Page 1

Buku Panduan Manajemen Penanganan Penyusunan RTR KSN


Daftar Isi Pendahuluan.......................................................................................................................... 3 Latar Belakang.............................................................................................................. 3 Dasar Hukum/Acuan ..................................................................................................... 3 Definisi Operasional...................................................................................................... 4 Tujuan dan Manfaat ...................................................................................................... 4 Sasaran ........................................................................................................................ 4 Komposisi Pelaku .................................................................................................................. 5 Supervisi ....................................................................................................................... 5 KMP RTR KSN ............................................................................................................. 5 Penyusun RTR KSN ..................................................................................................... 5 Hubungan Antara Supervisi, KSN, Penyusun KSN, dan KMP RTR KSN ............................... 6 Pengumpulan ............................................................................................................... 6 Penyampaian Data ....................................................................................................... 7 Penyampaian Hasil Pengolahan Data........................................................................... 8 Supervisi ....................................................................................................................... 8 Tugas Pokok, Output dan Indikator Kinerja Pelaku ................................................................ 9 Supervisi ....................................................................................................................... 9 KMP RTR KSN ............................................................................................................. 9 Penyusun RTR KSN ................................................................................................... 10 Mekanisme dan Hubungan Kerja Pelaku ............................................................................. 11 Supervisi ..................................................................................................................... 11 KMP RTR KSN ........................................................................................................... 11 Penyusun RTR KSN ................................................................................................... 12

2


Pendahuluan Latar Belakang Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Pasal 4 dan 5, penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem fungsi utama kawasan, wilayah administratif, kegiatan kawasan, dan nilai strategis kawasan. Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan meliputi penataan ruang kawasan strategis nasional (KSN), penataan ruang kawasan strategis provinsi, dan penataan ruang kawasan strategis kabupaten/ kota. Mengingat pentingnya penataan ruang setiap KSN, UU No. 26/2007 mengamanatkan penyusunan rencana tata ruang KSN yang ditetapkan dengan peraturan presiden paling lambat 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang-undang tersebut. Untuk TA 2012 finalisasi RTR KSN difokuskan kepada seluruh KSN non perkotaan yang harus diselesaikan penyusunan perpresnya, dengan mempertimbangkan kemajuan penanganan di atas. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, ditempuh langkah fasilitasi dan pendampingan agar pada tahun 2012 target penyelesaian perpres dapat terwujud. Melalui langkah ini, Direktorat Taruwilnas menugaskan kepada segenap penyusun RTR KSN untuk turut berperan dalam penuntasan penyusunan perpres tersebut. Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan suatu prosedur operasional yang jelas dan standar bagi semua pihak yang terlibat dalam pencapaian sasaran kegiatan tersebut. Untuk menuju kepada penanganan penyusunan RTR KSN, terlebih dahulu perlu diciptakan terlebih dahulu sistem manual terstandar untuk seluruh unsur kegiatan yang ada, sehingga dapat dipahami oleh semua pihak yang terlibat di dalam penuntasan perpres RTR KSN. Dalam pekerjaan ini, pihak-pihak yang terlibat membentang dari Ditjen Penataan Ruang (khususnya Direktorat Taruwilnas, Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I, dan Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II), KMP RTR KSN (PT Jakarta Konsultindo) dan segenap penyusun RTR KSN. Prosedur operasi standar (POS) ini digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan, serta penggunaan fasilitas-fasilitas proses yang dilakukan oleh orang-orang dalam organisasi berjalan secara efisien dan efektif, konsisten, standar dan sistematis. Dengan adanya sistem manual standar atau (POS) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja penyusunan RTR KSN. Dengan adanya instruksi kerja yang terstandarisasi maka kegiatan penyusunan RTR KSN akan dapat dilakukan secara konsisten oleh segenap pihak-pihak yang terlibat. Hal lain yang akan dihasilkan adalah efisiensi dan efektifitas kerja. Dengan demikin dapat dipastikan melalui POS ini akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyusun RTR KSN. Dasar Hukum/Acuan 1. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. 2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 43 Tahun 2007 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi. 3. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. 4. Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang RTRWN. 5. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.

3


Definisi Operasional 1. KSN adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. 2. RTR adalah hasil perencanaan tata ruang. 3. Penyusunan RTR KSN adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. 4. Penyusun RTR KSN adalah pihak yang melaksanakan penyusunan RTR KSN. 5. KMP RTR KSN adalah pihak pelaksana dari manajemen penanganan RTR KSN, yakni PT Jakarta Konsultindo. 6. Supervisi adalah Subdirektorat dari Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional, Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I, dan Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II dari Kementerian PU, yang terlibat dalam penyelesaian RTR KSN. 7. Pemerintah Daerah tempat KSN berada adalah pemerintah provinsi, kabupaten dan atau kota dari wilayah tempat suatu KSN berada. 8. Pedoman Penyusunan RTR KSN adalah pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian PU untuk penyusunan RTR KSN. 9. Sistem informasi pendukung penyusunan RTR KSN adalah sistem informasi berbasis komputer dan web, yang digunakan untuk mendukung proses penyusunan dan pengendalian pelaksanaan penyusunan oleh penyusun RTR KSN. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka memenuhi amanat UU 26/2007 tentang Penataan Ruang yang menetapkan bahwa paling lambat 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang-undang tersebut seluruh KSN sudah memiliki RTR. 2. Manfaat dari tersusunnya RTR secara umum adalah tersedianya pedoman pembangunan bagi KSN, serta menjadi acuan bagi penyusunan rencana pembangunan pada skala di bawahnya. Sasaran Sasaran yang ingin dicapai adalah terlaksananya penyusunan RTR KSN sesuai dengan jadual yang disepakati antara penyusun RTR KSN dengan Kementerian PU.

4


Komposisi Pelaku Supervisi 1. Direktorat Taruwilnas : a. Subdit Jakstra Nasional b. Subdit Pengaturan c. Subdit Wilayah I d. Subdit Wilayah II e. Subdit Korlinsekwil 2. Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I a. Subdit Kebijakan b. Subdit Pengaturan c. Subdit Bimbingan Teknis Wilayah IA d. Subdit Bimbingan Teknis Wilayah IB e. Subdit Pengendalian 3. Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II a. Subdit Kebijakan b. Subdit Pengaturan c. Subdit Bimbingan Teknis Wilayah IIA d. Subdit Bimbingan Teknis Wilayah IIB e. Subdit Pengendalian KMP RTR KSN Dalam hal ini adalah PT Jakarta Konsultindo. Penyusun RTR KSN Penyusun RTR KSN adalah pihak yang melaksanakan penyusunan RTR KSN.

5


Hubungan Antara Supervisi, KSN, Penyusun KSN, dan KMP RTR KSN Hubungan antara supervisi, KSN dan penyusun RTR KSN dapat dilihat pada Gambar 1. Dalam hubungan antar pelaku ini terdapat 4 jenis hubungan, yakni : 1. Pengumpulan. 2. Penyampaian data. 3. Penyampaian hasil pengolahan data. 4. Supervisi. Gambar 1 Kedudukan KMP RTR KSN di Antara Penyusunan RTR KSN dan Pihak Kementerian PU

Ditjen Penataan Ruang Direktorat Taruwilnas

Direktorat Lain

Subdit Lain

Subdit Lintas Wilayah dan Sektor

Subdit Lain

Penyusun

KMP RTR

Penyusun RTR KSN

RTR KSN

KSN

Keterangan : Penyampaian Hasil Pengolahan Data Supervisi Penyampaian Data Pengumpulan Proses ini dapat dilakukan melalui sistem informasi penanganan RTR KSN. Pengumpulan 1. KMP RTR KSN melakukan permintaan untuk penyampaian laporan kepada penyusun RTR KSN untuk menyampaikan : a. Laporan Pendahuluan. b. Laporan Bulanan. c. Laporan Triwulan.

6


d. e. f. g. h.

Laporan Antara (I, II, III, dan IV). Laporan Akhir. Album Peta A0. Prosiding. Ringkasan Eksekutif.

Permintaan untuk penyampaian laporan dilakukan sesuai dengan ketentuan waktu sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja masing-masing kegiatan penyusunan KSN. KMP RTR KSN melakukan pemantauan pelaksanaan pembahasan laporan-laporan tersebut. 2. KMP RTR KSN melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan koordinasi kepada penyusun RTR KSN : a. Konsultasi KLHS dengan Pemangku Kepentingan. b. Konsinyasi di Jakarta. c. FGD Lokasi KSN. d. Pembahasan di Daerah. e. Pembahasan Internal DJPR. f. FGD di Jakarta. g. Rapat BKPRN. h. Pembahasan Laporan di Jakarta. i. Seminar untuk Pakar. KMP RTR KSN melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan koordinasi tersebut. KMP RTR KSN melakukan permintaan untuk penyampaian laporan kegiatan koordinasi kepada penyusun RTR KSN. Penyampaian Data 1. Penyusun RTR KSN akan mendapatkan password masing-masing yang unik, untuk dapat mengakses sistem informasi penanganan RTR KSN berbasis web. 2. Sistem informasi penanganan RTR KSN berbasis web tersebut ada di www._ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _.com. 3. Penyusun RTR KSN melaporkan kemajuan pelaksanaan pekerjaannya secara berkala, terkait : a. Kewajiban pelaporan dan tanggal pemasukan laporan. b. Kewajiban melakukan koordinasi dan tanggal pelaksanaan koordinasi. 4. Pelaporan kemajuan pelaksanaan pekerjaannya tidak terbatas pada saat dokumen laporan telah terwujud, tetapi juga mencakup pelaporan kemajuan mingguan. 5. Hal yang dilaporkan mencakup : a. Substansi laporan. b. Pelaksanaan koordinasi. c. Permasalahan yang dihadapi. 6. Untuk dokumen laporan telah terwujud, penyampaian laporan dilakukan sesuai dengan ketentuan waktu sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja masing-masing kegiatan penyusunan KSN.

7


7. Untuk pelaporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan, pelaporan dilakukan sedemikian rupa sehingga pada hari Rabu minggu yang bersangkutan laporan kemajuan telah diterima KMP RTR KSN. Penyampaian Hasil Pengolahan Data 1. KMP RTR KSN akan menyampaikan hasil pengolahan data kemajuan penyusunan RTR KSN kepada : a. Supervisi bagi KMP RTR KSN (Subdit Lintas Sektor dan Wilayah). b. Supervisi bagi penyusunan RTR KSN. c. Direktur Taruwilnas. d. Ditjen Penataan Ruang. 2. Penyampaian hasil pengolahan data dilakukan dalam bentuk : a. Informasi melalui Sistem Informasi Penanganan RTR KSN. b. E-mail. c. SMS. d. Laporan tertulis. 3. Penyampaian hasil pengolahan data dilakukan tiap 2 minggu sekali. 4. Pelaporan hasil pengolahan data akan dilakukan tiap 2 minggu sekali, tiap hari Jum'at.. Supervisi 1. Subdit Lintas Wilayah dan Sektor akan mensupervisi KMP RTR KSN. 2. Subdit lainnya akan mensupervisi penyusun RTR KSN. 3. Direktorat Taruwilnas akan mensupervisi Subdit Lintas Wilayah dan Sektor dan Subdit lainnya dari Direktorat Lain.

8


Tugas Pokok, Output dan Indikator Kinerja Pelaku Supervisi

1. Tugas dan Fungsi a. Menetapkan lokasi KSN sasaran. b. Melakukan monitoring kegiatan dibantu oleh KMP RTR KSN. c. Menetapkan kebijakan untuk tindakan korektif apabila diperlukan.

2. Output a. Hasil monitoring dan evaluasi berkala. b. Kebijakan / tindakan korektif.

3. Indikator Kinerja a. Seluruh kegiatan terlaksana sesuai jadwal dan rencana. b. Seluruh kegiatan terlaksana dengan kualitas substansi sesuai NSPK. KMP RTR KSN

1. Tugas dan Fungsi a. Menetapkan kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan. b. Memastikan kelengkapan laporan RTR KSN telah sesuai dengan UUPR No 26 Tahun 2007 dan Pedoman Penyusunan RTR KSN. c. Melakukan monitoring secara berkala. d. Memastikan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai dengan tahapan kegiatan sebagaimana pedoman dan petunjuk. e. Melakukan pemutahiran data dan informasi mengenai progres RTR KSN. f. Membantu Ditjen Penataan Ruang untuk merancang bangun sistem manajemen data mengenai KSN. g. Melakukan ujicoba, dan sosialisasi dalam rangka penggunaan sistem manajemen data dan informasi yang telah dirancang. h. Melaksanakan manajemen data dan informasi.

2. Output a. b. c. d.

RTR yang telah memperoleh persetujuan substansi dari Menteri Pekerjaan Umum Hasil monitoring secara berkala. Saran dan masukan kebijakan. Rancang bangun sistem manajemen data dan informasi KSN pada Ditjen Penataan Ruang e. Modul latihan penggunaan rancang bangun sistem manajemen data dan informasi f. Data dan informasi terbaru mengenai status penyelesaian RTR KSN.

3. Indikator Kinerja a. b. c. d.

Ketepatan sasaran. Ketepatan/kesesuaian subtansi RTR. Jumlah RTR yang telah memperoleh persetujuan substansi dari Menteri PU. Tersusun rancang bangun sistem yang aplikabel dan sesuai kebutuhan Ditjen Penataan Ruang.

9


e. Para pengguna rancang bangun sistem manajemen data dapat menggunakan secara optimal. f. Terlaksana manajemen data secara baik sehingga dapat membantu mempercepat penyajian data dan informasi. Penyusun RTR KSN

1. Tugas dan Fungsi a. b. c. d.

Menyelesaikan draft RTR KSN sesuai pedoman yang berlaku. Menyelenggarakan koordinasi untuk mempercepat penyelesaian Perda RTR KSN. Menyelenggarakan workshop tentang rencana, methodologi dan hasil evaluasi. Menyiapkan laporan berkala, laporan khusus dan laporan akhir sesuai TOR.

2. Output a. Dokumen RTR KSN yang memenuhi kualifikasi. b. RTR yang telah memperoleh persetujuan substansi dari Menteri PU. c. Laporan berkala, laporan khusus, laporan akhir sesuai Kerangka Acuan Kerja.

3. Indikator Kinerja a. Seluruh kegiatan penyusunan RTR KSN berjalan sesuai kaidah dan pedoman yang ada. b. Tidak adanya permasalahan. c. RTR KSN telah mendapat persetujuan substansi dari Menteri PU. d. Laporan tersaji sesuai waktu yang ditentukan.

10


Mekanisme dan Hubungan Kerja Pelaku Supervisi 1. Kepada penyusun RTR KSN supervisi akan : a. Memantau pelaksanaan penyusun RTR KSN. b. Mensosialisasikan Pedoman Penyusunan RTR KSN. c. Mengingatkan penyusun RTR KSN atas keterlambatan laporan pelaksanaan koordinasi. d. Mengingatkan penyusun RTR KSN atas keterlambatan laporan pelaksanaan koordinasi. e. Mengingatkan penyusun RTR KSN atas ketidaktepatan disusunnya dengan Kerangka Acuan Kerja dan NSPK. f. Mengingatkan penyusun RTR KSN atas ketidaktepatan disusunnya dengan Kerangka Acuan Kerja dan NSPK.

penyampaian laporan dan penyampaian laporan dan substansi RTR KSN yang substansi RTR KSN yang

2. Supervisi memberikan arahan kepada KMP RTR KSN dalam : a. Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyusunan RTR KSN. b. Membangun sistem manajemen data dan informasi. c. Pelaksanaan tugas sehari-hari. 3. Kepada penyusun RTR KSN supervisi akan : a. Memantau pelaksanaan penyusun RTR KSN, melalui sistem informasi manajemen penanganan RTR KSN. b. Mengingatkan penyusun RTR KSN atas keterlambatan penyampaian laporan dan laporan pelaksanaan koordinasi, melalui sistem informasi manajemen penanganan RTR KSN. c. Mengingatkan penyusun RTR KSN atas ketidaklengkapan RTR KSN yang disusunnya jika dikaitkan dengan Kerangka Acuan Kerja dan NSPK, melalui sistem informasi manajemen penanganan RTR KSN. KMP RTR KSN

1. KMP RTR KSN bertugas meliputi : a. Memberikan arahan dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penyusunan RTR KSN. b. Menjadi counterpart bagi penyusunan RTR KSN dalam pelaksanaan kegiatan. c. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tindakan korektif, solusi terhadap permasalahan yang mungkin timbul dan rencana tindak lanjut.

2. Peran KMP RTR KSN terhadap penyusun RTR KSN, meliputi dan tidak terbatas pada : a. Merupakan representasi Supervisi dalam proses penyelenggaraan penyusunan RTR KSN, memiliki hak dan kewenangan dalam mengatur koordinasi dan manajemen yang terkait dengan penyusun RTR KSN. b. Menyajikan data dan informasi terbaru mengenai progres dan hasil penyelenggaraan penyusunan RTR KSN. c. Melakukan tindakan percepatan, perbaikan atau tindakan strategis lainnya dalam rangka penyelenggaraan penyusunan RTR KSN. d. Menyiapkan seluruh perangkat/instrumen yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan penyusunan RTR KSN, termasuk di dalamnya : rencana dan jadwal kerja, pedomanpedoman, manual dan SOP.

11


e. Melaksanakan monitoring dan menjamin bahwa seluruh kegiatan terlaksana sesuai rencana dan strategi serta mencapai hasil yang optimal. f. Melakukan tindakan korektif apabila ditemukan kesalahan dan penyimpangan yang akan berdampak terhadap pencapaian kinerja penyusunan RTR KSN. g. Melakukan capacity building terhadap seluruh pelaksana dalam rangka mencapai kinerja yang optimal. h. Menyusun laporan secara berkala maupun laporan khusus lainnya sesuai kebutuhan Ditjen Penataan Ruang. Penyusun RTR KSN Penyusun RTR KSN merupakan pihak yang berkewajiban menyusun RTR bagi KSN. Penyusun RTR KSN memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. Melakukan penyusunan RTR KSN untuk KSN yang menjadi tugasnya. 2. Mengikuti Pedoman Penyusunan RTR KSN dan NSPK terkait dalam penyusunan RT KSN. 3. Mengikuti ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja masing-masing KSN. 4. Menginformasikan kemajuan pelaksanaan penyusunan RTR KSN kepada Supervisi dan KMP RTR KSN. 5. Menyampaikan segenap laporan pelaksanaan pekerjaan, baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy, kepada Supervisi dan KMP RTR KSN. 6. Menjalin komunikasi dengan Supervisi dan KMP RTR KSN. Secara lebih khusus, dalam hubungannya dengan KMP RTR KSN, penyusun RTR KSN diwajibkan untuk : 1. Menyampaikan informasi awal kepada KMP RTR KSN mengenai : a. Informasi umum penyusun RTR KSN : 1) Nama penyusun RTR KSN. 2) Alamat penyusun RTR KSN. 3) Telepon penyusun RTR KSN. 4) Faksimili penyusun RTR KSN. 5) E-mail penyusun RTR KSN. 6) Direktur penyusun RTR KSN. 7) Contact person penyusun RTR KSN. 8) Team leader. b. Informasi mengenai pekerjaan yang ditanganinya : 1) KSN. 2) Lokasi. 2. Penyusun RTR KSN menyampaikan informasi khusus mengenai pekerjaan yang ditanganinya : a. Jenis penugasan (kontrak, swakelola). b. Tanggal mulai kerja c. Jenis proyek (1 tahun, multi years). d. Kewajiban pelaporan dan tanggal pemasukan laporan : 12


1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8)

Laporan Pendahuluan. Laporan Bulanan. Laporan Triwulan. Laporan Antara (I, II, III, dan IV). Laporan Akhir. Album Peta A0. Prosiding. Ringkasan Eksekutif.

e. Kewajiban melakukan koordinasi dan tanggal pelaksanaan koordinasi : 1) Konsultasi KLHS dengan Pemangku Kepentingan. 2) Konsinyasi di Jakarta. 3) FGD Lokasi KSN. 4) Pembahasan di daerah. 5) Pembahasan Internal DJPR. 6) FGD di Jakarta. 7) Rapat BKPRN. 8) Pembahasan Laporan di Jakarta. 9) Seminar untuk Pakar. 3. Penyusun RTR KSN akan mendapatkan password yang unik bagi masing-masing penyusun RTR KSN, untuk dapat mengakses sistem informasi penanganan RTR KSN berbasis web. Sistem informasi penanganan RTR KSN berbasis web tersebut ada di www.rtrksn.com. 4. Penyusun RTR KSN melaporkan kemajuan pelaksanaan pekerjaannya secara berkala, terkait : a. Kewajiban pelaporan dan tanggal pemasukan laporan. b. Kewajiban melakukan koordinasi dan tanggal pelaksanaan koordinasi. c. Hal yang dilaporkan mencakup : 1) Ketepatan pemenuhan waktu (tanggal pemasukan pelaksanaan koordinasi). 2) Substansi laporan dan pelaksanaan koordinasi. 3) Permasalahan yang dihadapi.

laporan

dan

tanggal

d. Penyampaian laporan kemajuan dilakukan : 1) Melalui sistem informasi penanganan RTR KSN, yakni dengan cara mengupload. 2) Komunikasi melalui e-mail. 3) Kunjungan KMP RTR KSN langsung ke tiap penyusun RTR KSN. 4) Komunikasi melalui telepon. 5. Permasalahan yang dihadapi penyusun RTR KSN akan disampaikan kepada pihak supervisi dari Kementerian PU, untuk dicarikan jalan keluar.

13


SOP KMP RTR KSN  

Standard Operation Procedure Konsultan Manajemen Penanganan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you