Page 15

SELASA, 5 JANUARI 2010

PEKALONGAN RAYA

15

RADAR TEGAL

LINTAS RibuanNelayanTerpaksaTakMelaut WONOKERTO - Ribuan nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, pada akhir Desember dan awal Januari 2010, jarang melaut dikarenakan cuaca yang tidak menentu. Akibatnya, pendapatan para nelayan kecil tersebut berkurang, dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Salah satu nelayan yang berhasil ditemui Radar, Imam (40), warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Wonokerto, sudah sekitar tiga hari ini tidak malaut. Menurut Imam, dirinya yang biasanya melaut dengan beberapa temannya tidak melaut karena cuaca buruk yang tidak bersahabat. Selain membahayakan keselamatan para nelayan, cuaca buruk itu juga membuat tangkapan para nelayan menurun. ’’Niki leren riyin, rencang-rencang nggih sami leren, amargi teng laut cuacane elek (Ini istirahat dulu, teman-teman juga sama istirahat, karena di laut cuacanya jelek),” ucap Imam saat ditemui Radar Senin (4/1). Imam yang sudah memiliki seorang putra mengungkapkan, saat cuaca sedang buruk dilaut, Imam menggambarkan kondisinya sangat mengerikan. Angin yang berhembus cepat, kalau sudah hujan kilatan dari halilintar dapat menyamar sewaktu-waktu. ’’Opo meneh nelayan alit koyo kulo niki, nganggene kapal alit bukaan, menawi wonten nopo-nopo langsung keno (Apalagi nelayan kecil seperti saya ini, pakainya kapal kecil bukaan, kalau ada apa-apa langsung kena),” ujarnya. Ketua KUD Mino Soyo Kaharto mengungkapkan, kondisi cuaca yang buruk di laut membuat banyak nelayan kecil, khususnya di Kecamatan Wonokerto, mengurungkan niatnya untuk tidak melaut. ’’Ya itu manusiawilah, kalau merasa ada halangan melaut.’’ (ap4)

Drs Budi Divonis 15 Bulan BATANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batang, Senin (4/1), akhirnya menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun tiga bulan kepada Drs Budi Sarwono. Setelah dinyatakan terbukti bersalah terlibat dalam aksi penipuan dan penggelapan uang perusahaan senilai puluhan juta rupiah. Majelis Hakim menyatakan bahwa pria asal Kampung Peperan 463-A RT 2 RW 11 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, itu bersalah melanggar Pasal 374 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dalam dakwaan primair pertama. Pria berumur 42 tahun itu juga terbukti melanggar Pasal 378 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP pada dakwaan primair kedua. ’’Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi dan pengakuan terdakwa, Majelis Hakim menyatakan terdakwa bersalah terlibat aksi penipuan dan penggelapan. Oleh karenanya kepada terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan dipotong masa tahanan,” ujar Majelis Hakim. Usai dibacakannya putusan, Budi Sarwono yang mendapatkan gelar sarjana dari salah satu perguruan tinggi di Semarang, menyatakan menerima putusan tersebut. Namun Winarni SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batang, belum dapat menerima dan menyatakan pikir-pikir. Pasalnya, vonis tersebut masih jauh dari tuntutan JPU yang disampaikan pada sidang hari Selasa (29/12/09) lalu. Saat itu Winarni menuntut Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman pada Budi Sarwono selama dua tahun. Mengingat selain telah menikmati perbuatannya, akibat ulahnya tersebut perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Diberitakan sebelumnya, Budi Sarwono diajukan ke persidangan dengan dakwaan terlibat penipuan dan penggelapan berupa uang milik UD Ganda Raya, yang beralamat di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Batang. Modus yang digunakan adalah dengan mengurangi uang setoran dan membuat nota fiktif penjualan pestisida. Bahkan, tanpa sepengetahuan pemilik dari UD Ganda Raya, Budi menggunakan nama-nama konsumen yang pernah membeli pestisida di toko tersebut. Setidaknya, ada 40 konsumen yang namanya dimanfaatkan oleh Budi untuk berbuat jahat. (ton)

ARIFIN/RADAR PEKALONGAN

PAPARKAN DATA - Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan Suwondo memperlihatkan data kasus DBD di Kabupaten Pekalongan.

DBD Renggut Nyawa Tujuh Warga WIRADESA - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pekalongan hingga Desember 2009 telah merenggut tujuh nyawa warga. Sementara, hingga akhir tahun 2009, data dari Dinkes Kabupaten Pekalongan mencatat ada 650 kasus penyakit DBD. Beberapa daerah yang menjadi endemis DBD, antara lain di Kecamatan Bojong, Kecamatan Kedungwuni, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Kesesi, Kecamatan Wonopringgo, dan Kecamatan Buaran. Tujuh orang warga yang meninggal akibat DBD, antara lain Putri (16) warga Desa Capgawen Selatan, Kedungwuni; Basari (45) warga Desa

Karangsari, Kecamatan Karanganyar; Muhammad Alfafan (5) warga Ambokembang, Kedungwuni; Muhammad Arbi (8 bulan) warga Legokkalong, Karanganyar; Dini (16) warga Ambokembang, Kedungwuni; Saskia (3) warga Sambirejo, Kecamatan Tirto; dan Radian (14) warga Desa Menjangan, Kecamatan Bojong. Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan Suwondo saat ditemui Radar di kantornya Senin (4/1) mengungkapkan, terjadi peningkatan jumlah kasus DBD tahun 2009, dibandingkan tahun sebelumnya. Suwondo menjelaskan bahwa pada tahun 2008 terjadi kasus

DBD 403 kasus, dengan 10 orang penderitanya meninggal dunia. ’’Kenaikan jumlah kasusnya hampir mencapai 50 persen ya dari tahun sebelumnya, tapi kalau dilihat dari jumlah yang meninggal, ada penurunan ditahun 2009,” ucapnya. Pada saat itu, lanjut Suwondo, seperti pada tahuntahun sebelumnya DBD selalu mengganas saat tibanya musim penghujan, yaitu sekitar Nopember-Februari. Karenanya, masyarakat harus mewaspadainya. Terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah langganan banjir dan genangan air di sekitar rumah. ’’Genangan air itu yang

IKLAN BARIS LOKER 7X258mm

menjadi media nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak, dan meneruskan siklus hidupnya,” tuturnya. Untuk mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti, menurut Suwondo, masyarakat luas harus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan dengan melakukan 3 M, yaitu menguras, menutup, dan menimbun barang-barang atau media yang dapat mnjadi sarang nyamuk. Kegiatan itu harus dilakukan rutin dan bersama-sama, agar efeknya langsung terasa bagi masyarakat. ’’Yang penting, masyarakat harus sadar untuk bersih lingkungan. Minimal lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.

Tujuannya, agar perkembangan nyamuk itu dapat dicegah,” ujarnya. Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kabupaten Pekalongan Drg Hermawan Udiyanta mengatakan, pihaknya menginginkan agar masyarakat di Kabupaten Pekalongan dapat menjaga lingkungan sekitar. Karena penyebaran DBD ini sangat erat kaitannya dengan faktor lingkungan. ’’Kalau orang selalu menjaga lingkungan rumahnya selalu bersih, maka dipastikan dia jarang terserang penyakit. Apalagi untuk DBD ini, yang lingkungan sebagai faktor dominannya,” tuturnya. (ap4)

Radar Tegal 5 Januari 2010  

Radar Tegal 5 Januari 2010

Advertisement