Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

JUMAT, 30 APRIL 2010

”Kami Bukan Ayam, Kami Hanya Anak Pantai” Pengakuan Para Pemeran Gigolo di Film Cowboys in Paradise

INDEKS Pengawasan Perusahaan Lemah HAL. METROPOLIS

Warga Desak Pilkades Ulang HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Angka Pengangguran Meningkat HAL. PEMALANG

Rela ke Luar Kota Demi PTN Pilihan HAL. XPRESI

CATATAN Problem Baru Setelah (Nanti) Bebas Byar-Pet CATATAN: DAHLAN ISKAN DIRUT PLN APA yang akan terjadi kalau seluruh Indonesia benar-benar bebas pemadaman bergilir (bebas byar-pet) tanggal 30 Juni 2010 nanti? Ternyata sangat berbahaya. Terutama bagi PLN. Kesimpulan ini saya peroleh dari pengalaman beberapa wilayah yang sudah mulai bebas pemadaman bergilir sejak satu setengah bulan yang lalu. Misalnya: Medan, Bali dan Makassar. Sekarang ini operasi memerangi pemadaman bergilir memang sudah berhasil di lebih 15 wilayah. Sisanya akan terus digencarkan sampai tuntas ke seluruh Indonesia tanggal 30 Juni 2010 akan datang. Memang banyak yang tidak percaya bahwa usaha membebaskan Indonesia dari byar-pet yang begitu parah bisa dilakukan tanggal 30 Juni 2010. Tapi kami sudah menjanjikannya kepada Komisi VII dan Komisi VI DPR berkalikali. Yakni bahwa sebelum tanggal 30 Juni 2010, ke hal 19 kol 4

SEMOK

Marini Zumarnis Ngebet Tambah Anak ANAK bikin artis Marini Zumarnis jadi lebih semangat hidup. Ingin terus bermanfaat, Marina ngebet menambah momongan. “Ternyata punya anak itu nikmat banget ya, kita bisa lebih banyak bersyukur sama Allah. Saya mau nambah anak lagi nih,” kata Marini saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Tapi artis yang namanya melejit di sinetron Bidadari tak ngoyo memprogram tambah anak. “Kalau saya sih orangnya jalan apa adanya aja, yang penting kita tetep melakukan segala sesuatu sesuai yang ada dalam diri kita.” (FJR)

MIFTAHUDDIN/RADAR BALI

DIJEMPUT PETUGAS - Dari kiri ke kanan, Fendi, Argo (kaos Billabong) dan Arnold (kaos putih), tiga orang yang ada di triller film Cowboys in Paradise saat dijemput petugas Reskrim Polda Bali dari kantor Satgas Pantai Kuta, Bali untuk dimintai keterangan kemarin.

FILM Cowboys in Paradise menghebohkan dunia pariwisata Bali. Kebanyakan mengecam keras film yang seolaholah mempromosikan para gigolo di Pantai Kuta itu. “Para bintang”-nya pun bermaksud menggugat si pembuat film pendek tersebut. Heboh itu terjadi begitu film Cowboys in Paradise tersebut muncul di YouTube dan bisa diunduh para pengguna internet di seluruh dunia. Tak pelak, dalam sekejap, film berdurasi 2 menit 33 detik itu langsung ramai jadi gunjingan dan pemberitaan media massa. Para pejabat terkait, tak terkecuali Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, seperti kebakaran jenggot ketika menyikapi beredarnya film bikinan Amit Virmani, pelancong asal Singapura, itu. Polisi pun siap mengusut kasus tersebut dan akan memidanakan orangorang yang terlibat di dalamnya. Pembuatan film itu dinilai melanggar aturan karena tidak mengantongi izin dari instansi terkait di Bali. Selain itu, pembuatnya juga dianggap telah menyalahi ke hal 19 kol 4

Belum Ada Kejutan Baru KPK Periksa Boediono di Wisma Negara JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpaksa harus memeriksa Wapres Boediono di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan. Empat penyelidik KPK yang sudah datang ke Istana Wapres, menyusul Boediono ke lantai 4 gedung yang terletak di sisi barat Kompleks Istana Kepresidenan tersebut. Boediono menjalani pemeriksaan mulai pukul 14.30 hingga 19.45 WIB, diselingi istirahat salat dan makan. Boediono diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan

Gubernur Bank Indonesia (BI) saat bailout Bank Century pada akhir 2008 lalu. Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat mengatakan, para penyelidik KPK telah memberikan sejumlah pertanyaan kepada Boediono secara komprehensif. “Sejauh ini Bapak Boediono mengatakan semua berjalan baik. KPK sangat profesional, dan well inform dengan persoalan. Itu sebabnya diskusi berlangsung cukup intens, bukan bertanya ke hal-hal yang mendasar, tapi langsung menukik ke inti persoalan,” kata Yopie usai pemeriksaan. Yopie mengatakan, sejauh ini belum ada kejutan baru yang diinformasikan kepada

DEMO

ke hal 19 kol 1

RAKA DENNY/JAWAPO

Sejumlah pengunjuk rasa membawa poster ketika menggelar aksi demo mengenai kasus Bank century di depan Istana wapres, Jakarta, Kamis (29/4).

Menlu Thailand Tolak Bantuan RI Redam May Day, Pemerintah Kumpulkan Tokoh Buruh

JAKARTA - Rencana pemerintah memberikan bantuan kepada pemerintah Thailand untuk mengatasi krisis politik di dalam negara itu ternyata bertepuk sebelah tangan. Menteri Luar Negeri Thailand, Kasit Piromya secara halus telah menolak tawaran bantuan pemerintah itu. Kasit mengatakan negaranya belum memerlukan intervensi internasional untuk menyelesaikan masalah dalam negeri. “Sampai saat ini pemerintah masih berkonsentrasi menyelesaikan problem internal ini,” ujar Kasit berbicara di Jakarta kemarin (30/4). Kasit melakukan pertemuan tertutup empat mata dengan Menlu RI Marty Natalegawa. Kasit mengatakan kedatangannya ke Jakarta adalah untuk memberikan

ke hal 19 kol 1

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

TOLAK BANTUAN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand Kasit Piromya, dan rombongan, Kamis (29/4) di Kantor Kepresidenan di Istana Negara di Jakarta.

JAKARTA - Isu demo besarbesaran pada peringatan hari buruh sedunia 1 Mei besok mulai diredam oleh pemerintah. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kemarin (29/4) mengundang para tokoh buruh untuk meredam aksi berlebihan pada peringatan May Day tersebut. Pertemuan tertutup yang dilabeli kemitraan tripartit itu diikuti perwakilan pengusaha dan serikat pekerj. Antara lain, Serikat Pekerja Nasional, KS BSI, KASBI, KSPSI, PPMI, KSPI dan sejumlah organisasi

lain. Dialog kemitraan itu juga diikuti para pejabat di lingkungan Kepolisian RI, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Negara BUMN. “Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang terus akan dilakukan regular tiga bulan sekali,” ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar ketika ditemui usai menghadiri pertemuan itu. Muhaimin mengatakan, pertemuan ini terutama digelar untuk memecah kebuntuan komke hal 19 kol 1

Nok Slentik Belum Ada Kejutan Baru * KPK dadi ora katon galak? Pemerintah Kumpulkan Tokoh Buruh * Pan dipiul?

CMYK


WACANA

2

JUMAT 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

Siswa Pintar Gagal Unas Simbol Negara Oleh: Muh. Abduh NGELES yang keliru rupanya meluncur dari duo juru bicara kepresidenan, anggota parpol koalisi dan bahkan pimpinan KPK. Ini terkait dengan pemeriksanaan Boediono yang dilakukan KPK di kantor Wapres. Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan salah satu pertimbangan pihaknya tidak memeriksa Boediono di gedung KPK adalah karena ia adalah simbol negara. “Pokoknya kita junjung tinggi karena Pak Wapres adalah simbol negara dan kita menghormati,” kata Jasin saat itu. Pernyataan ngeles yang tak berdasar itu akhirnya menimbulkan pertanyaan, sejak kapan sosok wapres menjadi simbol negara? Apalagi istilah tersebut dikaitkan dengan institusi. Dalam BAB XV UUD 1945, di mana pasal 35 sampai 36B menyebutkan, bendera negara Indonesia ialah Sang Merah Putih, bahasa negara ialah Bahasa Indonesia, lambang negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan lagu kebangsaan ialah Indonesia Raya. Simbol negara ini diatur lebih khusus dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaaan. Pasal 2 UU itu juga menyebutkan, pengaturan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sebagai ‘simbol’ identitas wujud eksistensi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan berdasarkan asas persatuan; kedaulatan; kehormatan; kebangsaan; kebhinnekatunggalikaan; ketertiban; kepastian hukum; keseimbangan; keserasian; dan keselarasan. “Saiki berarti simbol negara ditambah Wapres dan Menteri Keuangan?” tanya Dalipan. Panjul bengong. Tak paham apa yang dibicarakan Dalipan. Apa maning Panjul, Jasin yang menjadi Wakil Ketua KPK mungkin saja keder soal simbol negara. Panjul sih maklum, ora mambu bangku kuliah. “Mulane sih ora pada lulus ujian? Wong ditakoni, sebutkan simbol-simbol negara Indonesia, jawabe sapenake bonyok. Saiki malah ana sing ngajari, Wapres simbol negara. Pimen dongen?” Wapres bukanlah simbol negara. Sebagaimana pasal 4 ayat (2) UUD 1945, wapres adalah pembantu presiden. Sementara presiden adalah sang pemegang kekuasaan pemerintahan itu (ayat 1). “Ngeles ya ngeles, tapi ya nggolet ngeles sing tepat! Nggawe istilah aja nyimpang karo perundang-undangam. Ngger sekepenake wudel, cah sing ora lulus ujian nasional be bisa!” Agaknya KPK harus bisa menjelaskan dengan alasan hukum yang tepat mengapa Boediono dan Sri Mulyani diperiksa di kantor masing-masing. Padahal biasanya, mereka yang akan diperiksalah, yang mendatangi kantor KPK. Wajar akhirnya timbul tanda tanya. “Ana apa dongen? Bisane KPK kayong mlempeng?” Bukankah KPK didirikan sebagai lembaga superbody dengan wewenang yang sangat khusus dalam memberantas korupsi? Di dalam upaya penegakan hukum seharusnya KPK memperlakukan sama semua orang yang menjalani proses hukum. “Ngger mlempeng, apa bedane karo institusi peradilan lainnya, kalau standar kerjane menurun?” KPK seharusnya tidak perlu khawatir pemeriksaan dilakukan di gedung KPK seperti yang selama ini berlangsung. Toh, status dua petinggi tersebut masih sebatas saksi. Di sisi lain, Boediono dan Sri Mulyani juga harus menunjukkan sikap negarawan dengan bersedia datang ke KPK untuk menghormati supremasi hukum. Setelah diperiksa pun, seharusnya mereka keluar lewat pintu depan, sehingga bisa disaksikan publik, tidak lewat pintu khusus yang sering memunculkan kecurigaan. Dengan cara yang transparan itu, kepercayaan masyarakat luas atas proses hukum yang dilakukan akan terbangun. “Kayong pan pada dagelan tok ya Wa?” ujar Panjul yang agaknya sudah nyambung dengan apa yang dibicarakan Dalipan. Proses hukum yang tak transparan akan menjadi persoalan besar bagi pemerintahan SBY-Boediono. Itu seperti duri dalam daging. Kita tentu tak ingin pemerintah kehilangan konsentrasi hanya karena masalah tersebut berlarut-larut. KPK sebagai penyidik harus bersikap transparan. Begitu juga, eksekutif, legislatif, serta publik harus bersedia menerima apa pun putusan penyidikan itu. “Ngger KPK diragukan, terus pan percaya karo sapa maning? Okelah, masalah tempat tak dipersoalkan. Mudah-mudahan subtansine tetap kena!” (*)

Oleh: Muhibuddin FENOMENA mengejutkan muncul dari hasil ujian nasional (unas) tahun ini. Prasetyo, siswa SMAN 68, Salemba, Jakarta Pusat, harus meratapi nasibnya. Meski nilai matematika menembus 9,75, dia dinyatakan gagal unas. Itu terjadi karena nilai salah satu mata pelajaran di bawah standar minimal kelulusan. Kini siswa jurusan IPA yang di sekolahnya dikenal cerdas itu harus menjalani unas ulang. Bisa jadi, masih seabrek peserta unas yang nasibnya bertolak belakang dengan kondisi keseharian di sekolah. Mereka sejatinya punya kepintaran akademik, namun hasil unas yang didapat justru tak menggembirakan alias jeblok. Dalam hati, mereka pasti berontak. Tapi, apa daya. Hasil unas memang begitu adanya. Tak urung, mereka hanya bisa pasrah menjadi korban keganasan unas. Di sisi lain, hasil unas kerap pula menorehkan fenomena aneh yang tak kalah mengejutkan. Yakni, siswa yang kesehariannya tergolong ndablek dan tidak pernah punya prestasi akademik, di luar dugaan, malah lulus unas dengan nilai sangat cemerlang. Bahkan, nilai unas yang mereka peroleh justru mengungguli nilai rekanrekannya yang selama ini berprestasi di sekolahnya.

Pertanyaannya, mengapa hasil ujian berskala nasional begitu mudah memunculkan bias berupa kejutan-kejutan yang bertolak belakang dengan kondisi akademik siswa seharihari? Yang jelas, jawabnya tidak cukup sekadar dikaitkan dengan faktor keberuntungan. Pertanyaan itu baru terjawab kalau sudah dilakukan kajian mendalam lewat sebuah penelitian. Meski begitu, sebagai pemikiran awal, membiasnya hasil unas bisa dianalisis dari beragam kemungkinan. Pertama, bias hasil unas sangat mungkin terkait variabel alat uji yang berupa soal-soal ujian. Dalam penilaian pendidikan, sebuah alat uji disyaratkan punya reliabilitas dan validitas. Dengan demikian, hasil ujian akan menggambarkan kompetensi belajar siswa secara akurat apabila soal-soal yang diujikan memang punya keterandalan dan kesahihan. Nah, dalam konteks unas, ternyata ada siswa pintar tapi tidak lulus. Sebaliknya, siswa ndablek malah meraih sukses. Itu berarti reliabilitas dan validitas soal unas sangat layak dipertanyakan. Seharusnya, jika soal-soal ujian memang valid dan reliabel, kecil sekali kemungkinannya hasil unas memantulkan bias-bias mengagetkan semacam itu.

Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan, Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

praktik-praktik ketidakjujuran masih terus dipelihara dalam pelaksanaan unas. Ketiga, membiasnya hasil unas mungkin juga berkaitan dengan beban psikologis siswa saat menjalani ujian. Bayangbayang ketidaklulusan, diakui atau tidak, menimbulkan beban mental tersendiri di kalangan siswa. Beban psikologis itu dipastikan bertambah berat karena sistem pengawasan unas dikemas begitu menyeramkan. Bisa dibayangkan, bagaimana perasaan siswa ketika memasuki ruang ujian hanya dibolehkan membawa seperangkat alat tulis. Belum lagi kalau di pintu masuk ruang ujian harus digeledah untuk memastikan membawa alat komunikasi atau tidak. Itu belum cukup. Di dalam ruang siswa masih dipelototi dua orang pengawas dari sekolah lain. Di luar itu, masih ada pengawas independen dari perguruan tinggi dan aparat kepolisian yang berseliweran di lokasi sekolah. Bahkan, saat mengerjakan soal ujian, konsentrasi siswa terkadang terusik. Ini terjadi karena secara tiba-tiba ada inspeksi mendadak (sidak) dari para pejabat yang memantau jalannya unas. Padahal, dalam suasana psikologis seperti itu, siswa dituntut untuk mengerjakan soal-soal

ujian dalam durasi waktu yang sudah dipatok dengan harga mati. Di tengah kondisi mental yang tertekan, dipastikan siswa tidak akan mampu mengerahkan segala potensinya secara maksimal dalam menjawab soal-soal ujian. Karena itu, kalau kemudian hasil unas ternyata jeblok, biang pemicunya sangat mungkin akibat beban psikologis itu. UNAS ENJOY Kini yang perlu dipikirkan para pembuat kebijakan, bagaimana mengemas unas yang hasilnya tidak memunculkan banyak bias. Jika problem utamanya ditemukan, misalnya karena faktor alat uji, sudah selayaknya reliabilitas dan validitas soal-soal unas ditinjau ulang. Dengan demikian, nanti soal unas benar-benar punya keterandalan dan kesahihan dalam mengukur standar kompetensi belajar siswa. Kalau akar persoalan membiasnya hasil unas disebabkan faktor merebaknya kecurangan, penyelesaiannya tidak ada pilihan lain kecuali memperketat pengawasan unas dari berbagai lini. Hanya, ikhtiar memperketat pengawasan unas itu jangan sampai menimbulkan efek psikologis berlebihan. Sebab, buntutnya justru membuat suasana unas bertambah menyeramkan. (*) Penulis, pendidik, tinggal di Tulungagung, Jawa Timur

Ora Usah Mikir Duwit PAK wali, beasiswa SMP dtmbh’i maning n kabeh, SMP dtambah’i fasilitaz sing apik maning. kare ben bocah sekolah seneng kabeh dadi’e ra usah mikiri duwit bayar sekolah ,coz kakang”e q sekolahe wezt pada metu coz laka duwit’e kanggo bayar scholl. thank’s very much ? 081902793xxx

Ja Sokan Parkir Sembarangan PAK, ngomong maring sopir truk .ja sokan parkir sembarangan ing ngarep’e smp 3. neng bisa digawe jembatan sebrangan kaya sing nang pasifik. setiap bocah pan balik scholl pasti ng ngarep’e smp 3 macet. pak polisi dikon ngawasi dalan esuk karo awan, ng bch blk scholl. wezt trim? 081902793xxx

Bisane Kudu Helm SNI? “AKU pan ngresula” pak polisi, q njaluk tulung, bisane wong numpak motor kudu anggo helm SNI, sing penting’kan denggo aman, ari kokon anggo helm SNI ya sing numpak motor d’yein helm kaya ning jakarta, dudu malah d’tilang/d’jaluki duwit!! 085842356xxx

Dadi Tempat Mesum SIRKUIT widuri ning bengi, dadi tempat mesum terbuka, pating tletek, njijeni nemen, tlg pak polisi ditertibna, terutama mlm minggu 087830564xxx

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal

Kedua, belum sterilnya pelaksanaan unas dari aroma ketidakjujuran bukan mustahil ikut menjadi pemantik membiasnya hasil unas. Memang, ikhtiar Mendiknas M. Nuh dalam memproteksi menjalarnya virus kecurangan tahun ini pantas diapresiasi. Namun, faktanya, unas masih saja kebobolan. Berbagai modus kecurangan diwartakan media masih meledak di sejumlah satuan pendidikan penyelenggara unas. Maraknya kecurangan itu jelas mengacak-acak kemurnian unas. Katakanlah, isu kebocoran soal maupun beredarnya kunci jawaban lewat short message service (SMS) benar adanya. Di sekolah-sekolah yang kecurangannya tidak terdeteksi, hal itu sangat menguntungkan siswa peserta unas yang sejak awal memang menunggu kehadiran ‘’dewa penyelamat’’. Karena itu, tidak usah kaget kalau kemudian unas menjadi bias. Jangan heran pula jika hasil unas akhirnya justru mencuatkan fenomena-fenomena mengejutkan. Itu semua merupakan konsekuensi logis dari sebuah perhelatan ujian yang ‘’menoleransi’’ adanya kecurangan. Dengan kata lain, hasil unas bakal sulit menggambarkan kompetensi belajar siswa secara objektif apabila

Kota Non Miras AKU njaluk tlung, sing do2l botol miraz dkn mandeg do2l’e .ng bz pak polisi nyita kbh botol miraz .cz wezt na korbn gr2 miraz kwe. ng ra pak polisi grebek bareng2 kr wrga .q png!n kota tegal dadi kota non miraz n alkohol, za dadi kota sing arak2an ra gnah ??? Miraz memang nggawe uwong dadi sengsara n setan !!! 081902793xxx

Wis Pada Plat Ireng MOTOR Bravo ifentaris PLKB ng Kab.2 liyane wis pada plat ireng alias di Dem, koh Kab.TEGAL aban2 bae ora, primen dong2e apa sg ora ktinggalan Kab.TEGAL karo Kab2 liyane ndelen.. 081902534xxx

Aja Mung Janjine Tok! ENDI janjine jare pan nyediakna Ambulance gratis go wong cilik, tapi sampe saiki ana mung 1tok, jare pan nyediakna gn 3 kecamatan?. Tolong go anggota DPR sing pernah janji ya? 081542326xxx

Satu Pos Cukup PA kapolres yth, sbgai wrga kmi ingn usul agr pos plsi yg da di pntu msk trminal bis kta tgl yg jmlh’y da 3 (tiga)

GRAFIS:DWI NANDA P

agr di bngkar sja. Kmi usul agr ckup 1(satu) saja krna knyataan’y yg sRng di gnakan hnya 1. Dngn 1 pos plsi dirasa ckup dan stidak’y akn mengurngI dosa opnum plsi yg sRing main’ “kongkalikong”. Nsya alLah k kmuhan pmNdngan pnTu msk trminal bis tgal d bgian sblh brat akn lbh raPi. Trima ksh n mhoN ma’af sbgai pelajar kmh hnya bisa membri “kritik konstruktif”. 081803953xxx

Dalamne Ngecembong AKU ta NgENes yEn kas udan gEdE Liwat NiNgArEpe kECaMAtan sLAwi, Masa iya dALaNe NgEcEMbONg bANyU kEbEk nmn,NgANti kENa NgGO NgiNgU iwAk.kUe dALaN Apa kALi?!! 081542135xxx

Tarif Parkire Pira? NUWUNSEWU pak pejabat...Jane tarif motor parkir menurut UU kue pira donge? neng RSUD slawi tarif parkir mtr tulisane 1000 njaluke 1500 ora kira2 nemen!?ndegene ijin rep metu sedelat ngomnge ta nko ra mbyr jebule barang parkir ditariki maning!pmen kueh jengkel belih? 085642793xxx

Wis Ora Sanggup? KEPADA yth jajaran POLSEK KERSANA,kayane sering bolak balik ngerazia toko miras IIN ning sebelah stasiun Kersana tapi sampe saiki esih exis ngedoli miras,angger POLISI wis ora sanggup,jaluk tulung FPI bae oh..Soale miras jelas ngrusak moral masyarakat.Suwun,bravo RADAR TEGAL.

081542214xxx

Rekasa Ora Olih Duit TULUNG pak walikota wong sing dagang nang taman poci karo alun alun aja ditertibna . Melas soale go makani anak bojo. Angger ora rekasa ora olih duit , Aja klalen pak walikota sing milih rakyat. Dadine kudu mbela rakyat khususe PKL. matur nuwun pak mudah mudahan ngarti deritane wong cilik. 085870117xxx

Diaspal Sing Apik PAK Lurah Adiwerna, sapisan maning nyuwun tulung dalan sing tasiun sepur ngulon anjog umahe h. Suripto diaspal sing apik eben wargane seneng wong ndisit ya pada nyoblose sampean waktu pilkades, aja klalen karo wargane makasih 081575687xxx

Pengembalian Selalu Kurang ASS, mohon manajemen TELKOM slawi untuk bisa menata personilnya tentang pembayaran rekening telp karena tiap pengembalian pembayaran selalu kurang, contohnya kemarin saya bayar telp 171.400 tapi dibulatkan jadi 172.000 dan ini selalu terulang setiap bulan dengan alasan tidak ada uang receh, bayangkan misal ada 100 orang berapa yang didapat petugas tersebut, ini merugikan pelangan, terima kasih 085747511xxx

Peron Mas, Peron Mba PERON, Mas..! Peron, Mba..! Ge-

miyen tah mlebu neng Stasiun ora mbayar yah, bisane saiki ana mbayar keding. Pertama tah mending mung 500 perak tp latane naik dadi 1000. Eh..., wingi nyong ngater bojo ora meneha saiki PERONe 2500. Edan belih.., sing nyong heran tulisan asline neng kertase esih 500 perak. 08112607xxx

Sertifikat Tanah Ora Dadi-Dadi S E RT I F I K AT TA N A H . B i s a n e gawe sertifikat tanah gedung sd Dukuhdamu 01 kec.lebaksiu.wis lawas nemen ora dadi2 donge keprimen sih apa ora pd wedi karo Kpk? tulung len barang ana ongkose ya ra pa2.trims 081542395xxx

Loken Laka Parkiran? PA Hery loken pasar trayeman laka parkiran? Bongkar muat barang pimen ? gagian di bangun dadine tata ! 081390416xxx

PENGIRIM NGRESULA YANG BERUNTUNG : 1. 2. 3.

087830284771 085842356204 085290430395

Anda mendapatkan Hadiah masing-masing 1 dus Susu Bubuk Kedelai AFIS, hadiah dapat diambil di Harian Pagi Radar Tegal dengan melampirkan fotokopi KTP dan menunjukan no HP anda.

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan satu dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


CMYK

JUMAT, 30 APRIL 2010

METROPOLIS RADAR TEGAL

TARI ENDEL Siswa SMK Farmasi Al Ikhlas menunjukan kepiawaiannya dalam menari tradisional pada acara peresmian sekolah, Kamis (29/4).

Tiga Pegawai BKK Diperiksa Diduga Tilep Dana Rp 3,8 Miliar

ADI MULYADI/RATEG

Perjalanan Panjang Berdirinya SMK Al Ikhlas

HABIS GELAP Terbitlah Terang NASIB seseorang tidak akan berubah kecuali dia sendiri yang merubahnya. Mungking ungkapan ini sangat tepat dilontarkan pasa SMK Al Ikhlas yang baru diresmikan keberadaannya, Kamis (29/4). Sebeb berdirinya sekolah yang terletak di Jl Arum No 29 Randugunting Tegal Selatan itu, tidak semudah membalikan telapak ta-

ngan. Berbagai cerita mengiringi perjalanan lembaga pendidikan tersebut. Namun berkat kegigihan para pendiri dan yang lainnya. Akhirnya sekolah yang awalnya dipandang sebelah mata itu bisa bersuara dilingkup dunia pendidikan Metropolis. Sejauh apakah perjalanannya?

Peredaran Miras Makin Dipersempit Giliran Sektor Barat Dirazia

HERMAS PURWADI/RATEG

BAHAN OPLOSAN - Dua botol bezotan yang sempat ditemukan dalam razia miras, kemarin.

LANGKAH mempersempit ruang gerak penjualan minuman keras (miras) tanpa izin terus dilakukan jajaran Polresta. Usai memerintahksn jajaran sektor timur, razia serupa dilakukan jajaran sektor barat dengan mengendus bidikan utama peredaran miras tanpa izin di lorong-lorong kampung. Razia yang dilakukan pagi hingga siang kemarin, juga ke hal 9 kol 5

Stok Karung dan Matras Tipis STOK karung dan mastras untuk penanganan banjir di Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal menipis. Dari 25 ribu kantong karung yang tersedia, kini hanya tinggal sekitar 500 kantong. Sedangkan untuk matras hanya tersisa 100 unit dari persediaan 1200 unit. ‘’Paling banyak di distribusikan ke Kabupaten Brebes, disana sudah beberapa kali mengalami banjir,’’ ungkap

Kepala BPSDA Pemali Comal Ir Noviyanto Sp1 melalui Kasi Pengendalian dan Pendayagunaan Pangestu Yudhowono ST. Jumlah ini disediakan untuk wilayah se eks Karesidenan Pekalongan. Seperti diketahui, banjir besar sempat melanda wilayah Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu. Selain jebolnya tanggul sungai, limpasan atau luapan air akibat sedimentasi juga menjadi penyebab utama. ‘’Namun hal ini juga diaki-

batkan faktor cuaca ekstrim, dengan curah hujan yang tinggi kemarin,’’ tambahnya. Sementara dari 39 sungai yang ada sekitar 26 sungai dalam kondisi kritis. Untuk kondisi di Kota Tegal sendiri, lanjut Pangestu, masih aman. Hanya satu titik di Sungai Ketiwon yang bermasalah namun akan segera di tangani oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). ke hal 9 kol 5

Dari Dekat dengan Aktivitas PAUD Nakula Kota Tegal

Meski Baju Kedodoran, Siswa Tetap Semangat ADA pemandangan unik setiap Rabu dan Kamis sore di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Tegal. Dua ruangan kelas disulap menjadi ajang berkumpulnya puluhan anak-anak usia dini yang tergabung dalam PAUD Nakula. Apa saja aktivitas selama dua jam yang dilakukan anakanak tersebut ? ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

LAPORAN : R GUNAWAN DENGAN celana dan baju kedodoran, Laras (2), salah seorang siswi PAUD Nakula tampak asik bermain ayunan. Puluhan siswa lainnya tidak

CMYK

CERIA- Siswa-siswi PAUD Nakula Kota Tegal terlihat ceria mengikuti kegiatan di luar ruangan.

kalah asiknya mnikmati perosotan dan permainan lain yang ada. Dari kejauhan, terdengan suara guru pembimbing agar

anak-anak segera masuk ke dalam ruang kelas. Di dalam kelas, meski guru sedang menjelaskan beberapa materi, anakke hal 9 kol 5

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Ikhlash Kota Tegal, Mudjijono Djojo Harsono, menceritakan, perjalanan berdirinya SMK Al Ikhlas merupakan sebuah perjalanan panjang. “Pendiri sekolah adalah saya sendiri, Drs H M Nursoleh M MPd dan Drs H Karta Apt,” katanya. Kisah ini telah berlangsung ke hal 9 kol 1

3

TIGA Pegawai Badan Kredit Kecamatan (BKK) Tegal Selatan diduga melakukan penggelapan dana Sebesar Rp 3,8 milyar. Saat ini kasusnya ditangani Inpektorat dan laporannya sedang dalam masa koreksi. Inspektur Kota Tegal, Budiyanto SH, Kamis (29/4), mengatakan, pemeriksaan kasus tersebut sudah selesai. Dan sekarang sedang membuat laporannya. “Laporan masih dalam tahap pengkoreksian. Saya menerima laporan kasus ini langsung dari Direktur BKK yang sekarang di merger dan menjadi Badan Usaha Milik daerah (BUMD), Sunardi,” katanya. Menurutnya, proses pemeriksaan yang dilakukan memakan waktu satu minggu. Modus penggelapan dilakukan sejak tahun 2006 lalu. Dengan cara membobol dana nasabah dan mengajukan kredit fiktif. “Sejak saya menerima laporan tim langsuk melakukan pemeriksaan secara intensif.

Yakni dengan memanggil beberapa pihak terkait guna dimintai keterangan. Mengenai sanksi saya belum bisa mengatakan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada oknum. Sebab, laporan masih dalam proses koreksi dan belum disampaikan ke Walikota,” terang Budi. Sementara Direktur BKK Merger, Sunardi, membenarkan adanya dugaan tersebut. Bahkan dia sudah melaporkannya ke pihak yang berwajib pada Jumat (16/4) lalu. “Diduga Pelakunya adalah Pegawai BKK Tegal Selatan bagian Kasir dan Kasi Kredit. Yakni Jbd, Pnc, dan U. Penyelewengan dana ini dilakukan mereka sejak BKK belum di merger. Yaitu dengan kredit fiktif sebanyak 200 orang,” ujarnya saat dikonfirmasi dikediamannya d i d e b o n g Te n g a h Te g a l Selatan. Dijelaskan, kasus ini terkuak pada 2009 lalu saat terjadi merger antar empat BKK. Di antaranya BKK Teg a l b a r a t , Te g a l S e l a t a n , Margadana, dan Tegal Timur. Dana yang diselewengkan kurang lebihnya mencapai Rp 3,8 miliar. (adi)


PEMALANG

4

JUMAT 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

NGENDONG Peran yang Besar WAKIL Bupati (Wabup) Pemalang H Junaedi SH MM mengungkapkan, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Pemalang selama ini telah memainkan peran yang sangat besar di masyarakat. Hal ini dia ungkapkan saat memberikan sambutannya dalam pengajian rutin tiga bulanan yang digelar IPHI Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, di Masjid Al DOK/RADAR PEMALANG Barokah Bodeh baru-baru ini. Junaedi Bukan hanya menjaga kebersamaan antaranggota dan pengurusnya, lanjut dia, tapi melainkan juga dalam membina dan memberikan pemahaman akan nilai-nilai keislaman. Junaedi mencontohkan, di Kecamatan Pulosari banyak warga yang sering menanyakan hal-hal terkait agama kepada mereka yang telah bergelar haji. Dari hal-hal kecil yang menyangkut kehidupan seharihari, hingga permasalahan hukum yang agak njlimet (rumit, Red). Namun, dikatakannya, karena yang bersangkutan pengetahuannya luas maka permasalahan demi permasalahan yang kerap didapatkan bisa terselesaikan. Junaedi menambahkan, gelar haji dan hajjah secara tidak langsung mengartikan yang bersangkutan mengemban tugas memberikan pemahaman kepada umat. ’’Banyak warga yang bertanya tentang keislaman yang tidak diketahui, yakni dengan datang ke bapak haji atau ibu hajjah seperti di Pulosari,” ungkapnya. (cw2)

POLRI Tiga Kapolsek Jalani Mutasi PEMALANG - Tiga perwira Polisi yang menjabat sebagai kapolsek di jajaran Polres Pemalang menjalani mutasi. Serah terima jabatan (sertijab) dilakukan di Mapolres Pemalang Rabu (28/4). Ketiganya hanya bertukar tempat tugas dan masih berada di wilayah Polres Pemalang. Serah terima dilakukan di hadapan Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK ditandai dengan penandatanganan BAP. Kapolsek yang menjalani mutasi ini adalah Kapolsek Taman AKP Utomo SH, yang dimutasi untuk menduduki jabatan sebagai kapolsek Randudongkal. Selain itu, Kapolsek Randudongkal AKP I Wayan Sutarjana menjabat sebagai kapolsek Belik. Sedangkan Kapolsek Belik AKP I Ketut Mara menduduki jabatan sebagai kapolsek Taman. Mutasi perwira di jajaran Polres Pemalang pada tahun 2010 adalah kali kedua. Sebelumnya, sejumlah kapolsek menjalani mutasi dan sejumlah perwira mengalami promosi menduduki jabatan kapolsek dan perwira lainnya menjalani mutasi biasa. Mutasi tersebut dialami kapolsek Petarukan yang menjabat sebagai kapolsek Ampelgading, KBO Satlantas menjabat sebagai kapolsek Petarukan, KBO Reskrim menjabat kapolsek Pulosari, disusul mutasi lagi yakni KBO Reskrim II menjabat sebagai KBO Satlantas. (ali)

PKK

SUMITRO/RADAR PEMALANG

TUNJUKKAN KARTU – Sambil menunjukkan kartu pungutan pembangunan Balaidesa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, warga mendesak agar Perdes segera dicabut.

Warga Desa Mojo Desak Perdes Dicabut PEMALANG – Puluhan warga Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, kembali mengadakan pertemuan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Lintas Pelaku Pemberdayaan Masyarakat (LSM FLPPM) Pemalang Kamis (29/4). Dalam pertemuan yang juga tindaklanjut dari penolakan warga akan pungutan pembangunan Balaidesa Mojo, warga menuntut agar Peraturan Perdesaan (Perdes) No. 07 Tahun 2009 segera dicabut, karena dirasakan sangat membebani mereka. ’’Ada ibu-ibu janda yang tidak bisa apa-apa dipungut Rp 100 ribu. Padahal, untuk makan sehari-hari saja mengharapkan belas kasih dari para tetangganya,” ungkap Sunaryo, warga RT 04 RW 02 yang diamini rekan-rekannya. Dikatakannya, warga selama

Aksi Makelar Proposal Marak Kades Dihimbau Waspadai

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

WIDYA WISATA - Widya Wisata PKK saat di Pendopo Kabupaten Pemalang.

PKK Jateng Belajar di Pemalang PEMALANG - Kader PKK Provinsi Jawa Tengah melaksankan kegiatan widya wisata di Kabupaten Pemalang. Mereka menimba ilmu ke PKK Kabupaten Pemalang karena memiliki prestasi yang baik, hingga ditetapkan sebagai PKK model tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Widya wisata sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan kader-kader PKK tersebut. Kader-kader PKK Jateng yang menjalankan widya wisata itu berjumlah 175 orang yang berasal dari anggota dan kader kabupaten/ kota se-Jateng ditambah sekretaris PKK kabupaten dan kecamatan serta kader binaan. Widya wisata diawali dengan penyampaian materi yang sedang berkembang saat ini dan juga lomba-lomba. Lomba yang digelar di antaranya, cerdas cermat, kepemimpinan, outbond, tari daerah, dan widya wisata itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader PKK dan agar mereka mendapatkan informasi serta inovasi kegiatan PKK. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang Hj Dyah M. Machroes mengatakan, PKK Kabupaten Pemalang sudah tiga kali berturutturut menjadi juara lomba 10 program pokok PKK. Saat ini, PKK Pemalang telah menerapkan sistem informasi manajemen (SIM), sehingga semua kegiatan PKK dapat diakses melalui jaringan internet. (ali)

ini tidak tahu apa-apa dengan diterbitkannya Perdes tersebut. Karena, menurut mereka, dalam prosesnya mereka sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah. Tahu-tahu, lanjut mereka,pihak desa mengeluarkan kartu pungutan kepada seluruh warganya sesuai dengan klasifikasi ekonominya masing-masing. Dari kelas bawah sebesar Rp 100 ribu, kelas menengah Rp 200 ribu, dan kelas berkecukupan sebesar Rp 300 ribu. Pengambilan pungutan, lanjut dia, diambil seminggu sekali oleh petugas yang telah ditentukan di masing-masing dukuh (gom). Pungutan pembangunan balaidesa yang menurut Rencana Anggaran Belanja (RAB) memakan anggaran hingga Rp 1,4 miliar tersebut, menurut Sunaryo yang menirukan

PEMALANG – Aksi sejumlah orang dengan mengaku ingin ikut membantu menyelesaikan persoalan desa, nampaknya kini sedang marak. Dalam modus aksinya orang tersebut menawarkan sejumlah dana hibah yang jumlahnya cukup mencengangkan karena hingga mencapai triliyunan rupiah dan dana tersebut bisa sewaktu-waktu dicairkan dengan mengajukan proposal. Aksi tersebut sebelumnya terjadi pada tahun 2009 lalu dan telah sempat berjalan ke sejumlah kades yang ada di wilayah Kabupaten Pemalang. Pada saat itu, orang tersebut menawarkan sebuah dana hibah yang jumlahnya cukup besar mencapai triliyuan rupiah. Dana tersebut bisa diajukan melalui Komisi X DPR RI. Dalam perkembangannya banyak proposal dari kades-kades telah terkumpul, rata-rata kades yang bersedia menyerahkan proposalnya itu untuk pembangunan infrastruktur. Dengan cukup meyakinkan dalam cara menawarkan dana itu, sejumlah kades mengajukan proposal. Namun, di balik semua itu ternyata berbuntut meminta uang dengan alasan untuk mengurus proposal ke pusat. Sejumlah kades sempat termakan dalihnya dan menyerahkan uang dari mulai Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Setelah di tunggu-tunggu cukup lama ternyata orang tersebut menghilang hingga sekarang, dan tidak ada lagi kabarnya. Di saat kades sudah tidak lagi

berharap dana itu cair, belakangan orang tersebut terlihat lagi dengan modus yang sama menawarkan dana hibah. Hanya saja, dana yang dinformasikan beda dengan sebelumnya. Yakni, bukan lagi dari Komisi X DPR RI, melainkan dari sebuah yayasan yaitu Yayasan Amanah Rakyat Nusantara yang berlokasi di Jogjakarta. Dalam dukumennya, yayasan tersebut dipegang oleh KGPH Tjokro Koesoemo atau KH Chaeirul Fathulloh sebagai panglima tertinggi Aset Amanah Republik Indonesia dan Penyaluran Dana Aset Amanah, milik Pakubowono IX dengan aset Rp 1,267 juta triliun dalam bentuk deposito serta obligasi di bank Comersial Switzerland dan 7 bank di Indonesia untuk di sumbangkan ke pemerintah. Salah satu kepala desa (kades) kades di wilayah Kecamatan Pemalang Ribut Triyono mengaku, pihaknya sebelumnya pernah ikut mengajukan proposal kepada orang tersebut setelah diajak oleh salah satu kades. Dengan terus berkembang hingga kurang lebih mencapai puluhan kades. Pada saat mengajukan proposal kepada Komisi X DPR RI dilengkapi dengan persyaratan administrasi secara lengkap. ’’Namun, setelah itu tidak tahu lagi kabarnya hingga sampai sekarang dana itu tidak cair, bahkan orangnya menghilang entah kemana,” kata Triyono kepada Radar. Triyono sendiri mengaku, dirinya belum menyerahkan dana sebagai dana operasional pengurusan proposal. Namun, melihat ada sejumlah kades yang telah menyerahkan dana itu, dia meminta para kades untuk waspada. (mg1)

ucapan petugas, akan diambil selama satu tahun.’’Pokoknya, saya menolak pungutan itu, karena sangat membebani kami sebagai wong cilik,” keluh Sunaryo. Warga lainnya, Abdul Basir dan Nur Alim mengatakan, pemerintah desa seharusnya mampu memberikan ketertiban dan keamanan serta kenyamanan warganya. Namun, menurut mereka, yang terjadi justru sebaliknya. Yakni, mereka menerima kartu beserta besaran pungutan yang harus diangsur selama setahun. Padahal, selama ini pihak desa juga sudah melakukan pungutan-pungutan lain yang jumlahnya tidak kalah besar. Dari pungutan tanah timbul, tanah lepe-lepe (bantaran kali), pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 50 ribu tiap warga, penambahan

beban rekening listrik, hingga pungutan-pungutan lain. ’’Selama ini kami hanya bisa mengeluh dan menerima saja, namun pungutan ini sungguh keterlaluan,” tegas Abdul. Mendengar keluhan demi keluhan warga diutarakan warga, Ketua LSM FLP-PM Andi Rustono mengungkapkan, butuh keberanian untuk menyuarakan sesuatu yang menyimpang yang terjadi di masyarakat. Karenanya, dia secara khusus mengacungkan dua jempolnya dengan apa yang telah disampaikan warga Desa Mojo, Kecamatan Ulujami. ’’Banyak orang yang pintar dimana-mana, tetapi sangat jarang orang yang mau peduli dengan penderitaan rakyat,” tandasnya. Dalam proses pembangunan desa, lanjut Andi, warga harus

mulai kritis dengan berani bertanya apa yang tidak diketahuinya. Misalnya, lanjut dia, dengan menanyakan berapa jumlah bantuan beras miskin yang dibagikan di Desa Mojo, berapa RAB pembangunan balai desa, kenapa harus ada pemotongan BLT, dan lain-lain. Mengenai tuntutan warga agar Perdes No. 7 Tahun 2009 dicabut, Andi Rustono menjelaskan, pihaknya akan segera menindaklanjutinya dengan mengecek proses penentuan Perdes tersebut, apakah sudah sesuai atau tidak, cacat hukum atau tidak, serta kemungkinankemungkinan lain yang membuat Perdes itu bisa muncul. ’’Yang jelas, Perdes sudah sangat meresahkan warga. Karenanya, kami akan segera menindaklanjutinya agar nanti bisa dicabut,” terang Andi. (sumitro)

Angka Pengangguran Meningkat Drastis Pencaker Terbuka 73 Ribu Jiwa PEMALANG - Seiring kelulusan siswa-siswa sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK), membuat angka pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Pemalang mengalami lonjakan. Sayangnya, hal ini tak diimbangi dengan kondisi di lapangan pekerjaan yang ada. Pasalnya, daya tampung dunia kerja lokal sudah tidak memenuhi lagi. Untuk mengantisipasi besarnya angka pengangguran ini, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinsosnakertrans) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menjalin kerjasama dengan dunia usaha. Upaya ini dilakukan Disosnakertrans hingga ke luar negeri. Data pengangguran di Kabupaten Pemalang sebelum pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) Senin (26/4) lalu mencapai 65 ribu jiwa. Kondisi sosial dan belum terserapnya semua lulusan di dunia kerja bagi mereka yang berpendidi-

kan di sekolah kejuruan menyebabkan angka tersebut membengkak. ’’Kami belum menghitung prosentasinya, namun setidaknya sekarang pencari kerja terbuka mencapai 73 ribu orang,” tandas Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Pemalang Drs Mariyoto MPd saat dikonfirmasi Radar Kamis (29/4). Lebih lanjut dijelaskan Mariyoto, untuk mengurangi angka pengangguran ini, jajarannya menjalin kerjasama dengan para pengusaha baik di tingkat lokal, luar Pemalang, bahkan hingga keluar negeri. Selain itu, lanjutnya, juga dijalin kerjasama dengan out resourching dan Penempatan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) agar pencari kerja terbuka tersebut bisa mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Saat ini, jumlah pencari kerja terbuka berdasarkan data terbaru sejak Januari hingga Maret 2010 mencapai 1.700 orang. Jumlah tersebut yang tercatat dalam sistem online baru 170 orang. Dinsosnakertrans Pemkab

Pemalang kini mulai menerapkan pencatatan data pencari tenaga kerja secara online dan bisa diakses oleh perusahaanperusahaan. Sistem ini merupakan fasilitas untuk mengurangi angka pengangguran tersebut. Dengan besarnya angka pengangguran ini, menurutnya, pemerintah telah menyiapkan pelayanan apabila sewaktuwaktu terjadi peningkatan permohonan kartu AK1 atau masyarakat menyebutnya kartu kuning. ’’Sejauh ini belum terjadi booming permohonan kartu pencari kerja. Namun, kami sudah menyiapkan meja untuk antisipasi,” tambah Mariyoto. Booming permohonan kartu pencaker ini, dijelaskannya, akan terjadi pada Juni atau Juli mendatang saat pelajar yang sudah lulus sekolah menerima ijazah mereka. Berdasarkan pantauan Radar kemarin (29/4), suasana ruang permohonan kartu AK1 di Dinsosnakertrans belum dijejali pencaker yang mencari informasi lowongan kerja. (ali)


METROPOLIS

JUMAT 30 APRIL 2010

5

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal Hotel Karlita Orange Karaoke

(0283) 343399 (0283) 358050 (0283) 322022

AGENDA HOTEL HOTEL KARLITA Rabu dan Sabtu : Show DJ dan Dancer Performance Jam 23.00 - 03.00 WIB di Zodiak Discotheque & VIP Karaoke. HOTEL BAHARI INN Tegal - Jum’at dan Sabtu Live Musik di Cafe Nelayan, Mulai Jam 19.00 WIB

Pengawasan Perusahaan Lemah Dinsosnakertrans Kekurangan SDM DINAS Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal kekurangan personel atau pegawai. Akibatnya dalam melakukan pengawasan dan memediatori permasalahan pekerja kurang maksimal. Kepala Dinsosnakertrans, Sumito SIP, mengakui apabila selama ini pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan

kurang. Selain itu dalam memidiatori permasalahan antara pekerja dan pengusaha juga terkendala SDM. “Perkembangan dunia usaha di Kota Tegal memang semakin banyak. Namun itu tidak diimbangi dengan jumlah SDM yang berkompeten dalam dinas yang menangani masalah tersebut. Akhirnya mau tidak mau dinas mengalami permasalahan dalam hal pengawasan,” katanya. Saat ini, lanjut Sumito, Dinasnya hanya memiliki satu or-

ang mediator dan dan satu pengawas. Padahal idealnya dalam kedinasanan pada posisi tersebut dibutuhkan masingmasing 5 personel. Dengan begitu mediasi dan pengawasan akan maksimal. Menurutnya, kekurangan SDM tersebut sudah disampaikan ke dinas terkait. Dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar SDM-nya dipenuhi atau ditambah. Namun sampai dengan saat ini belum ada kejelasan.

- Sabtu Happy Our di Musro Diskotik, Jam 20.00 - 03.00 WIB

Memang untuk SDM dua posisi tersebut tidak sembarang orang bisa mendudukinya. Karena harus memiliki sertifikasi mediator dan pengawas. Sehingga apabila dalam melaksanakan tugas ditanyakan bisa menunjukan kompetensinya. Komite Persiapan Jaringan Kerja Buruh Kota Tegal, Slamet Hidayat, menyampaikan, pengawasan Disosnakertrans terhadap pekerja sangat kurang maksimal. Itu dapat dibuktikan dengan masih banyak kasus

yang belum terselesaikan. Baik itu masalah hak normative pekerja atau yang lainnya. “Disosnakertrans dan Pemkot tidak pernah bertanggungjawab dalam pengawasan berlakunya UMK. Padahal mereka mengetahui seluruh pengusaha mampu membayar dan tidak menangguhkannya. Tapi kenyataannya masih ada perusahaan yang saat ini belum membayar karyawan sesuai UMK yang berlaku yakni Rp 700 ribu perbulan perorang,” sentilnya. (adi)

Satpol PP Seriusi Spanduk Liar MEMASUKI tahun ajaran baru, sejumlah perguruan tinggi baik neferi maupun swasta hingga lembaga bimbingan belajar dan sebagainya semakin intens menggelar promosi. Salah satunya menggunakan spanduk yang terpasang disejumlah titik strategis mulai perempatan jalan, sekitar sekolahan dan sebagainya. Keberadan spanduk tersebut sebagian terpasang tidak pada tempatnya dan tidak sedikit yang memiliki ijin sehingga mengganggu estetika serta mengurangi pendapatan asli daerah. Kasi Penegakan Perda Satpol PP, Indardi, mengatakan, keberadaan spanduk jelang tahun ajaran baru biasanya mengalmai peningkatan. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan jika spanduk tersebut terbukti melakukan pelanggaran maka akan dilakukan tindakan tegas. Aksi yang akan diambil berupa pen-

copotan secara paksa serta razia bagi semua spanduk atau reklame yang tidak memiliki ijin sesuai ketentuan yang ada. Keberadan spanduk, jelasnya, sudah diatur sedemikian rupa mulai dari perijinan hingga disediakannya titik-titik pemasangan sehingga tidak mengganggu keindahan kota. Keluhan masyarakat atas spanduk yang dipasang di pohon, tiang listrik dan sebagainya juga menjadi masukan sehingga bisa diambil tindakan lanjutan. Kepada pemilik spanduk, pihaknya berharap agar bisa mematuhi aturan yang ada sehingga tidak merugikan pihak lain. Langkah tersebut diambil agar keindahan kota selalu terjaga dan bebas dari spanduk-spanduk liar yang sebagian bersifat musiman.“Kami akan mengambil tindakan tegas jika tidak ada itikad baik dari pemilik spanduk untuk mengurus perijinan sesuai ketentuan yang ada,” katanya. (gun)

Rekruitmen Dijamin Bersih Titip-titipan Takan Ditoleransi

KESEHATAN PSN Kembali Digiatkan PEMBERANTASAN Sarang Nyamuk (PSN) kembali ditingkatkan untuk menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Tegal terus melakukan PSN mulai tingkat RT, RW hingga ke sekolah sehingga penyebaran nyamuk yang bisa menyebabkan kematian tersebut bisa berjalan secara maksimal. Kasi Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes, Imam Sahadat, mengatakan, sasaran penyuluhan di sekolah untuk menanggulangi serangan nyamuk penyebab penyakit DBD, cukup efektif. Karena itu, dia meminta sekolah-sekolah menggalakkan kegiatan PSN. Dengan demikian, anak-anak mulai terbiasa menjaga lingkungan sekitar selalu bersih dan bebas dari penyebaran nyamuk demam berdarah. Jika itu tertanam, maka akan terbawa ke rumah dan mengajak seluruh anggota keluarga untuk bersama-sama melakukan pemberantasan sarang nyamuk sedini mungkin. Pada April 2009 tercatat 36 warga terserang DBD dan di bulan yang sama tahun ini hanya tercatat tercatat 19 warga. Namun tiga diantranya meninggal hingga April, sama seperti tahun lalu. Tahun lalu, penderita mencapai 125 warga. Tahun ini, hingga pertengahan bulan tercatat 19 orang. Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat baik di tinkat RT, RW dan seterusnya bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan seperti mengadakan kerja bakti. (gun) DOK./RATEG

DILUCUTI – Spanduk-spanduk tak berizin tak akan diberi ruang bebas.

PENDIDIKAN

BELAKANGAN ini beredar isu miring tentang perekrutan pegawai Penjaga Lintasan Kereta API (PJL KA). Bahwa calon pekerja rata-rata titipan dari pejabat DPRD. Bahkan ada yang mengatakan bahwa perorang dimintai dana sekitar Rp 500 ribu. Agar bisa lolos dan menjadi pegawai penjaga perlintasan kereta itu. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Chaerul Huda, membenarkan, adanya isu-isu miring tersebut. Namun, dia membantah keras bahwa hal itu tidak ada dan terjadi. Dia berani menjamin, dalam perekrutan tenaga kerja akan dilaksanakan dengan bersih. Selain itu, juga tidak ada pungutan sebesar apapun alias gratis. “Dan kesempatan mendaftar juga tidak ada batasan atau pembagian per wilayah. Yang penting mereka asli warga Kota Tegal, bukan daerah lain. Baik itu dari Margadana, tegal Timur, selatan, atau Barat,” katanya. Dia tak menampik, apabila sejauh ini banyak yang menitipkan. Entah itu dari pejabat atau warga biasa. Dan itu semua diterima dan ditampung. Chaerul menegaskan, yang jelas mereka yang menjadi PJL adalah yang lolos dalam seleksi. Jadi bukan lantaran titipan dari siapasiapa. Sebab yang menentukan diterima atau tidaknya adalah pelamar sendiri.

ADI MULYADI/RATEG

BERSIH – Beberapa lintasan KA yang tak berpalang pintu, akan dijaga PJL.

Apakah dia bisa lolos seleksi atau tidak. “Memang banyak pejabat yang sudah menitipkan ke saya. Namun itu tidak jaminan. Semua saya perlakukan sama yakni dengan menggunakan tes. Di antaranya administrasi, kesehatan wawancara dan lainnya. Saya tegaskan lagi bahwa rekruitmen PJL sya jamin bersih,” tandasnya. Tenaga yang dibutuhkan dalam rekruitmen PJL ini adalah 54 orang. Ini akan ditempatkan pada tujuh perlintasan yang akan dibangun baru palang pintunya. Seperti di daerah Tunon, Krandon, dan lainnya. (adi)

Kualitas Tukang Bangunan Ditingkatkan

HERMAS PURWADI/RATEG

KOORDINASI - Kasek SMPN 19 menggelar diskusi kecil dengan mitranya seperti puskesmas dan komite sekolah jelang kedatangan tim penilai tingkat karesidenan, kemarin.

Duta Sekolah Sehat PEMENANG sekolah sehat tingkat kota 2010 yang disandang SMPN 19, membuat sekolah ini dipercaya sebagai wakil Kota Tegal diajang yang sama tingkat karesidenan Pekalongan. Di mana tim juri tingkat karesidenan, Kamis (29/4) kemarin merapat ke sekolah yang berlokasi di Keluarahan Bandung Kecamatan Tegal Selatan untuk melihat dari dekat kondisi sekolah tersebut. Kasek SMPN 19, Amin Aziz Spd, menyatakan, di tingkat kota sekolahnya berhasil menjadi juara I sebagai sekolah berpredikat sehat setelah melalui berbagai kriteria penilaian. “Saat itu untuk tingkat kota tim juri berasal dari Dikdis, Dinkes,Dinsos, dan KUA. Kami dinilai memenui kreteria sekolah sehat lewat penilaian lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, dan tidak ditemukan tempat yang kumuh disemua sudut ruangan sekolah. Selebihnya tim juri juga tidak menemukan air tergenang dihalaman sekolah serta tidak ditemukannya sampah yang berserakan,” terangnya di sela-sela memandu tim penilai tingkat karesidenan kemarin. Sementara penilaian secara khusus terfokus pada Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang dikelola dengan baik dari segi administrasi maupun kegiatannya. “Penilaian sisi UKS juga temrasuk upaya kerjasama yang dijalin pihak sekolah dengna pihak luar. Dalam hal ini kami sudah secara konsisten menjalin hubungan dengan puskesmas terkait pemahaman materi perilaku hidup sehat pada siswa juag pembinaan Kader Kesehatan Remaja (KKR). Selebihnya, kami juga menjalin kerjasama dengan Polsekta setempat, terkait pemahaman akan bahaya narkoba pada siswa,” tegasnya. Dia berharap sekolahnya bisa lolos ditingkat karesidenan untuk leading ditingkat provinsi sebagai duta sekolah sehat tahun 2010. Salah seorang anggota tim penilai menyatakan, bahwa tim ini dibentuk dengan beranggotakan perwakilan dari masing-masing kota dan kabupaten yang ada di lingkup karesidenan. Dia menyatakan penilaian dilakuan obyektif melalui pengamatan semua ruangan kelas, sarana sekolah, dan berbagai ruang laboratorium yang dimiliki sekolah. (her)

SALAH satu faktor kokohnya gedung adalah dari kualitas tukang bangunan yang mengerjakannya. Karenanya, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB Kota Tegal dan Kabupaten Tegal menggelar forum terampil tukang bangunan dengan melibatkan 150 peserta. Kegiatan yang menggandeng salah satu BUMN di bidang pabrik semen yaitu Semen Gresik, berlangsung selama dua hari di balai pendidikan dan pelatihan (diklat) transportasi darat (tansdar) beberapa waktu lalu. Kegiatan ini sekaligus realisasi program corporate social responsbility (CSR) pabrik semen yang berpusat di Jawa Timur itu. Menurut Wiharto dari Bapermas dan KB Kota Tegal, kegiatan ini sangat bermanfaat,

khususnya bagi tukang bangunan. Dengan meningkatnya pengetahuan mereka, secara tidak langsung kualitasnya pun tidak diragukan lagi. Sehingga hasil kerjanya lebih maksimal dan diterima jasa konstruksi di tingkat manapun. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan tukang bangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan meluluskan 68 tukang bangunan ditandai penyerahan sertifikat kepada mereka. ‘’Dalam forum terampil ini, masing-masing membawa dua hingga tiga tukang bangunan lainnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman,’’ terangnya. Terpisah, Ir Harry Soebagyo MM, staf Divisi Pengembangan Pemasaran PT Semen Gresik (Persero) Tbk, menjelaskan, perusahaannya tidak

semata-mata mencari keuntungan. Tetapi juga melaksanakan kegiatan sosial dengan turut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pelatihan ini. Sebab, biasanya tukang bangunan yang ada hanya mendapatkan ilmu turun temurun. Mereka belum tahu secara pasti teori sebenarnya. Padahal perkembangan bidang membangun gedung ini makin berkembang. Belum lagi terkait menjaga kualitas bangunan agar lebih tahan terhadap bencana yang kerap melanda negeri ini. ‘’Ini merupakan kelanjutan program edutrain yaitu edukasi dan training sebagai program pelatihan dan sertifikasi tukang bangunan,’’ paparnya panjang lebar. Dalam forum terampil ini, peserta tidak hanya menda-

LAELA NURCHAYATI/RATEG

SIMAK – Ratusan peserta forum terampil tukang bangunan menyimak paparan yang disampaikan nara sumber.

patkan teori saja. Namun lebih banyak pada praktik langsung mulai dari pembuatan pondasi, rangka, kuda-kuda dan bagian gedung lainnya. Bahkan peserta diberikan tes atau evaluasi selama kegitaan

berlangsung. Dengan forum terampil ini diharapkan kompetensi di bidang tukang bangunan lebih baik. Sehingga mereka tahu persis aturan atau ilmu dasar dalam membangun sebuah gedung. (ela)


BREBES & BUMIAYU

6

JUMAT 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Warga Desak Pilkades Ulang Dinilai Banyak Kecurangan

TNI

ISMAIL FUAD/RATEG

GOTONG ROYONG – Personel TNI dari Kodim 0713 Brebes berbaur bersama warga bahu membahu membangun Masjid Besar Al-Mubarok di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, kemarin (29/4).

TNI Bantu Rehab Masjid TANJUNG - Puluhan personel TNI dari Kodim 0713 Brebes Kamis (29/4) turun membantu rehab pembangunan Masjid Besar Al-Mubarok, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Dibantu warga dan pamong desa, mereka bahu membahu bergotong royong menyelesaikan pengerjaan pengecoran halaman teras depan masjid tersebut. Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Mubarok Maskuri mengaku, pihaknya berterima kasih dengan kepedulian anggota TNI dalam penyelesaian pembangunan masjid. ’’Dengan bergotong royong dengan masyarakat sebagai sumbangsih dalam bentuk tenaga, kami berterima kasih kepada Kodim dan Danramil Tanjung,” kata Maskuri. Menurutnya, pembangunan masjid Al-Mubarok sudah dilakukan sejak sebulan lalu dengan perbaikan pada teras masjid agar memiliki kapasitas yang representatif untuk jamaah. Sebab, masjid ini, kata dia, selalu ramai karena biasa dijadikan tempat transit pengendara dari luar kota, khususnya menjelang hari raya. ’’Yang sedang direhab adalah teras depan dengan luas 8 X 16 meter, estimasi anggaran sekitar Rp 225 juta. Selama ini masih berasal dari swadaya masyarakat dan jamaah,” ungkapnya. Kepala Desa (Kades) Tanjung Abdul Kiser mengungkapkan, pihak pemerintah desa (pemdes) mendukung sepenuhnya rehab masjid besar Al-Mubarok, karena merupakan salah satu kebanggaan masyarakat desa. ’’Masjid ini selalu ramai saat menjelang Lebaran, karenanya bisa mendatangkan ekomomis bagi warga. Intinya, masjid ini adalah kebanggan warga,” kata Kiser. Kemarin, lanjut dia, pihaknya turut menerjunkan perangkat desa sebanyak enam orang untuk membantu tugas panitia pembangunan. ’’Saya berharap, semoga cepat selesai, meski hanya mengandalkan swadaya masyarakat,” ujarnya. (cw1)

BREBES - Ratusan warga Desa Parareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Kamis (29/4) menggerudug kantor bupati Brebes. Mereka menggelar unjuk rasa memprotes hasil Pemilihan Kepala DEsa (Pilkades). Selain itu, mereka mendesak Pilkades Parareja agar diulang. Sebab, pada Pilkades yang dilaksanakan 26 April lalu dinilai penuh dengan kecurangan yang dilakukan oleh panitia. Dengan mengenakan seragam kaos warna merah bergambar foto Nanang Heryana (salah seorang calon, Red), mereka tiba di kantor bupati Brebes sekitar pukul 10.30 WIB, dengan menggunakan 3 armada truk dan 3 kendaraan terbuka. Dalam pengawalan aparat Polres Brebes, pengunjuk rasa kemudian berorasi menuntut Pilkades di Desa Parareja agar diulang karena dinilai penuh kecurangan dan manipulasi yang dilakukan oleh Panitia Pilkades. ’’Panitia sudah disuap dan berat sebelah, kami menuntut keadilan. Pilkades harus segera diulang!” teriak salah seorang dari mereka yang disambut dengan gemuruh suara demonstran lainnya. Tidak hanya laki-laki, di antara kerumunan massa juga terlihat perempuan muda, ibuibu, dan anak-anak. Mereka tidak diperkenankan masuk ke halaman kantor bupati akibatnya massa menumpuk di pinggir jalur Pantura yang sempat tersendat beberapa saat. Setelah berorasi, 10 perwakilan warga kemudian diperkenankan untuk menemui pejabat Brebes. Mereka diterima Asis-

ISMAIL FUAD/RATEG

AKSI PROTES - Warga Parereja mengajukan protes Pilkades di desanya, karena menganggap Panitia melakukan kecurangan. Mereka menuntut digelarnya Pilkades ulang.

ten I Sekda Pemkab Brebes Drs Supriyono dan Kepala Inspektorat Pemkab Brebes Sutriyono SH MM, serta instansi lainnya Menurut salah seorang perwakilan warga Casminto (50), panitia Pilkades sudah berat sebelah dan tidak netral. Bahkan, kata Casminto, panitia telah merekayasa pemungutan suara. ’’Ini dibuktikan dengan banyaknya surat suara yang rusak. Padahal saya yakin, warga sudah paham betul tentang

mekanismenya karena sudah beberapa kali mengikuti Pilkada, Pilgub, dan Pilpres. Jadi ini sangat janggal,” tandas dia. Ditambahkan Wawan (38), warga lainnya, pihaknya juga menemukan indikasi kecurangan panitia yakni surat suara yang distaples dan diplester. ’’Ini menyebabkan surat suara tidak bisa dibuka dan ketika dicoblos tembus, sehingga tidak sah,” katanya dikuatkan Suhar, kawannya. Asisten I Sekda Pemkab Bre-

bes Drs Supriyono menjelaskan, pemkab akan segera mengecek laporan warga itu sesuai aturan yang ada. Pihaknya akan memerintahkan tim klarifikasi pemilihan dan pengangkatan kepala desa (kades) untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. ’’Sebagaimana dengan mekanisme yang telah diatur dalam Perda khususnya pasal 23, kami akan segera membentuk Tim Klarifikasi untuk mengklarifikasi masalah ini. Maksimal empat

belas hari, semoga lebih cepat,’ kata Supriyono. Untuk diketahui, Pilkades Desa Parereja telah dilaksanakan pada 26 April lalu dengan diikuti dua calon, yakni Nanang Heryana dan Wakim. Dari total 3.494 suara, hasil perhitungan suara itu Wakim memperoleh 1.623 suara. Sementara, Nanang Heryana mendulang 1.214 suara. Adapun surat suara yang dinyatakan rusak mencapai 657 lembar. (cw1)

Dewan Sepakat Hak Angket Marjab

ABIDIN ABROR/RATEG

BERI DUKUNGAN - Anggota FPKB DPRD Kabupaten Brebes Ahmad Zamroni bersama anggota dewan lain sepakat untuk hak angket untuk kasus Marjab.

BREBES - Dugaan praktik makelar jabatan (marjab) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, selain datang dari Masyarakat Dukung Angket Legislatif (Masdugal), internal DPRD pun melakukan aksi sama dengan melakukan penggalangan tanda tangan. Mereka sepakat persoalan marjab untuk diselesaikan melalui hak angket. Yakni, sebuah hak dari dewan untuk menanyakan mengenai sesuatu hal penting terkait keluarnya sebuah kebijakan. Termasuk soal marjab ini. Sejauh ini, dari 50 anggota DPRD dan yang setuju digelarnya hak angket baru 12 or-

ang. Masing-masing dari FPKB, FPKS, FPAN, FPD, dan FGHK. Sedangkan dari Fraksi Golkar (FPG), FPPP, dan FPDIP sejauh ini belum memberikan tanggapannya. Karena tidak seluruh anggota dewan dari ketiga fraksi itu yang membubuhkan tanda tangannya hingga kemarin. ’’Kita tunggu sampai Senin depan,” kata Zaki Safrudin (FPAN) didampingi Abdullah Syafaat (FPKS), Mustolah (FPKB), Nasirul Umam (FPKB), dan Yuniar Syamsul Huda (FGHK) di gedung DPRD Kamis (29/4). Adapun syarat minimal pengusulan hak angket, lanjut Zaki, sedikitnya mendapat dukungan tujuh dari anggota

dewan. Anggota FPG Pamor Wicaksono menuturkan, permasalahan marjab perlu lebih dulu dibahas di Komisi I. Tahapan tersebut, menurut Pamor, perlu dilalui dengan mengundang Baperjakat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta pihak terkait lainnya. ’’Kalau dari saya mengusulkannya itu demikian. Masalah itu lebih dulu dibahas di Komisi I. Jadi ada tahapannya,” kata Pamor. Masdugal, seperti disampaikan Mashadi akan terus melakukan penggalangan dukungan demi digelarnya hak angket. Dugaan marjab dinilai menyalahi perundangan. (din)


BREBES & BUMIAYU

JUMAT 30 APRIL 2010

7

RADAR TEGAL

ORGANISASI WijanartoPimpinMGMPIPSTerpadu BREBES - Musyawarah pemilihan pengurus MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) IPS Terpadu tingkat SMP/MTs Kabupaten Brebes menetapkan Wijanarto SPd menjadi ketua di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Kamis (29/4). Wijanarto dipilih secara aklamsi oleh ratusan peserta yang hadir. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Drs Slamet Sunarto mengungkapkan, perlunya ilmu-ilmu sosial berperan dalam perubahan sosial kemasyarakatan secara positif. ’’Guru IPS perlu meningkatkan profesionalisme agar tidak tertinggal dengan ilmu-ilmu lainnya,” ujar Slamet. Sementara, Pengawas IPS Drs Sarwidi berharap agar pengurus MGMP lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran secara nyata agar bisa menghidupakan kembali pendidikan dan keilmuan sosial. Wijanarto mengatakan, ke depan, kepengurusannya akan menitikberatkan pada penguatan profesi guru IPS agar MGMP lebih berdaulat. Dalam arti, guru mata pelajaran IPS terpadu (Sejarah, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi, Red) mampu memberikan konstibusi bagi proses pembelajaran khususnya ilmu-ilmu sosial. ’’Karenanya, kami akan mencanangkan program kerja yang membangun pemikiran bagi paradigma pembelajaran di sekolah khususnya pelajaran IPS,” ujar guru sejarah SMP Negeri 4 Wanasari itu. (cw1)

PENDIDIKAN Berkat Managemen Barokah BREBES - Pemerintah baru saja mengumumkan hasil dari pada Ujian Nasional (UN) tahun 2010, dan hasilnya benar-benar diluar dugaan. Sekolah-sekolah yang selama ini dicap sekolah pinggiran ternyata diluar dugaan angka kelulusannya sangatlah membanggakan. Angka lulus siswanya mampu mencapai 100 persen, menyaingi sekolah favorit. Kelulusan yang membangggakan itu, yang ternyata sebagian besar diraih sekolah keagamaan. Ini terjadi baik untuk sekolah keagamaan yang ada di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, maupun Kota Tegal. Meski diakui ada juga siswa dari sekolah keagamaan yang tidak lulus, menurut PC NU Brebes H Athoillah, tapi setidaknya itu menunjukan suatu peningkatan keberhasilan. Keberhasilan itu, lanjut Athoillah, berkat managemen barokah. ’’Untuk mencapai keberhasilan kita perlu ikhtiar. Namun ikhtiar batiniah juga penting, dan inilah yang kita sebut managemen barokah. Karena ternyata ada kemampuan di luar yang kita miliki. Sebuah kekuatan yang tidak bisa dijangkau. Dalam arti kata, lahiriah jalan tapi batiniah juga sama jalan. Tak semata lahiriah,” jelas Athoillah terkait managemen barokah tersebut Kamis (29/4). Keberhasilan sekolah keagamaan pada pelaksanaan UN lalu, menurutnya, hendaknya untuk lebih ditingkatkan. Termasuk kualitas sumber daya pengajar. ’’Sekarang terpenting hasil atau realitasnya bagaimana. Kalau selama ini dikatakan sekolah sebagai pinggiran, kini realitas kelulusannya itu sangatlah bagus. Dibanding tahun lalu jelas ada peningkatan siginifikan, yang itu tidak lepas dari managemen barokah,” tandas Athoillah. (din)

ISMAIL FUAD/RATEG

BLOKIR JALAN - Warga Desa Kedunguter, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, menaman pohon pisang untuk memblokir jalan desanya kemarin (29/4) pagi, sebagai bentuk protes warga terhadap kondisi jalan desa yang tiada pernah diperbaiki.

Rusak Parah, Jalan Desa Diblokir Warga BREBES - Akibat kesal dengan kondisi jalan desa mereka yang cukup lama rusak, puluhan warga Desa Kedunguter, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, memblokir jalan dengan menanam belasan pohon pisang di jalan desanya Kamis (29/4) pagi. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap kondisi jalan desa yang rusak parah. Tidak jelas siapa yang memulai aksi tersebut, sebab warga awalnya hanya berkumpul seperti biasanya. Tiba-tiba seperti spontan,

mereka menebangi pohon pisang yang berada tidak jauh dari lokasi, kemudian ditanam di kubangan jalan beramairamai. Dari satu dua orang, aksi tersebut langsung diikuti warga lainnya. ’’Bayar pajak tetap, tapi kondisi jalan rusak tidak diperhatikan oleh Pemerintah,” ujar Budi (40), salah seorang warga setempat. Budi (40) mengemukakan, akibat jalan rusak yang sudah cukup lama itu membuat resah warga. Sebab, jalan sepanjang sekira empat kilometer tersebut

kerap digenangi air dan lumpur ketika musim hujan akibat lubangnya sudah terlalu parah. Hingga saat ini, kata Budi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes belum memberikan perhatian kepada masalah ini. Padahal, lanjut dia, jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas warga dan menjadi jalur utama transportasi pelajar dan memasarkan hasil panen pertanian. ’’Jalan ini adalah jalur penghubung warga di tiga desa, yakni Desa Kedunguter, Ke-

lurahan Pasarbatang, dan Desa Tengki,” terangnya. Meski menjadi pusat perhatian warga dan orang yang melintas, aksi tanam pohon pisang di jalan itu tidak membuat kemacetan. Sementara Kapala Desa (Kades) Kedunguter Edy Sutrisno saat dikonfirmasi Radar mengatakan, Pemerintah desa (pemdes) tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Pasalnya, meski perbaikan jalan tersebut sudah diajukan hingga berulang-ulang kali namun belum ada realisasinya.

’’Kami sudah mengusulkan perbaikan sejak tahun 2007 dalam forum Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan, Red) hingga berkalikali. Namun, sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujar Sutrisno. ’’Sebetulnya, tahun kemarin tim dari Pemkab sudah datang mengecek lapangan. Saat itu, dijanjikan pada tahun 2010 ini akan diperbaiki. Namun, saat APBD 2010 ditetapkan kemarin, ternyata anggaran perbaikan jalan desa itu ngepong (tidak keluar),” lanjut dia. (cw1)

Koperasi Belum Sentuh Perajin Batik Salem Sedimentasi Waduk Penjalin Membutuhkan Perhatian

SALEM - Dengan semakin dikenalnya keberadaan batik Salem di luar daerah, diikuti dengan semakin banyaknya permintaan pesanan kepada sejumlah perajin batik maupun pengusaha batik. Kondisi tersebut dipandang perlu diimbangi dengan kesiapan peroduksi yang lebih memadai, termasuk pengadaan bahan baku pembuatan batik. Sebagai upaya menyikapi perkembangan yang terjadi saat ini, maka diperlukan adanya sebuah lembaga koperasi yang diharapkan mampu dijadikan sebagai fasilitas para perajin

dalam memenuhi kebutuhan produksinya. Hal tersebut diungkapkan Camat Salem HM. Adnan SIP saat ditemuai kemarin. Dikatakannya, hingga saat ini belum terbentuk koperasi bagi perajin Batik Salem dan baru akan mulai dibentuk. Yang ada saat ini, menurut dia, baru kelompok perajin di dua sentra pengrajin batik, yakni Desa Bentar dan Bentarsari. ’’Ke depan, kita akan mengembangkan kelompok pengrajin untuk menjadi koperasi,” katanya. Selama ini, menurut Adnan,

perajin Batik Salem baru tergabung dalam kelompok perajin belum menjadi satu koperasi yang berbadan hukum. Pembentukan koperasi sangat penting, mengingat semakin dikenalnya Batik Salem di luar daerah dan mulai banyaknya pemesan. ’’Pesanan sudah mulai banyak, tapi perajin sering hadapi keterbatas modal dan bahan baku,” katanya. Dikatakannya, dengan adanya koperasi diharapkan nantinya akan memecahkan masalah permodalan dan penyediaan bahan baku yang selama

ini harus dibeli oleh pengrajin ke Pekalongan. Nantinya, koperasi bisa menyediakan bahan baku, sehingga perajin tidak perlu jauh-jauh membelinya ke Pekalongan. ’’Selain itu, melalui koperasi yang sudah berbadan hukum, juga dapat menangani masalah modal,” ungkapnya. Dari segi peningkatan kualitas, koperasi nantinya bisa bekerja sama dengan pihak lain untuk memberikan pembinaan pada perajin guna peningkatan kualitas baik batiknya, maupun masalah kemasan yang selama ini masih sederhana. (pri)

Beton Penutup Drainase Lama Dibiarkan Rusak BUMIAYU - Beton penutup saluran drainase yang berada di depan terminal Bumiayu diusulkan untuk diganti menjadi bangunan trotoar. Kondisi tersebut menyusul jebolnya 3 unit beton penutup yang masing-masing memiliki lebar 30 sentimeter dengan panjang sekitar 100 meter tersebut. Kepala Terminal Bumiayu Ari Mardijono SIP saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, jebolnya penutup saluran drainase tersebut bukan karena terlindas oleh kendaraan. Namun, menurut dia, kerusaka tersebut lebih karena kualitas pengerjaan yang kurang baik, sehingga sudah rusak meski pengerjaannya baru berumur kurang dari satu tahun. ’’Kondisi itu bisa dilihat dari kerusakan yang terjadi, dimana pada beberapa bagian campuran beton hilang dan hanya meninggalkan rangkanya besinya saja. Berbeda jika terlindas kendaraaan, tentunya semua bagian akan jebol,” jelas Ari. Sebagai upaya pengamanan, di lokasi kerusakan saat ini dipasangi bambu. Hal itu untuk mengingatkan kepada para pengendara agar jangan berjalan terlalu menepi, mengingat lokasi kerusakan tepat berada di jalur utamaa jalan lingkar. Menurutnya, drainase dan beton penutupnya tersebut dibuat pada tahun 2008 lalu bersamaan dengan pembangunan jalur dua untuk mendukung fungsi terminal. ’’Dibangun akhir tahun lalu dan mulai difungsikan bersamaan peresmian terminal pada Januari lalu,” ungkap Ari. Atas kerusakan tersebut, pihaknya telah melaporkanya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Sebab, kewenangan perbaikan terhadap fasilitas tersebut bukan berada di bawah kewenangannya.

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

DIUSULKAN - Penutup saluran drainase di depan terminal baru Bumiayu yang sejak lama jebol diusulkan untuk diganti dengan bangunan trotoar.

’’Untuk perbaikan beton tersebut bukan kewenangan pihak Dinas Perhubungan, melainkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Karenanya, kami telah melaporkan kondisi kerusakan kepada Dinas terkait,” jelasnya. Tidak kunjung diperbaikinya kerusakan yang terjadi pada bagian penutup saluran drainase tersebut, mendapat sorotan dari Untung Imam Subagyo selaku aktivis LSM. Menurut Untung, guna menghindari terulangnya kondisi yang sama. Selain meningkatkan kualitas pembangunan, pihaknya juga mengusulkan agar penutup saluran diubah dengan membangun trotoar. Hal tersebut menurut dia, akan berdampak pada lebih tersentuhnya azas

pemanfaatan pembangunan. ’’Selain berfungsi sebagai penutup drainase juga akan membarikan fasilitas bagi para pejalan kaki yang berada di lingkungan terminal. Untuk itu kami mengusulkan agar penutup saluran tersebut diganti dengan bangunan trotoar,” ungkapnya. Usulan pembangunan trotoar sebagai penutup drainase dinilai lebih efektif, jika dibandingkan dengan penggantian kerusakan yang saat ini terjadi. Kondisi itu didasari dengan tingginya mobilitas kendaraan di ruas jalan lingkar sehingga memerlukan fasilitas pendukung bagi pengguna jalan. ’’Jalan lingkar ini dilalui oleh banyak kendaraan berat, sehingga jika hanya diganti penu-

tupnya saja, maka dikhawatirkan kerusakan akan terulang akibat getaran yang ditimbulkan kendaraan. Berbeda jika dibangun trotoar, selain memberikan fasilitas pendukung bagi warga, juga akan lebih kuat,” tandasnya. Terpisah, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Wilayah Bumiayu Kuspramono SE melalui Kasubsi Bina Margaa Imam Riyadi membenarkan amblesnya beton penutup di depan Terminal Bumiayu. Dikatakan Imam, beton tersebut dibangun satu paket dengan pembangunan jalan pendukung terminal dengan dana APBD 2008 lalu. ’’Itu dibangun dengan anggaran 2008 lalu dan masa pemeliharaan telah habis,” katanya. (pri)

PAGUYANGAN - Waduk Penjalin yang berada di wilayah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, dalam perkembangannya saat ini mengalami penurunan daya tampung. Salah satu faktor penyebab menurunnya daya tampung waduk yang berfungsi sebagai penopang sistem pengairan untuk lahan pertanian di wilayah Kabupaten Brebes bagian utara. Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura Brebes melalui Mardiyanto selaku ketuanya, mendesak kepada Pemkab Brebes maupun BPSDA Pemali Comal untuk dapat melakukan langkah-langkah penanganan demi mempertahankan keberadaan waduk. ’’Tingat sedimentasinya cukup tinggi, sehingga jika tidak secepatnya mendapat penanganan kami khawatir waduk tersebut tidak akan bertaahan lama,” ungkapnya kemarin (29/ 4). Data yang diperoleh Gapura, waduk seluas 1.246.000 meter persegi yang dibangun tahun 1930 tersebut memiliki daya tampung efektif 9.500.000 meter kubik. Pengukuran daya tampung dilakukan pada tahun 1972. Hasilnya, dalam kurun waktu 1930-1972 terjadi penurunan daya t a m p u n g s e b a n y a k 1.800.000 meter kubik ’’Setelah dilakukan pengukuran pada tahun 1972, daya tampungnya menjadi 7.700.000 meter kubik. berarti telah terjadi penurunan daya tampung,” ujarnya.

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

PERLU PENANGANAN - Waduk Penjalin memerlukan penanganan seiring dengan terjadinya penurunan daya tampung air di waduk tersebut.

Dikatakan Mardiyanto, penyebab meningkatnya sedimentasi didasar waduk diakibatkan terjadinya penurunan kualitas lahan di sekitar aliranaliran sungai pemasok air waduk. Di antaranya, banyak lahan kosong akibat penggundulan hutan atau berubah fungsi menjadi perumahan. Sehingga memicu terjadinya erosi yang lumpurnya kemudian terbawa masuk ke waduk. ’’Karenanya kami mengharap dinas terkait melakukan langkah-langkah nyata di antaranya yakni dengan melakukan pengerukan sedimen,” kata dia. Sementara, Kepala Dinas Pengairan Energi Sumberdaya Mineral Pemkab Brebes Ahmad Satibi SH dikonfirmasi melalui Bagian Pengairan UPTD Pemali Hulu Tasali, tidak membantah jika di waduk tersebut telah terjadi pendangkalan. Pihaknya mengaku cukup

khawatir, terutama dalam menghadapi musim kemarau mendatang. Saat kemarau, Waduk Penjalin membantu pengairan di wilayah utara jika Bendung Notog, Songgom, terjadi penurunan debit air. ’’Namun, dalam pengelolaannya, waduk penjalin berada di bawah kewenangan BPSDA Pemali Comal. Upaya yang kami lakukan saat ini adalah mengatasi semakin parahnya sedimentasi,” jelas Tasali. Terpisah, Korlakop Waduk Penjalin BPSDA Pemali Comal R. Suyoko saat ditemui di kantornya yang berada di lokasi waduk, menampik terjadinya penurunan daya tampung di Waduk Penjalin yang diakibatkan oleh tingginya sedimentasi. ’’Hasil pengukuran tahun 1972, volume waduk sebesar 7.700.000 meter. Sampai saat ini memang belum dilakukan pengukuran kembali..’’ (pri)


SLAWI METROPOLIS

8

JUMAT 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

Berusaha Tingkatkan Kreditur dan Nasabah RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal

Dari Pembangunan Gedung Bank Jateng Cabang Slawi

0283-3448131

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

KESENIAN Jadi Gudangnya Seniman SENIMAN memang beredar di manamana, akan tetapi jiwa seniman itu tidak bisa dipunyai setiap orang. Dan untuk menumbuhkan jiwa seniman itu, maka harus ada yang memfasilitasinya. Hal itu yang dikatakan Teguh Herdi S, Ketua I Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Yang juga Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Pangkah di kantornya Kamis (29/4) kemarin. Teguh mengatakan, lewat pendidikan pihaknya akan mencoba menyeleksi, mulai dari bidang akademik maupun non akademik. Tahun ini, menurut dia, seni lukis DOK.RATEG akan menjadi unggulan di Kecamatan Teguh Herdi S Pangkah dan pihaknya akan menfasilitasi semua potensi yang ada, baik itu produk siswa ataupun produk guru. “Pangkah beberapa tahun yang lalu merupakan kecamatan yang sangat diperhitungkan di segala bidang, dan pada zaman itu merupakan barometer Kabupaten Tegal,” katanya. Dia juga mengaku akan selalu mencoba mencari butir-butir mutiara untuk diuntai kembali sebagai wujud kepeduliannya terhadap kesenian. “Kami selaku Kepala UPTD yang juga Ketua I Dewan Kesenian, kami akan melakukan penyisiran melalui kegiatan-kegiatan non akademis mulai dari muatan lokal, penjaskes maupun seni budaya,” imbuh Teguh. (mg2)

JALINGKOS Tanyakan Kejelasan Pemeriksaan Kejati SLAWI - Untuk kesekian kalinya, dua tersangka kasus Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) jilid II, yang juga merupakan pelapor yakni Edi Prayitno dan Budi Haryono Rabu (28/4) kemarin, kembali menjalani pemeriksaan penyidik tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang. Namun, pemeriksaan yang berulang-ulang membuat keluarga maupun tersangka ingin kejelasan kapan akan berakhir. Sebab informasi yang didapat bahwa pemeriksaan yang dilakukan dengan materi yang sama. Sementara pemeriksaan yang dilakukan tim dari Kejati Semarang, juga seperti biasa dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi. Sedangkan saat hendak menjalani pemeriksaan Edi dan Budi juga secara otomatis langsung dijemput dari sel tahanan LP Tegalandong Lebaksiu. “Kami tidak tahu kapan kasus ini akan dirampungkan ke meja persidangan. Sebab saat kami mencoba bertanya tim penyidik juga tidak bisa memberikan kejelasan,” kata tersangka Jalingkos Budi Haryono. Menurutnya, dirinya sudah dimintai keterangan Kejati sudah berulangkali. Bahkan sepertinya materi yang diajukan juga hampir sama. “Ya, saat ini tim dari Kejati tengah memeriksa Pak Edi. Sedangkan saya, mungkin setelah beliau (Edi-red),” ulasnya. (gus)

CMYK

BATU PERTAMA - Wakil Bupati Tegal Moch Herry Soelistiyawan SH MHum saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung Bank Jateng Cabang Slawi.

Kujang Kesulitan Tangani Penyimpangan Terkait Distribusi Pupuk SLAWI - Biro Komunikasi PT Kujang wilayah Tegal dan sekitarnya Arifin mengaku kesulitan menangani jika terjadi penyimpangan dalam pendistribusian pupuk bersubdi. Pasalnya PT Kujang selaku produsen tidak punya kewenangan, lantaran penyimpangan yang ada masuk dalam ranah hukum dan menjadi kewenangan pihak berwajib. “Kalau mengusut penyimpangan dalam pendistribusian pupuk, baik di tingkat distributor atau pengecer justru disalahkan, karena bukan kewenangan kami,” kata Arifin Kamis (29/4) kemarin saat jumpa pers. Sementara terkait naiknya Harga Eceran Tetap (HET) pupuk, pihaknya mengatakan hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 32/Mentan/ SR.130/IV/2010 per tanggal 8 April 2010. Namun dirinya menjamin kenaikan HET pupuk tidak mengakibatkan gejolak di kalangan petani. Termasuk tidak membuat PT Kujang sendiri menjadi makmur atau banyak untungnya. “Selama distribusi pupuk maksimal dan petani tidak kesulitan mendapatkannya, saya kira tidak akan menjadi masalah. Bahkan kami menjamin stok pupuk untuk dua bulan ke depan atau sampai dengan

UNTUK meningkatkan kredit dan nasabah, Bank Jateng berusaha mengembangkan pelayanan dengan membuka kembali kantor perbankan baru di wilayah Slawi. Hal itu ditandai dengan pembangunan Bank Jateng Cabang Slawi, yang diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Tegal Moch Herry Soelistiyawan SH MHum. Pimpinan Bank Jateng Cabang Slawi Imam Siswadi Rabu (28/4) kemarin mengatakan, pembangunan Bank Jateng Cabang Slawi memang dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Tegal. Disamping itu, pembangunan tersebut juga untuk meningkatkan kreditur dan nasabah Bank Jateng. Sehingga secara tidak langsung maupun langsung, Bank Jateng Cabang Slawi turut serta dalam perkembangan ekonomi daerah. Karena dengan semakin banyaknya kreditur, maka perekonomian akan semakin berkembang. Dikatakan dia, pembangunan Bank Jateng Cabang Slawi didirikan di atas lahan seluas 3.600 meter, sedangkan luas bangunan sekitar 630 meter persegi.

Sementara itu, Wakil Bupati Tegal Moch Herry Soelistiyawan SH MHum mengatakan, menghadapi tantangan di masa mendatang, maka strategi pembangunan Kabupaten Tegal diarahkan pada penciptaan kemandirian wilayah yang bertumpu pada pengembangan potensi unggulan wilayah, khususnya pada bidang pertanian, industri dan pariwisata. Tentunya hal itu tidak mengesampingkan bidang-bidang yang lain, seperti perdagangan dan usaha kecil menengah. Dikatakan, di Kabupaten Tegal usaha kecil dan menengah merupakan salah satu mata usaha yang menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat. Perkembangan usaha kecil dan menengah selama ini masih mengalami berbagai kendala, salah satunya pada bidang permodalan. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, upaya yang dilakukan Pemkab Tegal antara lain dengan mengadakan kerja sama lembaga keuangan dan permodalan yang ada untuk dapat ikut mengatasinya. “Untuk itu, berkenaan dengan akan dibangunnya Gedung Kantor Bank Jateng slawi tersebut, saya menyampaikan penghargaan, karena ini akan dapat mendukung dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat guna dapat menunjang hasil yang lebih baik dan guna peningkatan modal bagi usaha-usaha masyarakat,” pungkasnya. (cw3)

Ditemukan Kasus Tetanus Neototorum Satu Balita Meninggal Dunia AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PAPARAN - Ketua Biro Komunikasi PT Kujang, Arifin didampingi penanggungjawabnya Dadeng, saat memaparkan soal kenaikan pupuk dan kesiapannya jelang proses tanam kedua kepada sejumlah wartawan.

bulan Juni-Juli 2010 aman,” jelas Arifin. Sementara penanggung Jawab PT Kujang Wilayah Timur, Dadeng Suhendar menambahkan kenaikan HET pupuk disebabkan dana subsidi yang dialokasikan dari APBN menurun, dari Rp 17, 4 triliun menjadi Rp 11,3 triliun. Sehingga salah satu langkah yang diambil yakni menaikan HET. “Dengan kenaikan HET ini, harga pupuk di pengecer yang biasanya Rp 1.750 perkilogram sekarang menjadi Rp 2.750 per kilogram,” ujarnya.

Menghadapi masa tanam kedua ini, PT kujang tidak akan menyimpan stok pupuk di gudangnya. Namun pupuk akan disimpan di gudang di setiap daerah. Hal itu dilakukan agar pendistribusian ke petani lebih mudah. Sehingga saat musim tanam kedua tiba, petani tidak kesulitan mencari pupuk. “Stok pupuk untuk Kabupaten Brebes sekitar 3.926 ton dari kebutuhan 3.926 ton. Sedangkan untuk Kota dan Kabupaten Tegal sebanyak 16960 dari kebutuhan 4.000 ton,” pungkasnya. (gus)

DUKUHWARU - Tetanus Neototorum yang dianggap membahayakan dan bisa menimbulkan penyakit tetanus pada bayi, ternyata pernah menjangkiti dua anak balita di wilayah Kabupaten Tegal. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal dr Budi Sutrisno saat menghadiri pertemuan Forum Kordinasi Mitra Program Imunisasi (Forkompi) di Puskesmas Kecamatan Dukuhwaru Kamis (29/4) kemarin mengatakan, Tetanus Neototorum yang membahayakan bagi kesehatan balita pernah ditemukan di Kabupaten Tegal. Selama tahun 2009, ada dua balita yang terserang Tetanus Neototorum tersebut. Kasus tersebut ditemukan di Kecamatan Pagerbarang dan Jatinegara. Mendengar adanya temu-

an tersebut, pihaknya meminta agar Dinkes bisa mengenolkan kembali kasus tersebut. “Artinya kasus ini harus bisa dicegah, agar kedepan kasus seperti itu tidak kembali terjadi lagi.”. Disamping itu, untuk mengurangi penyebaran berbagai penyakit, maka cakupan imunisasi perlu terus digalakkan dengan mengharapkan adanya partisipasi masyarakat. Di samping itu juga perlu ditingkatkan peran bidan desa untuk lebih aktif. “Bidan desa perlu stan by di masing-masing desa untuk menggali data siapa-siapa yang belum mendapatkan imunisasi,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dr Widodo Toto M Kes MMR melalui Kabid P2P dr Titis Cahyaningsih MMR mengakui temuan Tetanus Neototorum tersebut. Dinas Kesehatan sendiri sudah menindaklanjuti temuan itu. (cw3)


ENTERTAINMENT

JUMAT 30 APRIL 2010

9

RADAR TEGAL

INUL DARATISTA

Mobil Dihadang, Batal Ngebor NASIB sial kembali dialami si goyang ngebor Inul Daratista. Mobilnya dihadang ratusan pendemo saat ingin bernyanyi di acara kampanye Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Buton Utara, Kendari. Ceritanya, Inul diundang untuk menghibur kampanye salah satu calon bupati dan wakil bupati Buton Utara, Senin (26/4) lalu. Saat menuju lokasi acara di Buton, tiba-tiba ibu satu anak itu dihadang oleh ratusan massa sebuah partai. Inul menduga massa tersebut adalah simpatisan partai yang menjadi lawan dari calon pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mengundangnya. “Itu saya dihadang sama kompetitornya partai yang aku ikutin,” cerita Inul saat dihubungi, Kamis (29/4). Saat itu mobil Inul tidak berjalan sendiri, melainkan diiringin oleh puluhan mobil lain di belakang mobilnya. Hanya saja posisi mobil Inul berada di deretan paling depan. Mobil yang ditumpangi pedangdut asal Pasuruan, Jawa Timur itu menjadi bulan-bulanan pendemo. “Kita diteriakin

‘turun-turun’. Nah orasi yang mereka omongin itu gubernur (Kendari) itu tidak boleh datang,” tutur Inul.

Padahal menurut Inul, orang yang mereka cari tidak ikut bersamanya. Namun mobil yang ditumpangi Inul pun terus

digoyang-goyang hingga Inul panik. Inul pun hanya bisa diam dan terus berdoa. Bukan hanya sang gubernur yang dilarang untuk datang. Inul pun menjadi sasaran demo agar ia tidak jadi menyanyi. “Salah satunya iya, karena aku itu bintang tamu di acara sebagai penutup acara. Kan kalau saya nggak nyanyi, yang simpatisan marah,” jelas Inul. Setelah dua jam terkurung di dalam mobil, akhirnya Inul mendesak sopirnya tidak melanjutkan perjalanan ke lokasi acara. “Kalau sopir nggak bisa mundur, lebih baik saya keluar, dikeroyok dan saya selamat. Daripada saya di dalam, diguling-guling, dan dibakar,” kata Inul. Akhirnya mobil yang membawa Inul pun mundur dan kembali ke Kendari. Inul memutuskan langsung pulang ke Jakarta meski sempat dipaksa untuk tetap berada di Kendari. “Akhirnya aku mau pulang aja, kepikiran aja aku di rumah. Tapi sebelumnya aku udah nyanyi di sana sama Andi ‘/rif’. Kan acaranya selama tujuh hari gitu,” pungkas Inul. (ebi/iy)

JULIA ROBERTS

Wanita Paling Cantik Versi People JULIA Roberts mungkin sudah tak asing berada dalam daftar wanita paling cantik dunia. Kali ini bintang ‘Pretty Woman’ ini masuk daftar Most Beautiful Person dalam versi People magazine. Untuk keempat kalinya Roberts menempati posisi top di majalah tersebut. Banyak orang yang mungkin sepakat menyebut Roberts sebagai wanita paling cantik. Salah satu yang mengakuinya adalah sutradara ‘Pretty Woman’, Garry Marshall. “Dia secantik sebelumnya. Dia lebih terfokus dan tenang sekarang dan tidak terlalu tertekan. Dia seorang ibu - sangat pengasuh”.

Ibu tiga anak ini sekarang tinggal di New Mexico bersama suaminya, Danny Moder (41). Dia dan keluarganya menjauhi sorotan media. Aktris peraih dua kali Oscar ini mengungkapkan kalau dia lebih mengutamakan keluarganya. “Melihat keluargaku seperti bernafas yang dalam, membersihkan. Aku sangat beruntung, dan aku mencoba menunjukkan rasa syukurku setiap hari...,” katanya seperti dikutip People. Selain keempat kalinya disebut paling cantik di People, Roberts sudah 12 kali ini dinobatkan sebagai yang paling cantik di berbagai majalah AS. (spl/erl)

berhasil mengendus keberadaan penjual bezotan bahan baku pembuat miras oplos. Informasi yang berhasil dihimpun, rasia yang dipimpin Kapolsekta Tegal Barat AKP Aziz Sugiarto dengan menerjunkan 6 personil gabungan tersebut sempat menyisir perkampungan nelayan disekitar Jalan Brawijaya Kelurahan Muarareja. Dari sana petugas berhasil mengeledah rumah Suhar (48),

seorang nelayan yang juga berprofesi sampingan sebagai penjual miras. Sebanyak 48 botol besar miras jenis anggur dan 24 botol besar jenis topi miring berhasil diamankan petugas. Penyisiran berlanjut di areal jalan lingkar utara (jalingkut). Dari sana petugas berhasil membidik penjual miras kaki lima, Eli (52). Dari balik kiosnya petugas menyita 6 botol besar anggur. Di areal yang sama petugas juga berhasil menghentikan

pengemudi truk yang disinyalir bakal memasok miras. Dari hasil pengeledahan truk yang dikemudikan Hadi Suhartono (34), warga Jl Projo Kandang Panjang Pekalongan tersebut petugas kembali berhasil menyita 8 botol wisky dan 2 botol bezotan campuran oplosan miras. Kapolresta AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE melalui Kapolsekta Tegal Barat AKP Aziz Sugiarto menyatakan, rasia pekat ini akan dilakukan secara berkesinambungan untuk menekan merebaknya pesta

miras diwilayah hukumnya. “Kami meminta peran aktif warga untuk segera menginformasikan terkait adanya pesta miras yang bermuara pada tindak kejahatan dan keributan ditengah dinamika warga kota. Kami akan segera responsif menindaklanjuti masukan tersebut,” tegasnya, Kamis ( 29/4) kemarin. Seluruh hasil rasia kini diamankan dimapolsekta setempat untuk dijadikan barang bukti dalam persidangan kasus tipiring. (her)

Habis Gelap Terbitlah Terang dari halaman 3 kurang lebihnya sejak 6 tahun lalu. Pendirian dimulai tahun 2004/2005 dengan nama SMK Haekal Medika sebagai embrionya. “Saat itu Yadi Suryadi SST yang berasal dari Cirebon bertemu dengan saya. Untuk berkonsultasi guna mengadakan sewa menyewa penggunaan gedung eks SMA Nusantara. Setelah itu, pak Yadi mengajak saya untuk bergabung bersama mendirikan sekolah menengah kejuruan di bidang farmasi dengan nama Haekal Medika,” ujarnya melanjutkan cerita. Pada saat itu Kepala Dinas Pendidikan yang dulu bernama Depdikbud belum mau memberikan ijin oprasional. Namun dengan segala resiko penerimaan siswa baru tetap dibuka. Dan ternyata animo masyarakat cukup tinggi bahkan mencapai 92 orang yang mendaftar. Tetapi dari julah tadi hanya diterima 42 siswa baru. Meski ijin belum dikantongi sekolah tetap berjalan. Sehingga sempat menjadi sorotan media cetak baik local maupun regional. Dengan tekad yang kuat, maka setelah 3 tahun Depdikbud memberikan jalan pintas bagi siswa yang menempuh ujian akhir. Siswa dibawa ke Depdikbud Kabupaten Majalengka guna mendapat pengampuan.

“Alhamdulillah SMK Farmasi YPIB bersedia mengampu siswa kelas akhir dua angkatan. Yakni 2007/2008 dan 2008/2009 dan nilai yang dicapai sangat memuaskan 9,7. Padahal saat itu bersaing dengan peserta dari Jawa barat dan DKI Jakarta.” Ditambahkan, H M Nursoleh, Sekolah sempat ditinggalkan Ir niuhayati selaku Kepala Sekolah saat itu. Meski begitu ketiga pendiri bertekad tetap melanjutkan pembelajaran. Mengingat masih ada siswa yang tidak boleh ditelantarkan. Walau ada hambatan perijinan lantaran aturan dari Menkes, pendiri berusaha mengajukan perijinan oprasional dengan nama SMK TI Al Ikhlas. Dan memperoleh Sk dari Diknas dengan No 421.5/0010, dengan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan serta Kimia industri. “Dengan ijin itu sekolah dapat menerima siswa baru,

RENCANA pencalonan artis Julia Perez menjadi pimpinan Pacitan lagi-lagi mengalami kendala. Setelah mendapatkan penolakan dari NU Jatim, kini Jupe dikabarkan memakai ijazah palsu. Namun, Jupe membantah keras hal tersebut. “Saya lulusan Interstudy. Kemarin saya suruh anak buah saya ke Interstudy untuk menanyakan ijazah saya karena ijazah saya yang dulu hilang. Jadi saya memang lulusan D1 di sana tahun 1998 jurusan Sekretaris,” terang Jupe ketika dihubungi via telepon, Kamis (29/4). Bahkan Jupe pun menantang jika ada yang akan membuktikan kebenaran dari ijazah tersebut. “Silahkan cek sendiri saja ke kampusnya, benar atau tidak saya lulusan sana. Enggak benar kabar saya mengurus membuat ijazah palsu. Kemarin saya mengurus ijazah saya yang hilang, bukan ingin memalsukan ijazah. Cek saja kebenarannya. Padahal bukan saya yang datang langsung ke kampus kemarin karena saya sibuk,” tambahnya. Jupe pun menuturkan jika saat ini dirinya sedang mengumpulkan semua ijazah yang dimilikinya sebagai persyaratan untuk menjadi caleg. “Ijazah Bahasa Belanda, Perancis, saya kumpulkan karena ini bagian persyaratan yang diminta. Pokoknya begini, kemarin saya habis dari Pacitan dan saya bersyukur responnya baik terhadap saya,” pungkas Jupe tegas. (kpl/adt/npy)

JULIA PEREZ

Meski Baju Kedodoran, Siswa ... Perez Julia

Peredaran Miras Makin Dipersempit dari halaman 3

Tersandung Gosip Ijazah Palsu

dengan program studi sesuai dengan ijin yang ada. Tapi kenyataannya murid tetap meminta pembelajaran kimia Industri yang sejajar dengan program farmasi,” papar Nursoleh. Dengan ditetapkannya spectrum keahlian pendidikan menengah kejuruan. Berdasarkan Keputusan Direktur Manajemen Pendidikan dasar dan Menengah No 2873/C5.3/MN/2008 dan SK Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah No 251/ C/KEP/MN/2008. Maka SMK TI Al Ikhlas mengajukan proposal perubahan program keahlian ke Disdik 10 April 2009. Guna melakukan perubahan nama menjadi SMK Farmasi Al Ikhlas. Hasilnya, lanjut Nursoleh lagi, Disdik memberi jawaban dengan surat No 421.5/0003, tertanggal 12 Mei 2009 bahwa untuk perubahan perlu rekomendasi. Yakni dari Direktur Pemdina SMK Departemen Pendidikan Nasional dan De-

partemen Kesehatan di Jakarta. “Berkat adanya pemahaman serta pengertian dan dorongan dari kebijakan Walikota dan Wakilnya. Kemudian penetapan Kepala Disdik dan ijin, 4 Januari 2010 ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Ikhlas dan Kepala SMK Al Ikhlas dipanggil dinas guna menerima SK perubahan nama. Sehingga SMK TI Al Ikhlas menjadi AMK Al Ikhlas dengan program studi keahlian kesehatan, kompetensi keahlian farmasi. Dengan SK No 421.5/002/2009 tertanggal 26 Oktober 2009. Ini merupakan satu-satunya sekolah farmasi di Kota Tegal. Dan berdirinya sekolah ini bagai Habis Gelap terbitlah terang,” pungkasnya (adi mulyadi)

dari halaman 3 anak yang terlihat lugu dan polos dengan tenang bercengkerama bersama teman, bahkan tidak sedikit yang bertingkah aneh sehingga membuat suasana semakin rama. Pemandangan tersebut mnjeadi keseharian PAUD Nakula yang memiliki sekitar 80 peserta didik yang semuanya berusia di bawah lima tahun. Ketua PAUD Nakula Kota Tegal, Dra Sepolin Darsih, mengatakan, berbagai aktivitas di PAUD disesuaikan dengan usia anak-anak sehingga lebih banyak dilakukan edukasi dengan cara bermain, menyanyi dan sebagainya. Selain itu, untuk melatih mental sekaligus keberanian. Peserta PAUD diajak berkunjung ke sejumlah tempat seprti obyek wisata, kantor polisi dan se-

bagainya. Di sana, anak-anak diajak untuk mengenal lebih dekat dunia luar sehingga penyampaian materi secara tidak langsung terjadi dalam suasana yang menyenangkan. Saat menjalani kegiatan di dalam ruangan, anak-anak diajarkan berbagai hal dasar sperti menggambar, mewarnai, mengenal bangun ruang dan sebagainya. Dengan segala keterbatasan yang ada, pihaknya terus berupaya memberikan yang terbaik sehingga anak-anak usia dini bisa memiliki bekal sebelum menginjak ke jenjang Taman Kanak-kanak (TK). “Semua aktivitas penuh dengan canda riang dan tawa sehingga tidak bisa dijumpai di tempat lain,” katanya Rizki (28), orang tua siswi PAUD Nakula, membenarkan, jika kegiatan yang dilakukan lebih mengarahkan anak secara

perlahan-lahan. Tetapi, banyak manfaat yang bisa diambil seperti mental anak menjadi lebih kuat karena memiliki banyak teman. Cara bicara yang sebelumnya masih sedikit kini semakin bertambah. Tetapi, yang terpenting anak-anak bisa bergembira bersama teman seusianya sehingga tidak menajdi anak yang pemurung dan mudah bersosialisasi. Bedanya, dia harus menunggu anaknya di dalam kelas dari awal hingga akhir karena usia di bawah lima tahun masih sulit untuk diatur. “Ya namanya juga anakanak, bu guru sedang menerangkan, ada yang berlarian, menangis dan sebagainya. Tetapi, inilah yang membedakan PAUD dengan TK atau pendidikan usia dini lainnya,” terangnya. (*)

Stok Karung dan Matras Tipis dari halaman 3 Adapun beberapa titik yang rawan dan segera dilakukan penanganan adalah Kali Babakan Ketanggungan. Saat ini dalam proses persiapan pelaksanaan pembuatan tanggul oleh BPSDA Cimanuk-Cisanggarung tahun 2010 ini. Selain itu di Kali Kabuyutan Desa Sengon Kecamatan Tanjung Brebes, juga terjadi limpasan air sungai hingga menggenangi pemukiman warga. Kemungkinan akan dilakukan normalisasi agar saat curah hujan tinggi tidak meluap lagi. Sedang di Kali Pemali juga akan dilakukan penghidupan kembali Pemali lama, sehingga wilayah Randusanga Kulon tidak semakin terancam. Kali erang di dan Kali Keruh di Bumiayu Brebes juga menjadi pantauan utama pihaknya. Terkait banjir, kata Pangestu, satuan petugas (satgas) masih bersiaga kendati sudah habis masa tugasnya per 31 Maret 2010 lalu. Mereka masih menjaga di sejumlah pos yang ditunjukk apabila terjadi banjir dan bencana alam lainnya.

Sebelumnya mereka telah melakukan tugas sejak 1 Oktober 2009 hingga 6 bulan, selama musim penghujan berlangsung. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk mengatasi banjir. Dana tersebut digunakan untuk melakukan normalisasi daerah yang dianggap rawan banjir serta pengerukan sejumlah sungai yang mengalami pendangkalan. Kepala DPU Kota Tegal, Gito Musriyono, sebelumnya mengatakan, saat ini terdapat sejumlah daerah yang dianggap rawan banjir di Kota Tegal seperti beberapa kelurahan di Kecamatan Margadana dan Tegal Barat. Berdasarkan data yang ada, nantinya daerah yang rawan banjir akan dilakukan pemeliharaan dan pencegahan banjir. Upaya yang akan diambil diantaranya normalisasi sungai, drainase serta saluran air. Nantinya, akan dilakukan pengerukan, pendalaman dan sebagainya jika dianggap masih mampet sehingga meng-

ganggu aliran air sehingga bisa mengakibatkan banjir. Tetapi, anggaran yang dialokasikan saat ini hanya Rp 6 miliar. Penanganan banjir tentu tidak akan maksimal tanpa dukungan dan peran serta masyarakat. Diantaranya tidak membuang sampah di sungai, selokan atau saluran air yang nantinya akan mengakibatkan banjir saat hujan turun. Dengan pemeliharaan pencegahan banjir, diharapkan sungai, saluran serta drainase yang ada bisa berfungsi secara maksimal sehingga mampu menampung debit air saat hujan deras turun. Pemeliharaan pencegahan banjir, lanjutnya, rutin dilakukan sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia. Untuk pembangunan pemeliharaan direncanakan akan dilakukan bulan Mei 2010. “Penanganan banjir tidak hanya tugas pemerintah, masyarakat juga harus berpartisipasi sehingga bersama-sama bisa mengatasi masalah tersebut secara maksimal,” jelasnya. (ela)


CMYK

10

JUMAT, 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

JADWAL KHOTIB SHOLAT JUMAT Jumat Pon, 30 April 2010

Masjid Agung

INDAHNYA HIDUP dalam Perbedaan

Jl. P Diponegoro nomor 50 Tegal Khotib: Habib Ali Zaenal Abidin

Masjid Al Irsyad Jl. Gajah Mada Tegal Khotib: Abu Tholib SHI

Masjid Ash Sholihin Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal Khotib: Samsul Huda SAg

Masjid Abdullah Asy’ari Jl. Waringin Mintaragen Tegal Khotib: Drs A Domiri

Masjid Jendral Sudirman Kelurahan Margadana Kec Margadana Khotib: KH Khasan Ali Tamam

PROFIL

HM SUWARSO

Jadikan Modal Dasar INDAHNYA perbedaan juga semakin dirasakan Drs HM Suwarso ketika menjalin silaturahmi dengan penganut agama lainnya. Banyak pengetahuan dan pengalaman baru saat bergaul dengan multi etnis dan multi agama sebagai bekal dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Terlebih menjabat ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal, pengetahuan ini menjadi modal utama. Sehingga bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. ‘’Banyak hal baru yang saya ketahui, dan ini pastinya suatu ilmu dan pengalaman yang berharga,’’ ungkapnya. Hal ini seharusnya juga bisa dirasakan yang lain, dengan harapan kedamaian dan ketenangan hidup bisa terwujud. Yang pastinya tanpa mengesampingkan keyakinan masing-masing. Pria kelahiran 10 Mei 1956 ini didaulat sebagai Ketua FKUB Kota Tegal periode ini. Suami Eka Ernawati SPdI ini

juga dipercaya sebagai sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal. Jabatan lainnya juga diemban ayah M Wahid Abdillah, Fitri Hidayati Soleha, Siti Marfuatunnisa, dan M Iqbal Pernama. Diantaranya sebagai anggota mustahsyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal. Tugas utamanya adalah sebagai kepala seksi Pekapontren Kantor Departemen Agama (kandepag) Kota Tegal. Sebelumnya, Suwarso sempat mengurusi keberangkatan dan kepulangan jamaah haji Kota Tegal saat menjabat sebagai Kepala Seksi penyelenggaraan haji di kantor yang sama. ‘’Sekarang tugasnya mengurus pondok pesantren dan sekolah di sini,’’ tambahnya. Menurutnya, apapun tugas yang diberikan harus dilaksanakan dengan baik. Karena nantinya akan dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akherat. (ela)

DOK./RATEG

MODAL DASAR – Perbedaan pandangan dan keyakinan di Indonesia merupakan modal dasar untuk menjalin silaturahmi dan kerukunan antar umat.

APA jadinya bila semua manusia sama? Mungkin hidup ini tidak menarik dan membosankan bukan. Begitu juga dalam hidup bermasyarakat. Banyak sekali perbedaan yang kita jumpai. Baik beda suku, bahasa, adat, dan agama. Perbedaan ini memberikan warna tersendiri dalam kehidupan kita. Perbedaan akan menjadi semakin indah apabila diikat dengan hati. Alangkah indahnya kalau perbedaan ini kita pahami dan kita jadikan sebagai suatu potensi bagi terwujudnya persatuan. Sebaliknya, jangan jadikan perbedaan ini menjadi jurang pemisah atau kendala dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga menjadi senjata ampuh untuk menghalalkan tindakan tidak bijaksana, terkesan anarkis, merusak, memaksa dan lainnya. Sebab, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah namun justru menambah masalah. ‘’Banyaknya kerusakan atau pemaksanaan ini karena mereka belum menyadari benar akan pentingnya perbedaan itu dalam

hidup ini,’’ ungkap Drs HM Suwarso MPd. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal ini menjelaskan hidup tanpa perbedaan tidak bisa berjalan. Tak terkecuali dalam perbedaan beragama atau keyakinan. Hal ini juga jangan dijadikan alasan berpecah belah satu sama lain. Sebab, pada dasarnya kehidupan beragama semuanya sama. Mengajarkan kebaikan dan saling menghormati satu sama lainnya. Terkecuali dalam bidang akidah atau keyakinan, hal ini memiliki batasan jelas dan keras. Munculnya konflik yang mengatasnamakan agama atau suku tertentu, lanjutnya, merupakan bentuk kekecewaan karena idenya tidak bisa diterima semua orang. Mereka meminta perhatian dengan bertindak anarkis dan melanggar hukum serta hak orang lain tanpa mempedulikan bahwa korban bukanlah pihak bersalah. Yang seharusnya dilakukan adalah bagaimana menyatukan perbedaan ter-

Forum Kerukunan Umat Beragama SETELAH sempat berhenti, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kembali dibentuk. Tak terkecuali di Kota Tegal, diharapkan bisa mengajak seluruh tokoh agama di untuk senantiasa menjaga silaturahmi antar-sesama pemeluk agama. Ini sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 & 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah lbadat. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama di bidang pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama, termasuk dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan ormas keagamaan yang berbadan hukum dan telah terdaftar di pemerintah daerah setempat, termasuk pertimbangan dari Forum Kerukunan Umat Beragama. “Kerukunan beragama berarti

CMYK

adanya hubungan sesama umat beragama dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ungkap Drs HM Suwarso MPd. Selain itu, dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama perlu dilakukan langkah– langkah strategis melalui koordinasi dengan semua pihak terkait. Tujuannya untuk menumbuhkembangkan dan memberdayakan FKUB dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan tanggungjawabnya. Mengingat betapa strategisnya peranan FKUB dalam mendorong keberhasilan pembangunan secara luas, maka sepatutnyalah pemerintah beserta seluruh unsur lainnya memberikan dukungan terhadap keberadaan dan keberlangsungan FKUB. Adapun banyaknya agama, keyakinan dan kepercayaan di Indonesia merupakan cerminan dari pengakuan hak asasi setia

Ketiga, memaklumi setiap perbedaan yang ada di antara kita. Keempat, memaafkan, karena tak jarang perbedaan membuat gesekan atau pertentangan. Karena itulah, kita harus mampu memberi keluasan maaf. Kelima, memperbaiki, karena terkadang perbedaan memang tidak selalu baik, dan di sinilah kita perlu kemauan untuk memperbaiki bukan menyalahkan. Hal ini sebagaimana diajarkan Prof dr Mukti Ali MA, mantan menteri agama RI era 1970-an. ‘’Hidup bersama harus dilandasi agree in disagreement,’’ tegas Suwarso. Artinya kita harus setuju dalam ketidaksetujuan atau dalam perbedaan. Filosofi ini sangat pas dengan manusia sebagai makhluk sosial yang hidup bermasyarakat. Sebab, dia tidak bisa hidup sendiri di tengah perbedaan makhluk lainnya. Kkarenanya, Suwarso berulangkali berpesan kepada masing-masing penganut agama untuk memberikan pemahaman atau kesadaran kepada

umatnya agar benar-benar memahami agama mereka. Sebab, tak banyak umat yang menerima ajaran agama secara penuh atau menyeluruh. Sebagian hanya mengambil intinya saja, sehingga masih sering dijumpai konflik antar umat beragama karena mereka belum menyadari benar bagaimana menjalankan agama secara utuh. ‘’Untuk menuju penalaran ini sangat sulit, karena banyak kendala yang dihadapi,’’ tambah ayah lima anak ini. Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menambahkan, kesadaran beragama masing-masing pemeluk beragama sangat penting dan menjadi kebutuhan atau keharusan. Sehingga tidak banyak gejolak yang terjadi hingga memakan korban sebagaiman terjadi beberapa waktu lalu. ‘’Intinya tidak mencampuradukan urusan ibadah atau akidah dalam kehidupan seharihari,’’ pungkasnya. (laela nurchayati)

Mata Hati Hal Paling Utama

DOK./RATEG

SIMBIOSIS – Jalinan antar umat beragama yang intensif sangat diperlukan di tengah kemajemukan bangsa.

manusia untuk memeluk agama masing-masing. Dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 & 8 Tahun 2006 diharapkan terciptanya suasana yang kondusif bagi

sebut sehingga menjadi satu kesatuan kokoh dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, tak ada yang salah dari perbedaan itu. Yang salah adalah jikalau kita tidak bisa menyikapi perbedaan yang ada. Bukankah Allah menciptakan keindahan itu justru dari perbedaan yang ada? Indahnya kebersamaan justru kalau kita dapat merasakannya sebagaimana kita melihat suatu rangkaian bunga. Dalam sebuah rangkaian kita dapat menemukan bunga yang berwarna cokelat, merah, jingga, atau merah muda. Semuanya berpadu memberi nuansa indah yang memikat mata untuk melihat. Ya! Kita melihat keindahan justru melalui perbedaan. Perbedaan adalah rahmat, karena itu setidaknya ada beberapa hal yang patut direnungkan dalam menghadapi perbedaan. Pertama, menyadari, bahwa perbedaan itu pasti ada dan bahkan harus ada. Kedua, memahami, kita harus senantiasa mencoba memahami setiap perbedaan.

FKUB dalam memberdayakan diri dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawab. Serta memberikan pemahaman dan saling pengertian dalam mendorong partisipasi dan kerja sama umat beragama. (ela)

DALAM membuat suatu keputusan atau keyakinan, kita tidak hanya mengandalkan penglihatan dan pendengaran semata. Sebab, adakalanya indera penglihatan dan pendengaran kita menipu. Harus ada klarifikasi atau analisis lebih jauh sebelum menjatuhkan keputusan akan satu hal. Dan hal ini hanya bisa dilakukan dengan mata hati kita. Sebab, hati ibarat sebuah kubangan dan mata serta telinga kita adalah tempat mengalir semua hal ke dalam lubang tersebut. ‘’Jadi harus ada penyaring atau penetralisirnya agar isi kubangan tersebut bukan hanya kotoran saja,’’ ungkap KH Zaini Nadzif dalam pengajian Penyejuk Hati Pemkot Tegal, Rabu (28/4) malam. Dijelaskan Zaini, dengan mata hati ini maka keimanan kita akan teguh dan kuat. Karena pada dasarnya, hati manusia mudah berubah-ubah dan berbolak balik. Namun dengan tajamnya mata hati kita, maka kita akan senantiasa jujur dalam bertindak dan bersikap. Zaini juga menjelaskan, ada beberapa tahapan orang agar

LAELA NURCHAYATI/RATEG

RUTIN – Pengajian penyejuk hati rutin dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kota Tegal pada minggu terakhir setiap bulannya.

keimanan kita selalu terjaga baik. Pertama adalah malu sebagai pakaian kita. Sebab, jika kita tidak punya malu ibarat binatang. Yang melakukan semua hal semaunya sendiri tanpa tahu aturan dan akibatnya nanti. Apabila keseharian kita didasarkan pada malu, maka iman kita akan tetap terjaga. Kedua, tidak boleh sombong

dan meremehkan orang lain. Karena orang yang sombong atau takabur biasanya akan menolak kebenaran yang ada di depannya. Menghormati orang lain harus dilakukan untuk menjaga hati kita tetap bersih. Karena dengan menghormati orang lain, maka kita akan menghargai mereka dan mau menerima kebenaran yang dibawanya. (ela)


CMYK

JUMAT, 30 APRIL 2010

OLAHRAGA

11

RADAR TEGAL

KE FINAL Pemain Inter Milan Thiago Motta bersama Lucio Da Silva Ferreira Lucimar meluapkan kegembiraannya. Kendati kalah dari Barcelona pada second leg semifinal Liga Champions dini hari kemarin, Diego Milito dkk tetap berhak melaju ke final.

1 BARCELONA V INTER MILAN 0

KALAH INDAH BARCELONA - Kekalahan yang indah. Itulah yang tengah dirasakan seluruh personel Inter Milan saat ini. Ya, kendati menderita kekalahan 0-1 dari Barcelona di second leg semifinal Liga Champions dini hari kemarin, Diego Milito dkk tetap berhak melaju ke final. Mereka mengubur ambisi Barcelona mempertahankan mahkota juaranya dengan kemenangan agregat 3-2. Kekalahan El Barca - sebutan Barcelona - melengkapi kegagalan tim Spanyol di Liga Champions musim ini. Ironis, dengan final yang digeber di markas besar Real Madrid, Santiago Bernabeu, bukan satu pun finalis berasal dari Liga Primera. Di sana, Inter akan menghadapi Bayern Munchen pada 22 Mei mendatang. Sebaliknya, bagi Inter kemenangan ini terasa jauh lebih manis. Mereka mengakhiri penantian panjang untuk tampil di final Liga Champions selama 38 tahun. Terakhir, skuadra Nerrazurri sebutan Inter - menembus final edisi 1972. Musim ini, mereka juga berpeluang mengakiri puasa gelar turnamen antarklub paling elite Eropa yang sudah berlangsung selama 45 tahun. “Ini kekalahan terindah sepanjang karir saya. Buat saya, buat pemain, dan juga buat fans, ini momen terhebat,” ucap Jose Mourinho, allenatore Inter, sebagaimana dikutip Reuters. “Sudah 38 tahun Inter tidak merasakan final Liga Champions. Padahal, ini bukan tim muda yang bisa menunggu 15 tahun untuk sampai ke final,” lanjutnya. “Sangat sulit menaklukkan Barcelona dengan 11 orang. Tapi, kami mampu

melakukannya dengan 10 orang. Ini adalah prestasi luar biasa, sangat bersejarah,” lanjutnya dengan berseriseri. Inter memang harus bermain dengan 10 orang sejak Thiago Motta dijatuhi kartu merah pada menit ke-28. Wasit asal Belgia Frank de Bleeckere menjatuhkan kartu kuning kedua kepada Motta setelah dia mendorong wajah Sergi Busquets. Kehilangan satu pemain membuat Inter yang dari awal cenderung bertahan semakin defensif. Itu semakin terlihat di babak kedua. Mourinho yang menganut prinsip sepak bola pragmatis itu menginstruksikan anak buahnya untuk bertahan total. Intinya, tidak berusaha menyerang pun tidak apaapa, asalkan Inter tidak kebobolan dua gol. Strategi itu sukses besar. Trisula Barca, Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic, dan Pedro Rodriguez, plus Daniel Alves dan Xavi yang ikut menyerang mati gaya menghadapi ketatnya pertahanan Barca yang diisi lima hingga enam pemain sekaligus. Jangankan melepaskan tembakan yang mengancam gawang Julio Cesar, menembus kotak penalti Inter pun kesulitan. Alhasil, meski mendominasi ball possession hingga 75 persen, Barca hanya mencetak satu gol lewat Gerard Pique pada menit ke-84. “Saya tidak pernah melihat tim yang permainannya sangat defensif, total bertahan seperti Inter malam ini,” keluh Yaya Toure, gelandang sayap Barca, kepada Goal. “Pemain yang berada di posisi yang sama dengan saya saja beroperasi jauh di depan saya. Nyaris di depan kotak

penaltinya sendiri,” lanjutnya. Pelatih Barcelona Josep Guardiola tidak mau mengkritik gaya main Inter yang menurut banyak pihak sangat negatif dan membosankan. Pelatih yang musim lalu membawa Barca memenangkan enam trofi itu dengan besar hati mengakui kemenangan Nerrazurri. “Selamat kepada Inter, mereka telah mengalahkan kami dalam dua game. Saya ucapkan semoga berhasil kepada mereka,” tutut Guardiola, seperti dikutip Sky Sports. “Semua tim boleh menampilkan permainan seperti apapun sesuka mereka. Saya tidak akan komplain. Kami sudah mencoba menembus pertahanan mereka lewat tengah dan sayap, tapi tidak berhasil,” papar dia. “Kami sangat kesulitan menemukan jalan, karena benar-benar tidak ada ruang antara lini tengah dan belakang Inter,” lanjut Guardiola. “Ketika lawan bertahan total seperti Inter, saya biasanya mencoba membuka lapangan dan memanfaatkan lini tengah. Tapi lagi-lagi, mereka terlalu ketat, dan apa yang kami coba lakukan malah berujung pelanggaran,” ungkapnya frustrasi. Menurut Mourinho, obsesi Barca membukukan final back-to-back itulah yang menyebabkan kekalahan mereka. Para pengamat bahkan menyebut Barca sebagai korban dari kesuksesannya musim lalu. Namun, Guardiola menampik anggapan itu. “Kami sudah mencapai final Liga Champions. Bagaimana mungkin kami jadi korban? Klub ini tahu rasanya kalah, karena kami kalah jauh lebih sering daripada menang,” ucap Guardiola. (na)

AFP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTE

Sama-sama Happy Ketemu Teman

JOSE MOURINHO

CMYK

FINAL Liga Champions bulan depan bakal menjadi pertemuan guru dan murid. Pelatih Bayern Munchen Louis van Gaal ditantang bekas asistennya, Jose Mourinho, yang menangani Inter Milan. Keduanya sama-sama mengaku tidak sabar bertemu di partai puncak pertama yang digeber pada hari Sabtu tersebut. Ya, sebelum namanya besar sebagai pelatih, Mourinho merintis karir sebagai penerjemah di Barcelona. Salah satu kliennya adalah mendiang Bobby Robson yang menukangi Barca pada 1996-1997. Nah, ketika Robson digantikan oleh Van Gaal, dia naik pangkat menjadi asisten pelatih. Dia banyak mempelajari teknik kepelatihan dari pria asal Belanda tersebut. “Ini kesempatan untuk ber-

temu teman lama saya. Mungkin kami akan membuat konferensi pers gabungan saja,” ucap Van Gaal gembira, ketika mendengar Inter yang menyusul langkah Bayern ke final. “Saya memang lebih suka ketemu Inter daripada Barcelona,” lanjutnya seperti dikutip EARTHtimes. Alasan Van Gaal lebih memfavoritkan Inter bukan sekadar persoalan reuni dengan mantan asistennya. Lebih dari itu, Van Gaal mencemaskan peluang timnya jika harus menghadapi Barcelona yang superagresif. “Menurut saya, Barcelona adalah tim terbaik di dunia. Kami punya kans lebih besar untuk menang jika melawan Inter, karena mereka tidak terlalu banyak menyerang,” ucap der trainer 58 tahun itu.

“Tapi Mourinho memang pelatih yang luar biasa. Kami harus tetap waspada,” lanjutnya. Sementara itu, melihat kans menghadapi s a n g m a n t a n mentor, Mourinho memilih bersikap rendah hati. Alihalih menyombongkan diri seperti biasanya, dia malah memuji-muji tim besutan Van Gaal. “Bayern adalah tim besar dengan pemain berkualitas bagus,” tutur Mourinho. “Mereka punya tradisi lebih bagus di Liga Champions, jauh lebih bagus daripada kami. Pelatihnya juga hebat,” puji dia. Pria yang menjadi asisten Van Gaal selama empat musim itu mengingatkan anak buahnya akan potensi bahaya dari Bayern. Tim Bavaria itu terseok-seok di awal musim,

namun saat ini mereka berpeluang merebut treble winners, sama seperti Inter. Performa Arjen Robben dkk juga sangat konsisten. “Ada banyak contoh klub hebat. Tapi tidak ada yang seistimwa Bayern. Mereka bertahan dengan Van Gaal setelah awal musim yang buruk. Hasilnya, kini mereka menembus final Liga Champions dan berpeluang memborong tiga trofi musim ini,” ulasnya. Disinggung soal peluang dia kembali ke Barcelona, Mourinho langsung mengelak. Meskipun, dia mengaku punya kenangan manis dengan klub itu selama jadi penerjemah dan asisten Van Gaal. “Sudah jelas bahwa saya akan mengakhiri karir pelatih saya tanpa pernah melatih Barcelona,” tegasnya. (na)


ALL SPORTS

JUMAT 30 APRIL 2010

13

RADAR TEGAL

PERSEBAYA TOLAK TANDING ULANG

Menang WO atas Persik

SURABAYA - Meski telah mengetahui bahwa pertandingan Persik Kediri kontra Persebaya Suarabaya batal digelar, kubu Persebaya tetap ngotot untuk datang ke stadion Mandala Krida Yogyakarta kemarin (28/4). Mereka bertahan hingga sore hari. Setelah memastikan pertandingan batal digelar, kubu Persebaya langsung bertolak ke Surabaya. Manager Persebaya Saleh Ismail Mukadar mengaku bahwa sebetulnya, pihaknya sudah mengetahui pembatalan pertandingan Rabu (27/4) malam. Saleh sudah mendapat informasi bahwa panitia pelaksana pertandingan tidak mendapatkan izin keamanan dari Polda DI Jogjakarta. Namun, imbuh Saleh, pihaknya memilih bertahan. Hal ini untuk meenunjukkan bahwa timnya siap menyongsong laga. “Kami bisa saja langsung pulang setelah tahu pertandingan gagal. Memang bertahan di stadion itu tidak normal dan berlebihan. Tetapi ini harus kami lakukan. Kami harus hatihati,” kata Saleh ketika dihubungi kemarin. Mantan Ketua DPC PDIP Surabaya itu menegaskan, dengan pembatalan ini otomatis Persebaya menang walk out (W.O) atas Persik. Skornya adalah 3-0. Hal ini, tambah Saleh, sudah sesuai dengan peraturan yang dibikin Liga Indonesia.

CMYK

DENPASAR - Setelah dipastikan ditunda, rencana laga Chris John kemarin (29/4) mendapatkan waktu pengganti. Juara dunia kelas bulu WBA, itu akan menghadapi Fernando David Saucedo dari Argentina pada bulan Juli mendatang. Sebelumnya, pertarungan itu rencananya digelar di Centro Mall, Kuta pada 22 Mei nanti, namun ditunda karena Chris mengalami cedera. Sayang, sang promotor Zaenal Thayeb tak menyebutkan tanggal pasti di bulan Juli tersebut. Dia hanya menyebut, ancer-ancernya setelah Piala Dunia di Afrika Selatan yang digelar pertengahan Juni hingga pertengahan Juli tahun ini. “Ini pertimbangan masalah jadwal sepakbola piala dunia (di Afrika Selatan, red). Jadi jika dihelat Juni, takutnya malah berbenturan, dan bisa-bisa laga Chris (Chris John, Red) bakal sepi. Kan lebih baik jika laga tersebut dihelat usai piala dunia,” ujarnya. Meski demikian, menurutnya, saat ini yang lebih penting adalah dalam penetapan tanggal pastinya. Mengingat dirinya memperkirakan saat naik

ring nanti, cedera yang dialami Chris John sudah sembuh atau sebulan proses penyembuhan yang dibutuhkan Chris setelah cedera yang dialaminya pada Rabu lalu. Sementara itu untuk melakukan pengobatan atas cedera yang dialaminya saat latihan, hari ini rencananya petinju andalan Indonesia tersebut akan terbang ke Jakarta yang akan dilanjutkan ke Semarang untuk pulang ke kampungnya. “Tadi saya sudah memintanya berobat saja ke Jakarta, dan fokus pada penyembuhan cedera yang dialaminya. Nanti baru kembali lagi untuk persiapan menjelang laga pada Juli nanti,” imbuhnya. Sementara itu ditanya mengenai masalah yang dihadapi pelatih Chris John, yakni Craig Christian yang dijadikan DPO (Daftar Pencarian Orang, Red) oleh Mabes Polri di Jakarta, Zaenal tidak mau berkomentar, karena menurutnya hal tersebut tidak ada kaitannya. “Itu bukan urusan saya, karena saya hanya promotor untuk duelnya Chris John, jadi masalah itu adalah urusannya mereka,” sambungnya. (wid)

AMIN/RADAR JOGJA

MENANG WO - Pemain Persebaya datang ke stadion Mandala Krida Yogyakarta kemarin (28/4). Setelah memastikan pertandingan batal digelar, kubu Persebaya langsung bertolak ke Surabaya.

Keputusan tersebut tidak bisa diganggu gugat. Saleh mencontohkan, Persiwa Wamena mendapatkan kemenangan yang sama saat Persija Jakarta gagal menggelar pertandingan (13/3) lalu. Kalau misalnya, PT Liga Indonesia (PT LI) memaksakan adanya pertandingan ulang di tempat lain, Saleh dengan tegas menolak.

“Kalau tanding ulang ada, mereka (PT LI) harus belajar baca tulis,” ujar Saleh lantas tertawa. “Tetapi untuk pastinya kami akan menunggu keputusan resmi malam ini (kemarin, red),” tambahnya. Di hubungi terpisah, Ketua Harian Persebaya Cholid Goromah mengatakan, keputusan

Persebaya mendatangi stadion karena pihaknya mendapatkan fax dari pihak panpel dan PT LI. Isi fax tersebut menyebutkan bahwa pertandingan digelar di Stadion Mandala Krida Jogjakata. Ini setelah panpel tidak bisa menghelat di laga di Stadion Brawijaya Kediri. “Kalau gagal begini harusnya Persebaya menang W.O.

Jujur saya senang dengan hasil ini. Tiga poin sangat berharga agar Persebaya lolos dari jerat degradasi. Tetapi ini bukan keuntungan tetapai keharusan,” tuturnya. Sementara itu, dia menuturkan bahwa konsentrasi pemain Persebaya tidak pecah dengan batalnya pertandingan ini. (nur)

favorit saya dan lintasannya lambat. Tapi atmosfer dan penonton di sana luar biasa, karena selalu ada sedemikian banyak penonton di grandstand dan hillside,” ujarnya.

Modal utamanya tentu makin stabilnya performa RC212V yang diandalkannya. Dovizioso pun siap untuk melanjutkan momentum positif yang tengah dinikmatinya. (ady)

Bersaing Jadi No. 1 Honda AWAL perjalanan tim Repsol Honda di MotoGP musim ini tak terlalu buruk. Dua pembalapnya, Andrea Dovizioso dan Dani Pedrosa menyelesaikan lomba dengan waktu yang kompetitif. Kedua pembalap pun bersaing untuk menjadi pembalap utama di timnya. Sejak memperkuat Honda di MotoGP pada 2006, Pedrosa dianggap sebagai pilar bagi Repsol Honda. Tempatnya tak tergantikan meski pendampingnya di tim itu sudah beberapa kali diganti. Kini, posisinya sebagai pembalap utama di Honda pun terancam dengan performa menjanjikan yang ditunjukkan Dovizioso di seri pembuka yang berlangsung di

Naik Ring usai Piala Dunia 2010

Qatar, tiga pekan lalu. Pada seri pembuka MotoGP 2010 di Losail, penampilan Dovizioso menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Saat itu, pembalap Italia tersebut finis di posisi ketiga, berada di belakang duo Fiat Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Dalam perjuangannya meraih podium tersebut, Dovizioso terlibat persaingan sengit dengan Rossi. Sempat menyalip Rossi, dia melakukan kesalahan yang membuatnya harus puas dengan 15 poin. meski begitu, Dovizioso bisa tahu motor RC212V yang ditungganginya punya kemampuan besar untuk bersaing meraih gelar juara. Setelah balapan di Motegi

(GP Jepang) mengalami penundaan, seri kedua kini akan dihelat di Jerez, Spanyol, pada akhir pekan ini. Dengan hasil di Losail, keyakinan diri Dovizioso pun sedang tinggi. “Kami merasa sangat termotivasi untuk balapan di Jepang dan kami pasti akan meneruskan determinasi itu di Jerez,” tegas Dovizioso. Tapi, ada ganjalan bagi pembalap 24 tahun itu, dia mengaku kurang suka dengan lintasan di Jerez. Saat berlaga di kelas MotoGP, Dovi memang hanya dua kali finis pada posisi kedelapan meski saat masih berlaga di kelas 250 cc sempat dua kali naik podium. “Sejujurnya lintasan di sana bukan salah satu

CHRIS JOHN


JATENG

JUMAT 30 APRIL 2010

17

RADAR TEGAL

PENDIDIKAN UN Jeblok, Dispendikpora Dipanggil BOYOLALI - Komisi IV DPRD Boyolali secepatnya memanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora). Pemanggilan ini seiring hasil ujian nasional (UN) Boyolali 2010 cukup jeblok. Bila dibandingkan tahun lalu, persentase kelulusan turun sekitar enam persen. Semula mencapai 94 persen, kini hanya sekitar 87 persen. Wakil Ketua Komisi IV, Agus Wiyono, mengatakan, kondisi pendidikan seperti ini tidak boleh dibiarkan, melainkan harus mencari solusi agar tingkat kelulusan sesuai target. ”Misalnya dispendikpora lebih menekankan kepada sekolahsekolah lebih fokus terhadap mata pelajaran yang diunaskan,” katanya ditemui di gedung wakil rakyat, Kamis (29/4). Dewan sendiri merasa prihatin dalam pelaksanaan UN tahun ini. Sebab, dari rata-rata kelulusan tingkat SMA sederajat mengalami penurunan. Bahkan, beberapa sekolah hanya bisa meluluskan dua sampai lima siswa saja. ”Yang disayangkan lagi satu sekolah tidak ada yang lulus sama sekali,” kata Agus. Sesuai pengamatan Agus di lapangan dan laporan dispendikpora, sekolah yang cukup memprihatinkan dalam hasil UN ini yakni, SMA Bhineka Karya 5 Simo. ”Jurusan IPA siswanya 31 orang yang lulus hanya tiga siswa. Lantas jurusan IPS siswanya 35 siswa yang lulus hanya dua siswa saja. Ini kan cukup memalukan,” tandasnya. Dia melanjutkan, hasil unas SMA Gagatan Karanggede juga cukup jeblok. Dari siswa 12 orang jurusan IPA, yang lulus hanya empat orang. Kemudian jurusan IPS dengan siswa 24 orang yang lulus hanya lima siswa saja. Dengan hasil unas seperti ini, pihaknya ingin mengetahui alasanalasan dari dispendikpora. Jika yang salah pada sistem pengajaran, maka pihaknya meminta supaya diperbarui. Namun jika yang kurang serius guru pelajaran, sekolah harus ditekankan pengarahan intensif. Kepala Dispendikpora, Mulyono Santoso, sanggup hadir dalam koordinasi dengan DPRD. Dia mengatakan akan memberikan keterangan terkait proses pra UN hingga pelaksanaan UN. (un/zul)

PROGRAM Mei Ngemplak Sutan Rampung SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan pembangunan rumah relokasi di Ngemplak Sutan, Mojosongo akan selesai Mei nanti. Saat ini pemkot sedang merampungkan beberapa rumah lainnya. Kepala Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3AKB) Solo, Widdi Srihanto, mengatakan, pihaknya sudah terjun lapangan memantau perkembangan pembangunan rumah relokasi yang sempat macet beberapa bulan. ”Sekarang masih dalam tahap penyelesaian beberapa rumah. Mungkin Mei sudah dapat ditempati oleh warga bantaran RW 8, Kelurahan Pucangsawit, Jebres,” ujarnya kemarin. Dari pembangunan beberapa rumah yang baru dikerjakan, phaknya optimis akan selesai pada bulan depan. Dari 112 rumah relokasi yang dibangun, masih menyisakan 12 unit belum terselesaikan. Penggarapan rumag relokasi ini sudah 80 persen selesai walaupun sempat berhenti pembangunannya lantaran pengalihan anggaran untuk membangun talud terlebih dahulu. Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudiyatmo, menyayangkan, pembangunan talud di Ngemplak Sutan tanpa dikomunikasikan terlebih dahulu. Kelompok kerja (pokja) langsung membangun begitu saja tanpa memberitahunak kepada pemkot maupun masyarakat relokasi bantaran sunagi bengawan solo pucangsawit RW 6 dan 8. ”Sebenarnya maksudnya baik, tapi kurang dikomunikasikan saja,” terangnya. (rdo/zul)

SOSIALISASI Kiemas Takjub Kemenangan Jodi SOLO – Petinggi DPP PDIP Taufik Kiemas merasa takjub atas hasil perolehan suara pilkada Solo yang memenangkan pasangan wali kota dan wakil wali kota Jokowi-Rudy (Jodi) 26 April lalu. Menurut suami Megawati Soekarnoputri ini, kemenangan pasangan Jodi sangat luar biasa jauh melebihi pasangan calon di daerah lain. “Saya benar-benar takjub dengan hasil kemenangan pasangan Jodi ini. Usai penghitungan saya langsung mendapat laporan. Sungguh hasil perolehan suaranya sangat tinggi,” tutur Kiemas kepada wartawan usai santap siang di kediaman ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, RT 2 RW IX kelurahan Pucangsawit Jebres Kamis (29/4) siang kemarin. Selain hasil yang maksimal, sambung Kiemas, tingkat partisipasi warga Solo dalam pilkada juga patut dipuji. Dengan angka menembus 71 persen, menandakan kepedulian politik dan kemajuan dari warga Solo cukup tinggi. Keberhasilan penyelenggaraan pilkada dan kemenangan Jodi tak lepas dari pemberitaan media. “Rakyat dan wartawan-lah yang menentukan keberhasilan pilkada Solo. Tanpa adanya partisipasi warga, pilkada tidak akan ada artinya. Demikian juga peran media. Pak Jokowi dan Rudy mungkin juga tidak akan bisa menang tanpa pemberitaan dari media,” tegas Kiemas. Dia menandaskan, sukses pilkada berkat kerja keras rakyat Solo. Kehadiran masyarakat ke tempat pemungutan suara (TPS) harus dihargai. Lantaran, warga yang merupakan pemilih pilkada telah menyumbangkan partisipasinya secara sukarela tanpa paksaan. “Ini kerja keras semua elemen masyarakat Solo. Dan mereka telah menentukan pilihan. Kalau tidak memikirkan rakyat, tidak mungkin Jodi dipilih lagi. Artinya keduanya selama ini juga kerja keras untuk rakyat,” ucapnya. Ditanya mengenai target 2014, Kiemas tak banyak berkomentar. Dia hanya menyatakan, bahwa strategi yang diputuskan kongres III PDIP di Bali belum lama ini sudah tepat. Point pentingnya adalah tidak berkoalisi dengan partai penguasa. Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku bersyukur menerima kunjungan Taufik Kiemas bersama pimpinan MPR lainnya. Soal acaranya, memang tidak ada agenda khusus. Usai tiba di kediaman Rudy, Kiemas bersama rombongan langsung disambut ketua Depercab PDIP Solo Jokowi beserta jajaran partai lainnya. Kemudian secara bersama, pimpinan MPR dan kader PIDP menikmati makan siang. (mas/zul)

Sertifikasi Guru Diperketat KLATEN - Maraknya pengaduan masyarakat tentang adanya pungutan liar (pungli) terhadap guru yang mengajukan sertifikasi membuat Dinas Pendidikan (dispendik) Klaten gerah. Keadaan ini seringkali dimanfaatkan oknum unuk mencatut nama pejabat dalam proses sertifikasi. Untuk mengantisipasi korban agar tidak bertambah Dispendik memperketat pengawasan guru

yang mengajukan sertifikasi. Kepala Dispendik Klaten, Sunardi, mengatakan, tujuan utama sertifikasi adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan semakin banyaknya guru yang memiliki sertifikat profesi maka diharapkan akan lebih berhasil dalam menjalankan fungsi sebagai pendidik. “Namun dalam perjalanannya kegiatan ini seringkali dimanfaatkan oknum untuk mengeruk

keuntungan pribadi. Termasuk menarik biaya yang sering disebut sebagai uang pelican agar proses sertifikasi dapat segera selesai,”ujarnya, Kamis (29/4) kemarin. Dengan tegas Sunardi mengatakan, Dispendik tidak memungut biaya yang tidak resmi dalam proses sertifikasi tersebut. Biaya yang dikeluarkan guru yang mengajukan proses sertifikasi hanya sebatas unuk

administrasi dan kegiatan pembekalan sebelum guru dinyatakan lulus sertifikasi. “Jumlahnya tidak mencapai jutaan, hanya disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi tidak benar jika sertfikasi dipungut biaya tertentu agar proses dapat segera selesai. Di Klaten pada 2010 mendapat kuota sertifikasi 1.374 guru. Saat ini masih dalam proses pemberkasan,” jelas Sunardi lagi.

Dispendik tidak melarang setiap guru untuk mengurus sendiri proses sertifikasi. Namun agar tidak dikatakan liar, guru yang bersangkutan harus mendapat surat jalan dari Dispendik. Sehingga tahapan yang berjalan di Dispendik Jawa Tengah dapat terpantau. “Ini sebagai bentuk kontrol agar ke depan tidak ada oknum yang mencatut nama pejabat,” tambahnya. (oh/zul)

Ratusan Bonek Jarah Pedagang SEMARANG—Lagi-lagi, ratusan suporter bonek alias bondo nekat membuat ulah di wilayah Jateng. Kali ini, pendukung setia Persebaya, Surabaya ini membikin keributan di Stasiun Poncol, Kamis (29/4), dinihari pukul 02.00 dan 04.00. Mereka menjarah barang milik pedagang yang berada di stasiun tersebut. Bahkan, massa bonek ini juga merusak gerobak jualan sebelum menggondol isinya. Para suporter bonek itu tiba dari Surabaya dengan menumpang dua kereta api. Rombongan pertama datang sekitar pukul 02.00, disusul rombongan kedua pada pukul 04.00. Mereka turun di Stasiun Poncol dan hendak melanjutkan perjalanan ke Kota Jogjakarta untuk menyaksikan laga usiran antara Persebaya melawan Persik Kediri. Saat keluar dari stasiun, para suporter itu mulai membuat ulah. Mereka menjarah barang milik para pedagang. Tak ayal, beberapa pedagang ketakutan melihat aksi beringas tersebut. Salah seorang pedagang yang menjadi korban, Yekti (40), mengaku, sempat ngewel (ketakutan, red.) saat mengetahui barang dagangan berupa makanan, minuman, dan rokok dijarah para bonek. “Dagangan saya diambil semua. Saya melihatnya sendiri. Saya ketakutan sekali, apalagi mereka jumlahnya sangat ba-

nyak,” katanya. Saat kejadian, Yekti mengaku sedang lelap tertidur di dalam gerobak jualannya. Tiba-tiba saja para bonek menjarah. Sontak, dia berteriak-teriak minta tolong. Namun para bonek tak menghiraukan, dan tetap menjarah dagangannya yang bernilai ratusan ribu rupiah. Beruntung, petugas Polwiltabes Semarang, yang menerima laporan dari pedagang segera tiba di lokasi kejadian. Mereka dengan sigap mengejar dan mengamankan ratusan bonek di depan Kantor Pos Besar Semarang, kawasan Johar. Walhasil, para suporter itu urung melanjutkan perjalanannya ke Jogjakarta. Mereka harus berurusan terlebih dahulu dengan polisi. Salah seorang bonek, Rommy (30), mengaku, nekat menjarah lantaran kehabisan bekal di perjalanan. Dari Surabaya, dia hanya membawa bekal minim. Untuk makan dan minum, terpaksa melakukan penjarahan bersama teman-temannya. Ditanya kenapa tidak lewat Solo? Dia mengaku masih trauma dengan kejadian bentrok dengan suporter Solo saat bonek mendukung Persebaya melawan Persib Bandung lalu. “Kami khawatir kejadian itu kembali terulang, maka kami memilih lewat Semarang saja. Lalu melanjutkan ke Jogjakarta dengan menumpang bus ataupun truk,” ujarnya. (nag/aro)

13 Nyawa Melayang di Galian C Pasir BOYOLALI - Musibah tanah longsor di lokasi galian C pasir Kecamatan Cepogo menjadi bahan evaluasi pemkab. Sebab, selama lima tahun terakhir sudah 13 nyawa terenggut, lantaran diduga para penambang kurang memperhatikan teknis penambangan. Camat Cepogo, Muhamad Arif Wardianta, mengatakan, ke depan akan lebih memperketat perizinan galian pasir manual. Sebelum terjun ke lapangan, para penambang harus mengikuti bimbingan teknis (bintek) tata cara menambang yang aman. ”Kami sudah mendata para penambang manual ini yang akan mengikuti bintek,” katanya, Kamis (29/4). Bintek nanti menghadirkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Perhubungan dan Kebersihan (DPU-PPK) Boyolali. Selain antisipasi kecelakaan dengan bintek, pemkab juga menyeleksi secara ketat perizinan penambangan galian pasir manual. Menurut Arif, meski pun galian pasir manual, warga harus mengantongi izin dari pemkab. Sebab, tanah yang ditambang beralih fungsi dari lahan pertanian menjadi penambangan. Sehingga ada persyaratan yang

harus dilakukan penambang sebelum aktivitas dimulai hingga pasca penambangan. Sementara itu, bekas penambangan di Dukuh Sidomulyo, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Boyolali, yang menewaskan dua penambang sekitar 10 hari lalu akibat longsor, belum beroperasi. Dua penambang itu yakni, Suwarsih (49) warga Dukuh Kadisono RT 05 RW 02, Desa Gubug, Cepogo dan Mulmardi (45) warga Dukuh Wates RT 05 RW 10, Desa Seboto, Kecamatan Ampel. Di sekitar galian masih terdapat bekas longsoran pasir. Dua buah tangga alat penambangan juga masih tergeletak. Tidak jauh dari lokasi masih terdapat topi koboi dan sepasang sandal jepit biru. (un/zul)

ADITYO DWI/RASE

KLELERAN—Para bonek tiduran di tribun lapangan Polwiltabes Semarang, usai diamankan setelah melakukan penjarahan.

Bersihkan Cap Teroris Ba’asyir SOLO – Pimpinan Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Kamis (29/4), mengunjungi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) di Kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo. Berbagai hal mengenai persoalan kebangsaan dibicarakan dalam pertemuan tersebut, tak terkecuali masalah terorisme. “Alhamdulillah kami (pimpinan MPR) berkesempatan silaturahmi dengan ustadz Ba’asyir. Ternyata pandangan kami sama soal terorisme. Dengan demikian, kehadiran kami menegaskan bahwa ustadz Ba’asyir dan ponpes Ngruki tidak seperti yang dikira kebanyakan orang,” ungkap Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim, kepada wartawan usai jamaah salat dhuhur di Masjid Baitussalam Kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki. Lebih jauh dikatakan, kunjungan lima pimpinan MPR adalah bentuk perhatian lembaga negara kepada semua elemen masyarakat. Tak terkecuali kepada para ulama dan pondok pesantren (ponpes). Diharapkan, melalui pertemuan seperti ini akan melahirkan masukan yang konstruktif. “Ternyata Ustadz Ba’asyir memiliki kesamaan pandangan dengan kita tentang bernegara. Beliau memberikan perhatian serius terhadap kondisi bangsa. Saya salut terhadap ustadz,” ujar Lukman.

Menurutnya, ustadz Ba’asyir juga kurang sepaham dengan cara-cara kekerasan terkait pengeboman yang pernah terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Tentu pandangan seperti ini memperkuat keyakinan pimpinan MPR bahwa Ba’asyir tidak seperti yang dinilai publik selama ini. “Saya baru pertama kali bertemu dengan ustadz Ba’asyir. Di luar dikenal galak, tapi ternyata setelah bertemu langsung lembut dan santun. Mungkin keteguhan pendiriannya saja yang keras,” seloroh Taufik Kiemas yang disambut tawa seluruh hadirin yang ikut silaturahmi. Wakil Ketua MPR, Ahmad Farhan Hamid, menambahkan, Ustadz Ba’asyir merupakan ulama yang mau berjuang secara konstitusional. Termasuk dalam memikirkan nasib bangsa kedepan. Menurutnya, Ba’asyir pernah melayangkan surat kepada pimpinan MPR sekitar Maret 2002. Intinya, lanjut Farhan, Ba’asyir mendesakkan tiga hal. Yakni pengembalian pasal 29 UUD 1945, pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) 2004 secara langsung, serta model pemilu secara distrik. “Dari surat yang disampaikan kepada kami ini, ustadz Ba’asyir mau berjuang secara konstitusional,” tandas Farhan. Terhadap permintaan itu, te-

rangnya, pemilu 2009 sudah dilaksanakan secara langsung. Rakyat bisa memberikan aspirasinya terhadap calon wakil rakyat dan calon pemimpin secara langsung. Kemudian soal pengembalian pasal 29 UUD 1945 masih didiskusikan. Sementara soal pemilihan distrik, pemilu yang digelar selama ini sudah mendekati model tersebut. Menurutnya, perlu proses dan waktu untuk bisa mewujudkan hal itu secara sempurna. Wakil ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari menerangkan, silaturahmi ke Ba’asyir dan ponpes Ngruki juga terkait rencana pelatihan pelatih sosialisasi UUD 1945. Di mana, lembaganya akan mengundang sejumlah ponpes di Jawa Tengah untuk mengikuti pelatihan tersebut. Termasuk ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo dibawah asuan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Sementara itu, ustadz Ba’asyir menyampaikan, pihaknya akan terus mendakwahkan pemahaman tentang tauhid. Termasuk kepada lembaga pemerintah di pusat maupun daerah. Alasannya, perjalanan bangsa ini sejak kemerdekaan telah lekat dengan dosa syirik. Untuk itu, perlu upaya bersama agar bangsa ini terbebas dari perilaku syirik yang telah menjerumuskan hingga menimbulkan krisis tauhid. (mas/zul)


CMYK

18

JUMAT, 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

ARFIANNE

SenangTarianTradisional TARIAN tradisional merupakan salah satu kebudayaan bangsa yang keberadaannya harus dilestarikan. Meski begitu, remaja sekarang tak banyak yang menyukai jenis tarian tersebut. Ini berbeda dengan Arfianne, siswi kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Tegal yang mengaku senang dengan tarian tradisional. Bahkan, dia menjadikan tari sebagai hobi. Selain suka seni tari, Arfianne memang punya bakat dalam seni termasuk tarian tradisional. “Aku pernah berpartisipasi saat pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Jawa Tengah beberapa waktu lalu,” ucapnya menceritakan pengalaman menarinya. Selain itu, dia juga ikut menari saat peresmian Monumen Bahari dan pernah juga mewakili Kota Tegal mengikuti Pawai Peringatan Hari Proklamasi Indonesia di Semarang tahun 2009. Cewek kelahiran 26 september 1993 ini mengawali debutnya sejak masih duduk di bangku SD. Gadis yang akrab dipanggil Anne ini juga punya hobi menyanyi dan sering menghabiskan waktunya untuk membaca novel dan menulis puisi. Bahasa Indonesia menjadi salah satu pelajaran favoritnya.Selain berprestasi di tari, dia juga pernah menjadi Juara Nyanyi. (anam)

ILUSTRASI: DNP/RATEG

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA TIM1: Nur Irma Rahmawati, Hendra Apriyadi , Mufrodi TIM 2: M Khaerul Anam, Intan Aji Purnamawati, Ikhsan B

PROFIL USIA :

JUMLAH :

13 - 17 tahun

28 ResponX di Kota/ Kabupaten Tegal, Brebes

JENIS KELAMIN : PENDIDIKAN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

SMA/SMK dan sederajat

Metode : Random sampling

GERBANG menuju sukses sudah di depan mata bagi kamukamu yang baru ngelepas seragam putih abu-abu. Buat kamu yang mau ngelanjutin pendidikan, sekarang pasti lagi nyiapin semua hal yang terkait dengan materi seleksi atau berkas pendaftaran untuk masuk ke Perguruan Tinggi (PT) pilihan yang bisa negeri dan bisa berstatus swasta. ResponX yang milih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pastinya makin sibuk dengan materi seleksi masuk PTN yang memang lebih sulit dengan non PTN. Dan demi PTN pilihan, mereka pun rela mengeluarkan ongkos lebih untuk ke luar kota dan menetap di sana. Terlebih PTN pilihan di Tegal dan sekitarnya

masih sangat minim. Diakui salah satu ResponX, Novera Agung P, salah satu siswa SMK Islamiyah Adiwerna Kabupaten Tegal kelas XII, PTN menjadi pilihannya untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah. Hal yang sama juga diakui Moh. Tokhalip yang menjadi teman satu sekolah Agung. Dia juga menghendaki melanjutkan ke PTN. “Iya, setelah lulus, aku ingin melanjutkan ke PTN, pengen menambah banyak ilmu dan mendapat gelar sarjana,” kata dia tanpa merinci alasannya memilih PTN. Tapi meski menjadi pilihan utama, 33,3 persen ResponX rupanya cukup realistis dengan kemungkinan kegagalan saat mengikuti seleksi di PTN yang memang terkenal sulit. Karenanya

-X S P TI SETELAH melewati masa belajar Tuhan Tolong

DERBY

[intro] Cm G# G Cm Fm ku rasa getaran cinta G# G di setiap tatapan matanya Cm G# andai ku coba tuk berpaling Fm G akankah sanggup ku hadapi kenyataan ini [chorus] Cm oh Tuhan tolonglah aku G# jangan lah kau biarkan diriku A# D# G# jatuh cinta kepadanya

dan berjuang mati-matian dalam Ujian Nasional (UN) di SMA/SMK, tentunya para pelajar berlomba-lomba memburu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk melanjutkan studinya nanti. Berbagai cara dilakukan mereka pelajar demi mendapatkan PTN pilihannya. Berbagai seleksi pun dijalani. Tujuannya untuk memudahkan saat penjaringan agar peluang masuk PTN pilihan makin besar. Seperti yang dilakukan Sarah Karima, siswa kelas XII IPA 3 SMA Negeri 1 Kota Tegal. “Saya kemarin baru mengikuti PPKB (Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar) di Universitas Indonesia (UI), tapi sayangnya justru jurusan yang menjadi pilihan utama yaitu kedokteran tidak

mereka menjadikan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai kampus pilihan jika seleksi PTN tak lolos. Selain banyaknya peminat yang seringkali berjumlah beribu kali lipat dengan kapasitas dan daya tampung jurusan tertentu di sebuah PTN, soal seleksi yang berbeda dengan ujian-ujian yang pernah mereka tempuh juga menjadi alasan lain. “Daripada nggak jadi kuliah, mending cari jurusan yang pas aja di PTS kalo nggak diterima di PTN,” kata Arief Lukman, salah satu siswa SMA di Kota Tegal. Niatan untuk memilih PTN, diakui 83,3 persen ResponX karena kemauan sendiri. Ikhya Ulumudin, siswa kelas XII TMO SMK Ma’arif Nu Talang Kabu-

Sarah Karima PELAJAR SMA NEGERI 1 KOTA TEGAL

masuk, tapi untungnya dapat masuk jurusan lain yaitu farmasi walo bukan pilihan utama,” cerita Sarah yang tinggal di Jalan Zaenal Arifin Kota Tegal. Saat nentuin memilih PTN, dia mengaku harus memperhatikan beberapa hal. Karena kelak hal itu akan mempengaruhi masa depannya. Cewek kelahiran Tegal, 21 April 1993 juga sempat memberikan beberapa tips khusus buat kamu yang lagi bingung menentukan PTN pilihan. Simak yuk! 1. Buatlah perencanaan (planning) saat hendak memilih PTN.

paten Tegal mengatakan, keinginan melanjutkan ke PTN juga karena pengaruh gurunya. “Banyak masukan dari beberapa guru di sekolah. Mereka kerap memberikan saran agar muridnya melanjutkan ke PTN,” katanya. Persiapan masuk PTN pilihan tentunya menjadi salah satu kunci utama agar bisa lolos seleksi. Ini seperti yang dilakukan Ardian, mantan ketua OSIS SMA Negeri 2 Kota Tegal periode 2008/ 2009. Menurut dia, untuk bisa masuk PTN, dia harus serius dan bersungguh-sungguh belajar. “Tujuanku setelah lulus, pastinya mengikuti ujian seleksi masuk PTN pilihanku, Universitas Gajah Mada (UGM),” ucapnya mantap. Pendapatnya tentu sesuai de-

ngan sebuah pepatah yang menyebutkan kalo belajar tanpa doa berarti sombong dan berdoa tanpa berusaha sama saja omong kosong. Dan soal usaha ini, 38,5 persen ResponX mengaku belajar dengan sungguh-sungguh demi masuk PTN. Sementara 30,7 persen berdoa dan berusaha mencari informasi tentang PTN tersebut. Selain UGM, beberapa PTN yang masuk daftar pilihan ResponX diantaranya Universitas Indonesia (UN), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri (UIN) serta beberapa PTN lainnya. (tim II)

2. Lakukan survei terlebih dahulu tempat PTN tujuanmu. Apakah layak dan pantas menjadi PTN pilihanmu atau tidak. 3. Mintalah ijin dan saran terlebih dahulu ke orang tuamu. 4. Tentukan terlebih dahulu jurusan apa yang akan kamu ambil. Pastikan kamu tidak salah ambil jurusan. 5.Turuti apa kata hatimu dalam menentukan pilih an dan jangan terpengaruh oleh orang lain. 6. Jagalah egomu. Jangan memilih PTN hanya berdasarkan fasilitas yang memadai saja, tapi perhatikan aspek yang lainnya juga. 7. Sesuaikan dengan kemampuanmu, baik dari segi materi maupun lainnya. (anam)

Cm sebab andai itu terjadi A# akan ada hati yang terluka G# G Cm Tuhan tolong diriku Cm Fm walaupun terasa indah G# G andaikan ku dapat juga dirinya Cm G# namun ku harus tetap bertahan Fm G menjaga cinta yang tlah lebih dulu ku jalani [chorus] Cm oh Tuhan tolonglah aku G# jangan lah kau biarkan diriku A# D# G# jatuh cinta kepadanya Cm sebab andai itu terjadi A# akan ada hati yang terluka G# G Cm tuhan tolong diriku [interlude] Fm Cm Fm Cm D G G# A# G#

CMYK

TEKADNYA menjadi juara internasional menjadikan Mery Raflesia, siswi kelas VII H SMP Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal semakin gigih berlatih dalam cabang olahraga badminton yang digelutinya. Kegigihannya berlatih tentu saja membuatnya selalu siap tampil mengikuti kompetisi atau pertandingan. “Kalau kita sudah berkeinginan kuat untuk menghasilkan prestasi yang lebih tinggi, bersiap sajalah untuk selalu tampil di pertandingan, apalagi pertandingan itu

untuk kebanggaan sekolah,” kata Mery yakin. Menurut dia, pengembangan bakat bermain badminton dilakukannya dengan mengikuti ekstra kurikuler (ekskul) badminton yang ada di sekolah. Saat momen bertanding, diapun meraih hasil yang memuaskan. Pada pertandingan badminton dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di tingkat kecamatan dan di tingkat kabupaten, siswi kelas VII H ini berhasil meraih Juara II. “Yah, walau belum dapat Juara I, yang penting selalu siap tampil aja dengan baik dan bila ada pertandingan badminton, pasti bisa,” tandas cewek asal Desa Pagiyanten Kecamatan Adiwerna

ini. Untuk mengasah kemampuannya, Mery biasa berlatih 3 kali dalam seminggu sepulang sekolah. Mulai pukul 14.30 sampai 17.30 WIB. “Jadwalnya tiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu,” tambah Mery yang berlatih didampingi Saeful, pelatihnya. Pelajar putri kelahiran 1 April 1996 ini juga punya strategi sendiri saat ngalahin lawan. ”Kalau lawan ada di belakang, cukup kasih bola ke depan, sedangkan kalau lawan ngasih bola ke belakang, kasih aja bola smash, pasti bisa juara,” imbuh dia. (ikhsan)


SAMBUNGAN

JUMAT 30 APRIL 2010

19

RADAR TEGAL

Menlu Thailand Tolak Bantuan RI dari halaman 1 informasi perkembangan terakhir Thailand kepada Indonesia. Informasi ini perlu disampaikan, kata Kasit, karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keprihatinan atas gejolak politik di Thailand. Dia mengatakan, bantuan asing tidak diperlukan karena negaranya masih bisa menyelesaikan sendiri persoalan ini. “Sampai saat ini pemerintahan juga masih berjalan normal dan kami akan menyelesaikan masalah ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Thailand,” kata dia. Kasit yang pernah bertugas sebagai diplomat di Jakarta di era 1990an itu menjelaskan,

informasi terkait kondisi paling update di negaranya ini disebarkannya di sela-sela agenda mengkaji hubungan bilateral. “Pengungkapan keprihatinan yang mendalam (dari Indonesia) atas situasi di Thailand turut mendorong saya kesini dan memberi informasi,” katanya menegaskan. Dia menegaskan kalau Pemerintah Thailand bekerja keras untuk mengatasi situasi domestik di negaranya dengan mengedepankan azas hukum yang berlaku. Pemerintah juga mencoba berdialog dengan para demonstran agar melucuti senjata mereka dan membubarkan diri. Di tempat yang sama, Menlu Marty Natalegawa menyatakan, Indonesia memahami masalah yang dihadapi di Thai-

land. Pemerintah juga bersedia setiap saat jika dibutuhkan oleh Thailand. Menurut Marty, sebagai sesama negara ASEAN, Indonesia ikut merasa bertanggungjawab memberikan bantuan bila diminta. Marty kemudian menyatakan penghargaannya atas keterbukaan Kasit membeberkan situasi yang berkembang di dalam negerinya. Selanjutnya dia berharap agar ada forum pertamuan informal dalam bentuk acara sarapan bersama. Diharapkan forum itu bisa menjadi kebiasaan antarmenteri luar negeri negara ASEAN. “Pertemuan informal, bersahabat, seperti ini saya rasa menjadi cara kerja yang bagus bagi ASEAN, tidak harus selalu formal”, kata Piromya. (zul)

Belum Ada Kejutan Baru dari halaman 1 KPK. Sebab, penjelasan kepada KPK juga sudah banyak diberikan Boediono kepada Pansus Bank Century DPR maupun ke publik. “Tapi tentu saja ada banyak yang dikembangkan ke penyelidik KPK,” kata Yopie. Dia tidak merinci pengembangan kasus yang diperiksa KPK. Boediono ditanyai mengenai proses pengucuran Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan bail out Bank Century. Yopie mengatakan, permintaan keterangan berlangsung seperti diskusi biasa. Sehingga dia tidak bisa menyebutkan berapa pertanyaan yang diajukan oleh penyelidik KPK. “Itu kan bukan pertanyaan orang menyidik, ini forum keterangan dan klarifikasi,” katanya. Boediono juga tidak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Boediono hanya menandatangani surat perjanjian untuk tidak memberikan sesuatu kepada penyelidik KPK. Boediono diperiksa di ruangan kerja khusus Wapres di lantai 4 Wisma Negara. Saat diperiksa empat penyelidik KPK,

Boediono tidak ditemani staf. Yopie mengatakan, hingga kini belum ada kepastian apakah Boediono akan diperiksa kembali oleh KPK. Saat Boediono berada di Wisma Negara, penjagaan di gedung yang dahulu sempat digunakan untuk penginapan tamu negara tersebut diperketat. Para wartawan dilarang mendekat ke Wisma Negara. Yopie mengatakan, pemeriksaan di Wisma Negara bukan sebagai bentuk mencari perlindungan kepada Presiden. Pemilihan Wisma Negara hanya untuk alasan kepraktisan. “Pak Boed ingin sekali memberikan keterangan seluas-luasnya. Maka dicari waktu yang paling praktis buat kedua belah pihak agar optimal,” kata Yopie. Pemeriksan di Wisma Negara juga bukan merupakan bentuk keistimewaan terhadap Boediono. “Pak Boed itu Wapres lho. Bukan wakil bupati, wakil camat, atau wakil lurah. Di UU Lembaga Kepresidenan disebutkan lembaga kepresidenan menyangkut Presiden dan Wapres,” kata Yopie. Yopie mengakui, Boediono sempat bertemu empat mata dengan Presiden Susilo Bam-

bang Yudhoyono (SBY). Namun Yopie tidak mengungkapkan inti pembicaraan Presiden dan Wapres. Yopie hanya memastikan, Presiden tidak campur tangan terhadap materi pemeriksaan. Dukungan yang diberikan Presiden merupakan kewajaran sebagai kolega. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan di Wisma Negara bukan merupakan bentuk intervensi presiden. “Karena kebetulan. Kebetulan bertemu menteri, tidak ada keberatan dari KPK,” kata Julian. DIPERIKSA 2,5 JAM Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan dilakukan sekitar 2,5 jam, mulai pukul 10.30 hingga 13.00, di Kantor Kementerian Keuangan. Usai diperiksa penyidik KPK, Sri Mulyani masih tampak santai. Menteri yang masuk jajaran wanita paling berpengaruh di dunia tersebut hanya bersedia memberikan keterangan singkat. “Tadi saya baru ditanya latar belakang krisis (keuangan 2008) dan keluarnya Perpu,” ujarnya lantas tersenyum. (sof)

Redam May Day, Pemerintah ... dari halaman 1 unikasi melalui kegiatan informal. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, mengemuka beberapa persoalan yang selama ini selalu dikeluhkan buruh. Yakni problem outsourcing, jaminan sosial tenaga kerja, pelanggaran perjanjian kerjasama, penanganan mogok oleh kepolisian dan sikap pemerintah soal ACFTA. Mantan Wakil Ketua DPR RI itu mengaku menyadari betul bahwa pemerintah perlu mengeluarkan aturan baru mengenai outsourcing . Karena saat ini sudah semakin banyak bentuk-bentuk pelanggarannya.

“Aturan yang sekarang kurang memadai. Mudah-mudahan aturan baru ini bisa lebih baik melindungi pekerja,” janji pria yang akrab disapa Cak Imin itu. Terkait dengan berbagai persoalan pelanggaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang ada di lingkungan BUMN, perwakilan Kementerian Negara BUMN berjanji akan membantu Menakertrans dalam mengawal penyelesaian kasus-kasus tersebut. Muhaimin juga menghimbau kepada pengusaha agar memberikan keleluasaan kepada pekerja untuk bisa merayakan Mayday tanpa merasa terganggu. “Kalau memang ada yang

merasa perlu meliburkan, silakan. Kalau ada yang mau menukar liburnya dengan hari lain, silakan. Tolong semuanya melakukan komunikasi dua arah dengan baik,” imbaunya. Di bagian lain, Mabes Polri menegaskan, binatang dilarang dibawa dalam peringatan hari buruh Internasional besok. Kerbau, sapi, kambing dan binatang peraga lainnya dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum. Kadivhumas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menjelaskan, beberapa alat peraga demo juga bisa dilarang dibawa selama dinilai mengganggu ketertiban umum. (zul/rdl)

Problem Baru Setelah (Nanti) Bebas Byar-Pet dari halaman 1 tidak akan terjadi pemadaman bergilir. Bahwa sesekali masih akan ada listrik padam, tentu akan terjadi. Tapi penyebabnya bukan lagi kekurangan listrik. Melainkan secara alamiah memang harus terjadi. Misalnya karena ada pohon tumbang, petir (30% penangkal petir di tiang-tiang listrik dan di travotravo distribusi dicuri orang!), travo yang terbakar dan sebangsanya. Listrik mati jenis ini, tidak sulit diatasi. Dari pengalaman daerahdaerah yang sudah bebas padam ternyata justru sangat mengkhawatirkan. Terutama mengkhawatirkan PLN. Ternyata di wilayah-wilayah yang sudah bebas pemadaman bergilir itu pemakaian listriknya melonjak dengan amat drastisnya. Di Medan, misalnya,

dalam 1,5 bulan terakhir ini pemakaian listrik naik 107 megawatt! Padahal di sana belum melayani pelanggan baru. Penambahan konsumsi listrik tersebut hanya dari pelanggan yang sudah ada. Rupanya, setelah 1,5 bulan tidak ada byarpet masyarakat Medan menjadi sangat percaya diri. Mereka mulai percaya bahwa listrik tidak akan byar-pet lagi. Karena itu mereka langsung menambah peralatan rumah tangga seperti kulkas dan AC. Dulu, mereka tidak berani membeli alat-alat kenikmatan itu lantaran merasa akan sia-sia. Untuk apa beli AC kalau listriknya tidak ada! Demikian juga di Bali. Kenaikan pemakaian listrik sejak tidak byar-pet lagi mencapai 11%. Ini satu lonjakan yang luar biasa. Fakta ini juga saya kemukakan di depan Konferensi Nasional AKLI Rabu lalu.

Bagaimana kalau seluruh Indoensia sudah bebas pemadaman bergilir tanggal 30 Juni nanti? Bagaimana kalau lonjakan pemakaian listrik terjadi di mana-mana di seluruh Indonesia? Bukankah daya yang kemarin-kemarin dianggap cukup menjadi tidak cukup lagi? Bagaimana pula nasib daftar tunggu yang begitu panjang? Yang di Bali saja sudah 250 MW? Kenyataan ini membawa dua kesimpulan sekaligus. Pertama, PLN harus menyediakan listrik jauh lebih besar dari yang sudah direncanakan. Ini akan mengakibatkan belanja PLN akan meningkat drastis. Padahal keuangan PLN belum pada tataran untuk bisa memenuhinya. Kesimpulan kedua, ekonomi rakyat terbukti akan meningkat drastis kalau saja listrik benar-

benar cukup. Ini harus menjadi daya dorong bagi siapa pun yang menginginkan negara ini maju. Tidak ada jalan lain bahwa listrik harus cukup. Soal bagaimana cara mencukupinya harus sungguh-sungguh ada action. Itulah sebabnya, saya akan langsung memulai proyek Asahan III. Minggu depan, peletakan batu pertama Asahan III akan kami lakukan. Kami tidak merasa bersalah karena sudah pernah mengajukan ijin lokasi kepada gubernur Sumut sejak tahun 2004. Dan sudah diulangi sebanyak 12 kali. Kami akan berpandangan karena tidak pernah ada penolakan, maka berarti ijin itu diberikan. Apalagi sudah ada keputusan pemerintah pusat yang menunjuk PLN sebagai pemilik proyek Asahan III. Dana juga sudah lama siap tapi tidak kunjung pakai. (*)

”Kami Bukan Ayam, Kami Hanya Anak Pantai” dari halaman 1 visa kunjungan yang dimilikinya. “Bila melakukan kegiatan pembuatan film di Bali, tentu dia harus punya visa untuk itu. Sedangkan dia hanya memiliki visa kunjungan. Itu jelas melanggar,” kata Kabidhumas Polda Bali Kombespol Gede Sugianyar (Jawa Pos, 29/4). Bukan hanya gubernur dan aparat kepolisian Bali, yang gusar terhadap beredarnya film gigolo tersebut. Para beach boy yang terekam dalam film itu dan kemudian dicap sebagai “gigolo” juga merasa ditipu oleh si Amit. Mereka shock dan tidak mengira film itu akan “mengerjai” mereka. “Kalau tahu begini jadinya, dulu saya tidak mau diambil gambarnya oleh si Amit,” ujar Warno alias Arnold, anak pantai Kuta yang wajah lugunya nampang di film tersebut. Kepada para pemeran, Amit mengatakan bahwa film yang dibuatnya sebatas film dokumenter pribadi. Karena itulah, para anak pantai yang pekerjaannya sebagai pengajar surfing dan menyewakan papan selancar itu tidak keberatan ketika Amit mengambil gambar mereka di pinggir Pantai Kuta. Apalagi mereka sudah mengenal Amit. “Sebenarnya, saya sudah tidak mau diambil gambarnya. Tapi, Amit bilang film itu hanya untuk koleksi pribadi. Biasa, wisatawan kalau di Kuta kan sering foto-foto atau ngrekam pakai kamera,” papar anak pantai asal Banyuwangi itu kepada Radar Bali (Jawa Pos Group) Rabu sore (28/4). Layaknya wisatawan asing pada umumnya, Amit sering nongkrong di warung belakang lokasi penyewaan papan surfing tempat Arnold bekerja. Di mata para beach boy, Amit termasuk turis yang ramah. Mereka pun cepat akrab. Apa-

lagi Amit sering mentraktir Arnold dan kawan-kawan minum kopi dan lainnya. Karena itu, Arnold tidak menyangka bahwa Amit mempunyai tujuan lain dengan modus pengambilan gambar dirinya tersebut. “Seumur-umur, inilah pengalaman buruk saya. Saya disebut gigolo dalam film itu,” tuturnya dengan nada dongkol. Pria 29 tahun yang sudah lima tahun tinggal di Bali itu mengakui bahwa setelah pengambilan gambar tersebut, dirinya diberi uang Rp 50 ribu. “Kata Amit untuk beli makan,” papar Arnold yang tampil pada adegan awal dan mengucapkan kalimat: I think I know you. Suami wanita bule asal Kanada tersebut berharap agar polisi bisa menemukan Amit dan mendatangkannya di Bali. Dia ingin mendengar klarifikasi langsung dari sang sutradara itu. Pasalnya, orang tua dan saudaranya di Banyuwangi terus menanyakan kebenaran film itu. “Di televisi saya malah ditulis sebagai pelaku. Saya ini korban, dibohongi Amit. Korbannya banyak, sampai ke Candidasa dan Ubud,” tutur dia. Arnold mencontohkan seorang warga Ubud yang diwawancarai seputar HIV/AIDS. Itu juga direkayasa seolah-olah menjadi gigolo di Pantai Kuta. “Kurang ajar benar si Amit,” katanya, geram. Arnold menceritakan, bila dirinya menjadi gigolo, tidak mungkin hidupnya tetap seperti kere seperti saat ini. Dia pasti sudah memiliki rumah, mobil, dan lainnya. Kenyataannya, meski beristri bule, Arnold masih mengontrak rumah di bilangan Jimbaran, Badung. Penghasilannya sebagai pengajar surfing dan menyewakan papan selancar tidak seberapa. “Saya usaha dari nol. Bahkan, awalnya saya nebeng

tinggal di rumah teman,” tandas Arnold yang berniat menggugat Amit. Sementara itu, Argo, pemeran lain dalam film tersebut, sudah berusaha mengontak Amit begitu film yang menampilkan pemandangan di pinggir Pantai Kuta itu jadi pergunjingan. Pria berkulit hitam legam tersebut juga penasaran dan jengkel terhadap ulah Amit. Tetapi, hingga kemarin, usahanya itu belum berhasil. Selain HP-nya tidak diaktifkan, Amit juga belum mau menjawab e-mail yang dikirimkan Argo cs. Belum diketahui secara pasti posisi Amit saat ini. Tetapi, sangat mungkin dia sudah berada di kampung halamannya, Singapura. “Orang ini (Amit) bikin nama kami jelek aja. Kami sangat marah,” ujar Argo yang di film itu terlihat dalam banyak adegan, baik saat main surfing maupun aktivitas di pinggir pantai. Fendy yang dalam film itu sedang dipijat wanita asing juga membantah bahwa dirinya berprofesi sebagai pemuas nafsu berahi. Saat itu, si turis wanita tersebut tengah mempraktikkan cara memijat ala Thailand. “Semua adegan itu bullshit,” katanya, singkat. Joko, 40, pelatih surfing freelance, menilai pembuatan film itu telah menipu anak-anak pantai. Sebab, kata pria asal Jember tersebut, bila anak-anak pantai itu berprofesi sebagai gigolo, tidak mungkin hidupnya miskin. “Kalau benar kami ini gigolo, pasti sudah kaya. Lihat sendiri, kami masih miskin-miskin,” ujarnya. Lantas, Joko merinci pendapatannya sebagai pelatih surfing. Untuk seorang murid, dia hanya mendapatkan Rp 30 ribu per dua jam. Pemilik surfing Rp 70 ribu. Itu pun belum tentu setiap hari ada yang menyewa

tenaganya untuk melatih berselancar. “Orang tidak bertanggung jawab itu (Amit) yang membuat semua jadi kacau. Anak pantai di sini stres semua karena ulah Amit itu,” ucapnya. Memang, begitu film Cowboys in Paradise itu jadi perbincangan, Pantai Kuta langsung ditertibkan. Anak-anak pantai yang umumnya bekerja sebagai pelatih surfing dan menyewakan papan selancar digiring untuk didata. Mereka jadi resah. Joko mengakui ada anak pantai yang berpacaran dengan wanita bule. Tapi, itu tidak berarti mereka berprofesi sebagai gigolo. “Kami ini bukan ayam,” selorohnya. Sementara itu, Janet, turis wanita asal New Zealand, mengatakan bahwa para pelatih selancar di Kuta sangat santun. Tidak pernah terdengar kata nakal dari mulut mereka. “Selama saya berlatih surfing di sini, tidak pernah ada kata ajakan seperti itu,” tuturnya. Made “sebut saja begitu” pria asal Tabanan yang lama menjadi anak pantai di Kuta memberikan perspektif lain tentang gigolo. Menurut dia, warga lokal yang berpacaran dengan wanita bule tidak suka disebut gigolo. Memang tujuan mereka bukan mencari uang untuk kekayaan. “Lebih tepatnya, just for fun. Setahu saya, sampai sekarang begitu, petualangan lelaki lah,” sebutnya. Made menuturkan, pada 1970-an pernah ada era flower generation di Kuta dan Ubud. Mereka diduga berpraktik sebagai gigolo. Namun, semua kembali ke iktikad orang itu, untuk profesi atau hanya senang-senang. “Tapi, sekarang banyak anak pantai dari luar datang ke Kuta. Tujuan mereka, ke arah jadi gigolo. Sebab, di Kuta peluang itu ada.” (candra gupta/ari)

MARI ATASI DIABETES DENGAN CARA YANG ALAMI ! Memasuki usia kepala lima ada dua kendala kesehatan yang mendera HM Lutfi AR (53 th), warga Jalan Garuda, MakassarSulsel. Kendala pertama adalah diabetes atau kencing manis yang cukup akut, pernah mencapai 450 mg/dl. Kendala kedua adalah buang air seni yang tidak lancar. “..........Diabetes amat mengganggu kenyamanan hidup .... diabetes membuat badan terasa lemas tak bertenaga sehingga aktivitas sangat terganggu......tak cukup hanya itu, diabetes juga membuat vitalitas lelaki merosot drastis ....dan saya juga khawatir diabetes akan mengundang penyakit berat lainnya...” ujar pegawai negeri sipil di Makassar ini di awal perbincangan. “.... derita bertambah karena buang air seni kurang lancar ...keluar sedikit sedikit dan terasa agak perih....” tambah Lutfi memaparkan keluhannya. Memang, diabetes sering disebut sebagai “ibu semua penyakit” yang dapat mengundang penyakit berbahaya lainnya seperti jantung. Jenis Diabetes yang terbanyak adalah diabetes yang disebabkan rusaknya pankreas akibat diforsir terus menerus untuk memproduksi insulin dalam jumlah banyak. Ketika pankreas rusak, poduk insulin berkurang sehingga menyebabkan kadar gula meningkat dengan cepat. Sementara, kurang lancarnya buang air seni dapat menjadi indikasi gejala ginjal. Kebetulan suatu hari dirinya membaca testimoni Gentong Mas di harian

terbitan Makassar. Keinginan sembuh yang besar membuat Lutfi sesegera mungkin membeli dan mengkonsumsi secara rutin. Sebulan setelah rutin minum Gentong Mas, Lutfi mulai merasakan manfaatnya. “....alhamdulillah, setelah minum Gentong Mas.....kadar gula berangsur turun...bahkan sekarang ke level normal kembali, sehingga fisik kembali bugar dan vitalitas pulih...” ucap Lutfi penuh syukur. “..........yang juga menggembirakan., buang air sekarang lancar dan banyak...” imbuh Lutfi dengan wajah gembira. “......kini saya selalu minum Gentong Mas yang lezat rasanya dan hebat manfaatnya agar stamina tetap fit.... ” ujar Lutfi mengakhiri perbincangan..

Gentong Mas adalah suplemen kesehatan herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti manfaatnya bagi penderita dari berbagai penyakit, termasuk penderita diabetes. Gentong Mas mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga

meringankan kerja pankreas. Selain itu Gentong Mas memiliki indeks glisemik yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 ( aman jika indeks glisemik dibawah 50), sehingga mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Bandingkan dengan gula putih (cane sugar) yang memiliki indeks glisemik 93 alias sangat potensial mengundang penyakit Diabetes. Gentong Mas juga berisi unsur Omega yang bermanfaat untuk memperbaiki sel pankreas yang rusak. Gentong Mas juga mengandung Arginine, zat diuretic yang efektif melancarkan buang air seni. Meski demikian mengurangi konsumsi nasi dan cane sugar dapat mepercepat hasil. Gentong Mas dibuat dari Gula Aren dan Nigela Sativa pilihan yang diproses tanpa menggunakan bahan kimia dan pengawet, sehingga aman dikonsumsi. Manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com dan bagi anda yang membutuhkan silahkan hubungi: 081313322669/08156406404. Bagi anda yang ingin mendapatkannya sudah tersedia di Apotek / Toko Obat Terkemuka Di Kota Anda. Tegal:081990879809, Apt Medika Farma, Apt Ayu Farma, Apt Duta Sehat, Apt Kaliratu,Apt Adiwerna.Pemalang : Apt Sari Waras, Apt Hikmah. Depkes: P-IRT : 812.3205.01.114


KOMBIS

JUMAT, 30 APRIL 2010

20

RADAR TEGAL

Indosat Bagi Hadiah Pemenang Program Merchant

DOK.ISTIMEWA

HIPNOMOTIVASI - Siswa-siswi dari tiga kota yang berada di wilayah kerja Indosat Reps Pekalongan saat mengikuti Pelatihan Hipnomotivasi dan Internet Sehat.

Pelatihan Hipnomotivasi dan Internet Sehat

INDOSAT

Gandeng PKPU Tegal SUASANA Gedung Serba Guna Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II Pekalongan tidak seperti hari libur biasanya. Minggu (25/4) pagi, tempat itu tampak ramai dikunjungi siswa-siswi dari tiga kota yang berada di wilayah kerja Indosat Reps Pekalongan. Mereka datang dari wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan baik dari wilayah pantura sampai pegunungan. Dengan antusias, mereka yang tergabung dalam IM3 Community berjejal di ruang registrasi menyampaikan surat tugas dari sekolah masing-masing sebagai utusan pada acara IM3 Gathering. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB itu berlangsung interaktif, baik pada saat games IM3 Community maupun pada saat trainning Internet Sehat. Pesertapun semakin heboh

saat praktik hypnosis yang dipandu Trainner sekaligus Ketua Divisi Pelatihan dan Dakwah PKPU Tegal Fahim Azim. Lebih lanjut Fahim mengemukakan bahwa hypnosis pada dasarnya adalah sebuah seni komunikasi dan eksplorasi terhadap kemampuan kekuatan alam bawah sadar guna menyembuhkan dan merancang dari dini masa depan yang diinginkan. “Kekuatan yang utama dari manusia terkondisikan oleh dua kekuatan, kekuatan pikiran sadar berkisar 12 persen, sedangkan kekuatan pikiran bawah sadar mencapai 88 persen, karenanya kita harus bisa mengoptimalkan, melatih secara berulang-ulang dan menggunakannya untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya,” terangnya. Selain itu, lanjut dia, hypnosis juga dapat digunakan untuk kepentingan penyembuhan dan

menghilangkan fobia terhadap sesuatu serta menghilangkan stress atau relaksasi. Sementara itu, pada sesi pelatihan Internet Sehat terungkap bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya masih mengunakan internet pada sisi hiburan saja. Sementara pada sisi edukasi dan bisnis masih jarang yang melakukannya. Padahal berbisnis dengan internet sangat murah dan bisa dilakukan kapanpun tanpa terhalang oleh ruang dan waktu. “Banyak para pelajar di jaman sekarang yang menggunakan internet untuk hiburan saja bahkan tak jarang pelajar yang kedapatan sedang mengakses situs-situs porno. Ini sesungguhnya sangat tidak baik dan kurang mendidik, karenannya kami dari Indosat Reps Pekalongan ingin memberikan dan membuka mata pelajar kususnya yang tergabung dalam IM3 Com-

munity untuk melek internet dengan internet sehat. “Mudah-mudahan persembahan dari kami dengan menggandeng PKPU bisa bermanfaat bagi pelajar semuanya,” tandas Riris, staff IM3 Community Indosat Reps Pekalongan. Dari acara itu, terbentuk kepengurusan IM3 Ambassador Pekalongan dengan Ketua Burhanudin dan Sekretaris Himas Lily. Himas berharap agar acara serupa dapat diadakan secara rutin oleh Indosat dan PKPU. “Insya Allah, kami sebagai lembaga zakat, sosial dan pemberdayaan umat tetap akan melakukan edukasi ke masyarakat secara rutin melalui program-program di bawah divisi Pelatihan dan Dakwah PKPU Tegal ke sekolahsekolah, kampus dan perkantoran,” jelas Yusuf Sutanto, kepala KCP PKPU Tegal di sela-sela foto bareng seluruh peserta pelatihan. (hes)

BERTEMPAT di Danti Bakery & Resto Semarang, Indosat Regional Jateng & DIY melakukan penyerahan hadiah secara langsung kepada para pemenang Program Merchant Punya Indosat. Program ini merupakan program kerjasama dengan merchant - merchant Indosat berupa pemberian diskon kepada pelanggan, dan bagi merchant terbaik dengan kriteria tertentu, mendapatkan Award Merchant. Program yang dimulai dari periode Januari sampai dengan Desember 2009 ini merupakan program khusus untuk pelanggan dan merchant Indosat di Wilayah Jateng dan DIY. Janner Hutasoit, Head Of Central Java & DIY Region mengatakan, sambutan pelanggan Indosat terhadap program ini sangat baik. “Terbukti dengan jumlah pelanggan Indosat yang mengunjungi merchant meningkat tajam, melihat antusiasme yang sangat tinggi ini, saat ini kami sedang menyusun konsep program lagi dengan mekanisme dan hadiah - hadiah yang lebih menarik, “ ucap dia dalam sambutannya di acara penyerahan hadiah Program Merchant, Selasa (27/4). Keunggulan dari merchant Indosat ini adalah pemberian

diskon tertinggi kepada pelanggan Indosat, bahkan lebih tinggi dari kartu kredit, sampai april 2010 jumlah Merchant Indosat sebanyak 223 dengan total active merchant 96. Dalam penyerahan hadiah kali ini, terdapat 3 pemenang di tingkat regional dan 3 pemenang di tingkat cabang. Untuk Top Three Merchant di tingkat regional diantaranya Danty Bakery & Resto Semarang, Pandawa Water World Solo, dan Carfix Semarang. Sedangkan Top Three Merchant di tingkat cabang adalah TB Gramedia (cabang Semarang), Ristra House (cabang Purwokerto), Nakamura Solo (cabang solo). Bagi pelanggan Indosat, program ini merupakan wujud terima kasih kepada pelanggan yang telah memilih produk Indosat sebagai sarana komunikasi mereka, serta apresiasi untuk merchant - merchant Indosat yang telah berperan aktif memberikan benefit untuk pelanggan Indosat. Cara untuk mengetahui info program sangat mudah, untuk mengetahui merchant apa saja yang tersedia tinggal ketik Kotamadya/Kabupaten kirim ke 7719 (gratis), untuk memberikan usulan merchant ketik UM (spasi)Nama Merchant (spasi) PIC(spasi)Notelp kirim ke 7719, dan untuk memberikan saran atau masukan ketik KS (spasi) Nama(spasi)kritik saran kirim ke 7719. (*/ima)

DOK.ISTIMEWA

PENERIMA HADIAH - Indosat Regional Jateng & DIY melakukan penyerahan hadiah secara langsung kepada para pemenang Program Merchant Punya Indosat.

Grow with Character! (95/100) Series by Hermawan Kartajaya

Dari Mayo Clinic ke University of Nebraska : New Life, New Wave! AWAL 2008, saya diajak Stephanie, anak perempuan saya, untuk check-up di Mayo Clinic. Memasuki usia ke-60 pada 18 November 2007, dengan tema In Search of Meaning, kesehatan menjadi penting. Tanpa kondisi fisik yang memadai, pencarian makna hidup dengan terus-menerus mencari akan terhenti. Karena itu, saya selalu menambahkan PQ atau kecerdasan memelihara kondisi fisik sebelum IQ, EQ, dan SQ. Sejak kena diabetes pada usia 37 tahun lalu, sebetulnya saya jadi makin sadar kesehatan. Dulu tidak pernah berolahraga dan kerjanya cuma makan ngawur. Tapi, setelah kena, malah hati-hati dalam memilih makanan. Tapi, karena saya sangat addicted untuk joging, jadi sekarang lutut saya agak terganggu. Sudah tidak joging, hanya jalan cepat sekali-sekali. Hampir setiap hari saya tes darah puasa. Kalau ketinggian jadi mengurangi intake, kalau kerendahan menambah intake. Dari pengalaman saya, kalau saya stick pada bento White

CMYK

Lotus untuk lunch dan dinner, selalu aman. Semua sudah terukur untuk kondisi saya. Di Rochester, tempat Mayo Clinic, saya dinyatakan sehat setelah diperiksa tiga hari dari rencana lim a

hari! Dari situ, saya terbang ke Lincoln, ke kampus University of Nebraska. Saya jadi guest-scholar dan diminta menjadi pembicara

di forum Global Leadership Institute yang didirikan Profesor Sang Lee. Sang Lee juga merupakan chair of management department di sana selama lebih dari 25 tahun! Dia merupakan profesor yang sangat disegani karena sudah menulis banyak jurnal dan buku di bidang Operational Research. Dalam forum yang berjumlah sekitar 30 profesor dan mahasiswa doktoral itulah, saya diminta ‘’mempertahankan’’ konsep New Wave Marketing saya! Jadi, selain sudah di-’’tes’’ di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Tokyo, New Wave Marketing juga dibicarakan di kalangan akademik di Amerika. Hebatnya, mereka

tidak mau mendebat di metodologi risetnya, tapi langsung pada esensi ‘’horizontalisasi’’nya. Dean of Business School yang merupakan bos Prof Sang Lee juga hadir. Di antara semua profesor yang hadir, ada satu yang sangat senior. Prof Fred Luthans! Dia spesialis di human resources, khususnya di organizational behaviour. Buku teksnya dipakai sekolah bisnis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Waktu forum akan dimulai, Sang Lee memberi tahu saya bahwa ada Fred di situ. Tapi, dia sengaja gak mau kasih tahu yang mana. Dia khawatir saya akan terpengaruh akan senioritas Fred Luthans. Dasar arek Suroboyo kan ‘’bonek’’. Saya tetap aja presentasi dengan semangat seperti biasa. Semua lancar karena topik yang dibicarakan ya konsep hasil riset saya sendiri. Ya pasti saya yang paling menguasai. Ketika acara masuk ke tanya jawab, para profesor marketing malah diam. Mungkin mereka pilih safe karena tahu

saya sudah menulis empat menjelang lima buku dengan Philip Kotler. Yang banyak mendebat justru para kandidat doktor atau mahasiswa S-3 dari Tiongkok! Di mana-mana, mereka memang agresif, seringkali lebih agresif dari mahasiswa India. Mereka sekarang sangat pede di manamana karena Tiongkok lagi jadi the new superpower dan negara yang paling ‘’ditakuti’’ AS saat ini. Tidak susah untuk meladeni mereka. Sebab, bagaimanapun, mereka akan respect pada orang yang lebih senior. Ajaran Confucius kan? Sebelum acara ditutup Prof Sang Lee, ada seorang profesor senior yang sebelumnya diam saja angkat bicara. Dia menyatakan yakin bahwa konsep New Wave Marketing ini akan jadi konsep masa depan! Begitu dia selesai bicara, semua bertepuk tangan dan pertemuan ditutup! Setelah itu, saya baru tahu bahwa itulah Profesor Fred Luthans! Profesor management yang paling disegani di University of Nebraska selain Prof

Sang Lee. Dia mendekati saya dan membawa saya ke kamar kerjanya. Di situ, dia menceritakan hasil karyanya tentang Psychological Capital atau ‘’HERO’’ yang masih sangat akademik. ‘’I want you to work with me to write a book about my model for Marketing. But in a practical way!’’ Jadi, dia sadar bahwa jurnaljurnal yang hanya dibaca di kalangan akademik tidak bisa membawa konsep HERO-nya yang bagus itu ke dunia praktis! Saya bilang pasti saya akan suka bekerja sama dengan dia, tapi masih ‘’antre’’. Kan, masih harus menerbitkan New Wave Marketing bersama Philip Kotler sebagai buku keenam! Konsep HERO berarti hope, efficacy, resiliency, dan optimism yang sudah ada alat pengukurnya. Dia sudah membuktikan secara ilmiah bahwa siapa pun yang HERO-nya lebih tinggi akan lebih hebat juga produktivitas, kreativitas, bahkan kesehatannya. Saya melihat bahwa HERO cocok untuk self motivational

tool bagi para marketer di era horizontal yang semakin sulit ini. Jangan tunggu dimotivasi orang lain, tapi ukurlah derajat HERO Anda dan tingkatkan sendiri! Itulah idenya. Beberapa bulan setelah acara di Nebraska itu, saya diundang Prof Sang Lee untuk menghadiri Pan Pacific Management Conference di Sen Zhen. Di situ, ternyata saya diberi Distinguished Global Leadership Award dari Pan Pacific Business Association, University of Nebraska. Penghargaan tertinggi mereka yang biasanya hanya diberikan pada para profesor! Karena itu, saya semakin yakin bahwa New Wave Marketing adalah konsep yang solid untuk masa depan. Pada 18 November 2008, saya merayakan HUT ke-62. Temanya jadi New Life, New Wave! Saya sudah menemukan makna hidup yang dicari setahun lalu. Apa itu? Tidak boleh menempatkan diri di atas orang lain, tapi juga tidak perlu di bawah orang lain. Tahun depan, saya akan ke Mayo Clinic lagi! (*)


SAMBUNGAN

JUMAT 30 APRIL 2010

9

RADAR TEGAL

Dijamin Tidak Korupsi AMIROH, kami dukung semoga membawa berkah untuk seluruh keluarga-keluarga di Pemalang. (40 SMS) 081319277xxx AMIROH, wanita solehah untuk keluarga Pemalang. (54 SMS) 081319277xxx AMIROH-Rois pemimpin Pemalang ke depan, jujur, fatonah, tabliq, dan amanah. 081228689xxx AMIROH-Rois, Calon Bupati yang jujur dijamin tidak korupsi (Agamis) Membangun Pemalang menuju masyarakat maju, mandiri, dan sejahtera (Nasionalis) PILIHLAH, OK? (28 SMS) 085742740xxx AMIROH Siap jadikan Pemalang semakin maju. Pilih wonge dewek, dari selatan sampai timur siap mendukung ibu. Maju terus. 085747801xxx AMIROH memiliki kekuatan masa yang mengakar rumput dari kalangan bawah siap mengangkat beliau ben Bupatine Wadon bae. (32 SMS) 085742740xxx AMIROH muslimah yang Siap membangun Pemalang Sejahtera dan Agamis untuk Pemalang maju dengan Semangat yang baru. (2 SMS) 085747801xxx

Tak Diragukan Lagi JUNAEDI-Agung tak diragukan lagi untuk kepala daerah Pemalang. (20 SMS) 085642631xxx JUNAEDI-Agung Ane ora milih Pak Junaedi-Agung priben, wong aku nikahan beh Pak Jun teka. (10 SMS) 085642872xxx JUNAEDI-Agung pasangan serasi dan banyak sosialisasi mudahmudahan antikorupsi biar Pemalang semakin berisi. 085727212xxx JUNAEDI-Agung cocok kepala daerah Pemalang. (15 SMS) 085642631xxx JUNAEDI-Agung Calon Bupati sing bakal nggawa Pemalang sejahtera. 081542134xxx JUNAEDI-Agung disiplin dan memiliki kemampuan manajerial untuk membangun Pemalang. 081391802xxx JUNAEDI-Agung berez pokoke maju terus. (3 SMS) 087830949xxx JUNAEDI-Agung pasangan yang tepat antara birokrat pengalaman dengan usahawan handal utk memajukan dan sejahterakan rakyat Pemalang. 081391593xxx

Warungpring Upayakan Pelayanam Prima PEMALANG – Guna mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat desa, rupanya sedang terus dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Warungpring, Kabupaten Pemalang. Pasalnya, banyak keluhan warga masyarakat akan pelayanan di desa membuat keinginan kades setempat untuk merubah sikap dan perilaku perangkat desanya yang kurang menerapkan disiplin dalam berkerja, sehingga tugas pokok sebagai pelayanan masyarakat sering terabaikan.

hukum yang agak njlimet (rumit, Red). Namun, dikatakannya, karena yang bersangkutan pengetahuannya luas maka permasalahan demi permasalahan yang kerap didapatkan bisa terselesaikan. Junaedi menambahkan, gelar haji dan hajjah secara tidak

dari halaman 9 masing. Dari kelas bawah sebesar Rp 100 ribu, kelas menengah Rp 200 ribu, dan kelas berkecukupan sebesar Rp 300 ribu. Pengambilan pungutan, lanjut dia, diambil seminggu sekali oleh petugas yang telah ditentukan di masing-masing dukuh (gom). Pungutan pembangunan balaidesa yang menurut Rencana Anggaran Belanja (RAB) memakan anggaran hingga Rp 1,4 miliar tersebut, menurut Sunaryo yang menirukan ucapan petugas, akan diambil selama satu tahun. ’’Pokoknya, saya menolak pungutan itu, karena sangat membebani kami sebagai wong cilik,” keluh Sunaryo. Warga lainnya, Abdul Basir dan Nur Alim mengatakan, pemerintah desa seharusnya mampu memberikan ketertiban dan keamanan serta kenyamanan warganya. Namun, menurut mereka, yang terjadi justru sebaliknya. Yakni, mereka menerima kartu beserta besaran pungutan yang harus diangsur selama setahun. Padahal, selama ini pihak desa juga sudah melakukan pungutan-pungutan lain yang jumlahnya tidak kalah besar. Dari pungutan tanah timbul,

langsung mengartikan yang bersangkutan mengemban tugas memberikan pemahaman kepada umat. ’’Banyak warga yang bertanya tentang keislaman yang tidak diketahui, yakni dengan datang ke bapak haji atau ibu hajjah seperti di Pulosari,” ungkapnya. (cw2)

Angka Pengangguran Meningkat dari halaman 9 booming permohonan kartu pencari kerja. Namun, kami sudah menyiapkan meja untuk antisipasi,” tambah Mariyoto. Booming permohonan kartu pencaker ini, dijelaskannya, akan terjadi pada Juni atau Juli mendatang saat pelajar yang

sudah lulus sekolah menerima ijazah mereka. Berdasarkan pantauan Radar kemarin (29/4), suasana ruang permohonan kartu AK1 di Dinsosnakertrans belum dijejali para pencaker. Hanya beberapa saja yang silih berganti memasuki ruangan tersebut untuk menyerahkan ber-

Sebelumnya, lanjut Saeful, banyak keluhan warga soal pelayanan. Hal itu, menurutnya, sebagai akibat kurangnya kedisplinan perangkat desa dalam bekerja. Karenanya, untuk mengugah semangat para perangkat desanya, Saeful bersama-sama perangkat desanya menyatukan tekad penanaman disiplin guna membangun desanya. Bahkan, pihaknya menerapkan sanksi kepada perangkat desa. Jika ada yang tetap membandel untuk tidak disiplin diberi teguran. (mg1)

kas-berkas. Sesekali pencari kerja menanyakan adanya loowongan pekerjaan ke petugas. Sementara, di ruangan tersebut sudah tersedia beberapa unit komputer yang bisa digunakan pencaker untuk mengakses lowongan pekerjaan sekaligus melamarnya secara online. (ali)

tanah lepe-lepe (bantaran kali), pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 50 ribu tiap warga, penambahan beban rekening listrik, hingga pungutan-pungutan lain. ’’Selama ini kami hanya bisa mengeluh dan menerima saja, namun pungutan ini sungguh keterlaluan,” tegas Abdul. Mendengar keluhan demi keluhan warga diutarakan warga, Ketua LSM FLP-PM Andi Rustono mengungkapkan, butuh keberanian untuk menyuarakan sesuatu yang menyimpang yang terjadi di masyarakat. Karenanya, dia secara khusus mengacungkan dua jempolnya dengan apa yang telah disampaikan warga Desa Mojo, Kecamatan Ulujami. ’’Banyak orang yang pintar dimana-mana, tetapi sangat jarang orang yang mau peduli dengan penderitaan rakyat,” tandasnya.

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

WIDYA WISATA - Widya Wisata PKK saat di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Kader PKK Jateng Belajar di Pemalang

Warga Desak Perdes Dicabut

Peran yang Besar dari halaman 9 Junaedi mencontohkan, di Kecamatan Pulosari banyak warga yang sering menanyakan hal-hal terkait agama kepada mereka yang telah bergelar haji. Dari hal-hal kecil yang menyangkut kehidupan seharihari, hingga permasalahan

Kepala Desa (Kades) Warungpring Saeful Azam kepada Radar menuturkan, sejak dirinya menjadi kepala desa, sedikit banyak perubahan sikap disiplin kerja perangakat desanya. Terutama, perangkat desanya yang kurang bersemangat dalam bekerja seperti kebiasaan pada saat kepala desa sebelumnya. ’’Alhamdulillah, perangkat desa kami setelah diajak untuk menerapkan disipilin kerja, semua bisa menerima dan mengikutinya,” tandasnya kepada Radar kemarin (29/4).

Dalam proses pembangunan desa, lanjut Andi, warga harus mulai kritis dengan berani bertanya apa yang tidak diketahuinya. Misalnya, lanjut dia, dengan menanyakan berapa jumlah bantuan beras miskin yang dibagikan di Desa Mojo, berapa RAB pembangunan balai desa, kenapa harus ada pemotongan BLT, dan lain-lain. Mengenai tuntutan warga agar Perdes No. 7 Tahun 2009 dicabut, Andi Rustono menjelaskan, pihaknya akan segera menindaklanjutinya dengan mengecek proses penentuan Perdes tersebut, apakah sudah sesuai atau tidak, cacat hukum atau tidak, serta kemungkinankemungkinan lain yang membuat Perdes itu bisa muncul. ’’Yang jelas, Perdes sudah sangat meresahkan warga. Karenanya, kami akan segera menindaklanjutinya agar nanti bisa dicabut,” terang Andi. (sumitro)

PEMALANG - Kader PKK Provinsi Jawa Tengah melaksankan kegiatan widya wisata di Kabupaten Pemalang. Mereka menimba ilmu ke PKK Kabupaten Pemalang karena memiliki prestasi yang baik, hingga ditetapkan sebagai PKK model tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Widya wisata sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan kader-kader PKK tersebut. Kader-kader PKK Jateng yang menjalankan widya wisata itu berjumlah 175 orang yang berasal dari anggota dan kader kabupaten/ kota se-Jateng ditambah sekretaris PKK kabupaten dan kecamatan serta kader binaan. Widya wisata diawali dengan penyampaian materi

yang sedang berkembang saat ini dan juga lombalomba. Lomba yang digelar di antaranya, cerdas cermat, kepemimpinan, outbond, tari daerah, dan widya wisata itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader PKK dan agar mereka mendapatkan informasi serta inovasi kegiatan PKK. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang Hj Dyah M. Machroes mengatakan, PKK Kabupaten Pemalang sudah tiga kali berturut-turut menjadi juara lomba 10 program pokok PKK. Saat ini, PKK Pemalang telah menerapkan sistem informasi manajemen (SIM), sehingga semua kegiatan PKK dapat diakses melalui jaringan internet. (ali)

Aksi Makelar Proposal Marak dari halaman 9 dan menyerahkan uang dari mulai Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Setelah di tunggutunggu cukup lama ternyata orang tersebut menghilang hingga sekarang, dan tidak ada lagi kabarnya. Di saat kades sudah tidak lagi berharap dana itu cair, belakangan orang tersebut terlihat lagi dengan modus yang sama menawarkan dana hibah. Hanya saja, dana yang dinformasikan beda dengan sebelumnya. Yakni, bukan lagi dari Komisi X DPR RI, melainkan dari sebuah yayasan yaitu Yayasan Amanah Rakyat Nusantara yang berlokasi di Jogjakarta. Dalam dukumennya, yayasan tersebut dipegang oleh KGPH Tjokro Koesoemo atau KH Chaeirul Fathulloh sebagai panglima tertinggi Aset Amanah Republik Indonesia dan Penyaluran Dana Aset Amanah, milik Pakubowono IX dengan aset Rp 1,267 juta triliun dalam bentuk deposito serta obligasi di bank Comersial Switzerland dan 7 bank di Indonesia untuk di sumbangkan ke pemerintah. Salah satu kepala desa (kades) kades di wilayah Keca-

matan Pemalang Ribut Triyono mengaku, pihaknya sebelumnya pernah ikut mengajukan proposal kepada orang tersebut setelah diajak oleh salah satu kades. Dengan terus berkembang hingga kurang lebih mencapai puluhan kades. Pada saat mengajukan proposal kepada Komisi X DPR RI dilengkapi dengan persyaratan administrasi secara lengkap. ’’Namun, setelah itu tidak tahu lagi kabarnya hingga sampai sekarang dana itu tidak cair, bahkan orangnya menghilang entah kemana,” kata Triyono kepada Radar. Triyono sendiri mengaku, dirinya belum menyerahkan dana sebagai dana operasional pengurusan proposal. Namun, melihat ada sejumlah kades yang telah menyerahkan dana itu, dia setelah melihat ada

IAN Comp Bth Karywn/ti min 25Thn,utk Supervisor, Gaji 1Jt+transport, Komisi. Lmrn bawa lgsg Jl. Raya Ds. Losari No. 106 Ampelgading Pemalang. Jam 09.00 Wib 5.5

indikasi penipuan langsung menginformasikan kepada teman-teman untuk segera mewaspadai terhadap aksi tersebut yang sekarang masih terus melakukan aksinya. Dengan modus yang sama, hanya saja beda alamat lembaga yang akan dituju yaitu beralih ke sebuah yayasan. Bahkan, Triyono sendiri merasa geram ketika mengetahui proposalnya dirobah dengan cara di-scaner oleh orang tersebut untuk propagandanya, guna menarik kades lain agar ramai-ramai mengajukan propsosal untuk mendapatkan bantuan dana. Sementara, Kades Bojongnangka Wahmu melihat banyak teman-teman kadesnya yang nyaris tertipu dengan modus pencairan dana hibah, pihak-

nya menghibau kepada semua kepala desa untuk berhati-hati terhadap bentuk indikasi kasus penipuan yang melalui pengajuan proposal ke suatu lembaga di pusat. Meskipun dijanjikan akan mendapatkan dana yang jumlahnya cukup besar yaitu kurang lebih per desa Rp 250-an juta. ’’Kami berharap kepada semua kepala desa agar berhatihati dalam menyikapi bentuk penawaran semcam itu. Karena setelah di telusuri diduga ada indikasi penipuan karena selain berbuntut minta uang juga proposal telah direkayasa, untuk menarik kades agar tergiur dengan dana-dana hibah yang belum jelas adanya,” jelasnya. (mg1)

PERTAMA DI DUNIA, Jadikan Ponsel anda MESIN ATM pribadi, untuk segala jenis transaksi, Bukan MLM dan bukan Money Game. http:// www. k a r t u p u l s a . c o m / 2234561589 Hub. 0284-5803000 SMS: 0813 2687 3333.

3 KIOS SEKALIAN ukuran 9x9

DIJUAL CEPAT

Fasilitas : Kamar Tidur, Kamar Mandi Listrik 1300 Watt, PAM HARGA JADI 100Jt

Telp : 0284 3277753 08586919632 08179599433


METRO TEGAL

4

JUMAT 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

RAZIA

Tiga Pegawai BKK Diperiksa Diduga Tilep Dana Rp 3,8 M TIGA Pegawai Badan Kredit Kecamatan (BKK) Tegal Selatan diduga melakukan penggelapan dana Sebesar Rp 3,8 milyar. Saat ini kasusnya ditangani Inpektorat dan laporannya sedang dalam masa koreksi. Inspektur Kota Tegal, Budiyanto SH, Kamis (29/4) me-

ngatakan, pemeriksaan kasus tersebut sudah selesai. Dan sekarang sedang membuat laporannya. “Laporan masih dalam tahap pengkoreksian. Saya menerima laporan kasus ini langsung dari Direktur BKK yang sekarang di merger dan menjadi Badan Usaha Milik daerah (BUMD), Sunardi,” katanya. Menurutnya, proses pemeriksaan yang dilakukan memakan waktu satu minggu.

Modus penggelapan dilakukan sejak tahun 2006 lalu. Dengan cara membobol dana nasabah dan mengajukan kredit fiktif. “Sejak saya menerima laporan tim langsuk melakukan pemeriksaan secara intensif. Yakni dengan memanggil beberapa pihak terkait guna dimintai keterangan. Mengenai sanksi saya belum bisa mengatakan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada oknum. Sebab, laporan masih dalam proses

koreksi dan belum disampaikan ke Walikota,” terang Budi. Sementara Direktur BKK Merger, Sunardi, membenarkan adanya dugaan tersebut. Bahkan dia sudah melaporkannya ke pihak yang berwajib pada Jumat (16/4) lalu. “Diduga Pelakunya adalah Pegawai BKK Tegal Selatan bagian Kasir dan Kasi Kredit. Yakni Jbd, Pnc, dan U. Penyelewengan dana ini dilakukan mereka sejak BKK belum

di merger. Yaitu dengan kredit fiktif sebanyak 200 orang,” ujarnya saat dikonfirmasi dikediamannya di debong Tengah Tegal Selatan. Dijelaskan, kasus ini terkuak pada 2009 lalu saat terjadi merger antar empat BKK. Di antaranya BKK Tegal barat, Tegal Selatan, Margadana, dan Tegal Timur. Dana yang diselewengkan kurang lebihnya mencapai Rp 3,8 milyar. (adi)

Habis Gelap Terbitlah Terang Perjalanan Panjang Berdirinya SMK Al Ikhlas

HERMAS PURWADI/RATEG

BAHAN OPLOSAN - Dua botol bezotan yang sempat ditemukan dalam razia miras, kemarin.

Peredaran Miras Makin Dipersempit LANGKAH mempersempit ruang gerak penjualan minuman keras (miras) tanpa izin terus dilakukan jajaran Polresta. Usai memerintahksn jajaran sektor timur, razia serupa dilakukan jajaran sektor barat dengan mengendus bidikan utama peredaran miras tanpa izin di lorong-lorong kampung. Razia yang dilakukan pagi hingga siang kemarin, juga berhasil mengendus keberadaan penjual bezotan bahan baku pembuat miras oplos. Informasi yang berhasil dihimpun, rasia yang dipimpin Kapolsekta Tegal Barat AKP Aziz Sugiarto dengan menerjunkan 6 personil gabungan tersebut sempat menyisir perkampungan nelayan disekitar Jalan Brawijaya Kelurahan Muarareja. Dari sana petugas berhasil mengeledah rumah Suhar (48), seorang nelayan yang juga berprofesi sampingan sebagai penjual miras. Sebanyak 48 botol besar miras jenis anggur dan 24 botol besar jenis topi miring berhasil diamankan petugas. Penyisiran berlanjut di areal jalan lingkar utara (jalingkut). Dari sana petugas berhasil membidik penjual miras kaki lima, Eli (52). Dari balik kiosnya petugas menyita 6 botol besar anggur. Di areal yang sama petugas juga berhasil menghentikan pengemudi truk yang disinyalir bakal memasok miras. Dari hasil pengeledahan truk yang dikemudikan Hadi Suhartono (34), warga Jl Projo Kandang Panjang Pekalongan tersebut petugas kembali berhasil menyita 8 botol wisky dan 2 botol bezotan campuran oplosan miras. Kapolresta AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE melalui Kapolsekta Tegal Barat AKP Aziz Sugiarto menyatakan, rasia pekat ini akan dilakukan secara berkesinambungan untuk menekan merebaknya pesta miras diwilayah hukumnya. “Kami meminta peran aktif warga untuk segera menginformasikan terkait adanya pesta miras yang bermuara pada tindak kejahatan dan keributan ditengah dinamika warga kota. Kami akan segera responsif menindaklanjuti masukan tersebut,” tegasnya, Kamis ( 29/4) kemarin. Seluruh hasil rasia kini diamankan dimapolsekta setempat untuk dijadikan barang bukti dalam persidangan kasus tipiring. (her) ADI MULYADI/RATEG

PROGRAM

TARI ENDEL – Siswa SMK Farmasi Al Ikhlas menunjukan kepiawaiannya dalam menari tradisional pada acara peresmian sekolah, Kamis (29/4).

Stok Karung dan Matras Tipis STOK karung dan mastras untuk penanganan banjir di Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal menipis. Dari 25 ribu kantong karung yang tersedia, kini hanya tinggal sekitar 500 kantong. Sedangkan untuk matras hanya tersisa 100 unit dari persediaan 1200 unit. ‘’Paling banyak di distribusikan ke Kabupaten Brebes, disana sudah beberapa kali mengalami banjir,’’ ungkap Kepala BPSDA Pemali Comal Ir Noviyanto Sp1 melalui Kasi Pengendalian dan Pendayagunaan Pangestu Yudhowono ST. Jumlah ini disediakan untuk wilayah se eks Karesidenan Pekalongan. Seperti diketahui, banjir besar sempat melanda wilayah Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu. Selain jebolnya tanggul sungai, limpasan atau luapan air akibat sedimentasi juga menjadi penyebab utama. ‘’Namun hal ini juga diakibatkan faktor cuaca ekstrim, dengan curah hujan yang tinggi kemarin,’’ tambahnya. Sementara dari 39 sungai yang ada sekitar 26 sungai dalam kondisi kritis. Untuk kondisi di Kota Tegal sendiri, lanjut Pangestu, masih aman. Hanya satu titik di Sungai Ketiwon yang bermasalah namun akan segera di tangani oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Adapun beberapa titik yang rawan dan segera dilakukan penanganan adalah Kali Babakan Ketanggungan. Saat ini dalam proses persiapan pelaksanaan pembuatan tanggul oleh BPSDA Cimanuk-Cisanggarung tahun 2010 ini. Selain itu di Kali Kabuyutan Desa Sengon Kecamatan Tanjung Brebes, juga terjadi limpasan air sungai hingga menggenangi pemukiman warga. Kemungkinan akan dilakukan normalisasi agar saat curah hujan tinggi tidak meluap lagi. Sedang di Kali Pemali juga akan dilakukan penghidupan kembali Pemali lama, sehingga wilayah Randusanga Kulon tidak semakin terancam. Kali erang di dan Kali Keruh di Bumiayu Brebes juga menjadi pantauan utama pihaknya. Terkait banjir, kata Pangestu, satuan petugas (satgas) masih bersiaga kendati sudah habis masa tugasnya per 31 Maret 2010 lalu. Mereka masih menjaga di sejumlah pos yang ditunjukk apabila terjadi banjir dan bencana alam lainnya. Sebelumnya mereka telah melakukan tugas sejak 1 Oktober 2009 hingga 6 bulan, selama musim penghujan berlangsung. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk mengatasi banjir. Dana tersebut digunakan untuk melakukan normalisasi daerah yang dianggap rawan banjir serta pengerukan sejumlah sungai yang mengalami pendangkalan saearta rawan meniamabaulakan aluapan jika hujan deras. (ela)

NASIB seseorang tidak akan berubah kecuali dia sendiri yang merubahnya. Mungking ungkapan ini sangat tepat dilontarkan pasa SMK Al Ikhlas yang baru diresmikan keberadaannya, Kamis (29/4). Sebeb berdirinya sekolah yang terletak di Jl Arum No 29 Randugunting Tegal Selatan itu, tidak semudah membalikan telapak tangan. Berbagai cerita mengiringi perjalanan lembaga pendidikan tersebut. Namun berkat kegigihan para pendiri dan yang lainnya. Akhirnya sekolah yang awalnya dipandang sebelah mata itu bisa bersuara dilingkup dunia pendidikan Metropolis. Sejauh apakah perjalanannya? Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Ikhlash Kota Tegal, Mudjijono Djojo Harsono, menceritakan, perjalanan berdirinya SMK Al Ikhlas merupakan sebuah perjalanan panjang. “Pendiri sekolah adalah saya sendiri, Drs H M Nursoleh M MPd dan Drs H Karta Apt,” katanya. Kisah ini telah berlangsung kurang lebihnya sejak 6 tahun lalu. Pendirian dimulai tahun 2004/2005 dengan nama SMK Haekal Medika sebagai embrionya.

“Saat itu Yadi Suryadi SST yang berasal dari Cirebon bertemu dengan saya. Untuk berkonsultasi guna mengadakan sewa menyewa penggunaan gedung eks SMA Nusantara. Setelah itu, pak Yadi mengajak saya untuk bergabung bersama mendirikan sekolah menengah kejuruan di bidang farmasi dengan nama Haekal Medika,” ujarnya melanjutkan cerita. Pada saat itu Kepala Dinas Pendidikan yang dulu bernama Depdikbud belum mau memberikan ijin oprasional. Namun dengan segala resiko penerimaan siswa baru tetap dibuka. Dan ternyata animo masyarakat cukup tinggi bahkan mencapai 92 orang yang mendaftar. Tetapi dari julah tadi hanya diterima 42 siswa baru. Meski ijin belum dikantongi sekolah tetap berjalan. Sehingga sempat menjadi sorotan media cetak baik local maupun regional. Dengan tekad yang kuat, maka setelah 3 tahun Depdikbud memberikan jalan pintas bagi siswa yang menempuh ujian akhir. Siswa dibawa ke Depdikbud Kabupaten Majalengka guna mendapat pengampuan. “Alhamdulillah SMK Farmasi YPIB bersedia mengampu siswa kelas akhir dua angkatan. Yakni 2007/2008 dan 2008/2009 dan nilai yang dicapai sangat memuaskan 9,7. Padahal saat itu bersaing dengan peserta dari Jawa barat dan DKI Jakarta.” (adi mulyadi)

Dari Dekat dengan Aktivitas PAUD Nakula Kota Tegal

Meski Baju Kedodoran, Siswa Tetap Semangat ADA pemandangan unik setiap Rabu dan Kamis sore di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Tegal. Dua ruangan kelas disulap menjadi ajang berkumpulnya puluhan anak-anak usia dini yang tergabung dalam PAUD Nakula. Apa saja aktivitas selama dua jam yang dilakukan anakanak tersebut ? LAPORAN : R GUNAWAN DENGAN celana dan baju kedodoran, Laras (2), salah seorang siswi PAUD Nakula tampak asik bermain ayunan. Puluhan siswa lainnya tidak kalah asiknya mnikmati perosotan dan permainan lain yang ada. Dari kejauhan, terdengan suara guru pembimbing agar anak-anak segera masuk ke dalam ruang kelas. Di dalam kelas, meski guru sedang menjelaskan beberapa materi, anakanak yang terlihat lugu dan polos dengan tenang bercengkerama bersama teman, bahkan tidak sedikit yang bertingkah aneh sehingga membuat suasana semakin rama.

Pemandangan tersebut mnjeadi keseharian PAUD Nakula yang memiliki sekitar 80 peserta didik yang semuanya berusia di bawah lima tahun. Ketua PAUD Nakula Kota Tegal, Dra Sepolin Darsih, mengatakan, berbagai aktivitas di PAUD disesuaikan dengan usia anak-anak sehingga lebih banyak dilakukan edukasi dengan cara bermain, menyanyi dan sebagainya. Selain itu, untuk melatih mental sekaligus keberanian. Peserta PAUD diajak berkunjung ke sejumlah tempat seprti obyek wisata, kantor polisi dan sebagainya. Di sana, anak-anak diajak untuk mengenal lebih dekat dunia luar sehingga penyampaian materi secara tidak langsung terjadi dalam suasana yang menyenangkan. Saat menjalani kegiatan di dalam ruangan, anak-anak diajarkan berbagai hal dasar sperti menggambar, mewarnai, mengenal bangun ruang dan sebagainya. Dengan segala keterbatasan yang ada, pihaknya terus berupaya mmberikan yang terbaik sehingga anakanak usia dini bisa memiliki bekal sebelum menginjak ke jenjang Taman Kanak-kanak (TK). “Semua aktivitas penuh dengan canda riang dan tawa

sehingga tidak bisa dijumpai di tempat lain,” katanya Rizki (28), orang tua siswi PAUD Nakula, membenarkan, jika kegiatan yang dilakukan lebih mengarahkan anak secara perlahan-lahan. Tetapi, banyak manfaat yang bisa diambil seperti mental anak menjadi lebih kuat karena memiliki banyak teman. Cara bicara yang sebelumnya masih sedikit kini semakin bertambah. Tetapi, yang terpenting anak-anak bisa bergembira bersama teman seusianya sehingga tidak menajdi anak yang pemurung dan mudah bersosialisasi. Bedanya, dia harus menunggu anaknya di dalam kelas dari awal hingga akhir karena usia di bawah lima tahun masih sulit untuk diatur. (*)

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

CERIA- Siswa-siswi PAUD Nakula Kota Tegal terlihat ceria mengikuti kegiatan di luar ruangan.


KABUPATEN TEGAL

8

JUMAT 30 APRIL 2010

RADAR TEGAL

DUKUHWARU Tingkatkan Cakupan Imunisasi DALAM upaya untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan imunisasi yang merata di Kabupaten Tegal, Kamis (29/4) kemarin, Forum Kordinasi Mitra Program Imunisasi (Forkompi) Kabupaten Tegalk mengadakan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dan Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal. Pertemuan yang diselenggarakan di aula Puskesmas Kecamatan Dukuhwaru tersebut membicarakan masalah pelayanan dan pemerataan imunisasi, khususnya di Kabupaten Tegal. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dr Widodo Joko MKes,MMR melalui Kabid P2P dr Titis Cahyaningsih MMR mengatakan tujuan pertemuan dengan Forkompi tersebut adalah melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tegal tahun 2010 ini. Disamping itu juga, memberikan informasi pelaksanaan program imunisasi dari masing-masing mitra, serta untuk mengidentifikasi masalah dan kendala di dalam pelayanan imunisasi. “Selain itu juga agar tersusunnya kegiatan dan langkah tindak lanjut secara sinergis dengan pemegang program di Kabupaten dan meningkatkan upaya cakupan imunisasi di desa-desa yang masih rencah cakupan imunisasinya. Ini juga sekaligus untuk evaluasi pelaksanaan program imunisasi tahun 2009,” terangnya. Dikatakan, pertemuan Forkompi yang diselenggarakan pada tanggal 18 Juni 2009, telah menyepakati untuk dilakukannya peningkatan cakupan dan mutu program imunisasi. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi, maka dilakukan melalui kegiatan edukasi yang melibatkan Forkompi yang terdiri dari IDI Kabupaten Tegal, IBI Kabupaten Tegal, TP PKK Kabupaten Tegal, Aisyiah Kabupaten Tegal, Muslimat NU Kabupaten Tegal dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal. “Disamping itu juga bekerja sama dengan bidan praktek swasta, dokter anak, serta pelayanan swasta yang khususnya melakukan pelayanan imunisasi. (cw3)

ADIWERNA Perajin Kerupuk Merugi CURAH hujan dan cuaca yang kerap kali mendung di siang hari, membuat sejumlah perajin kerupuk di Desa Harjosari Kecamatan Adiwerna, harus bisa memanfaatkan kondisi saat matahari bersinar terang. Sebab sebelum barang dipasarkan dan agar hasilnya berkualitas baik, hasil perajin kerupuk tersebut harus dijemur agar bisa mengembang. “Cuaca yang tidak menentu ini jelas mempengaruhi produksi kami. Sebab, sebelum kerupuk kami dipasarkan, semuanya harus dijemur terlebih dulu. Hal ini dilakukan agar hasil kerupuk bisa mengembang saat nantinya digoreng,” kata Dairoh (34), salah satu perajin kerupuk. Menurutnya, seharusnya memasuki bulan April apalagi kini menginjak akhir Mei, kondisi cuaca memasuki musim kemarau. Namun saat ini masalah cuaca tidak bisa diperkirakan. Hal sama juga dikatakan oleh Maenah, perajin kerupuk lainnya. Dia menambahkan hasil dari produksi 4 kuintal tepung yang biasanya menghasilkan 400 gedeng dan berisikan 200 biji kerupuk mie, kini tidak semua menghasilkan kerupuk berkualitas baik. Sebab karena cuaca yang kerap kali mendung membuat kerupuk-kerupuk yang dijemur tidak semuanya mengembang. “Proses penjemuran kerupuk memang memakan waktu yang cukup lama. Sebab hal ini juga jelas mempengaruhi dari kerupuk sendiri saat hendak di masak. Namun karena saat ini juga kondisi cuaca tidak menentu, maka kami pun kerap kali terhambat untuk menjemur kerupuk,” paparnya. Untukmenghasilkan kualitas kerupuk yang bagus, memang harus dijemur dari pagi hingga sore hari. (gus)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

SOSIALISASI - Kasat lantas AKP Yuliantoro saat berdialog dengan sejumlah bikers terkait maraknya aksi balap liar yang meresahkan pengguna jalan lainnya.

Antisipasi Balap Liar, Bikers Dikumpulkan SLAWI - Maraknya balap liar yang masih sering kucingkucingan dengan aparat kepolisian Resor Tegal, membuat jajaran Satlantas terus bergerak. Sejumlah bikers pun dikumpulkan untuk bisa mendapatkan pembinaan agar bisa memiliki wadah penyaluran hobi otomotif dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. “Upaya kami ini dalam mengumpulkan para pebikers ini

bukan untuk kami tindak. Namun justru kami rangkul dan kami ajak untuk bisa sama-sama menjaga situasi keamanan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamtibcarlantas). Termasuk memberikan himbauan dan saling menjaga untuk tidak melakukan kegiatan balap liar,” kata Kasat Lantas Polres Tegal AKP Yuliantoro. Kepada Radar Kamis (29/4) kemarin Yuli menambahkan bah-

wa dari pendataan sejumlah bikers, hampir semuanya rekan-rekan dari pecinta dunia otomotif ini tidak pernah melakukan aksi balap liar. Sebab para pebikers ini sudah memiliki wadah keorganisasian yang sudah dibentuk. Sehingga mereka malas untuk bisa melakukan trek-trekan. “Hanya saja memang mereka suka dengan model-model maupun warna-warni akan kendaraan yang mereka miliki.

Bupati Pertahankan Kepala Disdukcapil Belum Ada Alasan Untuk Diganti SLAWI - Meski Komisi I DPRD Kabupaten Tegal mendesak untuk mengganti Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal, namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh Bupati Tegal Agus Riyanto. Bupati masih tetap mempertahankan jabatan tersebut. Saat ditemui Radar, Agus Riyanto bahwa persoalan yang sempat terjadi di kantor tersebut terkait kelangkaan blangko, hal itu menjadi warning agar jangan sampai hal tersebut terulang kembali. Diakui, pergantian Kepala

Disdukcapil tidak akan mempercepat proses pengadan blangko. Lambannya pengadaan tersebut lantaran hasus ada proses lelang. Ia mengatakan, kekosongan blangko di Disdukcapil tersebut disebabkan lantaran sebelumnya terjadi peningkatan atau lonjakan permintaan KTP dan KK. Lonjakan tersebut lantaran sebelumnya ada program yang dikeluarkan pemerintah, baik berupa konversi gas maupun BLT. Namun demikian terhadap kekosongan blangko saat ini sudah mulai diatasi. Bahkan saat ini blangko-blangko tersebut sudah ada di Kantor Disdukcapil. Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Tegal

Kuhartono kemarin mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pembuatan KTP, KK dan Akta lahir, saat ini Disdukcapil sudah menyediakan blangko. Blangko tersebut saat ini sudah tersimpan di gudang kantor Disdukcapil. Diakui, untuk blangko yang ada di gudang saat ini terdiri dari, blangko Capil sebanyak 10 ribu lembar, KK 10 ribu lembar dan KTP 16 ribu lembar. Dikatakan, untuk tahun 2010 ini pengadaan untuk akta sebanyak 100 ribu blangko, sedangkan KTP 180 ribu blangko, sementara untuk KK sebanyak 100 ribu. Meski saat ini baru sebagian kecil yang sudah ada di gudang, namun dalam waktu dekat semuanya sudah ada. (cw3)

Namun semua itu juga tetap kami himbau, agar ranmor yang telah dimodif juga jangan digunakan di jalan raya. Sebab hal ini bisa ditindak. Tapi kalau hanya sekedar untuk tampilan pajangan tidak menjadi masalah,” terang Kasat Lantas. Sebab seperti modif ban motor menggunakan roda ukuran kecil, masih kata Yuliantoro, itu jelas sangat membahayakan pengguna kendaraan itu sen-

diri. Termasuk bisa memicu terjadinya laka lantas. Apalagi, saat ini cuaca hujan masih sering terjadi yang membuat jalan sangat licin. “Bikers adalah mitra kami. Sebab, mereka juga ternyata mau dan siap untuk menciptakan kamtibcarlantas. Termasuk di antaranya para pecinta dunia otomotif ini siap menjaga untuk tidak trek-trekan di jalan raya,” pungkasnya. (gus)

BPS Bantah Ada Penyimpangan SLAWI – Menyikapi pemberitaan yang dimuat di Radar Slawi pada Rabu (28/4) kemarin, yang berjudul “Pelatihan Sensus Penduduk Diduga Menyimpang”, dibantah BPS Kabupaten Tegal. Kepala BPS Kabupaten Tegal Willy Hendria MA menanggapi dan mengklarifikasi kebenaran berita tersebut. Menurutnya beberapa informasi yang dimuat itu ada beberapa kesalahan. Di antaranya seperti biaya SP 2010 sekitar Rp 1,39 miliar itu salah, yang benar adalah biaya pelatihan dikeluarkan berdasarkan nilai kontrak pemenang lelang sebesar Rp 978.550.000,-. Begitu juga dengan lokasi Training Center (TC) disebutkan MTs Babakan, SUPM Tegal, LIK Takaru, Rumah Makan Sri Gintung itu juga Kurang tepat. Karena yang benar bahwa TC diselenggarakan di BPPP Tegal, Hotel Taguya, Hotel Alexander, Penginapan Sri Gintung dan hanya 4 kelas yang diselenggarakan di MTs Model Babakan. “Semua petugas Sensus Penduduk 2010 yang dilatih disediakan tempat penginapan selama 3 hari, jika seandainya ada peserta yang tidak menginap itu bukan karena tidak disediakan kamar, tetapi petugas sendiri yang tidak memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan,” terangnya. Masalah uang yang diberikan setelah pelatihan itu bukan uang kompensasi, melainkan uang saku pelatihan dan transport petugas. Semua itu terlepas dari biaya pelatihan yang dilelangkan. “Pemotongan Rp 10 ribu juga tidak benar, itu untuk PPh Pasal 21 untuk PNS golongan III.” (*)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0284) 323575 / SMS ke 0815.4801.5578

JUMAT, 30 APRIL 2010

Pembangunan Balaidesa Rp 1,4 M

Warga Desak

PERDES DICABUT

Angka Pengangguran Meningkat Pencaker Terbuka 73 Ribu Jiwa

SUMITRO/RADAR PEMALANG

TUNJUKKAN KARTU – Sambil menunjukkan kartu pungutan pembangunan Balaidesa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, warga mendesak agar Perdes segera dicabut.

PEMALANG – Puluhan warga Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, kembali mengadakan pertemuan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Lintas Pelaku Pemberdayaan Masyarakat (LSM FLP-PM) Pemalang Kamis (29/4). Dalam pertemuan yang juga tindaklanjut dari penolakan warga akan pungutan pembangunan Balaidesa Mojo, warga menuntut agar Pera-

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

turan Perdesaan (Perdes) No. 07 Tahun 2009 segera dicabut, karena dirasakan sangat membebani mereka. ’’Ada ibu-ibu janda yang tidak bisa apa-apa dipungut Rp 100 ribu. Padahal, untuk makan sehari-hari saja mengharapkan belas kasih dari para tetangganya,” ungkap Sunaryo, warga RT 04 RW 02 yang diamini rekan-rekannya.

Aksi Makelar Proposal Marak Kades Dihimbau Waspadai

NGENDONG Peran yang Besar WAKIL Bupati (Wabup) Pemalang H Junaedi SH MM mengungkapkan, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Pemalang selama ini telah memainkan peran yang sangat besar di masyaDOK/RADAR PEMALANG rakat. Junaedi Hal ini dia ungkapkan saat memberikan sambutannya dalam pengajian rutin tiga bulanan yang digelar IPHI Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, di Masjid Al Barokah Bodeh barubaru ini. Bukan hanya menjaga kebersamaan antaranggota dan pengurusnya, lanjut dia, tapi melainkan juga dalam membina dan memberikan pemahaman akan nilai-nilai keislaman. ke hal 9 kol 1

PEMALANG – Aksi sejumlah orang dengan mengaku ingin ikut membantu menyelesaikan persoalan desa, nampaknya kini sedang marak. Dalam modus aksinya orang tersebut menawarkan sejumlah dana hibah yang jumlahnya cukup mencengangkan karena hingga mencapai triliyunan rupiah dan dana tersebut bisa sewaktu-waktu dicairkan dengan mengajukan proposal. Aksi tersebut sebelumnya terjadi pada tahun 2009 lalu dan telah sempat berjalan ke sejumlah kades yang ada di wilayah Kabupaten Pemalang. Pada saat itu, orang tersebut menawarkan sebuah dana hibah yang jumlahnya cukup besar mencapai triliyuan rupiah. Dana tersebut bisa diajukan melalui Komisi X DPR RI. Dalam perkembangannya banyak proposal dari kades-kades telah terkumpul, rata-rata kades yang bersedia menyerahkan proposalnya itu untuk pembangunan infrastruktur. Dengan cukup meyakinkan dalam cara menawarkan dana itu, sejumlah kades mengajukan proposal. Namun, di balik semua itu ternyata berbuntut meminta uang dengan alasan untuk mengurus proposal ke pusat. Sejumlah kades sempat termakan dalihnya ke hal 9 kol 4

Tiga Kapolsek Jalani Mutasi Asli Pemalang DR KUN-Drs Agus Khosim, karena wong asli Pemalang lho. (53 SMS) 085842313xxx DR KUN-Drs Agus Khosin karena Wong asli Pemalang lho. 081803902xxx DR KUN-Drs Agus khosim, karena wong asli Pemalang lho. (4 SMS) 085842313xxx

Pasangan yang Pas SUGONDO-Andriyanto pasangan yang pas birokrat dan pengusaha untuk Pemalang sejahtera. (2 SMS) 087830608xxx SUGONDO-Andriyanto keduanya tokoh yang handal untuk kemajuan Kabupaten Pemalang. 087830930xxx SUGONDO-Andriyanto calon bupati yang tahu seluk beluk Kabupaten Pemalang jadi tidak disangsikan lagi. 087830930xxx

CMYK

PEMALANG - Tiga perwira Polisi yang menjabat sebagai kapolsek di jajaran Polres Pemalang menjalani mutasi. Serah terima jabatan (sertijab) dilakukan di Mapolres Pemalang Rabu (28/4). Ketiganya hanya bertukar tempat tugas dan masih berada di wilayah Polres Pemalang. Serah terima dilakukan di hadapan Kapolres Pemalang AKBP Burhanudin SIK ditandai dengan penandatanganan BAP. Kapolsek yang menjalani mutasi ini adalah Kapolsek Taman AKP Utomo SH, yang dimutasi untuk menduduki jabatan sebagai kapolsek Randudongkal. Selain itu, Kapolsek Randudongkal AKP I Wayan Sutarjana menjabat sebagai kapolsek Belik. Sedangkan Kapolsek Belik AKP I Ketut Mara menduduki jabatan sebagai kapolsek Taman. Mutasi perwira di jajaran Polres Pemalang pada tahun 2010 adalah kali kedua. Sebelumnya, sejumlah kapolsek menjalani mutasi dan sejumlah perwira mengalami promosi menduduki jabatan kapolsek dan perwira lainnya menjalani mutasi biasa. Mutasi tersebut dialami kapolsek Petarukan yang menjabat sebagai kapolsek Ampelgading, KBO Satlantas menjabat sebagai kapolsek Petarukan, KBO Reskrim menjabat kapolsek Pulosari, disusul mutasi lagi yakni KBO Reskrim II menjabat sebagai KBO Satlantas. (ali)

Dikatakannya, warga selama ini tidak tahu apa-apa dengan diterbitkannya Perdes tersebut. Karena, menurut mereka, dalam prosesnya mereka sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah. Tahu-tahu, lanjut mereka,pihak desa mengeluarkan kartu pungutan kepada seluruh warganya sesuai dengan klasifikasi ekonominya masingke hal 9 kol 3

PEMALANG - Seiring kelulusan siswa-siswa sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK), membuat angka pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Pemalang mengalami lonjakan. Sayangnya, hal ini tak diimbangi dengan kondisi di lapangan pekerjaan yang ada. Pasalnya, daya tampung dunia kerja lokal sudah tidak memenuhi lagi. Untuk mengantisipasi besarnya angka pengangguran ini, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinsosnakertrans) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menjalin kerjasama dengan dunia usaha. Upaya ini dilakukan Disosnakertrans hingga ke luar negeri. Data pengangguran di Kabupaten Pemalang sebelum pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) Senin (26/4) lalu mencapai 65 ribu jiwa. Kondisi sosial dan belum terserapnya semua lulusan di dunia kerja bagi mereka yang berpendidikan di sekolah kejuruan menyebabkan angka tersebut membengkak. ’’Kami belum menghitung prosentasinya, namun setidaknya sekarang pencari kerja terbuka mencapai 73 ribu orang,” tandas Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Pemalang

Drs Mariyoto MPd saat dikonfirmasi Radar Kamis (29/4). Lebih lanjut dijelaskan Mariyoto, untuk mengurangi angka pengangguran ini, jajarannya menjalin kerjasama dengan para pengusaha baik di tingkat lokal, luar Pemalang, bahkan hingga keluar negeri. Selain itu, lanjutnya, juga dijalin kerjasama dengan out resourching dan Penempatan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) agar pencari kerja terbuka tersebut bisa mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Saat ini, jumlah pencari kerja terbuka berdasarkan data terbaru sejak Januari hingga Maret 2010 mencapai 1.700 orang. Jumlah tersebut yang tercatat dalam sistem online baru 170 orang. Dinsosnakertrans Pemkab Pemalang kini mulai menerapkan pencatatan data pencari tenaga kerja secara online dan bisa diakses oleh perusahaanperusahaan. Sistem ini merupakan fasilitas untuk mengurangi angka pengangguran tersebut. Dengan besarnya angka pengangguran ini, menurutnya, pemerintah telah menyiapkan pelayanan apabila sewaktuwaktu terjadi peningkatan permohonan kartu AK1 atau masyarakat menyebutnya kartu kuning. ’’Sejauh ini belum terjadi ke hal 9 kol 1


CMYK

JUMAT, 30 APRIL 2010

MENUJU G1-G2 RADAR TEGAL

10

PNS di Lingkungan KPRI Harus Netral PEMALANG - Pegawai Negeri Sipil(PNS) di lingkungan pemerintah Kabupaten Pemalang berkali - kali diingatkan untuk cerdas dalam menyikapi Pemilukada 2010 ini. Intinya mereka diharuskan tetap netral sesuai dengan perundangundangan yang mengaturnya. Ketegasan untuk netral ini kembali dilontarkan Bupati HM Machroes SH melaluiWakil Bupati H Junaedi SH MM, kali ini ditujukan bagi PNS anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia(KPRI). Wabub H Junaedi SH MM menyampaikan mengenai netralitas PNS dalam Pemilukada 2010 itu saat membuka rakerda Dewan Koperasi Indonesia(Dekopinda) di aula Dekopinda Jl

Pemuda Rabu(28/4) kemarin. “Sebentar lagi kita akan melaksanakan Pemilukada 2010, saya berharap insan koperasi untuk dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani,’kata dia. Bagi PNS di lingkungan KPRI lanjut Wabup untuk tetap netral walaupun nanti tetap menggunakan hak pilihnya. KPRI di Kabupaten Pemalang jumlahnya tidak sedikit, mulai dari KPRI yang beranggotakan para guru dan berada di setiap kecamatan, KPRI dari instansi vertikal, dan KPRI milik PNS Pemkab Pemalang. Perkembangan koperasi di Pemalang sampai saat ini sudah mencapi 409 unit jumlahnya. Dengan angka tersebut jumlah

anggota koperasi merupakan kekuatan massa yang patut diperhitungkan. Namun demikian koperasi memasuki segala level kehidupan termasuk PNS, sehingga meskipun merupakan kekuatan massa yang besar, pemerintah tetap konsisten agar mereka tetap patuh terhadap peraturan yang mengikatnya. Sebelumnya diberitakan Bupati HM Machroes SH meminta agar PNS tetap menjaga netralistasnya dalam menyikapi Pemilukada 2010. Bahkan dia dnegan tegas akan menegur mereka yang kedapatan menggiring masyarakat ke calon bupati wakil bupati tertentu. Apalagi kalau hal tersebut dilakukan dengan menggunakan fasilitas negara. (ali)

Tak akan Goyah Dukung Junaedi-Agung PEMALANG – Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) Kecamatan Randudongkal, sejak awal hingga sekarang masih tetap berkomitmen menghantarkan pasangan Junaedi-Agung menjadi Bupati dan Wakil Bupati dalam PemiluKada Kabupaten Pemalang 2010. Bukti dukungan tersebut telah jauh-jauh hari didengungkan SPTI Kec Randudongkal. Yakni sejak menggelar pertemuan di Rumah Makan Pondok Bambu beberapa waktu lalu. “21 paguyuban yang tergabung dalam SPTI Kecamatan Randudongkal tidak akan goyah dalam mendukung pasangan Junaedi-Agung,” tegas Mbah Suritno, Kepala Suku SPTI Kecamatan Randudongkal kepada Radar, Kamis (29/4) kemarin. Ke-21 paguyuban tersebut, lanjut dia, di antaranya paguyuban asongan, tukang becak, tukang ojek, coak, mikro, angkudes, dokar, kelompok tani, pedagang kaki lima, bongkar muat pasar, makelar sepeda motor, batak, pedagang bakso, dan beberapa paguyuban pe-

dok/radar pemalang

Suritno

ngusaha. Menurutnya, dukungan tersebut bersifat final sebagaimana dukungan yang diberikan Pimpinan Cabang SPTI Kabupaten Pemalang, Sukoco. Sehingga bila sampai ada suarasuara sumbang yang mengatakan bahwa SPTI ada kemungkinan berubah pikiran, adalah tidak benar dan bohong belaka. Seperti disampaikan Ketua SPTI Kecamatan Petarukan,

4 Siswa SMA N 1 Comal Ikuti OSN Propinsi COMAL – Empat siswa-siswi SMA N 1 Comal berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Pemalang yang digelar 17 April 2010 lalu. Nantinya, keempat siswa tersebut akan mengikuti kejuaraan serupa di tingkat propinsi yang akan dihelat 1-2 Juni 2010 mendatang. Kepala Sekolah SMA N 1 Comal Drs Supaat MPd melalui Humas Hardjono Rosyid SPd kepada Radar mengungkapkan, keempat siswa yang nantinya turut mewakili Kabupaten Pemalang dalam OSN tingkat propinsi, masing-masing Khusnul Khotimah (XI IPA-2) untuk Bidang OSN Kimia, Nur Afifah (XI IPA-4) untuk Bidang OSN Biologi, Ahmad Dimyati (XI IPA-2) untuk OSN TIK, dan Nabila (XI IPA-2) untuk Bidang OSN Astronomi. Dikatakan Hardjono, prestasi yang diraih anak didiknya di tingkat kabupaten merupakan buah kerja keras semua pihak, utamanya guru-guru mata pelajaran dalam mendidik siswanya. Namun begitu dengan pencapaian prestasi tersebut, keempat siswanyanya diharapkan tidak berpuas diri. Karena tantangan ke depan justru semakin berat, apalagi OSN Tingkat Propinsi Jawa Tengah diikuti

CMYK

oleh siswa-siswi pilihan. “Tantangan di depan semakin berat, karenanya perlu dipersiapkan lebih matang,” terangnya. Untuk mempersiapkan OSN propinsi, pihaknya mulai awal Mei mendatang merencanakan penambahan materi OSN. (cw2)

Pranoto, Senin (26/4) lalu. Dimana dalam kesempatan itu, Pranoto mengatakan bahwa SPTI belum tergiring ke salah satu calon bupati dan wakil bupati, alias masih independen. “SPTI tidak akan miring-miring, kesana-kemari, karena SPTI sudah bertekad bulat untuk mendukung JunaediAgung,” tandas Mbah Suritno. Dengan jumlah anggota yang sangat banyak, SPTI yang menggantungkan hidupnya di sektor transportasi, menentukan pasangan JunaediAgung karena mempunyai track-record yang sangat baik di mata masyarakat. Selain itu, Junaedi yang dikenalnya merupakan sosok yang mampu memberikan kedamaian di masyarakat, serta mampu mengayomi. Dan, seluruh anggota SPTI mengetahui akan hal ini. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan ini, yakni dengan bahumembahu mensosialisasikannya kepada seluruh anggota SPTI dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya kepada Radar. (cw2)

SUMITRO/RADAR PEMALANG

MARAK – Baliho dari beberapa balon bupati dan wakil bupati Pemalang dalam dua pekan terakhir mulai marak. Seperti terlihat di Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Kamis (29/4) kemarin.

Kades Taman Siap Maju G2 Dampingi Balon Bupati Partai Golkar PEMALANG – Pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Pemalang terus memanas. Setelah munculnya pasangan bakal calon (balon) bupati kini terus bermunculan balon wakil bupati. Salah satunya muncul balon wakil bupati Siti Sukaesih, yang saat ini menjadi

kepala desa Taman. Dikabarkan, ia telah dinobatkan oleh kalangan kades dan perangkat desa untuk maju sebagai G2. Kepala Desa Benjaran Agus Saparji menuturkan, Kepala Desa Taman Siti Sukaesih berencana maju ke Pilkada sebagai balon wakil bupati atau G2 untuk mendampingi balon bupati dari Partai Golkar. “Setelah melihat kemampuannya, kades dan perangkat desa ingin mengajukan balon wakil bupati dari kalangannya sendiri yaitu Kepala Desa Taman Siti

Sukaesih,” katanya kepada Radar, Kamis (29/4). Untuk mempersiapkan diri, lanjut Agus Saparji balon wakil bupati yang bersangkutan telah banyak melakukan sosialisasi kepada kades-kades dan perangkat desa di semua wilayah kecamatan. Bahkan untuk pemantapan pecalonannya, dalam waktu dekat, akan mengumpulkan semua kepala desa dan perangkat desa untuk bisa memberikan dukungannya. “Insya Allah Minggu men-

datang akan memgumpulkan semua kepala desa dan perangkat desa untuk bersama-sama menyatakan sikap dukungannya,”tandas dia. Sementara kebenaran Siti Sukaesih sebagai balon wakil bupati untuk mendampingi balon bupati dari Golkar, sampai kini, jajaran Pengurus DPD Partai Golkar belum memberikan keterangan resmi. Sekretaris DPD Partai Golkar Ujianto MR ketika dihubungi Radar, ponselnya tidak aktif. (mg1)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

JUMAT, 30 APRIL 2010

Kujang Merasa Kesulitan Penyimpangan Distribusi Pupuk SLAWI - Biro Komunikasi PT Kujang wilayah Tegal dan sekitarnya Arifin mengaku kesulitan menangani jika terjadi penyimpangan dalam pendistribusian pupuk bersubdi. Pasalnya PT Kujang selaku produsen tidak punya kewenangan, lantaran penyimpangan yang ada masuk dalam ranah hukum dan menjadi kewenangan pihak berwajib. “Kalau mengusut penyimpangan dalam pendistribusian pupuk, baik di tingkat distributor atau pengecer justru disalahkan, karena bukan kewenangan kami,” kata Arifin Kamis (29/4) kemarin saat jumpa pers. ke hal 9 kol 4

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

BATU PERTAMA - Wakil Bupati Tegal Moch Herry Soelistiyawan SH MHum saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung Bank Jateng Cabang Slawi.

Dari Pembangunan Gedung Bank Jateng Cabang Slawi

Berusaha Tingkatkan

KREDITUR & NASABAH UNTUK meningkatkan kredit dan nasabah, Bank Jateng berusaha mengembangkan pelayanan dengan membuka kembali kantor perbankan baru di wilayah Slawi. Hal itu ditandai dengan pembangunan Bank Jateng Cabang Slawi, yang diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Tegal Moch Herry Soelis-

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal

0283-3448131 Penginapan Sri Gintung Guci Tegal

0878 3035 3909

BALANE NYONG Jadi Gudangnya Seniman

tiyawan SH MHum. Pimpinan Bank Jateng Cabang Slawi Imam Siswadi Rabu (28/4) kemarin mengatakan, pembangunan Bank Jateng Cabang Slawi memang dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Tegal. Disamping itu, pembangunan tersebut juga untuk

Ditemukan Kasus Tetanus Neototorum Satu Balita Meninggal Dunia

Kamis (29/4) kemarin. Teguh mengatakan, lewat pendidikan pihaknya akan mencoba menyeleksi, mulai dari bidang akademik maupun non akademik. Tahun ini, menurut dia, seni lukis akan menjadi unggulan di Kecamatan Pangkah dan pihaknya akan menfasilitasi semua potensi yang ada, baik itu produk siswa ataupun produk guru. “Pangkah beberapa tahun yang lalu merupakan kecamatan yang sangat diperhitungkan di segala bidang, dan pada zaman itu merupakan barometer Kabupaten Tegal,” katanya. Dia juga mengaku akan selalu mencoba mencari butir-butir mutiara untuk diuntai kembali sebagai wujud kepeduliannya terhadap kesenian. “Kami selaku Kepala UPTD yang juga Ketua I Dewan Kesenian, kami akan melakukan penyisiran melalui kegiatankegiatan non akademis mulai dari muatan lokal, penjaskes maupun seni budaya,” imbuh Teguh. Melalui itu semua, masih kata Teguh, dia

DUKUHWARU - Tetanus Neototorum yang dianggap membahayakan dan bisa menimbulkan penyakit tetanus pada bayi, ternyata pernah menjangkiti dua anak balita di wilayah Kabupaten Tegal. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal dr Budi Sutrisno saat menghadiri pertemuan Forum Kordinasi Mitra Program Imunisasi (Forkompi) di Puskesmas Kecamatan Dukuhwaru Kamis (29/4) kemarin mengatakan, Tetanus Neototorum yang membahayakan bagi kesehatan balita pernah ditemukan di Kabupaten Tegal. Bahkan selama tahun 2009, ada dua balita yang terserang Tetanus Neototorum tersebut. Kasus tersebut ditemukan di Kecamatan Pagerbarang dan Jatinegara. Mendengar adanya temuan tersebut, pihaknya meminta agar Dinkes bisa mengenolkan kembali kasus tersebut. “Artinya kasus ini harus bisa dicegah, agar kedepan kasus seperti itu tidak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tegal,” ungkapnya. Disamping itu, untuk mengurangi penyebaran berbagai penyakit, maka cakupan imunisasi perlu terus digalakkan dengan mengharapkan adanya partisipasi masyarakat. Di samping itu juga perlu ditingkatkan peran bidan desa untuk lebih aktif. “Bidan desa perlu stan by di masingmasing desa untuk menggali data siapa-siapa yang belum mendapatkan imunisasi,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dr Widodo Toto M Kes MMR melalui Kabid P2P dr Titis Cahyaningsih MMR mengakui temuan Tetanus Neototorum tersebut. Dinas Kesehatan sendiri

ke hal 9 kol 1

ke hal 9 kol 1

DOK.RATEG

Teguh Herdi S

SENIMAN memang beredar di mana-mana, akan tetapi jiwa seniman itu tidak bisa dipunyai setiap orang. Dan untuk menumbuhkan jiwa seniman itu, maka harus ada yang memfasilitasinya. Hal itu yang dikatakan Teguh Herdi S, Ketua I Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Yang juga Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Pangkah di kantornya

Tanyakan Kejelasan Pemeriksaan Kejati Kasus Jalingkos Jilid II SLAWI - Untuk kesekian kalinya, dua tersangka kasus Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) jilid II, yang juga merupakan pelapor yakni Edi Prayitno dan Budi Haryono Rabu (28/4) kemarin, kembali menjalani pemeriksaan penyidik tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang. Namun, pemeriksaan yang berulangulang membuat keluarga maupun tersangka ingin kejelasan

CMYK

kapan akan berakhir. Sebab informasi yang didapat bahwa pemeriksaan yang dilakukan dengan materi yang sama. Sementara pemeriksaan yang dilakukan tim dari Kejati Semarang, juga seperti biasa dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi. Sedangkan saat hendak menjalani pemeriksaan Edi dan Budi juga secara otomatis langsung dijemput dari sel tahanan LP Tegalandong Lebaksiu. “Kami tidak tahu kapan kasus ini akan dirampungkan ke meja persidangan. Sebab saat

kami mencoba bertanya tim penyidik juga tidak bisa memberikan kejelasan,” kata tersangka Jalingkos Budi Haryono. Menurutnya, dirinya sudah dimintai keterangan Kejati sudah berulangkali. Bahkan sepertinya materi yang diajukan juga hampir sama. “Ya, saat ini tim dari Kejati tengah memeriksa Pak Edi. Sedangkan saya, mungkin setelah beliau (Edi-red),” ulasnya. Sementara Kasi Pidsus Kejari Slawi Nursodik SH menambahke hal 9 kol 4

meningkatkan kreditur dan nasabah Bank Jateng. Sehingga secara tidak langsung maupun langsung, Bank Jateng Cabang Slawi turut serta dalam perkembangan ekonomi daerah. Karena dengan semakin banyaknya kreditur, maka perekonomian akan semakin berkemke hal 9 kol 1 bang.

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PAPARAN - Ketua Biro Komunikasi PT Kujang, Arifin didampingi penanggungjawabnya Dadeng, saat memaparkan soal kenaikan pupuk dan kesiapannya jelang proses tanam kedua kepada sejumlah wartawan.


ENTERTAINMENT

JUMAT 30 APRIL 2010

9

RADAR TEGAL

Mobil Dihadang, Batal Ngebor NASIB sial kembali dialami si goyang ngebor Inul Daratista. Mobilnya dihadang ratusan pendemo saat ingin bernyanyi di acara kampanye Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Buton Utara, Kendari. Ceritanya, Inul diundang untuk menghibur kampanye salah satu calon bupati dan wakil bupati Buton Utara, Senin (26/4) lalu. Saat menuju lokasi acara di Buton, tiba-tiba ibu satu anak itu dihadang oleh ratusan massa sebuah partai. Inul menduga massa tersebut adalah simpatisan partai yang menjadi lawan dari calon pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mengundangnya. “Itu saya dihadang sama kompetitornya partai yang aku ikutin,” cerita Inul saat dihubungi, Kamis (29/4). Saat itu mobil Inul tidak berjalan sendiri, melainkan diiringin oleh puluhan mobil lain di belakang mobilnya. Hanya saja posisi mobil Inul berada di deretan paling depan. Mobil yang ditumpangi pedangdut asal Pasuruan, Jawa Timur itu menjadi bulan-bulanan pendemo. “Kita diteriakin ‘turun-turun’. Nah orasi yang

INUL DARATISTA mereka omongin itu gubernur (Kendari) itu tidak boleh datang,” tutur Inul. Padahal menurut Inul, orang yang mereka cari tidak ikut

bersamanya. Namun mobil yang ditumpangi Inul pun terus digoyang-goyang hingga Inul panik. Inul pun hanya bisa diam dan terus berdoa. Bukan hanya sang gubernur yang dilarang untuk datang. Inul pun menjadi sasaran demo agar ia tidak jadi menyanyi. “Salah satunya iya, karena aku itu bintang tamu di acara sebagai penutup acara. Kan kalau saya nggak nyanyi, yang simpatisan marah,” jelas Inul. Setelah dua jam terkurung di dalam mobil, akhirnya Inul mendesak sopirnya tidak melanjutkan perjalanan ke lokasi acara. “Kalau sopir nggak bisa mundur, lebih baik saya keluar, dikeroyok dan saya selamat. Daripada saya di dalam, diguling-guling, dan dibakar,” kata Inul. Akhirnya mobil yang membawa Inul pun mundur dan kembali ke Kendari. Inul memutuskan langsung pulang ke Jakarta meski sempat dipaksa untuk tetap berada di Kendari. “Akhirnya aku mau pulang aja, kepikiran aja aku di rumah. Tapi sebelumnya aku udah nyanyi di sana sama Andi ‘/rif’. Kan acaranya selama tujuh hari gitu,” pungkas Inul. (ebi/iy)

IMA RISMA

Anggap Sikap Gary Iskak Keterlaluan

IMA Risma merasa sudah lelah dan tidak bisa berbicara apa-apa lagi, pasalnya Gary

Iskak, ayah biologis dari Rabiya Putrisyah itu lagi-lagi tidak bisa hadir di persidangan. “Iya ga tau mau ngomong apa, lemes aja. Ke depannya juga ga tau mau ngapain,” ucap Risma yang ditemui seusai persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (29/4). Gary yang sampai saat ini tidak pernah menunjukkan batang hidungnya itu terkesan mengulur-ulur waktu dan sengaja mempermainkan persidangan. “Kalo dibilang pasrah, iya. Orang-orang sekeliling bilang, udah aja. Cuma kalo dia begini caranya keterlaluan kan cara-

nya, kaya mempermainkan semuanya, pengadilan, hakim. Jadi ga bisa ngomong apa-apa,” ujar Risma yang pasrah dan mencoba tetap melihat ke depan. Meski demikian sulitnya Risma memperjuangkan hak akta lahir atas anaknya itu, keluarga Risma ternyata sempat berpikir untuk tidak melanjutkan perkara atas Rabiya Putrisyah ini. “Kalo dari keluarga udah pada taraf ngapain sih, Rabiya sampe sekarang juga bisa hidup layak, sekolah, makan enak, malah bisa bantuin temanteman sekelilingnya,” tandas Risma. (kpl/gum/dka)

JULIA PEREZ

Tersandung Gosip Ijazah Palsu RENCANA pencalonan artis Julia Perez menjadi pimpinan Pacitan lagilagi mengalami kendala. Setelah mendapatkan penolakan dari NU Jatim, kini Jupe dikabarkan memakai ijazah palsu. Namun, Jupe membantah keras hal tersebut. “Saya lulusan Interstudy. Kemarin saya suruh anak buah saya ke Interstudy untuk menanyakan ijazah saya karena ijazah saya yang dulu hilang. Jadi saya memang lulusan D1 di sana tahun 1998 jurusan Sekretaris,” terang Jupe ketika dihubungi via telepon, Kamis (29/4). Bahkan Jupe pun menantang jika ada yang akan membuktikan kebenaran dari ijazah tersebut. “Silahkan cek sendiri saja ke kampusnya, benar atau tidak saya lulusan sana. Enggak benar kabar saya mengurus membuat ijazah palsu. Kemarin saya mengurus ijazah saya yang hilang, bukan ingin memalsukan ijazah. Cek saja kebenarannya. Padahal bukan saya yang datang langsung ke kampus kemarin karena saya sibuk,” tambahnya. Jupe pun menuturkan jika saat ini dirinya sedang mengumpulkan semua ijazah yang dimilikinya sebagai persyaratan untuk menjadi caleg. Karenanya, jika ada yang mengabarkan jika ijazah milik Jupe palsu, Jupe pun bisa menuntut mereka. “Ijazah Bahasa Belanda, Perancis, saya kumpulkan karena ini bagian persyaratan yang diminta. Pokoknya begini, kemarin saya habis dari Pacitan dan saya bersyukur responnya baik terhadap saya. Siapa yang mengabarkan soal itu (ijazah palsu)? Kalau memang ini informasi pihak kampus Interstudy, bisa saya tuntut balik karena kabar ini tidak benar. Saya memang lulusan sana,” pungkas Jupe tegas. (kpl/adt/npy)

MONIQUE HENRY

JULIA ROBERTS

Wanita Paling Cantik Versi People JULIA Roberts mungkin sudah tak asing berada dalam daftar wanita paling cantik dunia. Kali ini bintang ‘Pretty Woman’ ini masuk daftar Most Beautiful Person dalam versi People magazine. Untuk keempat kalinya Roberts menempati posisi top di majalah tersebut. Banyak orang yang mungkin sepakat menyebut Roberts sebagai wanita paling cantik. Salah satu yang mengakuinya adalah sutradara ‘Pretty Woman’, Garry Marshall. “Dia secantik sebelumnya. Dia lebih terfokus dan tenang sekarang dan tidak terlalu tertekan. Dia

seorang ibu - sangat pengasuh”. Ibu tiga anak ini sekarang tinggal di New Mexico bersama suaminya, Danny Moder (41). Dia dan keluarganya menjauhi sorotan media. Aktris peraih dua kali Oscar ini mengungkapkan kalau dia lebih mengutamakan keluarganya. “Melihat keluargaku seperti bernafas yang dalam, membersihkan. Aku sangat beruntung, dan aku mencoba menunjukkan rasa syukurku setiap hari...,” katanya seperti dikutip People. Selain keempat kalinya disebut paling cantik di People, Roberts sudah 12 kali ini di-

nobatkan sebagai yang paling cantik di berbagai majalah AS. (spl/erl)

Jadi Gudangnya Seniman dari halaman 3 yakin Pangkah akan mampu kembali jaya, karena feelingnya bahwa Pangkah gudangnya

seniman. Jika kebersamaan itu dijaga betul-betul bersama dengan kondusifitasnya, maka dia yakin semuanya dapat terwujud.

“Semua itu kami yakini, ketika kebersamaan dan kondusifitas dapat kita wujudkan, maka tidak ada yang tidak bisa,” ungkapnya menambahkan. (mg2)

Ditemukan Kasus Tetanus Neototorum dari halaman 3 sudah menindaklanjuti temuan itu. Tindak lanjut tersebut yaitu dengan melakukan koordinasi dengan Forkompi agar warga masyarakat bisa disadarkan akan pentingnya imunisasi. Diakui, dari dua kasus yang

ditemukan pada tahun 2009 tersebut, satu di antaranya meninggal dunia. Meninggalnya anak balita tersebut lantaran penanganannya tidak dilakukan kepada pihak medis, melainkan ke dukun. “Memang saat itu orang tua anak tidak melarikan ke pihak medis, melainkan ke dukun.

Akibatnya nyawa balita tersebut tidak tertolong,” tukasnya. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan persalinan dengan menggunakan tenaga medis. Di samping itu perlu adanya kesadaran terhadap pentingnya imunisasi. (cw3)

Berusaha Tingkatkan Kreditur & Nasabah dari halaman 3 Dikatakan dia, pembangunan Bank Jateng Cabang Slawi didirikan di atas lahan seluas 3.600 meter, sedangkan luas bangunan sekitar 630 meter persegi. Sementara itu, Wakil Bupati Tegal Moch Herry Soelistiyawan SH MHum mengatakan, menghadapi tantangan di masa mendatang, maka strategi pembangunan Kabupaten Tegal diarahkan pada penciptaan kemandirian wilayah yang bertumpu pada pengembangan potensi unggulan wilayah,

khususnya pada bidang pertanian, industri dan pariwisata. Tentunya hal itu tidak mengesampingkan bidang-bidang yang lain, seperti perdagangan dan usaha kecil menengah. Dikatakan, di Kabupaten Tegal usaha kecil dan menengah merupakan salah satu mata usaha yang menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat. Perkembangan usaha kecil dan menengah selama ini masih mengalami berbagai kendala, salah satunya pada bidang permodalan. Untuk mengatasi kendalakendala tersebut, upaya yang

dilakukan Pemkab Tegal antara lain dengan mengadakan kerja sama lembaga keuangan dan permodalan yang ada untuk dapat ikut mengatasinya. “Untuk itu, berkenaan dengan akan dibangunnya Gedung Kantor Bank Jateng slawi tersebut, saya menyampaikan penghargaan, karena ini akan dapat mendukung dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat guna dapat menunjang hasil yang lebih baik dan guna peningkatan modal bagi usaha-usaha masyarakat,” pungkasnya. (cw3)

Kena Kibul Tukang Tattoo BAGI artis Monique Henry, tattoo bukan sekedar buat gaya-gayaan atau hanya sekedar pamer. “Kalau mau pamer, kenapa tidak tattoo di muka saja,” katanya, saat di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Pelakon film ini mengaku pertama kali bertattoo jelang lulus SMA. Itu pun gagal. “Padahal tattoo-nya lumayan gede, dari punggung sampai tulang ekor,” ungkapnya. Tak hanya gagal, Monique pun kena kibul. “Tinta yang digunakan tinta rotring,” kenangnya kesal. Tapi dari situ dia tahu dan paham seluk beluk pembuatan tattoo yang keren. “Sekarang gue sudah menemukan tempatnya dan itu temen gue sendiri, terkenal juga dan tintanya bagus jadi gue bisa dapat harga miring,” paparnya. Pertama kali ditattoo, Monique merasakan sakit tak terperikan. Ia sampai sempat gigit-gigit bantal dan break beberapa kali, tapi rasa sakit itu pula yang bikin dia ketagihan buat tattoo lagi. “Tattoo tak lebih sakit daripada menjalani hidup,” kata Monique berfalsafah, saat pertama kali ditegur mamanya. Sebagai orang tua, mama Monique tak begitu suka anak ceweknya bertattoo. “Tapi di sisi lain, beliaulah yang selalu support aku saat dapat masalah,” ungkapnya. Selain di punggung, Monique punya beberapa tattoo di tempat lain, seperti tattoo kucing di pundak, inisial JM di leher. “Itu inisial sang mantan dan mitos menattoo inisial bisa buat putus, bener gue rasain,” terangnya. Dan terakhir deretan tattoo bunga di perutnya. “Tak ada lagi, apalagi di tempat-tempat yang aneh,” akunya. Monique tidak mau nambah lagi, karena dilarang sang mama. “Dia bilang kalau masih sayang sama mama, jangan nambah tattoo lagi, ya udah gue tak buat lagi. Lagian kalau kerja repot juga harus tutup sana tutup sini,” gerutu Monique. (kpl/wwn/bun)

Kujang Merasa Kesulitan dari halaman 3 Sementara terkait naiknya Harga Eceran Tetap (HET) pupuk, pihaknya mengatakan hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 32/Mentan/ SR.130/IV/2010 per tanggal 8 April 2010. Namun dirinya menjamin kenaikan HET pupuk tidak mengakibatkan gejolak di kalangan petani. Termasuk tidak membuat PT Kujang sendiri menjadi makmur atau ba-

nyak untungnya. “Selama distribusi pupuk maksimal dan petani tidak kesulitan mendapatkannya, saya kira tidak akan menjadi masalah. Bahkan kami menjamin stok pupuk untuk dua bulan ke depan atau sampai dengan bulan Juni-Juli 2010 aman,” jelas Arifin. Sementara penanggung Jawab PT Kujang Wilayah Timur, Dadeng Suhendar menambahkan kenaikan HET pupuk di-

sebabkan dana subsidi yang dialokasikan dari APBN menurun, dari Rp 17, 4 triliun menjadi Rp 11,3 triliun. Sehingga salah satu langkah yang diambil yakni menaikan HET. “Dengan kenaikan HET ini, harga pupuk di pengecer yang biasanya Rp 1.750 perkilogram sekarang menjadi Rp 2.750 per kilogram,” ujarnya. Menghadapi masa tanam kedua ini, PT kujang tidak akan menyimpan stok pupuk di gu-

dangnya. Namun pupuk akan disimpan di gudang di setiap daerah. Hal itu dilakukan agar pendistribusian ke petani lebih mudah. Sehingga saat musim tanam kedua tiba, petani tidak kesulitan mencari pupuk. “Stok pupuk untuk Kabupaten Brebes sekitar 3.926 ton dari kebutuhan 3.926 ton. Sedangkan untuk Kota dan Kabupaten Tegal sebanyak 16960 dari kebutuhan 4.000 ton,” pungkasnya. (gus)

Tanyakan Kejelasan Pemeriksaan Kejati dari halaman 3 kan keduanya kemarin kembali memenuhi panggilan sebagai saksi dan hendak diperiksa

Kejati. Namun, lanjut Kasi Pidsus, Edi dan Budi statusnya dimintai keterangan hanya sebagai saksi. Sebab saat ini Kejati

masih terus mengembangkan keterangan sejumlah saksi lainnya untuk bisa menjerat tersangka lain. Nursodik menambahkan, pe-

ngembangan kasus Jalingkos oleh Kejati, masih dalam tahap pemeriksaan saksi. Sebab informasi yang ada agar kasusnya bisa rampung dengan benar. (gus)


CMYK

JUMAT, 30 APRIL 2010

METRO SLAWI

10

RADAR TEGAL

Fatih Siap Pasang Badan Untuk Aspirasi Rakyat PANGKAH – Kegiatan reses merupakan media atau sarana untuk menampung aspirasi masyarakat terkait dengan pembangunan dan keperluankeperluan lain. Di mana aspirasi bisa disambungkan ke pemerintah daerah, baik itu terkait dengan perbaikan jalan, pembangunan saluran irigasi maupun membantu agar masyarakat bisa mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu sampaikan anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Demokrat A Fatikhudin Emha SAg di depan para kadernya, saat melaksanakan reses di Desa Pangkah Kecamatan Pangkah Kamis (29/4) kemarin. Dalam sambutannya, Fatih panggilan akrab A Fatikhudin Emha, juga menambahkan kader Demokrat harusnya bisa lebih aktif untuk hadir di pertemuanpertemuan desa. Seperti mus-

rembangdes, karena pertemuan itu merupakan langkah awal untuk pembangunan tingkat desa. Selain itu, lanjut Fatih, sebagai wakil rakyat dia juga siap pasang badan untuk membantu aspirasi-aspirasi yang masuk kepemerintah daerah supaya pembangunan desa betul-betul optimal. ”Saya siap badan untuk membantu aspirasi bapak-ibu sekalian,” ujarnya dengan tegas. Menurut Fatih, meskipun tidak di komisi yang menangani, dia akan berupaya untuk bisa bekerja sama dengan anggota dewan yang lain, khususnya Demokrat untuk bisa saling bantu. Karena keluhan dan keinginan warga sudah menjadi kewajiban pihaknya sebagai wakilnya. “Saya tidak mau janji, tapi ini menjadi kewajiban saya selaku wakil panjenengan semua,” katanya. Hasil reses ini, tambah Fatih, akan dijadikan modal untuk

mendesak pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran yang ada. Dalam rangka membangun infrastruktur desa, sesuai dengan kepentingan masyarakat. “Hasil ini akan saya perjuangkan di tingkat pemkab, ”tambahnya. Dia juga menambahkan bahwa pertemuan seperti reses ini tidak mungkin dilakukan tiap hari. Begitu juga dengan persoalan-persoalannya juga tidak mungkin diselesaikan secara langsung. Untuk menunjang itu, harapan dia agar arus informasi ini selalu nyambung, maka perlu diadakan pertemuan rutin tiap bulan. Sementara itu,Slamet (35) salah seorang kader dari Pangkah setuju dengan pernyataan Fatih ,agar pertemuan ini tidak harus ada tiap program reses saja. Artinya agar ada informasi-informasi dalam rangka pembangunan desa. “Saya setuju dengan pertemuan rutinan, mungkin dibuat kaya jamiyahan, agar tidak ketinggalan informasi,” kata Slamet. (mg2)

Helmi Gelar Dialog dengan Warga Cintamanik BUMIJAWA- Anggota DPRD Kabupaten Tegal Helmi Amruloh Rabu (28/4) sore kemarin menggelar dialog terbuka dengan warga di aula Balai Desa Cintamanik Kecamatan Bumijawa, dengan tema “Untuk Warga Buat Warga”. Dalam acara tersebut, juga turut hadir Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Sahuri bersama dua orang anggota Uswan Maulana dan H Samsul Rijal serta beberapa kader dan simpatisan partai. Dalam dialog itu, ratusan warga dari wilayah Kecamatan Bumijawa, Bojong dan Jatinegara menanyakan seputar pelaksanaan program pembangunan jalan-jalan desa serta bantuan pertanian, yang hingga kini masih belum berjalan. “Kami ingin memastikan program perbaikan dan pembangunan jalan pada jalur Cintamanik-Dukuh Benda dan Cintamanik-Begawat-Muncanglarang akan direalisasikan apa tidak dan kalau jadi kapan pelaksanaannya. Kami mohon Bapak Helmi Amruloh mejelaskannya kepada kami,” ujar War-

diman (45), salah seorang warga. Hal senada ditanyakan juga oleh Sardi (50), petani padi asal Cempaka. Bahwa pelaksanaan program perbaikan infrastruktur desa dan pertanian di Kecamatan Bumijawa sebenarnya sudah pasti apa hanya sekadar janji. Karena sejauh ini gambaran-gambaran jelasnya belum terlihat di lapangan. “Saya ingin tahu sebenarnya Pemkab Tegal mengetahui wilayah sini atau tidak. Sebab, dari dulu hingga sekarang kondisinya tetap sama dan tidak ada perubahan,” katanya. Menanggapi pertanyaan dan keluhan warga, Helmi Amruloh menjelaskan bahwa yang mengatur jadwal pelaksanaan pembangunan maupun perbaikan jalan dan irigasi pertanian adalah instansi-instansi terkait di lingkungan Pemkab Tegal. Sedangkan anggota dewan, termasuk dirinya, tugasnya hanya menyampaikan aspirasi warga. “Kami hanya menunjukan jalan ini harus dibangun, terus irigasi ini wajib dibuat dan lainnya kepada Pemkab Tegal. Se-

hingga masalah waktu pelaksananaannya kami tidak tahu. Tapi yang penting kami sudah meminta kepada Pemkab untuk secepatnya memperbaiki kondisi jalan yang ada di wilayah Bumijawa, terutama Desa Cintamanik,” paparnya. Untuk program pembangunan dan perbaikan jalan pada jalur Cintamanik-Dukuhbenda dan Cintamanik-Begwat-Muncalarang, Bumijawa-Tonjong serta Jejeg-Banjaranyar-Balapulang, lanjut Helmi, akan terus didesak untuk segera dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Begitu juga dengan keinginan para petani yang mendambakan adanya embung serta irigasi modern. “Kami akan secepatnya mendesak Pemkab untuk segera melaksanakan program pembangunan infrastruktur desa di wilayah ini. Untuk itu kami minta warga dan petani bersabar. Sebab yang namanya birokrasi itu banyak diselimuti aturan. Sehingga segala apapun pasti harus melawati segala aturan itu,” pungkas Helmi. (k1)

YANVERA/RADAR SLAWI

GELAR DIALOG - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Helmi Amruloh bersama anggota FPAN tengah berdialog dengan warga Cintamanik, saat resesnya putaran pertama.

FATKHUROHMAN/RADAR SLAWI

JARING ASPIRASI – Akhmad Fatikhudin Emha memberikan sambutanya dalam reses di Kecamatan Pangkah.

Aspirasi Warga Didominasi Perbaikan Jalan ADIWERNA - Program perbaikan dan pengaspalan jalan di sekitar komplek eks Puskesmas Adiwerna dan peningkatan jalan di Desa Pekiringan hingga Langgen Talang minta segera diperbaiki oleh warga. Selain itu, bantuan ternak dan modal usaha rumahan juga minta diperhatikan. Hal-hal itu merupakan aspirasi warga di wilayah Kecamatan Adiwerna, Talang dan Dukuhturi atau Dapi V yang berhasil diserap anggota DPRD Kabupaten Tegal H. Samsul Ma’arif. Resesnya yang digelar di Desa Kalimati Adiwerna Rabu (28/4) malam kemarin berlangsung dinamis. “Dari sekian banyak aspirasi warga yang berhasil saya serap, program pembangunan infrastruktur desa lebih dominan dibandingkan dengan lainnya,” ujar Samsul Ma’arif, kepada Radar Rabu (28/4) malam kemarin usai kegiatan reses. Dominasi aspirasi pembagunan maupun perbaikan jalan lingkungan desa, menurut Samsul dilatarbelakangi dari sejumlah kerusakan jalan yang ada di tiap-tiap lingkungan di ketiga kecamatan tersebut. Disamping itu juga kondisinya sudah membuat aktifitas perekonomian warga menjadi tersendat. “Kalau dilihat secara nyata, dominasi aspirasi ini sangat wajar. Sebab saya juga kerap kali keliling wilayah-wilayah itu.

Tetapi dominasi aspirasi ini tidak menutup peluang aspirasi lainnya. Lantaran semua aspirasi dari warga ini akan saya perjuangkan dengan sekuat tenaga untuk bisa direalisasikan oleh Pemkab Tegal,” kata Samsul. Pembangunan maupun perbaikan jalan, lanjutnya, sangatlah penting, tapi program semacam bantuan modal usaha rumahan juga sangat vital. Sehingga wajib diperjuangkan semua. Karena hal itu sudah menjadi sebuah mata rantai yang tidak mungkin terpisahkan begitu saja. “Seimbang bisa dikatakan demikian. Sebab dilihat dari rumus manapun yang namanya program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan warga harus dilandasi keseimbangan kondisi wilayah, sesuai kebutuhan,” paparnya. Untuk itu, dirinya berharap kepada warga di Desa Kalimati supaya bisa bersabar. Karena keinginan akan perbaikan jalan segera disampaikan ke instansi terkait di lingkungan Pemkab. Begitu pula dengan warga Ujungrusi Adiwerna yang ingin mendapatkan program bantuan ternak. “Warga diwilayah Kecamatan Talang, Dukuhturi dan Adiwerna, saya minta tidak usah merasa khawatir, sebab, aspirasinya akan saya perjuangkan hingga ketingkat atas,”

Warga Minta Program Bantuan Sapi PAGERBARANG - Aspirasi warga Desa Kedungsugih Kecamatan Pegerbarang yang menginginkan program bantuan sapi akan diperjuangkan. Hal itu ditegaskan anggota DPRD Kabupaten Tegal Sriyanto, kepada Radar Rabu (29/ 4) malam kemarin, usai melaksanakan resesnya. Menurut Sriyanto, kalau dilihat dari kondisi dan potensi desa, wilayah ini bisa dibilang sangat cocok untuk dijadikan sentra peternakan sapi dan domba. Karena kondisi alamnya sangat mendukung. “Keinginan warga sudah sesuai kondisi di lapangan. Sehingga harus diperjuangkan dengan baik dan maksimal, terlebih lagi aspirasi itu kalau direalisasikan bakal meningkatkan perekonomian warga itu sendiri,” ujarnya. Keinginan warga yang cukup bagus ini, lanjut Sriyanto,

sudah seharusnya cepat disikapi secara serius oleh Pemkab. Lantaran hal ini dapat membantu rencana Pemkab dalam peningkatan kesejahteraan warga. “Saya minta Pemkab Tegal merespon keinginan warga Kedungsugih Pagerbarang ini secepat mungkin,” katanya. Program bantuan modal terus bantuan sapi dan lainnya, jelas Sriyanto, merupakan program cerdas dan mendidik. Dikarenakan dalam program itu warga dituntut untuk mandiri dengan diberikan kail dan umpan untuk berusaha, demi kemajuan dirinya sendiri. Untuk itu, dirinya meminta Pemkab Tegal supaya menggulirkan program itu secara terus menerus dan berkelanjutan. Bahkan kalau perlu menambah anggarannya agar terjadi pemerataan di semua wilayah.

“Pemkab sebisa mungkin menggulirkan program bantuan sapi dan modal usaha secara berkelanjutan. Sebab, selain sudah banyak didambakan warga, program itu juga dapat meningkatkan semangat warga di tengah keterpurukan ekonominya,” tandasnya. Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal Hj Ayu Palaretin, usai mengikuti kegiatan reses tersebut menyatakan aspirasi warga Kedungsugih Pegerbarang yang menginginkan bantuan sapi, wajib diperjuangkan anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat, terutama Sriyanto. Dikarenakan hal itu merupakan tanggungjawabnya selaku wakil rakyat. “Aspirasi warga ini, saya minta secepatnya diperjuangkan sampai tuntas oleh Sriyanto,” tukas Ayu. (k1)

YANVERA/RADAR SLAWI

SERAP ASPIRASI - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Sriyanto (pake peci) tengah menyerap aspirasi warga di Pegerbarang.

YANVERA/RADAR SLAWI

PENGARAHAN - Anggota DPRD Kabupaten Tegal H Samsul Maarif memberikan pengarahan terkait program pembangunan di hadpan ratusan warga, saat melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Adiwerna.

tandasnya. Sementara itu, Ketua LKMD Desa Kalimati Adiwerna Susmedi berharap segala aspirasi dari warganya bisa diperjuangkan dengan serius oleh H Samsul Ma’arif. Karena beliau

merupakan putra daerah yang paling bisa diandalkan. “Saya berharap bapak Samsul Ma’arif bisa memperjuangkan aspirasi warga desa ini, terutama di bidang program perbaikan jalan,” pintanya. (k1)

Jamkesmas dan Jamkesda Disesuaikan Usulan Desa PANGKAH - Kuota program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jamkeda untuk wilayah Kabupaten Tegal, diminta supaya disesuaikan dengan usulan dari masingmasing desa. Karena masyarakat di wilayah ini, terutama yang tidak masuk dalam kuato Jamkesmas sangat membutuhkan program tersebut. “Kami minta kuota program Jamkesmas dan Jamkesda disesuaikan dengan usulan desa,” ujar Kepala Desa Curug HM Indra Kartomo, saat kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Partai Gerindra dr Budi Sutrisno di Desa Curug Pangkah beberapa waktu lalu. Menurut Kartomo, program Jamkesmas dan Jamkesda sejauh ini kuotanya tidak sesuai dengan ajuan dari pihak desa. Sehingga kerap kali masyarakat dibuat bingung dengan kebijakan ini. Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemkab melaui anggota dewan supaya bisa merubah kebijakan ini agar lebih baik lagi, demi kepentingan masyarakat. “Melalui kegiatan reses ini saya minta bapak dr Budi Sutrisno dapat membantu keinginan kami,” katanya. Hal senada diungkapkan Siti (35) salah seorang warga sekitar, bahwa program Jamkemas dan Jamkesda harus diubah. Begitu

pula dengan sering terlambatnya makanan tambahan dari program posyandu untuk segera diperbaiki. Selain itu anggarannya juga wajib ditambah lagi dari sebelumnya. “Saya minta program-program kesehatan untuk masyarakat baik itu, Jamkesmas dan Jamkesda serta Posyandu harus diperbaiki secepatnya,” timpalnya. Menanggapi keluhan warga tersebut, anggota Komisi IV ini menjelaskan untuk pelaksanaan program Jamkesmas dan Jamkesda memang masih banyak kerancuan. Sehingga patut diperbaiki oleh semua pihak. Untuk itu dirinya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait di lingkungan Pemkab Tegal. “Memang program ini sudah selayaknya diperbaiki dari segi kuota. Maka itu saya akan berkoordinasi dulu dengan Pemkab Tegal,” terang Budi. Sedangkan untuk program minimnya atau berkurangnya dana posyandu, dirinya akan mendesak instansi terkait untuk secepatnya menangani hal ini. Karena kalau tidak dapat berpengaruh buruk terhadap kondisi maupun kesehatan balita di wilayah ini. “Untuk masalah posyandu akan segera saya tangani,” pungkas Budi. (k1)


Radar Tegal 30 April 2010