Page 1

Berita

JakartaBerketahanan SEPTEMBER, 2019

LIMA HALAMAN

SEKRETARIAT JAKARTA BERKETAHANAN Halaman 4

Halaman 4

Sumber Daya Manusia

Perubahan Iklim

Pertemuan Mitra Yayasan Sayangi Tunas Cilik/Save the Children (YSTC) dan Penutupan Program “IT for Learning”

Jakarta Bentuk Kelompok Kerja Mitigasi dan Adaptasi Bencana Iklim

JAKARTA

bERKETAHANAN

Selayang Pandang

Membicarakan Resilient City pada 55th ISOCARP World Planning Congress

Sekretariat Jakarta Berketahanan Sekretariat Jakarta Berketahanan terbentuk pada 6 September 2017, Sekretariat Jakarta Berketahanan hadir untuk membantu Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan”. Untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota Berketahanan, terdapat 3 (tiga) tahapan yang harus dilalui oleh DKI Jakarta. Tahap I, Membentuk Dasar untuk Membangun Ketahanan Kota dengan menyusun Penilaian Awal Ketahanan/Preliminary Resilience Assessment (PRA). Tahap II, Analisis Peluang dan Kemitraan melalui penyusunan strategi (Developing Resilience Strategy). Tahap III, Kemitraan dan Implementasi (Partnerships and Implementation). Saat ini, Jakarta telah memasuki Tahap II. Jika tahap I berfokus pada memotret kondisi ketahanan eksisting atau disebut Penilaian Awal Ketahanan, Tahap II lebih fokus pada Perumusan Strategi Ketahanan. Seluruh rangkaian kegiatan Program Jakarta Berketahanan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di DKI Jakarta.

Source : Dokumentasi JakBer

Pada Hari Rabu, 11 September 2019 Sekretariat Jakarta Berketahanan turut diundang oleh World Resource Institute (WRI) Indonesia untukt terlibat sebagai narasumber dalam kegiatan 55th ISOCARP World Planning Congress. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh asosiasi perencana global untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas para perencana dalam membangun kota yang lebih baik di masa depan. Tahun ini, agenda 55th ISOCARP World Planning Congress adalah Beyond Metropolis yang menitikberatkan bahwa kota sudah tidak bisa didefinisikan melalui batas administratif.

Dalam pelaksanaannya, 55th ISOCARP World Planning Congress akan terbagi ke dalam beberapa sesi yang dikelola bekerjasama dengan beberapa institusi, salah satunya adalah sesi yang dikelola oleh WRI Indonesia dengan tema “Kota dalam menghadapi Polusi Udara dan Perubahan Iklim”. Pada sesi ini, WRI Indonesia turut mengundang beberapa narasumber yang dipandang dapat memberikan pandangan terkait upaya peningkatan kualitas udara, pengurangan polusi udara, dan pengurangan dampak perubahan iklim yaitu: Bersambung ke Hal. 2 >>>

BPBD Laksanakan Pelatihan Kesiapsiagaan Bersama Warga Rusun Marunda Jakarta, 9 September 2019, Sekretariat Jakarta Berketahanan menghadiri kegiatan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana di Rumah Susun Sewa di daerah Marunda Jakarta Utara. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama antara BPBD DKI Jakarta bersama dengan UPRS Marunda yang secara sadar ingin meningkatkan kewaspadaan,

pemahaman, dan pengetahuan dari masyarakat yang tinggal di rumah susun terhadap potensi dan risiko bencana gempa bumi yang bisa datang kapan saja. Kegiatan pelatih dan dan peningkatan kesiapsiagaan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan Bersambung ke Hal. 3 >>>

Source : Dokumentasi JakBer Warga Rusun Marunda yang diwakilkan oleh Satpam penjaga rusun melakukan praktik pertolongan pertama dengan bantuan dan arahan dari petugas BPBD DKI Jakarta


2 >>>

Berita

JakartaBerketahanan

SEPTEMBER, 2019

Membicarakan Resilient City pada 55th ISOCARP Berketahanan dalam program 100 World Planning Congress Resilient Cities (100RC). Salah satu

aspek kota berketahanan yang disasar adalah aspek perubahan iklim.

Source : Dokumentasi JakBer

(i)Source Tim: Dokumentasi Gubernur Untuk Percepatan JakBer Pembangunan Pemprov DKI Jakarta (TGUPP); (ii) ICLEI Indonesia; (iii) C40 Indonesia; (iv) Sekretariat Jakarta Berketahanan; serta (v) Research Center for Climate Change Universitas Indonesia (RCCC UI) sebagai moderator diskusi. TGUPP Pemprov DKI Jakarta Permasalahan Polusi Udara bukan hanya dimiliki oleh Jakarta, namun juga nasional. Hal ini terlihat dari kualitas udara yang lebih buruk di daerah sekitar Jakarta (Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi). Bahkan, Jakarta hanya menduduki peringkat 10 dari daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Meskipun begitu, Pemprov DKI Jakarta juga tidak tinggal diam dan sudah melakukan beragam upaya, seperti: Bus Listrik, Optimalisasi TransJakarta, Pengoperasian MRT Jakarta, Optimalisasi Program Kampung Iklim (Proklim), Penanaman Pohon, Uji Emisi Kendaraan Gratis, dan Pelebaran Trotoar. Mempertimbangkan bahwa jumlah penyumbang polusi udara terbesar di DKI Jakarta adalah dari sektor kendaraan bermotor (78%) dan penggunaan kendaraan pribadi di Jabodetabek mencapai 82%, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dengan meningkatkan sistem transportasi umum, pengembangan infrastruktur pejalan kaki, dan pembatasan umur kendaraan pribadi. Hal ini tertuang pada Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta juga mengharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di Jakarta untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan kualitas udara di DKI Jakarta. CLEI Indonesia ICLEI telah membantu Jakarta dalam

mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sejak tahun 2017 lalu melalui program Ambitious City Promises (ACP). Meskipun berfokus pada GRK yang hanya merupakan sebagian dari polusi udara di Jakarta, ICLEI juga berkomitmen untuk membantu perwujudan Jakarta sebagai kota yang berketahanan iklim dengan kualitas udara yang baik. Hal ini terlihat dari pelaksanaan program ACP yang menyasar sektor Transportasi, Pengelolaan Sampah, dan Energi sebagai salah satu penyumbang polusi udara terbesar di DKI Jakarta. Program ACP akan mendorong pembaharuan dan perubahan sistem transportasi, pengelolaan sampah, dan produksi energi yang lebih ramah lingkungan. Program ACP juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan terutama anak-anak dan pemuka agama untuk meningkatkan upaya peningkatan kualitas udara di DKI Jakarta. C40 Indonesia C40 indonesia juga tengah dalam proses membantu Pemprov DKI Jakarta untuk menguatkan Rencana Aksi untuk Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim. Hal ini dilakukan dengan proses kolaboratif yang melibatkan SKPD Pemprov DKI Jakarta, Swasta, NGO, dan Akademisi. Dalam prosesnya, C40 juga memberikan akses kepada jejaringnya untuk saling berbagai pengalaman dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim. C40 juga sedang mengembangkan proyek percontohan (pilot project) untuk pengurangan dampak perubahan iklim yang berfokus pada sektor wisata. Sekretariat Jakarta Berketahanan Sekretariat Jakarta Berketahanan hadir untuk membantu Pemprov DKI Jakarta dalam menjadi Kota

Sekretariat Jakarta Berketahanan telah meluncurkan Strategi Ketahanan Kota Jakarta pada 30 Agustus 2019 lalu dengan memprioritaskan upaya Jakarta pada 3 (tiga) pilar, yaitu: Jakarta SIAP, Jakarta SEHAT, dan Jakarta TERHUBUNG. Aspek perubahan iklim juga telah disinggung di dalam ketiga pilar tersebut dan dijelaskan secara rinci di dalam 12 arahan dan 32 strategi. Aspek perubahan iklim sendiri juga menjadi fokus pada beberapa strategi, yaitu Strategi dengan Nomor: 1, 3, 4, 5, 7, 10, 15, 17, 21, 22, 23, 24, 25, dan 29. Dalam sesi ini, Sekretariat Jakarta Berketahanan juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan Jakarta yang berketahanan, terutama terhadap perubahan iklim. RCCC UI Pihak RCCC UI menekankan pentingnya untuk melihat aspek manusia dalam menanggapi isu polusi udara dan perubahan iklim. Hal ini diperlukan mempertimbangkan pengaruh polusi udara dan perubahan iklim terhadap kesehatan manusia. Polusi udara bahkan juga sudah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Selain itu, polusi udara juga berdampak kepada kerugian materiil karena penanganan penyakit akibat polusi udara. Salah satu upaya yang bisa dilaksanakan adalah dengan meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan melalui memperbanyak Stasiun Monitoring Kualitas Udara/Air Quality Monitoring System (AQMS) sehingga upaya peningkatan kualitas udara bisa lebih optimal. Selain itu, diperlukan intervensi dari berbagai sektor, seperti: transportasi, energi, industry, teknologi, dan pengelolaan limbah untuk meningkatkan upaya peningakatan kualitas udara serta menanggulangi dampak perubahan iklim. Sesi ini ditutup oleh WRI Indonesia yang menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak (Pemerintah, Swasta, NGO, LSM, Komunitas, dan Akademisi) untuk memperbaiki kualitas udara dan memerangi dampak perubahan iklim untuk meningkatkan ketahanan kota.


3

Berita

JakartaBerketahanan

SEPTEMBER, 2019

>>> BPBD Laksanakan Pelatihan Kesiapsiagaan Bersama Warga Rusun Marunda

Source : Dokumentasi JakBer

dengan tema prosedur pertolongan pertama atau yang sering disebut dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD). BHD merupakan upaya mengembalikan fungsi jantung dan fungsi paru yang berhenti bekerja. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan oksigen kepada otak, jantung dan organ vital lainnya, sampai datang satuan pengobatan medik yang difinitif dan tepat. BHD dinilai sebagai pengetahuan wajib yang harus dimiliki dan dipahami oleh setiap masyarakat dalam proses peningkatan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana. Baiknya pemahaman masyarakat terkait BHD terbukti mampu mengurangi risiko adanya korban jiwa dan luka-luka ketika bencana terjadi. Pada sesi pertolongan pertama dan BHD, masyarakat diajarkan melaksanakan tindakan dan prosedur pertolongan pertama. Prosedur tersebut terbagi menjadi dua, pertolongan pertama untuk korban yang tidak sadarkan diri dan korban luka-luka. Pertolongan untuk korban yang tidak sadarkan diri dijelaskan dalam beberapa tahapan yang disebut chain survival. Langkah pertama dalam chain survival adalah menghubungi petugas medik, rumah sakit terdekat, atau satuan tanggap darurat yang ada untuk meminta pertolongan medis. Langkah kedua dilanjutkan dengan menilai kondisi korban dan memastikan organ vital (jantung dan paru-paru) korban tetap berfungsi

yang dilaksanakan dengan membebaskan jalan nafas dengan teknik “Head tilt chin lift�. Jika didapatkan kondisi korban yang tidak bereaksi, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan CPR. CPR harus terus dilakukan untuk membantu jantung korban memompa darah ke otak dengan harapan organ vital dapat berfungsi kembali. Adapun Automated External Defibrillator (AED) merupakan alat bantu kejut untuk memberikan rangsangan kepada jantung yang berfungsi sama seperti CPR. Upaya ini menjadi krusial untuk menjaga organ vital korban tetap bekerja sembari menunggu petugas medik datang. Selain itu, masyarakat penghuni rusun juga diajarkan tindakan pertolongan pertama untuk korban luka-luka. Bagian ini lebih fokus pada cara-cara membalut dan menghentikan pendarahan yang terjadi pada korban luka-luka. Setelah pelatihan mengenai kegiatan pertolongan pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan terkait evakuasi saat terjadi gempa bumi. Tindakan evakuasi yang pertama kali harus dilakukan oleh masyarakat ketika terjadi gempa bumi adalah segera berlindung dibawah meja atau kursi yang ada. Melindungi kepala serta batang leher menggunakan tangan agar tidak tertimpa dan cedera. Jika situasi sudah membaik, masyarakat harus segera berkumpul di titik

kumpul yang sudah tersedia dan menjauhkan diri dari bangunan, tumbuhan tinggi, dan bangunan lainnya yang rawan runtuh dan melukai masyarakat. Pada kesempatan ini, pelatihan tidak hanya dilakukan lewat kegiatan belajar di kelas atau ruangan. melainkan dilengkapi pula dengan kegiatan simulasi evakuasi bersama masyarakat yang ada di Rusunawa Marunda. kegiatan evakuasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata dan pengalaman untuk masyarakat terkait bagaimana tata cara evakuasi yang baik dan benar jika bencana gempa bumi terjadi di lingkungan mereka. Ketenangan dan kerjasama menjadi nilai utama yang juga ditekankan agar setiap individu terhindar dari risiko yang ada dan dapat saling menolong pada saat kejadian bencana. Kegiatan pelatihan dan peningkatan kesadaran yang dilakukan BPBD dan UPRS Rusunawa Marunda harus direplikasi, ditingkatkan, dan dilaksanakan di banyak tempat di Jakarta. hal ini dikarenakan, masih banyak masyarakat Jakarta yang belum mempunyai pemahaman yang baik terhadap bagaimana menyelamatkan diri dan orang disekitar mereka ketika terjadi bencana. Sesuai dengan strategi yang ada di Pilar Jakarta SIAP, Jakarta harus terus meningkatkan edukasi terkait risiko bencana agar budaya kesiapsiagaan dapat diwujudkan dengan baik di masyarakat.


4

Berita

JakartaBerketahanan

Perubahan Iklim

Jakarta Bentuk Kelompok Kerja Mitigasi dan Adaptasi Bencana Iklim

Source : Dokumentasi JakBer

Pada Hari Kamis, 5 September 2019 Bappeda dan DLH Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Rapat Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) untuk Mitigasi dan Adaptasi Bencana Iklim yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, yaitu: Pemprov DKI Jakarta (BPKD, BPBD, DCKTRP, DKPKP, Diskominfotik, Biro KDHKLN, DSDA, DRD), BUMD Provinsi DKI Jakarta , (PD PAM Jaya, PD Sarana Jaya, PD Pal Jaya), DAN Mitra Pembangunan Pemprov DKI Jakarta (C40, Vital Strategies, ICLEI, Sekretariat Jakarta Berketahanan).

Sumber Daya Manusia

Rapat ini bertujuan untuk membahas substansi rancangan (draft) Keputusan Gubernur (Kepbgub) tentang Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) untuk Mitigasi dan Adaptasi Bencana Iklim. Pertemuan Mitra Yayasan Sayangi Tunas Cilik/Save the Children (YSTC) dan Penutupan Program “IT for Learning”

Source : Dokumentasi JakBer

Jakarta, 18 September 2019. Sekretariat Jakarta Berketahanan turut diundang dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik/Save the Children (YSTC), yaitu: Pertemuan Mitra YSTC dan Penutupan Program “IT for Learning”. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, yaitu:

Kepgub ini disusun untuk mengoptimalkan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalammempersiapkan diri dan menanggulangi bencana yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim. Kepgub ini juga disusun untuk menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN GRK), Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 131 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK), dan berbagai landasan hukum lain yang mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk memiliki tim untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Dalam rapat ini, disepakati bahwa peserta lokakarya Pemerintah Pusat (BNPB, Kemenhub, Kemendikbud, Kementerian PPPA, Kemensos, Kemenkominfo, Kemenag); Pemprov DKI Jakarta (BPBD, Disdik, Dinsos, Dispora, Dinas Perpustakaan dan Arsip, DPPAPP, Lurah Semper Barat, Lurah Cililitan, Lurah Mampang Prapatan); Asosiasi (PSSI, Kelompok Kerja Guru, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah); Swasta (Sompo Indonesia, Qualcomm Indonesia); Komunitas (SIBERKREASI, Forum PRB-API DKI Jakarta), dan Mitra Pembangunan Pemprov DKI Jakarta (UNHCR, USAID-OFDA, WVI, CARE, PMI, Sekretariat Jakarta Berketahanan). Kegiatan ini merupakan wadah bagi YSTC untuk mengajak para pemangku kepentingan untuk peduli dan mendorong pembangunan kota dengan tetap berorientasi kepada anak sekaligus menjadi ajang penghargaan bagi pihak-pihak yang

SEPTEMBER, 2019

akan terbagi ke dalam 5 (lima) kelompok Pokja, yaitu: (i) Mitigasi Perubahan Iklim; (ii) Adaptasi Perubahan Iklim; (iii) Pendanaan dan Kemitraan; (iv) Komunikasi dan Partisipasi Masyarakat; dan (v) Riset dan Inovasi. Terdapat beberapa hal penting yang mengemuka pada rapat ini, diantaranya, (1) Untuk mengoptimalkan peran dan aktivitas Pokja, setiap pokja dipandang perlu memiliki Sekretaris untuk koordinator harian sehingga Pokja dapat memberikan keluaran yang diharapkan. (2) Rancangan (draft) Kepgub ini juga perlu dikuatkan dengan latar belakang yang tepat sehingga pelaksanaannya bisa lebih efektif. (3) Pokja ini perlu melakukan rapat pleno minimal 1 (satu) kali setiap 3 (tiga) bulan untuk mengoptimalkan dampak yang diharapkan. Sedangkan setiap pokja perlu melakukan pertemuan minimal 1 (satu) kali setiap 1 (satu) bulan. (4) Pembentukan Pokja ini akan mendukung implementasi Strategi Ketahanan Kota Jakarta terutama pada pilar Jakarta SIAP. Adapun langkah lanjutan setelah rapat ini selesai adalah, Rancangan (draft) kepgub ini akan disirkulasi kepada pemangku kepentingan yang terlibat untuk review substansi dan penambahan pemangku kepentingan yang perlu dilibatkan. Setelah revisi rancangan (draft) kepgub selesai dilaksanakan, akan segera dilaksanakan proses perbal agar Kepgub ini bisa disahkan pada bulan Oktober 2019. dianggap berkontibusi optimal dalam perwujudan Jakarta dengan teknologi yang ramah anak. Dalam kegiatan ini, disampaikan bahwa YSTC telah mampu meningkatkan pemahaman anak dalam menggunakan teknologi secara aman serta meningkatkan pandangan positif anak terhadap pengguna internet lainnya. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Penampilan Drama Musikal dari Murid SDN 02 Marunda tentang Cyber Bullying dan etika menggunakan medsos serta Pantomim dari Murid SDN 03 dan 05 Rorotan tentang Literasi Digital. Literasi teknologi dan digital juga telah menjadi salah satu fokus dalam mewujudkan ketahanan kota. Tercermin pada pilar Jakarta TERHUBUNG pada Strategi Ketahanan Kota Jakarta.


5

Berita

JakartaBerketahanan

SEPTEMBER, 2019

Portal Jakarta Berketahanan Energi

Sekretariat

Manajemen Pengetahuan Jakarta Berketahanan

Produk Sekretariat Jakarta Berketahanan Laporan - Dokumentasi - Strategi

Pustaka

Publikasi Terkait Ketahanan Kota

Paparan Literasi Bencana untuk Membangun Kesiapsiagaan Bencana Gempa DKI Jakarta Tautan Unduhan : http://jakberketahanan.org/2019/09/06/paparan-literasi-bencana-untuk-membangun-kesiapsiagaan-be ncana-gempa-dki-jakarta/

Laporan Bulanan Sekretariat Jakarta Berketahanan Bulan September 2019

Dokumen Strategi Ketahanan Kota Jakarta/Resilient Jakarta Strategy

Tautan Unduhan : http://jakberketahanan.org/2019/10/08/laporan-bulanan-sekretariat-jakarta-berketahanan-bulan-se ptember2019/

Tautan Unduhan : http://jakberketahanan.org/wp-conte nt/uploads/2019/08/Strategi-Ketaha nan-Kota-Jakarta-low-resulotion_V1.. pdf

Kliping

Kumpulan Berita Terkait Jakarta Berketahanan

Anies Akan Panggil Para Pemilik Industri Pembakaran Arang Cilincing

Media Digital

Media Informasi Jakarta Berketahanan

Portal Sekretariat Jakarta Berketahanan

22 September 2019 | Link : http://jakberketahanan.org/2019/09/23/anies-akan-panggil-para-pemilik -industri-pembakaran-arang-cilincing/

Warga Swafoto di Lokasi Kebakaran di Kamal, Petugas Sibuk Padamkan Api 20 September 2019 | Link : http://jakberketahanan.org/2019/09/20/warga-swafoto-di-lokasikebakaran-di-kamal-petugas-sibuk-padamkan-api/

Hari Ini, DKI Uji Coba Jalur Sepeda Rute Jalan Medan Merdeka Selatan-Pemuda 20 September 2019 | Link : http://jakberketahanan.org/2019/08/20/dki-akan-telusuri-sumber-pol usi-udara/

DKI Jawab Kritik Perluasan Ganjil Genap 22 September 2019 | Link : http://jakberketahanan.org/2019/09/20/hari-ini-dki-uji-coba-jalursepeda-rute-jalan-medan-merdeka-selatan-pemuda/

JAKARTA

bERKETAHANAN

SEKERTARIAT JAKARTA BERKETAHANAN Gedung Balai Kota, Blok E, Lantai 4, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8-9, Jakarta 10110, Tel. (62-21) 389 01 802 Email : info@jakberketahanan.org, Portal : www.jakberketahanan.org

Jakarta Berketahanan BBWSCC: Desain Normalisasi Kali Bekasi Sudah Siap, tapi‌ 18 September 2019 | Link : http://jakberketahanan.org/2019/09/19/bbwscc-desain-normalisasikali-bekasi-sudah-siap-tapi/

JakBerketahanan jakberketahanan

Profile for JakBerketahanan

Media Informasi (Newsletter) Jakarta Berketahanan Edisi September 2019  

Media Informasi (Newsletter) Jakarta Berketahanan Edisi September 2019  

Advertisement