Page 1

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

Gondol Uang Century Rp 3,1T

INDEKS Indikator PHBS Masih Rendah HAL. METROPOLIS

Kades Rengaspendawa Didemo Warga HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Pasar Tiban Segera Ditangani Serius HAL. PEMALANG

Bosen, Bolos ke Kantin atau UKS HAL. XPRESI

APA MANING...

MUSTAFA RAMLI/JPNN

PANGLIMA TNI BARU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara, Ani Yudhoyono (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Panglima TNI yang baru dilantik Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri), menggantikan Jenderal Joko Santoso, Selasa (28 Sept 2010) di Istana Negara, di Jakarta.

Siap Bantu Berantas Teroris TNI Tunggu PolriBNPT

DWI PAMBUDO/JPNN

SILATURAHMI POLITIK - Ketua Umum PBNU Said Agil Siraj (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (tengah) didampingi Wakil Sekjen Edy Baskoro Yudhoyono (kanan) memberikan keterangan saat silaturahmi politik di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (28/9).

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menjamin kesiagaan TNI untuk membantu Polri dalam memberantas aksi terorisme. Pasukan khusus TNI di tiga angkatan siap diterjunkan kapan saja jika diminta kepolisian. Pembahasan mengenai kebutuhan bantuan TNI ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). “(Dalam) penanganan teroris, kita punya pasukan khusus. Manakala itu diperlukan, kemudian politik memerintahkan kita bersama-sama dengan Polri, kita akan melakukan itu,” tegas Agus yang kemarin (28/

9) dilantik menjadi Panglima TNI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta. Pada saat sama, juga dilantik Kepala Staf TNI-AL (KSAL) baru yang sebelumnya dijabat Agus. Laksamana Madya Soeparno yang semula menjabat sebagai wakil KSAL dilantik menjadi KSAL. Agus mengatakan, saat ini TNI memiliki kekuatan pasukan khusus seperti Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL, Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNIAD, dan Detasemen Bravo Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU. Seluruh pasukan itu siap diperbantukan kepada Polri kapan saja. “Siap. Tugas angkatan itu me-

nyiapkan pasukan. Kita selalu menyiapkan agar mereka selalu siap digunakan dan sekarang bagaimana menggunakan,” tutur alumnus AAL angkatan ke-24 tahun 1978 tersebut. Dia juga berharap sinergi TNI dan Polri bisa makin diperbaiki.Agus juga menjelaskan, kemampuan pasukan TNI juga terus diasah. Saat ini, misalnya, Kopassus tengah melakukan latihan bersama militer Australia di Bali. Denjaka juga telah berlatih dengan mitranya dari Amerika Serikat (AS). “Itu upaya peningkatan kemampuan dari pasukan khusus yang kita miliki. Tapi, pengarahan keterlibatan pada penanggulangan terorisme, kita menunggu mekanisme dari BNPT,” kata mantan Panglima ke hal 19 kol 4

Demokrat Dekati NU JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) harus kuat menahan godaan untuk tidak terjun ke politik praktis. Sejumlah parpol terus mendekati organisasi nahdliyin itu. Kemarin giliran Partai Demokrat yang merapat ke PB NU. Dipimpin Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, sejumlah pengurus partai peraih suara terbanyak Pemilu 2009 itu secara khusus bersilaturahmi ke Kantor PB NU, Jalan Kramat Raya, Jakarta. ke hal 19 kol 1 NICK HANOATUBUN/JPNN

SEMOK

SERIUS - Terdakwa kasus pajak Andi Kosasih saat mendengar kesaksian Haposan Hutagalung di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, selasa (28/9).

Anggun C Sasmi Perangi Kemiskinan

JAKARTA - Anggun (34) penyanyi asal Indonesia yang sudah sukses di kancah internasional, tak mau berhenti untuk mengharumkan tanah kelahirannya. Bukan hanya dengan lagulagu apiknya, tapi juga aksi sosialnya. Pada 17-23 September lalu, penyanyi yang kini sudah menjadi warga negara Prancis itu diundang secara langsung oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menghadiri pertemuan Millennium Developments Goal Summit di New York, AS. Itu terkait dengan status Anggun sebagai duta keliling badan pangan PBB, FAO (Food and Agriculture Organization). Serangkaian acara pun diikuti pelantun lagu Mimpi tersebut. Salah satunya adalah forum

Gayus-Haposan Saling Bantah Dikonfrontir dalam Sidang Terdakwa Andi Kosasih JAKARTA - Gayus Halomoan

Tambunan dan Haposan Hutagalung terlibat saling bantah keterangan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/9) kemarin. Itu terjadi ketika keduanya dikonfrontir saat dihadirkan sebagai saksi dalam

sidang kasus mafia pajak dengan terdakwa Andi Kosasih. Perbedaan itu misalnya terkait pertemuan Gayus dan Haposan yang pertama. Dalam keterangannya di depan majelis hakim yang ke hal 19 kol 1

JAKARTA - Terdakwa mantan pemilik dan pemegang saham mayoritas Bank Century, Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi benar-benar tersudut. Dalam sidang lanjutan in absensia (digelar tanpa terdakwa) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Selasa (28/9) kemarin, saksi ahli dari auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan bahwa keduanya telah merugikan Bank Century senilai Rp 3,1 triliun. “Kerugian itu (Rp 3,1 triliun) terkait dengan permasalahan surat-surat berharga yang “dimainkan” mereka,” kata Ketua Tim Penemuan Pelanggaran BPK untuk kasus Bank Century Epi Sopian di depan majelis hakim. Siang kemarin Epi dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menerangkan pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan Bank Century bangkrut.

Menurutnya, kedua terdakwa membeli, menempatkan dan menukarkan surat-surat berharga valuta asing di PT Bank CIC International Tbk melalui Chinkara Capital Ltd, perusahaan finansial yang berkedudukan di Bahama. Hal itu dilkukan keduanya sejak 2001 hingga 2003. “Padahal itu SSB (surat-surat berharga) itu nggak punya peringkat,” ucap alumni Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) itu. Jadi, lanjut Epi, saat SSB itu jatuh tempo, PT Bank CIC International Tbk tidak menerima dana tunai. Tapi kembali dibayar dengan saham yang dimiliki terdakwa Rafat, yang juga tidak memiliki peringkat. Nah karena ulah Hesham dan Rafat, maka Bank Century mengalami kerugian mencapai Rp 3,1 triliun. Dari hasil investigasi BPK, selain kedua terdakwa, Robert Tantular juga telah ke hal 19 kol 4

Adik Tholut Minta Jaminan Kapolri JAKARTA - Keluarga Abu Tholut yang punya nama asli Imron Baihaqi akhirnya angkat bicara. Melalui adiknya, Kusniati, keluarga Tholut meminta jaminan agar polisi tidak berlaku semena-mena dalam proses pencarian Abu Tholut. Hingga saat ini, keluarga masih meragukan klaim polisi bahwa Abu Tholut berbahaya. “Kita bicara fakta hukum. Abang saya belum pernah dihukum dalam kasus terorisme, dia memang pernah dipenjara tapi dalam kasus titipan senjata api,” ujar Kusniati saat berbincang dengan Jawa Pos di Jakarta Selasa (28/09). Kusniati adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara sedangkan Imron adalah anak sulung. Imron dipanggil Abu Tholut karena mempunyai putra bernama Tholut, yakni anak ketiganya. Sebelum menghilang dia

dan keluarganya tinggal di Kudus. “Saat ini, istrinya shock karena baru saja melahirkan anak ke tujuh dan tiba-tiba dikabarkan seperti ini,” kata wanita berkacamata itu. Anak bungsu Tholut yang bernama Saad Abdul Qayyim hingga saat ini belum pernah bertemu bapaknya, karena setelah diumumkan sebagai DPO oleh polisi, Imron putus kontak dengan keluarga. Kusniati telah meminta bantuan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) dan Komnas HAM. “Keluarga sangat khawatir keselamatannya,” katanya. Saat kasus kepemilikan senjata api (ditangkap tahun 2003) dan proses persidangan 2004, Kusniati yang mendampingi Imron selama mengurus proses hukum. “Silahkan dibuka dokuke hal 19 kol 4

ke hal 19 kol 1

Nok Slentik Gondol Uang Century Rp 3,1 Triliun * Duite nggo apa bae kuwe? Demokrat Dekati NU * Ati-ati Kiai, politik praktis...

CMYK


WACANA

2

RABU 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

Membangun Pilar Good Governance Oleh: Abdul Rahman Ma’mun

Geger Pajero Oleh: M Riza Pahlevi BEBERAPA hari ini di Kabupaten Brebes digegerkan dengan pemberitaan kasus dem-deman Toyota Pajero, mobil dinas Bupati Brebes yang dihargai hanya sekitar Rp 26 juta saja. Kasus ini menjadi gegeran karena dinilai sangat murah, padahal menurut informasi, harga di pasaran masih ratusan juta. Namun didem hanya dengan Rp 26 juta saja. Selain dinilai sangat murah, kondisi berbeda dialami puluhan sepeda motor yang sempat menjadi kendaraan dinas anggota DPRD Kabupaten Brebes periode 1999-2004. Puluhan sepeda motor itu tarik kembali oleh Sekretariat DPRD, karena dianggap belum ada peraturan yang menaunginya untuk didem kepada anggota DPRD yang membawa kendaraan tersebut. Bahkan sebuah mobil mantan Ketua DPRD, yang sudah berpindah tangan itu pun tak luput dari “penyegelan”, karena masih menjadi aset Pemkab Brebes. Perdebatan itu muncul terkait dengan aturan yang digunakan. Aturan itu, menurut Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes Drs Atmo Tan Sidik mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni PP No 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta Permendagri No 17 tahun 2007 tentang Teknis Pengelolaan Barang Milik Negara. Dengan aturan tersebut, menurut dia, dem-deman mobil dinas bupati itu sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, hingga dianggap sah. Sementara dalam kasus sepeda motor mantan anggota DPRD, saat itu belum ada aturan yang menjadi dasar pelepasan aset tersebut. Sehingga harus ditarik kembali, padahal sejumlah anggota DPRD saat itu sudah titip sejumlah uang di Sekretariat DPRD untuk bisa memiliki kendaraan dinas tersebut. Sebenarnya, jika melihat aturan yang digunakan, seperti disampaikan tersebut, banyak kendaraan dinas yang sudah bisa didem, baik roda empat maupun roda dua. Yang menjadi pertanyaan mungkin, kok hanya kendaraan tertentu saja yang didem, tidak semuanya? Bahkan saking tuanya, atau memang tidak diurus oleh dinas yang bertanggung jawab, banyak kendaraan dinas itu yang dibiarkan ndongkrok dan lamakelamaan rusak dan tak bisa digunakan. Sementara Pemkab sendiri dalam beberapa tahun terakhir mengadakan kendaraan dinas baru, baik untuk kepentingan eksekutif maupun legislatif. Melihat fenomena tersebut, pemerintah mestinya bersikap bijak. Artinya ketika muncul keptusan untuk melepas aset pemerintah, khususnya kendaraan dinas yang sudah berusia tua, dilakukan secara serentak dan transparan. Mana-mana aset yang hendak dilepas, didata secara rinci dan disertai dengan alasan, seperti uji KIR dari Dishubkominfo. Kemudian juga perlu diperjelas, siapa yang berhak membawa pulang mobil dem-deman tersebut, apakah pejabat yang memakai koendaraan dinas itu, atau bagaimana. Proses sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun kalau tidak transparan, pasti akan geger. Seperti geger Pajero. Menjadi geger, karena sebelumnya tidak pernah ada kejelasan, seperti keberadaan mobil tersebut dan siapa yang memakai. Menjadi geger karena tiba-tiba saja didem, tanpa ada informasi yang transparan dari pengambil keputusan tersebut. Geger Pajero ini, memang menajdi pembelajaran bagi pemerintah, khususnya Pemkab Brebes dalam mengambil keputusan. Era transparansi publik ini, sudah tidak saatnya lagi menutup-nutupi sesuatu. Kalau memang ada aturannya, kenapa tidak diumumkan dan DPRD sebagai lembaga pengawas, memang berhak untuk berkomentar. Mereka berteriak, karena sebagai bagian dari pemerintahan saja tidak tahu, bagaimana dengan masyarakat biasa, yang tentu saja sulit untuk mengakses informasi, yang kadang hanya untuk beberapa gelintir orang saja. Kini, di tengah situasi seperti ini, Pemkab Brebes dapat mengambil pelajaran dengan cepat dan tepat. Kebijakan untuk melepas aset pemerintah, khususnya kendaraan dinas, harus segera dikaji secara matang. Apalagi menurut informasi yang ada, biaya operasional untuk perawatan kendaraan dinas ini cukup besar. Karena jumlah kendaraan dinas yang dimiliki pemkab sendiri cukup banyak, karena hingga pengadaan mobil dinas yang abru, belum ada pelepasan secara resmi atas kendaraan-kendaraan dinas yang sudah tidak layak tersebut. Namun sekali lagi, keptusan ini harus dikaji secara cepat dan tepat, disertai dengan aturan yang jelas dan transparan. Sehingga tidak menimbulkan syak wasangka di antara pemerintah maupun legislatif maupun masyarakat. Tidak membuat geger, seperti geger Pajero! (*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Iman Teguh Supriyono. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi, Khikmah Wati. Asisten Redaktur: Arief Nur Rahardian Sidiq, Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Hasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P, Asep Ariadi S. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

MASIH ingatkah Anda tentang rencana Ketua DPR Marzuki Alie untuk menerapkan penggunaan finger print guna mencatat kehadiran para anggota dewan? Rencana saat ini, entah bagaimana realisasinya itu, dipicu oleh beredarnya daftar ketidakhadiran para anggota dewan dalam rapatrapat yang menjadi salah satu tugas pokok mereka. Soal bagaimana data itu beredar, tentu tak lepas dari praktik keterbukaan informasi publik yang kini dilaksanakan sekretariat jenderal DPR sebagai bagian dari implementasi peraturan DPR tentang keterbukaan informasi publik di lingkungan DPR. Dalam perkembangan yang sama, bila Anda membuka website pemerintah daerah, misalnya Pemerintah Kota Jogjakarta atau Pemerintah Kabupaten Malang, dengan mudah akan bisa diakses APBD (anggaran belanja pendapatan daerah) data yang pada masa lalu dianggap ‘’sakral’’ alias rahasia. Atas praktik transparansi dan akuntabilitas itu, tak mengherankan bila Pemkab Malang tahun ini kembali mendapat anugerah Otonomi Award dari Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP). Transparansi atau keterbukaan informasi publik menjadi bagian dari pemenuhan hak atas informasi atau ‘’hak untuk tahu’’ (right to know) yang merupakan hak asasi yang dijamin konstitusi. Yakni, pasal 28 UUD 1945 (UUD ’45 hasil amandemen). ‘’Setiap orang berhak

untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.’’ Di seluruh dunia, kini sudah 79 negara yang memiliki undang-undang yang menjamin ‘’hak untuk tahu’’ bagi warganya. Sejak disahkannya UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) 30 April 2008, Indonesia menjadi negara kelima di Asia -setelah Nepal, Thailand, India, dan Jepang- yang menjamin hak warga negara untuk memperoleh informasi publik. Karena itu, menjadi relevan bila kita bersama warga dunia lainnya memperingati Right to Know Day (RTK Day). Hari Hak untuk Tahu pada 28 September ini. *** RTK Day mulai diperingati secara internasional sejak 28 September 2002 di Sofia, Bulgaria, dalam sebuah pertemuan internasional para pembela hak akses atas informasi publik. Mereka mengusulkan dan menyepakati satu hari didedikasikan untuk mempromosikan ke seluruh dunia tentang kebebasan memperoleh informasi. Tujuan Hari Hak untuk Tahu itu adalah untuk memunculkan kesadaran global akan hak individu dalam mengakses informasi pemerintahan dan mempromo-

sikan bahwa akses terhadap informasi adalah hak asasi manusia. Dalam konteks Indonesia, pemenuhan ‘’hak untuk tahu’’ dengan membuka akses terhadap informasi publik ini tentu saja menjadi isu yang sangat strategis. Terutama karena reformasi yang digulirkan pada 1998, namun baru 10 tahun UU KIP disahkan. Bahkan, reformasi birokrasi yang menjadi target penting terkait tranparansi justru baru dimulai pada 2009 atau periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setidaknya bila itu dilihat dari nama baru yang dilekatkan pada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara menjadi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Muara pemenuhan hak atas informasi publik itu tentunya adalah transparansi dan partisipasi yang menjadi pilar utama bagi terwujudnya tata pemerintahan yang baik (good governance). *** Bila sebelumnya hanya wartawan, jurnalis, atau insan pers yang dijamin hak-haknya untuk mencari informasi, sebagaimana yang dipayungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) pasal 4 ayat (3) dan pasal 18 yang menyebutkan, jurnalis mempunyai hak untuk mencari dan menyebarluaskan berita -dan jika hak tersebut dihalang-halangi, pelaku yang menghalangi dapat dikenai ancaman pidana dua

tahun atau denda Rp 500 juta-, kini setiap warga negara dijamin hak asasinya untuk mengakses informasi publik. UU KIP menjadi landasan operasional untuk penegakan ‘’hak untuk tahu’’ bagi setiap warga yang dijamin konstitusi. Tentu, itu akan berdampak luar biasa ke depan bagi kehidupan kita berbangsa yang lebih baik, sebagaimana sebelumnya UU Pers Nomor 40/1999 yang membuka keran kebebasan pers pascareformasi 1998. Hingga lima bulan sejak mulai diberlakukannya UU KIP 1 Mei 2010, informasi publik telah pelan-pelan mulai mudah diperoleh. Begitu pula, akses terhadap informasi publik mulai terbuka. Meskipun di beberapa badan publik (instansi pemerintah dan lembaga nonpemerintah yang menggunakan dana publik) harus melalui sengketa di Komisi Informasi lebih dulu sebelum akhirnya bersedia memberikan atau membuka informasi publik yang diminta. Data di Komisi Informasi Pusat (KIP) menunjukkan, jumlah pengaduan sengketa informasi terus meningkat. Di antara puluhan pengaduan sengketa informasi hingga 23 September 2010, tujuh sengketa informasi telah diselesaikan melalui mediasi (enam di Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan satu permintaan informasi dana BOS di beberapa SMP serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta). Sementara itu, mengenai permintaan informasi pengelolaan Blok Cepu tentang per-

janjian kerja sama antara BUMD Kabupaten Blora Jawa Tengah PT Blora Patragas Hulu (PT BPH) dan informasi tentang rencana proyek/program 2010 dan rician DPA dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, dua sengketa it memasuki proses putusan sidang ajudikasi oleh Komisi Informasi Pusat. Sementara itu, ada 11 sengketa informasi lainnya di Sumenep yang penanganannya diserahkan kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur. Banyaknya sengketa informasi tersebut, di satu sisi, menunjukkan adanya kesadaran akan ‘’hak untuk tahu’’ di masyarakat. Namun, di sisi lain mengindikasikan kesiapan badan publik untuk memenuhi hak publik atas informasi yang masih kedodoran. Karena itu, momentum International Right to Know Day ini kiranya layak dijadikan penanda pentingnya kontribusi kita pada transparansi informasi publik dalam penyelenggaraan negara yang pada dasarnya juga bermanfaat bagi pencegahan sejak dini kemungkinan terjadinya korupsi. Sebagaimana yang pernah diungkapkan Hakim MA Amerika Serikat yang legendaris Louis Brandeis, ‘’Sunshine is the best disinfectant’’ -sinar matahari adalah pembunuh kuman yang paling ampuh. Wallahu a’lam. (*) *) Abdul Rahman Ma’mun, komisioner Komisi Informasi Pusat.

Tanpa Kepala Definitif KEPADA bupati dan atau wakilnya dan BKD Kab. Tegal. Tolong perhatikan sekolah yang tanpa kepala yang definitif. Sedang calon kepala sekolah yang sudah pemberkasan sudah setahun lebih menunggu pengangkatan. jadilah manajer yang profesional. Bila ada salah maafkan, terima kasih untuk Radar. 087733441xxx

Tambah Rusak PAK bupati gimana itu ko daerah Kab. Tegal sekarang tambah semakin rusak semakin banyak lesehan remang2-nya apa mau dijadikan kota yang penuh maksiat dan kita tinggal nunggu azab dari yang kuasa. Masya Allah. 081578719xxx

Tobat Saurunge Sekarat ENYONG tah ‘eram. Jarene pejabat wakil rakyat, jarene pemimpin rakyat, jarene dadi panutan rakyat, tapi sering teler. Matane sering riyep2 ngleyob, jebule pemakai narkoba, dicekel polisi, mlebu bui, bsne mung dibui 6 sasi? Nyogok pira? Ajib’e maning, metu sing bui bisa aktif maning mimpin rakyat, njagong maning nang kursi dewan. Wis, wis, wis... Kon Tegal ora ancur piben, wong sing pd njabat wakil rakyat bae ancur2an. Pan-pora’lah. Kuburan’e dewek2. Masa ora disiksa beleh nang alam kubur mbesuk’e. Tkg mbodoni rakyat. Tobatlah sblm sekarat mumpung durung ditekani malaikat. Ati2 yen nyekel amanah rakyat. 081902075xxx

Pada Teteg ASSALAMUALAIKUM, aku pan nitip omongan mbokan di arani nyrokcok, pan nein masukan mbokan di arani sok tau, ya aku tah pan melu ndonga baelah muga2 BKD kab.Tegal yen nangani hasil pendataan tenaga honorer wingi yen lagi ngrevisi data supaya ndelenge nganggo kacamata MATA sing gede sukur2 nganggo teleskop ben luwih jelas dadine ngarti data sing bener atawa data sing awagan soale kanca2ne aku pada ketar-ketir padahal datane asli sesuai peraturan, sing datane awagan koh malah santai2 bae kayong wis pada teteg. 081911695xxx

Salut Karo Panitiane TAK acung jempol karo para petugas panitiane PT Djarum 76 karo polisi terutamane Kapolsek Tegal Timur bisa ngatur tertib penonton pas arep mlebu diperiksa siji-siji mbokan pada gawa barang sing bahayani go ngusak acara pagelaran musik Band Nidji sing lagi main nang Stadion Yos Sudarso Tegal, dadine tahun mengarep esih bisa dipercaya ngadakna acara kaya kuwe maning nang kota Tegal, sukseeeeeeeeeeeees kyeh. 085742789xxx

GRAFIS: DWI NANDA P/RATEG

Jaluk Duit Sing Akeh

Bagaimana Layanan PLN

Jujur, Adil dan Tegas

JALUR KTL kawasan tertib lalu lintas ana tim pengejare sing melanggar tertib lalu lintas tapi ora apikke nggo pranti njaluk duit sing akeh satu pelanggaran satus ewu tapi kwe bisa tasih bisa di nego enyang enyangan lah wis ora isin maning apa?. wis jan ngisin ngisin na banget aparat sing donge ngayomi masyarakat malah mbregodog rakyat kuwe sering terjadi nang pos aparat kidule terminal. 081902601xxx

KEMARIN Jum’at tgl 24 Sept ’10 jam 19.00 tdk ada petir, angin, hujan tak ada apa2 listrik padam, hari Senin tgl 27 Sept ’10 jam 05.30 eee mati lagi. Ngapain PLN? Tolong jelaskan via rubrik Ngresula. Matur nuwun Radar. 08179592xxx

AQ menyalahkan dinas perhubungan yang menjaga jembatan timbang apa nda ada pembatasan tonase yang “jujur adil tegas tk pandang bulu” dan Pemkab Brebes gimana nda ada solusi terbaik buat bikin kota lu maju. 08176592xxx

Digugu Lan Ditiru GURU. Digugu lan ditiru, digugu ilmune namun aja ditiru seneng demone. Minta tunjangan ini tunjangan itu sing gawe mumet keuangan daerah. Wahai para guru lebih baik perbaiki sistem mengajar saja memberi contoh yg baik sama muridnya. Agar tetap menyandang predikat pahlawan tanpa tanda jasa. Atau kalau seluruh rakyat kecil seperti saya ikut demo gimana? 088802606xxx

Malah Ora Katon AKU arep ngresula. Kades Sidakaton Kec. Tanjung sering ora bisa ngatasi persoalan2 sing dilakokna pamonge, pas ana demo nguduna pamonge, malah ora katon. 081327015xxx

Tulung Ditegur Kweh TLG dimuat um Radar! Teller BRI Bojong pimen sich? Masa wong pan regstrs sekolah ditolak! Ra kaya BRI moga malah didisitna. Jere pelayanan sepenuh hati. Tolong pejabat BRI Cabang ditegur kweh! 085842020xxx

Sing Pan Maca Sapa PAN ngomong kuxxxx engko dosa, thuli belih pantes, belih apik. Pan ngomong banxxxx engko bati gawe padu tok. Saiki tah wis ora usah pada ngersula. Percuma tok. Gembar-gembor sing pan maca tulisan ngersulane kowen kabeh kuwe sapa? 085226354xxx

Bikin Macet TOLONG Pemkab Brebes jalan dipelebar donk bikin macet tu daerah Perumahan Palem. 08176592xxx

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan dua dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


CMYK

METROPOLIS

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

3

MoU Soal Perluasan Tak Ada PERLUASAN Stasiun Besar Tegal yang telah menggunakan aset jalan milik Pemkot Tegal kembali disoal Komisi III DPRD Kota Tegal. Apalagi sesuai keterangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, pembangunan tersebut tidak dilengkapi perizinan. Ini mencuat saat rapat Komisi III bersama Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Selasa (28/9) kemarin. Anggota Komisi III Abdullah Sungkar mengatakan sesuai penjelasan Diskimtaru dan Bappeda ternyata perluasan Stasiun Besar Tegal telah me-

SEADANYA – Meski dengan peralatan sederhana, gitar buatan Didi tak kalah kualitasnya dengan gitar bermerk.

manfaatkan aset jalan milik Pemkot yang telah dibukukan. Namun pemanfaatakn aset tersebut tak melalui proses yang benar dan tak disertai dengan MoU Pemkot dan PT KAI. Namun hanya melalui rapatrapat, yang tidak bisa dijadikan dasar atau landasan. “Seharusnya pelepasan aset, yakni pemanfaatan aset jalan milik Pemkot melalui Perda. Namun dalam realisasinya, kami selaku wakil rakyat tidak diajak musyawarah atau bicara. Sehingga kebijakan perluasan stasiun hanya kebijakan sepihak, tanpa melibatkan legislatif,” kata Sungkar. ke hal 9 kol 1

ADI MULYADI/RATEG

Produksi Gitar Home Industri di Kota Tegal

Kualitas

OKE JUGA

MUNGKIN anda tidak asing lagi melihat alat musik jenis petik yang bentuknya mirip dengan body seorang perempuan. Ya... gitar akustik. Alat musik tersebut belakangan ini digandrungi semua kalangan. Dari mulai usia anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua. Alat tersebut juga termasuk piranti musik yang merakyat. Sebab, penggunanya tidak hanya orang yang berduit saja, tetapi para gelandangan dan anak jalanan pun memiliki dan mahir memainkannya. ke hal 9 kol 1

M SAEKHUN/RATEG

TEMPAT PARKIR - Jalan raya di depan Stasiun Besar Tegal, kini beralih fungsi menjadi lokasi parkir.

Alokasi General Cek Up Rp 300 Juta Terlalu Sedikit PELAKSANAAN general cek up anggota DPRD Kota Tegal dipertanyakan. Pasalnya, sampai akhir September ini belum ada kejealasan pelaksanaannya. Apalagi sesuai draf anggaran yang dicantumkan yang pemenang lelang asuransi anggota DPRD PT Bumiputra Muda (Bumida) untuk kegiatan terlalu sedikit yakni hanya Rp 300 ribu. Anggota Komisi I Hj Kunharjanti Selasa (28/9) mengatakan sesuai draf anggaran untuk general cek up anggota DPRD

yang disusun PT Bumida terlalu sedikit. Menurutnya, kalau anggarannya hanya Rp 300 ribu, bukan general cek up. Tapi itu anggaran untuk pemeriksanaan dokter spesialis biasa. “Kami minta Setwan mempertanyakan soal pelaksanaan general cek up, kalau anggaran hanya Rp 300 ribu tidak mungkin cukup. Ini perlu, karenaa saat ini sudah akhir bulan September,” kata Kunharjanti. Hal senada disampaikan anggota Komisi I lainnya H Harun Abdi Manap. Sesuai pengala-

man pada tahun sebelumnya atau pada pelaksanaan general cek up anggota DPRD Kota Tegal periode 2004-2009, tambah dia, pemenang lelang saat itu pelaksanaan general cek up dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari jantung, ginjal, mata, hati, paru-paru, serta pemeriksaan lainnya. “Kami minta Setwan secepatnya berkoordinasi dengan PT Bumida, untuk pelaksanaan general cek up. Ini penting, untuk mendeteksi kesehatan ke hal 9 kol 5

Retribusi Sampah Turun Drastis

M SAEKHUN/RATEG

PERTANYAKAN PENURUNAN - Sejumlah anggota Komisi III DPRD mempertanyakan penurunan retribusi sampah saat rapat dengan Diskimtaru.

PENERAPAN sistem pembayaran listrik online atau PPOB ternyata sangat berpengaruh dengan pendapatan dari sektor retribusi sampah. Buktinya, dengan penerapan sistem PPOB retribusi sampah pada perubahan APBD 2010 mengalami penurunan sangat drastis. Yakni dari target awal sebesar Rp 184 juta dalam perubahan APBD retribusi sampah hanya Rp 57 juta atau turun sebesar Rp 127 juta. Hal serupa terjadi pada retribusi terminal dan parkir tepi jalan umum, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) menyatakan tak mampu memenuhi target pendapatan Rp 500 juta. ke hal 9 kol 5

Tak Fair, Pedagang Kimpling Ngadu SEJUMLAH pedagang di Pasar Kimpling di Jl Teuku Cik Dik Tiro Kelurahan Bandung Kecamatan Tegal Selatan Selasa (27/9) malam ramai-ramai mendatangi rumah anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal Rofi’i Ali. Kedatangan mereka untuk mengadukan adanya persoalan dalam pembagian jatah kios di pasar tersebut yang dinilai tak fair dan disinyalirada ‘main’. Menurut Rofi’i Ali, sesuai aduan dari para pedgang, dalam pembagian kios terendikasi ada permainan. Sebab, dalam proses pengundian ada ketentuan perjanjian yang dibuat oleh instansi terkait menyatakan, bagi pedagang yang sudah dapat kios, harus melepas lapak

CMYK

yang dimilikinya. Namun dalam kenyataannya, sesuai dengan laporan dari para pedagang, ada sejumlah pedagang yang mendapatkan kios tetapi tidak mau melepas kiosnya. Bahkan, ada yang menyewakan kepada pedagang lain. Menurut Rofii, terkait masalah tersebut seharusnya Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan menegakan aturan yang telah disepakati. Karena, hal itu menimbulkan kerancuan dan kecemburuan terhadap pedagang lain. “Kami akan meminta kepada Komisi II DPRD yang membidangi masalah pasar, untuk memberikan teguran kepada Disperindag terkait masalah ini. Karena kalau ternyata adaun

pedagang benar, kami juga minta ada tindakan tegas dadi Walikota pada oknum-oknum yang ikut bermain,” kata Rofii.. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Joko Triatmojo ketika dihubungi melalui telepon selulernya tidak diangkat. Terkait masalah tersebut Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tegal R Suprianta sebelumnya mengatakan di Pasar Kimpling yang baru selain terdapat ratusan lapak juga memiliki 11 kios. Semua pedagang lama yang menempati lapak telah diundi penempatannya dan mereka sudah mulai beraktivitas kembali. (hun)


PEMALANG

4

RABU 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

Pasar Tiban Segera Ditangani Tidak Ada Pemasukan Untuk Pemda

NGENDONG Oleh-oleh Reses PEMALANG – Kondisi jalan rusak yang kini banyak dikeluhkan oleh masyarakat Kabupaten Pemalang, ternyata hingga sampai saat ini masih menjadi tuntutan warga untuk segera diperbaiki. Munculnya tuntutan warga itu dalam bentuk banyaknya usulan masyarakat yang disampaikan dalam acara reses salah satu anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muntoha SH M.Hum yang digelar baru ini di rumahnya. Sehingga persoalan jalan rusak hingga saat ini masih dok.radar pemalang jadi oleh-oleh hasil reses anggota Muntoha dewan. “Jalan rusak sampai saat ini masih jadi usulan warga, untuk segera diperbaiki,” kata Muntoha kepada Radar, kemarin. Hasil reses yang masih didominasi banyak usulan perbaikan infrastruktur, lanjut Muntoha, bukan hanya di kota maupun yang ada di desa. Sehingga dengan kondisi tersebut dewan dituntut untuk bisa memperjuangkannya dalam pembahasan rapat-rapat dewan. Tuntutan warga perbaikan infrastruktur akan dijadikannya bahan masukan dalam laporan hasil reses dewan yang nantinya akan disampaikan ke eksekutif. Kendati demikian untuk bisa memenuhi tuntutan warga, tidak semua masukan dapat dipenuhi, karena banyak hal yang perlu dikaji seperti halnya kajian prioritas pembangunan. (mg1)

PEMALANG - Kegiatan pasar tiban di tengah masyarakat merupakan potensi pemasukan daerah yang menguntungkan. Kegiatan tersebut akan ditangani serius oleh Satpol PP agar kejadian seperti di alun-alun pada lebaran 2010 kemarin tidak terulang. Ada beberapa potensi yang berdasarkan peraturan dapat dibebani retribusi untuk pemasukan daerah. Kepala Satpol PP Cipto Leksono SIP melalui Kepala TU Dwi M SE mengemukakan, persoalan pasar tiban di alunalun pada Lebaran 2010 kemarin membuat instansinya merasa risih. Karena persoalan tersebut mengarah pada Satpol PP yang seolah-olah telah mengelola pemasukan dari pedagang yang berjualan di alun-alun.

“Kami tegaskan bahwa pasar tiban di alun-alun kemarin tidak ditarik retribusi apa-apa oleh anggota Satpol PP. Kejadian di lapangan adalah paguyuban pedagang alun-alun bekerjasama dengan oknum pensiunan PNS mengelola kegiatan tersebut,” jelasnya. Informasi yang dihimpun Radar adalah saat itu alun-alun dibuat petak-petak dan tiap petaknya dijual ratusan ribu rupiah ke pedagang. Sementara untuk pemanfaatan alun-alun itu sendiri paguyuban pedagang tidak meminta ijin ke instansi yang berwenang dalam hal ini DPU. Sementara paguyuban pedagang alun-alun, Ali kepada wartawan yang menemuinya mengatakan, penjualan petakpetak itu pada awalnya untuk kesejahteraan anggota paguyuban. Praktiknya petak tersebut setelah dijual ke pedagang dijual lagi ke pedagang lainnya sehingga nilai jualnya semakin

tinggi. Di sisi lain penggunaan aset daerah untuk kepentingan tersebut tidak memberikan kontribusi apa-apa ke daerah. Sebaliknya menimbulkan kerusakan pada alun-alun seperti rumputnya mati, dan tanahnya menjadi becek serta di beberapa sudut trotoarnya rusak. Dengan kenyataan ini pada masa mendatang Satpol PP akan bertindak tegas dengan kegiatan pasar tiban dengan menerapkan peraturan yang berlaku. Menurut Dwi kalau sesuai ketentuan yang berlaku penggunaan aset daerah ditarik retribusi sebesar Rp 300 per meter persegi. Kegiatan tidak hanya pada penertiban soal tretribusi namun juga pada ketertiban umum sehingga pedagang berjulan sesuai waktu yang ditentukan tidak melebihi deadline seperti lebaran kematin. Sebelumnya Kepala DPU Ir HM Arifin melalui Sekdin Rusyani DW menyatakan pasar tiban pada lebaran 2010 tidak

SUMITRO / RADAR PEMALANG

PENGHARGAAN – Kepsek SMA N 1 Comal, Drs Supaat MPd, tengah menyerahkan penghargaan kepada siswa-siswinya, Senin (27/9).

Raih Prestasi Nasional Dari Kegiatan SMA Negeri 1 Comal ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

BEM-BPM STIE Assholeh Diserahterimakan PEMALANG - Mahasiswa STIE Assholeh Pemalang kembali menggelar kegiatan untuk menghidupkan kampusnya. Mereka melakukan pelantikan dan serahterima jabatan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Acara berlangsubg di lantai dua kampus tersebut dengan saksikan Ketua STIE Assholeh Santi Suciningtyas SE. Pejabat BEM yang baru, Tarmidi mengemukakan, dirinya akan mengajak mahasiswa untuk ikut menyumbangkan pikiran dalam menyusun program kerja. Selain itu juga ingin agar mahasiswa terlibat dalam melaksanakan program tersebut. “Percuma kalau kita punya program namun tidak apat melaksanakanannya dengan baik karena tanpa dukungan dari teman-teman mahasiswa,” kata dia saat menyampaikan pidatonya. Serah terima pejabat BEM dilakukan dari pejabat ketua yang lama Dwi Agustina Ani S ke pejabat baru Tarmidi yang ditandai dengan penandatanganan BAP dan penyerahannya. Sebelumnya acara didahului dengan pengambilan sumpah jabatan pengurus DPM dilanjutkan dengan serahterima dari pejabat Ketua BPM lama, Ardiyanto ke pejabat Ketua yang baru Bejo Ambar Purwito. (ali)

mendapat ijin dari instansinya, sedangkan penggunaan aset daerah sesuai Perbup nomor 6 tahun 2007 tentang petunjuk atas perda nomor 28 tahun 2002

tentang penggunaan alun-alun untuk berjualan pada hari-hari tertentu dikenakan biaya penggunaan alun-alun sebesar Rp 500 ribu sehari. (ali)

Taufik Hidayat Tunggu Kasasi

LINTAS

SERAHKAN - Pejabat Ketua BEM lama Dwi Agustina Ani (kanan) menyerahkan jabatannya ke Ketua baru Tarmidi.

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

TINGGALKAN - Salah satu pedagang tiban di alun-alun saat lebaran kemarin masih meninggalkan barang dagangannya meski batas waktu berjualan sudah habis.

ADA yang berbeda dalam pelaksanaan Upacara Bendera di SMA N 1 Comal, Senin (27/9) kemarin. Karena dalam upaya mendisiplinkan anak didik dan menumbuhkan jiwa nasionalisme tersebut, pihak sekolah menyerahkan penghargaan yang diraih siswa-siswinya di tingkat nasional, propinsi, dan kabupaten. Terhitung ada 20 anak yang meraih penghargaan bergengsi di bidang akademik dan non akademik. Dari lomba Karate Gojukai, Pidato Bahasa Perancis, MTQ, Olimpiade Sains Nasional, POPDA, Lomba Cerdas Cermat, hingga raihan rangking I empat anak didiknya dibidang akademik. Kepala Sekolah SMA N 1 Comal, Drs Supaat MPd, dalam amanat upacara menyampaikan, raihan prestasi yang ditorehkan hendaknya dijadikan acuan dan semangat bagi sis-

wa-siswi lainnya. Bahwa untuk meraih prestasi dibutuhkan semangat lebih dengan belajar secara sungguh-sungguh, rutin dan berkelanjutan. Selain itu juga adanya dukungan dari berbagai pihak, baik siswa bersangkutan, pihak sekolah, maupun dukungan dari orang tua siswa. “Setiap program yang kami canangkan, dilakukan secara berkesinambungan. Dari perencanaannya, pelaksanaan, hingga target yang hendak dicapai,” tutur Supaat seusai upacara kepada Radar. Pihak sekolah sendiri senantiasa mendorong pelaksanaan program tersebut dengan melakukan evaluasi rutin. Sejauh mana program pengembangan bakat dan potensi anak didiknya dilakukan oleh guru pembimbing atau pelatih, serta keseriusan anak didik dalam mengikutinya. Disebutkan, beberapa siswa yang meraih prestasi di tingkat nasional antara lain Danu Prabowo (XI IPA4) dengan raihan

juara I, Atika Larasati (XI IPS2) Juara III, Rachmat Afandi (XI IPA3) Juara III. Sedangkan di tingkat propinsi pada kejuaraan yang sama, masing-masing Nur Dinda (XI Bahasa) Juara I, Dayu Wulandari (XII IPS2) Juara II, Fatikha Rizdiana (XI IPS1) Juara III, dan Hana Septiana (XII IPA1) Juara III. Untuk raihan Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten Pemalang, ada nama Khusnul Khotimah dan Nabila yang sama-sama meraih Juara I pada OSN Kimia dan Astronomi. Dua nama lainnya yakni Nur Afifah (Biologi) dan Ahmad Dimyati (Komputer), dimana keseluruhan siswa pada Lomba OSN ini adalah siswa kelas XII IPA. Di bidang akademik semester II Tahun Ajaran 2009/2010, Kori Ning Retnani, Ratih Hantari, Khamilda, dan Tri Agustina, berhasil meraih rangking I. Atas raihan prestasi ini, keempatnya dibebaskannya pembayaran SOP selama satu semester. (cw2)

PEMALANG - Kasus pembunuhan di Sirkuit Widuri pada tahun 2008 yang lalu selesai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pemalang. Dua terdakwa dihadapkan di depan majelis hakim pimpinan Beslin Sihombing SH. Satu orang divonis seumur hidup yakni Taufik (26) dan satu lainnya Slamet Haryanto (22) divonis dua puluh tahun penjara. Terhadap vonis ini Taufik Hidayat menyatakan banding. Namun demikian putusan Hakim Pengadilan Tinggi(PT) Jawa Tengah menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Pemalang yakni hukuman penjara seumur hidup. Terhadap putusan ini keluarga Taufik tidak terima dan meminta Taufik untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Berkas kasasi sudah dikirm sejak lama dan tinggal menunggu keputusannya. Pengacara Taufik, Ali Supriyadi SH menyatakan optimis dalam putusan kasasi akan terjadi pengurangan hukuman terhadap kliennya. “Taufik divonis oleh PN seumur hidup sedangkan kami mengajukan banding dan putusannya me-

ngecewakan karena menguatkan putusan PN, sementara keluarga Taufik tidak menghendaki sehingga kami mengajukan kasasi,” jelas dia, Selasa (28/9). Ali menegaskan, kalau saja putusan dari PT adalah 20 tahun penjara, keluarga akan menerimanya. Dia berharap terjadi pengurangan hukuman atas diri kliennya dalam tingkat kasasi. “Saya perkirakan bulan depan kasasi sudah turun dan terjadi pengurangan hukuman, jangan seumur hidup,” tandasnya. Sebelumnya diberitakan Radar dalam suasana lebaran tahun 2009 yang lalu dua dari DPO polisi berhasil dibekuk, salah satunya ditangkap di daerah Depok Jawa Barat. Mereka adalah pelaku pembunuhan di sirkuit Widuri setahun sebelumnya dengan korban anak juragan ikan kering warga Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang. Kedua pelaku yang ditangkap polisi ini adalah Taufik (26) warga Kelurahan Kebondalem dan Slamet Haryanto (22) warga Kelurahan Pelutan yang masih tetangga korban. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

PERAGAKAN - Taufik saat peragakan adegan menusuk leher korban dalam rekonstruksi.


RABU 29 SEPTEMBER 2010

METROPOLIS

5

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal (0283) 343399 Hotel Karlita (0283) 358050 Orange Karaoke (0283) 322022 Riez Palace Hotel (0283) 353773, hunting (0283) 358978 Flash Family Karaoke & Cafe (0283) 321284

AGENDA HOTEL HOTEL KARLITA Rabu dan Sabtu, Show DJ and Dancer Performance pukul 23.0003.00 WIB di Zodiak Discotheque dan VIP Karaoke. HOTEL BAHARI INN Tegal - Jum’at dan Sabtu Live Musik di Cafe Nelayan, Mulai Jam 19.00 WIB - Sabtu Happy Our di Musro Diskotik, Jam 20.00 - 03.00 WIB

RIEZ PALACE HOTEL - Senin sampai Minggu Breakfast Promo Spesial Price (All You Can Eat) selama OktoberNovember 2010 dari pukul 07.00-10.00 WIB.

WISATA Optimalkan Pemasukan PAI SEJALAN dengan mulai dilakukannya proyek lanjutan pembenahan jalur pantura, yang kini mengharuskan jalur pintu masuk obyek wisata PAI terhambat, membuat penggelola berupaya melakukan inovasi agar pengunjung yang hendak memasuki obyek tidak mengurungkan niatnya. Langkah tersebut dilakukan dengan membuat jalur alternatif yang bisa dengan mudah diakses pengunjung menuju obyek wisata. Kepala Dinporabudpar HM Wahyudi melalui Kasi Pengembangan Produk dan Usaha Pariwisata Sudibyo menyatakan langkah meminimalisasi keengganan pengunjung mendatangi obyek wisata karena hambatan akses jalan telah dipikirkan jauh hari sebelum proyek lanjutan lintasan pantura dilakukan. “Kami akan memasang papan penunjuk jalan di Jl Halmahera untuk memudahkan pengunjung mencari akses jalan mudah memasuki obyek. Selebihnya kami juga menggandeng Polisi Pariwisata untuk melakukan penjagaan di pintu masuk bagian belakang yang belakangan banyak digunakan pengunjung memasuki kawasan obyek tanpa membayar retribusi karcis,” tegasnya, Selasa (28/9) kemarin. Terpisah Kapolresta AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE melalui Kasat Pam Obvit AKP Dasrun didampingi Kanit Polpar Aiptu Bambang SW menyatakan upaya meningkatkan patroli terus ditingkatkan khususnya di jam-jam sekolah untuk menjaring pelajar membolos dan menggunakan obyek wisata pantai sebagai tujuan. “Patroli di pintu masuk bagian belakang tepat di areal Bumi Perkemahan kami lakukan secara periodik. Pintu yang mulanya digunakan sebagai akses keluar masuk warga sekitar tersebut belakangan banyak digunakan pelajar asal luar Tegal untuk memasuki areal obyek tanpa karcis. Kami ingin menekan terjadinya musibah orang tenggelam, mengingat kebanyakan mereka selalu melakukan aktivitas mandi di anjungan yang keadaannya tidak sempurna,” tegasnya. Penjagaan di pintu masuk utama dengan melibatkan Polisi Pariwisata juga dilakukan untuk merasia pelajar membolos saat jam pelajaran, dengan menganjurkan yang bersangkutan pulang setelah dicatat identitas sekolahnya. (her)

PENDIDIKAN Kasek Wajib Punya Inovasi SEBAGAI navigasi di dalam lembaga sekolah, kasek dituntut mempunyai inovasi dengan kopetensi ilmu yang dimilikinya untuk menjaga iklim kondusif di antara para guru dalam menjalankan pola pembelajaran. Dengan terciptanya iklim kondusif kasek bisa dengan tenang menjalankan visi dan misi sekolah demi terciptanya iklim kerja yang mendukung pola pembentukan anak bangsa. Ini dilontarkan guru besar FKIP UPS Dr Hj Siti Hartinah DS MM dalam orasi ilmiah saat pelepasan wisuda sarjana FKIP yang digelar di Audotorium Kampus Halmahera, Selasa (28/9). Orasi ilmiah dengan topik Kepemimpinan Kasek Profesional Tercipta Iklim kerja Kondusif tersebut sempat mematik perhatian beberapa kasek yang turut hadir diacara pelepasan wisudawan FKIP. “Mengerahkan kekompakan antar komponen disekolah butuh skill dari seorang kasek dan dukungan lingkungan yang kondusif. Kolaborasi skill dan lingkungan yang kondusif itulah yang akan memudahkan lahirnya etos kerja para pendidik dilembaga pendidikan,” tegasnya. Pelepasan wisudawan sendiri kali ini mampu menghantarkan 500 mahasiswa yang merampungkan pendidikan untuk menjadi calon pendidik. Dari jumlah tersebut tercatat 108 wisudawan dari prodi Bimbingan Konseling, 121 dari Pendidikan Bahasa Inggirs, 77 dari Pendidikan Matematika, 61 dari Pendidikan Ekonomi, 161 dari Pendidikan Sastra Indonesia dan Daerah, dan 79 dari PPKN. “Sebenarnya jumlah wisudawan total 501. Namun ada satu wisudawan yang meninggal karena menderita sakit,” terangnya. Diakuinya mayoriatas mahasiswa yang diwisuda sudah bekerja dan mengambil gelar sarjananya di FKIP. (her)

Indikator PHBS Masih Rendah HASIL pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal 2010 secara garis besar melampaui tarjet yang ditentukan. Meski begitu jika diurai per item indikatornya ada lima yang masih dibawah standar. Plt Kepala Dinkes dr Abdal Hakim Tohari Sp RM MMR mengatakan salah satu faktor dominan yang mempengaruhi derajat kesehatan masayarakat adalah perilaku. Guna mengukur perilaku kesehatan masyarakat, Dinkes dibantu para kader kesehatan melaksanakan pendataan PHBS dan sehat tatanan rumah tangga. “Sasaran pendataan adalah Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di wilayah Kota Tegal dengan jumlah 57.171. Hasilnya 87 persen dari total KK yang didata masuk dalam kategori sehat utama dan paripurna,” katanya dalam acara Pertemuan Saresehan PHBS di ruang rapat lantai 2 Setda, Selasa (28/9). Jika dibandingkan dengan hasil pendataan tahun sebelumnya ada peningkatan 2,5 persen. Karena pada tahun 2009 tingkat PHBS masyarakat hanya mencapai 84,5 persen, sedangkan tahun 2010 hasil pendataannya 87 persen. “Ini cukup menggembirakan mengingat PHBS juga menjadi salah satu pilar pencapaian program Tegal Sehat 2010.” Namun, lanjut Abdal Hakim, meski capaian PHBS secara komposit menunjukan hasil cukup memuaskan, apabila diurai per item masih ada beberapa indikator yang belum meme-

ADI MULYADI/RATEG

LAMPAUI TARJET - Hasl pendataan PHBS tahun 2010 melampaui tarjet standar program Tegal Sehat 2010.

nuhi harapan. Diantaranya perilaku pemberian ASI ekslusif masih rendah, kebiasaan merokok pada anggota keluarga. Kemudian kebiasaan membuang sampah, kurangnya aktifitas fisik atau olah raga di masyarakat, serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang belum optimal. “Ini menjadi tugas kita semua, untuk meningkatkan capaian kinerja PHBS. Khususnya pada item-

item yang disebutkan tadi,” ujarnya. Dijelaskan, rendahnya capaian indikator kebiasaan merokok di masyarakat, berisiko pada peningkatan angka kesakitan penyakit paru kronik dan cardio vascular diseases. Sedangkan perilaku PSN yang rendah, akan meningkatkan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan kurangnya kesadaran pemberian ASI ekslusif berdampak

pada rendahnya daya tahan, tumbuh kembang, serta kecerdasan bayi. Kasi Promosi Kesehatan Yuli Prasetya menambahkan, pendataan PHBS dilaksanakan pada Juni dan Juli lalu. Menurutnya tarjet PHBS sesuai standar Tegal Sehat 2010 adalah 86 persen. Realitanya hasil pendataan menunjukan angka diatasnya, yaitu 87 persen. “Artinya ada peningkatan dari tahun lalu. Sehingga diha-

rapkan tingginya PHBS, masalah kesehatan dan penyakit berbasis perilaku dapat dicegah atau diminimalisasi,” katanya. Yuli menerangkan jumlah kader yang melaksanakan pendataan sebanyak 1.057 orang. Sedangkan tamu yang hdir dalam acara saresehan ini di antaranya Camat se-Kota Tegal, kepala Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan serta ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tegal dan Kecamatan. (adi)

Industri Logam Butuh Modal Walkot Ingatkan Siswa KEBERADAAN industri logam Kota Tegal sempat mengharumkan dan membawa nama daerah di kancah perdagangan nasional, bahkan hingga luar negeri. Kondisi tersebut terjadi sebelum krisis moneter sekitar tahun 1997 melanda tanah air. Sekarang, jumlah perajin logam yang ada terus menyusut dengan berbagai kendala yang ada mulai permodalan, pemasaran, keterbatasan sarana dan prasarana serta kendala lainnya. Agus, salah seorang perajin logam membenarkan jika saat ini industri logam yang tersisa sebagian dikarenakan ketersediaan modal baik melalui kerjasama dengan pihak lain, kredit dari perbankan dan sebagainya. Sisanya, perajin dengan skala kecil hingga saat ini bertahan dengan mengandalkan pesanan dari pelanggan baik daam maupun luar kota. Umumnya, setiap pesanan akan dikerjakan hingga selesai dan baru dibayar oleh pelanggan. Jika pesanan yang masuk dalam jumlah besar, tentu yang bisa menjalankan adalah mereka dengan modal yang besar pula. Tetapi, tidak jarang jika ada pesanan dalam jumlah besar, maka akan dibagi dengan perajin lain sehingga semuanya bisa berproduksi meskipun tidak bisa setiap hari. Harga bahan baku, jelasnya, sangat dipengaruhi kondisi pasar yang setiap saat bisa berubah. Kehadiran bapak anggat atau pihak ketiga serta peran serta pemerintah dalam menyediakan pangsa pasar baik melalui pameran dan sebagainya juga snagat dibutuhkan. Selain itu, untuk bisa menerima order berskala besar, dibutuhkan suntikan modal untuk biaya produksi, karyawan dan sebagainya. “Sebesar apapun order yang masuk, jika kami tidak ada modal, maka tidak bisa berproduksi,” katanya.

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

WALI KOTA Tegal Ikmal Jaya memberikan peringatan keras kepada 200 siswa SMA/ SMK/MAN yang mengikuti Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan di ruang Adipura, Selasa (28/9). Sebab beberapa siswa diantaranya berbicara sendiri dan bergurau saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Kalian sebagai generasi muda seharusnya menghormati perjuangan para pahlawan kita yang rela berkorban demi merdekanya bangsa Indonesia. Dengan bergurau atau bicara sendiri saat menyanyikan lagu Indonesia Raya itu sama dengan tidak menghormati perjuangan para pahlawan,” tegasnya saat memberikan sambutan. Menurutnya generasi sekarang hanya dituntut mengisi kemerdekaan saja. Salah satunya menghormati apa yang telah diperjuangkan para pendahulu. Adanya lagu kebangsaan itu karena perjuangan mereka. “Karenannya marilah kita hormati dengan menyanyikan secara hikmat.” Usai acara Ikmal menyampaikan mengenai bela negara dan wawasan kebangsaan sebenarnya generasi muda Kota Tegal

sudah relatif baik. Namun, kita menghendaki tidak sampai terjadi penurunan atau degeradasi moral. Makanya secara rutin dua kali dalam setahun, diadakan pendidikan ini guna membentenginya. Sasaran pendidikan bela negara adalah siswa SMA/SMK/ MAN. Karena mereka sebentar lagi akan terjun dan bergaul langsung dengan masyarakat. Sehingga perlu dibekali pendidikan diluar ilmu akademik. “Sehingga disamping belajar ilmu pengetahuan yang bersifat akademik. Mereka bisa tahu bagaimana Indonesia meraih kemerdekaan. Begitu mereka tahu, maka akan timbul rasa memiliki dan ingin berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara. Ini yang kita tanamkan. Sehingga seolah-olah mereka kita kawal dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kecintaan terhadap bangsa dan negara,” jelasnya. Kepala Kesbangpolinmas Roesprasodjo mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dua angkatan. Pertama dilaksanakan, Selasa (28/ 9), dengan jumlah peserta 200 orang. Kedua dengan jumlah peserta yang sama dilaksanakan, Rabu (29/9). (adi)

BERTAHAN – Meski dalam segala keterbatasan, perjain logam berskala kecil tetap bertahan dengan mencari setiap peluang yang ada.

Perajin lainnya Anto menuturkan untuk industri logam dengan mesin besar dan karyawan yang cukup banyak saat ini masih berproduksi untuk menerima pesanan dari sejumlah pabrik. Sisanya, mencoba mencari peluang lain seperti mengandalkan pengelasan, perbaikan serta pembuatan berbagai rangka besi atau tulisan dari kuningan dan sebagainya. Agar bisa berjalan dengan baik, dia selalu meminta pelanggannya untuk memberikan uang muka untuk membeli bahan baku sehingga bisa

dikerjakan tepat waktu. Suntikan modal yang besar, bukan menjadi jaminan bisa bersaing dengan daerah lain. Kebersaman sesama perajin seperti yang terjadi saat ini akan lebih optimal jika didukung langsung oleh kalangan perbankan sebagai penyedia modal serta pemerintah daerah untuk mediasi atau membuka peluang pasar. “Jika itu bisa dikelola dengan baik, maka perajin yang ada bisa mempertahankan usaha yang sudah dijalankan secara turun-temurun tersebut,” tandasnya. (gun)

ADI MULYADI/RATEG

SIMBOLIS - Wali Kota Ikmal Jaya menyematkan kartu identitas peserta tanda dibukanya Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan 2010.


BREBES & BUMIAYU

6

RABU 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes (0283) 671431 RSU Bhakti Asih (0283) 671279 / 673481 RSIA Mutiara Bunda Tanjung - Brebes (0283) 877222 Hotel Dedy Jaya Brebes

(0283) 673133 / 673158

FOTO-FOTO: ABIDIN ABROR/RATEG

TERUS BERLANJUT – Proses persidangan kasus pengadaan tanah di Pengadilan Tipikor di Jakarta selalu ramai dipenuhi pengunjung. Istri Indra Kusuma, Hj Maryatun setiap sidang selalu setia mendampingi suaminya (foto kiri). Sidang ini pun dihadiri Wakil Ketua DPRD Brebes H Asmawi Isa, yang sempat ikut mengantar saksi Tatag dan Wahyudin Noor Aly menuju ruang persidangan (foto kanan).

LINTAS Lingkungan Pengaruhi Konsumsi Narkoba BREBES - Sekitar 86 persen penyalahgunaan narkoba dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sedangkan sisanya, sebanyak 74,15 persen pengguna narkoba berawal dari rasa iseng atau ingin tahu, 51,14 persen karena pengaruh teman sebaya, 70,2 persen karena pengaruh pola asuh orang tua yang otoriter, sebanyak 47,15 persen karena pengaruh film. Hal ini berdasarkan data hasil survei Badan Narkotika Provinsi Jawa Tengah. ’’Dari hasil survei, mayoritas pengguna narkoba disebabkan oleh buruknya keadaan lingkungan pergaulan dalam keluarga maupun masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pencegahan BNP Jawa Tengah Drs Supriyanto dalam acara ’Advokasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)’ di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes Selasa (28/3). Selain itu, terungkap dalam survei terhadap responden usia antara 15-20 tahun tersebut, bahwa faktor dominan yang dapat membantu mencegah meningkatnya peredaran dan perkembangan jaringan pemakai narkoba adalah keteladanan perilaku kehidupan rumah tangga orang tua dengan prosentase sebesar 59,12 persen, disiplin dalam keluarga sebesar 32 persen, keharmonisan dalam hubungan keluarga sebanyak 28,32 persen serta terakhir adalah pendidikan agama sebesar 47,33 persen. Menurut dia, saat ini rata-rata usia pengguna narkoba antara 1520 tahun. Usia tersebut, menurutnya, merupakan usia remaja produktif. Dari banyak pengguna narkoba, katanya, rata-rata berawal dari rasa ingin tahu, anggapan narkoba dapat menyelesaikan masalah serta faktor rasa solidaritas terhadap teman sepergaulan dinilai menjadi beberapa faktor utama remaja akhirnya mulai menjadi pecandu narkoba. ’’Dengan demikian, perang terhadap narkoba harus bersama-sama, antara peran orangtua atau keluarga, juga partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk di antaranya dari tokoh agama dan tokoh masyarakat,” jelas Supriyanto. (cw1)

Soal Aliran Dana, Saksi Tetap Bersikukuh Sidang Lanjutan Kasus Indra BREBES - Para saksi tetap bersikukuh dengan keterangannya terkait aliran dana hasil penjualan tanah di Kabupaten Brebes tahun 2003, yang kini kasusnya tengah disidangkan di Pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta. Dalam persidangan tersebut, para saksi menyatakan tidak pernah memberikan uang hasil penjualan tanahnya itu pada siapapun. Sebaliknya, saksi pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes saat sidang secara terbuka mengakui pernah menerima uang. Dari keterangan yang saling bertolak belakang tersebut, ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara pengadaan

tanah mengingatkan, agar saksi memberikan keterangan sebenarnya dengan tak ada yang perlu ada yang disembunyikan sedikitpun atau sengaja ditutupi. Karena keterangan para saksi ini sangatlah penting. ’’Saudara saksi sudah disumpah. Karenanya, berikan keterangan sebenarnya,” kata Ketua Majelis Hakim Nani Indrawati SH MH. Kenyataan selama persidangan, para saksi tetap pada pendirian tidak pernah memberikan sesuatu dari hasil penjualan tanahnya itu. Kalau pun ada pejabat yang menyatakan pernah menerima uang dari hasil penjualan pengadaan tanah di dua lokasi -baik itu tanah di Jalan Jenderal Sudirman, maupun tanah di Jalan A. Yani, Kabupaten Brebes tahun 2003-, namun keterangan itu kemudian langsung dibantah. Tidak beraninya saksi dalam

Dari Seminar Kesehatan ’Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks’

Wajib Diwaspadai karena Proses Infeksi Tidak Disadari Penderita Hubungan seksual yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan menjadi pemicu bagi penularan virus HPV (human papilloma virus) atau kanker seviks rahim. Lalu, bagaimana cara pencegahannya? LAPORAN: ISMAIL FUAD PENULARAN virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. ’’Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit,” jelas dr Yudha Rizki Kusuma SpOg MKes dalam Seminar Kesehatan ’Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks’ oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga Tegal, di Pendopo

Kabupaten Brebes Selasa (28/ 9). Kepada peserta seminar, dia menjelaskan, kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7 persen disebabkan oleh (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70 persen kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10-20 tahun. ’’Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi prakanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala,” katanya. Pencegahan terhadap kanker serviks, menurutnya, dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Dari penelitian yang

memberi keterangan soal aliran dana ini sangat disayangkan kuasa hukum terdakwa Bupati Brebes Indra Kusuma, Arteria Dahlan SH MH. ’’Harusnya para saksi itu berani memberikan keterangan apa adanya. Kepada siapa saja uang hasil penjualan tanah tahun 2003 itu diberikan,” kata Arteria usai mengikuti persidangan ke sepuluh kali di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/ 9). Dengan tidak memberikan keterangan kemana saja aliran dana dari penjualan tanah tersebut dan para saksi pada kenyataan tetap pasang badan tidak berani buka suara, lanjut Arteria, maka resiko hukumnya ditanggung yang bersangkutan. ’’Inilah yang sangat kami sayangkan. Karena kenyataan di persidangan, saksi tetap pasang badan. Tetap tidak mau buka suara. Kalau memang demikian, ya apa boleh buat resiko

ISMAIL FUAD/RATEG

dilakukan, dijelaskan dia, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10-14 tahun dibanding yang berusia 15-25 tahun.

’’Kepada ibu-ibu GOW Brebes yang hadir, harus pandaipandai menjaga organ intim wanita agar terhindar dari kanker seviks maupun penyakit lainnya,” pesan dia. (*)

ringankan terdakwa Indra Kusuma. Khusus saksi yang meringankan hakim minta cukup empat orang. Jika waktunya memungkinkan, lanjut ketua majelis hakim, sidang dilanjutkan untuk pemeriksaan terdakwa. Setelah itu, sidang dilanjutkan 11 Oktober 2010 dengan agenda pembacaan tuntutan. Setelah tuntutan, sidang berikut digelar 18 Oktober 2010 mendatang dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa. Sebagai puncaknya, pada 25 Oktober 2010 diagendakan pembacaan putusan atau vonis. Sementara, terdakwa Indra Kusuma usai sidang menyatakan, duduk perkaranya kini semakin jelas. Siapa pihak-pihak yang menikmati hasil dari pengadaan tanah, lanjut dia, kini semakin terang adanya. (din)

Truk Tangki Tabrak Pagar Dinas Pendidikan Dua Orang Kritis BREBES - Dua orang kritis dan harus menjalani perawatan instensif di rumah sakit, setelah 1 unit truk bermuatan semen curah menghantam truk dan pagar tembok kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Brebes kemarin (28/9). Meski tak sampai menelan korban jiwa, kerugian ditarsir mencapai jutaan rupiah. Dua orang yang kritis dan harus dirawat di RSUD Brebes yakni Lamin (47), warga Nganjuk, Jawa Timur; dan Durki (50), warga Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, yang juga sopir truk bermuatan es yang ditabrak truk semen.

SIMAK MATERI – Peserta seminar kesehatan serius menyimak penjelasan narasumber seminar kesehatan terkait pencegahan kanker serviks.

ditanggung sendiri,” tandas Arteria seraya mengatakan, yang dalam kasus pengadaan tanah pasar di dua tempat tersebut kliennya (Indra, Red) tidak menikmati. Saat didesak lebih lanjut apakah nantinya bakal muncul tersangka baru selain terdakwa Indra Kusuma, dengan optimis dia menyatakan, kemungkinan itu sangat besar. Ketua majelis hakim dalam persidangan ini menyatakan, sidang bakal dilanjutkan kembali Senin (4/10) mendatang. Dalam sidang mendatang, selain mengagendakan konfrontir antara saksi mantan sekda dan saksi Wahyudin Noor Aly, juga akan menghadirkan dua orang saksi ahli. Meski demikian, pihaknya belum berkenan menyebutkan siapa yang bakal dihadirkan sebagai saksi ahli. Termasuk dihadirkannya saksi yang me-

Keduanya mengalami luka cukup parah, yakni pada bagian kepala, wajah, kaki, dan tangan. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar, truk tangki milik PT Semen Gresik nopol B 9600 UO menabrak pagar kantor tersebut pukul 04.00 WIB. Kejadian berawal saat truk tangki bermuatan 27 ton semen curah tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah timur menuju barat. Ketika berada di lokasi kejadian, diduga sopir truk mengantuk. Laju truk jadi tak terkendali dan oleng ke kiri dan menabrak truk bermuatan es yang sedang parker di tempat kejadian. Setelah itu, truk lalu oleng

ke kanan, menyeberang lajur berlawanan hingga menghantam pagar Kantor Disdik Kabupaten Brebes. Akibat insiden tersebut, pagar tembok kantor yang terletak di jalan Jenderal Soedirman ini roboh dan hancur. Kernet truk tangki PT Semen Gresik Muhamad Ladi (33), warga Nganjuk, Jaawa Timur menuturkan, truk tangki PT Semen Gresik tersebut berangkat dari Tuban, Jawa Timur, menuju Bandung, Jawa Barat. ’’Saat kejadian, saya sedang tidur. Saya terbangun setelah mendengar suara benturan keras,” katanya. Kasus kecelakaan ini kini masih dalam penanganan Polres Brebes. (cw1)


BREBES & BUMIAYU

RABU 29 SEPTEMBER 2010

7

RADAR TEGAL

HUKUM Sosialisasi Dianggap Belum Sentuh Lapisan Bawah BREBES - Dari sekian kali Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes dan Badan Narkotika Propinsi (BNP) Jawa Tengah (Jateng) menggelar acara sosialisasi ternyata belum begitu dirasakan manfaatnya di lapisan bawah. Karena sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa belum pernah dilakukan, membuat peserta acara ’Advokasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se-Kabupaten Brebes’ yang diselenggarakan Selasa (28/9) sekitar pukul 10.00 WIB di ruang rapat Sekretariat Daerah (Setda) Brebes menyampaikan beragam pertanyaan yang ternyata tidak substansial. ’’Sosialisasi bahaya narkoba sangat penting dan perlu dtingkatkan, karena belum menyentuh ke tingkat desa dan kecamatan,” tutur Jaenudin, warga Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, yang menjadi salah satu peserta sosialisasi ini. Dia mengaku pernah mengikuti hal yang sama hingga tiga kali. Ia juga menjelaskan, BNK tidak pernah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa, sehingga masyrakat secara umum masih awam tentang bahaya pemakaian dan perederan narkoba. Acara yang dihadiri 60 tamu undangan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kabupaten Brebes tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dra N. Endah Wahyuningsih MS. (cw3)

PENDIDIKAN

FOTO-FOTO: HARVIYANTO/RATEG

AKSI MASSA – Selain membawa dan memasang sejumlah spanduk di pagar kantor desa (foto kiri), ratusan pengunjuk rasa membakar ban bekas (foto kanan) saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, kemarin (28/9).

Kades Rengaspendawa Didemo Ratusan Warga Dinilai Arogan dan Sewenang-wenang

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

SILATURAHMI - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes bersilaturahmi bersama para guru PGR dalam kegiatan halal bihalal di SMP 03 Paguyangan.

NasibGTTMenjadiFokusPerhatian PAGUYANGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes bersama Dewan Pendidikan tetap menjadikan nasib para Guru Tidak Tetap (GTT) sebagai fokus perhatian. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Dr Muntoha Nasukha MPd di hadapan ratusan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan di SMP 03 Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (28/9). Dikatakan Muntoha, bersama institusi terkait pihaknya terus mengupayakan perbaikan terhadap nasib para GTT. Bahkan, usulan mengenai hal tersebut telah disampaikan, baik di tingkat provinsi maupun pusat. ’’Hanya saja, kendala yang ada saat ini adalah masih terbatasnya anggaran yang ada, dimana anggaran belanja negara melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) hanya cukup dialokasikan untuk gaji pegawai. Namun demikian, kita tetap terus berupaya, untuk mewujudkannya,” jelas Muntoha. Karenanya, dia meminta kepada para GTT untuk bersabar. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Muntoha juga mengajak kepada para guru untuk kembali pada norma, etika, dan tatanan sebagai seorang pengajar yang menjadi pegangan mendasar bagi seorang guru. ’’Jika itu benar-benar dimaknai, maka seorang guru tidak lagi akan mudah diajak demo dalam menyampaikan aspirasinya. Namun, lebih mengedapankan cara-cara yang lebih bijak,” ujar Muntoha. Saat ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes menghentikan pemindahan guru maupun kepala sekolah dalam satu lingkungan kecamatan. Ini berdasarkan banyaknya keluhan yang datang, serta sebagai upaya mengantisipasi upaya-upaya tertentu yang hanya bermaksud untuk mengambil keuntungan melalui pemindahan guru maupun kepala sekolah tersebut. ’’Pemindahan baru dapat disetujui, jika didasari dengan pangajuan permohonan dari yang bersangkutan,” ungkap Muntoha. Hadir dalam kegiatan halal bihalal kemarin jajaran pengurus PGR Kabupaten Brebes, Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, serta ratusan guru negeri maupun swasta yang ada di Kecamatan Paguyangan. (pri)

LARANGAN – Ratusan warga Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, kemarin (28/9) sekitar pukul 10.00 WIB mendatangi kantor balaidesa setempat. Mereka berunjuk rasa meminta untuk Kepala Desa (Kades) Rengaspendawa H Ismail Idris turun dari jabatannya. Dalam unjuk rasa tersebut,

ratusan warga yang berdatangan dengan kendaraan bak terbuka dari beberapa dusun. Bahkan, warga juga membawa dua keranda mayat yang diusung oleh beberapa orang dan spanduk. Mereka juga membagikan selebaran yang berisi tentang tuntutan warga untuk kadesnya. Dalam orasinya, Koordinator Unjuk Rasa H Anwar menuntut agar kades yang dimaksud segera mengundurkan diri, karena dinilai arogan dan sewenang-wenang dalam menjabat.

PAGUYANGAN - Perubahan sistem pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan dari semula menggunakan sistem swakelola menjadi sistem lelang, menjadi salah satu kendala belum terlaksanakannya program-program yang menggunakan anggran dari alokasi DAK. Hal tersbut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Dr Muntoha Nasucha MPd saat berada di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (28/9). Dikatakan Muntoha, perubahan sistem pelaksanaan tersebut telah ditetapkan sesuai Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun 2010 serta Peraturan Presiden (Perpres) No. 64 Tahun 2010. Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang ditentukan bahwa DAK Pendidikan tahun 2010 ini sebesar Rp 32,7 miliar disertai pendampingan 10 persen, dialokasikan penggunaannya untuk pembangunan fisik, perpustakaan, dan buku. ’’Untuk Brebes kali ini alokasi DAK hanya ditujukan bagi Sekolah Dasar (SD) masingmasing sekolah mendapat Rp 260 juta. Dalam penggunaannya

dibagi untuk perpustakaan Rp 80 juta, buku Rp 90 juta, dan alat peraga Rp 65 juta, TIK Rp 25 juta, dengan penyerahan sebanyak tiga tahap yakni pertama 30 persen, 45 persen, dan 20 persen,” jelasnya. Menurut Muntoha, keterlambatan pelaksanaan program melalui AK ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Brebes. Namun, lebih bersifat nasional. Hal itu disebabkan perubahan tata kelola yang terlalu cepat. ’’Kalau dengan sistem lelang maka diperlukan waktu selama 140 untuk prosesnya. Sebenarnya, Brebes sendiri memiliki kesiapan yang cukup baik karena sudah punya panitia. Hanya saja kita masih belum memiliki kepastian apakah lelang tersebut bisa dipecah-pecah dalam beberapa paket atau tidak. Sebab, kalau satu paket rekanan daerah akan berat,” papar Muntoha. Diakui Muntoha, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mencari model tata laksana program tersebut. Dengan harapan, perbaikan sistem dari swakelola ke lelang akan bertambah baik kualitas pekerjaan dan kualitas bantuannya. (pri)

Dikenal Sebagai Kesenian Peninggalan Seorang Kyai Ada yang menarik dari jenis kesenian yang berasal dari Irian Jaya, namun dapat di terima oleh masyarakat dan menjadi ciri khas kesenian di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Bagaimana sejarahnya? LAPORAN:TEGUHSUPRIYANTO

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

UNIK - Penampilan kesenian Digul selalu menyita perhatian penonton.

’’Saya sendiri merupakan generasi ke tiga dari pendiri kesenian ini,” ucap Khambali saat Radar bertanya mengenai sejarah keberadaan seni Digul. Dikatakan Khambali, Digul berkembang di wilayah Tonjong sejak tahun 1930. Tepatnya sejak kedatangan KH Abdul Chamid. ’’Beliau merupakan pendatang di wilayah sini setelah ditahan Belanda di Daerah Digul, Irian Jaya. Semestinya, beliau pulang ke Banten, namun akhirnya menetap di wailayah Tonjong ini,” tutur Khambali. Lebih lanjut diceritakannya, KH Abdul Chamid adalah so-

seran perangkat tersebut hanya unsur dendam, sedangkan BPD tidak mengesahkan karena BPD tidak pernah melakukan rapat membahas tentang mutasi perangkat desa. Selain persoalan mutasi perangkat desa, dalam aksi tersebut warga juga mengkritisi dugaan korupsi yang dilakukan oleh kades Setempat. Sesuai dengan rilis yang disebarkan, Ismail diduga melakukan korupsi beras miskin (raskin) tahun 2009 senilai Rp

9.870.000. Selain itu, diduga kades juga telah menggelapkan upah pungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2009 yang menjadi hak perangkat desa, senilai Rp 3.735.000. ’’Kades juga menerima suap penerimaan calon tiga perangkat desa dengan nilai uang mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, para perangkat desa tersebut sampai saat ini belum mendapatkan garapan bengkok,” beber Anwar. (cw3)

Keterlambatan Pelaksanaan Wabup Sampaikan Permohonan Maaf DAK Pendidikan Terkait Tidak Hadir

Sejarah Seni Digul di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong

SENI adalah ungkapan perasaan yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan. Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, memiliki sebuah kesenian unik yang telah semenjak lama terus dilestarikan secara turun temurun. Keunikan dari kesenian tersebut yakni sangat menonjolkan unsur kebudayaan etnik suku di Irian Jaya. Digul adalah nama dari kesenian tersebut. Saat ini, kesenian tersebut tetap dilestarikan oleh warga yang tergabung dalam Kelompok Seni Digul. Khambali (66), ketua Kelompok Seni Digul kepada Radar mengatakan, seni Digul merupakan peninggalan seorang tokoh kharismatik yakni KH Abdul Chamid.

Ia juga mengatakan, kades telah dengan arogan menggeser perangkat desa yakni Kepala Dusun (Kadus) I Samud ke kaur Pemerintahan pada 15 Juli 2010 dengan Surat Keputusan (SK) mutasi No. 141/033/VII/2010. ’’SK tersebut dinilai cacat hukum dan kami minta segera dicabut hari ini juga. Karena tanpa dasar hukum yang jelas, kami minta Samud segera dikembalikan ke posisi semula yaitu sebagai kadus I,” tandas Anwar. Dia mengungkapkan, perge-

sok pejuang yang tidak tercatat dalam buku induk pejuang Indonesia. Namun, rakyat Tonjong mengakui bahwa dia adalah pejuang yang tanpa pamrih berkorban membela kebenaran. ’’Di sini dia turut menembangkan ajaran Islam. Sedangkan tarian Digul yang dia lihat dan saksikan saat dalam masa pengasingan, dijadikan sebagai media untuk mengumpulkan para santri sebelum mengaji atau mengajarkan ilmu agama,” papar Khambali. Kesenian Digul menggambarkan nilai-nilai keprajuritan dan kepahlawanan yang dikemas dalam bentuk teaterikal. Etnik

Irian Jaya sangat kental digambarkan oleh para pemainnya, yang berdandan menggunakan pakaian adat daerah tersebut. ’’Dari mulai musik maupun lantunan syair maupun gerakan adalah asli merupakan peninggalan KH Abdul Chamim, para pemainnya sendiri melibatkan generasi muda dan juga para orangtua,” jelasnya. KH Abdul Chamim wafat pada tahun 1945 dan dimakamkan Desa Tonjong. Dia menikah dengan putri asli Kecamatan Tonjong. Meski demikian, dari pernikahannya tersebut tidak meninggalkan keturunan. ’’Kakek saya adalah orang pertama yang saat itu kedatangan seorang bernama Abdul Chamim. Keduanya pula yang menyebarkan seni Digul kepada masyarakat di sini sebagai media dakwah. Saya sendiri mulai mempelajari kesenian ini sekitar tahun 1960 dari bapak saya,” terang Khambali. Dia berharap, kesenian ini dapat terus dilestarikan sebagai upaya mengembangkan nilainilai patriotisme serta teguh dalam menjalankan agama. Dalam perjalannya, kesenian ini telah beberapakali dipentaskan dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat kabupaten maupun sebagai tamu kehormatan di Taman Mini Indinesia Indah (TMII), Jakarta. (*)

Saat Rapat Paripurna BREBES - Wakil Bupati (Wabup) Brebes Agung Widyantoro SH menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Brebes. Permohonan maaf tersebut disampaikan saat berlangsungnya rapat Paripurna Selasa (28/ 9) sekitar pukul 09.30 WIB di Gedung Islamic Centre, Brebes. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Brebes Drs Atmo Tan Sidik kepada Radar mengatakan, permohonan maaf wakil bupati tersebut lantaran yang bersangkutan tidak menghadiri rapat paripurna pada hari sebelumnya (Senin (27/9), Red), yang menyebabkan paripurna ditunda. Atmo menjelaskan, ketidakhadiran wabup pada waktu itu lantaran mempunyai banyak agenda, di antaranya menghadiri sosialisasi bintek sertifikasi Keputusan Presiden (Kepres) No. 80, serta menerima mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pendopo Kabupaten Brebes. ’’Selain itu, beliau juga harus meresmikan Bank Mega, yang memang waktunya bertepatan

dengan acara sidang paripurna,” terang Atmo. Permohonan maaf yang disampaikan oleh wabup, lanjut Atmo, memang sesuai dengan folosofi yang ada. ’’Kata beliau, meminta maaf bukan perbuatan hina. Sebaliknya memberi maaf juga tidak harus membusungkan dada. Ini merupakan filosofi yang sangat baik, mengingat beliau adalah seorang kepala daerah yang bisa mencairkan suasana,” terangnya. Yang lebih penting dalam hal ini, tambah Atmo, wabup telah mampu memberikan kekuatan humor untuk bisa mencairkan kebuntuan komunikasi. ’’Yang paling berbahaya adalah kekuasaan yang tidak memberi ruang apresiasi untuk bertegur sapa dan humor,” ujarnyanya. Seperti diberitakan sebelumnya, rapat paripurna yang sedianya membahas tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Brebes tahun anggaran (TA) 2010 Senin (27/9) terpaksa harus ditunda. Penundaan ini lantaran kepala daerah -dalam hal ini Wabup Brebes Agung Widyantorotidak hadir dalam rapat tersebut. Bahkan, sidang hanya berlangsung kilat lantaran pimpinan sidang yakni Ketua DPRD Kabupaten Brebes Ilia Amin

langsung menutup sidang, sesaat setelah sidang dibuka. Saat ditemui seusai memimpin sidang, Ilia Amin mengaku, pihaknya terpaksa menunda rapat paripurna tersebut lantaran tidak dihadiri oleh pihak eksekutif. Dalam hal ini wakil bupati. Ilia Amin mengatakan, ketidak hadiran wabup dalam rapat paripurna lantaran yang bersangkutan sedang ada kegiatan lain. ’’Ya karena wabup ada acara lain yang mungkin tidak bisa di tinggalkan, maka sidang terpaksa saya tunda sampai besok (Selasa (28/9), Red),” terangnya. Sementara, Sekretaris Dewan (Sekwan) Mustair P.S. mengaku, keputusan penundaan sidang paripurna tersebut dianggap terlalu cepat. Pasalnya, sesuai dengan Tata Tertib DPRD pada Pasal 91 Ayat 4 maka sistem penundaan rapat harus dilakukan secara bertahap sebanyak dua kali. Dijelaskan Ilia Amin, keputusan penundaan tersebut atas dasar kesepakatan sidang. ’’Saya melihat tadi pimpinan tetap memberikan kesempatan kepada anggota untuk lanjut atau tidaknya sidang paripurna. Namun, akibat keputusannya berlangsung cepat, hal itu menjadikan pertanyan bagi para anggota sidang maupun tamu undangan,” terangnya. (cw3)


SLAWI METROPOLIS

8

RABU 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal

0283-3448131 RSIA Pala Raya

0283-356009

Polisi Gelar Razia Antisipasi Teroris

Kpd dewan yang terhormat,tolong ditindak tenaga honorer yg memanipulasi data terutama para guru wiyata SD di wil UPTD dikpora pagerbarang (mrk justru anggota FTHSNI, mrk masuk setelah 2005 malah ada yg 2006) kbar2 nya mrka dimintai biaya olh forum tsb Rp. 750.000 agar data mrk bsa masuk data base. 081578320XXX Pak dwn khususx komisi IV gmna kelanjutan pengusutan thdp oknum pendidik yg malsu data knaikn pangkatx? Pendk kok nyontone jelek,terus anak didike pan dadi apa? Kok ra malu,edan tenan weh. 02833354XXX

EKONOMI Pertimbangkan Izin Pendirian Mini Market BANYAKNYA mini market di wilayah Kabupaten Tegal, membuat para pedagang kecil dan menengah merasa dimatikan usahanya. Pasalnya banyak dari mereka merasa rugi dan terancam gulung tikar akibat banyaknya mini market tersebut. Kondisi ini harus menjadi bahan pertimbangan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Tegal dalam permohonan perizinan pendirian mini market kembali. Hal itu dikatakan pengamat ekonomi Lutfi kepada Radar Selasa (28/9) kemarin. “Saat ini masih banyak rencana pendirian mini market di beberapa tempat. Padahal menurut saya, adanya mini market itu tidak menjadikan DOK.RATEG masyarakat Tegal lebih sejahtera, Lutfi karena dengan adanya mini market justru menjadikan pedagang-pedagang kecil dan menengah tersingkir,” kata Lutfi. Menurutnya, adanya mini market di beberapa kecamatan, sebenarnya tidak menjadikan penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini harus dianalisis Pemkab, agar tidak menjadikan pedagang lokal yang rata-rata pedagang kecil semakin tidak laku atau mati. “Saya bingung dengan program pemerintah, yang katanya mencoba untuk memberdayakn pedagang kelas menengah dan kecil melalui UMKM, akan tetapi pedagang-pedagang yang besar (mini market) diperbolehkan berdiri di manapun. Jelas ini sama saja bohong, kasihan kan pedagang yang kecil dan menengah yang saat ini sedang banyak mengalami kesulitan,” imbuhnya. Dia menambahkan, salah satu yang harus diperhatikan pemerintah melalui BPPT, yaitu di daerah Adiwerna yang akan ada pendirian mini market. Dirinya yakin banyak pedagang yang akan mengeluh. Hal ini kalau tidak cepat diatasi oleh pemerintah, jelas mereka bukan akan semakin sejahtera, akan tetapi akan semakin sengsara. “Kalau mini market itu banyak berdiri, jelas yang kaya akan semakin kaya, dan yang msikin akan semakin miskin,” sindirnya. (mg2)

SLAWI - Berbagai upaya dilakukan jajaran kepolisian Resor Tegal dalam mengantisipasi masuknya teroris. Seperti yang saat ini tengah digencarkan oleh polisi, yang juga melibatkan instansi lain di antaranya Satpol PP, TI, termasuk sejumlah tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas) agar bisa sama-sama memonitoring. “Selain dari Polres Tegal sendiri, di jajaran tiap polsek yang ada juga kini wajib melakukan patroli maupun razia secara rutin di jalan dengan sasaran sejumlah kendaraan maupun pengendara yang mencurigakan,” kata Kabag Ops Polres Tegal Kompol Nurul Hidayat, kemarin. Menurutnya, razia di jalan ini sasarannya yakni roda empat dan mobil boks yang datang dari arah luar kota saja. Selain surat-surat kelengkapan kendaraannya, serta dokumen angkutannya, para pengendara termasuk penumpangnya juga dilihat identitasnya.

“Ini langkah antisipasi saja dan shock terapi. Dan semoga mereka akan berpikir kembali sebelum beraksi. Dan mudahmudahan wilaah hukum Polres Tegal tidak terjadi,” tuturnya. Selain merazia setiap kendaraan mobil boks dan pribadi, pihaknya juga merangkul semua tokoh agama dan tokoh masyarakat, TNI, dan Satpol PP di wilayah pemerintah Kabupaten Tegal. “Mereka ini dari pengurus masjid maupun gereja. Mereka kita ajak sharing, supaya menolak setiap bentuk ajakan yang mengarah ke aksi terorisme,” tandasnya. Tak terkecuali dengan kebersamaan masyarakat ini, difungsikan untuk sama-sama mengecek dan memantau lingkungan sekitar terutama adanya warga baru maupun pendatang untuk bisa dimintai identitas yang jelas. ‘Sehingga bila ada sesuatu yang memang mencurigakan, para tomas maupun toga ini juga bisa langsung berkordinasi dengan kami. Dan harapannya dengan saling bersama menjaga situasi ini, Tegal bisa kondusif,” pungkasnya. (gus)

DPRDPantauProyek Pembangunan

CMYK

Diwarnai Isak Tangis Pisah Sambut Kapolres Tegal

LEGISLATIF SLAWI – Komisi III DPRD Kabupaten Tegal yang dimotori Wakil Ketua Komisinya, Sahyudin Selasa (28/9) kemarin meninjau sejumlah proyek pembangunan, di antaranya pembangunan GOR Indoor dan Pembangunan Masjid Jami Procot. Dari peninjuan itu jika kegiatan masih bisa dilanjutkan, namun ada sejumlah catatan seperti perbaikan pasangan beton untuk tribun pada GOR Indoor agar lebih diperkuat. “Kami kira kegiatan bisa terus dilanjutkan, kalaupun sedikit perbaikan untu diperkuat pasangan beton pada tribun, rekanan harus melaksanakan. Jika tidak, Komisi kami akan bersikap,” kata Sahyudin, didampingi sejumlah anggota Komisi III lainnya kepada Radar. Dikatakan Sahyudin, rekanan yang mengerjakan kegiatan fisik hendaknya menerapkan kaidah yang baik. Pengerjaan kegiatan diutamakan sesuai RAB sehingga negara dan masyarakat tidak dirugikan. Kalau pun sampai hal yang merugikan terjadi, Komisi III siap mengusulkan agar rekanan itu dikenakan sanksi. “Jika perlu komisi kami mengusulkan agar rekanan penggarap untuk di black list,” ucapnya. Senada, Sekretaris Komisi III Yuswan Maulana yang didampingi sejumlah anggota Komisi III mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan khususnya sejumlah kegiatan mercusuar yang ada di Kabupaten Tegal. Namun demikian bukan berarti mengesampingkan kegiatan fisik lainnya yang ada pada sejumlah wilayah kecamatan. “Kami sepaham dengan wakil Ketua Komisi III, jika ada yang mengerjakan secara acak dan merugikan keuangan daerah maupun masyarakat, akan kami usulkan untuk dikenakan sanksi tegas,” jelas Yuswan. Sementara, Sekretaris DPU Pemkab Tegal Jefri Yusuf, yang turut mendapingi Komisi III mengatakan, secara teknis baik kegiatan GOR Indoor maupun Masjid Jami tidak bermasalah. Kalaupun ada perbaikan agar kualitas fisik lebih bagus, itu lebih mengutamakan kepada hasil maksimal sesuai yang diharapkan bersama. “Kami siap menekankan kepada setiap rekanan agar mengerjakan kegiatannya lebih optimal sehingga menghasilkan kualitas yang baik,” terang Jefri. Usai mengunjungi kegiatan GOR Indoor, Komisi III didampingi oleh perwakilan dari DPU Pemkab Tegal melanjutkan peninjauannya pada kegiatan pembangunan Masjid Jami Procot. (k1)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

SALAM KOMANDO - Kapolres Tegal lama AKBP Wahyu Handoyo (kiri) berjabat tangn dengan Kapolres Tegal yang baru AKBP Drs RZ Panca Putra Simanjuntak.

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PERIKSA - Nampak jajaran semua fungsi kepolisian tengah melakukan razia di Pantura.

ACARA pisah sambut Kapolres Tegal dari AKBP Wahyu Handoyo SE ke AKBP Drs RZ Panca Putra Simanjuntak yang digelar di Pendopo Kabupaten Tegal berjalan meriah. Namun suasana dan gemerlap lampu pada Senin (27/9) malam itu berakhir dengan isak tangis. Sebab sejumlah anggota maupun keluarga besar Polres Tegal, merasa kehilangan sosok bapak yang bisa memberikan panutan. Pisah sambut itu, selain dihadiri keluarga besar Polres Tegal juga dihadiri unsur Muspida, di antaranya Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM bersama istri, Wakil Bupati Tegal HM Heri Soelistiawan SH MHum bersama istri, Sekda Sriyanto HP bersama istri, Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rojikin AH, sejumlah Ketua Fraksi dan anggoto DPRD. Selain dari Kabupaten Tegal, pisah sambut itu juga dihadiri pejabat dari luar daerah, seperti Wakil Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, serta sejumlah pengusaha di Tegal yang bercampur di ruangan pendopo. Acara diawali dengan sejumlah sambutan dari panitia. Setelah itu, para tamu undangan ya-

ng ada juga disuguhi dengan alunan musik dari Hunter Band. Namun acara yang meriah ini berujung dengan isak tangis sejumlah anggota maupun keluarga besar Polres Tegal. Sebab mereka mengaku kehilangan sosok bapak maupun pemimpin yang selama ini dianggap bisa menuntun dan memberikan arahan yang baik. Baik itu persolan dalam tugasnya sebagai pelayan masyarakat, juga sosok saat berada di dalam managemen rumah tangganya. AKBP Wahyu Handoyo SE mengatakan perlu diketahui kepada Kapolres Tegal yang baru, AKBP Drs RZ Panca Putra Simanjuntak bahwa masyarakat Kabupaten Tegal adalah golongan orang-orang maupun masyarakat yang bicara apa adanya atau tidak mau terbelitbelit, termasuk dalam komunikasinya. Menurut Wahyu, penggantinya nanti harus bisa menyesuaikan dalam tugasnya yang berada di tempat baru ini. ‘’Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada perpisahan pasti ada penyambutan. Seperti pada tema malam ini, yakni Pisah Sambut,’’ kata Wahyu. Menurutnya, dirinya kini mendapatkan tugas di Lembang Bandung, yang diketahui sebagai tempat belajarnya sejumlah perwira tinggi untuk menjadi

jendral. Sementara Kapolres Tegal baru, AKBP RZ Panca Putra Simanjuntak mengaku bangga dengan Wahyu Handoyo memiliki banyak kemajuan. ‘’Kami siap untuk melanjutkan sejumlah misi maupun untuk memajukan wilayah Kabupaten Tegal,’’ akunya. Sementara Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM menambahkan bahwa sejak dipimpin AKBP Wahyu Handoyo, pihaknya juga merasa nyaman dan terhibur. ‘’Saya juga banyak belajar dari beliau (Wahyu Handoyo). Sebab memang ideidenya bisa menyenangkan hati dan memacu kami untuk berbuat yang lebih baik. Makanya, orang yang seperti ini pantas mendapatkan julukan Semar,’’ ulasnya. Menurutnya, kenapa SEMAR, karena sosoknya bisa menjadikan sebuah teman yang bisa menghibur, membantu dalam kesulitan, serta bisa memberikan kenyamanan dalam hati. ‘’Seperti rumah makan atu Saung Wisata di Lebaksiu yang baru saja dibuatnya, saya acungkan jempol. Karena seperti aliran sungai, kini bisa disulap sebagai sarana arung jeram termasuk wisata lainnya yang kini bisa dinikmati oleh masyarakat,’’ pungkasnya. (agus wibowo)

Kodim 0712 Gelar Pelayanan KB Gratis MARGASARI - Menjelang Peringatan HUT TNI yang jatuh pada 5 Oktober mendatang, jajaran personel dari Kodim 0712 Tegal Selasa (289) kemarin merangkul Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal menggelar pelayanan KB secara gratis. Sedangkan tujuan dilakukan pelayanan ini, diharapkan masyarakat bisa melanjutkan program pemerintah dengan dua anak cukup. Sementara pelayanan dan kegiatan yang dimotivatori Kodim 0712 Tegal yang me-

rangkul Dinkes ini bertempat di Puskesmas Margasari yang berlokasi persis di depan kantor Koramil Margasari. Dalam kegiatan karya Bhakti TNI ini juga dipantau langung oleh Pabandya (Perwira Pembantu Madya) Bakti TNI Kodam IV Diponegoro, Letkol Kavaleri Puji Setiono, termasuk pegawai BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) Provinsi Jateng. Sedangkan selain melakukan pemantauan secara langsung juga melalukan upaya memberikan memotivasi

penyuluh KB dan anggota Babinsa (Bintara Bina Desa). “Kami turun ke bawah juga untuk memotivasi Babinsa terus memacu target pencapaian KB. Sebab selama ini, pencapaian akseptor baru KB di Kabupaten Tegal hanya sekitar 58 persen,” kata Letkol Kavaleri Puji Setiono didampingi Kepala Seksi Jaminan KB BKKBN Provinsi Jateng, Agus Pujianto. Menurutnya, angka itu masih berada dibawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang mencapai sekitar 70 persen. “Selain

di Kodim 0712 Tegal, kami juga melakukan kunjungan di 10 Kabupaten/Kota di Jateng. Di antaranya adalah Klaten dan Kendal. Lokasi yang mendapatkan kunjungan ini merupakan daerah yang pencapaian akseptor baru KB dibawah rata-rata Provinsi Jateng,” ulasnya. Di tempat sama, Kepala BP PKB Kabupaten Tegal Dra Indah Winarni MPd menuturkan, dari jumlah itu peserta KB baru jenis implant atau susuk KB ada 170 orang, sedangkan sisanya IUD atau spiral. ‘’Di Kecamatan

Margasari, daerah yang tergolong baik pencapaian akseptor baru KB itu ada di sejumlah desa, antara lain Desa Kaligayam, Wanasari dan Jatilaba. Di mana, di daerah tersebut pencapaian akseptor baru KB mencapai 70 persen. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Tegal, tercatat ada 177 peserta KB baru di Puskesmas Margasari, yang digelar pada Selasa (28/9) kemarin. (gus)


SAMBUNGAN

RABU 29 SEPTEMBER 2010

9

RADAR TEGAL

ARIEL

Dipenjara, Sering Diajak Ba’asyir Salat DITAHAN dalam satu rutan, Ustad Abu Bakar Ba’asyir dan Nazriel Irham alias Ariel seringkali bertemu dan melakukan aktivitas bersama. Bahkan, Ba’asyir sering menasehati mantan vokalis peterpan itu untuk tobat dan salat. “Saya sering nasehati ariel, supaya bertaubat dan menjalankan salat lima waktu. Kalau sekarang, Ariel sudah rajin menjalankan ibadah salat lima waktu,” kata Ba’asyir seperti yang ditirukan asisten pribadinya, Hasyim Abdullah saat

ditemui di Bareskrim, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (28/9). Menurut Hasyim, Ba’asyir sering melakukan aktivitas bersama Ariel di dalam tahanan. Terutama dalam urusan beribadah. “Kan sekarang ustad (Ba’asyir) sudah menjadi imam baik salat wajib maupun salat Jumat,” jelasnya. Perlu diketahui, kamar tahanan Ariel saling berhadapan dengan kamar Ba’asyir. Kedekatan ruang tahanan tersebut yang

membuat keduanya sering bertemu. Ba’asyir juga mengaku mengetahui kasus video porno yang melibatkan Ariel. “Ya kalau cerita sih pernah. Ustad tahu Ariel dan kasusnya dari temannya yang di sel,” ungkap Hasyim. Ariel ditahan terkait beredarnya video porno yang diduga miliknya dengan beberapa artis perempuan. Sementara Ba’asyir ditahan karena terkait kasus terorisme. Keduanya saat ini mendekam di Rutan Bareskrim Mabes Polri. (ape/eny)

OLGA SYAHPUTRA

Ngaku Tertekan, Ingin Cuti Tampil di TV DHANI - MAIA

Hubungan Membaik, Tak Berniat Rujuk APA kabar dengan hubungan Ahmad Dhani dan Maia Estianty? Dhani mengaku saat ini hubungan mereka baik-baik saja. Namun kondisi itu tidak membuat Dhani tertarik untuk kembali ke pelukan Maia. Perseteruan mantan suami istri yang bercerai pada 23 September 2008 itu kini tidak lagi meramaikan jagad infotainment. Mengapa? Menurut Dhani, saat ini Maia tidak memperlihatkan gelagat buruk. “Biasa saja. Kalau aksinya dia (Maia) baik, reaksi saya juga baik. Selama ini kan aksinya jelek,

makanya reaksi saya juga jelek. Cuma sekarang ini aksinya sudah mulai baik,” kata Dhani saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (28/9). Hanya saja, Dhani menegaskan kalau dirinya tidak bernafsu untuk rujuk dengan mantan istrinya. Dhani menikahi Maia pada tahun 1994. Dari pernikahan tersebut, keduanya memiliki 3 anak laki-laki, di antaranya Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani. (ebi/iy)

PRESENTER Olga Syahputra belum memikirkan masa depannya di dunia hiburan. Olga bahkan mengaku ingin cuti karena merasa banyak tekanan. “Iya tekanan aja. Masa gue harus cerita di sini,” ujar Olga ditemui di Restoran Takigawa, Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, Senin (27/9) malam. Olga sangat mensyukuri pekerjaan yang didapatkannya. Namun ada kalanya Olga juga tertekan. Presenter acara musik ‘DahSyat’ itu ingin menikmati hidup santainya ses e -

kali. Ketika ditanya lebih lanjut soal alasannya cuti dari dunia hiburan, Olga pun menjadi sensitif. Ia ragu-ragu untuk bercerita sambil terisak. Januari mendatang beberapa kontrak kerja Olga pun berakhir. Ia belum berencana untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. “Lihat aja nanti bagaimana-bagaimana, sedih aja,” jelasnya. (yla/yla)

MoU Soal Perluasan Tak Ada dari halaman 3 Menurut Sungkar, sesuai hasil penjelasan Bappeda, ternyata perluasan stasiun tanpa memikirkan pejalan kaki. Tapi hanya soal kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil. Padahal setiap

harinya, ribuan pejalan kaki melintas di kawasan stasiun. “Sampai saat ini kami belum melihat perluasan stasiun, membuat stasiun rapi. Tapi yang terjadi, justru semakin semrawut,” tuturnya. Wakil Ketua DPRD Teguh

Iman Santoso mengungkapkan hasil konfirmasi perluasan stasiun ternyata tidak disertai perizinan. Salah satunya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Seharusnya Pemkot berani melakukan teguran atas hal ini. Bukan malah membiarkan dan

bahkan seolah-olah mendukungnya. “Kami melihat perluasan Stasiun tidak disertai dengan perencanaan yang matang, buktinya pembangunan tak disertai pembangunan saluran. Imbasnya, setiap kali turun hujan pasti kawasan stasiun banjir,” ungkap Teguh. (hun)

Pertama order datang dari lingkungan rumah sekitar yang membutuhkan reparasi gitar. Lambat laun, pelanggan dari luar baik perorangan atau pemilik rental musik datang untuk mereparasi ataupun memesan gitar akustik buatanya. “Untuk sekedar reparasi tanpa mengganti onderdil harganya hanya Rp 25.000 – Rp 30.000. Sedangkan untuk reparasi dengan mengganti spare part, ongkos saya tambahkan pada biaya pembelian onderdilnya saja,” aku Didi. Jika pesan gitar akustik, Dia memberikan harga Rp 100 – Rp 150 ribu per gitar, dengan model biasa atau standar. Namun apabila model sesuai keinginan konsumen harga yang dipatok Rp 200.000 ribu. Sedangkan untuk gitar elektrik, tarif per gitarnya bisa mencapai Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Dan untuk ukulele hanya dihargai Rp 60 – Rp 75 ribu. “Semua gitar buatan saya diberi label atau

merk Didi Gitar. Dijelaskan, waktu dibutuhkan dalam membuat satu gitar mencapai sepekan. Bahannya, lanjut Didi, dari satu lembar triplek ukuran satandar, bisa jadi 4 pasang body bagian depan dan belakang. Sisanya untuk lekukan body samping gitar. Untuk leher gitar, bahan baku kayunya didapat di tempat penjualan kayu. “Peralatan sederhana seperti tukang kayu. Yaitu gergaji, cetakan atau mal body samping, lem kayu, ampelas, kompressor untuk pengecatan dan lainnya,” paparnya. Usaha yang digeluti Didi ternyata senyaring suara gitar yang dibuatnya. Berawal dari ketelatenan dan mengedepankan kepuasan pelanggan, berbuah dengan banyaknya pemesan yang berdatangan. Dia juga sempat mendapat pesanan membuat replika gitar listrik sepanjang 3 meter sebanyak 10 buah yang akan dikirim ke luar negeri. (adi mulyadi)

Kualitas Oke Juga dari halaman 3 Dan seiring berkembangnya zaman, alat tersebut muncul dengan berbagai macam merk. Dari mulai merk Yamaha, Osmond, Fender, Allegro, Ibanez dan lain sebagainya. Gitar-gitar akustik itu dibuat dari pabrikan maupun dari home industri. Bicara tentang itu, di wilayah Jawa Tengah daerah yang terkenal sebagai industri pembuatan gitar adalah Solo. Sebagian besar warga Solo mahir dalam membuat gitar akustik baik yang berbentuk biasa sampai dengan bentuk yang disesuai dengan permintaan pembeli. Lalu apakah memang hanya di kota itu saja yang mampu membuat gitar akustik? Jawabnya tidak. Sebab masih ada daerah lain di Jateng yang bisa memproduksi alat musik petik itu, yakni Kota Tegal. Meski dikenal sebagai wilayah pesisir dengan masyarakatnya yang rata-rata bermata penca-

harian nelayan dan pemilik warteg. Kota Tegal tak mau kalah dengan Solo. Itu bisa dibuktikan di home industri milik Didi Purnomo (36) di Jl Kapten Ismail Gg Anggur I No. 38 RT 4 RW 6 Kraton Tegal Barat. Berawal dari kecintaannya bermain gitar sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD), Didi belajar otodidak tentang bentuk dan komposisi gitar akustik. “Rasa ingin tahu bagaimana membuat sebuah gitar saya perdalam sampai lulus SMA. Selain belajar sama kakek yang juga ahli memainkan dan mereparasi gitar, saya juga belajar pada teman kakek yang juga tukang reparasi gitar,” katanya. Awalnya dia mempraktekkan ilmu yang didapat dengan membuat satu atau dua gitar akustik dan ukulele. Namun sepeninggal kakeknya, Dia memberanikan diri membuka usaha kecilkecilan dirumah. Yakni menerima service gitar akustik, elektrik dan pesanan pembuatan gitar.

MASAYU ANASTASIA

Belum Niat Tambah Anak PASANGAN selebritis, Masayu Anastasia dan Lembu ‘Club 80’s’ telah dikaruniai seorang anak bernama Samara Anaya Amandhari. Pasangan yang menikah pada 6 Juli 2008 itu pun belum berencana menambah anak. “Samara masih 11 bulan dan belum ada keinginan untuk nambah lagi,” kata Masayu yang ditemui di studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (28/9). Masayu mengaku tidak bisa lepas dari Samara. Aktris yang tengah sibuk mempromosikan film terbarunya ‘Laskar Pemimpi’ itu pun selalu mengajak sang buah hati di setiap kegiatannya. “Karena dia nggak bisa kalau nggak sama aku. Dia kan masih ASI, jadinya ya harus sama aku terus ikut ke lokasi syuting,” jelasnya. Meski demikian, Masayu tidak merasa kerepotan. Ia juga tidak mau melewatkan momen berharga saat anaknya tumbuh dan berkembang. (ich/ eny)

Retribusi Sampah Turun Drastis dari halaman 3 Ketua Komisi III DPRD HM Nursholeh Selasa (28/9) mengatakan sesuai target awal, yang tertera dalam APBD murni tahun 2010 retribusi sampah sebesar Rp 184 juta. Namun Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) tak siap, dengan penerapan pembayaran listri m,elalui sistem PPOB. Sehingga yang terjadi, retribusi sampah tak bisa melakukan penarikan retribusi sampah pada masyarakat yang membayar listrik. Saat pembayaran listrik melalui Kantor PLN, dan KUD. Diskimtaru menyiapkan petugas di kantor tersebut, untuk memungut retribusi sampah. Namun saat ini Diskimtaru tak memiliki trobosan, pendapatan retribusi sampah yang seharusnya bertambah justru berkurang drastis. Karenanya memanfaatkan waktu yang hanya tinggal 3 bulan lagi, pihaknya minta Diskimtaru melakukan terobosan cepat. Sehingga penurunanan tak separah ini, yakni turun sekitar Rp 127 juta dari target awal Rp 184 juta. “Kami minta Diskimtaru harus bermitra dengan PPOB yang ada, sehingga pembayar listrik langsung ditarik retribusi sampah. Soal teknis bagi hasil-

nya, kami rasa tergantung kesepakatan kedua belah pihak. “Langkah ini kami rasa lebih efektif dan efesien, jika dibanding kalau Diskimatru harus menugaskan di PPOB. Soal belum adanya jawaban dari PLN UPJ Tegal, kami rasa Diskimtaru harus lebih pro aktif,” kata Nursholeh. Anggota Komisi III Rofii Ali mengungkapkan sesuai hasil pertemuan dengan Diskominfo, ternyata pendapatan retribusi terminal Kota Tegal mengalami penurunan mencapai Rp 51.897.000. Kondisi demikian terjadi disebabkan karena banyaknya masyarakat yang kini beralih memilih jasa transportasi dari bus ke kereta api. Namun alasan ini dinilai tidak relevan. Sebab, saat menyampaikan penjelasan tersebut instansi terkait tidak melengkapi data rinci jumlah penumpang bus yang beralih ke kereta api. Menurut Rofii, pada tahun lalu jumlah pendapatan retribusi terminal mencapai Rp 1.036. 375.00. Sedangkan, saat ini hanya sekitar Rp 984.478.000. Dengan demikian, terjadi penurunan pendapatan restribusi sebesar Rp 51.897.000. “Terkait masalah ini kami berencana akan mengundang kembali instansi terkait untuk

meminta penjelasan secara rinci, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan yang mengarah pada hal yang negatif,” ungkap Rofii. Dijelaskan Rofi’i, selain masalah tersebut dalam kesempatan itu juga dipertanyakan tentang retribusi parkir di tepi jalan umum. Ternyata dari instansi terkait tidak berani menaikkan target pendapatan dari retribusi parkir. Padahal, selama ini jumlah kendaraan setiap tahun terus bertambah dan tempat-tempat keramaian semakin banyak. “Apabila dilakukan pengelolaan secara baik, kami yakin pendapatan retribusi melebihi target yang direncanakan yaitu sekitar Rp 500 juta. Karena itu, seharusnya instansi terkait berani menaikkan pendapatan retribusi parkir,” ujarnya. Dia menambahkan dalam rapat itu justru dari Dishubkominfo mengajukan anggaran tambahan sekitar Rp 139.715. 000. Yakni, diperuntukan bagi belanja pegawai karena ada penambahan sejumlah pegawai baru. “Kami berharap upaya pengelolaan parkir dilakukan secara maksimal dan penertiban parkir liar bisa dilakukan secara rutin. Dengan demikian, pendapatan retribusi parkir bisa meningkat,” tambahnya. (hun)

Alokasi General Cek Up Rp ... dari halaman 3 anggota DPRD secara menyeluruh,” tutur Harun. Kasubag Humas dan Protokol Setwan Budi Priyanto mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Bumida selaku pemenang lelang asuransi anggota DPRD dan dalam waktu dekat akan dilakukan

pelaksanaan general cek up. Untuk mempermudah, pelaksanaan general cek akan dilakukan bersama-sama. Bukan satu persatu anggota DPRD, sehingga anggota DPRD jangan khawatir soal pelaksanaan general cek up. Apalagi soal pelaksanaan general cek up sudah ada kontraknya, meliputi semua unsur pemeriksaan yang telah ditentukan.

“Kami rasa soal anggaran itu urusan teknis PT Bumida, yang penting pelaksanaan general cek up harus menyeluruh. Dan itu kewajibannya, kalau memang dalam pelaksanaan tidak dilakukan general cek up secara menyeluruh maka anggota DPRD bisa protes. Soal nantinya biayanya berapa, itu tanggungjawab PT Bumida,” ungkap Budi. (hun)

Tak Lagi Gampang Meriang Usianya baru 35 tahun saat diwawancarai, di pengujung tahun 2009 yang lalu. Selain itu, tampilan fisiknya pun masih oke: terlihat gagah dan prima. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan bila kesehatan raga lelaki yang bernama Joni Sujana ini masih belum terganggu secara signifikan. Namun, menurut anak pertama dari tujuh orang bersaudara ini, ada sedikit gangguan yang sering juga membuatnya gusar. Apa itu? “Kadangkadang saya tidak tiap hari BAB,” jawab pria yang masih senang melajang ini. Selain itu, pegawai sebuah perusahaan swasta di Bandung ini mengaku badannya sering juga

meriang bila ia sudah bekerja terlalu berat. Untuk itu, sejak setahun belakangan ini ia rajin mengonsumsi New Mandala 525 setiap hari. Ternyata dengan bantuan kedelai bubuk instan tersebut kesehatan penduduk Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojong Lowa Kaler, Kota Bandung, ini semakin prima. “Buang air besar (BAB) saya sudah lancar dan badan saya tidak mudah meriang lagi,” ucapnya. Untuk selalu fit, asupan gizi mesti selalu terjaga. Bila tidak, ia bisa memberikan dampak negatif bagi seseorang sehingga ia mudah terserang penyakit akibat metabolisme yang tak lagi normal. Salah satu fungsi

isoflavon yang terkandung dalam kedelai adalah untuk melancarkan kembali metabolisme sehingga penyerapan zat-zat gizi diseimbangkannya kembali dengan sistem pengeluaran. Dan bila terjadi toksifikasi atau peracunan dalam tubuh, kandungan karoten susu kedelai akan menetralisiasinya secara bertahap. Selain itu, penyebab badan tidak fit dan penyakit mampir adalah sistem imun yang rendah. Dalam hal ini, isoflavon sangat berperan dalam meningkatkan sistem imun. Karena itu setiap orang, berapa pun umurnya, harus rajin memelihara kesehatannya, termasuk menjaga pola ber-

pikir. Susu kedelai merupakan sumber vitamin B1, B6, dan E, mineral magnesium dan seng, serta asam amino triptofan. Di dalam buku Susu Kedelai,

Susu Nabati yang Menyehatkan dikatakan bahwa senyawasenyawa dan zat-zat tersebut mampu menambah vitalitas, tenaga, dan kualitas tidur seseorang. Dr. Ir. Hery Winarsi, pengarang buku Isoflavon, menulis, isoflavon yang terdapat pada kedelai memegang peranan penting dalam meningkatkan metabolisme dan menjaga kebugaran. Ia merupakan penyusun fitoestrogen, hormon yang sangat berpengaruh pada vitalitas dan daya pikir. Pada kasus di atas, berkurangnya keluhan tentu tak lepas dari peran recovery dan peningkatan sistem imun setelah rutin mengonsumsi isoflavon. Menurut badan

kesehatan PBB, bangsa Jepang dan Cina relatif lebih sehat ketimbang bangsa-bangsa lain akibat kebiasaan mereka mengonsumsi susu kedelai sejak kecil. Meski demikian, menjaga pola hidup sehat tetap dianjurkan untuk dijadikan prioritas utama. Di antaranya adalah selalu berpikir positif, menghindari penyebab penyakit, rajin-rajin berdoa, menghindari stres, tidak merokok, menjauhi alkohol, berolahraga dengan teratur, dan banyakbanyak bertawakal.New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat di-

tunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

10

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

Waspadai Penyakit

PROFIL

KHAS PANCAROBA

DR BOEING DEWANTARI

Aktif Berorganisasi MENJADI seorang dokter diakuinya merupakan keinginan dan cita-citanya sendiri. Bukan karena keharusan meneruskan ilmu yang sama seperti kedua orang tuanya. Bungsu tiga bersaudara dari dr Bimo Bayu Adji dan dr Sumaryati ini mengaku memilih profesi tersebut karena memiliki banyak kesempatan untuk menolong sesama. ‘’Setidaknya kita bisa membantu yang sakit,” ungkapnya. Dara kelahiran 28 Agustus 1985 ini menimba ilmu kedokteran di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Negeri atau swasta tidak menjadi keharusan baginya

ketika menimba ilmu. Padahal, saat itu alumni SMAN 1 Slawi ini sudah diterima di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Dokter yang kini bertugas di RSU Adella ini cukup aktif dalam organisasi kesiswaan. Mulai dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), paduan suara, hingga kepramukaan. Semua itu dilakoninya untuk mencari pengalaman serta memperluas pergaulan. Selain itu, banyak sekali pengetahuan baru yang didapatkannya. ‘’Banyak sekali yang didapatkan dalam berorganisasi, khususnya untuk bekal setelah terjun ke masyarakat nanti,” pungkasnya. (ela)

Pelihara Kesehatan dengan Mencuci Tangan LEKUKAN sidik jari adalah contoh bagaimana partikel partikel dapat terperangkap diantara lekukan kulit pada telapak tangan, dan tetap tidak terlihat oleh mata. Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya. Perilaku mencuci tangan berbeda dengan perilaku cuci tangan yang merujuk pada kata kiasan. Mencuci tangan baru dikenal pada akhir abad ke 19 dengan tujuan menjadi sehat saat perilaku dan pelayanan jasa sanitasi menjadi penyebab penurunan tajam angka kematian dari penyakit menular yang terdapat pada negaranegara kaya (maju). Perilaku ini diperkenalkan bersamaan dengan ini isolasi dan pemberlakuan teknik membuang kotoran yang aman dan penyediaan air bersih dalam jumlah yang mencukupi. 1. Wadah pencuci tangan dan jeruk nipis yang disediakan di Rumah Makan Ritual mencuci tangan di dunia dipraktekan sebagai bagian dari budaya maupun praktek keagamaan. Dalam agama Hindu terdapat ritual mencuci tangan Bahá’í, dalam agama Yahudi dinamakan tevilah dan netilat yadayim. Praktek yang mirip adalah ritual lavabo untuk agama Kristen, wudhu untuk agama Islam, dan Misogi di kuil Shinto. Di beberapa rumah makan di Indonesia seperti rumah makan padang, rumah makan sunda, atau warung-warung makan lainnya dimana mengkonsumsi makanan dirasakan lebih umum dengan menggunakan tangan langsung (tanpa alat makan seperti sendok dan garpu), penjual kadang-kadang menyediakan wadah berupa mangkuk kecil berisi air (sering juga disebut dengan kobokan) untuk mencuci tangan disertai dengan irisan jeruk nipis untuk menghilangkan bau sesudah makan. Praktek mencuci tangan yang dianjurkan pada umumnya adalah dilakukan dibawah air yang mengalir, karena air dalam keadaan diam dan digunakan un-

CMYK

tuk mencuci tangan yang kotor bisa menjadi tempat sup kuman karena berkumpulnya kotoran yang mungkin mengandung kuman penyakit di satu tempat dan menempel lagi saat tangan diangkat dari wadah mencuci tangan tersebut. 2. Mencuci Tangan dengan Air Ppanas Walaupun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa mencuci tangan dengan air panas lebih efektif untuk membersihkan tangan, namun pendapat ini tidak disertai dengan pembuktian ilmiah. Temperatur dimana manusia dapat menahan panas air tidak efektif untuk membunuh kuman. Beberapa pendapat lain menyatakan bahwa air panas dapat membersihkan kotoran, minyak, ataupun zat-zat kimia, namun pendapat populer ini sebenarnya tidak terbukti, air panas tidak membunuh mikro organisme. Temperatur yang nyaman untuk mencuci tangan adalah sekitar 45 derajat celsius, dan temperatur ini tidak cukup panas untuk membunuh mikro organisme apapun. Namun temperatur yang jauh lebih panas (umumnya sekitar 100 derajat celsius) memang dapat membunuh kuman. Tidak efektifnya temperatur air untuk membunuh kuman juga dinyatakan dalam prosedur standar mencuci tangan untuk operasi medis dimana air keran dibiarkan mengalir deras hingga 2 galon per menit dan kederasan air inilah yang membersihkan kuman, sementara tinggi rendahnya temperaturnya tidak signifikan. 3. Mencuci Tangan dengan Sabun Mencuci tangan dengan sabun adalah praktek mencuci tangan yang paling umum dilakukan setelah mencuci tangan dengan air saja. Walaupun perilaku mencuci tangan dengan sabun diperkenalkan pada abad 19 dengan tujuan untuk memutus mata rantai kuman, namun pada prakteknya perilaku ini dilakukan karena banyak hal. Pada fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, mencuci tangan bertujuan untuk melepaskan atau membunuh patogen mikroorganisme (kuman) dalam mencegah perpindahan mereka pada pasien. (dari berbagai sumber)

CUACA yang tidak menentu saat pergantian musim atau pancaroba disadari atau tidak berpengaruh besar pada kesehatan kita. Kondisi cuaca bersuhu panas tetapi terkadang diselingi hujan lebat berangin ini dapat memicu beragam penyakit. ‘’Saat pergantian musim terjadi perkembangbiakan virus dan bakteri sangat bagus,” ungkap dr Boeing Dewantari. Sementara tubuh beradaptasi ekstra keras menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Udara yang semula panas-kering, tibatiba menjadi dingin-lembab. Pada saat yang sama immunitas atau daya tahan tubuh kita terhadap penyebab penyakit menjadi berkurang, dan inilah yang menyebabkan pada musim pancaroba orang mudah terserang penyakit. Penyakit yang sering menyerang tubuh di musim pancaroba diantaranya adalah flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas atau infeksi saluran pernapasan, radang tenggorokan, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, tifus abdominalis, hingga demam berdarah. Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim pancaroba disebabkan juga banyaknya bakteri atau virus yang mencemari lingkungan sekitar kita sedangkan daya tahan tubuh kita menurun. Demam dan flu, dua gangguan kesehatan ini paling rentan menyerang di musim pancaroba. Ini terjadi lantaran baru di musim pancaroba inilah kita digempur serangan berbagai kuman atau virus secara besar-besaran. Sebaiknya jangan disepelekan, gangguan ini merupakan gejala bahwa tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Lebih tepatnya, demam bisa merupakan gejala aneka penyakit. Mulai infeksi ringan sampai yang serius. Flu biasanya ditandai dengan batuk, menggigil, sakit kepala. Penyakit ini ditularkan melalui droplet atau semburan dari dahak penderita baik saat batuk atau bersin. Penyakit saluran pernafasan,

biasanya tampak dari gejala awal penyakit. Bisa berupa batuk, yang kadang disertai sesak napas, bisa juga berupa batuk yang disertai pilek, bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh. Penyakit saluran pernapasan ini juga dapat terlihat dari gejala khusus, yaitu pernapasan yang tidak normal. Hanya saja pada kasus tertentu bisa muncul gejala yang serius. Misalnya demam yang agak tinggi pada radang tenggorokan dan toksemia atau keracunan pada difteri. Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus diare menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan. Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan jajanan. Banyaknya genangan air saat hujan turun juga menjadi salah satu jalan banyaknya kasus diare. Terlebih di lingkungan dengan system sanitasi dan higienitas yang jelek. Infeksi bakteri, parasit dan virus yang masuk saluran pencernaan, sering didapatkan pada anak dan balita. Hal ini dikarenakan kekebalan tubuh mereka belum optimal. Sehingga sangat rentan masuknya kuman dan virus penyakit. ‘’Jangan remehkan anak yang diare, bisa menyebabkan kekurangan cairan sehingga dehidrasi dan demam,” tegasnya. Demam berdarah juga kerap menjadi ancaman saat pancaroba, khususnya setelah musim hujan mulai tiba. Banyaknya genangan air di tempat-tempat yang tidak kita sadari, menyebabkan berkembangbiaknya vektor yang mengandung virus DHF. Penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala seperti demam lebih sering siang hari, sakit kepala, nyeri sendi, mual dan muntah, keluar bintik-bintik merah atau terjadinya perdarahan spontan. Ada pula yang ditandai dengan buang air

LAELA NURCHAYATI/RATEG

RENTAN – Anak-anak lebih rentan terkena penyakit saat pancaroba khususnya diare lantaran pertahanan tubuh mereka belum optimal.

besar berwarna hitam dan perdarahan pada gusi. Tipus juga mudah menyerang kita saat musim pancaroba. Penyakit yang diakibatkan salmonela thypi ini biasanya menyerang saluran pencernaan bisa menyebabkan radang usus halus. Penyakit ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejala yang timbul antara lain demam lebih sering malam hari, pusing, mual, muntah dan bisa diare namun bisa juga sembelit, tidak nafsu makan, lemes, dan

sebagainya. Jika muncul gejala tersebut sebaiknya segera periksakan ke dokter. Karena hanya bisa dipastikan melalui tes widal. ‘’Apabila sudah positif terkena, harus istirahat total dan menjaga asupan makanan,” terangnya. Karena itu, jangan lupa menjaga kesehatan. Tak ada tindakan yang lebih patut menghadapi masalah ini, selain pencegahan yang lebih baik. Yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan kebersihan ling-

kungan. Serta mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi sekaligus istirahat dan olahraga yang cukup. ‘’Bila semua langkah ini dilaksanakan, maka insya Allah penyakit bisa dihindari, dan kalaupun sudah terkena akan lebih mudah diobati,” pungkasnya. Yang pasti, jika penyakit sudah muncul sebaiknya segera periksakan ke dokter atau petugas medis, agar segera bisa mendapatkan tindakan yang tepat dan cepat. (ela)

Pentingnya Makanan Anti Oksidan

DOK./RATEG

HIDUP BERSIH - Kebiasaan mencucu tangan diyakini sangat efektif mencegah masuknya bibit-bibit penyakit ke dalam tubuh.

Cegah Sakit saat Pergantian Musim SETELAH kemarau, musim hujan mulai menghampiri. Bukan hanya banjir yang jadi bahaya jika musim penghujan tiba, tetapi juga berbagai penyakit yang menyertainya. Berbagai penyakit mudah menyerang saat pergantian musim tiba. Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari virus flu yang sering menyebar saat musim penghujan tiba. Pertama cuci Tangan, sebagian virus flu menyebar lewat kontak langsung, jadi usahakan untuk mencuci tangan sesering mungkin pakai sabun dan kalau bisa dengan air hangat. Kedua, jangan menyentuh muka, sebab biasanya virus flu masuk ke tubuh lewat mata, hidung atau mulut. Jadi usahakan jangan terlalu sering menyentuh bagian muka. Ketiga konsumsi makanan mengandung vitamin. Phytochemical adalah bahan kimia alami yang ada pada tumbuhan yang memberi vitamin pada makanan. Zat jenis ini terdapat pada

buah dan sayur segar berwarna hijau, merah dan kuning gelap, jadi usahakan memperbanyak konsumsi makanan jenis ini. Keempat minum banyak air. Air berfungsi mengangkat racun-racun yang ada dalam tubuh. Orang dewasa butuh delapan gelas air dalam sehari. Usahakan untuk banyak minum air putih, untuk mengangkat racun-racun dalam tubuh. Sedangkan untuk untuk penyakit saluran pernapasan, bisa diantisipasi dengan konsumsi multivitamin. Bila dikonsumsi secara tepat multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit pancaroba. Penyakit diare yang kerap diderita anak-anak juga bisa dicegah. Yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Artinya, selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah, sebaiknya jangan jajan sembarangan. (ela)

PENTINGNYA antioksidan kerap dibahas akhir-akhir ini. Pada dasarnya, secara alami tubuh kita sudah memproduksi aktioksidan. Hanya saja seiring bertambahnya usia dan turunnya metabolisme tubuh, kita juga perlu mengambil sumber antioksidan dari luar tubuh kita. ‘’Antioksidan adalah untuk menstabilkan kelebihan radikal bebas dalam tubuh,’’ ungkap dr Boeing Dewantari. Sedangkan radikal bebas bisa meningkat jika kita merokok, terterpa polusi asap, dan meningkatnya asam ketika tubuh kita bekerja sangat keras. Antioksidan juga menyumbang elektron pada elektron tunggal tunggal radikal bebas. Sehingga menetralkan serangan si jahat itu sehingga tidak menyerang sel yang sehat. Tanpa antioksidan yang cukup, reaksi negatif yang disebabkan oleh radikal bebas dapat merusak atau menghancurkan seluruh sel tubuh kita. Meskipun belum ada penelitian lanjutan, namun radikal bebas diyakini dapat memicu berbagai macam penyakit pada saat anda menginjak usia tertentu. Maka tidak heran jika antioksidan ini disebut sebagai nutrisi untuk sel-sel yang ada dalam tubuh kita. Sehingga sangat dianjurkan untuk menambahkan daftar makanan yang mengandung antioksidan dalam menu seharihari. Di mana diketahui bahwa antioksidan berfungsi untuk memerangi penyakit jantung, kanker, penuaan dini dan banyak lagi fungsinya. B Beberapa makanan yang mengandung antioksidan di antaranya yang mengandung vitamin A, C, dan E serta beberapa mineral seperti selenium, seperti magnesium dan seng. ‘’Buah dan sayuran adalah

DOK./RATEG

ANTIOKSIDAN TINGGI – Semakin cerah warna buah-buahan, biasanya mengandung zat antioksidan yang sangat tinggi.

sumber utama antioksidan,’’ terangnya. Semakin cerah warnanya, antioksidannya juga makin banyak. Jenis beri-berian cukup banyak kandungan antioksidannya. Begitu pula yang berwarna merah, oranye, seperti wortel, cabai, papaya, dan jenis jeruk. Jangan lewatkan juga sayuran seperti bayam, asparagus atau brokoli. Antioksidan terkonsentrasi pada daging buah dan kulitnya. ‘’Jadi lebih baik disantap utuh ketimbang dibuat jus,’’ tambahnya. Teh juga sumber antioksidan yang baik. Semakin cerah warnanya semakin tinggi antioksidannya. Aneka jenis jeruk, buah kiwi dan strawbery sangat kaya vitamin C. Antioksidan ini sangat potensial membantu produksi kolagen agar kulit tetap indah. Warna merah atau ungu pada sejumlah buah tak hanya menarik. Namun juga sangat berguna

untuk fungsi otak. Kandunganantosianin di dalamnya sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan memori, bahkan mencegah Alzheimer. Buah yang mengandung antosianin di antaranya billberry (sejenis blueberry liar), buah ceri, lobak, plum, blueberry, dan cranberry. Antioksidan dalam teh bernama cetechin. Bermanfaat bagi tubuh, termasuk mengurangi resiko kanker paru–paru dan penyakit kardiovaskular. Antioksidan lain adalah cocoa yang terdapat dalam dark chocolate. Mangandung antioksidan yang dapat mencegah oksidasi LDL. Oksidasi ini dapat mengurangi elastisitas pembuluh arteri dan menumpuk plak yang bias menyumbat. ‘’Tidak berlaku pada milk atau white chocolate,’’ tegas dr Boeing. Antioksidan lain yang berguna bagi jantung adalah likopen yang bisa diperoleh dari buah tomat. (ela)


OLAHRAGA

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

11

Valencia v Man United

BUKAN LAWATAN RINGAN

VALENCIA - Langkah Manchester United di Liga Champions musim ini tidak begitu mulus. Pada matchday perdana dua pekan lalu, anak asuh Alex Ferguson itu ditahan imbang tanpa gol oleh Rangers. Tugas di matchday kedua ini tak kalah tricky. Di tengah krisis, mereka harus bertandang ke Mestalla -kandang Valencia- dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 01.30 WIB). Lawatan ini bukan perkara mudah. Valencia sedang dalam form terbaiknya. Juan Mata dkk menunjukkan penampilan konsisten selama lima pekan pertama Liga Primera, dan memuncaki klasemen sementara. Meski kehilangan David Silva dan David Villa, Aritz Aduriz yang menggantikan mereka tidak kalah tajam. Eks striker Mallorca itu sudah tuned in, dan sudah menyumbang tiga gol buat El Che -sebutan Valencia-. Gelandang serang Tino Costa juga sedang on fire. Di sisi lain, performa United jauh dari meyakinkan musim ini. Dalam laga terakhir Premier League, mereka ditahan imbang Bolton Wanderers (26/9). Pelatih Alex Ferguson juga dipastikan tidak bisa menurunkan Wayne Rooney dan Ryan Giggs yang sedang cedera. Terakhir, Paul Scholes juga dikabarkan tidak fit. Sudah begitu, Setan Merah juga dibuat waswas dengan rekor mereka setiap melawan tim asal Spanyol. Dari 18 pertemuan, mereka hanya menang sekali, itu pun sudah sembilan musim silam, yakni atas Deportivo la Coruna. Lawatan mereka ke Mestalla juga tidak pernah berakhir dengan kemenangan. Dengan kondisi saat ini, Ferguson tak yakin timnya mampu membalikkan peruntungan di Negeri Matador. “Itu semua memang mengkhawatirkan. Tapi bagi saya, imbang melawan Rangers lah yang membuat laga ini menjadi lebih penting,” ungkap

PERKIRAAN PEMAIN :

Valencia (4-2-3-1) : 1-Cesar (g), 23-Miguel, 4-Navarro, 20-R. Costa, 22-Mathieu; 5-Topal, 24-Tino Costa; 7-Joaquin, 8-Dominguez, 10-Juan Mata; 11-Aduriz Pelatih : Unai Emery Kostum Tim : Oranje - Putih Kostum Kiper : Abu abu - Abu abu Man United (4-5-1) : 1-Van der Sar (g); 22-O’Shea, 5Ferdinand, 15-Vidic, 3-Evra; 17-Nani, 28-Gibson, 24Fletcher, 18-Scholes, 13-Park; 9-Berbatov Pelatih: Sir Alex Ferguson Kostum Tim : Merah - Hitam Kostum Kiper : Hijau - Hijau Stadion : Mestalla, Valencia Wasit : Viktor Kassai (Hungaria)

tungan dibanding United, tapi kami belum memenangkan apa pun,” tambahnya. Emery mengakui bahwa menjamu United akan menjadi tes terbesar timnya di awal musim ini. Namun, dia puas karena para pemain tetap menjaga fokus, dan bersemangat memburu poin di setiap laganya. “Anak buah saya sudah memahami filosofi paling penting dalam olahraga ini. Kami menjadi tim terbaik di Spanyol saat ini karena kerja sama tim, bukan satu individu. Itulah kunci untuk memenangkan semua laga,” tegas Emery. (na)

Empat Bentrok Terakhir (Liga Champions) 20-2-2001 14-2-2001 21-3-2000 8-12-1999

Man United v Valencia Valencia v Man United Valencia v Man United Man United v Valencia

1-1 0-0 0-0 3-0

DI ATAS KERTAS MANCHESTER United tidak pernah mencetak gol di Mestalla. Dari tiga lawatan, United sekali kalah (0-3) dan dua kali seri (masing-masing 0-0). Valencia juga belum terkalahkan dalam sebelas home di Eropa.

Ferguson. “Kami harus memetik poin jika ingin bertahan di kompetisi ini,” imbuhnya. Fergie -sapaan Ferguson- menyatakan sudah mempelajari karakter Valencia. Menurut dia, klub besutan Unai Emery itu tidak jauh beda dengan klub-klub Spanyol lainnya. Yakni, berusaha mendominasi laga dengan penguasaan bola. Karena itu, timnya harus memenangkan ball possession jika ingin menaklukkan runner up Liga Champions edisi 2000 dan 2001 tersebut. “Melawan klub Spanyol, kuncinya kami harus bisa mendominasi penguasaan bola. Kalau kami dengan mudah menyerahkan bola, dalam sekejap kami akan kehilangan banyak kesempatan, dan mereka akan menghukum kami,” papar Darren Fletcher, gelandang United. “Sebenarnya kami cukup percaya diri karena United punya banyak

pengalaman bermain di Eropa. Kami tahu bagaimana caranya mengatasi tekanan laga tandang. Tapi Valencia harus benar-benar diwaspadai,” lanjutnya. Satu hal lagi yang cukup mengkhawatirkan kubu United adalah bobroknya pertahanan mereka. Dari delapan laga di semua ajang, gawang Setan Merah sudah kebobolan 11 kali. Ini bertolak belakang dengan Valencia yang sangat rapi dalam bertahan, dan baru kemasukan tiga gol dari enam laga. Tapi, kubu El Che tidak ingin terlena dengan situasi mereka yang jauh lebih baik dari sang calon lawan. “Berada di puncak klasemen kompetisi domestik selalu menyenangkan. Tapi ini tidak relevan kalau kita bicara konteks Liga Champions,” papar Cesar Sanchez, kiper Valencia. “Kami sedang berada dalam form yang bagus. Semua anggota skuad fit dan siap tempur. Kami menikmati banyak keun-

Kecewa Tak Bisa Tukar Kostum ABSENNYA Ryan Giggs mereduksi kekuatan lini tengah Manchester United. Gelandang 36 tahun itu tidak bisa tampil di Mestalla setelah mendapat cedera hamstring kala United ditahan imbang Bolton Wanderers Minggu malam lalu (26/ 9). Namun, cederanya Giggs justru membuat Juan Mata sangat kecewa. Ternyata, Mata sangat mengidolakan Giggs. Sejak merintis karir di level junior, pemuda 22 tahun itu sudah ngefans berat pada Giggs. Terutama karena gelandang asal Wales yang sudah membela Setan Merah sejak 1990 itu merupakan pemain kidal seperti dirinya. “Sayang sekali Giggs tidak bermain. Sebenarnya saya ingin sekali bertukar kostum dengan dia,” sesal Mata. Mata kemudian berkisah. Dia mulai jatuh hati

pada permainan Giggs sembilan tahun silam, yakni ketika masih berusia 13 tahun. Saat itu, pasukan United berkunjung ke Mestalla guna menantang Valencia di fase grup Liga Champions. Meski hanya bisa menahan imbang Valencia tanpa gol, Mata sudah sangat menyukai cara main Giggs. “Waktu itu saya masih sekolah di Oviedo. Juga latihan di fasilitas sepak bola milik Requexon. Dan saya menonton hampir semua pertandingan Valencia di Liga Champions,” kenangnya. “Saya juga ingat bahwa Valencia di bawah asuhan Hector Raul Cuper sukses menembus final di Milan. Tapi yang menjadi bahan pembicaraan antara saya dan teman-teman di kelas adalah Giggs. Dia bermain dengan kaki kiri seperti saya, dan saya mulai memperhatikan dia secara lebih detil,” papar pemain yang mengasah talenta di akademi Real Madrid itu. Sejatinya, Mata sendiri tidak dalam kondisi prima. Engkel kanannya terbentur dalam sesi latihan Senin pagi, dan dia harus

Juan Mata

CMYK

absen dalam sesi selanjutnya. Kendati begitu, tim dokter yang menangani Mata menyatakan cederanya tidak serius, dan pelatih Unai Emery bisa menurunkan dia dalam laga dini hari nanti. Bagi Mata, cedera itu justru membawa motivasi lebih. Dia ingin Valencia tampil sebagus sembilan tahun silam, dan bisa memetik poin dari Setan Merah. Meski dia sadar mengalahkan United tidak mudah. Tanpa Giggs, kata Mata, masih banyak pemain berpengalaman yang bisa mengisi posisinya. “Mereka masih punya (Dimitar) Berbatov, Nani, Chicharito (Javier Hernandez, Red), dan lainnya. Juga ada pahlawan masa kecil saya yang lain, (Paul) Scholes. Dia juga berbahaya,” ungkap Mata. “Laga melawan United akan sangat ketat dan cantik. Game semacam ini sudah saya nantikan sejak kecil,” tandas winger timnas Spanyol itu. (na)

Paul Scholes


ALL SPORTS

12

RABU 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

INTER MILAN V WERDER BREMEN

MUSUH ITALIA

MILAN - Prestasi Werder Bremen di level Eropa memang tidak gemilang. Namun, itu bukan alasan bagi juara bertahan Inter Milan memandang untuk sebelah mata. Klub asal Jerman itu memiliki catatan positif melawan klub-klub asal Italia. Bahkan, Inter juga punya catatan buruk dalam bentrok terakhir kedua tim di Liga Champions dua musim lalu. Mereka kalah 1-2 dari Werder. Nah, apakah dini hari nanti mereka bisa mengatasi Werder di Giuseppe Meazza (siaran tunda RCTI pukul 03.30 WIB). Selain Inter, klub Italia lain yang pernah merasakan betapa bahayanya Werder adalah AC Milan dan Udinese. Di edisi terakhir Piala UEFA 2008-2009, mereka menyingkirkan Milan di semifinal dan sebelumnya membekuk Udinese di perempat final. Pada awal musim ini, Italia terpaksa hanya diwakili tiga klub di babak utama, yakni Inter, Milan, dan AS Roma. Penyebabnya, satu wakil Italia lainnya di Liga Champions, yakni Sampdoria telah dihabisi Werder di babak playoff. Karena itu, meski Werder tidak bisa datang dengan kekuatan terbaik karena kehilangan kapten Torsten Frings, striker asal Peru Claudio Pizarro, dan bek Clemens Fritz, mereka tetap berbahaya. Mereka berpotensi bikin malu Inter. “Selalu sulit melawan tim kuat dan berpengalaman seperti Inter, tapi kami sedang penuh percaya diri setelah menang melawan Hamburg (3-2 di Bundesliga Jerman, Red),” bilang Marko Marin, gelandang Werder. Werder sangat berambisi merusak target Inter untuk merengkuh tiga poin perdana di Liga Champions musim ini. “Persiapan kami cukup baik dan motivasi kami bagus. Kita lihat saja apa yang akan terjadi di lapangan,” ujar Marin. Sebelumnya, pada laga pertama Liga Champions grup A, semua tim meraih poin yang sama (1 poin) dari hasil seri 2-2. Inter ditahan FC Twente dan Werder ditahan Tottenham Hotspur. Sehingga, dini hari nanti, semuanya mengejar tiga angka perdana. Bagi Inter, itu bukan tugas ringan. Penyebabnya, mereka punya daftar panjang pemain cedera. Bukan main-main, mereka yang absen adalah para pemain yang secara reguler mendapat tempat utama. Opsi pemain Inter pun menipis. Allenatore Inter Rafael Benitez tidak bisa memainkan kapten Inter Javier Zanetti, Goran Pandev, Thiago Motta, Walter Samuel, dan Marco Materazzi. Plus, Diego Milito yang belum dipastikan bisa turun lapangan atau tidak. Tanpa Pandev dan Milito, maka lini depan menjadi masalah utama Inter. Sebagai gantinya, Benitez bisa saja memasang Jonathan Biabiany dan Philippe Countinho menemani Samuel Eto’o, atau mengubah skema bermain Inter. Terlepas dari masalah minimnya stok pemain, Benitez juga memiliki tugas besar u n t u k membenahi mental tanding d a n menenangkan tensi panas di ruang ganti. Itu menyusul kekalagan 0-1 dari AS Roma pada pekan kelima Serie A (25/9). “Sebelum datang ke konferensi pers, saya melihat klasemen dan saya tidak melihat adanya krisis. Kami tetap solid dan berada pada mental yang benar. Memang, segalanya menjadi lebih mudah kalau bisa menang,” tutur Benitez. Terkait daftar cedera pemain di kedua kubu, Benitez tetap tenang dan mengisyaratkan sudah punya solusi. “Cedera adalah hal yang normal dalam sepak bola modern, meski memang akan memberikan kesulitan bagi kami,” lanjutnya. (ham)

Attwell, setelah berdiskusi dengan asisten wasit, mengesahkan gol itu karena menganggap bola dalam posisi aktif akibat sentuhan Turner. Professional Game Match Officials Board (PGMOB) atau lembaga pengawas wasit di Liga Inggris pun mendukung keputusan wasit 27 tahun itu. Tapi, otoritas Premier League memutuskan untuk tidak memberi tugas Atwell akhir pekan ini. Tujuannya dalah demi meredam kontroversi. Apalagi selain insiden gol pertama Liverpool, Attwell dianggap tidak memberikan keputusan tepat kepada kapten Liverpool Steven Gerrard kala menyikut winger Sunderland Danny Welbeck. Dalam insiden Gerrard dengan Welbeck, Attwell hanya memberikan kartu kuning kepada Gerrard. Padahal, aksi Stevie G -sapaan akrab Gerrard- bisa berbuah kartu merah. “Kami lebih suka menyebut Stuart Attwell diistirahatkan akhir pekan ini daripada dis-

KABAR baik berembus di markas Inter Milan jelang berlaga di Liga Champions menjamu Werder Bremen. Striker asal Argentina Diego Milito mulai membaik dari cedera tertarik otot paha yang dialaminya ketika kalah 0-2 dari AS Roma (25/9). Seiring dengan panjangnya daftar cedera pemain, kabar membaiknya kondisi Milito memberi angin segar. Sejumlah media di Italia mengklaim, peluang Milito diturunkan oleh allenatore Inter Rafael Benitez sebesar 40 persen. Namun, tim medis Inter masih ragu. Mereka khawatir bila dipaksakan Milito berpotensi mengalami cedera yang lebih parah. Sekalipun sekarang kondisinya telah membaik. Milito membaik setelah melalui serangkaian terapi. Demi mempercepat pemulihannya, Milito rela menghabiskan waktu selama tujuh jam pada Senin (27/9) untuk menjalani berbagai terapi. Alhasil, kemarin dia sudah mulai menendang bola dalam sesi latihan. Perkembangan yang positif. Kabar baik lainnya datang dari kapten Inter Javier Zanetti. Memang, dia belum bisa diturunkan tatkala menjamu Werder, tapi Zanetti hampir dipastikan akan bermain ketika Inter melawan Juventus pada pekan keenam Serie A Liga Italia (3/10). Sejak masuk rumah sakit karena kesakitan di bagian dada seusai laga melawan Palermo, Zanetti belum pernah turun

Diego Milito lapangan lagi. Dia absen saat melawan Bari (22/9) dan Roma (25/9). “Saya harap sudah bisa main ketika melawan Juventus,” kata Zanetti. Zanetti bukan hanya sekadar kapten bagi Inter. Dia adalah ikon tim. Pemain asal Argentina itu telah mengabdi selama 16 musim di klub berjuluk Nerazzurri itu. Kesetiaannya berkostum biru hitam Inter tak perlu diragukan lagi. Meski usianya sudah menapaki 37 tahun, tapi posisinya di Inter masih belum tergantikan. Apalagi, dengan keistimewaannya yang piawai bermain di beberapa posisi berbeda. Za-

netti bisa bermain sebagai bek kanan, kiri, atau pun gelandang. Dia juga dijuluki Il Trattore alias traktor karena kondisi fisiknya yang prima. Pada Maret lalu, dia mencatat rekor selalu membela Inter dalam 137 laga beruntun di Serie A Liga Italia. Itu artinya dia tidak pernah absen baik karena cedera maupun sanksi. Selain Zanetti dan mungkin Milito, pada dini hari nanti, tercatat Inter kehilangan sejumlah pemain penting. Mereka antara lain Thiago Motta, Goran Pandev, Walter Samuel, dan Marco Materazzi. Kekuatan Inter bakal terreduksi. (ham)

Tak Ingin Musim Lalu Terulang

Victor Valdes

MARKO MARIN

Diskors Karena Sahkan Gol Liverpool LONDON - Kontroversi gol dalam laga Liverpool versus Sunderland akhir pekan lalu (25/9) membawa korban bagi Stuart Attwell. Wasit laga di Anfield itu dikenai skors sekali laga karena mengesahkan gol pertama Liverpool yang dituding Sunderland menodai fair play. Gol pertama The Reds sebutan Liverpool- yang dicetak Dirk Kuyt itu bermula dari free kick yang diperoleh Sunderland pada menit kelima. Defender Michael Turner yang bersiap mengeksekusi ternyata memilih menggulirkan bola pelan ke belakang agar kiper Simon Mignolet yang mengambil free kick. Tapi, bola itu direspons berbeda oleh Fernando Torres yang berdiri tidak jauh dari sana. Penyerang Liverpool itu lalu menggiring bola menuju kotak penalti dan mengoperkannya kepada Kuyt yang menuntaskannya ke gawang. Mignolet yang berjarak 30 meter dari lokasi free kick tidak bisa berbuat apa-apa.

Kondisi Milito Makin Membaik

Stuart Attwell kors,” kelit juru bicara Premier League. Akhir pekan ini, Attwell sebenarnya sudah mendapat tugas sebagai wasit cadangan dalam laga antara Tottenham Hotspur versus Aston Villa. Attwell merupakan salah satu wasit termuda terbaik di Inggris saat ini. Meski begitu, wa-

sit itu sudah sarat dengan keputusan kontroversial. Salah satunya ketika Attwell mengesahkan “gol hantu” dalam laga antara Reading versus Watford pada 20 September 2008. Kala itu, Reading mendapat “hadiah” gol pertama, sekalipun bola telah memantul dari garis gawang dan melebar. (dns)

KAZAN - Fase grup musim lalu tidak akan pernah dilupakan oleh Barcelona. Terjun dengan status juara bertahan, mereka hanya mampu merebut satu poin dari debutan Rubin Kazan. Bahkan, mereka sempat dipecundangi jagoan Rusia tersebut 1-2 di Nou Camp. Musim ini, El Barca -sebutan Barcelona- kembali bertemu Rubin di penyisihan grup D. Tentunya, mereka tidak ingin mengulang pengalaman pahit musim lalu. Entrenador Josep Guardiola pun mewanti-wanti anak buahnya untuk tidak menganggap remeh ancaman tim besutan Kurban Berdyev tersebut. “Musim lalu, mereka memberi kami satu atau dua pelajaran penting. Kami tidak boleh meremehkan lawan, dan kami harus mendapatkan tiga poin di manapun kami bermain,” jelas Andoni Zubizarreta, sporting director Barca. Saking takutnya kejadian musim lalu terulang, Guardiola nekat menyertakan nama Lionel Messi dalam skuad yang dibawanya ke Kazan. Memang tim medis menyatakan Messi sudah pulih dari cedera engkel yang dideritanya sejak dua pekan lalu. Namun, belum ada lampu hijau atau pernyataan bahwa bomber asal Argentina itu sudah siap diterjunkan dalam pertandingan. Guardiola memang belum tentu menurunkan Messi. Namun, kehadiran dia di antara skuad Barca jelas membuat rekan-rekannya lebih tenang. Di samping itu, pelatih yang akrab disapa Pep itu kurang puas dengan penampilan Bojan Krkic yang diplot sebagai pengganti Messi di sayap kanan. Salah satu yang wajib diwaspadai Barca selain penggawa Rubin adalah faktor alam. Memasuki akhir tahun, Rusia memang sangat dingin, bahkan lebih menusuk daripada negara Eropa lainnya. Musim lalu, cuaca beku membuat Barca gagal mencetak gol di kandang Rubin. Faktor itu akan kembali dimanfaatkan Alexander Ryazantsev dan Gokdeniz Karadeniz yang tahun lalu menjebol gawang Victor Valdes di Nou Camp. “Kami sangat percaya diri menghadapi duel melawan Barcelona,” kata Ryazantsev. “Laga nanti bakal sangat berbeda dengan musim lalu, karena Rubin dan Barcelona juga sudah banyak berubah. Tapi saya harap pertandingan akan tetap seru. Mereka pasti masih sangat kuat,” tambahnya. (na)


ALL SPORTS

RABU 29 SEPTEMBER 2010

13

RADAR TEGAL

Deltras v Sriwijaya FC

SEPAKPOJOK

MANFAATKAN CELAH SIDOARJO - Kemenangan dalam pertandingan perdana selalu menjadi impian banyak tim Indonesia Super League (ISL). Pasalnya, hasil manis dalam pertandingan pembuka tersebut mampu menjadi penyemangat untuk pertandingan berikutnya. Begitu juga dengan Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Tim asal Kota Udang -julukan lain Sidoarjo- ini berambisi membawa pulang poin penuh dalam pertandingan perdananya ISL 2010-2011 saat melawan Sriwijaya FC di Gelora Delta, Sidoarjo, sore nanti (Siaran langsung ANTV pukul 15.30 Wib). “Pertandingan perdana ini sangat menentukan bagi kami. Maka, kami akan manfaatkan segala cara untuk memaksimalkan semua kekuatan untuk meraih hasil maksimal dalam pertandingan itu,” ungkap pelatih Deltras, Mustaqim, di Gelora Delta, Sidoarjo kemarin (28/9). Menurut dia, Ferry Aman Saragih dkk saat ini dalam kondisi on fire untuk membungkan Laskar Wong Kito -julukan lain Sriwijaya FC- dalam pertandingan tersebut. Walaupun dia sadar tim asal Palembang Sumatera Selatan itu bukan tim kacangan. “Mereka adalah tim kuat, dan telah beberapa kali menjuarai kompetisi besar di Indonesia. Tapi, materi pemain yang kami miliki juga tidak kalah hebat yang juga telah berpengalaman dalam kompetisi-kompetisi besar,” papar pria yang musim lalu menjadi arsitek Mitra Kutai Kartanegara di Divisi Utama musim lalu ini. Namun, jika hanya mengandalkan semangat saja, tampaknya tidak cukup bagi Deltras untuk bisa membungkam

Ivan Kolev

Kolev Keluhkan Kualitas Lapangan PERTANDINGAN perdana Indonesia Super League (ISL) di Gelora Delta, Sidoarjo baru akan dihelat sore nanti. Namun, kualitas lapangan dari stadion tersebut sudah mendapat kritikan dari tim tamu Sriwijaya FC. “Kondisi stadionnya cukup meyakinkan. Tapi, tidak bagi kualitas lapangannya, kondisinya keras dan tidak banyak rumput yang tumbuh dalam lapangan ini,” keluh pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev saat uji lapangan di Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (28/9). Menurut dia, dengan kondisi lapangan seperti itu, maka Gelora Delta belum layak untuk menjadi tim venue perhelatan pertandingan dengan level ISL. Alasannya, kualitas lapangan juga menjadi faktor penentu hasil pertandingan. “Dengan kualitas seperti ini, saya yakin tim kami tidak mampu berbuat banyak dalam pertandingan ini. Tapi, mau bagaimana lagi, ini adalah risiko yang harus kami hadapi,” lanjut mantan pelatih tim nasional itu. Sejatinya, keraguan kepada Gelora Delta, Sidoarjo dari Ivan Kolev itu bukan pertama kalinya. Sebelumnya, Rahmad Darmawan, mantan pelatih Sriwijaya FC juga mengambil sikap yang sama saat stadion tersebut menjadi tuan rumah perhelatan perempat final Piala Indoensia lalu. Meskipun begitu, Panitia Pertandingan (Panpel) Deltras menyatakan bahwa mereka telah berusaha untuk memperbaiki semua fasilitas yang dianggap kurang dari stadion tersebut. (dik)

Paling Murah Rp 75 Ribu JAKARTA- PSSI terus mempersiapkan diri menyambut laga persahabatan antara Timnas Indonesia kontra Uruguay. Salah satunya mematangkan berbagai hal di luar lapangan untuk laga yang akan digeber pada 8 Oktober mendatang tersebut. Dalam rapat yang dilangsungkan di kantor PSSI kemarin (28/9), PSSI memutuskan bahwa laga tersebut akan digeber malam hari pukul 20:00 WIB. Selain itu, mereka juga sudah menghitung berapa tiket yang akan dicetak. “Kira-kira kami akan mencetak 65-70 ribu tiket. Ini demi kenyamanan para penonton juga,” terang Joko Driyono, ketua panitia pelaksana (Panpel) pertandingan tersebut setelah rapat kemarin. Jumlah tiket tersebut tentu masih di bawah daya tampung maksimal Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang mencapai lebih dari 80 ribu tempat duduk. Selain itu, para pecinta Timnas juga harus merogoh koceknya lumayan dalam jika ingin menyaksikan pertandingan tersebut. “Tiketnya harganya sekitar 75 ribu- 1,5 juta,” tambah pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia (PT LI) tersebut. Harga yang ditawarkan memang terlihat mahal. Djoko mengungkapkan, hal tersebut juga diseuaikan dengan jumlah personil keamanan yang bakal diterjunkan untuk pertandingan itu. Namun, Djoko belum bisa melakukan estimasi berapa jumlah personel yang akan diturunkan. “Ini pertandingannya sekelas Pra Piala Asia. Masih di bwah persiapan kami waktu Manchester United (MU) akan datang ke Indonesia beberapa waktu lalu,” imbuh pria berkaca mata tersebut. Selain itu, rapat tersebut juga menghasilkan keputusan penting mengenai lawan yang akan dihadapi Bambang Pamungkas dkk di uji coba selanjutnya. PSS mengklaim bahwa Timnas bakal bersua Maladewa pada 12 Oktober mendatang. Maladewa akhirnya ditunjuk untuk menggantikan Honduras. “Kami tidak mungkin memperlakukan Maladewa seperti Uruguay. Termasuk soal harga dan jumlah tiket yang kami cetak,” tegas Joko. (ru)

PERKIRAAN PEMAIN: Deltras (3-5-2) : 26- Yanuar Firmanda (pg), 23- Bejo Sugiantoro, 24Dodok Anang, 6- Mujib Riduan; 15-Anang Ma’ruf, 3- Sutikno, 5- Khoirul Mashuda, 88- Danilo Fernando, 19- Feri Aman Saragih; 10-Marcio Souza, 17-Cristiano Lopes.

Pelatih: Mustaqim

Ponaryo Astaman

Hadapi PSM, Persibo Optimis Menang BOJONEGORO - Sore ini, Persibo Bojonegoro akan kembali melakoni laga kandang di Stadion Brawijaya Kediri. Tim kebangaan Kota Ledre itu akan menghadapi PSM Makassar yang baru saja mengalahkan Persijap Jepada di match day pertama ISL musim ini. Dari data yang ada, kedua tim pernah bertemu dalam perebutan tempat ketiga Piala Gubernur Jatim beberapa tahun silam. Saat itu, PSM Makassar berhasil mengalahkan Persibo dengan skor 3-1 melalui pertandingan dramatis. Namun, catatan itu adalah beberapa tahun silam. Saat itu, Persibo masih di Divisi Utama. Sedangkan PSM Makassar adalah salah satu tim kuat di Superliga. Tapi kini kondisinya berbeda karena kedua tim sudah berada di kasta yang sama, Superliga. So, duel tersebut dipastikan berlangsung menarik. Persibo yang dalam laga pertamanya ditahan imbang 1-1 oleh Persiba Balikpapan, kali ini dipastikan ngotot untuk mengamankan poin penuh. Sebaliknya, PSM Makassar yang kini dilatih mantan allenatore Arema, Robert Rene Albert juga berusaha mempertahankan tren positif setelah pada laga perdana mempermalukan tuan rumah Persijap Jepara. Pelatih Persibo Sartono Anwar mengisyaratkan bakal menurunkan komposisi pemain yang tak jauh beda dengan saat menghadapi Persiba Minggu (26/9) lalu. “Kalau pemain yang saya pasang nggak jauh beda dengan saat menjamu Persiba,” kata Sartono. Eduardo Bizarro, palang pintu Persibo diharapkan mampu menghambat laju barisan depan PSM yang digalang striker berpengalaman Andi Oddang. Sementara, Samsul Arif tetap dipercaya menjadi bomber uta-

CMYK

kekuatan lawan. Pasalnya, Sriwijaya FC bukan tim kemarin sore yang miskin pengalaman. “Itu pasti, kami juga punya strategi untuk bisa mengamankan pon itu. Dan kami akan melakukannya dalam pertandingan akbar ini,” lanjut Mustaqim. Dengan begitu, untuk mewujudkanya ambisinya tersebut, Mustaqim menyatakan bahwa dia tetap akan mengandalkan duo Brazil Cristiano Lopes dan Marcio Souza sebagai pendulang gol di barisan depan. Sementara di wilayah tengah akan dipercayakan kepada Fernando Danilo dkk. “Tapi, saya berharap posisi penjaga gawang harus dipegang oleh kiper yang tangguh. Sebab, siapa yang dipercayakan di posisi itu, harus mampu mempengaruhi semangat pemain lain di lapangan,” jelas dia. Saat ini, Deltras di gawangi oleh tiga penjaga gawang, di antaranya adalah M Juni Irawan, Dedy Sutanto, dan Yanuar Tri Firmanda. Di sisi lain, Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev telah menyiapkan jurus jitu untuk menaklukkan Deltras dalam pertandingan tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan celah yang ada dilini belakang Deltras. “Kami belum banyak tahu dengan kualitas permainan Deltras. Namun saya rasa tetap ada celah yang bisa kami manfaatkan,” ujar Kolev seusai uji lapangan di Gelora Delta, Sidoarjo kemarin pagi. Namun, Kolev menyatakan bahwa meski telah mengetahui kelemahan lawan, dia tetap instruksikan timnya untuk fight. “Kekuatan tim ini cukup bagus, dan saya telah melihat penampilan mereka saat melawan Persela Lamongan di Liga Jatim lalu,” tambah pelatih asal Bulgaria tersebut. (dik)

Samsul Arif PERKIRAAN PEMAIN: PERSIBO (4-4-2): Syaifudin (pg), Aris Tuansyah, Eduardo Bizarro, M. Hamzah, Victor Da Silva, M. Irfan, Slamet Nurcahyo, You Young Woo, Jajang Paliama, Samsul Arif, Rudi Widodo. Pelatih: Sartono Anwar PSM (4-4-2): Denny Marcell (pg), Supriyono, Goran Subhara, Djayusman Triasdi, Fandy Edy, Onambele Basille, Hendra Ridwan, Marwan Saiedah, Mitrovic Srecko, Satrio Syam, Andi Oddang Pelatih: Robert Alberts.

ma. Dia berharap pemain asli Bojonegoro itu kembali mencetak gol untuk memberikan kemenangan tim berjuluk Laskar Angling Dharma. Mantan pelatih Persedikab Kabupaten Kediri itu optimistis timnya akan mampu meraih kemenangan dalam laga sore nanti. Menurut Sartono, dia sudah berpesan kepada anak asuhnya untuk bisa menjaga emosi. Sebab, dirinya berharap timnya tak terpancing permainan PSM Makssar. “Kalau kita bermain dengan pola yang selama ini kita pakai, pasti bisa memang kok,” tuturnya. Yang jelas, dia tidak akan menginstruksi penjagaan satu dua pemain lawan yang dianggap berbahaya. Sebab, menurut dia, semua pemain PSM Makassar adalah pemain bagus dan harus dijaga semua. “Kita lihat saja besok strategi apa yang saya terapkan,” imbuhnya. (ade/wid)

Sriwijaya FC (4-3-3) : 12- Ferry Rotinsulu (pg), 2- Supardi, 17- Rahmat Latief, 13- A Jufrianto, 10- Claudio Alves; 14- Arif Suyono, 11- Ponaryo Astaman, 15- Firman Utina; 88- Park Jung-Hwan, 13- Budi Sudarsono, 17- Keith Kayamba Gumbs.

Pelatih: Ivan Kolev


JATENG

RABU 29 SEPTEMBER 2010

17

RADAR TEGAL

KEBUMEN FKMD Minta ADD Segera Dicairkan BELASAN kepala desa, perangkat desa dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Desa (FKMD) Kabupaten Kebumen, kemarin pukul 12.00 WIB Mereka mempertanyakan alokasi dana desa (ADD) tahap I yang hingga saat ini tak kunjung cair. Padahal sesuai Perda APBD Kabupaten Kebumen tahun 2010 dan Peraturan Bupati (Perbup) No 44 Tahun 2009, ADD tahap I sebesar 50 persen harusnya sudah cair pada tri wulan pertama. Rombongan FKMD ditemui langsung oleh Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE, Ketua DPRD Kebumen Ir Budi Hianto, pimpinan fraksi DPRD, Sekda Kebumen H Suroso, sejumlah anggota dewan serta kepala dinas terkait. “Kami minta agar ADD tahap I segera dicairkan. Karena dalam Perbup tersebut jelas-jelas disebutkan bahwa pencairan ADD tahap I selambat-lambatnya tri wulan kedua. Atau sekitar bulan Juni 2010. Tapi nyatanya hingga detik ini belum juga cair,” tandas juru bicara FKMD, Sutarjo yang juga kepala desa Seling Kecamatan Karangsambung pada saat melakukan audiensi. Mereka juga meminta penjelasan kepada Pemkab Kebumen terkait kepastian pencairan dana ADD tahap kedua sebesar 50 persen yang sesuai dengan Perbup itu disebutkan selambat-lambatnya dua bulan setelah pencairan tahap pertama. FKMD bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum jika realisasi ADD tidak sesuai dengan Perda APBD Kabupaten Kebumen 2010. “Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami siap membawanya ke ranah hukum, karena keterlambatan (pencairan ADD) ini sudah melanggar ketentuan yang ada,” tegas Sutarjo. Sutarjo juga menegaskan bahwa ADD adalah hak desa, bukan bantuan pemerintah kabupaten ke desa seperti yang selama ini disosialisasikan dan dipersepsikan oleh pemerintah. ADD sebagai hak desa, ujar Sutarjo, jelas tercantum dalam PP 72 tahun 2005 pasal 1 angka 11 dan pasal 68 ayat 1 huruf b dan c peraturan pemerintah yang sama. Disitu disebutkan bahwa dana perimbangan yang menjadi hak desa adalah bagi hasil pajak daerah kabupaten/kota dan bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/ kota untuk desa paling sedikit 10 %, yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana desa. “Artinya, ADD dan bagi hasil pajak serta retribusi daerah adalah hak keuangan desa yang wajib dipenuhi oleh pemkab. ADD bukan bantuan yang diasumsikan semaunya dan semampunya kabupaten untuk memberi,” kata Sutarjo lebih lanjut. Sutarjo mengaku, belum cairnya ADD tahap I itu sangat menggangu perencanaan pembangunan desa. Karena ADD adalah sumber utama pemasukan desa. Terutama bagi desa yang tidak memiliki pendapatan asli sendiri. “Apalagi banyak desa yang sudah melakukan pembangunan dengan dana talangan. Karena mereka berasumsi ADD segera cair,” ujarnya. Sementara itu, Sekda Kebumen H Suroso mengaku ADD belum bisa dicairkan karena harus dilakukan penyesuaian menyusul defisit riil anggaran. Dan juga harus menunggu perbup terbaru yang mengatur tentang mekanisme pencairan ADD. Saat ini, perbup tersebut sudah disusun dan siap ditetapkan setelah APBD Perubahan resmi menjadi Perda. Terkait hal tersebut, Bupati Kebumen H Buyar Winarso memberi waktu 2 hari agar perbup tentang ADD itu bisa segera diterbitkan. Terhitung sejak APBD Perubahan ditetapkan. “Saya minta agar dalam dua hari setelah APBD Perubahan ditetapkan, perbup itu sudah harus selesai,” tegas Bupati kepada Bupati sendiri mengaku bisa memahami apa yang menjadi keluhan para kepala desa. Hanya saja dia harus melewati sejumlah peraturan yang ada. Bahkan dia mengaku bahwa draft perbup itu sudah pernah diajukan, namun Bupati tidak mau menandatangani perbup itu karena APBD perubahan belum diketok. (has)

PURWOKERTO Kapolres Lakukan Pengecekan Senjata POLRES Banyumas terus mengantisipasinya maraknya berbagai kasus perampokan dan ancaman teroris yang meresahkan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pengecekan rutin terhadap fungsi senjata laras pendek yang dimiliki seluruh anggota Polres Banyumas. Kemarin, Kapolres Banyumas mengecek fungsi dan keadaan pistol seluruh anggota Satlantas Polres Banyumas. Pengecekan senjata dilakukan Kapolres Banyumas AKBP Untung Widyatmoko di halaman Unit SIM Satlantas Polres Banyumas. “Ya kalau dikaitkan dengan teroris, ya memang kita melakukan pengecekan seluruh senjata agar polisi selalu siap dan waspada menghadapi seluruh ancaman yang ada,” kata Kapolres Banyumas AKBP Untung Widyatmoko SIK MH melalui Kepala Sub Bagian Humas Polres Banyumas AKP Joko Witarso saat ditemui wartawan kemarin. Dia mengatakan, pengecekan senjata yang dilakukan merupakan pengecekan rutin yang selama ini telah dilakukan setiap waktu. “Tapi ini pengecekan rutin. Setiap rentang waktu selalu dilakukan pengecekan,” tambahnya. Dalam pengecekan rutin seperti yang biasa dilakukan, tambah AKP Joko Witarso, tak melulu soal senjata. Melainkan juga, mengenai kelengkapan seorang anggota kepolisian. “Tak cuma senjata. Seluruh kelengkapan dinas seorang anggota polisi juga terus dilakukan pengecekan. Hanya saja, kemarin Kapolres melakukan pengecekan senjata secara langsung,” ucapnya. Sementara itu, senjata yang dicek pada kemarin adalah senjata laras pendek milik Satlantas, anggota Satnarkoba, Intel, Satreskrim dan beberapa satuan lain di Polres Banyumas. “Untuk pengecekan senjata anggota Polsek akan dilakukan secepatnya,” tandasnya. Dari informasi yang dikumpulkan Radarmas, Kapolres AKBP Untung Widyatmoko melakukan pengecekan senjata saat apel pagi di Satlantas Polres Banyumas. Seluruh senjata yang dipegang oleh anggota Satlantas Polres Banyumas dicek. Mulai dari peluru, hingga pada fungsi dari senjata itu. Kapolres Banyumas AKBP Untung mengimbau agar seluruh anggota yang memgang senjata agar hati-hati dan menggunakan sesuai dengan aturan serta peruntukan yang ada. (ttg)

Ancaman Bencana Meningkat KEBUMEN - Dampak penyimpangan (anomali) yang memicu hujan deras belakangan ternyata berpotensi meningkatkan bencana alam. Karena itu, masyarakat Kabupaten Kebumen diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi tidak ada satupun kecamatan di Kebumen yang bisa dinyatakan aman dari ancaman bencana alam, baik bencana banjir atau tanah longsor. “Kewaspadaan ini penting agar bencana yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” tandas Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Per-

lindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono SH, kemarin di kantornya. Dia menjelaskan, dari data yang ia miliki, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Kebumen rawan bencana. Dari total 460 desa/kelurahan, sebanyak 295 Desa di 26 kecamatan rawan bencana alam. Jika lebih dirinci, sebanyak 135 desa di 17 kecamatan rawan terjadi bencana tanah longsor. Terutama di kecamatan yang berada di kawasan pegunungan seperti Kecamatan Sa-

dang, Ayah, Karanggayam dan Karangsambung. Sedangkan bencana banjir rawan terjadi di 191 desa di 23 kecamatan. Seperti di Kecamatan Adimulyo, Puring dan Alian. Kemudian 82 desa di 16 kecamatan rawan air besih. Sementara bencana tsunami rawan melanda di 48 desa di 7 kecamatan. Terutama desadesa yang berada di sepanjang pesisir pantai selatan Kebumen. “Kawasan pesisir juga rawan terjadi angin topan. Sama halnya dengan kawasan pegunungan,” imbuhnya. Meski demikian, ujar Ahmad

ini menjadi 230,” ujar Sartono didampingi Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kuswantoro SKM MKes. Menurut Sartono, meski terjadi booming, kasus HIV/AIDS sampai saat ini tetap saja menjadi fenomena gunung es yang sulit terungkapkan. Angka yang terungkap saat ini, lanjut dia, belum menggambarkan

an, jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya. Dia menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG , awal musim penghujan di Kabupaten Kebumen pada bulan Oktober dengan sifat hujan normal (curah hujan selama 1 musim antara 85 persen 115 persen). Disebut awal musim penghujan apabila curah hujan selama 1 dasarian (10 hari) sama/ lebih dari 50 mm serta diikuti dasarian berikutnya. “Dalam hal ini Kabupaten Kebumen termasuk lebih awal (maju) dari rata-rata musim hujan,” pungkas Ujang. (has)

Bupati Tak Keluarkan Izin Sumur GDE

UPIK/RADAR BANYUMAS

PASANG POSTER - Petugas dari Polsek Ajibarang memasang poster wajah Abu Tholut—salah satu tersangka teroris—di beberapa tempat keramaian.

Petugas Sebar Foto Teroris AJIBARANG - Sejak kemarin, poster wajah Abu Tholut -salah satu tersangka teroris- terpasang di beberapa tempat keramaian. Penempelan gambar wajah salah satu teroris yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dilakukan petugas dari Polsek Ajibarang. Poster ditempel di Pasar Ajibarang, Terminal Bus Ajibarang dan SPBE Tipar Kidul Ajibarang. Seolain itu juga ditempel di berbagai tempat strategis yang dapat dilihat masyarakat umum. Kapolres Banyumas AKBP Untung Widiyatmoko melalui Kapolsek Ajibarang AKP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi dan deteksi dini para pendatang baru di wilayah Ajibarang. Hal itu

disebabkan, wilayah Ajibarang merupakan jalur penghubung dari Jakarta, Jogjakarta, dan Purwokerto. “Ini merupakan bagian dari sosialisasi kewaspadaan dan deteksi dini bagi para pendatang baru yang masuk wilayah Ajibarang. Diharapkan dengan adanya sosialisasi dan penempelan poster wajah DPO tersangka teroris, masyarakat semakin mengerti dan waspada,” tuturnya. Ditambahkan Rudy, poster ditempel di sejumlah tempat mulai dari tempat perekonomian, keramaian, dan sejumlah tempat yang terdapat simbol-simbol negara. Selain menempel gambar wajah teroris, petugas juga mengadakan pemeriksaan pada ken-

daraan yang melewati jalur Ajibarang. Diantaranya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan PurwokertoSumatera dan mobil boks. Selain memeriksa kelengkapan surat kendaraan, para petugas masuk ke dalam bus dan mobil boks untuk melakukan pemeriksaan. “Dengan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aksi kejahatan termasuk terorisme, sehingga dapat mempersempit ruang gerak terorisme yang sedang ada sekarang. Apalagi jalur Ajibarang merupakan jalur utama pertemuan antara Jakarta, Purwokerto, Jogja. Rencananya sosialisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh ke wilayah Ajibarang,” kata Rudy. (san)

Warga Pertanyakan Ganti Rugi BUKATEJA - Warga di sepanjang jalur irigasi Krenceng di wilayah RT 1, RT 6, RT 2 Desa Bukateja (Bukateja) mempertanyakan ganti rugi tanah dan rumah milik mereka yang terkena pelebaran akibat proyek pembenahan irigasi sungai Susukan (Krenceng). Pasalnya sejak dilakukan pengerukan hingga melakukan pelebaran, ada sekitar 10 rumah yang masih kebingungan akan meminta pengganti dari mana. “Kami memang diajak pertemuan dengan pihak provinsi yang menangani proyek itu. Hanya saja sebatas pemberitahuan ada pengerukan sungai sebagai saluran irigasi hingga ke Kemangkon. Mengenai ganti rugi jika ada tanah atau rumah warga, belum ada pembicaraan,” jelas Ahmad J, Ketua RT setempat, kemarin. Sedikitnya ada 10 rumah warga yang terkena imbas

langsung pelebaran irigasi itu. Hanya saja belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai adanya ganti rugi atau samasekali dibiarkan saja oleh pihak provinsi. Menurutnya, sudah sekitar satu minggu lebih alat berat melakukan pengerukan di wilayahnya. Kabarnya, wilayah Kemangkon sudah selesai dan saat ini masih menyelesaikan pengerukan di wilayah yang masuk Bukateja. “Warga di sini juga yang membersihkan pohon dan membereskan kayukayu yang terkena dampak proyek. Alat berat hanya sebatas mengeruk sesuai ukuran yang ada. Meskipun patok batasan pengerukan juga tak terlihat sejak awal,” ujarnya. Warga lainnya mengatakan, saat rapat bersama, diakui warga banyak yang kurang proaktif menanyakan. Mereka menyadari dan saat ini baru terasa jika

yang bertanggungjawab terhadap lahan dan rumah mereka siapa. “Tapi setidaknya ada perhatian dari pihak terkait proyek itu untuk mendata kembali lahan atau sebagian rumah warga yang rusak dan tertelan proyek itu,” ujarnya, kemarin. Yanto, warga yang berdekatan dengan lokasi proyek mengakui, adanya pengerukan dan perbakikan saluran irigasi memang menguntungkan dari sisi tak ada banjir. Karena sebelumnya sering terjadi luapan air saat hujan lebat dan terus menerus. Apalagi saat ini musim hujan. Kabid Pengairan DPU Kabupaten Purbalingga, Adi Saptono hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi terkait pengerukan saluran irigasi itu. Saat dihubungi melalui telepon dan pesan singkat, tak ada jawaban. (amr)

Tahun 2010, Diperkirakan Booming HIV/AIDS CILACAP - Serangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di wilayah Kabupaten Cilacap ternyata kian mengganas. Bahkan, Dinas Kesehatan memprediksi, tahun ini merupakan booming serangan virus mematikan tersebut. Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P4L) Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Sartono SKM MM mengatakan, hingga bulan ini jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Cilacap sudah mencapai 230 orang. Rinciannya, 174 orang terinfeksi HIV, 56 positif AIDS dan 5 diantaranya masih berusia balita. Dari jumlah itu, 5 diantaranya sudah meninggal dunia. “Kalau dibanding tahun sebelumnya, tahun ini terjadi booming. Tahun lalu, total jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 189 orang, terdiri dari 137 HIV dan 52 AIDS. Ada peningkatan yang sangat signifikan di tahun

Ujang, dengan kondisi anomali cuaca seperti sekarang ini, peta rawan bencana bisa saja berubah. Seperti bencana banjir yang melanda kawasan Alian dan Karanggayam, belum lama ini. Padahal dua kecamatan tersebut notabene berada di kawasan pegunungan. Banjir yang terjadi telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Sejak banjir melanda Alian dan Karangsambung pada Mei kemarin dan banjir di Buayan, tercatat sudah ratusan rumah yang rusak. Bahkan banjir juga merusak lahan pertani-

kondisi jumlah penderita HIV/ AIDS secara riil. Sebab menurutnya, berdasarkan estimasi pada 2006, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cilacap diperkirakan mencapai 333 orang. “Angka yang terungkap saat ini sama sekali belum menggambarkan kondisi riil. Kasus HIV/AIDS masih tetap menjadi fenomena gunung es karena

berdasarkan estimasi tahun 2006, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) diprediksi mencapai 333 orang. Jadi diperkirakan belum seluruhnya terungkat,” timpal Kuswantoro. Meski begitu dia mengakui, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke klinik Voluntary Counseling and Test (VCT) semakin meningkat. “Sekarang tiap hari pasti ada yang

memeriksakan diri ke klinik VCT Cahaya Pita. Per hari kadang 2, 4 bahkan sampai 11 orang. Ini sangat membantu kami dalam mengungkap fenomena gunung es terkait kasus HIV/ AIDS,” tandas Kuswantoro. Dia menambahkan, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke klinik VCT, seharusnya diimbangi dengan penambahan klinik VCT. (din)

BANJARNEGARA - Keinginan DPRD pada pemkab terkait pemberian izin pengeboran sumur PT GDE ternyata bagai gayung bersambut. Secara tegas, bupati Banjarnegara Djasri mengaku tidak akan mengeluarkan surat izin pengeboran sumur baru yang diajukan oleh PT Geo Dipa Energi (GDE) unit Dieng, sebelum pihak GDE dapat memberikan kontribusi pada pemkab Banjarnegara. “Izin tidak akan dikeluarkan sebelum ada kontribusi ke PAD. Kabupaten lain yang memiliki potensi sama aja bisa memberikan kontribusi kenapa ini tidak,” kata bupati Banjarnegara Djasri kemarin. Seperti diketahui, sejak tahun 2007 lalu, pihak PT Geo Dipa Energi unit Dieng sudah mengajukan pernitan izin IMB

untuk oprasional sumur II dan III di dataran tinggi Dieng, namun hingga saat ini, pemerinah kabupaten belum juga memberikan izin. Bahkan, baru-baru ini, kementrian ESDM melalui dirjen mineral batubara dan panas bumi melayangkan surat pada bupati Banjarnegara No.533/30/ DBB/2010 meminta bupati Banjarnegara untuk segera menerbitkan IMB sumur II dan III PT GDE unit Dieng. “Pemerintah tetap komitmen tidak akan menerbitkan izin sebelum masalah kontribusi in‘’Sebelum masalah bagi hasil selesai, kami minta bupati tetap konsisten tidak memberi izin dahulu. Adanya surat itu menjadi kesempatan kita untuk berkomunikasi intensif, langsung dengan pemerintah pusat,’’ pungkanya. (oel)

42 Nelayan Tewas CILACAP – Cuaca buruk sepanjang tahun ini, tidak hanya membuat nelayan mengalami paceklik panjang. Selama setahun ini, banyak nelayan Cilacap mengalami kecelakaan di laut. Hingga September, ada 42 orang yang tewas di laut. “Angka ini lebih tinggi dibandingkan selama 2009 yang mencapai 39 orang. Sebanyak 42 orang yang tewas di tahun ini terhitung dalam periode Januari hingga awal September,” ujar Ketua Tim SAR Wijayakusuma Cilacap Atas Munandar kepada Radarmas. Dijelaskan Atas, dibanding tahun-tahun sebelumnya, korban kecelakaan tahun ini terbanyak. Penyebab utamanya yakni cuaca yang tidak bersahabat. Pasalnya, cuaca buruk dengan gelombang besar dan angin kencang terjadi sepanjang tahun. Dengan cuaca yang de mikian, tambahnya, laut Cilacap rawan terhadap aktivitas pelayaran. Semua aktivitas pelayaran harus berhati-hati saat di laut. Jika tidak, bukan tidak mungkin angka kasus kecelakaan laut ini masih bisa bertambah tinggi. Sebab, pada 2010 ini masih menyisakan sekitar tiga bulan lagi. “Jika selama itu cuaca bisa bersahabat, maka angka kecelakaan sangat kecil. Namun sebaliknya, jika cuaca tetap seperti sekarang, dipastikan, risiko tinggi itu masih menghantui nelayan Cilacap,” tuturnya. Selama kecelakaan terjadi, terangnya, semua pihak bahu-membahu untuk mem bantu korban, mereka berasal dari SAR Wijayakusuma, Basarnas, TNI AL, Satpol Air dan dibantu nelayan. “Di Cilacap bertiup angin

timur. Cirinya yakni gelombang yang cukup besar. Angin timur pada saat musim kemarau akan memberikan ikan yang cukup besar kepada nelayan. Ikan-ikan dalam kondisi air yang pnas cenderung bergerak ke tepi kearah muara sungai ang dingin. Namun saat ini angin timur disertai dengan hujan sehingga air cenderung dingin, ikan tidak bergerak ke tepi pantai,” terang Atas. Fenomena ini, tambahnya, memberikan dampak kepada nelayan. Selain harus melawan ombak yang cukup besar, nelayan lebih sulit mendapatkan ikan. Bahkan banyak nelayan yang berangkat ke laut, ketika pulang tidak membawa hasil tangkapan. “Paceklik ini membuat nelayan benar-benar terpukul. Mereka yang semula hanya menggantungkan hidup dari mencari ikan, sekarang ini beralih kerja serabutan. Kami tidak tahu kapan paceklik akan berakhir karena cuaca tidak menentu,” terang dia, seraya berharap November nanti cuaca di Cilacap menjadi lebih bersahabat. Ditambahkan Ketua II HNSI Indon Cahyono, nelayan diharapkan memeriksa peralatan dan kapal yang digunakan sebelum ke laut. Untuk menghadapi ombak yang besar dan cuaca tidak menentu, kapal dan peralatan yang sehat mutlak diperlukan agar terhindar dari musibah. “Kita tidak bisa melarang nelayan untuk ke laut karena merupakan mata pencaharian. Tapi kita menyarankan semuanya untuk waspada. Nelayan untuk selalu memeriksa perlengkapannya agar siap digunakan saat mencari ikan,” tandasnya. (amu)


CMYK

18

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

WINDI RISILA N T

Masuk 10 Besar WALAU tak berhasil menjadi jawara, Windi Risila N T, aktivis ekskul teater Terang SMA Negeri 1 Pagerbarang Kabupaten Tegal masih bersyukur bisa masuk 10 besar dalam Festival Baca Puisi yang diadakan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Desa Pegirikan beberapa waktu lalu. Cewek yang sekarang duduk di kelas XI IPA ini semua nggak menyangka bisa masuk di dalamnya. “Alhamdulillah, enggak nyangka bisa dapet thropi, piagam dan uang pembinaan. Seneng pokoknya,” ucap Windi, begitu dia biasa dipanggil. Cewek kelahiran 29 Juli 1994 mengaku senang membaca puisi sejak masih duduk di bangku SMP. Dari hobinya membaca, diapun kini mampu menciptakan karya puisi sendiri. “Aku sering membuat puisi tentang pengalaman pribadi yang berhubungan dengan kehidupan seharihariku,” katanya. Salah satu puisinya berjudul “Tangisan Seorang Gadis”. Ketertarikannya pada pusi, membuat dia banyak dikenal guru dan siswa sekolahnya. Setiap ada acara sekolah, dia kerap diminta menampilkan keahliannya dalam berpuisi. “Dia punya penghayatan yang cukup bagus dalam membawakan kata perkata pada puisi,” ujar pelatihnya Fatchudin S Pd yang juga guru Bahasa Indonesianya. (mufrodi)

Doa untuk ibu Ungu

[int] G B G F#m D GAD G A D kau memberikanku hidup D G kau memberikanku kasih sayang Em A tulusnya cintamu, putihnya kasihmu D takkan pernah terbalaskan G D hangat dalam dekapanmu Dm G memberikan aku kedamaian Em A eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu D takkan pernah terlupakan [chosur] G A oh ibu terima kasih G F#m B#m untuk kasih sayang yang tak pernah usai A Em A tulus cintamu takkan mampu D untuk terbalaskan G A oh ibu semoga tuhan F#m F# Bm memberikan kedamaian dalam hidupmu D Em A putih kasihmu kan abadi G dalam hidupku ......

BOLOS pelajaran bukan hal asing bagi kita-kita. Selain bosan, alasan tak menyukai pelajarannya atau karena terpengaruh teman kerap menjadi hal yang melatar belakanginya. Namun tak semua ResponX setuju dengan perbuatan itu. Sebanyak 72,4 persen dari 29 ResponX yang didata mengaku tak pernah melakukannya. Ini sesuai pengakuan Muhammad Imam Saeful Ma’arif, siswa kelas X SMA Almu’awanah Harjawinangun Balapulang Kabupaten Tegal yang jadi salah satu ResponX. ”Aku tidak pernah bolos pelajaran karena aku ingin pintar dan ikut pelajaran di kelas. Kalau bolos kan bisa rugi. Itu tidak baik,” katanya. Kalimatnya berbeda dengan 20,6 persen lainnya yang mengaku pernah. “Pernah bolos pelajaran waktu lagi males ngikutin Matematika, apalagi gurunya kurang mengasyikan. Resikonya harus menerima sangsi dari guru BP,” ujar Teguh. Sementara 6,89 pesen lainnya mengaku sering bolos pelajaran karena hal itu dianggap mengasyikkan. “Bisa bersenang-senang dengan teman-teman yang lain dan tidak pusing mikirin pelajaran di kelas. Yang penting nitip absen,” kata Anjar, ResponX lainnya. Meski jumlah ResponX yang mengaku pernah bolos tak terlalu banyak namun prosentase mereka yang pernah ketahuan membolos ternyata mencapai tiga kali lipatnya. Angkanya hingga 65,5 persen. Lia Kristiyani, siswi kelas XI Ak-1 SMK PGRI Kota Tegal salah satunya. “Ya, aku pernah ketahuan sama guru waktu bolos pelajarannya akhirnya malu deh. Mungkin aku kurang professional dalam membolos kali, hehe..,” tuturnya. Hanya 27,5 persen saja yang mengaku tidak pernah ketahuan membolos karena berhasil menerapkan ilmu kucing-kucingan sama guru. Saat membolos, kantin menjadi tempat favorit mereka yang ingin lari dari kejenuhan belajar di dalam kelas. Ini diakui 51,7 persen ResponX. Eko Prasetio, siswa kelas IX b MTs Darusalam Karanganyar Kabupaten Tegal mengakui

hal ini. ”Biasanya kumpulnya di kantin kalo ada pelajaran yang nggak disukai di kelas, bareng tementemen juga,” aku dia. Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) juga menjadi alternatif lain yang kerap menjadi tempat bagi siswa yang ingin melarikan diri dari pelajaran. Prosentase ResponX yang memilihnya sama

dengan prosentase untuk mall yakni 17,2 persen. Tempat itu memang kerap jadi lokasi mangkal anak-anak saat bolos pelajaran. Sementara sisanya 13,7 persen, mengaku pergi kemana aja. “Yang penting bisa bolos pelajaran,” kata Anto, salah satu ResponX asal Kota Tegal. Diakui 86,2 persen ResponX, mereka kerap merasa bersalah

BANYAK alasan yang kerap dipake saat siswa membolos. Bosan atau jenuh dengan materi pelajaran yang diajarkan di dalam kelas kadang menjadi salah satu penyebabnya. Namun ini bisa dihindari jika kita menyenangi pelajarannya. Seperti penyuka pelajaran Matematika, Nurbaiti ini. Cewek kelas XII is2 SMA Negeri 1 Balapulang Kabupaten Tegal ini menganggap aksi bolos pelajaran justru akan merugikan diri sendiri. ”Bolos pelajaran bikin kita rugi.

kalo membolos. Ini seperti pengakuan Devi Komariyah, siswi kelas XI IPS-5 SMA Negeri 5 Kota Tegal. ”Bolos pelajaran itu tidak menyenangkan dan aku pasti akan merasa bersalah kalo melakukannya,” kata dia. Hanya 10,3 persen ResponX saja yang menganggap hal itu menyenangkan. Sebanyak 79,3

Nurbaiti

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

SISWA SMA NEGERI 1 BALAPULANG

Kalau sering bolos, nilai kita pasti jadi jelek,” kata siswi yang lahir pada 20 maret 1993 dan mempunyai cita-cita ingin menjadi orang sukses ini. Untuk mengantisipasi keinginan membolos, Nurbaiti punya beberapa tips jitu. Mau tau? Yuk simak!

diantara mereka mengakui jika saat ini masih banyak pelajar yang melakukannya. Aminudin, siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kota Tegal mengatakan, mereka yang sering bolos pelajaran biasanya akan makin malas. “Mereka akan menganggap guru membosankan dan tak suka belajar,” kata dia. (tim 1)

1. Aktif pelajaran, karena dengan begitu, kita akan lebih senang untuk serius menyimak pelajaran tersebut 2. Senangi mata pelajaran yang diajarkan 3. Ingat-ingat akibat bolos pelajaran. Kamu bisa ketinggalan pelajaran dan kena tegur guru 4. Kalau tidak bisa mengikuti pelajaran, kamu bisa ijin terlebih dahulu sama guru 5. Belajar dengan giat supaya prestasi kita bisa selalu meningkat. (hendra)

[solo] G A D Bm A Em A Gm D [outro] G C#m F#m D F#m Bm A Em A D

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA TIM1: Hendra Apriyadi , Mufrodi, I Layung Sari TIM 2: M Khaerul Anam, Intan Aji Purnamawati, Ikhsan B

PROFIL USIA :

JUMLAH :

13 - 17 tahun

29 ResponX di Kota dan Kabupaten Tegal/Brebes

JENIS KELAMIN :

PENDIDIKAN :

Cewek 50 persen Cowok 50 persen

SMP dan sederajat SMA/SMK dan sederajat Metode : Random sampling

CMYK

PEREBUTAN medali perak dalam perlombaan balap sepeda yang diadakan dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kota Tegal pada Agustus kemarin berhasil diraih Imam Aminudin, siswa SMK Muhammadiyah Kota Tegal. ”Ternyata tidak sia-sia kalo mau usaha keras. Alhamdulillah aku bisa dapat medali perak,” ujar Imam. Cowok kelahiran 10 Juni 1993 mengatakan, keberhasilannya tak lepas dari peran ortu dan sekolahnya. Selain senang dapat penghargaan, dia juga bangga membawakan nama baik sekolah. Siswa binaan M Ali Ma’muri ini mengungkapkan, dirinya berusaha berlatih keras bersepeda setiap

Minggu pagi. ”Aku suka berolahraga, karena aku ingin kuat. Sehatkan mahal,” tandasnya. Pembina sekaligus selaku Waka Kesiswaan M Ali Ma’muri menekankan siswanya untuk berusaha berprestasi. ”Saya sering mengajarkan tentang kedisiplinan dan juga mental yang pemberani. Agar siswa bisa berprestasi di sekolah maupun di kemudian harinya,” katanya. (mufrodi) ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

MEDALI PERAK – Sejumlah siswa SMK Muhammadiyah Kota Tegal berpose dengan medali perak yang diraih didampingi kepala sekolahnya (tengah). MUFRODI/TIM XPRESI


SAMBUNGAN

RABU 29 SEPTEMBER 2010

19

RADAR TEGAL

Gayus-Haposan Saling Bantah dari halaman 1 diketuai Prasetya Ibnu Asmara, Haposan mengaku bertemu Gayus kali pertama di Hotel Sultan, pada akhir Agustus 2009. Namun keterangan itu disangkal Gayus. “Pertama kali bertemu bulan Agustus di Hotel Sultan, itu sudah bohong,” kata Gayus menanggapi keterangan Haposan. Menurutnya, pertemuan yang pertama adalah bulan Juni di Hotel Park Lane. “Ada Feber (Feber Silalahi, pengacara Gayus, Red) yang bisa dikonfirmasi,” imbuhnya. Gayus juga membantah memberikan kuasa kepada Haposan untuk menjadi pengacaranya. Dia mengaku memberikan kuasa hanya kepada Feber Silalahi pada Juni 2009. “Ternyata Haposan menambahkan sendiri di belakang (surat kuasa),” ungkap mantan pegawai Ditjen Pajak Kemenkeu itu.Tidak hanya itu, Gayus membeberkan peran Haposan yang disebutnya banyak meminta uang kepada dirinya. Bahkan, Hapo-

san yang menyebutkan akan membagi-bagikan uang dari rekening Rp 25 miliar yang diblokir jika telah cair. “Haposan yang minta dan membagi masing-masing Rp 5 miliar ke penyidik, jaksa, hakim, dan pengacara,” kata Gayus. Namun Haposan yang duduk di samping Gayus langsung membantahnya. Dia mengaku menandatangani surat kuasa sebagai pengacara Gayus berdasarkan surat yang diantar oleh Feber. “Tidak akan saya tanda tangani kalau bukan diantar oleh orang yang saya percaya,” tegas Haposan yang mengenakan kemeja batik warna merah bata. Dia membantah jika memintaminta uang dari rekening milik Gayus yang diblokir penyidik. Haposan mengaku hanya menerima uang Rp 800 juta plus USD 45 ribu sebagai bayaran jasa pengacara. Dia juga membantah menjadi inisiator perjanjian kerjasama properti antara Gayus dan Andi Kosasih untuk menyiasati uang yang diblokir itu. “Saya buktikan bukan hanya dengan penjelasan, tapi dengan

fakta,” tandas Haposan. Keterangan Haposan itu seperti membuat gerah Gayus. Pria kelahiran Jakarta itu lantas menyindirnya. “Mungkin Haposan ini sudah terlanjur bohong, jadi terlalu panjang bohongnya,” katanya. Gayus meminta hakim menahan Haposan jika terbukti membuat keterangan palsu. Mendengar sindiran Gayus, Haposan tak mau kalah. “Saudara Gayus ini sudah terlalu lama dipenjara, tampaknya semakin pintar. Mungkin bisa jadi pengacara,” timpal Haposan. Andi Kosasih yang duduk di samping tim kuasa hukumnya juga seperti tidak puas dengan kesaksian Haposan. Namun dia tampak malas berkomentar saat diminta majelis hakim menanggapi keterangan Haposan. “Saya hanya bisa katakan, saya akan bertanggung jawab di pengadilan ini. Kalau orang lain mau bertanggung jawab di akhirat, ya silakan,” tuturnya lantas menyebutkan akan menyampaikan tanggapannya saat pemeriksaan terdakwa. (fal/jpnn)

Demokrat Dekati NU hidupan berbangsa dan bernedari halaman 1 gara. Misalnya, komitmen me“NU tidak berpolitik. Karena merangi terorisme. Dalam kesempatan itu, Said itu, semua silakan bersilaturahmi dan satu rumah dengan ahlu- Aqil juga didampingi sejumlah sunah waljamaah,” ujar Ketua pengurus yang lain. Di antaUmum Tafidziyah PB NU Said ranya, Sekjen Iqbal Sulam, Aqil Siradj saat pertemuan. Selain Slamet Effendy Yusuf, dan penegasan terkait khitah NU Kacung Marijan. Di pihak Detersebut, dia menegaskan komit- mokrat, selain Anas dan Ibas, men kenegaraan NU. “Siapa pun hadir Ahmad Mubarok, Jafar presidennya, NU akan mengawal Hafsah, Angelina Sondakh, Khotibul Uman Wiranu, dan NKRI,” tegas Said Aqil. Termasuk, mendukung se- Ramadhan Pohan. Pada kesempatan tersebut, gala kebijakan dan langkah pemerintah yang ditujukan untuk Anas menyatakan bahwa Demenjaga kelangsungan ke- mokrat di bawah kepemimpi-

Turner. Selain itu, istri penulis asal Prancis Cyril Montana tersebut diwawancarai secara langsung di saluran televisi milik Turner, CNN. Anna Coren-lah yang mewawancarai Anggun soal program kampanye memerangi kelaparan. Ketika dimintai keterangan tentang keterlibatannya dalam program tersebut, Anggun menjawab bahwa hal itu adalah tugas. “Bagi saya, itu adalah tugas. Sebagai seorang manusia dan ibu, saya terpanggil untuk menyerukan itu kepada semua orang di seluruh dunia. Jumlah penderita kelaparan kronis di seluruh dunia saat ini mencapai 925 juta orang. Setiap enam detik, ada anak yang meninggal karena kurang makan. Buat saya, itu tidak bisa diterima,” ucap dia seperti yang dirilis dalam video di YouTube pada 19 September lalu. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memerangi kemis-

dari halaman 1 merugikan Bank Century sebesar Rp 2,7 triliun. “Total, (bank) Century rugi Rp 5,8 triliun,” ucapnya. Hingga akhirnya bank yang kini berganti nama menjadi Bank Mutiara itu mengalami gagal kliring. Para nasabahnya pun mulai kehilangan kepercayaan dan ramai-ramai menarik dananya di bank tersebut. Bank Indonesia pun mengucurkan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) senilai Rp 689 miliar. Nah, karena tak kunjung membaik, LPS pun

akhirnya memberikan penyertaan modal sementara (PMS) sebesar Rp 6,7 melalui empat tahap. Kepada majelis hakim, Epi menduga dalam pemberian dana PMS itu, BI tidak memberi informasi sesungguhnya dengan data-data lengkap kepada Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Sehingga KSSK menyatakan bahwa Bank Century adalah gagal yang berdampak sistemik. “Data dan informasi dari BI memang minim,” ucapnya. Pernayataan itulah yang mendasari Lembaga Penjamin

Simpanan (LPS) memberikan penyertaan modal sementara (PMS) sebesar Rp 6,7 triliun. “Itu (PMS) termasuk uang negara,” ucapnya. Namun, Epi tak bisa menjawab saat Ketua Majelis Hakim Marsudin Nainggolan menainya apakah pengucuran dana tersbut merugikan negara. “Kami tidak menyimpulkan itu (kerugian negara). Yang jelas menurut kami, Bank Century yang rugi ,” ucapnya. Mendapat jawaban itu Marsudin berang. “Tugas anda sebagai BPK adalah membantu penegak hukum mene-

mukan kerugian negara, masak anda tidak menyimpulkan itu? Buat apa hanya menemukan kerugian Bank Century. Itu kan bank swasta,” tanyanya dengan nada tegas. “Kami belum menyimpulkan itu yang mulia,” jawabnya dengan nada ragu. Saat ditemui seusai sidang, Epi mengungkapkan bahwa secepatnya pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk menentukan langkah selanjutnya, terutama untuk menentukan kerugian yang dialami negara dalam kasus ini. (kuh/jpnn)

Siap Bantu Berantas Teroris deral TNI Djoko Suyanto yang dari halaman 1 memasuki masa pensiun. Lulusan Fakultas Ekonomi UniverKoarmabar tersebut. Pelantikan Agus Suhartono sitas Merdeka Surabaya itu lokemarin dihadiri oleh seluruh los dalam uji kelayakan dan pimpinan lembaga tinggi ne- kepatutan di depan Komisi I gara, jajaran menteri Kabinet DPR dan kemudian disahkan Indonesia Bersatu, serta se- paripurna DPR Senin (27/9) jumlah perwira tinggi TNI dan lalu. Agus berjanji melanjutkan Polri. Agus menggantikan Jen-

reformasi di lingkungan TNI. Antara lain, mempercepat pelepasan bisnis TNI, menata kembali organisasi, dan mempertahankan netralitas TNI dalam politik. Agus juga berjanji membangun kekuatan militer sesuai kebutuhan pokok minimum. Soal penyelesaian masalah perbatasan

dengan Malaysia, dia mendorong kementerian terkait untuk segera menuntaskan. “Mudah-mudahan cepat selesai. Manakala perbatasan itu belum selesai, sulit bagi TNI untuk mengamankan perbatasan. Sebab, tidak jelas perbatasannya,” kata Agus. (sof/ dwi/jpnn)

Adik Tholut Minta Jaminan Kapolri nannya siap menjalin persaudaraan secara serius dengan NU. Terutama dalam mengatasi isuisu kemasyarakatan. Misalnya, kemiskinan dan kesehatan. Termasuk pula, kerja sama terkait isu-isu keagamaan seperti kerukunan, toleransi, ataupun perlindungan terhadap kelompok minoritas. “Tapi, kami hadir ke PB NU juga sebagai langkah menghindari duafa politik 2014 sebenarnya. Artinya agar Demokrat tidak menjadi parpol kecil,” ujar Anas, lantas tersenyum. (dyn/c4/tof/jpnn)

Perangi Kemiskinan dari halaman 1 diskusi yang membahas kemiskinan dan kelaparan. Forum itu dihadiri beberapa tokoh dunia. Antara lain, Bill Gates dan taipan asal Inggris, Richard Branson. Pantene Brand Ambassador untuk Indonesia dan Malaysia itu juga didapuk menjadi keynote speaker serta pemberi penghargaan di Equator Prize 2010 yang dihelat di American Museum of Natural History, New York, AS. Equator Prize adalah penghargaan bergengsi untuk orang yang memperjuangkan dan melestarikan keanekaragaman hayati di dunia. Pada kesempatan itu, ibu satu anak tersebut mendapatkan kesempatan untuk berada sepanggung dengan supermodel Gisele Bundchen, yang juga menjadi keynote speaker, aktor peraih Academy Award Edward Norton, mantan Presiden AS Bill Clinton, serta raja media massa Ted

Gondol Uang Century Rp 3,1T

kinan itu. Terutama, menyisihkan dana. “Saya sangat percaya, dunia ini punya cukup uang kok untuk mengatasi masalah tersebut. Lihat saja waktu ada financial crisis. Dalam hitungan minggu, sejumlah dana langsung digelontorkan untuk menyelamatkan bank. Sekarang yang kita bicarakan adalah orang-orang sekarat. Kenapa tidak bisa” tegasnya. Melalui wawancara tersebut, Anggun mengajak seluruh orang mau menandatangani petisi untuk memerangi kelaparan di www.1billionhungry.org. “Masalah itu tidak bisa diselesaikan oleh satu orang. Kami butuh banyak orang,” lanjut dia. Petisi tersebut nanti digunakan untuk menekan para pemimpin dunia agar meletakkan penanganan masalah kelaparan dan kemiskinan di puncak prioritas kebijakan mereka. (jan/c11/ayi/jpnn)

jika Abu Tholut menyerah tentu dari halaman 1 akan diperlakukan sesuai stanmen fakta persidangan yang dar undang-undang. “Kita dulu. Kita hormati asas hukum, justru senang jika mau menyetidak ada satu pun bukti abang rah. Tentu akan ditangani dengan semestinya,” katanya. teroris,” katanya. Densus 88 Mabes Polri, kata Setelah keluar dari penjara, kata Kusniati, Imron juga aktif Marwoto, selalu bertindak bermenjalin kontak dengan keluar- dasarkan aturan. “Tidak mungga. “Dia sempat bisnis bahan kin kita semena-mena. Kita pupuk kompos dengan saya. persilahkan saja kalau mereka Juga pernah jualan sandal, (keluarga) minta bantuan Komorangnya tanggung jawab,” nas HAM,” katanya. Mantan Kapoltabes Samakatanya. Dalam setiap pertemuan ke- rinda itu menegaskan, peranan luarga, Imron selalu menyem- Abu Tholut sangat vital dalam patkan hadir. “Saya terakhir jaringan kelompok Medan maukontak sebelum ramai-ramai pun kelompok yang berlatih ala soal Dulmatin di Pamulang itu militer di Aceh. “Itu berdasar (Maret 2010). Sekarang sudah pengakuan para tersangka tidak bisa dihubungi lagi,” yang sudah ditangkap,” katanya. katanya. Polisi, lanjutnya, tidak mungKeluarga Tholut mengaku resah dengan pemberitaan me- kin menetapkan seseorang dia yang hanya satu versi dari masuk dalam Daftar Pencarian polisi. “Kok digambarkan se- Orang (DPO) jika tidak memiliki perti itu, berdasarkan fakta yang bukti yang cukup kuat. “Dia itu mana, saya miris baca berita- kan ditunjuk sebagai pimpinan berita di internet. Abang saya operasional saat pelatihan ala militer di Aceh itu,” katanya. tidak seperti itu,” katanya. Secara terpisah, sumber JaKusniati menghimbau Imron menyerahkan diri dengan baik- wa Pos di lingkungan anti teror baik. “Tapi, kami minta jaminan Polri menyebut sinyal-sinyal dari Polri agar Abang saya diperlakukan sesuai prosedur hukum. Jangan semena-mena,” katanya. Saat ini, keluarga sudah mempunyai pengacara yang tergabung dalam Gabungan Advokat Imron Baihaqi (GAIB). “Abang (Imron) jangan khawatir, keluarga tidak akan membiarkan Abang sendirian,” katanya. Ditemui terpisah di Mabes Polri, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto menjamin

dari jaringan lapangan menyebut ada indikasi Abu Tholut akan menyerahkan diri. “Kami berharap itu terjadi,” katanya. Dalam perburuan tersangka teroris, polisi memang dibantu banyak pihak. Termasuk mantan-mantan kombatan yang mau bekerjasama memberi informasi atau menjadi penghubung. “Tholut ini kunci untuk membuktikan keterlibatan Baasyir (Abu Bakar Baasyir-red),” katanya. Dari data yang dimiliki polisi, Baasyir merestui Tholut melakukan pelatihan ala militer di Aceh. Dari entry point itu, jeratan untuk Baasyir lebih kuat. Sebab, penanggung jawab yang lain yakni Dulmatin sudah tewas diberondong peluru. “Jadi, tertangkap hidup lebih baik,” tambahnya. Dalam catatan Jawa Pos dalam persidangan kasus Baasyir tanggal 21 Desember 2004, Imron alias Tholut pernah menjadi saksi. Dia dihadirkan bersama saksi yang lain yakni Nasir Abbas (sekarang bebas dan membantu polisi). Saat itu, Imron dan Nasir

saling berbantahan. Nasir yang dihadirkan jaksa sebagai saksi kunci mengaku yakin Baasyir sebagai Amir Jemaah Islamiyah. Informasi itu dia peroleh saat berada di Moro, Filipina Selatan. Ketika itu Amir Jemaah Islamiyah Abdullah Sungkar wafat dan kemudian Hambali (ditahan di kamp Guantanamo) memberitahukan bahwa Baasyir menggantikan posisi Abdullah. Nasir mengaku beberapa kali bertemu Baasyir. Saat jihad di Afganistan pada 1988 silam, Nasir bertemu Baasyir bersama Abdullah. Pertemuan berikutnya ketika saksi dibaiat sebagai Ketua Mantiqi III menggantikan Imron Baihaqi pada April 2001. Baasyir melantiknya sebagai Ketua Mantiqi III di satu rumah dekat Mahad Ali di Solo. Semua keterangan Nasir itu dibantah oleh Imron dalam sidang yang saat itu dipimpin hakim Soedarto. Ia mengaku tahu istilah Mantiqi justru dari Nasir. “Bagaimana mau menyerahkan kedudukan Mantiqi sementara istilah itu saya tahu dari dia,” kata Imron saat itu. (rdl/jpnn)


CMYK

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

KOMBIS

20

RADAR TEGAL

Mobil Bekas Masih Laris Paska Lebaran TRANSAKSI jual beli mobil bekas paska lebaran ternyata masih hangat. Sejumlah showroom tetap menerima order atau pesanan baik dari dalam kota maupun luar kota. Mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) atau mobil keluarga, merupakan yang paling banyak diminati pembeli. Seperti Toyota Avanza, Toyota Kijang Innova, Daihatsu Xenia, dan Suzuki APV, tetap menjadi incaran konsumen. ‘’Sekarang masih lumayan ramai, dua hari kemarin malahan baru mengirimkan 12 unit ke Bali,’’ ungkap Stefanus Wawan selaku owner Akur Mobil di Jalan Kolonel Sugiono 159 atau sebelah barat Rita Supermall. Masih ramainya tingkat penjualan paska Lebaran karena meningkatnya sejumlah sektor industri. Seperti peternakan yang saat ini tengah mengalami tren naik, demikian juga usaha lainnya. Sehingga mereka tidak mengkhawatirkan biaya untuk pembelian mobil bekas. Ramainya penjualan juga karena mobil bisa menjadi salah satu ladang usaha bagi mereka, khususnya pemilik rental. Sebagian besar menambah koleksi kendaraan roda empat ini agar tidak kehabisan stok saat banyaknya permintaan sewa. ‘’Saya saja sempat ke-

sulitan barang, kebetulan di luar Jawa lagi banyak permintaan,’’ tambahnya. Selain di Bali, Stefanus juga ekspansi ke Kalimantan sebagai pasarnya. Pihaknya memang tidak hanya mengandalkan pasar lokal saja, namun sudah mengembangkan sayapnya ke luar Jawa. Untuk momen tertentu, seperti Lebaran, Hari Raya Galungan, Natal dan Tahun Baru, omset di show roomnya meningkat drastis. Tak tanggungtanggung dalam satu bulan 60 unit mobil dikirimkan ke Bali dan Kalimantan. Lebaran ini, pasar Kalimantan mengalami sedikit penurunan karena produksi kelapa sawit tengah turun harga. Namun, sekarang sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan khususnya untuk persiapan Natal dan Tahun Baru nanti. ‘’Untuk mobil bekas, beberapa didatangkan dari Bandung dan Jakarta, untuk plat nomor tidak menjadi soal bagi mereka,’’ kata Stefanus. Usaha yang dirintisnya sejak 8 tahun terakhir cukup membuahkan hasil. Hal ini karena bukan keuntungan besar yang menjadi prioritas namun lebih pada omset. Sehingga, keuntungan sedikit bukan menjadi masalah yang terpenting pelanggan puas dan bertambah. Selain itu, kondisi mobil juga

dipastikan bagus, agar pelanggan tidak merasa ditipu. ‘’Berani harga mahal sedikit dengan kondisi mobil yang masih bagus,’’ pungkasnya. Hangatnya penjualan mobil bekas juga diakui Waryo, pemilik New Damai Mobil di Jalan Raya Karanganyar nomor 13 Tegal. Saat ini lebih banyak pemilik mobil lama yang ingin mengganti dengan keluaran tahun lebih muda. ‘’Banyak yang ingin mobil baru, jadi yang lama dilepas dan membeli tahun yang lebih muda,’’ terangnya. Untuk tipe, mobil niaga masih menjadi incaran pembeli dengan usia di bawah 5 tahunan. Seperti Toyota Kijang Innova, Daihatsu Xenia, dan Suzuki APV dan Toyota Avanza. Hanya saja saat ini tidak seramai dulu karena semakin banyak kompetitor. ‘’Sekarang punya mobil 4 unit saja sudah berani buka show room, jadi pesaingnya juga tambah banyak di mana-mana,’’ pungkasnya. Banyaknya minat ke mobil niaga juga diakui Sigit, manager Mejasem Motor. Mobil keluarga ini tetap menjadi incaran pembeli, dan banyak juga yang dijual paska Lebaran ini. ‘’Untuk penjualan mengalami penurunan paska Lebaran ini,’’ tuturnya. Biasanya akan ramai kembali saat Natal dan Tahun Baru nanti. (ela)

Launching Yamaha Gyson dan New Scorpio

Amazing Journey

DI BROMO

YAMAHA menggelar acara launching Yamaha Byson dan New Scorpio pada tanggal 25-26 September 2010 di Savana Gunung Bromo. Dengan mengambil tema Amazing Journey, PT YMKI mengajak berbagai klub untuk terlibat dalam acara tersebut. Tak hanya klub atau pengguna motor sport Yamaha saja namun juga mengajak pengguna motor merek lain. Total ada sekitar 500 orang yang terlibat pada acara ini. Mereka berasal dari 6 kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Jambi. Dengan mengenyampingkan perbedaan diantara peserta, acara ini diharapkan dapat mempererat rasa persau-

daraan dan kebersamaan. Kesibukan dan kepadatan acara terlihat ketika para peserta saling berlomba-lomba untuk memenangkan berbagai kompetisi. Para peserta pun terlihat sangat antusias karena hadiah utamanya adalah sebuah Yamaha Byson. Mereka bertanding dalam beberapa lomba extreme games dan akan dipilih dari yang mengumpulkan poin terbanyak. Sebagai pemenang Tim DDS 3 Semarang 9 yang diwakili oleh klub Yamaha Vixion dan Scorpio yang berasal dari Ponorogo. Semua peserta

menginap di tenda-tenda yang telah dipersiapkan di kawasan Savana. Malam Minggu merupakan puncak acara yang menampilkan berbagai hiburan dengan bintang tamu Shaggy Dog. Selain bergabung dalam berbagai kegiatan peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba performa motor Byson dan New Scorpio di tenda test ride. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh para peserta untuk mencoba performa motor sambil mengeksplorasi keindahan panorama Gunung Bromo. Minggu pagi semua peserta baik klub, wartawan maupun berbagai komunitas ikut terlibat dalam penanaman 1.000 pohon cemara di kawasan Savana. Dan setelah itu secara resmi peserta dilepas untuk pulang ke masing-masing daerah dengan berbagai cerita dan pengalaman yang menarik. Benarbenar Amazing Journey! (*)

Pentingnya Profesionalisme, Kompetensi SDM dan Pelayanan Prima Bagi Lembaga Perbankan agar Dipercaya Masyarakat TEGAL – Tugas pokok pelaku industri perbankan termasuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat) sangat besar, yaitu melaksanakan fungsi intermediasi untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Guna memajukan fungsi tersebut, faktor penting dalam pengembangan BPR adalah trust atau kepercayaan. Demikian disampaikan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Tegal Yoni Depari yang diwakili Wahyu Mardiansyah, pada acara Halal bi Halal Perbarindo DPC Pekalongan, Sabtu (25/9) lalu, di Hotel Plaza Tegal. “Setidaknya terdapat tiga unsur yang cukup besar pengaruhnya untuk menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat. Antara lain melalui profesionalisme, kompetensi sumber daya manusia, dan pelayanan prima (service excellence). Peningkatan profesionalisme insan perbankan sangat dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas perbankan yang sehat, terutama dalam pelayanan kepada nasabah, karena kita adalah lembaga kepercayaan. Sikap

professional hendaknya bukan hanya dilakukan oleh unsur pimpinan saja, tetapi sampai pada ujung tombak karena tugas kita adalah melayani bukan dilayani,” kata dia. Selain itu, tandasnya, sebagai lembaga kepercayaan kekuatan utama perbankan pada kompetensi sumber daya manusia yang memadai. Sehingga dibutuhkan peningkatan kemampuan teknis dan kemampuan pengelolaan terus-menerus. Selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan penyediaan jasa perbankan kiranya kualitas pelayanan semakin ditingkatkan, sehingga predikat sebagai lembaga kepercayaan dapat terus dipertahankan. “Guna mendorong perkembangan perbankan nasional, masyarakat berharap agar perbankan khususnya BPR senantiasa mampu beroperasi secara lebih efisien, dan selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam hal ini penurunan tingkat suku bunga dan biaya operasional serta memperkuat daya saing merupakan faktor penentu, dalam menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin berat,” paparnya mantap. Lebih lanjut Wahyu Mardiansyah berharap supaya semua pihak dapat mengambil

hikmah acara Halal bi Halal Perbarindo DPC Pekalongan tersebut, sebagai ajang menjalin silaturahmi di antara para anggota maupun pengurus untuk saling memaafkan. “Silaturahmi seperti ini sangat penting bukan saja untuk lebih mengakrabkan hubungan satu sama lain. Namun dapat dijadikan wahana berkomunikasi dan tukar informasi, serta tak kalah pentingnya bisa lebih memperkuat keyakinan dan menumbuhkan semangat dalam menghadapi setiap tantangan depan yang makin berat”. Hal senada dilontarkan Ketua Perbarindo DPC Pekalongan (bukan DPD Jateng seperti berita sebelumnya) H Dwi Yono SE MM. Menurutnya, selama berhubungan dalam organisasi Perbarindo mungkin saja ada hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sehingga dengan acara tersebut, diharapkan semua anggota atau pengurus bisa saling memaafkan. “Apalagi setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa Ramadan, dan berusaha keras untuk dapat mengekang hawa nafsu. Selepas itu semoga kita benar-benar kembali fitrah ibarat bayi suci yang baru dilahirkan dari rahim ibunya,” urainya. (ari)

BTN Serahkan Hadiah Undian PEKALONGAN - Empat orang nasabah Bank Tabungan Negara (BTN), mendapatkan hadiah undian tabungan eBatara Pos. Penyerahan hadiah dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kantor Pos Cabang Pekalongan, Selasa (28/9). Masing-masing pemenang mendapatkan satu unit sepeda motor Honda Revo. Hadiah untuk empat orang pemenang undian Tabungan eBatara Pos periode tahun 2009 ini, diserahkan langsung oleh Kepala BTN Cabang Pekalongan Hary Haryono Setiawan di dampingi Kepala PT Pos Cabang Pekalongan. Empat orang nasabah yang beruntung tersebut adalah, Yureni penabung di KCP Sragi, Pekalongan, Siti Sumarmi penabung di KCP Petarukan, Pemalang, Syafrudin penabung KCP Slawi, Tegal, dan Arie Kurnia Hartini penabung di KCP Tanjung, Brebes. Kepala BTN Pekalongan Hary Haryono Setiawan mengatakan, undian Tabungan eBatara Pos adalah salah satu tabungan Bank BTN yang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. “Dengan prestasi ini, hara-

CMYK

CMYK CMYK

Selain bergabung dalam berbagai kegiatan peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba performa motor Byson dan New Scorpio di tenda test ride. DOK.ISTIMEWA

Telkomsel Bantu Masyarakat Rp 150 Juta YOGYAKARTA - Setelah berbagi kebahagiaan dalam acara Safari Ramadan,kali ini Telkomsel menggelar bakti sosial, pengobatan dan fogging gratis serta penyerahan bantuan berupa bahan bangunan, sembako, buku – buku perpustakaan dalam mengawali rangkaian kegiatan Safari Natal. Telkomsel melakukan bakti sosial untuk masyarakat Yogyakarta yang dilakukan pada tanggal 24 sampai 25 September 2010 dengan memberi bantuan senilai 150 juta, yang terdiri dari pengobatan gratis untuk masyarakat di Desa Argodadi, penyerahan bantuan bahan bangunan untuk pembangunan irigasi masyarakat di wilayah Muntilan, Sleman, pemberian sembako kepada Panti Grahita Asih, penyerahan

bantuan buku – buku perpustakaan dan melakukan fogging untuk masyarakat Kali Code. “Kami mengajak rekan – rekan karyawan Telkomsel dan masyarakat umum untuk berbagi kasih dengan sesama yang membutuhkan. Senang bisa berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kami para penyandang tuna daksa, membantu sesama dalam aktivitas sehari – hari di masyarakat. Bantuan yang kami berikan merupakan wujud rasa cinta Telkomsel bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi sesama yang membutuhkan,” ungkap GM Account Payable Management Telkomsel Donna R. Uli Tobing. Kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari komitmen

Telkomsel dalam mewujudkan Good Corporate Citizenship (GCC) sebagai perusahaan yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Seiring dengan kepedulian melayani pasar dan industri telekomunikasi sebagai core business, Telkomsel secara konsisten memberi nilai tambah pada lingkungan dan masyarakat yang selalu mendukung kemajuan Telkomsel. Pada tahun 2010 Telkomsel menyediakan budget Corporate Social Responsibility senilai total lebih dari Rp 26 miliar dengan beragam kegiatan aktivitas sosial kemanusiaan, di antaranya renovasi 60 masjid di lokasi desa terpencil serta pelatihan 100 anak jalanan dan penderita cacat fisik untuk menjadi teknisi ponsel. Mem-

berikan bantuan pada upacara Ngaben di Bali, menyumbangkan buku – buku sekolah elektronik mata pelajaran Bahasa Inggris ke 49 sekolah SMP di Jawa Timur. Dan baru – baru ini mendirikan Posko Peduli untuk melayani dan membantu para korban pasca letusan Gunung Sinabung Sumatera Utara dimana sebelumnya Posko Peduli juga didirikan saat gempa di Padang, Sumatera Barat dan banjir bandang di Trenggalek Jawa Timur, serta dua hari ini menggelar Bakti Sosial Masyarakat di Yogyakarta. Saat ini Telkomsel memiliki tim satuan khusus dengan nama TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) . Apabila terjadi bencana alam, tim ini akan secara sigap melakukan beragam aktivitas. (*)

Kaisar Motor Luncurkan Produk Tangguh Triseda XP (Extra Power)

ANNISA’UL KHAERIYAH/RADAR PEKALONGAN

FOTO BARENG - Kepala Bank Tabungan Negara Cabang Pekalongan (tengah), saat foto bareng bersama empat orang pemenang.

pan kami (BTN) Tabungan eBatara Pos semakin diminati oleh masyarakat Pekalongan, Tegal, Brebes, Pemalang dan sekitarnya,” kata Hary dalam sambutannya. Dia menambahkan, prestasi Kantor Pos di bawah binaan BTN cukup baik, dengan wilayah yang cukup luas. “Selama ini, baik nasabah sendiri atau pihak Kantor Pos selalu mendapatkan hadiah. Bagi nasabah yang saat ini beruntung mendapatkan hadiah sepeda motor, terus tingkatkan saldonya. Siapa tahu ke depan bisa men-

dapatkan mobil,” ungkapnya. “Saya mengucapkan selamat kepada pemenang dan terima kasih atas kepercayaan bapak atau ibu sekalian karena telah menggunakan Tabungan eBatara Pos ini. Produk Tabungan e-Batara Pos ini, sebetulnya hampir sama dengan produk-produk BTN yang lainnya, hanya saja nasabah bisa mengambil tabungannya di Kantor Pos. Nasabah juga bisa mengambil tabungannya melalui ATM. Mudah-mudahan ke depan bisa dengan online Visa,” tambah Hary. (ica)

BREBES - Satu lagi bukti komitmen Kaisar Triseda Motor untuk terus berinovasi mengembangkan produk-produk bermutu yang mengerti dan menjawab kebutuhan konsumen, Kaisar Triseda keluarkan produk teranyarnya. Sepeda motor roda tiga yang diberi nama Triseda XP (Ekstra Power) merupakan produk baru yang memiliki kelebihan-kelebihan dari produk sebelumnya. Menurut Direktur Cahaya Murni Kaisar, Dealer Sepeda Motor Kaisar Klampok Brebes, Hadi Santoso, Triseda XP dihadirkan dengan keunggulankeunggulan pada sepesifikasi teknik, sistem elektrik, mesin, rangka hingga kapasitas muatannya. Selain tromol rem yang lebih besar, Triseda XP juga memiliki gardan dengan extra power gear. Selain itu ditunjang oleh engine 150 cc yang mem-

buatnya hemat BBM, water cooling system hingga memiliki idependent dual shock system yang membuatnya lebih tangguh dan stabil. “Baknya juga lebih panjang, yaitu 160 centimeter bisa memuat lebih banyak. Apalagi didukung oleh mesin yang canggih, Triseda XP akan mampu melaju dengan stabil meski membawa beban hingga 8 kuintal dan menanjak sekalipun,” ujar Hadi. Dengan ketangguhannya, Tridesa XP, menurutnya, akan bisa menjawab kebutuhan transportasi, jasa maupun usaha niaga yang membutuhkan distribusi yang banyak. “Ini sangat tangguh dan cocok untuk petani, pedagang maupun profesi lainnya,” lanjutnya. Sebab, type baru Triseda XP ini memang dirancang untuk pekerjaan yang lebih berat. Dengan tenaga ekstra. “Triseda

sanggup menempuh medan berat dan beban muatan yang lebih berat dibanding dengan yang lain,” ujarnya. Produk bermutu ini ditawarkan dengan harga promo pada bulan Juni sd Agustus 2010, yaitu sekitar Rp 20 juta 5 ratus ribu.

“Selain produknya unggul, kami juga menyediakan garansi hingga perlengkapan suku cadangnya,” imbuh Hadi. Triseda XP bisa anda dapatkan: di Cahaya Murni Kaisar, Jl. Raya Klampok 208 Brebes, Telp. 0283-3337689, SMS 24 jam: 0819 3181 6618 (adv)


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0284) 323 575 / SMS ke 0852.2651.7726

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

Pasar Tiban Segera Ditangani Tidak Ada Pemasukan Untuk Pemda

SUMITRO / RADAR PEMALANG

PENGHARGAAN – Kepsek SMA N 1 Comal, Drs Supaat MPd, tengah menyerahkan penghargaan kepada siswa-siswinya, Senin (27/9).

ADA yang berbeda dalam pelaksanaan Upacara Bendera di SMA N 1 Comal, Senin (27/ 9) kemarin. Karena dalam upaya mendisiplinkan anak didik dan menumbuhkan jiwa nasionalisme tersebut, pihak sekolah menyerahkan penghargaan yang diraih siswa-siswinya di tingkat nasional, propinsi, dan kabupaten. Terhitung ada 20 anak yang meraih penghargaan bergengsi di

PEMALANG - Kegiatan pasar tiban di tengah masyarakat merupakan potensi pemasukan daerah yang menguntungkan. Kegiatan tersebut akan ditangani serius oleh Satpol PP agar kejadian seperti di alun-alun pada lebaran 2010 kemarin tidak

terulang. Ada beberapa potensi yang berdasarkan peraturan dapat dibebani retribusi untuk pemasukan daerah. Kepala Satpol PP Cipto Leksono SIP melalui Kepala TU Dwi M SE mengemukakan, persoalan pasar tiban di alunalun pada Lebaran 2010 kemarin membuat instansinya merasa risih. Karena persoalan tersebut mengarah pada Satpol PP yang seolah-olah telah ke hal 9 kol 5

Dari Kegiatan SMA Negeri 1 Comal

Raih Prestasi

NASIONAL bidang akademik dan non akademik. Dari lomba Karate Gojukai, Pidato

Bahasa Perancis, MTQ, Olimpiade Sains Nasional, POPDA, Lomba

Cerdas Cermat, hingga raihan ke hal 9 kol 1

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

TINGGALKAN - Salah satu pedagang tiban di alun-alun saat lebaran kemarin masih meninggalkan barang dagangannya meski batas waktu berjualan sudah habis.

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 321614 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

NGENDONG Oleh-oleh Reses PEMALANG – Kondisi jalan rusak yang kini banyak dikeluhkan oleh masyarakat Kabupaten Pemalang, ternyata hingga sampai saat ini masih menjadi tuntutan warga untuk segera diperbaiki. Munculnya tuntutan warga itu dalam bentuk banyaknya usulan masyarakat dok.radar pemalang yang disampaikan dalMuntoha S am acara reses salah satu anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muntoha SH M.Hum yang digelar baru ini di rumahnya. Sehingga persoalan jalan rusak hingga saat ini masih jadi oleh-oleh hasil reses anggota dewan. “Jalan rusak sampai saat ini masih jadi usulan warga, untuk segera diperbaiki,” kata Muntoha. Hasil reses yang masih didominasi banyak usulan perbaikan infrastruktur, lanjut Muntoha, bukan hanya di kota maupun yang ada di desa. Sehingga dengan kondisi tersebut dewan dituntut untuk bisa memperjuangkannya dalam pembahasan rapat-rapat dewan. Tuntutan warga perbaikan infrastruktur akan dijadikannya bahan masukan dalam laporan hasil reses dewan yang nantinya akan disampaikan ke eksekutif. Kendati demikian untuk bisa memenuhi tuntutan warga, tidak semua masukan dapat dipenuhi, karena banyak hal yang perlu dikaji seperti kajian prioritas pembangunan. (mg1)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

SERAHKAN - Pejabat Ketua BEM lama Dwi Agustina Ani (kanan) menyerahkan jabatannya ke Ketua baru Tarmidi.

BEM-BPM STIE Assholeh Diserahterimakan PEMALANG - Mahasiswa STIE Assholeh Pemalang kembali menggelar kegiatan untuk menghidupkan kampusnya. Mereka melakukan pelantikan dan serahterima jabatan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Acara berlangsubg di lantai dua kampus tersebut dengan saksikan Ketua STIE Assholeh Santi Suciningtyas SE. Pejabat BEM yang baru, Tarmidi mengemukakan, dirinya akan mengajak mahasiswa untuk ikut menyumbangkan pikiran dalam menyusun program kerja. Selain itu juga ingin agar mahasiswa terlibat dalam melaksanakan program tersebut. “Percuma kalau kita punya program namun tidak apat melaksanakanannya dengan baik karena ke hal 9 kol 1

Kakek Tewas Terpanggang PEMALANG - Seorang kakek ditemukan tewas dengan tubuh gosong di perkebunan tebu yang baru saja terbakar. Dia ditemukan warga yang menyaksikan kebakaran tersebut di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Senin (28/9) siang kemarin. Kakek yang diketahui bernama Taswadi (70) warga Desa Paduraksa RT 3 RW 6 Kecamatan Pemalang itu dimakamkan sore harinya oleh keluarga di pemakaman umum desanya. Informasi yang dihimpun Radar menyebutkan, Taswadi dikenal oleh lingkungannya sebagai petani yang ulet. Di tengah usianya yang uzur ini, kakek ini masih aktif menengok sawahnya. Senin kemarin dia berjalan kaki menuju sawahnya berniat untuk membakar limbah

CMYK

tebu yang terdiri dari daun kering (klaras red). “Saat itu sudah ada warga yang bernama Darya mengingatkan agar kakek tidak perlu membakar limbah tebu,” kata keluarga korban, Andi Rustono (40). Namun peringatan dari Darya tersebut tidak dihiraukan dan Taswadi nekat membakar limbah tersebut. Karen angin bertiup tak terarah, pembakaran limbah yang dilakukan di sawah miliknya menjalar ke perkebunan tebu yang ada di dekatnya. “Karena api menjalar ke perkebunan tebu di dekat sawahnya, kakek ini panik dan berusaha memadamkan, mungkin saat itu terperosok ke parit dan jatuh kemudian pingsan sehingga saat api membakar tubuhnya dia tak mampu menyelamatkan diri,” jelasnya.

Taswadi sendiri ditemukan oleh warga yang menyaksikan kebakaran tebu hingga padam. “Warga yang berkerumun itu dari awal menyaksikan kebakaran tebu sampai apinya padam, setelah padam, mereka barumengetahui ada jenazah Taswadi dalam keadaan hangus,” terangnya. Saat ditemukan tubuh korban dalam keadaan gosong pada bagian dada dan muka. Sedangkan bagian belakang kepala dan punggung tidak gosong. Korban ditemukan diatas parit dan dikelilingi abu hitam bekas pembakaran daun tebu. Sementara Kapolsek Pemalang AKP Alkaf Chaniago SH melalui Kanitreskrim Iptu Yusi Adi saat dikonfirmasi wartawan menyatakan tidak ada laporan korban yang terbakar. (ali)


METRO TEGAL

4

RABU 29 SEPTEMBER 2010

RADAR TEGAL

Indikator PHBS Masih Rendah

DEWAN General Cek Up Rp 300 Juta Terlalu Sedikit PELAKSANAAN general cek up anggota DPRD Kota Tegal dipertanyakan. Pasalnya, sampai akhir September ini belum ada kejealasan pelaksanaannya. Apalagi sesuai draf anggaran yang dicantumkan yang pemenang lelang asuransi anggota DPRD PT Bumiputra Muda (Bumida) untuk kegiatan terlalu sedikit yakni hanya Rp 300 ribu. Anggota Komisi I Hj Kunharjanti Selasa (28/9) mengatakan sesuai draf anggaran untuk general cek up anggota DPRD yang disusun PT Bumida terlalu sedikit. Menurutnya, kalau anggarannya hanya Rp 300 ribu, bukan general cek up. Tapi itu anggaran untuk pemeriksanaan dokter spesialis biasa. “Kami minta Setwan mempertanyakan soal pelaksanaan general cek up, kalau anggaran hanya Rp 300 ribu tidak mungkin cukup. Ini perlu, karenaa saat ini sudah akhir bulan September,” kata Kunharjanti. Hal senada disampaikan anggota Komisi I lainnya H Harun Abdi Manap. Sesuai pengalaman pada tahun sebelumnya atau pada pelaksanaan general cek up anggota DPRD Kota Tegal periode 20042009, tambah dia, pemenang lelang saat itu pelaksanaan general cek up dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari jantung, ginjal, mata, hati, paru-paru, serta pemeriksaan lainnya. “Kami minta Setwan secepatnya berkoordinasi dengan PT Bumida, untuk pelaksanaan general cek up. Ini penting, untuk mendeteksi kesehatan anggota DPRD secara menyeluruh,” tutur Harun. Kasubag Humas dan Protokol Setwan Budi Priyanto mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Bumida selaku pemenang lelang asuransi anggota DPRD dan dalam waktu dekat akan dilakukan pelaksanaan general cek up. Untuk mempermudah, pelaksanaan general cek akan dilakukan bersama-sama. Bukan satu persatu anggota DPRD, sehingga anggota DPRD jangan khawatir soal pelaksanaan general cek up. Apalagi soal pelaksanaan general cek up sudah ada kontraknya, meliputi semua unsur pemeriksaan yang telah ditentukan. “Kami rasa soal anggaran itu urusan teknis PT Bumida, yang penting pelaksanaan general cek up harus menyeluruh. Dan itu kewajibannya, kalau memang dalam pelaksanaan tidak dilakukan general cek up secara menyeluruh maka anggota DPRD bisa protes. Soal nantinya biayanya berapa, itu tanggungjawab PT Bumida,” ungkap Budi. (hun)

PROGRAM TakFair,PedagangKimplingNgadu SEJUMLAH pedagang di Pasar Kimpling di Jl Teuku Cik Dik Tiro Kelurahan Bandung Kecamatan Tegal Selatan Selasa (27/9) malam ramai-ramai mendatangi rumah anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal Rofi’i Ali. Kedatangan mereka untuk mengadukan adanya persoalan dalam pembagian jatah kios di pasar tersebut yang dinilai tak fair dan disinyalirada ‘main’. Menurut Rofi’i Ali, sesuai aduan dari para pedgang, dalam pembagian kios terendikasi ada permainan. Sebab, dalam proses pengundian ada ketentuan perjanjian yang dibuat oleh instansi terkait menyatakan, bagi pedagang yang sudah dapat kios, harus melepas lapak yang dimilikinya. Namun dalam kenyataannya, sesuai dengan laporan dari para pedagang, ada sejumlah pedagang yang mendapatkan kios tetapi tidak mau melepas kiosnya. Bahkan, ada yang menyewakan kepada pedagang lain. Menurut Rofii, terkait masalah tersebut seharusnya Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan menegakan aturan yang telah disepakati. Karena, hal itu menimbulkan kerancuan dan kecemburuan terhadap pedagang lain. “Kami akan meminta kepada Komisi II DPRD yang membidangi masalah pasar, untuk memberikan teguran kepada Disperindag terkait masalah ini. (hun)

HASIL pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal 2010 secara garis besar melampaui tarjet yang ditentukan. Meski begitu jika diurai per item indikatornya ada lima yang masih dibawah standar. Plt Kepala Dinkes dr Abdal Hakim Tohari Sp RM MMR mengatakan salah satu faktor dominan yang mempengaruhi derajat kesehatan masayarakat adalah perilaku. Guna mengukur perilaku kesehatan masyarakat, Dinkes dibantu para kader kesehatan melaksanakan pendataan PHBS dan sehat tatanan rumah tangga. “Sasaran pendataan adalah Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di wilayah Kota Tegal dengan jumlah 57.171. Hasilnya 87 persen dari total KK yang didata masuk dalam kategori sehat utama dan paripurna,” katanya dalam acara Pertemuan Saresehan PHBS di

ADI MULYADI/RATEG

LAMPAUI TARJET - Hasl pendataan PHBS tahun 2010 melampaui tarjet standar program Tegal Sehat 2010.

ruang rapat lantai 2 Setda, Selasa (28/9). Jika dibandingkan dengan hasil pendataan tahun sebelumnya ada peningkatan 2,5 persen. Karena pada tahun 2009 tingkat PHBS masyarakat hanya mencapai 84,5 persen, sedangkan tahun 2010 hasil pen-

dataannya 87 persen. “Ini cukup menggembirakan mengingat PHBS juga menjadi salah satu pilar pencapaian program Tegal Sehat 2010.” Namun, lanjut Abdal Hakim, meski capaian PHBS secara komposit menunjukan hasil cukup memuaskan, apabila diurai

per item masih ada beberapa indikator yang belum memenuhi harapan. Diantaranya perilaku pemberian ASI ekslusif masih rendah, kebiasaan merokok pada anggota keluarga. Kemudian kebiasaan membuang sampah, kurangnya aktifitas fisik atau olah raga di masyarakat, serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang belum optimal. “Ini menjadi tugas kita semua, untuk meningkatkan capaian kinerja PHBS. Khususnya pada item-item yang disebutkan tadi,” ujarnya. Dijelaskan, rendahnya capaian indikator kebiasaan merokok di masyarakat, berisiko pada peningkatan angka kesakitan penyakit paru kronik dan cardio vascular diseases. Sedangkan perilaku PSN yang rendah, akan meningkatkan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan kurangnya kesadaran pemberian ASI ekslusif berdampak

pada rendahnya daya tahan, tumbuh kembang, serta kecerdasan bayi. Kasi Promosi Kesehatan (Promkes) Yuli Prasetya menambahkan, pendataan PHBS dilaksanakan pada Juni dan Juli lalu. Menurutnya tarjet PHBS sesuai standar Tegal Sehat 2010 adalah 86 persen. Realitanya hasil pendataan menunjukan angka diatasnya, yaitu 87 persen. “Artinya ada peningkatan dari tahun lalu. Sehingga diharapkan dengan tingginya PHBS, masalah kesehatan dan penyakit berbasis perilaku dapat dicegah atau diminimalisasi,” katanya. Yuli menerangkan jumlah kader yang melaksanakan pendataan sebanyak 1.057 orang. Sedangkan tamu yang hdir dalam acara saresehan ini di antaranya Camat se-Kota Tegal, kepala Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan serta ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tegal dan Kecamatan. (adi)

Retribusi Sampah Turun Drastis

ADI MULYADI/RATEG

SEADANYA – Meski dengan peralatan sederhana, gitar buatan Didi tak kalah kualitasnya dengan gitar bermerk.

Kualitas Gitarnya Oke Juga MUNGKIN anda tidak asing lagi melihat alat musik jenis petik yang bentuknya mirip dengan body seorang perempuan. Ya... gitar akustik. Alat musik tersebut belakangan ini digandrungi semua kalangan. Dari mulai usia anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua. Alat tersebut juga termasuk piranti musik yang merakyat. Sebab, penggunanya tidak hanya orang yang berduit saja, tetapi para gelandangan dan anak jalanan pun memiliki dan mahir memainkannya. Dan seiring berkembangnya zaman, alat tersebut muncul dengan berbagai macam merk. Dari mulai merk Yamaha, Osmond, Fender, Allegro, Ibanez dan lain sebagainya. Gitar-gitar akustik itu dibuat dari pabrikan maupun dari home industri. Bicara tentang itu, di wilayah Jawa Tengah daerah yang terkenal sebagai industri pembuatan gitar adalah Solo. Sebagian besar warga Solo mahir dalam membuat gitar akustik baik yang berbentuk biasa sampai

dengan bentuk yang disesuai dengan permintaan pembeli. Lalu apakah memang hanya di kota itu saja yang mampu membuat gitar akustik? Jawabnya tidak. Sebab masih ada daerah lain di Jateng yang bisa memproduksi alat musik petik itu, yakni Kota Tegal. Meski dikenal sebagai wilayah pesisir dengan masyarakatnya yang rata-rata bermata pencaharian nelayan dan pemilik warteg. Kota Tegal tak mau kalah dengan Solo. Itu bisa dibuktikan di home industri milik Didi Purnomo (36) di Jl Kapten Ismail Gg Anggur I No. 38 RT 4 RW 6 Kraton Tegal Barat. Berawal dari kecintaannya bermain gitar sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD), Didi belajar otodidak tentang bentuk dan komposisi gitar akustik. “Rasa ingin tahu bagaimana membuat sebuah gitar saya perdalam sampai lulus SMA. Selain belajar sama kakek yang juga ahli memainkan dan mereparasi gitar, saya juga belajar pada teman kakek yang juga

tukang reparasi gitar,” katanya. Awalnya dia mempraktekkan ilmu yang didapat dengan membuat satu atau dua gitar akustik dan ukulele. Namun sepeninggal kakeknya, Dia memberanikan diri membuka usaha kecil-kecilan dirumah. Yakni menerima service gitar akustik, elektrik dan pesanan pembuatan gitar. Pertama order datang dari lingkungan rumah sekitar yang membutuhkan reparasi gitar. Lambat laun, pelanggan dari luar baik perorangan atau pemilik rental musik datang untuk mereparasi ataupun memesan gitar akustik buatanya. “Untuk sekedar reparasi tanpa mengganti onderdil harganya hanya Rp 25.000 – Rp 30.000. Sedangkan untuk reparasi dengan mengganti spare part, ongkos saya tambahkan pada biaya pembelian onderdilnya saja,” aku Didi. Jika pesan gitar akustik, Dia memberikan harga Rp 100 – Rp 150 ribu per gitar, dengan model biasa atau standar. (adi mulyadi)

PENERAPAN sistem pembayaran listrik online atau PPOB ternyata sangat berpengaruh dengan pendapatan dari sektor retribusi sampah. Buktinya, dengan penerapan sistem PPOB retribusi sampah pada perubahan APBD 2010 mengalami penurunan sangat drastis. Yakni dari target awal sebesar Rp 184 juta dalam perubahan APBD retribusi sampah hanya Rp 57 juta atau turun sebesar Rp 127 juta. Hal serupa terjadi pada retribusi terminal dan parkir tepi jalan umum, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) menyatakan tak mampu memenuhi target pendapatan Rp 500 juta. Ketua Komisi III DPRD HM Nursholeh Selasa (28/9) mengatakan sesuai target awal, yang tertera dalam APBD murni tahun 2010 retribusi sampah sebesar Rp 184 juta. Namun Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) tak siap, dengan penerapan pembayaran listri m,elalui sistem PPOB. Sehingga yang terjadi, retribusi sampah tak bisa melakukan penarikan retribusi sampah pada masyarakat yang membayar listrik. Saat pembayaran listrik melalui Kantor PLN, dan KUD. Diskimtaru menyiapkan petugas di kantor tersebut, untuk memungut retribusi sampah. Namun saat ini Diskimtaru tak memiliki trobosan, pendapatan retribusi sampah yang seharusnya bertambah justru berkurang drastis. Karenanya memanfaatkan waktu yang hanya tinggal 3 bulan lagi, pihaknya minta Diskimtaru melakukan terobosan cepat. Sehingga penurunanan tak separah ini, yakni turun sekitar Rp 127 juta dari target awal Rp 184 juta. “Kami minta Diskimtaru harus bermitra dengan PPOB yang ada, sehingga pembayar listrik langsung ditarik retribusi sampah. Soal teknis bagi hasilnya, kami rasa tergantung ke-

sepakatan kedua belah pihak. “Langkah ini kami rasa lebih efektif dan efesien, jika dibanding kalau Diskimatru harus menugaskan di PPOB. Soal belum adanya jawaban dari PLN UPJ Tegal, kami rasa Diskimtaru harus lebih pro aktif,” kata Nursholeh. Anggota Komisi III Rofii Ali mengungkapkan sesuai hasil pertemuan dengan Diskominfo, ternyata pendapatan retribusi terminal Kota Tegal mengalami penurunan mencapai Rp 51.897.000. Kondisi demikian terjadi disebabkan karena banyaknya masyarakat yang kini beralih memilih jasa transportasi dari bus ke kereta api. Namun alasan ini dinilai tidak relevan. Sebab, saat menyampaikan penjelasan tersebut instansi terkait tidak melengkapi data rinci jumlah penumpang bus yang beralih ke kereta api. Menurut Rofii, pada tahun lalu jumlah pendapatan retribusi terminal mencapai Rp 1.036. 375.00. Sedangkan, saat ini hanya sekitar Rp 984.478.000. Dengan demikian, terjadi penurunan pendapatan restribusi sebesar Rp 51.897.000. “Terkait masalah ini kami berencana akan mengundang kembali instansi terkait untuk meminta penjelasan secara rinci, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan yang mengarah pada hal yang negatif,” ungkap Rofii. Dijelaskan Rofi’i, selain masalah tersebut dalam kesempatan itu juga dipertanyakan tentang retribusi parkir di tepi jalan umum. Ternyata dari instansi terkait tidak berani menaikkan target pendapatan dari retribusi parkir. Padahal, selama ini jumlah kendaraan setiap tahun terus bertambah dan tempat-tempat keramaian semakin banyak. “Apabila dilakukan pengelolaan secara baik, kami yakin pendapatan retribusi melebihi target yaitu sekitar Rp 500 juta,” ujarnya. (hun)


SAMBUNGAN

RABU 29 SEPTEMBER 2010

9

RADAR TEGAL

Taufik Hidayat Tunggu Kasasi PEMALANG - Kasus pembunuhan di Sirkuit Widuri pada tahun 2008 yang lalu selesai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pemalang. Dua terdakwa dihadapkan di depan majelis hakim pimpinan Beslin Sihombing SH. Satu orang divonis seumur hidup yakni Taufik (26) dan satu lainnya Slamet Haryanto (22) divonis dua puluh tahun penjara. Terhadap vonis ini Taufik Hidayat menyatakan banding. Namun demikian putusan Hakim Pengadilan Tinggi(PT) Jawa Tengah menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Pemalang yakni hukuman penjara seumur hidup. Terhadap putusan ini keluarga Taufik tidak terima dan meminta Taufik untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Berkas kasasi sudah dikirm sejak lama dan tinggal menunggu keputusannya. Pengacara Taufik, Ali Supriyadi SH menyatakan optimis dalam putusan kasasi akan terjadi pengurangan hukuman terhadap kliennya. “Taufik divonis oleh PN seumur hidup sedangkan kami mengajukan banding dan putusannya mengecewakan karena menguatkan putusan PN, sementara keluarga Taufik tidak menghendaki sehingga kami mengajukan kasasi,” jelas dia, Selasa (28/9). Ali menegaskan, kalau saja putusan dari PT adalah 20 tahun penjara, keluarga akan menerimanya. Dia berharap terjadi pengurangan hukuman

atas diri kliennya dalam tingkat kasasi. “Saya perkirakan bulan depan kasasi sudah turun dan terjadi pengurangan hukuman, jangan seumur hidup,” tandasnya. Sebelumnya diberitakan Radar dalam suasana lebaran tahun 2009 yang lalu dua dari DPO polisi berhasil dibekuk, salah satunya ditangkap di daerah Depok Jawa Barat. Mereka adalah pelaku pembunuhan di sirkuit Widuri setahun sebelumnya dengan korban anak juragan ikan kering warga Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang. Kedua pelaku yang ditangkap polisi ini adalah Taufik (26) warga Kelurahan Kebondalem dan Slamet Haryanto (22) warga Kelurahan Pelutan yang masih tetangga korban. Ironisnya pembunuhan ini sudah direncanakan oleh keduanya dan tempat perencanaan tak tanggung-tanggung di depan Masjid Agung Alun-alun Pemalang. Keduanya melakukan pembunuhan dengan motif butuh uang untuk menutup hutang salah satu dari mereka. Korban adalah Irfanudin warga Dukuh Pekunden, Kelurahan Pelutan. Dia menggunakan sepeda motor pinjamannya ke teman yakni sebuah Tossa G 4983 VD. Namun di rumah tetangganya itu dia tak menjumpainya sehingga menyusul ke tempat kerjanya di depot ikan Kelurahan Widuri sekitar pukul 17.00 WIB. Sedangkan Taufik memilih menunggu di sirkuit Widuri.

SUMITRO / RADAR PEMALANG

JASA PERAHU - Warpu (24), jasa penyeberangan perahu Sungai Kali Comal di Dukuh Karangsambung Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, tengah menyeberangkan warga, kemarin.

Warga Harapkan Keseriusan Pemerintah

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

PERAGAKAN - Taufik saat peragakan adegan menusuk leher korban dalam rekonstruksi.

Keduanya kemudian pergi menuju ke sirkuit dengan menggunakan sepeda motor milik korban, Honda Megapro G 6573 RD. Mereka sudah ditunggu Taufik, namun sebelumnya sempat membeli sebotol minuman keras. Di lokasi sirkuit sekitar pukul 21.30 WIB korban dan kedua terdakwa meminum minuman keras, satu jam kemudian aksi pembunuhan itu dilakukan. Saat baru tertangkap polisi kepada Radar Taufik mengaku

dihadiahi timah panas petugas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Dia beralasan kaget ketika kedatangan tim buser ini. Barang bukti yang diamankan bersama keduanya adalah sebuah sepeda motor merk Tossa, sebilah pisau lipat, botol miras, botol fanta, sebungkus rokok, HP korban dan dua HP lainnya. Taufik sendiri saat ini berstatus sebagai tahanan titipan di rumah tahanan negara (rutan) Pemalang. (ali)

BEM-BPM STIE Assholeh Diserahterimakan dari halaman 3 tanpa dukungan dari temanteman mahasiswa,” kata dia saat menyampaikan pidatonya. Serah terima pejabat BEM dilakukan dari pejabat ketua yang lama Dwi Agustina Ani S ke pejabat baru Tarmidi yang ditandai dengan penandatanganan BAP dan penyerahannya. Sebelumnya acara dida-

hului dengan pengambilan sumpah jabatan pengurus DPM dilanjutkan dengan serah terima dari pejabat Ketua BPM lama, Ardiyanto ke pejabat Ketua yang baru Bejo Ambar Purwito. Dalam kesempatan tersebut Pembantu Ketua 3 Ali Imron MSi menilai motivasi mahasiswa dalam berorganisasi masih rendah. Ini berpengaruh pada kegiatan organisasi kema-

hasiswaan.Untuk itu dia meminta kepada mahasiswa untuk aktif dalam organisasi BEM dan DPM serta kritis terhadap dunia luar. BEM DAN DPM adalah mitra kerja organisasi. “Kalau mahasiswa aktif berorganisasi, punya motivasi yang tinggi dan mampu mengkritisi dunia luar maka kehidupan kampus ini akan terdengar keluar kampus,” ujarnya.

Santi Suciningtyas Ketua STIE Assholeh mengemukakan agar mahasiswa tidak hanya aktif dalam akdemik saja namun harus diimbangi dengan aktif dalam organisasi. Kepada Ketua BEM dan DPM yang terlantik Santi berpesan agar keduanya bisa berkomunikasi dengan baik sehingga organisasi yang dijalankan bisa mencapai tujuannya. (ali)

Juara III, Rachmat Afandi (XI IPA3) Juara III. Sedangkan di tingkat propinsi pada kejuaraan yang sama, masing-masing Nur Dinda (XI Bahasa) Juara I, Dayu Wulandari (XII IPS2) Juara II, Fatikha Rizdiana (XI IPS1) Juara III, dan Hana Septiana (XII IPA1) Juara III. Untuk raihan Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten Pemalang, ada nama Khusnul Khotimah dan Nabila yang sama-sama meraih Juara I pada OSN Kimia dan Astronomi. Dua nama lainnya yakni Nur Afifah (Biologi) dan Ahmad Dimyati (Komputer), dimana keseluruhan siswa pada Lomba OSN ini adalah siswa kelas XII IPA. “Siswa kami juga meraih

Juara II pada Lomba Bahasa Perancis tingkat propinsi,” terang Supaat, didampingi Humas SMA N 1 Comal, Hardjono Rosyid SPd. Di bidang akademik semester II Tahun Ajaran 2009/2010, Kori Ning Retnani, Ratih Hantari, Khamilda, dan Tri Agustina, berhasil meraih rangking I. Atas raihan ini, keempatnya dibebaskannya pembayaran SOP selama satu semester. “Selain piagam penghargaan, kami juga memberikan dana pembinaan dan beasiswa bagi mereka. Dimana besarannya menyesuaikan dengan tingkatan kejuaraan yang diraih,” tandas dia kepada Radar. (cw2)

Raih Prestasi Nasional dari halaman 3 rangking I empat anak didiknya dibidang akademik. Kepala Sekolah SMA N 1 Comal, Drs Supaat MPd, dalam amanat upacara menyampaikan, raihan prestasi yang ditorehkan hendaknya dijadikan acuan dan semangat bagi siswa-siswi lainnya. Bahwa untuk meraih prestasi dibutuhkan semangat lebih dengan belajar secara sungguh-sungguh, rutin dan berkelanjutan. Selain itu juga adanya dukungan dari berbagai pihak, baik siswa bersangkutan, pihak sekolah, maupun dukungan dari orang tua siswa. “Setiap program yang kami canangkan, dila-

kukan secara berkesinambungan. Dari perencanaannya, pelaksanaan, hingga target yang hendak dicapai,” tutur Supaat seusai upacara kepada Radar. Pihak sekolah sendiri senantiasa mendorong pelaksanaan program tersebut dengan melakukan evaluasi rutin. Sejauh mana program pengembangan bakat dan potensi anak didiknya dilakukan oleh guru pembimbing atau pelatih, serta keseriusan anak didik dalam mengikutinya. Disebutkan, beberapa siswa yang meraih prestasi di tingkat nasional antara lain Danu Prabowo (XI IPA4) dengan raihan juara I, Atika Larasati (XI IPS2)

ULUJAMI – Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Comal dan Ulujami, berharap kepada pemerintah untuk membangun jembatan penghubung. Karena mobilitas warga yang terbelah Sungai Kali Comal, selama ini kerap terganggu. Apalagi sejalan dengan tidak menentunya cuaca, sehingga berakibat pada dampak mobilitas mereka. “Kalau daerah atas hujan, saya terpaksa mencari perahu penyeberangan yang menggunakan mesin,” tutur Sardiyah (53), warga Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami kepada Radar kemarin. Selain itu, warga yang takut dengan derasnya arus air ada juga yang memilih mengalah dengan melewati Jembatan Comal. Jadahal jarak yang harus ditempuh cukup jauh, sekitar 10 kilometer, dan memakan waktu. Pada saat cuaca panas, lanjutnya, warga bisa menghemat tenaga dan waktunya untuk beraktifitas di desa seberang,

karena bisa menyeberang sewaktu-waktu ada keperluan. Namun karena sering turun hujan, banyak warga yang hendak memelihara tambak, berjualan di pasar, mencari rumput, serta aktifitas ekonomi kerap terhambat. “Sering orang-orang bilang kalau disini (Mojo, red), mau dibangun jembatan. Tapi nyatanya sampai sekarang belum dibangunbangun,” keluh Sardiyah. Dikatakan dia, informasi akan dibangunnya sudah setahun terakhir diperbincangkan warga masyarakat. Sehingga warga terus bertanya-tanya, kapan jembatan penghubung ribuan warga dari Kecamatan Comal, Ulujami, Petarukan, dan Kecamatan Ampelgading tersebut direalisasikan. Warpu (24), warga Dukuh Karangsambung, Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, yang sehari-hari membantu penyeberangan warga kepada Radar menuturkan, pada dasarnya

seluruh warga mendukung apabila pemerintah serius membantu harapan besar masyarakat. “Tidak masalah sepanjang itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat banyak,” kata dia terkait keinginan warga. Jasa perahu penyeberangan, imbuh Warpu, tidak merasa keberatan seandainya pun profesinya dalam membantu penyeberangan warga terancam. Dia bahkan turut mengharapkan dibangunnya jembatan tersebut. Lebih lanjut disampaikan, kepentingan warga dari beberapa kecamatan yang terbelah Sungai Kali Comal cukup tinggi. Hal ini didasarkan kebutuhan warga, dimana sejak pukul 05.00 WIB sudah mulai ada aktifitas penyeberangan hingga pukul 22.00 WIB. “Kalau dihitung ya banyak sekali, mencapai ribuan warga yang menyeberang. Soalnya jasa perahu penyeberangan kan juga banyak di sepanjang Jembatan Comal

Pasar Tiban Segera Ditangani dari halaman 3 mengelola pemasukan dari pedagang yang berjualan di alunalun. “Kami tegaskan bahwa pasar tiban di alun-alun kemarin tidak ditarik retribusi apa-apa oleh anggota Satpol PP. Kejadian di lapangan adalah paguyuban pedagang alun-alun bekerjasama dengan oknum pensiunan PNS mengelola kegiatan tersebut,” jelasnya. Informasi yang dihimpun Radar adalah saat itu alun-alun dibuat petak-petak dan tiap petaknya dijual ratusan ribu rupiah ke pedagang. Sementara untuk pemanfaatan alun-alun itu sendiri paguyuban pedagang tidak meminta ijin ke instansi yang berwenang dalam hal ini DPU. Sementara paguyuban peda-

gang alun-alun, Ali kepada wartawan yang menemuinya mengatakan, penjualan petakpetak itu pada awalnya untuk kesejahteraan anggota paguyuban. Praktiknya petak tersebut setelah dijual ke pedagang dijual lagi ke pedagang lainnya sehingga nilai jualnya semakin tinggi. Di sisi lain penggunaan aset daerah untuk kepentingan tersebut tidak memberikan kontribusi apa-apa ke daerah. Sebaliknya menimbulkan kerusakan pada alun-alun seperti rumputnya mati, dan tanahnya menjadi becek serta di beberapa sudut trotoarnya rusak. Dengan kenyataan ini pada masa mendatang Satpol PP akan bertindak tegas dengan kegiatan pasar tiban dengan menerapkan peraturan yang berlaku. Menurut Dwi kalau sesuai ke-

tentuan yang berlaku penggunaan aset daerah ditarik retribusi sebesar Rp 300 per meter persegi. Kegiatan tidak hanya pada penertiban soal tretribusi namun juga pada ketertiban umum sehingga pedagang berjulan sesuai waktu yang ditentukan tidak melebihi deadline seperti lebaran kematin. Sebelumnya Kepala DPU Ir HM Arifin melalui Sekdin Rusyani DW menyatakan pasar tiban pada lebaran 2010 tidak mendapat ijin dari instansinya, sedangkan penggunaan aset daerah sesuai Perbup nomor 6 tahun 2007 tentang petunjuk atas perda nomor 28 tahun 2002 tentang penggunaan alun-alun untuk berjualan pada hari-hari tertentu dikenakan biaya penggunaan alun-alun sebesar Rp 500 ribu sehari. (ali)

Tak Lagi Gampang Meriang Usianya baru 35 tahun saat diwawancarai, di pengujung tahun 2009 yang lalu. Selain itu, tampilan fisiknya pun masih oke: terlihat gagah dan prima. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan bila kesehatan raga lelaki yang bernama Joni Sujana ini masih belum terganggu secara signifikan. Namun, menurut anak pertama dari tujuh orang bersaudara ini, ada sedikit gangguan yang sering juga membuatnya gusar. Apa itu? “Kadangkadang saya tidak tiap hari BAB,” jawab pria yang masih senang melajang ini. Selain itu, pegawai sebuah perusahaan swasta di Bandung ini mengaku badannya sering juga

meriang bila ia sudah bekerja terlalu berat. Untuk itu, sejak setahun belakangan ini ia rajin mengonsumsi New Mandala 525 setiap hari. Ternyata dengan bantuan kedelai bubuk instan tersebut kesehatan penduduk Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojong Lowa Kaler, Kota Bandung, ini semakin prima. “Buang air besar (BAB) saya sudah lancar dan badan saya tidak mudah meriang lagi,” ucapnya. Untuk selalu fit, asupan gizi mesti selalu terjaga. Bila tidak, ia bisa memberikan dampak negatif bagi seseorang sehingga ia mudah terserang penyakit akibat metabolisme yang tak lagi normal. Salah satu fungsi

isoflavon yang terkandung dalam kedelai adalah untuk melancarkan kembali metabolisme sehingga penyerapan zat-zat gizi diseimbangkannya kembali dengan sistem pengeluaran. Dan bila terjadi toksifikasi atau peracunan dalam tubuh, kandungan karoten susu kedelai akan menetralisiasinya secara bertahap. Selain itu, penyebab badan tidak fit dan penyakit mampir adalah sistem imun yang rendah. Dalam hal ini, isoflavon sangat berperan dalam meningkatkan sistem imun. Karena itu setiap orang, berapa pun umurnya, harus rajin memelihara kesehatannya, termasuk menjaga pola ber-

pikir. Susu kedelai merupakan sumber vitamin B1, B6, dan E, mineral magnesium dan seng, serta asam amino triptofan. Di dalam buku Susu Kedelai,

Susu Nabati yang Menyehatkan dikatakan bahwa senyawasenyawa dan zat-zat tersebut mampu menambah vitalitas, tenaga, dan kualitas tidur seseorang. Dr. Ir. Hery Winarsi, pengarang buku Isoflavon, menulis, isoflavon yang terdapat pada kedelai memegang peranan penting dalam meningkatkan metabolisme dan menjaga kebugaran. Ia merupakan penyusun fitoestrogen, hormon yang sangat berpengaruh pada vitalitas dan daya pikir. Pada kasus di atas, berkurangnya keluhan tentu tak lepas dari peran recovery dan peningkatan sistem imun setelah rutin mengonsumsi isoflavon. Menurut badan

kesehatan PBB, bangsa Jepang dan Cina relatif lebih sehat ketimbang bangsa-bangsa lain akibat kebiasaan mereka mengonsumsi susu kedelai sejak kecil. Meski demikian, menjaga pola hidup sehat tetap dianjurkan untuk dijadikan prioritas utama. Di antaranya adalah selalu berpikir positif, menghindari penyebab penyakit, rajin-rajin berdoa, menghindari stres, tidak merokok, menjauhi alkohol, berolahraga dengan teratur, dan banyakbanyak bertawakal.New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat di-

tunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

MENUJU G1-G2 RADAR TEGAL

10

Berkas Calon Segera Diteliti Untuk Penetapan Bakal Calon

Perihal: Hak Jawab Pemalang, 26 September 2010 Kepada Yth Pimpinan Redaksi Koran Radar Tegal Di TEGAL Salam sejahtera MENCERMATI pemberitaan Koran Radar Tegal Edisi hari Sabtu tanggal 25 September 2010 halaman 10 kolom 3 dan 4 dengan judul “Yugo Programkan Rp 2 M per Desa” ada beberapa bagian yang salah kutip dan karena itu, bersama ini kami sampaikan hak jawab kami sekaligus sebagai klarifikasi kepada publik. Dalam berita dengan judul tersebut di atas pada kolom 4 alenia pertama tertulis “Saya kalau terpilih sebagai bupati Pemalang akan mengalokasikan dana kepada desa Rp 2 M setiap bulan dan untuk kepentingan ini sudah melakukan pendekatan yang luar biasa”. Kutipan tersebut dikesankan sebagai kalimat yang saya ucapkan. Kutipan tersebut, baik secara tekstual maupun substansial, tidak benar. Yang benar adalah bahwa “Saya kalau terpilih sebagai bupati Pemalang periode 20112016 akan mengupayakan dana pembangunan untuk masing-masing desa di Kabupaten Pemalang sebesar Rp 2 Miliar. Dan untuk kepentingan itu saya sudah melakukan upaya dan pendekatan kepada berbagai pihak.” Untuk menghindari misinterprestasi, bersama ini kami jelaskan pula bahwa rencana alokasi dana pembangunan sebesar Rp 2 Miliar untuk setiap desa di Kabupaten Pemalang itu tidak bersifat rutin, baik dalam hitungan bulan maupun tahun. Tapi merupakan dana pembangunan yang akan kami upayakan dari berbagai lembaga keuangan global, terutama dari bank dunia dan Bank Pembangunan Asia. Soal teknis penyaluran dan lain-lain, tentu saja kita tunjuk pada aturan dan ketentuan yang berlaku pada kedua lembaga tersebut. Kebetulan, banyak kolega saya yang kini bekerja di kedua lembaga itu. Dari komunikasi yang rutin kami lakukan dengan beliau-beliau selama ini, ada gambaran bahwa upaya mencari dana pembangunan pedesaan dari kedua lembaga keuangan dunia tersebut hingga jumlah Rp 2 Miliar setiap desa, masih dimungkinkan. Demikian hak jawab ini kami sampaikan. Kami berharap kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini bisa teus ditingkatkan. Terima Kasih. Hormat Kami

PEMALANG – Setelah lima pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati menjalani pemeriksaan kesehatannya selama dua hari di RSUD Dr M Ashari Pemalang. KPU sebelum menetapkan pasangan calon bupati akan segera melakukan pemeriksaan atau meneliti semua berkas balon yang masuk. Adapun hasilnya baru akan diserahkan kepada semua balon pada tanggal 30 September 2010 nanti. Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Pemalang HM Arief Efendi S.Sos saat mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan pasangan balon bupati dan wakil bupati di RSUD Dr M Ashari setempat. “Setelah pemeriksaan kesehatan semua pasangan balon bupati, kami akan segera meneliti semua berkasnya. Hal itu sebagai syarat untuk bisa ditetapkannya sebagai calon bupati dan wakil bupati,” katanya, kepada Radar (28/9) kemarin. Lebih lanjut Arief Efendi mengatakan, sebelum penetapan calon bupati dan wakil bupati pihaknya akan menyerahkan semua berkas persyaratan balon yang telah dilakukan pemeriksaan yaitu pada tanggal 30 September 2010. “Berkas semua balon secara keseluruhan akan diserahkan, apakah nanti memenuhi syarat atau tidak untuk ditetapkannya sebagai calon bupati dan wakil bupati. Termasuk hasil pemeriksaan tim dokter juga akan ikut diperiksa oleh KPU yang juga merupakan salah syarat yang harus dipenuhi,” ujarnya. Dia menjelaskan, dari hasil kerja tim dokter pemeriksa kesehatan balon bupati dan wakil bupati hanya mengeluarkan surat keterangan, yaitu berupa formulir BB4 KWK KPU Jateng yaitu tentang keterangan kesehatan bahwa balon yang bersangkutan setelah dilakukan pemeriksaan kesehatannya itu apakah memenuhi syarat atau tidak untuk ditetapkannya sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati. “Apabila nanti tidak terpenuhinya satu syarat dari sekian banyaknya persyaratan yang ada maka bisa mengugurkan untuk ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati,” jelasnya. (mg1)

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

TES KESEHATAN – Lima pasangan balon bupati dan wakil bupati sedang mengikuti tahapan tes kesehatan di ruang komite medik RSUD Dr M Ashari Pemalang.

Pemimpin Harus Bisa Programkan Pemulihan Lakukan Dakwah Penderita Diabetes PEMALANG – Banyak modal untuk jadi seorang pemimpin daerah, tentunya telah banyak dipersiapkan oleh calon bupati H Junaedi SH MM. Salah satu modal yang harus dimiliki adalah pandai berdakwah untuk memberikan kesejukan kepada masyarakatnya. ”Pemimpin itu harus punya modal pandai berdakwah,” kata Junaedi saat menghadiri acara halal bi halal di gedung GOR Kridanggo baru ini. Menurutnya, untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat seorang pemimpin juga harus pandai menghibur hati rakyatnya dikala sedih dan yang lebih utamanya lagi modal seorang pemimpin harus selalu dekat dengan rakyatnya, sehingga rakyat akan merasa terayomi oleh pemimpinnya. Modal dasar untuk jadi se-

orang pemimpin dari mulai pandai berdakwah, bisa menghibur hati rakyat dan selalu dekat dengan rakyatnya itu, nampaknya banyak terlihat disosok H Junaedi. Terbukti saat dia menghadiri acara warga suka memberikan dakwah kepada masyarakatnya. Selain itu, pandai menghibur yang juga telah ditunjukannya yaitu bisa menyanyi untuk menghibur masyarakat jika didaulat oleh warga untuk menyanyikan lagu. Adapun modal dekat dengan rakyat dalam setiap acara warga dia selalu hadir di tengahtengah warganya baik yang ada di desa maupun di kota. ”Makanya kami jadi seorang pemimpin yang baik modal pandai berdakwah, bisa menghibur dan selalu dekat dengan rakyatnya sudah banyak kami persiapkan,” tandasnya. (mg1)

Paraf Yugo Dwi Jaya

Minta Pemilukada Tetap Kondusif PEMALANG – Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Moga, Sofwan mengemukaan kondisi masyarakat di Kabupaten Pemalang khususnya di wilayah Kecamatan Moga dalam suasana menjelang akan dilaksanakannya pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) masih tetap kondusif. Kondisi semacam ini sangat diharapkan oleh masyarakat, baik saat pelaksanaan maupun sesudah pelaksanaan Pemilukada. “Kondisi masyarakat di Kecamatan Moga dalam suasana Pemilukada sekarang ini masih tetap kondusif,” katanya, kepada Radar, Selasa (28/9). Menurutnya, untuk tetap menjaga situasi yang kondusif, tentunya sangat dipengaruhi oleh peran serta ulama dan

CMYK

pemerintahan yang ada ada di daerah itu. Seperti halnya para tokoh ulama dalam hal ini para kiai agar tetap menjaga netralitas dan pemerintah dalam hal ini para pengawai negeri sipil (PNS) yang ada dilingkungannya juga sama, untuk bersamasama menciptakan situasi yang kondusif. Dia menuturkan, situasi Pemilukada tahun ini jika diamati lebih kondusif dibanding Pemilukada tahun sebelumnya yaitu banyaknya gesek-gesekan yang terjadi baik sebelum dilaksanakan maupun sesudah pelaksanaannya. Seperti terjadinya gesekan antar pendukung balon bupati yang pada akhirnya akan membuat suasana tidak kondusif. “Kami selaku Panwascam berharap Pemilukada kondusif.” (mg1)

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

MENGHIBUR – Calon bupati H Junaedi SH MM sedang menyanyikan lagu untuk menghibur warga masyarakat dalam acara halal bi halal.

COMAL – Guna meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, Puskesmas Purwoharjo, Kecamatan Comal, membuat gebrakan baru, yakni dengan membentuk Kelompok Diabetisi. Program yang dibentuk sejak Juni 2010 lalu ini bertujuan untuk membantu masyarakat, utamanya dalam memulihkan diabetes yang dideritanya. “Pada awal dibentuk, anggotanya hanya beberapa orang saja. Namun lama-lama mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat,” terang Kepala Puskesmas Purwoharjo, Kecamatan Comal, Dr Saptendro, kepada Radar disela-sela kegiatan senam diabetes, Selasa (28/9) kemarin. Dikatakan dia, program pemulihan rutin dilaksanakan setiap Selasa pagi pukul 07.00 WIB. Dimana rangkaian kegiatannya diawali dengan melakukan senam terlebih dahulu. Selepas itu, peserta akan menerima materi-materi dari petugas gizi dalam bentuk penyuluhan, dan pengobatan berkelanjutan sekaligus. Selain itu, pihak Puskesmas juga mengagendakan sharing dengan dokter, perawat, dan petugas gizi yang memang ditugasi mengawal jalannya program tersebut. “Sharing ini gunanya banyak sekali. Karena dari sini akan diketahui apa saja keluhan dan kendala mereka, sehingga petugas kami dapat menindaklanjutinya,” ucap Dr Saptendro. Penyakit metabolisme tubuh, lanjut dia, analisanya dengan melihat kadar gula darah sese-

SUMITRO / RADAR PEMALANG

SENAM DIABET – Puluhan peserta Kelompok Diabetisi Puskesmas Purwoharjo, Kecamatan Comal, tengah mengikuti senam di halaman puskesmas setempat, Selasa (28/9) kemarin.

orang. Yakni kadar gula darahnya melebihi batas normal, antara 80 hingga 120. Penyakit diabetes sendiri dalam penanganannya terbagi ke dalam tiga tipe. Tipe pertama yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap insulin, tipe kedua bergantung insulin pada saat-saat tertentu, dan tipe ketiga yang tidak bergantung pada insulin. “Untuk tipe pertama jarang diderita, tipe kedua prosentasenya sekitar 10 persen, dan tipe ketiga mencapai 90-an persen,” ungkap suami dari Dr Sri Widiastuti ini kepada Radar. Penderita diabetes kategori ketiga, meski tidak bergantung pada insulin bukan berarti bisa seenaknya sendiri dalam mengatur hidupnya. Karena selsel didalam tubuhnya resisten,

atau tidak mau menerima insulin. Padahal keberadaan insulin didalam tubuh mempunyai peran sangat penting, yakni menetralisir kadar gula darah. Insulin sendiri merupakan hormon yang dihasilkan pankreas. “Penderita diabetes, gejalanya pada tubuh sering kesemutan, kalau luka tidak sembuhsembuh, pandangan mata kabur, serta mempunyai kebiasaan makan dan minum banyak.” Untuk mereka yang menderita diabet, Saptendro mengharapkan agar menjaga pola makannya, mengkonsumsi makanan-minuman yang bergizi, menghindari minuman yang manis, serta rutin melakukan olahraga. “Penyakit ini kalau tidak diimbangi pola makan dan olahraga yang cukup.” (cw2)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

RABU, 29 SEPTEMBER 2010

Polisi DIWARNAI Gelar ISAK TANGIS Razia Pisah Sambut Kapolres Tegal

ACARA pisah sambut Kapolres Tegal dari AKBP Wahyu Handoyo SE ke AKBP Drs RZ Panca Putra Simanjuntak yang digelar di Pendopo Kabupaten Tegal berjalan meriah. Namun suasana dan gemerlap lampu pada Senin (27/9) malam itu berakhir dengan isak tangis. Sebab sejumlah anggota maupun keluarga besar Polres Tegal, merasa kehilangan sosok bapak yang bisa memberikan panutan. Pisah sambut itu, selain dihadiri keluarga besar Polres Tegal juga dihadiri unsur Muspida, di antaranya Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM bersama istri, Wakil Bupati Tegal HM Heri Soelistiawan SH MHum bersama istri, Sekda Sriyanto HP bersama istri, Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rojikin AH, sejumlah Ketua Fraksi dan anggoto DPRD. Selain dari Kabupaten Tegal, pisah sambut itu juga dihadiri pejabat dari luar daerah, seperti Wakil Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, serta sejumlah pengusaha di Tegal yang bercampur di ruangan pendopo. Acara diawali dengan sejumlah sambutan dari panitia. Setelah itu, para tamu undangan yang ada juga disuguhi dengan alunan musik dari Hunter Band. Namun acara yang meriah ini berujung dengan isak tangis sejumlah anggota maupun keluarga besar Polres Tegal. Sebab mereka mengaku kehilangan sosok bapak maupun pemimpin yang selama ini dianggap bisa menuntun dan memberikan arahan yang baik. Baik itu persolan dalam tugasnya sebagai pelayan masyarakat, juga sosok saat berada di dalam managemen rumah tangganya. ke hal 9 kol 4

Antisipasi Teroris SLAWI - Berbagai upaya dilakukan jajaran kepolisian Resor Tegal dalam mengantisipasi masuknya teroris. Seperti yang saat ini tengah digencarkan oleh polisi, yang juga melibatkan instansi lain di antaranya Satpol PP, TI, termasuk sejumlah tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas) agar bisa sama-sama memonitoring. “Selain dari Polres Tegal

sendiri, di jajaran tiap polsek yang ada juga kini wajib melakukan patroli maupun razia secara rutin di jalan dengan sasaran sejumlah kendaraan maupun pengendara yang mencurigakan,” kata Kabag Ops Polres Tegal Kompol Nurul Hidayat, kemarin. Menurutnya, razia di jalan ini sasarannya yakni roda empat dan mobil boks yang datang dari arah luar kota saja. Selain surat-surat kelengkapan kendake hal 9 kol 1

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

SALAM KOMANDO - Kapolres Tegal lama AKBP Wahyu Handoyo (kiri) berjabat tangn dengan Kapolres Tegal yang baru AKBP Drs RZ Panca Putra Simanjuntak.

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

PERIKSA - Nampak jajaran semua fungsi kepolisian tengah melakukan razia di Pantura.

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal 0283-3448131

BALANE NYONG Pertimbangkan Izin Pendirian Mini Market BANYAKNYA mini market di wilayah Kabupaten Tegal, membuat para pedagang kecil dan menengah merasa dimatikan usahanya. Pasalnya banyak dari mereka merasa rugi dan terancam gulung tikar akibat banyaknya mini market tersebut. Kondisi ini harus menjadi bahan pertimbangan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) KaDOK.RATEG bupaten Tegal dalam Lutfi permohonan perizinan pendirian mini market kembali. Hal itu dikatakan pengamat ekonomi Lutfi kepada Radar Selasa (28/9) kemarin. “Saat ini masih banyak rencana pendirian mini market di beberapa tempat. Padahal menurut saya, adanya mini market itu tidak menjadikan masyarakat Tegal lebih sejahtera, karena dengan adanya mini market justru menjadikan pedagang-pedagang kecil dan menengah tersingkir,” kata Lutfi. ke hal 9 kol 4

Kodim Gelar Pelayanan KB Gratis MARGASARI - Menjelang Peringatan HUT TNI yang jatuh pada 5 Oktober mendatang, jajaran personel dari Kodim 0712 Tegal Selasa (289) kemarin merangkul Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal menggelar pelayanan KB secara gratis. Sedangkan tujuan dilakukan pelayanan ini, diharapkan masyarakat bisa melanjutkan program pemerintah dengan dua anak cukup. Sementara pelayanan dan kegiatan yang dimotivatori Kodim 0712 Tegal yang merangkul Dinkes ini bertempat di Puskesmas Margasari yang berlokasi persis di depan kantor Koramil Margasari. Dalam kegiatan karya Bhakti TNI ini juga dipantau langung oleh Pabandya (Perwira Pembantu Madya) Bakti TNI Kodam IV Diponegoro, Letkol Kavaleri Puji Setiono, termasuk pegawai BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) Provinsi Jateng. Sedangkan selain melakukan pemantauan secara langsung juga melalukan upaya memberikan memotivasi penyuluh KB dan anggota Babinsa (Bintara Bina Desa). “Kami turun ke bawah juga untuk memotivasi Babinsa terus memacu target pencapaian KB. Sebab selama ini, pencapaian akseptor baru KB di Kabupaten Tegal hanya sekitar 58 persen,” kata Letkol Kavaleri Puji Setiono didampingi Kepala Seksi Jaminan KB BKKBN Provinsi Jateng, Agus Pujianto. Menurutnya, angka itu masih berada dibawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang ke hal 9 kol 4

DPRD Pantau Proyek Pembangunan SLAWI – Komisi III DPRD Kabupaten Tegal yang dimotori Wakil Ketua Komisinya, Sahyudin Selasa (28/9) kemarin meninjau sejumlah proyek pembangunan, di antaranya pembangunan GOR Indoor dan Pembangunan Masjid Jami Procot. Dari peninjuan itu jika kegiatan masih bisa dilanjutkan, namun ada sejumlah catatan seperti perbaikan pasangan beton untuk tribun pada GOR Indoor agar lebih diperkuat. “Kami kira kegiatan bisa terus dilanjutkan, kalaupun sedikit perbaikan untu diperkuat pasangan beton pada tribun, rekanan harus melaksanakan. Jika tidak, Komisi kami akan bersikap,” kata Sahyudin, didampingi sejumlah anggota Komisi III lainnya kepada Radar. ke hal 9 kol 1

CMYK

M GHONI/RADAR SLAWI

TINJAU KEGIATAN – Komisi III DPRD Kabupaten Tegal tengah meninjau sejumlah kegiatan, di antaranya pembangunan GOR Indoor.


SAMBUNGAN

RABU 29 SEPTEMBER 2010

9

RADAR TEGAL

Dipenjara, Sering Diajak Ba’asyir Salat

MASAYU ANASTASIA

Belum Niat Tambah Anak

DITAHAN dalam satu rutan, Ustad Abu Bakar Ba’asyir dan Nazriel Irham alias Ariel seringkali bertemu dan melakukan aktivitas bersama. Bahkan, Ba’asyir sering menasehati mantan vokalis peterpan itu untuk tobat dan salat. “Saya sering nasehati ariel, supaya bertaubat dan menjalankan salat lima waktu. Kalau sekarang, Ariel sudah rajin menjalankan ibadah salat lima waktu,” kata Ba’asyir seperti yang ditirukan asisten pribadinya, Hasyim Abdullah saat ditemui di Bareskrim, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (28/9). Menurut Hasyim, Ba’asyir sering melakukan aktivitas bersama Ariel di dalam tahanan. Terutama dalam urusan beribadah.

PASANGAN selebritis, Masayu Anastasia dan Lembu ‘Club 80’s’ telah dikaruniai seorang anak bernama Samara Anaya Amandhari. Pasangan yang menikah pada 6 Juli 2008 itu pun belum berencana menambah anak. “Samara masih 11 bulan dan belum ada keinginan untuk nambah lagi,” kata Masayu yang ditemui di studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (28/9). Masayu mengaku tidak bisa lepas dari Samara. Aktris yang tengah sibuk mempromosikan film terbarunya ‘Laskar Pemimpi’ itu pun selalu mengajak sang buah hati di setiap kegiatannya. “Karena dia nggak bisa kalau nggak sama aku. Dia kan masih ASI, jadinya ya harus sama aku terus ikut ke lokasi syuting,” jelasnya. Meski demikian, Masayu tidak merasa kerepotan. Ia juga tidak mau melewatkan momen berharga saat anaknya tumbuh dan berkembang. (ich/eny)

“Kan sekarang ustad (Ba’asyir) sudah menjadi imam baik salat wajib maupun salat Jumat,” jelasnya. Perlu diketahui, kamar tahanan Ariel saling berhadapan dengan kamar Ba’asyir. Kedekatan ruang tahanan tersebut yang membuat keduanya sering bertemu. Ba’asyir juga mengaku mengetahui kasus video porno yang melibatkan Ariel. “Ya kalau cerita sih pernah. Ustad tahu Ariel dan kasusnya dari temannya yang di sel,” ungkap Hasyim. Ariel ditahan terkait beredarnya video porno yang diduga miliknya dengan beberapa artis perempuan. Sementara Ba’asyir ditahan karena terkait kasus terorisme. Keduanya saat ini mendekam di Rutan Bareskrim Mabes Polri.(ape/eny)

DHANI-MAYA

Hubungan Membaik, Tak Berniat Rujuk APA kabar dengan hubungan Ahmad Dhani dan Maia Estianty? Dhani mengaku saat ini hubungan mereka baik-baik saja. Namun kondisi itu tidak membuat Dhani tertarik untuk kembali ke pelukan Maia. Perseteruan mantan suami istri yang bercerai pada 23 September 2008 itu kini tidak lagi meramaikan jagad infotainment. Mengapa? Menurut Dhani, saat ini Maia tidak memperlihatkan gelagat buruk. “Biasa saja (hubungannya). Kalau aksinya dia (Maia) baik, reaksi saya juga baik. Selama ini kan aksinya jelek, makanya reaksi saya juga jelek. Cuma sekarang ini aksinya sudah mulai baik,” kata Dhani saat

OLGA SYAHPUTRA

Ngaku Tertekan, Ingin Cuti Tampil di TV PRESENTER Olga Syahputra belum memikirkan masa depannya di dunia hiburan. Olga bahkan mengaku ingin cuti karena merasa banyak tekanan. “Iya tekanan aja. Masa gue harus cerita di sini,” ujar Olga ditemui di Restoran Takigawa, Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, Senin (27/9) malam. Olga sangat mensyukuri pekerjaan yang didapatkannya. Namun ada kalanya Olga juga tertekan. Presenter acara musik ‘DahSyat’ itu ingin menikmati hidup santainya sesekali. Ketika ditanya lebih lanjut soal alasannya cuti dari dunia hiburan, Olga pun menjadi sensitif. Ia ragu-ragu untuk bercerita sambil terisak. Januari mendatang beberapa kontrak kerja Olga pun berakhir. Ia belum berencana untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. “Lihat aja nanti bagaimana-bagaimana, sedih aja,” jelasnya.(yla/yla)

Polisi Gelar Razia dari halaman 3 raannya, serta dokumen angkutannya, para pengendara termasuk penumpangnya juga dilihat identitasnya. “Ini langkah antisipasi saja dan shock terapi. Dan semoga mereka akan berpikir kembali sebelum beraksi. Dan mudahmudahan wilaah hukum Polres Tegal tidak terjadi,” tuturnya. Selain merazia setiap kenda-

raan mobil boks dan pribadi, pihaknya juga merangkul semua tokoh agama dan tokoh masyarakat, TNI, dan Satpol PP di wilayah pemerintah Kabupaten Tegal. “Mereka ini dari pengurus masjid maupun gereja. Mereka kita ajak sharing, supaya menolak setiap bentuk ajakan yang mengarah ke aksi terorisme,” tandasnya. Tak terkecuali dengan kebersamaan masyarakat ini, difungsi-

kan untuk sama-sama mengecek dan memantau lingkungan sekitar terutama adanya warga baru maupun pendatang untuk bisa dimintai identitas yang jelas. ‘Sehingga bila ada sesuatu yang memang mencurigakan, para tomas maupun toga ini juga bisa langsung berkordinasi dengan kami. Dan harapannya dengan saling bersama menjaga situasi ini, Tegal bisa kondusif,” pungkasnya. (gus)

DPRD Pantau Proyek Pembangunan dari halaman 3 Dikatakan Sahyudin, rekanan yang mengerjakan kegiatan fisik hendaknya menerapkan kaidah yang baik. Pengerjaan kegiatan diutamakan sesuai RAB sehingga negara dan masyarakat tidak dirugikan. Kalau pun sampai hal yang merugikan terjadi, Komisi III siap mengusulkan agar rekanan itu dikenakan sanksi. “Jika perlu komisi kami mengusulkan agar rekanan penggarap untuk di black list,” ucapnya. Senada, Sekretaris Komisi III Yuswan Maulana yang didampingi sejumlah anggota Komisi III

ARIEL

mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan khususnya sejumlah kegiatan mercusuar yang ada di Kabupaten Tegal. Namun demikian bukan berarti mengesampingkan kegiatan fisik lainnya yang ada pada sejumlah wilayah kecamatan. “Kami sepaham dengan wakil Ketua Komisi III, jika ada yang mengerjakan secara acak dan merugikan keuangan daerah maupun masyarakat, akan kami usulkan untuk dikenakan sanksi tegas,” jelas Yuswan. Sementara, Sekretaris DPU Pemkab Tegal Jefri Yusuf, yang turut mendapingi Komisi III mengatakan, secara teknis baik

kegiatan GOR Indoor maupun Masjid Jami tidak bermasalah. Kalaupun ada perbaikan agar kualitas fisik lebih bagus, itu lebih mengutamakan kepada hasil maksimal sesuai yang diharapkan bersama. “Kami siap menekankan kepada setiap rekanan agar mengerjakan kegiatannya lebih optimal sehingga menghasilkan kualitas yang baik,” terang Jefri. Usai mengunjungi kegiatan GOR Indoor, Komisi III didampingi oleh perwakilan dari DPU Pemkab Tegal melanjutkan peninjauannya pada kegiatan pembangunan Masjid Jami Procot. (k1)

ditemui di Hard Rock Cafe, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (28/9). Hanya saja, Dhani menegaskan kalau dirinya tidak bernafsu untuk rujuk dengan mantan istrinya. “Kalau untuk rujuk, nggak akan lah,” jelasnya. Sekadar informasi, Dhani menikahi Maia pada tahun 1994. Dari pernikahan tersebut, keduanya memiliki 3 anak laki-laki, di antaranya Ahmad Al Gazali, El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani. Namun tahun 2006 pernikahan mereka diguncang isu perselingkuhan. Akhirnya, Maia pun menggugat cerai Dhani dan resmi pada 23 September 2008 di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. (ebi/iy)

Kodim Gelar Pelayanan KB Gratis dari halaman 3 mencapai sekitar 70 persen. “Selain di Kodim 0712 Tegal, kami juga melakukan kunjungan di 10 Kabupaten/Kota di Jateng. Di antaranya adalah Klaten dan Kendal. Lokasi yang mendapatkan kunjungan ini

merupakan daerah yang pencapaian akseptor baru KB dibawah rata-rata Provinsi Jateng,” ulasnya. Di tempat sama, Kepala BP PKB Kabupaten Tegal Dra Indah Winarni MPd menuturkan, dari jumlah itu peserta KB baru jenis implant atau susuk KB ada

170 orang, sedangkan sisanya IUD atau spiral. ‘’Di Kecamatan Margasari, daerah yang tergolong baik pencapaian akseptor baru KB itu ada di sejumlah desa, antara lain Desa Kaligayam, Wanasari dan Jatilaba. Di mana, di daerah tersebut pencapaian akseptor baru KB

mencapai 70 persen. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Tegal, tercatat ada 177 peserta KB baru di Puskesmas Margasari, yang digelar pada Selasa (28/9) kemarin. (gus)

siap untuk melanjutkan sejumlah misi maupun untuk memajukan wilayah Kabupaten Tegal,’’ akunya. Sementara Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM menambahkan bahwa sejak dipimpin AKBP Wahyu Handoyo, pihaknya juga merasa nyaman dan terhibur. ‘’Saya juga banyak belajar dari beliau (Wahyu Handoyo). Sebab memang ideidenya bisa menyenangkan hati dan memacu kami untuk berbuat yang lebih baik. Makanya, orang yang seperti ini pantas mendapatkan julukan Semar,’’

ulasnya. Menurutnya, kenapa SEMAR, karena sosoknya bisa menjadikan sebuah teman yang bisa menghibur, membantu dalam kesulitan, serta bisa memberikan kenyamanan dalam hati. ‘’Seperti rumah makan atu Saung Wisata di Lebaksiu yang baru saja dibuatnya, saya acungkan jempol. Karena seperti aliran sungai, kini bisa disulap sebagai sarana arung jeram termasuk wisata lainnya yang kini bisa dinikmati oleh masyarakat,’’ pungkasnya. (agus wibowo)

Diwarnai Isak Tangis dari halaman 3 AKBP Wahyu Handoyo SE mengatakan perlu diketahui kepada Kapolres Tegal yang baru, AKBP Drs RZ Panca Putra Simanjuntak bahwa masyarakat Kabupaten Tegal adalah golongan orang-orang maupun masyarakat yang bicara apa adanya atau tidak mau terbelit-belit, termasuk dalam komunikasinya. Menurut Wahyu, penggantinya nanti harus bisa menyesuaikan dalam tugasnya yang berada di tempat baru ini.

‘’Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada perpisahan pasti ada penyambutan. Seperti pada tema malam ini, yakni Pisah Sambut,’’ kata Wahyu. Menurutnya, dirinya kini mendapatkan tugas di Lembang Bandung, yang diketahui sebagai tempat belajarnya sejumlah perwira tinggi untuk menjadi jendral. Sementara Kapolres Tegal baru, AKBP RZ Panca Putra Simanjuntak mengaku bangga dengan Wahyu Handoyo memiliki banyak kemajuan. ‘’Kami

Pertimbangkan Izin Pendirian Mini Market dari halaman 3 Menurutnya, adanya mini market di beberapa kecamatan, sebenarnya tidak menjadikan penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini harus dianalisis Pemkab, agar tidak menjadikan pedagang lokal yang rata-rata pedagang kecil semakin tidak laku atau

mati. “Saya bingung dengan program pemerintah, yang katanya mencoba untuk memberdayakn pedagang kelas menengah dan kecil melalui UMKM, akan tetapi pedagang-pedagang yang besar (mini market) diperbolehkan berdiri di manapun. Jelas ini sama saja bohong,

kasihan kan pedagang yang kecil dan menengah yang saat ini sedang banyak mengalami kesulitan,” imbuhnya. Dia menambahkan, salah satu yang harus diperhatikan pemerintah melalui BPPT, yaitu di daerah Adiwerna yang akan ada pendirian mini market. Dirinya yakin banyak peda-

gang yang akan mengeluh. Hal ini kalau tidak cepat diatasi oleh pemerintah, jelas mereka bukan akan semakin sejahtera, akan tetapi akan semakin sengsara. “Kalau mini market itu banyak berdiri, jelas yang kaya akan semakin kaya, dan yang msikin akan semakin miskin,” sindirnya. (mg2)

Tak Lagi Gampang Meriang Usianya baru 35 tahun saat diwawancarai, di pengujung tahun 2009 yang lalu. Selain itu, tampilan fisiknya pun masih oke: terlihat gagah dan prima. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan bila kesehatan raga lelaki yang bernama Joni Sujana ini masih belum terganggu secara signifikan. Namun, menurut anak pertama dari tujuh orang bersaudara ini, ada sedikit gangguan yang sering juga membuatnya gusar. Apa itu? “Kadangkadang saya tidak tiap hari BAB,” jawab pria yang masih senang melajang ini. Selain itu, pegawai sebuah perusahaan swasta di Bandung ini mengaku badannya sering juga

meriang bila ia sudah bekerja terlalu berat. Untuk itu, sejak setahun belakangan ini ia rajin mengonsumsi New Mandala 525 setiap hari. Ternyata dengan bantuan kedelai bubuk instan tersebut kesehatan penduduk Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojong Lowa Kaler, Kota Bandung, ini semakin prima. “Buang air besar (BAB) saya sudah lancar dan badan saya tidak mudah meriang lagi,” ucapnya. Untuk selalu fit, asupan gizi mesti selalu terjaga. Bila tidak, ia bisa memberikan dampak negatif bagi seseorang sehingga ia mudah terserang penyakit akibat metabolisme yang tak lagi normal. Salah satu fungsi

isoflavon yang terkandung dalam kedelai adalah untuk melancarkan kembali metabolisme sehingga penyerapan zat-zat gizi diseimbangkannya kembali dengan sistem pengeluaran. Dan bila terjadi toksifikasi atau peracunan dalam tubuh, kandungan karoten susu kedelai akan menetralisiasinya secara bertahap. Selain itu, penyebab badan tidak fit dan penyakit mampir adalah sistem imun yang rendah. Dalam hal ini, isoflavon sangat berperan dalam meningkatkan sistem imun. Karena itu setiap orang, berapa pun umurnya, harus rajin memelihara kesehatannya, termasuk menjaga pola ber-

pikir. Susu kedelai merupakan sumber vitamin B1, B6, dan E, mineral magnesium dan seng, serta asam amino triptofan. Di dalam buku Susu Kedelai,

Susu Nabati yang Menyehatkan dikatakan bahwa senyawasenyawa dan zat-zat tersebut mampu menambah vitalitas, tenaga, dan kualitas tidur seseorang. Dr. Ir. Hery Winarsi, pengarang buku Isoflavon, menulis, isoflavon yang terdapat pada kedelai memegang peranan penting dalam meningkatkan metabolisme dan menjaga kebugaran. Ia merupakan penyusun fitoestrogen, hormon yang sangat berpengaruh pada vitalitas dan daya pikir. Pada kasus di atas, berkurangnya keluhan tentu tak lepas dari peran recovery dan peningkatan sistem imun setelah rutin mengonsumsi isoflavon. Menurut badan

kesehatan PBB, bangsa Jepang dan Cina relatif lebih sehat ketimbang bangsa-bangsa lain akibat kebiasaan mereka mengonsumsi susu kedelai sejak kecil. Meski demikian, menjaga pola hidup sehat tetap dianjurkan untuk dijadikan prioritas utama. Di antaranya adalah selalu berpikir positif, menghindari penyebab penyakit, rajin-rajin berdoa, menghindari stres, tidak merokok, menjauhi alkohol, berolahraga dengan teratur, dan banyakbanyak bertawakal.New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat di-

tunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590

Radar Tegal 29 September 2010  

Radar Tegal 29 September 2010

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you