Page 27

METRO TEGAL

4

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Dewan Tepis Cari-cari Kesalahan Soal Temuan DAK Diborongkan

SARPRAS

M SAEKHUN/RATEG

DIUSULKAN JADI RUANG TERBUKA - Keberadaan Alun-alun Kota Tegal sebagai ruang publik terbuka harus lebih dimaksimalkan, sehingga tidak ada pembatasan pemanfaatnya.

Harus Jadi Ruang Publik SEJUMLAH fraksi di DPRD meminta agar fungsi alun-alun sebagai ruang publik terbuka dikembalikan. Sehingga, tidak ada pembatasan pemanfaatannya. Namun dengan satu catatan, kegiatan yang dilaksanakan harus positif dan tidak mengarah pada maksiat. Pasalnya, keberadaan alun-alun berada di depan Masjid Agung Kota Tegal. Sehingga, fungsi alun-alun yang selama ini terkesan hanya untuk kegiatan keagamaan, fungsinya tak bisa maksimal. Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kota Tegal, Hery Budiman, Senin (4/ 1), mengatakan, untuk memaksimalkan fungsi alun-alun sebagai ruang publik terbuka maka pihaknya telah mengajukan usulan kepada walikota dan ketua DPRD. Keduanya menyambut positif usulan tersebut dan akan ditindaklanjuti. “Kami rasa pembatasan penggunaan alun-alun justru akan mengkerdilkan Kota Tegal. Sebab alun-alun ruang publik terbuka. Meski dalam pelaksanaanya tidak bisa bebas, tapi tetap harus memerhatikan lingkungan, tidak terkekang, dan seolah-olah hanya untuk kegiatan keagamaan saja,” katanya. Menurut dia, keberadaan alun-alun sangat penting karena sebagai tempat berkumpulnya masyarakat. Karena itu, fungsinya harus bisa dioptimalkan. Misalnya, untuk tempat penyelenggaraan hiburan dan kegiatan bersifat keagamaan. Tetapi dalam pelaksanaannya harus mengacu pada aturan atau norma sosial dan keagamaan. Jangan sampai kegiatan yang dilaksanakan mengganggu aktivitas ibadah di Masjid Agung. Untuk ketertiban dan kebersihan pemkot wajib melakukan penertiban terhadap para pedagang yang masih berjualan di atas alun-alun. (hun)

SENI Hibur Masyarakat Seni TEATER RSPD bakal menggelar pentas dengan lakon “BibBob” yang naskahnya dibuat WS Rendra pada Sabtu (9/1) mendatang. Ini dilakukan untuk mengobati masyarakat seni Kota Tegal pada sang maestro teater Indonesia tersebut. Penggiat Teater RSPD, Yono Daryono, mengatakan, lakon “BibBop” yang dipentaskan oleh WS Rendra pernah mengejutkan publik. Ketika itu, sang maestro baru pulang menuntut ilmu di The American Academy of Dramatic Art New York Amerika Serikat (AS) pada tahun 1967. “Ia mementaskan lakon BipBop yang mengejutkan publik dengan mementaskan teater diluar patron. Teater tanpa tatanan yang oleh Gunawan Mohammad diberi nama teater mini kata,” katanya. Teater pun, lanjut Yono, berubah dari pemanggungan sebuah teks menjadi peristiwa tak punya pusat. Garis definitif antara narasi, dan bukan menjadi lebur hilang dalam berbagai tafsiran. Dan dalam hal ini sangat berbeda ketika Rendra berpuisi. Dimana dia menawarkan suara penuh kecerahan, diksi yang ceta, lincar dan lancar dalam lenggak-lenggok ritme jeda yang tertata. “Puisi Rendra kadang imajinatif, lugas, polos, dan segar seperti anak-anak yang luber. Sehingga maksi kata. Lakon BipBop muncul pada saat masa sulit Bengkel Teater Rendra. (cw1)

KETUA Komisi I DPRD Kota Tegal, Sutari SH, Senin (4/1), menepis tudingan jika pihaknya hanya mencari-cari kesalahan terkait adanya temuan pengerjaan pembangunan sekolah lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2009. “Ini murni temuan kami saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Kok bisa satu orang mengerjakan pembangunan dua sekolah penerima DAK. Siapa bilang ada rekayasa?” kata Sutari tegas. Karena mengerjakan dua lokasi sementara orangnya satu, akibatnya realisasi pembangunan kedua sekolah tersebut terlambat. Bahkan, untuk SDN Kraton 3 dia memperkirakan baru bisa kelar sekitar empat bulan lagi. Sedangkan SDN Muarareja 1 dipastikan tidak akan kelar hingga akhir Januari 2010. “Kalau pengerjaanya bisa tepat waktu dan mutunya bisa dijaga mungkin kami bisa memaklumi. Lha ini, realisasi pembangunan dua sekolah tersebut terpontal-pontal. Penyebanya ya itu tadi, karena yang garap satu orang. Dan sekali lagi kami tegaskan, ini murni temuan di lapangan saat sidak. Tidak benar kalau kami mengadaada,” kata Sutari. Menurutnya, persoalan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar realisasi pembangunan sekolah melalui DAK Pendidikan 2010 tidak terlambat. Kalau alasannya karena waktu, maka mulai bulan

ini (Januari), Dinas Pendidikan (Disdik) harus sudah menyiapkan dan mengusulkan mana saja sekolah yang akan menerima DAK. Sehingga, lanjut dia, Maret atau April 2010 sudah ada kepastian melalui SK Walikota sekolah mana saja yang akan menerima DAK. Dengan begitu, Mei sudah bisa digarap. “Kami juga kembali mengingatkan Disdik, jangan sampai masalah DAK Pendidikan 2009 yang diborongkan ini terulang,” imbuhnya. PERKETAT PENGAWASAN Sekadar informasi, ihwal penggarapan DAK Pendidikan, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta agar pengawasan terhadap DAK Pendidikan diperketat. ICW menilai, selama ini banyak penyalahgunaan dana tersebut. Potensi korupsi terhadap dana itu juga cukup besar. Karena itu, ICW meminta partisipasi publik untuk mengawasi pemakaian DAK. Peneliti Senior ICW, Febri Hendri, mengatakan, selama enam tahun terakhir alokasi DAK selalu naik. ‘’Kenaikannya cukup signifikan,’’ ujarnya. Febri menyebut, pada 2004 lalu pemerintah hanya meng-

M SAEKHUN/RATEG

BARU PASANG BLANDAR - Meski sudah memasuki hari keempat bulan Januari 2010, salah satu SD penerima DAK Pendidikan 2009 baru pasang blandar.

anggarkan DAK Rp 652,6 miliar. Dalam enam tahun, alokasi dana itu sudah mencapai Rp 9,3 triliun. Dari tahun ke tahun, prioritas DAK ditujukan untuk wajar pendidikan dasar (dikdas) dan rehab gedung rusak. ‘’Yang mengherankan, gedung rusak di Indonesia seakan tidak ada habis-habisnya. Seharusnya, pemerintah pusat turut memonitor kegiatan pembangunan sekolah di daerah,’’ kritiknya. Tahun 2009, kata dia, DAK tidak ditujukan untuk program

SEBAGIAN masyarakat yang biasa hilir-mudik di kawasan Jalan Kapten Sudibyo mengaku resah dengan banyaknya truk yang parkir di sembarang tempat. Sebab, selain membuat pemandangan nampak kumuh, juga membahayakan pengguna jalan raya. Menurut salah seorang warga Perum Taman Sejahtera yang tidak mau namanya dikorankan, hampir setiap hari ada truk yang parkir di pinggir jalan. Bahkan terkadang sampai menginap atau beberapa hari “bercokol” di sana. “Kondisi ini sangat mengganggu warga sekitar. Saya sebagai perwakilan warga sudah melaporkannya kepada dinas terkait. Dengan harapan ada tindakan terhadap mereka yang memarkir truknya sembarangan,” katanya. Dikonfirmasi hal itu, Kepala Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tegal, Khaerul Huda, berjanji dalam waktu dekat akan memanggil pemilik atau sopir truk yang parkir sembarangan di sepanjang jalan Kapten Sudibyo. “Kami akan mengimbau pemilik truk maupun supirnya agar tidak memarkirkan kendaraannya di tempat yang bukan peruntukannya. Kalau dibiarkan

SETELAH diundi pada hari Senin (4/1), ratusan pedagang Pasar Kimpling boyongan ke lokasi baru di Jalan Teuku Cik Diktiro. Selain terdapat ratusan lapak, pembangunan pasar yang menghabiskan dana APBD Kota Tegal Tahun Anggaran (TA) 2009 sebesar Rp 3 miliar lebih itu juga memiliki 11 kios. Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal, R Suprianta, Senin (4/1), mengatakan, semua pedagang lama yang menempati lapak telah diundi penempatannya. Dan mulai hari

LAPORAN: LAELANURCHAYATI SAAT ini baru 3 kelurahan resmi memiliki perpustakaan, sedangkan 3 lainnya masih dalam bentuk embrio. Kepala Seksi Pembinaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Haryo Guritno menje-

ini (kemarin-red), sudah mulai ada aktivitas jual beli. Sedangkan peresmiannya menunggu kesiapan walikota. “Semua pedagang lama kami gratiskan. Mereka hanya dikenai retribusi harian. Sedangkan untuk penempatan 11 kios masih menunggu pembahasan tarif dengan DPRD. Untuk sementara aktivitas jual beli hanya dilakukan di los,” katanya. Menurut Suprianta, draf tarif sewa kios yang akan diajukan ke DPRD tidak akan berbeda jauh dengan tarif kios Pasar Martoloyo dan Langon. (hun)

ADI MULYADI/RATEG

PARKIR SEMBARANGAN – Beberapa truk parkir di sembarang tempat yang bukan peruntukannya.

maka kota akan terlihat kumuh. Dan itu bisa membahayakan pengguna jalan lain,” terangnya. Menurut Khaerul, jika tetap parkir di area tersebut, selain rawan kecelakaan bagi pengguna jalan, bisa saja terjadi kehilangan. “Nanti kalau ada truk yang hilang baru lapor polisi, dan kami yang disalahkan,” kata mantan Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan ini terkekeh.

Selain di pinggiran Jalan Kapten Sudibyo, banyak juga tempat-tempat lain yang digunakan untuk memarkir truk, seperti di Jalan Mataram, di sekitar Taman Sejahtera, jalan lingkar utara dan lainnya. Khaerul mengaku dirinya sempat mempunyai anganangan membuat kantong-kantong parkir truk seperti di wilayah kabupaten. “Tapi lokasinya dimana ya?” kata Khaerul balik bertanya. (cw1)

21 Kelurahan Belum Miliki Perpustakaan laskan terus berupaya agar target ini tercapai. Menurutnya, program ini juga sangat tergantung pada pemimpin wilayah tersebut atau lurahnya. Seperti pada 3 kelurahan yang saat ini masih dalam bentuk embrio perpustakaan kelurahan. Yaitu Kelurahan Pesurungan Lor, Randugunting dan Sumurpanggang. ‘’Mereka sangat proaktif untuk membangun perpustakaan ini, hanya saja belum memenuhi persyaratan,’’ ungkapnya. Yaitu jumlah koleksi buku yang ada minimal 1000 eksemplar. Petugas kelurahan juga sudah disiapkan dengan mengikuti pelatihan di tingkat propinsi beberapa waktu lalu. Sementara untuk 3 kelurahan

mengajar, masih banyak yang tidak memadai. Masih ada sekolah yang tidak memiliki laboratorium maupun perpustakaan. Rendahnya kontrol terhadap penggunaan dana tersebut memunculkan korupsi di berbagai daerah. Korupsi itu dilakukan oleh aparat pemerintah daerah hingga dinas pendidikan dan sekolah. Pola korupsinya beragam, mulai penahanan dana, penunjukan langsung, markup, proyek fiktif, hingga penggelapan. (hun)

Truk Parkir Sembarangan Bikin Resah Ratusan Pedagang Pasar Kimpling Boyongan

Tiga Lainnya Masih dalam Bentuk Embrio

Sebanyak 21 kelurahan hingga saat ini belum memiliki perpustakaan kelurahan. Padahal sesuai intsruksi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, tahun 2012 semua kelurahan harus sudah memiliki perpustakaan.

wajar. Sebab, pemerintah menyebut sudah menuntaskan program tersebut sejak akhir 2008. Kendati demikian, dana yang dikucurkan tahun 2010 tidak kalah besar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. ‘’Kenaikannya cukup signifikan dan hanya dipakai untuk perbaikan gedung dan kelas yang rusak,’’ ungkap Febri. Yang mengherankan, meski anggaran naik, jumlah sekolah roboh terus bertambah. Begitu pula sarana kegiatan belajar

DOK.RATEG

MENINGKAT - Selain mobil perpustakaan keliling, jumlah koleksi buku di perpusda juga meningkat. Tahun 2009 lalu mendapatkan bantuan koleksi buku sebanyak 2.200 eksemplar.

lainnya yang sudah resmi berdiri adalah Kelurahan Tegalsari, Kejambon dan Muarareja. Bahkan perpustakaan Tegalsari sudah mengantongi prestasi perpustakaan terbaik tingkat 3 se Jawa Tengah. ‘’Ini merupakan acuan yang sangat bagus bagi kelurahan lainnya, sehingga bisa mencerdaskan masyarakatnya melalui perpustakaan ini,’’ terang Haryo panjang lebar. Untuk perpustakaan Tegalsari saat ini sudah memiliki koleksi lebih dari 4.000 eksemplar. Sedangkan untuk Kelurahan Kejambon dan Muarareja baru sekitar 3.000-an dan 1.400 koleksi buku. Selanjutnya mereka akan terus dipacu dengan penambahan koleksi. (*)

M SAEKHUN/RATEG

MULAI DIFUNGSIKAN - Bangunan baru Pasar Kimpling di Jalan Cik Diktiro kini mulai difungsikan untuk aktivitas jual beli.

Radar Tegal 5 Januari 2010  

Radar Tegal 5 Januari 2010

Advertisement