Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SELASA, 5 JANUARI 2010

INDEKS

Optimistis Kinerja Ekonomi 2010

Ribuan Siswa dan Guru Swasta Demo HAL. SLAWI METROPOLIS

Dewan Tepis Cari-cari Kesalahan HAL. TEGAL METROPOLIS

Kelanjutan Proyek KPT Disoal HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Warga Bangun Makam di Depan Balai Desa HAL.PEMALANG

Bursa RI Terbaik di Asia

Lebih Pagi di Awal Masuk HAL. XPRESI

JAKARTA - Optimisme tinggi dari pemerintah dan pelaku pasar mengawali pembukaan perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berbeda dengan situasi awal tahun lalu yang diliputi kecemasan karena perekonomian yang masih dihing-

APA MANING...

gapi ketidakpastian. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, langkah sinergis antara pemerintah, pelaku pasar, sektor riil, ekonom, dan kepala daerah, telah membuat perekonomian nasional tidak jatuh seperti 1998 silam. Ini membuat perasaan pemerintah dan pelaku pasar menjadi berbeda dengan tahun lalu. ke hal 19 kol 1

ABIDIN ABROR/RATEG

TUNTUTAN - JPU Martopo SH tengah membacakan tuntutan atas terdakwa Kades Dulhadi.

Naikkan Harga Raskin, Kades Dituntut 2 Tahun BREBES - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martopo SH, Selasa (4/1), menuntut Kades Tegal Glagah Kecamatan Bulakamba Dulhadi dengan hukuman 2 tahun penjara. Selain tuntutan hukuman, yang bersangkutan dikenai denda sebesar Rp 50 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Tidak itu saja, yang bersangkutan juga diwajibkan mengembalikan uang sebesar Rp 99, 120 juta sebagai hasil keuntungan penjualan Raskin, terhitung sejak menjabat Maret 2008 hingga Desember 09. “Dari keterangan sejumlah saksi, yang dihadirkan di persidangan, terdakwa menjual Raskin tidak sesuai yang ditentukan sebesar Rp 1600/Kg. Sebaliknya terdakwa menjual Rp 2000/Kg. Kenaikan itu tidak melalui musyawarah lebih dulu,” kata JPU Martopo dalam sidang tuntutan berlangsung PN Brebes, kemarin. ke hal 19 kol 5

SEMOK

Uli Aulia Dulu Takut, Kini Enjoy MESKI pernah tergolek di rumah sakit, artis Uli Aulia tak jera menggeluti olahraga ekstrem. Olahraga seperti diving, hiking, dan berkuda diakuinya sudah menjadi rutinitas kegiatannya di sela libur syuting. Dengan melakukan kegiatan tersebut, dia merasa bebas, seakan terlahir sebagai Uli kecil tanpa ada beban. ke hal 19 kol 5

RAKA DENNY/JAWAPOS

PIL ANTILOYO - Puluhan pendemo yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih, Senin (4/1), mendatangi kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said. Chandra menerima kapsul antiloyo yang diberikan massa kepada KPK.

KPK Dapat Hadiah Obat Antiloyo JAKARTA - Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih berani menangani kasus dugaan penyimpangan dana talangan (bailout) Bank Century dan kasus Anggodo Widjojo terus mengalir. Kemarin (4/1) sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) mendatangi gedung KPK. Mereka menghadiahi lembaga antikorupsi itu dengan pil raksasa antiloyo. Pil seukuran guling itu berwarna biru (simbol obat kuat viagra) berlapis plastik. Pada permukaan pil, ada tulisan Pil Anti Loyo untuk KPK. Pil raksasa itu diserahkan sejumlah aktivis, seperti Usman Hamid, Yudi Latif, Efendi Gazali, Adi Masardi, dan Ray Rangkuti. Mereka mendesak KPK segera mengusut tuntas kasus Century dengan memanggil Wapres Boe-

diono dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Mereka juga minta lembaga yang dipimpin Tumpak Hatorangan Panggabean itu berani memeriksa Anggodo. “Ada uang (dana talangan Bank Century) Rp 6,7 triliun yang dirampok. Ini harus diusut,” kata Adi Masardi. Aktivis memberikan tenggat waktu sebulan kepada KPK untuk memanggil Sri Mulyani, Boediono, dan Anggodo. Jika tidak mampu, mereka minta pimpinan KPK mundur. “KPK tidak boleh takut. Karena itu, kita akan beri kapsul ini agar semakin berani,” ujar Adi Massardi. Koordinator aksi Iwan Dwi Laksono menyebut, kasus bailout itu merupakan kejahatan luar biasa yang melibatkan banyak pejabat negara. Dia yakin, kalau kasus itu dibongkar, akan ada banyak pejabat yang terlibat. Itu

terlihat saat KPK hendak mengusut, upaya pelemahan tiba-tiba muncul dalam bentuk kriminalisasi terhadap dua Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah. Karena itu, dia meminta agar KPK menunjukkan komitmen dan konsistensinya. “KPK harus segera memeriksa pejabat negara dan semua orang terkait kasus bailout Bank Century. Jangan tebang pilih,” kata Iwan. Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah yang menyambut mereka berjanji terus mengusut kasus tersebut. “Di pengujung tahun lalu, KPK mengalami musibah. Karena itu, upaya pengusutan sedikit terhambat. Tapi, mulai 2010 KPK akan berjalan lebih cepat. Ini amanah dan akan kami jalankan dengan baik,” janji Chandra. (aga/dwi)

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

PEMBUKAAN BURSA - Suasana dilantai Bursa Efek Indonesia, saat dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari pertama, Senin (4/1) di Jakarta.

Gelar Pahlawan Gus Dur Diserahkan 10 November Tunggu Rekomendasi Gubernur Jawa Timur JAKARTA - Meski Presiden SBY sudah menyatakan setuju dengan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Departemen Sosial (Depsos) tak bisa langsung memprosesnya. Departemen pimpinan Salim Segaf Al Jufri itu memilih mengembalikannya ke proses birokrasi. Depsos sudah menerima pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur. Kemarin (4/1), Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Marwan Ja?far bersama Hanif Dhakiri, politisi PKB

lainnya, mendatangi Depsos. Mereka bertemu langsung dengan Salim dan menyerahkan berkas pengajuan gelar pahlawan untuk presiden keempat RI yang meninggal pada Rabu (30/12) lalu itu. Namun, Salim tak bisa langsung memprosesnya. Sebab, berdasarkan Undang-Undang nomor 33 tahun 1964, gelar pahlawan nasional harus diajukan secara hirarkis mulai dari pemerintah daerah. “Kami akan memberitahu pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur Jawa Timur untuk secepatnya memberikan rekomendasi kelengkapan syarat-syaratnya,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di kantor Depsos kemarin (4/1). ke hal 19 kol 5

George Junus Aditjondro, Penulis Buku Spesialis Korupsi di Lingkaran Presiden

Tak Peduli Hak Cipta, Ikhlas Bukunya Dibajak Sejak resmi dirilis dua pekan lalu, buku Membongkar Gurita Cikeas sukses menyedot perhatian publik. Mengapa sang penulis, George Junus Aditjondro, suka menyoroti korupsi di lingkaran presiden? LAPORAN: PRIYO HANDOKO GEORGE Junus Aditjondro merasa nyaman berpenampilan santai. Seperti Rabu siang pekan lalu (30/12), dia hanya mengenakan blue jeans

yang agak kedodoran, dengan kaus oblong putih. Kaus lengannya bersablon tulisan ‘’Partai SIRA’’ -sebuah partai lokal di Aceh. Sehelai selendang merah dan tas handphone berukuran kecil yang melingkar di leher membuat citra sosok berambut gondrong dan berkacamata itu semakin jauh dari kesan formal. Siang itu, berlokasi di Doekoen Coffee, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, George kembali bercerita mengenai buku karyanya, Membongkar Gurita Ciekas, yang sangat kontroversial. Diskusi berlangsung sederhana, sekaligus meriah. Saat itulah terjadi insiden, George melemparkan buku ke wajah anggota DPR dari Demokrat, Ramadan Pohan. ke hal 19 kol 1

HENDRA EKA/JAWA POS

DILUNCURKAN - Peluncuran buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta.

Nok Slentik KPK Dapat Hadiah Obat Antiloyo * Sedina dinung ping pira? Optimistis Kinerja Ekonomi 2010 * Sing sugih tambah sugih, sing mlarat?

CMYK


WACANA

2

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Gus Dur Pahlawan untuk Semua Oleh: Ma’mun Murod

Celah Korupsi DAK Oleh: Muh Abduh “KUEH..! enyong sih ngomong apa..! pelaksanaan DAK mesti ana sing diborongna... ana rekanan sing nggarap, meski sesuai juknas dan juknis harus diswakelolakan... Edannya lagi, garapannya tidak satu tok..!” cerocos Man Draup. Kedua tangannya membentang sebuah harian kebanggaan kita semua. Agaknya kongkalikong, lobi-lobi, atau PDKT menjadi bagian yang mau tidak mau harus dilakoni kalau tidak ingin mati pangane. Perilaku itu memang bikin hidup semakin hidup, tapi diam-diam membuat mati pangane pihak lain. Bayangkan saja, semestinya orang lain ikut merasakan kue pekerjaan, namun akibat perilaku itu, orang lain tidak kebagian. Dicrowok satu orang sing jiwane suka ngakahi. Dan, saat melancarkan crowok-mencrowot tentu tidak polostomo. Janji, balas budi, fee atau apalah yang bisa diberikan agar yang dicrowok legowo dan merasakan kebagian untung. “His aku tah ora nyromok gawean kae..! Cuma kebetulan kepala SD-ne kue bojoku...Trus SD sing kae, kepalane ponakane bojoku. SD sing mbang kana kae, kepala sekolahe asli ponakanku. Trus SD sijine kepala sekolahe mantuku...Nah ning SD kie aku wis dipercaya dan ditunjuk sesuai mekanisme...La kepala sekolahe kabeh jaluk tulung aku.. apa ya aku keliru?” Begitu dalih salah seorang penggarap proyek DAK. Dalih yang jujur meski terasa aneh. Dan bila hal demikian dimaklumi, maka agar bisa menggarap proyek DAK, inilah satu tipsnya, cari kepala sekolah yang bisa diaku sedulur. Bila perlu di rumah atau di kantor rekanan, dipasangi foto para kepala sekolah. Tujuannya? tentu untuk mengabsahkan paseduluran dengan kepala sekolah itu. “Ibarate, seperti warung atau rumah makan, eben aman dari pemalak, perlu dipasangi foto lelaki gagah berseragam hijau. Lalu kalau ada yang macem-macem, lantanglah berkata, ngerti ora, foto kae...kue anake sing duwe warung..atau kae kue foto ponakane sing duwe warung atau mantune..Yang penting menunjukan bahwa warung ini punya lelaki gagah berseragam hijau. Dadine preman ora wani macem-macem. Ibarate maning, ngger pan kebagian berkahe wong sing alim dan taat ibadah, pasangilah rumahmu foto-foto seseorang yang bersorban...” “Stop ..stop..aja kedawan-dawan...bisane anjok mono-mono sih?” potong Abah Rusdi. Abah Rusdi agak ngeri mendengar perumpamaan yang dilontarkan Man Draup. Kok bisa-bisanya, dari DAK lalu mengarah dengan sikap keagamaan. “Maksude begini, Bah. Gak bisa dimaklumi kan, bila karena ada hubungan sedulur, terus dengan dalih membantu sedulur, bisa menggarap sekian banyak proyek DAK yang sudah diatur pelaksanaannya.” Persoalan itu, kata Abah Rusdi mulai menelaah masalah DAK, tentu tak lepas dari pengawasan. Kalau ada pelaksanaan proyek DAK yang diborongkan tentu karena pengawasan yang tidak berjalan. Dan pengawasan tidak berjalan bisa saja timbul dari faktor pemakluman itu. Yang berbahaya, pemakluman itu hasil dari tawar-menawar yang ada harganya. “Tapi bisa bae terjadi, memborongkan proyek DAK karena pihak sekolah, atau kepala sekolah, tidak mau direpotkan dengan masalah fisik sekolah. Apalagi memang tidak memiliki kemampuan di bidang tersebut. Juga mungkin saja kepala sekolah ingin lebih sibuk membangun kualitas pembelajaran anak didik daripada ngos-ngosan ngawasi proyek sekolah. Tak sedikit loh kepala sekolah yang merasa pusing ngurusi DAK. Bahkan penginnya menolak DAK daripada mengkone diseret-seret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang negara. Nah apakah yang demikian bisa dimaklumi?” tutur Abah Rusdi. “Panjenengan ngerti ICW ora?” tiba-tiba Abah Rusdi bertanya demikian. “Sering krungu kue,” jawab Man Draup. ICW menemukan celah korupsi DAK Pendidikan. Pelakune, oknum aparat pemerintah daerah, oknum pegawai dinas pendidikan lan oknum sekolah. Sementara pola korupsi DAK di antaranya penahanan dana, penunjukan langsung, markup alias penggelembungan anggaran, proyek fiktif dan penggelapan. “Lah kue sing nggawe kepala sekolah pada wedi. Wedi kena masalah korupsi. Dudu wedi mutu pendidikane rendah,” ujar Man Draup. Nah itulah. Jadi terasa aneh ketika seorang guru diadili garagara proyek fisik, bukan diadili karena tak becus menciptakan anak didik yang cerdas, beriman dan bertakwa. Padahal yang terakhir itu menjadi tugas utamanya. Okelah kalau begitu! (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Penasihat: Dahlan Iskan, Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

TOKOH besar dan bapak bangsa -dengan beragam predikat- KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah berpulang ke rahmatullah. Gus Dur adalah sosok pemikir Islam genuine Indonesia. Gus Dur adalah sosok pemikir yang lebih menggambarkan wajah Islam Indonesia: akulturatif, moderat, dan toleran. Pemikiran Gus Dur berbeda dengan pemikiran mereka yang mencoba menampilkan wajah “Islam skripturalis”. Berbeda juga dengan mereka yang mencoba menampilkan wajah Indonesia yang sekuleristik. Saat ini, rasanya hampir semua gagasan dan pemikiran Gus Dur telah terpublikasikan, baik dalam bentuk karya ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi maupun dalam bentuk kumpulan tulisan yang diedit editor dengan beragam latar belakang paham keagamaan. Begitu tidak sia-sianya perjuangan panjang nan konsisten yang telah Gus Dur lakukan. Gus Dur telah menuai hasil. Gagasan-gagasannya telah merasuk di sebagian besar generasi muda NU dan dalam batas tertentu juga telah merasuk di sebagian angkatan muda Muhammadiyah. RELASI AGAMA-NEGARA Ketika rezim Orde Baru bermaksud menetapkan asas tunggal Pancasila, melalui Munas Alim Ulama 1983 dan Muktamar NU 1984, NU menerima asas tunggal. Dan, salah satu motor penerimaan asas tunggal adalah Gus Dur yang dipilih melalui mekanisme ahlul halli wal aqdhi- sebagai ketua tanfidziyah PB NU pada muktamar tersebut.

“Rasanya tidak berlebihan usul pemberian gelar pahlawan diterima. Justru mengherankan kalau negara tidak memberikan gelar pahlawan kepada tokoh sekaliber Gus Dur, yang tidak hanya diakui di lingkup internal NU, nasional, tapi juga di dunia internasional yang ditandai dengan pemberian berbagai penghargaan internasional, termasuk beberapa gelar doktor honoris causa dari beberapa universitas di luar negeri”. Dibanding ormas lain, NU adalah ormas pertama yang menerima asas tunggal. Alasanny a b u k a n d i d a s a r k a n “strategi perjuangan politik”, melainkan keabsahannya di mata fiqh. NU memberi batasan yang jelas antara wilayah “kekuasaan agama” dan “kekuasaan negara”. Agama dan negara mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri. Atas dasar ini, tidak heran kalau NU dengan mudah menerima asas tunggal. Sementara ormas Islam lain kesulitan beradaptasi dengan keinginan negara. Mereka tidak mampu mendudukkan keimanan dan ideologi. Mereka menganggap soal Pancasila berada di luar soal agama. Pancasila hanya diterima sebagai ideologi tanpa dikaitkan dengan alasan keagamaan. Menurut Gus Dur, hal itu tidak benar karena berarti mereka mempunyai kesetiaan ganda, setia pada Pancasila dan agama. Dalam pandangan Gus Dur, kalau setia pada Islam, juga harus setia pada negara. Sebab, negara merupakan bagian dari kegiatan masyarakat yang dibuat bersama. Sementara akidah

merupakan milik sendiri. Ada perbedaan, tetapi tetap dalam satu kaitan. Komitmennya yang begitu total terhadap Pancasila menjadikan Gus Dur sebagai salah satu dari sedikit cendekiawan muslim yang menolak setiap upaya menjadikan Islam sebagai ideologi negara. Namun, bukan berarti Gus Dur tak menghendaki terciptanya “masyarakat islami” (lebih pada value). Gus Dur berbeda pendapat dengan mereka yang ingin membina “masyarakat Islam”. Sebab, itu merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi, karena ia akan menempatkan nonmuslim sebagai masyarakat kelas dua. Tapi, sebuah “masyarakat Indonesia” yang di dalamnya umat Islam tumbuh kuat -berfungsi dengan baik- dianggap lebih baik”. RELASI MUHAMMADIYAHNU Gus Dur termasuk sosok yang menginginkan adanya relasi harmoni antara Muhammadiyah dan NU. Beberapa sikap politik dan pandangan Gus Dur setidaknya menggambarkan kuatnya keinginan tersebut. Ketika sebagian nah-

dliyin mengklaim NU sebagai satu-satunya representasi Ahlusunnah wal Jamaah (Sunni), Gus Dur berpandangan bahwa Muhammadiyah, Persis, Perti, dan Al-Washliyah juga layak disebut Sunni. Dalam konteks politik, Gus Dur senantiasa mencoba melibatkan warga Muhammadiyah. Ketika mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), beberapa tokoh Muhammadiyah duduk sebagai pengurus DPP PKB, seperti dr Sukiat, dan Habib Chirzin. Marzuki Usman pernah menjadi ketua DPW PKB DKI Jakarta sebelum digantikan Muslim Abdurrahman. Ketika menjadi presiden, Gus Dur memercayakan Menteri Pendidikan Nasional kepada Yahya Muhaimin dan kepala LKBN Antara kepada Mohamad Sobary. Dalam berbagai kesempatan, Gus Dur kerap menceritakan seputar kedekatan KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. Kedekatan ini digambarkan Gus Dur ketika menceritakan mula pertama berdirinya Muhammadiyah, yang sempat muncul penilaian ‘’sesat” di masyarakat. Penilaian ini sempat disampaikan langsung ke KH Hasyim Asy’ari. Ketika KH Hasyim Asy’ari mengetahui bahwa yang menyebarkan “ajaran sesat” itu ternyata KH Ahmad Dahlan -teman seperguruannya ketika nyantri di Pesantren Langitan, Pesantren Soleh Darat, dan di Makkah, serta merta KH Hasyim Asy’ari menyatakan bahwa ajaran itu “tidak sesat”. PAHLAWAN NASIONAL Hanya sehari selepas mening galnya Gus Dur, sudah

bermunculan usul dan gagasan dari beberapa pihak untuk memberikan gelar pahlawan kepada Gus Dur. Tidak kurang beberapa pejabat negara, seperti menteri sosial, menteri agama, dan partai politik seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerindra merespons positif usul tersebut. Menilik sumbangsih Gus Dur terhadap bangsa ini, terlebih dalam konteks relasi Islam dan negara, pluralisme, pembelaan, dan penghargaannya terhadap kelompok minoritas, toleransi antarumat beragama, rasanya tidak berlebihan usul pemberian gelar pahlawan diterima. Justru mengherankan kalau negara tidak memberikan gelar pahlawan kepada tokoh sekaliber Gus Dur, yang tidak hanya diakui di lingkup internal NU, nasional, tapi juga di dunia internasional yang ditandai dengan pemberian berbagai penghargaan internasional, termasuk beberapa gelar doktor honoris causa dari beberapa universitas di luar negeri. Dengan reputasinya yang demikian, pemberian gelar pahlawan menjadi sangat wajar. Karena the real, Gus Dur adalah “Pahlawan untuk Semua”. (*) Ma’mun Murod AlBarbasy, ketua PP Pemuda Muhammadiyah dan Direktur Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta

Rendra, Tegal dan RSPD Oleh: Turah Untung TEGAL, barangkali pernah menjadi “rumah” di hati Rendra dalam hal memberikan pelipur lara. Ketika Rendra di sana-sini cekal oleh penguasa, tidak untuk Kota Tegal. Ketika kotakota lain ketakutan pada “kepak sayap si Burung Merak” kota Tegal menjadi tempat yang berani mementaskan Rendra. Lewat kaki Teater RSPD, Rendra dan Bengkel Teaternya dapat menjinakkan sang Walikota Tegal H Samsuri Mastur yang terkenal ”akomodatif”. Rendra beberapa kali sempat pentas di Kota Tegal. Barangkali terlalu nekat ketika RSPD berani mendatangkan Rendra ke Tegal, pertama kali di tahun 1989 untuk pentas di GOR Wisanggeni, nyatanya pentas baca puisi itu sukses menyerap pengunjung. Puisi-puisi panas yang banyak dicekal dibaca saat itu, ternyata di Tegal tidak ada yang tabu dan dicekal. Publik terhipnotis oleh lenggak-lenggok gaya khas Rendra. Beberapa kumpulan puisi Rendra seperti Balada Orang-orang Tercinta, Kotbah , Bandung Lautan Api dan sajak-sajak panas lain yang sering dicekal di kota lain, di Kota Tegal malah menjadi tontonan menarik. Di sini, di kota Tegal memang lain, sebagai kota pantai dengan ciri metropolisnya, Kota Tegal tampak lebih terbuka dan masyarakatnya egaliter, susah diatur-atur dan sering melawan arus. Ketika Rendra dicekal oleh pemerintah, malah orang Tegal mengundang Rendra pentas. Wiji Tukul penyair ”buruh” yang saat itu mulai masuk

”daftar merah” pemerintah, malah oleh orang Tegal diundang manggung, setelah itu Wiji dicekal di sana-sini. Rendra memang memiliki kelas tersendiri sebagai seorang seniman kampiun. Ia barangkali memang tepat disebut si Burung Merak, yang tidak hanya gingel ketika membaca puisi, memamerkan keelokan bulu-bulunya, tetapi juga menari tidak putus-putusnya memenuhi dahaga estetika penonton. Publik Tegal dibuat tak berkutik, barangkali hal ini merupakan prestasi Rendra, Tegal dan Teater RSPD ketika menggelar baca puisi seperti semarak pentas musik di GOR Wisanggeni. Rendra datang ke kota Tegal kembali, saat menyampaikan orasi budaya di Pendopo Ki Gede Sebayu. Pada saat itu pun sang Walikota Tegal Adi Winarso nampak hadir dan bersahabat. Rendra memberikan orasi kebudayaan yang banyak memberi pencerahan pada publik Tegal, bukan hanya pada tatar kebudayaan, politik dan sosial. Tetapi pengakuan Rendra yang meluncur pada kota Tegal yang disebutnya sebagai ”Kota Yang Tak Pernah Tidur”, kemudian menjadi branded yang hingga sekarang masih melekat. Rasa kangen Rendra terhadap kota Tegal terus membuncah hingga muhibah ”Murid Bertanya Sastrawan Menjawab” pun diagendakan oleh Rendra dengan memilih kota Tegal sebagai kota yang memiliki potensi magma berkesenian. Dalam risalah persahaba-

tan Teater RSPD dan Bengkel Teater terus terjalin dalam emosi seperti seorang sahabat, tergambar ketika Rendra mengundang Teater RSPD keCitayam, Depok yang menjadi Markas Bengkel Teater. Di sana Teater RSPD mendapatkan banyak sekali ilmu tentang bagaimana berkesenian dan berteater. Kalau boleh dikata corak teater RSPD banyak diilhami style Bengkel Teater, saat melakonkan Perampok dan Kasidah Barzanji yang merupakan naskah Rendra, gaya deklamsi dalam pembacaan puisi Yono Daryono, seorang pentolan Teater RSPD pun banyak terinspirasi oleh gaya Rendra dalam berpuisi. Pada awalnya Teater RSPD berdiri memang penuh kenekatan dalam berteater, setelah menjalin persahabatan dengan Bengkel Teater, banyak sekali perubahan yang didapat. Bahkan dalam pengakuan Yono Daryono, pernah suatu kali ketika ia menyambangi Padepokan Bengkel Tetear diberi oleh-oleh satu karung buku tentang kesenian dan teater. Demikian dekatnya Teater RSPD dan Bengkel Teater, sehingga beberapa kali dipertemukan dalam forum bergengsi seperti pada Temu Teater di Padang dan beberapa helatan kesenian di TIM selalu disemangati oleh Bengkel Teater. Teater RSPD berdiri sebagai sahabat Bengkel Teater Rendra, pda aat pentas di Kta Tegal tahun 1989, merupakan masamasa sulit bagi Rendra, karena pada kurun waktu itu Rendra memang dipandang sebagai

Siapa yang Tanggungjawab Parkir? PAK Bupati, tolong para tukang parkir di sepanjang jalan Raya Banjaran-Adiwerna ditertibkan. Massa saat saya mau mengambil ATM di Bank Mandiri Banjaran harus membayar parkir dua kali? Seharusnya kalau petugas parkir sudah meminta tidak boleh dong petugas parkir lainnya datang lalu meminta uang kembali? Belum lagi ketika saya memberi uang Rp 1000 tidak ada pengembalian, padahal kan sekali parkir seharusnya Rp 500 bukan Rp 1000, sehingga saya harus merogoh uang saku dua kali, jadi Rp 2000. Melalui surat ini, saya mohon

kepada Pak Bupati untuk lebih bijak dalam menertibkan mereka. Jangan sampai persoalan ini membuat tidak nyaman bagi warga Kabupaten Tegal. Lebih-lebih jika mereka ternyata yang dimintai petugas parkir bukan orang daerahnya sendiri, maka ini akan membuat konyol nama daerah dan dipertaruhkan. Dan membuat kesan, seolah-olah Kabupaten Tegal kacau dalam mengelola parkir. Pumpung belum telanjur, Pak Bupati harus segera bertindak. Bunga, admin@thebestnets.com

”musuh” Orde Baru. Pada tahun 1978 bahkan Rendra pernah dijebloskan ke penjara. Kesusahan semakin menjadi ketika pemerintah Orde Baru terus tidak memberi ruang kreativitas pada Bengkel Teater untuk pentas sejak tahun 1979 hingga 1986. Selebihnya Rendra melakukan aktivitas berpuisi, itupun tidak mulus, karena beberapa puisi tabu dibacakan karena dipandang oleh Rezim Orde Baru bisa membahayakan. Sebagai sahabat yang baik, ia memberi ”rumah” ketika sang sahabat tak diberi ruang berteduh.. Mendengarkan ketika sang Sahabat bertutur. Memberi jalan kelapangan, diantara kesempitan ruang. Kini sang Sahabat telah tiada, Rendra telah meninggalkan kita, sementara jalan masih panjang yang harus dijalani. Yono Daryono, sebetulnya telah jauh-jauh hari menggagas agar Bengkel Teater pentas di Tegal. Awalnya Rendra akan mementaskan ”Kereta Kencana”, keinginan Rendra ini terlontar kepada Yono saat ia meminta restu untuk mementaskan untuk kedua kalinya Kasidah Barzanji-nya Rendra (2009). Saat itu Ken Zuraida didapuk dalam pentas Teater RSPD yang bertajuk Kasidah Barzanji. Karya Rendra ketika baru pulang dari belajar di The American Academy of Dramatic Art di New York, Amerika Serikat, tahun 1967, ia mementaskan lakon Bipbop yang mengejutkan publik dengan mementaskan teater yang di

luar patron yang ada. Teater tanpa tatanan yang oleh Goenawan Mohammad kemudian diberi nama teater mini kata. Teater pun berubah dari pemanggungan sebuah teks menjadi peristiwa tak punya pusat. Garis definitif antara narasi dan bukan narasi menjadi lebur hilang dalam berbagai tafsir. Dan dalam hal ini, sangat berbeda ketika Rendra berpuisi, dim a n a R e n d r a m e n a w a r kan suara penuh kecerahan, diksi yang ceta, lincar dan lancar dalam lenggak lenggok ritme jeda yang tertata. Puisi Rendra kadang imajimatif, kadang lugas, polos dan segar seperti anak-anak yang luber, sehingga ”maksi kata”. Lakon ”BipBop” saat sulit Bengkel Teater merupakan konsep teater yang mengandalkan naluriah dan indrawi, bahasa purba manusia, gerak alam, desir angin. Perlu diingat bahwa ekspresi naluriah sangat berbeda dengan ekspresi akal. Juga berbeda dengan ekspresi batin dan panca indera. Para pelajar yang terbiasa melatih kesadaran pikiran saja belum tentu akan berkarya dalam format ”mini kata”, para biksubiksu yang terasah batin juga belum tentu fasih dalam menajamkan olah ”mini kata”-nya; semua manusia pada hakekatnya memiliki naluriah ”mini kata”, bahasa purba yang telah dimiliki sejak lahir, bahkan di dalam kandungan telah terasah lewat plasenta di dalam kandungan. (*) Turah Untung adalah Humas pada pementasan BibBob

Negara Miskin, tapi Kaya PADA awal 2010, kondisi ekonomi bangsa Indonesia masih karut-marut. Angka kemiskinan masih memuncak hingga 15 persen. Ditambah kasus Bank Century yang belum menemukan titik akhir. Ironisnya, pemerintah mengambil keputusan yang sangat menyayat hati rakyat. Pengadaan mobdin (mobil dinas) menteri dengan anggaran yang melambung dari perencanaan. Mobdin yang pada awalnya dianggarkan Rp 400 juta per unit berubah menjadi Rp 810 unit. Jika perhitunganya ditambah dengan pajak penghasilan barang mewah (PPnBM), harga satu unit mobil generasi ke-13 Toyota

Crown Rp 1,3 miliar. Ironis memang. Di tengah kemiskinan dan ribuan rakyat kelaparan, ratusan balita mengidap gizi buruk, dan ribuan anak putus sekolah, pemerintah masih mampu mengeluarkan uang untuk membeli mobdin. Kalau untuk kesejahteraan rakyat, pemerintah merasa miskin dan mengatakan tidak ada anggaran. Kalau untuk memfasilitasi pejabat, negara menjadi kaya. Anggaran berapa pun, negara bisa menyediakan. (*) Istikomah, mahasiswi Undip, tinggal di Tegal

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


CMYK

SELASA, 5 JANUARI 2010

METROPOLIS

3

RADAR TEGAL

Buat KTP Sekarang Gampang

TIGA MENIT LANGSUNG JADI MASYARAKAT Kota Tegal kini dimanjakan. Lokasi pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sekarang telah pindah ke tiap-tiap kecamatan. Sehingga, warga yang membutuhkan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar, terlebih pembuatannya tidak dipungut biaya alias gratis!

PANTAU LOKASI – Walikota Tegal Ikmal Jaya saat memantau pembuatan KTP dan KK yang dipindahkan ke kecamatan.

“Sekarang buat KTP enak. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya transport seperti dulu yang harus bikin di balikota. Gratis lagi,” kata Liem Joek Liong (68) warga Jalan Perintis Kemerdekaan RT 10 RW 07 Panggung Tegal Timur usai membuat KTP barunya. ke hal 9 kol 1

ADI MULYADI/RATEG

METRO

WATCH Pelabuhan Niaga PEMKOT Tegal berencana mendirikan pelabuhan niaga. Proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tegal dari bidang maritim. Disamping untuk antisipasi sepinya Kota Tegal jika jalan tol dan jalingkut mulai diaktifkan. Walikota Tegal Ikmal Jaya optimistis jika pelabuhan niaga akan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Walkot juga optimistis pelabuhan niaga yang akan dibangun tak akan kalan dengan pelabuhan niaga yang ada di Semarang dan Cirebon. Rupanya rencana itu tak main-main. Walkot menyatakan, Pemkot sudah mengantongi tiga investor yang siap untuk membangun pelabuhan niaga. DPRD Kota Tegal pun nampaknya setuju dengan rencana tersebut. Bagaimana sikap Anda terkait dengan rencana Pemkot Tegal itu? Sampaikan komentar Anda ke No:

08159440722

SARPRAS

Soal Temuan DAK Diborongkan KETUA Komisi I DPRD Kota Tegal, Sutari SH, Senin (4/1), menepis tudingan jika pihaknya hanya mencari-cari kesalahan terkait adanya temuan pengerjaan pembangunan sekolah lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2009. “Ini murni temuan kami saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Kok bisa satu orang mengerjakan pembangunan dua sekolah penerima DAK. Siapa bilang ada rekayasa?” kata Sutari tegas. Karena mengerjakan dua lokasi sementara orangnya satu, akibatnya realisasi pembangunan kedua sekolah tersebut terlambat. Bahkan, untuk SDN Kraton 3 dia mem-

perkirakan baru bisa kelar sekitar empat bulan lagi. Sedangkan SDN Muarareja 1 dipastikan tidak akan kelar hingga akhir Januari 2010. “Kalau pengerjaanya bisa tepat waktu dan mutunya bisa dijaga mungkin kami bisa memaklumi. Lha ini, realisasi pembangunan dua sekolah tersebut terpontalpontal. Penyebanya ya itu tadi,

karena yang garap satu orang. Dan sekali lagi kami tegaskan, ini murni temuan di lapangan saat sidak. Tidak benar kalau kami mengada-ada,” kata Sutari. Menurutnya, persoalan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar realisasi pembangunan sekolah melalui DAK Pendidikan 2010 tidak terlambat. Kalau alasannya karena waktu, maka mulai bulan ini (Januari), Dinas Pendidikan (Disdik) harus sudah menyiapkan dan mengusulkan mana saja sekolah yang akan menerima DAK. Sehingga, lanjut dia, Maret atau April 2010 sudah ada kepastian melalui SK Walikota sekolah mana saja yang akan menerima DAK. Dengan begitu, Mei sudah bisa digarap. “Kami juga kembali mengingatkan Disdik, jangan sampai ke hal 9 kol 1

M SAEKHUN/RATEG

BARU PASANG BLANDAR - Meski sudah memasuki hari keempat bulan Januari 2010, salah satu SD penerima DAK Pendidikan 2009 baru pasang blandar.

Truk Parkir Sembarangan Bikin Resah Ratusan Pedagang Pasar Kimpling Boyongan

M SAEKHUN/RATEG

DIUSULKAN JADI RUANG TERBUKA - Keberadaan Alun-alun Kota Tegal sebagai ruang publik terbuka harus lebih dimaksimalkan, sehingga tidak ada pembatasan pemanfaatnya.

Harus Jadi Ruang Publik SEJUMLAH fraksi di DPRD meminta agar fungsi alun-alun sebagai ruang publik terbuka dikembalikan. Sehingga, tidak ada pembatasan pemanfaatannya. Namun dengan satu catatan, kegiatan yang dilaksanakan harus positif dan tidak mengarah pada maksiat. Pasalnya, keberadaan alun-alun berada di depan Masjid Agung Kota Tegal. Sehingga, fungsi alun-alun yang selama ini terkesan hanya untuk kegiatan keagamaan, fungsinya tak bisa maksimal.

ke hal 9 kol 1

SENI Hibur Masyarakat Seni TEATER RSPD bakal menggelar pentas dengan lakon “BibBob” yang naskahnya dibuat WS Rendra pada Sabtu (9/1) mendatang. Ini dilakukan untuk mengobati masyarakat seni Kota Tegal pada sang maestro teater Indonesia tersebut. Penggiat Teater RSPD, Yono Daryono, mengatakan, lakon “BibBop” yang dipentaskan oleh WS Rendra pernah mengejutkan publik. Ketika itu, sang maestro baru pulang menuntut ilmu di The American Academy of Dramatic Art New York Amerika Serikat (AS) pada tahun 1967. “Ia mementaskan lakon BipBop yang mengejutkan publik dengan mementaskan teater diluar patron. Teater tanpa tatanan yang oleh Gunawan Mohammad diberi nama teater mini kata,” katanya. ke hal 9 kol 5

CMYK

Dewan Tepis Cari-cari Kesalahan

SEBAGIAN masyarakat yang biasa hilir-mudik di kawasan Jalan Kapten Sudibyo mengaku resah dengan banyaknya truk yang parkir di sembarang tempat. Sebab, selain membuat pemandangan nampak kumuh, juga membahayakan pengguna jalan raya. Menurut salah seorang warga Perum Taman Sejahtera yang tidak mau namanya dikorankan, hampir setiap hari ada truk yang parkir di pinggir jalan. Bahkan terkadang sampai menginap atau beberapa hari “bercokol” di sana. “Kondisi ini sangat mengganggu warga sekitar. Saya sebagai perwakilan warga sudah melaporkannya kepada dinas terkait. Dengan harapan ada tindakan terhadap mereka yang memarkir truknya sembarangan,” katanya. ke hal 9 kol 5

ADI MULYADI/RATEG

PARKIR SEMBARANGAN – Beberapa truk parkir di sembarang tempat yang bukan peruntukannya.

SETELAH diundi pada hari Senin (4/1), ratusan pedagang Pasar Kimpling boyongan ke lokasi baru di Jalan Teuku Cik Diktiro. Selain terdapat ratusan lapak, pembangunan pasar yang menghabiskan dana APBD Kota Tegal Tahun Anggaran (TA) 2009 sebesar Rp 3 miliar lebih itu juga memiliki 11 kios. Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal, R Suprianta, Senin (4/ 1), mengatakan, semua pedagang lama yang menempati lapak telah diundi penempatannya. Dan mulai hari ini (kemarin-red), sudah mulai ada aktivitas jual beli. Sedangkan peresmiannya menunggu kesiapan walikota.

“Semua pedagang lama kami gratiskan. Mereka hanya dikenai retribusi harian. Sedangkan untuk penempatan 11 kios masih menunggu pembahasan tarif dengan DPRD. Untuk sementara aktivitas jual beli hanya dilakukan di los,” katanya. Menurut Suprianta, draf tarif sewa kios yang akan diajukan ke DPRD tidak akan berbeda jauh dengan tarif kios Pasar Martoloyo dan Langon karena letak dan jenis bangunannya hampir sama. Namun untuk pastinya dia masih menunggu kesepakatan dengan DPRD, dalam hal ini Komisi II. “Meski kami telah mengantongi data pedagang lama, tapi saat ke hal 9 kol 5

Tiga Lainnya Masih dalam Bentuk Embrio

21 Kelurahan Belum Miliki Perpustakaan Sebanyak 21 kelurahan hingga saat ini belum memiliki perpustakaan kelurahan. Padahal sesuai intsruksi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, tahun 2012 semua kelurahan harus sudah memiliki perpustakaan. LAPORAN: LAELA NURCHAYATI SAAT ini baru 3 kelurahan resmi memiliki perpustakaan, sedangkan 3 lainnya masih dalam bentuk embrio. Kepala Seksi Pembinaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Haryo Guritno menjelaskan terus berupaya agar target ini tercapai. Menurutnya, program ini juga sangat tergantung pada pemimpin wilayah tersebut atau lurahnya. Seperti pada 3 kelurahan yang

saat ini masih dalam bentuk embrio perpustakaan kelurahan. Yaitu Kelurahan Pesurungan Lor, Randugunting dan Sumurpanggang. ‘’Mereka sangat proaktif untuk membangun perpustakaan ini, hanya saja belum memenuhi persyaratan,’’ ungkapnya. Yaitu jumlah koleksi buku yang ada minimal 1000 eksemplar. Petugas kelurahan juga sudah disiapkan dengan mengikuti pelatihan di tingkat propinsi beberapa waktu lalu. Sementara untuk 3 kelurahan lainnya yang sudah resmi berdiri adalah Kelurahan Tegalsari, Kejambon dan Muarareja. Bahkan perpustakaan Tegalsari sudah mengantongi prestasi perpustakaan terbaik tingkat 3 se Jawa Tengah. ‘’Ini merupakan acuan yang sangat bagus bagi kelurahan lainnya, sehingga bisa mencerdaskan masyarakatnya melalui perpustakaan ini,’’ terang Haryo panjang

lebar. Untuk perpustakaan Tegalsari saat ini sudah memiliki koleksi lebih dari 4.000 eksemplar. Sedangkan untuk Kelurahan Kejambon dan Muarareja baru sekitar 3.000an dan 1.400 koleksi buku. Selanjutnya mereka akan terus dipacu dengan penambahan koleksi sehingga pengetahuan masyarakat lebih berkembang. Terpisah, Lurah Pesurungan Lor, Dorres Indrian Nugroho, mengakui perpustakaan kelurahan ini sudah ada sejak tahun 2007. Namun jumlah koleksi yang dimiliki baru sekitar 500-an. ‘’Mungkin karena lokasinya di kantor kelurahan jadi warga agak pekewuh,’’ ungkapnya. Saat ini koleksi yang ada sudah diserahkan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada untuk dikelola di sana. Rencananya, TBM ini akan menjadi perpustakaan kelurahan agar bisa diurus ke hal 9 kol 5

DOK.RATEG

MENINGKAT - Selain mobil perpustakaan keliling, jumlah koleksi buku di perpusda juga meningkat. Tahun 2009 lalu mendapatkan bantuan koleksi buku sebanyak 2.200 eksemplar.


PEMALANG

4

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

KEAGAMAAN

Harapkan Pilkadus Langsung

Kehormatan NU Harus Dijaga PEMALANG – Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar, hendaknya dapat memposisikan diri dengan tepat dalam masalah politik. Termasuk Pilkada di Kabupaten Pemalang yang sebentar lagi bakal digelar. Sejumlah nama bakal calon bupati dan wakil bupati pun sudah bermunculan. Karenanya, NU harus bisa dijaga dengan baik, bukan menyeret-nyeret organisasi itu untuk masuk dalam politik praktis. Demikian dikatakan Ketua DPC PPP Kabupaten Pemalang Muntoha SH DOK RADAR PEMALANG MHum, terkait sikap politik NU ke depan. Muntoha SH Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan, NU bukan organisasi partai politik, melainkan organisasi masa milik orang banyak yang harus bisa dijaga kehormatanya. Muntoha yang juga wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang mengaku sangat prihatin ketika mendengar pernyataan NU yang masuk dalam ranah politik. Apalagi jika pernyataannya itu dinilainya tidak bisa menempatkan diri. “Rasa-rasanya ada keinginan NU akan dijadikan sebagai kendaraan politik dalam pilkada,”katanya. Menurut Muntoha keingginan masyarakat Pemalang agar lembaga NU semakin besar, semestinya sebagai pimpinan umat NU di Pemalang harus bisa menjalankan amanahnya dengan baik, dan NU mestinya juga harus dikembalikan ke khittahnya. (mg1)

PEMBANGUNAN

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BANGUN MAKAM - Warga Desa Jebed Utara membangun dua buah makam di depan balai desanya.

SUMITRO/RADAR PEMALANG

SYUKURAN – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan rekanan serta masyarakat setempat menggelar syukuran atas selesainya pembangunan jembatan Kemuning.

Jembatan Rp 3,2 Miliar Segera Diresmikan AMPELGADING - Harapan sebagian besar masyarakat di Kecamatan Ampelgading dan Bodeh untuk segera memiliki jembatan akhirnya terwujud. Hal ini sejalan dengan selesainya pembangunan Jembatan Kemuning pada akhir tahun 2009 lalu. Rencananya, peresmian jembatan yang anggarannya dari Alokasi Dana Umum (DAU) senilai Rp 3,2 miliar ini akan diresmikan langsung oleh Bupati Pemalang HM Machroes SH, pada 24 Januari 2010 mendatang. “Dengan selesainya Jembatan Kemuning, diharapkan ke depan perekonomian masyarakat dari Kecamatan Bodeh dan Ampelgading bisa berkembang,” ujar Kabid Bina Marga DPU Kabupaten Pemalang Ir M Arifin MSi di sela-sela syukuran selesainya pembangunan Jembatan Kemuning Senin (4/1) kemarin. Dikatakan, proses pembangunan Jembatan Kemuning itu melalui proses yang cukup panjang. Karena sejak dibangunnya tiang pancang atau pilar dan pondasi tahun 2004 lalu, pembangunannya baru selesai akhir tahun 2009. Sementara itu, kepentingan masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut selama pembangunan dialihkan ke jembatan darurat yang dibangun di sisi sebelah utara. Yakni jembatan darurat yang dibangun dengan bekas lori milik PG Sragi yang ditumpuki dengan pohon kelas, papan kayu, dan tanah. Masyarakat lanjutnya, yang hendak melintas diharuskan mengantri dari masing-masing sisi jembatan secara bergantian. Karena jembatan darurat hanya bisa dilalui satu mobil. Mengenai harapan sebagian masyarakat yang mengharapkan agar jembatan tersebut segera dibuka, pihaknya akan berusaha menyampaikannya ke Pemkab Pemalang. Apakah bisa segera dibuka atau menunggu peresmian jembatan yang menurut rencana akan dibuka pada 24 Januari 2010 mendatang, atau bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pemalang ke-435. (mg6)

mesra saat diambil gambarnya oleh fotografer. Meski sambil tersenyum malu, pasangan nikah missal ini tetap berupaya tampil mesra di depan kamera. Menurut Puji Hamdani pasangan nikah tertua adalah Tubi yang sudah berumur 84 tahun dan isterinya adalah Darsini dengan usia 79 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Pemalang. Sepasang pengantin ini saat ditemui mengungkapkan kebahagiaannya bisa menikah secara resmi dan gratis. “Saya sudah punya sepuluh cucu dan sembilan anak,” aku dia saat diwawancara wartawan. Pasangan pengantin ini selain mendapatkan akte nikah, juga mendapat bingkisan dari Kandepag. Pengantin laki-laki diberikan uang untuk memahari isterinya sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan pasangan pengantin nikah massal termuda adalah Solihin (29) dan Suharti(27) dari Watukumpul. Pasangan-pasangan nikah

“Kami sudah trauma dan sakit hati dengan Kadus III sebelumnya, karena kami disakiti terus-menerus,” terangnya. Kadus III sebelumnya yakni Tasuri lanjut dia, memang di Dukuh Kaliwuluh dikenal sebagai sosok kadus yang sombong dan tidak mau bergaul dengan warga sebagaimana biasanya. Tahu-tahunya, ada bantuan benih yang seharusnya dibagikan ke warga malah ditilep habis. Sementara itu Kades Jraganan Kardiyanto ketika dikonfirmasi mengenai keinginan warga tersebut Senin (4/1) kemarin mengatakan pada dasarnya pemerintah desa mendukung sepenuhnya keinginan warga tersebut. Namun begitu pada prosesnya, pihaknya akan berkonsultasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas KB) Kab Pemalang. “Pada dasarnya kami mendukung, tapi pada prosesnya kami akan konsultasi dulu apakah keinginan warga Dukuh Kaliwuluh bisa dilaksanakan atau tidak,” terang Kardiyanto. Dengan adanya keinginan warga itu lanjutnya, pihaknya sifatnya hanya menampung. Karena sesuai dengan peraturan perundangundangan yang baru. (mg6)

Warga Bangun Makam Tiga Desa Terima Bantuan Sapi di Depan Balai Desa Kisruh Jebed Utara PEMALANG - Warga yang menuntut mundur Kades Jebed Utara Gigih Wahyu SP kembali membuat ulah. Mereka membangun dua buah makam di depan balai desanya sebagai simbol atas tuntutannya itu. Makam yang dibangun sejak Kamis (31/12) itu hingga Senin kemarin masih ada bahkan di atasnya ditaburi bunga layaknya makam sesunggguhnya. Sementara perwakilan mereka mendatangi Kantor Bupati Pemalang dan ditemui Asisten Tata Praja Drs HMA Puntodewo MSi. Di Balai Desa Jebed Utara sejumlah warga masih bergerobol menjaga balai desanya. Meski sudah tidak bersegel namun pintu balai desa dalam keadaan tertutup. Sementara pelayanan terhadap masyarakat beralih ke rumah salah satu warga di depan balai desa. Salah satu warga berujar pembangunan dua makam itu sebagai simbol untuk menagih janji penye-

lesaian kasus kadesnya. Lalu dua makam tersebut simbol dari makam siapa? Warga secara koor mengatakan bahwa kedua makam tersebut sebagai simbol dari yang rumangsa (merasa-red). Selain dibangun dua makam lengkap dengan sepasang nisan juga bertabur aneka bunga layaknya makam orang mati sesungguhnya. Aroma wangi pun bertebar di sekitar balai desa yang bersumber dari makam tersebut. Selain dibangun makam di depan balai desa, juga digeletakkan beberapa drum aspal di halaman balai desa. Perwakilan warga kemarin mendatangi Kantor Bupati Pemalang. Mereka bertemu dengan Asisten Tata Praja Drs HMA Puntodewo di ruangannya. Dari pembicaraan mereka terungkap topik yang sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, baik saat di Kantor Satpol PP maupun di Inspektorat Kabupaten Pemalang. Hingga berita ini dirilis rapat di ruang asisten itu masih berlangsung.

Kisruh di Desa Jebed Utara yang terungkap ke permukaan sejak Mei 2009 ini hingga kemarin belum berakhir. Diawali dengan demo dengan menggandeng LSM dan menuntut mundur kades tidak berhasil. Demo kedua pun dilanjutkan sampai pada kegiatan-kegiatan seperti melakukan penyegelan kantor pemerintah desa dengan menutup pintu menggunakan palang kayu dan drum-drum aspal. Pemerintah kemudian membongkar segel tersebut namun ditutup kembali oleh sebagian warga yang menuntut kadesnya mundur itu. Terakhir kali balai desa disegel dengan membentangkan kain mori yang bertuliskan katakata hujatan dan ketidakpuasan terhadap penanganan masalah di Desa Jebed Utara. Terhadap ulah ini pemerintah kembali melakukan pembongkaran. Dan Kamis kemarin aksi menuntut mundur Kades kembali dilakukan dengan membangun dua buah makam tersebut serta memasang kain di atasnya bertulis sindiran bagi kades. (ali)

Nikah Massal, Meski Uzur Tetap Mesra KANTOR Departemen Agama(Depag) Kabupaten Pemalang Senin (4/1) kemarin menjadi meriah. Tak hanya luapan kegembiraan PNS-nya yang merayakan Hari Amal Bhakti ke-64 instansi tersebut. Namun juga luapan kegembiraan bagi 72 orang yang melangsungkan nikah massal di kantor tersebut. Seperti pengantin pada umumnya, mereka juga berdandan laksana raja sehari, dengan busana pengantin khas Jawa. Sementara sebagian lagi menggunakan kombinasi Jawa-Muslimah. Nikah massal ini juga dilengkapi dengan acara walimatul arusy dan acara foto bersama sepasang demi sepasang. Panitia pun sibuk mengatur mereka untuk bisa berpose. Apalagi untuk pasangan nikah yang sudah berusia uzur, mereka kesulitan untuk naik ke panggung raja sehari yang berhias bunga-bunga, lengkap dengan kursi pelaminannya. Meski uzur, mereka tetap

BODEH - Warga Dukuh Kaliwuluh Desa Jraganan Kecamatan Bodeh mengharapkan pemerintah desa setempat sesegera mungkin mengagendakan pemilihan Kadus III, paling lambat Februari 2010 mendatang. Yakni dengan menggunakan sistem pemilihan langsung (kodrah), bukan dengan sistem pengangkatan dan pemilihan kadus menggunakan test. Mereka mengharapkan pemerintah desa setempat proaktif dengan keinginan sebagian besar warga di Dukuh Kaliwuluh tersebut. “Ke depan kami tidak mau mempunyai Kadus yang tidak memiliki moral, karenanya kami mengusulkan salah satu nama untuk mengisi kekosongan Kadus III,”ujar salah satu warga Dukuh Kaliwuluh Casmuri kepada Radar Senin (4/1) kemarin. Menurutnya, keinginan warga untuk memiliki kadus yang bermoral dan mempunyai tanggung jawab serta tidak suka menyalahgunakan wewenang adalah final. Karenanya sebagian besar warga mengharapkan agar pemilihan kadus nantinya digelar dengan menggunakan sistem pemilihan langsung. Adapun nama yang diajukan warga adalah Kasnawi yang juga tokoh pemuda desa setempat.

ini tidak hanya berdandan laksana raja sehari dan berpose di depan kamera yang disediakan panitia, namun juga disuguhi hiburan. Tidak tanggung-tanggung, kelompok musik gambus Masjid Agung Pemalang ikut memeriahkan hajat tersebut. Kepala Kandepag Drs H Masduki MSi didampingi Kasubag TU Drs Puji Hamdani mengemukakan nikah massal yang digelar jajarannya adalah sebagai salah satu rangkaian kegiatan memeringati HAB Depag ke-64. “Pesertanya ada 72 orang yang berarti ada 31 pasang pengantin dengan beragam usia dan latar belakang ekonomi, mereka sebelumnya adalah pasangan pra nikah atau sudah nikah siri sebagian lagi mengaku menikah tapi tidak punya akta nikah,” jelasnya. Peringatan HAB Depag ini selain dimeriahkan dengan acara nikah massal juga dirangkai dengan berbagai kegiatan lainnya. Di antaranya adalah bhakti sosial, lomba bulu

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MESRA - Salah satu pasangan nikah massal yang digelar Depag saat peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-64.

tangkis, sepakbola jalan sehat, lomba mapel PAI, lomba tumpeng, upacara, pemberian beasiswa, ziarah ke taman makam pahlawan dan tasyakuran.

Kegiatan lomba dan olahraga serta bhakti sosial dilakukan di madrasah dan kantor-kantor lingkungan Depag Kabupaten Pemalang. (ali basarah)

PEMALANG - Tiga desa dalam waktu dekat akan menerima bantuan sapi senilai rtusan juta rupiah. Senin(4/1) kemarin Dinas Pertanian dan Kehutanan melalui Bidang Peternakan menggelar rapat untuk menhadapi bantuan tersebut. Selain menerima bantuan sapi, sejumlah desa lainnya juga akan menerima bantuan di bidang peternakan seperti ternak kambing dan itik senilai ratusan dan puluhan juta rupiah. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan(Distanhut) Tri Setyawati SIP MSi didampingi Kabid Peternakan Ir Johar Arifin membenarkan adanya rencana bantuan ternak sapi dari pemerintah pusat tersebut. “Untuk bantuan sapi masingmasing kelompok akan menerima bantuan senilai Rp 330 juta,” kata dia. Bantuan ini akan diterima kelompok tani ternak di Desa Belik, Kecamata Belik, Desa Karangmoncol Kecamatan Randudongkal dan Desa Sumurkidang Kecamatan Bantarbolang. Sapi-sapi ini akan dikelola sebagai sapi perkembangbiakan dengan sistem bagi hasil sesuai peraturan Gubernur Jawa Tengah. Ada kurun waktu tertentu dalam pengelolaan termasuk di antaranya adalah kuantitas peranakannya. Kalau sudah

memenuhi syarat sesuai peraturan tersebut, kelompok tani ternak bisa menjual sapi tersebut dan hasilnya dibagi dengan pemerintah sebagai pemasukan bagi pendapatan asli daerah. Namun demikian diberikan kewenangan agar sapi tersebut dibeli sendiri oleh kelompok tani dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Selain menyiapkan diri untuk menerima bantuan ternak sapi, sejumlah desa menurut Kabid Peternakan juga menerima bantuan. Seperti bantuan domba senilai Rp 125 juta dan bantuan kambing senilai Rp 125 juta pula. Bantuan itu diterimakan ke Desa Pedurungan dan Sitemu Kecamatan Taman. Sedangkan untuk bantuan itik diberikan kepada Kelompok Tani Ternak Itik Desa Sitemu senilai Rp 80 juta. Sebelumnya Kepala Desa Sitemu Suyuti SH kepada Radar mengemukakan adanya bantuan yang dikucurkan pemerintah ke desanya. “Kelompok tani ternak itik menerima bantuan Rp 80 juta,” kata dia yang memimpin desa hingga meraih juara nasional di bidang budidaya ternak itik pada tahun 2003-an. Desa ini selain berprestasi di tingkat nasional juga sudah lama dik e n al sebagai desa sentra peternakan itik sejak lama. (ali)


METROPOLIS

SELASA 5 JANUARI 2010

5

RADAR TEGAL

Pelabuhan Niaga Mendesak LOMBA Drama Dialek Tegalan TAMAN Bacaan Masyarakat (TBM) Pelangi menggelar lomba drama berdialek tegal. Ajang ini dikhususkan bagi tingkat SMP dan SMA se Kota Tegal. Pendaftaran dibuka hingga tanggal 10 Januari mendatang di TBM Pelangi, Jalan Cendrawasih Lontrong 19 Nomor 14. Yustia selaku panitia menjelaskan masing-masing kelompok tediri dari 3 orang atau lebih. Selain itu naskah drama disesuaikan dengan pilihan tema panitia. ‘’Naskah ini harus menggunakan dialek tegal, sesuai dengan lomba ini,’’ ungkapnya. Sementara tema pilihan bagi peserta lomba diantaranya akeh maca nggawe gaul, ayo bareng-bareng ngatasi global warming, serta aja perek-perek karo narkoba, ya..! Ajang lomba drama dialek tegal ini memperebutkan piala da voucher pendidikan dengan total jutaan rupiah. Untuk juara pertama piala dan piagam penghargaan serta voucher pendidikan senilai Rp 500 ribu. Juara kedua piala dan piagam penghargaan dengan voucher pendidikan senilai Rp 400 ribu. Juara ketiga mendapatkan piala dan piagam penghargaan dengan voucher pendidikan senilai Rp 300 ribu. (ela)

SOSIAL Santuni Anak Yatim MADRASAH Ibtidaiyah (MI) Nurul Hikmah Kelurahan Krandon Kecamatan Margadana memberikan santunan anak yatim. Penyerahan ini akan dilaksanakan Rabu (6/1) besok di kampus setempat. Sebelumnya dilaksanakan pawai taaruf mengeliling Kelurahan Krandon. Kepala MI Nurul Hikmah Rustam Ahmadi SPdI menjelaskan kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun. Dalam rangka memperingatu tahun baru Islam 1431 Hijriyah. Kegiatan ini menggandeng seluruh elemen masyarakat di lingkungan MI Nurul Hikmah. Mulai dari siswa, orang tua siswa, pengurus yayasan serta masyarakat lingkungan. ‘’Untuk menggugah kepedulian terhadap sesame,’’ ungkapnya. Jumlah anak yatim yang akan mendapatkan santunan rencananya sekitar 120 anak dari Kelurahan Krandon dan sekitarnya. Sementara untuk pawai taaruf sendiri akan dimeriahkan Drum Band Nurul Hikmah, seluruh siswa MI Nurul Hikmah serta anak yatim yang akan mendapatkan santunan. Selanjutnya digelar pengajian akbar mendatangkan Ustad Mas’ud dari Kota Tegal. Selain kegiatan Muharam, pihaknya juga kerap merayakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Seperti maulud nabi, dan isro mi’raj. ‘’Untuk kegiatan Ramadhan dan Syawal sudah pasti ada,’’ pungkasnya. (ela)

Depag Sertifikatkan 21 Bidang Tanah Wakaf KANTOR Departemaen Agama (Depag) Kota Tegal, baru-baru ini, membantu menyertifikatkan 21 bidang atau 4.920 meter persegi tanah wakaf. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-64. Selain menyertifikatkan tanah wakaf, dalam perayaan HAB ini Depag juga menggelar beberapa rangkaian acara lainnya. Seperti lomba KUA teladan, kursus calon pengantin, pelatihan juru sembelih halal, pelatihan perawatan jenazah. Kemudian sosialisasi tentang UU RI No 1 tahun 1974 tentang perkawinan, pembagian sembako pada fakir miskin. Serta memberi bantuan pada panti asuhan se-Kota Tegal, pelaksanaan khotmil quran, upacara dan tasyakuran. Kasubbag TU Depag selaku ketua panitia Tohari mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan tadi mulai dilaksanakan sejak November 2009 kemarin. Peringatan HAB sebenarnya jatuh pada 3 Januari, namun pelaksanaan upacara dan kegiatan lainnya dilaksanakan Senin (4/ 1). Sebab, pada hari H jatuh

pada hari Minggu sehingga kegiatan di undur satu hari. “Dasar dari pelaksanaan adalah surat Sekjen Depag RI No B.11/1/HM.00/1290/ 2009 tertanggal 16 Desember 2009 perihal peringatan HAB. Kemudian SK Kanwil Depag Jateng No KW.11.1/4/HM.00/ 12088/2009 tertanggal 23 Desember. Serta SK Kandepag No KD.11.35/1/HM.00/ 1266/2009 tertanggal 29 November tentang panitia pelaksanaan. Pelaksanaan ini serentak seluruh Indonesia pada Senin ini,” ujarnya. Dijelaskan Tohari, penyerahan sertifikat tanah wakaf dilakukan di Ruang Adipura Balaikota kepada perwakilan empat kecamatan dan dua organisasi dibawah Depag. Dalam hal ini pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Tema perayaan HAB tahun ini adalah mewujudkan bangsa yang berahlak mulia menuju negara sejahtera. Kegiatan dilaksanakan sejak pukul 07.30 dengan mengadakan upacara yang diikuti oleh 500-an orang dari unsur pendidikan dilingkungan Depag. Serta Unit Pelaksana Tugas (UPT) baik dari negeri ataupun swasta. (cw1)

KEBERADAAN Pelabuhan Niaga dinilai sudah sangat mendesak agar mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan akan dibangunnya jalan tol dan dilanjutkannya proyek Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), maka Kota Tegal terancam jadi kota mati. Karenanya, masyarakat maritim yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Maritim Tegal (Hikmat), mendesaak Pemerintah Kota (Pemkot) serius menyikapi hal itu. Ketua Hikmat Kota Tegal, Wardjo Rahardjo, Senin (4/1), mengatakan, jika pemkot serius maka sesuai target pada tahun 2011 bisa dilakukan pembangunan fisik pelabuhan niaga. Karena waktu satu tahun (2010) sangat cukup untuk memroses izin. Apalagi, sesuai keterangan walikota, saat ini sudah ada 3 investor yang siap membangun pelabuhan. Namun pemkot perlu lebih proaktif ke pemerintah pusat, dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut. Kalau tidak, bisa jadi pada tahun 2010 izin prinsip tidak keluar. “Ini tantangan sekaligus PR bagi pemkot untuk mewujudkan pembangunan Pelabuhan Niaga. Karena keberadaan pelabuhan sangat berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Semua aktifitas perekonomian ada di pelabuhan. Sedangkan keberadaan pelabuhan milik Pelindo saat ini mati suri se-

hingga hampir-hampir tak ada aktifitas sama sekali,” kata Wardjo. Menurutnya, alur masuk pelabuhan saat ini kurang dari 3 meter sehingga kapal tidak bisa masuk. Hal inilah yang membuat keberadaan pelabuhan mati suri’. Idealnya kedalaman alur masuk sekitar 5 sampai 6 meter. Karenanya, kalau perekonomian Kota Tegal ingin maju, keberadaan Pelabuhan Niaga sudah sangat mendesak. Apalagi kalau dilihat dari sisi letak, maka keberadaan pelabuhan Kota Tegal lebih strategis dibandingkan Pelabuhan Niaga Cirebon atau Semarang. “Sebenarnya kebijakan pemerintah membolehkan swasta membangun pelabuhan merupakan program jangka panjang. Karena dengan adanya pelabuhan, semua aktivitas angkutan barang bisa dialihkan lewat jalur laut. Dengan begitu keberadaan pelabuhan dapat menghemat anggaran puluhan triliun rupiah. Anggaran yang digunakan untuk perbaikan atau perawatan jalan bisa dikembalikan,” tuturnya. Sedangkan soal pelabuhan niaga yang dikelola Pelindo, Wardjo menyatakan siap untuk memfasilitasi Pemkot dengan Pelindo agar pengelolaan pelabuhan niaga saat ini bisa dialihkan ke Pemkot. Sehingga, disamping memiliki pelabuhan niaga

M SAEKHUN/RATEG

MATI SURI - Aktivitas pelabuhan yang dikelola PT Pelindo mati suri. Hanya ada beerapa kapal nelayan saja yang ditambat.

sendiri—-yang saat ini dalam perencanaan pembangunanya—pengelolaan pelabuhan niaga Pelindo juga dikelola Pemkot. Sehingga kedua pelabuhan tersebut bisa lebih meramaikan aktifitas pelabuhan. “Kami optimistis pengelolaan pelabuhan bisa diambilalih Pemkot. Karena saat ini kami melihat Pelindo sudah enggan merawat sehingga keberadaanya mati suri,” ujarnya. WALIKOTA OPTIMISTIS Terpisah, Walikota Tegal Ikmal Jaya mengungkapkan dirnya optimistis dalam waktu dekat izin prinsip dari Dirjen Perhubungan Laut bisa keluar. Karena kebetulan Dirjen asli

warga Tegal. Namun demikian, pihaknya akan terus proaktif dan berupaya melakukan lobi agar izin prinsip bisa secepatnya keluar. Sehingga ketakutan imbas dari pembangunan jalan tol dan jalingkut yang menjadikan Kota Tegal menjadi kota mati bisa ditangani dengan keberadaan pelabuhan. “Kami yakin keberadaan pelabuhan akan menjadi daya tarik tersendiri, dan sangat mampu menjalankan kegiatan perekonomian masyarakat Kota Tegal. Dengan demikian, Kota Tegal akan tetap menjadi kota transit walupun sudah ada jalan tol maupun Jalingkut,” ungkap walikota.

Dibenarkan Ikmal, saat ini memang sudah ada 3 investor asal Jakarta, Cina dan Timur Tengah yang siap menjadi investor pembangunan Pelabuhan Niaga milik Pemkot Tegal. Ketiganya sudah menyatakan siap, namun untuk realisasi pembangunannya tetap menunggu izin prinsip. “Untuk pembangunan fisiknya kami targetkan 2011. Sebab pada tahun 2010 kami akan memroses perizinan pembangunan pelabuhan. Sedangkan soal angaran pembangunan masih menunggu perencanaan. Namun untuk luas lahan pelabuhan kami siapkan 9 hektar,” tuturnya. (hun)

Setelah Paceklik, Rajungan dan Kerang Melimpah SETELAH sempat mengalami paceklik sejak dua bulan terakhir, angin segar mulai menyapa nelayan di Muarareja. Khususnya bagi nelayan rajungan dan kerang. Pasalnya hasil laut tersebut sudah banyak ditemui saat ini. ‘’Rajungan sekarang sudah lumayan mbak, baru berangkat dua mingguan ini lah,’’ ungkap Darkasih, nelayan asal Muarareja. Sekali melaut, kapal dengan jumlah ABK 4 orang ini bisa mendapatkan 2 box rajungan atau sekitar 1 kuintal. Tugas mereka juga semakin ringan dengan adanya bantuan bubu, yaitu semacam alat penangkap rajungan dari KUD Karya Mina. ‘’Kami hanya melemparkannya dan menunggu sekitar 4 jam,’’ ungkapnya. Sehingga banyak waktu istirahat yang bisa digunakan dibandingkan ketika mereka menggunakan j a r i n g b a dong. Masing-masing kapal mendapatkan 50 bubu dari KUD Karya Mina. Terkait harga di pasaran, rajungan di Kota Tegal termasuk paling tinggi dibandingkan di Jakarta sekalipun. Tak heran nelayan rajungan disana justru menjual hasil tangkapannya disini. Harga rajungan di kisaran Rp 43 ribu per kilogram. Sedangkan di Jakarta hanya dibandrol Rp 31 ribu, itupun paling tinggi. Pasokan rajungan ini selanjutnya dibawa ke pengepul di Losari dan dikupas sebelum dijual ke Demak. Selain rajungan, hasil laut lainnya yang tengah melimpah adalah kerang laut. Penangkapan dengan sistem one day fishing, atau melaut sehari ini cukup memudahkan nelayan. Dalam sehari mereka mempu memperoleh 2 hingga 3 kuintal kerang laut. ‘’Sebenarnya hampir tiap hari ada kerang, tapi memang sekarang lagi banyak sekali,’’ ungkap Tarjuki, nelayan kerang asal Muarareja. Dia berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB dan kembali merapatkan kapalnya di Sungai Kemiri sekitar pukul 12.00 WIB. Untuk hasil laut lainnya se-

LAELA NURCHAYATI/RATEG

PANGGUL KERANG - Salah satu ABK tengah memanggul kerang yang dikumpulkan dalam waring.

perti ikan, teri, dan rebon hingga saat ini masih minim. Nelayan lebih memilih menggantung jalanya daripada melaut tanpa hasil. Kondisi ini sudah menjadi rutinitas khususnya menjelang musim baratan. ‘’Sekarang sudah musim baratan, tapi ikannya belum banyak juga,’’ tambahnya. Kemungkinan nelayan baru kembali melaut setelah ombak cukup dan hasil ikan banyak. (ela)


BREBES & BUMIAYU

6

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Proyek KPT Disoal Abdullah Syafaat: Anggaran Tidak Dicoret

AGENDA

ISMAIL FUAD/ RATEG

PENGHARGAAN - Bupati Brebes Indra Kusuma menyematkan tanda jasa Satya Lencana Karya Satya bagi pegawai yang telah mengabdi selama 10-20 tahun.

Hari Amal Bhakti Depag BREBES – Guna memperingati Hari Amal Bhakti Departemen Agama (Depag) Republik Indonesia ke-64 Tahun 2010, Kandepag Brebes gelar upacara di Islamic Center Brebes Senin (4/1) dengan Inspektur Upcara Bupati Brebes Indra Kusuma. Bupati Brebes, dalam membacakan sambutan Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, peringatan Hari Amal Bhakti Depag hendaknya tidak sekadar seremoni. Tapi juga untuk mengenang memaknai dan mengaktualisasikan cita cita dan nilai nilai perjuangan yang diwariskan oleh para perintis dan pendiri Departemen Agama. ’’Aparatur Departemen Agama yang menyandang nilai-nilai agama, akhlak, dan moral sudah seharusnya berada di paling depan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih bebas dari praktik KKN serta perbuatan melanggar hukum lainya.” ungkap Indra. Pada kesempatan itu, 15 pegawai di lingkungan Depag Kabupaten Brebes mendapat penghargaan Tanda Penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari bupati Brebes, karena telah mengabdi 10-20 tahun. Selain itu, Kantor Depag Brebes juga menggelar berbagai macam lomba dan kegiatan. ’’Kami ingin masyarakat turut memahami keberadaan Depag sehingga makin dekat dan memikat hati masyarakat,” ujar Ketua Panitia HAB Depag Kabupaten Brebes Drs H Syahri. Lomba yang digelar antara lain, jalan santai, panjat pinang, tenis meja, bulu tangkis, qosidah, mewarnai gambar, puitisasi Al-Quran, hafalan surat pendek, adzan, gerak dan lagu, band Islami, kaligrafi, serta lomba tumpeng dan lomba qosidah. Selain itu, digelar pula berbagai kegiatan sosial, seperti sunatan massal, beasiswa, santunan kaum dhuafa, serta penanaman 10.000 pohon ’’Tadi Bupati secara simblos membuka kegiatan dengan menanam pohon di halamanKUA Kecamatan Brebes,” ujar Syahri. (mg7)

BREBES – Rencana pembangunan tahap II (dua) proyek Kantor Pemerintah Terpadu (KPT) belum ada titik terang. Akibatnya, kondisi KPT yang belum rampung digarap itupun terbengkalai. Pembangunan tahap II yang rencananya dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Brebes tahun anggaran (TA) 2010 juga masih belum pasti. Hal ini medapat sorotan dari berbagai kalangan. Ketua Forum Swadaya Warga Brebes (FSWB) Duryani menilai, proyek pembangunan KPT Kabupaten Brebes -yang dibangun tahun 2008 dengan menelan biaya sekitar Rp 8 miliar- dinilai telah menghambur-hamburkan uang rakyat. Apalagi, lanjutnya, di APBD 2010 masih belum dianggarkan alokasinya. ’’Saya sangat menyesalkan tidak berjalannya proyek mercusuar ini. Padahal, anggarannya sangat besar. Akan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih prioritas,” papar dia. Sementara, Anggota Komisi II DPRD Brebes Abdullah Syafaat ketika dikonfirmasi Radar mengatakan, proyek pembangunan KPT tahap II itu tetap dianggarkan melalui Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2010 dengan dana cadangan dengan nilai Rp 20 miliar. ’’Saya luruskan kesalahan persepsi wartawan. Anggaran Kantor Terpadu tidak dicoret, tapi telah dianggarkan dalam APBD 2010 melalui dana cadangan senilai Rp 20. Dengan demikian, pemberitaan menge-

ISMAIL FUAD/RATEG

TERBENGKALAI - Kelanjutan penggarapan proyek KPT masih belum ada kejelasan. Hingga saat ini kondisinya mangkrak.

nai kelanjutan proyek pembanguanan KPT pada tahap II tahun 2010 dicoret itu tidak benar,” tandasnya. Bahkan, menurut Syafaat, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Brebes selaku pengguna anggaran, jika pada tahap II proyek kelanjutan pembangunan KPT tidak dilaksanakan. ’’Harus dilanjutkan proyek

BREBES - Abrasi yang terjadi di Desa Randusanga Wetan dan Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, terus meluas. Sayangnya, penanganannya baru dapat dimulai pada 2011. Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Randusanga Kulon Ahmad Zaeni berdasarkan hasil keterangan pejabat balai besar yang khusus menangani Sungai Pemali – Juana. ’’Memang begitu. Untuk penanganan abrasi Randusanga Wetan dan Kulon ditangani tahun depan. Ini tentunya kabar gembira,” kata Ahmad ketika dikonfirmasi Ra-

dar kemarin (4/11). Terpisah, pemilik tambak sekaligus tokoh masyarakat Randusanga Wetan Baridin mengakui, abrasi di wilayahnya ini memang sangat parah. Sejauh ini, untuk penanggalungan abrasi memang belum pernah dilakukan. Karenanya, dia berharap penuh agar masalah in segera disikapi secara serius. Hal ini mengingat penggerusan pantai yang hingga hari ini sudah masuk wilayah petambakan. Jika kondisi ini tidak segera disikapi, lambat laun laun daerah Randusanga Wetan dikhawatirkan bakal hilang.

Meski Tak Boleh Beroperasi 24 Jam, Warteg Eksis di Australia

LAPORAN: ABIDIN ABROR HAMPIR di setiap sudut jalan dan gang di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya, warteg selalu muncul bak jamur di musim hujan. Sejauh ini belum ada pedagang yang pakai nama wabres (warung Brebes), untuk usahanya itu. Tapi di sejumlah tempat di Jakarta, sudah ada yang mencantumkan. Warteg adalah salah satu jenis usaha yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Istilah warteg kini telah menjadi istilah generik, untuk warung makan kelas menengah- bawah di pinggir jalan. Sebagai usaha jasa pemenuhan kebutuhan perut, posisi warteg jelas tak bisa dianggap enteng. Hidangan-hidangan di warteg umumnya bersifat sesderhana dan tidak memerlukan peralatan dapur yang sangat lengkap. Nasi campur, gorengan mirong (peyek udang), mi instan, dan lainnya hampir selalu dapat ditemui. Demikian pula minuman penggugah selera, se-

perti kopi. Beberapa warteg khusus menghidangkan beberapa jenis makanan, seperti sate Tegal, gulai, dan minuman khas Tegal, seperti teh poci. Yang unik, dari bisnis warteg ini -meski melayani masyarakat menengah bawah- hasil yang didapat cukup besar. Hal ini terbukti dari tingkat ekonomi para pengusaha warteg yang cukup membanggakan. Kenyataan mereka yang memasang nama warteg di depan warungnya tidak semuanya sebagai warga Tegal. Sebaliknya, tidak sedikit dari penjual warteg ini sebagai warga Kabupaten Brebes. Karena memang tidak ada lisensinya, sehingga pedagang ini dengan mudahnya memasang nama warteg. Seolah sebagai berkah tersendiri dengan mencantumkan warteg, sehingga dagangannya laris pula. Karenanya, tidaklah mengherankan jika seniman asal Kota Tegal Eko Tunas dalam sebuah diskusi budaya -yang dihadiri para seniman dari berbagai daerah sekitar 10 tahun silam menyatakan pendapatnya tentang warteg. Menurut Eko, apa jadinya jika Jakarta atau kotakota besar lainnya tidak ’’dirambah” warteg? Warteg-warteg itu, lanjut dia, sangat berjasa menciptakan stabilitas sosial kota besar. Tanpa warteg, stabilitas keamanan ibukota bisa terganggu, bahkan chaos. ’’Mataram boleh gagal menyerang Batavia (baca: Jakarta), tapi tidak dengan warteg,” kata Eko dengan nada

salnya, hingga sekarang pihaknya belum menerima laporan pertanggungjawaban dari DPUTR terkait pelaksanaan proyek sebelumnya. ’’Kami masih menunggu hasil kajian teknis proyek kantor terpadu yang dilakukan tim Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang belum diserahkan kepada DPRD. Jika tidak ada laporan, anggaran proyek tersebut dialihkan untuk dana

cadangan. Namun, jika laporan hasil pengkajian teknis dari Unnes mengatakan pembangunan proyek kantor terpadu tersebut bisa dilanjutkan, maka dewan bisa mengalokasikan melalui anggaran perubahan,” ungkapnya. Dijelaskan Illia, dalam hal penggunaan anggaran, pihaknya berpedoman Permendagri No. 20 Tahun 2009 tentang Tata Cara Penggunaan APBD 2010. (mg7)

Penanganan Abrasi Baru Dilaksanakan 2011

Warung Tegal (Warteg) Vs Warung Brebes (Warbres)

Warung Tegal atau lebih dikenal dengan sebutan warteg, siapa orang tak kenal? Bagaimana pengelola warteg bisa selalau eksis menjalankan roda usahanya?

KPT tahap II tahun 2010, karena sudah di-Perda-kan,” ujarnya. Sebelumnya diberitakan, anggaran proyek pembangunan KPT Pemkab Brebes tahap II dicoret oleh DPRD karena proyek proyek pada tahap I dinilai bermasalah. Ketua DPRD Kabupaten Brebes Illia Amin SH MMPd mengatakan, proyek pembangunan KPT Pemkab Brebes tahap I belum bisa dilanjutkan hingga 2010. Pa-

serius. Jika dicermati, tak ada perbedaan antara warteg dengan gerai fast food, seperti MC Donald, KFC, Pizza Hut, dan semacamnya. Mereka samasama jualan nasi berikut lauknya. Yang membedakan, hanya segmen dan servis atau pelayanan. Hanya di warteg, rakyat Indonesia bisa merasakan jati diri kuliner bangsa sesungguhnya. Ini ditunjukkan dari sejumlah menu yang disajikan, seperti ayam goreng, semur jengkol, sambel goreng kentang atau ati, sambal terasi, dan lainnya. Usaha warteg kini mulai merambah pasar luar negeri, seperti Australia. Hanya saja, jam penjualannya dibatasi. Warteg

di Australia, menurut warga Tegal yang pernah berada di Australia Anis Yahya, beroperasi tak boleh lebih dari 24 jam. Ini merupakan gambaran betapa gigihnya pengusaha warteg mencari penghidupan hingga rela meninggalkan kampung halaman ke negeri orang, seperti filosofi kupu-kupu. Untuk mencari sarang madu, kupu-kupu terbang ke mana saja. Dari spirit inilah, warteg dapat berkembang seperti sekarang. Tetap eksis. Sebagian besar pengelola warteg berasal dari Cabawan, Sidakaton, dan Dukuhturi. Daerah-daerah ini sejak lama dikenal sebagai ’’kantong pengusaha” warteg. (*)

DOK.RATEG

SUGUHAN KHAS – Sejumlah lauk khas selalu mampu menggugah selera konsumen, meskipun dengan wujud dan pengolahan yang sederhana.

Dijelaskannya, pembangunan jetty hanya di sebelah timur sepanjang kurang lebih 150 meter. Sedangkan di sebelah baratnya, yang masuk wilayah Randusanga Wetan, Kabupaten Brebes, ironisnya tidak ikut dibangun jetty. Keadaan ini sehingga semakin memperparah keadaan pantai. ’’Sekarang gelombang laut yang datang dari arah timur itu sebagai sasarannya adalah Pantai Randusanga Wetan. Sebaliknya, pantai sebelah timur masuk wilayah Kota Tegal kondisinya aman-aman saja. Jadi, kami minta pada Balai Besar Provinsi Jateng.’’ (din)

ABIDIN ABROR/RATEG

PARAH - Kerusakan akibat abrasi di Randusanga Wetan parah. Sebagian areal pantai sudah tenggelam.


BREBES & BUMIAYU

SELASA 5 JANUARI 2010

7

RADAR TEGAL

Kepala SMK Muhammadiyah MundurTerhormat Terkait Demo Dugaan Penyelewengan Anggaran BUMIAYU - Drs Rusito selaku kepala SMK Muhammadiyah Bumiayu secara resmi berhenti dari jabatannya. Posisinya saat ini digantikan H Suwaryo SPd. Pengunduran Rusito ini sebagai buntut atas aksi demontrasi yang dilakukan ratusan siswa SMK Muhammadiyah Bumiayu pada Senin (9/11) lalu, yang menuntut kepala sekolah (kepsek) mereka turun dari jabatannya. Kondisi tersebut dipicu ada-

nya dugaan penyelewengan terkait sejumlah kebijakan maupun masalah keuangan sekolah selama masa kepemimpinan Rusito. Menyikapi kondisi yang terjadi, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu dan Pleno Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PCM Bumiayu segera membentuk tim klarifikasi terhadap permasalahan tersebut. Sekretaris PCM Bumiayu Abdul Mufti didampingi Ketua Dewan komite Khafid Subechi saat ditemui Radar di sela-selaa kegiatan serah terima jabatan kepsek Senin (4/1) mengatakan, dari hasil klarifikasi tim inde-

BENCANA

penden menyatakan tidak ditemukan adanya penyelewengan maupun penyalahgunaan anggaran sebagaimana dugaan yang berkembang selama ini. ’’Kita telah menerima hasil dari klarifikasi pada Sabtu (2/1) lalu sesuai dengan prosedur yang berlaku di Muhammadiyah. Hasilnya tidak ditemukan adanya penyimpangan,’’ tandas Abdul Mufti. ’’Dalam serah terima jabatan kasek saat ini, Bapak Rusito berhenti dengan terhormat,” lanjutnya. Dikatakan Abdul Mufti, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya aksi demontrasi siswa tersebut. Sebab, menurut dia, sesuai dengan peraturan yang telah berlaku, setiap

kepsek akan habis masa tugasnya setiap 5 tahun. Saat permasalahan tersebut mencuat, lanjutnya, kebetulan masa tugas Rusito memang telah habis. ’’Sebenarnya, meskipun tidak didemo, masa tugas beliau sudah habis dan akan digantikan. Hanya saja, selama ini terjadi kurang komunikasi antara kepsek dengan para guru. Kepsek mengutamakan laporan kerjanya kepada Majlis dan Komite,’’ jelas Abdul Mufti. ’’Aksi demo sebenarnya bukan mewakili Muhammadiyah, sebab kami tidak mengenal demo. Yang ada adalah musyawarah,” lanjutnya. Saat disinggung lebih lanjut

mengenai adanya keterlibatan sejumlah tenaga pengajar dalam aksi siswa hingga yang bersangkutan mendapat peringatan keras dari pihak PCM, Abdul Mufti mengatakan, pihaknya tidak memfokuskan peringatan tersebut kepada kelompok tertentu. Namun, lanjutnya, ditujukan kepada seluruh keluarga besar SMK Muhammadiyah Bumiayu. ’’Tidak hanya sekelompok guru, tapi semuanya kita lakukan pembinaan. Diharapkan ke depannya sekolah ini dapat lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas pendidikan melalui kebersamaan. Sebab, tanpa kebersamaan kita tidak bisa apa-apa,” ungkapnya.

Sementara, Rusito saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya merasa dirugikan akibat adanya aksi demo dengan tudingan penyalahgunaan kebijakan maupun keuangan. Tudingan tersebut, menurut dia, sebagai upaya pembunuhan karakter atas dedikasinya selama ini kepada sekolah. ’’Saya mengamati adanya upaya sistematis ke arah tersebut. Ada pihak-pihak yang tidak ingin saya berhenti secara terhormat. Tapi, akhirnya kebenaran tetap dapat dibuktikan,” tegasnya. Meski namanya telah dijatuhkan, Rusito mengaku, dia tidak akan menuntut pihak manapun terhadap tudingan

yang sebelumnya diarahkan kepada dirinya. Dia hanya berharap, kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Rusito sendiri tetap berada di SMK Muhammadiyah Bumiayu sebagai tenaga pengajar. H Suwaryo selaku kepsek yang baru mengatakan, didasari kondisi yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini maka tugas utama yang akan dilaksanakannya adalah mengubah sistem yang selama ini berlaku di sekolah. ’’Saya kira, perubahan sistem ini dapat menjadi solusi untuk mengembalikan kebersamaan di antara keluarga besar SMK Muhammadiyah Bumiayu ini,” katanya. (pri)

Linggapura-Balapusuh Terancam Putus

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

MENGGANTUNG - Bagian belakang rumah milik Hamim di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, terlihat menggantung akibat longsor yang terjadi Minggu (3/1) lalu.

Hujan Deras, Tiga Rumah Rusak SIRAMPOG - Dua unit rumah warga Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, mengalami kerusakan pada bagian belakangnya akibat tanah longsor dan tertimpa pohon yang tumbang saat terjadi hujan deras pada Minggu (3/1). Kedua rumah tersebut adalah milik Hamim (55) warga RT 03 RW 03 Dukuh Sembungregel, Desa Manggis. Bagian belakang rumah tersebut jebol setelah pondasinya mengalami longsor. ’’Saat itu hujan deras semenjak pukul 15.30 WIB, kami sekeluarga berada di rumah. Sekitar pukul 17.30 WIB tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara berdebam dari arah belakang rumah. Setelah saya lihat, ternyata tembok dapur runtuh bersama pondasinya akibat longsor,” beber Hamim. Akibat kerusakan tersebut, bagian belakang rumahnya tampak menggantung. Sebab tembok sepanjang 10 meter ambrol bersama dengan pondasinya. Sementara, di Dukuh Banjarsari, Desa Manggis, sebuah pohon asam tumbang menimpa bagian belakang rumah milik Sobirin. Akibatnya, pemilik rumah harus kehilangan bagian dapur, setelah atap dan tembok ruangan tersebut rusak parah. Kepala Desa (Kades) Manggis Masruri SAg membenarkan terjadinya bencana alam yang merusak dua rumah milik warganya tersebut. Dikatakannya, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya segera melakukan peninjauan lokasi kejadian untuk menginventarisir dampak yang ditimbulkan. (pri)

TONJONG - Talud pengaman jalan di ruas jalan Kabupaten Linggapura-Balapusuh yang berada di Dukuh Pamijen, Desa Tanggeran, ambrol menyusul hujan deras yang terjadi Minggu (3/1) lalu. Talud yang dibangun pada Tahun 2008 tersebut ambrol sepanjang 50 meter dengan tinggi 10 meter dari aliran Sungai Pedes yang mengalir di bawahnya. Kades Tanggeran Ahmad Mutaksidi saat dikonfirmasi mengatakan, kerusakan terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut semenjak pukul 15.30 WIB. Selain air sungai yang deras, lanjutnya, hujan juga menyebabkan volume air di badan jalan tidak dapat lagi tertampung drainase. ’’Selain kondisi sungai yang mengalami banjir, air hujan yang berasal dari badan jalan juga masuk melalui celah-celah talud. Hingga akhirnya sekitar pukul 18.00 WIB talud tak kuat menahan air dan jebol,” ungkapnya saat ditemui di lokasi longsor. Akibat kerusakan yang terjadi, jalur lalulintas TonjongBumijawa tidak dapat dilalui kendaraan berat. Padahal, ruas jalan tersebut adalah akses warga dari dua kabupaten di mendistribusikan hasil pertanian. Sebagai upaya penanganan, warga memasang bambu di sepanjang lintasan yang mengalami longsor. ’’Itu dilakukan untuk memberi

peringatan kepada para pengguna jalan bahwa di lokasi tersebut ada bagian yang membahayakan. Sebab, lebar jalan yang longsor sekitar 1,5 meter dari lebar jalan 4 meter. Kami sendiri telah melaporkan kepada instansi terkait, dengan angka kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. Diharapkan kerusakan dapat segera ditanggulangi,” jelas Ahmad. Sementara, dalam waktu yang hampir bersamaan, talud dan jalan yang baru selesai dibangun belum lama ini melalui kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD), ambrol sepanjang 36 meter. Akibatnya, jalan penghubung antara Dukuh Lemah Duwur, Desa Linggapura, menuju pusat Kecamatan Tonjong nyaris putus akibat tergerus aliran Sungai Kalong. Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Ruang Wilayah Bumiayu melalui Staf Bagian Binamarga Torip mengatakan, setelah mendapat laporan adanya kerusakan segera melakukan inventarisir. Selanjutnya, lanjut dia, hasil dari inventarisir tersebut dijadikan sebagai bahan laporan kepada bupati. ’’Dari hasil inventarisir telah terjadi kerusakan akibat bencana alam pada satu ruas jalan kabupaten dan jalan penghubung lintas pedesaan. Keduanya merupakan sarana vital public. Selanjutnya, untuk penanganannya sendiri kami menunggu instruksi dari tingkat kabupaten,” jelasnya. (pri)

Peluang Emas yang Ditawarkan Usaha Pembibitan Tanaman Keras TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

Permintaan Bibit Melangit, Keuntungan yang Diraih Tak Sedikit Usaha pembibitan tanaman keras memiliki prospek yang cukup baik. Terlebih jika ditunjang permodalan yang kuat. Benarkah? LAPORAN: TEGUH S HAL tersebut rupanya telah dibuktikan oleh Edi Purwanto (27), warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu. ’’Saya memulai usaha ini dengan modal pinjaman. Keuntungan yang didapat dari usaha ini cukup lumayan,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya Dukuh Bayur, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu. Jika dua tahun lalu lajang tamatan SMA itu bekerja mengurus usahanya sendiri, kini dia telah mempekerjakan sejumlah pegawai untuk mem-

bantu mengurus usahanya. Jenis pembibitan yang digeluti adalah khusus tanaman keras, yakni jati, besiar, mindi, dan durian. Usaha pembibitan tanaman keras, diakui Edi, cukup prospektif. Apalagi dalam hal pemasarannya yang tidak berkendala. ’’Permintaan bibit cukup tinggi,” kata dia. Saat ini, setiap enam bulan sekali Edi hanya bisa memproduksi sekitar 50.000 bibit. Modal yang dibutuhkan untuk memproduksi sejumlah itu Rp 5 juta. ’’Modalnya Rp 5 juta untuk tenaga kerja, benih, dan obatobatan untuk selama enam bulan masa perawatan.’’ Berapa keuntungan yang dia peroleh? Edi mengaku, dari jumlah produksi tersebut, dia mampu meraup pendapatan hingga Rp 10 juta. ’’Dikurangi permodalan, sudah bisa dilihat keuntungan

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

MEMPERSIAPKAN - Edi Purwanto, pelaku usaha pembibitan saat mempersiapkan media tanam di lokasi usahanya di Dukuh Bayur, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.

kita,” ujarnya. Menggeluti usaha pembibitan tanaman keras, menurut Edi, diperlukan keseriusan, ketelatenan, dan kerja keras. Tidak kalah penting adalah kepan-

daian membaca peluang dan bergaul. ’’Permintaan pasar masih sangat terbuka, tapi karena terbatas modal tidak semua permintaan bisa dipenuhi,’’ katanya. (*)

AMBROL - Ruas jalan Kabupaten Linggapura-Balapusuh terancam putus, menyusul ambrolnya talud penahan tebing di ruas jalan tersebut.


SLAWI METROPOLIS

8

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

BISNIS Tekuni Usaha dengan Lapang Dada KEMAUAN keras meraih pangsa pasar tetap di bidang usaha percetakan dan penyablonan kecil-kecilan atau rumahan sangat diperlukan pelaku usaha tersebut, agar bisa bertahan di tengah pesaingan seperti sekarang ini. Pasalnya, bergelut di bidang percetakan butuh semangat tinggi dalam menjalin relasi di semua tingkatan, guna mempengaruhi ketidakpastian permintaan pasar yang cenderung masih mencari jatidiri dalam hal kejelasan harga. Terlebih saat ini bantig-bantingan harga antar pelaku usaha percetakan dari mulai yang besar hingga emperan sering terjadi di semua wilayah, termasuk di Kabupaten Tegal. AkiDOK.RATEG batnya, bukan untung diperoleh tetapi kerugian yang didapat. Kenyataan Samsul Ma’arif pasar seperti inilah yang harus diantisipasi melalui kemauan untuk menjalin kemitraan dari segala sektor. “Usaha percetakan hingga kini masih susah diprediksi, tapi prospek masih sangat besar,” papar H Samsul Ma’arif, anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDIP, yang juga pendiri rumah usaha penyablonan kaos ABK Adiwerna. Menurutnya, secara politik ekonomi di era reformasi seperti sekarang ini, usaha percetakan dianggap paling berpeluang besar untuk maju pesat dari usaha-usaha di bidang lainnya. Sebab, dukungan dan tuntutan jaman sedang berpihak pada usaha itu hingga puluhan tahun ke depan. Ditambah kebutuhan informasi masyarakat yang semakin besar saja untuk memberikan wawasan di bidang promosi produk-produk unggulan. “Selama lima tahun saya menggeluti bidang percetakan, beragam kendala di tengah persaingan ketat sering menjadi batu sandungan. Semua itu, bukan ada apa-apanya di saat perang harga oleh pelaku pasar,” ucap Samsul. Dia menambahkan, penyebab maju mundurnya usaha percetakan adalah faktor pasar yang belum bisa dikatakan stabil. Sehingga dibutuhkan mentalitas baja dalam menciptakan sebuah terobosan baru yang terkadang agak nyeleneh untuk menarik minat pasar. Hal in, agar bisa berproduksi secara terus menerus, demi meraih keuntungan guna memenuhi tuntutan para karyawan. “Saya terkadang merasa jenuh dalam menekuni usaha percetakan dan penyablonan, tapi mau bagaimana lagi semua itu sudah menjadi resiko yang harus dihadapi dengan lapang dada,” tandas Samsul penuh senyum. (k1)

KANTIN

YANVERA/RADAR SLAWI

LAYANI PEMBELI - Yuli pelayanan kantin rahayu terlihat keteteran melayani permintaan ratusan pembeli.

Pengunjuk Rasa Serbu Kantin Pemkab SERING KALI adanya aksi unjuk rasa damai, yang dilakukan oleh sejumlah kalangan dari berbagai macam organisasi masyarakat maupun profesi ke pemkab, ternyata disambut gembira para pemilik kantin yang berada di lingkungan komplek kantor pemkab. Pasalnya, aksi unjuk rasa damai tersebut dianggap berkah tersendiri dalam hal mencari rezeki dadakan. Sebab, semua barang dagangan para pemilik kantin biasanya ludes terjual semua diborong oleh para demontrans, mulai dari makan dan minuman ringan hingga rokok bungkusan. Seperti dirasakan Yu Kas (40) salah satu pengelola kantin Rahayu ini, terlihat sumringah saat mendengar ada aksi unjuk rasa di depan halaman kantor DPRD, yang diikuti ribuan pelajar dan guru swasta se-Kabupaten Tegal. Menurutnya, harapan akan mendapat untung besar dari berjualan makan dan minuman bisa terealisasi dalam waktu singkat, mengingat pengalaman-pengalaman itu sering terjadi sebelumnya. “Ini kabar gembira buat saya. Harapan akan terjualnya semua barang dagangan akan segera terwujud,” katanya Senin (4/ 1) kemarin. Kebiasaan para pengunjuk rasa usai melakukan asiknya langsung mampir ke kantin di komplek lingkungan kantor pemkab. Juga dengan para petugas keamanan maupun pejabat itu sendiri. Dan permintaan utama mereka pasti minuman segar, seperti es teh manis, jeruk dingin hingga nasi. “Biasanya kalau ada aksi unjuk rasa seperti ini, 3 kantin akan panen untung. Bahkan terkadang sudah tutup sebelum waktunya, karena semua barang dagangannya ludes.” (k1)

Ribuan Siswa dan Guru Swasta Demo Rumdin Ketua Dewan Disweeping RIBUAN guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, Senin (4/1) kemarin, kembali menggelar aksi unjuk rasa dan long march (jalan kaki) mulai jalan raya A Yani Slawi, tepatnya depan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) menuju halaman DPRD Kabupaten Tegal. Aksi demonstrasi besar-besaran yang juga melibatkan siswa dari mulai TK hingga SLTA itu, sempat memacetkan jalan raya utama Tegal-Purwokerto. Sejak pukul 09.00 WIB, mereka secara bergelombang mulai berkumpul di Jalan A Yani Slawi. Di jalan raya tersebut, mereka menggelar aksinya. Berbagai spanduk, poster dan ragam tulisan lainnya dibentangkan untuk mengekspresikan keinginan mereka. Dalam orasinya, mereka menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya meminta penghapusan perlakuan diskriminasi terhadap guru swasta, revisi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan menyengsarakan guru swasta, serta menuntut pembuatan Peraturan Daerah (Perda) honorarium guru swasta sesegera mungkin. Usai melakukan orasi di jalan A Yani, ribuan massa pendemo melanjutkan aksi long march melalui jalan protokol Kabupaten Tegal. Aksi long march diawali dengan aksi teatrikal para siswa SMK NU Wahid Hasyim. Dalam aksi teatrikal itu, para siswa tampak mengusung keranda yang diselimuti dengan kertas bertuliskan tun-

AGUS WIBOWO/ RADAR SLAWI

ORASI - Ketua Forgusta Kabupaten Tegal, Fatah Yasin sedang melakukan orasi di hadapan pendemo terkait tuntutannya.

tutan para guru swasta. Selain keranda, sejumlah pemain teatrikal juga nampak diseret menggunakan tali. Kesemua itu sebagai gambaran keprihatinan terhadap nasib para guru swasta. Dari depan kantor Dikpora, massa berjalan kaki menuju ke arah Selatan hingga perempatan Slawi Pos Slawi. Dari perempatyan Slawi Pos Slawi, massa terus bergerak ke arah kantor Pemda Kabupaten Tegal. Sebelum memasuki halaman Pemkab Tegal, massa berhenti dan menggelar orasi sekitar 1 jam di halaman depan rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Tegal, yang berjarak sekitar 100 m dari kantor Pemkab Tegal. setelah gagal bertemu dengan Ketua DPRD Kabupaten tegal Rojikin AH di rumah dinasnya, massa

melanjutkan long march ke gedung DPRD setempat. Namun sebelumnya pendemo sempat mensweeping Rumah Dinas (Rumdin) Ketua DPRD Rojikin AH. Bahkan, mobil dinasnya yang berplat merah itu, sempat diduduki oleh pendemo, termasuk ditempeli tulisan akan aksi Forgusta. Demikian pula dengan sejumlah gelas, dan minuman yang tengah berada di ruang depan Rumdin Ketua Dewan, sempat dipecahi oleh anak-anak sekolah yang ikut dalam aksi demo gurunya. Sedangkan aksi massa itu terjadi, lantaran Ketua Dewan yang hendak ditemui di Rumdinya tidak berhasil. Hingga aksi teatrikal yang dilakukan dengan membawa keranda yang persis dilakukan di depan pintu masuk Rumdin Rojikin

pun dilakukan. Namun lantaran selama satu jam lebih Ketua Dewan tak kunjung keluar, ribuan massa akhirnya mendatangi lingkungan Pemkab Tegal setelah petugas dari Polres Tegal memberikan saran untuk bisa mendatangi Pemkab saja. Ditemui di sela-sela demo, Ketua Forgusta Kabupaten Tegal Fatah Yasin mengungkapkan, pihaknya menilai Peraturan Pemerintah (PP) dan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengangkatan Tenaga Honorer yang baru, memperlakukan guru swasta secara diskriminatif. Para guru yang wiyata bakti di sekolah negeri mendapatkan kepastian diangkat sebagai PNS dan sebaliknya, guru swasta tidak.

Hal ini seperti dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 dan PP Nomor 43 Tahun 2007 dan juga draf Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS yang akan disyahkan tahun 2010. “Kami ingin pemerintah adil dan tidak bertindak diskriminatif. Guru wiyata bakti sendiri sudah mendapatkan tunjangan yang lebih besar dari guru swasta, yakni Rp 200 ribu dan Rp 150 ribu. Sementara, usulan kenaikan tunjangan bagi guru swasta tidak dipenuhi dengan alasan defisit anggaran,’’ ujarnya. Fatah Yasin juga menyatakan, guru wiyata bakti di sekolah swasta menuntut adanya payung hukum untuk melegalkan pemberian tunjangan kesejahteraan atau insentif bagi mereka. Sebab, nilai insentif dari Pemkab Tegal yang mereka terima sejak tahun 2006 terancam berkurang, bahkan hilang. ‘’Guru wiyata bakti sekolah swasta berjumlah sekitar 5.075 orang yang menerima insentif sejak tahun 2006. Untuk guru yang sudah kualifikasi, menerima Rp 175.000 per bulan dan guru non kualifikasi Rp 150.000 per bulan,’’ terang Fatah Yasin. Namun, lanjutnya, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang saat ini sedang dibahas di DPRD, nilai insentif akan diturunkan menjadi Rp 50.000 per orang. Bahkan, insentif untuk guru yang berada di bawah naungan Depag akan ditiadakan. ‘’Padahal dari 5.075 orang, sekitar 3.000 orang merupakan guru di bawah naungan Depag. Kami jelas menolak rencana ini dan minta kenaikan insentif Rp 250.000 per orang.” (aan/gus)

Dua Pejambret Kawakan Pantura Dibekuk Sudah Berhasil di 11 TKP WARUREJA - Dua pejambret kawakan yang selama ini meresahkan pengguna jalan pantura, mulai dari Jalan Raya Kramat hingga Warureja Kabupaten Tegal, diantaranya Feri Romansyah (22) dan Sukron (26), keduanya warga Dukuh Wanagopa Desa Kreman Kecamatan Warureja, kini tak bisa berkutik lagi. Pasalnya, pejambret yang sudah berhasil di 11 Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini, akhirnya dibekuk jajaran Satreskrim Polres Tegal, yang dibantu oleh masyarakat. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) hasil kejahatannya, termasuk Honda Mega Pro yang diduga merupakan hasil kejahatan saat beraksi. Diperoleh informasi, aksi penjambretan yang dilakukan

AGUS WIBOWO/RATEG

BARANG BUKTI - Salah seorang anggota Reskrim Polres Tegal menunjukan BB sepeda motor Honda Mega Pro yang digunakan untuk menjambret, dan diketahui motor tersebut juga diduga hasil kejahatan.

oleh Feri dan Sukron, kali terakhir melakukan aksinya, Jumat (1/1) sekitar pukul 21.30 WIB. Tepat di Jalan Raya Demangharjo Warureja, dua jambret yang menggunakan sepe-

da motor Honda Mega Pro ini, mengincar Anisa (20) warga Kraton Tegalsari Tegal Barat Kota Tegal, yang tengah membonceng pacarnya. Saat hendak perjalanan pulang, tas

Anisa oleh pelaku langsung dijambret. Sedangkan aksi penjambretan yang dilakukan membuat korban berteriak hingga mengundang sejumlah masyarakat yang ikut melakukan pengejaran. Oleh massa yang mengejar, salah satu pelaku berhasil diamankan. Sedangkan pelaku satunya berhasil kabur. Dari laporan korban ini, jajaran Satreskrim pun segera menguber pelaku yang kabur. Hingga, kemarin kedua pelaku akhirnya berhasil digulung termasuk sejumlah barang bukti hasil kejahatan ikut diamankan. Sedangkan atas perbuatannya, kini kedua tersangka penjambretan meringkuk di sel tahanan Mapolres Tegal. Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Rudi Wihartana, Senin (4/ 1) kemarin, mengatakan bahwa kedua tersangka penjambretan ini, memang merupakan specialis pelaku kejahatan yang beraksi di jalur pantura.

‘’Dari hasil pemeriksaan dan penyidikan petugas, ada 11 TKP yang sudah berhasil tersangka lakukan. Diantaranya 5 TKP merupakan wilayah hukum Polres Tegal. Yakni, mulai aksi penjambretan di Purin Suradadi, Kemantran, Kramat, serta Demangharjo,’’ terangnya. Sedangkan tas milik korban penjambretan, yakni berisikan uang Rp 250 ribu, berhasil diamankan. Sementara, mengenai hasil pengembangan 11 TKP, pihaknya juga mengamankan HP SE seri W 30, tas hitam, sejumlah KTP, dan STNK. ‘’Termasuk sepeda motor yang digunakan tersangka yakni Honda Mega Pro warna hitam, ternyata tidak ada suratsurat kepemilikan. Dan diduga, motor yang digunakan pelaku sebagai sarana penjambretan juga merupakan hasil kejahatan.” (gus)


ENTERTAINMENT

SELASA 5 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Poppy Bunga

Baim

Belajar Merokok dan Rela Diperkosa BERPERAN sebagai Ulin, tokoh utama dalam film BIDADARI JAKARTA ternyata membuat Poppy Bunga harus total dalam menyelami karakternya. Aktris muda itu bahkan rela belajar merokok dengan sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan orang tuanya. “Belajar ngerokok berat banget. Mama dan Papa aku juga nggak tahu, makanya mereka sempat kaget juga saat tahu aku merokok,” ujar Poppy menuturkan totalitasnya dalam mempelajari karakternya. Selanjutnya, dara berusia 19 tahun tersebut juga menyebutkan jika ia harus pula belajar mengucapkan kata-kata kasar yang tentu saja kurang nyaman didengarkan kepada siapapun. “Aku juga belajar bilang kata-

Belajar Berbagi Sejak Kecil MESKIPUN masih amat muda, namun Ibrahim Alkatiri atau biasa dipanggil Baim memang sudah merupakan figur yang sukses. Dan untuk mensyukurinya, Baim pun sering kali bagi-bagi rezeki dengan teman-teman seusianya. Diakui oleh Ina, sang bunda, jika kegiatan seperti ini memang sengaja diajarkan pada Baim sedari kecil. “Saya memberikan pendidikan kepada Baim untuk selalu berbagi kepada temanteman. Menurut saya, ini memang harus dikasih sejak kecil. Meskipun waktu Baim sempit, diusahakan sebisa mungkin. Itu supaya dia bisa belajar untuk berbagi kasih,” terang Ina saat ditemui di Yayasan Al Ansor, Jati Waringin, Jaktim, Minggu (03/01) kemarin. Di situ, bintang BAIM ANAK SHOLEH ini tampak memberikan baju dan mainan pada teman-teman seusianya itu. “Biar Baim didoain dan rezekinya tambah banyak, biar Baim sukses terus,” harapnya. “Baim di sini ingin bagi rezeki aja sama saudara-saudara. Karena ini mendadak, nggak direncanakan, jadi belum rata. Insya Allah untuk berikutnya bisa lebih terkoordinir,” tambah Ina. (kpl/ hen/npy)

kata kasar, bilang me** dan ngen***. Pokoknya yang segala macam,” lanjutnya. Ditemui saat launching film BIDADARI JAKARTA di EX Plaza Jakarta, Senin (4/1), mantan kekasih Dwi Andhika itu pun sedikit bertutur soal adegan perkosaan yang dilaluinya di dalam film. “Tadi ada adegan aku diperkosa, aku diperkosa dua orang, aku ditarik-tarik, dan aku tendang dia,” jelasnya. “Dan akhirnya aku diperkosa dalam keadaan tidak sadar. Tapi peran aku membutuhkan mental harus kuat banget,” imbuhnya serius. (kpl/adt/bar)

Manohara

2010, Tak Ada Target Cowok CANTIK, belia, dan tenar, itulah sosok Manohara Odelia Pinot jika digambarkan dalam tiga kata. Dengan karakteristik seperti itu, tentu tidak susah bagi Mano untuk mendapatkan pengganti Tengku Fakhry sebagai pendampingnya. Namun begitu, Mano mengaku tidak ada target untuk mendapatkan cowok di tahun 2010 ini. “Enggak ada target untuk cowok atau jodoh. Itu bukan sebuah target untuk Mano dan

Novel Karya Ratna Sarumpaet Segera Terbit SENIMAN senior sekaligus aktivis perempuan Ratna Sarumpaet ternyata tak pernah berpikir untuk berhenti berkarya. Baru-baru ini ia bahkan mengaku akan segera menerbitkan sebuah novel roman dengan latar belakang kerusuhan di Maluku. “Novel tersebut dijadwalkan akan terbit pada bulan Februari 2010 ini,” kata Ratna Sarumpaet di Jakarta, Senin (4/1). Ratna kemudian menjelaskan, novel tersebut merupakan novel cinta dengan judul MUTIARA DARI TIMUR. “Sementara ini judulnya masih MUTIARA DARI TIMUR dan belum ada rencana untuk mengubah judul tersebut,” lanjutnya. Ia menambahkan, novel yang akan segera terbit itu menceritakan tentang dua tokoh yang saling jatuh cinta di tengah kerusuhan multi dimensi yang terjadi di Maluku. (ant/bar)

21 Kelurahan Belum Miliki ... dari halaman 3

Harus Jadi Ruang Publik dari halaman 3 Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kota Tegal, Hery Budiman, Senin (4/1), mengatakan, untuk memaksimalkan fungsi alunalun sebagai ruang publik terbuka maka pihaknya telah mengajukan usulan kepada walikota dan ketua DPRD. Keduanya menyambut positif usulan tersebut dan akan ditindaklanjuti. “Kami rasa pembatasan penggunaan alun-alun justru

akan mengkerdilkan Kota Tegal. Sebab alun-alun ruang publik terbuka. Meski dalam pelaksanaanya tidak bisa bebas, tapi tetap harus memerhatikan lingkungan, tidak terkekang, dan seolah-olah hanya untuk kegiatan keagamaan saja,” katanya. Menurut dia, keberadaan alun-alun sangat penting karena sebagai tempat berkumpulnya masyarakat. Karena itu, fungsinya harus bisa dioptimalkan. Misalnya, untuk tempat penyelenggaraan hiburan dan

kegiatan bersifat keagamaan. Tetapi dalam pelaksanaannya harus mengacu pada aturan atau norma sosial dan keagamaan. Jangan sampai kegiatan yang dilaksanakan mengganggu aktivitas ibadah di Masjid Agung. Untuk ketertiban dan kebersihan pemkot wajib melakukan penertiban terhadap para pedagang yang masih berjualan di atas alun-alun. “Kami berharap usulan tersebut bisa direalisasikan tahun 2010 agar Kota Tegal lebih ramai

lagi,” tuturnya. Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Peduli Rakyat DPRD, Harun Abdi Manap. Ia berharap alun-alun bisa dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik. Tapi dalam penerapannya harus selalu memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku. “Kami rasa rakyat berhak menentukan pemanfaatan alunalun. Kendati hasil akhirnya tergantung kebijakan walikota,” ujarnya. (hun)

Dewan Tepis Cari-cari Kesalahan dari halaman 3 masalah DAK Pendidikan 2009 yang diborongkan ini terulang,” imbuhnya. PERKETAT PENGAWASAN Sekadar informasi, ihwal penggarapan DAK Pendidikan, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta agar pengawasan terhadap DAK Pendidikan diperketat. ICW menilai, selama ini banyak penyalahgunaan dana tersebut. Potensi korupsi terhadap dana itu juga cukup besar. Karena itu, ICW meminta partisipasi publik untuk mengawasi pemakaian DAK.

Peneliti Senior ICW, Febri Hendri, mengatakan, selama enam tahun terakhir alokasi DAK selalu naik. ‘’Kenaikannya cukup signifikan,’’ ujarnya. Febri menyebut, pada 2004 lalu pemerintah hanya menganggarkan DAK Rp 652,6 miliar. Dalam enam tahun, alokasi dana itu sudah mencapai Rp 9,3 triliun. Dari tahun ke tahun, prioritas DAK ditujukan untuk wajar pendidikan dasar (dikdas) dan rehab gedung rusak. ‘’Yang mengherankan, gedung rusak di Indonesia seakan tidak ada habis-habisnya. Seharusnya, pemerintah pusat turut memo-

nitor kegiatan pembangunan sekolah di daerah,’’ kritiknya. Tahun 2009, kata dia, DAK tidak ditujukan untuk program wajar. Sebab, pemerintah menyebut sudah menuntaskan program tersebut sejak akhir 2008. Kendati demikian, dana yang dikucurkan tahun 2010 tidak kalah besar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. ‘’Kenaikannya cukup signifikan dan hanya dipakai untuk perbaikan gedung dan kelas yang rusak,’’ ungkap Febri. Yang mengherankan, meski anggaran naik, jumlah sekolah

roboh terus bertambah. Begitu pula sarana kegiatan belajar mengajar, masih banyak yang tidak memadai. Masih ada sekolah yang tidak memiliki laboratorium maupun perpustakaan. Rendahnya kontrol terhadap penggunaan dana tersebut memunculkan korupsi di berbagai daerah. Korupsi itu dilakukan oleh aparat pemerintah daerah hingga dinas pendidikan dan sekolah. Pola korupsinya beragam, mulai penahanan dana, penunjukan langsung, markup, proyek fiktif, hingga penggelapan. (hun)

Selain menjadi lebih mudah dan dekat, lanjut warga pindahan dari Tegal Barat itu, pembuatan KTP sekarang sangat cepat. Jika surat-surat atau dokumennya sudah komplit, tidak ada tiga menit langsung jadi. “Proses pembuatan KTP sekarang lebih cepat dari pada di tempat yang dulu. Mungkin ini dipengaruhi jumlah yang membuat perharinya lebih sedikit. Karena sudah dipecah-pecah per kecamatan,” imbuh Liem lagi. Rencana perpindahan lokasi pembuatan KTP dikembalikan ke tiap kecamatan ini sudah digagas pemkot sejak perte-

ngahan 2009 lalu. Dan rencananya akan di-launching awal Januari tahun ini. Namun karena kesiapannya sudah maksimal, pembuatan KTP di kecamatan sudah berjalan sejak dua minggu lalu. Atau lebih tepatnya 21 Desember 2009. Walikota Tegal Ikmal Jaya mengatakan, sebelumnya SDM yang akan mengurusi sudah diberi pelatihan. Semua fasilitas yang dibutuhkan juga komplit. Sehingga tanpa menunggu waktu terlalu lama rencana perpindahan pembuatan KTP langsung direalisasikan. “Untuk masyarakat sudah kita beri sosialisasi terkait hal ini. Tanggapannya mereka sangat antusias,” terang Ikmal

dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. ‘’Minat baca disini cukup bagus, mudah-mudahan bantuan koleksi buku dari pemerintah bisa ditambah lagi,’’ harapnya. MOBIL PERPUSTAKAAN KELILING Kantor Arpusda akhirnya mendapatkan 1 unit mobil perpustakaan keliling. Usulan UPTD Perpustakaan Daerah Kota Tegal (waktu itu-red) tahun

saat meninjau pelaksanaan pembuatan KTP di kecamatankecamatan, Senin (4/1). Menurutnya, dari hasil pantauan sejauh ini tidak ada kendala berarti. Harapannya, dengan pelayanan dipindah ke kecamatan akan membuat masyarakat lebih nyaman dan menghemat biaya transportasi. Dijelaskan pula, dalam proses pembuatan KTP harus orang bersangkutan yang datang ke lokasi. Jadi tidak boleh diwakilkan. Sebab pembuatannya sekarang hampir mirip dengan SIM, langsung foto di lokasi pembuatan. “Ini berlaku bagi siapa saja. Entah itu yang berada di luar kota atau lainnya. Kecuali bagi

masyarakat yang sedang sakit parah. Itu pun harus menunjukan surat keterangan dokter,” ungkap Ikmal. Kedepan, lanjutnya, bagi kecamatan yang memiliki tanah akan dibuatkan banguinan khusus untuk pembuatan KTP dan KK. Sehingga nantinya di empat kecamatan bentuknya sama dan lebih representatif. Sedangkan yang tidak memiliki lahan akan diperbagus lagi. Terpisah, Camat Margadana, MH Afin, menambahkan, pada awal-awal pembuat KTP dan KK belum begitu banyak. Dalam satu hari hanya 15-20 warga saja. “Sekarang belum ada kendala berarti. Semua berjalan normal,” katanya. (adi mulyadi)

2008 ini bisa terwujud bersamaan dengan selesainya pembangunan gedung perpusda di Jalan Ahmad Dahlan. ‘’Pembangunan sudah selesai, tapi belum tahu kapan pindah kesana,’’ ungkap Haryo di dampingi Puji Rahayu selaku Pustakawan . Terkait mobil perpustakaan keliling ini, di desain seperti halnya perpustakaan lengkap dengan sound system. Sehingga memudahkan mengumpulkan masyarakat atau anak-anak

sekolah. Mobil ini juga melengkapi mobil perpustakaan keliling yang ada. Selain mobil perpustakaan keliling, jumlah koleksi buku di perpusda juga meningkat. Tahun 2009 lalu mendapatkan bantuan koleksi buku sebanyak 2.200 eksemplar. Bantuan ini merupakan usulan tahun 2008 yang baru diberikan kemarin. ‘’Ini sebagia salah satu persiapan kepindahan di gedung baru, untuk memenuhi koleksi yang ada. (*)

Hibur Masyarakat Seni dari halaman 3 Teater pun, lanjut Yono, berubah dari pemanggungan sebuah teks menjadi peristiwa tak punya pusat. Garis definitif antara narasi, dan bukan menjadi lebur hilang dalam berbagai tafsiran. Dan dalam hal ini sangat berbeda ketika Rendra berpuisi. Dimana dia menawarkan suara penuh kecerahan, diksi yang ceta, lincar dan lancar dalam

lenggak-lenggok ritme jeda yang tertata. “Puisi Rendra kadang imajinatif, lugas, polos, dan segar seperti anak-anak yang luber. Sehingga maksi kata. Lakon BipBop muncul pada saat masa sulit Bengkel Teater Rendra. Dan saat pusara Rendra terasa belum kering lakon tersebut akan dipentaskan di Kota Tegal,” katanya. Ditambahkan Yono, teater RSPD memang memiliki catat-

an tersendiri pada keber adaan Bengkel Teater Rendra. Dapat dikatakan seperti sahabat. Jadi, kematian Rendra seperti hilangnya seorang sahabat. “Tentunya sebagai sahabat yang baik akan teringat kala temannya sedang kesusahan. Menjadi pelipur orang-orang yang menjadi bagiannya. Teater RSPD memberi ruang kesedihan pada lelayu sang sahabat,” ungkapnya. (cw1)

Ratusan Pedagang Pasar Kimpling ... dari halaman 3 pembagian lapak los jumlah pedagang tetap bertambah. Sudah teratasi sih, semua pedagang lama telah mendapat lapak di los,” ujarnya. Terpisah, Ketua Komisi II

DPRD, Hendria Priatmana, mengungkapkan, karena sudah mulai ada aktifitas maka dia meminta dinas terkait secepatnya mengajukan draf tarif sewa kios agar permasalahannya tak berlarut-larut. Dengan begitu, kios bisa segera di-

fungsikan. “Prinsipnya kami berharap tarif sewa kios Pasar Kimpling jangan memberatkan pedagang. Pasar Kimpling tradisional, sehingga menjadi pusat perekonomian masyarakat kecil,” katanya. (hun)

Truk Parkir Sembarangan Bikin Resah dari halaman 3

Tiga Menit Langsung Jadi dari halaman 3

tidak bisa dijadikan sebuah target,” terangnya saat ditemui di Yayasan Al Ansor, Jati Waringin, Jaktim, Minggu (03/01)

kemarin dalam acara berbagi kasih bersama anak-anak yatim. Dan Mano membantah keras jika keengganannya mencari kekasih ini didasari oleh rasa traumanya saat merajut rumah tangga dengan suaminya dulu. “Enggak ada trauma terhadap laki-laki. Status pacaran memang belum terpikirkan. Fisik enggak penting, yang penting kalau mendekati Mano dengan keluarga. Ada beberapa yang mendekati, tapi Mano belum respek. (Konglomerat) juga bukan masalah buat Mano. Aku masih bisa bekerja sendiri, dari dulu Mano membeli sesuatu sendiri,” ujarnya panjang lebar. Ditambahkannya, jika kasus penganiayaan yang dialaminya dulu itu bukan dijadikan Mano sebagai langkah untuk mencari suami baru. (kpl/hen/npy)

Dikonfirmasi hal itu, Kepala Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tegal, Khaerul Huda, berjanji dalam waktu dekat akan memanggil pemilik atau sopir truk yang parkir sembarangan di sepanjang jalan Kapten Sudibyo. “Kami akan mengimbau pemilik truk maupun supirnya agar tidak memarkirkan kendaraannya di tempat yang bukan peruntukannya. Kalau dibiarkan maka kota akan terlihat kumuh. Dan itu bisa membahayakan pengguna jalan lain,” terangnya. Menurut Khaerul, jika tetap parkir di area tersebut, selain rawan kecelakaan bagi pengguna jalan, bisa saja terjadi kehilangan.

“Nanti kalau ada truk yang hilang baru lapor polisi, dan kami yang disalahkan,” kata mantan Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan ini terkekeh. Selain di pinggiran Jalan Kapten Sudibyo, banyak juga tempat-tempat lain yang digunakan untuk memarkir truk,

seperti di Jalan Mataram, di sekitar Taman Sejahtera, jalan lingkar utara dan lainnya. Khaerul mengaku dirinya sempat mempunyai anganangan membuat kantong-kantong parkir truk seperti di wilayah kabupaten. “Tapi lokasinya dimana ya?” kata Khaerul balik bertanya. (cw1)


CMYK

SELASA, 5 JANUARI 2010

METROPOLIS

10

RADAR TEGAL

Sejuk dengan Interior Agamis

DOK.RATEG

RELIGIUS - Hunian yang kental dengan nuansa religius biasanya terdapat pada rumah-rumah yang bertemakan modern tropis maupun modern tradisional.

Transisi Minimalis ke Konsep Green

CMYK

DOK.RATEG

KIAN PESAT - Seiring perkembangan zaman, tren desain rumah tinggal semakin pesat. Sama pesatnya dengan perkembangan furnitur dan aksesori yang selalu mengikuti tren yang ada.

muncullah pendekatan tren tersebut seperti minimalis, modern, klasik, dan konsep lainnya,” jelas Her. Sedangkan desain tropis bukanlah suatu gaya, melainkan sebuah kebutuhan, karena sejatinya kita hidup di sebuah negara beriklim tropis. Jadi, gaya tropis adalah suatu keharusan dan kita harus aware atas masalah-masalah tersebut. Lalu, apa sebenarnya yang ingin ”dilemparkan” oleh para arsitek dan pengusaha properti kepada khalayak untuk melihat desain hunian pada 2010? Jika kita menilik ke tahun sebelumnya, tren gaya minimalis tetap menjadi pilihan, mengingat ”kesederhanaan” pada zaman dulu memang dibutuhkan. Namun, perekonomian sekarang sudah semakin membaik dan masyarakat pun sudah mengarah ke titik jenuh pada suatu konsep hunian, sehingga timbullah usaha menuju keanekaragaman. Menurut Her, tren arsitektur sekarang sudah mengarah ke titik jenuh, di mana masyarakat sudah mulai bosan dengan ”kesederhanaan” yang ada. Apalagi perekonomian yang sudah semakin membaik, sehingga tren tahun depan mengarah ke kolaborasi antara desain modern dan gaya lain yang mungkin lebih banyak menggunakan detail aksesori dan furnitur. Contoh, dulu kita hanya menggunakan tembok dengan cat warna putih, tapi sekarang masyarakat mempunyai banyak

pilihan agar dinding tampak lebih dekoratif. LEBIH HEMAT ENERGI Global warming menjadi isu dunia yang paling teranyar saat ini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara luar, tapi negara kita pun tak luput dari isu besar ini. Sebab itu, saat ini pemerintah dan berbagai elemen masyarakat sedang gencar-gencarnya menyuarakan hal tersebut, dan diharapkan tahun 2010 menjadi waktu yang tepat untuk kita melakukan perubahan. Menurut arsitek Nunung Adiwijaya, 2010 akan menjadi tahun transisi tren minimalis menuju konsep green. ”Dalam arti, dari perkembangan minimalis menuju desain sustainable, yakni desain yang hemat energi,” katanya. Ciri-ciri konsep green ini, pertama: rumah memiliki banyak bukaan seperti jendela-jendela yang besar dan tinggi. Dengan banyak bukaan, rumah akan lebih banyak mengadopsi udara dan cahaya alami sekaligus mengurangi penggunaan energi listrik pada siang hari. Kedua, bangunan-bangunannya lebih tinggi, yakni plafon yang dibuat lebih dari tiga meter. Desain seperti ini tidak hanya membuat rumah menjadi hemat energi, tapi juga memberi kesan mewah dan megah. ”Biasanya hal tersebut diterapkan di ruang publik seperti ruang keluarga dan ruang tamu,” ujar Nunung. Ciri ketiga, biasanya konsep seperti ini kerap memanfaatkan

yang kental dengan nuansa religius biasanya terdapat pada rumah-rumah yang bertemakan modern tropis maupun modern tradisional. “Jenis rumah ini lebih banyak menggunakan elemen-elemen yang dapat menyatu dengan perabot yang kental akan nuansa religius,” ujarnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, sisi agamais juga bisa diterapkan pada aplikasi beberapa ornamen di bagian depan pintu masuk. “Ekspose dan ukiran bertuliskan kalimat suci juga dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan unsur religius ini,” sambungnya. Di sisi lain, gaya religius juga tidak terlepas dari perpaduan tema warna terang seperti putih dan krem. Untuk menjadikan ruangan terasa lebih hangat, bisa dikombinasikan dengan elemen perabot berbahan kayu. Nuansa kehangatan juga tercermin dari penggunaan sejumlah elemen ruangan, seperti karpet atau permadani yang memiliki garis desain Timur Tengah, yang kental dengan gaya islami. Beberapa karpet berwarna terang tapi tetap lembut seperti merah marun, magenta, maupun biru dapat menjadikan ruangan terasa lebih sejuk. Kesejukan ruangan juga dapat terpancar melalui aplikasi sejumlah benda-benda seni yang masih berkaitan dengan unsur religius. Lukisan kaligrafi yang sengaja ditempatkan di area dekat tangga merupakan salah satu cara untuk menjadikan hunian terasa lebih akrab dan menyatu dengan unsurunsur rohani.

Aksesori gaya Romawi kuno dan Mediteranian juga bisa memberikan nuansa religius bagi warga kristiani, sementara gaya China, India, maupun Asia secara keseluruhan dapat menjadi rujukan bagi mereka yang ingin menghadirkan gaya khas Budha ataupun Hindu. Menurut Lola, penempatan elemen dekoratif yang tepat dapat membuat ruangan lebih dinamis. ”Asal tetap sesuai dengan tema ruangan, penempatan lukisan kaligrafi ataupun yang berhubungan dengan agama tertentu, seperti lukisan Yesus atau patung Budha, bisa menjadi salah satu cara menciptakan nuansa kebersahajaan,” ucapnya. Bahkan, jika penghuni ingin bereksplorasi, pemainan garis horizontal menggunakan motif Timur Tengah khas atau elemen mosaik pada sejumlah bagian bangunan seperti jendela, juga dapat membuat sebuah ruangan terasa unik. Eksplorasi religius juga bisa dilakukan pada rumah bergaya minimalis. Hal ini ditegaskan oleh konsultan interior Dwi Noviantoro. “Sebenarnya mau ke mana saja bisa masuk karena sifatnya dekoratif. Yang justru membatasi adalah besar-kecil kuantitasnya,” katanya. Namun, mengingat rumah minimalis memiliki luas yang terbatas, pemilik harus lebih jeli dalam penempatan aksesori. Seperti halnya lukisan kaligrafi yang bisa menjadi fokus ruang atau penempatan pernak-pernik dengan kaligrafi ayat maupun permainan kurva geometris yang diletakkan di rak sekat. (si/adi/jpnn)

Pintu yang Cocok untuk Kamar Mandi

Desain Hunian 2010 SEIRING perkembangan zaman, tren desain rumah tinggal semakin pesat. Sama pesatnya dengan perkembangan furnitur dan aksesori yang selalu mengikuti tren yang ada. Hal itu terlihat dari bermunculannya konsep-konsep hunian, seperti minimalis, modern, klasik, dan Mediterania. Namun dari semua tren yang ada, sebagian belum mengikuti standar-standar rumah tinggal yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Her Pramtama, secara umum kita masih mengalami krisis lingkungan, dan hal ini akan berkembang secara terus-menerus apabila arsitek, pemilik rumah, dan pemerintah ”tidak bersatu”. Salah satu cara mengubahnya yaitu dengan menerapkan konsep green pada hunian, seperti memanfaatkan cahaya alami dan meminimalkan kebergantungan kita pada teknologi. Mengingat global warming sudah menjadi isu dunia, perlu kesadaran dari tiap lapisan masyarakat. Memang cukup sulit untuk mengubah semua dari awal karena keadaan yang sudah tidak lagi relevan untuk diubah ke masa dulu. Karena itu, dibutuhkan langkah awal untuk meminimalkan keadaan ini. Her menjelaskan, pada 2010 kita sudah harus merancang desain yang nyaman. Dalam arti, kita dapat menghirup udara yang cukup dan penyerapan cahaya alami. ”Karena sebenarnya masyarakat kita sudah dibiasakan untuk ”toleransi-toleransi” tertentu. Seperti penggunaan AC, penggunaan listrik di siang hari, dan perilaku-perilaku lain sehingga untuk mengubahnya dari awal lagi cukup sulit. Jadi, mulai sekarang kita harus menghilangkan ”toleransi” tersebut dan kembali ke kehidupan nyata kita,” beber Her. ”Caranya dengan menerapkan konsep green pada area rumah, mengurangi penggunaan AC, mengurangi penggunaan lampu pada siang hari, dan ubah gaya hidup,” tambahnya. Lalu, bagaimana dengan tren hunian 2010? Her selaku Ketua IAI untuk wilayah Jakarta, mempunyai jawaban khusus. Dia menjelaskan, sebenarnya arsitektur tidak bisa diarahkan sebagai fesyen atau tren, karena gaya hunian muncul ketika Indonesia mengalami krisis moneter, di mana harga material melambung cukup tinggi. ”Alhasil, pada saat itu furnitur yang digunakan dalam penataan rumah dikurangi dan

WUJUD sebuah hunian merupakan ekspresi gaya hidup penghuninya. Hal itu bisa terlihat dari penataan interior ruangan. Bagi sebagian orang, menempatkan aksesori atau pajangan bernuansa agamais bisa menambah suasana sejuk pada hunian. Namun, jangan salah, menempatkannya terlalu padat bisa jadi membuat rumah terasa sebagai tempat peribadatan. Apalagi mengingat aura religi memang berkaitan dengan pencitraan yang serbasakral dan suci. Kendati demikian, bukan tidak mungkin tempat peribadatan yang memang kental dengan nuansa sejuk dan damai justru bisa menjadi inspirasi untuk menata hunian. Terlebih dalam kehidupan masyarakat urban yang lekat dengan gaya hidup metropolis, interior agamais bisa jadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin lebih dekat dengan surga. Lalu, bagaimana menata hunian yang kental dengan nuansa religius? Untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan ini, para desain interior dan arsitek berusaha memadukan unsur religius dengan desain interior dalam sebuah hunian. Sepintas aura kesejukan dalam sebuah hunian memang tak hanya berasal dari perabot yang digunakan. Melalui penempatan sejumlah elemen dekoratif seperti lukisan dan relief pada bagian pintu, nuansa religius pun tetap dapat dihadirkan. Arsitek Lola N Madjid mengatakan bahwa jenis hunian

banyak lansekap, seperti taman di area depan maupun belakang rumah. Berbicara desain eksterior 2010, tentu berkaitan pula dengan interiornya. Menurut Nunung, desain interior akan mengikuti tren rumah yang sedang berkembang. Karena antara desain eksterior dan interior saling berkesinambungan, jadi pasti ada beberapa aspek yang menjadi second opinion. Contohnya, ujar Nunung, sekarang masyarakat sudah banyak yang jenuh dengan desain modern dan beralih ke desain yang ”abadi”, dalam arti tidak habis termakan zaman, semisal gaya klasik dan art deco. ”Tapi, mengingat tahun depan merupakan transisi tren minimalis ke konsep green, maka desain interior minimalis masih menjadi pilihan,” imbuh Nunung. Pergantian tren desain hunian tidak hanya dirasakan pada fasad dan bentuk rumah, tapi juga warna. Nunung berpendapat, tren warna di masa mendatang mungkin akan banyak mengalami perubahan, karena masyarakat sekarang sudah mulai berani menerapkan warna-warna cerah di dalam rumah mereka. ”Seperti hijau dan biru, tapi tidak tertutup kemungkinan masyarakat masih banyak juga yang menerapkan warna netral seperti abu-abu, karena melihat tahun depan ada peralihan dari desain minimalis ke konsep green,” jelas Nunung. (si/adi/jpnn)

KAMAR mandi termasuk tempat yang sakral dan penting di rumah Anda. Salah satu bagian paling utama dari kamar mandi adalah pintu kamar mandi. Menurut desainer interior Fifiana, pemilihan pintu kamar mandi harus disesuaikan dengan kategori kamar mandi tersebut. Seperti kita tahu, kamar mandi terbagi atas dua kategori, yaitu kamar mandi basah dan kamar mandi kering. Kamar mandi yang di dalamnya terdapat bak mandi, toilet, dan wastafel pada satu area, biasanya tergolong kamar mandi basah. Berbeda halnya dengan sebagian orang yang memiliki bathtub atau shower area di dalam kamar mandi mereka. Keberadaan bathtub atau shower area itu sekaligus memberikan ruang khusus untuk kita ”basah-basahan” sehingga area lainnya tetap kering. Karena itu, kamar mandi yang kedua ini biasa digolongkan dalam kategori kamar mandi kering. Nah, setelah mengetahui kategori kamar mandi, maka sekarang waktunya memilih pintu kamar mandi yang tepat. ”Ada empat material pintu yang lazim digunakan untuk kamar mandi, yaitu pintu panel kayu, pintu panel aluminium, pintu panel PVC, dan pintu panel kaca,” sebut Fifiana. Kayu adalah material yang paling lazim digunakan pada rumah-rumah tropis. Panel kayu banyak dipilih karena dapat memberikan tampilan yang kokoh. Padahal, material yang satu ini paling mudah rapuh. Ketidaktahanan terhadap lembap serta perubahan suhu dan cuacalah yang membuatnya rapuh. Jika kamar mandi Anda termasuk kamar mandi basah, sebaiknya hindari penggunaan material kayu. Jika terus-menerus terkena percikan air, pintu kayu Anda akan cepat lapuk dan keropos. ”Pintu kayu juga rawan terkena jamur dan lumut jika terciprat air. Lihat saja kayukayu yang sering terkena air, lama-lama bisa ditumbuhi tanaman kecil seperti jamur. Itu justru tidak baik untuk kesehatan,” papar Fifiana. Pintu dengan material kayu memang terbilang sensitif. Jika pada suhu lembap dan basah bisa ditumbuhi jamur, maka jika kepanasan kayunya bisa retak. Untuk kamar mandi kering, penggunaan panel kayu dapat diaplikasikan. Pada kamar mandi kering, jarang terjadi cipratan air sehingga material kayu bisa bertahan lebih lama. Material pintu kamar mandi kedua yang dapat dipilih adalah aluminium. Keta-

hanan terhadap lembap dan karat membuat aluminium cocok diaplikasikan di kamar mandi basah. Selain itu, harganya pun relatif lebih murah. Dengan begitu, Anda dapat lebih berhemat karena aluminium jelas lebih tahan lama dibandingkan kayu. Namun, tampilannya yang terlalu kaku sering kali membuat orang urung menggunakan material ini. ”Rumah mewah berdesain apik yang biasanya memiliki kamar mandi kering jarang menggunakan material ini sebagai pintu kamar mandi. Biasanya sang pemilik menggunakan aluminium untuk pintu kamar mandi pembantu yang terletak di belakang,” ujar Fifiana. Material PVC atau dikenal juga dengan sebutan vinyl, bisa menjadi solusi baru untuk ma-

salah pintu kamar mandi. Material yang satu ini memiliki banyak kelebihan. Selain antikarat, tahan terhadap perubahan cuaca, dan antirayap, pilihan warnanya pun banyak. Jika Anda ingin tampilannya lebih menarik, Anda bisa memilih panel dengan motif urat kayu, atau berbagai motif lainnya sesuai selera Anda. Saat ini juga terdapat banyak pintu PVC yang dilengkapi elemen penghias pada bagian tengah, seperti gambar-gambar cantik sehingga pintu tak terkesan polos lagi. Material kaca biasa digun a k a n u n t u k s h o w e r area atau untuk memisahkan area basah dengan kering pada kamar mandi kering. Anda bisa memilih kaca yang bening atau jenis kaca buram. (si/adi/jpnn)

DOK.RATEG

UTAMA - Salah satu bagian paling utama dari kamar mandi adalah pintu kamar mandi.


CMYK

SELASA, 5 JANUARI 2010

OLAHRAGA RADAR TEGAL

RONALDO

EL REAL SIAL

MADRID - Real Madrid menyia-nyiakan peluang menyamai perolehan poin Barcelona di puncak klasemen. Cristiano Ronaldo dkk malah mengikuti jejak rival utamanya tersebut. yakni kehilangan dua poin saat ditahan imbang Osasuna tanpa gol di Reyno de Navarra, dini hari kemarin. Akibatnya, Real harus tetap tertinggal dua poin di bawah El Barca, sebutan Barcelona (38-40). Jika

kondisi itu terus bertahan, satu-satunya kesempatan Real menyalip Barca adalah ketika kedua tim head to head dalam El Clasico jilid kedua, April mendatang. Tentu saja, peluang yang terbuang ini disesali oleh seluruh penggawanya. “Kami melakukan segala hal, tapi tidak bisa mencetak gol,” keluh gelandang Real Marcelo. “Garis pertahanan Osasuna terorganisasi dengan sangat rapi sehingga menyulitkan kami untuk menembusnya. Kami berencana memuncaki klasemen bersama Barca, tapi tidak bisa,” lanjut pemain asal Brazil itu. Sebagai catatan, laga di Pamplona kemarin adalah kedua kalinya Real gagal mencetak gol dalam sebuah pertandingan sepanjang musim ini. Yang sebelumnya terjadi saat Real dikalahkan Barcelona 0-1 November silam. Padahal, barisan penyerang Real cukup lengkap. Hanya minus Kaka yang beberapa jam jelang kickoff dinyatakan belum siap main. Namun, tembok pertahanan yang digalang Miguel Flano dkk memang sangat tangguh. Buktinya, di antara 19 tembakan pemain Real, hanya empat yang benar-benar mengancam gawang Ricardo Lopez. Salah satu peluang terbaik diperoleh Gonzalo Higuain di menit ke-65,

GETTY IMAGES

UJIAN IBRA – Zlatan Ibrahoimovic akan di uji ketajamannya saat menjamu Sevilla di Copa Del Rey.

Bisa Jadi Sandungan namun berhasil diblok oleh sang penjaga gawang. Ini cukup mengecewakan, mengingat Higuain biasanya menjadi jalan keluar terakhir jika pergerakan Ronaldo dimatikan. Upaya entrenador Real Manuel Pellegrini untuk memasukkan Raul dan Karim Benzema di pertengahan babak kedua pun tidak mengubah keadaan. Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang berbunyi. “Reyno de Navarra bukan stadion yang mudah bagi kami. Pertandingan di sana pasti berlangsung sangat intens,” demikian alasan Pellegrini seperti dikutip AS. Tidak bisa dimungkiri, Osasuna memang sulit ditaklukkan di kandang. Tim sekaliber Barca pun ditahan imbang di Pamplona. Itu juga diakui defender kawakan Real Sergio Ramos. “Sejak awal kami tahu itu bukan venue yang ramah. Di satu sisi kami gembira karena kami main bagus dan tetap mendapat poin. Tapi tetap terasa pahit karena mestinya kami bisa menang,” sesal Ramos seperti dikutip situs resmi klub. Osasuna jelas happy bisa memetik poin dari Los Merengues, sebutan Real. Meskipun, hasil imbang belum cukup untuk mengangkat mereka dari papan bawah. Los Rojillos (sebutan Osasuna) masih terjebak di peringkat ke-12 klasemen dengan 17 poin. “Saya sangat gembira bisa menahan imbang tim dengan deretan pemain hebat. Kami bisa mengendalikan pertandingan, dan tidak membiarkan Real Madrid mengeluarkan kemampuan asli mereka,” beber Jose Antonio Camacho, pelatih Osasuna, kepada AS. Camacho secara tidak langsung menyindir Pellegrini yang di a n g g a p n y a t i d a k b e c u s menangani Real. “Pemain Real masih muda-muda dan sangat bertalenta. Tentu lebih mudah melatih Real ketimbang Osasuna.” (na/zul/jpnn)

Pra Season 2010, Mulai Susun Rencana Tur Asia TAIPEI - Musim 2009/2010 baru berlangsung setengah jalan. Namun, Real Madrid sudah mendapat tawaran main di tur pre-season untuk musim depan. Yang terbaru mengajukan proposal adalah Taiwan. Real memang dijadwalkan main di Tiongkok, 8 Agustus mendatang, sebagai bagian dari perayaan dua tahun Olimpiade Beijing. Cristiano Ronaldo dkk didatangkan oleh sponsor Real yang berbasis di Tiongkok Great Gate Sports and Entertainment Co Ltd. Perusahaan tersebut setuju menambahkan satu negara lagi sebagai destinasi tur. “Pada prinsipnya, kami sudah mendapatkan dukungan dari organizing partner yang mengatur kunjungan Real Madrid di Beijing,” demikian per-

CMYK

nyataan presiden Dot Han Integrated Marketing Co Elephant Ching kepada AFP. “Kalau kami berhasil mencapai persetujuan dengan Real, mereka akan mampir ke Taiwan dulu sebelum main di Beijing. Yakni pada 1 Agutus, dan main pada 4 Agustus,” lanjut Ching. Kalau di Tiongkok temanya lebih ke perayaan, di Taiwan lebih kental misi sosialnya. Ching berencana mengemas pertandingan Real sebagai laga amal. Hasil penjualan tiket dan sponsor akan disumbangkan kepada korban Topan Morakot yang menerjang Taiwan Agustus tahun lalu. Bukan hanya Taiwan yang berminat mendatangkan tim dengan pemain-pemain supermahal tersebut. Mereka akan bersaing dengan Jepang dan

11

GETTY IMAGES

KE ASIA – Gonzalo Higuain (kanan) salah satu bintang Real Madrid bisa dinikmati aksinya pertengahan tahun ini.

Vietnam. Dari segala segi yang mungkin jadi pertimbangan, ketiga negara itu sebenarnya punya peluang yang sama untuk bisa deal dengan Real. Namun, Great Gate Sports lebih suka memberikan deal ke Taiwan karena faktor kedekatan. Nah, yang jadi masalah adalah masalah dana. Ya, kunjungan Real diperkirakan menelan biaya sekitar 3 juta euro (setara dengan Rp 40,3 miliar). Di sisi lain, Jepang sudah menyiapkan tawaran sebesar 7 juta euro (sekitar Rp 94,1 miliar). Jumlah itu, diakui Ching, sangat besar. Dan pihaknya belum mendapat sponsor yang menyediakan uang sejumlah itu. Sehingga satu-satunya jalan adalah meminta bantuan pemerintah. (na/zul/jpnn)

MADRID - Ujian berat tidak putus-putusnya dilakoni Barcelona pada pembuka tahun ini. Setelah pertandingan alot melawan Villarreal Sabtu malam lalu, pasukan Josep Guardiola sudah harus berjibaku di Babak 16 Besar Copa del Rey. Lawannya tidak tanggung-tanggung, pada leg pertama dini hari nanti, Barcelona harus menjamu Sevilla. Sevilla jelas bukan lawan sembarangan. Besutan Manuel ?Manolo? Jimenez itu merupakan juara edisi 2007, dan selama awal musim ini secara konsisten mengancam posisi Barca dan Real Madrid di papan atas klasemen. Apalagi, mental pemain Barca sedang drop setelah ditahan imbang Villarreal akhir pekan lalu. “Yang paling penting adalah bagaimana menemukan setelan yang tepat untuk menghadapi Sevilla. Anak-anak sudah cukup istirahat dan langsung saya siapkan untuk pertandingan besok (dini hari nanti, Red),” papar Guardiola seperti dikutip AFP. Sebenarnya, bertemu Sevilla di 16 Besar bisa dibilang terlalu dini buat keduanya. Idealnya, mereka baru berhadapan di babakbabak yang lebih tinggi. Namun, Guardiola menolak menyesali hasil drawing. “Ini bukan sesuatu yang bisa kami kendalikan. Apapun yang terjadi, pertandingan di Nou Camp nanti akan tetap menarik,” tandasnya. Salah satu yang membuat Barcelona lebih percaya diri adalah kembalinya top scorer sementara klub Lionel Messi. Pemain yang baru tiba dari liburan di Argentina itu diistirahatkan dalam pertandingan melawan Villarreal. So, Guardiola berharap dia fresh untuk laga kali ini.

Namun, bertemu sesama tim papan di 16 Besar membuat Guardiola juga tidak bisa lagi menurunkan pemain muda. Jimenez yang sangat berambisi mengulang prestasi 2007 juga akan menerjunkan skuad terbaik. Namun, untuk urusan di bawah mistar, Guardiola tetap memberi kepercayaan pada kiper kedua Jose Manuel Pinto. “Saya datang ke sini (kompleks latihan Barcelona, Red) tiap hari dan berlatih keras. Saya akan mengambil tiap kesempatan yang diberikan pelatih,” tegas Pinto sebagaimana dikutip Goal. “Setiap pertandingan itu beda, dan Sevilla bisa jadi sangat berbahaya. Semua pemain mereka bagus, dan game ini akan sangat berimbang,” lanjutnya. Sebenarnya, Sevilla sendiri juga tidak dalam kondisi terbaik. Sebaliknya, performa Fraderic Kanoute dkk semakin menurun menyusul cederanya dua pilar mereka, Luis Fabiano dan Adriano. Pekan ini, Sevillistas (sebutan Sevilla) bahkan harus menyerahkan posisi ketiga klasemen kepada Valencia lantaran kalah di kandang Atletico Madrid. Tidak hanya gagal merebut satu angka pun, Sevilla juga kehilangan lebih banyak pemain. Kanoute, Didier Zokora, Federico Fazio, Lautaro Acosta, Javi Varas, dan Tom de Mul tidak bisa main. Dua defender Sebastien Squilacci dan Adriano Correia kompak kena cedera engkel. “Semuanya jelek saat ini. Kami sedang dalam kondisi yang sangat lemah. Tapi ini justru jadi momen yang bagus untuk bangkit. Kalau kami bisa menang di Nou Camp, moral pemain pasti terangkat,” terang kiper Sevilla Andres Palop. (na/zul/jpnn)


ALL SPORTS

12

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

SEPAK POJOK

RUUDJE LARIS MADRID - Masa depan Ruud van Nistelrooy belum menemukan titik terang. Striker asal Belanda itu sudah mendapat izin meninggalkan Santiago Bernabeu oleh manajemen Real Madrid. Namun, Liverpool yang disebut-sebut paling meminati Van Nistelrooy malah menyatakan tidak bisa mendatangkannya. Ini ditegaskan sendiri oleh manajer Liverpool Rafael Benitez. Menurut dia, memang sempat ada pembicaraan awal dengan Real. Di saat bersamaan, Ryan Babel menyatakan ingin pergi dari Liverpool. So, Ruudje (sapaan Van Nistelrooy) bisa menjadi pengganti yang tepat buat Babel. “Saya tidak mau menyebut nama pemain secara individu. Tapi kami tidak berusaha mendapatkan Van Nistelrooy karena memang cukup sulit mendatangkannya,” ungkap Be-

Geremi Kembali ke Turki GEREMI mengakhiri petualangan karirnya di Inggris. Bintang Kamerun itu resmi meninggalkan Newcastle United dan memilih bergabung dengan klub Turki Ankaragucu kemarin WIB (4/1). Tidak disebutkan fee Geremi, tapi pemain 31 tahun itu menekan kontrak 18 bulan bersama Ankaragucu. Geremi membela tiga klub berbeda selama tujuh tahun di Inggris. Dimulai dari Middlesbrough (2002-2003), Chelsea (2003-2007), hingga Newcastle. Sebelum berkarir di Negeri Britania Raya, Geremi merupakan penggawa klub raksasa Spanyol Real Madrid selama empat tahun. Keputusan Geremi meninggalkan Newcastle tak lepas dari minimnya kesempatan main yang didapatnya musim ini. Pelatih Newcasle Chris Hughton hanya menurunkan pemain dengan 107 caps di timnas Kamerun itu dalam sembilan laga. “Geremi telah meninggalkan klub kami dan kami hanya bisa mengucapkan selamat jalan serta semoga sukses di klub barunya,” tutur juru bicara Newcastle sebagaimana dilansir di situs resmi klub. Turki bukan negara asing dalam karir Geremi. Pemain yang bisa bermain di posisi bek kanan maupun winger kanan itu pernah membela Genclerbirgli pada 1997-1999. Kendati berusia kepala tiga, pengalaman pemain bernama lengkap Geremi Sorele Njitap Fotso itu menjadi daya tarik pelatih baru Ankaragucu, Roger Lemerre. Lemerre yang mantan pelatih Prancis itu baru menangani Ankaragucu per 18 Desember 2009 setelah dipecat dari jabatan pelatih Maroko empat bulan sebelumnya. Geremi merupakan pemain kedua yang diboyong Ankaragucu dari Liga Inggris enam bulan terakhir setelah mantan striker Aston Villa dan timnas Inggris, Darius Vassell. (dns/zul/jpnn)

M S E Ie Y G T E N G Ia d ,rA tL K U N n iN E eW N ln w a e d G C g ts a c A le– S T L E m a kn A u e n a g k u a rn ,jT G c u n (AG.)e m iA A K L U H M A IS Va o r y l d s N t u R n i s d h a t s i P u e b m r k l j a h l p . h m i e r i M G A S E IY M G A S E Y G T E G A S E Y G T m,em )an b k h is A w (TA L B e H k a y U n S I,P d p rG a A n (iE h – lts K )rMe a n h ,N p a M k iI.ra ,k ac lrik n te a A d iu a re P r.St fb lD iIs d m ie FA U e n g lP a n iEd a m s d k a ie n d U ta n c ie h rGTEs t

Daftar Pemain Cedera Bertambah DERETAN pemain timnas Ghana yang terkapar cedera kian panjang. Satu lagi penggawa Black Stars (julukan Ghana) dibekap cedera dan terancam mereduksi kekuatan mereka pada Piala Afrika 2010 Angola, 10-31 Januari nanti. Pemain yang menyusul cedera adalah bek Bayer Leverkusen Hans Sarpei. Bek berusia 32 tahun tersebut mengalami cedera ketika membela Ghana di laga uji coba melawan klub lokal dari Divisi II Afrika Selatan Swallows FC, kemarin. Kondisi itu membuat pemain yang biasa berposisi sebagai bek kiri tersebut harus absen dari sesi latihan Ghana. Ghanasoccernet melansir, Sarpei tetap dipertahankan dalam skuad sembari menunggu pemeriksaan terhadap cederanya. Diperkirakan, pemain yang telah mencatat caps 23 partai bersama Ghana tersebut bisa pulih sebelum pertandingan pertama mereka di Piala Afrika. Kabar yang cukup menggembirakan bagi pelatih Ghana Milovan Rajevac. Penyebabnya, sebelum cedera yang menerpa Sarpei, mereka telah kehilangan Stephen Appiah, Laryea Kingston, John Mensah, dan John Paintsil. Cedera memaksa keempat pemain tadi absen di turnamen dua tahunan itu. Bukan hanya itu, jenderal lapangan tengah Ghana Michael Essien serta gelandang yang membela Rosenborg Anthony Annan juga belum sepenuhnya pulih dari cedera mereka. Namun, karena tergolong cedera ringan, mereka masih bertahan dalam tim. Sebagai pengganti Mensah dan Paintsil yang terpaksa dicoret dari skuad Ghana, Rajevac memanggil dua penggawa muda, yakni Jonathan Mensah dan Ransford Osei. Mereka telah bergabung di lokasi pemusatan latihan di Nelspruit, Afsel. Mensah dan Osei adalah dua sosok penting dalam skuad Ghana yang menjuarai Piala Dunia U-20 di Mesir. Osei yang kini membela FC Twente dengan status pinjaman dari Maccabi Haifa itu mampu mencentak empat gol pada Piala Dunia U-20. Berdasarkan kabar yang dilansir Goal, saat ini terdapat 22 pemain yang telah bergabung latihan dalam pemusatan latihan timnas Ghana di Nelspruit. Tinggal menunggu bergabungnya Essien yang rencananya akan tiba di Nelspruit, hari ini. (ham/zul/jpnn)

Undian Ringan Klub Raksasa LONDON - Tidak ada big match dalam drawing putaran keempat Piala FA yang dihelat di Stadion Wembley, London, kemarin WIB (4/1). Klub-klub raksasa atau dari Premier League relatif mendapat undian ringan. Chelsea misalnya. Juara bertahan itu hanya berhadapan dengan klub satu level dibawah (Championship) Preston North End. Begitu pula dengan Manchester City. Tim besutan Roberto Mancini itu dihadang Scunthorpe United. Sedangkan Aston Villa justru hanya bersua klub dua kasta dibawah (League One) Brighton & Have Albion. Bagaimana dengan pembunuh raksasa Leeds United? Tim yang menyingkirkan Manchester United di putaran ketiga itu kembali mendapat ujian berat karena dihadang Tottenham Hotspur. Duel yang menarik mengingat dua tim sama-sama memiliki kostum utama putih. “Drawing menarik karena kami bertemu lagi tim besar Premier League lainnya. Tottenham Hotspur sekaligus tim yang

memiliki pelatih top (Harry Redknapp, Red). Harapan kami sederhana, apa yang kami lakukan terhadap Manchester United bisa terulang lawan Tottenham,” papar Simon Grayson, pelatih Leeds, kepada BBC. Sebaliknya, kubu Spurs menatap laga lawan Leeds dengan hati-hati. “Di atas kertas, Leeds dua level dibawah kami. Tapi, di lapangan, mereka bisa sejajar dengan kami,” warning Niko Kranjcar, gelandang Spurs asal Kroasia. Jika harus dicari siapa klub raksasa yang mendapat undian berat, Arsenal layak dikedepankan. Setelah mampu mengatasi West Ham United, The Gunners kembali dihadang sesama klub Premier League lainnya, Stoke City. Lagi-lagi Arsenal harus bermain di kandang lawan, Stadion Britannia. Sebagai catatan, Arsenal harus mengakui keunggulan Stoke 12 di Britannia musim lalu dalam ajang Premier League. Apakah cerita itu bakal terulang? Kita tunggu saja hasilnya 23 Januari nanti. (dns/zul/jpnn)

nitez sebagaimana dikutip situs resmi klub. “Kami bekerja keras mendapatkan pemain baru di bursa transfer musim dingin ini. Ada beberapa pembicaraan menarik dengan para kandidat. Namun, saat ini prioritas saya adalah melakukan pembicaraan dengan pemain saya,” lanjutnya. Ini merupakan indikasi bahwa dia bakal mempertahankan Babel. Benitez tidak mengungkapkan alasan pasti kenapa dia tiba-tiba urung mengejar Ruudje. Namun, kabarnya Liverpool tidak sanggup membayar eks striker Manchester United itu yang mencapai 120 ribu pounds per pekan. Jumlah itu setara dengan Rp 1,8 miliar. Sementara, ada juga yang menyebut bahwa Ruudje sendiri yang ogah gabung Liverpool lantaran klub tersebut merupakan salah satu musuh besar United. Tapi, pasaran pemain 33 tahun itu memang masih cukup tinggi di Inggris. Buktinya, setelah Liverpool menyatakan lepas, sudah ada dua klub lagi yang menyatakan ketertarikan. Yakni Stoke City dan Birmingham. Menurut beberapa media di negeri Ratu Elizabeth itu, manajer Stoke Tony Pulis menyatakan siap mengambil langkah konkret untuk mendatangkan Ruudje. Pulis juga menjanjikan tempat utama di skuad The Potters, sebutan Stoke. Janji ini yang tampaknya bakal ampuh untuk menggaet Ruudje. Bukan rahasia lagi, Ruudje mencari klub di mana dia bisa main reguler demi masuk skuad Belanda yang dibawa ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. (na/zul/jpnn)


SELASA 5 JANUARI 2010

ALL SPORTS

13

RADAR TEGAL

SEPAK POJOK Dua Kali dalam Empat Hari BLACKBURN - Aston Villa sukses menyingkirkan Blackburn Rovers 3-1 di putaran ketiga Piala FA di Villa Park Sabtu lalu (2/1). Hanya selang tiga hari, dua tim kembali bentrok di first leg semifinal Piala Carling. Bedanya, Blackburn ganti berstatus tuan rumah di Ewood Park dini hari nanti WIB. Blackburn sudah pasti masih menyimpan dendam atas hasil Piala FA. Apalagi The Roversjulukan Blackburn - merasa tidak pantas kalah karena merasa dirugikan dengan kartu merah El Hadji Diouf pada menit ke-42. Saat kartu merah itu, Blackburn memang tertinggal dua gol. Tapi, ketika harus bermain dengan 10 orang, Blackburn justru memperkecil ketertinggalan pada David Dunn menit ke-55. Belum lagi kegagalan The Rovers memanfaatkan hadiah penalti pada menit ke-33 kala eksekusi gelandang David Dunn mampu ditepis kiper kedua Villa Brad Guzan. “Saya masih kecewa dengan penalti itu. Namun, penampilan kami di Piala FA akan beda dengan di Piala Carling karena kami sudah mencapai fase tinggi (semifinal, Red),” tutur Dunn kepada Tribalfootball. Dunn punya ambisi mengulang sukses kala mengantarkan Blackburn juara Piala Carling pada 2002. Kala itu pula, aksinya berbuah panggilan timnas Inggris. “Piala Carling adalah ujian sebenarnya. Laga akhir pekan lalu adalah pemanasannya,” koar pemain 30 tahun itu. Ucapan Dunn bisa jadi benar karena pelatih Blackburn Sam Allardyce memainkan banyak pemain cadangan akhir pekan lalu. Di jantung pertahanan, Allardyce bahkan mengganti duet serasi Ryan Nelsen-Christopher Samba dengan pemain muda Martin Olsson-Phil Jones. “Saya tahu Blackburn memainkan tim minor di Piala FA demi Piala Carling. Namun, kami memiliki tekad serupa dan dengan format home and away, tidak ada yang ditentukan sebelum leg kedua di kandang kami nanti (20/1, Red),” papar Martin O?Neill, tactician Villa, kepada AFP. (dns)

1 West Ham

CMYK

Arsenal 2

BUAH GANTI STRATEGI

Cicinho Optimistis Pulang Kampung ROMA - Cicinho sudah tidak betah di AS Roma. Bek kanan asal Brazil itu ngotot ingin angkat kaki dari Olimpico, Roma, dan bergabung dengan klub Brazil Sao Paulo. Cicinho menginginkan agar rencana itu tercapai di bursa transfer paro musim ini. Sejak awal musim ini Cicinho sudah dikabarkan kehilangan gairah bermain di klub asal Ibu Kota Italia itu. Apalagi, dia jarang tampil sejak pelatih Claudio Ranieri berkuasa. Karena itu, dia berharap dengan balik ke Brazil bisa memperbaiki karirnya. “Saya sangat optimistis (bisa pindah dari Roma). Roma memang tak akan menghentikan kontrak Cicinho saya, tapi bagaimanapun segala kemungkinan masih tetap ada bagi saya untuk kembali ke Sao Paulo,” papar Cicinho kepada Lance, seperti dilansir Tribalfootball. Mantan bek Real Madrid itu berharap dengan kembali tampil reguler bersama klub barunya, dia masih punya kesempatan berebut tempat dalam skuad Brazil pada Piala Dunia 2010. Peluang itu tidak akan dia dapatkan jika selalu jadi cadangan. “Saya sudah membuat daftar klub yang saya inginkan. Ini adalah tahun Piala Dunia berlangsung dan saya sangat menginginkan tampil. Saya rasa akan menjadi kesepakatan yang menyenangkan jika bisa pindah ke Sao Paulo,” lanjut Cicinho. Lance mengklaim, Cicinho akan bergabung dengan Sao Paulo dengan status pinjaman selama satu tahun. Klub itu hanya perlu membayar setengah dari gaji Cicinho. Namun, lontaran pernyataan Cicinho tersebut justru bikin panas kuping petinggi Roma. “Kebiasaan seperti itu (berbicara ke media bahwa tertarik kembali ke Brazil) bukanlah kebiasaan yang bisa diterima di Roma. Seharusnya katakan kepada klub dan bukan mengirim pesan kepada surat kabar,” ujar Giampaolo Montali, direktur Roma, kepada Corriere dello Sport. (ham)

v

AARON RAMSEY

LONDON - Arsenal mengawali kiprah di Piala FA dengan mulus. The Gunners julukan Arsenal - lolos dari hadangan West Ham United dalam bentrok di putaran ketiga kemarin dini hari (4/1). Laga bertajuk derby London di Upton Park itu dimenangi Arsenal 2-1. Tuan rumah leading setelah Alesandro Diamanti membobol gawang Lukasz Fabianski pada menit ke-45. Di babak kedua, Arsenal bangkit dan membalikkan keadaan hanya dalam tempo lima menit. Yakni lewat gol Aaron Ramsey (78) dan Eduardo (83). Kemenangan Arsenal tak lepas dari perubahan taktik yang dilakukan pelatih Arsene Wenger. Biasanya, kebijakan Wenger di turnamen domestik adalah menerjunkan full pemain cadangan atau lapis kedua. Namun, pelatih asal Prancis itu memutuskan memainkan gabungan pemain inti dan cadangan saat meladeni West Ham. Fabianski, Ramsey, Fran Merida Sanchez, Jack Wilshere, dan Carlos Vela merupakan pemain cadangan yang diturunkan Wenger sebagai starter kemarin. Mayoritas sisanya tetap langganan starting eleven. Jika Cesc Fabregas dan Andrei Arshavin tidak cedera, dua bintang Arsenal itu bisa jadi dimainkan. Mengingat skema Arsenal sudah terbentuk dalam 2-3 tahun terakhir, Wenger menilai

permainan timnya tidak mudah goyah meski pemain yang menempati berbeda di setiap laga. “Justru dengan starting eleven berbeda di setiap laga, strategi kami tidak mudah ditebak. Starting eleven kami pastinya berbeda untuk laga lawan Bolton (6/1) maupun Everton (9/1),” tutur Wenger sebagaimana dilansir Reuters. “Bagi saya, Piala FA sangat penting. Karena itu, saya memutuskan tetap memainkan tim yang bisa memenangkan pertandingan,” tambahnya. Pelatih yang menukangi Arsenal sejak 1996 itu menilai timnya masih memungkin merebut satu gelar dari tiga ajang yang masih diikuti musim ini. Selain Piala FA, Arsenal punya kans juara Premier League. Apabila menang atas Bolton, The Gunners bakal naik ke peringkat kedua dan selisih poinnya dengan Chelsea hanya tinggal satu poin. Satu ajang lainnya adalah Liga Champions. Arsenal masih bertahan di babak 16 besar dan akan menghadapi jawara 2004 FC Porto. “Kami tidak memberi prioritas di salah satu karena semuanya masih terbuka lebar,” jelas Wenger. Di pihak lain, tersingkirnya West Ham makin menambah derita tim asuhan Gianfranco Zola itu. Bagaimana tidak karena The Hammers - julukan West Ham - kini masih tergolek di bibir zona degradasi alias peringkat ke-17. (dns/ca)

Kejar Gol demi Menang

Kekuatan Timnas Terancam Berkurang Hadapi Oman Tanpa Isnan JAKARTA - Kekuatan tim nasional (timnas) Indonesia terancam kian berkurang. Bek kiri Isnan Ali besar kemungkinan absen saat Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, berlaga kontra Oman pada lanjutan Pra-Piala Asia 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, besok (6/1). Pemain asal Sriwijaya FC, Palembang, itu kembali dibekap cedera hamstring kanan pada latihan tadi malam. Bersama M. Ridwan, Isnan hanya melahap menu latihan ringan, yakni berlari mengelilingi lapangan. “Semua pemain dalam kondisi yang baik, kecuali Isnan. Dia cedera dan kami masih terus memantau perkembangannya,” kata Benny Dolo, pelatih timnas Indonesia. Isnan mengakui kondisinya tak terlalu baik dalam latihan tersebut. Cedera tersebut bukan satu-satunya yang diderita Isnan. Sebelumnya, dia juga tak berlatih optimal karena cedera pinggang saat melakoni uji coba kontra Africa Selection pada Kamis (31/12) lalu. Berun-

HENDRA EKA/JAWA POS

BERLATIH - Claude Le Roy (kiri) Pelatih Tim Nasional Oman ketika berlatih di Komple lapangan Senayan Jakarta, 4 Januari 2009.

tung, kondisi penyerang Budi Sudarsono sudah semakin membaik. Dia mulai berlatih menggunakan sepatu. Sebelumnya, Bendol, sapaan karib Benny Dolo, khawatir Budi tak bisa tampil karena cedera engkel kanan. Tak hanya dipusingkan dengan kondisi pemain, latihan timnas di SUGBK itu sempat bermasalah. Pihak pengelola nyaris tidak mengeluarkan izin karena belum menerima permintaan penggunaan stadion secara tertulis. “Secara lisan, sebenarnya kami sudah menyampaikan kepada pihak pengelola untuk meng-

gunakan SUGBK. Tapi ternyata itu tidak cukup karena pengelola butuh bukti tertulis,” ujar Rahim Sukasah, ketua Badan Tim Nasional (BTN). Sementara itu, Claude Le Roy, pelatih Oman, mulai buka suara kekuatan tuan rumah. “Jika Boaz (Solossa) dan Bambang (Pamungkas) diturunkan, timnas Indonesia bisa cukup membahayakan. Tapi, secara keseluruhan saya siap dengan tim saya,” ujar Le Roy. Kedatangan beberapa pemain yang merumput di liga profesional juga cukup melegakan le Roy. (vem/diq)

STOKE - Stoke City dan Fulham mengakhiri 2009 dengan kekalahan. Stoke dipermalukan 0-1 Birmingham City di kandang sendiri, Stadion Britannia. Sedangkan Fulham harus mengakui ketangguhan Chelsea 1-2 di Stamford Bridge. Wajar bila Stoke dan Fulham pun bertekad membayar hasil itu dengan kemenangan saat bentrok di Britannia dini hari nanti (siaran langsung ESPN pukul 02.45 WIB). Bekal bagus dikantongi dua tim dari ajang Piala FA. Fulham menang 1-0 atas Swindon, sedangkan Stoke menang dengan skor serupa atas York City. “Jika ingin mengalahkan Fulham, kami harus memperbaiki catatan gol kami. Tidak mungkin kami menang apabila gagal mencetak gol,” kata Tony Pulis, pelatih Stoke, kepada

BBC. Pernyataan Pulis berkaca pengalaman musim lalu manakala timnya scoreless dari dua kali pertemuan lawan Fulham. Hingga pekan ke-20 Premier League musim ini, Stoke sekaligus tercatat sebagai tim dengan daya gedor terburuk. Dari 19 laga, The Potters julukan Stoke - hanya mengemas 15 gol. Top scorer Stoke pun bukan pemain depan, melainkan winger Matthew Etherington (4 gol). Di pihak lain, Fulham datang dengan amunisi penuh di lini depan. Bobby Zamora telah mengoleksi 11 gol di berbagai ajang musim ini. Sementara itu, Andy Johnson kembali dari cedera panjang di pangkal paha. Selain itu, Fulham siap meresmikan transfer striker AS Roma Stefano Okaka pekan ini. (jpnn)


PEKALONGAN RAYA

14

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Warga Sawangan Gruduk Balai Desa Tuntut Kades Mundur GRINGSING - Setelah beberapa waktu lalu mendatangi Kantor Departemen Agama Kabupaten Batang, kini giliran Kantor Balai Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Batang, yang menjadi sasaran warga setempat. Mereka menuntut mundurnya Ahmad Rosidin dari posisi kepala desa, sesuai surat pengunduran diri yang telah ditandatanganinya. Begitu datang, warga bersama Forum Komunikasi Peduli Masyarakat (FKPM) Sawangan yang berjumlah tidak kurang dari 100 orang tersebut langsung menduduki kantor balai desa. Mereka terus meneriakkan tuntutan agar Rosidin segera meletakkan jabatannya. Mengingat dia telah menandatangani surat pengunduran diri paska diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Depag Batang. Selain tuntutan pengunduran diri, mereka menghendaki agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat segera membuat surat usulan pemberhentian Ahmad Rosidin dari kades kepada bupati Batang. ’’Tuntutan ini kami sampaikan berdasarkan pada surat pengunduran diri Rosidin yang telah ditandatanganinya,” ujar Abdillah, koordinator FKPM. Warga dan FKPM juga menuntut agar BPD mengusulkan surat penonaktifan Rosidin sebagai kades. Sembari menunggu proses usulan pem-

berhentian tersebut berjalan. Di samping itu, mereka meminta agar jabatan kades segera diserahterimakan dari Rosidin kepada Sekdes setempat Suhadi. Tuntutan tersebut mereka sampaikan langsung kepada Ahmad Rosidin, yang didampingi pihak Muspika Gringsing. Bahkan, dalam menyampaikan tuntutannya warga tidak ingin secara perwakilan. Melainkan seluruh warga ikut masuk. Aksi massa ini mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres Batang. Sementara, dari hasil pertemuan yang difasilitasi Muspika, meski sebagian dipenuhi namun tuntutan agar jabatan kades diserahterimakan ke sekdes tidak terpenuhi. Bahkan, camat maupun kapolsek

Gringsing tidak berani menjamin bila terjadi serah terima. Mengingat tidak ada aturan yang menaungi pengalihan tersebut. Ahmad Rosidin sendiri berkilah bahwa surat pengunduran diri yang dibuatnya adalah salah alamat, sehingga tidak bisa dijadikan pegangan. Semestinya, surat pengunduran diri ditujukan ke bupati bukan ke kakandepag. Namun, hal itu dibantah oleh FKPM yang mengatakan bahwa Rosidin adalah orang goblok dan jelas ada rekayasa. Karena bila tahu aturan, mengapa surat pengunduran diri justru ditujukan ke kakandepag. Karena tidak adanya kesepakatan serah terima jabatan, FKPM berencana akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. (ton)

WASIS WAHYUDI/RADAR PEKALONGAN

MEMBONGKAR - PKL Paesan membongkar sendiri paving blok bekas warungnya, daripada dibongkar paksa petugas Satpol PP.

PKL Memilih Bongkar Lapak Sendiri

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

TUNTUT KADES – Warga Sawangan mendatangi kantor balai desa setempat menuntut sang kades mundur dari jabatan.

KEDUNGWUNI - Takut lapak dibongkar pihak Satpol PP, Pedagang Kaki Lima (PKL) memilih untuk membongkar sendiri lapak. Setelah membongkar, untuk beberapa hari ke depan belum berjualan di tempat baru, sembari membereskan puing-puing bekas warung lama.

Setelah melalui musyawarah beberapa kali, antara pihak Pemkab Pekalongan dengan PKL Paesan maka disepakati mulai pembongkaran lapak sejak Jumat (1/1). Beberapa lapak sudah dibongkar antara lain warung makan milik Rohimah (46) dan Zuhro (45). Pemkab Pekalongan tetap akan

membongkar lapak PKL Paesan yang berada di saluran air Podo 2 Paesan. Lokasi tersebut rencananya akan dibagun sebagai taman kota. ‘’’Dari pada kios kami dibongkar Sapol PP, lebih baik membongkar sendiri,” kata Zuhro, seorang pedagang makanan Senin (4/1). Puluhan pedagang lainnya

IKLAN BARIS LOKER 7 X 300 MMK

juga membongkar lapak mereka. Sebenarnya, mereka berharap dengan pindah lokasi ke paving blok sekitar lapangan Paesan akan lebih ramai pembeli. ’’Kami sudah siap dipindah ke tempat yang baru, tetapi sampai saat ini sarana pelengkap yakni air dan listrik masih dalam proses pembenahan,” katanya. (ap1)


SELASA, 5 JANUARI 2010

PEKALONGAN RAYA

15

RADAR TEGAL

LINTAS RibuanNelayanTerpaksaTakMelaut WONOKERTO - Ribuan nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, pada akhir Desember dan awal Januari 2010, jarang melaut dikarenakan cuaca yang tidak menentu. Akibatnya, pendapatan para nelayan kecil tersebut berkurang, dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Salah satu nelayan yang berhasil ditemui Radar, Imam (40), warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Wonokerto, sudah sekitar tiga hari ini tidak malaut. Menurut Imam, dirinya yang biasanya melaut dengan beberapa temannya tidak melaut karena cuaca buruk yang tidak bersahabat. Selain membahayakan keselamatan para nelayan, cuaca buruk itu juga membuat tangkapan para nelayan menurun. ’’Niki leren riyin, rencang-rencang nggih sami leren, amargi teng laut cuacane elek (Ini istirahat dulu, teman-teman juga sama istirahat, karena di laut cuacanya jelek),” ucap Imam saat ditemui Radar Senin (4/1). Imam yang sudah memiliki seorang putra mengungkapkan, saat cuaca sedang buruk dilaut, Imam menggambarkan kondisinya sangat mengerikan. Angin yang berhembus cepat, kalau sudah hujan kilatan dari halilintar dapat menyamar sewaktu-waktu. ’’Opo meneh nelayan alit koyo kulo niki, nganggene kapal alit bukaan, menawi wonten nopo-nopo langsung keno (Apalagi nelayan kecil seperti saya ini, pakainya kapal kecil bukaan, kalau ada apa-apa langsung kena),” ujarnya. Ketua KUD Mino Soyo Kaharto mengungkapkan, kondisi cuaca yang buruk di laut membuat banyak nelayan kecil, khususnya di Kecamatan Wonokerto, mengurungkan niatnya untuk tidak melaut. ’’Ya itu manusiawilah, kalau merasa ada halangan melaut.’’ (ap4)

Drs Budi Divonis 15 Bulan BATANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batang, Senin (4/1), akhirnya menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun tiga bulan kepada Drs Budi Sarwono. Setelah dinyatakan terbukti bersalah terlibat dalam aksi penipuan dan penggelapan uang perusahaan senilai puluhan juta rupiah. Majelis Hakim menyatakan bahwa pria asal Kampung Peperan 463-A RT 2 RW 11 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, itu bersalah melanggar Pasal 374 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dalam dakwaan primair pertama. Pria berumur 42 tahun itu juga terbukti melanggar Pasal 378 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP pada dakwaan primair kedua. ’’Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi dan pengakuan terdakwa, Majelis Hakim menyatakan terdakwa bersalah terlibat aksi penipuan dan penggelapan. Oleh karenanya kepada terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan dipotong masa tahanan,” ujar Majelis Hakim. Usai dibacakannya putusan, Budi Sarwono yang mendapatkan gelar sarjana dari salah satu perguruan tinggi di Semarang, menyatakan menerima putusan tersebut. Namun Winarni SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batang, belum dapat menerima dan menyatakan pikir-pikir. Pasalnya, vonis tersebut masih jauh dari tuntutan JPU yang disampaikan pada sidang hari Selasa (29/12/09) lalu. Saat itu Winarni menuntut Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman pada Budi Sarwono selama dua tahun. Mengingat selain telah menikmati perbuatannya, akibat ulahnya tersebut perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Diberitakan sebelumnya, Budi Sarwono diajukan ke persidangan dengan dakwaan terlibat penipuan dan penggelapan berupa uang milik UD Ganda Raya, yang beralamat di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Batang. Modus yang digunakan adalah dengan mengurangi uang setoran dan membuat nota fiktif penjualan pestisida. Bahkan, tanpa sepengetahuan pemilik dari UD Ganda Raya, Budi menggunakan nama-nama konsumen yang pernah membeli pestisida di toko tersebut. Setidaknya, ada 40 konsumen yang namanya dimanfaatkan oleh Budi untuk berbuat jahat. (ton)

ARIFIN/RADAR PEKALONGAN

PAPARKAN DATA - Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan Suwondo memperlihatkan data kasus DBD di Kabupaten Pekalongan.

DBD Renggut Nyawa Tujuh Warga WIRADESA - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pekalongan hingga Desember 2009 telah merenggut tujuh nyawa warga. Sementara, hingga akhir tahun 2009, data dari Dinkes Kabupaten Pekalongan mencatat ada 650 kasus penyakit DBD. Beberapa daerah yang menjadi endemis DBD, antara lain di Kecamatan Bojong, Kecamatan Kedungwuni, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Kesesi, Kecamatan Wonopringgo, dan Kecamatan Buaran. Tujuh orang warga yang meninggal akibat DBD, antara lain Putri (16) warga Desa Capgawen Selatan, Kedungwuni; Basari (45) warga Desa

Karangsari, Kecamatan Karanganyar; Muhammad Alfafan (5) warga Ambokembang, Kedungwuni; Muhammad Arbi (8 bulan) warga Legokkalong, Karanganyar; Dini (16) warga Ambokembang, Kedungwuni; Saskia (3) warga Sambirejo, Kecamatan Tirto; dan Radian (14) warga Desa Menjangan, Kecamatan Bojong. Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan Suwondo saat ditemui Radar di kantornya Senin (4/1) mengungkapkan, terjadi peningkatan jumlah kasus DBD tahun 2009, dibandingkan tahun sebelumnya. Suwondo menjelaskan bahwa pada tahun 2008 terjadi kasus

DBD 403 kasus, dengan 10 orang penderitanya meninggal dunia. ’’Kenaikan jumlah kasusnya hampir mencapai 50 persen ya dari tahun sebelumnya, tapi kalau dilihat dari jumlah yang meninggal, ada penurunan ditahun 2009,” ucapnya. Pada saat itu, lanjut Suwondo, seperti pada tahuntahun sebelumnya DBD selalu mengganas saat tibanya musim penghujan, yaitu sekitar Nopember-Februari. Karenanya, masyarakat harus mewaspadainya. Terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah langganan banjir dan genangan air di sekitar rumah. ’’Genangan air itu yang

IKLAN BARIS LOKER 7X258mm

menjadi media nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak, dan meneruskan siklus hidupnya,” tuturnya. Untuk mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti, menurut Suwondo, masyarakat luas harus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan dengan melakukan 3 M, yaitu menguras, menutup, dan menimbun barang-barang atau media yang dapat mnjadi sarang nyamuk. Kegiatan itu harus dilakukan rutin dan bersama-sama, agar efeknya langsung terasa bagi masyarakat. ’’Yang penting, masyarakat harus sadar untuk bersih lingkungan. Minimal lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.

Tujuannya, agar perkembangan nyamuk itu dapat dicegah,” ujarnya. Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kabupaten Pekalongan Drg Hermawan Udiyanta mengatakan, pihaknya menginginkan agar masyarakat di Kabupaten Pekalongan dapat menjaga lingkungan sekitar. Karena penyebaran DBD ini sangat erat kaitannya dengan faktor lingkungan. ’’Kalau orang selalu menjaga lingkungan rumahnya selalu bersih, maka dipastikan dia jarang terserang penyakit. Apalagi untuk DBD ini, yang lingkungan sebagai faktor dominannya,” tuturnya. (ap4)


JATENG

SELASA 5 JANUARI 2010

17

RADAR TEGAL

SEMARANG Bank Jateng Tuntut Bank Lain Diperiksa SEMARANG – Bank Jateng tak mau menanggung sendiri kasus pemberian fee (komisi) untuk pejabat. Bank milik Pemprov Jateng tersebut menyetujui pengembalian fee kepada pejabat daerah, asalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memeriksa praktik yang sama di bank swasta dan bank pemerintah lain. Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Haryono mengakui, pemberian fee sudah diberikan sejak lama. Namun hal itu tidak hanya dilakukan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD). Haryono menuding, bank swasta dan bank milik pemerintah lain juga melakukan praktik serupa. ’’Fee itu aturan dari BI (Bank Indonesia) dan semua bank pada waktu itu melakukan hal yang sama,” katanya saat dicegat wartawan usai rapat di kantor Bank Indonesia (BI) Semarang kemarin (4/1). Karenanya, jika para pejabat diminta mengembalikan fee dari BPD (kini berganti nama jadi Bank Jateng), lanjutnya, maka praktik yang sama di bank lain juga wajib diperiksa. ’’Mengapa hanya BPD yang diperiksa. Kami oke fee dikembalikan, tapi semua bank harus diperiksa.” Dia berpendapat, pemberian fee oleh bank swasta kepada pejabat seharusnya juga dianggap bentuk gratifikasi. ’’Kalau saya bank pemerintah, memberikan fee ke bank swasta juga tidak apa-apa. Kan itu bisnis,” kata dia. Haryono mengatakan, di Bank Jateng fee diberikan sejak 2002. Pada 2005, KPK meminta praktik tersebut dihentikan. Sebab dianggap sebagai gratifikasi. Menurutnya, jumlah fee yang sudah diberikan Bank Jateng pada para pejabat selama kurun waktu tersebut bukan Rp 51 miliar seperti disebutkan KPK. ’’Kalau tidak salah hanya Rp 38 miliar,” ujarnya. Menurut Haryono, hampir semua pejabat daerah pada waktu itu menerima fee. Namun, dia membantah gubernur termasuk salah seorang yang menerima. ’’Ya mulai dari bendahara hingga bagian keuangan. Pokoknya campur,” papar Haryono yang mengaku lupa jumlah pejabat yang kecipratan fee tersebut. Menurutnya, data nama-nama pejabat tersebut sudah diberikan ke KPK. (ric/isk/jpnn)

CILACAP Pabrik Gula Rafinasi Terbakar CILACAP - Pabrik gula rafinasi milik PT Dharmapala Usaha Sukses (DUS) Cilacap terbakar Senin (4/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Diduga kuat kebakaran yang menimbulkan asap cukup tebal ini akibat gesekan pada bagian conveyer yang merupakan jalur masuk bahan bakar batu bara. Kontan saja kebakaran ini membuat warga sekitar terkejut. Sejumlah orang datang untuk melihat dari deka. Namun, keinginan mereka terhalang pagar ang cukup tinggi serta pintu gerbang pabrik yang ditutup rapat. Bahkan, ketika para wartawan mencoba mengambil pintu gerbang yang semula terbuka sedikit akhirnya di tutup rapat dan dijaga ketat. Namun dari celah terlihat sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Holcim, Pertamina dan lainnya yang sibuk memadamkan api dan mendinginkan pabrik yang terbakar. Setidaknya, ada tiga mobil pemadam kebakaran yang ada di dalam pabrik. Selain mobil pemadam, sejumlah petugas keamanan berjaga-jaga di dalam pabrik. Lainnya yakni mengumpulkan data dan mencari tahu penyebab kebakakaran pabrik yang letaknya dai dalam areal pelabuhan indonesia III Tanjung Intan Cilacap tersebut. Sekitar 2,5 jam api berhasil dipadamkan Kapolres Cilacap AKBP Guruh Ahmad Fadianto didampingi Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) AKP Woyo menerangkan, gesekan diduga terjadi antara karet di bawah mesin penggiling batu bara dengan conveyer yang secara rutin bergerak ke atas. ’’Gesekan tersebut menimbulkan percikan api sehingga menyebabkan kebakaran. Namun kebakaran tersebut telah berhasil diatasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.’’ (amu/jpnn)

Satpol PP Bongkar Paksa PKL Tiban BANJARNEGARA - Karena sudah melewati batas izin penggunaan, pasar malam di AlunAlun Kota Banjarnegara dibongkar paksa oleh jajaran Satpol PP Senin (4/1). Pembongkaran bedeng PKL serta beberapa arena permainan yang ada tersebut dilakukan karena izin yang diberikan pemkab sudah habis sejak Sabtu (2/1). Namun, sebagian arena permainan dan beberapa gubuk PKL tiban masih berdiri dan beroprasi hingga Senin (4/1). Menurut Kepala Satpol PP Banjarnegara Gatot Y. Setyadi, izin penggunaan Alun-Alun Kota Banjarnegara tersebut diberikan selama 3 hari, yakni terhitung mulai 31 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010. Namun, sejak 29 Desember 2009 malam, alun-alun sudah digunakan untuk arena hiburan dan pembangunan gubuk untuk para pedagang. Ironisnya, sebagian gubug dan arena permainan anak tersebut belum dibongkar hingga Senin (4/ 1) kemarin, untuk itulah jajaran Satpol PP mengambil tindakan tegas dengan membongkar paksa bangunan serta arena permainan yang ada. ’’Kita sudah kasih kelonggaran, bahkan panitia penyelenggara sudah melayangkan surat pada pedagang dan pengelola arena permainan tersebut untuk membongkar paling lambat tadi malam (Senin dini hari) jam 00.00 WIB. Namun, hingga hari ini, (kemarin, Red) bangunan masih ada, maka kami mengambil tindakan tegas,” bebernya. Sementara, ketika para petugas mulai menghampiri lokasi lapak dan meminta mereka untuk membongkar, sebagian dari pedagang mengatakan, masih menunggu pemilik dagangan, serta menunggu truk pengangkut yang akan membawa barang dagangan mereka, namun setelah didesak, sebagian dari mereka akhirnya membongkar bedeng yang mereka bangun untuk berjualan. (oel/jpnn)

DOK.RADAR BANYUMAS

DIBONGKAR – Petugas Satpol PP Banjarnegara terpaksa membongkar arena permainan di areal pasar malam Alun-Alun Kota Banjarnegara, karena izin beroperasinya telah habis.

Keluarga Baridin Bertolak ke Jakarta CILACAP - Beberapa anggota Keluarga Ustad Baridin bertolak ke Jakarta untuk menjenguk Ustadz Baridin yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Banyuasih Cikelet, Garut, Jawa Barat, baru-baru ini. Rombongan yang terdiri dari kerabat Baridin seperti istrinya Dwi Astuti, Arina dan dua anaknya hasil perkawinan dengan Noordin M. Top, Haula dan Daud, Jumiah dan kakaknya yang lain, serta Harun menggunakan Kereta Api (KA) Bisnis Purwojaya jurusan Cilacap-Jakarta yang berangkat dari Stasiun Besar Kroya.

Radar Banyumas (Jawa Pos Group) yang mencoba mencegat rombongan, tidak banyak memeperoleh komentar dari keluarga Baridin sebab begitu datang diantar oleh Bunyamin sekitar pukul 19.45 WIB, Minggu (3/1) langsung masuk ke gerbong dan kereta langsung berangkat. Hanya Arina yang berhasil ditemua dan hanya memberikan pernyataan kalau dirinya sudah tidak lagi sedih dan akan ke Jakarta untuk menjenguk keluarganya. Dia bersama anaknya serta keluarga lainnya sudah lama menunggu informasi terkait penangkapan ayah-

nya di Jawa Barat. Saat Radarmas mminta agar bisa bertemu sebentar untuk memberikan pernyataan, istri ketiga Noordin M. Top ini hanya mengatakan,’’Ini kan sudah ketemu.” Untuk selanjutnya dia berlalu menuju ke gerbong kereta. Terpisah, Bunyamin yang ditemui Radar Banyumas mengaku, dirinya hanya mengantar dan tidak ikut ke Jakarta. Dia juga tidak banyak berkomentar karena belum tahu kondisi paman dan adik keponakannya yang ikut di tangkap. ’’Keberangkatan keluarga ke Jakarta setelah ada kepastian

dari Densus 88 terkait kabar penangkapan Pak Lik Baridin dan Ata Sabik Alim,” kata dia. Dia juga belum tahu apakah nantinya keluarganya bisa langsung bertemu dengan Baridin atau tidak. Yang terpenting kedatangan ke Jakarta sudah diberitahukan dan diharapkan dapat segera bertemu untuk mengetahui kondisi pamannya. ’’Kami semua kan jelas sedih atas penagkapan beliau, apalagi Tante Tuti (panggilan untuk Dwi Astuti) dan Arina tentu mereka lebih sedih dari kami,”ujar dia. Sebelumnya keluarga Baridin di Dusun Mlela, Desa Pasu-

IKLAN BARIS LOKER 7 X 255 MMK

ruhan, Binangun, Cilacap, masih menunggu kabar resmi dari Densus 88 untuk memastikan kapan mereka bisa menengok pendiri Pesantren Al Muaddib itu. Berdasarkan informasi keluarganya seperti istri Barisin Dwi Astuti dan anaknya Arina Rahmah terus menangis mendengar kabar penangkapan Ustad Baridin. Bahkan, sejumlah wartawan yang ingin meminta penryataan mereka terkait dengan penangkapan Ustadz Baridin tidak ditemui dengan alasan ingin menenangkan diri. (yan/jpnn)


CMYK

18

SELASA, 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Lebih Pagi di Awal Masuk SUBEKHI P/TIM XPRESI

PEDE - DMC 68 percaya diri mengusung aliran musik Rock ‘n roll.

DMC 68 Pede Usung Rock ‘n roll DI tengah persaingan band pelajar di Kota Tegal, band DMC 68 rupanya tetap percaya diri mengusung aliran musik Rock ‘n roll. Band asal SMK Dinamika Kota Tegal ini mencoba menawarkan performa berbeda dan berharap hal itu bisa menjadi ciri khas kelompok musik yang divokali Irawan ini. Saat ditemui di kediamannya, Minggu (3/1) di Jalan Raya Karanganyar Kabupaten Tegal, Irawan berkisah panjang lebar tentang bandnya. Dengan bangga, cowok kelahiran 5 November 1990 ini dia menceritakan perjalanan bandnya yang dimulai bersama temantemanya di awal mereka mulai menginjak tingkat dua. Menurut dia, kelompoknya sudah sering malang melintang mengikuti parade musik. Baik yang pernah digelar di Kota Tegal maupun di wilayah Kabupaten Tegal. “Sekarang kita sering kangen acara-acara semacam itu,” ucapnya. Selain senang karena bisa ketemuan sama bandband lain yang ada di Tegal, event semacam itu juga jadi moment buat bandnya mengukur kapasitas dengan membandingkan band lain. Dia bersama temantemannya tergabung dalam DMC 68 di bawah binaan Rudi. Secara intens mereka dijadwalkan untuk latihan rutin minimal setiap satu minggu sekali. “Latihan tambahan kita lakuin kalo emang mood lagi dapet trus pas jam sekolah sudah habis, pulang sekolah kita janjian,” ujarnya bercerita. Diakui dia, satu-satunya band milik SMK Dinamika ini sering merasa kesulitan menemukan parade ataupun semacam kompetensi yang nantinya bisa membawa mereka ke ajang yang lebih bergengsi. “Meski pada festival antar pelajar di PPIB (Pusat Promosi Informasi dan Bisnis) waktu itu, kita cuma bisa jadi Juara Harapan 1, tapi itu kita jadikan tolok ukur dan pelajaran buat memacu skill kita jadi lebih yo’i,” bela Irawan yang ingin meyakinkan bahwa bandnya memang selalu siap untuk berkompetisi dengan band pelajar Kota Tegal lainnya. Meski harus rela merogoh kocek sendiri, mereka selalu antusias setiap kali mengikuti acara parade musik. Personil DMC 68 sendiri kebanyakan anak-anak tingkat tiga. Kecuali, Joko yang menempati posisi melodi. Saat ini dia masih dua tingkat di bawah personel lainnya seperti Agil sebagai penggebuk drum, Adi Susanto tukang betot bass, Ahmad Zuhron di rhytm dan Irawan di vokal. (bekhi)

TIM XPRESI TIM I : Balkis Arifiani, Nur Irma Rahmawati, M Khaerul Anam

TIM II : Serly Rostarina, Subekhi Prawirodijoyo, Agus Winarto

PAGI yang cerah, matahari memancarkan sinarnya menyemangati siswa-siswa yang kembali ke sekolah. Jalanan mulai dipenuhi dengan kendaraan anak sekolah. Bus yang biasanya sepi kini mulai dipadati sebagian warga sekolah yang akan kembali belajar setelah selama 2 minggu liburan. Di sepanjang trotoar, terlihat kerumunan pelajar yang menunggu angkutan dan berbagai aktivitas lain yang terlihat di hari pertama masuk sekolah. Mengawali hari pertama masuk sekolah, rupanya ResponX kita berupaya untuk berangkat lebih pagi lho. Buktinya dari hasil survei Tim Xpresi yang dilakukan pada 28 ResponX, 76,6 persennya memilih berangkat lebih pagi dari biasanya agar tidak terlambat. Alasannya, hari pertama masuk sekolah biasanya diisi dengan upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari Senin. Mereka tidak mau mengambil resiko mendapat sanksi yang lebih berat apabila terlambat. Beberapa ResponX juga mengaku sengaja berangkat pagi karena bertekad menjadi siswa yang lebih disiplin dan lebih rajin di semester ini. “Saya selalu berangkat pagi. Saya nggak mau susah payah ke Ruang BK karena terlambat masuk sekolah. Apalagi nanti ditanya ini itu sama Guru BK,” tutur

Nur Ismiatun, siswa SMP Negeri 7 Kota Tegal menyampaikan alasannya berangkat lebih pagi. Dari survei yang ada, 66,6 persen ResponX mengakui jika rasa kangen dengan teman-teman di sekolah menjadi hal yang bikin mereka bersemangat saat pertama kali masuk sekolah. Iya juga sih, secara selama liburan, di rumah terus. Lama-lama juga bikin bosan. Apalagi kalo aktivitas yang dilakukan di rumah cuma itu-itu saja. Apalagi kalo lama nggak ketemu gebetan, waduh-waduh bisa- bisa terkena malarindu nih hehehe..... Setelah rasa kangen dah terobati, pastinya ada yang temanteman lakukan saat pertama kali masuk sekolah dong. Dari 60 persen yang didata mengaku langsung belajar. Wah-wah…rajin juga tuh... “Belajar dong, karena saya ingin melatih mental dan rohani saya supaya lebih siap menerima pelajaran baru,” ujar salah satu Responx penuh semangat. Perlu diacungi jempol buat teman-teman yang punya pemikiran sama seperti ResponX kita ini. Tapi enaknya pelajaran apa dulu yang boleh aktif di hari pertama masuk sekolah yah...Kalau menurut kalian apa ?? Kalau 46,6 ResponX menjawab

semua mata pelajaran. Wuiiiih…apa nggak pusing tuh.. Meski sisanya masih menjawab ingin santai dan berbagi pengalaman selama masa liburan. Selain menjawab bingung, ada juga ResponX yang mengaku sudah pusing duluan jika semua pelajaran diaktifkan di awal masuk sekolah. “Kalau baru pertama masuk, baiknya jangan semua pelajaran aktif lah,” ujar Istikomari, siswi SMA Negeri 5 Kota Tegal kelas XI. Bukan dia saja yang berpendapat seperti itu, dari beberapa ResponX mempunyai

opsi yang sama seperti itu. Lalu, bagaimana cara ResponX bersemangat masuk sekolah ya...Dari 80 persen ResponX menjawab menyemangati diri sendiri. Salah satunya siswi SMP Negeri lainnya Farida yang kini duduk di kelas VIII. Menurut dia, jika semangat berasal dari diri sendiri, semua kegiatan di sekolah tentunya akan berjalan lancar tanpa mengalami kesulitan berarti. Betul banget!! Memang harusnya seperti itu. Semua berawal dari diri kita sendiri. Apabila ingin bersemangat, kita harus menyemangati

diri kita dulu dengan kemauan dan usaha pasti segala sesuatunya bisa dilakukan dengan mudah tanpa beban. Apalagi tujuan utama masuk sekolah kan untuk belajar. Sangat menyenangkan memang, karena lama di rumah, bertemu dan bermain dengan teman menjadi hal yang sangat menyenangkan di hari pertama masuk sekolah. Ini juga yang dipilih 43,3 persen ResponX. Dengan belajar, tentunya kita dapat mengejar cita-cita. (tim II)

Apa yang kamu lakukan Saat pertama kali masuk sekolah Berangkat pagi, pastikan tidak telat 66,67% Barangkat rame-rame bersama teman 20 % Kesiangan juga boleh 6,67% Pengin bolos 6,67%

Apa yang bikin bersemangat saat pertama kali masuk sekolah Bosan Liburan 20,0% Kangen Teman 60,0% Kangen Guru 0% Kangen Pacar dong 6,67% Tidak Jawab 6,67%

Apa yang pertama kali kamu lakukan saat hari pertama kali masuk sekolah Ketemu teman 36,67% Ketemu pacar 0% Pastinya langsung belajar 30,0% Berharap ada pelajaran kosong 23,33% Tidak Jawab 3,33%

Bagaimana pendapatmu bila semua pelajaran aktif dihari pertama masuk? Menyemangati diri sendiri 50 % Disemangati teman 20,0% Disemangati Pacar 10,0% Ga pernah semangat10,0% Tidak jawab 10,0%

Apa yang menyenangkan dari hari pertama masuk sekolah? Belajar lagi 30% Bermain dengan teman 43,33% Ketemu pacar 6,67% Tidak tahu 13,33%

Karena Ku Cinta Kau

TIPS - X

Bunga Citra Lestari Intro : G Em C G 2x G Em Jika ada yang bilang ku lupa kau C G Jangan kau dengar G Em Jika ada yang bilang ku tak setia C G Jangan kau dengar D Em Banyak cinta yang datang mendekat C G Ku menolak D Em C Semua itu karena ku cinta kau G Em Jika ada yang bilang ku tak baik C G Jangan kau dengar G Em Jika ada yang bilang ku berubah C G Jangan kau dengar

BELAJAR? Harus! Apa boleh buat memang keharusan kita sebagai pelajar. Kalau tidak, namanya apa dong...Senang atau enggak, kita memang dituntut untuk menguasai setiap mata pelajaran yang ada dalam kurikulum. Terserah deh nanti kita mau menekuni bidang apa semua harus kita ikuti. Kesal? Kayaknya sih nggak perlu. Toh semua ilmu pasti ada gunanya. Sekarang belum terlihat, yang ada cuma kesal aja. Padahal, siapa tahu suatu hari kelak kita bisa nikmatin kegunaannya. Banyak belajar banyak lupa, jarang belajar jarang lupa nggak belajar eng-

gak lupa? Ah itu sih omongan orang yang males belajar. Yang bener, ketika belajar justru kita melatih prosesor otak kita. Makin banyak latihan makin bagus deh hasilnya. Sebelum kita memulai belajar dan memperbaiki cara belajar, kita harus melakukan persiapan-persiapan yang merupakan dasar dalam menata cara belajar yang baik dan efektif, yaitu sebagai berikut: 1. Hadir dalam jam pelajaran serta tidak pernah absen 2. Mengetahui

tempat yang sesuai menurut kita untuk belajar, bisa dimana saja dan kapan saja 3. Menata dan menyiapkan buku-buku catatan sebaik mungkin 4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan otak kita. Karena pada dasarnya itu kemampuan kerja otak manusia berbeda-beda 5. Kondisi kesehatan dan kejiwaan juga perlu kita perhatikan. Jangan sampai belajar

dalam keadaan banyak masalah. Upayakan perhatikan efekefek dari permasalahan dan kesulitan yang dihadapi 6. Jangan belajar dalam kondisi badan lelah 7. Berharap dalam belajar dari cara yang santai dan lambat ke cara yang serius, teratur dan cepat. Agar kita dapat mewujudkan cara belajar yang baik dan dasar-dasar pokok, diantaranya membaca pelajaran secara menyeluruh, seperti dengan menghafal semua garis besar, judul sub bab dan mericeknya dengan baik. (*)

G Em Jika kau tak percaya pada ku C G Sakitnya aku G Em Jika kau lebih dengar mereka C G Sedih hatiku D Em Banyak cinta yang datang mendekat C G Ku menolak D Em C D Semua itu karena ku cinta kau.. Kau

CMYK

USIA : 13 - 17 tahun

JUMLAH : 28 ResponX di Kota Tegal

JENIS KELAMIN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

PENDIDIKAN : SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

D Em Banyak cinta yang datang mendekat C G Ku menolak D Em C D Semua itu karena ku cinta kau.. Kau Chorus G Am Saat kau ingat aku ku ingat kau D G Saat kau rindu aku juga rasa G Am Ku tahu kau slalu ingin denganku D Bm C D Em Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan Am D C Tuhan yang tahu ku cinta kau

PROFIL

Arif Budiman Berprestasi di Lompat Jauh PRESTASI bisa diukir di bidang apa saja. Seperti Arif Budiman, siswa SMP Negeri 17 Kota Tegal. Cowok yang tinggal di Jalan Dewi Sartika RT 07/RW I Pesurungan Kidul Kota Tegal juga mampu berprestasi di bidang olahraga pada cabang lompat jauh. Meski hanya belajar secara otodidak, putra pasangan Darsono dan Wartiah ini mampu meraih Juara III Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kota Tegal beberapa waktu lalu. Dalam kesehariannya, cowok kelahiran 10 Maret 1994 ini berangkat sekolah dengan mengayuh sepeda tua. Selain mengenyam pendidikan formal, dia juga aktif di Madrasah Diniah Awaliah (MDA) di Pondok

Pesantren Miftahul Huda Tunon Kota Tegal. “Sholatlah sebelum kamu disholati,” ucapnya saat ditanya Tim Xpresi akan motto hidupnya. Motto yang terus dipegangnya itu, lanjut Arif, dibuktikan dengan usahanya untuk selalu menjalankan ibadah sholat secara berjamaah. Norma agama yang kuat ikut berpengaruh pada cita-citanya yang selalu ingin bernilai di hadapan Tuhan dan di mata orang tua. Dan meski banyak remaja sekarang yang menghabiskan waktunya di mall, main game, atau internetan, cowok berparas Jawa ini justru menyukai akti-

Arif Budiman

vitas tidur di gubuk sawah pada siang hari. Tak lupa juga membawa Al Qur’an kecil yang hampir selalu menyelip di saku bajunya. Ketika ditanya mengenai hafalannya, Arif mengaku baru hafal Juz ‘Amma dan sekarang masih mempelajari surat-surat berikutnya. Keinginannya menjadi Hafid (penghafal) Al Qur’an agaknya menjadi cita-cita Arif yang lainnya. “Beribadahlah engkau dengan sesungguhnya, seakan-akan itu adalah ibadah terakhirmu dan carilah duniamu seakanakan kau kan hidup selamanya” ucapnya sebelum mengakhiri wawancara dengan Tim Xpresi. (Agus)


SAMBUNGAN

SELASA 5 JANUARI 2010

19

RADAR TEGAL

Tak Peduli Hak Cipta, Ikhlas Bukunya Dibajak dari halaman 1 George menuturkan, buku Membongkar Gurita Ciekas merupakan buku ketiga seri korupsi kepresidenan yang dia tulis. Sebelumnya, dia menulis buku berjudul Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari: Kedua Puncak KKN Rezim Orde Baru dari Soeharto ke Habibie yang diterbitkan awal 1998. George sebenarnya sudah dikenal sebagai tukang kritik sejak 1994. Berbagai sisi gelap pemerintahan, mulai maraknya korupsi sampai persoalan Timtim (Timor Timor, kini Timor Leste) tak luput dari perhatiannya. Karena merasa terus ditekan rezim penguasa, pada 1995, peraih gelar Doctor of Philosophy dari Universitas Cornell, New York, itu, memutuskan hijrah ke Australia. Pengalamannya sebagai dosen di Universitas Kristen Satya Wacana membantu langkah George mengajar di Universitas Newcastle dalam bidang sosiologi. Tapi, prosesnya tetap tidak mudah. George diminta oleh pihak kampus untuk menyusun mata kuliah yang akan diajarkan. Saat itulah dia mulai merumuskan mata kuliah sosiologi korupsi. ‘’Kalau bikin mata kuliah pemerintahan bersih mungkin tidak laku. Tapi, ketika menawarkan mata kuliah sosiologi korupsi, saya diterima mengajar di sana (Australia). Mungkin karena punya track record (menulis buku soal pemerintahan yang korup, Red),’’ ujar pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 27 Mei 1946 itu. George mengaku ide menyusun mata kuliahnya terinspirasi dari buku Sosiologi Korupsi

karya Syed Hussein Alatas yang terbit pada 1986. Sosiolog Malaysia kelahiran Bogor itu lewat bukunya menjelaskan bahwa praktik korupsi berlangsung masif sejak zaman kekaisaran Romawi, China, bahkan kerajaan Mesir kuno. ‘’Saya memang start dari buku Syed Hussein Alatas itu,’’ ujar George. Dia menjelaskan, karena materi sosiologi korupsi begitu luas, diperlukan adanya spesialisasi. Saat itu, menurut George, belum ada yang secara spesifik menyoroti korupsi kepresidenan. Merasa memiliki ‘’modal’’ dari buku pertamanya yang menyoroti korupsi di era Orba, dia memilih terus berkonsentrasi terhadap persoalan itu. ‘’Sebenarnya banyak peneliti dan buku yang membahas korupsi di Indonesia. Tapi, masih terlalu umum,’’ ungkapnya. Pada 2006, George menulis lagi buku berjudul Korupsi Kepresidenan, Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi, dan Partai Penguasa. Sesuai judulnya, buku ini lebih dalam lagi menyoroti praktik korupsi di lingkaran kepresidenan. Tidak hanya Soeharto, tapi sudah menyentuh era Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, SBY, sampai Jusuf Kalla. ‘’Jadi, buku Gurita Cikeas yang saya tulis harus dilihat bergandengan dengan buku korupsi kepresidenan yang lain. Intinya, buku ini merupakan kelanjutan proses intelektual,’’ kata George. Karena itu, dia membantah keras berbagai tudingan seolah-olah bukunya disponsori pasangan capres-cawapres yang kalah dalam Pilpres 2009. George menyampaikan, saat

ini dirinya menyiapkan edisi revisi untuk bukunya: Membongkar Gurita Cikeas. Menurut dia, proses revisi merupakan kelaziman dalam dunia ilmiah dan tulis-menulis. Seorang peneliti atau penulis buku tidak mungkin bisa sempurna hanya dengan satu atau dua edisi. ‘’Orang-orang bijak selalu mencoba memperbarui karyanya,’’ tegas George. Dia mengatakan, penelitian sosial mempunyai banyak sisi. Seorang peneliti yang baik akan memasukkan semua versi. Hal itulah yang akan dia lakukan, yakni mengakomodasi pandangan pihak-pihak yang menyanggah substansi bukunya. George mencontohkan polemik mengenai Direktur Komersial dan IT Perum LKBN Antara Rully Ch. Iswahyudi. George mengutip data dari situs resmi Partai Demokrat, pada 10 Juli 2009 bahwa Rully masih tercantum sebagai staf khusus Bappilu Partai Demokrat. Bahkan, yang cukup kontroversial, George menulis Rully Ch. Iswahyudi bersama Direktur LKBN Antara Akhmad Muchlis Jusuf, mengalirkan separo dana Public Service Obligation (PSO) LKBN Antara yang berjumlah Rp 40,6 miliar ke Bravo Media Center, salah satu tim kampanye SBYBoediono. Namun, pimpinan Antara telah membantah informasi George tersebut. Intinya, Rully sudah mundur dari Bappilu Partai Demokrat dan tak ada dana PSO LKBN Antara yang mengalir ke Bravo Media Center. Inilah salah satu contoh materi yang akan ditambahkan George dalam revisinya. Meski begitu, George menegaskan bahwa dia tetap berpegang pada data pertama.

‘’Tanggapan dan sanggahan yang berkembang akan saya masukkan tanpa menggugurkan yang sebelumnya. Ini bagian kecil dari revisi yang akan saya lakukan. Selebihnya, masih banyak daftar dosa Partai Demokrat yang belum masuk,’’ kata George, lantas tersenyum. George menyampaikan, melalui buku Membongkar Gurita Cikeas, dia berusaha menggambarkan proses terbentuknya oligarki politik secara lebih konkret. Yakni, dengan memaparkan peran sejumlah yayasan dan korporasi di sekitar SBY dan Partai Demokrat. Bukan tidak mungkin yayasan dan korporasi itu ikut bermain aktif, terutama secara finansial, dalam proses pemenangan pemilu legislatif dan pilpres. ‘’Kalau SBY keberatan, saya menantang untuk berdebat,’’ kata George. Dia berharap bukunya itu ditindaklanjuti kepolisian dan kejaksaan. Sebab, layak diduga ada pelanggaran terhadap sejumlah undang-undang. Misalnya, UU Pemilu, UU Pemberantasan Tipikor, dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Meskipun bukunya laku keras -bahkan sampai ada yang mencoba menjualnya seharga Rp 450.000 di internet, George mengaku tak terlalu peduli soal keuntungan. Bahkan, dia mengaku ikhlas bila bukunya dibajak atau file bukunya tersebar luas di internet, sehingga bisa di download siapa pun yang berminat. ‘’Saya bukan penganut copyright, tapi copyleft. Jadi, ambillah, bajaklah, dan nikmatilah. Saya sudah terbiasa. Buku saya soal Soeharto dan Habibie juga dibajak. Hanya karya bermutu yang dibajak orang.’’ (*)

Optimistis Kinerja Ekonomi 2010 dari halaman 1 “Saat ini lebih tenang, lebih optimis dan punya harapan baru. Insya Allah tahun 2010 lebih baik dibanding 2009,” kata SBY dalam pembukaan perdagangan pasar modal di BEI Jakarta, kemarin (4/1). Presiden berkesempatan menekan tombol bel tanda perdagangan dimulai. SBY didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisyahbana. Pembukaan bursa dimeriahkan dengan lantunan lagu ciptaan SBY berjudul “Mentari Bersinar” yang dinyanyikan Iga Mawarni. Saat ini, kata SBY, saat ini semua bisa tersenyum karena ekonomi telah selamat dari baying-bayang krisis. Menurut presiden, hal ini menunjukkan pilihan kebijakan pemerintah tidak keliru. “Alhamdulillah, kebijakan kita telah menyelamatkan perekonomian kita,” kata SBY. Meski demikian, SBY mengingatkan, perekonomian dunia dan dalam negeri belum sepenuhnya pulih. Sehingga, upaya perbaikan di tahun ini menjadi penting untuk mengembalikan situasi perekonomian pada kondisi normal. “Masih banyak PR yang kita hadapi untuk mengamankan 2010, agar nanti 2011 kita sudah back to normal,” kata presiden. SBY berharap cadangan devisa bisa mencapai USD 100 miliar di tahun-tahun mendatang, untuk menyesuaikan dengan volume perdagangan Indonesia. Saat ini, cadangan devisa RI berada di posisi USD 65 miliar. “Seharusnya kita punya devisa USD 100 miliar, itu lebih cocok dengan magnitude perdagangan kita,” kata presiden. Presiden mengatakan, indikator perekonomian selama lima tahun terakhir sudah menunjukkan hal positif. Antara lain, tingkat penganguran turun dari 10 persen di 2004 menjadi 8 persen di 2009. Lalu, angka kemiskinan sudah turun dari 16,7 persen ke 14,2 persen di 2009. Presiden menargetkan, pada 2014 perekonomian bisa tumbuh 7 persen atau rata-rata selama lima tahun sebesar 6,6 persen. Sedangkan angka pengangguran diharapkan turun dari 8 persen menjadi 5-6 persen. Sedangkan angka kemiskinan diharapkan kembali turun dari 14,2 persen menjadi 8-10 persen di 2014. “Ini target yang keras memang, tapi bisa dicapai,” kata SBY. Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi bursa saham di tahun 2010 diperkirakan akan lebih optimistis dibanding 2009 lalu. Pada 2009 pelaku pasar masih cemas dengan pelemahan akibat dampak krisis global. Dalam pembukaan 5 Januari 2009, tema pembukaan adalah memba-

ngun kepercayaan ditengah turbulensi pasar. “Itu sesuai tantangan perekonomian saat itu,” terangnya. Karena itu, pada awal 2009 lalu, pemerintah beserta seluruh elemen pelaku pasar modal telah berupaya menumbuhkan optimisme agar bisa keluar dari jeratan krisis global yang terjadi akhir 2008. Optimisme ini akhirnya menumbuhkan kepercayaan sehingga para pelaku pasar dapat bekerja keras dan bersikap tenang dalam menghadapi krisis. “Dengan demikian, kita bisa mendapat pencapaian yang baik di 2009. Terbukti dengan kinerja BEI terbaik pertama di ASEAN dan berada di peringkat kedua di Asia Pasifik,” tambahnya. Pencapaian dan stabilitas pasar modal tersebut, lanjutnya bisa terjaga karena komunikasi yang tanpa henti dilakukan baik di tingkat pemerintahan hingga para pelaku pasar modal di bursa saham. Optimisme, imbuhnya, akan muncul pada tahun ini jika suasana kepercayaan dan stabilitas selama 2009 akan kembali terjadi di 2010. Semua itu akan

terjadi bila suasana kepercayaan dan stabilitas pasar modal antara pemerintah dengan pelaku pasar masih terjaga. “Dengan mengelola dampak krisis global dengan baik, memelihara antara pemerintah dengan pelaku pasar, sehingga suasana kepercayaan dan stabilitas terjaga selama 2009,” ujarnya Sri Mulyani merinci salah satu sukses lain yang dicetak BEI adalah catatan laba bersih yang berhasil dibukukan emiten-emitennya per kuartal III2009 naik sebanyak 48,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Naiknya indeks harga saham gabungan (IHSG) bukan saja karena sentimen yang baik. Tetapi, tetapi lebih banyak didorong oleh kinerja fundamental para emiten di lantai bursa,” ujarnya. Dia menerangkan hal tersebut karena kinerja emiten yang sangat positif serta ekonomi yang sudah berjalan dengan baik. Pada 2010, pemerintah akan mendorong peranan pasar modal agar dapat menggerakan sektor riil dan mengejar target pertumbuhan ekonomi. “Karena faktor fundamental

tadi, tahun 2010 ini kita akan mengangkat tema meningkatkan peran pasar modal untuk mengerakan sektor riil,” terangnya. Sri Mulyani menambahkan, pengelolaan APBN selama 2009 juga makin baik. “Kami melengkapi hadiah akhir tahun 2009 dan awal tahun 2010 dengan mengembalikan Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) senilai Rp38 triliun,” katanya. (luq/sof)

Gelar Pahlawan Gus Dur ... dari halaman 1 Gubernur, kata Salim, yang akan mengajukan gelar pahlawan nasional itu ke Depsos. Depsos kemudian memprosesnya melalui Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP). Badan yang dipimpin Salim Segaf itu kemudian menilai kepantasan gelar itu melalui rapat pleno. Selain itu, di dalam BPPT akan ada tim penelaah khusus yang terdiri 17 orang dari kalangan sejarawan, legiun veteran, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). “Mereka yang akan menguji kelayakannya,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi itu. Setelah proses di BPPP rampung, Depsos akan mengajukannya ke Presiden melalui

Dewan Tanda Kehormatan atau juga disebut Dewan Gelar. Keputusan Dewan Gelar bakal menjadi dasar Presiden memberikan gelar tersebut. Salim berjanji, proses pemberian gelar untuk Gus Dur itu tak bakal ribet. Cukup menggelar beberapa kali pleno saja, BPPP sudah bisa memutuskan gelar itu. Gelar tersebut akan diberikan pada upacara khusus. Yakni pada 10 November. “Cepat saja prosesnya. Kalau ini (Gus Dur, Red.) tidak akan lama,” katanya. Proses gelar pahlawan untuk Gus Dur, kata Salim, tidak menggunakan Undang-Undang nomor 20 yang baru disahkan Mei tahun lalu itu. Sebab, UU tersebut belum ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah (PP).

Selain itu, Dewan Gelar yang baru berdasarkan UU 20 itu pun belum terbentuk. Karena itu, kata Salim, Depsos akan berkoordinasi dengan Dewan Gelar lama, yakni Dewa Tanda Kehormatan yang beranggotakan, antara lain, Menkopolkam dan Menag. “Karena belum ada PPnya dan Dewan Gelar pun belum terbentuk, maka kami memakai aturan lama,” katanya. Hingga 2009, kata Salim, sudah ada 147 pahlawan nasional. Kalau di 2010 ini gelar pahlawan Gus Dur terbit, Gus Dur bakal jadi pahlawan nasional ke-148. Proses menjadi pahlawan nasional memang tidak gampang. Tahun lalu, hanya tiga orang yang mendapat gelar itu. Padahal, Depsos menerima 31 pengajuan. (aga)

Dulu Takut, Kini Enjoy dari halaman 1 “Olahraga ekstrem kerap membuat jantung kita mau copot. Tetapi kalau sudah selesai, sepertinya kita lega. Kepenatan setelah beraktivitas seakan hilang,” terang pemilik tinggi badan 169 cm itu. Memang, dalam hal olahraga ekstrem, Uli baru mengenal

berkuda, diving, dan hiking. Olahraga tersebut dikenal saat membintangi salah satu film. “Waktu itu untuk kebutuhan syuting. Jadi, hampir setiap hari aku latihan berkuda, diving, dan hiking. Awalnya sempat ada rasa takut, tetapi lambat laun aku merasa enjoy,” beber dara kelahiran 1985 itu. Dari kebiasaan tersebut,

bintang film Pulau Hantu 2 itu mulai mengenal dan menyukai kegiatan ekstrem. Bahkan, kini ketiga jenis olahraga tersebut tak bisa dilewatkan ketika libur syuting. “Dulu memang sangat takut, tetapi setelah terbiasa, kok rasanya beda banget. Mungkin karena keseringan, aku merasa enjoy dan senang.” (ash/jpnn/oki)

Naikkan Harga Raskin, Kades ... dari halaman 1 Dalam pembagian Raskin, terdakwa menjualnya secara merata. Termasuk perangkat desa setempat sama menerima jatah Raskin. Selanjutnya selisih Rp 400, dari hasil penjualan Raskin, oleh terdakwa dipakai untuk perbaikan tempat peribadatan. Seperti renovasi musala, masjid dan untuk perbaikan jalan desa. Hasil selisih juga dipakai untuk membantu kegiatan sosial. Salah satunya untuk menanggap pentas wayang golek. Pentas kesenian tradisional ini dengan menghadirkan dalang kondang asal Tegal. Sedang dananya diambilkan dari selisih penjualan Raskin, Rp 400. Pentas wayang malam itu berlangsung cukup meriah dengan disaksikan masyarakat setempat. Tetangga desa juga ikut nonton. Namun kebaikan itu tidak dibenarkan mengingat Raskin menurut JPU peruntukannya untuk warga miskin.

Apalagi dalam kasus ini perangkat desa ikut menikmati. Apa yang dilakukan Dulhadi, seperti terungkap dalam persidangan sebelumnya, sifatnya hanya melanjutkan Kades sebelumnya. Karena itu, majelis hakim, waktu itu sempat marah pada seorang saksi mantan Kades. Harusnya, kata hakim, mantan Kades ikut dihadirkan di persidangan, selain Dulhadi.

“Harusnya saudara saksi juga ikut dihadirkan, selain terdakwa,” kata hakim waktu itu. Perlu diketahui sidang Raskin ini, seperti biasa dihadiri puluhan warga, yang sebagian besar adalah warga Desa Tegal Glagah. Sejak sidang digelar untuk kali pertama, dan sampai dibacakannya tuntutan, mereka penuh setia memenuhi ruang sidang pengadilan. (din)


KOMBIS

SELASA, 5 JANUARI 2010

20

RADAR TEGAL

Targetkan 8.000 Unit Motor

Teguh Gemilang 3 Design dan Percetakan

KONSEKWEN DAN PROFESIONAL DUA kata itu pula yang membulatkan tekad Erlangga Yayan Sofyan ST melakukan ekspansi pasar ke Tegal. Sebelumnya usaha desain dan percetakan yang dimilikinya di Cirebon, sudah memiliki pelanggan dari Tegal, Slawi, Bumiayu, Pemlang, Pekalongan, dan sekitarnya. Untuk lebih mendekatkan kepada pelanggannya di Tegal dan sekitarnya itulah yang mendasari Erlangga mengepakkan sayap bisnisnya ke Jl AR Hakim 227 Tegal. Tidak tanggung-tanggung, mesin-mesin percetakan mutakhirnya dari Cirebon diboyong ke Kota Bahari un-

tuk memenuhi permintaan pelanggannya. Senin (4/1) kemarin, mulailah dilakukan grand opening usaha percetakannya dari semua jenis kertas. Bagi Erlangga, keputusannya membuka cabang di Tegal dilhami keberhasilannya di Cirebon. “Sebenarnya saya mendapatkan tawaran yang tidak sedikit. Misalnya untuk membuka cabang di Jatibarang maupun Jepara. Tapi, saya lebih tertarik membukanya di Tegal,” jawabnya. Menurutnya, tofografis Tegal sangat mirip dengan Cirebon. Cire-

bon misalnya dilingkupi kota-kota yang sedang memiliki pergerakan bisnis yang signifikan. Sebut saja Kuningan, Majalengka, Indramayu, dan Subang. Sedang di Tegal ada Slawi, Brebes, Bumiayu, Pamalang, dan Pekalongan. Feeling bisnis Erlangga ternyata bak gayung bersambut. Para konsumennya yang biasa memanfaatkan jasanya di Cirebon tumplek blek ketika grand opening tokonya kemarin. “Prinsip usaha saya sederhana yakni konsekwen dan profesional. Sehingga kualitas hasil cetakan benar-benar sangat bisa dipertang-

BREBES – Harry Motor Brebes mentargetkan mampu menjual 8.000 unit sepeda motor Yamaha dari berbagai tipe selama 2010 ini. Pencapaian itu berarti meningkat 2.000 unit ketimbang tahun sebelumnya. Asisten Promosi Harry Motor Sean Prayogi, Senin (4/1) mengatakan, target penjualan sebesar itu akan dilakukan melalui perubahan sistem promosi. Jika di 2009 lalu, masih menggunakan cara-cara konvensional dengan mengikuti selera konsumen, di 2010 akan difokuskan melalui strategi new web marketing. Menurutnya inti dari bentuk promo tadi adalah after sale low budget, tapi high sale. Itulah kenapa Harru Motor berani mamtok target hingga besaran 8.000 unit dalam satu tahun. “Nantinya, kita akan menggunakan mengkolaborasikan sistem canvashing, unit test drive, dan SPG. Dalam sebulan ditargetkan mampu melingkupi 8 titik hingga ke tingkat RT dan RW,” kata Sean Prayogi didam-

gungjawabkan. Ini yang membuat kami dipercaya,” ujar dia. Erlangga menegaskan, usahanya siap melakukan desain dan percetakan apapun asal berbahan baku kertas. Dia bisa mengerjakan semuanya dari mulai yang sederhana seperti nota hingga cetakan hard cover. Karenanya, tidak ada salahnya jika mulai sekarang anda mempercayakan segala macam jenis alat tulis kantor (ATK) maupun beragam cetakan ke Teguh Gemilang di Jl AR Hakim 227. Apalagi saat ini ada diskon variatif dari 5 hingga 10 persen. (zuhlifar arrisandy)

pingi asisten promosi lainnya Yusuf Maulana. Di 2010 ini, ungkap Sean, Harry Motor akan lebih mengedepankan pemasaran Yamaha Vega ZR dan New Jupiter Z. “Maksudnya saat musim matic digeber penjualannya tipe matic. Tapi semua tipe akan disamaratakan,” paparnya. Perubahan strategi pemasaran, tambah Yusuf, dilakukan pula dengan merubah image Yamaha Selalu di Depan. Antara lain dengan menyisipkan Touching Your Heart dengan mengedepankan sisi-sisi non teknis pelanggan. “Kita sudah punya data base konsumen. Misalnya ada konsumen yang ulang tahun, akan kita beri hadiah kejutan berupa kue tart, souvenir dan lainnya,” timpal Yusuf. Sedangkan untuk programprogram after sale yang sudah permanen seperti service gratis tetap akan dilaksanakan. Misalnya di Harry Motor Jatibarang pada tanggal 15 dan di Ketanggungan pada tanggal 28 tiap bulannya. (zul)

ZUHLIFAR ARRISANDY/RATEG

DIGEBER – Penjualan Yamaha Vega ZR menjadi fokus utama Harry Motor Brebes sebagai tipe moter low end.

HPP Naik, Tak Picu Inflasi

Persaingan Sehat, Telkom Leading

JAKARTA - Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap gabah dan beras sebesar 10 persen dinilai tidak akan memicu inflasi. Sebab, HPP yang dipakai antara petani dengan Perum Bulog sudah di atas HPP. Ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Kantor BPS, Jakarta, Senin (4/1). “HPP harga yang terjadi antara petani dengan Bulog sudah di atas HPP. Jadi dinaikkan bukan berarti menyebabkan inflasi, karena sudah naik,” jelas Rusman. Rusman menambahkan, inflasi akan terjadi tergantung faktor psikologis petani. Namun, Rusman mengharapkan kenaikan HPP ini bisa memperbaiki tingkat kesejahteraan petani. ”Saya mengharapkan kenaikan HPP ini akan memberikan efek kesejahteraan petani,” ujar Rusman. Sebelumnya, Pemerintah telah menaikkan HPP untuk gabah dan beras per 1 Januari 2009. Ini diungkapkan Menteri Pertanian Suswono dalam Konferensi Pers di Kantor Menko Perekonomian Jl Lapangan Banteng Jakarta, 31 Desember

SEMARANG - Menyusul pencapaian kinerja keuangan yang cukup mengesankan pada triwulan ketiga tahun 2009, di 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) telah menetapkan serangkaian target yang sangat menantang di bidang pemasaran dan pelayanan. Kecuali layanan telepon kabel (fixed wireline), layananlayanan unggulan lain seperti fixed wireless (Flexi) dan broadband access (Speedy) diproyeksikan tumbuh pada kisaran angka yang cukup tinggi. Manager Komunikasi Telkom Divre IV Jateng dan DIY Sudjatmiko mengatakan, proyeksi pencapaian kinerja operasional 2009 yang cukup mengesankan tak lepas dari pertimbangan atas kemampuan internal Telkom yang sesungguhnya. Sebagaimana pencapaian 2009, bisnis legacy seperti layanan telepon kabel, fixed wireless (Flexi) dan seluler, diakui Sudjatmiko, masih akan tetap memberikan kontribusi berarti pada pendapatan kotor Telkom (unconsolidated) di 2010 mendatang. Hanya saja, lanjutnya, tren pertumbuhan pendapatan dari bisnis new wave diperki-

CMYK

DOK./RATEG

STABIL – Kendati HPP beras sudah dinaikkan per 1 Januari lalu, inflasi diperkirakan akan stagnan.

tahun lalu. Menurut Suswono, melalui Inpres No. 7/2009, untuk menjaga keuntungan usaha tanam padi pemerintah akan menaikkan HPP untuk gabah

dan beras. Kenaikan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2010. ”Tiap jenis gabah dan beras akan di naikkan sebesar 10 persen,” ujar Suswono. (dtc/zul)

rakan akan terus berlanjut. FLEXI DAN SPEEDY Layanan Flexi yang pada 2009 lalu, diestimasi mencapai 15,7 juta satuan sambungan (SS) pelanggan dengan market share 56 persen. Capaian itu diproyeksikan tumbuh menjadi sekitar 17,2 atau 17,5 juta juta SS pada akhir 2010 dengan penambahan bersih (net add) 1,5-1,8 juta SS. Untuk mencapai target tersebut, ujar Sudjatmiko, Telkom akan berusaha melakukan penambahan alat produksi dengan memperhitungkan ketepatan waktu pengiriman, kualitas, kuantitas dan jangkauan (coverage). Bila proyeksi ini terwujud, pangsa pasar Flexi akan menjadi sekitar 57 persen. Untuk broadband Speedy yang pada posisi akhir 2009 diestimasi mencapai 1,1 juta SS, di akhir 2010 diproyeksikan bertambah 600 hingga 700 ribu SS menjadi antara 1,7 hingga 1,8 juta SS. Proyeksi yang cukup menantang ini, menurut Sudjatmiko, tentunya selain menuntut pengerahan dukungan ketersediaan dan kualitas alat produksi yang optimal, juga mensyaratkan promosi yang gencar dan tepat sasaran. TELEPON KABEL

DOKA.RATEG

Sudjatmiko

Berbeda dengan proyeksi layanan broadband Speedy dan Flexi, layanan telepon kabel (wireline) di tahun 2010 diproyeksikan tak akan mengalami pertumbuhan (flat) dari proyeksi 2009 yaitu tetap di angka 8,7 SST. “Meskipun saat ini telah terjadi perubahan gaya hidup, di mana masyarakat semakin mobile, pada posisi Triwulan III 2009 layanan fixed line masih memperlihatkan pertumbuhan 1,4 persen dibandingkan perio-

de yang sama tahun sebelumnya,“ jelas Sudjatmiko. SELULER Di segmen selular, Telkomsel masih kokoh di posisinya sebagai market leader. Pada posisi Triwulan III 2009, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai hampir 80 juta atau tumbuh sebesar 32 persen jumlah pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Seperti halnya Flexi, pertumbuhan Telkomsel antara lain dipacu oleh luasnya jangkauan (coverage) BTS yang pada posisi Triwulan III 2009 mencapai 29.781 BTS, atau bertambah 19 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2008. Penguasaan pasar oleh Telkomsel pada tahun 2009 diproyeksikan cukup mengesankan, yakni menguasai 52 persen pangsa pasar. “Di tengah serbuan operator baru, kinerja Telkomsel cukup meyakinkan,” ujar Sudjatmiko. Dia yakin di tahun 2010 Telkomsel akan bertambah sekitar 15-17 juta pelanggan dari estimasi 83 juta di akhir 2009 menjadi 98-100 juta pelanggan. Dengan demikian market share seluler juga diproyeksikan meningkat menjadi 53 persen. (zul)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SELASA, 5 JANUARI 2010

BALANENYONG Tekuni Usaha dengan Lapang Dada KEMAUAN keras meraih pangsa pasar tetap di bidang usaha percetakan dan penyablonan kecil-kecilan atau rumahan sangat diperlu k a n p e l a k u u s a ha tersebut, agar bisa bertahan di tengah pesaingan seperti sekarang ini. Pasalnya, bergelut di bidang percetakan butuh semangat tinggi dalam menjalin relasi di semua tingkatan, guna mempengaruhi ketidakpastian permintaan DOK.RATEG pasar yang cendeSamsul Ma’arif rung masih mencari jatidiri dalam hal kejelasan harga. Terlebih saat ini bantig-bantingan harga antar pelaku usaha percetakan dari mulai yang besar hingga emperan sering terjadi di semua wilayah, termasuk di Kabupaten Tegal. Akibatnya, bukan untung diperoleh tetapi kerugian yang didapat. Kenyataan pasar seperti inilah yang harus diantisipasi melalui kemauan untuk menjalin kemitraan dari segala sektor. “Usaha percetakan hingga kini masih susah diprediksi, tapi prospek masih sangat besar,” papar H Samsul Ma’arif, anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi

Ribuan Siswa dan Guru Swasta Demo Rumdin Ketua Dewan Disweeping RIBUAN guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, Senin (4/1) kemarin, kembali menggelar aksi unjuk rasa dan long march (jalan kaki) mulai jalan raya A Yani Slawi, tepatnya depan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) menuju halaman DPRD Kabupaten Tegal. Aksi demonstrasi besar-besaran yang juga melibatkan siswa dari mulai TK hingga SLTA itu, sempat memacetkan jalan raya utama Tegal-Purwokerto. Sejak pukul 09.00 WIB, mereka secara bergelombang mulai be-

rkumpul di Jalan A Yani Slawi. Di jalan raya tersebut, mereka menggelar aksinya. Berbagai spanduk, poster dan ragam tulisan lainnya dibentangkan untuk mengekspresikan keinginan mereka. Dalam orasinya, mereka menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya meminta penghapusan perlakuan diskriminasi terhadap guru swasta, revisi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan menyengsarakan guru swasta, serta menuntut pembuatan Peraturan Daerah (Perda) honorarium guru swasta sesegera mungkin. Usai melakukan orasi di jalan A Yani, ribuan massa pendemo

AGUS WIBOWO/ RADAR SLAWI

ORASI - Ketua Forgusta Kabupaten Tegal, Fatah Yasin sedang melakukan orasi di hadapan pendemo terkait tuntutannya.

melanjutkan aksi long march melalui jalan protokol Kabupaten Tegal. Aksi long march diawali dengan aksi teatrikal para siswa SMK NU Wahid Hasyim. Dalam aksi teatrikal itu, para siswa tampak mengusung keranda yang diselimuti dengan kertas bertuliskan tuntutan para guru swasta. Selain keranda, sejumlah pemain teatrikal juga nampak diseret menggunakan tali. Kesemua itu sebagai gambaran keprihatinan terhadap nasib para guru swasta. Dari depan kantor Dikpora, massa berjalan kaki menuju ke arah Selatan hingga perempatan Slawi Pos Slawi. Dari perempatyan Slawi Pos Slawi, massa terus bergerak ke arah kantor Pemda Kabupaten ke hal 9 kol 1

Dewan akan Perjuangkan Tuntutan Forgusta

ke hal 9 kol 5

SLAWI - Keinginan Forgusta Kabupaten Tegal yang meminta agar tunjangan tetap dinaikan mendapat perhatian tersendiri dari DPRD Kabupaten Brebes. Wakil Ketua DPRD Muaris, Senin (4/1) di ruang Ketua DPRD mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan tuntutan Forgusta tersebut. Sebab, kini pihaknya sudah berusaha untuk membantu para guru swasta yang ada di Kabupaten Tegal. Seperti yang dilakukan oleh DPRD sebelumnya, studi banding yang dilakukan ke Kabupaten Brebes dan Pemalang juga dalam rangka menghimpun informasi dan membandingkan untuk membuat kebijakan agar tidak merugikan guru swasta.

KIYEH LIKUH

ke hal 9 kol 1

YANVERA/RADAR SLAWI

LAYANI PEMBELI - Yuli pelayanan kantin rahayu terlihat keteteran melayani permintaan ratusan pembeli.

Pengunjuk Rasa Serbu Kantin Pemkab SERING KALI adanya aksi unjuk rasa damai, yang dilakukan oleh sejumlah kalangan dari berbagai macam organisasi masyarakat maupun profesi ke pemkab, ternyata disambut gembira para pemilik kantin yang berada di lingkungan komplek kantor pemkab. Pasalnya, aksi unjuk rasa damai tersebut dianggap berkah tersendiri dalam hal mencari rezeki dadakan. Sebab, semua barang dagangan para pemilik kantin biasanya ludes terjual semua diborong oleh para demontrans, mulai dari makan dan minuman ringan hingga rokok bungkusan. Seperti dirasakan Yu Kas (40) salah satu pengelola kantin Rahayu ini, terlihat sumringah saat mendengar ada aksi unjuk rasa di depan halaman kantor DPRD, yang diikuti ribuan pelajar dan guru swasta se-Kabupaten Tegal. Menurutnya, harapan akan mendapat untung besar dari berjualan makan dan minuman bisa ke hal 9 kol 1

KRIMINAL Lagi Nunggu ‘Pasien’, Bandar Sabu Digulung TALANG - Jajaran unit Narkoba Polres Tegal, kembali berhasil menggulung penjual narkotika jenis sabu-sabu. Kali ini, pelakunya adalah warga Jalan Panggung Timur Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, diantaranya Erwin Irawan (36) dan Susa bdo (35). Bandar sabu-sabu ini digulung oleh petugas saat sedang menunggu ‘pasien’ di depan pasar Pesayangan Talang, pada MingDOK.RATEG gu (3/1) pagi keAKP Rudi Wihartana marin. Sedangkan dari tangan tersangka, polisi hanya bisa mendapatkan barang bukti (BB) sabu-sabu sebanyak setengah gram saja. Informasi yang dihimpun Radar, menyebutkan penangkapan bandar sabu asal Kota Tegal ini, diketahui setelah petugas unit Narkoba Polres Tegal mendapatkan adanya kabar kalau d depan Pasar Pesayangan Talang akan ada transaksi penjualan narkoba jenis sabu-sabu pada Minggu (3/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Dari informasi tersebut, polisi pun bergegas menuju lokasi, sambil langsung memantau aktifitas pasar yang pagi itu tengah ramai. Dari hasil pantauan, ternyata ada dua orang yang dicurigai gerakgeriknya. Sementara, saat pelaku hendak melakukan transaksi, polisi pun segera menggulung keduanya. Termasuk, BB sabu sebanyak setengah gram yang hendak dijualnya. ‘’Kasus narkoba ini, masih kami kembangkan lebihlanjut. Sebab, selain dua tersangka bandar ke hal 9 kol 5

CMYK

ARIE NUR/RADAR SLAWI

ANIMO - Tingginya animo warga terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Balapulang nampak jelas terlihat dari antrean pasien yang terjadi setiap harinya.

Status Puskesmas Balapulang Layak Ditingkatkan

JADI RSU TIPE D STATUS Puskesmas Balapulang sudah selayaknya ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Type D. Hal ini jika menilik ketersediaan peralatan dan bangunan yang dinilai cukup memenuhi syarat. Apalagi jika melihat tingginya animo warga yang memeriksakan kesehatan mereka di Puskesmas Balapulang. Menurut Kepala Puskesmas Balapulang, dr Judy Wahjono, sebagian besar persyaratan untuk peningkatan status menjadi RSU Type D, hampir terpenuhi. Diantaranya, luas lahan yang dimiliki, jumlah tempat tidur pasien, dan prosentase pasien rawat inap yang ada. ‘’Untuk lahan, kita telah memiliki sekitar 2.000 m2, sementara yang disyaratkan minimal seluas 3.000 m2. Sedang untuk ranjang pasien, syaratnya minimal 50 dan saat ini kita memiliki 40 ranjang. Sementara untuk prosentase, kita sudah memenuhi syarat karena rata-rata mencapai 80 persen untuk setiap tempat tidur pasien,’’ terang dr Judy.

Terkait dengan animo warga dalam memeriksdakan kesehatan mereka di Puskesmas Balapulang, menurut dr

Judy, sudah sangat tinggi. Bahkan, seringkali Puskesmas Balapulang menolak pasien karena keterbatasan ruangan yang tersedia atau terpaksa menempatkan pasien di loronglorong Puskesmas Balapulang. ‘’Ini mungkin karena jangkauan pelayanan kami yang cukup luas. Diantaranya Bumijawa, Pagerbarang, bahkan sampai Kabupaten Brebes diantaranya Tonjong, Sirampog, dan Larangan,’’ terang dr Judy.

Peningkatan status Puskesmas Balapulang menjadi RSu type D, menurut dr Judy, dapat menjadi alternatif dalam membagi pasien yang selama ini menumpuk di RSUD Dr Soesilo Slawi. Sehingga dengan peningkatan status tersebut, diharapkan sebagian pasien dapat dilayani di Balapulang. ‘’Kami memandang perlunya membagi pasien agar tidak menumpuk di RSU Slawi. Sehingga langkah ini dapat mengurangi beban yang harus ditanggung oleh RSU Slawi. Khusus untuk pelayanan spesialis, kita bisa saja pinjam dari RSU Slawi karena toh jaraknya tidak terlalu jauh,’’ kata dr Judy. Dr Judy berharap, rencana peningkatan status Puskesmas menjadi RSU type D itu dapat segera diwujudkan. Hal ini demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga, khususnya yang tinggal di wilayah Kabupaten Tegal bagian Selatan. ‘’Upaya ini sebetulnya bisa terke hal 9 kol 5

AGUS WIBOWO/RATEG

BARANG BUKTI - Salah seorang anggota Reskrim Polres Tegal menunjukan BB sepeda motor Honda Mega Pro yang digunakan untuk menjambret, dan diketahui motor tersebut juga diduga hasil kejahatan.

Dua Pejambret Kawakan Pantura Dibekuk Sudah Berhasil di 11 TKP WARUREJA - Dua pejambret kawakan yang selama ini meresahkan pengguna jalan pantura, mulai dari Jalan Raya Kramat hingga Warureja Kabupaten Tegal, diantaranya Feri Romansyah (22) dan Sukron (26), keduanya warga Dukuh Wanagopa Desa Kreman Kecamatan Warureja, kini tak bisa berkutik lagi. Pasalnya, pejambret ke hal 9 kol 5

Di Balik Demo Ribuan Siswa dan Guru Swasta Kabupaten Tegal

Jalur Tegal-Purwokerto Macet, Angkutan Merasa Dirugikan Aksi demo yang dilakukan ribuan guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, Senin (4/1) kemarin membuat macet jalur lalu lintas Tegal-Purwokerto. Benarkah? LAPORAN : HARVIYANTO UNJUK rasa dan long march (jalan kaki) dari Jalan Raya A Yani Slawi, tepatnya depan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora), menuju halaman DPRD Kabupaten Tegal dan melibatkan siswa dari mulai TK hingga SLTA itu, memacetkan jalan raya utama Tegal-Purwokerto. Kendaraan yang melintas terpaksa harus berjalan merayap untuk menghindari ke-

padatan pendemo yang tumpah ke jalan sekitar pukul 10.00 WIB. Meski telah dilakukan pengaturan kendaraan oleh jajaran Satlantas Polres Tegal, namun akibat banyaknya orang yang terlibat dalam aksi long march tersebut, kemacetan tetap terjadi. Seperti yang terjadi di ruas Jalan M Yamin, banyaknya kendaraan besar yang melintas di jalan tersebut membuat beberapa kendaraan lain tidak bisa melintas. Mereka terpaksa harus menunggu aksi tersebut selesai melintas di jalur tersebut. Di lokasi ini, terlihat beberapa petugas Polres Tegal mengatur di sekitar perempatan. Mereka dengan tegas mengatur beberapa kendaraan yang akan menerobos untuk bisa lepas dari kemacetan. Kemacetan juga terjadi di perempatan Slawi Pos. Banyaknya peserta demo yang hendak menuju kantor ke hal 9 kol 5

HARVIYANTO/RATEG

MACET - Beberapa kendaraan terjebak macet di jalan M Yamin akibat adanya aksi long march yang dilakukan oleh Forgusta.


PEMALANG

4

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

KEAGAMAAN

Harapkan Pilkadus Langsung

Kehormatan NU Harus Dijaga PEMALANG – Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar, hendaknya dapat memposisikan diri dengan tepat dalam masalah politik. Termasuk Pilkada di Kabupaten Pemalang yang sebentar lagi bakal digelar. Sejumlah nama bakal calon bupati dan wakil bupati pun sudah bermunculan. Karenanya, NU harus bisa dijaga dengan baik, bukan menyeret-nyeret organisasi itu untuk masuk dalam politik praktis. Demikian dikatakan Ketua DPC PPP Kabupaten Pemalang Muntoha SH DOK RADAR PEMALANG MHum, terkait sikap politik NU ke depan. Muntoha SH Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan, NU bukan organisasi partai politik, melainkan organisasi masa milik orang banyak yang harus bisa dijaga kehormatanya. Muntoha yang juga wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang mengaku sangat prihatin ketika mendengar pernyataan NU yang masuk dalam ranah politik. Apalagi jika pernyataannya itu dinilainya tidak bisa menempatkan diri. “Rasa-rasanya ada keinginan NU akan dijadikan sebagai kendaraan politik dalam pilkada,”katanya. Menurut Muntoha keingginan masyarakat Pemalang agar lembaga NU semakin besar, semestinya sebagai pimpinan umat NU di Pemalang harus bisa menjalankan amanahnya dengan baik, dan NU mestinya juga harus dikembalikan ke khittahnya. (mg1)

PEMBANGUNAN

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BANGUN MAKAM - Warga Desa Jebed Utara membangun dua buah makam di depan balai desanya.

SUMITRO/RADAR PEMALANG

SYUKURAN – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan rekanan serta masyarakat setempat menggelar syukuran atas selesainya pembangunan jembatan Kemuning.

Jembatan Rp 3,2 Miliar Segera Diresmikan AMPELGADING - Harapan sebagian besar masyarakat di Kecamatan Ampelgading dan Bodeh untuk segera memiliki jembatan akhirnya terwujud. Hal ini sejalan dengan selesainya pembangunan Jembatan Kemuning pada akhir tahun 2009 lalu. Rencananya, peresmian jembatan yang anggarannya dari Alokasi Dana Umum (DAU) senilai Rp 3,2 miliar ini akan diresmikan langsung oleh Bupati Pemalang HM Machroes SH, pada 24 Januari 2010 mendatang. “Dengan selesainya Jembatan Kemuning, diharapkan ke depan perekonomian masyarakat dari Kecamatan Bodeh dan Ampelgading bisa berkembang,” ujar Kabid Bina Marga DPU Kabupaten Pemalang Ir M Arifin MSi di sela-sela syukuran selesainya pembangunan Jembatan Kemuning Senin (4/1) kemarin. Dikatakan, proses pembangunan Jembatan Kemuning itu melalui proses yang cukup panjang. Karena sejak dibangunnya tiang pancang atau pilar dan pondasi tahun 2004 lalu, pembangunannya baru selesai akhir tahun 2009. Sementara itu, kepentingan masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut selama pembangunan dialihkan ke jembatan darurat yang dibangun di sisi sebelah utara. Yakni jembatan darurat yang dibangun dengan bekas lori milik PG Sragi yang ditumpuki dengan pohon kelas, papan kayu, dan tanah. Masyarakat lanjutnya, yang hendak melintas diharuskan mengantri dari masing-masing sisi jembatan secara bergantian. Karena jembatan darurat hanya bisa dilalui satu mobil. Mengenai harapan sebagian masyarakat yang mengharapkan agar jembatan tersebut segera dibuka, pihaknya akan berusaha menyampaikannya ke Pemkab Pemalang. Apakah bisa segera dibuka atau menunggu peresmian jembatan yang menurut rencana akan dibuka pada 24 Januari 2010 mendatang, atau bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pemalang ke-435. (mg6)

mesra saat diambil gambarnya oleh fotografer. Meski sambil tersenyum malu, pasangan nikah missal ini tetap berupaya tampil mesra di depan kamera. Menurut Puji Hamdani pasangan nikah tertua adalah Tubi yang sudah berumur 84 tahun dan isterinya adalah Darsini dengan usia 79 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Pemalang. Sepasang pengantin ini saat ditemui mengungkapkan kebahagiaannya bisa menikah secara resmi dan gratis. “Saya sudah punya sepuluh cucu dan sembilan anak,” aku dia saat diwawancara wartawan. Pasangan pengantin ini selain mendapatkan akte nikah, juga mendapat bingkisan dari Kandepag. Pengantin laki-laki diberikan uang untuk memahari isterinya sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan pasangan pengantin nikah massal termuda adalah Solihin (29) dan Suharti(27) dari Watukumpul. Pasangan-pasangan nikah

“Kami sudah trauma dan sakit hati dengan Kadus III sebelumnya, karena kami disakiti terus-menerus,” terangnya. Kadus III sebelumnya yakni Tasuri lanjut dia, memang di Dukuh Kaliwuluh dikenal sebagai sosok kadus yang sombong dan tidak mau bergaul dengan warga sebagaimana biasanya. Tahu-tahunya, ada bantuan benih yang seharusnya dibagikan ke warga malah ditilep habis. Sementara itu Kades Jraganan Kardiyanto ketika dikonfirmasi mengenai keinginan warga tersebut Senin (4/1) kemarin mengatakan pada dasarnya pemerintah desa mendukung sepenuhnya keinginan warga tersebut. Namun begitu pada prosesnya, pihaknya akan berkonsultasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas KB) Kab Pemalang. “Pada dasarnya kami mendukung, tapi pada prosesnya kami akan konsultasi dulu apakah keinginan warga Dukuh Kaliwuluh bisa dilaksanakan atau tidak,” terang Kardiyanto. Dengan adanya keinginan warga itu lanjutnya, pihaknya sifatnya hanya menampung. Karena sesuai dengan peraturan perundangundangan yang baru. (mg6)

Warga Bangun Makam Tiga Desa Terima Bantuan Sapi di Depan Balai Desa Kisruh Jebed Utara PEMALANG - Warga yang menuntut mundur Kades Jebed Utara Gigih Wahyu SP kembali membuat ulah. Mereka membangun dua buah makam di depan balai desanya sebagai simbol atas tuntutannya itu. Makam yang dibangun sejak Kamis (31/12) itu hingga Senin kemarin masih ada bahkan di atasnya ditaburi bunga layaknya makam sesunggguhnya. Sementara perwakilan mereka mendatangi Kantor Bupati Pemalang dan ditemui Asisten Tata Praja Drs HMA Puntodewo MSi. Di Balai Desa Jebed Utara sejumlah warga masih bergerobol menjaga balai desanya. Meski sudah tidak bersegel namun pintu balai desa dalam keadaan tertutup. Sementara pelayanan terhadap masyarakat beralih ke rumah salah satu warga di depan balai desa. Salah satu warga berujar pembangunan dua makam itu sebagai simbol untuk menagih janji penye-

lesaian kasus kadesnya. Lalu dua makam tersebut simbol dari makam siapa? Warga secara koor mengatakan bahwa kedua makam tersebut sebagai simbol dari yang rumangsa (merasa-red). Selain dibangun dua makam lengkap dengan sepasang nisan juga bertabur aneka bunga layaknya makam orang mati sesungguhnya. Aroma wangi pun bertebar di sekitar balai desa yang bersumber dari makam tersebut. Selain dibangun makam di depan balai desa, juga digeletakkan beberapa drum aspal di halaman balai desa. Perwakilan warga kemarin mendatangi Kantor Bupati Pemalang. Mereka bertemu dengan Asisten Tata Praja Drs HMA Puntodewo di ruangannya. Dari pembicaraan mereka terungkap topik yang sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, baik saat di Kantor Satpol PP maupun di Inspektorat Kabupaten Pemalang. Hingga berita ini dirilis rapat di ruang asisten itu masih berlangsung.

Kisruh di Desa Jebed Utara yang terungkap ke permukaan sejak Mei 2009 ini hingga kemarin belum berakhir. Diawali dengan demo dengan menggandeng LSM dan menuntut mundur kades tidak berhasil. Demo kedua pun dilanjutkan sampai pada kegiatan-kegiatan seperti melakukan penyegelan kantor pemerintah desa dengan menutup pintu menggunakan palang kayu dan drum-drum aspal. Pemerintah kemudian membongkar segel tersebut namun ditutup kembali oleh sebagian warga yang menuntut kadesnya mundur itu. Terakhir kali balai desa disegel dengan membentangkan kain mori yang bertuliskan katakata hujatan dan ketidakpuasan terhadap penanganan masalah di Desa Jebed Utara. Terhadap ulah ini pemerintah kembali melakukan pembongkaran. Dan Kamis kemarin aksi menuntut mundur Kades kembali dilakukan dengan membangun dua buah makam tersebut serta memasang kain di atasnya bertulis sindiran bagi kades. (ali)

Nikah Massal, Meski Uzur Tetap Mesra KANTOR Departemen Agama(Depag) Kabupaten Pemalang Senin (4/1) kemarin menjadi meriah. Tak hanya luapan kegembiraan PNS-nya yang merayakan Hari Amal Bhakti ke-64 instansi tersebut. Namun juga luapan kegembiraan bagi 72 orang yang melangsungkan nikah massal di kantor tersebut. Seperti pengantin pada umumnya, mereka juga berdandan laksana raja sehari, dengan busana pengantin khas Jawa. Sementara sebagian lagi menggunakan kombinasi Jawa-Muslimah. Nikah massal ini juga dilengkapi dengan acara walimatul arusy dan acara foto bersama sepasang demi sepasang. Panitia pun sibuk mengatur mereka untuk bisa berpose. Apalagi untuk pasangan nikah yang sudah berusia uzur, mereka kesulitan untuk naik ke panggung raja sehari yang berhias bunga-bunga, lengkap dengan kursi pelaminannya. Meski uzur, mereka tetap

BODEH - Warga Dukuh Kaliwuluh Desa Jraganan Kecamatan Bodeh mengharapkan pemerintah desa setempat sesegera mungkin mengagendakan pemilihan Kadus III, paling lambat Februari 2010 mendatang. Yakni dengan menggunakan sistem pemilihan langsung (kodrah), bukan dengan sistem pengangkatan dan pemilihan kadus menggunakan test. Mereka mengharapkan pemerintah desa setempat proaktif dengan keinginan sebagian besar warga di Dukuh Kaliwuluh tersebut. “Ke depan kami tidak mau mempunyai Kadus yang tidak memiliki moral, karenanya kami mengusulkan salah satu nama untuk mengisi kekosongan Kadus III,”ujar salah satu warga Dukuh Kaliwuluh Casmuri kepada Radar Senin (4/1) kemarin. Menurutnya, keinginan warga untuk memiliki kadus yang bermoral dan mempunyai tanggung jawab serta tidak suka menyalahgunakan wewenang adalah final. Karenanya sebagian besar warga mengharapkan agar pemilihan kadus nantinya digelar dengan menggunakan sistem pemilihan langsung. Adapun nama yang diajukan warga adalah Kasnawi yang juga tokoh pemuda desa setempat.

ini tidak hanya berdandan laksana raja sehari dan berpose di depan kamera yang disediakan panitia, namun juga disuguhi hiburan. Tidak tanggung-tanggung, kelompok musik gambus Masjid Agung Pemalang ikut memeriahkan hajat tersebut. Kepala Kandepag Drs H Masduki MSi didampingi Kasubag TU Drs Puji Hamdani mengemukakan nikah massal yang digelar jajarannya adalah sebagai salah satu rangkaian kegiatan memeringati HAB Depag ke-64. “Pesertanya ada 72 orang yang berarti ada 31 pasang pengantin dengan beragam usia dan latar belakang ekonomi, mereka sebelumnya adalah pasangan pra nikah atau sudah nikah siri sebagian lagi mengaku menikah tapi tidak punya akta nikah,” jelasnya. Peringatan HAB Depag ini selain dimeriahkan dengan acara nikah massal juga dirangkai dengan berbagai kegiatan lainnya. Di antaranya adalah bhakti sosial, lomba bulu

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MESRA - Salah satu pasangan nikah massal yang digelar Depag saat peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-64.

tangkis, sepakbola jalan sehat, lomba mapel PAI, lomba tumpeng, upacara, pemberian beasiswa, ziarah ke taman makam pahlawan dan tasyakuran.

Kegiatan lomba dan olahraga serta bhakti sosial dilakukan di madrasah dan kantor-kantor lingkungan Depag Kabupaten Pemalang. (ali basarah)

PEMALANG - Tiga desa dalam waktu dekat akan menerima bantuan sapi senilai rtusan juta rupiah. Senin(4/1) kemarin Dinas Pertanian dan Kehutanan melalui Bidang Peternakan menggelar rapat untuk menhadapi bantuan tersebut. Selain menerima bantuan sapi, sejumlah desa lainnya juga akan menerima bantuan di bidang peternakan seperti ternak kambing dan itik senilai ratusan dan puluhan juta rupiah. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan(Distanhut) Tri Setyawati SIP MSi didampingi Kabid Peternakan Ir Johar Arifin membenarkan adanya rencana bantuan ternak sapi dari pemerintah pusat tersebut. “Untuk bantuan sapi masingmasing kelompok akan menerima bantuan senilai Rp 330 juta,” kata dia. Bantuan ini akan diterima kelompok tani ternak di Desa Belik, Kecamata Belik, Desa Karangmoncol Kecamatan Randudongkal dan Desa Sumurkidang Kecamatan Bantarbolang. Sapi-sapi ini akan dikelola sebagai sapi perkembangbiakan dengan sistem bagi hasil sesuai peraturan Gubernur Jawa Tengah. Ada kurun waktu tertentu dalam pengelolaan termasuk di antaranya adalah kuantitas peranakannya. Kalau sudah

memenuhi syarat sesuai peraturan tersebut, kelompok tani ternak bisa menjual sapi tersebut dan hasilnya dibagi dengan pemerintah sebagai pemasukan bagi pendapatan asli daerah. Namun demikian diberikan kewenangan agar sapi tersebut dibeli sendiri oleh kelompok tani dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Selain menyiapkan diri untuk menerima bantuan ternak sapi, sejumlah desa menurut Kabid Peternakan juga menerima bantuan. Seperti bantuan domba senilai Rp 125 juta dan bantuan kambing senilai Rp 125 juta pula. Bantuan itu diterimakan ke Desa Pedurungan dan Sitemu Kecamatan Taman. Sedangkan untuk bantuan itik diberikan kepada Kelompok Tani Ternak Itik Desa Sitemu senilai Rp 80 juta. Sebelumnya Kepala Desa Sitemu Suyuti SH kepada Radar mengemukakan adanya bantuan yang dikucurkan pemerintah ke desanya. “Kelompok tani ternak itik menerima bantuan Rp 80 juta,” kata dia yang memimpin desa hingga meraih juara nasional di bidang budidaya ternak itik pada tahun 2003-an. Desa ini selain berprestasi di tingkat nasional juga sudah lama dik e n al sebagai desa sentra peternakan itik sejak lama. (ali)


KABUPATEN TEGAL

8

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

SKPD Dinilai Lakukan Upaya Pembodohan Komisi-Komisi Tolak Bahas RKA SKPD SEJUMLAH Komisi DPRD Kabupaten Tegal secara tegas menolak pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penolakan ini terutama dilakukan terhadap sejumlah SKPD yang terlambat dalam mengajukan RKA kepada komisi masing-masing. Hal ini seperti yang dilakukan Komisi IV DPRD, yang menolak membahas RKA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Tegal, Senin (4/1) kemarin. Penolakan itu terjadi karena Dinas Dikpora belum menyerahkan draf RKA, sesuai jadwal yang ditentukan. ‘’Hari ini (Senin, Red) memang ada jadwal pembahasan RKA Dinas Dikpora, tapi karena kami belum menerima maka pembahasannya kami batalkan,’’ terang Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin. Sementara itu, kondisi yang sama juga dijumpai di Komisi III DPRD Kabupaten Tegal. Secara tegas komisi III DPRD Kabupaten Tegal menolak melakukan pembahasan terhadap semua RKA yang diajukan oleh 3 SKPD, yang pembidangannya pada komisi III. Ketiga SKPD yang diotolak pengajuan

pembahasan RKA pada komisi III itu terdiri dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Badan Lingkungan Hidup (BLH), serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Berbeda dengan penolakan pada komisi IV, di komisi III penolakan terjadi karena belum adanya kesepahaman dalam penentuan antara anggaran Tunjangan Peningkatan Penghasilan (TPP) atau yang lebih sering disebut dengan tunjangan operasional, dengan Biaya Operasional Program (BOP). ‘’Kami menolak semua pembahasan RKA SKPD, karena belum adanya kesepahaman dalam penganggaran TPP dan BOP di tingkat Badan Anggaran (Banang) DPRD. Kami takut nantinya terjadi double anggaran,’’ terang Wakil Ketua Komisi III DPRD, Yuswan Maulana. Dijelaskan Yuswan Maulana, dalam draf anggaran 2010, terdapat usulan pemberian TPP sebesar lebih kurang Rp 18 Miliar. Padahal penganggaran operasional pegawai juga tercantum dalam BOP, seperti halnya pemberian honorarium panitia kegiatan, pengadaan alat tulis kantor (ATK) kegiatan, serta pengadaan alat-alat penunjang kegiatan. ‘’Kalau TPP memang keluar, mestinya BOP bisa dihilangkan. Kami akan tetap menolak pembahasan RKA SKPD sampai

ada kesepakatan di tingkat Banang,’’ tegasnya. Anggota Komisi II DPRD, Mursidik, mengungkapkan, penolakan pembahasan terhadap RKA SKPD yang terlambat dalam penyerahannya itu juga sudah menjadi kesepakatan internal Komisi II. Ditegaskannya, Komisi II DPRD akan menunda pembahasan RKA SKPD yang terlambat diserahkan kepada komisi II. ‘’Kami jelas berpatokan pada surat edaran pimpinan DPRD. Kami juga sudah sepakat untuk menunda pembahasan RKA SKPD yang terlambat. Bagaimana bisa dibahas kalau bahan RKA-nya belum kami pelajari dulu,’’ ujarnya. PEMBODOHAN Keterlambatan penyerahan RKA dinilai sejumlah kalangan DPRD sebagai wujud ketidak seriusan SKPD dalam pembahasan RKA. Hal ini seperti diungkapkan anggota Komisi I DPRD, Ahmad Fatihudin. Padahal, menurutnya, jika mengacu pada surat edaran pimpinan DPRD disebutkan secara jelas bahwa SKPD diharuskan menyerahkan RKA paling lambat 2 hari sebelum pembahasan di tingkat komisi. Namun yang terjadi di Komisi I, lanjutnya, hingga jadwal pembahasan yang ditentukan, Senin (4/1) kemarin, belum semua SKPD menyerahkan. Diantara 7 SKPD

yang dibidangi Komisi I, hanya 3 SKPD yang telah menyerahkan sebelum jadwal pembahasan. ‘’Ini merupakan indikator ketidakseriusan SKPD untuk bersama-sama membahas anggaran. Untuk itu, Komisi perlu memboikot terhadap SKPDSKPD tersebut (yang terlambat menyerahkan RKA - red),’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin, justru menilai sikap SKPD yang terlambat dalam penyerahan RKA tersebut sebagai upaya pembodohan terhadap lembaga DPRD. Pasalnya, dia mengindikasikan bahwa keterlambatan penyerahan SKPD tersebut sebagai hal yang disengaja. ‘’Penyerahan RKA sepertinya sengaja dilakukan terlambat, ini dimaksudkan agar komisi tidak mempelajari dahulu dan langsung memberikan persetujuan. Berdasarkan informasi yang kami dapat, keterlambatan ini sengaja dikoordinir. Ini jelas memandulkan fungsi DPRD,’’ tandasnya. Kalangan DPRD Kabupaten Tegal sangat menyayangkan sikap SKPD yang terlambat dalam menyerahkan RKA. Apalagi jika terbukti bahwa keterlambatan tersebut ternyata memang disengaja serta dikoordinir sehingga menjadi kesepakatan sejumlah SKPD. (aan)

AGUS WIBOWO/RATEG

TEATRIKAL - Sejumlah massa dari Forgusta mensweeping Rumdin Ketua Dewan, selanjutnya ditambah dengan aksi teatrikal. (Selengkapnya baca hal depan)

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Tabung Gas Karbit Diminati Pembeli karena Rasanya SLAWI - Hingga kini petugas jajaran Satreskrim Polres Tegal masih menyelidiki kasus ledakan tabung gas karbit untuk balon, yang terjadi di Obyek Wisata (OW) Guci Bumijawa, Minggu (3/1) lalu. Sedangkan sejumlah korban yang terkena ledakan tabung gas, hingga Senin (4/1) kemarin, masih menjalani perawatan di RSUD dr Soeselo Slawi. ‘’Kami masih menyelidiki dan memeriksa sejumlah saksi lain, apa penyebab kejadian musibah tabung meledak ini. Sebab, sejumlah korban maupun saksinya juga saat ini masih belum bisa dimintai keterangan. Termasuk, penjual balon yang meski hanya mengalami luka ringan, masih shok dengan kejadian yang dialaminya,’’ terang Waka Polres Tegal Kompol Daniel Mucharam SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Rudi Wihartana, kemarin. Mantan Kasi Tilang Dirlantas Polda Jateng ini juga menambahkan, hingga saat ini korban yang masih dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi tinggal dua orang saja. Diantaranya anak kecil yang matanya terkena serpihan alumunium foil ledakan tabung tersebut. ‘’Jadi dari kasus ini, kami juga belum bisa menentukan tersangka ini. Karena, kasus ledakan tabung gas balon ini masih dalam pengembangan le-

bihlanjut,’’ bebernya. Sedangkan dari hasil pemeriksaan sementara, ledakan tabung gas karbit tersebut, diduga karena adanya kebocoran pada selang tabung. Sehingga hal ini memicu adanya, ledakan. Termasuk, penjual balon diketahui juga merupakan pedagang ilegal. Sebab, setiap pengunjung di OW Guci dilarang membawa tabung gas. Namun, penjual balon itu sengaja memasuki OW Guci, memasuki wisata itu melalui pintu belakang. Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (3/1) sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah pengunjung obyek wisata Guci dikejutkan dengan bunyi ledakan keras yang bersumber dari daerah di sekitar jembatan menuju ke obyek wisata Guci. Baru kemudian diketahui, ledakan itu berasal dari tabung gas karbit yang dipergunakan untuk mengisi balon udara mainan anak-anak. Ledakan keras itu mengakibatkan 7 orang lukaluka, 6 orang diantaranya merupakan pengunjung obyek wisata Guci dan 1 orang pedagang asongan balon mainan anakanak yang juga pemilik tabung gas yang meledak itu. Berdasarkan keterangan Suherman (31) pedagang balon gas dan pemilik tabung gas karbit, yang ditemui saat menjalani perawatan di RSUD Dr

Terasi Khas Suradadi Kabupaten Tegal

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

KORBAN - Salah sorang korban ledakan tabung gas karbit, Nisrina (5) nampak meronta-ronta saat dirawat oleh petugas medis RSUD Dr Soesilo Slawi.

Soesilo Slawi, kejadian bermula saat dia tengah mengisi balon gas untuk dijual kepada wisatawan yang datang ke obyek wisata Guci.

Saat itulah, tabung gas karbit yang diletakkan di dalam selokan di tepi jalan utama menuju ke obyek wisata Guci itu, tibatiba meladak. (gus)

MENDENGAR nama terasi, dipastikan semua orang akan terbayang baunya yang begitu menyengat hingga menusuk hidung. Sehingga tak jarang sebagian perempuan, terutama ibu-ibu rumah tangga terkadang merasa jijik untuk memegangnya. Namun tidak bagi Darti (59) wanita tua asal Desa Suradadi Kecamatan Suradadi ini, yang sudah puluhan tahun menggeluti profesi sebagai perajin terasi. Menurutnya, bau menyengat terasi, sudah tidak asing lagi bagi dirinya. Sebab, bau itu sudah menemani perjalanan hidupnya selama 25 tahun lebih. Dengan kata lain bisa makan dan tidur karena bau terasi tersebut. Bahkan anakanaknya bisa tumbuh besar pun akibat dari bau terasi. “Saya biasa bergelut dengan bau terasi setiap harinya. Semua itu tidak membuatnya jijik. Sebab, membuat terasi adalah rutinitas pekerjaan keluarganya sejak dahulu kala,” tuturnya polos. Kalau dilihat dari bentuknya dan aromanya, terasi memang menjijikan, tapi manakala sudah dirasakan dalam wujud sambal sangat menyedapkan. Terlebih

rasa terasi asli Suradadi, yang terbuat dari bahan-bahan laut alami, seperti udang, ikan dan lainnya, dipastikan membuat semua orang ketagihan. “Untuk kualitas rasa, kami selalu upayakan di atas rata-rata. Walau dari segi bau memang sedikit menyengat, karena terbuat dari baha-bahan alami dengan olahan murni tangan-tangan terampil yang ahli di bidang pembuatan terasi,” timpal Casmadi (59) suami Darti. Masih kata Drati, sejauh ini, terasi buatannya bisa menerobos dominasi pasaran terasiterasi dari daerah lain. Seperti Cirebon dan daerah lainnya. Bahkan permintaan pasar dari daerah Tuban dan Surabaya terus meningkat atau bisa dibilang sudah menjadi pangsa pasar tetap. “Puji syukur terasi buatan kami bisa diterima di pasaran, sehingga membuat perekonomian keluarga terus meningkat,” ucap Darti diiringi anggukan Casmudi. Lika-liku dalam berbisnis terasi sudah dirasakan semua, mulai dari kekurangan modal hingga diberikan bantuan peralatan oleh instansi terkait di lingkungan Pemkab. Untuk itu, semua anaknya yang berjumlah delapan orang bisa membantu dengan senang hati tanpa ada paksaan dari dirinya. Bahkan sekarang menantunya mulai ikut-ikutan menggeluti usaha

pembuatan terasi. “Saya sangat bangga dengan anak-anak. Mereka selalu mendukung usaha orang tua secara tulus, walau resikonya harus merasakan bau menyengat,” tandasnya Darti. Saat ini, lanjut Darti, jumlah karyawannya hingga kini sudah tidak bisa dihitung lagi, sebab, dirinya lebih senang memperkerjakan warga sekitar tanpa harus menghitung jumlahnya. Tetapi kalau dihitung pekerja pastinya hanya sekitar 4 orang . “Saya hanya memperkerjakan 4 orang warga sekitar. Tapi kalau lagi banyak pesanan terasi jumlah itu akan bertambah banyak untuk mengejar target pesanan dalam waktu yang sudah disepakati,” terangnya. Darti menambahkan, untuk modal awal menjadi pengusaha terasi sangat murah dan mudah dijangkau semua pihak. Sebab, hanya sekitar Rp 1 juta, plus peralatan seadanya. Tapi jika ingin menghasilkan terasi dengan kualitas super memang harus menggunakan peralatan khusus semi modern. Dan alat itu mudah dicari di pasaran yang harganya masih bisa dijangkau. “Saat ini di lingkunganya saja sudah puluhan orang perajin terasi khas Suradadi. Hal itu membuat saya senang, sebab warga mulai tanggap akan membaca peluang guna mencari penghasilan.” (k1)


ENTERTAINMENT

SELASA 5 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Belajar Merokok dan Rela Diperkosa BERPERAN sebagai Ulin, tokoh utama dalam film BIDADARI JAKARTA ternyata membuat Poppy Bunga harus total dalam menyelami karakternya. Aktris muda itu bahkan rela belajar merokok dengan sembunyisembunyi, tanpa sepengetahuan orang tuanya. “Belajar ngerokok berat banget. Mama dan Papa aku juga nggak tahu, makanya mereka sempat kaget juga saat tahu aku merokok,” ujar Poppy menuturkan totalitasnya dalam mempelajari karakternya. Selanjutnya, dara berusia 19 tahun tersebut juga menyebutkan jika ia harus pula belajar mengucapkan kata-kata kasar yang tentu saja kurang nyaman didengarkan kepada siapapun.

“Aku juga belajar bilang kata-kata kasar, bilang me** dan ngen***. Pokoknya yang segala macam,” lanjutnya. Ditemui saat launching film BIDADARI JAKARTA di EX Plaza Jakarta, Senin (4/1), mantan kekasih Dwi Andhika itu pun sedikit bertutur soal adegan perkosaan yang dilaluinya di dalam film. “Tadi ada adegan aku diperkosa, aku diperkosa dua orang, aku ditarik-tarik, dan aku tendang dia,” jelasnya. “Dan akhirnya aku diperkosa dalam keadaan tidak sadar. Tapi peran aku membutuhkan mental harus kuat banget,” imbuhnya serius. (kpl/adt/bar)

BAIM

Baim Belajar Berbagi Sejak Kecil

MESKIPUN masih amat muda, namun Ibrahim Alkatiri atau biasa dipanggil Baim memang sudah merupakan figur yang sukses. Dan untuk mensyukurinya, Baim pun sering kali bagi-bagi rezeki dengan teman-teman seusianya. Diakui oleh Ina, sang bunda, jika kegiatan seperti ini memang sengaja diajarkan pada Baim

sedari kecil. “Saya memberikan pendidikan kepada Baim untuk selalu berbagi kepada teman-teman. Menurut saya, ini memang harus dikasih sejak kecil. Meskipun waktu Baim sempit, diusahakan sebisa mungkin. Itu supaya dia bisa belajar untuk berbagi kasih,” terang Ina saat ditemui di Yayasan Al Ansor, Jati Waringin, Jaktim, Minggu (03/01) kemarin. Di situ, bintang BAIM ANAK SHOLEH ini tampak memberikan baju dan mainan pada teman-teman seusianya itu. “Biar Baim didoain dan rezekinya tambah banyak, biar Baim sukses terus,” harapnya. “Baim di sini ingin bagi rezeki aja sama saudara-saudara. Karena ini mendadak, nggak direncanakan, jadi belum rata. Insya Allah untuk berikutnya bisa lebih terkoordinir,” tambah Ina. (kpl/hen/npy)

terealisasi dalam waktu singkat, mengingat pengalaman-pengalaman itu sering terjadi sebelumnya. “Ini kabar gembira buat saya. Harapan akan terjualnya semua barang dagangan akan segera terwujud,” katanya Senin (4/1) kemarin. Kebiasaan para pengunjuk rasa usai melakukan asiknya langsung mampir ke kantin di

komplek lingkungan kantor pemkab. Juga dengan para petugas keamanan maupun pejabat itu sendiri. Dan permintaan utama mereka pasti minuman segar, seperti es teh manis, jeruk dingin hingga nasi. “Biasanya kalau ada aksi unjuk rasa seperti ini, 3 kantin akan panen untung. Bahkan terkadang sudah tutup sebelum waktunya, karena semua

barang dagangannya ludes,” ucapnya. Hal sama juga dirasakan Yuli (25), salah satu pekerja kantin yang terbilang masih cukup cantik di pandang ini. Ia menilai, aksi unjuk rasa damai di lingkungan kantor pemkab berkah tersendiri bagi para pemilik maupun pengelola kantin. Namun bagi dirinya adalah bentuk tantangan berat. Sebab, pekerjaannya

Tegal Fatah Yasin mengungkapkan, pihaknya menilai Peraturan Pemerintah (PP) dan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengangkatan Tenaga Honorer yang baru, memperlakukan guru swasta secara diskriminatif. Para guru yang wiyata bakti di sekolah negeri mendapatkan kepastian diangkat sebagai PNS dan sebaliknya, guru swasta tidak. Hal ini seperti dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 dan PP Nomor 43 Tahun 2007 dan juga draf Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS yang akan disyahkan tahun 2010. “Kami ingin pemerintah adil dan tidak bertindak diskriminatif. Guru wiyata bakti sendiri sudah mendapatkan tunjangan yang lebih besar dari guru swasta, yakni Rp 200 ribu dan Rp 150 ribu. Sementara, usulan kenaikan tunjangan bagi guru swasta tidak dipenuhi dengan alasan defisit anggaran,’’ ujarnya. MENUNTUT PAYUNG HUKUM Fatah Yasin juga menyatakan, guru wiyata bakti di sekolah swasta menuntut adanya payung hukum untuk melegalkan pemberian tunjangan kesejahteraan atau insentif bagi mereka. Sebab, nilai insentif dari Pemkab Tegal yang mereka terima sejak tahun 2006 terancam berkurang, bahkan hilang. ‘’Guru wiyata bakti sekolah swasta berjumlah sekitar 5.075 orang yang menerima insentif

sejak tahun 2006. Untuk guru yang sudah kualifikasi, menerima Rp 175.000 per bulan dan guru non kualifikasi Rp 150.000 per bulan,’’ terang Fatah Yasin. Namun, lanjutnya, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang saat ini sedang dibahas di DPRD, nilai insentif akan diturunkan menjadi Rp 50.000 per orang. Bahkan, insentif untuk guru yang berada di bawah naungan Departemen Agama akan ditiadakan. ‘’Padahal dari 5.075 orang, sekitar 3.000 orang merupakan guru di bawah naungan Depag. Kami jelas menolak rencana ini dan meminta kenaikan insentif menjadi Rp 250.000 per orang, karena insentif tersebut sangat membantu meningkatkan kesejahteraan guru yang sebagian besar honornya kurang dari Rp 400 Ribu per bulan,’’ terang Fatah Yasin. Fatah Yasin menilai, Pemkab Tegal dalam permasalahan ini telah membohongi para guru swasta. Pasalnya, Pemkab Tegal justru membuat anggaran bagi sejumlah kegiatan, yang justru dinilainya glamour. ‘’Pemkab Tegal sudah berbohong. Kalau defisit, kenapa Pemkab justru menganggarkan pos-pos yang tidak mendesak, contohnya pembelian mobil mewah,’’ tegasnya. Usai menggelar orasi, pimpinan aksi ditemui oleh pimpinan DPRD Kabupaten Tegal, yakni 2 orang Wakil Ketua DPRD masing-masing Muaris dan Firdaus Asy Syaerozi. Selain itu, perwakilan guru swasta juga ditemui Kepala Badan

Poppy Bunga

untuk mencuci piring dan melayani pembeli akan semakin bertambah berat lagi, sesuai dari permintaan para pembeli yang membudak. “Kalau ada aksi unjuk rasa seperti ini biasanya saya harus nglembur untuk mencuci piring dan gelas serta lainya. Tapi ini semua sudah menjadi resiko yang harus saya jalani dan nikmati dengan senang hati,” kata Yuli singkat. (k1)

Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Hermanto. Pertemuan digelar di ruang rapat Ketua DPRD Kabupaten Tegal. DAPAT TUNJANGAN Kepala Bappeda Kabupaten Tegal Harmanto menyatakan, selain bantuan dari Pemkab, guru swasta juga mendapatkan tunjangan fungsional dari pemerintah pusat dan propinsi. Maka pihaknya akan memilah guru yang telah mendapatkan tunjangan dari pusat dan provinsi dan Pemkab. “Jangan sampai ada guru yang mendapat tiga tunjangan, sementara ada ratusan guru lain yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali. Ini jelas tidak adil,” katanya. Dalam rancangan yang diajukan Bapeda, jelas Harmanto, Pemkab akan memberikan insentif menyesuaikan pada jumlah yang diberikan oleh pusat dan provinsi hingga totalnya genap sebesar Rp 250.000 per guru setiap bulannya. Dengan demikian, seluruh guru swasta mendapatkan bantuan yang sama. ‘’Kalau sudah menerima tunjangan fungsional sebesar Rp 200.000, maka kami (Pemkab) hanya memberikan sebesar Rp 50.000 saja. Dan yang sudah mendapat tunjangan Rp 250.000, maka tidak akan mendapatkan insentif dari APBD II,’’ jelasnya. Setelah perwakilan guru swasta ditemui, secara bertahap peserta demo membubarkan diri dengan tertib. Demo ribuan guru swasta dan siswa itu mendapat pengawalan petugas Polres Tegal. (aan/gus)

Dewan akan Perjuangkan Tuntutan Forgusta dari halaman 3 Ia mengaku, saat ini masih ada sekitar 600 guru yang belum bisa menikmati tunjangan baik dari pusat, provinsi maupun dari APBD II. Meraka perlu mendapatkan perhatin agar kedepan bisa mendapatkan hak yang sama seperti guru-guru yang lain. “Saya harus bisa membuat keadilan bagi para guru swasta yang ada di kabupaten.

Untuk itu, beberapa waktu yang lalu dilakukan studi banding untuk melihat kebijakan yang dilakukan oleh daerah lain soal guru swasta,” ungkapnya. Untuk tahun 2010 ini, lanjut dia, pihaknya ingin semua guru bisa mendapatkan hak yang sama. Termasuk saat ini belum bisa mendapatkan tunjangan dari sumber mana pun. Sehingga APBD tahun 2010 ini, keadilan bagi guru swasta bisa

terpenuhi. Dengan rencana tersebut, maka diharapkan pihak Forgusta bisa memberikan masukan-masukan agar setelah penetapan APBD, tidak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan. “Kami juga ingin tunjangan guru swasta, bisa mendapatkan tunjangan yang sama,” tandasnya. Dia menambahkan, saat ini banyak guru swasta yang mendapatkan tunjangan dari be-

CANTIK, belia, dan tenar, itulah sosok Manohara Odelia Pinot jika digambarkan dalam tiga kata. Dengan karakteristik seperti itu, tentu tidak susah bagi Mano untuk mendapatkan pengganti Tengku Fakhry sebagai pendampingnya. Namun begitu, Mano mengaku tidak ada target untuk mendapatkan cowok di tahun 2010 ini. “Enggak ada target untuk cowok atau jodoh. Itu bukan sebuah target untuk Mano dan tidak bisa dijadikan sebuah target,” terangnya saat ditemui di Yayasan Al Ansor, Jati Waringin, Jaktim, Minggu (03/01) kemarin dalam acara berbagi kasih bersama anak-anak yatim. Dan Mano membantah keras jika keengganannya mencari kekasih ini didasari oleh rasa traumanya saat merajut rumah tangga dengan suaminya dulu. “Enggak ada trauma terhadap laki-laki. Status pacaran memang belum terpikirkan. Fisik enggak penting, yang penting kalau mendekati Mano dengan keluarga. Ada beberapa yang mendekati, tapi Mano belum respek. (Konglomerat) juga bukan masalah buat Mano. Aku masih bisa bekerja sendiri, dari dulu Mano membeli sesuatu sendiri,” ujarnya panjang lebar. Ditambahkannya pula jika kasus penganiayaan yang dialaminya dulu itu bukan dijadikan Mano sebagai langkah untuk mencari suami baru. Namun, dijadikan sebagai sebuah pelajaran buatnya. “Kasus kemarin dijadikan cobaan, Mano

dari halaman 3 sabu ini ada beberapa tersangka lain yang kini masih kami uber keberadaannya,’’ terang Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Rudi Wihartana didampingi Kanit Narkoba Aiptu Suroso, Senin (4/1) kemarin. Di ruang kerjanya, Rudi juga menambahkan, bb yang

Ribuan Siswa dan Guru Swasta Demo dari halaman 3 Tegal. Sebelum memasuki halaman Pemkab Tegal, massa berhenti dan menggelar orasi sekitar 1 jam di halaman depan rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Tegal, yang berjarak sekitar 100 m dari kantor Pemkab Tegal. setelah gagal bertemu dengan Ketua DPRD Kabupaten tegal Rojikin AH di rumah dinasnya, massa melanjutkan long march ke gedung DPRD setempat. Namun sebelumnya pendemo sempat mensweeping Rumah Dinas (Rumdin) Ketua DPRD Rojikin AH. Bahkan, mobil dinasnya yang berplat merah itu, sempat diduduki oleh pendemo, termasuk ditempeli tulisan akan aksi Forgusta. Demikian pula dengan sejumlah gelas, dan minuman yang tengah berada di ruang depan Rumdin Ketua Dewan, sempat dipecahi oleh anak-anak sekolah yang ikut dalam aksi demo gurunya. Sedangkan aksi massa itu terjadi, lantaran Ketua Dewan yang hendak ditemui di Rumdinya tidak berhasil. Hingga aksi teatrikal yang dilakukan dengan membawa keranda yang persis dilakukan di depan pintu masuk Rumdin Rojikin pun dilakukan. Namun lantaran selama satu jam lebih Ketua Dewan tak kunjung keluar, ribuan massa akhirnya mendatangi lingkungan Pemkab Tegal setelah petugas dari Polres Tegal memberikan saran untuk bisa mendatangi Pemkab saja. Ditemui di sela-sela demo, Ketua Forgusta Kabupaten

2010, Mano Tak Ada Target Cowok

ambil sisi positifnya aja,” tambah wanita cantik yang mengaku tak punya resolusi 2010 ini. Meski tak punya resolusi, namun bukan berarti Mano tak punya harapan besar di tahun yang baru ini. “Harapannya keluarga dan teman selalu sehat dan keinginan Mano untuk membangun sekolah-sekolah bisa terwujud. Untuk karir masih aktif di entertainment dan kegiatan sosial,” pungkasnya. (kpl/hen/npy)

Lagi Nunggu ‘Pasien’, Bandar...

Pengunjuk Rasa Serbu Kantin Pemkab dari halaman 3

MANOHARA

berapa sumber. Sementara, dari data yang ada, sekitar 600 guru nasibnya masih terkatungkatung. Sehingga ke depan tunjangan guru swasta perlu dilakukan pemerataan sesuai dengan yang tercantum dalam RAPBD 2010 sebesar Rp 250 ribu. “Meski demikian hal itu masih dalam rancanan. Untuk itu kalau hal tersebut dianggap tidak sesuai Forgusta bisa melaku k a n p e n g k r i t i s a n , ” terangnya. (cw3)

berhasil diamankan dari tangan dua tersangka hanya satu paket kecil seberat setengah gram saja. Diketahui, ‘barang syurga’ berbentuk kristal tersebut hendak dijual ke pasiennya seharga Rp 900 ribu. ‘’Namun, sebelum mereka menjual kami berhasil mengendusnya hingga keduanya lang-

sung kami bekuk saat keduanya tengah berada di depan Pasar pesayangan Talang,’’ tegasnya. Atas perbuatannya, kini keduanya meringkuk di sel tahanan Mapolres Tegal, sambil nanti menunggu perkembangan lebihlanjut. Sebab, saat ini tim Buser tengah mencari pelaku lainnya. (gus)

Tekuni Usaha dengan Lapang Dada dari halaman 3 PDIP, yang juga pendiri rumah usaha penyablonan kaos ABK Adiwerna. Menurutnya, secara politik ekonomi di era reformasi seperti sekarang ini, usaha percetakan dianggap paling berpeluang besar untuk maju pesat dari usaha-usaha di bidang lainnya. Sebab, dukungan dan tuntutan jaman sedang berpihak pada usaha itu hingga puluhan tahun ke depan. Ditambah kebutuhan informasi masyarakat yang semakin besar saja untuk memberikan wawasan di bidang promosi produk-produk unggulan. “Selama lima tahun saya menggeluti bidang percetakan, beragam kendala di tengah

persaingan ketat sering menjadi batu sandungan. Semua itu, bukan ada apa-apanya di saat perang harga oleh pelaku pasar,” ucap Samsul. Dia menambahkan, penyebab maju mundurnya usaha percetakan adalah faktor pasar yang belum bisa dikatakan stabil. Sehingga dibutuhkan mentalitas baja dalam menciptakan sebuah terobosan baru yang terkadang agak nyeleneh untuk menarik minat pasar. Hal in, agar bisa berproduksi secara terus menerus, demi meraih keuntungan guna memenuhi tuntutan para karyawan. “Saya terkadang merasa jenuh dalam menekuni usaha percetakan dan penyablonan, tapi mau bagaimana lagi

semua itu sudah menjadi resiko yang harus dihadapi dengan lapang dada,” tandas Samsul penuh senyum. Masih kata Samsul, memang permintaan pasar hanya sebatas musim-musiman, namun itu semua bukan dijadikan patokan untuk mematok kemunduran pasar. Pasalnya, semua itu tergantung para pelaku usaha tersebut dalam menjalin hubungan kemitraan, guna mendapatkan pangsa pasar tepat. “Saya pikir jalinan baik untuk menerobos pangsa pasar birokrasi sangat dibutuhkan. Sebab, di situ letak kepastian sebuah pasar guna mengantisipasi kelesuan permintaan pesanan dari kalangan umum,” timpalnya singkat. (k1)

Jadi RSU Tipe D dari halaman 3 wujud, hanya tinggal mendapat dukungan pembuat kebijakan saja,’’ ujarnya. Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, dr HM Budi Sutrisno, mendukung upaya peningkatan status Puskesmas Balapulang menjadi RSU type D. Menurutnya, peningkatan sta-

tus menjadi RSU type D itu hendaknya tidak hanya pada Puskesmas Balapulang saaja, melainkan pada Puskesmas Margasari yang juga memiliki ruang rawat inap. ‘’Rencana ini sudah dirintis sejak dulu dan saya rasa Puskesmas Balapulang sudah layak. Karena Puskesmas Balapulang memiliki dukungan peralatan yang cukup, seperti alat dan kamar operasi, peralatan

USG (Ultra Sonography - red), dan sarana penunjang lainnya yang memadai,’’ ujar dr Budi Sutrisno. Rencana peningkatan status Puskesmas Balapulang itu, lanjut dr Budi, kembali berpulang pada ketersediaan anggaran yang dimiliki Pemkab Tegal. Serta kembali pada kebijakan politis (political will) dari para penentu kebijakan di Kabupaten Tegal. (aan)

Dua Pejambret Kawakan Pantura... dari halaman 3 yang sudah berhasil di 11 Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini, akhirnya dibekuk jajaran Satreskrim Polres Tegal, yang dibantu oleh masyarakat. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) hasil kejahatannya, termasuk Honda Mega Pro yang diduga merupakan hasil kejahatan saat beraksi. Diperoleh informasi, aksi penjambretan yang dilakukan oleh Feri dan Sukron, kali terakhir melakukan aksinya, Jumat (1/1) sekitar pukul 21.30 WIB. Tepat di Jalan Raya Demangharjo Warureja, dua jambret yang menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro ini, mengincar Anisa (20) warga Kraton Tegalsari Tegal Barat Kota Tegal, yang tengah membonceng pacarnya. Saat hendak perjalanan pulang, tas Anisa oleh pelaku langsung dijambret. Sedangkan aksi penjambretan yang dilakukan

membuat korban berteriak hingga mengundang sejumlah masyarakat yang ikut melakukan pengejaran. Oleh massa yang mengejar, salah satu pelaku berhasil diamankan. Sedangkan pelaku satunya berhasil kabur. Dari laporan korban ini, jajaran Satreskrim pun segera menguber pelaku yang kabur. Hingga, kemarin kedua pelaku akhirnya berhasil digulung termasuk sejumlah barang bukti hasil kejahatan ikut diamankan. Sedangkan atas perbuatannya, kini kedua tersangka penjambretan meringkuk di sel tahanan Mapolres Tegal. Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Rudi Wihartana, Senin (4/ 1) kemarin, mengatakan bahwa kedua tersangka penjambretan ini, memang merupakan specialis pelaku kejahatan yang beraksi di jalur pantura. ‘’Dari hasil pemeriksaan dan penyidikan petugas, ada 11 TKP yang sudah berhasil tersangka lakukan. Diantaranya 5

TKP merupakan wilayah hukum Polres Tegal. Yakni, mulai aksi penjambretan di Purin Suradadi, Kemantran, Kramat, serta Demangharjo,’’ terangnya. Sedangkan tas milik korban penjambretan, yakni berisikan uang Rp 250 ribu, berhasil diamankan. Sementara, mengenai hasil pengembangan 11 TKP, pihaknya juga mengamankan HP SE seri W 30, tas hitam, sejumlah KTP, dan STNK. ‘’Termasuk sepeda motor yang digunakan tersangka yakni Honda Mega Pro warna hitam, ternyata tidak ada suratsurat kepemilikan. Dan diduga, motor yang digunakan pelaku sebagai sarana penjambretan juga merupakan hasil kejahatan. Dan semuanya kini juga sudah diamankan, termasuk pelaku sendiri kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tegal guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’ pungkasnya. (gus)

Jalur Tegal-Purwokerto Macet,... dari halaman 3 DPRD Kabupaten Tegal membuat kendaraan yang melintas di perempatan tersebut harus sabar berhenti untuk menunggu ribuan guru dan pelajar swasta tersebut selesai melintas. Panjangnya aksi long march yang dilakukan oleh Forgusta

tersebut membuat kemacetan di beberapa ruas jalan sampai setengah jam. Rokhiman (45), salah satu pengemudi angkutan yang saat itu melintas di lokasi tersebut Senin (4/1) mengaku, akibat kemacetan yang terjadi ini, pihaknya harus rugi waktu yang ada. Lambannya jalan yang dilalui

oleh para pendemo, membuat dirinya harus kehilangan beberapa langganan penumpang yang sudah menunggu. “Saya punya langganan penumpang yang setiap jam-jam ini naik kendaraan saya, akibat macetnya jalan, dipastikan mereka sudah menggunakan kendaraan lain,” keluhnya. (*)


CMYK

SELASA, 5 JANUARI 2010

METRO SLAWI

10

RADAR TEGAL

FPAN Tolak Penganggaran Kelanjutan Terminal Dinilai Tak Miliki Nilai Ekonomis

HARVIYANTO/RATEG

MELAYANI - Pedagang burger saat sedang melayani pembeli di Bundaran Alun-alun slawi

Bisnis Burger Makin Menjamur SLAWI - Pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat, membuat wilayah Tegal menjadi sasaran para pengusaha, baik kelas menengah atas maupun pengusaha kecil. Mereka banyak memanfaatkan peluang tersebut untuk bisa mendapatkan untung lebih dari hasil jualan. Sepeti yang terjadi di wilayah Kabupaten Tegal, tingkat konsumsi yang cukup tinggi, menjadikan beberapa pengusaha besar maupun kecil mulai mengembangkan sayapnya. Peluang tersebut saat ini juga ditangkap oleh Salehudin (24). Pemuda asal Desa Warureja

Kecamatan Warureja ini berusaha mencari untung dengan berjualan burger di wilayah Slawi. Saat ditemui Senin (4/1) kemarin, Salaehudin mengaku, berjualan burger sudah dilakukan sejak empat bulan ini. Meski terkesan elit, namun tingginya tingkat konsumsi masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal, membuat jualannya saat ini tetap laku terjual. Saleh, panggilan akrabnya, melihat peluang untuk berjualan burger cukup baik. Bahkan tidak hanya dirinya, saat ini sudah banyak orang yang terjun berjualan burger. Setiap

hari tambah Saleh, dari hasil berjualan burger, ia mampu mengantongi laba sekitar Rp 50 sampai Rp100 ribu dari omset sekitar Rp 300 ribu setiap harinya. Ia menambahkan, saat sedang ramai, ia bisa menjual burger 70 sampai 100 buah. Sementara, untuk harga sendiri dijual Rp 4000. Dengan berjualan burger, ia sudah mampu membantu orang tua untuk memperbaiki rumah. “Alhamdulallah mas, dengan jualan burger saya sudah bisa memperbaiki rumah orang tua,” terangnya. Untuk bahan berger sendiri

terangnya, pihaknya hanya menyediakan beff dari sapi dan beberapa sayuran seperti selada, timun dan tomat. Sementara untuk roti dipasok oleh bakul. “Untuk saat ini saya sudah tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan. Itu lantaran saat ini sudah ada orang yang mengirim,” ungkapnya. Lebih lanjut Saleh mengatakan, jumlah pedagang burger di wilayah Kabupaten Tegal sudah mulai banyak. Bahkan sudah ada bos burger yang mau menampung pedagang yang siap untuk berjualan. “Jadi siapun bisa jualan usaha ini,” ujarnya. (cw3)

Pemkab Dinilai Kurang Peduli Kondisi Warureja WARUREJA - Tingkat kerusakan jalan perekonomian di desa Kedungjati dan Babadan Kecamatan Warureja, sudah diambang batas kewajaran. Pasalnya, kondisi sepanjang jalan tersebut dipenuhi lubang besar dengan aspal mengelupas. Akibat dari kerusakan jalan yang hingga kini dibiarkan terbengkalai oleh instansi terkait di lingkungan pemkab, sering menelan korban jiwa baik tabrakan maupun kecelakaan tunggal. Dikarenakan saling berebut untuk menghindari lubang besar yang digenangi air hujan. “Saya meminta pihak pemkab dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umun secepatnya menanggulagi permasalahan ini. Tentunya, untuk mengurangi dampak buruk yang diterima warga dan pengguna jalan akibat dari kerusakan jalan tersebut,” kata anggota DPRD Kabupaten Tegal asal Warureja H Buji Waluyo. Menurut Buji, kurang tanggapnya pihak instansi terkait dalam menangani kerusakan jalan Kedungjati-Warureja, membuat para pengguna jalan maupun warga sekitar menderita. Akitivitas perekonomian desa menjadi kurang produktif atau bisa dikata macet. Sehingga tingkat kesejahteraan desa

semakin hari bertambah kurang. Jika kenyataan ini terus dibiarkan bisa berdampak buruk buat warga itu sendiri. Terutama para pelajar dan guru lantaran sering terlambat jam masuk kerja maupun sekolah. “Penanganan kerusakan jalan Kedungjati-Babadan sifatnya sangat mendesak, guna membantu warga dari keterpurukan ekonomi ataupun lainnya,” ucap Buji penuh semangat. Desakan dari warga sekitar kepada dirinya sangat besar sekali untuk memperjuangkan program perbaikan dan pengaspalan jalan tersebut. Sehingga terkadang membuat dirinya menjadi bingung sendiri. Karena instansi terkait cenderung angkat tangan dalam memprogramkan perbaikan jalan tersebut. “Saya sudah ratusan kali menyampaikan permasalahan ini kepada instansi terkait, tapi hingga kini belum ditanggapi secara serius. Sehingga terkadang membuat saya jengkel sendiri,” tandas Buji. Buji menambahkan, jalan Kedungjati-Babadan selain jalur perekonomian desa juga sebagai jalur alternatif antar kabupaten maupun provinsi. Sehingga sudah sepatutnya kondisi jalan tersebut diperhatikan secara seksama oleh

FRAKSI PAN DPRD Kabupaten Tegal secara tegas menolak penganggaran bagi kelanjutan pembangunan terminal Slawi type A. Fraksi PAN menilai, rencana pembangunan terminal type A bukanlah termasuk dalam kategori kebutuhan yang mendesak. Sehingga diharapkan anggaran yang sedianya diperuntukkan bagi pembangunan terminal type A tersebut dapat dialihkan penggunaannya bagi pembangunan infrastruktur daerah yang rusak. Hal ini diungkapkan Ketua Fraksi PAN, Sahuri, saat menggelar konfrensi pers, Senin (4/ 1) kemarin. Rencana pembangunan terminal Slawi type A itu, menurut Sahuri, juga dipandang tidak akan menjadi solusi dalam mengurangi kemacetan. Pasalnya, Slawi selama ini dinilainya, bukanlah termasuk titik rawan terjadinya kemacetan arus lalu lintas. ‘’Kalau untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, mestinya dibangun di Banjaran (Kecamatan Adiwerna - red). Apalagi kalau mempertimbangkan tren warga saat ini yang justru memilih menggunakan kereta api jika dibandingkan menggunakan bus umum,’’ ujarnya. Sahuri juga memprediksi, pembangunan terminal Slawi type A tersebut tidak akan berdampak ekonomis bagi Pemkab Tegal. Selain karena tren penggunaan jasa angkutan yang

YANVERA/RADAR SLAWI

pemkab, agar bisa mencerminkan kemajuan daerah di mata daerah lain. “Saya sangat menyayangkan kurang tanggapnya pihak pemkab dalam melihat kondisi ini. Untuk itu,

saya akan mencoba menemui Kepala DPU untuk membahas permasalahan ini agar secepatnya dituntaskan demi kepentingan warga dan pengguna jalan,” pungkas Buji. (k1)

ARIEF NUR RS/RATEG

MACET - Aksi long march ribuan guru swasta dan siswa hingga mengakibatkan kemacetan Jalan Raya utama TegalPurwokerto. (Selengkapnya baca hal depan)

2010 ini pihaknya tidak mengajukan anggaran kelanjutan pembangunan terminal Slawi type A. Pihaknya hanya mengajukan anggaran untuk revitalisasi Detail Enginering Design (DED). ‘’Komentar dan sikap yang dikeluarkan oleh DPRD itu sahsah saja, karena memang itulah demokrasi. Tapi perlu diketahui, untuk tahun 2010 ini tidak ada penganggaran untuk pembangunan, yang ada hanya penganggaran untuk revitalisasi DED dan nilainya hanya sekitar Rp 100 Juta. Sementara tahun 2009 lalu, memang ada anggaran untuk pembangunan lahan,’’ terang Haron Bagas yang juga menjabat sebagai Asisten I Sekda Kabupaten Tegal. Dijelaskan Haron Bagas, revitalisasi terhadap DED itu dimaksudkan untuk merasionalisasi terminal type A. Sehingga nantinya diharapkan pembangunan terminal Slawi type A dapat sesuai dengan kebutuhan warga Kabupaten Tegal. ‘’Dalam perkembangannya memang perlu diadakan perubahan DED. Ini sebagai upaya rasionalisasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan warga,’’ terangnya. Berdasarkan keterangan Fraksi PAN, secara keseluruhan rencana pembangunan terminal Slawi type A diestimasikan akan menelan dana hingga Rp 50 miliar. Dana tersebut rencananya akan dianggarkan secara multi years. (aan)

Target PAD RSUD Naik Dari Rp 27 M Jadi Rp 30 M pada Tahun 2010

PENUH LUBANG - Jalan Kedungjati-Babadan Warureja dipenuhi lubang

beralih ke kereta api, juga karena sikap kurang tegas yang ditunjukkan Pemkab tegal terhadap munculnya sejumlah terminal bayangan. ‘’Saya yakin kalaupun dilanjutkan pembangunannya, retribusi yang diberikan terminal Slawi type A tidak akan maksimal. Karena Pemkab Tegal tidak tegas terhadap munculnya terminal bayangan. Kalau memang tidak ada nilai ekonomisnya, untuk apa dilanjutkan,’’ ujar Sahuri. Sahuri berharap, Badan anggaran DPRD maupun komisi yang membidangi rencana pembangunan terminal Slawi type A dapat mempertimbangkan kembali penganggaran kelanjutan pembangunannya. Sehingga nantinya diharapkan alokasi anggaran yang ada tersebut dapat dialihkan untuk membiayai pembangunan yang langsung berkaitan dengan kepentingan warga. ‘’Kami mengharap temanteman yang membahas agar memprioritaskan anggaran pada hal-hal yang langsung berkaitan dengan rakyat. Kasmi juga berharap teman-teman yang membahas dapat lebih bijaksana, agar dana yang ada dapat dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang rusak. Seperti halnya di Suradadi, Warureja, dan Kramat misalnya,’’ papar Sahuri. Menanggapi pernyataan sikap Fraksi PAN DPRD, Plt Kepala DPU Kabupaten Tegal, Haron Bagas Prakosa, menjelaskan bahwa untuk tashun

TARGET penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soesilo Slawi, untuk tahun 2010 mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2009 lalu. Jika tahun 2009, target PAD yang ditetapkan sebesar lebih kurang Rp 27 miliar, maka untuk tahun 2010 ini, target PAD dinaikkan menjadi sekitar Rp 30 Miliar. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tegal, Udin Zaenudin. Menurutnya, dalam menentukan kenaikan target penerimaan PAD pada RSUD, pihaknya telah melakukan kaian terhadap sejumlah tolok ukur. Diantaranya, kelengkapan peralatan yang tersedia pada RSUD saat ini. Di mana ketersediaan peralatan kesehatan itu dinilai telah mampu melayani pasien yang ada. ‘’Kalau sebelumnya, banyak pasien yang belum bisa dilayani dan terpaksa harus di rawat di rumah sakit lain. Namun saat ini

dengan peralatan kesehatan yang memadai, kami rasa RSUD mampu melayani pasien-pasien tersebut,’’ ujar Udin Zaenudin. Udin Zaenudin yang juga anggota Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, dengan ketersediaan peralatan kesehatan serta jumlah tenaga medis yang ada pada RSUD Dr Soesilo Slawi, pihaknya merasa optimis target penerimaan PAD itu dapat terpenuhi. Pasalnya, dengan ditunjang peralatan medis dan tenaga medis yang memadai, maka dapat lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi para pasien yang datang ke RSUD Dr Soesilo Slawi. ‘’Kami percaya, pelayanan yang diberikan dapat lebih optimal jika ditunjang dengan peralatan dan tenaga medis yang memadai. Kami rasa, RSUD sudah memiliki daya dukung yang cukup untuk memberikan kontribusi yang lebih baik bagi penerimaan PAD Kabupaten Tegal,’’ ujarnya. Namun demikian, lanjut Udin Zaenudin, pihaknya juga berjanji, upaya peningkatan target penerimaan PAD itu akan disertai dengan dukungan berupa penambahan fasilitas pada

RSUD Dr Soesilo Slawi. Sehingga ke depan, diharapkan target penerimaan PAD tersebut dapat diimbangi dengan pemberian pelayanan kesehatan secara optimal bagi warga Kabupaten Tegal. ‘’Tentu saja kami akan memberikan dukungan, selama itu (rencana penganggaran - red) rasional dan demi upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi warga. Kami akan berupaya secara maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi lembaga DPRD, untuk meningkatkan kesejahteraan warga,’’ ujarnya. Peningkatan target PAD RSUD Dr Soesilo diharapkan mampu memberikan andil dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Tegal. Nantinya, penerimaan PAD tersebut juga akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Tegal. Selain itu, di harapkan ke depan Pemkab Tegal dapat memenuhi syarat sebagai Kabupaten Mandiri. Yakni memiliki penerimaan PAD sekurang-kurangnya 10 persen dari total APBD Kabupaten Tegal. (aan)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SELASA, 5 JANUARI 2010

Warga Bangun Makam di Depan Balai Desa

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

Kisruh Jebed Utara

NGENDONG Kehormatan NU Harus Dijaga

DOK RADAR PEMALANG

Muntoha SH

PEMALANG – Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar, hendaknya dapat memposisikan diri dengan tepat dalam masalah politik. Termasuk Pilkada di Kabupaten Pemalang yang sebentar lagi bakal digelar. Sejumlah nama bakal calon bupati dan wakil bupati pun su-

PEMALANG - Warga yang menuntut mundur Kades Jebed Utara Gigih Wahyu SP kembali membuat ulah. Mereka membangun dua buah makam di depan balai desanya sebagai simbol atas tuntutannya itu. Makam yang dibangun sejak Kamis (31/12) itu hingga Senin kemarin masih ada bahkan di atasnya ditaburi bunga layaknya makam sesunggguhnya. Sementara perwakilan mereka mendatangi Kantor Bupati Pema-

dah bermunculan. Karenanya, NU harus bisa dijaga dengan baik, bukan menyeret-nyeret organisasi itu untuk masuk dalam politik praktis. Demikian dikatakan Ketua DPC PPP Kabupaten Pemalang Muntoha SH MHum, terkait sikap politik NU ke depan. Menurutnya, sebagai organisasi keagamaan, NU bukan organisasi partai politik, melainkan organisasi masa milik orang banyak yang harus bisa dijaga kehormatanya. Muntoha yang juga wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang mengaku sangat prihatin ketika mendengar pernyataan NU yang masuk dalam ranah politik. Apalagi jika pernyataannya itu dinilainya tidak bisa menempatkan diri. “Rasa-rasanya ada keinginan NU akan dijadikan sebagai kendaraan politik dalam pilkada,”katanya. Menurut Muntoha keingginan masyarakat Pemalang agar lembaga NU semakin besar, semestinya sebagai pimpinan umat NU di

lang dan ditemui Asisten Tata Praja Drs HMA Puntodewo MSi. Di Balai Desa Jebed Utara sejumlah warga masih bergerobol menjaga balai desanya. Meski sudah tidak bersegel namun pintu balai desa dalam keadaan tertutup. Sementara pelayanan terhadap masyarakat beralih ke rumah salah satu warga di depan balai desa. Salah satu warga berujar pembangunan dua makam itu sebagai simbol untuk menagih janji penyelesaian kasus kadesnya. Lalu dua makam tersebut simbol dari makam siapa? Warga secara

koor mengatakan bahwa kedua makam tersebut sebagai simbol dari yang rumangsa (merasa-red). Selain dibangun dua makam lengkap dengan sepasang nisan juga bertabur aneka bunga layaknya makam orang mati sesungguhnya. Aroma wangi pun bertebar di sekitar balai desa yang bersumber dari makam tersebut. Selain dibangun makam di depan balai desa, juga digeletakkan beberapa drum aspal di halaman balai desa. Perwakilan warga kemarin menke hal 9 kol 1

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BANGUN MAKAM - Warga Desa Jebed Utara membangun dua buah makam di depan balai desanya.

Dari Nikah Massal HAB Depag ke-64

MESKI UZUR,

TETAP MESRA

ke hal 9 kol 4

PENTOL RAH...

SUMITRO/RADAR PEMALANG

SYUKURAN – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan rekanan serta masyarakat setempat menggelar syukuran atas selesainya pembangunan jembatan Kemuning.

Jembatan Rp 3,2 Miliar Segera Diresmikan AMPELGADING - Harapan sebagian besar masyarakat di Kecamatan Ampelgading dan Bodeh untuk segera memiliki jembatan akhirnya terwujud. Hal ini sejalan dengan selesainya pembangunan Jembatan Kemuning pada akhir tahun 2009 lalu. ke hal 9 kol 1

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

FOTO BERSAMA - Pasangan nikah massal dalam rangka HB Depag ke-64 sedang menyiapkan diri foto bersama pasangannya masing-masing.

KANTOR Departemen Agama(Depag) Kabupaten Pemalang Senin (4/1) kemarin menjadi meriah. Tak hanya luapan kegembiraan PNS-nya yang merayakan Hari Amal Bhakti ke-64 instansi tersebut. Namun juga luapan kegembiraan bagi 72 orang yang melangsungkan nikah massal di kantor tersebut.

Seperti pengantin pada umumnya, mereka juga berdandan laksana raja sehari, dengan busana pengantin khas Jawa. Sementara sebagian lagi menggunakan kombinasi Jawa-Muslimah. Nikah massal ini juga dilengkapi dengan acara walimatul arusy dan acara foto bersama sepasang demi sepasang. Panitia

pun sibuk mengatur mereka untuk bisa berpose. Apalagi untuk pasangan nikah yang sudah berusia uzur, mereka kesulitan untuk naik ke panggung raja sehari yang berhias bunga-bunga, lengkap dengan kursi pelaminannya.

Harapkan Pilkadus Langsung Tiga Desa Terima Bantuan Sapi Pemerintah BODEH - Warga Dukuh Kaliwuluh Desa Jraganan Kecamatan Bodeh mengharapkan pemerintah desa setempat sesegera mungkin mengagendakan pemilihan Kadus III, paling lambat Februari 2010 mendatang. Yakni dengan menggunakan sistem pemilihan langsung (kodrah), bukan dengan sistem pengangkatan dan pemilihan kadus menggunakan test. Mereka mengharapkan pemerintah desa setempat proaktif dengan keinginan sebagian besar warga di Dukuh Kaliwuluh tersebut. “Ke depan kami tidak mau mempunyai Kadus yang tidak memiliki moral, karenanya kami mengusulkan salah satu nama untuk mengisi kekosongan Kadus III,”ujar salah satu warga Dukuh Kaliwuluh Casmuri kepada Radar Senin (4/1) kemarin. Menurutnya, keinginan warga untuk memiliki kadus

CMYK

yang bermoral dan mempunyai tanggung jawab serta tidak suka menyalahgunakan wewenang adalah final. Karenanya sebagian besar warga mengharapkan agar pemilihan kadus nantinya digelar dengan menggunakan sistem pemilihan langsung. Adapun nama yang diajukan warga adalah Kasnawi yang juga tokoh pemuda desa setempat. “Kami sudah trauma dan sakit hati dengan Kadus III sebelumnya, karena kami disakiti terus-menerus,” terangnya. Kadus III sebelumnya yakni Tasuri lanjut dia, memang di Dukuh Kaliwuluh dikenal sebagai sosok kadus yang sombong dan tidak mau bergaul dengan warga sebagaimana biasanya. Tahu-tahunya, ada bantuan benih yang seharusnya dibagikan ke warga malah ditilep habis. Sementara itu Kades Jrake hal 9 kol 4

PEMALANG - Tiga desa dalam waktu dekat akan menerima bantuan sapi senilai rtusan juta rupiah. Senin(4/1) kemarin Dinas Pertanian dan Kehutanan melalui Bidang Peternakan menggelar rapat untuk menhadapi bantuan tersebut. Selain menerima bantuan sapi, sejumlah desa lainnya juga akan menerima bantuan di bidang peternakan seperti ternak kambing dan itik senilai ratusan dan puluhan juta rupiah. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan(Distanhut) Tri Setya-

wati SIP MSi didampingi Kabid Peternakan Ir Johar Arifin membenarkan adanya rencana bantuan ternak sapi dari pemerintah pusat tersebut. “Untuk bantuan sapi masingmasing kelompok akan menerima bantuan senilai Rp 330 juta,” kata dia. Bantuan ini akan diterima kelompok tani ternak di Desa Belik, Kecamata Belik, Desa Karangmoncol Kecamatan Randudongkal dan Desa Sumurkidang Kecamatan Bantarbolang. Sapi-sapi ini akan dikelola

sebagai sapi perkembangbiakan dengan sistem bagi hasil sesuai peraturan Gubernur Jawa Tengah. Ada kurun waktu tertentu dalam pengelolaan termasuk di antaranya adalah kuantitas peranakannya. Kalau sudah memenuhi syarat sesuai peraturan tersebut, kelompok tani ternak bisa menjual sapi tersebut dan hasilnya dibagi dengan pemerintah sebagai pemasukan bagi pendapatan asli daerah. Namun demikian diberikan kewenangan agar sapi tersebut dibeli sendiri oleh

kelompok tani dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Selain menyiapkan diri untuk menerima bantuan ternak sapi, sejumlah desa menurut Kabid Peternakan juga menerima bantuan. Seperti bantuan domba senilai Rp 125 juta dan bantuan kambing senilai Rp 125 juta pula. Bantuan itu diterimakan ke Desa Pedurungan dan Sitemu Kecamatan Taman. Sedangkan untuk bantuan itik diberikan kepada Kelompok Tani Ternak Itik Desa Sitemu senilai Rp 80

ke hal 9 kol 1

juta. Sebelumnya Kepala Desa Sitemu Suyuti SH kepada Radar mengemukakan adanya bantuan yang dikucurkan pemerintah ke desanya. “Kelompok tani ternak itik menerima bantuan Rp 80 juta,” kata dia yang memimpin desa hingga meraih juara nasional di bidang budidaya ternak itik pada tahun 2003-an. Desa ini selain berprestasi di tingkat nasional juga sudah lama dikenal sebagai desa sentra peternakan itik sejak lama. (ali)


METRO TEGAL

4

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

Dewan Tepis Cari-cari Kesalahan Soal Temuan DAK Diborongkan

SARPRAS

M SAEKHUN/RATEG

DIUSULKAN JADI RUANG TERBUKA - Keberadaan Alun-alun Kota Tegal sebagai ruang publik terbuka harus lebih dimaksimalkan, sehingga tidak ada pembatasan pemanfaatnya.

Harus Jadi Ruang Publik SEJUMLAH fraksi di DPRD meminta agar fungsi alun-alun sebagai ruang publik terbuka dikembalikan. Sehingga, tidak ada pembatasan pemanfaatannya. Namun dengan satu catatan, kegiatan yang dilaksanakan harus positif dan tidak mengarah pada maksiat. Pasalnya, keberadaan alun-alun berada di depan Masjid Agung Kota Tegal. Sehingga, fungsi alun-alun yang selama ini terkesan hanya untuk kegiatan keagamaan, fungsinya tak bisa maksimal. Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kota Tegal, Hery Budiman, Senin (4/ 1), mengatakan, untuk memaksimalkan fungsi alun-alun sebagai ruang publik terbuka maka pihaknya telah mengajukan usulan kepada walikota dan ketua DPRD. Keduanya menyambut positif usulan tersebut dan akan ditindaklanjuti. “Kami rasa pembatasan penggunaan alun-alun justru akan mengkerdilkan Kota Tegal. Sebab alun-alun ruang publik terbuka. Meski dalam pelaksanaanya tidak bisa bebas, tapi tetap harus memerhatikan lingkungan, tidak terkekang, dan seolah-olah hanya untuk kegiatan keagamaan saja,” katanya. Menurut dia, keberadaan alun-alun sangat penting karena sebagai tempat berkumpulnya masyarakat. Karena itu, fungsinya harus bisa dioptimalkan. Misalnya, untuk tempat penyelenggaraan hiburan dan kegiatan bersifat keagamaan. Tetapi dalam pelaksanaannya harus mengacu pada aturan atau norma sosial dan keagamaan. Jangan sampai kegiatan yang dilaksanakan mengganggu aktivitas ibadah di Masjid Agung. Untuk ketertiban dan kebersihan pemkot wajib melakukan penertiban terhadap para pedagang yang masih berjualan di atas alun-alun. (hun)

SENI Hibur Masyarakat Seni TEATER RSPD bakal menggelar pentas dengan lakon “BibBob” yang naskahnya dibuat WS Rendra pada Sabtu (9/1) mendatang. Ini dilakukan untuk mengobati masyarakat seni Kota Tegal pada sang maestro teater Indonesia tersebut. Penggiat Teater RSPD, Yono Daryono, mengatakan, lakon “BibBop” yang dipentaskan oleh WS Rendra pernah mengejutkan publik. Ketika itu, sang maestro baru pulang menuntut ilmu di The American Academy of Dramatic Art New York Amerika Serikat (AS) pada tahun 1967. “Ia mementaskan lakon BipBop yang mengejutkan publik dengan mementaskan teater diluar patron. Teater tanpa tatanan yang oleh Gunawan Mohammad diberi nama teater mini kata,” katanya. Teater pun, lanjut Yono, berubah dari pemanggungan sebuah teks menjadi peristiwa tak punya pusat. Garis definitif antara narasi, dan bukan menjadi lebur hilang dalam berbagai tafsiran. Dan dalam hal ini sangat berbeda ketika Rendra berpuisi. Dimana dia menawarkan suara penuh kecerahan, diksi yang ceta, lincar dan lancar dalam lenggak-lenggok ritme jeda yang tertata. “Puisi Rendra kadang imajinatif, lugas, polos, dan segar seperti anak-anak yang luber. Sehingga maksi kata. Lakon BipBop muncul pada saat masa sulit Bengkel Teater Rendra. (cw1)

KETUA Komisi I DPRD Kota Tegal, Sutari SH, Senin (4/1), menepis tudingan jika pihaknya hanya mencari-cari kesalahan terkait adanya temuan pengerjaan pembangunan sekolah lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2009. “Ini murni temuan kami saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Kok bisa satu orang mengerjakan pembangunan dua sekolah penerima DAK. Siapa bilang ada rekayasa?” kata Sutari tegas. Karena mengerjakan dua lokasi sementara orangnya satu, akibatnya realisasi pembangunan kedua sekolah tersebut terlambat. Bahkan, untuk SDN Kraton 3 dia memperkirakan baru bisa kelar sekitar empat bulan lagi. Sedangkan SDN Muarareja 1 dipastikan tidak akan kelar hingga akhir Januari 2010. “Kalau pengerjaanya bisa tepat waktu dan mutunya bisa dijaga mungkin kami bisa memaklumi. Lha ini, realisasi pembangunan dua sekolah tersebut terpontal-pontal. Penyebanya ya itu tadi, karena yang garap satu orang. Dan sekali lagi kami tegaskan, ini murni temuan di lapangan saat sidak. Tidak benar kalau kami mengadaada,” kata Sutari. Menurutnya, persoalan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar realisasi pembangunan sekolah melalui DAK Pendidikan 2010 tidak terlambat. Kalau alasannya karena waktu, maka mulai bulan

ini (Januari), Dinas Pendidikan (Disdik) harus sudah menyiapkan dan mengusulkan mana saja sekolah yang akan menerima DAK. Sehingga, lanjut dia, Maret atau April 2010 sudah ada kepastian melalui SK Walikota sekolah mana saja yang akan menerima DAK. Dengan begitu, Mei sudah bisa digarap. “Kami juga kembali mengingatkan Disdik, jangan sampai masalah DAK Pendidikan 2009 yang diborongkan ini terulang,” imbuhnya. PERKETAT PENGAWASAN Sekadar informasi, ihwal penggarapan DAK Pendidikan, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta agar pengawasan terhadap DAK Pendidikan diperketat. ICW menilai, selama ini banyak penyalahgunaan dana tersebut. Potensi korupsi terhadap dana itu juga cukup besar. Karena itu, ICW meminta partisipasi publik untuk mengawasi pemakaian DAK. Peneliti Senior ICW, Febri Hendri, mengatakan, selama enam tahun terakhir alokasi DAK selalu naik. ‘’Kenaikannya cukup signifikan,’’ ujarnya. Febri menyebut, pada 2004 lalu pemerintah hanya meng-

M SAEKHUN/RATEG

BARU PASANG BLANDAR - Meski sudah memasuki hari keempat bulan Januari 2010, salah satu SD penerima DAK Pendidikan 2009 baru pasang blandar.

anggarkan DAK Rp 652,6 miliar. Dalam enam tahun, alokasi dana itu sudah mencapai Rp 9,3 triliun. Dari tahun ke tahun, prioritas DAK ditujukan untuk wajar pendidikan dasar (dikdas) dan rehab gedung rusak. ‘’Yang mengherankan, gedung rusak di Indonesia seakan tidak ada habis-habisnya. Seharusnya, pemerintah pusat turut memonitor kegiatan pembangunan sekolah di daerah,’’ kritiknya. Tahun 2009, kata dia, DAK tidak ditujukan untuk program

SEBAGIAN masyarakat yang biasa hilir-mudik di kawasan Jalan Kapten Sudibyo mengaku resah dengan banyaknya truk yang parkir di sembarang tempat. Sebab, selain membuat pemandangan nampak kumuh, juga membahayakan pengguna jalan raya. Menurut salah seorang warga Perum Taman Sejahtera yang tidak mau namanya dikorankan, hampir setiap hari ada truk yang parkir di pinggir jalan. Bahkan terkadang sampai menginap atau beberapa hari “bercokol” di sana. “Kondisi ini sangat mengganggu warga sekitar. Saya sebagai perwakilan warga sudah melaporkannya kepada dinas terkait. Dengan harapan ada tindakan terhadap mereka yang memarkir truknya sembarangan,” katanya. Dikonfirmasi hal itu, Kepala Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tegal, Khaerul Huda, berjanji dalam waktu dekat akan memanggil pemilik atau sopir truk yang parkir sembarangan di sepanjang jalan Kapten Sudibyo. “Kami akan mengimbau pemilik truk maupun supirnya agar tidak memarkirkan kendaraannya di tempat yang bukan peruntukannya. Kalau dibiarkan

SETELAH diundi pada hari Senin (4/1), ratusan pedagang Pasar Kimpling boyongan ke lokasi baru di Jalan Teuku Cik Diktiro. Selain terdapat ratusan lapak, pembangunan pasar yang menghabiskan dana APBD Kota Tegal Tahun Anggaran (TA) 2009 sebesar Rp 3 miliar lebih itu juga memiliki 11 kios. Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal, R Suprianta, Senin (4/1), mengatakan, semua pedagang lama yang menempati lapak telah diundi penempatannya. Dan mulai hari

LAPORAN: LAELANURCHAYATI SAAT ini baru 3 kelurahan resmi memiliki perpustakaan, sedangkan 3 lainnya masih dalam bentuk embrio. Kepala Seksi Pembinaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Haryo Guritno menje-

ini (kemarin-red), sudah mulai ada aktivitas jual beli. Sedangkan peresmiannya menunggu kesiapan walikota. “Semua pedagang lama kami gratiskan. Mereka hanya dikenai retribusi harian. Sedangkan untuk penempatan 11 kios masih menunggu pembahasan tarif dengan DPRD. Untuk sementara aktivitas jual beli hanya dilakukan di los,” katanya. Menurut Suprianta, draf tarif sewa kios yang akan diajukan ke DPRD tidak akan berbeda jauh dengan tarif kios Pasar Martoloyo dan Langon. (hun)

ADI MULYADI/RATEG

PARKIR SEMBARANGAN – Beberapa truk parkir di sembarang tempat yang bukan peruntukannya.

maka kota akan terlihat kumuh. Dan itu bisa membahayakan pengguna jalan lain,” terangnya. Menurut Khaerul, jika tetap parkir di area tersebut, selain rawan kecelakaan bagi pengguna jalan, bisa saja terjadi kehilangan. “Nanti kalau ada truk yang hilang baru lapor polisi, dan kami yang disalahkan,” kata mantan Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan ini terkekeh.

Selain di pinggiran Jalan Kapten Sudibyo, banyak juga tempat-tempat lain yang digunakan untuk memarkir truk, seperti di Jalan Mataram, di sekitar Taman Sejahtera, jalan lingkar utara dan lainnya. Khaerul mengaku dirinya sempat mempunyai anganangan membuat kantong-kantong parkir truk seperti di wilayah kabupaten. “Tapi lokasinya dimana ya?” kata Khaerul balik bertanya. (cw1)

21 Kelurahan Belum Miliki Perpustakaan laskan terus berupaya agar target ini tercapai. Menurutnya, program ini juga sangat tergantung pada pemimpin wilayah tersebut atau lurahnya. Seperti pada 3 kelurahan yang saat ini masih dalam bentuk embrio perpustakaan kelurahan. Yaitu Kelurahan Pesurungan Lor, Randugunting dan Sumurpanggang. ‘’Mereka sangat proaktif untuk membangun perpustakaan ini, hanya saja belum memenuhi persyaratan,’’ ungkapnya. Yaitu jumlah koleksi buku yang ada minimal 1000 eksemplar. Petugas kelurahan juga sudah disiapkan dengan mengikuti pelatihan di tingkat propinsi beberapa waktu lalu. Sementara untuk 3 kelurahan

mengajar, masih banyak yang tidak memadai. Masih ada sekolah yang tidak memiliki laboratorium maupun perpustakaan. Rendahnya kontrol terhadap penggunaan dana tersebut memunculkan korupsi di berbagai daerah. Korupsi itu dilakukan oleh aparat pemerintah daerah hingga dinas pendidikan dan sekolah. Pola korupsinya beragam, mulai penahanan dana, penunjukan langsung, markup, proyek fiktif, hingga penggelapan. (hun)

Truk Parkir Sembarangan Bikin Resah Ratusan Pedagang Pasar Kimpling Boyongan

Tiga Lainnya Masih dalam Bentuk Embrio

Sebanyak 21 kelurahan hingga saat ini belum memiliki perpustakaan kelurahan. Padahal sesuai intsruksi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, tahun 2012 semua kelurahan harus sudah memiliki perpustakaan.

wajar. Sebab, pemerintah menyebut sudah menuntaskan program tersebut sejak akhir 2008. Kendati demikian, dana yang dikucurkan tahun 2010 tidak kalah besar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. ‘’Kenaikannya cukup signifikan dan hanya dipakai untuk perbaikan gedung dan kelas yang rusak,’’ ungkap Febri. Yang mengherankan, meski anggaran naik, jumlah sekolah roboh terus bertambah. Begitu pula sarana kegiatan belajar

DOK.RATEG

MENINGKAT - Selain mobil perpustakaan keliling, jumlah koleksi buku di perpusda juga meningkat. Tahun 2009 lalu mendapatkan bantuan koleksi buku sebanyak 2.200 eksemplar.

lainnya yang sudah resmi berdiri adalah Kelurahan Tegalsari, Kejambon dan Muarareja. Bahkan perpustakaan Tegalsari sudah mengantongi prestasi perpustakaan terbaik tingkat 3 se Jawa Tengah. ‘’Ini merupakan acuan yang sangat bagus bagi kelurahan lainnya, sehingga bisa mencerdaskan masyarakatnya melalui perpustakaan ini,’’ terang Haryo panjang lebar. Untuk perpustakaan Tegalsari saat ini sudah memiliki koleksi lebih dari 4.000 eksemplar. Sedangkan untuk Kelurahan Kejambon dan Muarareja baru sekitar 3.000-an dan 1.400 koleksi buku. Selanjutnya mereka akan terus dipacu dengan penambahan koleksi. (*)

M SAEKHUN/RATEG

MULAI DIFUNGSIKAN - Bangunan baru Pasar Kimpling di Jalan Cik Diktiro kini mulai difungsikan untuk aktivitas jual beli.


KABUPATEN TEGAL

8

SELASA 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

SKPD Dinilai Lakukan Upaya Pembodohan Komisi-Komisi Tolak Bahas RKA SKPD SEJUMLAH Komisi DPRD Kabupaten Tegal secara tegas menolak pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penolakan ini terutama dilakukan terhadap sejumlah SKPD yang terlambat dalam mengajukan RKA kepada komisi masing-masing. Hal ini seperti yang dilakukan Komisi IV DPRD, yang menolak membahas RKA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Tegal, Senin (4/1) kemarin. Penolakan itu terjadi karena Dinas Dikpora belum menyerahkan draf RKA, sesuai jadwal yang ditentukan. ‘’Hari ini (Senin, Red) memang ada jadwal pembahasan RKA Dinas Dikpora, tapi karena kami belum menerima maka pembahasannya kami batalkan,’’ terang Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin. Sementara itu, kondisi yang sama juga dijumpai di Komisi III DPRD Kabupaten Tegal. Secara tegas komisi III DPRD Kabupaten Tegal menolak melakukan pembahasan terhadap semua RKA yang diajukan oleh 3 SKPD, yang pembidangannya pada komisi III. Ketiga SKPD yang diotolak pengajuan

pembahasan RKA pada komisi III itu terdiri dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Badan Lingkungan Hidup (BLH), serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Berbeda dengan penolakan pada komisi IV, di komisi III penolakan terjadi karena belum adanya kesepahaman dalam penentuan antara anggaran Tunjangan Peningkatan Penghasilan (TPP) atau yang lebih sering disebut dengan tunjangan operasional, dengan Biaya Operasional Program (BOP). ‘’Kami menolak semua pembahasan RKA SKPD, karena belum adanya kesepahaman dalam penganggaran TPP dan BOP di tingkat Badan Anggaran (Banang) DPRD. Kami takut nantinya terjadi double anggaran,’’ terang Wakil Ketua Komisi III DPRD, Yuswan Maulana. Dijelaskan Yuswan Maulana, dalam draf anggaran 2010, terdapat usulan pemberian TPP sebesar lebih kurang Rp 18 Miliar. Padahal penganggaran operasional pegawai juga tercantum dalam BOP, seperti halnya pemberian honorarium panitia kegiatan, pengadaan alat tulis kantor (ATK) kegiatan, serta pengadaan alat-alat penunjang kegiatan. ‘’Kalau TPP memang keluar, mestinya BOP bisa dihilangkan. Kami akan tetap menolak pembahasan RKA SKPD sampai

ada kesepakatan di tingkat Banang,’’ tegasnya. Anggota Komisi II DPRD, Mursidik, mengungkapkan, penolakan pembahasan terhadap RKA SKPD yang terlambat dalam penyerahannya itu juga sudah menjadi kesepakatan internal Komisi II. Ditegaskannya, Komisi II DPRD akan menunda pembahasan RKA SKPD yang terlambat diserahkan kepada komisi II. ‘’Kami jelas berpatokan pada surat edaran pimpinan DPRD. Kami juga sudah sepakat untuk menunda pembahasan RKA SKPD yang terlambat. Bagaimana bisa dibahas kalau bahan RKA-nya belum kami pelajari dulu,’’ ujarnya. PEMBODOHAN Keterlambatan penyerahan RKA dinilai sejumlah kalangan DPRD sebagai wujud ketidak seriusan SKPD dalam pembahasan RKA. Hal ini seperti diungkapkan anggota Komisi I DPRD, Ahmad Fatihudin. Padahal, menurutnya, jika mengacu pada surat edaran pimpinan DPRD disebutkan secara jelas bahwa SKPD diharuskan menyerahkan RKA paling lambat 2 hari sebelum pembahasan di tingkat komisi. Namun yang terjadi di Komisi I, lanjutnya, hingga jadwal pembahasan yang ditentukan, Senin (4/1) kemarin, belum semua SKPD menyerahkan. Diantara 7 SKPD

yang dibidangi Komisi I, hanya 3 SKPD yang telah menyerahkan sebelum jadwal pembahasan. ‘’Ini merupakan indikator ketidakseriusan SKPD untuk bersama-sama membahas anggaran. Untuk itu, Komisi perlu memboikot terhadap SKPDSKPD tersebut (yang terlambat menyerahkan RKA - red),’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin, justru menilai sikap SKPD yang terlambat dalam penyerahan RKA tersebut sebagai upaya pembodohan terhadap lembaga DPRD. Pasalnya, dia mengindikasikan bahwa keterlambatan penyerahan SKPD tersebut sebagai hal yang disengaja. ‘’Penyerahan RKA sepertinya sengaja dilakukan terlambat, ini dimaksudkan agar komisi tidak mempelajari dahulu dan langsung memberikan persetujuan. Berdasarkan informasi yang kami dapat, keterlambatan ini sengaja dikoordinir. Ini jelas memandulkan fungsi DPRD,’’ tandasnya. Kalangan DPRD Kabupaten Tegal sangat menyayangkan sikap SKPD yang terlambat dalam menyerahkan RKA. Apalagi jika terbukti bahwa keterlambatan tersebut ternyata memang disengaja serta dikoordinir sehingga menjadi kesepakatan sejumlah SKPD. (aan)

AGUS WIBOWO/RATEG

TEATRIKAL - Sejumlah massa dari Forgusta mensweeping Rumdin Ketua Dewan, selanjutnya ditambah dengan aksi teatrikal. (Selengkapnya baca hal depan)

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Tabung Gas Karbit Diminati Pembeli karena Rasanya SLAWI - Hingga kini petugas jajaran Satreskrim Polres Tegal masih menyelidiki kasus ledakan tabung gas karbit untuk balon, yang terjadi di Obyek Wisata (OW) Guci Bumijawa, Minggu (3/1) lalu. Sedangkan sejumlah korban yang terkena ledakan tabung gas, hingga Senin (4/1) kemarin, masih menjalani perawatan di RSUD dr Soeselo Slawi. ‘’Kami masih menyelidiki dan memeriksa sejumlah saksi lain, apa penyebab kejadian musibah tabung meledak ini. Sebab, sejumlah korban maupun saksinya juga saat ini masih belum bisa dimintai keterangan. Termasuk, penjual balon yang meski hanya mengalami luka ringan, masih shok dengan kejadian yang dialaminya,’’ terang Waka Polres Tegal Kompol Daniel Mucharam SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Rudi Wihartana, kemarin. Mantan Kasi Tilang Dirlantas Polda Jateng ini juga menambahkan, hingga saat ini korban yang masih dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi tinggal dua orang saja. Diantaranya anak kecil yang matanya terkena serpihan alumunium foil ledakan tabung tersebut. ‘’Jadi dari kasus ini, kami juga belum bisa menentukan tersangka ini. Karena, kasus ledakan tabung gas balon ini masih dalam pengembangan le-

bihlanjut,’’ bebernya. Sedangkan dari hasil pemeriksaan sementara, ledakan tabung gas karbit tersebut, diduga karena adanya kebocoran pada selang tabung. Sehingga hal ini memicu adanya, ledakan. Termasuk, penjual balon diketahui juga merupakan pedagang ilegal. Sebab, setiap pengunjung di OW Guci dilarang membawa tabung gas. Namun, penjual balon itu sengaja memasuki OW Guci, memasuki wisata itu melalui pintu belakang. Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (3/1) sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah pengunjung obyek wisata Guci dikejutkan dengan bunyi ledakan keras yang bersumber dari daerah di sekitar jembatan menuju ke obyek wisata Guci. Baru kemudian diketahui, ledakan itu berasal dari tabung gas karbit yang dipergunakan untuk mengisi balon udara mainan anak-anak. Ledakan keras itu mengakibatkan 7 orang lukaluka, 6 orang diantaranya merupakan pengunjung obyek wisata Guci dan 1 orang pedagang asongan balon mainan anakanak yang juga pemilik tabung gas yang meledak itu. Berdasarkan keterangan Suherman (31) pedagang balon gas dan pemilik tabung gas karbit, yang ditemui saat menjalani perawatan di RSUD Dr

Terasi Khas Suradadi Kabupaten Tegal

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

KORBAN - Salah sorang korban ledakan tabung gas karbit, Nisrina (5) nampak meronta-ronta saat dirawat oleh petugas medis RSUD Dr Soesilo Slawi.

Soesilo Slawi, kejadian bermula saat dia tengah mengisi balon gas untuk dijual kepada wisatawan yang datang ke obyek wisata Guci.

Saat itulah, tabung gas karbit yang diletakkan di dalam selokan di tepi jalan utama menuju ke obyek wisata Guci itu, tibatiba meladak. (gus)

MENDENGAR nama terasi, dipastikan semua orang akan terbayang baunya yang begitu menyengat hingga menusuk hidung. Sehingga tak jarang sebagian perempuan, terutama ibu-ibu rumah tangga terkadang merasa jijik untuk memegangnya. Namun tidak bagi Darti (59) wanita tua asal Desa Suradadi Kecamatan Suradadi ini, yang sudah puluhan tahun menggeluti profesi sebagai perajin terasi. Menurutnya, bau menyengat terasi, sudah tidak asing lagi bagi dirinya. Sebab, bau itu sudah menemani perjalanan hidupnya selama 25 tahun lebih. Dengan kata lain bisa makan dan tidur karena bau terasi tersebut. Bahkan anakanaknya bisa tumbuh besar pun akibat dari bau terasi. “Saya biasa bergelut dengan bau terasi setiap harinya. Semua itu tidak membuatnya jijik. Sebab, membuat terasi adalah rutinitas pekerjaan keluarganya sejak dahulu kala,” tuturnya polos. Kalau dilihat dari bentuknya dan aromanya, terasi memang menjijikan, tapi manakala sudah dirasakan dalam wujud sambal sangat menyedapkan. Terlebih

rasa terasi asli Suradadi, yang terbuat dari bahan-bahan laut alami, seperti udang, ikan dan lainnya, dipastikan membuat semua orang ketagihan. “Untuk kualitas rasa, kami selalu upayakan di atas rata-rata. Walau dari segi bau memang sedikit menyengat, karena terbuat dari baha-bahan alami dengan olahan murni tangan-tangan terampil yang ahli di bidang pembuatan terasi,” timpal Casmadi (59) suami Darti. Masih kata Drati, sejauh ini, terasi buatannya bisa menerobos dominasi pasaran terasiterasi dari daerah lain. Seperti Cirebon dan daerah lainnya. Bahkan permintaan pasar dari daerah Tuban dan Surabaya terus meningkat atau bisa dibilang sudah menjadi pangsa pasar tetap. “Puji syukur terasi buatan kami bisa diterima di pasaran, sehingga membuat perekonomian keluarga terus meningkat,” ucap Darti diiringi anggukan Casmudi. Lika-liku dalam berbisnis terasi sudah dirasakan semua, mulai dari kekurangan modal hingga diberikan bantuan peralatan oleh instansi terkait di lingkungan Pemkab. Untuk itu, semua anaknya yang berjumlah delapan orang bisa membantu dengan senang hati tanpa ada paksaan dari dirinya. Bahkan sekarang menantunya mulai ikut-ikutan menggeluti usaha

pembuatan terasi. “Saya sangat bangga dengan anak-anak. Mereka selalu mendukung usaha orang tua secara tulus, walau resikonya harus merasakan bau menyengat,” tandasnya Darti. Saat ini, lanjut Darti, jumlah karyawannya hingga kini sudah tidak bisa dihitung lagi, sebab, dirinya lebih senang memperkerjakan warga sekitar tanpa harus menghitung jumlahnya. Tetapi kalau dihitung pekerja pastinya hanya sekitar 4 orang . “Saya hanya memperkerjakan 4 orang warga sekitar. Tapi kalau lagi banyak pesanan terasi jumlah itu akan bertambah banyak untuk mengejar target pesanan dalam waktu yang sudah disepakati,” terangnya. Darti menambahkan, untuk modal awal menjadi pengusaha terasi sangat murah dan mudah dijangkau semua pihak. Sebab, hanya sekitar Rp 1 juta, plus peralatan seadanya. Tapi jika ingin menghasilkan terasi dengan kualitas super memang harus menggunakan peralatan khusus semi modern. Dan alat itu mudah dicari di pasaran yang harganya masih bisa dijangkau. “Saat ini di lingkunganya saja sudah puluhan orang perajin terasi khas Suradadi. Hal itu membuat saya senang, sebab warga mulai tanggap akan membaca peluang guna mencari penghasilan.” (k1)


SAMBUNGAN

SELASA 5 JANUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Tagihan Susulan Capai Ratusan Juta Operasi P2TL PLN PEMALANG – Operasi Penertiban Pemakaian Tanaga Listrik (P2TL) yang dilakukan PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Pemalang secara rutin dalam tahun 2009, telah berhasil menaikan pandapatan dari tagihan susulan hingga ratusan juta rupiah. Tagihan susulan tersebut diperoleh dari para pelanggan yang dinyatakan melakukan pelanggaran dalam menggunakan listrik. Dari jenis pelanggaran yang mereka lakukan mulai dari pelanggaran ringan, sedang hingga pelanggaran berat. Demikian diungkapkan Kepala PLN UPJ Pemalang Tri Santoso ST kepada Radar di kantornya, Senin (4/1). “Operasi P2TL yang dilakukan secara rutin sejak bulan Januari hingga bulan Desember 2009, pelanggan yang melakukan pelanggaran pemakaian listrik jumlahnya cukup banyak dan mereka telah melakukan pembayaran tagihan susulan,” katanya. Pelanggan yang dilakukan pemeriksaan di antaranya peme-

riksaan pembatas atau MCB (Miniature Cirkuit Breaker) dan KWH meternya, kata Tri Santoso, tidak semuanya melakukan pelanggaran. Seperti halnya jika kondisi MCB dan KWH meternya masih dalam bentuk aslinya, maka pelanggan itu terbebas dari pembayaran tagihan susulan. Akan tetapi jika kondisi MCB maupun KWH meternya sudah berubah tidak sesuai lagi dengan bentuk aslinya, baik itu segelnya rusak, atau MCB nya telah diganti yang tidak sesuai dengan ketentuan daya sabungnya, maka pelanggan tersebut dinyatakan telah melakukan sebuah pelanggaran dan diwajibkan untuk membayar tagihan susulan yang biasa disebut oleh pelanggan terkena denda. “Operasi P2TL dalam tahun 2009, jumlah pelanggan yang telah diperiksa berjumlah 3.679 pelanggan, dan yang melakukan pelanggaran sebanyak 972 pelanggan. Adapun perolehan KWH-nya sebesar 175.776 KWH, sedangkan tagihan susulanya sebesar Rp 204,354 juta,” paparnya.

Lebih lanjut kata Tri Santoso, dalam melakukan operasi PLN juga masih memberikan kebijakan khususnya untuk jenis pelanggaran ringan seperti MCB yang telah rusak, pelanggan masih dapat menikmati listrik karena sambungan tanpa dilakukan pemutusan. Sebaliknya jika pelanggan melakukan pelanggaran sedang dan berat, pemutusan sambungan listrik tetap dilakukan. Dan pelanggan akan dapat menikmati listrik jika telah melakukan pembayaran tagihan susulan sesuai yang telah ditentukan. “Selama pelanggan itu belum membayar tagihan susulan, maka penyambungan listrik belum juga dilakukan dan jika sudah melakukan penyelesaian maka baru disambung lagi,” tandasnya. Tri Santoso menambahkan banyak pelanggan PLN yang terkena operasi dan harus melukukan pembayaran tagihan susulan dinilai oleh pelanggan cukup memberatkan itu wajar. Karena banyak pelanggan tidak mengerti sebab dan imbas pelanggaran yang mereka lakukan. (mg1)

Meski Uzur, Tetap Mesra dari halaman 9 Meski uzur, mereka tetap mesra saat diambil gambarnya oleh fotografer. Meski sambil tersenyum malu, pasangan nikah missal ini tetap berupaya tampil mesra di depan kamera. Menurut Puji Hamdani pasangan nikah tertua adalah Tubi yang sudah berumur 84 tahun dan isterinya adalah Darsini dengan usia 79 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Pemalang. Sepasang pengantin ini saat ditemui mengungkapkan kebahagiaannya bisa menikah secara resmi dan gratis. “Saya sudah punya sepuluh cucu dan sembilan anak,” aku dia saat diwawancara wartawan. Pasangan pengantin ini selain mendapatkan akte nikah, juga mendapat bingkisan dari

Kandepag. Pengantin laki-laki diberikan uang untuk memahari isterinya sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan pasangan pengantin nikah massal termuda adalah Solihin (29) dan Suharti(27) dari Watukumpul. Pasangan-pasangan nikah ini tidak hanya berdandan laksana raja sehari dan berpose di depan kamera yang disediakan panitia, namun juga disuguhi hiburan. Tidak tanggung-tanggung, kelompok musik gambus Masjid Agung Pemalang ikut memeriahkan hajat tersebut. Kepala Kandepag Drs H Masduki MSi didampingi Kasubag TU Drs Puji Hamdani mengemukakan nikah massal yang digelar jajarannya adalah sebagai salah satu rangkaian kegiatan memeringati HAB Depag ke-64. “Pesertanya ada

72 orang yang berarti ada 31 pasang pengantin dengan beragam usia dan latar belakang ekonomi, mereka sebelumnya adalah pasangan pra nikah atau sudah nikah siri sebagian lagi mengaku menikah tapi tidak punya akta nikah,” jelasnya. Peringatan HAB Depag ini selain dimeriahkan dengan acara nikah massal juga dirangkai dengan berbagai kegiatan lainnya. Di antaranya adalah bhakti sosial, lomba bulu tangkis, sepakbola jalan sehat, lomba mapel PAI, lomba tumpeng, upacara, pemberian beasiswa, ziarah ke taman makam pahlawan dan tasyakuran. Kegiatan lomba dan olahraga serta bhakti sosial dilakukan di madrasah dan kantor-kantor lingkungan Depag Kabupaten Pemalang. (ali basarah)

Warga Bangun Makam di Depan... dari halaman 9 datangi Kantor Bupati Pemalang. Mereka bertemu dengan Asisten Tata Praja Drs HMA Puntodewo di ruangannya. Dari pembicaraan mereka terungkap topik yang sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, baik saat di Kantor Satpol PP maupun di Inspektorat Kabupaten Pemalang. Hingga berita ini dirilis rapat di ruang asisten itu masih berlangsung. Kisruh di Desa Jebed Utara

yang terungkap ke permukaan sejak Mei 2009 ini hingga kemarin belum berakhir. Diawali dengan demo dengan menggandeng LSM dan menuntut mundur kades tidak berhasil. Demo kedua pun dilanjutkan sampai pada kegiatan-kegiatan seperti melakukan penyegelan kantor pemerintah desa dengan menutup pintu menggunakan palang kayu dan drum-drum aspal. Pemerintah kemudian membongkar segel tersebut namun ditutup kembali oleh sebagian

warga yang menuntut kadesnya mundur itu. Terakhir kali balai desa disegel dengan membentangkan kain mori yang bertuliskan katakata hujatan dan ketidakpuasan terhadap penanganan masalah di Desa Jebed Utara. Terhadap ulah ini pemerintah kembali melakukan pembongkaran. Dan Kamis kemarin aksi menuntut mundur Kades kembali dilakukan dengan membangun dua buah makam tersebut serta memasang kain di atasnya bertulis sindiran bagi kades. (ali)

Jembatan Rp 3,2 Miliar Segera... dari halaman 9 Rencananya, peresmian jembatan yang anggarannya dari Alokasi Dana Umum (DAU) senilai Rp 3,2 miliar ini akan diresmikan langsung oleh Bupati Pemalang HM Machroes SH, pada 24 Januari 2010 mendatang. “Dengan selesainya Jembatan Kemuning, diharapkan ke depan perekonomian masyarakat dari Kecamatan Bodeh dan Ampelgading bisa berkembang,” ujar Kabid Bina Marga DPU Kabupaten Pemalang Ir M Arifin MSi di selasela syukuran selesainya pembangunan Jembatan Kemuning Senin (4/1) kemarin. Dikatakan, proses pembangunan Jembatan Kemuning itu melalui proses yang cukup panjang. Karena sejak dibangunnya tiang pancang atau pilar dan pondasi tahun 2004 lalu, pembangunannya baru selesai akhir tahun 2009. Sementara itu, kepentingan

masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut selama pembangunan dialihkan ke jembatan darurat yang dibangun di sisi sebelah utara. Yakni jembatan darurat yang dibangun dengan bekas lori milik PG Sragi yang ditumpuki dengan pohon kelas, papan kayu, dan tanah. Masyarakat lanjutnya, yang hendak melintas diharuskan mengantri dari masing-masing sisi jembatan secara bergantian. Karena jembatan darurat hanya bisa dilalui satu mobil. Mengenai harapan sebagian masyarakat yang mengharapkan agar jembatan tersebut segera dibuka, pihaknya akan berusaha menyampaikannya ke Pemkab Pemalang. Apakah bisa segera dibuka atau menunggu peresmian jembatan yang menurut rencana akan dibuka pada 24 Januari 2010 mendatang, atau bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pemalang ke-435.

“Kami akan meminta ijin ke Bupati Pemalang, apakah dengan selesainya jembatan ini bisa segera dibuka atau menunggu peresmiannya pada 24 Januari mendatang,” ungkap Arifin. Jembatan Kemuning yang dibangun melintang di atas Sungai Comal ini, bagi sebagian masyarakat di Kecamatan Bodeh dan Ampelgading memang merupakan sarana transportasi utama, khususnya yang berkaitan dengan perekonomian warga. Jembatan yang dibangun dengan memiliki bentang hingga 120 meter dan selebar 7 meter tersebut, nantinya dilalui truktruk pengangkut bahan-bahan material seperti pasir, batu, kayu dan lain-lain. “Memang dengan adanya jembatan ini, nantinya truktruk pen g a n g k u t m aterial dari Bodeh menjadi lebih terj a n g k a u d a r i p a da harus memutar lewat Comal,” kata Arifin. (mg6)

BUAT KANDANG Pemuda produktif yang tergabung dalam KUPP Sidorejo sedang membuat kandang kambing.

SUMITRO/RADAR PEMALANG

Komisi D DPRD Kunjungi Desa PEMALANG - Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang melakukan kunjungan ke sejumlah desa untuk memantau kesiapan dalam menerima peraturan daerah yang pekan kemarin ditetapkan Pemkab Pemalang. Dari lima raperda yang ditetapkan menjadi perda, dua diantaranya berkaitan dengan pemerintah desa yakni peraturan mengenai penyerahan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kepada desa dan pedoman pelaporan

penyelenggaraan pemerintahan desa. K e tu a K o m isi D D P R D Pemalang Abdullah mengemukakan memasuki pekan pertama setelah ditetapkannya raperda menjadi perda komisinya langsung terjun ke desa-desa. “Dua dari lima perda kemarin berkaitan dengan tugas komisi D sehingga kami akan turun ke desa meninjau kesiapan desa dalam menerima dua perda tersebut,” ujarnya Senin(4/1).

Perda tersebut lanjut dia, harus segera disosialisasikan, bahkan dia melalui fraksinya di FPKB sudah meminta pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah agar perda tentang penyerahan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kepada desa dan perda tentang pedoman pelaporan penyelenggaraan pemerintahan desa, keterangan pertanggungjawaban kepala desa, dan informasi penyelenggaraan pemerintah

desa dilakukan sosialisasi dan pembinaan secara intensif kepada pemerintah desa. Selain itu juga dilakukan pengawasan secara berkesinambungan terhadap pelaksanaan perda tersebut nantinya. Hal tersebut penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya pelanggaran hukum baik yang sengaja maupuntidak disengaja karena ketidaktahuan sebagai akibat keterbatsan SBM. (ali)

Jalan Lintas Dukuh Rusak Parah BODEH - Sebagai sarana transportasi utama warga di Dukuh Rengaspitu dan Kaliwuluh, jalan lintas dukuh selama ini keberadaannya sangat dibutuhkan. Karenanya, mereka mengharapkan agar pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membantu dengan membangun jalan tersebut untuk mempermudah akses warga. Jalan yang menghubungkan antar warga dan antar desa mutlak diperlukan agar pertum-

buhan ekonomi nantinya bisa berkembang dengan baik. Di samping itu, diharapkan dengan adanya pembangunan jalan nantinya sarana komunikasi warga dan kelancaran usaha bisa lebih maju. Kades Jraganan Kardiyanto menyampaikan keluhannya itu kepada Radar Senin (4/1) kemarin di ruang kerjanya kemarin. Menurutnya, kondisi jalan itu selama ini rusak parah dan kurang memenuhi syarat se-

bagai jalur antar warga dan antar dukuh dalam suatu desa. Karena kondisi jalannya banyak yang berlubang, becek, dan banyak batu-batu yang tidak rata sehingga sangat mengganggu warga saat melewati jalan tersebut. “Tidak layak untuk sarana transportasi, apalagi pada musim hujan sekarang ini,” ujarnya. Pemerintah Desa Jraganan sendiri lanjut Kardiyanto, selama ini sudah berupaya me-

ngumpulkan dana dari swadaya masyarakat. Namun kecilnya nilai yang didapatkan, belum bisa untuk membangun jalan sepanjang 600 meter dan lebar 3 meter tersebut. Karena nilai yang dikumpulkan hanya Rp 3 juta dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 2,98 juta. “Kami berharap pada tahun 2010 ini, keinginan warga tersebut dapat segera terealisasikan,” harap Kardiyanto. (mg6)

Kehormatan NU Harus Dijaga dari halaman 9 Pemalang harus bisa menjalankan amanahnya dengan baik, dan NU mestinya juga harus dikembalikan ke khittahnya. Sikap NU yang sering terjebak dalam soal menentukan arah politiknya banyak pengalaman yang bisa dipetik dalam pesta demokrasi sebelumnya. “Se-

perti ketika Ketua PBNU Hasym Musyadi dalam pencalonannya di pemilihan presiden sebagai calon wakil presiden dan tidak jadi, kemudian Ketua DPW NU Jawa Tengah Mohammad Adnan dalam pimilihan Gubernur Jawa Tegah sebagai calon wakil gubernur juga sama tidak jadi, itu mestinya sebagai pelajaran ber-

harga dan diakui atau tidak merupakan sebuah kegagalan NU, karena tokoh-tokoh pilihannya belum bisa diterima oleh masyarakat,“ ujarnya. Sehingga lanjut Muntoha, jangan karena nafsu dan emosionalnya yang dikedepankan sehingga berana bermain sepekulasi dalam soal dukung mendukung di pilkada nanti. “Saya

tetap menghormati kepada siapa saja yang punya keingian itu, tetapi NU seharusnya lebih melihat kedepan. Bagaimana NU itu bisa menjadi besar tetapi bukan karena rasa emosional dan coba-coba bermain spekulasi yang pada ujung-ujungnya organisasi ini tidak lagi terhormat dan bermartabat karena jadi korban politik,” tandasnya. (mg1)

Harapkan Pilkadus Langsung dari halaman 9 ganan Kardiyanto ketika dikonfirmasi mengenai keinginan warga tersebut Senin (4/1) kemarin mengatakan pada dasarnya pemerintah desa mendukung sepenuhnya keinginan warga tersebut. Namun begitu pada prosesnya, pihaknya akan berkonsultasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Ba-

permas KB) Kab Pemalang. “Pada dasarnya kami mendukung, tapi pada prosesnya kami akan konsultasi dulu apakah keinginan warga Dukuh Kaliwuluh bisa dilaksanakan atau tidak,” terang Kardiyanto. Dengan adanya keinginan warga itu lanjutnya, pihaknya sifatnya hanya menampung. Karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang baru, di mana sistem

pengangkatan kadus baru melalui tahapan test calon kadus bukan sistem pemilihan langsung. “Bukan berarti kami tidak mendukung, karena kami dalam menjalankan roda kepemimpinan di desa sesuai dengan aturan-aturan yang ada,” tandas dia. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, sebagian besar warga di Dukuh Kaliwuluh, ternyata ada 4 calon yang akan

maju sebagai Kadus III. Sehingga pihak desa dalam menyikapi permasalahan tersebut, tidak bisa begitu saja menindaklanjuti kenginan warga dengan menggelar pemilihan kadus secara langsung. “Kemungkinan akan dilakukan setelah Pilbub, bukan Februari,” kata Kardiyanto menanggapi keinginan warga agar pemilihan digelar pada Feberuari 2010. (mg6)


CMYK

METRO PEMALANG

SELASA, 5 JANUARI 2010

RADAR TEGAL

10

Reformasi Depag Menyentuh Pembaruan Mental dan Budaya PEMALANG - Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Depag ke64 di gelar di lapangan tenis indoor Kabupaten Pemalang Senin (4/1) kemarin. Upacara diikuti sejumlah PNS di lingkungan Depag dan Pemkab Pemalang serta para pelajar dan

pramuka. Sebagai inspektur upacara, Sekda H Sumadi Sugondo SE MM MSi. Upacara berjalan dengan khidmat dan berjalan sesuai dengan jadual. Setda yang membacakan amanat Menteri Agama Surya Dharma Ali mengemuka-

kan pelaksanaan reformasi di lingkungan Departemen A g a m a t i d a k h a n y a m enyangkut pembaruan organisasi, tata kerja dan administrasi yang harsu memenuhi prinsip-prisnsip good governance.

“Tetapi harus menyentuh pembaruan sikap mendal dan budaya kerja yang baik,” kata dia. Sebagai aparatur, lanjut dia Depag menyandang nilai-nilai agama, akhlak dan moral. “Kita seharusnya berada paling de-

pan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, bebas KKN dan perbuatan melanggar hukum lainnya,” ujarnya. Thema yang diusung dalam HAB Depag tahun ini adalah mewujudkan bangsa berakhlak

mulia, menuju negara sejahtera. Sehingga semua diingatkan sebagai bangsa yang besar selain diperlukan kemajuan bidang fisik dan intelektual, juga diperlukan kemajuan di bidang akhlak atau moral. Sejalan dengan peningkatan

kualitas akhlak yang mulia itu Sekda mengajak untuk ikut meningkatkan kualitas dan profesionalitas masing-masing melalui kreasi-kreasi yang inovatif dan positif dalam pelayanan kepada umat dan masyarakat. (ali)

Doa dan Tahlil untuk Gus Dur COMAL - Takmir Masjid Jami Comal, pada Rabu (6/1) besok akan mengadakan tahlil dan do’a bersama untuk kepergian mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atu Gu Dur yang meninggal pada usia ke-69 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Acara yang menurut rencana

akan digelar selepas Shalat Isya tersebut, terbuka untuk umum bagi warga nahdliyin dan masyarakat untuk mendoakan almarhum yang meninggal karena komplikasi penyakit diabetes, ginjal, dan stroke. Gus Dur yang juga mantan Ketua PBNU ini, juga diusulkan sejumlah elemen masyarakat

untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. Tidak hanya oleh kalangan NU saja usulan tersebut, tapi juga dari kalangan lain, seperti etnis Tionghoa, dan minoritas lainnya. “Gus Dur merupakan tokoh pluralis, pembela kaum minoritas dan kaum tertindas,” ujar seorang warga. (mg6)

Januari Diperkirakan Curah Hujan Cukup Tinggi PEMALANG – Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolimas) Kabupaten Pemalang Drs Wahyu Sukarno AP MSi mengungkapkan musim hujan yang terjadi sekarang ini curah hujannya masih relative sedikit dimungkinkan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian berdasarkan prakiraan cuaca curah hujan akan mulai meningkat pada bulan Januari. “Prakiraan cuaca berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi dan Geofisika pada bulan Januari curah hujan akan terus

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

GERABAH – Seorang pengrajin gerabah meski lesu masih terus produksi.

Pengrajin Gerabah Kesulitan Mendapatkan Bahan Baku PEMALANG – Sejumlah pengrajin gerabah di Kelurahan Pelutan Kecamatan Pemalang mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan tanah liat sebagai bahan baku pembuat gerabah. Akibat banyaknya lahan sawah yang terkikis dan sawah-sawah yang sekarang ini banyak ditumbuhi bangunan rumah. Dalam pekembangannya, pengrajin gerabah yang ada di Kelurahan Pelutan yang kurang lebihnya mencapai 50 orang sekarang ini dalam posisi yang serba sulit. Karena usaha yang mereka geluti sejak kecil dari warisan para leluhurnya sekarang ini lagi mengalami lesu. Sehingga membuat kondisi mereka semakin kejepit.

CMYK

Banyak hal yang banyak mempengaruhi usaha mereka, seperti menurunnya permintaan dan tingginya harga bahan baku, karena bahan baku sekarang ini semakin sulit untuk dicari. Rihat (65), salah seorang pengrajin gerabah menuturkan usaha kerajinan gerabah yang ia geluti sedang lesu, dan sudah tidak bisa lagi untuk diandalkan. Sebab pendapatannya terus memgalami penurunan. Akibat permintaan barang yang semakin berkurang. Belum lagi sulitnya untuk mendapatkan bahan baku juga membuatnya semakin sulit untuk meneruskan usahanya. Alasanya harga bahan baku yang terus mengalami kenaikan

sebagai akibat banyaknya lahan pesawahan yang terkikis. Sehingga oleh pemiliknya tidak boleh untuk diambil tanahnya. “Termasuk akibat banyaknya lahan sawah yang berubah jadi perumahan juga menjadi penyebab sulitnya untuk mendapatkan bahan baku,” katanya ketika ditemui Radar dibengkel kerjianya, Senin (4/1). Dia mengatakan pendapatan yang semakin berkurang semula bisa menjual produksi dalam seminggu bisa mencapai ratusan buah gerabah. Sekarang hanya puluhan, sementara dalam semingu tidak lebih dari 40 hinnga 50 buah. Itu pun kata dia tidak menentu karena sudah sebelum sekarang ini belum ada

permintaan. Untuk harga perbuah dari Rp 2.500 sampai Rp 6.500. Usaha gerabah yang semakin sulit juga banyak dialami oleh sejumlah pengraji lainnya, diantaranya Rohim, Darmo, Idris, Ratim dan Rois. Meskipun demikian mereka masih tetap mengeluti usahanya, karena satu-satunya usaha mereka yang diwariskan para leluhurnya. “Mau kerja apa wong keahliannya cuma ini, ya mau tidak mau tetap dilakukan, meskipun terkadang harus berhenti mencoba untuk pekerjaan lain untuk mencari tambahan,” timpal salah seorang pengrajin lainnya. (mg1)

meningkat,” kata Wahyu Sukarno kepada Radar, di kantornya kemarin. Menurutnya berdasarkan pengamatan tahun sebelumnya, memasuki bulan Desember seperti curah hujan sudah mulai cukup tinggi. Namun sekarang dengan adanya perubahan cuaca meskipun sudah memasuki bulan Desember dan sekarang masuk bulan Januari hujan tetap juga belum turun. Meskipun demikian akibat adanya purubahan cuaca yang membuat curah hujan semakin sedikit namun warga diminta

tetap selalu waspada di saat sekarang ini sudah memasuki musim hujan. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi terjadi bencana alam akibat hujan lebat yang sering menjadi penyebab banjir dan tanah longsor. “Kami minta warga tetap waspada dalam menghadapi musim hujan, terutama warga yang ada di daerah punggung yang rawan terjadinya tanah longsor. Dan warga di perkotaan juga perlu waspada datangnya musim hujan juga menjadi penyebab bencana alam banjir,” tandasnya. (mg1)


Radar Tegal 5 Januari 2010