Page 1

TERBIT 28 HALAMAN

BACA

EDISI KHUSUS

HUT KE-74

PEMPROV JATIM DI HALAMAN 13-28

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

VIRAL, PRIA GONDRONG ANIAYA BOCAH DI MANUKAN WETAN

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

Pukuli Korban di Ujung Gang FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Surabaya, Memorandum Video rekaman CCTV berisi penganiayaan terhadap anak di bawah umur beredar luas di media sosial (medsos) facebook (FB), Kamis (10/10).   Bersambung ke halaman 11

Korban didampingi orang tuanya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya.

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

Otak Dengkul Oleh: Dahlan Iskan

Pelaku membawa korban ke ujung gang lalu memukulinya. Pelaku juga menendang bocah malang tersebut. Aksinya terhenti karena ada dua warga yang lewat di lokasi.

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

P

ersoalan terbesar energi saat ini adalah: bagaimana bisa menyimpan listrik. Sumber energi begitu banyak. Tapi terbuang begitu saja. Ilmuwan tidak henti-hentinya memikirkan bagaimana bisa menyimpan listrik. Sebesar-besarnya. Selama mungkin. Dan akhirnya Prof John Goodenough meraih hadiah Nobel. Untuk tahun 2019. Bidang kimia. Bersama seniornya (Prof. Michael Stanley Whittingham) dan juniornya (Akira Yushino). Tiga orang itulah yang dianggap menemukan baterai lithium. Yang manfaatnya tiada ttara. ara. Bagi manusia. Teru uta tama ma ssejak ejak ej ak ssemua emua em ua orang ng memTerutama bawa ba wa h an ndp d hone. handphone. rsam ambung ke halamann 11  Bers  Bersambung

KRONOLOGI KEJADIAN

Ternyata pelaku tidak sadar jika perbuatannya terekam CCTV, hingga diunggah oleh paman korban ke facebook.

Petugas damkar berjibaku memadamkan api di rumah Kartini.

Rumah Bratang Binangun Dilahap Api Surabaya, Memorandum Diduga kompor ngebros, sebuah rumah di Jalan Bratang Binangun III terbakar pada

Jumat (11/10) dini hari. Akibatnya empat dari delapan kamar rumah milik Kartini (80), ludes. Dari Informasi

yang didapat, rumah tersebut sehari-hari ditempati oleh Kartini bersama anak, menantu, dan cucunya.  Bersambung ke halaman 11 

PELIMPAHAN TAHAP DUA BERKAS TERSANGKA JASMAS

Jumat (11/10). Berkas kedua tersangka yang dinyatakan lengkap (P21) itu adalah Sugito (Partai Hanura)  Bersambung ke halaman 11 

Sugito dan Darmawan

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Srikandi Paskot Bagikan Sembako ke Panti Asuhan

Setelah membagikan sembako ke Panti Asuhan Al Ikhlas, Kasubbag Sarpras foto bersama pengasuh dan anak-anak yatim.

Mencari Cinta NAMA Tara Basro di dunia akting semakin populer. Kemampuan wanita tersebut sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, Akting Tara sebentar lagi bisa ditonton dalam film horor arahan sutradara Joko Anwar berjudul Perempuan Tanah Jahanam.  Bersambung ke halaman 11 

Anggota Satpol PP Ketagihan SS

Pasuruan, Memorandum Panti asuhan Al Ikhlas di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dikunjungi anggota polwan Polres Pasuruan Kota pada Jumat (11/10). Hadirnya puluhan personel Srikandi Paskot tersebut dipimpin Kasubbag Sarpras AKP Purwati didampingi Brigadir Idayu, dan 10 polwan Polres Pasuruan Kota.  Bersambung ke halaman 11 

Gelar Operasi Mantab Brata Semeru 2019 Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan jajarannya menggelar operasi Mantab Brata Semeru 2019, jelang pelantikan Presiden RI, Kamis (11/10). Razia ini diikuti personel gabungan lintas satuan, mulai satlantas, satsabhara, satreskrim dan satintelkam di beberapa titik rawan. Seperti  Bersambung ke halaman 11 

Wakapolsek Wonokromo AKP Arief Soeharto menunjukkan BB dan tersangka.

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

TTara ara Basro Basro

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Surabaya, Memorandum Penyidik Kejari Tanjung Perak melimpahkan berkas tahap dua kasus dana hibah jasmas kepada jaksa penuntut umum (JPU),

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Darmawan Bantah Terlibat

Personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Operasi Mantab Brata Semeru 2019 di Jalan Jakarta.

Surabaya, Memorandum Mengaku tenaga honorer Satpol PP, tapi doyan narkoba. Ini yang dilakukan Dedy Prasetyo alias Ambon (41), warga Jalan Pakis Tirtosari. Pria ini tertangkap pihak kepolisian sedang mengonsumsi sabu bersama sahabat karibnya, Bagus Akhirullah Ardiansyah (39). Dedy dan Bagus ditangkap anggota unit  Bersambung ke hal 11 

Kami intai kedua tersangka ini sudah beberapa hari terakhir setelah mendapatkan informasi. Hingga pada awal Oktober, kami semakin intens melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan keduanya. AKP ARIEF SOEHARTO Wakapolsek Wonokromo

PERJALANAN CINTA GADIS PEMUJA PERSAHABATAN SEJATI Έ2Ή + Meng, sekitar empat ribu armada truk yang menggunakan fasilitas di Pelabuhan Tanjung Perak sudah uzur dan layak diremajakan. -

Wkwkwk… wcwcwc… mereka meniru tokoh-tokoh politik nasional, sudah uzur tapi emoh mundur.

Si Mameng (Pengamat poli itik)

Usul Cari Saudara Kembar untuk Dipacari Bareng-Bareng Setali tiga uang, Aik juga tidak mendapat tanggapan positif. Peristiwa tersebut menjadikan mereka tambah akrab. Keduanya kemudian memproklamasikan diri dengan nama keren Duda Iman. Dua dara imut dan manis. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Baju Yeti dan Aik selalu kembar. Demikian juga aksesoris lain seperti jam tangan, sepatu, tas, bando, dll dsb dst. Di SMA, mereka juga dikenal sebagai murid yang pandai. Nilainya selalu bersaing. Keduanya tidak pernah menduduki peringkat di atas lima. Tidak ada cowok yang berani mendekati mereka. Dilatarbelakangi

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8275390

penolakan oleh cowok yang sama semasa mereka masih kelas tiga SMP, Yeti dan Aik jadi seperti alergi terhadap lawan jenis. Sebaliknya, tak jarang mereka justru mempermainkan teman-teman prianya. “Pernah ada cowok yang cinta mati kepada Aik. Kami pun memberi syarat: kalau memang  Bersambung ke halaman 11 


SIDOARJO

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id „ EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/SDM

FOTO: MEMORANDUM/SDM

KEPALA BIRO: Jokosan Jokosan. WART WARTAWAN: Luddy Eko Pramono, Waras Subarkah, Sudedi M . PEMASARAN/IKLAN: HM Shoumu; H Darianto; Imam Sujai; H Hariono, Kristion, Heru S. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Ketua DPRD Sidoarjo H Usman MKes menyalami Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah SH MHum usai menandatangani nota dua raperda.

Sidoarjo, Memorandum Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah SH MHum berencana menaikkan honor bagi Petugas Penyuluh Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan petugas Sub PPKBD di Sidoarjo. Rencana ini sudah dituangkan melalui Surat Keputusan (SK) yang resmi diberlakukan mulai awal 2020 mendatang. Untuk PPKBD honor yang awalnya Rp150 ribu per bulan, menjadi Rp 250 ribu per bulan. Sedangkan Sub PPKBD yang awalnya Rp 79 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan. Pernyatan itu disampaikan saat membuka pembinaan PPKBD dan Sub PPKBD yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Sidoarjo, di Aula rapat Kantor DP3AKB Sidoarjo, Kamis (10/10). “Saya naikkan honornya agar mereka semakin semangat lagi kerjanya,” kata Bupati, usai kegiatan yang diikuti 160 peserta dari berbagai desa dan kecamatan di Sidoarjo tersebut. Menurut dr Ika Harnasti, Kepala Dinas P3AKB Sidoarjo, PPKBD dan Sub PPKBD ini merupakan ujung tombak strategis dalam mencari akseptor-akseptor KB baru di Kota Delta. Namun, tugas mereka kini tidak itu saja. Tapi juga sebagai agen perubahan agar keluarga bisa menjadi lebih berkualitas. “Berkualitas dalam pendidikan, agama, cinta, dan kasih sayang,” kata mantan Kepala Dinkes Sidoarjo itu. Harapannya, dengan peranan yang intensif dari PPKBD dan Sub PPKBD tersebut, program KB di Sidoarjo akan berhasil. “Saya berharap, dengan peranan yang intensif dari PPKBD dan SUB PPKBD, program KB di Sidoarjo akan berhasil,” pungkas dia. (sdm/jok/pi)

Revitalisasi Puskesmas, Solusi Silang Sengkarut RSUD Barat

FOTO: MEMORANDUM/LUD

Sidoarjo, Memorandum Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Barat, sebenarnya bukanlah satu-satunya jawaban untuk memberikan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi warga di Kecamatan Krian, Balongbendo, Prambon dan Tarik. Karena itu, menurut Presidium Forum Muda Sidoarjo, Fatihul Faizun, rencana pembangunan RSUD Sidoarjo Barat itu Fatihul Faizun tidak perlu diteruskan apalagi jika ujung-ujungnya justru menimbulkan masalah dikemudian hari. “Coba DPRD dan juga Bupati Sidoarjo mempertimbangkan lagi masalah itu. Daripada terus bertarung soal skema pembayaran pembangunan RSUD Barat, kan masih ada cara lain yang justru lebih efektif sekaligus efisien,” ujar dia, Jumat (11/10). Menurutnya, akan lebih baik jika pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendongkrak status puskesmas-puskesmas empat kecamatan itu menjadi setara dengan RS, minimal tipe C. “Memang harus ada penambahan bangunan dan sarana dan prasarana untuk rawat inap. Juga penempatan dokter-dokter spesialis dan kebutuhan teknis lainnya. Saya kira dananya nggak terlalu besar dibanding membangun RSUD baru,” kata pria yang akrab dengan panggilan Paijo itu. Lebih lanjut dikatakan, jika setiap puskesmas itu mampu menyediakan 50 unit bed saja, maka di Sidoarjo Barat akan tersedia 200 bed untuk warga yang harus menjalani rawat inap. Sedangkan konsep RSUD Barat hanya berkapasitas maksimal 190 bed saja. Rumah sakit itu juga disetting bertipe C. Dengan demikian tak seimbang antara manfaat yang akan didapat dengan ribut-ributnya sekarang ini. Dengan pola peningkatan status puskesmas tersebut, masyarakat juga akan lebih terbantu karena bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan kualitas prima di dekat rumahnya. “Warga Tarik juga nggak perlu jauh-jauh ke Krian. Mereka bisa dirawat di Puskesmas setempat. Saya pikir konsep itu jauh lebih baik daripada ngotot soal skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) atau pakai uang APBD,” sergah Ketua LSM Pusaka itu lagi. (lud/jok/pi)

DPRD Setujui Dua Raperda Tentang Perpustakaan dan BUMDes

Sidoarjo, Memorandum Seluruh fraksi di DPRD Sidoarjo akhirnya menyetujui dua rancangan peraturan daerah (raperda). Yaitu, raperda penyelenggaraan perpustakaan serta pembentukan dan pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes). Raperda tersebut dibahas Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sidoarjo. Juru bicara Fraksi Nasdem-Demokrat Zahlul Yussar menyampaikan, fraksinya menerima perda hasil pembahasan raperda tentang penyelenggaraan perpustakaan. Mengusulkan raperda itu untuk ditetapkan menjadi Perda Sidoarjo, meskipun Zahlul

yang menyatakan mewakili seluruh fraksi di DPRD Sidoarjo sempat diinterupsi oleh Warih Andono SH. Menyangkut pembentukan dan pengelolaan BUMDes, lanjut Zahlul, memang telah menjadi salah satu pemasukan pendapatan asli desa berdasar-

kan pembahasan dan tahapan yang telah dilakukan oleh Bapemperda. “Fraksi menyimpulkan bahwa raperda tentang pembentukan dan pengelolaan BUMDes, telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” papar Zahlul.  Sementara itu, Juru Bicara Bapemperda Penyelenggaraan Perpustakaan, dr H Wijono menuturkan, dalam ketentuan perundang-undangan, seluruh pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten wajib menyelenggarakan perpustakaan. 

“Perpustakaan merupakan tempat untuk menfasilitasi terjadinya interaksi ilmu pengetahuan. Bahkan bagi akademisi, perpustakaan merupakan jantungnya perguruan tinggi,” ujar Wijono Sementara itu, juru bicara Bapem Perda Pembentukan dan Pengelolaan BUMDes, M Rojik mengatakan, salah satu tujuan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa adalah menciptakan perekonomian yang produktif, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  “Sumber kekayaan desa merupakan aset desa. Salah satu usaha untuk

memaksimalkan pemanfaatan aset desa adalah melalui BUMDes. Hal itu juga sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi nomor 4 tahun 2015 tentang BUMDes,” terang dia. Dalam rapat paripurna sebelumnya, juga telah disepakati pimpinan panitia khusus (Pansus) III, tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Ditunjuk untuk memimpin Pansus tersebut, yakni H Abdillah Nasich dari FKB sebagai Ketua, dan Suyarno SH dari FPDIP, sebagai Wakil Ketua. (sdm/jok/pi)

Dandim Pastikan TMMD Selesai Sesuai Rencana Sidoarjo, Memorandum Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Muhamad Iswan Nusi yakin semua proyek pembangunan yang digarap dalam Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 di Desa Kupang, Kecamatan Jabon akan selesai sesuai rencana. Pernyataan itu disampaikannya usai menyaksikan secara langsung perkembangan proses pembangunan yang saat ini sedang dikerjakan prajurit jajaran Kodim Sidoarjo, Jumat (11/10) pagi. “Pembangunan di SDN Kupang misalnya. Saya lihat prosesnya sudah 50% lebih. Dan saya kira kalau tidak ada

halangan pasti akan bisa diselesaikan sebelum penutupan TMMD,” ujar dia. Ada beberapa bagian dari gedung sekolah itu yang disentuh. Di antaranya pavingisasi halaman, pemasangan keramik di selasar serta di ruang guru dan salah satu ruang kelas. Proyek lainnya yang juga ditinjau Dandim adalah pengecoran jalan desa, pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Jabon, serta renovasi Rumah Tidak Layak Huni. “Masih banyak program pembangunan lainnya seperti pembuatan saluran air, jambanisasi dan lain-lain.

Letkol Iswan Nusi (bawa tongkat komando) meninjau pengerjaan renovasi gedung SDN Kupang.

Semuanya kita kebut pengerjaannya supapa bisa selesai tepat waktu,” imbuh Letkol Iswan Nusi yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD ke106 itu. Sementara itu Kepala Desa Kupang, Muhammad yang mendampingi kunjungan Dandim, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan korps berbaju doreng itu dalam membangun wilayah desanya. “Dengan keberadaan bapak-bapak TNI yang sangat membantu kami dan warga Desa Kupang. Untuk itu kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya. (zee/lud/jok)

Satgas TMMD Sentuh Bidang Kesehatan Sidoarjo, Memorandum Wajah Sufiyan memucat. Sudah sehari ini badannya meriang. “Mungkin gejala tifus saya kambuh,” begitu kata warga RT 3 RW 1, Desa Kupang, Kecamatan Jabon tersebut sembari meringis kesakitan. Karena itulah, dia pun memeriksakan kondisi kesehatannya di Posko Kesehatan yang dibukaTim Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0816/Sidoarjo di desanya. Petugas kesehatan yang bersiaga di posko tersebut segera merespon keluhan Sufiyan. Tekanan darahnya diperiksa, begitu juga dengan prosedur penanganan lainnya. Setelah itu ia pun mendapatkan obat-obatan sesuai dengan hasil diagnose dokter. “Enak disini. Tidak perlu ribet harus ngantre. Langsung ditangani dan diberi obat. Semuanya gratis. Menurut saya, ini adalah pelayanan kesehatan yang paling baik daripada yang lainnya,” ujar Sufiyan sumringah sembari melangkahkan kakinya, pulang. Bati Ops TMMD Ke 106 Kodim 0816/Sidoarjo, Serma Sutrisno yang ditemui, Jumat (11/10), menjelaskan, posko kesehatan itu merupakan salah satu bentuk aksi sosial yang dilakukan Satgas TMMD ke-106 tahun ini.

FOTO: MEMORANDUM/ZEE

Bupati Naikkan Honor Penyuluh KB

FOTO: MEMORANDUM/ZEE

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah SH MHum menyerahkan peralatan kerja kepada salah satu petugas PPKBD Sidoarjo.

Anggota tim kesehatan memeriksa kondisi wartawan yang melakukan tugas liputan di lokasi TMMD.

Kampanye germas yang digagas Satgas TMMD untuk membiasakan masyarakat berpola hidup sehat.

Menurutnya layanan ini mutlak diperlukan oleh semua orang, baik untuk para prajurit yang bertugas dalam TMMD ini maupun warga masyarakat yang berada di lokasi bakti sosial ini. “Termasuk wartawan juga,” kata Pak Tris, panggilan akrab Serma Sutrisno. Menurut dia, salah satu komponen yang dibutuhkan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat adalah kesehatan jasmani. Karena itulah satgas TMMD Kodim 0816/Sidoarjo membuka pos kesehatan ini. Lebih lanjut dikatakan, pos kesehatan itu, terus membuka pintunya selama 24 jam untuk

terbatas,” sebut Serma Sutrisno.

melayani siapa saja yang membutuhkan bantuan tenaga medis. Untuk operasionalnya, tim Satgas TMMD mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Di antaranya Pemerintah Desa Kupang yang menyediakan salah satu ruangan di kantor desa setempat untuk dipakai sebagai Posko kesehatan. Selain itu pihaknya juga disokong sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan serta BMH Sidoarjo yang memberikan bantuan berupa obat-obatan. “Bantuan ini sangat berarti sekali mengingat jumlah dan jenis obatan-obatan dari pengadaan Kodim sendiri juga sangat

Imbangi dengan Germas Disisi lain, Tim Satgas TMMD Kodim 0816/Sidoarjo juga melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Kupang dan sekitarnya. Diantaranya adalah dengan menggelar kampanye Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat. Dalam kegiaatan ini SatgasTMMD menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya berlaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam aksi yang dilakukan Kamis (10/10), misalnya, Satgas TMMD mengundang Tim dari Dinkes Sidoarjo serta Puskesmas Jabon untuk memberikan penjelasan tentang pencegahan berbagai penyakit tidak menular seperti deabetes, hipertensi dan stunting pada anak seusai pelaksanaan Posyandu Lansia di Dusun Kupang Bader. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Germas adalah upaya memperbaiki pola hidup masyarakat yang kurang baik menjadi benar sesuai konsep kesehatan terutama dari pola konsumsi makanan sehari-hari. (zee/lud/jok/pi)


KOTA SURABAYA

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 3

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KESEHATAN MATA PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Penyebab Mata Gatal Tanya: Dokter Lydia. Saya mau nanya, kenapa mata saya sering terasa gatal, sehingga harus mengucek. Kadang terasa kemeng (sakit). Mohon bisa dijelaskan dokter, kami tunggu di harian Memorandum. Ferry, Kapasari Surabaya Jawab: Salam sejahtera Mas/Pak Ferry. Salam kenal juga. Perlu kami jelaskan dulu, apa yang saudara Diasuh oleh: alami adalah alergi Dr Lydia Nuradianti SpM atau peradangan atau konjungvitis. Ada beberapa jenis konjungtivitis. 1. Kunjung konjungvitis alergi adalah peradangan mata yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap zat-zat seperti serbuk sari, spora jamur yang bisa terbang terbawa angin. Konjungtiva sendiri sebenarnya adalah lapisan yang membungkus bola mata. Konjungtiva rentan terhadap iritasi dan cukup umum terjadi. Ada dua jenis konjungtivis alergi yang bisa terjadi, yakni konjungtivis alergi akut dan kronis. Konjungtivis alergi akut adalah kondisi yang paling umum. Gejalanya kelopak mata tiba-tiba terasa gatal dan perih seperti terbakar. Namun, terkadang diikuti dengan hidung berair seperti saat Anda akan pilek. Reaksi alergi ini terjadi hanya sebentar. 2. Air mata kering kondisi saat mata tidak memproduksi cukup air mata. Jika mata tidak cukup menghasilkan air mata, ini akan sangat mengganggu penglihatan, mata terasa perih, gatal atau seperti ada yang mengganjal dan memerah. 3. Peradangan kelopak blepharitis adalah kondisi meradangnya kelopak mata. Peradangan kelopak mata ini bisa terjadi ketika kelenjar minyak kecil yang ada di dasar bulu mata tersumbat. Kondisi ini membuat mata jadi mudah teriritasi dan kelopak mata membengkak. Gejala yang akan muncul pada kondisi ini adalah mata gatal, mulai dari area kelopak mata dan mata secara keseluruhan, mata berair, mata memerah, dan mata jadi sensitif terhadap cahaya silau. 4. Lensa kontak menggunakan lensa kontak juga bisa jadi penyebab mata gatal yang menyiksa. Jika Anda menggunakan lensa kontak terlalu lama atau terlalu jarang mengganti lensa tersebut, nanti akhirnya mata jadi gatal. (*)

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Pintu proyek rusun Gunung Anyar yang disegel para pekerja sudah tidak tergembok lagi.

Kontraktor Janji Lunasi Upah Pekerja Warga Masih Blokir Akses ke Rusun Gunung Anyar Surabaya, Memorandum Persoalan upah pekerja proyek rusun Gunung Anyar yang belum dibayar dua bulan mulai ada titik terang. Kontraktor PT Penamas Rashata Prisma berjanji tiga hari ke depan, terhitung Jumat (11/10), akan melunasi upah dan tunggakan. Ke a m a n a n p r oy e k r u s u n Gunung Anyar Sonip mengatakan, sementara segel pintu proyek rusun dibongkar dulu karena kontraktor PT Penamas Rashata Prisma punya iktikad. Dalam waktu dekat mereka akan mambayar gaji pekerja dan utang kepada warung. “Memang tadi pagi (kemarin, red) saya berkomunikasi dengan kontraktor lewat whatsApp (WA).

Dia (kontraktor, red) berjanji segera melunasi seluruh utang-utang tersebut. Ya, kita tunggu saja iktikad baiknya untuk melunasi utang-utang,” tandas Sonip. Keyakinan Sonip kian bertambah. Apalagi segera ada aktivitas pengiriman material berupa besi, tiang pancang, dan alat berat ke lokasi proyek. Terpisah, Sekretaris RT 06 Wi-

guna Tengah Didit Darmawan mengatakan, sampai sekarang belum ada komunikasi dengan kontraktor. Yang jelas, warga tetap menutup akses jalan masuk kendaraan material menuju lokasi proyek, sebelum permintaan warga direalisasikan. “Kami bersama warga tetap memblokir akses jalan menuju proyek hingga waktu tidak ditentukan atau permintaan warga telah dipenuhi,” jelas dia. Bahkan, lanjut dia, jika kontraktor tidak ada iktikad baik kepada warga RT 06 Wiguna Tengah, persoalan ini akan dilaporkan ke kelurahan setempat untuk memediasi pertemuan dengan warga terdampak. (why/be)

Salat Tahajud Berjemaah dengan Warga Surabaya, Memorandum Kegiatan aparat teritorial yang semakin beragam baik secara program

satuan maupun nonprogram, senantiasa memberi warna tersendiri dalam tugas para aparat satuan teritorial di tiap-tiap wilayah binaannya. Hal ini tidak terlepas dari tujuan utama satuan komando kewilayahan yakni merangkul warga semua lapisan guna mewujudkan kemanunggalan TNI-rakyat berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945. Seperti halnya salat Tahajud bersama Kodim Surabaya Utara dipimpin Kasdim Mayor Inf Slamet Prayitno di Musala Al-Hikmah

Jalan Gresik, Krembangan, Surabaya, Jumat (11/10) dini hari. Kegiatan ini digelar di mana aparat teritorial senantiasa intens bersilaturahmi di tengah warga dalam pelaksanaan ibadah bersama juga kegiatan kemasyarakatan lainnya. “Hal ini perlu dilakukan dengan tujuan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, juga memberikan rasa aman dan nyaman di tengah warga binaan,” ujar Slamet. Slamet juga menjelaskan perlu adanya kepedulian yang tinggi bagi aparat kewilayahan untuk mengetahui, memantau, serta memberi kontribusi yang baik dan positif kepada segala lapisan warga. Sehingga warga benar-benar dapat merasakan kehadiran aparat teritorial TNI AD. (tyo/fer)

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Personel Kodim Surabaya Utara dan masyarakat salat Tahajud.

FOTO: ISTIMEWA

Satgas TMMD bersama tokoh agama Desa Donomulyo.

Membawa Perubahan Lebih Baik Malang, Memorandum Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 TA 2019 di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, selain kegitan fisik juga dilaksanakan kegiatan nonfisik. Kegiatan ini merupakan salah satu pendekatan TNI kepada masyarakat yang dilakukan secara persuasif lewat komunikasi sosial (komsos). Baik itu dengan tokoh agama maupun tokoh masyarakat. Seperti bersama tokoh agama Ustaz Ali dan H Mishabul, di rumah warga secara bergiliran di Desa Kedungsalam, Jumat (11/10). Menurut Ali, adanya kegiatan TMMD ini, masyarakat desa merasa senang. “Saya perhatikan dapat menyatu dengan warga, di samping desa merasa aman juga dapat ternaungi oleh bapak-bapak tentara,” ujar Ali. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berterima kasih kepada TNI, yang diharapkan dapat membawa perubahan lebih baik. (tyo/fer)

FOTO: ISTIMEWA

Satgas TMMD memasang kawat bronjongan di sungai Dusun Sumbersih.

Kawat Bronjongan Cegah Banjir dan Longsor Malang, Memorandum Danramil 0818/11 Donomulyo Kapten Inf Suwarno ikut dalam pemasangan kawat bronjongan di sungai Dusun Sumbersih, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Jumat (11/10). Pemasangan bronjongan berupa cor batu kali besar yang diikat kawat setinggi kurang lebih 5 meter itu diharapkan bisa mencegah banjir dan longsor. “Sekitar 20 personel satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) diterjunkan untuk membantu. Selain itu, juga melibatkan warga sekitar,” ujar Suwarno. Menurut Suwarno, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan warga. tyo/fer)

HUT Ke-50 SKH Memorandum

Pangdam Dukung Jalan Sehat dan Senam DI Style Surabaya, Memorandum Sebagai rangkaian HUT ke-50 Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum akan digelar jalan sehat dan senam Dahlan Iskan (DI) Style di lapangan Makodam V/Brawijaya, Minggu (17/11) pagi. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Forkopimda Jatim, dan tentunya Dahlan Iskan yang akan menjadi instruktur senam. Rancana menggunakan lapangan tersebut disambut baik Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi. Bahkan, dirinya siap mendukung suksesnya acara tersebut. “Silakan gunakan lapangan tersebut. Hari Minggu sangat cocok karena akan banyak masyarakat yang ikut,” ujar Wisnoe ketika ditemui unsur pimpinan SKH Memorandum di ruang kerjanya. Wisnoe mengarahkan kepada Memorandum untuk berkoordinasi dengan bawahannya agar acara tersebut berjalan lancar dan meriah. “Untuk teknisnya silakan menemui

29 Hari FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Pimpinan SKH Memorandum bersilaturahmi ke Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi.

denma (detasemen markas). Personel kami juga akan ikut memeriahkan acara tersebut,”ungkap Wisnoe sambil tersenyum. Pangdam juga berjanji akan hadir dalam acara tersebut bila tidak ada halangan tugas. “Saya pasti hadir, kalau tidak dipanggil mabes,” imbuh jenderal asal Surabaya ini. Mendapat tanggapan tersebut, Arief Sosiawan, ketua panitia, menyampaikan terima kasih atas perha-

tian dan dukungan yang diberikan kodam. “Terima kasih atas dukungan bapak. Dan ini baru kali pertama Memorandum menggelar acara di lapangan makodam,” ujar Wawan panggilan akrab Arief Sosiawan. Wawan berharap pangdam bisa meluangkan waktu untuk menghadiri acara tersebut. “Kehadiran pangdam tentu saja sangat diharapkan,” tambah wawan yang juga menjabat pemimpin redaksi ini. (tyo/fer)


MADURA

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Aktivis Luruk Pemkab, BKDSDA, dan DLH Bangkalan, Memorandum Aksi demonstrasi dari dua kelompok aktivis berbeda, Kamis (10/10), terjadi di Kabupaten Bangkalan. Sekitar pukul 09.30, belasan aktivis dari Rumah Advokasi Rakyat (RAR) meluruk Kantor Pemkab. Kemudian berlanjut ke Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Aparatur (BKDSDA) Bangkalan. Di lain pihak, puluhan aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demo di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dalam aksinya, dua kelompok aktivis mengusung materi dan misi berbeda. Aktivis RAR menyoroti kebijakan pelantikan dan mutasi jabatan atas 132 pejabat eselon II, III, dan IV setara pimpinan pratama, tenaga administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab, Rabu (9/10) lalu, di pendopo agung kabupaten setempat. “Sudah bukan rahasia umum lagi, kebijakan pelantikan dan mutasi jabatan di semua jajaran OPD Pemkab Bangkalan, selalu sarat penyimpangan. Publik tahu soal itu. Apa lagi pejabat dan para ASN di lingkungan pemkab,” pekik Direktur RAR Risang Bima Wijaya mengawali orasinya di depan pintu masuk sisi Utara Kantor Pemkab Bangkalan. Hanya saja, sambung Risang, mereka tak berani protes. Semuanya takut. Salah satu penyimpangan paling santer dalam bursa pergunjingan di kalangan masdyarakat umum, yakni terjadinya praktik KKN. “Yakni praktik jual-beli jabatan di balik kebijakan pelantikan dan mutasi jabatan,” tegas Risang. Sementara puluhan aktivis PMIII yang menggelar demo di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dalam orasinya, menyoroti kadar kualitas kinerja DLH yang tak kunjung berkemampuan mengatasi problem sampah perkotaan, yang akhir-akhir ini volumenya kian menggunung. Kali ini, Kepala DLH Drs Hadari MM merespons kehadiran massa PMII dengan baik. Di hadapan para aktivis, Hadari mengakui bahwa volume sampah perkotaan, kini memang menjadi persoalan pelik. Itu terjadi karena pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang semakin fantastis pasca beroperasinya Jembatan Suramadu. Tidak sebanding lagi dengan kepemilikan infra struktur, sarana dan prasarana vital yang ada saat ini. Simpulnya, keberadaan sebaran TPS, jumlah truk pengangkut sampah, serta keberadaan TPA kelolaan DLH, kini nyaris tidak bisa lagi menampung ledakan volume sampah perkotaan yang kian menggunung. ”Kebetulan, dalam beberapa hari ini, alat berat bego yang kami sewa untuk mengatur volume sampah di TPA macet alias rusak,” kata Hadari.(ras/sr)

Sumenep, Memorandum Aliansi Forum Kepulauan berunjuk rasa di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sumenep. Aliansi mahasiswa ini mendesak dispendukcapil pada 2020 nanti menerbitkan percetakan KTP-E, KK, dan akta di wilayah kepulauan setempat. Koordinator aksi Ach Syafi membeberkan, pelayanan pembuatan KT Elektronik, KK dan akte selama ini di wilayah kepulauan dinilai tidak maksimal. Mall Pelayanan Publik (MPP) seharusnya mempermudah pelayanan, namun tidak untuk masyarakat kepulauan. Kerjasama Disdukcapil dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layanan pos tidak mampu memberikan solusi. Menurutnya, dua layanan tersebut hanya mampu melayani warga daratan. Mewakili keluhan masyarakat kepulauan mendesak pemerintah melalui Disdukcapil, 2020 mendatang

segera menganggarkan sarana prasarana penerbitan KTP-E, KK, akte di masing-masing pulau. “Tolong masyarakat kepulauan jangan samakan dengan daratan, untuk mengurus dokumen kependudukan banyak menyita waktu dan uang,” katanya, Jumat (11/10). Pelaksana tugas (Plt) Disdukcapil R Abd Basid menjelaskan, sebelum aksi pihaknya bertemu dengan mahasiswa permasalahan sama, berbagai macam tuntutan dan solusi sudah ditindaklanjuti. Karena Pemerintah mempunyai petunjuk teknis (Juknis) merencanakan anggaran. Kedati demikian 2019

FOTO: MEMORANDUM/ URI

Suasana aksi demo PMII di halaman kantor DLH.

Pelayanan Tidak Maksimal, Dispendukcapil Didemo

Mahasiswa menyampaikan aspirasi di Kantor Dispendukcapil Sumenep.

ini dibeberapa kepulauan sudah tersedia sarana prasarana penerbitan administrasi kependudukan di kepulauan, yakni di

Gayam, Arjasa. “Itu kami lakukan sesuai dengan aturan yang harus kami ikuti.”teranganya. Disdukcapil berjanji aspirasi

Aliansi Forum Kepulauan akan ditindaklanjuti, dengan catatan sesuai dengan aturan Pemerintah yang ada. (uri/sr)

Pamekasan Gelar Istigasah Setahun Kepemimpinan BupaƟ dan Wabup

FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK

FOTO: MEMORANDUM/ RAS

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Bupati, wakil bupati, dan Gus Muwafiq dalam istigasah di halaman Kabupaten Pamekasan.

Pamekasan, Memorandum Menandai setahun kepemimpinan Bupati H Baddrut Tamam dan Wakil Bupati H Raja’e, ribuan masyarakat dan forkopimada Pamekasan mengikuti istigasah dan pengajian akbar di halaman Pendopo Kabupaten, Kamis (10/10) malam pukul 19.00 wib. Kegiatan tersebut guna mendoakan keselamatan bersama baik bagi agama, bangsa dan negara, peluncuran Hari Santri Nasional. Turut hadir Bupati Pamekasan dan wakilnya. “Kegiatan Istigasah ini dalam rangka bermunajat kepada Allah SWT menyambut setahun melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Bupati Pamekasan agar ke-

majuan ke depannya berjalan lancar dan tetap kondusif,” ujar Bupati dalam sambutannya. KH Gus Muwafiq selaku pemberi ceramah, memaparkan bahwa salah satu manfaat mengaji adalah menciptakan kedamaian, kesejukan di dalam hati. Sehingga masyarakat tidak terpecah belah dalam berbagsa dan beragama. Sementara itu, dari panitia yakni Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dr Farid Anwar melalalui Rofi’e kepada Memorandum menjelaskan, pihaknya memberikan fasilitas memadai berupa 3 unit mobil kesehatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (sjk/sr)

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep akhirnya merampungkan susunan alat kelengkapan dewan (AKD). Peresmian itu ditandai dengan pembacaan rancangan keputusan tentang keanggotaan dan pimpinan Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Bamus), dan Komisi-Komisi melalui forum paripurna internal DPRD, Kamis (10/10). Rapat paripurna yang diikuti mayoritas anggota dewan dipimpin Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir didampingi Wakil Ketua DPRD Faisal Mukhlis, Ahmad Salim, dan Indra Wahyudi. Dalam pembentukan AKD tersebut dilanjutkan dengan pemilihan pimpinan komisi-komisi. Hasilnya, Komisi 1 dipimpin politikus PDI Perjuangan Darul Hasyim Fath, Wakil Ketua Moh. Hanafi (Demokrat), Sekretaris Suroyo (Gerindra). Komisi II dipimpin politikus PPP Moh Subaidi, Wakil Ketua Gunaifi Syarif Arrodi (PAN), Sekretaris Badrul Aini (PBB). Komisi III Ketua Dulsiam (PKB), Wakil Ketua Latif (PPP), Sekretaris M. Ramzy (Hanura). Sementara Komisi IV Ketuanya Rozah Ardhi Kautsar (Nasdem), Wakil Ketua Siti Hosna (PAN), dan Sekretaris Abu Hasan (PKB). Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyatakan pembentukan alat kelengkapan dewan dinyatakan final, walaupun sebelumnya sempat gagal karena tiga fraksi di DPRD Sumenep belum menyetorkan nama-nama anggotanya yang akan didistribusikan di AKD tersebut. Hamid menegaskan pada saat rapat paripurna bahwa

Ketua Komisi I Darul Hasyim Fath

Ketua Komisi II Moh Subaidi

Ketua Komisi III Dulsiam

Ketua Komisi IV Rozah Ardhi Kautsar

AKD memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tugas dan fungsi legislatif sebagai lembaga kontrol, kebijakan anggaran, dan perundang-undangan. Sehingga ia mengajak semua anggota legislatif yang tersebar di seluruh komisi agar bersama-sama dan bersinergi dalam mengemban amanah dan aspirasi masyarakat di Kabupaten Sumenep. “Kami mempercepat pembentukan alat kelengkapan dewan agar tidak menghambat roda pemerintahan Sumenep. Sebab jika terus molor akan mengganggu pembahasan APBD 2020. Kami tidak mau masyarakat menjadi korban akibat lambatnya pembangunan,” tandas Hamid. (aan/adv/sr)

Paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD).

Pimpinan dan Anggota Komisi di DPRD Sumenep KOMISI I

KOMISI II

KOMISI III

KOMISI IV

Darul Hasyim Fath (Ketua) Mohammad Hanafi (Wakil Ketua) Suroyo (Sekretaris) Nurus Salam Muta’em Umar Musahwi Irwan Hayat Syaifu Bari

Moh Subaidi (Ketua) Gunaifi Syarif Arrodhy (Wakil Ketua) Badrul Aini (Sekretaris) Holik Akis Jazuli Saefudin Arif Zainal Arifin Masdawi Risnawi Ach Naufil MS Juhari

Dul Siam (Ketua) H Latib (Wakil Ketua) M Ramzi (Sekretaris) Jubriyanto Syaiful Hasan Dekky Purwanto Wiwid Harjo Yudanto Akhmad Zainur Rahman Afrian Muklas Agus Rahman Budiharto M Muhri Fadli Oktaviari Mas’ud Ali

Rozah Ardhi Kautsar (Ketua) Siti Hosna (Wakil Ketua) Abu Hasan (Sekretaris) Ahmad Suwaifi Qayyum Nia Kurnia Mohammad Yusuf Melly Sufianti Ahmad Jasuli Nur Aini Suharinomo H Herman Dali Kusuma H Sami’oeddin M Sukri


PASURUAN

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Pasuruan, Memorandum Forkopimda Kabupaten Pasuruan, Yonkav 8 Tank Beji, Kejaksaan Pasuruan, Pengadilan Bangil, dan komunitas pecinta gowes memadati halaman Mapolres Pasuruan, Jumat (11/9) pagi. Mereka mengikuti olahraga bersepeda santai (gowes) sekaligus silaturahmi.

Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron SH MH, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH berfoto bersama.

Temothius Primanda, Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono SSos, Ketua Pengadilan Negeri Bangil Dr Mohammad Amrullah SH MH, Kepala Kejaksaan Pasuruan H Muh Noor HK

Turut hadir dalam sepeda santai tersebut Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron, SH MH, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH, Wadan Yonkav Mayor Kav

Pasuruan, Memorandum Masa antrean berangkat haji di Kabupaten Pasuruan makin panjang. Bagi masyarakat yang mendaftar saat ini, baru bisa berangkat 27 tahun lagi atau berangkat pada 2046 mendatang. Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, semua antrean calon jamaah haji sudah terdata melalui sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat). Siskohat ini berlaku online se-Indonesia. “Jadi yang sudah mendaftar ke kemenag, langsung di-entry dan dihitung, berangkatnya tahun berapa. Perhitungan ini melihat jumlah kuota se-Indonesia saat ini,” terang Imron. Menurutnya, tahun ini sebenarnya ada tambahan kuota jamaah haji dari Arab Saudi

FOTO: MEMORANDUM/ION

Antrean Haji Kabupaten Pasuruan Mencapai 27 Tahun

Para JCH yang mendaftarkan diri.

sebanyak 10 ribu orang. Namun, tambahan itu tak banyak mengurangi antrean, termasuk di Kabupaten Pasuruan. Sebabnya, jumlah pendaftar haji tiap bulannya selalu tinggi. Berdasarkan data kemenag, selama Januari-September 2019, jumlah pendaftar mencapai 4.114 orang di Kabupaten

Pasuruan. Jumlah ini makin tinggi setelah musim haji dan kepulangan haji. Tercatat pada Mei 2019, hanya terdapat 278 pendaftar. Sedangkan bulan Juni sebanyak 338 pendaftar. “Lalu sejak bulan Juli terus tinggi. Juli ada 524 pendaftar, Agustus 636 pendaftar, dan September mencapai

805 pendaftar,” ungkap Imron. Karena banyaknya pendaftar, mereka yang mendaftar selisih satu bulan saja, bisa berangkat di tahun yang berbeda. Pendaftar bulan Juli-Agustus misalnya, diprediksi berangkat tahun 2045. Sedangkan mereka yang mendaftar pada pertengahan Agustus, diprediksi berangkat tahun 2046 atau masih menunggu 27 tahun lagi. Panjangnya daftar antrean berangkat haji ini, menurut Imron, disebabkan oleh banyak hal. Selain tingginya antusias masyarakat untuk berhaji, juga terbatasnya kuota dari Arab Saudi. “Selain itu, juga makin lamanya antrean pemberangkatan haji, justru membuat masyarakat lebih berbondong-bondong segera mendaftar haji,” pungkas Imron.(ion/sr)

SH MH, Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto AMd IP SH MM, anggota Kodim 0819 Pasuruan, anggota Yonkav 8 Tank Beji, anggota Polres Pasuruan dan para komunitas gowes lainnya. Gowes bareng sejauh kurang lebih 10 Km di wilayah Kabupaten Pasuruan, diawali pengibaran bendera start oleh Wakil Bupati Pasuruan dengan didampingi Wakapolres Pasuruan dari pintu keluar Mapolres Pasuruan. Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto mengatakan, gowes yang dilaksanakan ini untuk menjalin silaturahmi sekaligus

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Polres Pasuruan Ajak Forkopimda dan TNI-Polri Gowes Bareng Wakil bupati Pasuruan didampingi wakapolres Pasuruan mengibarkan bendera start di pintu keluar Mapolres Pasuruan.

mempererat kebersamaan dan guyub baik dari unsur TNI Polri, Forkopimda maupun masyarakat pecinta sepeda. Di samping itu, sebagai sarana memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat khususnya olahraga sepeda. Dikatakan pula, kegiatan gowes ini juga sebagai sarana refresing guna membangun

semangat baru ditengah-tengah rutinitas tugas dan kegiatan yang cukup kompleks. “Semoga kegiatan ini dapat memupuk kebersamaan dan guyub segenap komponen dan elemen masyarakat. Dan nantinya dengan kebersamaan dan guyub ini, TNI-Polri dan unsur forkopimda serta rakyat semakin kuat dan bangsa Indonesia semakin jaya,” tegas Rofiq.(rul/sr)

BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KANTOR PERTANAHAN KOTA PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR Jalan Diponegoro Nomor 64 Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Telp/Fax : 0343-424393 : www.bpn.go.id PENGUMUMAN (TENTANG SERTIPIKAT HILANG) Nomor : 14/2019 Untuk mendapatkan Sertipikat baru Pengganti Sertipikat Hilang, Berdasarkan ketentuan Pasal 59 ayat (2) PP. No. 24 Th 1997 tentang Pendaftaran Tanah dengan ini diumumkan bahwa : N o

Nama dan Alamat Pemohon

1

2

1

SUCIATI Jl. Gatot Subroto RT 001 RW 006, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan

Hak Atas Tanah dan Jenis No. Hak

3 Hak Milik No. 277/Desa Bukir

NIB

4 -

Terdaftar Atas Nama

5 SOLIKIN

Tanggal Pembukuan

Letak Tanah a. Jalan b.Desa/Kel. c.Kecamatan

6 Tgl. 07-111988

Keterangan

7

8

a. b. Bukir c. Gadingrejo

- Surat Keterangan Tanda Laporan Kehilangan No. SKTLK/254/IX/ 2019. Tgl. 20-092019. - Surat Pernyataan dibawah Sumpah/Janji tgl. 02-10-2019.

Dalam waktu tiga puluh (30) hari sejak tanggal ini, bagi mereka yang merasa keberatan dapat mengajukan keberatankeberatan kepada kami dengan disertai alas an-alasan dan bukti yang kuat. Jika setelah tiga puluh (30) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian sertipikat tersebut diatas, maka sertipikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan Sertipikat yang hilang dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasuruan, 09 – Oktober - 2019 KEPALA KANTOR PERTANAHAN KOTA PASURUAN ttd Drs. YULI BUDIHARTO, M.Si NIP. 19650728 199003 1 002

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Perantau Trauma Kerusuhan Wamena Probolinggo, Memorandum Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengunjungi korban kerusuhan Wamena yang tiba di Kota Probolinggo. Hal itu dimanfaatkan Nur Faizin, salah satu perantau di Wamena yang ikut dipulangkan dengan pesawat Hercules milik TNI AU, untuk curhat kepada orang nomor satu di Kota Probolinggo tersebut. Dia mengakui enggan kembali ke Papua karena kerusuhan yang terjadi menyebabkan fasilitas umum hingga rumah hangus terbakar. Ia mengaku masih trauma atas kejadian tersebut dan memutuskan untuk tinggal di Kota Probolinggo dengan pekerjaan seadanya, meski-

pun sudah 1,5 tahun bekerja di Wamena dengan pekerjaan sebagai tukang ojek. Wali Kota mendata warganya yang berdatangan dari Wamena dan menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan penanganan medis dan psikologis untuk menyembuhkan trauma akibat kerusuhan tersebut. “Mereka datang dengan rasa trauma, sehingga Pemkot Probolinggo akan memantau langsung kondisi mereka dan memberikan dukungan moral, agar segera beraktivitas kembali,” katanya seperti dikutip dari antarajatim.com. Pemkot menugaskan tim medis

dari puskesmas setempat untuk memeriksa kesehatan warga yang terdampak kerusuhan di Wamena secara kontinu dan melakukan pendataan. Dia mengimbau warga perantau di Wamena yang tiba di Kota Probolinggo diharapkan tenang dan hindari tekanan psikis meski pulang ke kampung halamannya tanpa membawa harta benda, serta ada keluarganya yang menjadi korban. Untuk meringankan beban penderitaan korban kerusuhan Wamena, Wali Kota Habib Hadi juga memberikan tali asih berupa bahan pokok kepada warga Kota Probolinggo yang pulang dari Wamena. (*/sr)

Lumajang, Memorandum M Andik Azis alias Bolang (20), pria asal Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang setelah masuk daftar pencarian orang (DPO) atas pencurian motor milik temannya Mahfud (25), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, 26 September lalu. Penangkapan dilakukan setelah ada laporan dari pacar tersangka dengan kasus kekerasan. Dari laporan itulah, Tim Cobra langsung menangkap tersangka. Hasil dari pengembangan itulah, akhirnya warga Banyuwangi ini telah membawa kabur motor

Honda Vario warna merah Nopol N 3504 UX tahun 2018. Berdasarkan pengakuan tersangka, ia membawa motor korban saat korban tertidur pulas. Saat itu, dirinya yang memang menginap di rumah korban. Dengan leluasa, ia mengambil kunci motor yang ditaruh di atas buffet dan selanjutnya membawa kabur motor tersebut. Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, akan terus membersihkan pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Lumajang. “Selama saya menjabat sebagai Kapolres di Lumajang, jangan harap pelaku tindak kriminal

M Andik Aziz alias Bolang

hidup tenang. Saya bersama Tim Cobra akan terus menangkap satu persatu pelaku criminal agar kota yang kita cintai ini bersih dari tindak criminal. Jika memang dibperlukan, sayapun tak segan untuk menembak pelaku kejahatan demi masyarakat Lumajang yang lebih baik” tegas Arsal.

Sementara itu, menurut Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan, kasus ini cukup unik. Pelaku ini sebelumnya telah diinterogasi oleh Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak). Lantaran bukti-bukti kurang kuat pelaku ini hampir dilepaskan. “Namun tiba tiba pacarnya bilang kalau Aziz adalah DPO kasus pencurian motor di Kecamatan Sukodono. Setelah kami interogasi, benar saja Aziz ini adalah orang yang sedang kami cari. Kami akan telusuri kemana kah motor hasil curian ini pelaku jual,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua tim Cobra Polres Lumajang itu. (tri/sr)

Pengedar Pil Koplo Menyerah Lumajang, Memorandum Tim Cobra Satreskoba Polres Lumajang kembali mengamankan pelaku yang masih berani mengedarkan pil koplo di wilayah hukum Polres Lumajang. Diketahui, pelaku adalah Feri Suryawan bin Sumarji (23), warga Desa Blukon, Kecamatan Lumajang. Pelaku ditangkap Tim Cobra di depan rumahnya sekitar pukul 18.30. Dari hasil penggeledahan di pakaian yang digunakan, ditemukan 82 butir pil koplo warna putih dengan logo Y. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dirinya pun digelandang ke Mapolres Lumajang. Kepada polisi tersangka mengaku, barang tersebut ia dapat dari salah satu temannya dengan cara memesan terlebih dahulu. Tersangka juga mengaku, barang haram itu rencannya ia jual kepada teman-temannya. Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban berharap peran

orang tua untuk membantu menanggulangi peredaran barang terlarang tersebut. Karena kata kapolres, hampir setiap bulan ada saja pelaku pengedar pil koplo yang ditangkap. Namun demikian ternyata di luar sana masih saja orangorang tak jera dan tak takut ditangkap oleh polisi karena mengedarkan barang haram tersebut. “Saya berharap lebih kepada peran orang tua untuk menjaga anak-anaknya dari pergaulan bebas, karena saya mensinyalir pil koplo seperti ini sudah mulai merambah anak di bawah umur,” terang pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tahun 2010 tersebut. Senada juga disampaikan Kasatreskoba Polres Lumajang AKP Ernowo. Dia berjanji akan terus memburu pengedar lain yang masih berani beroperasi di Kabupaten

Lumajang. “Sesuai arahan dari Pak Kapolres, saya dan Tim Cobra Satreskoba Polres Lumajang berjanji akan terus mengejar siapa saja yang masih berani mengedarkan pil koplo di Kabupaten Lumajang,” tandasnya.(tri/sr)

FOTO: MEMORANDUM/TRI

dr Aminuddin

mampu. Tak hanya itu, Aminuddin mencontohkan keluhan masyarakat yang masuk seperti penyitaan ijazah karena siswa belum memenuhi tanggungan sekolah, dan iuran sekolah yang sudah disepakati antara orang tua siswa bersama Komite Sekolah. Sementara itu, anggota Komisi I lainnya, David Rosidy mengatakan, banyaknya aduan tersebut menunjukkan kurangnya pengawasan Cabang Disdik di daerah terhadap sekolah. Oleh karena itu, konsultasi yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Probolinggo kepada Disdik Provinsi Jawa Timur dilakukan untuk meminta Disdik meningkatkan penga-

wasan terhadap sekolah-sekolah. Kemudian, Disdik harus mampu menjelaskan kepada masyarakat terkait pembiayaan-pembiayaan yang tidak ditanggung oleh APBN ataupun APBD. Salah satu orang tua siswa SMK Negeri di Kota Probolinggo, Nono (48), warga Jalan Mastrip, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo, mengatakan pungutan biaya pendidikan yang membebani siswa masih terjadi. Meski sumbangan diperbolehkan, namun kerap kali pungutan tanpa persetujuan orangtua. “Pungutan-pungutan di sekolah sangat membebani orangtua yang tidak mampu. Anaknya bersekolah di salah satu SMK Negeri di Kota Probolinggo, yang masih duduk di kelas XII sampai saat ini masih ditagih biaya pembangunan gedung oleh pihak sekolah,” tuturnya. Menurutnya, semua itu sudah pernah dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan pihak orang tua siswa. Namun, selaku orang tua merasa keberatan karena sangat membebankan ada pungutan-pungutan seperti itu. “Kalau Gubernur bilang sekolah gratis nyatanya masih ada sekolah yang melakukan pungutan,” ungkap Nono.(mhd/sr)

Buron Curanmor Diciduk Tim Cobra FOTO: MEMORANDUM/TRI

Probolinggo, Memorandum Banyaknya pengaduan masyarakat soal pungutan yang tidak sesuai ketentuan di lingkungan pendidikan tingkat SMA/SMK yang masuk DPRD Kota Probolinggo, membuat Komisi I melakukan konsultasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jumat (11/10). “Ada beberapa hal yang akan dimintai klarifikasi dari Disdik Provinsi Jawa Timur. Salah satunya dugaan banyaknya pungutan yang tidak sesuai dengan ketentuan di lingkungan pendidikan tingkat SMA/SMK sederajat,” ucap dr Aminuddin, anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo, sebelum berangkat konsultasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua Bapemperda ini mengatakan, pengelolaan SMA/ SMK sederajat menjadi wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Namun fungsi pengawasan tetap dijalankan. Kami mendapati keluhan masyarakat yang sebenarnya tidak mampu membayar pembiayaan yang disepakati pihak sekolah. Tapi, karena mayoritas orangtua siswa setuju, entah tidak berani atau apa, akhirnya setuju padahal tidak

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Banyak Pungutan Sekolah, Komisi I Datangi Disdik Jatim

Feri Suryawan


AREMA

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Kodim Dukung Gelaran Liga Basket

Wali Kota Sutiaji menyambut kunjungan tim dari Kementerian PAN-RB.

Wali Kota Sampaikan Konsep Lelang Jabatan Malang, Memorandum Kementerian PAN-RB (Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) menjadikan Kota Malang sebagai tuan rumah penyelenggaraan evaluasi zona integritas menuju WBK (wilayah bebas korupsi) dan WBM (wilayah birokrasi bersih dan melayani) pada beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian PAN-RB ini akan mengevaluasi perangkat daerah sesuai dengan kriteria yang disyaratkan. “Semua yang menetapkan adalah kementerian dan evaluasi langsung dari Tim KemenPAN RB dengan jumlah 29 unit dari delapan pemkab/pemkot di Jawa Timur,” ujar Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kota Malang, Sri Winarni, di Ngalam Command Center (NCC), Jumat (11/10). Wali Kota Sutiaji ketika menyambut tim dari KemenPAN-RB, mengapresiasi

kepercayaan pada Pemkot Malang. “Tentu ini juga bagian dari sinergitas antara Pemkot Malang dengan KemenPAN-RB. Terlebih selama ini (MenPAN RB, red) juga sangat mengapresiasi dan mencermati lelang kinerja yang dilakukan Kota Malang. Artinya kinerja pemkot terapresiasi, beriringan dengan keberhasilan Pemkot Malang masuk pada top 45 inovasi nasional,” papar Sutiaji. Bersamaan, Sutiaji juga berkesempatan membagikan pemikiran tentang lelang kinerja pada peserta evaluasi dan

mempersilahkan untuk mengadopsinya. “Melalui lelang kinerja dapat menjadi trigger sekaligus tools yang mampu menguatkan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, red). Kami terbuka bila program lelang kinerja diadopsi,” lanjutnya. Evaluasi WBK dan WBBM ini digelar selama dua harix, 10-11 Oktober, di ruang Tumapel, Ruang Majapahit, Ruang Sidang Balai Kota Malang dan NCC. Pesertanya terdiri dari Kabupaten Madiun, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tulungagung, Kota Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kota Probolinggo, dan Kota Malang. Khusus kota Malang, dua perangkat daerah yang masuk dalam evaluasi zona integritas, yakni dispendukcapil dan badan pelayanan pajak daerah (BP2D). (*/ari)

Malang, Memorandum Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson mendukung penyelenggaraan kegiatan liga basket yang diharapkan bermanfaat untuk pengembangan bakat minat generasi muda. Harapan itu disampaikan ketika menghadiri rapat koordinasi penguatan fungsi bimbingan masyarakat melalui olahraga basket yang digelar Kemenkopolhukam di Balai Kota Malang, kemarin (11/10). Menurutnya, melalui kegiatan olahraga akan menguatkan sikap sportivitas dan mengokohkan persaudaraan antara elemen masyarakat yang terlibat. “Kegiatan liga basket yang akan dilaksanakan ini termasuk proses pengkaderan atau pencarian bibit atlet melalui kegiatan coaching clinic bersama NBA,” katanya. Oleh karena itu, kegiatan liga basket ini dapat mendorong masyarakat untuk berolahraga. “Ini semakin mendekatkan masyarakat dengan dunia olahraga dan mengakrabkan antara sesama elemen masyarakat khususnya para generasi muda

Dandim Kota Malang Letkot Inf Tommy Anderson bersama Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander.

yang ada di Kota Malang ini,” lanjutnya. Rakor ini juga dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji, Asdep I/V Kemenko Polhukam Brigjen TNI Gamal HP, Komisaris NBA Amerika di Indonesia Hariyanto, Danrem 083 Baladhika Jaya, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander, dan Ketua Umum KONI Kota Malang Edy Wahyono. Selain diikuti pengurus induk cabang olahraga di Kota Malang serta para rektor, rakor juga membahas upaya

Rakor penguatan fungsi bimbingan masyarakat.

HILANG Nopol W4067-CB a/n Maftuhatul Masaro d/a Merdeka RT 01/02 mojopuro Wetan Sby

mempererat komunikasi antar masyarakat Kota Malang dan menjaga kondusifitas di Malang Raya. Pada rakor, Brigjen TNI Gamal mengusulkan untuk membuat liga basket yang didukung NBA sekaligus mengkader generasi dalam coaching clinic dengan instruktur dari NBA Amerika. “Liga basket ini bisa di implementasikan dalam berbagai kegiatan seperti saat car free day dan di sekolah maupun universitas di Malang Raya,” bebernya. (*/ari/epe)


DEWI RENGGANIS

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 7

WEBSITE: memorandum.co.id „ EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Kota Welas Asih

Wabup Abdul Muqit Arief : Peduli Sesama, Warga dengan Warga, Pimpinan dengan Masyarakat

FOTO: MEMORANDUM/JUN

Jember, Memorandum Kabupaten Jember pada 2019 berupaya ber menjadi kota welas asih. Langkah awal untuk mewujudkannya adalah ada menggelar forum group discussion (FGD) di Pendapa Wahya Wibawagraha, Wibawagr Jumat (11/10). “Jember akan mengembangkan rasa kepedulian di berbagai sektor, yang secara khusus dikemas dalam sebuah jaringan yakni Kota Welas Asih,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Dr H Edy Budi Susilo MSi dalam laporannya. Setelah menggelar FGD, langkah selanjutnya melaksanakan training-training yang dimulai di lingkup dinas pendidikan dengan training kepala sekolah dan stakeholder, juga para pemangku kepentingan lainnya. Proses itu akan dilaksanakan selama tiga bulan secara terus menerus. Kota Welas Asih, bagi Wakil Bupati (Wabup) Jember Drs KH A Muqit Arief mengingatkan semua pihak dengan berkehidupan sosial. “Bagaimana membina masyarakat untuk bisa peduli terhadap sesama, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya. Dalam sambutannya di FGD, wabup berharap Jember menjadi sebuah kota yang memperhatikan semua kalangan. Seperti antara warga dengan warga, pimpinan dengan masyarakat agar saling memiliki rasa welas asih. “Karena rasa welas asih ini perlu dikembangkan agar menjadikan masyarakat bahagia dan seluruh lapisan

Wabup Abdul Muqit Arief

masyarakat bahagia. Jika rasa welas asih itu tidak ada, bagaimana kita akan meraih kebahagiaan,” tuturnya. Jika upaya mewujudkan Jember sebagai Kota Welas Asih berhasil, maka akan dilakukan kerja sama dengan kota atau negara lain yang telah menerapkan kota welas asih. Muqit Arief, mengingatkan semua pihak dengan makna berkehidupan sosial ini. “Bagaimana membina masyarakat untuk bisa peduli terhadap sesama, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan,” tutur wabup. Dijelaskan wabub, dalam rangka untuk mengantarkan Jember menjadi kabupaten yang welas asih dan menjadi kota ke-8 di Indonesia yang digagas oleh FGD. “Sebenarnya program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah itu sudah dimulai sejak beberapa waktu yang lalu, misalnya kita memberikan pelayanan kepada lansia itu kan sebagai bentuk kepedulian atau welas asih. Memberikan pelayanan kepada anak yatim, membuat taman-taman kota kemudian memberikan akses untuk difabel dan sebagainya,” sebut pejabat yang juga tokoh agama tersebut. Semuanya sudah dimulai. Hanya saja, untuk menjadi program yang terintegrasi itu sepertinya baru dimulai. Diawali dari lingkup pemerintah kabupaten (pemkab), dan sekarang

dari tingkat pendidikan dan seterusnya sektor lain selama 3 bulan ke depan . “Karena terus terang bahwa kota yang welas asih ini harus didukung seluruh elemen di Jember. Semua elemen harus bisa berpartisipasi dan mereka harus diberikan pemahaman dulu, itu baru bisa terintegrasi dengan sebenar-benarnya,” ungkap wabup. Wabub berharap, selanjutnya dari semua lapisan masyarakat menjadi masyarakat yang saling peduli satu sama lain, saling memperhatikan satu sama lain. Apalagi kepedulian itu juga merupakan ajaran agama dan nilai-nilai budaya bangsa. Tetapi dalam kaitan dengan bagaimana masyarakat menjadi peduli agar masyarakat merasa terpanggil untuk menolong orang lain, sekarang juga sudah mulai terkikis. Termasuk nilainilai kehidupan sosial dalam dunia secara keseluruhan atau di tingkat keluarga juga sudah mulai bergeser. Wabup mencontohkan dengan keluarga buruh migran yang konkrit bapaknya ada di Korea, ibunya ada di Arab Saudi. Sedxangkan anaknya ada di Indonesia. “Ini bukannya tidak menimbulkan masalah, merasa kesepian merasa kurang mendapatkan perhatian apa yang bisa kita lakukan dengan salah satu contoh kecil saja belum yang lain-lainnya,” sebut wabup. Diawali dengan memberikan pemahaman tentang kriteria apa yang dipakai sehingga sebuah kota itu di bisa disebut sebagai compassionate city sebagai Kota Welas Asih. “Ketika nanti sudah paham dengan segala kriterianya kemudian langkah-langkah apa yang akan kita lakukan, sekarang

hari ini sedang kita coba untuk berubah,” tambah wabup. Sementara itu, Dr Haidar Bagir dari Compassionate Action Indonesia, menjelaskan, FGD ini untuk menentukan program yang akan dikerjakan. Program itu bisa berupa sosialisasi kepada orang tua siswa tentang pernikahan dini, tentang bayi stunting, pendidikan, kehidupan berumah tangga, dan lain sebagainya. Sedangkan program untuk tenaga pendidik dan siswa berupa sosialisasi pengembangan sekolah menjadi sekolah welas asih. “Program kota welas asih akan diukur dari seberapa berhasil kita dalam melibatkan sebanyak mungkin warga untuk berpartisipasi dalam program-program tersebut,” terangnya. Hal ini memerlukan budaya gotong royong dan rasa ke sukarelawanan antar-sesama manusia. “Karena rasa welas asih ini bukan program baru, tetapi merevitalisasi budaya yang sudah berakar,” ungkapnya. Dr Haidar berharap, pemerintah daerah dalam merancang programnya juga membubuhi prespektif welas asih dalam pembangunan fisiknya. Jadi, program ini menjadi bagian integral dari program-program pembangunan Pemkab Jember, ditambah masyarakat yang diingatkan tentang pendidikan budaya welas asih. “Definisi Kota Welas Asih yakni kota yang warganya resah karena tahu ada di antara sesama warga yang mengalami kesulitan, sehingga sesama warga selalu terdorong saling membantu mengatasi kesulitan,” katanya. (jun/edy/epe/adv)

BONDOWOSO & SITUBONDO KABIRO: Muhlis Adi Rangkul. WARTAWAN: Ahmad Fauzi (Bondowoso), Edy Sudibyo (Situbondo). ADVERTORIAL DAN PEMASARAN: Swaris Darmawan, Mahfud. ALAMAT KANTOR: Perum Taman Mutiara Blok AA-15 Pejaten Bondowoso. HP: 08113617789.

Pilkades Serentak 2019

372 Cakades Deklarasi Damai dan Antipolitik Uang seluruh tahapan pilkades yang aman, tertib, damai berintegrasi tanpa hoaks dan tanpa politisasi sara, dan antipolitik uang,” kata lima perwakilan cakades saat membacakan poin deklarasi yang diikuti ratusan cakades lainnya. Selain itu, cakades mendeklarasikan untuk mematuhi ketentuan hukum serta

Cakades yang akan mengikuti pilkades serentak 2019 di Kabupaten Situbondo menggelar deklarasi damai dan antipolitik uang.

pemilih menjalankan bagian dari memilih orang yang dipilihnya melalui sebuah proses yang jujur dan adil, serta tidak ada tekanan,” kata bupati dalam sambutannya. Untuk mendukung deklarasi itu, bupati mengukuhkan 20 personel polisi yang tergabung dalam Satgas Saber Judi Pilkades 2019 guna mengantisipasi terjadinya kerawanan konflik yang dipicu perjudian dalam pilkades.Tim Satgas Saber Judi Pilkades ini dibentuk Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, karena potensi kerawanan dipicu oleh perjudian kerap terjadi saat pilkades berlangsung.“Kami sangat berterima

kasih kepada Kapolres Situbondo, karena telah membantu pengamanan pelaksanaan pilkades dengan membentuk Satgas Saber Judi Pilkades,” kata bupati. AKBP Awan Hariono mengatakan, pihaknya memenuhi tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat, dan di sisi lain tugasnya adalah sebagai penegak hukum. Polres Situbondo telah memetakan titik kerawanan dari 115 desa yang yang tersebar di 17 kecamatan yang menggelar pilkades.(*/epe)

Jalin Sinergi dengan Media, Bawaslu Luncurkan Website

PuƟng Beliung

FOTO: MEMORANDUM/EDI

Terjang Tiga Rumah Warga Bantal Situbondo, Memorandum Memasuki puncak musim kemarau, anomali cuaca mulai terjadi di Kabupaten Situbondo. Angin puting beliung dilaporkan menerjang tiga rumah dan dua kandang ternak milik warga di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Ada tiga rumah dan dua kandang ternak milik warga yang rusak akibat angin kencang Kamis siang. Tidak ada korban cedera maupun korban jiwa,” kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo Puriyono, Jumat (11/10). Kerusakan yang dilaporkan terjadi di wilayah RT 18/RW 04 Desa Bantal. Di antaranya rumah semi permanen milik Taprani (52), rumah Slamet (37) yang juga kandang sapinya porak poranda. Rumah terakhir milik Sunardi (30). Rumah “Setelah kejadian tadi warga langsung berdatangan. Mereka bergotong royong membersihkan puing-puing reruntuhan rumah para korban. Kami sendiri sudah

mendukung upaya-upaya penegakan hukum, mengendalikan pendukung dan simpatisan, serta menjunjung tinggi nilai demokrasi dan kejujuran dengan penuh kesadaran untuk menerima hasil penghitungan suara. Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengingatkan cakades bisa menciptakan pelaksanaan pilkades yang damai dan antipolitik uang, dengan memberikan sebuah proses pilkades berjalan lancar dan tidak ada intimidasi. “Kebebasan dalam arti tekanan tidak hanya fisik, tapi tekanan-tekanan mental pun harus dihindarkan. Bagaimana

Dadang Wigiarto Bupati Situbondo

Babinsa Koramil Asembagus dan pemilik rumah melihat atap yang rusak parah diterjang puting beliung.

turun ke lokasi melakukan pendataan,” pungkas Puriyono. (edi/edo/epe)

Bondowoso, Memorandum Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bondowoso, menggelar rapat koordinasi bersama media Bondowoso sekaligus me-launching website di Aula Hotel Grand Padis Bondowoso, Jumat (11/10). Ketua Bawaslu Bondowoso Muhammad Makhsun mengatakan, launching website ini untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi tentang pengawasan kepemiluan. “Website ini untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mengenalkan informasi bawaslu pada masyarakat,” ungkapnya. Atas pemberitaan media selama ini tentang bawaslu, Makhsun sangat mengapresiasi. Kerena telah mengabarkan informasi yang sangat positif, baik pemberitaan tentang pilkada, pileg, dan pilpres. Menurutnya, selama ini media selalu men-support kegiatan bawaslu dan cukup membangkitkan optimisme selama proses

FOTO: MEMORANDUM/IFA

Deklarasi ini juga dihadiri jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan panitia pilkades dari 115 desa yang akan melaksanakan hajatan pemilihan pada 23 Oktober mendatang. “Kami para calon kepala desa berjanji, mewujudkan pilkades yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Melaksanakan

FOTO: MEMORANDUM/IST

Situbondo, Memorandum Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 di Kabupaten Situbondo, 372 calon kepala desa (cakades) mengikuti kegiatan deklarasi damai dan antipolitik uang di depan pendopo Kabupaten Situbondo, Jumat (11/10).

Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres Situbondo, karena telah membantu pengamanan pelaksanaan pilkades dengan membentuk Satgas Saber Judi Pilkades.

Sinergi Bawaslu dengan media di Bondowoso menjadi salah satu kunci kondisi demokrasi berjalan kondusif.

pelaksanaan Pemilu 2019. Mantan Komisioner KPU Bondowoso itu menuturkan, pemahaman tentang demokrasi yang baik perlu senergi dengan media untuk memberitakan informasi positif terkait pendidikan politik pada masyarakat. “Terima kasih pada seluruh rekanrekan, media baik media elektronik maupun cetak, yang telah membantu memberikan informasi tentang kegiatan bawaslu,” katanya. Dia menjelaskan, selama ini pemberitaan yang positif tentang bawaslu oleh media telah menimbulkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara pemilu. Tak hanya itu, Makhsun mejelaskan kegiatan sinergitas ini adalah suatu wujud, fungsi, dan sekaligus informasi bawaslu, agar masyarakat bisa membedakan Bawaslu dan KPU. “Dengan adanya website ini, agar masyarakat lebih mengetahui tentang Bawaslu dan fungsinya,” jelasnya menyebut info di bondowoso. bawaslu.go.id tersebut.(ifa/epe)


TULUNGAGUNG

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 8

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Petugas Lapas Tulungagung Tes Urine Tulungagung, Memorandum Bersih dari penyalahgunaan narkotika dan obatobatan terlarang menjadi salah satu syarat bagi lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas). Tidak hanya narapidananya, namun juga petugas di dalamnya.

Desa Sendang Lestarikan Gerebek Wuyen FOTO: MEMORANDUM/FIR

Guna mewujudkan hal itu, Jumat (11/10), puluhan petugas Lapas Kelas IIB Tulunggagung mengikuti tes urine di Aula Lapas oleh BNN. Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Ery Taruna mengatakan, dari 63 petugas lapas, baru 58 yang mengikuti tes urine. Sedangkan sisanya belum bisa hadir karena sakit dan ijin tugas luar. Bagi petugas yang tidak bisa mengikuti tes urine pada kesempatan ini, Ery akan mengagendakan tes serupa ketika sudah kembali beraktifitas. “Total petugas kita ada 63. Hari ini ada beberapa yang sakit, ijin dan tidak masuk dan tidak ikut tes. Nanti akan kita jadwalkan di kemudian hari,” ungkapnya. Ery menjelaskan, tes urine ini dilakukan secara serentak guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di kalangan petugas lapas. Hari ini hasilnya nihil. Dari 58

Tokoh masyarakat memimpin prosesi Gerebek Wuyen.

BNN Tulungagung memeriksa urine petugas lapas.

petugas lapas yang mengikuti tes urine, semuanya bebas narkoba. “Hasilnya nihil, tidak ada temuan,” ujarnya. Ery menegaskan, beberapa bulan lalu pihaknya juga memeriksa urine sejumlah narapidana. Namun metodenya diserahkan kepada BNN Tulungagung. “Kalau pemeriksaan napi itu kita minta petugas BNN yang memilih mereka yang mencurigakan. Bukan kita yang pilih,” terangnya. Sementara Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Tulungagung Tri Arief mengatakan dalam rapid tes yang dimilikinya terdapat 6

indikator. Yakni indikator keberadaan kandungan kokain, morfin, ganja, sabu, ampetamin, dan benzo. Artinya jika urine yang diperiksa mengandung salah satu bahan tersebut, nantinya akan muncul hasil dari rapid test itu. Sedangkan bagi petugas lapas yang hari ini berhalangan hadir, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lapas untuk melakukan pemeriksaan di kemudian hari. “Jadi ada 6 indikator, kalau pengguna rutin itu dalam tempo seminggu masih bisa kelihatan, atau bahkan 2 minggu juga masih,” tegasnya. (fir/mad/rif )

Tulungagung, Memorandum Warga Desa/Kecamatan Sendang begitu antusias mengikuti kirab budaya Gerebek Wuyen dan pengajian Tutur Budaya bersama Gus Arda Billy dari Blitar. Acara juga dimeriahkan dengan salawatan Asharul Jannah di lapangan Mbah Bodho, Kamis (10/10) malam. Ribuan masyarakat turut memeriahkan acara hingga memadati jalan. Dengan menempuh jarak 1 km, arak-arakan dimulai dari kantor desa menuju lapangan Mbah Bodho Desa Sendang. Peserta terdiri dari seluruh warga Sendang, semuanya ikut meramaikan acara Gerebek Wuyen. Dengan melibatkan seluruh RT, masing-masing memboyong tumpeng, menampilkan kesenian jaranan, barongan, reog kendang, dan berbagai macam kesenian tradisional lainnya. Terlihat pula Muspika Sendang, BPD Sendang, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat di antara tamu undangan. Kepala Desa Sendang Suwarto mengatakan Gerebek Wuyen merupakan tradisi warga masyarakat yang sudah dilakukan turun temurun. Dan setiap tujuh bulan sekali, tepatnya pada hari Jumat wage wuku wuye, Gerebeg Wuyen perlu dilestarikan. “Atas nama pemerintah Desa Sendang kami sangat mengapresiasi atas

terlaksananya kegiatan ini. Utamanya kepada seluruh warga dan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para sesepuh, juga aparat kepolisian maupun TNI yang telah mengamankan acara ini. Karena tanpa dukungan mereka semua, kegiatan ini tidak mungkin bisa terlaksana,” jelasnya. Gerebek Wuyen, kata Suwarto, merupakan bentuk wujud syukur kepada Tuhan yang maha kuasa. Sehingga atas karuniaNya, seluruh warga Sendang rezekinya berlimpah. Utamanya penghasilan

dari beternak sapi yang biasa disebut rojo koyo. “Di lain itu kegiatan ini juga untuk melestarikan budaya nenek moyang yang sudah dilakukan turun temurun, agar tidak hilang karena adanya pengaruh budaya asing. Sekaligus mengangkat kearifan lokal untuk menjadikan destinasi wisata Desa Sendang, sehingga menarik dan semakin diminati para wisatawan, yang berimbas meningkatnya ekonomi mayarakat Desa Sendang,” pungkasnya. (adv/kin/mad/rif )

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Pemkot Blitar Setop Izin Minimarket Berjejaring Kota Kediri Raih Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019 Kategori Pemerintah Daerah Kediri, Memorandum Untuk kesekian kalinya, Kota Kediri berhasil menerima penghargaan di tingkat nasional. Kota Kediri menerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Tahun 2019 kategori Pemerintah Daerah yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jumat (10/10) malam, di Istora Senayan Jakarta. Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Dalam sambutannya, Muhajir Effendy mengatakan pemberian penghargaan dan tanda kehormatan kepada budayawan dan maestro seni tradisional ini perlu dilaksanakan karena mereka-mereka adalah sumber inspirasi, sumber karya cipta budaya dan tradisi Indonesia. “Mereka-mereka telah mewarisi tradisi itu dari turun temurun dan sekarang kita punya tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan mensinergikan dengan perkembangan zaman. Itulah makna kemajuan kebudayaan. Satu hal yang perlu saya tekankan salah satu contoh dari budaya Indonesia ataupun kepedulian kita terhadap budaya Indonesia yaitu pada tanggal 30 september 2019 telah ditandatangani Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2019 tentang penggunaan Bahasa Indonesia,” kata Muhajir Effendy. Dikatakan menteri, dengan peraturan presiden ini yang harus menggunakan Bahasa Indonesia tidak hanya pidato kenegaraan resmi oleh Presiden dan Wakil Presiden serta pejabat yang lain baik di luar maupun di dalam negeri. Tetapi seluruh ruang publik Indonesia harus menggunakan Bahasa Indonesia. “Kita tahu bahwa bahasa merupakan bagian yang utama dan tidak terlepas dari budaya itu sendiri,” ujarnya. Muhajir Effendy menambahkan dua tahun lalu pemerintah juga telah

berhasil melahirkan Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan. “Ini luar biasa karena tujuh puluh tahun lebih usia Indonesia ini terlahir baru bisa melahirkan Undang-Undang Kemajuan Kebudayaan yang itu secara nyata dan eksplisit tercantum di dalam UUD 1945. Kita sekarang berani menatap kedepan untuk memajukan budaya ini karena kita memiliki landasan hukum yang kuat. Mempunyai legitimasi untuk kita terus melangkah kedepan membawa budaya Indonesia akan menjadi tuan di negaranya sendiri dan duduk bersama-sama setara dengan budaya-budaya global baik dari negara maju maupun berkembang,” imbuhnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pernah menjabat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut juga berharap agar dana abadi kebudayaan yang sedang dirintis oleh pemerintah dapat memberikan kemajuan dan manfaat bagi kebudayaan di Indonesia. “Kita harapkan dana abadi kebudayaan ini akan segera terkumpul sejumlah lima triliun. Dana budaya ini yang diambil bukan dananya tapi manfaatnya. Ini akan digunakan untuk bagian dari upaya kita untuk membiayai seniman, budayawan untuk membuat karya cipta,” tandasnya. Usai menerima penghargaan, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan penghargaan ini diraih karena Pemerintah Kota Kediri telah merawat dengan baik kebudayaan yang ada di Kota Kediri. Seperti Panji. “Kita terapkan Panji dari berbagai sudut pandang, artinya Panji yang digarap dengan animasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dan dipublikasikannya tidak hanya melalui media koran tapi juga melalui media sosial. Jadi kebudayaan yang kita rawat bisa mengikuti perkembangan seperti saat ini,” ujarnya. Wali Kota muda tersebut menjelaskan di Kota Kediri kebudayaan juga

dikolaborasikan dengan pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Contohnya kesenian dan kebudayaan di Kota Kediri juga dikaitkan dengan UMKM-UMKM di Kota Kediri. “Jadi ada set effect di bidang ekonomi, kesenian, dan kebudayaan ini tidak berdiri sendiri. Namun kesenian dan budaya juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat bila digarap dengan baik seperti yang ada di Kota Kediri ini. Alhamdulillah di Kota Kediri dengan adanya kerjasama yang baik pertumbuhan ekonomi, maupun sumber daya manusia bertumbuh terus dan sejalan. Saya berharap kebudayaan dan kesenian tidak boleh ditinggal sendiri mereka harus mendampingi pertumbuhan-pertumbuhan yang ada di Kota Kediri. Sehingga kebudayaan dan kesenian menjadi hal yang penting untuk menjaga kebudayaan dan kesalehan di Kota Kediri,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Mas Abu ini menambahkan Pemerintah Kota Kediri membuatkan program dari berbagai partisipasi masyarakat. “Kita buat program lalu mereka bisa meng create kesenian yang ada di Kota Kediri. Kebudayaan dan kesenian harus diselaraskan dengan pertumbuhan ekonomi serta IPM. Nanti endingnya pertumbuhan ekonomi dan IPM akan bagus. Sehingga kita tidak ingin meninggalkan kebudayaan dan kesenian karena itu adalah local wisdom dan ciri khas di Kota Kediri. Jadi meski pertumbuhan di Kota Kediri bagus tapi tidak kehilangan ciri khas,” imbuhnya. Terakhir, menanggapai dana abadi kebudayaan yang dirintis oleh Pemerintah, Mas Abu berharap dana abadi kebudayaan dapat memberikan manfaat bagi kebudayaan di daerah. “Harapan saya pemerintah pusat memberi bantuan kepada daerah yang siap dengan kebudayaan, seperti Kota Kediri. Misalnya Panji, tidak hanya bantuan dana tetapi juga mencarikan data sehingga panji menjadi satu rangkaian cerita yang menarik,” harapnya. (adv/yud/rif)

Blitar, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menghentikan izin pendirian minimarket berjejaring. Sebab, saat ini sudah ada 22 unit minimarket berjejaring yang beredar di Kota Blitar. Jumlah itu sudah memenuhi kuota dalam peraturan daerah. “Aturan itu tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Jumlah yang ada saat ini sudah memenuhi kuota, kami menghentikan izin pendirian minimarket berjejaring,” ujar Suharyono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Jumat (11/10). Suharyono menambahkan, pada Perda tersebut juga mengatur lokasi pendirian minimarket berjejaring, yakni dibatasi berada di 17 titik ruas jalan baik jalur provinsi maupun ruas jalan kota. Selain itu, lokasi pendirian minimarket berjejaring juga tidak

boleh berdekatan dengan pasar tradisional. Terkait izin puluhan minmarket berjejaring itu, Suharyono mengaku, semuanya sudah memiliki izin dari DPMPTSP. “Awal tahun lalu memang ada beberapa yang belum mengantongi izin. Tapi sekarang semuanya sudah memiliki izin pendirian usaha minimarket berjejaring. Memang proses perizinannya membutuhkan waktu,” jelasnya. Penghentian izin usaha itu hanya berlaku untuk minimarket berjejaring. Suhariyono memastikan, pihaknya tetap memberikan izin

bagi usaha toko swalayan lokal. “Hanya minimarket berjejaring saja yang dibatasi. Untuk toko swalayan lokal tidak,” terangnya. Seperti diketahui, dalam setahun belakangan ini, mulai bermunculan minimarket berjejaring di Kota Blitar. Jumlah minimarket berjejaring yang awalnya hanya enam unit, sekarang berkembang menjadi 22 unit. Sejumlah minimarket berjejaring baru itu bermunculan antara lain di Jalan Sudanco Supriyadi, Jalan Kalimantan, Jalan Kenari, Jalan Kali Brantas, dan Jalan Kelud. Seperti di Jalan Sudanco Supriyadi yang sebelumnya tidak ada minimarket berjejaring sekarang berdiri dua unit minimarket berjejaring. Bermunculannya minimarket berjejaring itu setelah disahkannya Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. (pra/rif)

FOTO: MEMORANDUM/PRA

Membanggakan: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerahkan Piagam  Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019 kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Istora Senayan Jakarta, Jumat (10/10) malam.

Salah satu minimarket berjejaring di Blitar.

KekhawaƟran BupaƟ Blitar

Pembangunan RS Srengat Bakal Molor Blitar, Memorandum Bupati Blitar Drs H Rijanto MM mengaku khawatir pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Blitar yang di Kecamatan Srengat tak akan selesai tepat waktu. Pasalnya, beberapa kali bupati menyempatkan diri melihat langsung pembangunan tersebut. “Melihat kondisi yang ada, maka perlu ada peningkatan kinerja termasuk pelaksana proyek harus menambah tenaga atau Sumber

Daya Manusia (SDM),” kata bupati. Lanjut Bupati Rijanto, agar target penyelesaian pembangunan RSUD Srengat pada akhir November 2019 nanti bisa tercapai, pihaknya telah menyampaikan langsung kepada pelaksana proyek untuk menambah tenaga kerja agar kualitas bangunan juga bisa sesuai standar. “Mengingat waktunya tinggal sekitar 2 bulan, dikhawatirkan pengerjaan dilakukan dengan terburu-buru, sehingga mengabaikan

kualitas bangunan,” jelasnya. Selain itu, menurut Bupati Rijanto, sampai saat ini secara umum kualitas bangunan sudah bagus, namun diakuinya masih ada beberapa ruang yang menjadi perhatian untuk dipercepat pembangunannya, yakni ruang operasi, radiologi, dan ruang manajemen. “Karena ruangan ini sangat penting, dengan tetap menjaga kualitas ya harus selesai tepat waktu dan juga harus sesuai dengan standart perencanaan,” pungkasnya. (pra/rif )


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

4 Rumah Nganti Dihantam Puting Beliung

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Umar Ghoni, meminta masyarakat waspada atas bencana angin kencang yang kerap datang di musim pancaroba. Tidak ada korban jiwa dalam bencana angin puting beliung ini. Meski demikian, empat rumah mengalami kerusakan. Terutama pada atap genting rontok diterjang angin kencang. Ia menjelaskan, bila warga Dusun Tuk Buntung, kini gotong royong membenahi atap genting rumah yang rontok. Sebagian besar rumah yang rusak diterjang angin, yaitu

berdinding kayu dan juga sesek (sulaman bamboo,red). Dikatakan olehnya, bencana angin puting beliung datang secara cepat. Angin datang dari arah barat sekitar pukul 11.20, menghajar satu perstu rumah. Dalam hitungan detik, atap genting rumah rontok. Beruntung, sebagian rumah penghuninya berada di luar. “Ya, angin datang cepat,” ujar Umar. PBPBD datang ke lokasi dan berkoordinasi dengan kantor Kecamatan Ngraho dan Desa Nganti. Tim juga telah mengidentifikasi keempat rumah warga. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Bojonegoro, Memorandun Empat rumah di Dusun Tuk Buntung, Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, rusak diterjang puting beliung, Jumat (11/10) siang.

Rumah warga Dusun Tuk Buntung, Desa Nganti, yang rusak diterjang puting beliung.

Yuhronur Efendi melepas perwakilan jambore daerah.

Sekda Berangkatkan 32 Wakil Jambore Pramuka

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Lamongan, Memorandum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendi, memberangkatkan 32 perwakilan untuk mengkuti jambore daerah Jawa Timur pada 13-18 Oktober 2019 di Kabupaten Banyuwangi. Prosesi pelepasan berlangsung di Gedung Sanggar Pramuka, Jum’at (11/10) pagi. Dijelaskan olehnya, dari total 32 perwakilan yang berangkat terdiri dari 14 putra, 14 orang putri. Bahkan, ada perwakilan luar biasa juga yang terdiri dari dua putra dan dua putra. “Untuk membantu peserta, Kwarcab juga mengutus, pembina pendamping, dimana ada 4 orang putra dan putri, serta pendamping luar biasa satu putra dan satu putri,” tegas Youronur, yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lamongan, kemarin. Kwarcab Lamongan, kata Yuhronur, menerjunkan perwakilan Pramuka Garuda sebanyak 9 orang, yang terdiri dari 4 orang putra dan 5 orang putri. “Tentu kami berharap anak-anak yang diberangkatkan bisa terus belajar mengembangkan diri dan pasti semua ingin mendapatkan prestasi,” terangnya. Seperti diketahui, Jambore Daerah Jawa Timur tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka (GP) Jawa Timur yang akan digelar mulai 13 - 18 Oktober 2019. Kegiatan dipusatkan di Kawasan Wisata Hutan Pinus Songgon, Kabupaten Banyuwangi. (al/har/mik)

Zulma Dwi Satrio Putra memberikan paparan soal agenda reses kepada masyarakat.

FOTO: MEMORANDUM/ADRIYANTO

Reses, Zulma Dwi Satrio Putra Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bojonegoro, Memorandum Anggota DPRD dari fraksi gabungan PAN Nurani Rakyat Indonesia Sejahtera dari daerah pemilihan (dapil) I, Zulma Dwi Satrio Putra, menggelar reses di rumahnya Jalan Dr Cipto, Jumat (11/10).

Zulma yang saat ini duduk di komisi A dalam agenda reses mengatakan, ia akan memaksimalkan di bidang hukum dan pemerintahan. Sehingga, ia berusaha menyampaikan aspirasi warga di bidang tersebut. “Saya akan menyampaikan

aspirasi warga khususnya di Dapil I,” bebernya. Zulma yang menjadi anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini, akan berusaha berkoordinasi oleh pihak-pihak DPRD di komisi lain

untuk membantu mewujudkan aspirasi warga. Sementara itu, Lukman Hakim, per wakilan warga yang diberi kesempatan menyampaikan aspirasi itu ingin meluruskan bantuan Pokmas. Ia ingin bantuan

Ibu Tlogorejo Tertipu Jutaan Rupiah

Petugas satpol PP memberi peringatan pemilik usaha mebel di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo yang mengganggu pengguna jalan.

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Satpol PP Minta Pengrajin Mebel Tak Ganggu Pejalan Kaki Gresik, Memorandum Satpol PP Pemkab Gresik mengingatkan pemilik kerajinan mebel di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, agar memindahkan produksi ke dalam rumah. Sebab, tumpukan mebel di trotoar itu mengganggu pejalan kaki. Pasalnya banyak mahasiswa dan pekerja sekitar berkeluh terhadap pengrajin mebel tersebut. Belum lagi, serbuk kayu mebel yang mengganggu pernafasan dan ketidaknyamanan bagi orang yang melintas. “Kami sudah menegur pengusaha mebel. Jika tidak dipindah kami akan tindak tegas,” kata Jonter Simanjuntak, Kasi Ops Bidang Ketentraman Umum dan Keamanan (Tantribum) Dinas Satpol-PP Gresik, Jumat (11/10). Sesuai Peraturan Daerah (Perda) 15 tahun 2013 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kabupaten Gresik, disebutkan setiap orang berhak mendapatkan kenyamanan berjalan kaki dan berlalu lintas. “Dengan penegakan peraturan tersebut diharapkan kehidupan masyarakat yang tertib, aman, teratur, dan tentram terwujud,” jelas Moelyono, Kepala Bidang (Kabid) Tantribum, Dinas Satpol-PP Gresik. Menurutnya, operasi sudah dilakukan di tiga titik pengrajin mebel. Dua tempat sudah diperingatkan. Sedangkan pemilik pengrajin di sebelah utara sedang di luar kota. Sehingga produksi mebel milik orang tersebut masih berada di trotoar. Bagi pengrajin mebel yang sudah mendapat teguran dari petugas, pengrajin langsung bergegas memindahkan mebel-mebel mereka.“Saya diminta untuk memindahkan karena tadi sudah ditegur,” kata Andre, salah satu pengrajin mebel. (dri/har/mik)

keuangan desa (BKD), bisa kembali ada. Usulan lagi dari warga bernama Hanafi, bila dirinya mengajak Zulma untuk membantu warga yang kekeringan dengan droping air bersih di daerah kekeringan. (top/har/mik)

Letkol Inf Sidik Wiyono menanam bibit pohon bakau di bibir pantai.

Peduli Lingkungan, Dandim 0812 Tanam Bakau Lamongan, Memorandum Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono bersama Pemerintah Desa Kandangsumangkon, Kecamatan Paciran, menanam pohon cemara dan bakau di pesisir pantai, Jum’at (11/10) pagi. Kegiatan penghijauan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-74 TNI. Selain bentuk kepedulian lingkungan, penanaman pohon juga merupakan salah satu wujud kepedulian TNI terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Sidik Wiyono mengatakan, kegiatan penanaman pohon cemara dan bakau ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kondisi pesisir pantai yang mulai memprihatinkan. “Dengan penghijauan ini, diharapkan akan mengurangi terjadinya abrasi. Sebab, pantai akan berkurang keindahannya apabila pantai itu tidak dirawat dengan baik. Kita harus merawat dan menjaga kelestarian ekosistem yang ada. Sebab, nantinya agar berguna bagi cucu-cucu kita

kelak,” ujar Sidik. Sidik mengaku senang atas kepedulian dan sambutan baik masyarakat, apalagi masyarakat juga mendukung penuh pelestarian lingkungan pantai pesisir yang sudah mulai gersang. “Meski bantuan yang kami berikan tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Semoga pohon ini diperhatikan, sehingga nantinya menambah keindahan serta kelestarian pantai. Terima kasih,” pungkasnya. (al/har/mik)

Lamongan, Memorandum Niat hati ingin membantu teman yang kesusahan, malah berujung petaka. Nasib malang itu dialami Sri Purwanti (36), seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Tlogorejo, Kecamatan Sukodadi. Ia harus kehilangan uang jutaan rupiah setelah mentransfer uang kepada orang yang mengaku temannya. Kejadian itu bermula pada Jum’at (4/10), pukul 09.47. Ketika itu korban ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai temannya bernama Eko. Sosok ini mengaku teman pada saat sekolah di akademi keperawatan (Akper). Setelah itu, orang tersebut meminjam uang kepada korban dengan alasan untuk biaya kepindahannya dari Kalimantan ke Lamongan. Percaya begitu saja, tanpa ada rasa curiga, korban langsung pergi ke mesin ATM Bank Mandiri yang terletak di Jalan Kalikapas, Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Lamongan untuk menstransfer uang sebesar Rp 2,5 juta. Korban mentransfer uang tersebut ke nomor rekening 1520320055, atas nama Noval Firmansyah. Esok harinya (5/10), korban kembali men-

stransfer ke nomor rekening yang sama sebesar Rp 2,5 juta. Selesai melakukan mentransfer, korban kemudian menghubungi kembali nomor handphone (HP) yang mengaku sebagai temannya tersebut dan ternyata sudah tidak aktif. Korban kemudian menghubungi temannya yang bernama Mamik yang ada di Kalimantan dan ternyata Eko tidak pernah mengajukan pindah ke Lamongan. “Karena merasa jadi korban penipuan korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan dengan membawa bukti struk transfer dan riwayat percakapan telepon,” jelas AKP Djoko Bisono, Kasubbag Humas Polres Lamongan, Jum’at (11/10) siang. Djoko menerangkan, sesuai keterangan dan bukti yang diberikan korban, kerugian yang dialami adalah Rp 5 juta. Apa yang dilaporkan memenuhi dugaan yang ada dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Setelah kami menerima Laporan dan membuatkan laporan polisi, segera akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas mantan Kasatnarkoba Polres Lamongan ini. (al/har/mik)


GRESIK-PANTURA

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 10

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Gresik, Memorandum Puluhan pemakai dan pengedar narkoba dipamerkan Satreskoba Polres Gresik di halaman mapolres, Jumat (11/10). Salah satunya Lasianah alias Maya, seorang pemandu karaoke di salah satu kafe Gresik yang ditangkap karena diduga sebagai pengedar sabu. dar, tersangka juga mengonsumsi barang haram tersebut. Dia mendapatkan narkoba dari luar daerah. Tersangka ini merupakah salah satu dari 20 orang yang diringkus Satnarkoba Polres Gresik. Dari 20 tersangka, lima diantaranya adalah penge-

AKBP Kusworo Wibowo menunjukkan para tersangka narkoba dan barang bukti.

beberapa hal. Diantaranya, tidak punya pekerjaan. Lantas memilih sebagai jasa kurir. Ada juga yang tertarik bisnis narkoba

karena dianggap hasilnya besar. “Sehingga ada yang bekerja sambil nyambi jualan narkoba. Untuk pengedar dijerat pasal

114 ayat (1) dan pengguna dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika,” pungkasnya. (an/har/mik)

Berkunjung ke Kantor PWI, Kapolres Ajak Jaga Kamtibmas

LAKONE

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Faham Media ORANGNYA dikenal sangat kalem dan sopan. Dia juga sangat menghargai lawan bicaranya. Adalah Bayu Pamungkas, Kepala Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Imigrasi Tanjung Perak di Bojonegoro. Pria kelahiran 1982 ini Bayu Pamungkas mengaku pernah menjadi wartawan Radar Malang. Bahkan, ia juga pernah bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya. Sehingga, ia sangat faham tentang dunia media. Selama menjadi ASN di imigrasi, Bayu kerap berpindah-pindah tugas. Selain di Jawa Timur, ia pernah bertugas di Jakarta. “Saya Pernah bertugas di Surabaya, Jakarta, Surabaya, dan Bojonegoro,” ujar Bayu, tersenyum. Pria berotot ini juga tak segan menceritakan masa lalunya, ketika duduk di bangku kuliah. Dia merupakan aktivis organisasi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di Malang. Tak heran bila ia sangat mahir berkomunikasi dengan siapapun. Termasuk wartawan. (top/har/mik)

Mantan Kapolres Jember itu mengatakan, petugas telah menyita barang bukti berupa sabu seberat 7,73 gram, 12 bong alat isap, dan 88 butir pil koplo. “Modusnya bermacam-macam. Salah satunya, ada yang menyembunyikan sabu di dalam karet stir motor,” paparnya. Orang nomor satu di Polres Gresik itu menambahkan, tersangka yang merupakan penyanyi cafe wilayah Gresik Kota itu mendapatkan pasokan sabu dari Surabaya. Mereka terjerumus ke dalam kasus ini karena

Gresik, Memorandum Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengajak seluruh anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pernyataan itu disampaikan ketika orang nomor satu di Polres Gresik itu ketika bertandang ke kantor PWI di Jalan Ais Nasution Grand Kartini, kemarin. “Kedatangan kami diharapkan dapat mempererat hubungan baik antara Polri dan pers. Khususnya dengan PWI Gresik,” kata Kusworo sambil berbincang santai dengan anggota PWI Gresik, kemarin.   Mantan Kapolres Jember itu pun mengaku Polri dan pers adalah mitra. Tidak bisa dipisahkan. Keberhasilan Polri tidak lepas dari peran insan pers. Oleh karena itu, pihaknya berharap pers di Kota Pudak dapat mengedukasi masyarakat. Menyajikan berita aktual tidak tendensius. “Harapan kami, pers selalu bersinergi dengan Polri untuk

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Perempuan asal Desa Sumberrejo, Kecamatan Pandaan, Pasuruan itu, dijebloskan ke penjara setelah ditetapkan tersangka. Wanita 28 tahun itu mengedarkan sabu dengan menawarkannya kepada pengunjung kafe. Bukan hanya sebagai penge-

dar. Salah satunya Tri Reza Multandanu (21), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti.  Mereka dipamerkan di halaman Mapolres Gresik beserta barang buktinya. Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan, ada 10 kasus yang diungkap dengan mengamankan 20 tersangka. Dua diantaranya adalah pengedar pil koplo. Para tersangka ditangkap di berbagai wilayah Gresik. “Lima orang merupakan pengedar,” ujar Kusworo, kemarin.

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Pemandu Karaoke Edarkan Sabu

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo foto bersama pengurus dan anggota PWI Gresik.

menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kabtimas). Mari bersama-sama menjaga Gresik aman dan nyaman,” imbuh alumnus Akpol 2000 ini. Menanggapi hal itu, Ketua

PWI Gresik Sholahuddin mengaku, kehadiran AKBP Kusworo adalah surprise. Pasalnya, tidak ada kabar terlebih dulu jika akan berkunjung ke kantor PWI Gresik. “Kami bersama kapolres

komitmen menjaga kamtibmas agar Gresik selalu kondusif, sejuk dan aman,” paparnya. Sebentar lagi, Kabupaten Gresik punya hajatan besar. Yakni pemilihan kepala daerah (pilka-

da) 2020, dimana nuansa politik sudah mulai memanas. “Kami sangat berterimakasih karena Pak Kapolres sudah berkenan mampir,” pungasnya. (an/har/mik)

Puluhan Gepeng Dipulangkan Dinsos Surabaya Gresik, Memorandum Karena mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, gelandangan dan pengemis (gepeng) asal Kabupaten Gresik, dipulangkan Dinas Sosial Pemkot Surabaya, Kamis (10/10). Para gepeng atau disebut penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) itu, diterima Dinsos Gresik. Gepeng yang dipulangkan itu adalah Supriyanto, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng. Kemudian, gepeng tersebut diantarkan pulang oleh dinsos kepada keluarganya dengan didampingi pemerintah desa (pemdes) setempat. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Gresik Munir mengatakan, sebelum dipulangkan gepeng itu ditampung di lingkungan pondok sosial (Liponsos) Surabaya. “Gepeng ini sebelumnya diberi pembinaan, bimbingan, kemudian ditanya identitasnya. Lalu dipulangkan ke keluarganya seperti gepeng kemarin,” kata Munir, Jumat (11/10). Selain Supriyanto, ada satu gepeng yang sering meminta-minta di Kota Surabaya. Namun, sebelum dikembalikan ke Gresik, sudah dijemput oleh keluarganya yang berada di Kota Pahlawan itu. Sehingga identitasnya tidak diketahui oleh Dinsos Gresik. “Sehingga kemarin kami hanya mengantarkan satu orang itu saja,” tambahnya. Munir mengatakan, awal Januari hingga 10 Oktober 2019 telah memulangkan 30 PMKS. Rata-rata mereka mengalami gangguan jiwa, sehingga tidak diterima oleh masyarakat sekitar bahkan keluarganya sendiri. Selain itu unskilled atau tidak memiliki keterampilan kerja. “Usia mereka (para PMKS, Red) rata-rata sudah tidak produktif lagi. Terkadang disuruh ke sawah juga sudah tidak sanggup. Lalu ditinggal keluarganya atau sebatang kara. Ada juga yang disuruh oleh anaknya untuk mengemis, dia tinggal di daerah Kota dan Wringinanom Gresik. Kasihan, karena saat kami antar ke keluarganya. Banyak tetangga yang bercerita memang disuruh anaknya,” terang Munir. Perlakuan dari lingkungan dan keluarga dekatnya memutuskan para PMKS memilih jalanan sebagai tempat tinggal mereka. (dri/har/mik)

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik Ipda Darwoyo menyampaikan, banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan. Setiap pertemuan, Wikha kerap memberikan motivasi. “Nanti kalian akan merasakan menjadi kasatlantas juga,” ucap Darwoyo ketika menirukan Wikha, kemarin. Disampaikan, sejatinya tidak banyak kegiatan yang dilakukan di Satlantas Polres Gresik. Namun, setiap anggota dituntut serius jika mengerjakan sesuatu, dan ditarget harus menjadi yang terbaik. “Kegiatan tidak perlu banyak, tapi harus viral,” imbuhnya.

Tidak hanya Wikha, seorang pejabat utama di lingkungan Polres Gresik, juga berpindah tugas. Yakni, Kabagsumda Kompol Budi Idayati bertugas sebagai Kabagsumda Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Posisinya diisi Kompol Edy Cahyono. Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengucapkan banyak terimakasih atas dedikasi pejabat lama selama bertugas. Pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan kondisi di Polres Gresik. “Pejabat yang baru segera menyesuaikan diri. Karena tantangan polisi semakin kompleks.

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, diantarkan petugas kepada keluarganya.

Gresik, Memorandum Anggota Satlantas Polres Gresik kehilangan sosok pemimpin inovatif, AKP Wikha Ardilestanto. Alumnus Akpol 2007 itu menempati jabatan baru sebagai Kaurbungkol Spripim Kapolda Jatim. Posisinya akan digantikan AKP Arika Purwana Putra. Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Mapolres Gresik, Jumat (11/10). Dimata anggotanya, Wikha banyak meninggalkan kesan mendalam. Terutama soal kedisiplinan dalam bekerja, yakni melayani masyarakat. Selain itu, ia banyak menularkan motifasi dan ide-ide kreatif.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo memimpin prosesi serah terima jabatan di mapolres.

Semoga dengan amanah baru, menjadi semangat Polres Gresik

dalam menjaga kamtibmas,” pungkasnya. (an/har/mik)

Wisata Religi Masih Jadi Destinasi Andalan Gresik, Memorandum Wisata religi di Gresik lebih banyak dikunjungi ketimbang wisata alam dan baharinya. Sebab, untuk bisa mengunjungi, wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Pengunjung hanya membayar biaya parkir kendaraan. Pendapatan asli aaerah (PAD) dari sektor wisata, sebagian besar didapatkan dari retribusi parkir wisata tersebut. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Pemkab Gresik Harini mengatakan, selain tidak dipungut biaya masuk, ada dua makam Walisongo yang dapat menarik perhatian. “Sebab itu, banyak pengunjung dari Gresik maupun bukan asli Gresik datang tujuannya untuk wisata religi,” ujar Harini, Jumat (11/10). Seperti pada bulan Januari 2019, di makam Maulana Malik Ibrahim mencapai 63.818 pengunjung laki-laki dan 37.295 pengunjung perempuan. Bahkan, para pelajar untuk mengunjungi makam tersebut juga banyak. Pada bulan itu ada 4.663 siswa dan 5141 pengunjung siswi yang datang ke makam. “Kalau pengunjung dari

mancanegara ada empat laki-laki dan lima perempuan. Itu baru satu makam, belum terhitung pengunjung Makam Sunan Giri,” ujarnya. Jika pengunjung di Makam Sunan Giri untuk periode bulan yang sama ada sekitar 42.044 pengunjung laki-laki dan 63.066 dari perempuan. Untuk pengunjung golongan pelajar dan wisatawan mancanegara (wisman) di makam itu tidak ada. “Wisata bahari di Pulau Cina pada Januari 2019 hanya 64 pengunjung laki-laki dan 43 perempuan. Sedangkan Pulau Gili Barat hanya 31 pengunjung laki-laki dan 18 perempuan. Pulau Selayar 64 pengunjung laki-laki dan 41 perempuan,” terangnya. Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Siswadi Aprilianto menyampaikan, PAD sektor wisata selama Januari hingga September 2019 senilai Rp 1.231.100.000 dan diprediksikan akan bertambah. “PAD sektor pariwisata sebelumnya 2018 mencapai Rp 1.811.900.000,” kata Siswandi. (dri/har/mik)

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

AKP Wikha Pindah Tugas

Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Gresik berfoto dengan wisatawan mancanegara.


HUKUM & KRIMINAL

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Surabaya, Memorandum Trailer berpelat L 8283 UC bermuatan bawang menabrak pembatas jalan di Jalan Sukomanunggal, tepatnya di depan rumah nomor 168. Dugaan sementara rem trailer yang disopiri Roy mendadak lengket. Informasi yang dihimpun, kejadian pada Kamis (10/10) sekitar pukul 19.30, saat Hilma, penjaga konter HP yang ada di depan lokasi kejadian mendadak mendengar suara sangat keras.

Bahkan saking kerasnya, warga sekitar kaget dan semburat keluar untuk melihat apa gerangan yang sedang terjadi di jalan tersebut. “Keras suaranya mas. Tiba-tiba saya lihat sudah ada trailer di atas pembatas jalan,” kata Hilma. Menurut pengakuan Roy, sopir trailer seberat kurang lebih 40 ton yang disopirinya, ia hendak ke gudang Margomulyo untuk bongkar muat. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), mendadak remnya lengket

dan tidak bisa menguasai kemudi lalu banting stir ke kanan hingga menabrak pembatas jalan. “Waktu itu sampai traffic light. Saat lampu hijau, saya gas tapi keburu lampu merah, saya rem kok lengket sampai banting setir ke kanan,” kata Roy panik. Peristiwa ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalan itu macet. Sopir sempat sempat menghubungi pihak perusahaan dan dikerahkan trailer berpelat H 1971 FG, untuk mengevakuasi trailer yang menabrak pembatas jalan.

Karena terlalu berat, sehingga urung dilakukan. Beruntung datang satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi dan berhasil mengevakuasi trailer. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Terpisah, Kanitlaka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M Fakih melalui Katim Idik III Aiptu Daryono membenarkan kejadian tersebut. “Belum ada laporan masuk ke mako terkait kejadian itu,” jelas Daryono kepada Memorandum, Jumat (11/10). (rio/nov)

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Trailer Tabrak Pembatas Jalan Sukomanunggal

Trailer bermuatan bawang menabrak pembatas jalan di Sukomanunggal.

Darmawan Bantah Terlibat dan Darmawan (Partai Gerindra). Dengan didampingi penasihat hukumnya masing-masing, proses pelimpahan tahap dua tersebut tidak sampai 30 menit. Usai menjalani pemeriksaan administrasi, keduanya yang terseret bersama empat tersangka lain yaitu Binti Rochmah (Partai Golkar), Syaiful Aidy (PAN), Ratih Retnowati (Partai Demokrat), dan Dini Rijanti (Partai

Sambungan dari halaman 1

Demokrat), kembali ke Cabang Rutan Kelas 1 Surabaya di Kejati Jatim. Ditemui setelah pelimpahan tahap dua, Hasonangan Hutabarat, penasihat hukum Darmawan ini mengapresiasi kinerja Kejari Tanjung Perak yang sesuai dengan ketentuan yang ada. “Artinya dari pemeriksaan jaksa penuntut umum dan tersangka tidak ada kesulitan,” ujarnya ditemui Memorandum.

Tambahnya, apa yang disangkakan jaksa ini belum diakui oleh tersangka (Darmawan, red) terkait soal jasmas tersebut. “Apa yang disangkakan selama ini masih disanggah oleh Aden (Darmawan) dan menyatakan tidak benar. Kami akan buktikan dalam persidangan pokok perkara,” pungkas Hasonangan Hutabarat. Terpisah, Kasubsi Penyidikan Pidana Khusus M Fadhil menjelaskan

bahwa pihaknya akan membuktikan di pengadilan. “Jaksa beranggapan penyidik cukup bukti dengan dua alat bukti yang ada. Kalau penasihat hukum mengatakan mereka (tersangka, red) tidak bersalah itu prinsip asas praduga tidak bersalah,” tegas Fadhil. Untuk itu, tambah Fadhil, pihaknya segera melimpahkannya agar mendapatkan kepastian hukum. “Memang pada saat ini kami yakin

bahwa tersangka ini akan dibuktikan kesalahannya. Tapi semua hakim yang membuat keputusan,” tambahnya. Lanjut Fadhil, selama 20 hari ke depan kedua tersangka ini dititipkan ke Kejati Jatim. “Kami upayakan penahanan 20 hari sebelum selesai akan kami limpahkan berkasnya ke pengadilan. Kalau sekarang bukan lagi tahanan penyidik tetapi tahanan

jaksa,” beber Fadhil. Fadhil menjelaskan, proses pelimpahan tahapan dua tersebut bukannya cepat tetapi memang proses administrasi sudah siap dan tidak banyak hal yang dipersoalkan. “Memang proses ini hanya butuh 20 menit hingga 30 menit. Kami menanyakan kondisi kesehatan tersangka, dan selama penahanan apa ada persoalan,” pungkas Fadhil. (fer/nov)

Anggota Satpol PP Ketagihan SS Reskrim Polsek Wonokromo, usai memakai sabu di kos-kosan Jalan Dinoyo Sekolahan IV, Selasa (1/10) petang. Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti satu poket sabu seberat 0,34 gram, satu buah alat isap ( bong), satu pipet kaca, satu buah sekop dari sedotan, dan satu buah korek api. Bersama barang bukti tersebut, keduanya langsung digelandang ke mapolsek. “Kedua tersangka ini kami gerebek

Sambungan dari halaman 1

setelah mengonsumsi sabu. Saat itu masih dalam kondisi teler dan alat isap yang juga masih berada di lokasi,” kata Wakapolsek Wonokromo AKP Arief Soeharto, kemarin Jumat (11/11). Arif menjelaskan, penangkapan terhadap Dedy dan Bagus dilakukan setelah mendapat informasi jika keduanya kerap menggelar pesta sabu di rumah kos tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar.

Srikandi Paskot Bagikan Sembako... Sementara itu, Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto menuturkan, dalam kegiatan ini pihaknya membagikan sembako dari Polres Pasuruan Kota serta jajaran yang diwakili oleh Srikandi Paskot (polwan). Ditambahkan Endy, bantuan tersebut akan diberikan kepada seluruh anak-anak yatim panti asuhan Al Ikhlas. Hal itu merupakan bentuk simpatik dan kepedulian Polres Pasuruan Kota terhadap panti asuhan di wilayahnya. “Bantuan ini berasal dari kapolres, wakapolres, para kasat, kabag, kasubbag, serta seluruh anggota Polres Pasuruan Kota. Sumbangan ini dikumpulkan setelah apel pagi. Setelah terkumpul para Srikandi Paskot bergerak menuju kawasan yang notabene masih terdapat warga kurang

Mencari Cinta

Sambungan dari halaman 1

mampu dan juga panti asuhan,” beber Endy. Terpisah, ketua pengasuh panti asuhan Al Ikhlas mengucapkan terima kasih atas hadirnya dan kepedulian Kapolres Pasuruan Kota, yang diwakili Srikandi Paskot, yang berkenan hadir di panti asuhannya untuk memberikan sembako. Selain pemberian sembako kepada panti asuhan, tak lupa Srikandi Paskot memberi support kepada anak-anak panti agar terus semangat belajar untuk menggapai semua cita-citanya. “Dengan kegiatan ini, saya berharap pada Jumat Berkah yang dilakukan Polres Pasuruan Kota diwakili Srikandi Paskot, bisa memberikan semangat kepada anak-anak panti untuk meraih cita-citanya di kemudian hari,” pungkas Endy. (*/rul/nov)

Gelar Operasi Mantab Brata Semeru 2019 di Jalan Jakarta, Kalimas, Kalianak, Pabean Cantikan, dan Krembangan. Sasarannya adalah sepeda motor, mobil, dan truk yang dicurigai membawa barang-barang berbahaya, seperti sajam, bahan peledak, senpi, dan narkoba. Operasi juga digelar Polres Pelabuhan Tanjung Perak, di Jalan Kalimas Baru, sebelah timur Rumah Sakit (RS) Port Health Centre (PHC). Kegiatan itu dipimpin Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Tomi Subari dan Ipda Yahya, KBO Satsabhara selaku perwira pengendali (padal), beserta sejumlah personel gabungan satlantas, satsabhara, satintelkam dan satreskrim. Adapun target dari operasi yang dilaksanakan, yaitu kendaraan roda dan mobil box. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap kelengkapan surat-surat (SIM dan STNK). Pengecekan juga dilakukan di seluruh ba-

“Kami intai kedua tersangka ini sudah beberapa hari terakhir setelah mendapatkan informasi. Hingga pada awal Oktober, kami semakin intens melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan keduanya,” jelas dia. Di hadapan penyidik, Dedy mengaku bekerja sebagai tenaga honorer Satpol PP di lingkup Pemkot Surabaya. Sehari-hari, dia berdinas di kawasan Surabaya Selatan. Sedangkan temannya, Bagus, adalah pen-

Sambungan dari halaman 1

gian kendaraan untuk mengantisipasi adanya barang terlarang, seperti narkoba, senjata tajam, senpi, dan kemungkinan adanya bahan peledak. Menurut Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir kegiatan razia multi sasaran ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan operasi Mantab Brata 2019. “Tujuan dari razia ini adalah untuk menciptakan kondusifitas wilayah. Termasuk menciptakan rasa aman di masyarakat menjelang pelantikan presiden yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019 mendatang,” kata Faisol. Untuk hasil operasi, tidak ditemukan hal-hal negatif seperti barang-barang terlarang dan barang berbahaya. Pihaknya mendapati pengendara yang tidak melengkapi surat-surat sebanyak 43 pelanggar. “Mereka langsung diberikan sanksi tilang sesuai prosedur,” tegas Faisol. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1

Saat ini Tara pun banyak melakukan wawancara dengan media untuk mempromosikan film tersebut. Baru-baru ini wanita berusia 29 tahun itu melakukan wawancara dengan Candra Aditya yang tayang di Provoke-Online.com pada hari Rabu (9/10). Dalam wawancara tersebut, Tara menjelaskan tentang film perempuan Tanah Jahanam, bekerjasama lagi dengan Joko Anwar, hingga film apa yang berikutnya ingin dibintangi. Tara juga menjawab beberapa hal tentang kehidupan pribadinya. Tara sempat ditanya soal apakah dirinya

pernah mendapat rumor yang memalukan. Ia mengaku tak tahu tapi ada yang pernah bertanya apakah dirinya adalah seorang lesbian. “Buatku, cinta adalah cinta. Aku nggak bilang aku bukan lesbian. Tapi buatku cinta adalah cinta,” kata Tara. Tara juga tidak menolak kemungkinan kalau memang hal itu terjadi padanya. Ketika diberi pertanyaan lucu, bagaimana perasaannya jika Kristen Stewart, bintang Hollywood yang pecinta sesama jenis, Tara ternyata tak menolak. “Ya mau lah gue. Ya lah mau ngikut digiring ke mana juga,” pungkas Tara yang tak menolak ketika disebut sedang mencari cinta. (*/nov)

gangguran yang sehari-hari juga menggantungkan hidup dari dirinya. “Sudah delapan tahun ini pak jadi tenaga honorer Satpol PP di bagian lapangan. Saya makai (sabu, red) untuk tambah stamina saat bekerja saja. Awalnya ditawari teman hingga ketagihan. Ini sudah yang kelima kali,” aku Ambon.

Dari hasil pemeriksaan terungkap, tersangka mendapatkan barang haram itu dari seorang temannya berinisial AS, yang kini sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Satu poket sabu, Dedy harus merogoh kocek sebesar Rp 200 ribu. “Saya menyesal pak, karena kasus ini,” katanya.

Saat ini, petugas masih mengembangkan kasus tersebut dan berusaha mengungkap jaringan di atasnya, termasuk memburu pelaku yang selama ini menyuplai sabu kepada Dedy dan Bagus. “Akan kami kembangkan, mohon waktu,” pungkas Arief. Terpisah, ketika dikonfirmasi atas masalah tersebut,

Rumah Bratang Binangun Dilahap Api Ketika ditemui di lokasi, salah satu anak Kartini, Slamet Widodo membenarkan jika rumah yang terbakar itu milik ibunya. “Rumah itu milik ibu dan bukan kos-kosan sebab yang menempati beberapa kamar adalah kakak-kakak saya,” kata Slamet kepada Memorandum, kemarin. Lanjut Slamet, ia tidak tahu pasti penyebab kebakaran itu, sebab ia tidak tinggal di rumah tersebut. “Saya tidak tinggal di sini mas, jadi tidak tahu penyebab pastinya. Yang saya tahu kebakaran terjadi sekitar

Sambungan dari halaman 1

pukul 03.00,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan jika pihaknya menerjunkan 14 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi. ”Kita terjunkan cukup banyak agar apinya cepat padam sebab rumah yang terbakar berada di kawasan padat penduduk,” terang Dedik. Dedik menambahkan, dugaan sementara kebakaran itu berasal dari kompor yang ngebros ketika sedang memasak. “Dugaan

kebakaran akibat kompor yang sedang digunakan memasak tiba-tiba ngebros,” jelas Dedik. Lanjut Dedik, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.00, dilanjutkan dengan pembasahan hingga dipastikan tidak ada titik api lagi yang muncul sekitar pukul 05.30. “Rumah yang terbakar itu dipastikan kondusif sekitar pukul 05.30. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran yang menimpa rumah milik Kartini tersebut,” pungkas Dedik. (x-3/nov)

Pukuli Korban di Ujung Gang Penganiayaan yang dilakukan seorang pria itu diduga terjadi di Jalan Manukan Wetan. Salah satu akun FB yang mengunggah video rekaman CCTV penganiayaan itu adalah Nanang. Dalam postingannya, Nanang menyebut bila bocah yang dianiaya pria berambut gondrong itu merupakan keponakannya. Selain menyebarkan video itu, Nanang juga sudah melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Surabaya. Video berdurasi 1 menit 9 detik tersebut, terlihat seorang pria gondrong menggelandang bocah (korban, red) di gang kecil. Beberapa saat kemudian, pria tersebut memukuli sang bocah berkali-kali di dekat

Sambungan dari halaman 1 pohon yang ada di ujung gang. Selain pohon, ujung gang itu juga terdapat tembok tinggi. Aksi pria itu akhirnya berhenti saat dua orang menghampiri pelaku dan meredam amarahnya. Tidak berapa lama, pria gondrong tersebut nyelonong meninggalkan lokasi. Sedangkan bocah malang itu diantar pulang oleh dua pria tadi. Dari kolom komentar postingannya, Nanang juga mencantumkan foto wajah keponakannya yang menunjukkan luka akibat penganiayaan tersebut. Ia juga memposting proses pelaporan yang dilakukan keluarganya ke Polrestabes Surabaya. “Hanya gegara masalah dengan anak,” singkat Nanang

saat dikonfirmasi melalui HP-nya, kemarin Jumat (11/10). Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni membenarkan bila laporan itu sudah masuk ke Polrestabes Surabaya. Saat laporan masuk, timnya langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dan pelapor serta melakukan visum. “Laporan ini pasti kami tindaklanjuti. Selain itu kami sudah terjunkan anggota untuk mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari saksi-saksi,” tegas mantan Panitreskrim Polsek Wonokromo tersebut. (fdn/nov)

Usul Cari Saudara Kembar untuk Dipacari Bareng-Bareng mau pacaran dengan Aik, cowok itu harus mau membelikan sepatu baru untuk kami. Kembaran. Merek branded,” cerita Yeti, disambung tawa panjang. Terpingkal-pingkal. “Om Yuli tahu apa yang kemudian terjadi? Maaf, situ saya panggil Om. Suaranya seksi sih… Biar akrab,” kata Yeti, “Kami memang dibelikan sepatu kembar dengan merek ternama. Keren. Tapi (Yeti tertawa tanpa bisa ditahan) sepatu itu kabarnya dibeli di trotoar Praban. KW 21.” Yeti tahu sepatu itu dibeli cowok tadi jauh-jauh dari Mojokerto karena dibilangin teman sebangku si cowok yang sepupu Yeti. “Kami sudah seperti satu jiwa,” kata Yeti menegaskan kedekatannya dengan Aik. Lulus SMA, mereka mendaftar dan diterima di perguruan tinggi negeri yang sama di Surabaya. Jurusannya pun sama. Dari sinilah mulai muncul benih perpecahan di antara mereka. Semua berawal dari ide Yeti. “Saya merasa bahwa selama ini kami selalu punya

keinginan dan hobi yang sama. Dalam segala hal. Makanya saya mengusulkan ke Aik begini: agar kita tidak berselisih paham lagi, bagaimana kalau kita mencari pacar saudara kembar. Aku macari kakaknya, Aik adiknya. Adil kan?” kata Yeti. Meski tampak ragu, Aik akhirnya setuju. Ide yang muncul pada semester tiga itu ternyata tidak mudah diwujudkan. Hingga mereka duduk pada semester enam, tidak ada satu pun saudara kembar yang mereka temukan dan cocok. Aik mulai protes. Membantah keinginan Yeti. Aik berpendapat supaya masalah cowok ini diperkecualikan. Artinya, tidak usah dicarikan kembaran-kembaran. Alami saja. Mereka boleh memilih siapa saja tanpa harus ada campur tangan masing-masing pihak lain. Siapa saja di antara mereka yang mendapat pacar terlebih dulu, bahkan menikah, tidak boleh dilarang. Yeti ngambek. Lebih dari sebulan. Ujugujug dia menemui Aik dan menawarkan ide

Sambungan dari halaman 1 baru. Aik yang sebenarnya memang sudah kangen bertemu sahabatnya, Yeti, mendengarkan ide baru tadi dengan seksama. “Kita sudah seperti ini,” kata Yeti sambil menempelkan jari telunjuk dan jari tengah. Mepet. Erat sekali. “Kita adalah dua tubuh tapi satu jiwa,” lanjutnya “Maksudmu?” tanya Aik. “Kita cari satu cowok. Yang engkau cintai dan yang aku cintai. Lalu kita kawini bersama,” kata Yeti sambil menatap lekat-lekat mata sahabatnya. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih

Otak Dengkul Tanpa lithium ponsel kita bisa sebesar boks uangnya Iis Dahlia. Sebenarnya Prof Goodenough jauh lebih tua dari Whittingham. Ia lahir di Jerman tahun 1922. Prof Wittingham lahir di Inggris tahun 1941. Prof Whittingham lebih muda 19 tahun. Tapi Whittingham-lah yang menemukan fondasi baterai lithium. Dialah yang menemukan intercalation electrode. Yakni saat Whittingham melakukan riset di Oxford University. Hanya saja penemuan itu tidak pernah jadi kenyataan.Perusahaan energi Exxon pernah mencoba mewujudkannya. Di tahun 1971. Tapi proyek itu dihentikan di ujung jalan. Sebenarnya berhasil. Tapi dianggap tidak ekonomis. Dan tidak praktis. Itu karena materialnya harus sangat

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menegaskan jika Dedy Prasetyo bukan lagi anggota Satpol PP. Sebab, yang bersangkutan ternyata sudah lama dipecat. “Dia sudah dipecat. Makanya saya keberatan dengan pengakuan dan penggunaan nama Satpol PP karena itu institusi,” kata Irvan. (fdn/ udi/nov)

Sambungan dari halaman 1 khusus: titanium. Tidak fisibel. Tapi Prof Goodenough tidak pernah berhenti memikirkannya. Ia mengenal baik Whittingham. Ia mengakui kehebatan penemuan anak yang muda itu. Bahkan keduanya pernah menulis buku bersama. John Goodenough ingin sekali mendalami penemuan Whittingham. Ia pun pergi ke Oxford. Tenggelam di laboratorium Whittingham. Hampir sepuluh tahun kemudian Goodenough menemukan yang dicari: lithium cobalt oxide (LiCoO2). Itulah bahan baru untuk katoda dan anoda. Hak cipta penemuan itu dibeli oleh Asahi Kansei Coorporation. Tapi untuk mewujudkannya diperlukan waktu lebih 10 tahun lagi. Yakni setelah ilmuwan dari Meijo University direkrut Asahi Kansei Corporation.

Di bagian riset. Ilmuwan itulah yang menemukan cara memproduksi baterai lithium. Itulah ia: Akira Yoshino. Yoshino-lah yang bisa mewujudkan penemuan Prof Goodenough menjadi sebuah baterai ‘beneran’. Yakni baterai yang aman dan mudah dibawa-bawa. Aman dalam pengertian tidak mudah terbakar. Mudah dibawa karena wujudnya yang bisa mungil. Yoshino menggunakan bahan yang disebut polyacetylene. Bahan itu ditemukan oleh Hideki Shirakawa. Yakni polymer untuk electroconductive. Shirakawa kini sudah berumur 83 tahun. Ia menjadi guru besar di Zhejiang University, Hangzhou, Tiongkok. Penemuannya itulah yang membuat Shirakawa menerima hadiah Nobel. Juga di bidang kimia. Di tahun

2000. Biar pun tidak hafal nama-nama ilmuwan itu kita menikmati hasil pemikiran mereka. Tapi Prof Goodenough masih gelisah. Sejak lithium diwujudkan di tahun 1983 itu belum ada lagi terobosan baru. Belum ditemukan lagi baterai baru yang lebih revolusioner. Lithium sendiri sebenarnya mengalami kemajuan. Sedikit. Bisa menyimpan sedikit lebih banyak dan sedikit lebih cepat. Tapi kemajuan itu hanya ibarat orang naik tangga. Belum ada lift yang bisa dianggap loncatan. Itu yang membuat Prof Goodenough heran. Ilmu pengetahuan --di bidang itu-- seperti berhenti. Barulah empat tahun lalu ada lompatan jauh. Tapi yang membuat lompatan itu bukan orang lain. Prof. Goodenough sendiri. Di saat usianya 93 tahun.

Goodenough memperbaharui Goodenough. Empat tahun lalu Prof Goodenough menemukan bahan baru. Serba padat. Yang bisa membuat baterai lebih aman. Lebih murah. Dan kapasitasnya jauh lebih besar. Untuk penemuan barunya itu Prof Goodenough banyak dibantu guru besar wanita asal Spanyol: Prof Maria Helena Braga (Disway: Maria Goodenough). Penemuan itu akan mengubah peta energi. Indonesia akan paling diuntungkan. Kelemahan tenaga surya adalah: mataharinya hanya terbit di siang hari. Padahal listrik itu lebih banyak diperlukan malam hari. Kalau produksi listrik siang hari itu bisa disimpan untuk dipakai malam hari betapa hebatnya. Kemampuan baterai yang sekarang tidak memadai untuk itu.

Manfaat terbesarnya baru untuk ponsel dan laptop. Sedang untuk rumah tangga, tower telekomunikasi, dan industri belum terbantu. Umumnya kita masih akan menyaksikan perubahan besar itu nanti. Dua-tiga tahun lagi. Kita masih sempat memanfaatkannya. Tapi apakah Prof Goodenough sendiri masih sempat melihat kenyataan itu? Usianya kini sudah 97 tahun. Tapi ia masih sering mengatakan ‘akan sempat menyaksikannya’. Di usianya itu ia masih aktif di laboratorium Texas University. Masih membimbing doktor-doktor muda. Prof Goodenough tercatat sebagai ilmuwan tertua yang menerima Nobel. Ia seperti ingin membuktikan ini: otak itu beda dengan dengkul --kian dipakai kian cemerlang. (*)


MOJOKERTO-JOMBANG

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id „ EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

FOTO: MEMORANDUM/WAN

Pengedar Dobel L Mojowarno Keok Jombang, Memorandum Polsek Mojowarno meringkus seorang pengedar sediaan obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis dobel L, Kamis (10/10) pukul 23.30, di Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno. Tersangka Munif (37), warga setempat yang biasanya bekerja serabutan. Dari penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peredaran gelap pil setan. Diungkapkan Kapolsek Mojowarno AKP Yogas, sebelum berhasil meringkus tersangka, petugas terlebih dulu mengantongi Munif informasi dari masyarakat. Tentang bakal terjadinya transaksi, yang berlokasi di Dusun Sedah, Desa Japanan. “Menindak lanjuti informasi itu, petugas lalu bergerak untuk menelusuri lapangan. Hasilnya, satu tersangka berikut barang bukti berhasi kita amankan dari lokasi,” ungkapnya, Jumat (11/10). Setibanya di lokasi, lanjut kapolsek, informasi tadi terbukti kebenarannya. Diperkuat dengan adanya dua pria yang langsung menunjukkan gelagat mencurigakan begitu mengetahui kedatangan polisi. Yakin bahwa merekalah orang yang tengah melakukan jual beli pil setan, upaya penangkapan seketika dilakukan. “Dari tangan tersangka kita amankan pula sejumlah barang bukti. Berupa total 693 butir pil dobel L, uang Rp 50.000, serta satu bendel plastik klip,” lanjutnya. Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, baik tersangka maupun barang bukti dibawa ke Mapolsek Mojowarno. Setibanya di kantor polisi, Munif langsung dijebloskan ke balik jeruji besi ruang tahanan. Upaya itu dilakukan untuk membongkar jaringan okerbaya yang melibatkannya secara tuntas. “Tersangka kita jerat dengan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, dan denda paling banyak 1 miliar rupiah,” tegas Yogas. (wan/rif)

Tiga ABG Belajar Membegal Mojokerto, Memorandum Tim Resmob Polres Mojokerto berhasil menangkap komplotan begal yang beranggotakan empat orang, tiga di antaranya anak baru gede (ABG), Rabu (9/10) malam. Mereka Maulana Wahyu (18), MR (15), YRP (16), ketiganya asal Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, dan MKS (17), asal Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kasubbag Humas Polres Mojokerto Ipda Teguh Kariyadi mengungkapkan, penangkapan bermula saat komplotan ini mem-

begal Mustofa Arif (21), warga Desa Cembor, KecamatanTrawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (8/10) malam. Saat kejadian, kor-

ban yang mengendarai sepeda motor Honda GL Max W 6032 WY, melintas di jembatan jurang Gembolo Desa Cembor. “Saat melintas, rantai motor korban terlepas. Mendapati kondisi itu, korban mencoba memperbaiki,” ungkapnya, Jumat (11/10). Rampung membetulkan rantai motor, korban berniat melanjutkan perjalanan. Namun belum juga Arif bergeser, komplotan tersangka datang menghampiri. Tidak cukup di situ, para tersangka

langsung menodongkan senjata tajam berupa pisau. Karena ketakutan, korban langsung lari meninggalkan motornya yang kemudian dibawa kabur keempat tersangka.“Korban lalu minta pertolongan warga untuk mengejar tersangka ke arah Pungging dan Trawas. Tapi karena tidak mendapatkan hasil, korban lalu melaporkan kejadian ke PolsekTrawas,” sambung kasubbag humas. Polisi yang langsung bergerak setelah mendapat laporan korban,

mendapati petunjuk yang mengarah pada lokasi pasti komplotan begal. Tak mau buruannya lolos, upaya pengejaran dan penangkapan seketika dilakukan. Selain tersangka, petugas turut pula mengamankan barang bukti berupa motor korban yang sudah dijagal alias dipreteli. “Kesemua tersangka kita kenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Kariyadi. (no/rif)

Semua Komisi DPRD Kunjungan Kerja Serap Pengetahuan dan Pengalaman Daerah Lain Jombang, Memorandum Seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jombang mengikuti kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah. Kunker ini sebelumnya disusun badan musyawarah (Banmus). Keterangan dari Sekretaris DPRD Jombang menyebutkan, komisi A DPRD melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus. Kunker ini berkaitan dengan pelaksaanaan pilkades serentak yang Jombang nantinya akan digelar pada November mendatang. ”Untuk kunjugan kerja kemarin kita membahas terkait dengan pilkades serentak,” ujar Arif Sutikno, Wakil Ketua DPRD Jombang kemarin. Menurutnya, di daerah lain juga banyak permasalahan terkait pelaksanaan pilkades serentak, salah satunya yakni calon lebih dari lima. ”Memang di Jombang sendiri belum terjadi masalah seperti ini. Sehingga, semakin banyaknya belajar di daerah lain diharapkan kedepan bisa mencari solusi terbaik terkait pilkades serentak,” ungkapnya. Dengan begitu, pelaksanaan pilkades serentak di Jombang tidak menimbulkan permasalahan. ”Kami juga berencana konsultasi dengan Kemendagri, terkait pilkades serentak ini,” tegasnya. Untuk Komisi B DPRD Jombang melakukan kunker Jakarta, di Kementrian pertanian terkait optimalisasi Gapoktan dan Poktan, serta ke Kemendagri tentang BUMD dan Perusda berkaitan dengan Revitalisasi BUMD. ”Kami saat ini sedang membahas terkait Raperda PD (Perusahan Daerah) menjadi Perumda,” ujar Sunardi, ketua Komisi B DPRD Jombang kemarin. Dirinya menambahkan, untuk BUMD di Jombang masih belum

Kunjungan Komisi A DPRD Jombang ke Demak.

Kunjungan Komisi B DPRD Jombang ke Jakarta.

Kunjungan Komisi C DPRD Jombang ke Semarang Kota.

Kunjungan Komisi D DPRD Jombang ke Kota Magelang.

optimal, dikarenakan dengan permodalan maupun sumber daya yang ada. ”Namun yang paling utama adalah untuk pelayanan pada masyarakat agar bisa lebih optimal lagi kedepannya,” terangnya. Karena itu perlu adanya terobosan yang nyata dalam upaya optimalisasi BUMD. ”Sehingga bisa meningkatkan PAD dan pelayanan masyarakat bisa optimal kedepannya,” pungkas Sunardi. Komisi C DPRD Jombang melakukan kunjungan kerja ke

pembangunan di Jombang. Sehingga pembangunan bisa lebih optimal lagi kedepannya. Selain itu Pemkab juga lebih tegas apabila mengetahui pembangunan yang lelet. ”Jadi agar pembangunan lebih maksimal semua harus melakukan pengawasan,” tegas Choirul. Sedangkan untuk Komisi D DPRD Jombang melakukan kunker ke Kota Magelang, Jawa Tengah terkait dengan upaya optimalisasi sektor pariwisata daerah guna

FOTO: MEMORANDUM/ADV

FOTO: MEMORANDUM/NO

Mojokerto, Memorandum Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Suliestyawati resmi dijadikan tersangka dalam kasus proyek irigasi air tanah dangkal atau DAK (dana alokasi khusus) Pertanian 2016. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mojokerto Rudy Hartono mengatakan, penetapan tersangka Rudy Hartono sudah ditetapkan sejak Kamis (10/10) kemarin. “Pada Kamis (10/10/) kemarin kita melakukan pertemuan internal untuk meningkatkan status S, selaku PPK, kepala dinas pertanian Kabupaten Mojokerto sebagai tersangka pembangunan irigasi dangkal atau dana alokasi khusus (DAK) pada 2016,” ungkap Hartono saat mengelar konferensi pers di Kantor Kejaksaan Kabupaten Mojokerto, Jalan Raya Basuni, Jumat (11/10). Setelah melalui proses penyelidikan hingga meningkatkan ke penyidikan, akhirnya ditemukan perbuatan melawan hukum dalam proyek irigasi air tanah dangkal Pertanian tahun 2016.  “Dengan pagu anggaran Rp 4,18 miliar, realisasi kontrak Rp 3,9 miliar dalam pelaksanaan yang terealisasi sebesar Rp 2,8 miliar,” tuturnya.  Di antaranya, mantan kepala dinas pertanian ini, yang juga selaku PPK dengan sengaja mengendalikan tidak secara hukum. Dalam pelaksanaan juga tak mampu melakukan semuanya. “Dari 36 titik hanya 48,57 persen saja yang mampu dilaksanakan.”tambahnya. Sebelumnya, lanjut Hartono, penyidik juga melakukan konservasi dan cek lapangan satu persatu pada setiap proyek dinas pertanian bersama tim laboratorium dari teknik sipil institusi teknologi malang. Di sana penyidik menemukan adanya selisih kekuragan volume pekerjaan sebesar Rp 5,19 juta. Dari hasil tersebut, pada hari Kamis, penyidik melakukan ekspos internal antara peyidik terkait pembangunan sumur dangkal pada dinas pertanian. Dalam ekspos tersebut diambil kesimpulan saudari S yang paling patut untuk dimintai pertangungjawaban secara pidana. “Saudara S ini tidak berkejara sendirian. Penyidik akan kita suruh untuk mendalami siap yang turut serta dan yang mendampingi S ini,” tandasnya.(no/rif)

Semarang Kota dan ke Kabupaten Ungaran terkait dengan implementasi tugas dan fungsi DPRD dalam rangka mendorong inovasi pemerintah daerah guna optimalisasi dan percepatan infrasrtuktur daerah. ”Kita melihat pembangunan di Kabupaten Jombang masih kurang maksimal juga,” ujar Choirul Anam, ketua komisi C DPRD Jombang kemarin. Dirinya menambahkan, untuk itu pemerintah daerah harus melakukan evaluasi terkait dengan

peningkatan pendapatan asli daerah. ”Karena pengelolaan pariwisata di Kabupaten Jombang juga masih belum maskimal,” ungkap Erna Kuswati, ketua Komisi D DPRD Jombang. Untuk itu, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Pemkab terkait pengelolaan pariwisata di Jombang. ”Dengan optimalnya pengelolaan pariwisata di Jombang tentu akan meningkatkan PAD di Jombang,” pungkasnya. (adv/wan/rif)

Pengelolaan Keuangan Negara Terbaik

Polres Jombang Terima Reward KPPN Mojokerto Jombang, Memorandum Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Mojokerto memberikan penghargaan kepada Polres Jombang, Kamis (10/10). Reward diberikan dalam kategori satuan kerja terbaik dalam dalam rangka pengelolaan keuangan negara terbaik. Tidak tanggung-tanggung dengan Pagu di atas Rp 20 miliar, Polres Jombang akhirnya diberikan fasilitas tanpa antre dalam pengajuan SPM (surat perintah membayar).

SPM sendiri merupakan dokumen yang diterbitkan oleh pengguna anggaran (PA) atau kuasa pengguna anggaran (KPA) atau pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) atau dokumen lain yang dipersamakan. Dalam prosesnya, menggunakan aplikasi SPM yang dikembangkan oleh Direktorat Sistem Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan. SPM berlaku sebagai surat perintah kepada KPPN

sebagai Kuasa BUN di daerah untuk mencairkan dana APBN. Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludinTambunan mengungkapkan, penghargaan yang diperoleh Polres Jombang akan terus menjadi motivasi. Utamanya bagi Polres Jombang, untuk terus mempergunakan anggaran negara sebaik mungkin. “Capaian tersebut didapat oleh Polres Jombang selama triwulan I, II, dan III. Dengan nilai IKPA 99,65, dengan Pagu di atas Rp 20 miliar,” ujarnya, Jumat (11/10).

FOTO: MEMORANDUM/ADV

Mantan Kadispertan Jadi Tersangka

Penyerahan reward untuk Polres Jombang di Kantor KPPN Mojokerto.

Menurut Boby, pencapaian dan prestasi tadi didapat, tentunya berkat kerja sama dan dukungan dari seluruh jajaran Polres Jombang. Melalui reward itu pula, mantan kapolres Bangkalan itu berharap agar dapat dijadikan dorongan kepada seluruh jajaran,

untuk terus mendorong terwujudnya pengelolaan keuangan yang akuntabel. “Terima kasih kepada semua pihak atas capaian ini, dan mari bersama untuk mempertahakan capaian ini dan semoga tahun dapat kita raih kembali,”pungkas Boby. (adv/wan/rif)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 13

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Wujudkan 9 Bhakti untuk Memuliakan Masyarakat Jatim Memuliakan masyarakat Jawa Timur menjadi tekat kuat Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama wakilnya Emil Elestianto Dardak. Dengan 9 program unggulannya atau yang populer dengan sebutan Nawa Bhakti Satya, di usia pemprov Jatim ke 74 ini, Khofifah-Emil ingin menjadikan masyarakat Jatim maju dan sejahtera. Nawa Bhakti Satya adalah sembilan program yang dibuat untuk memberikan bakti pada Jawa Timur. Secara harfiah, Nawa sendiri adalah mulia. Sementara Bhakti adalah membaktikan dedikasi dan energi positif. Serta Satya adalah sembilan. Gubernur ingin bersinergi membangun partnership, membangun Jawa Timur mulai di mata masyarakat, bangsa, dan mulia di hadapan Yang Maha Kuasa. “Karena itu ada sembilan item yang ingin kita jadikan sebagai ruh. Bagaimana kita menyiapkan seluruh hal terkait untuk memuliakan masyarakat Jatim,” papar Gubernur Khofifah. Lebih lanjut disampaikan oleh gubernur perempuan pertama di Jatim ini, orang itu mulia kalau dia punya income, dia tidak menganggur, hidupnya sejahtera, tidak hidup serba kekurangan. “Jadi kalau orang itu mulia punya akses terhadap layanan pendidikan, akses layanan kesehatan, sehingga tidak ada orang membuly,” jelasnya. Penjabaran Nawa Bhakti Satya itu

sendiri bisa dilihat dari yang pertama, yakni Jatim Sejahtera hingga yang ke sembilan Jatim Harmoni. Ini sangat terkait dengan kearifan lokal. “Jadi bagaimana kita tumbuhkan saling menghargai di antara keberagaman, keberbedaan, kebhinekaan, stratifikasi sosial ini juga menjadi penting,” ungkapnya. Dalam kesempatan ini, diungkapkan oleh Khofifah bahwa P-APBD Jatim 2019 masih merupakan kelanjutan dari dari RPJMD 2014-2019 atau pemerintah sebelumnya. Namun sebagian sudah ada improve dari RPJMD Jatim 2019-2024 sehingga pihaknya akan menggunakan indeks kinerja utama (IKU) yang jumlahnya ada 11 item. Sebaliknya dalam KUA-PPAS APBD Jatim 2020, kata Khofifah sudah sepenuhnya menggunakan RPJMD 2019-2024. Karena itu dalam program pembangunan satu tahun ke depan pasti akan ditemukan program seperti OPOP (One Pesentren One

Produk) meskipun anggarannya tidak terlalu signifikan karena baru tahun pertama. S e l a i n O P O P, menurut Khofifah Indar Parawansa, program Nawa Bhakti Satya lainnya juga akan dimasukkan dalam RAPBD Jatim 2020. Di antaranya Millenial Job Center (MJC), East Java Super Coridor (EJSC), kemudian Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Masyarakatnya Sejahtera) yang titik-titiknya juga sudah detail.  Di sisi lain terkait angka stunting yang masih tinggi di Jatim, Khofifah mengaku akan berusaha keras, bahkan menjadikan penanganan stunting menjadi prioritas underline selain masalah pendidikan dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). (yok)

OPOP Wujudkan Produk Unggulan Pesantren

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi

Bersama Sejahterakan Rakyat BACA DI HALAMAN 14

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak hadir dalam peluncuran One Pesantren One Product (OPOP).

SALAH satu program unggulan Gubernur Khofifah Indar Parawansa adalah konsep One Pesantren One Product (OPOP). Di sini disebutkan ada tiga pilar, di antaranya santripreneur (santri), pesantrenpreneur (koperasi), dan sosiopreneur (alumni dan masyarakat). Ketiganya bersinergi mewujudkan Produk Unggulan Pesantren. Untuk mengimplementasikan desain OPOP tersebut dibutuhkan komitmen OPD terkait, diantaranya Dinas Pendidikan (Santripreneur), Dinas Koperasi (Pesantrenpreneur), dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Sosiopreneur). Santripreneur lebih kepada pemberdayaan santri. Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan berwirausaha sejak menjadi santri. Sehingga saat keluar dari pesantren, santri mampu mandiri dalam berwirausaha. Santri tidak selamanya berada di pesantren, akan ada masa dimana santri harus mandiri dan keluar dari pesantren. Sehingga produk yang dicetuskan dan dihasilkan oleh santri ketika masih berstatus sebagai santri pada akhirnya ada dua kemungkinan. Pertama, produk tersebut diteruskan oleh pesantren melalui entitas koperasi pondok pesantren. Kedua produk tersebut diteruskan sendiri oleh

santri (alumni) dengan melibatkan masyarakat sekitar, yang kemudian menyebutnya Sosiopreneur. Adapun pilar kedua, pesantrenpreneur merupakan pemberdayaan entitas mandiri di dalam lingkup pesantren. Entitas tersebut adalah Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren). Entitas inilah yang fokus mengembangkan produk unggulan pesantren yang dikembangkan berdasarkan potensi yang ada di pesantren. Terdapat 5 penguatan dalam program Pesantrenpreneur, yakni penguatan kelembagaan koppontren, penguatan SDM koppontren, penguatan produksi koppontren, penguatan pemasaran produk koppontren dan penguatan akses pembiayaan koppontren. Targetnya adalah, minimal satu Koppontren, satu produk Unggulan Pesantren. Di dalamnya ada konsep Communal Branding Produk Pesantren. Pilar ketiga (Sosiopreneur) merupakan upaya untuk meningkatkan gairah berwirausaha bagi para alumni pesantren.  Saat ini terdapat banyak alumni pesantren yang berbisnis, namun belum terpetakan dengan baik. “Melalui program ini, bagi alumni yang memilih usaha perdagangan misalnya, dapat menjual produk unggulan pesantren,” kata Direktur OPOP Training Center Universitas NU Surabaya (Unusa), Mohammad Ghofirin. (yok)

Empat Tokoh Terima Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya

Kapolda Jawa Timur Irjenpol Drs Luki Hermawan MSi

Bersinergi Jogo Jatim BACA DI HALAMAN 15

PERINGATAN Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 74 berbeda dengan sebelumnya. Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memberikan penghargaan kehormatan lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada empat tokoh yang mendedikasikan dirinya membangun Jatim. Empat tokoh yang akan menerima penghargaan kehormatan, yakni Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Kajati Jatim dan Panglima Armada II. Penghargaan kehormatan kepada empat tokoh ini, akan diberikan pada upacara Hari Jadi Provinsi Jatim ke-74 di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (12/10) pagi ini. “Pemberian penghargaan empat tokoh itu merupakan inisiatif Gubernur Jatim agar menjadi momentum berbeda dan berkesan saat melaksanakan upacara Hari Jadi Pemprov Jatim ke-74. Beliaubeliau sudah memberikan banyak

sumbangsih pengabdian bagi Jatim,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Aries Agung Paewai. Diakui, perayaan Hari Jadi Provinsi Jatim tahun ini ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain pemberian penghargaan empat tokoh, juga digelar rangkaian acara menarik lainnya. Seperti, menggelar operasi katarak bagi masyarakat, dan berziarah ke makam Gubernur Jatim Pertama di Magetan. Selain itu, pemprov Jatim akan menggelar hiburan rakyat dan kuliner gratis pada Minggu 13 Oktober. Pada pesta rakyat ini, disiapkan 50.000 porsi makanan untuk diberikan kepada masyarakat tanpa dipungut biaya apapun alias gratis. Hanya saja, pelaksanaan kegiatan ini lebih tertib dari pesta rakyat sebelumnya yang digelar di depan Grahadi. “Agar keamanan dan kenya-

Khofifah bersama para tokoh penerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya.

manan tetap terjaga dan tidak terjadi rebutan makanan, pihak panitia akan memeriksa setiap pengunjung. Tidak boleh ada yang membawa alkohol dan senjata tajam. Baru kemudian diberikan 3 gelang berbeda warna untuk

mendapatkan konsumsi gratis,” jelasnya. Masyarakat yang mengunjungi lokasi acara akan dihibur artis-artis ternama, seperti Tompi, Kla Project dan God Bless, serta video mapping mengenai sejarah gedung

Grahadi. Selama rangkaian acara berlangsung, Pemprov Jatim dan Polda Jatim akan memberlakukan buka tutup arus lalu lintas. “Mulai tanggal 12 sampai 13 kita akan buka tutup, sifatnya tidak tutup total. Yang ada informasi tutup total mulai tanggal 11 sampai dengan 13 itu tidak. Masyarakat juga diimbau untuk mengetahui jam buka tutup arus lintas selama acara perayaan hari jadi Pemprov Jatim ke-74 berlangsung,” tuturnya. Pada 12 Oktober, penutupan jalan dilakukan pada jam 07.00 – 10.00, karena ada upacara, dan dibuka lagi pada jam 11.00 hingga 18.00. Selanjutnya jam 19.00 sampai 12 malam ditutup kembali karena pemasangan properti acara. Selanjutnya, pada 13 Oktober Jalan Gubernur Suryo dibuka lagi sampai jam 12.00, dan ditutup total selama acara hiburan rakyat dan kuliner gratis selesai digelar. (yok)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 14

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi

Bersama Sejahterakan Rakyat Tentara Nasional Indon Indonesia (TNI) selain memiliki tugas pokok melindungi kedaulatan dan keu keutuhan negara melalui Operasi Militer Perang (OMP), juga memiliki tu tugas lain, yaitu Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sedangkan di Kodam V/Brawijaya, banyak kegiatan OMSP, salah satunya T TNI Manunggal Membangan Desa (TMMD).

kan perekonomian suatu wilayah,” lanjut Wisnoe. Selain pembangunan infrastruktur, dalam TMMD yang setahun bisa terlaksana dua kali ini juga ada program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sedangkan sasarannya yakni rumah warga menjadi layak dan sehat. Bahkan dengan TMMD, akan banyak anggaran yang tersisa dari perencanaan, sehingga perbaikannya bisa semakin luas. “Anggaran bisa dimaksimalkan untuk pembangunan bukan untuk biaya pekerjaan,” tambah dia. Masih menurut Wisnoe, bila pem-

bangunan secara umum di Jatim sangat cepat berkembang. Begitu juga dengan pelayanan-pelayanan pemerintah pada masyarakat yang semakin mudah. “Dalam pelayanan, kita bisa melihat bila lebih mudah karena semuanya jaringan terhubung. Inovasi-inovasi terus dilakukan, dan teknologi yang digunakan Dalam p pelaksanaan- nya dari pemprov,” ujar Pangdam V/Brawiseiring dengan perkembangan zaman,” nya, kodam tidak sen- jaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi. lanjut jenderal asal Surabaya ini. dirian me melainkan berSedangkan untuk memperkuat ponDengan adanya sinergitas dalam sama Pem Pemprov Jatim. pembangunan ini, banyak manfaat yang dasi generasi muda, ketika momen per“Kami m mempunyai akan dirasakan oleh rakyat. Karena dalam ingatan Hari Pendidikan (Hardiknas) peren perencanaan dan TMMD tersebut sasarannya yakni pemtahun ini, Pemprov Jawa Timur juga tena tenaga, sedang- bangunan infrastruktur. “Dengan sarana melakukan penandatanganan Memorand kan n anggaran anggaran- yang baik, tentu saja akan meningkat meningkatdum of Understanding (MoU) d dengan Kodam V/Brawijaya. D Dalam kesepakatan tersebut u untuk menyiapkan sekolah ungg gulan SMA 5 Kota Kediri menjadi S SMA Negeri Brawijaya. Sebab den ngan kolaborasi antara akdemik d dan kedisiplinan akan membuat ssuatu bangsa akan lebih maju. “Memang kolaborasi akad demik dengan kemudian disipllin membuat overtime jangka p panjang bangsa itu akan lebih cepat maju. Contohnya Korea Selatan, Singapura, dan negaranegara maju Amerika-Eropa dulu sudah memulai,” jelas Wisnoe. Dalam pola kepemimpinan masih menurut Wisnoe, bila Khofifah tidak perlu diragukan. Karena sudah banyak pengalaman yang didapat dalam masalah pemerintahan. Sedangkan yang membuat jenderal bintang dua ini salut, ketika memberikan sambutan Khofifah jarang menggunakan teks yang dibuat protokoler. “Beliau cukup melihat sepintas, dan kemudian dengan lancarnya menyampaikan dan hebatnya pesan yang gdam V/ disampaikan sesuai dengan ber Daya Manusia (SDM) Pan Sum s lita Kua an kat ing ing (MoU) tentang Pen and erst Und yang diharapkan,” ungkap of . nsa dum awa ran Par mo ar Penandatanganan Me ur Jatim Khofifah Ind Prasetja Boedi dan Gubern Wisnoe. (tyo/yok) noe Wis R TNI jen May ya wija Bra


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

Kapolda Jatim Irjenpol Drs Luki Hermawan MSi

Bersinergi Jogo Jatim Kondusifitas yang selama ini terjadi di Jatim menurut Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan merupakan jerih payah seluruh pihak, termasuk pemerintah provinsi. Dengan kondisi yang aman dan nyaman, tentu saja pembangunan di Jatim akan terus berkembang dan masyarakat sejahtera. “Kami selalu bersinergi bersamasama untuk jogo Jatim,” ujar Luki. Berbagai program kamtibmas sering dikemas dengan melibatkan tiga pilar, dalam hal ini TNI, Polri, dan pemerintah. Seperti halnya cangkrukan, mulai dari polda, polres, hingga polsek juga terlaksana. Kemesraan tidak hanya tingkat pimpinan, namun hingga tingkat paling bawah yakni bhabinkamtibmas. “Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak kami, karena setiap harinya langsung bersinggungan dengan masyarakat serta berkoodinasi dengan instansi terkait untuk keamanan wilayah,” lanjut Luki. Sedangkan untuk koordinasi selama ini, menurut Luki pihaknya tidak pernah menemui kendala. Bahkan permasalahan yang terjadi di Jatim bisa segera terselesaikan, karena kecepatan respons Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam mengambil sikap.

Seperti halnya ketika kerusuhan di Madura hingga terbakarnya Mapolsek Tambelangan, Khofifah dengan cepat memerintahkan bupati untuk segera mengumpulkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selanjutnya melakukan koordinasi agar membantu meredakan situasi. Hasilnya, tidak membutuhkan waktu lama semuanya kembali normal, dan tidak sampai menjalar ke wilayah lain. Masih menurut Luki, bila Khofifah dalam memimpin Jatim sangat bagus. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman dalam pemerintahan yang dimiliki mantan Menteri Sosial ini. “Beliau sosok dan figur yang hebat dan tidak pernah ragu ketika mengambil keputusan,” tegas Luki. Luki menambahkan bila Khofifah juga mendapat penghargaan berupa pin emas dari Kapolri Jenderal Polisi

Tito Karnavian. Pin ini sebagai wujud penghargaan pada Khofifah dalam membangun Sekolah Bhayangkara di Madiun. Penghargaan tersebut masih menurut Luki atas penyelenggaraan negara baik

di tingkat lokal, provinsi, ataupun nasional. “Sinergitas ini harus kita jaga, kita kembangkan, kita perkuat. Kita besar karena kita bersama, kita besar karena kita bersatu,” pungkas Luki. (tyo/yok)

Kapolda Jatim Irjenpol Drs Luki Hermawan menyematkan pin emas dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan berkumpul dengan para ulama di Hotel Bumi.

HALAMAN 15


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

ESDM Kawal Program CETTAR

Targetkan Sambungan Listrik Warga Miskin Tuntas 2021 Penyambungan listrik gratis warga miskin di berbagai wilayah terpencil Jawa Timur terus dikebut Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Pada 2021, ESDM menarget sambungan listrik untuk warga miskin tuntas. KEPALA Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Setiajit mengatakan, Pemprov Jawa Timur akan berupaya membantu warga miskin untuk mendapatkan sambungan listrik gratis. Upaya itu dikawal dengan kekuatan APBD Jawa Timur dan APBN. “Pada 2019 ini, sambungan listrik untuk keluarga miskin sudah mencapai 97,8 persen,” terang Setiajit. Memenuhi target 100 persen program Rasio Elektrifikasi akan diselesaikan pada 2021. Di antaranya pemasangan sambungin listrik untuk warga miskin di kepulauan Madura, seperti pulau Raas, Pulau Giliuqng, serta Pulau Mandangin. “Tinggal pemasangan di Pulau Masalembu. Di Kepulauan Madura, sudah terpasang 107.500 sambungan,” terang dia. Menunjang program CETTAR, lanjut Setiajit, Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah memerintahkan Dinas ESDM dan stakeholder membantu kebutuhan listrik masyarakat miskin sehingga bisa digunakan sebagai usaha mikro. Pembangunan transmisi jaringan listrik ini, sambung gubernur, dilakukan di seluruh wilayah Jawa

Timur. Terutama di wilayah terpencil atau daerah kepulauan di Jatim yang belum tersentuh aliran listrik. Salah satunya menyebut membangun pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), pembangkit listrik tenaga surya, serta (PLTS), dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB). Data terbaru diperlukan agar calon penerima hibah sesuai dengan target yaitu rumah tangga miskin sesuai program subsidi tepat sasaran. Serta, untuk meningkatkan taraf hidup rumah tangga miskin, dan menaikkan elektrifikasi nasional. Penyambungan listrik gratis difokuskan di sejumlah Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Bojonegoro, Trenggalek, dan Pacitan. Total penerima 965 KK Rumah Tangga Miskin (RTM) untuk tahun ini, dan untuk tahun ke depan, akan ditingkatkan lagi jumlah penerima hibah instalasi rumah dan sambungan rumah menjadi 10.000 RTM. Di kepulauan Madura, ESDM Jawa Timur juga membangun 1.367 unit listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE). Disampaikan Setiajid pembangunan

Gubernur Khofifah bersama Kepala Dinas ESDM Setiajit mengunjungi salah satu rumah warga.

infrastruktur listrik di kepulauan Madura sebagai salah satu upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Jatim yang masih sekitar 98%. Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Setiajit mengatakan, tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran untuk sambungan dan instalasi listrik bagi 15.000 rumah tangga miskin di Jatim. “Selain itu, kita juga bangun LTHSE terutama di wilayah kepulauan Madura, juga termasuk (PLTD oleh PLN di 6 pulau terpencil karena di sana rasio elektrifikasinya masih rendah,” kata dia.

Ada pun satu unit LTSHE ini memiliki kapasitas 60 watt yang harganya sekitar Rp 4 juta-Rp 8 juta/unit. Listrik bertenaga matahari ini juga menggunakan baterai yang diperkirakan memiliki usia 2,5 tahun sehingga warga penerima bantuan LTSHE ini perlu menabung sedikitnya Rp1.000/hari. “Upaya ini penting karena dengan listrik masyarakat bisa melakukan usaha apa pun bahkan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dibutuhkan listrik, yang terjadi di pulau-pulau belum ada listrik itu

jam 7 malam mereka sudah tidur tidak bisa belajar atau mengaji,” terang dia. Berdasarkan basis data terpadu tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K), jumlah RTM di Madura yang belum teraliri listrik sebanyak 107.518 RTM, yang terdiri atas Sampang 40.354 RTM, Pamekasan 26.139 RTM, Bangkalan 25.687 RTM, dan Sumenep 15.338 RTM. Sementara di Kabupaten Bojonegoro, lanjut Setiajit, ada sebanyak 95 miskin yang tersebar di Kecamatan Kasiman dan Kecamat-

an Kanor mendapatkan bantuan instalasi rumah (IR) atau sambungan rumah (SR) berupa tiga titik lampu dan satu stop kontak. “Diharapkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota dengan memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat atau pokmas untuk dapat mengirimkan proposal bantuan listrik gratis kepada Gubernur Jawa Timur,” harap Setiajit. Pembangunan instalasi jaringan listrik yang dianggap sebagai daerah terpencil Madiun, di antaranya di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, serta Desa Durenan dan Tawangrejo, Kecamatan Gemarang. “Dirjen Ketenagalistrikan bersedia membantu pemasangan listrik gratis tersebut dari dana APBN. Sehingga, diharapkan target tersebut selesai lebih cepat,” kata dia. Selain itu, ESDM juga mengawal sambungan rumah keluarga miskin melalui CSR bersama PLN untuk ikut mengawal. “Banyak CSR yang digunakan untuk itu,” tegas dia. Selain itu untuk kebutuhan program Rasio Elektrifikasi 2019 ini, Pemprov Jatim melalui Dinas ESDM mendapat kebutuhan anggaran dari APBD 2019 sebesar Rp 3,7 miliar, dan Perubahan APBD 2019 ditambah 10,24 miliar. “Negara harus ikut hadir membantu kebutuhan masyarakat,” tegas Setiajid. (day/hs/asw)

Gubernur Khofifah didampingi Kadis ESDM Setiajit dalam kegiatan di Bojonegoro.

Misari Percepat Proses Pelayanan Publik

Gubernur Khofifah didampingi Wagub Emil memberikan piala kepada elemen masyarakat yang berprestasi.

DINAS Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim menunjukkan alat canggih uji mineral satu hari (Misari). Alat yang bisa mengukur kadar mineral, baik yang ada di dalam berbagai batuan berupa emas, tembaga, intan, perak dan lain sebagainya ditunjukkan dalam pameran Jatim Fair 2019. “Jika dulu kita melayani pengujian minimal 10 hari, dan harus ke lokasi langsung, maka sekarang hanya perlu satu hari saja dan sampel mineral bisa dibawa ke lokasi pengujian,” kata Kepala Dinas ESDM Jatim Setiajit kepada wartawan di Grand City Surabaya, Selasa (8/10). Menurut Setiajit, Misari merupakan salah satu bentuk inovasi pelayanan untuk mempercepat proses pelayanan publik yang efektif dan efisien kepada masyarakat terkait dengan uji mineral (logam, nonlogam dan batuan) dengan menggunakan teknologi X-Ray Fluoroscence (X-RF). “Sistem kerja alat X-RF dapat dilakukan di

laboratorium maupun di luar laboratorium (lapangan), yaitu dengan menggunakan sinar-x yang ditembakkan ke dalam inti atom dari material/mineral, sehingga terdefraksi menjadi sejumlah gelombang cahaya yang akan diterima oleh detektor dan hasilnya akan muncul pada layar monitor dalam bentuk kuantitas,” papar Setiajit. Mineral merupakan senyawa anorganik yang terbentuk di alam yang memiliki sifat fisika dan kimia tertentu serta susunan kristalnya teratur atau gabungannya membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas maupun pedu (kompak). “Pelayanan uji mineral dengan teknologi XRF ini hanya membutuhkan waktu 1 (satu) hari dan jumlah parameter uji sampai 48 elemen, yaitu: MgO, Al2O3, SiO2, P2O5, S, Cl, Na2O, K2O, CaO, TiO2, V, Cr, MnO, Fe2O3, Co, Ni, Cu, Zn, Ga, As, Se, Rb, Sr, Y, Zr, Nb, Mo, Rh, Pd, Ag, Cd, In, Sn, Sb, Te, Ba, La, Ce, Hf, Ta, W, Pt, Au, Hg,Tl, Pb, Bi, Th dan U,” jelasnya. (*/day/hs)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 17

Bakesbangpol Jawa Timur

Penguatan Revolusi Mental Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya ini dilakukan Bakesbangpol Jatim dengan menggelar seminar yang diikuti perwakilan organisasi massa (ormas) di Jatim.

Seminar dengan tema ‘Penguatan Revolusi Mental Bagi Generasi Millenials Menuju Indonesia Berkarakter’, digelar Bakesbangpol dalam rangka hari jadi ke- 74 Provinsi Jawa Timur 2019. Dikatakan Kepala Bakesbangpol Jatim Drs EC Jonathan Judianto MMT, memasuki era milenial, butuh kehadiran negara untuk mengawal anak bangsa. Melalui seminar penguatan Revolusi Mental Bagi Generasi Milennials Menuju Indonesia Berkarakter, diharapkan bisa menjawab tantangan bangsa Indonesia yang sudah menapaki era industri 4.0. “Momen hari jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur 2019, Bakesbangpol Jawa Timur berharap anak bangsa tetap mempertahankan karangkter Bhineka Tunggal Ika, dan semangat nasionalisme. “Kami berharap penguatan revolusi mental bisa bermanfaat bagi generasi milenial untuk menuju Indonesia berkarakter,” tegas Jonathan Judianto. Mantan Penjabat (Pj) Bupati Sampang ini menyampai-

Memberikan Layanan kepada Masyarakat BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur terus berkomitmen memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur. Upaya itu dilakukan Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur mengundang Badan/Kantor Kesbangpol Kab/Kota se-Jawa Timur dengan menggelar rapat koordinasi pengembangan data bidang Kesbangpol. Hadir dalam rapat koordinasi dari praktisi akademis Universitas Brawijaya, Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Timur, Bappeda Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur. Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Drs EC Jonathan Judianto MMT mengatakan, perkembangan masyarakat yang sangat cepat harus dimanfaatkan oleh instansi pemerintahan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Termasuk mengefisiensikan serta mengefektifkan pelayanan masyarakat oleh pemerintah khususnya di kesbangpol,” tegas Jonathan. Disampaikan Jonathan, kegiatan rakor pengembangan data bindang Kesbangpol bermaksud untuk memberikan dorongan positf dalam pemanfaatan data informasi dalam penyusunan proses bisnis badan/ kantor kesatuan bangsa dan politik.(day/*/asw)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Jonathan Judianto foto bersama paduan suara usai peringatan hari besar nasional di Gedung Negara Grahadi.

kan, bangsa Indonesia sudah menapaki era industri 4.0. “Ini ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi di berbagai bidang,” terang dia. Menghadapi hal itu, lanjut Jonathan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah bersiap mengimplementasikan industri 4.0. Salah satu prioritasnya

yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Bakesbangpol Jatim terpacu untuk memperkuat generasi muda dengan teknologi dan inovasi sebagai bentuk persiapan diri untuk menghadapi dan beradaptasi di era indsutri 4.0,” tandas dia. Dalam acara itu, turut ha-

dir para enterpreuner dalam bidang IT maupun Non-IT sebagai narasumber antara lain Karania Dharmasaputra (Presiden Direktur OVO), Boy Ardo M (Regional Manager Gojek Jawa-Bali-Nusa Tenggara), Nilamsari (Owner Babarafi Indonesia), Felicia Arista (Fullstop Indonesia, Socmed Man-

agement). “Kami berharap kegiatan ini mampu mendorong generasi muda Jawa Timur menuju masyarakat Pancasilais yang kreatif, aktif, inovatif, dan mendorong tumbuhnya startup baru untuk mendukung pembangunan di Indonesia,” kata Jonathan lebih tegas.(day/*)

Drs EC Jonathan Judianto MMT


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 22

BKD Provinsi Jatim Menuju World Class Government 2024 Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur terus bertekad menuju World Class Government 2024. Upaya itu dilakukan salah satunya dengan Merit System, dimana kebijakan manajemen SDM aparatur negara yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur Anom Surahno mengatakan, sistem merit harus dilakukan. Sehingga, kompetensi terhadap ASN berjalan adil dan wajar. “Merit System adalah jenjang berdasarkan uji kompetensi, kapasitas dan kapabilitas ASN sehingga berjalan adil dan wajar,” terang Anom Surahno ditemui di kantor BKD Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani No 1, Siwalankerto, Wonocolo, Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya. Anom Surahno menambahkan, BKD Jawa Timur juga mendorong program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sehingga instansi pemerintah semakin CETTAR (Cepat, Efektif dan Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel Responsif) dalam melayani mayarakat. Anom menyebutkan, proses rekruitmen calon ASN juga dilakukan secara transparan. “Tidak mempersulit yang mudah, dan tidak memperlambat yang bisa dipercepat,” tegas Anom. Mewujudkan Word Class Government 2024, lanjut Anom Surahno, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur terus berbenah. BKD menggabungkan program CETTAR (Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, dan Responsif) dengan E-MASTER (Manajemen ASN Terpadu) Anom, panggilan akrab pria yang pernah menjadi orang nomor satu di Humas dan Protokol Pemprov Jatim, menjelaskan, dalam E-Master tersebut bisa

di-klik akan terdapat berbagai macam menu yang isinya berhubungan dengan kepegawaian. Di antaranya, peta kompetensi pegawai, informasi kepegawaian, pensiun otomatis, kenaikan pangkat online, e-Taspen, LP2P, mutasi online, Beperjab dan Pangkat Perencanaan Kebutuhan, e-SKP, manajemen karier dan izin belajar online. “Jadi dari data yang kami catat ada sekitar 80.139 pegawai (PNS dan PTT) yang ada di wilayah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bila OPD (Organisasi Perangkat Daerah) butuh informasi data tentang data macam-macam bisa membuka di E-MASTER setiap saat,” ujar Anom yang dikenal murah senyum ini. Penyediaan E-MASRTER merupakan realisasi dari program CETTAR. Ingin cepat tentang informasi kepegawaian dari OPD, tinggal klik E-MASTER. Harus Ada Sinergitas Antar-OPD Dalam beberapa kali pertemuan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim membangun sinergitas untuk mewujudkan Jatim cepat, efektif, tanggap, transparan, dan responsif (CETTAR). Dikatakan Gubernur, dalam mewujudkan Jatim CETTAR tidak hanya mengandalkan tupoksi masing-masing OPD. Karena itu harus ada sinergitas

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BKD Jatim Anom Surahno dalam acara pembekalan ASN di Jatim Expo, Jalan A Yani, Surabaya.

Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Anom Surahno menerima BKN Award kategori Perencanaan Kebutuhan, Pelayanan Pengadaan, Kepangkatan dari Kepala BKN Dr Ir Bima Haria Wibisana MSIS.

antar-OPD dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Jatim. Gubernur Khofifah juga menginginkan agar pimpinan OPD bisa memaksimalkan kemampuan dan potensi staf atau tim di lingkungan instansinya masing-masing. Identifikasikan kemampuan dan potensi maksimal dari staf untuk berkarya di OPD diharapkan dapat mempercepat capaian program CETTAR.

“Beri ruang untuk mengekspresikan seluruh energi positif staf dan tim yang memang mempunyai kemampuan dan kelebihan, dan mereka tahu mempunyai kelebihan. Kalau tidak nanti stagnan,” ujar Gubernur Khofifah. Khofifah juga mengingatkan bagaimana ASN harus mendeteksi dini paham radikalisme yang berkembang di sekitar mereka. Sehingga, situasi kerja dan Jawa Timur secara keseluruhan

bisa terus kondusif, utamanya untuk generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. “Memerangi radikalisme ini bisa dilakukan dengan menggunakan kearifan lokal, seperti dengan memahami Pancasila dan mengamalkannya,” jelasnya pada saat itu. Menurut Khofifah, dengan memahami peraturan yang berlaku, para CPNS akan makin mudah terhindar dari tindak-tindak yang merugikan dirinya dan rakyat. Dirinya pun menekankan, para CPNS harus siap untuk bekerja demi rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya sendiri. Karena itu, sambung Khofifah, diharapkan para CPNS juga bisa berpikiran terbuka dan tidak bertindak ingin menang sendiri, apalagi ketika tindakan tersebut merugikan golongan lain. “Memahami regulasi itu penting. Karena mereka akan berhadapan dengan tugas yang sifatnya implementatif, berbeda

dengan kepala OPD yang sifatnya decision maker,” tegasnya. Dengan memahami regulasi yang ada, diharapkan para CPNS bisa bekerja dengan makin maksimal dan juga bisa memajukan Jawa Timur, bekerja sama dengan program Jatim CETTAR yang diusung olehnya. Hal lainnya yang menjadi sorotan adalah korupsi yang terjadi di lingkungan ASN. Khofifah mengatakan, bahwa para CPNS sebaiknya mengikuti betul aturan-aturan yang berlaku di instansi mereka, karena angka korupsi masih sangatlah tinggi. “Hari ini ada sebanyak 1.372 ASN se-Indonesia yang dipecat karena korupsi. Maka penting bagi mereka untuk mengerti dan memahami regulasi di lingkup kerja mereka,” tegasnya. Butuh Pegawai Tangguh Wakil Gambar Jawa Timur Emil Dardak menambahkan, ASN harus tanggap dan responsif. Menurut dia, tanggap saja tidak cukup dan responsif tanpa

arah juga tidak efektif. “Banyak yang tanya ke saya apa bedanya tanggap dan responsif. Badanya, tanggap adalah lebih pada peka. Peka untuk mencari sesuatu yang tidak beres disekitar kita. Sedangkan responsif adalah tindakan memberikan solusi dari masalah yang kita lihat,” jelasnya. Di zaman serba cepat dan instan seperti saat ini, dibutuhkan pegawai-pegawai tangguh yang tanggap dan responsif. “Di era milenial seperti sekarang ini, banyak sekali respon dari masyarakat yang kita terima lewat media sosial. Karena itu, sebaiknya media sosial juga digunakan untuk memantau perkembangan di lapangan. Dengan begitu, Anda semua pasti akan bisa makin tanggap dan responsif terhadap hal-hal yang terjadi. Tanggap saja tidak cukup, harus selalu responsif terhadap kiriman-kiriman yang diberikan kepada instansi tempat Anda bekerja,” ujar Emil Dardak.(day/asw)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 19

Badan Pendapatan Daerah Jawa Timur

Samsat Keliling Cettar Tingkatkan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan 30 unit mobil Samsat Keliling dan selanjutnya ditambahkan sampai 80 unit yang digunakan untuk memberikan kemudahan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor. Mobil berjuluk “Samsat Keliling Cettar” tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan HUT Ke-57 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur. “Lewat terobosan ini kami berharap semakin memudahkan masyarakat wajib pajak dalam membayarkan pajaknya, terutama yang jarak rumahnya jauh dari kantor samsat maupun gerai samsat yang telah disediakan atau yang memiliki kesibukan tinggi di hari kerja,” ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seusai upacara HUT Bapenda Jatim Ke-57. Peluncuran “Samsat Keliling Cettar” tersebut ditandai dengan

pemecahan kendi oleh Khofifah didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Bapenda, Dirlantas Polda Jatim dan Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jatim. 80 unit mobil Samsat Keliling Cettar tersebut disebar ke seluruh wilayah Jawa Timur. “Layanan Samling ini sudah beroperasi sejak 2008 lalu, namun di rebranding ulang dan ditata kembali layanan yang disediakan untuk masyarakat. Samling beroperasi di mal, tempat keramaian, car free day, malam

Gubernur me-launching mobil Samsat Keliling yang telah di-branding.

minggu, pendeknya kapan saja dimana saja tidak terbatas jam kerja. Tentunya sesuai konsep pelayanan yang Cettar,” tuturnya.

Armada Samling Cettar ini nantinya akan berada di titik atau pusat keramaian dan aktivitas warga. Antara lain di pasar, tempat

ibadah, alun-alun, arena car free day, dan lain sebagainya. Khofifah berharap keberadaan Samsat Keliling Cettar

ini dapat semakin meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor di Jawa Timur. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk menunaikan kewajibannya membayar pajak tepat waktu. “Jadi mulai sekarang tidak ada alasan Kantor Samsat jauh, karena sistem jemput bola ini akan sangat memudahkan masyarakat,” imbuhnya. Lebih lanjut Khofifah mengatakan, partisipasi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor sangat dibutuhkan karena akan dikembalikan pemerintah dalam bentuk pembangunan dan atau pemeliharaan jalan serta peningkatan moda dan sarana transportasi umum. Selama tahun 2018 tercatat sebanyak 2.369.080 wajib pajak telah memanfaatkan mobil samsat kel-

iling dan menghasilkan penerimaan sebesar 831 miliar 601 juta rupiah. Sementara di tahun 2019 sampai dengan bulan September tercatat sebanyak 2.075.735 wajib pajak dengan penerimaan sebesar 772 miliar 676 juta rupiah. Sementara itu, kepada Bapenda Khofifah berpesan agar di hari jadinya yang ke-57, Bapenda terus berinovasi, melakukan update teknologi, dan berupaya memberikan jangkauan layanan yang lebih luas lagi kepada masyarakat. “Inovasi-inovasi layanan adalah sebuah kewajiban. Kemudian update teknologi juga sebuah keharusan, jadi kita tidak bisa tidak melakukan inovasi, tidak bisa kita tidak mengupdate teknologi, lalu penjangkauan, outreach ini menjadi sangat penting. Jangan lupa harus selalu transparan dan akuntabel,” paparnya. (yok/tyo)

Pajak Daerah Penopang Pembangunan Jawa Timur “JER Basuki Mawa Beya” yang mempunyai arti keberhasilan membutuhkan pengorbanan, terwujud dalam pajak daerah dari masyarakat Jawa Timur. Pajak Daerah itulah yang digunakan untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan seluruh warga Jawa Timur. Sejalan dengan Program Nawa Bhakti Satya yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa, pajak daerah digunakan untuk kesejahteraan masyarakat antara lain Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas), program Millenial Job Center (MJC) dan program penyediaan fasilitas kesehatan. Jenis pungutan yang menjadi kewenangan Bapenda Jatim adalah Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan, Pajak Air

Permukaan, Pajak Rokok, Retribusi Jasa Usaha dan Penerimaan Lain-Lain. Bapenda Jatim memberikan kontribusi cukup besar bagi penerimaan pendapatan daerah serta Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Timur. Dukungan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Pendapatan Daerah terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Timur dari tahun ke tahun :

Masyarakat Jawa Timur diajak turut serta berpartisipasi dalam membiayai pembangunan Jawa Timur dengan berbagai kemudahan pelayanan pembayaran pajak yang disediakan oleh Bapenda Jatim. Mulai dari masyarakat yang milenial, modern hingga pelayanan yang berada di pelosok Jawa Timur semuanya dijangkau oleh layanan Bapenda Jatim. Bapenda Jatim terus melakukan

Tahun

Realisasi PAD Prov. Jatim

Realisasi Penerimaan PAD Bapenda Jatim

Prosentase

2014 2015 2016 2017 2018

14.442.216.534.956,90 15.402.647.674.502,50 15.885.900.258.130,30 17.326.483.824.756,20 18,531,062,021,823.40

11.587.753.040.110,60 12.564.120.812.392,00 12.847.030.553.850,10 14.412.462.951.502,40 15,104,084,430,237.00

79,90% 81,29% 80,56% 82,97% 81,50%

inovasi pelayanan, mulai dari pembayaran secara konvensional hingga kini sudah memasuki marketplace. Pembayaran pajak kendaraan bermotor tak perlu lagi harus ke Samsat, karena banyak sarana pembayaran yang dekat dengan wajib pajak, termasuk yang berada di luar Jawa Timur. Cukup membayar di gerai Indomaret terdekat. Dengan beragam inovasi yang CETTAR ( Cepat, Efektif & Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif ) tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor terus meningkat sehingga target penerimaan pajak daerah bisa tercapai. Hingga kini tersedia beragam layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembayaran Pajak Kendaraan berikan kemudahan dalam melakuBermotor bisa dilakukan di : kan pembayaran menggunakan EDC or Bersama Samsat 46 Kantor (Electronic Data Capture) dalam at Kepulauan 2 Samsat rangka mendukung Program Gerakan at Payment Point y g 85 Samsat Non Tunai yang at Drive Thru 26 Samsat dicanangkan at Corner 12 Samsat oleh pemer69 unit mobil Samsat Keliling intah. (yok) is Samsat Keliling 1 unit bis E-samsatt Jatim 24 Jam non stop eh 6 Bank Nasional didukung oleh msat Jatim ATM Samsat os Samsat Pos erai Indomaret di 16.900 gerai onesia Seluruh Indonesia Selain tersekasi barnya lokasi pembayaran pajak kendaraan bermotor, wajib ipajak juga diGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim

Galakkan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Rajungan Sebagai komoditas ekspor, pasar luar negeri memerlukan beberapa prinsip yang harus dipenuhi dalam mata rantai penyediaan (supply chain) komoditas tersebut. Termasuk stok yang berkelanjutan, dampak lingkungan yang minimal, dan pengelolaan yang efektif. Prinsip ini dikembangkan oleh Marine Stewardship Council dan dijadikan acuan untuk menentukan tingkat kesehatan pengelolaan perikanan. Prinsip ini sering dijadikan syarat bagi komoditas ekspor perikanan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menginisiasi percontohan pengelolaan sumber daya perikanan rajungan berkelanjutan berbasis masyarakat yang bisa dijadikan pembelajaran bagi kelompok nelayan di perairan Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, perikanan rajungan diharapkan menjadi contoh dalam pengelolaan perikanan secara berkelanjutan dan kegiatan penangkapan dilakukan secara bertanggung jawab (responsible fisheries). Ir Miftahul Arifin MM, Kepala Bidang Perikanan Tangkap saat mendampingi Ir Mohammad Gunawan Saleh MM Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim menjelaskan, pihaknya akan memberi pengetahuan tentang pengelolaan rajungan

Mohammad Gunawan Saleh

berkelanjutan berbasis masyarakat (melibatkan masyarakat, red). Targetnya masyarakat nelayan Gresik, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan pelaksanaannya pada bulan Juni-Oktober 2019. “Kegiatan ini mendapat

Musim tangkapan rajungan mulai melimpah bagi nelayan di Jawa Timur.

Mohammad Gunawan Saleh Kepala Dinas

pendampingan dari Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya (BBPM FPIK) juga tenaga fasilisitor,” kata Miftahul Arifin saat mendampingi Mohammad Gunawan Saleh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim. Lanjut Arifin, penangkapan rajungan harus dilakukan dengan penetapan teknologi penangkapan rajungan yang bertanggung jawab untuk menghasilkan produksi rajungan yang berkualitas dan tertangkap pada ukuran rajungan yang layak dan boleh ditangkap. “Harus mengenal berbagai metode penangkapan rajungan dan dominasi alat tangkap lain yang sering tertangkap rajungan menjadi bahan pengendalian dalam interaksi penangkapan disekitar perikanan rajungan,” terangnya Arifin menambahkan, rajungan yang bertelur ditampung di jaring apung, biarkan sampai menetas, setelah menetas yang induk dilepas ke laut, sedang benihnya dibiarkan sampai agak besar kemudian dilepas. “Ukuran rajungan hasil tangkapan nelayan wajib mengacu pada peraturan PERMEN KP NO 56 2016. Pasal 4, ayat (1) Penangkapan dan atau Pengeluaran Rajungan, dengan Harmonized System Code 0306.29.10.00, dari wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dalam kondisi tidak bertelur dan ukuran lebar karapas diatas 10 cm atau berat diatas 60 gram per ekor. Ayat (2) Pengeluaran Rajungan (Portunus spp), dengan Harmonized System Code 0306.29.10.00, yaitu hanya dapat dilakukan dalam kondisi tidak bertelur dan ukuran lebar karapas diatas 10 cm atau berat diatas 60 gram per ekor yang berasal dari hasil budidaya yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Asal,” jelasnya. (adv/why/yok)

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 20


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 21

Kepala Dinas Peternakan Jatim Wemmi Niamawati

Kepala Dinas PMD Jatim Ir Mohammad Yasin

Populasi Sapi Bunting di Jatim Capai 1,3 Juta Ekor

Program Jalin Matra PFK Capai 87 Ribu KRTP

Pelaksanaan Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi Bunting (Upsus Siwab) di Jatim sudah on the track, salah satunya inseminasi buatan (IB) sudah melebihi target sebesar 1,3 juta ekor. Di Jatim, dilihat dari pelaporan kelahiran per Januari hingga Agustus 2019 menunjukkan kalau inseminasi buatan sebesar 1.484.647 ekor (114 persen).

Pelaksanaan Program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) Pemprov Jatim akan berakhir tahun ini. Lima tahun berjalan sejak 2014, program ini telah menjangkau setidaknya 87.000 Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP).

Begitu pula dengan pemeriksaan kebuntingan (PKB) juga telah mencapai target, yatu sebesar 904.725 ekor atau 70 persen, sedangkan untuk pelaporan kelahiran sebesar 651.566 ekor atau 59 persen. “Tahun ini, IB bisa menghabiskan 2 juta dosis. Pencapaiannya nantinya bisa mencapai 154 persen. Untuk kebuntingan diperkirakan bisa mencapai 100 persen,” kata Kepala

Dari hasil IB saat ini, lanjutnya, harapannya optimis minimal bisa ada kelahiran sebanyak 1,1 juta ekor sapi. “Upsus Siwab ini sudah menginjak tahun ketiga sehingga kami tidak ada kesulitan sama sekali. Tahun 2020 nantinya, Upsus Siwab akan terus berlanjut,” ujarnya. Program Upsus Siwab juga telah diaudit BPK, karena menjadi salah satu kegiatan dimana keterlibatan masyarakatnya banyak. “Semua yang ikut peternak sapi yang memiliki sapi, sapinya yang ingin kawin tinggal memanggil petugas dan tidak membayar. Jadi langsung dirasakan manfaatnya. Kalau ada 1,6 juta ekor sapi di Jatim dikawini setara 1,1 juta peter-

nak,” urainya. Dikatakan, Upsus Siwab ini berlangsung di 34 kabupaten/kota urabaya, Kota di Jatim, kecuali di Surabaya, erto, dan Kota Madiun, Kota Mojokerto, at daerah itu Pasuruan. “Di empat ak ada. Untuk populasi sapinya tidak yak berada di populasi sapi terbanyak Tuban dan Madura,” katanya. Untuk IB tahun ini, kelahiran ndatang. Dari sapi pada tahun mendatang. kelahiran sapi tahun 2020, bisa diaru dua tahun jadikan sapi potong baru un 2020, sapikemudian. “Pada tahun isa dilakukan sapi tersebut baru bisa a. pemotongan,” ujarnya. as Peternakan Lebih lanjut, Dinas ikan kembali Jatim menginformasikan bidangi fungsi pada dinas yang membidangi ehatan hewan peternakan dan kesehatan di kabupaten kota, dan seluruh n IB, PKB, dan petugas kalau kegiatan n merupakan pelaporan kelahiran an pendukung satu kesatuan kegiatan k terpisahkan. Upsus Siwab yang tidak “Semua kegiatan adalah penting kan perhatian dan perlu mendapatkan egiatan IB adakhusus. Output dari kegiatan ingan dengan lah terjadinya kebuntingan atanya. outcome kelahiran,” katanya. Selain itu, Disnak Jatim membegiatan PKB dan rikan target harian kegiatan pelaporan kelahiran pada seluruh n PKB massal petugas, melakukan ran kelahiran yang diikuti pelaporan terhadap peder yang teridentifikasi n PKB massal. pada saat pelaksanaan ngkah konkret “Dan mengambil langkah ukan percepalainnya untuk melakukan atan PKB dan tan pelaksanaan kegiatan pelaporan kelahiran,”” pungkas dia. (why/yok)

Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) merupakan program intervensi terhadap banyaknya perempuan dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terendah, yang menjadi kepala rumah tangga perceraian atau ditinggal mati suaminya. “87.000 KRTP tersebut tersebar di 2.955 desa di seluruh Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim Ir Mohammad Yasin. Para KRTP tersebut diberi bantuan modal usaha produktif sebesar masing-masing Rp 2,5 juta. “Jenis usahanya tergantung permintaan KRTP, asalkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara pada kegiatan bantuan rumah tangga sangat miskin, program jalin matra selama 5 tahun berjalan telah menjangkau 48.143 rumah tangga sangat miskin di 752 desa se Jatim. Adapun kegiatan Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) telah menjangkau 814 desa. Program Jalin Matra ikut menyumbang penurunan angka kemiskinan perdesaan di Jawa Timur. Data kemiskinan di Jawa Timur menyebut, p a d a

periode September 2018 – Maret 2019, kemiskinan di perdesaan turun sebesar 171.070 orang (0,78%) sedangkan di perkotaan turun sebesar 8.820 (0,13%). Program Jalin Matra disebut Yasin adalah program yang fenomenal, karena selain memberikan bantuan kepada puluhan ribu kepala rumah tangga perempuan, juga berhasil mengukir prestasi di level internasional. “Tahun lalu program ini berhasil masuk salah satu finalis dalam kategori menyediakan atau mempromosikan pelayanan publik yang responsif gender untuk mencapai sasaran Sustainable Development Goalss dalam kompetisi United Nations of Public Service Awardss (UNPSA) Kota Marakesh, Maroko,” pungkasnya. (why/yok)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

Kepala Puspendik Moch Abduh sedang memaparkan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2018/2019.

Kepala Puspendik Kemdikbud Moch Abduh PhD

Minimalisir Kecurangan UN, Puspendik Gunakan Digital Forensik Upaya untuk meminimalisir temuan kecurangan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Puspendik Kemdikbud) melakukan evaluasi setiap tahun guna mencegah kejadian yang sama di tahun sebelumnya. Aturan sudah jelas, jika pengawas sengaja membiarkan maupun ikut dalam kecurangan akan mendapatkan sanksi berat dalam pemberhentian tugas. Begitupun pula ada siswa yang melakukan kecurangan maka sanksi berat dan nilai nol untuk mata pelajaran yang curang. Kepala Puspendik Kemdikbud, Moch Abduh PhD menuturkan, jika pihaknya selalu belajar dari setiap kejadian dan masalah saat ujian nasional di tahun sebelumnya. Tahun ini, pihaknya akan mengkaji ulang sanksi berat bagi pengawas. Pasalnya, sanksi berat yang selama ini diberikan dinilai tak membuat jera. “Kecurangan itu tidak hanya

ujian nasional berbasis kertas. Yang berbasis komputer pun masih bisa dicurangi,” tutur dia. Karena kasus kecurangan terjadi di setiap Ujian Nasional dan berbagai daerah, Abduh mengaku, memang tidak hanya atas kesalahan siswa tapi juga atas keteledoran pengawas. “Kenapa handphone bisa lolos masuk ke ruang ujian. Ini kan karena gurunya yang teledor. Karenanya kami akan tindak tegas juga,” tukas Abduh. Salah satu contoh kasus yang ditemukan yaitu dengan memotret soal yang ada di layar komputer dengan handphone dan dilanjutkan mengirimkannya ke joki. Lanjut Abduh, sehingga menjadi viral dan tersebar di berbagai media sosial.

Namun, Abduh menegaskan, jika sistem yang dimiliki sekarang sudah canggih untuk mendeteksi kecurangan. “Sistem kami sudah jauh lebih pintar. Akan ketahuan yang motret itu dari sekolah mana, di kelas mana, di kelas apa dan duduk di mana dan sebagainya. Kita bisa deteksi itu dengan digital forensik. Kami imbau jangan main-main dengan kecurangan,” tegas dia. Sistem digital forensik ini untuk menegakkan prinsip-prinsip kejujuran. Jelas kecurangan adalah sebuah pelanggaran berat. ”Di Jatim masih banyak ditemukan kecurangan, makanya saya minta ke depan itu tidak akan lagi terjadi,” pungkas dia. (why/yok)

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 22


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 23

DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JATIM

Andalkan Aplikasi Jalak Loewe Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPU BM) Provinsi Jawa Timur memperbaiki sitem pengaduan terkait kerusakan jalan. Aplikasi bernama Jalak Loewe (JALan rusAK laporO dEWE), menjadi pelayanan andalan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jawa Timur ini.

Kepala Dinas PU Bina Marga Ir Gatot Sulistyo Hadi Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir Gatot Sulistyo Hadi mengatakan, Jalak Loewe merupakan sebuah aplikasi diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Aplikasi ini untuk menampung laporan jalanan yang bergelombang dan berlubang, yang bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor,” terang Gatot Sulistyo. Aplikasi Jalak Loewe, lanjut Gatot menjadi salah satu penerjemahan program Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Dardak untuk mewujudkan Jatim cepat, efektif, tanggap, transparan,

dan responsif (Cettar). “Mewujudkan Jatim Cettar, PU Bina Marga selalu bersinergitas dengan OPD untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Jatim,” terang dia. Gatot berharap dengan akses jalan yang bagus, akan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim. Pada kesempatan itu, Gatot berharap seluruh staf untuk berkarya, dan ikut mempercepat capaian program Cettar, dengan mengekspresikan seluruh energi positif staf. Inovasi yang dikembangkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi

Jatim adalah aplikasi Quick Respon Road Manajemen System (QRRMS). Aplikasi ini bisa di download melalui Google PlayStore yang ada di Mobile Phone Andoid. Disampaikan Gatot, dengan aplikasi Jalak Loewe, dirinya berharap masyarakat bisa menyampaikan lokasi jalan menggunakan GPS untuk segera mendapat penanganan. Aplikasinya berupa Quick Respons Road Manajemen System (QRRMS). “Selain melaporkan kondisi jalan oleh masyarakat, aplikasi ini juga digunakan untuk surveyor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi

Konsep Quick Respons Road Man agement System.

Jawa Timur untuk membuat survei lapangan dengan foto serta lokasi yang telah ditentukan,” tandas dia. Jalak Loewe dapat digunakan masyarakat untuk malaporkan semua kerusakan jalan yang ada di Jawa Timur. Apabila jalan dan

jembatan yang dilaporkan rusak itu merupakan jalan atau jembatan provinsi, maka dalam waktu 1x24 jam aduan itu akan direspons dan ditindaklanjuti. “Dinas PU akan hadir melayani kepentingan masyarakat Jawa Timur,” terang dia. (day/yok)

Mobil Laboratorium Keliling Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Mobil Lab untuk Awasi Proyek di Lingkungan DPU MENGAWAL program Cettar, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur juga meluncurkan mobile lab. Inovasi mobile lab ini, merupakan program unggulan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Jawa Timur. Kadis PU Bina Marga Ir Gatot Sulistyo Hadi menjelaskan, mobil lab atau laboratorium jalan DPU BM Jatim sebenarnya sudah ada sejak 28 Juli 1993. Tujuan awalnya adalah sebagai Quality Control internal untuk proyek-proyek yang ada dalam lingkungan DPU. “Setelah sepuluh tahun bertugas dan terus berkembang, laboratorium ini mendapatkan pengakuan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tahun 2003 sebagai Laboratorium Penguji,” terang Gatot. Mobil laboratorium DPU BM dianggap profesional dan terpercaya di bidangnya, sehingga diakui secara nasional dan internasional. Gatot menambahkan, laboratorium masih belum cukup. Karena

pengujian yang diakui keabsahannya, dan memberikan pelayanan yang cepat dan hasilnya langsung dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna. “Sehingga secara keseluruhan kualitas dan waktu pelaksanaan pekerjaan fisik dapat dikontrol,” tandas Gatot. Para pengguna layanan mobil laboratorium keliling akan mendapatkan banyak keuntungan, misalnya layanan yang lebih cepat dan jaminan

kontrol kualitas pelaksanaan pekerjaan, kepastian hasil uji yang sah, dapat dipertanggungjawabkan, dan diakui secara nasional dan internasional. “Pegujian bisa langsung tahu hasil uji di lapangan dan dapat segera menggunakannya sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan. Ini jelas menghemat waktu dalam memonitor pekerjaan di lokasi tanpa kendala jarak antara proyek dengan lokasi laboratorium,” ujarnya. (day/yok)

PENGUJIAN TEKNIS YANG SIAP DILAKUKAN LABKEL ADALAH: muncul kebutuhan sebuah laboratorium yang dapat digunakan di lokasi proyek. “Untuk pengujian atas kualitas bahan jalan dan jembatan perlu sesegera mungkin dilakukan dan hasilnya langsung digunakan sebagai pedoman pekerjaan oleh pelaksana,” tandas Gatot. Karena penundaan waktu, lanjut Gatrot berpotensi menurunnya kualitas pekerjaan.

Sehingga perlu inovasi berupa mobil laboratorium yang dapat bergerak cepat dan memberikan hasil uji langsung di lapangan. Ia menyebutkan, banyaknya paket pekerjaan yang tersebar di Jawa Timur yang tetap harus memenuhi kualitas sesuai persyaratan.” Mobil laboratorium keliling (labkel) mampu menjawab tenggat

waktu pelaksanaan proyek yang bersamaan di lokasi-lokasi yang saling berjauhan,” terang dia. Mobil laboratorium keliling juga mampu melakukan pengujian yang dilakukan seketika di lokasi proyek-proyek berada, mengatasi masalah jarak tempuh antara lokasi laboratorium dengan proyek-proyek yang berjalan, memberikan solusi yang tepat untuk penanganan

1. Uji cor perkerasan beton maupun aspal di lapangan 2. Uji kepadatan perkerasan aspal di lapangan 3. Uji CBR/kepadatan di lapangan 4. Uji gradasi terhadap sampel material di lapangan 5. Uji kuat tekanan beton di lapangan dengan hammer test 6. Evaluasi hasil uji lapangan. Selain enam poin di atas, dalam kondisi khusus labkel dapat juga melayani pengujian lain yang memungkinkan dan yang dapat dilakukan langsung di lapangan.


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 24

Dispora Datangkan Pemain Masa Depan di Coaching Clinic Bejo Sugiantoro: Tiga Kunci Sukses Menjadi Pemain Bola

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur mendatangkan pemain muda yang merupakan pemain masa depan Indonesia, yakni gelandang timnas U-16 Indonesia Marselino Ferdinan. Marselino Ferdinan merupakan salah satu top skor turnament piala Asia U16. Dispora Jatim juga menggandeng mantan pemain nasional asal Persebaya Bejo Sugiantoro untuk memberikan coaching clinic pada pemain sepak bola usia muda. Kegiatan ini diikuti 150 pemain dari Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Surabaya, yang digelar dalam rangkaian Jatim Fair di Grand City Surabaya, Kamis (10/10) sore.  Kepala Dispora Jatim Supratomo untuk kesekian kalinya, Dispora Jatim menggelar   coaching clinic untuk pemain sepak bola usia muda, yang juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pemain-pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) tentang teknik bermain sepak bola yang baik dan benar.  Seperti teknik menggiring, menyundul, mengumpan, mengontrol bola hingga menghentikan laju pergerakan lawan dengan sledding. “Untuk menjadi pemain sepak bola yang andal harus mengusai teknik dasar,” kata Supratomo. Lebih lanjut Supratomo menjelaskan, pada usia muda pemain sepak bola tidak dituntut untuk selalu menang dalam pertandingan. “Dalam kurikulum internsional pesepak bola usia muda hanya dituntut untuk menguasai teknik, karena mereka berada di usia emas untuk belajar bermain sepak bola,” katanya.  Selain Marselino dan Bejo, pihak Dispora menghadirkan narasumber Dosen Unesa Imam Syafii, Mkes. Imam Syafii mengatakan, kegiatan secara rutin di event Jatim Fair 2019 oleh Dispora cukup baik,   para pemain sepak bola dari SSB dari U-12 hingga U-15. Pada usia itu mereka dituntut untuk menguasai teknik sepak bola dengan benar

MANTAN Pemain Nasional yang juga Pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro mengungkapkan untuk menjadi pemain profesional ada tiga kunci. Yang pertama disiplin, punya kemauan, dan punya respek. Hal itu disampaikan Bejo dalam acara coaching clinic sepak bola yang digelar oleh Dispora Jatim pada 10 Oktober 2019 di Grandcity tempat berlangsungnya Jatim Fair 2019. Kegiatan yang dibuka Kadispora Jawa Timur Supratomo tersebut selain menghadirkan Bejo Sugiantoro, juga praktisi sepak bola Dr Imam Syafii, dan pemain nasional usia 16 tahun asli Surabaya, Marcelino Ferdinan. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jatim Supratomo bersama Bejo Sugiantoro dan Marselino Ferdinan di acara coaching clinic.

agar bisa menjadi pemain professional. Marselino Ferdinan pemain nasional U-16 menceritakan pengalaman selama bergabung di tim nasional. Yang pertama yaitu kangen orang tua dan selama menjalani di tim nasional, dibatasi pemakaian HP sehari hanya pegang 1 jam, selain sepak bola merupakan hobi, hobi yang dibayar, selain itu Marsellino Ferdinad terus dapat dukungan motivasi, selain berdoa juga dukungan orang tua yang sangat menjadi motivasinya. Sementar Bejo Sugiantoro membagikan tip-tip pengalaman untuk menjadi pemain harus disiplin, sportif, dan respek. “Kalau kalian pegang 3 prinsip itu, maka prestasi sepak bola anak-anak bisa terwujud, saya juga mendidik putra saya Rachmad Irianto dengan 3 aspek tersebut dan berhasil menjadi pemain nasional dan pemain Persebaya,” cetusnya. (asw/yok)

Suasan acara coaching clinic yang digelar Dispora Jatim di area Jatim Fair.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim

Antisipasi Kekeringan, Mitigasi di 10 Daerah Rawan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jatim menyebut ada 10 daerah yang masuk dalam kategori cukup rawan, rawan, dan sangat rawan kekeringan pada tanaman padi di Jatim tahun ini. Untuk daerah sangat rawan kekeringan adalah Lamongan, Bojonegoro dan Pacitan. Sedangkan daerah rawan adalah Tuban. Kemudian, untuk cukup rawan adalah Ngawi, Tulungagung, Madiun, Gresik, Mojokerto dan Lumajang. “Ibu Gubernur telah memerintahkan kepada semua OPD untuk mengambil langkah antisipasi bencana kekeringan, khususnya yang berdampak pada pertanian,” kata Kadis DPKP Jatim Hadi Sulistyo. Hadi Sulistyo menjelaskan, kondisi kekeringan pada tanaman padi musim tanam tahun 2019 (periode pelaporan hingga 24 Juni 2019). Yakni, total luas tanaman padi

Hadi Sulistyo

Sementara itu Dr Imam menegaskan untuk menjadi pemain profesional semua harus diatur dengan baik mulai pola makan, pola istirahat dan latihan secara konsisten. Dan tidak kalah pentingnya dukungan orang tua. Supratomo dalam pemberian motivasi bahwa Ibu Gubernur Khofifah menjanjikan bagi para pelajar yang berprestasi akan diberikan fasilitas beasiswa. Sedang Marcelino mengatakan keberhasilan dirinya menjadi pemain nasional usia 16 tahun tidak terlepas dari dorongan orang tua. Coaching clinic diikuti 150 pemain bola asal klub SSB di Bangkalan, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. (asw/yok)

1.871.219 hektare, luas tanaman padi yang terkena kekeringan 24.633 hektare. “Sedangkan luas tanaman padi yang terkena puso 983 hektare, persentase luas tanaman padi yang terkena kekeringan terhadap luas tanam 1,32 persen dan persentase luas tanaman padi yang terkena puso terhadap luas tanam per musim tanam 0,05 persen,” lanjut Hadi Sulistyo. Dalam hal ini, DPKP Jatim juga telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi bencana kekeringan di Jatim bagi pertanian. Yakni, mempersiapkan penggunaan varietas tahan kering, mengoptimalkan pemanfaatan lahan basah (rawa dan lebak).

Selain langkah antisipasi juga terdapat langkah mitigasi, seperti melakukan penyelamatan terhadap standing crop untuk meminimalisasi kerugian akibat kekeringan melalui mobilisasi pompa air. Selain itu, Hadi Sulistyo menjamin jika dampak kekeringan yang terjadi sekarang tidak akan mempengaruhi produksi padi di provinsi setempat menyusul masih banyaknya pasokan padi hingga akhir Desember 2019. Hadi Sulistyo berharap dampak kekeringan ini tidak membuat masyarakat khawatir. Ia menegaskan produksi padi di Jatim sampai akhir tahun masih surplus sampai 3,2 juta ton.”Itu bukan untuk konsumsi kita sendiri, masih bisa untuk 15 provinsi di luar Jatim,” jelas dia. Disinggung upaya penanganan kekeringan itu, dirinya mengatakan jika sampai dengan saat ini masih belum ada keluhan dari daerah setempat yang mengalami kekeringan.”Kalau ada keluhan, kami tindaklanjuti dengan bantuan untuk benih dan beras kepada petani. Kalau petani ikut asuransi diganti oleh asuransi,” katanya. Sedangkan untuk bantuan pertanian seperti pompa air, dirinya mengatakan kalau sudah disiagakan brigade pertanian yang ada di masing-masing kabupaten kota di Jawa Timur. “Jadi kalau ada yang membutuhkan, langsung menghubungi brigade tersebut untuk membantu tindakan di lapangan,” pungkas dia. (why/yok)

Ratusan anak-anak ikut dalam coaching clinic yang digelar Dispora Jatim.


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berziarah di makam Gubernur Pertama Jawa Timur Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo.

HALAMAN 25

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Magetan dan sejumlah Kepala OPD Pemprov Jatim.

Teladani Pendahulu Bangsa, Khofifah Ziarah Ke Makam Gubernur Pertama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam Gubernur Pertama Jawa Timur Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jumat (11/10). GUBERNUR Pertama Jawa Timur yang akrab disapa Gubernur Soerjo tersebut menjabat sebagai Gubernur pada rentang periode tahun 1945-1948. Sebelumnya, dia menjabat bupati di Magetan dari tahun 1938 hingga tahun 1943.

Khofifah datang sekitar pukul 09.00 ditemani Bupati Magetan dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur. Setibanya di kompleks makam, upacara ziarah digelar dengan diawali pembacaan sejarah

singkat Gubernur Soerjo. Selanjutnya, Khofifah memimpin prosesi mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga di pusara makam Gubernur Soerjo dan ditutup dengan pembacaan doa dan tabur bunga yang diikuti seluruh tamu undangan. Seusai upacara, Khofifah memberikan santunan kepada anak yatim dan bingkisan kepada para ahli waris. “Ini (ziarah-red) bagian dari cara kami sebagai gen-

erasi penerus menghargai dan menghormati jasa dan keteladanan para pendahulu bangsa. Gubernur Soerjo adalah peletak dasar pondasi Jawa Timur sebagai sebuah provinsi di Indonesia,” ungkap Khofifah di Kompleks Makam Gubernur Suryo, Magetan. Gubernur Soerjo, kata Khofifah, semasa hidupnya terkenal sebagai sosok pemimpin pemberani dan tegas. Keberaniannya tersebut terlihat saat sekutu memberi ulti-

matum kepada seluruh rakyat Surabaya untuk menyerah pada 10 November 1945. Namun, lanjut Khofifah, Gubernur Soerjo berani menolak mentah-mentah ultimatum tersebut dan memilih berperang melawan sekutu. Sekian waktu berlalu, tanggal 10 November lantas diperingati sebagai Hari Pahlawan. “Gubernur Soerjo telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional dan namanya pun diabadikan sebagai nama jalan utama dide-

pan Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya,” imbuhnya. Khofifah berharap, seluruh rakyat Jawa Timur, khususnya generasi muda dapat meneladani dan mencontoh aksi pemberani dan heroik Gubernur Soerjo, tentunya sesuai konteks situasi kekinian bangsa. “Di era sekarang ini, ada perang yang lebih dahsyat dan mempunyai efek lebih menghancurkan ketimbang perang zaman dulu yakni cyber war dan trade war. Ini yang harus kita

antisipasi bersama. Terutama anak-anak muda,” tuturnya. Khofifah mengatakan, ziarah ke Makam Gubernur Soerjo merupakan bagian dari rangkaian perayaaan HUT Jawa Timur ke-74. Puncak HUT Jatim sendiri yakni pada tanggal 12 Oktober. Rencananya, pada puncak perayaan HUT Jatim akan digelar pesta rakyat yang diisi berbagai panggung hiburan dan stan-stan makanan yang disajikan secara gratis untuk masyarakat umum. (yok)

Jatim Fair 2019

Disbudpar Jatim Tampilkan 25 Wisata Halal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menampilkan 25 stan di Jatim Fair 8-13 Oktober 2019 di Grand City Surabaya dalam satu paviliun yang dikemas dengan titel “Halal Tourism” Indonesia the halal wonders. PAMERAN yang berlangsung selama lima hari dalam kaitan dengan HUT Provinsi JawaTimur 12 Oktober itu dibuka oleh Gu-

Sinarto S.Kar MM

bernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Jawa Timur Emil Dardak. Jatim Fair juga menghadirkan pameran pariwisata halal. Di sini, masyarakat Muslim bisa mencari rekomendasi tempat hingga makanan halal di Jatim. “Tentu adanya halal tourism ini kita membuka wisata ini tak hanya untuk wisatawan muslim. Tapi wisatawan muslim punya pilihan destinasi wisata, tempat-tempat yang mereka yakini kehalalannya,” kata Emil yang didampingi Kadisbudpar Jatim Sinarto SKar MM di Grand City Surabaya. “Tapi tentunya wisata kita inklusif untuk semua. Tapi bagi mereka yang ingin mendapatkan titik-titik aspek kehalalan, baik itu hotel, kuliner. Itu bisa yakin karena melalui

Wagub Jawa Timur Emil Dardak didampingi istri Arumi Bachsin dan istri Kadisbudpar Jatim 25 stan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim di Jatim Fair. Ny Jaiyati (dua dari kiri), dalam acara Jatim Fair ke-10 di Grand City Surabaya.

proses yang telah terukur dan terjaga dari proses verifikasi kehalalannya,” imbuh Emil. Tak hanya itu, Emil juga menyampaikan ada beberapa rekomendasi paket wisata halal di Jatim. Misalnya di Malang, hingga Banyuwangi telah ada destinasi wisata halal. “Ini baru sedikit contoh beberapa yang ada. Misalnya ada di Malang, di Surabaya, kita tahu Banyuwangi juga mendorong ke arah sana. Saya rasa di Jawa Timur wisata religinya bukan

perkara sulit,” lanjut Emil. Selain itu, Emil menyebut Jatim telah menjadi salah satu dari 10 provinsi yang telah menandatangani penerapan halal tourism. “Ini di 38 kabupaten dan kota di Jatim punya semangat. Kita termasuk kurang dari 10 provinsi di Indonesia yang telah menandatangani halal tourism dan hari ini contohnya bagaimana kita fokus men-display prioritas kita di Jatim Fair 2019,” tutur suami Arumi Bachsin ini.

Sementara itu, di Jatim Fair yang ke-10 ini menghadirkan 25 stan yang dikemas dalam satu paviliun tersebut di antaranya Halal Center and Toyib (HTC) UIN Malang, 101 OJ Hotel Malang, Hotel Namira Syariah Surabaya, Larazeta Middle East Restaurat Surabaya, Hotel Aria Gajayana Malang, Desa Wisata Kebun Kurma Pasuruan, BPW Ridy Surabaya, Depot Nguling Malang, Spa Kampoeng / Beauty of Muslimah Surabaya, Desa Wisata Ngrayudan Ngawi, Desa

Wisata Pujon Kidul Malang, UMKM Binian Halal Center, Bolu Singosari Malang, Malang Strudel, Bangsring Banyuwangi, Dewi Jambu Kediri, Green /Red Hotel Syariah Jombang, BPW Tombol Ati Malang, Batavia Resto Malang, Salwa Syariah Hotel Pasuruan, Jatim Park Group Malang, Online Garden Hotel Malang, Hotel Atria Malang, Pesona Hotel.Ampel Surabaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) “Dengan kita tampilkan dari berbagai macam produk

wisata halal, maka kita harapkan kunjungan wisata ke Jawa Timur terus meningkat, baik wisatawan nusantara dan wisatawan asing,’’ ujar Kadisbudpar Jatim Sinarto SKar MM didampingi Kabid Pemasaran Susariningsih. Jatim Fair yang ke-10 selain diikuti organisasi perangkat daerah di jajaran permen Jatim, kabupaten kota, berbagai provinsi di Indonesia juga lembaga swasta dengan target transaksi Rp 100 juta. (adv/why/yok)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 26

Kota Malang Raih Penghargaan

Kota Terinovatif

Kota Malang semakin matang menjadi kota inovatif. Ini setelah dalam acara ‘Innovative Government Award’ yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, masuk sebagai sembilan kota terinovatif di Indonesia, bersama kota lain seperti Bandung dan Denpasar. Penghargaan ‘Innovative Government Award’ ini, diberikan Mendagri Tjahyo Kumolo kepada Wali Kota Sutiaji, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/10). Mendagri T j a h yo Ku molo menegaskan, salah satu filosofi dari inovasi adalah melakukan Bagian Humas dan Protokol pemangSetda Kota Malang kasan birokrasi yang panjang serta sebagai sarana efisiensi sehingga layanan publik berjalan maksimal. “Karenanya kita harus wujudkan smart goverment melalui inovasi daerah,” katanya. Lompatan strategis inovasi daerah harus melibatkan berbagai pihak sehingga penyelenggaraannya bisa dilakukan secara maksimal dan sesuai dengan kearifan lokal yang ada. “Daerah yang tertinggal akan kami fasilitiasi percepatannya dan akan kami dorong untuk terus mewujudkan inovasi,” tandasnya. Mendagri juga mendorong semua daerah agar menampilkan ciri khas daerahnya. Baik itu wisata, kuliner, hingga flora dan fauna yang khas dan bisa menjadi destinasi wisata. “Kita dorong daerah agar melakukan hak paten terhadap ciri khas tersebut sehingga menjadi kekayaan daerah

Tasyakuran HUT ke-41 FKPPI di Kota Malang berlangsung khidmat.

Pasar Rakyat Meriahkan HUT ke-41 FKPPI di Kota Malang

Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) menerima penghargaan berkomitmen tinggi mewujudkan Kota Malang yang inovatif.

yang potensial,” harapnya. Sementara itu, Wali Kota Sutiaji menyampaikan visi inovasi di Kota Malang selain memudahkan layanan publik juga menyasar pada sektor perekonomian. Adanya pemangkasan birokrasi menjadi pelayanan satu pintu memudahkan investor untuk menanamkan investasi di Kota Malang yang nantinya akan berimbas pada naiknya sektor perekonomian. “Ini sudah kami jalankan secara maksimal, harapannya ke depan berbagai inovasi akan muncul di Kota Malang,” terangnya. Terkait amanat mendagri untuk melibatkan seluruh elemen, Wali Kota

Malang menegaskan saat ini sedang memaksimalkan skema pentahelic (akademisi, bussines, community, government, media). “Termasuk amanat Pak Menteri Dalam Negeri terkait menonjolkan ciri khas daerah juga telah kami lakukan dan kami maksimalkan sebagai kota wisata dan kota pendidikan,” jelasnya. Wali Kota Malang berharap penghargaan ini memicu Pemkot Malang dalam melahirkan inovasi baru tiap tahunnya sehingga perwujudan smart city dan smart government bisa dilakukan secara maksimal dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (*/arix/epe)

Gubernur Khofifah menyalami peserta operasi katarak di RSU Dr Soedono Madiun.

Gubernur Khofifah: 2023 Jatim Bebas Katarak GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa angka kebutaan di Jawa Timur masih di atas rata-rata Nasional dan 80 persennya disebabkan katarak. Oleh karenanya, dalam rangka peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke 74 salah satu program yang diselenggarakan adalah gerakan gotong royong atau bakti sosial di bidang kesehatan khususnya penanganan kebutaan yang disebabkan katarak. Gerakan Bakti sosial ini sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan Jawa Timur bebas dari katarak pada tahun 2023. “Kita berharap bahwa dua puluh dua tiga Jawa Timur ini sudah bebas katarak,” Kata Khofifah. Hal ini disampaikannya seusai melakukan kunjungan pada bakti sosial atau gerakan gotong royong untuk percepatan penanganan katarak Jawa Timur di Rumah Sakit Soedono Madiun, Jumat

(11/10) pagi. Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa gerakan penanganan katarak ini akan terus dilakukan di beberapa titik yang sudah dipetakan di Jawa Timur. Dalam penyelenggaraanya, Pemprov Jatim telah bekerja sama dengan Komite Mata Daerah (Komatda), Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), dan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. “Kami juga sudah koordinasi secara teknis, supaya continuity dari seluruh ikhtiar ini bisa kita lanjutkan, Jadi hari ini (kemarin, red) kita mulai tekad dan sinergi bersama mewujudkan Jatim bebas katarak 2023,” jelasnya. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa kegiatan-kegiatan sosial seperti ini sebenarnya telah banyak dilakukan. Namun kali ini ia menitik

beratkan bahwa yang ingin dicapai adalah target yang lebih maksimal dari sebelumnya karena berhubungan dengan angka kebutaan di Jawa Timur yang masih besar, di atas ratarata nasional. “Kita ingin tingkatkan sinergitas antar elemen strategis dengan targetnya bisa lebih maksimal,”harap Khofifah. Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso menjelaskan bahwa angka kebutaan di Jawa Timur mencapai lebih dari empat ratus ribu, yang disebabkan karena faktor resiko dari beberapa penyakit seperti diabetes, dan hipertensi, serta karena paparan sinar ultraviolet. “Totalnya sekitar empat ratus ribuan, ada beberapa faktor resiko penyebab katarak diantaranya ultraviolet dan penyakit dasar seperti diabet dan hipertensi, oleh karenanya arah pencegahan kita kesana,”jelasnya. (yok)

HUT ke-41 FKPPI (forum komunikasi putra putri purnawirawan Indonesia) di Kota Malang berlangsung semarak, sejak September sampai Oktober 2019. Rangkaian itu antara lain tasyakuran HUT ke-41 FKPPI, di Balai Kota Malang, Minggu (15/9); ziarah makam di TMP Kota Malang; sarasehan bertajuk ‘Pancasila Sumber Inspirasi untuk Mendorong Generasi Muda Terus Berinovasi’ di gedung DPRD Kota Malang, Minggu (22/9). Bulan ini digelar Pasar Rakyat yang dipusatkan di GOR Ken Arok, Kota Malang, 11-19 Oktober. Pengunjung akan disuguhi pameran produk UKM, festival bakso, kuliner kuno dan kini, wahana mainan, parade band antarSMA sederajat, band d’Kross, panggung hiburan tiap malam yang dimeriahkan Sodiq ‘New Monata’. Peringatan ini dipuncaki dengan gelaran jalan sehat dan senam massal, di Simpang Balapan Kota Malang, Minggu (20/10). Ketua FKPPI Kota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko mengatakan HUT ke-41 FKPPI momentum menguatkan silaturahmi keluarga besar FKPPI Kota Malang dan sekaligus bersinergi

Ketua FKPPI Kota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko (tengah), bersama Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Dandim Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Kapolsek Klojen Kompol Budi Hariyanto.

dengan lintas instansi dan masyarakat. “Bersama pemerintah juga telah bekerja sama, seperti sosialisasi sadar pajak dan juga merawat Malang secara bersama-sama,” katanya. Event pasar rakyat ini menurut yang juga Wawali Kota Malang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. “Ini (pasar rakyat, red)

memberi kesempatan pada UKM dan IKM untuk bisa memasarkan produknya, dan terjadi proses pengenalan produk maupun jual beli produk yang harapannya memperluas jaringan dan meningkatkan omset sehingga dapat mengembangkan usaha dan membuka lapangan kerja,” paparnya. (ari/epe/adv)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 27

Menyatukan Visi Membangun Jatim Menuju Pentas Dunia

Kepemimpinan Gubernur Khofifah Khofifah Indar Parawansa sudah memberikan dampak luar biasa yang dirasakan insan olahraga Jawa Timur (Jatim). Kendati belum genap setahun memimpin, kinerja gubernur perempuan pertama di Jatim ini sudah diakui Ketua Harian KONI Jatim M Nabil dan patut diacungi jempol.

Terutama dalam visi membangun Jatim menuju pentas dunia melalui olahraga yang terakomodir di program Jatim Cettar (Cepat, Efektif, Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel, Responsif). “Visi beliau luar biasa. Dan KONI Jatim harapkan terwujud karena melalui olahraga pembangunan karakter bisa selaras dengan visi misi pemerintah Jatim,” kata Ketua Harian KONI Jatim M Nabil. Salah satu indikator keberhasilan visi misi Cettar pada dunia olahraga bisa dilihat pada event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI

2019 di empat daerah kemarin. Dari catatan prestasi maupun kendala, bertambah lebih baik. Selain itu, sinergi event olahraga sebagai penguat ekonomi kerakyatan juga berjalan. “Kami melihat sepanjang pergelaran porprov lalu, ekonomi melalui UMKM juga menggeliat. Ini nilai lebih yang kita harapkan terus berlanjut,” terang Nabil. Karenanya, menghadapi HUT Pemprov Jatim ada harapan lain yang tersemat. Yakni menegaskan kembali Jatim sebagai barometer olahraga nasional dengan membangun sinergi kuat bersama seluruh stake holder.

Ketua Harian KONI Jatim M Nabil

Ketua Harian KONI Jatim M Nabil menyambut atlet wanita asal Jatim peraih medali emas di Asian Games.

Bu Gubernur sudah menempatkan posisi pemerintah sangat ideal terhadap olahraga. Negara hadir dalam dunia olahraga. Hadir dalam pembinaan, pengembangan, dan support terhadap prestasi olahraga Jatim. KONI Jatim, sambung N Nabil, bahkan sudah mengimp plementasikan Cettar melalui p program-programnya. Termas suk persiapan menghadapi P PON 2020 di Papua. Kendati bertekad merebut gelar juara

umum, namun misi itu tidak semata dilakukan dengan mengabaikan substansi PON sebagai ajang perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa cabang olahraga (cabor) yang masuk pemusatan dan latihan daerah (puslatda) bahkan ibarat Indonesia kecil karena diisi talentatalenta yang dibina sejak dini. Karena itu, KONI Jatim yakin dengan sinergi kuat antara insan olahraga dengan pemerintah provinsi dalam hal ini gubernur, kepala daerah, dan pihak lainnya, tidak sulit untuk mewujudkan visi menuju pentas dunia. “Bu Gubernur sudah menempatkan posisi pemerintah sangat ideal terhadap olahraga. Negara hadir dalam dunia olah-

raga. Hadir dalam pembinaan, pengembangan, dan support terhadap prestasi olahraga Jatim (melalui dukungan anggaran dan program, RED). Yang pada gilirannya akan menjadikan Jatim sebagai kontributor atlet nasional untuk membawa nama baik Indonesia di kancah dunia,” jelasnya. Harapan itu juga selaras dengan keinginan Gubernur Khofifah Indar Parawansa di beberapa kesempatan. Dia menyampaikan bahwa tidak bisa menghitung dari prestasi yang pemain persembahkan untuk bumi Jawa Timur dan Indonesia. “Prestasi-prestasi yang sudah ditunjukkan anak-anak Jatim untuk mengharumkan nama bangsa dan negara ini yang tidak bisa dinilai dengan uang,” tutup Nabil. (epe/yok)


SEMANGAT NAWA BHAKTI SATYA UNTUK JAWA TIMUR MAJU SEJAHTERA memorandum.co.id

SABTU KLIWON, 12 OKTOBER 2019 9

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 28

Ubah Pola Penegakan Perda, Satpol PP Jatim Perkuat Koordinasi Satpol PP Provinsi Jawa Timur terus berbenah menata struktural personel ke dalam. Upaya itu dilakukan, untuk memperkuat penegakan peraturan daerah (perda) dalam mengatur regulasi di wilayah Jawa Timur.

santri menghadapi persaingan global,” tutur dia. Untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat, Satpol PP menggandeng dukungan dengan UMKM, ESDM, BUMD untuk mendapat dukungan CSR. “Banyak program yang harus dilakukan, karena kita merubah mental masyarakat agar lebih berdaya dalam menghadapi persaingan global,” tutur dia. (day/*)

Budi Santoso memimpin pertemuan dengan warga.

Kasatpol PP Jawa Timur menemui masyarakat petambang di Jatim.

kepolisian, dan lembaga sejajar lainnya, menurut Budi Santoso terus dilakukan. Mengawal program Gubernur Khofifah Indar Parawansa Nawa Bhakti Satya, Satpol PP Jatim

menjaga akses Peraturan agar Jawa Timur Harmoni. Disampaikan Budi Santoso, upaya menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup,

Satpol PP Provinsi Jawa Timur berperan aktif. Sinergitas dengan Satpol PP kabupaten/kota se Jatim untuk ikut menjaga potensial Jawa Timur. Dalam penegakan perda, Budi

Selesaikan Kasus Tambang dengan Jatim Harmoni Penyelesaian Kasus Tambang, Budi menjelaskan pihaknya menggandeng Polda Jatim, Ormas, serta tokoh masyarakat. Upaya ini dilakukan agar komunikasi dalam penegakan perda benar-benar bisa berjalan efektif. Dirinya berharap penyelesaian kasus tambang dan persoalan lainnya di Jatim melalui program

Santoso mengutamakan dialog dengan masyarakat. “Upaya ini untuk mewujudkan Jatim harmoni,” tegas dia. Dengan dialog bersama masyarakat untuk penegakan

Budi Santoso

Jatim Harmoni. “Penyelesaian harus dilakukan melalui dialog, anjang sana. Sehingga peran serta masyarakat dilibatkan,” terang Budi Santoso. Dirinya berharap untuk menyelesaikan persoalan tambang, masyarakat harus diganti dengan pekerjaan lain yang sesuai dengan muatan lokal. Sehingga

penyelesaian konflik tambang masing-masing wilayah berbeda. “Harus ada solusi, karena tambang biasanya berhubungan dengan persoalan perut. Maka komunikatif dengan lembaga laiannya harus dilakukan,” kata dia. Persoalan tambang yang selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat lokal.

Sementara Jawa Timur mayoritas wilayahnya diisi oleh santri. Dirinya sangat setuju dengan kebijakan one pesantren one produk oleh Gubernur Khofifah. Karena sudah saatnya enterpreneur diisi oleh kaum santri, yang secara jelas mentalitas ketakwaannya sudah bagus. “Ini salah satu solusi untuk menggerakkan

kebenaran yang diikuti dengan semburan kebohongan. Jangan sampai hal ini menjadi pintu masuk memecah belah kesatuan bangsa. “Sebagai garda terdepan penegakan peraturan daerah, personil Satpol PP terus disiapkan untuk itu,, dan koordinasi dengan kepolisian dan kelembagaan lain terus ditingkatkan,” kata Budi Santoso. Dengan berbagai upaya menjaga kondusifitas pembangunan, lanjut Budi Santoso Satpol PP Jawa Timur berperan aktif melakukan pencegahan, pengendalian, penyelamatan dan serta pemberdayaan masyarakat dalam mengmankan lingkungan sendiri,” tegas dia Orang nomor satu di Satpol PP Jatim ini meminta seluruh aparat Satpol PP untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya dalam memperbarui dinamika perkembangan dunia, serta menguasai teknologi. (day/*)

FOTO: MEMORANDUM/DAY

UNTUK itu, aparat Satpol PP didorong meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya dalam memperbarui dinamika perkembangan sosial masyarakat. Kepala Satpol PP Jawa Timur Budi Santoso menegaskan, peran Satpol PP kini terus lebih diperkuat, terutama yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Mewujudkan Jawa Timur instansi pemerintah semakin CETTAR (Cepat, Efektif dan Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel, dan Responsif) dalam melayani masyarakat, Satpol PP Jawa Timur selalu melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat. Upaya koordinatif dengan institusi penegak hukum, seperti

regulasi, dirinya yakin Satpol PP berperan aktif dalam proses pembangunan, melindungi hasil pembangunan. “Satpol PP siap memberikan perlindungan masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Budi Santoso. Persoalan yang muncul di masyarakat selalu bisa diselesaikan secara musyawarah. Berbagai pendekatan komunikatif menjadi ujung tombak untuk penegakan peraturan daerah. Termasuk berbagai solusi memecahkan konflik lokal. Berbagai kasus pertambangan di kabupaten Jawa Timur, diakui membutuhkan pendekatan yang persuasif. “Komunikasi untuk menyelesaikan masalah akan jauh manfaat. Agar masyarakat tidak terlibat melakukan perusakan lingkungan,” terang dia. Menurutnya, saat ini Satpol PP punya tugas lebih berat, terutama dalam era post truth atau pasca

HUT Ke- 74 Pemprov Jatim

DPRD Minta Selesaikan PR Jalur Lingkar Selatan

Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi mengatakan, ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan terkait pelayanan. Salah satunya persoalan disparitas wilayah dan disparitas sosial. “Memang ada disparitas sebenarnya sejak 10 tahun lalu diperkecil,” kata dia. Ia menyebutkan, belum tersambungnya JLS sangat merugikan masyarakat Jawa Timur. Dimana akses disparitas yang harusnya bisa diperkecil, ternya-

ta belum bisa dilakukan. “Tapi di Jawa Timur masih tetap, dan JLS masih berhenti di Tulungagung. Ini karena partisipasi dari pemerintah pusat tidak lancar,”kata dia. Lanjut Kusnadi, Jawa Timur adanya selama ini jalur hanya diakses di wilayah Utara. “Jalan Daendles tidak melintasi gunung, tetapi melintasi pantai. Artinya akses pesisir lebih maju,” tegas dia. Termasuk transportasi udara

AKD untuk Kawal Pembangunan Terbentuknya alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Jawa Timur menjadi salah satu upaya 120 wakil rakyat Jatim mengawal pembangunan. Ketua DPRD Jatim Kusnadi berharap sejumlah pembahasan perda selesai sesuai jadwal. Termasuk pengesahan APBD tahun 2020. “Kalau selesai tanggal 10 Nopember yang itu bagus. Tetapi kalau tidak selesai tanggal 10 Nopember ya tidak apa-apa,” kata Kusnadi. Sementara itu, Abdul Halim Iskandar Wakil Ketua DPRD Jatim menyampaikan, penataan AKD merupakan wujud proporsional, kolektif, kolegial. Politisi PKB ini menjelaskan, tim penyusun tata tertib menyampaikan beberapa aspirasi sebagai masukan bagi Kementerian Dalam Megeri agar dapatnya dilakukan peninjauan kembali regulasi yang berkaitan dengan tugas, fungsi, kewenangan, hak dan kewajiban anggota DPRD. (day/lis/*)

FOTO: MEMORANDUM/DAY

Di usia ke 74 tahun Pemprov Jatim, DPRD Jawa Timur mendorong Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Dardak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS). Sebab hingga memasuki akhir 2019 ini, nasib JLS sebagai akses penghubung wilayah ujung Kabupaten Banyuwangi sampai Kabupaten Pacitan tidak juga jelas kabarnya.

Suasana rapat paripurna tata tertib.

di wilayah Pantura menjadi sangat sulit. Sementara di selatan, hanya akses udara. “Banyuwangi punya bandara, Malang punya bandara, Jember punya bandara, Sumenep punya bandara, Sidoarjo punya bandara. Sementara di daerah Utara tidak ada. Karena memang sulit. Karena memasuki

Anwar Sadad berjabat tangan dengan Kodrat Sunyoto, dan Sabron Djamil Pasaribu.

wilayah militer,” tandas Kusnadi. Padahal penyumbang TKI di Jatim paling besar ada di Tulungagung, Kediri, dan daerah Selatan. “Saya meyakini nantinya wilayah selatan akan naik kelas,” kata dia. Ia menyampaikan, keberadaan JLS akan menunjang ak-

ses lainnya. “Dengan tersambungnya JLS, maka bisa menunjang akses lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” tegas Kusnadi. Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan, setiap tahun harus ada progres yang harus diperjuangkan. Salah satunya

Komisi B Ketua : Aliyadi - PKB Wakil Ketua : Amar Saifudin - FPAN Wakil Ketua : Mahdi - Fraksi PPP Komisi C Ketua : Fawait (Gerindra) Wakil Ketua : Ristu Nugroho (PDIP) Wakil Ketua : Fauzan Fuadi - PKB

Ketua Tim Penyusun Tata Tertib (Tatib), Bambang Juwono menyampaikan, pembentukan tim tatib berdasarkan keputusan DPRD Jatim nomor 188/21/KPTS-DPRD/050/2019 dengan jumlah anggota 25 DPRD Jatim. “Anggota tim tatib secara proporsional atas penugasan fraksi-fraksi,” kata Bambang Juwono. Disampaikan Bambang Juwono, tim penyusun tata tertib melaksanakan tugasnya sejak 9 September 2019, dengan melakukan serangkaian rapat pembahasan secara intensif, baik internal, maupun dengan tenaga ahli, juga konsultasi ke instansi terkait. “Hasil final draft tata tertib telah dirapatkan bersama pimpinan sementara, tanggal 25 September 2019. Hasilnya disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri,” tandas Bambang Juwono. (day/lis/*)

Komisi D Ketua : Kuswanto (Demokrat) Wakil Ketua : Edy Paripurna (PDI-P) Wakil Ketua : Asyhari - Nasdem Komisi E Ketua : Wara Reni Pramana (PDI-P) Wakil Ketua : Artono - Fraksi Gabungan Wakil Ketua : Bafaqih PKB Badan Perda Ketua : Sabron Djamil (Golkar) Wakil : Kholiq (PKB) Badan Kehormatan Ketua : AgusWicaksono - Fraksi PDI-P Wakil Ketua : Jajuk Rendra - Nasdem

Jawa Timur, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kembali berkomunikasi mengawal JLS. “Kami berharap perputaran ekonomi untuk terbuka, kemarin JLS belum berhasil. Tetapi memasuki usia 74 tahun, rakyat Jatim kembali mengawal infrastruktur JLS,” ujar Kusnadi. (day/lis/*)

Mengatur Kearifan Lokal

Daftar Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Jatim 2019-2024 Komisi A Ketua : Istu Hari Bagio (Golkar) Wakil Ketua : Bayu Airlangga (Demokrat) Wakil Ketua : Hadi Dediyansah (Gerindra)

persoalan disparitas wilayah dan disparitas sosial. “Memang ada disparitas sebenarnya sejak 10 tahun lalu diperkecil. Tetapi dukungan pemerintah pusat kurang maksimal,” kata dia. Dirinya berharap, DPRD Jawa Timur akan menggandeng kekuatan Kabupaten/kota di

Tim Penyusunan Tatib

Bambang Juwono

Ketua: Bambang Juwono (PDIP) Wakil Ketua: Akik Zaman (PKB) Wakil Ketua: H Hidayat (Gerindra) Sekretaris: Sri Subianto (Demokrat)

Profile for jatim terkini

MEMORANDUM EDISI 12 OKTOBER 2019  

MEMORANDUM EDISI 12 OKTOBER 2019

MEMORANDUM EDISI 12 OKTOBER 2019  

MEMORANDUM EDISI 12 OKTOBER 2019

Advertisement