Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SENIN, 28 JUNI 2010

Jimly-Busyro Lolos Seleksi Pimpinan KPK, Kaligis-Farhat Gugur

INDEKS Juli, Penataan Stasiun Rampung HAL. METROPOLIS

Kades Kaliwlingi Jadi Tersangka HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Honor Petugas Sensus Dipotong HAL. PEMALANG

Tetap Optimis Meski Belum Tahu Nilai Raport HAL. XPRESI

NBA MADNESS MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

HASIL SELEKSI - Menkumham dan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK, Patrialis Akbar bersama wakil Pansel, Suharto (kanan) dan Ritonga saat memberi keterangan hasil seleksi KPK di gedung Kementrian Hukum & HAM, Jakarta, Minggu (27/6) di Jakarta.

Nurpati Dijerat Kasus Pilkada

Sonata Incar Rutan Brimob

Sidang DK Hari Ini, Tak Hanya Kasus Pindah ke Demokrat Dite Surendra/Jawa Pos

DUNK TERAKHIR - Maskot NBA Hugo dalam balutan kostum Super Hugo melompat sambil mengambil bola yang dipegang Direktur Jawa Pos Azrul Ananda, lalu melakukan front flip dunk, dalam NBA Madness presented by Jawa Pos di Supermal Pakuwon Indah Surabaya, Minggu, 27 Juni.

Perpisahan Haru Hugo SURABAYA – Empat jempol tak akan cukup diberikan kepada Hugo the Hornet. Maskot New Orleans Hornets itu membuat hari terakhirnya di NBA Madness presented by Jawa Pos kemarin (27/6) menjadi momen yang benar-benar tak terlupakan.

JAKARTA - Andi Nurpati kini bersiap-siap diadili di sidang Dewan Kehormatan (DK) KPU. Sidang kode etik itu ternyata tak hanya mengusut kepindahan Nurpati ke Demokrat. Sejumlah kasus lain bakal harus dijawab oleh Nurpati. “Laporan rekomendasi Bawaslu kan tidak cuma satu. Semua akan diproses,” kata Syamsulbahri, anggota DK, saat dihubungi kemarin (27/6). Selain Syamsul, empat anggota DK adalah Jimly Asshiddiqie, Komarudin Hidayat, Endang Sulastri, dan Abdul Aziz. Hari ini DK akan menggelar rapat internal perdana. DK telah menerima dua macam rekomendasi dari Bawaslu. Surat I tertanggal 19 Juni meminta dibentuknya DK juga untuk mengusut Nurpati. Intinya, yang bersangkutan diduga ke hal 19 kol 1

JAKARTA - Pansel Pimpinan KPK mulai bekerja cepat. Tepat tiga hari, setelah menggelar rapat pleno, Pansel langsung mempublikasikan sejumlah nama yang lolos dalam seleksi awal atau seleksi administasi. Kemarin (27/6), bertempat di Gedung Kemenkum dan HAM, Pansel Pimpinan KPK mengumumkan 145 nama yang berhasil melaju ke tahap seleksi kedua. “Berdasarkan rapat pleno Pansel Pimpinan KPK, memutuskan bahwa terdapat 145 calon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti proses seleksi selanjutnya,” papar Menkum dan HAM yang juga menjabat sebagai Ketua Pansel Pimpinan KPK Patrialis Akbar, didampingi beberapa anggota Pansel lainnya. Patrialis melanjutkan, 145 nama tersebut berhasil menyingkirkan 142 nama, dari total 287 pendaftar yang berkasnya diterima. Sejumlah nama yang lolos tersebut didominasi calon yang bergerak di bidang hukum, yakni sebanyak 79,72 persen. Sisanya berasal dari bidang ekonomi, keuangan dan perbankan. “Hampir 52 persen yang tidak lolos,”katanya. ke hal 19 kol 1

DOK.JPNN

LONCAT PAGAR - Anggota KPU Andi Nurpati yang loncat pagar menjadi pengurus DPP Partai Demokrat, Rabu (23/6) menghadiri Rapat Pleno KPU guna memutuskan statusnya.

JAKARTA - Teroris Abdullah Sonata terus buka suara pada polisi. Kemarin, saat diinterogasi penyidik, kawan Dulmatin yang juga perekrut andal ini mengaku sedang mempersiapkan serangan ke rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Tujuannya, agar para tersangka teroris bisa melarikan diri. “Mereka berencana melakukan serangan agar konsentrasi di tahanan buyar dan para tersangka bisa melarikan diri. Tapi planning ini konyol,” kata sumber Jawa Pos di Jakarta kemarin. Mengapa konyol? Sebab, pengamanan rumah tahanan Mako Brimob dibuat dengan berlapis dan sangat ketat. “Tidak bisa dijelaskan disini (di media, red) tapi yang jelas rencana itu sangat gampang ditangkal,” katanya. Namun, walaupun terkesan konyol, polisi tetap waspada. “Kita juga jaga-jaga siapa tahu itu hanyalah strategi deception atau pengelabuhan dari Sonata,” katanya. Bagi kelompok ini, membebaskan anggota regu yang tertawan hukumnya wajib. “Membalas darah dengan darah, mata dengan mata,” katanya. Dari rekaman pembicaraan yang disadap polisi dari komunikasi telepon Sonata, residivis itu memang sudah ke hal 19 kol 4

Satya Witoelar, Pendiri Koprol.com yang Dibeli Yahoo!

ke hal 19 kol 4

Banjir User Setelah Dibeli Yahoo! Koprol.com hampir serupa dengan Facebook.com (FB). Kalau FB berfungsi untuk mencari temanteman lama, Koprol membuat orang bertemu orang yang sama sekali tidak dikenal. Dia juga mampu menampilkan para friends yang kebetulan sedang berada di tempat yang sama dengan kita. YANG membanggakan, Koprol adalah situs pertemanan yang made in Indonesia! Karena situs

ini terus berkembang pesat, Yahoo! sampai kepincut membelinya pada 25 Mei lalu. Sejak dibeli Yahoo!, Koprol langsung koprol alias menggelinding kencang. Yahoo! membuat perusahaan yang awalnya hanya iseng-iseng ini melesat. Mulai dari memperbesar server, mendesain tampilan lebih eye catching, dan membuat sistem teknologinya jadi lebih aman. “Sejak dibeli Yahoo!, perkembangan Koprol pesat banget. Saya sampai shock,” kata salah seorang pendiri Koprol, Satya Witoelar, saat ditemui di rumahnya di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, kemarin (27/6). Yang paling kentara adalah jumlah user. User Koprol yang

tadinya hanya kisaran 75 ribu orang, salto menjadi 100 ribu lebih. Itu hanya dalam hitungan minggu. Lantas, berapa jumlah total user sekarang? “Ah, itu rahasia. Ternyata setelah dibeli Yahoo!, banyak hal-hal internal yang dulu bisa disampaikan sekarang nggak boleh. Itu bagian dari rahasia perusahaan,” kata Satya lantas terkekeh. Saking banyaknya user, personil Koprol yang cuma belasan orang itu sampai kewalahan. Mereka pun berencana merekrut sejumlah tenaga baru khusus mengurusi penambahan kapasitas. “Bahkan, diam-diam rekrutmen ke hal 19 kol 4

AGUNG PUTU ISKANDAR/JAWA POS

LOMPATAN KOPROL - Satya Witoelar memamerkan situs pertemanan bikinannya, Koprol.com, yang baru diakuisisi oleh Yahoo .

Nok Slentik Jimly-Busyro Lolos * Pan dadi superman KPK? Nurpati Dijerat Kasus Pilkada * Aja gimir jabatan politik le!

CMYK


WACANA

2

SENIN 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

Surplus Kekerasan Lokal Lompat Pagar Andi Nurpati

Oleh: Novri Susan

Oleh: Muh. Abduh LOMPAT pagar. Kalau sampeyan yang melompat, mungkin tak banyak yang ribut. Apalagi kalau cuma lompat pagar tetangga. Beda dengan Andi Nurpati. Begitu ia loncat pagar, dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) lalu nangkring menjadi pengurus Partai Demokrat, yang gemboran banyak. Muncul kritik di mana-mana. “Donge tah ora usah pada kaget. Wong kadang nggolet sing kepenak,” ujar Panjul. Tapi, publik gejolak atas loncatan atau lompatan Andi Nurpati itu, wajarwajar saja. Termasuk munculnya berbagi spekulasi politik, seperti pertanyaan, aja-aja perpindahan Andi Nurpati menjadi bagian skenario balas budi Demokrat yang sukses memenangi pemilu legislatif lalu. “Sih apa gara-gara wong siji kae, terus bisa ndadekna Demokrat menang, Wa?” tanya Panjul. “Wis dijawab Anas,” jawab Dalipan. Anas Urbaningrum, ketua umum Partai Demokrat, sudah menepis semua dugaan itu. Bahkan, Anas menyebut spekulasi itu sebagai fiksi politik. Demokrat bersikukuh rekrutmen Nurpati benar-benar berbasis kompetensi. Publik jelas tak mau begitu saja Andi Nurpati lompat pagar dengan indah. Ada yang perlu dipertanyakan sikap Andi itu. Bukankah KPU adalah lembaga independen yang harus bekerja dengan prinsip keadilan dan demokrasi? Sementara itu, parpol adalah institusi yang bertujuan merebut kekuasaan. “Ibarate, KPU wasit. Parpol adalah tim yang bermain. Lantas, bila ujug-ujug wasit dadi pemain, tentu muncul pertanyaan, ada apa dongen?” Ndean bae, akan lain bila Nurpati mundur karena harus menekuni profesi yang tidak berhubungan dengan parpol. “Kwueh..! mundurnya Nurpati dadi pertanyaan. Ora beda mundure Sri Mulyani seka Menteri Keuangan. Rupane ana wong wadon loro sing mundur seka jabatan lalu menjadi tanda tanya! Sri Mulyani lalu Andi Nurpati.” Hal kedua yang menjadi sorotan publik adalah masalah etika. Nurpati baru mengundurkan diri sebagai anggota KPU setelah memegang SK resmi sebagai ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat. Di situ ada kesan oportunis. “Apa kuwe, Wa?” Seharusnya, Nurpati menyatakan mundur saat menerima tawaran Anas. Di antara menerima tawaran Anas dan turunnya SK Partai Demokrat, ada rentang waktu yang menjadi pintu munculnya keraguan publik terhadap independensi KPU. Sebab, di waktu yang sempit itu Nurpati masih menjalankan tugas-tugas anggota KPU. “Persoalan etika bukan masalah sederhana,” kata Dalipan. Itu masalah rasa komunikasi dan sportivitas. Bukankah Presiden SBY selalu menjunjung sportivitas? Bahkan, Jimly Asshiddiqie diminta mundur dari jabatan anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) saat masih melamar sebagai pimpinan KPK. Bukan mundur setelah sudah pasti memegang jabatan berikutnya. “Terus apa artine kuwe?” Kasus Nurpati memperlihatkan betapa lemahnya sistem di KPU. Anggota bisa sekarepe angkat kaki setiap saat. Loncat pager sepenake boyok. Saat ini tenaga Nurpati tentu sangat dibutuhkan untuk supervisi pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang mencapai ratusan. Tapi, mengapa lebih memilih tawaran jabatan dari Partai Demokrat? “Sing nawani jabatan ya kebangeten! Wong tenagane esih dinggo, malah diiming-imingi jabatan.” Pelajaran penting dari kasus itu, bagaimana membentuk KPU menjadi lembaga yang berwibawa dan indepensinya dipercaya. Bukan tempat orang-orang yang ingin memanfaatkan lembaga tersebut sebagai batu loncatan untuk mendapatkan peluang yang lebih besar di tempat lain. Seharusnya, KPU lebih tegas daripada aturan tersebut. Sebab, penyelenggara pemilu adalah lembaga independen. Anggotanya secara tegas dilarang pindah ke parpol. Bila perlu, anggota KPU baru boleh terjun ke panggung politik praktis setelah lima tahun melepas jabatan. Semangat tersebut semata-mata ditujukan agar KPU steril dari kepentingan politik. Semua aturan itu harus dicantumkan secara tegas dalam UU Penyelenggara Pemilu. Marilah menjaga wibawa KPU. (*)

KEKERASAN masih menghantui kehidupan sosial politik pada era demokrasi Indonesia saat ini. Kekerasan sering digunakan untuk memperjuangkan kepentingan. Sebagaimana yang terjadi dalam kasus kekerasan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat lalu. Jawa Pos melaporkan, 33 mobil hancur, sepuluh anggota polisi terluka, dan beberapa bagian gedung pemerintah dibakar dalam aksi tersebut (Jawa Pos, 22/05). Kerusuhan di Mojokerto kali ini membawa kenyataan pahit bahwa bangsa ini masih ‘’surplus kekerasan’’. Kekerasan hadir dari pojok timur hingga pojok barat Indonesia. Kondisi surplus kekerasan itu menjadi krusial untuk disingkap, mengapa dan bagaimana bisa terjadi dalam negara yang sudah mengadopsi demokrasi ini. Bila diamati dengan saksama, berbagai kekerasan pada era demokrasi ini sering pecah di tingkat lokal, yaitu tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kekerasan tersebut mengambil beberapa isu, antara lain, sengketa pilkada, pemekaran wilayah, dan konflik industri. Fenomena tersebut menandakan bahwa pada era demokrasi, eskalasi kekerasan subur di tingkat daerah. Tengok saja gelombang protes tingkat nasional seperti gerakan antikorupsi, tolak kriminalisasi KPK, dan demonstrasi buruh

tingkat pusat pada awal tahun ini. Gerakan protes itu tidak menyebabkan eskalasi kekerasan yang signifikan. Fenomena ‘’surplus kekerasan’’, meminjam istilah John Kean (2004), sebenarnya menjadi kritik sebagian kalangan terhadap demokrasi lokal. Demokrasi lokal tidak saja menyediakan kesempatan melakukan partisipasi secara langsung dalam proses politik dan pembangunan. Namun, secara sosiologis, demokrasi juga mendorong kepercayaan diri berlebihan setiap kelompok tertentu untuk memobilisasi berbagai cara da-lam mencapai kepentingannya. Kepercayaan diri itu diakari oleh tafsir kebebasan yang berlebihan (euforia) se-hingga mampu membutakan kesadaran kelompok kepentingan terhadap aturan main yang terlembagakan dalam demokrasi. Kondisi tersebut, menurut John Cameron (2009), bisa menciptakan perilaku pengabaian pada sistem (disobedience to system) yang mana kelompokkelompok kepentingan lebih memilih cara sendiri di luar aturan main demokrasi. Salah satu kecenderungan perilaku disobedience to system adalah vandalisme, anarkisme, dan kekerasan kepada orang lain. Perilaku mengabaikan sistem, tampaknya, sering terjadi di dalam pelaksanaan demokrasi lokal Indonesia. Pada kasus kekerasan pilkada Kabupaten

Mojokerto, kelompok pendukung salah seorang calon telah mengabaikan aturan main demokrasi. Salah satu poin penting dalam demokrasi dalam menyelesaikan konflik kepentingan adalah jalur lobi negosiasi dan judisial. Kelompok calon bupati bisa meminta proses negosiasi atau judisial untuk memperjuangkan kepentingannya. Jika jalur lobi negosiasi dianggap tidak mampu menyelesaikan sengketa, jalur judisial bisa dilakukan. Sebenarnya UU N0 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaran Pemilihan Umum telah menyediakan aturan main dalam proses negosiasi dan yudisial. Jika kasus kekerasan di Mojokerto dipicu oleh isu bakal calon yang tidak lulus verifikasi, kasus tersebut masuk sengketa proses pilkada. Berdasar UU No 22 Tahun 2007, sengketa pemilu bisa diproses melalui lobi negosiasi maupun proses yudisial dengan melibatkan pengawas pemilu. Namun, perilaku disobedience to system, tampaknya, telanjur akut. Karena itu, tindakan kekerasan menjadi pilihan yang dianggap paling rasional. Namun, pengabaian terhadap sistem dalam kehidupan berdemokrasi tidak hanya disebabkan euforia tafsir kebebasan. Pada konteks pelaksanaan demokrasi lokal tertentu, pengabaian terhadap sistem juga disebabkan ma-

salah kepercayaan. Yaitu, kepercayaan terhadap berjalannya aturan main oleh penyelenggara wewenang dalam pemerintahan. Buruknya pelaksanaan kepemerintahan dari tingkat pusat dan daerah merupakan kondisi yang sudah dipahami publik. Menurut James Manor dalam The Search for Balance (1998), dalam kasus negara demokrasi muda, ketidakpercayaan masyarakat terhadap pelaksana sistem wewenang pemerintahan disebabkan penyakit kronis kelembagaan, seperti tingkat korupsi yang tinggi, lambannya pelayanan publik, dan praktik clientelisme. Jika dilihat pada kasus di Indonesia secara umum, khususnya tingkat daerah, penyakit kronis kelembagaan itu belum tersembuhkan. Karena itu, bisa dimakfumi kepercayaan publik terhadap penyelenggara wewenang pemerintahan sangat rendah. Termasuk pada kasus Mojokerto, pendukung calon bupati yang gagal masuk verifikasi mungkin tidak memercayai penyelenggara KPU Mojokerto. Sebab, kenyataanya masih banyak pemberitaan mengenai penyakit kelembagaan KPU di berbagai daerah. Misalnya, kasus tentang pendataan daftar calon pemilih di pilwali Surabaya yang bermasalah dan diduga bagian dari efek clientelisme. Ketidakpercayaan tersebut

ASSALAMU’ALAIKUM. Para pejabat pemerintah Tegal yang saya hormati, gimana nih untuk para sarjana lulusan pendidikan yang ingin kerja di sekolahsekolah ko sulit sekali ya dengan alasan sudah banyak guru PNS yang ada di sekolahan sehingga tidak membutuhkan guru wiyata/guru tidak tetap, padahal di universitas-universitas setiap beberapa tahun sekali kan mencetak sarjana2 lulusan pendidikan. Terus solusinya gimana dong. Terima kasih. 085225047xxx

AKU bingung maring Kota Tegal padahal prestasine bocah2 Tegal sing seneng bal2an kie hebat. Maring Semarang ana PSIS, maring Jogja ana PSIM, PSS Sleman, karo PERSIBA Bantul, maring Malang ana AREMA, Surabaya ana Bajul Ijo, Bandung ana PERSIB, yen Tegal aku bingung jarene terkenale Jepange Indonesia apa Japan in Java, prestasine bal2ane laka trutama stadione sing ora mendukung aku pengen weruh PERSEGAL mlebu TV he, he, he... 085743705xxx

Apa Bedane

Belajarlah karo Puskesmas Bumijawa

BEDANE dalan pantura en Maribaya, Peleman apa hayo? Nek dalan pantura akeh lubang neng dalan, lha nek Maribaya-Peleman banyak lubang pada mlaku. Donge piben pemerintahane? Dalan pantura wes diaspal lubange nek Maribaya-Peleman kapan diaspal bos, alias ditutup, dalan pantura marai cilaka tok! Dalan Maribaya Peleman marai maksiat tok! 085640870xxx

AKU pan melu ngresulah. Knggo pegawai Puskesmas Bojong, cobalah pelayanan tetangga kita sebelah barat, ramah karo pasien, admnstrsine tata tur patut dicontoh, panjenengan ngaca. Aja jengkel yen dikritik. 087884488xxx

Polantas Gak Adil

Polisi Juga Manusia

AKU pan melu ngresula. Bisane ari operasi sink ditilang mung wonk cilik tok, tapi yen sing liwat ABRI ora diandeg donge ka diperiksa surata2 oh. Apa polisine wedi apa kepimen kweh. 085742130xxx

YTH. Bapak Kapolres Slawi. Saya bangga dgn kinerja dan jajarannya yg smakin proposional dlm menyikapi pembuatan SIM. Untuk lebih meningkatkan pelayanan masyarakat & mengayomi. Masyarakat jg hrs mengerti & jgn anggap polisi sebagai musuh. Polisi juga manusia. Thanks.. 085226849xxx

TDL Ora Adil Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi, Khikmah Wati. Asisten Redaktur: Arief Nur Rahardian Sidiq, Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Hasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan, Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P, Asep Ariadi S. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Tulung Pak Polisi YTH Bpk Kapolresta Tegal. Saben esuk, pas wayahe bocah mangkat sekolah nang prapatan kuburan poci Debong Kidul, kendaraan padat nemen. Laka lampu abang ijo, laka petugas polisi. Nang prapatan kuwe sering nemen terjadi kecelakaan, malah seringe mati. Mulane aku njaluk tulung karo pak kapolres, angger esuk, pas wayahe mangkat sekolah dimai polisi pengatur lalu lintas. Matur nuwun. 085640155xxx

Sing ngrusi GOR Tri Sanja Sapa Sih? AKU pan ngrsula kyeh. Sabenere sing ngrusi GOR Tri Sanja sapa sih? Masa GOR sing dibangga2kan daning wong Kab. Tegal kamar wc + mandi aja gak ada airnya. Pimen Persekat pan maju? 081542211xxx

Laka Merekke BUAT Pak Walikota, pimen slogane Tegal laka-laka, tapi stasiun KA Tegal laka mereke! Tulis sing gede ya pa. Tulis: Stasiun KA Tegal ben wong adoh

*) Novri Susan, sosiolog konflik Unair, kandidat PHD Doshisha University, Kyoto, Japan.

Gimana Solusinya

Persegal Mlebu TV

YEN TDL bener2 naik berarti pemerintah bener2 kejem, apa maning jarene 450 watt pan digratisna trus sing 900 watt pan dinaikna. Berarti kuwe bener2 ora adil. Apa kata dunia? 087830118xxx

menciptakan disobedience to system yang diikuti aksi kekerasan. Fenomena disobedience to system dari berbagai kelompok kepentingan jelas tidak hanya terjadi di Mojokerto, namun juga merata di berbagai daerah Indonesia. Karena itu, kekerasan demi kekerasan masih membayangi demokrasi lokal. Berdasar analisis ini, ada dua rekomendasi fundamen yang harus dilakukan dalam menangani masalah disobedience to system terkait proses pilkada. Pertama, pemerintahan harus aktif melakukan pendidikan demokrasi sebagai upaya memupuk kesadaran mengenai kebebasan yang harus sadar kepada aturan main. Pada saat bersamaan, pemerintah harus mempersiapkan sistem keamanan yang kuat sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan aksi kekerasan dalam proses pilkada. Kedua, pemerintah harus membenahi kelembagaan pemerintahan, dalam kasus ini KPU, sehingga meningkatkan kepercayaan publik untuk memercayai pelaksanaan aturan main yang sudah ada. Dua langkah tersebut paling tidak akan mereduksi surplus kekerasan tingkat lokal di Indonesia. (*)

GRAFIS : DWI NANDA P

pada ngerti, makasih. By: Pak Warsito Hidayat. 02197826xxx

Dikritik Ora Mempan AKU babar blas ora paham akte kelahiran 6 bulan dadi dasar hakim apa akte KTP adalah hak melekat bagi semua WNI secara mutlak terpenuhi. Bisane di Kabupaten Tegal Kepala Disdukcapil sakti dikritik ora mempan? 085842633xxx

Pan Ngenteni Wong Mati DONGENE anggota DPR, Walikota Tegal karo wakile mlaku2 beleh sih? Masa gili pada bolong nang Jalan Gajah Mada, Mayjen Sutoyo dijorna tok? Pan ngenteni wong mati apa? 02833398xxx

KTP Ilang Langka Gantine AKU pan ngresula akh. Lagi tgl 0306-2010 aq nggawekena KTP nggo warga Desa Kajen RT/RW 07/03 Kec. Talang neng kantor kecamatan, bareng aq pn jukut KTP-ne ka ilang jare petugase ws di cetak tp bisane durung dijukut wis ilang dongen petugase

Senenge Ngladeni Calo primen sih trs nganti saiki durung ana gantine padahal aq wis bayar Rp 10.000 lunas. Tolong le Disdukcapil ning KTP ilang diganti ya kena oh aja jaluk duwite tok melas wargane aq. 085642586xxx

Usut Tuntas MOHON sgr diusut tuntas Pak 4b palsu dan unt penangannya paling tidak sama seperti di Kota Tegal karena biangkeladinya adalah orng kab memalukan penddkn dikotori oleh segelintir orng2 yg tak bermoral sprti itu kalau dibiarkn mau jd apa ank cc kt yg dididik oleh gr2 sprt itu sgr diusut tuntas biar jera jng tkt bpk ibu melksnkn tgs mulia ini demi masadepn Kab. Tegal yg mbetahi dan ngangeni. 081326978xxx

Patung Dewi Keadilan Tolong Dibuka HAKIM karo jaksa nang Slawi wis budeg, picek, matane ketutup nang sing arane duit. Masa wis pada ngerti yen saksi kuwe bayaran ora nang TKP tetep ngukum sing ora salah 5 bln, donge nang endi mengko matine wong sing ngukum wong ora salah cuma karena rupiah. Tulung dijelasna Pak Ustadz. 081902437xxx

KYE ya mumpung ana rubrik ngresula aku pan kanda kyeh karo pak walkot n wakile kae tulung pak petugas Samsat diurusi. Lha wong Samsat kon ngladeni masyarakat malah senengane ngladeni calo sing akeh tambahane pimen kue kanjeng habib dosa oh gawe mangkele wong ora ndue’nguruse disuekna, diputer tapi yen calo sing penting akeh pelicine ya mulus lah transaksi. Nyuwun tindak lanjute go pegawe Samsat ya Kanjeng Habib. 081902747xxx

Dapat Kesra PAK bupati Yth, kenapa di wilayah Pagerbarang penjaga SD dan TU honorer dpt Kesra sedangkan Dukuhwaru tidak, sebenere Dikpora Dukuhwaru ngarti ora? By: pjg dkw. 085642521xxx

PENGIRIM NGRESULA YANG BERUNTUNG : 1. 085742289763 2. 085742289763 3. 081548111514 Anda mendapatkan Hadiah masingmasing 1 dus Susu Bubuk Kedelai AFIS, hadiah dapat diambil di Harian Pagi Radar Tegal dengan melampirkan fotokopi KTP dan menunjukan no HP anda.

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan satu dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


CMYK

METROPOLIS

SENIN, 28 JUNI 2010

3

RADAR TEGAL

MUSIM

Pemkot Kesulitan Data TKI

Masih Berpeluang Terjadi Hujan HUJAN dalam beberapa hari ke depan masih berpeluang terjadi di wilayah Tegal dan sekitarnya. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pergeseran awan yang bisa mengakibatkan hujan. Kondisi angin juga mempengaruhi perubahan cuaca tersebut sehingga cuaca panas yang terjadi bisa berubah mendung hingga hujan. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Laylya Isnaini, mengatakan, hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pergantian cuaca ekstrem sehingga musim panas yang seharusnya sudah terjadi menjadi mundur karena masih sering turun hujan. Dari pengamatan yang dilakukan, gumpalan awan hitam masih berpeluang menimbulkan hujan di Tegal dan sekitarnya, hanya saja intensitasnya tidak terlalu tinggi. Ini ditandai dengan curah hujan diatas 50 mm per dekade. Tiupan angin cukup besar juga berpeluiang terjadi sehingga mempengaruhi perubahan cuaca yang ada saat ini. Perubahan cuaca yang belum menentu bisa dilihat dengan kondisi suhu dimana saat siang terasa panas dan hujan terjadi pada malam hari. ke hal 9 kol 1

Masyarakat Diminta Melapor

AGENDA

HERMAS PURWADI/RATEG

INTENSIF - Senkom Mitra Polri kontinyu menggelar pertemuan untuk menjalin keakraban antar anggotanya.

PEMKOT Tegal tak menampik masih kesulitan mendata warganya yang menjadi TKI di luar negeri. Akibatnya, apabila ada permasalahan pemkot kesulitan untuk melacaknya. Wakil Wali Kota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin, mengatakan, di Kota Tegal tidak ada PJTKI. Karenannya banyak masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri melalui PJTKI luar kota. Dengan demikian mereka tidak terdaftar di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).

“In i y a n g m e n y e b a b k a n pemkot kesulitan ketika akan membantu warganya yang mendapat masalah saat menjadi TKI. Karena Dinsosnakertrans tidak memiliki data jelas tentang mereka. Seperti melalui PJTKI mana, bekerja sebagai apa, dan yang lainnya,” katanya. Karenanya, dia berharap, bagi masyarakat yang akan keluar negeri, agar melaporkan diri ke Dinsosnakertrans. Dengan begitu akan terdata dan mudah melacaknya apabila suatu saat nanti terjadi permasalahan. “Melaporkan diri ke Dinas terkait itu adalah sesuatu yang ke hal 9 kol 5

Kiprah Senkom Saat Bermitra dengan Polri

Menembus Jarak

TANPA BATAS HERMAS PURWADI/RATEG

BERBAGI RASA - Kapolresta dan wali kota berikut perwira Polri berkesempatan mengayuh becak mengawali gelar ketangkasan mengemudi becak, kemarin.

Adu Ketangkasan Becak SEBANYAK kurang lebih 48 penarik becak yang tersebar di enam pangkalan metropolis beradu kecepatan di Halaman Mapolresta Tegal, Minggu (26/6) kemarin. Rangkaian giat Hari Bhayangkara ke-64 itu, seakan dijadikan momentum bagi Polri untuk menyerukan budaya tertib berlalu lintas pada penarik becak sekaligus menjalin kemitraan dengan kalangan bawah. Di bawah terik mentari pagi, Kapolresta AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE bersama Wa l i K o t a , I k m a l J a y a , b e r k e s e m p a t a n me ngayuh becak untuk melewati rintangan yang ada di halaman mapolresta, seakan turut merasakan pahit getirnya menjadi penarik becak. “Ini adalah media kemitraan yang kita bangun dengan abang becak. Setidaknya dengan merangkul mereka, jalinan keharmonisan Polri dengan rakyat bisa terbentuk. Dimana abang becak juga terpanggil untuk membantu tugas Polri dalam menjaga ketertiban dan juga program pemkot terkait menjaga kebersihan kota,” terang kapolres di sela-sela acara. Membangun pola pikir masyarakat garis bawah akan pentingnya tertib berlalulintas dengan sentuhan kemanusiaan itulah yang hendak dibilik jajaran Polresta menginjak usia-

BAGI sebagian warga metropolis tentu tidak asing dengan komunitas baju hitam dengan sepatu laras panjang dan logo bertuliskan Senkom Mitra Polri. Wahana untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif warga dalam menjaga gangguan kamtibmas tersebut hadir di metropolis sejak Januari 2006 silam. Senkom mitra Polri bisa dibilang sekelompok masya-

rakat yang dapat berperan aktif membantu Polri di bidang informasi dan pengamaman

lingkungan. Hal ini seperti yang dilontarkan Ketua Senkom Mitra Polri Kota Tegal, Sidik Pramana SH. Diakuinya sejarah berdirinya Senkom Mitra Polri berangkat dari suatu lembaga swadaya masyarakat sadar kamtibmas, yang didirikan oleh anggota Mitra Kamtibmas Mabes Polri 1 Januari 2004 di Jakarta. “Untuk Kota Tegal sendiri

KPPI Targetkan Kursi 30 Persen KAUKUS Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Jawa Tengah mentargetkan memperoleh kursi di lembaga legislatif, baik tingkat Provinsi maupun Kota/Kabupaten di Pemilu 2014 minimal 30 persen. Untuk mencapai target tersebut, KPPI Jateng melakukan safari pelatihan penguatan pengurus. Pasalnya, selama ini kaum perempuan sampai saat ini masih dipandang sebelah mata. Pengurus KPPI Privinsi Jateng, dr Maesy W, Sabtu (26/6), di sela-sela pelaksanaan pelatihan penguatan pengurus yang dilaksanakan di Kota Tegal, mengatakan, untuk mensosialisasikan target 30

ke hal 9 kol 1

ke hal 9 kol 1

M SAEKHUN/RATEG

BERIKAN PEMBEKALAN - Ketua KPPI Provinsi Jateng, Farida Rahma SAg MIp, memberikan, materi pelatihan penguatan pengurus KPPI.

Dari Seminar Kesehatan KSr PMI UPS

Jumlah Ibu Penderita HIV/AIDS Kian Meningkat Korps Sukarelawan (KSr) PMI UPS Tegal, Sabtu (26/6) menggelar seminar kesehatan. Kegiatan bertajuk ‘Bahaya Pergaulan Bebas Terhadap Kesehatan Reproduksi’ itu ditujukan pada pelajar dan mahasiswa. Seperti apa pelaksanaannya? LAPORAN: ADI MULYADI MENUNJUKAN eksistensinya di masyarakat, KSr PMI UPS mengadakan seminar kesehatan. Kegiatan diikuti 50 pelajar dan mahasiswa. Acara dihelat di ruang perkuliahan UPS mulai pukul 08.00 WIB. Panitia menghadirkan dua pemateri yang mumpuni dalam hal kesehatan reproduksi. Yakni dari Klinik CCT RSU Kardinah, dr Dwi Yuli A PSi dan dr Juwita Eva SPOg dari Rumah Bersalin (RB) Siti Hajar. Peserta tampak antusias mengikuti semua materi-materi yang diberikan. Tak satu pun dari mereka yang tidak memperhatikan saat pemateri menjelaskan tentang kesehatan reproduksi. Saat memberikan materinya

CMYK

ke hal 9 kol 5

ADI MULYADI/RATEG

ANTUSIASME – Peserta seminar antusiasme menyimak semua materi yang dibawakan narasumber.

dr Dwi Yuli A PSi, menyampaikan tentang perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat. “Ada tiga faktor utama terjadinya perilaku menyimpang. Yakni dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” katanya singkat. Yuli juga mengatakan, bahwa penderita HIV/AIDS belakangan ini

Cenderung meningkat dikalangan ibu rumah tangga. Menurutnya, ini lantaran para suami yang suka ‘jajanj diluar. Sehingga besar kemungkinan tertular virus yang mematikan itu. Karenannya, dia berpesan agar generasi penerus jangan sampai terbawa pergaulan bebas yang sedang ngetren di

jaman seperti sekarang ini. Sementara dokter kandungan RB Siti Hajar, dr Juwita Eva SPOg, lebih banyak menyoroti bahaya timbulnya penyakit menular seksual (PMS). Di antaranya Gonorhoe (GO), raja singa atau sipilis, HIV/ AIDS. “Beberapa jenis penyakit tadi ke hal 9 kol 5

ADI MULYADI/RATEG

KOMPREHENSIF – Kasi Advokasi dan Kepulangan TKI Ditjen Binapenta Kemenakertrans RI, Dra Siti Rochimah MM, meminta data-data TKI dilengkapi daerah.

Sekolah Gratis Persulit Disdik PROGRAM sekolah gratis yang dicanagkan pemerintah, justru dinilai lebih mempersulit Dinas Pendidikan. Karena sebagian masyarakat masih menelan mentah-mentah kata sekolah gratis tersebut. Sehingga siswa atau wali murid cenderung enggan untuk mengeluarkan biaya bagi penyelenggaraan proses pembelajaran. Akibatnya, penyelenggara proses pembelajaran mengalami stagnasi guna pengembangan dan pendalaman materi. Ini diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukuhturi Kabupaten Tegal, Umar Arifin, dalam acara pengajian PD Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah Kota Tegal, Minggu

(17/6). Pada kesempatan tersebut, dia membahas tentang ‘Potret Buram Pendidikan Kita. “Ketika iklan sekolah gratis memiliki ruang nyaman di mata pandang pemirsa TV, mencuat kepongahan pemerintah yang membanggakan diri. Perilisan iklan itu disinyalir lebih bermuatan politis, ketimbang menyatakan sebuah fakta adanya program penggratisan biaya pendidikan. Realitanya yang digratiskan pemerintah hanya sebatas biaya SPP saja. Sedangkan buku, serta fasilitas belajar lainnya menjadi PR yang dipikirkan atau dikerjakan belakangan. Kampanye sekolah gratis ini, justru semakin mempersulit Dinas Pendidikan (Disdik) sendiri. ke hal 9 kol 1


PEMALANG

4

SENIN 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

Honor Petugas Sensus Dipotong Kantor Pos dan BPS No Comment

NGENDONG Prihatin Peredaran Miras IMBAS dari penjualan minuman keras beralkohol, utamanya bagi generasi muda di Kabupaten Pemalang, selama ini tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan terjadi di Kota IKHLAS Pemalang. Karenaminuman yang dapat membuat pengkonsumsinya mabuk itu banyak dijajakan di warung-warung kecil. “Kenakalan, tindak DOK RATEG asusila, kejahatan, dan dampak yang cukup dr Gunawan serius seperti meninggalnya masyarakat yang mengkonsumsinya memang belum terjadi. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi di Pemalang,” terang dr Gunawan, anggota DPRD Kabupaten Pemalang, kepada Radar kemarin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pemalang harus menekan peredaran dan pembatasan penjualan minuman keras melalui perijinannya. Dengan kata lain, masalah perijinan ini diperketat, terkecuali mereka yang memang menjualnya untuk kepentingankepentiangan medis. Sehingga peredarannya akan lebih terkontrol. Selain itu, dr Gunawan juga berharap pihak Satpol PP dan kepolisian untuk lebih pro aktif, dengan merazia warung-warung yang menjajakan minuman keras secara rutin. Apalagi disinyalir sebagian besar warung-warung penjaja minuman keras tidak berijin atau ilegal. “Perijinannya harus diperketat, kalau bisa Pemkab jangan sampai memberikan ijin penjualan minuman beralkohol,” tegas anggota dewan dari Partai PDI-P. Keprihatinannya, sebagaimana dikemukakan dr Gunawan, setelah dirinya mendapati beberapa warung kecil banyak menjajakan minuman beralkohol di Kabupaten Pemalang. Apalagi efek negatif atau mudharatnya dari minuman beralhokol lebih besar dibanding manfaat saat mengkonsumsinya. (cw2)

PEMALANG – Proses pencairan honor Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Sensus Penduduk tahun 2010 wilayah Kecamatan Pemalang di Kantor Pos, Sabtu (26/6) diwarnai aksi protes. Aksi protes yang dilakukan sejumlah PCL sebagai buntut pemotongan honor saat dilakukan pembayaran. Salah satu Petugas PCL di wilayah Kecamatan Pemalang, Teguh menuturkan, pihaknya bersama teman PCL lainnya telah melakukan aksi protes pada petugas Kantor Pos. Aksi protes yang dilaku itu akibat honornya dari hasil bekerja sebagai petugas pencacah sensus penduduk tidak bisa diterima sepenuhnya sebesar Rp 2.300.000, melainkan berkurang Rp 67.000 akibat pemotongan honor. Padahal sesuai perjanjian kontrak kerja honornya akan dibayar penuh dan tidak ada potongan apapun. “Berdasarkan perjanjian kerja dalam pasal 5 telah disebutkan bahwa upah untuk PCL sebesar Rp 2.300.000 sudah termasuk PPh, materai dan jasa

pengiriman jika pembayarannya melalui jasa pengiriman,” katanya kepada Radar. Melihat potongan tersebut, pihaknya mencoba mencari kejelasan pada petugas kantor Pos, namun pihak yang bersangkutan menyarankan untuk langsung mencari kejelasan pada Badan Pusat Statistik (BPS) setempat yang lebih berwenang. “Karena potongan itu tidak jelas, maka kami mencoba menanyakannya pada petugas kantor POS. Namun dari kantor pos tidak tahu menahu, alasannya bukan wewenangnya hanya sebagai tempat untuk pembayaran saja,” ujarnya. Sementara kejelasan soal potongan honor yang banyak dikeluhkan petugas PCL, Keterangan dari Kepala BPS Pemalang belum bisa diperoleh. Namun berdasarkan keterangan dari salah seorang pegawai BPS yang saat itu sedang ada di kantor, soal potongan honor PCL yang lebih berwenang dalam pembuat komitmen perjanjian kerja. “Kalau pengin tahu soal potongan dana itu bukan kewenangan BPS tetapi pembuat komitmen,” tandasnya. (mg1)

LINTAS Kwarcab Gelar Orientasi Pengelolaan Kwartir PEMALANG - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pemalang selalu ramai kegiatan. Setelah sebelumnya digelar perkemahan Wirakarya ke IV, pada tanggal 20 hingga 24 Juni 2010, Sabtu(26/6) kemarin digelar kegiatan di Sanggar Pramuka yang diikuti 60 peserta. Kegiatan tersebut adalah Orientasi Pengelolaan Kwartir, Keprotokolan dan Kehumasan. Acara dibuka Ketua kwarcab, Drs H Abdul Kadir yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa prinsip penataan organisasi. Prinsip-prinsip ini diantaranya keindahan, keadilan, kebaikan, persamaan, kebenaran dan kebebasan berinisiatif. Ketua kwarcab juga mengupas sedikit mengenai anauncer atau keprotokolan yakni menulis semua kata-kata yang akan diucapkan. Orientasi berlangsung selama satu hari dengan peserta berasal dari Kwarran sebanyak 56 orang, Pimpinan Satuan Karya tiga orang dan DKC satu orang. Satuan Karya yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Saka Wira Kartika, Saka Wanabhakti, dan Saka Bhayangkara. Sedangkan nara sumber yang dihadirkan adalah Drs Mariyoto MPd dengan materi Organisasi dan Tata Kerja Kwarran, Sus Riyanto SPd, Sistem Keadministrasian dan Pelaporan, Drs H Sobirin MPd, Perbendaharaan dan Pelaporan, Rina Purwokanti SIP, Keprotokolan dan MC, serta Titi Resmiyati SSos dengan materi Kehumasan. Salah satu penyaji materi, Drs Mariyoto MPd mengemukakan, pengelolaan kwartir pada dasarnya adalah manajemen kwartet tunggal. Ada empat menajemen seperti manajemen keuangan, administrasi, umum dan manajemen kehumasan berhimpun dalam satu manajemen untuk pengelolaan kwartir. Ini membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk memelajari keempat manajemen tersebut, namun karena prinsip kwartet tunggal itulah sehingga orientasi bisa dilaksanakan dalam satu hari. Ketua panitia Drs H Sobirin MPd mengemukakan, kegiatan yang diselenggarakan tersebut adalah sebagai wahana pendidikan dan pelatihan bagi andalan ranting mengenai pengelolaan kwartir, orientasi keprotokolan dan kehumasan. Selain itu juga sebagai wahana sosialisasi dan pengenalan sistimatika kehumasan, keprotokolan dalam pendidikan kepramukaan dan pelatihan keadministrasian kwartir bagi andalan ranting bidang sekretariatan. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DITAMBATKAN - Perahu nelayan Cahaya Abadi yang terbalik dihantam ombak ditambatkan di Sungai Srengseng.

Kapal Cahaya Abadi Sudah Merapat PEMALANG - Dua buah perahu nelayan Tanjungsari yang terbalik akibat hantaman gelombang setinggi lebih dari dua meter sudah ditarik ke muara sungai. Keduanya ditambatkan di Sungai Srengseng Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah. Kapolres Pemalang melalui Kasatpolair AKP Kartono SH mengemukakan, perahu nelayan yang terbalik yakni KM Cahaya Abadi dan Kurnia Ilahi dievakuasi nelayan lain yang melintas di lokasi kejadian. “Kedua perahu yang terbalik itu dikembalikan ke posisi apung dan ditarik ke pantai, sekarang ditambat di Kali Srengseng

untuk perbaikan,” kata Kasat, Sabtu (26/6). KM Cahaya Abadi dengan juru mudi Dul Warno(37) mengalami kerugian hingga seratus juta lebih karena jaringnya hilang. Sedangkan KM Kurnia Ilahi dengan juru mudi Nuralim menderita kerugian sekitar Rp 70 juta. KM Cahaya Abadi, Minggu(27/6) kemarin terlihat dibawah jembatan gantung Sungai Srengseng dan belum nampak tanda-tanda perbaikan. Padahal lambung perahu kelihatan lecet-lecet dan bagian daknya tidak lengkap. Sebelumnya diberitakan dua perahu nelayan Tanjungsari dihantam ombak di perairan utara Pemalang beberapa hari yang lalu. ABK-nya terombangambing di laut hingga berharihari. (ali)

GUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

MENUNGGU – Sejumlah PCL yang bertugas di wilayah Kecamatan Pemalang sedang menunggu antrian pembayaran honor di Kantor Pos Pemalang.

Ambil Hikmah dari Musibah Ini MUSIBAH yang dialami lima nelayan asal Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang yang naas akibat kapal penangkap ikan dihantam ombak, Selasa (22/6) lalu, mengundang keprihatinan Wakil Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM. Wakil bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini mengunjungi para korban di rumah Dasikin, Sabtu (26/6) kemarin. Kunjungan yang mendadak ini sangat mengagetkan para nelayan, karena sebelumnya tak mengetahui bakal kedatangan tamu pejabat nomor dua di Kabupaten Pemalang yang kini maju sebagai calon bupati. Kehadiran wakil bupati pada pukul 11.00 WIB ini disambut haru para nelayan, kerabat dan tetangga di lingkungan RT 03/RW 07 Dusun Tanjungsari. Bahkan karena penasaran terhadap sosok H. Junaedi, rumah Dasikin pun dipenuhi warga untuk bisa bersalaman. Subandi tokoh pemuda setempat mengenalkan H. Junaedi kepada warga sepanjang perjalanan menuju rumah Dasikin. Di rumah Dasikin, Para nelayan yang sudah berkumpul diantaranya Dul Warno, Jaenudin, Ahmad dan Muji didampingi teman sesama nelayan serta Tarjuki tokoh warga setempat. Tarjuki menyampaikan banyak terima kasih atas semua kunjungan wakil bupati yang merespon dengan nasib rakyat kecil, terutama lima nelayan yang mengalami musibah di perairan utara Pemalang saat mencari ikan. “Kami semua berharap pak wakil tetap menjaga komitmen kepada rakyat kecil, karena ada kecenderungan banyak publik figur saat mencalonkan diri sebagai orang nomor satu banyak turun ke bawah untuk

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

TERLUKA - Dulwarno jurumudi KM Cahaya Abdai memperlihatkan luka pada Wakil Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM saat berkunjung untuk bertemu dengan lima nelayan, Sabtu (26/6)

mengambil hati masyarakat namun usai lolos penyakit lupa tak bisa dihindari. Tapi kami percaya Pak wabup tidak demikian, sebab masih memegang teguh komitmen.” Sementara itu, Wakil Bupati Pemalang, H. Junaedi SH MM menegaskan, kabar musibah yang menimpa Dasikin cs didengar dari pemberitaan media. Mudah-mudah musibah yang menimpa para nelayan menjadi hikmak tersendiri untuk bisa bangkit dan lebih maju lagi dalam meniti kehidupan. “Bersyukurlah kepada Allah SWT karena semua itu merupakan garis perjalanan hidup yang tak mungkin bisa dihindari. Soal maju menjadi calon bupati Pemalang sebagaimana disampaikan Tarjuki, Wabup menjelaskan tak akan menjanjikan apapun kepada masyarakat Pemalang. “Karena kemajuan dan kemunduran Pemalang ditentukan sikap dan prilaku masyarakatnya sendiri,” ujarnya. Maka untuk kepentingan ini, Wabup mengajak semua komponen masyarakat

Pemalang untuk bergotongroyong membangun Kabupaten Pemalang agar lebih maju. SEMUA PULANG DENGAN SELAMAT Sekedar mengingatkan, KM Cahaya Abadi yang ditumpangi empat ABK dan satu juru mudi diterjang gelombang setinggi dua meter lebih di wilayah utara perairan Kabupaten Pemalang, Selasa (22/6) lalu. Dalam peristiwa tersebut tiga ABK selamat sementara seorang juru mudi dan satu ABK hingga Kamis (24/6) malam kemarin belum ada kabarnya karena keduanya belum pulang ke rumah. KM Cahaya Abadi berangkat menuju perairan pada Senin (21/6) pukul 10.00 WIB, perjalanan memakan waktu empat jam menuju titik sasaran di wilayah utara perairan Pemalang. Awalnya perjalanan mereka tenang dan nyaman tanpa kendala, namun pada Selasa pukul 08.00 WIB saat para ABK sedang memasang jaring tiba-tiba saja ombak besar setinggi dua meter lebih menghantam kapal sopek. (mg1)


METROPOLIS

SENIN 28 JUNI 2010

5

RADAR TEGAL

Tekan Angka Golput, KPU Harus Tegaskan Aturan

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal Hotel Karlita Orange Karaoke

(0283) 343399 (0283) 358050 (0283) 322022

AGENDA HOTEL HOTEL KARLITA Rabu dan Sabtu, Show DJ and Dancer Performance pukul 23.0003.00 WIB di Zodiak Discotheque dan VIP Karaoke. HOTEL BAHARI INN Tegal - Jum’at dan Sabtu Live Musik di Cafe Nelayan, Mulai Jam 19.00 WIB - Sabtu Happy Our di Musro Diskotik, Jam 20.00 - 03.00 WIB

WARGA Kecamatan Tegal Selatan mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal bersikap tegas, mencoret nama warga dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sehingga tingkat golput bisa ditekan seminimal mungkin, tak seperti saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, Pemilihan Walikota (Pilwalkot), Pemilihan Legislatif (Pileg), maupun Pemilihan Presiden (Pilpres). Ini terungkap dalam Sosialisasi KPU Kota Tegal kepada masyarakat Kecamatan Tegal

Tingkatkan Promosi Batik Tegalan BATIK Tegalan menjadi salah satu potensi yang dimiliki Kota Tegal. Meskipun jumlah perajin baik batik jumputan, cap, tulis dan sebagainya terus berkurang. Tetapi pembatik yang tersisa terus berjuang mengangkat kembali batik agar bisa lebih diterima. Muniroh, pembatik asal Kalinyamat, mengatakan, kendala utama saat ini adalah promosi yang kurang. Selama ini, pembatik memasarkan produknya sendiri-sendiri. Meski peranan pemerintah seperti Dekranasda selama ini cukup membantu dalam promosi. Tetapi intensitasnya masih jauh dari harapan. Jika dikemas dalam satu paket promosi dalam pameran, batik akan lebih dikenal. Keberadaan gazebo batik sebagai pusat pembatik maupun sarana promosi harus ditunjang dengan langkah-langkah lainnya seperti mewadahi proses distribusi atau pemasaran sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri. (gun)

Pengunjung Diminta Waspadai Cuaca HUJAN serta angin yang masih terjadi di Kota Tegal membuat pengunjung Pantai Alam Indah (PAI) harus selalu waspada dan memperhatikan peraturan yang ada. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar), HM Wahyudi, mengatakan, saat liburan sekolah tiba, seperti tahun sebelumnya banyak masyarakat yang datang untuk berlibur. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengunjung, maka pihaknya berharap agar pengunjung bisa mematuhi peraturan yang ada. Untuk pengunjung yang bermain di pantai agar selalu waspada dan tidak berenang untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Selain itu, pihaknya juga berharap agar seluruh pengunjung senantiasa menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Pasalnya, saat berlibur di PAI, banyak pengunjung yang membawa perbekalan seperti makanan dan minuman dari rumah. Jika pengunjung bisa

mematuhi setiap aturan yang ada maka akan memberikan manfaat bagi banyak pihak, terutama bagi pengunjung itu sendiri. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan aparat keamanan dalam hal ini Polisi Pariwisata guna menciptakan rasa aman dan nyaman. Pihaknya berpesan agar pengunjung segera memberitahukan kepada petugas yang berkeliling sehingga bisa ditangani dengan cepat. “Tetap waspada terhadap cuaca dan patuhi selalu ketentuan yang ada sehingga bisa berlibur dengan aman dan nyaman,” katanya. (gun)

golput tinggi. Menyikapi kondisi semacam ini, maka pihaknya minta KPU bisa bersikap tegas mencoret nama mereka dari DPT Kota Tegal. “Kalau KPU tegas, kami rasa tingkat partisipasi di Kota Tegal bisa meningkat. Karena jumlah DPT riil, warga pendatang tak masuk. Namun untuk itu, kamu minta ada ketegasan KPU, PPK, PPS dan panitia pelaksana Pemilu,” kata Agus. Mantan Anggota Panwascam Kecamatan Tegal Selatan, Harjono, meminta KPU tegas,

tidak memasukan warga Kota Tegal yang urban ke luar kota, hal ini merupakan salah satu pemicu kenapa tingkat partisipasi masyarakat tak maksimal. Ini pula yang menyebabkan DPT ganda, karena mereka juga terdaftar di daerah dimana mereka tinggal, baik Jakarta, Bekasi, Surabaya, Semarang atau kota lainnya. “Lebih baik warga Kota Tegal yang sudah urban ke luar kota, utamanya yang sudah bertahun-tahun untuk tidak di-

maasukan dalam DPT. Sebab setiap pelaksanaan Pemilu, daerah yang banyak warganya yang urban tingkat partisipasi masyarakatnya minim atau tak maksimal,” pintanya. Menanggapinya, Anggota KPU , Saifur Rokhim, mengungkapkan, KPU tidak bisa seenaknya mencoret nama dari DPT, karena itu akan digugat. Sebab alasan warga masuk DPT sesuai aturan, warga negara Indonesia, berusia 17 tahun atau sudah menikah, dan telah menetap 6 bulan. (hun)

Juli, Penataan Stasiun Rampung Master Plan Segera Dilaporkan ke Tim Pengarah

EKONOMI

Selatan, Jumat (25/6) malam. Anggota LPMK Kelurahan Randugunting, Agus, mengatakan, di Kelurahan Randugunting banyak kos-kosan, dan rata-rata mereka terdaftar dalam DPT. Namun, dalam pelaksanaan Pemilu, baik Pilgub, Pilwalkot, Pileg maupun Pilpres mereka tak menggunakan hak suaranya. Sebagian mereka memilih pulang ke kampung halamannya, untuk menggunakan haknya. Inilah yang memicu tingkat partisipasi menurun, dan jumlah

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tegal dan PT KAI DAOP IV, dalam waktu dekat akan menata PKL dan parker di wilayah Stasiun Besar Tegal. Sesuai rencana, proyek di deadline selesai pada akhir Juli mendatang. Kabid Bina Marga DPU Kota Tegal, Sugiyanto ST MMt, mengatakan, Rabu (23/6) lalu, PT KAI DAOP IV dan pemkot mengadakan rapat. Yakni untuk mensinkronkan rencana penataan parkir dan PKL di wilayah stasiun. “Pada saat itu semua masukan sudah diakomodir. Selanjutnya, Kamis (24/6), konsep secara utuh baik master plan atau manageman traffic sudah selesai. Dan dirapatkan kembali dengan tim teknis,” katanya. Sesuai rencana, Senin (28/6) hari ini, konsep tersebut akan dilaporkan pada tim pengarah. Dalam hal ini adalah wali kota, sekda, asisten, dan kepala dinas terkait. Apabila tim memberikan lampu hijau, segera akan dilanjutkan dilakukan sosialisasi ke PKL. Sehingga awal Juli nanti proyek sudah mulai dikerjakan. Terkait lelangnya sudah dilakukan hanya tingnggal mengerjakan saja. Pekerjaan di terjet selesai pada akhir Juli mendatang. Jadi prosesnya

hany memakan waktu satu bulan saja. Kepala Dishubkominfo, Cherul Huda, menambahkan, saat ini tahap mematangkan gambar sudah terselesaikan. Sehingga nantinya PKL di sebelah Utara lapangan PJKA yang menghadap ke Timur dan Utara akan direlokasi. Kemudian para PKL dari mulai Taman Poci sampai ke Jembatan dekat BRI juga akan dipindah. Nantinya sepanjang jalur tersebut bersih dari PKL. “Mereka direlokasi ke dalam Lapangan PJKA sebelah barat. Ini buka penggusuran tetapi penataan ulang. Dalam pelaksanaannya nanti kita usahakan yang semula mendapat lokasi dipinggir, ditempat baru juga disesuaikan atau sama di pinggirnya,” ujarnya. Mengenai seperti apa bentuknya, Chaerul menjelaskan, tidak ada bangunan yang tertutup melainkan terbuka semua. Warung-warung yang permanent juga demikian akan dibuka. Sehingga tidak disalah fungsikan sebagai tempat tinggal. Dari dinasnya juga akan membuatkan akses jalannya. Sehingga pengunjung tidak kesulitan kestika akan membeli disitu. Dari penjual juga akan mudah menawarkan lantaran akses jalan yang tertata rapi. “Rencana ini adalah untuk kepentingan bersama. Jadi, saya yakin para pedagangpun mau mengindahkan kota kelahirannya,” pungkasnya. (adi)

ADI MULYADI/RATEG

DITATA ULANG – Area parkir dan lokasi PKL di Stasiun Besar Kota Tegal, akan ditata ulang.

Pasar Rakyat di Tengah Keramaian Kota

Wahana Liburan Alternatif yang Murah Meriah Ada pemandangan berbeda saat melintas di Lapangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Lapangan yang biasanya sepi dan remang-remang kini menjadi ramai dan dipenuhi kilatan lampu yang terang benderang. Apa yang berubah di tempat tersebut sehingga mampu menyedot ratusan orang untuk datang ? LAPORAN : R GUNAWAN RATUSAN orang tampak

hilir mudik memilih aneka kebutuhan serta perabot yang ditawarkan di pasar rakyat yang digelar dalam rangka mengisi liburan sekolah. Di sudut lainnya, suara teriakan puluhan orang terdengar saling bersahutan. Pemandangan tersebut menjadi bagian dari aktivitas pasar rakyat yang dilengkapi dengan beragam jenis komedi putar yang tidak kalah dengan wahana permainan modern sekelas Dufan. Dian, salah seorang pengunjung, mengaku, sengaja datang untuk mengisi Sabtu malam sambil mencoba beragam permainan yang sudah lama tidak dilihatnya. Meski terbilang tradisional tetapi komedi putar yang ditawarkan cukup menarik

dan murah meriah sehingga bisa dinikmati semua kalangan. Setelah mencari peralatan rumah tangga hingga pakaian untuk putrinya, dia dan keluarga mencoba menikmati komedi putar yang terdiri lebih dari lima jenis yang ada. Apalagi, saat ini liburan sekolah sehingga pasar rakyat serta komedi putar selalu dipenuhi pngunjung untuk sekedar mencari hiburan tanpa harus keluar kota . “Di sini dengan anggaran terbatas kami bisa menikmati hiburan sekaligus berbelanja,” katanya. Pengunjung lainnya Irfan mengaku sengaja datang ke pasar rakyat karena penasaran dengan sejumlah wahana permainan yang ditawarkan. (*)

ROCHMAN GUNAWAN/RATEG

MERIAH – Pasar rakyat diisi bazar beragam kebutuhan rumah tangga hingga aneka komedi putar.


BREBES & BUMIAYU

6

SENIN 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Kades Kaliwlingi Jadi Tersangka Diduga Selewengkan Dana ADD BREBES - Kepala Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Edi Yulianto akhirnya ditetapkan jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2009. Dia ditetapkan menjadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan dua kali di Mapolres Brebes. Kapolres Brebes, AKBP Be-

no Louhenapessy SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Sugeng SH mengungkapkan, Edi Yulianto ditetapkan menjadi tersangka karena terbukti menyelewengkan dana ADD. “Setelah diperiksa secara maraton, Kades Kaliwlingi kami tetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun dan pasal 372

KUHP tentang Pengelapan dan Pemalsuan,” ujar Sugeng, Minggu (27/6). Kasat menjelaskan, sesuai hasil pemeriksaan, kades diketahui telah melakukan penyelewengkan dana ADD 2009. Antara lain tidak melaksanakan kegiatan sesuai anggaran dan sebagian dipakai untuk kepentingan pribadi. Pada tahun 2009 lalu, ungkap Sugeng, Desa Kaliwlingi menerima ADD Rp 66.258.000 yang

pencairannya dilaksanakan dalam tiga tahap. Namun dari dana yang diterima itu, realisasinya hanya Rp 47.969.000. Sementara sisanya Rp 18.289.000 diduga di korupsi. Di antaranya, anggaran bagi pembelian meja kursi, pekerjaan fisik di wilayah Dukuh Pandansari tahap I dan II. “Setelah diselidiki pembelian meja kursi, dia membuat kwintansi fiktif dan stempel palsu atas nama toko Surya Mebeler di Kota Tegal. Namun setelah dicek, ternyata

Dikabulkan, Keluarga TKI Gembira

LINTAS Juli, Lounching Radio Pendidikan BREBES - Guna menunjang kegiatan siswanya, awal tahun ajaran baru 2010-2011, SMPN 3 Brebes akan mendirikan radio pendidikan. Radio non komersil ini akan mengudara dengan awak crew seluruh siswa. “Semua perangkat untuk penyiaran radio pendidikan seperti antena, perangkat siaran dan studio radio sudah kami siapkan. Untuk launching siaran, saya rencanakan pada bulan Juli atau awal tahun ajaran baru,” ujar Kepala SMPN 3 Brebes, Drs Edie Suyanto MPd. Dia mengemukakan, pendirian radio pendidikan SMPN 3 bertujuan untuk mendukung mata pelajaran ekstra kurikuler di sekolah. Nantinya, para siswa juga akan dilibatkan dalam siaran radio yang berkaitan dengan pendidikan. Teknologi yang mendukung pendidikan seperti radio, ujar dia, dapat bermanfaat bagi para siswa agar tidak gagap teknologi atau gaptek. Selain mendirikan radio pendidikan, imbuh dia, kini SMPN 3 yang berstatus sekoah berstandar nasional (SSN) ini juga akan memberikan mata pelajaran jurnalistik dan internet kepada para siswa. Sekolah tersebut kini juga dilengkapi fasilitas hotspot agar internet bisa diakses dari berbagai sudut sekolahan. (cw1)

LINTAS BPS Lakukan Validasi Data BREBES - Meski proses sensus penduduk telah selesai sejak (31/ 5), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes masih melakukan validasi data hasil sensus penduduk tahun 2010. Ini dilakukan guna memastikan kebenaran data yang didapat. “Sebelum data dokumen dikirim ke BPS Provinsi, kami akan validasi seluruh data yang masuk agar tidak ada kesalahan. Data akan kami kirim ke provinsi pada tanggal 17 Juli hingga 2 Agustus,” ujar Kepala BPS Brebes, Gunawan SE, Minggu (27/6). Pengecekan dokumen itu, kata Gunawan, mengingat model yang dipakai dalam pendataan sensus penduduk zero error. Sehingga dalam pendataan sensus tidak dikendaki adanya kesalahan. “Pendataan yang digunakan dalam sensus tahun ini mengacu by name by address. Sehingga setiap individu penduduk harus di dapat data yang valid,” terangnya. Selain itu, pengecekan dokumen juga dirasa perlu berdasarkan hasil data sementara yang masih ditemukan kesalahan akibat human error. Pihaknya mengakui adanya kelalaian yang dilakukan petugas sensus, sehingga menghambat pelaksanaan Sensus Penduduk 2010. Warga yang seharusnya tidak tercatat dalam sensus, namun oleh petugas sensus dicatat. Demikian sebaliknya, petugas sensus sendiri juga mendapat kendala ketika mencatat data di rumah penduduk, tapi ditekan oleh penduduk sendiri untuk memanipulasi data. “Atas dasar itu kami membuat tim khusus yang qualified untuk menindaklanjuti, melakukan validasi, serta cek dan recek data,” ujarnya. Dia menambahkan, jika dalam validasi diperlukan turun kembali ke lapangan, petugas pengecek data akan turun ke lapangan. “Ini kami lakukan karena dalam validasi tidak main-main. Namun pada prinsipnya proses pendataan di lapangan sesuai jadwal, yakni dari tanggal 1 hingga 31 Mei lalu,” tandasnya. (cw1)

toko itu tidak ada. Sedangkan untuk pekerjaan fisik kegiatannya tidak dilaksanakan,” jelasnya. Sugeng menuturkan, Edi telah diperiksa sebanyak dua kali. Bahkan terakhir kali Edi menjalani pemeriksaan selama sembilan jam. “Selain kades, kami juga memeriksa 17 saksi untuk dimintai keterangan. Di antaranya anggota BPD, LPM, perangkat desa, dinas terkait dan warga,” tandasnya. (cw1)

ABIDIN ABROR/RATEG

SAMBUT GEMBIRA - Orang tua TKI, Endang Mutiara, Jaudi, tengah menunjukkan foto anaknya didampingi putri tercintanya, Barokah (13).

Pengadaan Mobnas Pinwan Disorot BREBES - Pembelian tiga buah mobil dinas untuk pimpinan DPRD Kabupaten Brebes senilai Rp 1,44 miliar mendapat sorotan tajam dari aktivis mahasiswa. Belanja mobil itu dinilai sebagai bentuk pemborosan uang negara bagi kepentingan elite lokal semata. “Di tengah kondisi daerah yang stagnan, bahkan mengalami kemunduran, sangat disayangkan belanja tiga buah mobil Honda CRV seharga 1,44 miliar untuk pimpinan dewan. Seharusnya mereka malu dengan fasilitas mewah, sementara kondisi masyarakatnya masih memprihatinkan,” ujar Karno Roso, di sela-sela Musyawarah Wilayah (Muswil) Keluarga Pelajar Mahasiswa

Daerah Brebes (KPMDB) BrebesTegal, di gedung pertemuan IBI Brebes, Minggu (27/6). Menurutnya, pemberian fasilitas mewah itu bukti rendahnya kepekaan yang dimiliki petinggi daerah. Apalagi, lanjutnya, selama ini belum terlihat signifikansi dari pemberian fasilitas mewah dengan kinerja mereka. “Selama ini saja tidak sebanding, fasilitas dewan mewah namun kondisi jalanan makin parah. Belum lagi pembangunan yang lainnya. Ini membuat kondisi Brebes semakin miris,” tandasnya. Sementara itu, Ma’ruf sebagai pembicara yang lain juga menilai perbaikkan pembangunan Kabupaten

Brebes belum terlihat nyata. Justru, bentuk-bentuk praktik kebijakan tidak menyentuh lapisan masyarakat di bawah yang nampak. Akibatnya, selain tidak meratanya pembangunan, juga menyuburkan ladang-ladang korupsi. “Bukannya tambah maju, di Brebes malah begini saja. Bahkan prilaku korup sudah sangat akut dan menyebar kemana-mana,” ujar Ma’ruf. Dia berharap, mahasiswa sebagai garda depan pemuda tampil sebagai kontrol terhadap pemerintah. “Mahasiswa masih menyimpan kekuatan yang tidak tertandingi oleh elemen lainnya, selain idealis mahasiswa juga merupakan insan yang tercerahkan,” tandasnya. (cw1)

BULAKAMBA - Keputusan Pengadilan Slangor Malaysia yang mengabulkan gugatan perdata TKI asal Desa Kluwut, RT 02 RW 03 Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Endang Mutiara (26), disambut gembira keluarganya. Orang tua TKI, Jaudi (43) mengaku bersyukur atas keputusan ini. Dan dia berharap setelah keputusan ini, putri tercintanya segera pulang. Apalagi sudah empat tahun, sejak berangkat ke Malaysia 2006 dan hingga kini belum pernah bertemu. “Sebagai orang tua, saya sangat senang atas keputusan ini. Kami berharap Endang bisa cepat pulang,” kata Jaudi, Minggu (27/ 6). Selama anaknya kerja di Negeri Jiran Malaysia, dirinya mengaku kerap berkomunikasi lewat handphone dengan Endang. Tapi setelah sang majikan tahu, kalau pembantunya sering berhubungan dengan orang tuanya di kampung. Kemudian handphone anaknya diambil sang majikan. Termasuk telepon milik majikannya yang biasa ditaruh diruang kerja. Sejak itu praktis anak dan dirinya hilang kontak. “Anak saya mengeluh lama tak menerima gaji bulanan. Dia hanya digaji selama enam bulan dan selebihnya tidak menerima bayaran. Sebagai orang tua tentu saja prihatin. Tapi mau bagaimana, sedang anak saya ada di Malaysia. Saya benar-benar cemas, terus mau minta tolong siapa,” kata Jaudi. Seperti diketahui pengadilan di sana mengabulkan gugatan perdata TKI asal Kluwut, Endang Mutiara. Atas keputusan ini sang majikan Umar Reshan, diwajibkan membayar denda sebesar 48 ribu ringgit atau setara Rp 144 juta. Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Komisi IV, Akhmad Mustaqim yang kebetulan warga setempat mengaku gembira atas keputusan ini. Perjuangan yang diraihnya ini, menurut Akhamad Mustaqim, adalah berkat perjuangan berbagai pihak. Baik bantuan dari LSM Mas Jaka, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Depnakertrans, termasuk bantuan dari KBRI.Ia berharap para TKI yang mau bekerja di luar negeri agar selektif memilih majikan di sana. “Pilihlah PJTKI yang resmi, sehingga tak terjadi kasus seperti yang dialami Endang,” kata Mustaqim, dari Komisi IV membidangi tenaga kerja. (din)


BREBES & BUMIAYU

SENIN 28 JUNI 2010

7

RADAR TEGAL

KEAGAMAAN

Pemesanan Buku DAK Sistim On Line Aturan Sedang Digodok di DPR

TEGUH - SUPRIYANTO/RATEG

BREBES - Pemesanan buku ajar untuk semua satuan pendidikan, termasuk pengadaan alat peraga yang dibeli lewat Dana Alokasi Khusus (DAK), tahun anggaran 2010, pemesanannya dengan sitim on line. Tidak seperti dulu, dimana sekolah bebas melakukan pemesanan melalui pihak ketiga. Sedangkan untuk DAK fisik, seperti disampaikan Ketua Tim Pemantau Masyarakat (TPM)

Brebes, Purwanto, tetap dilanjutkan sesuai perencanaan semula. Adapun pemesanan buku dan alat peraga ditangani lima penerbit nasional. Para penerbit ini, lanjut Purwanto, adalah para penerbit yang menang lelang. Dari sembilan penerbit yang mengajukan penawaran, dipilih lima pemenang. Dengan begitu pemesanan bisa dilakukan secara langsung. Tanpa melalui perantara atau pihak ketiga. Tapi langsung pada penerbit yang menang lelang. “Dengan sistim ini tidak ada fee, yang dibe-

bankan pada kepala sekolah seperti yang selama ini berjalan. Pemesanan tidak lagi melalui pihak ke tiga. Dan sistim ini tengah digodok dan Agustus tahun ini aturan tersebut akan diberlakukan serempak di seluruh Indonesia,” kata Ketua TPM, Purwanto. Penggodokan aturan lelang dilakukan DPR, Kementerian Pendidikan Nasional dan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK). Adapun latar belakang dibuatnya aturan baru ini, menurut Purwanto, karena ter-

KEBERSAMAAN - Warga Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong bergotong royong membangun masjid dengan penuh kebersamaan.

PENDIDIKAN

dok/rateg

Purwanto

keuangan negara,” tegas Purwanto. (din)

Polres Data Kelompok Ndayak

Masjid Nurul Anshor Direhab BUMIAYU - Semangat kebersamaan dalam sikap kegotong royongan terpelihara dengan baik di Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong. Kondisi itu terlihat dari kegiatan gotong royong yang dilakukan warga dalam pembangunan Masjid Nurul Anshor yang ada di RT 03 RW 02 Dukuh pepedan Selatan. Tidak hanya kalangan remaja dan orang tua, kegiatan gotong royong warga juga diikuti ibu rumah tangga dan anak-anak. Mereka bahu membahu dalam pembangunan masjid yang dipergunakan sebagai rumah ibadah dan juga pusat kegiatan agama. Kepala Desa Pepedan, Mahnuri mengatakan, pembangunan Masjid Nurul Anshor yang dilaksanakan bersama masyarakat ini terdiri dari pembangunan lantai dua dan perluasan bangunan masjid. “Sebelumnya masjid ini berukuran 15 x 20 meter persegi dan nantinya akan diperluas menjadi 22 x 25,5 meter dengan kubah besar ukuran diameter 15 meter persegi pada bagian atas,” ungkapnya Minggu (27/6). Tidak hanya tenaga, sikap kegotong royongan warga juga ditunjukkan dengan banyaknya makanan dan minuman yang berasal dari warga sendiri. “Ini merupakan respon yang sangat baik dari warga masyarakat terhadap kegiatan keagamaan, bahkan karena saking banyaknya warga yang turut serta terpaksa kami bagi perregu,” jelas Mahnuri. Menurut kades, Masjid Nurul Anshor ini pertama kali dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1920-an dan terakhir direhab pada tahun 1981. Tahun ini dilakukan pembangunan berupa penambahan bangunan lantai 2 yang meliputi bangun untuk ibadah serta pada bagian teras atas akan dipergunakan untuk majelis dan ruangan bagi Ikatan Remaja Masjid (IRMA). “Sumber dana yang digunakan dalam pembangunan mesjid ini berasal dari bantuan swadaya masyarakat dan juga aspirasi anggota dewan provinsi senilai Rp 10 juta. Diharapkan kedepan dengan semakin tersediannya fasilitas ini, maka kegiatan keagamaan khususnya di Desa Pepedan akan semakin meningkat,” harap Mahnuri. (pri)

jadinya bocoran anggaran secara pribadi. Dan ini terjadi menyeluruh, sehingga negara sangat dirugikan. Untuk mensikapinya, pemerintah perlu membuat aturan yang lebih baik. Dengan aturan baru ini, maka buku ajar tahun 2007 dan 2008 tidak berlaku. “Kepsek perlu waspada dengan pemesanan order. Karena yang selama ini berjalan, pemesanan melalui pihak ke tiga, mereka ini para preman. Bukan penerbit dan praktek ini sangat merugikan

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

ANTUSIAS - Kegiatan jalan sehat yang digelar Polsek Salem dalam rangka HUT Polri disambut antusias peserta.

Wujudkan Keharmonisan dengan Masyarakat SALEM - Memperingati HUT Bhayangkara ke-64, Polsek Salem menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti ratusan warga masyarakat Kecamatan Salem, Minggu (27/6). Selain diikuti masyarakat umum, kegiatan ini juga diikuti instansi yang ada di Kecamatan Salem. Kegiatan jalan sehat yang mengambil star dan finis di halaman Polsek Salem menempuh jarak dua kilometer melalui dua desa, yakni Desa Salem

dan Desa Banjaran, kembali ke garis finis di depan kantor Polsek Salem. Kapolsek Salem AKP Widiaspo mengatakan, jalan sehat merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Polsek Salem dalam memperingati HUT Polri ke-46, selain kegiatan KB Kesehatan Bhayangkara yang digelar di Desa Indrajaya dan Bakti sosial yang dipusatkan di jalan protokol Kecamatan Salem. “Dalam

peringatan HUT ke-46 kali ini, kami mencoba memberikan yang terbaik dengan menggelar rangkaian kegiatan yang bisa langsung dirasakan masyarakat” kata Widiaspo. Dikatakan Widiaspo, meski terlihat sederhana, namun peringatan HUT Bhayangkara tahun ini diupayakan semeriah mungkin. Selain digelar pentas hiburan dangdut, para peserta juga berkesempatan mendapatkan doorprize. (pri)

BREBES - Maraknya pelajar dan remaja yang naik kendaraan bak terbuka di jalur pantura mulai dikeluhkan sopir dan pemilik kendaraan. Mereka yang dikenal kelompok “ndayak” oleh petugas Samapta Polres Brebes mulai didata dan ditertibkan. Kapolres Brebes, AKBP Beno Lohunapessy SH MH melalui Kasat Samapta, AKP Sri Suhartini didampingi Komandan Regu Samapta, Bripda Irfan Rudy mengatakan, keberadaan kelompok “ndayak” sudah banyak dikeluhkan para sopir angkutan bak terbuka. Mereka naik ke mobil bak terbuka saat kendaraan sedang berhenti atau berjalan pelan. Tiba-tiba, mereka yang rata-rata berkelompok langsung naik ke atas bak. “Apalagi musim liburan sekolah seperti sekarang ini. Dimana pelajar yang “ndayak” jumlahnya sangat banyak. Dengan dandanan khasnya, mereka bergerombol di pinggiran jalan. Bahkan dari mereka ada kaum wanitanya. Mereka sepertinya tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan keselamatan jiwanya sendiri,” katanya. Karenanya, untuk menjaga ketertiban lalu lintas, sejumlah petugas Samapta Polres Brebes melakukan langkah penertiban, (27/6). Penertiban dilakukan di sejumlah titik, utamanya di wilayah perkotaan. Dimana para kelompok “ndayak” berkumpul menunggu kendaraan bak terbuka yang melintas. Dan

dari penertiban di Jalan Diponegoro, samping Kantor Telkom Kota Brebes, tercatat ada tujuh anak yang ditertibkan. Mereka ini tengah menunggu tumpangan kendaraan bak terbuka yang menuju arah Kota Tegal. Kelompok “ndayak” ini sebagian warga Kelurahan Pekauman, Kota Tegal juga ada yang dari wilayah Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. “Mereka ada yang masih duduk di bangku SD, SMP, dan yang drop out. Mereka melakukan ini katanya karena senang.Mereka yang tertangkap, setelah didata kelompok “ndayak” ini lalu dipulangkan naik angkutan Elf,” tambahnya. Menurut pengamat pendidikan, Budi Gunawan, selain karena kurangnya pengawasan dari orang tua. Juga karena minimnya ruang bermain, sehingga mereka mengapresiasikannya di jalan raya. Sebuah ruang yang memungkinkan, mereka bisa menumpahkan segala ekspresi yang menjadi keinginan. Sementara itu, salah seorang tukang becak asal Kelurahan Pasarbatang, Roni menuturkan, sebelumnya pernah mengingatkan akan bahaya yang timbul. Tapi dia kecewa karena sarannya tidak digubris. “Katanya kalau mati itu takdir. Begitu jawabnya, dan seringakali mereka membuat kemacetan dan banyak dikeluhkan para sopir,” kata Toni.(din)

Menilik Kondisi Kesehatan Penderita Kelainan Kelamin Asal Desa Salem

Minder dalam Pergaulan karena Sering Diejek Teman Sepermainan TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

BERTANDING - Dua tim futsal bertanding dalam kompetisi yang digelar STKIP Bumiayu menyambut Dies Natalies.

STKIP Gelar Kompetisi Futsal BUMIAYU - Menyambut Dies Natalis ke-I, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bumiayu menggelar sejumlah rangkaian kegiatan, salahsatunya turnamen futsal. Hari pertama kegiatan diisi dengan kompetisi futsal yang diikuti 32 klub futsal dari wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, bertempat di family Futsal Centre Bumiayu, Minggu (27/6). Kegiatan ini disambut antusias suporter maupun warga masyarakat yang memang saat ini tengah dilanda demam piala dunia. kompetisi futsal ini merupakan kali pertama digelar di Kecamatan Bumiayu. Aqib Ardiyansah, selaku ketua panitia kompetisi yang juga ketua pelaksana Dies Natalies STKIP Bumiayu mengatakan, kompetisi futsal merupakan kegiatan pembukaan STKIP dalam menyambut Dies Natalis I perguruan tinggi tersebut. “Kompetisi futsal merupakan pembukaan dari rangkaian kegiatan yang kami adakan dalam Dies Natalis tahun ini. Ternyata antusiasme peseta cukup tinggi. Itu dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kompetisi,” terangnya. Menurut Ardiyansah, selain kompetisi futsal, kegiatan lain yang telah disiapkan STKIP adalah seminar tentang Narkoba yang akan dilaksanakan pada Senin (28/6) dan bekerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes, diisi dengan yang lomba penulisan opini pendidikan. Kegiatan dilanjutkan dengan Peletakan batu pertama Kampus STKIP oleh Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh pada hari Rabu (30/6) bertempat di lokasi pembangunan wilayah Desa Pagijengan, Kecamatan Paguyangan. “Peletakan batu pertama akan diisi dengan pawai kebudayaan lokal dan juga seminar nasional dengan tema Membangun Pendidikan Berkarakter di Indonesia. Bersama nara sumber mantan Mendiknas prof Malik Fajar, Prof Yahya muhaimin selaku ketua BPH STKIP dan tokoh pendidikan lain bertempat di SMA Islam Bumiayu,” urai Ardiyansah. (pri)

Memasuki masa remaja merupakan masa yang paling menyenangkan. Namun kondisi itu tidak berlaku bagi Trinas Agung Pramono (12), anak dari pasangan Warkam (42) dan Isah (39). Dia merasa minder untuk bergaul dengan teman-teman dilingkungannya. Mengapa? LAPORAN: TEGUH S SEJAK lahir, Warkam dan Isah harus menerima kenyataan jika anak keduanya ini memiliki kelainan pada bagian kelamin. Namun bagi Warga RT 05 RW 01 Desa Salem, Kecamatan Salem ini, kelahiran Agung tetap dipandang sebagai anugerah yang tidak terhingga. Meski dalam kesehariannya Warkan hanya bekerja sebagai buruh bangunan, sementara Isah membantu kondisi ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Namun keduanya tetap mengupayakan pengobatan bagi kesembuhan anaknya ini. Semenjak lahir Agung diketahui mengidap kelainan pada bagian alat kelaminnya. Dimana

penis dan buah zakar terlihat menempel jadi satu. Untuk melakukan aktivitas buang air seni dilakukan melalui sebuah lubang yang muncul dipangkal batang penis. “Dia tidak bisa pipis secara normal layaknya anak laki-laki, karena keluar melalui lubang yang ada di pangkal penis,” tutur Isah ditemui, Sabtu (27/6). Upaya penanganan terhadap kelainan yang diderita Agung baru dapat dilakukan saat dia menginjak usia 5 tahun. Berbekal dana yang berasal dari bantuan kerabat dan tetangga, Agung dibawa orang tuanya ke RS Fatmawati untuk menjalani pengobatan. “Disana dilakukan operasi pemisahan antara batang dan kantung kemih yang sebelumnya memang menempel. Kami mendapat keterangan dari dokter disana, bahwa pelaksanaan operasi harus dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali,” lanjut Isah. Kendala ekonomi keluarga menyebabkan operasi lanjutan baru dapat dilakukan tujuh tahun kemudian, sejak operasi pertama, tepatnya pada awal bulan Juni 2010. Berbekal surat keterangan tidak mampu dari desa dan kecamatan, Agung menjalani operasi di RSU Bhakti Asih Brebes. “Sepulang dari sana Agung malah mengeluh tidak

bisa kencing, kalaupun keluar hanya sedikit dan bercampur darah,” jelas Isah cemas. Selama menderita kelainan, Agung juga tidak bisa menahan jika dia ingin buang air seni. Sehingga seringkali celananya tiba-tiba basah tanpa bisa terkontrol. Sehingga secara psikologis Agung merasa minder dalam pergaulan bersama teman-temannya. “Dia mengaku sering diejek teman-temannya karena sering ngompol, sehingga akhirnya merasa malu,” kata Isah. Dia berharap operasi lanjutan untuk Agung dapat terlaksana, terlebih saat ini anaknya akan melanjutkan sekolah ke tingkat SMP, namun kendala ekonomi menghalangi upaya tersebut. Kepala Desa Salem, Susro Sastria saat menemui keluarga Agung mengatakan, keluarga

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

PERLU PERHATIAN - Trinas Agung Pramono (tengah) diapit ibunya bersama Kades Salem. Dia memerlukan perhatian untuk kesembuhan penyakit yang diderita.

Agung termasuk dalam keluarga tidak mampu, sehingga dia akan mengupayakan bantuan dari tingkat kabupaten. “Mudah-mudahan pemerintah kabupaten bisa membantu ke-

luarga ini, dalam mencari kesembuhan bagi anaknya. Mengingat kondisi ekonomi mereka tidak memungkinkan jika harus menanggung pengobatan sendiri,” urai Susro.(*)


SLAWI METROPOLIS

8

SENIN 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal

Trayeman Terbengkalai

0283-3448131

Belum Ada Realisasi Perbaikan SLAWI – Puluhan pedagang kios Pasar Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, saat ini, terus menunggu nasib perbaikan kios tempat dagang mereka. Pasalnya, sejak peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan kios dagangnya, sampai Minggu (27/6), belum ada realisasi perbaikan

dari pihak investor pengelola yaitu PT. Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBBP). “Kepada Pemkab Tegal, kami minta bantuannya untuk terus mendesak investor pengelola, segera merealisasikan perbaikan kios yang terbakar. Hampir sepuluh bulan kios itu terbengkalai tanpa sentuhan perbaikan,” terang Ahmad, salah seorang pemilik kios yang terbakar. Menurut Ahmad, para pedagang sendiri sudah beberapa kali menegaskan kepada investor pengelola, namun terkesan

diabaikan. Disinilah pihaknya berharap agar Pemkab Tegal turut memperhatikan, sehingga kejelasan realisasi perbaikan tempat berdagang mereka kedepan ada kepastian. “Kepada siapa lagi kami harus minta tolong kalau bukan kepada pemerintah daerah dimana kami tinggal,” keluhnya. Masih kata Ahmad, untuk saat ini pihaknya dan sejumlah pedagang kios sudah menempati tempat dagang sementara yang disediakan Pemkab Tegal. Namun bukan berarti sudah terselesai-

kan permasalahan terkait kiosnya yang terbakar itu. “Kami tetap menginginkan kios tempat dagangnya bisa kembali seperti sebelum terjadi kebakaran,” kata Ahmad pula. Kepala Dinas Pasar, UKM dan Koperasi Pemkab Tegal Abasari, Minggu (27/6), membenarkan jika pedagang Kios Pasar Trayeman yang kiosnya terbakar beberapa bulan lalu, mendesak dinasnya. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi baik dengan pemilik kios maupun investor pengelola dan

Belasan Pengedar dan Pengguna Narkoba Digulung

LOMBA Lomba Burung Berkicau Hibur Masyarakat TALANG – Lomba burung berkicau yang diadakan lembaga bertajuk Akrab Jakwir Kabeh (Ajibah) Desa Pesayangan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal terlihat meriah. Disamping masyarakat sekitar hadir menonton dan mengikuti lomba, para peserta yang datangnya dari empat kota pun ikut meramaikan lomba tersebut. “Peserta datang dari beberapa kabupaten dan kota, diantaranya Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang. Mereka berbondong-bondong untuk mengikuti perlombaan burung berkicau di tempat kami,” kata Ketua Panitia Apito Lahire kepada Radar, Minggu (27/6) kemarin di tempat perlomban. Menurut Apito, kegiatan ini sudah delapan bulan lalu yang dilaksanakan setiap hari minggu siang. “Kami hanya memberikan hadiah sembako untuk para pemenang, selain itu para peserta juga hanya mendaftar 10 ribu.” Lebih lanjut Apito menjelaskan, lomba ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada kicau mania, baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah dan lomba ini tidak pernah sepi dari para pengunjung. Terbukti setiap minggu ada sekitar 150 peserta mendaftarkan burungnya untuk adukan. “Ini bertujuan untuk mempererat hubungan kicau mana karena lomba burung ini juga tidak membedakan yang kaya dan yang miskin artinya lomba yang merakyat,” tuturnya. Selain itu Apito menambahkan, ada tiga burung yang dilombakan dan dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu Kacer terbagi ke dalam tiga kelas, Murai menjadi dua kelas, burung Pentet dan Cucak Hijau hanya satu kelasan. “Ada empat burung yang kita lombakan dan terbukti dengan lomba ini banyak pula burung-burung yang berprestasi dan diminati dari kalangan atas,” imbuh Apito. (mg2)

FATKHUROHMAN/RADAR SLAWI

MENIAI - Para juri sedang menilai burung Kacer yang sedang dilombakan di Desa Pesayangan Talang.

CMYK

penanggungjawab. Saat ini Pihaknya butuh kesabaran dari pemilik kios tersebut. Mengingat perbaikan lios terbakar ada mekanis dan prosedur pihak siapa yang paling berkompeten melakukan perbaikan kios mereka. “Kami juga sudah melakukan pendekatan dengan investor pengelola yaitu PT KBBP dan saat ini masih dalam proses pembahasan. Untuk itu kami berharap agar pedagang bisa bersabar dan memahami konteks realisasi perbaikannya,” terang Abasari. (k1)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BUKA START - Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM, saat membuka acara jalan santai dalam rangka HUT Bhayangkara ke 64 pada Minggu (27/6) kemarin di halaman Mapolres Tegal yang dihadiri oleh ribuan keluarga besar Polri.

Wajib Berkaos Piala Dunia Jalan Santai Memperingati HUT Bhayangkara ke-64 MENYAMBUT HUT Bhayangkara ke-64, ribuan warga dari Keluarga Besar (KB) Polri, khususnya Polres Tegal, Minggu (27/6) kemarin, berarak-arakan melakukan jalan santai. Acara olahraga bersama ini merupakan serangkaian kegiatan lain, yang memiliki segudang hadiah doorprize di antaranya TV, Kulkas, dan sepeda motor yang berjumlah 100 unit. Tak terkecuali, Muspida Kabupaten Tegal di antaranya Bupati Tegal H Agus Riyanto, Sekda SriyantoHP, rombongan dari Bataliyon 407 dan Brigif, serta Kodim 0713. Keluarga para wartawan pun ikut diundang sebagai peserta. Kapolwil Pekalongan Kombes Fatkhurohman, dan

sejumlah Kapolres di jajaran Polwil juga hadir dalam acara jalan santai yang wajib menggunakan kaos seragam bola maupun Piala Dunia (PD) 2010. Pemakain kaos bola ini merupakan salah satu syarat saat mendapatkan hadiah. Karena kalau tidak, undian yang beruntung itu bisa langsung didiskualifikasi oleh panitia. Dan hal ini juga nampak ada beberapa peserta yang memang tidak menggunakan kaos bola, dan mendapatkan hadiah terpaksa dibatalkan. Padahal, 100 hadiah yang dihadirkan langsung oleh Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE adalah 97 unit di antaranya TV dan kulkas baik itu berukuran mulai 21 inchi hingga 59 inchi, dan 3 lainnya adalah hadiah utama berupa sepeda motor Honda Revo. ‘’Kami salut dan sangat apresiasi sekali dengan jajaran Polres Tegal dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-64. Sebagai insan Polri, selama ini menjabat, kami baru

melihat ukuran di kelas Polres bisa mengadakan acara seperti ini dengan megah dan penuh hadiah. Terlebih, hadiah yang disandingkan bernilai semua,’’ kata Kapolwil Pekalongan Kombes Fathurohman. Dia menilai, acara yang digelar di Polres Tegal ini seharusnya ukuran nasional atau tingkat ya ng tinggi. Sebab, acara yang dihadirkan sangatlah megah dan luar biasa. ‘’Kami juga berterimakasih kepada Kapolres Tegal yang sudah mendoakan akan jabatan tugas baru kami. Sebab, akhir bulan Juli 2010 ini jabatan sebagai Kapolwil termasuk keberadaan Polwil sendiri sudah tidak ada lagi di jajaran Polri,’’ ulasnya. Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE menambahkan, semua hadiah ini memang sengaja diberikan. ‘’Hadiah 100 unit. Di antaranya 97 unit berupa TV berukuran mulai 21 inchi hingga 59 inchi dan kulkas. Tiga hadiah lainnya berupa 3 unit sepeda motor.’’ (gus)

SLAWI - Selama lima bulan terakhir, atau sejak Januari hingga Mei 2010, tim unit Narkoba Polres Tegal berakhir mengungkap dan mengamankan 13 pengguna dan pengedar narkoba. Sebagian besar dari mereka, yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, merupakan warga pendatang. Baik berasal dari luar wilayah hukum Polres Tegal, seperti dari Jakarta, Brebes maupun Kota Tegal. ‘’Mereka yang ditangkap dan kini tengah mempertanggungjawabkan perbuatannya rata-rata pengangguran. Penangkapan ini biasanya dilakukan melalui informasi yang disampaikan masyarakat. Dan dari informasi tersebut, jajaran kami langsung meresponnya,’’ kata Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE didampingi Kasat Reskrim AKP Rudi Wihartana, Minggu (27/6) kemarin. Dari total 13 tersangka yang kini tengah diproses dan tengah dikembangkan lanjut Kapolres, hanya ada dua yang berasal dari Kabupaten Tegal. Sementara bila dibandingkan dengan tahun 2009 lalu, dalam kurun waktu sama, angka kasus narkoba pada 2010 ini bisa dikatakan meningkat. “Sebelumnya, perkara narkoba di wilayah hukum Polres Tegal dari Januari hingga Mei 2009, di bawah 10 kasus,” katanya yang juga didampingi Kanit Narkoba Aiptu Suratman. Kapolres menegaskan, kepada masyarakat, khususnya yang masih bermain dengan segala jenis narkotika agar bisa secepatnya meninggalkan barang haram tersebut. Sebab, pada peraturan baru yaitu UndangUndang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ini ancaman hukuman cukup berat. Yakni hukuman minimal empat tahun penjara dan denda bisa mencapai ratusan atau bahkan miliaran rupiah. ‘’Ya, undang-undang baru ini menggunakan hukuman minimal. Undang-undang yang lama maksimal. Jadi, tidak ada kata ampun kepada mereka yang menggunakan apalagi mengedarkan,’’ jelasnya. Sejauh ini, imbuh dia, jajarannya baru bisa mengungkap jaringan kecil narkotika. Untuk, pengedar besar sepertinya mengalami kesulitan. Sebab, peredaran narkotika ini menggunakan sistem jaringan tertutup. Di mana, antara pengedar satu dengan lainnya tidak saling kenal meski mereka melakukan transaksi narkoba. Sedangkan sebagai upaya untuk mengantisipasi merebaknya pengguna narkoba, pihaknya terus melakukan sosialisasi bersama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tegal. Selain di sekolah-sekolah, juga di kalangan masyarakat. Adapun, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan polisi dalam kasus narkoba ini di antaranya adalah ganja kering seberat 330,46 gram dan sabu total 0,543 gram. (gus)


SAMBUNGAN

SENIN 28 JUNI 2010

9

RADAR TEGAL

Ingin Kasus Video Pornonya Cepat Berakhir HINGGA saat ini status Ariel masih sebagai tersangka karena telah merekam adegan seksualnya dengan Luna Maya dan Cut Tari. Ariel pun ingin kasus hukum yang tengah membelitnya cepat berakhir. Hingga saat ini Ariel masih dalam proses pemeriksaan terkait dugaan melanggar 3 pasal sekaligus. Pasal tersebut di antaranya pasal 4 Undangundang Pornografi, pasal 282 tentang Kesusilaan dan pasal 27 ayat 1, UU No. 11 tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Ariel ingin lewati ini semua dengan cepat. Ariel ingin didoakan sehat walafiat,” jelas OC saat menjenguk Ariel di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (27/6). Menurut OC, proses pemeriksaan Ariel semua berjalan dengan lancar. Katanya polisi sudah profesional menangani kasus Ariel. “Saya tidak komentari apa yang polisi katakan. Apapun yang dikatakan adalah wewenang penyidik. Polisi sudah profesional, saya tidak akan keberatan,” jelasnya.

Kabar meninggalnya Ariel di dalam sel tahanan karena over dosis narkoba juga sudah resmi dibantahnya. OC berani menjamin Ariel dalam keadaan sehat. “Dia kaget saja diberitakan mati. Kondisi sehat sekali. Ariel sehat walafiat,” jelas OC. OC bingung saat kliennya dikabarkan meninggal dunia. Padahal akhir-akhir ini antara OC dan Ariel banyak mengobrol soal hukum. “Ariel banyak bicara hukum, ya saya jawab saja,” jelasnya. Sementara itu, polisi masih

melakukan penyidikan terhadap Luna Maya terkait video pornonya dengan Ariel. Luna Maya pun sudah dipanggil untuk diperiksa oleh Mabes Polri. Menurut OC. Kaligis, Luna akan menjalani pemeriksaan sekitar Selasa (29/6) atau Rabu (30/6). Pemeriksaan itu masih seputar kasus video pornonya bersama Ariel. “Luna Maya Selasa atau Rabu akan diperiksa,” jelas OC saat menjenguk Ariel di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (27/6). (ebi/ebi)

Masih Berpeluang Terjadi Hujan dari halaman 3 Tetapi esoknya bisa saja cuaca menjadi mendung atau

turun hujan sementara malam hari terasa panas. Kondisi cuaca seperti ini, jelasnya, lazim terjadi saat peralihan musim

sehingga sewaktu-waktu cuaca bisa berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya. “Hujan masih berpeluang terjadi dalam

beberapa hari ke depan, begitu juga dengan pergantian cuaca yang bisa saja berubah dengan cepat,” katanya. (gun)

diri tertib dalam berlalu lintas. Muaranya tentu akan bisa membantu polisi dalam menekan angka kecelakaan dijalan,” terangnya. Keluar sebagai juara dalam ketangkasan becak kali ini masing masing tercatat Cipto dari pangkalan pos maya dengan catatan waktu 0,50 menit, disusul Kamid dari pangkalan

pos Kejambon dengan catatat waktu 0,51 menit dan Sarno dari pangkalan Gudang Barang dengan catatan waktu 0,52 menit. Abang becak itupun tersenyum dalam kebersamaan ketika kapolresta membagikan nasi bungkus untuk santap siang, berikut tali asih uang untuk keikutsertaan mereka. (her)

Adu Ketangkasan Becak dari halaman 3 nya yang ke 64 tahun. Terpisah Kasat Lantas AKP Anak Agung Sukreta SH, menyatakan, mereka yang berlomba selain mendapatkan tali asih berupa sejumlah uang, para pemenang nantinya juga akan diundang dalam peringatan HUT Bhayangkara 1 Juli men-

datang. Wali Kota, Ikmal Jaya, memberi, apresiasi yang mendalam terhadap gagasan yang diusung Polresta dalam rangkaian peringatan hari jadinya. “Dengan ajang ini setidaknya abang becak merasa mendapat perhatian, dan dengan sendirinya akan tumbuh semangat untuk membiasakan

Sekolah Gratis Persulit Disdik dari halaman 3 Serta pihak-pihak yang berada dalam lingkungan pendidikan, dalam hal ini sekolah. Sebeb masyarakat kita menelan mentah-mentah program itu,” katanya. Menurutnya, realita kependidikan dewasa ini, tampak ada semacam inersial social masyarakat memiliki andil besar. Yakni dalam membangun snobisme pengelolaan pendidikan nasional, yang justru merugikan bangsa, Negara, dan rakyat. Out put pendidikan cenderung gagap membaca lingkungan.

Tentu saja, lanjut Umar, out bput pendidikan yang loyo seperti itu lahir dari konversi sistemik dunia pendidikan yang cenderung bermain-main dalam reduksi dan manipulasi proses pembelajaran. Yang diawali dengan minimalisasi bahkan eliminasi nilai-nilai moral, etika, budaya, kesenian dan agama. Akibatnya proses pembelajaran kehilangan elanvital, eksistensi, dan esensinya sebagai kegiatan pedagogik. Para guru dan dosen masih berputar-putar dalam pola pengajaran teks book, yang mengedepankan pe-

ngetahuan kognitif tanpa pendalaman apalagi pengayaan. “Keprihatinan ini semakin menyeruak ketika sekolah, guru, murid, dosen dan mahasiswa memandang fenomena mencontek sebagai hal yang wajar. Seperti yang dialami siswa SMAN 2 Ngawi, yang tidak lulus lantaran karena contekan yang diberikan salah besar. Fenomena ini merupakan gambaran riil keburaman potret pendidikan kita sekarang ini,” pungkasnya. Sementara Panitia Pengajian yang juga Bendahara PDM

Kota Tegal, Drajat BA, menuturkan, kegiatan ini dalam rangka gebyar Muktamar Muhammadiyah ke 46. Peserta yang hadir kurang lebihnya mencapai 150 orang. “Mereka adalah sebagian peserta penggembira Muktamar yang jumlah totalnya sekitar 360 orang. Setelah pengajian ini akan digelar pula rapat penjelasan pemberangkatan Muktamar. Sehingga mereka tahu persis apa yang harus disiapkan nantinya. Sesuai rencana rombongan diberangkatkan, Jumat (2/7) mendatang, menggunakan 6 bus besar,” terangnya. (adi)

Pemkot Kesulitan Data TKI dari halaman 3 wajib. Karena prosedur yang tepat ya seperti itu. Tidak hanya asal berangkat saja. Tapi ketika mendapat masalah baru melaporkan dan meminta bantuan ke dinas.” Kepala Dinsosnakertrans, Sumito, membenarkan belum adanya data valid TKI asal Kota Tegal. Namun apabila itu diberangkatkan melalui dinasnya semua tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dijelaskan, di Kota Tegal saat

ini memang belum ada PJTKI resmi yang menyalurkan tenaga keluar negeri. Namun demikian, data bisa valid apabila warga yang akan berangkat melaporkan diri. “Dulu pernah ada PJTKI di Tegal. Tetapi sekarang sudah tidak aktif lagi. Sehingga warga yang akan keluar negeri kebanyakan melalui PJTKI luar kota,” imbuhnya. Sementara Kasi Advokasi dan Kepulangan TKI Ditjen Binapenta Kemenakertrans RI, Dra Siti Rochimah MM, me-

nambahkan, apabila ada PJTKI yang tidak memenuhi persyaratan, maka pemerindah daerah harus mencabut ijinnya. Selain itu juga PJTKI yang memperlakukan TKI dan TKW dengan tidak baik. “Terkait permasalahan yang terjadi pada beberapa TKI dan tidak diketahui kita itu memang banyak. Karena itu memang diluar jangkauan kita. Meski begitu kita pasti akan merespon semua laporan yang masuk. Dan PJTKI bersangkutan akan kita tindak tegas,” terangnya. (adi)

Menembus Jarak Tanpa Batas dari halaman 3 baru kita bentuk Januari 2006. Dan wadah ini dibentuk untuk jangka waktu yang tidak ditentukan serta bersifat nasional. Wadah ini berfungsi turut menyadarkan masyarakat tentang pentingnya Pam Swakarsa, serta turut menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Selebihnya wadah ini juga berupaya ikut menciptakan suasana yang lebih sehat dan demokratis sejalan dengan tuntunan dinamika perkembangan keamanan dalam masyarakat,” terangnya. Terpisah Wakil Ketua Senkom Mitra Polri, Drs Slamet Riyadi MSi, menyatakan, wadah ini juga mempunyai beragam kegiatan. Sebut saja giat pemantauan seperti pantau cuaca, lalu lintas, laporan situasi kamtibmas, informasi yang menonjol atau informasi penting melalui radio pemancar ualng (HT). “Kami juga menjalin giat kerjasama dengan lembaga atau instansi untuk melakukan kerjasama pelatihan dan sosialisasi yang disediakan lembaga atau instansi untuk peningkatan kualitas SDM, dalam

rangka menumbuhkan motivasi keamanan mandiri serta memacu terciptanya kamtibmas,” ujarnya. Wadah inipun juga melakukan giat sosial kemasyarakatan seperti pelayanan secara langsung dalam penanganan bencana dan kecelakaan, pengamanan pertunjukan dan demonstrasi serta bantuan komunikasi. Keduanya mengakui saat ini Senkom Mitra Polri yang dinahkodainya memayungi 60 anggota dengan latar belakang profesi yang berbeda. Menjadi lembaga yang handal dan profesional dalam membantu mewujudkan keamanan dan ketertiban nasional melalui peningkatan kesadaran masyarakat merupakan visi yang selalu diemban para personil Senkom. “Misi kami adalah membangun kesadaran serta memperluas peran masyarakat dalam ikut membantu pemerintah dan Polri guna menciptakan negara yang aman, tentram, dan damai serta terciptanya keamanan mandiri dilingkungan masyarakat,” tegasnya. Bertujuan satu yakni memasyarakatkan kamtibmas serta meningkatkan kesadaran

masyarakat tentang hukum dan kamtibmas merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam pembinaan kamtibmas. Dia juga menyatakan sesuai dengan UU nomor 2/2002 tentang pengembangan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat yang bertumpu pada sistem pengamanan swakarsa, Senkom merupakan kepanjangan tangan Polri dalam melaksanakan tugas khususnya dibidang kamtibmas. “Tidak mudah untuk bergabung menjadi anggota Senkom. Selain yang bersangkutan harus berpenghasilan, mereka juga harus bebas dari pengaruh narkoba. Semua surat identitas keanggotaan dikeluarkan oleh pusat, lewat penelusuran terlebih dahulu jati diri calon anggota yang ingin bergabung didalamnya,” terangnya. Dia mengakui keberadaannya dengan Polri adalah sejajar sebagai mitra. Dan upaya melatih anggotanya untuk siap terjun dilapangan dilakukan pelatihan secara berkala seperti berladiri, baris berbaris, selain pelatihan sistematika pengelolahan pelaporan yang diberikan Binamitra Polresta. (hermas purwadi)

Jumlah Ibu Penderita HIV/AIDS... dari halaman 3 lebih disebabkan karena pergaulan bebas. Dari situ sangat besar kemungkinan orang akan tertular jenis-jenis penyakit reproduksi itu,” jelasnya. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Pembina KSr, Susi

Idayanti SH MH. Dalam sambutannya dia menuturkan, kegiatan ini diadakan untuk menunjukan eksistensi KSr dimata masyarakat luas pada umumnya dan masyarakat kampus khususnya. Serta sebagai wujud kepedulian UPS terhadap kesehatan dan remaja.

“Kegiatan ini diharapkan bisa mengurangi gaya hidup sex bebas dan penularan penyakit menular seksual. Selain itu juga dimaksudkan untuk meredam dampak penyebaran video porno terutama mirip artis Ariel,” imbuh Ketua Panitia, Fauzan. (*)

KPPI Targetkan Kursi 30 Persen dari halaman 3 persen perolehan kursi minimal pada Pemilu 2014 mendatang, pihaknya bersama pengurus melakukan safari menggelar pelatihan penguatan pengurus. Untuk pelaksanaan pelatihan di Kota Tegal, pesertanya berasal dari daerah se Karisidenan Pekalongan dan Karisedenan Banyumas. Pelaksanaan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu sampai Mingu (26-27/6). “Dari target 30 persen, sesuai perolehan kursi dalam Pemilu tahun 2009 di Jateng hanya teralisasi 23 persem. Sedangkan untuk DPRD kota/kabupaten masih sangat minim, hanya berkisar 8 sampai 15 persen. Karenanya menghadapi pelaksanaan Pemilu 2014, kami jauhjauh hari melakukan pelatihan penguatan kapasitas kepada pengurus. Dengan harapan, mereka akan lebih mantap dan siap menghadapi Pemilu 2014 mendatang,” kata Maesy. Menurut Maesy, sudah saatnya kaum perempuan, yang berasal dari berbagai Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu mampu bersaing dengan Calon

Anggota Legislatif (Caleg) lakilaki. Bersaing secara fair, baik dari segi kemampuan maupun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta siap bersaing secara konsep. Sehingga kaum perempuan tidak lagi dipinggirkan, tapi juga memiliki hak politik yang sama dengan kaum laki-laki. Dijelaskan Maesy, dari evaluasi, ternya belum terpenuhinya kuota 30 persen kursi legislatif, mulai tingkat pusat sampai daerah karena faktor internal dan eksternal. Faktor Internal, karena faktor budaya, serta ekonomi. Sedangkan faktor eksternal, karena permasalahan kurang adanya pemahaman soal hak politik yang sama. Padagal kaum perempuan lebih komitmen dan ulet, serta bertanggungjawab. Karena sudah saatnya kaum perempun harus bangkit, masuk ke lembaga legislatif untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. “Kami berharap langkah KPPI Provinsi Jateng dikuti KPPI tingkat kota/kabupaten, agar kuota 30 persen dalam Pemilu 2014 mendatang bisa

tercapai,” tuturnya. Wali Kota Tegal, H Ikmal Jaya, mendukung langkah KPPI untuk bisa memenuhi target 30 persen dalam Pemilu 2014 mendatang. Namun target ini harus diimbangi dengan usaha, dan pembekalan. Sehingga langkah KPPI Provoinsi Jateng melaksanakan pelatihan penguatan pengurus sangat tepat. Sehingga kaum perempuan politik memiliki pemahaman yang sama, tanpa melihat latar belakang Parpol. “Kami sangat mendukung langkah KPPI, tapi harus diimbangi dengan kemampuan dan kemauan. Sehingga target ini

bisa terwujud, bukan hanya rencana belaka,” ujar Ikmal. Sementara Ketua KPPI Kota Tegal, dr Hj Siti Rochmah, menyatakan, KPPI Kota Tegal sudah melakukan langkah dan usaha, ahar kuota 30 persen bisa tercapai dalam pelaksanaan Pemilu 2009 lalu. Namun kalau dilihat dari kuantitas, maka jumlah anggota DPRD Kota Tegal perempuan bertambah. Pada periode 20042009 hanya 5 orang. Namun pada periode saat ini, jumlahnya menjadi 7 orang. “Kami akan terus berusaha, agar target 30 persen dalam Pemilu 2014 mendatang bisa tercapai,” paparnya. (hun)

Dulu, Kalau Batuk Bisa Sampai Tiga Bulan Beberapa tahun yang lalu Nyonya Juarning sering sekali didera batuk kering. “Kalau sudah kambuh, saya sampai berkeringat dingin. Dan, yang merepotkan, sampai tiga bulan batuk itu tidak sembuh-sembuh walaupun saya sudah rajin minum obat,” ujarnya. Menurut dokter yang mengobatinya, batuk yang diderita wanita 35 tahun ini adalah batuk akibat alergi. Kebetulan, suami Nyonya Juarning suka meminum MDL-525 untuk meningkatkan stamina. Maka, ibu tiga anak ini pun coba-coba mengkonsumsi kedelai bubuk instan yang belakangan berganti nama menjadi New Mandala

525 ini. “Rutin dua kali sehari saya meminumnya,” ujar penduduk Gang Mawar, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ini saat ditemui 31 Desember 2009 yang lalu. Ternyata, tak lama kemudian ia tak lagi sering digganggu batuk itu. “Kalau dulu saya sering ke dokter, sekarang tidak,” paparnya. Selain itu, lututnya yang dulu sering nyeri saat ia bangun tidur, sekarang juga tidak lagi. “Anak-anak saya yang kelas 5 SD dan kelas 2 SMP pun suka minum produk itu sehingga mereka tidak sering pusing lagi di saat menghadapi ulangan di

sekolah,” imbuh Nyonya Juarning. Batuk merupakan penyakit yang disebabkan oleh terjadinya gangguan pada pernapasan. Batuk alergi yang sudah kronis dapat membuat penderitanya sangat sengsara. Betapa tidak. Bila sudah kambuh, penderita tak lagi bisa melakukan aktivitas secara normal karena disibukkan dengan keluhannya itu. Seperti halnya penyakit-penyakit alergi lainnya, batuk alergi sulit untuk disembuhkan. Yang bisa dilakukan para penderitanya hanyalah menekan gejalanya sehingga penderita itu bisa hidup dengan normal dan

dapat melakukan aktivitas seperti orang normal. Serangan penyakit itu sangat berkaitan dengan daya tahan

tubuh. Oleh karena itu, penderita dianjurkan untuk selalu meningkatkan sistem imun merupakan hal yang amat penting. Karena itu pula, penderitra perlu rutin mengkonsumsi zat-zat gizi yang diketahui mampu meningkatkan sistem imun, apalagi yang berfungsi sebagai antioksidan. Menurut sebagian ahli, pada orang dewasa susu kedelai mungkin lebih bermanfaat untuk menanggulangi masalah ini. Selain berperan sebagai antioksidan, isoflavon kedelai mampu menambah daya tahan, meningkatkan proses metabolisme, serta memperbaiki sel-sel yang

rusak dalam tubuh. Meskipun demikian, menjaga pola hidup sehat tetap dianjurkan untuk dijadikan prioritas utama. Di antaranya adalah selalu berpikir positif, menghindari penyebabnya, menghindari stres, tidak merokok, menjauhi alkohol, berolahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, menjaga pola makan dengan baik, meminum air putih dengan cukup, dan lainlain. New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuh-

nya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

10

SENIN, 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

MEMILIH SEKOLAH

PROFIL

Tentukan dengan Kapasitas Anak

Erni Unggul Sedya Utami

Lebih Utamakan Materi Agamis DI tengah arus globalisasi yang deras ini, pendidikan agama menjadi pilihan penting bagi Erni Unggul Sedya Utami dalam memilih sekolah untuk anaknya. Sebab, anak-anak harus dilandasi dengan keyakinan dan keimanan yang kuat sejak dini. Sehingga masih membekas dan menjadi benteng saat dewasa nanti. Apalagi sekarang pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap perkembangan anak. Sehingga sebagai orang tua harus menyiapkan buah hatinya sebagai gerenasi penerus secara matang. ‘’Ini sudah menjadi tanggung jawab setiap orang tua, menyiapkan anaknya sebagai generasi yang berkualitas baik secara religi maupun intelektual,’’ ungkapnya. Menurut ibunda Radhitya Pasha Haydar ini, nilai keagamaan lebih penting saat ini. Sedangkan untuk teknologi dan akademik lainnya bisa berjalan seiring dengan sendirinya. Kendati harus seimbang,

namun untuk usia dini nilainilai moral dan agama jauh lebih diutamakan sebagai pondasi. Terlebih dengan situasi sekarang, banyaknya kasus asusila yang nampaknya mulai menjadi hal biasa di masyarakat kita. Sangat berbahaya jika sejak awal anak-anak kita tidak dibentengi dengan nilai agama. ‘’Salah satu hal yang utama untuk bisa mencegahnya adalah keimanan dan keyakinan orang tersebut,’’ tambahnya. Putri pasangan Drs H Machful dan Hj Endang Werdiningsih sejak tahun 2006 telah bergabung di Politeknik Harapan Bersama Tegal. Wanita kelahiran 25 Juli 1971 merupakan lulusan D3 Polines, S1 Universitas Pancasakti, dan S2 di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Selain menjadi dosen dan menjabat Pembantu Direktur III Polteknik HB Tegal, Erni juga menjadi pengurus sejumlah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. (ela)

DOK./RATEG

HINDARI TEKANAN – Proses pembelajaran pada anak usia dini harus dihindarkan dari cara-cara penekanan yang menguras emosi mereka.

Psikologi Pendidikan pada Anak Usia Dini DI era yang modern ini banyak sekali orang tua yang mengabaikan pentingnya membentuk sebuah kecenderungan sifat positif yang kuat pada diri anak, misalnya sifat amanah. Banyak juga orang tua yang tidak mengindahkan kebiasaan dan kecenderungan tertentu pada diri anak yang usianya masih dini. Yang bisa berakibat terbentuknya kecenderungan yang negatif mengenai sifat amanah. Seorang anak yang di dalam keluarganya tidak pernah dikenalkan dengan konteks hak dan kewajiban maka di masa ke depan dia akan kesulitan membedakan mana haknya dan mana yang bukan haknya. Yang jadi kewajiban pun akan dia abaikan dan besar kemungkinan anak jadi sering mengambil hak orang lain. Seorang anak mempunyai kecenderungan untuk selalu

menginginkan banyak hal dan ingin selalu memiliki hal-hal tersebut. Akan tetapi dalam kenyataannya, anak juga harus tahu bahwa di sana ada hal yang tidak boleh didapatkan karena itu merupakan milik orang lain. Di sinilah tugas kita sebagai orang tua untuk memberitahukan kepada si anak dan menanamkan sebuah kecenderungan positif. Bahwa mengambil hak milik orang lain merupakan perilaku yang menyalahi norma hukum dan susila. Jika sifat seperti itu kita abaikan tidak menutup kemungkinan untuk anak melakukan pencurian. Mungkin saja memang yang diambil adalah barang milik keluarga sendiri, tapi kalau dibiarkan akan tidak mustahil dampaknya akan beralih ke masyarakat luas. (ela/dari berbagai sumber)

HAMPIR semua orang tua bingung mencari sekolah yang tepat untuk anaknya setiap menjelang tahun ajaran baru. Khususnya bagi mereka yang baru memasukkan buah hatinya di taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Sebab, pendidikan anak usia dini (PAUD) mulai menjadi perhatian penting bagi orang tua sebagai bekal atau dasar mereka menginjak dewasa nanti. Terlebih kemajuan jaman dan teknologi menuntut mereka memiliki pondasi yang bagus baik moral maupun intelektualnya. Sebagai orang tua, tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Namun yang ada, justru pusing dibebani segudang pertanyaan. Seperti apa bentuk sekolah yang baik dan ideal. Apakah harga menjamin kualitas yang diberikan atau mungkin juga status yang menjadi barometer utama mutu pendidikan disana. Sebab, salah memilih sekolah, bisa berakibat fatal terhadap perkembangan putra-puri kita. Pastinya orang tua berharap sekolah yang dipilih akan mampu menjadi tempat mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Namun, masingmasing memiliki pemikiran tersendiri tentang sekolah ideal. Karena pada dasarnya ideal adalah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Seperti diakui Meidi Tri Setiawan. Dia lebih mementingkan mutu sekolahnya dilihat dari status dan track record sekolah tersebut. ‘’Kebetulan tahun ini anak kedua saya baru masuk TK, awalnya cukup bingung juga tapi sudah ketemu dan mudah-mudahan yang terbaik bagi Brian,’’ ungkap Meidi didampingi istrinya, Eko Jumiyati. Menurutnya, status negeri menjadi salah satu barometer kualitas sekolah tersebut. Sebab, secara tidak langsung kurikulum pendidikan yang diterapkan sudah jelas dan sesuai dengan aturan yang ada. Prestasi yang telah diraih sekolah juga menjadi indikator kualitas lembaga pendidikan ini. Disamping kegiatan esktra kurikuler yang tersedia, khususnya untuk mengetahui minat dan bakat buah hatinya. ‘’Fasilitas yang ada juga menjadi perhitungan kami,’’ tambahnya. Dengan fasilitas yang memadai dan lengkap, apalagi untuk anak usia dini, menjadi sarana penting untuk pembelajaran mereka. Dimana sistem bermain sambil belajar menjadi metode khususnya untuk PAUD. Selain dari sisi kualitas sekolah, faktor jarak juga menjadi salah satu pemikirannya. Sebab, antar jemput di-

LAELA NURCHAYATI/RATEG

KUALITAS INDIVIDU – Pemilihan sekolah harus disesuaikan dengan kemampuan si anak, agar lebih mudah beradaptasi dengan kemampuan akademisnya.

lakukannya sendiri. Sementara, pihaknya tetap harus menjalankan tugas kantor yang juga menjadi kewajibannya. ‘’Kebetulan tempat tinggalnya nggak jauh dari pusat kota, jadi banyak pilihan,’’ kata ayah Brillian Muttaqin ini. Kebingungan mencari sekolah untuk anaknya juga diakui Siwi Nurbiyajanti. Ibunda Pasya Amalia Jasmin ini sempat berkeliling sekolah dulu sebelum menjatuhkan pilihannya. Menurutnya, kurikulum yang jelas dan sesuai dengan aturan yang ada menjadi pertimbangannya dalam memilih sekolah untuk buah hatinya. Selain itu, pendidikan agama juga diutamakan khusususnya terkait kegiatan seharihari. Misalnya, setiap melakukan sesuatu diawali dengan berdoa terlebih dahulu. Atau apapun yang dilakukan kesehariannya, dibiasakan dengan cara Islami. Karena, ajaran yang diterima saat usia dini akan menjadi dasar dan dilakukannya hingga besar nanti. ‘’Kalau sudah terbiasa berdoa dan

mengamalkan ajaran agama sejak dini, diharapkan sampai besar pun akan tetap seperti itu,’’ ujarnya. Soal biaya, lanjutnya, untuk lingkungan Kota Tegal masih terjangkau. Yang terpenting adalah, buah hatinya bisa belajar dan mendapatkan materi sesuai dengan usianya kini. Demikian halnya soal waktu pembelajaran. Tidak terlalu lama, pihaknya memilih sekolah yang tidak terlalu lama memakan waktu. Sebab, dikhawatirkan anak akan capai dan mengalami kejenuhan saat belajar. Apalagi di usianya yang masih anakanak, tidak bisa diporsir terlalu lama kendati menggunakan metode khas anak-anak. Di samping itu, buah hatinya juga masih bisa bergaul dengan teman lain di luar sekolahnya. Sehingga, pergaulannya tidak hanya melulu di sekolah saja, namun masih punya waktu untuk berkumpul dengan teman-teman di lingkungan lainnya. ‘’Fasilitas dan kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi pertimbangan kami, salah satunya adalah bahasa inggris,’’

tambahnya. Karena ke depannya nanti Bahasa Inggris akan menjadi bahasa seharihari, bukan lagi menjadi bahasa internasional namun sudah menjadi bahasa keseharian. ‘’Mumpung masih kecil, mereka dibiasakan berkomunikasi menggunakan multi bahasa sebagai modal besar nantinya,’’ pungkasnya. Tak beda jauh diungkapkan Erni Unggul, yang juga cukup selektif dalam memilih sekolah untuk buah hatinya. Sebab, pendidikan sangat penting khususnya dalam mempersiapkan masa depan putra semata wayangnya. ‘’Di samping sebagai ibadah, karena belajar wajib hukumnya, namun tidak mengesampingkan kualitas,’’ ungkapnya. Sebab, lingkungan sekolah dan pergaulan sangat berpengaruh pada perkembangan anaknya. Apalagi usia dini, yang sangat rawan bagi mereka dewasanya nanti. Sehingga, materi dan ajaran yang diterimanya pun harus benar-benar yang bagus. Nah, bagaimana dengan anda? (laela nurchayati)

Siapkan Strategi untuk Memilih Sekolah yang Ideal MEMILIH sekolah untuk anak gampang-gampang susah. Baik yang baru masuk ke lembaga pendidikan ataupun yang akan melanjutkan. Karena banyak sekali indikator yang harus dipertimbangkan, agar tidak salah pilih pendidikan untuk buah hatinya. Berikut beberapa yang sebaiknya dilakukan agar bisa memilih sekolah yang ideal untuk anak kita. 1. Melibatkan anak ketika memilih sekolah. Melibatkan anak dalam memilih sekolah merupakan langkah penting. Sebab, orang tua harus menyadari bahwa yang nantinya sekolah adalah anak, bukan mereka. Tak terkecuali anak prasekolah, karena pada saat usia pra sekolah anak mengalami perkembangan fisik dan mental yang sangat cepat. Pada saat orang tua telah membuat pilihan sekolah mana yang akan dimasuki anak nanti, buatlah kesepakatan sukarela dengan anak bahwa sekolah yang akan dimasuki adalah murni pilihan mereka. Dengan demikian anak akan merasa bangga karena diberi kesempatan melakukan hal yang penting. Di sisi lain anak akan lebih bertanggung jawab karena merasa sekolah yang dimasukinya adalah pilihannya sendiri. 2. Mengetahui visi dan misinya. Sekolah yang memiliki kualitas baik tentu saja memiliki visi dan misi yang jelas, terukur dan realistis. Untuk dapat me-

ngetahui visi-misi sekolah yang diinginkan, dapat dilihat di buku profil, brosur, papan nama atau media publikasi yang digunakan oleh sekolah tersebut. Dari visi dan misi yang dipaparkan dapat terlihat bagaimana orientasi tujuan dan profil output yang akan dihasilkan. Selain itu, orang tua seharusnya tidak lagi terjebak pada istilah-istilah sekolah favourit, unggulan, plus dan lain-lain. Sebab, tak jarang yang dikembangkan hanya pada aspek kognitif saja atau academic minded. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menggali, mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi atau kecerdasan peserta didiknya. 3. Porsi Pendidikan Akhlak. Di era sekarang ini, dimana banyak kasus yang menimpa generasi penerus kita termasuk dalam hal ini para pelajar. Mulai dari kasus tawuran, narkotika, pergaulan bebas dan perbuatan menuyimpang lainnya. Maka peran pendidikan agama menjadi sangat signifikan terutama dalam membentuk kharakter dan perilaku siswa. Pendidikan moral tertinggi terletak di dalam doktrin-doktrin agama yang diyakini seseorang. Melalui pendidikan agama yang cukup, diharapkan para peserta didik akan muncul kesadaran dan pemahaman yang benar mengenai tugas, peran dan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan, anak, siswa dan anggota masyarakat. Sebagai implementasinya, anak

LAELA NURCHAYATI

BERSOSIALISASI – Bersosialisasi sejak dini perlu diajarkan, supaya siswa bisa memaknai arti pendidikan seutuhnya.

mampu menghargai orang lain dengan segala perbedaan serta mampu memilah dan memilih kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan tidak. 4. Kurikulum pembelajaran. Kurikulum bisa dikatakan sebagai jantungnya pendidikan. Dikarenakan di dalamnya berisi tentang perencanaan pembelajaran yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan. Baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan. Walaupun penerapan kurikulum ini sudah diatur dan diseragamkan dari pusat, tetapi pihak penyelenggara pendidikan dapat melakukan modifikasi-modifikasi disesuaikan dengan kondisi sekolah, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler

yang diselenggarakan sekolah juga perlu dicermati, apakah dimungkinkan dapat mengoptimalkan bakat dan potensi peserta didik. 5. Profil Pendidik. Keberhasilan dari proses dan hasil output pendidikan tidak dapat dilepaskan dari andil guru. Boleh dikatakan guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang didambakan. Apalah artinya kurikulum yang ideal jika tidak didukung oleh pelaksananya, yaitu sumber daya manusia yang cakap. 6. Gedung dan fasilitas. Komponen pendidikan yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan prasarana yang mendukung. Mulai dari bangunan fisik, ruang kelas, taman, perpustakaan, labo-

ratorium, sarana olah raga dan kesenian, arena bermain, kantin, perlengkapan kelas, sampai dengan alat peraga edukasi yang dimiliki. Seiring dengan kemajuan bidang informasi dan teknologi, nampaknya bukan hal yang baru sebuah sekolah memiliki fasilitas akses jaringan internet dan website sendiri, dimana setiap stake holders dapat berinteraksi dan berkomunikasi di dunia maya. Dengan didukung sarana dan prasarana yang baik, diharapkan semua peserta didik dapat belajar secara enjoy, nyaman, dan betah. Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak-anak, sehingga sekolah yang baik mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan siswa. Hal yang perlu diperhatikan juga mengenai rasio jumlah siswa dengan luas ruangan kelas serta fasilitas pembelajaran yang lain. 7. Lokasi sekolah dan lingkungan. Lokasi yang dimaksud dapat dipandang dari jarak sekolah ke rumah, lingkungan sekitar dan sarana transportasinya. Bisa dibayangkan seorang anak harus bangun pagi-pagi sekali karena letak sekolahnya jauh. Tentu ia pulang dalam keadaan lelah karena jarak yang ditempuhnya memakan waktu yang lama. Belum lagi jika terjadi kemacetan lalu lintas, bisa dimungkinkan sering terlambat pulang maupun masuk sekolahnya. Perlu dipikirkan juga mengenai lokasi sekolah yang dituju. (ela)


CMYK

RADAR TEGAL

11

SENIN, 28 JUNI 2010

BEDA LEVEL BRAZIL V CILE

PERKIRAAN PEMAIN BRAZIL (4-3-3) : 1-Julio Cesar (g), 2-Maicon, 3-Lucio, 4-Juan, 6-Bastos ; 5-Felipe Melo, 8Gilberto Silva, 7-Elano ; 10-Kaka, 11Robinho, 9-Fabiano PELATIH : CARLOS DUNGA CILE (3-4-3) : 1-Bravo (g), 5-Contreras, 2-Fuentes, 8-Vidal ; 4-Isla, 6-Carmona, 14Fernandez, 20-Millar ; 7-Sanchez, 9H Suazo, 15-Beausejour PELATIH : MARCELO BIELSA STADION : Ellis Park, Johannesburg KAPASITAS : 61 ribu penonton WASIT : Howard Webb (Inggris)

LUIS FABIANO

JOHANNESBURG - Brazil sedang di atas angin. Lolos dari grup maut yang diisi Portugal dan Pantai Gading, mereka sukses lolos ke 16 Besar tanpa sekalipun tersentuh kekalahan. Dalam kondisi tersebut, pasukan Carlos Dunga tersebut harus menghadapi rival lama, Cile, di Ellis Park, Johannesburg, dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 01.30 WIB). Sejarah pertemuan antara dua anggota konfederasi Conmebol itu semakin melambungkan Brazil. Sebab, dari 65 kali pertemuan di berbagai ajang, Seleccao sebutan Brazil- menyapu 46 kemenangan, sementara Cile hanya pernah mencuri tujuh victory. Dua diantara kemenangan Brazil direbut di Piala Dunia, yakni pada edisi 1962 dan 1998. Selama itu, Brazil juga sudah menyarangkan 152 gol ke gawang Cile, serta hanya kebobolan 55 kali. Meski unggul dalam angka, Dunga meminta anak buahnya untuk tidak terlalu berpegang kepada statistik. Menurut anggapannya, pertemuan di babak knockout Piala Dunia selalu istimewa. Perbedaan cara menyikapi tekanan, serta kesiapan mental sangat berpeluang menentukan hasil akhir laga. “Kami berada pada babak di mana 90 menit sangat menentukan. Tidak boleh ada kesalahan, atau kami harus pulang,” tegas Dunga. “Cile saat ini sudah jauh lebih baik. Mereka punya tim yang matang dan pemain yang bagus. Mereka akan berjuang keras untuk menang,” lanjutnya. Bisa jadi, itu hanya upaya Dunga untuk menjaga agar anak buahnya tidak over-konfiden. Sebab, fakta terbaru sangat menguntungkan mereka. Seleccao bakal kembali mendapatkan bintang-bintangnya yang absen dalam laga pemungkas Grup G melawan Portugal (25/6). Antara lain Kaka, Elano, dan Robinho. Kaka sudah menjalani sanksi larangan main satu laga, sedangkan dua rekannya yang lain sudah sembuh dari cedera. Hal sebaliknya terjadi pada La Roja -sebutan Cile-. Negara yang lolos sebagai runner up Grup H itu justru kehilangan sejumlah pemain pilar yang kena sanksi.

Mereka adalah gelandang sayap Marcelo Estrada, plus duet bek tengah Gary Medel dan Waldo Ponce. Kabar baiknya, pelatih Marcelo Bielsa bisa kembali menurunkan playmaker Matias Fernandez dan holding midfielder Carlos Carmona. Sementara absennya dua bek tengah bakal ditutup Pablo Contreras dan Ismael Fuentes yang dari segi usia serta caps lebih berpengalaman daripada Medel dan Ponce. Karena itu, meski statistik serta sejarah sangat tidak berpihak kepada mereka, penggawa Cile tetap tenang dan optimistis. “Saya mengharapkan pertandingan yang terbuka,” kata gelandang serang Jean Beausejour. “Rasanya kami tidak akan berubah satu milimeter pun dari apa yang sudah kami lakukan selama ini, meski lawannya adalah Brazil. Sudah jelas, dengan sejarah dan tradisinya, Brazil juga akan menyerang. Kami harus mengantisipasinya,” lanjut pemain Club America itu. Menurut Bielsa, menaklukkan Brazil kali ini justru lebih sulit. Itu terkait dengan pendekatan Dunga yang lebih pragmatis dalam menangani tim Samba sebutan Brazil lainnya- bukan seperti dulu, yang permainannya bagus dan enak dilihat. Julio Cesar dkk kini lebih berhati-hati serta tidak mempedulikan permainan indah. “Apa yang mereka lakukan dimasa lalu memang membuat mereka jauh diunggulkan atas kami,” kata Bielsa. “Brazil yang versi sekarang, justru lebih menakutkan. Selain teknik yang bagus dan kecepatan luar biasa, para pemainnya sudah mulai berani main kasar. Itu membuat mereka lebih berbahaya,” lanjut pelatih eksentrik asal Argentina tersebut. Tapi, apa itu berarti Cile sudah mulai kalah sebelum bertanding? “Tentu tidak. Cile akan sangat menghormati Brazil, dengan segala reputasi dan kualitas mereka,” cetus gelandang Arturo Vidal. “Tapi kamilah yang menentukan bagaimana kami harus bermain. Kami akan menekan dan menyerang dari segala arah,” tegasnya. (na)

PERTANYAAN Bagaimana hasil pertandingan antara Brazil VS Chile A. Brazil Menang B. Chile Menang C. Seri

CMYK

JULIO CESAR

Back Protector Undang Masalah KIPER Brazil Julio Cesar mendapat sorotan. Kali ini terkait dengan penyangga punggung (back protector atau back padding) yang dia kenakan dalam laga terakhir Grup G melawan Portugal Jumat malam (25/6). Yang jadi masalah, penyangga punggung tersebut mengandung bahan metal atau logam. Hal ini tentu mengundang kontroversi. Sebab, statuta FIFA dengan jelas menyebutkan bahwa pemain dilarang mengenakan perlengkapan yang berbahan logam ketika tampil di lapangan. Kubu Cile pun mulai mempelajari kasus tersebut, dan akan mengambil tindakan jika diketahui penggunaan back protector tersebut ilegal. Namun, kubu Brazil memilih mengambil tindakan preventif. Sebelum benar-benar timbul masalah, mereka buru-buru menjelaskan bahwa penyangga punggung tersebut sudah diperiksa FIFA, dan mendapat persetujuan. “Tidak ada yang salah dengan back protector itu,” ucap Rodrigo Paiva, juru bicara timnas Brazil. “Penyangga punggung tersebut memiliki tali untuk diikatkan di pinggang. Dan satu-satunya bagian yang mengandung logam adalah pengaitnya. Tidak ada pengaruh langsung antara logam dengan tubuh pemain,” papar dia. Sebelum Jumat lalu, tidak ada yang tahu Cesar mengenakan back protector. Tapi, saat mela-

wan Portugal itulah penjaga gawang Inter Milan tersebut apes. Otot punggungnya tertarik ketika membuat penyelamatan brilian dari tendangan Raul Meireles di menit ke-60. Untuk mengobatinya, tim medis harus membuka jersey Cesar. Saat itu, tampaklah kiper 30 tahun tersebut menggunakan penyangga punggung. “Sebelum laga, FIFA melihat semua perlengkapan yang akan dipakai tim kami. Dan benda ini (back protector Cesar, Red) tidak dipermasalahkan. Karena memang tidak ada masalah,” papar Paiva. Lagipula, lanjut dia, yang dilarang oleh statuta FIFA adalah peralatan metal yang berpotensi mencederai diri sendiri dan pemain lain. Cesar mengaku sudah mengenakan peranti itu beberapa kali. Bukan hanya saat bermain di timnas, tapi juga ketika sedang membela Inter Milan. Kali ini, dia mengenakannya karena masih merasakan sakit setelah mendapatkan cedera punggung dalam uji coba melawan Zimbabwe, awal Juni lalu. “Saya hanya membutuhkannya untuk perlindungan ekstra untuk punggung saya,” ungkap Cesar. “Di samping itu, buat saya sebenarnya alat tersebut lebih berfungsi secara psikologis. Saya merasa lebih aman dengan protector. Jadi, kalau memang dipermasalahkan pun, saya bisa saja melepasnya. Tidak ada masalah,” pungkasnya. (na)


12

ROBIN VAN PERSIE

RADAR TEGAL

SENIN, 28 JUNI 2010

BELANDA V SLOVAKIA

WASPADA LEDAKAN KEDUA DURBAN - Slovakia adalah kejutan terbesar di Piala Dunia 2010. Betapa tidak. Sebelum laga terakhir penyisihan grup, posisi Slovakia adalah di dasar klasemen grup F dengan mengantongi satu poin. Anak asuh Vladimir Weiss itu pun diyakini sulit melenggang ke babak 16 besar. Tapi, Slovakia membalik semua prediksi. Lewat penampilan heroik di laga terakhir, tiket perdelapan final pun berhasil mereka raih. Hebatnya, tiket itu mereka rebut setelah menaklukkan Italia yang merupakan juara bertahan dengan skor 3-2. Sukses itu, membuat Belanda yang akan menjadi lawan Slovakia di babak 16 besar petang nanti (tayangan langsung RCTI pukul 21.00 WIB) tak lagi memandang sebelah mata. Oranje -julukan timnas Belanda- percaya, jika Slovakia kembali menunjukkan heroisme mereka seperti saat mengalahkan Italia, mereka bisa membuat ledakan yang kedua. “Saya memperhatikan pertandingan itu (Slovakia versus Italia), dan saya sama sekali tidak kaget bila Slovakia mampu menyingkirkan Italia. Jadi, kami tidak boleh menganggap enteng mereka,” papar Bert van Marwijk, pelatih Belanda. Pemain Belanda pun diminta tampil lebih dingin. Sebab, enam penggawa mereka, yakni Nigel De Jong, Robin van Persie, Gregory van der Wiel, Dirk Kuyt, Rafael van der Vaart dan Giovanni van Bronckhorst sudah mengantongi kartu kuning. Jika petang nanti mereka menerima kartu, otomatis ke-

kuatan Belanda kalau lolos perempat final akan timpang. Padahal, di perempat final mereka akan berhadapan dengan pemenangan duel Brazil lawan Cile. “Siapa bilang kami meremehkan Slovakia. Mereka akan menjadi lawan tangguh. Mereka punya semangat yang bagus, dan kemenangan atas Italia menjadi motivasi besar,” ujar Robin van Persie, striker Belanda. Van Marwijk lega, karena pada laga nanti dia bisa menurunkan Arjen Robben sejak menit awal. Pemain yang mengalami cedera hamstring dan absen di dua laga awal itu, sudah tampil selama sepuluh menit ketika Belanda menaklukkan Kamerun di laga terakhir penyisihan grup. Sebaliknya, Slovakia harus memutar otak. Sebab, di laga ini Weiss sudah pasti tak bisa menurunkan gelandang Zdeno Strba yang terkena skors. Tandemnya di lapangan tengah, Juraj Kucka juga diragukan bisa tampil karena cedera otot. “Saya tahu, jika ada satu pemain yang absen, otomatis kami akan kesulitan menyusun komposisi,” keluh Weiss. Mantan penggawa Slovakia di Piala Dunia 1990 (dulu masih bergabung dengan Ceko) itu mengakui, publik sempat meremehkan timnya. Terutama setelah dikalahkan Paraguay dan seri lawan Selandia Baru. “Tapi, satu kemenangan (lawan Italia) mengubah penilaian. Kami akan bermain dengan spirit yang sama. Belanda adalah tim favorit di Piala Dunia, tapi saya tak mau tahu,” tandasnya. (ham/bas)


Ghana Tak Siap Kehilangan Boateng GHANA terancam tidak bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya kala melawan Uruguay di perempat final Sabtu dini hari WIB (3/6). Salah satu pahlawan kemenangan The Black Stars sebutan Ghana- Kevin Prince Boateng mengalami cedera hamstring ketika laga sudah masuk injury time. Dia pun harus berpacu dengan waktu untuk pulih sebelum laga krusial tersebut. Pelatih Milovan Rajevac menjelaskan, Boateng harus menjalani terapi selama sepekan penuh. Sebenarnya, pemain kelahiran Jerman itu bukan satu-satunya pemain yang mendapatkan cedera dalam laga yang berjalan selama 120 menit tersebut. Namun, diakui Rajevac, cedera Boateng paling parah. Padahal, dia termasuk salah satu pemain terpenting timnya. “Boateng sudah cedera ketika menghadapi Jerman (di laga terakhir Grup D, 17/ 6). Itulah yang membedakan. Bakal sangat sulit membuat dia kembali seratus persen tepat pada waktunya,” papar Rajevac. “Kami akan memantau perkembangan kondisi pemain ini dalam beberapa hari ke depan. Buat saya, prioritas utama sekarang adalah berusaha keras supaya dia siap terjun hari Jumat depan (Sabtu dini hari, Red),” jelas Rajevac. “Ini pekerjaan rumah yang sangat sulit buat

13

RADAR TEGAL

SENIN, 28 JUNI 2010

tim medis kami,” lanjut pelatih kelahiran Serbia tersebut. Sebenarnya, diterpa badai cedera kala sedang mengikuti turnamen besar bukan hal baru buat Ghana. Mereka mengalami hal serupa dalam persiapan Piala Afrika di Angola, Januari lalu. Satu persatu penggawa Black Stars berguguran, dan ketika turnamen dimulai, Ghana tidak diperkuat delapan pilar pentingnya. Toh, langkah mereka terbilang mulus dan sukses menembus final. Meski akhirnya takluk di tangan Mesir yang merupakan juara bertahan tiga edisi beruntun, itu membuktikan bahwa Ghana bukan tim yang menggantungkan diri kepada satu pemain tertentu. “Kami bermain di Piala Afrika tanpa delapan pemain penting. Tapi akhirnya kami sukses melaju sampai ke final. Tim ini belajar untuk berkompetisi,” papar Rajevac. “Dan di level sebesar Piala Dunia, tahu caranya berkompetisi itu adalah bekal yang sangat berharga,” imbuhnya. Masalahnya kali ini, Ghana bukan hanya berhadapan dengan pemain cedera. Permainan keras yang mereka peragakan kala menghadapi AS berbuah dua kartu kuning buat striker Dede Ayew dan kapten Jonathan Mensah. Selain itu, level Piala Dunia jelas jauh lebih tinggi daripada Piala Afrika. (na)

1 Amerika Serikat v Ghana 2

SELAMATKAN MUKA AFRIKA

RUSTENBURG - Harapan Afrika untuk melihat wakilnya berjaya di pentas PD 2010 belum habis. Meski empat wakil (tuan rumah Afsel, Kamerun, Nigeria, dan Pantai Gading) sudah rontok, warga Benua Hitam masih bisa tersenyum bangga. Satusatunya tim Afrika yang lolos dari fase grup, Ghana, sukses meneruskan langkah hingga ke perempat final. Anak buah Milovan Rajevac itu memastikan satu tiket delapan besar setelah mengalahkan Amerika Serikat 2-1 (1-0) dalam babak perpanjangan waktu dini hari kemarin. Dalam laga yang dihelat di Royal Bafokeng Stadium itu, Ghana unggul lewat gol cepat Kevin-Prince Boateng saat laga baru berjalan lima menit. Landon Donovan menyamakan kedudukan lewat penalti di menit ke-62. Asamoah Gyan menjadi penentu kemenangan The Black Stars sebutan Ghana- dengan golnya di menit ketiga perpanjangan waktu pertama. “Kami adalah negara Afrika ketiga yang mampu lolos ke perempat final Piala Dunia,” ungkap Gyan. “Kami telah membuat banyak orang bangga. Bukan hanya publik Ghana, tapi juga seluruh penduduk Afrika. Kami mempersembahkan kemenangan ini buat Afrika,” lanjut striker Rennes tersebut. “Saya dan teman-teman sangat kecewa karena tidak ada negara Afrika lain bersama kami. Kami yang beruntung bisa sampai delapan besar harus tetap fight. Bukan hanya buat Ghana, tapi juga untuk tim-tim lain yang sudah gugur,” sambung Dede Ayew. “Kami merasakan dukungan dari seantero benua ini. Itu memberi kami kekuatan lebih,” lanjutnya. Dalam laga kemarin, Ghana memang tampil dominan atas AS. Terutama, di babak pertama. Mereka bermain cepat, dan memenangi perebutan bola di lini tengah. Sebaliknya, defender The Yanks Army -sebutan AS- kerap kecolongan. Tercatat, di babak pertama saja dua kali sektor pertahanan yang digawangi Carlos Bocanegra ditembus striker-striker Ghana dari sayap kiri. Baru di babak kedua AS meningkatkan intensitas serangan. Ghana pun terpaksa mereaksi perubahan itu dengan permainan keras. Puncaknya, wasit Viktor Kassai harus menunjuk titik putih lantaran Jonathan Mensah menjatuhkan Clint Dempsey di kotak terlarang. Donovan

sukses mengeksekusi. Namun, itulah gol terakhir AS di kancah PD 2010 ini. Sekali lagi, kecerobohan Jay DeMerit di awal perpanjangan waktu membuat Ayew sukses menerobos pertahana AS, dan mengirim umpan silang yang diselesaikan dengan baik oleh Gyan. “Sayang sekali. Saya sempat mengira kami punya kesempatan besar untuk lolos,” sesal Tim Howard, kiper AS. “Tapi kesalahan kami adalah membiarkan gol pertama terjadi. Kami menciptakan gunung yang terlalu tinggi untuk dipanjat. Kami tidak bisa kembali (seperti ke kedudukan 0-0),” paparnya. Setelah menundukkan pasukan dari negeri Paman Sam, kini fokus Ghana beralih ke perempat final. Di babak tersebut, Gyan dkk sudah ditunggu Uruguay. Sudah p a s t i , melawan Luis Suarez dkk bakal jauh lebih sulit. Mengingat negeri yang merupakan juara Piala Dunia edisi perdana itu punya sejarah yang lebih mengkilap, serta pemain-pemain yang secara teknik lebih bagus daripada AS. “Sudah pasti perjalanan kami akan lebih berat. Kami harus menyiapkan banyak hal,” ungkap Rajevac. “Saat ini, ada begitu banyak peluang, dan beberapa kemungkinan,” lanjutnya. Menurut Rajevac, yang perlu dia lakukan hanyalah menjaga agar anak buahnya tetap fokus setelah performa menawan lawan AS. Jangan sampai mereka terlalu percaya diri dan malah antiklimaks. Ini perlu, karena anak buahnya tampak terlalu santai. (na)

Gautrain Berbenah, Sambut Babak Final Kevin Prince Boateng

Rindu Berlaga di Bundesliga PAMOR Robert Vittek melambung di Piala Dunia 2010. Dua gol yang dia cetak ke gawang Italia tak hanya membantu Slovakia melaju ke babak 16 besar. Namun, dengan koleksi tiga gol, dia juga masuk dalam daftar top scorer bersama Gonzalo Higuain (Argentina), Asamoah Gyan (Ghana), David Villa (Spanyol), Luis Suarez (Uruguay), dan Landon Donovan (AS). Tambahan tiga gol di Piala Dunia ini, sekaligus menempatkan Vittek sejajar dengan pencetak gol terbanyak Slovakia yang selama ini dipegang Szilard Nemeth sebanyak 22 gol. Namun, bukan rekor pribadi yang dikejar Vittek. Dia ingin membawa Slovakia melaju sejauh mungkin di Piala Dunia. “Kami datang ke sini (Piala Dunia, Red) sebagai tim yang asing, tim debutan, dan kami ingin memberikan kejutan. Kami sudah sekali memberi kejutan

CMYK

dan kami berharap kembali melakukannya saat melawan Belanda,” papar Vittek. “Mereka memang favorit, tapi kami tampil tanpa beban. Kami telah melampaui prestasi dalam sejarah sepak bola Slovakia. Kami akan berusaha melakukannya lagi. Kami harus mampu mendobrak batas,” ungkap striker berusia 28 tahun itu. Vittek berharap, sukses yang diraihnya di Afrika Selatan bisa memuluskan ambisinya bermain di klub besar. Saat ini, masa peminjamannya di klub Turki Ankaragucu telah berakhir dan Vittek akan kembali ke Lille. Namun, Vittek memiliki harapan lain. Dia ingin kembali berlaga di ajang Bundesliga Jerman. Dia ingin kembali membela Nuremberg, klub yang dia bela pada 2003-2008. “Saya sangat gembira bila mereka (Nuremberg, Red) memanggil saya kembali. Sampai sekarang belum ada tawaran yang datang,” ujarnya. (ham/bas)

JOHANNESBURG - Menjelang babak perempat final, semi final hingga final, para suporter dan penggemar bola dari berbagai negara yang datang ke Afrika Selatan (Afsel) diperkirakan meningkat. Untuk mengantisipasi hal itu, Gautrain, kereta api cepat yang menghubungkan Bandara Internasional O.R Tambo dengan beberapa kota di Johannesburg, terus diperbaiki. Pihak pengelola (Bombela sebagai operator) tak ingin peristiwa macetnya Gautrain yang terjadi pada 13 Juni lalu, terulang lagi. Gautrain memang sempat macet (tak bisa berjalan) selama beberapa jam pada Minggu (13 Juni) lalu. Saat itu, pihak pengelola mengatakan, penyebab macetnya kereta tersebut karena terlalu banyak penumpang. Dari catatan pihak pengelola, sejak resmi dioperasikan 8 Juni lalu hingga 13 Juni, Gautrain telah mengangkut 20 ribu-25 ribu penumpang. Untuk sekali

jalan, kereta yang terdiri dari empat gerbong itu mampu mengangkut 400 penumpang. Lantas apa upaya yang dilakukan pihak pengelola untuk mencegah macetnya Gautrain ? “Salah satu yang diinstruksikan kepada kami adalah mengawasi lebih ketat penumpang agar tidak seenaknya berbondong-bondong masuk ke dalam kereta. Melainkan harus dibatasi, agar kereta tidak mengalami over weight,” kata Makobelan, salah seorang petugas di Stasiun Gautrain Sandton. Over weight inilah yang diduga menjadi penyebab macetnya kereta itu 13 Juni lalu. Dari pantauan di stasiun Gautrain di Sandton Sabtu pagi lalu, para penumpang yang akan naik memang cukup padat. Mereka yang akan membeli tiket, atau yang akan mengisi kartu tiketnya di empat mesin yang disediakan, terlihat antre mengular. Sejumlah petugas tampak bersiaga di lokasi pember-

hentian Gautrain. Mereka ini lah yang sejak insiden macet 13 Juni lalu, ditugaskan pihak pengelola untuk mengawasi arus penumpang yang masuk ke dalam kereta. Pengawasan itu dilakukan agar penumpang tak berebut masuk, dan agar kereta tak mengalami over weight. “Sebelum insiden itu (13 Juni), jumlah petugas pengamanan yang diterjunkan 400 orang. Kini, jumlahnya ditambah menjadi 600 orang,” lanjut Makobelan. Sejak diresmikan 8 Juni lalu, trayek Gautrain memang masih terbatas. Proyek yang mulai dibangun sejak awal 2006 dan telah menghabiskan biaya sekitar 3 miliar USD itu semula juga akan menghubungkan Sandton dengan Pretoria (ibu kota Afrika Selatan). Tapi, hingga saat ini, rute Gautrain hanya mulai dari Sandton-MarlboroRhodesfield-B andara O.R Tambo, dan kereta akan balik dengan rute yang sama. (kum)

Asamoah Gyan


SENIN 28 JUNI 2010

JATENG

17

RADAR TEGAL

Korban Miras Oplosan Bertambah AMBARAWA — Korban minuman keras oplosan racikan Marwoto, bertambah dua orang. Hingga Minggu (27/6) sore, total korban tewas jadi 8 orang. Sehari sebelumnya, korban tewas baru enam orang. Data yang dihimpun koran ini di RSUD Ambarawa, dua korban yang kemarin tewas adalah Albertus Yudistira, 34, warga Losari RT 01 RW III, Kelurahan Panjang, Ambarawa dan Pardi, 40, warga Desa/Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Keduanya meninggal pada Jumat malam. Kedua jenasah sudah dimakamkan pihak keluarga masing-masing pada Sabtu (26/6) siang. Menurut Andre, 50, paman Yudistira, keponakannya dilarikan ke RSUD Ambarawa pada Jumat pagi. “Dia mengeluh pandangan matanya kabur dan nafasnya sesak,” kata Andre saat ditemui koran ini di rumah duka. Saat dilarikan ke rumah sakit, kondisi keponakannya cukup parah. Korban kerap muntah darah. Sesaat setelah sampai di rumah sakit, Yudistira meninggal. Tepatnya pada Jumat malam, pukul 22.15. Kondisi yang sama dialami Pardi. Menurut informasi petugas medis RSUD Ambarawa, Pardi dilarikan ke rumah sakit pada Jumat pagi. Keluhannya sama seperti Yudistira. Dia juga meninggal pada Jumat malam. (sas)

SASONO WINARTO/JPNN

AMANKAN MIRAS — Petugas telah mengamankan miras jenis lainnya selain miras racikan dari tangan korban. Sementara, sebagian korban selamat hingga kemarin masih dirawat di RSUD Ambarawa.

ADEM ATI PROGRAM MAMPU MEREDUKSI STRES TEGAL - Kini semakin banyak penelitian yang meneliti tentang tentang metode pengurangan stres. Salah satu penelitian tersebut adalah Meditasi, yang menjadi semakin populer sebagai cara untuk melawan efek yang merusak dari stres, sehingga membuat kemampuan tubuh untuk tetap sehat. Saat stres menekan jiwa seseorang dibutuhkan suatu aksi untuk menghempasnya, banyak cara yang dilakukan oleh orang modern, mulai dari rekreasi, datang ke konsultan psikolog, minuman alkohol, narkoba, mengkonsumsi obat kimia (penenang) dan banyak lagi. Cara-cara tadi itulah yang menyebakan cikal bakal macam-macam penyakit diderita orang sekarang. Berbeda dengan Meditasi Khas di ADEM ATI PROGRAM, perlawanan tekanan jiwa saat stres dilawan dengan non-aksi atau hening, diam dan pasrah/Zikir. Dengan bermeditasi dan mengatur nafas secara khas, maka saat miskin oksigen yang tejadi saat seseorang mengalami stres, akan terkondisikan dengan positif dimana akan lebih banyak oksigen yang dihimpun dengan melalui metode meditasi, dimana pada dasarnya oksigen adalah makanan pokok dari sel-sel dalam tubuh. Tindakan fisik yang lain sering terjadi saat stres adalah cara berfikir seseorang tiba-tiba seperti jarum jam yang kehabisan battere “berhenti”, sehingga banyak efek emosional negatif yang tejadi pada seseorang yang mengalami stress, seperti mudah marah, mudah memberi keputusan subyektif dengan keadaan Otak Panas, atau banyak perilaku aneh dari keadaan tersebut misalnya mencari seseorang untuk melampiaskan kebingungannya, menangis, dll. Ketertekanan dan kegelisahan bila diletakkan pada hal yang buruk, maka membuatnya menjadi lebih buruk,

ketertekanan atau goyahnya hati seseorang yang mengalami stres, sebenarnya dipengaruhi kuat alam fikirnya yang sedang berhenti dan tak berdaya, dengan mengaktifkan generator bathin / alam bawah sadar seseorang, maka tekanan jiwa tersebut akan mulai reda dan cara berfikir seseorang mulai jalan kembali seperti battre yang mulai dicarge atau di isi kembali, sehingga perlahan akan membangkitkan kreatifitas seseorang untuk keluar dari rasa ketertekanannya dengan lahirnya ide-ide baru. Metabolisme tubuh dan kacaunya gelombang otak seseorang yang mengalami kekacauan fikiran tadi, akan berangsur-angsur normal seiring dengan melakukan kegiatan latihan Meditasi Pernafasan yang juga merupakan Natural Stress Reduction / Reduksi Stres secara Alami. STOP OBAT PENENANG (Hipnotic Sedatif). Buktikan dan bangkitkan Potensi Diri anda bersama pelatihan 3 Inti Pengetahuan terbesar ADEM ATI PROGRAM. Disamping itu yang paling menakjubkan juga adalah sembuhnya penyakit dari setiap peserta Training ini seperti: Migrein, Maag, Jantung, Hipertensi, Kolesterol, Asam Urat, Batu Empedu, Batu Ginjal, Vertigo, Sakit Pinggang, Lemah syahwat, Asma, dll, sampai penyakit yang berhubungan dengan Virus. Dan banyak Testimoni dari para peserta menyatakan pada kegiatan hubungan suami Istri Semakin Mesra karena tenaga vitalitasnya semakin Muda saja, yang otomatis mengajak pasangannya Istri atau para Suami mereka. Dari Materi tersebut juga para peserta hanya dalam waktu 2 jam, langsung merasakan perubahan besar pada diri dan dapat menguasai Puluhan Materi seperti: Hipnosis, Meditasi Bisnis, Telepati, menditeksi/penyembuhan penyakit, Simulasi Inner Power

100 macam atraksi mind power seperti: meremas logam jadi debu, menerbangkan lampu, melemaskan besi, mematahkan dragon/benda keras, menginjak benda tajam, mengangkat orang dengan kertas, dan ratusan lainnya. Bonus Materi: akan diajarkan membuat minyak yang dapat memijat sendiri, mengeluarkan duri menutup luka, dan keperkasaan, serta “Program Kemakmuran” Merubah keadaan Ekonomi dalam Waktu 3 bulan (Seperti mampu membeli apa yang kita inginkan Rumah, Mobil dan Berpenghasilan harian Mingguan, Bulanan, Pensiun dengan Emas Batangan & Menjadi Jutawan dari Modal 5 Juta Rupiah / 8 Bln). Training Spektakuler ini akan diselengarakan pada hari Minggu, 4 Juli 2010 Pkl. 10.00 Pagi - 16.00 WIB, di Resto SUSANA BARU (Sebelah Timur Mall) Jl. Mayjen Sutotyo 27 Tegal. Cepat Booking, Tempat Terbatas !” Info Hub. Bp. Dr. A. Hofur Telp. (0283) 3320006 Hp. 08122649690. (Peserta Terbatas Hanya 30 Orang). http:// www.masrizkiku.com.


CMYK

18

SENIN, 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

GEMA NAWAKARTIKA

Miliki 4 Mayoret GEMA Nawakartika merupakan nama grup drumband asal MTs Nurul Ulum Kesuben Kabupaten Tegal. Kelompok ini memiliki 54 personil yang terdiri dari kelas VII dan VIII. Termasuk di dalamnya 4 mayoret cantik diantaranya Arniasih dari kelas VIII, Nisa kelas VIII, Isna kelas VII dan Suryatin kelas VIII. Kelompok ini aktif latihan setiap hari Minggu dan merupakan salah satu ekskul yang ada di sekolah tersebut. Salah satu mayoret Arniasih menceritakan pengalamannya sebelum masuk ekskul tersebut. ”Aku sudah menyukai kegiatan ini sejak masih duduk di bangku SD,” tutur dia. Menjelang pementasan, kelompoknya bisa tiga kali dalam seminggu berlatih. Dia berharap, kegiatannya bisa semakin baik dan membawa nama sekolah. Sementara itu, Pelatih Riadi Solihin didampingi M Arif Subhi menambahkan, grup ini merupakan suatu kegiatan ekskul yang berfungsi juga sebagai media pembelajaran seni musik. “Kami sering mengisi acara HUT RI tingkat desa dan kecamatan. Sejauh ini tidak ada kesulitan selama latihan karena mereka memang suka dengan kegiatan tersebut. Pihak sekolah juga mendukung,” tambahnya. (hendra)

Cinta Itu Sudah mati Seurieus

[intro] A D 2x A Ku tak peduli Kamu mau balik lagi G D Pake bilang janji suci A Cinta itu sudah mati A Sudah kau pergi Jangan ganggu aku lagi G D Cinta itu sudah mati A Aku mau cari lagi A C#m Ku pernah jatuh hati C Sampai nembak tiga kali E Dari Mei Juni Juli A C#m Akhirnya kau jadi milikku C Kita sempet cari penghulu E Sewa tenda biru G D Ternyata mantanmu datang lagi A Kau pun kawin lari

PERASAAN campur aduk pasti menghinggapi para pelajar menjelang penerimaan raport. Apalagi kalo hasil belajar mereka itu akan menentukan naik tidaknya mereka ke tingkatan kelas berikutnya. Meski bikin deg-degan, rupanya 73,3 persen ResponX suka dengan momen tersebut. Salah satunya Suhermi, siswi SMA Negeri 1 Pagerbarang Kabupaten Tegal. ”Ya sukalah. Daripada nggak tau hasilnya. Jadi itu buat ngukur kemampuan kita selama satu semester. Kalo kita merasa yakin bahwa nilai kita tidak akan jelek tentu optimis. Kalo nilainya ancur

ya pasrah aja nggak usah marah atau frustasi,” ungkapnya yang tetap optimis menjelang penerimaan raport meski belum tahu nilainya. Sementara 26,6 persen lainnya mengaku biasa aja dengan rutinitas tersebut. Ngomongin tentang momen pengambilan raport, 76,6 persen ResponX menyebut orang tuanya sebagai pihak yang datang ke sekolah setiap penerimaan raport. Etika Rozana dari SMP Negeri 2 Jatibarang Kabupaten Brebes mengungkapkan, ortu punya kewajiban untuk ngambilin raportnya di sekolah. “Jadi ortu tau hasil dan nilai yang kita

dapatkan,” ujarnya. Tapi 6,66 persen ResponX mengaku mengambil raportnya sendiri. Selain karena sekolah memang mengijinkan, beberapa diantara mereka beralasan takut dimarahi orang tuanya kalo nilai di raportnya jelek. Soal nilai yang jelek, 80 persen ResponX mengaku bersedih kalo mendapatkannya di raport mereka. Salah satunya Kamaludin, siswa SMK Negeri 3 Kota Tegal. ”Perasaanku pasti sedih dan nyesel kalo nilai raportku jelek. Apalagi kalo aku udah belajar dengan tekun. Tapi apa boleh buat, mungkin udah nasibku. Yang pen-

ting harus tetap optimis dan semangat untuk lebih baik,”katanya. Selain dirinya, 10 persen lainnya bingung kalo sampe dapat nilai jelek. Nggak cuma dimarahin ortu, lebih parah lagi kalo sampe nggak boleh maen. Tapi ceritanya pasti berbeda kalo nilainya bagus dan mendapatkan prestasi di sekolah. Yuni Arif Triyana dari kelas XII Administrasi Perkantoran SMK PGRI Kota Tegal menceritakan pengalamannya ketika mendapat nilai bagus. ”Tentu nggak malu sama ortu. Apalagi kalo itu hasil kita sendiri, yang pasti senenglah. Makanya

kita harus belajar dengan rajin dan tekun. Jangan sampai nilainya baik tapi bukan hasil sendiri,” ungkap Yuni. Sementara 46,6 persen ResponX berusaha bersyukur kalo bisa mendapatkan nilai yang bagus. Apalagi kalo bisa meraih prestasi seperti 50 persen ResponX. Indah Pratiwi, dari kelas XI SMA Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal menceritakan pengalamannya. ” Aku pernah mendapatkan prestasi saat kelas X. Karena aku rajin belajar dan sering mengerjakan latihan-latihan soal yang ada di Lembar Kerja Siswa (LKS),” kata dia. Kamu sendiri bagaimana? (tim 1)

[chorus] A Ku tak peduli Kamu mau balik lagi G D Pake bilang janji suci A Cinta itu sudah mati A Sudah kau pergi Jangan ganggu aku lagi G D Cinta itu sudah mati A Aku mau cari lagi [int] G D A GDE [solo] Bm Am Dm Teganya kau datangi aku lagi E Nyatakan cintamu lagi [chorus] A Ku tak peduli Kamu mau balik lagi G D Pake bilang janji suci A Cinta itu sudah mati A Sudah kau pergi Jangan ganggu aku lagi G D Cinta itu sudah mati

RASA deg-degang pasti kamu rasakan saat hendak menerima raport. Hal ini juga yang dialami Maulana Fahdlurahman Al Abdillah. Siswa SMA Negeri 1 Kramat Kabupaten Tegal yang mau naik kelas XI ini mengaku lebih banyak memiliki pengalaman menyenangkan ketika pembagian raport. Hampir setiap tahun, dia masuk dalam kategori siswa unggulan yang mendapat peringkat 10 besar. “Aku pernah dapat rangking 1 waktu aku duduk di bangku SD,” tutur anak ke-2 pasangan Bibit Kusriyanto dan Yuli Indrawati ini.

Pelajar yang aktif di OSIS dan PMR ini biasanya langsung memeluk orang tuanya ketika tau kalau masuk dalam daftar siswa yang berprestasi. Namun, pengalaman tak membahagiakan

Maulana Fahdlurahman SISWA SMA NEGERI 1 KRAMAT KAB.TEGAL

pun pernah dialami remaja yang hobi renang dan memodifikasi program di komputer. Aktivis yang ingin jadi ahli spesialis bedah ini pernah tidak masuk dalam

ROSIKIN, TAK KENAL MENYERAH

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA TIM1: Nur Irma Rahmawati, Hendra Apriyadi , Mufrodi TIM 2: M Khaerul Anam, Intan Aji Purnamawati, Ikhsan B

PROFIL USIA :

JUMLAH :

13 - 17 tahun

30 ResponX di Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes

JENIS KELAMIN : PENDIDIKAN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

SMP dan sederajat SMA/SMK dan sederajat Metode : Random sampling

CMYK

kategori siswa yang punya rangking atas. Nah, soal ini, cowok kelahiran Tegal 1 Oktober 1994 kasih tips nih. Ayo kita intip! 1. Waktu pembagian raport, tetep berangkat aja ke sekolah. Coba ilangin cemas kamu dengan ngumpul bareng temen-temen 2.Bila hasil raportmu menyenangkan karena nilaimu bagus, segera sujud syukur. Jangan sombong karena perjalananmu masih panjang 3.Nah, jika tidak, tetaplah optimis dan jangan menyerah. Ambil positifnya saja, mungkin memang kita belum mampu. (irma)

MUFRODI/TIM XPRESI

POSE BARENG - Rosikin (nomer dua sebelah kanan) berpose bersama Tim Perguruan Karate Setia Hati Terate Putra MAN Pagerbarang Kabupaten Tegal.

MESKI hanya bisa menyandang Juara III Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tegal, Rosikin, siswa kelas XI IPS MAN Pagerbarang Kabupaten Tegal tetap optimis dan tak kenal menyerah untuk terus berprestasi. Cowok yang tergabung dalam Tim Perguruan Setia Hati di sekolahnya ini menganggap kegagalan merupakan jembatan untuk maju dan bermanfaat melatih kedewasaan. Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi harus disikapi dengan positif agar bisa mendapat pelajaran berharga dari peristiwa tersebut. “Segala sesuatu pasti ada hikmahnya jika kita bisa menyikapinya dengan baik,” tuturnya. Selain latihan rutin setiap Minggu, Selasa dan Kamis sore, Rosikin mengaku mengikuti persiapan pertandingan dengan latihan dua ming-

gu. “Latihan ini sengaja aku ikuti untuk mematangkan teknik-teknik dasar,” tambah dia. Sikin, begitu dia biasa dipanggil mengaku senang dalam ekskul beladiri tersebut. Selain menjadi hobi, dia juga bercita-cita menjadi atlet beladiri nasional. Dengan motivasi tersebut, dia rutin mengikuti latihan. Prestasi tim bela dirinya sendiri yang beralamat di Jalan Gamprit No 1 ini cukup bagus. Tidak hanya pernah meraih Juara III Porkab, sebelumnya tim ini juga pernah menyabet Juara 1 SH CUP tahun lalu. Tak hanya diminati pelajar putra, ekskul ini juga diminati pelajar putri. Selain mengajarkan persaudaraan antar sesama, kegiatan itu juga melatih fisik agar tetap kuat dan sehat. (mufrodi)


SAMBUNGAN

SENIN 28 JUNI 2010

19

RADAR TEGAL

Nurpati Dijerat Kasus Pilkada dari halaman 1 melanggar kode etik dalam pilkada Tolitoli, Sulawesi Tengah. Menurut Syamsul, rapat itu nanti membahas tindak lanjut rekomendasi Bawaslu. DK perlu mempertimbangkan apakah langsung dijadwalkan sidang untuk Nurpati. Di luar pilihan itu, DK juga perlu mempertimbangkan bahwa Nurpati sebaiknya diperiksa dulu. “Kalau perlu juga, ada tinjauan lapangan jika ada rekomendasi yang masih meragukan,” jelas pria yang juga anggota KPU itu. Tinjauan lapangan itu, kata Syamsul, terutama untuk rekomendasi dugaan pelanggaran kode etik di pilkada. Sedangkan untuk rekomendasi pelanggaran Nurpati sebagai pengurus partai Demokrat, DK tidak memerlukan tinjauan lapangan.

“Kalau yang itu (Demokrat) sudah jelas,” jelasnya. Banyak pasal yang diduga dilanggar Nurpati. Dalam pelanggaran sebagai pengurus Demokrat, ada lima pasal dalam UU 22/2007 tentang penyelenggara pemilu yang ditrabas Nurpati. Di antaranya, pasal 11 huruf i, pasal 28 (2), pasal 29 (1, 2, dan 3), dan pasal 30 (3). Sementara dalam dugaan pelanggaran kode etik pilkada Tolitoli, pasal 2 dan pasal 28 yang dilaporkan Bawaslu terkait Nurpati. Secara terpisah, anggota Komisi II DPR Arif Wibowo menyatakan, posisi Nurpati yang menjadi pengurus Partai Demokrat saat aktif di KPU menimbulkan preseden buruk. Pembentukan DK oleh KPU seharusnya sudah cepat. Sebab, kasus yang dilakukan Nurpati sudah jelas ujung dan pangkalnya.

“Andi kan sudah menyatakan, (DK) tidak perlu lamalama bersidang,” kata Arif. Arif menyatakan, pascakasus Nurpati, wacana untuk memberikan batasan waktu anggota KPU untuk menjabat posisi politik dan publik harus tegas. Wacana itu juga sempat diletupkan PDIP. Namun, ketika itu masih banyak yang menolak. “Disebut menghambat, padahal substansinya bukan menghambat, tapi supaya tidak ada partisanisme,” ujarnya. Selain itu, kini dalam revisi UU 22/2007 mulai berkembang kembali KPU diisi partisan parpol yang harus melepas atribut kepartaiannya. Namun, kata Arif, substansinya bukan pada siapa pengisi anggota KPU, namun kualitas personal dari anggota KPU. “Harus terjamin integritasnya,” kata Arif. (bay/c4/tof)

Jimly-Busyro Lolos dari halaman 1 Dia melanjutkan, ada sejumlah alasan Pansel KPK dalam mengugurkan caloncalon di tahap seleksi awal. Yakni, banyak persyaratan administrasi yang tidak dipenuhi oleh pendaftar. Diantaranya, tidak melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat permohonan tidak bermaterai dan hal remeh-temeh lainnya. “Kita harus cermat. Ketidaktelitian ini justru menjadi salah satu faktor gagalnya peserta yang ikut seleksi,” imbuh Patrialis. Wakil Ketua Pansel Pimpinan KPK M. H Ritonga menambahkan, persoalan usia juga menjadi salah satu faktor kegagalan para calon pimpinan KPK. Dia menguraikan, dari total jumlah pendaftar, ada 15 calon yang usianya tidak memenuhi syarat. Rinciannya, 12 calon usianya melebihi 65 tahun dan tiga calon yang usianya kurang dari 40 tahun. Para calon yang gugur karena faktor usia tersebut di antaranya pengacara senior OC Kaligis dan pengacara muda Farhat Abbas. Ritonga melanjutkan, nama calon pimpinan yang lolos seleksi administrasi tersebut akan diumumkan di media dan website resmi Kemenkum dan HAM pada hari ini. Setelah nama calon dipublikasikan, pihak Pansel memberikan kesempatan kepada masyarakat umum yang ingin memberikan tanggapan, pendapat atau masukan tertulis terkait integritas, kapasitas dan karakter calon tersebut, hingga 28 Juli mendatang. “Karena itu, diharapkan ada tanggapan masyarakat selama satu bulan penuh,” katanya. Dalam seleksi tahap dua ini, kata Ritonga, Pansel Pimpinan KPK akan membentuk tim pen-

dukung lapangan. Tim tersebut akan menggunakan tenaga yang diperbantukan dari berbagai instansi pemerintah. Tim pendukung tersebut bertugas melakukan verifikasi dan investigasi lapangan, terkait laporan masyarakat atas calon yang bersangkutan. “Ada hal-hal atau kebenaran yang ingin kita pastikan tentang calon yang bersangkutan. Jadi, tim ini akan turun ke lapangan untuk melakukan investigasi dengan tujuan mengetahui data-data calon yang sebenarnya. Kalau ada calon yang rekam jejaknya buruk, bisa diketahui,”urai Ritonga. Patrialis menambahkan, jika ada calon yang terlibat kasus hukum, Pansel akan menginformasi kepada pihak KPK, Kepolisian, Kejaksaan hingga Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU). “Kalau yang bersangkutan terbukti terlibat kasus hukum, ya akan langsung digugurkan,” tambah Patrialis. Sementara itu, deretan nama calon yang lolos cukup bervariasi. Namun, banyak namanama pengacara pembela koruptor masuk dalam seleksi awal. Antara lain, pengacara Anggodo Widjojo, Raja Bonaran Situmeang, pengacara Nunun Nurbaeti, Partahi Sihombing, pengacara hakim Muhtadi Asnun, Alamsyah Hanafiah, hingga dua pengacara Ari Muladi yang sama-sama lolos, Petrus Selestinus dan Sugeng Teguh Santosa. Selain deretan nama pengacara koruptor tersebut, terselip nama pengacara Susno Duaji, Henry Yosodiningrat dan pengacara BibitChandra, Bambang Widjojanto. Nama-nama lain yang banyak direkomendasikan para tokoh masyarakat, seperti Jimly Asshidique dan Muhammad Busyro Muqoddas juga berhasil lolos di seleksi administrasi. Anggota

DPD dari provinsi Bali, I Wayan Sudirta, mantan Mensesneg era Presiden Gus Dur, Bondan Gunawan hingga ketua presidium gerakan facebookers Bibit-Chandra Muhammad Nurlapong juga turut meramaikan daftar calon yang berhak mengikuti seleksi tahap dua. I Wayan Sudirta, salah satu kandidat yang lolos seleksi administrasi, mengatakan banyak figur bagus yang lolos seleksi tahap awal ini. Dia percaya pansel pada akhirnya akan memilih figur terbaik yang paling tepat dan cocok untuk memimpin KPK. “Jabatan Ketua KPK itu amanah. Ini bukan pekerjaan biasa,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang dan pendiri Bali Corruption Watch (BCW), itu. Wayan mengingatkan KPK merupakan lembaga khusus yang bertugas memberantas korupsi. Korupsi itu sendiri, tegas dia, merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). “Jadi, diperlukan ketulusan dan keberanian yang luar biasa juga untuk menjalankan tugas yang sangat berat tersebut,” ujarnya. Sementara itu, mantan Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi pesimis seleksi kali ini akan berhasil menguatkan KPK secara kelembagaan. Proses seleksi pimpinan KPK dianggapnya masih akan sarat tarik-menarik kepentingan. Hasyim melihat ada indikasi pelemahan terutama oleh orang-orang yang memang ingin lembaga itu tak sekuat sekarang. “Bagaimana tidak, Baru lolos dari seleksi, pemilihannya oleh Presiden, proses pemilihan di DPR, semuanya pasti ada saling pengaruh,” kata Hasyim Muzadi, di sela acara Tasyakuran 6 Tahun International Conefernce of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, Minggu (27/6). (jpnn)

Perpisahan Haru Hugo dari halaman 1 Semangat Hugo dalam memberikan yang terbaik untuk penggemarnya membuat suasana venue di atrium Supermal Pakuwon Indah (SPI) Surabaya kemarin tak hanya berisi tawa dan kegembiraan, namun juga nuansa haru. Hugo sudah tampil sejak pukul 14.00 WIB dalam wujud Superhugo untuk menjadi juri Jawa Pos Slam Dunk Contest. Kemudian, baru di penampilan keduanya, Super Hugo habishabisan memuaskan penggemar yang ingin melihat kemampuannya nge-dunk. Selama sesi itu, empat kali dia nombok. Sejak dunk pertama, para pengunjung NBA Madness sudah terkesima. Lompatan tinggi Hugo setelah menumpukan kakinya pada trampolin menghasilkan dunk indah di ring portabel venue. Aksi nombok yang kedua dan ketiga tak kalah heboh. Pada dunk kedua, Hugo memantulkan bola ke papan ring, menangkapnya kemudian ngedunk. Untuk yang ketiga, Hugo menekuk kakinya ke arah kanan sebelum melesakkan bola ke ring. Melihat aksinya itu, sorakan penonton pun semakin membahana. Melihat antusiasme penonton, semangat Super Hugo pun makin membubung. Dia ingin membuat dunk terakhirnya benar-benar spesial. Sang maskot meminta Azrul Ananda berdiri di depan ring sambil mengangkat tangannya ke atas untuk memegang bola. Super Hugo kemudian melakukan front flip dunk. Dia berlari, melompat dengan bantuan trampolin, mengambil bola

dari tangan Azrul, kemudian salto ke depan sebelum ngedunk. Boom! Bola masuk dengan sukses ke dalam keranjang. Sayangnya, karena terlalu bersemangat, pendaratan Super Hugo tak berjalan mulus. Begitu kakinya menyentuh matras, tubuhnya oleng ke kanan kemudian jatuh. Super Hugo kemudian menunjukkan gerakan kesakitan, dan membuatnya harus dipapah ke ruang ganti oleh panitia. Melihat apa yang terjadi pada Super Hugo, banyak fans yang ikut menjerit. Banyak pula yang menanyakan apa yang terjadi kepada sang maskot yang telah membuat banyak orang jatuh cinta itu. ”Aku mau lihat Super Hugo! Kakinya kenapa? Jalannya kok pincang? Super Hugonya sakit ya?” tanya Michelle Aurelia, pelajar kelas 5 SD Santo Carolus Surabaya kepada panitia dari samping dinding ruang ganti. Wajar saja jika banyak penonton bertanya-tanya. Sebab, setelah kejadian itu, Hugo dijadwalkan tampil satu kali lagi. Dia juga akan membagikan tanda tangan dan foto bersama penggemar dalam autograph session. Mereka tentu tak ingin terjadi apa-apa pada maskot berwujud lebah warna unguteal itu. Menjelang jadwal penampilan ketiga Hugo, Azrul Ananda mengumumkan pada pengunjung apa yang terjadi pada sang maskot. ”Hugo cedera lutut, dan sempat mendapatkan perawatan di belakang panggung,” katanya. Namun, cedera tak menyurutkan semangat Hugo untuk memuaskan penggemar. Dia tetap

tampil, namun hanya untuk membagikan tanda tangan. ”Dia seharusnya tidak boleh tampil lagi. Tapi, dia memaksa ingin tampil. Dia sudah di sini, dia tidak ingin mengecewakan penggemarnya. Dia ingin say good bye dengan cara yang baik,” kata Azrul. Hugo kemudian keluar dari ruang ganti dengan digandeng oleh Wali Kota Surabaya terpilih, Tri Rismaharini. Tungkai kanannya terlihat sedikit bengkak, dan jalannya masih tertatihtatih. Kendati demikian, Hugo menyapa penggemarnya dengan ceria. Dia melambai-lambaikan tangannya. Melihat ketegaran Hugo itu, sontak seluruh pengunjung NBA Madness bertepuk tangan. Seperti mendapatkan kekuatan baru dari dukungan fans, Hugo langsung tampak sehat begitu sampai di tengah lapangan. Dia kembali bergaya centil dan menyapa penggemar dengan menggoyang-goyangkan perut gendutnya. Dalam kesempatan itu, Hugo juga menyerahkan kenang-kenangan berupa sepatu yang dipakai Super Hugo saat nge-dunk kepada Azrul Ananda. Setelah itu, Hugo langsung duduk di kursi untuk autograph session, Hugo langsung bergaya. Dia mengangkat tangan dan kakinya, kemudian menyongsong ratusan penggemarnya yang sudah antre untuk mendapatkan tanda tangan. Saat meminta tanda tangan, tak sedikit fans yang mengucapkan “cepat sembuh” atau “get well soon” kepada Hugo. Lagu Strong Will Continue dari Nas dan Damian Marley yang diputar di atrium membuat

suasana semakin haru. Salah satu yang mengucapkan selamat cepat sembuh pada Hugo adalah Enny Widarti. ”Tadi waktu Super Hugo cedera, saya sudah ragu-ragu, bisa minta tanda tangannya apa nggak. Tapi, ternyata dia masih berusaha keluar. Saya salut sama dia. Sudah cedera begitu, tapi masih bisa ketemu penggemar. Itu pengorbanan lho,” kata ibu dua anak itu. Selain bagi-bagi tanda tangan, Hugo juga foto bersama pengunjung yang memiliki tato bergambar dirinya. Dia juga berjalan di sepanjang tepi lapangan untuk tos bersama penggemar-penggemarnya. Kemudian, seperti ingin benar-benar memuaskan fans, dia masih berusaha berjalan ke beberapa sudut lapangan untuk melemparkan merchandise New Orleans Hornets kepada pengunjung NBA Madness. Setelah seluruh hadiah yang dibawanya habis, barulah Hugo berjalan kembali ke ruang ganti. Di tengah jalan menuju ruang ganti, tiga fans, Triharto Banjaransakti, Nugroho Darmawan Indraputra, dan Putu Gde Kamajaya menantinya. Mereka membentangkan karton berwarna teal bertuliskan ‘Get Well Soon Hugo’ yang ditulis dengan tinta emas. Melihat tingkah penggemarnya itu, Hugo berhenti sejenak, kemudian mengusap matanya, menunjukkan bahwa dia terharu. Setelah itu, barulah Hugo masuk ke ruang ganti, dan mengucapkan farewell kepada Surabaya. ”Terima kasih dan salut kepada Hugo. Itu adalah contoh profesionalisme dalam even yang digarap secara profesional ini,” kata Azrul. (rum)

Sonata Incar Rutan Brimob dari halaman 1 menyiapkan serangan beruntun. Termasuk menyerang peringatan hari ulang tahun Polri dan kedutaan besar Denmark di Kuningan, Jakarta. Rencana itu juga bukan gertak sambal. Mereka sudah menyiapkan rangkaian detonator dan sirkuit elektronik sebagai

switching device (pemantik) bom. Selain itu, grup Sonata juga punya beberapa senjata api dan ratusan amunisi yang siap digunakan. Padahal, dari rangkaian operasi di Aceh, Polri sudah berhasil menyita ribuan peluru. Sumber itu menuturkan dari pengembangan lapangan, ada beberapa orang yang sudah

dimintai keterangan. “Kita akan tentukan statusnya dalam 7 x 24 jam,” katanya. Namun dia menolak membeber identitas dan lokasi penangkapan. “Di Jawa dan Jakarta,” katanya. Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Zainuri Lubis belum bisa mengkonfirmasi informasi soal pemeriksaan beberapa orang baru

ini. “Nanti, Senin ( hari ini) saya cek. Sekarang masih libur,” katanya. Namun, jenderal bintang satu memastikan bahwa Densus 88 Mabes Polri masih bergerak di lapangan. “Ada beberapa tersangka yang masih dikejar berdasar pengembangan dan datadata yang dimiliki,” katanya. (rdl/iro)

Banjir User Setelah Dibeli Yahoo! dari halaman 1 itu sudah sampai tahap wawancara. Bulan depan orangorang baru ini mulai bekerja,” kata suami dari Sari Wardani ini. Satya mengakui, Koprol mulai beradaptasi menjadi perusahaan yang lebih “serius”. Mulai pembukuan, sistem kerja, dan pembagian tupoksi alias tugas pokok dan fungsi. Mereka juga dikenalkan dengan sistem kerja perusahaan online. Yakni, menggelar rapat-rapat rutin secara maya. Mereka membicarakan target perusaha-

an bersama pimpinan Yahoo! di Amerika, Yahoo! Indonesia, dan sejumlah karyawan melalui fasilitas online conference. Pernah, Satya sampai melongo ketika sejumlah pimpinan Yahoo! bertandang ke kantor Koprol di kawasan Jakarta Selatan. Ternyata, ada beberapa pimpinan Yahoo! pusat di Amerika yang baru kali pertama bertemu langsung pimpinan lainnya. Sebab, umumnya pertemuan dilakukan secara maya selama bertahun-tahun. “Saya sampai geleng-geleng kepala,” ujar putra pertama

Wimar Witoelar ini. Kata Satya, Koprol dianggap Yahoo! sebagai situs yang benarbenar memahami Indonesia. Karena itu setelah diakuisisi, Yahoo! tak pernah cawe-cawe mengusik konten Koprol. Yahoo! juga tak pernah aktif mempromosikan atau mengundang orang-orang dalam jaringannya untuk hijrah rame-rame ke Koprol. Sebab, popularitas Koprol terus menanjak dengan sendirinya setelah kabar akuisisi perusahaan ini oleh Yahoo! “Sampai-sampai, Yahoo! yang tadinya sempat membuka in-

formasi tentang Koprol melalui semacam pers rilis, menarik kembali,” kata ayah Kirana Witoelar (3 tahun) ini. Satya membangun Koprol hanya sekadar iseng. Lelaki 35 tahun ini sejatinya adalah sarjana arsitektur lulusan Universitas Parahyangan, Bandung, angkatan 1999. Namun, hobi desain web membuatnya ketagihan social networking. “Sampai akhirnya saya sama teman-teman tertarik bikin proyek sampingan membuat situs pertemanan. Eh, ternyata proyek sampingan malah jadi kerja utama,” ujarnya. (aga)


CMYK

KOMBIS

SENIN, 28 JUNI 2010

20

RADAR TEGAL

Kenalkan Mitsubishi Pajero Sport memperkenalkan produk terbaru Mitsubishi untuk kendaraan pribadi yaitu Pajero Sport. Pihaknya juga memberikan kesempatan kepada seluruh undangan untuk melihat dari dekat serta melakukan test drive Pajero Sport. Untuk memudahkan pelanggan mendapatkan beragam produk yang ada baik kendaraan niaga maupun pribadi.

Pihaknya menggandeng perusahaan pembiayaan untuk pembelian secara kredit. Dengan demikian, masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai tipe sesuai kebutuhan yang ada. Gathering pelanggan, jelasnya, merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk mempererat kemitraan antara pihaknya dan seluruh pelanggan sehingga kerjasama yang

sudah berjalan dengan baik bisa terus ditingkatkan. “Dengan gathering seperti ini, kami bisa memberikan informasi terbaru kepada pelanggan sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya. Agus, salah seorang pelanggan yang hadir mengaku senang karena selama ini sudah menjadi mitra PT Matahari Belian Motors Tegal dengan

menggunakan Mitsubishi Fuso. Berbagai kemudahan dalam proses pembelian membuat dia dan pelanggan lain bisa mendapatkan kendaraan sesuai kebutuhan. Kehandalan mesin Mitsubishi tidak perlu diragukan karena dia menggunakannya untuk mendukung kegiatan usahanya. Gathering juga menjadi ajang saling mengenal antar pelanggan. (gun)

Kaisar Motor Luncurkan Produk Tangguh Triseda XP (Extra Power)

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

GATHERING - PT Matahari Belian Motors Tegal, Sabtu (26/6) menggelar gathering yang dihadiri puluhan pelanggan setia Mitsubishi.

Gathering Pelanggan PT Matahari Belian Motors TEGAL - PT Matahari Belian Motors, Sabtu (26/6) menggelar gathering pelanggan di dealer Jalan Kapten Sudibyo Kota Tegal. Kegiatan dihadiri pulu-

han pelanggan setia Mitsubishi yang datang dari Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes dan sekitarnya. Dirut PT Matahari Belian Motors Tegal Jimmy Winarto mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi pihaknya atas kepercayaan pelanggan selama ini menggunakan beragam produk dan tipe Mitsubishi. Saat ini,

sudah banyak pelaku usaha yang menggunakan dan membuktikan kehandalan truk Mitsubishi hingga kendaraan pribadi. Di sini, pelanggan juga bisa bertukar informasi serta berbagai hal terbaru sehingga kedekatan yang selama ini terjalin bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan. Pada kesempatan kali ini, pihaknya juga

BREBES - Satu lagi bukti komitmen Kaisar Triseda Motor untuk terus berinovasi mengembangkan produk-produk bermutu yang mengerti dan menjawab kebutuhan konsumen, Kaisar Triseda keluarkan produk teranyarnya. Sepeda motor roda tiga yang diberi nama Triseda XP (Ekstra Power) merupakan produk baru yang memiliki kelebihan-kelebihan dari produk sebelumnya. Menurut Direktur Cahaya Murni Kaisar, Dealer Sepeda Motor Kaisar Klampok Brebes, Hadi Santoso, Triseda XP dihadirkan dengan keunggulankeunggulan pada sepesifikasi teknik, sistem elektrik, mesin, rangka hingga kapasitas muatannya. Selain tromol rem yang lebih besar, Triseda XP juga memiliki gardan dengan extra power gear. Selain itu ditunjang oleh engine 150 cc yang mem-

buatnya hemat BBM, water cooling system hingga memiliki idependent dual shock system yang membuatnya lebih tangguh dan stabil. “Baknya juga lebih panjang, yaitu 160 centimeter bisa memuat lebih banyak. Apalagi didukung oleh mesin yang canggih, Triseda XP akan mampu melaju dengan stabil meski membawa beban hingga 8 kuintal dan menanjak sekalipun,” ujar Hadi. Dengan ketangguhannya, Tridesa XP, menurutnya, akan bisa menjawab kebutuhan transportasi, jasa maupun usaha niaga yang membutuhkan distribusi yang banyak. “Ini sangat tangguh dan cocok untuk petani, pedagang maupun profesi lainnya,” lanjutnya. Sebab, type baru Triseda XP ini memang dirancang untuk pekerjaan yang lebih berat. Dengan tenaga ekstra. “Triseda

sanggup menempuh medan berat dan beban muatan yang lebih berat dibanding dengan yang lain,” ujarnya. Produk bermutu ini ditawarkan dengan harga promo pada bulan Juni sd Agustus 2010, yaitu sekitar Rp 20 juta 5 ratus ribu.

“Selain produknya unggul, kami juga menyediakan garansi hingga perlengkapan suku cadangnya,” imbuh Hadi. Triseda XP bisa anda dapatkan: di Cahaya Murni Kaisar, Jl. Raya Klampok 208 Brebes, Telp. 0283-3337689, SMS 24 jam: 0819 3181 6618 (adv)

Kusno, Penyelamat Hutan

Lepaskan Ketergantungan Masyarakat Pencuri Kayu Hutan

Kusno adalah tokoh masyarakat di desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, yang terjun ke masyarakat bawah sekitar kawasan hutan Perhutani. Sebelumnya Kusno adalah pengajar komputer dan admin di SMA N 66 Jakarta dari tahun 19892000. Karena kecintaannya pada tanah kelahiran, Kusno akhirnya pulang dan mulai membangun desanya. Masyarakat di sekitar kawasan hutan milik Perhutani kerap berurusan dengan pihak berwajib lantaran terlibat masalah pencurian kayu. Di tahun 2006, di Kecamatan Kedungbanteng, setidaknya ada 206 kasus pencurian kayu. Namun, tahun 2008,

CMYK

CMYK CMYK

angka pencurian berhasil turun. Bahkan menjadi 0 pencurian. Lalu, Bagaimana masyarakat bisa menjadi sangat paham hingga tidak melakukan pencurian di kawasan Hutan Perhutani tersebut? Adalah Kusno (45), sebagai salah satu Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat yang mampu mendidik dan menyadarkan pentingnya hutan didalam kehidupan masyarakat desa Baseh, Windujaya, Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng. Kusno akhirnya bisa menyabet juara II Nasional Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat tahun 2009 Agustus lalu. Penghargaan itu diberikan karena Kusno mampu dan berhasil menembus angka 0 kriminalitas terhadap pencurian kayu di kawasan Perhutani Banyumas pada tahun 2008. Angka 0 pencurian kayu ini bisa dibilang hasil jerih payah Kusno,tapi selalu merendah dengan mengatakan bahwa, semua merupakan upaya masyarakat itu sendiri, yang sudah sadar akan pentingnya hutan. Di rumahnya yang mungil dan sederhana di samping Balai Desa Baseh sekaligus rumah yang dijadikan Taman Bacaan Masyarakat di desa Baseh ini, Kusno sudah sangat dikenal. Mencari sosok Kusno pun tak sulit. Sejak dari Pasar Kedungbanteng, hampir semua warga mengenalnya. Pada tahun 2000 lalu, lantaran merasa prihatin dengan alam dan banyaknya pencurian kayu milik

perhutani di desanya, Kusno putar otak dan merancang agar masyarakat tak terjebak pada hutan yang telah dikelola Perhutani. Pendekatan dengan mendatangi masyarakat kawasan hutan pinggiran pun dilakukan. Disamping itu semua tanah kosong juga di tanami dengan kayu keras seperti kopi, mlinjo, duren, dan pucang yang jumlahnya sampai ratusan ribu. "Saya melakukan pendekatan hati ke hati di masyarakat terkait fungsi dari hutan dan kegunaanya," kata Kusno. Caranya dengan 'ngendong' dari satu rumah ke rumah lain, di pinggiran hutan yang dikelola Perhutani. Tak jarang, ia masuk ke pengajian, temu RT dan PKK di desanya. "Pokoknya semua elemen di pemerintahan saya dekati agar sadar fungsi hutan dan aturan," katanya. Dia mencontohkan, langkah yang dilakukan harus persuasif. Bahkan, dalam memberitahu fungsi hutan, juga tak menggunakan ilmu layaknya pendidikan akademik. "Harus memakai insting situasi dan kondisi setiap masyarakat yang ada," ujarnya. Namun demikian, pokok dari permasalah pencurian kayu yang dilakukan masyarakat adalah sebagai pekerjaan dan kebutuhan. Ketergantungan pada kayu hutan digunakan sebagai penghidupan. Akhir tahun 2005, Kusno dan masyarakat pun mendirikan LMDH Wana Lestari sebagai wadah masyarakat di sekitar kawasan hutan. Saat itu, belum sepenuhnya berjalan optimal. Konsep nyata agar tidak tergantung pada kayu hutan sebagai ekonomi utama dirancang. Adalah dengan mengajukan bantuan ternak pada pemerintah sebagai ganti kehidupan warga. Rancangan dibuat. Masyarakat dikumpulkan. Kusno pun mengajukan ke pemerintah pusat. "Alhamdulilah tahun 2004 merancang, dan pemerintah pusat menyetujui dan membantu 84 ekor Brahman Cow pada tahun 2006. Pemkab Banyumas mengikutinya dengan memberikan lima sapi lokal. Waktu itu, saya sangat terharu karena hanya bermodal satu komputer guna me-

lakukan langkah real yaitu surat permintaan dari aspirasi seluruh masyarakat," tandasnya. Dengan langkah itu, masyarakat bisa sedikit terlepas dari ketergantungan hutan sebagai ekonominya dan beralih ke ternak. Tahun 2006 itu, puncak pencurian kayu mencapai angka tertinggi hingga 206 kasus. Namun, Kusno sabar dan terus memberi penyuluhan dengan langkah real yang lainnya. Tahun 2007, perubahan pola ketergantungan pada Hutan mulai terlihat. Masyarakat sibuk dengan aktivitasnya dalam mengelola ternak. Mereka tidak lagi merambah ke hutan millik Perhutani. "Tahun 2007 masih ada yang belum sadar. Ada 4 kasus. Tapi, itu jauh menurun dari 206 kasus. Saya sangat bersyukur masyarakat sudah mencinta alam dan mampu melindungi dengan sendirinya," kata dia. Benar saja, penyuluhan yang terus dilakukan berbuah hasil. Pada tahun 2008, Kusno mencatat tak ada satu kasus pun yang terjadi. "Tahun 2008 adalah 0 pencurian kayu. Ini membanggakan sekaligus mengharukan saya karena masyarakat sudah memiliki," ucapnya. Karena itulah Kusno pun mewakili Banyumas dalam Lomba penghijauan dan Konservasi tingkat nasional. Dalam website Pusat Bina Penyuluh Kehutanan (centre for forettry Extension) Kusno yang berhasil dan sebagai salah satu yang menyadarkan masyarakat dalam melaksanakan upaya-upaya nyata dibidang rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi dan pelestarian hutan, pengamanan dan perlindungan hutan secara sukarela. Memiliki semangat

untuk mengajak atau menularkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada anggota masyarakat lainnya. Memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat ditiru dan diteladani oleh anggota masyarakat Dan mendapat pengakuan dari masyarakat disekitarnya bahwa yang bersangkutan memiliki kemampuan dan pantas sebagai Penyuluh S w a daya. (tangkas pamuji/ ttg)

Nama Kusno

Pendidikan SLTA Alamat Baseh RT 3/1, Baseh Kedungbanteng, Banyumas

T E S T I M O N I Hamid Ridlo (Tetangga) Perjuangan beliau untuk menyadarkan masyarakat pada bahaya penggundulan hutan dan memotivasi masyarakat untuk membaca sangat bermanfaat bagi masyarakat

RADAR TEGAL * Sertakan fotocopy KTP anda


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SENIN, 28 JUNI 2010

RSI PKU Muhammadiyah Kab.Tegal 0283-3448131

Pasar Trayeman Terbengkalai

BALANE NYONG

Belum Ada Realisasi Perbaikan

Tanah Pemkab Tak Bersertifikat Perlu Ditata

SLAWI – Puluhan pedagang kios Pasar Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, saat ini, terus menunggu nasib perbaikan

kios tempat dagang mereka. Pasalnya, sejak peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan kios dagangnya, sampai Minggu (27/6), belum ada realisasi perbaikan dari pihak investor pengelola yaitu PT. Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBBP).

“Kepada Pemkab Tegal, kami minta bantuannya untuk terus mendesak investor pengelola, segera merealisasikan perbaikan kios yang terbakar. Hampir sepuluh bulan kios itu terbengkalai tanpa sentuhan perbaikan,” terang Ahmad, salah seorang pemilik

kios yang terbakar. Menurut Ahmad, para pedagang sendiri sudah beberapa kali menegaskan kepada investor pengelola, namun terkesan diabaikan. Disinilah pihaknya berharap agar Pemkab Tegal turut memperhatikan, sehingga ke-

jelasan realisasi perbaikan tempat berdagang mereka kedepan ada kepastian. “Kepada siapa lagi kami harus minta tolong kalau bukan kepada pemerintah daerah dimana kami tinggal,” keluhnya. ke hal 9 kol 1

SAAT ini diprediksi masih berjumlah ratusan asset tanah milik Pemkab Tegal yang belum bersertifikat. Jika dibiarkan, bakal merugikan pemkab sendiri dimasa mendatang. Untuk itu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, diharapkan segera melakukan inventarisasi dan sertifikasi DOK.RATEG asset tanah milik Dakir SH pemkab secara keseluruhan, khususnya yang berada di daerahnya sendiri. “Sepengetahuannya, sekitar 300-an asset tanah milik pemkab belum bersertifikat dan ini belum disentuh oleh SKPD terkait. Kami berharap agar segera ada langkah ke arah itu. Apalagi salah satu yang membuat disclimer anggaran sesuai hasil audit BPK tahun sebelumnya di Pemkab Tegal terkait asset daerah,” terang Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Dakir SH, Minggu (27/6). Dikatakan, pihaknya merasa khawatir jika tidak ada upaya inventarisasi maupun sertifikasi asset tanah pemkab, bisa “beralih” ataupun “berpindah” hak kepemilikan atas asset tersebut kepada pihak tak bertanggungjawab. ke hal 9 kol 4

KIYEH LIKUH... AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

BUKA START - Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM, saat membuka acara jalan santai dalam rangka HUT Bhayangkara ke 64 pada Minggu (27/6) kemarin di halaman Mapolres Tegal yang dihadiri oleh ribuan keluarga besar Polri.

Jalan Santai Memperingati HUT Bhayangkara ke-64

WAJIB BERKAOS

PIALA DUNIA

FATKHUROHMAN/RADAR SLAWI

MENIAI - Para juri sedang menilai burung Kacer yang sedang dilombakan di Desa Pesayangan Talang.

Lomba Burung Berkicau Hibur Masyarakat TALANG – Lomba burung berkicau yang diadakan lembaga bertajuk Akrab Jakwir Kabeh (Ajibah) Desa Pesayangan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal terlihat meriah. Disamping masyarakat sekitar hadir menonton dan mengikuti lomba, para peserta yang datangnya dari empat kota pun ikut meramaikan lomba tersebut.

MENYAMBUT HUT Bhayangkara ke-64, ribuan warga dari Keluarga Besar (KB) Polri, khususnya Polres Tegal, Minggu (27/6) kemarin, berarak-arakan melakukan jalan santai. Acara olahraga bersama ini merupakan serangkaian kegiatan lain, yang memiliki segudang hadiah doorprize di antaranya TV, Kulkas, dan sepeda motor yang berjumlah

100 unit. Tak terkecuali, Muspida Kabupaten Tegal di antaranya Bupati Tegal H Agus Riyanto, Sekda SriyantoHP, rombongan dari Bataliyon 407 dan Brigif, serta Kodim 0713. Keluarga para wartawan pun ikut diundang sebagai peserta. Kapolwil Pekalongan Kombes Fatkhurohman, dan sejumlah Kapolres di jajaran Polwil juga hadir dalam acara jalan santai yang wajib menggunakan

ke hal 9 kol 1

Belasan Pengedar dan Pengguna Narkoba Digulung

DOK.RADAR SLAWI

PERIKSA - Salah satu pengedar Narkoba tengah diperiksa anggota Satreskrim Polres Tegal, beberapa waktu lalu yang kasusnya terus dikembangkan.

SLAWI - Selama lima bulan terakhir, atau sejak Januari hingga Mei 2010, tim unit Narkoba Polres Tegal berakhir mengungkap dan mengamankan 13 pengguna dan pengedar narkoba. Sebagian besar dari mereka, yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, merupakan warga pendatang. Baik berasal dari luar wilayah hukum Polres Tegal, seperti dari Jakarta, Brebes maupun Kota Tegal. ‘’Mereka yang ditangkap dan kini tengah mempertanggungjawabkan perbuatannya rata-rata pengangguran. Penangkapan ini biasanya dilakukan melalui informasi yang disampaikan masyarakat. Dan dari informasi tersebut, jajaran kami langsung meresponnya,’’ kata Kapolres Tegal AKBP

Wahyu Handoyo SE didampingi Kasat Reskrim AKP Rudi Wihartana, Minggu (27/6) kemarin. Dari total 13 tersangka yang kini tengah diproses dan tengah dikembangkan lanjut Kapolres, hanya ada dua yang berasal dari Kabupaten Tegal. Sementara bila dibandingkan dengan tahun 2009 lalu, dalam kurun waktu sama, angka kasus narkoba pada 2010 ini bisa dikatakan meningkat. “Sebelumnya, perkara narkoba di wilayah hukum Polres Tegal dari Januari hingga Mei 2009, di bawah 10 kasus,” katanya yang juga didampingi Kanit Narkoba Aiptu Suratman. Kapolres menegaskan, kepada masyarakat, khususnya yang masih bermain dengan ke hal 9 kol 1

Muksin Alkatiri Tuntut Persamaan Hak Minta Mantan DPRD Lainnya Segera Dijerat dalam Kasus Sapi SLAWI - Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait bantuan pengadaan sapi simental APBD Kabupaten Tegal TA 2009, Muksin Alkatiri (47) warga Desa Dermasandi

CMYK

Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, kini terus berteriak meminta persamaan hak di mata hukum. Pasalnya, perbuatan yang sudah diakui kesalahannya itu, tidak melibatkan hanya sejumlah rekan anggota DPRD Kabupaten Tegal periode 20042009 lalu, namun hampir semua rekan-rekannya melakukan hal sama. ‘’Kami jelas tidak legowo dengan semua ini. Sebab, yang

dijerat oleh kejaksaan hanya kami saja. Padahal, saya hanya menjabat menjadi anggota dewan selama 5 bulan saja. Sebab, saya di DPRD Kabupaten Tegal, saat itu melalui PAW,’’ kata Muksin Alkatiri, Sabtu (26/6) lalu. Didampingi istri dan anak, Alkatiri menuturkan, draf bantuan sapi tersebut sudah digedok dalam rapat bersama rekanrekannya. Dirinya saat itu tidak

tahu menahu dan hanya melaksanakan tugas saja. ‘’Rekan-rekan kami di antaranya sembilan orang dewan yang saat itu menjabat. Hampir semuanya sama menerima bantuan sapi dan dijual atau diuangkan. Bahkan, bantuan tersebut saya juga bisa dikatakan rugi. Sebab, salah satu dewan yang saat ini kembali menjabat di kursi DPRD saat itu ke hal 9 kol 4

kaos seragam bola maupun Piala Dunia (PD) 2010. Pemakain kaos bola ini merupakan salah satu syarat saat mendapatkan hadiah. Karena kalau tidak, undian yang beruntung itu bisa langsung didiskualifikasi oleh panitia. Dan hal ini juga nampak ada beberapa peserta yang memang tidak menggunakan kaos bola, dan mendapatkan hadiah terpaksa ke hal 9 kol 4


PEMALANG

4

SENIN 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

Honor Petugas Sensus Dipotong Kantor Pos dan BPS No Comment

NGENDONG Prihatin Peredaran Miras IMBAS dari penjualan minuman keras beralkohol, utamanya bagi generasi muda di Kabupaten Pemalang, selama ini tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan terjadi di Kota IKHLAS Pemalang. Karenaminuman yang dapat membuat pengkonsumsinya mabuk itu banyak dijajakan di warung-warung kecil. “Kenakalan, tindak DOK RATEG asusila, kejahatan, dan dampak yang cukup dr Gunawan serius seperti meninggalnya masyarakat yang mengkonsumsinya memang belum terjadi. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi di Pemalang,” terang dr Gunawan, anggota DPRD Kabupaten Pemalang, kepada Radar kemarin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pemalang harus menekan peredaran dan pembatasan penjualan minuman keras melalui perijinannya. Dengan kata lain, masalah perijinan ini diperketat, terkecuali mereka yang memang menjualnya untuk kepentingankepentiangan medis. Sehingga peredarannya akan lebih terkontrol. Selain itu, dr Gunawan juga berharap pihak Satpol PP dan kepolisian untuk lebih pro aktif, dengan merazia warung-warung yang menjajakan minuman keras secara rutin. Apalagi disinyalir sebagian besar warung-warung penjaja minuman keras tidak berijin atau ilegal. “Perijinannya harus diperketat, kalau bisa Pemkab jangan sampai memberikan ijin penjualan minuman beralkohol,” tegas anggota dewan dari Partai PDI-P. Keprihatinannya, sebagaimana dikemukakan dr Gunawan, setelah dirinya mendapati beberapa warung kecil banyak menjajakan minuman beralkohol di Kabupaten Pemalang. Apalagi efek negatif atau mudharatnya dari minuman beralhokol lebih besar dibanding manfaat saat mengkonsumsinya. (cw2)

PEMALANG – Proses pencairan honor Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Sensus Penduduk tahun 2010 wilayah Kecamatan Pemalang di Kantor Pos, Sabtu (26/6) diwarnai aksi protes. Aksi protes yang dilakukan sejumlah PCL sebagai buntut pemotongan honor saat dilakukan pembayaran. Salah satu Petugas PCL di wilayah Kecamatan Pemalang, Teguh menuturkan, pihaknya bersama teman PCL lainnya telah melakukan aksi protes pada petugas Kantor Pos. Aksi protes yang dilaku itu akibat honornya dari hasil bekerja sebagai petugas pencacah sensus penduduk tidak bisa diterima sepenuhnya sebesar Rp 2.300.000, melainkan berkurang Rp 67.000 akibat pemotongan honor. Padahal sesuai perjanjian kontrak kerja honornya akan dibayar penuh dan tidak ada potongan apapun. “Berdasarkan perjanjian kerja dalam pasal 5 telah disebutkan bahwa upah untuk PCL sebesar Rp 2.300.000 sudah termasuk PPh, materai dan jasa

pengiriman jika pembayarannya melalui jasa pengiriman,” katanya kepada Radar. Melihat potongan tersebut, pihaknya mencoba mencari kejelasan pada petugas kantor Pos, namun pihak yang bersangkutan menyarankan untuk langsung mencari kejelasan pada Badan Pusat Statistik (BPS) setempat yang lebih berwenang. “Karena potongan itu tidak jelas, maka kami mencoba menanyakannya pada petugas kantor POS. Namun dari kantor pos tidak tahu menahu, alasannya bukan wewenangnya hanya sebagai tempat untuk pembayaran saja,” ujarnya. Sementara kejelasan soal potongan honor yang banyak dikeluhkan petugas PCL, Keterangan dari Kepala BPS Pemalang belum bisa diperoleh. Namun berdasarkan keterangan dari salah seorang pegawai BPS yang saat itu sedang ada di kantor, soal potongan honor PCL yang lebih berwenang dalam pembuat komitmen perjanjian kerja. “Kalau pengin tahu soal potongan dana itu bukan kewenangan BPS tetapi pembuat komitmen,” tandasnya. (mg1)

LINTAS Kwarcab Gelar Orientasi Pengelolaan Kwartir PEMALANG - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pemalang selalu ramai kegiatan. Setelah sebelumnya digelar perkemahan Wirakarya ke IV, pada tanggal 20 hingga 24 Juni 2010, Sabtu(26/6) kemarin digelar kegiatan di Sanggar Pramuka yang diikuti 60 peserta. Kegiatan tersebut adalah Orientasi Pengelolaan Kwartir, Keprotokolan dan Kehumasan. Acara dibuka Ketua kwarcab, Drs H Abdul Kadir yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa prinsip penataan organisasi. Prinsip-prinsip ini diantaranya keindahan, keadilan, kebaikan, persamaan, kebenaran dan kebebasan berinisiatif. Ketua kwarcab juga mengupas sedikit mengenai anauncer atau keprotokolan yakni menulis semua kata-kata yang akan diucapkan. Orientasi berlangsung selama satu hari dengan peserta berasal dari Kwarran sebanyak 56 orang, Pimpinan Satuan Karya tiga orang dan DKC satu orang. Satuan Karya yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Saka Wira Kartika, Saka Wanabhakti, dan Saka Bhayangkara. Sedangkan nara sumber yang dihadirkan adalah Drs Mariyoto MPd dengan materi Organisasi dan Tata Kerja Kwarran, Sus Riyanto SPd, Sistem Keadministrasian dan Pelaporan, Drs H Sobirin MPd, Perbendaharaan dan Pelaporan, Rina Purwokanti SIP, Keprotokolan dan MC, serta Titi Resmiyati SSos dengan materi Kehumasan. Salah satu penyaji materi, Drs Mariyoto MPd mengemukakan, pengelolaan kwartir pada dasarnya adalah manajemen kwartet tunggal. Ada empat menajemen seperti manajemen keuangan, administrasi, umum dan manajemen kehumasan berhimpun dalam satu manajemen untuk pengelolaan kwartir. Ini membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk memelajari keempat manajemen tersebut, namun karena prinsip kwartet tunggal itulah sehingga orientasi bisa dilaksanakan dalam satu hari. Ketua panitia Drs H Sobirin MPd mengemukakan, kegiatan yang diselenggarakan tersebut adalah sebagai wahana pendidikan dan pelatihan bagi andalan ranting mengenai pengelolaan kwartir, orientasi keprotokolan dan kehumasan. Selain itu juga sebagai wahana sosialisasi dan pengenalan sistimatika kehumasan, keprotokolan dalam pendidikan kepramukaan dan pelatihan keadministrasian kwartir bagi andalan ranting bidang sekretariatan. (ali)

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DITAMBATKAN - Perahu nelayan Cahaya Abadi yang terbalik dihantam ombak ditambatkan di Sungai Srengseng.

Kapal Cahaya Abadi Sudah Merapat PEMALANG - Dua buah perahu nelayan Tanjungsari yang terbalik akibat hantaman gelombang setinggi lebih dari dua meter sudah ditarik ke muara sungai. Keduanya ditambatkan di Sungai Srengseng Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah. Kapolres Pemalang melalui Kasatpolair AKP Kartono SH mengemukakan, perahu nelayan yang terbalik yakni KM Cahaya Abadi dan Kurnia Ilahi dievakuasi nelayan lain yang melintas di lokasi kejadian. “Kedua perahu yang terbalik itu dikembalikan ke posisi apung dan ditarik ke pantai, sekarang ditambat di Kali Srengseng

untuk perbaikan,” kata Kasat, Sabtu (26/6). KM Cahaya Abadi dengan juru mudi Dul Warno(37) mengalami kerugian hingga seratus juta lebih karena jaringnya hilang. Sedangkan KM Kurnia Ilahi dengan juru mudi Nuralim menderita kerugian sekitar Rp 70 juta. KM Cahaya Abadi, Minggu(27/6) kemarin terlihat dibawah jembatan gantung Sungai Srengseng dan belum nampak tanda-tanda perbaikan. Padahal lambung perahu kelihatan lecet-lecet dan bagian daknya tidak lengkap. Sebelumnya diberitakan dua perahu nelayan Tanjungsari dihantam ombak di perairan utara Pemalang beberapa hari yang lalu. ABK-nya terombangambing di laut hingga berharihari. (ali)

GUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

MENUNGGU – Sejumlah PCL yang bertugas di wilayah Kecamatan Pemalang sedang menunggu antrian pembayaran honor di Kantor Pos Pemalang.

Ambil Hikmah dari Musibah Ini MUSIBAH yang dialami lima nelayan asal Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang yang naas akibat kapal penangkap ikan dihantam ombak, Selasa (22/6) lalu, mengundang keprihatinan Wakil Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM. Wakil bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini mengunjungi para korban di rumah Dasikin, Sabtu (26/6) kemarin. Kunjungan yang mendadak ini sangat mengagetkan para nelayan, karena sebelumnya tak mengetahui bakal kedatangan tamu pejabat nomor dua di Kabupaten Pemalang yang kini maju sebagai calon bupati. Kehadiran wakil bupati pada pukul 11.00 WIB ini disambut haru para nelayan, kerabat dan tetangga di lingkungan RT 03/RW 07 Dusun Tanjungsari. Bahkan karena penasaran terhadap sosok H. Junaedi, rumah Dasikin pun dipenuhi warga untuk bisa bersalaman. Subandi tokoh pemuda setempat mengenalkan H. Junaedi kepada warga sepanjang perjalanan menuju rumah Dasikin. Di rumah Dasikin, Para nelayan yang sudah berkumpul diantaranya Dul Warno, Jaenudin, Ahmad dan Muji didampingi teman sesama nelayan serta Tarjuki tokoh warga setempat. Tarjuki menyampaikan banyak terima kasih atas semua kunjungan wakil bupati yang merespon dengan nasib rakyat kecil, terutama lima nelayan yang mengalami musibah di perairan utara Pemalang saat mencari ikan. “Kami semua berharap pak wakil tetap menjaga komitmen kepada rakyat kecil, karena ada kecenderungan banyak publik figur saat mencalonkan diri sebagai orang nomor satu banyak turun ke bawah untuk

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

TERLUKA - Dulwarno jurumudi KM Cahaya Abdai memperlihatkan luka pada Wakil Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM saat berkunjung untuk bertemu dengan lima nelayan, Sabtu (26/6)

mengambil hati masyarakat namun usai lolos penyakit lupa tak bisa dihindari. Tapi kami percaya Pak wabup tidak demikian, sebab masih memegang teguh komitmen.” Sementara itu, Wakil Bupati Pemalang, H. Junaedi SH MM menegaskan, kabar musibah yang menimpa Dasikin cs didengar dari pemberitaan media. Mudah-mudah musibah yang menimpa para nelayan menjadi hikmak tersendiri untuk bisa bangkit dan lebih maju lagi dalam meniti kehidupan. “Bersyukurlah kepada Allah SWT karena semua itu merupakan garis perjalanan hidup yang tak mungkin bisa dihindari. Soal maju menjadi calon bupati Pemalang sebagaimana disampaikan Tarjuki, Wabup menjelaskan tak akan menjanjikan apapun kepada masyarakat Pemalang. “Karena kemajuan dan kemunduran Pemalang ditentukan sikap dan prilaku masyarakatnya sendiri,” ujarnya. Maka untuk kepentingan ini, Wabup mengajak semua komponen masyarakat

Pemalang untuk bergotongroyong membangun Kabupaten Pemalang agar lebih maju. SEMUA PULANG DENGAN SELAMAT Sekedar mengingatkan, KM Cahaya Abadi yang ditumpangi empat ABK dan satu juru mudi diterjang gelombang setinggi dua meter lebih di wilayah utara perairan Kabupaten Pemalang, Selasa (22/6) lalu. Dalam peristiwa tersebut tiga ABK selamat sementara seorang juru mudi dan satu ABK hingga Kamis (24/6) malam kemarin belum ada kabarnya karena keduanya belum pulang ke rumah. KM Cahaya Abadi berangkat menuju perairan pada Senin (21/6) pukul 10.00 WIB, perjalanan memakan waktu empat jam menuju titik sasaran di wilayah utara perairan Pemalang. Awalnya perjalanan mereka tenang dan nyaman tanpa kendala, namun pada Selasa pukul 08.00 WIB saat para ABK sedang memasang jaring tiba-tiba saja ombak besar setinggi dua meter lebih menghantam kapal sopek. (mg1)


KABUPATEN TEGAL

8

SENIN 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

Forsekdesi Kini Bingung Menata Kinerja JATINEGARA M Wari Pimpin IPNU Jatinegara JATINEGARA – Dalam konferensi anak cabang IPNU kecamatan Jatinegara yang telah dilaksanakan tanggal 22-24 Juni 2010 kemarin akhirnya M Wari dari ranting kedungwungu menjadi ketua trpilih PAC IPNU Jatinegra periode 2010-2012. Ketua Demisioner PAC IPNU periode 2008-2010 Fadoli mengatakan, terpilihnya M Wari menjadi ketua PAC merupakan hasil akhir dari bentuk demokrasi yang ada di tubuh IPNU, dimana pada pemilihan berlangsung ada dua calon yang maju yaitu Jaelani dari ranting Sital dan M Wari dari ranting Kedungwungu. “Pemilihan ketua kemarin ada dua calon dan dipilih oleh semua ranting dan komisariat yang ada,” katanya. Lebih lanjut Fadoli mengatakan, dari 21 ranting dan komasariat yang ada di Kecamatan Jatinegar, hanya ada 16 ranting dan komisariat yang berangkat, hingga akhirnya M Wari mendapatkan 26 suara dan Jaelani 6 suara. “Setiap ranting dan Komisariat memiliki dua suara. Jadi jumlah suaranya ada 32 suara, dan sebagai ketua terpilih adalah M Wari. Kami berharap kepengurusan ke depan bisa selangkah lebih maju dari kepengurusan saya,” katanya. Ketua MWC NU Jatinegara H Fatkhuri dalam sambutan penutupan mengatakan, agar IPNU maupun IPPNU khususnya Kecamatan Jatinegara tidak melupakan atau melepaskan orang tua. Biar bagaimanapun NU masih mempunyai tangung jawab untuk membimbing. “Kami masih punya kewajiban untuk membimbing, makanya kepada pengurus IPNU maupun IPPNU ke depan jangan pernah sungkan untuk berkomunikasi dengan NU,” katanya. Fatkhuri juga menambahkan, dalam rakerancab nanti rencana pembangunan gedung MWC jangan ditinggal. “Saya percaya IPNU masih jauh lebih baik dengan organisasi apapun di kecamatan Jatinegara, makanya mari bersama-sama pula membangun gedung NU,” imbuhnya. Sementara selaku ketua terpilih M Wari mengajak kepada semua anggota dan pengurus untuk selalu berperan aktif dalam organisasi dan mengfungsikan semua jabatan agar tercipta kepemimpinan yang kolektif. “Kami mengajak kepada semua pengurus dan anggota untuk berperan aktif dalam berorganisasi, niscaya semua akan berjalan dengan baik,” katanya. (mg2)

ADIWERNA – Forum Komunikasi Sekretaris Desa Seluruh Indonesia (Forsekdesi) Kabupaten Tegal kebingungan menata kinerja forumnya. Bahkan saat ini kinerja forum itu ibarat ‘hidup segan mati tak mau”. Ini terlihat nyata dengan tidak adanya aktifitas kerja, setelah forum itu berhasil menfasilitasi Sekdes menjadi PNS sekarang ini. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Forsekdesi Dimyati, yang juga Sekdes Gumalar Kecamatan Adiwerna, Minggu (27/6). “Kami belum bisa berbuat

banyak setelah pasca menfasilitasi Sekdes menjadi PNS. Padahal sesuai amanat Presiden RI, justru kinerja Forsekdesi lebih optimal khususnya dalam memajukan dan memperbiki pemerintahan, khususnya di tingkat desa,” jelas Dimyati. Kata Dimyati, sesuai pembentukan forum yang awalnya bernama Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD) pada Mei 2004, jelas kinerja yang harus diembannya. Namun setelah berubah menjadi Forsekdesi pada tahun 2007 dan

berhasil menfasilitasi Sekdes menjadi PNS, justru kinerja forum itu seperti kehilangan arah. “Kami membentuk FKPD untuk bersama membangun desa dan mensejahterakan anggota yaitu Sekdes dan perangkat desa. Sejak berubah menjadi Forsekdesi fokus kinerja berubah sebagai fasilitator Sekdes untuk bisa diangkat menjadi PNS. Setelah itu seakan kinerja forum kebingungan arah,” terangnya pula. Masih menurut Dimyati, untuk kedepan, pihaknya ingin menga-

shudi kepada mereka, dan jumlah uangnyapun tidak Rp 35 juta melainkan berkisar Rp 28 juta,” katanya. Lebih lanjut Said mengatakan, Kas MWC NU Dukuhturi yang tersimpan di BMT atas nama Mashudi digunakan sebagai tanda jadi pembelian tanah untuk gedung NU seluas 700 m2, sebagaimana hasil keputusan rapat pleno pengurus MWC NU Dukuhturi tertanggal 2 Januri 2010 bertempat di rumah M Fatih selaku bendahara MWC NU. “Pengambilan uang kas MWC diambil untuk kepentingan membeli tanah dan itu hasil rapat pleno pengurus NWC, dan segala bentuk program, kegiatan atau aktifitas pengurus MWC NU,

nya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing setelah menjadi PNS, namun tidak ada salahnya jika sesuatu yang vakum dihidupkan kembali agar berfungsi dan bermanfaat seperti rencana dan niat awal pembentukan. “Semoga saja seluruh anggota Forsekdesi bisa menerima niat forum. Toh kedepan forum ini bisa dimanfaatkan untuk saling membantu dan menyelesaikan jika ada persoalan yang menimpa anggota,” pungkas Dimyati. (k1)

NU Harus Bersih dari Kepentingan Politik

FATKHUROHMAN/RADAR SLAWI

BERI SAMBUTAN - Wakil Ketua Tanfidiyah PC NU Kabupaten Tegal sedang memberikan sambutan (pegang mik) saat pembukaan acara konferensi MWC NU Kecamatan Kedungbanteng di MDA Asshomadiyah Karanganyar Kedungbanteng.

Uang Mashudi Milik MWC NU Dukuhturi DUKUHTURI – Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Dukuhturi Drs H Said Katib Syuriah menyatakan, tabungan sebesar Rp 35 juta di BMT Sirkah Muawanah Nahdlotul Ulama, yang diklaim salah satu nasabah bernama Mashudi, adalah milik Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Dukuhturi. “Ini sebenarnya hanya ada miskomunikasi, bahwa pengambilan uang kas MWC NU Dukuhturi yang tersimpan di BMT SM NU atas nama saudara Mashudi oleh saudara Fatih selaku manager dan Markasan selaku seketaris MWC NU sudah mendapat persetujuan dari pengurus MWC, dan ini tidak ada unsur penipuan sebagaimana dituduhkan Ma-

rahkan kinerja Forsekdesi sesuai niat awal pembentukan dan juga memperbaiki amanat dan pesan dari Pemerintah Pusat, untuk membantu meningkatkan pembangunan pemerintah khususnya ditingkat desa. “Jujur kami merasa kesulitan tetapi kalau tidak kami coba kembali akan terus kebingungan kinerja forum ini,” tegasnya. Sementara menanggapi langkah awal yang akan dikerjakan, dirinya bakal melakukan koordinasi dengan anggota. Meski saat ini terkesan para anggota-

termasuk asset dan keuangan telah dilaporkan dan dipertanggungjawabkan pada forum konferensi yang disaksikan oleh PCNU Kabupten Tegal,” jelasnya. Menurut Ketua Pengurus BMT H Jarir SH, berkaitan dengan keuangan BMT telah dilaporkan dan dipertanggungjawabkan pada rapat Anggota tahunan (RAT). Selanjutnya penyelesaian masalah yang ada di BMT menjadi tangungjawab bersama pengurus dan anggota BMT. “Sebenarnya sudah tidak lagi ada masalah buat Mashudi,” katanya. Pengurus Cabang NU Kabupaten Tegal H Imam maskur MSI yang juga sebagi Sekretaris NU berharap kepada segenap warga Nu khususnya wila-

yah Dukuhturi dimohon tidak terpengaruh terhadap isu-isu atau pencemaran nama baik NU atau lembaga NU. “Apabila ada warga NU yang mnerima Informasi yng tidak jelas kebenarannya diharap melakukan Tabayyun atau meminta penjelasan terhadap tokoh atau pengurus Nu,” kata Imam Hal yang sama juga dikatakan Wakil tanfidiyah PC NU Kabupten Tegal Was’ari. Kepada Radar, dia menyayangkan Mashudi tidak melakukan tabayyun dulu terhadap pengurus BMT atau MWC setempat. “Kepada warga NU ketika ada masalah harap melakukan tabayyun dan Semuanya bisa diselesaikan dengan normanorma NU,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, nasabah dan pendiri Baitul Mal Watamwil Sirkah Muawanah Nahdlatul Ulama (BMT SM NU) Kecamatan Dukuhturi ditipu managernya sendiri. Uang sebesar Rp 30 juta diambil pelaku dengan modus memalsukan tanda tangan. Hal ini dikatakan Mashudi (44), warga Grogol Dukuhturi di rumahnya Jumat (25/6) lalu. Kata Mashudi, kejadian ini terungkap saat dirinya mengontrol buku tabungan sekitar dua bulan lalu. Ternyata tabungan yang berjumlah sekitar Rp 35 juta tinggal Rp 5 juta. Namun kasus itu tidak ditindaklanjuti dan baru diklarifikasi saat diadakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT). (mg2)

KEDUNGBANTENG – Organisasi Nahdlotul Ulama (NU) harus bersih dari kepentingan politik. Karena, masuknya kepentingan politik dapat mengganggu pengkaderan dan dakwah yang akhirnya menjadi tidak bersih. Hal itu dikatakan Pengurus Cabang NU Kabupaten Tegal H Was’ari saat membuka Konferensi Majlis Wakil Cabang Nahdloyul Ulama (MWC NU) Kedungbanteng di MDA Assomadiyah Karanganyar, Minggu (27/6) kemarin. Selain itu, ia juga minta warga NU menjaga kebudayaan-kebudayaan NU. Karena, banyak warga NU lebih percaya kepada orang luar ketimbang orang NU sendiri. “Zaman sekarang ini kondisinya sudah memprihatinkan karena banyak warga NU yang lebih percaya orang luar daripada orang dalam. Hal seperti ini salah salah satunya karena kepentingan politik telah masuk di tubuh organisasi. Kita sebagai warga NU juga harus bisa menjaga kebudayaan atau kultur kita,” katanya. Selain itu, lanjut Wa’sari, warga Nu harus menjaga masjidnya. Sudah ada sekitar 15 masjid milik warga NU di Kabupaten Tegal telah dikuasai organisasi lain. “Kami berharap, warga NU dapat memiliki kesadaran loyalitas jangan sampai hati kita mudah terbeli oleh kepentingan inividu maupun kelompok. Banyak warga NU yang terpengaruh dengan masalah perekonomian hingga akhirnya tidak mau lagi ikut kyai, dan kami pengurus cabang berharap kedepan NU harus lebih baik. Saatnya membangun un-

tuk membesarkan NU, tidak ada yang tidak bisa dengan kebersamaan,” tegas Wa’ari. Sementara Ketua Tanfidyah MWC NU Kedungbanteng Tagodin SPdI periode 20052010 mengatakan, Konferensi MWC NU Kedungbanteng adalah instansi permusyawaratan tertinggi di tingkat kepengurusan MWC. “Kami berharap dengan konferensi ini ke depan NU Kecamatan Kedungbanteng bisa lebih solid dan lebih baik dari sebelumnya, dan yang paling penting NU ke depan tidak tercampuri oleh kepentingan individu maupun politik,” katanya. Dari pantauan radar, dari sidang pemilihan yang dipimpin oleh H Nurotib sebagai wakil dari PC NU, ada dua balon Bakal calon Syuriah MWC Kedungbanteng, yaitu KH Kholidin yang mendapat 4 suara dan H Tohir 6 suara, dan hasil pemilihan kahir H Tohir mendapatkan 7 suara sedangkan KH Kholidin 3 suara. Sementara dari hasil pemilihan bakal calon tanfidiyah Ust Somadi Mashuri mendapatkan 7 suara dan Ust Ali Sodikin SHI mendapatkan 3 suara, namun pada pemilihan akhir Ust Ali Sodikin mengundurkan diri sehinga hasil kesepakatan mufakat Ust Somadi Mashuri menjadi ketua terpilih Tanfidiyah MWC NU Kedungbanteng. “Hal yang mendesak yang harus dikerjakan oleh pengurus baru adalah penataan aset, menggerakan tradisi dan penataan jamiyah agar tertib organisasi,” kata Somadi saat memberikan sambutan pada akhir acara sebagai ketua terpilih. (mg2)


SAMBUNGAN

SENIN 28 JUNI 2010

9

RADAR TEGAL

Ingin Kasus Video Pornonya Cepat Berakhir

DIAN SASTROWARDOYO

Rawat Wajah Agar Tetap Cantik Saat Tua

HINGGA saat ini status Ariel masih sebagai tersangka karena telah merekam adegan seksualnya dengan Luna Maya dan Cut Tari. Ariel pun ingin kasus hukum yang tengah membelitnya cepat berakhir. Hingga saat ini Ariel masih dalam proses pemeriksaan terkait dugaan melanggar 3 pasal sekaligus. Pasal tersebut di antaranya pasal 4 Undang-undang Pornografi, pasal 282 tentang Kesusilaan dan pasal 27 ayat 1, UU No. 11 tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). “Ariel ingin lewati ini semua dengan cepat. Ariel ingin didoakan sehat walafiat,” jelas OC saat menjenguk Ariel di Mabes

AKTRIS Dian Sastrowardoyo berupaya tetap menjaga kecantikan wajahnya. Bagi Dian, merawat wajah di saat usia masih muda, penting agar di hari tua nanti tetap cantik. “Kalau merawat kecantikan dari saat kita muda, masih kencang dan punya kekenyalan kulit. Agar saat tua pun, kita tetap cantik. Kecantikan itu tidak instan,” kata Dian saat ditemui di acara ‘Natur-E’ di Lapangan D Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (27/6). Dian mencontohkan perawatan perempuan di salah satu provinsi di Indonesia, misalnya, Makassar. Perempuan di Makassar, lanjut Dian, telaten dalam merawat tubuhnya hingga menjadi bagus. “Sudah bisa merawat wajah dengan baik. Di sana ada geng dokter gigi yang sadar merawat kecantikannya di Makassar. Meski makan konro terus,” jelasnya. Tidah hanya itu Dian juga mencontohkan perawatan kulit tradisional asal Jepang. (ebi/ebi)

kebakaran,” kata Ahmad pula. Kepala Dinas Pasar, UKM dan Koperasi Pemkab Tegal Abasari, Minggu (27/6), membenarkan jika pedagang Kios Pasar Trayeman yang kiosnya terbakar beberapa bulan lalu, mendesak dinasnya. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi baik dengan pemilik kios maupun investor pengelola dan penanggungjawab. Saat ini Pihaknya butuh kesabaran dari pemilik kios tersebut. Meng-

mal. Undang-undang yang lama maksimal. Jadi, tidak ada kata ampun kepada mereka yang menggunakan apalagi mengedarkan,’’ jelasnya. Sejauh ini, imbuh dia, jajarannya baru bisa mengungkap jaringan kecil narkotika. Untuk, pengedar besar sepertinya mengalami kesulitan. Sebab, peredaran narkotika ini menggunakan sistem jaringan tertutup. Di mana, antara pengedar satu dengan lainnya tidak saling kenal meski mereka mela-

ingat perbaikan lios terbakar ada mekanis dan prosedur pihak siapa yang paling berkompeten melakukan perbaikan kios mereka. “Kami juga sudah melakukan pendekatan dengan investor pengelola yaitu PT KBBP dan saat ini masih dalam proses pembahasan. Untuk itu kami berharap agar pedagang bisa bersabar dan memahami konteks realisasi perbaikannya,” terang Abasari. (k1)

kukan transaksi narkoba. Sedangkan sebagai upaya untuk mengantisipasi merebaknya pengguna narkoba, pihaknya terus melakukan sosialisasi bersama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tegal. Selain di sekolah-sekolah, juga di kalangan masyarakat. Adapun, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan polisi dalam kasus narkoba ini di antaranya adalah ganja kering seberat 330,46 gram dan sabu total 0,543 gram. (gus)

Lomba Burung Berkicau Hibur ... dari halaman 3 “Peserta datang dari beberapa kabupaten dan kota, diantaranya Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang. Mereka berbondong-bondong untuk mengikuti perlombaan burung berkicau di tempat kami,” kata Ketua Panitia Apito Lahire kepada Radar, Minggu (27/6) kemarin di tempat perlomban. Menurut Apito, kegiatan ini sudah delapan bulan lalu yang dilaksanakan setiap hari minggu siang. “Kami hanya memberikan hadiah sembako untuk para pemenang, selain itu para peserta juga hanya mendaftar 10 ribu.” Lebih lanjut Apito menjelaskan, lomba ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada kicau mania, baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah

dan lomba ini tidak pernah sepi dari para pengunjung. Terbukti setiap minggu ada sekitar 150 peserta mendaftarkan burungnya untuk adukan. “Ini bertujuan untuk mempererat hubungan kicau mana karena lomba burung ini juga tidak membedakan yang kaya dan yang miskin artinya lomba yang merakyat,” tuturnya. Selain itu Apito menambahkan, ada tiga burung yang dilombakan dan dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu Kacer terbagi ke dalam tiga kelas, Murai menjadi dua kelas, burung Pentet dan Cucak Hijau hanya satu kelasan. “Ada empat burung yang kita lombakan dan terbukti dengan lomba ini banyak pula burungburung yang berprestasi dan diminati dari kalangan atas,” imbuh Apito.

“Luna Maya Selasa atau Rabu akan diperiksa,” jelas OC saat menjenguk Ariel di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (27/6). Ariel dan Luna muncul pertama kali di Mabes Polri pada Jumat, 11 Juni 2010 lalu. Namun keduanya tidak lama di Mabes Polri karena alasan kesehatan Ariel. Hingga akhirnya, Jumat, 18 Juni 2010 keduanya diperiksa secara intensif di Mabes Polri. Luna Maya pun baru saja menjalani pemeriksaan fisik di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (23/6). Dalam pemeriksaan itu, polisi mengukur bahu mantan bintang iklan sabun itu. (ebi/ebi)

Paska Menikah, Pusing Atur Waktu

Belasan Pengedar dan Pengguna ... dari halaman 3 segala jenis narkotika agar bisa secepatnya meninggalkan barang haram tersebut. Sebab, pada peraturan baru yaitu Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ini ancaman hukuman cukup berat. Yakni hukuman minimal empat tahun penjara dan denda bisa mencapai ratusan atau bahkan miliaran rupiah. ‘’Ya, undang-undang baru ini menggunakan hukuman mini-

sehat walafiat,” jelas OC. OC bingung saat kliennya dikabarkan meninggal dunia. Padahal akhir-akhir ini antara OC dan Ariel banyak mengobrol soal hukum. “Ariel banyak bicara hukum, ya saya jawab saja,” jelasnya. Sementara itu, polisi masih melakukan penyidikan terhadap Luna Maya terkait video pornonya dengan Ariel. Luna Maya pun sudah dipanggil untuk diperiksa oleh Mabes Polri. Menurut OC. Kaligis, Luna akan menjalani pemeriksaan sekitar Selasa (29/6) atau Rabu (30/6). Pemeriksaan itu masih seputar kasus video pornonya bersama Ariel.

VIRNIE ISMAIL

Pasar Trayeman Terbengkalai dari halaman 3 Masih kata Ahmad, untuk saat ini pihaknya dan sejumlah pedagang kios sudah menempati tempat dagang sementara yang disediakan Pemkab Tegal. Namun bukan berarti sudah terselesaikan permasalahan terkait kiosnya yang terbakar itu. “Kami tetap menginginkan kios tempat dagangnya bisa kembali seperti sebelum terjadi

Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (27/6). Menurut OC, proses pemeriksaan Ariel semua berjalan dengan lancar. Katanya polisi sudah profesional menangani kasus Ariel. “Saya tidak komentari apa yang polisi katakan. Apapun yang dikatakan adalah wewenang penyidik. Polisi sudah profesional, saya tidak akan keberatan,” jelasnya. Kabar meninggalnya Ariel di dalam sel tahanan karena over dosis narkoba juga sudah resmi dibantahnya. OC berani menjamin Ariel dalam keadaan sehat. “Dia kaget saja diberitakan mati. Kondisi sehat sekali. Ariel

Dari pantauan Radar, perlombaan burung berkicau terlihat meriah. Disamping banyak peserta yang hadir, banyak pula pengunjung yang hanya sekadar menonton dan membeli burung pemenang. Salah satu peserta, Ipang (35) dari Ujungrusi yang mempunyai burung Kacer mengatakan, dirinya setaip minggu selalu hadir untuk ikut perlombaan, karena biaya pendaftarannya terjangkau dan hadiahnya bisa dibawa pulang untuk keluarga. Hal yang lain juga selain hobi juga menambah pertemanan. “Saya setiap minggu selalu hadir, dan pernah jadi juara tiga walaupun hanya dapat sembako. Tapi saya hobi dan menambah pertemanan dan juga harga burung dengan acara seperti ini penjualannya meningkat,” katanya. (mg2)

SETELAH dinikahi Ferry Indra Yudha pada Sabtu (13/2) lalu, Virnie Ismail jadi pusing mengatur waktu. Virnie dihadapkan antara kesibukan kerjanya dengan intensitas bertemu dengan sang suami. Setiap harinya Virnie sudah mulai bekerja dari pukul 04.00 WIB untuk syuting acara infotainment. Setelah itu, pukul 09.00 WIB Virnie hurus menjadi juri sebuah acara ajang pencarian bakat di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

“Pusing. Untung suami aku pengertian, paling nanti malam aku makan malam sama suami aku,” jelas Virnie saat ditemui di audisi ‘Miss Celebrity’ SCTV 2010 di Mal Bellezza, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Sabtu (26/6). Meski sibuk bekerja, Virnie tidak melupakan rencana mempunyai buah hati. Ia tetap mengusahakan menyisihkan waktunya untuk menjalani program memiliki anak. Hanya saja rencana itu tidak selalu berjalan mulus.

“Ya sempat ke dokter, memang mau bulan ini. Tapi akhirnya bulan itu tapi pas tanggal ditentukan, eh suami saya di Singapura dan saya di Jakarta,” pungkas Virnie. Namun demikian Virnie memang sangat beruntung mempunyai seorang suami yang mendukung semua pekerjaannya. “Alhamdulillah, suami saya juga pengertian karena dia senang melihat aku beraktivitas positif menghasilkan karya positif,” jelasnya. (ebi/ebi)

Wajib Berkaos Piala Dunia dari halaman 3 dibatalkan. Padahal, 100 hadiah yang dihadirkan langsung oleh Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE adalah 97 unit di antaranya TV dan kulkas baik itu berukuran mulai 21 inchi hingga 59 inchi, dan 3 lainnya adalah hadiah utama berupa sepeda motor Honda Revo. ‘’Kami salut dan sangat apresiasi sekali dengan jajaran Polres Tegal dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-64. Sebagai insan Polri, selama ini menjabat, kami baru melihat ukuran di kelas Polres bisa mengadakan acara seperti ini dengan megah dan penuh hadiah. Ter-

lebih, hadiah yang disandingkan bernilai semua,’’ kata Kapolwil Pekalongan Kombes Fathurohman, kemarin. Dia menilai, acara yang digelar di Polres Tegal ini seharusnya ukuran nasional atau tingkat ya ng tinggi. Sebab, acara yang dihadirkan sangatlah megah dan luar biasa. ‘’Kami juga berterimakasih kepada Kapolres Tegal yang sudah mendoakan akan jabatan tugas baru kami. Sebab, akhir bulan Juli 2010 ini jabatan sebagai Kapolwil termasuk keberadaan Polwil sendiri sudah tidak ada lagi di jajaran Polri,’’ ulasnya. Kapolres Tegal AKBP Wah-

yu Handoyo SE menambahkan, semua hadiah ini memang sengaja diberikan. ‘’Hadiah yang kami hadirkan berjumlah 100 unit. Di antaranya 97 unit berupa TV berukuran mulai 21 inchi hingga 59 inchi dan kulkas. Tiga hadiah lainnya berupa 3 unit sepeda motor,’’ jelasnya. Syarat mengikuti lomba jalan santai berhadiah ini wajib menggunakan kaos bola maupun Piala Dunia. Sebab, jika tidak dan mereka mendapatkan hadiah maka undian yang beruntung itu akan langsung didiskualifikasi. Termasuk di antaranya, para peserta yang memegang kupon lebih dari

satu, akan langsung digugurkan. Dalam acara jalan santai ini, juga dibuka langsung oleh Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM. Bupati dan Kapolres Tegal juga ikut bersama melakukan jalan santai. Setelah melakukan jalan santai, ribuan Keluarga Besar Polri khususnya Polres Tegal langsung dihibur grup band dari Polres Tegal yakni Hunter Band. Sementara setelah sejumlah artis lokal, Kapolres Tegal, Bupati, dan Kapolwil juga langsung menyumbangkan suara emasnya untuk menghibur dan meramaikan acara HUT Bhayangkara ke-64. (gus)

Muksin Alkatiri Tuntut Persamaan Hak dari halaman 3 sempat kami talangi dulu (persekot), lantaran sapi-sapi yang datang dari rekanan hanya 18 saja,’’ bebernya. Sementara Ketua Barisan Anti Korupsi Indonesia (Bakin) Bambang Asmoyo menilai, tersangka bantuan sapi Muksin Alkatiri yang berani membongkar keterlibatan teman-temannya patut diacungi jempol. Tetapi mestinya bukan karena kasus yang menjeratnya, namun pada kasus-kasus lain di

DPRD yang diduga melakukan korupsi berjamaah saat dirinya masih aktif jadi dewan. Karena tahu pasti tentang kegiatan yang diduga fiktif dan aspirasi dalam bentuk bantuan yang diselewengkan. ‘’Kami juga berharap Muksin akan kembali membongkar borok para wakil rakyat demi bersihnya anggota dewan sebagai wakil rakyat bukan mewakili rakyat. Sehingga yang mestinya sampai ke rakyat tetapi tidak sampai ke sasaran bantuan,” ujarnya.

Penegak hokum, lanjut dia, harus menegakkan keadilan hukum bagi semua orang terkait bansos sapi DKPP 2009. Termasuk penegak hukum yang menanganinya jangan tebang pilih, terlebih bukti dan pelaporan sudah jelas. Tinggal kejaksaan yang menanganinya untuk bisa memproses pelaku lain. Hal ini wajib dilakukan guna memberihkan perbuatan korupsi berjamaah yang selama ini masih kental di Kabupaten Tegal. Sebelumnya diberitakan, lantaran tidak mau sendiri di sel

tahanan, tersangka Muksin Alkatiri (47) warga Desa Dermasandi Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, yang dituduh telah menggelapkan bantuan sapi, menyeret sejumlah namanama mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal periode 20042009 itu, atau rekan-rekan masa kerjanya dulu yang diduga melakukan perbuatan yang sama. Tersangka bantuan sapi itu juga akhirnya melapor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi untuk persamaan hak di mata hukum. (gus)

Tanah Pemkab Tak Bersertifikat Perlu Ditata dari halaman 3 “Dari laporan yang kami terima baru sekitar 290-an asset pemkab yang sudah di inventarisasi dan disertifikat atas nama Pemkab Tegal. Untuk yang belum malah lebih banyak,” tegasnya. Masih menurut Dakir, padahal saat pembebasan asset lahan itu, menurutnya include

dengan biaya penyertifikatannya. Namun dirinya belum mengetahui secara jelas, mengapa sampai saat ini bukti kepemilikan atas asset tanah milik pemkab belum tertata dengan rapi. “Ini yang masih menjadi peertanyaan dan keinginan agar SKPD terkait segera merealisasikan sertifikasi asset tanah milik pemkab,” tandas-

nya pula. Sementara, menyikapi lemahnya administrasi terkait asset tanah milik pemkab, Dakir SH, masih enggan berkomentar dan masih memberi toleransi kepada SKPD terkait untuk segera melakukan perbaikan kinerja. Namun demikian, pihaknya bakal minta klarifikasi secepatnya kepada eksekutif terkait itu, agar kedepan asset milik pem-

kab bisa lebih aman dan terselamatkan. “Tidak hanya pemerintah yang dirugikan, pada garis besarnya masyarakat Kabupaten Tegal merasa dilecehkan dan dirugikan jika ternyata kinerja SKPD terkait malah merugikan dalam melindungi asset milik pemerintah daerahnya,” pungkas Dakir. (k1)

Dulu, Kalau Batuk Bisa Sampai Tiga Bulan Beberapa tahun yang lalu Nyonya Juarning sering sekali didera batuk kering. “Kalau sudah kambuh, saya sampai berkeringat dingin. Dan, yang merepotkan, sampai tiga bulan batuk itu tidak sembuh-sembuh walaupun saya sudah rajin minum obat,” ujarnya. Menurut dokter yang mengobatinya, batuk yang diderita wanita 35 tahun ini adalah batuk akibat alergi. Kebetulan, suami Nyonya Juarning suka meminum MDL-525 untuk meningkatkan stamina. Maka, ibu tiga anak ini pun coba-coba mengkonsumsi kedelai bubuk instan yang belakangan berganti nama menjadi New Mandala

525 ini. “Rutin dua kali sehari saya meminumnya,” ujar penduduk Gang Mawar, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ini saat ditemui 31 Desember 2009 yang lalu. Ternyata, tak lama kemudian ia tak lagi sering digganggu batuk itu. “Kalau dulu saya sering ke dokter, sekarang tidak,” paparnya. Selain itu, lututnya yang dulu sering nyeri saat ia bangun tidur, sekarang juga tidak lagi. “Anak-anak saya yang kelas 5 SD dan kelas 2 SMP pun suka minum produk itu sehingga mereka tidak sering pusing lagi di saat menghadapi ulangan di

sekolah,” imbuh Nyonya Juarning. Batuk merupakan penyakit yang disebabkan oleh terjadinya gangguan pada pernapasan. Batuk alergi yang sudah kronis dapat membuat penderitanya sangat sengsara. Betapa tidak. Bila sudah kambuh, penderita tak lagi bisa melakukan aktivitas secara normal karena disibukkan dengan keluhannya itu. Seperti halnya penyakit-penyakit alergi lainnya, batuk alergi sulit untuk disembuhkan. Yang bisa dilakukan para penderitanya hanyalah menekan gejalanya sehingga penderita itu bisa hidup dengan normal dan

dapat melakukan aktivitas seperti orang normal. Serangan penyakit itu sangat berkaitan dengan daya tahan

tubuh. Oleh karena itu, penderita dianjurkan untuk selalu meningkatkan sistem imun merupakan hal yang amat penting. Karena itu pula, penderitra perlu rutin mengkonsumsi zat-zat gizi yang diketahui mampu meningkatkan sistem imun, apalagi yang berfungsi sebagai antioksidan. Menurut sebagian ahli, pada orang dewasa susu kedelai mungkin lebih bermanfaat untuk menanggulangi masalah ini. Selain berperan sebagai antioksidan, isoflavon kedelai mampu menambah daya tahan, meningkatkan proses metabolisme, serta memperbaiki sel-sel yang

rusak dalam tubuh. Meskipun demikian, menjaga pola hidup sehat tetap dianjurkan untuk dijadikan prioritas utama. Di antaranya adalah selalu berpikir positif, menghindari penyebabnya, menghindari stres, tidak merokok, menjauhi alkohol, berolahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, menjaga pola makan dengan baik, meminum air putih dengan cukup, dan lainlain. New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuh-

nya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

SENIN, 28 JUNI 2010

METRO SLAWI RADAR TEGAL

10

Memilih Sekolah, Tentukan dengan Kapasitas Anak

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

POTONG PITA - Dalang Ki Manteb Soedharsono nampak melakukan pemotongan pita, sebagai simbolis peresmian.

Ki Manteb Resmikan Gedung Futsal “Oyee” Sebagai Sarana Olah Raga, Untuk Lengkapi Olah Rasa PAGERBARANG – Dalang kondang Ki Manteb Soedharsono, Mingu (27/6) kemarin, meresmikan gedung serba guna, yang di dalamnya terdapat sarana olah raga Futsal, warnet, dan koperasi, yang diberi nama “Oyee”. Tepat pukul 19.00 WIB, dalang Ki Manteb Soedharsono yang juga bintang iklan salah satu produk obat batuk dengan ciri khas kata-kata “Oyee” itu, memotong pita peresmian gedung serba guna. Sebelumnya, digelar doa bersama yang diikuti sejumlah tokoh masyarakat dan ulama

yang berasal dari Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Jatibarang dan Songgom (keduanya termasuk Kabupaten Brebes). Gedung serba guna itu sendiri dibangun di tengah ruas jalan antara Jatibarang - Larangan, tepatnya termasuk wilayah Desa Dukuh Maja Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Dalam sambutannya, dalang Ki Manteb Soedharsono, pria kelahiran 31 Agustus 1948 itu, menekankan pentingnya keseimbangan antara olah rasa dan olah raga. Sehingga, nantinya dapat diwujudkan keseimbangan antara kesehatan jasmaniah dan rohaniah. Hal itu pulalah yang menjadi latar belakang pendirian gedung olah raga Futsal. “Gedung olah raga ini didiri-

kan oleh mertua saya, H Solikhin, yang menjabat sebagai Kepala Desa Kedung Sugih Kecamatan Pagerbarang. Sarana ini hendaknya dapat dipergunakan warga untuk berolahraga, yang tentu saja tujuannya untuk menyehatkan badan,” ujar pria yang , pada bulan Mei 2010 lalu berhasil meraih penghargaan dari salah satu koran ternama di Jepang, yakni Nikkei Asia Prize Award 2010 untuk bidang kebudayaan. Ki Manteb, yang pada tahun 2004 Ki Manteb pernah memecahkan rekor MURI dengan mendalang selama 24 jam 28 menit tanpa istirahat itu, berharap, keberadaan sarana olah raga yang dibangun oleh mertuanya tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga di sekitarnya. Paling

tidak, lanjutnya, dapat menjadi sarana untuk lebih memasyarakatkan olah raga, terutama futsal. Pembangunan gedung olah raga itu, lanjutnya, juga sebagai bentuk nyata kepeduliannya terhadap dunia olah raga. “Hendaknya sebagai manusia kita tidak hanya selalu membina batin saja, namun juga harus diimbangi dengan pembinaan lahiriah. Di antaranya dengan melakukan olah raga agar kebutuhan jasmaniah kita juga dapat terpenuhi,” kata Ki Manteb. Secara terpisah, ayah mertua Ki Manteb yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kedung Sugih Kecamatan Pagerbarang H Solihin menjelaskan, pembangunan gedung sarana olah raga futsal itu juga untuk mewa-

dahi kegiatan para kaum muda. Sehingga, nantinya diharapkan para kaum muda, baik di Kabupaten tegal maupun di Kabupaten Brebes pada khususnya, dapat melakukan kegiatan yang lebih terarah dan positif. “Sarana olah raga ini juga untuk mewadahi para kaum muda, agar menyalurkan energi mereka di bidang olah raga. Sehingga, harapan kami, adanya sarana olah raga ini juga dapat membantu mendidik para kaum muda,” terang H Solihin. Keberadaan gedung sarana olah raga futsal, warnet, dan koperasi “Oyee” itu, diharapkan dapat memberikan manfaat secara luas kepada warga. Termasuk diantaranya sebagai sarana penyeimbang antara olah rasa, olah raga, maupun olah pikir. (aan)

Sebar Balon Berhadiah 10 Juta SLAWI - Selain memberikan hadiah kepada jajarannya, dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-64, Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo, seperti pada tahun sebelumnya juga memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta kepada masyarakat yang beruntung. Yakni, dengan menyebar balon berhadiah yang di dalamnya berisikan kupon rejeki. ''Balon-balon yang kami sebar, di dalamnya ada sejumlah kupon berhadiah uang tunai Rp 10 juta. Dan balon ini, sengaja kami berikan kepada masyarakat

yang beruntung,'' kata Wahyu Handoyo, Minggu (27/6) kemarin. Menurutnya, seperti pada tahun 2009, saat memperingati HUT Bhayangkara ke-63, Polres Tegal juga melakukan hal sama yakni menyebar balon berhadiah yang berisikan kupon. Sedangkan, ada juga masyarakat yang beruntung, dan saat itu adalah warga Suradadi atau seorang nelayan yang menemukan balon di atas rumahnya. Dan saat dibuka ternyata ada kupon berhadiah. ''Tahun kemarin, masyarakat yang beruntung mendapatkan

kupon berhadiah juga langsung datang ke Polres Tegal. Masyarakat yang beruntung itu juga langsung menukar kupon tersebut dengan uang tunai yang telah dijanjikan atau tertera pada kupon berhadiah dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-64,'' bebernya. Balon berhadiah yang berisikan kupon tersebut dilepas Bupati Tegal H Agus Riyanto. Termasuk, disusul dengan melepaskan sejumlah burung merpati pertanda kemakmuran dan kedamaian untuk semuanya tak terkecuali wilayah Kabupaten Tegal. (gus)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

LEPAS BALON - Bupati Tegal Agus Riyanto saat akan melepas balon.

HAMPIR semua orang tua bingung mencari sekolah yang tepat untuk anaknya setiap menjelang tahun ajaran baru. Khususnya bagi mereka yang baru memasukkan buah hatinya di taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Sebab, pendidikan anak usia dini (PAUD) mulai menjadi perhatian penting bagi orang tua sebagai bekal atau dasar mereka menginjak dewasa nanti. Terlebih kemajuan jaman dan teknologi menuntut mereka memiliki pondasi yang bagus baik moral maupun intelektualnya. Sebagai orang tua, tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Namun yang ada, justru pusing dibebani segudang pertanyaan. Seperti apa bentuk sekolah yang baik dan ideal. Apakah harga menjamin kualitas yang diberikan atau mungkin juga status yang menjadi barometer utama mutu pendidikan disana. Sebab, salah memilih sekolah, bisa berakibat fatal terhadap perkembangan putra-puri kita. Pastinya orang tua berharap sekolah yang dipilih akan mampu menjadi tempat mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Namun, masingmasing memiliki pemikiran tersendiri tentang sekolah ideal. Karena pada dasarnya ideal adalah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Seperti diakui Meidi Tri Setiawan. Dia lebih mementingkan mutu sekolahnya dilihat dari status dan track record sekolah tersebut. ''Kebetulan tahun ini anak kedua saya baru masuk TK, awalnya cukup bingung juga tapi sudah ketemu dan mudah-mudahan yang terbaik bagi Brian,'' ungkap Meidi didampingi istrinya, Eko Jumiyati. Menurutnya, status negeri menjadi salah satu barometer kualitas sekolah tersebut. Sebab, secara tidak langsung kurikulum pendidikan yang diterapkan sudah jelas dan sesuai dengan aturan yang ada. Prestasi yang telah diraih sekolah juga menjadi indikator kualitas lembaga pendidikan

ini. Disamping kegiatan esktra kurikuler yang tersedia, khususnya untuk mengetahui minat dan bakat buah hatinya. ''Fasilitas yang ada juga menjadi perhitungan kami,'' tambahnya. Dengan fasilitas yang memadai dan lengkap, apalagi untuk anak usia dini, menjadi sarana penting untuk pembelajaran mereka. Dimana sistem bermain sambil belajar menjadi metode khususnya untuk PAUD. Selain dari sisi kualitas sekolah, faktor jarak juga menjadi salah satu pemikirannya. Sebab, antar jemput dilakukannya sendiri. Sementara, pihaknya tetap harus menjalankan tugas kantor yang juga menjadi kewajibannya. ''Kebetulan tempat tinggalnya nggak jauh dari pusat kota, jadi banyak pilihan,'' kata ayah Brillian Muttaqin ini. Kebingungan mencari sekolah untuk anaknya juga diakui Siwi Nurbiyajanti. Ibunda Pasya Amalia Jasmin ini sempat berkeliling sekolah dulu sebelum menjatuhkan pilihannya. Menurutnya, kurikulum yang jelas dan sesuai dengan aturan yang ada menjadi pertimbangannya dalam memilih sekolah untuk buah hatinya. Selain itu, pendidikan agama juga diutamakan khusususnya terkait kegiatan sehari-hari. Misalnya, setiap melakukan sesuatu diawali dengan berdoa terlebih dahulu. Atau apapun yang dilakukan kesehariannya, dibiasakan dengan cara Islami. Karena, ajaran yang diterima saat usia dini akan menjadi dasar dan dilakukannya hingga besar nanti. ''Kalau sudah terbiasa berdoa dan mengamalkan ajaran agama sejak dini, diharapkan sampai besar pun akan tetap seperti itu.” Soal biaya, lanjutnya, untuk lingkungan Kota Tegal masih terjangkau. Yang terpenting adalah, buah hatinya bisa belajar dan mendapatkan materi sesuai dengan usianya kini. (laela nurchayati)


METRO TEGAL

4

SENIN 28 JUNI 2010

RADAR TEGAL

Pemkot Kesulitan Data TKI Masyarakat Diminta Melapor

AGENDA Masih Berpeluang Terjadi Hujan HUJAN dalam beberapa hari ke depan masih berpeluang terjadi di wilayah Tegal dan sekitarnya. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pergeseran awan yang bisa mengakibatkan hujan. Kondisi angin juga mempengaruhi perubahan cuaca tersebut sehingga cuaca panas yang terjadi bisa berubah mendung hingga hujan. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Laylya Isnaini, mengatakan, hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pergantian cuaca ekstrem sehingga musim panas yang seharusnya sudah terjadi menjadi mundur karena masih sering turun hujan. Dari pengamatan yang dilakukan, gumpalan awan hitam masih berpeluang menimbulkan hujan di Tegal dan sekitarnya, hanya saja intensitasnya tidak terlalu tinggi. Ini ditandai dengan curah hujan diatas 50 mm per dekade. Tiupan angin cukup besar juga berpeluiang terjadi sehingga mempengaruhi perubahan cuaca yang ada saat ini. Perubahan cuaca yang belum menentu bisa dilihat dengan kondisi suhu dimana saat siang terasa panas dan hujan terjadi pada malam hari. (gun)

PEMKOT Tegal tak menampik masih kesulitan mendata warganya yang menjadi TKI di luar negeri. Akibatnya, apabila ada permasalahan pemkot kesulitan untuk melacaknya. Wakil Wali Kota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin, mengatakan, di Kota Tegal tidak ada PJTKI. Karenanya banyak masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri melalui PJTKI luar kota. Dengan demikian mereka tidak terdaftar di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). “Ini yang menyebabkan pemkot kesulitan ketika akan membantu warganya yang mendapat masalah saat menjadi TKI. Karena Dinsosna-

kertrans tidak memiliki data jelas tentang mereka. Seperti melalui PJTKI mana, bekerja sebagai apa, dan yang lainnya,” katanya.Karenanya, dia berharap, bagi masyarakat yang akan keluar negeri, agar melaporkan diri ke Dinsosnakertrans. Dengan begitu akan terdata dan mudah melacaknya apabila suatu saat nanti terjadi permasalahan. “Melaporkan diri ke Dinas terkait itu adalah sesuatu yang wajib. Karena prosedur yang tepat ya seperti itu. Tidak hanya asal berangkat saja. Tapi ketika mendapat masalah baru melaporkan dan meminta bantuan ke dinas.” Kepala Dinsosnakertrans, Sumito, membenarkan belum adanya data valid TKI asal Kota Tegal. Namun apabila itu diberangkatkan melalui dinasnya

ADI MULYADI/RATEG

KOMPREHENSIF – Kasi Advokasi dan Kepulangan TKI Ditjen Binapenta Kemenakertrans RI, Dra Siti Rochimah MM, meminta data-data TKI dilengkapi daerah.

semua tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dijelaskan, di Kota Tegal saat ini memang belum ada PJTKI resmi yang menyalurkan tenaga

Sekolah Gratis Persulit Disdik

SEREMONIAL

HERMAS PURWADI/RATEG

INTENSIF - Senkom Mitra Polri kontinyu menggelar pertemuan untuk menjalin keakraban antar anggotanya.

Menembus Jarak Tanpa Batas HERMAS PURWADI/RATEG

BERBAGI RASA - Kapolresta dan wali kota berikut perwira Polri berkesempatan mengayuh becak mengawali gelar ketangkasan mengemudi becak, kemarin.

Adu Ketangkasan Becak SEBANYAK kurang lebih 48 penarik becak yang tersebar di enam pangkalan metropolis beradu kecepatan di Halaman Mapolresta Tegal, Minggu (26/6) kemarin. Rangkaian giat Hari Bhayangkara ke-64 itu, seakan dijadikan momentum bagi Polri untuk menyerukan budaya tertib berlalu lintas pada penarik becak sekaligus menjalin kemitraan dengan kalangan bawah. Di bawah terik mentari pagi, Kapolresta AKBP Drs Kalingga Rendra Raharja SE bersama Wali Kota, Ikmal Jaya, berkesempatan mengayuh becak untuk melewati rintangan yang ada di halaman mapolresta, seakan turut merasakan pahit getirnya menjadi penarik becak. “Ini adalah media kemitraan yang kita bangun dengan abang becak. Setidaknya dengan merangkul mereka, jalinan keharmonisan Polri dengan rakyat bisa terbentuk. Dimana abang becak juga terpanggil untuk membantu tugas Polri dalam menjaga ketertiban dan juga program pemkot terkait menjaga kebersihan kota,” terang kapolres di sela-sela acara. Membangun pola pikir masyarakat garis bawah akan pentingnya tertib berlalulintas dengan sentuhan kemanusiaan itulah yang hendak dibilik jajaran Polresta menginjak usianya yang ke 64 tahun. Terpisah Kasat Lantas AKP Anak Agung Sukreta SH, menyatakan, mereka yang berlomba selain mendapatkan tali asih berupa sejumlah uang, para pemenang nantinya juga akan diundang dalam peringatan HUT Bhayangkara 1 Juli mendatang. (her)

keluar negeri. Namun demikian, data bisa valid apabila warga yang akan berangkat melaporkan diri. “Dulu pernah ada PJTKI di

Tegal. Tetapi sekarang sudah tidak aktif lagi. Sehingga warga yang akan keluar negeri kebanyakan melalui PJTKI luar kota,” imbuhnya. Sementara Kasi Advokasi dan Kepulangan TKI Ditjen Binapenta Kemenakertrans RI, Dra Siti Rochimah MM, menambahkan, apabila ada PJTKI yang tidak memenuhi persyaratan, maka pemerindah daerah harus mencabut ijinnya. Selain itu juga PJTKI yang memperlakukan TKI dan TKW dengan tidak baik. “Terkait permasalahan yang terjadi pada beberapa TKI dan tidak diketahui kita itu memang banyak. Karena itu memang diluar jangkauan kita. Meski begitu kita pasti akan merespon semua laporan yang masuk. Dan PJTKI bersangkutan akan kita tindak tegas,” terangnya. (adi)

BAGI sebagian warga metropolis tentu tidak asing dengan komunitas baju hitam dengan sepatu laras panjang dan logo bertuliskan Senkom Mitra Polri. Wahana untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif warga dalam menjaga gangguan kamtibmas tersebut hadir di metropolis sejak Januari 2006 silam. Senkom mitra Polri bisa dibilang sekelompok masyarakat yang dapat berperan aktif membantu Polri di bidang informasi dan pengamaman lingkungan. Hal ini seperti yang dilontarkan Ketua Senkom Mitra Polri Kota Tegal, Sidik Pramana SH. Diakuinya sejarah berdirinya Senkom Mitra Polri berangkat dari suatu lembaga swadaya masyarakat sadar kamtibmas, yang didirikan oleh anggota Mitra Kamtibmas Mabes Polri 1 Januari 2004 di Jakarta. “Untuk Kota Tegal sendiri baru kita bentuk Januari 2006. Dan wadah ini dibentuk untuk jangka waktu yang tidak ditentukan serta bersifat nasional. Wadah ini berfungsi turut me-

nyadarkan masyarakat tentang pentingnya Pam Swakarsa, serta turut menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Selebihnya wadah ini juga berupaya ikut menciptakan suasana yang lebih sehat dan demokratis sejalan dengan tuntunan dinamika perkembangan keamanan dalam masyarakat,” terangnya. Terpisah Wakil Ketua Senkom Mitra Polri, Drs Slamet Riyadi MSi, menyatakan, wadah ini juga mempunyai beragam kegiatan. Sebut saja giat pemantauan seperti pantau cuaca, lalu lintas, laporan situasi kamtibmas, informasi yang menonjol atau informasi penting melalui radio pemancar ualng (HT). “Kami juga menjalin giat kerjasama dengan lembaga atau instansi untuk melakukan kerjasama pelatihan dan sosialisasi yang disediakan lembaga atau instansi untuk peningkatan kualitas SDM, dalam rangka menumbuhkan motivasi keamanan mandiri serta me-

macu terciptanya kamtibmas,” ujarnya. Wadah inipun juga melakukan giat sosial kemasyarakatan seperti pelayanan secara langsung dalam penanganan bencana dan kecelakaan, pengamanan pertunjukan dan demonstrasi serta bantuan komunikasi. Keduanya mengakui saat ini Senkom Mitra Polri yang dinahkodainya memayungi 60 anggota dengan latar belakang profesi yang berbeda. Menjadi lembaga yang handal dan profesional dalam membantu mewujudkan keamanan dan ketertiban nasional melalui peningkatan kesadaran masyarakat merupakan visi yang selalu diemban para personil Senkom. “Misi kami adalah membangun kesadaran serta memperluas peran masyarakat dalam ikut membantu pemerintah dan Polri guna menciptakan negara yang aman, tentram, dan damai serta terciptanya keamanan mandiri dilingkungan masyarakat,” tegasnya. (her)

PROGRAM sekolah gratis yang dicanagkan pemerintah, justru dinilai lebih mempersulit Dinas Pendidikan. Karena sebagian masyarakat masih menelan mentah-mentah kata sekolah gratis tersebut. Sehingga siswa atau wali murid cenderung enggan untuk mengeluarkan biaya bagi penyelenggaraan proses pembelajaran. Akibatnya, penyelenggara proses pembelajaran mengalami stagnasi guna pengembangan dan pendalaman materi. Ini diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukuhturi Kabupaten Tegal, Umar Arifin, dalam acara pengajian PD Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah Kota Tegal, Minggu (17/6). Pada kesempatan tersebut, dia membahas tentang ‘Potret Buram Pendidikan Kita. “Ketika iklan sekolah gratis memiliki ruang nyaman di mata pandang pemirsa TV, mencuat kepongahan pemerintah yang membanggakan diri. Perilisan iklan itu disinyalir lebih bermuatan politis, ketimbang menyatakan sebuah fakta adanya program penggratisan biaya pendidikan. Realitanya yang digratiskan pemerintah hanya sebatas biaya SPP saja. Sedangkan buku, serta fasilitas belajar lainnya menjadi PR yang dipikirkan atau dikerjakan bela-

kangan. Kampanye sekolah gratis ini, justru semakin mempersulit Dinas Pendidikan (Disdik) sendiri. Serta pihak-pihak yang berada dalam lingkungan pendidikan, dalam hal ini sekolah. Sebeb masyarakat kita menelan mentah-mentah program itu,” katanya. Menurutnya, realita kependidikan dewasa ini, tampak ada semacam inersial social masyarakat memiliki andil besar. Yakni dalam membangun snobisme pengelolaan pendidikan nasional, yang justru merugikan bangsa, Negara, dan rakyat. Out put pendidikan cenderung gagap membaca lingkungan. Tentu saja, lanjut Umar, out bput pendidikan yang loyo seperti itu lahir dari konversi sistemik dunia pendidikan yang cenderung bermain-main dalam reduksi dan manipulasi proses pembelajaran. Yang diawali dengan minimalisasi bahkan eliminasi nilai-nilai moral, etika, budaya, kesenian dan agama. Akibatnya proses pembelajaran kehilangan elanvital, eksistensi, dan esensinya sebagai kegiatan pedagogik. Para guru dan dosen masih berputar-putar dalam pola pengajaran teks book, yang mengedepankan pengetahuan kognitif tanpa pendalaman apalagi pengayaan. (adi)

ADI MULYADI/RATEG

DIBAHAS – Kondisi pendidikan menjadi bahasan utama pengajian PDM Kota Tegal dalam rangka Gebyar Muktamar ke-46.


SAMBUNGAN

SENIN 28 JUNI 2010

9

RADAR TEGAL

Muspida Tebar Uang di Mapolres

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

SEBAR - Kapolres saat menyebar uang di halaman Mapolres mengikuti aksi Sekda H Sumadi Sugondo SE MSi yang mendahuluinya.

Prihatin Peredaran Miras dari halaman 9 masyarakat yang mengkonsumsinya memang belum terjadi. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi di Pemalang,” terang dr Gunawan, anggota DPRD Kabupaten Pemalang, kepada Radar kemarin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pemalang harus

menekan peredaran dan pembatasan penjualan minuman keras melalui perijinannya. Dengan kata lain, masalah perijinan ini diperketat, terkecuali mereka yang memang menjualnya untuk kepentingankepentiangan medis. Sehingga peredarannya akan lebih terkontrol. Selain itu, dr Gunawan juga berharap pihak Satpol PP dan

kepolisian untuk lebih pro aktif, dengan merazia warung-warung yang menjajakan minuman keras secara rutin. Apalagi disinyalir sebagian besar warung-warung penjaja minuman keras tidak berijin atau ilegal. “Perijinannya harus diperketat, kalau bisa Pemkab jangan sampai memberikan ijin penjualan minuman beralkohol,” tegas anggota dewan dari Partai

PDI-P. Keprihatinannya, sebagaimana dikemukakan dr Gunawan, setelah dirinya mendapati beberapa warung kecil banyak menjajakan minuman beralkohol di Kabupaten Pemalang. Apalagi efek negatif atau mudharatnya dari minuman beralhokol lebih besar dibanding manfaat saat mengkonsumsinya. (cw2)

Honor Petugas Sensus Dipotong dari halaman 9 menanyakannya pada petugas kantor POS. Namun dari kantor pos tidak tahu menahu, alasannya bukan wewenangnya ha-

nya sebagai tempat untuk pembayaran saja,” ujarnya. Sementara kejelasan soal potongan honor yang banyak dikeluhkan petugas PCL, Keterangan dari Kepala BPS Pe-

malang belum bisa diperoleh. Namun berdasarkan keterangan dari salah seorang pegawai BPS yang saat itu sedang ada di kantor, soal potongan honor PCL yang lebih berwenang dalam pem-

buat komitmen perjanjian kerja. “Kalau pengin tahu soal potongan dana itu bukan kewenangan BPS tetapi pembuat komitmen,” tandasnya. (mg1)

Ambil Hikmah dari Musibah Ini dari halaman 9 kepada warga sepanjang perjalanan menuju rumah Dasikin. Di rumah Dasikin, Para nelayan yang sudah berkumpul diantaranya Dul Warno, Jaenudin, Ahmad dan Muji didampingi teman sesama nelayan serta Tarjuki tokoh warga setempat. Tarjuki menyampaikan banyak terima kasih atas semua kunjungan wakil bupati yang merespon dengan nasib rakyat kecil, terutama lima nelayan yang mengalami musibah di perairan utara Pemalang saat mencari ikan. “Kami semua berharap pak wakil tetap menjaga komitmen kepada rakyat kecil, karena ada kecenderungan banyak publik figur saat mencalonkan diri sebagai orang nomor satu banyak turun ke bawah untuk mengambil hati masyarakat namun usai lolos penyakit lupa tak bisa dihindari. Tapi kami percaya Pak wabup tidak demikian, sebab masih memegang

teguh komitmen.” Sementara itu, Wakil Bupati Pemalang, H. Junaedi SH MM menegaskan, kabar musibah yang menimpa Dasikin cs didengar dari pemberitaan media. Mudah-mudah musibah yang menimpa para nelayan menjadi hikmak tersendiri untuk bisa bangkit dan lebih maju lagi dalam meniti kehidupan. “Bersyukurlah kepada Allah SWT karena semua itu merupakan garis perjalanan hidup yang tak mungkin bisa dihindari. Soal maju menjadi calon bupati Pemalang sebagaimana disampaikan Tarjuki, Wabup menjelaskan tak akan menjanjikan apapun kepada ma-

syarakat Pemalang. “Karena kemajuan dan kemunduran Pemalang ditentukan sikap dan prilaku masyarakatnya sendiri,” ujarnya. Maka untuk kepentingan ini, Wabup mengajak semua komponen masyarakat Pemalang untuk bergotongroyong membangun Kabupaten Pemalang agar lebih maju. SEMUA PULANG DENGAN SELAMAT Sekedar mengingatkan, KM Cahaya Abadi yang ditumpangi empat ABK dan satu juru mudi diterjang gelombang setinggi dua meter lebih di wilayah utara perairan Kabupaten Pemalang, Selasa (22/6) lalu. Dalam peristiwa tersebut tiga ABK se-

DIBUTUHKAN

LOWONGAN KERJA

MONTIR MONTOR BERPENGALAMAN HUB : KENS MOTOR Jln. Cipto Mangkusumo No.34 CP : ( 0284 ) 9112718 Pak JERY

IAN COMP Bth Karywn/ti Utk Supervisor. Gaji 1Jt, Transport,Komisi. Bawa lmrn ke Jl. Raya Ds. Losari No. 106 Ampelgading Pemalang. Jam 914 Wib

28.6

3.7

lamat sementara seorang juru mudi dan satu ABK hingga Kamis (24/6) malam kemarin belum ada kabarnya karena keduanya belum pulang ke rumah. KM Cahaya Abadi berangkat menuju perairan pada Senin (21/6) pukul 10.00 WIB, perjalanan memakan waktu empat jam menuju titik sasaran di wilayah utara perairan Pemalang. Awalnya perjalanan mereka tenang dan nyaman tanpa kendala, namun pada Selasa pukul 08.00 WIB saat para ABK sedang memasang jaring tiba-tiba saja ombak besar setinggi dua meter lebih menghantam kapal sopek. (mg1)

PEMALANG - Aksi tebar uang memeriahkan peringatan HUT Bhayangkara ke- 64 di Mapolres Pemalang, Sabtu(26/ 6). Ini dilakukan pertamakali oleh Sekda, H Sumadi Sugondo SE MSi saat melantunkan lagu Jalan Terbaik. Aksi tebar uang ini kemudian disusul Ketua DPRD, Waluyo AT Kapolres AKBP Burhanudin SIK, Waka KP Wiyoto SPd dan Ketua Bhayangkari. Tebar uang berlangsung saat acara undian jalan sehat yang diikuti ratusan keluarga besar Polres Pemalang, masyarakat dan dinas instansi terkait. Star jalan sehat dimulai pada pukul 07.00 WIB di halaman Mapolres dilakukan Kapolres. Mencapai garis finish, peserta dihibur organ tunggal dengan biduan Dewi Beje dan Santi. Ratusan hadiah doorprice disediakan panitia, dan hadiah utama berupa televisi dan sepeda mini juga dibagikan. Peserta jalan sehat yang semula hanya duduk-duduk di tepi halaman Mapolres terpaksa merangsek maju ke depan panggung setelah panitia tiba-tiba melempar hadiah doorprize.

Hanya sekitar 30 doorprize yang diundi, selanjutnya dilempar mulai dari kaos, alat elektrik, bahkan sepeda balita pun akhirnya dibagikan cuma-cuma tanpa diundi. Acara semakin panas saat Muspida diminta naik panggung, dan Sekda H Sumadi Sugondo diminta menyanyi. Peserta jalan sehat yang semula hanya diam terpekur tak menikmati lagu ini, tiba-tiba panik berebut uang yang dilemparkan oleh sekda. Dua kali aksi lempar ini dilakukan, setidaknya Rp 500 ribu dalam pecahan Rp 50 ribu dihabiskan sekda. Tak mau ketinggalan dengan aksi sekda, Ketua DPRD, Waluyo AT pun mengikuti langkah tersebut. Tiga kali Waluyo melempar uang pecahan Rp 50 ribu ke arah penjoget. Setidaknya Rp 750 ribu dihabiskan Ketua DPC PDIP itu sembari melantunkan lagu Halangan versi koplo. Halaman Mapolres pun semakin meriah ketika peserta yang sebagian besar adalah polisi meminta pimpinannya untuk melakukan tebar uang. Kapolres pun menu-

ruti kemauan anak buahnya itu. Bahkan Burhanudin tak hanya melempar uang dari atas panggung, namun juga turun ke panggung hingga dikejarkejar anak buahnya. Jutaan rupiah disebar di halaman Mapolres hingga celana trainingnya nyaris melorot karena ditarik-tarik anak buahnya yang belum kebagian uang tebaran itu. Kapolres masih melanjutkan aksi sebar uang itu dari tengahtengah lapangan dengan berdiri di atas meja saat istrinya juga melantunkan lagu. Akibatnya peserta jalan sehat pun kebingungan, karena dari atas panggung disebar uang oleh Ketua Bhayangkari, sementara Kapolres juag menyebar dari tengah lapangan. Jutaan rupiah dalam bentuk pecahan seratus ribu dan lima ratus ribu dihabiskan Kapolres untuk anak buahnya itu. Acara berakhir setelah hadiah utama diundi berupa televisi dan sepeda mini. Dua anggota Bhayangkari dan dua Pekerja Harian Lepas(PHL) Polres Pemalang yang berhasil menggondol hadiah tersebut. (ali)

Kapal Cahaya Abadi Sudah Merapat dari halaman 9 daknya tidak lengkap. Sebelumnya diberitakan dua perahu nelayan Tanjungsari dihantam ombak di perairan utara Pemalang beberapa hari yang lalu. ABK-nya terombangambing di laut hingga berharihari dan mereka ditolong nelayan Gebang Cirebon. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun beberapa nelayan mengalami luka-luka ringan. Musibah terbaliknya dua perahu sopek itu baru diketahui Kamis (24/6) malam kemarin

setelah nelayan yang diselamatkan warga Gebang Cirebon itu kembali ke rumah masing- masing. Mereka adalah Dul Warno(37) dan keponakannya Pamuji (18) keduanya warga Kelurahan Sugihwaras. Sementara tiga ABK lain yang melaut bersama mereka terlebih dahulu selamat dan tidak sempat terombang-ambing dalam waktu lama karena ada kapal nelayan yang melintas. Musibah itu menimpa KM Cahaya Abadi dengan juru mudi Dulwarno dan KM Kurnia Ilahi dengan juru mudi Nuralim.

Mereka berangkat pada Senin(21/6) pukul 10.00 WIB. KM Cahaya Abadi melaju hingga 20 mil laut utara Pemalang tepatnya di area Karang Malang. Mereka tebar jaring pada pukul 17.00 WIB sore harinya namun sekitar pukul 24.00 WIB ombak setinggi 2 meter menghantam perahu tersebut. Sedangkan KM Kurnia Ilahi terhantam ombak pada area 12 mil laut dari bibir pantai utara Pemalang.Juru mudi dan tiga ABK-nya selamat karena tidak lama setelah perahunya terbalik ada nelayan lain yang melintas. (ali)

Kwarcab Gelar Orientasi ... dari halaman 9 Karya tiga orang dan DKC satu orang. Satuan Karya yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Saka Wira Kartika, Saka Wanabhakti, dan Saka Bhayangkara. Sedangkan nara sumber yang dihadirkan adalah Drs Mariyoto MPd dengan materi Organisasi dan Tata Kerja Kwarran, Sus Riyanto SPd, Sistem Keadministrasian dan Pelaporan, Drs H Sobirin MPd, Perbendaharaan dan Pelaporan, Rina Purwokanti SIP, Keprotokolan dan MC, serta

Titi Resmiyati SSos dengan materi Kehumasan. Salah satu penyaji materi, Drs Mariyoto MPd mengemukakan, pengelolaan kwartir pada dasarnya adalah manajemen kwartet tunggal. Ada empat menajemen seperti manajemen keuangan, administrasi, umum dan manajemen kehumasan berhimpun dalam satu manajemen untuk pengelolaan kwartir. Ini membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk memelajari keempat manajemen tersebut, namun karena prinsip kwartet tunggal itulah sehingga

orientasi bisa dilaksanakan dalam satu hari. Ketua panitia Drs H Sobirin MPd mengemukakan, kegiatan yang diselenggarakan tersebut adalah sebagai wahana pendidikan dan pelatihan bagi andalan ranting mengenai pengelolaan kwartir, orientasi keprotokolan dan kehumasan. Selain itu juga sebagai wahana sosialisasi dan pengenalan sistimatika kehumasan, keprotokolan dalam pendidikan kepramukaan dan pelatihan keadministrasian kwartir bagi andalan ranting bidang sekretariatan. (ali)

SOKA 31 SOLUTION Promo istimewa Juni - Flexi Home 7802U=399rb Free Fnet 3 bulan - Modem SKD200U=425rb Free Fnet 1 bulan - ZTEC366 cam,radio=575rb Free Fnet 3 bulan - GC990 CDMA/gsm=999rb Hub: 0284 - 5803000, SMS: 081326873333

Dulu, Kalau Batuk Bisa Sampai Tiga Bulan Beberapa tahun yang lalu Nyonya Juarning sering sekali didera batuk kering. “Kalau sudah kambuh, saya sampai berkeringat dingin. Dan, yang merepotkan, sampai tiga bulan batuk itu tidak sembuh-sembuh walaupun saya sudah rajin minum obat,” ujarnya. Menurut dokter yang mengobatinya, batuk yang diderita wanita 35 tahun ini adalah batuk akibat alergi. Kebetulan, suami Nyonya Juarning suka meminum MDL-525 untuk meningkatkan stamina. Maka, ibu tiga anak ini pun coba-coba mengkonsumsi kedelai bubuk instan yang belakangan berganti nama menjadi New Mandala

525 ini. “Rutin dua kali sehari saya meminumnya,” ujar penduduk Gang Mawar, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ini saat ditemui 31 Desember 2009 yang lalu. Ternyata, tak lama kemudian ia tak lagi sering digganggu batuk itu. “Kalau dulu saya sering ke dokter, sekarang tidak,” paparnya. Selain itu, lututnya yang dulu sering nyeri saat ia bangun tidur, sekarang juga tidak lagi. “Anak-anak saya yang kelas 5 SD dan kelas 2 SMP pun suka minum produk itu sehingga mereka tidak sering pusing lagi di saat menghadapi ulangan di

sekolah,” imbuh Nyonya Juarning. Batuk merupakan penyakit yang disebabkan oleh terjadinya gangguan pada pernapasan. Batuk alergi yang sudah kronis dapat membuat penderitanya sangat sengsara. Betapa tidak. Bila sudah kambuh, penderita tak lagi bisa melakukan aktivitas secara normal karena disibukkan dengan keluhannya itu. Seperti halnya penyakit-penyakit alergi lainnya, batuk alergi sulit untuk disembuhkan. Yang bisa dilakukan para penderitanya hanyalah menekan gejalanya sehingga penderita itu bisa hidup dengan normal dan

dapat melakukan aktivitas seperti orang normal. Serangan penyakit itu sangat berkaitan dengan daya tahan

tubuh. Oleh karena itu, penderita dianjurkan untuk selalu meningkatkan sistem imun merupakan hal yang amat penting. Karena itu pula, penderitra perlu rutin mengkonsumsi zat-zat gizi yang diketahui mampu meningkatkan sistem imun, apalagi yang berfungsi sebagai antioksidan. Menurut sebagian ahli, pada orang dewasa susu kedelai mungkin lebih bermanfaat untuk menanggulangi masalah ini. Selain berperan sebagai antioksidan, isoflavon kedelai mampu menambah daya tahan, meningkatkan proses metabolisme, serta memperbaiki sel-sel yang

rusak dalam tubuh. Meskipun demikian, menjaga pola hidup sehat tetap dianjurkan untuk dijadikan prioritas utama. Di antaranya adalah selalu berpikir positif, menghindari penyebabnya, menghindari stres, tidak merokok, menjauhi alkohol, berolahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, menjaga pola makan dengan baik, meminum air putih dengan cukup, dan lainlain. New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuh-

nya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini. Distributor Jateng: 02470231987 / 081382600344. Tegal: 0283-3302323 / 08156556362. Brebes: 0283-3302323 / 08122255523. Pemalang: 0284-5800685 / 08157708854. Pekalongan: 02857983080 / 085226849284 DINKES: PIRT No. 815320503590


CMYK

SENIN, 28 JUNI 2010

MENUJU G1-G2 RADAR TEGAL

10

Tim Kampanye Junaedi-Agung Segera Dibentuk PEMALANG - Tim kampanye pasangan cabup-cawabup, H Junaedi SH MM-Mukti Agung Wibowo ST dalam waktu dekat akan dibentuk. Hal ini karena semakin dekatnya hajat Pemilukada 2010 dimana tinggal ratusan hari lagi. Ketua DPC PDIP Waluyo AT menegaskan, tim kampanye akan dibentuk pada awal Juli ini. Ditemui di kediamannya, Waluyo menjelaskan saat ini tim dari masing-masing partai pengusung Junaedi-Agung melakukan safari sosialisasi.

“Untuk PDIP safari sosialisasi pasangan Junaedi -Agung sudah selesai dilakukan, giliran partai lain, saat ini ada yang masih melakukan ada juga yang sudah selesai,” kata dia Sabtu (26/6). Setelah safari selesai partaipartai pengusung yakni PDIP, PKB, PPP, dan Partai Demokrat akan bersama-sama membentuk tim kampanye. “Saya targetkan awal Juli ini akan segera dibentuk tim kampanye,” tegasnya. Sedangkan kondisi saat ini pasangan Junaedi-Agung, lan-

jut Waluyo dalam kondisi yang solid demikian pula dengan partai-partai pengusungnya. Sebelumnya Ketua DPC PPP Muntoha SH MHum saat dikonfirmasi mengenai pembentukan tim sukses yang terdiri dari partai-partai pengusung pasangan Junaedi-Agung mengatakan sudah siap. “Tim bersama untuk menyukseskan pasangan JunaediAgung sudah siap tinggal deklarasinya menunggu PDIP, kapan dia punya waktu,” ujarnya. (ali)

AGUS PRATIKNO/RADAR PEMALANG

SEPEDA SEHAT – Ketua BNK Pemalang, H Junaedi SH MM bersama istri sedang mengikuti lomba sepeda sehat peringatan Hari Anti Narkoba Internasional yang digelar BNK Pemalang.

Ribuan Peserta Ikuti Sepeda Sehat Meriahkan Hari Anti Nakoba PEMALANG – Ribuan peserta memeriahkan lomba sepeda sehat peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kabupaten Pemalang, di Alun-alun, Sabtu (26/ 6) kemarin. Acara peringatan kali ini hasil kerjasama Badan Narkotika Kabupaten dengan semua unsur pimpinan daerah serta salahsatu stasiun radio swasta. Acara lomba berlangsung cukup meriah dengan sajian hiburan musik dan pembagian ratusan hadiah

untuk pemenang lomba. Sebelum acara lomba dimulai, peserta sejak pagi berkumpul di halaman Mapolres Pemalang, dan untuk peserta lomba dari pegawai dinas instansi, baik negeri maupun swasta, pelajar dan masyarakat umum. Hadir dalam acara pembukaan lomba selain muspida, ketua DPRD, juga Sekda Pemalang. Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pemalang, H Junaedi SH MM dalam kata sambutannya mengajak seluruh masyarakat Pemalang untuk bersama-sama menyatakan pe-

rang melawan narkoba. Dan ajakan tersebut sebagai upaya BNK bersama masyarakat untuk dapat mewujudkan masyarakat Pemalang yang bebas narkoba. “Dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internsional di Kabupaten Pemalang, kami sangat berharap pada seluruh masyarakat untuk bersamasama menyatakan perang melawan narkoba,” katanya. Junaedi yang juga Wakil Bupati Pemalang mengatakan, dengan memperingati hari anti narkoba internasional, selain agar masyarakat bebas dari

narkoba juga agar nantinya tidak tersentuh yang namanya narkoba. Sehingga dambaan masyarakat Pemalang dapat hidup sehat, damai, aman dan sejahtera akan dapat terwujud. “Upaya untuk menghindari narkoba, utamanya para generasi muda yang masih mempunyai masa depan dan harapan lebih baik lagi. Oleh karena itu, mari kita hindari narkoba dan terus berjuang untuk melawan narkoba serta berjuang untuk mengarungi hidup guna menuju kehidupan yang lebih baik lagi,” paparnya (mg1).

Terkait BOS, Dikpora Bungkam Secara Normatif Tidak Ada Masalah PEMALANG – Upaya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menutup rapat persoalan dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS), nampaknya telah dilakukan dan berhasil. Pasalnya, dengan adanya upaya gerakan tutup mulut membuat semua pihak yang ingin mengungkap kebenaran dalam

CMYK

persoalan ini mengalami kesulitan, karena semua yang terkait memilih bungkam. Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Pemalang, Puji Dwi Darmoko mengemukakan, dugaan penyimpangan dana BOS telah masuk proses hukum dan sudah dilakukan oleh Kejaksaan. Persoalan ini juga sedang ditangani oleh Inspektorat Wilayah dan LSM Gerakan Nasional Pemberantasan Ko-

rupsi pernah melakukan klarifikasi. Sedangkan hasilnya tidak ditemukan adanya penyimpangan. “Buktinya sekarang ini semakin susah untuk mencari keterangan dari pihak-pihak yang bersangkutan seperti halnya kepala SD. Semua sudah dibukangkam, sehingga untuk mengorek keterangan semakin sulit dilapangan,” katanya kepada Radar, kemarin. Dia menjelaskan, jika dilihat dari hasil kerja kejaksaan, secara

normatif dari daftar isian proyek tidak ada dugaan penyimpangan. Sehingga tidak ada yang bisa disalahkan, sebab semua nampak bersih, termasuk informasi dari hasil penemuan Komisi D DPRD Pemalang juga sama. “Ya kita lihat kerja kejaksaan, tetapi kalau secara normatif memang dari daftar isian proyek tidak ada yag bisa disalahkan. Karena semua bersih termasuk informasi dari Komisi D juga begitu,” jelas. (mg1)

M HASANUDIN/RADAR PEMALANG

BERPOSE - Direktur CV Dwi Setia Puta Motor, Luky Ade Setiawan (pojok kanan) berpose dengan peraih doorprize, Sabtu (26/6)

CV Dwi Setia Putra Motor Gelar Acara Kumpul Bareng Juragan Colt T120SS dan L300 PEMALANG - Untuk menunjukkan rasa terima kasih pada konsumen, CV Dwi Setia Putra Motor Pemalang yang selama ini menggunakan produk Mitsubishi LCV T120SS dan L300 sebagai kendaraan niaga, pada Sabtu (26/6) malam menggelar acara “Kumpul Bareng Juragan Colt T120SS dan L300”. Acara yang dipusatkan di The Winner Sport and Resto ini, merupakan acara rutin untuk meningkatkan image produk Mitsubishi sebagai kendaraan niaga yang selalu mengedepankan peraturan Euro2. Hadir dalam acara ini sekitar 150

Juragan Colt T120SS dan L300. Dalam kesempatan ini, Rediarso selaku Service Manager CV Dwi Setia Putra Motor mempresentasikan teknik merawat kendaraan secara detail serta kelebihan dari mesin Colt T120SS dan L300. “L300–Euro2 mengedepankan keunggulan mesin 4D56 (Mesin Strada) serta memperbaharui eksterior dengan minor change sehingga memberi kesan modern,” jelasnya. Sementara Branch Manager CV Dwi Setia Putra Motor Hendro membuka open sales

dengan menawarkan program penjualan bonus tunai Rp 3 juta plus bonus Rp 1 juta atau paket kredit DP ringan/bunga ringan untuk pembelian Colt T 120SS Pick Up. “Untuk Mitsubishi L300 kami memberikan paket kredit DP ringan atau bunga ringan,” jelasnya. Penawaran kredit yang menarik pada malam itu, sehingga pada akhir acara terjaring sekitar 19 surat pemesanan kendaraan (SPK). Acara ini juga menyediakan doorprize 5 DVD Player serta souvenir untuk tamu undangan. (hasan)


Radar Tegal 28 Juni 2010