelas dikatakan adanya jaminan kebebasan yang sama antara laki-laki dan perempuan, tidak ada satu kalimatpun didalamnya yang membatasi kebebasan perempuan. Padahal banyak perempuan yang bekerja pada waktu malam seperti perawat maupun dokter yang bertugas tengah malam di rumah sakit. “Kalau jam malam tersebut diberlakukan bagi mereka, lantas bagaimana dengan pekerjaannya dan haruskah yang bersangkutan terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya,” tanya Ninik. (winardyasto)


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

13

LINTAS KEBIJAKAN

BPN Ajak Dialog Interaktif untuk Evaluasi ke Dalam Jember Terbina. Pelayanan publik dalam menggurusi masalah pertanahan di Kabupaten Jember, yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat, ke depan dimungkinkan tidak akan ditemui lagi. Pasalnya untuk pelayanan ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN), berupaya terus untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Berkait dengan layanan kepada masyarakat ini, Badan Pertanahan Nasional bersama Komisi Pelayanan Publik Jawa Timur mengelar Dialog Interaktif di Radio Ratu FM, Selasa (16/11). Tujuan dari digelarnya dialog interaktif ini, yakni memberikan informasi pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pertanahan. Kepala Divisi Penanganan Pengaduan, KPP Jawa Timur, Nuning Rodiyah, mengukapkan, bahwa dialog ini digelar dalam rangka mengetahui problem mendasar yang sebenarnya terjadi di dalam pertanahan. Sehingga dengan ini diharapkan masyarakat tahu prosedur, apa yang harus dilalui tentang mengurus sertifikat tanah. Dengan biaya beberapa dan harus bagaimana serta pelayanannya seperti apa, ketika masyarakat sudah jelas, pelayanannya tepat waktu, standar biaya, maka masyarakat tidak akan menemui kendala. “Waktunya tidak berlarut-larut, prosedurnya tak berbelit-belit. Masyarakat sudah paham betul syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi,” katanya. Namun demikian agar dapat dipenuhi trasparansi standar pelayanan public, sebagaimna amanah undangundang nomor 25 tahun 2009, maka wajib bagi unit pelayanan public, untuk mempublikasikan kepada masyarakat setiap masalah berkaitan dengan pertanahan. Ini dimaksudkan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan, utamanya di Kabupaten Jember. Kepala Kantor BPN Jember, Siswoyo Prajitno, SH, menambahkan, bahwa dialog interaktif di radio Ratu FM ini diharapkan akan memberikan dampak positif kepada masyarakat Jember. Itu utamanya terkait tugas pokok dan fungsi BPN Jember, sebagai pelayanan pub-

Dok.Humas

Kepala Divisi Penanganan Pengaduan, KPP Jawa Timur, Nuning Rodiyahsaat mengelar Dialog Interaktif di Radio Ratu FM lic di bidang pertanahan. “Ada kurang lebih 48 macam pelayanan. Saya sangat terbantu dengan pelayanan publik dari Jawa Timur ini. Karena apa, kami bisa mengoreksi, yang bisa mengontrol pekerjaan kami itu khan institusi dari luar,” ungkapnya. Siswoyo mengakui, dengan digelarnya talk show di sebuah stasiun radio swasta tersebut, paling tidak pihak bisa mengamati kelemahan dan kelebihan dari tugas yang dijalankan selama ini. “Kami dan BPN sudah waktunya management terbuka, transparan, akutabilitas, dan itu memang harus ditegakan kalau ingin instansi ini eksis,” katanya. Diharapkan jalinan kemitraan yang dilakukan dengan pihak lain, bisa ditindaklanjuti dan dicontrol oleh

masyarakat. Control itu sangat dibutuhkan, meski terkadang pahit. “amun Insya Allah nanti akan menjadi obat, kami tidak ingin yang manis-manis saja, karena barangkali nanti bisa jadi racun,” tukasnya. Lebih dari itu, BPN diharapkan, akan lebih mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan. Layanan seperti ini baru bisa dilakukan ketika BPN Jember mampu bersikap professional di segala bidang, utamanya bidang pertanahan. “BPN Jember harus memberikan pelayanan tepat waktu untuk kepentingan masyarakat Jember. Apabila ada keluhan, baik administrasi maupun ketepatan waktu, semuanya itu akan saya tampung. Kalau ingin mengetahui berapa biayanya, masyarakat bisa langsung datang ke BPN Jember,” imbuhnya.(Satrio)

Tim Penggerak PKK Adakan Pelatihan Kepemimpinan Jember Terbina. Dalam rangka lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya 10 program pokok PKK maka tim penggerak PKK Kab. Jember bersama-sama dengan tim penggerak PKK kecamatan dan PKK desa, mengadakan pelatihan kepemimpinan untuk tim penggerak desa dan kelurahan yang berlangsung di aula PB Sudirman rabu (27/10 ). Menurut Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Jember, Ny. MZA Djalal, dalam wawancaranya, bahwa pelatihan kepemimpinan tim penggerak PKK untuk desa dan kelurahan dimaksudkan karena PKK itu mitra kerja pemerintah dan kita menyesuaikan prioritas program sesuaidengan misi dan visi Bupati Jember pada poin ke lima yaitu ada penguatan lembaga pemerinrintahan desa . Untuk itu PKK juga akan menguatkan kelembagaan tim penggerak PKK desa ini salah satunya kegiatannya adalah pelatihan kepemimpinan supaya ketua tim penggerak desa itu mempunyai wawasan yang luas dan baik dan percaya diri untuk memimpin masyarakat yang ada di desa nya masing masing. Sehingga didalam pelatihan ini di berikan materi tentang program kerja tim penggerak PKK, kaitannya dengan pemerintahan desa yaitu program ADD karena disitu terkait dengan anggaran PKK yang melekat di program ADD,

mengenai pelatihan kepemimpinan itu sendiri. Oleh karena itu saya kepingin ketua tim penggerak PKK desa itu percaya diri untuk memimpin bahwa dia itu sebagai istri kepala desa menjadi tugas fungsional sebagai ketua penggerak pkk

desa tersebut sehingga implementasinya bagaimana dia itu harus memimpin masyarakat didesanya supaya desanya lebih maju lagi. Dengan kami harapkan seluruh ketua penggerak PKK desa dan kelurahan kecamatan supaya bisa saling membantu

tugas nya suami masing masing karena PKK ini kan mitra kerja pemerintah dan mitra kerja dari suami suami kita tim penggerak PKK karena tugasnya fungsional istri kepala desa kelurahan dan camat itu menjadi ketua tim penggerak PKK wilayah tersebut. (Satrio)

Dok.Humas


14 JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

PEMBERDAYAAN

Life Skill Cetak Pemuda Menjadi Mandiri

Jember Terbina. Pelajar di Kabupaten Jember tidak hanya sekedar menuntut ilmu dibangku sekolah saja, dalam memaknai peringatan sumpah ke 82 hendaknya mereka membekali diri dengan life skill atau kecakapan hidup. Dengan life skill tersebut paling tidak akan menimbulkan jiwa kemandirian pada para pelajar, sempitnya lapangan kerja yang tersedia mengharuskan pelajar tidak bergantung pada kesempatan kerja tapi justru diharapkan mampu berwirausaha sendiri, dengan menerapkan life skill yang dipunyai tersebut. Dengan life skill yang dimiliki tersebut nantinya akan menjadi pemuda yang handal dan punya daya saing,

Dok.Humas

samping itu pelajar juga harus memiliki karakter bangsa yang mencerminkan kepribadian bangsa. Harapan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember Drs Ahmad Sudiono, SH.MSi.MPSi usai mengikuti upacara peringatan hari sumpah pemuda Kamis (28/10) di alun-alun Jember, apa yang pernah diikrarkan oleh para pemuda pada waktu itu yakni satu nusa , satu bangsa dan satu bahasa harus tetap terpatri dalam jiwa pemuda. Kepribadian bangsa yang dijiwai oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 setidaknya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sumpah pemuda merupakan keinginan dari para pemuda untuk menyatukan perbedaan yang ada baik itu suku dan budaya.Hal itu selaras dengan bhineka tunggal ika berbeda-beda tapi tetap satu, pemuda harus bangkit dan bersatu untuk mengisi cita-cita kemerdekaan.

“Semangat sumpah pemuda harus ditanamkan kepada pelajar untuk menumbuhkan nasionalisme, ini sangat penting mengingat tidak sedikit pelajar yang kurang mengenal karakter bangsanya. Sumpah pemuda juga merupakan keinginan untuk menegakkan NKRI, makna yang tersirat di dalamnya pemuda saat itu menginginkan negeri ini mandiri tanpa bergantung pada negara lain. Sewajarnya bila pelajar mencontoh apa yang menjadi keinginan pemuda di tahun itu untuk mandiri , untuk mewujudkan hal tersebut Dinas Pendidikan Pemkab Jember selama ini telah membuka SMK baru dengan harapan mampu mencetak tenaga trampil dibidangnya sehingga lulusan sekolah tersebut bisa terserap oleh dunia kerja atau paling tidak bisa berwirausaha,”tukas Ahmad. Sementara itu Kepala SMK Negeri 2 Jember Drs. Rinoto, MM sangat mendukung dengan pemberian life skill bagi para pelajar, ketergantungan pada lapangan kerja sudah saatnya tidak lagi dilakukan oleh pelajar. Life skill yang didapatkan saat dibangku sekolah sudah waktunya untuk diterapkan, tidak seharusnya pelajar berkeinginan untuk menjadi buruh atau karyawan tapi justru menjadi pelaku usaha yang tangguh dengan menciptakan lapangan kerja sendiri. Apa yang diungkapkan oleh Rinoto tersebut kiranya tidaklah terlampau berlebihan, mengingat selama ini di SMKN 2 Jember life skill tersebut mampu mengantarkan lulusannya menjadi tenaga yang siap pakai dan hal itu terbukti dengan banyaknya alumni sekolah tersebut yang diterima kerja. Pemberian life skill bagi pelajar juga direspon positif oleh Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi, dengan ketrampilan tersebut paling tidak juga dapat menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Jember. Keberadaan SMK di Jember ternyata sangat diminati oleh masyarakat, berbagai jurusan ketrampilan yang ditawarkan seperti otomotif, mesin, listrik, bangunan, pertanian, multimedia, penjualan, perkantoran, perhotelan, boga, dan busana serlalu kebanjiran peminat, hal itu dapat dilihat pada saat Penerimaan Siswa Baru (PSB) bahkan tidak sedikit mereka yang datang dari kabupaten diluar Jember ikut mendaftarkan diri.(Winardyasto)

Bangkitkan Semangat Kebangsaan lewat Jambore Pramuka Jember Terbina. Dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Kwaran Pramuka kecamatan Tanggul akan menggelar kegiatan Jambore Pramuka, rencana pelaksanaanya selama empat hari. Harapan dari digelarnya jambore Pramuka ini, menurut Ketua Kwaran Pramuka Kecamatan Tanggul, Drs Mardjuk Abdullah, M.Pd,disamping untuk menggalakkan kegiatan kepramukaan utamanya di wilayah kecamatan Tanggul juga acara ini merupakan kegitan rutin stiap 2 tahun sekali.”Jambore yang akan kami gelar,ini merupakan program rutin kwaran Tanggul,dilaksanakan setiap dua tahun sekali.kusus tahun ini sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan ’jelas Marjuk Jambore yang rencananya akan diikuti siswa dari tingkat SD, MI dan SMP ini, menurutnya merupakan realisasi program pengurus kwaran yang baru. Kegiatan ini diharapkan akan mampu menggerakkan Pramuka, mengingat organisasi kepemudaan ini cukup memiliki peran dalam melatih anak menjadi lebih mandiri. “Ini tidak dapat kita pungkiri, bahwa Pramuka dan kegiatannya merupakan bagian dari upaya dalam memandirikan generasi muda termasuk anak SD,” ujarnya Dia juga mengakui bahwa saat ini, tidak sedikit anak-anak Pramuka yang sudah terimbas pengaruh modernasi. Karena itu, Kwaran Tanggul akan tetap berupaya menjaga kemandirian anak,

sehingga tidak sampai terpengaruh modernisasi. Mengenai kegiatannya sendiri, Mardjuk menjelaskan, tidak hanya dilakukan akan dilakukan pada saat moment tertentu saja. Paling tidak setiap bulan ada kegiatan Pramuka yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu keempat.”Tidak harus perkemahan, yang penting bagaimana pada minggu keempat anak dan guru berpakaian pramuka, sedang kegiatannya kita serahkan pada guru setempat, kondisional,” tandasnya.

Mengenai jadual perkemahan yang pelaksanaannya akan digelar pada tanggal 7 hingga 10 Nopember 2010, menurut Mardjuk, awalnya kegiatan perkemahan itu akan dilaksanakan bersamaan dengan moment hari Sumpah Pemuda, akan tetapi karena cuaca yang tidak memungkinkan, maka ditunda dengan memanfaatkan momen Hari Pahlawan. Soal pemilihan Hari Pahlawan sebagai waktu dilaksanakannya jambore Pramuka, dikatakannya, bertujuan untuk mengingatkan anak-anak terhadap mo-

Repro

mentum bersejarah yaitu Hari Pahlawan. “Untuk pesertanya, selain SD Negeri, Swasta, MI, SD Pamong dan SD kecil yang siswanya tidak terlalu banyak dan tidak pernah ikut dalam jambore. Jadi semua anak-anak akan ikut menikmati jambore,” ungkapnya. Diperkirakan peserta jambore kali ini, sebanyak 140-160 tenda, putera puteri atau sekitar 1600 pramuka penggalang. Sedang pembinanya diperkirakan sebanyak 70 orang, masing-masing lembaga 1 orang sampai 2 dan 3 orang. Jambore Pramuka yang rencananya akan dibuka pada tanggal 7 Nopember tersebut, akan dipusatkan dilapangan SMAN 1 Tanggul. Proses pemilihan tempat ini menurut Mardjuk, melalui observasi yang dilakukan di beberapa tempat. Semula, tempat yang akan digunakan untuk perkemahan adalah lapangan Sumber Cengkir, wilayah Perkebunan Zeelandia, Kecamatan Tanggul. Akan tetapi karena medannya tidak memungkinan, lapangan becek, akhirnya dibatalkan. Selanjutnya, dicoba untuk melihat lapangan yang ada di Perkebunan Hasfarm, Sukokulon, namun karena pertimbangan tertentu, tempat itu tidak jadi digunakan. Jambore Pramuka yang akan digelar nanti, ada kegiatan yang lombakan dan disediakan penghargaan. Pemberian penghargaan ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa, selain juga untuk memarakkan kegiatan pramuka yang rencananya akan digelar sebulan sekali. “Diharapkan penghargaan yang akan dikeluarkan UPTD dan Kwaran semakin memicu semangat teman-teman untuk menggerakkan kegiatan pramuka di Kecamatan Tanggul,” pungkasnya. (Indra)


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

15

PEMBERDAYAAN Tingkatkan Kesejahteraan Rumah Tangga Miskin Lewat Program Jalin Kesra Jember Terbina. Pemerintah Propinsi Jawa Timur menaruh perhatian serius pada nasib rumah tanggsa miskin, hal itu ditunjukan dengan menggelontor bantuan kambing, sapi, itik maupun ayam buras dalam program jalin kesra rumah tangga miskin 2010. Program ini merupakan realisasi dari jargon politik yang diusung yakni APBD untuk rakyat oleh pasangan Pakde Karwo dan Gus Ipul dalam kampanye pemilihan gubernur beberapa waktu lalu , dengan bantuan tersebut paling tidak dapat mengentas kemiskinan di seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur. Kabupaten Jember sendiri dalam program tersebut mendapat alokasi bantuan bagi rumah tangga miskin untuk dua kecamatan yakni Kecamatan Sumberbaru dan Kecamatan Sumberjambe, di Kecamatan Sumberbaru sendiri jatah bantuan yang diterimakan sebanyak 1756 KK dan Kecamatan Sumberjambe 573 KK atau totalnya 2329 KK. Demikian diungkapkan oleh Ir. Dalhar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember, dari hasil penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sumberbaru dan

Kecamatan Sumberjambe memiliki jumlah tangga miskin terbanyak ketimbang kecamatan lainnya di Kabupaten Jember. Kecamatan Sumberbaru dari pemerintah Propinsi Jawa Timur menerima bantuan 14 paket ayam buras, 1742 paket domba dan diperuntukan bagi 8 desa.Bantuan yang sama juga diperoleh Kecamatan Sumberjambe berupa 31 paket ayam buras dan 78 paket itik, 464 paket domba, bantuan tersebut diperuntukan bagi 8 desa kecuali Desa Pringgodani yang sengaja masyarakatnya berharap bantuan tersebut diwujudkan dalam bibit tanaman dan pupuk. “Dengan bantuan ini setidaknya bisa membantu mensejahterakan mereka yang masuk dalam katagori rumah tangga miskin, karena diharapkan penerima bantuan jalin kesra dari Propinsi Jawa Timur tersebut dapat mengembangkan populasi kambing, itik, maupun ayam buras sehingga dapat dijadikan sumber penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Paket domba terdiri dari 1 jantan dan 2 betina, itik 3 jantan dan 32 betina, dan ayam buras 2 jantan dan 33 betina. Bantuan lain untuk rumah tangga miskin selain hewan ternak, mereka juga mendapat bantuan berupa perbaikan kandang, yakni berupa bambu, asbes global, dan gedek atau sesek, selain itu mereka juga mendapatkan bantuan ternak dan pakan ternak berupa dedak yakni 200 Kg per paket,�ungkap Dalhar pria kelahiran Kudus Jawa Tengah.

Repro blog

Jumlah keseluruhan bantuan jalin kesra rumah tangga miskin untuk Kabupaten Jember di dua kecamatan dari Propinsi Jawa Timur tersebut sebanyak 6618 ekor domba, itik 2520 ekor, dan ayam buras 1575 ekor. Bantuan tersebut belum semuanya terealisasi di Kecamatan Sumberjambe, namun Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Jember berharap setidaknya awal Desember nanti bantuan jalin kesra di kecamatan tersebut dapat segera disalurkan kepada rumah tangga miskin. Program jalin kesra itu sendiri baru dilaksanakan pada tahun ini dan 28 kota/kabupaten telah

diusulkan untuk menerima bantuan tersebut, kedepan Gubernur Soekarwo berjanji bantuan tersebut akan diberikan kepada rumah tangga miskin setiap tahunnya, mengingat Jawa Timur merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki junlah rumah tangga miskin terbanyak. Sementara itu Drs. Agus Slameto, MSi Kabag Humas pemkab Jember berharap bantuan tersebut dapat mengubah nasib rumah tangga miskin menjadi lebih sejahtera, karena itu dirinya berharap apa yang diterimakan oleh mereka baik itu domba, itik maupun

ayam buras dapat dipelihara dengan baik karena bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah Propinsi Jawa Timur kepada rumah tangga miskin yang ada di kota/ kabupaten Untuk upaya mengurangi angka kemiskinan utamanya di kawasan pedesaan dan menekan laju urbanisasi dari desa ke kota karena bila bantuan ternak ternak tersebut dikelola dan dipelihara dengan baik mereka tidak perlu pergi ke kota untuk mencari pekerjaan seperti yang selama ini dilakukan oleh banyak warga masyarakat untuk mengadu nasib.(winardyasto)

PKH Diharapkan Beri Kemudahan Akses Layanan Kesehatan dan Pendidikan Jember Terbina. Pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan masyarakat miskin di Kabupaten Jember, hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah mereka yang menerima bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH).Pada tahun 2007 lalu sebanyak 11 kecamatan menerima PKH. Pada tahun 2010 ini bertambah menjadi 4 kecamatan diantaranya Kecamatan Wuluhan, Ambulu, Ajung. Penambahan jumlah kecamatan penerima PKH

tersebut dari Kantor Kementrian Sosial, hal ini merupakan otoritas pemerintah pusat dan daerah tidak dapat mengusulkan pengajuan penambahan kecamatan penerima PKH, hal ini seperti yang terjadi di Kabupaten Jember saat ini.PKH itu sendiri sejatinya adalah program dari Kantor Kementrian Kesejahteraan Rakyat dan Kantor Kementrian Sosial hanya sekedar membantu dalam adminsitrasinya. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Suharyanto dari Kantor Kementrian Sosial pada saat rapat kordinasi PKH tingkat kabupaten Selasa (9/11) di Gedung Liposos Kecamatan Kaliwates, kedatangannya ke Jember selain diundang dalam rapat kordinasi tersebut juga sekaligus untuk melihat dari dekat bagaimana proses pelaksanaan kordinasi PKH dilakukan di Kabupaten Jember. Kantor Kementrian Sosial berharap dalam PKH ini seluruh stick holder di Kabupaten Jember memiliki suara yang sama, artinya PKH ini bukan hanya sekedar program khusus dari pemerintah pusat saja namun pemerintah daerah juga punya kepentingan. PKH ini bukan paksaan tapi sengaja ditawarkan pada pemerintah daerah untuk melaksanakannya, namun dengan catatan kabupaten/kota menyiapkan data jumlah rumah tangga miskin untuk diberi pelayanan dibidang kesehatan dan pendidikan. “Kalau hal itu sudah dipenuhi oleh daerah maka pemerintah pusat akan memberikan PKH, PKH ini hakekatnya milik pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat hanya sekedar memberikan peluang. Kantor Kementrian Kementrian Kesejahteraan Rakyat dan Kantor Kementrian Sosial sengaja bersenergi, agar masyarakat miskin dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan dan pendidikan. Dok.Humas

Dalam rapat kordinasi PKH tingkat kabupaten di Jember ini pesertanya tidak hanya dari dinas kesehatan dan pendidikan saja, tapi juga ada dari dinas tenaga kerja, bagian humas, dan PT Pos Indonesia.PKH sendiri akan berakhir pada tahun 2015 dan diharapkan membawa dampak bagipeningkatan kesejahteraan rumah tangga miskin, hal ini sesuai dengan tujuanya diluncurkannya PKH oleh pemerintah pusat,�tukas Suharyanto. Besarnya PKH diglontor kepada rumah tangga miskin besarnya tidak sama, bergantung dari jumlah anggota keluarga yang dimiliki, namun rata-rata yang diterimakan sebesar Rp.1.300.000.Dengan bantuan tersebut setidaknya masyarakat bisa leluasa untuk melengkapi kebutuhannya, namun mereka kenyataannya tidak hanya menerima PKH saja, tapi juga menerima bantuan lain seperti beasiswa dari pemerintah daerah Bila PKH ini nanti dirasa masih kurang berhasil maka pemerintah pusat akan meluncurklan program sejenis dari kantor kementrian lainnya, salahsatunya gagasan program dari Kantor Kementrian Tenaga Kerja.Program tersebut bisa berwujud kelompok usaha bersama (Kube) atau Usaha Kecil Menengah (UKM), diharapkan dengan pemberdayaan masyarakat nantinya mampu meningkatkan taraf hidup mereka yang tinggal di pedesaan. Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto MSi berharap mereka penerima PKH dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaikbaiknya, apa yang mereka terima tersebut merupakan wujud kepedulian dari pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah. Selain itu hendaknya mereka yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin dapat memanfaatkan layanan kesehatan dan pendidikan, dengan demikian nantinya kualiatas kesehatan dan pendidikan masyarakat dapat lebih meningkat. (winardyasto)


16 JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

RAGAM

Lomba Siskamling untuk Ingatkan Pentingnya Pamswakarsa Jember Terbina. Dalam rangka lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan penting pamswakarsa melalui sistim keamanan lingkungan (siskamling). Bakesbang & Linmas Kab Jember bersama-sama dengan jajaran Polres Jember, Kodim 0824, Satpol PP, dan Bagian Pemerintahan Desa, mengadakan lomba sisikamling yang diikuti oleh sekitar 31 desa dari 31 kecamatan yang ada. Menurut Kepala Bakesbang dan linmas,Drs. Edy B. Susilo Msi melalui Kabid. Linmas, Drs. Hery Setiawan, dalam wawancara di ruangannya, 27/10, bahwa penilaian lomba siskamling tersebut dilakukan oleh tim penilai Kabupaten yang terdiri dari 7 orang dari masing jajaran. Penilaian tersebut dilakukan oleh pihak panilaian Kabupaten sebanyak 8 desa dalam semalam, ditambah 1 kali sidak pos. Hery juga menambahkan, lomba siskamling ini telah dilakukan mulai tanggal 25 Oktober sampai dengan 28 Oktober, sesuai dengan Surat Bupati Jember No. 300/29735.09314/2010 tentang pengaktifan kembali sistim keamanan lingkungan dan lomba cipta kondisi lingkungan kondusif. Hery juga mengatakan pada hari ke 4 akan ditentukan nominasi-nominasi desa yang mengikuti lomba siskamling dengan melakukan rapat tim penilaian

kabupaten. Dimana kriteria-kriteria tersebut terdiri dari, partisipasi masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan Trantibmas dan penanganan bencana alam. Yang kedua, lanjut Hery, yaitu bangunan fisik dari pos kamling, termasuk

administrasi yang ada di pos-pos kamling, terakhir yaitu, sarana dan prasarana keamanan yang meliputi kentongan, senter, dan peta wilayah. “jadi semua kita nilai, termasuk personil yang jaga juga kita lihat dari kesiapan tanggap siaganya, diharapkan

para penjaga pos kamling tersebut juga memiliki ketanggapan dan kesiagaan terhadap segala situasi kondisi yang terajadi di masyarakat, utamanya terhadap terjadinya bencana. Hal ini dikeranakan pos-pos kamling yang dibentuk melalui swadaya masyarakat tersebut mampu menjadi lembaga pengamanan serta pendeteksian dini indikasi-indikasi kejadian di lingkungan setempat”, jelasnya. Kedepan, lanjut Hery, Bakesbang & Linmas selaku penyelenggara berharap dengan adanya lomba semacam ini mampu mengingatkan kembali akan pentingnya trantibmas dilingkungan masingmasing, sehingga bisa di manfaatkan oleh masyarakat sendiri sebagai tempat pengamanan sekaligus tempat tukar menukar informasi yang terjadi di masyarakat. “makanya saya berharap setelah lomba ini siskamling tetap di galakkan tanpa memandang ada lomba atau tidak, jadi jangan hanya gugur kewajiban saat lomba saja”, tegasnya. Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas Pemkab Jember, Drs. Agoes Slameto, mengatakan bahwa siskamling sendiri merupakan sebuah pengamanan terdepan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri dan untuk masyarakat. Oleh karena itu, lanjut agoes, diharapkan perlu kesadaran masyarakat dalam rangka membangun pamswakarsa itu di lingkungannya. “jangan hanya Cuma ada lomba, siskamlingnya di hidupkan lagi, tapi setiap hari harus ada siskamling, sehingga kejadiakejadian itu dapat di deteksi secara cepat”, pungkasnya. (humas)

Selokan Tersumbat, Kawasan Kampus Tergenang Jember Terbina. Tingginya curah hujan pada tahun ini membuat Jl Jawa di kawasan kampus menjadi tergenang air dan dikeluhkan masyarakat, pasalnya genangan air yang mencapai 20 cm tersebut sempat membuat pengguna kendaraan khususnya roda dua terjebak dalam kubangan air. Hal itu disikapi oleh Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember dengan melakukan bersih-bersih selokan yang tersumbat,.dalam kegiatan tersebut sebanyak 60 orang personil sengaja diturunkan untuk mencari akar permasalahan tersumbatnya selokan sehingga terjadi banjir.Dari aksi bersih-bersih selokan itu ternyata banyak ditemukan tumpukan sampah yang menutup selokan, seharusnya sampah yang bersumber dari limbah rumah

tangga seperti kertas dan plastik tidak dibuang ditempat tersebut sehingga berpotensi terjadinya luapan air disaat musim hujan Demikian diungkapkan oleh Sulhan Kasi Tata Kota Perdesaan dan Pertamanan Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember, bila sampah tersebut tidak dibersihkan dari selokan Jl.Jawa yang dipadati oleh pemukiman penduduk dan perkantoran akan tetap tergenang air. Badan Meteorologi dan Giofisika (BMG) memprediksi curah hujan masih tetap tinggi hingga akhir Nopember ini, hal itu harus diwapadai bersama karena permasalahan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tapi juga masyarakat. Kondisi di Jl. Jawa di musim hujan sebenarnya juga sedikit banyak dipengaruhi oleh kawasan tangkap hujan disekitarnya, luas lahan Universitas Jember 67 hektar dengan aliran sungai yang dipunyai semuanya mengalir ke kawasan tersebut, hal tersebut diperparah dengan sampah yang menutupi selokan. “Tidak imbangnya ukuran lebar saluran air di Uni-

Dok.Humas

versitas Jember dan di Jl. Jawa juga berdampak pada daya tampung, sehingga bisa diprediksi Jl. Jawa selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya disaat musim hujan tiba.Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah, ditambah lagi banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jl. Jawa juga mempengaruhi bertambahnya volume sampah. Seharusnya sampah tersebut tidak dibuang seenaknya diselokan, kalau sudah terjadi banjir akhirnya masyarakat juga yang dirugikan.Selain itu banyaknya bangunan permanen yang didirikan diatas aliran sungai menyebabkan pembersihan sampah sedikit terganggu, salah satunya saluran air di SMAN 2 Jember tidak berfungsi sepenuhnya karena tertutup cor bangunan sepanjang 30 meter,”jelas Sulhan. Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember sendiri kedepan juga akan menggandeng pihak pengelola Universitas Jember, SMAN 2 Jember, IKIP PGRI, serta pemilik bangunan yang ada di seputar Jl. Jawa ikut memikirkan saluran air yang ada sehingga dapat difungsikan dengan baik. Bahkan dinas cipta karya dalam dua hari berturut-turut juga melakukan hal yang sama terhadap selokan yang ada di Jl. Mastrip, mengingat pada saat turun hujan jalan tersebut juga digenangi air tidak ubahnya dengan di Jl.Jawa. Apa yang dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember dengan membersihkan selokan yang tersumbat harus didukung oleh masyarakat, artinya setelah selokan tersebut dibersihkan hendaknya masyarakat tidak mengotorinya kembali dengan sampah selain dapat menyebabkan banjir juga rentan timbulnya penyakit. Sementara itu Muhammad Hasyim Sekretaris Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember mengatakan, penyediaan tong sampah dipinggir Jl. Jawa dapat membantu mengurangi sumbatan sampah diselokan.Namun itu tidak banyak membantu apabila tidak ada kesadaran dari masyarakat untuk merubah perilakunya membuang sampah sembarangan. Dirinya berharap setiap hunian baik itu perkantoran, pertokoan, warung, maupun tempat tinggal untuk menyediakan tong sampah, dengan tong sampah tersebut setidaknya masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya.Hal senada juga diungkapkan oleh Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi, budaya hidup bersih sudah saatnya dilakukan oleh masyarakat dan saluran air bukan tempat untuk membuang sampah.(winardyasto)


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

17

TIPS & INFO

Mencetak Anak Cerdas dan Mandiri Dari Asupan Gizinya

P

endidikan dan aktivitas stimulasi yang baik untuk mencetak anak cerdas dan mandiri. Tapi ada satu yang tidak boleh dilupakan. Asupan gizi anak faktor yang wajib masuk prioritas utama para ibu. Makan di sini bukan cuma soal mengisi perut, tapi juga mencari makanan yang tepat untuk usia dan perkembangan anak. Plus menerapkan dan mengajarkan anak pola makan yang sehat sejak dini. Nutrisi yang didapat anak harus seimbang. Yang pasti, anak harus dibiasakan mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur-mayur, buah, dan susu. Untuk itu, takarannya harus sangat diperhatikan. Jangan sampai anak-anak cepat bosan atau pantang terhadap satu makanan lain. Untuk itu perlu trik khusus. Ada perbedaan jenis makanan, porsi, pada tiap kategori usia. * Usia 12-18 bulan. Pada usia ini anak sudah mulai bisa dibiasakan makan dengan memegang sendok sendiri. Adapun jenis makanan yang cocok antara lain adalah susu dan produk olahan lainnya seperti yoghurt, sesekali keju. Anda wajib memberi mereka makanan dalam olahan kukus, karena sangat erat hubungannya dengan proses mengunyah dan penyerapan di organ pencernaan. Anda juga sudah bisa memberi anak usia ini sereal, gandum, oatmeal, pasta. Untuk jenis buah-buahan pilihlah yang lunak dan manis seperti melon, pepaya, aprikot, anggur, dan jeruk. Untuk anak usia ini, madu sudah bisa dikonsumsi. Madu bisa dijadikan pengganti gula. * Anak usia 18-24 bulan. Biasanya sudah bisa makan sendiri, meski dengan pengawasan orangtua tentu saja. Susu tetap harus tersaji minimal 2-3 gelas per hari. Pada usia ini orangtua sudah bisa memberi variasi makanan selain roti, sereal, atau pasta. Bisa menambahkan kue beras, pretzel, cracker, atau sepotong kecil roti bagel. Jenis buah-buahan yang bisa dikonsumsi juga semakin bervariasi, tambahkan apel, pisang, stroberi, pir, ceri, plum, dan beberapa jenis jeruk. Buah kering seperti kurma, kismis, dan buah-buahan juga sudah dianjurkan. Vitamin alami bisa didapat dengan memberi mereka sayuran: brokoli, wortel, kacang hijau, dan kentang. Protein bisa diperoleh dari telur, potongan daging, unggas, ikan tanpa tulang, tahu, serta kacang-kacangan. Dalam acara yang menydiakan makanan yang terlalu berpihak pada orang dewasa, pilihkan mereka kaserol atau makaroni. Karena anak usia ini sangat suka mencoba makanan baru, pastikan memilihkan makanan yang bebas alergi. * Anak usia 24-36 bulan. Selain sudah makan sendiri, juga anak sudah bisa memilih makanan yang sesuai selera mereka. Pilihlah susu rendah lemak yang dihidangkan 2-3 gelas per hari. Anda bisa memberi variasi makanan berupa keju, yoghurt, puding. Untuk sumber zat besi bisa memilih sereal, pasta, pretzel, gandum, atau nasi. Berikan buah potong atau kalengan 2-3 porsi per hari. Sayuran bisa dimasak, ditumis, atau dibuatkan salad. Pilih yang sesuai dengan selera anak. Perhatikan juga soal hitungan kalori untuk anak yang

kenaikan tinggi badannya cukup signifikan. * Biarkan anak melakukan interaksi dan eksplorasi di meja makan. Sedikit kotor, asal anak mengerti benar soal pola makan yang sehat tentu tidak akan masalah, malah akan sangat menguntungkan anak Anda kelak. * Pilih waktu yang bijaksana dalam memilih camilan untuk anak. Pilihlah jam 15-16.00 karena itu anak biasanya masih aktif bermain dan banyak tenaga yang terkuras. Sehingga asupan makanan itu bisa mengganti kalori yang keluar, sekaligus tidak menumpuk menjadi lemak. * Ikutsertakan anak-anak dalam proses mulai dari menentukan menu, belanja, hingga memasak. Mengikutsertakan anak membuat mereka ikut merasa bertanggung jawab dan membuat mereka tidak pilihpilih dalam soal makanan. * Jangan kompromi soal pilihan yang tidak sehat.

Ketika anak memilih makanan tak sehat, jangan biarkan. Sekali terjadi, anak akan mengulangi. Untuk menghindari kebiasaan jajan dan makanan tak sehat, sediakan camilan yang masuk kategori sehat di lemari es atau meja makan Anda. * Jangan pernah gunakan makanan sebagai reward. Ini hanya menambah kenaikan berat badan ke depannya. Jika Anda ingin memberikan hadiah, berikanlah yang berupa kegiatan yang memberi ruang anak untuk bergerak dan bersenang-senang seperti taman bermain. * Makan bersama merupakan cara paling tepat untuk menerapkan pola makan sejak dini. Riset menunjukkan, anak yang makan di meja bersama orangtuanya memiliki nutrisi yang lebih baik daripada yang tidak. Dan pola ini akan terbawa hingga remaja. Sumber: info&tips.com

Kanker Serviks : Bahaya Pengintai Perempuan!

A

gar tak menjadi korban, tentunya kita perlu mengetahui penyebab dan cara pencegahannya. Berikut penjelasan dr. Ivan R. Sentosa, SpOG dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk. Apa yang dimaksud kanker serviks dan apa saja gejalanya? Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim perempuan. Penyakit ini sebagian besar tidak menunjukkan gejala saat stadium pra kanker dan kanker stadium awal. Gejala baru tampak ketika penderita memasuki kanker stadium lanjut. Dari gejala ini bisa tergambar derajat intensif penyebarannya, apakah hanya terbatas pada mulut rahim, atau sudah menyebar ke jaringan atau organ sekitar, bahkan organ-organ jauh lainnya. Apa penyebabnya? Sebagian besar Human Papiloma Virus (HPV) yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks. Tapi, tetap ada missed di sini karena tanpa hubungan seks pun perempuan bisa terkena penyakit ini, salah satu di antaranya karena faktor genetik. Darimana HPV berasal dan apa medianya? Kita tak pernah tahu pasti, namun yang jelas sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks. Faktor

lain di luar itu bisa dari pakaian dalam yang terkontaminasi virus tersebut. Perempuan usia berapa yang rentan terkena kanker serviks? Kebanyakan mereka yang aktif secara seksual, bisa mulai dari usia belasan kalau memang sudah melakukan hubungan seks. Untuk angka kematian, yang terbesar mengenai mereka yang usianya berkisar 40-50, dengan melihat pola perjalanan alamiah penyakit ini sendiri. Kapan sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan “pap smear�? Pemeriksaan pertama bisa dilakukan tiga tahun setelah melakukan hubungan seks pertama kali. Kemudian dilakukan setiap tahun selama tiga tahun. Jika selama tiga tahun berturut-turut hasilnya negatif, pemeriksaan bisa dilakukan setiap dua tahun atau tiga tahun sekali. Bila riwayat pemeriksaan sebelumnya tidak diketahui pasti, sebaiknya pemeriksaan pap smear dilakukan setiap tahun. Pesan untuk perempuan? Jangan ragu-ragu untuk melakukan “pap smear�. Kelihatannya memang tak enak dan kurang nyaman, tetapi ini menyangkut upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan dini pada penderita kanker leher rahim.


18 JEMBER TERBINA

Edisi 19 / OKTOBER 2010

RAGAM


Edisi 19 / OKTOBER 2010

JEMBER TERBINA

RAGAM

19



Edisi 19