Page 23

Jambi Independent

All Sport

SABTU, 19 SEPTEMBER 2009

PORPROV 2010

Tanjabtim Positif Mundur JAMBI – Kabupaten Tanjab Timur positif mundur sebagai tuan rumah Pekan Olahraga P r o v i n s i ( P o r p r o v ) J a mbi XIX/2010. Langkah tersebut diambil karena kondisi kabupaten paling timur di Provinsi Jambi itu yang tidak memungkinkan. Selain fasilitas penginapan dan sejumlah venue untuk pertandingan belum siap, Pilkada juga mempengaruhi niat mereka. Pasalnya, Ketua Umum KONI Tanjab Timur Abdullah Hich yang juga Bupati Tanjab Timur mengikuti pemilihan Gubernur Jambi yang akan berlangsung pada April 2010. Pernyataan mundur Tanjab Timur itu diungkapkan langsung ketua harian KONI Tanjab Timur Edi Kadir dihadapan pengurus KONI Jambi. “Kita sudah mendengarkan penjelasan dari surat yang dikirim Tanjab Timur itu. Intinya, mereka belum sanggup

Yos Sumarsono

menjadi tuan rumah Porprov,” kata Kabid Organisasi KONI Jambi Yos Sumarsono. KONI Tanjab Timur sebelumnya hanya meminta penundaan pelaksanaan Porprov. Namun informasi yang berkembang malah sebaliknya. Agar tidak memunculkan kerancuan, KONI Jambi akhirnya

memanggil pengurus KONI Tanjab Timur untuk menjelaskan semuanya. “Meski sudah diketahui hasilnya, kami masih memberikan kesempatan kepada KONI Kabupaten/Kota lainnya. Mungkin ada diantara kabupaten/ kota tersebut yang mau menjadi tuan rumah Porprov XIX. Mungkin ada solusi lainnya,” terang Yos. Rencananya usai lebaran KONI Jambi akan menawarkan opsinya itu kepada kabupaten/ kota. Penawaran dilakukan dalam pertemuan antara pengurus KONI Jambi dan kabupaten/kota. Bagaimana jika semuanya menolak? Menurut ketua umum POBSI Jambi itu, KONI Jambi yang akan menyelenggarakan ajang olahraga multi even dua tahunan itu. Tempatnya mungkin di Kota Jambi. “Di Kota Jambi semua venue pertandingan sudah tersedia dan memadai. Termasuk pengi-

napan para atlet, bisa terakomodasi semuanya,” terang Yos. “Mudah-mudahan ada kabupaten yang mau dan siap menjadi tuan rumah,” timpalnya. Selain memberitahukan hasil pertemuan dengan p e n g u r u s K O N I Ta n j a b Timur, Yos juga mengaku telah mengirimkan surat himbauan menggelar musyawarah provinsi (musprov) kepada 15 cabang olahraga (cabor) yang masa baktinya sudah berakhir. Namun dalam surat itu pihaknya tidak memberikan batas waktu musprov. “Tapi, usai lebaran kami akan mengevaluasi himbauan itu. Musprov memang harus digelar, kalau tidak, dikhawatirkan mereka tidak bisa mengikuti kejurnas karena masa bakti pengurusanya habis,” bebernya. Dari 13 cabor tersebut diantaranya ISSI, PASI, POSI, FASI, PJSI, Pertina, IODI, Soina, dan dua organisasi lainnya. (dar)

TRIATHLON

Kejuaraan Triathlon Asia di Palembang JAKARTA- Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara Kejuaraan Triathlon dan Aquathlon Asia Terbuka, yang akan dihelat di Palembang Sumsel, pada 10 - 11 Oktober mendatang. Tuan rumah hanya diwakili dua atlet pria. Sebab, Agatha Rhana Avionita, satusatunya atlet Triathlon wanita asal Surabaya - Jatim, tidak diperkenankan ikut serta karena tak memenuhi persyaratan. Triathlon merupakan lomba tercepat dari tiga nomor sekaligus, yakni renang, sepeda dan lari. Sedangkan Aquathlon hanya dua nomor, yakni renang dan lari. Pada even berhadiah total USD. 19 rubu atau sekitar Rp. 199 juta tersebut setiap negara dijatah maksimal menurunkan masing-masing dua atlet pria dan wanita. Namun Indonesia tak memiliki atlet wanita. Agatha Rhana Avionita, satu-satunya atlet wanita asal Surabaya

- Jatim yang kualitasnya memenuhi persyaratan, terhambat oleh faktor usia. Juara Triathlon Jatim Terbuka 2009 di Pantai Lombang, Kecamatan Batang, Kabupaten Sumenep - Jawa Timur itu baru berusia 17 tahun. Berdasarkan ketentuan peraturan perlombaan di International Triathlon Union (ITU) batasan usia minimal untuk mengikuti kejuaraan tersebut adalah 18 tahun. Agatha Rhana Avionita saat ini masih duduk di bangku SMA Negeri V Surabaya dan usianya belum genap 18 tahun. “Usianya belum mencapai persyaratan mininal, sehingga dia tidak bisa ikut kejuaraan tersebut,” kata Mark Sungkar, Presiden Federasi Triathlon Indonesia (FTI), dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin. Dua wakil Indonesia yang akan diterjunkan pada even tersebut adalah M. Kadri asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan

Mark Sungkar

Andi Adinata (Sumsel). Kedua atlet tersebut merupakan juara dan runner up Kejuaraan Triatlhon Terbuka Jatim 2009 untuk kelompok pria. Johari Johan, atlet asal Sumsel, sebenarnya sangat diharapkan bisa mewakili Indonesia

pada kejauraan tersebut. Namun atlet nasional dari cabor atletik nomor spesialis marathon itu tak bisa ikut karena sedang fokus mempersiapkan diri mengikuti SEA Games XXV di Laos. Menurut Mark Sungkar, dari 20 negara yang akan hadir, 15 negara diantarnya sudah mengkonfirmasikan diri akan ikut serta. “Lima negara lainnya belum mengkonfirmaskan kesertaannya. Tetapi menaruh simpati dengan penyelenggaraan di Indonesia dan baru berniat ikut serta,” ujarnya. Diantara negara-negara yang sudah mengkonfirmaskan kesertaannya adalah Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea, Iran, Jordania, Kazakstan, India, Lebanon, Pakistan, Malaysia, Filipina, Thailand dan tuan rumah Indonesia. Hongkong, negeri yang selama ini dikenal paling tangguh di kawasan Asia, menyatakan absen. (jpnn)

Jambi Independent 19 September 2009  

epaper Jambi Independent

Jambi Independent 19 September 2009  

epaper Jambi Independent

Advertisement