Page 1

17 MEI 2013

JANGKA

Kehilangan di Parkir Kampus, Sebuah Refleksi Bagi Kita Oleh : Namira Daufina dan Adinda Permata Hati Lagi, sebuah kasus kehilangan kembali terjadi di lapangan parkir UMN. Dian Andriani, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2010 kehilangan sebuah laptop di dalam mobilnya. Kasus ini berbeda dengan yang pernah terjadi sebelumnya karena tidak ditemukan kerusakan apapun di badan mobil namun sebuah laptop di dalamnya dinyatakan hilang. Menurut penuturan Dian, hari itu Senin (18/3), ia pulang dari kampus sekitar pukul setengah 2 siang lalu kemudian dalam perjalanan dia menyadari ada yang berbeda dengan tumpukan baju di kursi belakang. “Hari itu kan Senin, biasanya gue bawa baju-baju dari rumah karena mau ke kosan, pas pergi ke kampus gue ngerem mendadak, nah baju-baju di kursi jatuh berantakan ke bawah. Pas pulang dari kampus tumpukan baju itu yang tadinya ada di belakang kursi kemudi sekarang pindah ke sebelahnya. Baru gue ngerasa aneh dan pas di cek lagi laptop yang tadinya di bawah jok kursi kemudi sudah nggak ada,” papar Dian. Dalam keadaan panik yang mulai melanda Dian memutuskan untuk menelfon ibunya, sayang ibunya sudah tidak di rumah namun menurut penjelasan ibunya laptop memang sudah tidak ada di rumah. Dian pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah mengecek dengan pasti keberadaan laptopnya. “Iya takutnya kan gue lupa, daripada udah buat masalah di kampus taunya ada di rumah kan nggak enak. Jadi gue langsung pulang,” jelasnya. “Setelah gue tau nggak ada di rumah, gue minta tolong temen gue di kampus buat laporan ke satpam. Besoknya tanggal 19 baru gue datang ke kampus sama nyokap gue,” tambah

Dian. Ketika dilakukan konfirmasi kepada pihak keamanan kampus, memang benar adanya bahwa Dian telah melakukan laporan kehilangan. “Kondisi mobilnya sudah ada di daerah Halim (sudah keluar dari area kampus). Maksud saya, kalau setiap ada kejadian, petugas kan butuh adanya olah TKP. Missal si A melaporkan kehilangan laptop ke petugas, “pak saya kehilangan laptop” petugas: oke tetap ditempat jangan pergi dari tempat kejadian,” ujar Pak Rianto selaku Chief Security. Seperti yang sudah diketahui oleh seluruh civitas akademika UMN, bahwa tidak boleh meninggalkan barang berharga di dalam mobil. Pernyataan ini sudah disampaikan dan dibuat secara resmi oleh pihak kampus baik melalui kemahasiswaan maupun keamanan. Namun nyatanya, kita masih saja melanggar hal ini. “Petugas saya selalu melakukan pengecekan terhadap kondisi mobil yang diparkir. Ketika ditemukan adanya barang berharga di dalamnya, maka akan dilakukan pengawasan yang lebih intens kepada mobil tersebut. Lalu ketika si pemilik mobil sudah datang maka akan langsung diminta untuk membuat surat pernyataan sebagai bentuk pendisiplinan,” tambah Pak Rianto. Tetapi menurut Dian ini bukan yang pertama kalinya dia meninggalkan laptop di dalam mobil tapi selama ini tidak pernah mendapat teguran dari pihak keamanan. “Sudah beberapa kali gue ninggalin laptop di mobil tapi nggak pernah dapat teguran apalagi disuruh buat surat,” jelas Dian. Ditanya mengenai hal ini pihak keamanan menjawab, ketika barang berharga di letakkan ditempat yang tidak terlihat seperti dibawah jok, jelas tidak dapat dipantau, karena petugas hanya melihat dari kaca saja. PENYELESAIAN KASUS

Commfest 2013: Festival Komunikasi Se-Pulau Jawa Tangerang- Ikatan Mahasiswa Komunikasi (I’M KOM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali menyelenggarakan Communication Festival, kali ini dengan tema The BEAT (Brilliant Media and Technology). Communication Festival atau seringkali disebut Commfest, merupakan sebuah acara rutin yang diselenggarakan tiap tahunnya. Bertempat di Universitas Multimedia Nusantara, Commfest sendiri merupakan sebuah acara yang diperuntukkan bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dari berbagai penjuru Pulau Jawa. Rangkaian acara yang diselenggarakan Communication Festival

2013 antara lain adalah lomba fotografi, seminar, workshop, talkshow, bazaar, serta pentas seni. Masyarakat umum juga dapat turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Berangkat dari pentingnya komunikasi yang tidak hanya teori tetapi juga penerapan praktiknya, juga semakin maraknya pemanfaatan media dan teknologi untuk berkarya. Maka dari itulah Commfest 2013 diadakan. “Tahun ini temanya teknologi, soalnya kita juga sadar kalau saat ini kita tidak bisa lepas dari teknologi,” tutur Sintia Asterina, Divisi Publikasi Commfest 2013. “Kita buat acara festival komunikasi untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi teknologi tersebut

melalui seminar, kompetisi, dan sebagainya. Bahkan tercermin juga dari maskot Commfest sendiri yang berbentuk robot,” tambahnya. Adapun tujuan utama diadakannya Commfest 2013 yaitu untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa baik hard skill dan “Kita buat acara festival komunikasi soft skill, serta untuk meningkatkan kreativitas” mempererat tali silaturahmi diantara himpunan mahasiswa komunikasi dari berbagai perguruan tinggi se-Pulau Jawa. “Harapan untuk ke depan sih semoga ruang lingkup Commfest bisa makin luas. Tahun ini kan kita hanya undang universitas yang ada di Pulau Jawa, mungkin next time kita bisa undang universitas yang ada di luar Jawa juga,” ujar Sintia.

Pojok Lantai 2 : Rumah Singgah Kompas di UMN Sebuah pemandangan asing mungkin sedikit menarik perhatian mahasiswa/i UMN ketika sedang melewati pojok lantai 2 gedung C tepat setelah tangga. Dengan interior yang berbeda serta terlihat beberapa orang sibuk bekerja di dalamnya maka pertanyaan pun timbul. Apa yang sedang Maka pertanyaan itu terjawab ketika kampus menyebutkan Kompas Corner. Asosiasi yang tercipta di benak mahasiswa tentu langsung terhubung dengan raksasa media yang menjadi payung dari institusi pendidikan kita ini. Kompas akan membuat sesuatu yang berbeda

dan mencobanya pertama kali di UMN sebagai salah satu unit yang berada dibawahnya. “Kompas Corner itu cuma punya satu tujuan awal didirikan yaitu menumbuhkan minat baca. Kecintaan mahasiswa akan membaca melalui media konvensional mereka,” ujar Ibu

\


JANGKA

Berkabung, 12 Mei


JANGKA

Umum

Grand Final Kang dan Nong Kabupaten Tangerang Grand Final Kang dan Nong Kabupaten Tangerang

Grand Final Kang dan Nong Kabupaten Tangerang Pemilihan Kang dan Nong Kabupaten Tangerang kembali digelar. Event yang rutin diadakan setiap tahun itu melibatkan 24 finalis Kang dan Nong dari berbagai penjuru Kabupaten Tangerang. Acara Grand Final yang berlokasi di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan (UPH) Lippo Karawaci ini berlangsung meriah. Meski Para penonton sempat dibuat kecewa dan harus rela menunggu cukup lama, karena open gate yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB sempat “ngaret” dan baru dibuka 2 jam kemudian. Acara kali ini dibuka dengan tarian daerah, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Namun san-

gat disayangkan sang Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar berhalangan hadir. Acara akhirnya resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh ketua pembina Kang dan Nong Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah yang merangkap sebagai Wakil Ketua DPRD kabupaten Tangerang. Tak ketinggalan, acara ini dimeriahkan oleh penampilan dari grup band Tangga, serta Narji dan Ferry Mariadi yang bertugas sebagai MC. Helmi Wicaknono, salah satu finalis Kang dan Nong 2013 yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi 2012 Universitas Multimedia Nusantara (UMN), mengaku bahwa motivasinya mengikuti Kang dan Nong 2013 ini antara lain adalah kesukaannya terhadap dunia pariwisata. Terlebih ia ingin memberikan prestasi untuk diri sendiri, UMN, dan Kabupaten Tangerang.

Mahasiswa Universitas Trisakti melakukan aksi damai pelepasan lentera untuk memperingati lima belas tahun tragedi 98 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (12/5). Kegiatan diawali dengan menyalakan seribu lilin di tepi Bundaran Hotel Indonesia dan dilanjutkan dengan renungan serta aksi teatrikal tentang penyelesaian hukum yang “mengambang” mengenai tragedi mei 98. Dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut pemerintah untuk menuntaskan kasus penembakan 4 mahasiswa Trisakti di kampus mereka 15 tahun silam. Aksi dilakukan untuk mengenang Elang Mulia Lesmana

(Fakultas Arsitektur, angkatan 1996), Heri Hertanto (Fakultas Teknik Industri, angkatan 1995), Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi, angkatan 1996), dan Hafidin Royan (Fakultas Teknik Sipil, angkatan 1995). Rangkaian acara ditutup dengan pelepasan lentera yang tercantum tulisan “15 Tahun 12 Mei Usakti”

Dan di puncak acara, akhirnya yang terpilih menjadi Kang dan Nong Kabupaten Tangerang 2013 adalah Rizki Kurniawan dari STP Sahid, dan Zola Rehana dari SMAN 3 Tangerang. Sedangkan Helmi harus puas dengan Juara Harapan 1. “ Yang pasti bersyukur bisa mendapat urutan ke-4 dengan gelar Kang harapan 1 Kabupaten Tangerang 2013. Karena setidaknya sudah menyisihkan kurang lebih 500

peserta dari tahap audisi”, ujar Helmi. “Untuk ke depannya sih semoga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman dimana saja untuk memajukan pariwisata dan melestarikan kebudayaan kabupaten tangerang, juga sebagai langkah awal untuk menggapai cita-cita yang lain. Serta membesarkan nama UMN juga tentunya”.


Sekitar Kita

JANGKA

LAHIRNYA SEBUAH INSTITUSI BARU keluhan mahasiwa universitas multimedia nusantara bisa lebih cepat diatasi dengan adanya divisi baru dibawah unit kerja rekotat bidang kemahasiswaan, Student Service. Divisi ini di bentuk karena untuk mempermudah kerja KBM. Karena KBM hanya mempunyai kewenangan terbatas. Misalnya permasalahan nilai, KBM tidak bisa langsung menyelesaikan masalah tersebut, jadi untuk segala keluhan akadenmik ang butuh penanganan secara cepat karena kewenangan melihat data kampus tidak dimiliki oleh mahasiswa agar masalah yang bersifat short term bisa di selesaikan hari itu juga dengan bantukan student service. Di temui di ruangan Student Service di UMN gedung C ruang 202, Pak Yanuar Hamzah selaku PIC student service mengatakan bahwa student service adalah “sebuah pelayanan atau wadah yang menampung segala keluhan serta masalah terkait dengan kemahasiswaan yang bersifat shot term”. Short term maksudnya “masalah yang bisa di selesaikan pada hari itu juga” penjelasan dari Pak Yanuar. Awal terbentuknya student service sudah di rencanakan lama tetapi baru di realisasikan tanggal 1 agustus 2012. Pada proses penggodokanya student service di handle oleh pak irvas yang sekarang mempimpin student affair. Disahkan oleh Hira Meidia. Ph. D. selaku wakil rector III bidang kemahasiwaan, Yanuar Hamzah. S.S. selaku PIC Student Service Division

dan juga Nico Febriady ketua KBM UMN periode 2011-2012. Dari hasil rapat konsolidasi program kerja antara student service Division dan KBM UMN. Untuk penanganan mahasiswa di student service masih di tangani oleh pak yanuar dan pak jun.

Pada awalanya student service terlihat rancu dengan student service karena sosialisai yang kurang dari institusi tersebut. Karena masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui student service. Dari hasil notulen rapat jajak pendapat dan konsolidasi program kerja antara student service division dan KBM umn menyepakati, pembagian koridor kerja antara student service division dan KBM, agar kedepanya terjalin koordinasi yang solid dan kesepahaman yang berdasarkan SOP yang berlaku demi kemaslahatan dan kemajuan segenap CIvitas Akademika universitas Multimedia Nusantara. Pembagian tersebut di jelaskan melalui ranah kerja yang berbeda baik dari student service dan KBM “berbeda dengan baak, untuk ranah kerja Student Service semua masalah kemahasiwaan, pelayanan, keluhan, permintaan atau saran mahasiswa terkait BAAK, Keuangan, EUIS/Seperti Pelayan eksternal yang terkait dengan masalah kemahasiwaan seperti orang tua ataupun segala hal permasalahan yang bersifat

urgent bisa disampaikan ke Student Service.

“untuk di kemahsiswaan semua pelayanan yang ada di BAAK seperti jadual dosen, peminjaman ruangan, magang, dan skripsi di pegang oleh baak, kalo student service seperti surat menyurat, peninjauan nilai , dan lain sebagainya. Student service itu front liner dan back officenya BAAK” penjelasan yang di berikan oleh Yanuar Hamzah selaku PIC student service. Akan tetapi system yang dibanun oleh student servis belumlah sempurna seperti untuk permasalahan pengrusuan Transcript nilai masih di butuhkan penanganan yang khusus. Seperti yang di alami oleh Aya mahasiswi Ilmu Komunikasi 2010. Pengurusan KRS yang ia lakukan dengan proses manual, berbeda dengan namira daufina yang sudah bisa langsung di akses melalui computer. “karena data yang sebelumnya masih merupakan warisan dari BAAK jadi belum semua terimput kedalam computer” tukas Pak Yanuar. Dan untu sekarang mulai menggunakan google docs untuk memudahkan transfer data. Beda dengan KBM KBM terbentuk sudah lama sebagai wadah untuk menampung aspirasi dari mahasiwa dan menjadi penghubung antara mahasiswa dengan pihak kampus. Jadi segala kebutuhan mahasiswa

KEPOMPONG RAKSASA YANG HEMAT ENERGY Hari bumi tidak hanya acara ceremonial perduli dengan lingkungan sekitar atau melakukan geraka-gerakan peduli terhadap lingkungan, akan tetapi kepedulian dan melakukan gerakan secara jangka panjang berdampak lebih besar terhadap bumi. Seperti membangun gedung yang bersifat eco building. Green building merupakan suatu konsep untuk meningkatkan efisiensi sumber daya yang dibutuhkan untuk sebuah gedung, rumah atau fasilitas lainya. Perencanaan pembangunan sebuah gedung yang berbasis eco building melalui sebuah proses yang memperhatikan lingkungan dan menggunakan sumber daya secara efisien. Pengaplikasian konsep Green Building pada bangunan dan lingkungan merupakan salah satu strategi untuk mencapai tujuan penurunan emisi rumah kaca yang ditargetkan sebesar 30% (RTRW provinsi DKI Jakarta 2010-2030) serta bagian dari strategi konservasi air dan penghematan listrik. Kriteria Green Building di indonesia memiliki parameter sebagai berikut: 1. Pengelolaan bangunan. 2. Penggunaan lahan. 3. Pemanfaatan energy listrik 4. Pemanfaatan dan konservasi air 5. Kualitas udara dan kenyamanan ruang. UMN menjadi gedung yang dianggap sebagai yang peduli terhadap bumi atau ikut serta terhadap gerakan go green. karena pada awalnya konsep membangun gedung kampus yang hemat energy. Akan tetapi gedung baru UMN atau

disebut gedung C UMN bukanlah gedung yang bisa dibilang green building. Menurut bapak andre handoko, “konsep lebih pada gedung hemat energy. tidak berani bilang itu adalah green building, karena ada kriteria khusus untuk green building yang cukup ketat. Yaa.. bisa dibilang energy saving building artinya hemat energy.” “hemat energy dicapai dengan cara pertama, konsumsi energy terbesar adalah pada ac, sehingga kita mencoba untuk memanfaatkan udara biasa tanpa menggunakan AC. Makanya lantai 1 dan koridor tidak menggunakan AC tapi menggunakan sirkulasi udara. Mestinya dirasakan nyaman walaupun tanpa AC.” \

Penjelasan Pak Andre. “Itu dicapai dengan menggunakan cara, menggunkan konsep double skin”. Double skin adalah lapisan lapisan berbahan plat alumunium yang berfungsi untuk meredam panas dan cahaya. Dengan lubang-lubang yang sudah disimulasikan, mengikuti gerak matahari. Dengan model seperti itu jumlah cahaya dan panas bisa diminimalisasi. Jika dilihat pada lobby kanti di gedung C terdfapat cerobong-cerobong udara yang untuk sirkulasi udara dari basement. “cerobong ini berguna untuk sirkulasi udara dari basement, sehingga pada basement yang memiliki tekanan udara yang tinggi tidak membutuhkan exhaust


JANGKA

Mail (UMN OBLONG) Senyuman mentari terkadang bersifat ramah dan tidak jarang memberikan hawa panas terik yang menyengat memancing keluar butiran keringat yang menetes di tubuh membasahi pakaian yang dikenakan. Di Sudut Gading terlihat tiga menara menjulang tidak terlalu tinggi berwarna biru, terlihat selaras dengan lingkungan sekitarnya dan juga sewarna dengan atap langit di atasnya, belum lagi lukisan awan yang terlihat dikala cuaca cerah bagai lautan dan pulau yang menghias ketika kita mendongak ke atas. Kehidupan di dalam tiga menara tersebut adalah dunia perkuliahan yang merupakan wadah untuk menuntut ilmu menjadi tempat yang kondusif untuk mempertajam insting berkreatifitas dan bertarung untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sarana pendidikan lanjutan setelah Sekolah Menengah Atas ini dijadikan pilihan oleh Mail untuk melanjutkan peruntungannya dalam menghadapi hidup dalam naungan Universitas Multimedia Nusantara. Setiap hari mengendarai sepeda motor hitam pabrikan Yamaha tahun dua ribu enam berlabel scorpio z dengan nama panggilan Britney, nama yang aneh memang melihat tampilan pengendara dan motor sport ini. Kendaraan inilah yang menggantikan kaki ketika harus bertualang dari rumah ke kampus membawa barang

dagangannya. Bisnis baju adalah lapangan pekerjaan yang digelutinya saat ini, kegiatan yang dirintisnya dari bawah ini telah dikenal di kawasan kampus Universitas Multimedia Nusantara. Awalnya Mail melihat ada celah yang bisa dimasukinya untuk bergelut dalam bidang bisnis, minat bisnisnya ini sudah ada lama sejak mulai memasuki dunia kuliah. Perawakan tinggi besar berkulit agak gelap penuh wibawa, itulah yang sekilas tampak apabila melihat pendiri UMN Oblong ini, kepribadian jenaka penuh canda tawa dan jauh dari kata stress, memang hal yang langka untuk melihat lulusan SMA 70 yang bertempat tinggal di ciledug ini terlihat pusing dalam menghadapi masalah hidup sehari – hari. Semua orang yang berada di sekitar Mail dan mengenal akan mengatakan bahwa pribadi ulet adalah ciri khasnya. Ditemui di tempat nongkrongnya yang berada di seberang kampus UMN terdapat sebuah warung kecil tempat berkumpul anak anak kampus, terlihat hamparan tanah merah yang luas dengan sapaan matahari yang tidak terlalu ramah. Duduk dengan posisi menyandar pada sebuah bangku yang agak sedikit lega sambil menyalakan sebatang rokok ditemani dengan secangkir kopi hitam di depannya. Keringat yang bercucuran dikarenakan sapaan matahari yang tidak terlalu ramah tadi, raut wajahnya terlihat begitu menikmati suasana itu. “Hidup itu Indah, mudah untuk

menikmatinya, ini salah satu caranya� sambil tersenyum santai iya bertutur. Melepas lelah setelah memberikan semua baju pesanan yang telah dipesan. Asam Manis dunia perdagangan menjadi pelajaran yang berharga, tidak jarang ditemui konsumen yang sulit untuk dimintai kewajibannya, belum lagi yang memandang sebelah mata. Padahal mereka tidak mengetahui bahwa keuntungan yang didapat tidak terlalu besar dan pernah diawal masa UMN Oblong baru berdiri keuntungan yang ada hanya cukup untuk membalikkan modal

Mahameru adalah puncak gunung tertinggi di pulau jawa yang berada di Kota Malang di dalam kawasan cagar alam pegununungan bromo, tengger dan semeru. Perjalanan untuk mencapai titik tertinggi tersebut dimulai dari ranu pani yang merupakan pos pendakian awal. Di Ranu Pani kita telah dimanjakan dengan udara pegunungan yang segar ditambah dengan keindahan alam yang memanjakan mata. Perkebunan sayur tersusun rapi bertingkat di kaki gunung, suasana asri pedesaan yang tidak bisa kita temui di sesaknya perkotaan. Titik perjalanan selanjutnya adalah danau ranu kumbolo yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih enam jam dengan trek yang landai. Di sini kita bisa melihat danau yang dilingkari oleh pegunungan, mayoritas pendaki akan memilih untuk mendirikan tenda di tempat ini untuk beristirahat dan menikmati pemandangan sebelum melanjutkan perjalanan. Tidak heran karena kombinasi keindahan di ranu kumbolo seakan memiliki magis bagi para pendaki untuk tidak terburu buru meninggalkan tempat ini. Ketika melanjutkan perjalanan dari ranu kumbolo maka kita akan melewati tanjakan cinta. Ada kepercayaan bahwa apabila kita dapat mendakinya tanpa melihat kebelakang dan memikirkan orang yang kita sayangi maka kita akan selalu bersama orang itu dan menjadi cinta sejati. Setelah melewati tanjakan cinta maka kita akan disambut oleh lautan bunga yang berwarna ungu sebelum akhirnya mencapai pos selanjutnya yang diberi nama cemoro kandang. Perjalanan dari cemoro kandang untuk sampai ke kali mati memakan waktu sekitar empat jam dengan trek yang landai. Sesampainya di kali mati hendaknya kita mendirikan tenda untuk

beristirahat untuk persiapan menuju ke mahameru. Sebenarnya pendakian hanya diperbolehkan untuk mencapai kali mati saja, sehingga apabila ada hal yang tidak diinginkan terjadi maka pihak taman nasional tidak akan menanggung akibatnya. Sehingga apabila kita ingin melanjutkan perjalanan ke mahameru maka kita harus siap untuk menanggung resiko apapun yang terjadi pada diri kita. Umumnya pendakian untuk menuju mahameru dimulai pada pukul sepuluh malam, dan juga sebaiknya kita memperhatikan kondisi cuaca, dan sangat disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan apabila kondisi hujan apalagi badai. Karena berbeda dengan trek sebelumnya yang bisa dikatakan landai, trek menuju puncak gunung tertinggi di jawa ini tergolong ekstrim dan bukan

untuk pemula dalam hal mendaki. Pos perhentian terakhir sebelum puncak mahameru adalah arcopodo, ada juga pendaki yang mendirikan tenda di tempat ini. Ketika melanjutkan perjalanan dari arcopodo maka kita akan menemui batas vegetasi, trek berganti dengan pasir sampai ke puncak mahameru. Tidak mudah untuk mendaki ke atas karena setiap lima langkah kita akan turun tiga langkah.

Sosok


JANGKA

Senyuman mentari terkadang bersifat ramah dan tidak jarang memberikan hawa panas terik yang menyengat memancing keluar butiran keringat yang menetes di tubuh membasahi pakaian yang dikenakan. Berbagi Ilmu Fotografi Tangerang Photography Club

Bersama

Tangerang Photography Club (TPC) menyelenggarakan acara photo hunting dengan tema Pre-Wedding Conceptual Photohunt di Taman Kota 2 BSD City, Minggu (5/5). Event yang diadakan oleh TPC kali ini bertujuan untuk mengajak seluruh pecinta fotografi untuk lebih mendalami dan memahami teknik foto pre-wedding. Konsep pemotretan yang diusung terdiri

dari beberapa sesi, antara lain sporty 80’s, romantic nerd, dan wonderland. Setiap sesinya, para peserta diberi waktu 90 menit untuk memotret. Terhitung sebanyak 20 peserta turut berpartisipasi pada event kali ini. Peserta diberi kebebasan penuh untuk mengarahkan model, maksimal.Peserta tentu tidak sendirian, para pengurus TPC selalu siap untuk membimbing dan berbagi ilmu bagaimana cara untuk mengarahkan model agar mendapatkan hasil yang ma “TPC sendiri adalah sebuah wadah bagi

Festival Cisadane 2013, Pesta Budaya Tionghoa Festival Cisadane 2013, Pesta Budaya Tionghoa Festival Cisadane kembali digelar Pemerintah Kota Tangerang. Festival tersebut dimulai dari tanggal 12 sampai 16 Juni kemarin. Festival yang rutin diadakan setiap tahun itu, diharapkan dapat membangkitkan minat masyarakat untuk mewarisi budaya, dan kesenian masyarakat Tangerang yang mulai luntur. Ratusan warga, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja dan ibu rumah tangga,

berkumpul di bantaran sungai Cisadane, Rabu (12/6). Sebagian dari mereka, terutama warga keturunan Tionghoa, melakukan sembahyang di wihara Boen Tek Bio. Mereka kemudian melakukan ritual membakar replika naga merah dan hijau, dan abunya dibuang di tengah sungai. Seusai ritual tersebut, sekitar pukul 11.30 WIB, mereka langsung mendirikan telur. Sejumlah wisatawan mancanegara juga terlihat ikut mendirikan telur ayam dan mengabadikan momen yang jarang

para penggemar fotografi untuk saling mengenal, tanpa membeda-bedakan usia dan jenis kelamin, yang penting satu tujuan yaitu belajar dan berbagi ilmu fotografi,” ujar Iman Kurniawan selaku ketua TPC. Sesuai dengan visi dan misi TPC sendiri, setiap acara yang mereka selenggarakan selalu mengedepankan kebersamaan, tidak sekadar berfoto ria. Berbagi pengalaman serta ilmu merupakan hal yang wajib dalam setiap acara yang mereka adakan agar semua peserta tidak pulang dengan tangan hampa. “TPC bukan hanya sekedar group isengiseng saja tapi kami memiliki pengurus yg berperan dalam membangun TPC agar menjadi komunitas yang hebat tentunya,” tambah Iman.

terjadi ini. Sebagian besar dari ratusan telur yang telah disediakan tersebut bisa dibuat berdiri di atas jalan dan trotoar. Atraksi ini hanya berlangsung sekitar 30 menit. Tradisi menegakkan telur ini hanya bisa dilakukan pada hari tertentu, yakni saat Toan Ngo. Pada pukul 11.00 sampai 13.00 diyakini telur bisa berdiri. Saat itulah umat Tionghoa di Tangerang dan sekitarnya merayakan Peh Cun. Tradisi ini bertepatan dengan tanggal 5 bulan 5 dalam kalender Imlek. Selanjutnya, pada puncak perayaan dilakukan persembahyangan Twan Yang di mana warga keturunan Tionghoa akan melepaskan bebek ke Sungai Cisadane untuk diperebutkan. Pelepasan bebek dari sangkar ini bertujuan membuat hidup orang terbebas dari nasib buruk serta dapat melanjutkan kehidupan dengan damai dan tenteram. Malam sebelum puncak perayaan Peh Cun, warga keturunan Tionghoa akan memandikan perahu keramat berupa perahu naga (liong) dan perahu pak-pak. Pemandian perahu keramat itu dilakukan di sebuah wihara kecil di Jalan Iman Bonjol, Karawaci, Tangerang. Warga yang datang berdesak-desakan untuk mendapatkan air bekas pemandian perahu, mereka percaya air tersebut dapat membawa berkah. Perahu keramat yang dimandikan ada empat, yaitu dua perahu naga dan dua perahu pak-pak berwarna merah dan hijau. Perahu keramat ini merupakan replika dari perahu aslinya, yang terbuat dari sepotong kayu yang ditemukan seorang warga Tionghoa di Tangerang pada akhir abad

Event


JANGKA JANGKA

T RANSFER OF KNOWLEDGE

Redaksi

Tenaga pengajar dan mahasiswa dapat dianalogikan sebagai busur dan anak panah. Baik atau tidaknya anak panah itu meluncur tergantung pada kualitas busur panah itu sendiri. Sedangkan sistem pendidikan sebagai orang yang menggunakan busur dan anak panah tersebut, kemana tujuan arahnya dikuasai oleh sistem tersebut. So, dapat anda simpulkan sendiri dimana letak kesalahan sebenarnya yang menyebabkan terjadinya salah sasaran dalam sistem pendidikan kini.

“Nak, kamu kuliah yang pinter ya! Raih nilai tertinggi biar jadi orang sukses!” Mungkin kata-kata itu tidak asing lagi di telinga mahasiswa. Pesan sacral orang tua guna memajukan keluarga, baik dari segi ekonomi, maupun strata sosial. Di universitas pun demikian, mahasiswa dituntut untuk meraih nilai tinggi dan aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Perlombaan fasilitas menjadi hal lumrah bagi institusi pendidikan Indonesia.

Mereka memamerkan berbagai kecanggihan dan kelengkapan fasilitas. Oleh karena itu, wajar bila mereka melupakan satu pondasi dalam universitas, KURIKULUM. Pihak marketing seharusnya tidak hanya menjual fasilitas, tenaga pengajar, maupun nama besar dibalik institusi mereka. Tetapi, menawarkan kurikulum yang BAIK, yaitu kurikulum yang tidak hanya menuntut mahasiswa meraih nilai (IP) tinggi semata. Namun, kurikulum yang bertujuan untuk membentuk mahasiswa agar menerapkan ilmu dan memperbaiki kondisi dalam bermasyarakat. Penghapusan beberapa mata kuliah tentu memperngaruhi terhadap tingkat sadar politik para mahasiswa. Oleh karena itu, pembentukan kurikulum sebaiknya dibacarakan dahulu oleh banyak pihak, baik rektor, kaprodi, dosen, mahasiswa, maupun orang tua mahasiswa itu sendiri. Maka dalam hal ini kesadaran Pancasila dibutuhkan oleh individu dan dapat mengurangi dampak buruk dalam kehidupan Indonesia. “Jadi, bukan bagaimana nilainya, tetapi, bagaimana penerapannya!” Bumi pertiwi mulai kehilangan arahnya. Cita-cita para pendiri bangsa mulai luntur termakan usia. Pola pikir bangsa diselewengkan pada harta dunia, bukan lagi nilai luhur Pancasila. Biaya hidup yang mahal mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan secara tidak sadar menuntut mahasiswa untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan tersebut, bukan bagaimana menerapkna ilmunya dalam bermasyarakat. Sarjana muda kian menjamur di tanah garuda. Namun, hal itu tidak menjamin munculnya kaum intelektual bangsa. Sistem pendidikan kini memiliki pandangan bahwa mahasiswa yang sukses adalah mahsiswa yang lulus cepat dengan IPK tinggi. Mahasiswa dipaksa untuk mengikuti sistem dan menghiraukan hati nuraninya untuk bangsa. Karena sistem itu tidak menjamin nsecara langsung bagaimana penerapan ilmunya dalam bermasyarakat. Hanya mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan kondisi negara. Mahasiswa akan terus belajar dan belajar guna mencapai tujuan dari sistem itu dan tidak menghiraukan kondisi disekitarnya, baik kondisi lingkungan maupun situasi politik Indonesia. “Mengajarkan kritis dan siap dikritisi” Perubahan pola pikir pada mahasiswa wajib dilakukan untuk memperbaiki kerancuan sistem. Dalam hal ini, tenaga pengajar (dosen) sebagai transfer of knowledge dan pembentuk karakter mahasiswa memiliki peran penting. Perubahan pola pikir dapat dipicu oleh dosen. Jika dosen mengajarkan mahasiswa untuk menjadi kritis, maka semua pihak harus siap dikritisi. Baik itu mahasiswa sendiri, dosen, maupun universitas (institusi).

Agen Perubahan Bangsa Polemik mengenai isu kenaikan harga BBM menjadi perbincangan dalam masyarakat Indonesia. Kekhawatiran terhadap efek domino yang akan terjadi pada harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, tak heran jika sebagian elemen masyarakat melakukan unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM tersebut. Pada unjuk rasa di depan Gedung MPR-DPR RI (17/6), terdapat dua kelompok besar, yaitu buruh dan mahasiswa. Namun, jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan jumlah buruh yang hadir. Kaum buruh memadati gerbang sebelah kiri dari berbagai organisasi. Dan mahasiswa? Hanya sebagian kecil dibanding mereka. Sejak dulu, citra mahasiswa sebagai penerus bangsa mulai tercermin pada forum-forum diskusi. Terlebih pada era Orde Baru, mahasiswa rutin melakukan diskusi mengenai perkembangan negeri, mulai dari isu ringan hingga bagaimana menjatuhkan rezim yang berkuasa selama 32 tahun membelenggu bumi pertiwi. Kini era reformasi telah bersemi, sampai kapan kita diam dan acuh terhadap politik yang menjalankan negara ini. Sudah selayaknya jika kita menanamkan rasa keingintahuan dan peduli terhadap politik sejak dini. Karena hal tersebut tidak akan terpisahkan dari sebuah negara. Fox pupoli fox dai harus berjalan semestinya untuk mencapai cita-cita bangsa pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan pemilihan umum sesungguhnya untuk mencari pemimpin yang ideal untuk bumi pertiwi, bukan ajang hiburan lima tahunan semata. Pengetahuan dan kepedulian terhadap bangsa harus berjalan beriringan untuk melawan pencitraan dan kemunafikan calon pemimpin yang hanya memburu kursi kekuasaan semata. Indonesia butuh pemimpin yang kredibel untuk memperbaiki bangsa. Tapi, pemimpin tak muncul dengan sendirinya tanpa kematangan sebelumnya. Seluruh lapisan masyrakat memiliki peluang yang sama untuk memajukan bangsa, apalagi mahasiswa. Sebagai anak bangsa jangan berputus asa, terus berjuang untuk mempertahankan tanahnya, atau akan hilang dengan sendirinya.


JANGKA

Lanjutan

JANGKA

Kehilangan di Parkir Kampus, Sebuah Refleksi Bagi Kita

Setelah kejadian maka pihak keamanan melakukan olah CCTV yang juga diberikan kepada korban. Melalui CCTV terlihat sebuah mobil berisi 2 orang laki-laki parkir disebelah mobil korban. Meski parkiran saat itu cukup lenggang dan timbul pertanyaan kenapa mobil tersebut memilih parkir disebelah mobil korban, tetapi tidak dapat ditarik kesimpulan apapun atas itu. “Jadi kalau sifat orang parkir itu, di mana ada yang kosong ya dia tempati. Toh kalaupun di situ ada target, targetnya pun tidak terlihat karena ditaruh dibawah jok. Tapi versinya mbak Dian, orang tersebut pakai alat canggih dapat melacak. Tetapi itu semua diluar kemampuan saya kalau dapat memprediksi di sini ada barang. Satu yang saya garis bawahi, tidak adanya kerusakan, kedua cctv yang sudah saya berikan kepada korban, memang ada indikasi yang mbak Dian curigai, tetapi saya tidak melihat dia membawa barang. Alarm juga tidak bunyi,” papar Pak Riatno. Menurut Dian “Ya bisa saja nggak kelihatan, kalau dia masukin laptop gue dari sebelah kanan mobil yang jelas bersisian sama mobil gue, barangnya bisa nggak kelihatan dari CCTV.” Lalu ketika ditanya mengenai pendapat Dian tidak adanya kerusakan pada mobilnya ia menjawab “Ya menurut pendapat gue sama orang tua gue sih dia pakai Metal Detector buat tau didalam ada laptop gue, kemudian buka mobil gue pakai kunci ganda.” “Okelah kita menguak sebuah fakta, tapi faktanya, fakta yang logika. Tapi sejauh ada teknik cangih saya tidak tau. Yang saya tau, yang sudah-sudah saya alami adanya kehilangan karena adanya kerusakan sebuah objek. Kalau memang mau diselidiki secara

meluas, dengan pengecekan mobil itu platnya ini, itu, kan wewenang kepolisian negara, kita harus bikin LP. LP itu dilaporkan selagi mobil itu masih ada di TKP. Bisa dilakukan nanti sidik jari, saya minta bantuan. Karna semua diluar kemampuan security. Memang prosedurnya seperti itu, security hanya mengamankan sementara. Sifatnya nanti kalau sudah menyangkut pidana atau sudah criminal berat, itu kita limpahkan ke pihak kepolisian. Dalam proses kehilangan ini,” jelas Pak Riatno. Kasus ini tidak menemukan titik temu hingga saat ini, bahkan Dian sudah diminta pihak keamanan untuk membuat surat pernyataan bahwa kasus ini sudah selesai tanpa pihak Dian meminta ganti rugi apapun. “Ya jelas gue sama orang tua gue nggak mau, tapi ya udah karena gue nggak mau tanda tangani, kasus ini ngegantung gitu aja, sampai sekarang nggak ada penyelesaian,” papar Dian. TANGGUNG JAWAB BERSAMA Kasus kehilangan seperti ini jelas bukan yang pertama terjadi. Berbagai upaya sudah dilakukan baik oleh pihak keamanan maupun pihak kampus namun seolah hal ini masih sulit dihindari. Kesadaran dan kerja sama yang baik tidak hanya perlu dilakukan oleh pihak keamanan dan pihak kampus tapi butuh upaya dan usaha kerja sama yang baik juga dari kita mahasiswa. bisa kita kalau “Pertama, pertanggungjawabkan kita kembali ke aturan awal. Silahkan mahasiswa lakukan parkir di wilayah UMN karena itu hak. Tapi di sisi lain kita punya aturan. Salah satunya jangan meninggalkan barang-barang berharga. Sampai saya itu bertindak melakukan pemantauan dan itu tidak diindahkan dan tetap melakukan meninggalkan barang berharga. Lantas, kita harus bagaimana mencermati sebuah pertanggungjawaban kalau itu sudah dihimbau,” ujar Pak Riatno. Selaku orang yang paling bertanggung

jawab atas keadaan keamanan lingkungan kampus, Pak Riatno memiliki harapan dalam upaya meningkatkan keamanan. “Keinginan saya untuk melakukan sebuah pemagaran, pemagaran yang sifatnya seperti itu orang dapat mudah untuk melompat. Sedangkan asset disini asset yang sangat luar biasa. Mau nggak mau memancing orang. Kuantitas dari security ditambah. Juga, setiap karyawan maupun mahasiswa mengunakan id card agar dapat menghindari orang luar yang menyamar menjadi mahasiswa. Dan juga id card sangat mendukung untuk membantu security. Karena, kepedulian mahasiswa membantu sebuah keamanan. Dan saya rasa, keamanan ini sebagai wujud keseluruhan itu peduli,” tambahnya.

Pojok Lantai 2 : Rumah Singgah Kompas di UMN Hira Meidia selaku pembantu rektor bidang kemahasiswaan UMN. Sejenis litbang kompaskah? “Ya bisa dibilang litbang tetapi terlalu luas kalau penyebutannya litbang. Nantinya di sana akan lebih menjadi fasillitator atau jembatan kebutuhan mahasiswa dengan menyediakan informasi penunjang seperti artikel dari informasi / berita yang sudah lewat,” tambah Augustino Sagirta selaku bendaraha BEM UMN. Tidak berhenti pada itu saja, Kompas Corner ini nantinya akan menjadi media perantara bagi mahasiswa dalam suatu kepanitiaan acara kampus yang hendak “menitipkan” proposalnya kepada Kompas Gramedia. “Jadi daripada panitianya jauh nganterin ke Palmerah atau Jalan Panjang, bisa dititipin aja di Kompas Corner nanti dibantu urus. Walaupun tidak ada jaminan akan berhasil,” Agus menambahkan. Selain itu nantinya Kompas Corner juga akan menyediakan fasilitas mengedit ataupun membantu para mahasiswa yang ingin tulisannya di muat di Koran Kompas. Meski lagilagi tidak ada jaminan akan di muat tetapi paling tidak satu langkah lebih dekat dengan Koran Kompas telah terbuka lebar. Kompas Corner di UMN merupakan pilot project yang akan terus berkembang sehingga tidak menutup kemungkinan akan dibuka di berbagai kampus lainnya di Indonesia. “Karena pertama di UMN makanya kita harus bersama-sama memberikan contoh yang terbaik dengan menunjukkan antusiasme yang tinggi,” tambah Ibu Hira. Kepengurusan Kompas Corner ini nantinya akan dipegang oleh suatu kepengurusan yang dibentuk berdasarkan penyeleksian pengurus yang dilakukan oleh BEM. Nantinya pengurus akan terdiri mahasiswa berbagai jurusan baik selama mahasiswa tersebut masih tercatat sebagai mahasiswa aktif. “Ya bebas selagi masih mahasiswa aktif tapi diprioritaskan untuk angkatan 2011-2012,” tambah mahasiswa Akuntansi 2010 ini. “Diharapkan Kompas Corner akan mampu bertahan lama dan tidak berhenti di tengah jalan. Jangan bulan ini dibuka lalu tahun depan sudah nganggur tidak terurus. Maka dari itu diputuskan bahwa mahasiswa harus turut serta dalam mengelola kesinambungan ini,” Ibu Hira menambahkan. Periode kepengurusan yang saat ini sedang berlangsung pun sama saja dengan kepengurusan organisasi lainnya dikampus yakni selama 1 tahun. “Bahwa menjadi mahasiswa aktif tidak hanya melulu dengan menjadi anak BEM, KBM, himpunan, atau majalah kampus, tetapi lewat Kompas Corner pun sudah turut menjadi aktif dan ikut serta dalam proses berkembang dalam suatu organisasi,” tambahnya lagi. Karena nantinya perkembangan dari Kompas Corner di kemudian

hari bergantung pada sejauh apa program kerja yang dibuat oleh pengurus mampu berjalan. “Nantinya pengurus dapat mengakomodir kegiatan seperti pelatihan jurnalistik, fotografi atau apapun yang dirasa dibutuhkan oleh mahasiswa. Dengan terlebih dahulu didiskusikan dengan pihak kampus dan Kompas,” ujarnya. Untuk saat ini kepengurusan Kompas Corner nantinya akan berada di bawah BEM. Segala sesuatunya akan menjadi pantauan dan tanggung jawab BEM. Karena Kompas Corner tidak berbeda atau lebih maupun kurang dibanding UKM yang ada dikampus. Selain dari pihak mahasiswa, pihak Kompas nantinya akan diwakili oleh Admin yang turut menjaga Kompas Corner. Hal ini karena memang seperti niatan awal, Kompas ingin dekat dengan pemuda Indonesia khususnya mahasiswa. PERESMIAN “Sampai saat ini dan belum mendapat perubahan jadwal bahwa Kompas Corner akan diresmikan pada tanggal 2 Mei. Nanti acara peresmian akan diurus oleh BEM sekaligus memperkenalkan pengurus Kompas Corner dan sosialisasi secara luas kepada mahasiswa,” jelas Ibu Hira. Menurut Ibu Hira juga, jangan mengharapkan langsung disuguhi oleh fasilitas yang membuat decak kagum dan memuaskan, semua akan melalui proses berkembang sejak awal. Tidak menutup kemungkinan masih banyak terdapat kekurangan di sana sini. Hal ini lah yang harus menjadi perhatian kita bersama. “Kompas Corner ini milik kita, UMN. Jadi harus kita jaga dan kembangkan bersama. Perkembangnya akan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa di lapangan. Maka saya tidak menolak dan menunggu masukan dari kalian secara aktif. Kita sambut secara antusias dan optimis,” jelas Ibu Hira.

Jangka  

Menjangkau sekitar

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you