Page 1

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

JUMAT, 2 JULI 2010

Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir Jika Padam Karena Masalah Teknis

INDEKS PDAM Siapkan 1.600 Sambungan HAL. METROPOLIS

Bobol Emas 5 Kg, Divonis 3 Tahun HAL. BREBES DAN BUMIAYU

APBD 2010 Dinilai Belum Ideal HAL. PEMALANG

Sedihnya Kalo Ortu Nggak Bisa Ambil Raport... HAL. XPRESI

NBA MADNESS

RAKA DENNY/JAWAPOS

TOLAK DIPERIKSA - Tersangka kasus Sisminbakum Yusril Ihza Mahendra datang ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

JAKARTA - Pemadaman bergilir akibat kekurangan daya sudah bisa diatasi sesuai tenggat 30 Juni lalu. Saat ini PT PLN (Persero) berkonsentrasi untuk mengatasi masalah listrik padam akibat gangguan yang teknis seperti trafo terbakar atau kabel putus. Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menyatakan, PLN akan melakukan penyelesaian masalah teknis seperti program penggantian trafo sebanyak 5.000 unit hingga Oktober mendatang. Dahlan mengatakan, dalam kurun waktu tersebut, kabel-kabel tua akan diganti. Juga, pembeDOK.RATEG nahan pada tiang dan trafo. Dahlan Iskan “Sifatnya teknis sekali,” kata Dahlan Iskan usai rapat koordinasi terbatas membahas kelistrikan di Istana Wakil Presiden Jakarta, kemarin (1/7). Rapat yang dipimpin Wapres Boediono tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. Staf Ahli Menteri ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, PLN telah memenuhi target mengatasi listrik byarpet hingga tenggat 30 Juni 2010. Definisi byarpet adalah pemadaman secara terencana karena daya yang tidak cukup. Kata Luluk, jika nanti masih ada listrik padam, itu karena masalah teknis. Misalnya, karena pohon tumbang, ke hal 19 kol 1

DITA PUTRI/JAWA POS

PERKENALKAN TROFI - Dari kiri, Tri Rismaharini, Trevor Ariza, dan Azrul Ananda (Jawa Pos) membuka tudung yang menutupi trofi NBA Larry O’Brien dalam seremoni pembukaan weekend terakhir NBA Madness presented by Jawa Pos, Kamis (1/7), di Supermal Pakuwon Indah Surabaya.

Langsung Bergairah di Surabaya SURABAYA NBA Madness presented by Jawa Pos akhirnya menghadirkan bintang tamu final weekend. Kemarin (1/7) di Supermal Pakuwon Indah (SPI), pemain Houston Rockets Trevor Ariza mengisi perhelatan lifestyle basketball paling gede se-Asia tersebut. Seremoni sederhana sekitar pukul 14.00 mengawali penampilan pemain berposisi small forward tersebut. Upacara bersahaja itu merupakan start minggu pemungkas NBA Madness sekaligus ulang tahun LX1 (ke-61) Jawa Pos kemarin (1/7). “Dua tahun terakhir, empat bintang NBA hadir. Itu tidak mungkin kalau warga Surabaya tidak mendukung. Mudah-mudahan Surabaya terus menjadi kota terhebat dan makin banyak eveneven internasional seperti ini di Surabaya,” kata Direktur Jawa Pos Azrul Ananda saat sambutan. Sejumlah tokoh penting hadir. Yakni, Senior Director Business Development & Marketing Partnerships NBA Asia Ed Winkle, Public Affairs Officer Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Andie DeArment, Direktur MPM Moke hal 19 kol 1

KPK Nyatakan Yusril Menolak Siap Tangani Kasus Rekening Diperiksa Kejagung Pati Polri Persoalkan Legalitas Jaksa Agung JAKARTA - Penyidikan kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) oleh Kejaksaan Agung terhambat. Kemarin (1/7), tim penyidik gagal memeriksa dua tersangka, mantan Menkeh HAM Yusril Ihza Mahendra dan pengusaha Hartono Tanoesoedibjo, dengan alasan yang berbeda. Yusril menolak diperiksa, sementara Hartono tidak memenuhi panggilan. Sebenarnya, Yusril sudah tiba Gedung Bundar, komplek Kejagung, sekitar pukul 10.10. Namun dia me-

nolak jika ke kedatangannya untuk memenuhi surat panggilan penyidik yang sudah dilayangkan sejak Jumat (25/6) sore. Dia beralasan hendak meminta keterangan dari jaksa. “Saya masuk dulu, nanti saya keluar untuk menjelaskan. Tolong jangan ditulis dulu kalau saya datang memenuhi (panggilan) pemeriksaan,” ujar Yusril. Dia tampak didampingi kuasa hukumnya di antaranya M. Assegaf, Maqdir Ismail, dan Wirawan Adnan. Koleganya, Ali Mochtar Ngabalin, dan adiknya, Yusron Ihza Mahendra, juga ikut dalam rombongan. “Saya datang untuk mempersoalkan permasalahan yang barangkali akan

menjadi suatu persoalan besar bagi bangsa ini,” sambungnya. Tak sampai satu jam, Yusril sudah keluar dari Gedung Bundar. Dengan tegas, dia menyatakan penolakannya menjalani pemeriksaan. “Saya tidak bersedia karena status jaksa agung yang masih bermasalah,” kata Yusril yang kemarin mengenakan setelan jas warna gelap. Mantan Mensesneg itu menguraikan, Hendarman Supandji diangkat menjadi jaksa agung berdasarkan Keppres No. 31/P Tahun 2007 tertanggal 7 Mei 2007. Ketika Presiden SBY berakhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2009, maka seluruh angke hal 19 kol 4

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap menindaklanjuti laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait rekening berjumlah fantastis 27 perwira tinggi (pati) Polri. Setidaknya, dua pimpinan KPK, yakni Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Mochammad Jasin dan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto telah berkomitmen memprioritaskan kasus tersebut. Hal itu diungkapkan Anggota Divisi Investigatif ICW Tama S Langkun, usai menemui Jasin dan Bibit, di gedung KPK, kemarin (1/7). “Kedatangan kami ke sini (KPK) memang untuk mendorong KPK dalam menangani rekening pati Polri yang sudah kita laporkan beberapa waktu lalu. Tadi dari suara Pak Jasin dan Pak Bibit berkomitmen kasus ini jadi prioritas,” papar Tama, yang juga didampingi Koordinator ICW Danang Widoyoko dan Pengamat Kepolisian ke hal 19 kol 4 Bambang Widodo Umar, kemarin.

Kapolri: Teroris Siapkan Bom untuk Kedubes Denmark JAKARTA - Kapolri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) mengungkapkan, kelompok teroris di Indonesia sempat merencanakan serangan ke Kedutaan Besar Denmark. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Sogir, anggota teroris yang berhasil dibekuk Densus 88. “Hasil penyidikan yang jelas dari penangkapan Sogir. Sogir itu perakit bom, kemampuannya di atas Dr Azahari,” kata BHD usai perayaan HUT Polri ke-64 Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (1/7). Kapolri menyebut penetapan Kedubes Denmark sebagai target pengeboman berkaitan dengan dimuatnya kartun Nabi Muham-

KHALSA/JPNN

HUT BHAYANGKARA - Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri menyapa keluarga anggota setelah memimpin upacara peringatan Hut Bhayangkara ke 64 di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kamis (1/7).

mad di media Denmark beberapa waktu lalu. “Penyerangan ke Kedubes Denmark karena dia yang memuat berita-berita tentang Nabi Muhammad berikut karikaturnya. Nah itu yang jadi sasaran mereka (teroris),” tambahnya. Kapolri menambahkan, rencana serangan dilakukan dengan modus bom mobil seperti yang dilakukan pada serangan Kedubes Australia tahun 2004 lalu. “Mereka sudah merencanakan melakukan bom mobil. Karena sudah tujuh sirkuit (rangkaian bom) yang siap pakai dengan elemen-elemen lain. Alhamdulilah anak-anak di lapangan sudah menyita tujuh sirkuit itu,” tambahnya. (zul/jpnn)

Nok Slentik Yusril Menolak Diperiksa Kejagung * Ahli hukum dadine wani! Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir * Mati sewayah-wayah tetep ana!

CMYK


WACANA

2

JUMAT 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

Mengubah Performansi Polri Oleh: Hari Purwadi

Karikatur Celengan Itu Oleh: Muh. Abduh HARI kemarin, tepatnya 1 Juli, institusi bersemboyan Rastra Sewakotama (abdi utama bagi nusa bangsa) ini berulang tahun yang ke-64. Sebelum ngomong lebih lanjut, Dalipan ingin mengucapkan selamat ulang tahun buat Korps Bhayangkara. “Dirgahayu, Ndan!” ucap Dalipan singkat, ketika bertemu pak polisi, yang juga masih tetangga dekat Dalipan. Lalu Dalipan menjabat tangannya sembari mengembangkan senyum. Jare Dalipan, ia punya kenangan tersendiri dengan Pak Polisi itu. Suatu waktu, saat pulang malam, Dalipan melihat seseorang bersembunyi di balik pohon. Setelah didekati, ternyata pak polisi itu. Ia menarik dirinya supaya bersembunyi. Ternyata pak polisi itu tengah mengintip aksi maling yang selama ini meresahkan kampungnya. Lalu membekuknya seorang diri. “Wis pokoke jagoan nemen pak polisi tanggaku!” Sehari sebelum HUT, kritikan atau pihak lain terdengar sebagai kado ulang tahun. Garis besarnya, polisi dinilai belum berubah. Nasir Jamil, anggota Komisi Hukum (III) DPR yang membidangi pengawasan terhadap institusi kepolisian malah menggambarkan, bila sekolah terancam tidak naik kelas. “Ora usah jengkel ya Ndan, bukankah kritik itu sebagai tanda perhatian. Bukankah perhatian kuwe tanda rasa cinta dan sayang. Ngger wis ora cinta tah jorna bae apa mblangsake. Ora usah dielingna,” tutur Dalipan. Tapi rupanya ada karikatur yang membuat panas telinga korps baju cokelat itu. Yakni karikatur yang menjadi cover majalah tempo. Gambarnya mirip pak polisi memegang tali yang mengikat tiga celengan (tempat menyimpan uang) babi. Lalu, di sampingnya tertulis judul laporan utama: Rekening Gendut Perwira Polisi. “Kuwe dudu polisi ah, tapi mirip polisi. Terus dudu babi, tapi mirip babi. Dadi ora usah jengkel,” sela Panjul sambil memperhatikan majalah Tempo yang dipegang Dalipan. “Toli bisane majalahe dadi fotocopynan?” tanya Panjul lagi. Dalipan memang hanya dapat fotocopynan. Jare agen penyalure, majalahe wis enteng, cuma ana potocopynan. Konon kabarnya, ada yang memborong. Ana sing kulak, tapi ora didol maning. “Sih nggo apa Wa? nggo koleksi?” Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Zainuri Lubis memastikan gugatan itu serius. Karena, pihaknya mendapatkan laporan dari seluruh Indonesia, anggota Polri merasa nama institusinya dicemarkan. Tempo akan digugat secara perdata dan pidana. Untuk perdata, tuntutannya ialah meminta maaf kepada institusi kepolisian. Secara pidana, Tempo bakal dijerat dengan pasal penghinaan. “Idih kayong serem temen?” Dan langkah polisi itu rupanya memantik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk bersikap. Dalam siaran persnya, AJI meminta agar Markas Besar Kepolisian Indonesia tidak mengkriminalkan majalah Tempo. AJI menyarankan Mabes Polri menempuh prosedur sesuai Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers, yakni menggunakan Hak Jawab atau mengadu ke Dewan Pers. “Dengan mengkriminalkan Tempo, berarti polisi tidak menghormati UU Pers,” kata Nezar patria, Ketua AJI Indonesia. “Ilustrasi tersebut tak serta-merta dapat diartikan sebagai penghinaan, karena dapat juga ditafsirkan polisi tengah menelisik rekening mencurigakan tersebut,” kata Nezar Patria lagi. Nezar menambahkan, ilustrasi pada sampul majalah berita seperti Tempo adalah beririsan dengan karya seni. “Dia bisa dibaca berdiri sendiri sebagai karya seni, dan sekaligus memberi konteks ilustrasi bagi satu kemasan karya jurnalistik” . Dalam hal ini, sampul majalah bisa ditafsirkan secara terpisah, yang tak harus selalu berjalan seiring konteks laporan. AJI juga menyesalkan Polri menggunakan Pasal 207 dan 208 KUHP dengan tuntutan penghinaan terhadap penguasa. Penggunaan pasal itu adalah bentuk kriminalisasi pencemaran nama (criminal defamation), dan cara klasik untuk membungkam pers. Pasal-pasal pidana pencemaran nama adalah pasal karet warisan pada masa kolonial Belanda yang seharusnya sudah dihapus di negara merdeka dan demokratis seperti Indonesia. (*)

REFORMASI Polri pada aspek struktural, instrumental, dan kultural telah digerakkan untuk menjadikan polisi modern yang berlabel ‘’polisi sipil’’ (civilian police). Itu berarti reformasi didinamisasi sehingga polisi berperan sebagai penegak hukum dan merespons secara profesional tuntutantuntutan yang berbeda dan bertentangan dengan berbagai segmen masyarakat. Kata kuncinya adalah hubungan antara polisi-masyarakat (police-community relation). Karena itu, polisi harus memperoleh kepercayaan dari masyarakat sehingga satu sama lain tidak mengambil jarak (reactions of distance), namun sebaliknya saling mendekat (reactions of closeness). Tanpa kedekatan, slogan Polri ‘’kami melayani dan melindungi’’ tidak dapat diterima, sebaliknya dimaknai dan dicibir sebagai penghias bibir. Dalam konteks itu, upaya mem b a n g u n k e p e r c a y a a n (trust building) yang menjadi desain besar Polri lima tahun pertama dalam reformasi tidak dapat diklaim telah berhasil, bahkan memunculkan koreksi besar. Ketegangan dan konflik internal dan eksternal belakangan, yang dipertontonkan dalam kasus Susno Duadji dan kasus penyimpangan perilaku anggota Polri lainnya -mulai kasus Anggodo hingga ‘’mafia pajak’’, dan paling mutakhir keberadaan rekening miliaran rupiah yang melibatkan beberapa petinggi Polri- memper-

buruk citra Polri dan menggugat kembali pembentukan kepercayaan publik sekaligus menggambarkan permasalahan dalam penataan internal Polri. Secara eksternal, konflik dan ketegangan polisi dengan masyarakat yang masih menggunakan cara-cara kesewenangan, kekerasan, dan represif juga menampilkan wajah polisi sebagai ‘’bala tentara okupasi’’ (army-occupation). PROBLEM PERFORMANSI Fakta-fakta itu menjelaskan bahwa masih ada problem performansi Polri. Polisi disadari dibutuhkan masyarakat, tetapi sekaligus performansinya melahirkan kebencian masyarakat yang secara teoretis disebut love-hate relationship. Per f o r m a n s i s e b e n a r n y a merupakan salah satu di antara improvisasi yang hendak dicapai dalam reformasi struktural, instrumental, dan kultural Polri. Perubahan lain yang berusaha diimprovisasi adalah potensi dan kompetensi. Potensi dan kompetensi yang meningkat tanpa disertai performansi yang baik membuat hubungan polisimasyarakat tidak efektif. Performansi dimaksud sebagaimana ditegaskan dalam pasal 38 ayat (2) dan penjelasan UU 2/ 2002 tentang Polri terkait dengan kinerja kepolisian, khususnya ihwal penyalahgunaan wewenang, dugaan korupsi, pelayanan yang buruk, perlakuan diskriminatif, dan penggunaan diskresi yang keliru. Reformasi untuk mengimprovisasi performansi Polri

tidak sunyi dari resistansi internal Polri. Cohn dan Viano dalam suatu penelitian, antara lain, mengemukakan bahwa kepentingan-kepentingan tetap (vested interests) merupakan salah satu faktor resistansi. Kepentingan ekonomi dan prestise individu selama ini menempatkan polisi pada posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Hal itu menawarkan banyak kekuasaan dan pengaruh yang dapat menghasilkan uang dan kesempatan sehingga membuat kegamangan untuk mendorong perubahan. Kekuasaan dan kesempatan yang strategis itu pada gilirannya memicu penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power); korupsi, kolusi, dan nepotisme; pelayanan yang buruk; perlakuan tidak adil dan keberpihakan; serta penggunaan diskresi yang berlebihan. Itu merupakan kejadian yang masih mendominasi kekhawatiran masyarakat ketika berhubungan dengan polisi. POLISI SIPIL YANG CIVILITY Kekhawatiran masyarakat itu sekaligus mengeliminasi makna polisi sipil yang harus dapat ditandai dengan civility (kesipilan atau kesopanan) dalam menyelesaikan problem-problem kehidupan masyarakat (civility must be met with civility). Perubahan dari polisi yang militeristis ke polisi sipil, seperti digambarkan oleh Reiss, kenyataannya polisi masih cenderung tidak dipuaskan dalam

Bagaimana Ini? TAMAN GBN yg indah dan bersejarah jalan lingkar yang mulai rapi sangat kontradiktif dgn masjid agung yang tidak layak di sebut agung. Masjid milik Pemda yg mobil dinasnya mulus2. Wahai pengemban amanah, bagaimana ini? 081390867xxx

Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi, Khikmah Wati. Asisten Redaktur: Arief Nur Rahardian Sidiq, Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Hasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan, Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P, Asep Ariadi S. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

WIS cukup diilengna thok jalan Jatibarang Brebes, nyampe saiki langka tindak lanjute sich, skalian digawe kali apa yah. Nek liwat bener2 ngresula banget. 081390303xxx

MANING2 aku maca gresula nang Radar masalah masjid Jami Slawi. Donge bupatine maca koran belih sih? Pancen bener aku weruh dewek, kue ngger weruh Trans TV mesti diliput nggo penampakan (adu nyali). Aku kur ngelingna pak bupati. Tur nuwun... 087868710xxx

Nangsange Nang Endi? AKU ta eram karo Kecamatan Ketanggungan Brebes. Aku wong Dukuhturi 2 Gang Kelapa bisane gang liane wis digili awit kuna lecit ka Gang Kelapa esih dalug2 bae, kuwe duite nangsange nang ndi? Suwun. 085878116xxx

Tanggapan: RENOVASI masjid Jami telah dilaksanakan sejak periode tahun 2007– 2009. Tahun 2010 akan dilaksanakan lanjutan pembangunan/rehab dan diharapkan dapat mengembalikan fungsi pokok masjid dengan beberapa perubahan pada rencana bangunan masjid. Ttd: DPU Kab. Tegal

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Tanggapan: PERBAIKAN untuk ketiga jalan tersebut diusulkan pada tahun 2007 namun belum direalisasikan sehingga diprioritaskan untuk diusulkan tahun 2011. Dengan kondisi saat ini belum memungkinkan untuk di hotmix, mengingat badan jalan belum mapan. Ttd: DPU Kab. Tegal

Salut Karo SPBU Muri TOLONG Radar Tegal aku melu ngresula, aku salut karo pelayanane operator SPBU Muri soale apa, operatore sopan santun terus murah senyum juga tetep ngomong dari nol ya mas, karo nodokna skala litere, dongen tah owner SPBU liane niru SPBU Muri yah. 081902400xxx

Pelayanane Diberesi RUBRIK Ngersulah kiye aq nang Bumijawa. Pimen kyeh, maning2 pet mati lampu apa belih ngarti PLN

*) Dr Hari Purwadi SH MHum, dosen Fakultas Hukum UNS Solo dan ketua Lembaga Studi Kepolisian dan Masyarakat.

Cukup Didelengna Tok

Kur Ngelingna

ASALAMUALAIKUM yg saya hormati Bapak Bupati lan Bapak Lurah Slawi Wetan, aku pan melu ngresula, kue bisane dalan neng Desa Slawi Wetan khususe dalan Serayu, Musi, Mahakam ora dihotmik? Aku sebagai wong Slawi Wetan isin ndeleng dalan desane dewek kaya kue, sue-sue mbokan ditanduri gedang neng tengah dalan, tulung lah pak lurah kebijaksanaane. Wassalam. 085742088xxx

gai contoh ‘’kecil’’, penangkapan di Klaten yang kemudian dilepas oleh Densus 88 terhadap dua anak yang salah satu di antara mereka masih ‘’di bawah umur’’, secara rasional dan moral, dapat menjadi pemicu delegitimasi keberhasilan besar yang telah dicapai selama ini dalam pemberantasan terorisme. Meningkatkan performansi Polri akhirnya membutuhkan upaya yang meminimalisasi risistansi internal maupun eksternal atas reformasi Polri. Polri harus membuka diri. Itu berarti reformasi bukan proyek atau pekerjaan Polri sendiri, namun juga dioperasikan oleh kekuatan luar Polri. Alih-alih dioperasikan juga dari luar, ketika di tingkat petinggi Polri (top official of the system) masih terjadi konflik dan ketegangan, maka di tingkatan bawah (lower official of the system) Polri tidak banyak bisa diharapkan. Padahal, secara teoretis, perubahan yang lebih baik diperkenalkan melalui putusan kelompok daripada mengandalkan individu yang diharapkan sebagai pionir praktik yang tidak lazim diterapkan oleh kelompok. Oleh karena itu, keseriusan reformasi Polri masih harus dibuktikan terlebih dahulu melalui keterlibatan seluruh sistem Polri. (*)

dinaikan lagi. Ini gimana? Kualitas turun tapi maunya tagihan listrik naik. Apa tidak malu sama negara tetangga? Tolong dievaluasi. 085741851xxx

Laka Sekabehe BENER Tegal diarani Tegal Laka-laka, wong pejabate be laka ngartine maring rakyat. Tegal laka-laka, laka sekabehe... 081902598xxx

Pasti Akan Diuji

Mbokan Ditanduri Gedang Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal

wajah sipil dengan kesopanannya. Sebaliknya, masyarakat menganggap warna kesopanan sebagai birokrasi terbaik dan oleh karena itu menonjolkan kerendahannya sebagai pelayan masyarakat, yang menuntut petugas menunjukkan keterlibatannya dalam masalah dan menawarkan perhatian individual. Dalam warna kesopanan, marga masyarakat dengan sendirinya akan memberikan atau menjamin legitimasi kekuasaan polisi serta menghargai intervensi hukum dalam hubungan-hubungan di antara warga masyarakat. Pada akhirnya, polisi bertanggung jawab atas kekuasaan sipilnya dan masyarakat merasa dilindungi dari kesewenang-wenangan. Permasalahan pada polisi juga menjadi kecil ketika masyarakat memberikan legitimasi atas intervensi polisi pada ihwal yang sebetulnya tidak ada hak hukum bagi polisi untuk masuk dan terlibat. Seperti di Inggris dan Skandinavia, hubungan antara masyarakat dan polisi justru dibangun lebih banyak berdasar kebiasaan (custom) daripada hukum (legality). Kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjadi dasar legitimasi pasti yang dapat memberikan jaminan ketenteraman masyarakat secara keseluruhan, baik berdasar pertimbangan rasional maupun moral. Pelayanan dan perlindungan di luar rasionalitas dan moral publik jelas melahirkan delegitimasi. Seba-

GRAFIS : DWI NANDA P

ngrugikna pelanggan, pengine ta dinaikin, jare aq ora papa sing penting pelayanane dst diberesi . 085694538xxx

Ora Manjing Pemerintah PRIMEN donge pegawe perhubungan, dudu tenaga honorer tapi bisane saben bengi ning ngarep Terminal Tegal njaluki restribusi maring bisbis seka arah wetan maring arah Jakarta, otomatis duit restribusi seka bis-bis mau ora manjing pemerintah kabeh, mesti sebagian nggo wong kuwe. 085642910xxx

Takon Lembaga Perlindungan Konsumen NYONG melu takon kyeh, yen pan maring Lembaga Perlindungan Konsumen kantore nang endi bokan ana sing ngarti? 085642631xxx

Ikut Menyentuh Instansi TUK RUBLIK ngersula, apakah ngersula-ngersula masyarakat yang dimuat sdh memberikan atau menyadarkan orang atau instansi yg dikeluhkan, tulung Radar jg ikut menyentuh intansi tsb, karena rakyat bisane mung ngersula tok karo ngelus dada ndeleng klakuane oknum pejabat. Seperti pembagian kompor dan tabung gas di Mejasem sdh byk ngersula itu

dimuat tapi pembagiannya belum merata. Padahal gudang gas 3 kg dekat, apakah oleh oknum tabung tsb dijual? Bravo Radar. 08156515xxx

Angel Nemen YA ALLAH, luruh kerja nang Tegal ka angel temen ya. . . 085642827xxx

Sekolah Negeri Ndeke Wong Sugih PERMISI pan melu ngresula kr sing duwe pendidikan khususe neng Tegal karo Slawi. Pengin mlebu SMA negeri bae kudu metu duit jutanan, keprimen nasibe sing bocae pinter tapi anake wong mlarat jepat. Tolong sing diperhatikna aja sing duwe duit tok, sing ora duwe duit ya diperhatikna pengin mlebu sekolah negeri atau dikhususna endah bisa mlebu SMU negeri. Pada bae manusia bangsa Indonesia, aja dibedakna, suwun. 081548039xxx

PLN Ora Isin KEPADA PLN, saya agak kecewa dengan PLN akhir-akhir ini karena kinerjanya buruk akan tetapi tarif tetap naik. Padahal dulu saya memaklumi dengan kenaikan tarif yang disebabkan oleh kenaikan BBM, sekarang mengapa BBM sudah stabil tapi malah PLN-nya yang jadi labil? Listrik sering mati, lalu nyala, lalu mati lagi, tarif malah mau

SESUNGGUHNYA Allah telah memberikan kita cobaan yg begitu berat, mampukah kta ikhlas menghadapinya, kita semua bakal diuji sebatas pada kesabaran kita. Contohnya, Ariel, Luna, dan Cut Tari. Bersalah/tidak bersalah, karena Allah telah mmberikan cobaan buwat mereka. Jadi bersiap2lah kita semua pasti akan diuji. 085742421xxx

Lampu Mati Bolak-Balik GIMANA mau nonton bola kalo lampunya aja bolak-balik mati. Gimana sih PLN Balapulang. Ini udah jaman modern masa mau nonton bola harus pake aki. Gak jaman banget deh. Bagaimana Indonesia mau maju lampu aja mati. Kalo Indonesia maju ke piala dunia percuma gak ada yg nonton coz mati lampu. 087871714xxx

Mau Lewat Sawah TOLONG donk jalan dari BatuagungCenggini rusak parah masa lobang sampe seluas jalan raya. Orang2 mau lewat mana? Sawah? Tolong sebagai Lurah Batuagung dan Cenggini bermusyawarah agar jalan itu bisa baek dan bisa dipandang rapi serta nyaman dilewati. Makasih 087871714xxx

PENGIRIM NGRESULA YANG BERUNTUNG : 1. 2. 3.

085842383566 081902778316 085722728638

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan satu dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


CMYK

METROPOLIS

JUMAT, 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

3

ADI MULYADI/RATEG

DICECAR PERTANYAAN – Wakil Wali Kota, Habib Ali Zaenal Abidin, tengah menanggapi pertanyaan puluhan wali murid di SMPN 5.

HERMAS PURWADI/RATEG

KEMITRAAN - Kapolresta bersama Wali Kota menyerahkan hadiah ketangkasan mengemudi becak di puncak Hari Bhayangkara ke-64, kemarin.

Wakil Wali Kota Sempat Diprotes

Sepak Terjang Polri di Usianya yang Ke-64

KEBIJAKAN Pemkot Tegal menambah waktu pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ternyata malah dikeluhkan orang tua dan siswa. Mereka menyoal keputusan tersebut bukan membuat mereka tenang, tapi malah kebingungan dan kuatir. Ini terungkap saat Wakil Wali

SEMANGAT SESUAI dengan tema yang diusung di hari jadinya yang ke-64, Membangun Karakter Melalui Kepemimpinan yang Unggul, Kemitraan, Profesionalisme, dan Etika Prima, menjadi pijakan jajaran Polresta Tegal dalam mengisi rangkaian giatnya. Upaya membangun kedekatan antara perwira dan personilnya di-

Kemitraan

tempuh lewat beragam giat lomba mulai dari menembak, sepak bola, bola voli, dan bulutangkis yang melibatkan semua fungsi dan polsekta. Langkah membangun kemitraan dengan warga juga dilakukan dengan merangkul abang becak lewat gelar ketangkasan yang sempat dilakukan akhir pekan lalu. Kapolresta AKBP Drs Kalingga

PIDANA SIDANG lanjutan kasus sabu-sabu yang dijadwalkan, Kamis (1/7) kemarin, ditunda. Penundaan dilakukan lantaran laporan pemeriksaan dokter ahli yang ditunjuk sebagai saksi ahli terhadap fisik keempat terdakwa belum diketahui. Sebelumnya berdasar penetapan sidang, Kamis (17/6) lalu, majelis hakim yang terdiri dari Hj Hanizah Ibrahim SH MH, RA Didi Ismiatun SH MH, dan Gatot Ardian A SH SpN, menetapkan, keempat terdakwa untuk diperiksa kepada dokter ahli. Kebetulan RSU Kardinah Tegal sudah memiliki fasilitas gawat darurat penanganan penyalahgunaan narkoba. Penasehat Hukum Terdakwa, Fredyanto Hascaryo SH, mengungkapkan, keterlibatan kesaksian dokter ahli sangat penting. Alasannya, keempat terdakwa adalah korban. Alibinya itu didukung fakta-fakta persidangan yang menyebutkan, bahwa mereka menggunakan sabu karena ketergantungan. “Keempat terdakwa dalam setiap persidangan mengakui, jika menggunakan sabu untuk

ke hal 9 kol 1

“Kami ingin berbagi suka dengan saudara-saudara yang kurang beruntung. Setidaknya ini adalah sebagian misi membangun karakter melalui kepemimpinan yang unggul dengan tetap peka terhadap

M SAEKHUN/RATEG

SERAHKAN HADIAH - Kepala Disporabudpar, HM Wahyudi, menyerahkan hadiah kepada pemenang Turnamen Tenis Yunior Tegal Open III 2010.

ke hal 9 kol 5

HERMAS PURWADI/RATEG

BUKA MUSAKA - Penyerahan palu sidang dari pimpinan Saka Bhayangkara, kemarin.

Gelar Musaka Bhayangkara

CMYK

Kota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin, melakukan tinjauan ke beberapa sekolah di hari terakhir PPDB, Kamis (1/7). Pada kesempatan itu, para wali murid di SMPN 5 dan SMAN 5 bahkan memperotes kebijakan tersebut. Salah seorang di antara wali murid yang mendaftar di SMPN 5, Purnomo (35), mengatakan, kebijakan menambah hari pelaksanaan PPDB itu hanya membuatnya was-was.

ke hal 9 kol 1

Atasi Fahmi, Wisnu ke Final

Hasil Belum Diketahui, Sidang Ditunda

UPAYA memantapkan jati diri dan pengamalan Satya dan Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari serta melatih bermusyawarah dalam mengambil keputusan mendasari Saka Bhayangkara menggelar Musyawarah Saka Bhayangkara (Musaka) kemarin. Musyawarah kali ini dimaksudkan untuk membentuk anggota Saka Bhayangkara yang berpotensi dan mengarah pada peningkatan pengetahuan, ketrampilan, serta kemampuan dalam bidang kepramukaan dan

Rendra Raharja SE didampingi Wakapolresta Kompol Basuki SPd, menyatakan, semangat kemitraan juga dilakukan di sela-sela malam tirakatan dengan mengundang anak yatim piatu yang ada di lima panti asuhan.

PPDB akan Dievaluasi

kebhayangkaraan. Pimpinan Saka Bhayangkara, Kompol Siswoyo HK, melalui, Pamong Saka Briptu Destian Ady menyatakan tujuan yang hendak dicapai dari giat kali ini adalah peningkatan kuantitas dan kualitas anggota Saka Bhayangkara. Sehingga tercipta pramuka yang berkualitas dan mandiri dalam rangka menyiapkan kader bangsa dimasa yang akan datang. “Peningkatan kecakapan dan ketrampilan juga menjadi ke hal 9 kol 5

PARTAI semifinal Turnamen Tenis Yunior Tegal Open III 2010, Kamis (1/7), yang mempertemukan dua petenis unggulan satu kota, akhirnya dimenangi Wisnu Adi Nugroho. Unggulan pertama di kelompok umur 18 tahun itu, berhasil menundudkan Fahmi Seff straight set 6-2, 6-0. Di babak final yang rencananya dimainkan, Jumat (2/7) hari ini, petenis andalan Kota Tegal itu akan bertemu Henry Prio Anggono dari Pemalang. Sedang di kelompok umur 16 tahun putri, Laksmi Nuraningsih, juga melaju ke partai pamungkas usai menundukan petenis asal Kudus, Ingrid Yuniar S 6-4, 7-5. Usai bertanding, Wisnu mengatakan, dia tetap optimis targetnya menjadi juara di kelas 18 tahun putra bisa terpenuhi. Wisnu berjanji, akan bermain maksimal di partai final saat melawan Henry Prio Anggono. ke hal 9 kol 5

ADI MULYADI/RATEG

LEBIH SANTAI – Panitia PPDB lebih terlihat santai di hari terakhir pelaksanaan.

Beberapa Sekolah Tutup Lebih Awal SESUAI ketentuan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2010 ditutup, Kamis (1/7) pukul 12.00 WIB. Namun pada kenyataannya ada sebagian sekolah yang menutup lebih awal sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 WIB. Seperti yang terjadi di SDN Mangkukusuman 5, proses pendaftaran sudah di tutup sejak pukul 10.00 WIB. Alasannya, sekolah memberikan kesempatan para pendaftar yang tidak diterima mencari sekolah lain. “Kami sengaja menutup pendaftaran lebih awal dari ketentuan.

Langkah ini kita ambil lantaran kasihan melihat banyaknya siswa yang tereliminasi. Dengan ditutup lebih awal, mereka bisa mendaftar disekolah lain, dalam waktu 2 jam yang tersisa,” kata Kepala SDN Mangkukusuman 5, R Wachyouedi. Hal sama diungkapkan Kepala SDN Mangkukusuman 1, Fathul Muin. Menurutnya jumlah pendaftar disekolahnya mencapai 129 anak. Padahal kuotanya hanya 72 untuk 2 rombongan belajar (rombel). Sehingga ada 57 anak yang harus tereliminasi. ke hal 9 kol 1


PEMALANG

4

JUMAT 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

APBD 2010 Dinilai Belum Ideal Dr Kodrat: APBD Tidak Beres dan Merugikan

NGENDONG Harus Segera Clear MUNCULNYA dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga berlanjut dalam penanganan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang meresahkan masyarakat. Untuk mengecah semakin resahnya masyarakat, kasus dugaan penyelewengan dana tersebut harus segera di-clear-kan (diselesaikan, Red). Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Komite Masyarakat Pemalang Anti Korupsi (Kompak) Kabupaten Pemalang Anggoro Adi Atmojo SH dalam menanggapi persoalan penanganan dana BOS oleh pihak Kejaksaan, yang cenderung tidak membuahkan hasil dalam upaya penanganannya. Kejaksaan, menurutnya, dalam rangka mencari data dan keterangan terkait dugaan penyimpangan dana BOS harus segera clear. Artinya, untuk tidak lagi meresahkan semua pihak. ’’Kalau pemanfaatanya itu untuk kegiatan tidak melanggar ketentuan dari dinas atau instansi terkait, maka lembaga yang berkompeten harus segera memberikan penjelasan atau statemen kepada public. Sehingga tidak memunculkan persepsi keliru kepada masyarakat,” jelas Anggoro kepada Radar kemarin (1/7). Persepsi yang keliru, dijelaskan Anggoro, dilihat dari awalnya antara eksekutif dan legislatif dalam menyikapi persoalan ini. Fakta yang terjadi, legislatif -dalam hal ini Komisii D DPRD Pemalang- dalam melakukan fungsi pengawasannya atau menilai pelaksanaan dana BOS tidak sesuai dengan peruntukkannya. Tetapi dipihak lain, belum ada satu pernyataan bahwa itu sudah benar. Sehingga sangat membingungkan masyarakat. Oleh karen itu, pihaknya menegaskan, dalam persoalan dugaan penyimpangan dana BOS yang sekarang ini sedang ditangani Kejaksaan dan banyak mengalami kesulitan dengan tidak menemukan bukti penyimpangan. Maka, Kejaksaan harus segera menyampaikannya kepada publik, apakah pelaksanaan dana BOS itu ada penyimpangan atau tidak dengan dilihat dari aspek hukumnya. Harapannya, dengan menyampaikan itu maka akan tercipta iklim yang kondusif, khususnya di dunia pendidikan. ’’Jika Kejaksaan telah berhasil mengumpulkan data dan keterangan, mestinya segera melakukan analisis hukum dan hasilnya untuk segera di informasikan kepada masyarakat. Yakni, ada pelanggaran atau tidak dalam persoalan dana BOS,” tandasnya. (mg1)

SENSUS PENDUDUK Petugas PCL Perlu Memahami Bahasa Hukum PEMALANG – Banyaknya Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Sensus Penduduk Tahun 2010 melakukan aksi protes mempertanyakan soal potongan honor dinilai Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang sebagai bentuk minimnya pemahaman terhadap bahasa hukum. Hal ini ditegaskan Kepala Seksi (Kasi) Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik Kabupaten Pemalang Teguh Imam Santoso. Menurut dia, hal itu terjadi karena mereka itu salah mengartikannya. ’’Jika dicermati dalam pasal 5 perjanjian kerja besarnya honor yang disebutkan Rp 2.300.000 itu bruto atau kotor karena masih ada kewajiban PCL untuk membayar PPh (pajak penghasilan, Red) dan biaya pengiriman, karena pembayarannya melalui jasa Pos,” jelas Teguh kemarin (30/6). Menurutnya, dalam pembayaran honor PCL sebesar Rp 2.300.000 jika dicermati dalam bahwa honor sebesar itu sudah termasuk komponen yang masih menjadi tanggungan PCL ,seperti PPh, materai dan biaya pengiriman. Sehingga, tidak ada pos biaya yang terpisah. Karena biaya itu masuk dalam besarnya dana tersebut. ’’Ibarat membeli barang atau jasa dengan harga yang telah ditentukan pastinya sudah termasuk biaya pajaknya, dan biaya pajak tidak terpisah,” terangnya. Meski demikian, pihaknya cukup memaklumi munculnya aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah PCL karena kurangnya pemahaman soal bahasa hukum, sehingga ketidaktahuan itu muncul. ’’Maklum, kemampuan orang itu berbeda-beda. Sehingga perlu kita jelaskan agar mereka itu paham betul dalam memahami bahasa hukum yang dalam perjanjian kerja, meskipun juga kadang membingungkan,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, proses pencairan honor Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Sensus Penduduk tahun 2010 wilayah Kecamatan Pemalang di Kantor Pos setempat Sabtu (26/6) lalu diwarnai aksi protes. Aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah PCL itu sebagai akibat adanya potongan honor di saat sedang dilakukannya pembayaran. (mg1)

PEMALANG – Masih minimnya alokasi anggaran untuk pos belanja langsung membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran (TA) 2010 jauh dari kata ideal. Hal ini terungkap dalam workshop anggota DPRD Kabupaten Pemalang ke Bandung, Jawa Barat. Acara ini diikuti oleh Badan Angaran, Badan Musyawarah, dan Badan Kehormatan DPRD setempat Dengan menghadirkan pembicara dari kalangan kementrian dan perguruan tinggi, terungkap APBD Kabupaten Pemalang TA 2010 dinilai belum ideal. Wakil Ketua DPRD H Noor Rosyadi SE MM mengatakan, workshop yang digelar Selsa (29/6) hingga Kamis (1/7) tersebut menghadirkan Dr Made Suwandi MsocSc, direktur Urusan Pemda Ditjen Otda Kementrian Dalam Negeri. Pembicara lainnya adalah Dr Kodrat Wibowo PhD, dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung; dan Dr Hendriwan MSi dari

BKAD Kementrian Dalam Negeri. ’’APBD Pemalang tahub 2009 untuk Belanja Tidak Langsung mencapai 67 persen, dan Belanja Langsung hanya 33 persen. Sedangkan APBD 2010, Belanja Tidak Langsung mencapai 77 persen dan Belanja Langsungnya 23 persen,’’ jelas Noor Rosyadi saat memaparkan hasil workshop tersebut. ’’Belanja langsung adalah belanja yang langsung bersentuhan untuk kepentingan masyarakat. Idealnya, belanja langsung seimbang atau lebih besar daripada Belanja tidak langsung,” lanjut dia. Menurutnya, Pemalang belum mampu untuk mencapai ideal tersebut karena potensi daerahnya tidak maksimal. Dengan sedikitnya Belanja Langsung ini, kata dia, Dr Kodrat menganggapnya tidak beres, kurang sehat, dan merugikan masyarakat. ’’Dia juga menyoroti anggaran belanja Dindikpora yang besarnya mencapai Rp 413 miliar atau 45 persen dari total belanja daerah. Dengan anggaran sebesar ini apakah SDMnya sejahtera? Sarana prasarananya baik? Mutu pendidikannya baik? Masyarakatnya senangkah karena biaya pendidikan murah.’’ (ali)

Hasil Labfor Pembunuhan Sikucing Selesai PEMALANG – Teka-teki siapa pembunuh Kusen (52), warga Desa Banyumudal RT 1 RW 3, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, belum terjawab. Padahal, hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jateng sudah selesai. Namun, Polisi optimis dalam waktu dekat akan menangkap pelakunya. Kapolres AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Polda Jateng menanyakan mengenai hasil pemeriksaan labfor terhadap benda-benda yang dikirim terkait kasus pembunuhan Kusen tersebut. ’’Dari Labfor dijawab kalau hasilnya sudah selesai dan kami akan segera mengambilnya,’’ kata dia Rabu (30/6). Suwarto tidak mau berprediksi mengenai siapa pelaku pembunuhan tersebut. ’’Yang jelas, motif pelaku adalah ingin agar korbannya mati, karena tidak ada benda berharga yang diambil. Kami optimis bisa menangkap pelakunya,” tambah dia. Di antara benda yang dikirim ke labfor adalah senjata tajam yang diduga terkait dengan

pembunuhan tersebut, dan diperiksa apakah terdapat bercak darah atau bekas sidik jari karena alat tersebut sudah dicuci oleh pelakunya. Polisi akan menghubungkan keterangan-keterangan para saksi dan sejumlah teori untuk bisa menangkap pelaku, serta dikuatkan dengan bukti hasil pemeriksaan labfor tersebut. Sebelumnya diberitakan, lelaki tua ditemukan tewas di warung yang sekaligus tempat tinggalnya. Dia tergeletak dengan tubuh bersimbah darah dan bagian kepalanya terbelah. Mayat ditemukan kali pertama oleh istrinya, Runtah (48), pukul 06.00 WIB Sabtu (19/6) lalu. Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga desa itu. Lokasi warung berada di dekat Bumi Perkemahan Sikucing. Sehari-harinya korban bersama isterinya berjualan jajanan ringan. Menurut beberapa warga, warung berukuran 3 x 7 meter tersebut buka setiap hari meskipun tidak ada orang yang berkemah. Korban pada malam kejadian tidur sendirian karena isterinya tidur di rumah tetangga yang diakui sebagai selingkuhannya, tidak ada barang-barang yang hilang dari rumah korban. (ali)

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

BERSEMANGAT - Kegiatan temu lapang jangung hibrida pioneer di Desa Peguyangan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, yang digelar oleh PT Du Pont diikuti dengan penuh semangat oleh peserta.

Edukasi Budidaya Pertanian Sangat Dibutuhkan TAMAN – PT Du Pont Indonesia, di Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Kamis (1/7) menggelar ’Temu Lapang Jagung Hibrida Pioneer’. Kegiatan edukasi pertanian yang dipusatkan di lahan pesawahan milik warga petani bernama Karto, di desa setempat. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan petani dari perwakilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Bantarbolang. Hadir pula dalam kegiatan itu Petugas Ulu-Ulu desa setempat Mardi. Petugas Pioneer Wilayah Pemalang Handoyo Laksana Putra menjelaskan, produktivitas tanaman pertanian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain perlunya menggu-

nakan benih tanaman berkualitas tinggi, pemberian pupuk, air, perawatan dan perlindungan tanaman juga turut serta guna menjamin hasil panen yang lebih maksimal sangat diperlukannya sebuah informasi ataupun edukasi budidaya pertanian. Hal ini, menurut dia, harus diberikan kepada petani melalui kegiatan yang mudah diikuti dan menyenangkan seperti halnya kegiatan temu lapangan semacam ini. Harapannya, agar petani nanti dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan pertanian yang mereka lakukan setiap harinya. ’’PT Du Pont Indonesia, produsen benih jagung hibrida Pioneer ini secara konsisten

turut berperan serta dalam ikut membantu petani, untuk meningkatkan produktivitas tanaman,’’ jelas dia. ’’Dengan melalui berbagai kegiatan edukasi secara langsung, diyakini dapat menambah wawasan, pengetahuan budidaya tanaman, khususnya tanaman jagung hibrida,” lanjutnya. Dia menjelaskan, ’Temu Lapang Pioneer’ ini merupakan salah satu bentuk edukasi langsung yang dilakukan PT Du Pont Indonesia kepada para petani jagung. Dalam kegiatan ini, lanjut Handoyo, sekaligus untuk memperkenalkan produk-produk unggulan PT Du Pont yaitu benih jagung hibrida Pioneer P21. (agus pratikno)


METROPOLIS

JUMAT 2 JULI 2010

5

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal Hotel Karlita Orange Karaoke

(0283) 343399 (0283) 358050 (0283) 322022

PDAM Siapkan 1.600 Sambungan Untuk Wilayah Margadana dan Tegal Selatan

AGENDA HOTEL HOTEL KARLITA Rabu dan Sabtu, Show DJ and Dancer Performance pukul 23.0003.00 WIB di Zodiak Discotheque dan VIP Karaoke. HOTEL BAHARI INN Tegal - Jum’at dan Sabtu Live Musik di Cafe Nelayan, Mulai Jam 19.00 WIB - Sabtu Happy Our di Musro Diskotik, Jam 20.00 - 03.00 WIB

M SAEKHUN/RATEG

CEK LOKASI – Lokasi ground reservoir PDAM yang akan dibangun di kawasan PPIB.

Dua Pelaku Curat Disergap

SEREMONIAL

APES! Belum sempat menikmati hasil curian, keburu disergap massa. Nasib ini dialami ZM (20), warga Desa Karangjati Kecamatan Tarub yang sempat melakukan aksi pencurian helm senilai Rp 220.000 di Jl Sumbodro Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur. Seorang rekannya, DA (21), warga Jl Waringin Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur berhasil lolos dari sergapan massa, sebelum akhirnya diringkus petugas di sebuah depot penjualan es batu di Balamoa. Kejadian bermula, ketika kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor Suzuki Smash warna biru mengintari Jl Sumbodro. Tepat di depan rumah Parintoh (24) di

Jalan Sumboro No. 31, keduanya melihat ada helm mahal yang ditinggal pemiliknya di atas kendaraan yang terparkir depan rumah. Helm hitam merk INK tersebut milik rekan Parintoh, Aditio Rizal (23), warga Jl Sumbodro Gang II yang kebetulan tengah bertandang ke rumah tersebut. Secepat kilat kedua pelaku menyambar helm mahal tersebut. Namun naas aksinya kepergok korban yang sempat meneriakinya maling. Insiden yang terjadi pukul 14.00 WIB itu menarik perhatian warga sekitar. Warga berupaya melakukan pengejaran kepada pelaku yang berupaya kabur menyusuri gang perkampungan. Kapolresta AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE mela-

lui Kapolsekta Tegal Timur AKP Suparji SPd, menyatakan, jejak pelaku tercium warga ketika keduanya hendak keluar dari gang menuju jalan utama. “Pelaku sempat ditendang warga yang mengakibatkan ZM terjatuh dari motornya. Satu pelaku yakni DA bergegas bangun dan mengambil motornya untuk kabur dari sergapan warga,” terangnya, Selasa (29/6). Selang sehari paska kejadian, tersangka DA berhasil dijemput petugas saat sedang dudukduduk di depot es batu yang berada di wilayah Balamoa. “Pelaku sempat mengelak, ketika dijemput petugas. Sempat terjadi pergumulan sengit antara pelaku dan petugas, sebelum akhirnya dia berhasil diringkus,” pungkas dia. (her)

UNTUK pemerataan distribusi air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal menyiapkan 1.600 saluran baru ke wilayah Kecamatan Margadana dan Tegal Selatan. Guna penyaluran air bersih ke wilayah Margadana, pada Agsutus nanti juga tengah dibangun ground reservoir di kawasan Pusat Promosi Informasi Bisnis (PPIB). Direktur PDAM Kota Tegal, HM Iqbal SE MM, Kamis (1/7), mengatakan, untuk Kecamatan Margadana pihaknya akan akan membangun ground reservoir di PPIB dengan kapasitas 5 liter per detik dan memanfaatkan sumur PDAM di sekitar kantor Kelurahan Sumurpanggang dengan volume 5 liter per detik. Sehingga dari dua sumber, ada 10 liter per detik. Dari debit air ini, pihaknya akan melakukan penyambungan 800 pelanggan baru. Titik penyambungan pelanggan baru, di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Cabawan, Sumurpanggang, dan wilayah Kecamatan Margadana bagian Pantura. Dijelaskan Iqbal, untuk 500 penyambungan pelanggan baru, mendapat bantuan dari Australia. Setiap sambungan baru mendapat bantuan Rp 2 juta, sehingga masyarakat hanya dikenai biaya penyambungan baru sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Namun dengan syarat, pemasang merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Untuk menentukan, PDAM akan meminta Pemkot menetapkan kriteria MBR. Sedangkan untuk pemanfaatan kembali sumur PDAM, merupakan bantuan dari Balai Besar Sungai Pemali-Juana. Kewajiban PDAM, menyiapkan pipa. “Kami targetkan pada awal tahun 2011, penyambungan

pelanggan baru di Margadana sudah direalisasikan. Sebab, pembangunan fisik ground reservoir kami targetkan selama 4 bulan Agustus sampai November 2010. Untuk penataaan dan pemasangan pipa sampai Desember, sehingga awal tahun air sudah bisa mengalir,” kata Iqbal. Sedangkan untuk Wilayah Kecamatan Tegal Selatan, PDAM akan memanfaatkan sumber PDAM yang ada di Kepandean. Dari sumur tersebut, debitnya sekitar 10 liter per detik. Sehingga bisa untuk penyambungan 800 pelanggan baru, dan sesuai perencanaan juga akan dilaksanakan tahun ini. Dengan begitu, pada tahun 2011 mendatang air bersih PDAM sudah bisa disalurkan ke Kecamatan Margadana dan Kecamatan Tegal Selatan. “Untuk penyaluran air ke Kecamatan Margadana sudah kami sosialisasikan, sedangkan untuk Kecamatan Tegal Selatan menyusul,” tuturnya. Sedangkan saat ditanya soal apakah penyaluran air bersih PDAM ke Kecamatan Margadana dan Tegal Selatan akan mempengaruhi pelanggan PDAM sebelumnya. Iqbal, menegaskan, pihaknya jamin penyaluran air bersih ke dua kecamatan ini tak akan pengaruhi pelanggan lama. Saat ini ada PDAM miliki 13.877 pelanggan, dan tak akan terpengaruh. “Untuk penyaluran air, kami tak akan menyedot debit air dari pelanggan lama. Tapi air PDAM yang mengalir ke wilayah Kecamatan Margadana ditampung, selanjutnya disalurkan ke Margadana,” tegasnya. Ketua Komisi II DPRD, Hendria Priatmana, mengungkapkan, selain penyaluran air ke Kecamatan Margadana dan Tegal Selatan, pihaknya juga minta agar PDAM tetap memperhatikan pelayanan terhadap pelanggan lama. Sehingga pelanggan merasa puas, karena mendapat pelayanan maksimal. (hun)

Penutupan Latsar CPNS Formasi Umum 2009

Hujan Tak Mengurangi Kesakralan Upacara LAELA NURCHAYATI/RATEG

DISERAHKAN – Pringsewu Group menyerahkan tumpeng kepada Kapolresta Tegal.

Kirim Tumpeng ke Polres PERINGATAN Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2010 rupanya tak mau dilewatkan begitu saja. Tak terkecuali oleh Pringsewu Group area Pantura. Tiga cabang yang masih dalam naungan Pringsewu Group yang terdiri dari Restoran Pringsewu Tegal, Mie Pasar Baru Tegal, dan Pondok Makan Kabayan Tegal kemarin memperingatinya dengan memberikan tumpeng secara langsung kepada Kapolres Kota Tegal AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE. Penyerahan dilakukan di sela–sela acara peringatan Hari Bhayangkara, Rabu (1/7) siang, di Mapolresta Tegal kemarin. Pemberian tumpeng serupa juga dilakukan Pringsewu Group area Pantura kepada Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. “Kegiatan ini merupakan kegiatan CSR atau Corporate Social Responsibility sekaligus sebagai ucapan selamat dari Pringsewu Group,“ terang Agung Nuryono mewakili marketing Pringsewu Group area Pantura. Harapan kami, lanjutnya, semoga POLRI semakin kokoh dalam mengayomi masyarakat, semakin membangun karakter melalui kepemimpinan yang unggul, kemitraan, profesionalisme dan etika prima sesuai dengan visi peringatan akalia ini. (adv/ela)

Guna melatih mental dan disiplin, para CPNS formasi umum tahun 2009 mengikuti orientasi selama 3 hari. Kegiatan tersebut ditutup, Rabu (30/6) malam, di Pendopo Ki Gede Sebayu. LAPORAN: ADI MULYADI MALAM itu cuaca kurang bersahabat. Langit terlihat gelap dihiasi petir yang menyambar-nyambar. Meski begitu angin hanya bertiup sepoisepoi. Hari terakhir masa orientasi 306 CPNS formasi umum tahun 2010 usai sudah. Namun untuk menutupnya, ratusan CPNS baru itu harus melalui beberapa kegiatan yang diistilahkan sebagai napak tilas. Mereka melangkah menyu-

suri jalan-jalan yang sudah ditentukan panitia. Dalam napak tilas itu panitia membuat tiga pos yang harus dilalui peserta pelatihan dasar mental dan disiplin. Di antaranya pos I di Kantor Kelurahan Panggung, pos II di Makam Panggung, dan pos III di Halaman Kantor Kesbangpolinmas. Di pos-pos tersebut mereka digembleng oleh panitia hingga waktu yang dijadwalkan. Di tengah perjalanan sekitar pukul 10.00 WIB hujan turun derasa. Namun itu tidak menjadi soal, kegiatan terus berjalan sesuai rencana. Disisi lain, di Pendopo panitia mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan upacara penutupan. Gladiresik petugas pun berjalan dengan sukses. Namun hujan turun seolah enggan untuk berhenti. Mengingat malam semakin larut, ketika para peserta telah sampai dilokasi, apel segera di-

ADI MULYADI/RATEG

HIKMAT – Meski diguyur hujan lebat, apel penutupan latsar tetap hikmat.

mulai. Ada sesuatu yang menarik, Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya, yang menjadi Pembina apel pun ikut berbasah-basahan bersama peserta.

Diatas podium dan ditengah guyuran air hujan dengan gagahnya, Pembina memberikan sambutan-sambutan. Bahkan hingga prosesi pemakaian sera-

gam KORPRI dan penyiraman peserta. Ikmal mengatakan, apakah kalian dingin? Dengan serentak peserta menjawabnya dingin. Bapak juga di sini kedinginan. Jadi, kondisi kita sama,” ujar Ikmal. Disampaikan pula, genap 30 hari, CPNS baru ini bergabung dalam jajaran pemkot Tegal. Itu sebuah usia yang belum seumur jagung untuk berbicara profesionalitas dan kematangan pola pikir. “Tetapi merupakan sebuah kebanggaann bagi keluarga, orangtua, suami, istri yang malam ini hadir. Menyaksikan orang-orang terkasih mereka dikukuhkan sebagai anggota KORPRI,” katanya. Apel malam ini, lanjut Ikmal, menandai berakhirnya masa orientasi. Namun sebenarnya justru merupakan awal dari proses pengabdian kepada masyarakat, bengsa, dan negara yang sesungguhnya. S(*)


BREBES & BUMIAYU

6

JUMAT 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Bobol Emas 5 Kg, Divonis 3 Tahun BREBES – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Brebes Kamis (1/7) menjatuhkan vonis 3 tahun penjara atas terdakwa Gautama Gunarso, atas perbuatan mengambil perhiasan emas milik Toko Semangka Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, beberapa waktu lalu. Adapun emas yang diambil, sesuai fakta persidangan beratnya mencapai 5, 3 kg. Dengan nilai kerugian mencapai Rp 800 juta. Karenanya, atas perbutan yang dilakukan, Ketua Majelis Hakim Noer Ali SH dengan didampingi H Wadji Pramono SH dan hakim Isabella SH menjatuhkan hukuman terhadap diri terdakwa Gautama Gunarso 3 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dapot Manurung SH, yang menuntutnya 4 tahun penjara. ’’Terdakwa dalam hal ini secara sah, dan meyakinkan telah melakukan perbuatan pidana, yang merugikan orang lain. Hal yang memberatkan, terdakwa tak mempunyai itikad mengembalikan barang perhiasan tersebut pada pemiliknya,’’ tandas Ketua Majelis Hakim, Noer Ali SH. ’’Perbuatan terdakwa ini sangat meresahkan. Karenanya

LINTAS

ABIDIN ABROR/RATEG

MENINGKAT - Untuk menumbuhkan minat baca, jumlah koleksi buku Perpustakaan Daerah terus meningkat.

Bacaan Fiksi Lebih Diminati BREBES – Saat musim liburan sekolah, perpustakaan menjadi salah satu lokasi yang dilirik masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa. Pelajar maupun mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan daerah, bertepan liburan, menurut Kepala Perpustakaan Kabupaten Brebes Endang Kurniati, seharinya antara 50-60 pengunjung. Sedang bacaan yang paling diminati atau dipinjam selama liburan ini, lanjut dia, terutama bahan bacaan dari jenis fiksi. Seperti novel dan karya sejenisnya. Peminat bacaan fiksi, lanjut Endang Kurniati, tak terbatas kalangan pelajar menengah maupun mahasiswa. Pelajar SD juga banyak yang minat. ’’Untuk bacaan fiksi peminatnya memang tinggi ,” kata Endang kemarin (1/7). Dijelaskan dia, saat ini perpustakaan daerah memiliki koleksi buku sebanyak 26 ribu buku. Terdiri baik buku fiksi maupun non fiksi. Termasuk buku-buku terapan dan sekarang tengah dibangun sebuah ruang baca khusus untuk anak-anak. Ruang baca dibangun sebelah timur pintu utama. Diharapkan, anakanak bisa dengan nyaman membaca buku di ruangan ini. OMZET MENINGKAT Sementara, penjual majalah Ikhwan (28) yang biasa mangkal di Jalan Jendral Sudirman, Brebes, mengatakan, omzet penjualan selama liburan sekolah kali ini lumayan meningkat. Sedang majalah yang banyak dibeli umumnya majalah kecantikan dan yang banyak mengupas kiat bisnis. Meski demikian, ada juga yang membeli majalah politik dan sains. ’’Untuk harga, kami jual semurah mungkin,” kata Ikhwan yang mengaku dagangannya itu hasil membeli di Pasar Senen, Jakarta. (din)

ABIDIN ABROR/RATEG

DIVONIS - Terdakwa Gautama Gunarso menutupi wajahnya saat lensa kamera wartawan membidik wajahnya, dalam sidang pembacaan vonis oleh hakim.

atas perbuatan yang dilakukan, terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Selain itu terdakwa diwajibkan membayar

biaya perkara,” lanjutnya. Adapun hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan. Selain itu

terdakwa memiliki tanggungan. Atas vonis yang dijatuhkan ini, terdakwa menyatakan pikirpikir. Begitupun dengan JPU,

yang menyatakan hal serupa. Baik terdakwa maupun JPU selanjutnya diberikan waktu satu minggu, untuk memberikan jawaban, apakah menerima atau akan melakukan banding. Sidang pun akhirnya ditutup. Selanjutnya terdakwa dimasukan kembali ke sel tahanan. Pemilik Toko Emas Semangka Herman menyatakan, vonis yang dijatuhkan setimpal dengan perbuatan yang dilakukan, sebagaimana diatur dalam Pasal 376 KUHP jo Pasal 64. Sementara itu, menyangkut Barang Bukti (BB) hasil kejahatan, menurut JPU Dapot Manurung SH, sebagaimana disampaikan ketua majelis hakim akan digunakan untuk perkara lain. Kasus ini mencuat Januari 2009. Sedangkan kedudukan terdakwa adalah sebagai karyawan yang sangat dipercaya. Kepercayaan yang diberikan sang majikannya (Herman, Red) ternyata itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Fakta persidangan, emas milik majikan diambil lalu dijual pada salah satu toko emas yang berada di samping Pasar Pagi Kota Tegal. Penjualan dilakukan tiga tahap. Sementara, antara terdakwa, dengan penerima barang perhiasan sudah saling kenal. (din)

Penanganan Marjab Ki Enthus: Pengayom dan Pelindung Masyarakat Jangan Hanya Slogan Pemanis Terhambat Data Peringatan Hari Bhayangkara ke-64 BREBES - Memperingati Hari Bhayangkara Polri ke-64, citra institusi Kepolisian masih dinilai buruk oleh sejumlah kalangan masyarakat. ’’Sementara ini diperkirakan 70 persen masyarakat memandang citra Polisi kurang baik,’’ tandas Dalang Mbeling, Ki Enthus Susmono kepada Radar seusai mengisi kegiatan Hari Bhayangkara Polres Brebes kemarin (1/7). ’’Karenanya, semboyan pelindung dan pengayom masyarakat jangan hanya slogan pemanis tapi harus diresapi dan direalisasikan oleh anggota Polri,” lanjutnya. Menurut Ki Enthus, citra institusi Polri sangat tergantung dengan perilaku dari anggotanya. Maka, ketika ada oknum anggota yang berulah buruk salah akan menjadi justifikasi bagi anggota lainnya. Begitu juga, kata dia, sebaliknya, tindakan dan perilaku anggota yang baik akan kebai-

kannya juga akan menyebar. ’’Oknum Polisi selalu menjadi penyebab dari buruknya citra institusinya. Termasuk yang sedang anget (hangat dibicarakan publik, Red) tentang ’rekening gendut’. Jika itu terbukti, ke depan jangan ada pengulangan lagi,” paparnya lebih lanjut. Dia melanjutkan, dewasa ini Polri seperti halnya Kejaksaan dan Lembaga Peradilan tengah menjadi sorotan dan prioritas pengawasan dari masyarakat. Sehingga, setiap anggota harus bisa menjaga diri dan nama baik institusinya. ’’Jangan berleha-leha, Polisi itu akhir-akhir ini menjadi prioritas pengawasan publik,” katanya. Namun demikian, dia berharap agar masyarakat turut membantu setiap kinerja Polisi. Begitu juga, sebaliknya Polisi adalah mitra masyarakat. Sebab, katanya, tanpa partisipasi dan peran masyarakat institusi Kepolisian bukanlah apa-apa. Enthus juga berharap, agar setiap bekerja anggota Kepo-

Butuh Laporan Korban

DOK.RATEG

Ki Enthus Susmono

lisian jangan mengedepankan tindakan represif, namun persuasif. ’’Pendektan persuaif ini penting, seperti banyak konflik di daerah Tegal dan sekitarnya, pendekatan persuasif Polisi dengan menanggap (pagelaran, Red) wayang untuk masyarakat, terbukti ampuh mendamaikan masyarakat konflik,” lanjut dia. Sebelumnya, Ki Enthus juga mampu mengocok perut hadirin dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-64 di Mapolres Brebes. (cw1)

BREBES - Masyarakat harus bersabar menunggu hasil penanganan dugaan praktik makelar jabatan (marjab) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Pasalnya, Komisi 1 DPRD Kabupaten Brebes yang diberi wewenang menanganinya mengaku kesulitan mengungkap kasus tersebut. ’’Sejauh ini masih dalam proses finalisasi dan Komisi 1 mengalami kesulitan dalam penyelidikannya,” ujar Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Brebes Pamor Wicaksono SH kepada Radar Kamis (1/7). Pamor mengatakan, ketiadaan bahan laporan menjadi penghambat bagi pengungkapan kasus marjab. Sebab, meski telah diadukan oleh masyarakat, sejauh ini pihaknya tidak mendapatkan laporan dari korban maupun pelakunya. ’’Kami sama sekali tidak memiliki bukti laporan dari korban marjab, kalaupun ada data hanya sebatas surat kaleng

yang tidak diketahui siapa pengirimnya. Selebihnya, hanya mengandalkan informasi dari surat kabar,” tandasnya. Meski begitu, pihaknya mengaku melihat indikasi praktik marjab setelah dilakukan penelitian terhadap sejumlah jabatan dinas yang janggal. ’’Memang ada beberapa jabatan yang dipegang oleh seorang yang memiliki kapasitas eselon dan golongan kepangkatan dibawah jabatan bawahannya sendiri. Tapi memang mentok kembali pada hak preogratif pimpinan (bupati, Red) dan itu wilayahnya logika kekuasaan,” ungkap dia. ’’Tapi kami tetap memiliki komitmen untung menyelesaikannya, apapun hasilnya nanti akan kami serahkan kepada pimpinan dewan,” lanjut Pamor. Salah satu pengusung hak angket marjab Abdullah Syafaat ST berharap agar Komisi I mampu menyelesaikan dugaan marjab dengan hasil maksimal. ’’Dulu kami mengusulkan hak angket, tapi konon marjab bisa diselesaikan dengan cara penanganannya diserahkan kepada Komisi I.’’ (cw1)


BREBES & BUMIAYU

JUMAT 2 JULI 2010

7

RADAR TEGAL

PEMBANGUNAN Pengembangan Desa Melalui Infrastuktur Jalan BANTARKAWUNG - Pengembangan desa melalui pengembangan sara infrastuktur berupa fasilitas jalan, saat ini tengah menjadi prioritas utama bagi penyelenggara pemerintaha Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung. Salah satu konsep yang menjadi gagasan yang diajukan dalam setiap kegiatan pertemuan baik rapat desa maupun rapat Badan Perwakilan Desa (BPD) yakni, pembangunan jalan lingkar desa yang juga dapat dijadikan sebagai jalan alternatif Bumiayu-Salem. ’’Jalan utama Bumiayu-Salem yang melintasi wilayah Desa Bantarkawung merupakan daerah rawan terjadi banjir jika aliran Sungai Pemali meluap, akibatnya tidak jarang kendaraan tidak dapat lagi melanjutkan perjalannya,” kata Kasdi, kades Bantarkawung. Dikatakan dia, kondisi jalan yang rawan tergenang banjir yakni selepas tikungan Dukuh Gempol hingga depan kantor Kecamatan Bantarkawung sepanjang lebih kurang 500 meter. Penanganan yang saat ini tengah diupayakan pemerintahan desa, yaitu dengan membangun jalan lingkar Desa Bantarkawung. ’’Jalan lingkar itu direncanakan melintasi bagian selatan Dukuh Gempol, kemudian ke arah barat melalui SD 04 Bantarkawung dan keluar di samping lapangan Garuda Bantarkawung sepanjang 1,5 kilometer,” jelasnya. Melalui jalan lingkar tersebut, diharapkan dapat terjadi pengembangan wilayah Desa Bantarkawung dengan meningkatnya aktivitas warga setelah dibangunnya jalan. Selain itu, jalan tersebut juga dapat dijadikan sebagai jalur alternatif jika dijalan utama terjadi hambatan lalulintas. ’’Banyak sekali manfaat yang didapat dengan pembangunan jalan tersebut. Hanya saja, saat ini kami kesulitan untuk melakukan pembebasan lahan. Padahal warga disini telah menyatakankesiapan mereka melalui keswadayaan tenaga pembangunan jalan,” ungkap Kasdi. Upaya yang telah dilaksanakan pemerintah desa untuk meluluskan rencana pembangunan tersebut, yakni dengan membahasnya dalam pertemuan musyawarah desa dan juga mengajukan sebagai salah satu kegiatan dalam program PNPM Mandiri. ’’Hanya saja anggaran yang ada tidak dapat mencukupinya. Untuk itu kami berharap pemkab dapat membantu terlaksananya upaya pengmbangan desa melalui pengadaan sarana infrastuktur jalan ini,” kata Kasdi. (pri)

PARIWISATA

Jembatan Plompong Memprihatinkan SIRAMPOG - Kondisi Jembatan Plompong di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, salah satu dari enam pondasi penyangga jembatan sepanjang 90 meter dan melintang di atas Kalikeruh tersebut makin tergerus oleh arus deras. Kepala Desa (Kades) Plompong Ihya Ulumudin saat dikonfirmasi mengatakan, pondasi yang tergerus arus sungai hanya tinggal sekitar 1,5 meter lagi yang tertanam di dasar sungai. Sehingga jika dibiarkan tanpa ada penanganan pengaman maka pondasi tersebut dapat rubuh. ’Kalau itu dibiarkan pondasi akan roboh dan jembatan pun akan putus,” katanya penuh rasa kawatir. Dikatakan dia, sejak pondasi jembatan mulai tergerus pemerintahan desa telah melakukan pengamanan dengan pemasangan sepuluh bronjong batu. Dana yang dihabiskan untuk pemasangan bronjong tersebut mencapai Rp 5 juta. Tetapi bronjong yang didanai oleh desa dan swadaya dari warga tersebut, kini telah hanyut dihantam banjir dan hilang, saat musim hujan beberaapa waaktu lalu. ’’Bronjongnya hilang dan sekarang tidak ada pengamannya lagi,” kata Ihya. Namun demikin, dikatakan

Ihya, warga desanya tetap berupaya melakukan penanganan dengan bentuk kerja bakti membangun bronjog penahan arus dengan memanfaatkan batu-batu yang ada di sekitar sungai. ’’Namun semenjak memasuki musim hujan seperti sekarang ini, sungai seringkali mengalami banjir. Hingga akhirnya bronjong hanyut, bahkan gerusan air juga semakin mengarah ke sawah warga,” ungkapnya. Menurut Ihya, pihaknya juga telah melaporkan kondisi pondasi jembatan yang dibangun pada tahun 2007 lalu dan menelan biaya Rp 1,4 miliar tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, tetapi belum mendapat kejelasan tentang penanganannya. Dikatakan Ihya, semenjak awal kondisi kerusakan telah dilaporkan ke tingkat kabupaten. Selain itu, juga telah diikutkan dalam kegiatan Musrenbang maupun pengajuan usulan pembangunan. ’’Kita khawatir sebab jembatan itu sangat diperlukan oleh warga masyarakat khususnya Desa Plompong, jika tidak melalui jembatan tersebut warga yang akan menuju Bumiayu maupun ibu kota Kecamatan Sirampog harus memutar dengan konsekwensi biaya transportasi yang lebih tinggi,” kata Ihya. (pri)

Anggota Dewan Nanggap Ki Enthus BREBES - Dalang kondang Ki Enthus Susmono Minggu (4/ 7) siap unjuk kebolehan dalam pementasan wayang golek, yang akan digelar di Desa Kemurang Kulon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Pentas wayang ini digelar di rumah Waidin, anggota DPRD Kabupaten Brebes. Selain wayang golek, siang harinya bersamaan pelaksanaan acara khitan ditampilkan pula kesenian buraq. Sebuah kesenian yang hampir punah, dan kesempatan kali ini ditampilkan untuk memeriahkan acara. Seperti pementasan di tempat lain, pentas di Kemurang Kulon ini bakal dihadiri ribuan penonton. Termasuk pedagang, yang jauh hari sudah bersiap diri mencari lokasi untuk berdagang. Keinginannya untuk menggelar pentas wayang golek Ki Enthus Susmono ini, menurut Waidin, sudah sejak lama dia

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

MENGGANTUNG - Salah satu tiang penyangga Jembatan Plompong, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, nampak mengambang akibat tergerus air.

Miraz: Anggaran Pilkada Brebes Rp 21 M, Mahal!

DOK RATEG

Ki Enthus Susmono

harapkan. Keinginan itu akhirnya bisa terlaksana. Selain itu, juga untuk menghidupkan seni tradisional, yang merupakan kekayaan budaya bangsa tak ternilai harganya. (din)

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

BERKURANG - Sebagai salah satu lokasi wisata di Brebes pengunjung di Waduk Penjalin berkurang pada libur liburan kali ini.

Liburan, Pengunjung Waduk Penjalin Menurun PAGUYANGAN - Sebagai satu-satunya lokasi wisata air di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, Waduk Penjalin yang terletak di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, saat musim libur sekolah tahun ini mengalami penurunan jumlah pengunjung dibandingkan musim Lebaran lalu. Hal tersebut disampaikan sejumlah pemilik perahu (jukung) yang menawarkan jasa kepada para pengunjung di sekitar waduk tersebut. Sopani (36), seorang penarik jukung membenarkan kondisi ini. ’’Di sini memang masih mengandalkan pengunjung lokal, sementara sekolah-sekolah disini sudah mengadakan kegiatan wisata keluar daerah,” ungkapnya Kamis (1/7). Menurut peningkatan jumlah pengunjung yang biasanya terjadi pada Hari Minggu, terutama jika tidak turun hujan. ’’Kalaupun kelihatannya ramai, tapi sekarang lebih sepi. Mungkin masyarakat lebih memilih lokasi wisata lainnya dalam liburan ini,” kata Sopani. Menikmati pemandangan dengan berwisata air menggunakan jukung merupakan andalan obyek wisata ini, para pengunjung dikenakan tarif Rp 4.000 per orang untuk dapat berkeliling waduk menggunakan jukung. Selain itu, pengunjung juga dikenakan retribusi di pintu masuk lokasi Waduk Penjalin sebesar Rp 4.000 per orang. Sopani mengaku, saat puncak kunjungan pada musim libur Lebaran lalu, dirinya mampu mengantongi penghasilan Rp 200.000 dari hasil mendayung perahu miliknya. ’’Tapi kalau kondisinya seperti ini, pendapatan sebesar itu sulit didapat kembali,” tuturnya. (pri)

Dari Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas)

Tekan Ledakan Penduduk, Program KB Tetap Diprioritaskan Untuk memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas), Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes Kamis (1/7) mengadakan acara tasyakuran. Seperti apa jalannya kegiatan ini? LAPORAN: HARVIYANTO TASYAKURAN yang digelar di halaman Kantor BKBPP tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Setda Brebes Drs H Athoillah, mewakili Bupati Brebes Indra Kusuma SSos. Kepala BKBPP Kabupaten Brebes Drs Suniarsih HS mengatakan, peringatan Harganas

ditujukan untuk menghargai makna sebuah keluarga dalam menciptakan generasi penerus masa depan, sekaligus untuk menguatkan dan mempertahankan budaya bangsa kita dalam menjalin silaturahmi dan persaudaraan di masyarakat. Keluarga, dijelaskannya, sebagai pintu utama dan pertama dalam mengajarkan nilai-nilai kehidupan bagi generasi penerus, agar menjadi generasi penerus yang berkualitas. Baik fisik, mental, dan spiritual. Sementara, Asisten III Setda Kabupaten Brebes Drs H Athoillah mengatakan, pentingnya perencanaan keluarga terutama dalam pembentukan karakter keluarga yang andal seharusnya sudah dimulai dari masa balita hingga lanjut usia.

Karenanya, menurut dia, program keluarga berencana harus digarap dan menjadi perhatian yang serius agar tidak terjadi ledakan penduduk di masa yang akan datang. Ia menambahkan, keluarga adalah wadah utama dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas. Namun, tentunya untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka harus diawali dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga terlebih dahulu. ’’Untuk mewujudkan keluarga dan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan tentunya kita tidak bisa dengan hanya mengandalkan pemerintah, namun peran aktif dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan terutama untuk dapat membuka

HARVIYANTO/RATEG

TAUSIYAH - KH Said Basalamah saat menyampaikan tausiyah dalam acara tasyakuran Hari Keluarga Nasional.

lapangan pekerjaan bagi orang lain atau masyarakat di sekitarnya,” paparnya. Dalam acara tersebut, panitia

juga menghadirkan KH Said Bassalamah untuk memberi siraman rohani pegawai Kantor BKBPP. (*)


SLAWI METROPOLIS

8

JUMAT 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

Tersangka Bakal Bertambah

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal

0283-3448131

Kasus Bantuan Sapi

Jangan biarkan korupsi di kab tegal trtm d desa2 karna menyentuh langsung dng warga! bpk hrs tangg jwb karna bpk wakil rakyat! n klak bertgg jwb di akherat ngeri. 087815183XXX Jwb : Hal tsb bisa terwujud manakala masyarakat ikut mengawasi utk dilaporkan kpd yg berwenang tentu dng bukti, bkan sekedar katanya.

BHAYANGKARA 68 Personel Polres Naik Pangkat SLAWI - Dalam rangka merayakan HUT Bhayangkara ke-64 pada 1 Juli ini, sedikitnya 68 personel Polres Tegal dihadiahi kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat ini disertai upacara yang dipimpin langsung Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. Dalam kesempatan itu, Kapolres menyematkan pangkat barunya kepada anggotanya yang mendapatkan hadiah special. “Personel yang naik pangkat adalah setingkat lebih tinggi. Kenaikan pangkat itu mulai dari Bintara berpangkat Bripda hingga Aiptu,” kata Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. Menurutnya, personel yang naik pangkat itu diantaranya dari jajaran Polres, dan Polsek. Di antaranya, untuk unit Lantas ada 20 personel, reskrim 9 orang, samapta 1, Intel 2, Bag Min 2, anggota dari polsek 30 personel, SPK 1, Bensat 1, Dokes 1 dan bagian telematika 1 personel. “Kenaikan pangkat ini kami lakukan melihat masa kerja anggota tersebut. Demikian dengan saat anggota melaksanakan tugas dan perintah. Jika anggota tersebut tidak pernah melakukan pelanggaran kedisiplinan, maka personel tersebut layak untuk mendapatkan hadiah special seperti ini,” jelasnya. Seperti pada kenaikan pangkat dari Bripda ke Briptu- Brigadir dan Bripka itu harus memiliki masa tugas atau kerja selama 4 tahun. Sedangkan proses menuju ke Bripka ke Aipda selama 5 tahun. Demikian dengan Aipda ke Aiptu harus menjalani masa tugas selama 2 tahun. “Kenaikan pangkat ini merupakan salah satu kado dari Polri kepada mereka yang tengah mengabdi untuk negara dan bangsa. Termasuk saat melaksanakan tugas selalu siap siaga, dan tidak pernah melakukan pelanggaran pidana maupun indisipliner. Meski ada anggota yang sudah masuk dalam masa kerja, namun jika berkelakuan buruk promosi untuk naik pangkat jelas terganjal. Terlebih bila anggota tersebut kesandung dengan kasus pidana,” jelas Wahyu. (gus)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

NAIK PANGKAT - Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE saat memberikan kado kenaikan pangkat kepada 68 anggotanya mulai dari Bripda hingga Aiptu di halaman Mapolres Tegal, kemarin.

CMYK

M GHONI/RADAR SLAWI

MASIH KURANG - Dua unit armada mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tegal masih kurang mencukupi. Idealnya Pemkab menambah empat armada lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam mengantisipasi kebakaran.

Butuh Tambahan Armada Unit Pemadam Kabakaran Pemkab Tegal KEBAKARAN saat ini menjadi salah satu bencana yang mengancam setiap saat. Bahkan menjadi bencana yang bisa merenggut korban jiwa, jika tidak diantisipasi secara cepat dan maksimal. Paling tidak, kerugian yang diakibatkan bencana yang disebabkan jago merah ini tidak sedikit, dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Kabupaten Tegal pun tak luput dari bencana tersebut. Terakhir Pasar Trayeman yang terbakar hebat beberapa waktu lalu, menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Salah satu upaya untuk mengatasi bencana kebakaran itu adalah dengan pemadam kebakaran. Namun jumlah unitnya masih sangat terbatas. Dari tiga unit mobil pemadam kebakaran milik DPU Pemkab Tegal, saat ini hanya dua unit yang berfungsi karena satu unit rusak. Kondisi ini sangat tidak memungkinkan untuk mengatasi

permasalahan kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah. Sekretaris DPU Pemkab Tegal Jefri Yusuf mengatakan idealnya jumlah mobil pemadam kebakaran, jika melihat luas area maupun jumlah penduduk, sedikitnya harus memiliki 6 unit mobil pemadam kebakaran. “Satu unit armada rusak karena usia kendaraan yang sudah tua. Selain itu jumlah SDM petugas pemadam kebakaran kami juga masih kurang. Ini yang tengah kami pikirkan,” katanya kepada Radar, Kamis (1/7) kemarin. Berbicara jumlah ideal, menurut Jefri, untuk wilayah perkotaan, satu unit mobil kebakaran mengantisipasi penanganan kebakaran bagi 3000 warga. Namun untuk Kabupaten Tegal, pihaknya menginginkan enam unit mobil pemadam yang nantinya akan ditempatkan pada sejumlah titik di wilayah tertentu, tidak mengacu pada tolok ukur diatas. “Kami melihat realita kemampuan anggaran yang ada di Pemkab Tegal,” ucapnya. Dari enam unit mobil pemadam kabakaran yang sudah sering diusulkan itu, rencana-

nya jika terealisasi, dua unit berada di wilayah Slawi untuk menanggulangi di Kota Slawi dan sejumlah wilayah kecamatan terdekat. Satu unit mobil di wilayah Kramat, Suradai, Bumijawa dan Margasari. “Jumlah itu cukup ideal untuk menanggulangi sekitar 18 kecamatan di Kabupaten Tegal,” imbuhnya. Sementara, solusi penanggulangan saat ini dengan keterbatasan armada, pihaknya bekerja sama dengan Paguyuban Pemadam Kebakaran di Badan Koordinasi Wilayah Lintas Kota Kabupaten (Bakorlin) III se Karesidenan Pekalongan, terkait penanggulangan kebakaran. Ditambahkan, untuk bisa menanggulangi kebakaran di semua sudut, pada tahun 2011 pihaknya mengusulkan bantuan dua armada, satu besar dan satu kecil untuk masuk ke wilayah sempit. Juga penambahan jumlah SDM yang dirasa masih sangat kurang. “Satu unit saja kami membutuhkan tenaga 24 orang, jika terbagi dalam tiga shift kerja. Bisa dihitung jika armada kami menjadi enam unit,” tukas Jefri. (m ghoni)

SLAWI - Nyanyian Muksin Alkatiri, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel LP Tegalandong Lebaksiu, bakal menambah tersangka baru. Rupanya dia tidak ingin sendirian di sel yang pengab tersebut, sehingga dia pun membuka siapa saja yang terlibat dalam kasus bantuan sapi tahun anggaran 2009 lalu. Saat ini tim penyidik Kejari Slawi tengah mengembangkan kasus tersebut, termasuk menetapkan sejumlah tersangka lainnya. Pasalnya dalam laporan maupun keterangan yang diberikan mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal periode 2004-2009 tersebut, ada sejumlah nama lain yang diduga kuat ikut melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus bantuan sapi tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi Samsuddin SH MH Kamis (1/7) kemarin. “Dalam waktu dekat kami pasti akan menetapkan tersangka lain, sesuai dengan laporan Muksin Alkatiri yang kini posisinya sebagai tersangka bantu-

an sapi,” katanya kepada Radar. Ditemui di ruang kerjanya, Kajari yang baru saja selesai mengikuti Diklat di Jakarta selama 3 bulan ini menambahkan bahwa pihaknya sudah memerintahkan penyidik kasus tersebut untuk segera mengungkap semua yang terlibat kasus tersebut. “Meski kerugian negara yang dialami hanya sedikit, namun dari hasil penyelidikan dilakukan bersama-sama. Agar tidak terkesan tebang pilih maupun rasa keirian pada tersangka lain, kami siap untuk menetapkan sejumlah tersangka lainnya,” bebernya. Ditambahkan, bahwa tersangka selanjutnya bisa saja juga dari Dinas Peternakan Kabupaten Tegal. Tak terkecuali dari rekanan yang saat itu mengedrop sapinya. Lantaran sapi yang diserahkan tidak sesuai dengan kebutuhan maupun perjanjiannya, yang sebenarnya berjumlah 20 ekor, namun yang diberikan ternyata hanya 18 ekor. Mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal periode 20042009 tersebut, Muksin Alkatiri menjabat sebagai wakil rakyat hanya 5 bulan saja. (gus)

Pemkab Belum Tambah Area Hot Spot Perbaiki Jaringan Rusak SLAWI – Dishubkominfo belum mampu memenuhi aspirasi warga yang menginginkan area hot spot di sejumlah titik di Kabupaten Tegal. Namun Dishubkominfo berencana memperbaiki jaringan komunikasi Teknologi Informasi (TI) di 18 kecamatan dan sembilan SKPD di Pemkab Tegal. Kepala Dishubkominfo Pemkab Tegal Ir H Suhartono MM Kamis (1/7) kemarin mengatakan untuk membangun baru area hot spot, saat ini baru dimusyawarahkan dengan PT Telkom. Namun hingga saat ini belum ada titik temu. “Saat ini kami baru memiliki area hot spot di Alun-Alun Slawi (AAS) saja. Sedangkan keinginan masyarakat minimal di dua titik baru yaitu depan

Rumdin Bupati Tegal dan Rest Area Klonengan Margasari belum bisa dilaksanakan,” terangnya. Dikatakan, ketidakmampuan itu mengingat usulan anggaran yang diajukan belum disetujui DPRD setempat. Meski kondisi itu atas permintaan masyarakat, tapi pihaknya menyadari mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia pada pemkab terbatas. “Makanya kami berencana memperbaiki jaringan TI yang ada saja agar lebih maksimal dan dimanfaatkan secara baik,” ucapnya. Menurut Suhartono, guna memuaskan aspirasi warga khususnya kalangan muda, pihaknya melakukan sharring dengan PT Telkom untuk mencari solusi terbaik. Apalagi saat ini PT Telkom belum bisa memberi fasilitas kepada Pemkab terkait hot spot mengingat provit masih kurang. (k1)


SAMBUNGAN

JUMAT 2 JULI 2010

9

RADAR TEGAL

FIVE MINUTES

Merasa Dipermalukan Olga Syahputra PENAMPILAN Five Minutes di acara musik ‘DahSyat’ pada 30 Juni 2010 mengalami gangguan berkali-kali. Band asal Bandung itu pun merasa dipermalukan sang pembawa acara, Olga Syahputra. Ricky, kibordis Five Minutes, via ponselnya, Kamis (1/7) kemarin menjelaskan yang terjadi dalam acara tersebut. Five Minutes bermain playback membawakan lagu ‘Sumpah Mati’ dalam acara live ‘DahSyat’ edisi ulang tahun Seputar Indonesia. Lagu baru diputar, ternyata audio di atas panggung mati tapi tidak dengan yang disiarkan. Aksi mereka pun dipotong dan diulangi. Ketika tampil untuk kedua kalinya, di tengah acara tiga host ‘DahSyat’ yaitu Olga Syahputra, Astrid Tiar dan Raffi Ahmad naik ke pentas. Ricky pun merasa terganggu dengan aksi bercanda mereka di atas pentas. Sebelumnya mereka juga salah sebut nama band Five Minutes dengan The Titans. “Bercanda mereka di luar batas. Kita musisi bukan pelawak,” ujar Ricky. Tidak cukup sampai di situ, ketika kelar menyanyikan ‘Sumpah Mati’, Olga memanggil Richie, sang vokalis, untuk menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’ kepada Sindo. Baru juga Richie membuka suara, Olga

“mengusir” sang vokalis dari pentas. Richie pun turun panggung dengan wajah kesal. “Kita merasa dipermalukan sebagai anak band. Kita main musik. Itu udah keterlaluan. Awalnya tanggapan ini juga datang dari yang nonton, mereka memberi respon di Twitter

juga Facebook,” jelas Ricky. Ricky membantah bermasalah dengan pihak RCTI selaku penayang acara. Five Minutes kesal dengan candaan Olga yang di luar batas menurut mereka. “Selesai acara itu kita emosi banget. Pengen nangis rasanya. Kita kecewa banget. Ha-

rusnya host itu bantu promo bukan untuk menjatuhkan,” tutur Ricky. Untuk sementara, band yang telah mengantongi 8 album itu stop menerima tawaran pentas di ‘DahSyat’. Hingga kini Five Minutes masih menunggu konfirmasi dari Olga. (yla/iy)

PPDB akan Dievaluasi dari halaman 3 Karena, seharusnya jika sesuai dengan ketentuan awal, anaknya sudah diterima di SMPN 5. Tapi lantaran pemkot mengeluarkan kebijakan tersebut, kesempatan menjadi siswa SMPN 5 menjadi terancam. “Sebenarnya penambahan hari pelaksanaan PPDB itu dilakukan semua daerah atau hanya di Kota Tegal saja?” tanya dia pada Wakil Wali Kota. Sejak hari pertama dia sudah mendaftar di SMPN 5. Dari hari ke hari peringkat dijurnal semakin menurun, hingga jatuh pada posis kritis. “Ini apabila

ada yang mendaftar lagi, tidak mustahil anak saya akan tersingkir,” tandas Purnomo. Senada dengannya, orang tua calon murid di SMAN 5, yang tidak mau namanya dikorankan, menyayangkan kebijakan pemkot. Menurutnya kebijakan yang dikeluarkan bukan membawa ketenangan bagi orang tua, tetapi malah membuat gerah. Alasannya, orang tua yang seharusnya sudah tenang jika PPDB ditutup pada Rabu kemarin, sekarang malah pecicilan. Karena bingung apabila tereliminasi dari jurnal mau mencari sekolah negeri dimana lagi.

“Ini hari terakhir, jika ternyata tidak diterima mau ke sekolah negeri mana lagi? Ceritanya akan berbeda, apabila Rabu kemarin PPDB ditutup. Hampir dipastikan anak saya tidak tereliminasi dari jurna,” ungkapnya. Menanggapi iti, Habib Ali, mengatakan, semua keluhankeluhan para wali murid akan dicatat. Kemudian akan dilaporkan ke wali kota. Tidak hanya hal penambahan hari saja, tetapi secara keseluruhan pelaksanaan PPDB 2010. “Masukan-masukan ini akan menjadi bahan evaluasi pemkot. Dengan begitu kedepannya

akan ada perbaikan-perbaikan. Yang pasti menyongsong Tegal Cerdas 2011, kita menginginkan kondusifitas di dunia pendidikan tetap terjaga. Sehingga Kota Tegal menjadi medan magnet dalam hal pendidikan bagi daerah lain,” katanya. Pantauan PPDB ini dilaksanakan dari mulai tingkat SD sampai dengan SMA. Diawali dari SD Mangkukusuman 1 dan 5, dilanjutkan menuju SMPN 2 serta 5. Kemudian menyambangi SMAN 5 dan terakhir di SMK Dinamika. Dari hasil pantauan pelaksanaan PPDB termasuk lancar meski ada sedikit permasalahan. (adi)

Semangat Kemitraan dari halaman 3 lingkungan,” terangnya. Diakuinya, rangkaian giat kemitraan juga dilakukan lewat kepedulian terhadap program Pemkot Tegal. Di antaranya mewujudkan Tegal Sehat 2010. “Kami sempat mengerahkan semua personil untuk melakukan bersih- bersih diareal pasar pagi dan juga melakukan penanaman pohon penghijauan. Setidaknya ke depan jalinan kemitraan ini bisa lebih ditingkatkan secara

nyata di lapangan,” ujarnya. Terkait rangkaian giat HUT Bhayangkara ke-64, Kamis (1/ 7), pihaknya selain menggelar upacara peringatan juga menggelar upacara kenaikan pangkat bagi personilnya yang dinilai telah mampu mengemban tugas secara optimal. Selebihnya digelar respesi HUT Bhayangkara secara sederhana dengan mengundang para penarik becak yang ditetapkan menjadi juara diajang ketangkasan, serta memberikan hadiah

pada personil yang telah memenangi beragam mata lomba. Lewat upacara resmi yang dihadiri kalangan muspida di Lapangan Mapolresta Tegal itu, juga diserahkan piagam kenaikan pangkat pada 50 personil bintara. “Jumlah itu terbagi 24 personil dari bripda ke briptu, 6 personil dari briptu ke brigadir, jumlah yang sama juga terjadi pada brigadir ke bripka, 1 personil dari bripka ke aipda, dan 3 personil dari aipda ke aiptu,”

tegasnya. Dikatakan juga, pemberian reward atau penghargaan pada 24 personil yang terbagi 22 personil, karena jasanya sebagai motivator kerja dan 2 personil karena jasanya berhasil mengungkap sebuah kasus. Piagam Satya Lencana Kesetiaan selama 24 tahun juga diberikan pada 23 personilnya. Sementara piagam kesetiaan 16 tahun diserahkan pada 24 personil dan 8 tahun pada 25 personil. (hermas purwadi)

Beberapa Sekolah Tutup Lebih Awal dari halaman 3 “Hari pertama PPDB, masuk 125 anak dan hari kedua bertambah 4 calon siswa lagi. Sedangkan pada hari ketiga tidak ada siswa yang mendaftar. Karena itu pada Rabu sore kita rekap dan Kamis kita pasang jurnalnya. Maksudnya memberi kesempatan pada anak yang tidak diterima mencari sekolah lainnya,” ujarnya. Dijelaskan, proses PPDB dia laksanakan sesuai dengan aturan yang diberikan dinas. Yakni dengan menggunakan seleksi

usia dan sedikit interview. Dari puluhan siswa yang bakal diterima ada beberapa diantaranya yang berusia di bawah 6 tahun. “Namun berdasarkan rekomendasi dari psikolog professional, mereka bisa mendapat kesempatan bersekolah.” Ditingkat SMP-pun kejadiannya sama. Kepala SMPN 2, Drs Sanazi, menguraikan, hari pertama terdapat 384 calon siswa yang mendaftar. Hari kedua hanya bertambah 16 orang, sedang ketiga dan keempat kosong.

Jadi total pendaftar mencapai 200 anak, sementara kuotanya hanya 180. Sehingga calon siswa yang harus tidak diterima mencapai Rp 220 orang. “Karenannya saya menutup PPDB lebih awal dari ketentuan, yakni pukul 09.00 WIB. Dengan demikian mereka yang tidak diterima mempunyai waktu 3 jam, untuk mencari sekolah lain,” katanya. Sementara di tingkat yang lebih tinggi, Kepala SMAN 5, Rismono, menuturkan, PPDB ditutup sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu pukul 12.00 WIB. “Saya tidak menu-

tup lebih awal. Karena hingga hari terakhir masih banyak calon siswa yang berdatangan. Kemungkinan mereka juga, siswa yang tidak diterima disekolah lain. Karenanya kita beri kesempatan mereka disini,” paparnya. Kuota yang dibutuhkan sekolahnya total 248 anak. Ini akan dibagi menjadi 7 rombel, masing-masing kapasitasnya 36 orang. ditambah dengan 4 siswanya yang tidak naik kelas pada tahun ini. “Kita berusaha melaksanakan PPDB sesuai dengan yang ditentukan pemkot,” pungkasnya. (adi)

OLGA SYAHPUTRA

Tidak Bermaksud Menjatuhkan BAND Five Minutes merasa dipermalukan oleh Olga Syahputra ketika tampil di ‘DahSyat’. Olga Syahputra pun minta maaf pada Five Minutes. “Gue nggak ada maksud. Gue kalau bercanda suka kata-kataan. Gue nggak maksud jatuhin orang. Gue minta maaf,” ujar Olga ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, Kamis (1/7). Olga pun meminta kepada pihak yang tidak tahu apa-apa agar tidak ikut berkomentar. Masalah ini sempat jadi pembahasan via Twitter dan banyak orang memberikan komentarnya. Menurut Olga apa yang terjadi dengan Five Minutes adalah ketidaksengajaan. Ia berharap agar masalah tersebut cepat selesai. “Dia (Five Minutes) biasanya baik, mungkin mereka sensitif lagi ada masalah. Mereka sering isi acara Olga, Olga juga mau ketemu sama mereka,” tuturnya. Sementara itu, pihak RCTI mengaku tidak mengetahui secara jelas perselisihan yang terjadi antara Five Minutes dan Olga. Ketika acara berlangsung, 30 Juni 2010, secara gambar ti-

dak terlihat adanya gangguan berarti dari host ‘DahSyat’. “Ada masalah apa dengan host kita nggak tahu malah. Nggak ada yang melenceng. Tim ‘DahSyat’ akan memanggil mereka, kita masih pelajari dulu. Karena kemarin di gambar itu clear. Si host tidak terlihat mengganggu mereka. Objek ada di vokalis,” ujar Oke Jahja, produser ‘DahSyat’ ketika berbincang di waktu berbeda. (yla/iy)

Hasil Belum Diketahui, Sidang Ditunda dari halaman 3 kepentingan fisiknya. Antara lain ada yang untuk mengurangi alergi, menjaga stamina, dan lainnya. Inilah mengapa saya sebagai penasehat hukumnya meminta dilakukan pemeriksaan oleh dokter ahli,” tegas Fredyanto. Ditambahkan pula, sesuai ketentuan UU No. 35 tahun 2009, diamanatkan untuk penyebuhan korban penyalahgunaan narkoba harus dilakukan dengan rehabilitasi. Apalagi, dari pengakuan para terdakwa, mereka sudah berusaha me-

nyembuhkan ketergantungannya, tapi tidak berhasil. Sebelumnya pemeriksaan dokter ahli telah dilakukan di RSU Kardinah, Senin (28/6) lalu. Hingga pelaksanaan sidang lanjutan, Kamis (1/7), laporan saksi ahli itu belum keluar. Sehingga sidang ditunda hingga pekan depan. Seperti diketahui, Ketua Majelis Hakim, Hj Hanizah Ibrahim SH MH, yang juga kepala PN Tegal, memerintahkan, keempat terdakwa dirujuk ke RSU Kardinah untuk diperiksa dokter ahli. Ini sekaligus mengabulkan permohonan penasehat hukum

yang meminta dilakukan pemeriksaan fisik kepada kliennya. “Majelis mengabulkan permohonan penasehat hukum, untuk memeriksakan kejiwaan para terdakwa. Apalagi, menurut keterangan penasehat hukum, RSU Kardinah sudah mempunyai fasilitasnya,” papar Hanizah pada sidang sebelumnya. Penetapan majelis hakim ini pun disetujui Jaksa Penuntut Umum (JPU), Basuki Dinomo SH. Dijadwalkan, Kamis (8/7), laporan saksi ahli itu akan diperdengarkan di hadapan siding. (zul)

Atasi Fahmi, Wisnu ke Final dari halaman 3 “Target saya turun di sini adalah untuk meraih juara. Dan saya optimis bisa merealisasikanya. Apalagi untuk mencapai target tersebut, saya hanya tinggal selangkah lagi,” kata Wisnu. Sementara Fahmi Seff, mengaku, kalah pengalaman dari Wisnu. Dari sisi soal kemampuan dan teknik, tambahnya, dia

mengaku tak kalah dari Wisnu. “Saya telah berusaha maksimal, tapi kalah pengalaman,” ungkapnya. Sementara Arum Damarasri hanya berhasil meraih tempat ke-3, di kelas 14 tahun putri. Juara 1 di kelas ini, direbut Septiani R Hapsari dari Jepara setelah mengkandaskan perlawanan Anggun Ferananda dari Pati. Sementara itu, atlet Kota Tegal di kelas 18 tahun putri

Dian Kartika, di babak semi final akhirnya berhasil dikalahkan atlet asal Bantul Sisca Budi Mawarni dengan skor 6-2, 6-1. Sebelumnya, Dian Kartika berhasil mengalahkan Inas Safira atalet asal Pemalang. Untuk kelas umur 10 tahun putrid, juara direbut Samanta Nanere dari Bandung. Sementara untuk kelas umur 12 tahun putrid, juara 1 direbut Faiza Munabar Saskia dari Jepara. (hun)

Gelar Musaka Bhayangkara dari halaman 3 bidikan kami serta menambah pengalaman dalam bidang kepramukaan dan kesakaan yang nantinya dapat diamalkan dalam kehidupan nyata dalam rangka ikut membina dan mengembangkan kamtibmas swakarsa,” terangnya saat ditemui di gedung Bhayangkari Polresta. Peserta musyawarah Saka Bhayangkara kwartir cabang Kota Tegal kemarin dihadiri seluruh Dewan Saka Bhayangkara dan anggota Saka Bhayangkara sejumlah 75 orang. Dalam sidang pleno beragendakan pemilihan ketua Dewan Saka Bhayangkara akhirnya menetapkan Imam Syafii dari SMKN 3 Kota Tegal sebagai Ketua Dewan putra dan Inda

Choerunissa dari SMK PGRI Kota Tegal sebagai ketua Dewan putri. “Dalam rangka pembentukan Community Policing yang mengarah pada terbentuknya civil society untuk mewujudkan

masyarakat madani, Polresta turut andil dalam mensukseskan program dalam bentuk pembinaan terhadap remaja, orang dewasa muda dalam wadah Satuan Karya Pramuka Bhayangkara,” tegasnya. (her)

Habis Tiga Kotak, ASI-nya Menjadi Normal Usai melahirkan anaknya beberapa waktu yang lalu, ibu satu orang anak ini tidak bisa memberikan air susu ibu (ASI) yang normal untuk bayinya itu. Apa pasalnya? ASI-nya ternyata tidak bisa keluar. Maka, wanita yang bernama Purwaningsih ini pun berobat ke dokter. Setelah diberi obat, ASI-nya memang bisa keluar tetapi warnanya bening. Tentu saja ini tetap tak normal. Kebetulan, suaminya ingat pada New Mandala 525. Maka, ibu rumah tangga berusia 25 tahun ini pun meminum kedelai bubuk instan itu secara rutin, dua kali dalam sehari. Hasilnya? “Baru habis tiga

kotak, ASI saya sudah normal, berwarna putih,” ungkap wanita yang akrab disapa Naning ini saat ditemui di hari terakhir tahun 2009 yang lalu. Selain itu, ternyata ada bonus yang didapat alumnus Diploma 3 Informatika dari Prisma Professional, Surabaya, ini. Apa itu? Sejak remaja, akibat tekanan darahnya yang sering rendah, ia kerap menderita vertigo. “Kalau sudah kambuh, penglihatan seperti berputarputar, dan seharian saya tidak bisa apa-apa,” tuturnya. “Sekarang, akibat stamina meningkat, vertigo itu tidak kambuhkambuh lagi,” imbuh penduduk Kelurahan Mulung, Kecamat-

an Driyorejo, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, ini. Wanita hamil diharapkan selalu bisa memelihara kesehatannya supaya ia tetap fit. Dan untuk selalu fit, asupan gizi ke dalam tubuh mesti selalu terjaga. Sebab, bila tidak, hal itu bisa memberikan dampak yang negatif bagi seseorang sehingga ia akan mudah terserang oleh berbagai penyakit. Penyakit akan timbul apabila metabolisme tubuh tak lagi normal. Untuk itu, salah satu fungsi isoflavon yang terkandung dalam kedelai adalah untuk melancarkan kembali metabolisme tubuh yang terganggu itu, sehingga

penyerapan zat-zat gizi akan diseimbangkannya kembali dengan sistem pengeluaran sisa-sisa makanan yang ber-

langsung di dalam tubuh. Dan bila sudah terjadi toksifikasi atau peracunan dalam tubuh, kandungan karoten yang terdapat pada kacang kedelai akan menetralisasinya kembali secara bertahap. Selain itu, penyebab badan tidak fit dan penyakit mudah mampir adalah sistem imun yang rendah. Dalam hal ini, selain kadar protein serta asam lemak tak jenuh kedelai yang sangat tinggi, isoflavonnya berperan besaar dalam meningkatkan sistem imun. Karena itu setiap orang, berapa pun umurnya, harus rajin memelihara kesehatan, termasuk menjaga pola berpikir, mengatur waktu untuk

beristirahat atau relaksasi, serta menjaga pola makan. Bubuk kacang kedelai merupakan sumber vitamin B1, B6, dan E, mineral magnesium dan seng, serta asam amino triptofan. Di dalam buku Susu Kedelai, Susu Nabati yang Menyehatkan dikatakan bahwa senyawa-senyawa itu mampu menambah vitalitas, tenaga, dan kualitas tidur seseorang. New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat

masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

10

JUMAT, 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

SIAPKAN KADER HANDAL NA S Y I AT U L ‘ A i s y i y a h (NA ) merupakan organisasi otonom yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan keputrian. NA tetap mengedepankan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar seperti yang diamanatkan oleh oleh Muhammadiyah. Tugas luhur ini dilakukan baik secara kolektif organisasional maupun secara individu oleh personil-personil NA. Berdirinya Nasyi’atul Aisyiyah (NA) juga tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan rentang sejarah Muhammadiyah sendiri yang sangat memperhatikan keberlangsungan kader penerus perjuangan. Muhammadiyah dalam membangun umat memerlukan kader-kader yang tangguh yang akan meneruskan estafet perjuangan dari para pendahulu di lingkungan Muhammadiyah. Pengkaderan inilah yang menjadi tema utama pada Musyawarah Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Tegal periode 2008-2014. Yaitu meningkatkan militansi kader dan gerakan aksi Nasyiatul Aisyiyah dalam meningkatkan kualitas hidup bangsa. Di mana sebagai organisasi kader, NA bukan sekedar organisasi perkumpulan orang dengan tujuan yang sama. Bukan pula sebagai organisasi yang sibuk dan berkutat pada masalah internal saja. ‘’Melainkan sebagai organisasi gerakan dan barisan jamaah yang tertata rapi, bergerak menuju pencerahan dunia dan akherat,’’ ungkap Uswatun Khasanah, ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Tegal terpilih periode 2008-2014. Menurutnya, sebagai kader Muhammadiyah dan Aisyiyah sekaligus berperan menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah, Nasyiah haruslah berakhlak mulia. Serta berwawasan luas dan mampu menggerakkan organisasi se-

Masjid Sabilul Huda Kelurahan Kalinyatam Kulon Khatib: Zaenal Muttaqien SAg

Masjid Al Irsyad Jl Gajah Mada Tegal Khatib: Muhtadin Abrori SAg Masjid Abdullah Asyari Jl Waringin Tegal Khatib: Fauzan Djamal SAg

PROFIL

LAELA NURCHAYATI/RATEG

KADERISASI - Nasyiatul Aisyiyah merupakan salah satu organisasi kader, menyiapkan generasi penerus guna memecahkan masalah keagamaan dan kemasyarakatan.

cara profesional dan penuh keikhlasan. Maka ke depan, kader Nasyiah adalah yang handal dan militan sekaligus dapat menggerakkan organisasi dengan penuh tanggung jawab dan amanah menajdikah NA sebagai ladang amal. Organisasi ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi dalam gerak langkah kita sehingga dapat dirasakan masyarakat terutama dalam meningkatkan kualitas hidup bangs a. Untuk dapat mencapai keberhasilan gerakan nasyiah ini, lanjutnya, dengan memberikan perhatian pada pengembangan aktivitas jamaah di tingkat rant-

ing maupun cabang. Sekaligus komitmen pimpinan untuk bersedia menajdi penggerak jamaah di tempat tinggalnya. Ini sebagai wujud dan tanggung jawab kita terhada Nasyiatul Aisyiyah seta meningkatkan kuantitas dan kualitas kader nasyiah. Baik dari segi ahlak, wawasan, kepemimpinan serta kepekaannya terhadap persoalan yang ada di masyarakat. ‘’Masalah kaderisasi ini menjadi hal serius, dan perlu mendapatkan perhatian khusus,’’ tambahnya. Sebab, bukan hanya untuk keluarga besar Muhammadiyah saja, namun juga masyarakat

pada umumnya. Sebagaimana dalam firman Allah Surat An Nisa ayat 9 yang artinya ‘hendaklah mereka khawatir bila kelak meninggalkan keturunan (kader) yang lemah yang dikhawatirkan nasibnya kelak. Hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengatakan kata yang benar’. Ayat ini secara khusus ditujukan bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah agar mereka bisa memperhatikan dan mendorong putra-putrinya untuk aktif dalam organisasi salah satunya adalah Nasyiatul Aisyiyah. Namun secara umum juga untuk generasi penerus lainnya, karena mereka yang kelak akan

LAELA NURCHAYATI/RATEG

MAPAN – Nasyiatul Aisyiyah merupakan organisasi perempuan yang sudah teruji.

tinggi dalam permusyawaratan tertinggi di tingkat kota dan kabupaten ini. ‘’Inilah karakter khusus dalam persyarikatan Muhammadiyah dan NA yang menggunakan sistem kepemimpinan kolegial,’’

tambahnya. Dalam sistem ini, tonggak kepemimpinan bukan terletak pada sosok melainkan pada pengurus yang kemudian memilih kader terbaiknya menjadi ketua umum. Musyda NA Kota

Tegal dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Kota Tegal Jl Kartini, Minggu (27/6) kemarin. Kegiatan ini diikuti peserta dari 5 cabang dan 15 ranting se Kota Tegal. Sementara calon pimpinan diajukan oleh masingmasing cabang sebanyak 5 orang. Sedangkan hak pilih hanya dimiliki oleh 3 perwakilan cabang dan 2 perwakilan ranting. Intan menambahkan, Musyda ini merupakan ajang pertanggungjawaban pimpinan periode sebelumnya. Sekaligus pemilihan pimpinan yang baru untuk periode 2008-2014 sesuai dengan periode muktamar NA. Di mana substansi kepemimpinan harus diberikan kepada orang yang benar-benar ahli, berkualitas dan memiliki tanggung jawab yang jelas dan benar serta jujur, adil dan bermoral baik. Dengan kriteria tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat membawa semangat baru untuk menggerakkan kegiatan Nasyiah mulai dari daerah,

Meriahkan Muktamar 1 Abad Muhammadiyah WARGA Muhammadiyah Kota Tegal siap memeriahkan dan menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah 1 Abad. Hajatan akbar yang digelar di Jogyakarta ini dilaksanakan, Sabtu (3/7) besok. Rencananya, rombongan akan diberangkatkan, Jumat (2/7) pagi. ‘’Insya Alloh kami akan berangkat pukul 07.00 WIB,’’ ungkap Farid Nahdi selaku panitia bidang transportasi. Disebutkan Farid, rombongan penggembira Muktamar Muhammadiyah 1 abad ini sebanyak 360 orang. Mereka akan berangkat menggunakan armada sebanyak 6 bus. Iring-iringan penggembira muktamar ini akan dilepas Ketua Panitia Gebyar Muktamar Muhammadiyah Kota Tegal, Nurcholis, di Posko Tegal Timur tepatnya di SPBU Muri, Dampyak, Kabupaten Tegal. Selanjutnya, mereka akan menginap satu malam di Jogyakarta dan pulang, Sabtu (3/7) malam. Penggembira muktamar 1 abad Muhammadiyah ini tidak lain adalah untuk menyemarakkan milad atau hari jadi organisasi masyarakat besar ini yang ke-100 tahun. Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta,

Jumat Legi, 2 Juli 2010

Masjid Ash Sholihin Jl Perintis Kemerdekaan Tegal Khatib: H Suwarno

menggantikan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Menyiapkan kader handal ini juga sesuai dengan tujuan NA itu sendiri. Yaitu terbentuknya putri Islami yang berarti bagi keluarga, bangsa dan agama menuju terwujudnya masyarakat yang sebenar-benarnya. Sehingga, setiap aktivitas Nasyiah merupakan upaya meningkatan kualitas putri Islam menuju masyarakat Islam yang sebenarnya. ‘’Peran ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam menyelesaikan masalah keagamaan maupun kehidupan yang sering muncul,’’ pungkasnya. (laela nurchayati)

Uswatun Khasanah Kembali Pimpin PDNA SETELAH rampung menyelesaikan amanah kepemimpinan periode 2003-2008, Uswatun Khasanah kembali mendapatkan kepercayaan sebagai ketua I Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Tegal. Selanjutnya, wanita yang berprofesi sebagai guru SD Mangkukusuman I ini kembali menjalankan amanah untuk periode 2008-2014 mendatang. Pemilihan ini berdasarkan rapat formatur dengan anggota 9 calon yang mendapatkan suara tertinggi. Uswatun Khasanah mendapatkan perolehan 40 suara dari total 47 suara. Selanjutnya, suara terbanyak ini juga disetujui tim formatur terpilih. ‘’Jadi ketua I diemban lagi oleh saudari Uswatun Khasanah,’’ ungkap Intan Prihatin, panitia pemilihan Musyawarah Daerah (Musyda) Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Tegal. Sementara tim formatur sendiri, adalah 9 nama calon terpilih dengan perolehan suara ter-

JADWAL KHATIB

LAELA NURCHAYATI/RATEG

KOMPAK - Anggota nasyiah tampil kompak dalam berbagai kegiatan yang dilakukan.

8 Dzulhijjah 1330 H tepatnya 18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis dan kemudian dikenal sebagai KH Ahmad Dahlan. Sehingga pada tahun 1431 H ini

merupakan tepat 100 tahun milad Muhammadiyah. ‘’Kami akan memeriahkan pembukaan yang insya Alloh dilaksanakan, Sabtu (3/7) di Stadion Mandala Krida,’’ kata

Farid. Selanjutnya, rombongan akan ke arena muktamar dan pameran di kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Jogyakarta. (ela)

cabang dan ranting di Kota Tegal. Sebab, kepemimpinan dalam NA bukan sekedar tugas dan tanggung jawab. Melainkan sebagai amanah yang harus diemban sebaik-baiknya. ‘’Itu sebabnya harus dicari melalui proses pemilihan yang jujur, adil, dan demokratis disertai hati yang tulus. Sehingga menemukan pimpinan yang berkualitas,’’ pungkasnya. (ela)

Uswatun Khasanah

Organisasi Malah Menjadi Hobi BERKECIMPUNG di dunia organisasi bukan hal baru bagi Uswatun Khasanah. Bagi istri Muhroni ini, organisasi adalah sebuah hobi. Sehingga, segudang kegiatan yang ada di dalamnya dilakukan dengan senang hati. ‘’Senang pastinya, karena tambah banyak teman dan pengalaman,’’ ungkap Uswatun. Putra ke-4 dari 7 bersaudara pasangan (alm) Mustahid dan Khalimah ini memulai organisasinya di Pelajar Islam Indonesia (PII) semasa duduk di bangku sekolah. Lulusan SMA Al Irsyad ini langsung masuk dalam keanggotaan Nasyiatul Aisyiyah setelah melepas predikat pelajar. Selain organisasi, pendidikan merupakan hal yang sangat diutamakan. Sebab, profesi guru yang ditekuninya sejak tahun 1995 ini

sudah mendarah daging. Terlebih, guru memiliki tanggungjawab cukup besar untuk menelurkan generasi penerus yang berkualitas. ‘’Ini sudah menjadi kewajiban, sekaligus menjadi ladang bagi saya untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi orang lain,’’ tambahnya. Sementara, dengan amanah yang kini diembannya sebagai ketua umum PDNA Kota Tegal periode 20082014, Uswatun sudah mulai ancang-ancang. Dengan harapan, dibawah kepemimpinanya nanti bersama pengurus yang lain dapat memajukan NA menjadi organisasi yang disukai pemudi umumnya. Yang utama adalah disenangi oleh putri Muhammadiyah, karena bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. (ela)


CMYK

RADAR TEGAL

11

JUMAT, 2 JULI 2010

GENERASI TERBAIK BELANDA V BRAZIL PORT ELIZABETH - Brazil seperti belum mengerahkan seluruh kekuatannya dalam empat laga pertama di Piala Dunia 2010 ini. Namun, memasuki perempat final, mereka tidak boleh menyimpan kekuatan lagi. Sebab, mereka harus berhadapan dengan Belanda yang disebut-sebut sebagai generasi terbaik (siaran langsung RCTI, pukul 21.00 WIB). Sejatinya, penampilan Belanda pun belum bisa dibilang maksimal. Dengan karakter total football plus strategi ofensif, mereka mestinya bisa meledak. Kenyataannya, Arjen Robben dkk hanya bisa memetik kemenangan tipis atas lawan-lawannya. Terakhir, melawan Slovakia di 16 Besar (28/6), Oranje?sebutan Belanda?hanya menang 2-1. Namun, itu bukan alasan Brazil untuk menganggap remeh tim asuhan Bert van Marwijk tersebut. Bagaimanapun juga, Belanda memasuki babak ini dengan kepercayaan diri membuncah. Tren menanjak plus pulihnya winger Arjen Robben membuat mereka optimistis mampu mengatasi tekanan Seleccao, sebutan Brazil. ?Ini adalah pertemuan dua kekuatan klasik sepak bola dunia. Pasti sangat menarik,” kata Robinho, striker Seleccao, seperti dikutip Associated Press. “Belanda bukan tim yang gampang ditaklukkan. Mereka sudah melalui 23 laga tanpa terkalahkan. Gaya permainan mereka juga mirip dengan tim-tim Amerika Selatan,” timpal pelatih Carlos Dunga. Jika Belanda bisa tampil dengan kekuatan terbaik, Brazil sebaliknya. Dunga tidak bisa memainkan gelandang sayap Elano yang cedera engkel, serta Ramires yang kena akumulasi kartu. Julio Baptista dan Felipe Melo pun belum tentu bisa dimainkan mengingat keduanya masih menjalani pemulihan cedera. Jalan keluarnya, Daniel Alves bakal kembali menempati pos gelandang sayap kanan, ditemani Gilberto Silva di tengah, dan Josue di kiri. Kaka menjadi penyerang lubang yang dipasang di belakang dua striker. Skema itu sudah pernah dipakai saat meladeni Cile di 16 Besar, dan hasilnya cukup efektif. Samba menang besar 3-0. “Itu adalah penampilan terbaik Brazil sepanjang turnamen. Kami bisa memetik kemenangan besar atas Cile karena para pemain sudah kompak. Kami tidak lagi punya masalah dengan soliditas antarlini,” ungkap striker Luis Fabiano. “Saya dengan Kaka, misalnya. Kami sudah saling mengerti. Saya hanya perlu menempatkan diri di posisi yang bagus, dan dia secara otomatis bakal mengalirkan bola kepada saya,” lanjutnya. Pernyataan ini seolah menyindir Belanda yang diguncang isu keretakan antarpemainnya. Seperti diberitakan, penyerang Robin van Persie marah kepada Van Marwijk lantaran diganti saat melawan Slovakia. Dia juga dikabarkan mengecam rekan setimnya, Wesley Sneijder. Namun, Sneijder menegaskan bahwa kondisi internal timnya sudah membaik. “Robin (Van Persie) meyakinkan saya bahwa dia tidak mengatakan hal-hal buruk tentang saya. Dan saya percaya. Saya tidak ada masalah dengan dia,” ungkap Sneijder, seperti dilansir Sky Sports. Kubu Belanda menyadari, ketika berhadapan dengan tim yang sudah lima kali mencatatkan namanya di trofi Piala Dunia, mereka bakal dipandang sebagai underdog. Belanda merupakan tim besar yang belum pernah merebut trofi Piala Dunia. (na)

PERTANYAAN Bagaimana hasil pertandingan antara Jerman VS Argentina A. Jerman Menang B. Argentina Menang C. Seri

CMYK

DUNGA

Brazil Mengubah Sejarah SAYA tidak akan membayar tiket hanya untuk melihat Brazil. Karena mereka dipercaya akan menampilkan permainan yang memalukan di ajang Piala Dunia ini. Saya sangat menyayangkan Selecao, julukan Brazil, yang sebelumnya dikenal sebagai tim dengan modal bakat alam justru akan bermain defensif dalam pertandingan nanti. Kalau mereka bermain defensif, maka akan sangat tidak menarik dan mengecewakan. Saat ini, Dunga telah membuang gaya tradisional Brazil yang bebas dan mengalir khas Samba. Sebaliknya, dia mengubahnya dengan permainan sepak bola yang lebih disiplin dan bertipikal defensif. Tentu saja, di sini sejarah sepak bola Brazil mengalami pergeseran. Permainan defensif seperti saat ini akan membuat banyak orang kecewa. Sebab, kapasitas Brazil di Piala Dunia kali ini adalah sebagai tim yang permainannya dinantikan oleh banyak orang. Mereka adalah salah satu tim terbaik yang difavoritkan sebagai juara. Tonjolan keunggulan bakat pemain Brazil sebenarnya sangat dinantikan. Para pendukung Brazil biasanya akan menikmati permainan timnya berikut fantasinya. Namun mereka tidak akan mendaptkan hal itu di Piala Dunia kali ini. Ke mana magis Brazil selama ini? Di kubu Brazil sebenarnya punya legenda seperti Gerson, Tostao, Falcao, Zico, dan Socrates. Tapi sayangnya, saat ini saya hanya melihat orang-orang seperti Gilberto, Felipe Melo, Michel Bastos, Julio Baptista. Saya bisa mengerti alasan Dunga mengambil sejumlah

pemain. Tapi mana yang punya skill sebagai playmaker, dan benar-benar unggul di lini tengah? Brazil harus bermain dengan intensites lebih tinggi. Mereka juga harus lebih menggigit dalam menekan pertahanan lawan. Mereka harus melakukan itu karena mereka saat ini bukan tim spesial. Mereka tak lebih seperti tim-tim lainnya di ajang Piala Dunia. Bagi saya, tim terbaik yang saya lihat selama ini adalah Cile. Ya, Cile bermain dengan gaya dan ciri khasnya sendiri. Mereka menciptakan peluang lebih dari sekedar mengkombinasikan strategi yang dimiliki tim lain. Itu telah menjadi salah satu kualitas yang selama ini kami miliki. Hal semacam itu bermanfaat untuk menawarkan satu tontonan tambahan bagi penonton. Karenanya, tim kami (Belanda) selalu menjadi bahan perbincangan banyak orang meski kami tidak pernah memenangkan gelar juara Piala Dunia. Saat ini, Cile telah mengambil alih peran itu. Terus terang, saya saat ini mendukung good footbal ketimbang sepak bola yang mengedepankan hasil akhir belaka. Sayang, pandangan semacam itu sekarang tidak dimiliki oleh pelatih Bert van Marwijk. Dia menekankan agar tim Belanda bermain dengan mengutamakan penguasaan bola dan lebih sabar dalam membongkar pertahanan lawan. Di dalam turnamen yang diikuti 32 tim, hanya akan ada satu juara. Jadi, jika kesempatan untuk menang sangat terbatas, maka peluang untuk menyenangkan penonton yang melihatmu. (uan)


12

RADAR TEGAL

JUMAT, 2 JULI 2010

TATAP SEJARAH BARU GHANA V URUGUAY JOHANNESBURG - Prestasi tertinggi tim asal Afrika selama terjun pada Piala Dunia hanyalah perempat final. Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Ghana punya motivasi besar melampaui torehan terbaik itu dengan lolos ke semifinal. Apalagi, Piala Dunia dilangsungkan di benua Afrika. Namun, mereka harus melewati Uruguay di perempat final. Sama halnya dengan Ghana, tim besutan Oscar Washington Tabarez itu juga berambisi kembali ke semifinal setelah 40 tahun. Ya, kali terakhir Uruguay menembus semifinal adalah di Piala Dunia 1970 Meksiko, setelah itu prestasi terbaik mereka adalah dua kali tampil di babak 16 besar pada Piala Dunia 1986 dan 1990. Sekarang, Uruguay punya peluang menembus semifinal. Nah, bentrok dua tim yang sama-sama penuh motivasi tersebut bakal dihelat di Stadion Soccer City, Johannesburg, dini hari nanti. Tim manakah yang melaju dan mencatat sejarah” (tayangan langsung RCTI pukul 01.30 WIB). “Kami sama sekali tidak memikirkan tekanan itu. Kami telah bermain baik di Piala Afrika dan kami siap membuktikan bahwa kami merupakan tim yang siap berkompetisi. Kami tetap rileks,” bilang Milovan Rajevac, pelatih Ghana, seperti dilansir Canadian Press. Sebagai satu-satunya tim asal Afrika yang masih bertahan pada Piala Dunia 2010, Ghana berharap dukungan dari seluruh penjuru Afrika. “Kami akan membuat semuanya bangga. Bukan hanya Ghana, tapi untuk seluruh Afrika,” papar Asamoah Gyan, striker Ghana. Kendati mengandalkan pasukan muda

yang minim pengalaman, tapi di Piala Dunia 2010, The Black Stars (julukan Ghana) telah menunjukkan mereka patut diwaspadai. Ghana adalah tim dengan skuad termuda, yakni 24,1 tahun. Mereka telah membuktikan diri bahwa mereka tak menggantungkan pada satu atau dua bintang lapangan saja. Faktanya tanpa jenderal lapangan tengah Michael Essien yang cedera dan harus ditinggal, Ghana tetap sukses melaju ke perempat final. Pasukan muda Ghana, bekas skuad Piala Dunia U-20 yang juara pada tahun lalu, dipadukan dengan para pemain senior seperti John Mensah, John Paintsil, Sulley Ali Muntari, dan Stephen Appiah. Selain itu, suntikan tenaga dari Kevin-Price Boateng, pemain berdarah Ghana-Jerman. Namun, semangat berlipat-lipat untuk mencatat sejarah saja tak cukup untuk mengatasi Uruguay. Tim berjuluk La Celeste alias biru langit tersebut memiliki performa yang hebat di Piala Dunia 2010. Mereka juga punya duet striker yang luar biasa. “Kami tidak boleh lengah. Mereka memiliki striker yang cepat, tajam, dan berpengalaman. Tidak akan mudah untuk membendung Luis Suarez dan Diego Forlan. Kami tidak boleh kehilangan konsentrasi,” papar Hans Sarpei, bek senior Ghana. Selain lini depan yang hebat, Uruguay juga memiliki lini pertahanan yang kokoh. Bahkan, tiga laga di fase grup, mereka tidak pernah kebobolan. Mereka juga punya kiper Fernando Muslera, yang masih berusia 24 tahun, tapi punya skill hebat. Namun, Diego Forlan menilai, faktor pelatih yang bakal memberikan pengaruh besar pada hasil laga versus Ghana. “Kami memiliki pelatih yang tenang dan sarat pengalaman. Atmosfer Piala Dunia telah dia rasakan selama Piala Dunia 1990,” puji Forlan. (ham)

DIEGO FORLAN Duet Forlan-Suarez Jadi Momok

DOK/JAWAPOS

DUKUNG URUGUAY - Warga Afrika yang bermukim di Kimberley mendukung timnas Uruguay.

Dilepas Warga dengan Nyanyian Shosoloza MAYORITAS warga Afrika memberikan dukungan kepada Ghana. Kecuali, warga yang bermukim di Kimberley, Afrika Selatan. Mereka justru mendukung Uruguay pada laga perempat final dini hari nanti. Kenapa “Negara ini memang memberikan dukungan terhadap Ghana, lantaran mereka adalah orang Afrika. Tapi, kota ini berbeda, di sini (Kimberley, Red) semua orang akan memberikan dukungan kepada Uruguay,” papar Philinda Golden, penata rambut di Kimberley, seperti dikutip Reuters. Menurutnya, warga mendukung Uruguay karena tim tersebut selama Piala Dunia 2010 memilih base camp di Kimberley. Mereka menginap di Victorian Guest House. Di kota pertambangan itu, skuad besutan Oscar Washington Tabarez tersebut mendapat dukungan penuh. Bahkan, Charmaine Visser, manajer Victorian Guest House, hampir selalu terlihat mengenakan scarf biru langit Uruguay yang diberikan Tabarez. Philinda bercerita, bahwa Forlan pernah beberapa kali melakukan perawatan rambut di salonnya. Padahal, bila dilihat dari perjalanan menuju ke perempat final, mereka pernah mengalahkan tuan rumah Afrika Selatan dengan skor telak 3-0 di laga kedua grup A. Namun, itu tak mempengaruhi penilaian warga Kimberley akan tim berjuluk La Celeste itu. Mereka tetap mendukung Uruguay. Bahkan, saat Forlan dkk meninggalkan hotel mereka di Kimberley untuk menghadapi Ghana pada perempat final yang dihelat di Soccer City, Johan-

nesburg, dini hari nanti, warga dan staf hotel melepas dengan nyanyian perpisahan berjudul Shosoloza. Lagu itu kerap diadaptasi para fans sepak bola disana. (ham/bas)

LIMA gol telah tercipta dari kolaborasi Diego Forlan dan Luis Suarez di lini depan Uruguay selama Piala Dunia 2010. Forlan yang bermain sedikit ke belakang telah mengemas dua gol dan Suarez berhasil menceploskan tiga gol. Bila Ghana masih ingin menjaga mimpi bertahan di Piala Dunia 2010, maka mereka harus memiliki cara untuk membendung Forlan-Suarez. Sebab dua pemain itulah yang menjadi tumpuan serangan Uruguay selain Edinson Cavani. Sebelum tampil hebat di Afsel, Suarez menjalani musim yang hebat di Ajax Amsterdam. Musim lalu, dia mencetak 35 gol dari 33 pertandingan di Eredivisie Belanda. Performa yang bikin banyak klub elite Eropa kepincut menggaetnya. Forlan juga menjalani musim

yang bagus. Dia menciptakan 28 gol di semua ajang bagi Atletico Madrid. Lebih dari itu, dua golnya di final Europa League, membawa Los Rojiblancos (julukan Atletico) menjuarai Europa League dengan menekuk Fulham. Yang membuat kolaborasi antara Suarez dan Forlan berjalan lancar adalah karena kedua pemain itu benar-benar meninggalkan ego mencetak golnya demi kepentingan tim. Forlan bahkan rela bermain lebih ke belakang menyokong Suarez dan Cavani. “Kami adalah satu tim dan bekerja bersama. Yang sebenarnya adalah Luis dan saya memiliki hubungan yang hebat dan saya senang karena dia mencetak dua gol yang menentukan bagi kami,” ujar Forlan, seperti dikutip Reuters.

Suarez mencetak dua gol ketika menghadapi Korea Selatan (Korsel) pada babak 16 besar. Satu gol lainnya diciptakan Suarez tatkala Uruguay mengalahkan Meksiko pada pertandingan pemungkas grup A. “Dia adalah alasan kami bisa berada di sini,” tutur Forlan. “Kami telah bersiap dengan baik. Kami menjalani Piala Dunia 2010 dengan baik. Kami selalu mengikuti instruksi pelatih Oscar Tabarez dan kami yakin bisa melaju ke semifinal dan memberikan kesenangan,” urai Forlan. Namun, bukan hanya Uruguay saja yang memiliki penyerang tajam. Ghana juga punya Asamoah Gyan. Dia sudah mencetak tiga gol selama Piala Dunia 2010. Gyan juga tercatat sebagai pemain yang sering melakukan tembakan ke gawang, sebanyak 23 kali. (ham)

LUIS SUAREZ


13

RADAR TEGAL

JUMAT, 2 JULI 2010

TIMNAS NIGERIA DIBEKUKAN

Presiden Kecewa

ABUJA - Nasib tragis dialami timnas Nigeria. Setelah kembali dari Piala Dunia Afsel bukan sambutan hangat yang mereka terima, tapi pembekuan oleh pemerintah. Ya, penampilan timnas Nigeria di Piala Dunia 2010 membuat Presiden Nigeria Goodluck Jonathan kecewa berat. Sebagai ?hadiahnya? presiden membekukan timnas Nigeria untuk dua tahun ke depan. Di masa itu Nwankwo Kanu dkk dilarang mengikuti ajang internasional apapun. Di Piala Dunia Afsel, skuad Elang Super, sebutan timnas Nigeria sudah tersisih di fase penyisihan grup. Nigeria tereliminasi dengan status juru kunci Grup B setelah dalam tiga pertandingan hanya bisa meraih hasil sekali seri dan dua kali kalah. “Presiden memerintahkan bahwa timnas Nigeria tidak mengambil bagian dari semua kompetisi sepak bola internasional selama dua tahun ke depan agar Nigeria bisa menata ulang sepakbolanya,” kata Ima Niboro, penesehat komunikasi senior Presiden Goodluck Jonathan seperti dilansir Reuters. “Perintah ini menjadi penting setelah melihat penampilan buruk Nigeria di Piala Dunia,” sambungnya. Tak hanya membekukan timnas, setelah mengadakan pertamuan dengan komite organisasi Piala Dunia Nigeria,

presiden juga mengatakan akan mengaudit komite organisasi. “Jika penyalahgunaan financial ditemukan, semua ofisial harus bertanggungjawab,” cetus Niboro. Keputusan Jonathan itu diambil berselang satu hari setelah komite eksekutif Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) mengadakan pertemuan untuk membahas kegagalan tim Elang Super di Piala Dunia Afsel dengan hanya meraih satu poin. Niboro juga mengatakan Menteri Olahraga Nigeria akan segera mengirim laporan tertulis kepada FIFA terkait keputusan yang diambil presiden. Setelah dibekukan. Menurut Niboro menteri untuk wilayah ibukota federal, Abuja, telah diperintahkan untuk membangun sebuah “Rumah Sepak Bola? di mana timnas akan digodok. “Masalah sepakbola Nigeria adalah ada pada struktur fasilitasnya. Kami perlu menata uang struktur itu dan untuk itu kami perlu ?cuti? dulu dari kancah internasional agar kami bisa berbenah,” papanrya. Keputusan Presiden Goodluck Jonathan memunculkan pro kontra. “Pelarangan itu perkembangan bagus jika kita punya orang-orang yang bersungguh-sungguh bisa menata ulang persepakbolaan Nigeria. Ghana melakukan itu. Selama dua tahun mereka “bertapa” dan sekarang hasilnya mengagumkan,” kata Sani Toro, mantan Sekjen NFF seperti dilansir

AFP. “Ini adalah pembebasan yang baik untuk sampah yang buruk,” timpal penulis olahraga Osunde Onwedu dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televise Nigeria. Namun tidak sediki juga yang mengecam keputusan itu. “Kami mesti berharap FIFA tidak menjatuhkan sanksi untuk Nigeria karena keputsan yang “sakit” ini,” cibir editor olahraga Seyi Fasugba. “Keputusan itu terburu-buru dan kasar. Itu tidak akan membantu perkembangan sepak bola di Nigeria,” sambungnya. Mantan kipper timnas Dosu Joseph mengatakan pembekuan selama dua tahun itu akan membuat trauma masyarakat Nigeria yang gila bola. “Semuanya, pemain, pelatih akan menderita. Apapun motif keputusan itu, sisi buruknya jauh labih banyak dibanding sisi baiknya,” kata Joseph. Bagaimana sikap FIFA? Juru bicara FIFA Nicolas Maingot mengakui jika pemerintah Nigeria sudah memberitahukan keputusan itu. “Kami sudah diberi tembusan mengenai keputusan itu dan kami tengah mempelajarinya. Kami butuh waktu,” kata Maingot seperti dilansir associated Press. Dalam aturan FIFA, sebuah federasi tidak boleh diintervensi oleh pemenrintah. JIka itu terjadi maka FIFA akan menjatuhkan sanksi. Timnas dan klub-klub Negara tersebut dilarang mengikuti kompetisi internasional. (ali)

Pembuktian Si Pemungut Bola ERASMIA - Jika dimainkan melawan Argentina, semangat gelandang serang Jerman Thomas Muller pasti akan menyala. Pemain depan yang baru berusia 20 tahun itu punya “dendam” pribadi dengan pelatih timnas Argentina, Diego Maradona. Maradona pernah salah persepsi tentang Muller. Saat Jerman berujicoba melawan Argentina di Allianz Arena Maret lalu, oleh Maradona pemain Bayern Munchen itu dikira seorang ballboy ( pemungut bola) ketika hadir dalam sesi press conference usai pertandingan. Muller sengaja dihadirkan dalam jumpa pers karena itu adalah debutnya bersama timnas senior Jerman. Maradona tidak tahu jika pemain imut yang duduk disampingnya itu adalah salah satu pemain Jerman. Kepada media Maradona bercanda dia mengira bahwa seorang ballboy ikut dalam press conference. Dirinya merasa dirinya diabaikan dan bergegas pergi dan menolak untuk kembali sampai Muller meninggalkan stage. “Sekarang saya sudah memenangni dua gelar dan bermain di final Liga Champions dengan Bayern. Jadi beberapa hal sudah berubah,” kata Muller seperti dilansir AFP. Dengan usianya yang masih 20 tahun, Muller memang tidak tau banyak tentang kiprah Maradona sebagai pemain. Tapi Muller pernah melihat Maradona bermain di laga testimonya mantan kapten timnas Jerman Lothar Matthaeus pada tahun 2000 lalu. “Saat itu berat badannya

CMYK

Thomas Muller

KURNIAWAN/JAWAPOS

PAGAR BETIS - Timnas Nigeria membuat pagar betis ketika salahsatu pemainnya melanggar pemain lawan.

Ozil-Podolski Tanda Tanya ERASMIA - Bagaiamana b e ntuk skuad Jerman yang disiapkan untuk menghadapi Argentina di babak delapan besar masih teka teki. KOndisi dua pemain pilar Lukas Podolski dan Mesut Ozil masih tanda tanya. Dalam latinhan terakhir dua pemain itu tidak ikut bergabung latihan bersama para pemain yang lain. Podolski dikabarkan

mengalami cedera otot ringan sedangkan gelandang Mesut Ozil sengaja istirahat di hotel untuk mengembalikan lagi energinya yang terkuras. Masih menjadi teka-teki apakah dua pilar itu bisa main melawan Argentina atau tidak. “Lukas Podolski mengalami cedera otot ringan. Tapi itu tidak membahayakan pertandingan (kemunmgkinan bisa main),” kata

manajer tim Jerman Oliver Bierhoff seperti dilansir Reuters. Sedangkan Mesut Ozil menurut Bierhoff pemain Werder Bremen itu memang lebih baik tidak mengikuti sesi latihan agar tidak semakin lelah. “Terkadang mungkin lebih baik melewatkan sesi latihan dari pada semakin kelelahan,” beber Bierhoff. Dengan lebih banyak istirahat Ozil diharapkan bisa fit untuk

menghadaapi partai kuarter final. Sementara itu, striker Cacau yang absent saat Jerman menghajar Inggris di babak 16 besar kondisinya belum juga pulih. Pemain keturunan Brazil itu mengalami masalah di otot perut dan kemungkinan akan kembali absent di babak delapan besar melawan Argentina. “Partisipasinya sepertinya sulit,” terang Bierhoff. (ali)

Ke Sun City, ketika Pertandingan Libur Dua Hari

berlebih. Tapi cara dia mengolah bola sunggu luar biasa. Sesuatu yang jarang saya lihat. Sebagai pelatih, saya tidak menilai bagaimana kinerja Maradona. Tapi melihat hasil dan penampilan Argentina yang meyakinkan itu berarti dia sudah melakukan hal yang benar,” beber Muller. Andalan Der Panzer,sebutan timnas Jerman, di leval U-16 hingga U-21 itu mengaku, saat Jerman bentrok dengan Argentina di babak kuarter final 2006 lalu di Berlin ( Jerman menang 4-2 lewat adu penalty ), dirinya hanya bisa menyaksikan jalannya pertandingan lewat layer

lebar bersama rekan-rekanya di Munich. “Saya ingat kami memang karena kami memang menginginkannya dan saya tidak bisa lupa apa yang terjadi setelah itu,” beber Muller mengomentari skrimit yang terjadi antar pemain kedua tim di lapangan setelah kipper Jens Lehmann membuat penyelamatan dari penendang terakhir Argentina.. “Kami tidak boleh terprovokasi. Tapi saya tidak akan keberatan berkelahi jika kami sudah memenangkan pertandingan,” seloroh pemain yang sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia Afsel itu. (ali)

DI SETIAP kota yang menjadi host pertandingan piala dunia di Afrika Selatan (Afsel), semuanya punya keunggulan sendiri-sendiri. Misalnya Rustenberg di provinsi North West. Keunggulan kota yang dibangun sejak 1905 ini, selain merupakan kombinasi antara kawasan pertambangan dan pertanian, juga dijuluki sebagai kota kasino. Sebab, di sana terdapat kasino terbesar di Afsel, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu dari 10 kasino terbesar di dunia. Namanya Sun City. Jika dari Johannesburg (Joburg), lokasi Sun City berada searah dengan jalur menuju ke Stadion Royal Bofakeng. Dari Joburg kira-kira jaraknya 140 kilo meter. Begitu berada di Sun City, rasanya masuk di sebuah kawasan tersendiri. Maklum, lokasinya jauh dari perkampungan penduduk. Bangunan kasino itu terletak di antara bukit-bukit dan hamparan lahan tandus. Datang ke Sun City, tidak hanya kasino saja yang menjadi daya tariknya. Berbagai sarana hiburan untuk keluarga tersedia di sana. Nuansa yang ingin dibangun oleh pemilik Sun City adalah suasana hutan, dengan binatang-binatang di dalamnya. ?Selama ini saya mendengar Sun City dari berita-berita yang saya baca. Mumpung tidak ada pertandingan, saya sempatkan ke sini,? kata Nelson Fernando Lemos, seorang reporter dari

KURNIAWAN/JAWAPOS

SUN CITY - Suasana Sun City yang disebut-sebut sebagai las vegas-nya negara Afrika.

TPA (Television Public of Angola) yang Rabu lalu (30/6) datang ke Sun City bersama lima orang temannya. Hari itu, ketika berada di Sun City, Jawa Pos memang banyak berjumpa dengan para wartawan yang meliput piala dunia. Mereka mudah dikenali sebagai wartawan peliput piala dunia dari ID Card FIFA yang dikalungkan di lehernya. Mereka bisa bersantai, karena selama dua hari (30 Juni dan 1 Juli) menjelang babak perempat final sedang tidak ada pertandingan. Bagi yang datang ke Sun City secara berombongan dengan bus, tersedia angkutan semacam monorail yang akan membawa penumpang dari areal parkir bus menuju ke lokasi. Monorail itu disediakan secara

gratis. Ketika sudah berada di Sun City, ada beberapa objek yang bisa didatangi. Selain rumah judi yang dirancang cukup besar, juga ada bioskop, gedung konser, sarana ski air, parasailing, kebun raya yang subur (botanical garden), selancar angin hingga tempat khusus untuk bermain layang. Di beberapa sudut di ruangan dalam Sun City, bangunannya dibikin seperti berada di hutan. Ada patung gorila, kera, bahkan ada deretan patung gajah yang seperti sedang berbaris di depan sebuah gua. Agar nuansanya benar-benar seperti di hutan, ketika menyusuri gua itu, terdengar rekaman suara berbagai macam hewan. Dari tempat tersebut, pe-

ngunjung bisa langsung masuk ke areal pantai buatan. Saking detailnya yang membuat pantai itu, suasananya mirip seperti suasana di Pantai Sanur. Ombak dibikin agak bergelombang sehingga asyik untuk dibuat berenang, pasir pantai yang lembut, hingga beberapa titik di pinggiran pantai itu yang nyaman dibuat untuk berjemur. Di Sun City juga ada dua lapangan golf dan taman buaya yang mungkin tiada duanya di dunia. Disebut demikian, karena di sana, terdapat buaya dengan berbagai macam ukuran. Mulai dari yang paling kecil (anak buaya) hingga paling besar. Baru di Sun City itulah menyaksikan ukuran buaya paling besar. Hewan-hewan buas itu berlokasi di arah keluar Sun City. Namanya Kwena Gardens. Setiap akan masuk ke Kwena Gardens, dikenakan tarif 40 Rand per orang. Buaya-buaya dengan berbagai macam ukuran itu diletakkan di tempat yang berbeda-beda, dan bisa disaksikan pengunjung sejak dari awal masuk ke lokasi Kwena Garden hingga ke pintu keluar. Mula-mula, Jawa Pos menganggap biasa tempat tersebut, karena buaya-buaya yang disaksikan tak jauh berbeda dengan buaya-buaya di Indonesia. Tapi, ketika berada di lokasi agak mendekati pintu keluar, barulah Jawa Pos merasa berbeda. Karena di sana, terdapat buaya-buaya dengan ukuran besar. (Kurniawan)


JATENG

JUMAT 2 JULI 2010

17

RADAR TEGAL

TDL Naik, Pengusaha Konveksi Mengeluh Akan Ada Pengurangan Tenaga Kerja KENDAL - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang diberlakukan mulai 1 Juli kemarin membuat resah para pengusaha kecil konveksi di Kabupaten Kendal. Sebab, kenaikkan TDL kemungkinan besar akan diikuti dengan kenaikan bahan baku konveksi maupun penunjangnya. Salah seorang pengusaha konveksi asal Pegandon, Munadhiroh, mengatakan, untuk menyiasatinya kemungkinan besar pihaknya akan menaikkan harga produk dan juga melakukan sejumlah penghematan penggunaan arus listrik, semampunya. Nadhiroh yang baru memperoleh pesanan kaos menjelang penerimaan siswa baru ini

mengaku, keuntungan yang diraihnya dipastikan bakal turun. Ia tidak tahu pasti, apakah akan ada pengurangan sejumlah tenaga kerjanya atau tidak. Akan dilihat perkembangan selanjutnya. “Yang pasti, kami akan mengurangi jumlah mesin jahit bertenaga listrik, disesuaikan dengan kebutuhan saja. Konsekuensinya, waktu menyelesaikan pesanan konveksi akan lebih lama dibandingan dengan sebelumnya. Daripada merugi kan lebih baik dilakukan penghematan seperti itu,” paparnya. Para pengusaha kecil dan menengah pada umumnya menggunakan aliran listrik di atas 1.300 watt. Sedangkan kenaikan TDL diberlakukan bagi pelanggan listrik dengan daya diatas 900 watt. Pelanggan ini kebanyakan terdiri dari para pengusaha kecil dan menengah. (dar)

Buruh Bangunan Terancam 10 Tahun SUDARTO/RADAR PEKALONGAN

KONVEKSI MULAI MENGELUH - Pengusaha konveksi kecil dan menengah kini mulai mengeluhkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

KENDAL Jembatan Putus, PSB SMPN 2 Cepiring Sepi KENDAL - Putusnya jembatan Kali Blukar yang menghubungkan Kecamatan Cepiring dengan Kangkung, beberapa pekan silam, berimbas pada turunnya jumlah penerimaan siswa baru (PSB) di SMPN 2 Cepiring. Sampai Kamis (1/7), siswa yang mendaftar baru 60 siswa. Padahal, tahun sebelumnya pada hari kedua pendaftarnya mencapai 120 siswa lebih. Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 2 Cepiring, Syakban Ariyoso, mengatakan, penurunan jumlah siswa baru yang mendaftar disebabkan oleh putusnya jembatan Kali Blukar yang terkena erosi dan ambles, sehingga tidak dapat dilewati lagi. Bahkan, sejumlah siswa kelas dua dan tiga yang rumahnya berada di sebelah timur sungai, banyak yang mengajukan pindah sekolah lain karena terlalu jauh jika harus memutar melalui Tlahab. “Pendaftar siswa baru turun, sedangkan siswa kelas dua dan tiga banyak yang mengajukan pindah karena mereka harus memutar lebih dari 10 kilometer,” keluhnya. Dia berharap, jembatan yang rusak dan ambles ke sungai dapat segera diperbaiki sehingga jumlah siswa yang bersekolah di SMPN 2 Cepiring, dapat normal kembali seperti semula. Kasek menambah, siswa-siswi SMPN 2 Cepiring banyak yang berasal dari SD Lebosari1, SD Karangayu 1, SD Kalirejo 1 dan SD Kalirejo 2, SD Tanjungmojo 1, dan SD Tanjungmojo 2, yang posisinya berada di timur sungai. Sedangkan SMPN 2 Cepiring berada di barat sungai. (dar)

DuaOntadiBonbinCurugsewuMati KENDAL - Dua ekor onta yang menghuni kebun binatang mini, obyek wisata air terjun Curugsewu, Kecamatan Patean, ternyata sudah mati. Diduga, kematiannya disebabkan karena kondisi lingkungan alam sekitarnya yang tidak sesuai. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kendal, H Tavip Purnomo SH, melalui Kabid Pengembangan Pariwisata, Jhoni, di ruang kerjanya, Kamis (1/7), mengatakan, habitat onta berada di padang pasir atau di lokasi yang relatif kering dan suhu relatif panas. Sedangkan di Curugsewu, suhunya relatif sejuk karena berada di perbukitan, serta lembab. “Tidak adanya tenaga yang ahli dalam menangani hewan besar, seperti halnya onta dan gajah, membuat perkembangan dua hewan ini kurang optimal. Setelah dua ekor unta mati, kini tinggal satu ekor gajah. Kami sedang mengusahakan untuk mengembalikan gajah tersebut, mengingat biaya operasional dan makannya terlalu banyak, tidak sebanding dengan pemasukan,” ujarnya. Selain onta dan gajah, di kebun binatang mini terdapat pula sejumlah rusa tutul, zebra, orang hutan, buaya, musang, monyet, berbaga jenis burung dan lain sebagainya. (dar)

Sumur Warga Tercemar Timbal PEKALONGAN - Sejumlah sumur warga di empat kelurahan di Kota Pekalongan tercemar oleh zat berbahaya, salah satunya timbal. Demikian diungkapkan Teknik Laboratorium PDAM Kota PEkalongan Heri Agung, kemarin. Keempat kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Medono, Panjang Wetan, Panjang Baru dan Bandengan. Sumur warga yang tercemar tersebut sudah tidak layak dikonsumsi. Mengingat timbal merupakan zat berbahaya yang bisa merugikan kesehatan. Kondisi tercemarnya sumur warga ini, diperparah pasca seringnya rob yang melanda, khususnya di Kecamatan Pekalongan Utara. “Kita bisa mengenali sumur warga yang airnya agak keruh, namun masih

bisa dikonsumsi. Tapi ada juga sumur yang terlihat jernih tetapi didalamnya mengandung timbal sangat tinggi,” ujarnya. Kondisi ini semakin jelas, pasca PDAM melakukan uji laboratorium di beberapa sumur warga di kelurahan yang berbeda. Dan diperoleh hasil, tingkat pencemaran sumur terparah terdapat di Kelurahan Medono, Pekalongan Barat. Yang kandungan timbalnya mencapai 0,45 persen atau diatas ambang batas kewajaran. “Kadar pencemaran sumur cukup bervariasi. Tapi yang terparah di Kelurahan Medono yang kandungan timalnya mencapai 0,45 persen per liter. Sedangkan batas minimalnya adalah 0,05 persen per liter,” imbuhnya.

Kondisi pencemaran berbeda ditemukan di Kelurahan Medono, Pekalonga Selatan. Dimana ratusan sumur warga dikeluhkan karena tercemar limbah batik. Seperti diungkapkan Taufik, Warga yang tinggal di dekat pasar Banyurip Buaran. “Untuk mandi saja repot mas, kami mesti beli air isi ulang dulu. Kalau bicara sumur yang tercemar, ya sangat banyak mungkin mencapai ratusan,” ungkapnya. Dia berharap, Pemkot Pekalongan bisa mencarikan solusi terbaik sehingga masyarakat di sana bisa memanfaatkan air bersih seperti dulu. “Sampai sekarang belum ada penanganan dari pemerintah. Kalau musim hujan malah lebih parah lagi. Airnya bisa bikin kulit gatal-gatal,” bebernya. (san)

Terpilih Secara Aklamasi KAJEN - Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar memilih secara aklamasi Lukman Arif sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Kecamatan Kajen periode 2010-2014. Acara yang diselenggaraan di Gedung DPD Partai Golkar di Kecamatan Kajen, Kamis (1/6), dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Diputuskan secara aklamasi dari perwakilan dari tiap desa se-Kecamatan Kajen, Lukman Arid terpilih menjadi Ketua PK Kecamatan Kajen untuk lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Lukman menuturkan di bawah kepemimpinannya, Partai Golkar di Kecamatan Kajen harus ada penyegaran. Dalam arti, struktural dari tim formatur dirancang untuk lebih menyukseskan Partai Golkar. Namun

demikian, dirinya tetap akan ‘sowan’ kepada para sesepuh partai untuk semua urusan. “Ke depan, Partai Golkar begitu berat tantangannya. Oleh karena itu, dalam penyegaran perlu dilakukan dalam susunan kepengurusan yang baru ini,” ucapnya. Lukman juga mengatakan, seluruh komponen Partai Golkar, bukan hanya di Kecamatan Kajen, tapi di seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan. Terkait agenda lokal dan nasional, yaitu pemilukada tahun 2011 dan pemilu tahun 2014. Dengan koordinasi yang tepat, dipastikan Partai Golkar akan memenangkan kompetisi yang ada. “Mari kita sama-sama merapatkan barisan, supaya Partai Golkar bia menang,” ujarnya.

Sementara dalam sambutan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, Nurbalistik yang diwakilkan oleh salah satu pengurus DPD, Sofyan Waluyo, mengajak untuk merangkul kembali teman seperjuangan. Dengan tujuan agar para kader Partai Golkar, yang dulu pernah seperjuangkan membesarkan nama partai. Namun pada 2004 kemarin berpindah ke partai lain. Mereka harus diajak untuk kembali ke habitat asalnya, yaitu Partai Golkar. “Saya mewakili Ibu Nurbalistik yang tidak dapat hadir, mengharapkan agar kaderkader yang sekarang telah berpindah ke partai lain. Mari kita rangkul dan diajak untuk kembali ke habitat asalnya,” tandasnya. (fin)

Beli Kayu Hasil Curian BATANG - Mungkin tidak pernah terbayang sebelumnya di benak Abdul Ghofar, warga Kelurahan Jenggot Gang IV No 50 Rt 2 Rw 5 Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan. Hanya karena membeli kayu hasil curian, pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan itu terancam hukuman penjara selama 10 tahun. Pada sidang di Pengadilan Negeri Batang, Kamis (1/7) kemarin, M Hambaliyanto SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batang, menjeratnya dengan Pasal 50 ayat (3) huruf f juncto Pasal 78 ayat (5) UU Nomor 41 tahun 2009 tentang Kehutanan. Bahkan dia juga terancam untuk membayar denda sebesar Rp 5 miliar. “Karena telah menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan, atau memiliki hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan

hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah,” ujar M Hambaliyanto dalam surat dakwaannya. Abdul Ghofar, pria berumur 42 tahun itu, berhasil diringkus di rumahnya pada Jumat (23/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Bersamanya ikut diamankan 18 batang kayu jati berbagai ukuran, yang diduga hasil curian dari hutan milik Perhutani di wilayah Kabupaten Batang. Dijelaskan, pada awal April 2010 sekitar pukul, terdakwa didatangi Kardai yang disidang dalam berkas terpisah dan Warjo, yang masih dalam pencarian pihak berwenang. Dia ditawari kayu jati sebanyak 12 batang dengan harga Rp 1 juta. Kayu jati itu sendiri didapatkan Kardai dan Warjo dari seseorang yang bernama Warjono. Selang 10 hari kemudian, terdakwa kembali didatangi keduanya dengan membawa 12 batang kayu jati. Selain itu, terdakwa juga mendapat tambahan enam batang kayu jati lagi. Diantara mereka terjadi kesepakatan harga Rp 5 juta, tapi baru dibayar Rp 2 juta. (ton)

Coblosan Pemilukada Selesai PEKALONGAN - Meski pelaksanaan coblosan Pemilukada sudah selesai. Bukan berarti tugas Polresta Pekalongan sudah ‘rampung’. Sebaliknya, aparat penegak hukum tersebut tetap waspada dan selalu mengamankan Kota Pekalongan dari aksi kerusuhan. Apalagi beberapa hari ini, pendukung pasangan Abu Almafachir-Masrof tak henti-hentinya mendemo kantor KPUD. “Polresta Pekalongan akan menjaga suasana Kota Pekalongan untuk lebih kondusif, sampai nanti pelaksanaan pelantikan walikota dan wakil walikota Pekalongan,” ucap Kapolresta Pekalongan yang baru, AKBP Tony Harsono MSi di kantornya, Kamis (01/7). Polisi di Polresta Pekalongan,

tegas AKBP Tony Harsono MSi, bertekad untuk menjaga semua, termasuk kantor KPUD yang menjadi sasaran aksi demonstrasi. “Kami akan menjaga semua keamanan, baik logistik maupun segala macam dan situasi Kota Pekalongan,” ungkap Tony Harsono. Dengan mendekatinya masa akhir jabatan walikota Pekalongan pada 6 Juli mendatang, sambung AKBP Tony Harsono, pihaknya akan meningkatkan intensitas pengamanan. Meski begitu jumlah personil yang diturunkan ke lapangan masih sama. “Personil yang diturunkan sama seperti pengamanan sebelum pemungutan suara. “Untuk jumlah personil yang diturunkan dalam pengamanan masih tetap sama,” pungkas Kapolresta. (ap2)


CMYK

18

JUMAT, 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

DIPO-71

SEHARI menjelang penerimaan raport biasanya suasana hati sebagian pelajar kerap dilanda kecemasan. Terlebih jika ortu yang semestinya mengambil raport kita berhalangan hadir. Wah..pasti tambah panik. Hal ini pula yang pernah dirasakan Abdul Kharis, siswa kelas X Otomotif SMK YPT Kota Tegal saat pertama kali mengalaminya. “Ya, awalnya deg-degan sich. Bingung mau cari siapa penggantinya, tapi untung guru wali kelasku baik hati, jadi pengambilan raport gampang saja,” tutur cowok yang hobi main gitar ini dengan tersenyum. Pelajar kelahiran Tegal, 20 Juni 1992 ini

mengaku sangat menghargai kesibukan orang tuanya. Jadi kalo mereka nggak sempat ambil raport di sekolah, rasa sedih bagi dia merupakan hal yang tak berguna. ”Orangtua sibuk kerja buat mencukupi

AbdulKharis SISWA SMK YPT KOTA TEGAL

kebutuhanku, ngapain juga harus sedih,” tambah dia. Kharis yang tinggal di Jalan Adem Ayem Desa Adiwerna No.22 Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal ini punya beberapa tips

kalo orangtuanya nggak bisa ambil raportmu. Seperti apa ya? 1. Sebelum penerimaan raport, terapkan rayuan jitu kepada orang tuamu agar bisa menyempatkan waktu mengambilkan raportmu di sekolah 2.Tapi kalo memang nggak bisa, kamu nggak boleh sedih atau bingung apalagi maksa mereka. Segera cari penggantinya. Kamu bisa minta tolong saudara atau kerabatmu 3.Kalo nggak ada penggantinya, sampaikan kondisimu ke wali kelasmu. 4. Jangan biasakan berbohong dengan meminta tolong orang lain yang diaku-aku sebagai saudaramu. (ikhsan)

Nama Terinspirasi Jam Belajar DIPO- 71 merupakan nama sebuah band sekolah asal SMK Diponegoro Lebaksiu Kabupaten Tegal. Nama band yang baru berdiri tahun ini sekilas tak nampak istimewa. Namun di balik itu, ternyata nama itu terinspirasi dari jam belajar personilnya. “Ya, mulanya memang dari rutinitas belajar kita yang dimulai dari jam 7 pagi dan selesai sampai pukul 1 siang, akhirnya nama bandnya jadi Dipo-71, yang artinya berangkat ke SMK Dipo jam 7 pagi dan pulang jam 1 siang,” cerita Dewi Nur Aeni, siswi kelas X Farmasi SMK Diponegoro Lebaksiu Kabupaten Tegal yang berposisi sebagai vokalis. Personilnya kebanyakan siswa dari kelas XI Teknik Mekanik Otomotif (TMO) diantaranya Sandy (vokal), Firman (keyboard), Imam (melody), Burhan (rhytm), dan Aeni sendiri. Band ini dilatih Jullius Nur Hussein yang kebetulan merupakan salah satu seniman asal Lebaksiu Kabupaten Tegal. Salah satu kiprah band ini diantaranya saat terlibat dalam acara Gebyar Parade Band Tingkat Pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Tegal dalam Rangka HUT Kabupaten Tegal yang diadakan STAIBN Slawi Kabupaten Tegal. Selain itu, pernah mengisi pada acara perpisahan kelas XII dan sekarang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Porsema tingkat Propinsi Jawa Tengah. “Minimnya dana, kurangnya komunikasi dan jarak yang berjauhan menjadi faktor kendala”. (anam)

Bila Rasaku Ini Rasamu Nania

[interlude] C Bm C D G Cm aku memang terlanjur mencintaimu G D Em dan tak pernah ku sesali itu Am E/G# seluruh jiwa telah kuserahkan Am D menggenggam janji setiaku G Cm ku mohon jangan jadikan semua ini G Bm C alasan kau menyakitiku Am E/G# meskipun cintamu tak hanya untukku Am D tapi cobalah sejenak mengerti [chorus] G Em Am bila rasaku ini rasamu D C Bm Em sanggupkah engkau menahan sakitnya Am D terkhianati cinta yang kau jaga G Em Am coba bayangkan kembali B Em D A/C# betapa hancurnya hati ini kasih Am D semua telah terjadi [int] Em D C Am B 2x C Cm D E [chorus:overtone] A F#m Bm bila rasaku ini rasamu ED C#m F# sanggupkah engkau menahan sakitnya Bm A E terkhianati cinta yang kau jaga C#m F#m Bm coba bayangkan kembali C# F#m E B betapa hancurnya hati ini kasih Bm E semua telah terjadi [ending] A E/G# F#m F Dm A

AKHIR tahun pelajaran sekolah selalu menjadi hal yang istimewa bagi sebagian besar siswa. Karena masa itu berkenaan dengan adanya pembagian buku raport yang diberikan pihak sekolah melalui orang tua sebagai wali murid. Raport itu tentunya berguna untuk mengetahui hasil belajar anak di sekolah. Sayangnya, terkadang karena faktor kesibukan dan beberapa alasan lain, tak semua orang tua bisa menyempatkan waktu untuk mengambil raport anaknya. Kondisi ini rupanya pernah dialami 40,7 persen ResponX. Salah satunya Barru Elbany, siswa kelas XI IPS SMA PGRI Slawi Kabupaten Tegal. ”Waktu pembagian raport kadang pas kedua orangtuaku sibuk banget ama kerjaan di luar kota, makanya mereka nggak bisa pulang buat ambil raportku,” terang Barru. Bahkan, sebanyak 7,4 persen mengaku sering banget mengalami hal itu. Hanya 51,8 persen dari 27 ResponX saja yang bilang nggak pernah mengalaminya. Achmad Sheldy Aminulloh, siswa kelas VIIB SMP Negeri 2 Kota Tegal mengungkapkan hal itu. ”Ibuku selalu di rumah dan dia yang selalu ngambilin raport sekolahku,” tutur dia memberikan alasan.

Seperti disebut di awal, kesibukan ortu pada rutinitas seharihari menjadi kendala utama saat mereka harus mengambil raport di sekolah. Ini seperti penuturan 44,4 persen ResponX. Menurut Lydia Nitasia Arya, siswi kelas XI Akuntansi II SMK Pariwisata Slawi Kabupaten Tegal, orang tuanya selalu bekerja dari pagi hingga sore hari. ”Dan mereka nggak bisa ninggalin kerjaannya apalagi tempat kerjanya juga jauh,” cerita Lydia. Tapi ru-

ResponX bikin mereka sedih. Bagi mereka, kehadiran ortu di sekolah berkaitan erat kepedulian dan kasih sayang ortu kepada mereka. Ma’murah, siswi kelas XI TAV3 SMK Negeri 1 Adiwe-

terasa ada yang kurang,” tutur Fajar Bagus, siswa kelas XI IPA SMA PGRI Kabupaten Tegal memberikan pendapatnya. Sebagai pengganti orang tua saat mereka berhalangan mengambil raport di sekolah,

menku udah deket banget ama aku, jadi ya sekalian nitip minta tolong diambilin raportku,” tutur Ali Nurohman, siswa kelas XI TKR I SMK YPT Kota Tegal menceritakan pengalamannya. Bagi sebagian ResponX, mengganti wali murid sebagai pengambil raport dengan orang lain yang bukan kerabat atau s a u d a r a n y a bukan hal yang

rna Kabupaten Tegal mengakui hal ini. “Sedih banget terutama kalo liat orang tua temen yang sedang pegang raport, mereka tampak senang banget,” tuturnya. Selain dia, 25,9 persen lainnya mengaku lumayan sedih saja bila orang tua nggak ambil raport di sekolah. ”Soalnya kalo yang ngambil raport selain orang tua nggak menyenangkan aja dan semua

66,6 persen ResponX mengaku meminta tolong kakak untuk mengambilkan raportnya. Seperti yang dilakukan Ela Nurlaela, siswi kelas XII SMK Ma’arif Talang Kabupaten Tegal. ”Ya, soalnya cuma kakak aja yang di rumah dan bisa gampang dimintai tolong,” ujarnya. Sedangkan sisanya, 33,3 persen mengaku kerap minta bantuan orang tua temen buat ngambilin raportnya. ”Orang tua te-

menyenangkan dan tentu saja nggak boleh dijadikan kebiasaan setiap momen ambil raport. Meski nggak semuanya bisa hadir saat pengambilan raport, 81,4 persen ResponX mengakui kalo orangtua mereka sangat peduli sama nilai raport mereka. “Mereka bisa marah kalo tahu nilai raportku jelek,” tutur Eti, siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Adiwerna Kabupaten Tegal memberikan pendapatnya. (tim 2)

Pernah nggak orang tuamu nggak sempat ambil raport di sekolahmu? Pernah Nggak Pernah Sering banget

40,7% 51,8% 7,4%

Kenapa orang tuamu nggak sempat ambil raport di sekolahmu? Sibuk kerja 44,4% Lupa karena ada aktifitas lain 33,3% Selalu sempat ambil raport 22,2%

Kamu sedih nggak kalo orang tuamu nggak sempat ambil raport di sekolahmu? Iya sedih banget Lumayan sedih

74% 25,9%

Biasanya, siapa yang kamu suruh buat menggantikan orang tuamu panya nggak cuma faktor kesibukan kerja saja. Sebanyak 33,3 ambil raport di sekolah? persen ResponX mengungkapKakak Orang tua Teman

66,6% 33,3%

Terus, kamu takut ketahuan nggak ama guru kalo nyuruh orang lain buat berpura-pura jadi orangtuamu? Iya Nggak Biasa aja

55,5% 11,1% 33,3%

kan kalo orang tua sering lupa mengambil raport disebabkan ada aktifitas lainnya. ”Bapakku kadang ada kegiatan mendadak yang penting, pas aku tunggu di sekolah ternyata beliau nggak bisa datang,” tutur Lukman Hakim, siswa SMK Maarif Talang Kabupaten Tegal. Kondisi ini diakui 74 persen

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA TIM1: Nur Irma Rahmawati, Hendra Apriyadi , Mufrodi TIM 2: M Khaerul Anam, Intan Aji Purnamawati, Ikhsan B

PROFIL USIA :

JUMLAH :

13 - 17 tahun

27 ResponX di Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes

JENIS KELAMIN : PENDIDIKAN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

SMP dan sederajat SMA/SMK dan sederajat Metode : Random sampling

CMYK

IMPIAN menjadi juara utama sudah lama dipendam Andi Wijaya, siswa asal SMK Negeri 2 Kota Tegal. Bahkan meski hanya membawa pulang Juara III pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Kota Tegal bulan April lalu, siswa kelas XI Akuntansi ini mengaku tetap semangat menekuni olahraga lompat jauh yang digelutinya. Meski sempat kecewa, diakuinya itu tidak lantas menyurutkan harapannya untuk tetap te-

rus eksis di ekstra kurikuler (ekskul) sekolahnya tersebut. Saat Popda berlangsung, siswa yang memiliki tinggi badan 173 cm, dan berat 55 kg ini mencetak jarak lompatan sepanjang 525 cm. Jarak yang didapatnya tak mampu menyaingi 2 lawannya sehingga ia menduduki peringkat ke-3. Dilatih oleh Pahruri, guru olahraganya, sebelum mengikuti Popda, Andi menyempatkan berlatih setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Meski sering meninggalkan pelajaran, Andi mengaku tetap belajar dengan baik.

Dia selalu menanyakan kepada temannya apa saja materi yang ia tinggal. Selain aktif sebagai pemain band A5AWA, pengalaman dalam bidang olahraga juga sempat ia raih ketika masih duduk di bangku SMP Negeri 1 Kramat. Bersama timnya, dia pernah meraih Juara I Voli tingkat Kabupaten Tegal. “Aku masih bersemangat berlatih dan semoga semua pelajar Indonesia juga semangat dalam menekuni bidang olahraga,” ujarnya. (intan)


SAMBUNGAN

JUMAT 2 JULI 2010

19

RADAR TEGAL

Langsung Bergairah di Surabaya dari halaman 1 tor Honda Jatim Suwito M., General Manager Marketing MPM Motor Honda Jatim Dendy Sean T., External Communication Telkom Flexi Area JawaBali-Nusra Ivone Andayani, Marketing Director Pakuwon Jati Sutandi Purnomosidi, dan Marketing Manager Dell Indonesia Willy Hendrajudo. Seperti pembukaan NBA Madness di Tunjungan Plaza, 10 Juni lalu, hadir juga Tri Rismaharini. Saat pembukaan itu, Ed Winkle memuji Surabaya sebagai kota dengan gairah basket terhebat di Indonesia. “Selamat datang di ibu kota basket Indonesia,” ujarnya. “Sekarang kita sampai di final weekend dan kita siap perlu ke bulan. Untuk itu, kita perlu roket. Dan hari ini, kami membawa sebuah “roket”,” kata Winkle. Itu menjadi tanda bagi Ariza untuk masuk ke lapangan. Sontak, pemain bertinggi 203 sentimeter itu menjadi pusat perhatian. Bintang yang kemarin mengenakan T-shirt NBA Madness hitam dengan celana basket merah tersebut terlihat ceria. “Saya sangat excited (bergairah, Red). Kota ini sangat indah, tapi juga panas. Tapi, saya suka cuaca panasnya. Orang-orangnya juga menakjubkan,” ungkap Ariza. Dia lalu menerima cenderamata dari Pemkot Surabaya. Yang menyerahkan dan mema-

kaikan cenderamata itu adalah Tri Rismaharini. Sebab, wujud cenderamata itu adalah beskap dan udeng (ikat kepala) ala Cak Surabaya. Karena itu, selama seremoni pembukaan tersebut, Ariza menjelma menjadi Cak Ariza. Kemudian, minggu final NBA Madness itu dibuka secara simbolis dengan pembukaan selubung yang menutupi Larry O?Brien Trophy, trofi juara NBA, oleh Ariza, Azrul, Risma, dan Winkle. Ariza, yang tahun lalu meraih champion NBA bersama LA Lakers, juga memamerkan cincin juara NBA yang sengaja dibawa dari Amerika Serikat. Tepuk tangan pengunjung kembali membahana melihat cincin yang baru kali pertama dipamerkan di Indonesia tersebut. Setelah seremoni pembukaan kemarin, Ariza benar-benar memanjakan penggemar. Dia tidak hanya bermain games bersama pengunjung, tapi juga royal membagi-bagikan tanda tangan serta meladeni permintaan foto. Di belakang ruang ganti, pengunjung bergerombol menunggu giliran memotret Ariza, atau kalau beruntung mendapatkan tanda tangan dan foto bersama dia. Di sela-sela acara, Ariza bersama Arnold Ueno, marketing partnerships & events manager NBA Japan, berkeliling SPI. Tentu, puluhan fans mencuri peluang untuk memotret

atau minta tanda tangan. Rombongan itu seperti iring-iringan yang sedang tur keliling SPI. Ariza dibuntuti sejak keluar venue, keliling lantai dasar, 1, 2, dan 3 SPI, bahkan sampai kembali lagi ke venue. Salah seorang pengunjung yang menempel ketat Ariza adalah Hafid Syahrial. Mahasiswa asal Bali itu sengaja mengakali jadwal keberangkatannya ke Bandung agar bisa berfoto bersama Ariza. “Biasanya, dari Bali saya naik travel ke Surabaya, terus naik pesawat. Khusus hari ini, saya sempatin mampir ke SPI. Saya baru berangkat ke Bandung naik kereta nanti sore,” jelas mahasiswa Universitas Padjadjaran, Bandung, itu. Ariza dan pasangannya, Bree Anderson, juga sempat menjajal terapi ikan di salah satu gerai di SPI. Mereka bersama Ed Winkle dan sang istri, Sukanya Winkle. Ketika itu, tetap banyak fans yang ingin foto bersama. Karena itu, Ariza mengajukan tantangan. Yakni, yang ingin berfoto bersama dirinya harus mau mengikuti terapi dengan mencelupkan kaki ke dalam kolam yang dipenuhi ikan tersebut. Tantangan itu diladeni mahasiswi Universitas Surabaya Steffi Yudanto serta keluarga yang terdiri atas seorang ibu, Henny Fransiska, beserta dua putranya, Andrew Nathan Kristianto dan Abraham Kristianto. (rum/c5/dos)

Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir dari halaman 1 kabel terbakar, atau pergantian trafo. “Nanti pemadaman sudah tidak ada. Tapi kalau padam, itu bisa saja terjadi. Tapi semua gangguan itu bisa dimonitor dan dilakukan penanggulangan secara cepat,” kata Luluk. Darwin Saleh Zahedy mengatakan, Indonesia saat ini masih mengalami beberapa masalah kelistrikan. Di antaranya, gap antara permintaan listrik yang tumbuh 7,5-9 persen per tahun. Padahal, peningkatan pasokannya hanya 3,5 - 4 persen setiap tahun. Menurut Darwin, pemerintah akan terus menambah kapasitas listrik hingga 3.000 megawatt per tahun. Penambahan pembangkit listrik swasta juga terus diusahakan. “Jadi kita akan terus tingkatkan kapasitas listriknya,” katanya. Sementara itu, pengamat migas dari Reforminer Institute Priagung Rahmanto meminta agar pemerintah fokus mengatasi kekurangan pasokan gas yang dialami PLN. Salah satunya dengan memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang ingin membangun infrastruktur gas. “Kita masih punya beberapa cadangan gas yang belum kita

kontrak, seperti blok Masel yang belum dieksplorasi maupun blok Tangguh yang sudah dieksplorasi. Itu bisa untuk PLN,” ungkapnya. Menurut Priagung, hanya dengan membangun jaringan pipa dan terminal gas terapung (floating storage receiving terminal/FSRT) kebutuhan gas domestik dapat terpenuhi. Tapi, diakuinya infrastruktur distribusi gas itu membutuhkan investasi yang mahal. “Selama belum ada floating storage receiving terminal mustahil itu didistribusikan ke pasar domestik,” cetusnya. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah memasukkan program pembangunan terminal gas terapung ke dalam APBPN-P 2011. Proyek tersebut harus menjadi prioritas utama jika ingin industri dalam negeri terjamin pasokan gas-nya. “Itu juga harus masuk Undang-Undang APBN, atau minimal Perpres supaya terealisasi. Seperti program 10.000 MW terealisasi karena ada Perpresnya kan,? kata dia. Saat ini Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang sudah bersedia membangun proyek terminal gas terapung yang akan sangat berguna untuk menampng gas dari

ladang ke pusat-pusat industri. “Mereka perlu diberi tax holiday untuk beberapa tahun pertama sehingga investor bisa memperoleh hitung-hitungan yang ekonomis,” tukasnya. Saat ini, kata Priagung, PLN masih membutuhkan pasokan gas yang besar untuk menunjang operasional pembangkit listriknya. Menurut hitungan Reforminer Institute, PLN masih butuh gas sebesar 373,73 MM BTU. “Itu dihitung dari total kapasitas terpasang pembangkit PLN,” cetusnya. Jika itu tidak dipenuhi maka PLN akan terpaksa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang harganya mahal. “Jika ICP (harga minyak Indoensia) USD 80 per barel dan harga gas antara USD 4-6 per MMBTU maka selisih biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar BBM dan gas itu antara Rp 23,38 - 30,26 triliun,” lanjutnya. Namun, jika pasokan gas tersebut dapat dipenuhi maka PLN akan bisa menurunkan BPP (biaya pokok penyediaaan) listrik sebesar Rp 161,78 hingga Rp 209,38 per kilowatt per hour (KWH). Itu tentu saja akan meningkatkan kinerja PLN. “Setidaknya BPP bisa turun hingga Rp 1.100 per kwh. Jadi selisihnya ke harga jual semakin sedikit,” jelasnya. (sof/wir/ari)

KPK Nyatakan Siap Tangani Kasus Rekening Pati Polri dari halaman 1 Tama melanjutkan, keputusan untuk mengusut kasus rekening mencurigakan tersebut, tinggal menunggu pendapat dua pimpinan KPK yang lain, yakni Wakil Ketua KPK Bidang Penindaka Chandra Marta Hamzah dan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar. Meski begitu, baik Bibit maupun Jasin memastikan bahwa kasus tersebut akan segera dibicrarakan dalam Rapat Pimpinan (Rapim). Dalam rapim tersebut akan diputuskan KPK akan menangani kasus tersebut atau tidak. Bambang Widodo Umar juga menyatakan kelegaannya, terkait kesediaan KPK membongkar kasus rekening tersebut. “Kita harap kesungguhan KPK bisa mengusut ini dan saatnya

KPK untuk untuk membersihkan korupsi di negara ini,”ujarnya. Pasalnya, lanjut dia, kasus rekening tersebut bisa berdampak buruk bagi generasi polisi berikutnya. Diantaranya, menurunkan semangat pengabdian. “Di sisi lain, juga akan diikuti oleh junior-juniornya, dan ini momentum untuk distop,” imbuhnya. Soal resistensi penyidik yang sebagian besar berasal dari kepolisian, Bambang memastikan KPK sudah menjamin hal tersebut. “Tadi dijamin Pak Bibit. Kita juga sudah tanyakan. Soal penanganan kasus, juga kita tanyakan, di bawah kendali KPK, dijamin juga akan diungkap. Kalau dijawab pakai presentase, Pak Bibit sudah jawab 50 persen, itu sudah lumayan,”tambahnya. Bambang menguraikan, sejak

2005 pihak Polri telah berjanji menyelesaikan kasus celengan babi. Namun, diakui Bambang, hal tersebut sulit dilakukan, jika mengandalkan objektivitas penyidik Polri. “Sebab semangat membela konstitusi yang masih kuat serta rendahnya komitmen Kapolri dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya. Menurut Bambang, ada beberapa hal yang perlu dicermati dari kasus rekening gendut tersebut. Yang pertama, dugaan gratifikasi atau suap pada jenderal Polri. Bambang melanjutkan, muncul kecurigaan bahwa uang yang berada dalam rekening tersebut berasal dari usaha yang tidak halal, maupun suap dari pelaku kejahatan. Sebab, lanjutnya, dari segi gaji tertinggi seorang perwira Polri yang hanya Rp 1,9 juta, bisa

memiliki saldo rekening miliaran rupiah. “Hal itu sulit diterima akal sehat, apalagi menurut PP No 2 tahun 2003 tentang Disiplin Polri, polisi dilarang berbisnis,” urainya. Yang kedua adalah manipulasi dalam pelaporan harta kekayaan. Menyoal gugatan Polri kepada Tempo, Bambang menuturkan bahwa seharusnya pihak Polri mendukung penyelidikan terhadap rekening-rekening tersebut. “Gugatan itu malah membuat imej Polisi tidak bagus, seharusnya Polisi legowo. Bukan justru melawan,” katanya. Sementara itu, menurut data ICW, terdapat 1400 rekening mencurigakan yang dimilik polisi. Dari jumlah ribuan tersebut, tercatat hanya 27 kasus yang ditindaklanjuti. (ken)

Yusril Menolak Diperiksa Kejagung dari halaman 1 gota Kabinet Indonesia Bersatu diberhentikan dengan hormat dari jabatannya. Namun Jaksa Agung Hendarman Supandji tetap berada dalam jabatannya hingga sekarang tanpa pernah dilantik lagi. Hal itu, menurutnya, melanggar pasal 22 UU No. 16/2004 tentang Kejaksaan. Posisi Hendarman sebagai jaksa agung yang tidak pernah diangkat dengan dilantik berdasarkan Keppres dianggap tidak sah. “Dengan kata lain, jaksa agung ilegal,” kata Yusril yang merupakan pakar hukum tata negara itu. Implikasinya, karena jaksa agung tidak sah, maka secara hukum segala tindakan yang dilakukannya dengan mengatasnamakan sebagai jaksa agung menjadi tidak sah. Jajaran eselon I dan II yang diusulkan atau diangkat jaksa agung juga tidak sah. “Tindakan jabatan yang dilakukan tidak membawa akibat hukum,” terangnya. Namun, meski menolak diperiksa, Yusril tidak mudah untuk meninggalkan Kejagung. Bahkan, Kejagung sempat “menahan” mantan ketua umum Partai Bulan Bintang itu. Mobil sedan volvo hitam yang ditumpangi Yusril tak bisa bergerak meninggalkan halaman Gedung Bundar. Penyebabnya, empat orang petugas pengamanan dalam (pamdal) menghalangi laju mobil itu. Mobil tetap berjalan. Namun ternyata, petugas pamdal telah melakukan komunikasi dengan petugas di pintu belakang komplek Kejagung yang menjadi akses bagi tamu dan pegawai Kejagung. Portal sudah diturunkan sehingga menghalangi laju mobil. Yusril yang ditemani Ngabalin dan Assegaf lalu mencoba keluar dengan berjalan kaki. Namun petugas sudah menggembok gerbang

setinggi tiga meter. “Saya sudah bertemu dengan penyidik dan diizinkan untuk pulang,” kata Yusril. Petugas meminta Yusril bertemu dengan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) M. Amari, namun Yusril menolaknya. “Ini perbuatan tidak menyenangkan. Saya akan laporkan ke Mabes Polri,” tegasnya. Setelah tertahan hampir 20 menit, Yusril dan rombongan akhirnya bisa meninggalkan Kejagung setelah berkomunikasi dengan Amari. JAM Pidsus M. Amari menolak disebut pihaknya menahan Yusril meninggalkan Kejagung. Direktur Penyidikan Arminsyah sempat menghadapnya berkaitan dengan pemeriksaan Yusril. “Itu karena belum jelas. Dia pergi alasannya apa,” katanya. Pihaknya ingin mengklarifikasi sebab panggilan untuk Yusril adalah untuk menjalani pemeriksaan. Amari mengatakan, pihaknya akan menjadwal ulang pemeriksaan terhadap Yusril dan Hartono. “Seminggu atau sepuluh hari yang akan datang,” kata mantan kepala Kejaksaan Tinggi Jabar itu. Terkait dengan posisi jaksa agung yang dinilai ilegal, Amari mengatakan, jaksa agung bukan merupakan anggota kabinet. Namun pejabat setingkat menteri. Pelantikan dan pemberhentiannya dilakukan bersama dengan Kapolri dan Panglima TNI. Yusril tak sekedar gertak sambal. Dengan bersungutsungut, suami Rika Kato itu mendatangi Bareskrim Mabes Polri. Dia ditemani oleh adiknya Yusron Ihza, Ali Mochtar Ngabalin, Muhammad Assegaf, dan lima pengacara yang lain. “Saya dicemarkan nama baik,” kata Yusril sambil berjalan ke ruang pengaduan Bareskrim.

Yusril resmi melaporkan Jaksa Agung Hendarman Supandji ke Mabes Polri. Dasar laporan Yusril karena Hendarman diduga telah menyalahgunakan wewenang. Selain Hendarman, Yusril juga mempidanakan Direktur Penyidikan pada jaksa agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah dengan sangkaan pidana pencemaran nama baik. Dua laporan ini dilayangkan Yusril ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomer laporan TPL/247/ VII/2010/Bareskrim dan TPL/ 248/VII/2010/Bareskrim tertanggal 1 Juli 2010. Untuk Hendarman, Yusril menganggap apa yang dilakukan Jaksa Agung tersebut sejak 20 Oktober 2009 (termasuk menetapkan dirinya sebagai tersangka) adalah penyalahgunaan wewenang. Muhammad Assegaf menyatakan, laporan yang kedua terkait tindakan Kejagung menghalang-halangi mobil Yusril dan rombongan keluar Gedung Bundar. “Akibatnya tidak cuma mengganggu privasi pak Yusril tapi juga masyarakat. Jalan jadi macet luar biasa, kami ke Bareskrim butuh waktu 45 menit padahal seharusnya hanya 10 menit saja,” katanya. Tindakan aparat pengamanan internal Kejagung itu atas perintah Arminsyah. “Karena itu, dalam laporan yang kedua terlapornya dia,” ujarnya. Assegaf berharap Mabes Polri tidak takut untuk memproses laporan Yusril. “Ini bukan pengalihan isu. Ini kasus pidana,” kata mantan pengacara presiden Soeharto itu. Di bagian lain, selain kubu Yusril, kemarin kuasa hukum Hartono, Hotman Paris Hutapea juga mendatangi Kejagung. Dia bermaksud menyampaikan surat permohonan penundaan pemeriksaan. Alasannya kliennya sedang berada di luar negeri. “Hartono belum bisa hadir karena beberapa hari

sebelum pemanggilan sedang di luar negeri,” katanya. Hartono bisa keluar negeri karena belum dikenai pencekalan oleh Kejaksaan pada 25 Juni 2010. dia menjanjikan kliennya akan hadir ke Gedung Bundar pada pemanggilan berikutnya. “Pasti datanglah,” kata Hotman. Terpisah, juru bicara Imigrasi, Kemenkum HAM Maroloan Barimbing, Hartono sudah bertolak ke Taipei, Taiwan pada 24 Juni lalu. “Dia keluar dari lewat Bandara Soekarno-Hatta. Menurut catatan, dia berangkat 24 Juni pukul 05.00,” ujar Barimbing, ketika dihubungi. Karena itu, lanjut Barimbing, pihak Imigrasi menyayangkan permintaan cekal Kejagung yang datang terlambat, tepat sehari setelah keberangkatan saudara kandung Harry Tanoesoedibjo itu. “Permintaan pencegahan Kejaksaan terlambat,” katanya. Dia menuturkan, permintaan sampai pada 25 Juni pukul 14.35. Permintaan tersebut bersamaan dengan pencegahan terhadap mantan Menkeh dan HAM Yusril Ihza Mahendra, yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Sisminbakum. Barimbing mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya bergerak cepat. Begitu surat permintaan cegah sampai, saat itu juga diumumkan pencegahan atas Hartono ke seluruh bandara di Indonesia. Pihak imigrasi juga telah memerintahkan kepada seluruh jajaran imigrasi untuk melakukan penarikan paspor jika menemukan Hartono. Ketika ditanya kemungkinan membawa pulang paksa yang bersangkutan, Barimbing mengungkapkan hal tersebut sulit dilakukan. Sebab, Indonesia tidak memiliki hubungan dengan Taiwan. “Kita hanya ada hubungan dagang dengan Kadin,” imbuhnya. (fal/ken/rdl)


CMYK

KOMBIS

JUMAT, 2 JULI 2010

20

RADAR TEGAL

Zakat Melalui Bank Rp 64,2 M JAKARTA - Dana zakat, infaq, shadaqah, dan dana kemanusiaan yang dikumpulkan oleh Rumah Zakat Indonesia (RZI) pada tahun 2009 sebesar Rp 107 miliar. Dari jumlah tersebut sebesar 40 persen dibayarkan secara langsung dan 60 persen melalui fasilitas perbankan. “Di tahun 2009 penerimaan melalui bank mengambil porsi 60 persen (sekitar Rp 64,2 miliar). Biasanya donasi zakat terbesar masuk menjelang Ramadhan (Idul Fitri) dan kurban (Idul Adha),” ujar CEO Rumah Zakat Indonesia Rachmat Ari Kusumanto kemarin (30/6). Tahun ini RZI menargetkan penerimaan dana zakat, infaq, shadaqah dan dana kemanusiaan bisa mencapai Rp 212, 4 miliar. Menarik dana sebesar itu tentu berat jika dilakukan secara cash ke kantor-kantor RZI yang tersebar di beberapa kota. Sebab seringkali, penyetoran dilakukan pada hari-hari tertentu saja, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. “Pernah dalam satu hari, cabang kita di Bandung terima dana cash Rp 4 miliar. Itu jumlah yang tidak sedikit tentunya,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya mulai mengoptimalkan pengumpulan dana melalui program “Ayo ke bank, Berzakat di Teller Kami” dengan memanfaatkan semua electronic-chanel bank mitra. “Kita ingin menggandeng bank sebanyak-banyaknya, supaya masyarakat bisa membayar melalui ATM (automatic transfer machine), teller atau virtual account,” tukasnya. Adapun bank yang telah menjadi mitra Rumah Zakat hingga saat ini sebanyak 18 bank, dan pada Rabu (30/6)n, RZI kembali menggandeng 10 bank lain untuk menjadi mitranya. Bank-bank itulah yang membantu RZI mengumpulkan dana zakat, infaq, shadaqah dan dana kemanusiaan milik nasabah. “Januari hingga Juni 2010, kontribusinya baru 20 persen, tapi nanti pasti meningkat menjelang lebaran,” cetusnya. Kesepuluh Bank yang baru saja menandatangani kesepakatan dengan Rumah zakat antara lain, BNI Syariah, Bank OCBC NISP Syariah, Bank Permata Syariah, Bank CIMB Niaga Syariah, Bank Muamalat,

Bank Jabar Banten Syariah, Bank Bukopin Syariah, BTN Syariah, Bank Mega Syariah, dan Bank Danamon Syariah. “Kita harapkan ada lagi perluasan layanan perbankan di mitra perbankan kita yang lain,” tuturnya. Setiap tahun pengumpulan dana zakat terus meningkat, sejalan dengan bertambahnya mitra dan donatur. “Setiap tahun pertumbuhan dana yang dihimpun mencapai 60 persen. Tahun 2008 dana zakat kita terkumpul di level Rp50 miliar, dan akhir tahun lalu mampu mencapai Rp 107 miliar. Jumlah donatur juga tumbuh rata-rata 20 persen pertahun,” ungkapnya. Rumah Zakat tidak menempatkan dana zakat pada portofolio investasi untuk mendapatkan keuntungan lebih. Tetapi langsung disalurkan dalam berbagai bentuk. “Hampir setiap bulan, sekitar 87,5 persen dana zakat yang masuk, langsung disalurkan pada kesempatan yang sama. Sehingga kita tidak melakukan investasi secara khusus. Jadi tidak disimpan dalam jangka waktu tetentu,” jelasnya. (wir/jpnn)

New SX4, Fitur Baru Petualangan Baru PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan Suzuki SX4 Cross Over terbaru, ´New SX4´. Dengan tagline Explore Beyond Limits, New SX4 hadir untuk melengkapi kebutuhan pemakai maupun pengendara yang memiliki jiwa petualang, aktif, smart serta menyukai tantangan, sekaligus menyemarakkan pasar SUV medium di tanah air. Sejak awal diluncurkan di Indonesia, Suzuki SX4, mobil berbasis cross over yang memadukan DNA Sporty Compact Car dengan Light SUV telah berhasil menarik perhatian dan antusias publik dan konsumen yang pertama hadir dan dipasarkan di Indonesia. ’’Untuk melengkapi dan menyempurnakan produk yang sudah ada, SX4 Cross Over, maka diluncurkan New SX4 yang telah mengalami perubahan kecil,’’ ungkap Raymond Hartono selaku Sales Manager PT

Arindo Gedong Jembar. Kini, New SX4 dilengkapi dengan fitur-fitur menarik. Seperti new sporty front grille, new design alloy wheel 16", MID in meter cluster, chrome A/C lou-

ver ring, dan chrome inside door handle. Juga dilengkapi dengan illumination lamp steering audio switches, auxinput additional on dash, blue insert color of seat fabric, mid bass dan tentunya perubahan yang signifikan terdapat pada HID (High-Intensity Discharge) head lamps dan auto leveling. Lampu ini lebih terang

dari lampu halogen, fokus cahaya lebih presisi dengan area distribusi penyinaran yang luas namun tidak menyilaukan pandangan dari pengemudi yang berlawanan arah sehingga tidak membahayakan kendaraan lain. Tentunya, kendaraan ini aman digunakan pada waktu malam atau saat hujan dan tentunya cocok dikendarai oleh pengemudi yang suka berpetualang dan melakukan tantangan berkendara di malam hari. Fitur ini baru terdapat pada kendaraan setingkat di atasnya, tapi konsumen SUV medium sudah bisa menikmatinya di mobil New SX4. Ditambah pula dengan pilihan warna terbaru dan memikat, Diamond Blue selain Cool Black, Silky Silver, Sunlight Copper, Radiant Red, Pearl White, Purplish Silver, dan Graphite Grey. ‘’New SX4 dipasarkan dengan harga yang sama atau tidak berubah dengan model SX4 sebelumnya,’’ pungkasnya. (ela)

Bengkel Mobil Handal, Benar-benar Handal TEMPAT untuk perbaikan mobil di daerah Tegal dan sekitarnya pasti tak sedikit. Bengkel Handal yang terletak di Jalan Raya Dampyak No. 20 Tegal Tlp 350767 atau tepatnya sebelah timur, sekitar 100 meter dari Jembatan Ketiwon Tegal bisa jadi pilihan. Sesuai namanya, tempat servis ini bisa dibilang benar-benar handal. “Perlu diingat. Untuk masalah mobil Anda, banyak hal yang perlu diperhatikan ketika harus masuk bengkel,” ucap Pemilik Bengkel Handal Mustofa. Menurutnya, sangat mungkin mobil Anda membutuhkan penanganan mobil dengan servis yang cepat dan tepat waktu serta didukung dengan peralatan termodern seperti yang ditawarkan Bengkel Handal.

CMYK

“Kami menawarkan servis yang handal, dengan didukung tenaga mekanik yang profesional, berpengalaman dan bersertifikat serta peralatan yang barangkali tidak semua bengkel mobil memilikinya,” ungkap dia. Beberapa peralatan tersebut seperti timing light, tach dweel tester, flex drive compression tester, vacuum and fuel pressure test dan vacuum pump. “Semua alat tersebut akan lebih cermat membantu servis mobil Anda dengan tepat, mengetahui kerusakan dan penanganan yang lebih tepat dan tentunya waktu yang lebih singkat karena mungkin kendaraan Anda harus segera melanjutkan perjalanan,” tandas Mustofa. Lebih lanjut disebutkannya, penanganan servis yang dilayani di tempatnya antara lain

tune up, stel rem, stel lampu, turun mesin, AC dan variasi, ganti oli dan berbagai keluhan lain pada mobil. “Percayakan kepada kami untuk semua kebutuhan servis mobil Anda. Semoga mobil Anda lebih handal, nyaman, aman dan harapan kami perjalanan Anda selamat sampai tujuan,” tambahnya. (ima)

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

UNDI - Perwakilan nasabah mengundi hadiah di hadapan saksi dan nasabah Bank BTPN Tegal yang hadir, Kamis (1/7).

Undian Triwulan II Kredit Pensiunan Bank BTPN

MULYATI

Bawa Pulang Honda Beat

TEGAL - Bank BTPN Tegal, Kamis (1/7) melakukan penarikan undian hadiah kejutan triwulan kredit pensiunan. Penarikan disaksikan nasabah, notaris, Dinsosnakertrans Kota Tegal serta aparat kepolisian. Penarikan undian triwulan II/2010 dilakukan untuk periode April hingga Juni 2010. Hadiah yang diundi berupa 2 buah mini compo, 2 buah kipas angin, 2 buah kompor gas, 2 buah televisi berwarna 21’ dan 2 buah lemari es. Terdapat pula grand prize berupa 1 unit Honda Beat. Kepala Cabang Bank BTPN Tegal Drs Panji mengatakan, pengundian kali ini merupakan kelanjutan dari triwulan I yang telah diundi pada 5 April 2010. Sementara triwulan III akan diundi 1 Oktober 2010 dan triwulan IV diundi 3 Januari 2010. Pada penarikan undian triwulan II kali ini, terdiri dari 903 lembar kupon untuk debitur KCI Tegal dan 1.031 lembar KCP Pekalongan. Dengan demikian total undian sebanyak 1.934

lembar yang dipisah dalam dua bok dimana masing-masing bok diundi untuk satu hadiah baik KCI Tegal maupun KCP Pekalongan. Untuk grand prize, seluruh kupon dimasukkan dalam satu kotak dan ditambah dengan kupon triwulan I sehingga total kupon untuk grand prize berjumlah 4.079 lembar. Penarikan undian dilakukan langsung oleh nasabah yang datang sehingga betulbetul fair. Kali ini, hadiah V berupa 2 buah mini compo berhasil dimenangkan oleh Sulastari, Mintaragen Kota Tegal dan Umiyati, Pemalang. Hadiah IV berupa kipas angin dimenangkan oleh Surti, Dukuhwaru, Kabupaten Tegal dan Sumitro, Ulujami, Pemalang. Sementara hadiah III berupa kompor gas dimenangkan Jamilah, Kaligangsa Kulon, Brebes dan Sumiwarno, Pekalongan. Hadiah II berupa TV 21 ‘ dimenangkan Siti Suharti, Brebes dan Suprapti, Pekalongan. Hadiah I berupa lemari

es dimenangkan Karmaen, Margasari, Kabupaten Tegal dan Siti Musidah, Pekalongan. Sementara Grand prize berupa 1 unit Honda Beat dimenangkan oleh Mulyati, Blado, Batang. “Kami ucapkan selamat kepada debitur yang beruntung, sementara yang belum beruntung masih ada kesempatan di penarikan undian selanjutnya,” katanya. Supardi, salah seorang nasabah yang datang mengaku senang meskipun dirinya belum beruntung mendapatkan hadiah. Menurutnya, pengundian yang dilakukan di hadapan nasabah dan saksi membuktikan bahwa semua proses dilakukan secara transparan. Hadiah yang beragam mulai dari peralatan elektronik hingga grand prize 1 unit Honda Beat bisa diperebutkan seluruh debitur dan bisa dibawa pulang debitur yang beruntung. “Mudah-mudahan saja pengundian berikutnya ada hadiah yang mampir ke rumah kami,” terangnya. (gun)

Kaisar Motor Luncurkan Produk Tangguh Triseda XP (Extra Power) BREBES - Satu lagi bukti komitmen Kaisar Triseda Motor untuk terus berinovasi mengembangkan produk-produk bermutu yang mengerti dan menjawab kebutuhan konsumen, Kaisar Triseda keluarkan produk teranyarnya. Sepeda motor roda tiga yang diberi nama Triseda XP (Ekstra Power) merupakan produk baru yang memiliki kelebihan-kelebihan dari produk sebelumnya. Menurut Direktur Cahaya Murni Kaisar, Dealer Sepeda Motor Kaisar Klampok Brebes, Hadi Santoso, Triseda XP dihadirkan dengan keunggulankeunggulan pada sepesifikasi teknik, sistem elektrik, mesin, rangka hingga kapasitas muatannya. Selain tromol rem yang lebih besar, Triseda XP juga memiliki gardan dengan extra power gear. Selain itu ditunjang oleh engine 150 cc yang mem-

buatnya hemat BBM, water cooling system hingga memiliki idependent dual shock system yang membuatnya lebih tangguh dan stabil. “Baknya juga lebih panjang, yaitu 160 centimeter bisa memuat lebih banyak. Apalagi didukung oleh mesin yang canggih, Triseda XP akan mampu melaju dengan stabil meski membawa beban hingga 8 kuintal dan menanjak sekalipun,” ujar Hadi. Dengan ketangguhannya, Tridesa XP, menurutnya, akan bisa menjawab kebutuhan transportasi, jasa maupun usaha niaga yang membutuhkan distribusi yang banyak. “Ini sangat tangguh dan cocok untuk petani, pedagang maupun profesi lainnya,” lanjutnya. Sebab, type baru Triseda XP ini memang dirancang untuk pekerjaan yang lebih berat. Dengan tenaga ekstra. “Triseda

sanggup menempuh medan berat dan beban muatan yang lebih berat dibanding dengan yang lain,” ujarnya. Produk bermutu ini ditawarkan dengan harga promo pada bulan Juni sd Agustus 2010, yaitu sekitar Rp 20 juta 5 ratus ribu.

“Selain produknya unggul, kami juga menyediakan garansi hingga perlengkapan suku cadangnya,” imbuh Hadi. Triseda XP bisa anda dapatkan: di Cahaya Murni Kaisar, Jl. Raya Klampok 208 Brebes, Telp. 0283-3337689, SMS 24 jam: 0819 3181 6618 (adv)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0284) 323 575 / SMS ke 0852.2651.7726

JUMAT, 2 JULI 2010

NGENDONG Harus Segera Clear MUNCULNYA dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga berlanjut dalam penanganan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang meresahkan masyarakat. Untuk mengecah semakin resahnya masyarakat, kasus duDOK RADAR PEMALANG gaan penyelewengan Anggoro Adi Atmojo dana tersebut harus segera di-clear-kan (diselesaikan, Red). Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Komite Masyarakat Pemalang Anti Korupsi (Kompak) Kabupaten Pemalang Anggoro Adi Atmojo SH dalam menanggapi persoalan penanganan dana BOS oleh pihak Kejaksaan, yang cenderung tidak membuahkan hasil dalam upaya penanganannya. Kejaksaan, menurutnya, dalam rangka mencari data dan keterangan terkait dugaan penyimpangan dana BOS harus segera clear. Artinya, untuk tidak lagi meresahkan semua pihak. ’’Kalau pemanfaatanya itu untuk kegiatan tidak melanggar ketentuan dari dinas atau instansi terkait, maka lembaga yang berkompeten harus segera memberikan penjelasan atau statemen kepada public. Sehingga tidak memunculkan persepsi keliru kepada masyarakat,” jelas Anggoro kepada Radar kemarin (1/7). Persepsi yang keliru, dijelaskan Anggoro, dilihat dari awalnya antara eksekutif dan legislatif dalam menyikapi persoalan ini. Fakta yang terjadi, legislatif -dalam hal ini Komisii D DPRD Pemalang- dalam melakukan fungsi pengawasannya atau menilai pelaksanaan dana BOS tidak sesuai dengan peruntukkannya. Tetapi dipihak lain, belum ada satu pernyataan bahwa itu sudah benar. Sehingga sangat membingungkan masyarakat. Oleh karen itu, pihaknya menegaskan, dalam persoalan dugaan penyimpangan dana BOS yang sekarang ini sedang ditangani Kejaksaan ke hal 9 kol 1

APBD 2010 Dinilai Belum Ideal Dr Kodrat: APBD Tidak Beres dan Merugikan PEMALANG – Masih minimnya alokasi anggaran untuk pos belanja langsung membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran (TA)

2010 jauh dari kata ideal. Hal ini terungkap dalam workshop anggota DPRD Kabupaten Pemalang ke Bandung, Jawa Barat. Acara ini diikuti oleh Badan Angaran, Badan Musyawarah, dan Badan Kehormatan DPRD setempat Dengan menghadirkan pembicara dari kalangan kementrian dan perguruan tinggi, terungkap APBD Kabupaten Pemalang TA

2010 dinilai belum ideal. Wakil Ketua DPRD H Noor Rosyadi SE MM mengatakan, workshop yang digelar Selsa (29/ 6) hingga Kamis (1/7) tersebut menghadirkan Dr Made Suwandi MsocSc, direktur Urusan Pemda Ditjen Otda Kementrian Dalam Negeri. Pembicara lainnya adalah Dr Kodrat Wibowo PhD, dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universi-

tas Padjajaran (Unpad) Bandung; dan Dr Hendriwan MSi dari BKAD Kementrian Dalam Negeri. ’’APBD Pemalang tahub 2009 untuk Belanja Tidak Langsung mencapai 67 persen, dan Belanja Langsung hanya 33 persen. Sedangkan APBD 2010, Belanja Tidak Langsung mencapai 77 persen dan Belanja Langsungnya 23 persen,’’ jelas Noor Rosyadi saat memaparkan hasil workshop

tersebut. ’’Belanja langsung adalah belanja yang langsung bersentuhan untuk kepentingan masyarakat. Idealnya, belanja langsung seimbang atau lebih besar daripada Belanja tidak langsung,” lanjut dia. Menurutnya, Pemalang belum mampu untuk mencapai ideal tersebut karena potensi daerahnya ke hal 9 kol 1

BERSEMANGAT Kegiatan temu lapang jangung hibrida pioneer di Desa Peguyangan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, yang digelar oleh PT Du Pont diikuti dengan penuh semangat oleh peserta. AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

Temu Lapang PT Du Pont Indonesia

EDUKASI BUDIDAYAPERTANIAN Sangat Dibutuhkan

Perpaduan Dua Bidang

TAMAN – PT Du Pont Indonesia, di Desa Peguyangan Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Kamis (1/7) menggelar ’Temu Lapang Jagung Hibrida Pioneer’. Kegiatan edukasi pertanian yang dipusatkan di lahan pesa-

JUNAEDI-Agung pasangan yang top karena perpaduan 2 bidang yang saling mendukung. Pemalang pasti berkembang pesat. 08157607xxx JUNAIDI-Agung, Pasangan yang tepat antara birokrat pengalaman dengan usahawan handal untuk memajukan dan sejahterakan Pemalang. 081391593xxx

wahan milik warga petani bernama Karto, di desa setempat. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan petani dari perwakilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Bantarbolang. Hadir pula dalam kegiatan itu Petugas Ulu-Ulu desa setempat Mardi.

Petugas Pioneer Wilayah Pemalang Handoyo Laksana Putra menjelaskan, produktivitas tanaman pertanian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain per l u n y a m e n g gu nakan benih tanaman berkualitas tinggi, pemberian pupuk, air,

perawatan dan perlindungan tanaman juga turut serta guna menjamin hasil panen yang lebih maksimal sangat diperlukannya sebuah informasi ataupun edukasi budidaya pertanian. ke hal 9 kol 1

Pelatihan Calon Instuktur Salon Kecantikan Panti Distrarastra Hasil Labfor Pembunuhan Kelayan Benar-Benar Dipersiapkan Secara Profesional Sikucing Selesai Penghuni Panti Dis-

PEMALANG – Teka-teki siapa pembunuh Kusen (52), warga Desa Banyumudal RT 1 RW 3, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, belum terjawab. Padahal, hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jateng sudah selesai. Namun, Polisi optimis dalam waktu dekat akan menangkap pelakunya. Kapolres AKBP Burhanudin SIK melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Polda Jateng menanyakan mengenai hasil pemeriksaan labfor terhadap benda-benda yang dikirim terkait kasus pembunuhan Kusen tersebut. ’’Dari Labfor dijawab kalau hasilnya sudah selesai dan kami akan segera mengambilnya,’’

kata dia Rabu (30/6). Suwarto tidak mau berprediksi mengenai siapa pelaku pembunuhan tersebut. ’’Yang jelas, motif pelaku adalah ingin agar korbannya mati, karena tidak ada benda berharga yang diambil. Kami optimis bisa menangkap pelakunya,” tambah dia. Di antara benda yang dikirim ke labfor adalah senjata tajam yang diduga terkait dengan pembunuhan tersebut, dan diperiksa apakah terdapat bercak darah atau bekas sidik jari karena alat tersebut sudah dicuci oleh pelakunya. Polisi akan menghubungkan keterangan-keterangan para saksi dan sejumlah teori untuk bisa menangkap pelaku, serta dikuatkan dengan bukti hasil ke hal 9 kol 5

Petugas PCL Perlu Memahami Bahasa Hukum Terkait Dugaan Pemotongan Honor PEMALANG – Banyaknya Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Sensus Penduduk Tahun 2010 melakukan aksi protes mempertanyakan soal potongan honor dinilai Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang sebagai bentuk minimnya pemahaman terhadap bahasa hukum. Hal ini ditegaskan Kepala Seksi (Kasi) Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik Kabupaten Pemalang Teguh Imam Santoso. Menurut dia, hal itu terjadi karena mereka itu salah mengartikannya. ’’Jika dicermati dalam pasal 5 perjanjian kerja besarnya honor yang disebutkan Rp 2.300.000 itu bruto atau kotor karena masih ada kewajiban PCL untuk membayar PPh (pajak peng-

CMYK

hasilan, Red) dan biaya pengiriman, karena pembayarannya melalui jasa Pos,” jelas Teguh kemarin (30/6). Menurutnya, dalam pembayaran honor PCL sebesar Rp 2.300.000 jika dicermati dalam bahwa honor sebesar itu sudah termasuk komponen yang masih menjadi tanggungan PCL ,seperti PPh, materai dan biaya pengiriman. Sehingga, tidak ada pos biaya yang terpisah. Karena biaya itu masuk dalam besarnya dana tersebut. ’’Ibarat membeli barang atau jasa dengan harga yang telah ditentukan pastinya sudah termasuk biaya pajaknya, dan biaya pajak tidak terpisah,” terangnya. Meski demikian, pihaknya cukup memaklumi munculnya aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah PCL karena kurangnya pemahaman soal bahasa ke hal 9 kol 5

trarastra Pemalang, sejak awal Mei hingga Juli mendapatkan pelatihan keterampilan salon kecantikan. Apa sasarannya? LAPORAN: SUMITRO PELATIHAN yang diikuti oleh 10 penghuni panti ini -khususnya penyandang tunarungu

dan wicara- bertujuan untuk melatih calon-calon pembimbing atau instruktur di bidang salon kecantikan. Kepala Panti Panti Tunanetra Tunarungu dan Wicara (PTNTRW) Distrarasta Pemalang Budi Liestyawati SH MM melalui Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Penyaluran Pambudiarjo SH MM kepada Radar mengungkapkan, pelatihan diselenggarakan dengan menggandeng Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Salon Alif

Mekar Ayu Pemalang. ’’LPK kami undang untuk melatih anak-anak secara intensif selama 3 bulan,” terangnya. Dalam pelatihannya, Distrarastra menjadwalkan pelaksanaannya pada siang hari, yakni pada pukul 13.00 WIB. Ini dengan tujuan agar tidak mengganggu program pengembangan kelayan (penghuni, Red) panti yang sudah ada sebelumnya dan jam kerja kantor.

ke hal 9 kol 5

SUMITRO/RADAR PEMALANG

RIAS WAJAH – Untuk memberikan bekal ketrampilan calon intruktur, Panti Distrarastra mengadakan pelatihan instruktur salon kecantikan selama 3 bulan.


METRO TEGAL

4

JUMAT 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

PPDB akan Dievaluasi Wakil Wali Kota Sempat Diprotes

PIDANA Laporan Saksi Ahli Belum Diketahui, Sidang Ditunda SIDANG lanjutan kasus sabu-sabu yang dijadwalkan, Kamis (1/7) kemarin, ditunda. Penundaan dilakukan lantaran laporan pemeriksaan dokter ahli yang ditunjuk sebagai saksi ahli terhadap fisik keempat terdakwa belum diketahui. Sebelumnya berdasar penetapan sidang, Kamis (17/6) lalu, majelis hakim yang terdiri dari Hj Hanizah Ibrahim SH MH, RA Didi Ismiatun SH MH, dan Gatot Ardian A SH SpN, menetapkan, keempat terdakwa untuk diperiksa kepada dokter ahli. Kebetulan RSU Kardinah Tegal sudah memiliki fasilitas gawat darurat penanganan penyalahgunaan narkoba. Penasehat Hukum Terdakwa, Fredyanto Hascaryo SH, mengungkapkan, keterlibatan kesaksian dokter ahli sangat penting. Alasannya, keempat terdakwa adalah korban. Alibinya itu didukung fakta-fakta persidangan yang menyebutkan, bahwa mereka menggunakan sabu karena ketergantungan. “Keempat terdakwa dalam setiap persidangan mengakui, jika menggunakan sabu untuk kepentingan fisiknya. Antara lain ada yang untuk mengurangi alergi, menjaga stamina, dan lainnya. Inilah mengapa saya sebagai penasehat hukumnya meminta dilakukan pemeriksaan oleh dokter ahli,” tegas Fredyanto. Ditambahkan pula, sesuai ketentuan UU No. 35 tahun 2009, diamanatkan untuk penyebuhan korban penyalahgunaan narkoba harus dilakukan dengan rehabilitasi. Apalagi, dari pengakuan para terdakwa, mereka sudah berusaha menyembuhkan ketergantungannya, tapi tidak berhasil. Sebelumnya pemeriksaan dokter ahli telah dilakukan di RSU Kardinah, Senin (28/6) lalu. Hingga pelaksanaan sidang lanjutan, Kamis (1/7), laporan saksi ahli itu belum keluar. Sehingga sidang ditunda hingga pekan depan. Seperti diketahui, Ketua Majelis Hakim, Hj Hanizah Ibrahim SH MH, yang juga kepala PN Tegal, memerintahkan, keempat terdakwa dirujuk ke RSU Kardinah untuk diperiksa dokter ahli. Ini sekaligus mengabulkan permohonan penasehat hukum yang meminta dilakukan pemeriksaan fisik kepada kliennya. “Majelis mengabulkan permohonan penasehat hukum, untuk memeriksakan kejiwaan para terdakwa. Apalagi, menurut keterangan penasehat hukum, RSU Kardinah sudah mempunyai fasilitasnya,” papar Hanizah pada sidang sebelumnya. Penetapan majelis hakim ini pun disetujui Jaksa Penuntut Umum (JPU), Basuki Dinomo SH. Dijadwalkan, Kamis (8/7), laporan saksi ahli itu akan diperdengarkan di hadapan siding. (zul)

SEREMONIAL Kirim Tumpeng ke Polres PERINGATAN Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2010 rupanya tak mau dilewatkan begitu saja. Tak terkecuali oleh Pringsewu Group area Pantura. Tiga cabang yang masih dalam naungan Pringsewu Group yang terdiri dari Restoran Pringsewu Tegal, Mie Pasar Baru Tegal, dan Pondok Makan Kabayan Tegal kemarin memperingatinya dengan memberikan tumpeng secara langsung kepada Kapolres Kota Tegal AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE. Penyerahan dilakukan di sela–sela acara peringatan Hari Bhayangkara, Rabu (1/7) siang, di Mapolresta Tegal kemarin. Pemberian tumpeng serupa juga dilakukan Pringsewu Group area Pantura kepada Kapolres Kabupaten Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. “Kegiatan ini merupakan kegiatan CSR atau Corporate Social Responsibility sekaligus sebagai ucapan Selamat kami dari Pringsewu Group dalam rangka Hari Bhayangkara yang ke-64, “ terang Agung Nuryono mewakili marketing Pringsewu Group area Pantura. Harapan kami, lanjutnya, semoga POLRI semakin kokoh dalam mengayomi masyarakat, semakin membangun karakter melalui kepemimpinan yang unggul, kemitraan, profesionalisme dan etika prima sesuai dengan visi dalam peringatan Hari Bhayangkara tahun 2010 ini begitu tambah Agung. Peringatan Hari Bhayangkara juga dilakukan serempak oleh Cabang Pringsewu Group yang lain yang berada diluar kota, mulai dari Purwokerto, Jogja, Solo, Banyumas, Cirebon, dan Indramayu. Tak lupa keluarga Besar Pringsewu Group mengucapkan “Dirgahayu Bhayangkara yang ke-64 tahun 2010,” tambah dia. (adv/ela)

ADI MULYADI/RATEG

DICECAR PERTANYAAN – Wakil Wali Kota, Habib Ali Zaenal Abidin, tengah menanggapi pertanyaan puluhan wali murid di SMPN 5.

Sekolah Tutup PPDB Lebih Awal SESUAI ketentuan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2010 ditutup, Kamis (1/7) pukul 12.00 WIB. Namun pada kenyataannya ada sebagian sekolah yang menutup lebih awal sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 WIB. Seperti yang terjadi di SDN Mangkukusuman 5, proses pendaftaran sudah di tutup sejak pukul 10.00 WIB. Alasannya, sekolah memberikan kesempatan para pendaftar yang tidak diterima mencari sekolah lain. “Kami sengaja menutup pendaftaran lebih awal dari ketentuan. Langkah ini kita ambil lantaran kasihan melihat banyaknya siswa yang tereliminasi. Dengan ditutup lebih awal, mereka bisa mendaftar disekolah lain, dalam waktu 2 jam yang tersisa,” kata Kepala SDN Mangkukusuman 5, R Wachyouedi. Hal sama diungkapkan Kepala SDN Mangkukusuman 1, Fathul Muin. Menurutnya jumlah pendaftar disekolahnya mencapai 129 anak. Padahal kuotanya hanya 72 untuk 2 rombongan belajar (rombel).

Sehingga ada 57 anak yang harus tereliminasi. “Hari pertama PPDB, masuk 125 anak dan hari kedua bertambah 4 calon siswa lagi. Sedangkan pada hari ketiga tidak ada siswa yang mendaftar. Karena itu pada Rabu sore kita rekap dan Kamis kita pasang jurnalnya. Maksudnya memberi kesempatan pada anak yang tidak diterima mencari sekolah lainnya,” ujarnya. Dijelaskan, proses PPDB dia laksanakan sesuai dengan aturan yang diberikan dinas. Yakni dengan menggunakan seleksi usia dan sedikit interview. Dari puluhan siswa yang bakal diterima ada beberapa diantaranya yang berusia di bawah 6 tahun. “Namun berdasarkan rekomendasi dari psikolog professional, mereka bisa mendapat kesempatan bersekolah.” Ditingkat SMP-pun kejadiannya sama. Kepala SMPN 2, Drs Sanazi, menguraikan, hari pertama terdapat 384 calon siswa yang mendaftar. Hari kedua hanya bertambah 16 orang, sedang ketiga dan keempat kosong.

Jadi total pendaftar mencapai 200 anak, sementara kuotanya hanya 180. Sehingga calon siswa yang harus tidak diterima mencapai Rp 220 orang. “Karenannya saya menutup PPDB lebih awal dari ketentuan, yakni pukul 09.00 WIB. Dengan demikian mereka yang tidak diterima mempunyai waktu 3 jam, untuk mencari sekolah lain,” katanya. Sementara di tingkat yang lebih tinggi, Kepala SMAN 5, Rismono, menuturkan, PPDB ditutup sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu pukul 12.00 WIB. “Saya tidak menutup lebih awal. Karena hingga hari terakhir masih banyak calon siswa yang berdatangan. Kemungkinan mereka juga, siswa yang tidak diterima disekolah lain. Karenanya kita beri kesempatan mereka disini,” paparnya. Kuota yang dibutuhkan sekolahnya total 248 anak. Ini akan dibagi menjadi 7 rombel, masing-masing kapasitasnya 36 orang. ditambah dengan 4 siswanya yang tidak naik kelas pada tahun ini. “Kita berusaha melaksanakan PPDB sesuai dengan yang ditentukan pemkot,” pungkasnya. (adi)

Atasi Fahmi, Wisnu ke Final PARTAI semifinal Turnamen Tenis Yunior Tegal Open III 2010, Kamis (1/7), yang mempertemukan dua petenis unggulan satu kota, akhirnya dimenangi Wisnu Adi Nugroho. Unggulan pertama di kelompok umur 18 tahun itu, berhasil menundudkan Fahmi Seff straight set 6-2, 6-0. Di babak final yang rencananya dimainkan, Jumat (2/7) hari ini, petenis andalan Kota Tegal itu akan bertemu Henry Prio Anggono dari Pemalang. Sedang di kelompok umur 16 tahun putri, Laksmi Nuraningsih, juga melaju ke partai pamungkas usai menundukan petenis asal Kudus, Ingrid Yuniar S 6-4, 7-5.

Usai bertanding, Wisnu mengatakan, dia tetap optimis targetnya menjadi juara di kelas 18 tahun putra bisa terpenuhi. Wisnu berjanji, akan bermain maksimal di partai final saat melawan Henry Prio Anggono. “Target saya turun di sini adalah untuk meraih juara. Dan saya optimis bisa merealisasikanya. Apalagi untuk mencapai target tersebut, saya hanya tinggal selangkah lagi,” kata Wisnu. Sementara Fahmi Seff, mengaku, kalah pengalaman dari Wisnu. Dari sisi soal kemampuan dan teknik, tambahnya, dia mengaku tak kalah dari Wisnu. “Saya telah berusaha maksimal, tapi kalah pengalaman,” ungkapnya.

Sementara Arum Damarasri hanya berhasil meraih tempat ke-3, di kelas 14 tahun putri. Juara 1 di kelas ini, direbut Septiani R Hapsari dari Jepara setelah mengkandaskan perlawanan Anggun Ferananda dari Pati. Sementara itu, atlet Kota Tegal di kelas 18 tahun putri Dian Kartika, di babak semi final akhirnya berhasil dikalahkan atlet asal Bantul Sisca Budi Mawarni dengan skor 6-2, 6-1. Sebelumnya, Dian Kartika berhasil mengalahkan Inas Safira atalet asal Pemalang. Untuk kelas umur 10 tahun putrid, juara direbut Samanta Nanere dari Bandung. Sementara untuk kelas umur 12 tahun putrid, juara 1 direbut Faiza Munabar Saskia dari Jepara. (hun)

KEBIJAKAN Pemkot Tegal menambah waktu pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ternyata malah dikeluhkan orang tua dan siswa. Mereka menyoal keputusan tersebut bukan membuat mereka tenang, tapi malah kebingungan dan kuatir. Ini terungkap saat Wakil Wali Kota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin, melakukan tinjauan ke beberapa sekolah di hari terakhir PPDB, Kamis (1/7). Pada kesempatan itu, para wali murid di SMPN 5 dan SMAN 5 bahkan memperotes kebijakan tersebut. Salah seorang di antara wali murid yang mendaftar di SMPN 5, Purnomo (35), mengatakan, kebijakan menambah hari pelaksanaan PPDB itu hanya membuatnya was-was. Karena, seharusnya jika sesuai dengan ketentuan awal, anaknya sudah diterima di SMPN 5. Tapi lantaran pemkot mengeluarkan kebijakan tersebut, kesempatan menjadi siswa SMPN 5 menjadi terancam. “Sebenarnya penambahan hari pelaksanaan PPDB itu dilakukan semua daerah atau hanya di Kota Tegal saja?” tanya dia pada Wakil Wali Kota. Sejak hari pertama dia sudah mendaftar di SMPN 5. Dari hari ke hari peringkat dijurnal semakin menurun, hingga jatuh pada posis kritis. “Ini apabila ada yang mendaftar lagi, tidak mustahil anak saya akan tersingkir,” tandas Purnomo. Senada dengannya, orang tua calon murid di SMAN 5, yang tidak mau namanya diko-

rankan, menyayangkan kebijakan pemkot. Menurutnya kebijakan yang dikeluarkan bukan membawa ketenangan bagi orang tua, tetapi malah membuat gerah. Alasannya, orang tua yang seharusnya sudah tenang jika PPDB ditutup pada Rabu kemarin, sekarang malah pecicilan. Karena bingung apabila tereliminasi dari jurnal mau mencari sekolah negeri dimana lagi. “Ini hari terakhir, jika ternyata tidak diterima mau ke sekolah negeri mana lagi? Ceritanya akan berbeda, apabila Rabu kemarin PPDB ditutup. Hampir dipastikan anak saya tidak tereliminasi dari jurna,” ungkapnya. Menanggapi iti, Habib Ali, mengatakan, semua keluhankeluhan para wali murid akan dicatat. Kemudian akan dilaporkan ke wali kota. Tidak hanya hal penambahan hari saja, tetapi secara keseluruhan pelaksanaan PPDB 2010. “Masukan-masukan ini akan menjadi bahan evaluasi pemkot. Dengan begitu kedepannya akan ada perbaikan-perbaikan. Yang pasti menyongsong Tegal Cerdas 2011, kita menginginkan kondusifitas di dunia pendidikan tetap terjaga. Sehingga Kota Tegal menjadi medan magnet dalam hal pendidikan bagi daerah lain,” katanya. Pantauan PPDB ini dilaksanakan dari mulai tingkat SD sampai dengan SMA. Diawali dari SD Mangkukusuman 1 dan 5, dilanjutkan menuju SMPN 2 serta 5. Kemudian menyambangi SMAN 5 dan terakhir di SMK Dinamika. Dari hasil pantauan pelaksanaan PPDB termasuk lancar meski ada sedikit permasalahan. (adi)

Gelar Musaka Bhayangkara UPAYA memantapkan jati diri dan pengamalan Satya dan Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari serta melatih bermusyawarah dalam mengambil keputusan mendasari Saka Bhayangkara menggelar Musyawarah Saka Bhayangkara (Musaka) kemarin. Musyawarah kali ini dimaksudkan untuk membentuk anggota Saka Bhayangkara yang berpotensi dan mengarah pada peningkatan pengetahuan, ketrampilan, serta kemampuan dalam bidang kepramukaan dan kebhayangkaraan. Pimpinan Saka Bhayangkara, Kompol Siswoyo HK, melalui, Pamong Saka Briptu Destian Ady menyatakan tujuan yang hendak dicapai dari giat kali ini adalah peningkatan kuantitas dan kualitas anggota Saka Bhayangkara. Sehingga tercipta pramuka yang berkualitas dan mandiri dalam rangka menyiapkan kader bangsa dimasa yang akan datang. “Peningkatan kecakapan dan ketrampilan juga menjadi bidikan kami serta

menambah pengalaman dalam bidang kepramukaan dan kesakaan yang nantinya dapat diamalkan dalam kehidupan nyata dalam rangka ikut membina dan mengembangkan kamtibmas swakarsa,” terangnya saat ditemui di gedung Bhayangkari Polresta. Peserta musyawarah Saka Bhayangkara kwartir cabang Kota Tegal kemarin dihadiri seluruh Dewan Saka Bhayangkara dan anggota Saka Bhayangkara sejumlah 75 orang. Dalam sidang pleno beragendakan pemilihan ketua Dewan Saka Bhayangkara akhirnya menetapkan Imam Syafii dari SMKN 3 Kota Tegal sebagai Ketua Dewan putra dan Inda Choerunissa dari SMK PGRI Kota Tegal sebagai ketua Dewan putri. “Dalam rangka pembentukan Community Policing yang mengarah pada terbentuknya civil society untuk mewujudkan masyarakat madani, Polresta turut andil dalam mensukseskan program dalam bentuk pembinaan,” tegasnya. (her)


KABUPATEN TEGAL

8

JUMAT 2 JULI 2010

RADAR TEGAL

Petani Bawang Meraih Untung Harga Cukup Baik

Jangan biarkan korupsi di kab tegal trtm d desa2 karna menyentuh langsung dng warga! bpk hrs tangg jwb karna bpk wakil rakyat! n klak bertgg jwb di akherat ngeri. 087815183XXX Jwb : Hal tsb bisa terwujud manakala masyarakat ikut mengawasi utk dilaporkan kpd yg berwenang tentu dng bukti, bkan sekedar katanya.

SURADADI

M GHONI/RADAR SLAWI

PANEN - Sejumlah buruh tani sedang memanen bawang merah di lahan Desa Kalisapu Slawi. Buruh tani upahan itu sengaja dibawa oleh petani pemilik tanaman bawang. AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BERSANDAR - Perahu nelayan di wilayah Suradadi memilih bersandar di pantai karena ombak yang cukup besar.

Pasokan Ikan Berkurang OMBAK besar yang kembali melanda di perairan laut Jawa, membuat harga ikan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal dalam pekan ini terus naik. Salah satu penyebabnya sebagian besar nelayan tradisional banyak yang tidak melaut, sehingga pasokan ikan ke pasar berkurang. Pantauan Radar di Pasar Suradadi, termasuk di wilayah perkampungan nelayan sekitar menemukan sejumlah tempat penjualan ikan terlihat kosong. Jumlah pedagang yang menjual dalam partai kecil hanya beberapa saja. Itu pun harganya melonjak dari biasanya. Seperti jenis ikan kerapu naik menjadi Rp 45 ribu per kg, dari harga sebelumnya Rp 35 ribu per kg. Untuk ikan belang kuning naik sebesar Rp 10 ribu kg, yakni dari harga Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg. “Hampir satu pekan ini banyak pedagang menganggur karena pasokan ikan dari nelayan berkurang,” tutur Dinoto, pedagang ikan di pasar tersebut Kamis (1/7) kemarin. Menurut Dinoto, banyak nelayan memilih menyembunyikan perahunya di lokasi yang lebih aman, menunggu sampai cuaca membaik. Sebab informasi dari orang-orang dinas, ketinggian gelombang di perairan laut Jawa berkisar 2-3 meter selama pekan ini. Itu sebabnya, banyak nelayan yang enggan melaut.”Namun untuk menggaet pembeli, beberapa pedagang ikan menjual ikan dalam ukuran kecil. Misalnya, yang seharusnya menjual ikan tongkol ukuran kecil dengan harga Rp 10 ribu sebanya 12 ekor, kini menjadi Rp 5 ribu per enam ekor. Dan cara ini juga hasilnya lumayan, serta banyak pembeli tertarik,” katanya. Sementara dari pengakuan nelayan sekitar, Jono (43) salah satunya menambahkan bahwa beberapa nelayan yang nekad melaut, hasil tangkapannya tidak terlalu banyak. Inilah yang memicu melonjaknya harga ikan. Harga ikan kombong yang biasa dijual Rp 40 ribu per kg, naik tajam sampai Rp 60 ribu per kg. Dampaknya, permintaan ikan menurun. Adapun ikan gergahing naik dari Rp30.000 kg menjadi Rp50.000 kg.“Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama karena nelayan dan pedagang harus bekerja untuk mengumpulkan uang,” katanya. (gus)

Ketua PBNU dan Ketua MK Bakal Hadiri Haul KH Said TALANG - Haul ke-36 KH Said Bin KH Armia (Alm) Giren Desa Kaligayam Kecamatan Talang Kabupaten Tegal bakal digelar pada Sabtu (3/7). Sejumlah tokoh besar dan juga ulama besar direncanakan menghadiri haul pendiri pesantren At Tauhidiyah Giren Talang itu. “Rencananya Ketua PBNU Prof Dr KH Said Agil Siraj, Ketua MK Dr Mahfud MD, Habib Ahmad Al Idrus Malang, Habib Ali Al Hadad Bogor dan sejumlah ulama besar lain dari dalam

maupun luar daerah bakal menghadiri haul ulama besar ini,” kata Achmad Suyanto, panitia haul kepada Radar, Kamis (1/7) kemarin. Dikatakan Suyanto, rangkaian haul itu diawali dengan pengajian khotmil Quran bertempat di makam KH Said Bin KH Armia (Alm) di Giren Kaligayam Talang. Dilanjutkan dengan pengajian siraman rohani. “Ini dilaksanakan pada Jumat malam Sabtu, yang bakal diikuti santri dan ulama dari

berbagai daerah,” katanya. Sementara untuk puncak peringatan haul ke 36 KH Said Bin KH Armia (Alm), akan dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren At Tauhidiyah Giren Kaligayam Kecamatan Talang yang direncanakan bakal di penuhi ribuan santi dan santriwati pesantren itu dari berbagai daerah. “Sebelumnya, pada pagi dilakukan Ziarah kubur dimakam KH Said, kemudian baru dilakukan pengajian akbar,” pungkas Suyanto. (k1)

Usia Jalan Seumur Jagung WARUREJA - Kelancaran roda kehidupan di suatu daerah sangat dipengaruhi kondisi jalan. Semakin bagus kondisi jalan, semakin bagus pula akses kehidupan sehari-hari. Seperti halnya di satu tempat di Kecamatan Warureja, tepatnya jalan yang melintasi jalur BabadanKedungjati. Jalan tersebut merupakan jalur penting bagi masyarakat

sekitarnya guna melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sehingga kondisi jalan yang bagus sangat diperlukan bagi masyarakat, terutama sopir angkot. Jalan tersebut yang tadinya berlubang rupanya mendapat respon dari pemerintah. Tetapi sangat disayangkan, dalam waktu kurang dari dua bulan jalan, tersebut mulai berlubang lagi dan kondisinya makin hari

makin parah. Seperti yang dituturkan Gito, sopir angkot itu menyayangkan jalan yang diperbaiki tidak bertahan lama. Dikhawatirkan saat lebaran nanti akan bertambah parah apabila dibiarkan. “Sekarang saja lubang yang mulai banyak mulai berpengaruh pada pengeluaran bensin dan biaya perawatan, ditambah lagi sepinya penumpang.” (k2)

SLAWI – Harga bawang merah basah saat ini pada kisaran Rp 8 ribu setiap kilogramnya dan bawang merah kering Rp 10 ribu setiap kilogramnya. Kondisi ini membuat sejumlah petani bawang memanen dini tanaman bawangnya agar meraih keuntungan. Mereka juga berharap agar kondisi harga kedepan cenderung meninggi, sehingga petani bawang terus meraih untung. “Mumpung harga cukup baik, tanaman bawang kami panen lebih awal, padahal idealnya satu minggu lagi baru kami panen,” kata Tarikhin, petani bawang asal Brebes yang memiliki lahan di areal sawah Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis (1/7) kemarin. Dikatakan Tarikhin, dengan kondisi harga saat ini, jika areal tanaman yang dimiliki seluas satu hektar saja bisa meraih untung puluhan juta rupiah. Mengingat produksi satu hektar tanaman bawang bisa mencapai sekitar delapan ton bawang basah dan sekitar ton ton bawang kering. “Untuk biaya tanam mulai dari bibit sampai pemeliharaan hingga panen, sekitar dua bulan membutuhkan biaya sekitar Rp 40 juta. Kami masih untung dengan harga saat ini,” jelasnya. Sementara, menyinggung penjualan hasil produksi tanaman bawangnya, selain dijual kepada pedagang lokal yang memiliki pembeli di Jakarta. Dia juga menjual kepada perwakilan pabrik mie instant dari kota besar seperti Jakarta maupun Surabaya. Intinya kami tidak mengalami dalam menjual hasil panen tanaman bawang miliknya. “Jika harga terus stabil seperti saat ini, apalagi meningkat dan hama seperti tikus atau keong tidak ada, kami bisa meraih untung lumayan,” pungkas Tarikhin. (k1)

SMPN Warureja 2 Diminati Masyarakat WARUREJA - Program pendidikan dasar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah, mulai dipahami masyarakat desa di Kecamatan Warureja. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya minat masyarakat yang memasukan anak-anaknya ke SMPN Warureja 2, yang terletak di sebelah selatan ibukota kecamatan. Dari daya tampung sebanyak 320 siswa yang dibagi menjadi 8 rombongan belajar, sampai Kamis (1/7) kemarin dari data yang ada sudah mencapai 382 pendaftar. Rencananya akan diumumkan pada tanggal 6 Juli 2010 melalui jurnal secara transparan. Menurut Mulyono SPd, Kepala SMPN Warureja 2, kebanyakan calon siswa ada dari daerah sekitar dari lulusan SD maupun MI. “Kami lebih mengutamakan seleksi akademis, sikap dan karakter yang baik. Hingga nantinya sekolah tidak terkendala dalam memberikan bekal ilmu kepada anak didik dan mengantar hingga lulus dan mampu bersaing dengan

DOK.RATEG

Mulyono SPd

sekolah lainya jika ingin melanjutkan,” jelasnya. Mengingat lingkungan sekitar SMPN Warureja 2 adalah masyarakat pedesaan, tidak semuanya bisa masuk ke jenjang sekolah lanjutan. Dikarenakan animo masyarakat yang masih kurang, maka diadakan kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk ketrampilan, terutama kegiatan menjahit dan komputer. “Kedua kestrakurikuler ini bisa dijadikan bekal awal jika dalam kondisi tertentu tidak bisa melanjutkan sekolah,” tambahnya. (k2)


SAMBUNGAN

JUMAT 2 JULI 2010

9

RADAR TEGAL

Target Satu, Taekwondo Justru Raih Dua Emas

Komisi C akan Kunjungi SPBE

PEMALANG - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Pemalang terus menempa atletnya untuk kembali mengukir berprestasi dalam berbagai even bergengsi. Dalam Kejuaraan Daerah seJawa Tengah (Jateng) Piala Pengkot Tegal, dua atlitnya mampu mendulang emas. Pada kejurda ini pengurus memang tidak menurunkan timnya secara penuh di 46 kelas. Ketua Pengkab TI Pemalang M. Farhan menjelaskan, kejuaraan yang digelar di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, itu memertandingkan 46 kelas namun pihaknya hanya mengirim 12 atlet di 12 kelas. “Kita tidak mamatok target juara umum karena hanya mengirim 12 atlit, untuk bisa meraih juara umum setidaknya harus kirim 40 atlet di 40 kelas yang berbeda,” kata dia Senin (28/6). Atletnya yang berhasil mendulang medali emas adalah Dzikrotun dan Arno Johan. Sedangkan peraih medali perak adalah Ica, Yayat, Bunga, dan Ais. Sementara, untuk peraih perungunya Alif, Arif, dan Febri. “Dibandingkan dengan daerah lain materi atlet kita tidak banyak, sementara daerah lain banyak yang full tim,” tan-

Terkait Defisit Kuota Elpiji 3 Kg

dasnya. Namun, Pengkab Taekwondo Kabupaten Pemalang bersyukur karena ukiran prestasi ini di luar dugaan. Sebab, lanjut dia, target yang telah ditentukan hanya satu medali emas bisa diperoleh dua emas, empat perak, dan lima perunggu. Mencermati hasil kerja keras para atlet taekwondo tersebut, menurut dia, ini mejadi tanggung jawab bersama agar anakanak taekwondo mau mengembangkan olahraga ini di seluruh wilayah Pemalang untuk mendapatkan bibit-bibit atlet yang baru. Dalam kejuaraan terbuka yang digelar Sabtu (26/6) hingga Minggu (27/6) itu, juara umum diraih Kota Solo dengan perolehan 11 emas, 5 perak, dan 6 perunggu. Disusul Kabupaten Kendal dengan 6 emas, 9 perak, 9 perunggu. Kemudian, Kota Pekalongan 5 emas, 4 perak, dan 6 perunggu. Dengan prestasi ini, semakin memacu semangat pengurus untuk terus mengirim atlet dalam berbagai even. Dalam waktu dekat akan dikirim 19 atlet prajunior, junior, dan senior dalam Kejurnas International Taekwondo Academy di Cibubur, Jakarta, pada pertengahan Juli. (ali)

PEMALANG - Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan kerja sehubungan dengan adanya kuota gas elpiji ukuran 3 kilogram yang jauh dari kebutuhan per bulan. Kunjungan akan dilakukan ke dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Energi(SPBE) untuk menyerap aspirasi dan menentukan dasar bagi penambahan kuota. Ketua Komisi C DPRD Ujiyanto MR mengatakan, niat untuk melakukan kunjunga kerja tersebut. ’’Paling lambat Senin mendatang kami akan mengunjungi dua SPBE dan menanyakan jatah energi bagi mereka, apakah sudah menyukupi kebutuhan atau belum,” jelas Uut (sapaan akrabnya, Red) saat dikonfirmasi Radar Kamis (1/7). Sejauh ini, pihaknya hanya mendengar mengenai jatah elpiji 3 kg yang jumlahnya berada jauh di bawah kebutuhan masyarakat setiap bulannya. Jatah yang berkurang ini tentu saja berpengaruh terhadap produktivitas di dua SPBE tersebut. ’’Kalau SPBE menyatakan kurang, maka berapa kekurangannya baru akan kita usul-

kan penambahan kuota ini,” tambahnya. Sebelumnya diberitakan kebijakan pemerintah dalam penentuan kuota elpiji bersubsidi 3 kg berpotensi menimbulkan persoalan baru. Besarnya kuota yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), menurut Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pemalang, tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga mengalami defisit. Kuota gas elpiji 3 kg untuk Kabupaten Pemalang sebesar 413.720 tabung. Padahal, dari paket konversi yang didistribusikan dan diambil sample penggunanya adalah 80 persen, berarti ada 303.891. Dengan kebutuhan seminggu 1 tabung, maka diprediksi membutuhkan 1.215.564 tabung gas. Dari prediksi kebutuhan sebesar itu dan dibandingkan dengan kuota untuk Kabupaten Pemalang terjadi defisit kebutuhan sebanyak 801.845 tabung. Sampai Bulan Juni, kurangnya kuota gas elpiji 3 kilogram belum dirasakan oleh masyarakat. Hal ini karena sebelum kebijakan kuota ditetapkan, terjadi perdagangan bebas gas elpiji ukuran tersebut sejak Januari hingga Mei dan membanjiri pasar Pemalang. (ali)

dugaan penyimpangan dana BOS yang sekarang ini sedang ditangani Kejaksaan dan banyak mengalami kesulitan dengan tidak menemukan bukti

penyimpangan. Maka, Kejaksaan harus menyampaikannya kepada publik, apakah pelaksanaan dana BOS itu ada penyimpangan atau tidak. (mg1)

Harus Segera Clear dari halaman 9 BOS tidak sesuai dengan peruntukkannya. Tetapi dipihak lain, belum ada satu pernyataan

bahwa itu sudah benar. Sehingga sangat membingungkan masyarakat. Oleh karen itu, pihaknya menegaskan, dalam persoalan

APBD 2010 Dinilai Belum Ideal dari halaman 9 tidak maksimal. Dengan sedikitnya Belanja Langsung ini, kata dia, Dr Kodrat menganggapnya tidak beres, kurang sehat, dan merugikan masyarakat. ’’Dia juga menyoroti anggaran belanja Dindikpora yang besarnya mencapai Rp 413 miliar atau 45 persen dari total belanja daerah. Dengan anggaran sebesar ini apakah SDMnya sejahtera? Apakah sarana prasarananya baik? Apakah mutu pendidikannya baik? Apakah masyarakatnya juga senang karena biaya pendidikan murah atau diuntungkan?” bebernya.

Di sisi lain, dengan anggaran sebesar ini justru dapat merugikan dinas atau bagian lain karena anggarannya kecil akibat sebagian besar untuk kegiatan Dindikpora. Sehingga perlu mempertimbangkan pola atau kebijakan seperti di daerah lain, yakni Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Kabupaten Jembrana menghitung belanja pegawai sangat cermat. Dibuat minimal dengan hasil maksimal, serta penempatan pejabat disesuaikan dengan bidang keahlian masingmasing. Dari jumlah 14 dinas diperkecil menjadi 7 dinas. Jumlah badan pun diperkecil dengan

tetap me m b e r i p e l a y a n a n kepada masyarakat maksimal, atau dikenal dengan istilah Miskin Struktur tapi Kaya Fungsi. Kodrat dalam workshop tersebut, menurut Noor Rosyadi, memberikan contoh negara lain seperti Malaysia dan Thailand yang memberi anggaran pendidikan masing-masing hanya 7,5 persen, tapi pendidikannya bagus. Di Indonesia, amanat anggaran pendidikan adalah 20 persen. Sedangkan di Pemalang sudah 45 persen. ’’Saya sangat mendukung adanya Perda Uji Kopetensi atau fit and propert test bagi calon-calon pejabat, agar men-

dapatkan pejabat yang sesuai dengan bidang dan keahliannya. Tenaga ahli atau staf ahli DPRD juga punya peran penting guna membantu tugastugas dewan, baik diangkat dengan gaji rutin bulanan maupun kontemporer menyesuaikan kebutuhan,’’ jelas dia. ’’APBD sudah siapkan dananya hingga Desember 2010 nanti,” imbuhnya. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pejabat Dindikpora Kabupaten Pemalang belum ada yang berhasil dihubungi Radar, untuk dimintai konfirmasinya terkait anggaran Dindikpora yang dikritisi tersebut. (ali)

Edukasi Budidaya Pertanian... dari halaman 9 Hal ini, menurut dia, harus diberikan kepada petani melalui kegiatan yang mudah diikuti dan menyenangkan seperti halnya kegiatan temu lapangan semacam ini. Harapannya, agar petani nanti dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan pertanian yang mereka lakukan setiap harinya. ’’PT Du Pont Indonesia, produsen benih jagung hibrida Pioneer ini secara konsisten turut berperan serta dalam ikut membantu petani, untuk meningkatkan produktivitas ta-

naman,’’ jelas dia. ’’Dengan melalui berbagai kegiatan edukasi secara langsung, diyakini dapat menambah wawasan, pengetahuan budidaya tanaman, khususnya tanaman jagung hibrida,” lanjutnya. Dia menjelaskan, ’Temu Lapang Pioneer’ ini merupakan salah satu bentuk edukasi langsung yang dilakukan PT Du Pont Indonesia kepada para petani jagung. Dalam kegiatan ini, lanjut Handoyo, sekaligus untuk memperkenalkan produk-produk unggulan PT Du Pont

yaitu benih jagung hibrida Pioneer P21, yang memiliki potensi hasil yang cukup tinggi dengan angka capaian 13,3 ton pipilan kering per hektarnya. Selain itu, produk ini jika dilihat dari jenis jagungnya tahan terhadap kekeringan, tongkol besar, dan terisi penuh bahkan dapat dipanen saat berumur tua maupun muda. ’’Jagung jenis ini jika dipanen muda, direbus memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan jenis lain. Oleh karena itu, petani akan lebih untung jika mau menanam jagung hibrida Pioneer P21 pada musim ketiga

nanti, setelah memasuki panen raya padi,” papar dia seraya menambahkan, selain benih jagung hibrida Pioneer P21 produk terbaru P27 yang cocok untuk ditanam pada musim hujan juga ikut diperkenalkan kepada petani. (agus pratikno)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

TARGET - Salah satu SPBE ini akan dikunjungi Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang untuk menangani defisit kuota elpiji 3 kg.

Kelayan Benar-Benar Dipersiapkan... dari halaman 9 Dengan jadwal pelatihan 3 kali dalam seminggu, masingmasing Senin, Selasa, dan Rabu. Diadakannya pelatihan instruktur, lanjut Pambudiarto, karena sebelumnya Panti Distrarastra dalam memberikan pemberdayaan keterampilan bagi kelayan selalu mengundang ahlinya dari luar. Padahal, setiap tahunnya, panti yang terletak di depan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pemala n g tersebut mengagendakan berbagai macam pelatihan. ’’Pelatihan untuk melatih calon-calon instruktur, sehing-

ga nantinya bisa membimbing anak-anak kelayan yang lain,” ujar dia. Rencananya, selepas pelatihan pihaknya juga membuka salon kecantikan. Ini tentunya bukan latah mengikuti tren. Karena, menurutnya, mereka yang telah mengikuti pelatihan memang benar-benar dipersiapkan untuk itu secara profesional, sekaligus sebagai sarana untuk melatih kelayan lain saat belajar salon kecantikan. Sebelum itu, pihaknya juga akan mengikuti sertakan kelayan dalam ujian Sertifikasi Ujian Negara di tingkat nasional. Dengan tujuan, sumber daya manusia yang dimiliki

kelayan, profesionalismenya selain diakui oleh LPK yang melatihnya juga diakui oleh negara. ’’Mereka kan tidak selamanya di panti. Suatu saat mereka juga akan kembali ke masyarakat. Diharapkan, selepas (keluar, Red) dari panti ini, mereka akan benar-benar membawa manfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Pambudiarto. Program intensif di bidang salon kecantikan ini, menurut dia, sebagai program pemberdayaan yang pertama. Karena sebelumnya kelayan lebih diarahkan pada program ketrampilan menjahit. (*)

Petugas PCL Perlu Memahami... dari halaman 9 hukum, sehingga ketidaktahuan itu muncul. ’’Maklum, kemampuan orang itu berbeda-beda. Sehingga perlu kita jelaskan agar mereka itu paham betul dalam me-

mahami bahasa hukum yang dalam perjanjian kerja, meskipun juga kadang membingungkan,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, proses pencairan honor Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Sensus Penduduk tahun

2010 wilayah Kecamatan Pemalang di Kantor Pos setempat Sabtu (26/6) lalu diwarnai aksi protes. Aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah PCL itu sebagai akibat adanya potongan honor di saat sedang dilakukannya pembayaran. (mg1)

Hasil Labfor Pembunuhan Sikucing... dari halaman 9 pemeriksaan labfor tersebut. Sebelumnya diberitakan, lelaki tua ditemukan tewas di warung yang sekaligus tempat tinggalnya. Dia tergeletak dengan tubuh bersimbah darah dan bagian kepalanya terbelah. Mayat ditemukan kali pertama oleh istrinya, Runtah (48), pukul 06.00 WIB Sabtu (19/6) lalu. Penemuan mayat tersebut

menggegerkan warga desa itu. Lokasi warung berada di dekat Bumi Perkemahan Sikucing. Sehari-harinya korban bersama isterinya berjualan jajanan ringan. Menurut beberapa warga, warung berukuran 3 x 7 meter tersebut buka setiap hari

meskipun tidak ada orang yang berkemah. Korban pada malam kejadian tidur sendirian karena isterinya tidur di rumah tetangga yang diakui sebagai selingkuhannya, tidak ada barang-barang yang hilang dari rumah korban. (ali)

SOKA 31 SOLUTION LOWONGAN KERJA IAN COMP Bth Karywn/ti Utk Supervisor. Gaji 1Jt, Transport,Komisi. Bawa lmrn ke Jl. Raya Ds. Losari No. 106 Ampelgading Pemalang. Jam 914 Wib 3.7

Jl. Mandala Raya Gg.Soka No 31 Pemalang Tlp. (0284)5803000 Melayani Flexi, Speedy, Yes TV, TelkomFlesh, Grosir Perdana, Voucher, HP, Modem dari TelkomFlexi (iklan hal sambungan pml ganti yang lama)

Habis Tiga Kotak, ASI-nya Menjadi Normal Usai melahirkan anaknya beberapa waktu yang lalu, ibu satu orang anak ini tidak bisa memberikan air susu ibu (ASI) yang normal untuk bayinya itu. Apa pasalnya? ASI-nya ternyata tidak bisa keluar. Maka, wanita yang bernama Purwaningsih ini pun berobat ke dokter. Setelah diberi obat, ASI-nya memang bisa keluar tetapi warnanya bening. Tentu saja ini tetap tak normal. Kebetulan, suaminya ingat pada New Mandala 525. Maka, ibu rumah tangga berusia 25 tahun ini pun meminum kedelai bubuk instan itu secara rutin, dua kali dalam sehari. Hasilnya? “Baru habis tiga

kotak, ASI saya sudah normal, berwarna putih,” ungkap wanita yang akrab disapa Naning ini saat ditemui di hari terakhir tahun 2009 yang lalu. Selain itu, ternyata ada bonus yang didapat alumnus Diploma 3 Informatika dari Prisma Professional, Surabaya, ini. Apa itu? Sejak remaja, akibat tekanan darahnya yang sering rendah, ia kerap menderita vertigo. “Kalau sudah kambuh, penglihatan seperti berputarputar, dan seharian saya tidak bisa apa-apa,” tuturnya. “Sekarang, akibat stamina meningkat, vertigo itu tidak kambuhkambuh lagi,” imbuh penduduk Kelurahan Mulung, Kecamat-

an Driyorejo, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, ini. Wanita hamil diharapkan selalu bisa memelihara kesehatannya supaya ia tetap fit. Dan untuk selalu fit, asupan gizi ke dalam tubuh mesti selalu terjaga. Sebab, bila tidak, hal itu bisa memberikan dampak yang negatif bagi seseorang sehingga ia akan mudah terserang oleh berbagai penyakit. Penyakit akan timbul apabila metabolisme tubuh tak lagi normal. Untuk itu, salah satu fungsi isoflavon yang terkandung dalam kedelai adalah untuk melancarkan kembali metabolisme tubuh yang terganggu itu, sehingga

penyerapan zat-zat gizi akan diseimbangkannya kembali dengan sistem pengeluaran sisa-sisa makanan yang ber-

langsung di dalam tubuh. Dan bila sudah terjadi toksifikasi atau peracunan dalam tubuh, kandungan karoten yang terdapat pada kacang kedelai akan menetralisasinya kembali secara bertahap. Selain itu, penyebab badan tidak fit dan penyakit mudah mampir adalah sistem imun yang rendah. Dalam hal ini, selain kadar protein serta asam lemak tak jenuh kedelai yang sangat tinggi, isoflavonnya berperan besaar dalam meningkatkan sistem imun. Karena itu setiap orang, berapa pun umurnya, harus rajin memelihara kesehatan, termasuk menjaga pola berpikir, mengatur waktu untuk

beristirahat atau relaksasi, serta menjaga pola makan. Bubuk kacang kedelai merupakan sumber vitamin B1, B6, dan E, mineral magnesium dan seng, serta asam amino triptofan. Di dalam buku Susu Kedelai, Susu Nabati yang Menyehatkan dikatakan bahwa senyawa-senyawa itu mampu menambah vitalitas, tenaga, dan kualitas tidur seseorang. New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat

masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

JUMAT, 2 JULI 2010

MENUJU G1-G2 RADAR TEGAL

10

Imbauan Cek DPS Lewat Masjid

SUMITRO/RADAR PEMALANG

BELAJAR TARI – Di bawah bimbingan Agus Surya, puluhan remaja tengah belajar Tari Selendang Pemalang di Pendopo Kecamatan Taman kemarin (1/6).

Tari Selendang Pemalang Mencari Jatidiri PEMALANG – Dalam suasana hening dan sunyi, ada sekelompok seniman tari membawa selendang di atas baki. Perlahan-lahan mereka menuju ke suatu tempat untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan harapan mendapatkan inspirasi dari apa yang dicarinya. Tiba-tiba mereka mendengar “pertanda” bahwa apa yang dicarinya bakal terwujud. Demikian cuplikan naskah Tari Selendang Pemalang Mencari Jatidiri, yang diajarkan kepada 10 remaja di Pendopo Kecamatan Taman, Kamis (1/6) kemarin. Latihan digelar dalam rangka nguri-uri budaya sekaligus menjaga keorisinilan tarian khas Pe-

malang. Utamanya dalam mempersiapkan lomba yang akan diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pemalang, Sabtu 3 Juli (besok, red). Instruktur Tari Selendang Pemalang Agus Surya kepada Radar mengungkapkan, berbeda dengan gerak tari sebelumnya yang hanya diikuti perempuan, kini dalam setiap penampilannya diikuti pula oleh laki-laki. “Memang agak berbeda, tapi pengembangan ini setelah mendapatkan masukan akan suasana dan makna yang hendak disampaikan,” terangnya. Menurutnya, tarian karya

Drs Koestoro ini merupakan tarian yang mencoba menggabungkan suasana pergaulan muda-mudi. Dimana suasana kegembiraan yang dipancarkan oleh penari adalah rasa persaudaraan, kerukunan, dan rasa memiliki. Termasuk ciri yang melekati pada instrumen yang dibawa pada saat menari, yakni selendang yang ujung-ujungnya diikat sebagai perlambang adanya rasa persatuan warga Pemalang. Pelatihan Tari Selendang Pemalang, lanjut Agus, selain diajarkan di Kecamatan Taman juga diajarkan di 13 kecamatan lain yang ada di Kabupaten Pemalang. Dengan harapan, pada saat

lomba di Disparbud, masingmasing peserta mampu menyuguhkan penampilan terbaiknya di depan juri. “Upaya menggalakkan kesenian tradisional asli Pemalang, akan terus kami lakukan secara maksimal. Karena bagaimanapun tari ini merupakan tari karya asli warga Pemalang,” ungkap dia kepada Radar seraya menam b a h k a n n a m a D r s Koes toro sebagai pencintanya. Ke depan Agus Surya berharap, tari khas gaya Pemalang tersebut dapat menambah perbendaharaan kesenian tari di Kabupaten Pemalang dan daerah lain pada umumnya. (cw2)

Panwas Pemilukada Kesulitan Temui Bupati PEMALANG - Sejak dilantiknya pada tanggal 21 Juni kemarin Panwas Pemilukada Kabupaten Pemalang belum bekerja secara maksimal. Mereka belum menempati kantor, memiliki staf, maupun anggaran operasional. Kamis (1/7) kemarin, anggota Panwas tersebut masih melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi yang berkaitan dengan

tugas-tugas mereka. Salah satu anggota Panwas Sriyono mengemukakan sampai kemarin belum bisa bekerja secara maksimal. Padahal tahapan Pemilukada sudah dilakukan oleh KPU meski baru pada tahap coklit. “Kami termasuk terlambat dalam bekerja karena ada tahapan yang tidak diawasi,”kata dia.

Belum maksimalnya kerja Panwas ini juga karena beberapa faktor seperti dukungan dari pemerintah daerah. Sejauh ini Panwas kesulitan untuk menghadap Bupati Pemalang. “Sampai sekarang kami belum berhasil bertemu dengan Bupati. Awalnya karena kesibukan kalau bupati ada acara, selanjutnya untuk menghadap

harus dikemas dalam bentuk audien,” tandas Sriyono. Namun demikian tiga anggota Panwas ini tetap konsisten untuk bekerja meski dalam situasi seperti sekarang. Kemarin mereka melakukan lobilobi ke sejumlah SKPD untuk mendapatkan staf yang tepat sehingga bisa membantu tugas-tugas pengawasan Pemilukada. (ali)

Darmoko: Kepala Daerah Perempuan Lebih Takut Menyeleweng PEMALANG – Calon bupati perempuan menjadi fenomena baru dalam bursa pemilihan umum kepala daerah dan banyak meraih keberhasilan menjadi bupati. Hal tersebut dinilai kalangan pengamat politik lokal karena kaum perempuan mampu dan dipercaya mengelola menejemen pemerintahan. Selain itu kaum perempuan juga mempunyai prosentase ketakutan lebih tinggi dibanding dengan kaum laki-laki. “Munculnya kaum perempuan sebagai kandidat calon bupati dan kini banyak berhasil, seperti di Kabupaten Kendal, Bantul dan Kediri, disebabkan perempuan lebih dipercaya ketimbang laki-laki untuk mengelola manajemen pemerin-

CMYK

tahan dan mempunyai prosentase ketakutan lebih tinggi,” kata salah satu pengamat Politik Lokal Pemalang PD Darmoko kepada Radar, kamarin. Lebih lajut Darmoko mengatakan, kaum perempuan mampu menduduki jabatan publik sebagai kepala daerah yang kini terjadi di Jawa Tengah banyak sisi positifnya. Dengan tingginya rasa ketakutan tentunya dalam menjalankan tugas dan penggunaan kewenangan jabatannya akan jauh dari segala bentuk penyelewangan. “Oleh karena itu, munculnya balon bupati dari kaum perempuan perlu diapresiasikan dan beri dukungan dalam rangka untuk melakukan

perubahan Pemalang ke depan lebih maju dan bebas korupsi,” ujarnya. Apalagi munculnya balon bupati perempuan yang kini telah menyatakan siap maju dalam Pemilukada nanti adalah

figure dari kalangan akademisi yang secara moral cenderung bersikap lebih profesional dan penuh tanggungjawab serta bersih berdasarkan ranah intelektualitas yang telah dimilikinya. (mg1)

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang akan menyampaikan hasil pencocokan dan penelitian dalam bentuk Daftar Pemilih Sementara (DPS). Warga diimbau untuk mengecek DPS apakah namanya sudah tercantum atau belum. Agar imbauan ini bisa menjangkau warga KPU memanfaatkan masj id sebagai sarana sosialisasinya. Ketua KPU HM Arief Efendi SSos didampingi anggota Divisi Hukum Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Abdul Hakim SHI mengemukakan DPS akan diumumkan dan dipasang di balai-balai desa/kelurahan. “Karena keterbatasan anggaran DPS, kami umumkan hanya di tiap balai desa/kelurahan,” kata dia, Kamis(1/7).

DPS akan diumumkan mulai tanggal 3 hingga 23 Juli 2010 dan masyarakat diminta untuk mengecek DPS tersebut. “DPS kami pasang mulai Sabtu, sedangka n J u m ’ a t n y a k a m i umumkan kepada masyarakat agar mau mengecek DPS di balai desa/kelurahan. Pengumuman

ini kami sampaikan melalui masjid-masjid saat mau shalat Jum’at,” jelas Arief. Cara seperti ini dia nilai efektif dan hemat biaya karena didengar banyak warga. DPS yang akan diumumkan ini penetapannya dilakukan pada Jum’at (2/7). Setelah diumumkan sampai tanggal 23 Juli akan dilakukan perbaikan berdasarkan informasi dan masukan dari masyarakat. Informasi dan masukan ini bisa disampaikan ke KPU melalui PPS mulai tanggal 24 hingga 26 juli. KPU akan kembali mengumumkan DPS hasil perbaikan (DPSHP) pada 28 hingga 30 Juli. Setelah proses DPSHP diumumkan selesai KPU masih menerima informasi da masukan dari masyarakat yang hasilnya akan diumumkan dalam DPT. (ali)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

JUMAT, 2 JULI 2010

Tersangka Bakal Bertambah

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal 0283-3448131

BALANE NYONG Segera Bentuk AMIB DEWAN Pimpinan Cabang Partai Demokrat dalam waktu dekat akan membentuk Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AM IB). Pembentukan organisasi sayap ini sesuai dengan instruksi dari induk partainya di DPP. Hal ini dikatakan Ketua DPC Partai Demokrat, Ayu Palaretin, Rabu (30/6) DOK.RATEG kemarin. Ayu Palaretin Kata Ayu, semua DPC se Indonesia sudah diinstruksikan untuk segera membentuk organisasi sayap tersebut. Untuk Kabupaten Tegal, saat ini sedang digodog untuk susunan pengurusnya oleh tim yang ditunjuk. Dan diharapkan dalam waktu dekat ini semua komposisi kepengurusan AMIB sudah terpenuhi. “Komposisi kepengurusan memang agak gemuk. Makanya kami telah membentuk tim untuk menyusun kepengurusan AMIB ke depan. Dan mudah-mudahan dalam satu-dua hari ini semuanya sudah selesai. Sehingga

Kasus Bantuan Sapi SLAWI - Nyanyian Muksin Alkatiri, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel LP Tegalandong Lebaksiu, bakal menambah tersangka baru. Rupanya dia tidak ingin sendirian di sel yang pengab tersebut, sehingga dia pun membuka siapa saja yang terlibat dalam kasus bantuan sapi tahun anggaran 2009 lalu. Saat ini tim penyidik Kejari Slawi tengah mengembangkan kasus tersebut, termasuk menetapkan sejumlah tersangka lainnya. Pasalnya dalam laporan maupun keterangan yang diberikan mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal periode 2004-2009 tersebut, ada sejumlah nama lain yang diduga kuat ikut melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus bantuan sapi tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi Samsuddin SH MH Kamis (1/7) kemarin. “Dalam waktu dekat kami pasti akan menetapkan tersangka lain, sesuai dengan laporan Muksin Alkatiri yang kini posisinya sebagai tersangka bantuan sapi,” katanya kepada Radar. Ditemui di ruang kerjanya, Kajari yang baru saja selesai mengikuti Diklat di Jakarta selama 3 bulan ini menambahkan bahwa pihaknya sudah memerintahkan penyidik kasus tersebut untuk segera mengungkap semua yang terlibat kasus tersebut. “Meski kerugian negara yang dialami hanya sedikit,

ke hal 9 kol 4

ke hal 9 kol 1

KIYEH LIKUH...

Rayonisasi Elpiji 3 Kg Disepakati M GHONI/RADAR SLAWI

MASIH KURANG - Dua unit armada mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tegal masih kurang mencukupi. Idelanya Pemkab menambah empat armada lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam mengantisipasi kebakaran.

Unit Pemadam Kabakaran Pemkab Tegal

Butuh Tambahan

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

NAIK PANGKAT - Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE saat memberikan kado kenaikan pangkat kepada 68 anggotanya mulai dari Bripda hingga Aiptu di halaman Mapolres Tegal, kemarin.

68 Personel Polres Naik Pangkat SLAWI - Dalam rangka merayakan HUT Bhayangkara ke-64 pada 1 Juli ini, sedikitnya 68 personel Polres Tegal dihadiahi kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat ini disertai upacara yang dipimpin langsung Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. Dalam kesempatan itu, Kapolres menyematkan pangkat barunya kepada anggotanya yang mendapatkan hadiah special. “Personel yang naik pangkat adalah setingkat lebih tinggi. Kenaikan pangkat itu mulai dari Bintara berpangkat Bripda hingga Aiptu,” kata Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE. Menurutnya, personel yang naik pangkat itu

ARMADA

KEBAKARAN saat ini menjadi salah satu bencana yang mengancam setiap saat. Bahkan menjadi bencana yang bisa merenggut korban jiwa, jika tidak diantisipasi secara cepat dan maksimal. Paling tidak, kerugian yang diakibatkan bencana yang disebabkan jago merah ini tidak sedikit, dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Kabupaten Tegal pun tak luput dari bencana tersebut. Terakhir Pasar Trayeman yang

ke hal 9 kol 1

Pemkab Belum Tambah Area Hot Spot Perbaiki Jaringan Rusak

Bupati Tegal dan Rest Area Klonengan Margasari belum bisa dilaksanakan,” terangnya. Dikatakan, ketidakmampuan itu SLAWI – Dishubkominfo mengingat usulan anggaran yang belum mampu memenuhi aspi- diajukan belum disetujui DPRD rasi warga yang menginginkan setempat. Meski kondisi itu atas area hot spot di sejumlah titik permintaan masyarakat, tapi di Kabupaten Tegal. Namun pihaknya menyadari mengingat Dishubkominfo berencana keterbatasan anggaran yang tersedia pada pemmemperbaiki jarikab terbatas. ngan komunika“Makanya kami si Teknologi Inberencana memformasi (TI) di 18 perbaiki jaringan kecamatan dan TI yang ada saja sembilan SKPD agar lebih makdi Pemkab Tesimal dan dimangal. faatkan secara baKepala Disik,” ucapnya. hubkominfo Masih menurut Pemkab Tegal Ir Suhartono, guna H Suhartono memuaskan aspiMM Kamis (1/7) rasi warga khususkemarin menya kalangan mungatakan untuk da, pihaknya memembangun baDOK.RATEG lakukan sharring ru area hot spot, Ir H Suhartono MM dengan PT Telsaat ini baru dimusyawarahkan dengan PT kom untuk mencari solusi terTelkom. Namun hingga saat ini baik. Apalagi saat ini PT Telkom belum bisa memberi fasilitas belum ada titik temu. “Saat ini kami baru memiliki kepada Pemkab Tegal terkait area hot spot di Alun-Alun Slawi hot spot mengingat provit dari (AAS) saja. Sedangkan keingi- daerah itu kepada PT Telkom nan masyarakat minimal di dua dianggap masih kurang. ke hal 9 kol 1 titik baru yaitu depan Rumdin

CMYK

terbakar hebat beberapa waktu lalu, menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Salah satu upaya untuk mengatasi bencana kebakaran itu adalah dengan pemadam kebakaran. Namun jumlah unitnya masih sangat terbatas. Dari tiga unit mobil pemadam kebakaran milik DPU Pemkab Tegal, saat ini hanya dua unit yang berfungsi karena satu unit rusak. Kondisi ini sangat tidak memungkinkan untuk mengatasi permasalahan kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah. Sekreke hal 9 kol 4

SLAWI – Sesuai SE Gubernur Jateng Nomor 540/0564 tanggal 4 Mei Tahun 2010, Pemkab Tegal bersama Hiswana Migas dan Pertamina menyepakati tata niaga penjualan tabung Elpiji 3 kilogram. Intinya disekapati setiap Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) dan agen hanya boleh menjual elpijinya di dalam wilayahnya sendiri. Namun kesepakatan itu tidak termasuk kesepakatan tata niaga penjualan dari pangkalan DOK.RATEG kepada konsumen. Seperti Ir Suharmanto disampaikan Ir Suharmanto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Tegal Kamis (1/7) kemarin. “Jika ada SPBE atau agen yang menjual kepada pangkalan di luar daeranya, itu merupakan pelanggaran dan mereka dikenakan sanksi peninjauan kembali keagenannya oleh Pertamina atas rekomendasi pemkab maupun kota bersangkutan,” jelasnya. Dikatakan, di Kabupaten Tegal sendiri saat ini ada dua SPBE dan 14 agen elpiji, yang bersedia mematuhi kesepakatan itu. Bahkan tidak hanya kesepakatan tata niaga elpiji saja, melainkan khusus bagi SPBE yang mengisi tabung 3 kilogram kurang dari batasan toleransi yaitu 2,9 kilogram, bisa dikenakan UU Nomor 8 Tahun 2009 tentang perlindungan konsumen. “Jika itu terbukti SPBE bisa terkena klaim,” ucap Suharmanto. Sementara, menyinggung ketersediaan elpiji tabung 3 kilogram di Kabupaten Tegal, pihaknya mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir sampai Ramadan tahun ini. “Untuk Juni kemarin, sebanyak 531.752 tabung 3 kilogram tidak kekurangan Elpiji. Untuk Juli diperkirakan mengalami penambahan menjadi 566.368 tabung, juga sudah dipastikan tidak ada masalah. Intinya elpiji di Kabupaten Tegal aman,” tukas Suharmanto. (k1)


SAMBUNGAN

JUMAT 2 JULI 2010

9

RADAR TEGAL

BUNGA CITRA LESTARI

Pilih Konsentrasi ke Kandungan BUNGA Citra Lestari (BCL) enggan mengomentari isu beredarnya video porno dirinya dengan Ariel. BCL lebih memiih konsentrasi kepada kandungannya yang telah berusia 5 bulan daripada membahas video pornonya. Hal tersebut dikatakan oleh ibunda BCL, Emmy, saat dihubungi wartawan via ponselnya, Kamis (1/7). Emmy juga menegaskan dirinya tidak percaya kalau ada video porno antara BCL dan Ariel. “Tadi pagi juga baru bertemu, kita asyik-asyik aja. Sama sekali nggak ngo-

mongin itu (video). Bunga lebih konsen ke kandungannya,” kata Emmy. Emmy tetap tidak percaya ada video porno BCL dengan Ariel. Bagi Emmy, aneh bila video porno beredar di Menado bukan di Jakarta. “Kenapa musti di Manado? Kenapa nggak di Jakarta?” tandas Emmy. Emmy berharap kasus video porno artis yang tengah heboh bisa cepat diselesaikan oleh polisi. “Saya cuma menyerahkan hal ini sama yang berwewenang. Kan sudah ada yang menanganinya,” jelasnya. (ebi/ebi)

Pemkab Belum Tambah Area Hot Spot dari halaman 3 “Namun kami sepakat, pada areal tertentu dan kondisional mengingat kebutuhan, PT Telkom mau menyelenggarakan area hot spot

di sejumlah titik,” jelas Suhartono. Sementara, menyinggung perbaikan TI tersebut, dijelaskan penyempurnaan sistem radio wareless yang masih sering gampang terkena sambaran

petir. Juga jaringan memiliki broundeed masih dirasa jelek. “Kami akan menyempurnakan sistem itu dari pada untuk membangun hot spot baru,” tukasnya. (k1)

68 Personel Polres Naik Pangkat dari halaman 3 diantaranya dari jajaran Polres, dan Polsek. Di antaranya, untuk unit Lantas ada 20 personel, reskrim 9 orang, samapta 1, Intel 2, Bag Min 2, anggota dari polsek 30 personel, SPK 1, Bensat 1, Dokes 1 dan bagian telematika 1 personel. “Kenaikan pangkat ini kami lakukan melihat masa kerja anggota tersebut. Demikian dengan saat anggota melaksanakan tugas dan perintah. Jika anggota tersebut tidak pernah melakukan pelanggaran kedisiplinan, maka personel tersebut

layak untuk mendapatkan hadiah special seperti ini,” jelasnya. Seperti pada kenaikan pangkat dari Bripda ke Briptu- Brigadir dan Bripka itu harus memiliki masa tugas atau kerja selama 4 tahun. Sedangkan proses menuju ke Bripka ke Aipda selama 5 tahun. Demikian dengan Aipda ke Aiptu harus menjalani masa tugas selama 2 tahun. “Kenaikan pangkat ini merupakan salah satu kado dari Polri kepada mereka yang tengah mengabdi untuk negara dan bangsa. Termasuk saat melaksanakan tugas selalu siap

siaga, dan tidak pernah melakukan pelanggaran pidana maupun indisipliner. Meski ada anggota yang sudah masuk dalam masa kerja, namun jika berkelakuan buruk promosi untuk naik pangkat jelas terganjal. Terlebih bila anggota tersebut kesandung dengan kasus pidana,” jelas Wahyu. Yang jelas, kepada anggotanya bahwa hadiah kenaikan pangkat ini juga merupakan hasil pengabdian anggota tersebut yang selalu siap siaga. Terlebih bila ada tugas dari unit maupun pimpinan. (gus)

Tersangka Bakal Bertambah dari halaman 3 namun dari hasil penyelidikan dilakukan secara bersamasama. Agar tidak terkesan tebang pilih maupun rasa keirian pada tersangka lain, kami siap untuk menetapkan sejumlah tersangka lainnya,” beber Samsuddin. Ditambahkan, bahwa tersangka selanjutnya bisa saja juga dari Dinas Peternakan Kabupaten Tegal. Tak terkecuali dari rekanan yang saat itu mengedrop sapinya. Lantaran

sapi yang diserahkan tidak sesuai dengan kebutuhan maupun perjanjiannya, yang sebenarnya berjumlah 20 ekor, namun yang diberikan ternyata hanya 18 ekor. Mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal periode 20042009 tersebut, Muksin Alkatiri menjabat sebagai wakil rakyat hanya 5 bulan saja. Warga Desa Dermasandi Pangkah itu masuk menjadi anggota DPRD berkat PAW, dia sudah dihadapkan dengan adanya bantuan sapi. Hingga akhirnya,

Muksin Alkatiri pun siap menjalankannya. Makanya saat dijadikan sebagai tersangka, Muksin Alkatiri pun tidak rela dibui sendiri. Sebab sembilan rekan-rekan DPRD lainnya pada masa itu juga melakukan hal sama. “Makanya kami melapor balik kepada kejaksaan. Sebab dalam kasus bantuan sapi ini, rekanrekan kami saat itu juga melakukan hal sama. Termasuk mereka yang mengusulkan dan menggedok atas bantuan sapi tersebut,” ujarnya. (gus)

FIVE MINUTES

Merasa Dipermalukan Olga Syahputra PENAMPILAN Five Minutes di acara musik ‘DahSyat’ pada 30 Juni 2010 mengalami gangguan berkali-kali. Band asal Bandung itu pun merasa dipermalukan sang pembawa acara, Olga Syahputra. Ricky, kibordis Five Minutes, via ponselnya, Kamis (1/7) kemarin menjelaskan yang terjadi dalam acara tersebut. Five Minutes bermain playback membawakan lagu ‘Sumpah Mati’ dalam acara live ‘DahSyat’ edisi ulang tahun Seputar Indonesia. Lagu baru diputar, ternyata audio di atas

panggung mati tapi tidak dengan yang disiarkan. Aksi mereka pun dipotong dan diulangi. Ketika tampil untuk kedua kalinya, di tengah acara tiga host ‘DahSyat’ yaitu Olga Syahputra, Astrid Tiar dan Raffi Ahmad naik ke pentas. Ricky pun merasa terganggu dengan aksi bercanda mereka di atas pentas. Sebelumnya mereka juga salah sebut nama band Five Minutes dengan The Titans. “Bercanda mereka di luar batas. Kita musisi bukan pelawak,” ujar Ricky.

Tidak cukup sampai di situ, ketika kelar menyanyikan ‘Sumpah Mati’, Olga memanggil Richie, sang vokalis, untuk menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’ kepada Sindo. Baru juga Richie membuka suara, Olga “mengusir” sang vokalis dari pentas. Richie pun turun panggung dengan wajah kesal. “Kita merasa dipermalukan sebagai anak band. Kita main musik. Itu udah keterlaluan. Awalnya tanggapan ini juga datang dari yang nonton, mereka memberi respon di Twitter juga Facebook,” jelas Ricky.

Ricky membantah bermasalah dengan pihak RCTI selaku penayang acara. Five Minutes kesal dengan candaan Olga yang di luar batas menurut mereka. “Selesai acara itu kita emosi banget. Pengen nangis rasanya. Kita kecewa banget. Harusnya host itu bantu promo bukan untuk menjatuhkan,” tutur Ricky. Untuk sementara, band yang telah mengantongi 8 album itu stop menerima tawaran pentas di ‘DahSyat’. Hingga kini Five Minutes masih menunggu konfirmasi dari Olga. (yla/iy)

OLGA SYAHPUTRA

Tidak Bermaksud Menjatuhkan BAND Five Minutes merasa dipermalukan oleh Olga Syahputra ketika tampil di ‘DahSyat’. Olga Syahputra pun minta maaf pada Five Minutes. “Gue nggak ada maksud. Gue kalau bercanda suka katakataan. Gue nggak maksud jatuhin orang. Gue minta maaf,” ujar Olga ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, Kamis (1/7). Olga pun meminta kepada pihak yang tidak tahu apa-apa agar tidak ikut berkomentar. Masalah ini sempat jadi pem-

bahasan via Twitter dan banyak orang memberikan komentarnya. Menurut Olga apa yang terjadi dengan Five Minutes adalah ketidaksengajaan. Ia berharap agar masalah tersebut cepat selesai. “Dia (Five Minutes) biasanya baik, mungkin mereka sensitif lagi ada masalah. Mereka sering isi acara Olga, Olga juga mau ketemu sama mereka,” tuturnya. Sementara itu, pihak RCTI mengaku tidak mengetahui secara jelas perselisihan yang

terjadi antara Five Minutes dan Olga. Ketika acara berlangsung, 30 Juni 2010, secara gambar tidak terlihat adanya gangguan berarti dari host ‘DahSyat’. “Ada masalah apa dengan host kita nggak tahu malah. Nggak ada yang melenceng. Tim ‘DahSyat’ akan memanggil mereka, kita masih pelajari dulu. Karena kemarin di gambar itu clear. Si host tidak terlihat mengganggu mereka. Objek ada di vokalis,” ujar Oke Jahja, produser ‘DahSyat’ ketika berbincang di waktu berbeda. (yla/iy)

Segera Bentuk AMIB dari halaman 3 nantinya daftar kepengurusan bisa kami bawa ke DPD Partai Demokrat,” katanya. Dalam kepengurusan AMIB, lanjut Ayu, sedikitnya ada 13 wakil ketua dan 7 wakil sekretaris serta beberapa wakil bendahara. Dalam komposisi wakil ketua, juga ada beberapa anggota. Sehingga kalau di jumlah keseluruhan, komposisi ke-

pengurusan AMIB paling tidak ada 46 anggota. Namun itu tidak mutlak, artinya kepengurusan AMIB bisa dirampingkan sesuai dengan kebutuhan saat ini. “Kalau nanti tim dalam menyodorkan nama-nama yang akan masuk jadi pengurus jumlahnya banyak, ya kami bisa mengajukan pelantikan sendiri. Tapi kalau tidak, akan kami gabungkan dengan kepengurusan AMIB lain di Jawa Te-

ngah. Makanya kami belum berani bilang komposisi kepengurusannya gemuk apa tidak. Tunggu saja hasil dari laporan tim yang telah kami buat,” tambahnya. DPC Partai Demokrat, ucap Ayu, saat ini sedang berkoordinasi dengan pengurus, terutama uniform yang akan dipakai oleh AMIB. Makanya kalau kepengurusan sudah clear maka secepatnya akan diusaha-

kan uniform tersebut untuk pelaksanaan pelantikan nanti. “Mudah-mudahan dengan adanya AMIB, kedepan Partai Demokrat Kabupaten Tegal akan bertambah besar. Keyakinan itu berdasarkan pada niat baik guna memajukan Partai Demokrat dalam membela masyarakat. Dan komitmen itu pula yang mendasari semangat kami untuk terus berjuang untuk masyarakat,” ucapnya. (guh)

unit berada di wilayah Slawi untuk menanggulangi di Kota Slawi dan sejumlah wilayah kecamatan terdekat. Satu unit mobil di wilayah Kramat, Suradai, Bumijawa dan Margasari. “Jumlah itu cukup ideal untuk menanggulangi sekitar 18 kecamatan di Kabupaten Tegal,” imbuhnya. Sementara, solusi penanggulangan saat ini dengan keterbatasan armada, pihaknya bekerja sama dengan Paguyuban Pemadam Kebakaran di Badan Koordinasi Wilayah Lintas Kota Kabupaten (Bakorlin) III se

karesidenan Pekalongan, terkait penanggulangan kebakaran di daerahnya. Ditambahkan, untuk bisa menanggulangi kebakaran di semua sudut, pada tahun 2011 pihaknya mengusulkan bantuan dua armada, satu besar dan satu kecil untuk masuk ke wilayah sempit. Juga penambahan jumlah SDM yang dirasa masih sangat kurang. “Satu unit saja kami membutuhkan tenaga 24 orang, jika terbagi dalam tiga shift kerja. Bisa dihitung jika armada kami menjadi enam unit,” tukas Jefri. (m ghoni)

Butuh Tambahan Armada dari halaman 3 taris DPU Pemkab Tegal Jefri Yusuf mengatakan idealnya jumlah mobil pemadam kebakaran, jika melihat luas area maupun jumlah penduduk, sedikitnya harus memiliki 6 unit mobil pemadam kebakaran. “Satu unit armada rusak karena usia kendaraan yang sudah tua. Selain itu jumlah SDM petugas pemadam kebakaran kami juga masih kurang. Ini yang tengah kami pikirkan,” katanya kepada Radar, Kamis (1/7) kemarin. Berbicara jumlah ideal, me-

nurut Jefri, untuk wilayah perkotaan, satu unit mobil kebakaran mengantisipasi penanganan kebakaran bagi 3000 warga. Namun untuk Kabupaten Tegal, pihaknya menginginkan enam unit mobil pemadam yang nantinya akan ditempatkan pada sejumlah titik di wilayah tertentu, tidak mengacu pada tolok ukur di atas. “Kami melihat realita kemampuan anggaran yang ada di Pemkab Tegal,” ucapnya. Dari enam unit mobil pemadam kabakaran yang sudah sering diusulkan itu, rencananya jika terealisasi, dua

Habis Tiga Kotak, ASI-nya Menjadi Normal Usai melahirkan anaknya beberapa waktu yang lalu, ibu satu orang anak ini tidak bisa memberikan air susu ibu (ASI) yang normal untuk bayinya itu. Apa pasalnya? ASI-nya ternyata tidak bisa keluar. Maka, wanita yang bernama Purwaningsih ini pun berobat ke dokter. Setelah diberi obat, ASI-nya memang bisa keluar tetapi warnanya bening. Tentu saja ini tetap tak normal. Kebetulan, suaminya ingat pada New Mandala 525. Maka, ibu rumah tangga berusia 25 tahun ini pun meminum kedelai bubuk instan itu secara rutin, dua kali dalam sehari. Hasilnya? “Baru habis tiga

kotak, ASI saya sudah normal, berwarna putih,” ungkap wanita yang akrab disapa Naning ini saat ditemui di hari terakhir tahun 2009 yang lalu. Selain itu, ternyata ada bonus yang didapat alumnus Diploma 3 Informatika dari Prisma Professional, Surabaya, ini. Apa itu? Sejak remaja, akibat tekanan darahnya yang sering rendah, ia kerap menderita vertigo. “Kalau sudah kambuh, penglihatan seperti berputarputar, dan seharian saya tidak bisa apa-apa,” tuturnya. “Sekarang, akibat stamina meningkat, vertigo itu tidak kambuhkambuh lagi,” imbuh penduduk Kelurahan Mulung, Kecamat-

an Driyorejo, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, ini. Wanita hamil diharapkan selalu bisa memelihara kesehatannya supaya ia tetap fit. Dan untuk selalu fit, asupan gizi ke dalam tubuh mesti selalu terjaga. Sebab, bila tidak, hal itu bisa memberikan dampak yang negatif bagi seseorang sehingga ia akan mudah terserang oleh berbagai penyakit. Penyakit akan timbul apabila metabolisme tubuh tak lagi normal. Untuk itu, salah satu fungsi isoflavon yang terkandung dalam kedelai adalah untuk melancarkan kembali metabolisme tubuh yang terganggu itu, sehingga

penyerapan zat-zat gizi akan diseimbangkannya kembali dengan sistem pengeluaran sisa-sisa makanan yang ber-

langsung di dalam tubuh. Dan bila sudah terjadi toksifikasi atau peracunan dalam tubuh, kandungan karoten yang terdapat pada kacang kedelai akan menetralisasinya kembali secara bertahap. Selain itu, penyebab badan tidak fit dan penyakit mudah mampir adalah sistem imun yang rendah. Dalam hal ini, selain kadar protein serta asam lemak tak jenuh kedelai yang sangat tinggi, isoflavonnya berperan besaar dalam meningkatkan sistem imun. Karena itu setiap orang, berapa pun umurnya, harus rajin memelihara kesehatan, termasuk menjaga pola berpikir, mengatur waktu untuk

beristirahat atau relaksasi, serta menjaga pola makan. Bubuk kacang kedelai merupakan sumber vitamin B1, B6, dan E, mineral magnesium dan seng, serta asam amino triptofan. Di dalam buku Susu Kedelai, Susu Nabati yang Menyehatkan dikatakan bahwa senyawa-senyawa itu mampu menambah vitalitas, tenaga, dan kualitas tidur seseorang. New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat

masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

JUMAT, 2 JULI 2010

METRO SLAWI RADAR TEGAL

10

Satreskrim Berhasil Ungkap 96 Kasus

DOK RATEG

KASAT RESKRIM AKP RUDI W

Dari 121 Laporan Selama 2010 SLAWI - Dalam kurun waktu selama lima bulan di tahun 2010, Satreskrim Polres Tegal berhasil mengungkap 96 kasus besar dari hasil laporan yang masuk sebanyak 121 persoalan. Pengungkapan kasus ini di antaranya kejadian pembunuhan di Pagiyanten Adiwerna, pencurian mobil, ilegal loging, narkotika, termasuk sejumlah kasus lainnya. “Ya, masih ada PR yang masih terus kami kembangkan dan didalami. Yakni

kasus pembunuhan di Karanganyar Dukuhturi. Sedangkan kasus pembunuhan ABG di Desa Pagiyanten Adiwerna, sudah berhasil kami ungkap, termasuk pelakunya sudah diamankan,” kata Kasat Reskrim AKP Rudi Wihartana, Kamis (1/7) kemarin. Rudi menambahkan, kasus yang berhasil diungkap di antaranya untuk pencurian dengan pemberatan dari Januari hingga Juni 2010 sebanyak 37 laporan, dan berhasil diungkap 31. Untuk kasus pencurian dengan kekerasan ada 12 laporan dan 9 diungkap. Pencurian sepeda bermotor (curanmor) ada 13 kasus, namun hanya 2 saja yang berhasil diungkap. Sedangkan kasus penganiyaan berat 6 laporan, dan semuanya berhasil diungkap. Demikian dengan kasus kebakaran yang berjumlah 3 semuanya berhasil diungkap jajarannya. “Sedangkan untuk pembunuhan terjadi 2 kali, dan satu kasus berhasil kami ungkap. Sementara untuk kasus narkotika berjumlah 8 berhasil kami ungkap sebanyak 9. Kenapa 9 karena kami juga ternyata bisa berhasil mengungkap kasus atau pelaku narkotika yang terjadi di tahun 2009 atau sebelumnya. Demi-

kian dengan kasus-kasus kriminal lainnya sebanyak 39 laporan berhasil kami tangani sebanyak 33,” ulas Kasatreskrim. Ditambahkan, pihaknya juga berhasil mengungkap modus penipuan yang nominalnya ratusan juta rupiah. Dengan barang bukti sebuah mobil Avanza, yang barang buktinya sudah diamankan di Mapolres Tegal. Kendati demikian, kasus ini masih terus didalami dan dikembangkan guna mengusut sampai tuntas. Sebab, dalam kasus ini melibatkan sejumlah pihak yang hingga kini juga masih belum dimintai keterangannya. “Yang jelas, keberhasil kami dalam mengungkap sejumlah kasus maupun laporan dari masyarakat juga berkat kerja keras dan menghimpun jaringan, termasuk pengetahuan personelnya saat melakukan penyidikan. Kemudian kecepatan dalam melaksanakan cek TKP bila seperti kasus pembunuhan. Sehingga, kami bisa mudah mendapatkan informasi dari masyarakat termasuk pengumpulan barang bukti yang ada sebagai alat untuk menjerat pelaku kejahatannya,” paparnya. (gus)

Meriahkan Muktamar 1 Abad Muhammadiyah WARGA Muhammadiyah Kota Tegal siap memeriahkan dan menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah 1 Abad. Hajatan akbar yang digelar di Jogyakarta ini dilaksanakan, Sabtu (3/7) besok. Rencananya, rombongan akan diberangkatkan, Jumat (2/7) pagi. ‘’Insya Alloh kami akan berangkat pukul 07.00 WIB,’’ ungkap Farid Nahdi selaku panitia bidang transportasi. Disebutkan Farid, rombongan penggembira Muktamar Muhammadiyah 1 abad ini sebanyak 360 orang. Mereka akan berangkat menggunakan

armada sebanyak 6 bus. Iring-iringan penggembira muktamar ini akan dilepas Ketua Panitia Gebyar Muktamar Muhammadiyah Kota Tegal, Nurcholis, di Posko Tegal Timur tepatnya di SPBU Muri, Dampyak, Kabupaten Tegal. Selanjutnya, mereka akan menginap satu malam di Jogyakarta dan pulang, Sabtu (3/7) malam. Penggembira muktamar 1 abad Muhammadiyah ini tidak lain adalah untuk menyemarakkan milad atau hari jadi organisasi masyarakat besar ini yang ke-100 tahun. Muhammadiyah didirikan di

Kampung Kauman Yogyakarta, 8 Dzulhijjah 1330 H tepatnya 18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis dan kemudian dikenal sebagai KH Ahmad Dahlan. Sehingga pada tahun 1431 H ini merupakan tepat 100 tahun milad Muhammadiyah. ‘’Kami akan memeriahkan pembukaan yang insya Alloh dilaksanakan, Sabtu (3/7) di Stadion Mandala Krida,’’ kata Farid. Selanjutnya, rombongan akan ke arena muktamar dan pameran di kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Jogyakarta. (ela)

Siapkan Kader Handal NASYIATUL ‘Aisyiyah (NA) merupakan organisasi otonom yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan keputrian. NA tetap mengedepankan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar seperti yang diamanatkan oleh oleh Muhammadiyah. Tugas luhur ini dilakukan baik secara kolektif organisasional maupun secara individu oleh personil-personil NA. Berdirinya Nasyi’atul Aisyiyah (NA) juga tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan rentang sejarah Muhammadiyah sendiri yang sangat memperhatikan keberlangsungan kader penerus perjuangan. Muhammadiyah dalam membangun umat memerlukan kader-kader yang tangguh yang akan meneruskan estafet perjuangan dari para pendahulu di lingkungan Muhammadiyah. Pengkaderan inilah yang menjadi tema utama pada Musyawarah Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Tegal periode 2008-2014. Yaitu meningkatkan militansi kader dan gerakan aksi Nasyiatul Aisyiyah dalam meningkatkan kualitas hidup bangsa. Di mana sebagai organisasi kader, NA bukan sekedar organisasi perkumpulan orang dengan tujuan yang sama. Bukan pula sebagai organisasi yang sibuk dan berkutat pada masalah internal saja. ‘’Melainkan sebagai organisasi gerakan dan barisan jamaah yang tertata rapi, bergerak menuju pencerahan dunia dan akherat,’’ ungkap Uswatun Khasanah, ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Tegal terpilih periode 2008-2014. Menurutnya, sebagai kader Muhammadiyah dan Aisyiyah sekaligus berperan menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Mu-

hammadiyah, Nasyiah haruslah berakhlak mulia. Serta berwawasan luas dan mampu menggerakkan organisasi secara profesional dan penuh keikhlasan. Maka ke depan, kader NA adalah yang handal dan militan sekaligus dapat menggerakkan organisasi dengan penuh tanggung jawab dan amanah menjadikah NA sebagai ladang amal. Organisasi ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi dalam gerak langkah kita sehingga dapat dirasakan masyarakat terutama dalam meningkatkan kualitas hidup bangsa. Untuk dapat mencapai keberhasilan gerakan nasyiah ini, lanjutnya, dengan memberikan perhatian pada pengembangan aktivitas jamaah di tingkat ranting maupun cabang. Sekaligus komitmen pimpinan untuk bersedia menajdi penggerak jamaah di tempat tinggalnya. Ini sebagai wujud dan tanggung jawab kita terhada Nasyiatul Aisyiyah seta meningkatkan kuantitas dan kualitas kader nasyiah. Baik dari segi ahlak, wawasan, kepemimpinan serta kepekaannya terhadap persoalan yang ada di masyarakat. ‘’Masalah kaderisasi ini menjadi hal serius, dan perlu mendapatkan perhatian khusus,’’ tambahnya. Sebab, bukan hanya untuk keluarga besar Muhammadiyah saja, namun juga masyarakat pada umumnya. Sebagaimana dalam firman Allah Surat An Nisa ayat 9 yang artinya ‘hendaklah mereka khawatir bila kelak meninggalkan keturunan (kader) yang lemah yang dikhawatirkan nasibnya kelak. Hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengatakan kata yang benar’. Ayat ini secara khusus ditujukan bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah agar mereka bisa

memperhatikan dan mendorong putra-putrinya untuk aktif dalam organisasi salah satunya adalah Nasyiatul Aisyiyah. Namun secara umum juga untuk generasi penerus lainnya, karena mereka yang kelak akan menggantikan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Menyiapkan kader handal ini juga sesuai dengan tujuan NA itu sendiri. (laela nurchayati)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BERIKAN TUMPENG - Manajemen RM Pring Sewu Grup saat memberikan tumpeng kepada Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE, sebagai bentuk ucapan selamat atas HUT Bhayangkara ke-64 yang jatuh pada 1 Juli kemarin.

Pring Sewu Berikan Tumpeng ke Kapolres SLAWI - Kepedulian Rumah Makan Grup Pring Sewu terhadap pelanggannya rupanya tidak dilakukan di tempat saja. Bahkan RM Pringsewu Grup yang berada di Jalan Raya Kramat, rela untuk mengantar kado kepada instansi yang tengah merayakan ultah. Tak terkecuali pada HUT Bhayangkara ke-64, RM Pring Sewu memberikan sebuah makanan tumpengan yang diberikan langsung kepada Kapolres Tegal sebagai salah satu kepedulian masyarakat terhadap polisi. “Ya, tumpeng yang sengaja kami berikan untuk Pak

Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE adalah sebagai bentuk kepedulian RM Pringsewu Grup yang selama ini sudah menjalin hubungan baik dengan masyarakat, pelanggannya termasuk bapak-bapak polisi,” kata Indah, salah satu manajemen Pringsewu Grup. Di sela-sela memberikan tumpengan kepada orang nomor satu di Mapolres Tegal, Indah juga menambahkan Pringsewu Grup juga selain memberikan tumpengan, siap menjamu Kapolres bersama jajarannya. Namun asalkan mau kembali singgah di tempat RM Pring

Sewu Grup. Baik itu yang berada di jalan raya Kramat, maupun di Rita Mall. “RM Pring Sewu Grup memang selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Termasuk menjaga hubungan dengan masyarakat terus dilakukan, demi citra dan majunya rumah makan kami. Termasuk, bila ada pelanggan yang hadir, kamik selalu memberikan pelayanan yang lebih. Sedangkan bagi pelanggan yang sedang makan dan tengah berulang tahun, kami juga pasti memberikan kado. Termasuk suguhan sulap maupun badut

kepada mereka yang tengah merayakan ultah di tempat kami,” ulas Indah. Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo menambahkan, pihaknya jelas berterima kasih dan ucap rasa syukur kepada Allah SWT. Karena semakin bertambah umur, Polri banyak dicintai oleh masyarakat. “Terlebih RM Pringsewu yang setiap tahunnya selalu peduli dengan HUT Bhayangkara. Ya, meski hanya tumpengan namun maknanya luar biasa. Termasuk mau mengantar makanan tumpengan untuk kami,” pungkasnya. (gus)

Uswatun Khasanah Kembali Pimpin PDNA SETELAH rampung menyelesaikan amanah kepemimpinan periode 2003-2008, Uswatun Khasanah kembali mendapatkan kepercayaan sebagai ketua I Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Tegal. Selanjutnya, wanita yang berprofesi sebagai guru SD Mangkukusuman I ini kembali menjalankan amanah untuk periode 2008-2014 mendatang. Pemilihan ini berdasarkan rapat formatur dengan anggota 9 calon yang mendapatkan suara tertinggi. Uswatun Khasanah mendapatkan perolehan 40 suara dari total 47 suara. Selanjutnya, suara terbanyak ini juga disetujui tim formatur terpilih. ‘’Jadi ketua I diemban lagi oleh saudari Uswatun Khasanah,’’ ungkap Intan Prihatin, panitia pemilihan Musyawarah Daerah (Musyda) Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Tegal. Sementara tim formatur sendiri, adalah 9 nama calon terpilih dengan perolehan suara tertinggi dalam permusyawaratan tertinggi di tingkat kota dan

kabupaten ini. ‘’Inilah karakter khusus dalam persyarikatan Muhammadiyah dan NA yang menggunakan sistem kepemimpinan kolegial,’’ tambahnya. Dalam sistem ini, tonggak kepemimpinan bukan terletak pada sosok melainkan pada pengurus yang kemudian memilih kader terbaiknya menjadi ketua umum. Musyda NA Kota Tegal dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Kota Tegal Jl Kartini, Minggu (27/6) kemarin. Kegiatan ini diikuti peserta dari 5 cabang dan 15 ranting se

Kota Tegal. Sementara calon pimpinan diajukan oleh masingmasing cabang sebanyak 5 orang. Sedangkan hak pilih hanya dimiliki oleh 3 perwakilan cabang dan 2 perwakilan ranting. Intan menambahkan, Musyda ini merupakan ajang pertanggungjawaban pimpinan periode sebelumnya. Sekaligus pemilihan pimpinan yang baru untuk periode 2008-2014 sesuai dengan periode muktamar NA. Di mana substansi kepemimpinan harus diberikan kepada orang yang benar-benar ahli, berkualitas dan memiliki

tanggung jawab yang jelas dan benar serta jujur, adil dan bermoral baik. Dengan kriteria tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat membawa semangat baru untuk menggerakkan kegiatan Nasyiah mulai dari daerah, cabang dan ranting di Kota Tegal. Sebab, kepemimpinan dalam NA bukan sekedar tugas dan tanggung jawab. Melainkan sebagai amanah yang harus diemban sebaik-baiknya. ‘’Itu sebabnya harus dicari melalui proses pemilihan yang jujur, adil, dan demokratis.’’ (ela)

Radar Tegal 2 Juli 2010  

Radar Tegal 2 Juli 2010

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you