Page 1

PETISI Edisi 030 | Tahun III | Agustus 2019

Harga: Pulau Jawa Rp. 4.000,- | Luar Jawa Rp. 5.000,-

Kantor Redaksi - Iklan: Komplek Graha Wartawan A. Aziz PWI Provinsi Jawa Timur, Jalan Taman Apsari 15-17 Lt. II/2 Surabaya 60271 Jawa Timur E-mail: mediapetisi@gmail.com Ilustrasi, KPK saat melakukan penggeledahan.(ist)

Jokowi

Jokowi:

Pejabat Lelet Saya Copot! Jakarta, Petisi Joko Widodo kembali terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya lewat pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Pada periode keduanya ini, presiden ke-7 RI itu didampingi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin. Jokowi mengatakan dalam lima tahun ke depan, dirinya akan fokus mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, membuka investasi seluas-luasnya, serta penggunaan APBN yang fokus dan terukur. Dalam pengembangan SDM, pria kelahiran Surakarta 58 tahun lalu itu menyebut bakal memperhatikan kesehatan anakanak saat masih di dalam kandungan. Ia ingin gizi dan nutrisi terpenuhi sejak dini, sehingga ketika lahir mereka menjadi bayi yang super sehat. Q

‘Panas Dingin’ Pejabat Pemprov Jatim,

KPK: Akan Ada Tersangka Baru

BERSAMBUNG KE HAL. 11

INDEKS .... PDIP Terbanyak Loloskan Kadernya ke DPRD Jatim Baca Hal. 5 Status Tanah Wisata Pemandangan Arak-arak Disoal Baca Hal. 8 Ning Ita Promosikan Wisata Kuliner Wilayah Barat Baca Hal. 9 Uji Coba Pengolahan Sampah Plastik Jadi Energi Listrik Baca Hal. 10 Prestasi Atlet Jawa Timur Jelang PON XX Tahun 2020 Baca Hal. 12

Zainal Abidin

Budi Setiawan

Fattah Jasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru dari hasil pengembangan penyidikan kasus korupsi Tulungagung, yang kini melebar dan berimbas pada pemeriksaan para mantan dan pejabat di Pemprov Jatim. Surabaya, Petisi Hal Ini disampaikan Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Chrystelina GS, kepada wartawan. “Tidak menutup kemungkinan itu terjadi,” tegasnya, Sabtu (10/8). Chrystelina GS melanjutkan, serangkaian penggeledahan dilakukan beberapa hari lalu dimaksudkan untuk menemukan bukti-bukti tambahan agar memperkuat perkara. “Serangkaian penggeledah-

an Tim KPK di Surabaya dilakukan untuk menemukan bukti tambahan yang diperlukan supaya makin memperkuat penanganan perkara,” ungkapnya. Rangkaian apa yang dilakukan KPK? Mulai dari pemeriksaan, penggelegahan dan peny-

“Lo rek itu kan tahun sebelum saya, lebih baik teman-teman tanya ke orang yang ada di periodenya supaya clear. Mosok aku komentar hal yang belum saya lakoni,” KHOFIFAH GUBERNUR JATIM

Ahmad Sukardi

itaan barang bukti (BB) dari para pejabat dan mantan pejabat di Pemprov Jatim. Semua inilah yang akhir-akhir ini membuat mereka, para mantan dan pejabat aktif di Jatim ‘panas dingin’. Apalagi, saat ini KPK juga sudah menggeledah rumah

Karsali

ajudan mantan Gubernur Jatim, tentu saja akan berdampak, dan bisa menambah daftar para mantan petinggi di Jatim untuk datang di Gedung KPK menjalani pemeriksaan. Seperti diketahui, sebelumnya, Kamis (11/7/2019) , KPK

Siapa Lagi?

melakukan pengembangan kasus Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono terkait pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung TA 2015-2018. Q

BERSAMBUNG KE HAL. 11

“Pemprov Bantu KPK Selidiki Korupsi di Jatim” KEGIATAN KPK yang akhirakhir ini mengobok-obok kantor di Pemprov Jatim, mendapat tanggapan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Jatim, Heru Tjahjono. Menurut Heru, Pemprov Jatim berjanji akan terus memfasilitasi dan membantu giat KPK yang menggeledah di sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah

(OPD) di lingkungan Pemprov. Menurut mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Jatim itu, apa yang dilakukan KPK akhir-akhir ini adalah permasalahan hukum. “Urusan (hukum, red) kami serahkan kepada KPK. Pemprov akan menfasilitasi apaapa yang KPK butuhkan,” ujar Heru Tjahjono ditemui wartawan usai sidang paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur, Senin (12/8). Q

BERSAMBUNG KE HAL. 11

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono

Gubernur Khofifah melantik Maryoto Birowo, sebagai Bupati Tulungagung.

Gubernur Minta Bupati Maryoto Berhati-hati Gunakan Anggaran Surabaya, Petisi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik Drs. Maryoto Birowo, MM sebagai Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2018-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (13/8/2019) sore. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan/SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 131.35-2795 Tahun 2019 tanggal 11 Juli 2019 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 20182023. Q

BERSAMBUNG KE HAL. 11

„Upacara HUT RI ke-74 di Grahadi

Pakde Karwo Absen, Jadi Rasan-rasan Para Undangan Mantan Gubernur Jatim 2 periode 2008-2019, Soekarwo (Pakde Karwo) tidak menghadiri upacara peringatan detik-detik HUT Proklamasi RI ke-74 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (17/8/2019). Surabaya, Petisi Padahal, kehadiran Pakde Karwo, tentu saja banyak ditunggu para wartawan untuk sekedar mendapatkan informasi, tentang kegiatan apa yang dijalani setelah lepas dari jabatan gubernur. Tidak hadirnya Pakde Karwo juga menjadi rasan-rasan seluruh undangan yang hadir. Padahal, semua mantan Gubernur dan Wagub Jatim yang di-

undang hadir di Grahadi. Sejak pagi mereka sudah stand by di sisi barat Gedung Grahadi. “Sudah. Semua mantan pejabat pemprov Jatim kita undang pada upacara peringakatan Kemerdekaan RI tahun ini,” kata Kepala Biro Humas Protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai di Grahadi, Sabtu ( 17/8/2019) siang. Sejumlah mantan pejabat pemprov Jatim yang hadir, ant-

Imam Utomo (dua dari kanan) foto bersama sejumlah mantan wagub Jatim

ara lain Imam Utomo (mantan Gubernur Jatim 1998-2003), Abdul Hamid (mantan Wagub Jatim

bidang Pemerintahan), Imam Supardi (mantan Wagub Jatim bidang Kesra) dan Soenarjo

(mantan Wagub Jatim 2003-2008). Mereka semua kompak hadir bersamaan, lalu ramah tamah bareng di VIP Gedung Grahadi. “Kudu. Kudu teko (Harus. Harus hadir). Ini kan upacara Hari Kemerdekaan RI,” ucap Soenarjo, yang sebentar lagi mengakhiri karier politiknya sebagai legislator Jatim. Informasi yang beredar, Pakde Karwo berhalangan hadir di upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-74, karena tengah sakit. Namun, tidak diketahui jelas, pakde Karwo menderita sakit apa.(bm)

WARTAWAN SURAT KABAR UMUM PETISI DALAM MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIKNYA DIBEKALI KARTU PERS DAN NAMANYA TERCANTUM DALAM BOKS REDAKSI


2 OPINI

Edisi 030 Tahun III |Agustus 2019

Mendatangkan Rektor Asing Bukan Solusi Tepat Wacana perekrutan rektor asing pada tahun 2020 nanti, baru- baru ini menimbulkan banyak pro kontra di kalangan masyarakat, khususnya para akademisi. Hal ini didasari pada Keputusan Menteri Kemenristekdkti Muh. Natsir untuk melakukan perekrutan rektor asing sebagai bagian dari peningkatan mutu kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia. Oleh : Ken Bimo Sultoni* HAL ini sangat menarik untuk dijadikan kajian, terutama dalam situasi dan kondisi yang sedang dialami negara ini terkait urgensi persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam suatu kesempatan saat diwawancari oleh salah satu media nasional, Menristekdikti Muh. Natsir menyampaikan, bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pada kurangnya kemampuan rektor di Indonesia untuk dapat mengangkat kualitas perguruan tinggi ke kelas dunia. Oleh karenanya Muh. Natsir berpendapat bahwa solusi yang bisa jadi menangani permasalahan ini yaitu dengan cara mendatangkan rektor asing yang lebih unggul dalam beberapa aspek, diantaranya adalah jejaring komunitas peneliti luar negeri, berpengalaman mengelola perguruan tinggi dan mempunyai inovasi untuk meningkatkan mutu riset. Pada kesempatan lainnya, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (pur) Moeldoko mengatakan, presiden menyetujui rencana merekrut rektor dari luar negeri di beberapa kampus Indonesia. Tentu bukan tanpa alasan pula mengapa dalam hal ini Presiden Jokowi memberikan lampu hijau terkait dengan keputusan itu. Yang notabene dirasakan pula olehnya bahwa peringkat perguruan tinggi di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara-negara lain. Keresahan akan rendahnya kualitas perguruan tinggi di Indonesia untuk dapat bersaing dalam kancah internasional menjadi topik utama yang diinginkan Presiden Jokowidodo untuk dapat segera diselesaikan. Dunia akademis apabila kita mengacu pada standar penilaian QS World University Ranking (QS-WUR) yang selama ini dijadikan acuan kemenristekdikti, PT Indonesia seharusnya dapat berada pada jajaran ranking yang sama seperti halnya yang didapat oleh National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) diposisi 20 besar atau diperingkat 100 besar seperti yang diraih Universiti Malaysia (UM). Nyatanya, hingga kini belum ada PT di Indonesia yang dapat meraih tingkat seperti itu, sejauh ini baru ada 3 universitas di Indonesia yang dapat menorehkan namanya pada satndar penilaian QS-WUR dan itu pun masih di jajaran 500 besar, masing masing diarih UI (296), UGM(320) dan ITB(331). Seperti yang jamak kita ketahui bahwa minat mahasiswa Indonesia untuk dapat berkuliah diluar negeri lebih tinggi dibandingkan harus kuliah didalam negeri. Hal ini didasari pada asumsi bahwa kualitas perguruan tinggi dalam negeri belum terlalu mumpuni apabila dibandingkan dengan kualitas perguruan tinggi di negara lain. Dan hal ini seperti mau tak mau memaksa para pemangku jabatan di negeri ini memutar otak agar dapat menyetarakan kualitas PT yang ada. Contoh nyata yang ada adalah beberapa keberhasilan perguruan tinggi di luar negeri, seperti Nanyang Technological University (NTU) yang didirikan pada 1981, kampus ini bisa masuk 50 besar dunia dalam waktu 38 tahun setelah dipimpin rektor dan sebagian dosen dari Amerika Serikat. Tentu keberhasilan itu memantik minat para pemimpin bangsa ini

untuk mencontoh hal itu. Akan tetapi, apakah rencana pendatangan rektor asing ke Indonesia menjadi solusi kongkrit dalam pembenahan sistem dan peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia? Cukup menarik apabila kita mencoba menganalogikan permasalahan ini dalam konsep kemasyarakatan yang bukan hanya menjadi keresahan para akademisi, akan tetapi masayarakat secara umum. Contohnya adalah Sepakbola. Sepakbola di negeri ini menjadi salah satu olaharaga paling populer yang banyak diminati oleh seluruh kalangan masyarkat di Indonesia tanpa terkecuali, sama seperti layaknya antusisasme masyarakat Indonesia untuk dapat masuk perguruan tinggi populer yang ada. Kesenangan masyarakat Indonesia terhadap olahraga ini mungkin saja dapat disandingkan dengan negara-negara yang juga terkenal sebagai negara sepakabola seperti Brazil, Argentina ataupun italia. PSSI selaku lembaga resmi yang menaungi olahraga sepakbola di Indonesiai seringkali membuat banyak gebrakan untuk dapat membawa nama sepakbola Indonesia agar dikenal di mata dunia, diantaranya adalah dengan cara mendatangkan pelatih asing, menaturalisasi para pemain hingga meningkatkan fasilitas pendukung untuk menunjang kebutuhan para pemain. Toh hal juga itu ternyata belum cukup untuk dapat membawa nama Indonesia cemerlang di mata dunia sepakbola internasional. Permasalahan yang ada ini tentu menjadi keresahan yang hampir sama apabila kita membandingkannya dengan pro kontra terkait rencana perekrutan rektor asing. Karena layaknya pelatih asing yang ditunjuk oleh PSSI tadi, seorang rektor mempunyai kendali penuh atas universitas yang ia pimpin. Di dunia sepakbola Indonesia sendiri, PSSI pernah membuat suatu gebrakan yang mugkin saja menjadi salah satu program berpengaruh yang pernah dilakukan oleh PSSI saat itu, yaitu program PSSI Primavera dan Baretti di tahun 1993 sampai 1996. PSSI Primavera dan Baretti adalah sebuah program yang dilakukan PSSI dengan cara mengirim para pemain muda berbakat Indonesia untuk dapat berlatih sepak bola di Italia dengan tujuan untuk mengembangkan keahlian masing-masing pemainnya. Hasil dari program itupun juga dapat dikatakan cukup membanggakan meskipun belum dapat mendulang keberhasilan yang signifikan. Hampir semua pemain PSSI Primavera menjadi tulang punggung di klubnya masing-masing. Bahkan Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy dan Bima Sakti sukses masuk ke dalam skuat Sampdoria pada saat itu. Bahkan beberapa nama tadi masih tetap eksis di dunia sepakbola Indonesia hingga saat ini. Strategi ini seharusnya juga dapat dilakukan dalam dunia akademisi di Indonesia, masih banyak putra-putri bangsa Indonesia yang cemerlang dan berpotensi untuk dapat memimpin civitas akademika tanpa harus mendatangkan rektor asing. Investasi dalam bentuk pelatihan dan juga peningkatan anggaran dalam dunia akademis juga dirasa perlu untuk bisa membangun basis

ekosistem kampus yang lebih baik. Salah satunya seperti yang diungkapkan guru besar Unair Prof Kacung Marijan. Menurutnya, rektor memang salah satu hal penting dari keseluruhan sistem pengelolaan PT. Namun, ada yang lebih penting dari itu. Yakni, pengelolaan ekosistem di dalam PT. “Yang penting ekosistemnya dulu. Kalau ekosistem sudah bagus, baru memungkinkan untuk berkompetisi dengan yang lainnya,” kata Kacung. Contoh mudahnya adalah seperti apabila kita ingin memelihara ikan Koi meski kita mendatangkan perawat atau peternak paling ahli sekalipun apabila ekosistem yang ada belum mendukung, pastinya Ikan Koi tersebut akan tetap mati dan begitu pula sebaliknya. Disisi lain, menurut Prof. Joni Hermana Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya (periode 20152019) yang dikutip dari Jawa Pos menyampaikan bahwa QSWUR mengukur 2 aspek utama dengan bobot masing-masing kriteria adalah 50 persen, yaitu: (a). 50 persen untuk International Faculty, International Student, Citation per Faculty, Faculty/Student Ratio, dan (b) 50 persen untuk Employer Reputation, Academic Reputation. Lalu, mari kita bandingkan skor kriteria antara UI yang mempunyai ranking terbaik dari Indonesia (296) dengan UM yang terbaik dari Malaysia (70). Dalam hal ini, apabila dilihat dari skor yang diperoleh untuk setiap kriteria penilaian di atas, ternyata UI justru unggul di International Faculty daripada UM (skor 94.5 vs 62.8), artinya jumlah pengajar asing di UI lebih banyak dibandingkan dengan dosen asing di UM. Toh, nyatanya kehadiran pengajar asing tidak serta merta mendongkrak UI menjadi lebih unggul levelnya daripada UM. Jadi, apakah memang pengajar asing itu lebih baik dari pengajar kita? Sementara itu, semua skor kriteria lainnya, seluruh nilai UM lebih unggul daripada UI, bahkan ada dua kriteria yang sangat jauh sekali bedanya. Misalnya untuk jumlah sitasi per dosen (skor 41,5 vs 1,9) dan jumlah mahasiswa asing (skor 57,2 vs 5,0). Dari data Kemenristekdikti tahun 2017 misalnya, 3 PTN yang masuk dalam ranking 500 besar dunia, ternyata hanya disupport dana internasionalisasi dari APBN sebesar, USD 0.006B atau tidak lebih dari Rp 87 milar saja. Bandingkan dengan pemerintah Malaysia yang telah berhasil memasukkan 6 PT-nya masuk dalam ranking 500 besar dunia, menyuntik dana sebesar USD 1.5B atau Rp 21,75 triliun. Jangan dikata untuk Singapura yang telah menggelontorkan dana sebesar USD 4.0B atau sekitar Rp 58 trilun. Pemaparan dari Prof. Joni diatas pastinya menggelitik untuk dapat dijadikan sumber pembanding terkait rencana perekrutan Rektor asing ini. Terlebih lagi ternyata bukti yang ada memaparkan bahwa jumlah dosen asing tidak serta merta mempengaruhi tingkat kualitas dari PT untuk dapat naik dalam penilai QS-WUR dan malah sebaliknya, dengan

jumlah dana anggaran yang terbatas pun ternyata PT di Indonesia dapat masuk dalam kategori penilaian QS-WUR meski hanya menempati pada ranking 500 besar. Selain aspek teknis yang harus dipenuhi untuk dapat bersaing dalam kancah dunia internasional, terdapat aspek lain yang menjadi tanggungan moral bagaimana pendidikan bangsa ini berguna bagi kemaslahatan rakyat banyak. Dan apabila merunut pada pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 yang merupakan perwujudan visi dari para pendiri bangsa. Terdapat kutipan untuk dapat “mencerdaskan kehidupan bangsa” , yang dalam hal ini merupakan suatu tujuan yang bersifat nasional dan bermaksud membangkitkan jati diri kebangsaan rakyat Indonesia secara mandiri. Dan pastinya hal tersebut akan bernilai kontradiktif apabila rencana perekrutan rektor asing ini menjadi kenyataan. Karena filosofi mencerdaskan kehidupan bangsa yang dimaksud bukan hanya sekedar mencapai kualitas terbaik secara ranking semata, akan tetapi bertujuan agar semangat nasionalisme muncul dan negara hadir untuk ikut bertanggung jawab akan hal itu. Dan bukan malah bersikap seperti layaknya berpangku tangan dengan situasi yang ada dengan cara menyerahkan permasalahan kualitas pendidikan nasional kepada warga dari negara lain. Sehingga kembali kepada pertanyaan diawal, apakah rencana pendatangan rektor asing ke Indonesia menjadi solusi kongkrit dalam pembenahan sistem dan peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia? Belajarlah Pada Presiden BJ Habibie Rencana Menristekdikti Muh. Natsir untuk mendatangkan rektor asing menjadi pembahasan menarik dalam kajian masa depan pendidikan bangsa ini. Perekrutan rektor asing ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2020 mendatang dengan catatan menyesuaikan regulasi dan persiapan yang ada, guna menghindari kesalahan dan memaksimalkan dampaknya terhadap kemajuan kualitas Perguruan tinggi di Indonesia Akan tetapi, meski niatan baik ini muncul, masih banyak kalangan yang mengganggap kurang dirasa perlu untuk dapat merevolusi kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan alasan, bahwa masih banyak kelemahan dalam segi sistem, kebijakan dan juga kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia untuk dapat meaksimalkan potensinya dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi (PT). Atau mungkin saja kita bisa mencoba mengulas kembali kesuksesan pendidikan Indonesia di era awal negeri ini

meredeka. Dikutip dari laman kemendikbud.go.id bahwa banyak kebijakan yang telah dihasilkan oleh para presiden pendahulu guna memaksimalkan potensi pendidikan Indonesia sesuai dengan masalah dan tantangan zaman itu. Di era Bung Karno pendidikan berfokus pada pendidikan sosialisme yang bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial yang dianggap sebagai suatu bentuk penjajahan akal budi. Dalam hal ini Soekarno berfokus untuk dapat mencetak generasi yang mempunyai identitas kebangsaan yang kuat dan juga jiwa patriotisme sehingga tak heran bila ia mengangkat pendidikan gaya sosisalisme sebagai elemen penunjangnya. Sosialisme Indonesia merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran tersebut. Pendidikan sosialisme Indonesia didapat melewati akal dan pengalaman empiris. Seokarno pun pernah berkata: “…sungguh alangkah hebatnya kalau tiap-tiap guru di perguruan taman siswa itu satu persatu adalah Rasul Kebangunan! Hanya guru yang dadanya penuh dengan jiwa kebangunan dapat ‘menurunkan’ kebangunan ke dalam jiwa sang anak” Dari perkataan Soekarno itu sangatlah jelas bahwa pemerintahan Orde Lama menaruh perhatian serius yang sangat tinggi untuk memajukan bangsanya melalui pendidikan. Selanjutnya ada pada era kepemimpinan Soeharto, apabila kebijakan pendidikan Soekarno terkenal dengan jiwa kebangsaan dan visi besar bangsa akan identitas patriotis, beda halnya dengan Soeharto. Dalam hal ini Soeharto cenderung meningkatkan kualitas pendidikan lewat beberapa paket pembangunan secara umum. Sejak Pelita I hingga Pelita V mutu pendidikan terus-menerus dijadikan salah satu kebijakan pokok dan peningkatan mutu pendidikan di era Presiden Soeharto cenderung secara patuh melaksanakan kebijakan Bank Dunia. Meski begitu dalam hal ini Soeharto fokus pada pengembangan kualitas pendidikan lewat perbaikan infrastruktur penunjang pendidikan dan pembenahan sistem, agar dapat seragam dan rapi, sehingga menghasilkan generasi yang dirasa cakap dan rata dalam segi pembangunan nasional. Di era Soeharto ini, seorang penyanyi beraliran country bernama Iwan Fals merekamnya pada sebuah lagu berjudul Oemar Bakrie dalam albumnya yang berjudul Sarjana Muda pada tahun 1981. Isi lirik lagu yang satir dan menyentil kebijakan pendidikan pemerintah saat itu seperti direkam dengan baik olehnya. Kualitas guru yang ada saat ini sangatlah baik hingga dapat menghasilkan orang-orang pintar sekelas B. J Habibie yang menjadi ilmuwan ternama Indonesia di mata dunia. Di saat itu pula negara tetangga kita Malaysia yang saat ini salah satu kampusnya duduk sebagai peringkat 100 besar universitas terbaik dunia Universiti Malayasia (70) menurut QS-WUR pernah berguru ke Indonesia. Seperti dikutip dari tirto.id melihat kompetensi guru Indonesia yang cukup menarik di mata negara asing, khususnya Malaysia, Pemerintah Orde Baru mulai mengirim tenaga guru terdidik ke Malaysia sebagai

bagian langkah normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia pada 1966. Ekspor guru ke Malaysia juga berasal dari permintaan langsung Pemerintah Malaysia sebagai tindak lanjut terbentuknya kembali lembaga persahabatan kedua negara. Guru Indonesia di Malaysia kala itu umumnya ditugaskan selama tiga tahun di sekolah-sekolah menengah yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Mereka bertugas memperbaiki tata bahasa Melayu pelajar-pelajar Malaysia yang terbiasa bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Selain itu, ada pula upaya memperbaiki kurikulum sains peninggalan Inggris yang dinilai sudah usang. Sampai Juni 1972, terdapat 175 guru Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia. Merujuk pada laporan Kompas (31/5/1967), rencana Malaysia mengimpor guru dari Indonesia diutarakan langsung oleh Menteri Pendidikan Malaysia Mohamed Khir Johari melalui acara konferensi pers di Jakarta pada bulan Mei 1967. Diwakili Johari, Pemerintah Malaysia mengutarakan bahwa negerinya belum memiliki banyak lulusan perguruan tinggi, sehingga membutuhkan banyak tenaga pengajar terdidik di bidang ilmu pengetahuan, teknik, dan sastra Melayu dari Indonesia. Satu tahun setelah Johari mengunjungi Indonesia, sebuah tim yang dibentuk di lingkungan pejabat Kementerian Pelajaran dan Kantor Urusan Pegawai Malaysia kembali mengunjungi Indonesia di akhir tahun 1968. Mereka diutus untuk merekrut guru dan dosen yang dapat segera ditugaskan di sekolah-sekolah menengah dan universitas di Malaysia. Hal ini pastinya merupakan suatu prestasi tersendiri yang dimiliki oleh Indonesia, bagaimana negara ini dapat membuat negara yang ia ajari dapat melebih prestasi yang ia dapat. Disisi lain hal ini juga merupakan sebuah ironi yang dihadapi bangsa ini, karena nyatanya adalah masih banyak dari tenaga pendidik Indonesia yang kualitas hidupnya tidak selaras dengan apa yang telah mereka berikan. Hal ini terbukti dari honor tenaga pengajar yang rendah meski disokong oleh infrastruktur yang baik. Seperti yang dikutip pada laman kemendikbud.go.id masa pemerintahan Presiden Habibie, merupakan masa transisi reformasi. Isu otonomi pendidikan sebenarnya hak bagi setiap institusi untuk memutuskan apa yang baik bagi sebuah institusi tanpa ada gangguan dari pihak luar. Konsep ini jelas datang dari semangat kebebasan akademis, ketika hak-hak akademis individu untuk mengekspresikanopini mereka terjamin. Di dalam Magna Carta of European Universities yang ditandatangani pada 1988 oleh para rektor dari Universitas terbaik se-Eropa dikatakan bahwa universitas merupakan lembaga yang otonom di tengahtengah masyarakat yang sangat beragam, baik secara geografis maupun budaya. Universitas adalah produsen utama hampir seluruh produk sosial, politik, dan budaya yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Dalam rangka menarik minat pasar, pendidikan tinggi di Indonesia harus membuka programprogram pelatihan, sertifikasi, serta kuliah jarak jauh yang dikelola dengan logika kolaboratif, yaitu ketersambungan dunia bisnis dan pendidikan. Networking atau jejaring adalah kata kunci yang harus

dikembangkan secara terusmenerus oleh setiap universitas dalam rangka mencari pola partnership yang tepat antara universitas dan lembaga keuangan (bisnis, entertainer) dan lembaga riset. Yang menarik dari kebijakan B.J Habibie disini adalah ia menjunjung tinggi otonomi perguruan tinggi untuk dapat menentukan yang terbaik dari masing masing pola pendidikan yang ada, sehingga menghasilkan generasi penerus yang dinamis dan beragam dan berlawanan dengan kebijakan Soeharto yang cenderung menyamaratakan. B.J Habibie mungkin saja apabila dibandingkan dengan kebanyakan presiden Indonesia yang sudah ada merupakan presiden yang paling paham terkait dunia pendidikan, dikarenakan latar belakangnya sebagai seorang ilmuwan dan akademisi. Dan bukan tanpa alasan ia mendorong kampus kampus untuk dapat menjalankan konsep yang tertuang pada Magna Carta of European Universities. Karena ia sangat paham bahwa lingkungan kampus adalah lingkungan akademis yang heteregon dan mempunyai keunikannya masing-masing. Solusi yang ditawarkannya pun juga sangat menarik untuk dapat dikembangkan di era sekarang ini, kualitas pendidikan Indonesia bukan hanya berasal dari segi ranking, akan tetapi perbaikan lingkungan kampus dan inovasi yang dihasilkan para lulusannya, merupakan suatu prestasi tersendiri yang diharap mampu digalakkan kembali di era modern ini. Penulis dalam hal ini terinspirasi oleh salah satu film yang dibintangi oleh artis populer India Aamir Khan yang berjudul 3 idiots. Dalam salah satu cuplikan scene filmnya terdapat argumen antara Ranchodas yang diperankan oleh Aamiir Khan dan rektornya yang diperankan oleh Boman Irani. Disaat itu sang rektor sesumbar, bahwa ia telah berjasa menaikan peringkat universitasnya dari peringkat rendah menuju peringkat pertama di negeri itu. Dia melakukannya dengan cara yang tanpa pandang bulu melihat kompetensi yang dimiliki oleh para siswanya dan hanya berfokus pada regulasi dan aturan-aturan yang terkesan statis. Setelah itu sosok rancho menanggapi bahwa hasil yang didapat dari universitas itu hanya sebuah kepalsuan semata, karena nyatanya keberhasilan lulusan-lulusan terbaik yang ada hanya dapat bekerja di Amerika sebagai pembandingnya dan tidak ada lulusan dari universitas itu yang berani untuk menghsailkan sebuah inovasi dan pembaharuan untuk negerinya sendiri. Ia menyamakan universitas itu dengan sebuah mesin bertekanan tinggi yang selalu ditekan untuk dapat lulus dan memberikan ranking terbaik tanpa diberikan celah untuk dapat berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang baru. Sepertinya film itu menjadi cerminan dari bangsa ini untuk dapat mengatur pendidikan Indonesia yang berkualitas, karena masih banyak kelemahan yang dimiliki dunia pendidikan Indonesia dan ranking nyatanya bukanlah sebuah tolok ukur yang nyata untuk dapat dipamerkan. Akan tetapi kontribusi dan aksi nyata para lulusannya lah yang harus dikembangkan agar negeri ini bisa menjadi berkeadilan dan mencapai kemakmuran sesuai dengan visi para pendiri bangsa ini.(*) *Penulis adalah mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fisip Universitas Diponegoro, aktivis HMI Cabang Semarang

Pendiri : Sokip, SH, MH, Penanggungjawab/Pemimpin Redaksi : Sokip, SH, MH Penasehat : Bondet Hartjito, Redaktur Pelaksana : Hari Cahyo Santoso, Dewan Redaksi : Bondet Hardjito, Yunianto ‘Masteng’ Wahyudi, Y Hidayat, SSos, MH, Sokip, SH MH, Drs. S Gultom, Hari Cahyo S, Redaktur : Hari CS, Bambang W, Perwakilan Sumatera Barat, Riau : Bagus Budi, Surabaya : Hari C, Bambang W, M Adi Cahyono, Teguh, Gresik : Bachtiar, Rudi Santoso, Zainul Abidin, Lamongan : Aan Kurniawab, Mojokerto : Nanang S, Madiun : Harwanto, Iya, Ponorogo : Hari Bahrul Ulum, Kamaluddin, Kediri : Prijo Atmodjo, Blitar Raya : M Rosyid Muhaimin, Kota Batu : Eka Hariyanto, Tulungagung-Trenggalek : Suparyono, Pasuruan : Muhammad Mukhdor, Jember : Evelyne ‘Eva’ Cristanty, Bondowoso : Latifahol Jahara, Banyuwangi : Fattahur Rohman Arroji, Desien Kreatif & Teknologi Informasi : Agus, Putut, Marketing/Iklan : Teguh, Umum : Sri Leman (Manajer), M Sholeh, Nasir, Mulyadi, Amri, Komari, Afik M. Alamat Redaksi dan Perusahaan : Kompleks Graha Wartawan PWI Jatim, Jalan Taman Apsari 15-17 (atas) Surabaya, Jawa Timur, Perumahan Pondok Benowo Indah Blok CQ 33 Surabaya, Telepon : 081 21 7272 772

Penerbit: PT Petisi Pakal Indonesia SIUP: No 503/4183.A/436.7.17/2017 NPWP: 81.579.088.6-604.000

Akta Pendirian : 21 Pebruari 2017 Nomor : 48 Notaris : Roma Panjaitan, SH, SK KUMHAM : Nomor AHU-0033025.AH.01.11. TAHUN 2017 Direktur : Sokip, SH MH, Komisaris : Drs. S Gultom, Sokip SH, Ir. Bhirowo Seno Adji, Sri Leman Rekening Bank Jatim : 0681000658 a/n Petisi Pakal Indonesia PT, Rekening Bank Jatim : 0682079606 a/n Sokip, Rekening Bank BCA : 6170412328 a/n Sokip Percetakan : PT Media Nusantara Press. Website : www.petisi.co Email : beritapetisi@gmail.com


Edisi 030 Tahun III |Agustus 2019

PEMERINTAHAN 3 Pembangunan jembatan Sumber Rame yang dibongkar dengan alat berat.

Dinas PU Bina Marga Jatim

Perbaiki Jembatan Sumberame Gresik „Demi Kenyamanan Pengguna Jalan Surabaya, Petisi Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jatim terus berupaya memperbaiki ruas jalan dan jembatan yang rusak di beberapa daerah. Perbaikan dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat pengguna jalan. Salah satu perbaikan jembatan yang menjadi fokus Bina Marga Jatim, yaitu Jembatan Sumberame di jalan Legundi, Gresik sampai batas Kabupaten Mojokerto. Kondisi jembatan tersebut, saat ini cukup memprihatinkan, karena rusak dan ambles. “Memang ada beberapa ruas jalan yang diperbaiki dan sudah jalan semuanya. Selanjutnya ada beberapa jembatan yang diperbaiki, bahkan diperbaiki yang baru. Contoh jembatan Sumber-

Dari Puspa Agro, 40 Ton Pisang Diekspor ke Malaysia Surabaya, Petisi Peluang pasar ekspor buah pisang ke Malaysia masih sangat terbuka, karena volume pasokan komoditas itu masih jauh dari kebutuhan pasar. Puspa Agro menjajaki untuk bisa memenuhi permintaan pasar Negeri Jiran itu bersama para petani dan mitra bisnisnya. Sebanyak 40 ton pisang jenis tanduk dan kepok, Senin (5/8/ 2019) diberangkatkan ke Malaysia dari area Puspa Agro. Dari gedung cold storage Puspa Agro dua kontainer sudah standby sejak Minggu (4/8/2019) pagi. Sejumlah pekerja nampak menyiapkan pisang yang akan diangkut oleh kontainer dengan memisahkan dari tandannya dan memasukkan dalam kantong (waring) dengan berat sekitar 25 Kg/waring. Pukul 09.00 kontainer pengangkut pisang itu berangkat meninggalkan area Puspa Agro menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Dari pelabuhan ini, pisang itu lalu dibawa ke negara tujuan ekspor, Malaysia. Hadir dalam pelepasan ekspor

ame di jalan Legundi sampai batas Kabupaten Mojokerto yang rusak,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi kepada wartawan di Surabaya, Kamis (8/8/2019). Pihaknya mengaku rusaknya jembatan Sumberame banyak dikeluhkan masyarakat. Beberapa kali pihaknya juga dimintai tanggapan oleh salah satu radio swasta di Surabaya atas kondisi jembatan tersebut. Sebab, rusaknya jembatan Sumberaame menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Sebenarnya jembatan ini sangat strategis, menghubungkan antara Legundi, lewat Wringinanom langsung menuju Penopo, kab Mojokerto. Kalau jembatan itu sudah diperbaiki, maka lalu lintas berjalan normal,” ujarnya. Awalnya, jembatan Sumberame memiliki lebar jalan 10 meter.

Gatot Sulistyo menunjukkan gambar pelebaran jembatan Sumber Rame di jalan Legundi sampai batas kab Mojokerto.

Nantinya, akan dilebarkan menjadi 14 m, dengan menambah lebar jalan 2 m dari sisi kanan dan kiri jembatan. Pembangunan jembatan sudah dimulai 26 Juni lalu, dan diharapkan selesai 17 Desember 2019. “Biaya pembangunan jembatan ini sebesar Rp 2,4 miliar,” tegasnya. (bm)

„ Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov Jatim Gelar Inovasi dan Teknologi Tanaman Pangan dan Hortikultura

“Crop Circle-Dewi Cemara Layak Menjadi Kawasan Eduwisata Milenial”

pisang itu, pejabat dari Badan Karantina Pertanian, pihak eksportir (CV Bintang Perkasa), importir, dan perwakilan PT Puspa Agro. Tentang besarnya peluang pasar pisang, khususnya jenis pisang tanduk dan kapok, Mohammad Amin bin Amri dari Seteguhbiz Empire Group, SDN BHD, Malaysia, mengungkapkan, saat ini pihaknya membutuhkan kedua jenis pisang itu sebanyak 15 kontainer per minggu. Artinya, Jatim masih berpeluang untuk menambah volume ekspornya, karena saat ini baru bisa memasok dua dari 15 kontainer yang dibutuhkan. “Kami terima berapa pun banyaknya, karena kebutuhan kami 15 kontainer per minggu.

Prosesi pemberangkatan ekspor pisang ke Malaysia.

Dan ke depan, kebutuhan pasok pisang ini saya prediksi terus meningkat. Selain Jawa Timur ini, kami juga ambil dari Makassar dan Medan,” ujar Amin seusai prosesi pemberangkatan ekspor di area Puspa Agro. Mindaklanjuti ekspor perdana itu, PT Puspa Agro, CV Bintang Perkasa, dan Seteguhbiz Empire Group (importer) tengah merumuskan pola kerja sama. Hal ini untuk memaksimalkan pasokan pisang untuk diekspor ke Malaysia. Selain volume pasokan ekspor masih relatif minim, tren meningkatnya permintaan pisang ke Malaysia makin memperbesar peluang bisnis komoditas itu.(adv)

Kediri, Petisi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan kawasan Eduwisata Milenial “Crop Circle” yang berada di Desa Kedungmalang, Kec. Papar, Kabupaten Kediri menjadi kawasan Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Dewi Cemara). Melalui peresmian tersebut diharapkan dapat menjadi kawasan eduwisata bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan milenial. “Desa Cemara Kedung Malang ini didisain sebagai edu wisata. Saya berharap akan menjadi pusat wisata edukatif dan pembelajaran bagi pelajar di Kediri. Disini akan dikembangkan varietas-varietas unggul tanaman pangan dan horti kultura. Jadi masih butuh banyak pembenahan agar makin lengkap sebagai edu wisata agro,” jelas Gubernur Khofifah saat menghadiri Gelar Inovasi Dan Teknologi Tanaman Pangan Dan Hortikultura yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, Kamis (8/8). Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan, Crop Circle tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, khususnya bagi para pelajar dan milenial. Banyak angle yang menarik dan sangat Instagram-able dan berpotensi untuk diviralkan. Ia mengajak segenap masyarakat sekitar kawasan Dewi Cemara untuk bersama-sama memviralkan tempat wisata baru tersebut agar publikasinya cepat. “Sesuatu yang Instagram-able seperti ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan baik inovasi dan teknologi tanaman pangan dan hor-

Gubernur Jatim Khofifah didampingi Kadinas Pertanian Prov Jatim Hadi Sulistiyo saat gelar Inovasi dan Teknologi Tanaman Pangan.

tikulturanya maupun sentra pelatihan pertanian. Saya harap terus dikembangkan dan menjadi daya tarik petani milenial. Dewi cemara ini sudah mulai viral, saya harapkan semuanya saling menjaga dan menyempurnakan kawasan destinasi wisata baru ini,” ujar Gubernur Khofifah. Sesuai dengan namanya yakni Dewi Cemara, mantan Menteri Sosial ini berharap bisa menciptakan masyarakat desa yang tak hanya fokus pada tempat wisata saja. Melainkan bisa memiliki karakter yang cerdas dan mandiri. Dengan karakter tersebut, maka dapat meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.

Secara khusus, ia memberikan tantangan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, Hadi Sulistyo, dan Bupati Kediri agar bisa mengembangkan varietas hibrida kenikir yang banyak ditanam di kawasan Crop Circle. Diharapkan nantinya masyarakat desa bisa menggandeng Wedding Organizer (WO), dimana mereka memerlukan bunga di setiap pekerjaannya dalam jumlah yang cukup besar. “Jika budidaya kenikir hibrida ini diperluas saya rasa akan memberi dampak ekonomi yang tinggi jika dibangunkan jaringannya dengan pembeli seperti wedding organizer,” tanyanya. Gelaran acara itu dimeriahkan dengan kehadiran 73 stand pertanian dari OPD, SMK dan Perguruan Tinggi Pertanian serta produsen bidang usaha pertanian dari seluruh Jawa Timur. Turut hadir Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, Bupati Kediri, Bupati Jombang Mundjidah Wahab serta lebih dari 3000 insan pertanian baik dari Kediri dan berbagai wilayah di Jawa Timur.(adv)


Edisi 030 Tahun III |Agustus 2019

4 METROPOLIS

DKP Jatim Melaksanakan Program Pengembangan Kawasan Agropolitan di 15 Kabupaten Tahun 2019 Surabaya, Petisi Patut mendapat apresiasi bersama, di tahun 2019, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim melaksanakan giat pengembangan kawasan Agropolitan di 15 Kabupaten. Menurut Kepala Bidang Perikanan Budidaya (Kabid) DKP Jatim, Hari Pranoto melalui Kepala Seksi Sarana dan prasarana, Ardy Soesanto mengatakan, bahwa Pengembangan Agropolitan sendiri tujuannya untuk meningkatkan kegiatan perekonomian, khususnya yang berasal dari

usaha-usaha perikanan. Disini ada konsep pembangunan Minapolitan, yakni untuk peningkatan ekonomi yang berbasis kawasan, jadi dalam satu kawasan itu diharapkan terjadi kegiatan yang terintegrasi, ada beberapa sektor yang masuk diantaranya perikanan, perkebunan, pertanian, sehingga dalam kawasan itu nantinya dapat tercipta kegiatan yang berbasis Agro. “Dari perikanan sendiri diharapkan ada kegiatan yang komplek, mulai dari hulu sampai hilir, ada kegiatan pembenihan,

“Dari perikanan sendiri diharapkan ada kegiatan yang komplek, mulai dari hulu sampai hilir, ada kegiatan pembenihan, budidaya yang diharapkan nanti berkembang usaha pengelolahan perikanan, sehingga bisa mandiri dalam arti tentang kegiatan perikanan,” Ardy Soesanto Kepala Seksi Sarana dan prasarana

budidaya yang diharapkan nanti berkembang usaha pengelolahan perikanan, sehingga bisa mandiri dalam arti tentang kegiatan perikanan,” ungkapnya. Lebih jauh Ardy memaparkan, kawasan Minapolitan ini yakni wilayah yang mempunyai fungsi utama masalah ekonomi, konsepnya pembangunan yang terintegrasi, efisien, berkualitas dan percepatan pembangunan. Adapun dikembangkannya kegiatan ini sebagai usaha dalam

Program Pengembangan Kawasan Agropolitan

menyelesaikan isu Nasional masalah gizi dan peningkatan SDM, diantaranya Stunting, Wasting dan Overweight, ini berhubungan dengan protein yang dibutuhkan dalam konsumsi

masyarakat. “Selama ini sumber protein hewani dapat terpenuhi dari daging, telur, ayam dan ikan. Harapan ke depan ikan dapat berperan ambil bagian terbesar dalam hal pemenuhan protein hewani,” ucapnya. Upayanya adalah bagaimana ikan dapat mudah diperoleh oleh masyarakat, karena selama ini masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan yang lain, misalnya telur, sedang kalau penyediaan ikan butuh alat-alat tertentu, misalnya freezer. Oleh karenanya, pengolahan hasil perikanan dengan berbagai macam olahan menjadi target, agar nanti mudah penyediaannya dan masyarakat mudah mendapatkannya. “Sehingga harapan agar tingkat konsumsi makan ikan di Jatim terus meningkat dapat diwujudkan,” bebernya. Ditambahkan Ardy, untuk

mengoptimalkan program ini, DKP Jatim bekerja sama dengan Dinas Kabupaten/Kota yang menangani, mulai dari pengajuan proposal oleh kelompok dan kemudian di verifikasi. “Hingga akhirnya nanti ada kelompok pembudidaya ikan yang sudah terpilih untuk menerima paket kegiatan tersebut,” pungkasnya.(adv/guh)

“Selama ini sumber protein hewani dapat terpenuhi dari daging, telur, ayam dan ikan. Harapan ke depan ikan dapat berperan ambil bagian terbesar dalam hal pemenuhan protein hewani,” Ardy Soesanto Kepala Seksi Sarana dan prasarana

Kadin Jatim Konsisten Salurkan Daging Kurban „Sembelih 34 Ekor Hewan Kurban Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan General Manager PJB Gresik Ompang Rezki Hasibuan usai menandatangani nota kesepahaman.

Landmark Gardu Suling di Gresik Segera Dibangun Gresik, Petisi Masyarakat Gresik akan mempunyai satu landmark lagi yang rencananya segera dibangun di perempatan Gedung Nasional Indonesia (GNI), yaitu gardu suling (garling). Letaknya tepat berada di perempatan antara Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pahlawan dan Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Malik Ibrahim Gresik. Kepastian ini setelah Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan General Manager PJB Gresik Ompang Rezki Hasibuan menandatangani nota kesepahaman bersama untuk memulai pembangunan monument tersebut di Ruang Bupati Gresik pada, Senin ( 12/8/2019). Saat itu Bupati Gresik didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim serta beberapa kepala OPD terkait. Sedangkan dari pihak PJB didampingi oleh Manajer keuangan dan Administrasi Eko Setyawan, Manajer Enginering dan QA Lalu Bramantias serta Manajer Logistik Andik Eko Setyanto. Q BERSAMBUNG KE HAL. 11

Surabaya, Petisi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur tetap istiqomah serta konsisten melakukan prosesi penyembelihan hewan kurban, serta menyalurkannya dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H. Bertempat di Kantor Kadin Jatim, sedikitnya sembilan ekor sapi serta 15 ekor kambing kurban hasil sumbangan pengurus dan pengusaha serta anggota asosiasi di bawah Kadin Jatim tersebut. Ketua Umum Kadin Jatim, Ir H. La Nyalla Machmud Mattalitti menyatakan, pihaknya memang telah melakukan prosesi penyembelihan hewan kurban, serta membagikannya sejak bertahun-tahun yang lalu. “Kadin Jatim tetap konsisten atau bahasa agamanya istiqomah melakukan tradisi penyembelihan hewan kurban, serta membagikannya bagi warga yang berhak

menerima. Alhamdulillah, pada Idul Kurban tahun ini [2019] Kadin Jatim berhasil mengumpulkan sembilan ekor sapi dan 15 ekor kambing kurban,” kata La Nyalla di Kantor Kadin Jatim, Minggu (11/08/2019). Secara khusus La Nyalla menunggui prosesi penyembelehan hewan kurban, bahkan dalam

kesempatan tersebut anggota terpilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pemilihan provinsi Jatim itu ikut serta dalam proses pembagian dan penyaluran daging kurban kepada masyarakat. “Saya cukup senang bisa ikut terlibat, termasuk membagikan daging kurban kepada masyarakat. Alhamdulillah masyarakat

Gresik, Petisi Kemarau panjang, Polres Gresik bersama jajaran korps Polisi Wanita (Polwan) Polres Gresik membagikan air bersih secara gratis kepada warga yang terdampak kekeringan di 3 dusun dari 4 dusun di Desa Klampok Kec. Benjeng Kabupaten Gresik, Senin (12/8/2019). Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH, SIK, M.Si, didampingi Kabag Sumda Kompol Hj. Budi Idayati, menyatakan, pembagian air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus dalam rangka peringatan HUT Polwan ke 71 tahun 2019. Sebanyak 10 tangki air ber-

sih disiapkan untuk didistribusikan kepada sekitar 215 KK di Dusun Klampok, 250 KK

warga Dusun Karangploso dan 200 KK warga Dusun Kalipang Desa Klampok Kec. Ben-

Kapolres Bersama Polwan Polres Gresik Salurkan Bantuan Air Bersih

kepedulian kalangan pengusaha untuk bisa berbagi kepada sesamanya. Semoga pasca kepengurusan saya yang sudah dua periode ini bisa dilanjutkan kedepannya oleh pengurus Kadin yang akan datang,” ungkapnya. Prosesi penyembelihan hewan kurban berjumlah 34 ekor itu berlangsung sejak pagi dan berhasil didistribusikan pada siang harinya. Setidaknya 2500 bungkus daging dari hasil 34 ekor hewan kurban yang berhasil disembelih tersebut.(yrs)

„Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Optimal

Bupati Gresik Sidak Kantor DPM-PTSP

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla ikut membagikan daging kurban.

Kapolres Bersama Polwan Polres Gresik Salurkan Bantuan Air Bersih „Kepada Masyarakat Terdampak Kemarau

juga terlihat tertib mengantre untuk bisa mendapatkan jatah daging kurban tersebut.” Mantan Ketua Umum PSSI itu menyatakan, pihaknya berharap Kadin Jatim bisa tetap konsisten menjaga tradisi penyembelihan hewan kurban dan jumlah hewan kurbannya bisa meningkat pada masa-masa mendatang. “Penyembelihan hewan kurban dan pendistribusian daging kurban yang dilakukan Kadin Jatim ini selain merupakan ritual keagamaan juga bagian dari kepekaan dan

jeng, Kab. Gresik, yang menerima bantuan air bersih tersebut, guna kebutuhan sehari hari, seperti minum, masak dan mandi.

Bantuan air bersih tersebut, disalurkan langsung oleh Kapolres Gresik didampingi Kabag Sumda Polres Gresik Kompol Budi Idayati, Kasat Sabhara Polres Gresik, Kapolsek Benjeng dan 25 anggota Polwan Polres Gresik. Bantuan ini sejalan dengan program Polres Gresik. Yakni Polisi Peduli” dan pihaknya berharap, bantuan air bersih tersebut bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban warga. “Kami sudah survei di beberapa titik. Selanjutnya, akan kami kirim bantuan ke desa yang mengalami krisis air bersih diwilayah Kabupaten Gresik lainnya,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro. (bah)

Gresik, Petisi Pelayanan public menjadi perhatian penting bagi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Sebab, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang prima dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Untuk itu, disela-sela kesibukannya, orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut menyempatkan diri nyambangi salah satu unit pelayanan perijinan yang berada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Senin (12/08/2019). Pertama, Bupati Sambari melihat daftar hadir masyarakat yang ingin mengurus perijinan disana. Melihat daftar hadir yang jumlahnya hanya sedikit, lantas Bupati Sambari menanyakan kepada petugas yang berjaga di recepcionist gedung tersebut. “Ini kenapa kok sampai jam 10.00 belum terisi daftar hadirnya. Padahal saya lihat sudah banyak masyarakat yang antre?” tanya Bupati kepada petugas. Spontan seorang petugas menjawab bahwa masyarakat yang datang, tidak sempat mengisi daftar hadir dan langsung diberi kalung antrean. Q

BERSAMBUNG KE HAL. 11

Bupati Gresik Sidak Kantor DPM-PTSP


Edisi 030 Tahun III | Agustus 2019

HUKUM 5

DKP Jatim Laksanakan Giat Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Rajungan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Sebagai komoditas ekspor, pasar luar negeri memerlukan beberapa prinsip yang harus dipenuhi dalam mata rantai penyediaan (supply chain) komoditas tersebut, termasuk: (1) stok yang berkelanjutan, (2) dampak lingkungan yang minimal, dan (3) pengelolaan yang efektif. Surabaya, Petisi Prinsip ini dikembangkan oleh Marine Stewardship Council (msc.org – diunduh pada tanggal 21 Maret 2019) dan dijadikan acuan untuk menentukan tingkat kesehatan pengelolaan perikanan. Prinsip ini sering dijadikan syarat bagi komoditas ekspor perikanan. Terkait dengan hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur menginisiasi percontohan pengelolaan sumber daya perikanan rajungan berkelanjutan berbasis masyarakat yang bisa dijadikan pembelajaran bagi kelompok nelayan di perairan Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, perikanan rajungan diharapkan menjadi contoh dalam pengelolaan

perikanan secara berkelanjutan dan kegiatan penangkapan dilakukan secara bertanggung jawab (responsible fisheries). Ir. Miftahul Arifin, MM Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim menjelaskan, kami akan memberi pengetahuan tentang pengelolaan Rajungan berkelanjutan berbasis masyarakat (melibatkan masyarakat), targetnya masyarakat nelayan Gresik, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan, pelaksanaannya pada bulan Juni-Oktober 2019. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya (BBPM FPIK), juga

tenaga fasilisitor yang akan ditempatkan di lokasi pendampingan. Lanjut Arif, “penangkapan rajungan harus dilakukan dengan penetapan teknologi penangkapan rajungan yang bertanggung jawab untuk menghasilkan produksi rajungan yang berkualitas dan tertangkap pada ukuran rajungan yang layak dan boleh ditangkap. Dengan mengenal berbagai metode penangkapan rajungan dan dominasi alat tangkap lain yang sering tertangkap rajungan menjadi bahan pengendalian dalam interaksi

penangkapan disekitar perikanan rajungan”. Arif menambahkan, rajungan yang bertelur ditampung di jaring apung, biarkan sampai menetas, setelah menetas yang induk dilepas ke laut, sedang benihnya dibiarkan sampai agak besar kemudian dilepas. Ukuran rajungan hasil tangkapan nelayan wajib mengacu pada peraturan yang berlaku seperti yang tertuang pada PERMEN KP NO. 56 TA. 2016 pasal 4, ayat (1) Penangkapan dan atau Pengeluaran Rajungan (Portunus spp.),

Giat Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Rajungan

dengan Harmonized System Code 0306.29.10.00, dari wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dalam kondisi tidak bertelur dan ukuran lebar karapas diatas 10 (sepuluh) cm atau berat diatas 60 (enam puluh) gram per ekor, ayat (2) Pengeluaran Rajungan (Portunus spp.), dengan Harmonized

System Code 0306.29.10.00, dari wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dalam kondisi tidak bertelur dan ukuran lebar karapas diatas 10 (sepuluh) cm atau berat diatas 60 (enam puluh) gram per ekor yang berasal dari hasil budidaya yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Asal.(adv/guh)

“penangkapan rajungan harus dilakukan dengan penetapan teknologi penangkapan rajungan yang bertanggung jawab untuk menghasilkan produksi rajungan yang berkualitas dan tertangkap pada ukuran rajungan yang layak dan boleh ditangkap. Dengan mengenal berbagai metode penangkapan rajungan dan dominasi alat tangkap lain yang sering tertangkap rajungan menjadi bahan pengendalian dalam interaksi penangkapan disekitar perikanan rajungan”. Ir. Miftahul Arifin, MM Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jawa Timur

„Raba Paha Penumpang Cewek

PDIP Terbanyak Loloskan Kadernya ke DPRD Jatim

Driver Ojol Meringkuk di Tahanan Polrestabes Surabaya Surabaya, Petisi Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil meringkus driver ojek online (Ojol) yang melakukan pencabulan terhadap penumpang. Pelaku bernama Fathul Fauzy (27), warga jalan Panjang Jiwo Lebar, Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya, pada Senin (12/8/2019) malam. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, kejadian ini pada Minggu (11/8/2019) sekira pukul 19.10 WIB. Korban yang datang dari Malang turun ke Terminal Bungurasih Sidoarjo, sesampai di terminal, korban memesan grab bike melalui aplikasi grab dengan penjemputan dari Terminal Bungurasih menuju ke Jalan Kupang Krajan IV Surabaya. Pada saat perjalanan, korban dilewatkan oleh driver (pelaku) di jalan yang sepi, diketahui sekira pukul 20.30 WIB tiba di daerah Rusunawa Kelurahan Sumurwelut Kecamatan Lakarsantri Surabaya. Korban menanyakan ke pelaku, “Kenapa mas kok dilewatkan di jalan yang sepi?” Pelaku tidak merespon pertanyaan dari korban. Bersamaan dengan hal tersebut, lanjut AKBP Sudamiran, tiba-tiba pelaku memegang paha kiri korban dengan tangannya. Karena ketakutan, korban pun melompat dari sepeda motor dan menyebabkan tangannya luka. Kemudian korban lari minta pertolongan kepada warga, namun pelaku tetap mengejar korban sambil mengendarai sepeda motornya. Tak lama kemudian, korban ditolong oleh warga sekitar dan korban menghubungi petugas kepolisian menggunakan aplikasi JOGO SUROBOYO yang terhubung langsung dengan Comen Center Panic Button Polrestabes Surabaya. “Dan hanya dalam janga waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil ditangkap,” tegasnya. AKBP Sudamrian juga menambahkan, pelaku ini merupakan seorang residivis dan pernah dipenjarakan dalam kasus pencurian dengan pemberatan, mencuri CD (celana dalam). Pelaku terjerat Pasal 335 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 281 ayat (1) ke 1E KUHP tentang Perkara Perbuatan Tidak Menyenangkan dan Atau Kejahatan Terhadap Kesopanan. Kini pelaku meringkuk di jeruji besi Polrestabes Surabaya.(din)

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menunjukkan barang bukti dan tersangka.

Surabaya, Petisi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menetapkan 120 Anggota DPRD Jatim terpilih dalam Rapat Pleno Terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Jatim pada Pemilu 2019 di Hotel Wyndham, Surabaya, Senin (12/8/2019). Dari jumlah tersebut, PDIP merupakan partai politik (parpol) terbanyak meraih kursi atau meloloskan kadernya ke lembaga wakil rakyat itu. PDIP menempatkan 27 kader terbaiknya di DPRD Jatim untuk DAFTAR LENGKAP PEROLEHAN KURSI DPRD JATIM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

PDIP PKB Gerindra Demokrat Golkar NasDem PAN PPP PKS Hanura PBB

27 Kursi 25 Kursi 15 Kursi 14 Kursi 13 Kursi 9 Kursi 6 Kursi 5 Kursi 4 Kursi 1 Kursi 1 Kursi

periode 2019-2024. Disusul PKB di tempat kedua sebanyak 25 orang. Di tempat ketiga Partai Gerindra dengan 15 orang. Parpol yang sedikit meloloskan kadernya yaitu Hanura dan PBB sebanyak 1 orang. “Kalau tidak ada keberatan dari partai politik, maka secara resmi KPU Jatim menetapkan 120 caleg ini menjadi anggota DPRD Jatim untuk lima tahun mendatang,” kata Ketua KPU Jatim, Choirul Anam di sela rapat pleno terbuka. Penetapan ini dihadiri jajaran Komisioner KPU, mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, KPU RI, Bawaslu hingga perwakilan parpol. Acara penetapan yang dihadiri Ketua KPU RI, Arief Budiman datang berlangsung hingga malam hari ini. “Kami mengundang jajaran Anggota DPRD Jatim terpilih bertujuan sebagai bentuk apresiasi. Penetapan anggota DPRD Jatim terpilih berlangsung lancar, tanpa ada protes keberatan dari parpol,” ujar Anam.

120 anggota DPRD Jatim terpilih menerima SK dari KPU Jatim.

Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan, menjelaskan bahwa penetapan baru bisa dilakukan karena menunggu proses tahapan di Mahkamah Konstitusi (MK). Beberapa partai politik di beberapa dapil di Jatim mendaftarkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke MK. “Pada akhirnya, seluruh gugatan tersebut tak dikabulkan oleh MK. Karena itu, KPU Jatim menetapkan anggota

DPRD Jatim terpilih pada Senin malam,” katanya. Pada sidang putusan PHPU Pileg di MK memutuskan tidak dapat menerima permohonan partai Demokrat (Dapil Jawa Timur 4), PKB (dapil Jawa Timur 4 dan 14), dan menolak permohonan partai Nasdem (Dapil Jawa Timur 4). Menindaklanjuti putusan MK tanggal 7 Agustus 2019 berkenaan dengan beberapa perkara PHPU DPR-DPRD ini,

KPU RI telah mengeluarkan surat resmi nomor 1096/PY.01.1SD/06/KPU/VIII/2019 tanggal 8 Agustus 2019 terkait tindaklanjut putusan MK untuk KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota. “Maka dengan adanya surat KPU RI Nomor 1096, KPU Jatim melakukan penetapan perolehan kursi partai politik dan penetapan calon terpilih,” jelas Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jatim ini. (bm)

Komplotan Pelaku Curat Dilumpuhkan Tim Joko Tingkir Lamongan Lamongan, Petisi Tidak perlu menunggu lama, Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus pencurian disertai kekerasan (curas). Sebanyak pelaku berhasil diamankan. Para pelaku diantara Erik Saputra (24), Ervan Saputra (21), serta Yahya (25), ketiga tersangka warga Dsn. Duko Ds. Sukolilo Kec. Sukodadi Kab. Lamongan. “Saat pengembangan kasus, Tim Jaka Tingkir terpaksa menghadiahi timah panas, karena pelaku berusaha melarikan diri,” ujar Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung SIK. M.H kepada media di Mapolres Lamongan (12/8/2019). Lebih lanjut Kapolres menutur-

kan, penangkapan pelaku bermula atas laporan korban kepada kepolisian, Jumat (9/8/19) pukul 19.30 wib, yang langsung ditindaklanjuti oleh Tim Jaka Tingkir dengan memburu para pelaku.“Pada Sabtu (10/8/2019) sekira pukul 14.30 wib, pelaku berhasil kita amankan,” tambahnya. Kronologis kejadian bermula saat korban akan menjual HP merk Oppo A1 dengan cara ketemuan (COD) dengan pelaku yang menyaru sebagai pembeli di depan SMK Kalitengah. Karena merasa curiga, korban mengajak pelaku untuk transaksi di rumahnya saja. Dan di sepakati oleh pelaku untuk transaksi di rumah korban. Namun saat di tengah perjalan-

an, korban yang membonceng salah satu pelaku disuruh berhenti secara paksa dengan ancaman tertentu oleh pelaku, hingga akhirnya korban diturunkan, yang dibarengi para pelaku merampas HP korban di saku baju serta dus box HP dalam jog motor korban, yang kemudian para pelaku kabur menggunakan motor Vario warna hitam. Tak hanya itu, dalam pengembangan kasus terhadap pelaku, Kapolres mengungkapkan, salah satu pelaku merupakan residivis dalam kasus serupa. Diantaranya pernah melakukan kejahatan yang sama di beberapa TKP wilayah hukum Lamongan. Dalam pengungkapan kasus curas kali ini, petugas berhasil

mengamankan barang bukti 1 lembar nota pembelian, 3 buah HP, 1 dus, 2 unit sepeda motor (Honda Vario warna hitam dan Suzuki Satria FU warna biru), uang tunai Rp. 650.000.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal kurungan penjara sembilan tahun,” tandasnya.(ak)

Kapolres Lamongan menunjukkan barang bukti dan ketiga pelaku


Edisi 030 Tahun III |Agustus 2019

6 DAERAH

IGTKI Kota Batu Meriahkan HUT RI ke 74 Sukseskan Karnaval TK Dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 bersama IGTKI-PGRI, dan IGRA Kota Batu melaksanakan kegiatan Karnaval. Momentum ini merupakan agenda tahunan, maka di 2019 ini mengusung tema “IGTKI PGRI dan IGRA Kota Batu siap Mendukung Kota Batu ber Sumber Daya Manusia Unggul melalui Pendidikan PAUD Ramah Anak”. Batu, Petisi Dalam acara tersebut, dihadiri Walikota Batu Hj. Dewanti Rumpoko, Wawalikota Batu H. Punjul Santoso, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu Wibi Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud, Sekda Kota Batu Zadim Efisiensi, Ketua PGRI Kota Batu Samun SPd, beberapa Satuan Organisasi Perangkat

Daerah (SOPD), perwakilan dari Bank Jatim cabang Kota Batu, dan lain lain. Ketua IGTKI Kota Batu, Hj. Endang Wahyuni MPd, saat dikonfirmasi menuturkan, kegiatan karnaval ini diikuti 97 lembaga. Dengan start dari Balai Among Tani Pemkot Batu, dan fhinisnya di perempatan BCA. “Sejak pagi sudah dimulai jam 08.00 WIB sampai dengan selesai. Yang diikuti sebanyak 4500 siswa, dan didukung oleh Infokom, Kes-

Walikota Batu Hj Dewanti Rumpoko menghadiri acara karnaval TK.

bangpol, Bagian Umum, Satpol PP, Dishub, dan Polres Batu, yang ikut mengamankan jalannya kegiatan karnval,” ucapnya. Dia berharap, degan kegiatan karnaval tahun ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. Semoga ditahun berikutnya, lebih

Seluruh pengurus IGTKI Kota, Kecamatan, dan panitia karnaval usai kegiatan pose bersama tim penggerak PKK Kota Batu Wibi Punjul Santoso.

bagus lagi dengan tampilan tampilan para peserta yang bisa menunjukkan kreatifitasnya. “Alhamdulillah, berkat kekompakan dari semua pengurus, kegiatan karnaval ini dapat berjalan dengan sukses. Sehingga kita dapat memberikan eduksi

kepada masyarakat, melalui kreasi, inovasi, dan kreatifitas. Saya ucapkan trimakasih kepada Walikota Batu, Wawalikota Batu, Ketua DPRD Kota Batu, dan semua undangan yang hadir, juga masyarakat kota Batu yang telah mendukung kegiatan kar-

Peserat karval TK Kota Batu.

val ini,” harapnya. Sementara itu dipenghujung acara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu Wibi Punjul Santoso juga menyampaikan, dengan kegiatan karnaval ini kita sangat mengapresiasi. “Semoga ditahun berikutnya,

dari lembaga lembaga sekolah jauh lebih bagus lagi, lebih kreatif, dapat memberikan warna, selain itu juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga, Kota Batu, semakin dicintai oleh masyarakat,” pungkasnya. (eka)

„Gubenur dan Pangdam V/Brawijaya

Hadiri Peringatan Hari Veteran Nasional Indonesia di Kota Batu Rakor pendampingan inseminator Kabupaten Pasuruan.

Disnak Kabupaten Pasuruan Gelar Rakor Pendampingan Inseminator Pasuruan, Petisi Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan menggelar rapat koordinasi (RAKOR) pendampingan Upsusiwab dengan petugas Inseminator TA. 2019, bertepat di aula Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan. Acara tersebut dihadiri oleh stakeholder terkait bersama lingkup Kabupaten dan Kementrian. Rakor juga dihadiri Kepala Balai Besar Inseminasi buatan yang dalam sambutanya menekankan bahwa Inseminator perlu bekerja keras untuk terus mendorong peningkatan populasi sapi potong melalui teknologi inovasi terbaru dalam hal Inseminasi buatan. Baik itu berupa metode, peralatan ataupun informasi-informasi pemutakhiran. Juga disampaikan perlunya dilakukan penderasan arus informasi hasil inovasi Inseminator melalui pelaporan, melalui media Isikhmas. Pelaporan melalui media Isikhmas di laksanakan dengan baik. “Keaktifan dari masing-masing Inseminator sangat diharapkan agar data yang dihasilkan benar-benar tercover baik dan menjadi data yang luar biasa,” ujarnya. Rapat koordinasi diadakan pada 2 Agustus 2019, terdiri dari sejumlah Inseminator dari seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.(dor)

Batu, Petisi Legiun Veteran RI (LVRI) DPD Jawa Timur, memperingati Hari Veteran Nasional Indonesia ke-62 tahun 2019 dengan tema “LVRI bersama Pemerintah dan masyarakat siap melanjutkan pewarisan nilai nilai kejuangan 45 kepada generasi penerus bangsa”, di Gedung Graha Pancasila Balaikota Among Tani, Kota Batu, Selasa (13/8/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnu Prasetyo Budi, Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, dan Wakil Wali Kota Batu Ir. H. Punjul Santoso, Tidak ketinggal pula juga hadir, Walikota Malang Sutiaji, Plt. Bupati Malang Sanusi, Bakorwil Malang Benny Sampir Wanto, Muspida Malang Raya, DPD LVRI Jawa Timur dan Dewan Pertimbangan

LVRI Jawa Timur, Dewan Harian Daerah (DHD 45) serta seluruh anggota LVRI Malang Raya. Ketua DPD LVRI Jawa Timur, Brigjen TNI Purn. Drs. Ismadi, yang membacakan sambutan Ketua Umum LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abin mengatakan, bahwa peringatan hari veteran ini merupakan penghargaan kepada para veteran pejuang kemerdekaan atas perjuangan dan pengorbanan dimasa revolusi fisik. “Peringatan ini sebenarnya bukan saja dirayakan oleh, dan untuk anggota veteran tetapi harus dirasakan oleh rakyat Indonesia. Peringatan 10 Agustus bukan sekedar mengenang terjadinya gencatan senjata tapi juga memaknai momentum itu sebagai kemenangan para pejuang kemerdekaan, yang bersama sama dengan rakyat berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Wali Kota Kediri Kunjungi Kampung Jamu dan Kampung Ramah Anak Kediri, Petisi Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengunjungi Kampung Jamu yang terpusat di RW 02 Kelurahan Kampung Dalem, Minggu (4/8) pagi. Dalam kunjungan ini Walikota Kediri didampingi Camat Kota Hery Purnomo dan Lurah Kampung Dalem Rohmat Setyo Rianto. Saat berjalan menyusuri gang-gang di Kelurahan Kampung Dalem beberapa kali Abdullah Abu Bakar berhenti mengunjungi beberapa sentra jamu untuk melihat produk-produk jamu yang dihasilkan. Tidak hanya itu, di RW 02 Kelurahan Kampung Dalem ini juga merupakan Kampung Ramah Anak. Bahkan Abdullah Abu Bakar mencoba berbagai permainan tradisional bersama anak-anak dan berfoto dengan latar beberapa gambar unik yang dibuat oleh warga dan karang taruna Kampung Dalem. Walikota yang akrab disapa Mas Abu mengatakan, Kampung Jamu yang ada di Kelurahan Kampung Dalem ini mendukung program Pemerintah Kota Kediri yakni kampung kreatif dan independen (Keren). Dimana program ini bertujuan agar kampung-kampung yang ada di Kota Kediri memiliki berdaya saing. “Kelurahan Kampung Dalem ini merupakan salah satu kelurahan yang keren. Karena bisa mengkolaborasikan Prodamas dan Kampung Keren yang menjadi program unggulan di tahun 2020 dan selanjutnya. Kebetulan disini banyak sekali aktivitas-aktivitas para pedagang yang dari dulu adalah pusat kuliner dan perdagangan. Ada jamu, tumpang, sate dan macem-macem disini. Sehingga ini bisa dikolaborasikan serta pedagang-

Kampung Jamu dan Kampung Ramah Anak

nya diikut sertakan dalam membangun kampung ini,” ujarnya. Selain itu, Mas Abu juga mengapresiasi Kampung Ramah Anak yang juga ada di Kelurahan Kampung Dalem. Menurutnya dengan Kampung Ramah Anak, lingkungan disini menjadi lebih bersih dan rapi. Serta sangat optimal untuk tumbuh kembang anak. “Anak-anak disini berada di kampung keren dan ramah anak. Sehingga kedepan meskipun ini ada di kampung tapi kampung nya bisa bersih dan sehat. Kampungnya nggak boring ,” ungkapnya. Ke depan, walikota muda ini menekankan Kelurahan Kampungdalem bisa memaksimalkan Prodamas Plus yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Kediri. Diharapkan Prodamas Plus bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan kemajuan Kota Kediri.

“Saya lihat disini sudah tidak seperti dulu yang agak semrawut. Kedepan ada Prodamas Plus yang bisa dikerjakan bersama-sama. Jadi semua bisa tercapai. Ibaratnya sekali dayung tiga pulau terlampaui. Yakni masyarakatnya sejahtera dan juga disini bisa jadi destinasi wisata,” harapnya. Dalam kesempatan yang sama Lurah Kampung Dalem Rohmat Setyo Rianto menjelaskan memang RW 02 ini dipusatkan untuk Kampung Jamu dan Kampung Ramah Anak. Disini ada beberapa outlet untuk pemasaran produk jamu dan sentra jamu untuk produksi jamunya. “Sampai saat ini untuk sentra penjual jamu yang berproduksi sendiri sudah lebih dari 59. Untuk outletnya akan kita pusatkan di dua titik. Kedepan ini akan terus kita kembangkan,”ungkapnya. Rohmat juga mengungkapkan di Kelurahan Kampung Dalem ada beberapa kampung tematik lainnya selain Kampung Jamu dan Kampung Ramah Anak di RW 02. Seperti di RW 01 ada Kampung Budaya dimana akan ada bahasa jawa massive. Di RW 03 ada Kampung Winner yakni wisata dan kuliner. Di RW 04 ada Kampung Hijau yang bersih dan bebas asap rokok serta narkoba. “Harapannya semua akan menjadi destinasi wisata edukasi karena di Kota Kediri untuk alam saya rasa susah mengembangkannya. Makanya kita coba kampung wisata edukasi. Dari kampung wisata akan ada dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv/hms)

Wali Kota Batu saat menyerahkan bantuan kepada Veteran.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko dalam sambutannya mengucapkan, rasa terima kasih atas dijadikannya Kota Batu sebagai tempat peringatan Hari Veteran Nasional. “Selama 18 tahun Kota Batu berdiri, mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat bagus, yang semua ini tidak lepas dari perjuangan para pejuang veteran,” ucapnya. Menurutnya, masih kata Dewanti, Pemerintah Kota Batu memberikan rumah bagi veteran dan setiap tahunnya memberikan tali asih sebanyak 4 kali. “Kepada para veteran yang tergabung dalam LVRI ini, yaitu yang diberikan pada momen sebelum Hari Raya Idul Fitri, HUT RI, HUT Kota Batu dan Peringatan Hari Pahlawan 10 November, yang telah berjasa berjuang dan mempertahankan kemerdekaan ini,” tan-

dasnya. Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnu Prasetyo Budi, juga mengatakan bahwa peringatan hari veteran ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. “Jiwa dan semangat patriotisme dan nilai nilai perjuangan ini tetap terpatri dalam jiwa sanubari para veteran yang merupakan salah satu komponen perintis pendiri bangsa indonesia,” tegasnya. Dia berharap, tetap konsisten berperan aktif turut membantu menyelesaikan persoalan bangsa sesuai dengan visi dan misi organisasi, dan mewariskan nilai nilai juang 45 dan nilai proklamasi kemerdekaan kepada penerus bangsa demi tetap tegaknya cita cita kemerdekaan yang kita dambakan bersama. Sementara itu, Gubernur

Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan semacam ini menjadi penting untuk membangun semangat antar generasi. “Dimana bangsa ini hadir karena perjuangan dan dedikasi yang luar biasa oleh pendahulu kita, salah satunya veteran, kita harus bergandeng tangan,” ucapnya. Gubernur Jawa Timur juga mengajak untuk bersama-samamengusir lawan dan menghimpun kawan, serta membangun integritas warga Jawa Timur untuk menjaga NKRI. Diketahui, pada kesempatan itu Gubernur Jawa Timur bersama, Wali Kota Batu, dan Pangdam V Brawijaya juga menyerahkan bantuan kepada Veteran berupa uang insentif, dan sembako serta mobil operasional DPD LVRI Jawa Timur.(mas/eka)

Ribuan Lampion Meriahkan HUT Pramuka ke 58 di Batu Batu, Petisi Menyambut HUT Pramuka ke 58, Camat Batu, Kak Yopi Supriadi S. Sos, selaku Ketua Majelis Pembimbing Rating (Kamabiran), menjadi Pembimbing Apel, yang dilaksanakan di Pelataran SDN Pesanggrahan 01, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Rabu sore (14/8/2019). Dalam kesempatan itu, dihadiri oleh para tamu undangan diantaranya, seluruh Kepala Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) atau kepala sekolah se Kecamatan Batu, mulai tingkat SD/MI, SMP, SMA, SMK. Dan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran). Sekretaris Ranting, Kak Dadang Sulistiono, saat dikonfirmasi menuturkan, dihari ulang tahun Pramuka ke 58 ini dimeriahkan dengan semeriah mungkin. Supaya tidak terkesan sekedar upacara saja, sehingga peringatan menjadi meriah dan semarak. “Tiga agenda kita jadikan satu yaitu, ada pesta siaga, apel, dan gebyar lampion. Dengan rute kurang lebih 2 kilo,

stat di lapangan SDN Pesanggrahan 01, melintasi Jl. Samadi, lalu menuju Balai Among Tani Pemkot Batu, Jl. panglima Sudirman, dan Fhinis di depan PLN lama,” ucapnya. Dia tandaskan, apel Pramuka ini dengan tema “Gerakan Pramuka Bersama Seluruh Kompetensi Bangsa Siap Sedia Membangun NKRI”. “Tidak mau ketinggalan, apel Pramuka diikuti sebanyak 64 lembaga mulai dari tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA MA, dan SMK se Kecamatan Batu,” tegasnya. Diketahui, pada saat penutu-

pan apel disertai dengan pelepasan balon, dan pemotongan tumpeng oleh pembina apel dan disampaikan kepada Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Batu. Dan penyampaian trophy dan piagam Pesta Siaga kepada para pemenang. Diakhir acara sebagai penutup, Adik Hanun dari SDN Nganglik 04 Batu, kelas III ini maju kedepan dan bercerita. Dia sebagai juara 1 lomba bercerita, tingkat Kota Batu, yang siap mewakili Kota Batu, maju ke tingkat Provinsi Jatim. Dan tampilan apik yel yel dik Penggalang dari SMP Negeri 01 Batu.(eka)

Pawai seribu lampion warnai HUT Pramuka ke 58


Edisi 030 Tahun III |Agustus 2019

DAERAH 7

DPRD Tulungagung Setuju Penetapan Perda Perubahan APBD 2019 Tulungagung, Petisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung menyetujui penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 menjadi Perda. Penetapan bersama Plt Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi di ruang Graha Wicaksana lantai dua Kantor DPRD Tulungagung, Senin (5/8/2019). Meski delapan fraksi di DPRD Tulungagung menyetujui Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 untuk ditetapkan menjadi Perda, namun mereka tetap memberi catatan dalam pandangan akhir fraksi masing-masing. Kedelapan fraksi itu adalah Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi

Gerindra, Fraksi PKB, Fraksi Hanura, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat dan Fraksi Semangat Baru. Sebelumnya, Heru Santoso SPd MPd, yang membacakan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tulungagung juga menyatakan rekomendasi persetujuan Banggar agar Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 disetujui menjadi Perda. Selain itu, Banggar DPRD Tulungagung, tutur Heru Santoso, menyampaikan beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari Plt Bupati Maryoto Birowo. Di antaranya, terkait sinkronisasi KUA PPAS dengan usulankegiatan dalam perubahan APBD tahun 2019 dan evaluasi pemberian tunjangan kinerja pegawai bagi ASN lingkup Pemkab Tulungagung. “Perlu dilakukan evaluasi dalam penilaian indikator kin-

erja dan grade (kelas) OPD sehingga tidak menimbulkan kesenjangan,” katanya. Adapun perubahan APBD 2019 yang telah disetujui untuk ditetapkan itu yakni disisi pendapatan, dari sebelumnya Rp 2.647.738.015.220, 77 menjadi Rp 2. 658.838.722.158,88 atau bertambah Rp 11.100.706.938,11. Kemudian belanja, dari sebelumnya Rp 2.678.564.625.274,77 menjadi Rp 3.008.532.894.643,41 atau meningkat Rp 329.968.269.368,64. Ini mengakibatkan defisit setelah perubahan Rp 318.867.562.430,53. Sementara di penerimaan pembiayaan, dari sebelumnya Rp 33.826.610.054,00 menjadi Rp 354.694.172.484,53 atau bertambah Rp 320.867.562.430,53. Dan di pengeluaran pembiayaan, dari sebelumnya Rp 3.000.000.000,00 menjadi Rp 5.000.000.000,00 atau bertambah Rp 2.000.000.000,00. Sehingga pembiayaan netto sebesar Rp 318.867.562.430,53. Dan SILPA

Supriyono menandatangani berita acara persetujuan penetapan Perda Perubahan APBD 2019, sebelumnya hal yang sama dilakukan Maryoto Birowo dan kemudian diikuti pimpinan DPRD Tulungagung lainnya.

tahun berkenaan Rp 0,00. Plt Bupati Maryoto Birowo, saat memberi sambutan mengucapkan terimakasihnya pada DPRD Tulungagung karena menyetujui Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 ditetapkan menjadi

Perda. Ia pun menyatakan akan melaksanakan semua catatan yang diberikan fraksi-fraksi di DPRD Tulungagung. “Sesudah ini raperda perubahan APBD 2019 yang telah disetujui menjadi perda akan dievaluasi oleh gubernur,” ucapnya.(adv/par)

Infrastruktur Rabat Jalan Cor Beton dan TPT di Desa Demuk Rampung 100% Tulungagung, Petisi Pemerintah Desa Demuk Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung memfokuskan secara fisik pembangunan diantaranya infrastruktur dengan pengerasan jalan cor beton (rabat) dan tembok penahan tanah (TPT) atau sering disebut warga desa dengan talut. Sejumlah pengerjaan fisik tersebut melalui dana desa (DD) tahun anggaran 2019 guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa setempat yang salah satunya bisa

memberdayakan tenaga warga masyarakat desa setempat (Demuk). Sujianto selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Demuk mewakili PJ kepala desa Demuk mengatakan, pihaknya memanfaatkan DD untuk pembangunan infrastruktur desa berupa pengerasan jalan dengan cor beton/merabat jalan di sejumlah ruas jalan desa dan tembok penahan tanah dikarenakan masyarakat membutuhkan program tersebut. “Untuk DD tahun 2019 pencairan tahap pertama dan

kedua ini kami memfokuskan pembangunan fisik yang diantaranya infrastruktur berupa pengerasan jalan dengan cor beton (rabat) dan tembok penahan tanah (TPT) masing masing dua titik lokasi,” ujarnya saat di ruangan kerjanya,Rabu (14/8/2019). Data terhimpun,Untuk pembangunan TPT dua titik lokasi yaitu dusun Demuk RT 04 dan 05 RW 01 dan dusun Gajahoyo RT 04 dan 08 RW 02 dengan total 712 m x 0.75 m yang menghabiskan anggaran sejumlah Rp 314.418.700,00. Sedangkan pembangunan infrastuktur rabat cor beton lokasi dusun Gajahoyo RT 01 RW 01 dan dusun kasrepan RT 04 dan 05 RW 01 dengan total ukuran 870 m X 2,5 m X 0,12 m (3 titik) dengan anggaran Rp 301.991.300,00. Sujianto mengatakan dengan program pembangunan yang

Infrastruktur Rabat Jalan Cor Beton di Desa Demuk

bersumber dari DD diharapkan masyarakat desa setempat bisa menikmati hasil pembangunan sesuai manfaatnya. “Untuk rabat dan talut (TPT) sudah rampung 100% dan semoga warga masyarakat bisa lebih mudah untuk beraktivitas setiap hari karena dengan dibangunnya

infrastruktur jalan dengan merabat jalan/cor beton menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk bisa melintasinya dengan mudah dan nyaman sehingga pembangunan infrastruktur jalan desa bisa membantu perkembangan geliat perekonomian masyarakat di desa,” imbuhnya. (par)

Hari Raya Idul Adha, SMPN 2 Gondang Kurban 2 Sapi Tulungagung, Petisi Dalam rangka memperingati hari besar Agama salah satunya yakni Hari Idul Adha 1440 H/2019 M, SMPN 2 Gondang Tulungagung mengadakan serangkaian acara yang merupakan acara rutin setiap tahunnya. Kepala SMPN 2 Gondang Drs.Effendi Sunei menuturkan seusai melaksanakan sholat Idul Adha bersama siswa/i dan guru disekolah. “Dalam rangka peringatan hari besar agama yang salah satunya yakni peringatan hari raya idul kurban, seperti kebiasaan dan tradisi SMPN 2 Gondang bahwa kegiatan ini kami mempunyai tujuan untuk meningkatkan taqwa terhadap Tuhan YME,” tutur Ef-

Panitia kurban SMPN 2 Gondang

fendi Sunei seusai sholat Ied bersama,Minggu (11/8/2019). Effendi (nama sebutan akrabnya) menambahkan,bahwa disetiap kegiatan hari raya kurban pihak keluarga besar SMPN 2 Gondang selalu mengadakan serang-

kaian kegiatan yang merupakan inti kegiatan hari raya kurban. “Yang pertama adalah sholat Ied berjamaah yang sudah dilaksanakan tadi,dan diteruskan dengan penyembelihan hewan kurban,” tambahnya. Hewan kurban ini,masih kata Effendi,untuk di SMPN 2 Gondang ini ada dua yang dari anak anak itu yang sifatnya latihan kurban dimana anak anak dengan suka rela mengumpulkan untuk pengadaan hewan kurban ini. “Yang kedua adalah dari guru guru dan seluruh karyawan SMPN 2 Gondang ini juga kurban jadi mereka melaksanakan dengan arisan urunan untuk satu sapi jadi dari tahun ke tahun SMPN 2 Gondang menyembelih hewan kurban ya sapi, dari murid untuk latihan kurban satu sapi dan dari guru juga satu sapi,” imbuhnya. Effendi berharap dengan siswa/i dalam pelatihan kurban sejak dini kedepannya kelak bisa terlatih. “Dengan demikian anak anak dari mulai dini akan sudah terlatih sehingga pemahaman tentang ajaran agama Islam khususnya terkait dengan ibadah dalam moment seperti hari raya kurban ini mereka akan semakin memahami sehingga kelak di kemudian hari jika sudah menjadi orang dewasa dan sukses dan akhirnya segala sesuatunya sudah terkenang dengan hukum dengan kewajiban maka memang ini adalah hal hal yang sangat baik untuk dilakukan,” harapnya.(par)


Edisi 030 Tahun III | Agustus 2019

8 DAERAH

Status Tanah Wisata Pemandangan Arak-Arak Bondowoso Disoal Kapolres Jember menunjukkan barang bukti dan kedua tersangka curanmor.

Polres Jember Lumpuhkan Residivis Curanmor Jember, Petisi Satuan Reskrim Polres Jember berhasil meringkus 2 dari 3 komplotan pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Saat penggerebekan, polisi terpaksa menghadiahkan timah panas kepada tersangka karena ada upaya perlawanan. Kedua tersangka yang diamankan adalah Abd Aziz (36) warga Dsn Curah Laos dan Moh Iwan (30) warga Dsn Sumberagung Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. Sementara, satu tersangka berhasil melarikan diri dan menjadi DPO yakni Rony (30), warga Dsn Curah Laos, Desa/Kecamatan Mumbulsari. Kepada awak media, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH. Senin (12/8/2019) di Mapolres, menyampaikan, tersangka Abd Aziz merupakan residivis dan pernah mendekam di lapas dalam kasus yang sama. Sedangkan, komplotan tersebut kerap kali beraksi di wilayah Jember. “Dari hasil interogasi, ada 15 TKP. Masih dilakukan inventarisir barangkali bisa berkembang ke tersangka dan barang bukti lainnya,” ujar Kapolres. Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti 4 sepeda motor, diantaranya Yamaha Jupiter Z, Honda Beat, Honda Supra X, dan Honda Blade serta kunci T. Saat jumpa pers, pihak kepolisian mendatangkan salah satu korban yang motornya digondol tersangka. Kapolres menyerahkan langsung kendaraan bermotor yang menjadi barang bukti tersebut kepada pemiliknya tanpa dipungut biaya dengan catatan saat penyerahan berkas dan barang bukti ke kejaksaan kendaraan bersedia dihadirkan. Pemilik kendaraan mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kerja keras Polres Jember yang berhasil mengungkap Kasus tersebut sehingga motornya bisa kembali. Dalam kasus curat tersebut, polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.(eva)

Bondowoso, Petisi Persoalan pengelolaan aset daerah Kabupaten Bondowoso, dalam hal ini wisata pemandangan Arak-Arak, di Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin, terus bermunculan di permukaan. Yang cukup menyita perhatian masyarakat adalah terkait status kepemilikan tanah, karena terkesan tidak jelas legalnya seperti apa. Mengapa demikian, karena salah satu warga Desa Sumber Canting, Abdul Wari (48), mengaku dan menuding, bahwa tanah miliknya diserobot oleh Dinas Pari-

wisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Pemkab Bondowoso, untuk pengelolaan wisata pemandangan ArakArak. Menanggapi hal ini, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bondowoso, melalui Bagian Aset, yaitu Rifki, menjelaskan bahwa, status tanah di wisata pemandangan Arak-Arak yang dikelola oleh Disparpora dokumennya tidak masuk ke aset. Sementara ini, yang masuk adalah pembangunannya dan pendapatannya. “Artinya, Pemkab hanya

menguasai bangunan yang ada dan pengelolaan wisatanya,” jelasnya, Rabu (14/8/2019) di ruang kerjanya. Misalnya, kata dia, hak milik atas tanah tersebut, ingin tahu kejelasannya, maka saya akan melakukan mediasi dengan Disparpora. “Nanti kita mediasi, agar status tanah itu legalnya jelas,” imbunya. Sekedar mengingat saja, aset merupakan sesuatu yang sangat penting bagi suatu daerah. Terlebih itu, menyangkut tanah yang merupakan aset tak bergerak, kejela-

Banyak Guru Tidak Tetap Mengadu ke Bupati Jember

„DPRD Kabupaten Mojokerto

Rapat Paripurana Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Mojokerto, Petisi Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekan Repebulik Indonesia yang ke 74 DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar rapat paripurna mendengarkan Pidato Kenegaran Presiden RI di ruang Graha Wichesa, Jl A Yani Mojokerto, Jumat (16/08/2019). Acara dipimpin Ketua DPRD, H Ismail Pribadi dan dikuti wakil dan para anggota, juga dihadiri Wakil Bupati Pungkasiadi, Sekretaris Daerah Heri Suwito, Kapolres, Damdim 0815, Kepala Kejaksaan Negeri, Dempom, veteran, LSM, ormas, semua OPD dan Camat se-kabupaten. H. Isamail Pribadi menyampikan, agenda tahunan ini sesuai dengan amanat ketatanegaran yang setiap peringatan Hari Kemerdekan dilakukan rapat paripurna, mendengarkan pidato Presiden setiap tanggal 16 Agustus, dengan tema SDM Unggul Indonesia Maju, dan tanggal 17 pagi diadakan upacara. Dalam sidang tahunan ini, Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraanya menyampikan, kita perlu mengantisipasi dari ancaman terhadap ideologi yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan, kita harus menjaga sopan santun, dan adat istiadat. Perang dagang semakin memanas, antar negara berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang pintar untuk membawa kemajuan negaranya. Soal banyaknya persaingan dari berbagai negara, kita tidak pernah takut, karena kemampanan bisa runtuh, tidak kemungikinan bisa jadi mungkin. Dan kita tidak punya pilihan lain, harus berubah cara-cara lama yang koventitip kita tinggalkan. Dan kita ciptapkan strategi baru dengan kualitas sumber daya manusia yang membuat kita maju dan sejahtera. Masalah penegakan hukum harus didukung, jangan dilihat berapa kasus yang diselesaikan, tapi berapa uang negara yang diselamatkan, sebab itu kita dukung penegak hukum untuk melawan korupsi. Presiden Jokowi minta ijin dan dukungan dari rakyat , bahwa ibu kota Indonesia akan dipindah ke Pulau Kalimantan.(nang/adv)

san statusnya harus diperjelas, serta dibuktikan dengan keberadaan sertifikat, agar

tidak menimbulkan persoalan dan sengketa di belakang hari.(tif)

Bupati Jember Sosialisasikan Biaya Pilkades Serentak 2019

Bupati Faida berikan pengarahan pada Guru Tidak Tetap.

Rapat Paripurana DPRD Kab Mojokerto mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI.

Wisata pemandangan Arak-Arak, Bondowoso

Jember, Petisi Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. telah menerima sejumlah pengaduan dari para Guru Tidak Tetap atau GTT. Pengaduan-pengaduan itu kemudian dikelompokkan dalam beberapa kelompok untuk penataan lebih lanjut. Bupati menyebut pengaduan itu diantaranya karena perubahan alamat domisili yang belum dilaporkan. “Ada pengaduan kelompok pengunduran diri, dengan beberapa alasan, seperti fokus dalam mengurus yayasan, hingga kondisi badan yang kurang sehat,” kata Bupati, Rabu (14/8/2019). Juga terdapat kelompok revisi masa kerja dengan penambahan masa kerja dan perubahan zonasi untuk kelompok honor, serta kelompok pengaduan jarak lembaga dengan domisili. Pengelompokan pengaduan itu disampaikan Bupati dalam sesi kedua pertemuan dengan sekitar 1.093 GTT di aula PB Soedirman Pemkab Jember untuk menerima Surat Penugasan (SP) semeter kedua tahun 2019.

Bupati juga menampilkan data SP yang telah diterbitkan sebanyak 4.029. Rinciannya, SD yang awalnya hanya 2.545 meningkat menjadi 3.082 SP. Sedang tingkat SMP yang semula 780 menjadi 947 SP. Sementara untuk standar pelayanan minimum atau SPM terpenuhi sebesar 85 persen dan yang non SPM sebesar 15 persen, dari total SP yang diterbitkan. “Pada sesi dua ini, terdata 1.379 GTT. Terdiri dari 1.098 guru SD, 281 guru SMP, dengan 705 SPM dan 674 non SPM,” jlentreh Bupati. Dibeber pula jumlah SP per 1 Januari 2019 sebanyak 4.345. Sedang yang terhitung per 1 Mei 2019 sebanyak 275 SP untuk tingkat CPNS. Sehingga per 1 Juni 2019 ada 4.070 SP. “Jumlah 4.070 SP ini berkurang karena formasi CPNS yang di dalamnya ada formasi GTT,” jelasnya. Kesempatan bertemu dengan ribuan guru tersebut dimanfaatkan pula oleh Bupati untuk mengabarkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember guna menyejahterakan GTT. Bupati mengungkapkan,

honor GTT dari dana bantuan operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp. 2.281.995.000 dan dari Program Pendidikan Gratis (PPG) Pemkab Jember sebesar Rp. 402.705.000 Selain untuk honor, dana PPG juga untuk membiayai asuransi BPJS Kesehatan sebesar Rp. 437.114.742 dan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 47.317.250. Dana PPG itu juga untuk tunjangan domisili sebesar R. 94.500.000 dan tunjangan hari raya ata THR sebesar Rp. 2.684.700.000. “Cuma di Jember GTT dapat THR,” cetus Bupati. Terkait asuransi BPJS, Bupati menerangkan bahwa pada pertemua sesi kedua dan sesi ketiga akan dibagikan sebanyak 1.313 asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan 388 asuransi BPJS Kesehatan. Keluarga GTT juga tertanggung oleh BPJS Kesehatan tersebut. Rinciannya, ada 966 suami, 677 istri, dan 2.710 anak GTT. “Yang belum terbagi harus hari ini tuntas terbagikan, untuk BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan,” pesan Bupati di akhir pengarahannya. (eva)

Jember, Petisi Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menyosialisasikan ulang tentang biaya Pilkades serentak yang didanai APBD Kabupaten Jember tahun 2019. Sosialisasi dilakukan kepada Camat, Pj. Kades, Ketua BPD, dan panitia Pilkades se-Kabupaten Jember di aula PB. Soedirman Pemkab Jember, Selasa (13/8/2019). Dalam sosialisasinya, Bupati menjelaskan Undang-undang No. 6 tahun.2014 tentang Desa. Pada pasal 34 ayat (6) tentang biaya pemilihan kepala desa yang dibebankan kepada APBD kabupaten atau kota adalah untuk pengadaan surat suara, kotak suara, dan kelengkapan perlengkapan lainnya. Sementara dalam Permendagri No.65 tahun 2017 perubahan atas Permendagri No. 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa pada pasal 48 ayat (1) menyebut biaya pemilihan kepala desa dan tugas panitia pemilihan kabupaten/kota, yang pelaksanaannya ditugaskan kepala desa, dibebankan pada APBD. Selain itu, Bupati juga menyebut jika pelaksanaan Pilkades memerlukan hal-hal di luar yang didanai APBD, maka panitia pilkades tingkat desa dan masyarakat desa yang melaksanakan pilkades dapat membiayai dari sumber dana lain yang sah sesuai ketentuan. Bupati memberikan contoh tentang honor lembur yang telah ada acuannya di APBD. Jika lebih dari acuan yang ada, maka boleh dianggarkan di luar dari APBD dari sumber lain yang sah. Untuk penggunaan anggaran dari APBD oleh panitia Pilkades tingkat desa, Bupati mengungkapkan akan menugaskan tim pendamping dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Inspektorat. “Supaya bunyi SPJ-nya jelas, dan secara global ini yang menjadi tugas dari BPKA dan Inspektorat untuk mendampingi secara administratif petugas Pilkades di lapangan. Panitia berhak mendapatkan pendampingan agar tidak muncul masalah di belakang hari,” terang Bupati. Pendampingan itu juga agar penggunaan dana Pilkades tidak tumpang tindih (overlap) maupun terjadi penghitungan ganda (double accounting), meski pelaksanaannya jelas. “Untuk kebaikan semuanya, maka lebih baik ada evaluasi dari RAB (Rancangan Anggaran Biaya) sesuai dengan ketentuan,” tambah Bupati. “Pengarahan ini adalah pengarahan untuk mencairkan dan menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Jember yang secara keseluruhan mencapai Rp. 11,5 milyar lebih, dan anggaran yang ada pada P-APBD hanyalah anggaran pengamanan. Selebihnya anggaran itu sudah ada di APBD awal,” pungkasnya. (eva)

Bupati Jember Sosialisasikan Biaya Pilkades

„Meriahkan HUT RI ke 74

Pemkab Bondowoso Gelar Karnaval Budaya Bondowoso, Petisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur, menggelar karnaval dan Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74, Selasa (13/8/2019) di depan Pendopo Kabupaten, jalan Letjen Karsono, kota

Bondowoso. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat dengan didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan DPRD, Sekda, pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Bondowoso.

Wabup Irwan Bachtiar Rahmat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Salwa Arifin melalui Wakilnya, mengatakan, kegiatan ini adalah agenda rutinitas Pemkab Bondowoso yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk tahun ini Pawai Karnaval mengusung tema ‘SDM Unggul, Indonesia Maju’ Sebagai Penyangga NKRI dan menuju Bondowoso Melesat. “HUT ke-74 kemerdekaan RI yang bertemakan ‘SDM Unggul, Indonesia Maju’ ini sangat tepat sekali,” ungkapnya. Mari kita berkumpul disini dan bersama-sama memeriahkan karnaval budaya dalam menyambut HUT kemerdekaan dan membuktikan, bahwa SDM di Bondowoso memang sangat maju dan unggul sesuai tema nasional. “Kehadiran masyarakat di kegiatan karnaval serta antusi-

asme yang begitu tinggi menunjukkan bahwa kita semua mampu berkontribusi terhadap kemerdekaan,” ujar Irwan. Kehadiran masyarakat, sambung Wabup, menunjukkan betapa besar rasa terima kasih terhadap para pejuang kemerdekaan. “Ini sebagai tanda semangat pengorbanan untuk bangsa dan negara harus kita tancapkan di masing-masing pikiran dan hati

“Kehadiran masyarakat di kegiatan karnaval serta antusiasme yang begitu tinggi menunjukkan bahwa kita semua mampu berkontribusi terhadap kemerdekaan,” Irwan Bachtiar Rahmat Wakil Bupati Bondowoso

kita untuk kemudian menjadi gerak dan langkah dalam pengabdian serta menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” katanya. Irwan, mantan wakil ketua DPRD Bondowoso dari fraksi PDI Perjuangan, juga menyampaikan bahwa karnaval merupakan kegiatan yang penting guna merefleksikan kembali tekad, semangat serta keinginan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dalam bentuk atraksi sejarah, keragaman budaya, penampilan program serta hasil pembangunan di Kabupaten Bondowoso. “Melalui penampilan tematik yang ditampilkan pada hari ini diharapkan akan meningkatkan semangat perjuangan kita,” tandasnya.(tif)


Edisi 030 Tahun III | Agustus 2019

DAERAH 9

Ning Ita Promosikan Wisata Kuliner Wilayah Mojokerto Barat Acara tahunan yang diselangarahkan oleh pemilik WD Mulyono.

Gebyar Ultah ke 17 Wisata Desa Randugenengan Dlanggu Mojokerto, Petisi Ribuan penggunjung wisata berantusias datang pagi-pagi untuk melihat gebyar ultah ke 17 Wisata Desa (WD) di Desa Randugenengan Kecamatan Dlanggu Mojokerto, Rabu (14/ 08/2019). Pihak manajemen ingin memanjakan pengunjung dengan memberikan fasilitas tiket masuk gratis diganti dengan tiket undian dan beberapa hadiah. Acara tahunan yang diselangarahkan oleh pemilik WD Mulyono secara resmi dimulai pukul 09,00 wib, namun para pengunjung wisata udah berdatangan khawatir kehabisan tiket undian. Hadir dalam acara ini, Dinas Perkebunan Provinsi Karyadi, Dinas Pertanian Kabupaten Ny Sulistiowati, kepala desa, Sekcam Sugondo, Danramil, Kapolsek, dan tokoh masyarakat setempat. Agus Setiawan sekteris sekaligus menantu pemilik WD menjelaskan, acara ini dikunjungi kurang lebih empat ribu pengunjung, mulai tingkat sekolah, umum, dan masyarakat sekitar. Tujuan wisata desa ini untuk memperkenalkan program coklat atau kakao dan mengajak masyarakat suka makan coklat, karena baik untuk kesehatan. “Kita juga sebagai sentral budidaya coklat atau kakao Jawa Timur, mengajak masyarakat khususnya Mojokerto untuk menanam pohon coklat, karena bernilai ekonomis dan bisa mensejahterahkan masyarakat,” ujarnya. Lanjut Agus, insya-Allah akan mendirikan pabrik pengolahan kakao dengan kapisatas satu hari satu ton. “Selama ini kita hanya bisa memperoses tiga kwintal sehari,” ungkap Agus.(nang)

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan bantuan stimulan.

Pemkot Mojokerto Serahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Mojokerto, Petisi Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagai warga kurang mampu melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR). Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan kepada seluruh warga yang menerima bantuan di aula Kantor Kecamatan Magersari tahun 2019 ini kita mendapatkan alokasi program bantuan rumah swadaya (bedah rumah) dari Dana Alokasi Khusus bidang Perumahan Dan Pemukiman sebanyak 150 unit, dari jumlah itu dibagi beberapa wilayah. Seperti Kelurahan Mentikan 37 unit, Kelurahan Pulorejo 37 unit, Kelurahan Balongsari 38 unit, dan Kelurahan Kendundung 38 unit. Adapun untuk mekanisme pencairan dana akan dilakukan secara bertahap melalui rekening masing masing milik warga. Pencairan dana untuk tahap pertama masuk ke kas daerah pada 23 Juli lalu. “Dari sana nanti kami cairkan ke masing masing rekening warga yang memperoleh, tahap satu 25 persen, tahap dua 45 persen dan tahap tiga 30 persen,” kata Ning Ita sapaan akrabnya, Selasa (13/08/2019). Dengan demikian pembangunan fisik rumah akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan besaran pencairan dana dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk penggunaan dana yang masuk rekening sebesar RP 17,5 juta tidak secara keseluruhan untuk bedah rumah, melainkan Rp 15 juta untuk pembelian material atau bahan, sedangkan Rp 2,5 juta digunakan untuk pembayaran ongkos tukang.(nang)

Mojokerto, Petisi Ribuan orang tumpah ruah di Jembatan Rejoto penghubung Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Blooto Kecamatan Prajurit Kulon kota Mojokerto, untuk melihat penampilan aneka budaya dan festival sate, Minggu (11/08/2019). Penampilan yang disuguhkan oleh puluhan peserta dari OPD, kecamatan, kelurahan, instansi swasta, hingga sekolah setingkat SMP dan SMA ,tidak hanya membuat kreasi makanan jenis sate dengan berbagai rempah khas nusantara, juga menampilkan yel yel dan kreasi dekorasi stan dan aneka kostum pakaian adat Jawa, pewayangan, kerajaan Mojopahit dan kustum daur ulang limbah plastik. Acara tahunan ini dimulai sekitar pukul 20,00 wib, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari hadir didampingi suami Supriyadi Karima Syaiful, juga ikut hadir Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah, sekretaris

Ning ita mencicipi sate di salah satu stand

dearah, Harlistyati dan kepala perangkat dearah. Setelah puas mengunjungi stan para peserta, dengan senang hati Ning Ita panggilan akrab walikota, memperbolehkan warga untuk berfoto selfie.

Melalui kegiatan festival sate, pemkot bersama masyarakat ingin menjalin kebersamaan dalam semangat berkurban, semangat berbagi dan meneladani keikhlasan Nabi Ismail. Untuk itu diharapkan ribuan masyarakat

yang hadir dalam acara ini mencerminkan keguyuban warga Kota Ondeonde yang tetap menjaga keamanan, kesopanan dan ketertiban. Ini merupakan agenda tahunan yang berjalan ke enam

kalinya, tetapi baru tahun ini kami selenggarakan di Jembatan Rejoto. “Karena kami ingin menghidupkan destinasi budaya dan potensi kuliner di wilayah Mojokerto barat,” kata Ning Ita.(nang)

„Hari Remaja International

Pemkab Gresik Melaunching Kader Kesehatan Remaja Gresik, Petisi Pada peringatan Hari Remaja International, Pemkab Gresik melaunching 250 orang kader kesehatan remaja. Launching tersebut dilaksanakan di ruang Mandala Bakti Praja pada Rabu (14/8/2019) oleh Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim yang mewakili Bupati. Dalam sambutannya, Wabup Qosim mengajak para kader kesehatan remaja yang hadir pada kegiatan ini untuk menjadi motor penggerak perubahan. “Perubahan yang saya maksud adalah perubahan kearah yang baik termasuk perubahan untuk mendukung gerakan masyarakat hidup sehat. Saat ini, anda sebagai remaja sudah berada di jalan yang benar dalam menuntut ilmu, tapi harus pula dibekali iman dan taqwa,” harap Qosim. Menurut Qosim, ada tiga hal yang harus dipunyai remaja yaitu penguatan karakter, kompetensi, dan kemampuan literasi (membaca). “Anda adalah calon pemimpin. Pada masa yang akan datang, tentu yang akan

anda pimpin adalah generasi mendatang yang tingkat kemampuan intelektual dan pengetahuannya tidak sama seperti sekarang ini. Jadi sangat tepat pada hari remaja international saat ini mengambil tema transforming education,” tandasnya. Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik Endang Puspitowati dalam kesempatan itu mengatakan, mestinya peringatan hari remaja se dunia ini diperingati pada 12 Agustus. Namun baru bisa dilaksanakan pada hari ini. Pada peringatan kali ini, Dinas Kesehatan Gresik mensosialisasikan gerakan minum tablet penambah darah. Menurut Plt Kepala Dinas yang juga Dirut RSUD Ibnu Sina, sengaja pihaknya merekomendasikan untuk memberikan pil penambah darah untuk remaja kerena berdasarkan skreening yang dilakukan. “Skreening yang kami lakukan pada siswa SMP/MTs ada 27,83% kasus remaja putri yang anemia. Sedangkan pada siswa SMA/MA ada 40,95% remaja

puteri yang anemia. Untuk pencegahan anaemia tersebut kami meminta kepada para remaja khususnya remaja putri agar minum tablet tambah darah rutin seminggu sekali.” kata Endang. Endang juga meminta kepada para kader kesehatan Remaja dan seluruh peserta remaja yang hadir pada kegiatan ini agar mendukung gerakan pemerintah Kabupaten Gresik untuk penurunan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat kelahiran. “Melalui konsumsi tablet tambah darah, kami bertekad untuk menurunkan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat kelahiran. Kendati saat ini hanya 20 kematian dari 100.000 kelahiran. Semua itu akibat anaemia atau kekurangan darah,” kata Endang. Selain Wakil Bupati Gresik, yang membuka acara sekaligus memberikan materi. Pada kegiatan tersebut hadir juga beberapa kepala OPD serta narasumber lain yaitu dr. Danu Maryoto Teguh, Sp.OG.(rud)

Pemkab Gresik Melaunching Kader Kesehatan Remaja

Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lamongan menggelar doa bersama untuk mendoakan 7 hari wafatnya KH Maimun Zubair.

Peringati 7 Hari Wafatnya Mbah Moen, Ansor Lamongan Gelar Tahlil Lamongan, Petisi Gema doa tahlil menggema di Kantor Ansor Lamongan, Senin malam (12/8/2019). Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lamongan menggelar doa bersama untuk mendoakan 7 hari wafatnya KH Maimun Zubair atau Mbah Moen yang wafat di Makkah. Tahlil dan doa bersama ini dipimpin oleh KH. Biin Abdussalam. Setelah menggelar tahlil dan doa, KH. Biin Abdussalam memberikan sambutan akan pentingnya mengikuti jejak atau langkah Perjuangan Ulama’, terlebih yang telah meninggalkan kita semua. “Tidak mudah ajaran Islam masuk di Indonesia, butuh perjuangan panjang untuk melawan ideologi Hindu yang melekat pada masyarakat waktu itu. Namun akhirnya Islam pun berkibar dari perjuangan Walisongo,” ujar Kyai Biin panggilan akrabnya. Kyai Biin juga menceritakan ketika bicara Lamongan, “Tatkala sebagian penduduk Lamongan sudah masuk Islam, lebih-lebih setelah dua penguasa di Lamongan yang beragama Hindu dapat dikalahkan oleh tentara Demak pada tahun 1541 dan 1542. Tetapi itu semua belum dianggap memadai, karena di Lamongan belum ada penguasa muslim. Oleh sebab itu Sunan Prapen mengangkat santrinya yang bernama Hadi sebagai Ronggo. Karena Ronggo Hadi telah menunjukkan kepatuhan dan prestasinya dalam menyebarkan agama Islam di daerah Lamongan, Sunan Giri mengangkatnya menjadi Adipati dengan sebutan Tumenggung Surajaya. Jadi yang mimpin Lamongan dulu adalah Santri, Santri Membangun Negeri,” tutupnya dalam sambutan. Sementara itu Sekretaris Rijalul Ansor Lamongan Gus Khafidz mengatakan, dia adalah salah satu orang yang merasa paling kehilangan. Karena pernah nyantri. Ia mengaku setiap perjumpaannya dengan Mbah Moen-panggilan akrab KH Maimoen Zubair- adalah saat-saat yang istimewa baginya. Mbah Moen, menurutnya adalah sosok yang sangat mencintai tanah air. Setiap tetamu atau orang yang beliau temui, selalu mendapat wejangan tentang bagaimana menjaga keutuhan NKRI.(ak)

Polres Gresik Terima Kunjungan Tim Evaluasi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Tim Evaluasi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB dipimpin Aris Samson, Selasa (13/8/2019) tiba di Mapolres Gresik Jl. Basuki Rahmad no. 22 Gresik. Gresik, Petisi Kedatangan Tim Evaluasi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB langsung disambut Kapolres Gresik AKBP. Wahyu S Bintoro, SH, SIK, M.Si, beserta PJU Polres Gresik, Perwira Polres Gresik dan seluruh operator pelayanan public di aula Parama Satwika Polres Gresik. Tujuan kunjungan tersebut, mengetahui sejauh mana perkembangan Polres Gresik dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, terkait predikat WBK dan WBBM yang diraih serta penilaian Amerupakan kategori pelayanan sangat baik pada tahun 2018, dan diharapkan tahun

2019 mendapatkan predikat pelayanan prima. Kapolres Gresik AKBP. Wahyu S Bintoro, SH, SIK, M.Si, memaparkan kepada tim, Polres Gresik memiliki

diferensiasi yaitu Jargon Gresik Polisi SANTRI yang berarti, S (Senyum, Sapa, Salam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat), AN (Menjadikan pekerjaan Polri sebagai Amanah dari Allah dengan melaksanakan tugas dengan baik, tidak melakukan

Kapolres Gresik bersama Tim Evaluasi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB

pelanggaran, T (Berarti Tanggap, proaktif, visioner dimana permasalahan masyarakat sekecil apapun harus ditangani secara profesional, proporsional dan prosedural. Juga Tangguh dalam melaksanakan tugas dengan tanpa mengenal lelah dan menyerah, dimanapun bertugas dan apapun kondisinya harus selalu siap siaga, serta Tegas tapi Humanis dalam melaksanakan penegakan hukum, kemudian RI (Memiliki arti Rajin Ibadah dan beinfaq). “Beberapa program Polres Gresik diselaraskan dengan Program PROMOTER Bapak Kapolri JENDERAL Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian M.A, Ph.D (Peningkatan Kinerja, perbaikan Kultur dan

Manajeman Media) dimana program Kapolri sesuai dengan Program Kemenpan RB, yaitu ZI WBK dan WBBM yang sesuai dengan Program nawacita Presiden RI Jokowi,” terang Kapolres. Sebagai Kepala Kepolisian Resort Gresik, komitmen tersebut dibangun bersama jajaran dalam menjaga predikat WBK dan WBBM dengan beberapa program inovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan public. “Tak hanya yel-yel, lagu Mars WBBM, penandatangan pakta integritas, penerapan reward n punishment, penggunaan pin WBK dan WBBM juga dibuat sebagai bentuk sosialisasi predikat ZI WBK dan WBBM untuk terus memotivasi polsek jajaran namun tahun ini Polres Gresik juga sudah

memiliki Gedung baru SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) sebagai Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ungkap AKBP Wahyu. Sementara itu, Aris Samson selaku Tim evaluasi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB , mengapresiasi terkait kinerja Polres Gresik karena termasuk Polres Yang mencapai keberhasilan dalam Yanlik (Pelayanan Publik). “Dengan capaian dan keberhasilan dari Polres Gresik tentunya akan banyak Polres dan Kementerian Atau Lembaga lain akan studi tiru ke Polres Gresik,” ungkapnya. Lanjut Aris, namun jangan cepat berpuas diri dengan capain dan keberhasilan yang diraih Polres Gresik saat ini. “Hasil dari evaluasi Tim Saat ini akan kami sampaikan

dalam Tim di Kemen PAN-RB terkait kemajuan beberapa Yanlik (Pelayanan Publik) di Polres Gresik, semoga Tahun 2019 bisa mendapatkan predikat “Pelayanan Prima,” tambahnya. Didampingi Kapolres Gresik Tim Evaluasi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB mengecek dan melihat langsung penerapan Pelayanan Publik diantaranya Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) digedung baru dan Pelayanan Sat Lantas Polres Gresik dalam hal pelayanan Pengurusan dan Penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Serta Inovasi Inovasi Yang diterapkan di Sat lantas Polres Gresik. (bah)


Edisi 030 Tahun III | Agustus 2019

10 ADVETORIAL „Dinas ESDM Jatim

Akan Uji Coba Pengolahan Sampah Plastik Jadi Energi Listrik Surabaya, Petisi Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim akan membuat uji coba pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik. Uji coba ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar daerah-daerah bisa menjalankan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan baik. “Dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan beberapa menteri, Gubernur dan Walikota, menginstruksikan agar PLTSa betul-betul berjalan, bahkan memerintahkan kepada PLN agar membeli sesuai dengan Perpres Nomor 35 tahun 2018,” kata Kepala ESDM Jatim, Setiajit kepada petisi.co di Surabaya, Rabu (24/7/ 2019). Perpres nomor 35 tahun 2018 tersebut tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. “Perpres itu dasar hukum yang sudah jelas, jangan dibuat tidak jelas,” tegasnya. Untuk melakukan uji coba itu, Dinas ESDM Jatim menujuk PT Megasurya Eratama sebagai mitra kerjanya. Hal ini terkait dengan dana yang dibutuhkan cukup besar. “Kami tidak punya APBD yang cukup. Harganya sekitar Rp 20 miliar. Awal Agustus sudah operasional,” ujarnya. Selain itu, pihaknya minta bantuan perusahaan itu untuk mengujicoba, karena perusahaan ini juga impor sampah kertas dan sisanya 3,9 persen dari sampah plastik. Padahal, Jatim memiliki jutaan ton sampah yang bisa dikelola dengan baik akan menghasilkan gas. “Saya bilang kita bisa memanfaatkan sampah plastik. Dia punya power plan, tapi dari batubara. Nah, dengan menggunakan pirolisis ini, maka batubara tak perlu digunakan lagi. Dan bisa menghasilkan 7-8 megawatt dengan biaya Rp 30-40 miliar,” ungkapnya. Menurutnya, salah satu daerah yang menjadi percontohan itu, yakni Surabaya. Di Surabaya ada 2 skema teknologi yang digunakan. Pertama menggunakan gasifikasi dengan memakai sampah. Mesinnya

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berbincang dengan Emil Dardak, Tri Rismaharini dan Setiajit.

dari Swiss. “Gas sampah itu, kemudian gasnya digunakan untuk mendorong power plan yakni, sanitary landfill. Di Surabaya skema sanitary landfill itu sudah jalan sebesar 1,65 megawatt. Lalu, dibeli oleh PLN sebesar 1,2 megawatt dengan harga Rp 1.250/kwh,” paparnya. Skema kedua, kata Setiajit, menggunakan termal, yakni sampah dibakar lalu digunakan untuk mendorong power plan. Mesinnya berasal dari China. Besarnya 10 megawatt, keluarnya 8,31 megawatt. Besar 8,31 megawatt ini sudah ada perjanjian jual beli dengan PLN seharga Rp 1.450/kwh. Perjanjian ini, harus sesuai dengan Perpres nomor 35 tadi. “Jadi, tidak semata-mata be to be. Pemerintah itu memberikan subsidi kepada investor. Misalnya di Surabaya, ada PT Sumber Organik yang membangun power plan dengan cara Bild Operasion Transfer (BOT) selama 20 tahun. Sekarang sudah dibangun, begitu operasional, dua puluh tahun setelah operasional, nanti diserahkan oleh Pemkot Surabaya,” jelasnya. Terkait hal itu, Setiajit mengaku sudah merapatkan dengan beberapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Hasilnya nanti akan dirapatkan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Misalnya, di Jatim ada 8 klaster, yakni Gerbang Kertasusila. Daerahdaerah yang tidak mampu mengelola sampah, akan digerakkan kembali. Seperti di Lamongan yang sudah

tidak jalan, karena memakai APBD, tidak dikelola dengan baik dan sampahnya kurang. Lalu, Gresik dan Surabaya. Sampah yang ada di daerah terdekat, akan dibuang ke Benowo. Di Sidoarjo, ada 1.100 ton/hari, investornya sudah ada dan tinggal digerakkan. Dinas ESDM Jatim akan melakukan uji coba untuk pirolisis. “Kata Menteri KKP Indonesia itu tempat sampah kedua di dunia. Ternyata, kita membuat pilot project untuk sampah plastik yang digunakan pendorong power plan, masih kekurangan plastik. Kita meminta seluruh kab/kota untuk membedakan sampah organik dan non organik,” tuturnya. Sampah-sampah yang ada di Jatim itu, menurutnya, bisa dibuat kertas kembali. Sesuai keinginan Gubernur Khofifah, agar Jatim tidak perlu impor. Sampah-sampah kertas bisa dimanfaatkan untuk direjus, digunakan untuk bahan pembuat kertas kembali. Karena itu, pihaknya meminta kab/kota harus konsisten. Selama ini, masalah data sampah di daerah tidak konsisten. Seperti di Lamongan, secara jumlah penduduk bisa menghasilkan 600 ton/hari. Namun, saat didatangi ke TPA hanya 45 ton/hari. Artinya, untuk bahan bakar kurang. “Kami minta di tempat pembuangan sementara (TPS), sampah-sampah itu harus dibedakan mana sampah basah, plastik dan kertas. Tapi, masalah ini sebenarnya bukan urusan ESDM. Urusan ESDM adalah menghancurkan sampah untuk kepentingan energi,” jelasnya.(adv/bm)

Walikota Batu Jadi Irup Detik Detik Proklamasi ke-74 Batu, Petisi Pemerintah Kota Batu menggelar upacara pengibaran bendera detik detik Proklamasi ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Sabtu (17/8/2019). Dengan Inspektur upacara Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko dengan komandan upacara Kapten Kes. Haryawan Saputro dari Lanud Abd. Saleh Malang, dan sebagai perwira upacara Kapten Inf. Sujiono Danramil Bumiaji. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ditandai dengan bunyi sirine dan dentuman meriam, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo, yang kemudian dilanjutkan dengan

Walikota Batu, Hj. Dewanto Rumpoko saat memberikan Sangsaka Merah Putih, sebelum dikibarkan. (humas pemkot batu)

pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut, turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Ir. H. Punjul

Walikota Batu Hj. Dewanti Rumpoko menjadi Inspektur Upacara Pengibaran Bendera detik detik Proklamasi Ke-74. (humas pemkot batu)

Sangsaka merah putih saat dibentangkan Paskibraka. (humas pemkot batu)

Santoso, Ketua DPRD Cahyo Edi Purnomo beserta Wakil dan Anggota DPRD Kota Batu, Kapolresta Batu AKBP. Budi Hermanto, Kejari Batu Sri Heny Alamsari, Dandim 0818 Batu- Malang Letkol Inf Ferry Muzawwad S.IP, Dan tidak ketinggalan, Kemenag Kota Batu selaku pembaca do’a Drs. Nawawi, Sekda Batu Drs. Zadim Effisiensi beserta seluruh pejabat struktural di Pemkot Batu, para Camat dan Lurah, TNI/Polri, ASN se-Kota Batu, para veteran, ormas, LSM, serta pelajar se-Kota Batu. Sementara itu, petugas pengibar bendera diantaranya Rizky Agus Saputro pelajar SMAN 2 Batu, Thery Deswita Christian pelajar SMAN 1 Batu dan M. Fajar Arif Fanani pelajar SMAN 2 Batu. Sedangkan petugas pembawa bendera merah putih yaitu, Yezzy Dhea Ravica pelajar SMAN1 Batu. Dengan mantap dan penuh percaya diri, para pelajar terpilih tersebut melaksanakan tugas pengibaran bendera itu dengan baik. Setelah upacara, Walikota bersama jajaran Forkopimda dan para pejabat dilingkungan Pemkot Batu melakukan tabur bunga di TMP Batu. Setelah itu dilanjutkan kegiatan ramah tamah dengan para anggota veteran pejuang kemerdekaan, di gedung Graha Pancasila Balaikota Among Tani, Kota Batu.(adv/hms/eka)


Edisi 030 Tahun III | Agustus 2019

SAMBUNGAN 11

Plt. Walikota Blitar Jadi Pembina Upacara Hari Pramuka ke-58 Blitar, Petisi Dalam rangka Hari Pramuka ke 58, Pemerintah Kota Blitar menggelar Apel Besar/uparara di alun-alun Kota Blitar, Rabu (14/8/2019), yang dikuti ribuan peserta, terdiri pelajar SD, SMP, SMA dan mahasiswa se-Kota Blitar. Selain ribuan peserta upacara Apel Besar yang mengusung tema ‘Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI’ ini, juga dihadiri Sekda Kota Blitar, Pejabat di lingkup Pemkot Blitar, jajaran Forkopimda, Mabicab, Pengurus Kwartir Cabang, Ketua Kwarran, Pimpinan Saka, Pelatih dan Pembina Gugus Depan Gerakan Pramuka Kota Blitar. Santoso Plt Wali Kota Blitar yang

bertindak sebagai pembina upacara dalam sambutanya menyampaikan, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka salah satu intinya yaitu diusianya yang ke 58 tahun ini, gerakan panduan di Indonesia jauh lebih tua dari gerakan Pramuka. Tetapi peringatan Hari Pramuka sebagai wujud syukur dan berkah persatuan dalam satu wadah tunggal, Gerakan Pramuka,” kata Santoso. Lebih lanjut Santoso menjelaskan, Hari Pramuka pada tahun ini hadir ditengah-tengah keprihatinan banyak permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara dan Bangsa Indonesia. Untuk itu dalam rangka Hari Pramuka kiranya dapat memperhatikan hal-hal

Plt Wali Kota Blitar Santoso sedang menyampaikan amanatnya.

seperti, merebaknya KKN, Radikalisme dan Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba. “Itulah tiga kejahatan yang menjadi tantangan terbesar Bangsa Indonesia,” jelas Santoso. Plt. Walikota Blitar Santoso menambahkan, disamping itu globalisasi selain mempunyai aspek positif, juga tidak sedikit yang menimbulkan dampak negative. Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan, kegagalan umat manusia dalam memelihara kelestarian lingkungannya, keprihatinan tentang belum terstandarnya seragam Pramuka dan kegiatan gerakan Pramuka merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. “Sehingga penyelerasannya dengan jenjang pendidikan formal dan non formal lainnya menjadi sangat penting,” imbuhnya. Santoso berharap, kita semua memiliki perhatian penuh terhadap hal-hal diatas, kesamaan dan cara pandang dan bahasa dalam menyikapi berbagai permasalahan. “Khususnya hal-hal yang mengancam keutuhan NKRI,” tandasnya. Gerakan Pramuka adalah wadah tunggal, dan karenanya semua harus bersatu di dalamnya. Gerakan Pramuka siap sedia membangun keutuhan NKRI, Anggota Pramuka harus menepati janjinya Trisatya dan menepati Dasadarma. “Sehingga anggota Pramuka siap menjaga Keutuhan NKRI melalui implementasi dalam kehidupannya seharihari,” pungkas Plt Wali Kota Blitar mengakhiri sambutannya.(adv/hms/min)

Sambungan Hal.1 : ‘Panas Dingin’ Pejabat Pemprov Jatim, KPK: Akan Ada Tersangka Baru Sebelas orang dari berbagai unsur, mulai dari pejabat aktif di Pemprov Jatim hingga pensiunan pejabat Pemprov Jatim, telah di periksa oleh lembaga anti rasuah itu. Diantara mereka adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim Budi Setiawan, yang saat ini menjabat Komisaris Bank Jatim. Juga Budi Junianto mantan Kabid Prasarana Wilayah Bappeda Prov Jatim, Toni Indrayanto Kabid Prasarana Wilayah Bappeda Prov Jatim, serta sepuluh orang anggota DPRD Tulungagung. Dalam kasus ini, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, diduga menerima uang Rp 4,88 miliar selama periode 2015-2018 dari Bupati Periode 2013-2018 Tulungagung, Syahri Mulyo. Uang itu diduga terkait dengan pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan APBD-P Kabupaten Tulungagung TA 2015-2018. Tak hanya itu, KPK juga

melakukan serangkaian penggeledahan terhadap sejumlah rumah milik eks pejabat dan pejabat aktif Pemprov Jatim. KPK menggeledah rumah Zainal Abidin di Jalan Asem Nomor 1, Surabaya. Zainal merupakan mantan Kepala Bappeda Jatim. Penggeledahan Jumat (9/8) itu dilakukan untuk mendalami seberapa jauh mekanisme bantuan keuangan (BK) dari Pemprov Jatim ke Pemkab Tulungagung. Sebelumnya, Rabu (7/8) KPK menggeledah tiga lokasi. Yaitu kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, rumah Kepala Dishub Jatim Fattah Jasin, dan rumah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Jatim Ahmad Sukardi. Mantan Sekda Jatim ini pun

juga pernah menjalani pemriksaan tim KPK. Pada Kamis (8/8), KPK menggeledah kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim. Tim KPK juga menggeledah rumah Karsali di kompleks Perumahan Sakura Regency, Ketintang, Surabaya. Di kalangan Pemprov Jatim, nama Karsali tidak asing lagi. Dia adalah mantan ajudan dua gubernur sebelumnya, yakni Imam Utomo dan Soekarwo. Saat ini Karsali menjadi salah seorang komisaris di PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMD milik Pemprov Jatim. Di kediaman Karsali, tim KPK membawa dua koper. Banyak pihak menduga, tidak lama lagi akan ada mantan pet-

inggi Jatim yang akan menerima panggilan pemeriksaan dari KPK. Bisa jadi, surat panggilan tersebut dibuat setelah Tim KPK mendapatkan informasi dan bukti-bukti baru adanya keterlibatan pejabat lain. Sementara, Gubernur Jatim Khofifah enggan untuk mengomentari adanya beberapa pejabatnya yang diperiksa KPK. Mantan Menteri Sosial itu berdalih, jika masalah tersebut terjadi saat dia belum menjabat. “Lo rek itu kan tahun sebelum saya, lebih baik teman-teman tanya ke orang yang ada di periodenya supaya clear. Mosok aku komentar hal yang belum saya lakoni,” tegas Khofifah kepada wartawan.(bs/kip)

Sambungan Hal.1 : “Pemprov Bantu KPK Selidiki Korupsi di Jatim” Heru tidak mengelak, kalau ada tiga Kantor OPD yang digeledah KPK beberapa waktu lalu. Yaitu, Kantor Dishub, Bappeda, dan BPKAD Jatim. Itu pun atas sepengetahuan Pemprov Jatim. Dimana, KPK

sebelum menggeledah telah mengirim surat ke pemprov. “Pada saat mereka datang ke Bappeda kami fasilitasi. Mereka melakukan rekonstruksi kami fasilitasi. Kami selaku pemprov akan menfasilitasi

yang diminta KPK,” tuturnya. Mengenai apa kepentingan KPK, Heru mengaku tidak tahu menahu. “Apa yang dilakukan KPK, siapa yang diperiksa dan untuk apa, itu ditanyakan ke KPK,” kata Heru.(kmf)

ini sudah terbangun, selain bisa menandai saat berbuka puasa. Juga bisa untuk menandai setiap waktu sholat. Hanya durasi untuk berbuka puasa yang agak panjang. “Tolong dikembalikan seperti yang dulu, baik bentuk maupun warnanya. Sebagai rujukan silahkan cari foto-fotonya,” pinta Sambari serius. Sementara Wabup Qosim menambahkan bahwa monument yang akan dibangun ini selain untuk mengembalikan sejarah, Juga ingin memberikan monument ini untuk anak cucu

kita selanjutnya. “Tentunya dengan adanya monument ini sepanjang sejarah akan dikenang, tidak hanya satu atau dua tahun saja,” tambahnya. Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno mengatakan, pembangunannya akan segera dilakukan. Diawali dengan proses administrasi yang lain, misalnya pelelangan dan lain sebagainya oleh pihak PJB Gresik. Dalam sejarahnya, gardu suling yang pernah ada di Gresik ini dibangun pada tahun 1929 oleh Kitty Soesman seor-

Blitar, Petisi Serangkaian Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blitar setelah badan anggaran DPRD Kabupaten Blitar merampungkan tugasnya membahas nota keuangan perubahan APBD-P tahun 2019. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bersama DPRD Kabupaten Blitar menyetujui dan menetapkan rancangan peraturan Daerah (raperda) APBDP 2019 menjadi Peraturan Daerah (perda). Rapat paripurna ini digelar di Ruang Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Jumat (02/08/2019) malam. Suwito Saren Satoto Ketua DPRD Kabupaten Blitar usai rapat kepada awak media mengatakan, Pemerintah Kabupaten Blitar harus mampu mengoptimalkan serapan anggaran melalui APBD-P itu terealisasi sebagaimana apa yang ingin dicapai hingga penghujung tahun anggaran berjalan. “Karena waktunya yang pendek otomatis agar OPD yang melakukan penggeseran, perubahan anggaran, dapat tambahan anggaran, itu dapat memanfaatkan waktu seefektif mungkin agar kegiatan dapat dilaksanakan dan tidak terjadi silpa (sisa lebih pembiayaan angga-

Bupati Blitar menandatangani persetujuan perubahan APBD.

ran)," kata Suwito. Lebih lanjut Suwito menjelaskan, disamping mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mampu mengelola anggaran di masa tahun anggaran yang relatif singkat, kepada eksekutif supaya lebih kerja keras menyerap APBD induk ditambah dengan postur perubahan APBD tahun ini. Suwito Saren Witoto menambahkan, Pemerintah harus kerja keras, karena memang sekarang serapan anggaran ini kan masih lemah. “Makanya serapan dioptimalkan, mulai APBD induk plus perubahan APBD sekarang ini," pungkasnya. Di tempat terpisah Bupati Blitar Drs. H. Rijannto MM kepa-

da awak media mengatakan, ada kemajuan yang luar biasa dalam hal progres pembahasan perubahan APBD. Hal itu ditandai dengan persetujuan bersama atas APBD-P 2019 melalui penetapan perda. “Rekomendasi DPRD Kabupaten Blitar setelah ditetapkannya Perda APBD-P 2019 itu bakal dijalankan oleh pemerintah,” kata Rijanto. Lebih lanjut Bupati Blitar menjelaskan, hasil serangkaian dalam Rapat Paripurna ini poinnya kepada Pemerintah Kabupaten Blitar yaitu kecepatan penyerapan anggaran, kemudian mendapatkan reward lewat DED dan efisiensi waktu saat menyerap anggaran.(min)

Program DD/ADD Desa Jeding Menuju Masyarakat yang Lebih Sejahtera Blitar, Petisi Program pembangunan melalui anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari tahun ke tahun semakin dirasakan manfaatnya. Program pemerataan pembangunan insfrastruktur membawa dampak yang positif terhadap arah kesejahteraan masyarakat di tingkat pedesaan di seluruh Indonesia . Seperti halnya Desa Jeding Kecamatan Sanan Kulon Kabupaten Blitar yang memiliki dua Dusun, Dusun Jeding dan Dusun Kautan, dengan jumlah penduduk 1885 jiwa, kini lebih maju dalam bidang pembangunan insfrastruktur, tingkat pendapatan masarakatnya juga terangkat. Hari Purwanto SP Kepala Desa Jeding kepada Petisi mengatakan, dalam mengelola anggaran DD/ADD Desa Jading

Program yang dibangun dan Kades Jeding.

Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar dijalankan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. “Saya jalankan semua kegiatan di Desa Jeding berdasarkan musyawarah tingkat lingkungan, dimana setiap pedukuhan, RT dan RW dapat mengajukan program perencanaan, sehingga wilayah kami benar-benar mengacu dari usulan yang masuk,” kata Hari. Lebih lanjut Hari Purwanto

menjelaskan, dalam tahun anggaran 2019 pihaknya mengerjakan pembangunan utama rehab berat pendopo Desa Jeding yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Untuk dana kami anggarkan sebesar Rp 350 juta, mengingat keterbatasan anggaran karena dibagi dengan lingkungan yang lain, pembangunan dikerjakan dua tahap, yaitu masuk anggaran 2019 dan tahun anggaran 2020,” jelas Hari. (min)

Sambungan Hal.1 : Pejabat Lelet Saya Copot! Jokowi mengaku juga akan mengawal langsung reformasi birokrasi, terutama yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat dan perizinan. Bahkan, mantan gubernur DKI Jakarta itu tak segan mencopot

pejabat yang masih bandel dan lelet dalam memberikan pelayanan. “Akan saya ikuti, dan saya pastikan akan saya potong (birokrasi yang berbelit). Kalau pejabatnya masih bandel,

masih lelet dalam memberikan pelayanan perizinan, betulbetul akan saya copot detik itu juga,” kata Jokowi dalam wawancara khusus dengan CNNIndonesia TV, di Istana Merdeka, Kamis (15/8).(net)

Sambungan Hal.1 : Gubernur Minta Bupati Maryoto Berhati-hati Gunakan Anggaran

Sambungan Hal.4 : Landmark Gardu Suling di Gresik Segera Dibangun Dalam keterangannya Bupati mengatakan bahwa Landmark Garling ini sebagai upaya untuk mengembalikan yang pernah ada di Gresik jaman dahulu. Dulu gardu suling itu berdiri di Pertigaan Jalan Raden Santri, HOS Cokroaminoto dan Jalan Basuki Rahmat (tepat di depan kantor PLN). Harapan Bupati agar suara sirine ini setidaknya bisa didengar di dua kecamatan, yaitu Gresik dan Kebomas. Kalau dulu suara sirine ini untuk menandai berbuka puasa saat bulan Ramadhan. Kalau garling

Paripurna DPRD Kabupaten Blitar Menyetujui dan Menetapkan APBD-P 2019

ang kepala Aniem (PLN). “Bangunan ini merupakan saksi bisu perjuangan warga Gresik dalam mengusir penjajah. Disebut gardu suling karena orang Gresik tempo dulu menyebut Menara dengan istilah gardu. Sedangkan sirine disebut suling. Jaman dulu suara sirine ini sebagai tanda siaga jika ada musuh yang datang dari arah laut. Selepas kemerdekaan suara sirine ini menjadi tanda suka cita, termasuk saat berbuka puasa atau saat menjelang detik-detik proklamasi,” papar Sutrisno.(rud)

Drs. Maryoto Birowo, MM sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati yang kemudian menjadi Plt. Bupati Tulungagung. Hal ini dikarenakan kepala daerahnya terkena masalah hukum dan diputus bersalah oleh pengadilan yang juga telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inchracht), dan telah diberhentikan oleh Mendagri. Kepada Bupati Tulungagung yang baru saja dilantik ini, Khofifah, sapaan lekat Gubernur Jatim ini berpesan agar diinisiasi pembangunan berbasis kewilayahan seperti yang sedang berjalan di Kabupaten

dan Kota Malang serta Kota Batu. Pengembangan kerjasama berbasis kewilayahan tersebut dikenal dengan Malang Raya. Begitu pula Pawitandirogo yang mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Poronogo “Untuk wilayah Tulungagung dan sekitarnya bisa lebih dimaksimalkan kerjasama dengan Trenggalek, Kediri dan Blitar,” katanya. Selain itu, orang nomor satu di Jatim ini juga mengingatkan pentingnya mengelola keuangan daerah dengan mengedepankan transparansi dan

akuntabilitas. Dirinya mengingatkan para kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran. “Para kepala daerah agar memaksimalkan belanja APBD diutamakan untuk pelayanan publik bagi masyarakat,” katanya. Selain berhati-hati menggunakan anggaran, Khofifah juga meminta Bupati Tulungagung untuk memprioritaskan penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor serta peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan.(bm)

Sambungan Hal.4 : Bupati Gresik Sidak Kantor DPM-PTSP “Masyarakat yang datang, langsung kami beri kalung antrean pak Bupati. Sehingga ada yang kelewatan tidak mengisi daftar kehadiran,” ucapnya. Melihat hal itu, Bupati Sambari ingin agar pengisian daftar hadir harus tetap dilakukan. Sehingga melalui daftar hadir tersebut dapat dipantau berapa banyak masyarakat atau pemohon yang datang ke unit

pelayanan perijinan. “Ya jangan hanya dikasih kalung saja. Daftar hadir juga harus diisi,” pintanya. Selanjutnya, Bupati Sambari yang didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Mulyanto langsung menuju ruang pelayanan public yang tak jauh dari meja recepcionist. Di sana Bupati Sambari melihat langsung proses kerja dalam pengin-

putan data, untuk pelayanan perijinan di Kabupaten Gresik. Dirinya mengatakan, sidak ini bertujuan untuk memastikan pelayanan perijinan yang dilakukan di kantor DPMPTSP semakin baik dalam hal pelayanan public, terlebih sudah diberlakukannya pelayanan perijinan secara online. “Saya berharap, apa yang menjadi tugas dan fungsi Aparatur Sipil Negara di DPMPTSP, yakni memberikan pelayanan yang lebih prima, agar proses perijinan bisa dirasakan maysarakat lebih baik dan lebih mudah. Intinya masyarakat merasa nyaman atas pelayanan yang diberikan,” tegasnya. Terlebih, lanjut Bupati Sambari, pelayanan perijinan yang diberikan saat ini sudah sangat mudah bahkan dalam sehari, proses perijinan dapat dirampungkan, asalkan segala syarat administrasi sudah terpenuhi. (rud)


Edisi 030 Tahun III | Agustus 2019

12 ADVETORIAL

Kadisbudpar : Dinas Pariwisata Jatim Akan Terlibat dalam JFC Tahun Depan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan ikut terlibat dalam penyelenggaraan pergelaran internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun depan. HAL ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto saat pembukaan Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI), Sabtu (3/8/2019). “Kenapa saya menyampaikan ini, karena inilah pesan dari Gubernur. Beliau (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa) berpesan apa yang bisa dilakukan oleh Pemprov untuk

mendukung penyelenggaran JFC agar semakin hebat,” ujar Sinarto saat berpidato di pembukaan WACI di Jl Sudarman, Jember kepada wartawan. Sinarto juga menyampaikan terima kasih kepada almarhum Dynand Fariz (Presiden dan Founder JFC) yang mampu meningkatkan derajat kepariwisataan Provinsi Jawa Timur ke taraf Internasional melalui JFC.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto saat pembukaan Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia

Apresiasi juga disampaikan Sinarto atas pagelaran WACI. WACI merupakan karnaval etalase budaya kreatif yang digelar oleh Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari), dan dihelat dalam rangkaian JFC. WACI dan JFC, lanjut Sinarto, menjadi wadah kreatifitas para kreator dan seniman dari kalangan anak muda. “Banyak yang sudah dilakukan Kabupaten Jember untuk Jawa Timur dan Indonesia agar wisatawan semakin meningkat, dan semoga dengan adanya produk JFC dan WACI ini, rejeki makin mengalir bagi warga Jember. Hotel mendapatkan tamu, lebih banyak orang makan di restoran dan rumah makan. Akhirnya pendapatan bruto daerah Jember semakin meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Sekjen Akari David Susilo mengungkapkan rasa bangganya atas gelaran WACI dan JFC tahun ini. “Bergetar hati rasanya melihat JFC dapat melanjutkan perjuangan maestro karnaval Indonesia Dynand Fariz, dan tema WACI ini adalah salah satu mahakarya yang dihasilkannya,” tutur David. David mejelaskan, WACI diikuti delapan kontingen. Kedelapan kontingan itu berasal dari DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kabupaten Jepara, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Malang, Kota Solo, Kabupaten Lombok Tengah - Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Jember sebagai tuan rumah. Kontingen dari DKI Jakarta merupakan perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta. Sedan-

Tampilan peserta di ajang Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia di Jember.

gkan kontingen DI Yogyakarta diwakili oleh instansi yakni Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berkantor di Yogyakarta. Sedangkan Kabupaten Jepara diwakili oleh Luna Art Carnival dan Pemda setempat. Dari Nganjuk diwakili oleh Nganjuk Bayu Carnival. Kemudian dari Kabupaten Malang diwakili oleh dua komunitas karnaval dari Kecamatan Gondanglegi. Sementara dari Solo hadir Solo Batik Carnaval. Dan Tastura Fashion Carnival dari Kabupaten Lombok Tengah hadir mewakili kontingen NTB. Dari tuan rumah Jember diwakili oleh Paguyuban Gus Ning Jember yang menyuguhkan branding Jember 4C (Coffee, Chocolatte, Cigarette, dan Culture) melalui kostum mereka. Juga penampilan pelajar SMAN 2 Jember dalam tarian Gebyar WACI.(adv)

Prestasi Atlet Jawa Timur Jelang PON XX Tahun 2020 Balap Sepeda Raih 14 Tiket ke PON XX Surabaya, Petisi Jawa Timur (Jatim) menjadi juara umum cabang olahraga balap sepeda pada kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020. Jatim mendapatkan jatah 14 tiket di Papua nanti. Tim balap sepeda Jatim memperoleh sepuluh medali emas dari 12 nomor yang dilombakan. Pundi-pundi tersebut mengantarkan

Jatim sebagai juara pada praPON balap sepeda “Jadi dari 26 daerah, tanpa Papua, Jatim sebagai juara umum mendapatkan kuota 14 atlet. Dengan disiplin enam nomor untuk roadrace dan enam nomor untuk MTB, kami mendapatkan kuota 14 orang,” kata Sugeng Trihartono, pelatih nomor BMX dan MTB. Tono, sapaan akrabnya me-

nambahkan, pihaknya akan duduk satu meja dengan tim road race Jatim. Tujuannya adalah untuk merumuskan siapa saja atlet yang akan diberangkatkan ke PON Papua nanti. “Nanti akan kami evaluasi dengan teman-teman roadrace tentang bagaimana memungkinkannya. Yang penting kami sudah mendapatkan tiketnya dulu,” sebutnya.(adv)

Tim balap sepeda Jatim

Juara Umum Kejurnas Atletik 2019 Bogor, Petisi Kontingen Jawa Timur (Jatim) berhasil menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ateltik 2019. Event yang sekaligus menjadi kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 itu, dilangsungkan di Stadion Pakansari, Bogor, 1-7 Agustus. Jatim sukses menjuarai Kejurnas Atletik Kelompok Umur (KU)

18, KU-21, dan senior. Mereka merebut 26 emas, 20 perak, dan 19 perunggu. Posisi kedua diduduki kontingen Jawa Barat (Jabar) dengan 16 emas, 12 perak, dan 13 perunggu. DKI Jakarta berada di peringkat ketiga dengan 15 emas, tujuh perak, dan 12 perunggu. Tim 4×100 meter estafet putra yang menjadi penyumbang emas terakhir untuk Jatim. Tim yang

Tim atletik Jatim foto bersama Ketua Koni Erlangga Satriagung.

terdiri dari M. Bisma Diwa, Joko Kuncoro Adi, Muhammad Rozikin, dan Yudi Dwi itu finish pertama dengan catatan waktu 40,02 detik. Catatan waktu itu membuat tim estafet Jatim lolos kualifikasi PON 2020. Sebab, limit PON 41,20 detik. Manajer atletik Jatim, Edi Mintarto bersyukur atas prestasi yang telah diraih atlet Jatim di Kejurnas 2019.(adv)

Profile for jatim terkini

Koran Petisi Edisi 30  

Koran Petisi Edisi 30

Koran Petisi Edisi 30  

Koran Petisi Edisi 30

Advertisement