Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SELASA, 8 NOPEMBER 2011

Tatang Diberondong 25 Pertanyaan

INDEKS Sebanyak 13.280 Anak Belum Berakta HAL. METROPOLIS

Kades Tuntut Kesejahteraan AL. RADAR BREBES

Dua Pengeroyok Nursalim Diadili HAL. PEMALANG

Belajar Sejarah dan Budaya Lewat Koleksi Uang HAL. XPRESI

APA MANING...

ADI MULYADI/RATEG

TUNJUKKAN KANTONG - Tris Yuliasih menunjukan kantong tempat pembuangan air besar yang menempel di pinggang kiri Adit. YERI NOVEL/RADAR SLAWI

LOKASI - Dua orang warga Desa Munjungagung Kecamatan Kramat, saat menunjukan lokasi Pamsimas yang airnya tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

Pamsimas Belum Bisa Diterima Masyarakat KRAMAT - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Munjungagung Kecamatan Kramat, belum bisa diterima oleh warga desa sekitar. Khususnya, warga RT 04 RW 02. Sebab, program Pamsimas yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat itu, belum bisa mengeluarkan air seperti yang didambakan warga. Meskipun air keluar, namun baunya sangat menyengat dan warnanya keruh serta rasanya pahit. “Airnya tidak bisa dikonsumsi warga. Karena warnanya keruh dan bau,” tutur Ketua RT 04 RW 02 Desa Munjungagung Kecamatan Kramat, Bambang, Senin (7/11). ke hal 19 kol 4

SEMOK

Maia Estianty Tertampar Tingkah Anak JAKARTA - Maia Estianty merasa seperti ditampar setelah melihat foto anak sulungnya, Ahmad Al Ghozali atau Al, tengah merokok dan memegang minuman keras. Foto-foto tersebut beredar di dunia maya. Yang membuat Maia merasa kecolongan, saat itu Al tengah berada di rumahnya di Pejaten, Jakarta Selatan, untuk merayakan pesta Halloween bersama temanteman. “Saya kaget waktu lihat foto anak saya. Itu memang di rumah saya. Dia sedang merayakan Halloween. Tapi, waktu ada acara itu, jam 7”11 malam,

Tersumbat, Dua Tahun Tak Bisa ‘Beol’ Orang Tua Bingung Biaya Operasi TEGAL – Malang nian nasib yang dialami Aditya Aji Pangestu

anak pertama pasangan Tris Yuliasih (37) dan Imam Safii (38) warga Jalan Sukardi No. 4 RT 03 RW 1 Kemandungan Tegal Barat. Sejak dilahirkan hingga usia dua tahun dua bulan, balita tersebut

ke hal 19 kol 1

pimpinan DPRD Kota Tegal saat itu. Menurut Tatang Suandi, saat itu dirinya sebagai anggota Komisi C, dengan bidang tugas pengawasan pembangunan. Selain juga menjabat selaku panitia anggaran. Karenanya dia mengaku tahu persis, tentang bagaimana proses pengajuan angaran pembangunan Blok A Pasar Pagi. Tatang meyakini pemberian uang sebesar Rp 25 juta, adalah sebagai sukses fee. Pemberian itu tidak datang secara tibatiba. Tapi sudah melalui proses panjang. Apalagi saat itu menjabat sebagai pantia anggaran. Selain itu sempat ditanyakan soal besarnya anggaran pembangunan Blok A Pasar Pagi. Dari anggaran yang pertama ke hal 19 kol 1

Lagi, Polisi Tertembak di Papua

tidak bisa buang air besar (beol) melalui anusnya. Menurut ibunya, Tris Yuliasih, anak pertamanya itu dilahirkan melalui operasi sesar di RS Mitra ke hal 19 kol 4

Mabes Kesulitan Medan dan Cuaca

Belum Ada Upaya Perbaikan BULAKAMBA - Pemerintah Kabupaten Brebes sampai saat ini masih belum mengupayakan perbaikan terhadap Sekolah Dasar Negeri (SDN) Petunjungan 04 Kecamatan Bulakamba. Bangunan SD tersebut saat ini

TEGAL - Mantan anggota DPRD Kota Tegal periode 2004-2009, Tatang Suandi, Senin (7/11), kembali memenuhi panggilan pihak Kejaksaan Negeri Tegal. Ini merupakan panggilan untuk kali kedua, sejak pengakuan menerima gratifikasi dari pembangunan Blok A Pasar Pagi. Mantan dewan sekaligus mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Tegal, dalam panggilan kedua sempat dibrondong sekitar 25 pertanyaan. Dengan lama waktu sekitar 4 jam. Dimulai dari Pukul 09 30 - Pkl 13 30 WIB, berlangsung di lantai dua. Pertanyaan yang diajukan menurut Tatang, masih mengulangi pertanyaan sebelumnya seputar sukses fee yang diterima dari salah satu unsur

HARVIYANTO/RADAR BREBES

RUSAK -Bangunan SDN Petunjungan 04 masih rusak berat dan belum ada upaya perbaikan

JAKARTA - Situasi di Papua belum sepenuhnya terkendali. Setelah Kapolsek Mulia AKP Dominggus Oktavianus Awes tewas ditembak pada 24 Oktober lalu, polisi kembali menjadi korban penembakan di kawasan PT Freeport Indonesia, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, kemarin kemarin (7/11). Briptu Marcelinus terkena tembakan di wajah sebelah kiri. Saat ini, anggota satuan pelopor itu sedang ditangani di Rumah Sakit PT Freeport Indonesia. “Penembakan terjadi pada pukul 11.20 WIT (Waktu Indonesia Timur, Red.),” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol

Saud Usman Nasution di Jakarta kemarin. Saud menuturkan, Marcelinus saat itu sedang mengendarai mobil PT Freeport bernomor lambung SA 57 dalam rangka patroli. Nah, saat mobil melewati mile 45 itulah tiba-tiba terjadi tembakan mengenai wajahnya. Para penumpang langsung kaget. Mereka tidak sempat lagi mencari pelaku dan arah tembakan. Sebab, pelaku langsung melarikan diri ke hutan. Marcelinus kemudian langsung dibawa ke RS PT Freeport untuk dilakukan penanganan medis. “Petugas kepolisian di Papua terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” kata Saud. ke hal 19 kol 4

N7W Rilis Tiga Obyek Wisata Berpolemik

Pulau Komodo Tetap Masuk 10 Besar Keajaiban Dunia Yayasan The New Seven Wonders of the World (tujuh keajaiban dunia, N7W) tidak bergeming soal kontroversi eksistensinya. Kemarin, lembaga besutan Bernard Weber itu tetap mengumumkan 10 besar obyek wisata yang menjadi keajaiban dunia itu. TERMASUK tiga obyek wisata yang keikutsertaannya dipolemikkan seperti Pulau Komodo, Pulau Jeju Korea Selatan, dan Teluk Halong Vietnam. Pulau Jeju Korea Selatan, dan Teluk Halong Vietnam memang sedang ramai dibicarakan di negerinya.

Sama seperti di Indonesia, ada beberapa pihak yang tidak sepakat dengan program Bernard Weber itu. Ujung-ujungnya, di Korea Selatan muncul situs www.save4jeju7.com sebagai wadah warga yang tidak sepakat. Hal yang sama juga muncul di Vietnam. Sementara tujuh obyek lain adalah Laut Mati di perbatasan Jordania, Israel dan Palestina, the Grand Canyon Amerika Serikat, the Great Barrier Reef di Australia, Jeita Grotto Lebanon, Puerto Princesa Underground River di Filipina, Sundarbans di Perbatasan Bangladesh dan India, serta Vesuvius di Italia. Dalam rilis yang ditandatangani Head of Communication N7W Eamonn Fitzgerald kemarin,

tetap tidak menunjukkan berapa perolehan suara masing-masing obyek. Dia hanya mengatakan jika nama-nama itu hanya diurutkan berdasar abjad. “Urutan bukan berdasar ranking, tapi murni alfabet,” ujarnya. Tidak dijelaskan kenapa N7W tetap menyembunyikan jumlah suara tiap obyek. Eamonn hanya menjelaskan kalau komposisi 10 besar bisa saja berubah. Terutama saat mendekati hari terakhir pemilihan yakni 11 November nanti. Jutaan suara yang ditarget Eamonn bisa membuat obyek lain di luar 10 besar malah bisa masuk tujuh besar. President N7W Bernard Weber mengatakan kalau 10 besar sementara ini didominasi konke hal 19 kol 1

DOK.JAWA POS

KAMPANYE KOMODO - Sejumlah massa pendukung menunjukkan pamflet untuk mengajak masyarakat terus mendukung Taman Nasional Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia versi new 7 wonders of nature di bundaran Hotel Indonesia, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (4/11).

ke hal 19 kol 1

Tatang Diberondong 25 Pertanyaan * Njawabe ora nurun oh ya? Lagi, Polisi Tertembak di Papua * Ngganing pada wani seh?

CMYK


OPINI

2

SELASA 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

Ngomong Bola Lagi Oleh: M Riza Pahlevi NGOMONG soal bola, bukan berarti ingin menjadi komentator atau pun pengamat bol. Tapi ngomong soal bola itu hak setiap orang. Termasuk yang tidak tahu sama sekali tentang bola, apa yang disebut strategi, off side, pelanggaran dan sebagainya. Bukan kapasitas dan keahliannya untuk ngomong masalah itu. Bagi orang awam seperti saya, ngomong tentang bola, hanya seputar menang dan kalah saja. Bola itu masuk ke gawang lawan atau ke gawang sendiri. Tidak lebih dari itu. Apalagi hafal nama-nama pemainnya, susah sekali diingat. Siapa yang memasukkan, siapa yang memberi umpan, hingga proses terjadinya gol itu. Itu tak penting. Yang penting itu kalau ada gol, baik ke gawang lawan atau gawang sendiri. Kalau ke gawang sendiri, jelas sedih. Kenapa ngomong ngomong bola lagi? Soalnya lagi ramai Sea Game. Yang ditunggu-tunggu, kata berita di koran sih, Indonesia, memimpikan nyanyian Indonesia Raya di akhir pertandingan. Artinya, menjadi pemenang dan dapat medali emas. Itu cita-cita dan harapan yang sangat luar biasa. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah. katanya lagi, Indonesia masih jago kandang. Tapi kemarin, tetap saja kalah dari Qatar dan Bahrain. Berarti bukan jago kandang juga... Lantas, ngomong soal bola itu yang dibahas apa? Bisa apa saja. Bisa golnya yang banyak, atau juga melihat gegapgempitanya stadion oleh pendukung Timnas Garuda. Atau juga masalah politik bola juga. Apa betul, bola juga ada politiknya. Mengada-ada saja jika orang mengatakan ada politik bola... Atau justru karena ada politiknya, hingga masalah bola di Indonesia ini tidak maju-maju? Tak tahulah, biar orang politik saja yang membahasnya. Asal jangan sampai orang-orang politik itu yang main di Timnas Garuda. Nanti baru masuk satu gol saja sudah lupa, atau malah mengklain sudah mendapat 10 gol. Bahaya kalau begitu. Kembali ngomong masalah bola, saat ini Timnas Indoensia tengah berjuang untuk, paling tidak lolos dari penyisihan grup di Sea Game. Banyak pihak yang optimis maupun pesimis atas harapan Timnas tersebut. Soalnya di babak penyisihan ini, Indonesia bersama tim-tim kuat, seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, serta Kamboja. Di pertandingan pertama, Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja dengan skor 6-0. Tentu hasil ingin sangat membanggakan dan menjadi modal awal untuk melakoni pertandingan-pertandingan berikutnya. Dengan modal awal tersebut, seharusnya menjadi cambuk agar bisa mengalahkan lawan-lawan berikutnya. Namun bukan dengan kesombongan setelah menang cukup besar tersebut. Namun juga harus tetap berhati-hati, jangan sampai kecolongan saat menghadapi lawan berikutnya. Timor Leste saja, yang baru berkiprah dalam Sea Game, berhasil memenangi dua pertandingan awal. Pertama mengalahkan Brunei Darussalam dengan 21-1, kemudian mengalahkan Filipina dengan 2-1 juga. Tentunya keberhasilan Timor Leste, yang boleh dikatakan anaknya Indonesia, harus memacu semangat lebih. Kalau mereka bisa menang, kenapa Indoensia yang sudah ada lebih dari 60 tahun tidak bisa menang? Ini harus menjadi pemacu semangat Indonesia. Atau justru semangat Timor Leste yang lebih besar, meski baru tampil, tapi bisa mengalahkan beberapa negara. Meskipun di depan sejumlah pertandingan masih harus dihadapi, dan belum tentu menang lagi. Ingat, bola itu kan bundar. Paling tidak, ngomong soal bola ini, kita harus tetap memberikan apresiasi yang positif. Denan mereka bertanding, semangat dan pengorbanannya layak diacungi jempol. Kalau boleh, mereka juga layak disebut sebagai pahlawan bangsa. Apalagi besok, 10 November merupakan Hari Pahlawan. Siapa saja yang mengharumkan nama bangsa, layak disebut sebagai pahlawan. Termasuk mereka, para pemain bola yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa. Ingat, jangan lagi ada sepak bola gajah. Yang memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Yang penting dan terpenting adalah berjuang untuk meraih kemenangan, dengan fair play dan bermain cantik. Sehingga penonton dan rakyat Indonesia pun dibuat senang dengan penampilan mereka selama bertanding. Dan terakhir, semoga Garuda bisa menang! (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Iman Teguh Supriyono. Redaktur: Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi, Khikmah Wati, Moch. Arifin, Arief Nur Rahardian Sidiq. Sekretaris Redaksi/Persh: Yully Trieyani. Kota Tegal: M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan, Abidin Abror. Brebes: Agus Wibowo. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Hermas Purwadi, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P, Asep Ariadi S. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Hesti Prastyani (Manajer Tegal), Kharisma Dewi, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Astri Prayudita, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: M. Yusuf Abadii. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 35.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Antara Moratorium dan Reformasi Birokrasi Oleh: Chafid Diyanto SSos MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo pada Rabu, 24 Agustus 2011, bertempat di Kantor Wakil Presiden menandatangani surat keputusan bersama tentang moratorium penerimaan pegawai negeri (www.menpan.go.id). Kebijakan moratorium tersebut berlaku mulai 1 September 2011 hingga Desember 2012. Moratorium merupakan penundaan sementara penerimaan PNS, tetapi secara selektif masih ada beberapa jabatan yang tetap diakomodasi dalam perekrutan tahun ini dan berikutnya. Perekrutan secara selektif antar lain masih dilakukan pada tenaga pendidik (guru dan dosen), tenaga kesehatan (dokter, bidan, dan perawat), sipir, serta tenaga pelayanan publik di terminal dan bandar udara. Perkrutan secara selektif terutama dilakukan di daerahdaerah terpencil yang memang sangat membutuhkan. Dalam menyikapi kebijakan moratorium tersebut pun ada pihak yang pro maupun kontra, terutama ketika dikaitkan dengan agenda reformasi birokrasi. Pihak yang pro-moratorium menganggap bahwa kebijakan moratorium dapat mendukung agenda reformasi birokrasi yang selama ini dianggap statis dan berjalan di tempat. Maka, dengan adanya moratorium penerimaan PNS diharapkan birokrasi dapat merestrukturasi organisasinya dengan menata ulang dan membenahi manajemen internalnya. Sebagaimana disampaikan

oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan (www.menpan.go.id), menurutnya moratorium penerimaan pegawai tidak terlepas dari program reformasi birokrasi. “Area perubahan yang menonjol dalam reformasi birokrasi adalah pertama, kelembagaan atau struktur organisasi. Kedua, tatalaksana. Ketiga manajemen sumber daya manusia aparatur. Ketiga hal itu sangat terkait,” ucapnya. Birokrasi tidak seharusnya disibukkan dengan kegiatan rekruetmen pegawai baru yang untuk saat sekarang dianggap tidak perlu. Bahkan hanya menumpuk jumlah pegawai yang otomatis juga menambah jumlah anggaran belanja. Belanja pegawai negeri dinilai sangat memberatkan anggaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Sejumlah daerah sampai harus menyediakan separuh lebih dari anggaran mereka untuk membayar gaji pegawai. Seiring naiknya anggaran dalam RAPBN 2012, alokasi belanja rutin yang lebih banyak digunakan untuk membiayai birokrasi juga membengkak menjadi 80,43 persen. Anggaran untuk belanja modal hanya 17,62 persen dan belanja sosial hanya 6,67. persen (Kompas, 19/8). Keputusan moratorium PNS tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan parlemen karena dianggap sebagai langkah taktis untuk mengefektifkan reformasi birokrasi. ”Moratorium itu langkah taktis mengefektifkan reformasi birokrasi,” kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demo-

krat, Gede Pasek Suardika (www.menpan.go.id). Menurutnya, anggaran program reformasi birokrasi sudah dialokasikan setiap tahun, tetapi hasilnya tidak maksimal. Beban negara untuk menanggung gaji pegawai itu tidak seimbang dengan anggaran untuk masyarakat di luar PNS, pemerintah memang harus mengurangi kebutuhan pegawai. Namun, apabila ditinjau dari sudut pandang lain, bisa jadi kebijakan moratorium PNS justru akan menghambat proses reformasi birokrasi. Terlebih di tengah semakin menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada birokrasi kita saat ini. Birokrasi kita sekarang ini yang mayoritas masih peninggalan Orde Baru dianggap gagal untuk menjalankan amanat reformasi. Maka harapan yang tersisa adalah pada birokrat muda sebagai agen perubahan (agent of change), di mana mereka membawa nilai-nilai dan prinsip yang masih bersih dan ideal yang diperoleh di bangku akademik. Oleh karena itu, kebijakan maratorium justru akan menghambat proses reformasi birokasi itu sendiri. Dengan adanya moratorium maka tertutup kesempatan calon birokrat muda untuk masuk membawa angin perubahan di tubuh birokrasi kita. Suatu perubahan akan lebih efektif ketika dibawa langsung oleh anggota baru suatu organisasi dari pada ketika perubahan itu berasal dari luar organisasi birokrasi. Selain itu perubahan juga akan lebih mudah diterima oleh orang-orang baru dari pada orang-orang lama yang kemungkinan sudah merasa nyaman,

aman dan terbiasa dengan kondisi yang ada. Sebab dengan adanya perubahan bisa jadi dianggap sebagai sebuah ancaman bagi posisi dan kedudukannya selama ini. Mereka yang berada di jabatan basah akan merasa was-was dan terancam ketika harus menerima perubahan. Pada akhirnya sikap penolakan baik secara halus maupun terang-terang seringkali ditujukan oleh aparatur birokrasi kita. Masa kejayaan Orde Baru selama 32 tahun berkuasa, juga dikhawatirkan masih meninggalkan ”atsar” atau bekas-bekas berupa praktik KKN pada diri aparatur birokrasi, yang tentu saja sulit untuk dihilangkan sama sekali. Beban anggaran yang terlalu besar untuk membayar gaji pegawai merupakan alasan pokok dari kebijakan moratorium penerimaan PNS, selain alasan belum efektifnya pelayanan yang diberikan oleh PNS pada rakyat padahal biaya yang dikeluarkan sudah besar. Jika menilik ke belakang, memang ada kesalahan krusial kenapa saat ini PNS yang ada dengan jumlah yang cukup banyak tidak memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Penerimaan PNS yang tidak melalui perencanaan strategis yang matang serta prosedur rekrutmen yang bersih dan baik menjadi akar permasalahan yang dirasakan saat ini. Pengangkatan tenaga honorer besar-besaran menjadi PNS dan praktik kotor dalam rekrutmen, menjadikan birokrasi semakin carut-marut dan terpuruk. Input yang didapat tidak memiliki energi yang cukup untuk

mengemban amanat reformasi birokrasi. Akhirnya mereka pun hanya mengekor para seniornya tanpa harus berbuat sesuatu yang produktif. Moratorium boleh jadi untuk sekarang menjadi sebuah solusi jangka pendek, agar pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi lebih fokus untuk membenahi manajemen internal birokrasi sekaligus lebih berkonsentrasi dalam membuat perencaan strategis penerimaan PNS. Dengan melakukan analisis dan kajian mendalam tentang peta kebutuhan tenaga PNS yang benarbenar dibutuhkan, tentu dengan kualifikasi yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. Dan yang tidak kalah penting adalah komitmen pemerintah untuk menyelenggarakan rekruetmen PNS yang bersih dan baik, dengan menjunjung nilainilai etika, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Sehingga input yang diperoleh adalah benar-benar putra-putri Indonesia pilihan yang dapat mengemban amanat reformasi, khususnya agenda reformasi birokrasi di Indonesia. Namun bukan berarti moratorium sebagai solusi atas beban anggaran belanja gaji PNS yang tinggi mengorbankan kepentingan masyarakat. Penyediaan layanan publik yang berkualitas harus tetap dikedepankan oleh birokrasi kita sebagai salah satu upaya mewujudkan reformasi birokrasi di Indonesia. Semoga! (*) Penulis adalah mahasiswa MAP Unsoed Purwokerto, Penerima Beasiswa Unggulan BPKLN Kemendiknas

Masa Honore Dirapel

Bener Apa Ora

ASS. Kang Rateg q rep melu ngrsula ke, pimen ke manajemene MTsN Bojong, smrawud nmen, ms honore dirapel bae alias diutang, pira gdene 400 go guru, 150 go karyawan be diutang. SUNGGUH TERLALU kwe th, rika ora mels kwe th wong pd WB ow, pdhl rika Wis PNS ms kurg bae. Toli tulung sing wis ana hake y dinekna ow, ger kya kiye crane kpn MTs Negeri Bojong maju, tulung bpk2 sing berkaitn ditindk lnjuti kwe bendaharane, tulung jg go kang Rateg kye di muat y, matur nuwun. 081911604257

SAK ngertiku minimarket ora olih buka dekat pasar tradisonal yah.., nacak dideleng arah jalan karanganyar dukuhjati kidul perek Pasar Jatilaba, ijine kok bisa metu yah.. 085328283357

Buka Hati Nurani OM Radar aku punya unek2, tlg dimuat. Buat Polsek Jatibarang tlg buka hati nurani sampean, masa anak saya lg disuruh menemani nenek di Jatibarang krn sakit dan lupa membawa SIM krn kesusu dimintai uang 100 ribu. Sampean polisi apa preman? Klo polisi kan tugasnya mengayomi rakyat.. itu uang buat sangu sekolah 1 bulan. Ingat keturunan dan ingat jg sampean tdk jd poli$i terus. 085742082665

Sing Pada Syukur Len TEG, teg,,, gal dina ana bae sing ngresula. Wong uripe ws pd kpenak, mangan gari ceblok, motor anyar, bahkan ws pd duwe mobil. Coba uripe pd kya aku gaji saminggu cukup go mangan sadina kro tku susune bocah, ndean ws ora ngresula maning, tp nginung racun ula. Sing pd syukur len dingain urip. 085876746214

Suka Gusti Alloh Sing Mbales KANGGO sing nls: “Perhatikna Nasib PTT”.. tok melu ndongakna, smga PTT sing ana nang Kota Tegal pd sabar. Kabeh2 mslh nasib, rzki, anane nang awake dwk.. dadi prcma ngresula ya semono, ora ngresula ya semono. Yen dipikir jero2 mlh pnyakiten obate larang. Dadi bnr suka sing ikhlas, eben Gusti Alloh sing mbales. Ora usah nylahna mena-mene apa maning nguwer2na aibe knca batir sing PNS, aja ngatokna ora senenge.. isinn. Suka luruh knca sing akeh timbang lrh musuh. Eh..mbokan awake dwk butuh pn duwe gawe, lumayan ndundang eben kondangan. Apa mbokan awake lg kena musibah, apa klrgane, dadine kena diarep2 eben knca batir pd teka, lumyan kena nggo enteng2 pikiran.. ws ndonga bae eben sing esih pd PTT.. cpt diangkat dadi PNS. Cuma janji yn ws klakon dadi PNS kudu krja sing bener aja sering nnggalna kelas ora ngurusi muride. Trs mngkat ya sing esuk, balik aja ndisiti.. mengko kwalat. 085742033198

Kue Gudu Dalan SETUJU..! karo 081548041421 kue sing arah Pacul gudu jalan, soale ning dalan aspale alus lha kue kur diurug tok karo di slender. Kue ning dalane diaspal wong

sing pan maring Banjaran luih perek terus perumahan cepet payu’, lha kye wis jalane bregejal bregejul lampune ning bengi peteng pisan. Tulung diperhatikna owh.. Buat Radar Tegal matur suwun. 087830194949

RadaR TegaL) Sampaikan Keluhan masaRaKaT ini ke Kemenninfo, kususnya masrkt TegaL, Brebes, DsktrnYa SeBaGai MeDiaToR kaLu Bisa Thank Yu, BanYaK HARADTEG. 087730349825

Ora Disabrangna

Baru Ndaftar Sudah Bayar

PAN melu ngresula keh, Pimen polisi sing neng pos Gajah Mada, ana ibuibu pan nybrang, ora disabrangna. Malah polisi e pd njagong tok, ngrkok. 087730458906

RSUD Kardinah komersil skali, br daftar ke IGD sdh dimintai duit 250rb. Brdasarkan pngalaman, br kali ini ada RS yg pendaftaran’y bayar. Dmana rasa kmanusiaan’y? Kemanakan sumpah Hipokrates yg biasa diucapkan tenaga medis menjelang kelu2san? Mgknkah sdh tdk brlaku lg dijaman skrg? Mhn prhatian dr pihak trkait. 081326988963

Iklan Radio Vulgar IKLAN ‘obat kuat’ nang radio sung vulgar nemen, pdhal disiarna bolak balik saben dina, bsa ngrusak moral terutama ning generasi muda, apa langka sensor siaran radio? Priben kiye pemda gerakanne, tuluung lhen.... 081578433351

OW di Tegal Selatan YTH Pak Dinas Pariwsta Tegal, tlng donk Tegal Selatan dibuat obyek wisata, karna tak ada obyek wisata d Tegal Selatan trimz..... 081902014523

Pencurian Pulsa JOSS Mantep Harian RaDaR, SaYa seBagai Planggan Operator XL, HaL Maraknya Pencrian PLs Yg diLakukan operator sekarang ini perlu disiasati, sama halnya saya jg selalu tersedot karena adanya sms xonten. Kalau bisa usulan dan tindaklanjuti ke Kemeninfo RI supaya operator nakaL diberikan sangsi! ToLong HARRADTEG (HaRian

Pelayanan Samsat Mengecewakan AK pan ngersula, pajak motor neng Samsat Slawi pelayanane ora memuaskan, petugase sing di utamakan calo. Masarakat malah ora durusi. Kyane ana maen calo kro petugase. 085642643023

Ora Pada Peduli TULUNG bung Rateg go trbitan bsk senen kye dimuat ngresulane aq, aq wes ra sranta ngenteni kbijakane Pak Walkot, DPRD Kota Tegal kyk pk nendro, pk rahmat, pk eddy (kang uyip) terutama mz hery kuntoro sng jare wonge dwek brng wes gdi dewan mlh ra knl ro tukang rti, jaluk pd dipilih brng wes klakon jagong kyak... dijaluki bantuan pd ra peduli dsr… 085642814504

Biaya SIM Larang Nemen ASSALAM... Melu ngresula kyeh, tl0ng dmuat ya kue pmen kue... Bisane gawe SIM/prpanjang larang nmen. Emang biayane sm0n0 ap tambahan ngg0 pungutan liar. Tl0ng sing brsangkutan ngasih tanggapan, 0ra tw mbaca k0ran ap primen. 085869866615

Hentikan Pengerukan Tanah KPD yth pmerintah Kab Tegal, saya mohon untuk proyek pengerukan tanah yg di later S (jurusan Jatinegara-Slawi), mohon kalo sudah musim hujan dihentikan sementara, atau mungkin jika tidak bisa.. Carilah solusi lain. KARENA JALANAN LICIN DAN BANYAK YG JATUH. Dan tolong segera tangani jalan2X yg sudah rusak. SAYANGILAH KESELAMATAN WARGA, KARENA MAREKALAH YG MEMILIH ANDA. 085842011080

PENGUMUMAN Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan pembaca, setiap pengirim Ngresula mulai 1 Oktober 2011, nomor HP-nya akan ditulis lengkap. Hal ini juga untuk menghindari penyalahgunaan dan fitnah. Demikian harap maklum. Redaksi

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS ke 085293278922, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Dapatkan kaos Ngresula, yang berisi SMS ngresula pilihan. Hanya Rp60.000/pcs.


CMYK

METROPOLIS

3

SELASA, 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

Sebanyak BUKTI MENINGKATNYA 13.280 KEPERCAYAAN MASYARAKAT Anak Belum Berakta SMK Muhammadiyah 1 Potong 3 Sapi dan 15 Kambing

SETIAP Hari Raya Idul Adha tiba, hampir dipastikan seluruh instansi dan organisasi mengadakan acara pemotongan hewan kurban. Baik instansi pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, bahkan tidak ketinggalan instansi maupun lembaga pendidikan. Salah satunya SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan ini, pada momen Idul Adha tahun ini memotong 3 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Hanya saja, pelaksanaan pemotongannya berbeda dengan lainnya. Panitia kurban memilih tidak memotong hewan kurban pada hari H, atau tepat saat Idul Adha, Minggu (6/11). Pemotongan justru dilaksanakan sehari setelah hari H, atau Senin (7/ 11) di halaman sekolah. Menurut Ketua Panitia Kurban SMK Muhammadiyah 1,

ADI MULYADI/RATEG

ke hal 9 kol 1

DIKULITI - Panitia kurban SMK Muhammadiyah 1 sedang menguliti sapi yang sudah disembelih.

SERBA-SERBI

Fungsi Pengawasan DPRD Lemah Imbas Sering Kegiatan Keluar Kota

ADI MULYADI/RATEG

MENYEMBELIH - Seorang penjagal hewan sedang menyembelih kambing untuk kurban.

SEJUMLAH pekerjaan proyek fisik tahun 2011, nyaris tak mendapat pengawasan anggota DPRD Kota Tegal. Sehingga menjelang akhir tahun, banyak pekerjaan terlambat. Bukan itu saja. Sejumlah pekerjaan diduga tak sesuai bestek. Karena anggota dewan sering melakukan kegiatan keluar kota. Baik dalam bentuk Kunjungan

Kerja (Kunker), Bimbingan Teknik (Bintek) maupun konsultasi. Hal ini diungkapkan Sekretaris Forum Tegal Laka-laka, Imam Syafrudin. Menurutnya, realisasi proyek fisik tahun 2011, dari segi kualitas maupun kuantitas cukup ambradul. Kebiasan DPRD melakukan pengawasan proyek, baik melalui tinjauan maupun Inspeksi Mendadak (Sidak) tahun ini nyaris tidak ada. Wakil rakyat sibuk dengan agenda kegiatan diluar kota. ke hal 9 kol 5

Jagal Hewan Panen Order SELAMA tiga hari mulai Minggu (6/11) hingga Selasa (8/11), para penjagal hewan tersenyum Kota Tegal senang. Karena mereka kebanjiran order. Baik dari masjid-masjid, muhala, atau perorangan yang memotong hewan kurban. Seperti dikatakan seorang penjagal hewan warga Jalan Kenangan RT 2 RW 1 Mangkukusuman Tegal Timur, Imam (21). Sejak hari H Idul Adha sampai dengan H+3 banyak pesanan pemotongan hewan kurban. Dia mencontohkan pada hari H Iul Adha saja, dia memotong 20 ekor hewan kurban. “Dua puluh kambing itu, dipotong di Masjid Istiqomah Jalan teratai. Sedangkan 1 ekor lagi milik perorangan yang dipotong di rumah pribadi,” katanya Senin (7/11). Dijelaskan, ongkos penyembelihan untuk satu ekor kambing sebesar Rp25 ribu, dan biaya menguliti Rp25 ribu. Apabila ditotal untuk satu ekor kambing biaya jagalnya Rp50 ribu. Sedangkan biaya penjagalan sapi per ekor Rp350 ribu. “Ini sudah dengan dikuliti atau istilahnya satu paket.” ke hal 9 kol 5

M SAEKHUN/RATEG

TERLAMBAT - Sejumlah proyek fisik di RSU Kardinah terlambat, karena sesuai kontrak yang telah ditandatangani pekerjaan tempat ibadah dan ICU paling lambat tanggal 4 November 2011.

Kritik Pelaksanaan Program Tegal Cerdas Kompass Bagi Seragam Sekolah

M SAEKHUN/RATEG

SERAHKAN BANTUAN - Rektor UPSA Tegal Prof Dr Tri Jaka Kartana, didampingi sejumlah unsur elemen masyarakat memberikan bantuan kepada siswa kurang mampu di SDN Panggung 13 Kota Tegal.

CMYK

DUA bulan lagi Program Tegal Cerdas tahun 2011 berakhir. Meskipun direncanakan tetap dilanjutkan tahun 2012. Namun 10 bulan program ini digulirkan, problem pendidikan di Kota Tegal tetap sama. Biaya pendidikan relatif mahal, bahkan sampai saat ini ada anak putus sekolah. Karena tak memiliki uang cukup. Ukuran keberhasilan Program Tegal Cerdas justru berorientasi pada hal-hal tak subtantif. Sehingga tak dapat menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Pencanangan program tersebut dengan pemenuhan sarana fisik pendidikan ternyata tidak cukup. Masalah sarana pakaian seragam, masih banyak dibutuhkan warga. Bahkan hasil

survei yang dilakukan Komunitas Penulis dan Jurnalis Kampus (Kompass), yang dimotori mahasiswa UPS Tegal, menemukan ratusan siswa miskin di sejumlah sekolah. Problem yang mereka hadapi guna menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun, soal keterbatasan pemenuhan kebutuhan harian sekolah. Jumlah ini diperkirakan lebih besar, jika survei dikembangkan sampai ke sekolah swasta dan daerah pinggiran Kota Tegal. Untuk sekolah negeri, ada 100 lebih siswa membutuhkan pemenuhan kebutuhan harian sekolah. Mengawali tindak lanjut atas hasil survei, Kompass menggandeng beberapa unsur terkait, menggelar pemberian bingkisan seragam sekolah kepada 100 siswa SD, yang mengalami hambatan pemenuhan kebutuhan ke hal 9 kol 1

DARI total penduduk Kota Tegal, sejumlah 88.537 orang masuk dalam ketegori anakanak. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dari jumlah tersebut 15 persen atau 13.280 anak di antaranya belum memiliki akta kelahiran. Menurut Kepala Disdukcapil, Herlien Tedjo Oetami SH, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka yang masuk dalam kategori anak-anak, yaitu orang yang berusia di bawah 18 tahun. Dengan demikian di Kota Tegal terdapat 88.537 orang yang masuk kategori anak. Hingga November tahun ini, dari total anak yang ada, 15 persennya belum memiliki akta kelahiran. Karena itu di penghujung 2011, Disdukcapil mengadakan program ‘Anak Kota Tegal Berakta Kelahiran.’ “Program tersebut dilaksa-

nakan, agar warga Kota Tegal khususnya anak-anak berusia di bawah 18 tahun, memiliki akta kelahiran semua. November ini dilaksanakan program itu,” tuturnya kemarin. Lebih lanjut dia menambahkan, bagi masyarakat Kota Tegal, khususnya orang tua yang belum mengurus akta kelahiran anak-anaknya. Dalam bulan ini Disdukcapil memberi kesempatan, dengan menggratiskan biaya dalam pengurusannya. “Karena itu masyarakat segera mengurus akta kelahiran anaknya.” Dijelaskan Herlien, syarat pembuatan akta adalah surat nikah orang tua. Apabila memiliki ijazah terakhir, maka diikutsertakan. Kemudian KTP orang tua, Kartu Keluarga (KK), dan mengisi blangko permohonan. Salah satu persyaratan pembuatan akta yang juga harus ada, yakni surat kelahiran dari ke hal 9 kol 5

KLH Siapkan 29.000 Pohon Sukseskan Program Satu Miliar Pohon UNTUK mensukseskan Program Penanaman Satu Miliar Pohon, sekaligus memperihati HUT Korpri ke-40, dan perluasan huta kota. Maka Kantor Lingkungan Hidup (KLH), menyiapkan 29 ribu berbagai jenis untuk ditanam di Kota Tegal. Penamanan pohon akan dimu-

DOK.RATEG

lai Minggu (20/11), diawali oleh semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot. Menurut Kepala KLH Sugeng Suwaryo SSos, sebagai bentuk kepedulian sekaligus pelaksanaan amanah Kementerian Kehutanan, melalui Permenhut Nomor P.61/Menhut-II/ 2011 tentang Panduan Penanaman Pohon Satu Miliar Pohon tahun ini. KLH menyiapkan 29 ribu pohon berbagai jenis secara gratis. Siapapun dipersilakan

Sugeng Suwaryo SSos ke hal 9 kol 1


PEMALANG

4

SELASA 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

PENTOL RAH

Dua Pengeroyok Nursalim Diadili Korban Tewas PEMALANG- Adimas Agus Nurohim (21) dan Sandi (18), warga Jalan Tentara Pelajar RT 01/08 Dukuh Glintang Kelurahan Bojongbata Kecamatan Pemalang, terdakwa kasus pengeroyokam hingga mengakibatkan Nursalim warga Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang tewas, Senin (7/11) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Pemalang. Agenda sidang pembacaan perkara dimulai pukul 11.00 WIB dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahruroji SH dengan Ketua Majelis Hakim Ahmad Yasin SH dengan hakim anggota Beny Octavianus SH MHdan Sri sulastuti SH. Dua terdakwa didampingi pengacara Ali Supriyadi SH. Menurut Ali Supriyadi SH, sidang pertama hanya dibacakan kasus perkara yang dialami

AGUS P/RADAR PEMALANG

HEWAN KURBAN – Penyembelihan hewan kurban program dompet dhuafa yang akan disalurkan kepada warga kurang mampu di kantong-katong kemiskinan.

Yayasan Syaifudin Tebar Hewan Kurban PEMALANG – Sejumlah warga kurang mampu di Kabupaten Pemalang di Hari Raya Idul Adha tahun ini rupanya merasa gembira dan bahagia lantaran baru saja mendapatkan daging hewan kurban dari program tebar hewan kurban dompet dhuafa. Program tersebut hasil kerjasama dengan mitra Yayasan Syarifudin Kendal yang disalurkan ke warga-warga kurang mampu yang berada di kantong-kantong kemiskinan. Jaelani Triwahyono penanggungjawab Mitra Yayasan Syarifudin Kendal mengatakan, dalam upaya memberikan perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat terutama perhatian kepada warga yang kurang mampu di Hari Raya Idul Adha ini, pihaknya melalui yayasannya telah melakukan kerjasama dengan program tebar hewan kurban dompet dhuafa. Pelaksanaan program tersebut untuk menyalurkan sejumlah hewan kurban kepada warga masyarakat Pemalang yang berada di daerah kantong-kantong kemiskinan. “Banyaknya hewan kurban yang akan kami distribusikan ke masyarakat di Pemalang ini ada 20 ekor kambing,” katanya. Adapun penyerahkan hewan kurban ini diterima oleh Teguh Priambudi SPd mewakili Yayasan Para Mulia Pemalang yang juga sebagai mitra kerjanya karena telah melakukan kerjasama dengan program tersebut. Teguh Priambudi SPd sendiri merasa bahagia setelah ikut bekerjasama dengan program ini warga yang ada di daerahnya dapat merasakan manfaat program tebar hewan kurban dompet dhuafa yang sedang dilaksanakan oleh Yayasan Syarifudin Kendal. Menurutnya, program ini baru kali pertama dilakukan di Pemalang setelah yayasannya ikut menjalin kerjasama. “Mudah-mudahan keberhasilan pogram ini akan semakin meningkat dan banyak membawa manfaat untuk masyarakat Pemalang,” tandasnya. (apt)

DEDI MUHSONI/RADAR PEMALANG

DIKAWAL-Usai menjalani siding perdananya, terdakwa Adimas Agus Nurohim (21) dan Sandi (18) dikawal petugas menuju sel tahanan.

terdakwa disaat melakukan pengeroyokan hingga tewasnya satu orang warga Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang. “Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum dengan pengacara yang ditunjuk. Dengan kasus ini para terdakwa menunjuk saya sebagai pengacara penunjukan dari Pengadilan Negara Pemalang. Terdakwa dalam hal ini melanggar pasal 340 KUHP tentang pengeroyokan yang menimbulkan kematian,” katanya. Dari informasi yang diperoleh Radar, pada saat itu, Jumat tanggal 22 Juli 2011 lalu sekiatar pukul 21.30 WIB, Nursalim (korban tewas) dan kawankawan pemuda dari Kelurahan Pelutan mendatangi hiburan organ tunggal di lapangan olahraga Jalan Pemuda Kelurahan Mulyoharjo. Salah satu diantara mereka ada

yang mengaku pernah dikeroyok oleh pemuda dari Dukuh Glintang. Karena tidak terima, para pemuda Pelutan tersebut mencarinya hingga ke kampung Dukuh Glintang hingga tawuran pun tak terhindarkan. Nursalim (red-tewas) dan kawan-kawan saat tawuran terpojok hingga Nursalim tewas di tangan dua terdakwa, Adimas Agus Nurohim (21) dan Sandi (18). Saat itu juga dua terdakwa akhirnya tertangkap petuagas kepolisian dan saat ini mereka menjalani sidang perdananya. Menurut Ali Supriyadi SH pengacara terdakwa, bahwa sidang akan kembali digelar dengan menghadirkan saksisaksi yang rencananya akan dilakukan minggu depan. ”Sidang kali ini belum dihadirkan oleh saksi-saksi, tetapi sidang selanjutnya akan dihadirkan,” ujarnya. (ddm)

Musim Tanam, Air Harus Mengalir ke Lahan Petani Komisi C Rapat Bersama DPU dan Dinas Pertanian SEJUMLAH Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang di ruang rapat komisi, Senin (7/11) kemarin, menggelar rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Pertanian membahas air irigasi yang sulit akibat proyek Bendungan Induk Sokawati. Rapat untuk menindaklajuti aspirasi petani yang kesulitan mendapatkan air akibat pekerjaan proyek di bendungan Induk Sukowati. Bahkan Komisi C mendesak agar pada musim tanam, dua SKPD ini mengalirkan air ke lahan petani. Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi C Ujianto MR dan dihadiri oleh sejumlah anggotanya H Lekhan Imam Jajuli , Nurofiq S.Ag , Budi Haryanto, Drs Bambang Agus Rohim dan Ita Hilmawati SE. Sedangkan dari DPU yang hadir Kepala DPU Ir Moh Arifin MSi dan Dinas Pertanian dan Kehutanan diwakili Kepala Bidang Pertanian Heri Suroso. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang Ujianto MR mengatakan, rapat bersama yang digelar dengan dua SKPD ini untuk membahas masalah air yang sulit akibat pengerjaan proyek di Bendungan Induk Sokawati di saat menghadapi masim tanam Oktober-Maret. Menurut dia, dalam kondisi ini banyak petani merasa waswas tidak bisa tanam padi karena hingga sekarang belum selesai pengerjaan proyek tersebut. Munculnya persoalan itu, lanjut Ujianto setelah permasalahan itu mulai dibahas ke dua dinas terkait oleh Komisi C

PEMBANGUNAN DPU Bekerja sesuai Anggaran PETARUKAN - Meskipun sudah terpasang papan proyek senilai Rp 2.432.491.000 tapi pembangunan jalan paket III di jalan PetarukanKlareyan belum dikerjakan rekanan. Namun demikian pihak DPU tetap akan melaksanakan pekerjaan yang disesuaikan dengan anggaran yang ada. Pengguna jalan, Didik Suryadi (38) warga Desa Klareyan yang setiap harinya melewati jalan itu menuturkan, kerusakan jalan terutama di jalan Pegundan-Klarean yang sudah berlangsung cukup lama. Tetapi saat itu masyarakat setempat berlega hati karena jalan tersebut akan diaspal. Bahkan papan proyek sudah terpasang satu bulan lalu. Selain papan proyek yang sudah terpasang, kata dia, pekerjaan sudah dilakukan tahap pengurugan pada jalan yang berlubang meskipun hanya sampai di perbatasan Desa Bulu. Tetapi sampai sekarang justru perbaikan jalan tersebut belum sampai ke Desa Klareyan. “Yang membuat pertanyaan tersendiri bagi masyarakat pengguna jalan di wilayah itu karena sudah sekian lama pekerjaan tersebut belum sampai tujuan sesuai pada papan proyek,” katanya. Agung, Sekretaris LSM Bintang Cakra Negara (BCN) Cabang Pemalang itu sangat menyayangkan, apalagi sebentar lagi musim hujan akan tiba. Jika tidak cepat terselesaikan maka akan berakibat buruk pada jalan tersebut terutama yang saat ini kondisinya rusak parah. “Sesuai pada papan proyek yang tercatat bahwa pekerjaan tersebut dilakukan 180 hari kalender, tetapi tanggal, bulan serta tahun pelaksanaan tidak tertera sehingga sangat wajar jika masyarakat yang mempertanyakan pekerjaan proyek itu. Apalagi papan pekerjaan tersebut sudah terpasang cukup lama,” ucapnya. (ddm)

diminta agar menyelaraskan masa tanam Oktober-Maret dan agar bisa memfasilitasi sehingga air segera dialirkan minimal tanggal 15 November 2011 ini. “Kami telah meminta kepada dua SKPD untuk memfasilitasi dalam penyelesaian masalah air ini, sebab warga petani sudah resah,” katanya. Ujianto menjelaskan, dengan permintaan itu oleh DPU dan Dinas Pertanian telah menyanggupi untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak penggarap proyek yakni PT HK agar bersedia untuk mengalirkan air pada waktu yang telah ditentukan dan komisi C juga minta kedua SKPD tersebut agar melakukan antisipasi di beberapa bagian wilayah yang dirasa sebagai penyangga kebutuhan air unuk para petani agar pengerjaan proyek segera selesai dengan sistem dilembur. Sehingga dengan upaya ini, petani nantinya bisa merasa lega karena persoalan air yang sulit dapat segera teratasi. “Kalau masalah dapat kami pecahkan petani pasti merasa lega karena air akan segera mengalir,” ujarnya berpesan kepada petani agar dapat memanfaatkan air sebaik-baiknya jika nanti berhasil mengalir. Ujianto berharap kepada PT HK dan PT Rudi Jaya, penggarap proyek, lebih terbuka terhadap pengerjaan Mega Proyek itu, minimal kooperatif terhadap semua kritik, saran, control dan masukan. Meskipun, saran dan kritikan itu dari orang-orang daerah secara teknis maupun adminitrasi tidak ikut dilibatkan dalam soal proyek tersebut. Hanya saja sebagai anggota dewan pihaknya memiliki beban moral disaat ada masukan dari pihak lain, utamanya masyarakat. (apt)

AGUS P/RADAR PEMALANG

RAPAT BERSAMA – Sejumlah Anggota Komisi C DPRD Pemalang saat mengikuti rapat bersama bahas sulitnya air irigasi akibat proyek Bendungan Induk Sokawati

Tangkapan Melimpah, Harga Ikan Turun TAMAN - Memasuki musim penghujan, hasil tangkapan ikan nelayan di perairan Asemdoyong Kecamatan Taman mengalami peningkatan. Meskipun harga berbagai jenis ikan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun nelayan menikmati hasil yang melimpah sebab cuacanya sangat mendukung aktivitasnya. Hal tersebut dilihat dari transaksi yang dilakukanya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat, Sabtu (5/11). Menurut petugas lelang, Bisri (35) mengatakan, kondisi ikan yang melimpah dirasakan selama satu minggu belakangan. Hasil tangkapan yang melimpah dipastikan dirasakan

setiap nelayan di berbagai tempat. Sebab, pada bulan Nopember sekarang ini situasi cuaca bersahabat sehingga memudahkan para nelayan untuk mendapatkan tangkapan yang banyak. Dikatakannya, berbagai jenis ikan mengalami penurunan harga, harga ikan yang paling merosot dirasakan pada jenis ikan tongkol yang mencapai harga Rp 5000 per kiligram, disusul jenis ikan lainya seperti ikan laying, sotong, maupun layur. “Harga mengalami penurunan ketika memasuki musim hujan atau menjelang lebaran haji, sebab pada bulan itu biasanya kondisi cuaca baik.

Lebih dari 10 ton yang masuk pada tempat pelelangan, kondisi banyaknya tangkapan diperkirakan akan berakhir pada akhir bulan,” ujarnya. Hal senanda juga dikatakan Aminul (41) nelayan setempat, dengan cuaca yang mulai bersahabat maka semangat nelayan untuk mencari ikan juga semakin tinggi. Hanya saja nelayan Asemdoyong Kecamatan Taman sebagian besar masih mengunakan alat tangkap tradisional sehingga hasil tangkapan ikannya tidak maksimal. Meski demikian, dirinya tetap menyukuri kondiii ini sehingga rizki nelayan juga terus meningkat. (ddm)

Menilik Pedagang Sate Pas dan Pasca Hari Raya Idhul Adha

Meski Daging Kurban Melimpah, Pedagang Sate Tetap Laris Manis Kemeriahan Hari Raya Idul Adha yang selalu diwarnai dengan hewan kurban, tidak membuat para pedagang sate harus menutup warungnya. Bahkan nampak pada warung-warung sate justru ramai diserbu para pembeli. Benarkah?

yang dibakar warga. Tetapi sate yang dibakarnya tidak enak seperti sate yang ada di warung sate. Harga yang ditawarkan masih tetap seperti hari-hari biasanya dan tidak ada perubahan yaitu Rp 1750 per tusuk. “Daging sate diperolehnya dari kambing muda dan mampu

LAPORAN: DEDI MUHSONI SAAT Hari Raya Idul Adha yang jatuh hari Minggu (6/11) lalu, hampir semua warga muslim menikmati hewan kurban tersebut. Kenikmatan hewan kurban banyak dikonsumsi warga, yang tidak seperti harihari biasanya itu, tidak membuat gentar para pedagang sate untuk membuka warungnya. Lazimnya, ketika masyarakat banyak yang memperoleh daging kurban secara gratis maka idealnya warung sate berimbas menjadi sepi pembeli karena di rumahnya sudah banyak daging. Tetapi hal tersebut kebaliknya, justru keramaian hewan kurban membawa berkah tersendiri bagi warung sate karena ramai pembeli. Seperti yang dirasakan Roml-

DEDI MUHSONI/RADAR PEMALANG

MEMBAKAR SATE - Pedagang sate sedang membakar sate yang dipesan pembeli.

ah (35). Pedagang sate di pasar Comal itu mengatakan, menjelang dan pasca Idul Adha warung miliknya ramai dikunjungi para pembeli sehingga daging kambing yang diiris sebesar jempol tangan ukuran dewasa itu habis terjual melebihi dari hari biasaya. Menurut dia, faktor ramainya pembeli sate menjelang dan pasca hari raya Idul Adha

karena hari tersebut hari libur kerjam baik yang dari pekerja perantauan maupun pekerja lokal. Disamping itu, pasca lebaran Idul Adha memicu rasa ingin memakan sate yang sebelumnya dirangsang aroma sate oleh warga yang membakar sate hasil dari daging kurban. Dari para pembeli mengaku rasa kepingin makan sate karena bau harum dari daging kambing

menyembelih hingga 3 ekor kambing muda pada hari sebelum dan pasca lebaran haji, padahal untuk hari-hari biasanya hanya menghabiskan 1-2 ekor kambing muda saja,” ucapnya kemarin. Pedagang lainnya, Sumiati (41) kios sate di pasar pagi

Pemalang kepada Radar mengatakan, kebiasaan para pembeli sate setiap hari raya lebaran sudah menjadi kebiasaan mereka. Sebab, pada saat itu mereka lebih menyukainya untuk memakan sate di warung sate yang jelas kualitas rasanya dijamin.

“Banyak daging kurban yang didapatkan hasil dari hewan kurban dijadikan sebagai sate, tetapi bagi mereka yang mania sate mereka tidak mau menikmati sate itu dan memilih sate di warung sate yang jealas rasanya terjamin,” katanya (*)


TEGAL METROPOLIS

SELASA 8 NOPEMBER 2011

5

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING 1. Pemadam Kebakaran

(0283) 325429

2. Pelayanan Gangguan PLN

(0283) 356371

3. Polresta Tegal

(0283) 356115

4. Rumah Sakit Umum Kardinah

(0283) 356067 / 341938

5. Pelayanan Gangguan PDAM

(0283) 356175 / 358316

6. Stasiun Besar Tegal

(0283) 353018

7. Terminal Bis Tegal

(0283) 354696 / 354695

Hotel dan Hiburan Hotel Bahari Inn Tegal (0283) 343399 Hotel Karlita (0283) 358050 Orange Karaoke (0283) 322022 Riez Palace Hotel (0283) 353773, hunting (0283) 358978 Flash Family Karaoke & Cafe (0283) 321284 Ajam Goreng Spesial Lombok Idjo - Gerbang Mas Bahari Water Park Jl. DR. Wahidin - Pesurungan Lor

(0283) 341740

- Jl. Karanganyar No. 21A Kejambon (0283) 342331

(0283) 342330

- d’POSO resto

PDIP Bagi Daging Kurban DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, pada Idul Adha tahun ini memotong satu ekor sapi, untuk dibagikan pada warga sekitar Kantor DPC Jalan Setiabudi, tukang sapu, tukang becak, dan masyarakat yang berhak menerimanya. Pemotongan sapi dilaksanakan di depan kantor DPC, dilanjutkan pembagian daging kurban. Sekretaris DPC PDI Perjuangan, H Edy Suripno SH mengatakan, pihaknya sengaja memotong hewan kurban pada hari kedua. Karena pada hari pertama, masing-masing pengurus disibukkan dengan pemotongan hewan kurban di rumahnya. Alasan lain, agar daging kurban yang diterima warga, tidak menumpuk

untuk berbagi bersama dengan masyarakat. Semua daging kurban dibagikan pada masyarakat, terutama yang secara kategori agama berhak. “Usai dibungkus, daging kurban kami bagikan. Guna lebih memberikan arti, tahun depan jumlah hewan kurban yang kami potong ditambah. Sehingga jumlah penerima daging kurban juga meningkat,” paparnya. (hun)

pada hari pertama. Sehingga hari ini (kemarin), mereka juga mendapatkan daging kurban. Tidak hanya waktu hari pertama atau 10 Dzulhijjah. “Tahun-tahun sebelumnya, kami memotong kambing. Tapi tahun ini kami memotong sapi untuk dikorbankan. Satu ekor sapi yang berasal dari DPC PDI Perjuangan, dibagikan pada masyarakat yang berhak, tanpa melihat asal partainya. Ada 300 bungkus daging kurban yang dibagikan,” imbuhnya. Sementara Ketua Panitia Kurban DPC PDI Perjuangan, Supandi mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan, sebagai bentuk kepedulian pihaknya,

M SAEKHUN/RATEG

Pesanan Kalender 2012 Meningkat

(0283) 6144277

AGENDA HOTEL HOTEL KARLITA Rabu dan Sabtu, Show DJ and Dancer Performance pukul 23.0003.00 WIB di Zodiak Discotheque dan VIP Karaoke. HOTEL BAHARI INN Tegal - Setiap Hari Live Musik di Cafe Nelayan, Mulai Jam 19.00 WIB - Sabtu Happy Our di Musro Diskotik, Jam 20.00 - 03.00 WIB

RIEZ PALACE HOTEL - Senin sampai Sabtu Pick up service Gratis. Layanan antar jemput gratis setiap hari kerja. Dari atau ke Stasiun KA & Terminal Bus Tegal Spesial menu at abunawas resto “Afternoon Tea & Pick Up Service BUS PARIWISATA DEDY JAYA Teman Setia Dalam Perjalanan Lutfi Ghozali,SH : 085741888835 Ratno Robani,SH : 081391444447 / 0819 023 4444 7 Office: Jalan Raya Cimohong Bulakamba Brebes Phone : 0283 877668 : Fax: 0283 877 866

ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

BUNGKUS DAGING – Siswa-siswi SDN Kejambon 1 ikut membungkus daging kurban yang didapat dari iuran sukarela.

Ajarkan Semangat Berbagi Sejak Dini SOSIAL Banyak yang Dijual ke Pasar BANYAKNYA warga yang melakukan penyembelihan hewan kurban menyisakan cerita lain. Di beberapa pasar, banyak pedagang yang membeli daging kurban baik sapi maupun kambing. Wanti, saat menjual daging kurban yang didapatnya mengaku sengaja menjual karena mendapat jatah lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun kemarin, dia mendapat 8 kantung daging sapi dan kambing. Tahun ini dia mendapat 9 kantung daging sapi dan 5 kantung daging sapi. Setelah dibuat sate dan makanan lainnya, sisanya 5 kantung dia jual ke pasar seharga Rp 20 ribu per kantung, baik daging sapi maupun kambing. Selain dia, beberapa tetangganya yang mendapat jatah daging kurban cukup banyak juga dijual untuk dibelikan kebutuhan lain seperti beras, gula pasir dan sebagainya. Meski jarang mengkonsumsi daging, tetapi dia dan keluarga mengaku puas karena tahun ini bisa menikmati daging kurban dalam jumlah banyak. “Daripada disimpan lama dan tidak dimakan, lebih baik dijual untuk membeli kebutuhan lainnya,” katanya. Khotimah, seorang pedagang di Pasar Pagi Kota Tegal membenarkan jika dia menerima penjualan daging dari warga. Tetapi, dia hanya menerima daging yang segar dan layak konsumsi baik sapi maupun daging kambing. Untuk satu kantung daging sapi maupun kambing dia beli Rp20 ribu. Nantinya, daging tersebut dia jual kembali ke pelanggan. Selama ini, tidak ada masalah karena dia hanya menerima daging segar sehingga bisa dijual kembali. Umumnya, yang menjual daging kurban adalah mereka yang menerima jatah hewan kurban dalam jumlah banyak dan tidak bisa mengolah sebagai lauk. Kondisi seperti ini, jelasnya, kerap terjadi setiap Idul Adha tiba dan sudah menjadi rahasia umum. Bagi dia dan pedagang lainnya, yang penting kondisi daging dalam keadaan segar sehingga dia bisa menjual kembali dan tidak ada masalah bagi pelanggan. “Kami hanya membeli daging segar dengan harga pasaran sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya. (gun)

IDUL ADHA menjadi momentum bagi umat muslim yang mampu untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan melalui hewan kurban. Inilah yang coba dilakukan SDN Kejambon 1 Kota Tegal dengan menyembelih 4 ekor kambing, Senin (7/11). Kepala SDN Kejambon 1 Kota Tegal Rohmat Mulyani SPd mengatakan, penyembelihan hewan kurban kali ini merupakan tahun ke-3. Semua dana untuk membeli kambing berasal dari sumbangan sukarela para siswa dengan menyisihkan uang jajan setiap hari Sabtu. Di sini, pihaknya memberikan edukasi akan pentingnya menabung sejak dini untuk

berbagi pada sesama terutama mereka yang membutuhkan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua atau wali murid dan para guru yang sangat mendukung program ini sehingga bisa memberikan manfaat positif kepada siswa secara langsung. Dengan cara ini, pihaknya mencoba mengajarkan kepada para siswasiswi dari kelas I hingga VI untuk gemar menabung dan digunakan dalam kegiatan positif seperti melakukan penyembelihan hewan kurban. Tidak hanya itu. Setelah disembelih, daging juga dimasukkan ke dalam kantung yang telah disediakan oleh para siswa dan selanjutnya dibagi-

kan kepada mereka serta masyarakat sekitar, terutama kaum duafa. Ke depannya, kegiatan seperti ini akan dipertahankan dan dijadikan agenda rutin sehingga dana yang berasal dari tabungan siswa-siswi yang dimasukkan ke dalam kotak secara sukarela bisa dimanfaatkan untuk kebaikan. Bahkan, di tahun-tahun berikutnya, pihaknya berharap jumlah hewan kurban yang disembelih bisa bertambah sehingga semakin banyak kebaikan dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. “Kami memberikan anakanak edukasi tentang pentingnya menabung sekaligus berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” katanya. (gun)

TPI Jongor Kembali Ramai SEHARI setelah Idul Adha, Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Jongor Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat, kembali menggeliat dengan ramainya aktivitas lelang. Puluhan kapal ikan dari berbagai daerah, nampak membongkar hasil tangkapannya. Sebagian lagi mulai berangkat menuju laut lepas mencari ikan. Menurut pengusaha ikan setempat, Sunarto, banyaknya kapal masuk setidaknya dapat meningkatkan harga ikan di pasaran. Khususnya ikan-ikan yang dikenal warga sebagai filletan.

Proses bongkar ikan di dermaga Jongor, dari pantauan berlangsung sejak malam hari sekitar pukul 21.00, dan berlanjut hingga pagi. Setelah pagi, keadaannya sepi kemudian seluruh ikan diangkut ke berbagai tempat, selain dikirim ke kota besar. Siangnya antara pukul 13.00, lelang ikan hasil tangkapan kapal-kapal kecil dimulai. Sebagian pembeli para bakul kecil, dengan modal tidak terlalu besar. Disamping para pemilik ternak itik dari wilayah sekitar, seperti Randusanga maupun Pesurungan Lor dan Kidul. “Sebagian potongan

ikan atau fillet dikirim sampai Bandung atau Jakarta,” ujar Sunarto lagi. Tingginya volume aktivitas bongkar muat di TPI Jongor, pada kenyataannya tak diimbangi perbaikan sarana-prasarana. Contohnya kondisi dermaga cukup memprihatinkan. Selain akses jalan banyak yang rusak. Tempat sandar kapal sebagian bolong-bolong. “Kalau hal itu dibiarkan, maka akan bertambah parah,” tutur seorang pengusaha setempat, Anam seraya berharap, kerusakan yang terjadi segera diperbaiki. (din)

Idul Adha, Berkah bagi Tukang Potong Hewan

Dalam Sehari Bisa Potong hingga Puluhan Ekor Idul Adha banyak mendatangkan rejeki bagi tukang potong hewan atau tukang jagal. Apa saja yang mereka lakukan? LAPORAN : R. GUNAWAN USAI Salat Idul Adha, secara serentak umat muslim yang mampu melakukan penyembelihan hewan kurban, baik sapi maupun kambing. Kehadiran tukang potong hewan memegang peranan penting dalam penyembelihan hewan kurban. Asep (50), seorang tukang potong hewan mengatakan, dalam sehari dia bisa menyembelih 10 - 15 ekor sapi dan kambing.

Untuk menyembelih kambing, dia dibantu seorang rekannya. Sementara untuk menyembelih sapi dia dibantu 4 orang rekannya. Untuk proses penyembelihan sebetulnya tidak membutuhkan waktu lama. Yang membutuhkan waktu cukup lama adalah pembersihan serta pemotongan daging. Setelah hewan kurban disembelih, dilanjutkan pengulitan dan proses pemotongan daging biasanya dilakukan oleh panitia. “Untuk jasa pemotongan kambing Rp50 ribu, dan sapi Rp250 ribu per ekor,” jelasnya. Salim (52) membenarkan jika Idul Adha menjadi hari yang sibuk karena dalam sehari dia bisa memotong 10-15 ekor hewan kurban. Profesi yang digelutinya sejak 11 tahun silam

ANTRI DAGING KURBAN Puluhan masyarakat antri untuk mendapatkan daging kurban, yang diserahkan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tegal H Edy Suripno SH di kantor DPC, kemarin.

membuatnya hafal betul tata cara penyembelihan agar terjaga kehalalannya. Di hari biasa, dia bekerja sebagai tukang jagal di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Untuk meringankan pekerjaan, dia sengaja mengajak beberapa rekannya sehingga bisa selesai tepat waktu. Khusus untuk Idul Adha, dia banyak menerima pekerjaan dari masjid atau musala, serta warga. (*)

ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

SEMBELIH SAPI – Dengan dibantu beberapa rekannya, tukang potong hewan melakukan penyembelihan sapi.

MEMASUKI penghujung tahun 2011, sejumlah percetakan mulai kebanjiran pesanan pembuatan kalender tahun 2012. momen tahunan tersebut menjadi sesuatu yang ditunggu karena bisa mendatangkan pundit-pundi rupiah bagi pemilik percetakan. Wahyu, pemilik salah satu percetakan membenarkan jika ditempatnya saat ini sudah banyak pesanan pembuatan kalender tahun 2012 yang masuk. Selain kalangan korporasi atau perusahaan yang memesan dalam jumlah besar, banyak masyarakat yang sengaja datang membuat kalender dengan foto keluarga atau anak-anak. Dalam kondisi seperti ini, jauh-jauh hari pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari jenis desain yang ditambah hingga tenaga kerja. Pesanan kalender 2012 akan mencapai puncaknya di minggu ke-2 bulan Desember karena kalender biasanya dibagikan di minggu ke-3 atau akhir tahun 2012. Untuk harga sendiri, pihaknya memberika keleluasaan kepada konsumen untuk memilih jenis kertas serta desain

yang akan mempengaruhi harga jual kalender tersebut. “Kami sudah mulai mencetak dan terus menerima pesanan kalender 2012 yang meningkat hingga 30 persen lebih dibandingkan tahun sebelumnya.” Hal senada diungkapkan Suwondo. Menurutnya, proses pembuatan dari desain, pemilihan kertas hingga pencetakan memakan waktu paling lama 2 hari. Tetapi jumlah tersebut bisa lebih lama untuk pesanan dalam jumlah partai atau di atas 500 kalender. Dalam setiap pesanan, dia mematok harga mulai Rp7.500 hingga di atas Rp15.000 sesuai selera dan kemampuan pelanggan. Harga tersebut bisa berkurang jika pelanggan memesan dalam partai besar. Di tahun sebelumnya, hingga akhir tahun dia bisa menggarap hingga 3.000 kelander dengan berbagai jenis dan ukuran. Untuk tahun ini, pihaknya mentargetkan 4.000 kalender 2012 bisa dicetak hingga akhir tahun. “Selain kalangan korporasi, kami juga banyak menerima pesanan dari perorangan,” pungkasnya. (gun)

M SEKHUN/RATEG

SAMPAH – Di daerah perkotaan, sampah selalu jadi masalah. Baik akibat bau yang ditimbulkan atau penempatannya.

Lokasi Penampungan Sampah Perlu Dikaji LOKASI penampungan sampah sementara ebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seperti banyak ditemukan di sejumlah titik, rupanya perlu dikaji ulang. Selain menimbulkan bau tak sedap. Banyaknya sampah berdampak pada kesehatan, dan Pemkot Tegal perlu melakukan kajian serius. Hal ini disampaikan pemerhati lingkungan dari Kecamatan Tegal Timur, Nur Asif (45). Menurutnya, karena semua ini dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat, selain mempercantik wajah kota. “Tempat penampungan sementara lokasinya tidak tetap,” ucapnya, Senin (7/11). Dia mencontohkan, penam-

pungan sampah di sebelah selatan Blok A Pasar Pagi selama ini dirasa sangat mengganggu. Apalagi ketika musim penghujan, bau yang ditimbulkan menyebar kemana-mana. Apalagi malam hari, mengganggu pengunjung yang makan di tempat lesehan. Lokasi penampungan sampah lain di Jalan Durian, Jalan Waringin, Jalan Perintis Kemerdekaan depan SMK DWP, dekat sebuah percetakan di Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur. Sampah setiap hari menumpuk. Sementara tempatnya dekat lokasi usaha, pendidikan, dan pemukiman penduduk. (din)


SLAWI METROPOLIS

6

SELASA 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

7 Muara Alami Pendangkalan Belum Ada Sentuhan Pemkab

DOK.RADAR SLAWI

GELAR DAGANGAN - Pedagang aksesoris kendaraan mulai menggelar dagangan di lahan bagian Selatan sub terminal Adiwerna, kemarin.

Gelaran di Bagian Depan Jadi Embrio Tarik Ulur Relokasi PKL Banjaran

masukan terkait PKL Adiwerna yang bisa mengganjal kondisi Slawi dalam keindahan tata ruang kota dan penilaian Adipura. Disini kami berupaya akan mengoptmalkan lahan sebelah Barat yang dimiliki Pemkab untuk mengakomodir mereka. Nah, sekarang bola itu ada di Pemkab dalam hal ini Badan Anggaran untuk mendukung pengadaan los disana agar mereka bisa direlokasi,” terangnya. Namun, belum adanya respon positif dari Badan Anggaran itulah, membuat PKL untuk sementara diakomodir untuk menggelar dagangan di depan areal sub terminal. Dan pihaknya sendiri mengaku, akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait paska kedatangan mereka disana. “Dimungkinkan kedatangan mereka disana akan mampu menunjang keberadaan kios yang ada. Ini sebenarnya sebagai embrio. Kalau masyarakat sudah banyak yang tahu bahwa ada kegiatan disana, kami siap menata mereka di sebelah Barat sub terminal untuk menempati tanah milik Pemda. Dan jujur saja, sampai saat ini belum ada permohonan resmi dari kordinator ataupun paguyuban terkait upaya

BUNGA-BUNGA kehidupan tumbuh subur di jalanan, kaki lima menggelar resah !. Celoteh tembang ‘Bunga Trotoar’ yang disuarakan Iwan Fals itu menjadi potret nyata kegundahan PKL Banjaran saat ini. Dimana aksi mereka yang berencana menempati areal luar sub terminal Adiwerna akhirnya mengundang pro dan kontra. Disatu sisi, Dishubkominfo merasa dibabntu dengan kehadiran mereka untuk merekayasa trayek agar bisa melintas disana. Tetapi disisi lain, kehadiran mereka disana justru akan mengundang kemacetan baru, lantaran mereka mengelar dagangan di bahu jalan. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tegal, Ir H Suhartono MM, mengakui, sebenarnya untuk masalah pengaturan pedagang kaki lima (PKL) bukan masuk dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga yang dipimpinnya. Melainkan, menjadi tangung jawab Dinas Pasar. “Kami sempat mendapatkan saran

PENDIDIKAN

mereka menggelar dagangan disana. Dan kebijakan perijinan sendiri seharusnya diberikan oleh DPU dan Satpol, sesuai dengan tupoksinya. Ini mengingat lahan yang mereka gunakan menjadi tanggug jawan instansi tersebut. Kami tetap akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” terangnya. Dia tak menampik bahwa kehadiran PKL di depan sub terminal bukan merupakan solusi terbaik untuk mengurangi kesemrawutan di sentra Banjaran dan pasar Bawang. Terpisah staf Lalu Lintas Dishubkominfo yang juga dipercaya mengurus kios di sub terminal Adiwerna, Tarnoto, mengungkapkan, awalnya PKL pedagang burung dan loak memang akan ditempatkan di lahan sebelah Barat sub terminal. “Kami sudah melakukan pendataan ulang para pedagang untuk membuat los di sana. Namun lantaran anggaran hingga kini belum ada, membuat hal itu belum bisa terealisasi,” cetusnya. Diapun mengaku sempat melakukan pendekatan dengan PKL di dua lokasi tersebut untuk bisa memaksimalkan lahan yang ada di sisi Barat. Namun tidak semua pedagang meres-

ponnya. PKL mau pindah disana asalkan secara bersama-sama dan telah disediakan los untuk menampung mereka. Lantas apakah bila nantinya mereka sudah menggelar dagangaan di depan sub terminal bisa diarahkan untuk pindah di atas lahan yang dimiliki Pemkab ? Dengan tegas keduanya menyatakan mereka harus mau. “Mereka tidak punya hak untuk menolak bila dilakukan penataan dikemudian hari. Ini mengingat mereka tidak punya hak untuk mempertahankan usahanya di lahan yang ada sekarang,” terangnya. Sementara, koordinator PKL, Iqbal, menyatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini sudah terlebih dahulu dikonsultasikan dengan instansi terkait, baik itu Dishubkominfo maupun Satpol PP. Dia mengaku, telah melakukan koordinasi dengan semua PKL yang jumlahnya mencapai 270 orang baik pedagang loak maupun pedagang burung. Dan pihaknya juga bersedia mengatur sistem parkir pengunjung, agar kepindahan tersebut tidak menimbulkan kemacetan baru di areal sub terminal. (hermas purwadi)

Pasokan Perangkat E-KTP Molor Rekam Data Capai 14,03 Persen

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

ANTUSIAS - Sejumlah siswa MI Luqman Al Hakim Slawi nampak antusias memperhatikan proses menguliti hewan kurban, Senin (7/11) kemarin.

Pendidikan Karakter Melalui Kurban KESEMPATAN Hari Raya Idul Adha 1432 H, dimanfaatkan Sekolah Islam Terpadu MI Luqman Al Hakim Slawi untuk menggelar kegiatan kurban. Kegiatan itu melibatkan seluruh peserta didik. Pelaksanaan kurban berlangsung Senin (7/11) kemarin di kampus MI Luqman Al Hakim. Sebanyak 8 kambing dikurbankan berasal dari wali murid yang menyerahkan pengelolaannya kepada MI Luqman Al Hakim. 2Kepala Madrasah, Wiyarso SAg, menyatakan, bahwa kegiatan kurban seperti ini merupakan langkah nyata pendidikan karakter kepada anak. “Saya yakin, pengalaman ini akan membekas dalam ingatan sampai mereka dewasa,” ujarnya. Dia menjelaskan, momen ini menyimpan makna keikhlasan dan berbagi, yang memiliki pahala berlipat dengan nilai satu bulu satu kebaikan. “Bisa kita bayangkan ada berapa ribu kebaikan yang bisa didapatkan dari berkurban,” katanya. Dia menambahkan, kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagai media belajar anak bagaimana cara syarat-syarat hewan yang bisa dikurbankan, mengenai ketajaman alat pemotong, hingga menyaksikan pemotongan hewan kurban, dan ikut mempraktekkan cara memisahkan kulit dari gading hewan kurban. “Anak-anak diberikan kesempatan untuk melakukan itu semua dengan pendampingan guru-gurunya,” tambah Wiyarso. Saat pemotongan hewan kurban, anak-anak tanpa sungkan turut menyaksikan dengan melafalkan takbiran bersama-sama sehingga menghindari kesan ngeri. Begitu selesai, sebagian dari mereka turut membantu menguliti, dan juga memotong daging kurban. Mereka nampak begitu antusias membantu memotong daging dan mengemasnya untuk dibagikan kepada warga sekitar. Sedemikian antuasiasnya mereka, sampai-sampai mereka rela menunggu giliran untuk membantu karena keterbatasan pisau. Ketua Panitia Kurban, Fathurachman SPdI, menjelasan, dari delapan hewan kurban itu akan dibagi menjadi 250 paket daging kurban, dan rencananya paket tersebut akan dibagikan kepada warga di sekitar MI Luqman Al Hakim dan juga warga di sekitar rumah dewan guru. Adapun salah satu kegiatan yang dilaksanakan sehari sebelumnya sebagai rangkaian dari kegiatan Idul Adha, yakni menjalankan puasa sunnah Arafah. Sementara itu, Yoda, siswa kelas VI (enam) mengaku senang dan puas dengan kegiatan ini. Dalam kegiatan kurban itu dia berkesempatan untuk membersihkan jeroan hewan kurban. “Bau sih, tapi seneng banget. Hanya di sekolah saya bisa bantu-bantu kayak gini. Yang jelas, aku nggak bakalan lupa dengan pengalaman ini,” katanya riang. (aan)

JANJI tang dilontarkan pemerintah pusat untuk melakukan pengiriman pasokan tambahan dua perangkat pendukung perekaman data penduduk di masing-masing kecamatan, molor. Jadwal pasokan tambahan perangkat yang seharusnya diterima 7 November 2011, belum juga terealisasi. Hal ini jelas berpengaruh terhadap kinerja tim pokja E-KTP yang ada di kecamatan. Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal, Drs HM Masykur FS MSi, menyatakan, belum ada satu tim pokja E-KTP kecamatan yang melaporkan bahwa perangkat tambahan yang dijanjikan pusat itu telah datang. “Informasi yang sempat saya tangkap bahwa alat yang sudah ada di gudang pusat itu untuk kabupaten/kota yang ada di luar Jawa terlebih dahulu. Pasokan alat yang dijanjikan untuk kita, bisa mundur seminggu lagi,” ujarnya Senin (7/ 11). Tambahan perangkat perekam data pribadi penduduk itu diharapkan bisa melayani besarnya antusias penduduk dalam program E-KTP. Dengan ditambahnya pasokan dua perangkat perekam data pribadi penduduk, otomatis kedepan masingmasing kecamatan akan diback up empat perangkat perekam data pribadi penduduk. Dia menyatakan, penambahan perangkat ini sebenarnya sebagai jawaban pusat terhadap kendala serius yang dialami dilapangan. “Penambahan perangkat baru perekam data itu memang seyogyanya dilakukan agar proses pelayanan terhadap masyarakat bisa dilakukan secara optimal. Dimana setiap kelipatan 15.000 warga harus didukung adanya keberadaan satu perangkat perekam data pribadi tambahan,” ujarnya. Dia juga mengakui, proses on line terkait perekaman data pribadi penduduk dalam proses E-KTP ini juga telah mampu diakses oleh pusat. “Jumah hasil perekaman E-KTP untuk Kabupaten Tegal yang sudah terakses oleh pusat hingga saat ini sudah mencapai 157.419 atau 14,03 persen.

HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI

ANIMO BESAR - Masyarakat Slawi dalam proses perekaman data pribadi penduduk program E-KTP, yang bakal direspon pusat lewat gelontoran tambahan perangkat baru.

Pihaknya juga mengungkapkan, sudah melakukan penggantian alat perekam yang rusak di beberapa kecamatan dengan cadangan alat yang dimiliki dinas. “Kami memasang target 60 persen di tiga kecamatan, mampu tergarap. Dan kami secara bertahap juga telah melakukan perubahan catu daya listrik menjadi 4400 watt untuk mendukung proses pembuatan E-KTP,” cetusnya. Diakuinya, ketidaksempurnaan paket perekam yang diterima hampir terjadi di 197 kota

dan kabupaten yang ditunjuk melaksanakan e KTP oleh pusat. Dia ungkapkan, program EKTP se-Indonesia ditahun 2011 ini oleh Kementrian Dalam Negeri hanya dianggarkan untuk 67.000.000 penduduk WNI. Dari jumlah tersebut dibagi dalam 179 kota dan kabupaten . Disinilah semua kota dan kabupaten yang ditunjuk agar bisa berlomba untuk mendapatkan program tersebut. Tentunya siapa yang cepat, kota atau kabupaten itulah yang dapat. (her)

TUJUH Muara sungai di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tegal, mengalami pendangkalan. Kondisi ini berlangsung sejak awal musim kemarau beberapa bulan silam. Ironisnya, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal belum menanganinya secara serius. Ketua Pengelolaan Kawasan Pantai dan Hutan Mangrove Kabupaten Tegal, Warnadi, mengatakan, tujuh muara itu berada di sungai Kelurahan Dampyak, sungai Pah Desa Padaharja, sungai Desa Bongkok yang merupakan pelabuhan perahu nelayan Larangan, dan sungai Cacaban Desa Maribaya. Keempatnya berlokasi di Kecamatan Kramat. Sementara yang lainnya, berada di sungai Cenang yang merupakan tempat pendaratan ikan di Desa Suradadi, dan sungai Desa Bojongsana. Keduanya di Kecamatan Suradadi. Kemudian yang terakhir di Sungai Rambut Desa Kedungkelor Kecamatan Warureja. Ketujuh muara itu, mayoritas digunakan sebagai jalur lintasan perahu nelayan. Utamanya nelayan kecil yang mencari ikan teri nasi, rajungan, dan lainnya. “Terjadinya pendangkalan sangat mengganggu aktifitas nelayan. Mereka kesulitan melaut. Meski bisa, mereka terpaksa mencebur dan mendorong perahunya hingga ke tepi laut,” katanya, Senin (7/11). Jumlah perahu di Kabupaten Tegal, Warnadi menyebutkan, sekira 530 perahu. Dari jumlah itu, 130 perahu diantaranya, merupakan nelayan Larangan Kramat. Sementara sisanya, merupakan nelayan Suradadi. Selain nelayan yang mengalami kesulitan akibat pen-

dangkalan, petani tambak juga mengalami hal serupa. Menurutnya, saat ini petani tambak sedang kesulitan untuk mengganti air. “Sirkulasi air terhambat. Karenanya, petani tambak mengalami kerugian yang tidak sedikit,” ungkapnya. Dirinya tak menampik, adanya break water atau pemecah gelombang, memang membantu terjadinya abrasi. Namun demikian, alangkah baiknya apabila pembangunan break water dikurangi dan diganti dengan penanaman mangrove. Sehingga, air laut dapat diantisipasi dan akresi atau pasir yang menumpuk, tidak akan terjadi. Menurut Warnadi, break water tersebut sangat mempengaruhi adanya pendangkalan di muara. Dimana pasir akan menumpuk setelah dibawa gelombang besar. “Selama tidak ada pembuatan hutan mangrove, maka akan sulit untuk menghentikan abrasi dan akresi. Untuk itu, Pemda harus serius dalam menangani ini. Dan dinas terkait harus bertanggungjawab,” cetusnya. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal, Darsono, mengatakan, sejak Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Suradadi Kecamatan Suradadi dibangun belasan tahun silam, muara sungai yang digunakan sebagai lalu lintas perahu tak pernah mendapat pemeliharaan dari pemerintah setempat. Tak heran, jika kondisi muara tersebut mengalami pendangkalan yang sangat parah. “Para nelayan yang hendak melaut, mengalami kesulitan. Jalur masuk perahu ke pelabuhan tersebut, tertutup pasir yang membentuk layaknya pulau kecil. Setiap nelayan hendak melaut, mereka harus rela mendorong perahunya sejauh 50 meter lebih,” ujarnya. (yer)

82 Warga Positif DB 1 Meninggal, Januari Terbanyak SAMPAI dengan bulan November 2011 ini, serangan penyakit Demam Berdarah (DB), telah menjangkiti warga di puluhan desa di Kabupaten Tegal. Sebanyak 81 warga, terindikasi positif terjangkit penyakit DB. Sementara, satu warga yang sebelumnya terserang DB, juga meninggal dunia. Warga yang terjangkiti itu tersebar di 82 desa yang merupakan daerah endemis DB. Dinas Kesehatan mulai menggencarkan penyuluhan untuk mengantisipasi merebaknya DB pada musim hujan tahun ini. Plh Kasi Pemberantasan Penyakit Bidang Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Tegal, Kliwon Sutrisno, mengatakan, merebaknya DB terjadi pada bulan Januari, Februari, Juni, Juli, Agustus, dan September. Namun sampai bulan November 2011, belum ada peningkatan jumlah korban DB. “Sampai awal November 2011, korban DB mencapai 82 orang dan satu orang diantaranya meninggal dunia,” kata Kliwon Sutrisno. Dikatakan, korban DB terbanyak pada bulan Januari sebanyak 24 orang, bulan Februari sebanyak 18 orang. Sedang korban meninggal atas nama M Fitria Riski (3,5) warga Desa Jatimulya, Kecamatan

Lebaksiu. Korban terjangkit DB pada bulan Juli lalu dan sempat dirawat di Puskesmas Lebaksiu, namun nyawanya tidak tertolong. Desa Jatimulya sendiri merupakan salah satu desa endemis DB. “Sedikitnya ada 82 desa ebdemis DB yang tersebar hampir di semua kecamatan di Kabupaten Tegal, terutama wilayah tengah dan Pantura,” ujarnya. Menurut dia, kecamatan yang warganya paling banyak terjangkit DB yakni di Dukuhwaru. Selama setahun ini, ada 13 orang yang dirawat di Puskemas Dukuhwaru. Sedangkan kecamatan lainnya, yakni Kramat dan Slawi, dengan jumlah korban lima orang. Rata-rata korban terjandkiti pada musim hujan, karena banyaknya genangan air dan warga lebih memilih tinggal di rumah. “Kami menghimbau agar warga melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk,” harapnya. Sementara, upaya fogging dinilai tidak menyelesaikan masalah, karena pengasapan hanya akan membunuh nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan terlalu sering, maka akan membuat nyamuk kebal. Dinkes sendiri tidak sembarangan dalam melakukan fogging dan harus melalui proses penyelidikan terlebih dahulu. termasuk juga melakukan kajian terhadap setiap kasus DB yang menjangkiti sebuah wilayah. (gon)


KABUPATEN TEGAL

7

SELASA 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

E-KTP Diragukan Selesai Dinas Setujui Perpanjangan Waktu

Jamaah Haji Bermalam di Mina ARMINA, ARAB SAUDI - Selama pelaksanaan lontar jamrah di hari tasyriq hingga 13 Dzulhijah, jamaah haji mabit (bermalam) di Mina. Perkemahan Mina dengan lokasi jamrah yang berjarak sekitar 2.5 km harus ditempuh para jamaah setiap harinya. Sehingga setiap jamaah harus berjalan melewati terowongan Mina menuju Lokasi jamrah sejauh 5 km, untuk berangkat dan kembali ke tenda Mina. Tetapi, tidak seperti beberapa tahun silam, jamaah haji kini tidak perlu lagi khawatir atau trauma untuk melewati terowongan Mina ini. Beberapa kali, terowongan ini memang pernah merenggut korban jiwa dari belasan hingga ribuan jiwa. TEROWONGAN MINA Peristiwa berdesakan pada Juli 1990 adalah musibah terbesar di Mina. Sebanyak 1.426 orang tewas, termasuk 631 di antaranya jamaah haji Indonesia. Setelah musibah itu, Pemerintah Arab Saudi kemudian memperbesar luas dan meninggikan terowongan hingga menjadi 40 meter, dengan ventilasi yang besar memanjang di atas. Lalu ditambah dengan mesin-mesin besar yang tergantung di atas terowongan yang berfungsi sebagai pengisap udara dan memompa oksigen ke dalam terowongan. Kini, terowongan Mina telah dibangun dengan lebih megah lagi dengan jembatan lima lantai, sehingga lancar dan aman untuk kegiatan ibadah haji. Sehingga terowongan Mina tidak lagi menakutkan. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga membangun tempat pelemparan jumrah di Mina yang aman, dengan empat jalur lalu lintas sehingga jamaah yang tidak lagi saling bertabrakan. Mega proyek jembatan lima lantai untuk arus lalu lintas jamaah saat melempar jumrah itu dibangun oleh kontraktor Bin Laden Corporation, dengan menelan biaya sekitar 4,2 miliar Riyal atau sekitar USD 1,2 miliar. Karena harus menampung banyak jamaah dalam satu waktu, Bin Laden Corporation membangun jembatan tanpa kolom di tengahnya. Tempat pelemparan ula, wusta, dan aqabah jaraknya sangat berdekatan, sehingga jembatan dibangun hanya dengan panjang 600 meter dan lebar 90 meter. Jamaah juga bisa melempar jumrah tanpa harus saling berpapasan, sehingga lebih aman. Luar biasa memang, karena miliaran dolar tersebut dibelanjakan untuk membangun proyek yang hanya dipakai tiga hari saja setiap tahunnya. Di Mina setiap tahun memang hanya ramai pada waktu jamaah haji mabit, yaitu bermalam beberapa hari saja. Selebihnya, kota tua tempat Nabi Ibrahim melempari setan pengganggu dan tempat Nabi Ibrahim akan menyembelih putranya, Nabi Ismail, itu merupakan kota yang sepi dihuni oleh beberapa penduduk yang bekerja sebagai penjaga dan tenaga kebersihan. Hampir tidak ada bangunan permanen di Mina, yang tampak adalah tenda-tenda kerucut warna putih tempat para jamaah menginap. (adv)

TALANG

HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI

PEDULI - Pemberian perangkat sekolah kepada siswa miskin pada puncak Idul Adha, di SDN Pekiringan 02 Talang, kemarin.

Latih Kepedulian Anak Didik TALANG - Menginjak tahun ketiga budaya berkurban dihari raya Idul Adha, kembali digelar di halaman SDN Pekiringan 02 Talang, Senin (7/11) pagi kemarin. Dimana dari iuran siswa tahun ini, mampu diwujudkan dalam bentuk 2 ekor kambing dan diback up 4 ekor kambing titipan para guru. Kepala Sekolah SDN Pekiringan 02, Suherdi SPd SD, mengakui, terwujudnya hewan kurban dari anak didik ini berasal dari iuran rutin setiap hari Jumat, yang telah digulirkan selama dua bulan sebelum Idul Adha berlangsung. “Budaya Jumat Jariah ini sudah berlangsung selama tiga tahun. Dimana anak-anak diwajibkan jariah minimal Rp 1.000 dari kelas I hingga VI,” terangnya. Dari sini, pihak sekolah ingin membudayakan kepedulian anak dan melatih mereka agar kelak dikemudian hari mau memberikan jariah untuk saudara yang membutuhkannya. Upaya menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi visi Kabupaten Tegal itu, menjadi inspirasi pihak sekolah untuk mempertahankan budaya jariah tahun berikutnya. Para siswa juga dikenalkan bagaimana cara memotong hewan kurban berikut pendistribusiannya sesuai dengan aturan yang telah diajarkan agama. Diungkapkannya, dari tahun ketahun hewan kurban yang berhasil terkumpul, cenderung mengalami peningkatan. Dia juga menyatakan, dari iuran tiap Jumat kepada seluruh anak didik yang berjumlah 305 siswa tersebut, daging kurban nantinya juga akan diserahkan kembali kepada siswa. “Diharapkan siswa bisa menikmati daging kurban dan tertanam jiwa peduli pada sesama. Sisa dari daging kurban itu baru akan dibagi kepada warga di sekitar sekolah yang membutuhkan,” ujarnya. Sebelum ritual penyembelihan hewan kurban dilakukan, pihaknya juga sempat memberikan bantuan buku Bahasa Jawa untuk satu siswa satu buku, yang diambilkan dari dana BOS pendamping. “Sisa dari anggaran yang ada, kami alokasikan untuk pemberian alat tulis, seragam sekolah, berikut sepatu kepada 70 siswa dari keluarga miskin. Dari kegiatan ini, diharapkan anak-anak terpacu untuk lebih giat lagi belajar guna bisa bersaing dengan siswa yang lebih mampu,” cetusnya. (her)

BALAPULANG - Pendataan untuk keperluan E-KTP, masih berlangsung. Namun meski bersifat percontohan, keyakinan bisa selesai secara keseluruhan di Kabupaten Tegal, masih disangsikan. Bahkan sesuai informasi, skala Nasional pun diyakini tidak bakal selesai tepat waktu. Hal itu dikarenakan banyak faktor dan kendala yang harus diperhatikan, khususnya keterbatasan waktu dan keteresediaan peralatan, serta SDM. Begitupun yang terjadi di Kabupaten Tegal, hampir 18 kecamatan yang ada, meragukan jika pendataan E-KTP di tingkat kecamatan bisa selesai tepat waktu yaitu akhir tahun 2011. Bahkan, pertimbangan kemampuan pelayanan terhadap masyarakat yang dalam sehari 200 warga, dengan jumlah wajib KTP yang ada, dan sisa waktu, sangat diyakini pendataan E-KTP tidak akan selesai. Salah satunya seperti yang nampak di Kecamatan Balapulang. Dimana pemerintahan kecamatan memperkirakan bahwa ketersediaan waktu yang ada, dirasa masih sangat kurang terkait proses pendataan EKTP. “Makanya, kami dan rekan-rekan camat yang lain sedang meminta perpanjangan waktu kepada Dinas Dukcapil Pemkab Tegal,” ucap Camat Balapulang, Suharinto. Dikatakannya, selain perpanjangan waktu juga permintaan peningkatan SDM dan penambahan peralatan dari konsorsium Depdagri, terkait pelaksanaan E-KTP. Kondisi tersebut tidak hanya dikeluhkan Kecamatan Balapulang saja, melainkan hampir semua keca-

M GHONI/RADAR SLAWI

PENDATAAN E-KTP - Sejumlah warga Kecamatan Balapulang tengah melaksanakan pendataan E-KTP yang digelar di pendopo kantor kecamatan setempat.

matan yang ada di Kabupaten Tegal. Disisi lain Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Dakir SH, membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya meminta kepada Dinas Dukcapil selaku leading sector penyelenggara E-KTP, untuk mencarikan solusi. Setidaknya ada perpanjangan waktu dan menindaklanjuti keinginan kecamatan. Sedang terkait dengan kebutuhan anggaran, idealnya didukung oleh Pemerintah Pusat, karena keterbatasan anggaran yang

Lanjutan Pembangunan Terpaksa Ditunda TMP dan Rehab Gedung Perpusda LANJUTAN Pembangunan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Tegal, harus ditunda. Pasalnya, status kepemilikan lahan TMP sampai saat ini belum jelas. Kepada instansi terkait diminta agar menyelesaikan terlebih dahulu kejelasan kepemilikan lahannya itu. Selain kelanjutan pembangunan TMP, kegiatan rehab gedung Perpusda juga harus tertunda. Pasalnya, pembangunan gedung tersebut belum lama selesai. Sehingga, dianggap kurang tepat jika dilakukan penganggaran apalagi untuk rehab perbaikan. Meski demikian, legislatif setempat sangat mendukung kelanjutan pembangunan dan pengerjaan akhir TMP selama jelas bukti kepemilikan lahannya. Sedang untuk perbaikan Perpusda, legislatif berharap agar instansi terkait melakukan upaya perbaikan kerusakan bersama rekanan penggarap. “Jadi, tidak ada maksud legislatif menghalangi keinginan itu,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Ka-

bupaten Tegal, dr HM Budi Sutrisno MKes, Senin (7/ 11). Dikatakan dia, selama ini ada kekhawatiran jika legislatif tidak akan menyetujui penganggaran pembangunan TMP, karena kejelasan lahan belum selesai. Sedang tentang Perpusda, legislatif merasa kurang etis dan ragu karena bangunannya yang masih baru tetapi kemudian dianggarkan untuk rehab atau perbaikan karena kebocoran. “Kesannya kurang etis dan mengkhawatirkan jika dianggarkan baru lagi. Bukan melihat besaran nilainya,” ucap dia. Sementara, lanjutnya, terkait asumsi jika tidak teranggarkannya pembangunan kelanjutan TMP maupun rehab Perpusda ditahun 2011 karena dihambat legislatif, hal itu sama sekali tidak benar. Karena, menurutnya, legislatif layak mengkhawatirkan dua penganggaran yang realitanya juga masih perlu dipertanggungjawabkan. “Kami dan Komisi IV siap mendukung kelanjutan TMP, selama realisasi kepemilikannya jelas. Sedang Perpusda, butuh pembahasan di tingkat komisi,” pungkasnya. (gon)

M GHONI/RADAR SLAWI

TMP - Nampak bangunan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Tegal yang masih belum tertata rapi, tapi pada tahun 2011 ini Pemkab Tegal tidak melanjutkan pembangunannya.

dimiliki pemerintah Kabupaten Tegal. “Dukungan anggaran untuk E-KTP ? Saya tidak yakin jika Pemkab Tegal mampu memenuhinya. Saat ini saja anggaran yang ada sangat terbatas,” cetusnya. Kondisi itu disadari betul oleh Dinas Dukcapil Pemkab Tegal. Bahkan, dinas itu berencana menambah dua perangkat untuk pendataan E-KTP bagi setiap kecamatan. Disamping itu, memberikan toleransi perpanjangan waktu sampai April

tahun 2012. Namun, yang menjadi ganjalan adalah pendanaan. Idealnya sesuai PP 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Daerah, Kependudukan, dan Catatan Sipil, harus ada anggaran dari daerah setempat. “Ini yang masih menjadi kendala. Namun tanpa membandingkan dengan daerah lain, mendasari PP 38 tahun 2007, mereka mengupayakan pendanaan untuk itu,” kata Kabid Pengelolaan Data dan Dokumentasi kependudukan (PDDK) Disdukcapil

Pemkab Tegal, Drs Saeful Mizan, saat ditemui di kantornya, kemarin. Menurut dia, sesuai PP itu, kependudukan dan catatan sipil merupakan kewajiban daerah setempat. Dari sinilah pihaknya berharap agar terkait dengan EKTP khususnya pendataan, Pemkab Tegal bersedia mengeluarkan anggaran. “Kami kira, sangat pantas jika daerah membantu pendanaan khususnya saat perpanjangan pendataan E-KTP,” pungkasnya. (gon)

Relokasi Tunggu Rampungnya Tobong LANGKAH relokasi pengrajin kapur yang berada di areal Kali Grugah yang membentang sepanjang ruas jalan Jatibarang - Margasari, ke areal pegunungan Desa Karangdawa Kecamatan Margasari, dimungkinkan baru bisa teralisasi 2013 mendatang. Pasalnya, untuk menampung pengrajin kapur di tempat yang baru itu dibutuhkan 16 tobong. Sementara, saat ini baru 2 unit tobing yang mampu diselesaikan dengan dukungan dana APBD senilai Rp 38 juta. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tegal, Ir Hj Khoffifah MM, didampingi Kabid Pengendalaian Pencemaran Lingkungan, Siswoyo, menyatakan, pembangunan dua unit tobong dari bantuan APBD tersebut sebagai langkah awal relokasi industri kapur yang kini mulai diresahkan masyarakat sekitar. “Tahun 2012 mendatang, kami akan mengusulkan bantuan ke Provinsi untuk pembangunan 12 tobong. Sisa 2 tobong lagi akan kami usahakan meminta bantuan dari APBD II,” terangnya, Senin (7/ 11) kemarin. Dengan bertahapnya pencarian anggaran pembuatan tobong tersebut, dipastikan akan membuat langkah relokasi akan berjalan mengikuti ketersediaan tobong di lahan baru. “Memang, idealnya di areal relokasi maksimal harus ada 16 tobong. Dimana perhitungan untuk satu buah pengadaan tobong, senilai Rp 40 juta. Namun lantaran keterbatasan anggaran yang ada, kita akan membuat tobong dengan nominal Rp 18 juta per unitnya,” terangnya.

HERMAS PURWADI/RADAR SLAWI

TEMU PENGRAJIN - Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH Kabupaten Tegal, Siswoyo (kedua kanan), saat bertatap muka dengan pengrajin kapur membahas rencana relokasi paska penyediaan tobong, kemarin.

Dengan selesai dibangunnya dua unit tobong ditahun ini, harapan meminimalisir keluhan warga bisa terwujud karena pencemaran udara bisa ditekan, sejalan dengan terhamburnya limbah ke udara. Dia tak menampik, komplain warga di sekitar home industi pengolahan kapur tersebut selain mencemari perumahan, juga perlu dipecahkan masalah limbah abu yang dibuang pengrajin ke aliran sungai. Pembuangan limbah yang belum tertata dengan baik ini juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi BLH. “Dari survai lokasi memang ditemui limbah kapur yang berbentuk abu, banyak yang dibuang pengrajin ke sungai. Ini jelas berdampak pada lahan pertanian yang berada di bawahnya. Dimana lahan pertanian itu menggunakan air sungai tersebut untuk mengairi sawahnya. Dari banyaknya

komplain itulah yang mendorong kami melakukan relokasi pengrajin kapur dari pemukiman warga. Dimana relokasi untuk penyediaan lahan, elah diwujudkan oleh Kopinkra (Koperasi Pengrajin Kapur, Red),” cetusnya. Permasalahan rupanya tidak berhenti sampai disini. Untuk merelokasi sedikitnya 70 pengrajin kapur tersebut, juga memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Disinilah BLH akan berupaya secara bertahap melakukan relokasi pada pengrajin yang ada di areal pemukiman penduduk. Diakuinya, dari keberadaan pengrajin kapur yang tersebar di pemukiman warga saat ini terdapat sedikitnya 21 tobong yang letaknya berdekatan dengan sekolah, sungai, dan jalan raya. Kepulan asap dari proses pembuatan kapur itu sangat mengganggu pelajar, petani, dan juga pengguna jalan. (her)


RADAR BREBES

8

SELASA 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih RSIA Mutiara Bunda Tanjung Brebes RS Dera As Syifa Banjarharjo Brebes Hotel Dedy Jaya Brebes RS Dedy Jaya

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481 (0283) 877222 (0283) 889588/ 889548 (0283) 673133 / 673158 (0283) 672145/ 672525

WONGE DEWEK Upayakan Pembinaan Ekstrakurikuler SEBAGAI sekolah yang kerap mendapatkan juara, MI Miftahul Atfal 01 Kedawon, Kecamatan Larangan terus berupaya mengembangkan prestasi tersebut di ajang kejuaraan yang ada. Bahkan untuk meningkatkan prestasi yang pernah diraihnya, saat ini sekolah tersebut sedang mengupayakan untuk mendapatkan pembina ekstrakurikuler di beberapa bidang olahraga. Kepala MI Miftahul Atfal 01 Kedawong, Fathul Imam SPdI saat ditemui Senin (7/11) menuturkan, kegagalan atlet sekolahnya dalam kejuaraan Pekan Olahraga Hari Besar DOK. RATEG (Porhab) Kantor Kementrian Fathul Imam Agama beberapa pekan lalu menjadi perhatian sendiri bagi sekolah. Ia mengaku, dalam Porhab tahun ini peserta dari sekolahnya memang tidak mendapatkan juara dalam beberapa bidang yang dilombakan. Kegagalan tersebut, jelas Imam, lantaran saat ini sekolah belum mendapatkan pembina ektrakurikuler yang potensial. Untuk itu, guna mengembalikan prestasi tersebut, saat ini sekolah sedang berupaya keras untuk mendapatkan pembina (pelatih) untuk mengajar siswanya. Dalam kejuaraan Porhab 2011 kemarin, MI Miftahul Atfal 01 mengirimkan atlit bola voli, bulu tangkis dan lari. Namun mereka gagal untuk maju ketingkat kabupaten lantaran telah tersisihkan di tingkat kecamatan. “Namun demikian, pada tahun-tahun berikutnya sekolah akan mengupayakan agar bisa mendapatkan kembali prestasiprestasi yang pernah diraihnya,” ujarnya. (har)

AJIB AH... Omzet Pengepul Kulit Meningkat BUMIAYU - Peringatan Idul Adha yang baru saja dilalui, membawa berkah tersendiri bagi pegumpul kulit, baik kulit sapi maupun kambing. Di Kecamatan Bumiayu terdapat dua pengepul besar kulit, di antaranya adalah Anton Farid (32) yang membuka usahanya di kawasan Pasar Hewan Bumiayu. Ditemui di tengah kesibukannya Senin (7/11), Anton membenarkan bawa saat-saat setelah peringatan Idul Adha merupakan puncak kesibukannya sebagai pengepul kulit. “Penjual terus berdatangan semenjak siang hingga malam hari mengirimkan kulit, sampai kami terpaksa lembur,” ungkapnya. Dikatakan Anton, berbeda dengan tahun sebelumnya, pada peringatan Idul Adha tahun ini peningkatan jumlah sangat terlihat pada jenis kulit sapi. Di mana kata Anton, jika pada tahun sebelumnya sehari setelah Idul Adha terdapat 400 lembar kulit sapi yang terkumpul, pada hari kedua Idul Adha kemarin menjelang siang telah terkumpul 650 lembar. “Mugkin karena sekarang banyak warga yang memilih berkurban dengan sapi dibanding kambing. Justru untuk kiriman kulit kambing mengalami penurunan dibanding tahun lalu, dimana saat itu biasanya terkumpul sekitar 2.000 lembar kulit kambing, saat ini hanya 1.500 lembar saja,” terang Anton. Berbeda dengan jenis perdagangan lain, di tengah membludaknya stok di pasaran biasanya mengalami penurunan harga, namun untuk untuk perdagangan jenis kulit ini tidak demikian. Kondisi harga tetap stabil. “Untuk kulit sapi kita beli seharga Rp 12.000/kilogram, kambing Rp 25.000/kilogram dan domba Rp 50.00/kilogram,” jelas Anton. Sebelum dikirim ke perusahaan besar seperti di Wilayah Semarang dan Jawa Timur, kulit yang telah dibeli dari pengumpul ditaburi garam satu persatu, untuk kemudan ditumpuk. Proses tersebut ditujukan untuk menurunkan kadar air sekaligus untuk mengawetkan kulit hinga proses pengiriman. “Untuk satu ekor sapi, biasanya memiliki kulit seberat 20 kilogram lebih. Karenanya jika hari biasa saya hanya dibantu 1 orang karyawan, maka saat ini ada 10 orang lebih karyawan yang membantu,” kata Anton. (pri)

Kades Tuntut Kesejahteraan Temui DPRD BREBES - Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Praja Tali Asih menemui pimpinan DPRD Brebes, Senin (7/11). Kedatangan pengurus tersebut untuk menyampaikan tuntutan peningkatan kesejahteraan dan aspirasi warga desa. Poin yang menjadi tuntutan praja antara lain meminta peningkatan nilai anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), peningkatan TPAD, peningkatan dana Parimarma bagi Kades dan perangkat desa, permohonan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan tambahan bantuan biaya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). “Selama ini, Kepala Desa di Kabupaten Brebes kondisinya masih memprihatinkan, sementara perhatian pemerintah minim. Padahal, beban yang di-

pikul kades sangat berat,” ujar Ketua Praja Tali Asih Akhmad Tasdiq SH didampingi sekretarisnya Safii dan jajaran pengurus lainnya. Tasdiq menyebutkan, hingga saat ini pembangunan infrastruktur dan program lainnya bagi desa di Kabupaten Brebes sulit untuk berkembang akibat minimnya ADD yang mereka terima. Dibanding daerah lain, nilai ADD di Kabupaten Brebes terendah. “ADD paling kecil di Kabupaten Brebes hanya Rp 32 juta pertahun, sangat sulit untuk menjangkau kebutuhan pembangunan. Bandingkan dengan daerah tetangga, ADD minimal itu sebesar Rp 80 juta, jelas jauh berbeda. Kami berharap agar DPRD Brebes bisa memperjuangkan aspirasi kami ini,” katanya. Praja juga meminta tambahan TPAD untuk kades dan perangkat yang hanya sebesar Rp 450 ribu, agar ditingkatkan

di sepanjang jalan Amad Dahlan juga terdapat sejumlah sekolah. Dengan demikian sudah selayaknya jalan dengan tingkat aktivitas tinggi tersebut mendapat penanganan dan perhatian lebih,” kata Drajat. Mu’min (28) seorang pengendara ojek menambahkan, beberapa waktu lalu UPT Dinas Pekerjaan Umum (PU) wilayah Bumiayu melakukan penambalan dengan cara mengarug lubang jalan. “Tapi karena sering tersiram hujan dan tingginya aktivitas kendaraan di jalan tersebut, lubang kembali menganga. Semestinya untuk menangani kerusakan jalan disini tidak cukup dengan diarug saja, tapi juga langsung diaspal,” jelas Mu’min. Kasubsie Binamarga UPT Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang (TR) wilayah Bumiayu Imam Riyadi, membenarkan jika sebelumnya telah dilakukan penutupan lubang

seperti daerah tetanggan atau minimal sesuai dengan UMK Brebes. “Begitu juga parimarma kami minta ditambah lagi, karena beban kerja kami sangat berat. Untuk menikmati hari tua pensiun, parimarma Kades hanya

Rp 2 juta dan perangkat Rp 1 juta. Jelas tidak sebanding dengan pengorbanan kami,” ujar Tasdiq. Disamping itu, pihaknya juga meminta Pemkab memberikan Jamkesda bagi aparatur desa

Peternak Itik Pun Merugi KONDISI memprihatinkan kini dialami seluruh peternak itik di wilayah Kecamatan Bulakamba. Harga pakan ternak berupa bekatul yang terus naik, membuat peternak tidak bisa menikmati keuntungan. Selain itu, harga jual telur itik yang terus menurun juga menyebabkan beberapa di antaranya mengalami kerugian yang cukup besar. Seperti diungkapkan Anen (50), peternak itik asal Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba ini harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Saat ditemui di lokasi ternaknya, Anen menuturkan saat ini harga pakan berupa bekatul terus naik dari bulan-bulan sebelumnya. Bahkan saat ini harga bekatul di pasaran sudah mencapai Rp 2.700 perkilogram. Harga tersebut dianggapnya terlalu tinggi, mengingat harga telur itik terus menurun. Ia menjelaskan, pada bulan September lalu, harga bekatul di pasaran masih berkisar Rp 2.100 perkilogram. Harga tersebut masih terjangkau oleh peternak. Apalagi, tambah Anen, harga telur saat itu sedang naik lantaran adanya permintaan sangat besar untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Namun kondisi itu tidak bisa berlangsung lama. Beberapa bulan berikutnya, harga pakan

mulai naik, sedangkan harga jual telur terus menurun. “Untuk hari ini saja, harga jual telur itik hanya Rp 1.100 perbutir. Yang jelas ini sangat merepotkan. Saat ini bisa bertahan saja sudah untung,” keluhnya. Ia menambahkan, dirinya tidak tahu persis faktor kenaikan harga bekatul di pasaran. Tapi yang jelas kenaikan harga tersebut telah membuat kondisi peternak di desanya tidak bisa berkembang. Untuk itu, dirinya meminta agar Pemerintah Kabupaten Brebes bisa memberikan perhatian serius kepada peternak itik saat ini. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) Adem Ayem desa setempat, Atmo Suwito Rasban SE menuturkan, atas kondisi yang dialami peternak itik, seharusnya Pemkab bersama dengan DPRD bisa memberikan solusi atas kesulitan yang dialami peternak itu. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakaan dalam memberikan kemudahan bagi petani untuk memenuhi kebutuhan ternak. Seperti halnya saat ini, Pemkab bersama dengan DPRD bisa memberikan anggaran khusus bagi peternak itik dalam mendapatkan pakan. “Dana tersebut untuk mensubsidi peternak di saat harga pakan naik,” terang Mito. (harviyanto) HARVIYANTO/RADAR BREBES

Forum Peduli Ciregol Gelar Dengar Pendapat Bahas Penegakan Aturan BUMIAYU - Forum Peduli Ciregol akan menggelar dengar pendapat bersama sejumlah pemangku kepentingan guna membahas kondisi yang terjadi di tanjakan Ciregol. Termasuk upaya penanganan dalam rangka mememperpanjang usia jalan tersebut. Ketua Forum Peduli Ciregol Mochammad Jamil mengatakan, dalam kegiatan itu akan dilaksanakan pemaparan mengenai sejumlah upaya baik yang sudah, sedang dan akan diperjuangkan untuk kondisi Ciregol. “Kita juga akan memberikan pemaparan mengenai kondisi dari hasil investigasi Ciregol, baik secara teknis maupun non teknis,” jelasnya. Dengar pendapat akan digelar

di Aula Kantor Kecamatan Tonjong Selasa (8/11) dengan mengundang Muspika kecamatan yang ada di wilayah selatan Kabupaten Brebes, pengurus/pengusaha bus, Organda, pelaku ekonomi, LSM serta tokoh masyarakat. “Selain itu kita juga mengundang jajaran terkait di Pemkab Brebes, Polres dan Kodim 0713 Brebes. Tujuannya adalah melalui pertemuan tersebut diharapkan akan didapat kesepahaman apa dan bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk Ciregol ini,” kata Jamil. Sedangkan yang menjadi dasar atas dilaksanakan kegiatan itu adalah hasil dari musyawarah bersama tokoh masyarakat, ormas, LSM serta pengusaha menyusul masih banyaknya pelanggaran terhadap batasan beban muatan kendaraan yang melintas di Ciregol. (pri)

Lubang Jalan KH Ahmad Dahlan Makin Parah BUMIAYU - Jalan KH Ahmad Dahlan sepanjang lebih kurang 600 meter saat ini kondisinya sangat memperihatinkan. Jalan yang menghubungkan Polsek Bumiayu menuju simpang empat Langkap jalan lingkar Bumiayu itu penuh dengan lubang. Beberapa di antaranya hanya menyisakan lapisan batu tanpa aspal lagi. “Apalagi kalu sudah tersiram air hujan, kondisinya semakin parah dan membahayakan pengguna jalan,” ungkap Drajat (45), warga sekitar. Dikatakan, jalan yang merupakan akses utama baik sebagai penghubung terminal baru Bumiayu menuju kota Kecamatan tersebut merupakan jalur pendidikan, sehingga semestinya mendapat prioritas dalam perbaikannya.”Keberadaannya sangat vital, sebab menghubungkan terminal Bumiayu menuju pusat kegiatan ekonomi warga di jalan utama Bumiayu. Selain itu

ISMAIL FUAD/RADAR BREBES

TEMUI PIMPINAN – Paguyuban Praja Tali Asih Kabupaten Brebes menemui pimpinan DPRD, kemarin.

sebagai bentuk jaminan perlindungan kesehatan mengingat resiko kerja yang dihadapi juga tidak ringan. “Kami juga meminta bantuan biaya Pilkades ditambah, jika perlu dibiayai oleh APBD, bukan dari perseorangan pendaftar lagi. Apalagi, tahun 2013 nanti akan ada kegiatan Pilkades di 140 desa jadi harus dipikirkan dari sekarang. Jika di daerah tetangga bantuan dan Pilkades mencapai Rp 20 juta di Kabupaten Brebes hanya Rp 8 juta. Kami juga minta dewan memperjuangkan,” tandasnya. Kehadiran mereka diterima langsung Wakil Ketua DPRD Brebes HM Asmawi Isa SH. Menurut Asmawi, pihaknya dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan dari Paguyuban Praja Tali Asih. “Apa yang menjadi tuntutan dari para Kades, secepatnya akan kami tindak lanjut bersama pihak terkait,” kata Asmawi. (ism)

PANTAU TERNAK - Ketua KTTI Adem Ayem Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba saat memantau ternak itik milik petani desa setempat.

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Brebes dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tegal akan melaksanakan penjualan di muka umum / lelang eksekusi berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan Nomor 4 Tahun 1996 terhadap tanah dan atau bangunan tersebut di bawah ini : 1. Debitur : HAJJAH MARYATI binti SUDARJO 1.1.Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 98 seluas ± 210 M2 an. Maryati binti Sudardjo berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Ds. Petunjungan, Kec. Bulakamba, Kab. Brebes; Harga Limit Rp 548.500.000,Uang Jaminan Rp 110.000.000,1.2.Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 99 seluas ± 330 M2 an. Hajjah Maryati berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Ds. Petunjungan, Kec. Bulakamba, Kab. Brebes; Harga Limit Rp 67.200.000,Uang Jaminan Rp 14.000.000,2. BATAL 3. Debitur : BUDI ARUKO dh. KWEE HOK YOE Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 1168 seluas ± 980 M2 an. Budi Aruko dh. Kwee Hok Yoe berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri diatasnya terletak di Ds. Cigedog, Kec. Kersana, kab. Brebes; Harga Limit Rp 834.000.000,Uang Jaminan Rp 167.000.000,4. Debitur : WARTINI Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 1040 seluas ± 120 M2 an. Hajjah Wartini berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Kel. Limbangan Wetan, Kec. Brebes, Kab. Brebes; Harga Limit Rp 164.000.000,Uang Jaminan Rp 33.000.000,5. Debitur : UMI CASIDAH BINTI TANYAN 5.1.Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 988 seluas ± 16.920 M2 an. Umi Casidah binti Tanyan

berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Ds. Randusanga Kulon, Kec. Brebes, Kab. Brebes; Harga Limit Rp 90.000.000,Uang Jaminan Rp 18.000.000, 5.2.Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 987 seluas ± 760 M2 an. Tasripah binti Kasip berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Ds. Randusanga Kulon, Kec. Brebes, Kab. Brebes; Harga Limit Rp 230.000.000,Uang Jaminan Rp 46.000.000,6. Debitur : AGUS SETIAWAN 6.1.Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 672 seluas ± 625 M2 an. Agus Setiawan berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Ds. Jatibarang Lor, Kec. Jatibarang, Kab. Brebes; Harga Limit Rp 785.000.000,Uang Jaminan Rp 157.000.000,6.2.Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 02148 seluas ± 904 M2 an. Agus Setiawan berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Ds. Jatibarang Lor, Kec. Jatibarang, Kab. Brebes; Harga Limit Rp 1.510.000.000,Uang Jaminan Rp 302.000.000,7. Debitur : ELMAH NURKHIKMAH Sebidang tanah sesuai SHM Nomor 25 seluas ± 237 M2 an. Elmah Nurkhikmah berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya terletak di Ds. Sutapranan, Kec. Dukuhturi, Kab. Tegal; Harga Limit Rp 202.655.000,Uang Jaminan Rp 41.000.000,-

Waktu / Tempat Lelang : Hari / Tanggal : Selasa, 22 Nopember 2011, pukul 10.00 WIB, Tempat : PT BRI (Persero) Tbk Kantor Cabang Brebes / Jl. Dr. Wahidin No. 1 Brebes

TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES

BERBATU - Salah satu kerusakan di Jalan KH Ahmad Dahlan yang hanya menyisakan batu, sehingga cukup membahayakan bagi pengguna jalan.

dengan menggunakan material base cost. “Saat ini kondisinya memang kembali berlubang, namun keru-

sakan di sana sudah masuk dalam prioritas perbaikan. Diharapkan secepatnya akan dapat teratasi,” kata Imam. (pri)

Syarat-syarat Lelang : 1. Peminat / calon peserta lelang wajib menyetor uang jaminan sebagaimana tercantum pada masingmasing nomor melalui rekening KPKNL Tegal No. 0101-01-000603-30-1 pada PT. BRI (Persero) Cabang Tegal paling lambat / harus sudah efektif 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang dan untuk uang jaminan sampai dengan Rp 20.000.000,- dapat disetorkan langsung ke Bendahara Penerimaan KPKNL Tegal atau Pejabat Lelang paling lambat sesaat sebelum pelaksanaan lelang. 2. Pemenang lelang diwajibkan membayar pelunasan harga lelang dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah ditunjuk sebagai pemenang lelang. 3. Apabila pemenang lelang tidak melunasi kewajibannya, maka dinyatakan Wanprestasi dan uang jaminan lelang disetorkan ke Kas Negara sebagai pendapatan jasa lainnya serta peserta lelang akan dimasukkan ke dalam DAFTAR HITAM LELANG. 4. Peserta lelang yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminannya tanpa potongan dengan menunjukkan asli bukti setoran, dan identias diri. 5. Penyetor uang jaminan tidak dapat menuntut ganti rugi apabila lelang dibatalkan. 6. Penawaran lelang dilakukan secara lisan dengan harga semakin meningkat. 7. Peminat/calon peserta lelang dapat melihat kondisi barang sejak pengumuman diterbitkan sampai dengan sebelum pelaksanaan lelang; Penjelasan lelang dan informasi lainnya dapat menghubungi PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.Cabang Brebes, Jl. Dr. Wahidin Nomor 1 Brebes, Telp. (0283) 671760, 671761, atau KPKNL Tegal, Jl. KS Tubun No. 12, Tegal Telp. (0283) 325011. Brebes, 8 Nopember 2011 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Brebes Ttd. Dwi Kusmaryoto Pemimpin Cabang


SAMBUNGAN

SELASA 8 NOPEMBER 2011

9

RADAR TEGAL

MAIA ESTIANTY

TITI SJUMAN

Kecewa Al Merokok FOTO-FOTO Al, putra pertama pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty saat pesta halloween dan sedang merokok beredar. Hal ini rupanya membuat Maia sangat kaget dan terpukul. Maia yang ditemui di rumahnya, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (7/11) mengungkapkannya. “Waktu saya bangun siang kaget lihat foto anak saya sedang merayakan halloween. Itu di rumah saya, tapi emang jam 19.00-23.00 saya nggak ada di tempat, saya juga kerja buat halloween. Dia bilang mau merayakan, jadi saya sediakan. Saya baru tahu dari media, Al bilang itu bukan yang pertama. Saya tegur dia, itu dilarang di agama, dia minta maaf dan berjanji tidak mengulangi dimanapun,” papar Maia panjang lebar. Maia menambahkan, bahwa sela-

Rawat Anak Bareng Suami MESKI sibuk dengan aktivitas musik dan film, Titi Sjuman tetap menyempatkan waktu untuk merawat anaknya. Dia dan Wong Aksan selalu berbagi tugas sehingga sang anak tak pilih ingin bersama Ayah ataupun Ibunya. “Kalau main sama ayahnya, kalau mau tidur sama ibunya. Aku dan Aksan itu selalu satu suara, biar anak nggak pilih salah satu,” paparnya. Titi bersyukur karena pekerjaannya bisa dilakukan di rumah bersama suaminya. Namun saat dia harus bekerja di luar rumah, Titi tak khawatir karena ada Aksan yang menjaga anaknya. “Kalau aku lagi keluar, anak sama Aksan. Kami memberikan yang terbaik buat anak-anak. Toh, sibuknya juga nggak setiap hari,” ujar Titi yang selalu melibatkan anak di kegiatan rumah. “Sering mengajak masak bareng anak juga, bersihin rumah ramai-ramai,” tukasnya saat ditemui di RCTI, Kebon Jeruk, Jakbar, Senin (7/11). (kpl)

ma ini Al jarang datang ke rumahnya. Dirinya bahkan bertanya dari mana sang putra belajar merokok, karena selama ini Al tinggal bersama ayahnya, Ahmad Dhani. Dan Maia mengaku tidak mengetahui cara Dhani mendidik ketiga putranya. “Saya agak tertampar dengan kejadian ini. Saya sudah memberi teguran yang sangat keras karena saya nggak suka. Dia sudah sangat meminta maaf. Al ini kan jarang sekali bersama saya, dia kan jarang tidur di rumah. Sebagai seorang ibu saya sangat kecewa,” tutup mantan istri Ahmad Dhani ini. Foto-foto Al, putra pertama Dhani dan Maia beredar saat merayakan halloween di rumah Maia. Dan karena foto tersebut, Dhani bahkan sempat mengancam melarang ketiga putranya untuk datang ke rumah Maia. (kpl)

JUSTIN BIEBER

Serang Balik Mariah Yeater! USAHA Justin Bieber untuk meyakinkan publik bahwa dirinya bukan ayah dari bayi Mariah Yeater rupanya tidak mainmain. Setelah mengungkapkan dengan lantang bahwa dirinya tidak mengenal Mariah, penyanyi 17 tahun ini juga sepakat untuk melakukan tes DNA. Dilansir dari aceshowbiz, Justin yang diwakili oleh pengacaranya telah memberi tahu pihak Mariah bahwa pelantun tembang ‘Baby’ itu akan melakukan tes DNA setelah pulang dari Eropa

sekitar dua minggu lagi. Dengan demikian, pihak Justin menyatakan akan membungkam mulut Mariah dengan hasil tes tersebut. Anehnya, sebagaimana yang dilaporkan oleh TMZ, pengacara Mariah justru tampak ragu-ragu dan keder ketika pengacara Justin menyatakan setuju untuk melakukan tes DNA. Namun terlepas dari itu, saat ini Justin sendiri sudah siap untuk menghadapi kasus ini. Selain itu, dikatakan pula bahwa Justin dan timnya akan mem-

buktikan pada Mariah dan pengacaranya bahwa mereka ada di posisi yang benar. Mereka juga ingin memberi pelajaran pada pihak Mariah agar tahu akibatnya jika berani bermain-main dengan selebritis seperti Justin. Justin sendiri sebelumnya telah dituduh menghamili seorang wanita bernama Mariah Yeater hingga melahirkan seorang anak laki-laki. Mariah mengaku telah diajak berhubungan intim tanpa pengaman dan hanya dalam waktu 30 detik. (kpl)

KLH Siapkan 29.000 Pohon dari halaman 3 mengambil, dengan satu catatan harus ditanam dan dipelihara. “Sebanyak 29 ribu pohon yang disiapkan, terdiri dari 5.000 pohon mangga, 5.000 mahoni, 5.000 sengon, 5.000 jabon, 5.000 pohon glodogan, 3.000 ketapang, dan 1.000 tanjung. Dengan demikian, sampai akhir tahun 2011, ada 57 ribu pohon berbagai jenis yang ditanam. Dengan rincian, tahun 2010 ada 10.000 pohon. Lalu tahun 2011 awal ada 26 ribu pohon, dan 29 ribu pohon berbagai jenis mulai tanggal 20 November 2011 akan

mulai ditanam. Penanaman pohon kami mulai dari PNS. Semua PNS di lingkungan Pemkot yang jumlahnya sekitar 4.000, bakal diberi 1 pohon mangga. Mereka diminta menanam pohon tersebut, sekaligus merawatnya.” Dia mengungkapkan, melalui HUT Korpri ke-40, pihaknya akan lebih memantapkan sekaligus mensukseskan Gerakan Nasional Penanaman Satu Miliar Pohon. KLH mengajak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), guna berpartisipasi dengan melakukan penanaman pohon ke kompleks perkan-

toran, pekarangan rumah, atau lokasi lain yang memungkinkan. “Tujuan kami, menambah tutupan lahan dan hutan, mencegah longsor serta banjir. Selain menyerap karbon dioksida akibat perubahan iklim, lalu penyediaan bahan baku industri pengelohan kayu, pangan, dan energi terbarukan,” tuturnya. Sedangkan untuk penghijauan sepanjang tanggul atau bantaran sungai, Sugeng menegaskan, pihaknya bekerja sama dengan BPSDA, berkaitan penanaman pohon maupun penghijauan sepanjang sungai. Dengan demikian, target luasan

KIM KARDASHIAN ruang terbuka hijau (RTH) Kota Trgal bertambah. Bahaya longsor tanggul sungai dapat diminimalisir, dan yang terpenting penceramaran udara yang cukup parah mampu ditanggulangi. “Ini merupakan program bukan asalasalan. Kami butuh dukungan dan partisipasi semua elemen masyarakat,” imbuh Sugeng. Sementara anggota Komisi III DPRD, Rofi’i Ali mendukung langkah KLH, guna menggerakkan penanaman pohon pada PNS, dan masyarakat Kota Tegal. Karena dengan langkah ini, diharapkan tingkat pencemaran dapat diminimalisir. (hun)

Kritik Pelaksanaan Program Tegal Cerdas dari halaman 3 harian sekolah. Selanjutnya, Kompaas bakal menggalang dana, melalui pundi amal pendidikan. Langkah ini ditempuh, demi memberikan supported kepada siswa yang mengalami hambatan kebutuhan hari sekolah. Menurut Ketua Kompass UPS Tegal, Deski Danu Aji, di sela-sela pemberian bingkisan seragam sekolah di SDN Panggung 13, saat ini pihaknya baru melakukan survei di SDN negeri masuk Kecamatan Tegal Timur dan Tegal Barat. Untuk Kecamatan Tegal Selatan maupun Kecamatan Margadana, sekolah-sekolah swasta dan SMP/ MTs akan dilaksanakan ke depan. Kalau melihat sample di Kecamatan Tegal Timur dan Tegal Barat, jumlah siswa SD negeri yang memerlukan pemenuhan kebutuhan harian saja jumlahnya ratusan. Apalagi kalau survei dikembangkan, mungkin jumlahnya mencapai 1.000. “Hasil pendataan jadi database kami. Dana yang terhimpun dalam pundi amal pendidikan Tegal Cerdas, segera

disalurkan pada siswa yang masuk dalam database Kompass. Kami akan membuat laporan terbuka secara priodik, atas dana yang terkumpulkan dan penyalurannya.” Dia menambahkan, melihat kinerja dan politicalwill Pemkot, Program Tegal Cerdas yang dicanangkan hanyalah utopia dan dinilai tak serius. Sebab terlihat pada oroentasi indikatornumerik sebagai tolak ukur keberhasilannya. Padahal keberhasilan pendidikan dan Tegal Cerdas mengatasi problem pendidikan di lapangan. Bukan sekadar membuat regulasi Raperda Pendidikan, peningkatan kesejahteraan pendidik serta akal-akalan perhitungan. “Sebagai bentuk konkrit menekan angka putus sekolah. Kami bakal melakukan survei di semua lini tingkatan pendidikan. Kami juga mengkaji kendala dan solusinya. Dengan harapan ke depan angka putus sekolah di Kota Tegal 0. Bukan sebatas formalitas Program Tegal Cerdas yang dicanangkan Pemkot,” tutur Deski lagi. KEPEDULIAN

Di tempat sama, Kepala SDN Panggung 13, Tri Agustina menyatakan terima kasih atas kepedulian mahasiswa, dan elemen masyarakat akan masalah pendidikan yang dihadapi siswa-siswanya. Dengan langkah baik ini, pihaknya berharap target anak putus sekolah sampai 0 dapat tercapai. “Kalau semua masyarakat memiliki kesadaran semacam ini, kami yakin angka putus sekolah tak akan lagi ada di Kota Tegal.” Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kota (DKT) Tegal, H Sisdiono Ahmad SPd mengungkapkan, Program Tegal Cerdas yang dicanangkan Pemkot tahun 2011, tidak dibarengi kecerdasan Pemkot. Masalah biaya pendidikan tidak menjadi perhatian. Saat ini memang bantuan untuk SD cukup banyak. Dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp480 ribu/tahun/siswa atau Rp39 ribu/bulan/anak. Bantaun dari Pemkot Rp10 ribu/bulan/anak, dan dari Propinsi Rp2.500/ bulan/anak. “Sehingga jumlah bantuan untuk siswa SD setiap bulan Rp51.500. Jumlah ini belum

memenuhi kebutuhan. Sebab sesuai perhitungan Pemkot, kebutuhan biaya sisawa SD setiap bulan Rp65 ribu. Awalnya Pemkot mengalokasikan bantuan Rp12.500/bulan/anak. Namun tahu ada bantuan dari Propinsi sebesar Rp2.500/bulan/anak, bantuan Pemkot dikurangi jadi Rp10.000/bulan/anak. Kalau ingin memrnuhi kebutuhan biaya, Pemkot justru menambah jumlah bantuan, atau setidaknya tetap. Bukan malah mengurangi jumlah bantuan, itu menandakan Pemkot dan DPRD tidak cerdas,” paparnya. Rektor UPS Tegal, Prof Dr Tri Jaka Kartana menyatakan, pihaknya sebagai pimpinan Perguruan Tinggi (PT) di Kota Tegal, sangat mendukung langkah Kompass dan elemen masyarakat, yang peduli terhadap masalah pendidikan. Karena pendidikan merupakan aset Pemkot yang tak akan berkurang. Tapi justru membentuk sebuah peradaban. “Kami akan memback-up kegiatan ini, demi terwujudnya cita-cita bersama menekan angka putus sekolah.” (m sekhun)

Bukti Meningkatnya Kepercayaan Masyarakat dari halaman 3 Muhammad Sulaiman SAg, pemilihan pemotongan hewan dilakukan hari ini (kemarin). Tujuannya memberi kesempatan pada siswa dan guru, untuk berkegiatan kurban di rumah atau wilayahnya masingmasing pada hari H Idul Adha. Ketika berkegiatan kurban di sekolah sudah tidak ada tanggungan dan semuanya dapat hadir. “Kemarin kami biarkan guru dan siswa ber-Idul Adha di tempatnya masing-masing. Hari ini giliran ber-Idul Adha di sekolah,” ujarnya di sela-sela pemotongan hewan kurban. Dia menambahkan, dibandingkan tahun lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong me-

ningkat signifikan. Jika tahun lalu hanya memotong 1 ekor sapi dan 5 kambing. Tahun ini sekolah memotong 15 ekor kambing serta 3 ekor kambing. Artinya, dengan peningkatan jumlah hewan kurban yang dipotong, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap SMK Muhammadiyah makin meningkat. Karena itu Kepala SMK Muhammadiyah Drs Riswanto berharap, tahun 2012 mendatang jumlah hewan kurban yang dipotong lebih banyak. Untuk sapinya bisa mencapai 6 ekor. Lebih lanjut Sulaiman menandaskan, dari total hewan kurban yang dipotong, setelah dilakukan perhitungan kasar, menjadi kurang lebih 1.040 kan-

tong daging. Dengan berat satu kantongnya 5 ons atau setengah kilogram. Sementara untuk kupon yang dibagikan total 1.200 lembar. Itu diberikan pada masyarakat sekitar sekolah, siswa, dan daerah sasaran, yakni Jalan Timor Timur atau Perumahan Sub Inti. “Kupon kami bagikan Jumat dan Sabtu (4-5/ 11) lalu. Daging mulai dibagikan pada yang berhak pukul 11.00.” Di tempat sama, Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bidang Kesiswaan, Muhammad Ali Makmuri menambahkan, pelaksanaan pemotongan hewan kurban panitiannya dari siswa (OSIS dan IPM) serta guru. Sedangkan hewan-hewan yang dipotong, untuk kambing 10 ekor dari siswa dan 5 ekor

dari orang tua siswa yang mempercayakan pemotongan di sekolah. Kemudian sapinya seekor hasil gotong royong, sedang dua ekor lainnya dari para guru. “Adanya kepercayaan masyarakat memotongkan hewan kurbannya ke sekolah. Lantaran dalam pendistribusiannya tepat sasaran. Tahun ini dari 1.200 kupon, yang diberikan untuk siswa 600 lembar. Sisanya diberikan pada warga di Perumahan Sub Inti,” tuturnya. Dari hasil pantauan, kendati jumlah kupon yang dibagi mencapai ribuan, namun saat pembagian tidak sedikitpun terjadi desak-desakan antarwarga. Semua orang mengambil jatahnya secara tertib dan teratur. (adi mulyadi)

Diam-Diam Temui Kris Humpries WALAUPUN pernikahan antara Kim Kardashian dan Kris Humpries sudah di ujung tanduk, namun wanita berusia 31 tahun tersebut masih nekad terbang ke Minnesota hanya untuk menemui suaminya. Gosip yang beredar, Kim masih ingin berkomunikasi dengan Kris terkait perpisahan mereka. Dilansir dari aceshowbiz, bintang acara ‘Keeping Up With The Kardashians’ tersebut tampak mondar-mandir dengan gelisah di

depan rumah Kris pada Sabtu (05/11) lalu. Dia tampak menggenggam ponsel sambil berusaha menghubungi seseorang. Beberapa lama tampak gelisah, rupanya Kim tidak berhasil menghubungi orang yang dimaksud. Akhirnya, dia pun tampak menyerah dan duduk di depan rumah Kris dengan tatapan putus asa. Dengan wajahnya yang masih tampak kelelahan, Kim tampak masih mengenakan busana bepergian.

Namun, TMZ sempat melaporkan bahwa kedatangan Kim ke rumah Kris tersebut bukan hal yang aneh. Sumber terdekat Kim mengungkapkan bahwa tujuan Kim ke sana hanyalah sekedar mengucapkan salam perpisahan secara baik-baik. Selain untuk menemui Kris, Kim juga bermaksud menemui pendeta yang menikahkan mereka. Terkait dengan perceraiannya ini, Kim memang terkesan sangat tertutup. (kpl)

Jagal Hewan Panen Order dari halaman 3 Dalam melaksanakan tugas, Imam dibantu 3 orang tetangga. Mereka bertugas menguliti kambing atau sapi. Menurutnya, untuk menguliti seekor kambing membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit. “Untuk biaya yang Rp50 ribu tadi pembagiannya, yang menyembelih mendapat Rp25 ribu per ekor. Sedang mengulirinya Rp25 ribu per ekor dibagi tiga orang,” ujarnya. Sementara penjagal hewan senior Sohidin (57) membenarkan, jika Idul Adha datang,

hampir semua tukang jagal hewan kebanjiran order. Karena hampir seluruh masjid dan mushala mengadakan pemotongan hewan kurban. Selain itu warga atau perorangan juga tidak sedikit yang memotong hewan dirumahnya. Disebutkan, jika dalam suasana Idul Adha seperti ini, dalam sehari dia bisa mendapat garapan di 8 lokasi berbeda. Namun lantaran pengalamannya yang sudah puluhan tahun, semua bisa terlayani tepat waktu. “Dalam berkerja saya mengajak beberapa teman untuk membantu. Tentunya tidak mungkin hanya

sendirian menyembelih dan menguliti puluhan bahkan hingga ratusan kambing,” urai dia. Selain mendapatkan uang wajib, penjagal hewan juga mendapatkan kepala kambingnya. Namun itu tidak harus. Penjagal boleh membawanya atau menolaknya karena itu tidak wajib. “Terkait masalah wajibnya, hampir seluruh daerah sama. Untuk kambing total Rp50 ribu per ekor dan sapi Rp 350 ribu per ekor. Ini tidak hanya untuk penjagalan saat Idul Adha saja. Tapi untuk kepentingan akikah atau lainnya juga demikian.” (adi)

Fungsi Pengawasan DPRD Lemah dari halaman 3 Hampir dalam satu bulan setiap anggota lebih dari satu kali melakukan kegiatan keluar kota. “Kami tidak penah melarang anggota dewan melakukan kegiatan keluar kota. Kalau itu dibutuhkan dan mendesak. Jika hanya cari ‘sangu,’ kami minta ditiadakan. Lebih baik fokus melaksanakan fungsi pengawasan.” Dijelaskan, imbas lemahnya pengawasan anggota DPRD, sejumlah proyek besar yang menghabiskan anggaran banyak jadi terlambat. Misalnya pembangunan ruang medik,

ICU, dan tempat ibadah di RSU Kardinah. Kemudian gedung sekretariat DPRD, maupun sejumlah proyek fisik tahun 2011 yang dilaksanakan Pemkot. Ini belum bicara soal kualitas, pihaknya yakin segi kualitas pekerjaan tak jauh beda. “Kami melihat mental rekanan saat ini seperti ‘kucing.’ Kalau diawasi akan hati-hati. Apabila ditinggal dan tidak diawasi, mereka serabutan mengerjakan proyek. Kalau itu terjadi, pemerintah dan rakyat Kota Tegal yang dirugikan,” jelasnya. Secara terpisah, Ketua LSM Humanis, Agus Slamet men-

jelaskan bahwa pelaksanaan proyek fisik tahun 2011 semrawut. Waktu maupun mutu tak diawasi ketat. Apalagi selama ini anggota DPRD banyak kegiatan diluar kota. Sehingga bisa dihitung pelaksaanaan tinjauan lapangan atauan sidak. Kondisi semacam ini dimanfaatkan rekanan yang tak bertanggung jawab, guna mengerjakan proyek asal-asalan. “Kami prihatin, dan minta pengawasan proyek fisik bulan November dan Desember dimaksimalkan. Bila perlu kami minta selama dua bulan terakhir, dewan jangan ada kegiatan diluar kota.” (hun)

Sebanyak 13.280 Anak Belum Berakta dari halaman 3 kelurahan. Bisa juga surat kelahiran yang dikeluarkan rumah bersalin, rumak sakit, dan bidan yang membantu persalinan. Apabila asalnya bukan orang Kota Tegal. “Guna mendukung program tersebut, kami berkerja sama dengan kelurahan. Baik dalam menjaring warga yang belum memiliki akta kelahiran dan sosialisasinya. Di setiap kelurahan dalam setiap kesempatan selalu disampaikan. Disduk-

capil juga siap menjadi narasumber, untuk setiap kegiatan yang berkaitan dengan sosialisasi hal itu,” imbuhnya. Herlien kembali mengingatkan, program yang dilaksanakan November ini memang digratiskan. Namun untuk tahun 2012 sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tanggal 13 September 2011 No.472.11/3444/SJ. Jika ada anak dengan pembuatan akta pelaporannya terlambat selama satu tahun. Maka untuk pengajuan pembuatan akta ke-

lahiran harus melalui penetapan Pengadilan Negeri, baru bisa didaftarkan ke catatan sipil. Untuk yang berusia di bawah 18 tahun tidak dikenakan biaya. Tapi yang berusia diatasnya, sesuai dengan Perda, retribusi dikenakan biaya Rp35.000. “Kami berharap warga memanfaatkan program ini dan masyarakat berbondong-bondong untuk mengurus akta kelahiran. Sehingga masyarakat Kota Tegal, khususnya anak usia di bawah 18 tahun sudah memiliki akta lahir semua,” pungkasnya. (adi)


CMYK

SELASA, 8 NOPEMBER 2011

KOTA

BAWANG

10

Bupati Ingatkan DPUTR Soal Kebersihan Sampah BREBES – Memasuki musim penghujan, Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terkait masalah kebersihan sampah. Khususnya di sejumlah saluran drainase di dalam kota, yang sering menyebabkan banjir. Karenanya, Bupati pun mengingatkan agar DPUTR yang menangani masalah kebersihan ini segera menindaklanjuti apa yang ditemukan di lapangan, terkait dengan sidak yang dilakukan pada Minggu (6/11) malam. Dalam kesempatan itu, Bupati juga mewarning kepada sejumlah Kepala Pasar lantaran banyak sampah yang menumpuk di kompleks pasar, termasuk sejumlah saluran drainase yang dipenuhi sampah. Kepala DPUTR HA Satibi mengatakan, dari sidak yang dilakukan itu, pihaknya siap untuk menindaklanjutinya. Antara lain dengan segera memerintahkan petugas kebersihan untuk segera mengangkut semua sampah yang menumpuk di beberapa sudut kota. “Malam Senin kemarin, kami bersama dengan Pak Bupati melakukan sidak untuk mengecek sejumlah saluran air. Hal ini dilakukan agar memasuki musim penghujan ini, lingkungan tidak terganggu termasuk tidak terjadi kebanjiran,” katanya kepada Radar Senin (7/11). Menurutnya, masalah sampah ini terbilang masalah yang sepele, namun

POLITIK

AGUS WIBOWO/RADAR BREBES

BAGIKAN - Ketua IPB Faizal Yudhi Nugroho SH secara simbolis memberikan daging kurban kepada warga di lingkungan Perumahan Kaligangsa Wetan.

IPB Bagikan Daging Kurban BREBES - Perayaan Hari Raya Idul Adha 1423 Hijriyah dengan penyembelihan hewan kurban juga dilakukan Ikatan Pemuda Brebes (IPB). Selain dijadikan sebagai kepedulian para pemuda dalam hari besar agama, kegiatan ini juga dijadikan sebagai wadah untuk kebersamaan. Hal ini seperti dikatakan Ketua IPB Faizal Yudhi Nugroho SH kepada Radar Minggu (7/ 11). Dia menjelaskan bahwa meski tidak begitu banyak hewan kurban yang dilakukan IPB, namun perayaan Idul Adha ini juga dijadikan sebagai sarana dalam kebersamaan. Tak terkecuali dengan mencoba belajar dari sifat keteladanan dari Nabi Ibrahim AS. “Maksud kebersamaan ini adalah para pemuda mau bersama-sama melakukan pemotongan kambing. Demikian dengan upaya memberikan daging kepada masyarakat yang tidak mampu. Tak terkecuali dengan pembelajaran sifat ikhlas dan keegoan, kesombongan, iri hati, maupun sifat buruk lainnya khususnya para pemuda yang dalam emosinya sangat tinggi. Dan momen ini kita jadikan sebagai pembelajaran,” ulasnya. (gus)

jika tidak disikapi bersama bisa terjadi musibah. Salah satu contohnya, banyaknya sampah di saluran air maupun sungai bias menyebakan banjir, karena saluran air yang seharusnya lancer, jadi tersumbat. “Imbas dari kejadian itu, bisa menghasilkan lingkungan tidak sehat dan banyak penyakit. Makanya diharapkan kepada masyarakat untuk isa samasama menjaga kebersihan terutama dalam membuang sampah. Khususnya para pedagang di pasar untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Karena dari hasil sidak kami di lapangan, masih banyak sampah yang menumpuk di sekitar sungai di dekat lokasi pasar,” bebernya. Satibi menambahkan, dalam sidak yang dilakukan, Bupati juga mewarning kepada sejumlah kepala pasar untuk menjaga kebersihan. Karena dalam sidak pada malam hari itu dijumpai banyaknya sampah yang menumpuk di sembarang tempat. “Seperti salah satu contoh banyaknya sampah di Pasar Brebes. Di sepanjang sungai itu, banyak sampah yang menumpuk,” ungkap Satibi, yang juga Plt Kepala Dinas Pengairan. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, imbuh Satibi, pihaknya sudah memerintahkan stafnya untuk mengeruk dan mengangkut sampah yang menumpuk di sungai tersebut. Tak terkecuali dengan sungaisungai lainnya. “Harapan kami yakni masalah sampah ini bisa dijaga bersama-sama oleh masyarakat. Karena, jika tidak dari masyarakat sendiri yang menjaganya lalu siapa lagi,” pungkasnya. (gus)

KKP Tak Temukan Penyakit pada Hewan Kurban LARANGAN - Sebagai petugas Kordinator Program Peternakan (KPP) Kecamatan Larangan, Sukiswo telah berhasil mengamankan seluruh hewan kurban yang ada di kecamatan tersebut dari serangan penyakit yang membahayakan. Sukiswo yang ditemui Radar Senin (7/11) menuturkan, dalam pelaksanaan Idul Adha kemarin, dia tidak menemukan satu hewan pun yang mengalami gangguan penyakit, baik cacing hati maupun rabies. Untuk mengantisipasi adanya penyakit tersebut terhadap hewan kurban, satu pekan sebelum pelaksanaan Idul Adha dia telah melakukan pemeriksaan hewan kurban yang ada di kandang peternak maupun yang telah dijual di lapak-lapak. Dia menjelaskan, untuk hewan kurban jenis kambing, di Kecamatan Larangan keseluruhannya mencapai 747 ekor. Sedangkan untuk sapi sendiri mencapai 36 ekor dan kerbau 2 ekor. “Semuanya tidak satu pun yang bermasalah. Dan dinyatakan sehat untuk di konsumsi,” terangnya. Sukiswo menambahkan, jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebe-

AGUS WIBOWO/RADAR BREBES

MULAI DIANGKUT - Sampah yang menumpuk di saluran belakang Pasar Brebes, mulai dibersihkan dan diangkut oleh pegawai DPUTR Senin (7/11).

DPU Gelar Makan Bersama

dok.rateg

Sukiswo

lumnya. Diakui, untuk menjaga kesehatan terhadap hewan ternak, dia terus melakukan pemeriksaan di kandangkandang. Tidak hanya itu saja, dirinya juga kerap memberikan suntikan anti cacing hati guna menghindari penyebaran penyakit di tubuh hewan ternak. Sehingga saat adanya kebutuhan terhadap hewan ternak tersebut, masyarakat tidak perlu mencemaskan terhadap kondisi kesehatan hewan ternak lokal yang ada di Kecamatan Larangan. (har)

BREBES - Memperingati Hari Raya Idul Adha, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Brebes, Senin (7/11) menggelar makan bersama. Selain para pegawai lingkungan setempat, sejumlah rekanan maupun mitra kerja dinas tersebut juga nampak bersama-sama menyantap makanan yang telah disediakan. “Makan bersama ini dalam rangka perayaan Idul Adha. Dan makan bersama ini juga digelar lantaran DPU TR Brebes juga telah berkurban hewan sapi 1 ekor,” kata Kepala Sekretaris DPU TR Brebes Ir H Kustiyanto. Dijelaskan bahwa setelah membagikan daging kurban terhadap lingkungan sekitar juga dimasak untuk para pegawai dan staf DPU TR. Termasuk sejumlah mitra kerja dari instansinya. “Dan makan bersama ini juga alhamdulillah bisa membuat

AGUS WIBOWO/RADAR BREBES

MAKAN - Sejumlah pegawai DPU dan beberapa rekanan tengah bercampur bersama makan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha.

suasana menjadi akrab. Sedangkan kepada mereka yang tidak mau makan daging sapi

ataupun kambing, kami menyediakan daging ayam,” ungkapnya. (gus)

Belasan Desainer Ikuti Lomba Rancang Busana DPRD Pertanyakan Kuningisasi Instansi BREBES - Belasan desainer asal Kabupaten Brebes mengikuti lomba rancang busana dengan bahan dasar batik asli Salem atau batik Brebesan di gedung Korpri Brebes, Senin (7/11). Kegiatan atraktif yang diselenggarakan Dekranasda Brebes itu, bertujuan mengembangkan dan melestarikan batik Brebes sebagai trade mark daerah. Para peserta menampilkan beragam motif dan jenis busana hasil rancangannya yang dibawakan para model. Satu persatu model berlenggak-lenggok di atas catwalk memperlihatkan kreasi inovatif para perancang. Batik Brebesan yang terlihat elegan itu, bisa lentur mengikuti arus tren mode masa kini. Hingga tak hanya penonton yang dibuat berdecak kagum, dewan juri sendiri seolah bingung menentukan juara. Karya Indriyati asal Pasarbatang, Brebes akhirnya berhasil menyabet juara 1 lomba tersebut. Buasana casual one preace dress dua rok yang menyatu dan menempel itu terlihat anggun berpadu dengan motif sekar jagad dikombinasi warna kuning motif pecah telur. Sementara juara 2 diraih Ade Santi Rosita SPd, juara 3 Syaeful Amin serta juara harapan 1 diraih Siti Umi Fasaroh. Masing masing pemenang mendapatkan hadiah berupa tropi dan uang pembinaan yang secara langsung diserahkan Ketua Dekranasda Kabupaten Brebes Dra Hj Amy Agung Widyantoro MKes. Selain acara fashion show, diselenggarakan pula Seminar Desain Batik Brebesan. Bupati Brebes H Agung Wid-

CMYK

Sementara itu Ketua Dekranasda yang sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Brebes, Ny Amy Agung Widyantoro menjelaskan, kegiatan lomba rancang busana batik Brebesan tahun 2011 diikuti oleh 12 peserta hasil seleksi yang telah mengikuti pelatihan selama dua hari sebelumnya. “Kita bangga dengan makin meningkatnya minat masyarakat untuk mencintai produk lokal, begitu juga dengan para desainer yang tak henti-hentinya membuat terobosan menjadikan batik Brebes makin populer,” ujarnya. Penyelenggaraan kegiatan seminar desain batik Brebesan dan fashion show ini, kantanya, dimaksudkan agar masyarakat khususnya para desainer dan calon desainer dapat lebih berkembang dan meningkat serta memahami tentang pentingnya desain atau rancangan busana. (ism)

ISMAIL FUAD/RADAR BREBES

LENGGAK-LENGGOK - Seorang model lenggak lenggok di atas catwalk mempergakan busana rancangan desiner dalam lomba rancang busana batik Brebes.

yantoro seusai membuka fashion show, berharap agar lomba rancang busana batik Brebesan ini dapat menjadi terobosan yang baik bagi perkembangan batik. “Kegiatan yang sudah ada sejak 2003 ini telah bertransformasi membawa batik Brebes menembus pasar domestik dan internasional. Ini menjadi modal berharga agar terus berinovasi mengikuti perkembangan jaman,” ujarnya. Menurutnya, selain menjadi

kebanggaan daerah, industri batik Brebes juga telah memperkuat sektor perekonomian masyarakat, menjadi salah satu gerbang penyerapan tenaga kerja mulai dari penyediaan bahan baku, tenaga perajin, perancang hingga pemasar batik. Pihaknya berharap agar pengrajin dan pengusaha batik lebih meningkatkan daya saing, salah satunya dengan penguatan kelembagaan.

BREBES - Maraknya kantor instansi pemerintahan dan fasilitas umum yang berubah warna menjadi kuning mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Brebes. Itu mengemuka dalam rapat konsultasi pimpinan DPRD Brebes, Senin (7/11). Secara resmi mereka meminta Sekretariat Dewan untuk mengirimkan surat kepada Bupati untuk meminta penghentian kegiatan kuningisasi di Kabupaten Brebes. Kalangan dewan menilai, kuningisasi yang terjadi wilayah Kabupaten Brebes sudah keterlaluan. Tidak hanya kantor dan instansi pemerintahan, berbagai tempat fasilitas umum juga kini telah berubah menjadi kuning. “Hingga pohon-pohon di alun-alun Brebes pun kini sudah dicat berwarna kuning. Kami minta kepada pihak terkait untuk menghentikan gerakan kuningisasi, dan kembalikan

kepada warna daerah yaitu warna telor asin,” tandas dari salah satu mereka. Sebelumnya, Fraksi PDIP Kabupaten Brebes juga menyindir Pemkab Brebes yang dinilai telah melakukan kuningisasi (penguningan) saat rapat paripuran pembacaan pemandangan umum fraksi atas usulan Raperda Perubahan APBD 2011 di Islamic Center Brebes, Rabu (26/10). “Kami meminta kepada Pemkab Brebes agar kegiatan pemerintahan yang bernuansa politis tertentu untuk dihindari supaya tidak mengundang diskriminasi. Contohnya adalah warna cat kuning yang marak di pusat-pusat pemerintahan dan berbagai fasilitas umum agar dikembalikan kewarna lambang daerah. Kemudian, pembuatan dan pemasangan baliho agar menunjukan kemitraan eksekutif dan legislatif serta dapat diper-

tanggung jawabkan,” tandas juru bicara Fraksi PDIP DPRD Brebes, Nasikhun. Wakil Ketua DPD Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPRD Brebes drh HM Agus Sutrisno sempat menanggapi keputusan rapim DPRD tersebut. Menurutnya, keberatan soal warna oleh kalangan dewan terlalu dibesar-besarkan. Padahal sepengetahuannya, Bupati Brebes yang juga Ketua PD Partai Golkar Brebes tidak pernah memberi instruksi untuk melakukan kuningisasi. “Fenomena yang terjadi seperti itu merupakan bentuk kreasi dan ekspresi masyarakat. Apalagi, hingga saat ini tidak ada satupun aturan yang melarangnya, begitu juga warna daerah telor asin. Saya pikir masih banyak tugas yang lebih krusial bagi dewan ketimbang hanya mengurusi soal kuningisasi,” tandas Agus. (ism)


CMYK

SELASA, 8 NOPEMBER 2011

OLAHRAGA

11

RADAR TEGAL

Lima Pekan Tanpa Redknapp BILBAO - Barcelona masih Mames tidak mudah kamenjadi satu-satunya tim yang rena selain menghadapi tidak terkalahkan di Liga Primera tuan rumah yang bermain hingga jornada kesebelas. Nadengan motivasi tinggi, mun, catatan positif Barca (sehujan sepanjang babak butan Barcelona) itu nyaris terkedua juga cukup mengnoda saat menghadapi Athletic ganggu,” imbuh mantan Bilbao di San Mames kemarin. bintang Arsenal itu. Bagaimana tidak, Barca terDari kubu Bilbao, entretinggal 1-2 sampai menit kenador Bilbao Marcelo 90. Gelandang Bilbao Ander Bielsa juga menyebut Athletic Bilbao (2) Barcelona (2) hujan Herrera menghentikan camemaksa pemain tatan clean sheet kiper Barca Victor (bermain) seperti binatang buas dari kedua tim cenderung adu Valdes dalam sepuluh laga terakhir karena saya tidak pernah menghadapi fisik. Salah satunya nyaris (897 menit) pada menit ke-20. Barca sebuah tim yang begitu kuat, begitu menyebabkan perkelahian anmemang segera merespons empat agresif, sehingga hanya menyisakan tara winger Bilbao Iker Mumenit kemudian melalui gelandang sedikit ruang untuk kami. Sebagai niain dengan bek kiri Barca serang Cesc Fabregas. penonton, saya sangat puas menik- Eric Abidal. “Emosi pemain Bilbao di atas angin ketika bomber mati permainan yang diperagakan 22 meningkat di babak kedua. andalan mereka, Fernando Llorente, pemain di lapangan,” imbuhnya. Saya bisa memaklumi apa membobol gawang Valdes pada menit Seiring tertahan di San Mames, gap y a n g ke-80. Namun, di masa injury time, antara Barca dengan Real Madrid di terjagiliran bomber Barca Lionel Messi puncak klasemen melebar menjadi di anmembuyarkan kemenangan di depan tiga angka (25-28). Namun, kubu Barca t a r a mata tuan rumah. Sebelum gol Messi, tidak terlalu merisaukannya seperti M u Bilbao kehilangan defender Fernando yang diungkapkan Fabregas. “Perha- niain Amorebieta karena kartu kuning tian kami sekarang bukan klasemen d a n kedua. liga, melainkan laga Copa del Rey A b i d a l , ” Nyaris kalah dari Bilbao membuat pertengahan pekan ini (Barca akan ungkap pelaentrenador Barca Josep Guardiola menghadapi klub dua level dibawah tih asli Argentina itu. memuji lawannya. “Saya bangga L’Hospitalet di leg pertama babak 32 Sekalipun kehilangan kesempatan dengan usaha para pemain saya, tapi besar, 9/11, Red),” ucap Fabregas mengalahkan Barca, Bielsa menilai saya juga ingin memberikan selamat kepada AS. hasil seri cukup adil bagi kedua tim. kepada Athletic Bilbao,” ucap Guar“Kami juga senang karena masih Seri kontra Barca membawa Bilbao diola sebagaimana dilansir Marca. mempertahankan status tidak terka- naik satu setrip ke peringkat kesem“Saya harus katakan bahwa mereka lahkan di musim ini. Laga di San bilan dengan 14 poin. (dns)

Vs

Lionel Messy

Buka Suara Kasus Villa HARMONISASI skuad Barcelona terusik. Itu seiring munculnya kabar apabila striker Barca David Villa tengah dimusuhi rekan setimnya. Pemicunya karena Villa berseteru dengan striker Barca lainnya, Lionel Messi. Dugaan itu menguat setelah Villa dipinggirkan dalam dua laga terakhir Barca.

Ketika bertandang ke San Mames kemarin, Villa turun sebagai pemain pengganti pada menit ke-72. Sebelumnya, Villa bahkan tidak dimainkan saat Barca menang empat gol tanpa balas atas klub Republik Ceko Viktoria Plzen di ajang Liga Champions (1/11). “Tidak mungkin memusuhi David. Dia seorang pribadi yang menyenangkan. Dia juga tidak pernah bersikap aneh, baik ketika di lapangan maupun dalam kehidupan sosial,” kata entrenador Barca Josep Guardiola kepada Tribalfootball. Bantahan juga datang dari Messi. Striker berjuluk si Kutu itu terkejut dengan pemberitaan apabila antara dirinya dan Villa tidak lagi bertegur sapa, bahkan saling memandang. “Kami berdua tahu apabila berita itu adalah bohong. Itu yang paling penting,” ucap Messi. “Saya tidak pernah memiliki masalah dengan Vil-

la. Saya bahkan memiliki hubungan bagus dengannya maupun dengan rekan setim saya lainnya,” sambung kapten timnas Argentina itu. Di pihak lain, entrenador timnas Spanyol Vicente del Bosque juga tidak percaya Villa dimusuhi rekan setimnya di Barca. Sebab, pemain Barca adalah tulang punggung negara yang memenangi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan tersebut. Seperti saat mengumumkan skuad Spanyol untuk dua laga uji coba ke depan, masingmasing kontra Inggris di Stadion Wembley (12/11) dan dijamu Kosta Rika di San Jose tiga hari kemudian (15/11). Delapan dari 23 pemain yang dipanggilnya berasal dari Barca. “Saya tetap memanggil skuad terbaik karena dua laga uji coba ke depan sangat penting dalam memelihara soliditas tim,” kata Del Bosque di situs resmi RFEF (Federasi Sepak Bola Spanyol). (dns/bas)

David Villa

KEVIN Bond, Joe Jordan dan Clive Allen akan sering berada di pinggir lapangan. Tiga asisten pelatih Tottenham Hotspur itu menggantikan posisi Harry Redknapp yang masih dalam proses penyembuhan setelah menjalani operasi jantung. Redknapp diminta untuk menjauhi aktivitas dari lapangan hijau selama empat hingga lima pekan. Sebelumnya, manajer berusia 64 tahun itu mengatakan dia akan kembali ke bangku cadangan dua pekan setelah operasi Kamis lalu (3/11). Namun, kemudian Redknapp mengatakan kalau dokter meminta dia istirahat minimal empat pekan. “Saya tentu berharap bisa kembali lebih cepat,” cetus Redknapp kepada BBC. Redknapp sebetulnya ingin kembali ke lapangan saat timnya menghadapi Fulham kemarin, Namun, dokter melarang sehingga dia harus menyaksikan penampilan anak asuhnya lewat layar kaca. “Saya harus mendengar apa yang dikatakan dokter dan jangan dulu mengalami tekanan,” ujarnya kepada Sky Sports News. “Stres bisa menyebabkan berbagai masalah. Mereka juga mengatakan agar saya jangan dulu dekat dengan sepak bola selama empat sampai lima pekan, dan jangan sampai mengalami stres. Saya ingin mengetahui apa yang akan saya lakukan secepatnya dalam waktu dekat ini,” timpalnya.. Redknapp dioperasi karena sering merasa kesakitan ketika sedang berolahraga di rumahnya. Dia harus menjalani operasi untuk menghilangkan penyumbat. (ren/bas)

Guardiola Ogah Balas Ibra BEBERAPA hari terakhir kurang mengenakkan bagi Josep Guardiola. Sebelum Barcelona tertahan di San Mames kemarin, Guardiola diserang habis-habisan oleh mantan anak asuhnya, Zlatan Ibrahimovic. Striker AC Milan itu mengritik Guardiola dalam otobiografinya. Dalam buku berjudul “Saya Zlatan Ibrahimovic” yang baru dirilis dua pekan lagi itu, Ibra (sapaan akrab Ibrahimovic) kembali mengungkit dirinya yang disia-siakan Guardiola selama membela Barca pada musim 2009-2010. Di antaranya menyebut Guardiola takut kepada Jose Mourinho yang pada musim itu menangani Inter Milan. Ibra bahkan sempat mengumpat kepada Guardiola ketika Barca menang 4-1 di kandang Villarreal pada 2010. Tidak hanya Guardiola, beberapa pemain Barca seperti Xavi Hernandez, Lionel Messi, dan Andres Iniesta disebut Ibra seperti anak sekolah yang terlalu patuh kepada Guardiola. Ibra juga menyebut Messi sebagai anak emas Guardiola. Gara-gara Messi ingin bermain sebagai penyerang tengah, diri-

Josep Guardiola

nya dikorbankan. “Ketika saya ingin berdiskusi dengannya (Guardiola), bukan argumen, saya tidak pernah mendapatkannya. Kami tidak pernah saling memandang satu sama lain,” kata Ibra kepada koran Swedia Aftonbladet pekan lalu (6/11). Nah, terkait serangan bertubitubi Ibra, Guardiola menyikapinya dengan bijak. “Saya tidak ingin mengatakan sesuatu (tentang Ibra). Saya tidak ingin menjadikannya sebagai hal yang pribadi,” ungkap seusai laga di San Mames kemarin. “Saya hanya ingin berterima kasih kepadanya karena membantu Barca meraih 99 poin dan mencetak 98 gol di liga musim itu. Juga membawa Barca sampai semifinal Liga Champions,” imbuhnya. Di sisi lain, salah satu wakil presiden Barca Carles Villarubi membela Guardiola atas serangan Ibra. Villarubi mengatakan, Ibra pernah berniat mengasari secara fisik Guardiola. Sebagai catatan, Ibra adalah pemegang sabuk hitam taekwondo. “Dia (Ibra) bahkan ingin melakukannya di depan publik untuk mempermalukan Guardiola,” ungkap Villarubi kepada stasiun radio RAC1. (dns)


ALL SPORTS

12

SELASA 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

INDONESIA (6) V KAMBOJA (0)

BERPESTA GOL

PATRICK WANGE

JAKARTA - Timnas U-23 Indonesia berpesta gol dengan jumlah setengah lusin di laga pertamanya di SEA Games XXVI. Kamboja yang menjadi lawannya sukses diluluhlantakkan 6-0. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (7/11) malam WIB, Titus Bonai, Gunawan Dwi Cahyo, dan Patrich Wanggai (dua gol) membuat Garuda Muda unggul 4-0 di paruh pertama laga. Di paruh kedua laga, Andik Vermansyah dan Ramdani Lestaluhu yang masuk sebagai pemain pengganti menambah keunggulan Indonesia. Kemenangan itu membuat Indonesia kini bertengger di pucuk klasem e n Grup

A dengan poin tiga. Malaysia dan Singapura yang sebelumnya berbagi hasil imbang ada tepat di bawah Indonesia dengan poin masing-masing satu. Di partai selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Singapura, Jumat (11/11). Indonesia langsung memiliki peluang emas pada menit empat. Dari sepak pojok, tandukan keras Abdul Rahman menyisir tipis di atas mistar gawang Kamboja. Tiga menit kemudian, Ferdinand Sinaga berhasil melepaskan sepakan keras mengakhiri penetrasinya dari kiri. Bola susah payah ditepis kiper

Sou Yaty untuk menghasilkan sepak pojok. Gawang Indonesia bergetar pada menit 19. Namun, hakim garis sudah mengangkat bendera tanda offside. Serangan balik cepat dari Kamboja nyaris saja berbuah fatal untuk Indonesia yang terlalu asyik menyerang. Peluang emas untuk Indonesia hadir lagi pada menit 24. Aksi Titus Bonai dari kiri bisa membuat bola bergulir ke muka gawang, tetapi sepakan Ferdinand Sinaga malah masih jauh dari sasaran. Indonesia memimpin pada menit 27. Umpan silang dari kanan berhasil disambut Titus Bonai dengan tandukan jitu ke dalam gawang Kamboja. Dua menit berselang, Indonesia menggandakan keunggulan. Patrich Wanggai melepaskan tendangan bebas cantik yang tak kuasa dihalau kiper Kamboja. Kesalahan Sou Yaty dalam mengantisipasi bola sepak pojok dimanfaatkan dengan baik oleh Gunawan Dwi Cahyo yang berdiri di tiang jauh. Tandukannya mengubah skor jadi 3-0 di menit 35. Wanggai mencetak gol keempat Indonesia pada menit 41. Okto menerima bola liar di kotak penalti Kamboja dan kemudian mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut dengan jitu oleh Wanggai. Kamboja mengambil inisiatif menyerang di awal babak kedua, membuat pertahanan Indonesia beberapa kali diuji. Setidaknya dua kali Kurnia Meiga harus berusaha keras mengamankan gawangnya. Pada menit 64 Wanggai melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, arah bola masih belum tepat sasaran. Dari sisi kiri, Okto menerima bola dan kemudian coba meneruskan ke muka gawang. Tapi bola sepakannya masih dipatahkan Sou Yaty yang dengan cepat menutup ruang. Pada menit 78, Egi melepaskan tendangan jarak jauh yang deras mengarah ke gawang Kamboja. Namun, sepakannya masih membentur mistar gawang. Semenit kemudian Sok Rithy nyaris membuat gol bunuh diri saat berusaha membuang bola. Pada menit 80, gol kelima akhirnya dibuat Indonesia. Dari sepak pojok yang diambil pendek, bola lantas digiring Andik Vermansyah dari pinggir ke tengah. Andik lantas melepaskan tembakan keras untuk membuat skor menjadi 5-0. Empat menit berselang, Andik mencuri bola di kanan dan kemudian memberikan operan jitu ke depan gawang. Ramdani Lestaluhu berhasil menyambar bola untuk mengubah skor jadi 6-0. (rin)

Pertegas Status Penguasa Bavaria AUGSBURG - Bayern Munchen adalah satu dari tiga klub asal Bavaria di Bundesliga. Setelah Nuremberg menemani sejak dua musim lalu, FC Augsburg menyusul dengan status promosi musim ini. Tentu tidak sulit menebak siapa tim terbaik Bavaria dari ketiganya. Apalagi setelah Bayern berhasil mengalahkan dua rivalnya di negara bagian barat laut Jerman tersebut. Ya, usai menghajar Nuremberg empat gol tanpa balas pekan lalu (29/10), giliran Augsburg yang dipaksa bertekuk lutut oleh FC Hollywood (sebutan Bayern) kemarin. Hanya, kemenangan Bayern atas Augsburg tidak diraih dengah mudah. Derby Bavaria di SGL Arena itu dimenangi FC Hollywood dengan skor tipis 2-1. Tim tamu memang mengawali laga dengan bagus dan mencetak dua gol sebelum setengah jam permainan.

Syamsir - Johan Juansyah Terpental JAKARTA - Tujuh nama yang terpinggirkan dari tim SEA Games akhirnya terkuak juga. Mereka yang dengan sangat terpaksa tidak masuk skuad karena batasan kuota itu adalah Rivki Mokodompit, Jajang Sukmara, Zulham Zamrun, Joko Sasongko, Ngurah Wahyu, Syamsir Alam, dan Johan Juansyah. Sebelum nama-nama ini keluar, pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan mengaku bingung memutuskan siapa yang harus dikeluarkan. Sebab kualitas pemain merata. Yang agak sedikit mengejutkan adalah outnya Johan Juansyah. Pemain yang baru saja teken kontrak dengan Persija Jakarta (versi Ferry paulus) itu pernah disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kapten tim ber-

sama Yongky Aribowo dan Egy Melghiansyah. Untuk Syamsir Alam, sinyal jika pemain yang saat ini berkostum Penarol Junior (Uruguay) itu bakal tidak masuk skuad sudah bisa diprediksi sebelumnya. Salah satu faktornya adalah pemain yang sebelumnya berguru bersama tim SAD (Sociedad Anonima Deportiva) itu baru bergabung sekitar tiga pecan sebelum SEA Games dimulai. Sedangkan para pemain lain yang sudah bergabung dengan tim sejak tiga bulan silam. Tapi Yericho Cristiantoko yang bergabung dengan pemusatan latihan hampir bersamaan dengan Syamsir adalah pengecualian. Nama Yericho masuk skuad karena dari awal pelatih Rahmad Darmawan mengaku

kekurangan stok bek kiri. Meski namanya harus terpinggirkan Syamsir Alam bisa menerima dengan lapang dada. Itu tercermin dari ocehannya di twitter. “Ya ALLAH berikan lah kemenangan kpd kaka2x saya..AMIN,” twit itu diposting Syamsir sebelum pertandingan dimulai. Syamsir juga menuliskan “Iya ni,Alam msh bs 2x sea games lg ko.hehe..harus doain menang dong..kan kita cinta indonesia.haha,”. Untuk menjaga kekompakan tim, meski tujuh nama itu tidak masuk skuad mereka tetap bergabung bersama timnas U23 hingga SEA Games usai. “Sangat tidak gampang menjatuhkan pilihan. Saya saya harus tetap harus jatuhkan pilihan sesuai kebutuhan tim,” kata Rahmad darmawan usai pere-

tandingan. “Kalau kuotanya 23 pemain saya bisa tidur nyenyak. karena hanya 20 saya harus mengambil pemain yang bisa main di beberapa posisi,” sambungnya. (ali)

Berhasil Meraih Poin Penuh MILAN - AC Milan berhasil meraih poin penuh setelah mengalahkan Catania di San Siro. Hasil itu menempatkan Milan di posisi ke tiga klasemen sementara Seri A. Menjamu Catania di San Siro, Minggu (6/ 11) malam WIB, tuan rumah berhasil mencetak dua gol di babak pertama. Dua gol Milan masing-masing disumbangkan oleh Zlatan Ibrahimovic dan Robinho. Di babak kedua, Rossoneri menambah dua gol untuk meraih kemenangan 4-0 atas tamunya. Dua gol anak asuhan Massimiliano Allegri itu dihasilkan lewat gol bunuh diri Francesco Lodi dan satu gol tambahan dari Gianluca Zambrotta. Hasil ini berhasil mengangkat posisi Milan ke peringkat tiga klasemen dengan 20

poin. Sedangkan Catania tertahan di posisi delapan dengan 14 poin. Milan langsung membuka keunggulan di menit tujuh lewat titik putih. Wasit memberikan hadiah penalti setelah Robinho dijatuhkan oleh David Lanzafame di kotak penalti. Zlatan Ibrahimovic yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk tuan rumah. Satu menit kemudian Catania balik mengancam lewat Alejandro Gomez. Namun, tendangannya dari luar kotak penalti masih berhasil diamankan oleh Abbiati. Robinho menggandakan keunggulan Rossoneri di menit ke-24. Berawal dari sebuah serangan balik, Robinho yang menerima umpan

dari Ibrahimovic melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur ke pojok kanan gawang Mariano Andujar. Unggul dua gol tak membuat Milan mengendurkan serangannya. Menit ke-25 Clarence Seedorf melepaskan tembakan dari jarak dekat namun masih bisa diselamatkan oleh Andujar. Tujuh menit kemudian giliran Robinho yang mengancam gawang Catania. Tapi tendangannya masih menyamping di kanan gawang Andujar. Massimo Ambrosini nyaris menambah keunggulan tuan rumah di menti ke-43. Namun tandukannya menyambut umpan Seedorf berhasil diselamatkan Andujar. Hingga babak pertama usai kedudukan tetap bertahan 2-0 untuk Milan. Sepuluh menit babak kedua

berjalan, Catania membuka peluang lewat Pablo Borrientes. Menyambut umpan terobosan Lanzafame, Borrientes melepaskan tembakan kaki kiri yang masih melayang di atas gawang Abbiati. Millan menambah keunggulan di menit ke-69 hasil dari gol bunuh diri Francesco Lodi. Tendangan Robinho mengenai Lodi dan masuk ke gawang sendiri. Gianluca Zambrotta mencetak gol keempat bagi Rossoneri di menit ke-72. Bola muntah hasil tendangan bebas Alberto Aquilani langsung disambar oleh Zambrotta yang berdiri bebas di depan gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, Catania tak mampu mencetak gol dan Milan berhasil menutup laga dengan kemenangan 4-0. (roz)

Mario Gomez mencetak gol ke-13 di Bundesliga musim ini setelah sundulannya pada menit ke-15 gagal diantisipasi kiper Augsburg Mohamed Amsif. Franck Ribery menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-28 setelah mengelabui pemain belakang lawan. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum. Di babak kedua, jalannya pertandingan berubah. Ausgburg bermain lepas dan mampu merepotkan Bayern. Apalagi setelah gelandang internasional Jepang Hajime Hosogai memperkecil kedudukan pada menit ke-59. Itu setelah pada menit ke-83, Neuer menahan tendangan striker Ausgburg asal Albania Edmond Kapllani dalam posisi satu lawan satu. Karena terus ditekan, gelandang bertahan Bayern Anatoliy Tymoshchuk pun harus dikartu merah di masa injury time karena menendang gelandang Ausgburg Daniel Baier di masa injury time. (dns/bas)


ALL SPORTS

SELASA 8 NOPEMBER 2011

13

RADAR TEGAL

SEA GAMES Rahmat Gobel

Desak Segera Adakan Pembahasan JAKARTA - Terlambatnya pengucuran dana dari Kemenpora ke Inasoc bukan hanya mengganggu persiapan Cabor. Inasoc juga mesti bekerja keras dengan berbagai biaya yang melambung akibat lambatnya pencairan dana itu. Di antaranya ialah mengenai biaya pengiriman barang-barang. Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel menyatakan, keterlambatan itu membuat pihaknya mesti pintar-pintar menyiasatinya. “Semua biaya meningkat di kisaran 10 persen. Ini adalah efek domino dari keterlambatan pengucuran dana itu,” terang Rahmat saat ditemui setelah peluncuran logo Garuda Indonesia sebagai official air line SEA Games di Bandara Soekarno- Hatta kemarin (7/11). Naiknya pembiayaan itu salah satunya terkait dengan sistim transportasi. Rahmat menyatakan, pihaknya bisa menggunakan kapal untuk mengangkut barang jika waktunya masih longgar. Namun, karena pengucuran dana terlambat, Inasoc mau tak mau mesti menggunakan pesawat terbang. Hal itulah yang membuat pihaknya kalang kabut. Terutama mengenai pertanggung jawaban. “Karena itu kami akan mendesak untuk diadakan rapat pembahasan mengenai hal tersebut. Rapatnya harus sebelum SEA Games. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi permasalahan setelah SEA Games,” ucap Rahmat. Pembahasan tersebut mutlak digelar dalam waktu dekat. Dengan begitu, tidak akan ada lagi gonjang-ganjing setelah SEA Games usai. “Kalau sebelum SEA Games, sudah tidak berguna. Rapatnya nanti akan melibatkan internal kementrian yang terkait,” tambah Rahmat. Di sisi lain, Rahmat menyatakan bahwa Inasoc memang masih mengalami kekurangan dana. Banyaknya sponsor yang masuk juga belum mampu menutupi kekurangan yang ada. “Kalau ditanya kekurangan, berapapun biaya yang masuk juga kurang. Untuk jumlah dana dari sponsor yang masuk, saya tidak bisa mengatakannya. Soalnya ada beberapa sponsor yang tidak bisa dinominalkan dengan uang,” tegas Rahmat. (ru)

TAK SABAR MENATAP ERA 1.000CC AKHIR dramatis mewarnai balapan MotoGP musim 2011. Aksi juara dunia Casey Stoner memastikan kemenangan di akhir balapan membuat akhir musim di Valencia jauh dari kata membosankan. Namun, Valencia masih menyimpan hal menarik lain usai balapan. Satu hal yang patut dinanti adalah uji coba post season yang berlangsung di sirkuit Ricardo Tormo itu. Uji coba yang berlangsung dalam dua hari mendatang itu berarti sangat penting bagi seluruh tim. Sebab, di musim depan, MotoGP sudah meninggalkan mesin 800cc yang sudah dipakai sejak 2007. mulai musim depan, MotoGP memakai mesin 1.000cc. Selain Suzuki, seluruh pabrikan sudah melakukan uji coba untuk motor 1.000cc mereka. Suzuki masih berkutat dengan kepastian tampil atau tidak di kompetisi musim depan. Kalau pun ikut, mereka akan menjalani beberapa balapan perdana dengan motor 800cc musim ini. Dari hasil uji coba motor 1.000cc yang sudah dijalani, Honda memang masih menunjukkan keunggulan. Namun, keunggulannya tak jauh dari para pesaingnya, terutama pesaing terdekatnya musim ini Yamaha. Bahkan, Ducati yang ketinggalan jauh di musim 2011 juga menunjukkan progress yang bagus dari uji coba mereka. Namun, uji coba kali ini bakal tak lengkap. Yamaha masih belum memastikan siapa yang akan menjadi penguji motor pabrikan dari Yamaha Factory Racing. Penyebabnya, Jorge Lorenzo masih belum turun ke lintasan hingga balapan di Ricardo Tormo, Minggu (6/11). Motor utama untuk uji coba tampaknya akan diserahkan pada Ben Spies. Sebelumnya,

Spies diragukan kondisinya jelang balapan. Tapi, pembalap Amerika Serikat (AS) itu menunjukkan sudah kembali ke performa terbaiknya dengan memberikan pertarungan kompetitif pada Stoner di balapan terakhir. Spies mengakui sudah tak sabar untuk segera mengendarai motor 1.000cc timnya. Apalagi, dia mengakui sangat cocok dengan motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar. “Saat mesin 1.000cc datang, akan terjadi perbedaan yang besar. Saya sangat antusias saat itu terjadi, sebab saya kira gaya membalap saya akan bekerja lebih baik dengan motor 1.000cc,” ujar Spies. Honda sudah cukup menggertak di beberapa kali uji coba. Pabrikan Jepang itu selalu menjadi yang tercepat di uji coba yang berlangsung di Mugello, Italia, Juli lalu serta di Brno, Republik Ceko, Agustus. Stoner pun menunjukkan sudah sangat siap untuk kembali meraih dominasi seperti musim 2011. “Saya selalu lebih memilih mesin dengan kapasitas mesin besar. Dengan lebih banyak tenaga yang saya rasa lebih nyaman. Saya menunggu untuk memakai 1000cc,” ujar Stoner. “Tahun depan akan menyenangkan, saya dan semua kru lebih mengerti Honda. Mungkin akan lebih mudah untuk menemukan set-up,” bebernya. Kubu Ducati tak kalah girang dengan datangnya musim era 1.000cc. Diwakili Nicky Hayden yang hampir pasti jadi penguji di dua hari uji coba post season, dia menganggap tenaga mesin yang lebih besar akan memberikan penyegaran pada MotoGP. “Saya kira aturan mesin baru dengan 1.000cc akan jauh lebih baik untuk pembalap dan para penggemar,” ujar Hayden. (ady) Andrew Barisic

BASKET Robinson Dukung Tim Seattle ke Indonesia SEATTLE - Berakhir sudah rangkaian kegiatan Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2011 di Amerika Serikat (AS). Senin dini hari kemarin (7/11), rombongan student athlete terbaik dari kompetisi Honda DBL itu kembali ke tanah air dengan pesawat EVA air. Pada hari terakhir di Seattle, Minggu (6/11), rombongan DBL AllStar mengunjungi tempat-tempat spesial. Salah satunya adalah bertandang ke markas tim basket University of Washington (UW) di Alaska Airlines Arena. Selama sekitar satu jam, rombongan ditunjukkan secara detail fasilitas basket universitas paling prestisius di negara bagian Washington itu. Mulai ruang ganti, ruang santai, dan fasilitas lainnya. Yang istimewa, anak-anak DBL All-Star diberi kesempatan bermainmain di lapangan utama gedung berkapasitas 10 ribu penonton tersebut. Menjajal lapangan dan menembak-nembakkan bola. Setelah dari UW, pemain dan pelatih mendatangi Pike Place Market, salah satu tujuan wisata paling terkenal di Seattle. Di sana, rombongan memanfaatkan waktu untuk belanja. Paling banyak memborong oleholeh untuk keluarga, kerabat, dan teman-teman di Indonesia. Tidak lupa anggota tim DBL All-Star berfoto bersama di kawasan pasar yang pernah menjadi setting film terkenal Sleepless in Seattle (1993) tersebut. Selain menawarkan pemandangan indah menghadap laut dan kota Seattle, banyak tempat keren di Pike Place Market. Salah satunya gerai pertama Starbucks di 1912 Pike Place yang dibuka pada 30 Maret 1971. “Kunjungan ini sangat istimewa. Saya jadi tahu ternyata di Amerika Serikat ada juga pasar tradisional yang dikemas dengan bagus. Sangat bersih. Indah sekali,” kata Xaverius Wiwit Agus Cahyono, pelatih kepala tim putri DBL All-Star. “Sebetulnya saya mau Starbucks, tetapi antreannya panjang sekali. Sayang sekali tidak bisa menikmati kopinya. Tetapi saya bangga menjadi saksi hidup gerai kopi pertama Starbucks di dunia. Benarbenar pengalaman tak terlupakan,” imbuh Wiwit. Dari Pike Place, rombongan yang berjumlah 42 orang itu jalan-jalan ke Westfield Southcenter Mall. Dasar anak basket, yang diburu adalah sepatu. Khususnya yang tidak mungkin didapatkan di Indonesia. Tujuan pertama mereka adalah House of Hoops, gerai eksklusif yang hanya ada 12 cabang di seantero Amerika. “Warnanya banyak dan bagus semaua. Sampai pusing milihnya. Pada sesi belanja sebelumnya saya sengaja tidak membeli sepatu, menyiapkan untuk beli di sini,” kata Dicky Riansyah, pemain asal SMAN 1 Sekayu, Sumatera Selatan. Impresi besar dirasakan Marius Bernadus Mabus dari SMAN 1 Merauke, Papua. Dia sangat berterimakasih dengan rangkaian acara hari terakhir yang diarrange oleh DBL Indonesia dan Seattle-Surabaya Sister City Association (SSSCA). Marius memanfaatkannya dengan berburu aneka suvenir untuk kerabatnya di tanai air. “Kepala sekolah saya belikan rosario. Saya juga beli baju, gantungan kunci untuk oleh-oleh. Senang rasanya bisa jalan-jalan ke sini. Terima kasih untuk DBL Indonesia yang mewujudkan hal ini. Ini benar-benar pengalaman yang super. Jauh sekali dari bayangan saya,” kata Marius. Dari Southcenter Mall, rombongan langsung menuju Seattle-Tacoma Airport. Rute pulang ke Indonesia akan lebih dulu transit di Taipei. Commissioner DBL Azrul Ananda mengatakan, pihaknya bangga karena bisa mewujudkan mimpi anak-anak basket Indonesia. “Kami ingin setiap tahun bisa memberi kesempatan seperti ini. Kami pasti bekerja keras untuk bisa terus mewujudkan yang seperti ini,” ucapnya. Azrul juga bilang bakal ada kunjungan balasan dari Seattle. Mereka akan mengirimkan tim ke Surabaya, tempat DBL Indonesia berpusat. “Beberapa tim pelajar di negara bagian Washington sudah berniat mewujudkannya. Semoga bisa terwujud,” ujarnya. Salah satu tim yang berminat itu adalah Lady Home Team, salah satu lawan tim putri DBL All-Star selama di Seattle. Tim itu dilatih oleh Joyce Walker, salah satu legenda basket Amerika. Lady Home Team juga mendapat dukungan dari sosok kuat. Tak lain adalah Nate Robinson, juara NBA Slam Dunk Contest tiga kali. Robinson, yang Juli lalu ke Indonesia melatih pemain-pemain DBL, juga merupakan sponsor beberapa tim muda di Seattle, kota tempat dia berasal. Pemain Oklahoma City Thunder itu berjanji akan memberikan dukungan. “Joyce itu tante saya. Jadi, saya akan pastikan ada tim Seattle yang ke Surabaya dalam waktu dekat,” kata Robinson. (nur/ca)

Persebaya Rilis Tim Sebelum ke IPL SURABAYA - Persebaya serius untuk bermain di Indonesia Premier Leagus (IPL) 2011-2012. Tim berjuluk Green Force itu akan berniat mengumumkan tim pada Minggu (13/ 11) nanti di Gelora 10 Nopember. Menurut Llano Mahardhika, CEO PT Pengelola Persebaya, tak banyak perubahan tim yang akan diumumkan pada Minggu nanti dibandingkan yang berlatih bersama Divaldo Alves. “Kami tinggal menanti satu striker, tapi saya belum dapat memastikan pemain itu,” kata Llano. Seperti diketahui barisan pemain Persebaya masih kekurangan di lini depan. Saat ini baru ada dua striker, Andrew Barisic dan Miko Ardianto. Barisic belum bisa tampil maksimal karena sedang dalam masa pemulihan cedera lutut kanan. Llano mengincar Rishadi Fauzi, striker Persita Tangerang yang pernah bergabung di seleksi timnas U-23. Namun kondisinya juga sedang tak maksimal, dia dibekap cedera ligamen. Hingga kemarin manajemen belum dapat memastikan kelanjutan pendekatan terhadap Rishadi atau memilih pemain lain. Namun Divaldo sudah mengisyaratkan kepada manajemen agar mencari striker yang

bebas dari cedera. Miko memang sudah mulai menunjukkan perkembangan selama latihan, namun belum mencukupi sebagai pilihan utaman. Apalagi bersamaan dengan launching tersebut Persebaya ditunggu jadwal uji coba kontra Persibo Bojonegoro. Persibo menjadi alternatif setelah keinginan beruji coba dengan tim nasional (timnas) senior dipastikan tak terwujud. Begitu pula dengan turnamen segitiga kontra dua tim Malang, Arema dan Persema. Sejak tim dipoles, Persebaya memang belum sekalipun menggeber uji coba yang serius. Sesekali DIvaldo berinisiatif menguji pemain dengan tim-tim internal PSSI Surabaya yang memiliki kelas jauh di bawah Green Force. Kini tim sudah nyaris lengkap dengan kedatangan Alexandre da Silva Mariano alias Amaral dan Mario Karlovic di sektor tengah. Mereka menambah M. Taufik, Andik Vermansyah, Rendi Irawan, serta Feri Ariawan. Selan agenda uji coba yang sempat berubah, pelaksanaan training camp (TC) masih gelap. Awalnya Divaldo berharap Persebaya melakoni TC sebelum benar-benar tampil di IPL, namun rupanya niatan itu belum mendapatkan restu dari manajemen. (vem)

CASEY STONER

Gulat Target Enam Emas JAKARTA - Masalah persiapan silih berganti menerpa PB PGSI menjelang SEA Games 2011. Setelah urusan matras selesai, kali ini giliran Light Emitting Diode (LED) yang menjadi kendala. Hingga kini PB PGSI belum juga menerima LED dari Inasoc. Padahal cabor gulat sendiri akan mulai dipertandingkan di Gedung Serba Guna Jakabaring, Palembang pada 14 November mendatang. “LED ukuran 3,4 itu yang kami minta kepada Inasoc. Kalau untuk matras memang sudah selesai. Mereka sudah memberikannya kepada kami. LED itu juga sangat urgent untuk mengantisipasi berbagai hal setelah pertandingan usai,” terang Sekretaris Jenderal PB PGSI Dody Iswandi kemarin (7/ 11). Dia menambahkan, LED tersebut bisa menjadi sarana untuk melihat rekaman pertandingan jika ada salah satu pihak yang tak puas dengan keputusan wasit. Dengan begitu, Panpel ataupun Dewan Hakim punya bukti yang bisa dijadikan landasan berargumen. PB PGSI pun mendesak Inasoc untuk mewujudkan pengadaan barang tersebut sebelum 10 November mendatang. Pasalnya, saat itu Delegasi Gulat Asia akan melakukan peninjauan. PB PGSI tentu tak ingin kehilangan muka karena dianggap tak siap menghelat even internasional. “Yang juga kami kritisi adalah

minimnya umbul-umbul di sekitar venue gulat. Kalau tak ada umbul-umbul, bagaimana masyarakat bisa tahu dan mau menonton. Kalau tak ada yang menonton, sama saja bukan tuan rumah,” sesal Dody. Timnas gulat sendiri ditargetkan merebut enam emas di multieven olahraga dua tahunan tersebut. Salah satu emas dibebankan pada Fachriansyah yang akan bertanding di kelas bebas 74 kg. Jika mampu mewujudkan target itu, Fachriansyah tentu akan mencatat hattrick. Sebelumnya, dia juga memper-

sembahkan emas di SEA Games 2007 dan 2009. Tren Timnas Gulat dalam tifa SEA Games terakhir memang meningkat. Pada SEA Games 2007, Indonesia hanya mampu merebut sekeping emas. Namun, pada edisi 2009, pasukan Merah Putih mampu menyabet dua medali emas, empat medali perak, dan enam medali perunggu. “Yang di Laos dapat perak, kami targetkan mampu meraih emas. Masak di negeri orang saja bisa dapet perak, kok di rumah sendiri nggak bisa,” tegas Dody. (ru)

DOK/RATEG

BERSALAMAN - Atlet gulat sedang bersalaman dengan pelatih.


NASIONAL

SELASA 8 NOPEMBER 2011

17

RADAR TEGAL

Dua Jambret Dihakimi Massa

SEMARANG Beber Jasa-jasa Pak Harto PEKUNDEN - Nama besar mantan Presiden Soeharto benar-benar masih ada. Banyak pujian yang dilontarkan pada penguasa orde baru selama 32 tahun itu. Mulai pertumbuhan ekonomi, stabilitas keamanan yang terjamin, hingga pemerataan pembangunan yang menjadi keunggulan rezim orba. Di era reformasi yang menggantikan orba, hal tersebut terasa sangat mahal. Fadli Zon, salah satu penyumbang tulisan dalam buku tersebut mengatakan, bagaimanapun juga, Pak Harto memiliki jasa-jasa yang sangat besar bagi Indonesia. “Lepas dari segala kelemahan yang ada, Pak Harto merupakan salah satu pemimpin yang sangat berjasa pada bangsa ini. Harus kita akui, banyak sekali jasa-jasa beliau,” ujarnya. Wakil Ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, dikenal dekat dengan almarhum Pak Harto. Bahkan, saat-saat terakhir Pak Harto sebelum wafat, Fadli Zon mengaku beberapa kali bertemu di kediaman presiden kedua itu di rumahnya, di Jalan Cendana. Sosok Pak Harto di mata Fadli Zon memang istimewa. Sebagai seorang pemimpin, lanjut Fadli Zon, Pak Harto memiliki kecepatan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. “Setiap hari, ada ratusan surat yang dikirim Mensegneg (almarhum) Moerdiono. Biasanya dikirim sore, jam 9 mulai dibaca oleh Pak Harto, jam 6 pagi sudah ada disposisi beliau. Ini luar biasa, dengan cepat mengambil kebijakan,” kata Fadli Zon di depan peserta bedah buku Soeharto Untold Stories, akhir pekan lalu. Bedah buku yang berlangsung di sebuah toko buku di bilangan Jalan Pandanaran ini, selain menghadirkan Fadli Zon, juga ikut tampil sebagai pembicara mantan Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi dan Sulastomo. Begug merupakan kerabat dekat Ibu Tien Soeharto dan tercatat sebagai Ketua Yayasan Mangadeg, sebuah yayasan yang mengurus makam keluarga penguasa orba. Masih kata Fadli, Pak Harto merupakan pemimpin sederhana dan memperhatikan petani. Kesederhanaan Pak Harto, menurut Fadli, bisa terlihat dari kediaman pribadinya di Jalan Cendana. “Di rumah tersebut, tidak ada perabotan mewah. Mulai ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi, hingga kamar pribadi Pak Harto, semua sangat sederhana.” Sebagai bukti kesederhanaan Pak Harto, mantan mahasiswa teladan itu mengaku memiliki sejumlah dokumentasi. Di bidang pertanian, sosok Pak Harto memiliki perhatian yang besar. Tidak heran jika bangsa ini sempat berswasembada pangan. “Bandingkan dengan sekarang, semuanya serba impor, mulai gula, beras, garam hingga kentang semuanya impor,” ujar Fadli. Belum lagi, buah-buahan semuanya impor. Padahal, kebijakan impor, selain menggerogoti devisa negara, juga membunuh petani secara perlahan-lahan. Hasil pertanian digilas oleh barang-barang impor. Ke depan, Fadli meminta pemerintah tidak lagi mengedepankan kebijakan yang sangat terbuka terhadap impor hasil pertanian. (zal/isk)

SEMARANG RumahDibobol,LaptopdanBBRaib SEMARANG – Pembobolan rumah kembali terjadi di Semarang. Kali ini menimpa Henny Hapsari (32). Rumahnya di Jalan Mugas Dalam IX RT 04 RW 04 Kelurahan Mugassari, Semarang Selatan disatroni pencuri. Sejumlah barang berharga raib, di antaranya laptop merek Advance, 2 buah BlackBerry (BB), uang Rp 2 juta, ponsel Nokia, 3 kartu ATM, serta KTP, SIM dan STNK. Aksi pencurian itu kali pertama diketahui Henny Minggu (6/11) pagi. Sekitar pukul 06.00, Henny dan suaminya, Hadi Pramono (33), serta adiknya Hanindyo Herdjuno (28), bersiap berangkat salat Idul Adha. Namun saat akan berangkat, Henny kebingungan karena tidak menemukan dompet yang semula diletakkan di dalam kamar. “ Pas mau berangkat salat Id, saya nyari dompet kok nggak ada,”ujarnya saat melapor ke SPKT Polrestabes Semarang, Minggu (6/11). Henny kemudian bertanya pada suami dan adiknya. Namun keduanya juga tidak dapat menemukan dompet yang dimaksud. Curiga rumahnya kemasukan maling, mereka lantas mengecek barang-barang berharga masing-masing. Ternyata benar, sebuah laptop merek Advance, 2 unit BlackBerry, dan ponsel Nokia juga raib. ”Selain itu, setelah kami cek, ternyata uang Rp2 juta juga hilang,” imbuhnya. Korban dan keluarganya lantas melakukan pengecekan rumah. Saat itu, mereka menemukan bekas congkelan di salah satu jendela. Diduga pencuri masuk lewat jendela tersebut. Hingga kemarin, kasus pencurian ini masih dalam pengusutan aparat Reskrim Polrestabes Semarang. (dna/aro)

PATI Resah, Harga Ikan turun JUWANA - Turunnya harga lelang ikan dan juga pembayaran yang menunggak yang dilakukan oleh para bakul ikan, tampaknya mulai membuat para nelayan kapal jenis pursesaine, cantrang, pancingan, dan kapal penampung di Juwana cemas. Puluhan nelayan tersebut, Sabtu (5/11), berkumpul di aula lantai 2 KUD Sarono Mino Desa Bajo, Kecamatan Juwana guna memecahkan permasalahan yang terjadi. Selain itu, tidak adanya kepedulian dari pihak berkompeten dalam mengatasi permasalahan yang terjadi cukup disayangkan oleh para nelayan tersebut. Wahono, salah satu tokoh nelayan Desa Bendar, Kecamatan Juwana, mengungkapkan, jika pemkab seakan menutup mata dengan masalah yang dialami oleh para nelayan. Seperti pemberian retribusi pelelangan ikan yang diberikan para nelayan dengan besaran 2,85 persen yang setiap hari dibayarkan ke kas daerah. Namun, dari pembayaran tersebut hingga saat ini para nelayan merasa tidak menerima imbal balik dari apa yang mereka berikan tersebut. ”Adapun harapan dari timbal balik tersebut, seperti penyediaan dana talangan untuk bakul, dan juga penyediaan fasilitas yang baik bagi para nelayan. Seperti perbaikan dermaga, pembuatan tempat parkir kapal, ataupun pengerukan alur Sungai Juwana yang menjadi jalur nadi para nelayan,” ungkapnya. Dikatakan, jika pemkab tidak mampu mengatasi permasalahan yang terjadi hendaknya bisa memberikan jalan keluar seperti menyerahkan masalah yang terjadi kepada pemerintah pusat. Jika permasalahan tak kunjung dituntaskan, para nelayan akan mengambil jalan keluar sendiri. Yaitu, dengan cara mencari bakul sendiri yang dirasa baik dalam menjalin mitra kerja. Dan petugas lelang di PP pemkab tinggal mencatat produksi ikan yang dilelang serta besarnya raman penjualan ”Kami selama ini sudah patuh untuk melelangkan ikan hasil tangkapan, namun pembayaran yang kami terima selalu ditunda. Hal itulah yang seharusnya segera dicarikan solusi oleh pemkab,’’ tandasnya. cara lain yang bisa ditempuh yakni, meminta para petugas lelang apabila akan melakukan lelang secara terbuka, para bakul seharusnya menitipkan modalnya terlebih dahulu. Sehingga, para bakul bisa membeli ikan lelang sesuai dengan modal yang dimilikinya. Dan, para nelayan pun bisa memiliki modal kembali untuk keperluan melaut. Namun yang terjadi saat ini, jelasnya, tidak seperti yang diharapkan oleh para nelayan setempat. ”Untuk itu, kami bersama-sama rencananya akan melakukan audiensi dengan anggota DPRD Pati, dan meminta pandangan mereka,’’ terangnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabag Perekonomian Setda Pati, Sukadam mengaku hingga saat ini pihaknya belum mengetahui permasalahan yang terjadi. ”Untuk retribusi lelang ikan memang belum bisa dikembalikan untuk peningkatan sarana dan prasarana. Karena masih harus dibagikan lagi seperti dana sosial nelayan,’’ terangnya. (sya/rus)

MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG

BABAK BELUR – Dua tersangka penjambretan saat dimintai keterangan di Mapolsek Semarang Barat, Senin (7/11).

Subkontraktor Minta Dibayar 50 Persen Tak Dipenuhi, Tetap Blokir Tol UNGARAN - PT Trans Marga Jateng (TMJ) rencananya Selasa (8/ 11) hari ini akan melakukan pertemuan dengan subkontraktor untuk berkompromi soal pembayaran. Pertemuan tersebut diharapkan sebagai langkah untuk penyelesaian sengketa antara keduanya. Selanjutnya diharapkan pemblokiran jalan tol SemarangUngaran di wilayah Kalirejo Ungaran Timur Kabupaten Semarang segera berakhir. Undangan untuk melakukan pertemuan dengan PT Trans Marga

Jateng sudah diterima Manajer Site Plan PT Bumi Sentosa Bumi Agung (BSDA) Jakarta Tundo Karyono. Kepada wartawan Senin (7/11) kemarin, Tundo Karyono sebagai koordinator puluhan subkontraktor yang berdemo, mengatakan undangan itu untuk melakukan pembicaraan antara kedua belah pihak membahas masalah jalan tol Semarang-Ungaran yang akan diresmikan, Sabtu (12/11) mendatang oleh menteri BUMN Dahlan Iskan. “Untuk mencari solusi dan kesepakatan bersama agar pemblokiran jalan tol di Ungaran selesai. Tetapi kami sendiri juga menuntut pembayaran,” jelas Tundo Karyono.

Ditambahkan, subkontraktor akan mendesak agar tunggakan tagihan pembayaran dibayar terlebih dahulu antara 30 hingga 50 persen dari seluruh jumlah kewajiban TMJ. Kalau permintaan tersebut tidak dikabulkan mereka akan terus melakukan pemblokiran meski ada peresmian oleh menteri. Sampai saat ini para pekerja di ruas jalan tol Ungaran tepatnya di Kalirejo masih berjaga-jaga di tempat pemblokiran. Seperti diketahui sejumlah subkontraktor pembangunan tol Ungaran sampai saat ini belum menerima pembayaan pekerjaan. Mereka mengadakan aksi pemblokiran di kawasan tol. (mg20/lis)

SEMARANG - Dua jambret jalanan yang kerap beraksi di wilayah Semarang Barat ini kena batunya. Keduanya ditangkap warga dan sempat menjadi bulan-bulanan massa, sebelum diamankan aparat Polsek Semarang Barat, Minggu (30/10) sekitar pukul 21.00. Kedua jambret apes itu adalah Ari Wibowo (24), dan Alfiando (18), keduanya warga Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara, Semarang. Keduanya ditangkap warga saat beraksi di sekitar jembatan tol Krapyak yang menghubungkan dengan Jalan Sapta Marga, Semarang Barat. Barang bukti yang diamankan adalah sepeda motor Yamaha Jupiter bernopol H 2474 UB milik Alfiando, serta sebilah parang yang digunakan untuk mengancam korbannya. Informasi Radar Semarang menyebutkan, kedua tersangka diamankan petugas usai menjalankan aksi penjambretan di sekitar jembatan tol Krapyak Minggu (30/10) sekitar pukul 21.00. Korbannya Dwi Prihati (23), warga Jalan Candi Sukuh, RT 07 RW 04, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Sebelum menjalankan aksinya, keduanya terlebih dahulu mencari mangsa di jalanan. Targetnya perempuan yang sedang mengendarai motor sendirian. Setelah berputar-putar kurang lebih satu jam, tersangka melihat Dwi Prihati melintas sendirian. Keduanya pun langsung membuntuti korban. Dan begitu sampai di lokasi sepi, dua jambret itu menghentikan motor korban sembari menodongkan parang yang sudah disiapkan. ”Parang itu hanya saya gunakan untuk menakut-nakuti saja, tidak ada niatan untuk membacok atau apa,” kata Ari yang baru tiga bulan keluar penjara saat ditemui di Mapolsek Semarang Barat, Senin (8/11). Korban yang takut karena ditodong parang, akhirnya menyerahkan tas yang dibawanya. Padahal di tas tersebut hanya berisi alkitab, serta satu buah payung. Yakin mendapat hasil, kedua tersangka langsung kabur. Namun, belum sempat menjauh, korban langsung meneriaki keduanya maling dengan keras. Mendengar teriakan tersebut, sejumlah warga yang ada langsung mengejar dengan menggunakan sepeda motor. Tak ayal, aksi kejar-kejaran pun terjadi antara tersangka dengan korban yang dibantu sejumlah warga. Merasa nyawanya terancam, tersangka membuang tas rampasanya dan terus menambah kecepatan. Sialnya, ketika sampai di Jalan Muradi, lantaran panik dikejar banyak orang sambil berteriak-teriak maling, sepeda motor yang dikendarai Alfiando oleng dan terjatuh. ”Saya panik hingga sepeda motor terjatuh. Ketika terjatuh itulah, warga langsung beramai-ramai memukuli kami,” tambah Alfiando Kasat Binmas Polrestabes Semarang AKBP Nengah Wertadayamana mengatakan, saat petugas datang di TKP, kondisi kedua tersangka sudah babak belur. (fth/aro)

Oki Brilliant Lubis, Maniak Fotografi di Kudus

Miliki Peralatan Lengkap, Bangga Bisa Motret SBY Namanya hobi tidak ada batasan untuk memenuhinya. Nilai rupiah tak jadi ukuran, yang penting kepuasan didapatkan. Inilah yang dilakukan Oki Brilliant Lubis, maniak fotografi dengan peralatan cukup lengkap. Seperti apa kisahnya? M ULIN NUHA, Kudus RUANG kerja di lantai dua sebuah perusahaan jasa pengiriman barang, Tiki Cabang Kudus itu dihiasi berderet foto dengan ukuran cukup besar yang sedap dipandang. Di bagian lain, tembok kantor tersebut dipenuhi lukisan abstrak di atas kanvas dengan ukuran yang jauh lebih besar dari ukuran foto. Pertama memasuki kantor ini, tamu langsung dapat menebak kalau empunya berminat tinggi dengan dunia seni, terutama seni fotografi dan lukis. Tak salah lagi, direktur Tiki Cabang Kudus Oki Brilliant Lubis memang sangat tergila-gila mengabadikan gambar lewat alat bernama kamera, atau yang lebih dikenal dengan fotografi. Ketertarikannya dengan fotografi tak tanggung-tanggung ditekuninya. Hal tersebut terbukti dari koleksi peralatan fotografi guna mendukung hobinya tersebut. Bahkan untuk ukuran fotografer di Kudus, peralatan yang dimiliki tersebut tergolong paling lengkap. Mu-

ULIN NUHA/RADAR KUDUS

KOMPLIT - Untuk menekuni hobinya, Oki Brilliant Lubis tak segan-segan mengoleksi sejumlah kamera guna mengabadikan foto yang diinginkan.

lai dari dua kamera Canon dengan seri 450 D dan 7 D, beberapa jenis lensa seperti lensa tele, wide, macro. Tak hanya itu, beberapa pernak-pernik aksesoris seperti battery grip, hingga lampu softbox dan background layaknya peralatan studio foto. Kecintaannya dengan dunia fotografi diawali saat dirinya masih menjadi mahasiswa di STIE IKPN Jogyakarta. Hobinya bertambah kental setelah Dia punya kamera yang dibelinya sendiri sekitar lima tahun lalu. ”Sebenarnya awalnya lihat foto sih… biasa-biasa saja. Namun ternyata setelah didalami sangat menarik untuk mengeksplore dan mempelajari. Punya kamera tapi tak punya ilmunya sia-sia, begitu pula sebaliknya,” ungkapnya. Kegilaannya dengan fotografi

semakin menjadi setelah Dia bergabung dengan Forum Fotografi Kudus (FFK), sekitar 2008 lalu. Dari forum ini, dia mengaku banyak mendapat ilmu dari sharing antar anggota mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia fotografi. Dengan berprinsip belajar tanpa henti, Oki selalu membawa kameranya setiap bepergian. Meski dirinya saat ini menjabat sebagai Direktur Tiki Cabang Kudus, namun tetap meluangkan waktu untuk hunting obyek-obyek menarik. Saat hunting menjadi saat yang menyenangkan baginya. Tak hanya memuaskan diri dengan mengkesplore obyek dengan berbagai angle, namun momen tersebut juga dimanfaatkan sebagai rekreasi bersama keluarga. ”Hunting sebisa mungkin saya

luangkan waktu setiap Minggu. Sebenarnya di FFK terkadang ada hunting bareng. Namun saya tidak sabar kalau menunggu waktu bareng teman-teman FFK, karena tidak bisa seminggu sekali,” paparnya. Dunia fotografi sebenarnya tidak asing bagi bapak tiga anak ini. Ayahnya, Syamsul Bahri merupakan wartawan harian Waspada. Sebuah harian di Kota Medan, tempat kelahiran Oki. ”Ayah saya dulu telah menggunakan kamera ini (sambil menunjukkan kamera SLR kuno bermerk Canon FTp, Red). Ini menjadi kamera kenangan yang tak ternilai harganya,” terangnya. Selain wartawan, almarhum ayahnya juga seorang pelukis dan guru. Lukisan yang dipajang memenuhi tembok kantor pria asal Medan ini, tidak lain hasil buah karya sang ayah. Lukisan tersebut sengaja diboyong dari Medan ke Kudus sebagai kenang-kenangan. Tak hanya ayahnya, kakaknya juga bergelut dengan dunia dunia yang kini digandungi Oki. Hal tersebut lantaran, kakaknya kuliah di Institut Seni Indo-

nesia (ISI) Jogyakarta jurusan Disain Komunikasi Visual. Berbagai pengalaman mengabadikan momen telah dirasakannya. Dari yang sangat melelahkan hingga yang mendebarkan. Berburu obyek ke puncak Gunung Dieng menjadi momen terberat yang dialami. Hal tersebut, karena medan yang sangat terjal dengan membawa peralatan fotografi lengkap, sehingga menyulitkan perjalanan. Sedangkan momen paling mendebarkan dan tak pernah bisa dilupakan Oki, saat dirinya mendapatkan ”order” memotret SBY sewaktu akan berkunjung ke lokasi bencana Gunung Merapi. ”Waktu itu, pesawat SBY landing di Semarang sebelum bertolak ke lokasi bencana. Saya berkesempatan masuk ring 1 barisan pengamanan. Padahal tidak sembarangan orang dapat masuk, hanya ada segelintir wartawan dan fotografer Paspampres (pasukan pengamanan presiden, Red) saja yang diperkenankan. Namun saya bisa mendekat. Saya sampai gemetar saat memotret karena saking bangganya,” kenangnya. (*/ oko)


CMYK

18

SELASA, 8 NOPEMBER 2011

RADAR TEGAL

Biarkan Koleksimu dalam Keadaan Asli KOLEKSI barang bisa bermacam-macam. Uang kuno juga bisa dijadikan koleksi seperti yang masih dilakukan beberapa pelajar saat ini. Salah satunya Eka Pratiwi yang bersekolah di SMK Negeri 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal kelas XII AK 1. ”Unik aja ngumpulin uang jadul. Uang itu aku kumpulin buat kenang-kenangan,” ucap cewek yang aktif di PMR sekolah ini. Menurut Eka, mengkoleksi uang juga bisa sekaligus melestarikan sejarah dan budaya. ”Biasanya di mata uang itu kan ada gambargambar yang terkait dengan sejarah dan budaya

Refresh band Raih Juara 3 di GBN Slawi DI atas panggung, penampilan Refresh band dari SMA Negeri 1 Slawi tampaknya cukup pantas diacungi jempol. Selain mampu menguasai panggung, mereka juga memiliki beragam pengalaman mentas. Nggak heran kalo band ini mampu meraih prestasi, meski hanya menjadi Juara III tingkat Kabupaten dan Kota Tegal dalam even yang digelar pada 30 Oktober lalu di Monumen GBN Slawi. Dalam even tersebut, band ini unggul dari peserta yang lainnya setelah membawakan lagu ‘Letoy’ nya Blackout dan ‘Ular Berbisa’ yang dipopulerkan Hello. Sebelum even tersebut, band ini juga sempat memeriakan HUT sekolahnya yang digelar tanggal 24 September lalu. Band yang dimotori Puhas Pinandita (vokalis), Habib (bassis), Beta (keyboardis), Anang (drummer), dan Wisnu (gitaris) ini dibentuk pada tanggal 6 Januari 2010. Nama Refresh band sendiri memiliki arti tersendiri. ‘’Biar yang nonton refresh, pada seger kembali. Yang lagi putek bisa kembali fresh,’’ kata Puhas. Dia mengaku senang karena bandnya mampu meraih juara. Meski begitu, dia nggak lantas puas dan berhenti berlatih. Dengan banyaknya prestasi yang sudah mereka raih, mereka merasa nggak boleh berhenti untuk berlatih. ‘’Semakin banyak berlatih, semakin berkembang pula kemampuan kita,’’ terang Beta yang biasa berlatih bersama kawan-kawannya di Studio Joker Pangkah setiap Sabtu usai sekolah. (anggi)

EKA PRATIWI Aktivis PMR SMK Negeri 1 Dukuhturi

Indonesia, misalnya saja gambar pahlawan atau budaya tradisional di Indonesia. Itu kan bisa sekaligus belajar juga,” tambah cewek yang beralamat di Jalan Melati No.34 Sidapurna, Dukuhturi Kabupaten Tegal. Cewek kelahiran Tegal, 23 September 1993 yang mempunyai hobi nyanyi, baca puisi dan bersepeda ini punya tips jitu merawat koleksi

uangnya. Yuk kita intip! 1.Biarkan keadaan uang yang kita koleksi asli dan tetap apa adanya, karena itulah seninya 2.Jika kotor dan memungkinkan untuk dibersihkan, bersihkanlah dengan hati-hati 3.Simpanlah di tempat yang cocok dan aman buat menyimpan koleksimu 4.Pisahkanlah koleksi uang sesuai dengan nilai nominal uangnya, biar kelihatan rapi 5.Usahakan selalu diperiksa secara berkala 1 atau 2 minggu sekali, agar kita bisa memantau kondisinya. (khifni)

Belajar Sejarah dan Budaya Lewat Koleksi Uang Apakah kamu punya koleksi uang lama/baru? Ya Nggak punya Nggak suka

40% 30% 30%

Kamu lebih suka koleksi uang lama atau baru yah? Lama dong Yang baru Dua-duanya boleh juga Nggak suka koleksi

30% 10% 30% 30%

Apakah kamu tahu,kenapa orang bisa mengkoleksi uang? Nggak tahu Hobinya kali

30% 70%

NAMANYA koleksi, bentuknya bisa apa saja tergantung minat dan hobi si pengoleksinya. Salah satu koleksi yang terbilang unik adalah koleksi uang. Sebanyak 40 persen ResponX juga punya koleksi semacam ini. ”Salah satu tujuannya ya buat kenang-kenangan,” terang Mutia Ibni Atin Afifah dari SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang Kabupaten Tegal. Meski yang memilikinya hampir separuh dari ResponX, namun nggak semua pengoleksi kompak dengan jenis uang yang dikumpulkan. Sebanyak 30 persen diantara mereka memilih uang lama

yang kuno. ”Karena ada unsur sejarah dan budayanya,” ujar Akhmad Faishol dari SMK YPT Kota Tegal kelas X TPMI 03. Dengan prosentase yang sama milih mengoleksi uang kuno dan uang baru. Dan hanya 7 persen saja yang milih baru. “Apalagi kalo kertasnya masih kaku dan belum lecek,” cerita Tuti dari SMA Negeri 1 Kota Tegal. Menurut 70 persen ResponX, hobi menjadi hal yang paling mungkin melatarbelakangi kegiatan mengoleksi uang. ”Yah yang namanya koleksi pasti tidak lepas dari hobi,” kata Agi Maulan dari

Apakah kamu tertarik mengkoleksi uang? Nggak Ya Dulu minat Tergantung sikon

30% 30% 20% 20%

Lelaki Dungu Sandy Canester

C#m F#m saat ku bertemu ku telah tergoda B E tatapan matamu merasuk hatiku C#m F#m ingin ku hampiri menjabat tanganmu B G# tapi tak berani hanya terpaku [chorus] E G#m girl i want you to know C#m B A G# perasaan yang tak dapat ku hindari lagi E G#m and so girl please don’t go C#m B A B sebelum ku dapat mengatakan semua padamu C#m F#m apakah bagimu ku lelaki lugu B E ataukah bagimu ku lelaki dungu C#m F#m apapun kesanmu ku tak mau tahu B G# yang penting kau tahu perasaanku [chorus] E G#m girl i want you to know C#m B A G# perasaan yang tak dapat ku hindari lagi E G#m and so girl please don’t go C#m B A B sebelum ku dapat mengatakan semua padamu E B E G# oh mungkinkah aku tlah jatuh cinta C#m B A atau hanya terpesona yang sesaat E B E G# oh mungkinkah aku tlah jatuh cinta C#m B A

TIM FUTSAL SMA NEGERI 3 SLAWI

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA TIM1: I Layung Sari, Shinta Wulandari, Teguh Arif Bowo TIM 2: Intan Aji P, Anggi Mutiara M, Khifni Setiawan

PROFIL USIA :

JUMLAH :

13 - 17 tahun

25 ResponX di Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes

JENIS KELAMIN : PENDIDIKAN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

CMYK

SMP dan sederajat SMA/SMK dan sederajat

Kembali Torehkan Prestasi di Lustrum Sekolah TIM Futsal SMA Negeri 3 Slawi kembali menorehkan prestasi. Tim futsal yang bermula dari ekstra kurikuler (ekskul) sebagai wadah untuk mengembangkan bakat futsal siswa ini kerap menjadi jawara dalam even lomba. Tim inipun berhasil menorehkan prestasi saat Lustrum SMA Negeri 3 Slawi yang ke-4 pada 15 September lalu dengan meraih Juara II Futsal tingkat Kabupaten dan Kota Tegal tahun 2011. Tim yang beranggotakan Latiful Imam, Andhika Martha Y, Gineung Rizky A, Rizal R, Banu Putera A, Niko Hardianto S, M Arif Zakaria, Leonardus AS, Fauzan Rachmansyah, dan Alfan Muzaki ini unggul meski nggak jadi

juara pertama. Diakui Zaki, salah satu personil tim ini, saat lomba memang banyak tim futsal handal yang ikut berkompetisi. Namun mereka tetap optimis meraih juara. ’’Yang penting kita menguasai teknik dan dapat menguasai lapangan,’’ ujar Zaki. Dia berharap bisa menjadi juara dalam even apapun dan membanggakan nama baik tim futsal dan sekolah.’’ Ingin menjadi lebih baik dan maju dalam tingkat propinsi,’’ tambah Latif yang biasa mengasah kemampuannya dan teman satu timnya bersama pelatih Widi Wijayandaru SPd dan Sanuri setiap Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB di lapangan futsal sekolah. (anggi)

MA NU 03 Brebes. Namun meski hobi, nampaknya para peminat koleksi ini juga harus mempertimbangkan situasi dan kondisi juga saat mengoleksinya. Jangan sampai karena kita terlalu terobsesi dengan uang koleksi kita, kita jadi nggak mau ngeluarin duit buat membiayai kebutuhan kita sendiri kayak buat uang transport, jajan hingga iuran sekolah. ”Sebenarnya tertarik, tapi kembali lagi pada sikon yang ada. Kalo ada uangnya pasti bisa, tapi kalo uangnya dibutuhkan buat yang lain ya mau gimana lagi,” tambah Ine Pita

dari SMA Negeri 1 Pangkah Kabupaten Tegal. Jawabannya mewakili 20 persen ResponX yang berkata senada. Karena di dalamnya terdapat berbagai gambar dan informasi terkait Indonesia, tentu saja 40 persen ResponX setuju kalo mereka bisa belajar sejarah dan budaya dari koleksi uang yang ada. ”Bisa dong. Baik di uang kertas atau di uang koin sering ada gambar-gambar alam, budaya atau pahlawan Indonesia dan lainnya,” terang M Wildan dari SMP Negeri 5 Adiwerna Kabupaten Tegal saat ditanya soal itu. (tim 2)


SAMBUNGAN

SELASA 8 NOPEMBER 2011

19

RADAR TEGAL

Pulau Komodo Tetap Masuk 10 Besar Keajaiban Dunia dari halaman 1 testan Asia. Katanya, seakan merefleksikan perkembangan dunia yang lebih banyak dari Asia. “Memang nanti akan berubah, kita lihat siapa yang bertahan dan lolos menjadi 7 besar,” katanya. Tidak dimasukkannya berapa suara yang didapatkan memunculkan spekulasi terkait pola penentuan 10 besar yang dilakukan yayasan itu. Namun,

seperti yang diberitakan sebelumnya, Direktur N7W Jean Paul da la Fuente mengatakan tidak mungkin membeberkan perolehan suara itu. Aktivis Komodo Zebi Febrina kemarin sudah menduga jika N7W tidak akan mempublish besaran suara tersebut. Dia yakin, kalau masyarakat kebanyakan juga mempertanyakan hal itu. Bukan hanya masalah Komodo finish di urutan biasa. “Kalau memang tidak fiktif,

kenapa tidak diberi tahu,” katanya. Kalau selama ini Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) membandingkan SMS itu sama dengan kontes pencarian bakat, bukankah mereka menunjukkan suara yang didapat tiap kontestan. Itulah mengapa sejak awal tidak pernah mendukung program SMS tersebut karena dinilai tidak transparan. Hal itu bisa menjadi cara pengerukan uang dari SMS

Tatang Diberondong 25 Pertanyaan dari halaman 1 mencapai sebesar Rp 13 milliar. Tapi dalam tahap berikut membengkak menjadi sebesar Rp 17 milliar. Sehingga terdapat kenaikan anggaran sebesar Rp 4 milliar. “Seluruh anggaran itu dibayarkan tahun 2007,” kata Tatang, usai dimintai keterangan pihak Kejaksaan. Anggota Komisi C DPRD saat itu menurut Tatang, dijabat sebanyak tujuh orang masingmasing yakni , Teguh Iman Supriyanto, dari Fraksi Partai Demokrat, Hadi Seotjipto ( FPAN), Sodik Gagang (FPG), Supardi (FPDIP), Amirudin Lc (FPKS), Agil Riyanto dari Partai Indonesia Baru (PIB), dan dia sendiri dari FPDIP. Saat ditanya siapa saja yang menerima sukses fee, mantan dewan ini dengan terus terang mengatakan tidak tahu. Pembangunan Blok A Pasar Pagi, menurut Tatang Suandi, sejak awal sudah bermasalah. Karena dari pemenang tender pertama, yang kemudian digantikan kontraktor lain. Dari konsep

awal sebagai pasar tradisional berubah menjadi pasar modern. “Kami berharap dari apa yang kami lakukan ini sehingga akan membongkar proyek ini seluruhnya,” kata Tatang Suandi. Saat ditanyakan, kapan dipanggil kembali Kejaksaan menurut mantan Ketua DPC PDIP Kota Tegal, kemungkinan Senin mendatang. Setelah mengikuti kegiatan organisasi di Jakarta, dan semua itu menurut Tatang Suandi, sudah disampaikannya pada pihak Kejaksaan. Pemanggilan terhadap peniup peluit dari proyek Blok A Pasar Pagi Tatang Suandi, menurut Kasie Inteljen Sukanda SH, masih sebatas pengumpulan data keterangan. Semua hasil keterangan dari Tatang Suandi, yang selanjutnya akan dilakukan pengakajian secara intensif. Saat ditanyakan apakah akan ada pemanggilan ulangan, menurut Sukanda, masih harus menunggu dari hasil keputusan rapat. Kalau itu ada keterangan yang masih dibutuhkan yang

secara otomatis Tatang akan dipanggil kembali. “Ini masih pengumpulan keterangan,” kata Sukanda. Saat didesak pertanyaan apakah ada pihak lain yang dipanggil. Selain Tatang Suandi, katanya itu masih harus menuggu rapat. Sementara itu anggota DPRD Kota Tegal Abdulah Sungkar menyatakan perlu dilakukan audit terhadap pembangunan Blok A Pasar Pagi. Dari audit yang dilakukan para ahli, sehingga akan diketahui apakah anggaran sebesar itu layak atau tidak sehingga perlu audit. Tatang datang ke Kantor Kejaksaan seorang diri, dengan mengendarai sepeda motor. Dan setelah parkir kendaraan, mantan dewan ini langsung lantai dua. Dengan didampingi Kasie Inteljen, penerima gratifikasi dari pembangunan Blok A Pasar Pagi ini, langsung dimintai keterangan terkait dana gratifikasi. Tidak menutup kemungkinan setelah Tatang Suandi, menyusul pejabat lain siap dimintai keterangan.(din)

Tertampar Tingkah Anak dari halaman 1 saya nggak ada di tempat,” jelas Maia kemarin sore (7/11). Menurut dia, Al meminta izin kepada Maia untuk merayakan pesta di rumahnya. Karena ada pekerjaan, Maia pun menyediakan makanan dan minuman kotak untuk Al dan temanteman. Rupanya, entah siapa yang membawa, pesta tersebut diramaikan dengan minuman keras dan rokok. Setelah bocor ke media, janda Ahmad Dhani itu pun bertanya langsung kepada Al yang masih berusia 14 tahun. “Dia mengaku itu bukan kali pertama dia mencoba seperti itu. Saya tegur dia. Dia sudah meminta maaf kepada saya dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” ceritanya. Dhani yang melihat foto tersebut langsung murka. Dia

kecewa karena Al melakukan itu di rumah bundanya. Seharusnya, menurut Dhani, Maia bisa mengawasi Al. Namun, Maia memiliki pendapat lain. “Al kan jarang ke rumah saya. Saya tanya pertama nyoba di mana, dia kan tidak ada di bawah pengawasan saya. Saya nggak tau bagaimana dia di bawah pengawasan ayahnya,” ucap Maia. Maia pun mengaku serasa mendapat tamparan keras karena kejadian itu. Dia merasa kecewa sebagai seorang ibu. Dia mengatakan kecolongan dan tidak tahu bagaimana sampai minuman keras bisa masuk ke rumahnya. Saat Al ditinggal, ada seorang saudara Maia yang tinggal di rumah. “Tapi, saudara saya juga tidak tahu bagaimana kok bisa sampai ada itu,” lanjutnya. Namun, Maia juga meng-

hargai karena Al sudah bicara jujur. Maia memberikan nasihat dan pengarahan agar hal tersebut tidak dilakukan oleh Al dan dua anaknya yang lain. “Saya sudah wanti-wanti. Saya pernah bilang bahwa anak ini mungkin sedang mengalami guncangan jiwa karena perceraian orang tuanya. Jangankan dia, saya saja stres dulu. Mungkin dia nggak suka karena ada adik bayi yang bukan adik kandungnya. Saya dan Mas Dhani salah,” sesal Maia. Ternyata, bukan itu saja perilaku Al. Dia juga pernah tidak masuk sekolah sebulan. Melihat hal tersebut, Maia menyarankan agar anak-anaknya dibimbing ke psikiater. Karena memang tiga anaknya tidak tinggal bersama Maia, dia pun berharap agar Dhani bisa lebih tegas menjaga anak-anak. (jan/ c10/any)

Belum Ada Upaya Perbaikan dari halaman 1 dalam kondisi rusak berat. Dari enam lokal bangunan yang ada, tiga di antaranya sudah tidak bisa digunakan akibat terkena bencana angin puting beliung beberapa tahun yang lalu. Kondisi tersebut memaksa sekolah memanfaatkan satu lokal kelas untuk digunakan oleh dua kelas. “Kami terpaksa me-nyeket (membagi) lokal kelas untuk digunakan dua rombongan belajar,”ujar Kepala SDN Petunjungan 04, Sri Nurani SPd kepada Radar. Ia menuturkan, sampai saat ini pihak sekolah belum mendapatkan kepastian akan dilakukannya perbaikan terhadap ruang kelas tersebut. Padahal sudah beberapa tahun ini, sekolah terpaksa menempatkan siswanya belajar di ruangan yang yang bersebelahan dengan dapur sekolah. Kondisinya yang berantakan membuat siswa terlihat kurang nyaman dalam mengikuti pelajaran. Tidak hanya itu saja, akibat dari kerusakan tersebut, pada saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini sekolahnya hanya mendapatkan 10 siswa baru. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menambahkan, rendahnya peran serta masyarakat untuk menyekolahkan di SDN Petunjungan 04 lebih disebabkan adanya ketakutan atas kondisi bangunan sekolah yang sudah hampir ambruk. Untuk itu, dirinya berharap kepada Pemkab Brebes melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes untuk bisa secepatnya melakukan perbaikan terhadap ruang kelas yang telah rusak. Sementara itu, Ketua LSM Agustus Kabupaten Brebes Kustoro WHY menuturkan, dari pantauan di lapangan,

dirinya menemukan banyak sekolah yang telah mengalami kerusakan. Bahkan beberapa sekolah mengalami rusak berat seperti yang dialami oleh SDN Petunjungan 04. Untuk itu dirinya meminta kepada Dinas Pendidikan untuk bisa secepatnya melakukan proses perbaikan. Kinerja yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan semata-mata harus mengacu

kepada kepentingan pendidikan di wilayahnya. “Jangan sampai kinerja didasari untuk mendapatkan keuntungan pribadi, “tegasnya. Ia mencontohkan, kegagalan proses lelang DAK pendidikan beberapa waktu lalu menunjukan kalau selama ini Dinas Pendidikan kurang serius dalam membangun pendidikan di Kabupaten Brebes. (har)

tersebut yang juga sebagai kejahatan digitalisasi. Mengeruk uang dari barang atau kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Parahnya, N7W yang juga mengakui jika program yang diproyeksikan sebagai bisnis itu mampu memecah belah bangsa. Menurutnya, kalau warga memang niat membantu Komodo, kenapa tidak membuat koin untuk Komodo. Hal itu baginya lebih masuk akal ketimbang melalui SMS yang belakangan diakui oleh P2K ada berbagai potongan. Termasuk masuk ke kantong N7W yang notabene adalah pihak asing.

“Kenapa mau membantu sesuatu, tetapi pakai mengeluarkan uang untuk orang asing terlebih dahulu,” tanya dia. Disamping itu, dia juga mengatakan terlalu banyak uang yang harus dikeluarkan untuk mendapat sertifikat obyek paling ajaib di dunia. Dengan lolosnya Komodo sebagai 10 besar, Zebi berharap itu bukan pertanda dimulainya mimpi buruk bagi Komodo. Sebab, hewan-hewan purba itu bisa menjadi indikator kualitas bumi saat ini. Saat hewan tersebut mampu hidup jutaam tahun, berarti secara luas bisa dikatakan kualitas bumi masih

sama dengan era kejayaan hewan itu. Transparansi sendiri memang penting, sebab Koordinator Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) Emmy Hafild juga sempat bimbang. Apalagi, dia tahu betul kalau Komodo sempat tertinggal jauh dengan konstestan lainnya. Namun, dia tidak terlalu memperdulikannya. “Luar biasa, Alhamdulillah bisa masuk 10 besar,” katanya kemarin. Lagi-lagi, Emmy juga enggan buka mulut menyebut berapa sebenarnya SMS yang memberikan dukungan. Dia tetap berlindung pada aturan yaya-

san N7W yang melarang dibeberkannya jumlah suara. Dikatakannya, bukan masalah transparan atau tidak, tetapi ancaman cukup berat kalau dilanggar. “Sanksinya bisa didiskualifikasi,” ungkapnya. Dia menambahkan, berbagai polemik yang ada justru menguntungkan Pulau Komodo. Terbukti, sebulan terakhir sejak meletusnya pro kontra keikutsertaan Komodo di N7W peningkatan SMS makin drastis. Meski sejak awal Emmy memang meyakini kalau Komodo bisa menyingkirkan 27 saingannya dan masuk 10 besar. (dim/iro)

Tersumbat, Dua Tahun Tak Bisa ‘Beol’ dari halaman 1 Siaga Kabupaten Tegal pada 13 Agustus 2009 lalu dengan kondisi normal. Setelah sembilan hari keluar dari kandungan mulai terlihat ada kelainan pada Adit. “Saat usia sembilan hari, perut Adit membuncit dan ketika diberi asi atau makan dimuntahkan kembali. Melihat itu, anak saya periksakan kembali dan menurut dokter Adit tidak bisa buang air besar. Katanya sih ususnya tersumbat, tetapi belum tahu karena apa. Jadi Adit bukan tidak memiliki anus. Tetapi tidak bisa beol lantaran ususnya tersumbat,” katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (7/11). Melihat itu, lanjutnya, dokter memutuskan untuk membuat lubang pembuangan dibagian

pinggang sebelah kiri. Kemudian operasi pun dilakukan dengan biaya yang cukup besar yakni Rp 5 juta. “Kami susah payah mencari dana tersebut agar Adit bisa buang air besar.” Dengan adanya lubang tersebut, Adit bisa buang air besar melalui pinggangnya. Kotoran yang dikeluarkan ditampung kantong yang ditempelkan disekitar lubang. Harga kantong tempat kotoran itu per biji Rp 6.500. Sementara dalam sehari rata-rata memakai dua kantong. Kondisi tersebut berlangsung hingga saat ini, Adit berusia dua tahun dua bulan. Namun untuk kantong, karena terbentur biaya terpaksa diakali dengan membuat sendiri. Dan baru-baru ini dia konsultasi dengan dokter di Kardinah

mengenai penderitaan anaknya. Sang dokter menyarankan agar Adit dibawa ke RS Kariadi Semarang untuk dioperasi. Namun hal tersebut belum dilaksanakan, mengingat dana yang digunakan untuk pembiayaan tidak ada. “Suami dan saya penghasilannya hanya dari usaha dagang kecil-kecilan dirumah. Untuk operasi tentunya membutuhkan biaya besar. Bayangkan saja membuat lubang pembuangan saja butuh Rp 5 juta. Apalagi ini menutup lubang dan menyambung usus agar bisa buang air melalui anus. Pasti lebih mahal lagi,” keluhnya. Dia berharap ada bantuan untuk pelaksanaan operasi tersebut. Dengan harapan anak pertamanya bisa hidup normal

seperti balita lainnya. Sementara itu, Ketua PKK Kota Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Ny Rosalina Ikmal Jaya menuturkan, kadernya di Kemandungan menginformasikan masalah tersebut. Karenanya langsung ditindaklanjuti dengan mengunjungi rumah Adit. “Kami akan upayakan suratsurat untuk mendaptkan jaminan kesehatan dari pemerintah yakni Jamkesmas atau Jamkesda. Karena ternyata kelurga Adit belum memiliki itu,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, apabila nanti semua persyaratannya telah komplit, maka tidak perlu menunggu lebih lama lagi. Adit akan dirujuk ke rumah sakit Kariadi Semarang, guna dilakukan operasi. (adi)

Pamsimas Belum Bisa Diterima Masyarakat dari halaman 1 Dia mengatakan, tim geolistrik dan pemborong proyek tersebut sudah melakukan pengeboran sebanyak tiga titik di wilayahnya. Tetapi, hasilnya belum maksimal. Padahal menurutnya, kedalaman tanah sudah mencapai 120 meter. Kedalaman itu, sesuai dengan gambar yang ditentukan. Peralatan untuk pengeboran dan pendeteksian, juga sudah kom-

plit semua. “Saat ini, warga kami kesulitan air bersih. Jumlah warga kami sebanyak 150 jiwa. Sejauh ini, mereka hanya mengandalkan air sumur umum yang rasanya asin untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi, cuci, dan lainnya,” ungkapnya. Sedangkan untuk memasak, lanjut Bambang, warga mengkonsumsi air PDAM yang dijual keliling. Harga setiap satu dirigen, Rp 1500. Isinya sekitar 30

liter. Menurutnya, jika pamsimas ini sukses, tentunya sangat membantu kebutuhan warga sekitar. Warga tak perlu membeli air ke pedagang air keliling. “Semoga pamsimas ini keluar airnya. Sehingga, warga tidak akan kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih,” doanya. Terpisah, Kepala Desa Munjungagung Titi Nuraeni menuturkan hal senada. Menurutnya, sudah tiga kali pengeboran, tetapi selalu gagal.

Sementara untuk keempat kalinya, akan mencobanya lagi dan lokasinya tidak jauh dari yang sebelumnya. Dia juga menjelaskan, Pamsimas berasal dari pemerintah pusat dengan anggaran sekira Rp 90 juta lebih. Yang mengerjakan proyek tersebut, pemborong dari Semarang. “Tim geolistrik sudah bekerja maksimal. Tetapi hasilnya belum bisa maksimal,” pungkasnya. (yer)

Lagi, Polisi Tertembak di Papua dari halaman 1 Jenderal dengan dua bintang di pundak itu mengatakan, informasi yang didapat dari insiden itu masih sangat minim. Mabes Polri belum mendapat keterangan siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mereka juga tidak tahu jenis senjata dan peluru yang digunakan. Saud menambahkan, belum diketahui apakah tembakan dilakukan dalam jarak dekat atau jarak jauh. Bukan tidak mungkin dalam jarak dekat. Sebab, di tempat kejadian perkara terdapat banyak ceruk di antara bukit-bukit yang curam. Bisa jadi pelaku bersembunyi di ceruk-ceruk bukit saat mobil lewat. Apakah polisi memang menjadi target kelompok bersenjata? Saud tidak bisa memastikan. “Kalau kami lihat dari

kejadian selama ini, para korban tidak hanya polisi. Siapa yang lewat dengan kendaraan, akan ditembak. Kalau dalam mobil ada karyawan, security, TNI atau Polri, itu akan ditembak,” katanya. Saud mengatakan, anggota Polri tidak berdaya dengan medan di Papua yang sangat sulit. Selain kondisi daratan pegunungan, mereka juga terkendala cuaca. Setiap kali lewat pukul 15.00, cuaca sangat dingin. Sebaliknya, para pelaku sangat fasih dengan medan yang ekstrim. Mereka bisa melancarkan aksinya dari mana saja tanpa ketahuan. “Padahal kami menggunakan kendaraan saja sudah sedemikian sulit, tapi mereka dengan berjalan kaki dan berlari itu sudah sedemikian kuat. Fisik mereka kuat. Saya tahu karena saya pernah lama di sana,” katanya.

Polisi juga kebingungan mengidentifikasi kelompok bersenjata di Papua. Sebab, tidak banyak pelaku yang tertangkap. Akibatnya, mereka jadi susah mengumpulkan data kelompok-kelompok tersebut. Ada kemungkinan, banyak kelompok bersenjata tapi masing-masing tidak saling mengenal. “Mereka di dalam hutan dan sangat jarang yang tertangkap,” katanya. Di bagian lain, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menampik isu yang menyebut dirinya hadir dalam rapat Kongres Rakyat Papua (KRP) yang menewaskan tiga orang. Djoko juga membantah bahwa dirinya mengirim delegasi untuk menghadiri kongres makar tersebut. “Saya juga mendapat pesan singkat yang mengatakan seolah-olah Menko Polhukam mau datang ke sana. Itu tidak

benar,” tegas Djoko. Djoko menegaskan bahwa dia tidak pernah merekomendasikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi salah satu narasumber dalam KRP. Dia juga tidak pernah menandatangani dokumen apapun terkait Kongres tersebut. “Maksud saya, itu adalah domain Kemendagri dalam usaha Otonomi Khusus. Bukan malah mendelegasikan ke Kemendagri,” tegasnya. (jpnn) Namun, Djoko mengakui bahwa panitia acara mengirimkan surat pemberitahuan digelarnya acara itu. Tapi, tidak ada permintaan persetujuan di dalamnya. “Memang ada pemberitahuan akan ada kongres. Tapi kalau mereka kemudian memproklamasikan merdeka, itu lain soal. Proklamasi kemerdekaan kan di akhir kongres,” katanya. (*)


CMYK

KOMBIS

SELASA, 8 NOPEMBER 2011

20

RADAR TEGAL

Torch Relay Sea Games XXVI Singgah di Indosat

ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

JAGOAN MUDA – XL dan dealer CV Prima Handphone Tegal menggelar even Berkah Idul Adha Untuk Sekolah.

Youth Segmen XL dan Prima Handphone

BERKAH IDUL ADHA

UNTUK SEKOLAH TEGAL – CV Prima Hanpdhone sebagai dealer resmi XL selama dua minggu menggelar event bertajuk Berkah Idul Fitri Untuk Sekolah. Gelaran yang berakhir 4 November 2011 tersebut dimenangkan oleh SMK NU Ma’arif Talang dengan vote SMS terbanyak dan berhak atas hadiah berupa seekor kambing. General Manager CV Prima Handphone Tegal Endono Susanto melalui PIC Dwi Andri Hermawan menuturkan, mekanisme dari gelaran ini adalah seluruh siswa hanya mengirimkan nama sekolah dari nomor XL hanya satu kali ke center yang telah disiap-

kan sehingga bisa membawa berkah dengan berbagi kepada sesama. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan partisipasi pihaknya sebagai dealer XL untuk merangkul dan berbagi melalui segmen kawula muda yang ada di sekolah-sekolah. Pihaknya juga memiliki nick name atau panggilan di kalangan remaja atau sekolah yaitu jagoan muda XL. Dengan menjadi jagoan muda XL, user akan mendapatkan beragam benefit atau keuntungan seperti diskon hingga 20 persen untuk internetan dan telepon ke sesama no telepon jagoan muda dan sebagainya. Untuk

jagoan muda XL, banyak kegiatan yang bisa diikuti seperti mading online, gaya online, berita jagoan muda, berita kita dan sebagainya. Untuk detail dan informasi lebih lengkap, bisa diakses di www.xljagoanmuda.com atau facebook di xl jagoan muda dan twitter @Xljagoanmuda. XL jagoan muda, jelasnya, merupakan ajang berkumpulnya para remaja atau pelajar yang membutuhkan kemudahan dalam berkomunikasi baik itu telepon, SMS maupun akses data saat berselancar di dunia maya. Kesempatan ini, jelasnya, diharapkan bisa dimanfaatkan para

pelajar di sekolah masing-masing sehingga bisa mengapresiasikan beragam kegiatan di sekolah dengan menjadi jagoan muda XL. Ke depannya, pihaknya bersama XL akan terus menggelar beragam agenda yang akan melibatkan sekolah dan para pelajar sehingga bisa berbagi pengalaman dan inovasi melalui sederet acara yang memberikan banyak manfaat positif. “Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan yang terbaik terutama di segmen remaja atau para pelajar di Tegal dan sekitarnya,” jelasnya. (gun)

SUATU kehormatan sekaligus kepercayaan bagi Indosat menjadi prestige partner dalam Sea Games XXVI tahun 2011, dengan mendukung seluruh kebutuhan telekomunikasi para atlet, panitia, dan delegasi dalam forum internasional ini. Selain itu, juga suatu kebanggaan bagi Indosat bahwa obor Sea Games singgah di kantor pusat PT Indosat Jakarta pada 5 November lalu untuk selanjutnya meneruskan perjalanan menuju Palembang, Sumatera Selatan, pada 6 sampai 11 November mendatang yang merupakan kota terakhir untuk kirab Obor Sea Games. “Menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami bahwa Obor Api Sea Games XXVI berkenan singgah di Indosat, sebagai prestige partner Sea Games XXVI,” tandas Director & Chief Wholesale and Infrastructure Indosat Fadzri Sentosa. “Sebagai operator dengan pengalaman secara global dan telah mendukung berbagai ajang internasional di Indonesia, Indosat bertekad untuk turut mensukseskan ajang bergengsi ini dengan menyediakan layanan berkualitas, sebagai komitmen perusahaan yang telah berhasil mencapai 51,5 juta pelanggan di usia 44 tahun di Nopember 2011 ini,” sambungnya. Kirab Obor Sea Games XXVI sendiri telah dimulai sejak pengambilan api abadi dilakukan di Desa Mrapen, Jawa Tengah, pada 23 Oktober. Kemudian obor dibawa lokasi di Jawa Tengah seperti Candi Borobudur, Kepatihan Yogyakarta, dan Semarang. Setelah wilayah Jawa dilalui, kemudian obor Sea Games diarak keliling di wilayah Nusa

Tenggara Timur, Jayapura, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 2 sampai 3 November lalu. Indosat sendiri berpartisipasi dalam rangkaian Kirab Obor Sea Games XXVI di beberapa kota dengan menghadirkan mobil medis atau Mobil Klinik Sehat Keliling Indosat yang membantu fasilitas kesehatan, mobil minibus jika diperlukan jika terjadi keadaan emergency, serta rombongan kendaraan bermotor unik untuk turut memeriahkan rombongan kirab. KARTU PERDANA Menjadi rangkaian dari dukungan penyediaan solusi telekomunikasi di even Sea Games XXVI ini, Indosat menghadirkan 25 ribu Kartu Perdana Edisi Sea Games dengan pulsa sebesar Rp 10.000. Kartu Perdana ini diberikan secara gratis untuk para atlet, panitia, delegasi, dan jurnalis. Keuntungan kartu perdana ini berupa gratis 100 menit nelpon pada pukul 00.00 sampai 17.00 WIB selama tiga hari pertama untuk seluruh komunitas Sea Games. “Keuntungan lainnya adalah diskon 25 persen untuk Sambungan Langsung Internasional ke-10 negara peserta Sea Games,” ujarnya. Sementara itu, didukung dengan teknologi Fiber Optik, Indosat menyediakan berbagai layanan dan solusi telekomunikasi secara terintegrasi meliputi link dari International Broadcasting Center untuk siaran TV Broadcasting ke dalam dan luar negeri (telecast) melalui jaringan satelit internasional Indosat, layanan mobile voice telephony atau selular, layanan roaming, layanan BlackBerry, dan layanan pendukung lainnya. (hesti prastyani/iklan)

BERBAGI QURBAN BSM Tegal, Minggu (6/11) membagikan hewan kurban kepada masyarakat sekitar.

ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

Bank Syariah Mandiri Tegal Berbagi Kurban TEGAL – Bank Syariah Mandiri (BSM) Tegal, Minggu (6/11) melakukan penyembelihan 12 ekor kambing untuk dibagikan kepada kaum duafa. Kegiatan yang menjadi agenda rutin tersebut seluruhnya berasal dari para karyawan yang ikut menyisihkan sebagain rejeki yang diterimanya. Pemimpin Cabang BSM Tegal Suhanto SE, Senin (7/11) membenarkan adanya pelaksanaan BSM Berbagi Qurban (BBQ) yang dipusatkan di kantor Jalan Gajah Mada Kota Tegal. Menurutnya, dari 12 ekor kambing yang disembelih diba-

CMYK

gi menjadi 350 kantung plastik daging yang dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Dengan demikian, keberadaan BSM Tegal diharapkan bisa ikut memberikan kontribusi serta kepedulian secara langsung terutama kepada kaum duafa. Kegiatan seperti ini, jelasnya, ke depan akan terus dilakukan dan dijadikan agenda rutin setiap tahun. “Kami memberikan apa yang bisa kami berikan sehingga memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

TALANGAN HAJI Selain itu, lanjut dia, di bulan Oktober 2011 terjadi peningkatan dana talangan haji dari Rp 9,5 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 32 miliar dengan total jamaah dari 596 menjadi 1.600 jamaah atau terjadi peningkatan sebesar 300 persen dari tahun 2010 ke 2011. Untuk non talangan, di tahun 2010 hingga bulan Oktober tercatat Rp 3 miliar dan di bulan yang sama tahun 2011 meningkat menjadi Rp 6,2 miliar dengan total jemaah dari 1.000 menjadi 2.600 jamaah atau meningkat 250 persen. Untuk tahun ini, pihaknya

juga melakukan reportase haji secara langsung dari tanah suci yang bekerja sama dengan RSI Harapan Anda dan RCA FM untuk melaporkan informasi terkini kepada keluarga jamaah di tanah air. Kemudahan serta proses yang cepat untuk Ujroh terhadap talangan haji sendiri hanya 1 hari dan pelunasan yang bisa dilakukan hingga 3 tahun, selama persyaratan lengkap. Dengan menerapkan Sistem Komputer Haji Terpadu (Siskohat) yang terhubung dengan Kementerian Agama di seluruh Indonesia, calon jamaah haji akan mendapat kepas-

tian porsi haji baik melalui dana talangan maupun non talangan yang ada di BSM Tegal, KCP Adiwerna dan KCP Brebes. Pihaknya juga mengusung moto ‘Mulailah Hal Yang Baik di Tempat Yang Baik’ sehingga terus memberikan layanan yang cepat kepada calon jamaah haji sehingga bisa menunaikan ibadah haji di tahun-tahun selanjutnya baik melalui dana talangan haji maupun non talangan. “Semua yang kami lakukan tidak lain untuk membantu masyarakat Tegal dan sekitarnya,” ujarnya. (gun)

DOK. ISTIMEWA

OBOR SEA GAMES - Indosat mendapatkan kehormatan untuk disinggahi obor Sea Games XXVI dalam rangkaian Kirab Obor Api Sea Games XXVI, sebelum diberangkatkan dari Jakarta menuju kota terakhir Palembang.


Radar Tegal 8 nop 2011