Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

RABU, 3 FEBRUARI 2010

PPP Bela Bachtiar APA MANING...

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

BERDAMPINGAN - Komandan Banser Kabupaten Tegal, Ki Enthus Susmono (kiri), saat berdampingan dengan Ketua GP Ansor Kabupaten Tegal Muslih SPdi.

Enthus Komandan Banser SETELAH dipilih menjadi Komandan Barisan Serba Guna (Banser) Kabupaten Tegal periode 2010-2014, Ki Enthus Susmono Phd, dalang kondang asal Desa Bengle Kecamatan Talang, akan melakukan berbagai langkah kembali memperkuat barisan Banser. Ditemui di kediamannya, Senin (1/2), setelah dipilih menjadi Komandan Banser secara aklamasi, berbagai rangkaian kegiatan akan segera dilaksanakan. Diantaranya menggelar apel besar bersama jajaran Banser se-Kabupaten Tegal. Apel tersebut sesuai rencana akan diikuti oleh enam ribu anggota sekaligus pengukuhan kepengurusan Ansor Kabupaten Tegal. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menggelar peringatan 100 hari meninggalnya tokoh pluralisme KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ki Enthus Susmono, yang bernama asli Susmono mengaku peringatan seratus hari meninggalnya Gus Dur akan dilaksanakan pada tanggal 9 Februari.

RAKA DENNY/JPNN

SERAHKAN SURAT PERMOHONAN - Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pansus menyerahkan surat permohonan penyalinan dokumen asli Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Ketua Pansus Idrus Marham dan Gayus Lumbun usai bertemu dengan Ketua PN Jakarta Pusat, Syahrial Sidik.

persoalan yang sebenarnya langsung dari sumbernya. “Sebagai negara hukum, kami akan tetap menggunakan azas praduga tak bersalah terhadap kasus beliau,” tandasnya. Keterkejutan yang sama juga disampaikan Wasekjen DPP PPP M. Romahurmuzy. Selama ini, dia meyakini, integritas Bachtiar Chamsyah tidak perlu diragukan. “Beliau ini pribadi bersih, sederhana, dan bersahaja,” belanya. Menurut dia, kemungkinan besar, kesalahan yang terjadi dalam dugaan kasus korupsi tersebut karena persoalan prosedural saja. Yakni, Bachtiar tidak mendapatkan informasi yang benar dari bawahannya. “Tidak tertutup kemungkinan masukan yang datang tidak pas, beliau terlalu percaya pada bawahan, mengingat banyaknya berkas yang harus diselesaikan saat itu,” belanya, kembali. ke hal 19 kol 1

Pansus Century Minta Pengadilan Paham JAKARTA - Pimpinan Pansus Angket Kasus Bank Century DPR yakin Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan mengizinkan penyalinan dokumen-dokumen yang terkait dengan kasus Bank Century. Pansus berharap PN segera mengeluarkan ketetapan penyitaan karena pansus hanya memiliki waktu 20 hari untuk membuat kesimpulan.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Pansus Idrus Marham usai bertemu dengan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Syahrial Sidik dan Wakil Ketua PN Jakarta Pusat Pramodana. Idrus yang datang bersama Wakil Ketua Pansus Gayus Lumbuun datang untuk menyampaikan permohonan penetapan pengadilan untuk menyalin dokumen-dokumen

yang menjadi bagian dari Kertas Kerja Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kita optimis akan dikabulkan karena landasan yuridis ada, landasan objektif juga ada,” kata Idrus. “Kelengkapan data yang diperlukan betul-betul penting bagi kami untuk menyampaikan kesimpulan,” tambah dia. ke hal 19 kol 1

KPK Gali Kesaksian Tom Kasus Pengadaan Tanah Pemkab Brebes

ke hal 19 kol 1

SEMOK

Sandra Dewi Bawa dalam Doa SUDAH satu tahun ini artis cantik Sandra Dewi rutin muncul di layar kaca setiap pagi. Bintang film Quickie Express itu memandu acara musik Derings yang kemarin (2/2) genap merayakan ulang tahun pertama. Saat ini, selain Sandra, Derings dibawakan oleh Oki Lukman, Adul, dan Aziz Gagap. Sebelumnya, Sandra tampil bersama Desta dan Ringgo. Akronim nama mereka bertiga itulah yang awalnya menjadi nama Derings. Ketika terjadi perubahan format, kontrak Desta dan Ringgo tidak diperpanjang. Hanya Sandra yang dipertahankan. “Memang banyak sekali lika-liku dan suka duka selama setahun ini. Waktu itu, saya ke Bali delapan hari. Tiba-tiba pas pulang ada pergantian host, kaget banget. Namanya setiap hari ketemu bareng, kayak sahabat,” ungkapnya setelah ulang tahun Derings di gedung TransTV kemarin (2/2).

JAKARTA - Para petinggi DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan terkejut atas ditetapkannya mantan Mensos Bachtiar Chamsyah. Partai berlambang kabah itu akan menyiapkan tim bantuan hukum atas kasus yang menimpa ketua majelis pertimbangan pusat (MPP) mereka. “Jelas partai akan memberikan pembelaan pada kadernya, apalagi ini Pak Bachtiar,” ujar Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin di Gedung DPR Senayan, Jakarta, kemarin (2/2). Secara pribadi, dia termasuk yang mengaku kaget atas penetapan sebagai tersangka kasus korupsi sapi impor dan mesin jahit oleh KPK tersebut. Lukman menyatakan, partainya saat ini sedang mendalami kasus tersebut. Selain melakukan pembicaraan khusus di internal partai, mereka juga sudah membuat jadwal bertemu Bachtiar. Tujuannya, untuk mengetahui duduk

ISMAIL FUAD/RATEG

TUNJUKAN BERKAS - Kepala Pegadaian Cabang Brebes menunjukan risalah lelang kepada wartawan yang dibawa anggota KPK dalam pemeriksaan dirinya sebagai saksi atas kasus tanah di eks Pegadaian.

BREBES - Meski telah menetapkan Bupati Brebes sebagai tersangka, pengusutan dugaan kasus korupsi pengadaan tanah di Kabupaten Brebes senilai Rp 11 miliar tahun 2003 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlangsung. Kali ini giliran Kepala Pegadaian Brebes Tom Sutoro yang diperiksa oleh KPK, Sabtu (30/1) lalu, dalam kapasitasnya sebagai saksi atas pengadaan tanah eks Kantor Pegadaian pada tahun 2003 silam. Menurut pengakuan Tom Sutoro kepada Radar, Selasa (2/2), tim penyidik KPK yang memeriksanya ke hal 19 kol 5

GRAFIS: DWI NANDA P/RATEG

Korupsi Pengadaan Barang Tak Pernah Habis KPK Monitoring ke Daerah JAKARTA - Hingga saat ini, skandal pengadaan barang dan ibarat ladang basah bagi penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apapun jenis proyeknya, begitu lembaga antikorupsi itu masuk, pasti bisa menjerat tersangka. Komisi menilai

korupsi di sektor ini seperti tak pernah habis. Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengakui bahwa pengusutan kasus korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa memang paling mudah terlihat. “Ini paling mencolok dan mudah terlihat. Ada indikasi mark up harga saja, KPK bisa bergerak,” kata Johan, kemarin. ke hal 19 kol 5

ke hal 19 kol 5

Nok Slentik PPP Bela Bachtiar *Sing jelas udu mbela sing bayar o ya... Korupsi Pengadaan Barang Tak Habis * Enteng angger laka barange!

CMYK


WACANA

2

RABU 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

Ironis, Dewan Tidak Ber-NPWP Nasdem, Panas Ademe Tokoh Oleh: Muh. Abduh SELAMAT DAN SUKSES! Buat siapa Wa? Buat Surya Paloh dan Sultan Hamengkubuwono. Dua tokoh nasional ini telah sukses mendeklarasikan organisasi massa (Ormas) yang diberi nama Nasional Demokrat (Nasdem). Tak tanggung-tanggung, deklarasi dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional yang biasa mewarnai Indonesia. Para deklaratornya juga bukan tokoh biasa. Saat deklarasi, SBY dan Ical tak terlihat. SBY memang tak diundang sedangkan Ical tak hadir. Deklarasi ini menambah daftar ormas di republik ini. Dan sangat sah-sah saja karena undang-undang sudah jelas mengatakan setiap warga negara mempunyai hak untuk berkumpul dan berserikat. “Arane be Nasdem, wujud panas ademe tokoh nasional. Kayong lagi panas karo SBY, apa Ical?” “Aja cepet menarik kesimpulan ndisit,” sergah Dalipan. Panjul belum apa-apa bersangka buruk terhadap ormas itu. Padahal, ketika deklarasi, para deklator menyakinkan bahwa ormas ini murni sebagai wadah gerakan sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengimbangi gerakan politik dari partai. Tujuan utamanya untuk membangun komitmen bersama untuk berkontribusi sebesar-besarnya menciptakan kesejahteraan rakyat. Ini perwujudan kebebasan berserikat dan di luar gerakan politik. Gerakan politik itu perlu perimbangan gerakan moral, biar tidak melenceng. Saat ini citra partai politik sudah merosot jauh sekali. Elite memeras rakyat. Rakyat memeras elite. Dan ini akan melumpuhkan demokrasi. “Wis ngomong apa. Anjog-anjoge ya pan nggawe parpol!” Ketidakpercayaan Panjul, bahwa pembentukan ormas tersebut lepas dari motif politik atau menjadi organasasi politik (Orpol), wajar-wajar saja. Apalagi melihat para pendiri utama ormas itu, yakni Anies Baswedan, Sultan Hamengku Buwono X, Syafii Maarif, Khofifah Indarparawansa, Siswono Yudohusodo, Ferry Mursyidan Baldan, Syamsul Mua’rif, Enggar Tyasto Lukito dan Surya Paloh. Dari nama-nama itu, politisi Partai Golkar yang tidak diakomodir oleh Aburizal Bakrie dalam kepengurusan DPP Partai Golkar 2009-2014 tampak mendominasi. “Kwueh nang kono be wis katon! Terus terang bae pan gawe parpol kan?” Rupanya Panjul sudah setara dengan pengamat. Beberapa pengamat memang menilai pembentukan ormas Nasional Demokrat diprediksi sebagai embrio dari partai politik yang akan didirikan Paloh untuk bertarung di arena pemilu 4 tahun mendatang. Meski Paloh menyatakan pendirian perhimpunan tersebut hanya untuk mengakomodasi aksi-aksi sosial. “Perhimpunan Nasional Demokrat (PND) testing the water, uji pasar terhadap kemungkinan ormas yang didirikan Surya Paloh untuk membuat partai di 2014. Paloh sepertinya tidak ingin tergesagesa mendeklarasikan partai baru. Kalau uji pasar positif, bukan tidak mungkin PND akan bermutasi menjadi parpol baru,” kata pengamat. “Kyeh wa, ngger ndeleng lambang perhimpunane, yang didominasi warna biru dan kuning, Paloh jelas pan nyolong basis dukungan partai asalnya, Partai Golkar, dan partai yang berjaya di dua pemilu, Demokrat,” kata Panjul. “Ceruk pasarnya hampir sama, pluralis, keagamaan moderat, dan nasionalis. Mengambil ceruk pasar Golkar sangat dimungkinkan, karena para aktivis PND juga diambil dari Golkar. Nama ‘Demokrat’ dan warna biru saya baca sebagai bentuk antisipasi terhadap pertumbuhan Demokrat. Jadi, sepertinya yang terancam dengan kehadiran PND ini Golkar dan Demokrat,” ujar Panjul lebih lanjut. Pengamatannya makin tajam tak kalah dengan pengamat-pengamat yang biasa keluar di telivisi. “Kira-kira bisa ora Njul?” tanya Dalipan yang akhirnya terseret arus umbruse Panjul. “Tetep ora gampang wa!” Nasional Demokrat akan menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya, belum tentu mudah diterima oleh kalangan Golkar sendiri. Tantangan berikutnya, perilaku pemilih Indonesia masih terjebak dalam karakter “tokohisme”. Selama Nasional Demokrat belum bisa menelurkan tokoh-tokoh alternatif yang mampu menarik simpati publik, maka keberadaan perhimpunannya hanya sekadar menjadi “penggembira”. “Bagaimanapun juga, SBY masih di atas angin. Kalau PND bisa melahirkan tokoh alternatif, mungkin bisa sedikit berkibar. Tapi kalau hanya mengandalkan tokoh-tokoh lama, agak sulit.” “Wis Njul, aja suudhon bae. Aku sih berarap kehadiran organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat akan memperkuat energi dan barisan demokrasi di Indonesia. Siapapun pencetusnya tak menjadi masalah. Ini bagian kekayaan demokrasi. Ngomong-ngomong ngger ditawani dadi ketua nang daerah gelem ora koen?” (*)

Oleh: Joko Susanto SEKALI lagi, anggota dewan yang terhormat mempertontonkan perangai yang tidak layak ditiru rakyat jelata. Setelah tidak merespons kewajiban menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) -dari 560 anggota DPR, baru 229 orang yang melaporkan- beberapa waktu lalu, kini mereka ganti bermasalah dengan kewajiban pajak. Direktorat Jenderal Pajak Depkeu mencatat, 113 anggota DPR dan 23 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Jumlah wakil rakyat yang tidak taat pajak itu cukup besar. Kalau dipersentasekan, jumlahnya mencapai 20 persen. Mestinya dengan total gaji puluhan juta rupiah, anggota DPR dan DPD sudah dikategorikan sebagai wajib pajak (WP) perseorangan. Gaji yang diterima DPR saat ini lebih dari Rp 50 juta. (Jawa Pos, 1 Februari). Fasilitas serbawah: rumah dinas, kendaraan, laptop baru, dan sebentar lagi gaji-tunjangan baru yang fantastis ternyata belum menampilkan performa wakil rakyat yang patut diteladani. Belum adakah kesadaran bahwa fasilitas yang mereka nikmati juga dibiayai dari APBN yang notabene dari uang pajak? URGENSI NPWP Beberapa minggu terakhir ini, kantor-kantor pelayanan pajak didatangi para lansia. Mereka adalah para pensiunan yang dengan penuh kesadaran mendaftarkan diri menjadi wajib pajak. Ya, di usia senjanya mereka mengurus NPWP. Orang pribadi yang diwa-

Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, pajak adalah tulang punggung penerimaan negara. Saat dunia mengalami krisis global, kemandirian finansial negara menjadi kebutuhan mutlak. Bagi APBN, selama beberapa tahun terakhir ini pajak memberikan kontribusi penerimaan dalam kisaran 6075 persen, sebuah angka yang amat signifikan! jibkan memiliki NPWP adalah mereka yang telah mempunyai penghasilan di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Sejak 1 Januari 2009, besarnya PTKP untuk orang yang belum men i k a h ( T K ) a d a l a h R p 1 . 3 20.000/bulan. Sedangkan untuk yang kawin/belum punya anak (K/0) Rp 1.430.000/bulan, kawin dan punya 1 anak (K/1) Rp 1.540.000/bulan, kawin dan pun y a 2 a n a k ( K / 2 ) R p 1.650.000, dan tertinggi kawin/ 3 anak (K/3) sebesar Rp 1.760.000/bulan. Masyarakat yang berpenghasilan di atas PTKP harus ber-NPWP. Penghasilan anggota dewan jelas sangat jauh di atas ambang batas itu. Tidak malukah anggota dewan dengan para buruh pabrik, guru SD, atau lansia pensiunan yang sadar dan peduli pajak dengan mendaftarkan diri sebagai wajib pajak? Di manakah keteladanan yang sering digembar-gemborkan itu? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak

Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 10.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 32.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

dan kewajiban perpajakannya. Dilihat dari sisi administrasi pajak, NPWP memiliki fungsi sebagai berikut. Pertama, untuk mengetahui identitas wajib pajak; kedua, untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan; ketiga, untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan; empat, untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP; kelima, untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Syarat memperoleh NPWP pun sangat mudah, yaitu mengisi formulir pendaftaran yang disediakan, dilampiri fotokopi KTP/kartu keluarga/SIM/paspor. Bahkan, seingat penulis, saat pelantikan anggota DPR/ DPD tahun lalu pun, pihak Direktorat Jenderal Pajak telah proaktif dengan membuka stan berupa pojok pajak. Hasilnya, mungkin anggota dewan masih kurang meliriknya. Dengan berlakunya UU Pajak Penghasilan yang baru, orang pribadi, termasuk anggota dewan yang tidak ber-NPWP,

Anak Buahe Dikandani

WONG gelem pada dibodoni! 100 dina loken Indonesia bisa makmur gemah ripah loh jinawi?! Wong 10 tahun be mesti ora bisa!!!. 087830174XXX

Masih Mbayar?

Jangan Mau Uangnya Saja

Pacifil Mall gimana masa ke toilet mbayar? Beda sama mall mall lain Gratis!. Payah ah. 081542373XXX

NGAJUIN proposal sponsor untuk film Tegal yang mengangkat OW Guci eh malah dicuekin, tolong dong Pak/ Bu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jangan mau uang saja tapi perhatikan kemajuan wisatanya juga. 085226810XXX

Pengin Ana Berita Ekonomi AKU pengin Koran Radar ana berita ekonomi kaya info harga sembako sing neng Tegal, Brebes, Slawi supaya wong cilik ngerti regane sembako. Dadi Jatirokeh Brebes.. 087830493XXX

Kuat Bekingane AJA ngarep-ngarep sing adol ciu nang Panggung sampai jalan Pancasila dirazia, soale sing dodol kebal hukum karo kuat bekingane. 085742126XXX

Ana Tapi Laka PIMEN sih pan gawe KTP ning kecamatan Lebaksiu bisane laka. Tapi sing gawe lewat calo ana! Apa KTP pan mundak 50 ribu. Tolong pak Bupati ditindak, melasi wong miskin. 085742776XXX

JANGAN hanya OP di pasar, OP di kelurahan Pak Wali agar beras rasta dibagikan di kelurahan tanpa terkecuali RT RW cukup membantu jalannya pembagian apa pun alasannya. 02836030XXX

Laka Pihak Terkait sing Peduli WARGA pada SMS ke rubrik Ngresula tapi uneg-uneg permintaan warga tidak terealisasikan. Percuma buang-buang pulsa tok. Laka pihak terkait sing peduli. 087830088XXX

Mahasiswa Ora Usah Royal NGGO para mahasiswa ora usah royal pada demo, prengasane dadi presiden gampang? Sekolah durung pada tutug be royal, GTT maning demo kaya kuwe jawane apik, melasi kae murid-muride. Pada mikir ora sih donge wong jaman saiki. Presiden ora salah disalahna, guru ya marahi demo. Njebur kali bae mana. 085781952XXX

Kalau Hujan Banjir DALANE kalau hujan banjir, akeh lobang amba-amba. Jalan Klampok Banjaratma tidak segera diperbaiki. Lampu penerangane wis dipasang tapi ada yang belum nyala, piye pak Pemkab Brebes?. 087830088XXX

pelayanan terhadap para jutawan telah dibentuk Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi (KPP WP Besar OP) atau High Wealth Individual (HWI) yang sementara dihuni sekitar 1.200 WP besar orang pribadi yang dikategorikan sebagai jutawan, miliarder, atau orang superkaya. Pada 2010 peran WP orang pribadi diharapkan dapat mencapai lebih 50 persen dari total penerimaan pajak penghasilan. Fungsi utama sistem pajak adalah pengumpulan penerimaan negara dalam jumlah yang cukup, stabil, elastis, dan berkesinambungan (Silvia A. Madeo et all dalam Sommerfeld’s Concepts of Taxation, 1995). Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, pajak adalah tulang punggung penerimaan negara. Saat dunia mengalami krisis global, kemandirian finansial negara menjadi kebutuhan mutlak. Bagi APBN, selama beberapa tahun terakhir ini pajak memberikan kontribusi penerimaan dalam kisaran 60-75 persen, sebuah angka yang amat signifikan! Rakyat pantas heran. Meski telah berbulan-bulan dilantik, masih ada begitu banyak anggota dewan yang belum berNPWP. Ironis. Mereka pun ikut mengesahkan UU Perpajakan ,namun sekian lama belum mematuhinya! Kalau fasilitas mewah dari negara telah diterima anggota dewan, sekadar punya NPWP pun tidak (apalagi taat membayar pajak). Lalu kira-kira apa kata dunia? Wallahu alam. (*) Joko Susanto, alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta

100 Dina Loken Bisa Makmur

TULUNG Pak Kasat Lantas Polres Tegal, anak buahe dikandani ya kenao, numpak motor ra sah banter-banter angger nang dalan kampung/komplek perumahan akeh bocah cilik. 085842956XXX

OP di Kelurahan Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal

akan dikenai pajak yang 20 persen lebih tinggi daripada tarif normal. Dari aspek ini, mereka sebenarnya rugi bila tak ber-NPWP. Padahal, mengurus NPWP gratis, mudah, dan bentuknya tidak memalukan karena mirip ATM. URGENSI PAJAK Anwar Nasution (2009) berkeyakinan bahwa peningkatan penerimaan pajak merupakan satu-satunya jalan untuk melepaskan diri dari belenggu utang luar negeri. Omong kosong bisa membiayai belanja tanpa utang jika penerimaan pajak tidak naik. Potensi penerimaan pajak masih besar karena kita bukan negara miskin, seperti Somalia yang hanya punya gurun pasir. Pajak juga diperlukan untuk membantu wong cilik atau orang miskin dengan mewajibkan orang kaya membayar pajak. Belum adanya kesadaran anggota dewan terkait dengan pajak sungguh memprihatinkan dan membawa preseden buruk. Pertama, mereka telah menikmati fasilitas secara langsung, berbeda dengan para buruh pabrik atau pengusaha. Kedua, mereka sering mencecar para pejabat untuk tunduk patuh pada hukum seperti kasus Century, mengapa malah tidak menunjukkan iktikad baiknya. Ketiga, tindakan itu berarti belum memberikan teladan yang baik bagi rakyat atau konstituennya. Bukankah menurut akal sehat, jika mau menerima penghasilan dan fasilitas dari APBN, mereka juga harus mau membayar pajak? Demi meyakinkan masyarakat, Ditjen Pajak terus mereformasi berbagai hal dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan, untuk ‘memanjakan’

Yen Udan Malah Tambah Banjir

Elf Ditertibna TOLONG elf ditertibna, soale suka sakapenake dewek, lubar nyelip langsung ngerem, ketara nggawa sim’e nembak. Trims. 085781952XXX

Masih Belum Tertib ASS.. para pamong praja Kab Brebes dengan ini mohon hormat. Masalah pedagang kaki lima yang ada di sekitar alun-alun kota Brebes masih belum tertib tiap pagi masih ada yang jualan. Mohon diteribkan kembali biar kota Brebes kelihatan bersih dan nyaman tidak kumuh. 085642521XXX

Dibuatkan Mushola yang Bagus ASS.. Pak Walikota tolong di Pasar Pagi dibuatkan mushola yang bagus, jangan kecil sekali, masa tempat sholat pria dan wanita dicampur dan kurang etis Pak Wali. 085642521XXX

Pimen Solusine? PAK Bupati kepimen Kecamatan Lebaksiu. Aku pan gawe KTP laka, kudune pimen solusine. Aku KTP-ne wis entek. 085642257XXX

Harus Ditegur, Jangan Dibiarkan ASS.. Kpd Yth Sekda Brebes. Orang

yang tidur dalam ruangan harus ditegur, jangan dibiarkan saja. Orang yang tidur gak pernah ikut apel pagi udah jadi kasubag males. 0815642521XXX

Sabar karo Ikhlas NGGO sing duwe no 0815660xxx sing nganggur sapa? Sing turu sapa? Sebutna wonge arane sapa? Ente berarti nuduh saben guru PNS nyambut gawene karo turu. Ati-ati ari ngomong mbokan ana sing ora trima, aku sadurunge dadi PNS pada bae kaya ente, tapi aku ikhlas ora pamer/ora pamrih tur ora kakean ngresula, ngresula kuwe ora apik, kuwe pada bae nyambur gawe ora ikhlas. Tulung yen pan ngomong dipikir disit, endah Gusti Allah welas asih karo ente, dadine mbokan ana ujian pengangkatan maning bisa dadi guru sing temenan, bisa nggugahi guru sing turu tur ora kena diritu. Aja maning-maning ngomong kaya kuwe ya? Kunci sukses wong nyambet gawe: Sabar karo Ikhlas mba/mas. 085727829XXX

Perhatikna Nasib Kami SAYA setuju dan mendukung dengan usulan 081228146xxx PNS kesehatan juga perlu di perhatikan kesejahterannya, karena resiko tertular penyakit dan hubungane karo nyawa manusia. Libur mangkat, lebaran mangkat, libure setitik tok. Tulung perhatikna nasib kami juga donk. 085870117XXX

YTH Bupati Brebes, Ka DPU Jl. KH Malawi loken bar dibangun saluran anyar karo wis di hotmix dalane, bisane yen udan malah tambah banjir, kuwe sing salah sapa? Kontraktore? DPUne? Apa banyune? Tulung dideleng . trims. 085728128XXX

SIM C Saiki Larang Nemen PAK Kapolres Brebes, daning perpanjangan SIM C saiki larang nemen, tes kesehatan Rp 30 ewu, bayar bank Rp 60 ewu, nang ruang baur SIM Rp 75 ewu. Ora isin? 02833391XXX

Harus Punya Duit 100 Juta GIMANA Negara Indonesia nggak bobrok mau jadi polisi aja harus punya duit 100 juta lebih, setelah jadi polisi bukannya jadi pengayom masyarakat tapi malah jadi musuh rakyat kelakuannya gak beda jauh sama preman. 087830245XXX

Aja Nggo Parkir TULUNG Pak Wali Jl. Flores aja nggo parkir/bengkel mobil jalur ke kiri sing Pasar Martoloyo di pasang rambu larangan ben tertib. 081548076XXX

Rasta Dibagikan di Kelurahan PAK Walkot dan segenap jajarannya, atas nama rakyat miskin sebaiknya beras rasta dibagikan di kelurahan, tidak di rumah RT karena pembagiannya agak lambat. 088215185XXX

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal.


CMYK

METROPOLIS

RABU, 3 FEBRUARI 2010

3

RADAR TEGAL

7 Pengusaha Terancam Pidana

METRO

WATCH Antisipasi Dampak Tol TOL Kanci-Pejagan sudah diresmikan dan akan diteruskan dengan pembangunan tol PejaganPemalang. Otomatis akan ada pergeseran transportasi yang semula melewati jalur Pantura menuju jalan tol. Kota Tegal bakal terlewati jalur cepat tersebut. Sejumlah pihak, terutama pelaku usaha sudah merasa was-was. Tol dikhawatirkan menyebabkan usaha di Tegal semakin redup, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini mengandalkan keramaian jalur Pantura. Tentu hal tersebut perlu diantisipasi agar dampak negatif jalan tol dapat bisa ditekan. Apa sebaiknya yang dilakukan pemerintah?

Tidak Gaji Karyawan Sesuai UMK

Sampaikan komentar Anda ke No:

08159440722

PENGADUAN yang masuk ke DPRD mengenai 7 perusahaan yang tak menggaji karyawannya sesuai UMK ditanggapai serius Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Untuk memastikan, Dinsosnakertrans bakal melakukan pemeriksaan dan mencari informasi mengenai tujuh perusahaan dimaksud. “Jika terbukti informasi itu benar, maka pengusaha bisa dikenai sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun. Atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta,” tegas

AGENDA

Kepala Dinsosnakertrans Sumito SIP, kemarin. Menurut dia, dinasnya akan menerjunkan tim deteksi dini untuk memastikan itu. Sebab, sejauh ini belum ada keterangan jelas perusahaan apa dan dimana tempatnya. Sehingga dinas masih harus mencari data valid mengenai 7 perusahaan yang tidak memberikan upah sesuai UMK tersebut. Selain itu, mengenai kenaikan UMK tahun 2010 juga sudah ada surat edaran yang diluncurkan pada 10 Desember 2009. Dan sampi dengan waktu yang ditentukan, dari 447 perusahaan yang ada, tidak satupun perusahaan yang mengajukan penangguhan. Dengan demikian semua ke hal 9 kol 5

ADI MULYADI/RATEG ADI MULYADI/RATEG

BERSALAMAN - Palgunadi T Setyawan bersalaman dengan pengurus YPI.

UJIAN - Salah satu mahasiswa Prodi Kebidanan Poltek HB Tegal tengah memeriksa ibu hamil pada ujian ANC.

Motivasi Semua Pengurus

95 Ibu Hamil Ikut Ujian

TERKADANG anda selalu mengesampingkan hal-hal yang dianggap tidak penting atau sepele dalam mengejar sebuah keinginan. Padahal sebenarnya sesuatu akan menjadi besar apabila dalam melakoninya tidak membeda-bedakan. Dalam artian urusan sekecil apapun harus dihadapi secara serius, sehingga tidak menimbulkan masalah kelak. Ini pula yang sedang dipelajari seluruh pengurus Yayasan Perguruan Ihsaniyah (YPI) dalam rangka memantapkan pendidikan berkarakter dilingkungannya. Karenannya, YPI mengundang Dewan Penyantun Al Azhar yang juga selaku CEO Astra Motor Internasional Ir Palgunadi T Setyawan Dipl Ing, guna memberikan motivasi.

TIDAK LULUS

ke hal 9 kol 1

LINGKUNGAN Waspadai Tiga Sungai UNTUK mengantisipasi banjir di musim penghujan tahun ini. Sejumlah wilayah yang menjadi langganan banjir diminta waspada. Diantaranya Kelurahan Kalinyamat Kulon, Cabawaban, Kaligangsa serta beberapa kelurahan lainnya. Tidak hanya itu, tiga sungai besar yang perlu diwaspadai saat musim hujan seperti Kaligung, Kemiri dan Kaligangsa. Kepala Kantor Kesbagpolinmas Kota Tegal, Roesprasojo BA melalui Kasi Linmas Soni Sontani SH mengatakan, untuk mengantisipasi musim hujan. Pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 5.0000 karung dan perahu karet untuk mengevakuasi warga. Langakh tersebut diambil untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi saat hujan turun dalam waktu lama sehingga mengakibatkan banjir di beberapa titik. Nantinya, karung tersbeut akan diisi pasir untuk memperkuat sejumlah tanggung seperti sungai Kaligangsa dan Ketiwon yang rawan jebol. Berdasarkan data yang dihimpun dari BMG Kota Tegal, curah hujan akan mengalmai peningkatan hingga Februari 2010 sehingga segala sesuatunya harus disiapkan dari sekarang. Tidka hanya itu, warga yang tinggal di sekitar sungai juga harus mewaspadai banjir kiriman dari daerah selatan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. ke hal 9 kol 5

WACANA

Mengulang Lagi SEBANYAK 95 ibu hamil mengikuti ujian kebidanan di Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal sejak Selasa (2/2) hingga Jumat (5/2) mendatang. Namun jangan salah sangka, mereka hanya menjadi model pada ujian Anti Natal Care (ANC) mahasiswa program studi (prodi) kebidanan. Sebanyak 95 mahasiswa masing-masing membawa model ibu hamil (bumil) untuk pemeriksaan keha-

milan dasar. Mulai pemeriksaan fisik hingga laboratorium mini seperti cek Hb dan gula darah. Kepala Prodi Kebidanan Poltek HB Tegal, Umi Baroroh SSiT, menjelaskan, ujian ini sebagai nilai kompetensi mahasiswa sebelum praktek. Sekaligus guna memenuhi persyaratan ujian akhir program. Selain pemeriksaan fisik, mahasiswa juga melakukan pemeriksaan ke hal 9 kol 1

Potongan Insentif Arusbah Disoal KEBIJAKAN Aliansi Guru Swasta untuk Perubahan (Arusbah) Kota Tegal memotong insentif bulanan yang diterima para anggotanya menuai protes. Sejumlah anggota Arusbah mengadu ke Komisi I DPRD karena keberatan. Pasalnya, penggunaan potongan insentif tersebut tidak transparan. Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Drs H Darni Imadudin, Selasa (2/2), mengatakan, ada beberapa aduan dari anggota Arusbah, yang merasa keberatan atas potongan dana insentif yang mereka terima setiap bulan. Bahkan, sesuai aduan yang masuk, potongan yang dilakukan pengurus Arusbah menca-

pai Rp 25 ribu/orang/bulan. Sedangkan jumlah anggota Arusbah yang mendapat insentif, sesuai data yang ada berjumlah 1.120. Sehingga kalau setiap bulan dipotong Rp 25 ribu, sehingga untuk operasional setiap bulannya sebesar Rp 28 juta, maka kalau dalam satu tahun sebesar Rp 336 juta. Sementara itu, selama ini pengurus Arusbah selalu meminta tambahan insentif anggotanya. “Karena ada potongan, maka setiap bulan anggota Arusbah hanya menerima insentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal yang dianggarkan melalui APBD hanya Rp 125 ribu. Padahal sesuai penetapan anggaran, mulai tahun 2009 Insentif

anggota Arusbah sebesar Rp 150 ribu untuk setiap bulannya. Karenanya kami menanggap sangat wajar, kalau anggoaata Arusbah keberatan atas potongan tersebut,” kata Darni. Menurut Darni, atas dasar aduan ini, pihaknya akan segera mungkin melakukan komunikasi dengan pengurus Arusbah, khususnya ketua. Sebab pihaknya tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut, karena dapat menganggu kondusifitas dunia pendidikan di Kota Tegal. Pihaknya minta pengurus Arusbah bisa menjelaskan secara detail dan transparan soal penggunaan dana potongan tersebut, sehingga anggota tidak protes. ke hal 9 kol 5

HERMAS PURWADI/RATEG

MENGHADAP KAPOLRESTA - Perwakilan buruh sabun PT Selendang Mas menaiki tangga menuju ruang kerja kapolresta, kemarin.

Serikat Buruh Selendang Mas Datangi Polresta Tuntut Usut Untas Kejahatan Pengusaha PULUHAN buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Independen Selendang Mas (SBISM), Selasa (2/2) sekitar pukul 09.00 WIB mendatangi mapolresta, untuk menghadap langsung Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni. Kedatangan mereka membawa tuntutan agar pihak kepolisian mengusut tuntas tindakan kejahatan pengusaha yang telah melanggar undang-

undang. Perwakilan buruh sabun cuci itu akhirnya diperkenankan menghadap kapolresta dengan didampingi Slamet Hidayat dari “Jari Kebu” (Jaringan Kerja Buruh) oleh Kasat Intelkam AKP Suwartoyo. Usai menggelar audiensi dan klarifikasi selama tiga jam secara tertutup diruang kerja kapolresta, Slamet Hidayat menyatakan bahwa dalam tuntutannya dia juga menyatakan bahwa selama ini pengusaha tidak mau memberikan tuntutan buruh. ke hal 9 kol 1

47 Orang Positif HIV Klinik VCT Tangani 914 Kasus KLINIK Voluntary Counselling and Testing (VCT) RSUD Kardinah Kota Tegal selama tahun 2009 melayani 914 orang pasien. Jumlah tersebut berasal dari pelayanan yang dilakukan secara keliling maupun datang langsung. Dari pemeriksaan, 47 orang dinyatakan positif mengidap HIV dan 16 diantaranya sudah menjalani pengobatan. Joko Purwanto SKep Ns, Konselor klinik VCT RSUD Kardinah Kota Tegal mengatakan, kesadaran masya-

rakat terutama yang beresiko terkena HIV/AIDS untuk melakukan konsultasi di klinik VCT masih rendah. Dari kasus yang ada, sebagian besar datang karena sudah merasakan sakit atau kekebalan tubuhnya mulai menurun dan datang atas rujukan lembaga. Untuk pelayanan keliling atau mobile pihaknya mendatangi sejumlah tempat seperti lembaga pemasyarakatan serta lokalisasi. Dari kasus yang ada, sebagian adalah orang yang beresiko terkena HIV/AIDS akibat sering berganti pasangan dan tidak menggunakan pengaman. ke hal 9 kol 5

Jangan Cuma Slogan

Kue Keranjang dan Perayaan Tahun Baru Imlek

SOSIALISASI program Tegal Sehat 2010 dinilai beberapa kepala dinas masih kurang, sehingga dikuatirkan hanya jadi slogan saja. Sebab, sehat disini bukan hanya orangnya saja, tetapi artiannya lebih luas dan menyeluruh. “Menerapkan Tegal Sehat itu tidak gampang. Karena yang sehat harus keseluruhan baik itu, raga, rokhani, lingkungan dan yang lainnya. Dan ini butuh perhatian serius, sehingga program yang baru dicanangkan beberapa hari lalu tidak hanya menjadi slogan semata. Namun benarbenar aplikasinya,” kata Kapala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Sugeng Suwaryo. Dijelaskan, yang sulit untuk diaplikasikan salah satunya adalah cara hidup masyarakat. Dimana masih banyak warga yang menuang sampah sembarangan. Baik itu sampah rumah tangga atau sampah lainnya. “Banyak masyarakat kita yang masih membuang air tidak pada tempatnya tetapi disungaisungai. Kemudian sampah juga dibuang disungai, sehingga jika musim hujan seperti sekarang menimbulkan banjir. Cara hidup seperti ini yang agak sulit disadarkan. Ini juga menandakan masih kurangnya sosialisasi program tersebut,” tambahnya.

Tradisi Leluhur yang Terus Dipertahankan

ke hal 9 kol 1

CMYK

Saat Tahun Baru Imlek tiba, ada satu kue khas yang tidak pernah dilewatkan dan sering dijadikan bingkisan bagi masyarakat Thionghoa. Adalah kue keranjang yang dengan berbagai ukuran dan rasa yang menjadi salah satu ciri khas perayaan Imlek. Apa saja kekhasan kue yang biasa dimasak dengan telur ini? LAPORAN : R. GUNAWAN

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

KHAS IMLEK – Kue keranjang menjadi incaran saat perayan Tahun Baru Imlek.

BULATAN kue berwarna cokelat dan keras saat belum dimasak menjadi pemadangan khas setiap perayaan Imlek tiba. Tetapi, bagi sebagian masyarakat Thionghoa di Kota Tegal, perayaan Imlek terasa kurang tanpa

kehadiran kue keranjang. Kue yang satu ini, banyak digunakan sebagai cendera mata untuk berbagai dengan keluarga, tetangga serta masyarakat lan ntuk berbagi kebahagiaan. Maylina (38), warga Jalan Veteran Kota Tegal menuturkan, keberadan kue keranjang saat perayaan Imlek menjadi sesuatu yang ditunggu. Selain rasanya yang khas, kue keranjang sangat identik dengan perayaan Imlek. Selain dikonsumsi sendiri, dia biasa memberikan kue keranjang untuk berbagi kebahagiaan sehingga Imlek kali ini bisa memberi berkah tersendiri. Apalagi saat ini kue keranjang dibuat dengan beragam ukuran dan rasa sehingga bias disesuaikan dengan selera masng-masng. Tidak hanya itu, kue keranjang juga tahan lama dan bias dinikmati nak-anak hingga orang dewasa dalam merayakan Imlek. ke hal 9 kol 5


PEMALANG

4

RABU 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

LINGKUNGAN BanyakSaluran AirTidakBerfungsi PEMALANG - Datangnya musim penghujan yang sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, ternyata bagi sebagian masyarakat tidak dibarengi dengan kesadaran terhadap lingkungannya. Tidak heran bila di beberapa titik sering dijumpai adanya luberan air kemana-mana karena saluran airnya tidak berfungsi dengan baik. Dari saluran mampat karena sampah rumah tangga, kikisan tanah memenuhi saluran, hingga hilangnya saluran air karena egoisme warga. Di jalan kabupaten di Desa Susukan-Klegen Kecamatan Comal misalnya, setiap kali turun hujan meski dalam waktu yang tidak lama, air akan langsung menggenangi jalanan. Genangan yang terjadi tepatnya di samping Bank BRI Cabang Susukan ini bagi sebagian pengguna cukup meresahkan. Pasalnya jalan ini cukup padat pengendara, baik dari Desa Mojo, Limbangan, Blendung (Ulujami), maupun dari Kebojongan, Klegen, dan Susukan (Comal). Genangan yang sudah merusak aspal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun baik pihak Pemerintah Desa Susukan dan Klegen maupun warga setempat, tidak ada upaya untuk mencari jalan keluarnya. Sehingga pengguna jalan kerap terganggu dan menggerutu, karena ketika melewati jalan tersebut harus ekstra hatihati. “Sudah hati-hati saja masih kena kotoran air,” ujar salah satu pelajar asal Desa Mojo Ulujami Dyah (17) kepada Radar. Genangan sendiri terjadi karena saluran air di sepanjang jalan ini tidak ada. Saluran hilang oleh egoisme pemilik rumah, yakni dengan memajukan pagar rumahnya sehingga secara otomatis menutup saluran yang ada. Genangan air pun tak terhindarkan, memenuhi jalanan dan merusak aspal jalan. Jalan di depan Pasar Ulujami mengalami hal serupa, bahkan kerusakan jalan terlihat lebih parah. Akibatnya genangan air mampu bertahan hingga berminggu-minggu ketika hujan turun. Genangan air lantas membuat aspal jalan mengelupas dan membuat lubang jalan cukup besar. Pengguna jalan sendiri tidak ambil pusing dengan keadaan ini, karena masih bisa melintas dengan mencari jalan aman. Yakni dengan mencari jalan yang tandas. Minimnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan ini sangat memprihatinkan. (mg6)

ASPIRASI Ratusan PPDI Berangkat ke Jakarta, Tuntut Diangkat PNS COMAL - Ratusan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dari Kecamatan Comal dan Ulujami Selasa (2/2) kemarin merencanakan berangkat ke Jakarta. Keberangkatan mereka untuk menyampaikan tuntutannya ke Gedung DPR RI agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nantinya mereka akan bergabung dengan ribuan perangkat desa dari berbagai daerah untuk menyuarakan tuntutan tersebut. Salah satu perangkat desa asal Desa Susukan Rahanto kepada Radar mengatakan, keberangkatan ratusan perangkat desa dari Kecamatan Comal dan Ulujami menggunakan empat bus. Dimana lokasi pemberangkatannya dipusatkan di Klenteng Comal. “Nanti berangkatnya bersama-sama dengan bus lain dari Pekalongan,” terang dia. Menurutnya, PPDI di Kecamatan Comal dan Ulujami pada Senin (31/ 1) lalu sudah mengadakan rapat untuk mempersiapkan pemberangkatannya ke Jakarta. Termasuk akomodasi selama perjalanan Comal-Jakarta PP dan akomodasi lainnya. “Kami berangkat dengan biaya sendiri-sendiri, semoga pemerintah mendengarkan jeritan kami,” harap Rahanto. Dijelaskan dia, perangkat desa merupakan ujung tombak bagi jalannya pemerintah desa, karena perangkat desalah yang melayani masyarakat secara langsung. Dengan begitu, sudah semestinya pemerintah memperhatikan kesejahteraan perangkat desa. Pembedaan dalam hal pembiayaan desa yang selama ini diambilkan dari penggalian potensi desa, dirasa sangat memberatkan. Apalagi potensi desa, hampir seluruhnya sangat minim sehingga kesejahteraan perangkat desa sangat kurang. Sementara pada pemerintahan kelurahan, pembiayaannya didanai dari pemerintah. Padahal tugas dan fungsinya sama saja, melayani masyarakat. “Ini kan tidak adil, karenanya kami akan bersama-sama perangkat desa se-Indonesia agar kami bisa diangkat menjadi PNS,” tegas Rahanto kepada Radar. (mg6)

LSM Desak DPRD Gunakan Hak Angket Usut Kasus CPNS PEMALANG – Sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pemalang Selasa (3/2) kemarin mendatangi gedung DPRD setempat. Kedatangan mereka untuk mendesak DPRD untuk mengusut kasus CPNS yang dilakukan Desember 2009 lalu. Mereka mendesak DPRD untuk menggunakan hak angket terkait perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang diduga bermasalah dan hingga saat ini masih menjadi sorotan masyarakat. Beberapa LSM yang ikut bergabung dalam aksi itu antara lain Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Sub Koordinator Pemalang, AMPELAS, AMPEL, HMI, PAHAM dan Bumi Pertiwi. Dalam penyampaian aspirasinya, mereka diterima anggota DPRD bersama pimpinan di ruang paripurna. Dalam pertemuan itu, dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Muntoha SH MHum didampingi oleh Ketua Komisi A Drs Martono dan seluruh anggota komisinya. Sejumlah LSM itu pun diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya terkait munculnya isu percaloan dalam perekrutan CPNS yang diduga banyak dilakukan anggota DPRD. Koordinator aksi, Slamet Riyanto SH menyampaikan kehadirannya di gedung rakyat ini untuk mendesak dewan agar segera merealisasikan tuntutan warga yaitu menggunakan hak angket. Dimana diduga dalam kasus itu sejumlah anggota DPRD diduga terlibat praktek percaloan. “Kami mendesak Dewan untuk segera mengeluarkan hak angket, karena banyaknya isu yang terus berkembang menyoroti perekrutan CPNS yang ada di Pemalang,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Pemalang Muntoha SH MHum mengatakan tuntutan warga agar DPRD menggunakan hak angket pada intinya setuju. Namun upaya untuk melakukannya ada pedomannya, yaitu sesuai tata tertib ada mekanismenya. Mekanisme untuk menggunakan hak angket itu bisa ditempuh minimal 7 anggota dari dua fraksi yang mengajukan usulan untuk menggunakan hak angket. “Kalau usulan itu ada, kami akan segera menindaklanjuti. Dan kami selaku pimpinan Dewan juga tidak apriori dan akan sungguh-sungguh melakukannya jika ada bukti lapangan. Sebab untuk melaksanakan hak angket, bukti-buktinya masih sangat kurang. Sehingga kami butuh bantuan dan dukungan masyarakat,” katanya. Ketua Komisi A DPRD Pemalang Drs Martono menambahkan pihaknya sangat menghargai adanya usulan dan permintaan masyarakat agar dewan melakukan hak angket. Menurutnya, Komisi A sebelumnya sesuai angenda yang ada telah melaksanakan berbagai pembahasan terkait masalah dalam pelaksanaan perikrutan CPNS. Setelah sejumlah elemen masyarakat yang ada di LSM Ampelas melakukan audensi dengan anggota dewan. “Untuk Komisi A sendiri telah melakukan penggalian dan pendalaman soal perikrututan CPNS dan hasilnya telah dilaksanakan sesuai prosedur yang ada. Adapun sekarang terus berkembang, masyarakat menghendaki adanya hak angket kami juga sangat setuju,” imbuhnya. KEHILANGAN MOMENTUM Sementara di tempat terpisah, aktivis demo Andi Rustono yang juga Koordinator FP3 Pemalang menilai desakan masyarakat kepada dewan untuk menggunakan hak angket sudah kehiilangan momentum. Sebab beredarnya isu CPNS yang berjalan sekian minggu

AGUS P/RADAR PEMALANG

PERNYATAN SIKAP – Koordinatir Aksi LSM Slamet Riyanto SH menyerahkan plakat pernyataan sikapnya tuntutanya kepada DPRD agar melakukan hak angket tekait perekrutan CPNS.

itu, kini baru sekarang muncul aksi dengan melakukan audiensi. “Munculnya aksi itu sudah kehilangan momentum, dan Komisi A sekarang sudah tidak galak lagi, karena ditenggarai ada oknum dewan yang terlibat terlibat dalam permainan penerimaan CPNS, dan bagiamana mau serius untuk mengeluarkan hak angket,” katanya. Menurut Andi, momentum yang sekarang ini masih terjadi akhir–akhir ini masyarakat sedang disibukan membicarakan skandal Century, ada demon-

trasi perdebatan, ada pansus DPR bahkan pengusutan terhadap kasus tersebut juga belum selesai. Sementara rakyat sedang dibuat was-was mengenai keadaan ekonomi negara. Oleh karena itu jika boleh disamakan hak angket Century, sama saja kalau masalah itu belum deal. Maka yang tadinya galak terus sekarang mau buat rekomendasi saja, binggung, mungkin karena masih menunggu deal-deal. “Menunggu deal kali, sehingga tadinya galak sekarang tidak,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa sikap manusia untuk bisa mendapatkan hak-haknya dan yang menjadi masalah sering tidak adanya singkronisasi antara harapan publik dan penyelengaraan Negara. Dalam hal ini eksekutif maupun legislative dan pada kenyataannya perekrutan CPNS secara normatif dan obyetif dari sekian banyaknya calon CPNS yang mendaftar. Sedangkan yang dbutuhkan jumlahnya terbatas, maka konsekuensinya berapa persen pasti ada pemainan. (mg1)

Ciptakan Mental Siswa untuk Berdikari SETELAH mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari PT TUV Internasional Indonesia beberapa waktu lalu, SMKN 1 Ampelgading membidik Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:14000 pada renstra 20102015. Bidikan tersebut merupakan salah satu dari beberapa renstra yang disampaikan Kepala SMKN 1 Ampelgading Drs Sobirin MPd, saat menerima kunjungan Bupati Pemalang HM Machroes SH Selasa (2/2) kemarin. Menurutnya, rencana stra-

tegi lainnya yakni meliputi pemenuhan ruang teori untuk 45 rombongan belajar, terpenuhinya 30 persen kualifikasi tenaga pendidik S2, menjalin kerjasama sekaligus memperoleh akreditasi pada program keahlian dari salah satu negara OECD, menciptakan Green School, SAS, Virtual Library, SIM, dan E-Learning. “Ketersediaan ruang pengembangan seni yang representatif, tentu akan lebih mendukung bagi siswasiswi kami dalam mengembangkan dan menghasilkan

produk-produk yang inovatif,” terang Sobirin. Menyangkut kesehatan anakanak didiknya selama menempuh pendidikan, Sobirin merencanakan akan menambah ruang medis beserta tenaganya. Ruang medis ini sangat perlu diadakan karena anak-anak dalam proses pembelajaran dan pada saat praktek, riskan dari terjadinya kecelakaan. “Ya tidak usah tenaga medis yang dari PNS, yang penting ada tenaga dan ruangnya,” ucapnya disambut senyum

beberapa pejabat Pemalang. Dalam kunjungan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Kepala Dinas Kehutanan itu, pihaknya juga menargetkan siswa-siswinya dapat meraih prestasi di tingkat propinsi, nasional, hingga di tingkat internasional. Untuk mewujudkan semua itu lanjut Sobirin, pihaknya tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya dukungan dari Pemkab Pemalang. Karenanya dalam kesempatan itu, dia meng-

harapkan dukungan tersebut. Mendengar paparan itu, Bupati HM Machroes SH mengharapkan Dindikpora dapat menindaklanjuti apa yang telah disampaikan Drs Sobirin MPd. Hal ini agar upaya Pemkab Pemalang dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan melalui sekolah kejuruan, dapat berjalan dengan baik dan lancar. Namun begitu, Bupati mengharapkan agar SMKN 1 Ampelgading bersungguh-sungguh menciptakan dan melahirkan tenaga-tenaga terampil. (mg6)


METROPOLIS

RABU 3 FEBRUARI 2010

5

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal

(0283) 343399

1. 02839198xxx Yth. Pak Walikota, kapan pelaksanaan Jalingkut dikerjakan lagi? kenapa sampai sekarang tidak ada lagi aktivitas? Mohon penjelasannya...Terimakasih. Jawab : Proyek Jalingkut yang dibiayai dana APBN saat ini sudah sampai proses persetujuan pemenang lelang dari Bank Dunia, jika semua proses lancar, diperkirakan pada kuartal kedua tahun 2010 ini pekerjaan proyek Jalingkut akan mulai dikerjakan. Sedangkan untuk yang dibiayai dana APBD Kota Tegal tahun 2010, akan mulai mengerjakan sebagian gorong-gorongnya. Terimakasih. 2. 081902721xxx Ass. Saya ingin usul agar di Tegal ada lembaga/instansi di bidang wiraswasta, dimana instansi tersebut betugas melayani, mengajari dan memberikan penyuluhan serta gambaran bagi kita bagaimana cara awal usaha berwiraswasta? Saya kira sangat penting bagi kita yang ingin memiliki usaha sendiri dan salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran di Kota Tegal, melatih kemandirian dan meningkatkan SDM di Kota Tegal. Terimakasih. Jawab : Di Kota Tegal telah ada Dinas yang memiliki program pelatihan sebagai bekal untukusaha Mandiri, yaitu Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di jalan Sipelem kel.Kraton kecamatan Tegal Barat. Pada bulan April 2010 mendatang, akan dilaksanakan pelatihan dari berbagai ketrampilan sesuai dengan hasil musyawarah rencana pembangunan kelurahan (Musrenbangkel) dengan harapan untuk di tahun-tahun mendatang, peserta yang dilatih bisa meningkat SDMnya dan bisa mandiri.

INSPEKSI

M SAEKHUN/RATEG

CEK BANGUNAN - Rombongan Komisi I DPRD saat mengecek sekolah. Gedung SMP Negeri 1 merupakan cagar budaya yang harus dijaga keasliannya.

Pembangunan SMPN 1 Ditolak PEMBANGUNAN gedung SMP Negeri 1 Kota Tegal yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,8 miliare ditolak DPRD Kota Tegal. Pasalnya, gedung SMP Negeri 1 merupakan cagar budaya yang harus dijaga keasliannya. Selain itu, kontruksi bangunan masih cukup kuat. Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal Sutari SH, Selasa (2/2) kemarin, mengatakan, sebenarnya pada APBD 2010 SMP Negeri 1 melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah mengajukan anggaran Rp 1,8 miliar untuk keperluan pembangunan gedung, karena defisit ang-

garan besar. Apalagi hasil pengecekan lapangan, ternyata kondisi fiksik bangunan masih bagus dan layak maka pengajuan anggaran ditolak. Pihaknya hanya menyarankan, agar dilakukan rehab ringan saja. seperti penggatian genteng, perapian dinding dan penggantian keramik saja. Kalau itu, maka anggarannya yang dibutuhkan tidak akan sampai sebesar Rp 1,8 miliar. “Hasil pengecekan kami, ternyata bangunan SMP Negeri 1 Kota Tegal merupakan salah satu cagar budaya di Kota Tegal yang harus dipertahankan

keasliannya. Sehingga atas dasar itu, kami menolak pembangunan gedung. Tapi agar tetap bisa terjaga, maka kami sarankan untuk direnovasi saja,” kata Sutari. Sedangkan untuk SMP Negeri 3, menurut Sutari, untuk bangunan asal untuk tetap dipertahankan. Selain karena merupakan cagar budaya, kontruksi bangunan masih sangat kuat. Kalaupun harus dilakukan perbaikan dan pembangunan, lebih baik gedung baru yang memungkinkan. Untuk itu pihaknya menyarankan agar SMP Negeri 3 bisa secepatnya mengajukan kegiatan kepada

Disdik, sehingga bisa masuk dalam APBD 2011. “Untuk menunjang proses belajar mengajar, maka kami rasa pihak sekolah harus proaktif mengajukan anggaran pembangunan. Bila perlu, ajuan tersebut ditembuskan kepada kami,” tutur Sutari. Wakil Kepala SMP Negeri 3 Kota Tegal Sunarto, mengungkapkan, setiap turun hujan, dipastikan terjadi banjir di halaman. Bahkan beberapa tahun semua ruang kelas, yang berjumlah 13 terendam air. Namun setelah dilakukan pembangunan, saat ini hanya tinggal 4 kelas yang terendam air

saat hujan turun. Hal ini disebabkan, karena halaman sekolah rendah dan drainase tidak berfungsi setelah dilakukan pembangunan lapangan tenis lapangan Polresta Tegal. “Walaupun tidak sampai meliburkan, tapi akibatnya kami sangat tergganggu. Karenanya pada tahun 2011 kami akan mengajukan peninggian halaman sekolah dan pembangunan sekolah yang masih t e r e n d a m a i r, s a a t h u j a n turun. Agar semuanya bisa direalisasikan, kami minta bantuan dukungan dari Komisi I DPRD Kota Tegal,” ungkapnya. (hun)

Dituduh Nyantet, Diusir dari Rumah Mertua HERMAS PURWADI/RATEG

SIDAK - Babinkam Mabes Polri bersama dengan jajaran Polsekta Tegal Barat usai sidak, kemarin.

BabinkamMabesSidakTegalBarat UPAYA melihat langsung sepak terjang jajaran polsekta dalam merespon masukan masyarakat terkait laporan yang diterima, ditempuh Babinkam Polri bidang Samapta Mabes Polri dengan mendatangi jajaran Polsekta Tegal Barat, kemarin. Dipilihnya jajaran Polsekta Tegal Barat dalam sidak kali ini selain sektor ini berada di jantung kota, responsif anggota dalam menangani permasalahan yang mencuat terbilang cepat. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Tegal Barat AKP Aziz Sugiharto menyatakan sidak Babin Polri Bidang Samapta Mabes Polri ini ingin melihat sejauh mana quick respon atau kecepatan bertindak personil terhadap laporan dari warga masyarakat kota. “Termasuk kecepatan mendatangi lokasi TKP, dan cepat melakukan olah TKP. Rombongan sendiri terdiri dari Kombes (Pol) Drs Rahyono WS didampingi AKBP Sutrisno dan AKP Eko. Mereka menilai ada peningkatan prilaku anggota dalam merespon semua masukan dari warga kota,” ujarnya, Selasa (2/2). Kapolsekta Tegal Barat AKP Aziz Sugiarto sendiri mengakui upaya membenahi prilaku anggotanya untuk tetap responsif terhadap masukan warga sekecil apapun informasi tersebut tengah digencarkan. “Bahkan untuk mendukung kinerja anggota, kami pribadi rela membekali pesawat HT agar mereka bisa tetap melakukan koordinasi dengan rekannya yang ada dimarkas. Kami juga berupaya menumbuhkan kepekaan pada anggota baik terhadap warga sekitar maupun dalam menjaga kebersihan mako agar bisa mendukung kinerja yang optimal,” tegasnya. Selain melakukan sidak di Polsekta Tegal Barat, rombongan dari Mabes Polri ini juga berkesempatan melihat dari dekat pola pelayanan yang dilakukan Mapolresta Tegal. “Pada intinya pihak Babinkam Mabes menilai kinerja kita sudah menunjukkan perbaikan terfokus dalam menggiatkan anggota dan mengubah prilaku anggota untuk tanggap terhadap masukan dari warga. Ini yang akan menjadi pijakan kami untuk terus mengedepankan pelayanan sebagai bentuk pengabdian pada warga,” tegasnya. (her)

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

TPS – Keberadaan TPS bisa memudahkan warga membuang sampah sebelum diangkut ke TPA.

Sampah Kota Tegal 700 Kubik Per Hari SAMPAH yang berasal dari limbah rumah tangga, pasar, rumah makan dan sebagainya di Kota Tegal mencapai 700 kubik per hari. Jumlah tersebut tersebar di sejumlah tempat pembuangan sampah sementara yang nantinya akan diangkut setiap hari menuju tempat pembuangan akhir. Kepala Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Kota Tegal, Ir A Sugeng Prihadi mengungkapkan, jumlah sampah yang dihasilkan warga Kota Tegal saat ini mencapai 700 kubik/ hari. Dari jumlah tersebut, 450 kubik diangkut ke TPA di Muarareja. Sisanya dibuang di tempat pembuangan sampah di rumah-rumah warga. Jumlah tersebut didominasi

limbah rumah tangga baik organik maupun non organik. Untuk mengangkut sampah dari tempat pembuangan sampah sementara, setiap hari sejumlah armada dikerahkan sehingga tidak terjadi penumpukan sampah. Selain itu, pihaknya juga berharap agar masyarakat selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sehingga memudahkan proses pengangkutan. Tidak hanya itu, keberadaan tempat pmbuangan sementara diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga warga tidak lagi membuang sampah di luar tempat yang telah disediakan. “Sampai saat ini persoaalan sampah masih bsia ditangani dengan baik,” katanya. (gun)

NASIB sial menghampiri Waryo (38) warga Tunon RT 02 RW 01 Kecamatan Tegal Selatan. Bapak dua anak yang kesehariannya berprofesi sebagai tenaga servis elektronik tersebut dipaksa keluar dari rumah mertuanya dan nyaris diancam akan dikeroyok suadara iparnya. Tak hanya Waryo, istri korban juga dipaksa keluar rumah oleh kakak kandungnya sendiri disertai ancaman akan membakar seluruh piranti kerja suaminya jika tidak mau bercerai dengan korban. Menurut Waryo, petaka itu menghampirinya setelah kakak kandung istrinya berinisal Dar (36) meninggal dunia setelah digigit serangga sejenis kecoak di Bandung Jawa Barat. Pihak keluarga istrinya langsung menuduh bahwa kematian itu sengaja dibuat korba dengan cara disantet. “Memang antara saya dengan Dar sempat cekcok saat hajatan khitan anak saya. Saat itu saya sempat bilang bahwa dunia jangan dibuat pamer nanti bisa bangkrut. Mungkin omongan itu yang membuat keluarga istri mengira saya telah sakit hati dan melakukan santet,” terangnya, Selasa (2/2). Setelah kakak iparnya meninggal dia langsung diperintahkan keluar dari rumah mertua berikut dua orang anak dan istrinya oleh kakak-kakak istrinya. “Saya belum sempat mem-

HERMAS PURWADI/RATEG

BERPISAH DENGAN BUAH HATI - Waryo yang dituduh tukang santet kini berpisah dengan istri dan kedua anaknya.

beresi perangkat kerja dan seluruh piranti sekolah anak. Saat ini anak saya yang duduk dibangku kelas VI SD terpaksa tidak bisa sekolah, padahal sebentar lagi ujian,” ujarnya. Waryo mengaku pernah mendatangi kantor polisi minta perlindingan, tapi pihak berwajib meminta agar kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. Korban mengaku takut jika perangkat kerjanya yang berupa barang-barang elektronik milik PO Dewi Sri benarbenar dibakar kakak iparnya. Setelah kejadian korban memilih pulang ke rumah orangtuanya di Sumurpanggang,

sementara istri dan kedua anaknya tinggal di Dukuhturi bersama ibu kandungnya. “Saya takut jika nanti kumpul dengan istri justru kakak ipar saya malah kalap dan benarbenar membakar semua piranti kerja serta piranti anak sekolah saya. Saat ini saya binggung mau kemana mengadukan tuduhan tanpa bukti itu,” tegasnya. Menurut Waryo, kakak istrinya yang lain sempat membakar barang-barang miliknya yang dianggap berbau mistik seperti permata, pring gading, gada aren, dan buku-buku kebatinan yang dimilikinya. (her)

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN DAN RALAT ATAS PENGUMUMAN PERTAMA

PD. Bank Perkreditan Rakyat Bank Pasar Kota Tegal, dengan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tegal akan melaksanakan penjualan di muka umum/lelang eksekusi berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan Nomor 4 Tahun 1996 terhadap tanah dan bangunan tersebut di bawah ini : 1. Debitur : SAKEM a. Sebidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya sesuai SHM No. 272 luas ± 200 M2 an. Sakem binti Sayun terletak di Desa Jatibogor Kec. Suradadi Kab. Tegal Harga Limit Rp14.285.714,- Uang Jaminan Rp 3.000.000,b. Sebidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya sesuai SHM No. 309 luas ± 200 M2 an. Sakem binti Sayun terletak di Desa Jatibogor Kec. Suradadi Kab. Tegal Harga Limit Rp 104.285.714,- Uang Jaminan Rp 21.000.000,c. Sebidang tanah pekarangan berikut segala sesuatu yang berdiri di atasnya dan merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut SHM No. 86 luas ± 779 M2 an. 1. Rusmadi 2. Sakem terletak di Desa Kemuning Kec. Kramat Kab. Tegal Harga Limit Rp155.800.000,- Uang Jaminan Rp 32.000.000,2. Debitur : H. MOHAMAD SLAMET Sebidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya sesuai SHM No. 54 luas ± 1600 M2 an. Slamet terletak di Desa Margamulya Kec. Kedungbanteng Kab. Tegal Harga Limit Rp 280.000.000,- Uang Jaminan Rp 56.000.000,Waktu/Tempat Lelang Hari RABU, tanggal 17 Februari 2010, pukul 09.00 WIB, bertempat di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tegal Jl. K.S. Tubun No.12 Tegal. Syarat-syarat Lelang : 1. Peminat/calon peserta lelang wajib menyetor uang jaminan sebagaimana tercantum pada masingmasing nomor melalui rekening KPKNLTegal No.0101-01-000603-30-1 pada PT. BRI (Persero) Cabang Tegal paling lambat / harus sudah efektif 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang atau disetorkan langsung ke Pejabat Lelang paling lambat sesaat sebelum pelaksanaan lelang. 2. Lelang dapat dilaksanakan apabila diikuti oleh minimal 2 (dua) orang peserta. 3. Lelang dilaksanakan dengan penawaran langsung secara lisan dengan harga semakin meningkat. 4. Pemenang lelang wajib melunasi harga pembelian dan bea lelang paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang, dan apabila tidak dilunasi maka uang jaminan akan disetor ke kas Negara serta peserta lelang akan dimasukkan ke dalam DAFTAR HITAM LELANG. 5. Peserta lelang yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminannya tanpa potongan dengan menunjukkan asli bukti setoran, dan identias diri. Informasi lelang lebih lanjut dapat menghubungi PD. Bank Perkreditan Rakyat Bank Pasar Kota Tegal, Jl. Lele No. 4, Tegal, telp. (0283) 353879. Catatan : Pengumuman Lelang ini sekaligus merupakan Ralat atas Pengumuman Pertama yang terbit melalui SKH Radar Tegal tanggal 19 Januari 2010 (pada poin 1 c. tertulis an. Sutikno bin Tamid seharusnya an. 1. Rusmadi 2. Sakem)

Tegal, 03 Februari 2010 PD. Bank Perkreditan Rakyat Bank Pasar Kota Tegal Ttd. Muhammad Arifin, SE Direktur Utama


BREBES & BUMIAYU

6

RABU 3 FEBUARI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

LINTAS Halmahera Tak Tersentuh Aspalisasi BREBES - Sudah 10 tahun jalan-jalan yang termasuk dalam wilayah RT 06 RW 08 Perumahan Limbangan Indah, Brebes, tidak pernah mendapat jatah aspalisasi atau proyek pengaspalan dari pemerintah. Sementara jalan-jalan lain di komplek tersebut hampir setiap tahun dilakukan pengaspalan. Menurut penuturan beberapa warga, Jalan Halmahera -baik Jalan Halmahera I, II, III, maupun Jalan Halmahera IV- setiap tahun selalu dilewati begitu saja. Beberapa kali jalan-jalan di sekitarnya dilakukan pengaspalan, seperti Jalan Kalimantan, Buton, Tidore, danJjalan Ambon, namun khusus Jalan Halmahera tidak. Padahal, sudah lama sekali jalan Halmahera I-IV tidak pernah diaspal. ’’Selama saya tinggal 16 tahun di sini, baru mengalami satu kali pengaspalan, kalau tidak salah tahun 1999. Padahal saya lihat jalanjalan lain di sekitarnya sering sekali mendapat pengaspalan,” kata Hudi M.S., tokoh masyarakat setempat. Akibat tidak pernah diaspalnya jalan-jalan di lingkungan RT 06 RW 08 tersebut, jalan menjadi becek dan kumuh pada saat musim penghujan seperti sekarang ini. Selain itu, jalan di perumahan yang kebanyakan dihuni purnawiran TNI/Polri juga menjadi lebih rendah dibandingkan jalan lain di sekitarnya, seperti Jalan Kalimantan yang hampir setiap tahun diaspal. Sehingga jika turun hujan, maka Jalan Halmahera I, II, III, dan IV selalu mendapat kiriman air dari arah timur yang posisi jalannya lebih tinggi. (mg7)

Empat Pedukuhan Terancam Banjir BREBES - Meluapnya Sungai Pemali selama sepekan terakhir mengakibatkan longsornya tanah bantaran. Berdasarkan pantauan Radar, daerah yang paling parah mengalami longsor terjadi di Dukuh Banjangsari, Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Tembok penahan sepanjang kurang lebih 30 meter yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009, kini kondisnya memprihatinkan. Keadaan beton yang berfungsi menahan deras air itu kini nyaris roboh. Jika keadaan ini dibiarkan tanpa penanganan khusus, maka sedikitnya empat pedukuhan -termasuk area pertanian, tambak, dan pemukiman- terancam banjir. Warga terus menerus khawatir tanggul Banjangsari jebol. Karena, 650 warga yang menempati daerah sekitar terancam terisolir. Empat pedukuhan tersebut masing-masing adalah Pegejugan, Kedung Uter, Randusanga Kulon, serta Kalimal. Kades Randusanga Kulon Ahmad Zaini kerusakan yang terjadi karena tanah belakang tembok penahan itu mengalami

amblas. Dengan amblasnya tanah bantaran, maka beton penahan ikut terdorong. Menurutnya, seharinya amblas hingga dua kali. Pertama, pagi amblas 1 meter, dan sorenya Pukul 18 .00 WIB, tanah itu kembali amblas, Senin (2/2). ’’Ini karena tanah sekitar itu amblas,” kata Ahmad Zaini, Selasa (3/2). Sebagai langkah darurat, sejumlah perangkat desa dibantu warga sekitar kemarin melakukan langkah antisipasi. Langkah itu dilakukan agar tembok tidak sampai ambruk ke sungai. Salah satu caranya, dengan menarik tembok menggunakan kawat baja. Dengan diikat diharapkan tembok tidak roboh ke sungai. Longsor yang terjadi, sehingga berakibat rusaknya jalan setapak. Jalan yang menghubungkan antara Banjangsari - Dukuh Sigempol, kini menjadi sulit dilewati. ’’Kalau hujan keadaan jalan rusak parah. Apalagi ditambah longsor dan kondisnya semakin parah,” kata Perangkat Desa Jamaludin. (din)

Siswa MTs Tewas Terseret Arus WANASARI – Seorang siswa MTs Maarif NU 7 Sawojajar, Brebes, Ahmad Lukman Salam (14) tewas terseret arus Sungai Nipon yang melintas di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari. Anak pasangan Tahruri dan Tamsiyah itu tewas saat berenang di Sungai Nipon usai mencari burung bersama empat orang temannya yang masih duduk di bangku SD. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar, Alam -panggilan Ahmad Lukman Salam- mencari burung di bantaran sungai. Namun naas yang didapat. Dia terseret arus sungai Nipon, Dukuh Pagedangan, Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Senin (1/2) sekitar pukul 17.00 WIB ketika sedang mencari burung kutilang di sungai tersebut. Kejadian bermula saat Alam bersama kawan-kawannya hendak mencari burung kutilang di tepi sungai, kebetulan kondisi saat itu arus sungai sedang deras di sertai gerimis. Karena

kondisi tersebut, korban bersama teman-temannya mandi di sungai yang dalam keadaan deras tersebut. ’’Alam memang tidak bisa berenang, sehingga langsung keseret arus,” tutur salah seorang kawan dia, Zaki (9). Zaki mengaku, DIA berusaha menolong Alam. Tapi, karena arus yang sangat deras hingga meraih tangan Ahmad pun tidak bisa. Selain Zaki, kawankawan yang berusaha menolong korban adalah, Faris (12), Noval (13), dan Faiq (11). Ibu korban, Tamsiah (40), didampingi suaminya, Tahruri (45), ketika ditemui di rumahnya RT 01 RW 04 Dukuh Pagedangan, Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, keadaanya masih shock akibat nasib yang menimpa kelima dari enam bersaudara itu. Pasalnya, selama ini korban dikenal sebagai anak penurut dan selalu berbakti kepada orangtua serta rajin di sekolah. Dia menuturkan, sejak tiga hari ini Alam selalu bermain di sungai.

ISMAIL FUAD/RATEG

DITEMUKAN – Tim SAR Kabupaten Brebes saat melakukan pencarian korban tenggelam di sungai yang berada di Desa Sawojajar.

’’Saya sudah melarangnya, karena dia tidak bisa berenang,’’ katanya. Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perhubungan Laut Dishubkominfo Kabupaten Brebes Eddy Sarwoto mengatakan, atas kejadian itu pihaknya telah mengadakan kordinasi dengan pihak terkait.

Tim SAR dan aparat Kepolisian serta dari TNI AL pun turut membantu warga yang menyisir sungai sepanjang 4,5 km. Akhirnya, sekitar pukul 14.30 WIB jasad korban berhasil ditemukan. Jasad diketahui menyangkut di antara perahuperahu nelayan yang bersandar di sungai tersebut. (mg7)

ABIDIN ABROR/RATEG

KRITIS - Beton penahan longsor di Dukuh Banjangsari kini dalam kondisi kritis.

Empat Kecamatan Jual Raskin Rp 2000/Kg BREBES - Meski dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes sudah memberi surat edaran untuk penjualan beras miskin (raskin), namun praktik di lapangan penjualan raskin justru dengan harga yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dalam surat No. 511.1/00082 tentang Pagu Raskin untuk Alokasi Januari Tahun 2010, tertuang bahwa harga raskin yang diterima Rumah Tangga Sasaran (RTS) adalah Rp 1.600 per kg. Namun, dari temuan Forum Swadaya Warga Brebes (FSWB), harga yang sudah ditentukan itu melambung hingga Rp 2.000 per kg. Ada selisih Rp 400 per kg dalam hal ini. Kenaikan harga ini untuk sementara ditemukan di empat kecamatan. Empat kecamatan dimaksud adalah Kecamatan Bulakamba, Kecamatan Songgom, Kersana, serta Kecamatan Larangan. Menurut Kordinator FSWB

Duryani, penerima raskin tiaptiap desa jumlahnya tidak sama. Ada yang dapat sebanyak 7,5 kg, 5 kg, dan ada yang dapat 4 kg. Sementara, untuk harga, warga membeli Rp 2.000 per kg. Sebagai contoh, penyaluran Raskin di Desa Bulakparen Kecamatan Bulakamba. Pada penyaluran 30 Januari 2010, dari lima warga RT 02 RW 02, masing-masing itu menerima 7,5 kg dan warga harus membayarkan Rp 15 ribu. Hal serupa terjadi di Desa Cimohong. Di desa ini warga membayarnya Rp 14.500. Sedang di Desa Pulogading, warga menerima raskin 5 kg dan harus membayar Rp 12.000. Sementara, di Songgom, beras yang diterima RTS tiap warga tidak sama. Di Desa Jatirokeh, beras yang diterima RTS sebanyak Rp 5 kg dengan harga Rp 9.000. Di Kecamatan Songgom, tepatnya di RT 09 RW 01 di Desa Geger Kunci, jumlah raskin yang diterima warga masing-masing tak sama.

Ada yang dapat 3,75 kg, 7,5 kg, namun dengan harga sama yakni Rp 2.000. Di Kecamatan Larangan, seperti di Desa Slatri, Sitanggal, Siandong, Pamulihan, raskin dijual Rp 2.000 kg. Di Kecamatan Kersana, seperti di Desa Ciampel raskin 5 kg dijual Rp 9.000, di Cigedog raskin 5 kg dijual Rp 8.500. Di Desa Sindangjaya, 6 kg Raskin dijual Rp 11.000. Sedangkan di Desa Kramat Campang 5 kg raskin dihargai Rp 15.000. ’’Kenaikan itu tidak bisa dibenarkan. Apapun alasannya, karena ketentuan memang demikian. Dan desa yang sudah menaikan, dihimbau untuk segera mengembalikan selisihnya pada warga bersangkutan,” beber Duryani. Sementara, Kades Tegal Glagah Dulhadi kini juga tengah menunggu vonis hakim, karena terbelit kasus penjualan raskin dengan harga Rp 2.000 kg. (din)


BREBES & BUMIAYU

RABU 3 FEBRUARI 2010

7

RADAR TEGAL

Jalan Lingkar ’Dihiasi’ Banyak Lubang BUMIAYU - Musim hujan kembali membawa masalah dengan membawa kerusakan di sejumlah titik di ruas jalan lingkar Bumiayu. Salah satunya, berada di depan Terminal Bumiayu. Ruas jalan sebagai sarana penunjang pengoperasian terminal baru Kecamatan Bumiayu itu kembali berlubang. Diduga, pembangunan ruas jalan itu terlalu tergesa-gesa, sehingga proses pemadatan lahan yang sebelumnya merupakan tanah sawah kurang sempurna. Berdasarkan pantauan Radar di sekitar lokasi jalan tersebut badan jalan tepat berada di depan terminal, dan terlihat berlubang serta amblas. Sehingga lapisan hotmix menggumpal di sisi jalan yang dibatasi oleh gazone. Kondisi tersebut cukup mengganggu pengguna jalan, sebab jalan menjadi bergelombang. ’’Saat pengerjaannya dulu, sangat cepat sekitar dua minggu sudah diselesaikan. Padahal, lokasi ini sebelumnya adalah tanah sawah yang diurug (ditinggikan, Red) saat pembangunan terminal,” kata Gunawan (38), seorang pemilik warung yang berlokasi tidak jauh dari Terminal Bumiayu. Ruas jalan yang baru dibangun tersebut merupakan sarana penunjang pengoperasian Terminal Bumiayu, sebagai jalur II yang berfungsi untuk pe-

misah antara kendaraan yang akan masuk ke terminal. Dalam pembangunannya, Terminal Bumiayu menelan anggaran sekitar Rp 1 miliar dengan panjang 300 meter dan lebar jalan 7 meter. Selain di depan terminal, kerusakan lain juga terjadi di beberapa titik jalan, seperti di depan SPBU Sakalibel; titik jalan yang masuk wilayah Dukuh Bayur, Desa Adisana, dan ruas jalan lingkar yang berada di wilayah Desa Negaradaha. Kerusakan ratarata berupa terkelupasnya lapisan hotmix, sehingga menimbulkan lubang yang cukup besar. ’’Jalur jalan lingkar dalam perkembangannya menjadi jalur cepat, sehingga dengan adanya kerusakan jalan itu cukup mengganggu pengguna jalan,” kata Dayat (40), warga lainnya. Menurut Dayat, kerusakan jalan akan menjadi berbahaya terutama bagi pengemudi di malam hari. ’’Jika tidak segera di perbaiki, maka kerusakan akan semakin melebar. Dampaknya, pembangunan yang menelan anggaran hingga ratusan juta tersebut akan sia-sia,” ujarnya. Terpisah, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang wilayah Bumiayu Kuspramono SE saat dikonfirmasi melalui Kasubsi Binamarga PU dan Tata Ruang Wilayah Bu-

miayu Slamet Riyadi membenarkan kondisi kerusakan jalan yang terjadi seiring dengan datangnya musim penghujan. Dinas PU sendiri, menurutnya, telah telah berupaya melakukan pemeliharaan dengan menambal lapisan jalan yang berlubang. Namun, saat ini jalur sepanjang 5,7 kilometer yang dibangun pada tahun 2005 itu saat ini kembali berlubang. Selain itu, Dinas PU juga telah melakukan penanganan terhadap lokasi jalan yang cenderung labil dengan menggunakan sistem rigid beton di beberapa titik lokasi. ’’Kerusakan disebabkan patahnya lapisan beton sebagai landasan jalan, patahan tersebut menimbulkan celah yang terisi air. Sehingga setelah lapisan bagian atasnya diperbaiki menggunakan hotmix, maka patahan tadi tetap bergerak dan kembali menimbulkan kerusakan,” terangnya. Untuk penanganannya, menurutnya, pihaknya mengusulkan dilakukan dengan menggunakan kembali sistem beton dengan mengangkat bagian lapisan beton yang mengalami kerusakan. ’’Betonisasi kembali pada bagian yang rusak dengan membongkar sebagai beton, kami nilai, sebagai langkah yang tepat untuk penanganannya. Untuk itu, kami akan usulkan ke tingkat kabupaten,” katanya. (pri)

Menilik Aktivitas Petani Jagung di Kecamatan Bantarkawung

Butuh Dukungan Teknologi untuk Percepat Proses Pemipilan Keterbatasan teknologi tepat guna masih menjadi kendala bagi para petani jagung di wilayah Kecamatan Bantarkawung. Mengapa?

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

AMBLAS - Ruas jalan lingkar yang berada tepat di depan Terminal Bumiayu berlubang, seiring dengan datangnya musim penghujan.

Lebih Kondang di Luar Daerah BUMIAYU - Kabupaten Brebes, khususnya bagian selatan, ternyata menyimpan potensi atlet binaraga yang sangat potensial dan berbakat. Dengan pembinaan yang baik, para atlet ini bisa berprestasi dan mampu membawa nama harus Kabupaten Brebes. Sayangnya, kondisi ini belum dapat dioptimalkan akibat keterbatasan sarana maupun wadah bagi para para pecinta olahraga tersebut. Bunyamin, seorang pengelola fitness centre di Kecamatan Bumiayu yang juga merupakan instruktur di sejumlah pusat

kebugaran di Jakarta mengatakan, banyak sekali bakat dan minat yang dimiliki khususnya generasi muda di wilayah selatan Kabupaten Brebes ini. ’’Itu bisa dilihat dengan banyaknya pelajar sekolah yang datang untuk melatih ototototnya disini, mereka sengaja datang langsung sepulang sekolah,” kata pemilik Dynamic Fitness Centre ini. Melihat potensi yang dimiliki kalangan remaja ini, Bunyamin mengaku, pihaknya semakin bersemangat untuk lebih memperkenalkan dunia fitnes atau body building. Hasilnya, salah

seorang peserta binaannya yakni Hafiz telah menjadi atlet binaraga dan berhasil meraih gelar juara II dalam kejuaraan antardaerah yang diadakan di Kabupaten Cilacap dalam rangka hari jadi Kabupaten tersebut. Bunyamin sangat menyayangkan, pasalnya potensi yang dimiliki dalam olahraga ini justru lebih dikenal di luar daerah. Sementara, di wilayahnya sendiri kurang mendapat perhatian. ’’Saya sudah belasan tahun menggeluti fitness centre, body building, maupun aerobik di Jakarta. Di sana hampir di-

semua lokasi latihan dapat dipastikan ada instruktur yang berasal dari Bumiayu. Itu menjadi kebanggaan terhadap daerah,” jelasnya. Karenanya, dia berharap agar Pemkab Brebes melalui KONI Cabang Brebes dapat mendukung dalam membina maupun memfasilitasi para atlet yang berpotensi ini. ’’Kami bersama para instruktur khususnya yang ada di Jakarta siap membantu untuk mencetak atlet-atlet berbakat lainnya, yang kita butuhkan adalah dukungan dari pemerintah,” jelasnya. (pri)

LAPORAN: TEGUH S KEBUTUHAN akan teknologi ini mereka perlukan khususnya dalam pengolahan hasil panen. Selama ini, pengelolaan hasil panen masih dilakukan secara tradisional. Beberapa cara dilakukan oleh para petani jagung dalam proses pemisahan biji jagung dari tongkolnya. Jagung ada yang dipipil (dirontokkan) dengan menggunakan tangan, ada pula yang menggunakan bagian roda belakang sepeda kayuh maupun sepeda motor. Pekerjaan itu biasanya dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Proses yang dilakukan secara manual tersebut, menurut Herman (37), seorang petani jagung dari Desa Pangarasan, memakan cukup banyak waktu. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan jika mempekerjakan orang untuk membantu proses pemipilan jagung. ’’Mungkin lain ceritanya jika menggunakan mesin pemipil. Sehari bisa memipil puluhan kilogram jagung,” katanya. Lain halnya yang dilakukan oleh patani buruh pemipil jagung asal Desa Jipang. Mereka melakukan pemisahan biji jagung dari tongkolnya dengan jalan menggunakan putaran roda belakang sepeda motor yang dihidupkan mesinnya. Meski sedikit lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan tangan, namun cara ini juga memerlukan waktu yang cukup lama. ’’Jagung yang akan diparut

KABUPATEN BREBES RINGKASAN APBD TAHUN ANGGARAN 2010

H. INDRA KUSUMA, S.Sos Bupati Brebes

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

TAK MODERN - Para petani jagung di Kecamatan Bantarkawung menggunakan alat seadanya untuk mengolah hasil panen mereka.

harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur hingga beberapa hari. Sebab jika jagung masih basah, maka biji jagung yang diparut akan pecah. Namun, dengan kondisi musim hujan seperti sekarang ini, maka proses pengeringan juga mengalami hambatan” jelasnya. Dengan kondisi tersebut, para petani berharap adanya bantuan teknologi tepat guna, khususnya bagi petani jagung dalam mendukung pengolahahan hasil panennya. Teknologi tersebut bisa berupa mesin perontok jagung. ’’Teknologi pendukung hanya menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pertanian jagung, jaminan harga jagung menjadi lebih penting. Harga jagung cenderung turun terus. Dikurangi biaya produksi, keuntungan kami (petani) sangat tipis,” ujarnya.

Terpisah, Camat Bantarkawung Gunarto SIP MSi melalui Sekretaris Camat Wahono SH mengatakan, harga jagung merosot tajam utamanya ketika panen raya. ’’Harga memang ditentukan oleh pengepul. Kita hanya bisa berharap agar pengepul tidak memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan dengan merugikan petani,” tandasnya. Di Bantarkawung, areal pertanian jagung tersebar merata di 18 desa. Namun, terbesar berada di Desa Bantarkawung, Pengarasan, Sindangwangi, dan Kebandungan. Untuk lebih mendukung pengembangan pertanian jagung, pemerintah kecamatan mengusulkan bantuan mesin pemipil jagung kepada pemerintah kabupaten. ’’Melalui forum Musrenbang kecamatan kita usulkan ke pemkab.’’ (*)

NOMOR URUT 1

ILLIA AMIN, M.Pd Ketua DPRD Brebes URAIAN

JUMLAH

2

3

1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.3.4 1.3.5

PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Pendapatan Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

1,109,086,692,000.00 70,466,896,000.00 14,576,008,000.00 42,468,125,000.00 2,384,013,000.00 11,038,750,000.00 854,690,935,000.00 49,596,367,000.00 738,270,368,000.00 66,824,200,000.00 183,928,861,000.00 20,724,548,000.00 0.00 38,766,232,000.00 92,172,797,000.00 32,265,284,000.00

2 2.1 2.1.1 2.1.3 2.1.4 2.1.5 2.1.6 2.1.7 2.1.8 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3

BELANJA BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja Pegawai Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa Belanja Tidak Terduga BELANJA LANGSUNG Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal SURPLUS / (DEFISIT)

1,221,166,647,000.00 862,619,615,000.00 726,427,965,000.00 250,000,000.00 52,672,650,000.00 53,047,000,000.00 95,000,000.00 25,127,000,000.00 5,000,000,000.00 358,547,032,000.00 27,991,084,000.00 167,111,045,000.00 163,444,903,000.00 (112,079,955,000.00)

3 3.1 3.1.1 3.1.2 3.1.4 3.1.5 3.2 3.2.1 3.2.2 3.2.3

PEMBIAYAAN DAERAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pencairan Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan kembali Pemberian Pinjaman PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN

141,867,496,000.00 109,867,496,000.00 27,800,000,000.00 2,000,000,000.00 2,200,000,000.00 29,787,541,000.00 17,000,000,000.00 2,200,000,000.00 10,587,541,000.00 112,079,955,000.00 0.00

BREBES, 14 Januari 2010 BUPATI BREBES

INDRA KUSUMA


KABUPATEN TEGAL

8

RABU 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

PAGERBARANG Hama Tikus Serang Tanaman Jagung PAGERBARANG - Sebagian tanaman jagung milik petani di Kecamatan Pagerbarang mulai diserang hama tikus. Munculnya hama tersebut membuat beberapa petani semakin aktif untuk menjaga tanaman jagung yang sudah berusia tua. Beberapa dari mereka juga mulai memasang perangkap untuk bisa membasmi hama tersebut. Selain itu, petani juga mulai mencari obat untuk bisa memusnahkan hama tikus yang sudah mulai menghawatirkan. Ketua Kelompok Petani Jagung Beji, Nasikhudin (48) selasa (2/2) kemarin mengatakan, saat ini beberapa tanaman jagung milik petani mulai diserang oleh tikus. Bahkan beberapa tanaman jagung milik petani juga sudah mulai rusak. Dikatakan, hama tikus tersebut mulai muncul sejak dua minggu yang lalu. Hal itu disebabkan lantaran mulai masuknya musim penghujan. Tidak hanya itu, semakin gundulnya lahan pegunungan juga turut menjadi faktor banyaknya hama tikus. “Penyebabnya, selain musim penghujan, juga semakin gundulnya lahan pegunungan,”ucapnya. Dia menambahkan, sekarang petani jagung mulai disibukkan dengan keberadaan hama tersebut. Beberapa petani bahkan mulai memantau kondisi tanaman jagung siang malam. Sementara untuk membasmi hama tikus, perlu dilakukan penyemprotan dengan menggunakan obat pembasmi hama. Namun demikian, hal tersebut jarang dilakukan petani mengingat harga obat yang mahal . “Jadi untuk membasmi hama tikus, saat ini para petani hanya melakukannya dengan cara manual,” terangnya serya menyatakan, padahal petani sangat membutuhkan uluran bantuan dari pemerintah berupa obat-obatan. Nasikhin yang juga petani Desa Srengseng mengaku, mahalnya harga obat pembasmi hama tikus di toko pertanian, membuat para petani enggan untuk membeli. Disamping itu, harga jual jagung yang masih rendah juga menjadi alasan petani untuk tidak membeli obat pembasmi hama. (cw3)

BALAPULANG Pertigaan Pasar Balapulang Rawan Kecelakaan BALAPULANG - Ruas jalur pertigaan Jalan Pasar Balapulang dan Jalur utama jurusan Slawi-Purwokerto, rawan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas. Pasalnya, pada ruas jalan dimaksud menjadi ajang pemberhentian kendaraan umum secara sembarangan, hingga membuat jalur jalan semrawut atau tidak tertata. Padahal posisi jalan, tepat di tikungan tajam. Kenyataan itu, harus secepatnya ditangani instansi terkait d ilingkungan pemkab maupun Polres Tegal, karena masyarakat sekitar menilai kondisi tersebut dianggap sebagai pemicu sering terjadinya insiden kecelakan tunggal maupun tabrakan beruntun. Seperti dikatakan, Aminudin (35), kepada Radar Selasa (2/2) kemarin. Menurutnya, kondisi kerawanan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Tapi hingga kini belum ada perhatian dari instansi terkait untuk memasang rambu lalu lintas maupun antisipasi agar jalur lebih tertib, aman dan nyaman bagi pengendara jalan yang melintas. “ Kondisi semacam itu, Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan pada kondisi tertentu jalur itu bisa macet, karena kepadatan kendaraan yang berhenti “ngetem”. Sehingga ancaman Kecelakaan lalu lintas juga sangat mungkin terjadi,” jelas Aminudin. Masih kata Aminudin, idealnya mumpung masih mungkin diantsisipasi, seharusnya ada langkah riil preventif dari instansi terkait sebelum kondisi lebih parah dan sulit dibenahi terjadi dikemudian hari. “Beberapa kejadian, sangat sulit dikendalikan, jika sudah menjadi kebiasaan dan itu jangan sampai terjadi di Pertigaan Pasar Balapulang ini,” terangnya. Sementara, Camat Balapulang, Subandrio HD mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan pengemudi becak, dokar maupun kendaraan angkutan umum secara informal. Pendekatan itu sendiri menurutnya lebih bersiafat kekeluargaan sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan antara semua pihak. (k1)

20 Desa Nunggak Pajak Kantor Pajak Diminta Beri Sanksi Pemutusan Aliran Listrik ADIWERNA - Sebanyak 20 desa di Kecamatan Adiwerna hingga kini belum bisa melunasi pajak PBB 2009. Puluhan desa tersebut baru melunasi 55 persen dari baku pajak yang ada. Camat Adiwerna M Agus Sunarjo mengatakan, meski

tahun 2009 sudah terlewati, namun sampai sekarang, baru satu desa yang 100 persen melunasi pajak PBB. “Baru Desa Pecangakan yang telah melunasi pajak, sementara 20 desa lainnya masih menunggak sekitar 45 persen dari jumlah baku pajak yang ada. Desa terparah yang menunggak pajak adalah Desa Harjosari Kidul yang baru menyetorkan 27 persen dari jumlah total baku pajak desa tersebut,” ungkapnya. Diakui, lambannya pelunasan

pajak oleh desa lebih disebabkan adanya kenaikan baku pajak yang tidak diso-sialisasikan. Menurutnya, kenaikan baku yang mencapai 100 persen tersebut seharusnya terlebih dulu disosialisasikan sebelum diterapkan kepada masyarakat. Disamping itu, lambannya pelunasan juga akibat banyaknya pemilik lahan yang berada di luar wilayah Kecamatan Adiwerna. Untuk bisa mempercepat pelunasan pajak, tambah Agus, perlu ada sanksi tegas. Seperti pemutusan aliran

Sampah-Sampah Berceceran di Pinggir Jalan MARGASARI - Bau busuk dari pembuangan sampah liar di wilayah Kecamatan Margasari, saat ini dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di wilayah itu. Pasalnya, bau anyir yang berasal dari tumpukan sampah tersebut, sangat mengganggu hingga membuat pusing dan mual. Kondisi itu harus secepatnya ditangani instansi terkait di lingkungan pemkab. Sebab, jika dibiarkan bisa lebih parah lagi. Karena yang terjadi warga maupun petugas gerobag sampah, tidak lagi membuang sampah di tempatnya yang telah disediakan. Lantaran mereka cenderung membuang sampah seenaknya. Dakro, salah seorang pengemudi mobil truk pengangkut sampah kepada Radar Selasa (2/ 2) kemarin menyatakan, kondisi itu akibat dari keteledoran para petugas pengangkut gerobak sampah, yang kurang mematuhi aturan dan tata cara membuang sampah yang benar. Selain itu, juga didukung oleh kebiasaan buruk warga saat membuang sampah. “Mereka seringnya membuang sampah di malam hari. Di mana kebanyakan dari mereka enggan membuangnya

TAMPAKNYA prediksi bahwa netbook akan mampu bersaing dengan produk laptop memang terbukti benar. Meskipun tak memiliki kemampuan sehebat laptop, netbook memiliki beberapa nilai lebih, ukuran yang kecil, harga yang terjangkau, dan kemampuan yang memadai. Salah satu produk netbook yang cukup menarik adalah MSI Wind U100. Bisa dibilang MSI Wind U100 ini cukup ideal. Dengan luas layar 10 inci, netbook ini masih tergolong kecil namun tak terlalu kecil sehingga mengganggu pengoperasian. Desainnya pun cukup sederhana dan menarik hingga tak memalukan saat digunakan di tempat umum. Netbook yang berwarna hitam pekat ini memiliki sudutsudut tumpul yang membuatnya berkesan dinamis namun sedikit kurang tegas. Bagian depan tak banyak berisi hiasan, hanya ada tulisan MSI berwarna putih yang ada di tengah bodi netbook ini. Bagian dalamnya juga tetap didominasi warna hitam pekat termasuk pada bagian keyboard-nya. Layarnya yang berformat lebar terlihat cukup cemerlang. Warna yang ditampilkan cukup cerah bahkan dari sudut yang agak lebar. Dan yang lebih pen-

PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH CABANG SLAWI, dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tegal akan melaksanakan penjualan di muka umum/lelang eksekusi berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan Nomor 4 Tahun 1996 terhadap tanah dan bangunan tersebut di bawah ini : Debitur : SRI UMIYATUN Hak Tanggungan Peringkat I No. 4873 tanggal 13-05-2004 Sebidang tanah pertanian dengan SHM No. 24 luas A. ± 3120 m2 B. ± 3780 m2 an. Rosidi, berikut segala sesuatu di atasnya yang melekat dan merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut, terletak di Desa Balaradin Kec. Lebaksiu Kab. Tegal. Harga Limit Rp 60.000.000,Uang Jaminan Rp 12.000.000,Waktu/Tempat Lelang Hari Rabu, tanggal 17 Februari 2010, pukul 11.00 WIB, bertempat di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tegal Jalan KS Tubun Nomor 12 Tegal. Syarat-syarat Lelang : 1. Peminat/calon peserta lelang wajib menyetor uang jaminan sebagaimana tercantum pada masing-masing nomor melalui rekening KPKNLTegal No.0101-01-000603-30-1 pada PT. BRI (Persero) Cabang Tegal, paling lambat / harus sudah efektif 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang dan untuk uang jaminan di bawah Rp 20.000.000,- dapat disetorkan langsung ke Pejabat Lelang paling lambat sesaat sebelum pelaksanaan lelang. 2. Pemenang lelang diwajibkan membayar pelunasan harga lelang dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah ditunjuk sebagai pemenang lelang. 3. Apabila pemenang lelang tidak melunasi kewajibannya, maka dinyatakan Wanprestasi dan uang jaminan lelang disetorkan ke Kas Negara sebagai pendapatan jasa lainnya serta peserta lelang akan dimasukkan ke dalam DAFTAR HITAM LELANG. 4. Peserta lelang yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminannya tanpa potongan dengan menunjukkan asli bukti setoran, dan identias diri. 5. Lelang dapat dilaksanakan apabila diikuti oleh minimal 2 (dua) peserta lelang. Penjelasan lelang dan informasi lainnya dapat menghubungi PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH CABANG SLAWI Jl. Dr Sutomo No. 20 Slawi telp. (0283) 492802, 491334, 491510 atau KPKNL Tegal, Jl. KS Tubun No. 12, Tegal telp. (0283) 325011. Slawi, 03 Februari 2010 PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH CABANG SLAWI Ttd. IMAN SISWADI Pemimpin Cabang

bupaten juga harus sering terjun langsung ke desa-desa. Saat ini, tambahnya, upaya yang dilakukan oleh tim PBB dari kecamatan adalah turun ke masing-masing desa untuk memantau pelaksanaan penarikan pajak. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan prosentase perolehan sebelum SPPT 2010 turun. Untuk tahun 2009 ini, total baku pajak di wilayah Adiwerna sebesar Rp 1,52 miliar. Meski demikian, baru sekitar Rp 800 juta yang masuk. (cw3)

Petugas Sampah Dinilai Teledor di tempat sampah yang ada. Tapi di pinggir jalan, sehingga saat kondisi hujan seperti sekarang ini, membuat sampahsampah menyebarkan bau tidak sedap ke mana-mana,” jelas Dakro. Untuk itu, lanjut Dakro, seharusnya ada sosialisasi dari pihak kepala wilayah seperti Muspika, untuk mengingatkan warga yang membuang sampah sembarang tempat. “Yang saya lihat, sampah berserakan di pinggir jalan namun pada bak sampah yang ada masih kosong. Ini yang harus diingatkan terhadap mereka,” terangnya. Sementara Camat Margasari Abusaeri membenarkan jika tempat pembuangan sampah yang ada belum dimanfaatkan optimal. Bahkan pihaknya juga menyadari jika banyak warga yang membuang sampah seenaknya. “Kami sudah pernah mengingatkan tapi mau bagai mana lagi? Bahkan papan larangan membuang sampah sembarangan yang sudah dipasang pun hanya dijadikan bahan bacaan saja,” ujar Busaeri. Untuk itu, pihaknya akan bersinergi dengan pihak terkait agar mau bersama menanggulangi kesulitan bau tidak sedap itu. “Jika perlu kami akan melakukan kontrol malam hari, agar warga tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (k1)

YANVERA/RADAR SLAWI

BUANG SAMPAH - Truk sampah sedang membuat sampah di tempat pembuangan sampah Margasari.

MSI Wind U100, Portable Tak Harus Kecil

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN

listrik bagi wajib pajak yang tidak melunasi sesuai dengan jatuh tempo yang ada. Untuk saat ini denda yang diberlakukan oleh Kantor Pajak hanya denda 2 persen dari jumlah pajak yang dikenakan. “Seharusnya ada tambahan sanksi lain, baik pencabutan listrik atau lainnya. Itu agar para wajib pajak merasa jera, sehingga mereka akan tertib dalam pelunasan pajak,” pintanya. Hal tersebut perlu dipikirkan oleh tim PBB tingkat kabupaten. Selain itu, tim monitoring ka-

ting adalah kemampuan layar yang dilapisi dengan anti-glare menampilkan huruf yang dapat terbaca dengan jelas dan tak membuat mata jadi lelah saat digunakan agak lama. Desain keyboard yang terlihat memenuhi seluruh permukaan sedikit mengganggu estetika namun bila dilihat dari sisi fungsi, keyboard yang mendekati ukuran keyboard normal ini jadi nyaman digunakan karena masih ada 'ruang' untuk kedua tangan saat digunakan untuk mengetik. Rancangan keyboard yang dibuat dengan spasi agak lebar juga membuat kemungkinan salah tekan jadi lebih kecil. Dari performa, MSI Wind U100 tak jauh beda dengan netbook lain keluaran terakhir.

Prosesornya menggunakan Intel Atom N280 1.66 GHz didukung dengan pemasangan memory sebesar 1GB. Yang cukup menarik adalah pemasangan hard disk berkapasitas 160 GB pada netbook ini. Dengan kapasitas sebesar ini, netbook ini jadi memberi ruang cukup lapang untuk menyimpan data atau meng-install aplikasi. Bila dibanding dengan MSI Wind generasi sebelumnya, yang satu ini memang mengusung beberapa perbaikan seperti pemasangan hard disk 160GB, Wireless-N baterai 6 sel yang membuat lama waktu pengoperasian netbook ini jadi meningkat. Secara keseluruhan, baik desain maupun performa netbook ini cukup bagus dan tak mengecewakan. (*)


ENTERTAINMENT

RABU 3 FEBRUARI 2010

9

RADAR TEGAL

REBECCA

Gara-Gara Sepele, Berantem Hebat GARA-GARA persoalan sepele, model iklan yang juga penyanyi Rebecca terlibat pertengkaran dengan seorang DJ bernama Delizious Devina. Tak hanya adu mulut, adu fisik pun akhirnya terjadi layaknya duel jagoan. Tidak ada yang memisahkan saat itu hingga akhirnya duel dimenangkan Rebecca lantaran Devina meregang nyawa. Uniknya kasus tersebut tak mendapat pengusutan dari aparat kepolisian. Namun jangan khawatir karena perkelahian body contact kedua wanita cantik ini hanya bagian dari film ‘JINX’ produksi Skylar Pictures yang siap diputar di bioskop. Menurut Devina, adegan

pertarungan jalanan tersebut cukup menguras tenaga dan sempat beradu fisik betulan. Sehingga lebam di bagian kaki serta tangan sudah bukan hal asing baginya. “Ya, di film ini saya latihan beberapa beladiri seperti thaiboxing, tinju, taekwondo, koprol, dan sebagainya. Pokoknya hari-hari diisi latihan berat. Sedikit memar dan untungnya nggak terluka. Sudah biasa,” ujarnya, Senin (1/2) di Barcode, Kemang, Jakarta Selatan. Disebutkan lagi bahwa adegan mereka berkelahi tidak banyak namun memerlukan waktu cukup lama. Kendati begitu, Devina merasa ketagihan dengan olahraga beladiri yang dipelajari. (kpl/dis/boo)

Jangan Cuma Slogan dari halaman 3 Selain itu, pemerintah sendiri juga harus memperhatikan perizinan pembangunan. Karena ini juga menyangkut program tersebut. Jika izin pembangunannya tidak ramah lingkungan maka harus ditolak. Sebab, jika tidak maka program tegal sehat tidak sukses sepenuhnya. Karenannya untuk mensuksekannya, perlu kerja keras seluruh masyarakat, SKPD, dan instansi-instansi lainnya. “Dan dalam rangka mensukseskan itu KLH akan berusaha sekuat tenaga dengan menghi-

jaukan Kota. Dalam bulan ini kita akan menanam 1.750 pohon dibeberapa titik khususnya pantauan adipura. Selain mempercantik kota penghijauan juga akan mengurangi polusi udara dan membuat sejuk suasana,” tukasnya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sumito SIp. Dia mengatakan bahwa Tegal Sehat adalah sesuatu yang berat. Sebab, sehat disini adalah menyangkut keseluruhan. “Misalkan masyarakatnya sudah sehat semua tetapi masih terlihat banyak pengemis, ge-

Adapun penguji dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Kriteria yang dinilai mulai dari pertama pemeriksaan hingga hasilnya. Seperti cara komunikasi, ketrampilan pemeriksaan dan konseling yang dilakukan dengan bumil. Salah satu penguji Kusmiati Slameto SST SH menjelaskan saat ini pemeriksaan bumil pada trimester pertama kurang dari target. Ketua IBI Kabupaten Tegal ini sangat menyayangkan hal tersebut, karena awal kehamilan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin nantinya. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, atau setidaknya bisa meminimalisir kemungkinan terburuk bagi ke-

landangan, pengamen dan masalah sosial lainnya. Maka program tersebut sama juga tidak berhasil, karena dengan masih banyaknya yang saya sebutkan tadi berarti keadaan kota belum sehat,” tuturnya. Dengan begitu, guna mewujudkan Tegal Sehat 2010 tidak gampang. Butuh peran serta dan kerja keras semua elemen masyarakat. Demi mensukseskan program itu dinasnya telah menyiapkan beberapa kegiatan. Diantaranya, akan giat melaksanakan razia-razia baik itu PGOT, PSK, dan lainnya. Yang kemudian akan diberikan pem-

binaan dengan membekali ketrampilan bagi yang terjaring. “Terkait masalah orang gila juga akan berkordinasi dengan daerah sekitar. Agar penanganannya bersama. Artinya jangan Kota Tegal sudah berhasil membawanya ke Magelang, tetapi selang beberapa hari muncul kembali buangan dari daerah lain. Ini kan sama juga bohong,” ujar Sumito. Yang pasti untuk mewujudkan tegal sehat masih banyak hal-hal yang perlu perhatikan. Baik dari segi manusia, lingkungan, pembangunan serta yang lainnya. (cw1)

sehatan bumil dan janin. Diakui Kusmiati, jumlah bidan saat ini masih kurang jika melihat idealnya. ‘’Seharusnya dari 1000 KK setidaknya ada 1 bidan, sedangkan saat ini baru ada 1 bidan di tiap desa,’’ pungkasnya. RAKER BIDANG KEMAHASISWAAN Sebelumnya, Poltek HB Tegal telah mengadakan rapat kerja (raker) bidang kemahasiswaan Kamis (28/1) lalu. Raker diikuti seluruh organisasi kemahasiswaan yang ada. Antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), HImpunan Mahasiswa Program Studi (Himprodi), Unit Kemahasiswaan Mahasiswa (UKM), Popala, Sinema 71, Majalah Politeknik (Manik), Forum Mahasiswa

Islam (Formasi), Teater Senja Racana Pramuka dan Komunitas Pingpong (Kopi). ‘’Masing-masing organisasi menjelaskan program yang akan dilaksanakan periode ini,’’ ungkap Pembantu Direktur (Pudir) III Bidang Kemahasiswaan Poltek HB Tegal Erni Unggul SE MSi. Selain mengatur time scedule dan pendanaan, raker ini sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih kegiatan yang sama dari organisasi kemahasiswaan yang ada. Beberapa program yang akan digelar diantaranya pembuatan film, lomba desain grafis, lomba fotogafi, seminar, inventarisasi pementasan teater, festival akutansi, penelitian, bakti masyarakat dan kegiatan lainnya. (cw1)

Serikat Buruh Selendang Mas Datangi Polresta dari halaman 3 “Kami minta kepada pihak kepolisian melakukan penahanan sesuai aturan hukum yang berlaku. Kami yakin pengusaha juga melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap walikota dan kapolresta. Maka kami mohon pihak kepolisian juga mengusut tuntas kasus tersebut,” terangnya. Diakuinya sebelumnya pihak perusahaan PT Selendang Mas sempat menyebar surat pernyataan kepada para buruh untuk ditandatangani. Dalam surat pernyataan tersebut terkuak bahwa seluruh buruh diminta mengundurkan diri dari SBISM (Serikat Buruh Independence Selendang Mas) dengan alasan ingin merujuk pada hasil pertemuan antara pengusaha PT Selendang Mas dengan walkot dan kapolresta.

Dimana buruh akan kembali bergabung dengan SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) PT Selendang Mas, dan sesuai dengan hasil pertemuan diatas bahwa pihak pengusaha akan tetap melaksanakan peraturanperatuiran lama, serta lebih memperhatikan karyawan apabila perusahan PT Selendang Mas berkembang dikemudian hari. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Intelkam AKP Wartoyo menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan statement seperti yang dirilis pihak pengusaha PT Selendang Mas. “Kapolresta menyatakan tidak pernah melontarkan statemen untuk peleburan buruh yang tergabung dalam SBISM ke SPSI bentukan pengusaha. Tidak ada kesepakatan itu terlontar dalam pertemuan de-

ngan pihak pengusaha. Ini yang akan segera kami selidiki terkait pencemaran nama baik pimpinan,” tegasnya. Dalam klarifikasi perwakilan SBISM kemasrin juga disertai dengan penyerahan surat pernyataan dan barang bukti upaya pemberangusan serikat buruh , serta kesaksian para buruh yang mengalami diskriminasi serta intimidasi dari pihak perusahaan. “Tuntutan kawan-kawan pada perusahan setidaknya pembayaran upah sesuai dengan UMK 2010. Dan pengusaha wajib memberikan segala hak normatif buruh, serta harus membayar kekurangan upah buruh selama tahun 2009. Disamping itu berikan kebebasan berserikat bagi buruh, dan pekerjakan kembali dua rekan kami yang menjadi pengurus SBISM,” ujarnya.

Dia juga menyatakan pengusaha sengaja telah melakukan pemberangusan organsiasi serikat buruh yang dibentuk buruh PT Selandang Mas. “Pengusaha tidak akan pernah mau membayar upah buruh sesuai dengan aturan UMK yang berlaku, jika buruh masih tetap memaksakan diri bergabung dalam SBISM. Dan pengusah hanya akan membayar upah buruh berserta jaminan lain sesuai normatif, bila buruh mau membubarkan organisasi SBISM dasn bergabung dengan organisasi SPSI bentukan pengusaha. Disinilah pihak pengusaha telah melakukan tindak pidana kejahatan sesuai UU 13/2003 bagian kedua pasal 104 ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap buruh atau pekerja berhak untuk membentuk dan atau menjadi anggota serikat buruh atau serikat pekerja,” ujarnya. (her)

Pria asli Tegal yang lebih dari 20 tahun membesarkan PT Astra International dan Universitas Al-Azhar Jakarta itu menggembleng seluruh pengurus YPI selama dua hari, mulai Minggu (31/1) hingga Senin (1/ 2). Tak hanya pengurus saja tetapi jajaran kepala sekolah, guru, dan karyawan Ihsaniyah, semua mendapatakan motivasi. Saat memotivator Palgunadi memberikan pandangan-pandangan konsepnya dalam mengembangkan sebuah perusahaan. Yakni dengan menggunakan metode, tumbuh berkembang bersama lingkungan. “Apa yang membuat Astra besar hingga sekarang? Karena menejemennya memperhatikan sesuatu yang sebenarnya sepele, dan berangkat dari lingkungan sekitar. Misalnya seperti kebersihan. Itu kelihatannya sepele. Tetapi, jika tidak diper-

hatikan akan menjadi masalah besar dan menguras fikiran yang seharusnya untuk mengurusi hal yang lebih penting. Makanya, biasakanlah urusi hal sepele guna memperoleh hasil yang besar,” katanya. Menurutnya itu juga bisa diterapkan dalam dunia pendidikan. Fokus utama yang perlu di perhatikan adalah tentang otak manusia. Sebagaimana diketahui otak manusia dibagi menjadi dua yakni kiri dan kanan. Dijelaskan Palgunadi otak kiri lebih kearah mendidik, sedangkan kanan kearah mengajar. Kemampuan otak kiri diantaranya budi pekerti yang mampu untuk direkam manusia 85 persen. Sedang selebihnya 15 persen lagi adalah kemampuan yang diperoleh dari otak kanan. Oleh karenanya disekolahsekolah yang telah sadar dengan hal ini, disetiap kelasnya terdapat dua orang pengasuh.

tikan film ini,” ujar Drs. Amirsyah Tambunan, Sekretaris Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Pusat, saat ditemui di Gedung DPR/MPR lantai 20, Senayang, Jakarta, Selasa (2/2). MUI khawatir, jika film yang dibintangi Andi Soraya itu tayang, bisa merusak moral generasi muda. Makanya, MUI mendesak agar LSF mencabut izin tayang film tersebut.

“Kami mendesak memberikan ketegasan kepada LSF agar dihentikan. Pihak MUI hanya bisa memberikan pesan moral agar tidak menonton film ini,” jelas Amirsyah. ‘Hantu Puncak Datang Bulan’ rencananya tayang di bioskop 4 Februari 2010. Dalam film tersebut Andi Soraya tampil topless. Ia juga melakoni adegan syur dengan lawan mainnya yang kini jadi kekasihnya, Ferly Putra. (eny/eny)

dari halaman 3 “Rasanya Tahun Baru Imlek kurang meriah tanpa kehadiran kue keranjang,” katanya. Hal senada diungkapkan Altri (31), menurutnya, kue keranjang buatan Kota Tegal sangat terkenal sehingga setiap kali perayaan Imlek dia mengirimkan kue tersebut ke sejumlah kerabat di dalam maupun luar kota. Meski ada beragam kue

serta makanan modern, tetapi kue keranjang tidak pernah terlupakan dan akan selalu hadir saat Imlek tiba. “Ada yang kurang saat kue keranjang tidak dihidangkan di meja saat perayaan Imlek tiba,” terangnya. Linda (48), salah sorang pembuat kue keranjang membenarkan jika kue keranjang mulai banyak diburu menjelang perayaan Imlek. Pesanan yang da-

tang ke tempatnya bukan hanya dari Kota Tegal, dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan sebagainya juga mengalir deras. Dengan harga mulai Rp 3.500 hingga di atas Rp 10.000, kue keranjang siap dibawa dengan beragam ukuran dan rasa. “Ini adalah tradisi sehingga permintaan kue keranjang menjelang Imlek selalu meningkat pesat,” tukasnya. (*)

7 Pengusaha Terancam Pidana dari halaman 3 dianggap menyanggupi menggaji karyawan sesuai dengan UMK 2010 yakni sebesar Rp 700 ribu per bulan. “Untuk sementara kita akan lakukan pembinaan terlebih dahulu jika 7 perusahaan itu sudah ketemu. Kemudian jika tetap tidak mengindahkan akan diberi peringatan secara tertulis. Dan apabila mentok tidak digubris, maka sanksi disesuaikan dengan UU yang berlaku. Kami harap itu tidak sampai terjadi,” katanya. Menguatkan pernyataan Sumito, Kasi Hubungan Industrial Kesejahteraan Tenaga Kerja, Mujiharti, mengatakan, soal upah sudah diatur dalam UU 13/2000 bagian kedua Pasal 90 tentang Pengupahan. Pada ayat 1 dinyatakan, pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah

dari upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. Kemudian ayat 2, bagi pengusaha yang tidak mampu membayar upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 dapat dilakukan penangguhan. Dijelaskan pula mengenai bab XVI, tentang ketentuan pidana dan sanksi administratif. Pada pasal 185 ayat 1 menyatakan barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1) dan ayat (2). Kemudian Pasal 68, Pasal 69 ayat (2), Pasal 80, Pasal 82, Pasal 90 ayat (1), Pasal 143, dan Pasal 160 ayat (4) dan ayat (7). Dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun. Dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta. Sedangkan ayat 2 nya menerangkan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat 1,

merupakan tindak pidana kejahatan. “Terkait penyidikannya juga diatur dalam UU No 13 tahun 2003, BAB XV Pasal 182. Jadi jika itu memang terbukti pengusaha bisa dipidanakan dan dikenai denda pula. Namun demikian itu ditempuh apabila upaya-upaya perdamaian tidak diindahkan pengusaha,” pungkasnya. Sebelumnya Ketua Komisi II DPRD, Hendria Priatmana SE, Senin (1/2), mengatakan, upah yang diberikan 7 perusahaan besar itu pada para pekerjanya beragam. Ada yang setiap bulan dibayar kurang dari Rp 700 ribu, bahkan ada yang dibawah Rp 400 ribu. Padahal tahun ini UMK ditetapkan Rp 700 ribu. “Kami minta dinas bertindak. Penetapan UMK kan sudah disepakati perwakilan perusahaan dan buruh,” katannya. (cw1)

Waspadai Tiga Sungai dari halaman 3 Pihaknya juga mengadakan pelatihan penanganan bencana banjir dengan melibatkan sejumlah anggota Linmas dari seluruh kelurahan di Kota Tegal dengan menggunakan empat buah perahu karet. Meskipun demikian, pihaknya berharap agar warga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan jika

ada bencana banjir misalnya agar segera melapor dan berkoordinasi dengan aparat setempat sehingga bias diambil tindakan secepanya. “Dengan persiapan yang matang, kamiberharap bias mengambil tindakan yang cepat, tepat dan terarah sesuai dnegan kondisi di lapangan,” katanya. Sudibyo (46) warga Cabawan membenarkan jika beberapa

tahun silam tempat tinggalnya sempat digenangi banjir akibat hujan serta luapan sungai. Untuk itu, pihaknya sangat mendukung penanganan dini yang dilakukan pemerintah sehingga segala sesuatunya bias dipersiapkan jauh-jauh hari. “Kami dan warga lain siap bahu-membahu jika bencana banjir datang,” terangnya. (gun)

47 Orang Positif HIV dari halaman 3 Selain itu, ada beberapa kasus akibat penggunakan jarum suntik secara bersama-sama seperti pada penggunaan narkoba sehingga jarum suntik tidak dalam keadaan steril. Bagi masyarakat yang beresiko ting-

gi dan ingin memeriksakan kondisi yang sebenarnya. Pihaknya menjamin kerahasiaan seluruh pasien sehingga tidak perlu ragu lagi ntuk datang. Hingga saat ini, ada beberapa pelayanan yang diberikan meliputi konseling pra testing, pemeriksaan, laboratorium, konse-

ling pasca testing, layanan pengobatan dan dukungan. Selain kepada pasien, pihaknya juga memberikan masukan dan bimbingan kepada keluarga agar tidak mengucilkan pasien yang bisa membuat pasien depresi. “Di sini semua kerahasiaan pasien akan dijamin,” katanya. (gun)

Potongan Insentif Arusbah Disoal

Motivasi Semua Pengurus dari halaman 3

SATU lagi film horor yang dilarang tayang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kali ini yang bersuara langsung dari MUI Pusat. MUI Pusat meminta penayangan ‘Hantu Puncak Datang Bulan’ dilarang. “Menurut komisi pengkajian dan pengembangan MUI Pusat, film ini mengandung pornografi yang mengumbar syahwat dan penyembelihan kepala. MUI menghimbau menghen-

Tradisi Leluhur yang Terus ...

Tidak Lulus Mengulang Lagi dari halaman 3 laboratorium mini. Diantaranya dengan memeriksa kadar Hb, guna mencegah terjadinya anemia pada bumil. Mahasiswa juga memeriksa kadar gula darah karena berpengaruh pada pertumbuhan janin. Selain memenuhi persyaratan, ujian ini sekaligus meningkatkan kompetensi bidan di tengah persaingan banyaknya lulusan kebidanan yang ada. ‘’Kalau tidak lulus ya harus mengulang lagi,’’ ungkapnya. Pihaknya juga meminta kepada mahasiswa agar bumil yang ditunjuk sebaiknya berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan harapan mereka lebih memperhatikan kehamilannya dengan memeriksakan diri ke bidan atau tenaga medis.

MUI Larang Film Andi Soraya Tayang

Satu sebagai pendidik alias guru dan satunya lagi sebagai pengajar. “Sehingga sampai sang anak yang secara kebetulan bersekolah di instansi tersebut dapat mengatakan menurut bu atau pak guru belajar itu harus sabar, sedangkan menurut Miss dan Mr, belajar haruslah teliti,” ujarnya menirukan ucapan siswa yang memiliki dua pengasuh. Ditengah liberalisasi pendidikan, lanjut Palgunadi lagi, posisi sekolah swasta harus jelas dan bertumpu pada nilai-nilai yang ideal dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuwan dalam konteks kehidupan secara riil. Sehingga individu dari hasil pendidikan dapat memberi manfaat bagi lingkungan. Sementara Ketua Umum YPI Drs H Abdullah Ahmad mengatakan, dia sengaja menghadirkan motivator tersebut untuk semakin memantapkan pola pendidikan berkarakter yang

telah dilaksanakan lingkungan yayasannya selama setahun ini. “Pada saat ini ada enam belas sekolah atau madrasah dan 1 pemancar siaran Radio Citra Angkasa (RCA) sekolah dibawah naungan yayasan. Yakni terdiri dari 1 SMA, 1 SMP, 2 SD, 5 MI, 4 TK, dan 3 TPQ. Semuanya tersebar di Tegal dan sekitarnya. Penguasaan ilmu dan teknologi dengan kekuatan diniyah islamiyah menjadi nilainilai karakter yang sedang ditanamkan kepada seluruh siswa di Ihsaniyah,” tuturnya. Diharapkan setelah mendapatkan pandangan-pandangan serta motivasi dari orang yang berkompeten, seluruh pengurus, kepala sekolah, guru dan karyawan Ihsaniyah mempunyai pengetahuan baru. Sehingga bisa membesarkan YPI dan mampu bersaing di lingkungan pendidikan yang ada di Kota Tegal dan sekitarnya. (adi mulyadi)

dari halaman 3 “Kalau pengurus Arusbah tidak bisa menjelaskan secara detail dan transparan soal penggunaan dana potongan tersebut, apalagia tidak ada dasar hukumnya. Maka kami minta pengurus Arusbah untuk mengembalikan dana potongan tersebut, mulai dari adanya dana insentif dari Pemkot,” tuturnya. Secara terepisah, Ketua Arusbah Kota Tegal Drs Chamim saat dikonfirmasi via telepon selulernya, membantah pihaknya melakukan potongan insentif anggota Arusbah sebesar Rp 25 ribu setiap bulannya. Sebab yang benar setiap bulan anggota Arusbah hanya dipotong Rp 5 ribu, itu untuk operasional organisasi. Selain dipotong operasional organisasi, anggota Arusbah juga dikenai pajak 15 persen atau sebesar Rp 22.500. Sehingga untuk potongan setiap

bulannya anggota Arusbah sebesar Rp 27.500, tapi aitu bukan untuk Arusbah saja. Tapi justru Rp 22.500 untuk pajak, atas penerimaan insentif tersebut. “Kami yakin organisasi tanpa anggaran tidak mungkin jalan, dan semua anggota Arusbah tahu soal penggunaan dana operasional tersebut,” ungkap Chamim. Sedangkan saata ditanya, apakah dari potongan dana opersional saat ini Arusbah

telah memiliki kantor dan kendaraan opersional. Chamim menegaskan, untuk memudahkan koordinasi maka perlu ada kantor, serta kendaraan operasional. Dan salah satu penggunaan dana opersiona, yakni untuk kantor dan kendaraan operasional. “Kami siap menerangkan secara detail penggunaan dana potongan tersebut, sehingga bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya. (hun)


CMYK

METROPOLIS

RABU, 3 FEBRUARI 2010

10

RADAR TEGAL

PROFIL

Belum Pintar Masak pada Awal Nikah PEMILIK usaha katering seyogyanya pintar memasak. Namun tidak demikian halnya dengan Hj Endang Irawati Hadi Sutjipto. Ibu 4 anak dan 3 cucu ini mengaku tidak pandai memasak pada awal-awal pernikahannya. ‘’Sayur asam saja nggak tahu cara bikinnya,’’ ungkapnya. Kendati ibu dan neneknya jago mengolah makanan, namun sulung dari 11 bersaudara ini hanya bisa membantu-bantu saja. ‘’Dulu hanya ngrajangi dan marut atau meres santan saja,’’ terang Hj Endang. Sementara bumbu dan bahan yang digunakan dalam makanan tertentu tidak diketahuinya. Apalagi jaman dulu tidak ada buku boga seperti saat ini. Namun hal ini mulai dipelajarinya setelah menekuni usaha katering bersama alm ibunya. Pemilik Laretna catering ini mulai membuka usaha untuk mengisi waktu luangnya tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Selain itu, Hj Endang juga sejak dulu berkeinginan membantu atau bermanfaat bagi yang lainnya. Dengan usaha di bidang kuliner

ini, setidaknya bisa merekrut karyawan dan membantu yang lain. Bahkan saat ini sedikitnya 30 karyawan membantu usaha tersebut. Sistem kekeluargaan yang diterapkannya ternyata cukup membuat eksis usaha ini. Dibalik kesuksesannya, siapa sangka kalau Hj Endang juga pernah mengalami getirnya kehidupan. Sebagai anak seorang pegawai Pengadilan Negeri (PN), yang saat itu gaji paspasan harus prihatin dengan kehidupan kesehariannya. ‘’Dulu gaji bapak paling seberapa untuk menghidupi 11 anaknya,’’ kata Hj Endang. Namun kebersamaan dan cinta kasih di antara mereka menjadi hal terindah. ‘’Dulu kalau bapak berangkat walimahan atau selamatan, pasti kita tunggu-tunggu berkat-nya,’’ lanjut Hj Endang. Selanjutnya berkat tersebut dibagi untuk 11 anaknya, dan baru dimakan setelah semuanya kumpul. Kebersamaan dan kekeluargaan inilah yang terus dijaganya hingga saat ini termasuk dengan pelanggan dan orang-orang terdekatnya. (ela)

Hj Endang Irawati Hadi Sutjipto

BISNIS MAKANAN TAK ADA MATINYA! BISNIS makanan memang tidak ada matinya. Selain karena kebutuhan pokok, makanan juga terbilang bisnis yang banyak menguntungkan. Namun bisnis makanan ini memang gampang-gampang susah. Meski mudah cara membuatnya, tapi ada sisi lain yang harus dipertimbangkan, yaitu cita rasa. Karena selera masingmasing orang jelas berbeda. Salah satunya dalam bisnis katering. Apabila sudah sesuai dengan selera konsumen, maka tidak jarang akan kebanjiran pelanggan. Namun teori ini tidak 100 persen benar, karena tak jarang konsumen yang selain mencari selera makan pas, juga mencari tempat yang sesuai. Sehingga perlu trik jitu atau kunci sukses yang harus dipegang. ‘’Yang pasti rasa makanan menjadi nomor satu, namun pelayanan juga menjadi hal utama,’’ ungkap Hj Endang Irawati Hadi Sutjipto. Mulai dari kebersihan, ketepatan waktu, serta pelayanan

mulai persiapan hingga acara berakhir. Tepat waktu menjadi prioritas katering, karena berkaitan dengan jadwal acara. Terlebih apabila lokasi pesta berada di luar kota, setidaknya harus sudah memperhitungkan lamanya di perjalanan dan mempersiapkan semua peralatan. Bisnis catering akan lebih mudah apabila memiliki peralatan dan transportasi sendiri. Sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih banyak untuk menyewa alat-alat tersebut. Kendati tidak harus langsung lengkap semuanya, namun setidaknya bisa meringankan harga atau biaya yang dijatuhkan kepada konsumen. Apabila usaha cateringnya sudah mulai berjalan dan ada tanda-tanda kemajuan, bisa membeli satu persatu dimulai dari yang terpenting. Misalnya dari piring makan, berikutnya sendok makan, dan seterusnya. Hal ini pula yang dilakoni pemilik Laretna Catering di Jalan Dadali nomor 5 Randugunting ini.

Awalnya wanita yang akrab disapa Endang ini hanya menyewakan peralatan pesta saja. Namun seiring banyaknya dukungan dari keluarga serta orang-orang tercinta di sekelilingnya, akhirnya mulai membuka usaha catering tersebut. Untuk kelas bisnis keluarga, catering yang dimulai tahun 1985 ini bisa terbilang sukses. Karena cara manajemennya pun memakai sistem kekeluargaan, alias tidak kaku. Hj Endang tidak terlalu mengandalkan promosi, namun lebih ke kualitas sehingga bisa getok tular kepada konsumen lainnya. ‘’Paling hanya dari logo yang tertera di peralatan makan serta bungkus produk kita,’’ tambahnya. Untuk menjadi seperti Catering yang sekarang, dilakoni dengan penuh perjuangan. Namun Hj Endang percaya rejeki sudah diatur dan kita hanya perlu berusaha dan berjuang semaksimal mungkin. Tak heran bila saat ini banyak bermunculan usaha catering baru, namun tidak dikha-

watirkan ibu 4 anak ini. Justru ini menjadi pertanda suatu kemajuan, bahwa banyak wanita-wanita yang cerdas dan sudah bisa mengembangkan bakatnya untuk membantu keluarga. Saran dan kritikan dari keluarga serta konsumen juga menjadi pemacu kemajuan catering. Belajar dan terus belajar merupakan salah satu kunci yang harus dipegang pemilik usaha bidang kuliner. Sebab, menu dan dekorasi suatu acara atau pesta mengalami perkembangan yang signifikan dalam waktu singkat. Sehingga harus selalu up to date, tak lain untuk memuaskan pelanggan dengan muaranya banyak order yang datang. Pengusaha catering juga harus siap jatuh bangun. Sebab semua usaha pasti ada masa pasang dan surutnya. Yang terpenting adalah ketika jatuh bukan untuk menyurutkan langkah kita, namun sebagai pembelajaran agar kita bisa bangkit. Pasti ada pembelajaran dan hikmah di be-

lakangnya yang bisa menjadi guru untuk kedepan. Laretna sendiri diambil dari kependekan pelayanan pesta menyeluruh dan sempurna. Slogan ini diharapkan bisa terlaksana kendati tidak ada kesempurnaan di bumi ini. ‘’Yang terpenting lagi adalah kejujuran dan amanah, karena kita mendapatkan pesanan dan dipercaya untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan,’’ pungkasnya. Diusahakan pula tidak menolak konsumen yang sudah datang. Karena Hj Endang yakin bahwa yang menggerakkan konsumen datang adalah Allah yang menjamin riski semua makhluk ciptaannya. Seperti halnya Laretna, eksis sampai sekarang ditengah menjamurnya para pelaku bisnis jasa boga karena dukungan orang-orang penting di belakangnya. Yaitu keluarga, teman, sahabat dan pelanggan bahkan karyawan serta saran dan kritik yang membangun. (laela nurchayati)

Pondok Mie Ayam dan Bakso ‘AA’

“Nendang” Rasa Buntutnya

Utamakan Kualitas dan Dijamin Halal

Sop Buntut Goreng Restoran Taman Pringsewu

MENYUGUHKAN menu berkualitas menjadi klunci utama Pondok mie ayam dan bakso AA. Tak heran bila salah satu pondok makan caang Bogor ini langsung memiliki banyak pelanggan kendati baru buka 2 bulan. Bahkan rencananya akan membuka cabang kelima dalam waktu dekat. Pondok mie ayam dan bakso yang berlokasi di Jalan Werkudoro Nomor 6 atau di sebelah timur Pasar Langon ini juga menyuguhkan lokasi yang enak dan nyaman bagi pelanggannya. Penataan ruang yang apik dan rapi serta tersedianya tempat cuci tangan menjadi nilai plus. ‘’Banyak yang nggak berani datang karena dikira disini harganya mahal,’’ ungkap Harjanto, pemilik pondok mie ayam dan bakso AA. Padahal tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa menikmati menu yang disuguhkan. Rasa mie yang kenyal dan ayam bumbu kering diatasnya

sangat menggugah selera. Lidah kita akan semakin dimanjakan dengan kuah bakso dan pangsit yang harum. Semua bahan merupakan buatan sendiri, dan dijamin halal serta tidak mengandung bahan yang berbahaya. Cita rasa menu ini diperoleh dari bahan yang berkualitas dan masih fresh atau segar. ‘’Makanya kami tidak menggunakan pengawet dan semacamnya, mie dan bakso yang dibuat sehari langsung habis,’’ tambah Berbeda dengan pondok mie ayam lainnya, disini juga membuat dan menyediakan bakso urat. Rahasia kuah segar dan harum ini adalah dari bahan kaldu yang digunakan. Yaitu dengan dicampur sum-sum tulang serta tetelan dalam jumlah cukup banyak. Sementara ayam bumbu kering yang digunakan layaknya mie bangka. Sebelumnya ayam di fillet dan dicacah sebelum diolah. Sehingga menciptakan sensasi tersendiri saat dicampurkan dalam mie. Demikian juga dengan pangsitnya, asli bikinan sendiri dengan resep dan bahan yang

SOP buntut hampir disukai semua orang kecuali vegetarian atau yang memiliki pantangan. Masakan satu ini juga menjadi menu andalah di Restoran Taman Pringsewu. Bahkan sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan, tersedia dua macam menu sop buntut. Yaitu sop buntut kuah dan sop buntut goreng. ‘’Ini memenuhi permintaan pelanggan yang senang dalam bentuk kering,’’ ungkap Roy Krisna selaku marketing Res-

berkualitas. Pondok mie ayam dan bakso AA ini juga membuka cabang di Kabupaten Brebes, tepatnya di sebelah

Ciblon Water boom. ‘’Yang pasti masakan disini dijamin halal, karena pemiliknya juga muslim,’’ pungkasnya. (ela)

MENU

Es Fantasi Bahan: Semangka 1 buah Kelapa muda 3 buah Nata de coco Biji selasih Es batu Cara Membuat: 1. Semangka di potong-

CMYK

potong sesuai selera 2. Kelapa muda diserut, air kelapa disisihkan 3. Semua bahan di campur dengan air kelapa 4. Tambahkan sirup vanili dan sirup leci 5. Beri es batu yang telah dipecah 6. Siap dihidangkan. (ela)

toran Taman Pringsewu. Menu sop buntut goreng yang ada pun sangat istimewa. Mulai dari bahan yang digunakan serta cara pengolahan serba berkualitas. Sehingga dihasilkan sajian yang benar-benar mengguhah selera kita. Daging yang digunakan menggunakan buntut atau ekor sapi bagian tengah. Bagian ini merupakan terbaik karena dagingnya tidak alot seperti yang ada di ujung ekor sapi. Pemotongan yang dilakukan juga menggunakan alat khusus, untuk mendapatkan ukuran yang pas dan bentuk yang menarik. Sebelum digoreng, buntut

sapi sebagai bahan utama ini dimasak dengan bumbu rendang. Alhasil, rasa buntut goreng benar-benar nendang saat menyentuh lidah kita. Empuknya daging sop buntut goreng juga tidak diragukan, karena setelah proses pemasakan dipresto terlebih dahulu. ‘’Jadi dagingnya benar-benar empuk,’’ tambah Roy. Sedangkan untuk kuah atau sopnya, sama dengan yang lain. Diantaranya berisi wortel, kentang, tomat, kobis, daun bawang. Bedanya, lanjut Roy, bahan berkualitas menjadi andalan restoran yang bernuansakan biru ini. (ela)


CMYK

RABU, 3 FEBRUARI 2010

OLAHRAGA

11

RADAR TEGAL

BERAKHIR KLUB Inggris terbilang hemat atau mungkin pelit sepanjang Januari. Mereka hanya membelanjakan 30 juta pounds atau setara Rp 442,6 miliar (kurs 1 pounds = Rp 14.753) untuk pemain baru. Bandingkan dengan musim lalu yang mencapai 170 juta pounds atau setara Rp 2,5 triliun. Data itu dirilis perusahaan konsultasi bisnis terkenal, Deloitte, kemarin (2/2). Data itu menyatakan bahwa belanja klub Inggris itu merupakan yang terendah sejak 2003. Belanja klub Inggris sekaligus setara dengan pengeluaran klub Serie A Italia. “Tidak adanya pemilik baru klub serta kebijakan pengetatan keuangan merupakan penyebab utama menurunnya nilai transaksi bursa transfer di Inggris awal tahun ini,” kata Dan Jones, partner bisnis Deloitte, kepada Reuters. Itu pun 70 persen transaksi klub Inggris dilakukan dengan skema peminjaman. Manchester City misalnya. Klub yang mendominasi bursa transfer Inggris dalam tiga periode terakhir memilih tukar guling sebagai jurus utama transaksi. Setelah meminjam gelandang Inter Milan Patrick Viera, City meminjamkan pemain termahal Inggris Robinho ke Santos (Brazil) sampai akhir musim. Kebijakan transfer City terasa tidak lazim karena satu-satunya pembelian hanya seorang Adam Johnson. Winger 22 tahun itu digaet

GETTY IMAGES

BEKAL - Yoshito Okubo (kanan) harus berjibaku menutupi pergerakan Gelandan Venezuela, Jose Manuel Rey.

Venezuela Beri Pelajaran Jepang OITA - Tim nasional (timnas) Jepang gagal mengawali 2010 dengan victory. Jepang dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh Venezuela dalam uji coba di Kyushu Sekiyu Dome, Oita, kemarin WIB (2/2). Laga bertitel Kirin Challenge Cup Friendly Match itu merupakan bentrok pertama kedua tim. Hasil imbang membuat kecewa pelatih Jepang Takeshi Okada. Selain gagal memaksimalkan kemenangan bermain di kandang sendiri, Venezuela notabene merupakan tim papan bawah di Amerika Latin mengacu hasil kualifikasi Piala Dunia 2010 yang menempatkan skuad Cesar Farias di peringkat kedelapan dari sepuluh negara. Bandingkan dengan Jepang. Blue Samurai (julukan Jepang) lolos kali pertama ke Piala Dunia 2010 mewakili Zona Asia. “Saya kecewa karena kami memiliki 12 tembakan ke gawang, sedangkan lawan hanya empat,” kata Okada kepada AFP. “Venezuela justru bermain lebih determinan meski mereka baru menempuh perjalanan 13,5 jam. Jika bukan karena laga pertama kami tahun ini, saya akan marah besar,” tambah pelatih 53 tahun itu.

Satu hal yang membuat senang Okada hanya penampilan Misuo Ogasawara. Gelandang 30 tahun asal Kashima Antlers itu tampil impresif kendati absen membela Blue Samurai sejak Piala Dunia 2006. “Mitsuo berusaha keras beradaptasi di babak pertama sehingga penampilannya masih kaku. Di babak kedua, dia bermain bagus,” tutur Okada tentang pemain dengan 54 caps itu. Setelah lawan Venezuela, Jepang akan tampil dalam East Asian Championship 2010. Turnamen yang memasuki edisi kedelapan itu bakal dimainkan pada 6-14 Februari nanti di Tokyo. Selain Jepang, pesertanya adalah Tiongkok, Korea Selatan (Korsel), dan Hongkong yang lolos setelah unggul selisih gol dari Korea Utara di babak eliminasi tahun lalu. Jepang yang juara tiga kali itu akan menghadapi Tiongkok dalam partai perdana di Stadion Ajinomoto (6/2). “Kami akan memaksimalkan tiga laga di turnamen itu sebagai upaya mencari kerangka tim inti ke Piala Dunia,” jelas Okada lagi. (dns/aww/jpnn)

Laga Coppa Italia Tetap Prioritas MILAN - Inter Milan memang tidak menjadikan Coppa Italia sebagai target utama pada musim ini. Yang menjadi bidikan utama mereka adalah Serie A Liga Italia dan Liga Champions. Hanya saja, sekarang Inter sudah kepalang basah di Coppa Italia. Nerazzurri (julukan Inter) hanya terpisah dua pertandingan dari partai puncak Coppa Italia. Mereka telah berada di semifinal. Untuk lolos ke final, mereka harus menaklukkan Fiorentina pada semifinal yang berlangsung dua leg. Bentrok pertama kedua tim bakal berlangsung dini hari nanti WIB di Giuseppe Meazza, markas Inter. Sedangkan, laga kedua digelar di Artemio Franchi pada April mendatang. Semifinal lainnya dilakoni AS Roma kontra Udinese. Di atas kertas, Inter dan Roma diunggulan tampil di final. Kedua tim itu pernah bersua dalam empat edisi final Coppa Italia secara beruntun pada 2004 dan 2005 yang dimenangkan Inter serta pada 2007 dan 2008 yang dijuarai Roma. Seiring dengan performa Inter yang terus stabil di musim ini, mereka mulai membidik ambisi yang lebih hebat, yakni mengakhiri musim dengan tiga gelar. Meski berat, mereka punya kans, karena memimpin di Serie A dan berada di babak 16 besar Liga Champions. “Kami senang dengan performa

CMYK

kami belakangan ini. Kami berhasil menundukkan AC Milan dan Juventus. Hasil yang hebat. Tapi, di depan ada Fiorentina, dan kami harus lebih serius menghadapi mereka,” tutur Thiago Motta, gelandang Inter, seperti dikutip Goal. Semula, karena bukan target utama, Inter kerap tidak menurunkan tim terbaiknya. Allenatore (pelatih) Inter Jose Mourinho lebih memberikan kans bermain kepada para pelapis seperti Francesco Toldo, Marco Materazzi, dan Ivan Cordoba. Namun, begitu memasuki perempat final, Inter lebih serius. Apalagi, mereka menghadapi Juventus. Sekarang, mereka sudah berada di semifinal dan lawannya tidak gampang. “Jika sudah sampai di semifinal, kami ingin final juga,” kata Mourinho. “Fiorentina bukanlah lawan yang mudah dan leg berikutnya baru main pada April mendatang (karena jadwal berbenturan dengan laga tunda Inter versus Parma di Serie A pada 10 Februari nanti). Siapa yang tahu apa yang akan terjadi,” lanjut pelatih asal Portugal itu. Jelang bertarung di semifinal, Javier Zanetti dkk juga diuntungkan dengan jadwal. Mereka tidak bermain di pekan ke-22 Serie A melawan Parma (31/1) karena faktor cuaca. Dengan begitu, penggawa lebih bugar daripada Fiorentina. (ham/zul/jpnn)

dari Middlesbrough dengan fee ditaksir 7 juta pounds (Rp 103 miliar). Johnson diikat sampai Juni 2014 dan mendapat nomor punggung 11. “Adam (Johnson) merupakan pemain bagus dan potensial. Klub sangat berkenan dengan talenta Inggris,” kata Roberto Mancini, pelatih City asal Italia, kepada BBC. Dari 20 klub Premier League, Tottenham Hotspur dan West Ham United merupakan yang paling sibuk. Seiring kedatangan striker pinjaman AS Monaco Eidur Gudjohnsen, Tottenham melepas Robbie Keane ke raksasa Skotlandia Celtic FC. Tentu saja pinjaman. Tottenham pun mendapatkan kembali Younes Kaboul dari Portsmouth sekaligus melanggengkan arus transfer dua klub itu dalam tiga tahun terakhir. Tottenham juga meminjamkan masing-masing Alan Hutton ke Sunderland dan Giovanni dos Santos ke Galatasaray. West Ham yang setengah kepemilikannya baru saja diakuisisi David Gold dan David Sullivan tidak mau kalah. The Hammers (julukan West Ham) mendatangkan sekaligus tiga striker baru. Satu pemain datang dengan label pembelian. Yakni Bintang penyerang Afrika Selatan Benni McCarthy digaet dari Blackburn Rovers. Fee penyerang 32 tahun itu diperkirakan 2,5 juta pounds atau sekitar Rp 36,8 miliar dan dikontrak hingga musim panas 2012. Sedangkan striker Mesir Ahmed “Mido” Hossam dan Ilan (Brazil) didapat dengan pinjaman. Mido saat ini dimiliki Middlesbrough dan dipinjamkan ke El Zamalek di putaran pertama musim ini. Sedangkan Ilan, 29, datang dari Saint-Etienne (Prancis). (dns/aww/jpnn)

GANTI BAJU Gelandang Middlesbrough, Adam Johnson (kiri), akan berganti baju biru langit Manchester City.

Dua Langkah Lagi, Sevilla Ulangi Sejarah CDR MADRID - Januari merupakan salah satu bulan paling berat buat Sevilla. Tim asuhan Manolo Jimenez itu harus menghadapi Barcelona dan Deportivo la Coruna sekaligus di 16 Besar dan perempat final Copa del Rey sekaligus. Di luar dugaan, Alvaro Negredo dkk sukses mengatasi seluruh tantangan tersebut. Tentunya, setelah mencapai semifinal, Sevilla tidak mau berhenti. Target mereka adalah merebut trofi yang terakhir kali mereka rebut tiga tahun silam. Kebetulan, lawan di empat besar ini tidak terlalu berat, yakni Getafe. Meski saat ini menduduki peringkat ketujuh klasemen Liga Primera, Getafe tidak punya tradisi di Copa del Rey. Menyongsong laga ini, Sevilla bisa dibilang sedang on fire. Sevillistas (sebutan Sevilla) kembali diperkuat sejumlah bintangnya yang selama Januari lalu banyak yang absen. Antara lain striker Luis Fabiano yang cedera, serta Frederic Kanoute dan Didier Zokora yang membela negaranya di

Piala Afrika 2010. Jimenez menempatkan even ini di prioritas paling atas. Itu wajar, mengingat peluang mereka merebut mahkota Liga Primera nyaris tertutup. Kans di Liga Champions juga tidak terlalu besar. Sedangkan di Copa del Rey, mereka hanya perlu dua langkah lagi untuk merebut trofi. Buktinya pelatih 46 tahun itu menyimpan bintang-bintangnya saat menjamu Valencia di jornada ke-20 Liga Primera Minggu malam lalu (31/1). Fabiano misalnya, hanya diturunkan selama 35 menit di babak kedua. Demikian pula Ndri Romaric dan Diego Capel. Javi Varas bahkan tidak dimainkan sama sekali. Beruntung, Sevilla masih menang 2-1. Nah, kemenangan itu atas Valencia juga menjadi bekal berharga buat skuad Sevillistas. “Victory itu membawa efek positif, tepat seperti yang kami butuhkan saat ini. Yakni tambahan kepercayaan diri,” kata Negredo, yang memborong dua gol ke gawang Valencia

GETTY IMAGES

BOMBER ALTERNATIF - Alvaro Negredo (atas) menjadoi pilihan alternatif di lini depan Sevilla.

kepada AS. Menurut Negredo, kondisi Sevilla saat ini sedang di atas angin sebagai efek dari kembalinya pemain pilar plus bekal kemenangan. Dia juga tidak khawatir posisinya sebagai penyerang utama akan hilang seiring kian membaiknya Fa-

biano. “Kondisi itu justru bagus. Pelatih akan bingung menentukan skuad, tapi pemain yang bagus pasti mendapat tempat,” yakinnya. Hal itu berkebalikan dengan Getafe. Selain berstatus sebagai tamu, pasukan Michel itu baru saja ditahan imbang tanpa gol

oleh Racing Santander di Liga Primera. Bahkan sang entrenador tidak merasa percaya diri. “Melawan Sevilla bakal jadi ujian terberat kami. Mereka sangat kuat dan banyak bermain di level tinggi. Kami bisa saja kalah,” keluh Michel kepada AS. (na/zul/jpnn)


ALL SPORTS

12

RABU 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

SEPAK POJOK

MANCINI KE MILAN

MILAN - Inter Milan dan AC Milan memang sedang bersaing dalam berburu scudetto di Serie A Liga Italia. Kendati begitu, kerjasama antara kedua klub di luar

paro musim ini dibuka, bukan Milan yang kerap diberitakan tertarik menggaet Man-

GETTY IMAGES

PESIMIS - Mario Balotelli pesimis bias bersaing dengan pemain-pemain asli Italia di timnas.

Impikan Azzurri, Diincar Ghana MARIO Balotelli sangat mengimpikan bisa tampil di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Sayang, allenatore (pelatih) timnas Italia Marcello Lippi tampaknya belum memberikan sinyal akan memanggil penyerang Inter Milan itu. Lagi pula persaingan mendapatkan satu tempat di lini depan Italia sangat ketat. Sekarang Lippi masih memberi kepercayaan kepada Alberto Gilardino, Giuseppe Rossi, Giampaolo Pazzini, Antonio Di Natale, dan Raffaele Palladino. Belum lagi, striker gaek Luca Toni, penyerang Juventus Vincenzo Iaquinta, dan Fabio Quagliarella (Napoli) . Kapten AS Roma Francesco Totti juga memberikan sinyal siap kembali tampil membela Gli Azzurri (julukan Italia). “Tentu saja saya selalu memikirkan bisa mengenakan kostum Italia, sama seperti pemain lainnya,” ujar Balotelli, di sela-sela penganugerahan pemain muda terbaik versi asosiasi jurnalis olahraga Lombardy, seperti dikutip TMW. Karena belum mendapat panggilan dari Lippi, dengan begitu Ghana masih memiliki kesempatan untuk menggunakan tenaga Balotelli. Striker yang mengaku bahwa dirinya fans AC Milan itu memang memiliki darah Ghana dari kedua orang tua kandungnya. Tactician Ghana Miroslav Rajevac pun merencanakan untuk terbang ke Italia untuk menanyakan langsung kemungkinan Balotelli mau bergabung ke Ghana pada Piala Dunia 2010. Rajevac menilai Balotelli adalah pemain yang tepat untuk gabung Ghana. (ham/zul/jpnn)

lapangan tetap terjalin. Termasuk dalam urusan jual beli atau pinjam pemain. Ya, AC Milan mendapat suntikan tenaga anyar dengan mendatangkan winger asal Brazil Amantino Mancini. Dia didatangkan ke San Siro, markas Milan, dengan status pinjaman dari rival sekotanya Inter. Mancini dipinjam hingga akhir musim ini. Bukan hanya itu, Rossoneri (julukan Milan) bahkan punya opsi untuk menggaet Mancini secara permanen dengan nilai transfer EUR 3,7 juta atau sekitar Rp 48 miliar ketika kontrak peminjamannya dari Inter berakhir, Juli nanti. Sejatinya, selama bursa transfer

cini. Klub Prancis Olympique Marseille yang paling ngotot mendapatkan tenaga Mancini. Ternyata, justru Milan yang dapat. Keputusan Inter melepas Mancini ke Milan tidak lepas dari keinginan sang pemain. Mantan pemain AS Roma itu menilai dia bakal sesuai dengan pola bermain yang dikembangkan allenatore (pelatih) Milan Leonardo pada musim ini. Leonardo memang selalu memainkan tiga striker dalam skema 4-3-3. Targetman diperankan Marco Borriello, Filippo Inzaghi, atau Klaas-Jan Huntelaar. Sedangkan, penyerang sayap diperankan Ronaldinho dan Alexandre Pato. Seiring dengan cedera Pato, David Beckham terpaksa dimainkan sebagai gelandang mendampingi Andrea Pirlo. (ham/zul/jpnn)

Lawan Stoke, Imbang Lagi GETTY IMAGES

BEDA PERSEPSI – Presiden FIFA, Sepp Blatter (kiri), berbeda dengan WADA soal pemeriksaan dopping.

Sepak Bola Itu Istimewa DIBANDINGKAN olahraga lain, kasus doping memang lebih jarang terjadi di sepak bola. Selain karena karakter sepak bola sendiri yang lebih mengutamakan permainan kolektif, bisa jadi itu disebabkan karena kebijakan FIFA sendiri. Otoritas sepak bola dunia itu sejak dulu tidak mau kalau pemain disamakan dengan atlet olahraga lain, terutama cabang-cabang individu. Tahun lalu, FIFA bersikeras menolak aturan baru yang dikeluarkan oleh Badan Antidoping Dunia (WADA). Yakni mengharuskan semua olahragawan dari semua cabang olahraga melaporkan apa saja yang mereka lakukan hari itu, termasuk apa saja yang mereka makan. Jadi tes buat pemain tidak sekadar dilakukan setelah pertandingan saja. Menurut FIFA, aturan baru tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap kehidupan pribadi pemain. Kristof de Saedeleer, seorang pengacara asal Belgia yang khusus menangani kasus-kasus olahraga menyebut kebijakan itu layaknya menjebloskan seluruh warga kota ke penjara, hanya untuk menangkap satu penjahat. “FIFA dan UEFA ingin menegaskan bahwa kebijakan WADA kurang menghargai privasi pemain. Dalam aturan baru itu, penghargaan terhadap elemen dasar dari kebebasan individual patut dipertanyakan,” kata Sepp Blatter, presiden FIFA, terkait penolakan organisasinya. FIFA, lanjut Blatter, bukannya tidak peduli dengan problem doping. Hanya saja, organisasi yang dipimpinnya itu memang punya pendekatan sendiri terhadap kasus ini. Buktinya, mereka punya statuta khusus yang membahas doping. Semua metode dan hasilnya diumumkan secara transparan di situs resmi FIFA. “Kami bukannya tidak berusaha memeranginya. Tapi kita tidak boleh melakukannya dengan metode seperti memburu penyihir. Perburuan penyihir tidak pernah mencapai hasil,” kata Blatter. (na/zul/jpnn)

SUNDERLAND - Tidak ada gol yang tercipta dalam duel Sunderland versus Stoke City di Stadium of Light kemarin dini hari (2/2). Hasil itu tak pelak merugikan masing-masing tim. Khususnya Sunderland yang gagal meraih kemenangan dalam sepuluh laga terakhirnya di Premier League. The Black Cats (julukan Sunderland) kali terakhir menang pada 21 November tahun lalu. Yakni saat menekuk tim papan atas Arsenal 1-0. Alhasil, Sunderland masih harus puas berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin dalam 23 laga. Kendati menurunkan kekuatan terbaiknya, Sunderland gagal memberikan hasil maksimal di depan 35 ribu pendukungnya. “Lini depan banyak menciptakan peluang, tapi tidak tenang dalam sentuhan

terakhir,” ucap Steve Bruce, pelatih Sunderland, kepada Sportinglife. Bruce memang masih memendam kecewa dengan inkonsistensi barisan tukang gedornya. Sejauh ini, Darren Bent terkesan bekerja sendirian. Striker timnas Inggris itu mengoleksi 14 gol dan nangkring di urutan ketiga daftar top scorer. Karena itu, Bruce getol mencari tandem serasi bagi Bent. Striker Tottenham Hotspur Robbie Keane yang masuk bidikan justru memilih kabur ke Celtic FC. Sunderland pun beralih kepada striker Manchester City Benjani Mwaruwari. Sunderland pun sudah sepakat dengan City untuk meminjam striker berkewarganegaraan Zimbabwe itu.

Tapi, transfer mengalami ganjalan karena finalisasi baru tuntas melebihi deadline transfer. Regulasi Premier League menyatakan batas terakhir transfer musim dingin adalah pukul 17.00 waktu Inggris. Sunderland kini masih menanti keputusan otoritas Premier League. “Kontrak sudah selesai diteken sebelum pukul lima petang dan kalaupun terlambat bisa jadi karena masalah jaringan email maupun faksimile,” tutur Bruce. Di pihak lain, satu poin kemarin tidak cukup membawa Stoke menembus sepuluh besar. The Potters (julukan Stoke) kini tertahan di peringkat ke-12 dengan 26 poin dari 22 laga. Seandainya menang, Stoke bakal menggusur Blackburn dari peringkat 10. (dns/jpnn)

GETTY IMAGES

SERI LAGI – Pemain Stoke City Robert Huth (belakang) menahan laju Gelandang Sunderland, Kenwyne Jones.


ALL SPORTS

RABU 3 FEBRUARI 2010

13

RADAR TEGAL

KEMBALI KE URUGUAY

SEPAK POJOK

FEDRIK TARIGAN/JPNN

TANDEM - Bambang Pamungkas (kanan) bakal mendapatkan umpan-umpan cantik dari Firman Utina di sisa ISL musim ini.

Dapat Suntikan Firman Utina NIATAN Persija Jakarta untuk menjadi jawara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 tak sekadar sesumbar. Langkah pertama seusai merampungkan putaran pertama adalah mengikat pilar Pelita Jaya Firman Utina untuk melengkapi tim berjuluk Macan Kemayoran itu. Keberadaan Firman tetap didaulat sebagai playmaker. Menurut Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief, negosiasi dengan Pelita Jaya terkait transfer Firman sudah rampung. Klub lama sepakat melepas gelandang timnas itu dengan bandrol Rp 300 juta untuk setengah musim yang tersisa. “Tinggal menghitung berapa angka bersih yang akan kami bayarkan kepada Pelita,” ujar Ferry. Rahim Soekasah, manajer Pelita Jaya, mengakui ikhlas melepas Firman ke Persija. Meski, saat ini, posisi tim yang ber-home base di Stadion Singaperbangsa, Karawang, itu mengakhiri putaran I dengan hasil yang kurang memuaskan, berada di urutan paling akhir, 18. “Saya juga menyayangkan jika Firman selalu menjadi cadangan, lebih baik dia ke Persija saja,” ujar Rahim. Dalam tiga laga terakhir, Firman memang tak diturunkan sejak awal. Sementara itu Fandi Ahmad, pelatih Pelita Jaya, malah belum mengetahui keputusan manajemen tersebut. “Saya belum berkoordinasi dengan manajemen sampai saat ini. Kebetulan, kami sedang libur dan baru Kamis nanti latihan pertama dimulai,” ujar Fandi. Hanya, pelatih asal Singapura itu tak bisa melarang manajemen untuk mengambil sebuah keputusan, mengangkat, atau memberhentikan pemain. “Kalau memang itu benar, maka menjadi pekerjaan saya untuk memaksimalkan amunisi yang ada,” ungkap Fandi. Pada posisi itu, toh Pelita masih memiliki Egi Melgiansyah, Ardan Aras, dan M. Ridwan. “Kami juga masih mencari pemain tambahan untuk menghadapi putaran II. Pasti akan lebih sulit karena saat ini kami berada di urutan paling bawah,” ungkap dia. Bagi Persija, kedatangan Firman membuat manajemen tinggal mencari satu pemain lagi. “Kami masih membutuhkan satu striker lagi,” ucap Ferry. (vem/diq/jpnn)

MUHAMAD ALI/JPNN

TARGET - Pemain Laskar Joko Tingkir, Persela Lamongan, siap menghadapi Persija Jakarta di SUGBK.

Kesempatan Tembus Papan Atas JAKARTA - Nyali Persela Lamongan tak surut. Meski, anak asuh Widodo C Putro tersebut harus menghadapi tuan rumah Persija Jakarta dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 20092010 sore ini (siaran langsung AnTV pukul 15.00 WIB). Malah laga yang bakal dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu bakal dijadikan momentum untuk memperoleh poin penuh guna mendongkrak posisi tim menuju urutan keempat. Saat ini, Persela berada di urutan ke-10 dengan koleksi 24 poin dan defisit empat gol. Ini berarti tim asal Kota Soto itu berada satu trap tepat di bawah lawan, Persija. Macan Kemayoran, julukan Persija mengantongi nilai 24 hanya surplus lima gol. “Ini kesempatan terakhir kami untuk mendekati papan atas,” ungkap Widodo kemarin (2/2). Modal penting yang dibawanya menghadpai Persija kali ini adalah kekuatan tim penuh. Nah, kondisi itu berbeda dengan Persija yang tak bisa diperkuat Ismed Sofyan karena akumulasi kartu. “Tak adanya Ismed tentu akan memengaruhi bola-bola Persija. Dia pengumpan yang sangat handal dan sangat berbahaya,” ujar Widodo. Pria asal Cilacap itu juga juga tak perlu keder dengan pelatih lawan, Benny Dolo. Meski saat di timnas pada 2007 lalu, Widodo sempat menjadi asisten Bendol, sapaan karib Benny Dolo. Lagipula, pertandingan itu akan menjadi ajang balas dendam Persela atas hasil tahun lalu. Di SUGBK, Persela harus tunduk di tangan Persija 0-1. “Meski otimistis, kami tetap harus waspada karena lawan juga tidak ingin kalah apalagi di kandang sendiri dan mereka juga pasti ingin ke papan atas,” ujar Widodo. Kekhawatiran mantan penyerang timnas Indonesia tersebut memang tak berlebihan. Persija juga membidik papan atas untuk mengakhiri putaran pertama kompetisi sepak bola kasta tertinggi tanah air itu. “Kemenangan jadi harga mati untuk menutup putaran pertama ini dan mendongkrak posisi Persija ke papan atas,” ujar Maman Suryaman, asisten pelatih Persija. (vem/diq/jpnn)

CMYK

JAKARTA - Harapan besar dibawa Tim Nasional (timnas) Sociedad Anonima Deportivo (SAD) yang terbang terbang ke Uruguay kemarin (2/2). Utamanya bagi kelima pemain baru yang mengisi skuadra tim yang bakal dipoles Cesar Payovich itu. Memasuki tahun ketiga SAD, Badan Tim Nasional (BTN) mendaulat lima muka baru untuk memperkuat tim. Mereka adalah Aris Wahyu Nugroho (Persimuba), Manahati Lestusen (SSB Liang), Muhammad Arsyad (Perseba), Ahmad Resel Oktavian (Perseba), juga I Wayan Yulian Arimbawa (Perseden). Kelima pemain itu menuai tiket ke Uruguay melalui seleksi yang dilakukan BTN bersama para pelatih dari Uruguay. Seleksi akhir dilakukan di Jakarta melalui dua game, yakni kontra Persija U-21 dan tim Universitas Negeri Jakarta. “Saya terkejut bisa terpilih menjadi bagian timnas. Apalagi saya satusatunya wakil dari Bali,” ujar I Wayan Julian Arimbawa, gelandang asal Perseden Denpasar yang baru kali pertama tergabung dalam timnas. Jumlah itu, lanjut dia, sangat sedikit dibandingkan rekan-rekan dari daerah lain seperti Bangkalan yang sampai mewakilkan tujuh pemain saat seleksi. Julian dan para pemain anyar lain berharap bisa tetap bertahan hingga tahun kedua di Uruguay. “Kami sudah mendapatkan pengarahan dari BTN, untuk dua tahun di sana tapi setiap tahun akan ada evaluasi dan bisa degradasi,” ujar pemain berpostur 185cm dan berat 75kg itu. Ya, Julian belajar dari pengalaman empat pemain Uruguay yang terdegradasi. Memang tak sepenuhnya penampilan mereka buruk tapi juga dipengaruhi cedera. Para pemain yang tak ikut berangkat ke Uruguay lagi

MUHAMAD ALI/JAWA POS

KE URUGUAY – manajer Timnas U-18, Demis Djamaloeddin, saat menemani keberangkatan anggota tim ke Uruguay.

adalah Dimas Galih Prasetyo, Imam Agus Faisal, Sahlan Sodik, dan Saiful Bachri. Menurut Demis Djamaloedin, manajer timnas, SAD bakal diturunkan pada Punta Cup. ?Selain itu mereka juga bakal mendapatkan porsi pelajaran bahasa

Fokus Utama Benahi Mental GRESIK- Lagi-lagi Gresik United beralasan mental buruk pemainnya menjadi penyebab kekalahan atas Persidafon Dafonsoro dalam lanjutan pertandingan kompetisi Divisi Utama senin (1/ 2) lalu. Karena itu, mereka telah menyiapkan materi khusus untuk memperbaiki mental para penggawanya. “Otomatis kami harus segera melakukan pemantapan mental anak-anak sebelum menghadapi Persiba Bantul pada 11 Februari nanti di sini,” tegas Asisten Pelatih GU Zainal Abidin saat di temui di mess kemarin (2/2). Caranya, menurut Zainal, dalam setiap latihan akan diberikan game-game kecil. Nah, dalam game tersebut akan ada berbagai tekanan yang membuat mereka emosi. Bisa selalu dilanggar tapi tidak dianggap pelanggaran, bisa disuruh main dengan defisit gol dahulu ataupun ditarget mencetak gol dalam waktu yang sem-

pit. Selain men-drill pemainnya dengan cara tersebut, dia juga menilai bahwa GU masih membutuhkan pemain yang kenyang pengalaman sehingga dapat mempengaruhi mental pemain yang lain.Terutama, di posisi stopper dan gelandang. “Benar yang dikatakan Sasi, karena mayoritas pemain muda mentalnya belum benar-benar kuat. Juga, belum ada yang bisa benarbenar menjadi jendral dan mampu mengangkat motivasi pemain muda. Mungkin itu salah satu solusinya atas beberapa kekurangan selama ini,” ucap Zainal. Otomatis, selain masih harus membenahi penampilan, Laskar Joko Samudro, julukan GU juga masih akan disibukkan dengan seleksi pemain baru yang sesuai dengan kriteria mereka selama ini. Sayang, beberapa pemain yang telah mereka seleksi saat ini nasibnya numpang lewat saja. (aam/zul/jpnn)

FARID FANDI/JPNN

HARUS DIBENAHI – Psikologi David Faristian (terjatuh) dkk, harus segera dibenahi di laga sisa.

Spayol untuk menunjang komunikasi sehari-hari. Frekuensinya tiga kali dalam sepekan. Beberapa program uji coba juga sudah disiapkan. Termasuk kontra beberapa negara selain Uruguay, yakni Argentina, Brazil, Cile, Uruguay, dan

Paraguay. “Sebulan pertama menjadi PR pelatih untuk mengembalikan fisik pemain. Selama hampir dua bulan mereka berada di rumah masing-masing pasti sembarangan pola makan dan latihannya,” ujar Demis. (vem/zul/jpnn)

Laga Usiran Persebaya Dikritik

Guslan Gumilang/JPNN

SIAP DITURUNKAN - Arnaldo Villalba Benitez (dua dari kiri) siap diturunkan Persebaya saat meladeni Sriwijaya FC.

SURABAYA - Kebijakan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kembali menuai kontroversi. Terbaru, mereka mengeluarkan hukuman pertandingan usiran antara Persebaya kontra Sriwijaya FC di Malang (2/10). Persebaya menilai kebijakan tersebut patut dipertanyakan karena selama ini memori permusuhan pendukung Persebaya dan Arema belum usai. Kabar pemindahan tempat laga pertama di putaran II itu muncul setelah kubu Persebaya menerima surat bernomor 31/KEP/ ISL-II/I-10 Selasa malam (1/2) lalu. Di dalam surat tersebut, Komdis menjelaskan bahwa hukuman usiran ke Malang tak lepas dari insiden ketika Persebaya menjamu Arema Indonesia (16/1). Asisten Manajer

Bidang Teknik Persebaya Cholid Ghoromah mengaku tidak mengerti motivasi komdis mengeluarkan keputusan tersebut. “Apakah tidak mempertimbangkan bahwa suporter Persebaya dan Arema selama ini kurang akur,” ujar dia. Dikhawatirkan, aroma permusuhan yang selama ini terjadi membuat Aremania-pendukung Arema melancarkan aksi balasan atas perilaku suporter Persebaya pada timnya. Karenanya, laga usiran partai Persebaya ini juga akan menjadi ujian bagi Aremania “pendukung Arema- untuk bersikap dewasa. Dalam surat itu, komdis menyebut pendukung tim berjuluk Green Force tersebut melakukan tindak intimidasi pada tim tamu. Yakni berupa lem-

paran benda keras ke arah bus Arema sebelum pertandingan. Tindakan pendukung Persebaya tersebut dinyatakan telah melanggar peraturan organisasi PSSI. Sementara, Panpel Persebaya dinyatakan kurang memperhitungkan tingkatan bahaya pada tim tamu. Berdasar hal itulah, Komdis memberikan sanksi berupa pertandingan usiran pada laga Persebaya kontra Sriwijaya di Malang. Namun tak dijelaskan stadion tempat laga usiran tersebut. Karenanya, latar belakang menunjuk Malang sebagai tempat laga usiran juga masih belum jelas. CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono belum bisa dihubungi hingga tadi malam. Selain hukuman laga usiran di Kota Pelajar, Panpel Persebaya juga didenda Rp 30 juta yang harus dibayarkan paling lambat 28 Februari mendatang. Dengan demikian, tim yang dimanajeri Saleh Ismail Mukadar itu berkewajiban membayar denda sebesar 280 juta. Sebab, selain insiden pada 16 Januari, aksi suporter Persebaya mendukung timnya melawan Persib Bandung (23/ 1) juga menuai sanksi. Berdasarkan surat nomor 32/KEP/ KD/ISL-III-10, komdis menjatuhkan denda pada Persebaya sebesar Rp 200 juta kepada komdis dan Rp 50 juta yang diberikan pada Persib Bandung. (uan/zul/jpnn)


PEKALONGAN RAYA

14

RABU 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

LINTAS

Manisih Cs Divonis 24 Hari Usai Sidang Terdakwa Pingsan

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

AIR KEMBANG - Usai persidangan Manisih dan kawan-kawan dimandikan air kembang yang telah disiapkan oleh para petani dari Omah Tani.

Putusan Dinilai Melanggar HAM BATANG - Tim Pembela Rakyat Miskin (TPRM), selaku penasehat hukum para terdakwa kasus pencurian buah kapuk randu, menilai bahwa putusan yang dikeluarkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batang kemarin (2/2), melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). ’’Putusan yang dikeluarkan Majelis Hakim jelas melanggar HAM. Dimana Majelis Hakim menyatakan bahwa semua orang dimata hukum adalah sama, tidak memandang kaya atau miskin. Padahal untuk kasus semacam ini perlu adanya pembedaan,” ujar anggota TPRM Muhnur SH, ditemui usai persidangan. Menurutnya, Majelis Hakim seharus memasukkan status ekonomi para terdakwa dalam menentukan putusan. Hal itu mengingat apa yang dilakukan oleh kliennya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena para terdakwa sendiri selama ini dalam penuh keterbatasan, akibat keadaan ekonomi mereka yang tidak mendukung. ’’Seharusnya tidak bisa disamakan status ekonomi antara klien kami dengan terdakwa-terdakwa kasus pencurian lainnya. Yang mana mereka mampu membiayai kehidupannya, tidak seperti klien kami. Seharusnya diperlakukan secara khusus,” terangnya. Putusan Majelis Hakim juga dinilai hanya sekedar untuk menguatkan dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batang. Padahal, menurutnya, dakwaan dan tuntutan JPU masih perlu dikoreksi. Karena penjelasan JPU dalam tuntutannya tidak dijabarkan secara cermat. ’’JPU dan Majelis Hakim juga tidak dapat membuktikan kepemilikan Efendi atas kapuk randu yang menjadi barang bukti. Tapi disini yang menjadi patokan Majelis Hakim adalah yang penting barang itu bukan milik dari klien kami,” tandas Muhnur. Ditegaskannya pula, persidangan tidak bisa memberikan rasa keadilan bagi terdakwa. ’’Putusan hanya melegitimasi tuntutan Jaksa. Majelis Hakim tidak mempertimbangkan alasan mereka gresek, kenapa mereka tidak sekolah. Semoga hal semacam ini tidak terjadi pada kasus-kasus serupa, terutama yang melibatkan anak-anak,” tambahnya. Manisih sendiri usai ditemui persidangan Juwono dan Rusnoto menyatakan, menerima putusan Majelis Hakim. ’’Kalau apa yang saya sampaikan tadi, karena tadi saya belum bisa berpikir dengan tenang. Tapi sekarang saya sudah tenang dan menerima putusan itu,” tuturnya menjelaskan pernyataannya usai persidangan pertama. Sementara itu, usai menjalani persidangan keempat terdakwa langsung dimandikan dengan air kembang di halaman PN Batang. Air itu telah dipersiapkan para ibu-ibu petani dari Omah Tani, yang datang untuk memberikan dukungan kepada Manisih Cs. Bahkan mereka juga membawa beberapa jajanan sebagai bentuk selamatan. Ropiah, salah seorang perwakilan Omah Tani mengatakan, apa yang dialami oleh Manisih CS adalah bentuk ketidakadilan dari pemerintah. (ton)

BATANG - Setelah melalui proses panjang, akhirnya sidang kasus pencurian buah kapuk randu dengan terdakwa empat warga Dukuh Secentong, Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, mencapai puncaknya. Selasa (2/2) Majelis Hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 24 hari. Namun, meski dinyatakan bersalah dan dihukum, Manisih (39), Sri Suratmi (19), Juwono (16), dan Rusnoto (14), tidak diharuskan menjalani hukuman penjara. Vonis 24 hari tersebut sesuai dengan masa tahanan yang telah dijalani keempatnya saat menjalani penyidikan, yakni dari 3-26 November 2009. Dalam amar putusannya yang dibacakan bergantian, Majelis Hakim yang diketuai Tirolan Nainggolan SH dengan anggota M Iqbal Basuki Wibowo SH dan Ni Gusti Made Utami SH, menyatakan bahwa keempat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Berupa buah kapuk randu sebanyak 14 kilogram milik Efendi di perkebunan PT Segayung di Desa Beji, Tulis, pada 2 November 2009. Majelis Hakim menyatakan bahwa unsur-unsur yang terkandung dalam Pasal 363 ayat (1) ke 4 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah terpenuhi. Yakni unsur barang siapa yang terlibat, mengambil barang, unsur barang milik orang lain dan dilakukan oleh dua orang atau bersama-sama. Bahkan, Majelis Hakim menyanggah pernyataan penasehat hukum para terdakwa yang tergabung dalam Tim Pembela Rakyat Miskin (TPRM). Pada sidang sebelumnya, Kamis (28/1) yang mengagendakan keberatan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), TPRM menyampaikan keberatan karena tidak dimasukkannya Pasal 55 KUHP tentang turut serta dalam perbuatan. ’’Dalam poin 4 Pasal 363 ayat (1) telah jelas disebutkan bahwa perbuatan dilakukan oleh 2 orang atau lebih secara bersama-sama, sehingga tidak diperlukan tambahan Pasal 55 KUHP seperti yang disampaikan penasehat hukum terdakwa,” ujar Majelis Hakim.

Majelis Hakim juga menyatakan, dalam hukum semua warga dianggap sama. ’’Hukum tidak memandang kaya atau miskin, semuanya sama,” lanjut Majelis Hakim dalam amar putusannya. Majelis Hakim juga menilai akibat perbuatan terdakwa, timbul keresahan dan kekhawatiran akan keamanan pada korban. Majelis Hakim juga berpendapat bahwa dengan dieksposnya kasus tersebut, telah membuat terdakwa merasa malu. Termasuk saat menjalani penjara selama proses penyidikan. ’’Hal itu sudah menjadi efek jera bagi terdakwa,” tandas Majelis Hakim. Putusan yang dibacakan Majelis Hakim tersebut lebih berat dari tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Batang. Pada sidang seminggu sebelumnya, Selasa (27/1), Lely Meilinda SH selaku JPU menuntut agar terdakwa Manisih dan Sri Suratmi, dijatuhi hukuman penjara selama 1 bulan dengan hukuman percobaan 4 bulan. Sementara Rachmad Junardi SH pada sidang terpisah menghendaki terdakwa Juwono dan Rusnoto dihukum 1 bulan dan percobaan 3 bulan. Atas putusan tersebut, baik JPU, terdakwa maupun TPRM belum menyatakan sikap, saat dimintai tanggapannya oleh Majelis Hakim. ’’Kami akan mengkonsultasikan lebih dulu dengan klien kami,” ujar Anggota TPRM Muhnur SH. Sementara itu, usai menjalani persidangan, salah seorang terdakwa yakni Sri Suratmi tibatiba jatuh pingsan. Hal itu sempat membuat terdakwa yang lain dan pengunjung sidang panik dan berusaha memberikan pertolongan. Oleh pegawai PN Batang, Sri Suratmi dibawa ke ruang mediasi untuk beristirahat. Pingsannya Sri diduga akibat tidak kuasa menahan tekanan batin yang selama ini menggelayut dalam pikirannya. Bahkan, sebelum sidang usai, di saat Majelis Hakim membacakan putusan, Sri Suratmi terlihat menangis. Berulang kali tangannya diangkat untuk mengusap air mata yang mengalir di wajahnya. Begitu pula mendampingi Manisih ketika diwawancarai oleh wartawan, dia terus menerus menangis. (ton)

ANWAR FATONI

PINGSAN - Kades Kenconorejo bersama warga menemani Sri Suratmi yang pingsan usai menjalani persidangan kemarin (2/2).

Tawaran Pesangon Karyawan Mujatex PEKALONGAN - Dalam perundingan antara tim sepuluh dengan Walikota Pekalongan dr HM. Basyir Ahmad Selasa (2/ 2) menghasilkan keputusan bila tawaran pemberian pesangon bagi karyawan di PT Mujatex sebesar 57,5 persen. ’’Kami tim sepuluh baru saja menghadap walikota untuk membahas tentang kondisi karyawan. Dalam perundingan tersebut diputuskan untuk menerima tawaran pesangon sebesar 57,5 persen,” ucap Sekretaris SPN di PT Mujatex Istinawati saat ditemui Radar di kantor walikota. Istinawati menyebut, aktivitas

perusahaan sudah tidak normal lagi. Sebab pimpinan perusahaan tidak masuk kantor. ’’Aktivitas karyawan tidak harmonis,” terang perempuan dengan potongan rambut sebahu ini. Sekretaris DPC SPN Kota Pekalongan Budi Prathomo yang ditemui terpisah menerangkan, tawaran pesangon sebesar 57,5 persen masih sangat rendah. ’’Kalau ada PHK. Ya.. seharusnya dilakukan sesuai dengan undang-undang. Pemkot harus tegas terkait ketentuan pesangon karyawan,” kritiknya. Budi Prathamo menegaskan,

IKLAN BARIS LOKER 7 X 300 MMK

sudah banyak jasa karyawan terhadap perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Sehingga sudah selayaknya pihak manajemen memberikan hak pesangon bagi mereka yang telah puluhan tahun mendedikasikan diri sebagai karyawan yang baik. ’’Sudah selayaknya mereka mendapatkan pesangon penuh. Karena karyawan telah bekerja, bahkan banyak yang mencapai puluhan tahun. Jika mereka harus menerima 57,5 persen itu murupakan pesangon yang sangat kecil, jauh dari ketentuan perundangan-undangan,” jelasnya. (ap5)


PEKALONGAN

RABU 3 FEBUARI 2010

15

RADAR TEGAL

1.212 Siswa Alami Putus Sekolah

LINTAS

AHMAD JUNAEDI/RADAR PEKALONGAN

MEGAH - Gedung Bisnis Center terlihat megah. Pengurus HMI menagih janji hak menempati salah satu ruangan di gedung tersebut.

HMI Tagih Janji Yayasan Muslimin PEKALONGAN - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekalongan menagih janji hak menempati salah satu ruangan di Gedung Bisnis Center yang semestinya diberikan dari Yayasan Muslimin, sesuai dengan perjanjian. Ketua Umum HMI Nurrohman saat ditemui Radar di Kantor HMI Jalan Singosari, Kelurahan Bendan, Selasa (2/2) menjelaskan, sekitar tahun 2006 Departemen Agama (Depag) memberikan hibah sebesar Rp 2 miliar terhadap Yayasan Muslimin untuk pembangunan Bisnis Center. Namun dalam hal tersebut pihak yayasan sepakat melakukan perjanjian hitam di atas putih untuk memberikan gedung fasilitas HMI. ’’Sayang seiring berjalannya waktu, hingga kini mereka seakan menafikan kesepakatan tersebut,” bebernya. Menurut Nurrohman, pihaknya telah melakukan upaya pendekatan secara persuasif terhadap pihak pengurus Yayasan Muslimin. Namun tidak mendapat penjelasan yang pasti. ’’Sekitar 6 bulan yang lalu, kami telah menemui pihak yayasan. Mereka menjanjikan akan dirapatkan dengan pengurus. Bahkan hal ini pernah kami sampaikan kepada walikota. Beliau siap memfasilitasi hal ini,”tuturnya. Adanya gedung yang semestinya di berikan kepada HMI, lanjut Nurrohman, rencananya berupa tempat usaha. Harapannya dapat menghasilkan dana untuk kepentingan organisasi HMI. ’’Kami telah mempunyai beberapa konsep usaha di lokasi tersebut, seperti BMT, biro jasa, dan lainnya. Sayangnya, hingga kini masih menjadi batu sandungan, karena pihak yayasan bisa dibilang menghianati kesepakatan tersebut,”tegas pria berpeci ini. Ketua Yayasan Muslimi, Hj Siti Aisyiah yang ditemui terpisah di kantornya Jalan Gajah Mada No 5 Kota Pekalongan mengatakan, bila Gedung Bisnis Center dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan ummat. ’’Pemerintah memberikan hibah guna meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan umat,” ucapnya. Bila sekretariat HMI menempati Gedung Bisnis Center dikhawatirkan akan menghambat kelancaran usaha. Karena biasanya HMI akan memasang papan nama, dan mengibarkan atribut. ’’Kami khawatir dapat mempengaruhi kelancaraan usaha hotel syariah di sini.’’ Hendaknya, saran Siti Aisyiah, pengurus HMI dapat membuka usaha di tempatnya yang sekarang. di Jalan Singosari. Mengingat yayasan hingga kini masih harus melunasi hutang. ’’Rp 2 milliar untuk membangun sarana TK, toko, masjid, dan hotel yang mempunyai 17 kamar. Dalam operasionalnya sebesar 650 juta.’’ (ap5)

KAJEN - Sekitar 1.212 siswa putus sekolah dari tingkatan sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/K) di Kabupaten Pekalongan membutuhkan beasiswa agar mereka dapat melanjutkan kembali pendidikannya ke tingkat lebih tinggi. Menurut Kepala Sub Bagian Program Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Untung Raharjo Selasa (2/2), data yang dihimpun dinas pendidikan selama 2009/2010 tercatat sekitar 1.212 siswa putus sekolah. ’’Rincian data siswa putus sekolah dalam jumlah tesrbut terbagi dari sekolah negeri dan sekolah swasta, dari sekolah negeri di antaranya untuk tingkat SD berjumlah 293 siswa, MI ada 1 siswa, SMP mencapai 347 siswa, MTs nihil, SMA 50 siswa, MA nihil, dan SMK sebanyak 19 siswa,” jelasnya. Adapun jumlah totalnya mencapai 710 siswa yang berasal dari beberapa sekolah negeri di antaranya dari 517 SD, 1 MI, 63 SMP, 2 MTs, 11 SMA, 1 MA, dan 4 dari SMK. Sedangkan untuk siswa putus sekolah dari sekolah swasta yang ada di Kabupaten Pekalongan, jumlah totalnya lebih sedikit dibanding jumlah siswa putus sekolah dari sekolah negeri mencapai 502 siswa. ’’Rinciannya yakni siswa SD berjumlah 9, siswa MI mencapai 50, siswa SMP 47, siswa MTs 182, siswa SMA 62, siswa MA 29, dan siswa SMK berjumlah 123 orang,” katanya. Untuk siswa dari sekolah swasta, mereka berasal dari beberapa sekolah yakni SD

berjumlah 31, MI berjumlah 98, SMP berjumlah 17, MTs berjumlah 28, SMA berjumlah 7, MA berjumlah 7, dan SMK berjumlah 17. Seluruh siswa putus sekolah pada tahun ini jumlahnya menurun dibandingkan dengan tahun 2008/2009 yang jumlah keseluruhannya mencapai 1.454 siswa. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Tri Panji Irianto melalui Sekretaris Dinas Sirhan, mengatakan, para siswa tersebut terpaksa putus sekolah karena rata-rata disebabkan karena faktor ekonomi. ’’Selain itu juga faktor lingkungan mereka yang sebagian besar merupakan lingkungan industri. Sehingga oleh orangtuanya, siswa diharuskan bekerja daripada sekolah,” katanya. Oleh karena itu, tambahnya, siswa putus sekolah tersebut sangat membutuhkan bantuan berupa beasiswa untuk melanjutkan studinya. ’’Mereka saat ini sangat butuh uluran tangan agar pendidikannya terjamin, sehingga masa depan mereka tidak suram lantaran mereka putus sekolah,” ucapnya. Kondisi tersebut juga telah disikapi oleh dinas pendidikan dengan memberikan beasiswa, namun anggaran yang tersedia ternyata tidak cukup untuk menangani besarnya jumlah siswa putus sekolah. ’’Saya tidak mengetahui secara pasti besaran seluruh anggaran yang dialokasikan untuk beasiswa bagi siswa putus sekolah.’’ (ap10)

ANWAR FATONI/RADAR PEKALONGAN

DOA BERSAMA - Kepala Kanwil BPN Jateng berdoa bersama petani Brontok di lahan PTPN IX yang kini menjadi milik mereka.

BPN Upayakan Kepemilikan Tanah SUBAH - Hingga saat ini masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang hidup di bawah garis kemiskinan, akibat tidak memiliki sebidang tanah untuk digarap. Oleh karenanya, saat ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah mengupayakan agar seluruh rakyat Indonesia memiliki lahan atau tanah. ’’Kami berharap rakyat Indonesia dapat memiliki tanah atau lahan yang bisa digarap. Hal itu sangat diperlukan karena guna mendorong perubahan dan perbaikan kesejahteraan rakyat,” ungkap Dodi Imron Cholid, kepala Kanwil BPN Propinsi Jawa Tengah Selasa (2/2) kemarin. Dodi datang pada persiapan warga Dukuh Brontok, Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, menjelang kehadiran Kepala BPN Pusat dan Gubernur Jawa Tengah. Dalam rangka syuuran dan penyerahan sertifikat lahan yang dulu menjadi milik PTPN IX kepada 144 kepala keluarga, dalam Program Pembaharuan Agraria Nasional (PPAN) Sab-

tu (13/2) mendatang. Pada kesempatan itu pula, dijelaskan bahwa untuk status tanah Tratak masih diupayakan. ’’Untuk tanah Tratak, BPN sedang mengupayakan penyelesaiannya,” ujar Dodi. Dia juga berpesan para warga agar memberlakukan para tamu dalam syukuran dengan apa adanya dan tidak perlu mewah. ’’Syukuran nanti adalah dari, oleh, dan untuk warga. Jadi perlakukan tamu-tamu yang akan datang biasa saja dan sama dengan warga petani lainnya,” lanjutnya. Di samping kehadiran Dodi dan Handoko Wibowo, Divisi Hukum Omah Tani, persiapan kemarin juga dihadiri para kepala BPN dari beberapa karesidenan di Jateng, seperti Surakarta, Demak, Pekalongan, Semarang, dan Batang. Termasuk unsur Muspida Batang dan perwakilan PTPN IX. Bahkan, warga mendapat kejutan dengan hadirnya dalang kondang dari Tegal Ki Enthus Susmono. Persiapan awal yang dilakukan adalah dengan bergotong

IKLAN BARIS LOKER 7 X 271 MMK

royong mengangkut pasir laut dari Pantai Kuripan menuju lahan PTPN IX Brontok sepanjang 500 meter. Mereka tidak bekerja sendiri, beberapa petani dari desa lain seperti Cepoko, Simbangjati, Kembangtani dan Kambangan, yang tergabung dalam Omah Tani, turut serta. Diperkirakan, acara syukuran nanti akan berlangsung meriah karena didukung dengan beragam kesenian tradisional seperti topeng ireng, tari gambyong maupun pertunjukan parodi. Ki Enthus sendiri dalam pementasan wayang kulitnya akan membawakan lakon Ruwat Sudomolo, dengan menggunakan teknologi multi media serta dukungan kru mendekati 100 orang. Sebanyak 144 KK petani Brontok telah mendapatkan sertifikat tanah dari Program PPAN. Secara simbolis Presiden SBY telah menyerahkan secara langsung sertifikat pada perwakilan petani Brontok pada acara Program 100 Hari di Kawasan Briket Nusantara, Marunda, Cilincing, Jawa Barat, belum lama ini. (ton)


JATENG

RABU 3 FEBRUARI 2010

17

RADAR TEGAL

Penyerangan Suporter Dituntaskan

NAGA/RADAR SEMARANG

UPAYA ANTISIPASI - Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Erwanto saat memberikan penjelasan mengenai upaya yang dilakukan Polda Jateng, guna mengantisipasi akibat dari penyerangan suporter PSIS Semarang terhadap suporter Persijap Jepara.

SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi serangan balik dan menimbulkan hubungan yang kurang harmonis antar kedua daerah tersebut, lantaran akibat penyerangan suporter PSIS Semarang terhadap suporter Persijap Jepara Jumat (29/1) lalu. Polda Jateng berjanji akan menuntaskan kasus penyerangan antar suporter kedua sepak bola itu. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol. Djoko Erwanto kemarin (2/2). Djoko mengatakan, untuk mencegah terjadinya aksi serangan balasan dan guna menjalin hubungan yang baik kembali, Polisi terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pengurus teras kelompok suporter. Pihaknya sebagai lembaga Kepolisian tertinggi di daerah Jateng, diamana dua-duanya berada di wilayah hukumnya, kerusukan itu harus segera diselesaikan dengan baik-baik dan tidak menimbulkan efek panjang atau saling balas dendam. Dia mengatakan, instruksi itu langsung dari Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo. ’’Komunikasi tidak hanya dengan Persijap dan PSIS saja, namun semua daerah yang ada klub sepakbolanya. Prinsipnya kita tidak ingin kasus penyerangan antar suporter ini terulang lagi,” kata Djoko. Djoko menjelaskan, sementara ini, belum ada laporan adanya indikasi aksi balasan dari suporter Persijap ke simpatisan PSIS Semarang. Meski begitu, Polda Jateng dan jajaran Polres terus memantau pergerakan dan perkembangan situasi terkini dari kelompok suporter sepak bola yang ada di wilayahnya masing-masing. ’’Hal itu mudah-mudahan saja tidak terjadi lagi dan saling membalas. Kasus ini sangat mencederai sportivitas dalam dunia sepakbola kita,” kata dia. Ditanya, apakah ada tersangka baru lagi dalam kasus itu? Djoko belum dapat memastikan

adanya tambahan tersangka baru. Karena pihaknya belum mendapat laporan baru dari Polwiltabes Semarang maupun Polres Semarang Barat yang menangani perkara tersebut. Kendati belum ada, namun Djoko memastikan kalau jajaran Kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif terkait aksi penyerangan beberapa oknum pendukung PSIS Semarang terhadap suporter Jepara, tersebut. Para tersangka yang sudah diamankan tetap dikenakan proses hukum jika dalam proses penyidikan terbukti melakukan tindak pidana. (nag/jpnn)

IKLAN BARIS LOKER 7 X 255 MMK


CMYK

18

RABU, 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

Motor dan Sepeda Dominan, ANGKUTAN NOMER 2 THE TRYOND

Klaim Regenerasi Junot NAMA Junot Band bagi siswa SMP Negeri 3 Kota Tegal mungkin tidak asing lagi. Band yang banyak mengukir prestasi ini sempat tayang di rubrik Xtion beberapa waktu lalu. The TrioNd merupakan salah satu band baru dari SMP Negeri 3 Kota Tegal yang mengklaim dirinya sebagai regenerasi Junot. Sama seperti Junot, band yang semula bernama The Flash Band ini juga digawangi beberapa personil band yang berbeda. Nama band sengaja dirombak untuk menghindari kesamaan nama dengan band sekolah yang lain. Band ini terbentuk tanggal 10 Juni 2009 lalu lewat audisi khusus yang diadakan sekolah. “Audisi diadakan sekolah untuk menentukan yang terbaik dan dijadikan satu band,” tutur Akil, salah satu personil. Alasannya menjadi regenerasi Junot, lanjut dia, karena saat ini seluruh personil band itu sedang konsentrasi menghadapi Ujian Nasional (UN) yang semakin dekat. Selain dirinya yang memegang gitar/melodi, band ini digawangi Aji (gitar/rhytm), Adi (bass), Farid (drum) dan Arini (vokal). Mereka biasanya berlatih di aula sekolah dan dibimbing langsung pengajarnya Agus Chandra. Jadwal latihannya setiap Selasa sore. Di luar sekolah, mereka biasa berlatih di studio musik yang sering menjadi tempat latihan Junot Band, yaitu Studio 19. “Memang kita jarang latihan di luar, kalo mau latihan di luar kita sepakatin dulu,” tutur Aji, sang gitaris. Menurut dia, sekolah memberikan sarana yang memadai dan bimbingan khusus dari gurunya sehingga mereka lebih banyak berlatih di sekolah. Sebagai band baru, pengalaman mengikuti even belum banyak dirasakan band ini. (agus)

“UHHH… lama banget, angkotnya mana sih,” ujar seorang cewek berseragam sambil celingak-celinguk ke arah jalan. Jam di Hpnya sudah menunjuk pukul 06.45 WIB. Seperempat jam lagi bel sekolah berbunyi dan dia masih belum menemukan tandatanda kehadiran angkutan umum yang biasa mengantarnya ke sekolah. Ilustrasi di atas mungkin kerap terjadi pada beberapa pelajar. Bila angkutan tak kunjung datang, endingnya bisa ditebak. Mereka pasti akan terlambat datang ke sekolah. Sarana transportasi memang erat kaitannya dengan pelajar. Sarana tersebut kadang dianggap sebagai biang keladi keterlambatan mereka ke sekolah. Padahal, hal itu belum tentu benar. Seperti diamini ResponX yang ditemui Tim Xpresi. Ngomongin soal alat transportasi, ternyata dari 28 ResponX yang ada, 64,28 persennya mengaku menggunakan motor atau sepeda sendiri untuk ke sekolah. Salah satunya seperti Bambang Irwanto, siswa SMK Y P T K o ta Tegal yang selalu datang

dengan sepedanya. “Karena lebih sehat, dan tentunya nggak takut ditilang polisi,” ujar dia memberikan alasan. Sementara, 17,85 persen ResponX memilih berangkat ke sekolah dengan memanfaatkan kendaraan umum. Salah satunya seperti Renita Puspita Ningrum. Cewek yang bersekolah di SMP Negeri 8 Kota Tegal mengaku harus menggunakan fasilitas itu karena jarak rumahnya cukup jauh dari sekolah. Hal senada dituturkan Megha W, siswi SMK Bhakti Karya Kota Tegal. Sementara Ferry Susanto, siswa SMK Pius kelas X AK I, mengaku lebih memilih kendaraan umum karena selain lebih cepat, sarana itu tidak membuatnya kelelahan. “Ya kalau naik sepeda kan capek,” tambahnya. Sebagai sarana yang vital, 42,56 persen ResponX mengaku kerap

khawatir dengan kenyamanan dan keamanan alat transportasi yang mereka gunakan saat berangkat ke sekolah. “Karena aku pake sepeda, kadang masih suka takut bannya bocor saat di jalan” tutur Istika Indrianti, siswi SMP Negeri 10 Kota Tegal. Sedangkan Isa Nurhakim, siswi SMP Negeri 8 Kota Tegal yang menggunakan angkutan umum terkadang khawatir jika suatu saat kecopetan di jalan. Meski begitu, 50 persen ResponX mengaku sudah cukup nyaman dengan alat transportasi yang membawanya ke sekolah. Tapi diakui seluruh ResponX, antisipasi jika sarana transportasi bermasalah memang diperlukan. Saat itu terjadi, 53,57 persen ResponX memilih diantar orang tuanya. Seperti Indah, siswi SMA Negeri 1 Kota Tegal. “Biasanya diantar ayah yang

selalu siap sedia mengantar,” tutur gadis ini. Sedangkan 21,43 persen yang lain memilih tetap menunggu sarana transportasinya yang biasa meski beresiko telat masuk ke sekolah. “Ya, kalo nggak ada transportasi tetep aja nunggu sampe ada, soalnya nggak ada transportasi yang lain juga,” ujar Justinus R.F, salah satu siswa SMK PIUS Kota Tegal. Saat ditanya kemungkinan adanya kendaraan sekolah yang antar jemput, 35,71 persen ResponX langsung setuju dengan hal itu. Menurut mereka, kendaraan atau bis sekolah sudah cukup diperlukan saat ini. “Kalo ada kendaraan antar jemput, kita kan nggak bingung kalo hujan, macet, atau ada kendala lainnya,” kata Hanifah Wulandari dari SMP Negeri 5 Kota Tegal penuh harap. Sementara Stella, mengaku setuju karena fasilitas tersebut bisa membuatnya berangkat bareng dengan teman-temannya. Meski begitu, 25 persen ResponX rupanya tidak setuju dengan hal itu. Salah satunya Putri Angelica. (tim)

PROSENTASE Alat transportasi apakah yang sering kamu gunakan untuk berangkat ke sekolah? Kendaraan umum Kendaraan sepeda / motor Tidak pake kendaraan Tidak tentu

17,86% 64,28% 3,57% 14,28%

Apakah kamu nyaman dengan transportasi yang kamu gunakan? Pasti dong Rada khawatir Tidak nyaman Bingung

50% 42,56% 3,57% 3,57%

Apabila tidak ada kendaraan , bagaimana kamu berangkat sekolah? Minta diantar famili 53,57% Nebeng teman 21.43% Nunggu kendaraan, meskipun telat 21,43% tidak jawab 3,57%

Apakah menurutmu perlu ada kendaraan sekolah yang antar jemput? Perlu Tidak perlu Tergantung Bingung

35,71% 25% 32,14% 7,14%

Berapakah jarak rumahmu ke sekolah? Kurang dari 1 km 1-4km 4-7km 7 km lebih tidak jawab

10,71% 50% 10,71% 21,43% 7,14%

Berapa biaya untuk pengeluaran transportasimu setiap hari? Tidak ada < Rp. 3 ribu Rp.3 ribu-Rp.5 ribu >Rp. 5 ribu

50% 35,71% 10,71% 3,57%

PROFIL USIA : 13 - 17 tahun

JUMLAH :

TIM XPRESI

28 ResponX di Kota Tegal

JENIS KELAMIN :

KOORDINATOR : Khikmah Wati

Cewek 50 persen Cowok 50 persen

ANGGOTA : Balkis Arifiani, Nur Irma Rahmawati, M Khaerul Anam,

PENDIDIKAN :

Agus Winarto

SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

TIPS - X

Untukku

Hindari Tidur Kelewat Malam

Kahitna Dm C A# Di saat engkau di sana Dm C A# Kadang langit terasa gelapnya F Kemana langkahku pergi Gm Am Gm Slalu ada bayangmu F Ku yakin makna nurani Gm C Kau takkan pernah terganti F Saat lautan kau sebrangi Gm Am Gm Janganlah ragu bersauh F Ku percaya hati kecilku Gm F Kau takkan berpaling [chorus] F Gm Am Gm Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti F Gm Em A Dm Meski ke tujuh samudra pasti ku kan menunggu F#m Gm C Karena ku yakin Kau hanya untukku [int] F Gm Am Gm F Saat lautan kau sebrangi Gm Am Gm Janganlah ragu bersauh F Ku yakin makna nurani Gm C Kau takkan pernah terganti F Pandanglah bintang berpijar Gm Am Gm Kau tak pernah tersembunyi Am Dimana engkau berada A# C F Di sana cintaku [chorus] F Gm Am Gm Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti F Gm Em A Dm Meski ke tujuh samudra pasti ku kan menunggu F#m Gm Am FD Karena ku yakin Kau hanya untukku Gm C A# Am G# D# Karena ku yakin Kau hanya untukku [int] G# D#/G Fm D# 2x G# D#/G Fm D# Di saat engkau di sana G# D#/G Fm D# Kadang langit terasa gelapnya A# Namun bintang kan tunjukan D# Rinduku pada dirinya

CMYK

BANYAK kejadian yang menyebabkan kamu terlambat masuk sekolah. Hal-hal yang menyebabkan terlambat ke sekolah salah satunya karena bangun tidur kesiangan. Ini biasanya terjadi karena kamu tidur kelewat malam dan belum mempersiapkan daftar pelajaran. Selain karena itu, kendala di perjalanan juga menjadi penyebab lain. Misalnya sulit mendapatkan angkutan umum, karena jarak sekolah dan rumah jauh, dan kamu menunggu terlalu lama di sarana transportasi tersebut hingga akhirnya terlambat ke sekolah. Beberapa kerugian apabila kamu terlambat ke sekolah diantaranya yang pertama pasti kamu akan

diperingatkan gurumu dan mungkin diberi sanksi atau hukuman. Selanjutnya nama kamu akan tercantum di buku pelanggaran atau buku masalah. Dan kamu juga akan ketinggalan materi yang diberikan di kelas. Apesnya, kamu pasti jadi bahan tertawaan temanteman satu kelas. Untuk menghindari hal itu, beberapa tips ini bisa dicoba. Diantaranya yang pertama harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk keesokan harinya pada waktu sore hari atau siang harinya. Kedua, belajar pada waktu siang atau sore hari, agar malam hari kamu bisa santai dan tinggal memeriksa kembali persiapan kamu tadi, agar tidak ada satupun yang ter-

tinggal. Selanjutnya, perhatikan pesan mama papa kamu soal nggak boleh begadang semalaman. Usahakan kamu tidur pukul 20.00 WIB, agar bisa bangun pagi dan memperoleh waktu tidur yang cukup. Ini penting karena kamu kan tidak mau teman-teman dan gurumu melihatmu ketiduran di dalam kelas karena begadang. Dan yang terakhir bangun lebih pagi. Jika kita tidak bisa bangun sendiri, bunyikan alarm dan bersiaplah sarapan lebih pagi. Selanjutnya berangkatlah ke sekolah. Kalau rumahmu jauh dari sekolah, perkirakan waktu tempuh yang kamu perlukan dan lebihkan beberapa waktu untuk mengantisipasi kendala di jalan. (*)

SMA Muhammadiyah Pertahankan Ekskul Bulutangkis

TANDING PAS CLASSMEETING Beberapa siswa yang aktif di ekskul bulutangkis tanding melawan Kepala Sekolah beberapa waktu lalu.

NUR IRMA RS/TIM XPRESI

BULUTANGKIS merupakan salah satu cabang olahraga yang tak banyak dijadikan ekstra kurikuler (ekskul) di sekolah. Tapi, ekskul ini rupanya tetap dipertahankan SMA Muhammadiyah Kota Tegal. Semula, ekskul ini hanya diperkenalkan saat MOS (Masa Orientasi Siswa). Lambat laun, sekolah mengembangkannya dengan latihan rutin setiap minggunya. Ekskul yang terbagi dalam tim putra dan tim putri ini dikembangkan dari tingkat dasar saat siswa belum banyak tahu tentang badminton. Ekskul ini menjadi salah satu fokus pembina OSIS untuk mengembangkan minat, bakat, serta potensi siswa-siswinya di bidang sport. Awalnya, latihan digelar setiap sore hari.

Namun memasuki musim hujan, waktunya berganti menjadi setiap Minggu pagi. ”Kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk latihan di sore hari. Kalaupun nggak hujan, angin sorenya terasa berbeda, cenderung lebih kencang sehingga berpengaruh pada saat berlatih,” ujar Eka Budi Laksana SPd selaku Pembina OSIS memberikan alasan. Upaya dan usaha keras, lanjut dia terus diupayakan. Hal ini mengingat semangat para siswa dalam olahraga ini sangat tinggi. “Latihan rutin masih terus diintensifkan buat persiapan nanti kalau ada pertandingan bulutangkis. Kita berharap SMA Muhammadiyah Tegal siap merebut juara,” tandasnya. (irma)


SAMBUNGAN

RABU 3 FEBRUARI 2010

19

RADAR TEGAL

Pansus Century Minta Pengadilan Paham dari halaman 1 Sekjen Partai Golkar ini menuturkan, Pansus Angket Kasus Bank Century telah memberikan argumentasi hukum yang baik dalam permohon-

annya, sehingga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dipastikan akan mengabulkan. Selain itu, Mahkamah Agung juga telah memahami keinginan pansus dan menyatakan keinginan pansus tersebut sesuai

dengan tugas dan kewenangan pansus sesuai ketentuan UU Angket DPR. Gayus menambahkan, dalam pertemuan tersebut ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjanjikan akan segera mempe-

lajari dan memberikan penetapan. Ketua pengadilan negeri dikatakannya juga memahami tenggat waktu yang dimiliki pansus, yakni maksimal 20 hari harus sudah memberikan laporan ke sidang paripurna DPR. (noe)

bentuk pecahan, harga per unit jadi Rp 1,1 juta. Pemenang tender, PT Lasindo (Ladang Sutera Indonesia, pemegang merek Jitu) lantas merakitnya dan memberi harga jual Rp 3, 250 juta. Selisih harga beli dan harga jual itu sempat diprotes sejumlah pihak. Sebab, ada kerugian negara Rp 2,1 juta pada tiap unit mesin jahit yang disalurkan. Sumber di kementerian pimpinan Salim Segaf Al Jufri itu menambahkan, pengadaan mesin jahit dan sapi itu tidak hanya sekadar pengadaan. Mesin jahit dan sapi disalurkan kepada fakir miskin untuk diberdayakan. Mesin jahit, misalnya. Mesin itu dibagikan kepada Kube (Kelompok Usaha Bersama) agar mampu memproduksi produk garmen. “Dari situ kemudian ada pengusaha yang membeli kemudian menjualkannya,” katanya. Begitu pula sapi impor jenis Brahman cross steer. Sapi itu tidak hanya diserahkan begitu saja. Sapi itu menjadi media pemberdayaan fakir miskin. “Dipelihara oleh fakir miskin, kemudian nanti akan ada pengusaha yang membelinya dengan harga yang bagus,” katanya. Karena itu, Depsos memilih menunjuk langsung. Tidak lelang. Sebab, tak banyak perusahaan yang mau bekerja sama dengan perjanjian yang rumit. “Umumnya ingin pengadaan saja. Tanpa mau kerjasama

untuk membeli kalau masyarakat fakir miskin sudah mampu berproduksi,” katanya. Namun, dia buru-buru menambahkan bahwa penunjukkan langsung itu hanya sekali dilakukan untuk mesin jahit. “Pengadaan mesin jahit dilakukan lagi pada 2005, tapi gagal. Sedangkan pada 2006 sudah melalui lelang,” katanya. Apakah Bachtiar Chamsyah menerima komisi hasil perjanjian itu” Sumber itu mengaku mendengar kabar tersebut. Dia menyebut jumlahnya sekitar Rp 750 juta. Uang itu diberikan sebagai rasa terima kasih karena proyek itu lolos. Namun, Bachtiar tidak menerima langsung. “Pengusaha pemenang tender menyerahkannya ke yayasan milik Pak Bachtiar,” katanya. Namun, saat kasus itu mencuat pada 2005, Bachtiar takut. Dia lantas mengembalikan uang itu ke pengusaha tersebut. Bachtiar bahkan sempat menon job-kan Yusrizal yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pemberdayaan Fakir Miskin. Bachtiar menduga Yusrizal terlibat. “Pak Bachtiar kesal karena merasa ditipu,” katanya. Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Heri Krissritanto enggan berkomentar. Menurut dia, semua informasi telah diberikan kepada KPK. “Kita ikuti saja proses hukumnya. Biar hukum yang menentukan salah benarnya,” katanya. (aga)

kepolisian baik di tingkat Polres maupun di tingkat Polwil. Enthus menegaskan, terkait dengan maraknya warung lesehan di wilayah Kabupaten Tegal yang konon juga melakukan jual beli perempuan, hal itu merupakan soal moral. Meski demikian, Bupati selaku kepala pemerintahaan Daerah Kabupaten Tegal yang paling bertanggung jawab. Pihaknya juga tidak percaya dengan desas-desus yang ada kalau selama ini keberadaan lesehan tersebut di back up oleh tentara. Meski demikian, pihak akan berkordinasi dan mengadakan pendekatan dengan berbagai pihak untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu, tambahnya pihaknya juga akan melakukan berbagai upaya penertiban. Termasuk terhadap beberapa oknum masyarakat yang memanfaatkan keberadaan Masjid Agung Slawi yang sering digu-

nakan untuk pesta minuman keras saat tahun baru. “Dari rumor dan saksi mata yang ada mengatakan kalau saat perayaan tahun baru, masjid agung sering digunakan untuk pesta miras. Namun dengan resminya saya menjadi Komandan Banser, hal itu akan saya tertibkan. Meski demikian, harapan saya itu tidak akan terjadi kedepan,” tegasnya. Enthus, yang juga meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Troupen Museum Amsterdam pada tanggal 21Juni 2009 mengaku, dalam pelaksanaan peringatan 100 hari meninggalnya Gusdur, berbagai rangkaian kegiatan lain juga akan diadakan, diantaranya Istighosah, parade simtudurror dan dilanjutkan dengan pentas wayang kulit dengan lakon “Komba Karna Gugur” yang merupakan pesanan Gus Dur. Semula akan dipentaskan di Jombang Jawa Timur. (harviyanto)

PPP Bela Bachtiar dari halaman 1 Dia menambahkan, sepengetahuannya, proses tender yang ada di depsos berasal dari bawah. Yaitu, melalui pembentukan panitia lelang. Selanjutnya, dibentuk satuan kerja (satker) yang menangani masalah tersebut. “Tiap hari ada banyak berkas dari satker terkait tender,” kata politisi muda PPP itu. Sedangkan untuk tender langsung, lanjut Romy, sapaan akrab Romahurmuzy, biasanya hanya dilakukan dalam kondisi darurat dan mendesak. “Banyak persoalan mendesak di sana (Depsos-Red) yang perlu segera ditindaklanjuti, jadi mungkin karena kurang hatihati saja,” katanya. Beberapa waktu terakhir, beberapa politisi PPP telah terjerat perkara korupsi, baik yang ditangani KPK maupun kejaksaan. Sebut saja, Al Amin Nasution yang tersangkut perkara kasus pembangunan pelabuhan Tanjung Api Api, di Sumatera Selatan. Ada pula, Endin AJ. Soefihara yang tersangkut kasus dugaan suap pemilihan deputi senior gubernur BI pada 2004. Politisi PPP lainnya yang tersangkut dugaan kasus korupsi yang ditangani kejaksaan, antara lain, anggota Komisi III DPR Dimyati Natakusumah dan Ketua DPP Emron Pangkapi. Dimyati prosesnya se-

dang berjalan di kejaksaan tinggi Banten. Sedang, Emron yang tersangkut perkara korupsi kredit usaha tani di Bangka Belitung, sudah berstatus sebagai terpidana dengan masa hukuman enam bulan, sejak April 2009 lalu. BELI PRETELAN Sementara itu, mesin jahit dan sapi impor bakal menjadi sandungan serius Bachtiar Chamsyah. Apalagi, mesin jahit tersebut adalah mesin jahit yang diimpor dalam bentuk pretelan. Itu agar margin harga beli dan jual lebih banyak. Untung besar bisa diraup. Sumber di Kementerian Sosial menyebutkan, pengadaan mesin jahit itu bermula dari Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) massal pada 2004 di sejumlah pabrik garmen. Saat itu, Depsos berinisiatif untuk memberdayakan mantan pekerja garmen dengan memberikan mesin jahit. Mesin jahit itu bermerek Jitu. Mesin itu sebenarnya berasal dari merek Jepang, Juki. Namun, mesin itu diimpor ke Indonesia dalam bentuk pretelan. Begitu masuk ke Indonesia, mesin jahit itu dirangkai kembali dan diberi label merek baru bernama Jitu. “Itu agar harganya lebih murah,” kata sumber itu sambil mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan. Harga asli mesin jahit Juki sebenarnya sekitar Rp 6 juta. Namun, karena diimpor dalam

Enthus Komandan Banser dari halaman 1 “Peringatan tersebut kami lakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang selama ini telah memperjuangkan nasib rakyat kecil. Disamping itu, kegiatan tersebut juga sekaligus untuk mendoakan almarhum,” ungkapnya. Secara internal, selama dua bulan Banser juga akan kordinasi bersama jajaran banser sekKabupaten Tegal. Hal itu dilakukan sebagai persiapkan berbagai kegiatan bagi pasukan, diantaranya latihan fisik dan batin. Itu perlu dilakukan mengingat Banser juga memiliki tugas mulia, yaitu ikut menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. “Banser Kabupaten Tegal akan berusaha membantu aparat penegak hukum dalam menegakkan hukum, ini juga merupakan tugas yang diperintahkan oleh agama yaitu melakukan amar ma’ruf nahi mung-

kar,” pungkasnya. Diakui, saat ini masih ada kelemahan aparat pengak hukum untuk beramal ma’ruf mahi mungkar. Meski demikian, pihaknya tidak menginginkan institusi penegak hukum kotor oleh ulah oknum penegak hukum. Dikatakan, untuk bisa mewujudkan masyarakat yang bebas dari kemaksiatan dan kedzoliman yang pertama-tama harus ditegakkan adalah hukum. Kalau hal itu sudah bisa ditegakkan, tidak ada kejahatan yang tidak terungkap. “Kalau hukum sudah ditegakkan, segala yang berbetuk batil pasti akan hancur, namun lama dan tidaknya itu hanya perkara waktu,”ucap peraih gelar Doktor Honoris Causa bidang seni budaya dari International University Missouri, Amerika Serikat itu. Dalam operasi yustisi yang sering diadakan, Banser juga akan berkordinasi dengan pihak

Korupsi Pengadaan Barang Tak ... dari halaman 1 Menurut dia, sebagian besar penyelenggara negara yang diusut KPK juga terjerat di sektor ini. “Hampir 70 persen mereka kena di sektor ini. Karenannya, monitoring kasus ini tidak hanya di pusat tapi juga hingga ke daerah,” jelasnya. Umumnya, mereka adalah penyelenggara negara di tingkat operasional. Di antaranya kepala bagian perencanaan, direktur jenderal, meski demikian ada juga satu dua kasus yang pengusutannya dilakukan hingga level menteri, seperti kasus yang menyeret Bachtiar Chamsyah dalam pengadaan mesin jahit dan impor sapi tersebut. Ada pula kasus pengadaan yang cukup menguras energi KPK dalam pengusutan kasus korupsi, yakni pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) yang melibatkan PT Masaro Radiokom. Yang pasti Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto mengibaratkan mengusut kasus korupsi sektor pengadaan barang dan jasa itu semudah mencari ikan

di Danau Semayang Kalimantan Timur. Sampai akhir tahun 2009, KPK menghitung 44 kasus korupsi di sektor itu, sedikitnya telah merugikan negara Rp 689 miliar. Modus yang paling sering digunakan adalah penunjukan langsung. Di KPK, modus ini mencapai 94 persen dari seluruh kasus pengadaan yang ditangani. “Memang kalau hanya penunjukan langsung hanya kesalahan administratif karena yang dilanggar keputusan presiden,” jelasnya. Tapi, dalam perjalanan penyidikan KPK menemukan penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat hingga penerimaan gratifikasi. “Ini yang menjadi lain persoalan,” ucapnya. Modus lain yang acapkali digunakan adalah penggelembungan harga perkiraan sendiri (HPS). Lihat saja, dalam dugaan korupsi alat-alat kesehatan di Depkes tahun 2003, rekanan menjual peralatan kesehatan yang dijual kepada negara hingga lebih dari 100 persen. Yang tergambar itu baru

sebagian saja. Pengusutan polisi dan kejaksaan di seluruh Indonesia, apabila dihitung rinci tentu akan juga amat besar. KPK sebenarnya juga tak ingin korupsi pengadaan barang dan jasa itu berlanjut dari tahun ke tahun. Namun, upaya penindakan dan pencegahan yang dilaksanakan lembaga itu masih saja tak menyurutkan temuan penyelewengan di beberapa departemen. Di antaranya, KPK mengadakan kampanye pengadaan barang dan jasa melalui elektronik. Akhir tahun lalu, KPK mengundang lembaga-lembaga yang sektor pengadaan barang dan jasanya masih jeblok. Lembaga-lembaga itu diminta memaparkan inisiatif apa yang telah ditempuh untuk menutup potensi korupsi di sektor itu. Upaya itu dilakukan, karena belanja pemerintah sebagian besar untuk pengadaan batang dan jasa. Betapa tidak, dari anggaran belanja pemerintah sebesar Rp 327 triliun lebih dari separuhnya untuk belanja modal dan barang. (git/jpnn)

KPK Gali Kesaksian Tom dari halaman 1 berjumlah empat orang. Mereka datang ke Kantor Pegadaian Jalan Sudirman menggunakan mobil Toyota Inova warna hitam bernopol H (Semarang-red). Dalam pemeriksaan, lanjut Tom, tim penyidik KPK membawa berkas risalah lelang jual beli tanah pegadaian seluas 900 meter persegi pada Novemebr 2002 yang saat itu dimenangkan oleh Mohammad Syafrudin HY beralamat di Jalan Pala 14 RT 08 XI Mejasem Barat, Karamat Tegal seharga Rp 830 juta. “Dari beliau itu kemudian dijual kepada Pemkab,“ jelasnya. Diakui Tom, pemeriksaan terhadapnya dimulai jam 16.00 hingga 18.00 WIB dengan

membicarakan seputar masalah lelang tanah eks pegadaian seluas 900 meter persegi. “Pemeriksaannya seperti ngobrol biasa sekitar dua jam,” katanya. Kedatangan tim KPK ke Kantor Pegadaian kemarin adalah kali kedua. Tahun 2008 lalu, KPK juga datang kesini tapi hanya sebatas klarifikasi,” terangnya. Selain meminta keterangan, tim KPK juga menyita sejumlah berkas penting dari Kantor Pegadaian Brebes. Di antaranya, salinan lelang tanah eks pegadaian tahun 2002, surat pemberitahuan pajak bumi dan bangunan milik rumah dinas Kepala Pegadaian Cabang Brebes dan tahah Pegadaian Brebes di Jalan Jenderal Sudirman Utara dari tahun 2003-2008.

Selain ke Kantor Pegadaian, tim juga mendatangi Kantor Bupati Brebes, di jalan P Diponegoro untuk memeriksa sejumlah pejabat Pemkab. Sebagaimana diketahui, Bupati Brebes H Indra Kusuma telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus yang menyebabkan kerugian negara Rp 5 miliar itu sejak akhir Desember 2009 atas dugaan kasus korupsi pengadaan tanah di tiga lokasi, yakni tanah eks Pegadaian, tanah Pasar Buah, dan tanah di Banjaratma. Terpisah, Assiten I Setda Pemkab Brebes enggan berkomentar saat dikonfimasi sejumlah wartawan terkait beberapa pejabat Pemkab yang diperiksa KPK. (mg7)

Bawa dalam Doa dari halaman 1 Meski dipertahankan, Sandra menyatakan tetap harus introspeksi karena sebenarnya dirinya juga hampir diberhentikan. “Saya adaptasi ke mereka (para host baru). Saya memang yang lama, cuma ini kan ganti format. Saya tetap dipertahankan karena dipikir masih bisa masuk ke format baru,” terangnya. Menurut Sandra, tugasnya sejak awal sampai format baru itu masih sama, yaitu mengembalikan alur acara sesuai dengan rundown yang sudah ditetapkan. “Saya yang membetulkan konten. Misal, yang lain mengacaukan dengan lawakan. Saya adalah orang yang merapikan lagi. Mengarahkan lagi ke

yang benar,” tutur perempuan kelahiran Bangka Belitung pada 8 Agustus 1983 itu. Setahun terlibat di acara tersebut, Sandra memiliki keterikatan emosi. Sampai-sampau setiap hari Sandra membawa Derings dalam doanya. “Tiap hari berdoa semoga terus bertahan. Karena untuk mencapai setahun itu, aku yang paling tahu susah payahnya,” katanya. Karena tugasnya itu, Sandra memang jadi langganan bangun pagi. Sekitar pukul 04.45, Sandra harus sudah terjaga. Dia melanjutkan dengan mandi, dandan, lalu makan. “Aku kalau pagi harus makan. Tidak boleh tidak makan. Jam enam pagi harus sudah di lokasi,” ujarnya. Sebenarnya, kata Sandra, ba-

ngun subuh itu sehat jika sebelumnya tidur cukup. Tapi, yang terjadi sering sebaliknya. Karena urusan pekerjaan, Sandra justru sering pulang larut. Akibatnya, dia hanya bisa tidur tak sampai empat jam sehari. Sebagai ganti, jadwal tidur Sandra dicicil di tempat kerja. Ada rehat setengah jam saja langsung dimanfaatkan. “Aku punya kursi khusus di lokasi syuting. Kapan pun ada break, aku tidur,” ujarnya. Sukses Sandra di acara Derings itu sering dibandingkan dengan Luna Maya yang juga membawakan acara musik di stasiun TV lain dengan jam tayang hampir berbarengan. “Ah aku nggak mau dibandingkan.,” katanya. (gen/ayi)

SESAK NAFAS HILANG MASUK angin adalah penyakit yang paling akrab dengan orang Indonesia. Tak peduli apa-pun profesinya semua-nya rentan terhadap masuk angin. Meski acap dianggap enteng, masuk angin dapat menyebab-kan kematian. Jika masuk angin menyebabkan rasa nyeri dan sesak di dada, berhatilah sebab boleh jadi itu Angin Duduk (masuk angin akut) yang dapat menyebabkan ke-matian mendadak Serangan masuk angin ditandai dengan gejala pusing, perut kembung, diare dan rasa pegal dan ngilu pada tulang. Demikian juga yang dialami oleh Aban Subandi (68 th) warga Lingk. Gam-blang, Kelurahan Mekar-sari, Merak-Banten. Se-bagai penjaga (sekuriti) Puskesmas Aban bekerja shift termasuk malam hari. Angin laut dan udara dingin membuat-nya sering masuk angin. Kepala pusing, pegal dan lesu membuat kerja kurang optimal bahkan terkadang terpaksa absen. Beruntung seorang sahabat memberinya minuman kesehatan Gen-tong Mas. Baru seming-gu minum Aban sudah merasakan manfaatnya, masuk angin tak datang lagi sehingga pegal linu hilang dan tubuh terasa bugar dan fit untuk kerja siang maupun malam hari. Selain itu, gangguan pada tenggorokan aki-bat merokok juga berkurang secara signifikan.

Manfaat Gentong Mas paling penting bagi Aban adalah meningkatnya vita-litas sebagai pria.” Alham-dulillah, istri senang karena kemampuan saya kembali meningkat “ ucap Aban bersyukur. Setelah merasa-kan sendiri khasiatnya kini Aban Subandi rutin minum Gentong Mas tiap pagi dan sore. “ ..bagi saya Gentong Mas adalah minuman lezat yang mermanfaat agar tetap sehat “ kata Aban menutup pembica-

raan. Gentong Mas adalah asupan kesehatan dengan bahan utama Gula Aren dan Jinten Hitam (Habba-tussauda) yang terbukti banyak khasiatnya. Menu-rut Jeff Nugent dalam bu-ku “Permaculture Plants (2004)” Riboflavin dan Ascorbic Acid , yang dikan-dung Gentong Mas, memperlancar meta-bolisme, memperbaiki kerja sel dan memperkuat kekebalan tubuh . Sedangkan menurut Imunolog Jerman, Hidel-bert Wagner, Nigella Sativa , yang menjadi bahan Gentong Mas, menambah daya tahan tubuh terhadap alergi dan

masuk angin serta dapat meningkatkan vitalitas Seksual. Gentong Mas mengandung nutrisi dan vitamin seperti Leucine, Myristic Acid, Niacin, Serine yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Meski demikian, pola hidup sehat yaitu olahraga teratur, mengurangi ro-kok dan banyak minum air putih perlu dilakukan. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridwan Alawi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, semakin banyak-nya masyarakat yang merasakan manfaat Gen-tong Mas membuat ting-kat permintaan selalu meningkat secara signi-fikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi : 081313322669 / / 08156406404/ Tegal 081990879809, Apt. Medika Farma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adi-werna, Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran. Pemalang: Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudirman No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No. 275, Telp. (0284) 321116 P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

RABU, 3 FEBRUARI 2010

20

RADAR TEGAL

Omset Turun 50 Persen Home Industri Masih Tutup TEGAL - Banyaknya home industri logam yang berhenti berproduksi berimbas pada omset penjualan besi. Pangsa pasar mereka turun hingga mencapai 50 persen lebih. Salah seorang padagang besi di Talang, A Sekhul, mengakui, omset penjualannya menurun 50 persen, setelah home industri logam di wilayahnya banyak yang berhenti berproduksi. Untungnya, lanjut dia, awal

Januari kemarin omset penjualan besi sudah agak normal. Ini terjadi karena angin dan gelombang laut yang besar berdampak pada banyaknya nelayan yang menyandarkan kapalnya alias tidak melaut. Kesempatan ini digunakan pengusaha kapal untuk memperbaiki kapal-kapalnya. “Jadi untuk kebutuhan pergantian spart part atau bagianbagian yang rusak mereka harus membeli besi-besi tua di sini,” tambah dia. Tapi, memasuki Februari ini omset penjualan kembali lesu.

Sebab, nelayan sudah kembali banyak yang melaut. Sementara kondisi home industri logam masih belum banyak yang berproduksi. Sementara H Lut, pengepul besi tua di Talang lainnya mengesakna, kondisi perekonomian sekarang memang sedang lesu. Dampaknya banyak pengusaha logam yang berhenti berproduksi sementara. “Karena bahan bakunya menggunakan besi, imbasnya juga kepada pedagang besi seperti kami ini,” gerutunya. (mg2)

Ponsel Multimedia, Serba Double

WILDAN USMAN/RATEG

TERPILIH – Montir di Yamaha Agung Tegal sudah teruji kualitasnya sesuai standar Yamaha Jepang.

Strategi Yamaha Agung untuk Menjaga Kepuasan Pelanggan

BERIKAN SERVIS STANDAR YAMAHA UNTUK menunjang aktivitas dalam berkendara, utamanya dengan sepeda motor dibutuhkan sepeda motor dengan kondisi prima. Karenanya, mutlak dibutuhkan sebuah perawatan kontinyu untuk menjaga performa sepeda motor. Perawatan motor menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga kondisi motor. Dengan perawatan berkala, bisa diketahuai kerusakan-kerusakan yang terjadi dan mengganti bagian-bagian motor atau spart part yang rusak dengan yang baru. Yamaha Agung Tegal adalah dealer resmi sepeda motor Yamaha, yang selain melayani penjualan produk sepeda motor Yamaha juga melayani jasa servis. Layanan servis yang diberikan

Yamaha Agung Tegal berbeda dengan dealer lainnya. Yakni dengan memberikan program pelayanan kupon servis gratis dan pelayanan klaim dalam masa berkala. Manajer Servis Yamaha Agung Tegal, Parmo, mengatakan, untuk memberikan kepuasan konsumen saat menservis sepeda motornya diberikan penanganan servis sesuai standar Yamaha. Montir-montirnyapun terlatih dengan standar didikan Yamaha Jepang sebanyak 10 orang. Selain itu, lanjut dia, untuk menambah kemudahan dan kepuasan konsumen saat menservis motornya, Yamaha Agung juga menyediakan spart part dan suku cadang komplet berbagai tipe motor Yamaha. “Setiap hari mekanik-mekanik ter-

baik kami, menservis rata-rata 75 unit sepeda motor Yamaha berbagai tipe. Hasilnyapun sangat sempurna,” ungkap Parmo. Kecuali itu, Yamaha Agung juga menyediakan ruang tunggu yang nyaman bagi konsumen yang sedang menservis motornya. Antara lain dengan dilengkapi fasilitas ruangan ber-AC, TV LCD, minum gratis, majalah, koran, dan pijat refleksi gratis. Agus Ari Fauzi (21), konsumen asal Slawi yang sedang menservis sepeda motor Yamaha Vixionnya mengaku sangat senang dengan hasil yang diberikan Yamaha Agung. “Pelayanan yang prima, tetap diimbangi dengan hasil yang prima juga.” (wildan usman)

PENGGEMAR ponsel multimedia kini punya pilihan baru yakni Skytech B88. Ponsel dengan fasilitas multimedia lengkap ini, memiliki beragam fasilitas ganda yang akan membuat penggunanya menikmati suasana hiburan dalam berkomunikasi. Ponsel yang diluncurkan awal tahun 2010 ini memiliki fitur TV analog. Sehingga Anda tidak akan ketingalan informasi di manapun berada. Pada fiturnya juga dilengkapi dengan perekam TV. Ketika sebuah acara menurut Anda sangat menarik, Anda tinggal aktifkan fitur itu untuk merekam acara tersebut. Ketika ingin memutar hasil rekaman, Skytech B88 juga dilengkapi oleh video player yang dapat memutar film berformat MP4. Dengan demikian, semua acara TV kesayangan tidak akan terlewatkan. Saat menyalakan radio FM, Anda tidak perlu mencolokan earphone terlebih dahulu. Tanpa menggunakan antena sekalipun, siaran radio sudah jernih tertangkap. Sama seperti TV, Anda juga dapat merekam lagulagu dari siaran radio dengan kualitas memadai. “Ini membuat Anda tidak perlu repot mendownload dari internet untuk menambah koleksi lagu. Lagu-lagu hasil rekaman tersebut dapat disetting sebagai ringtone atau SMStone. Pengguna akan dimudahkan dalam menambah koleksi lagu kesayangannya,” ungkap Christiabudi, Marketing Director Skytech. SMS CHATTING Untuk komunikasi, produk ini dapat disetting melakukan SMS Chatting. Memang, kita seperti melakukan komunikasi SMS biasa, tetapi format tampilan pada ponsel akan muncul seperti ketika kita melakukan chatting dengan YM atau GTalk. Ini akan memudahkan kita melihat SMS-SMS sebelumnya, setingga komunikasi SMS bisa nyambung terus. DUAL SPEAKER Untuk urusan audio, skytech B88 sudah dilengkapi dengan

speaker ganda di begian belakang. Dua speaker ini akan memberikan kualitas suara yang sesuai selera. Suara yang dihasilkan sangat jernih. Speaker itu untuk mendukung fitur audio seperti MP3 Player dan Radio FM. Serta juga sebagai keluaran dari ringtone dan suara TV. Dengan speaker ganda ini, pengguna akan mendapatkan layanan audio yang memadai. DUAL SLOT MEMORY CARD Sadar dengan lengkapnya fungsi multimedia pada Skytech B88, produk ini dilengkapi dengan dual slot memory card Micro SD. Dengan demikian, ketika Anda memiliki banyak data, tidak perlu repot untuk menyimpannya. Dalam paket penjualan sendiri, Skytech memberikan sebuah memory card Micro SD berkapasitas 1GB secara gratis. “Kami memang memikirkan bahwa pengguna akan memaksimalkan fitur multimedia pada ponsel ini. Oleh sebab itu kamu sediakan ruang penyimpanan yang besar. Pengguna dapat memanfaatkan dua slot memory card untuk berbagai keperluan penyimpanan, baik data maupun file-file hiburan seperti musik atau film,” kata Chris (sapaan akrab Christiabudi). DUAL GSM Kelengkapan ganda lainnya

adalah, Skytech B88 ini menggunakan dual SIM Card GSM yang dapat aktif keduanya sekaligus atau bisa dipilih aktif salah satunya. “Konsep dual GSM untuk mendukung komunikasi pengguna. Kita tahu, dengan pilihan kartu GSM yang semakin banyak, konsumen bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengaktif dua nomor GSM-nya. Sudah pasti biaya penggunaan pulsa akan semakin efisien,” tambah Christiabudi. DUAL KAMERA Produk ini dilengkapi dengan kamera. Satu kamera terdapat di bagian depan dengan ukuran 0,3MP. Dan satunya lagi terdapat pada bagian belakang dengan kualitas 1,3MP. Untuk memanfaatkan fitur kamera ini, Skytech B88 juga dilengkapi dengan flash yang mampu memberikan tambahan pencahayaan saat melakukan memotratan dalam ruang agak gelap. Selain memotret, kamera juga dapat difungsikan untuk merekam video. JAVAMULTITASKING Ketika Anda sedang melakukan browsing internet, chatting atau melakukan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan internet, namun pada saat yang sama ada telepon masuk, Anda tinggal angkat telepon. Sementara kegiatan internet tidak akan terputus dan dapat dilanjutkan setelah Anda selesai menerima telepon. Ini disebabkan karan Skytech B88 memiliki fitur Java multitasking. Dengan demikian, ketika program Java dijalankan, dia tidak akan terputus meski ada telepon masuk. Secara umum, menurut Chris, konsep produk ini mengedepankan fitur multimedia dengan persediaan slot memori besar. Ini akan memberikan kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan fitur-fitur utama produk ini, sekaligus untuk menyimpan data penting. “Konsumen dapat membeli produk yang memiliki fitur lengkap ini dengan harga sembilan ratus ribuan,” tandas Christiabudi. (zul)

Grow with Character! (13/100) Series by Hermawan Kartajaya

Janji Adalah Utang! Karena Itu, Janji Harus Dibayar! SELAMA saya bekerja di Sampoerna, saya tetap memelihara kontak dengan Pak Ciputra. Setiap ke Jakarta, saya berusaha menemui beliau.

CMYK

Saya juga mengikuti terus apa yang dipelopori oleh ‘’sang pelopor’’ di industri properti itu. Salah satu pelajaran yang saya tidak bisa lupa adalah pernya-

taan beliau kepada pelanggan. Apa itu? ‘’Janji adalah utang! Karena itu, janji harus dibayar!’’ Itu kan pas dengan konsep dasar Customer Satisfaction atau Kepuasan Pelanggan. CS 101! Ketika orang berpikir bahwa service adalah ‘’keramahan’’ atau ‘’senyum’’, maka kenyataannya bukan begitu. Ada banyak orang yang berpikir bahwa service adalah ASS atau after sales service. Apalagi, di industri otomotif ada istilah ‘’3S’’ (sales, service, and sparepart)! Kalau sudah begini, arti service itu menjadi ‘’kecil’’. Sebab, divisi sales bertanggung jawab jualan produk. Service untuk ASS, sedangkan sparepart yang menyiapkan suku cadang. Padahal, pengertian service bukan seperti itu. Menurut riset intensif yang dilakukan Leonard Berry, Valarie Zeithaml, dan Parasuraman, mereka menemukan bahwa elemen terpenting dalam service adalah reliability. Deliver what you have promised! Beri-

kan apa yang Anda sudah janjikan! Statemen Pak Ciputra ketika itu bahkan lebih keras lagi yang mengatakan bahwa janji adalah utang! Berarti, kalau Anda sudah janji, sudah langsung utang! Padahal, waktu itu, CS masih istilah baru di dunia marketing. Astra yang merupakan the best managed company pun di Indonesia baru mulai belajar konsepnya. Secara umum, orang yang bekerja di industri service sadar duluan tentang CS ini. Simpel saja... Ya karena sifat industrinya, yang memang tidak membuat produk. Tekanannya pada delivery yang di-consume pada saat yang sama. Karena itu, Astra pun mengirim orangorangnya ke hotel bintang untuk ‘’’belajar’’ service. Konon, orang bengkel ASS dikirim ke hotel untuk sekadar ngopi. Ketika kembali ke bengkel, mereka lantas ditanya gimana perasaannya. Mereka bilang bahwa mereka diperla-

kukan dengan ramah. Senyum dan sapa jadi standar baku di hotel. Tapi, selain itu, yang penting adalah mereka selalu diberi apa yang mereka dijanjikan. Gak pernah, pesan kopi keluar teh. Atau, dijanjikan teh tawar yang keluar teh manis. Atau, teh panas yang keluar es teh. Nah, hal-hal sederhana seperti itulah yang dipakai sebagai contoh untuk dilaksanakan Bengkel Astra. Padahal, yang dijual adalah mobil atau sepeda motor. Hebat kan? Balik kepada cerita Pak Ci, sementara pengembang lain waktu itu hanya mikirin bikin produk yang bagus dengan harga yang pas. Maka, Ciputra berani mengatakan bahwa janji adalah utang. Cerita menarik pun beredar. Misalnya, ketika ada pembeli rumah dari ‘’sang pelopor’’ bocor gentingnya, dibongkarlah seluruh atap! Kalau masih bocor, ya sekalian diganti rumah baru. Edan kan? Ciputra berani sekali dengan

memasang poster-poster besar gambar dirinya dengan memuat tulisan seperti itu! Nah, kalau sudah begitu, konsekuensinya berat! CEO yang berjanji, semua karyawan harus mendukung! Itu penting! Kalau tidak, pernyataan seperti itu hanya menjadi iklan kosong yang bisa backfire! Jangan janji kalau sudah tau bakal tidak bisa memenuhi. Tapi, kalau sudah kadung janji, ya harus dipenuhi! Kalau bakal tidak bisa bayar, jangan ber-

utang. Tapi, sekali berutang ya bayarlah. Sebab, nama baik jauh lebih penting dan berharga daripada biaya kerugian yang harus diderita. Sekaligus hal itu mengingatkan bahwa utang itu ada bunganya lho. Artinya? Berusahalah selalu reliable atau memenuhi janji. Sebab, biaya memuaskan orang yang marah karena merasa tidak dipenuhi apa yang dijanjikan menjadi lebih mahal. Itulah bunga dari utang yang harus dibayar! Pada saat ini saja, masih banyak orang hanya enteng janji, tapi tidak bisa melaksanakan. Tapi, Pak Ciputra sudah melaksanakan itu lebih dari 20 tahun lalu! Itulah ciri-ciri beliau. Bukan sekadar menirukan teori CS dari buku, tapi berani ‘’memperkeras’’ esensinya. Manfaatnya? Ada tiga! Satu, konsumen merasa terjamin. Dua, karyawan lebih committed kepada janji. Tiga, perusahaan tidak perlu hanya berkompetisi pada produk dan harga. Got it? (*)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

RABU, 3 FEBRUARI 2010

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

LSM Desak DPRD Gunakan Hak Angket Usut Kasus CPNS

LINGKUNGAN

PEMALANG – Sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pemalang Selasa (3/2) kemarin mendatangi gedung DPRD setempat. Kedatangan mereka untuk mendesak DPRD untuk mengusut kasus CPNS yang dilakukan Desember 2009 lalu. Mereka mendesak DPRD untuk

menggunakan hak angket terkait perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang diduga bermasalah dan hingga saat ini masih menjadi sorotan masyarakat. Beberapa LSM yang ikut bergabung dalam aksi itu antara lain Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Sub Koordinator Pemalang, AMPELAS, AMPEL, HMI, PAHAM dan Bumi Pertiwi. Dalam penyampaian aspirasinya, mereka diterima anggota DPRD bersama pimpinan di ruang pari-

purna. Dalam pertemuan itu, dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Muntoha SH MHum didampingi oleh Ketua Komisi A Drs Martono dan seluruh anggota komisinya. Sejumlah LSM itu pun diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya terkait munculnya isu percaloan dalam perekrutan CPNS yang AGUS P/RADAR PEMALANG diduga banyak dilakukan angPERNYATAN SIKAP – Koordinatir Aksi LSM Slamet Riyanto SH gota DPRD. ke hal 9 kol 1 menyerahkan plakat pernyataan sikapnya tuntutanya kepada DPRD agar melakukan hak angket tekait perekrutan CPNS.

Dari Kunjungan Bupati ke SMKN 1 Ampelgading

CIPTAKAN MENTAL

SUMITRO/RADAR PEMALANG

GENANGAN AIR - Jalan di depan Pasar Ulujami dipenuhi genangan air karena tidak berfungsinya saluran air dengan baik, seperti terlihat Selasa (2/2) kemarin.

Banyak Saluran Air Tidak Berfungsi

SISWA UNTUK BERDIKARI

PEMALANG - Datangnya musim penghujan yang sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, ternyata bagi sebagian masyarakat tidak dibarengi dengan kesadaran terhadap lingkungannya. Tidak heran bila di beberapa titik sering dijumpai adanya luberan air kemana-mana karena saluran airnya tidak berfungsi dengan baik. Dari saluran mampat karena sampah rumah tangga, kikisan tanah memenuhi saluran, hingga ke hal 9 kol 4

KEAMANAN DiksarSatpamTingkatPolda PEMALANG - Polres Pemalang menggelar pendidikan dasar (Diksar) Satuan Pengamanan (Satpam) tingkat Polda Jawa Tengah pada bulan Februari ini. Kegiatan ini menyedot animo masyarakat yang cukup besar dengan banyaknya jumlah peserta. Mereka akan menjalani kegiatan tersebut selama satu bula dengan biaya swadaya. Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK melalui Kabag Bina Mitra Kompol Masdukat didampingi Aiptu Solichin GP mengemukakan adanya kegiatan Diksar Satpam tersebut. “Tujuh puluh persen pemintanya adalah dari lembaga pengguna jasa keamanan,” kata Solichin. Untuk kegiatan tersebut biaya selama diksar ditanggung secara swadaya oleh peserta. Biaya tersebut adalah untuk konsumsi dan makan peserta selama satu bulan sebesar Rp 2,5 juta per orang. Karena tujuh puluh persen peserta adalah dari lembaga, lulusan Diklat akan memiliki kemampuan dan keterampilan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sementara 30 persen peserta adalah dari masyarakat umum yang nantinya akan memiliki ketrampilan dan keahlian di bidang keamanan yang berkualitas sehingga mampu bersaing di dunia kerja. (ali)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

KUNJUNGAN BUPATI - Kepala SMKN 1 Ampelgading Drs Sobirin MPd menerima kunjungan Bupati Pemalang HM Machroes SH Selasa (2/2) kemarin.

SETELAH mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari PT TUV Internasional Indonesia beberapa waktu lalu, SMKN 1 Ampelgading membidik Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:14000 pada renstra 20102015.

Bidikan tersebut merupakan salah satu dari beberapa renstra yang disampaikan Kepala SMKN 1 Ampelgading Drs Sobirin MPd, saat menerima kunjungan Bupati Pemalang HM Machroes SH Selasa (2/2) kemarin.

Menurutnya, rencana strategi lainnya yakni meliputi pemenuhan ruang teori untuk 45 rombongan belajar, terpenuhinya 30 persen kualifikasi tenaga pendidik S2, menjalin kerjasama sekaligus memperoleh akreditasi pada program

keahlian dari salah satu negara OECD, menciptakan Green School, SAS, Virtual Library, SIM, dan E-Learning. “Ketersediaan ruang pengembangan seni yang representatif, tentu akan lebih mendukung bagi ke hal 9 kol 4

Kena Sambar Petir, Dua Rumah Warga Rusak Kerugian Puluhan Juta

SUMITRO/RADAR PEMALANG

PERJUANGKAN NASIB - PPDI Kecamatan Comal dan Ulujami akan berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan nasibnya dengan menuntut diangkat menjadi CPNS.

Ratusan PPDI Berangkat ke Jakarta Tuntut Diangkat PNS COMAL - Ratusan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dari Kecamatan Comal dan Ulujami Selasa (2/2) kemarin merencanakan berangkat ke Jakarta. Keberangkatan me-

CMYK

reka untuk menyampaikan tuntutannya ke Gedung DPR RI agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nantinya mereka akan bergabung dengan ribuan perangkat desa dari berbagai daerah untuk menyuarakan tuntutan tersebut. Salah satu perangkat desa ke hal 9 kol 1

PEMALANG – Hujan deras disertai petir yang terjadi Senin (2/2) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB mengakibatkan dua rumah milik warga Desa Wanamulya Kecamatan Pemalang memgalami kerusakan parah akibat terkena petir. Dalam kejadian tersebut, tidak sampai menelan korban jiwa. Namun menyebabkan instalasi listrik di sejumlah rumah milik warga ikut rusak, sehingga mengakibatkan warga menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Radar, Selasa (3/2) menyebutkan peristiwa rumah tersebut terjadi di rumah Danuri alias Dajid (44) warga RT 08 RW 02 Desa Wanamulya. Pada saat hujan tiba petir menyambar tiang antena pesawat televisinya. Dan akibat kejadian tersebut rumahnya rusak parah, karena sambaran petir menjalar kesemua bagian rumahnya. Di antaranya atap genteng dan ternit menjadi porak poranda. Sebab sebagian genteng dan eternit rumahnya

AGUS P/RADAR PEMALANG

CEK LAPANGAN – Kades Wanamulya Ribut Triyono beserta perangkatnya sedang mengecek rumah warga yang tersambar petir.

jebol, bahkan sambaran petir yang sangat kuat juga mengakibatkan lantai dan dinding serta saka beton rumahnya ikut jebol. Parahnya lagi, seluruh barang elektroniknya seperti

televisi, DVD, kipas angin, seperangkat alat audio dan lainya juga rusak, termasuk lemarinya juga ikut jebol. Sementara di tempat terpisah, akibat sambaran petir itu juga menyebabkan rumah milik

Taruno (47) tetangganya rusak parah. Beberapa bagian rumahnya yang ikut rusak di antaranya kaca cendela depan rumahnya, yang semuanya pesah, atap, lemari dan instalasi listrik rumahnya juga rusak.

Disamping itu puluhan rumah warga di sejumlah RT yang ada di desa itu bagian instalasi listriknya mengalami kerusakan. Kepala Desa Wanamulya Ribut Triyono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ada dua rumah warga yang rusak cukup parah, yaitu rumah milik Danuri dan Taruno. Selain itu puluhan rumah warga lainya juga ikut rusak, meskipun hanya pada instalasi listriknya. “Setelah dilakukan pengecakan lapangan dan pendataan, kerugian akibat kejadian tersebut jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah. Namun kerugian yang paling besar dialami oleh Danuri yang rumahnya rusak parah termasuk sejumlah perabotan rumah tangganya ikut rusak,” katanya. Dia menyebutkan kerugian yang dialami Danuri diperkirakan mencapai Rp 18 juta, sedangkan Taruno Rp 3 juta, dan rumah warga lainnya yang ratarata mengalami kerusakan pada instalasi listrik rumahnya, masing-masing rumah kerugiannya mencapai Rp 300 ribu. (mg1)


METRO TEGAL

4

RABU 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

RUMAH SAKIT

7 Pengusaha Terancam Pidana Tidak Gaji Karyawan Sesuai UMK

ADI MULYADI/RATEG

BERIKAN PANDANGAN - Palgunadi T Setyawan memberikan pandangan kepada pengurus, kepala sekolah, guru dan karyawan YPI.

Motivasi Semua Pengurus TERKADANG anda selalu mengesampingkan hal-hal yang dianggap tidak penting atau sepele dalam mengejar sebuah keinginan. Padahal sebenarnya sesuatu akan menjadi besar apabila dalam melakoninya tidak membeda-bedakan. Dalam artian urusan sekecil apapun harus dihadapi secara serius, sehingga tidak menimbulkan masalah kelak. Ini pula yang sedang dipelajari seluruh pengurus Yayasan Perguruan Ihsaniyah (YPI) dalam rangka memantapkan pendidikan berkarakter dilingkungannya. Karenannya, YPI mengundang Dewan Penyantun Al Azhar yang juga selaku CEO Astra Motor Internasional Ir Palgunadi T Setyawan Dipl Ing, guna memberikan motivasi. Pria asli Tegal yang lebih dari 20 tahun membesarkan PT Astra International dan Universitas Al-Azhar Jakarta itu menggembleng seluruh pengurus YPI selama dua hari, mulai Minggu (31/1) hingga Senin (1/2). Tak hanya pengurus saja tetapi jajaran kepala sekolah, guru, dan karyawan Ihsaniyah, semua mendapatakan motivasi. Saat memotivator Palgunadi memberikan pandangan-pandangan konsepnya dalam mengembangkan sebuah perusahaan. Yakni dengan menggunakan metode, tumbuh berkembang bersama lingkungan. “Apa yang membuat Astra besar hingga sekarang? Karena menejemennya memperhatikan sesuatu yang sebenarnya sepele, dan berangkat dari lingkungan sekitar. Misalnya seperti kebersihan. Itu kelihatannya sepele. Tetapi, jika tidak diperhatikan akan menjadi masalah besar dan menguras fikiran yang seharusnya untuk mengurusi hal yang lebih penting. Makanya, biasakanlah urusi hal sepele guna memperoleh hasil yang besar,” katanya. Menurutnya itu juga bisa diterapkan dalam dunia pendidikan. Fokus utama yang perlu di perhatikan adalah tentang otak manusia. Sebagaimana diketahui otak manusia dibagi menjadi dua yakni kiri dan kanan. Dijelaskan Palgunadi otak kiri lebih kearah mendidik, sedangkan kanan kearah mengajar. Kemampuan otak kiri diantaranya budi pekerti yang mampu untuk direkam manusia 85 persen. Sedang selebihnya 15 persen lagi adalah kemampuan yang diperoleh dari otak kanan. Oleh karenanya disekolah-sekolah yang telah sadar dengan hal ini, disetiap kelasnya terdapat dua orang pengasuh. Satu sebagai pendidik alias guru dan satunya lagi sebagai pengajar. “Sehingga sampai sang anak yang secara kebetulan bersekolah di instansi tersebut dapat mengatakan menurut bu atau pak guru belajar itu harus sabar, sedangkan menurut Miss dan Mr, belajar haruslah teliti,” ujarnya menirukan ucapan siswa yang memiliki dua pengasuh. Ditengah liberalisasi pendidikan, lanjut Palgunadi lagi, posisi sekolah swasta harus jelas dan bertumpu pada nilai-nilai yang ideal dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuwan dalam konteks kehidupan secara riil. Sehingga individu dari hasil pendidikan dapat memberi manfaat bagi lingkungan. Sementara Ketua Umum YPI Drs H Abdullah Ahmad mengatakan, dia sengaja menghadirkan motivator tersebut untuk semakin memantapkan pola pendidikan berkarakter yang telah dilaksanakan lingkungan yayasannya selama setahun ini. “Pada saat ini ada enam belas sekolah atau madrasah dan 1 pemancar siaran Radio Citra Angkasa (RCA) sekolah dibawah naungan yayasan. Yakni terdiri dari 1 SMA, 1 SMP, 2 SD, 5 MI, 4 TK, dan 3 TPQ. Semuanya tersebar di Tegal dan sekitarnya. Penguasaan ilmu dan teknologi dengan kekuatan diniyah islamiyah menjadi nilainilai karakter yang sedang ditanamkan kepada seluruh siswa di Ihsaniyah,” tuturnya. Diharapkan setelah mendapatkan pandanganpandangan serta motivasi dari orang yang berkompeten, seluruh pengurus, kepala sekolah, guru dan karyawan Ihsaniyah mempunyai pengetahuan baru. (adi mulyadi)

PENGADUAN yang masuk ke DPRD mengenai 7 perusahaan yang tak menggaji karyawannya sesuai UMK ditanggapai serius Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Untuk memastikan, Dinsosnakertrans bakal melakukan pemeriksaan dan mencari informasi mengenai tujuh perusahaan dimaksud. “Jika terbukti informasi itu benar, maka pengusaha bisa dikenai sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun. Atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta,”

tegas Kepala Dinsosnakertrans Sumito SIP, kemarin. Menurut dia, dinasnya akan menerjunkan tim deteksi dini untuk memastikan itu. Sebab, sejauh ini belum ada keterangan jelas perusahaan apa dan dimana tempatnya. Sehingga dinas masih harus mencari data valid mengenai 7 perusahaan yang tidak memberikan upah sesuai UMK tersebut. Selain itu, mengenai kenaikan UMK tahun 2010 juga sudah ada surat edaran yang diluncurkan pada 10 Desember 2009. Dan sampi dengan waktu yang ditentukan, dari 447 perusahaan yang ada, tidak satupun perusahaan yang mengajukan penangguhan. Dengan demikian semua dianggap menyanggupi menggaji karyawan sesuai dengan UMK 2010 yakni sebesar

Rp 700 ribu per bulan. “Untuk sementara kita akan lakukan pembinaan terlebih dahulu jika 7 perusahaan itu sudah ketemu. Kemudian jika tetap tidak mengindahkan akan diberi peringatan secara tertulis. Dan apabila mentok tidak digubris, maka sanksi disesuaikan dengan UU yang berlaku. Kami harap itu tidak sampai terjadi,” katanya. Menguatkan pernyataan Sumito, Kasi Hubungan Industrial Kesejahteraan Tenaga Kerja, Mujiharti, mengatakan, soal upah sudah diatur dalam UU 13/ 2000 bagian kedua Pasal 90 tentang Pengupahan. Pada ayat 1 dinyatakan, pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. Kemudian ayat 2, bagi pengusaha yang tidak mampu mem-

bayar upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 dapat dilakukan penangguhan. Dijelaskan pula mengenai bab XVI, tentang ketentuan pidana dan sanksi administratif. Pada pasal 185 ayat 1 menyatakan barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1) dan ayat (2). Kemudian Pasal 68, Pasal 69 ayat (2), Pasal 80, Pasal 82, Pasal 90 ayat (1), Pasal 143, dan Pasal 160 ayat (4) dan ayat (7). Dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun. Dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta. Sedangkan ayat 2 nya menerangkan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, merupakan tindak pidana kejahatan.

“Terkait penyidikannya juga diatur dalam UU No 13 tahun 2003, BAB XV Pasal 182. Jadi jika itu memang terbukti pengusaha bisa dipidanakan dan dikenai denda pula. Namun demikian itu ditempuh apabila upaya-upaya perdamaian tidak diindahkan pengusaha,” pungkasnya. Sebelumnya Ketua Komisi II DPRD, Hendria Priatmana SE, Senin (1/2), mengatakan, upah yang diberikan 7 perusahaan besar itu pada para pekerjanya beragam. Ada yang setiap bulan dibayar kurang dari Rp 700 ribu, bahkan ada yang dibawah Rp 400 ribu. Padahal tahun ini UMK ditetapkan Rp 700 ribu. “Kami minta dinas bertindak. Penetapan UMK kan sudah disepakati perwakilan perusahaan dan buruh,” katannya. (cw1)

Potongan Insentif Arusbah Disoal

HERMAS PURWADI/RATEG

MENGHADAP KAPOLRESTA - Perwakilan buruh sabun PT Selendang Mas menaiki tangga menuju ruang kerja kapolresta, kemarin.

Serikat Buruh Selendang Mas Datangi Polresta PULUHAN buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Independen Selendang Mas (SBISM), Selasa (2/2) sekitar pukul 09.00 WIB mendatangi mapolresta, untuk menghadap langsung Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni. Kedatangan mereka membawa tuntutan agar pihak kepolisian mengusut tuntas tindakan kejahatan pengusaha yang telah melanggar undang- undang. Perwakilan buruh sabun cuci itu akhirnya diperkenankan menghadap kapolresta dengan didampingi Slamet Hidayat dari “Jari Kebu” (Jaringan Kerja Buruh) oleh Kasat Intelkam AKP Suwartoyo.

Usai menggelar audiensi dan klarifikasi selama tiga jam secara tertutup diruang kerja kapolresta, Slamet Hidayat menyatakan bahwa dalam tuntutannya dia juga menyatakan bahwa selama ini pengusaha tidak mau memberikan tuntutan buruh. “Kami minta kepada pihak kepolisian melakukan penahanan sesuai aturan hukum yang berlaku. Kami yakin pengusaha juga melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap walikota dan kapolresta. Maka kami mohon pihak kepolisian juga mengusut tuntas kasus tersebut,” terangnya. Diakuinya sebelumnya pihak

perusahaan PT Selendang Mas sempat menyebar surat pernyataan kepada para buruh untuk ditandatangani. Dalam surat pernyataan tersebut terkuak bahwa seluruh buruh diminta mengundurkan diri dari SBISM. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kasat Intelkam AKP Wartoyo menyatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan statement seperti yang dirilis pihak pengusaha PT Selendang Mas. “Kapolresta tidak pernah melontarkan statemen peleburan buruh yang tergabung dalam SBISM ke SPSI bentukan pengusaha.” (her)

KEBIJAKAN Aliansi Guru Swasta untuk Perubahan (Arusbah) Kota Tegal memotong insentif bulanan yang diterima para anggotanya menuai protes. Sejumlah anggota Arusbah mengadu ke Komisi I DPRD karena keberatan. Pasalnya, penggunaan potongan insentif tersebut tidak transparan. Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Drs H Darni Imadudin, Selasa (2/2), mengatakan, ada beberapa aduan dari anggota Arusbah, yang merasa keberatan atas potongan dana insentif yang mereka terima setiap bulan. Bahkan, sesuai aduan yang masuk, potongan yang dilakukan pengurus Arusbah mencapai Rp 25 ribu/orang/bulan. Sedangkan jumlah anggota Arusbah yang mendapat insentif, sesuai data yang ada berjumlah 1.120. Sehingga kalau setiap bulan dipotong Rp 25 ribu, sehingga untuk operasional setiap bulannya sebesar Rp 28 juta, maka kalau dalam satu tahun sebesar Rp 336 juta. Sementara itu, selama ini pengurus Arusbah selalu meminta tambahan insentif anggotanya. “Karena ada potongan, maka setiap bulan anggota Arusbah hanya menerima insentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal yang dianggarkan melalui APBD hanya Rp 125 ribu. Padahal sesuai penetapan anggaran, mulai tahun 2009 Insentif anggota Arusbah sebesar Rp 150 ribu untuk setiap bulannya. Karenanya kami menanggap sangat wajar, kalau anggoaata

Arusbah keberatan atas potongan tersebut,” kata Darni. Menurut Darni, atas dasar aduan ini, pihaknya akan segera mungkin melakukan komunikasi dengan pengurus Arusbah, khususnya ketua. Sebab pihaknya tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut, karena dapat menganggu kondusifitas dunia pendidikan di Kota Tegal. Pihaknya minta pengurus Arusbah bisa menjelaskan secara detail dan transparan soal penggunaan dana potongan tersebut, sehingga anggota tidak protes. “Kalau pengurus Arusbah tidak bisa menjelaskan secara detail dan transparan soal penggunaan dana potongan tersebut, apalagia tidak ada dasar hukumnya. Maka kami minta pengurus Arusbah untuk mengembalikan dana potongan tersebut, mulai dari adanya dana insentif dari Pemkot,” tuturnya. Secara terepisah, Ketua Arusbah Kota Tegal Drs Chamim saat dikonfirmasi via telepon selulernya, membantah pihaknya melakukan potongan insentif anggota Arusbah sebesar Rp 25 ribu setiap bulannya. Sebab yang benar setiap bulan anggota Arusbah hanya dipotong Rp 5 ribu, itu untuk operasional organisasi. Selain dipotong operasional organisasi, anggota Arusbah juga dikenai pajak 15 persen atau sebesar Rp 22.500. Sehingga untuk potongan setiap bulannya anggota Arusbah sebesar Rp 27.500, tapi aitu bukan untuk Arusbah saja, tapi justru Rp 22.500 untuk pajak. (hun)


SAMBUNGAN

RABU 3 FEBRUARI 2010

9

RADAR TEGAL

Kalah Pemilihan Lebe, Calon Somasi Kades Beras Jateng Timur Banjiri Pasar

PEMALANG – Pelaksanaan pemilihan lebe di Desa Tambakrejo Kecamatan Pemalang, menuai aksi protes dari para peserta calon lebe yang dinyatakan kalah. Aksi protes yang dilakukan ketiga calon itu dalam bentuk surat somasi kepada kadesnya, terkait rasa ketidakpuasan terhadap hasil penghitugan nilai ujian yang diduga tidak sesuai tatib. Dalam pemilihan lebe itu diikuti 4 peserta yaitu Carim, Turisman, Nurokhim dan Wahidin. Setelah keempat peserta mengikuti ujian penyaringan, satu diantaranya Carim dinyatakan calon jadi karena telah memperoleh nilai tertinggi yaitu dengan jumlah total mencapai 153,75 di atas tiga perserta lainya. Dengan proses penghitungan yang dilakukan oleh tim penguji, ketiga calon yang kalah yakni Turisman, Wahidin dan Nurokhim merasa tidak puas. Dengan alasan penilaian

yang telah dilakukan tim penilai mengalami perubahan, tidak sesuai hasil kesepakatan yang ada dalam tatib. Akibatnya mereka bertiga sepakat untuk melayangkan aksi protes dengan mengirimkan surat somasi kepada kadesnya. Berdasarkan surat somasi mereka bertiga bergharap agar ada kejelasan dan cara pengitungannya agar bisa diubah sesuai kesepakatan awal. Kepala Desa Tambakrejo Tarmidi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (2/2) membenarkan adanya aksi protes yang dilakukan ketiga calon lebe tersebut. Agar persoalan tersebut cepat selesai, pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah untuk mencari penyelesaian. “Karena surat somasi itu banyak dikirimkan baik kepada kades, kecamatan maupun dinas tekait, termasuk Bapermas KB, maka langkah-langkah

yang akan segera kami lakukan adalah memangil panitia, tim penguji dan mengudang pihak kecamatan dan dinas tekait untuk bersama-sama mencermati kembali hasil pemilaian ujian penyaringan calon lebe. Sebab ketiga calon peserta yang kalah merasa keberataran terkait soal penilaian tersebut,” papar kades. Dalam upaya untuk mencari kejelasan dalam cara penilaian yang dilakukan oleh tim penguji itu akan dikembalikan sesuia tatib dan hasil kesepakatan. “Agar persoalan ini cepat selesai dalam waktu dekat kami akan memgumpulkan pihakpihak yang tekait dalam pelaksanaan pemilihan lebe ini. Harapannya agar hasilnya jelas dan bisa diterima oleh semua perserta. Meskipun panitia sejak awal dalam melaksanakannya sudah sesuai prosedur dan aturan yang ada,” tandasnya. (mg1)

DWI NANDA/RATEG

PEMALANG - Musim tanam yang baru memasuki usia beberapa puluh hari menyebabkan kelangkaan beras lokal Pemalang. Kendati pada beberapa petak sawah terlihat panen, namun jumlahnya tidak seberapa karena merupakan tanaman pelanggaran. Untuk mengatasi keadaan ini sejumlah pedagang beras memilih mendatangkan komoditas pokok inik dari luar

Pemalang, khususnya dari daerah Jawa Tengah bagian Timur, meski dengan kualitas yang kurang bagus. Kelangkaan beras lokal ini secara otomatis menaikkan harga jualnya di pasaran. Bahkan beras dari daerah lain pun ikut naik harganya. Beberapa pedagang di pasar daerah menjual beras dari luar Pemalang itu dengan harga Rp 6500 perkilogramnya. Padahal untuk harga sebesar itu pada kondisi normal bisa untuk mendapatkan beras lokal dengan kualitras bagus. Hj Bariyah, salah satu pedagang beras menuturkan untuk mengatasi kelangkaan beras lokal dirinya terpaksa mendatangkan beras dari daerah Purwodadi, Kendal, Demak dan daerah-daerah di sekitar kota-kota tersebut.

“Untuk membeli beras ke petani di daerah tersebut sudah mahal sehingga di pasaran kami menjualnya hingga Rp 6.500 setiap kilogram beras,” kata dia Selasa (2/2). Untuk mendapatkan beras dari daerah luar Pemalang tersebut juga bukan hal yang mudah. Membutuhkan komunikasi yang lama untuk mendapatkan relasi. Selain itu beras-beras di daerah tersebut dibandingkan dengan beras lokal sangat jauh berbeda kualitasnya. Ini nampak dari tampilan fisiknya yang agak hitam. Selain itu rasanya saat ditanak menjadi nasi juga tidak sepulen beras lokal. Karena kualitasnya itulah, beras dari Jateng Timur itu hanya membanjiri pasaran di Pemalang pada saat kondisi musim tanam saja. Pada kon-

disi normal beras tersebut tidak mampu bersaing di pasar-pasar daerah. Selain kualitasnya, beban untuk memasuki pasar Pemalang seperti transportasi cukup besar. Sementara beras lokal dengan kualitas super bisa dibeli dengan harga murah karena dalam musim panen. Sebelumnya anggota Komisi C DPRD Nurofiq SAg mengemukakan stok beras Kabupaten Pemalang yang tertampung di gudang Bulog Babadan Tegal cukup untuk bulan Januari dan Pebruari. Pada bulan Maret Bulog akan kembali melakukan pembelian. Padahal menurut beberapa petani untuk bulan Maret sawah yang panen belum begitu luas, selain itu cuaca ikut pula mendukung cepat dan tidaknya musim panen. (ali)

Banyak Saluran Air Tidak Berfungsi Ratusan PPDI Berangkat ke Jakarta dari halaman 9 asal Desa Susukan Rahanto kepada Radar mengatakan, keberangkatan ratusan perangkat desa dari Kecamatan Comal dan Ulujami menggunakan empat bus. Dimana lokasi pemberangkatannya dipusatkan di Klenteng Comal. “Nanti berangkatnya bersama-sama dengan bus lain dari Pekalongan,” terang dia. Menurutnya, PPDI di Kecamatan Comal dan Ulujami pada Senin (31/1) lalu sudah mengadakan rapat untuk mempersiapkan pemberangkatannya ke

Jakarta. Termasuk akomodasi selama perjalanan Comal-Jakarta PP dan akomodasi lainnya. “Kami berangkat dengan biaya sendiri-sendiri, semoga pemerintah mendengarkan jeritan kami,” harap Rahanto. Dijelaskan dia, perangkat desa merupakan ujung tombak bagi jalannya pemerintah desa, karena perangkat desalah yang melayani masyarakat secara langsung. Dengan begitu, sudah semestinya pemerintah memperhatikan kesejahteraan perangkat desa. Pembedaan dalam hal pembiayaan desa yang selama ini

diambilkan dari penggalian potensi desa, dirasa sangat memberatkan. Apalagi potensi desa, hampir seluruhnya sangat minim sehingga kesejahteraan perangkat desa sangat kurang. Sementara pada pemerintahan kelurahan, pembiayaannya didanai dari pemerintah. Padahal tugas dan fungsinya sama saja, melayani masyarakat. “Ini kan tidak adil, karenanya kami akan bersama-sama perangkat desa se-Indonesia agar kami bisa diangkat menjadi PNS,” tegas Rahanto kepada Radar. (mg6)

LSM Desak DPRD dari halaman 9 Koordinator aksi, Slamet Riyanto SH menyampaikan kehadirannya di gedung rakyat ini untuk mendesak dewan agar segera merealisasikan tuntutan warga yaitu menggunakan hak angket. Dimana diduga dalam kasus itu sejumlah anggota DPRD diduga terlibat praktek percaloan. “Kami mendesak Dewan untuk segera mengeluarkan hak angket, karena banyaknya isu yang terus berkembang menyoroti perekrutan CPNS yang ada di Pemalang,” katanya. Wakil Ketua DPRD Pemalang Muntoha SH MHum mengatakan tuntutan warga agar DPRD menggunakan hak angket pada intinya setuju. Namun upaya untuk melakukannya ada pedomannya, yaitu sesuai tata tertib ada mekanismenya. Mekanisme untuk menggunakan hak angket itu bisa ditempuh minimal 7 anggota dari dua fraksi yang mengajukan usulan untuk menggunakan hak angket. “Kalau usulan itu ada, kami akan segera menindaklanjuti. Dan kami selaku pimpinan Dewan juga tidak apriori dan akan sungguh-sungguh melakukannya jika ada bukti lapangan. Sebab untuk melaksanakan hak angket, bukti-buktinya masih sangat kurang. Sehingga kami butuh bantuan dan dukungan masyarakat,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Pemalang Drs Martono menambahkan pihaknya sangat menghargai adanya usulan dan permintaan masyarakat agar dewan melakukan hak angket. Menurutnya, Komisi A sebelumnya sesuai angenda yang ada telah melaksanakan berbagai pembahasan terkait masalah dalam pelaksanaan perikrutan CPNS. Setelah sejumlah elemen masyarakat yang ada di LSM Ampelas melakukan audensi dengan anggota dewan. “Untuk Komisi A sendiri telah melakukan penggalian dan pendalaman soal perikrututan CPNS dan hasilnya telah dilaksanakan sesuai prosedur yang ada. Adapun sekarang terus berkembang, masyarakat menghendaki adanya hak angket kami juga sangat setuju,” imbuhnya. KEHILANGAN MOMENTUM Sementara di tempat terpisah, aktivis demo Andi Rustono yang juga Koordinator FP3 Pemalang menilai desakan masyarakat kepada dewan untuk menggunakan hak angket sudah kehiilangan momentum. Sebab beredarnya isu CPNS yang berjalan sekian minggu itu, kini baru sekarang muncul aksi dengan melakukan audiensi. “Munculnya aksi itu sudah kehilangan momentum, dan Komisi A sekarang sudah tidak galak lagi, karena ditenggarai ada oknum dewan yang terlibat

terlibat dalam permainan penerimaan CPNS, dan bagiamana mau serius untuk mengeluarkan hak angket,” katanya. Menurut Andi, momentum yang sekarang ini masih terjadi akhir–akhir ini masyarakat sedang disibukan membicarakan skandal Century, ada demontrasi perdebatan, ada pansus DPR bahkan pengusutan terhadap kasus tersebut juga belum selesai. Sementara rakyat sedang dibuat was-was mengenai keadaan ekonomi negara. Oleh karena itu jika boleh disamakan hak angket Century, sama saja kalau masalah itu belum deal. Maka yang tadinya galak terus sekarang mau buat rekomendasi saja, binggung, mungkin karena masih menunggu deal-deal. “Menunggu deal kali, sehingga tadinya galak sekarang tidak,” ujarnya. Dia juga menegaskan bahwa sikap manusia untuk bisa mendapatkan hak-haknya dan yang menjadi masalah sering tidak adanya singkronisasi antara harapan publik dan penyelengaraan Negara. Dalam hal ini eksekutif maupun legislative dan pada kenyataannya perekrutan CPNS secara normatif dan obyetif dari sekian banyaknya calon CPNS yang mendaftar. Sedangkan yang dbutuhkan jumlahnya terbatas, maka konsekuensinya berapa persen pasti ada pemainan. (mg1)

dari halaman 9 hilangnya saluran air karena egoisme warga. Di jalan kabupaten di Desa Susukan-Klegen Kecamatan Comal misalnya, setiap kali turun hujan meski dalam waktu yang tidak lama, air akan langsung menggenangi jalanan. Genangan yang terjadi tepatnya di samping Bank BRI Cabang Susukan ini bagi sebagian pengguna cukup meresahkan. Pasalnya jalan ini cukup padat pengendara, baik dari Desa Mojo, Limbangan, Blendung (Ulujami), maupun dari Kebojongan, Klegen, dan Susukan

(Comal). Genangan yang sudah merusak aspal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun baik pihak Pemerintah Desa Susukan dan Klegen maupun warga setempat, tidak ada upaya untuk mencari jalan keluarnya. Sehingga pengguna jalan kerap terganggu dan menggerutu, karena ketika melewati jalan tersebut harus ekstra hati-hati. “Sudah hati-hati saja masih kena kotoran air,” ujar salah satu pelajar asal Desa Mojo Ulujami Dyah (17) kepada Radar. Genangan sendiri terjadi

karena saluran air di sepanjang jalan ini tidak ada. Saluran hilang oleh egoisme pemilik rumah, yakni dengan memajukan pagar rumahnya sehingga secara otomatis menutup saluran yang ada. Genangan air pun tak terhindarkan, memenuhi jalanan dan merusak aspal jalan. Jalan di depan Pasar Ulujami mengalami hal serupa, bahkan kerusakan jalan terlihat lebih parah. Akibatnya genangan air mampu bertahan hingga berminggu-minggu ketika hujan turun. Genangan air lantas membuat aspal jalan mengelupas dan membuat lubang jalan

cukup besar. Pengguna jalan sendiri tidak ambil pusing dengan keadaan ini, karena masih bisa melintas dengan mencari jalan aman. Yakni dengan mencari jalan yang tandas. Minimnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan ini sangat memprihatinkan. Pihak-pihak terkait perlu melakukan pembinaan terkait hal ini, karena kalau dibiarkan terusmenerus bukan mustahil sebagian besar pembangunan di Pemalang Timur akan terhambat. Apalagi hujan masih akan terus terjadi selama beberapa bulan ke depan. (mg6)

Ciptakan Mental Siswa Untuk Berdikari dari halaman 9 siswa-siswi kami dalam mengembangkan dan menghasilkan produk-produk yang inovatif,” terang Sobirin. Menyangkut kesehatan anakanak didiknya selama menempuh pendidikan, Sobirin merencanakan akan menambah ruang medis beserta tenaganya. Ruang medis ini sangat perlu diadakan karena anak-anak dalam proses pembelajaran dan pada saat praktek, riskan dari terjadinya kecelakaan. “Ya tidak usah tenaga medis yang dari PNS, yang penting ada tenaga dan ruangnya,” ucapnya disambut senyum beberapa pejabat Pemalang. Dalam kunjungan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Kepala Dinas Kehutanan itu, pihaknya juga menargetkan siswa-siswinya dapat meraih prestasi di tingkat propinsi, nasional, hing-

ga di tingkat internasional. Untuk mewujudkan semua itu lanjut Sobirin, pihaknya tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya dukungan dari Pemkab Pemalang. Karenanya dalam kesempatan itu, dia mengharapkan dukungan tersebut. Mendengar paparan itu, Bupati HM Machroes SH mengharapkan Dindikpora dapat menindaklanjuti apa yang telah disampaikan Drs Sobirin MPd. Hal ini agar upaya Pemkab Pemalang dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan melalui sekolah kejuruan, dapat berjalan dengan baik dan lancar. Namun begitu, Bupati mengharapkan agar SMKN 1 Ampelgading bersungguh-sungguh dalam menciptakan dan melahirkan tenaga-tenaga terampil yang siap kerja. Selain secara internal, secara eksternal sekolah juga harus mampu menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri yang ada.

“Jangan sampai lulus terus keleleran di jalanan, karena kesusahan dalam mencari kerja,” tandas Bupati. Langkah-langkah strategis yang bisa diambil oleh sekolah kejuruan lanjut Machroes, juga harus mampu menciptakan siswa-siswi yang mempunyai mental berdikari. Sehingga begitu kelulusan menjemputnya, siswa tidak kebingungan dalam mencari pekerjaan. Mental berdikari atau mengembangkan usaha sangat penting dite-

kankan, agar siswa mempunyai ketrampilan sekaligus kesiapannya dalam memasuki dunia kerja. Mereka yang mempunyai mental dan kepribadian tangguh tentu akan kelihatan aslinya, bahkan ketika ditempatkan pada suatu tempat yang menurut kita sulit. Karena pada diri siswa ini telah mental dan kepribadian yang tangguh. “Seperti emas, ketika diletakkan dimana saja akan kelihatan emasnya,” imbuh dia. (sumitro)


CMYK

RABU, 3 FEBRUARI 2010

MENUJU G1-G2

10

RADAR TEGAL

PKS Gelar Pemilu Internal PEMALANG - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pemalang menghadapi Pilkada 2010 ini sudah melakukan berbagai langkah. Setelah presentasi hasil Musyawarah Kerja Daerah di OW Guci Kabupaten Tegal di depan DPW Jateng, kini akan melangsungkan pemilihan umum (Pemilu) internal. Pemilu sebagai salah satu upaya penjaringan calon bupati. Pjs Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang H Mutamam Hasani mengemukakan Pemilu internal ini akan diikuti kaderkader inti PKS. “Pemilu adalah untuk menjaring calon-calon bupati Pemalang yang hasilnya akan disinkronkan dengan pendapat masyarakat,” kata dia Selasa (2/2) kemarin di kan-

tornya. Pendapat masyarakat tersebut lanjut dia diperoleh dengan jalan melakukan survei. Survei dilakukan oleh DPD PKS dengan pelaksana lapangan adalah kader-kader PKS dan dikombinasikan dengan sebuah lembaga survei. Hasil sinkronisasi antara pendapat masyarakat dan kader inti PKS ini akan menjadi pertimbangan dalam menentukan calon bupati. “Namun pada prinsipnya penentuan dilakukan oleh DPP,” tambah dia. PKS dalam Pilkada ini, lanjut Tamam tidak ingin mengulang kegagalan di Pilkada 2005. Calon yang diusung kala itu gagal untuk memenangkan Pilkada. “Kita tidak ingin mengulang kegagalan tersebut,”

tegasnya. Mengenai kriteria calon bupatinya ini PKS tidak menentukan kriteria untuk kalangan eksternal. Kriteria hanya untuk calon dari kalangan internal partai. Namun demikian dia berharap ada calon bupati dari kalangan internal. Sementara pemilu internal untuk menjaring calon bupati ini akan dilakukan Rabu (3/2) sore hari ini di sekretariat DPD PKS Kabupaten Pemalang Kelurahan Bojongbata Kecamatan Pemalang. Hasil dari pemilu ini bukan untuk menentukan mereka yang menang berarti calon bupati dari PKS, namun sekedar menyamakan persepsi masyarakat mengenai calon yang bererdar dengan persepsi kader PKS. (ali)

Empat Orang Resmi Mendaftar di FKLP

DOK/RADAR SEMARANG

DATANGI KPU - Sejumlah calon perseorangan yang tidak lolos persyaratan mendatangi kantor KPU Semarang untuk protes terkait persyaratan.

Calon Independen Gerudug KPU Protes Tak Lolos Verifikasi SEBANYAK Empat pasangan bakal calon independen menggerudug KPU Kota Semarang. Mereka tak terima diputuskan tak lolos verifikasi akibat kesalahan format bukti dukungan. Alasannya, waktu yang diberikan untuk perubahan format sangat pendek. Mereka adalah Rudy Sulaksono-M Najib, Veni Vidi Visi– Budi Yuliono, Dasih Ardiyantari (Ida)–Eko Tjiptartono, dan Sri Sumari–Nanda Riko BAP. Mereka mengajukan protes terkait adanya peraturan yang mengharuskan pengurutan alamat pendukung. Sesuai aturan KPU, alamat pendukung dimulai dari RT dan RW terkecil sampai alamat terakhir. Kuasa Hukum Rudy Sulaksono-M Najib, Khandori SH mengatakan bahwa tidak mungkin bisa melaksanakan perubahan pengantian dokumen pendukung sebesar 50.785 pemilih hanya dalam waktu

2X24 jam. “Di sisi lain ketentuan yang tertuang dalam Panduan Verifikasi Dokumen Syarat Dukungan baru diterima 1 Februari. Sementara pendaftaran sudah ditutup pada 30 Januari pukul 24.00,” paparnya. Khandori melanjutkan, pada sosialisasi 26 November 2009, bakal calon perseorangan menerima lampiran Keputusan KPU No 58/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan. Dalam sosialisasi tersebut belum disinggung sama sekali mengenai aturan pengurutan alamat pendukung dimulai dari RT dan RW terkecil sampai terakhir. Sementara pada 28 Desember 2009, terbit Keputusan KPU Kota Semarang No 60/2009 tentang Perubahan Keputusan KPU No 58/2009. Keputusan baru itu menyebutkan penggunaan model BB1-WWW yang meminta adanya pengelompokan nama pendukung diurutkan berdasar RT dan RW di tiap-tiap kelurahan. ‘’Dengan kronologi seperti ini kami merasa keberatan atas perubahan

peraturan KPU itu, yang menjadikan klien kami oleh KPU dinyatakan tidak memenuhi syarat,” tukasnya. Balon wakil walikota perseorangan Eko Tjiptartono meminta KPU tidak sepihak mengeluarkan kebijakan. Eko memaparkan, bagaimana timnya harus bekerja keras untuk mengejar terpenuhinya syarat pengumpulan bukti dukungan 50.785 pemilih. Pihaknya mengerahkan 125 orang untuk kembali mengentry data agar pemilih yang sudah menyatakan dukungan diurutkan sesuai alamat. Entry data tersebut hanya menggunakan 12 komputer dan waktu satu hari. ‘’Kami memahami perubahan yang dilakukan KPU, tapi kami juga meminta KPU untuk memahami kesulitan kami yang dihadapkan pada perubahan peraturan yang hanya bisa dilakukan satu hari itu,’’ katanya. Budi mempertanyakan, KPU belum melaksanakan verifikasi faktual, namun sudah menyatakan bakal calon perseorangan

sudah tertutup. ‘’Kami belum berkompetisi, namun sudah diganjal peraturan KPU, yang diubah secara mendadak,’’ katanya. Rico Nanda menambahkan, ia bersama calon independen lainnya sepakat meminta KPU memberi toleransi waktu 2 hari sejak Selasa kemarin untuk melengkapi data. Ia yakin, jika diberikan waktu, para calon independen akan mampu memenuhi persyaratan baik jumlah dukungan maupun formatnya. “Secara jumlah tidak ada masalah, dukungan kami sudah melebihi angka minimal aturan KPU, hanya kami butuh waktu untuk menyusun sesuai format yang diinginkan KPU,” tandasnya. Anggota KPU Kota Semarang, Abdul Kholiq mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil keputusan saat itu juga. Menurutnya, KPU Kota butuh rapat pleno dahulu dan berkonsultasi dengan KPUD Jateng. ‘’Kami catat masukan para bakal calon perseorangan. Selanjutnya akan kami konsultasikan,’’ tegasnya. (dib/jpnn)

Sertifikasi Bukan untuk Kesejahteraan Guru PEMALANG - Ketika pemerintah berusaha meningkatkan mutu pendidikan melalui sertifikasi guru, ternyata dalam realisasinya, hampir sebagian guru menafsirkannya secara salah kaprah. Kebanyakan guru menganggap diadakannya sertifikasi guru adalah untuk menambah kesejahteraan atau gaji. Padahal sertifikasi guru dilaksanakan untuk pengembangan sumber daya manusia tenaga pendidik. “Jangan sampai berpanda-

ngan kalau sertifikasi untuk penambahan gaji,” ujar Bupati HM Machroes SH ketika memberikan sambutan dalam kunjungannya di SMKN 1 Ampelgading Selasa (2/2) kemarin. Ditegaskan bupati, diluruskannya maksud dan tujuan sertifikasi guru ini sekaligus untuk menjawab apa yang telah disampaikan Kepala SMKN 1 Ampelgading Drs Sobirin MPd. Dimana dalam sambutan tersebut, Sobirin menyampaikan adanya kelebihan guru di se-

kolahnya. Tenaga pendidik sendiri di SMKN 1 Ampelgading terdapat 110 guru, masingmasing guru PNS sebanyak 102 dan guru non PNS 8 orang. Karenanya pihak SMKN 1 Ampelgading mengharapkan Pemkab Pemalang melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dindikpora), dapat mengalihkan atau memperbantukan kelebihan guru tersebut ke sekolah-sekolah kejuruan swasta. “Pada prinsipnya kami mendukung apa yang telah disam-

paikan, namun perlu dikoordinasikan dulu ke Dindikpora kira-kira mau diperbantukan kemana,” terangnya. Berkaitan dengan hal ini, ke depan bupati mengharapkan agar Dindikpora lebih selektif dalam menjaring dan melaksanakan sertifikasi. Sehingga oleh sebagian besar tenaga pendidik selain menyikapi sertifikasi guru adalah penambahan gaji, juga keengganan guru ketika ditempatkan atau ditugaskan di daerah atas. (mg6)

Kalah Pemilihan Lebe, Calon Somasi Kades PEMALANG – Pelaksanaan pemilihan lebe di Desa Tambakrejo Kecamatan Pemalang, menuai aksi protes dari para peserta calon lebe yang dinyatakan kalah. Aksi protes yang dilakukan ketiga calon itu dalam bentuk surat somasi kepada kadesnya, terkait rasa ketidakpuasan terhadap hasil penghitugan nilai ujian yang diduga tidak sesuai tatib. Dalam pemilihan lebe itu diikuti 4 peserta yaitu Carim, Turisman, Nurokhim dan Wahidin. Setelah keempat peserta mengikuti ujian penyaringan, satu diantaranya Carim dinyatakan calon jadi karena telah memperoleh nilai tertinggi yaitu dengan jumlah total mencapai 153,75 di atas tiga

CMYK

perserta lainya. Dengan proses penghitungan yang dilakukan oleh tim penguji, ketiga calon yang kalah yakni Turisman, Wahidin dan Nurokhim merasa tidak puas. Dengan alasan penilaian yang telah dilakukan tim penilai mengalami perubahan, tidak sesuai hasil kesepakatan yang ada dalam tatib. Akibatnya mereka bertiga sepakat untuk melayangkan aksi protes dengan mengirimkan surat somasi kepada kadesnya. Berdasarkan surat somasi mereka bertiga bergharap agar ada kejelasan dan cara pengitungannya agar bisa diubah sesuai kesepakatan awal. Kepala Desa Tambakrejo Tar-

midi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (2/2) membenarkan adanya aksi protes yang dilakukan ketiga calon lebe tersebut. Agar persoalan tersebut cepat selesai, pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah untuk mencari penyelesaian. “Karena surat somasi itu banyak dikirimkan baik kepada kades, kecamatan maupun dinas tekait, termasuk Bapermas KB, maka langkah-langkah yang akan segera kami lakukan adalah memangil panitia, tim penguji dan mengudang pihak kecamatan dan dinas tekait untuk bersama-sama mencermati kembali hasil pemilaian ujian penyaringan calon lebe.

Sebab ketiga calon peserta yang kalah merasa keberataran terkait soal penilaian tersebut,” papar kades. Dalam upaya untuk mencari kejelasan dalam cara penilaian yang dilakukan oleh tim penguji itu akan dikembalikan sesuia tatib dan hasil kesepakatan. “Agar persoalan ini cepat selesai dalam waktu dekat kami akan memgumpulkan pihakpihak yang tekait dalam pelaksanaan pemilihan lebe ini. Harapannya agar hasilnya jelas dan bisa diterima oleh semua perserta. Meskipun panitia sejak awal dalam melaksanakannya sudah sesuai prosedur dan aturan yang ada,” tandasnya. (mg1)

PEMALANG - Setelah dideklarasikan, Forum Komunikasi Lintas Partai (FKLP) didaftari sejumlah tokoh masyarakat yang berambisi untuk menjadi calon Bupati Pemalang. Meski harus melewati penjaringan, namun tidak menyurutkan minat tersebut. Tim pendaftaran dan Seleksi Calon Bupati FKLP mencatat sudah ada empat pendaftar. Keempat pendaftar tersebut adalah para pimpinan partai politik dimana salah satunya adalah wajah lama yang pernah mendaftar dalam konvensi Partai Golkar pada Pilkada 2005 yang lalu. Satu nama adalah tokoh masyarakat Pemalang yang berada di Jakarta sedangkan satu

lainnya masih dirahasiakan karena belum bersedia dipublikasikan. Ketua tim pendaftaran dan seleksi calon bupati-wakil bupati FKLP Bambang Subekti SMI mengemukakan adanya sejumlah tokoh masyarakat yang mendaftar sbagai bupati melalui FKLP tersebut. “Sudah ada empat orang yang mendaftar,” tegasnya Senin (1/2) kemarin. Empat yang mendaftar itu lanjut Bambang adalah Ahmad Saleh, Ketua DPC Partai Gerindra, Imam Purwaji, Ketua Partai Patriot yang merupakan wajah lama dan pernah meramaikan konvensi Partai Glkar pada Pilkada 2005. Lainnya adalah Ketua Ikatan

Masyarakat Pemalang (Ikmal) Setiadi Budi Raharjo. “Kami melakukan seleksi calon bupati karena kami ingin mendapatkan yang terbaik dan benar-benar mengetahui permasalahan di Pemalang,” tambahnya. Sedangkan satu nama lagi lanjut ketua tim, masih dirahasiakan karena menunggu waktu yang tepat. Menurutnya FKLP memiliki jaringan yang cukup luas karena didukung banyak partai politik yang kalau dihimpun perolehan suaranya pada Pemilu 2009 mencapai 19,25 persen. Dari beberapa calon yang muncul di forum tersebut, masalah gender juga mengemuka yakni keinginan calon bupati perempuan. (ali)

Pilkada, Tetap Jaga Kondusifitas PEMALANG - Berkaitan dengan hajat masyarakat Pemalang pada Pemilihan Kepala Daerah yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2010 mendatang. Sekda Kabupaten Pemalang Sumadi Sugondo SE MM MSi mengharapkan masyarakat tetap bersatu menjaga kondisusifitas Pemalang yang sehat, damai, dan sejahtera. “Jangan sampai kita berceraiberai karena hajat Pilkada,” tegasnya di depan ratusan peserta Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Anshor Kab Pemalang baru-baru ini.

dok/rateg

Sugondo SE MM MSi

Dikatakan dia, masyarakat yang berkepentingan dalam

memajukan dan mengembangkan Kabupaten Pemalang, dipersilahkan untuk mendaftarkan diri di KPU pada saat pendaftaran dibuka. Baik masyarakat yang maju melalui partai politik maupun yang maju melalui jalur independen. Pembukaan pendaftaran sendiri sebagaimana dikemukakan Sugondo, nantinya akan dibuka pada tanggal 23 Juli hingga 4 Agustus 2010 untuk pendaftaran calon dari jalur partai. Sedangkan dari jalur independen, akan dimulai lebih dulu yakni bulan April 2010. (mg6)

Hama Keong Serang Padi PEMALANG – Sejumlah petani padi di Kabupaten Pemalang mengeluhkan tanaman padinya yang rusak akibat terserang hama keong mas. Tanaman padi milik petani yang kini sudah mulai berbuah itu rusak akibat serangan hama tersebut, sehingga pertumbuhannya menjadi terganggu. Dari hasil pantauan Radar, di sejumlah wilayah sekarang ini banyak tanaman padi terserang hama keong mas seperti di areal sawah di Kecamatan Pemalang, Taman dan Kecamatan Petarukan. Kebanyakan tanaman padi yang terserang rata-rata berumur satu bulan yang kini sedang mulai tumbuh ban-

tangan padi. Hama keong mas ini menyerah batang tanaman padi. Sehinnga untuk mengatasinya, petani terpaksa harus memberikan pestisida dan dengan cara mengambilnya untuk dimatikan dengan cara membuang di tengah jalan. “Untuk mengatasi serangan hama keong cara yang efektif diambil satu-persatu ditampung kemudian dibuang untuk dimatikan. Sebab jika dengan pemeberian obat sekarang hama sulit untuk diberantas,” kata Tarjuki (48) petani warga Dukuh Danayasa Desa Kaligelang Taman. Menurutnya, tanaman padi miliknya yang sudah banyak

terserang hama keong jika tidak segera diatas nantinya bisa mengalami gagal panen. Sebab serangan hama keong bisa menyebabkan tanamam mati akibat bantang pohonnya banyak dimakan keong. Sementara petani Kecamatan Pemalang dan Petarukan mengalami hal yang sama, yakni tanaman padinya sekarang ini banyak terserang hama keong. “Serangan hama keong meski tidak seperti serangan hama tikus namun jika ini dibiarkan tanaman padi bisa mati dan akan mempengaruhi hasil panen nanti,” ujar Kardi, petani lainya warga Desa Banjarmulya. (mg1)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

RABU, 3 FEBRUARI 2010

BALANENYONG Sosialisasi Tanggap Bencana Ditingkatkan SOSIALISASI penanggulangan bencana banjir kepada masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Margasari merupakan bentuk antisipasi dini terhadap segala musibah yang diakibatkan karena faktor alam. Sehingga kegiatan tersebut harus selalu terus ditingkatkan oleh semua pihak, baik dari instansi terkait lingkungan pemkab maupun pihak pemerinDOK.RATEG tahan desa. Hal itu, Abusaeri guna memberikan pemahaman yang dalam akan pentingnya sebuah kewaspadaan, untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk lainnya. Camat Margasari Abusaeri kepada Radar Selasa (2/2) kemarin menyatakan, sosialisasi penanggulangan bencana banjir, sangat penting dilakukan secara rutin di Kecamatan Margasari yang sering dilanda banjir. Tentunya, untuk menciptakan iklim kondusif dan penuh kebersamaan di tengah-tengah masyarakat, demi terwujudnya masyarakat desa yang tanggap bencana. “Saya selalu mengimbau perangkat desa untuk selalu melakukan gerakan sosialisasi

Ribuan Perangkat Desa Lurug Jakarta

TUNTUT JADI PNS

ke hal 9 kol 1

KIYEH LIKUH AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

SIAP BERANGKAT - Sejumlah massa PPDI Kabupaten Tegal tengah menunggu rombongan perangkat desa lainnya yang berasal dari Jawa Timur dan Bali yang memang berkumpul di halaman LIK Takaru Kramat.

RIBUAN perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tegal, dan gabungan PPDI dari Jawa Timur dan Bali, Selasa (2/2) malam, berkumpul di halaman Lingkungahn Ind u s t r i Kecil (LIK) Takaru Dampyak Kramat. Rombongan yang menggunakan puluhan bus tersebut hendak melurug ke Jakarta, guna melakukan aksi demonstrasi terkait tuntutannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) seperti sebelumnya dilakukan oleh Sekdes. Pantauan Radar di lapangan, sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB, belasan bus rombongan dari PPDI per desa di Kabupaten Tegal, terus berdatangan ke halaman LIK Takaru Kramat. Demikian pula rombongan PPDI dari Pemalang dan Pekalongan yang terus berdatangan satu per satu bus yang hendak berangkat ke Jakarta, berhenti dulu ke Lik Takaru agar bisa berangkat bersama-sama. ke hal 9 kol 4

Petisi 22 Pertanyakan Sikap Pemkab Putusan Masih Terkatung-katung

DOK.RADAR SLAWI

PELAYANAN PRIMA - Inilah salah satu ruangan untuk pelayanan Jamkesmas di RSUD dr Soesilo Slawi.

Klaim Jamkesmas Pakai Standar INA-DRG SLAWI - Klaim pembayaran atas pelayanan pasien Jamkesmas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soesilo Slawi menggunakan Indonesia-Diagnostic Related Group (INA-DRG) sebagai standarisasi tarif dan dasar pembayaran klaim. Hal ini dikatakan Direktur Rumah Sakit dr Soesilo, Dr. H. Baha’uddin, MMR, Selasa (2/2) kemarin. Kata Baha’uddin, saat ini pemerintah sedang memantapkan penjaminan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui Jamkesmas sebagai bagian dari pengembangan jaminan secara menyeluruh. Berdasar pengalaman masa lalu dan belajar dari negara lain, sistem ini merupakan suatu pilihan yang tepat untuk menata sub sistem pelayanan kesehatan yang searah dengan sub sistem pembiayaan kesehatan. “Jamkesmas akan mendorong perubahan mendasar seperti penataan standarisasi pelayanan, tarif, penataan penggunaan obat yang rasional. Juga meningkatkan kemampuan dan mendorong manajemen rumah sakit dan pemberi pelayanan kesehatan lainnya untuk lebih efesien yang berdampak pada kendali mutu dan biaya,” katanya. ke hal 9 kol 4

JEMBATAN Waspadai Jembatan Amblas JATINEGARA - Hujan deras disertai angin kecang yang hingga kini kerap melanda wilayah Kabupaten Tegal, patut diwaspadai oleh semua pihak, terutama warga dan para pengguna jalan. Pasalnya, kondisi tersebut bisa membuat sejumlah pohon besar di tepi jalan tumbang. Selian itu, juga longsornya tebing serta amblasnya jembatan, yang diakibat pergeseran lapisan DOK.RATEG tanah, karena terdorong aliran air Bambang Romdhon I hujan yang begitu kuat. Kondisi semacam ini biasanya kerap terjadi di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Jatinegara, Bojong dan Bumijawa. Untuk itu, pihak Pemkab harus menerjunkan petugas pemantauan kesejumlah titik-titik rawan, guna mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi. Seperti dikatakan, Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDIP asal Jatinegara Bambang ke hal 9 kol 1

CMYK

SEJUMLAH mantan Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Petisi 22, kembali mempertanyakan sikap Pemkab Tegal. Pasalnya, setelah dinyatakan memenangkan gugataan mereka melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya, hingga kini anggota Petisi 22 masih belum mendapatkan kejelasan dari pemkab sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut. Pemkab masih belum dapat memutuskan, apakah akan mengembalikan masa jabatan para anggota Petisi 22 ataukah memberikan kompen-

sasi berupa materi sebagai ganti rugi dari masa jabatan tersebut. Hal ini terungkap saat digelar audiensi antara anggota Petisi 22, dengan DPRD Kabupaten Tegal, Bagian Hukum Setda, dan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal, di ruang Rapat Pimpinan DPRD setempat, Selasa (2/2). Dalam kesempatan tersebut, koordinator Petisi 22, Maslikha, menyampaikan, pihaknya mengaku kecewa terhadap sikap Pemkab Tegal yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan terhadap nasib mantan kades tersebut. Apalagi jika menilik surat rekomendasi dari Mendagri melalui Dirjen Pemerintahan Masyarakat dan Desa, Ayip Muflich,

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

PETISI – Suasana audiensi antara mantan Kades anggota Petisi 22 dengan Komisi I DPRD, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal.

300 Personel Polwil Siap Dipindahtugas Penghapusan Polwil SLAWI - Penghapusan keberadaan Polwil di jajaran Polri, rupanya membuat 300 personel Polwil Pekalongan baik itu dari jajaran perwira maupun anggotanya siap dipindahtugaskan dengan jabatan dan situasi lingkungan yang baru. Tak terkecuali Kapolwil Pekalongan Kombes Fathuroham yang belum lama menjabat menggantikan Kombes I Made Suharya, kini masih menunggu job tugasnya yang akan ditempatinya pada 28 Februari 2009, saat keberadaan Polwil dihilangkan. ‘’Penghapusan Polwil memang diarahkan agar di jajaran Polda, Polres, dan Polsek lebih kuat. Sehingga, jajaran yang berada di Polwil juga akan tugaskan di jajaran tersebut,’’ tegas Fathurohman, Selasa (2/2) kemarin saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Mapolres Tegal kemarin. Menurutnya, termasuk dirinya

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

yang belum lama dilantik sebagai Kapolwil Pekalongan, mau tidak mau akan kembali menduduki jabatan dan tugas serta lingkungan yang baru. Namun sampai sekarang

pihaknya belum tahu, di mana dan sebagai apa akan ditempatkan pada tugas yang baru nanti. ‘’Kami mau ditempatkan di mana, ke hal 9 kol 1

ke hal 9 kol 4

Dewan Desak Bupati Lakukan Fit And Proper Test Khusus Pejabat Calon Pengelola Pendapatan

TEMBAK - Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo saat membidik tiga balon dengan cara melihat pandangan target dengan bantuan kaca cermin.

yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah perihal penyelesaian masalah 22 Kades (Petisi 22) Kabupaten Tegal. Di dalam surat tersebut antara lain disebutkan agar Gubernur Jawa Tengah dapat memfasilitasi Bupati Tegal untuk menetapkan Peraturan Bupati tentang pemberian tanda terima kasih berupa penghargaan atau bentuk lain sebagai wujud penghargaan terhadap pengabdian yang ditunjukan oleh 22 Kades (Petisi 22). Adapun besarnya tanda terima kasih tersebut, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Tegal. ‘’Kami datang ke sini untuk

DALAM rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tegal, ke depan DPRD Kabupaten Tegal akan mendesak Bupati Tegal agar melakukan fit and proper test terhadap setiap pejabat yang akan menjadi pengelola unitunit pendapatan di Kabupaten Tegal. Sehingga diharapkan melalui fit and propher test itu dapat menjaring pejabat-pejabat berpotensi yang mampu mengelola unit-unit penda-

patan secara maksimal, yang dibuktikan melalui peningkatan PAD Kabupaten Tegal. Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rojikin AH. Menurutnya, pelaksanaan fit and proher test itu merupakan salah satu wujud keseriusan pemkab dalam upaya meningkatkan PAD. ‘’Ini merupakan paradigma baru sebuah pemerintahan yang modern,” ujarnya. Terkait dengan kemampuan pengelola dalam meningkatkan PAD, menurut Rojikin, hendaknya Bupati Tegal dapat bersikap secara tegas. Kepada pengelola unit pendapatan

ke hal 9 kol 1

Kompas Hadiri ‘’Bandoeng Laoetan Onthel 2010”

Jadi Ajang Nasional, Semua Pangkat dan Jabatan Dilepas KOMUNITAS Pit Tua Slawi (Kompas) Kabupaten Tegal, baru –baru ini turut meramaikan acara Bandoeng Laoetan Onthel 2010, yang digelar di Balai Pendidikan dan Pelatihan PT Kereta API Indonesia Bandung Jawa Barat, tepatnya di jalan Laswi 23 Bandung. Acara Bandoeng Laoetan Onthel 2010 tersebut merupakan kancah ertemunya komunitas penggemar sepeda tua tingkat nasional, yang juga dihadiri penggemar sepeda tua dari Malaysia. Acara digelar selama 2 hari berturut-turut, sejak 30 – 31 Januari 2010. Romongan Kompas Kabupaten Tegal, yang terdiri dari 30 orang, berangkat dipimpin oleh Ketua Kompas yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Tegal, Drs Sriyanto HP MM. Saat ditemui, Selasa (2/2), Sriyanto HP menjelaskan, acara Bandoeng

Laoetan Onthel 2010 tersebut digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Bandung ke-200. Acara tersebut, dihadiri sedikitnya 2.500 penggemar sepeda yang tergabung dalam perkumpulan (komunitas) sepeda onthel dari seluruh penjuru Nusantara dan Malaysia. ‘’Dalam acara itu, kami juga melakukan kegiatan ngonthel bareng dengan 2.500 pengonthel. Ngonthel bareng itu dilaksanakan pada hari Minggu 31 Januari 2010, mulai pukul 08.00 WIB. Dalam acara itu, kami bersama-sama bersepeda mengelilingi kota Bandung,” terang Sriyanto HP. Pelaksanaan ajang Bandoeng Laoetan Onthel 2010, menurut Sriyanto, membawa kesan tersendiri. Pasalnya, dalam ajang tersebut tercipta kebersamaan dan jalinan rasa persaudaraan ke hal 9 kol 4

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

POSE – Sekda yang juga Ketua Kompas Kabupaten Tegal, Sriyanto HP (paling kiri) berpose bersama anggota Kompas yang turut serta meramaikan ajang ‘Bandoeng Laoetan Onthel 2010.


PEMALANG

4

RABU 3 FEBRUARI 2010

RADAR TEGAL

LINGKUNGAN BanyakSaluran AirTidakBerfungsi PEMALANG - Datangnya musim penghujan yang sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, ternyata bagi sebagian masyarakat tidak dibarengi dengan kesadaran terhadap lingkungannya. Tidak heran bila di beberapa titik sering dijumpai adanya luberan air kemana-mana karena saluran airnya tidak berfungsi dengan baik. Dari saluran mampat karena sampah rumah tangga, kikisan tanah memenuhi saluran, hingga hilangnya saluran air karena egoisme warga. Di jalan kabupaten di Desa Susukan-Klegen Kecamatan Comal misalnya, setiap kali turun hujan meski dalam waktu yang tidak lama, air akan langsung menggenangi jalanan. Genangan yang terjadi tepatnya di samping Bank BRI Cabang Susukan ini bagi sebagian pengguna cukup meresahkan. Pasalnya jalan ini cukup padat pengendara, baik dari Desa Mojo, Limbangan, Blendung (Ulujami), maupun dari Kebojongan, Klegen, dan Susukan (Comal). Genangan yang sudah merusak aspal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun baik pihak Pemerintah Desa Susukan dan Klegen maupun warga setempat, tidak ada upaya untuk mencari jalan keluarnya. Sehingga pengguna jalan kerap terganggu dan menggerutu, karena ketika melewati jalan tersebut harus ekstra hatihati. “Sudah hati-hati saja masih kena kotoran air,” ujar salah satu pelajar asal Desa Mojo Ulujami Dyah (17) kepada Radar. Genangan sendiri terjadi karena saluran air di sepanjang jalan ini tidak ada. Saluran hilang oleh egoisme pemilik rumah, yakni dengan memajukan pagar rumahnya sehingga secara otomatis menutup saluran yang ada. Genangan air pun tak terhindarkan, memenuhi jalanan dan merusak aspal jalan. Jalan di depan Pasar Ulujami mengalami hal serupa, bahkan kerusakan jalan terlihat lebih parah. Akibatnya genangan air mampu bertahan hingga berminggu-minggu ketika hujan turun. Genangan air lantas membuat aspal jalan mengelupas dan membuat lubang jalan cukup besar. Pengguna jalan sendiri tidak ambil pusing dengan keadaan ini, karena masih bisa melintas dengan mencari jalan aman. Yakni dengan mencari jalan yang tandas. Minimnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan ini sangat memprihatinkan. (mg6)

ASPIRASI Ratusan PPDI Berangkat ke Jakarta, Tuntut Diangkat PNS COMAL - Ratusan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dari Kecamatan Comal dan Ulujami Selasa (2/2) kemarin merencanakan berangkat ke Jakarta. Keberangkatan mereka untuk menyampaikan tuntutannya ke Gedung DPR RI agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nantinya mereka akan bergabung dengan ribuan perangkat desa dari berbagai daerah untuk menyuarakan tuntutan tersebut. Salah satu perangkat desa asal Desa Susukan Rahanto kepada Radar mengatakan, keberangkatan ratusan perangkat desa dari Kecamatan Comal dan Ulujami menggunakan empat bus. Dimana lokasi pemberangkatannya dipusatkan di Klenteng Comal. “Nanti berangkatnya bersama-sama dengan bus lain dari Pekalongan,” terang dia. Menurutnya, PPDI di Kecamatan Comal dan Ulujami pada Senin (31/ 1) lalu sudah mengadakan rapat untuk mempersiapkan pemberangkatannya ke Jakarta. Termasuk akomodasi selama perjalanan Comal-Jakarta PP dan akomodasi lainnya. “Kami berangkat dengan biaya sendiri-sendiri, semoga pemerintah mendengarkan jeritan kami,” harap Rahanto. Dijelaskan dia, perangkat desa merupakan ujung tombak bagi jalannya pemerintah desa, karena perangkat desalah yang melayani masyarakat secara langsung. Dengan begitu, sudah semestinya pemerintah memperhatikan kesejahteraan perangkat desa. Pembedaan dalam hal pembiayaan desa yang selama ini diambilkan dari penggalian potensi desa, dirasa sangat memberatkan. Apalagi potensi desa, hampir seluruhnya sangat minim sehingga kesejahteraan perangkat desa sangat kurang. Sementara pada pemerintahan kelurahan, pembiayaannya didanai dari pemerintah. Padahal tugas dan fungsinya sama saja, melayani masyarakat. “Ini kan tidak adil, karenanya kami akan bersama-sama perangkat desa se-Indonesia agar kami bisa diangkat menjadi PNS,” tegas Rahanto kepada Radar. (mg6)

LSM Desak DPRD Gunakan Hak Angket Usut Kasus CPNS PEMALANG – Sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pemalang Selasa (3/2) kemarin mendatangi gedung DPRD setempat. Kedatangan mereka untuk mendesak DPRD untuk mengusut kasus CPNS yang dilakukan Desember 2009 lalu. Mereka mendesak DPRD untuk menggunakan hak angket terkait perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang diduga bermasalah dan hingga saat ini masih menjadi sorotan masyarakat. Beberapa LSM yang ikut bergabung dalam aksi itu antara lain Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Sub Koordinator Pemalang, AMPELAS, AMPEL, HMI, PAHAM dan Bumi Pertiwi. Dalam penyampaian aspirasinya, mereka diterima anggota DPRD bersama pimpinan di ruang paripurna. Dalam pertemuan itu, dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Muntoha SH MHum didampingi oleh Ketua Komisi A Drs Martono dan seluruh anggota komisinya. Sejumlah LSM itu pun diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya terkait munculnya isu percaloan dalam perekrutan CPNS yang diduga banyak dilakukan anggota DPRD. Koordinator aksi, Slamet Riyanto SH menyampaikan kehadirannya di gedung rakyat ini untuk mendesak dewan agar segera merealisasikan tuntutan warga yaitu menggunakan hak angket. Dimana diduga dalam kasus itu sejumlah anggota DPRD diduga terlibat praktek percaloan. “Kami mendesak Dewan untuk segera mengeluarkan hak angket, karena banyaknya isu yang terus berkembang menyoroti perekrutan CPNS yang ada di Pemalang,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Pemalang Muntoha SH MHum mengatakan tuntutan warga agar DPRD menggunakan hak angket pada intinya setuju. Namun upaya untuk melakukannya ada pedomannya, yaitu sesuai tata tertib ada mekanismenya. Mekanisme untuk menggunakan hak angket itu bisa ditempuh minimal 7 anggota dari dua fraksi yang mengajukan usulan untuk menggunakan hak angket. “Kalau usulan itu ada, kami akan segera menindaklanjuti. Dan kami selaku pimpinan Dewan juga tidak apriori dan akan sungguh-sungguh melakukannya jika ada bukti lapangan. Sebab untuk melaksanakan hak angket, bukti-buktinya masih sangat kurang. Sehingga kami butuh bantuan dan dukungan masyarakat,” katanya. Ketua Komisi A DPRD Pemalang Drs Martono menambahkan pihaknya sangat menghargai adanya usulan dan permintaan masyarakat agar dewan melakukan hak angket. Menurutnya, Komisi A sebelumnya sesuai angenda yang ada telah melaksanakan berbagai pembahasan terkait masalah dalam pelaksanaan perikrutan CPNS. Setelah sejumlah elemen masyarakat yang ada di LSM Ampelas melakukan audensi dengan anggota dewan. “Untuk Komisi A sendiri telah melakukan penggalian dan pendalaman soal perikrututan CPNS dan hasilnya telah dilaksanakan sesuai prosedur yang ada. Adapun sekarang terus berkembang, masyarakat menghendaki adanya hak angket kami juga sangat setuju,” imbuhnya. KEHILANGAN MOMENTUM Sementara di tempat terpisah, aktivis demo Andi Rustono yang juga Koordinator FP3 Pemalang menilai desakan masyarakat kepada dewan untuk menggunakan hak angket sudah kehiilangan momentum. Sebab beredarnya isu CPNS yang berjalan sekian minggu

AGUS P/RADAR PEMALANG

PERNYATAN SIKAP – Koordinatir Aksi LSM Slamet Riyanto SH menyerahkan plakat pernyataan sikapnya tuntutanya kepada DPRD agar melakukan hak angket tekait perekrutan CPNS.

itu, kini baru sekarang muncul aksi dengan melakukan audiensi. “Munculnya aksi itu sudah kehilangan momentum, dan Komisi A sekarang sudah tidak galak lagi, karena ditenggarai ada oknum dewan yang terlibat terlibat dalam permainan penerimaan CPNS, dan bagiamana mau serius untuk mengeluarkan hak angket,” katanya. Menurut Andi, momentum yang sekarang ini masih terjadi akhir–akhir ini masyarakat sedang disibukan membicarakan skandal Century, ada demon-

trasi perdebatan, ada pansus DPR bahkan pengusutan terhadap kasus tersebut juga belum selesai. Sementara rakyat sedang dibuat was-was mengenai keadaan ekonomi negara. Oleh karena itu jika boleh disamakan hak angket Century, sama saja kalau masalah itu belum deal. Maka yang tadinya galak terus sekarang mau buat rekomendasi saja, binggung, mungkin karena masih menunggu deal-deal. “Menunggu deal kali, sehingga tadinya galak sekarang tidak,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa sikap manusia untuk bisa mendapatkan hak-haknya dan yang menjadi masalah sering tidak adanya singkronisasi antara harapan publik dan penyelengaraan Negara. Dalam hal ini eksekutif maupun legislative dan pada kenyataannya perekrutan CPNS secara normatif dan obyetif dari sekian banyaknya calon CPNS yang mendaftar. Sedangkan yang dbutuhkan jumlahnya terbatas, maka konsekuensinya berapa persen pasti ada pemainan. (mg1)

Ciptakan Mental Siswa untuk Berdikari SETELAH mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari PT TUV Internasional Indonesia beberapa waktu lalu, SMKN 1 Ampelgading membidik Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:14000 pada renstra 20102015. Bidikan tersebut merupakan salah satu dari beberapa renstra yang disampaikan Kepala SMKN 1 Ampelgading Drs Sobirin MPd, saat menerima kunjungan Bupati Pemalang HM Machroes SH Selasa (2/2) kemarin. Menurutnya, rencana stra-

tegi lainnya yakni meliputi pemenuhan ruang teori untuk 45 rombongan belajar, terpenuhinya 30 persen kualifikasi tenaga pendidik S2, menjalin kerjasama sekaligus memperoleh akreditasi pada program keahlian dari salah satu negara OECD, menciptakan Green School, SAS, Virtual Library, SIM, dan E-Learning. “Ketersediaan ruang pengembangan seni yang representatif, tentu akan lebih mendukung bagi siswasiswi kami dalam mengembangkan dan menghasilkan

produk-produk yang inovatif,” terang Sobirin. Menyangkut kesehatan anakanak didiknya selama menempuh pendidikan, Sobirin merencanakan akan menambah ruang medis beserta tenaganya. Ruang medis ini sangat perlu diadakan karena anak-anak dalam proses pembelajaran dan pada saat praktek, riskan dari terjadinya kecelakaan. “Ya tidak usah tenaga medis yang dari PNS, yang penting ada tenaga dan ruangnya,” ucapnya disambut senyum

beberapa pejabat Pemalang. Dalam kunjungan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Kepala Dinas Kehutanan itu, pihaknya juga menargetkan siswa-siswinya dapat meraih prestasi di tingkat propinsi, nasional, hingga di tingkat internasional. Untuk mewujudkan semua itu lanjut Sobirin, pihaknya tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya dukungan dari Pemkab Pemalang. Karenanya dalam kesempatan itu, dia meng-

harapkan dukungan tersebut. Mendengar paparan itu, Bupati HM Machroes SH mengharapkan Dindikpora dapat menindaklanjuti apa yang telah disampaikan Drs Sobirin MPd. Hal ini agar upaya Pemkab Pemalang dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan melalui sekolah kejuruan, dapat berjalan dengan baik dan lancar. Namun begitu, Bupati mengharapkan agar SMKN 1 Ampelgading bersungguh-sungguh menciptakan dan melahirkan tenaga-tenaga terampil. (mg6)


ENTERTAINMENT

RABU 3 FEBRUARI 2010

9

RADAR TEGAL

DI3VA

Kembali Menata Diri SETELAH sempat diliputi masalah rumah tangga, artis penyanyi Krisdayanti mengaku siap k e m b a l i m e m b a n g u n DI3VA. Apalagi, wanita yang akrab disapa KD ini sudah melakukan pertemuan dengan personel DI3VA lainnya. “Ini memang suatu awal lagi. Mudah-mudahan sinyal yang baik untuk kita bisa seperti dulu lagi. Kalo ketemu dulu nggak

senyaman sekarang,” kata KD saat ditemui di ultah Dering di Studio Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (2/1) siang. Lalu, adakah rencana KD bersama Titik DJ dan Ruth Sahanaya untuk membuat album? “Insya Allah, berawal dari sini mungkin bisa ke arah yang lebih baik. Dan juga kita sedang menunggu dari produser,” kata KD.

KD sendiri memang sempat kehilangan kontak dengan kedua temannya ini. Hal itu pula yang membuat Titi dikabarkan marah dengan KD. “Saat itu sebagai sahabat kita memang merasa kehilangan karena saya. Dan itu semua juga butuh waktu, karena kita sudah sahabat jadi saat itu merasa kehilangan,” ujarnya. (kpl/adt/bun)

REBECCA

Gara-Gara Sepele, Berantem Hebat GARA-GARA persoalan sepele, model iklan yang juga penyanyi Rebecca terlibat pertengkaran dengan seorang DJ bernama Delizious Devina. Tak hanya adu mulut, adu fisik pun akhirnya terjadi layaknya duel jagoan. Tidak ada yang memisahkan saat itu hingga akhirnya duel dimenangkan Rebecca lantaran Devina meregang nyawa. Uniknya kasus tersebut tak mendapat pengusutan dari aparat kepolisian. Namun jangan khawatir karena perkelahian body contact kedua wanita cantik ini hanya bagian dari film ‘JINX’ produksi Skylar Pictures yang siap diputar di bioskop. Menurut Devina, adegan pertarungan jalanan tersebut

cukup menguras tenaga dan sempat beradu fisik betulan. Sehingga lebam di bagian kaki serta tangan sudah bukan hal asing baginya. “Ya, di film ini saya latihan

beberapa beladiri seperti thaiboxing, tinju, taekwondo, koprol, dan sebagainya. Pokoknya hari-hari diisi latihan berat. Sedikit memar dan untungnya nggak terluka. Sudah biasa,” ujarnya, Senin (1/2) di Barcode, Kemang, Jakarta Selatan. Disebutkan lagi bahwa adegan mereka berkelahi tidak banyak namun memerlukan waktu cukup lama. Kendati begitu, Devina merasa ketagihan dengan olahraga beladiri yang dipelajari. “Kayaknya gara-gara main di film ini, aku jadi sering kepengen latihan muaythai. Mungkin karena peranku ini sebagai anak jalanan yang suka diadu berkelahi akhirnya terbawa hehehe...,” terangnya. (kpl/dis/boo)

Dewan Desak Bupati Lakukan... dari halaman 3 yang memang tidak mampu, diharapkan agar dapat dilakukan penggantian. ‘’Kalau pengelola pendapatan tidak mampu meningkatkan PAD, lebih baik mundur saja. Atau Bupati dapat menggantikan dengan yang lainnya,” tandas Rojikin. Rojikin berharap, upaya pe-

laksanaan fit and propher tersebut dapat menjadi ajang seleksi bagi para calon pengelola unit-unit pendapatan di Kabupaten Tegal. Sehingga nantinya diharapkan tercipta persaingan dan kompetisi yang sehat diantrara para calon pengelola unit pendapatan. ‘’Kalau sudah melalui fit and propher test, diharapkan para

pengelola dapat menunjukkan kinerja mereka secara maksimal. Ke depan kita ingin melihat adanya bukti nyata peningkatan PAD,” ujar Rojikin. Sejumlah kalangan DPRD mendukung wacana yang dikemukakan Ketua DPRD Kabupaten Tegal itu. Mereka mengaku sependapat, demi peningkatan PAD Kabupaten Tegal ke depan. (aan)

Sosialisasi Tanggap Bencana... dari halaman 3 tanggap bencana kepada masyarkat. Sebab, itu merupakan solusi tepat untuk mengantisipasi segala hal buruk yang diakibatkan faktor alam,” terang dia usai melaksanakan kunjungan rutin ke sejumlah titiktitik rawan banjir. Menurut Abusaeri, sosialisasi langsung akan lebih efektif dan mudah dicerna masyarakat. “Sejauh ini, langkah

itu terus digalakan oleh pihak kecamatan, guna memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat, meski terkadang harus berhadapan kendala di lapangan. Tapi semua itu adalah ujian dalam membangun lingkungan,” ucap Abusaeri. Dia menambahkan, dampak sosialisasi penanggulangan bencana atau tanggap bencana secara rutin sangat bagus untuk kepentingan masyarakat. Terbukti baru beberapa minggu

saja program itu digulirkan, hasilnya sangat memuaskan sekali, dimana masyarakat secara bergotong royong menciptakan lingkungan bersih. “Saat ini manfaat dari program sosialisasi rutin itu sangat bagus, sehingga menuntut kami untuk selalu siap dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Sebab, kami harus jadi contoh yang baik atas apa yang sudah dicanangkan,” tandasnya. (K1)

300 Personel Polwil Siap... dari halaman 3 masih belum diketahui. Namun kami siap untuk menjalankan tugas sebagai Polri,’’ bebernya. Ditambahkan dia, untuk jajaran Polwil Pekalongan sendiri, jumlah personelnya sekitar 300 orang. Sedangkan keberadaan mereka, atas penghapusan Polwil ini, maka mereka bisa jadi ditempat di Polres, Polsek maupun Polda Jateng. Dan semuanya itu juga sudah mulai dilakukan. Sementara dalam kunker yang dilakukan Kapolwil Pekalongan

Fathurahman ke Polres Tegal yang pertama dan terakhir tersebut, juga disambut dengan aksi Airsoft Gun yang langsung dipimpin oleh Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. Bahkan, dengan atraksinya orang nomor satu di jajaran Polres Tegal, memberikan tampilan dengan menembak tiga balon dengan jarak sekitar 20 meter dengan cara, bidikan yang ditargetkan dengan senjata Airsoft Gun tersebut, dengan menggunakan kaca. Sehingga bidikan sen-

jatanya tidak langsung diarahkan. Namun aksi tersebut, membuat jajaran rombongan dari Polwil Pekalongan sempat memberikan semangat, lantaran Wahyu Handoyo berhasil menembak tiga balon dengan bantuan kaca cermin saja. Sedangkan Kapolwil pekalongan sendiri, akhirnya juga ikut berlatih menembak dengan menggunakan Airsoft Gun dengan bidikan korek gas yang langsung meledak saat dibidik dengan senjata mainan tersebut. (gus)

Waspadai Jembatan Amblas dari halaman 3 Romdhon Irawanto, kepada Radar Selasa (2/2) kemarin. Menurutnya, beberapa hari terakhir ini, pihaknya melihat pohon tumbang dan jembatan amblas di sekitar wilayah perbukitan. Sehingga membuatnya khawatir. “Makanya saya perlu mengingatkan saat hujan dibarengi angin, warga dan peng-

guna jalan hendaknya berhatihati serta waspada saat melintas di wilayah perbukitan,” terang Irwanto. Masih kata Irwanto, musim penghujan seperti sekarang ini, kejadian pohon tumbang maupun jembatan amblas memang kerap kali terjadi di wilayah perbukitan. Karena struktur tanahnya masih labil sehingga mudah terguncang oleh te-

kanan air hujan. “Memang kejadian semacam ini sudah biasa, tapi setidaknya hal itu patut dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan,” ucapnya.Pergeseran tanah perbukitan itu yang mengakibatkan jembatan amblas dan berlubang dikatakan Irawanto, membuat kubangan di sejumlah titik vital, sehingga bisa membahayakan pengguna jalan. (k1)

MUI Larang Film Andi Soraya Tayang SATU lagi film horor yang dilarang tayang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kali ini yang bersuara langsung dari MUI Pusat. MUI Pusat meminta penayangan ‘Hantu Puncak Datang Bulan’ dilarang. “Menurut komisi pengakajian dan pengembangan MUI Pusat, film ini mengandung pornografi yang mengumbar syahwat dan penyembelihan kepala. MUI menghimbau menghentikan film ini,” ujar Drs. Amirsyah Tambunan, Sekretaris Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Pusat, saat ditemui di Gedung DPR/MPR lantai 20, Senayang, Jakarta, Selasa (2/ 2).MUI khawatir, jika film yang

dibintangi Andi Soraya itu tayang, bisa merusak moral generasi muda. Makanya, MUI mendesak agar LSF mencabut izin tayang film tersebut.“Kami mendesak memberikan ketegasan kepada LSF agar dihentikan. Pihak MUI hanya bisa memberikan pesan moral agar tidak menonton film ini,” jelas Amirsyah. ‘Hantu Puncak Datang Bulan’ rencananya tayang di bioskop 4 Februari 2010. Dalam film tersebut Andi Soraya tampil topless. Ia juga melakoni adegan syur dengan lawan mainnya yang kini jadi kekasihnya, Ferly Putra. (eny/eny)

Muncul di Publik Usai Skandal AKTRIS asal China Zhang Ziyi akhirnya kembali tampil di depan publik setelah isu yang menyebut dirinya memiliki affair dengan seorang pengusaha kaya China bulan lalu. Aktris ini tersenyum saat dia diundang naik panggung di acara menyambut Tahun Baru

China di Beijing pada 31 Januari lalu. Ziyi naik panggung untuk menuang sampanye bersama aktris veteran Yu Lan dan Xu Fan. Sepanjang waktu aktris ini terlihat kurang bersemangat dan bicara dengan nada suara keras. Seperti dikutip dari cri.cn, dia mengatakan. (cnb/erl)

Andi

Soraya

Klaim Jamkesmas Pakai Standar INA-DRG dari halaman 3 Dalam rangka kendali biaya dan mutu pelayanan, lanjut Baha’uddin, pembayaran dan pertanggungjawaban pemberi pelayanan kesehatan menggunakan paket tarif INA-DRG yang diterapkan pada seluruh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) jaringan Jamkesmas, termasuk RSUD dokter Soesilo Slawi. INA-DRG sendiri, adalah suatu sistem klasifikasi kombinasi dari beberapa jenis penyakit dan prosedur tindakan pelayanan rumah sakit dan pembiayaannya yang dikaitkan dengan mutu serta efektivitas pelayanan terhadap pasien. “INA-DRG juga merupakan

sistem pemerataan, jangkauan dan berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan yang menjadi salahsatu unsur dalam pembiayaan kesehatan. Juga dapat digunakan sebagai salahsatu standar penggunaan sumber daya yang diperlukan dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit. Saat ini sudah dihasilkan 1.077 DRG yang merupakan turunan dari International Refined DRG(IRDRG) yang terdiri dari 23 Major Diagnosis Cathegory (MDC) dengan rincian 789 DRG rawat inap dan 288 DRG rawat jalan,” tambahnya. Penerapan sistem INA-DRG di RSUD dr Soesilo, kata Baha’uddin, dimulai sejak Januari

2009 yang diawali dengan pembentukan Tim Case Mix RSUD dr Soesilo yang terdiri tas tim pengarah dan kerja. Meski banyak kendala di awal pelaksanaan, namun saat ini tim tersebut dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sehingga dalam suatu forum evaluasi yang digelar Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK) Departemen Kesehatan di Bandung, dirinya diminta memberikan paparan mengenai pelaksanaan sistem INA-DRG di RSUD dr Soesilo. “Sejak diberlakukannya pola pembayaran klaim pelayanan pasien Jamkesmas dengan INA-DRG disini, manajemen rumah sakit telah melakukan

efesiensi dalam pelayanan tanpa mengesampingkan efektivitas. Karena pengendalian biaya dan peningkatan mutu pelayanan sepenuhnya menjadi tanggungjawab rumah sakit sebagai PPK,” ucapnya. Mengingat hal itu, manajemen rumah sakit tidak pernah dan beralasan untuk tidak memberikan pelayanan prima pada semua pasien peserta Jamkesmas. Hal ini dibuktikan saat kunjungan kerja anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal serta staf khusus kepresidenan yang meninjau ruang Kemuning. Hasilnya, mereka mengakui pelayanan pasien penggunan Jamkesmas sudah cukup baik. (guh)

Petisi 22 Pertanyakan Sikap Pemkab dari halaman 3 meminta kepastian dari Pemkab Tegal. Sudah 1 tahun ini, nasib anggota Petisi 22 tidak jelas, kami juga sudah 11 kali bolakbalik ke Depdagri di Jakarta,” terang Maslikha, mantan Kades Dukuh Malang Kecamatan Talang. Menanggapi keluhan anggota Petisi 22, Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal, Fajar Rochwidi, menyatakan. Pihaknya baru akan mengkaji pengaduan anggota Petisi 22, dan akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati Tegal. ‘’Bagaimanapun juga, penentu kebijakan adalah Bupati

Tegal. Sebagai staf, kami akan melaporkan hal ini,” ujarnya saat ditemui usai audiensi. Ketua Komisi I DPRD, Dakir, yang memimpin jalannya pertemuan, menyatakan, pihaknya baru akan memberikan kesempatan kepada Bagian Hukum dan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal untuk menelaah dan berfikir terhadap keluhan anggota Petisi 22 itu. ‘’Silahkan dicarikan payung hukum yang jelas agar masalah ini tidak berlarut-larut,” ujar Dakir. Seperti diberitakan sebelumnya, Pada akhir tahun 2007, sebanyak 22 desa melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Padahal, proses

gugatan dari Petisi 22 terhadap masa jabatan mereka terus berjalan. Terbitnya putusan sela nomor 49/Pen.HKM/TUN/ 2007/PTUN.SMG, tidak diindahkan. Padahal putusan tersebut memerintahkan kepada Bupati agar menangguhkan atau menunda pelaksanaan Surat Bupati nomor 141/0781 tanggal 29 maret 2007 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembentukan panitia Calon Kepala Desa baru di Kabupaten Tegal. Namun demikian, para Kades anggota Petisi 22 tetap melayangkan gugatan mereka. Petisi 22 pun berhasil memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sesuai

putusan tetap PTUN Surabaya bernomor 37/B/TUN/2008 tanggal 15 Mei 2008. Putusan ini, menguatkan putusan PTUN Semarang nomor 49/G.TUN/ 2007/PTUN.SMG tanggal 14 Desember 2007, dengan tergugat Bupati Tegal. Sementara obyek gugatan, berupa Surat Bupati Tegal nomor 141/0781 tanggal 29 Maret 2007 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, dinyatakan tidak sah. Akibat dari putusan inkracht tersebut, masa jabatan Kades di 22 desa harus segera dikoreksi. Masa jabatan 20 Kades yang semula hanya 8 tahun, dikembalikan menjadi 10 tahun. (aan)

sampai saat ini tidak pernah diperhatikan. Padahal, segala sesuatu yang terjadi di lingkungan masyarakat, perangkat desa adalah ujung tombaknya. Termasuk, kami juga menginginkan kesejahteraaan agar perangkat desa bisa hidup nyaman,’’ bebernya. Sementara salah satu perangkat desa asal Desa Sidoarjo Suradadi, Darsono menambahkan bahwa memang selama

ini hidupnya menjadi pamong tidak bisa hidup mapan. Sebab, bila dikalkulasi per tahun upah dari perangkat desa yakni Rp 8 juta per tahun. Jadi, bila dihitung per bulannya hanya Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu. ‘’Itupun kalau musim atau cuaca lagi bagus. Namun bila cuaca buruk, maka hasil pendapatan dari perangkat desa hanya bisa buat makan saja,’’ pungkasnya. (gus)

Tuntut Jadi PNS dari halaman 3 ‘’Untuk wilayah Kabupaten Tegal sendiri, jumlah perangkat desa yang berangkat ke Jakarta ada 1800 orang. Semuanya ikut demi memperjuangkan nasib yang selama ini belum ada respon oleh pemerintah pusat,’’ terang koordinator PPDI HM Suwatno kepada Radar semalam. Perangkat Desa Kertasari

kecamatan Suradadi ini juga menambahkan, bahwa aksi demo yang dilakukan oleh PPDI seluruh Indonesia ini serentak dilakukan di DPR RI, termasuk di Senayan pada Rabu (Hari ini, Red). ‘’Tuntutan kami yakni agar seluruh PPDI bisa diangkat menjadi PNS. Sebab, seperti Sekdes saja yang masuk dalam PPDI, sudah dulu diangkat menjadi PNS. Namun, nasib kami yang sebenarnya sama

Jadi Ajang Nasional, Semua Pangkat dan Jabatan... dari halaman 3 yang erat yang tumbuh diantara sesama penggemar sepeda tua se-Indonesia dan Malaysia. ‘’Acara ini menjadi ajang silaturahim tingkat nasional. Semua baju, jabatan, dan pangkat dilepas. Sehingga terjalinlah keakraban diantara sesama penggemar sepeda onthel,”

ungkap Sriyanto. Dengan adanya kesan yang cukup dalam itu, lanjut Sriyanto, pihaknya berkeinginan mengaplikasikan acara sejenis di Kabupaten Tegal. Rencananya, pihaknya juga akan berusaha menggelar acara sejenis untuk tingkat Propinsi Jawa Tengah, sekitar bulan Mei 2010 mendatang, bertepatan dengan

perayaan hari jadi Kabupaten Tegal ke-409. ‘’Kompas Kabupaten Tegal juga berencana mengundang seluruh penggemar sepeda onthel se-Jawa Tengah ke Slawi. Kita akan memilih momentum peringatan hari jadi Kabupaten Tegal ke-409,” terang Sriyanto. Sriyanto berharap, semangat

kebersamaan yang dirasakan saat menghadiri momentum Bandoeng Laoetan Onthel 2010, dapat terus dirasakan oleh segenap anggota Kompas se-Kabupaten Tegal. Nantinya diharapkan, rencana mendatangkan penggemar sepeda onthel se-Jateng dapat terlaksana dengan baik. “Semoga cita-cita ini terlaksana.” (aan)


CMYK

RABU, 3 FEBUARI 2010

METRO SLAWI RADAR TEGAL

10

Hanya 5 Orang Punya Akses SIAK On Line PEMBERLAKUAN Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) On Line di Kabupaten Tegal, diharapkan mampu memproteksi data kependudukan. Oleh karena itu, sesuai dengan peraturan Mendagri, maka hanya 5 orang saja yang memiliki akses untuk membuka data kependudukan di Kabupaten Tegal. Mereka terdiri dari Bupati Tegal, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal, 2 tenaga ahli pada Disdukcapil, serta 1 orang operator pada Disdukcapil. Pembatasan akses data kependudukan itu, sengaja dilakukan demi menjaga kerahasiaan data penduduk di Kabupaten Tegal. Sehingga nantinya data kependudukan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, serta menghindari adanya penyalahgunaan terhadap data penduduk tersebut. ‘’Penerapan SIAK On Line, rencananya baru akan diberlakukan pada tahun 2011 nanti, bersamaan dengan pemberlakuan E-KTP (KTP Elektronik). Dengan sistem on line, maka data kependudukan akan dihimpun dalam server di Disdukcapil. Untuk menjaga kerahasiaan data orang per orangnya, maka aksesnya hanya terbatas pada 5 orang saja,” terang Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal, HM Masykur Ferdiansah MSi. Pemberlakuan E-KTP nantinya, lanjut Masykur, memiliki banyak kelebihan dibandingkan KTP yang ada sekarang ini.

Pasalnya, dalam E-KTP nanti akan memuat data dari masingmasing pemilik KTP secara keseluruhan. Yakni dari mulai data pribadi hingga pendidikan, nama orang tua, dan lain-lain. ‘’Kalau bentuknya, hampir mirip dengan SIM. Tapi kegunaannya diharapkan lebih. Dan E-KTP itu nantinya bisa digunakan untuk pembuatan paspor dan aplikasi ATM (Anjungan Tunai Mandiri – red). Sehingga cukup dengan E-KTP, bisa terlihat semua data si pemiliknya,” terang HM Masykur. Terkait dengan persiapan yang dilakukan sekarang ini, lanjut Masykur, pihaknya telah berupaya mengirimkan tenaga untuk dilatih menangani E-KTP. Pada kurun waktu tahun 2008 lalu, Disdukcapil bahkan telah mengirimkan 3 orang stafnya untuk belajar pada Dirjen Administrasi Kependudukan (Adminduk) Depdagri di Jakarta. ‘’Pelatihan untuk mengoperasikan server dan membuka finger scan (alat deteksi sidik jari , Red). Peningkatan kualitas tenaga operator di kecamatan juga sudah kami lakukan, yakni dengan mengirimkan mereka untuk belajar ke Dirjen Adminduk juga,” terangnya. Saat ini, lanjut HM Masykur, pihaknya telah memiliki sejumlah peralatan yang dibutuhkan dalam rangka pengoperasian SIAK On Line. Peralatan itu diantaranya server dan komputer. Dijelaskan Masykur, saat ini pihaknya juga telah menerima Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dikeluarkan oleh Depdagri. NIK tersebut masih tersimpan di dalam server. Adapun NIK yang

dikeluarkan saat ini, menurutnya, merupakan NIK yang masih bersifat lokal hanya di Kabupaten Tegal saja. ‘’Untuk NIK nasional, belum kami keluarkan dari server, kami keluarkan nanti pada tahun 2011. Untuk NIK lokal dan nasional, jumlah digitnya sama, 16 angka,” jelas Masykur. Dalam rangka pemberlakuan E-KTP tersebut, diakui Masykur, nantinya akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun demikian, kebutuhan dana tersebut akan ditopang dari dana ABPN. Adapun penerapan sistem SIAK On Line, menurut HM Masykur mendasari pada UU nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Adapun persyaratan yang harus terpenuhi dalam rangka pemberlakukan EKTP, sesuai dengan aturann yang ada tersebut, terdapat 4 prasyarat. Yakni adanya Dinas Kependudukan pada Pemkab yang akan melaksanakan pemberlakuan E-KTP, dilaksanakannya SIAK secara On Line, adanya program penyelenggaraan, serta pembentukan UPT Dinas kependudukan. ‘’Kita jelas akan menerima bantuan dana dari APBN untuk mengoperasikan E-KTP. Tapi, pemberian dana tersebut juga harus memenuhi 4 syarat tadi,” terangnya. Saat ini, SIAK sudah dapat diakses secara bebas melalui website disdukcapiltegal.go.id. Dalam situs tersebut, dapat diperoleh data informasi kependudukan secara global di Kabupaten Tegal. (aan)

Kecamatan Lakukan Pembinaan Rutin BALAPULANG - Pembinaan rutin kepada Suyoto Kepala Desa (Kades) Karangjambu Kecamatan Balapulang, yang diduga telah melakukan tindakan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) 2009, sedang dilaksanakan pihak kecamatan setempat untuk memberikan pemahaman tentang aturan dan fungsi tugas perangkat desa. Meskipun yang bersangkutan yakni Suyoto sudah dua minggu lebih tidak berangkat ke kantor balai desa setempat, lantaran sedang keluar kota. Pembinaan rutin dimaksud, agar perputaran roda pemerintahan desa tetap berjalan secara optimal. Supaya pelayanan masyarakat desa tersebut tidak terganggu dengan permasalahan yang sejauh ini tengah ditangani pihak-pihak terkait. “ Sampai sekarang kami tetap memberikan pembinaan

kepada Kades Karangjambu tersebut,” kata Camat Balapulang Subandrio, kepada Radar Selasa (2/2) kemarin. Menurut Subandrio, proses pembinaan yang dilakukan pihak kecamatan terhadap Kades Karangjambu agak terhambat. Sebab Kades Karangjambu itu sendiri, hingga kini masih belum aktif melaksanakan tugas dan kerja seperti biasanya, karena sedang berada diluar kota. “Dari informasi yang didapat pihak kecamatan, Kades Karangjambu sudah dua minggu lebih berda diluar kota,” ucapnya singkat. Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PAN Helmi Amruloh, menilia pembinaan yang dilakukan pihak Kecamatan Balapulang kepada Kades Karangjambu, harus diteliti

sampai sejauh mana kebernaran dari realisasinya. Sebab, sejauh ini pihak kecamatan terkesan diam dan menutupi permasalahan dugaan penyelewengan ADD Desa Karangjambu Tahun 2010 tersebut. “ Saya masih sangat ragu dengan keseriusan pihak kecamatan dalam menangani bawahannya yang diduga telah melakukan kesalahan. Untuk itu, saya minta Sekda Kabupaten Tegal harus memanggil tegas Camat Balapulang tersebut,” kata Helmi. Masih kata Helmi, kalau pihak kecamatan serius menangani permasalahan dugaan itu secara serius, kemungkinan besar permasalahannya tidak sampai melebar seperti sekarang ini. “Pihak kecamatan kurang serius, sehingga pembinaan itu pun saya kira hanya gurauan belaka,” pungkas Helmi. (k1)

ARIE NUR/RADAR SLAWI

NGONTHEL – Sekda Kabupaten Tegal yang juga Ketua Kompas Kabupaten Tegal, Sriyanto HP (hem panjang warna putih) bersama anggota Kompas sedang Ngonthel bareng dengan penggemar sepeda tua lainnya dari seluruh penjuru Indonesia dan Malaysia, dalam ajang Bandoeng Laoetan Onthel 2010. (Berita selengkapnya hal depan)

Pamong 11 Desa Lowong Camat: Segera Dilakukan Rekruitmen ADIWERNA – Sedikitnya 11 desa dari 21 desa di Kecamatan Adiwerna masih belum lengkap jumlah perangkat desa atau pamongnya. Karenanya, dalam waktu dekat desa-desa tersebut diperintahkan segera melakukan rekruitmen baru. Utamanya, kekosongan jabatan disebabkan pejabat sebelumnya berhalangan tetap seperti meninggal dunia dan habis masa jabatannya. Karena sesuai Perda No. 6 Tahun 2006, usia perangkat desa dibatasi maksimal 60 tahun. Itu pula yang mendasari pelantikan Atmo Priyono sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Adiwerna. Atmo menggantikan posisi Hadi Waluyo yang telah diberhentikan dengan hormat sejak 1 Agustus 2009, berdasar Keputusan Kepala Desa Adiwerna No. 122/02/ VIII/2009.

“Pejabat lama sudah memasuki usia ke-60. Sedangkan pejabat baru, Atmo Priyono sudah mengabdi di pemdes sejak 1996 lalu sesuai Surat Perintah Kepala Desa Adiwerna No. 823/025/1996 tertanggal 26 Februari 1996 sebagai tenaga pembantu administrasi bidang pertanahan,” ungkap Kepala Desa Adiwerna Heru Himawan, Selasa (2/2), saat melantik Atmo Priyono. Camat Adiwerna HM Agus Sunarjo mengakui, pelantikan Atmo Priyono memang tidak didahului proses seleksi. Dasarnya adalah Peraturan Bupati No. 10 Tahun 2007 pasal 38. Kecuali itu, juga mendasari Perda Kabupaten Tegal No. 6 Tahun 2006 tentang Tata cara Pengangkatan dan Pember-

hentian Perangkat Desa Lainnya. Perbup mengamanatkan, jika seseorang sudah mengabdikan dirinya paling singkat 3 tahun sebagai perangkat desa yang belum definitif sebelum perbup dikeluarkan, dia diutamakan untuk didefinitifkan sebagai perangkat desa lainnya. “Tapi, tentunya pengangkatannya pun tetap menggunakan dasar aturan perundang-undangan yang jelas. Antara lain ketentuan pasal 38 tadi, harus mendasari pula persyaratan sebagai mana disebutkan di pasal 9,” tegas Agus. Dijelaskan Agus, persyaratan dimaksud di antaranya pendidikan minimal SLTP sederajat dan usia serendah-

rendahnya 20 tahun. Perbup di atas, terang Agus, ditandatangani Bupati Agus Riyanto 23 Mei 2007 dan diundangkan 24 Mei 2007. “Kalau melihat ketentuan perbup, berarti Atmo Priyanto sudah memenuhinya. Karena dia sudah mengabdi sekitar 13 lebih,” tandas camat lagi. Dilantiknya Atmo Priyono sebagai Kasi Pemerintahan sesuai Keputusan Kepala Desa Adiwerna No. 141/01/I/ 2010, berarti melengkapi SOTK Pemerintahan Desa Adiwerna sesuai Perdes Adiwerna No. 141/02/VII/2007. Pola yang diambil adalah pola minimal dengan 8 pejabat yakni Kepala Desa, Sekretaris Desa, 4 Kepala Seksi, dan 2 Kepala Urusan. (gus)

Tiga Wartawan Dapat Penghargaan dari Kapolwil SLAWI - Lantaran telah membantu tugas Polri dalam menangkap pelaku penipuan dan oknum yang mengaku sebagai anggota Intel dari kepolisian, tiga wartawan media cetak dan elektronik diantaranya Agus Wibowo dari Radar Tegal, Kuncoro Wijayanto wartawan Indosiar, dan Novi dari SCTV, Selasa (2/2) kemarin, oleh Kapolwil Pekalongan Kombes Fathurahman langsung diberikan penghargaan. Sedangkan selain wartawan, beberapa anggota polisi yang berhasil dalam menjalankan tugasnya juga ikut mendapatkan penghargaan yang serupa. Sementara acara pemberian penghargaan terhadap rekan media dan sejumlah anggota kepolisian yang berhasil dalam menjalankan tugas ini, dilakukan dalam acara kunker dan makan siang bersama Kapolwil Pekalongan yang dihadiri pula oleh sejumlah para Kabag, Kasat, unsur TNI dan Muspida Kabupaten Tegal yang ikut hadir dalam acara tersebut. ‘’Piagam tanda penghargaan setinggi-tingginya itu, merupakan atas prestasi teman-teman wartawan yang telah membantu tugas Polri dalam menangkap pelaku penipuan, dan mengaku sebagai anggota polisi yang terjadi pada 23 Oktober 2009 di Desa Larangan Kecamatan Kramat.

Dan semoga penghargaan ini juga bisa menjadi dorongan dan motivasi untuk meningkatkan kerjasama dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat,’’ terang Kapolwil Pekalongan Fathurohman, saat memberikan piagam penghargaan. Sementara Kapolres Tegal

AKBP Wahyu Handoyo SE juga menambahkan, bahwa inilah kondisi lingkungan di jajarannya yang selalu kompak, dan bersahabat dengan siapapun. ‘’Pers, ataupun masyarakat adalah mitra kami. Kedekatan kami dengan masyarakat maupun elemen

lainnya juga sudah bersinergi. Sehingga, ketika ada tindak kejahatan yang ada, lingkungan masyarakat sekitar mau membantu tugas polisi. Ya, inilah hasil binaan kami dan Kamtibmas yang berjalan dengan baik,’’ paparnya. (gus) AGUSWIBOWO/RADAR SLAWI

DILANTIK – Atmo Priyono (kedua dari kiri) akhirnya diangkat sebagai Kasi Pemerintahan Desa Adiwerna menggantikan Hadi Waluyo.

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

UCAPAN SELAMAT - Wartawan yang yang mendapatkan piagam penghargaan mendapat ucapan selamat dari Kapolwil Pekalongan dan Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo.


Radar Tegal 3 Febuari 2010